Category: Desain

  • Apa Itu Sketsa? Pengertian, Unsur, Jenis, Contoh dan Teknik Membuatnya

    Apa Itu Sketsa? Pengertian, Unsur, Jenis, Contoh dan Teknik Membuatnya

    Sketsa atau sketch dalam bahasa Inggris merupakan bagian dari kegiatan menggambar yang sering dilakukan oleh seniman. Istilah ini merupakan gambaran paling awal atau dasar yang dibuat seniman dengan cepat untuk dikembangkan menjadi karya seni.

    Untuk membuatnya, kamu harus tahu terlebih dahulu mengenai unsur-unsurnya. Apa saja? Untuk mengetahuinya, kamu bisa simak lewat artikel di bawah ini!

    Pengertian Sketsa

    Secara etimologis, kata sketsa (sketch) berasal dari bahasa Latin “Shedios extempore” yang berarti begitu saja tanpa persiapan. Dalam bahasa Indonesia, kata ini merupakan kata serapan dari bahasa Belanda yakni “schets”. Selain itu, kata ini juga bisa disebut dengan coretan, goresan, ilustrasi, garis besar, skema, atau rancangan.

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sketch bisa diartikan sebagai lukisan cepat (hanya garis-garis cepat), gambar rancangan, reng rengan, denah, atau bagan.

    H.W Fowler, dalam Azmi (2016) mengatakan bahwa sketch adalah gambaran lukisan awal yang kasar, ringan, dan semata-mata garis besar atau belum selesai. Biasanya, coretan ini digunakan sebagai percobaan atau tanda yang digunakan untuk mengingat-ingat.

    Sementara itu, Eko Agus Prawoto, yakni seorang arsitek Indonesia berpendapat bahwa sketch merupakan desain paling awal ketika akan membuat suatu lukisan. Goresan-goresan ini bersifat sementara dan memiliki fungsi sebagai awal untuk menciptakan lukisan asli yang aktual.

    Dari beberapa pendapat di atas, bisa disimpulkan bahwa sketsa adalah gambaran atau lukisan yang masih kasar untuk mewujudkan ide yang masih semu/abstrak, yang terdapat dalam pikiran pembuatnya. Biasanya, coretan yang dibuat hanya bersifat sementara, karena digunakan sebagai dasar dan awal dari penggarapan karya seni.

    Dari pengertian di atas, sudah jelas bahwa gambar atau coretan ini tidak diciptakan untuk menjadi sebuah karya seni yang utuh. Sebab, coretan dibuat untuk menangkap gambaran subjek terlebih dahulu, seperti bentuk/perspektif, volume, gelap-terang, dan perasaan yang nantinya dieksekusi.

    Oleh sebab itu, sketch tidak dikerjakan secara berlebihan, karena menjadi bagian awal yang kemudian dikembangkan secara lebih jauh untuk menciptakan suatu karya seni yang solid. Meski begitu, beberapa teknik sketch akan menghasilkan satu karya yang sudah padu, tanpa harus dikembangkan lebih jauh lagi.

    Coretan ini memungkinkan pelukis atau seniman yang membuatnya  untuk menyusun ide-ide awal mereka dan merencanakan seperti apa karya tersebut akan diselesaikan sebelum membuatnya. Selain itu, sketch bisa dibuat dalam media apa saja, seperti arang atau tinta. Namun, yang paling umum menggunakan pensil.

    Pentingnya Sketsa dalam Menggambar

    Di bawah ini beberapa alasan pentingnya sketch untuk seniman dalam menggambar atau membuat lukisan, antara lain:

    1. Memicu Mengembangkan Kreativitas dengan Cepat

    Biasanya, pembuatan sketsa adalah dengan menggunakan pensil. Ketika membuat seni dengan pensil, akan ada percikan-percikan kreatif yang muncul untuk menciptakan konsep menarik, sehingga dapat dijadikan sebagai fonadsi awal dalam membuat karya seni.

