Author: Bima Nesia

  • 20 Daftar Makanan Khas Surabaya Ini Wajib Dicoba

    20 Daftar Makanan Khas Surabaya Ini Wajib Dicoba

    Bagi sebagian orang, berbelanja merupakan hiburan yang menyenangkan. Proses melihat-lihat barang, memilih yang terbaik, kemudian membayar dan membawanya pulang memberikan kepuasan tersendiri. Tidak heran, wisata belanja jadi pilihan banyak orang untuk mengisi akhir pekan atau hari libur.

    Surabaya merupakan surga bagi penyuka wisata belanja. Kota yang menjadi jantung perekonomian Jawa Timur ini punya beberapa mal besar, seperti Tunjungan Plaza, Pakuwon Mall, Marvell City, Galaxy Mall, dan Ciputra World. Berbagai produk fashion dan make up dari brand internasional bisa dijumpai di sana.

    Setelah puas berbelanja, sempatkan untuk berburu makanan khas Surabaya. Mau konsep resto atau kaki lima, semua tersedia di kota ini. Nah, dua puluh makanan khas Surabaya dengan cita rasa khas Jawa Timur ini wajib dicoba jika kamu berkunjung ke Kota Pahlawan.

    1. Soto Ambengan 

    makanan khas surabaya

    Soto merupakan makanan yang bisa kamu temukan hampir di setiap kota di Indonesia. Kekayaan rempah dan bumbu Indonesia berpadu dalam semangkuk soto, menghadirkan soto dengan berbagai variasi. Tambahan berbagai topping atau isian juga menghadirkan soto dengan aneka cita rasa.

    Surabaya punya soto yang khas, yakni soto Ambengan. Nama soto ini berasal dari nama jalan di Surabaya, yakni Jalan Ambengan. Di jalan ini, ada warung Soto Ayam Pak Sadi yang pertama menjajakan soto gaya ini. Lama-kelamaan, nama ini digunakan secara luas untuk soto yang disajikan seperti milik Pak Sadi.

    Soto ini berwarna kuning karena penggunaan kunyit sebagai bumbunya. Sekilas, soto Ambengan mirip dengan soto Lamongan. Namun, yang membedakannya ialah koya gurih khas Ambengan, yaitu bubuk yang terbuat dari tumbukan kerupuk udang, bawang putih, dan parutan kelapa.

    Daging yang digunakan untuk soto ini ialah daging ayam bagian jeroan, daging, kulit, dan brutu. Komposisi lainnya ialah irisan kubis, bihun, nasi putih, dan telur rebus. Sebagai pelengkap, biasanya disediakan kecap manis, jeruk nipis, sambal, dan kerupuk.

    Rekomendasi restoran:

    • Soto Ambengan Pak Sadi
    • Alamat:  Jl. Ambengan No.3A, Ketabang, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur 60272
    • Jam buka: 07.00–21.00

    2. Rujak Cingur

    Petis merupakan bumbu yang sering digunakan dalam masakan khas Jawa Timur. Bumbu ini berupa pasta yang dihasilkan dari cairan produk samping olahan udang, ikan, atau kupang. Cairan tersebut dipanaskan dalam waktu lama, kemudian dicampur karamel gula merah sehingga warnanya cokelat. 

    Sebagai bumbu utama dalam masakan rujak cingur, petis memberi cita rasa gurih dan manis. Rasa gurih dan manis tersebut berpadu dengan sayuran, buah, dan daging dalam rujak cingur. Sekilas, tampilan rujak cingur mirip dengan pecel, tetapi dengan tambahan petis, buah, dan daging.

    Sayuran yang digunakan dalam rujak cingur biasanya kangkung, kacang panjang, dan tauge yang direbus. Kemudian ada irisan krai, sejenis timun khas Jawa Timur. Buah yang digunakan misalnya kedondong, manga, nanas, dan bengkuang. Terkadang ditambahkan irisan pisang biji yang masih hijau.

    Sebagai pelengkap, ada lontong, bawang goreng, kerupuk, kacang tanah goreng, serta tempe dan tahu goreng. Yang paling spesial, tentu saja penggunaan cingur, yaitu daging sapi bagian mulut. Saat dikunyah, cingur memberi sensasi kriuk-kriuk.

    Rekomendasi restoran:

    • Rujak Cingur dan Sop Buntut Genteng Durasim
    • Alamat: Jl. Genteng Durasim No.29, RT 001/RW 05, Genteng, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur 60275
    • Jam buka: 11.00–17.00, Minggu tutup

    3. Tahu Campur

    makanan khas surabaya

    Tahu campur merupakan makanan sejenis sop daging sapi yang berkuah pekat kecokelatan. Warna cokelat ini berasal dari bumbu petis. Daging yang digunakan biasanya bagian kikil dan khas dalam.

    Selain daging, isiannya antara lain tahu goreng yang diiris, lontong, sohun, dan perkedel dari ubi. Untuk menambah kesegaran, ada sayuran tambahan berupa selada. Sebagai pelengkap, tahu campur ditaburi bawang goreng, kemudian disajikan bersama sambal dan kerupuk.

    Rekomendasi restoran:

    • Tahu Campur H. ABD. Mahfud Asli Kalasan
    • Alamat: Jl. Kalasan No. 22, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur 60131
    • Jam buka: 10.30–22.30

    4. Tahu Tek

    Makanan yang sangat banyak dijajakan dengan gerobak di Surabaya ialah tahu telur atau kadang disebut tahu tek. Tahu tek dibuat dengan tahu yang dipotong kecil-kecil, kemudian digoreng. Setelah itu, tahu dicampur dengan kocokan telur, kemudian digoreng layaknya omelet.

    Sebagai pelengkap, tahu telur disajikan bersama lontong, irisan kubis, tauge mentah, kacang goreng, dan kerupuk. Gurihnya telur dan tahu itu akan dipadukan dengan saus manis-gurih yang terbuat dari kecap manis dan kacang goreng tumbuk. Jika suka pedas, kamu bisa menambahkan sambal.

    Rekomendasi restoran:

    • Tahu Telor Pak Jayen
    • Alamat: Jl. Dharmahusada No.112, Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60115
    • Jam buka: 17.00–23.00

    5. Sate Klopo 

    makanan khas surabaya

    Sate biasanya disajikan bersama bumbu kacang atau bumbu kecap. Namun, lain halnya dengan sate klopo dari Surabaya yang satenya dibalur dengan bumbu dari parutan kelapa. Parutan kelapa ini diberi bumbu bawang putih, bawang merah, ketumbar, kunyit, gula, dan garam.

    Daging yang digunakan untuk sate klopo ialah daging sapi khas dalam dan lemak. Cita rasa manis gurih dari kelapa yang dibakar akan berpadu dengan daging yang empuk. Sebagai pelengkap, biasanya sate klopo disajikan bersama lontong atau nasi, bumbu kacang, dan acar.

    Rekomendasi restoran:

    • Sate Kelopo Ondomohen Bu Asih
    • Alamat: Jl. Walikota Mustajab No.36, RT.001/RW.05, Ketabang, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur 60272
    • Jam buka: 07.00–22.00

    6. Lontong Balap

    Ketika mendengar makanan bernama lontong balap, apa yang ada di pikiranmu? Mungkin kamu berpikir tentang makan lontong sambil nonton balap sepeda, MotoGP, atau F1. Jangan salah, makanan ini tidak disajikan di sirkuit, melainkan warung biasa atau pedagang yang menjajakannya dengan pikulan. 

    Asal-usul nama “lontong balap” bermula dari pedagang yang memikul gentongnya sambil berjalan cepat. Tentu saja karena ia merasa berat dan agar tidak ketinggalan pembeli. Karena terlihat seperti berlari, antarpedagang terlihat seolah “balapan” sehingga makanan tersebut dinamakan lontong balap.

    Lontong balap terdiri atas potongan lontong yang disajikan dengan kuah dari rebusan daging sapi. Sebagai pelengkapnya, ada potongan tahu, tauge, bawang goreng, dan lentho, yakni sejenis perkedel yang dibuat dari kacang-kacangan. Biasanya disajikan pula sate kerang sebagai lauk tambahan.

    Rekomendasi restoran:

    • Lontong Balap Pak Gendut Surabaya
    • Alamat: Jl. Kranggan depan Bioskop Garuda lama No.71, Sawahan, Kec. Sawahan, Surabaya, Jawa Timur 60174
    • Jam buka: 09.00–22.00

    7. Lontong Kupang 

    makanan khas surabaya

    Kupang merupakan hewan laut sejenis kerang yang berukuran kecil, seperti biji beras. Untuk masakan lontong kupang, yang digunakan biasanya jenis kupang putih. Kupang yang telah dikupas dan dibersihkan kemudian dimasak dan disajikan dengan perasan jeruk nipis, petis, dan lontong.

    Sebagai makanan laut, kupang dipercaya memiliki protein yang sangat tinggi serta mengandung berbagai asam amino dan mineral. Biasanya sate kerang merupakan lauk tambahan yang disajikan bersama lontong kupang. Terkadang disajikan pula lentho atau perkedel dari ubi atau kacang-kacangan.

    Minuman yang disajikan bersama lontong kupang biasanya es kelapa muda. Konon katanya, kelapa muda yang dikonsumsi bersama lontong kupang bisa menghilang berbagai penyakit dalam tubuh. Namun, biasanya es kelapa muda diminum untuk meminimalkan alergi akibat seafood

    Rekomendasi restoran:

    • Lontong Balap & Lontong Kupang Pak H.Woko
    • Alamat: Jl. Kalasan No. 30, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur 60131
    • Jam buka: 09.30–17.00

    8. Rawon

    Hitam pekat, tetapi rasanya nikmat merupakan kata-kata yang tepat untuk mendeskripsikan rawon. Makanan ini berupa sup daging sapi yang dibumbui dengan bawang putih, bawang merah, ketumbar, kemiri, kunyit, serai, lengkuas, daun sama, daun jeruk, dan kluwak yang memberi warna hitam.

    Bagian daging yang digunakan untuk rawon biasanya sandung lamur. Daging ini dimasukkan ke dalam kuah dari kaldu sapi yang telah diberi bumbu halus. Kemudian, daging dimasak hingga empuk. Lebih sedap lagi jika rawon dimasak dengan tungku kayu bakar.

    Karbohidrat yang menjadi pelengkap rawon biasanya nasi putih. Sementara itu, sayurannya ialah tauge, daun bawang, dan kemangi. Lauk tambahannya dapat berupa tempe goreng, telur asin, kerupuk, dan mendol atau perkedel dari tempe. Sambal terasi bisa ditambahkan bagi kamu yang suka pedas.

    Rekomendasi restoran:

    • Rawon Setan – Embong Malang 
    • Alamat: Jl. Embong Malang No.78/I, Genteng, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur 60261
    • Jam buka: Rabu–Sabtu 08.00–04.30, Minggu–Selasa 08.00–23.00

    9. Nasi Krawu 

    makanan khas surabaya

    Nasi krawu biasanya dihidangkan beralas daun pisang dengan lauk telur asin, semur daging sapi, suwiran ayam, sambal terasi, lalapan, kering kentang, dan serundeng. Makanan khas Surabaya ini merupakan pengembangan dari nasi khas Madura yang disesuaikan dengan selera orang pesisir timur Jawa.

    Konon katanya, nasi ini diperkenalkan oleh para pedagang dari Madura pada abad ke-18. Pada masa itu, Gresik diserang oleh Cakraningrat dari Madura. Setelah mengalami kekalahan, sisa pasukan Madura yang tidak bisa pulang akhirnya menjadi pedagang, salah satunya nasi krawu. 

    Serundeng atau disebut krawu inilah yang khas dalam nasi krawu. Serundeng terbuat dari kelapa parut yang diberi bumbu dan digoreng hingga kering. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa nama krawu berasal dari cara memakannya dengan tangan yang disebut krawukan.

    Rekomendasi restoran:

    • Nasi Krawu Mbuk Su Hj Sufayah Darmo
    • Alamat: Jl. Raya Darmo Permai III No.12, Tanjungsari, Kec. Sukomanunggal, Surabaya, Jawa Timur 60187
    • Jam buka: 07.00–13.00

    10. Klanting

    Jika tidak terlalu lapar, kamu bisa membeli jajanan pasar, salah satunya klanting. Klanting adalah jajanan yang terbuat dari tepung jagung, berbentuk seperti cendol besar, berwarna-warni, dan bertekstur kenyal. Karena rasanya tawar, klanting ditaburi kelapa parut dan dan diberi gula merah cair.

    Klanting bisa dijumpai di berbagai tempat, mulai dari pedagang jajanan pasar pagi, pasar tradisional, hingga toko kue. Untuk merasakan suasana “merakyat”, tidak ada salahnya jika kamu mencoba untuk “blusukan” pasar.

    Rekomendasi tempat:

    • Pasar Atum
    • Alamat: Jl. Raya Darmo Permai III No.12, Tanjungsari, Kec. Sukomanunggal, Surabaya, Jawa Timur 60187
    • Jam buka: 10.00–17.00

    11. Sate Lisidu

    makanan khas surabaya

    Berbeda dari sate yang biasanya berwarna kehitaman karena arang, sate lisidu cenderung bersih. Hal ini disebabkan cara mengipasinya dari arah bawah ke atas. Selain itu, proses membakarnya juga lebih singkat karena sebelumnya daging ayamnya telah dimasak dengan bumbu rempah.

    Daging ayam yang digunakan untuk membuat sate lisidu biasanya ayam kampung betina muda. Dagingnya dipotong pipih sehingga bumbunya lebih meresap. Pelengkapnya saat disajikan ialah lontong, irisan cabai dan bawang merah, dan bumbu kacang. 

    Rekomendasi restoran:

    • Sate Lisidu-Sate Ayam Kampung
    • Alamat: Jl. Kalisari Utara I No.21, Kalisari, Kec. Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur 60112
    • Jam buka: 13.00–21.00

    12. Sego Sambel

    Kamu yang suka pedas wajib mencicipi sego sambel khas Surabaya. Sambalnya yang mantap terbuat dari cabai rawit, tomat, terasi, bawang putih, bawang merah, dan garam. Jika tidak terlalu suka pedas, kamu bisa sambalnya diberi tambahan gula.

    Nasi yang pulen dan sambal itu akan disajikan bersama berbagai pilihan lauk. Misalnya, tempe goreng, ayam goreng, dan telur goreng. Beberapa warung menyediakan menu spesial, yakni ikan pari atau sering disebut iwak pe.

    Rekomendasi restoran:

    • Sego Sambel Mak Yeye
    • Alamat: Jl. Jagir Wonokromo Wetan No.10, Jagir, Kec. Wonokromo, Kota SBY, Jawa Timur 60244
    • Jam buka: 21.00–04.00

    13. Bebek Goreng 

    makanan khas surabaya

    Bebek goreng dengan berbagai variasi merupakan makanan khas Surabaya tidak boleh terlewat. Salah satu yang istimewa ialah bebek hitam. Warna hitam pada bebek ini berasal dari bumbunya yang salah satu komposisinya ialah kluwak.

    Agar empuk dan bumbunya meresap, bebek diungkep selama dua jam dengan bumbu rempah dan kluwak. Bebek ini disajikan bersama nasi dan sambal. Jenis sambalnya antara lain sambal hitam, sambal dabu-dabu, dan yang spesial ialah sambal macan (sambel korek dengan campuran mangga).

    Rekomendasi restoran:

    • Bebek Hitam Klampis Kertajaya
    • Jl. Klampis Ngasem No.43, Klampis Ngasem, Kec. Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur 60116
    • Jam buka: 11.00–23.00

    14. Pecel Semanggi

    Pecel semanggi merupakan makanan khas Surabaya yang semakin langka. Pecel ini berbahan dasar daun semanggi yang dikukus. Biasanya ada tauge sebagai sayuran tambahan.

    Uniknya, pecel ini tidak disajikan bersama lontong atau nasi. Pecel semanggi hanya disajikan dengan pincuk daun pisang, kemudian disendok dengan kerupuk puli atau kadang disebut karak. Bumbu yang digunakan memadukan kacang dan ubi sehingga rasanya agak manis. 

    Rekomendasi restoran:

    • Semanggi Suroboyo Masjid Al Akbar Surabaya
    • Alamat: Jl. Masjid Al-AkbarTimur No.1, Pagesangan, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur 60274
    • Jam buka: 06.00–habis

    15. Lontong Mi

    makanan khas surabaya

    Lontong mi serupa tak sama dengan lontong balap. Bedanya, pada lontong mi ada tambahan udang untuk kuahnya sehingga rasanya lebih gurih. Isiannya terdiri atas lontong, mi kuning, tauge, tahu goreng, bawang goreng, seledri, dan daun bawang.

    Rekomendasi restoran:

    • Lontong Mie YPPI
    • Alamat: Pakuwon Trade Center Lantai UG Blok E6 No. Indah No 2, Jl. Puncak Sambisari I No.20, Lontar, Kec. Wiyung, Surabaya, Jawa Timur 60216
    • Jam buka: 11.00–23.00

    16. Sate Karak 

    Karak yang satu ini bukanlah nasi sisa yang dikeringkan, melainkan sate yang terbuat dari jeroan sapi. Sate ini dimarinasi dengan bumbu rahasia, kemudian dibakar. Lain halnya dengan sate lain, sate ini tidak disajikan dengan bumbu kacang atau kecap, tetapi diberi taburan kelapa parut. 

    Sate karak cukup langka di Surabaya. Karena tidak terlalu populer, cukup sulit mencarinya. Peminatnya kebanyakan orang-orang keturunan Arab. Yang juga unik dari sate ini ialah nasi pendampingnya yang terbuat ketan hitam

    Rekomendasi restoran:

    • Sate Karak
    • Alamat: Jl. Ampel Lonceng No.60, Ampel, Kec. Semampir, Kota SBY, Jawa Timur 60151
    • Jam buka: 17.00–22.00

    17. Nasi Campur

    makanan khas surabaya

    Nasi campur adalah makanan khas Surabaya yang disajikan dengan sambal dan berbagai lauk, seperti sohun, udang goreng, sayur tumisan, kering kentang, empal, dsb. Yang tidak boleh terlewatkan tentunya  serundeng kering atau yang sering disebut krawu.

    Rekomendasi restoran:

    • Nasi Campur Bu Ida
    • Alamat: Jl. Ploso Baru No.75, Ploso, Kec. Tambaksari, Kota SBY, Jawa Timur 60133
    • Jam buka: 06.00–22.00

    18. Nasi Cumi

    Serupa dengan nasi campur, ada nasi cumi yang lauk andalannya ialah cumi. Cumi merupakan hewan laut yang dapat diolah menjadi berbagai olahan yang lezat. Dalam nasi campur, cuminya dapat diolah menjadi peyek atau digoreng, tetapi yang jadi favorit tentunya cumi hitam. 

    Cumi hitam yang dimasak bersama tintanya memang warnanya tidak menarik, tetapi rasanya lezat. Selain itu, pada nasi cumi ada lauk tambahan berupa telur, kering, kentang, ayam suwir. Pelengkap lain yang tidak boleh terlewatkan ialah sambal dan serundeng atau krawu.

    Rekomendasi restoran:

    • Warung Nasi Cumi-Cumi Ibu Atun
    • Alamat: Jl. Waspada No. 30, Bongkaran, Kec. Pabean Cantikan, Kota SBY, Jawa Timur 60161
    • Jam buka: 24 jam

    19. Bubur Madura

    makanan khas surabaya

    Selain jajanan pasar, bubur Madura juga wajib kamu coba jika ingin makanan yang manis-manis dan tidak terlalu mengenyangkan. Bubur Madura juga cocok dijadikan takjil ketika berbuka puasa. Buburnya biasanya campuran beberapa jenis, seperti bubur sumsum, ketan hitam, cenil, dan mutiara.

    Yang membuat semakin sedap, bubur ini disajikan dengan pincuk daun pisang. Untuk menambah rasa, bubur akan ditambah santan atau gula merah cair. Bubur ini bisa kamu jumpai di pasar tradisional ataupun restoran besar.

    Rekomendasi restoran:

    • Bubur Madura Putri Ayu
    • Alamat: Jl. Ngagel Rejo No.20, Ngagelrejo, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur 60245
    • Jam buka: Selasa–Minggu 09.00–18.00, Senin tutup

    20. Sirop Mangrove

    Mangrove merupakan tumbuhan yang habitatnya di pantai atau air payau. Tumbuhan ini secara ekologis memiliki fungsi untuk mengurangi risiko abrasi pantai dan menjadi habitat berbagai hewan seperti burung, ikan, lobster, dan udang. Hutan mangrove biasanya juga dimanfaatkan untuk wisata.

    Siapa sangka, buah mangrove juga dapat diolah menjadi minuman, yaitu sirop mangrove. Pembuatan sirop mangrove ini diprakarsai oleh Kelompok Tani Mangrove Wonorejo, Rungkut, Surabaya. Tanpa merusak lingkungan, buah mangrove yang diolah ialah buah yang telah jatuh dari pohonnya.

    Sirop mangrove atau disebut sirop bogem ini dipercaya memiliki banyak khasiat bagi tubuh, misalnya menyembuhkan sariawan, mengobati panas dalam, mencegah flu, dan menambah imunitas. Tidak perlu khawatir, sirop bogem sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI dan telah diuji di laboratorium.

