Category: Front Office

  • Cara Menjadi Supplier Hotel, Mulai dari Daftar Sebagai Vendor

    Cara Menjadi Supplier Hotel, Mulai dari Daftar Sebagai Vendor

    Cara menjadi supplier hotel memang tidak selalu mudah. Pasalnya, ada ketersediaan barang atau jasa yang dibutuhkan dalam operasional hotel untuk selalu dipenuhi.

    Beberapa perusahaan yang terjun dalam bisnis ini umumnya mengawali langkah dengan menjadi vendor terlebih dahulu.

    Selain untuk membuka jalan kerjasama bisnis yang lebih besar dengan pihak pengelola hotel, menjadi vendor juga akan meningkatkan pemahaman kebutuhan pasar dan bahan baku.

    Singkatnya, supplier hotel adalah vendor dalam lingkup bisnis yang lebih besar dan luas untuk memasok kebutuhan barang dan jasa bagi hotel.

    Nah, jika ingin mengetahui cara menjadi supplier hotel, simak pembahasan dalam artikel berikut ini.

    Perbedaan Supplier dan Vendor Hotel

    Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya untuk mengetahui perbedaan supplier dan vendor terlebih dahulu dalam bisnis perhotelan.

    Sebenarnya, baik supplier maupun vendor sama-sama menyediakan atau menjual suatu produk bagi kebutuhan operasional hotel.

    Namun, skala bisnis supplier jauh lebih luas karena jumlah transaksi yang dilakukan memang lebih besar mengingat hubungannya dengan pemenuhan kebutuhan untuk produsen.

    Sedangkan vendor, memiliki lingkup yang lebih kecil karena pasokan produk didistribusikan langsung kepada pelanggan tingkat akhir.

    Singkatnya, supplier adalah pihak yang menyediakan sumber utama dalam rantai pasokan dan vendor hanya menyediakan kebutuhan barang atau jasa tertentu.

    Bagaimana Cara Menjadi Supplier Hotel?

    Lalu, bagaimana cara menjadi supplier hotel? Berikut ini beberapa tips menjadi supplier hotel demi membangun bisnis distribusi produk untuk pemenuhan kebutuhan operasional hotel.

    1. Mulai dari Daftar Sebagai Vendor

    Sebelum menjadi supplier, tidak ada salahnya untuk memulai langkah sebagai vendor terlabih dahulu dan pilih produk yang tertentu yang ingin dipasarkan.

    Usahakan pemilihan jenis produk kebutuhan hotel, baik barang atau jasa, sesuai dengan pengetahuan, minat, dan keahlian untuk memudahkan penguasaan bisnis.

    2. Lakukan Riset Pasar

    Tips kedua untuk menjadi supplier hotel adalah melakukan riset pasar untuk proses identifikasi permintaan dan persaingan dalam bisnis supply perhotelan.

    Pelajari juga target pasar, tren, dan peluang bisnis lain yang masih berkaitan dengan operasional hotel untuk menambah pengetahuan distribusi produk kebutuhan perhotelan.

    3. Menentukan Target Pasar

    Jika vendor hanya mengutamakan pelanggan tingkat akhir, maka tips menjadi supplier hotel selanjutnya harus memperluas pandangan dengan menentukan target pasar.

    Cari tahu siapa yang akan menjadi target pasar bisnis ini, lalu bangun hubungan baik dan cari tahu apa saja persyaratan untuk menjadi pemasok.

    Langkah ini akan memudahkan jalannya bisnis supply produk untuk hotel yang nantinya akan dijalankan.

    4. Urus Izin dan Lisensi

    Setelah mengetahui semua persyaratan untuk menjadi supplier, termasuk urusan legalitas, langkah selanjutnya adalah mengurus perizinan dan lisensi.

    Pastikan untuk segera memenuhi semua persyaratan hukum dan perizinan yang diperlukan agar bisa segera beroperasi sebagai supplier.

    5. Buat Perencanaan Anggaran

    Cara untuk menjadi supplier bagi kebutuhan hotel juga tidak lepas dari perencanaan anggaran yang tepat dalam menjalankan bisnis tersebut.

    Buatlah rencana keuangan yang komprehensif dan pertimbangkan biaya operasional yang mungkin dikeluarkan, seperti pembelian produk, biaya penyimpanan, hingga biaya distribusi.

    Ada baiknya untuk mempertimbangkan juga sumber pendanaan yang dibutuhkan saat akan memulai bisnis ini.

    6. Membangun Jaringan

    Tidak ada bisnis yang mudah tanpa jaringan yang kuat, termasuk untuk menjadi supplier hotel dengan lingkup bisnis kebutuhan produk yang luas.

    Usahakan untuk membangun hubungan baik dengan pelanggan potensial, dalam hal ini pengelola hotel.

    Selain itu, kembangkan jaringan bisnis dengan mitra lewat kehadiran di acara-acara industri, pameran perdagangan, atau pertemuan bisnis demi membuka jalur promosi dan membangun hubungan baik.

    7. Tetapkan Strategi Harga

    Cara berikutnya untuk menjadi supplier hotel juga bisa dilakukan dengan menetapkan strategi harga yang kompetitif untuk menggaet pihak hotel.

    Pastikan juga untuk memperhitungkan keuntungan yang ingin dicapai agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

    Langkah ini juga akan membuat pelanggan terus kembali dan melakukan kerja sama jangka panjang dalam hal supply produk operasional hotel.

    8. Kelola Inventaris

    Sevagai supplier produk yang semakin besar jangkauan bisnisnya, penting untuk mulai mengatur pengelolaan inventaris yang efisien.

    Hal ini penting dilakukan untuk memantau stok produk, memenuhi permintaan pelanggan, dan menghindari persediaan yang kurang atau berlebih.

    9. Buat Evaluasi Kinerja

    Tidak ada cara terbaik menjadi supplier hotel tanpa melakukan evaluasi kinerja bisnis yang selama ini dijalani.

    Langkah ini penting untuk meninjau kembali proses operasional, layanan kepada pelanggan, dan mengetahui keuntungan atau kemajuan bisnis.

    Selain itu, evaluasi kinerja juga menjadi bentuk upaya identifikasi, apakah ada hal-hal yang perlu ditingkatkan dan langkah-langkah untuk menindaklanjutinya.

    Nah, itulah tadi beberapa cara menjadi supplier hotel, mulai dari daftar sebagai vendor sampai membuat evaluasi kinerja.

    Dengan mengetahui informasi tadi, akan ada gambaran jelas untuk mulai mengembangkan bisnis sebagai supplier hotel dan memasok kebutuhan operasonal hotel yang semakin luas.

  • Transit Hotel: Pengertian, Ciri dan Kisaran Harganya

    Transit Hotel: Pengertian, Ciri dan Kisaran Harganya

    Apakah kamu pernah mendengar istilah transit hotel? Jika belum, ulasan berikut ini akan memudahkan pemahaman tentang apa itu transit hotel.

    Transit hotel lebih banyak dikenal oleh para traveler atau penumpang moda transportasi udara yang membutuhkan tempat menginap sementara saat menunggu jadwal keberangkatan.

    Selain di bandara, stasiun kereta api di kota besar biasanya juga menyediakan hotel untuk pelanggan yang membutuhkan tempat menginap singkat.

    Berbeda dengan hotel pada umumnya, hotel ini hanya menyediakan beberapa fasilitas standar, seperti tempat tidur, meja, toilet atau kamar mandi, dan akses internet.

    Untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut, simak pembahasan transit hotel beserta pengertian, ciri dan kisaran harganya berikut ini.

    Pengertian Transit Hotel

    Hotel yang merupakan sarana akomodasi berupa penginapan sebenarnya terbagi dalam beberapa jenis berdasar klasifikasi tertentu.