    Lebih lanjut lagi, pembuatan ini bisa mengeksplorasi kreativitas tersebut dengan cepat. Dalam beberapa kasus, seniman bisa menciptakan sketch selama 1-2 jam. Terlebih, proses pembuatannya tidak hanya terjadi di meja kerja dan bisa di mana saja.

    2. Eksplorasi Visual

    Ketika membuat sketsa, seorang seniman tidak akan membatasi dirinya pada satu variasi ide saja. Sebab, mereka akan menjelajahi banyak sekali pilihan dan ide dalam setiap teknik yang hendak digunakan.

    Selain itu, pembuatan sketch dapat digunakan sebagai kegiatan penjurnalan untuk mengeksplorasi minat. Jadi, hal tersebut akan menunjukkan eksplorasi visual di bidang seni lainnya.

    3. Menggambarkan Kesan dan Mood

    Sketsa berguna untuk mengilustrasikan suatu kesan dan mood. Hal tersebut menjadi bagian penting dari coretan ini dalam menyimpan kesan dan mood dari suatu momen.

    Kesan dan mood sendiri tidaklah sama. Kesan merupakan pemandangan yang ditinggalkan dan bisa saja berbeda dari suasana hati. Sedangkan mood merupakan suasana dari momen tersebut. Kedua hal ini dapat berlalu dengan cepat.

    Sedangkan lukisan atau gambar butuh proses yang rumit dan waktu yang tidak sedikit. Ini menjadikan alasan mengapa pembuatan sketch sangat penting.

    4. Menemukan dan Meningkatkan Keterampilan

    Seorang seniman, perlu memiliki keterampilan yang ekstra untuk digunakan dalam suatu hasil karya seni berupa gambar atau lukisan. Jadi, dengan membuat sketsa, mereka dapat menemukan keterampilan baru dalam menggambar atau mengembangkannya ke tingkatan yang lebih tinggi.

    Jadi, ketika menggambar, seniman dapat memvisualisasikan benda atau konsepnya di atas kertas dengan lebih mudah dan jelas.

    Tujuan Sketsa

    Tujuan utama dari pembuatan coretan ini adalah untuk memperoleh bentuk dasar suatu objek gambar dengan komposisi, proporsi, dan pencahayaan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pembuatnya.

    Jadi, dengan sketch, seniman akan lebih memperhatikan bentuk global pada karya yang akan dibuat. Selain itu, ada beberapa tujuan yang mendasari pembuatan sketch. Adapun tujuan lain dalam pembuatan sketch, yakni:

    • Untuk menyimpan ide dan inspirasi  yang ditemukan seniman.
    • Membatu seniman dalam mengamati bentuk umum atau utama yang mewakili objek gambar secara menyeluruh, mulai dari letak, kemiringan, dan garis-garis besar secara proporsional.
    • Untuk merekam dan mengembangkan ide yang didapatkan ketika hendak dipakai.
    • Memberikan gambaran mengenai visual, ide, serta konsep secara singkat dan cepat.
    • Sebagai media komunikasi antara seniman dan pengamatnya.
    • Melatih keterampilan seniman dalam memproyeksikan ide dalam pikiran menjadi rancangan kasar.untuk mulai membuat karya seni.

    Unsur-Unsur Sketsa

    Dalam pembuatanya, sketch merupakan sebuah gambaran yang dibuat secara sederhana. Namun, bagian dalam menggambar ini memiliki unsur-unsur pembentuknya. Unsur tersebut memiliki hubungan yang saling menguatkan, sehingga menciptakan sebuah gambar yang bisa dikenal. Adapun unsur-unsurnya adalah:

    1. Warna

    Warna dalam sketch merupakan suatu kombinasi dari hitam dan putih yang menghasilkan efek gelap terang pada suatu objek yang tercipta. Selain itu, warna tersebut akan menciptakan dimensi visual pada sebuah coretan yang kamu buat.

