Kategori: General

  • Apa Itu Amenitas Hotel? Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

    Apa Itu Amenitas Hotel? Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

    Buat kamu yang terbiasa menginap di hotel atau malah bekerja di bisnis hospitality, pasti sudah memahami dengan jelas apa itu amenitas hotel.

    Secara umum, amenitas hotel merupakan layanan pendukung di dalam kamar hotel yang akan menunjang kenyamanan tamu selama menginap.

    Nah, untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini ulasan mengenai apa itu amenitas hotel yang meliputi pengertian, fungsi, dan jenis-jenisnya yang akan memudahkan pemahaman.

    Pengertian Amenitas Hotel

    Amenitas hotel adalah fasilitas pendukung yang disediakan pihak hotel di dalam maupun luar kamar untuk kenyamanan tamu agar merasa nyaman dan betah selama menginap.

    Biasanya, hotel memiliki standar dan kebijakan masing-masing terkait jenis dan kelengkapan amenitas, termasuk tingkat kelayakan fasilitas yang diberikan.

    Khusus kelayakan, umumnya akan berbanding lurus dengan kualitas hotel di mana semakin tinggi kelasnya maka akan semakin layak pula fasilitas amenitisnya.

    Contoh amenitis standar di hotel berupa toiletries atau perlengkapan di kamar mandi, notes, hingga fasilitas AC, TV, ketel listrik, minibar, hingga WiFi dan kolam renang.

    Di beberapa hotel, ada kebijakan yang memperbolehkan jenis amenitas tertentu dibawa pulang tamu, seperti toiletries dan notes, setelah memastikan ke resepsionis terlebih dahulu.

    Fungsi Amenitas Hotel

    Fungsi amenitas hotel antara lain meningkatkan kenyamanan dan kepuasan, menarik perhatian calon tamu, serta menjadi pembeda dengan hotel kompetitor.

    1. Meningkatkan Kenyamanan dan Kepuasan

    Fungsi utama amenitas hotel yaitu meningkatkan kenyamanan dan kepuasan para tamu selama menginap di kamar hotel.

    Jika tujuan ini terpenuhi, tentunya pihak hotel akan diuntungkan dengan adanya review positif dan bisa direkomendasikan pada orang lain.

    2. Menarik Perhatian Calon Tamu

    Fungsi lain dari amenitas hotel juga dirasa cukup efektif untuk menarik perhatian calon tamu saat mempertimbangkan pilihan hotel untuk staycation.

    Pasalnya, banyak tamu yang menjadikan kelengkapan amenitas sebagai pertimbangan saat memilih kamar hotel agar mendapat pengalaman menginap terbaik.

    3. Pembeda dengan Pesaing

    Amenitas hotel juga difungsikan sebagai pembeda dengan pesaing melalui promo penawaran kamar hotel yang akan menarik minat tamu.

    Semakin lengkap dan layak amenitas di hotel, maka akan semakin baik pula citra hotel dalam memberikan pelayanan terbaik untuk para tamu yang menginap.

    Jenis-jenis Amenitas Hotel

    Jenis-jenis amenitas hotel di berbagai hotel berbintang sendiri cukup banyak dan terbagi menjadi beberapa macam, antara lain sebagai berikut.

    1. Bedroom Amenities

    Jenis amenitas di hotel yang pertama yaitu bedroom amenities berupa kelengkapan fasilitas di area kamar tidur.

    Biasanya, hotel berbintang menyediakan amenitas standar seperti kasur, TV, AC, lemari baju, kulkas, serta coffee & tea maker.

    2. Bathroom Amenities

    Selanjutnya ada bathroom amenities atau amenitas di area kamar mandi hotel yang meliputi perlengkapan perawatan diri dan sanitasi saat menggunakan kamar mandi.

    Di antaranya ada perlengkapan mandi seperti sabun dan sampo, handuk, jubah mandi, sisir, hairdryer, hingga sandal.

    3. Room Service Amenities

    Beberapa hotel berbintang juga akan menyediakan room service amenities, seperti telepon, memo pad, mug and tary, sandal hotel, cermin, koran, minibar list, dan lain sebagainya.

    4. Guest Room Amenities

    Ada juga guest room amenities yang merupakan fasilitas pelengkap unuk keperluan ruang tamu di kamar hotel.

    Beberapa bentuk fasilitas ini antara lain pulpen, paper atau notes, map folder, brosur hotel, SOP, hingga guest comment untuk menulis ulasan pelayanan hotel.

    5. Outside the Bedroom Amenities

    Selain di dalam kamar, hotel juga menyediakan jenis amenitas di luar yang meliputi akses WiFi, kolam renang, aktivitas rekreasi, tempat parkir, serta pusat kebugaran

    6. Creative and Luxury Amenities

    Di hotel bintang lima, terdapat juga jenis amenitas yang menyajikan fasilitas mewah untuk tamu, yaitu creative and luxury amenities.

    Mulai dari mobile check in, layanan spa di kamar tidur, pelengkapan olahraga di kamar, pet friendly, hingga extra discount untuk lokal merchant.

    7. Special Food Amenities

    Jenis dari amenitas hotel yang terakhir berkaitan dengan service makanan dan minuman yang dikenal dengan istilah speciality food amenities.

    Biasanya, amenitas ini berupa layanan tak terduga seperti complementary food hingga welcome drink.

    Demikianlah ulasan mengenai apa itu amenitas hotel yang meliputi pengertian, fungsi, dan jenis-jenisnya yang sudah kami rangkum.

    Berdasar informasi di atas, kamu akan semakin mudah memahami apa itu amenitas hotel dan bisa menikmati pengalaman menginap yang berkesan.

  • Pengertian Rack Rate Hotel Beserta Cara Menentukan dan Strategi Perencanaan

    Pengertian Rack Rate Hotel Beserta Cara Menentukan dan Strategi Perencanaan

    Rack rate hotel mungkin masih terdengar cukup asing bagi orang awam tetapi tidak untuk para pelaku bisnis hospitality.

    Sebenarnya, istilah rack rate sendiri berkaitan dengan penetapan harga kamar hotel yang resmi sebagai tarif yang dipublikasikan kepada pelanggan.

    Melalui penjelasan dalam artikel berikut ini, kamu akan bisa memahami pengertian rack rate hotel beserta cara menentukan dan strategi perencanaan yang tepat.

    Pengertian Rack Rate Hotel

    Rack rate hotel adalah tarif tertinggi untuk harga kamar hotel yang secara resmi dipublikasikan kepada tamu tanpa ada diskon atau premi apa pun.

    Umumnya, rack rate juga dikenal dengan istilah tarif walk-in atau tarif eceran dan menjadi tarif standar untuk menginap per malam di hotel.