    Sayangnya, skala produksi dan pemasaran sirop bogem masih terbatas. Industrinya masih berskala rumah dan penjualannya hanya dilakukan di tempat produksi, stan pameran, dan toko oleh-oleh sekitar Wonorejo. Harganya pun sangat terjangkau, yakni kisaran 20 ribuan.

    Rekomendasi toko:

    • Home Industri Syrup Mangrove
    • Alamat: Jl. Wonorejo Timur, RT 04/RW 07, Wonorejo, Kec. Rungkut, Surabaya, Jawa Timur 60296
    • Jam buka: 06.00–21.00

    Itulah dua puluh makanan khas Surabaya yang wajib kamu coba jika berkunjung ke kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia ini. Kuliner tersebut tidak hanya memanjakan lidahmu, tetapi juga memberikan pengalaman kuliner tak terlupakan. Yuk, segera agendakan kunjungan ke Surabaya!

  • 20 Makanan Khas Semarang yang Enak dan Terkenal

    20 Makanan Khas Semarang yang Enak dan Terkenal

    Liburan ke Semarang nggak akan lengkap tanpa mencoba berbagai makanan khas Semarang. Rasa yang khas dan tampilan yang unik membuat makanan di Semarang ini berbeda dari makanan di daerah lain di Indonesia. Ingin tahu apa saja makanan khas tersebut? Berikut ini adalah 20 makanan asal Semarang yang wajib kamu cicipi. 

    1. Bandeng Presto

    makanan khas semarang

    Siapa yang nggak tahu bandeng presto? Salah satu makanan khas Semarang ini berasal dari olahan ikan bandeng yang dipresto beserta bumbu-bumbunya. Proses presto membuat tulang ikan bandeng menjadi lunak, sehingga siapa pun dapat makan dengan mudah. 

    Selain bandeng presto, banyak olahan ikan bandeng yang bisa kamu coba atau beli sebagai oleh-oleh. Sebut saja sate bandeng, otak-otak bandeng, bandeng asap, atau bandeng tauco. Untuk mendapatkan bandeng presto atau olahan bandeng lainnya kamu bisa mengunjungi salah satu pusat oleh-oleh, yaitu Toko Bandeng Juwana Elrina. 

    Toko Bandeng Juwana Elrina tidak hanya menyediakan bandeng presto, tetapi juga menyediakan berbagai olahan bandeng dan makanan khas lainnya. 

    • Alamat : Jl. Pandanaran No.57, Randusari, Kec. Semarang Sel., Kota Semarang, Jawa Tengah 50244
    • Harga : Mulai dari Rp30.000-an
    • Waktu Operasional : Setiap hari dari pukul 07.00 sampai dengan 22.00

    2. Tahu Gimbal

    Rasanya belum ke Semarang jika belum mencicipi tahu gimbal. Sekilas tahu gimbal ini mirip dengan ketoprak atau kupat tahu. Namun, tahu gimbal ini berbeda karena makanan ini berisi campuran tahu goreng, udang, kecambah, kol, taburan bawang, irisan lontong dan disiram dengan sambal kacang yang diberi bumbu bawang putih dan petis udang. 

    Salah satu tempat makan tahu gimbal yang sangat terkenal di Semarang adalah Tahu Gimbal Lumayan Pak Man. Tahu Gimbal Lumayan Pak Man ini sangat legendaris karena telah ada sejak tahun 1950-an. Tertarik untuk makan tahu gimbal langsung ke sini?

    • Alamat : Jl. Plampitan No.54, Bangunharjo, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50139
    • Harga : Mulai dari Rp27.000-an 
    • Waktu Operasional : Setiap hari dari pukul 11.00 sampai dengan pukul 16.00

    3. Tahu Pong

    makanan khas semarang

    Satu lagi makanan khas Semarang yang berasal dari olahan tahu, yaitu tahu pong. Tahu pong atau juga dikenal sebagai tahu kopong memiliki tekstur yang krispi dengan campuran rasa yang pedas, manis, dan gurih. Tahu pong sering dicocol atau disiram dengan campuran bumbu petis, kecap, bawang,  dan acar timun. 

    Tempat yang menjual tahu pong yang enak dan terkenal di Semarang adalah Tahu Pong Karangsaru. Tahu Pong Karangsaru merupakan tempat makan tahu pong favorit dan legendaris warga Semarang. Tempat ini sudah ada sejak tahun 1949. 

    • Alamat : Jl. Pringgading No.11D, Brumbungan, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50135
    • Harga : Mulai dari Rp10.000-an 
    • Waktu Operasional : Setiap hari dari pukul 11.00 sampai dengan pukul 16.00

    4. Tahu Petis Semarang

    Kuliner olahan dari tahu yang tak kalah populer di Semarang adalah tahu petis. Seperti namanya, tahu petis Semarang merupakan tahu kopong yang digoreng dan dicocol dengan bumbu petis. Bumbu petis juga sering ditaruh di tengah tahu yang dibelah. 

    Makanan ini kaya akan rasa, mulai dari rasa manis, pedas, dan asin. Bumbu petis yang terdiri dari cabe rawit dan olahan udang atau olahan cumi menambah selera. Apalagi jika dimakan selagi panas. Dijamin maknyus!

    Nah, untuk mendapatkan tahu petis yang enak, kamu bisa datang ke Tahu Petis Yudistira. Tahu petis Yudistira tidak hanya menyediakan tahu petis yang bisa disantap, tetapi juga saus petis botolan yang bisa kamu bawa pulang sebagai oleh-oleh. 

    • Alamat : Jl. Yudistira No.21, Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50131
    • Harga : Mulai dari Rp4.000-an
    • Waktu Operasional : Setiap hari dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 20.00

    5. Lumpia Semarang

    makanan khas semarang

    Agenda wajib saat berlibur ke Semarang adalah mencicipi lumpia Semarang. Makanan khas yang berisi telur, rebung, udang, dan daging ayam ini ternyata kuliner perpaduan rasa Indonesia dan Tionghoa. 

    Yang unik dari lumpia Semarang ini adalah kamu akan menemukan berbagai varian lumpia, mulai dari lumpia original (terdiri dari rebung, telur, dan udang), lumpia goreng (lumpia dengan kulit tipis dan renyah), lumpia basah, maupun lumpia spesial (terdiri dari rebung, udang, ayam, dan telur).

    Ingin mencicipi lumpia Semarang yang enak? Kunjungi Lunpia Cik Me Me. Lunpia Cik Me Me merupakan tempat jual lumpia legendaris dan telah berdiri sejak 150 tahun. Rasa yang otentik membuat Lunpia Cik Me Me tak pernah sepi dari pembeli.

    • Alamat : Jl. Gajahmada No.107, Miroto, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50135
    • Harga : Mulai dari Rp12.000-an
    • Waktu Operasional : Setiap hari mulai dari pukul 05.00 sampai dengan pukul 22.00

    6. Pisang Plenet

    Jika kamu pecinta olahan pisang, wajib mencoba pisang plenet khas Semarang. Pisang plenet merupakan pisang yang dipipihkan dengan menggunakan akrilik. Sebagai salah satu kuliner legendaris di Semarang, pisang plenet dibakar di atas tungku arang dan ditumpuk.

    Setelah selesai, pisang diisi dengan aneka topping, seperti gula halus, mentega, kacang, keju, selai nanas, stroberi, dan cokelat. Setelah diberi topping, pisang pun dibakar lagi. Apabila kamu ingin langsung mencoba pisang plenet enak dan legendaris, kamu bisa datang ke Pisang Plenet “Pak Yuli”.

    • Alamat : Jl. Gajahmada No.13, Kembangsari, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50135
    • Harga : Mulai dari Rp6.000-an
    • Waktu Operasional : Setiap hari mulai dari pukul 17.00 sampai dengan pukul 00.00

    7. Nasi Pecel Semarang

    makanan khas semarang

    Nasi pecel menjadi salah satu makanan khas Semarang yang wajib kamu cicipi. Dengan membeli sepiring nasi pecel, kamu bisa mendapatkan isian sayur, seperti kacang panjang, kubis, kangkung, wortel, dan kacang. 

    Semua isian ini akan disiram kacang. Selain isian tersebut, kamu juga bisa menambahkan berbagai lauk, mulai dari tempe mendoan, ampela, telur asin, peyek, babat, paru, hingga aneka gorengan. Semua nasi pecel dan lauk pauk ini bisa kamu beli di Warung Pecel Bu Sumo. Soal rasa dijamin enak bikin tambah lagi.

    • Alamat : Jl. Kyai Saleh No.10, Mugassari, Kec. Semarang Sel., Kota Semarang, Jawa Tengah 50244
    • Harga : Mulai dari Rp10.000-an
    • Waktu Operasional : Setiap hari mulai dari pukul 06.00 sampai dengan pukul 16.00

    8. Nasi Pindang

    Memiliki rasa gurih santan bercampur kaldu sapi, nasi pindang merupakan makanan khas Semarang yang enak disantap saat masih panas. Apalagi komposisi dari bumbu kluwek yang aromatik mampu membangkitkan selera makan. Daging sapi yang empuk ditambah daun melinjo membuat nasi pindang terasa nikmat. 

    Jika kamu ingin mencicipi nasi pindang legendaris di Semarang, coba kunjungi Nasi Pindang Pak Ndut. Selain nasi pindang, kamu juga bisa menyantap berbagai jeroan, seperti saren, limpa, olor, otak, babat, dan paru. Tambahkan dengan lauk perkedel, kerupuk udang, dan telur pindang untuk membuat santap siang menjadi lebih nikmat. 

    • Alamat : Jl. Stadion Selatan No.1, Karangkidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50241
    • Harga : Mulai dari Rp25.000-an
    • Waktu Operasional : Setiap hari mulai dari pukul 07.30 sampai dengan pukul 14.30

    9. Gandos

    makanan khas semarang

    Belum ke Semarang jika belum mencicipi jajanan tradisional khas Semarang, gandos. Gandos merupakan camilan yang terbuat dari tepung beras dan santan. Cara masak gandos cukup unik. 

    Setelah adonan dibuat, adonan akan dicetak di dalam loyang dengan api di bawahnya. Nah, gandos ini akan terasa nikmat jika disantap selagi hangat dan ditemani dengan segelas teh atau kopi. Jajanan khas Semarang ini bisa kamu temukan di Gandos Bu Triana. 

    • Alamat : Jl. Brotojoyo No.3, Plombokan, Kec. Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah 50171
    • Harga : Mulai dari Rp7.000-an 
    • Waktu operasional : Setiap hari mulai dari pukul 06.00 sampai dengan pukul 17.00

    10. Mie Kopyok

    Mie kopyok khas Semarang menjadi kuliner yang sering diburu oleh warga, termasuk para wisatawan. Mie kopyok merupakan campuran mi, kecambah, irisan lontong, tahu pong dan disiram dengan kuah kaldu. 

    Di Semarang ada banyak tempat yang menjual mi legendaris ini. Salah satu tempat terkenal yang menjual mie kopyok adalah Mie Kopyok Pak Dhuwur. Mi di sini terkenal dengan kuahnya yang ringan dan gurih.

    • Alamat : Jl. Tanjung No.18A, Pandansari, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50132
    • Harga : Mulai dari Rp7.000-an 
    • Waktu operasional : Setiap hari mulai dari pukul 08.00 sampai dengan pukul  16.00, kecuali hari Jumat dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 11.30 dan pukul 13.00 sampai dengan pukul 16.00

    11. Gudangan

    makanan khas semarang

    Penikmat kuliner yang sedang bertandang ke Semarang wajib mencicipi makanan khas Semarang, gudangan. Gudangan merupakan menu nasi dengan campuran aneka sayur, seperti kecambah, wortel, kenikir, kemangi, kecipir, kacang panjang, bayam, kangkung, dan ditambah dengan urap (sambal kelapa). 

    Ada banyak tempat yang menjual nasi gudangan di Semarang. Namun, salah satu tempat gudangan favorit para warga Semarang adalah Spesial Nasi Pecel & Gudangan 25 “Bu Warni”. Tidak hanya menjual gudangan, Spesial Nasi Pecel & Gudangan 25 “Bu Warni” juga menyediakan lauk pauk yang bervariasi dengan harga pas kantong.

    • Alamat : Jl. Fatmawati No.12, Pedurungan Kidul, Pedurungan, Gemah, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50246
    • Harga : mulai dari Rp11.000 per porsi
    • Waktu operasional : Senin sampai Sabtu, mulai dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00

    12. Wedang Tahu

    Telah ada pada abad 19-an, wedang tahu merupakan minuman khas Semarang yang masih banyak diminati warga. Rasa air jahe yang manis dan menghangatkan membuat wedang tahu nikmat diminum saat hari hujan. 

    Wedang tahu terdiri dari tahu dengan tekstur lembut seperti agar-agar dan dicampur dengan air jahe beserta tambahan rempah-rempah. Nah, salah satu tempat terkenal yang menyajikan wedang tahu adalah Wedang Tahu “Tjoa”.  Wedang Tahu “Tjoa” ini berada di pinggir jalan. Di sini kamu bisa menyantap wedang tahu sambil menikmati suasana malam.

    • Alamat : Jl. Wotgandul Timur, Kranggan, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50139
    • Harga : Mulai dari Rp12.000-an 
    • Waktu operasional : Setiap hari mulai dari pukul 18.00 sampai dengan pukul 23.00.

    13. Soto Semarang

    makanan khas semarang

    Soto Semarang merupakan makanan khas Semarang legendaris yang telah ada sejak tahun 1949-an dan masih bertahan sampai sekarang ini. Berkuah coklat bening dengan rasa yang gurih dicampur dengan bihun, potongan daging sapi atau ayam, dan taburan bawang goreng membuat membuat soto Semarang enak disantap kapan saja.  

    Berbicara tentang soto Semarang, pastinya tak lepas dari Soto Bokoran. Sebagai pelopor soto Semarang, Soto Bokoran selalu mendapat tempat di hati warga Semarang dari generasi ke generasi. Kuah soto Semarang di Soto Bokoran juga memiliki ciri khas. Kuah sotonya merupakan campuran kaldu ayam dan kuah sate. Tertarik untuk mencicipi?

    • Alamat : Jl. Plampitan No.55, Bangunharjo, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50138
    • Harga : Mulai dari Rp17.500-an per porsi
    • Waktu operasional : Setiap hari mulai dari pukul 06.00 sampai dengan pukul 14.00

    14. Wingko Babat

    Siapa yang nggak tahu makanan khas Semarang satu ini, wingko babat. Makanan yang sudah ada sejak tahun 1898 ini selalu diburu para wisatawan sebagai oleh-oleh. Jajanan berbahan tepung ketan dan kelapa ini memiliki tekstur yang kenyal dan rasa yang manis.

    Tidak hanya itu, wingko babat juga tersedia dalam berbagai varian. Kamu bisa memilih varian, mulai dari original, kelapa, nangka, coklat, durian, dan pandan. Jika ingin membeli wingko babat yang enak dan lengkap variannya, kamu bisa datang ke Wingko Babat Pak Moel. Harganya juga cukup terjangkau.

    • Alamat : Jl. Pekunden Tengah No.1110, Pekunden, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50134
    • Harga : Mulai dari Rp18.000-an 
    • Waktu operasional : Setiap hari mulai dari pukul 06.00 sampai dengan pukul 21.00

    15. Babat Gongso

    makanan khas semarang

    Selain wingko babat, babat gongso juga menjadi salah satu kuliner khas Semarang yang wajib kamu coba. Apalagi jika kamu pecinta kuliner berbahan utama jeroan sapi atau kambing. 

    Babat gongso ini memiliki cita rasa gurih, pedas, dan manis sehingga akan membuat kamu ketagihan mencicipinya. Babat atau jeroan direbus sampai empuk, lalu dipotong kecil-kecil dan dicampur dengan bumbu gongso. Babat gongso ini dicampur ke dalam nasi goreng. 

    Berbicara mengenai babat gongso tak lepas dari Nasi Goreng Nasi Goreng Babat Pak Karmin. Konon Nasi Goreng Babat Pak Parmin yang pertama kali memperkenalkan kuliner khas Semarang ini. Saking terkenalnya babat wongso, Nasi Goreng Babat Pak Parmin memiliki banyak cabang. Salah satunya di kawasan MH Thamrin.

    • Alamat : Jl. MH Thamrin No.84, Miroto, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50134
    • Harga : Mulai dari Rp30.000-an 
    • Waktu operasional : Setiap hari mulai dari pukul 07.30 sampai dengan pukul 22.00

    16. Roti Ganjel Rel (Gambang)

    Mencari camilan khas Semarang untuk dicicipi atau sebagai oleh-oleh buat keluarga? Kamu bisa beli roti ganjel rel atau juga dikenal dengan roti gambang. Roti ganjel rel khas Semarang ini merupakan camilan peninggalan Belanda dan masuk dalam daftar 50 roti terbaik di dunia versi CNN tahun 2020. 

    Roti ini enak disantap sambil ditemani dengan secangkir teh. Tertarik untuk mencicipi makanan khas Semarang ini? Roti ganjel rel ini bisa kamu beli di Oemah Ganjel Rel). 

    • Alamat : Jl. Giri Mukti Bar. No.03, Tlogosari Kulon, Kota Semarang, Jawa Tengah 50196
    • Harga : Mulai dari Rp35.000-an
    • Waktu operasional : Setiap hari 

    17. Sego Koyor

    makanan khas semarang

    Sempatkan diri menikmati makanan khas Semarang dengan mencicipi sego atau nasi koyor. Nasi dengan kuah santan dan paduan urat sapi nan empuk dijamin akan membuat selera makan nambah. Sego koyor khas Semarang memiliki cita rasa gurih asin yang agak pedas dicampur dengan manisnya gudeg. 

    Koyor sendiri merupakan jeroan yang diambil di bagian lutut sapi yang memiliki tekstur kenyal dan lembut. Tambahkan tempe, telur, daging, atau tahu sebagai menu pelengkap. Ingin mencicipi langsung sego koyor yang terkenal enak dan legendaris di Semarang? Kamu bisa datang ke Warung Nasi Koyor Kota Lama. 

    • Alamat : Jl. Gelatik No.7, Purwodinatan, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50137
    • Harga : Mulai dari Rp25.000-an
    • Waktu operasional : Setiap hari mulai dari pukul 08.30 sampai dengan pukul 15.00

    18. Nasi Ayam

    Satu lagi makanan khas Semarang yang wajib kamu coba, nasi ayam. Nasi ayam ini bukan sembarang nasi ayam. Yang pastinya nasi ayam khas Semarang akan membuat selera makan naik. Bagaimana tidak? Nasi ayam ini memiliki cita rasa gurih karena berasnya dimasak menggunakan santan. 

    Nasi ayam juga disiram menggunakan kuah opor dan ditaburi suwiran ayam kampung. Kamu juga bisa menambahkan krecek, sayur labu siam, telur rebus, tahu, aneka sate, atau lauk bacem sesuai dengan selera.Meski sederhana, nasi ayam ini selalu dicari, lho, oleh warga Semarang. Mereka sering menyantap nasi ayam langsung di Nasi Ayam Bu Wido. 

    • Alamat : Jl. Melati Selatan, Brumbungan, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50135
    • Harga : Mulai dari Rp25.000-an
    • Waktu operasional : Setiap hari mulai dari pukul 08.30 sampai dengan pukul 15.00

    19. Lapis Legit

    makanan khas semarang

    Salah satu camilan khas Semarang yang tidak boleh lupa dibawa sebagai oleh-oleh adalah lapis legit. Lapis legit khas Semarang memiliki ciri khas yang berbeda, terbuat dari berbagai rempah, mulai dari kapulaga, cengkih, adas manis, kayu manis, dan bunga pala. Kamu bisa mencium aroma khas rempah-rempah dari kue basah ini. 

    Buat kamu yang ingin mencoba atau membeli lapis legit ini bisa pergi ke Waiki Lapis Legit. Di sini kamu bisa membeli lapis legit kualitas premium enak dengan berbagai varian, mulai dari original, pisang, pandan, keju, dan cappucino.

    • Alamat : Jl. Senjoyo 2 No.2A, Bugangan, Kec. Semarang Tim., Kota Semarang, Jawa Tengah 50126
    • Harga : Mulai dari Rp40.000-an 
    • Waktu operasional : Senin sampai dengan Jumat mulai dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 16.00

    20. Es Cong Lik

    Siapa bilang minum es puter harus siang hari? Ternyata di Semarang menikmati es conglik, es puter khas Semarang dilakukan di malam hari. Es puter ini termasuk minuman legendaris karena sudah ada sejak tahun 1982. 

    Meskipun cara pembuatan masih tradisional, rasa es conglik tidak kalah dengan es krim kekinian. Apalagi es puter ini memiliki berbagai topping, mulai dari roti, meses, mutiara, roti, bahkan durian. Es conglik juga tersedia dengan varian rasa cokelat, kelapa, durian, dan alpukat. Yuk, datangi Es Puter Cong Lik dan nikmati cita rasa es puter khas Semarang.

