D’Qiano Hot Spring Waterpark adalah objek wisata air di kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara. Diresmikan sejak 2015, kehadiran D’Qiano telah berhasil menarik minat banyak wisatawan dari berbagai penjuru daerah di Indonesia.
Tak hanya pemandian air hangat, objek wisata ini juga memiliki fasilitas hotel untuk menciptakan pengalaman menginap yang mengesankan di Dieng. Penasaran keseruan seperti apa yang ditawarkan di D’Qiano? Langsung saja simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Rute Lokasi dan Alamat
Fun fact, D’Qiano merupakan objek wisata pemandian air panas yang tertinggi di Pulau Jawa. Bagaimana tidak, hot spring satu ini berada pada ketinggian kurang lebih 1.970 m/dpl dan dikelilingi hijaunya perbukitan Dieng.
Secara administratif, D’Qiano terletak di Dukuh Krajan, Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. Bila berangkat dari Banjarnegara, butuh waktu kurang lebih 2 jam berkendara dengan jarak tempuh 45 km menuju ke kawasan Dieng.
Arahkan saja kendaraan kamu ke Dieng, tepatnya di tugu selamat datang. Dari sini, lanjutkan perlanan kurang lebih 11 menit melewati objek wisata Kawah Sikidang dan juga Candi Arjuna. Lurus terus hingga menemui pertigaan dan belok kanan untuk masuk ke kawasan Kawah Sileri. Nah, di kawasan inilah objek wisata pemandian air panas D’Qiano berada.
Bagi yang berasal dari luar Banjarnegara, tak perlu khawatir dengan jalurnya. Objek wisata D’Qiano sudah masuk di Google Maps. Jadi, kamu tinggal mengikuti petunjuk dari Maps saja untuk mempermudah pernjalanan kamu.
Harga Tiket Masuk
Dieng terkenal sebagai kawasan dataran tinggi dengan pesona alam yang menakjubkan dan udara yang begitu dingin. Udaranya yang dingin akan sangat cocok bila kamu berendam air panas di D’Qiano sambil menikmati pemandangan sekitar.
Untuk bisa menjajal asyiknya rekreasi di D’Qiano Hot Spring Waterpark, pengunjung harus menyiapkan bujet terlebih dahulu. Tidak mahal kok, untuk anak-anak hanya dikenai biaya masuk sekitar Rp15.000. Sementara untuk orang dewasa sekitar Rp20.000.
Harga tersebut sudah mencakup sejumlah fasilitas yang cukup memadai. Di antaranya ada:
lahan parkir luas
kamar mandi
toilet
ruang ganti
tempat ibadah
kamar bilas
tempat makan
wahana permainan air
persewaan alat renang
Agar berlibur di D’Qiano terasa lebih berkesan, pertimbangkan untuk bermalam di hotelnya. Harga per malamnya cukup bervariatif, mulai sekitar Rp500.000 per kamar. Dengan harga ini, kamu sudah bisa menikmati beragam fasilitas menarik dari hotel bersama orang-orang terkasih.
Kamu bisa kapan saja datang ke pemandian air panas D’Qiano. Namun pastikan kamu datang sesuai dengan jam operasionalnya. Melansir dari berbagai sumber, D’Qiano mulai dibuka untuk umum dari jam 08.00 hingga 17.00.
Aktivitas Menarik di D’Qiano Hot Spring Waterpark
Ada banyak aktivitas menarik yang patut dicoba saat berlibur ke pemandian air panas D’Qiano. Berikut beberapa kegiatan seru yang kerap direkomendasikan.
1. Berendam di kolam air panas
Tujuan utama berlibur ke D’Qiano hot spring tentu saja adalah untuk berendam air panas. Tak perlu khawatir tidak kebagian tempat karena objek wisata ini sangat luas. Jadi, meskipun sedang ramai pengunjung, kamu tetap bisa mendapatkan ruang untuk menikmati sensasi berendam air panas di tengah perbukitan Dieng.
Ada dua kolam air panas dengan tingkat kedalaman yang berbeda, yakni 1,8 meter dan 1,2 meter. Sementara, di setiap sisi masing-masing kolam dilengkapi dengan fasilitas gazebo. Dengan begitu, pengunjung yang membawa buah hati bisa dengan mudah mengawasi aktivitas mereka.
Selain itu juga ada dua kolam yang digunakan untuk terapi. Keduanya sama-sama dilengkapi dengan air mancur. Dibandingkan dengan kolam sebelumnya, suhu air di sini jauh lebih panas namun tetap nyaman di kulit.
Begitu berendam, kamu akan merasa semua otot-otot di tubuhmu menjadi rileks kembali. Tapi ingat, jangan terlalu lama berendam di kolam terapi. Sebab, kulit akan menjadi kering dan bahkan tubuh malah lemas.
Kabarnya, air panas di D’Qiano Hot Spring juga bisa membantu mengatasi masalah kulit. Ini lantaran air panasnya berasal dari sumber mata air di Kawah Sileri. Namun jangan langsung berendam ya. Pastikan untuk mandi terlebih dahulu sebelum berendam di sini.
2. Bermain air di waterpark
D’Qiano menawarkan wahana waterpark yang lumayan komplit untuk anak-anak. Di antaranya ada kolam luncur spiral, ember tumpah, dan istana air. Selain itu juga ada beberapa jenis kolam renang untuk menambah keseruan berlibur di D’Qiano. Di antaranya adalah sebagai berikut:
Kolam Semi Olympic: Kolam ditujukan khusus untuk orang dewasa karena cukup dalam. Ada dua tingkat kedalaman di sini, yakni 180 cm dan 120 cm.
Kolam Arus: Wahana kolam yang berikut ini dibuat mirip seperti arus sungai yang mengelilingi area D’Qiano waterpark.
Kolam Balita: Sesuai namanya, wahana ini ditujukan bagi anak-anak yang ingin bermain air dan berenang. Tingkat kedalamannya hanya sekitar 20 cm sehingga aman untuk buah hati tercinta.
3. Berfoto seru
Selama berlibur di D’Qiano, ada satu hal yang tak boleh kamu lewatkan, yakni berfoto-foto. Berada di tengah perbukitan Dieng membuat D’Qiano menjadi salah satu objek wisata yang instagramable. Bila cuaca sedang cerah, kamu bisa mendapatkan latar belakang pemandangan yang begitu memesona.
Abadikan setiap momen berlibur di pemandian air panas ini dengan berswafoto atau foto bersama orang-orang tersayang. Kamu juga bisa mengabadikannya dalam bentuk video agar menjadi salah satu pengalaman yang selalu bisa diingat.
4. Menginap di hotel
Seperti yang disampaikan sebelumnya, D’Qiano Hot Spring Waterpark memiliki fasilitas hotel. Nah, kamu bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk memaksimalkan liburan kamu di pemandian air panas ini.
Harga per kamarnya dibanderol mulai dari Rp500.000 untuk per malam. Dengan harga ini, kamu sudah mendapatkan fasilitas hotel yang relatif lengkap. Di antaranya ada WiFi gratis, sarapan gratis, bak mandi, air panas, teko pembuat kopi, televisi, dan perlengkapan mandi.
Menariknya lagi, setiap kamar dilengkapi dengan balkon yang menghadap langsung ke area perbukitan. Fasilitas ini tentunya bisa kamu manfaatkan untuk menyegarkan kembali pikiran yang penat karena aktivitas sehari-hari.
Tips Berkunjung ke D’Qiano
Ada sedikit tips singkat agar liburan di D’Qiano makin maksimal. Berikut di antarany:
Pastikan kamu berkunjung saat musim kemarau. Kalau datang saat musim hujan, kondisi alam jarang bisa mendukung untuk sekadar berendam di kolam air panas.
Sebelum bermain air, lakukan pemanasan ringan dengan berjalan-jalan mengelilingi area wisata. Hal ini agar badan kamu tidak terasa kaku setelah selesai berendam air panas.
Jangan lupa bawa baju ganti, perlengkapan mandi, dan obat-obatan bila diperlukan.
Patuhi tata tertib yang sudah ditetapkan oleh pengelola.
Bagaimana, tertarik berlibur ke D’Qiano Hot Spring Waterpark? Objek wisata ini bisa menjadi destinasi baru kalau kamu bosan dengan wisata Dieng yang itu-itu saja. Maka dari itu, yuk rencanakan agenda berlibur kamu mulai dari sekarang juga.
Sumatera Barat termasuk salah satu daerah yang mempunyai kekayaan budaya kuliner melimpah. Bahkan, kamu dapat dengan mudah menemukan makanan khas Padang di berbagai penjuru tanah air. Oleh karenanya, tak heran kalau banyak orang Indonesia yang menjadikan kuliner khas Padang sebagai makanan favorit.
Salah satu kuliner Padang yang menjadi menu favorit banyak orang adalah sate padang. Sate padang bisa kamu jumpai dalam berbagai variasi bahan, seperti daging sapi, jeroan, serta lidah. Dalam penyajiannya, sate padang akan memperoleh siraman kuah kacang kental yang memiliki aroma rempah sangat kuat.
Rekomendasi Makanan Khas Padang
Sate padang hanya satu dari sekian banyak makanan tradisional enak dari Padang. Selain sate, masih ada banyak lagi kuliner lain yang tidak kalah menggugah selera. Sebagai referensi, berikut ini adalah daftar 21 kuliner enak khas Padang yang harus kamu cicipi selain sate:
1. Rendang
Siapa yang tidak kenal dengan rendang. Masakan ini berasal dari daerah Minangkabau, Sumatera Barat dengan bahan utama berupa daging sapi atau kerbau. Cara pembuatannya memerlukan campuran berbagai jenis rempah dan santan.
Tidak hanya itu, proses pembuatan rendang butuh waktu yang lama, kurang lebih selama 4 jam. Proses memasak yang lama tersebut bertujuan untuk mengendapkan bumbu dan kental. Tak hanya itu, daging juga menjadi lembut dan bumbunya meresap.
Kalau menurut pada resep aslinya, ada beberapa ciri khas dari rendang yang telah melalui proses pemasakan yang benar, yaitu:
Kering
Berwarna gelap
Sebagai tambahan, rendang juga merupakan jenis makanan yang mempunyai tingkat ketahanan sangat lama. Kamu bisa menyimpan rendang dalam suhu ruangan dalam rentang waktu sampai beberapa minggu.
2. Dendeng Balado
Selanjutnya, ada kuliner khas padang yang tak kalah terkenal, yakni dendeng balado. Dendeng balado merupakan potongan daging yang diiris tipis dan kering yang kemudian disertai dengan sambal cabai merah.
Dalam proses pembuatan dendeng balado, ada tiga tahapan pengolahan daging, yaitu:
Direbus
Dijemur
Digoreng sampai garing
Selanjutnya, ada penambahan bumbu balado yang bisa kamu buat dengan mencampurkan beberapa bahan seperti:
Bawang merah
Cabai merah
Garam
Ketiga bahan tersebut dapat melalui proses penumisan sampai muncul bau harum. Dalam penyajiannya, dendeng bisa kamu siram menggunakan sambal balado yang telah ditumis.
3. Ayam Pop
Ketika berkunjung ke rumah makan Padang, kamu kerap pula menemukan sajian berupa ayam pop. Masakan ini mempunyai ciri khas pada penampilannya yang terlihat pucat. Namun, siapa yang menyangka kalau di balik tampilannya yang pucat tersebut, ayam pop memiliki rasa gurih dan manis.
Ayam pop merupakan sajian khas Sumatera Barat yang berasal dari daerah Bukittinggi. Proses pembuatannya unik karena melalui tahapan perebusan menggunakan air kelapa dan bumbu yang minimalis. Penggunaan air kelapa tersebut menimbulkan sensasi rasa legit asam yang terasa enak di lidah.
4. Itiak Lado Mudo
Selanjutnya, ada kuliner yang tak kalah enak pada menu itiak lado mudo. Meski terkenal sebagai makanan khas Padang, itiak lado mudo sebenarnya adalah sajian khas dari daerah Bukittinggi. Oleh karena itu, menu ini bakal kerap kamu jumpai ketika berkunjung ke rumah makan kapau.
Secara harfiah, itiak lado mudo memiliki makna bebek cabai hijau. Jenis bebek yang digunakan untuk pengolahan makanan khas Bukittinggi ini tak boleh sembarangan. Kalau ingin itiak lado mudo yang enak, pilih bebek yang berusia maksimal 6 bulan. Tujuannya adalah untuk memudahkan proses pengolahan.
Selanjutnya, ada tambahan sambal cabai hijau yang menjadi daya tarik ekstra dari itiak lado mudo. Penggunaan sambal cabai hijau membuat makanan ini terasa pedas dan bikin nagih.
5. Lamang
Makanan khas Padang selanjutnya bisa kamu jumpai pada kuliner lamang. Makanan ini terbuat dari bahan utama beras ketan yang kemudian dipadukan dengan santan dan garam. Kamu dapat menjumpai lamang dengan cita rasa asin, manis, dan bahkan asam.
Keunikan kuliner lamang khas Padang bisa kamu temukan pada proses pembuatannya. Alih-alih melalui proses pengukusan, lamang dibuat dengan cara memasukkan campuran beras ketan dan bahan lain dibungkus menggunakan daun kelapa dan dimasukkan ke dalam bambu. Setelah itu, lemang akan dibakar sampai matang.
6. Sala Lauak
Kalau kamu mencari camilan khas dari Sumatera Barat, kamu bisa mencoba mencicipi sala lauak. Makanan ini merupakan salah satu gorengan yang banyak kamu temukan di Padang atau kota-kota lain di Sumatera Barat.
Sekilas, tampilannya mirip dengan comro dengan bentuk bulat dan memiliki warna kuning kecokelatan. Hanya saja, bahan pembuatannya jauh berbeda. Cara pembuatan sala lauak menggunakan tepung beras yang dipadukan dengan ikan.
Ada dua jenis ikan yang kerap digunakan untuk membuat sala lauak, yaitu:
Ikan teri. Penggunaan ikan teri biasanya ditujukan untuk pembuatan sala lauak keras.
Ikan stuhuak. Pemakaian ikan jenis ini bisa kamu temukan pada pembuatan sala lauak lunak.
7. Bika Talago
Saat berkunjung ke Tanah Minang, kamu dapat menemukan makanan khas Padang lainnya berupa bika talago—cocok bagi kamu yang mengaku suka dengan camilan gurih. Makanan ini merupakan salah satu kudapan tradisional yang unik, memiliki julukan sebagai kue neraka rasa surga.
Julukan tersebut berkaitan erat dengan proses pembuatannya yang masih menggunakan metode tradisional, yakni dengan memanfaatkan kuali tanah liat. Adonan kue diletakkan di atas kuali dengan terlebih dahulu dilapisi daun pisang. Selanjutnya, kuali berisi adonan tersebut ditutup dengan kuali lain yang berisi bara api panas.
8. Dendeng Batokok
Ada dendeng balado, ada pula dendeng batokok. Ciri khas dari dendeng batokok adalah adanya proses pemukulan daging. Tahapan tersebut bertujuan untuk membuat tekstur daging jadi lebih lembut dan membantu proses peresapan bumbu.
Dalam penyajiannya, dendeng batokok dapat kamu nikmati bersama dengan cabai yang sengaja diiris kasar. Rasanya pedas, asam, dan gurih—cocok dengan lidah mayoritas orang Indonesia yang terkenal sebagai pencinta makanan pedas.
9. Soto Padang
Berikutnya, ada makanan khas Padang yang cocok bagi kamu pencinta makanan berkuah, yakni soto padang. Ciri khas kuliner soto padang ini terletak pada penggunaan kaldu daging sapi serta rempah yang kuat.
Terdapat beberapa fakta menarik terkait soto padang yang perlu kamu ketahui:
Soto dengan bumbu paling banyak. Total, terdapat 16 jenis bumbu yang ada dalam semangkuk soto padang.
Tak menggunakan campuran santan. Kontras dengan kuliner khas Padang lain yang rata-rata memiliki campuran santan di dalamnya.
Terdapat tambahan berupa perkedel kentang. Tambahan seperti ini, tidak akan kamu jumpai pada soto lain
10. Gulai Itiak
Kunjungan ke Padang bisa menjadi kesempatan menarik bagi kamu untuk mencicipi kuliner khas selanjutnya, yakni gulai itiak. Sesuai namanya, pembuatan gulai ini memakai bahan utama daging bebek. Meski memiliki nama gulai, cara memasak gulai itiak tidak menggunakan campuran santan, jadi memiliki rasa yang segar.
Selain itu, gulai itiak juga memiliki cita rasa pedas karena menggunakan campuran cabai hijau yang cukup banyak. Proses memasaknya bisa sangat lama, mencapai 12 jam. Tujuannya adalah agar bumbu meresap dan daging bebek memiliki tekstur lunak. Dengan begitu, kamu bisa menyantapnya dengan mudah dan nikmat.
11. Kalio Daging
Ada rendang, ada pula kalio daging. Kedua makanan khas Padang ini mempunyai tingkat kemiripan tinggi. Bahkan, bumbu serta komposisi bahan pembuatannya bisa sama. Meski begitu, ada perbedaan mendasar yang perlu kamu pahami dari kedua makanan ini.
Ada fakta menarik yang perlu kamu ketahui terkait kalio daging. Ternyata, banyak orang Indonesia yang tidak memahami perbedaan kalio daging dengan rendang. Bahkan, banyak orang yang beranggapan bahwa makanan yang mereka santap adalah rendang, padahal itu adalah kalio daging.
Kalio dan rendang sama-sama dibuat dengan menggunakan kuah bersantan. Kalau kamu memasaknya sampai muncul minyak yang menggenangi masakan, maka namanya adalah kalio atau kerap pula dikenal sebagai rendang basah.
Jadi, perbedaan keduanya bisa kamu lihat dengan memperhatikan tingkat kekeringan masakan. Pada kalio, kamu dapat menjumpai adanya minyak yang muncul hasil dari pengendapan santan. Kalau sudah jadi rendang, kamu tidak akan lagi menemukan keberadaan minyak tersebut.
12. Gulai Tauco
Sajian khas Padang yang bisa kamu cicipi selanjutnya adalah gulai tauco. Masyarakat Sumatera Barat biasa menyantap kuliner ini sebagai menu pelengkap saat Lebaran, bersama dengan ketupat. Rasanya gurih dan bisa kamu buat sendiri dengan cara memasak yang relatif cukup mudah.
Seperti halnya karakteristik makanan khas Padang lain, gulai tauco menggunakan campuran santan. Selain itu, ada bahan lain yang perlu kamu tambahkan dalam masakan ini, termasuk di antaranya adalah:
Tauco
Buncis
Tahu
13. Teh Talua
Ketika berkunjung ke warung tradisional Minangkabau, kamu dapat mencoba untuk memesan teh talua. Teh ini beda dengan teh biasa di tempat lain. Cara pembuatannya adalah dengan mencampurkan telur ayam kampung, gula, dan teh dan mengocoknya. Sebagai tambahan, kamu bisa menggunakan perasan jeruk nipis.
Teh talua mempunyai penampilan yang unik, terlihat berlapis-lapis. Di bagian atas, terdapat buih. Selanjutnya, ada lapisan berwarna putih pada bagian tengah dan warna kecokelatan pada lapisan paling bawah. Masyarakat Padang percaya, minum teh talua bisa menambah stamina dan lebih giat bekerja.
14. Galamai
Di tanah Jawa, ada dodol khas Garut yang sudah sangat terkenal. Kalau di Sumatera Barat, kamu bisa menemukan makanan serupa, bernama galamai. Galamai merupakan dodol khas masyarakat Minang yang berasal dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota.