    Meski dikatakan sebagai tarif tertinggi, tetapi rack rate di sebuah hotel bisa berbeda-beda untuk setiap kamar yang ditawarkan untuk tamu.

    Jadi tidak heran jika tarif menginap tertinggi antar hotel juga tidak sama dan bahkan saling bersaing demi menarik minat pelanggan.

    Oleh sebab itu, tim manajemen hotel kerap menerapkan strategi tertentu untuk mengoptimalkan pendapatan hotel melalui pendekatan penetapan harga yang dinamis.

    Pendekatan ini biasanya dihitung berdasar kondisi pasar, pengaruh kerja sama dengan pihak ketiga, hingga promo penawaran diskon tertentu yang diberlakukan.

    Cara Menentukan Rack Rate Hotel

    Cara menentukan rack rate hotel yang biasanya menjadi wewenang manajemen hotel bergantung pada cara properti beroperasi.

    Saat hotel akan menentukan tarif baru untuk sebuah kamar, tentunya tidak lepas dari kebijakan tarif lama, kualitas pelayanan, dan tarif dari kompetitor.

    Selain itu, cara menentukan rack rate juga didasarkan pada sasaran pendapatan tahunan hotel, termasuk peningkatan Average Daily Rate (ADR) hotel.

    Namun, kebijakan kenaikan tarif untuk meningkatkan pendapatan biasanya akan direncanakan sedemikian rupa tanpa harus mengorbankan tingkat hunian hotel.

    Strategi Perencanaan Rack Rate Hotel yang Tepat

    Ada beberapa strategi perencanaan rack rate hotel yang tepat untuk digunakan tim manajemen demi meningkatkan keuntungan hotel, antara lain sebagai berikut.

    1. Analisis Data Historis

    Strategi perencanaan rack rate yang kerap dipakai hotel sering kali berkaitan dengan analisis data historis berdasar laporan kinerja hotel.

    Laporan ini akan menjadi pertimbangan keputusan dalam menetapkan rack rate baru berdasar data tingkat hunian, tarif rata-rata kamar, pola menginap, dan Key Performance Indicator.

    2. Pertimbangkan Perkiraan Tingkat Hunian

    Pertimbangan perkiraan tingkat hunian juga bisa menjadi strategi lain dalam menetapkan rack rate hotel di masa mendatang.

    Biasanya hotel akan membuat prediksi tingkat hunian saat ada perubahan permintaan, seperti di musim tertentu, melalui fleksibilitas kenaikan tarif menginap.

    Misalnya, dengan menetapkan rack rate yang tinggi saat permintaan meningkat sekaligus menawarkan tarif diskon tertentu tanpa mengorbankan pendapatan.

    3. Tarif Kompetitif

    Saat kebijakan manajemen hotel membuat perencanaan tarif yang kompetitif, langkah ini juga merupakan strategi perencanaan rack rate yang efektif.

    Dengan strategi ini, pendapatan hotel diharapkan tetap stabil meski permintaan menurun atau sedang dalam periode low season.

    Penawaran harga kamar yang relatif rendah biasanya akan menarik minat calon tamu atau wisatawan yang membutuhkan akomodasi murah.

    4. Rack Rate untuk Loyality Program

    Strategi lain untuk perencanaan rack rate hotel bisa dilakukan dengan menerapkan kebijakan promosi untuk loyality program.

    Beberapa hotel sering kali menawarkan tarif khusus bagi tamu elite atau member hotel melalui diskon tertentu secara online.

    Cara ini akan mendatangkan pemasukan dari penjualan kamar hotel saat peningkatan pemesanan naik dan berimbas pada tingkat okupansi.

    5. Maksimalkan Fungsi Website Hotel

    Memikat tamu secara online dengan memaksimalkan fungsi website hotel akan menjadi strategi efektif perencanaan rack rate hotel.

    Kehadiran web resmi hotel akan memainkan peran penting untuk langkah pemasaran dan promosi demi meningkatkan permintaan kamar.

    6. Tingkatkan Pendapatan Add-on

    Selanjutnya, hotel juga bisa menerapkan strategi meningkatkan pendapatan add-on dalam perencanaan rack rate hotel.

    Berbagai fasilitas opsional bisa ditawarkan kepada tamu untuk meningkatkan pendapatan hotel mengingat layanan ini biasanya berbayar.

    Hotel bisa menawarkan pilihan layanan tambahan untuk menciptakan pengalaman menginap yang berkesan.

    Demikianlah penjelasan tentang pengertian rack rate hotel beserta cara menentukan dan strategi perencanaan yang tepat yang sudah kami rangkum.

    Melalui gambaran umum di atas, kamu akan lebih mudah memahami rack rate hotel meski tidak langsung berkecimpung dalam bisnis hospitality.

    Selain itu, kamu juga bisa menemukan berbagai istilah di dunia perhotelan lainnya untuk dipelajari demi menambah wawasan.

  • Mengenal OTA dan VHO, Pengertian dan Perbedaannya

    Mengenal OTA dan VHO, Pengertian dan Perbedaannya

    Penggunaan istilah OTA dan VHO memang bukan hal yang baru lagi dalam dunia hospitality hingga cukup banyak pelakunya yang sudah memahami dengan baik.

    Meski begitu, sebagian orang mungkin masih sulit membedakan kedua istilah tersebut karena memang memiliki kemiripan yang menempati posisi sebagai pihak ketiga.

    Nah, jika ingin mengetahui dengan lebih jelas lagi, berikut ini pembahasan untuk mengenal OTA dan VHO, mulai dari pengertian sampai perbedaannya.

    Pengertian OTA

    OTA atau Online Travel Agent adalah agen perjalanan dalam online yang menjadi pihak ketiga dan menawarkan pelayanan jasa melalui situs maupun aplikasi tertentu.

    Pelayanan yang dimaksud meliputi pemesanan kamar hotel, tiket angkutan umum, penjualan tiket ke tempat wisata tertentu, pengiriman paket, hingga persewaan mobil.

    Sebagai pihak ketiga, biasanya OTA bekerja sama dengan pihak pertama untuk menjual kembali layanan atas nama perusahaan tersebut kepada pelanggan.

    Bukan hanya memberikan kemudahan saat mencari dan memesan layanan tertentu, OTA juga memungkinkan perbandingan harga terbaik sebagai pertimbangan pelanggannya.

    Selain itu, perusahaan penyedia produk juga terbantu dengan keberadaan OTA karena pasar yang dimiliki memudahkan penjaringan pelanggan tanpa harus melakukan promosi sendiri.

    Contoh OTA yang cukup populer dan banyak digunakan masyarakat yaitu Traveloka, Booking.com, Tiket.com, Agoda, serta masih banyak lagi lainnya.