    • Alamat : Jl. Kh Ahmad Dahlan No.11, Karangkidul, Kota Semarang, Jawa Tengah 50241
    • Harga : Mulai dari Rp20.000-an
    • Waktu operasional : Setiap hari mulai dari pukul 18.00 sampai dengan pukul 23.00

    Inilah 20 jenis makanan khas Semarang yang enak dan terkenal. Yang mana makanan khas di atas yang pernah kamu cicipi? Semoga informasi tentang kuliner khas Semarang ini membuat liburanmu ke Semarang tambah menyenangkan.

  • 20 Makanan Khas Bandung Paling Enak dan Hits, Patut Dicoba!

    20 Makanan Khas Bandung Paling Enak dan Hits, Patut Dicoba!

    Makanan khas Bandung merupakan salah satu kuliner yang disukai oleh banyak orang. Tak hanya lezat, kuliner Bandung memiliki banyak jenis dengan cita rasa khas yang sulit dilupakan. Bahkan, beberapa di antaranya dapat dijadikan sebagai oleh-oleh.

    Selama di Bandung, Anda juga bisa menghabiskan waktu liburan untuk berwisata ke berbagai destinasi menarik. Lantas, apa saja makanan Bandung yang wajib kamu coba? Berikut uraiannya. 

    1. Batagor

    makanan khas bandung

    Batagor merupakan makanan yang terbuat dari tahu yang diberi campuran aci, ikan tenggiri yang dihaluskan, dan bumbu. Tahu tersebut digoreng hingga kecokelatan kemudian disajikan dengan pangsit goreng, bumbu kacang, acar, dan perasan jeruk limau. 

    Batagor Bandung paling enak dinikmati ketika masih hangat. Selain batagor goreng, tersedia juga batagor kuah. Jenis batagor ini disajikan dengan kuah kaldu yang gurih dan nikmat. Sangat pas menemani harimu selama berlibur di Bandung.

    Kendati batagor dapat kamu temukan dengan mudah di pinggir jalan maupun tempat wisata, terdapat beberapa rekomendasi tempat terbaik untuk menikmati makanan ini. Di antaranya sebagai berikut:

    • Batagor Kingsley: Jalan Veteran No. 25, Kebon Pisang, Bandung.
    • Batagor Haji Yunus: Jalan Raya Kopo No. 68, Babakan Asih, Bandung.
    • Batagor Riri: Jalan Burangrang No, 41, Malabar, Bandung.
    • Batagor Abuy: Jalan Lengkong Besar No. 47, Paledang, Bandung.
    • Batagor Burangrang: Jalan Burangrang No. 7, Malabar, Bandung.

    2. Siomay

    Selain batagor, siomay Bandung juga terkenal kelezatannya. Makanan khas ini terbuat dari aci dan ikan tenggiri yang dihaluskan. Berbeda dengan batagor yang digoreng, siomay dikukus dan disajikan dengan bumbu kacang serta perasan jeruk limau.

    Satu porsi siomay biasanya terdiri dari siomay, kubis, kentang, tahu putih, tahu cokelat, pare, dan telur. Makanan ini disukai karena dinilai lebih sehat dan mengenyangkan. Kalau kamu ingin menikmati siomay khas Bandung, berikut tempat yang direkomendasikan.

    • Baso Tahu Shin Chan: Jalan Cikawao Nomor 43, Lengkong, Bandung.
    • Baso Tahu Mang Ade: Jalan Ternate, Bandung.
    • Baso Tahu Tulen: Jalan Diponegoro Nomor 52, Citarum, Bandung.
    • Baso Tahu Lina: Jalan Sawah Kurung Nomor 4, Ciateul, Bandung.

    3. Bubur Ayam

    makanan khas bandung

    Bubur ayam Bandung dikenal karena cita rasanya yang lezat. Tak berbeda dengan daerah lain, bubur ini biasanya dinikmati di pagi hari sebelum memulai aktivitas. Meskipun demikian, di Bandung kamu bisa menemukan penjual bubur hingga malam hari. 

    Bubur Bandung dibuat dengan menggunakan sedikit santan sehingga teksturnya lebih pekat dan gurih. Biasanya, makanan ini akan disajikan dengan tambahan suwiran ayam, potongan cakwe, kacang kedelai, seledri cincang, kerupuk, dan kecap asin.

    Kamu bisa menambahkan kecap manis dan sambal yang biasanya disajikan di atas meja panjang. Supaya lebih lezat, tersedia sate telur puyuh, sate ati, sate ampela, dan usus yang dapat dinikmati bersama seporsi bubur ayam lengkap dengan segelas teh tawar hangat. 

    Untuk menikmati makanan khas Kota Kembang ini, kamu bisa mendatangi langsung lokasi penjual atau memesan melalui aplikasi online. Agar tak salah pilih, berikut rekomendasi bubur ayam terlezat di Kota Bandung yang bisa dicoba.

    • Bubur Ayam Mang Oyo: Jalan Sultan Tirtayasa Nomor 49 B, Citarum, Bandung. 
    • Bubur Ayam H. Amid: Jalan Pajajaan Nomor 105, Pamoyanan, Bandung.
    • Bubur Ayam Gibbas: Jalan Kebon Jati Nomor 187, Kebon Jeruk, Bandung.
    • Bubur Ayam Palaguna: Jalan Dalem Kaum, Cikawao, Bandung.
    • Bubur Ayam Bejo: Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 173, Kebon Pisang, Bandung.

    4. Cuanki

    Cuanki merupakan makanan Bandung yang populer karena mempunyai rasa gurih dan lezat. Cuanki terbuat dari aci yang dicampur olahan ikan dan daging sapi kemudian dibentuk agak bulat lonjong.

    Sebelum disajikan, cuanki dan pelengkap lainnya harus direbus dahulu hingga matang. Biasanya seporsi cuanki terdiri dari siomay kukus, siomay goreng, tahu putih, tahu cokelat, dan bakso yang diguyur kuah serta diberi seledri atau daun bawang dan bawang goreng. 

    Cuanki sangat mudah ditemukan karena banyak pedagang kaki lima yang menjajakan makanan ini dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Kalau berjalan-jalan ke Alun-Alun Bandung, kamu bisa menemukan cuanki di sekitar kawasan Masjid Agung.

    Kalau kamu ingin menikmati cuanki dengan cita rasa yang dikenal sangat lezat, terdapat beberapa rekomendasi yang sayang dilewatkan berikut ini.

    • Cuanki Serayu: Jalan Serayu Nomor 2, Cihapit, Bandung.
    • Cuanki Endos: Jalan Kliningan Nomor 1, Turangga Bandung.
    • Tjuankie Stasion: Jalan Kebon Kawung Nomor 6, Cicendo, Bandung.
    • Cuanki Dara Kembar: Jalan Gajah Nomor 42, Burangrang, Bandung.
    • Cuanki CLBK: Jalan Senang Nomor 28/35 A, Pasteur, Bandung.

    5. Cireng

    makanan khas bandung

    Sesuai namanya, cireng merupakan makanan khas Bandung yang terbuat dari aci. Makanan ini sangat mudah dibuat dan menjadi salah satu jajanan yang tak pernah sepi. Menariknya, cireng tersedia dalam berbagai jenis dengan bumbu khas yang membuatnya makin lezat.

    Selain cireng goreng polos, terdapat cireng isi oncom, cireng bumbu rujak, cireng bulat tipis, hingga cireng isian ayam, telur, abon, dan keju. Lantaran termasuk makanan ringan yang bisa dinikmati di berbagai suasana, warga Bandung sangat menyukai gorengan ini.

    Beberapa rekomendasi cireng yang paling populer, antara lain:

    • Cireng Cipaganti: Jalan Cipaganti Nomor 143, Pasteur, Bandung.
    • Cireng Salju: Jalan Naripan Nomor 123, Kebon Pisang, Bandung.
    • Cireng Ojay: Jalan Ahmad Yani Gang Masjid Nomor 3, Bandung.
    • Cireng Kamsia: Jalan Pajajaran, Husein Satsra Negara, Cicendo, Bandung.
    • Cireng Keraton: Jalan Banteng Nomor 27 A, Malabar, Bandung.

    6. Colenak

    Colenak terbuat dari peuyeum yang dibakar kemudian dihidangkan dengan campuran kelapa gula merah (taburan unti) dan saus santan. Kudapan ringan ini cocok dinikmati kapan saja. Tak heran apabila colenak menjadi salah satu favorit orang-orang.

    Untuk menikmatinya kamu bisa menemukan colekan di beberapa tempat, yakni:

    • Colenak Murdi: Jalan Ahmad Yani Nomor 733, Cicadas, Bandung.
    • Kafe-kafe di Bandung.
    • Di kawasan pinggir jalan Kota Bandung.

    7. Surabi

    makanan khas bandung

    Surabi adalah makanan yang terbuat dari campuran tepung beras, santan kelapa, serta garam. Dalam pembuatannya, campuran tersebut akan dituang ke dalam wadah serabi kemudian disajikan polos, diberi taburan gula merah, atau diberi oncom. 

    Surabi dapat dengan mudah ditemukan di pinggir jalan. Meskipun demikian, terdapat tempat lain yang tak kalah direkomendasikan untuk menikmati serabi Bandung, yakni:

    • Serabi Cihapit: Jalan Dago No. 374, Bandung.
    • Serabi Imut: Jalan Gegerkalong Hilir No. 55, Bandung.
    • Serabi Rock Jadul: Jalan A. H. Nasution No. 481, Cipadung Wetan, Bandung.
    • Waroeng Serabi Setiahbudhi: Jalan Dr. Setiabudhi No. 175, Bandung.

    8. Tahu Jeletot

    makanan khas bandung

    Tahu jeletot tercatat sebagai kudapan yang biasa dinikmati di waktu santai. Makanan ini terbuat dari tahu yang diisi dengan campuran sayur, bumbu, dan cabai. Sesuai namanya, makanan ini menawarkan cita rasa yang pedas dan gurih.

    Tahu jeletot ini dapat kamu temukan di pedagang gorengan yang tersebar di Kota Bandung. Namun, apabila ingin menikmati tahu jeletot dengan rasa favorit, datanglah ke tempat berikut ini.

    • Tahu Jeletot Pahlawan: Jalan Pahlawan Nomor 10, Bandung. 
    • Tahu Jeleutot 14: Jalan Yudawastu Pramuka IV, Bandung.
    • Gahu Pedas Hot Jeletot: Jalan Sukarma, Babakan Asih, Bandung.

    9. Bandros

    makanan khas bandung

    Makanan khas Bandung selanjutnya yang tak kalah enak untuk dicoba adalah bandros. Bandros terbuat dari tepung beras yang dicampur daun suji, santan, dan kelapa parut. Biasanya, bandros disajikan dengan taburan gula putih. 

    Kendati demikian, bandros juga mengalami kemajuan. Tak hanya taburan gula pasir, melainkan juga keju dan cokelat. Makanan ini bisa kamu ditemukan di:

    • Pinggir jalan
    • Sekitar tempat wisata
    • Pasar tradisional

    Selain Bandung, makanan khas dari daerah Yogyakarta pun tak kalah lezat. Kamu dapat mengunjungi Kota Pelajar dari Bandung menggunakan bus, travel, kereta api, pesawat, dan kendaraan pribadi.

    Di Yogyakarta, kamu bisa mengunjungi destinasi wisata alam, budaya, dan sejarah. Setelah lelah bepergian, kamu bisa mengunjungi 15 Café di Jogja yang Paling Estetis dan Instargamable bersama pasangan, keluarga, atau teman. 

    10. Karedok

    Kalau kamu menyukai makanan sehat, karedok wajib untuk dicoba. Makanan ini terbuat dari campuran sayuran mentah. Beberapa jenis sayuran yang biasa digunakan adalah tauge, timun, kacang-kacanga, kubis, terong hijau, dan kemangi.

    Karedok memiliki sedikit kemiripan dengan gado-gado, bedanya sayuran yang digunakan pada gado-gado direbus matang. Karedok juga tidak menggunakan daun selada yang biasa ditemukan pada gado-gado.

    Biasanya seporsi karedok disajikan dengan siraman bumbu kacang dan kerupuk. Meskipun banyak penjual karedok di Bandung, terdapat beberapa tempat populer dengan cita rasa khas yang patut kamu coba.

    •  Warung Lotek Cihapit: Seberang Bank BRI, Jalan Cihapit Nomor 6, Bandung.
    • Dapur Sangkuriang: Jalan Karangsari Nomor 5, Setiabudhi, Bandung.
    • Warung Lotek Herry Thea: Jalan Maskumambang Nomor 6 C, Lengkong, Bandung.
    • Lotek Karedok Katamso: Jalan Bridgen Katamso, Asia Afrika, Kota Bandung.
    • Warung Nasi Ibu Imas 1: Jalan Balonggede Nomor 67, Regol, Bandung.

    11. Nasi Tutug Oncom

    makanan khas bandung

    Kuliner khas Sunda ini terbuat dari campuran nasi putih yang diberi oncom sangrai tumbuk. Makanan yang sering disebut nasi TO ini memiliki cita rasa khas yang sulit dilupakan. Perpaduan nasi hangat dengan oncom terasa gurih dan menggoda selera.

    Tutug oncom sering disajikan sebagai makanan siang maupun makan malam. Makanan ini bisa disantap dengan dan tanpa tambahan lauk. Beberapa lauk yang biasa dijadikan pendamping, antara lain telur dadar, tahu, tempe, ayam, sate ayam, perkedel, dan jengkol. 

    Makanan ini biasanya bisa ditemukan di rumah makan khas Sunda dengan harga bervariasi. Kalau kamu ingin mencobanya, berikut rekomendasi tempat makan tutug oncom terlezat di Bandung.

    • Tutug Oncom Ayam Penyet Septo: Pujasera Merdeka, Jalan Purnawarman Blok C2 Nomor 10-12, Babakan Ciamis, Bandung.
    • Nasi Tutug Oncom Bi Kokom: Mikko Mall, Jalan Raya Kopo, Babakan Ciparay, Bandung.
    • Nasi Tutug Oncom Bobotoh: Jalan A. H. Nasution Nomor 111 A, Cigending, Bandung.
    • Nasi Tutug Oncom Warung Telaga: Jalan Karang Tinggal Nomor 30, Sukajadi, Bandung.
    • Nasi Tutug Oncom Teh Ita: Jalan Dago Pojok Nomor 32, Coblong, Bandung.

    12. Mi Kocok Bandung

    Mi kocok merupakan makanan berbahan dasar mi kuning yang dicampur dengan irisan kikl, tauge, dan bakso. Dalam penyajiannya, mi kocok akan disiram dengan kuah kaldu sapi dan ditaburi daun bawang, irisan seledri, bawang goreng, dan perasan jeruk nipis.

    Makanan ini enak dinikmati dalam keadaan panas. Bagi pencinta pedas, tersedia sambal merah yang akan menambah kelezatan mi kocok. Kalau kamu ingin mencoba makanan ini, datanglah ke beberapa tempat rekomendasi berikut.

    • Mi Kocok Persib: Jalan Ahmad Yani No. 262, Bandung.
    • Mi Kocok Mang Dadeng: Jalan K. H. Ahmad Dahlan (Banteng), No. 67, Bandung.
    • Mi Kocok Karawitan: Jalan Karapitan No. 90, Cikawao, Bandung.
    • Mi Kocok Cepay: Jalan Samiaji No. 2, Cicendo, Bandung.
    • Mi Kocok SKM: Jalan Sunda No. 38, Bandung.

    13. Ketan Bakar

    makanan khas bandung

    Ketan bakar merupakan salah satu makanan populer yang dibuat menggunakan beras ketan putih. Makanan ini harus diolah menggunakan santan dan disajikan dengan taburan serundeng kelapa. Tak heran makanan ini memiliki cita rasa gurih dan harum.

    Di Bandung, kamu bisa menemukan pedagang ketan bakar di kawasan ramai. Mulai dari Alun-alun Bandung, Dago Pakar, Pasar Baru, dan pasar tradisional lainnya. Kalau kamu ingin menikmati ketan bakar lain yang populer, berikut rekomendasinya. 

    • Ketan Bakar Pak Eman: Jalan Arcamanik Endah No. 125, Bandung.
    • Ketan Baka Bu Imas: Jalan Antapani Lama Nomor 14, Bandung.
    • Ketan Bakar Lawas: Jalan Babakan Hantap, Bandung.
    • Ketan Bakar Lembang: Jalan Raya Lembang No. 76, Lembang, Bandung.

    14. Misro

    Misro merupakan makanan ringan yang sering dijadikan kudapan bersama dengan segelas teh tawar hangat atau kopi hitam. Misro terbuat dari singkong parut yang dibentuk bulat pipih kemudian diisi dengan gula merah. 

    Misro paling enak disantap dalam kondisi hangat sehingga gula di dalamnya terasa lumer di mulut. Camilan ini memiliki rasa manis dan sedikit gurih. Untuk menikmati makanan ini, kamu bisa menemukannya di:

    • Pedagang gorengan.
    • Pujasera.
    • Toko kue.
    • Pasar tradisional.

    15. Perkedel Bondon

    makanan khas bandung

    Satu lagi makanan khas Bandung yang perlu kamu coba, yakni Perkedel Bondol. Sekilas makanan ini tampak biasa aja, tetapi rasanya begitu nikmat. Perkedel ini dibuat dari campuran tepung aci dan terigu. Tekstur perkedel ini lembut dan renyah.

    Kendati dapat dimakan kapan saja, Perkedel Bondon paling nikmat disantap selagi panas. Selain dijadikan lauk pelengkap, perkedel ini bisa disantap sebagai kudapan malam yang mengenyangkan. 

    Perkedel Bondon sudah berdiri sejak 1970 dan masih aktif berjualan hingga kini. Rasa perkedel ini pun tetap sama sejak pertama kali dijual. Perkedel Bondon buka mulai tengah malam hingga menjelang subuh. 

    Agar terhindar dari antrian panjang, disarankan datang lebih awal. Cara ini ampuh untuk memastikan kamu mendapatkan perkedel legendaris paling populer di Bandung. 

    • Perkedel Bondon dapat ditemukan di: Jalan Stasiun Timur Nomor 26, Kebon Jeruk, Andir, Bandung.

    16. Bolen Pisang

    Bolen pisang merupakan makanan khas Bandung yang berasal dari Belanda. Makanan ini memiliki lapisan luar dengan tekstur lembut dan sedikit renyah ketika digigit. Berbeda dengan molen biasa yang digoreng, bolen pisang dimasak menggunakan oven.

    Bolen pisang bandung tersedia dalam beberapa varian rasa, mulai dari original, keju, cokelat, apel, peuyeum, kacang hijau, hingga durian. Bolen pisang dapat bertahan selama 4 hari suhu ruang. 

    Kendati banyak penjual bolen pisang di Bandung, terdapat beberapa nama besar penyedia bolen pisang yang tak boleh dilewatkan. Beberapa di antaranya sebagai berikut.

    • Kartika Sari: Jalan Haji Akbar Nomor 4, Jalan Ir. H. Juanda Nomor 85-86, dan Jalan Kebon Jukut Nomor 3C, Bandung. Kartika Sari juga tersedia penjualan secara online.
    • Maysari: Jalan Abdul Rahman Saleh Nomor 15, Jalan Raya Nomor 17, Jalan Kebon Kawung, dan Jalan Raya Sumantri, Bandung. Mayasari menyediakan penjualan secara online.
    • Primarasa: Jalan Kemuning Nomor 20, Jalan Buah Batu Nomor 167 A, Jalan Pasir Kaliki Nomor 163, dan Jalan Kebon Kawung Nomor 18.

    17. Comro

    makanan khas bandung

    Makanan tradisional Sunda ini dibuat menggunakan singkong yang dibentuk bulat lonjong dan diisi oncom. Comro sering dijadikan sebagai camilan untuk menemani santap siang atau waktu bersantai dengan segelas teh tawar hangat.

    Menawarkan cita rasa yang gurih dan pedas, comro disukai oleh hampir semua orang. Utamanya pencinta makanan pedas. Comro biasanya disajikan bersama gorengan lain, seperti gehu, bala-bala, pisang goreng, tempe kering, cireng, misro, dan lumpia

    Comro dijual dengan harga murah dan bisa ditemukan di:

    • Pedangang gorengan keliling.
    • Pujasera.
    • Pasar tradisional.
    • Warung jajan yang menyediakan gorengan.
    • Warung makan.

    18. Moring

    Moring adalah cimol yang digoreng kering kemudian diberi aneka bumbu, seperti pedas asin, pedas daun jeruk, dan asin. Moring tersedia dalam banyak ukuran dengan harga bervariasi. Untuk mendapatkan moring, kamu bisa mengunjungi:

    • Pasar Baru
    • Warung jajan tradisional.
    • Toko oleh-oleh khas Bandung.

    19. Nasi Timbel

    makanan khas bandung

    Jika di Medan terkenal dengan nasi kentut, di Bandung terdapat nasi timbel yang tak kalah lezat. Sebelum bertolak ke Bandung, pastikan kamu mengunjungi salah satu dari 15 Café di Medan Ini Wajib Kamu Coba, Instagramable dan Unik.

    Nasi timbel sendiri merupakan makanan yang terbuat dari beras merah atau putih. Disebut timbel karena nasi tersebut dibungkus dengan daun pisang berbentuk segi empat, lonjong, atau segitiga. Lantaran dibungkus daun, nasi ini memiliki aroma yang lebih wangi.