Dalam budaya Minang, galamai menjadi sajian penting dalam pesta pernikahan serta acara adat. Komposisi bahan untuk pembuatan galamai sangat sederhana, yaitu:
Kelapa
Tepung ketan
Gula merah
Meski begitu, proses pembuatan galamai bisa sangat lama. Alasannya, kamu harus mengaduk adonan galamai secara terus-menerus dan tanpa henti. Dengan begitu, terciptalah galamai yang memiliki cita rasa khas manis dan kenyal.
15. Asam Padeh
Makanan berkuah asli Padang yang tidak menggunakan santan bukan cuma soto padang. Kamu dapat pula menemukan pilihan lainnya pada menu asam padeh. Sajian ini merupakan sup yang mempunyai kuah kental dengan warna merah.
Kalau menurut bahasa, asam padeh dalam bahasa Indonesia mempunyai arti asam pedas. Nama tersebut pun selaras dengan cita rasa dari masakan ini, yakni perpaduan antara rasa asam serta pedas.
Perpaduan rasa asam dan pedas pada asam padeh membuat masakan ini memberi sensasi segar saat menyantapnya. Di Sumatera Barat, kamu dapat menemukan olahan asam padeh dalam dua variasi, yakni asam padeh daging sapi dan asam padeh tongkol.
Namun, kalau kamu ingin berkreasi sendiri, tak ada salahnya menggunakan bahan lain. Jenis bahan yang bisa kamu pakai ketika memasak asam padeh di antaranya adalah:
Ikan patin
Ikan salmon
Ikan tenggiri
Ikan mas
16. Gulai Cancang
Ada banyak variasi gulai dalam deretan makanan khas Padang. Selain gulai tauco dan gulai itiak yang telah disebutkan sebelumnya, kamu bisa pula mencicipi gulai cancang atau gulai cincang. Gulai ini dibuat dengan menggunakan potongan daging dan tetelan dengan ukuran kecil.
Jenis daging yang digunakan untuk membuat gulai cancang adalah daging sapi. Dalam proses pembuatannya, masyarakat Padang lebih suka menggunakan potongan daging yang mengandung lemak, seperti daging sandung lamur atau brisket.
Potongan daging dalam ukuran kecil tersebut akan berpadu dengan berbagai bumbu dengan cita rasa pedas. Terlebih lagi, gulai cancang dibuat dengan campuran cabe merah giling dalam jumlah yang cukup banyak. Sebagai tambahan, kamu perlu pula memasukkan santan yang merupakan karakteristik dalam setiap makanan khas Padang.
17. Lapek Bugih
Hajatan menjadi momen yang tepat bagi kamu kalau ingin mencicipi berbagai makanan tradisional khas Padang. Salah satu jenis makanan yang kerap hadir dalam setiap acara dalam budaya masyarakat Minang adalah lapek bugih atau lepat bugis.
Menurut sejarahnya, konon lapek bugih bukan merupakan makanan asli dari masyarakat Minangkabau. Makanan ini berasal dari orang-orang Bugis serta Makassar yang melakukan perjalanan merantau sampai ke Minangkabau.
Lapek bugih merupakan kudapan tradisional yang dibuat dengan bahan utama beras ketan. Jenis beras ketan yang digunakan bisa berupa ketan putih ataupun ketan hitam. Selanjutnya, bahan ketan tersebut perlu dicampur dengan santan dan diaduk rata.
Adonan lapek bugih selanjutnya diisi dengan campuran gula dan kelapa parut serta dibungkus menggunakan daun kelapa. Jenis gula yang dipakai untuk isian cukup variatif, baik gula putih maupun gula merah.
18. Lompong Sagu
Banyak camilan tradisional khas Sumatera Barat yang enak dan menarik untuk kamu cicipi. Hanya saja, tidak semua kudapan tersebut bisa kamu dapatkan dengan mudah. Salah satunya adalah makanan khas Padang bernama lompong sagu yang saat ini keberadaannya mulai langka.
Cara pembuatan makanan tradisional Sumatera Barat ini menggunakan beberapa komposisi seperti:
Gula merah
Santan
Parutan kelapa
Sagu
Pisang
Ketiga bahan tersebut dicampur menjadi sebuah adonan dan kemudian dibungkus memakai daun pisang. Setelah itu, adonan akan melalui proses pembakaran memakai arang panas. Dengan cara pembuatan seperti itu, lompong sagu akan mempunyai aroma yang khas ketika dibuka.
Karena menggunakan campuran gula, lompong sagu memiliki cita rasa cenderung manis. Isi setiap bungkus lompong sagu yang cukup padat, membuat kudapan ini jadi salah satu jenis makanan yang mengenyangkan. Cara paling enak menikmatinya, kamu bisa menyantapnya bersama dengan secangkir kopi atau pisang goreng.
19. Palai Rinuak
Maninjau tidak cuma terkenal sebagai tempat kelahiran sosok terkemuka di Indonesia, Buya Hamka. Namun, daerah Maninjau di Kabupaten Agam, Sumatera Barat juga menjadi tempat asal kuliner tradisional bernama palai rinuak.
Palai rinuak adalah makanan yang dibuat dengan bahan utama berupa ikan rinuak yang hanya tinggal di Danau Maninjau. Masyarakat setempat biasa mengolah ikan rinuak dalam berbagai cara, termasuk di antaranya adalah mengukus dan menjadikannya sebagai palai rinuak.
Cara pembuatan palai rinuak berlangsung dengan mencampurkan ikan rinuak dengan bumbu serta parutan kelapa. Selanjutnya, ada tahapan pembungkusan adonan palai rinuak menggunakan daun pisang. Bungkus adonan palai rinuak kemudian dikukus kurang lebih selama 20 menit.
Karena menggunakan ikan endemik Danau Maninjau, kamu bakal mengalami kesulitan ketika ingin mencicipi palai rinuak. Satu-satunya cara yang bisa kamu lakukan kalau tertarik dengan makanan khas Sumatera Barat ini adalah dengan berkunjung secara langsung ke daerah Maninjau.
Di situ, kamu bisa dengan mudah menemukan warung pinggir jalan yang menjual dan menawarkan palai rinuak. Harganya relatif terjangkau, biasa dijual dengan banderol berkisar antara Rp5 ribu sampai Rp8 ribu untuk setiap bungkusnya.
20. Tumbang Pisang
Jajanan tradisional khas Padang ini mempunyai nama yang unik, tumbang pisang. Sesuai namanya, bahan utama untuk pembuatan tumbang pisang adalah pisang. Semua jenis pisang dapat dipakai untuk bahan baku tumbang pisang. Namun, masyarakat Padang lebih suka menggunakan pisang gepok muda.
Langkah-langkah pembuatan tumbang pisang relatif mudah. Oleh karena itu, kamu tidak akan mengalami kesulitan ketika ingin membuatnya sendiri. Tahapan dalam cara pembuatannya bisa kamu ikuti sebagai berikut:
Siapkan pisang gepok muda dan bersihkan dari kulitnya. Kalau sudah bersih, kukus pisang sampai matang. Di waktu yang bersamaan, kamu perlu pula mengukus kelapa parut dan gula aren.
Kalau pisang sudah matang, segera pipihkan.
Setelah itu, campurkan kelapa parut dan gula aren, aduk sampai rata. Taburkan campuran kelapa dan gula aren tersebut ke atas pisang yang telah dipipihkan.
Tumpang pisang siap kamu santap
21. Lontong Sayur
Terakhir, kamu bisa mencicipi makanan khas Padang yang berupa lontong sayur. Makanan ini menjadi menu keseharian masyarakat Padang. Lalu, apa beda lontong sayur khas Padang dengan lontong sayur biasa? Ada beberapa faktor pembeda yang menjadi ciri khas lontong sayur dari Padang, yakni:
Kuah kaya rempah. Setiap makanan khas Padang mempunyai ciri unik berupa penggunaan bumbu rempah yang kuat. Karakteristik ini ada dalam kuah santan lontong sayur khas Padang.
Sambal lado merah. Dalam setiap penyajian lontong sayur, kamu akan menjumpai keberadaan sambal khas Padang di dalamnya, yakni sambal lado merah.
Gulai nangka dan sayur kacang. Kuah lontong sayur tidak cuma memiliki campuran rempah yang kuat. Namun, kamu juga bakal menemukan adanya potongan gulai nangka serta sayur kacang.
Kerupuk merah jambu. Terakhir, ada potongan kerupuk dengan warna merah jambu dalam setiap piring lontong sayur. Tambahan kerupuk seperti ini, tak akan kamu temukan pada lontong sayur dari tempat lain.
Nah, sekarang kamu jadi tahu kalau begitu banyak makanan khas Padang yang enak dan menggugah selera, kan? Untuk mencicipi deretan kuliner khas Sumatera Barat tersebut, kamu tidak perlu datang secara langsung ke tempat asalnya.
Sebagai gantinya, kamu bisa menikmati sajian khas Padang dengan mengunjungi rumah makan Padang atau rumah makan kapau terdekat. Hanya saja, kalau kamu ingin menu yang lebih lengkap, pilihan terbaiknya adalah datang secara langsung ke Kota Padang.
Semula, Kebun Raya Bogor menjadi salah satu kebun uji coba bagi tanaman perkebunan yang nantinya akan dikenalkan pada Hindia Belanda. Namun, seiring dengan perkembangannya, Kebun Raya Bogor justru menjadi permulaan berkembangnya ilmu pengetahuan di Tanah Air.
Selain itu, tempat ini juga digunakan sebagai forum aktivitas untuk para ilmuwan, terutama yang berfokus pada sektor botani secara teratur sejak tahun 1880 sampai 1905. Menyusul kemudian, mulai berdiri banyak lembaga ilmiah lainnya, mulai dari Bibliotheca Bogoriensis pada 1842, Herbarium Bogoriense pada 1844, Kebun Raya Cibodas pada 1860, Laboratorium Treub pada 1884, dan Museum serta Lab Zoologi pada 1894.
Jika kamu sangat menyukai semua hal tentang tanaman, tempat satu ini sudah pasti sangat menarik dan tidak boleh terlewat sebagai salah satu tempat yang wajib kamu kunjungi ketika berada di Bogor.
Cara ke Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor berada di Jl. Ir. H. Juanda No.13, Paledang, Kota Bogor. Kamu bisa mengunjungi tempat ini menggunakan kendaraan umum maupun pribadi. Jika kamu menggunakan kendaraan pribadi dari ibu kota, pilihlah akses Tol Jagorawi, lalu keluar pada sisi sebelah kanan yang langsung menuju ke Istana Bogor.
Aturan satu arah pada lalu lintas di kawasan tersebut membuat kamu harus berputar hingga menuju ke Jalan Otto Iskandar Dinata atau lebih populer dengan sebutan Otista. Sesampainya di Jembatan tersebut, ambil sisi kanan dan mendapati pintu masuk ke tempat wisata tersebut.
Sementara itu, jika kamu ingin naik kereta listrik atau KRL dari ibu kota, berhentilah pada tujuan akhir, Stasiun Bogor. Setelah itu, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum atau berjalan kaki setidaknya sekitar 1 km. Jika menggunakan angkutan umum, pilih kendaraan dengan nomor 03 atau 02 dan berhentilah di Pintu 4 atau Pintu 3.
Meski terasa lebih cepat saat naik angkutan umum, kamu lebih baik berjalan kaki ke destinasi dari stasiun. Sambil berjalan kaki, kamu bisa menikmati suasana dan keramaian salah satu kawasan paling populer di Kota Bogor ini.
Harga Tiket Masuk Kebun Raya Bogor
Harga tiket masuk Kebun Raya Bogor tidak sama untuk hari biasa, akhir pekan dan hari libur nasional. Selain itu, harga juga tidak sama untuk wisatawan yang berkunjung ke destinasi dengan naik sepeda. Berikut rincian harga tiket masuk ke Kebun Raya Bogor:
Hari Senin – Jumat
Wisatawan Domestik: Rp16.500.
Wisatawan Asing: Rp16.500.
Sepeda: Rp15.000.
Hari Sabtu, Minggu, dan Libur Nasional
Wisatawan Domestik: Rp26.500.
Wisatawan Asing: Rp26.500.
Sepeda: Rp20.000.
Lalu, biaya retribusi untuk wisatawan yang menggunakan mobil atau motor pribadi:
Selanjutnya, jam buka alias jam operasional dari Kebun raya Bogor, yaitu:
Senin – Jumat: pukul 08.00 – 16.00 WIB.
Sabtu, Minggu, dan Hari Libur Nasional: pukul 07.00 – 16.00 WIB.
Semua wisatawan dapat masuk dan menikmati indahnya Kebun Raya Bogor dan semua koleksi flora langka mereka melalui Pada pintu 1 dan Pintu 3.
Zona Wisata di Sekitar Kebun Raya Bogor
Ada banyak sekali tempat menarik di sekitar Kebun Raya Bogor yang wajib kamu datangi ketika berkunjung ke destinasi ini. Berikut beberapa di antaranya:
1. Taman yang asri dan indah
Kebun Raya Bogor memiliki banyak sekali taman yang begitu indah. Berikut di antaranya:
Taman Teijsmann. Merupakan taman yang dibuat oleh DR. Melchior Treub sebagai bentuk apresiasi untuk Johannes Elias Teijsmann.
Taman Soedjana Kassan. Taman yang dibangun untuk Soedjana Kassan, seorang kurator di Kebun Raya Bogor.
Taman Orchidarium. Taman ini menjadi kawasan konservasi dari spesies tanaman anggrek alam. Taman ini berfungsi sebagai kawasan studi dan pengembangan dari tanaman anggrek.
Taman Obat. Merupakan taman yang berisikan berbagai tanaman herbal yang dipercaya bisa mengatasi banyak masalah kesehatan.
Taman Nepenthes. Merupakan taman konservasi binaan milik Pertamina. Nepenthes sendiri adalah kantong semar, dan ada banyak jenis nepenthes pada taman ini, termasuk Nepenthes rafflesiana, Nepenthes gracilis, Nepenthes mirabilis, Nepenthes ampullaria, Nepenthes sumatrana, Nepenthes xhookeriana, dan Nepenthes reinwardtiana.
Taman Meksiko. Merupakan taman dengan koleksi berbagai spesies tanaman kaktus dengan jumlah lebih dari 100 spesies. Ini termasuk yucca, agave, dan spesies kaktus lain yang khusus didatangkan dari Amerika Selatan dan Tengah.
Taman Kopi. Merupakan taman konservasi binaan Pertama lainnya dengan Kopi Puntang sebagai salah satu jenisnya.
Taman Durian. Masih menjadi area konservasi milik Pertamina dengan spesies durian Lai Mas yang banyak dijumpai di Kalimantan.
Taman Bambu. Merupakan taman dengan koleksi bambu yang menarik. Dua di antaranya adalah jenis bambu Dendrocalamus asper (schult) dan Dendrocalamus giganteus Munro.
Taman Astrid. Merupakan taman yang dibuat dengan tujuan untuk menyambut Ratu Astrid yang kala itu menjabat sebagai Ratu Belgia. Seperti namanya, taman ini dipenuhi oleh bunga astrid dengan warna-warni yang sangat indah.
Taman Anggrek Hitam. Taman konservasi dengan untuk beberapa jenis anggrek hitam, yaitu Grammatophyllum scriptum, Grammatophyllum speciosum, Coelogyne pandurata, dan Grammatophyllum stapeliiflorum
Taman Araceae. Taman yang dibuat dengan fungsi edukasi, dengan hasil perbanyakan mayoritas adalah Aglaonema, Schismatologis, dan Alocasia.
Taman Akuatik. Merupakan area taman dengan populasi tanaman air, misalnya spesies dari kelompok tanaman tepi air, tanaman air yang mengapung, dan tanaman air yang tenggelam sepenuhnya.
Selain deretan taman indah, Kebun Raya Bogor juga memiliki komplek pemakaman Belanda kuno. Komplek ini adalah makam para tokoh yang memberikan seluruh waktunya bagi Kebun Raya Bogor. Menariknya, komplek makam ini bahkan sudah ada jauh sebelum Kebun Raya Bogor didirikan dan resmi dibuka pada 1817 oleh Caspar Georg Karl Reinwardt.
Terdapat sebanyak 42 makam dengan 28 makam mempunyai identitas, dan sisanya tidak. Beberapa tokoh yang dimaksud antara lain:
D.J. de ee Erens: Seorang Gubernur Jenderal yang pernah menjabat pada 1836-1840.
Mr. Ary Prins: Ahli hukum yang pernah dipercaya sebagai Gubernur Jendral Hindia Belanda.
Heinrich Kuhl dan J.C. Van Hasselt: Merupakan anggota dari The Netherlands Commissions for Natural Science. Keduanya meninggal pada usia muda dan dimakamkan pada satu liang lahat.
Cornelia Potmans: Merupakan seorang administrator toko obat berkebangsaan Belanda.
Prof. Dr. A.J.G.H. Kostermans: Seorang ahli botani berkebangsaan Belanda yang sangat populer yang akhirnya menjadi WNI sejak 1958.
3. Museum Zoologi
Tak hanya punya banyak sekali koleksi flora dan menawarkan suasana alam yang sejuk, di Kebun Raya Bogor juga terdapat museum hewan yang berisikan jenis fauna yang telah melalui proses pengawetan dan beberapa fosil alias kerangka. Mulai dari serangga, kepiting, ikan, dan masih banyak lagi. Museum ini bernama Museum Zoologi
Seorang ahli botani dengan kebangsaan Jerman bernama J.C. koningsberger merupakan penggagas dari Museum Zoologi. Akhirnya, museum ini resmi dibangun sekitar tahun 1984. Koningsberger sendiri menjadi tokoh pengembang sekaligus perintis Kebun Raya Bogor dengan mengumpulkan berbagai koleksi museum.
Sebagian besar koleksi didapatkan dari Indonesia, sisanya berasal dari berbagai negara di seluruh dunia. Bagian paling menarik dari museum satu ini adalah keberadaan mamalia paling besar yang pernah hidup di dunia, yaitu paus biru. Selain itu, ada pula kepiting berukuran besar yang diperoleh dari Jepang.
Lokasi Museum Zoologi tidak sulit ditemui. Kamu bisa memakai akses jalan yang ada di antara Guest House Nusa Indah dan gedung Treub Laboratorium.
4. Monumen yang erat dengan nuansa sejarah
Hal menarik lain yang bisa kamu dapatkan ketika mengunjungi Kebun Raya Bogor adalah adanya berbagai monumen yang memiliki kaitan erat dengan nuansa sejarah. Adapun deretan monumen yang terdapat di Kebun Raya Bogor, antara lain:
Monumen Tugu Dua Abad.
Monumen Reindwardt.
Monumen Lady Raffles.
Monumen J.J. Smith.
Dari banyak monumen tadi, kamu mungkin tertarik dengan Monumen Lady Raffles yang memiliki bentuk melingkar dan berpagar seperti gazebo dengan delapan pilar. Monumen ini dibangun oleh Sir Thomas Stamford Raffles untuk mengenang sang istri, Lady Raffles yang berpulang di Bogor karena menderita penyakit malaria.
5. Ecodome
Kemudian, ada Ecodome yang merupakan bangunan unik dan artistik yang menjadi tempat para tanaman dengan penataan yang diatur sedemikian rupa. Rencananya, nantinya Ecodome akan memiliki fungsi sebagai wahana edukasi lingkungan untuk para pengunjung Kebun Raya Bogor. Ecodome sendiri punya pintu iklim yang sehat yang mampu membersihkan udara kotor sampai 10 ribu meter per kubik dengan memanfaatkan sebuah penyaring.