    Biasanya, warna digunakan untuk memberikan efek, membedakan objek gambar, memberi penekanan, dan menyampaikan emosi yang diinginkan oleh pembuatnya. Lebih lanjut, warna dalam sketch dibuat agar objek terlihat lebih nyata atau asli.

    Untuk menghasilkan warna dalam sketch, kamu bisa menggunakan pensil ataupun alat tulis berwarna hitam untuk membuat sebuah garis dan bayangan. Namun, dalam beberapa teknik, warna yang digunakan tidak terpaku pada warna hitam dan putih saja. Warna ini digunakan dengan menggunakan pensil warna ataupun cat air.

    2. Garis

    Garis merupakan penggabungan dari jumlah titik yang sejajar dan memiliki ukuran dan ketebalan yang sama. Selain itu, garis adalah unsur dalam sketsa yang berfungsi untuk membentuk gambar dari suatu objek. Lebih lanjut, garis ini terdiri dari garis horizontal, vertikal, zigzag, patah-patah, sejajar, bergelombang, dan melengkung.

    Dalam pembuatan sketch, garis digunakan untuk menciptakan bentuk, tekstur, detail, dan kontur dalam gambar. Selain itu, garis ini dibuat agar coretan yang memiliki dua objek tidak menyatu. Maksudnya, garis ini menjadi unsur pemisah antara objek yang ada dalam gambar.

    Selain itu, garis bisa memberikan kesan ruang dan kedalaman bagi gambar, terlebih jika kamu menggunakan teknik perspektif dalam menggambarnya. Dengan membuat garis yang tepat, maka bisa menghasilkan komposisi visual yang menarik dalam coretan. Garis bisa dibuat dengan alat-alat seperti pensil, kuas, atau pena.

    3. Bentuk

    Bentuk adalah salah satu unsur sketsa yang diciptakan oleh penggunaan garis, warna, dan nilai (bayangan) yang disusun secara tepat, sehingga membentuk objek yang bisa dikenali. Misalnya, bentuk ini menyerupai sesuatu yang ada di dunia nyata (organic shape), seperti manusia, hewan, tumbuhan, atau benda mati seperti meja atau gedung.

    Ada juga bentuk yang memanifestasikan hal yang abstrak, seperti geometri yang terdiri dari lingkaran, segitiga, kotak, dan trapesium. Selain itu, bentuk memiliki peran dalam menciptakan komposisi visual yang seimbang dan menarik. Sebab, pembuatnya dapat menipu mata dengan memanipulasi bentuk untuk menciptakan arah/proporsi objek.

    Bentuk juga dapat membantu pembuatnya dalam mengungkapkan isi pikiran, pesan, dan konsep yang ingin mereka sampaikan melalui sketch yang dibuat. Lebih lanjut, bentuk bisa dibuat dengan simpel atau agak rumit. Untuk itu, menguasai penggunaan bentuk merupakan hal penting, agar hasil gambar yang dibuat sesuai dengan idemu.

    4. Bidang

    Bidang adalah unsur sketsa yang terdiri dari suatu garis yang dibatasi oleh kontur. Selain itu, bidang juga merupakan bentuk 2 dimensi atau bangun datar yang berbentuk pipih. Unsur ini digunakan untuk membentuk objek, latar belakang, dan ruang visual dalam gambar yang dihasilkan.

    Bidang juga digunakan untuk menekankan nilai ekspresi, irama, arah, dan gerak dari objek yang kamu buat. Selain itu, menggunakan bidang dalam coretan akan menghasilkan ilustrasi ruang dan kedalaman, sehingga memberikan kesan 3 dimensi.

    Fungsi bidang lainnya adalah untuk memberikan batas atau ruang, sehingga memisahkan objek dalam gambaran yang dibuat. Dengan begitu, pembuatnya dapat mengatur ruang dalam gambar dan menekankan pada objek lainnya.

    5. Efek Pencahayaan

    Efek pencahayaan merupakan efek yang diberikan agar suatu sketsa yang dibuat terlihat lebih tegas. Unsur efek ini penting, supaya coretan tidak hanya sebatas garis-garis biasa yang disatukan untuk menciptakan bentuk saja. Tetapi dapat mempertegas dan memperjelas suatu gambar.