    Yaitu, hotel berdasar kelas atau bintang, hotel berdasar lokasi, hotel berdasar plan, dan hotel berdasar tujuan menginap.

    Transit hotel sendiri masuk dalam klasifikasi jenis hotel berdasar lokasi karena umumnya banyak ditemukan di bandara hingga sering disebut hotel bandara.

    Jadi, pengertian transit hotel adalah hotel yang dipergunakan untuk menginap dalam jangka waktu singkat yang biasanya disediakan khusus bagi penumpang di zona transit bandar udara internasional.

    Dalam perkembangannya, beberapa stasiun kereta api besar juga menyediakan hotel transit sebagai tempat singgah bagi penumpang untuk menunggu jadwal perjalanan.

    Lalu, Dimana Lokasi Transit Hotel?

    Penumpang moda transportasi pesawat yang sering menggunakan transit hotel di bandara mungkin sudah cukup paham dengan lokasi tepatnya.

    Namun, bagi penumpang yang belum terbiasa atau baru pertama kali menggunakan hotel bandara, informasi dimana lokasi hotel transit sebenarnya cukup mudah ditemukan.

    Biasanya, hotel bandara berada di dalam titik-titik pengecekan paspor atau keamanan dan dekat dengan terminal bandar udara.

    Namun, jika kesulitan mencari sendiri, kamu bisa bertanya ke bagian informasi bandara mengenai lokasi hotel ini.

    Ciri Transit Hotel

    Setelah mengetahui pengertian dan lokasinya, beberapa ciri transit hotel berikut ini akan semakin memudahkan pemahaman dan mengenal perbedaannya dengan hotel biasa.

    1. Sifatnya Hanya untuk Singgah

    Ciri pertama transit hotel yang mudah dibedakan dengan hotel pada umumnya adalah sifatnya yang hanya untuk singgah selama menunggu jadwal keberangkatan.

    Biasanya, tamu hotel hanya membutuhkan kamar untuk rehat selama jangka waktu sebelum penerbangan selanjutnya.

    Tidak heran jika kebutuhan akan pelayanan atau service juga bersifat cepat, seperlunya, dan lebih mengedepankan pada kebutuhan standar, seperti untuk tidur dan mandi.

    2. Jangka Waktu Menginap

    Karena akomodasi ini hanya menerima tamu yang transit atau singgah sementara, maka kisaran jangka waktu untuk menginap juga tidak terlalu lama.

    Umumnya, tamu dari transit hotel membutuhkan waktu menginap minimal enam jam hingga 12 jam, 24 jam, atau jangka waktu tertentu yang bisa disesuaikan.

    Namun, aktivitas menginap di hotel ini yang dilakukan dalam jangka waktu singkat ini biasanya tidak akan lebih dari 2 hari.

    3. Berlokasi Dekat dengan Bandara

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, lokasi transit hotel tidak akan jauh dari bandara atau bahkan masih di lingkup terminal-terminal bandar udara.

    Kebutuhan menginap yang singkat dan pertimbangan jarak tempuh yang dekat agar tidak mengalami keterlambatan membuat lokasi thotel ini terletak di zona transit bandara.

    Di sekitar bandara, hotel ini biasanya akan bisa ditemukan di antara tempat pemeriksaan keamanan atau paspor dan dekat dari terminal bandara.

    Untuk hotel transit di stasiun kereta api, biasanya berlokasi di luar stasiun meski masih sangat dekat dengan lingkup stasiun.

    4. Bentuk Kamar dan Fasilitas Serba Minimalis

    Jangan berharap akan mendapat ruangan yang luas dan dilengkapi dengan fasilitas mewah yang lengkap jika menginap di hotel transit .

    Umumnya, bentuk kamar cukup minimalis dengan konsep capsul. Bahkan ada transit hotel yang membuat konsep roombox yang dihuni beberapa tamu meski kasurnya terpisah.

    5. Tarif Relatif Lebih Murah

    Ciri dari hotel transit berikutnya berkaitan dengan tarif menginap yang relatif lebih murah dibanding rate kamar di hotel biasa.

    Hal ini berkaitan dengan rentang waktu menginap yang memang cukup singkat hingga tarif juga ikut menyesuaikan.

    Biasanya,tarif menginap di transit hotel dibuat per 6 jam, per 12 jam, atau per 24 jam, dan tamu bisa memilih sesuai kebutuhan masing-masing.

    Kisaran Harga Transit Hotel

    Sebenarnya, kisaran harga transit hotel yang dipatok untuk menginap tergantung kebijakan pengelola hotel masing-masing.

    Standar yang disamakan hanya jangka waktunya, sedangkan nominal harga bisa sangat bervariasi tergantung pemilihan lama waktu dan fasilitas yang didapat.

    Sebagai contoh, roombox di Digital Airport Hotel Terminal 2 dan 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang berkapasitas 2-3 tamu dengan fasilitas kasur, meja dan kursi kerja, televisi, serta pendingin udara.

    Tarif yang diberlakukan berkisar Rp 200.000 selama 9 jam dan Rp 300.000 selama 24 jam untuk tipe kapsul.

    Sedangkan untuk roombox, hotel transit di bandar udara di Cengkareng ini dipatok dengan range harga Rp 450.000 – Rp 500.000.

    Namun, untuk tarif hotel transit di luar terminal bandara, biasanya akan sedikit lebih murah, yaitu berkisar antara Rp 130.000-an hingga Rp 200.000-an.

    Demikianlah informasi tentang apa itu transit hotel yang sudah kami rangkum, mulai dari pengertian, ciri dan kisaran harganya.

    Berbekal penjelasan tadi, kamu bisa memanfaatkan keberadaan transit hotel untuk menginap saat membutuhkan ruang singgah dalam jeda waktu keberaangkatan perjalanan.

  • Beberapa Alasan Kenapa Harga Hotel Berubah Ubah

    Beberapa Alasan Kenapa Harga Hotel Berubah Ubah

    Tarif menginap di hotel seringkali mudah berubah dari waktu ke waktu. Lalu, kenapa harga hotel berubah ubah? Berikut penjelasannya.

    Penetapan tarif menginap merupakan kebijakan masing-masing hotel yang umumnya didasarkan pada banyak faktor.

    Biasanya, momen high season seperti libur anak sekolah atau akhir tahun menjadi peluang bagi hotel untuk memaksimalkan pendapatan dengan menaikkan harga.

    Atau sebaliknya, saat low occupancy terjadi, pihak hotel akan menurunkan harga untuk menarik minat pelancong agar tidak melewatkan promo menginap murah di hotel.

    Nah, untuk penjelasan lebih detail, berikut ini beberapa alasan kenapa harga hotel berubah ubah meski hanya berbeda jeda waktu dalam hitungan hari atau bahkan jam.

    Kenapa Harga Hotel Berubah Ubah?

    Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, berikut ini penjelasan terkait alasan kenapa harga hotel berubah ubah setiap waktu.

    1. Occupaancy dan Permintaan yang Tinggi

    Faktor occupancy atau ketersediaan kamar menjadi salah satu alasan harga hotel berubah ubah, bahkan dalam periode waktu yang sama.

    Hal ini juga berkaitan dengan permintaan pelanggan yang meningkat karena membutuhkan akomodasi hingga pihak hotel memilih untuk menaikkan harga.

    Biasanya hal ini terjadi jika booking kamar dilakukan pada hari yang sama dengan kedatangan tanpa reservasi atau reservasi yang terlalu dekat dengan tanggal check in.

    Padahal, hotel umumnya menyediakan penawaran harga yang menarik dan cenderung miring jika booking dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya.

    2. Lokasi Hotel

    Faktor yang menjadi alasan harga hotel mudah berubah yaitu lokasi, apakah hotel berada di pusat kota atau tidak.

    Hotel yang terletak di pusat kota atau dekat dengan destinasi wisata populer cenderung memberikan harga yang lebih tinggi dibanding hotel yang jauh dari pusat keramaian.