Tidak hanya itu, bagian luar dari bangunan ini memiliki lapisan lumut yang bisa menjaga air hujan dan menyerap semua bakteri yang berasal dari udara. Ecodome sangat kaya akan bunga dan tanaman tropis. Kamu bisa melihat konstruksi yang sangat besar dengan warna oranye dan tinggi sekitar 10 meter pada bagian tengah kubah. Selain itu, tersedia kursi untuk para pengunjung yang berada di sini.
6. Griya Anggrek
Seperti namanya, Griya Anggrek adalah tempat kamu bisa menemukan berbagai spesies tanaman anggrek yang sangat cantik dan menawan. Selain itu, kamu juga bisa melihat bunga anggrek hybrid yang sedang mekar. Guna meningkatkan apresiasi sekaligus kesadaran masyarakat terhadap tanaman anggrek alam, Griya Anggrek juga menawarkan penjualan bibit tanaman anggrek jenis botol.
Meski begitu, ada pula tanaman lain yang tidak masuk dalam jenis anggrek, seperti Alocasia dan Nepenthes. Kedua jenis tanaman tersebut adalah hasil perbanyakan yang berasal dari laboratorium kultur jaringan.
7. Kolam Gunting
Kolam Gunting dibuat kira-kira tahun 1868. Kolam ini memiliki fungsi sebagai kawasan ekosistem tanaman air dan berbagai ikan air tawar. Letaknya yang ada di antara Istana Kepresidenan dengan kawasan Kebun Raya Bogor membuat kolam satu ini menjadi pembatas bagi keduanya. Hal menarik yang dimiliki kolam ini tidak hanya ada pada fungsinya, tetapi eksistensi pulau yang ada di tengahnya.
Pulau tersebut kerap kali dikunjungi oleh banyak sekali burung. Tak hanya itu, para pengunjung juga bisa menyaksikan bagian halaman belakang dari Istana Kepresidenan yang sangat megah, Monumen Reinwardt, dan Monumen Lady Raffles.
Demikian tadi informasi lengkap mengenai Kebun Raya Bogor, mulai dari harga tiketnya, jam operasional, cara menuju ke sana, dan apa saja tempat menarik yang bisa kamu kunjungi selama berada di destinasi tersebut. Pastinya, Kebun Raya Bogor jadi salah satu tempat wisata terbaik untuk edukasi anak tentang aneka flora di Indonesia. Semoga bermanfaat!
Setiap daerah di Indonesia memiliki sajian kulinernya masing-masing. Pun begitu dengan Riau, provinsi yang berada di Pulau Sumatra. Mayoritas makanan khas Riau didominasi dengan cita rasa gurih dan bersantan, mirip seperti masakan Padang karena memang masih satu pulau.
Kalau kamu berencana berkunjung ke Riau, kamu bisa mencicipi hidangan khas di sana. Tak hanya makanan berat, tapi juga makanan ringan yang bisa dijadikan buah tangan. Di bawah ini sudah 20 makanan berat dan ringan khas dari Riau yang wajib untuk kamu cicipi. Langsung saja ulasan selengkapnya berikut ini.
Rekomendasi Makanan Berat Khas Riau
Kuliner Riau terpengaruh oleh masakan Melayu yang umumnya menggunakan banyak santan. Nah, berikut adalah sejumlah kuliner yang sayang untuk dilewatkan saat datang ke Riau. Yuk simak!
1. Gulai Belacan
Kuliner pertama yang wajib kamu cicipi di Riau adalah gulai belacan. Belacan di sini adalah udang besar segar yang dimasak dengan bumbu gulai. Jenis udang yang digunakan umumnya adalah udang laut atau udang air tawar. Keduanya sama-sama nikmat, namun mungkin para pengelana rasa bisa mengenali perbedaannya.
Kuah gulai belacan memiliki cita rasa yang gurih dan sedikit pedas asam karena menggunakan asam Jawa, lada, cabai, dan kemiri. Tak lupa juga santan kental agar kuahnya makin kental dan tambah gurih. Gulai belacan umumnya disantap dengan nasi hangat. Hidangan ini bisa ditemukan dengan mudah di restoran atau warung-warung makan di Riau.
2. Sup Tunjang
Nggak suka yang bersantan? Cobain sup tunjang saat kamu plesiran ke Riau. Tak sedikit lho wisatawan di Riau yang menjadikan makanan ini sebagai favorit mereka. Bagaimana tidak, kuahnya itu sangat gurih karena terbuat dari kaldu.
Nah, tunjang di sini bukan cuma kikil seperti di warung makan nasi padang tapi disajikan utuh lengkap dengan tulang-tulangnya. Meski begitu, dagingnya tetap empuk dan juga lembut di mulut. Inilah yang menjadi salah satu ciri khas dari sajian kuliner asal Riau ini. Untuk kuahnya sendiri dibuat dengan beragam bumbu dan rempah, di antaranya ada:
bawang putih dan bawang merah
kemiri
ketumbar
jahe
kayu manis
pala
lada
cengkih
daun bawang
garam
Sup tunjang disajikan saat benar-benar masih panas. Selain itu juga disajikan bersama sepiring nasi hangat. Kalau daging pada tulang sudah bersih, kamu masih bisa menikmati bagian sumsumnya menggunakan sedotan. Pokoknya nikmat banget deh!
3. Mi Lendir
Orang yang masih asing dengan makanan khas Riau yang satu ini mungkin akan bergidik saat mendengar namanya. Padahal, mi lendir adalah sajian kuliner berbahan dasar mi yang lezat. Rasanya gurih dengan kuah super kental menyerupai lendir. Nah, kuahnya inilah yang membuat makanan ini disebut mi lendir.
Kalau kamu pernah mencoba mi ongklok dari Wonosobo, seperti itulah kira-kira tampilan mi lendir dari Riau. Kuah kentalnya terbuat dari campuran ubi jalar kukus dan kacang tanah yang sudah dihaluskan. Kemudian ditambah larutan maizena agar makin kental.
Penasaran dengan rasanya? Nggak perlu jauh-jauh ke Riau. Kamu bisa membuatnya sendiri di rumah karena bahan-bahannya relatif mudah didapat. Di antaranya ada:
mi kuning basah
daun salam
serai
kacang tanah goreng
ubi jalar
kaldu ayam
gula merah
bawang putih dan merah
cabai merah
kencur
4. Mi Sagu
Jika sagu umumnya dibuat menjadi papeda atau kapurung oleh masyarakat Indonesia Timur, maka tidak dengan di Riau. Masyarakat Riau umumnya mengolah tepung sagu menjadi mi. Tampilannya mirip seperti sohun yang sudah direbus namun warnanya agak sedikit pucat.
Mi sagu umumnya diolah dengan cara digoreng atau masak kuah. Bumbu-bumbu yang digunakan tak berbeda jauh dari bumbu mi goreng atau mi rebus pada umumnya. Namun beberapa penjual biasanya mengolahnya dengan kecap asin, kecap ikan, saus tiram, dan minyak wijen.
Oh iya, mi sagu juga disajikan bersama sayur-sayuran seperti tauge dan kucai. Selain itu juga diberi topping ikan teri. Buat yang sedang menjalani program diet, mi sagu bisa dijadikan pilihan. Sebab, olahan sagu termasuk bebas gluten sehingga juga bagus untuk yang memiliki intoleransi gluten.
5. Cincalok
Cincalok adalah makanan tradisional yang berasal dari Kalimantan Barat, namun juga berkembang di Riau dan bahkan Malaysia. Cincalok merupakan sejenis lauk yang terbuat dari fermentasi udang rebon. Disebut lauk karena bisa dikreasikan menjadi beragam produk kuliner yang nikmat.
Hanya dua bahan yang dibutuhkan, yakni udang rebon dan garam. Untuk ½ kg rebon membutuhkan kurang lebih 4 sdm garam. Cara membuatnya lumayan mudah, yakni dengan mencuci bersih rebon, tiriskan, lalu dicampur dengan garam. Selanjutnya, masukkan ke dalam wadah tertutup dan biarkan selama kurang lebih 5 hari.
Cincalok bisa langsung disantap bersama nasi. Selain itu juga bisa dibuat menjadi sambal yang pembuatannya mirip seperti sambal dabu-dabu atau matah yang disiram dengan minyak goreng panas. Bahan-bahannya adalah:
cincalok
cabai rawit
bawang putih dan merah
tomat
gula
jeruk kasturi
6. Sup dan Sate Rusa
Mau nyobain makanan khas Riau yang nggak hanya lezat tapi juga unik? Cobain sup dan sate daging rusa. Memang terdengar agak aneh karena umumnya kita hanya menyantap sup dan sate dari daging ayam, sapi, atau kambing.
Namun buat kamu para pengelana rasa, wajib hukumnya untuk mencoba sate dan sup rusa ini. Daging rusa memiliki tekstur yang beda dari daging sapi dan kambing. Bisa dikatakan aroma dagingnya lebih enak dan tekstur seratnya lebih halus serta ramping.
Baik sup atau sate rusa, keduanya sama-sama diolah menggunakan bumbu dan rempah pilihan. Jadi, sama-sama lezat dan sangat disayangkan jika kamu tidak mencoba dua-duanya. Apalagi jika menyantapnya saat cuaca sedang mendung, dijamin makin nikmat!
7. Ikan Baung Asam Pedas
Riau merupakan provinsi yang terdiri dari beberapa kepulauan. Jadi, tidak heran bila sebagian besar sajian khas di sana berbahan dasar hasil laut. Salah satu yang cukup populer adalah ikan baung asam pedas. Ikan baung adalah jenis ikan air tawar yang bentuknya mirip seperti patin atau lundu.
Ikan ini diolah dengan bumbu dan rempah khusus sehingga cita rasa ikannya benar-benar nikmat. Sebelum diolah, ikan terlebih dahulu dibersihkan dan direndam dengan air asam jawa atau kandis. Tujuannya adalah untuk menghilangkan bau pada ikan dan membuat rasanya lebih segar.
Ikan baung asam pedas bisa dinikmati oleh segala usia, termasuk anak-anak. Pasalnya, ikan baung tidak memiliki sisik dan hanya memiliki duri tebal tanpa sedikit pun duri halus sehingga mudah dihilangkan. Selain itu tekstur dagingnya juga lembut begitu masuk di mulut.
8. Ikan Cuka
Gurih dan asam, itulah cita rasa khas makanan di Riau. Bahkan hasil laut seperti ikan pun diolah dengan cita rasa asam, salah satunya adalah ikan cuka. Ada alasan mengapa olahan ikan masyarakat Riau memiliki rasa asam, yakni untuk menghilangkan amis dan memberi rasa segar.
Ikan cuka dapat dibuat menggunakan beragam jenis ikan, seperti tenggiri, mackerel, dan tongkol. Pertama-tama, ikan dibersihkan, dipotong-potong, lalu digoreng. Jika sudah, ikan disajikan dengan kuah cuka yang terbuat dari bahan-bahan sebagai berikut:
cabai merah
tomat merah
lada
pala
daun jeruk
jahe
serai
garam
gula pasir
Bahan-bahan di atas ditumis lalu ditambahkan sedikit air. Jika sudah, ikan yang sudah digoreng tadi baru dimasukkan. Ikan cuka siap dinikmati bersama nasi hangat. Hidangan ini diberi nama cuka bukan karena menggunakan cuka melainkan karena cita rasanya yang asam dan gurih.
9. Nasi Lemak
Kamu pasti sudah pernah mendengar nama makanan nasi lemak. Tapi apakah kamu sudah pernah mencobanya? Nasi lemak merupakan sajian kuliner khas Melayu atau lebih tepatnya Malaysia. Makanan yang mirip seperti nasi uduk ini juga menjadi kuliner tradisional di Riau, Sumatra Utara, dan Pekanbaru.
Disebut nasi lemak karena kata ‘lemak’ ada kaitannya dengan rasa gurih santan. Sementara, santan adalah salah satu bahan utama untuk membuat hidangan ini. Nasi lemak biasa disajikan dengan sambal, ikan teri goreng, telur, kacang tanah goreng, dan irisan timun.
Selain beberapa kondimen tersebut, nasi lemak juga kerap didampingi dengan olahan daging, tempe, sayur-sayuran, dan lain sebagainya. Di Riau, makanan ini umumnya dihidangkan sebagai menu sarapan.
10. Bacah Daging
Jika Minang punya rendang, maka Riau punya bacah daging. Makanan khas Riau ini dibuat menggunakan bahan utama berupa daging sapi has dalam. Rasanya dominan gurih dan legit karena menggunakan bumbu-bumbu seperti:
air asam jawa
daun jeruk
santan
bawang merah dan putih
ketumbar
jinten
gula merah
garam dan kaldu bubuk
Cara memasaknya sama seperti rendang, yakni daging dipotong-potong sesuai selera lalu direbus bersama bumbu-bumbu di atas. Masak hingga bumbu benar-benar meresap. Nah, bedanya dengan rendang adalah bacah daging yang sudah direbus harus dipanggang terlebih dahulu sebelum dihidangkan.
10 Makanan Ringan Khas Riau
Selain makanan berat, Riau juga memiliki beragam jenis makanan ringan yang cocok untuk dijadikan buah tangan. Berikut adalah beberapa yang cukup sering direkomendasikan.
1. Keripik Nanas
Nanas adalah salah satu jenis buah yang cukup melimpah di Riau. Masyarakat setempat pun mengkreasikan buah berdaging kuning ini menjadi keripik layaknya keripik pisang. Dengan begitu, nanas menjadi lebih awet dan bisa digunakan sebagai buah tangan.
Nanas khas Riau memiliki buah yang relatif besar, mengandung banyak air, dan pastinya lebih manis. Bagi masyarakat setempat, nanas segar dengan keripik nanas memiliki harga jual yang berbeda. Keripik nanas dianggap lebih bisa meningkatkan harga jual buah tropis ini.
Cara membuatnya pun lumayan mudah namun membutuhkan proses yang lama. Pertama, nanas yang baru dipanen langsung dikupas kulitnya. Selanjutnya diiris tipis-tipis secara melingkar dan direbus. Kemudian nanas ditiriskan dan dijemur menggunakan sinar matahari langsung. Bila sudah kering sempurna, nanas digoreng hingga berwarna kuning agak kecokelatan.
2. Bolu Kemojo
Bolu kemojo merupakan makanan khas Riau yang menjadi favorit para pelancong untuk dijadikan oleh-oleh. Sekilas terlihat penganan ini memiliki permukaan tekstur yang kasar. Namun begitu masuk di mulut bakal langsung lumer. Rasanya dominan manis dan legit dengan aroma pandan yang cukup harum.
Kalau kamu mau, kamu bisa lho membuatnya di rumah. Bahan-bahannya gampang didapatkan kok. Di antaranya adalah:
tepung terigu protein sedang
telur
gula pasir
santan
margarin
pasta pandan
vanili bubuk
garam
pewarna hijau tua
Pertama, lelehkan margarin terlebih dahulu dengan api kecil. Selanjutnya, buat adonan kue dengan mengocok telur, garam, dan gula pasir menggunakan mixer berkecepatan rendah. Kemudian, tambahkan santan sambil diaduk perlahan. Lalu masukkan tepung dan vanili yang sudah diayak. Terakhir, tambahkan margarin, pewarna hijau tua, dan pasta pandan.
Aduk hingga tercampur rata lalu panggang menggunakan oven dengan suhu 160°C hingga matang sempurna. Sebagai alternatif pasta pandan, kamu bisa menggunakan perisa lain, seperti rasa kacang hijau, keju, nangka, gula merah, dan lain sebagainya. Agar semakin autentik, gunakan loyang berbentuk bunga sebagai wadah untuk memanggang bolunya.
3. Karipap Durian
Selain nanas, durian juga termasuk melimpah di daerah-daerah di Riau. Khususnya di Kabupaten Siak, buah durian dijadikan isian penganan bernama karipap. Kudapan bercita rasa manis dan gurih ini kerap menjadi buruan wisatawan lokal dan dari luar daerah yang plesiran kemari.
Karipap sendiri adalah sejenis kudapan yang bentuknya mirip seperti pastel namun kulitnya berlapis-lapis. Disebut karipap durian karian isiannya adalah buah durian asli. Saat kulit karipapnya digigit, akan ada bunyi kres yang begitu renyah. Gurihnya kulit karipap berpadu sempurna dengan manis legitnya daging durian, apalagi jika masih panas.
Oh iya, karipap durian kurang cocok untuk dijadikan oleh-oleh karena mudah basi. Jadi, kalau kamu penasaran seperti apa sih nikmatnya penganan satu ini, kamu harus mencobanya langsung di Riau. Mengenai masalah harga, jelas lebih tinggi dibanding karipap biasa karena hanya bisa diproduksi saat musim durian.
4. Lempuk Durian
Banyak makanan khas Riau yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh bagi orang-orang terdekat. Salah satu yang wajib dicicipi dan dibeli adalah lempok atau lempuk durian. Sesuai namanya, makanan ini berbahan dasar durian yang diolah menjadi semacam dodol yang dibungkus dengan daun jagung kering.
Meski tergolong sebagai dodol, ada sedikit perbedaan dari bahan-bahan yang digunakan. Bila dodol pada umumnya dibuat menggunakan campuran tepung ketan dan kelapa, maka tidak dengan lempuk durian. Penganan khas Bumi Lancang Kuning ini hanya terbuat dari tiga bahan utama, yakni:
daging durian
gula merah
garam
Tiga itu saja bahan yang digunakan. Sederhana memang, namun cara mengolahnya membutuhkan keahlian khusus dan bisa memakan waktu hingga 4 jam. Rasanya dominan manis, legit, dan ada aroma gula merah yang begitu khas di setiap gigitannya.
5. Dodol Kedondong
Bagi yang suka dodol, wajib banget coba dodol kedondong khas Riau. Bila kedondong biasanya dinikmati sebagai rujak atau asinan buah, maka beda dengan di Riau. Di sini, buah kedondong dijadikan bahan utama untuk membuat dodol yang dicampur dengan bahan-bahan lain. Di antaranya adalah tepung beras ketan, kelapa, dan gula pasir.
Untuk mengolahnya, buah kedondong yang sudah tua terlebih dahulu dibersihkan dari kulit dan bijinya. Lalu direbus hingga hancur. Baru kemudian ditambahkan bahan-bahan lain dan terus diaduk hingga menjadi dodol.
Penganan ini memiliki tekstur yang mirip seperti dodol pada umumnya. Hanya saja, warnanya lebih terang dan agak berserat. Mengenai rasa, dodol kedondong cukup manis dengan sedikit rasa asam dari kedondong. Bagi yang tidak suka manis, olahan kedondong ini bisa dijadikan alternatif.
6. Lopek Bugi
Dalam bahasa lokal di Riau, lopek memiliki arti lepat, sementara bugi berarti ketan. Jika digabungkan, lopek bugi berarti kue lepat ketan. Kabarnya, penganan ini menjadi camilan favorit para bangsawan di Riau pada zaman dahulu. Biasanya dihidangkan pada hari-hari besar keagamaan namun sekarang bisa ditemukan di pasar hampir setiap hari.
Kue ini memiliki tampilan yang mirip dengan kue mendut. Bahkan bisa dibilang benar-benar sama karena bahan utama yang digunakan adalah tepung ketan. Kemudian isiannya adalah parutan kelapa yang dimasak manis menggunakan gula merah.
Teksturnya kenyal dan rasanya manis legit dengan aroma earthy khas daun pisang. Meski lezat, kue ini mudah basi bila dijadikan oleh-oleh ke luar provinsi. Kalau penasaran dengan lopek bugi yang autentik, kamu harus mencicipinya langsung di Riau.
7. Salai Ikan Patin
Bila Sulawesi terkenal dengan kuliner cakalang fufu, maka Riau terkenal dengan salai ikan patinnya. Keduanya sama-sama diolah dengan cara diasap, bedanya hanya terletak pada jenis ikan yang digunakan.