    Jadi, adanya efek pencahayaan dapat membantu menciptakan suatu dimensi dan objek terkesan asli dalam sebuah sketch. Efek pencahayaan bisa dihasilkan oleh sumber cahaya asli, misalnya matahari atau lampu.

    Lebih lanjut, efek pencahayaan yang digunakan secara tepat, maka bisa memberikan tampilan yang lebih realistis dan memberikan kedalaman pada objek gambar.

    Jenis-Jenis Sketsa

    Sketch terbagi dalam tiga jenis. Pembagian jenis coretan ini dilandasi oleh suatu penilaian dari penggarapan sketch itu sendiri. Ketiga sketch ini, antara lain:

    1. Sketsa Gambar Garis Besar

    Sketch ini merupakan jenis coretan yang menggambarkan suatu objek dengan memakai garis-garis sederhana dan dibuat mengikuti bentuk umum dari objek tersebut. Jenis ini tercipta dan dibuat dengan menggunakan garis ringan dan tipis, tanpa rincian yang terlalu rumit.

    Tujuan dari jenis coretan ini adalah mengilustrasikan bentuk dasar dari suatu objek gambar dengan efisien. Sebab, ini merupakan langkah awal dalam proses menggambar yang  lebih kompleks. Jenis ini juga memungkinkan pembuatnya untuk menentukan komposisi dan mendapatkan potret seutuhnya dari objek yang dibuat.

    Biasanya, rincian kecil yang dianggap tidak berpengaruh pada coretan akan diabaikan oleh pembuatnya. Sebab, mereka lebih berfokus pada garis luar dan bagian penting yang berpengaruh pada bentuk dan proporsi suatu objek.

    2. Sketsa Cepat

    Jenis coretan ini dibuat secara cepat dan dibuat secara lebih kasar dan spontan. Sebab, fokus dari jenis ini adalah menangkap citra keseluruhan dari objek yang digambar. Jadi, gambaran jenis ini diciptakan hanya menggunakan beberapa garis besar saja dan menghasilkan gambar sudah selesai.

    Sesuai namanya, sketch jenis ini dilakukan hanya dalam waktu yang singkat, seperti dalam hitungan menit bahkan detik. Dalam beberapa teknik pembuatan, jenis ini bisa digunakan sebagai latihan untuk meningkatkan ketepatan dan kecepatan dalam melakukan penggambaran oleh seorang seniman.

    3. Studi Sketsa

    Jenis sketch ini merupakan coretan yang cepat dan memperlihatkan bentuk gambar secara umum/global. Dalam pembuatannya, sketch ini dibuat dengan mengabaikan beberapa unsur, sehingga kurang detail, misalnya efek pencahayaan. Hanya saja, seniman telah menunjukan secara utuh objek yang digambar.

    Jenis sketch ini bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai media, seperti pensil, pena, atau arang dan dilakukan secara cepat atau spontan. Makannya, ada detail-detail kecil diabaikan pada proses pembuatannya.

    Selain itu, coretan jenis ini bertujuan untuk mempelajari suatu objek dan melihat seperti apa karakteristiknya, meski dibuat tidak secara terperinci. Coretan jenis ini juga berguna agar dapat mengembangkan representasi visual dan memperluas kemampuan dalam mengekspresikan suatu ide yang nantinya dituangkan dalam sebuah karya seni lukisan.

    Contoh dan Teknik-Teknik Membuat Sketsa

    Selain terdapat unsur-unsur, ada beberapa teknik dalam pembuatan sketch yang harus diketahui oleh seorang seniman. Untuk itu, berikut adalah beberapa teknik yang bisa digunakan untuk membuat sebuah sketch dan dibarengi dengan contohnya, antara lain:

    1. Teknik Dusel

    Teknik dusel merupakan sebuah metode membuat sketch dengan cara digosok. Sekilas, teknik ini mirip dengan arsiran. Namun, yang membedakan teknik dusel dan arsir adalah pada penggunaan garis-garisnya. Biasanya, teknik dussel lebih menekankan garis-garis halus untuk digosok, agar menimbulkan gradasi warna lembut.

