Semua manusia pasti membutuhkan pakaian untuk menutupi tubuh mereka. Pakaian tersebut haruslah yang layak dan memenuhi macam-macam fungsi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mari kita pelajari adab berpakaian berikut ini yang sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.
9 Adab Berpakaian Menurut Agama Islam
Seseorang yang pakaiannya tidak senonoh berisiko menjadi sasaran kejahatan dari orang-orang yang memiliki niat jelek. Maka dari itu, ada macam-macam adab berpakaian yang wajib seorang muslim perhatikan. Di bawah ini ada kurang lebih 9 dari adab tersebut.
1. Jangan Meniru Pendeta Nasrani atau Yahudi
Adab pertama yang harus kamu ikuti tanpa kecuali ialah tidak mengenakan pakaian yang menyerupai bajunya pendeta Nasrani atau Yahudi. Contoh ciri-ciri pakaian kaum Nasrani dan Yahudi yang harus kamu hindari ialah kalung salib, topi tinggi runcing, dan jubah putih.
Menurut hadits yang periwayatnya Abu Daud, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa siapa yang meniru-niru suatu kaum maka dia adalah pengikut mereka. Artinya, jika kamu berpakaian seperti pendeta Nasrani atau Yahudi, maka kamu telah menjadi pengikut kepercayaan mereka.
Apabila baju itu buatan orang-orang non-muslim, tetapi bukan pakaian keagamaan mereka, maka kamu masih boleh menggunakannya untuk kegiatan sehari-hari. Hal yang penting adalah pakaian tersebut tidak mengandung simbol-simbol kaum kafir seperti tanda salib Nasrani atau bintang segi enam Yahudi.
2. Ucapkan Basmalah ketika Mengenakan Baju
Hampir semua orang muslim melupakan adab berpakaian yang satu ini karena tampak sepele. Padahal ucapan basmalah yang sederhana ini bisa mendatangkan berkah dari Allah dan menjauhkan musibah dari kita. Maka, ingatlah untuk membaca “Bismillahir rahmanir rahim” ketika berpakaian.
Anak-anak juga sebaiknya diajarkan untuk mengucapkan kalimat basmalah setiap kali mereka mengenakan pakaian, baik itu seragam sekolah atau baju bermain. Ini ialah langkah yang bagus untuk menanamkan nilai-nilai Islam kepada anak-anak supaya terus melekat hingga mereka tumbuh besar.
Selain basmalah, berikut adalah doa berpakaian lainnya.
اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَ خَيْرِ مَا هُوَ لَهُ، وَ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَ شَرِّ مَا هُوَ لَهُ
(Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan baju ini dan kebaikan apapun untuknya. Dan aku berlindung dari keburukan baju ini serta keburukan apapun untuknya.)
3. Tutupi Aurat dengan Sempurna
Adab berpakaian ketiga yang tidak boleh luntur meskipun zaman terus berganti adalah menutupi aurat dengan sempurna. Kamu boleh berpakaian yang bagus-bagus, tetapi kamu wajib mengikuti syari’at Islam yang mengharamkan pakaian yang menunjukkan aurat.
Bagi kaum laki-laki, aurat yang wajib mereka tutupi adalah kemaluan dan lubang pusar mereka, tetapi usahakan agar dada dan punggung juga tertutupi. Oleh karena itu, jangan gunakan pakaian yang berbahan sutera atau bahan apapun yang tembus pandang atau menerawang.
Sementara itu, aurat bagi kaum wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Maka, pakaian untuk mereka harus menutupi hampir seluruh anggota tubuh kecuali yang dua itu. Tidak boleh pakai legging, rok mini, atau baju apapun yang menunjukkan lekukan tubuh.
4. Tidak Boleh Memakai Baju Lawan Jenis
Inilah dia perilaku kaum LGBT yang harus selalu kamu hindari, sebab pelakunya akan mendapat laknat dari Allah SWT. Sang Maha Pencipta telah menciptakan manusia ke dalam dua golongan, yaitu laki-laki dan perempuan, dan menyediakan kepada mereka pakaian untuk masing-masing golongan.
Dua orang periwayat hadits, Bukhari dan Abu Dawud, menyebutkan sebuah sabda dari Rasulullah Muhammad SAW. Beliau menyatakan bahwa “Allah melaknat para laki-laki yang menyerupai perempuan dan para perempuan yang menyerupai laki-laki.”
Periwayat hadits Bukhari juga telah menyampaikan sebuah hadits yang serupa. Isi hadits tersebut ada kurang lebih seperti di bawah ini:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang kebanci-bancian dan para wanita yang kelaki-lakian”. Dan Nabi juga bersabda: “keluarkanlah mereka dari rumah-rumah kalian!”