Salai patin menjadi makanan khas Riau yang dibanggakan oleh masyarakat setempat. Ini lantaran aroma dan cita rasanya begitu autentik. Untuk mengolahnya, satu-satunya bahan yang dibutuhkan hanyalah ikan patin.
Pertama, ikan dibersihkan terlebih dahulu dan direndam menggunakan larutan cuka selama kurang lebih 15 menit. Kemudian ditiriskan dan ditata di atas salayan (anyaman bilik bambu). Selanjutnya, ikan diasap menggunakan asap bara kayu selama kurang lebih 24 jam atau hingga daging ikan mengering dan berubah kecokelatan.
8. Kue Asidah
Sajian khas Riau yang berikut ini kerap hadir pada momen-momen istimewa atau upacara tertentu di Riau. Di antaranya kenduri adat, hari raya keagamaan, tunangan, dan lain sebagainya. Biasanya, masyarakat setempat menikmati kue asidah bersama dengan secangkir teh atau kopi.
Meski disebut kue, kudapan satu ini tidak memiliki rasa manis yang begitu kuat. Karena masih terpengaruh budaya Melayu, kue asidah dibuat dengan banyak rempah, seperti cengkih dan kayu manis. Selain itu juga disajikan dengan taburan bawang merah goreng sehingga rasanya dominan gurih.
9. Roti Jala
Roti jala adalah penganan khas Riau yang terbuat dari tepung terigu. Diberi nama jala karena menyerupai jala atau jaring-jaring. Roti ini umumnya dihidangkan sebagai camilan pada sore hari. Namun dulu roti jala hanya dihidangkan pada upacara-upacara tertentu seperti pesta pernikahan.
Kalau berkunjung ke Riau, kamu bisa menemukan banyak penjual roti jala di berbagai sudut daerah. Roti ini biasanya dinikmati dengan cara dicocolkan pada kuah kari. Ada yang menggunakan kari daging ayam, sapi, atau kambing.
10. Amplang Udang
Satu lagi produk kuliner khas Riau yang tak boleh dilewatkan, yakni amplang udang. Sesuai namanya, camilan ini terbuat dari udang yang dicampur dengan bahan-bahan lain, seperti tapioka atau tepung sagu dan bumbu-bumbu khusus.
Amplang udang bisa ditemukan di berbagai penjuru Riau namun yang paling banyak memproduksi adalah Kabupaten Indragiri Hilir. Camilan sejenis kerupuk ini memiliki rasa udang yang cukup kuat dan gurih. Karena tidak mudah basi, kamu bisa menjadikannya sebagai salah satu buah tangan untuk orang-orang terkasih.
Itulah 20 makanan khas Riau yang wajib untuk dicoba atau dijadikan buah tangan. Dari rekomendasi di atas, apakah kamu sudah pernah mencoba salah satunya? Kalau belum ada, tak ada salahnya untuk mencoba membuatnya sendiri. Tapi kalau cari yang autentik, berarti kamu harus meluangkan waktu untuk wisata kuliner ke Riau.
Jika ditanya tentang masakan khas daerah di Indonesia, biasanya kuliner Solo tak luput untuk disebutkan. Kota Solo, atau yang bernama resmi Surakarta, terkenal sebagai daerah dengan kekayaan kuliner yang memanjakan lidah. Mulai dari manis, gurih, hingga pedas, kuliner Solo mampu membuat siapa pun kangen dengan cita rasanya.
Penasaran apa saja makanan khas Solo harus masuk ke wishlist-mu? Ini dia rekomendasinya!
1. Nasi Liwet
Olahan nasi yang satu ini terbilang mudah ditemukan di Solo. Rasanya gurih dan wanginya bikin perut berbunyi. Nasi liwet biasanya disajikan dengan berbagai macam sayur dan lauk, seperti sayur labu siam, opor ayam berkuah kental, areh, dan telur rebus.
Menurut Murdijati Gardjito, ahli gastronomi di Universitas Gadjah Mada, nama hidangan ini sebenarnya berasal dari proses memasaknya, yakni meliwet. Meliwet adalah teknik pengolahan beras dan air dalam wadah khusus, misalnya dandang, kastrol, atau ketel.
Selama pengolahan, bumbu rempah-rempah akan dicampurkan ke dalam wadah. Beberapa bumbu yang biasa disertakan, antara lain, garam, lada, bawang putih, bawang merah, serai, dan daun salam. Supaya lebih gurih, pembuatan nasi liwet pun ditambah dengan santan.
Temukan nasi liwet khas Solo di tempat-tempat berikut:
Nasi Liwet Bu Sarmi
Alamat: Jalan Kapten Mulyadi, Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta
Nasi Liwet Bu Sri Pasar Gede Solo
Alamat: Jalan Suryopranoto Jalan Timur Pasar Gede, Kepatihan Wetan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta
Nasi Liwet Ibu Rabiyem
Alamat: Jalan Tanjunganom No. 361, Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta
2. Timlo
Sajian yang satu ini sekilas mirip soto atau sop. Namun, kalau dilihat lebih detail, timlo memiliki isian yang berbeda dari sop dan soto pada umumnya. Oleh karena pengaruh dari budaya Tionghoa, timlo dilengkapi dengan bihun, sosis, dan jeroan ayam.
Kuliner ini juga diolah dengan sedikit bumbu karena masyarakat Tionghoa yang menciptakan timlo di masa lalu belum banyak mengenal rempah-rempah. Kuah timlo yang bening dan segar biasanya dibumbui dengan lada, garam, gula, kaldu ayam, bawang putih, dan bawang merah.
Temukan timlo khas Surakarta di tempat-tempat berikut:
Warung Sastro
Alamat: Jalan Kapten Mulyadi No. 8, Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta
Kwali Ayam Kampung Jempol
Alamat: Jalan Raden Mas Said No. 9, Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta
Rumah Makan Timlo Solo
Alamat: Jalan Jenderal Urip Sumoharjo No. 94, Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta
3. Serabi
Ada banyak daerah yang memiliki kuliner serabi. Namun, serabi Solo punya keunikan tersendiri. Serabi dari kota ini dibuat dari campuran santan dan tepung beras, menciptakan cita rasa gurih. Selain itu, serabi khas Solo biasanya bertekstur tebal dan lembut di tengah, sedangkan bagian pinggirnya bertekstur renyah.
Adonan serabi dituang di atas cetakan bulat dan dimasak di atas tungku. Lalu, adonan akan diisi dengan pelengkap, seperti potongan nangka, pisang, dan meses cokelat. Beberapa tempat bahkan bereksperimen dengan pelengkap yang lebih kekinian, seperti kukis, keju mozarela, sosis, dan kornet.
Temukan serabi khas Solo di tempat-tempat berikut:
Serabi Notosuman
Alamat: Jalan Moh. Yamin No. 28, Kratonan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta
Srabi Solo Bu Widodo
Alamat: Jalan Brigjen Slamet Riyadi, Pasar Kliwon, Kota Surakarta
Serabi Sorogenen
Alamat: Jalan Ir. Juanda No. 101, Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta
4. Nasi Langgi
Nasi langgi memiliki sejarah yang istimewa. Konon, kuliner ini termasuk sajian khas keraton yang hanya disuguhkan kepada tamu spesial. Bukan itu saja, pada masa penjajahan, hanya orang-orang kaya atau ningrat yang dapat menikmati nasi langgi.
Sekilas, kuliner ini mirip dengan nasi liwet. Letak perbedaannya ada pada isian nasi langgi yang lebih komplet daripada nasi liwet. Nasi langgi dapat dilengkapi dengan telur dadar, terik daging sapi, perkedel kentang, kering kentang, sambal goreng tempe, serundeng kelapa, mi atau bihun goreng, dan kerupuk udang.
Temukan nasi langgi khas Solo di tempat-tempat berikut:
Warung Makan Wora-Wari
Alamat: Jalan Wora Wari No. 11, Laweyan, Kota Surakarta
Cafe Tiga Tjeret
Alamat: Jalan Ronggowarsito No. 97, Banjarsari, Kota Surakarta
5. Selat Solo
Asam, manis, segar, dan ringan. Itulah cita rasa yang akan menggoyang lidahmu ketika mencicipi selat solo. Hidangan klasik ini merupakan hasil adaptasi dari masakan Belanda. Namun, selat solo dahulu hanya bisa disantap oleh para bangsawan.
Kata “selat” kemungkinan tercipta dari hidangan salad ala Belanda. Seperti halnya salad khas Barat, selat solo diisi dengan banyak sayuran. Perbedaanya, salad biasanya tidak berisi daging, sedangkan selat solo dilengkapi sedikit irisan daging semur.
Temukan selat solo khas Surakarta di tempat-tempat berikut:
Selat Solo Tenda Biru
Alamat: Jalan Dr. Wahidin No. 26, Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta
Omah Selat
Alamat: Jalan Gotong Royong No. 13, Jagalan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta
Selat Gajahan
Alamat: Jalan Padmonegoro No. 5, Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta
6. Dawet Telasih
Minuman dingin dan segar ini sangat melegenda. Sejak pertama kali Pasar Gede buka, atau lebih tepatnya di tahun 1930-an, warung penjual dawet telasih sudah ada. Artinya, minuman khas ini hampir berusia satu abad!
Apa yang membuat dawet telasih berbeda dari dawet pada umumnya? Minuman ini menggabungkan cendol dengan bubur sumsum dan biji selasih. Untuk memperkaya cita rasa, dawet telasih diisi dengan nangka, kuah santan, ketan hitam, dan gula aren.
Temukan dawet telasih khas Surakarta di tempat-tempat berikut:
Dawet Telasih Bu Dermi
Alamat: Pasar Gede Hardjonagoro, Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta
Dawet Telasih Mbak Nanik
Alamat: Pasar Gede Hardjonagoro (Pintu Masuk Utama Pasar Gede), Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta
Dawet Telasih Bu Darso
Alamat: Pasar Gede Hardjonagoro, Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta
7. Lenjongan
Cari camilan manis dan murah meriah? Beli saja seporsi lenjongan! Lenjongan merupakan jajanan khas Surakarta yang berisi aneka bahan, mulai dari tiwul, cenil, getuk, ketan putih, ketan hitam, jagung kelapa, klepon, sawut, jongkong, hingga gatot. Sebagai sentuhan akhir, lenjongan akan ditaburi gula merah dan parutan kelapa.
Kamu bisa membeli seporsi lenjongan dengan harga Rp3 ribu saja. Murah sekali, kan? Makan seporsi pun rasanya sudah kenyang karena jajanan ini kaya akan karbohidrat dan gula.
Temukan lenjongan khas Solo di tempat berikut:
Lenjongan Yu Sum
Alamat: Pasar Gede Hardjonagoro, Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta
Jam Operasional: 7 pagi–3 sore
8. Tahu Kupat
Makan hidangan yang satu ini bisa disantap kapan saja, baik pagi, siang, sore, maupun malam hari. Cita rasanya yang gurih dan manis juga dapat dinikmati setiap kalangan, mulai dari muda hingga tua.
Tahu kupat memiliki dua bahan dasar, yakni ketupat dan tahu putih. Berhubung ketupat lebih banyak diproduksi selama bulan Ramadan dan hari Idulfitri, sebagian pedagang biasanya akan menggantinya dengan lontong.
Hidangan ini bisa dibarengi dengan bermacam-macam pelengkap, misalnya mi kuning, kol, irisan bakwan, dan taoge. Kemudian, semua bahan akan disiram dengan kuah yang dibumbui gula putih, gula merah, jeruk nipis, kecap manis, bawang putih, dan garam.
Temukan tahu kupat khas Surakarta di tempat-tempat berikut:
Tahu Kupat Sido Mampir
Alamat: Jalan Gajah Mada No. 83, Punggawan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta
Tahu Kupat Pak Gombloh
Alamat: Jalan Perintis Kemerdekaan No. 75, Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta
Tahu Kupat pak Hadi
Alamat: Jalan Honggowongso No. 120, Panularan, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta
9. Gudeg Ceker
Berbeda dengan gudeg pada umumnya, hidangan yang satu ini menjadikan ceker ayam sebagai bahan utama. Gudeg ceker adalah kuliner legendaris yang tidak boleh kamu lewatkan saat berkunjung ke Solo.
Sajian ini biasanya ditemani sayur nangka muda dan disiram dengan kuah kaldu ayam. Kamu pun bisa menambah lauk lain, seperti telur bacem dan krecek pedas. Jika ingin lebih mantap, pilihlah gudeg ceker yang menggunakan ayam kampung.
Temukan gudeg ceker khas Solo di tempat-tempat berikut:
Gudeg Ceker Bu Tini
Alamat: Jalan Ir. Sutami, Kentingan, Kota Surakarta
Gudeg Ceker Bu Kasno
Alamat: Jalan Jalan Wolter Monginsidi No. 41–43, Margoyudan, Srabulan, Banjarsari, Kota Surakarta
10. Tengkleng Klewer
Jalan-jalan ke Solo tidak lengkap rasanya jika belum mencicipi menu legendaris ini. Kata “Klewer” pada nama kuliner ini sebenarnya merupakan nama lokasi penjualannya, yaitu Pasar Klewer. Namun, karena keunikannya dibanding tengkleng lain, menu tengkleng dan kata “Klewer” seakan-akan sudah menjadi satu alias tak terpisahkan.
Tengkleng Klewer dimasak selama berjam-jam hingga lemak dan dagingnya terurai. Kemudian, tengkleng yang sudah matang akan disiram dengan kuah rempah-rempah beraroma pekat. Rasa sedap dan hangatnya cocok dinikmati saat hujan!
Temukan Tengkleng Klewer khas Surakarta di tempat berikut:
Tengkleng Klewer Bu Edi
Alamat: Pasar Klewer, Jalan Dr. Radjiman, Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta
Jam Operasional: 11 pagi–4 sore
11. Es Kapal
Minuman yang satu ini tidak hanya legendaris, tetapi juga sudah mulai langka. Es kapal sudah dikenal masyarakat Solo sejak tahun 1950-an. Sayangnya, hanya beberapa pedagang yang bertahan dengan menu ini.
Es kapal terbuat dari olahan santan dan sirup gula jawa. Kemudian, menu ini akan ditambahkan parutan es dan selembar roti di atasnya. Rasa manis, gurih, dan segarnya berpadu menjadi satu. Sangat cocok diminum setelah beraktivitas melelahkan.
Temukan kudapan legendaris dari Solo ini di tempat berikut:
Es Kapal Baron
Alamat: Jalan Dr. Radjiman No. 353, Panularan, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta
Harga: Rp5 ribu
12. Cabuk Rambak
Kamu mungkin merasa aneh ketika mendengar nama makanan ini pertama kali. Tidak hanya bernama aneh, cabuk rambak dibuat dengan bahan yang unik, lho. Nama kuliner ini terdiri dari dua kata, yakni “cabuk” yang berarti wijen dan “rambak” yang artinya kerupuk kulit sapi.
Konon, di masa lalu, penyajian cabuk rambak memang dibarengi dengan kerupuk kulit sapi. Namun, mengingat harga rambak yang semakin mahal dari tahun ke tahun, rambak pun diganti dengan karak.
Cabuk rambak berbahan utama ketupat yang disiram saus wijen. Kedua bahan ini sangat serasi dan menghasilkan cita rasa yang nikmat!
Temukan makanan khas Solo ini di tempat-tempat berikut:
Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Bu Parmi
Alamat: Jalan Yos Sudarso No. 241, Kratonan, Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta
Cabuk Rambak Bu Sastro
Alamat: Jalan Untung Suropati No. 117, Pasar Kliwon, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta
Cabuk Rambak Bu Hartini
Alamat: Depan Toko Limolasan, sekitar Jalan R.E. Martadinata, Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta
13. Sate Buntel
Satu lagi menu khas Solo yang beda dari yang lain. Sate buntel merupakan sate daging cincang yang dibalut dengan lemak sapi atau kambing. Cara pengolahan ini sesuai dengan namanya karena “buntel” berarti membalut dalam bahasa Indonesia.
Sate buntel biasanya dihidangkan tanpa tusukan. Hal ini karena ukuran daging lumayan besar sehingga sulit disantap jika disertai tusuk kayu. Tak ketinggalan, sate buntel akan disiram dengan sambal kecap pedas manis, lalu ditaburi irisan tomat, cabai rawit, bawang merah, kubis, dan perasan jeruk nipis.
Temukan sate buntel khas Surakarta di tempat-tempat berikut:
Sate Kambing Pak H. Bejo
Alamat: Jalan Sugiyopranoto, Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta
Sate Pak Narto
Alamat: Jalan Kyai Mojo No. 121, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta
Sate Kambing Pak Mesran
Alamat: Jalan Kapten Mulyadi, Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta
14. Brambang Asem
Pernah mencicipi pelecing? Nah, brambang asem agak mirip dengan kuliner tersebut. Brambang asem termasuk menu klasik yang kini agak sulit ditemukan. Terbuat dari daun ubi jalar, brambang asem merupakan hasil karya orang-orang terdahulu yang memanfaatkan bahan-bahan seadanya.
Selain daun ubi jalar, kuliner ini dicampur dengan sambal brambang. Sambang brambang berbahan dasar gula jawa, asam jawa, cabai, dan bawang merah yang dibakar. Terkadang, brambang asem juga dapat ditemani tempe gembus.
Temukan brambang asem khas Solo di tempat-tempat berikut:
Brambang Asem Yu Sum
Alamat: Pasar Gede Hardjonagoro, Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta
Brambang Asem Bu Slamet Subari
Alamat: Jalan Gatot Subroto, Gang Mpu Gandring,
Brambang Asem Mbah Wongso
Alamat: Jalan Gatot Subroto, Gang Kemlayan Klien
Bakmi Toprak dan Brambang Asem Mbah Sar
Alamat: Jalan Pringgading II, Banjarsari, Kota Surakarta
15. Tahok
Tahok bisa dikatakan sebagai makanan, bisa pula minuman. Hal ini karena tahok terbuat dari kembang tahu yang direndam dengan kuah jahe. Tidak seperti wedang jahe yang pedasnya menyengat, rasa jase dalam tahok tidak terlalu pedas. Hidangan ini sangat dinikmati sebagai menu sarapan.
Dikutip dari situs web Pemerintah Kota Surakarta, mengonsumsi tahok sangat bermanfaat untuk tubuh. Tahok dapat mengurangi kadar kolestrol dalam tubuh. Selain itu, kalsium dalam tahok juga bisa menguatkan tulang dan sendi.
Temukan tahok khas Solo di tempat-tempat berikut:
Tahok Pak Wagiman
Alamat: Jalan Kapten Mulyadi No. 76, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta
Tahok Pak Citro Pasar Gede
Alamat: Pasar Gede Hardjonagoro, Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta
16. Wedang Dongo
Wedang dongo sebenarnya berasal dari budaya Tionghoa. Dahulu, kuliner ini sering disajikan dalam acara keagamaan, misalnya Imlek. Namun, di zaman modern, wedang dongo tidak berkaitan lagi dengan agama sehingga siapa pun boleh menikmatinya.
Minuman hangat ini terdiri dari adonan bulat berisi tumbukan kacang halus, kacang-kacangan, dan kolang-kaling. Sekilas mirip wedang ronde, tetapi wedang dongo beraroma lebih kuat dan warnanya cenderung cokelat gelap.
Temukan wedang dongo khas Surakarta di tempat berikut:
Wedang Dongo Pak Untung
Alamat: Jalan R.E. Martadinata No. 118, Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta
Wedang Dongo Mojosongo
Alamat: Jalan Brigjen Katamso No. 86B, Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta
17. Sup Matahari
Saat pertama kali melihat hidangan ini, kamu pasti paham kenapa namanya sup matahari. Ya, kuliner ini disajikan dengan cara menata bahan-bahannya hingga berbentuk matahari. Unik dan cantik, sup matahari sering dihidangkan saat acara-acara istimewa.