    Mengingat banyak wisatawan yang ingin menginap di tempat yang strategis, faktor lokasi juga memberikan banyak pengaruh pada tarif kamar per malam.

    Meski begitu, ada kalanya hotel wisata juga memberikan promo harga menarik melalui reservasi online yang dilakukan jauh-jauh hari.

    3. Tipe Kamar

    Hotel memang menyediakan kamar dengan diversifikasi dengan membuat beberapa tipe kamar yang bisa dipilih tamu.

    Biasanya, tipe kamar tersebut dibagi berdasar standar ukuran kamar, fasilitas, hingga view tertentu yang menjadi daya tarik.

    Sebagai contoh, tipe kamar single akan lebih murah dibanding tipe family room. Ada juga tipe suite hingga deluxe yang cenderung lebih mahal karena memiliki ukuran dan fasilitas yang lebih mewah.

    4. Strategi Bisnis

    Alasan selanjutnya kenapa harga hotel bisa mudah berubah ubah adalah adanya strategi bisnis melalui kesepakatan antar hotel yang berdekatan di satu lokasi.

    Hal ini dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih dalam bisnis perhotelan dan tetap bisa saling menguntungkan lewat perjanjian menyamakan harga.

    Meski begitu, fasilitas yang ditawarkan akan menjadi pembeda hingga tamu bisa memilih akan menginap dimana dengan perbandingan harga yang tidak jauh berbeda.

    5. High Season

    Sudah menjadi rahasia umum jika tarif menginap di hotel saat high season memang akan jauh lebih mahal dibanding hari biasa.

    Bahkan perubahan harga ini juga cukup signifikan menjelang akhir pekan dan mulai kembali normal atau relatif lebih murah pada awal minggu.

    Perubahan ini merupakan dampak dari permintaan pelanggan yang semakin tinggi, baik dari wisatawan domestik maupun manca negara.

    Umumnya, orang akan menyiasati kondisi ini dengan berlibur di hari-hari yang tidak populer, seperti awal minggu atau hari kerja untuk menghemat uang selama liburan.

    6. Sistem Milik Hotel

    Kemajuan di bidang teknologi mendorong manajemen hotel menerapkan sistem yang bisa memudahkan tamu saat akan melakukan reservasi.

    Pelanggan yang melakukan reservasi online akan bisa melihat perbedaan harga kamar setiap hari hingga pada hari-hari tertentu.

    Keberadaan sistem ini juga menunjukkan algoritma yang dapat memperbarui tarif kamar secara otomatis dalam periode waktu tertentu.

    Sedangkan bagi pihak hotel, sistem ini dimanfaatkan untuk melihat prediksi perode permintaan booking yang tinggi dan rendah.

    Saat permintaan rendah, harga akan diturunkan agar pengunjung tertarik untuk memesan kamar. Sebaliknya, harga akan otomatis meningkat ketika high season.

    7. Musim Panas

    Faktor musim panas sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap perubahan harga hotel di Indonesia yang hanya mamiliki dua musim.

    Namun, di negara-negara dengan empat musim akan berbeda cerita. Summer season adalah waktu potensial untuk menaikkan harga hotel karena merupakan musim liburan.

    Biasanya, sekolah hingga perkantoran memasuki masa libur dan meningkatkan jumlah pelancong yang datang untuk menginap di hotel.

    Namun, ada juga hotel di sekitar tempat wisata yang menyediakan banyak kamar hingga tidak terpengaruh dengan penawaran harga musiman.

    Itulah tadi pembahasan terkait alasan kenapa harga hotel berubah ubah yang sudah kami rangkum.

    Dengan informasi tadi, kamu menjadi semakin paham dengan faktor-faktor penyebab perubahan harga hotel dan memanfaatkannya untuk melakukan reservasi dengan harga terbaik.

  • Mengenal Hotel Budget dan Berbagai Fasilitasnya

    Mengenal Hotel Budget dan Berbagai Fasilitasnya

    Belakangan ini istilah hotel budget semakin banyak diperkenalkan sebagai solusi tempat menginap dengan tarif yang relatif lebih murah.

    Biasanya, jenis hotel ini banyak diminati oleh backpacker atau karyawan yang melakukan perjalanan dinas dan membutuhkan penginapan low budget.

    Harga yang murah membuat hotel budget menyediakan fasilitas dan layanan terbatas meski tetap menerapkan prinsip pemenuhan kebutuhan dasar tamu.

    Nah, pembahasan berikut ini akan memberikan pemahaman untuk mengenal hotel budget dan berbagai fasilitasnya secara lebih lanjut.

    Apa Itu Hotel Budget?

    Sebelum mengetahui apa saja failitas yang disediakan oleh hotel budget, penting untuk memahami pengertiannya terlebih dahulu.

    Hotel budget adalah hotel atau penginapan dengan harga lebih rendah dari hotel reguler yang menyediakan fasilitas standar dan layanan terbatas.

    Sebenarnya, hotel murah ini banyak dikenal dengan istilah “bed & breakfast” hotel karena fasilitas standar yang ditawarkan memang hanya itu.

    Bahkan, dibanding hotel reguler yang luas dan serba lengkap, ukuran rata-rata kamar di hotel ini berkisar antara 12 m2 sampai ukuran untuk tamu 2 orang dewasa dengan 1 anak kecil.

    Meski begitu cukup banyak tamu yang berminat untuk menginap di hotel ini untuk berbagai alasan, seperti penghematan atau kepraktisan.

    Fasilitas Hotel Budget

    Dengan konsep minimalis tersebut, tidak heran jika fasilitas yang ditawarkan juga tidak selengkap hotel reguler.

    Hotel menyediakan kebutuhan dasar dimana kamar berukuran minimalis hanya dilengkapi tempat tidur, kamar mandi, dan sarapan sederhana untuk tamu.

    Fasilitas standar lainnya yang ditawarkan meliputi beberapa hal berikut ini:

    • Ruangan ber-AC.
    • Kasur maksimal untuk 2 orang dewasa.
    • Tidak ada guest amenities seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, handuk, dan sejenisnya.
    • Kamar mandi dengan shower.
    • Kertas tisu roll,

    Namun, jika tamu membutuhkan fasilitas lain, biasanya hotel akan mengenakan biaya tambahan kepada tamu hotel.

    Diantaranya, handuk dan perlengkapan mandi, WiFi, guest supplies seperti air mineral, hingga pengering rambut.

    Selain fasilitas di atas, ada juga fasilitas yang dipastikan tidak akan didapatkan saat menginap di hotel budget, seperti telepon, room service, kolam renang, gym, spa, sauna, dan ruang rapat.

    Tarif Hotel Budget

    Dengan konsep minimalis dan fasilitas yang terbatas, tidak heran jika hotel ini mampu menawarkan tarif menginap yang murah.

    Meski begitu, tarif hotel ini bisa berbeda-beda tergantung lokasi, kualitas, musim liburan, dan tingkat pelayanan yang disediakan.

    Namun, secara umum harga hotel budget mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 300.000 mengingat hotel jenis ini biasanya hanya bintang 1 sampai 3.

    Kelebihan Hotel Budget

    Jika merasa ragu untuk mencoba menginap di hotel budget, keuntungan yang ditawarkan dari hotel murah ini mungkin bisa dijadikan pertimbangan.

    Berikut ini beberapa kelebihan hotel budget yang belakangan ini semakin populer dan banyak diminati, termasuk di kota destinasi wisata.

    1. Lokasi Strategis

    Kelebihan pertama dari hotel budget yaitu lokasinya yang cukup strategis dan memudahkan tamu untuk berkeliling dan mengunjungi objek wisata populer di sekitarnya.