    Pengertian VHO

    Setelah mengetahui apa itu OTA, kini giliran pembahasan mengenai pengertian VHO agar dapat memudahkan pemahaman lebih luas dalam bisnis perhotelan.

    VHO adalah Virtual Hotel Operator yang merupakan perusahaan rekanan sebagai pihak ketiga yang menjadi perantara yang menjembatani hotel dan calon tamu.

    Sesuai namanya, VHO memang beroperasi secara virtual dan umumnya tidak mementingkan kepemilikan properti fisik.

    Artinya, VHO tidak memiliki bangunan hotel sendiri tetapi bisa menawarkan dan menyediakan kamar hotel karena ada kerja sama dengan berbagai jenis akomodasi.

    Nantinya akan ada tahapan re-branding kamar hotel yang akan dijual dan kemudian diatasnamakan VHO tersebut.

    Biasanya, pihak VHO hanya akan menyediakan katalog yang berisi pilihan akomodasi di hotel-hotel agar tamu bisa memilih dan memesan kamar secara online dengan mudah.

    Namun, perlu diingat juga jika VHO memiliki kualitas dan tarif sewa kamar yang berbeda-beda sebagai variasi pilihan untuk calon tamu hotel.

    Beberapa perusahaan VHO yang banyak tersebar di Indonesia antara lain RedDoorz, OYO, hingga Nidia Rooms.

    Perbedaan OTA dan VHO

    Ada beberapa aspek yang menunjukkan perbedaan OTA dan VHO yang cukup kentara untuk dikenali, antara lain sebagai berikut.

    1. Jenama

    Perbedaan pertama antara OTA dan VHO terletak pada jenama atau brand hotel yang ditampilkan saat penawaran kepada calon tamu.

    Pada OTA, konsepnya hanya sebagai agregator dan brand hotel akan tetap ditampilkan sesuai namanya masing-masing.

    Sedangkan untuk VHO, terdapat konsep kerja sama re-branding yang memberikan keleluasaan untuk mengubah tampilan ruang dan kelengkapan kamar.

    2. Harga Kamar

    Harga kamar yang ditawarkan pada pelanggan nantinya juga menjadi pembeda antara OTA dan VHO selanjutnya.

    Pihak OTA umumnya akan mengikuti kebijakan harga dari hotel karena memang sudah ada kontrak kerja sama yang disepakati bersama sebelumnya.

    Artinya, pihak hotel akan memiliki keleluasaan untuk mengatur harga hingga jumlah kamar yang akan dijual melalui extranet yang disediakan OTA.

    Sedangkan untuk VHO, ketentuan harga tidak dapat dicampuri oleh pihak hotel dan menjadi hak perusahaan VHO sepenuhnya.

    Jadi, tidak heran jika tarif kamar via VHO relatif lebih murah dibanding harga kamar hotel di pasaran pada umumnya.

    Namun, hotel masih bisa menentukan room rate sendiri sesuai kebijakan yang dibuat manajemen jika ada reservasi kamar melalui walk-in atau phone-in.

    3. Kanal Penjualan

    Aspek kanal penjualan juga bisa menunjukkan perbedaan antara VHO dan OTA yang mudah dikenali oleh pelaku bisnis hospitality.

    Biasanya, VHO sudah menyediakan jaringan penjualan online yang terintegrasi di mana hotel tidak perlu mengisi ketersediaan kamar satu per satu.

    Sebagai contoh, hotel terdaftar di marketplace OYORooms dan OTA-OTA lain sudah diurus pihak VHO secara otomatis.

    Sementara OTA hanya akan memberikan extranet atau dashboard yang harus diisi oleh hotel dan bisa dilakukan berulang untuk perusahaan OTA lainnya secara terpisah.

    Pola bisnis individual dari OTA ini mendorong hotel untuk membuka kerja sama dengan berbagai perusahaan OTA untuk memperluas pasar.

    Artinya, ketersediaan dan harga kamar hotel di masing-masing OTA, misalnya Traveloka dan Tiket.com harus diisi melalui dashboard masing-masing.

    Namun, perkembangan teknologi menawarkan solusi berupa penggunaan Chanel Manager yang terkoneksi dengan Hotel Management System.

    4. Jaminan

    Perbedaan antara OTA dan VHO yang terakhir berkaitan dengan aspek jaminan sewa yang ditawarkan kepada pihak hotel.

    Jika OTA tidak memberikan penawaran jaminan sewa jangka panjang dan hanya pembagian hasil jasa, maka berbeda dengan VHO.

    Pihak VHO justru menawarkan jaminan pada hotel sebagai sewa jangka panjang dan pembagian pendapatan sesuai besaran yang sudah disepakati.

    Itulah tadi pembahasan untuk mengenal OTA dan VHO, mulai dari pengertian sampai perbedaannya yang sudah kami rangkum.

    Setelah memahami informasi di atas, kamu akan semakin mudah membedakan OTA dan VHO dan mempelajari berbagai istilah di duni perhotelan lainnya yang ingin diketahui.

  • Apa Itu PAX di Hotel dan Penggunaan di Bidang Lain

    Apa Itu PAX di Hotel dan Penggunaan di Bidang Lain

    Apa itu PAX? Istilah dalam dunia perhotelan ini mungkin sudah cukup familiar bagi pelaku bisnis hospitality maupun perjalanan.

    Namun, orang awam bisa saja kurang memahami PAX yang sebenarnya mengarah pada jumlah orang yang menerima layanan, baik untuk akomodasi maupun transportasi.

    Nah, sebagai gambaran umum, berikut ini penjelasan tentang apa itu PAX di hotel dan penggunaan di bidang lain untuk memudahkan pemahaman.

    Apa itu PAX di Hotel?

    Apa Itu PAX? PAX di hotel adalah jumlah tamu yang menempati suatu kamar sesuai reservasi dan akan menerima layanan akomodasi terbaik dari hotel.

    Istilah PAX sendiri merupakan kepanjangan dari “passengers” atau “persons” yang mengacu pada jumlah orang yang termasuk dalam pemesanan atau melakukan reservasi.

    Sebagai contoh, proses reservasi kamar hotel menentukan jumlah “pax” di mana nantinya merujuk pada berapa banyak tamu yang akan menginap di kamar tersebut.

    Awal mula penggunaan singkatan PAX untuk “passenger” di dunia perhotelan sendiri memang belum ada kejelasan pasti.

    Hanya saja, kemungkinan besar istilah PAX digunakan untuk keperluan efisiensi komunikasi untuk mendukung proses bekerja yang lebih cepat dan tepat waktu.

    Penentuan PAX dalam hotel ini juga akan membantu pihak manajemen dalam mengelola reservasi dan mengalokasikan sumber daya.

    Tujuannya tidak lepas dari pemenuhan pelayanan, kebutuhan, dan fasilitas sesuai standar agar tamu hotel mendapat pengalaman terbaik selama menginap di kamar hotel.