Sup matahari berisi aneka bahan, mulai dari jagung manis, wortel, buncis, jamur, hingga daging ayam. Untuk adonan berbentuk matahari, diperlukan bahan-bahan seperti tepung terigu, lada, garam, dan air. Terakhir, adonan matahari beserta isiannya akan diletakkan di atas kuah kaldu gurih.
Temukan sup matahari khas Solo di tempat-tempat berikut:
VIEN’S Selat Segar & Sup Matahari
Alamat: Jalan Hasanuddin, Srambatan, Kota Surakarta
Warung Selat Mbak Lies
Alamat: Jalan Yudhistira No. 9, Serengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta
18. Soto Gading
Jangan berpikir kalau Soto Gading terbuat dari gading gajah, ya! Nama tersebut berasal dari nama tempat penjualannya. Soto Gading sangat populer di Solo karena sering didatangi tokoh-tokoh publik di Indonesia. Jika ingin mencicipi soto ini, kamu harus rela mengantre terlebih dahulu!
Temukan soto khas Surakarta ini di tempat berikut:
Soto Gading
Alamat: Jalan Brigjen Sudiarto No. 75, Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta
Jam Operasional: 6 pagi–3 sore
Harga: Rp11 ribu–13 ribu
19. Sup Galantin
Sup yang satu ini unik karena berisi galantin, yaitu olahan daging ayam atau sapi yang dicampur dengan roti tawar atau tepung panir. Kuliner sup galantin terpengaruh budaya Belanda, tetapi bumbunya lebih kaya rempah.
Temukan sup galantin khas Solo di tempat-tempat berikut:
VIEN’S
Alamat: Jalan Hasanuddin No. 99C, Punggawan, Kota Surakarta
Jam Operasional: 10 pagi–9 malam
Harga: Rp14 ribu
20. Bubur Tumpang
Bubur gurih pastinya sudah biasa. Namun, bagaimana jika bubur ditemani dengan sambal tumpang? Kuliner khas Solo ini terbuat dari beras dan sambal dari tempe busuk. Eits, jangan khawatir! Tempe busuknya tidak berbau, malahan bikin sambalnya tambah gurih.
Temukan bubur tumpang khas Surakarta di tempat-tempat berikut:
Bubur Tumpang Bu Patmi
Alamat: Jalan Kahar Muzakir No. 96, Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta
Nasi dan Bubur Tumpang Bu Atin
Alamat: Pasar Kliwon, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta
Bubur Tumpang & Gudeg Koyor Bu Titik
Alamat: Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta
21. Tahu Acar
Terakhir, ada sajian tahu acar yang cocok untuk menemani menu sarapan, makan siang, maupun makan malam. Tahu acar terbuat dari tahu pong goreng yang diberi siraman acar segar dan kuah pedas. Hidangan ini juga bisa ditambahkan taoge, mi, tempe goreng, kacang tanah, dan kubis.
Temukan tahu acar khas Solo di tempat-tempat berikut:
Depot Eco Roso
Alamat: Jalan Dr. Radjiman No. 181, Serengan, Kota Surakarta
Warung Lotek Nyuuss
Alamat: Jalan Citandui II No. 5, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta
Omah Tahu Acar
Alamat: Jalan Gayam No. 30, Karangasem, Laweyan, Kota Surakarta
Bagaimana? Sudah tidak sabar mencicipi makanan khas Solo? Kalau mampir ke kota ini, jangan lupa mampir ke lokasi-lokasi yang direkomendasikan di atas, ya! Jangan lupa juga untuk memotret atau merekam pengalaman wisata kulinermu supaya menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Selamat berlibur!
Kuliner pulau Sumatra kaya akan rempah, termasuk makanan khas Lampung. Provinsi ini juga terkenal sebagai penghasil buah seperti pisang dan durian serta ikan sungai. Tidak heran jika kuliner Lampung mencerminkan kekayaan rempah dan produknya.
Buat kamu yang berkunjung ke Lampung, jangan lupa mencari beberapa jenis makanan khasnya. Inilah daftar untuk memulai petualangan kulinermu di Lampung.
1. Seruit
Seruit adalah hidangan gurih dan pedas yang terdiri dari ikan bakar atau goreng, sambal terasi, tempoyak durian, aneka rempah, dan perasan jeruk nipis. Ikannya biasanya berupa ikan sungai seperti baung atau belida.
Seruit populer sebagai hidangan untuk acara seperti hajatan, pernikahan, dan kumpul-kumpul keluarga. Akan tetapi, hidangan ini bisa juga kamu temukan di warung atau restoran yang menyajikan makanan khas Lampung.
Kamu bisa menemukan sambal seruit di beberapa tempat makan ini:
Sambal Seruit Buk Lin Pahoman
Jalan Ir. H. Juanda nomor 8, Pahoman, Engal, Bandar Lampung
Buka pukul 10:00 hingga 21:00 (kecuali Senin)
Sambal Seruit Buk Lin Korpri
Jalan Ryacudu, Korpri Bandar Lampung, Harapan Jaya, Sukarame
Buka pukul 11:00 hingga 20:30 (kecuali Senin)
2. Gulai Taboh
Penggemar masakan gurih dan bersantan bakal suka gulai taboh. Hidangan ini terdiri dari ikan, udang, rempah, dan sayuran yang dimasak dalam kuah santan. Ikannya biasanya berupa ikan sungai seperti gabus dan nila, tetapi sekarang ada varian ikan laut.
Gulai taboh merupakan masakan khas Kabupaten Pesisir Barat di Lampung. Rasanya agak mirip sayur lodeh, tetapi dengan campuran terasi dan daun sirih. Uniknya, resep tradisionalnya biasanya menggunakan ikan yang sebelumnya diasapi selama berjam-jam.
Walau agak langka, kamu tetap bisa menemukannya di sini:
Cikwo Resto and Coffee
Jalan Kimaja, Sepang Raya, Labuhan Ratu, Bandar Lampung
Buka pukul 10:00 hingga 22:00
3. Umbu
Tahu nggak kamu kalau rotan bisa dimakan? Umbu alias rotan muda adalah salah satu bahan makanan khas Lampung. Rotan yang masih mudah direbus sampai lunak sebelum diolah seperti layaknya sayur lain, misalnya ditumis atau dijadikan lalap.
Walau mungkin bukan makanan yang biasa dinikmati orang luar Lampung, rasa umbu ternyata agak pahit mirip pare. Jadi, kamu bisa membayangkan rasanya ketika diolah.
4. Locupan
Penggemar masakan serba mi wajib coba locupan (lo chu pan). Mi yang dipopulerkan komunitas Tionghoa ini berbentuk panjang-panjang dan agak tebal, mirip udon. Warnanya putih pucat karena terbuat dari tepung beras.
Penyajian locupan ala Lampung biasanya nyaris tanpa kuah, dicampur minyak dan diberi taburan daging ayam. Akan tetapi, locupan bisa juga dimasak seperti mi goreng atau ala mi ayam. Tekstur kenyal serta bentuknya yang tebal bikin locupan cukup mengenyangkan.
Kamu bisa menemukan locupan di berbagai kedai atau restoran, terutama yang menyajikan resep ala Tionghoa. Buat yang Muslim, jangan lupa cari kedai yang halal, ya!
Beberapa rekomendasi tempat makan locupan antara lain:
Mie Lampung I (halal)
Jalan Ikan Tongkol nomor 57, Pesawahan, Teluk Betung, Bandar Lampung
Buka pukul 06:00 hingga 14:00
Mie Lampung II (halal)
Jalan Raden Intan nomor 99/3, Enggal, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung
Buka pukul 07:30 hingga 15:00
Locupan Ci Awan (non-halal)
Jalan Ikan Kakap nomor 52, Pesawahan, Teluk Betung, Bandar Lampung
Buka pukul 06:00 hingga 12:30 siang
5. Kue Segubal
Ketupat bukan satu-satunya hidangan yang identik dengan perayaan Idul Fitri. Lampung punya segubal, hidangan mirip lontong dari beras ketan yang dicampur santan. Beras tersebut kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus.
Sama seperti ketupat atau lontong, segubal dihidangkan dengan cara dipotong kecil-kecil dan dicampur hidangan sesuai selera. Kamu bisa makan segubal dicampur opor atau sayur berkuah lain. Segubal kerap dihidangkan untuk Ramadan dan Idul Fitri.
6. Pisro
Buat kamu yang suka hidangan bercita rasa gurih, asam, dan segar, pisro bisa jadi pilihan. Makanan khas Pepadun ini terdiri dari ikan bakar dalam campuran bumbu cabai, tomat, bawang, dan jeruk nipis.
Uniknya, bumbu pisro cukup dimasak di dalam air panas sampai mendidih. Ikan yang sudah dibakar kemudian dimasukkan ke cairan bumbu. Hasilnya, bumbu meresap dan membuat ikan terasa gurih, asam, pedas, serta segar.
Ikan yang biasanya dijadikan bahan pisro adalah tembakang dan betok. Akan tetapi, ikan sungai berdaging tebal seperti mujair dan mas juga cocok untuk pisro.
7. Kemplang
Kemplang atau kempelang adalah makanan khas Lampung yang bisa jadi cemilan atau oleh-oleh. Sama seperti amplang, kemplang adalah kerupuk dari terigu dan daging ikan yang dihaluskan, biasanya tenggiri.
Kemplang bisa dimasak dengan cara digoreng atau dibakar, tergantung pembuatnya. Kemplang berbentuk mirip kerupuk biasa tetapi sedikit tebal. Kemplang berkualitas biasanya samar-samar menguarkan aroma ikan.
Pembuatan kemplang yang sederhana serta rasanya yang gurih membuatnya populer. Selain di Lampung, kamu bisa menemukan kerupuk ini di Sumatra Selatan dan Bangka Belitung. Kebanyakan kemplang di Lampung adalah hasil produksi UMKM.
Mencari kemplang di Lampung gampang banget, apalagi kalau kamu berburu oleh-oleh. Kamu bisa membelinya di toko atau grosir kemplang, misalnya sebagai berikut:
Warung Diyan Kerupuk Kemplang
Jalan Sam Ratulangi nomor 15/52, Penengahan, Bandar Lampung
Buka pukul 09:00 hingga 18:00 (Minggu tutup)
Toko Kerupuk & Kemplang DH
Campur Sari, Baradatu, Way Kanan, Lampung
Buka 24 jam
Kerupuk Kemplang Siip
Jalan Pulau Buton nomor 7, Jagabaya, Way Halim, Bandar Lampung
8. Tempoyak
Makan nasi pakai durian? Jangan bilang aneh dulu. Ada, lho, bumbu khas yang terbuat dari durian dan populer untuk lauk!
Tempoyak adalah hasil olahan durian yang difermentasi untuk dijadikan campuran bahan masakan. Tempoyak berasal dari kata bahasa Melayu yang berarti “dikoyak”, merujuk pada cara pembuatannya. Proses fermentasi menciptakan cita rasa asam pada tempoyak.
Setelah difermentasi, tempoyak tidak dimakan begitu saja. Tempoyak biasanya dicampur dengan sambal atau resep udang dan ikan. Tambahan tempoyak memberi cita rasa yang lebih kaya pada berbagai hidangan.
Kamu bisa menemukan tempoyak di beberapa restoran yang memang menjual hidangan khas Lampung. Tempoyak biasanya dicampur dengan masakan, misalnya pepes ikan atau sambal udang. Inilah beberapa contohnya:
The Kitchen Girl
Gang Sawo II, Jalan Panglima Polim, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung
Buka pukul 10:00 hingga 22:00
Pondok Santap Raja Gurame
Gang Sawo II nomor 33, Jalan Panglima Polim, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung
Buka pukul 09:00 hingga 21:00
9. Geguduh
Kepingin makan yang manis-manis di Lampung? Kamu bisa coba geguduh, kue manis yang terbuat dari pisang kepok. Geguduh adalah salah satu contoh pemanfaatan komoditas populer di Lampung.
Geguduh mirip gorengan, tetapi pisangnya dihaluskan dan dicampur tepung sebelum dibentuk bulat-bulat. Adonan ini kemudian digoreng dan dinikmati dengan teh atau kopi. Geguduh juga sering disajikan untuk tamu atau saat ada acara.
Kamu bisa menikmati geguduh dengan berbagai cara. Selain dimakan begitu saja, geguduh enak dimakan dengan taburan cokelat, keju, atau kental manis. Resepnya pun gampang banget dan tersedia secara luas.
Geguduh biasanya dibuat sendiri di rumah-rumah, tetapi kamu bisa menemukannya jika mampir di warung-warung kopi atau pasar. Bikin sendiri juga gampang banget, lho!
10. Engkak
Makanan khas Lampung lain yang manis adalah engkak. Tidak seperti geguduh, pembuatan engkak lebih rumit dan memakan waktu. Hasilnya, cita rasanya jauh lebih kaya, legit, dan lembut sehingga istimewa.
Engkak adalah semacam lapis legit yang terbuat dari tepung ketan, telur bebek, mentega, santan, dan kental manis. Setiap lapisnya dibuat satu-persatu dalam loyang terpisah sehingga bisa memakan waktu hingga delapan jam.
Engkak dulunya hanya bisa dinikmati kaum bangsawan. Akan tetapi, kamu nggak perlu jadi bangsawan atau repot-repot membuatnya! Engkak sekarang tersedia sebagai oleh-oleh atau jajanan populer. Kue ini juga tahan lama sehingga bisa kamu bawa naik pesawat.
Kamu bisa berburu engkak di berbagai toko atau usaha rumahan yang khusus menjual engkak. Ada juga yang menggunakan cara tradisional, misalnya Kin’s Legit Lampung yang menggunakan arang dan pasir panas untuk memasak.
Inilah beberapa tempat terbaik untuk membeli engkak:
Kin’s Legit Lampung
Puri Tirtayasa Indah, blok E5 nomor 21, Sukabumi Indah, Bandar Lampung
Buka pukul 09:00 hingga 17:00
MeRONAcakes Lampung
Jalan Raden Gunawan, Hajimena, Negeri Katon, Lampung Selatan
Buka pukul 08:00 hingga 21:00
Oemah Lapis Aliya
Jalan Lintas Sumatra, Merak Belantung, Kalianda, Lampung Selatan
Buka 24 jam
11. Gabing
Pernahkah kamu makan batang kelapa muda? Jika belum, kamu wajib mencoba gabing. Hidangan ini mirip sayur nangka, tetapi dengan batang kelapa sebagai ganti nangka muda. Rasa batang kelapa muda juga unik karena ada sensasi sedikit manisnya.
Gabing adalah makanan yang biasanya hadir di acara spesial, misalnya hajatan atau pernikahan. Pasalnya, proses memotong batang kelapa harus mengorbankan satu pohon sehingga “ongkos” memasaknya lumayan besar.
Karena pembuatannya yang agak rumit, gabing menjadi makanan langka. Kamu biasanya baru bisa menikmatinya saat hajatan. Jadi, coba tanyakan teman atau kenalan orang Lampung jika kamu ingin mencicipi, ya!
12. Bekasam
Tempoyak bukan satu-satunya makanan khas Lampung hasil fermentasi, lho! Bekasam atau pekasam adalah kuliner unik yang merupakan hasil fermentasi ikan. Makanan ini juga dikenal di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Sumatra Selatan dan Kalimantan.
Bekasam merupakan ikan mentah yang difermentasikan menggunakan nasi dan garam. Metode ini dulunya diciptakan untuk mengawetkan ikan saat belum ada kulkas. Di Lampung, ikan yang biasanya difermentasikan adalah ikan sungai seperti gabus, mujair, dan mas.
Bekasam difermentasikan selama beberapa hari hingga menghasilkan cita rasa sedikit asam dan asin yang unik. Bekasam bisa diolah dengan berbagai cara, misalnya digoreng, dibakar, atau dijadikan makanan berkuah.
Uniknya, aktivitas mikroorganisme saat proses fermentasi juga membuat tulang ikan jadi lunak. Kamu pun bisa makan ikannya utuh-utuh tanpa khawatir tersedak duri.
Berburu bekasam di restoran bisa agak rumit karena makanan ini langka. Penjual bekasam biasanya menawarkan dagangan mereka secara online. Akan tetapi, restoran seperti Cikwo Resto & Coffee menawarkan hidangan unik ini buat turis yang penasaran.
13. Benjak Enjak
Penggemar kue-kue serba ketan wajib mencoba benjak enjak. Kue khas Pepadun dan Lampung Pesisir ini legit dan manis karena terbuat dari ketan dan pisang. Walau tampilannya sederhana, rasanya lezat dan cocok dinikmati dengan kopi Lampung.
Selain beras ketan dan pisang, benjak enjak diberi gula merah sebagai pemanis tambahan. Walau cara memasaknya cukup mudah yaitu dengan dibungkus daun pisang dan direbus, kue ini sempat jadi barang langka, lho!
Kok bisa begitu? Rupanya, benjak enjak sempat hilang dari peredaran karena kalah saing dengan kue modern. Untungnya, sekarang semakin banyak orang yang mulai memasak benjak enjak sendiri atau membagikan resepnya di internet.
14. Sambal Asam Kemang
Nama sambal asam kemang cukup unik karena sama sekali tidak ada buah asamnya. Sambal khas Lampung ini dibuat dengan kemang, yaitu buah semacam mangga yang berukuran kecil, wangi, dan dagingnya pucat.
Cita rasa buah kemang asam bercampur sedikit manis, tetapi untuk sambal, biasanya kemangnya dipilih yang lebih asam. Campurannya sederhana karena hanya menggunakan cabai dan terasi.
Paduan rasa asam, pedas, dan segar membuat sambal ini cocok untuk berbagai hidangan gurih. Kamu bisa menikmatinya dengan ikan sungai yang dibakar atau digoreng. Biasanya sambal ini ada di restoran ikan bakar ala Lampung.
15. Gulai Balak
Siapa bilang makanan khas Lampung nggak ada yang terbuat dari daging? Gulai balak cocok jadi pilihan penggemar hidangan daging yang agak “berat”.
Gulai balak adalah hidangan khas acara istimewa seperti pernikahan atau hajatan. Gulai ini terbuat dari daging sapi atau kambing yang dimasak dengan santan. Bumbunya menggunakan rempah lokal seperti cengkeh, kapulaga, biji pala, dan cabai.
Cita rasa gulai balak gurih serta pedas, cocok dimakan dengan nasi hangat. Akan tetapi, kamu harus memakannya saat masih hangat. Jika sudah dingin, santannya akan menggumpal sehingga mengurangi kenikmatannya.
16. Keripik Pisang
Cari cemilan yang enak untuk menemani kerja, belajar, atau nonton serial kesukaan? Keripik pisang ala Lampung bisa jadi pilihan.
Lampung terkenal dengan pisang sebagai salah satu komoditas utamanya. Keripik pisang khas Lampung juga terkenal dengan ukurannya yang besar, panjang-panjang, dan sedikit tebal sehingga teksturnya mantap.
Keripik pisang Lampung tidak hanya terkenal sebagai cemilan, tetapi juga oleh-oleh. Variasi keripik pisang ini juga semakin beragam. Selain versi standar, kamu bisa menemukan keripik pisang aneka rasa, mulai dari pedas hingga manis karena bubuk cokelat.