5. Mengenakan Baju dari Sebelah Kanan
Banyak orang yang suka melupakan adab berpakaian ini, padahal ini adalah tanda yang memisahkan orang muslim dari orang kafir. Kenakanlah pakaian kamu mulai dari anggota tubuh di sebelah kanan, baik itu jaket, kemeja, celana, hingga sepatu dalam segala kesempatan.
Ketahuilah bahwa orang kafir itu mengenakan baju dan sepatu mereka mulai dari bagian tubuh mereka yang sebelah kiri. Makanya, supaya kita tidak mengikuti pola hidup mereka, kenakan pakaian kamu dari sebelah kanan dan selalu ucapkan kalimat basmalah.
6. Pakaian Harus Bersih dari Najis
Najis adalah segala sesuatu yang dapat mengotori pakaian kamu, sehingga tidak layak untuk kamu kenakan. Najis tersebut bisa berupa lumpur, tanah, bekas air mani, hingga darah baik dalam jumlah sedikit maupun banyak. Terutama untuk baju sholat, tidak boleh sampai kotor walau sedikitpun.
Ada suatu perilaku jelek bernama isbal, atau kebiasaan menjulurkan pakaian sampai ujungnya terseret di tanah dan menjadi kotor. Rasulullah SAW sangat tidak suka dengan perilaku ini, sebab ini bukan hanya mengotori pakaian, tetapi juga tandanya orang yang tidak tahu diri.
Sebuah hadits riwayat Bukhari menceritakan seseorang yang datang kepada Umar Bin Khattab sambil berisbal. Beliau pun menegur orang tersebut dengan kata-kata berikut:
“Angkatlah pakaianmu! Sesungguhnya (tidak isbal) itu lebih bersih bagi pakaianmu dan lebih dekat kepada ketakwaan kepada Rabbmu.”
7. Laki-Laki Dilarang Mengenakan Sutera
Sutera merupakan bahan busana yang lebih umum digunakan untuk memproduksi pakaian wanita. Kaum pria secara khusus menerima larangan dalam mengenakan busana yang bahannya dari sutera. Adab berpakaian ini tercantum dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Hibban:
“Barangsiapa yang memakai pakaian dari sutera di dunia, dia tidak akan memakainya di akhirat. Walaupun ia masuk surga dan penduduk surga yang lain memakainya, namun ia tidak memakainya.”
Salah satu alasannya yaitu bahan sutera tergolong tipis, sehingga cenderung tembus pandang dan kurang layak untuk laki-laki kenakan. Adapun alasan lainnya adalah sutera lebik cocok untuk pakaian perempuan, dan laki-laki dilarang keras memakai pakaian untuk kaum perempuan.
8. Hindari Perhiasan yang Berlebihan
Kaum wanita wajib waspada terhadap kebiasaan mereka yang suka memakai gelang, cincin, dan kalung yang dapat mengundang syahwat. Adab berpakaian berikutnya adalah mengenakan busana dan aksesoris secara wajar, jangan berlebihan sehingga memancing perhatian orang jahat.
Sebetulnya kaum pria juga boleh saja mengenakan aksesoris seperti jam tangan dan kacamata, asal bukan aksesoris untuk kaum wanita. Jumlahnya juga lebih baik sedikit saja, jangan sampai kemudian menjadi target pencurian oleh orang jahat.
Perhatikan Surah Al-A’raf ayat 31 di bawah ini:
يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ
(Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.)
9. Panjang Baju Jangan Sampai Menyentuh Tanah
Adab berpakaian lain yang sebaiknya diperhatikan oleh kaum wanita adalah tidak mengenakan baju yang panjang dan menjuntai hingga menyeret tanah. Dalam agama Islam, orang yang mengenakan pakaian yang panjang sampai-sampai bahannya menjuntai di tanah atau lantai ialah tandanya orang sombong.
Kaum laki-laki juga ikut menerima peringatan ini dari Rasulullah, bukan hanya kaum perempuan. Bagi mereka yang mengenakan celana panjang dan sarung, angkatlah celana atau sarung tersebut. Jangan sampai kamu di hari pembalasan kelak tidak dipandang oleh Allah karena menyeretkan pakaian.
Sudah Paham dengan Adab Berpakaian dalam Islam?
Demikianlah artikel kali ini yang membahas tentang aturan berpakaian yang benar bagi kaum laki-laki dan perempuan menurut syari’at Islam. Jagalah penampilan kamu di hadapan umum supaya tidak mengundang syahwat dan niat buruk dari orang-orang di sekitar.