    Biasanya nasi timbel disajikan dengan pelengkap, seperti ayam goreng, pepes ikan atau tahu, ikan asin, empal, tempe atau tahu goreng, lalapan sayur, timun, leunca, dan sambal. Nasi timbel komplit memiliki rasa yang lezat dan mengenyangkan.

    Kalau kamu ingin mencicipi kuliner khas Sunda ini, terdapat beberapa rekomendasi tempat terbaik berikut ini.

    • Nasi Timbel Bawean: Jalan Bawean Nomor 3, Merdeka, Bandung.
    • Kedai Timbel Dago: Jalan Ir. H. Juanda Nomor 117, Coblong, Bandung.
    • Nasi Timbul Dapur Caringan Tilu: Jalan Padasuka Atas Kampung Caringin Nomor 41, Cimenyan, Bandung. 
    • Nasi Timbel Mangga: Jalan Mangga Nomor 12, Cihapit, Bandung.

    20. Bakakak Hayam

    Sesuai namanya, bakakak hayam adalah makanan yang berbahan dasar ayam. Disebut bakakak karena ayam bakar ini disajikan utuh dalam posisi duduk bersila. Bakakak hayam biasanya disajikan dengan nasi hangat, sambal, dan lalapan. 

    Lantaran berukuran besar, bekakak hayam sangat cocok untuk dinikmati bersama keluarga, pasangan, atau teman. Di Bandung terdapat banyak penjual yang menyediakan bakakak hayam dengan cita rasa lezat, di antaranya:

    • Ayam Bakakak Bandung: Jalan Cibiru Hilir, Cileunyi, Bandung.
    • Bakakak Abah Eyang: Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 355, Bandung.
    • Bakakak Ayam Kampung Rasuri: Jalan Ahmad Yani Nomor 288, Bandung.
    • Bakakak Ayam Cikuray: Jalan Cikuray Dalam Nomor 10, Bandung.

    Demikianlah informasi mengenai makanan khas Bandung yang bisa kamu jadikan sebagai rekomendasi terbaik. Nikmati liburanmu dengan kudapan lezat yang akan membuatmu betah berlama-lama di Kota Kembang. Yuk, bagikan infomasi ini ya!

  • 15 Makanan Khas Sulawesi yang Wajib Kamu Coba

    15 Makanan Khas Sulawesi yang Wajib Kamu Coba

    Karena wilayahnya yang begitu luas, dan terdiri dari berbagai budaya, tidak mengherankan jika Indonesia memiliki berbagai hidangan istimewa khas daerah masing-masing. Kali ini, kita akan membahas beberapa macam makanan khas Sulawesi.

    Anda mungkin sudah pernah mendengar beberapa jenis makanan Sulawesi yang sudah dikenal di daerah lain di Indonesia. Misalnya adalah coto Makassar, sup konro, atau es pisang ijo. Namun selain 3 hidangan tersebut, sebenarnya masih ada banyak lagi kuliner khas Sulawesi yang akan sangat sayang untuk dilewatkan. 

    Apa saja ya masakan istimewa dari pulau Sulawesi?

    1. Jalangkote

    makanan khas sulawesi

    Sekilas, jalangkote terlihat seperti kue pastel karena bentuknya memang serupa. Meskipun demikian kue khas Sulawesi ini memiliki kulit yang lebih tipis dan dimakan dengan sambal  yang dibuat dari campuran cuka dan cabai. 

    Selain itu, isiannya juga berbeda karena jalangkote menggunakan isian sayuran seperti kentang, wortel, tauge dan laksa yang ditumis dengan berbagai bumbu, Terkadang, makanan ini juga diberi isian lain yaitu telur rebus, daging cincang, atau seafood. 

    2. Pallu Butung

    Pallu Butung adalah hidangan es segar yang sering disajikan sebagai menu berbuka puasa saat bulan Ramadan. Bentuknya hampir mirip dengan es pisang ijo, tapi menu ini tidak menggunakan adonan tepung berwarna hijau. 

    Untuk memasak Pallu Butung, Anda akan membutuhkan beberapa bahan seperti tepung beras, gula pasir, santan, vanili, daun pandan, dan sedikit garam. Pertama, campurkan semua bahan ini hingga merata lalu masak sampai matang dan mengental.

    Setelah matang, barulah pisang raja yang sudah matang dimasukkan ke dalam campuran bahan dan diaduk hingga merata. Makanan ini sebenarnya bisa disajikan hangat maupun dingin. Sebelum disajikan, jangan lupa untuk menuangkan sedikit sirop di atasnya agar semakin manis dan berwarna cantik.

    3. Dabu-dabu

    makanan khas sulawesi

    Dabu-dabu adalah sambal khas dari Sulawesi Utara yang juga sering disajikan sebagai sambal pendamping hidangan utama seperti ikan atau ayam bakar. Rasanya yang pedas dan segar bisa menambah cita rasa hidangan utama, terutama jika Anda penyuka hidangan pedas.

    Sambal dabu-dabu dibuat dari irisan cabai merah besar, cabai rawit, bawang merah, tomat hijau, tomat merah, garam, gula, kemudian diberi perasan jeruk kesturi atau jeruk purut. Sambal ini terkadang juga disebut dengan sambat mentah Manado.

    Disebut sambal mentah Manado karena tampilan dan prosesnya yang mirip dengan pembuatan sambal mentah atau matah dari Bali. Meskipun memiliki kemiripan, namun rasa kedua jenis sambal ini berbeda. Dabu-dabu memiliki cita rasa yang khas antara pedas dan segar sehingga sangat nikmat dimakan bersama ikan atau ayam bakar.

    4. Pangi

    Selain daging dan ikan, ada juga makanan khas Sulawesi yang berbahan dasar tanaman, misalnya adalah sayur pangi. Sayur ini menggunakan daun kluwak sebagai bahan dasarnya dan dimasak dengan rempang dan berbagai bahan lainnya. Menu ini adalah sajian penting ketika ada acara khusus dalam masyarakat Manado, misalnya ulang tahun, pembaptisan, pernikahan, dan lain-lain. 

    Daun yang dipakai adalah yang masih muda kemudian dimasak dengan bahan baku lain seperti daging babi, daging sapi, ayam, atau ikan. Kemudian bahan tersebut dicampur dengan bumbu seperti cabai, jahe, bawang merah, serai, garam, daun pandan, daun jeruk, daun bawang, daun kunyit, dan daun kemangi. 

    Setelah dicampur, bahan-bahan ini kemudian dimasukkan ke dalam bilah bambu yang sudah dibersihkan. Selanjutnya, bambu berisi sayuran ini dibakar di atas api hingga isinya matang.

    5. Sinonggi

    makanan khas sulawesi

    Selanjutnya ada sinonggi yang merupakan makanan khas dari suku Tolaki yang ada di Sulawesi Tenggara. Makanan ini terbuat dari sagu dan bertekstur kental. Sinonggi merupakan makanan pokok yang biasanya disantap dengan berbagai jenis sayuran dan lauk.

    Untuk membuatnya, pertama pati sagu direndam dalam wadah besar menggunakan air dingin selama semalam. Setelah mengendap, airnya dibuang dan sagu bisa diolah dengan mencairkannya dengan air dingin.

    Kemudian, sagu yang sudah mencair ini disiram dengan air mendidih sedikit demi sedikit sambil terus diaduk. Hasilnya adalah Sinonggi dengan tekstur yang kental dan siap dikonsumsi.  

    6. Kasoami

    Selanjutnya ada juga kasoami yang juga disajikan sebagai makanan utama. Hidangan ini terbuat dari ubi kayu yang diolah menggunakan uap panas. Cara membuatnya sebenarnya juga cukup sederhana. Pertama, singkong diparut kemudian dikeringkan. Cara mengeringkannya adalah memerasnya menggunakan kain putih yang tipis. 

    Setelah kandungan air hilang, parutan singkong tersebut dimasukkan ke dalam cetakan dari anyaman daun kelapa yang dibentuk kerucut menyerupai tumpeng. Selanjutnya, singkong parut tersebut dikukus selama 15 menit.

    Kasoami yang sudah matang kemudian bisa dihidangkan dengan berbagai makanan pendamping lainnya. Anda bisa menikmatinya dengan sayuran, ikan, atau berbagai macam lauk khas Sulawesi lainnya. 

    7. Kaledo

    makanan khas sulawesi

    Kaledo merupakan makanan berkuah yang mirip dengan sop buntut. Nama makanan ini sebenarnya berasal dari singkatan kaki lembu donggala. Sesuai dengan namanya, hidangan ini menggunakan tulang kaki lembu sebagai bahan utamanya. Tulang yang digunakan adalah ruas lutut yang penuh dengan sum-sum. 

    Sup ini memiliki campuran rasa gurih, asam, dan segar. Pasalnya hidangan ini selain dimasak dengan kuah kaldu, juga diberi sedikit asam saat dimasak dan perasan jeruk nipis saat akan dimakan. Agar lebih sedap, hidangan ini juga diberi pelengkap taburan bawang goreng.

    Kaledo tidak menggunakan santan saat dimasak jadi rasanya tidak terlalu kental. Bumbu yang digunakan selain asam jawa dan jeruk nipis adalah cabai rawit hijau yang sudah ditumbuk dan ubi rebus sebagai makanan utamanya. Karena itulah, cara memasak makanan ini sebenarnya cukup sederhana.

    8. Sop Konro

    Selanjutnya adalah makanan khas Sulawesi Selatan yang juga sangat terkenal, yaitu sop konro, sup iga sapi khas Makassar. Sub ini menggunakan iga sapi atau daging sapi sebagai bahan utamanya. Kemudian, daging ini dimasak dalam kuah dengan berbagai rempah dan bumbu sehingga berwarna gelap. Biasanya, hidangan ini dimakan bersama burasa atau ketupat yang sudah dipotong-potong.

    Sup ini memiliki rasa yang cenderung pedas dan kuat karena banyaknya bumbu dan rempah yang digunakan. Berbagai rempah yang digunakan antara lain ketumbar, pala, kunyit, pala, kayu manis, kencur, daun lemon, asam, cengkih, daun salam, dan keluwak.

    Konro sebenarnya dimasak sebagai hidangan berkuah yang kaya rempah. Meskipun demikian, kini juga sudah ada variasi konro bakar yang tidak kalah sedap. Dalam variasi ini, konro iga sapi dibakar menggunakan bumbu konro dan disajikan dengan kuah terpisah.

    9. Palumara

    makanan khas sulawesi

    Jika Anda suka makanan laut, maka jangan lupa untuk mencoba Palumara. Hidangan ini merupakan sup ikan yang dibuat menggunakan ikan dan bumbu rempah-rempah khusus. Sekilas, hidangan ini mirip dengan asem-asem atau pindang bandeng. 

    Bahan utama menu ini adalah ikan bandeng atau ikan kakap. Selain itu, sup ini dimasak dengan kuah kuning yang juga ditambah dengan kemangi agar harum dan lezat. Makanan ini punya cita rasa yang khas dengan kombinasi rasa gurih, segar, dan pedas yang jelas menggugah selera. 

    Palumara biasanya dihidangkan untuk menemani nasi jagung sebagai makanan utamanya. Ketika dihidangkan hangat, nasi jagung dan palumara bisa menjadi hidangan nikmat yang tidak hanya lezat, tapi juga terasa menenangkan.

    10. Milu Siram

    Milu siram adalah makanan khas Sulawesi berbahan dasar jagung muda yang dicampur dengan ikan atau udang. Makanan berkuah bening ini memiliki rasa yang gurih dan segar. Milu siram memiliki cita rasa gurih dan segar sehingga nikmat dimakan di siang hari.

    Cara membuatnya, air direbus hingga mendidih, kemudian jagung atau yang juga disebut milu dimasukkan hingga matang dan hampir empuk. Kemudian, ubi yang sudah dipotong dadu juga dimasukkan beserta bahan lain seperti udang kecil. Selanjutnya, masukkan juga ikan tongkol kukus dengan disuwir kecil agar mudah memakannya.

    Kemudian masukkan bumbu dan bahan penambah rasa seperti daun bawang, tomat, daun kemangi, dan kelapa yang sudah diparut. Jangan lupa menambahkan garam dan penyedap rasa untuk menambah rasa gurih. Setelah matang, milu siram siap disajikan.

    11. Sate Gogos

    makanan khas sulawesi

    Di Indonesia ada begitu banyak variasi sate. Nah, di Sulawesi ternyata juga ada variasi sate khas yang bernama sate gogos. Umumnya sate dari daerah lain terbuat dari olahan daging ayam, sapi, atau kambing. Namun, di Sulawesi, sate gogos terbuat dari olahan kerang yang ditusuk dan dibakar.

    Kerang yang digunakan untuk hidangan ini adalah jenis kerang hijau yang hidup di air tawar. Pertama, kerang dimasak dengan cara direbus hingga matang terlebih dahulu. Setelah matang, kerang kemudian ditusuk menggunakan tusukan sate. 

    Proses selanjutnya adalah membakar sate menggunakan bumbu khusus. Bumbu yang digunakan terbuat dari bawang putih, cabai rawit, lengkuas, ketumbar, dan garam yang sudah dihaluskan. Kemudian bumbu dioleskan pada sate sebelum dibakar. 

    Hidangan ini sebenarnya sudah lezat tanpa saus kacang seperti sate lain pada umumnya. Karena kerang ini sudah dipanggang menggunakan bumbu khusus. Tapi, Anda juga bisa menikmatinya dengan bumbu kacang untuk menambah cita rasa istimewa.

    12. Karasi

    Di Sulawesi juga terdapat camilan tradisional dengan rasa manis yang lezat, misalnya karasi.  Makanan khas Sulawesi ini menggunakan bahan dasar tepung beras, tepung kanji, gula pasir, terigu, vanili, minyak goreng, dan air.

    Untuk membuatnya, Anda hanya perlu mencampurkan tepung beras, tepung kanji, gula, vanili, dan air hingga merata dan kental. Kemudian, adonan dicetak menggunakan tempurung kelapa yang sudah dilubangi bagian ujungnya dan digoreng di atas minyak panas.

    Adonan akan jatuh di atas minyak dan berbentuk memanjang seperti mie. Ketika adonan setengah matang, biasanya akan langsung dibentuk sesuai keinginan. Pasalnya jika dibentuk saat sudah matang, karasi akan hancur. 

    Dulunya karasi dibuat dari jagung dan gula merah cair karena tidak adanya tepung beras dan gula pasir. Namun seiring berkembangnya waktu dan jaman, jagung diganti dengan beras yang ditumbuk halus dan endapan air ubi kayu parut. Kini, pembuatan karasi juga semakin mudah dengan adanya bahan praktis seperti tepung beras dan tepung kanji kemasan.

    13. Es Pisang Ijo

    makanan khas sulawesi

    Di cuaca yang panas terik, es pisang ijo adalah hidangan lezat untuk menyegarkan badan. Bahan utama makanan penutup ini adalah pisang raja. Pisang ini kemudian dibungkus dengan adonan tepung yang lembut berwarna hijau. Adonan ini terbuat dari tepung dan air kemudian diberi pewarna daun suji atau pandan. Kemudian, pisang ini dipotong seukuran koin untuk memudahkan mengonsumsinya.

    Pisang yang sudah dipotong bersama lapisan tepung kemudian disajikan dengan santan, sirop manis dan es serut. Terkadang es ini juga disajikan dengan bubur sumsum untuk menambahkan cita rasa dan sekaligus mengenyangkan. Inilah mengapa menu ini sering kali disajikan di bulan puasa. 

    Selain di Sulawesi, hidangan ini juga sudah mulai banyak ditemukan di daerah lain di Indonesia. Karena kelezatannya, banyak rumah makan yang menjual makanan khas dengan cita rasa yang manis ini.

    14. Cakalang Fufu

    Hidangan selanjutnya berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara. Sesuai dengan namanya, cakalang fufu menggunakan ikan cakalang sebagai bahan dasarnya. Untuk mengolahnya, ikan cakalang harus dibersihkan dulu dari sisik dan organnya.

    Kemudian ikan ini dibelah dua dan dijepit menggunakan penjepit bambu. Kemudian, garam dan bubuk soda dibalurkan pada ikan sebelum kemudian diasap selama empat jam dan dinginkan selama dua jam.

    Ketika ikan cakalang sudah kering, berwarna kemerahan, dan tidak berari, artinya ikan cakalang sudah siap diolah. Cakalang fufu bisa dikonsumsi sendiri atau diolah lagi untuk ditambahkan ke masakan lainnya.

    Sebelum dikonsumsi, cakalang fufu  biasanya akan dipanaskan atau digoreng sebentar dengan minyak panas. Kemudian, Anda bisa mengonsumsinya langsung dengan nasi dan sambal dabu-dabu yang lezat.

    Selain itu, daging cakalang fufu juga terkadang dihidangkan dengan dibuat sebagai suwiran berukuran kecil. Kemudian, suwiran ini bisa dicampurkan ke dalam mi cakalang, selada kentang, atau diolah lagi menjadi rica-rica pedas yang menggugah selera. 

    15. Coto Makassar

    makanan khas sulawesi

    Makanan khas Sulawesi terakhir adalah yang juga cukup terkenal di luar Sulawesi, yaitu Coto Makassar. Hidangan ini merupakan menu tradisional suku Makassar dari Sulawesi Selatan. Masakan ini dibuat dari berbagai jeroan sapi yang direbus lama. Kemudian, terusan jeroan yang dicampur dengan daging sapi ini diiris dan diberi bumbu khusus.

    Masakan ini menggunakan daging sapi dan berbagai jeroan seperti limpa, hati, paru, jantung, lidah, babat, otak, dan lain-lain. Untuk menciptakan citarasa coto Makassar yang lezat dibutuhkan 40 macam rempah.

    Beberapa rempah yang digunakan antara lain adalah bawang merah, bawang putih, cabai, lada, pala, ketumbar, cengkeh, jintan, kemiri, foeli, daun jeruk, daun salam, daun serai, daun kunyit, daun bawang, daun seledri, daun bawang prei, jahe, lengkuas, dan lain-lain. Sedangkan bumbu yang digunakan antara lain asam, garam gula, tauco, dan kayu manis. 

    Coto Makassar kemudian dihidangkan dengan kacang tanah, irisan daun bawang, bawang goreng, dan perasan jeruk nipis. Makanan ini biasanya dimakan dengan lontong atau bursa yang dimasak menggunakan santan dan rempah. Hasilnya adalah menu mengenyangkan dan lezat!

    Nah, itulah tadi 15 makanan khas Sulawesi dengan cita rasa lezat dan istimewa yang layak dicoba. Tentu saja masih ada banyak hidangan lezat dari Sulawesi selain yang sudah dituliskan di atas. Jadi, jika Anda ingin menikmatinya, jangan lupa untuk meluangkan waktu menjelajah pulau Sulawesi dan mencicipi kulinernya secara langsung!

  • 18 Makanan Khas Jepang, Bukan Cuma Ramen dan Sushi

    18 Makanan Khas Jepang, Bukan Cuma Ramen dan Sushi

    Makanan khas Jepang tradisional atau dikenal dengan washoku adalah salah satu kuliner dunia yang paling beragam dan menarik. Pasalnya, hidangan di Jepang sering kali disajikan sesuai dengan musim dan dikembangkan selama berabad-abad dengan pengaruh kental budaya dan tradisi negara tersebut. 

    Bahkan, kini masakan dari negara ini banyak diminati oleh masyarakat negara lain karena terkenal akan inovasi, kesehatan, dan warisan budaya yang terkandung di dalamnya.

    Karena banyaknya menu khas Jepang yang menggugah selera, artikel ini akan membahas 18 dari begitu banyak hidangan istimewa khas ala negeri Sakura. Berikut ini beberapa di antaranya.

    1. Okonomiyaki

    makanan khas jepang

    Orang Jepang sering kali menyebut okonomiyaki sebagai pancake gurih Jepang. Meskipun demikian, makanan ini sebenarnya jauh berbeda dengan pancake pada umumnya. Pasalnya, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat okonomiyaki juga sangat berbeda.

    Makanan ini dibuat dari adonan telur dan tepung yang kemudian dicampur dengan kubis, lalu digoreng. Bahan-bahan lain juga bisa ditambahkan sesuai dengan resep khusus ala daerah tertentu di Jepang dan selera pribadi. Bahkan, kata okonomi sebenarnya bermakna selera.

    Isian lain yang biasa ditambahkan antara lain daging babi, kimchi, dan berbagai jenis sayuran lainnya. Kemudian setelah matang, okonomiyaki diberi taburan ikan bonito kering, mayones dan saus khusus okonomiyaki.

    2. Takoyaki

    Makanan berbentuk bola ini berasal dari Osaka dan pertama kali muncul pada tahun 1930-an. Makanan ini dibuat dari adonan gandum yang dituangkan ke panci khusus berbentuk setengah bola. Kemudian, di bagian tengah diberi isian gurita sebelum kemudian dibalik agar bisa membentuk satu bulatan bola utuh. 

    Setelah matang, takoyaki kemudian diberi taburan bonito, rumput laut kering, dan saus takoyaki khusus. Jika dilihat sekilas, proses pembuatannya mungkin terlihat mudah. Namun, membuat takoyaki berbentuk bulat sempurna ternyata membutuhkan keterampilan khusus!