Karena keripik pisang adalah oleh-oleh populer, kamu bisa menemukannya di berbagai toko. Inilah beberapa rekomendasinya:
Keripik Pisang Kurnia
Jalan Pagar Alam nomor 27, Kedaton, Bandar Lampung
Buka pukul 06:00 hingga 22:00
Keripik Pisang Lampung Asya
Gang Randu nomor 18, Segala Mider, Kecamatan Tanjung Karang, Bandar Lampung
Buka pukul 07:00 hingga 21:00
Toko Keripik Ashka Jaya
Jalan Pagar Alam, Segala Mider, Kecamatan Tanjung Karang, Bandar Lampung
Buka pukul 07:00 hingga 22:00
17. Brownies Kulit Pisang
Brownies dicampur kacang atau keju sudah biasa, tetapi bagaimana jika campurannya kulit pisang? Brownies kulit pisang ternyata nggak hanya enak, tetapi juga sudah menjadi kue khas Lampung.
Brownies kulit pisang adalah salah satu kreasi lokal untuk memanfaatkan limbah komoditas pisang Lampung. Diciptakan pada tahun 2013, brownies kulit pisang sekarang menjadi salah satu oleh-oleh khas Lampung.
Kulit pisang melalui berbagai proses seperti pembersihan, sterilisasi, penjemuran, dan peracikan agar bisa diubah menjadi tepung. Hasilnya, kue brownies menjadi legit dan padat walau tidak sepenuhnya menggunakan terigu.
Kue brownies kulit pisang juga mengandung lebih banyak serat dan vitamin A, lho! Kamu pun bisa membelinya sebagai oleh-oleh. Brokis adalah merek brownies kulit pisang pertama di Lampung, jadi coba cari di toko oleh-oleh.
Kalau nggak bisa menemukannya? Datangi langsung pusat pembuatan Brokis di Gang Sukrawijaya nomor 83, Jalan Turi Raya, Tanjung Senang, Bandar Lampung.
18. Lempok Durian
Lempok adalah salah satu hasil olahan komoditas durian Lampung. Lempok mirip dodol, tetapi campurannya hanya durian dan gula pasir, tanpa ketan atau tepung. Setiap gigitan pun terasa legit, manis, dan kaya cita rasa durian.
Lempok bisa tahan selama tiga bulan di lemari es dan satu bulan di suhu ruang. Nggak heran kalau lempok durian populer sebagai oleh-oleh. Kalau kamu suka dodol tapi ingin mencicipi rasa yang lebih legit dan manis, lempok bisa jadi pilihan.
Kamu nggak perlu jauh-jauh ke Lampung buat berburu lempok, lho! Lempok durian asli Lampung sekarang banyak dijual secara online.
19. Pindang
Pindang memang kuliner yang banyak tersedia di mana-mana, tetapi pindang ala Lampung punya keistimewaan. Pindang Lampung berkuah kuning pucat dan kaya rempah, dengan cita rasa gurih dan segar. Cocok banget untuk dinikmati dengan nasi.
Pindang Lampung biasanya menggunakan ikan air tawar seperti baung, gabus, dan bawal. Uniknya, selain nasi, pindang ala Lampung biasanya disajikan bersama tempoyak durian. Cita rasa agak asam dari tempoyak cocok banget dengan kesegaran pindang.
Karena pindang cukup populer, kamu bisa menemukannya di banyak sekali restoran di Lampung. Inilah beberapa contoh tempat makan pindang ikan yang enak:
Pondok Santap Raja Gurame
Jalan Panglima Polim, Gang Sawo II, Segala Mider, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung
Buka pukul 09:00 hingga 21:00
Pindang Palembang Hj. Anna
Gang Terusan Pulau Hara nomor 3, Jalan Pulau Hara, Sukarame
Buka pukul 09:00 hingga 19:00
Rumah Makan Pindang Atu Putri
Jalan HOS Cokroaminoto nomor 54, Enggal, Bandar Lampung
Buka pukul 16:00 hingga 21:00
20. Ikan Tuhuk
Pernah nggak kamu melihat ikan blue marlin? Ikan bertubuh panjang ini biasanya menjadi favorit pemancing di laut. Akan tetapi, ikan ini lebih dikenal dengan nama tuhuk di area Pesisir Barat Lampung, bahkan menjadi bahan makanan khas.
Tuhuk digemari karena dagingnya lembut sehingga bumbu mudah meresap. Tuhuk juga mudah diolah menjadi berbagai menu. Makanya, ketika mengunjungi Pesisir Barat, kamu bisa menemukan banyak sekali ikan tuhuk dan hasil olahannya.
Sup ikan tuhuk cocok buat kamu yang menyukai makanan segar dan gurih. Penggemar ikan bakar wajib mencoba tuhuk bakar dengan sambal terasi. Bahkan ada juga kreasi modern seperti tuhuk yang dipotong panjang-panjang dan digoreng crispy.
Buat yang ingin mencicipi sambil jalan-jalan, kamu bisa mengunjungi Krui, destinasi wisata terkenal di Pesisir Barat. Ada beberapa restoran yang khusus menyajikan ikan tuhuk, misalnya sebagai berikut:
RM Pondok Kuring Krui
Jalan Lintas Barat Sumatra nomor 204, Seray, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat
Buka pukul 09:00 hingga 20:00
Pondok Salero Ummi Najelaa
Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat
Buka pukul 07:30 hingga 21:00
Bakso Ikan 2 Samudra
Jalan Labuhan Jukung, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat
Buka pukul 09:30 hingga 21:00
Gimana, penasaran ingin mencoba semuanya? Jangan lupa mencicipi makanan khas Lampung di atas jika kamu berkunjung, ya!
Sebagai salah satu pulau di bagian Timur Indonesia, Papua tak hanya dianugerahi keindahan alam yang memesona. Budaya Papua pun begitu unik dan tak jarang membuat kita berdecak kagum. Selain itu, makanan khas Papua terkenal lezat dan siap menggoyang lidah.
Kalau selama ini kamu hanya mengenal papeda sebagai menu kuliner khas Papua, kini saatnya mengenal lebih banyak makanan khas Papua yang terkenal akan kelezatannya. Mulai dari papeda yang paling terkenal hingga udang selingkuh dan cacing laut yang bernutrisi, yuk, kenali ragam kuliner Papua di artikel berikut!
1. Papeda
Nama makanan khas Papua yang satu ini sudah cukup populer di telinga kita. Sebenarnya, papeda tidak hanya bisa dijumpai di Papua. Kamu bisa menjumpai papeda di Maluku, bahkan ada juga di beberapa daerah di Sulawesi.
Bentuk makanan berbahan dasar sagu ini menyerupai pasta atau gel. Warnanya putih keruh, dan teksturnya pun lengket seperti lem.
Biasanya, papeda disajikan bersama lauk dan sayuran. Terkadang, olahan sagu ini juga dibungkus daun pisang layaknya nasi dan ditambah dengan lauk, lho!
2. Sate ulat sagu
Makanan khas Papua selanjutnya adalah sate ulat sagu. Sesuai dengan namanya, makanan ini merupakan hidangan yang dibuat dari ulat sagu yang umum dijumpai di pohon sagu.
Untuk mengolahnya, ulat sagu dibakar di atas arang. Proses bakarannya pun tidak lama—cukup 15-25 menit tergantung ukuran ulat sagunya. Bahan-bahan yang umumnya digunakan untuk membumbui ulat sagu ini tergolong sederhana, misalnya seperti:
Kecap
Bawang merah
Cabai
Ketiga bahan tersebut akan dicampur jadi satu. Pada saat membakar ulat, bumbu tersebut akan dioleskan sebagai bumbu bakaran. Setelah mengoleskan bumbu, ulat dibakar kembali sampai matang.
Sate ulat sagu biasanya juga akan disajikan bersama dengan sambal kecap sebagaimana bumbu bakarannya tadi. Kamu bisa memakan sate ulat sagu dengan papeda.
3. Martabak sagu
Tak terbuat dari tepung terigu, martabak ini justru dibuat dengan bahan utama sagu. Martabak khas Fakfak, Papua Barat ini memiliki cita rasa manis dan gurih. Cita rasa manis ini hadir berkat adanya gula merah yang menjadi isian dari martabak sagu.
Adapun bahan yang dibutuhkan untuk membuat martabak sagu adalah:
Sagu
Kelapa parut
Gula merah kental
Cara membuatnya cukup mudah. Pertama, masukkan sagu ke dalam wajan yang dipanasi api kecil (tanpa minyak), lalu tekan-tekan sagu agar menyatu. Lalu, taburkan kelapa parut dan beri gula merah kental secara merata di atas lempengan sagu tersebut.
Ketika pinggiran sagu sudah sedikit kecoklatan, itu artinya lempeng sagu sudah matang. Selagi ada di penggorengan, lipat dua lempeng sagu. Kamu bisa juga melipatnya beberapa kali sampai bentuknya menyerupai dadar gulung.
4. Cacing laut
Selain ada ulat, ada juga cacing laut sebagai hewan unik yang menjadi makanan khas dari tanah Papua. Hewan ini disebut-sebut memiliki kandungan protein yang tinggi. Tak heran, banyak orang yang mengonsumsi cacing laut untuk meningkatkan stamina tubuh.
Cacing laut sendiri memiliki bentuk yang mirip dengan cacing tanah. Hanya saja, ukurannya lebih panjang, yaitu sekitar 30 cm. Di Papua sendiri, biasanya spesies cacing laut bisa dijumpai dengan mudah di kawasan Kepulauan Ayau, Kabupaten Raja Ampat.
Cacing laut ini tidak didapatkan melalui mekanisme budidaya. Cacing laut harus diburu dengan cara mengeruk pasir laut. Ketika cacing laut sudah didapat, bagian kepala dan ekor akan dibuang sebelum diolah.
Lantas, bagaimana cara pengolahan cacing laut? Ada berbagai cara yang bisa digunakan. Di antaranya adalah:
Digoreng biasa. Sebelum digoreng, biasanya cacing akan diberi bumbu terlebih dahulu seperti layaknya ikan.
Disate
Digoreng lalu dimasak dengan bumbu balado
Tak perlu mahal-mahal membayar hidangan cacing laut ini. Tergantung olahannya, cacing laut dibanderol dengan harga Rp10 ribu hingga Rp25 ribu per porsinya. Selain diolah dengan cara-cara di atas, kamu juga bisa menjumpai cacing laut yang diasap dan dijadikan keripik.
5. Kue Bagea sagu
Sesuai dengan namanya, olahan sagu yang satu ini dibuat dari tepung sagu serta tepung terigu. Kue ini tidak hanya dijumpai di Papua. Kamu juga bisa menjumpai kue dari tepung sagu ini di Maluku maupun Sulawesi Utara.
Bentuk kue bagea ini bermacam-macam. Ada yang bulat, oval, bahkan ada juga yang dibentuk seperti kue lidah kucing tetapi sedikit tebal.
Tekstur dari kue bagea cukup keras ketika digigit. Oleh karena itulah, banyak orang yang mencelupkannya ke minuman terlebih dahulu supaya teksturnya jadi lembut.
Untuk membuat kue bagea sagu, kamu tidak hanya membutuhkan tepung sagu dan tepung terigu saja. Beberapa bahan lain yang dibutuhkan dalam pembuatan kue bagea sagu adalah sebagai berikut:
Telur
Gula
Minyak goreng
Kacang kenari cincang
Kelapa parut setengah tua
Kayu manis bubuk
Kacang mede utuh
Soda kue, dan
Vanili bubuk
6. Udang selingkuh
Membaca namanya saja sudah bikin penasaran, ya! Memangnya, seperti apa sih udang selingkuh itu?
Sebenarnya, udang selingkuh bukanlah suatu jenis masakan. Udang selingkuh adalah satu jenis udang yang memiliki habitat air tawar, tetapi memiliki ukuran capit yang besar seperti lobster. Ukuran tubuh dari udang ini pun besar dan disebut-sebut hampir sama dengan kepiting.
Nah, karena itulah masyarakat lokal menyebut udang ini sebagai udang selingkuh. Dalam artian, udang ini merupakan hasil ‘perselingkuhan’ antara udang dan kepiting.
Habitat udang selingkuh memang di air tawar, tetapi kamu tidak bisa menjumpai udang ini di semua daerah di Papua. Udang selingkuh bisa dijumpai di perairan Sungai Baliem, Danau Paniai, Danau Tigi, serta Danau Tage.
Pengolahan udang selingkuh ini sama dengan jenis udang lainnya, yaitu rebus, goreng, maupun bakar. Dewasa ini, hidangan udang selingkuh sudah makin bervariasi. Ada yang memasak udang selingkuh dengan menggunakan saus tiram, saus lada hitam, asam manis, bahkan ada juga yang memasak dengan saus Padang.
Tak lupa, sayuran seperti tumis kangkung dan tumis daun pepaya juga sering disajikan sebagai teman makan udang selingkuh. Siapkan sepiring nasi hangat dan es buah manis, hidangan udang selingkuh siap menggoyang lidah!
7. Kue lontar
Kue lontar merupakan kue khas Papua yang secara tampilan mirip dengan pai susu. Biasanya, kue ini disajikan pada hari-hari besar—misalnya seperti pada saat Lebaran maupun pada saat Natal.
Bagaimana rasa kue ini? Serupa dengan pie susu, kue lontar memiliki cita rasa manis dan gurih. Nikmat!
Kue lontar merupakan kue yang dibawa masuk oleh serdadu Hindia Belanda yang menduduki Papua. Kata ‘lontar’ sendiri berasal dari kata ronde taart (kue bundar). Namun, warga lokal kesulitan melafalkan nama kue dalam bahasa asing tersebut sehingga mereka menyebutnya sebagai kue lontar.
Apa saja bahan pembuatan kue lontar? Menariknya, kue ini tidak dibuat menggunakan sagu sama sekali. Beberapa bahan yang digunakan dalam pembuatan kue lontar meliputi:
Tepung terigu
Margarin
Susu
Vanili
Telur
Biasanya, kue lontar berukuran cukup besar dengan diameter 10 hingga 20 cm. Tak heran, kue ini biasanya disuguhkan untuk disantap bersama 8-10 orang.
Meski begitu, saat ini cukup banyak penjual yang menawarkan ukuran kue lontar yang lebih kecil. Ukuran diameter ‘kecil’ yang dimaksud adalah sekitar 8 cm, dan biasanya kue lontar berukuran kecil ini diproduksi untuk dijadikan sebagai oleh-oleh.
8. Ikan bakar Manokwari
Sesuai dengan namanya, ikan bakar Manokwari merupakan sajian ikan bakar yang berasal dari Manokwari, Papua Barat.
Ikan bakar Manokwari biasanya menggunakan ikan tongkol sebagai pilihan ikan utamanya. Sebelum dibakar, ikan akan dibalur bumbu yang terbuat dari:
Bawang merah
Bawang putih
Jahe
Ketumbar
Garam
Asam jawa
Kecap
Setelah dilumuri, ikan akan dibakar langsung di atas arang. Setelah matang, ikan akan disajikan bersama sambal. Dimakan bersama nasi hangat, super lezat!
9. Es buah matoa
Matoa dikenal sebagai salah satu buah yang berasal dari tanah Papua dengan dominasi rasa manis dan asam. Karena perpaduan cita rasa inilah, buah matoa sering dibuat menjadi olahan es buah. Segar!
Cara membuat es buah matoa sebenarnya tidak jauh berbeda dengan membuat es buah lain. Kamu cukup mencampurkan bahan-bahan seperti:
Kolang-kaling
Jelly/agar-agar
Cincau hitam
Biji selasih
Rempah-rempah seperti biji pala dan bubuk kayu manis
Perasan air jeruk limau
Jika kamu kurang suka dengan perasan air jeruk limau, kamu bisa mencampurkan sirup—baik sirup gula biasa maupun sirup berperisa (misalnya sirup cocopandan). Paduan rasa manis dari sirup, aroma wangi dari rempah, rasa manis-asam buah matoa, dan es membuat dahaga jadi hilang seketika! Yakin, nih, nggak mau coba?
10. Sambal colo-colo
Sambal colo-colo merupakan sambal khas Papua yang bercitarasa asam dan pedas. Biasanya, sambal ini dimakan bersama dengan ikan bakar dan nasi hangat.
Bahan dari sambal colo-colo adalah sebagai berikut:
Potongan cabai rawit
Potongan bawang merah
Potongan tomat
Perasan jeruk nipis
Tidak hanya di Papua, sambal colo-colo juga populer di Ambon dan beberapa kawasan Maluku lainnya. Menariknya, sambal colo-colo tidak hanya digunakan sebagai sambal cocolan saat makan ikan saja. Sambal ini sering digunakan untuk memasak sate dan cocolan gorengan di Papua.
Tertarik membuat sambal ini? Kamu hanya perlu mempersiapkan bahan-bahannya, memotongnya kecil-kecil, dan menggabungkannya jadi satu. Sangat mudah, bukan?
11. Keripik keladi
Sesuai dengan namanya, keripik keladi merupakan keripik yang dibuat dengan bahan utama keladi. Selain disebut sebagai keripik keladi, keripik ini juga sering disebut sebagai keripik talas.
Jenis keripik yang satu ini sudah cukup populer dan bisa dijumpai dengan mudah di berbagai tempat di Indonesia. Proses pembuatannya sangat mudah dan bahan yang dibutuhkan pun tidak banyak, yaitu:
Talas/keladi
Bawang putih
Garam
Air kapur sirih
Minyak goreng
Pada proses pembuatannya, keladi yang diiris perlu direndam dalam air kapur sirih selama setengah jam untuk menghilangkan getahnya.
Nah, setelah itu, kamu tinggal mencuci bersih talas dan membumbuinya dengan garam dan bawang putih. Biarkan bumbu meresap, kira-kira kamu butuh waktu selama 10-15 menit.
Terakhir, kamu bisa menggoreng talas sedikit demi sedikit dalam minyak panas hingga talas berwarna kecoklatan. Tiriskan keripik, lalu sajikan.
12. Sagu lempeng
Sagu lempeng bisa diibaratkan sebagai roti tawarnya orang Papua. Pasalnya, bentuk sagu lempeng ini pipih meski ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan roti tawar yang biasa kita jumpai. Biasanya, makanan khas Papua yang masuk kategori kue kering ini dikonsumsi bersama kopi, teh, maupun kuah ikan.
Karena biasa dikonsumsi dengan berbagai macam minuman dan kuah, sagu lempeng dibuat tidak hambar sebagaimana roti tawar. Akan tetapi, saat ini sudah banyak sagu lempeng yang diproduksi dengan cita rasa manis berkat tambahan gula. Cara makannya tetap sama, yaitu dengan mencelupkannya ke teh maupun kopi.
13. Aunu senebre
Aunu senebre merupakan makanan khas Papua yang banyak dijumpai di Merauke dan daerah Papua bagian selatan lainnya. Masakan ini dibuat dengan menggunakan bahan utama berupa irisan daun talas yang dicampurkan dengan ikan teri nasi (ikan teri yang berbentuk mirip nasi).
Kombinasi dua bahan ini membuat cita rasa aunu senebre menjadi unik—gurih dan sedikit pedas menyatu jadi satu.
Sekilas, sajian aunu senebre mungkin terlihat sedikit kering. Padahal, masakan ini cukup ‘basah’ (tetapi tidak sampai berair) sehingga cocok dimakan sebagai lauk. Tak heran jika menu masakan ini sering disantap bersama papeda maupun umbi-umbian rebus.
14. Aunuve habre
Sama seperti aunu senebre, aunuve habre juga merupakan masakan khas Papua yang dibuat dengan bahan utama ikan. Biasanya, ikan yang digunakan dalam pembuatan aunuve habre adalah ikan cakalang, tongkol, ataupun tuna. Bumbu yang dibutuhkan untuk mengolah aunuve habre pun tergolong sederhana, yaitu: garam, air, dan asam jawa.