    Dalam prosesnya, teknik dusel bisa menggunakan kapas, kertas, atau tangan. Nantinya, teknik ini dibuat untuk menambah efek lebih terang atau gelap pada objek gambar, sehingga pelukis tahu mana perspektif yang tepat untuk karyanya.

    Cara membuatnya, kamu bisa memiringkan pensil agar arsiran menjadi lebih tebal. Kemudian, hilangkan garis-garis di gambar dengan menggosoknya menggunakan kapas atau ujung jari telunjuk dengan pelan. Adapun contoh dari teknik ini adalah sebagai berikut:

    pastiguna

    2. Teknik Arsir

    Teknik arsir merupakan metode membuat sketsa dengan menggunakan arsiran yang menghasilkan garis-garis murni. Biasanya, teknik ini digunakan untuk mendapatkan perbedaan gelap dan terang pada suatu objek gambar. Selain itu, teknik ini akan memberikan gambaran objek kamu secara 3D.

    Teknik ini menggunakan garis lurus, lengkungan atau lingkaran, dan titik yang diulang-ulang. Selain itu, garis-garis tersebut dibuat dengan intensitas dan jarak yang bervariasi, bisa berbeda atau sama. Lebih lanjut, teknik arsiran memiliki banyak bentuk. Misalnya hatching, yakni garis yang ditarik ke arah yang sama. 

    Ada juga cross-hatching. Teknik arsiran ini merupakan garis saling silang. Selain itu, ada blending, yakni gradasi halus yang dihasilkan dengan menyesuaikan jumlah tekanan pada pensil. Berikutnya adalah rendering, yakni menggunakan penghapus untuk menghapus demi menghasilkan garis yang lebih ringan.

    Ada juga teknik bernama random lines, garis silang yang diaplikasikan secara longgar. Terakhir, stippling, yakni menerapkan titik-titik kecil dalam jumlah banyak untuk membangun suatu bagian gelap dalam sebuah objek gambar. Contoh teknik arsir diantaranya adalah sebagai berikut:

    vkartbox.com

    3. Teknik Blok

    Teknik blok merupakan sebuah teknik membuat sketsa dengan cara menutup suatu objek gambar dengan menggunakan satu warna. Nantinya, objek pada sketch akan terlihat seperti bayangan atau siluet. Teknik ini memiliki 2 jenis, yakni siluet positif dan negatif.

    Siluet positif merupakan jenis teknik blok dengan menambahkan warna pada objek gambar yang diinginkan. Sementara siluet negative merupakan teknik blok yang dibuat dengan cara yang hampir sama dengan teknik positif. Bedanya, kamu perlu memblok ruang atau latar di sekeliling objek gambar.

    Untuk menggunakan teknik ini, pertama adalah gambar objek yang kamu inginkan. Kemudian, tentukan jenis teknik blok mana yang akan kamu gunakan, apakah siluet positif atau negatif. Bila siluet positif, objek gambar yang diberi warna hitam. Bila siluet negatif, maka ruang di sekeliling objek lah yang diberi warna hitam.

    Contoh-contoh dari teknik blok ini bisa kamu lihat di bawah ini!

    papik.pro

    4. Teknik Aquarel

    Teknik aquarel adalah teknik membuat sketsa yang menggunakan sapuan warna tipis, transparan, dan tembus pandang. Umumnya, teknik ini menggunakan cat air pada sebuah kanvas. Selain itu, teknik ini menggunakan alat seperti kuas untuk menyapu cat warnanya.

    Gambar lukisan dari teknik ini cenderung tahan lama. Namun, menggunakan teknik ini perlu kehati-hatian yang tinggi, agar mendapatkan hasil yang rapi dan memuaskan.  Untuk menggunakannya, ada 2 teknik yang harus kamu pelajari, yakni wet on wet dan wet on dry.

