Apa itu Brosur? Pengertian, Fungsi, serta Cara Membuatnya

Pernahkah Anda mendapatkan lembaran kertas yang berisi promosi dari sebuah produk? Hal tersebut bisa dikategorikan sebagai brosur. Lembaran ini adalah media cetak atau tertulis yang biasa digunakan untuk menyampaikan informasi tentang produk maupun jasa layanan dari sebuah bisnis.

Lantas, apa pentingnya membagikan selembaran tersebut di era teknologi seperti saat ini? Bukankah lebih mudah mempromosikan produk atau jasa secara online di media sosial? Temukan apa saja fungsi hingga cara membuat brochure yang menarik dalam artikel berikut!

Pengertian Brosur

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), brosur merupakan salah satu bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara sistematis seperti cetakan. Cetakan yang bernama brochure dalam bahasa Inggris ini hanya terdiri dari beberapa halaman saja dan bisa dilipat tanpa perlu dijilid.

Dengan kata lain, brochure merupakan lembaran cetakan kertas yang berisi informasi singkat dan lengkap mengenai sebuah produk, perusahaan, maupun organisasi. Tujuan utama penggunaan lembaran kertas ini adalah sebagai media iklan atau promosi.

Ciri-Ciri

Brochure mempunyai beberapa ciri atau karakteristik yang membedakannya dari media iklan lainnya. Ciri-cirinya antara lain sebagai berikut:

  1. Hanya satu kali proses publikasi.
  2. Mempunyai desain yang kreatif dan menarik.
  3. Bersifat informatif dan mampu mempengaruhi calon pelanggan terhadap penawaran yang ada di dalamnya.
  4. Tulisannya umumnya berukuran besar dengan kalimat yang cenderung pendek agar mudah dibaca.
  5. Proses distribusi secara mandiri oleh perusahaan.
  6. Mempunyai warna yang mencolok dan kontras untuk menarik perhatian dan mudah dilihat.
  7. Penempatannya di berbagai lokasi yang strategis dan terjangkau.
  8. Umumnya berukuran 90/100 x 800 cm.

Jenis-Jenis Brosur

Perlu Anda ketahui jika cetakan kertas berisi iklan ini ternyata mempunyai beberapa jenis. Setiap jenis biasanya mempunyai fungsi yang berbeda. Berikut ini jenis-jenis brochure berdasarkan format dan tata letaknya:

1. Z-Fold Brochure

Jenis Z-Fold biasanya memiliki lipatan akordeon. Pembuatan brochure jenis ini dapat dilakukan dengan memisahkan setiap elemen dan membuat setiap panel berdiri sendiri. Anda juga bisa mendesain brochure agar terbuka lebar dengan satu foto utama yang besar dan dramatis.

2. Tri-Fold Brochure

Berdasarkan namanya, jenis ini dapat dikenal sebagai brosur lipat tiga. Jenis ini cukup sering Anda jumpai di berbagai tempat, karena umumnya perusahaan lebih banyak menggunakan jenis lembaran lipat tiga. Pembuatan brosur ini juga lebih mudah karena ada banyak ruang yang bisa diisi dengan informasi dan desain lebih menarik.

3. Bi-Fold Brochure

Jenis brochure yang populer lainnya adalah bi-fold atau lembaran kertas lipat dua. Tata letak untuk iklan jenis ini biasanya lebih formal daripada jenis lipat tiga. Oleh sebab itu, jenis ini lebih banyak digunakan sebagai katalog dan presentasi produk. Beberapa perusahaan juga menggunakannya saat pameran maupun rapat.

4. Gate Fold Brochure

Berbeda dengan ketiga jenis sebelumnya, gate fold brochure termasuk jenis yang sangat jarang digunakan. Ini karena biaya pembuatannya jauh lebih mahal. Pembuatan brochure jenis ini adalah dengan desain lipat ke dalam dan memakai kertas berkualitas terbaik sehingga bisa disimpan lebih lama.

Fungsi dari Brosur

Setiap pembuatan media iklan tentu mempunyai tujuannya masing-masing, begitu pun dengan brochure. Berikut ini beberapa fungsi utama dari pembuatan iklan dalam lembaran cetakan kertas:

1. Media Informasi

Fungsi utama dari pembuatan brochure adalah untuk memberikan informasi mengenai barang maupun jasa dari sebuah bisnis yang Anda jalankan. Konsumen bisa mendapatkan banyak pengetahuan tentang barang dan jasa melalui lembaran iklan yang Anda bagikan.

2. Media Promosi

Pembuatan brosur juga berfungsi untuk mempromosikan sebuah produk atau jasa dari bisnis yang Anda jalankan. Dalam hal ini biasanya memuat berbagai penawaran menarik untuk menarik minat calon konsumen terhadap perusahaan Anda.

3. Media Identifikasi

Fungsi lain dari brochure adalah sebagai media untuk menunjukkan karakteristik dari perusahaan. Anda bisa mengetahuinya melalui gaya penyajiannya. Brochure biasanya menampilkan logo perusahaan dan gambar penting lainnya. 