Nah, setelah ikan dibumbui dengan bumbu tradisional tersebut, kamu tinggal membungkus ikan dengan daun talas dan mengukusnya hingga matang. Hidangan ini mirip dengan ikan pepes, hanya saja menggunakan daun talas sebagai pembungkusnya. Selain itu, aunuve habre biasanya dimakan bersama papeda.
15. Norohombi
Pernah tahu makanan norohombi? Nama masakan khas Papua yang satu ini cukup unik, ya! Norohombi merupakan makanan khas Papua dengan bahan utama tepung sagu dan parutan kelapa.
Lebih lengkapnya, berikut ini adalah bahan untuk membuat norohombi:
Tepung sagu
Parutan kelapa
Udang kering, bisa juga diganti dengan daging kerang
Daun pisang untuk membungkus
Norohombi dibuat dengan cara menumpuk sagu, parutan kelapa, dan udang kering/daging kerang. Lalu, lapisan ini nantinya akan ditutup daun pisang dan dipanggang di antara dua plat seng yang sudah dipanaskan.
16. Abon gulung Sorong
Abon gulung Sorong bisa menjadi rekomendasi makanan khas Papua yang bisa kamu cicipi selanjutnya. Memangnya, makanan seperti apakah abon gulung Sorong itu?
Abon gulung Sorong adalah produk roti dengan abon di dalamnya. Singkatnya, abon gulung Sorong adalah roti abon yang berbentuk gulungan.
Untuk satu gulungnya, rata-rata ukuran diameternya adalah 10 cm. Cukup besar, bukan? Tak heran, makan satu potong saja bisa kenyang. Cocok untuk sarapan!
Perpaduan antara roti bertekstur lembut dengan abon dengan cita rasa khas gurih dan agak manis pastinya bikin lidah jadi ketagihan! Selain abon ayam, biasanya jenis abon yang tersedia meliputi abon daging sapi, abon tuna, dan keju. Ada juga varian manisnya, yaitu roti gulung dengan isian meses.
17. Keladi tumbuk
Sesuai dengan namanya, keladi tumbuk merupakan makanan yang berasal dari talas atau keladi. Pada jenis hidangan ini, talas/keladi akan ditumbuk hingga lembut dan dijadikan sebagai sumber karbohidrat. Nantinya, kamu bisa makan keladi tumbuk ini dengan ikan suwir, sambal, dan sayur lodeh.
Keladi tumbuk merupakan hidangan khas masyarakat Biak. Untuk membuatnya, kamu cukup merebus keladi/talas hingga matang. Jika sudah matang, keladi tinggal ditumbuk sesuai selera dan dicetak ke dalam wadah. Terkadang, keladi dicampur dengan sedikit mentega dan kelapa parut sangrai saat dicetak agar rasanya jadi lebih gurih.
18. Es sunset Papua
Satu lagi kuliner unik dari tanah Papua, yaitu es sunset Papua! Alasan minuman ini disebut sebagai minuman sunset Papua adalah karena warna jingganya yang tampak seperti sunset alias matahari terbenam. Menarik, ya!
Bahan utama pembuatan minuman ini adalah jeruk dan wortel. Selain itu, kamu juga membutuhkan bahan-bahan tambahan seperti:
Selasih
Gula pasir
Es batu
Cara membuat es sunset ini cukup mudah, kok. Pertama, kamu perlu membuat jus wortel terlebih dahulu. Jangan lupa untuk menambahkan gula ketika membuat jus wortel. Lalu, padukan jus wortel manis tersebut dengan air perasan jeruk. Tambahkan selasih dan es batu, es sunset Papua siap disajikan!
19. Sagu sep
Sagu sep merupakan salah satu makanan khas Papua—lebih tepatnya dari kawasan Merauke dan di sekitar kawasan Papua Selatan.
Sagu sep merupakan camilan yang dibuat dengan mencampurkan sagu dengan kelapa. Sagu dan kelapa ini selanjutnya akan dimasak dengan menggunakan alat bakar barapen yang terbuat dari batu.
Alih-alih manis, jenis kudapan tradisional yang satu ini terkenal dengan cita rasa gurihnya. Pasalnya, sagu sep dibuat dengan bumbu seperti:
Bawang putih
Bawang merah
Lengkuas
Jahe
Serai
Bumbu-bumbu ini nantinya dicampurkan dengan tepung sagu, kelapa parut, serta daging rusa. Begitu sudah tercampur rata, adonan akan diletakkan di atas daun pisang untuk selanjutnya dibakar selama 15-20 menit.
Sayur pepaya tumis dan kangkung tumis biasanya disajikan sebagai teman makan kudapan gurih yang satu ini. Gimana, tertarik mencoba?
20. Ikan asar
Ikan asar merupakan hidangan ikan khas Papua, lebih tepatnya dari kota Jayapura. Hidangan ini dibuat dengan cara mengasapi ikan di atas bara. Biasanya, kegiatan mengasapi ikan ini berlangsung hingga 4-5 jam. Proses pengasapan ini tujuannya adalah untuk membuat ikan jadi kering dan tentunya matang sempurna.
Ikan seperti apa yang umumnya disajikan dalam hidangan ikan asar? Pada umumnya, ikan-ikan yang memiliki tekstur daging padatlah yang digunakan dalam hidangan ini. Beberapa contohnya seperti:
Ikan tongkol
Ikan cakalang
Ikan ekor kuning, dsb.
Ikan asar biasanya disajikan dengan sambal kecap serta dimakan dengan menggunakan nasi. Ikan asar semakin mantap disantap dengan tumisan sayur—misalnya seperti tumis kangkung.
Nah, itulah dia 20 rekomendasi makanan khas Papua yang populer akan kelezatannya. Sebagian makanan asli Papua di atas bisa kamu jumpai dengan mudah di daerah lain. Akan tetapi, ada juga yang hanya bisa kamu dapatkan di Papua.
Seandainya semua makanan bisa kamu dapatkan di kota domisilimu sekarang, kira-kira hidangan yang mana, nih, yang ingin kamu coba terlebih dahulu?
Makanan khas Aceh memiliki cita rasa yang khas dan unik. Pasalnya, berbagai macam rempah khas banyak ditemukan di provinsi ini. Hal ini memengaruhi masakan khas daerah tersebut. Jadi, jangan heran jika kamu akan menemukan berbagai macam makanan yang kaya rasa karena penggunaan berbagai jenis rempah aromatik dan lezat.
Nah, artikel ini akan mengajak kamu untuk mengintip beberapa makanan khas dari provinsi Aceh yang ada di ujung barat kepulauan Indonesia.
1. Mie Aceh
Rasanya hidangan Mie Aceh sudah akrab terdengar di telinga. Pasalnya, makanan khas Aceh ini sudah banyak tersedia di berbagai daerah di Indonesia. Biasanya, restoran yang menyajikan Mie Aceh juga menyediakan hidangan seperti martabak dan teh tarik.
Mie aceh berbahan dasar tepung terigu berwarna kuning. Teksturnya kenyal dan biasanya dimasak dengan berbagai macam sayur dan rempah sehingga menghasilkan cita rasa yang kaya. Mie Aceh bisa disajikan dengan berbagai cara, seperti goreng, kuah, dan disajikan dengan berbagai isian, seperti daging, telur, kepiting, dan makanan laut lainnya.
Menu ini menggunakan banyak rempah dan bumbu seperti:
jintan,
kapulaga,
cabai merah,
kunyit,
lada,
bawang merah,
bawang putih,
kecap manis,
cuka,
daun bawang,
daun seledri,
garam.
Karena banyaknya bumbu dan rempah yang digunakan, tidak mengherankan jika masakan ini sangat kaya rasa. Ketika disajikan, emping dan melinjo ditambahkan di sisi piring sebagai pelengkap.
2. Rujak Aceh
Kamu pecinta buah dan makanan pedas? Jangan lupa mencoba Rujak Aceh, ya! Hidangan ini sebenarnya tidak jauh berbeda dari rujak manis yang biasa ditemui di Jawa. Kamu akan menemukan potongan buah seperti biasa yang disiram dengan saus rujak yang manis, segar, dan pedas.
Perbedaannya dari rujak manis pada umumnya adalah penggunaan buah rumbia. Buah rumbia hanya bisa ditemukan di Sumatra. Rasanya merupakan kombinasi dari manis dan sepat sehingga cocok dipadukan dengan bumbu rujak yang manis dan pedas.
Bahan kuah rujak ini antara lain:
buah mangga kweni, potong kecil
cabai rawit
gula jawa
gula pasir
garam
air asam jawa
terasi
Uniknya, rujak ini juga biasanya disajikan dingin agar makin terasa segar dan nikmat disantap di saat cuaca panas.
3. Kuah Masam Keu-Neung
Jika dilihat sekilas, makanan ini terlihat seperti kare. Meskipun demikian, rasanya ternyata sangat berbeda. Sesuai dengan namanya, hidangan ini memiliki rasa yang cenderung masam dan segar.
Makanan ini berbahan dasar ikan tongkol, kakap, bandeng, atau tenggiri. Ikan dimasak dengan cara direbus dalam air mendidih yang sudah diberi berbagai macam bumbu. Bumbu yang digunakan antara lain:
bawang merah dan putih,
cabai,
kunyit,
jahe,
daun jeruk,
belimbing wuluh.
Belimbing inilah yang memberikan rasa asam yang menyegarkan.
4. Kuah Sie Itek
Makanan selanjutnya juga merupakan hidangan berkuah dan merupakan salah satu yang paling populer di Aceh. Meskipun menggunakan itik atau bebek sebagai bahan utamanya, kuah sie itek sama sekali tidak amis. Hal ini karena penggunaan begitu banyak rempah dan bumbu aromatik yang mampu menghilangkan aroma bebek tersebut.
Berbagai bumbu dan rempah yang digunakan untuk membuat kuah sie itek antara lain adalah:
ketumbar,
merica,
jintan,
jintan ikan,
kapulaga putih,
bunga lawang,
pala,
bawang merah,
bawang putih,
cabai merah kering,
kayu manis,
kunyit,
jahe,
kemiri,
serai,
daun salam
daun pandan.
Penggunaan begitu banyak rempah ini tidak hanya menghilangkan bau amis bebek atau itik, tetapi juga menciptakan cita rasa yang khas dan kaya. Jadi, tidak mengherankan jika hidangan ini menjadi begitu populer di tempat pembuatan asalnya.
5. Kuah Pliek U
Kuah pliek u sekilas memang menyerupai gulai, tetapi isi dan rasanya sangat berbeda. Menu ini merupakan gulai khas dari Aceh yang menggunakan bumbu dasar ampas kelapa tua yang sudah diperas minyaknya. Ampas kelapa inilah yang disebut dengan nama pliek u.
Masakan ini mencampurkan berbagai macam sayuran seperti:
kacang panjang,
daun melinjo beserta buahnya,
kecombrang,
kacang tanah,
daun pepaya,
dan lain-lain.
Semua bahan ini dimasukkan dalam satu panci dan dimasak bersamaan. Agar makin lezat dan segar, buah belimbung wuluh kering juga ditambahkan ke dalam panci untuk memperkuat rasa kuah pliek u.
6. Ungkot Kemamah
Makanan khas Aceh selanjutnya adalah Ungkot Kemamah yang dimasak dengan menggunakan bahan dasar ikan tongkol atau cakalang. Untuk mengolah makanan ini, pertama kamu membutuhkan ikan yang sudah direbus dan dikeringkan. Ikan ini mengalami proses pengawetan dan menjadikannnya sangat keras seperti kayu.
Ikan tersebut kemudian diiris agar lebih mudah dikonsumsi. Kemudian, ikan dimasak dengan beragam campuran bahan seperti;
kentang,
cabai hijau,
santan,
dan berbagai jenis rempah lainnya.
Menurut cerita, masakan ini adalah makan yang dikonsumsi para pejuang Aceh saat berperang melawan penjajah. Pasalnya, ikan yang sudah mengalami proses pengawetan secara alami ini tidak mudah basi dan tahan lama. Karena itulah, para pejuang bisa dengan mudah membawa makanan ini sebagai lauk saat mereka berperang.
7. Sate Matang
Indonesia memiliki begitu banyak jenis dan varian sate berdasarkan daerah asalnya. Aceh juga memiliki sate khas yang diberi nama sate matang. Nama ini berasal dari tempat pertama kalinya sate ini dibuat, yaitu di Kota Matang Glumpang Dua, Bireuen.
Sekarang, sate ini sudah banyak ditemukan di luar kota Matang dan kamu bisa mnemukannya di beberapa kota besar di Aceh hingga Medan.
Sate matang menggunakan daging kambing sebagai bahan dasarnya. Namun, ada juga yang lebih memilih menggunakan daging sapi karena harga daging kambing yang cenderung lebih mahal.
Sama seperti proses pembuatan sate pada umumnya, daging dipotong kecil dan ditusuk menggunakan tusukan sate. Kemudian, sate tersebut direndam dalam campuran bumbu rempah sebelum kemudian dibakar hingga matang dan siap disantap.
Yang membedakan sate matang dengan sate lain di pulau Jawa adalah bumbu yang digunakan. Jika sate di Jawa umumnya menggunakan kuah kacang dengan rasa manis dan gurih, sate matang menggunakan campuran rempah-rempah. Bahan rempah yang digunakan antara lain:
bunga lawang,
kapulaga,
cengkeh,
kayu manis, dan
merica,
8. Kuah Beulangong
Kuah Beulangong menggunakan daging sapi dan sayur nangka sebagai bahan utamanya. Sekilas memang menyerupai gulai, tetapi makanan ini tidak menggunakan santan, melainkan parutan buah kelapa. Meskipun demikian, hidangan ini memiliki rasa gurih yang menambah kelezatan kuah beulangong.
Makanan ini umumnya dihidangkan saat ada acara besar dan dimasak menggunakan kuali tanah liat berukuran besar. Pemakaian kuali tradisional seperti ini ternyata mampu memberikan aroma wangi dan membuat kuah beulangong makin sedap.
9. Mie Jalak Sambang
Selain mie Aceh, ada juga mie jalak sambang yang tidak boleh dilewatkan. Mie ini memang terlihat sederhana, tetapi rasanya yang gurih dan asin ternyata memiliki kelezatannya tersendiri. Belum lagi dengan berbagai toping yang menambah cita rasa, seperti:
potongan daging ikan,
taoge,
seledri, dan
daun bawang.
Mie jalak sambang adalah jenis mie sederhana yang tidak membutuhkan banyak bumbu maupun cara membuat yang kompleks. kamu hanya perlu merebus mie kuning hingga matang. Kemudian, menyajikannnya dengan kuah kaldu dan beri toping istimewa di atasnya sesuai selera kamu.
10. Nasi Gurih
Sesuai dengan namanya, nasi ini memang memiliki rasa yang gurih dan lezat. Rasa dan bahan bakunya sama dengan nasi uduk, yaitu nasi. Meskipun demikian, bumbu dan rempah yang digunakan ternyata tidaklah sama.
Nasi gurih tidak menggunakan rempah-rempah sebanyak nasi uduk dan hanya menggunakan santan untuk mendapatkan rasa gurih yang lezat tersebut. Rempah yang digunakan nasi gurih antara lain:
daun pandan,
daun jeruk,
bawang serai, dan
serai.
Nasi gurih dari Aceh biasanya dihidangkan dengan berbagai macam lauk atau sayur pendamping. Lauk yang disediakan antara lain adalah telur dadar, ikan goreng, dan macam-macam lauk lainnya.
11. Gulai Kambing Khas Aceh
Gulai Kambing dari Aceh ini memiliki rasa yang begitu lezat. Selain itu, bau tidak sedap dari kambing juga hilang saat dimasak. Berbagai rempah yang digunakan antara lain:
kemiri,
ketumbar,
jahe,
kemiri,
kayu manis,
cengkeh,
kapulaga,
kunyit,
lada,
daun temuru,
serai,
dan lain-lain.
Masakan ini juga menggunakan bumbu lain seperti cabai kecil, cabai kering, cabai merah besar, bawang putih, dan bawang merah.
Jika gulai umumnya menggunakan santan untuk menambah rasa gurih dan mengentalkan kuah, gulai dari Aceh ini berbeda. Gulai kambing khas Aceh menggunakan kelapa parut dan kelapa giling untuk memberikan rasa gurih.
12. Sie Reuboh
Sie Reuboh terbuat dari olahan daging sapi atau kambing rebus. Proses memasaknya tidak perlu menumis bumbu. Kamu hanya perlu menghaluskan beberapa bumbu seperti:
cabai merah,
cabai rawit,
jahe,
kunyit, dan
lengkuas.
Proses pembuatan Sie Reuboh dimulai dengan membersihkan daging dan lemak sapi atau kambing kemudian dipotong dadu besar. Selanjutnya, masukkan potongan daging ke dalam panci tanah liat beserta garam kunyit bubuk, dan cabai bubuk. Kemudian, masukkan bumbu yang sudah dihaluskan dan rebus hingga air menyusut sambil sesekali diaduk.
Selanjutnya, tambahkan cuka dan aduk rata. Lalu, tambahkan lagi sedikit air hingga merendam daging dan terus masak dengan api kecil sampai air dalam panci menguap. Beri potongan cabai merah besar dan tambah sedikit air lagi dan biarkan mendidih. Barulah sue reuboh siap dihidangkan.
Sie Reuboh biasanya disajikan pada acara-acara khusus seperti pernikahan, acara keluarga besar, atau saat berkumpul dengan teman dan keluarga. Makanan ini sangat terkenal di Aceh dan menjadi salah satu makanan yang wajib dicoba bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.
13. Bubur Kanji Rumbi
Makanan khas Aceh selanjutnya adalah bubur kanji rumbi yang merupakan hidangan istimewa di bulan Ramadan. Bubur ini umumnya disajikan sebagai hidangan takjil yang disediakan di masjid yang ada di Aceh.
Hidangan ini dibuat dari beras yang ditumbuk, kemudian direbus dengan berbagai macam rempah khas bersamaan dengan merebus ayam. Karena itulah, hasilnya adalah hidangan bubur yang gurih dan menggugah selera, sangat cocok disantap saat berbuka puasa. Biasanya, bubur kanji rumba ini juga disajikan dengan taburan udang dan potongan daging agar makin terasa nikmat dan bergizi.
14. Ayam Tangkap
Selanjutnya adalah ayam tangkap, hidangan khas Aceh yang juga sudah dikenal dan disukai oleh masyarakat dari luar Aceh. Bagaimana tidak, selain lezat, hidangan ayam ini ternyata menyehatkan dan memasaknya juga sangat mudah.
Selain ayam, kamu juga perlu menyiapkan beberapa bahan lainnya seperti lada, bawang putih, kemiri, garam, lada, dan jahe yang dihaluskan. Kemudian, lumuri ayam dengan bumbu halus ini dan diamkan hingga bumbu meresap.
Setelah bumbu dirasa cukup meresap, ayam digoreng di minyak panas selama 5-10 menit hingga matang. Ketika digoreng, berbagai macam daun aromatik seperti:
daun pandan,
daun kari, dan
irisan cabai hijau
Semua dimasukkan untuk menambah aroma dan rasa yang lezat pada ayam goreng. Setelah ayam matang dan teksturnya menjadi garing, ayam bisa diangkat dan siap disajikan.
15. Kue Adee
Kue tradisional Aceh juga tidak kalah lezat, salah satunya adalah kue adee. Kue yang juga disebut dengan bingkang ini bertekstur lembut dan memiliki rasa yang legit dan manis. Bahan utama kue ini adalah telur bebek, itulah mengapa citarasanya berbeda dari kue pada umumnya.