    Wet on wet merupakan jenis teknik aquarel dengan mengoleskan cat ke kertas dalam keadaan basah. Teknik ini menghasilkan gradasi warna yang kaya dan indah. Sedangkan wet on dry adalah teknik dimana cat basah dioleskan ke kertas yang kering. Nantinya, hasil sketch dari teknik jenis ini akan lebih tajam, detail, dan rapi.

    Adapun contoh dari teknik aquarel adalah sebagai berikut:

    artistsandillustrators.co.uk
    youtube.com

    5. Teknik Perspektif

    Teknik perspektif merupakan sebuah teknik dalam membuat sketsa dengan menggunakan sudut pandang tertentu. Sederhananya, teknik ini akan memberikan gambarkan kepada apresiator, seberapa jauh jangkauan jarak pandang pada objek gambar tertentu.

    Fungsi dari teknik ini adalah memberikan gambaran terkait pandangan mata manusia pada suatu objek. Jarak pandang ini dibuat bukan hanya sesuai dengan realita dari mata manusia, melainkan untuk memberikan gambaran sudut pandang yang lebih luas.

    Maksudnya, teknik perspektif memberi sebuah pandangan tertentu yang sebelumnya tidak bisa dijangkau oleh mata manusia. Misalnya, jarak pandang bagian atas gunung berapi dalam ketinggian beberapa kilometer. Agar lebih jelas, kamu bisa melihat contoh dari teknik perspektif di bawah ini:

    schoolofsketching.com

    6. Teknik Pointilis

    Teknik pointilis merupakan sebuah metode membuat coretan dengan cara menggunakan titik-titik dalam jumlah banyak yang dibuat berpola, agar membentuk sebuah objek gambar. Pada umumnya, membuat coretan akan menggunakan garis, lengkungan atau lingkaran atau pola lain. Tapi, teknik ini hanya menggunakan titik saja.

    Bila titik-titik dibuat dengan semakin rapat, maka objek gambar yang dibuat akan semakin gelap, begitupun sebaliknya. Semakin renggang pola titiknya, maka objek yang dibuat akan semakin terang.Teknik ini akan membuat suatu sketch lebih menarik dibandingkan hanya berupa garis-garis murni. Berikut adalah contoh coretan dengan teknik pointilis, antara lain:

    design.tutsplus

    7. Teknik Linear

    Teknik linear adalah teknik membuat sketsa dengan menggunakan garis sebagai unsur utama dalam pembuatannya. Garis yang dibuat meliputi garis lurus ataupun garis melengkung dengan ketebalan yang disesuaikan oleh pembuatnya.

    Misalnya, jika kamu ingin membuat bagian objek terkesan lebih gelap, maka garisnya akan ditebalkan. Teknik ini sangat cocok untuk para pemula, karena proses pembuatanya yang terbilang mudah. Untuk membuat sketch dengan teknik linear, kamu bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

    • Temukan objek yang akan digambar.
    • Kemudian, siapkan perlengkapan untuk mendukung pembuatan sketsa, seperti pensil, crayon, dan kertas hvs atau A4. Bila kamu masih baru, cobalah untuk menggunakan pensil, agar dapat meminimalisir kesalahan. Sebab, kamu bisa menghapus kesalahan garis yang dibuat.
    • Kemudian, langsung saja buat garis-garis yang membentuk suatu objek yang kamu inginkan. Kombinasikan garis lurus dan melengkung untuk menghasilkan karya yang menarik. Kamu juga bisa mengatur ketebalan garis yang diinginkan.

    Adapun contoh teknik linear adalah sebagai berikut:

    pinhome.id

    Sudah Tahu Apa Itu Sketsa?