    3. Miso Soup

    makanan khas jepang

    Miso soup bisa disebut sebagai salah satu makanan pokok di Jepang. Pasalnya, masyarakat Jepang umumnya akan menyediakan menu ini di setiap waktu makan, mulai dari sarapan, hingga makan malam. 

    Sup ini dibuat dari kaldu dashio dan miso. Miso adalah pasta asin yang terbuat dari fermentasi kedelai dan nasi koji. Ada empat jenis sup miso, yaitu miso merah, miso putih, miso campuran, dan barley. Selain itu, setiap daerah di Jepang umumnya juga memiliki ciri khas sup miso masing-masing.

    4. Oyakodon

    Oyakodon adalah menu nasi yang dihidangkan di dalam mangkuk. Oyakodon dianggap sebagai menu menenangkan karena rasanya yang lezat dan hangat. Menu ini adalah hidangan sempurna untuk disajikan saat hari kerja karena cukup mudah dibuat dan menenangkan.

    Secara harfiah, oyakodon berarti “nasi mangkuk orang tua dan anak”. Nama ini berasal dari bahan yang dibuat untuk membuat oyakodon, yaitu ayam dan telur yang dimasak dalam wajan panas. 

    Dalam wajan, bawang bombai, ayam dan telur yang sudah dikocok dimasak dan direbus dalam campuran dashi atau sup kaldu Jepang. Setelah matang, campuran ini dituangkan ke dalam mangkuk berisi nasi panas sebagai saus topping yang lezat.

    5. Yakitori

    makanan khas jepang

    Menu ini tentu tidak asing bagi kebanyakan orang, mengingat yakitori mirip dengan sate ayam ala Indonesia. Menu ini memang terbuat dari daging ayam yang dipotong kecil dan ditusuk menggunakan tusuk sate, kemudian dibakar di atas arang. Namun, yang membedakannya dengan sate ayam ala Indonesia adalah bumbunya.

    Yakitori yang sudah dibakar akan dicelupkan atau diolesi saus yang disebut tare. Saus ini merupakan campuran dari gula, mirin, arak, dan kecap asin. Tidak mengherankan jika rasa makanan ini cenderung manis dan agak asin. Hidangan ini biasanya dijual di kedai kecil sebagai camilan saat minum bir sepulang kerja. 

    6. Udon

    Makanan khas Jepang selanjutnya adalah udon, yaitu sejenis mie, tetapi berbeda dari ramen. Udon adalah mie yang terbuat dari tepung gandum dan masuk ke Jepang dari Cina sekitar 800 tahun lalu. Udon merupakan menu makanan sehat dan murah di Jepang.

    Mie ini hanya direbus dan disajikan dengan kuah kaldu sederhana. Meskipun bumbunya terlihat sangat mendasar, rasanya justru sangat lezat karena gurih dari kuah kaldu. Jika ingin lebih spesial, kamu bisa memilih beberapa jenis topping, seperti telur mentah, tempura, atau taburan daun bawang.

    7. Soba

    makanan khas jepang

    Soba merupakan makanan tertua yang ada di daftar ini karena diperkirakan sudah ada di Cina sejak 6000 tahun lalu. Namun, mie ini baru mulai popular di Jepang pada zaman Edo, yaitu sekitar tahun 1603 sampai 1867. 

    Mie soba jauh lebih sehat dan bernutrisi dari varian mie lainnya. Bahkan, makan mie soba diketahui bisa mencegah kekurangan nutrisi tertentu pada tubuh.

    8. Wagashi

    Suka dengan camilan manis? Wagashi adalah camilan tradisional khas Jepang yang menunjukkan salah satu keindahan budaya negeri ini. Camilan manis ini memiliki kategori yang sangat luas karena dibuat berdasarkan daerah, musim, dan kebiasaan camilan tradisional Jepang. 

    Menariknya, makanan khas Jepang ini tidak hanya memiliki rasa yang lezat, tetapi juga dibuat dengan bentuk yang cantik dan menarik.

    Makanan ini berasal dari tradisi kuno Jepang yang bermula dari kue mochi yang sangat sederhana. Mochi terbuat dari adonan lengket yang dibuat dari beras ketan yang dikukus kemudian ditumbuk sampai lumat dan diberi isian kacang. 

    Kue ini kemudian berkembang menjadi camilan yang dibentuk cantik untuk menemani tradisi upacara minum teh di zaman Edo.

    Beberapa jenis umum wagashi antara lain adalah taiyaki, daifuku, dan namagashi. Taiyaki adalah pankace berbentuk ikan yang berisi anko atau custard. Daifuku adalah mocha kecil dengan bermacam-macam isian. Sementara, namagashio adalah camilan dari tepung beras dan anko yang dibentuk dalam berbagai desain yang cantik.

    9. Sukiyaki

    makanan khas jepang

    Hidangan panas ala Jepang ini umumnya disajikan sebagai hidangan sosial saat berkumpul. Sukiyaki adalah sup yang berisi daging sapi, mie, dan berbagai macam sayuran yang dimasak di meja makan dalam panci besi dengan kuah kaldu mendidih yang diberi bumbu kecap, gula, dan mirin.

    Menu ini ditemukan pada zaman Edo, tetapi sempat gagal populer karena agama Buddha sangat melarang konsumsi daging. Namun, ketika pembatasan ini dicabut, masyarakat mulai mengonsumsinya meskipun sering kali hanya untuk acara sosial khusus saja. 

    10. Sashimi

    Sashimi sangat berbeda dari sushi, tetapi tidak banyak orang yang mengetahui bahwa keduanya adalah hidangan yang berbeda. Jika sushi dibuat dengan cara menumpuk nasi dengan daging mentah, berbeda dengan sashimi. Sashimi adalah hidangan mentah yang disajikan tanpa nasi. 

    Biasanya, sashimi dibuat dengan mengiris tipis ikan atau daging segar, kemudian dicelupkan ke dalam soy sauce atau saus kedelai. Ikan atau daging yang digunakan untuk sashimi antara lain adalah salmon, cumi-cumi, udang, tuna, makarel, gurita, tuna berlemak, ikan yellow tail, ikan horse mackerel, kerang, bulu babi, dan lain-lain.

    Kamu biasanya akan menemukan menu ini di restoran yang menyediakan hidangan mewah. Meskipun demikian, menu ini terkadang juga disajikan sebagai pembuka di gastropub izakaya.

    12. Chankonabe

    Makanan khas Jepang ini mirip dengan sukiyaki karena keduanya masih merupakan bagian dari nabemono atau masakan hot-pot yang dimasak dalam satu panci. Menu ini berisi banyak protein dan sayuran dan dirancang untuk menambah energi dan berat badan. Karena itulah, hidangan ini umumnya dihidangkan untuk para sumo. 

    Hidangan ini sering kali dibuat dengan kuah dashi atau kaldu ayam dengan beragam protein dan sayuran yang tersedia. Kriteria utama chankonabe atau masakan rebusan untuk sumo ini adalah harus padat dan hangat, kemudian disajikan dengan nasi dan bir untuk menambah kalori. 

    Makanan ini dihidangkan langsung dari panci yang masih dimasak di atas kompor. Ketika kuah tinggal sedikit, mie udon bisa dimasukkan untuk menambah cita rasa ke dalam masakan.

    13. Somen

    makanan khas jepang

    Hidangan mie dari Jepang bukan hanya ramen dan udon. Ada lagi yang tidak kalah lezat dan menarik, yaitu somen. Hidangan ini adalah menu favorit di musim panas yang terik. Somen adalah mie dari tepung gandum dan diiris sangat tipis. 

    Mie ini dihidangkan dingin untuk menambah rasa sejuk. Kemudian, saus terpisah disiapkan untuk mencelupkan mie sebelum dimakan. Saus somen adalah mentsuyu, yaitu kuah dasar sup yang dibuat dari saus kedelai, mirin, sake, dan dashi.

    Untuk menambah keseruan tradisi musim panas, mie ini biasanya disajikan dengan cara istimewa yang disebut dengan nagashi somen. Dalam tradisi ini, somen diluncurkan melalui potongan bambu yang disusun sedemikian rupa seperti seluncuran. 

    Selanjutnya, bambu dialiri air untuk mempermudah mie meluncur melewati bambu. Kemudian, untuk memakannya, kamu harus menunggu mie meluncur lewat di depanmu dan menangkapnya dengan sumpit.

    14. Yatsuhashi

    Yatsuhashi adalah kue manis khas Jepang yang biasa dijual sebagai camilan untuk oleh-oleh. Camilan ini adalah produk khas dan paling terkenal dari daerah Kyoto di Jepang. Yatsuhasi terbuat dari tepung beras ketan, gula, dan kayu manis. 

    Kemudian, cara memasaknya adalah dengan dipanggang, mirip senbei atau kue beras Jepang. Kue ini keras seperti kerupuk dan memiliki bentuk seperti kecapi atau batang bambu yang dipotong memanjang. 

    Yatsuhashi mentah atau disebut nama yatsuhashi memiliki tekstur lembut menyerupai mochi dan umumnya diberi isian pasta kacang merah. Nama yatsuhashi berbentuk persegi panjang sangat tipis, kemudian dilipat secara diagonal agar berbentuk segitiga dengan pasta kacang merah di dalamnya. 

    Nama yatsuhashi umumnya juga tersedia dalam berbagai rasa yang berbeda. Rasa yang paling populer antara lain adalah matcha dan kayu manis. Kadang, yatsuhashi juga dihidangkan dengan cara dikukus setelah digulung terlebih dahulu.

    15. Tempura

    makanan khas jepang

    Tempura adalah salah satu masakan utama di Jepang. Makanan ini terbuat dari potongan ikan dan sayuran yang dilapisi telur dan adonan tepung, kemudian digoreng dalam minyak panas. 

    Teknik masakan yang digoreng dengan tepung ini sebenarnya baru masuk ke Jepang pada tahun 1500-an melalui pedagang Portugis yang datang ke Jepang. Bahkan, nama tempura sebenarnya diambil dari bahasa Latin tempora

    Kata ini berhubungan dengan minggu-minggu puasa sebelum Paskah yang dilakukan umat Kristen saat itu. Kemudian, makanan ini dengan cepat menjadi populer di Jepang dan bahkan menjadi makanan favorit Shogun Edo pertama, yaitu Tokugawa Ieyasu.

    16. Oshiruko dan zenzai

    Oshiruko adalah hidangan yang dinikmati pada festival Tahun Baru Jepang. Pada dasarnya, oshiruko adalah sup bubur kacang merah manis dengan mochi. 

    Menu ini dihidangkan hangat dengan mochi yang direndam di dalam kuah kaldu. Selain mochi, oshiruko kadang menggunakan manisan chestnut atau pangsit tepung beras ketan sebagai pengganti mochi

    Ada dua jenis oshiruko berdasarkan metode memasak kacang merah. Pertama, kacang merah bisa dihancurkan hingga menjadi pasta dan meninggalkan bentuk aslinya. Metode kedua adalah mencampurkan pasta kacang merah halus dengan kacang yang sudah dihancurkan kasar sehingga masih terasa tekstur kacangnya.

    Sementara, zenzai adalah makanan sejenis oshiruko, yang dibuat dengan mengentalkan pasta dengan panas dan tidak terlalu encer jika dibandingkan dengan oshiruko. Di Jepang barat, zenzai digunakan untuk menyebut jenis shiruko yang terbuat dari campuran kacang berbentuk pasta dan kacang yang dihancurkan kasar. 

    Di Okinawa, zenzai digunakan untuk menyebut sup kacang yang disajikan di atas es serut dengan mochi. Terkadang, topping susu kental manis juga ditambahkan untuk memberikan rasa manis. 

    17. Natto

    makanan khas jepang

    Natto adalah makanan khas Jepang berupa kacang kedelai yang sudah difermentasikan. Menurut legenda, natto ditemukan secara tidak sengaja pada abad ke-11. 

    Saat itu, seorang samurai bernama Minamoto no Yohiie meninggalkan kedelai yang sudah dimasak di dalam kantong jerami di kudanya. Ketika ia akan memakannya, ternyata kedelai tersebut sudah terfermentasi dan ia tetap memakannya.

    Natto adalah makanan yang sangat unik karena bau dan teksturnya yang khas. Jadi, orang akan cenderung sangat suka atau sangat benci dengan makanan ini. Meskipun berbau menyengat, makanan dengan tekstur lengket ini adalah menu pendamping sarapan yang sangat populer. 

    Pasalnya, makanan ini dikenal sangat sehat karena bakteri pada natto baik bagi kesehatan jantung, pencernaan, dan kekuatan tulang. 

    18. Tsukemono

    Tiga hidangan klasik Jepang yang disebut Ichiju-sansai terdiri dari menu lengkap satu sup dan tiga makanan pendamping. Salah satunya adalah tsukmomo atau acar. Terakhir adalah tsukemono yang secara harfiah berarti bahan makanan yang dibuat acar.  

    Acar Jepang merupakan bagian tidak terpisahkan dari hidangan khas Jepang dan hampir selalu disajikan setiap kali makan. 

    Beberapa jenis acar yang umum dikonsumsi adalah umeboshi atau acar plum, takuan atau acar lobak putih, dan benishoga atau acar jahe merah. Acar tidak hanya menambah kelezatan saat makan, tetapi juga sebagai penambah semangat atau penyegar mulut untuk makanan apa pun di sela-sela makan. 

    Acar ini biasanya dibuat dari berbagai jenis sayuran dan diawetkan atau diasamkan dengan menggunakan taburan garam, air garam, atau dedak padi. 

    Hidangan ini bisa disajikan sebagai lauk, camilan pendamping minum, hiasan untuk suatu menu makanan, atau bagian dari menu porsi kaiseki atau rangkaian hidangan makanan dalam upacara minum teh di Jepang. 

    Nah, itulah tadi beberapa jenis makanan khas Jepang yang hanya sebagian kecil dari begitu banyak kreasi makanan lezat khas Jepang. Rasanya yang lezat dan manfaat kesehatannya yang terjaga membuat hidangan ini begitu banyak diminati hingga masyarakat di luar Jepang. Hidangan mana nih yang ingin kamu coba?

  • 18 Makanan Khas Bengkulu Lezat yang Harus Kamu Coba

    18 Makanan Khas Bengkulu Lezat yang Harus Kamu Coba

    Provinsi Bengkulu menyimpan keindahan alam yang menakjubkan sehingga tak ayal jika tempat ini banyak didatangi wisatawan. Terlebih lagi, di Provinsi Bengkulu terdapat bunga raksasa ikonik sehingga kawasan ini dikenal sebagai Bumi Rafflesia.

    Namun, jika mampir ke Bengkulu, rasanya kurang afdal jika tidak mencoba kuliner khas daerah setempat. Sebagai referensi, berikut daftar makanan khas Bengkulu yang bisa kamu coba agar pengalamanmu di Bumi Raflesia lebih berkesan.

    1. Lemang Tapai

    makanan khas bengkulu

    Sesuai namanya, lemang tapai adalah perpaduan antara lemang dan tapai. Lemang dibuat dari beras ketan putih dan santan yang dimasak dengan cara yang unik, yaitu dimasukkan ke dalam bambu muda dan dibakar.

    Sementara tapai merupakan makanan berbahan ketan yang diolah dengan cara difermentasi menggunakan ragi. Dalam hal ini, tapai yang digunakan adalah tapai ketan hitam.

    Untuk membuat lemang tapai, lemang yang sudah matang dikeluarkan dari bambu lalu dipotong-potong dan diletakkan di atas mangkuk atau piring. Kemudian, siramkan tapai ketan hitam di atasnya. Sajian ini akan menghasilkan perpaduan cita rasa asin gurih dan manis asam yang nikmat.

    • Dapat ditemukan di: sepanjang Jalan Sungai Rupat, Lingkar Barat, Kota Bengkulu

    2. Pendap

    Makanan khas Bengkulu selanjutnya adalah ikan berbumbu yang dibungkus daun talas bernama pendap. Proses memasak kuliner ini membutuhkan waktu yang lama, yaitu kurang lebih delapan jam agar rasa gatal pada daun talas hilang.

    Untuk bahan-bahannya, siapkan ikan, kelapa parut yang agak tua, dan 4-5 lembar daun talas. Selain itu, siapkan juga bumbu-bumbu seperti lengkuas, jahe, kencur, merica, cabai, bawang merah, bawang putih, ketumbar, garam, dan penyedap rasa.

    Sebelum dimasak, ikan didiamkan seharian agar setengah membusuk dan aroma amisnya hilang. Setelah itu, haluskan kelapa parut dan juga bumbu-bumbu yang sudah disiapkan tadi. 

    Kemudian, bersihkan ikan, lalu lumuri dengan kelapa parut dan sebagian bumbu. Sedangkan sebagian bumbu yang lain ditumis, lalu dicampur dengan santan di dalam kuali.

    Selanjutnya, bungkus ikan dengan daun talas dan bungkus lagi bagian luarnya dengan daun pisang, lalu dikukus. Setelah itu, masukkan ikan ke dalam kuali yang berisi santan tadi dan tambahkan sepuluh asam kandis.

    Biarkan ikan dimasak dalam santan dengan api besar selama delapan jam. Setelah itu, pendap pun siap disajikan sebagai lauk.

    • Berasal dari: Kabupaten Kaur dan Kabupaten Bengkulu Selatan

    3. Bagar Hiu

    makanan khas bengkulu

    Bagar hiu merupakan makanan khas Bengkulu yang dibuat dengan bahan dasar ikan hiu. Kuliner favorit presiden Soekarno ini makin sulit dijumpai mengingat keberadaan hiu yang makin langka dan dilindungi.

    Bukan sembarang hiu, hanya jenis hiu tanduk dan hiu punai yang dapat diolah menjadi hidangan ini. Cara memasaknya, adalah sebagai berikut:

    • terlebih dahulu ikan hiu dibersihkan, lalu dipisahkan dari kulitnya. 
    • untuk menghilangkan bau anyir dan amis, tambahkan air perasan jeruk nipis, lalu rebus hiu sampai empuk.
    • kemudian, ikan hiu dibaluri dengan bumbu agar saat dimasak warnanya berubah menjadi kecoklatan. 
    • Setelah itu, tumis sebagian bumbu yang lain dengan minyak sampai harum.
    • lalu, masukkan hiu, tambahkan air, dan masak hingga matang.

    4. Lempok Durian

    Suka olahan durian? Kamu bisa coba jajanan manis yang disebut lempok durian. Sekilas memang mirip dodol, tetapi lempok durian hanya dibuat dengan campuran durian dan gula merah. Hal itu berbeda dengan dodol durian yang terbuat dari durian, kelapa, dan ketan.

    Untuk membuat lempok durian, ambil daging buah durian lalu campurkan dengan gula merah atau gula pasir dan sedikit garam. Dalam hal ini, gula berperan sebagai pengawet alami agar lempok bisa bertahan lama.

    Setelah tercampur rata, masukkan adonan ke dalam kuali dan panaskan dengan api sedang. Aduk terus adonan sampai mengental. Ketika sudah kenyal dan tidak lengket di tangan, itu artinya lempok sudah masak dan siap diangkat.

    Matikan api kompor dan diamkan lempok sampai dingin. Lempok durian pun siap untuk dikemas.

    • Lempok durian adalah jajanan khas dari: Bengkulu, Bengkalis, Jambi, Bangka Belitung, Pekanbaru, Lampung, Palembang, Pontianak, dan Samarinda.  

    5. Kue Lepek Binti

    makanan khas bengkulu

    Kue tradisional berbungkus daun pisang memang banyak ragamnya, mulai dari nagasari, lemper, hingga lopis. Di Bengkulu, kamu bisa menemukan kudapan yang serupa bernama lepek binti. 

    Kue ini berbentuk persegi dan terbuat dari tepung ketan dengan isian daging sapi giling. Cara pembuatannya pun tidak terlalu sulit, yakni: 

    • Pertama-tama, buat dahulu isiannya dengan mencampurkan daging giling, santan, garam, dan bumbu rempah lainnya, lalu masak sampai mengering.
    • Setelah itu, campurkan tepung ketan, santan, dan sedikit garam. 
    • Lalu, lumatkan sampai kalis. 
    • Ambil sejumput adonan, masukkan isian di tengahnya dan bungkus dengan daun pisang. 
    • Ulangi langkah tersebut sampai adonan dan isian habis, kemudian kukus hingga matang.

    6. Kelicuk

    Selain kue lepek binti, jajanan tradisional Bengkulu lain yang berbungkus daun pisang adalah Kelicuk. Kelicuk awalnya dibuat untuk suguhan acara pernikahan dan upacara adat saja. Namun sekarang, makanan ini cukup umum sebagai jajanan pasar dan mudah ditemukan.

    Bahan-bahan untuk membuat kelicuk, yaitu beras ketan, pisang, kelapa parut, dan gula aren. Tidak butuh waktu lama untuk membuatnya, cukup campurkan semua bahan, lalu adonan dikukus sekitar lima belas menit. Kelicuk pun siap disajikan.

    • Makanan khas dari: Suku Rejang

    7. Bubur Sekoi

    makanan khas bengkulu

    Sebelum budidaya padi banyak dikenal orang, jewawut menjadi salah satu bahan makanan pokok yang populer di Asia. Menariknya, biji jewawut ternyata mengandung nutrisi yang lebih baik dibandingkan dengan beras dan jagung.