    Hal ini dikarenakan hotel ini biasanya terletak di jalan utama, tak jauh dari tempat hiburan dan pusat kuliner, hingga dekat dengan pusat transportasi seperti bandara atau stasiun.

    2. Harga Relatif Lebih Murah

    Tarif menginap memang menjadi keunggulan utama dari hotel ini karena menawarkan harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan hotel reguler.

    Tidak heran jika banyak tamu yang datang untuk menginap dengan penghematatan biaya akomodasi dan bisa mengalokasikan budget untuk kegiatan liburan lainnya.

    Meski begitu, harga hotel ini sendiri bisa bervariasi tergantung lama waktu menyewa kamar dan fasilitas tambahan yang mungkin diminta.

    3. Kamar dengan Fasilitas Standar

    Meski ukurannya sangat minimalis, tetapi kamar di penginapan ini sudah dilengkapi dengan fasilitas standar yang cukup memenuhi kebutuhan tamu.

    Mulai dari tempat tidur, kamar mandi sederhana, AC, dan fasilitas lainnya. Bahkan beberapa hotel tertentu ada yang menyediakan layanan umum berupa bar dan restoran.

    4. Pelayanan yang Baik

    Fasilitas standar yang terkesan terbatas untuk kebutuhan istirahan dan membersihkan diri tidak membuat pelayanan hotel juga seadanya.

    Meski tidak selengkap dan semewah hotel bintang empat atau lima, tetapi pelayanan dari staf tetap sesuai standar hotel dan mengutamakan kenyamanan tamu.

    Demikianlah pembahasan untuk mengenal hotel budget dan berbagai fasilitasnya sebagai pertimbangan jika membutuhkan menginap di hotel murah.

    Melalui informasi tentang apa itu hotel budget yang sudah kami rangkum di atas, kamu bisa menentukan pilihan akan menginap di hotel ini atau hotel reguler dengan menyesuaikan budget yang dimilliki.

  • Kenapa Check In Hotel Harus Jam 2? Ternyata Ini Penyebabnya

    Kenapa Check In Hotel Harus Jam 2? Ternyata Ini Penyebabnya

    Jika kamu merasa pernasaran kenapa check in hotel harus jam 2, penjelasan berikut ini akan menjadi jawaban yang banyak dikemukakan pihak pengelola hotel.

    Saat memesan kamar hotel untuk menginap, ada waktu check in dan check out yang umumnya sudah ditentukan dan diberlakukan kepada tamu.

    Umumnya, check in jam 2 siang dan check out jam 12 siang menjadi standar yang ditetapkan hotel, baik di Indonesia maupun kuar negeri.

    Meski sebenarnya tidak selalu di jam tersebut, tetapi semua hotel tetap menerapkan jeda waktu antara check out dan check in yang sama.

    Lalu, kenapa check in hotel harus jam 2? Ternyata ini penyebabnya dan menjadi standar aturan demi kenyamanan tamu hotel.

    Kenapa Check In Hotel Harus Jam 2?

    Kebanyakan orang mungkin mengira jika check in hotel bisa dilakukan kapan pun hingga sering muncul pertanyaan kenapa check in hotel harus jam 2.

    Dari sudut pandang awan, jam 2 siang tampak seperti waktu tanggung karena sudah terlewat jauh dari pagi hari dan belum memasuki waktu sore hari.

    Hal ini juga menimbulkan rasa penasaran mengingat waktu check out jam 12 siang sebenarnya memungkinkan waktu check in lebih cepat karena ada jeda selama 2 jam.

    Namun, dari sudut pandang pengelola hotel, aturan ini bukannya tanpa alasan dan justru sangat penting untuk diberlakukan.

    Hal ini berkaitan dengan pertimbangan waktu yang cukup untuk proses bersih-bersih oleh bagian Housekeeping hotel.

    Periode jeda waktu ini memungkinkan Housekeeping untuk membersihkan kamar yang ditinggalkan sebelum tamu baru datang secara maksimal.

    Setidaknya, butuh waktu 15 sampai 30 menit bagi Housekeeping untuk membereskan ruangan kamar hingga bersih dan rapi.

    Dampaknya, tamu yang baru akan mendapatkan kenyamanan saat beristirahat di kamar yang sudah tertata rapi, bersih, dan wangi.

    Bolehkan Check In Lebih Awal?

    Meski aturan jam check in dan check out sudah diberitahukan di awal, tetapi pihak pengelola hotel tidak menutup kemungkinan bagi tamu yang ingin check in lebih awal.

    Dalam istilah perhotelan, situasi ini disebut early check in dan hotel memperbolehkannya dengan kompensasi tertentu yang harus dibayarkan oleh tamu.

    Early check in yang dimulai pada jam 6 pagi sampai 11 siang biasanya akan dikenakan biaya tambahan sebesar 50%.

    Sedangkan tamu yang melakukan proses check in sebelum jam 6 pagi akan dibebankan biaya 100% dari harga kamar di hari itu.

    Selain itu, tamu yang terlambat check out juga akan dikenakan biaya tambahan karena dianggap menimbulkan keterlambatan kinerja hotel.

    Bagi tamu yang check out di atas jam 12 siang hingga jm 6 sore akan ada tambahan biaya sebesar 50%, sedangkan di atas itu akan dikenakan biaya 100% dari tarif kamar hari itu.

    Jika kondisi ini terjadi, sebaiknya kamu menghubungi Resepsionis terkait keterlambatan waktu check out agar hotel bisa melakukan pengaturan bagi tamu berikutnya.

    Tips Jika Ingin Early Check In

    Early check in yang memang diperbolehkan dan difasilitasi pihak pengelola hotel memang jauh lebih fleksibel meski ada kompensasi yang dibebankan kepada tamu.

    Selain aturan terkait kompensasi, penting juga untuk mengetahui beberapa tips jika ingin early check in saat menginap di hotel, yaitu sebagai berikut.

    1. Konfirmasi Awal

    Umumnya, menginap di hotel untuk acara liburan atau dinas kerja membutuhkan pejalanan yang memakan waktu hingga kedatangan di hotel bisa tidak sesuai jam check in.

    Belum lagi jika perjalanan dari luar kota dengan moda transportasi umum membuat seseorang tidak bisa memilih jadwal keberangkatan.

    Hal pertama yang wajib dilakukan adalah melakukan konfirmasi awal kepada pihak hotel atas kemungkinan early check in.

    Pasalnya, ketersediaan kamar menjadi faktor penentu karena bisa jadi kamar yang dipesan belum dikosongkan jika meminta early check in.

    Dalam kondisi tersebut, mau tidak mau kamu harus menunggu sampai ada tamu yang check out karena memang tidak ada catatan permintaan early check in jauh-jauh hari.

    Namun, batas waktu early check in setiap hotel bisa saja berbeda-beda sesuai kebijakan yang diberlakukan.

    2. Siapkan Budget Tambahan

    Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, kondisi early check in menimbulkan biaya tambahan yang dibebankan kepada tamu hotel.

    Jadi, jika ingin melakukan early check in, sebaiknya kamu menyiapkan budget tambahan yang disesuaikan dengan waktu kedatangan nantinya.

    Sebagai gambaran, early check in yang dilakukan setelah jam 6 pagi akan dikenakan charge 50% dan sebelum jam 6 pagi akan dikenakan charge 100% dari tarif kamar hari itu.

    3. Potensi Menunggu di Lobby

    Jika okupansi atau jumlah kamar terpakai 100%, maka hotel akan mengizinkan tamu untuk menunggu waktu check in di lobby.

    Dalam kondisi ini, hotel menyediakan ruang tunggu yang bersih dan nyaman lengkap dengan fasilitas kamar mandi untuk membersihkan diri.

    Tamu juga diizinkan untuk mengecas ponsel dan laptop apabila dibutuhkan saat mempersiapkan pertemuan atau meeting.