Pilihan tipografi dan warna biasanya mempunyai makna tersendiri yang menggambarkan karakter perusahaan. Semua brochure dari sebuah perusahaan biasanya mempertahankan kriteria yang sama sehingga membuat perusahaan lebih mudah diidentifikasi oleh semua orang.

Cara Membuat

Anda telah mengetahui apa saja jenis brochure dan fungsinya. Selanjutnya, Anda bisa mulai menyusun media promosi tertulis ini dengan memperhatikan cara pembuatannya berikut ini:

1. Tentukan Tujuan

Langkah pertama yang harus Anda pertimbangkan sebelum membuat brochure adalah menentukan tujuan pembuatannya. Langkah ini termasuk dalam perencanaan karena Anda harus mengidentifikasi tujuan secara jelas. Tujuan ini tentu menyesuaikan dengan misi perusahaan dalam menawarkan produk atau jasa layanannya.

2. Tentukan Pembaca

Setelah merencanakan tujuan, Anda perlu menentukan siapa target pembaca iklan tersebut. Jadikan pembaca sebagai salah satu tujuan utama dalam menyusun brosur karena pembaca adalah calon konsumen dari bisnis Anda.

3. Buatlah Kesan Pertama yang Baik

Brochure harus mampu memberikan kesan pertama yang baik. Oleh karena itu, Anda bisa membuat desain sedemikian rupa sesuai dengan target pembaca dan tujuan perusahaan. Pastikan kesan yang baik ini bisa menarik minat calon konsumen terhadap apa yang sedang Anda tawarkan. Jangan sampai menghadirkan persepsi negatif.

4. Gunakan Kalimat yang Sederhana

Anda tidak perlu pusing mencari ide untuk membuat brochure yang menarik. Pasalnya, ide sederhana biasanya menjadi solusi yang terbaik. Anda hanya perlu menggunakan pernyataan sederhana berupa ajakan di halaman utama. Dengan demikian, Anda bisa mengarahkan pembaca untuk melakukan tindakan tertentu.

Misalnya, mengajak pembaca untuk membeli produk, mengunjungi situs website perusahaan, atau menggunakan diskon yang sedang berlangsung. Jadi, pernyataan seperti itu sangat penting untuk mengarahkan calon pelanggan secara jelas.

5. Fokus terhadap Keterbacaan dan Alur Baca

Pembuatan brosur juga harus memperhatikan keterbacaan dan alur bacanya. Jangan sampai iklan yang Anda buat justru menyulitkan seseorang untuk membacanya. Misalnya, apabila Anda menggunakan jenis latar belakang yang gelap dengan teks yang kecil.

Selain itu, dalam menyusun teks informasi juga harus runtut dan memperhatikan alur baca. Seimbangkan antara jumlah teks dan visual di setiap brochure. Jangan membuat pembaca kebingungan dengan menampilkan informasi yang tidak berurutan.

6. Sesuaikan Tata Letak

Tata letak yang sesuai dengan tujuan pembuatan sangat penting untuk menarik perhatian pembaca. Anda bisa menggunakan template yang sudah tersedia di beberapa platform editing untuk mempermudah proses desain dan menghemat waktu. Selain itu, tata letak ini juga harus disesuaikan dengan jenis lipatan yang digunakan. 

7. Tambahkan Foto dan Grafik

Desain brochure yang menarik tentu tidak hanya berisi teks tetapi juga mencakup aspek visual. Anda harus menambahkan gambar untuk melengkapi teks. Selain itu, penggunaan foto sampul yang unik berpeluang untuk menarik perhatian pembaca. Jangan lupa tambahkan juga logo perusahaan di bagian yang tepat dan terlihat jelas.

8. Batasi Penggunaan Font

Brosur yang menarik umumnya tidak perlu menggunakan banyak font berbeda. Anda hanya perlu menentukan font yang akan digunakan pada bagian heading, subheading, dan body copy. Penggunaan font yang konsisten juga akan berpengaruh pada keterbacaan dan daya tarik visual.

9. Kemudahan Respon

Tidak kalah penting dari unsur-unsur lainnya, brochure harus mengandung informasi tentang perusahaan seperti nama bisnis, nomor telepon, maupun situs website di bagian yang terlihat. Penempatan identitas yang tepat akan memudahkan pembaca untuk melakukan tindak lanjut terhadap tawaran Anda.

Tertarik Membuat Brosur Sendiri?

Sebagai kesimpulan, brochure merupakan media iklan yang sampai saat ini masih efektif untuk digunakan dalam promosi produk maupun jasa. Ini karena tidak semua orang mengakses internet untuk melihat iklan, sehingga iklan dalam bentuk cetakan kertas bisa lebih dekat dalam menjangkau calon konsumen terhadap perusahaan.

Share:

Leave a Comment

You cannot copy content of this page