    Perbedaan PAX dengan Jumlah Kamar yang Dipesan

    Ada perbedaan PAX dengan jumlah kamar yang dipesan oleh tamu karena keduanya merujuk pada kondisi yang tidak sama.

    Orang awam mungkin merasa jika kedua konsep tersebut ada kemiripan mengingat sama-sama berkaitan dengan reservasi kamar hotel.

    Namun, PAX lebih mewakili jumlah total individu atau tamu hotel, termasuk orang dewasa dan anak-anak, yang menempati sebuah kamar.

    Sedangkan jumlah kamar yang dipesan hanya menunjukkan akomodasi fisik yang sudah dipesan oleh para tamu hotel.

    Singkatnya, PAX adalah penghuni yang menempati kamar yang sudah direservasi sebelumnya dan bukan jumlah kamarnya.

    Penggunaan Istilah PAX Lainnya

    Penggunaan istilah PAX ternyata juga muncul di berbagai bidang lain dan tidak hanya di dunia perhotelan untuk menyebut jumlah tamu hotel yang memesan kamar.

    Berikut ini beberapa penggunaan istilah PAX lainnya di berbagai bidang yang penting untuk diketahui.

    1. Bidang Penerbangan

    Penggunaan singkatan PAX di bidang penerbangan mengarah pada jumlah penumpang dalam sebuah penerbangan.

    Secara leboh spesifik, PAX merupakan jumlah penumpang yang sudah check-in di bandara, jumlah penumpang yang sudah boarding, dan sebagainya.

    2. Bidang Perjalanan Wisata

    Untuk perjalanan wisata, istilah PAX biasanya digunakan menjelaskan tarif paket wisata tertentu yang ditawarkan pihak agen perjalanan.

    Contohnya, paket wisata ke Bali bisa didapatkan wisatawan dengan tarif mulai dari Rp 500.000 per pax sesuai fasilitas yang dipilih.

    3. Bidang Catering

    Sedangkan di bidang catering, istilah PAX menjelaskan jumlah tamu undangan yang hadir untuk digunakan sebagai acuan kebutuhan porsi makanan di sebuah acara.

    Jumlah PAX ini nantinya juga akan dipakai untuk menghitung budget catering berdasar total porsi makanan dari total tamu yang diundang.

    Namun, terkadang orang salah mengartikan PAX kuliner dengan jumlah porsi pesanan yang seharusnya menggunakan istilah PACK atau “package” atau kemasan.

    Jadi, jika PAX merupakan jumlah tamu undangan, maka PACK lebih dikaitkan dengan porsi pesanan atau box makanannya.

    4. Bidang Jasa Sewa/Rental

    Selain merujuk pada orang, penggunaan istilah PAX juga bisa diartikan sebagai “seats” atau tempat duduk jika berkaitan dengan bidang jasa sewa/rental.

    Misalnya, ketika ada pelanggan yang ingin menyewa gedung untuk kapasitas 1.000 orang, bisa juga disebut dengan 1.000 pax atau 1.000 tempat duduk.

    Dasar acuan PAX ini nantinya akan membantu pengelola jasa dalam memberikan tarif tertentu, seperti Rp 500.000/pax dan sebagainya.

    Itulah tadi rangkuman penjelasan tentang apa itu PAX di hotel dan penggunaan di bidang lain untuk memudahkan pemahaman.

    Melalui informasi di atas, kamu akan lebih bisa memahami apa itu PAX, baik di dunia perhotelan maupun bidang lain yang menerapkannya.

    Selain itu, kamu juga bisa menemukan berbagai istilah di dunia perhotelan lainnya yang bisa menambah wawasan.

  • Apa Itu ETA di Hotel dan Manfaat Penghitungannya

    Apa Itu ETA di Hotel dan Manfaat Penghitungannya

    Apa itu ETA? Kamu mungkin belum terlalu familiar dengan istilah dalam bisnis perhotelan ini yang mengarah pada perkiraan waktu kedatangan tamu.

    Biasanya, pihak hotel akan mengkonfirmasi ETA dari tamu yang sudah melakukan reservasi kamar untuk tujuan pelayanan yang maksimal.

    Nah, jika ingin mengetahui lebih lanjut, berikut ini penjelasan apa itu ETA di hotel dan manfaat penghitungannya bagi pelaku bisnis hospitality.

    Apa Itu ETA di Hotel?

    ETA di hotel adalah Estimated Time Arrival atau perkiraan waktu kedatangan tamu di hotel setelah melakukan reservasi kamar dengan jadwal tertentu.

    Dalam industri perhotelan, istilah ETA ini digunakan sebagai panduan kasar mengenai kapan seorang tamu diharapkan untuk check-in.

    Meski dalam proses booking kamar sudah tertera waktu pemesanan dan ada kebijakan waktu check-in hotel, tetapi biasanya petugas front line hotel akan kembali mengkonfirmasi ulang.

    Pasalnya, waktu kedatangan riil akan membantu staf hotel terkait untuk mempersiapkan kamar dan fasilitas lainnya yang dibutuhkan untuk tamu tersebut.

    Selain itu, konfirmasi ETA yang diberikan oleh tamu juga akan dapat memaksimalkan pelayanan hotel demi kenyamanan selama menginap.

    Biasanya, pihak hotel akan terbantu dengan Property Management System (PMS) untuk mempermudah kinerja manajemen dalam memperoleh jumlah expected arrival yang akurat.

    Alasan Penggunaan ETA di Hotel

    Alasan penggunaan ETA di hotel sendiri tidak lepas dari keperluan pihak manajemen untuk mengetahui perkiraan waktu kedatangan tamu hotel yang akurat.

    Akurasi waktu kedatangan ini menjadi penting meski sebenarnya tamu sudah mengetahui kebijakan hotel terkait waktu check-in pukul 14.00 yang umumnya berlaku.

    Namun, sering kali terjadi kondisi early check-in hingga konfirmasi waktu yang tepat pun menjadi penting agar persiapan pelayanan kamar bisa terkondisikan dengan baik.

    Manfaat Penghitungan ETA di Hotel

    Manfaat penghitungan ETA di hotel berkaitan erat dengan kelancaran aktivitas operasional hotel yang umumnya meliputi beberapa hal berikut ini.

    1. Perencanaan Sumber Daya

    Manfaat utama dari perhitungan ETA di hotel yaitu membantu hotel dalam menentukan perencanaan sumber daya dalam menjalankan operasional hotel.

    Pasalnya, saat bisa memperkirakan ETA dengan tepat, perencanaan kerja efisien pun bisa dilakukan dengan baik oleh staf dari departemen terkait.