    4. Titip Barang Bawaan

    Saat sedang menunggu dan kamu ingin menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di sekitar hotel, pihak hotel menyediakan fasilitas penitipan barang secara gratis.

    Namun, sebelumnya pastikan barang bawaan sudah dilengkapi luggage tag dari Resepsionis hotel yang berisi nama pemilik dan nomor kamar demi menjaga keamanan.

    Demikianlah tadi informasi terkait kenapa check in hotel harus jam 2 dan penyebabnya untuk dipahami setiap tamu yang akan menginap di hotel. Pastikan juga untuk memperhatikan waktu check in dan check out demi kenyamanan bersama.

  • Apa Itu Hotel Syariah dan Bedanya dengan Hotel Biasa

    Apa Itu Hotel Syariah dan Bedanya dengan Hotel Biasa

    Keberadaan hotel syariah memang semakin mudah ditemui dan diminati sebagai pilihan akomodasi. Lalu, sebenarnya apa itu hotel syariah?

    Beberapa waktu terakhir, hotel syariah terus berkembang di kota-kota besar yang banyak dijadikan tujuan wisata.

    Meski secara umum sama dengan hotel biasa, tetapi hotel syariah memiliki kekhususan dalam hal penerapan prinsip syariah dalam menjalankan bisnisnya.

    Jika ingin mengetahui lebih detail tentang apa itu hotel syariah dan bedanya dengan hotel biasa, simak pembahasan artikel berikut ini.

    Apa itu Hotel Syariah

    Pengertian hotel syariah tercantum dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No. 108/DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah.

    Di dalamnya dijelaskan bahwa hotel syariah adalah penyediaan akomodasi berupa kamar-kamar di dalam suatu bangunan yang dapat dilengkapi dengan jasa pelayanan makan dan minum, kegiatan hiburan dan atau fasilitas lainnya secara harian dengan tujuan memperoleh keuntungan yang dijalankan sesuai prinsip syariah.

    Singkatnya, hotel syariah merupakan hotel yang menjalankan layanan dan memiliki fasilitas dengan prinsip-prinsip syariah.

    Prinsip Hotel Syariah

    Prinsip syariah yang diterapkan oleh hotel dijalankan berdasar standar dalam peraturan resmi yang merujuk pada fatwa Dewan Syariah Nasional MUI tadi.

    Di dalamnya ada ketentuan yang mengatur prinsip hotel syariah yang harus dipatuhi, yaitu sebagai berikut.

    • Tidak boleh menyediakan fasilitas akses pornografi dan tindakan asusila.
    • Tidak boleh menyediakan fasilitas hiburan yang mengarah pada kemusyrikan, maksiat, pornografi, dan/atau tindak asusila.
    • Makanan dan minuman yang disediakan hotel syariah wajib mendapat sertifikat halal dari MUI.
    • Menyediakan fasilitas, peralatan, dan sarana yang memadai untuk pelaksanaan ibadah, termasuk fasilitas untuk bersuci.
    • Pengelola dan karyawan/karyawati hotel wajib mengenakan pakaian yang sesuai dengan syariah.
    • Hotel syariah wajib memiliki pedoman dan/atau panduan mengenai prosedur pelayanan hotel guna menjamin terselenggaranya pelayanan hotel yang sesuai dengan prinsip syariah.
    • Hotel syariah wajib menggunakan jasa Lembaga Keuangan Syariah dalam melakukan pelayanan.

    Perbedaan Hotel Syariah dan Hotel Biasa

    Meski secara umum hotel syariah dan hotel biasa hampir sama, tetapi perbedaannya bisa dilihat daru ragam pelayanan yang ditawarkan.

    Berikut ini beberapa perbedaan hotel syariah dan hotel biasa yang cukup menonjol untuk dikenali.

    1. Sertifikasi Makanan dan Minuman

    Jika biasanya makanan dan minuman dari pihak hotel secara umum hanya mengedepankan aspek kesehatan, kelayakan, dan keamanan bahan, ada tambahan bagi hotel syariah.

    Di hotel syariah, setiap makanan dan minuman yang disediakan harus memiliki sertifikat Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI).

    Sebagai tambahan, hotel syariah juga tidak menyediakan minuman berallkohol atau bahan masakan dengan kadar alkohol sebagai campuran.

    2. Fasilitas Ibadah

    Antaea hotel syariah dan hotel biasa juga memiliki perbedaan dalam hal ketersediaan fasilitas ibadah yang lengkap.

    Umumnya, sebuah hotel mungkin hanya menyediakan tempat ibadah seperti mushola kecil untuk digunakan tamu beribadah.

    Berbeda dengan hotel syariah, ada kewajiban untuk menyediakan perlengkapan salat beserta Al-Quran di setiap kamar.

    Selain itu, hotel syariah juga harus memiliki rest room atau kamar kecil untuk bersuci dengan ketersediaan air yang cukup dan bukan sekadar tisu toilet.

    3. Fasilitas Hiburan

    Umumnya, hotel dilengkapi dengan berbagai fasilitas hiburan untuk membuat tamu merasa nyaman dan terhibur selama menginap, salah satunya bar.

    Namun, untuk hotel syariah, tidak ada fasilitas berupa bar atau tempat hiburan malam yang penuh dengan ingar bingar

    4. Aturan Untuk Tamu

    Jika tamu yang menginap di hotel biasa hanya dimintai kartu identitas atau KTP, tidak dengan hotel syariah, terlebih jika tamunya pasangan.

    Pasangan yang datang untuk menginap di hotel syariah tidak akan diizinkan masuk jika tidak membawa surat nikah atau bukti sebagai suami istri.

    Buku nikah wajib diperlihatkan, atau untuk dispensasi khusus tamu boleh menunjukkan foto pernikahan sebagai bukti.

    Meski begitu, hotel syariah tidak melarang tamu atau wisatawan yang beragama lain untuk menginap asal bisa menunjukkan bukti serupa.

    Syarat Menginap di Hotel Syariah

    Sebagai informasi tambahan, ada syarat menginap di hotel syariah wajib dipenuhi oleh tamu. Berikut beberapa diantaranya.

    1. Membawa Buku Nikah Bagi Pasangan Lawan Jenis

    Siapa saja diperbolehkan untuk menginap di hotel syariah, dengan catatan mau mematuhi dan memenuhi syarat check in di hotel.

    Biasanya, saat proses check in akan diminta untuk menunjukkan dokumen tambahan, seperti buku nikah sebagai syarat menginap untuk tamu pasangan.

    Ada kelonggaran berupa bukti foto pernikahan jika memang tidak membawa buku nikah atau akta pernikahan.

    Jika tidak mampu menunjukkannya, pihak hotel akan menolak tamu karena tamu dianggap tidak patuh pada persyaratan untuk menginap di hotel syariah.

    2. Tidak Diperkenankan Membawa Makanan dan Minuman Non Halal

    Persyaratan untuk menginap di hotel syariah berikutnya yaitu tamu tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman non halal.

    Dalam hal ini, minuman beralkohol dan makanan yang masuk kategori non halal tidak boleh dibawa masuk ke hotel meski tamu hotel beragama lain.

    3. Pakaian Sopan

    Meski memiliki label hotel syariah, tetapi tamu yang akan menginap tidak diwajibkan mengenakan pakaian syariah.

    Umumnya, pihak hotel hanya menekankan aturan berpakaian yang sopan dan tertutup demi kenyamanan tamu lain.

    Namun, khusus staf hotel memang berkewajiban untuk mengenakan pakaian syariah sesuai aturan yang diberlakukan oleh hotel.

    Demikianlah informasi tentang apa itu hotel syariah dan bedanya dengan hotel biasa yang sudah kami rangkum untuk mempermudah pemahaman.

    Dengan mengetahui apa itu hotel syariah, diharapkan setiap tamu yang akan menginap berkenan untuk mengikuti aturan hotel yang diberlakukan berdasar prinsip syariah tersebut.