    Meski keberadaannya kian tersingkirkan, biji jewawut sebenarnya masih bisa dijumpai sekarang ini. Misalnya di Bengkulu, jewawut atau dalam bahasa lokal disebut sekoi, diolah menjadi bubur yang menjadi makanan khas setempat.

    Selain kaya nutrisi, bubur sekoi menawarkan rasa yang khas dan lezat sehingga tak heran jika kuliner ini punya banyak peminat. 

    • Harga: kisaran Rp7.000/porsi
    • Bisa ditemukan di: terutama di bulan Ramadan, bubur sekoi banyak dijajakan di pinggir jalan sebagai hidangan takjil untuk berbuka puasa.

    8. Kue Bay Tat

    Kue bay tat merupakan kue tradisional dari Bengkulu berbentuk seperti roti padat dengan hiasan selai nanas di atasnya. Dulunya, kue bay tat merupakan hidangan untuk kaum ningrat. Namun kini, kue ini bisa dinikmati semua kalangan dan sudah menjadi oleh-oleh khas Bengkulu.

    Bay tat terdiri dari dua kata yaitu bay yang berarti “ibu” dan tat yang berarti “kue tart”. Terdapat dua varian kue bay tat berdasarkan ukurannya, yaitu bay tat dan anak tat/mini tat. Bay tat ukurannya lebih besar, sedangkan anak tat ukurannya lebih kecil seukuran genggaman tangan.

    Cara membuatnya, adalah sebagai berikut:

    • Kocok telur dan gula pasir, lalu campur dengan tepung terigu, santan, soda kue, dan mentega. 
    • Setelah tercampur rata, biarkan sebentar sampai agak mengembang, lalu letakkan ke dalam loyang. 
    • Selanjutnya, tambahkan selai nanas di atasnya, olesi dengan kuning telur, lalu panggang sampai matang.

    9. Manisan Terong

    makanan khas bengkulu

    Terong umumnya diolah menjadi hidangan lauk yang memiliki cita rasa asin. Namun di Bengkulu, ternyata sayuran ini juga diolah menjadi manisan.

    Cara pembuatannya pun cukup mudah, yaitu:

    • Pertama, terong ditusuk-tusuk menggunakan garpu, lalu direndam dalam larutan kapur sirih. Hal ini dilakukan agar teksturnya kenyal dan tidak hancur saat dimasak.
    • Selanjutnya, panaskan gula pasir ke dalam panci, lalu campur dengan air, garam, sitrun, dan pewarna. 
    • Setelah itu, masukkan terong dan masak hingga mengering. 
    • Usai dijemur selama tiga hari, manisan terong pun sudah siap untuk dinikmati.

    10. Kue Perut Punai

    Makanan khas Bengkulu ini disebut dengan kue perut punai karena bentuknya menyerupai usus burung punai yang dililitkan. Bentuknya memang mirip dengan kue perut ayam, tetapi ukurannya lebih kecil dengan bagian luar berlapis gula.

    Untuk membuat kue perut punai, adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah:

    • buatlah adonan dari tepung beras, tepung tapioka, keju, susu bubuk, margarin, dan telur. 
    • adonan kemudian dibentuk seperti usus dengan cara dipelintir dan disusun melingkar kecil-kecil.
    • setelah dibentuk, adonan kemudian digoreng sampai matang, lalu tiriskan. Selanjutnya, masukkan gula ke dalam wadah teflon, lalu panaskan sampai mencair. 
    • tambahkan air sambil diaduk, lalu masukkan adonan yang telah digoreng tadi.
    • aduk secara merata sampai semua kue terkena gula, lalu angkat. 
    • agar tidak menggumpal, kue perut punai harus dipisahkan satu ama lain di atas kertas minyak. 
    • terakhir, diamkan sampai mengering.

    11. Lontong Tunjang

    makanan khas bengkulu

    Sesuai namanya, lontong tunjang merupakan kombinasi antara lontong dan tunjang sapi. Selain itu, lontong tunjang biasanya juga disajikan dengan gulai nangka, telur, gulai buncis, gulai pakis, serta makanan pelengkap seperti kerupuk dan bakwan.

    Lontong tunjang memiliki cita rasa yang lezat dan gurih. Bumbu rempah dan kuah santannya yang khas akan membuat siapapun tergoda untuk menyantapnya.

    • Harga: Rp18.000 – Rp19.000/porsi

    12. Tempoyak

    Tempoyak adalah makanan khas Melayu yang terbuat dari fermentasi buah durian. Punya cita rasa yang asam, tempoyak biasanya disajikan sebagai teman makan nasi bersama sambal. Namun, ada juga yang menjadikannya sebagai bumbu masakan.

    Tempoyak dapat ditemukan di sejumlah daerah di Sumatra dan Kalimantan. Di Bengkulu, tempoyak biasanya disajikan dengan campuran udang dan memiliki tekstur yang sangat lembut.

    Untuk membuat tempoyak, caranya adalah ambil daging buah durian, tambahkan garam dan cabe rawit, lalu simpan di wadah yang tertutup. Setelah 3-5 hari, tempoyak akan terasa asam, tetapi masih menyisakan manis.

    Dalam hal ini, tempoyak sudah bisa dijadikan sambal dan dapat dikombinasikan dengan ikan seperti ikan teri, ikan patin, ikan mujair, dan ikan mas. Sebagai pelengkap, bisa juga ditambah beberapa lalapan seperti kabau, jengkol, dan petai.

    • Makanan khas dari: Etnis Melayu
    • Dapat ditemukan di: Bengkulu, Jambi, Lampung, Sumatra Selatan, dan Kalimantan

    13. Lema

    makanan khas bengkulu

    Seperti tempoyak, lema juga dibuat dengan proses fermentasi untuk menghasilkan aroma dan rasa yang khas. Akan tetapi, perbedaannya terletak pada bahan baku yang digunakan. Jika tempoyak dibuat dari durian, maka lema terbuat dari rebung yang dicincang dan dicampur dengan ikan sepat atau ikan mujair.

    Campuran bahan tersebut kemudian disimpan dalam wadah yang beralaskan daun pisang, lalu ditutup dengan rapat. Proses fermentasi memakan waktu setidaknya tiga hari sebelum lema siap diolah menjadi hidangan.

    Meskipun memiliki aroma yang agak menyengat, lema sangat disukai. Makanan khas suku Rejang ini bakal terasa lebih lezat apabila dimasak dengan santan dan ikan, baik ikan air tawar maupun ikan air laut.

    Biasanya, lema dimasak pedas untuk menciptakan kesegaran yang nikmat. Setelah dimasak, lema cocok dihidangkan sebagai lauk bersama lalapan seperti petai, kabau, dan jering.

    • Makanan khas dari: Suku Rejang

    14. Gulai Liling

    Gulai liling merupakan makanan khas Bengkulu yang dibuat dari keong sawah dan dimasak dengan rebung atau tunas bambu muda. Keunikan kuliner ini terletak pada cara memakannya, yaitu dengan menyedot keong langsung dari cangkangnya.

    Jika berkunjung ke Bengkulu, jangan lupa untuk mencicipi gulai liling. Kuliner ini dapat ditemukan dengan mudah di sejumlah rumah makan, khususnya yang menyajikan menu masakan kampung.

    15. Gulai Pisang Muda

    makanan khas bengkulu

    Siapa bilang pisang hanya bisa diolah sebagai hidangan manis? Buah pisang ternyata juga dapat diolah menjadi gulai yang nikmat. Sudah ada sejak dulu, gulai pisang muda dibuat dengan resep dan bahan yang disesuaikan dengan zaman.

    Menurut situs Mongabay, pisang yang diolah jadi gulai dulunya adalah pisang imbo yang tumbuh secara liar di lereng bukit daerah Rejang. Namun kini, pisang yang digunakan biasanya berupa pisang kepok muda yang dinilai lebih enak dan rempahnya mudah meresap.

    Adapun bumbu atau rempah yang digunakan meliputi bawang merah, bawang putih, cabai merah, ketumbar, lengkuas, jahe, serai, kunyit, jintan, santan, dan kecombrang.

    16. Kue Siput

    Kue siput adalah makanan khas Bengkulu dengan bentuk menyerupai cangkang siput. Kue yang sering dijadikan suguhan saat lebaran ini memiliki rasa yang gurih, asin, dan agak manis.

    Tidak banyak bahan yang dibutuhkan untuk membuat kue ini. Kamu hanya perlu menyiapkan tepung terigu, tepung tapioka, margarin, gula, garam, serta air atau santan. Bahan yang digunakan memang sederhana, tetapi rasa kue siput dijamin akan bikin nagih.

    Adapun cara membuatnya, bahan-bahan tadi dicampur untuk dibuat menjadi adonan. Setelah itu, adonan dibentuk seperti siput, bisa menggunakan garpu atau cetakan khusus. Adonan yang telah dicetak kemudian digoreng sampai matang, lalu tiriskan. Kue ini bisa dinikmati langsung, atau disimpan di wadah yang tertutup.

    17. Gulai Kemba’ang

    makanan khas bengkulu

    Gulai kemba’ang adalah makanan khas Bengkulu yang terbuat dari iga sapi, berkuah santan, dan dimasak dengan bumbu khas Bengkulu. Gulai ini memiliki rasa yang gurih dan lezat dengan warna kuning yang menggugah selera. Gulai kemba’ang akan lebih mudah dijumpai saat bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri.

    18. Sirup Kalamansi

    Membahas makanan khas Bengkulu, rasanya tidak lengkap jika tidak membahas minumannya juga. Salah satu minuman khas Bengkulu yang sering dijadikan oleh-oleh adalah sirup kalamansi.

    Kalamansi adalah jenis jeruk lemon yang rasanya sangat asam. Meskipun asalnya dari Tiongkok, tetapi kalamansi telah dibudidayakan sebagai varietas unggul di Bengkulu sejak beberapa tahun terakhir.

    Di Bengkulu, buah ini sering diolah menjadi sirup. Selain memiliki rasa manis yang manis dan asam, sirup kalamansi juga berkhasiat karena mengandung vitamin C yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

    Untuk membuat sirup kalamansi, buah yang telah menguning diperas menggunakan mesin, lalu saripatinya dimasak dengan gula pasir. Setelah itu, sirup kalamansi pun siap dikemas ke dalam botol.

    • Harga: Rp35.000/botol

    Demikianlah makanan khas Bengkulu yang lezat yang harus kamu coba saat berkunjung Bumi Raflesia. Dari delapan belas makanan dan minuman di atas, mana yang paling mengundang penasaran untuk dicoba?

  • 18 Makanan Khas Medan yang Wajib Kamu Coba!

    18 Makanan Khas Medan yang Wajib Kamu Coba!

    Wisata, belanja, dan kuliner merupakan tiga hal yang tak terpisahkan. Usai menjelajah di sebuah tempat, tentu saja tidak lengkap jika tidak berbelanja suvenir untuk orang terkasih di rumah. Jangan lupa juga berburu kuliner khas setempat sembari sejenak melepas lelah. 

    Indonesia punya berbagai tempat menarik dengan kekayaan alam dan budayanya, salah satunya Medan. Kota terbesar di Sumatra Utara ini layak masuk wishlist destinasi wisatamu. Berbagai objek wisata, mulai dari alam, budaya, hingga belanja. Apa saja makanan khas Medan yang wajib dicoba? 

    1. Mi Gomak

    makanan khas medan

    Italia punya spageti, sementara Medan punya mi gomak. Ketika masih mentah, mi yang terbuat dari tepung terigu ini berbentuk lurus memanjang seperti mi lidi atau spageti. Makanan khas suku Batak Toba ini disebut gomak yang artinya ‘ambil’ atau ‘peras’ karena diambil dengan tangan ketika disiapkan.

    Meskipun mirip dengan mi Aceh karena sama-sama menggunakan berbagai rempah, mi gomak punya ciri khas penggunaan andaliman atau disebut merica Batak. Jenis minya juga berbeda karena mi Aceh menggunakan mi kuning atau mi telur. Aromanya semakin sedap jika dimasak dengan tungku kayu.

    Mi gomak disajikan dengan dua versi, yaitu kuah dan goreng. Mi kuah biasanya disajikan terpisah kuah dan sambalnya. Ketika akan dimakan, barulah mi yang sudah direbus itu disiram kuah panas. Mi goreng ditumis dengan sedikit air. Pelengkapnya antara lain telur rebus dan gorengan tempe, tahu, pisang, ubi.

    Rekomendasi restoran:

    • Mie Gomak Mak Sari
    • Alamat: Jl. Sisingamangaraja No.117, Harjosari II, Kec. Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara 20148
    • Jam buka: 06.00–24.00

    2. Soto Medan

    Tidak hanya Betawi dan Lamongan yang punya soto lezat. Medan pun punya soto yang nikmat dan kaya rempah. Soto Medan merupakan jenis soto yang kuning dan kental dengan santan. Ciri khasnya ialah penggunaan bumbu rempah yang kuat, seperti bunga lawang, jeruk lima, jintan, dan lada hitam.

    Soto Medan disajikan bersama taoge, keripik kentang, tomat, dan suwiran ayam atau daging sapi, tetapi ada juga yang menambahkan udang. Agar semakin sedap, soto ditaburi bawang goreng. Untuk menambah rasa asam, jangan lupa kucurkan perasan jeruk nipis sebelum menyantapnya.

    Rekomendasi restoran:

    • Rumah Makan Sinar Pagi
    • Alamat: Jl. Sei Deli No.2D/1, Silalas, Kec. Medan Barat, Kota Medan, Sumatra Utara 20236
    • Jam buka: 07.00–15.30

    3. Lontong Medan 

    makanan khas medan

    Jika ingin sarapan yang mengenyangkan untuk bekalmu menjelajah Medan seharian, pilih saja lontong sayur khas Medan. Lontong Medan biasanya juga disajikan pada hari-hari besar. Makanan khas Medan ini berupa lontong yang disajikan bersama sayur bersantan, telur, kerupuk, dan bawang goreng.

    Rekomendasi restoran:

    • Lontong Kak Lin
    • Alamat: Jl. Teuku Cik Ditiro No.8m, Madras Hulu, Kec. Medan Polonia, Kota Medan, Sumatra Utara 20151
    • Jam buka: Senin–Jumat 07.00–16.00, Sabtu 07.00–14.00, Minggu 07.00–24.00

    4. Bolu Meranti

    Bolu Meranti sudah terkenal sebagai oleh-oleh wajib dari Medan. Bolu gulungnya lembut dengan isian selai di dalamnya. Ada berbagai varian rasa seperti nanas, cokelat, keju, moka, blueberry, dsb. Tersedia pula pilihan kue lain seperti chiffon, lapis legit, bika, brownies, pancake, dan pie

    Rekomendasi toko:

    • Bolu Meranti
    • Alamat: Jl. Sisingamangaraja No.19B, Kotamatsum III, Kec. Medan Kota, Kota Medan, Sumatra Utara 20212
    • Jam buka: 10.00–20.00

    5. Bika Ambon

    makanan khas medan

    Bukan berasal dari Ambon, bika ambon justru berasal dari Medan. Salah satu versi sejarah mengatakan bahwa kue ini terpengaruh kue bingka khas Melayu. Dinamakan bika ambon karena toko yang pertama menjualnya terletak di Jalan Ambon-Sei Kera, Medan.

    Kue ini memiliki bentuk khas berlubang-lubang di dalamnya seperti jaring. Bahan dasarnya antara lain tepung tapioka, telur, santan, dan gula. Pada pembuatan secara tradisional, kuenya dimasak selama 12 jam agar tahan lama. Saat ini sudah ada berbagai varian seperti pandan, cokelat, keju, dan gula merah.

    Rekomendasi restoran:

    • Bika Ambon Zulaikha
    • Alamat: Jl. Mojopahit No. 70 A-C, Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Sumatra Utara 20112
    • Jam buka: 06.00–21.00

    6. Mi Balap 

    OLYMPUS DIGITAL CAMERA

    Mi balap merupakan menu yang biasa dinikmati untuk sarapan. Mi balap adalah mi dari kwetiau dan bihun yang digoreng dengan campuran sawi, telur, bakso, ayam, dan seafood. Nama mi balap diambil dari cara memasak dan menyajikannya yang cepat seperti membalap.

    Rekomendasi restoran:

    • Mie Balap Seafood Mas Arjuna
    • Alamat: Jalan Panglima Denai No. 100, Kec. Medan Denai, Kota Medan, Sumatra Utara
    • Jam buka: 06.00–10.00, 17.00–23.00

    7. Nasi Kentut

    makanan khas medan

    Kentut yang ini tidak berbau busuk, justru sedap. Nasi kentut dimasak dengan campuran daun sembukan atau di Medan disebut daun kentut. Nasi ini dibakar dengan dibungkus daun pisang, kemudian disajikan dengan lauk seperti tempe, tahu, telur, sambal, dan lalapan.

    Rekomendasi restoran:

    • Nasi Kentut
    • Alamat: Jl. Wahidin No. 24 Pandau Hulu I, Kec. Medan Kota, Kota Medan, Sumatra Utara 20233
    • Jam buka: 12.00–18.00

    8. Laksa Medan 

    Laksa merupakan makanan peranakan Tionghoa-Melayu yang bisa dijumpai di Malaysia, Indonesia, dan Singapura. Masakan ini berupa mi yang disajikan dengan kuah kental yang dibuat dari kaldu ikan. Cita rasanya yang gurih, pedas, dan asam sangat menggugah selera.

    Mi yang digunakan dalam laksa ialah jenis mi lidi yang besar. Bumbunya yang khas ialah asam gelugur dan kecombrang. Pelengkapnya ketika disajikan antara lain suwiran ikan, timun, jeruk nipis, dan irisan bawang merah. Uniknya, ada sensasi “semriwing” dari topping berupa daun mint.

    Rekomendasi restoran:

    • Rumah Makan Laksa Medan
    • Alamat: SMP Taman Siswa Medan, Jl.  Yose Rizal No.50/108, Sei Rengas I, Kec. Medan Kota, Kota Medan, Sumatra Utara 20211
    • Jam buka: Selasa–Minggu 10.00–18.30

    9. Rujak Kolam 

    makanan khas medan

    Di tengah cuaca yang sedang panas, kamu bisa menikmati sajian yang segar, yakni rujak kolam. Bukan makan besar, rujak sifatnya hanya makanan selingan atau camilan. Rujak ini terdiri atas berbagai buah seperti nanas, bengkuang, pepaya, mangga, dan timun.

    Bumbu rujak kolam yang terdiri atas cabai, asam jawa, dan gula aren dibuat secara manual dengan cobek. Untuk menambahkan rasa gurih, rujak kolam ditaburi dengan kacang tanah goreng.

    Rekomendasi restoran:

    • Rujak Sederhana Kolam Raya
    • Alamat: Jl. Mahkamah, Mesjid, Kec. Medan Kota, Kota Medan, Sumatra Utara 20213
    • Jam buka: 06.00–24.00

    10. Bubur Pedas Medan

    Bubur pedas Medan merupakan sajian yang biasanya dinikmati di bulan Ramadan. Namun, kamu juga bisa menikmatinya sebagai menu sarapan. Awalnya bubur ini disajikan di Kesultanan Deli pada masa Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alam Syah setiap bulan Ramadan.

    Meskipun namanya bubur pedas, bubur ini tidak terlalu pedas. “Pedas” digunakan untuk menyebut efek menghangatkan tubuh karena bumbu rempah-rempahnya. Bubur ini disajikan dengan tambahan sayuran anyang, taoge rebus, dan sayur pakis.

    Rekomendasi restoran:

    • Bubur Pedas Khas Melayu
    • Alamat: Jl. Johor Indah Permai No.10, Gedung Johor, Medan Johor, Kota Medan, Sumatra Utara 20146
    • Jam buka: Senin, Jumat, Sabtu 06.15–05.25; Rabu, Kamis, Minggu 06.15–12.00

    11. Kopi Sidikalang

    makanan khas medan

    Jika ingin menikmati suasana santai, duduk-duduk saja di kafe sambil menyeruput kopi. Bagi kamu yang suka minum kopi, jangan lupa untuk mencicipi kopi Sidikalang. Kopi Sidikalang yang berasal dari Kabupaten Dairi banyak disebut sebagai salah satu kopi terbaik di dunia.

    Selain meminumnya langsung, bawalah kopi Sidikalang sebagai buah tangan untuk para pencinta kopi. Kopi ini masih diolah dengan cara tradisional sehingga murni dan aromanya autentik. Kamu bisa membawanya dalam bentuk biji untuk digiling sendiri atau bubuk yang bisa langsung diseduh.

    Rekomendasi restoran:

    • Sidikalang Coffee Shop and Grill 
    • Alamat: Jl. Razak No.9, Sekip, Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Sumatra Utara 20111
    • Jam buka: 07.00–22.00

    12. Martabak Piring 

    Martabak merupakan salah satu kudapan yang banyak disukai orang. Ada dalam dua varian, yaitu telur dan manis, kudapan ini bisa disesuaikan dengan seleramu. Martabak manis dapat kamu nikmati dengan berbagai topping, seperti kacang, cokelat, keju, durian, dsb.

    Lain halnya dengan martabak manis yang dimasak dengan wajan cor, Medan punya martabak yang dimasak di atas piring enamel. Martabaknya berukuran diameter kira-kira satu jengkal sehingga ukurannya pas untuk satu orang. Tampilannya agak mirip dengan pancake dan bahannya pun mirip. 