    Mulai dari staf Front Office hingga Housekeeping, petugas yang berperan mempersiapkan pelayanan dan fasilitas terbaik untuk tamu bisa bekerja tepat waktu dengan lebih maksimal.

    Nantinya, Manajer Hotel akan mengatur jadwal kerja staf dan memastikan petugas yang ada bisa memenuhi kebutuhan tamu saat kedatangan awal sejak proses check-in.

    2. Analisis Pendapatan Hotel

    Dengan adanya perhitungan ETA hotel yang tepat, mulai dari jumlah tamu hingga waktu kedatangan pasti, manajemen hotel akan bisa menganalisis pendapatan hotel.

    Data yang ada akan membantu pihak manajemen hotel dalam memperkirakan total pendapatan berdasar Expected Arrival Guest dan In House Guest.

    Expected Arrival Guest sendiri merupakan status untuk kamar yang sudah dipesan dan tamu diharapkan tiba sesuai jadwal.

    Nantinya, data tersebut akan menjadi salah satu aspek penentu dalam menyesuaikan harga kamar yang didasarkan pada permintaan maupun tingkat okupansi hotel.

    3. Memberikan Pengalaman Terbaik Untuk Tamu

    Manfaat lainnya dari penghitungan ETA di hotel berkaitan dengan aspek pelayanan di mana hotel akan bisa mempersiapkan fasilitas terbaiknya.

    Dengan begitu, setiap staf yang bertugas, baik yang berhubungan langsung dengan tamu maupun tidak, akan mampu memberikan pengalaman terbaik selama menginap di hotel.

    Peningkatan pengalaman tamu hotel ini dilakukan dengan mempersiapkan semua staf dari departemen terkait untuk memberikan pelayanan maksimal.

    Sebagai contoh, ETA yang tepat akan membuat staf Front Office lebih siap menyambut kedatangan tamu dan tidak akan membiarkan proses check-in berlangsung lama.

    Di sisi lain, tim Housekeeping juga akan lebih cekatan dalam mempersiapkan kamar yang bersih dan rapi hingga siap dihuni tamu tepat waktu.

    Demikianlah penjelasan apa itu ETA di hotel dan manfaat penghitungannya bagi pelaku bisnis hospitality yang sudah kami rangkum.

    Melalui informasi dan gambaran umum di atas, kamu akan lebih bisa memahami apa itu ETA dan menerapkannya saat berkecimpung dalam bisnis perhotelan.

    Selain itu, kamu juga bisa menemukan dan mencari tahu berbagai istilah dalam dunia perhotelan lainnya untuk menambah wawasan.

  • Apa itu Overbooking? Penyebab, Dampak, dan Solusinya

    Apa itu Overbooking? Penyebab, Dampak, dan Solusinya

    Dalam bisnis hospitality, ada istilah overbooking yang sering kali menjadi kebijakan untuk memaksimalkan pendapatan dan menghindari kerugian operasional. Berikut akan dijelaskan lebih detail tentang apa itu Overbooking.

    Meski begitu, tidak jarang overbooking juga menimbulkan dampak positif maupun negatif hingga perlu ada solusi untuk mengatasi situasi tersebut.

    Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini pembahasan tentang pengertian overbooking di hotel beserta penyebab, dampak, dan solusinya.

    Apa itu Overbooking?

    Apa itu Overbooking? Overbooking adalah kondisi di mana hotel menerima reservasi yang melebihi available room atau kapasitas kamar yang dimiliki.

    Meski cukup lazim terjadi, tetapi overbooking yang dilakukan tidak jarang menimbulkan masalah dan risiko ketidakpuasan tamu.

    Alasan utama kebijakan ini biasanya diambil karena ketidakpastian reservasi tamu dan hotel memutuskan untuk menjual kamar pada tamu lainya.

    Jika tidak terjadi pembatalan reservasi, artinya akan ada tamu yang tidak mendapat kamar meski sudah melakukan tahapan reservasi yang sah.

    Namun, saat terjadi pembatalan atau bahkan no show, solusi overbooking hotel justru akan menguntungkan pihak manajemen karena bisa menjaga stabilitas pendapatan.

    Penyebab Overbooking di Hotel

    Penyebab overbooking di hotel bisa beragam, mulai dari ketidakpastian pembatalan reservasi tamu, ketidakhadiran tamu, hingga human error.

    1. Ketidakpastian Pembatalan Reservasi

    Penyebab utama overbooking di hotel yaitu ketidakpastian pembatalan reservasi tamu hingga manajemen memutuskan untuk menjual kembali kamar tersebut.

    Kebijakan menerima lebih banyak reservasi ini dijadikan solusi untuk meminimalisir risiko kerugian hotel atas kemungkinan pembatalan.

    2. Ketidahadiran Tamu

    Ketidakhadiran tamu tanpa pemberitahuan atau no show juga menjadi penyebab lainnya dari overbooking di hotel.

    Potensi keterlambatan atau bahkan pembatalan sepihak seolah memaksa pihak hotel untuk berpikir cepat dalam situasi ini agar tingkat okupansi kamar tetap stabil.

    Biasanya, hotel akan memberlakukan kebijakan pendukung terkait pembatalan demi tetap bisa mengoptimalkan pendapatan dari kamar yang terjual.

    3. Human Error Kesalahan Perhitungan

    Human errror juga kerap menyebabkan overbooking di hotel karena staf yang bertugas melakukan kesalahan penghitungan.

    Kesalahan ini biasanya berkaitan dengan penanganan sistem reservasi yang kurang akurat hingga ada kamar yang dipesan ganda atau melebihi kapasitas.

    Dampak Overbooking di Hotel

    Dampak overbooking di hotel bisa menimbulkan hasil yang positif maupun negatif hingga pihak manajemen hotel perlu mempertimbangkan pilihan ini dengan bijaksana.

    1. Dampak Positif Overbooking

    Ada beberapa dampak positif overbooking di mana hotel bisa mengoptimalkan pendapatan dari kamar yang tersedia.

    Artinya, overbooking kamar hotel mampu memaksimalkan pendapatan operasional sekaligus menjaga tingkat okupansi hotel tetap tinggi meski terjadi pembatalan reservasi.

    2. Dampak Negatif Overbooking

    Sayangnya, dampak negatif overbooking juga ikut mengintai reputasi hotel saat tamu yang sudah memesan kamar sebelumnya merasa tidak puas dengan kebijakan tersebut.

    Selain ada risiko muncul ulasan negatif, pihak hotel mungkin juga akan dituntut kompensasi pada tamu yang terdampak.

    Walhasil, pihak hotel akan mengalami kerugian finansial akibat biaya tambahan yang muncul dari pemberian kompensasi tersebut.

    Solusi Mengatasi Overbooking di Hotel

    Solusi mengatasi overbooking di hotel antara lain penggunaan sistem berbasis teknologi, membuat kebijakan pembatalan, hingga strategi revenue management.