  • Apa Itu Deposit Hotel? Ini Pengertian dan Tujuannya

    Apa Itu Deposit Hotel? Ini Pengertian dan Tujuannya

    Saat proses check in, terkadang pihak hotel sejumlah uang sebagai deposit di luar tarif menginap yang dibebankan kepada tamu. Lalu, apa itu deposit hotel? Berikut penjelasannya.

    Deposit hotel memang cukup banyak diberlakukan sebagai biaya antisipasi andai ada kerusakan atau tagihan di luar biaya menginap.

    Misalnya, ada fasilitas hotel yang tanpa sengaja pecah atau tamu memiliki tagihan di resto hotel, maka uang deposit akan dipotongkan sebagai ganti rugi dan pembayaran.

    Jika ingin mengetahui penjelasan lebih detail, artikel kali ini akan membahas tentang apa itu deposit hotel lengkap dengan pengertian dan tujuannya.

    Apa itu Deposit Hotel

    Deposit hotel adalah sejumlah uang yang diberikan tamu atau diminta oleh pihak hotel saat proses check in sebagai bentuk jaminan.

    Pasalnya, terkadang ada tamu hotel yang tanpa sengaja merusak fasilitas hotel yang diberikan atau memiliki tagihan di luar tarif kamar.

    Nantinya, uang tersebut akan dikembalikan sepenuhnya jika tamu hotel tidak membuat kerusakan pada fasilitas atau menikmati fasilitas berbayar hotel diluar tarif menginap.

    Umumnya, jumlah uang deposit hotel yang harus diberikan adalah 50 persen dari biaya menginap dan akan kembali saat check out.

    Uang deposit hotel sendiri bisa dibayarkan secara tunai maupun nontunai sesuai kesepakatan antara tamu dengan pihak hotel.

    Jadi, dapat disimpulkan bahwa deposit hotel adalah uang jaminan yang wajib dibayarkan saat proses check in, dan nantinya akan dikembalikan kepada tamu hotel saat check out jika tidak merusak fasilitas hotel atau menikmati fasilitas lainnya.

    Untuk Apa Saja Penggunaan Deposit Hotel?

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, uang deposit diartikan sebagai uang jaminan untuk hotel dari tamu yang akan menginap andai ada kerusakan fasilitas dan biaya tambahan.

    Maksud dari kerusakan fasilitas hotel yaitu ketika tamu hotel memecahkan barang pecah belah seperti piring, gelas, atau cangkir hingga merusak alat elektronik yang disediakan.

    Sedangkan biaya tambahan biasanya berupa tagihan yang muncul saat tamu memesan makanan atau minuman di restoran, menggunakan fasilitas spa, laundry, dan sejenisnya.

    Nantinya, bagian resepsionis akan melakukan pengecekan tagihan atau biaya lainnya yang muncul saat proses check out.

    Sebagai contoh, tamu hotel ternyata memiliki tagihan di restoran sebanyak Rp 100.000, maka pembayaran biaya ini akan diambil dari uang deposit yang dijaminkan sebelumnya.

    Kemungkinan lain penggunaan uang deposit hotel juga dimanfaatkan untuk keadaan darurat. Misalnya, jika tamu membutuhkan biaya pengobatan saat statusnya masih menginap di hotel.

    Namun, aturan semacam ini bisa berbeda di setiap hotel hingga penting untuk menanyakan informasi detail terkait deposit hotel kepada front office terlebih dahulu.

    Bagaimana Jika Tamu Tidak Mau Membayar Deposit Hotel?

    Dalam praktikknya, ada kejadian khusus ketika tamu hotel tidak berkenan untuk membayar uang deposit hotel saat proses check in berlangsung.

    Untuk mengatasi situasi semacam ini, biasanya petugas hotel akan menandai dan membuat catatan kepada tamu tersebut.

    Catatan ini berfungsi sebagai tagihan langsung yang nantinya wajib dibayarkan oleh tamu hotel jika membuat kerusakan fasilitas atau menikmati fasilitas berbayar dari hotel.

    Tujuan Deposit Hotel

    Selain menjadi uang jaminan, sebenarnya ada tujuan lain yang dimaksudkan oleh pihak hotel terkait penerapan pembayaran uang deposit tersebut.

    Berikut ini beberapa tujuan deposit hotel yang dibebankan dari pihak hotel di awal proses check in kepada tamu yang akan menginap.

    1. Menghindari Tamu Skipper

    Tujuan penerapan sistem deposit hotel biasanya dilakukan untuk menghindari tipe tamu skipper. Maksud dari tamu skipper adalah tamu yang meninggalkan hotel tanpa pemberitahuan kepada pihak hotel.

    Istilah kasarnya, tamu pergi dari hotel begitu saja tanpa melakukan pengecekkan apakah memiliki tagihan selama menginap. Dalam kasus seperti ini deposit hotel cukup berguna apabila tamu meninggalkan sejumlah tagihan yang belum dibayarkan.

    Oleh karena itu, pihak hotel memilih untuk memberlakukan aturan uang deposit untuk meminimalisir kerugian andai terlibat dengan tamu skipper yang memiliki tagihan.

    2. Extra Bill Fasilitas Hotel yang Berbayar

    Bukan hanya menghindari tamu skipper, tujuan lain deposit hotel juga diterapkan untuk meminimalisir kemungkinan kerugian akibat ada tamu yang menikmati fasilitas berbayar hotel.

    Misalnya, tamu mengambil makanan dan minuman yang disediakan di kamar hotel tanpa membayar karena sengaja atau tidak tahu jika hal itu memunculkan tagihan di luar biaya menginap.

    Dengan adanya deposit, extra bill yang muncul bisa dibayarkan atau diambil dari uang jaminan dengan penghitungan yang jelas saat check out.

    3. Kerusakan Fasilitas atau Properti Hotel

    Penerapan sistem deposit hotel juga bertujuan untuk pembayaran akibat kerusakan fasilitas atau properti hotel yang dilakukan pelanggan.

    Misalnya, tamu hotel tanpa sengaja memecahkan gelas, merusak pintu kamar atau peralatan elektronik yang merupakan fasilitas hotel.

    Kejadian semacam ini memungkinkan pihak hotel untuk memotong uang deposit yang dijaminkan di awal guna membayar kerusakan tersebut.

    4. Penggunaan dalam Keadaan Darurat

    Selain poin-poin sebelumnya, tujuan sistem deposit hotel juga diterapkan untuk penggunaan dalam keadaan darurat.

    Sebagai contoh, tamu tiba-tiba sakit dan segera dilarikan ke rumah sakit untul mendapat pengobatan secepatnya.

    Uang deposit bisa digunakan untuk kondisi semacam ini agar pihak hotel bisa mengambil tindakan pembiayaan untuk kepentingan tamu.

    Demikianlah penjelasan terkait apa itu deposit hotel lengkap dengan pengertian hingga tujuannya sebagai informasi penting bagi tamu yang akan menginap di hotel.

    Dengan pemahaman tersebut, tamu tidak akan merasa terkejut apalagi canggung jika diminta membayarkan deposit hotel saat proses check in di bagian front office hotel.

  • Apa Tugas Purchasing Manager Hotel? Ini Jawabannya

    Apa Tugas Purchasing Manager Hotel? Ini Jawabannya

    Dalam struktur manajemen perhotelan, tanggung jawab atas seluruh urusan pembelanjaan dan pembelian barang atau amenities di hotel menjadi tugas Purchasing Manager hotel. Dalam pelaksanaannya, seorang Purchasing Manager dari tim pembelian yang masih menjadi bagian dari Departemen Accounting & Finance ini akan dibantu oleh staff Purchasing.