Untuk membuat kue adee, telur bebek dikocok dengan gula hingga mengembang. Selanjutnya, santan kental, tepung terigu, vanili, garam, dan margarin juga dimaukkan sambil terus diaduk hingga merata. Setelah adonan tercampur merata, langkah selanjutnya adalah memangganggnya hingga matang.
Meskipun proses pembuatannya sederhana, rasanya dijamin lezat dan rasanya tidak akan cukup makan satu potong saja. Kue tradisional ini akan terasa makin lezat sebagai kue pendamping minum teh atau kopi di sore hari.
16. Kue Timphan
Kue lain yang juga khas Aceh adalah kue timphan yang umumnya bisa kamu temuai saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Kue ini biasanya digunakan sebagai hidangan utama saat menyambut tamu. Karena itulah masyarakat Aceh umumnya membuat kue timphan saat hari penting saja.
Bahan-bahan untuk membuat kue ini antara lain adalah tepung ketan, air kapur sirih, santan, dan pisang raja yang sudah dihaluskan. Semua bahan ini dimasak dalam panci hingga mengental. Kemudian tahap selanjutnya adalah membuat isian yang terbuat dari buah nangka yang diolah hingga menjadi custard.
Terakhir, bahan dibungkus menggunakan daun pisang dan dikukus dengan api sedang sampai matang. Hasilnya adalah kue timphan khas yang lezat. Rasanya yang manis dan legit membuat kue ini sangat cocok jika dinikmati sambil minum kopi pahit,
17. Kembang Loyang
Kue kembang loyang sebenarnya juga bisa ditemui di daerah lain, tetapi namanya berbeda. Di Betawi, misalnya, kue ini disebut dengan nama kue kembang goyang. Sesuai namanya, kue ini memang berbentuk seperti bunga dan memiliki tekstur yang renyah seperti kerupuk.
Kue ini terbuat dari adonan tepung beras yang dicampur dengan santan. Kemudian, adonan dicetak menggunakan alat khusus yang berbentuk bunga dan digoreng menggunakan minyak panas hingga adonan lepas dari alat pencetak.
Kembang loyang umumnya disajikan saat hari raya sebagai camilan untuk para tamu. Konon kue ini melambangkan filosofi umat muslim yang lemah seperti adonan cair kemudian menjadi kuat setelah Ramadan.
18. Kue Bhoi
Kue Bhoi umumnya disajikan sebagai oleh-oleh untuk para tamu di acara hajatan besar. Kue ini sudah ada sejak zaman dahulu dan masih awet dan dikenal luas hingga sekarang. Bentuknya bermacam-macam seperti bunga, bintang, ikan, dan lain-lain.
Meskipun bentuknya sederhana, tetapi jangan salah, proses pembuatan kue ini ternyata cukup rumit, lho! Butuh kesabaran dan keuletan tinggi agar bisa menghasilkan kue bhoi dengan bentuk yang cantik dan rasa yang lezat.
Kue ini sebenarnya mirip dengan bolu namun dicetak dan dipanggang hingga bertekstur garing. Kue ini akan terasa nikmat ketika dimakan dengan cara mencelupkannya ke dalam kopi atau teh.
19. Meuseukat
Meskipun bentuknya menyerupai kue pie, meuseukat sebenarnya lebih mirip dengan dodol karena rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut. Rasanya yang manis didapatkan dari buah nanas yang merupakan salah satu bahan utama kue ini. Selain itu, kamu juga akan membutuhkan bahan lain seperti:
tepung terigu,
gula, dan
air jeruk
kamu akan kesulitan mencari kue ini di toko karena meuseukat umumnya hanya dibuat saat ada perayaan atau hajatan khusus. Biasanya, pembeli harus memesan dahulu kue ini dari jauh-jauh hari agar bisa digunakan untuk acara hajatan. Untungnya, beberapa toko dan gerai souvenir khas Aceh kini ada yang mulai menjual meuseukat.
Meuseukat memiliki filosofi khas yang membuatnya memiliki kedudukan tinggi di antara kue tradisional Aceh lainnya.
Masyarakat Aceh dikenal memiliki kebiasaan memperlakukan tamu dengan sangat sopan dan hormat. Hal ini tidak hanya tercermin dari perilakunya saja, tetapi juga dari makanannya. Warna putih kue meusukat menjadi cerminan hati masyarakat Aceh yang jernih ketika menyambut tamu.
20. Bohromrom
Kue Bohromrom berukuran mungil dan sangat mirip dengan kelepon. Bahkan, bahan baku dan cara pembuatannya juga tidak jauh berbeda. Yang membedakan keduanya hanyalah warnanya. Bohromrom berwarna kecokelatan, sedangkan klepon berwarna hijau karena ditambah daun suji untuk menghasilkan warna hijau yang cantik dan cerah.
Di Aceh, kue ini identik dengan bulan Ramadan. Pasalnya, rasanya yang manis membuat kue ini laris manis sebagai hidangan untuk berbuka puasa. Bentuknya yang bulat kecil dengan balutan kelapa parut membuatnya mudah dimakan dan lezat dengan campuran rasa manis dan gurih.
Gula merah yang pecah di mulut saat makan Bohromrom juga memberikan sensasi menyenangkan tersendiri. Kue ini sebenarnya sangat mudah dibuat. Bahkan, bahannya juga mudah didapat, yaitu:
tepung ketan,
kelapa parut,
gula merah,
garam, dan
daun pandan.
21. Kue Keukarah
Hidangan terakhir adalah kue keukarah, cemilan lezat berbentuk bulan sabit dan menyerupai sarang burung. Cemilan tradisional ini juga merupakan hidangan yang umum ditemukan saat perayaan adat dan hari raya. Meskipun demikian, kue ini bisa dinikmati kapan saja dengan secangkir kopi untuk bersantai.
Jika dilihat dengan saksama, kue ini berbentuk seperti jaring yang berlapis-lapis. Warna cokelat gelap dan aroma khas karamel yang menyeruak menjadi penanda rasa manis kue ini. Selain itu, karena berbahan utama tepung beras, kue ini juga memiliki tekstur yang renyah saat digigit.
Kue ini sangat populer di Aceh. Karena itulah, keukarah juga sering digunakan sebagai oleh-oleh bagi para wisatawan yang berkunjung ke Aceh. Berbagai gerai kios oleh-oleh khas Aceh menyediakan kue ini untuk para wisatawan yang ingin membeli.
Nah, itulah tadi beberapa makanan khas Aceh yang tidak hanya lezat, tetapi juga sarat makna dan sejarah. Selain 21 makanan di atas, tentu masih ada banyak lagi hidangan khas Aceh yang tidak kalah lezat. Jadi, jika kamu berkunjung ke negara serambi Mekah ini, jangan lupa untuk mencoba berbagai kulinernya yang lezat dan kaya rempah-rempah, ya!
Liburan akhir tahun sudah sangat dekat. Ini waktunya kamu dan keluarga merencanakan aktivitas healing menarik, tetapi tentunya harus juga bermanfaat. Nah, bagaimana dengan berkunjung ke Bogor Mini Zoo?
Sesuai dengan namanya “zoo”, lokawisata ini menawarkan pengunjung untuk melihat dan berinteraksi secara langsung dengan berbagai macam satwa yang ada di dalamnya. Agar lebih jelas, sebelum memutuskan untuk berkunjung, simak dahulu informasi lengkap seputar lokawisata keluarga terpopuler di Bogor ini.
Spot Atraktif dan Fasilitas di Bogor Mini Zoo
Berbeda dari kebun binatang kebanyakan, Bogor Mini Zoomemanjakan pengunjungnya dengan banyak area kunjungan, spot foto, dan fasilitas lengkap.
Apa Saja Area Kunjungan yang Tersedia?
Untuk saat ini, pengelola setidaknya telah menyiapkan empat area kunjungan atraktif sekaligus edukatif, yakni:
Area Satwa: Edukasi Hewan Peliharaan Langsung
Area satwa adalah tempat yang paling dicari saat berkunjung ke sini. Pasalnya, kamu dapat melihat ragam hewan jinak yang umum dipelihara. Selain itu, kamu juga diperbolehkan untuk berinteraksi langsung dengan seluruh hewan yang ada di lingkungan zoo.
Area domba
Siapa yang tidak tertarik melihat hewan berbulu putih berkaki empat ini? Tampilannya yang lucu tentu akan menarik perhatian anak-anak. Menariknya lagi, di kebun ini kamu diizinkan untuk memberi makan domba secara langsung di bawah pengawasan pemandu wisata.
Area kuda
Hewan berkaki empat lain yang ada di kebun ini adalah kuda. Tidak hanya melihat dan memberi makan saja, pengunjung juga berkesempatan untuk menunggang kuda mengelilingi kebun mini Bogor ini.
Area rusa
Jika di Istana Bogor kamu bisa melihat rusa bebas berkeliaran, di kebun ini kamu juga bisa melihatnya. Ya, pengelola berupaya untuk menghadirkan ciri khas kota Bogor yang terkenal dengan sebutan “Kota Rusa” melalui puluhan rusa tutul di area ini.
Area kerbau bule
Salah satu satwa yang mungkin jarang ditemui adalah kerbau, apalagi ditambahi embel-embel “bule”. Di lokasi ini, kerbau disediakan kolam berendam yang cukup luas sehingga kamu bisa mengamati tingkah lucu kerbau ini saat berada di air.
Area marmut
Mengamati hewan mungil imut-imut nan menggemaskan juga bisa kamu lakukan di kebun binatang mini Bogor ini. Puluhan koleksi marmut berbagai warna siap menyambut pengunjung yang datang.
Area burung
Pencinta burung pun disuguhi ratusan ekor burung cantik, bersuara merdu, nan menggemaskan ketika berkunjung ke sini. Area ini sejatinya sebuah kandang yang dibuat layaknya sebuah lorong besar sehingga memungkinkan burung-burung berinteraksi dengan pengunjung.
Area kelinci
Jika kandang burung dibuat seperti lorong besar, lain halnya dengan area kelinci. Di sini pengunjung dapat bermain kejar-kejaran dalam sebuah gua raksasa dengan hewan berkaki empat ini. Capek berlarian? Habiskan waktumu dengan memberi makan kelinci.
Area ikan
Area satwa terakhir di Bogor Mini Zooadalah kolam ikan hias. Lokasi ini siap memanjakan mata pengunjung dengan berbagai warna cantik ikan berenang-renang di dalam kolam.
Apabila sudah lelah mengelilingi area satwa, kamu bisa mengajak anak-anak beristirahat sejenak di kawasan bermain atau disebut kids zone oleh pengelola. Di sini kamu bisa menemukan berbagai permainan, seperti:
Ayunan
Trampolin
Jungkat-jungkit
Perosotan, dan masih banyak lagi.
Sembari menunggu anak-anak bermain, para orang tua dapat bersantai dan menikmati keindahan alam kota Bogor di pendopo terbuka yang telah disediakan oleh pengelola. Kerennya, semua fasilitas yang tersedia di area bermain anak ini gratis untuk digunakan.
Area Wahana Permainan: Seru dan Mendebarkan
Membawa serta anak yang hampir remaja? Tentu mereka akan cepat bosan jika hanya disuguhi permainan di Kids Zone. Oleh sebab itu, pengelola sudah punya antisipasinya, yakni wahana permainan. Di area ini, kamu bisa menikmati keseruan mengendarai ragam kendaraan, antara lain:
ATV
Sepeda mini
Mobil/motor dengan remote
Becak mini dan lainnya.
Area Selfie: Tema Keren, Cocok untuk Media Sosial
Setiap area di atas, mulai dari area satwa hingga wahana permainan, didesain khusus dengan mengusung tema-tema unik, contoh tema Santa Claus, rumah terbalik, pendopo jamur, dan masih banyak lagi. Sebab itu, foto-foto yang kamu ambil di kebun binatang mini ini bisa jadi koleksi terbaik buat di-upload ke media sosial.
Berbicara mengenai fasilitas, Bogor Mini Zootelah dilengkapi dengan rangkaian fasilitas lengkap, seperti:
Musala
Toilet umum
Kafe
Area parkir
Stan oleh-oleh
Pendopo
Hotel (The Forest Resort Hotel).
Nah, jika liburan akhir tahun ini kamu mengajak keluarga menginap di The Forest Resort Hotel, kamu akan langsung mendapatkan tiket masuk ke kebun binatang gratis loh.
Alamat dan Cara Menuju Bogor Mini Zoo
Berada di kota Bogor, kamu dapat mengunjungi kebun binatang ini di alamat berikut–Jalan R.E. Soemantadiredja No. 61, RT. 04, RW. 05, Pamoyanan, Bogor, Jawa Barat.
Bila datang dari arah Jakarta, kamu bisa memanfaatkan tol agar cepat sampai tujuan. Jarak tempuh Jakarta-Bogor Mini Zoo adalah sejauh 61,7 km atau kurang lebih 1 jam 30 menit perjalanan menggunakan mobil.
Dari Tol Jagorawi, kamu hanya perlu keluar menuju Jalan Pajajaran. Lalu, ambil jalan keluar ke-3 menuju ke Jalan Siliwangi saat menemui bundaran. Setelah itu, belok kiri ke jalan Lawang Gintung, jalan Batu Tulis, dan jalan Saleh Danasasmita. Setelahnya, kamu harus melewati jembatan Cipaku. Kemudian, kamu sudah memasuki kawasan jalan R.E. Soemantadiredja. Ikut saja jalan tersebut hingga menemukan The Forest Resort Hotel.
Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk
Merujuk ke berbagai sumber online, Bogor Mini Zoo beroperasi tujuh hari penuh dalam satu minggu, yaitu Senin sampai Minggu. Hanya saja, ada perbedaan jam buka di waktu weekdays (hari kerja)dan weekend (akhir pekan).
Khusus di hari-hari kerja, wisatawan dapat mengunjungi lokawisata ini mulai pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB. Sementara itu, di hari Sabtu dan Minggu, pengelola membuka mini zoo lebih awal, yakni 08.30 WIB hingga 17.00 WIB.
Sudah menentukan hari kunjungan? Saatnya kamu menyiapkan bujet untuk tiket masuk. Pengunjung dewasa dikenai biaya sebesar Rp40 ribu, sedangkan anak-anak hanya membayar Rp35 ribu per orangnya.
Harga tiket tersebut berlaku di weekdays maupun weekend. Murah bukan? Selain itu, tiket juga sudah termasuk satu keranjang pakan hewan yang bisa digunakan saat berkeliling di area satwa.
Dengan ragam area kunjungan dan fasilitas yang ditawarkan, kamu dapat melakukan banyak aktivitas seru selama berada di kebun binatang mini ini, antara lain:
1. Melihat Aneka Satwa
Tujuan utama pergi ke kebun binatang adalah tentu untuk melihat dan mengamati hewan di dalamnya. Anak-anak pasti akan senang sekali bisa secara langsung melihat ragam satwa yang mungkin tidak pernah mereka lihat di sekitar rumah, seperti:
Kerbau
Domba
Sapi dan sebagainya.
Tidak hanya itu, pengelola juga membebaskan beberapa hewan jinak di lingkungan zoo sehingga anak-anak dapat menyentuh, mengejar, dan bermain bersama hewan secara langsung.
2. Memberi Makan Satwa
Jika melihat saja belum terlalu mengasyikkan, ajak keluargamu untuk berinteraksi langsung dengan satwa yang ada. Caranya? Beri makan hewan dengan pakan yang sudah disediakan oleh pengelola. Kegiatan ini tentu bukan hanya menyenangkan, tetapi juga mengedukasi. Dengan begitu, anak-anak tahu tiap hewan memiliki pakan berbeda. Ada yang memakan tumbuhan, serangga, bahkan daging.
3. Mengambil Foto
Satu hal yang tidak boleh terlewatkan adalah mengabadikan momen bersama melalui foto. Kamu tidak akan kesulitan mencari spot untuk berfoto ketika berada di kawasan kebun binatang ini. Pasalnya, pengelola sudah mendesain setiap area kunjungan dengan tema-tema menarik.
4. Menguji Adrenalin di Wahana Permainan
Agar lebih seru, kamu bisa mengajak anak-anak untuk coba menaiki ATV atau kuda di wahana permainan. Liburan tentu makin tidak terlupakan. Namun, pastikan kalau anak-anakmu sudah cukup umur ya.
5. Mengobrol Santai di Pendopo
Capek berkeliling? Kamu bisa duduk bercengkerama bersama keluarga di lokasi istirahat yang disediakan. Mengobrol santai dengan istri atau anak-anak akan jadi lebih menyenangkan sembari menyantap bekal yang dibawa dari rumah. Jika tidak sempat menyiapkan makanan dari rumah, kamu juga bisa membelinya dari kafe yang ada di sana.
Tips Berlibur Bersama Keluarga
Bagaimana, siap berangkat liburan ke Bogor Mini Zoo? Perhatikan beberapa tips berikut sebagai persiapan.
1. Bawa Makan dan Minum
Jangan biarkan perut lapar. Untuk itu, kamu wajib membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Meskipun banyak kafe yang menjual makanan di area kebun binatang, anak-anak mungkin saja tidak bisa mengonsumsinya.
Di Bogor Mini Zoo, setiap pengunjung diperbolehkan untuk membawa makanan dan minuman dari rumah. Namun begitu, kamu harus tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah makanan yang dibawa ke tempat sampah yang disediakan. Selain itu, hindari memberi makan hewan dengan makanan yang kamu bawa dari rumah karena hal itu bisa saja membahayakan bagi hewan.
2. Kenakan Pakaian yang Nyaman
Sangat dimengerti jika kamu ingin tampil keren saat mengambil foto. Namun, ini bukan berarti kamu harus membebani keluargamu dengan pakaian tidak nyaman. Usahakan untuk tetap memilih outfit keren, tetapi bebas gerah dan nyaman ketika liburan.
Pakaian berbahan dasar kaus bisa jadi pilihan tepat. Selain tipis dan enak digunakan, desain kaus pun sekarang sudah sangat beragam. Jadi, pasti lebih mudah untuk dipadu padankan. Selain itu, menyiapkan topi juga bisa jadi ide bagus. Pasalnya, kamu bisa menghalau panas sinar matahari sekaligus tampil menawan menggunakan topi.
3. Siapkan Pakaian Ganti
Melakukan aktivitas outdoor, apalagi berinteraksi dengan hewan atau bermain di wahana pasti akan membuat anak-anak berkeringat. Sebab itu, kamu perlu mengantisipasi dengan pakaian ganti yang bisa digunakan selepas berkegiatan.
Simpan Obat-Obatan dan Minyak di Dalam Tas
Hal penting yang tidak boleh dilupakan saat akan liburan bersama keluarga adalah stok obat-obatan dan minyak. Kedua hal ini sangat berguna jika tiba-tiba anak merasakan pusing atau mengalami gatal-gatal karena digigit serangga.
4. Hindari Bepergian dengan Perut Kosong
Tips terakhir ini mungkin terlihat sepele, tetapi nyatanya banyak sekali orang yang bepergian tanpa makan terlebih dahulu karena sudah sangat ingin berwisata. Kamu sebaiknya menghindari hal ini. Pasalnya, keadaan perut kosong terbukti dapat memicu perubahan mood.
Kamu pasti tidak ingin liburan yang harusnya menyenangkan berubah menjadi mengesalkan karena mood-mu berubah menjadi jelek, bukan?
Setelah membaca seluruh penjelasan di atas, kamu pasti ingin segera liburan. Jadi, ingin mendatangi area kunjungan mana, area satwa, area bermain, area wahana permainan, atau area foto? Ke mana pun itu, pastikan kamu sudah memasukkan Bogor Mini Zooke dalam daftar destinasi wisata keluarga akhir tahun ini. Yuk, berwisata sambil mengedukasi keluarga!