    1. Penggunaan Sistem Berbasis Teknologi

    Solusi overbooking di hotel diatasi dengan memaksimalkan penggunaan sistem berbasis teknologi, seperti penerapan Property Management System (PMS) dan channel manager.

    PMS dan channel manager akan membantu pengelolaan inventaris kamar hotel yang lebih efisien karena sudah terintegrasi dengan kanal penjualan online seperti OTA.

    Jadi, hotel tidak perlu melakukan update ketersediaan kamar secara manual hingga dapat meminimalisir terjadinya human error.

    2. Membuat Kebijakan Pembatalan yang Jelas

    Sebagai langkah antisipasi, pihak hotel juga bisa membuat kebijakan pembatalan yang jelas sebagai cara efektif mengatasi overbooking hotel.

    Pasalnya, tidak jarang calon tamu melakukan pembatalan last-minute hingga hotel terjebak situasi underbooking atau terlalu banyak kamar yang kosong.

    Salah satu kebijakan hotel yaitu pengaturan biaya pembatalan untuk pembatalan pemesanan kamar dalam waktu tertentu sebelum check-in demi mengamankan pendapatan.

    3. Strategi Revenue Management

    Revenue management yang merupakan strategi penetapan harga sesuai permintaan pasar yang fleksibel juga bisa dijadikan solusi mengatasi overbooking hotel.

    Saat permintaan kamar atau reservasi sedang meningkat, hotel bisa memaksimalkan keuntungan dengan menaikkan harga.

    Di sisi lain, saat permintaan kamar menurun, menawarkan diskon atau promosi lain yang menarik bisa menjadi solusi untuk mengoptimalkan pendapatan operasional hotel.

    Itulah tadi pembahasan tentang apa itu overbooking di hotel beserta penyebab, dampak, dan solusinya yang sudah kami rangkum sebagai gambaran umum.

    Berdasar penjelasan tersebut, kamu bisa lebih mudah memahami apa itu overbooking di hotel dan memanfaatkan informasi ini untuk menambah wawasan.

  • Tentative Reservation: Pengertian, Kelebihan dan Kekurangan

    Tentative Reservation: Pengertian, Kelebihan dan Kekurangan

    Tentative reservation pada dasarnya merupakan jenis reservasi dengan konsep provisional booking atau pemesanan sementara.

    Artinya, reservasi ini memungkinkan tamu untuk melakukan pemesanan kamar tanpa ada status terkonfirmasi di awal terlebih dahulu.

    Nah, untuk lebih jelasnya lagi, berikut ini pembahasan tentang tentative reservation hotel yang meliputi pengertian, kebijakan pembatalan, hingga kelebihan dan kekurangan.

    Pengertian Tentative Reservation

    Tentative reservation adalah salah satu jenis reservasi kamar hotel di mana calon tamu tidak perlu melakukan pembayaran di muka sebagai jaminan atau deposit awal.

    Biasanya, calon tamu akan memesan kamar via telpon (phone-in) atau melalui Online Travel Agent (OTA) tanpa membayar terlebih dahulu.

    Dalam proses reservasi yang dilakukan, calon tamu hanya perlu memberikan keterangan “pay at hotel” untuk kelanjutan pembayaran booking kamar.

    Sistem pembayaran kamar baru akan dilakukan saat kedatangan sudah terkonfirmasi atau tamu sudah tiba di hotel untuk check-in.

    Namun, pemesanan kamar secara tentatif yang juga dikenal dengan istilah non-guaranteed reservation ini sebenanrnya tidak menjamin calon tamu mendapatkan ketersediaan kamar.

    Hanya saja ada kemungkinan pihak hotel akan menahan atau menyimpan kamar sementara sampai batas waktu tertentu yang disepakati.

    Andai tamu melakukan konfirmasi sebelum tanggal atau waktu yang ditentukan tersebut, status reservasi akan berubah dari tentatif menjadi terkonfirmasi.

    Jika tidak, maka tamu akan kehilangan kamarnya dan harus memesan ulang dengan menanggung risiko tidak ada kamar yang tersedia lagi, terutama saat high season.

    Nmeski begitu, cara reservasi ini dinilai lebih cocok untuk calon tamu yang ingin melakukan perjalanan dengan jadwal yang fleksibel.

    Terlebih jika tamu tersebut tidak bisa memastikan waktu kedatangan di hotel dengan pasti, maka reservasi tentatif ini bisa menjadi alternatif booking kamar yang tepat.

    Kebijakan Pembatalan Tentative Reservation

    Kebijakan pembatalan tentative reservation atau non-guaranteed reservation tidak akan membebankan denda atau biaya pinalti apa pun pada calon tamu hotel.

    Pasalnya, calon tamu memang yang mengikuti prosedur pemesanan sementara tersebut belum melakukan pembayaran di awal sebagai jaminan atas ketersediaan kamar.

    Jika tidak datang sesuai waktu booking yang disepakati, calon tamu dipastikan akan kehilangan kamar yang sudah dipesan sebelumnya tanpa risiko denda pembatalan.

    Hal ini dikarenakan tidak adanya jaminan yang membuat hotel berkewajiban untuk menyediakan kamar.

    Di sisi lain, jika calon tamu tidak datang atau terjadi situasi no show, maka pihak hotel berhak menjual kamar tersebut kepada tamu lain.

    Kelebihan dan Kekurangan Tentative Reservation

    Kelebihan dan kekurangan tentative reservation berkaitan dengan fleksibilitas jadwal, pembayaran di muka, dan ketersediaan kamar yang dipesan oleh calon tamu.

    1. Kelebihan Tentative Reservation

    Kelebihan utama tentative reservation yaitu adanya fleksibilitas pemesanan kamar hotel yang tidak mengikat, baik dalam hal jadwal maupun kebijakan biaya jaminan di awal.

    Calon tamu memiliki keleluasaan dalam mengubah rencana menginap tanpa terbebani ikatan kesepakatan pembayaran booking.

    Selain itu, fleksibilitas reservasi tentatif juga berkaitan dengan tidak adanya kewajiban melakukan pembayaran kamar di awal.

    Hal ini berbeda dengan guaranteed reservation yang harus melakukan pembayaran di muka sebagai jaminan, baik full payment maupun down payment.

    Kondisi tersebut kemudian membuka kemungkinan di mana calon tamu hotel tidak memiliki risiko kehilangan biaya denda atau jaminan apa pun.

    2. Kekurangan Tentative Reservation

    Sayangnya, faktor ketersediaan kamar yang tidak pasti menjadi kekurangan tentative reservation mengingat calon tamu tidak mengkonfirmasi dan membayar jaminan tertentu.