    Bukan sekadar membeli barang untuk operasional hotel, Purchasing Manager juga memegang kendali sejak pengajuan rencana pembelian, nego dengan pihak supplier, pencatatan order, sampai memastikan pesanan barang diterima dengan baik oleh setiap divisi.

    Dalam artikel berikut ini, pembahasan lengkap mengenai apa saja tugas Purchasing Manager hotel akan dijabarkan dengan lebih mendetail.

    Pengertian Purchasing Manager Hotel

    Secara harafiah, purchasing diartikan sebagai aktivitas pembelian barang untuk kelancaran operasional perusahaan, termasuk dalam bisnis perhotelan. Jadi, Purchasing Manager hotel adalah seorang manager atau kepala bagian dari Departemen Pembelian yang bertanggung jawab atas semua urusan pembelian amenities untuk keperluan operasional hotel sejak perencanaan sampai penerimaan barang.

    Dalam menjalankan tugasnya, penting bagi seorang Purchasing Manager hotel untuk memiliki keahlian dalam melakukan riset pasar dan kemampuan analisis penawaran demi memenuhi kebutuhan pembelian bahan baku, negosiasi kontrak dengan pihak ketiga, evaluasi vendor, serta membuat laporan terkait order barang.

    Tugas Purchasing Manager Hotel

    Terkait tugas Purchasing Manager Hotel sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tanggung jawab keseluruhan tim dari Departemen Pembelian. Bedanya, status manager yang diemban menambah tugas dan tanggung jawab dalam hal perencanaan, pengawasan, evaluasi, dan laporan secara menyeluruh atas semua aktivitas pembelian barang.

    Berikut ini beberapa tugas dan tanggung jawab Purchasing Manager hotel yang sangat penting dalam menunjang kelancaran operasional hotel terkait ketersediaan kebutuhan barang.

    • Mengawasi seluruh arus pembelian barang, baik bahan baku maupun jasa agar operasional hotel berjalan dengan lancar.
    • Membuat rencana pembelian barang yang terperinci sesuai kebutuhan tiap divisi di hotel.
    • Membuat formulasi dan arah penerapan kebijakan serta strategi pembelian.
    • Membuat pengajuan untuk pembiayaan pembelian barang kepada bagian keuangan
    • Mencari vendor atau supplier yang memiliki penawaran terbaik dengan riset melalui beberapa pembanding.
    • Melakukan negosiasi demi mendapatkan harga terbaik sesuai anggaran pembelian yang telah dibuat.
    • Memastikan setiap barang yang dipesan oleh masing-masing divisi sudah diterima sesuai dalam kondisi yang baik.
    • Memastikan laporan pencatatan purchasing order sudah sesuai dengan SOP yang berlaku dan bertanggung jawab penuh pada semua berkas pembelian.
    • Bertanggung jawab atas penerimaan dan penyimpanan barang pasca order.
    • Berkoordinasi dengan bagian Accounting terkait surat pembelian, tagihan dan urusan lainnya yang berhubungan dengan keuangan.

    Skill yang Wajib Dimiliki Purchasing Manager Hotel

    Demi memenuhi tugas dan menjalankan perannya sebagai Purchasing Manager hotel, penting untuk memastikan jika pemegang jabatan tersebut memiliki kemampuan sesuai job desc-nya. Berikut ini beberapa skill yang wajib dimiliki Purchasing Manager hotel.

    1. Komunikasi

    Skill utama yang wajib dimiliki Purchasing Manager hotel adalah kemampuan dalam hal komunikasi sebab ada interaksi yang harus dilakukan demi kelancaran operasional hotel, baik secara internal maupun eksternal.

    Secara internal, skill berkomunikasi yang baik akan membantu tugas dari Purchasing Manager hotel saat berinteraksi dengan divisi atau departemen lain dalam hotel. Hal ini terutama berkaitan dengan pengadaan barang sejak perencanaan sampai pembuatan laporan pembelian.

    Sedangkan secara eksternal, Purchasing Manager hotel menjadi perwakilan hotel untuk melakukan proses pembelian dan berhubungan langsung dengan vendor atau supplier barang. Dengan memiliki kemampuan komunikasi yang baik, hubungan dengan pihak ketiga akan terjaga dan memudahkan proses negosiasi.

    2. Networking

    Saat skill komunikasi sudah dimiliki, hal ini akan memudahkan Purchasing Manager hotel dalam membangun networking. Kemampuan menjalin relasi sebanyak-banyaknya ini akan memudahkan dalam mencari supplier atau vendor saat membutuhkan pembelian barang atau jasa demi operasional hotel yang lancar.

    Terlebih kebutuhan setiap divisi tidak selalu sama hingga penting untuk mengenal relasi dari berbagai bidang dan mendapatkan penawaran terbaik atas supply kebutuhan hotel. Di sinilah peran skill networking menjadi sangat penting karena hotel membutuhkan pihak ketiga yang akan diajak bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan operasional harian.

    3. Negosiasi

    Sebagai bagian yang bertanggung jawab penuh pelaksanaa pembelian barang untuk kebutuhan di hotel, kemampuan negosiasi menjadi skill wajib bagi Purchasing Manager hotel. Kemampuan untuk bernegosiasi dijalankan saat menghadapi supplier atau vendor dalam upaya lobi penawaran terbaik bagi hotel.

    Penawaran ini berkaitan dengan harga dari supplier atau vendor mana yang sesuai dengan anggaran dan kebutuhan tanpa mengabaikan kualitas barang. Proses negosiasi juga berlanjut dengan langkah review untuk membandingkan penawaran terbaik dari supllier yang mana yang bisa diambil.

    4. Document Filling

    Skill dalam hal document filling juga tidak kalah penting dimiliki oleh Purchasing Manager hotel karena setiap berkas pembelian merupakan dokumen penting yang harus disimpan sebagai bukti dalam laporan pembelian.

    Salah satunya adalah purchase request atau invoice order yang harus tertata rapi secara administratif agar dokumen penting tersebut terarsipkan dan tidak hilang, tercecer, atau rusak.

    5. Pengoperasian Komputer dan Ms. Office

    Bisa dibilang pengoperasian komputer dan Ms. Office merupakan basic skill yang harus dikuasai oleh semua tim manajemen di hotel, termasuk Purchasing Manager hotel. Kemampuan ini berguna untuk merekap data pembelian barang agar terendri dengan baik dalam sistem.

    Demikianlah pembahasan lengkap mengenai apa saja tugas Purchasing Manager hotel yang meliputi pengertian hingga skill yang harus dimiliki untuk menjalankan pekerjaan sesuai SOP yang berlaku dalam hotel.

    Dengan mengetahui tugas Purchasing Manager hotel, mengemban atau beringgungan dengan jabatan tersebut akan memudahkan pekerjaan dalam bisnis perhotelan.

  • Supervisor Hotel: Pengertian, Tugas, Tanggung Jawab dan Gajinya

    Supervisor Hotel: Pengertian, Tugas, Tanggung Jawab dan Gajinya

    Jika kamu pernah berkecimpung dalam bisnis perhotelan, pasti sudah tidak asing lagi dengan jabatan Supervisor hotel. Berada di bawah Manager hotel dalam tim manajemen, tugas Supervisor di hotel berkaitan dengan pengawasan dan koordinasi terhadap keseluruhan operasional hotel sekaligus membawahi staf-staf pelaksana di bawahnya.

    Namun, cukup banyak orang yang mengira jika Supervisor dan Manager merupakan satu jabatan yang sama atau setidaknya memiliki tugas serta tanggung jawab serupa. Padahal, baik dari aspek tugas dan tanggung jawab dalam sistem manajemen hotel, keduanya memiliki peran yang berbeda.

    Seorang Manager memimpin operasional dan membawahi para Supervisor dari tiap divisi atau departemen yang ada dalam hotel. Oleh karenanya, secara struktural, pemegang jabatan Supervisor di hotel berkewajiban untuk mempertanggungjawabkan keseluruhan tugas kerjanya kepada Manager hotel.