    Ada dua jenis, yaitu martabak tebal dan martabak tipis kering. Martabak tebal dibuat dengan adonan yang agak kental, sementara martabak tipis kering dibuat dengan adonan lebih encer. Setelah matang, sisi dalam martabak dioles dengan margarin dan topping sesuai selera pembeli.

    Rekomendasi restoran:

    • Martabak Piring Murni
    • Alamat: Jl. Tjong Yong Hian, Pasar Baru, Kec. Medan Kota, Kota Medan, Sumatra Utara 20159
    • Jam buka: 06.00–23.30

    13. Kari Bihun

    makanan khas medan

    Kari biasanya dibuat dengan bahan ayam, telur, daging, dan kentang. Uniknya, di Medan ada sajian kari yang berbahan bihun. Kari ini berbahan dasar daging sapi atau ayam, santan, bihun, dan kentang. Memadukan berbagai bumbu dan rempah, kari bihun menghadirkan cita rasa pedas, manis, dan gurih.

    Rekomendasi restoran:

    • Rumah Makan Tabona
    • Alamat: Jl. Mangkubumi No.17, A U R, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatra Utara 20151
    • Jam buka: 07.00–16.30

    14. Bihun Bebek

    Jika kamu sudah terbiasa menikmati sajian bihun yang dipadukan dengan ayam, sayuran, dan telur, cobalah untuk menikmati bihun bebek dari Medan. Bihun ini merupakan sajian peranakan Tionghoa. Biasanya orang-orang menikmatinya sebagai sarapan, tetapi bisa juga untuk makan siang atau malam.

    Bihun bebek sangat sedap dan gurih karena menggunakan kaldu dari bebek yang dimasak lama dengan berbagai bumbu. Bihun ini disajikan di atas mangkuk, kemudian diberi irisan bebek rebus, bawang putih goreng, selada, dan seledri. Setelah siap, bihun diguyur dengan kuah yang gurih.

    Rekomendasi restoran:

    • Bihun Bebek Asie
    • Alamat: Jl. Kumango No.15, Kesawan, Kec. Medan Bar., Kota Medan, Sumatra Utara 20212
    • Jam buka: 07.00–24.00

    15. Teh Susu Telur 

    makanan khas medan

    Sambil menikmati suasana malam Kota Medan, nikmatilah minuman yang manis dan menghangatkan. TST, begitu orang-orang Medan menyebut minuman yang bernama teh susu telur. Minuman ini sangat populer di Medan dan menjadi menu wajib di warung kopi.

    Teh susu telur dibuat dengan campuran susu, kuning telur, dan teh. Telurnya bukan dari ayam petelur, melainkan ayam kampung Telur dikocok hingga berbuih dan luber-luber sehingga biasanya gelas disajikan bersama cawan. Minuman ini dipercaya bisa meningkatkan stamina, terutama pada laki-laki. 

    Rekomendasi restoran:

    • TST Pak Haji
    • Alamat: Jl. Puri, Kota Matsum IV, Kec. Medan Area, Kota Medan, Sumatra Utara 20211
    • Jam buka: 17.00–02.00

    16. Lemang

    Orang-orang mungkin sudah mengenal lemang yang berasal dari Sumatra Barat. Namun, Medan juga punya lemang yang tak kalah nikmat. Lemang merupakan makanan khas Medan yang berbahan dasar beras ketan dan santan, kemudian dimasak dalam bambu yang sudah dialasi daun pisang

    Pada cara pembuatan tradisional, lemang dimasak dengan kayu bakar dalam waktu berjam-jam. Sekilas tampilannya seperti lemper dari Jawa. Selain dimakan langsung, lemang juga dapat dinikmati bersama tapai dan srikaya. 

    Srikaya adalah saus yang dibuat dari santan, tepung beras, dan gula merah, kemudian dikentalkan. Rasanya cenderung gurih dan tidak terlalu manis. Ada pula yang menyajikannya bersama unti yang terbuat dari kelapa parut, daun pandan, dan garam. 

    Lemang sangat mudah dijumpai pada bulan Ramadan, terutama di kawasan Jalan Flamboyan. Meskipun demikian, beberapa tempat menjualnya pada hari-hari biasanya. Rasanya yang gurih dan manis serta harganya terjangkau membuatnya cocok dijadikan oleh-oleh.

    Rekomendasi restoran:

    • Lomang Panas Jaya
    • Alamat: Jl. Flamboyan Raya No.5C, Tanjung Selamat, Kec. Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatra Utara 20135
    • Jam buka: 06.00–18.00

    17. Dali Ni Horbo

    makanan khas medan

    Dali ni horbo merupakan susu kerbau yang diolah dengan cara fermentasi. Dali artinya ‘susu’, sementara horbo artinya ‘kerbau’. Dali ni horbo merupakan makanan sejenis keju. Makanan ini berasal dari suku Batak yang mendiami daerah Tapanuli.

    Pada zaman dahulu, dali ni horbo sangat mudah dijumpai di pasar. Bahkan, makanan ini menjadi menu sehari-hari di rumah. Sayangnya, saat ini semakin sedikit orang yang memelihara kerbau sehingga sulit untuk menemukan dali ni horbo di pasaran. Biasanya dali ni horbo diolah dengan bumbu arsik.

    Rekomendasi restoran:

    • Dali Ni Horbo Makanan Khas Batak-Asli Murni
    • Alamat: Perum Sejahtera Indah 2 N.08 Jl. B. Terompet, Sempakata, Kec. Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara 20135
    • Jam buka: Sabtu–Kamis 11.00–17.00

    18. Lapet

    Selain lemang, ada makanan khas Medan lain yang terbuat dari ketan, yaitu lapet. Bedanya, lapet terbuat dari tepung ketan. Namun, ada pula yang menggunakan bahan tepung beras biasa. Lapet biasanya disajikan sebagai kudapan untuk jamuan tamu atau teman ngeteh.

    Tepung ketan terlebih dahulu dikukus, kemudian diayak. Setelah itu, tepung dicampur dengan kelapa, gula merah, dan garam. Jika telah tercampur rata, adonan tersebut dibungkus dengan daun pisang membentuk kerucut, kemudian dikukus selama 30 menit. Daun pisang akan memberikan aroma sedap.

    Rekomendasi restoran:

    • Phin Phin Jajanan Pasar & Bakery
    • Alamat: Jl. Sisingamangaraja No.117, Harjosari II, Kec. Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara 20148
    • Jam buka: 06.00–24.00

    Menggoda selera sekali bukan kuliner dari Medan tersebut? Kekayaan Indonesia di bidang kuliner memang tidak ada habisnya dieksplorasi. Yuk segera atur jadwal liburanmu ke Medan dan nikmati kuliner Medan dengan cita rasa pedas, asin, gurih, hingga manis dengan bahan dan bumbu yang khas.

  • 18 Rekomendasi Makanan Khas Palembang yang Wajib Dicoba

    18 Rekomendasi Makanan Khas Palembang yang Wajib Dicoba

    Ada yang kurang rasanya jika jalan-jalan ke Palembang, Sumatra Selatan, tapi tidak mampir ke Jembatan Ampera. Begitu pun jika datang ke Bumi Sriwijaya tersebut tanpa mengicip makanan khasnya, rasanya belum afdal. Ada banyak makanan khas Palembang yang wajib dicoba, dan tentunya rasanya tak akan mengecewakan.

    Nah, kalau kamu sedang berada di Palembang, atau punya rencana buat liburan ke sana, jangan lupa buat mencoba beragam kuliner berikut ini! Dijamin lidahmu bakal dimanjakan dengan sensasi rasa yang tiada duanya.

    1. Pempek

    makanan khas palembang

    Selain punya julukan Bumi Sriwijaya, Palembang juga terkenal dengan sebutan Kota Pempek. Hal itu tak lepas dari keberadaan pempek sebagai salah satu makanan khasnya yang populer.

    Di Palembang, kamu akan mudah menemukan pempek yang dijual di berbagai tempat. Mulai dari pedagang keliling, gerobak/kedai, hingga restoran dan pusat oleh-oleh. Bahkan di sana juga ada Kampung Pempek yang mayoritas warganya memproduksi dan menjual pempek.

    Selain mudah dijumpai, pempek juga punya cita rasa yang menarik. Makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan ini memiliki perpaduan rasa gurih, manis, sekaligus asam dalam satu gigitan. Apalagi saat ini ada banyak inovasi variannya, tentu membuat rasa pempek semakin bervariasi.

    Berikut beberapa nama dari varian/jenis pempek Palembang:

    • Pempek kapal selam
    • Pempek lenjer
    • Pempek adaan
    • Pempek tunu
    • Pempek pistel
    • Pempek keriting
    • Pempek tahu
    • Pempek kulit

    Secara umum, pempek terbuat dari ikan tenggiri (bisa juga ikan gabus/jenis ikan lain) yang dihaluskan, lalu dicampur tepung kanji, direbus, kemudian digoreng. Jika sudah matang, ia disajikan dengan kuah cuko yang terbuat dari gula merah, cuka, asam jawa, serta berbagai bumbu penyedap lainnya. Kuah inilah yang memberikan cita rasa asam manis yang unik.

    • Harga pempek Palembang sangat bervariasi, mulai dari Rp3.500.

    2. Pindang Patin

    Masih dari bahan dasar ikan-ikanan, pindang patin menjadi makanan khas Palembang berikutnya yang wajib dicoba. Sajian kuliner satu ini punya cita rasa yang nggak kalah enak dibanding pempek. Lembutnya daging patin yang dipadukan dengan berbagai bumbu rempah, menjadikan makanan ini sangat sayang untuk dilewatkan.

    Keberadaan pindang patin sebagai salah satu makanan khas dari kota tertua di Indonesia tersebut tak lepas dari banyaknya budidaya ikan patin yang ada di sana. Ikan tersebut kemudian diolah dengan beberapa jenis bumbu seperti:

    • Jahe
    • Bawang putih
    • Bawang merah
    • Daun salam
    • Belimbing sayur
    • Kunyit
    • Serai
    • dan lainnya.

    Menu ini sangat cocok dimakan bersama nasi putih dalam kondisi hangat, baik di pagi, siang, maupun malam hari. Kandungan gizi pada ikan patin, seperti vitamin B12, asam lemak omega 3, juga vitamin D, mampu memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

    • Harga seporsi pindang patin umumnya sekitar Rp20 ribu.

    3. Sambal Tempoyak

    makanan khas palembang

    Palembang merupakan salah satu kota penghasil durian terbesar di Indonesia. Maka, tidak heran jika di sana kita mudah menjumpai berbagai jenis buah durian. Saking melimpahnya, durian di Palembang pun banyak yang diolah menjadi makanan lainnya. Salah satunya adalah sambal tempoyak yang merupakan makanan khas Palembang.

    Sambal yang satu ini memang terbuat dari bahan utama durian, sehingga memiliki cita rasa unik dan tidak biasa. Ada perpaduan pedas dan asam yang berasal dari tempoyak (daging durian yang difermentasi).

    Pembuatan sambal ini pun membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Setidaknya, perlu sekitar sepekan untuk membuat tempoyak. Setelah itu baru bisa diolah (ditumis) bersama bumbu lainnya, seperti cabai, bawang putih, bawang merah, gula, serta garam. Selain di Palembang, sambal ini juga terkenal di seantero Sumatra Selatan, bahkan Lampung.

    • Harga sambal tempoyak sangat variatif, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp60 ribu, bergantung pada ukuran kemasannya.

    4. Laksan

    Laksan merupakan makanan khas Palembang yang sangat mirip dengan pempek. Bahan baku laksan juga ikan, tetapi bukan dipadukan dengan tepung tapioka, melainkan tepung sagu. Adonan ini selanjutnya dibentuk oval, dan direbus hingga matang.

    Setelah matang, laksan bisa disajikan dengan kuah yang khas. Tidak seperti pempek yang dikombinasikan dengan kuah cuko saat dimakan, laksan dikombinasikan dengan kuah santan. Makanan ini kerap menjadi salah satu hidangan favorit saat berbuka puasa.

    Laksan memiliki rasa yang gurih, mirip seperti opor, berkat berbagai bumbu yang digunakan untuk kuahnya. Di antaranya ialah kaldu udang, bawang merah, bawang putih, kunyit, merica, ketumbar, ebi, garam, dan penyedap rasa.

    • Untuk menikmati laksan, kamu bisa membelinya dengan harga mulai Rp8 ribu saja per porsi.

    5. Gulo Puan

    makanan khas palembang

    Berbeda dari makanan khas Palembang yang telah diulas sebelumnya, kuliner satu ini menawarkan rasa yang manis. Gulo puan merupakan salah satu jenis kudapan yang terbuat dari bahan utama gula dan susu. Seperti namanya, gulo yang berarti gula, dan puan yang berarti susu.

    Uniknya, gulo puan tidak bisa dibuat dari sembarang jenis susu, melainkan harus dengan susu kerbau rawa. Hal inilah yang membuat gulo puan semakin jarang ditemui, mengingat bahan utamanya sangat sulit dicari.

    Walau demikian, ketika bahan sudah lengkap, proses pembuatan makanan ini bisa dibilang mudah. Berikut langkah-langkahnya:

    • Campur susu kerbau rawa dengan gula merah.
    • Masak di atas api kecil dan aduk terus menerus selama minimal lima jam.
    • Jika sudah mengental dan kering, gulo puan siap untuk disajikan.

    Konon, di zaman dahulu, gulo puan menjadi salah satu kuliner yang digemari oleh kaum bangsawan.

    • Gulo puan dijual dengan harga yang berbeda-beda di setiap tempat, kisarannya antara Rp80 ribu sampai Rp150 ribu untuk ukuran 1 kilogram.

    6. Kue Maksuba

    Makanan khas Palembang berikutnya masih seputar kudapan manis. Kali ini ada kue maksuba atau kue lapisnya orang Palembang. Disebut demikian karena secara fisik kue tersebut memang mirip dengan kue lapis.

    Bahan pembuatan kue ini sebenarnya tak jauh berbeda dengan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kue bolu pada umumnya. Hanya saja, kue maksuba original tidak menggunakan pengembang. Secara umum, berikut beberapa bahan yang dipakai untuk pembuatan kue maksuba:

    • Tepung gandum
    • Gula
    • Susu
    • Telur bebek

    Proses pembuatan kue maksuba membutuhkan ketelitian dan kesabaran tingkat tinggi, mengingat kita harus menyusun kue tersebut selapis demi selapis sembari dipanggang dalam oven. Namun jika sudah jadi, rasa yang ditawarkan juga tak akan mengecewakan lidah yang mencicipinya. Kue ini kerap dipakai untuk sajian kala ada hajatan di Palembang.

    • Harga kue ini bervariasi, untuk ukuran loyang kecil (20 x 10 cm) berkisar Rp90 hingga 120 ribu.

    7. Malbi

    makanan khas palembang

    Jika di Padang kita mengenal rendang sebagai salah satu makanan khasnya, di Palembang ada malbi. Olahan satu ini cukup identik dengan rendang, tetapi punya cita rasa yang sedikit berbeda.

    Rendang cenderung pedas berkat kombinasi berbagai rempah khas Nusantara, sementara rasa malbi lebih manis. Untuk bahan dasar, keduanya sama-sama menggunakan daging sapi.

    Umumnya, makanan khas Palembang ini kerap disajikan saat ada acara-acara besar. Mulai dari hajatan hingga perayaan hari raya. Varian malbi pun beragam, selain kering berempah seperti rendang, ada pula yang dibuat dengan kuah pekat layaknya semur.

    • Harga malbi kemasan antara Rp65 ribu hingga ratusan ribu rupiah, bergantung ukurannya.

    8. Tekwan

    Tekwan adalah makanan khas Palembang yang penampilannya sangat mirip dengan bakso pada umumnya. Bahkan, makanan ini juga disajikan bersama bakso serta bihun.

    Bedanya, ada bahan lainnya yang ditambahkan, yaitu olahan tekwan yang terbuat dari adonan ikan dan tepung tapioka (seperti pempek), juga irisan timun, bengkuang, jamur kuping, lalu disiram kaldu udang. Tekwan cocok disajikan selagi hangat, dan disantap bersama taburan daun bawang yang diiris kecil-kecil. 

    • Harga seporsi tekwan sekitar Rp12 ribu.

    9. Mi Celor

    makanan khas palembang

    Variasi olahan mi memang tiada matinya. Hampir di setiap daerah pasti memiliki makanan khas yang terbuat dari bahan utama mi. Seperti di Palembang ini misalnya, ada mi celor. Secara kasat mata, olahan mi ini sangat mirip dengan mi Aceh, keduanya sama-sama disajikan dengan kuah santan yang dicampur kaldu udang (ebi).

    Jika mi Aceh lebih simpel, karena hanya membutuhkan mi dan kuah khasnya saja, mi celor punya beberapa tambahan topping. Di antaranya ialah sebagai berikut:

    • Bawang goreng
    • Taoge
    • Irian daun bawang
    • Telur rebus
    • Seledri

    Berkat banyaknya toping yang ditambahkan, makanan khas Palembang ini umumnya disajikan dalam porsi yang jauh lebih besar dibanding olahan mi lainnya.

    • Jika berminat, kamu bisa menikmati seporsi mi celor dengan harga mulai dari Rp15 ribu.

    10. Martabak HAR

    Di Palembang ada franchise martabak terkenal yang bernama Martabak HAR. HAR sendiri adalah singkatan dari Haji Abdul Razak, pemilik/pendiri franchise tersebut pertama kali. Martabak di sini unik dan agak berbeda dari martabak pada umumnya, khususnya dalam hal penyajian.

    Martabak HAR yang dibuat dari campuran tepung terigu, telur bebek, telur ayam, dan berbagai bumbu tersebut disajikan dengan kuah khas kari kambing bertabur irisan kentang. Kuah ini mirip dengan kuah kari khas India, tetapi pada martabak HAR dibuat tidak terlalu kental.

    Di samping itu, makanan khas Palembang ini juga memiliki aroma yang tidak begitu menyengat layaknya makanan India.

    • Untuk menikmati satu porsi martabak HAR, kamu cukup merogoh kocek mulai dari Rp12 ribu saja. Sangat ramah di kantong, ya?

    11. Celimpungan

    makanan khas palembang

    Ikan menjadi salah satu bahan yang banyak digunakan untuk olahan makanan khas Palembang. Selain pempek, tekwan, dan laksan, ada juga olahan berbahan dasar ikan lain bernama celimpungan.

    Penampilan celimpungan tak jauh berbeda dengan olahan ikan khas Palembang lainnya. Ikan tersebut dihaluskan, lalu dicampur dengan tepung, dan kemudian direbus. Jika sudah matang, celimpungan disajikan dengan kuah khas. Kuah inilah yang membedakan celimpungan dan olahan ikan lainnya.

    Jika pempek dengan kuah cuko, tekwan dengan kuah kaldu udang, laksan dengan kuah santan opor, celimpungan disajikan dengan kuah kari yang agak kental. Makanan ini biasanya disajikan saat hari raya Idulfitri maupun hari-hari besar lainnya.

    Namun, jika kamu ingin mencobanya di luar hari-hari besar, tak perlu khawatir, banyak resto di Palembang yang menawarkan menu ini dengan harga yang sangat terjangkau.

    • Cukup merogoh kocek mulai Rp20 ribu saja, kamu sudah bisa menikmati lezatnya celimpungan Palembang.

    12. Burgo

    Burgo merupakan makanan khas Palembang lainnya yang terbuat dari bahan dasar ikan. Untuk membuatnya, perhatikan langkah berikut ini:

    • Adonan tepung yang digunakan adalah tepung beras dan sagu, lalu dicampur dengan ikan gabus giling dan air secukupnya.
    • Setelah itu, adonan burgo dituang dalam loyang lebar dan dikukus hingga matang. 
    • Jika sudah, ambil burgo dari loyang, dan gulung seperti dadar gulung, lalu iris tipis-tipis hingga menjadi seperti mi kwetiau.

    Penyajikan burgo juga tak jauh berbeda dengan kwetiau. Makanan ini umumnya disiram dengan kuah santan dan dilengkapi beberapa topping, seperti suwiran daging ikan, telur rebus, bawang goreng, juga daun bawang. 

    • Jika ingin mencicipi, makanan bercita rasa gurih ini dijual dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp10 ribu.

    13. Lenggang

    makanan khas palembang

    Di Palembang, kuah cuko tidak hanya menjadi pelengkap pempek, tetapi juga makanan khas Palembang lainnya, yaitu lenggang. Secara umum, bahan pembuatan lenggang sama persis dengan pempek, hanya saja berbeda dalam cara pengolahan.

    Adonan ikan dan tepung untuk pempek biasanya direbus hingga matang, lalu digoreng dalam minyak panas sebelum disajikan. Sementara adonan untuk lenggang diolah dengan cara dipanggang dalam bungkus daun pisang.

    Saat lenggang dalam kondisi setengah matang, bungkus daun pisang bisa dibuka dan ditambahkan telur. Setelah itu, adonan kembali dibungkus dan dipanggang hingga matang. Jika sudah, kamu bisa menikmati makanan ini bersama kuah cuko.