    Walhasil, calon tamu memiliki risiko kehilangan kamar meski sudah melakukan reservasi jika tidak mampu memenuhi syarat waktu kedatangan yang disepakati dengan hotel.

    Saat calon tamu terlambat datang, pihak hotel juga tidak memiliki kewajiban untuk memberikan kamar pengganti maupun hotel pengganti saat tingkat okupansi tinggi.

    Itulah tadi pembahasan tentang tentative reservation hotel yang meliputi pengertian, kebijakan pembatalan, hingga kelebihan dan kekurangan yang sudah kami rangkum.

    Dengan adanya informasi di atas, kamu akan lebih mampu memahami tentative reservation dan mempertimbangkan cara reservasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

    Selain itu, kamu juga bisa menemukan berbagai istilah di dunia perhotelan lainnya yang akan menambah wawasan dan pengetahuan di bidang hospitality.

  • Guaranteed Reservation: Pengertian dan Perbedaan dengan Confirmed Reservation

    Guaranteed Reservation: Pengertian dan Perbedaan dengan Confirmed Reservation

    Guaranteed reservation merupakan salah satu istilah dalam bisnis perhotelan di mana pihak hotel memberikan jaminan atas ketersediaan kamar.

    Biasanya, dalam jenis reservasi ini terdapat beberapa kebijakan pembayaran awal yang harus dipenuhi oleh tamu hotel.

    Sebagai gambaran umum, berikut ini pembahasan tentang guaranteed reservation hotel yang meliputi pengertian, kebijakan pembayaran, dan perbedaan dengan confirmed reservation.

    Pengertian Guaranteed Reservation

    Guaranteed reservation adalah jenis reservasi atau pemesanan kamar yang disertai jaminan tertentu untuk mendapatkan kepastian ketersediaan kamar untuk tamu hotel.

    Permintaan jaminan ini memungkinkan hotel dalam meminimalisir kerugian operasional andai terjadi pembatalan atau bahkan situasi no show hotel.

    Di sisi lain, tamu hotel juga diuntungkan dengan kepastian akan mendapat kamar sesuai reservasi awal setelah memberikan jaminan tertentu sesuai kebijakan hotel.

    Jika kamu sudah membayar di muka untuk jaminan reservasi, maka hotel harus memberikan kamar tersebut meski terlambat datang.

    Ketidakmampuan untuk tidak menyediakan kamar sesuai kesepakatan reservasi akan membuat hotel memberi kamar pengganti.

    Hal ini juga berarti hotel harus menanggung biaya penggantian akomodasi termasuk transportasi jika tidak ada kamar yang tersedia dan harus mengirim tamu ke hotel lain.

    Kebijakan Pembayaran Guaranteed Reservation

    Ada beberapa kebijakan pembayaran guaranteed reservation agar tamu mendapatkan jaminan kamar hotel dengan mengikuti aturan pembayaran di awal berikut ini.

    1. PrePayment

    Kebijakan pembayaran untuk guaranteed reservation yang pertama berupa prepayment yang dilakukan calon tamu hotel atas biaya kamar dan fasilitas yang dipesan.

    Beberapa hotel menerima sistem deposit dan pembayaran penuh di muka sebagai persyaratan yang harus dipenuhi calon tamunya.

    Artinya, calon tamu sudah mengeluarkan biaya akomodasi yang dipesan selama menginap di hotel sebelum mempergunakan dan menempati kamar tersebut.

    2. Credit Card

    Penggunaan kredit card juga bisa menjadi bentuk kebijakan lainnya atas pembayaran guaranteed reservation.

    Calon tamu bisa menggunakan tagihan kartu kredit sebagai metode pembayaran untuk mendapatkan jaminan ketersediaan kamar.

    Nantinya, petugas hotel terkait yang menangani reservasi kamar akan menanyakan nama dan nomor kartu kredit calon tamu.

    3. Kontrak Kesepakatan Corporate

    Kontrak kesepakatan corporate merupakan jaminan dari perusahaan untuk memenuhi kebijakan pembayaran awal guaranteed reservation.

    Biasanya, kontrak kerja sama ini memuat pasal di mana perusahaan memberikan persetujuan untuk membayar sejumlah kamar hotel yang dipakai karyawannya saat perjalanan bisnis.

    Selain itu, perusahaan juga akan menanggung biaya operasional kamar hotel yang dipesan andai tamu bisnis tidak datang atau melakukan pembatalan.

    4. Travel Agent

    Jaminan pemesanan kamar untuk guaranteed reservation juga bisa dilakukan oleh travel agent yang menjalin kerja sama dengan hotel.

    Artinya, agen perjalanan yang akan menjamin reservasi tamu dan andai terjadi situasi no show maka pihak hotel berhak menagih biaya pemesanan kamar tersebut.

    Perbedaan Guaranteed Reservation dan Confirmed Reservation

    Perbedaan guaranteed reservation dan confirmed reservation berkaitan dengan pembayaran yang dilakukan calon tamu saat melakukan reservasi kamar.

    Dalam guaranteed reservation sudah terjadi pembayaran reservasi kamar hotel di muka oleh calon tamu hotel, sedangkan confirmed reservation belum ada pembayaran biaya apa pun.

    Artinya, tamu yang memesan kamar dengan jaminan pembayaran awal sudah pasti disediakan kamar saat itu juga.

    Bahkan jika kamar terisi akibat tingginya tingkat okupansi, jaminan yang dibayarkan akan memaksa pihak hotel untuk tetap menyediakan kamar pengganti.

    Namun, untuk confirmed reservation, pihak hotel yang belum menerima pembayaran jaminan hanya akan menyediakan kamar berdasarkan kondisi tertentu.

    Sebagai contoh, confirmed reservation hotel setuju untuk menahan kamar yang kamu pesan hingga waktu tertentu melalui konfirmasi yang sudah disepakati sebelumnya.

    Jika datang tepat waktu, maka kamu akan mendapatkan kamar tersebut. Namun, jika syarat tidak terpenuhi dan kamar sudah terisi, hotel tidak wajib menawarkan kamar pengganti.

    Demikianlah pembahasan tentang guaranteed reservation hotel yang meliputi pengertian, kebijakan pembayaran, dan perbedaan dengan confirmed reservation yang kami rangkum.

    Berdasar penjelasan di atas, kamu akan lebih mudah memahami guaranteed reservation dan berbagai informasi terkait lain yang harus diperhatikan.

    Selain itu, kamu juga bisa menemukan istilah di dunia perhotelan lainnya untuk menambah wawasan, terlebih jika ingin terjun dalam bisnis hospitality.

  • Apa yang Dimaksud dengan Hospitality Mindset? Cek Jawabannya!

    Apa yang Dimaksud dengan Hospitality Mindset? Cek Jawabannya!