    Untuk pemahaman lebih lanjut, artikel berikut ini akan membahas tentang seluk beluk Supervisor hotel, mulai dari pengertian, tugas, tanggung jawab, dan kisaran gaji yang umumnya diterima.

    Pengertian  Supervisor Hotel

    Supervisor hotel adalah jabatan dalam tim manajemen hotel yang memegang peran untuk mengawasi dan mengkoordinasikan operasional harian hotel. Singkatnya, seorang Supervisor di hotel bertugas untuk memastikan aktivitas hotel berjalan dengan baik dan standar kualitas yang ditetapkan bisa terpenuhi.

    Bukan hanya itu, peran Supervisor di hotel juga memungkinkan untuk memimpin sudah memantau staf pelaksana di bawahnya untuk memastikan setiap anggota tim bekerja sesuai rencana secara efektif juga efisien dalam memberikan pelayanan terbaik bagi tamu.

    Jika ada masalah dalam operasional hotel, Supervisor hotel berkewajiban untuk menyelesaikannya sesuai prosedur standar dan regulasi hotel.

    Dalam praktiknya, Supervisor hotel juga dituntut untuk memahami seluk beluk bisnis perhotelan dan memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan semua departeman yang bekerja di hotel. Tidak heran jika kemampuan berkomunikasi yang baik dalam kepemimpinannya menjadi peran krusial yang wajib dipenuhi.

    Tugas dan Tanggung Jawab Supervisor Hotel

    Dalam memenuhi peran sebagai Supervisor di hotel, penting untuk mengenal lebih lanjut tentang tugas dan tanggung jawab harian yang harus dilakukan demi kelancaran operasional hotel.

    Berikut ini beberapa tugas dan tanggung jawab Supervisor hotel agar setiap aktivitas hotel dan pelayanan kepada tamu bisa terpenuhi dengan baik.

    1. Memimpin dan Mengatur Karyawan

    Tugas dari Supervisor hotel yang utama berkaitan dengan kepemimpinan dalam mengatur karyawan, dalam hal ini staf pelaksana di bawahnya. Setiap pekerjaan harian yang dilakukan staf pelaksana harus bisa diatur oleh Supervisor melalui kewenangan untuk memberi perintah dan koordinasi yang tepat agar tim paham akan tugas serta tanggung jawab kerja mereka.

    Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan karyawan bisa bekerja secara maksimal sekaligus menciptakan suasana kerja yang tertib dan disiplin. Bahkan jika terjadi masalah, Supervisor bertanggung jawab membantu staf untuk mengatasinyas selama proses operasional hotel berlangsung.

    2. Menjelaskan Deskripsi Pekerjaan Dengan Terperinci

    Bukan sekadar memimpin dan memberikan perintah kerja, seorang Supervisor di hotel juga memiliki tugas untuk menjelaskan deskripsi pekerjaan dengan detail atau terperinci. Mereka juga bertanggung jawab untuk mengkomunikasikan rencana kerja pada semua staf pelaksana di bawahannya sesuai divisi masing-masing.

    Kemampuan ini menjadi penting sebab instruksi pekerjaan dari Manager tidak selalu mudah dimengerti oleh staf pelaksana. Di sinilah peran Supervisor hotel terasa sangat penting karena tugasnya sebagai ‘jembatan’ yang menerjemahkan rencana operasional dari tim manajemen atas dengan pemahaman staf pelaksana untuk mewujudkannya.

    Tentu hal ini bukan perkara mudah sebab kemampuan mengarahkan dengan baik dituntut ada dalam diri seorang Supervisor hotel. Namun, jika arahan yang diberikan bisa dipahami dengan mendetail, maka eksekusi perencanaan Manajer bisa tepat sasaran dan berjalan lancar sekaligus menciptakan kenyamanan dalam lingkungan kerja.

    3. Memberikan Motivasi Karyawan

    Tidak cukup hanya dengan menjelaskan, mendeskripsikan, dan mengarahkan pekerjaan kepada staf pelaksana, pemangku jabatan Supervisor hotel juga bertanggung jawab untuk membangun ketahanan mental bawahannya.

    Dalam hal ini, tugas dari Supervisor hotel berkaitan dengan perannya untuk memberikan motivasi kepada semua karyawan yang dipimpin agar fokus dan kualitas kerja bisa terjaga dengan baik. Dampaknya, karyawan bisa bekerja dengan maksimal dan optimal.

    Bukan tanpa alasan, tugas ini diemban oleh Supervisor demi menjaga suasana hati karyawan dan lingkungan kerja yang nyaman untuk menghasilkan pencapaian terbaik. Sebab, bukan tidak mungkin jika dalam proses bekerja akan muncul rasa bosan dari staf pelaksana akibat rutinitas kerja atau gesekan dengan rekan kerja.

    4. Kontrol dan Evaluasi Kinerja

    Lebih lanjut, seorang Supervisor di hotel juga memiliki tugas untuk melakukan kontrol dan evaluasi terhadap kinerja karyawan. Tanggung jawab untuk mengontrol proses pekerjaan yang kuat akan menghasilkan eksekusi yang sesuai rencana dalam operasional hotel.

    Di sini Supervisor hotel wajib melakukan pengawasan dan pemantauan rutin harian kepada setiap staf di masing-masing divisi, mulai dari front office seperti Resepsionis, sampai pada bagian Room Service dan karyawan di restoran.

    Tujuanya untuk memastikan jika setiap bagian berfungsi dengan baik dan sudah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

    Sebagai rangkaian peran atas kontrol kerja, Supervisor di hotel juga bertanggung jawab untuk melakukan evaluasi kinerja dari semua karyawan. Hal ini dilakukan demi menjaga prosedur dan standar layanan hotel sudah dilakukan sesuai regulasi hotel.

    Tugas ini juga memungkinkan seorang Supervisor melakukan koreksi terhadao hasil kerja adai tidak memenuhi target agar ke depannya tidak terjadi hal serupa.

    Gaji Supervisor Hotel

    Mengingat tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepada Supervisor hotel yang cukup banyak serta mendetail, tidak heran jika timbul pertanyaan terkait kompensasi kerja yang diterima, dalam hal ini berupa gaji.

    Sebenarnya, gaji Supervisor hotel dan semua karyawan dalam bisnis perhotelan sendiri cukup relatif karena banyak aspek yang mempengaruhi, seperti status bintang hotel atau lokasi kerja hingga faktor prestasi kerja.

    Namun, secara umum status bintang hotel menjadi pengaruh utama yang membedakan nominal gaji pokok keryawan hotel, termasuk untuk jabatan Supervisor. Sebagai contoh, salah satu grup manajeman besar yang mengelola Hotel Santika dengan status bintang 4 bisa dijadikan rujukan untuk mengetahui gaji yang diterima Supervisor hotel.

    Di Hotel Santika sendiri ada beberapa posisi Supervisor, seperti Engineering Supervisor, Accounting Supervisor, Human Resources Supervisor, Front Office Supervisor, Housekeeping Supervisor, Laundry Supervisor, Restaurant Supervisor, Banquet Supervisor, hingga Recreation Supervisor.

    Dari keseluruhan jabatan Supervisor hotel di beberapa divisi tersebut, gaji yang diterima berada di kisaran Rp 9.000.000 sampai Rp 11.000.000. Tentunya nominal ini tidak bisa dijadikan standar paten di semua hotel, tetapi hanya sebatas rujukan atau gambaran umum.

    Itulah tadi pembahasan lengkap mengenai Supervisor hotel, mulai dari pengertian, tugas, tanggung jawab, dan kisaran gaji yang diterima. Melalui informasi di atas, kamu akan semakin paham dengan tugas Supervisor di hotel dan bisa menerapkannya andai terjun di bisnis perhotelan.