    • Untuk harga, lenggang umumnya dijual Rp10 ribu per porsi atau sesuai dengan kebutuhan.

    14. Model

    Selain lenggang, makanan khas Palembang lain yang sangat mirip dengan pempek adalah model. Keduanya sama-sama terbuat dari adonan tepung dan ikan. Satu hal yang membedakan ialah cara penyajiannya. Jika pempek biasa disajikan dengan kuah cuko, model disajikan dengan kuah tekwan yang terbuat dari kaldu udang. 

    Oleh sebab itu, model bisa disebut sebagai perpaduan antara pempek dan tekwan. Untuk menikmati makanan ini, kamu tak perlu merogoh kocek terlalu dalam.

    • Setiap satu porsi model umumnya dijual dengan harga mulai Rp10 ribu.

    15. Pindang Tulang

    makanan khas palembang

    Bukan hanya pindang patin yang menjadi makanan khas Palembang, ada juga pindang tulang yang memiliki cita rasa tak kalah menarik. Seperti namanya, bahan baku pindang tulang memang benar-benar tulang, yaitu tulang iga sapi yang masih ada sedikit dagingnya.

    Cara pembuatan pindang tulang tidak jauh berbeda dengan pembuatan pindang patin maupun pindang lainnya. Namun demikian, hasil akhirnya akan memberikan cita rasa yang berbeda. Pindang tulang umumnya menonjolkan rasa asam pedas dari berbagai bumbu yang dipakai, dipadukan dengan gurihnya kaldu dari tulang sapi yang menggugah selera.

    • Untuk menikmati satu porsi pindang tulang, kamu perlu menyiapkan dana mulai dari Rp35 ribu saja.

    16. Kemplang

    Makanan khas Palembang memang identik dengan berbagai jenis olahan ikan, terutama ikan tenggiri dan ikan gabus. Tidak hanya diolah menjadi beragam makanan berat, ikan-ikan tersebut juga bisa diolah menjadi makanan ringan seperti kerupuk. Kemplang adalah salah satunya.

    Sederhananya, kemplang merupakan kerupuk ikan yang memiliki cita rasa gurih dan renyah. Makanan ini sangat cocok disajikan bersama menu-menu khas Palembang lainnya, seperti pempek, tekwan, laksan, pindang, dan sebagainya.

    • Harga kemplang biasanya berkisar pada angka Rp10.000 per 100 gram.

    17. Kue Delapan Jam

    makanan khas palembang

    Penganan satu ini memiliki cita rasa yang tidak kalah lezat dibanding makanan khas Palembang lainnya. Namanya pun unik, kue delapan jam. Konon, nama ini diambil dari lamanya waktu pembuatan kue, yaitu selama kurang lebih delapan jam.

    Proses yang lama tersebut disebabkan oleh beberapa alasan, salah satunya ialah bahan utama kue yang tidak biasa. Umumnya, kue delapan jam tidak menggunakan tepung terigu, tetapi menggunakan banyak telur bebek, mentega, gula pasir, juga kental manis.

    • Untuk mendapatkan satu loyang kue delapan jam ukuran sedang, kamu perlu menyiapkan dana mulai dari Rp100 ribu.

    18. Lempok Durian

    Setelah puas jalan-jalan dan kulineran di Palembang, kini saatnya untuk pulang. Namun, jangan lupa membeli oleh-oleh terlebih dahulu. Salah satu yang direkomendasikan ialah lempok durian.

    Makanan ini merupakan sejenis dodol yang dibuat dari bahan utama durian. Cita rasanya pun sangat istimewa karena ada perpaduan antara manis, legit, juga tekstur yang kenyal. 

    • Harga lempok durian berkisar Rp60 ribu untuk ukuran 400 gram, serta Rp150 ribu untuk kemasan 1 kilogram.

    Demikian 18 rekomendasi makanan khas Palembang dengan cita rasa sedap yang wajib kamu coba. Jika kamu punya kesempatan untuk berkunjung ke Palembang, jangan lupa buat mampir ke salah satu tempat makan yang menyediakan menu-menu tersebut, dijamin nggak bakal menyesal.

  • 14 Makanan Khas Maluku yang Patut Dicoba

    14 Makanan Khas Maluku yang Patut Dicoba

    Makanan khas Maluku adalah satu dari sekian banyak makanan Nusantara yang patut dicoba, setidaknya sekali dalam seumur hidup. Mengapa demikian? Well, Maluku atau lebih tepatnya Maluku Utara memiliki sajian yang terkenal dengan rempah-rempahnya. Di antaranya adalah cengkih dan pala.

    Kedua jenis rempah tersebut adalah alasan utama bangsa asing datang ke Maluku pada sekitar 3,5 abad yang lalu. Memang tak semua sajian khas Maluku menggunakan rempah. Ada beberapa yang bahkan tak menggunakan bumbu sama sekali. Meski begitu, makanan Maluku tetap patut untuk dicoba. Sebab, makanan adalah produk dari kultur suatu bangsa.

    Rekomendasi Makanan Khas Maluku

    Makanan khas “The Spice Island” didominasi dengan cita rasa yang gurih, pedas, asam, dan asin. Nah, berikut adalah 14 sajian asal Maluku yang wajib untuk kamu cicipi.

    1. Nasi Lapola

    makanan khas maluku

    Nasi lapola merupakan makanan pokok sebagian masyarakat Maluku. Layaknya nasi biasa, makanan ini harus disajikan bersama lauk lain. Biasanya, masyarakat setempat menyantapnya bersama kohu-kohu (lauk yang terbuat dari olahan ikan tongkol basah atau teri) dan sambal colo-colo.

    Kamu pun sebenarnya bisa lho membuat nasi lapola sendiri di rumah. Bahan-bahannya cukup mudah untuk didapatkan di pasar. Di antaranya adalah:

    • beras
    • kelapa muda parut yang sudah dikukus
    • kacang tolo rebus
    • daun jeruk
    • serai
    • garam secukupnya

    Cara membuatnya sama seperti memasak beras biasa tetapi ditambah daun jeruk dan serai. Jika air beras sudah menyusut, baru tambahkan kelapa parut, kacang tolo, dan garam. Lalu, aduk hingga benar-benar tercampur semua bahan-bahannya.

    Bila air sudah habis, kukus nasi lapola selama kurang lebih 30 menit. Kemudian, sajikan bersama kohu-kohu dan sambal colo-colo. Cita rasanya hampir menyerupai nasi daun jeruk yang gurih dan beraroma wangi.

    2. Ikan Kuah Kuning

    Ini dia sajian asli Kepulauan Maluku yang menjadi favorit wisatawan luar daerah. Bagi masyarakat Maluku sendiri, ikan kuah kuning menjadi sajian spesial pada hari Natal. Umumnya, lauk ini disajikan bersama dengan papeda, yakni makanan pokok yang terbuat dari sagu. Namun, tak sedikit juga yang menyantapnya bersama nasi putih hangat.

    Jenis ikan yang digunakan harus memiliki banyak daging. Biasanya adalah ikan tongkol, cakalang, atau tuna. Jika sudah dibersihkan dan dipotong-potong, ikan dibumbui dengan:

    • air asam jawa atau jeruk nipis
    • kunyit
    • bawang merah dan putih
    • serai
    • lengkuas
    • daun salam
    • daun jeruk purut
    • ketumbar
    • merica
    • garam

    Ada pula yang menambahkan santan kelapa. Namun, ikan kuah kuning di Maluku umumnya tidak dimasak menggunakan santan. Kalau suka pedas, kamu bisa menambahkan cabai sesuai selera. Jika dideskripsikan, makanan ini bercita rasa gurih, asam, segar, dan pedas, serta dipadu dengan lembut dan padatnya daging ikan.

    3. Gohu Ikan

    makanan khas maluku

    Di Hawaii, ada yang namanya poke, yakni salad ikan salmon mentah yang disajikan di atas semangkuk nasi. Nah, di Maluku juga ada sajian serupa, yakni gohu ikan. Jenis ikan yang digunakan biasanya adalah tuna, salmon, atau cakalang. 

    Langkah untuk membuatnya cukup mudah. Pertama, ikan dibersihkan lalu dipotong dadu. Selanjutnya, ikan dicuci kembali dan dilumuri dengan perasan air lemon dan garam. Tujuannya agar bau amis pada daging ikan bisa hilang.

    Selanjutnya, potongan ikan dicampur dengan irisan bawang merah, cabai rawit, kacang tanah goreng (tumbuk kasar), daun kemangi, garam, dan lada. Kemudian, siram ikan menggunakan minyak goreng yang benar-benar panas. Aduk hingga tercampur rata dan sajikan sebagai makanan pembuka. Cita rasa makanan khas Maluku ini cenderung segar dan gurih.

    4. Dabu-dabu sesi

    Sajian dari Maluku yang selanjutnya adalah dabu-dabu sesi. Makanan satu ini mirip dengan ikan dabu-dabu khas Manado. Rasanya gurih, asam, dan pedas. Pokoknya cocok deh buat mayoritas lidah orang Indonesia. Bahkan yang belum pernah mencobanya pun pasti bakal jatuh cinta dengan kuliner ini.

    Nggak perlu jauh-jauh ke Maluku untuk mencicipi dabu-dabu sesi. Kamu bisa membuatnya sendiri dengan bahan-bahan yang relatif mudah didapat. Tinggal beli ikan kembung lalu bumbui dengan perasaan jeruk nipis dan nipis, lalu bakar hingga matang.

    Jika sudah, siram ikan bakar dengan dabu-dabu yang berarti sambal mentah dalam bahasa lokal. Untuk membuat dabu-dabu, kamu hanya butuh tomat, cabai merah, dan bawang merah. Potong dadu semuanya lalu beri garam, perasan jeruk nipis, dan siram dengan minyak goreng panas.

    5. Sinole

    makanan khas maluku

    Sinole tak hanya menjadi makanan khas Tanah Papua, tetapi juga Maluku. Meski begitu, cara penyajian keduanya berbeda walaupun sama-sama berbahan dasar dari tepung sagu. Masyarakat Maluku umumnya mengolah dan menyajikan sinole seperti sagon gulung yang bercita rasa manis dan gurih.

    Kalau kamu penasaran dengan rasanya, kamu bisa membuatnya di rumah. Bahan-bahannya bisa dibilang mudah didapat, antara lain:

    • tepung sagu
    • kelapa parut
    • gula pasir
    • gula merah
    • santan
    • maizena
    • garam

    Cara mengolahnya adalah dengan mencampurkan tepung sagu, garam, dan kelapa parut. Lalu masak di atas teflon dengan api kecil dengan cara memipihkannya. Jika bagian bawahnya sudah kecokelatan, gulung sinole. Untuk sausnya, campurkan air, santan, gula merah, dan larutan maizena. Masak hingga mendidih dan mengental lalu dinginkan.

    Kalau sudah, sinole siap disajikan. Cara memakannya adalah dengan mencocolkan sinole ke saus gula merah tadi. Nah, kuliner khas Maluku ini biasanya dinikmati sebagai camilan manis yang cocok dijadikan teman ngopi.

    6. Ikan Kuah Pala Banda

    Sesuai namanya, sajian berikut ini berasal dari Banda, kepulauan di Maluku yang terkenal dengan komoditas rempah-rempahnya. Ikan kuah pala banda sebenarnya mirip seperti ikan kuah kuning. Bahkan mayoritas bumbu yang digunakan pun hampir sama. Ada air asam jawa, kunyit, lengkuas, serai, dan lain-lain.

    Bedanya, olahan berbahan dasar ikan ini menggunakan satu tambahan rempah asli Banda, yakni pala. Jadi, cita rasa yang dihasilkan tidak hanya gurih, segar, dan asam tetapi juga pedas dan seperti ada sensasi hangatnya. 

    Masyarakat umumnya menyantap ikan kuah pala banda bersama nasi hangat, sambal bakasang, dan ulang-ulang (sejenis urap khas Banda). Bahkan pada zaman kolonial, hidangan ini menjadi makanan favorit para pejabat VOC.

    7. Kasbi Komplet

    makanan khas maluku

    Nasi bukanlah satu-satunya makanan pokok di Maluku. Di rumah makan atau warung-warung di sana, salah satu hidangan yang paling banyak disajikan adalah sumber karbohidrat dari akar-akaran. Salah satunya adalah kasbi atau singkong dalam bahasa setempat.

    Kasbi diolah dengan cara direbus tanpa tambahan gula maupun garam. Bagi yang belum pernah mencoba, makanan ini memang terkesan tidak menarik. Namun, kamu bakal rugi besar kalau tidak mencoba kasbi komplet. Disebut kasbi komplet karena makanan khas Maluku ini dihidangkan bersama lauk-pauk yang cocok dinikmati bersama singkong rebus.

    Lauk-pauk yang biasanya digunakan adalah sayur jantung pisang, kohu-kohu, ikan bakar bumbu rica, dan tumis kangkung. Kalau tidak ada, kasbi juga bisa dinikmati bersama colo-colo. Namun, semua ini kurang lengkap tanpa kelapa sisik. Kondimen dari irisan kelapa mentah ini membuat tekstur kasbi komplet makin komplet.

    8. Nasi Jaha

    Nasi jaha merupakan makanan khas orang Maluku Utara. Biasanya, makanan ini disajikan pada acara lilian atau pernikahan. Tampilannya mirip seperti lemang yang berasal dari Sumatra Barat. Bedanya, nasi jaha tidak hanya menggunakan beras biasa, tetapi juga dicampur dengan beras ketan putih.

    Beras yang sudah dicampur dan dibersihkan kemudian diberi santan dan garam. Selanjutnya, beras dimasukkan ke dalam bambu hijau yang sudah diberi daun pisang, lalu dibakar seperti membakar lemang. Proses memasaknya cukup membutuhkan kesabaran karena harus dibolak-balik. Tujuannya agar nasi jaha matang secara sempurna.

    Kalau sudah matang, bambu dibelah dan nasi jaha siap disajikan dengan cara dipotong-potong. Rasanya gurih dan ada aroma harum daun pisang, mirip seperti lemper kalau di Jawa.

    Orang Maluku Utara umumnya menikmati nasi jaha dengan ikan asap. Kalau kamu ke Maluku saat bulan Ramadan, kamu bakal menjumpai banyak penjual nasi jaha. Biasanya, pedagang dijual dalam bentuk gelondongan atau sudah dipotong-potong.

    9. Lapis Palaro

    makanan khas maluku

    Pecinta daging wajib banget coba lapis palaro khas Maluku. Meskipun sekilas terdengar seperti nama kudapan manis, ternyata lapis palaro adalah lauk pauk. Sajian ini dibuat dari bahan dasar daging sapi yang diolah dengan bumbu kaya rempah. Bumbunya hampir mirip seperti bumbu rendang namun tanpa santan, seperti:

    • cabai merah besar
    • bawang merah dan putih
    • jahe
    • kencur
    • cengkih
    • pala
    • jintan
    • ketumbar
    • tepung maizena
    • garam dan gula

    Kalau penasaran dengan rasanya, kamu bisa memasaknya sendiri. Pertama, potong-potong daging sapi lalu rebus bersama air dan bumbu-bumbu di atas yang sudah dihaluskan, kecuali maizena. Setelah empuk, tiriskan dan goreng daging hingga cokelat keemasan.

    Selanjutnya, buat saus dengan mencampurkan air rebusan daging dengan larutan maizena. Tambahkan garam dan gula secukupnya lalu aduk hingga mendidih. Jika sudah, tata daging di atas piring dan siram dengan saus kaldu tadi. Lapis palaro siap dinikmati dengan sepiring nasi hangat.

    10. Sambal Tappa

    Gado-gado adalah hidangan sejenis salad yang paling populer di Indonesia. Nah, masyarakat Maluku, tepatnya Ambon, juga memiliki salad khas yang mungkin masih asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Namanya sambal tappa, tetapi tampilannya sama sekali tidak seperti sambal pada umumnya.

    Bahan utama sambal lappa adalah ikan tuna yang sangat melimpah di Ambon. Selain tuna, ada juga bahan-bahan lainnya, seperti:

    • mangga muda
    • bawang merah
    • santan
    • lada putih
    • garam

    Untuk ikan tunanya, boleh ikan tuna kaleng atau tuna segar yang dipanggang lalu dihancurkan. Selanjutnya, ikan tersebut dicampur dengan parutan kasar mangga muda dan garam. Tujuannya untuk mengeluarkan air yang akan menambah cita rasa sambal tappa.

    Selanjutnya, campur dengan bumbu-bumbu dan santan. Agar makin nikmat, masyarakat Ambon umumnya akan menyimpannya dulu di kulkas. Sebab, salad khas Maluku ini memang lebih enak kalau dimakan dalam keadaan dingin.

    11. Kohu-Kohu

    makanan khas maluku

    Kalau di Jawa punya urap, maka Maluku punya kohu-kohu. Keduanya sama-sama menggunakan aneka ragam sayur yang direbus dan dicampur bersama parutan kelapa, tetapi ada bedanya. Apa kira-kira bedanya? Kohu-kohu ditambah dengan suwiran ikan laut, seperti tuna, tongkol, cakalang, dan ikan teri.

    Sementara itu, jenis sayur yang digunakan adalah kangkung, bayam, bunci, kacang panjang, dan lain sebagainya. Sebelum dicampur, parutan kelapa harus dibumbui terlebih dahulu. Mirip dengan bumbu urap, di antaranya ada:

    • bawang putih
    • bawang merah
    • cabai keriting
    • cabai rawit
    • kencur
    • terasi bakar

    Bumbu di atas dihaluskan terlebih dahulu sebelum dicampur dengan parutan kelapa. Kalau sudah, barulah dicampur dengan sayuran dan suwiran ikan. Kohu-kohu siap disantap dengan beragam jenis karbohidrat pilihan.

    12. Lalampa

    Lalampa merupakan makanan khas Maluku atau lebih tepatnya dari Kepulauan Sula. Sekilas mirip seperti lemper di Jawa, tetapi ternyata banyak perbedaannya. Dilihat dari isinya, lalampa menggunakan olahan ikan alih-alih abon atau daging ayam seperti lemper. Selain itu, lalampa juga dibakar, tidak dikukus.

    Agar makin istimewa, lalampa diolesi dengan minyak sayur terlebih dahulu sebelum dibakar. Dengan begitu, aromanya lebih harum dan bisa meresap hingga ke bagian dalam. Makanan khas masyarakat Ternate, Maluku ini memiliki cita rasa gurih dan legit khas beras ketan.

    Beras ketan diolah seperti membuat lemper, yakni dicampur dengan garam dan santan kental. Selain itu, beras ketan juga ditambah daun pandan agar lebih harum. Untuk isiannya, biasanya orang Ternate menggunakan ikan cakalang atau tuna suwir yang diolah dengan bumbu dan santan. 

    13. Woku Komo-Komo

    makanan khas maluku

    Woku komo-komo merupakan sajian khas Maluku yang menjadi favorit wisatawan luar daerah. Makanan ini tergolong sebagai lauk-pauk meskipun terbuat dari sagu yang umumnya dijadikan makanan pokok. Cita rasanya dominan gurih dan legit karena menggunakan santan kelapa.

    Cara membuatnya adalah dengan cara merendam sagu dengan air. Kemudian, tumis bumbu uleg yang terdiri dari bawang putih, serai, dan jahe. Selanjutnya, tambahkan jeroan ikan dan air lalu masak hingga benar-benar matang. 

    Kalau sudah, tumis bawang putih dan merah lalu tambahkan santan kental, merica, garam, dan daun bawang. Kemudian, tambahkan sagu yang sudah direndam tadi dan aduk merata. Kalau sudah matang, biarkan dingin.

    Cara membungkusnya mirip seperti lemper namun menggunakan daun woka. Selain itu, jeroan ikannya juga harus dipotong-potong terlebih dahulu. Terakhir, panggang woku komo-komo di atas bara api. 

    14. Papeda

    Papeda adalah makanan pokok yang cukup tersohor di Maluku dan Papua. Selain itu, papeda juga menjadi makanan pokok di Sulawesi tetapi dikenal dengan sebutan kapurung. Makanan khas ini terbuat dari tepung sagu yang dimasak hingga menjadi seperti bubur transparan. Sebagai pengganti sagu, tepung tapioka juga bisa digunakan untuk membuat papeda.

    Teksturnya kental, lengket, dan memiliki cita rasa tawar. Namun, ada juga yang memiliki cita rasa gurih karena ditambah garam dan bawang putih. Di Maluku, makanan yang menyerupai lem putih ini biasa disantap dengan berbagai jenis olahan ikan. Salah satu yang paling populer adalah ikan bubara atau tongkol yang dimasak kuah kuning. 

    Selain ikan kuah kuning, papeda juga cocok dinikmati bersama jenis pendamping lainnya. Di antaranya ikan bakar, tumis sayuran khususnya daun pepaya, aneka lalapan, aneka sambal (colo-colo dan dabu-dabu), dan masih banyak lagi. Itulah sejumlah makanan khas Maluku yang patut untuk dicicipi setidaknya sekali dalam seumur hidup.

    Jika diperhatikan, mayoritas sajian khas Maluku terbuat dari tepung sagu. Selain itu, cita rasanya juga dominan gurih dan asam. Pokoknya semua wajib dicoba! Nggak perlu jauh-jauh ke Maluku, kamu juga bisa membuatnya sendiri di rumah.