    Semua perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan menuntut agar karyawannya memiliki sikap ramah kepada pelanggan. Selain itu, karyawan sebaiknya memiliki pola pikir keramahtamahan atau hospitality mindset. Apa yang dimaksud dengan Hospitality Mindset?

    Secara singkat, hospitality mindset adalah pola pikir karyawan yang sangat mempengaruhi penilaian atau kepuasan pelanggan. Hal tersebut juga berpengaruh dalam meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan terhadap suatu brand perusahaan

    Sebenarnya apa yang dimaksud dengan Hospitality Mindset? Seberapa penting pola pikir ini bagi karyawan, pelanggan, dan perusahaan? Bagaimana cara meningkatkannya? Jawaban dan penjelasan lebih lanjut tentang pola pikir keramahtamahan atau hospitality mindset akan dibahas dalam artikel ini!

    Apa yang Dimaksud dengan Hospitality Mindset?

    Hospitality mindset terdiri dari dua buah kata yaitu hospitality dan mindset. Hospitality memiliki arti sikap atau perilaku ramah tamah atau keramahtamahan yang dimiliki seseorang dan ditujukan kepada orang lain.

    Sementara itu, mindset adalah suatu pemikiran yang terbentuk karena pengalaman, keyakinan, dan pemahaman. Mindset atau pola pikir dapat mempengaruhi cara pikir dan perilaku atau perbuatan seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

    Secara singkat, hospitality memiliki arti keramahtamahan dan mindset memiliki arti pola pikir. Oleh karena itu, hospitality mindset juga dikenal dengan istilah pola pikir keramahtamahan.

    Jadi, apa yang dimaksud dengan Hospitality Mindset? Hospitality mindset adalah suatu pola pikir keramahtamahan yang dimiliki seseorang, sehingga mampu memberikan layanan atau service terbaik kepada orang lain dengan ramah.

    Karyawan perusahaan yang memiliki hospitality mindset akan melayani pelanggan dengan sebaik-baiknya sejak awal pelanggan datang hingga pelanggan pergi. Pelayanan terbaik yang dilakukan dengan ramah akan membuat pelanggan merasa dihargai dan nyaman.

    Pelanggan juga bisa merasakan pengalaman menarik ketika dilayani oleh karyawan dengan pola pikir hospitality mindset. Pada akhirnya, pelanggan akan bersikap loyal atau setia dan selalu menginginkan pelayanan dari perusahaan tersebut.

    Manfaat dan Pentingnya Hospitality Mindset

    Hospitality mindset memiliki peranan penting dalam pertumbuhan suatu bisnis atau usaha, terutama perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan. Misalnya, hotel, bank, retail, dan berbagai perusahaan lainnya.

    Selain penting bagi perusahaan, hospitality mindset juga penting untuk pelanggan dan karyawan. Berikut ini manfaat dan pentingnya hospitality mindset bagi semua pihak, yaitu:

    1. Manfaat Hospitality Mindset Bagi Pelanggan

    Pelanggan datang ke suatu tempat usaha atau bisnis pastinya ingin memenuhi kebutuhannya. Ketika ia mendapatkan apa yang dibutuhkan, maka ia akan merasa tujuannya telah tercapai.

    Selain itu, ketika ia juga mendapat layanan baik dan berhadapan dengan karyawan ramah, maka pelanggan akan mendapatkan pengalaman lainnya yang lebih menarik. Ia akan merasa dihargai, dipedulikan, dan nyaman.

    Sikap hospitality mindset yang ditunjukkan karyawan suatu tempat usaha bahkan bisa membuat pelanggan merasakan suasana hati atau perasaan lebih menyenangkan.

    2. Manfaat Hospitality Mindset Bagi Karyawan

    Karyawan perlu memiliki pola pikir hospitality mindset. Selain itu, ia juga harus mampu menerapkannya dalam bentuk sikap dan perilaku berupa layanan atau service terbaik kepada semua pelanggan tanpa membeda-bedakan.

    Ketika karyawan mampu melakukannya, maka ia akan mendapat nilai positif tersendiri di hadapan atasannya. Karyawan tersebut juga akan dianggap memiliki sikap dan attitude baik. Kondisi tersebut tentu saja akan meningkatkan penilaian bahkan jenjang karier di perusahaan.

    3. Manfaat Hospitality Mindset Bagi Perusahaan

    Hospitality mindset yang dimiliki oleh karyawan secara tidak langsung akan mempengaruhi perusahaan. Kenapa? Karyawan dengan hospitality mindset akan bersikap ramah ke pelanggan dan membuatnya merasa nyaman.

    Pelanggan yang merasa nyaman akan bersikap loyal dan menjadi pelanggan setia bagi perusahaan tersebut. Perusahaan yang memiliki banyak pelanggan setia dan memperoleh penilaian baik tentu akan mendapat keuntungan besar dari segi finansial maupun manfaat di bidang lainnya.

    Cara Menumbuhkan dan Meningkatkan Hospitality Mindset

    Hospitality mindset sudah terbukti memiliki peranan dan manfaat penting bagi banyak pihak. Oleh karena itu, pola pikir dan sikap hospitality mindset harus dikembangkan dan ditingkatkan. Bagaimana caranya?

    Cara pertama yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan training yang mengajarkan tentang hospitality mindset secara teori maupun praktik. Cara kedua adalah membiasakan karyawan mempraktikkan secara langsung sikap pelayanan atau service yang baik kepada pelanggan.

    Berikut ini beberapa kebiasaan yang harus diterapkan agar pola pikir dan sikap hospitality mindset tertanam serta terus meningkat, yaitu:

    • Selalu bersikap ramah kepada para pelanggan tanpa membeda-bedakan
    • Memenuhi semua kebutuhan dan keinginan pelanggan
    • Jika tidak dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, maka usahakan untuk memberi solusi lainnya
    • Membuat pelanggan merasa nyaman dan dihargai

    Jadi, apa yang dimaksud dengan Hospitality Mindset? Secara singkat, hospitality mindset adalah sebuah pola pikir keramah-tamahan yang dimiliki seseorang, sehingga mempengaruhi sikap ramah tamah yang dilakukannya kepada orang lain (pelanggan).

    Ketika seorang karyawan perusahaan memiliki pola pikir keramahtamahan atau hospitality mindset, maka ia akan mampu bersikap profesional.

    Artinya, ia bisa memberikan layanan atau service terbaik kepada setiap pelanggan dengan bersikap ramah. Pelanggan atau tamu pun akan dilayani secara baik dan merasa nyaman.

    Pada akhirnya, pelanggan yang akan bersikap loyal terhadap brand perusahaan. Kondisi ini tentu saja akan meningkatkan citra positif perusahaan di mata pelanggan dan memberikan berbagai jenis keuntungan bagi perusahaan tersebut.