    Demikian pengertian sketch, unsur-unsur, sampai contohnya. Sketch merupakan bagian penting dalam sebuah proses kreatif dan dapat membantu seniman untuk mengekspresikan  ide dari isi kepala seniman dan mengembangkannya. Teknik-teknik pembuatannya pun beragam dan menghasilkan suatu hasil karya unik dan menarik.

  • Pengertian Packing adalah, Unsur, Jenis & Prosesnya

    Pengertian Packing adalah, Unsur, Jenis & Prosesnya

    Anda pasti sudah tak asing lagi dengan istilah packing, apalagi jika gemar berselancar di e-commerce. Packing adalah hal yang sangat familiar dan tidak akan terpisahkan dari kegiatan jual beli online karena pengaruhnya pada penampilan dan keamanan produk sampai pada tangan penerima atau pembeli. 

    Selain packing, packaging atau kemasan juga dapat menentukan daya beli masyarakat terhadap produk tersebut. Packaging yang unik atau elegan dapat menarik konsumen untuk membeli produk. Maka dari itu, berikut adalah penjelasan mengenai pengertian, unsur, jenis dan proses dari packing.

    Pengertian Packing

    Packing adalah salah satu proses untuk mengemas dan melindungi produk sesuai dengan kebutuhan keamanan produk hingga sampai ke tangan pembeli atau penerima. 

    Pengemasan mempengaruhi variasi produk. Semakin rapi penggunaan kemasan pelindung terhadap produk, semakin menarik pula produk yang disajikan. Bahkan, terkadang beberapa konsumen membeli produk karena memiliki packaging yang menarik. 

    Sebaliknya, semakin minim perlindungan pada produk, maka antusiasme penerima atau konsumen akan produk tersebut akan berkurang. 

    Sejak masyarakat lebih senang berbelanja secara online, proses pengemasan menjadi penting untuk keamanan produk. Cukup dengan berselancar di e-commerce atau aplikasi toko yang ada di handphone, kita dapat berbelanja dengan mudah. 

    Proses pengemasan merupakan salah satu kegiatan yang tidak dapat diabaikan dan dilakukan dengan sembarangan dalam menunjang penampilan suatu produk. Meskipun hal tersebut menjadi langkah akhir penyajian produk pada penerima, akan tetapi tidak banyak orang yang mahir mengemas produk dengan mudah. 

    Beberapa bisnis jual beli online, biasanya terdapat admin tersendiri yang khusus melakukan proses pengemasan agar lebih menarik dan terstruktur sehingga barang aman sampai di tangan konsumen.

    Unsur pada Packing

    Terdapat beberapa unsur penting yang perlu diperhatikan dalam proses pengemasan agar dapat menaikkan estetika dan keamanan produk. Berikut unsur yang terdapat pada packing.

    1. Mengutamakan Keamanan Produk 

    Keamanan produk harus terjaga mulai dari proses pengiriman hingga sampai ke tangan penerima. Bagi penjual online shop, sebaiknya menggunakan bahan seperti bubble wrap yang tebal dan dikemas kembali dengan kardus agar produk tetap terjaga saat proses pengiriman.

    2. Membuat Desain Menarik

    Desain packaging yang menarik yang dapat menyampaikan pesan produk juga ikut andil dalam penyajian produk hingga ke tangan penerima. Kemasan harus memiliki sifat yang menarik dan unik agar dapat dengan mudah menjangkau ketertarikan penerima. 

    Namun, perlu digaris bawahi bahwa kemasan yang menarik dan unik juga perlu memperhatikan kemudahan dan efisiensi, baik dari segi proses pengemasan dan juga proses pengiriman.

    3. Memuat tentang Informasi 

    Setelah mengutamakan keamanan produk dan pembuatan desain yang menarik, unsur selanjutnya yang harus diperhatikan yakni dalam packing adalah menyertakan informasi seperti bahan yang digunakan dan izin keamanan produk. 

    Informasi produk penting untuk mengetahui bahan apa yang ada di dalamnya dan tentunya tidak membahayakan apabila digunakan ataupun dikonsumsi.

    Informasi bahan utama pembuatan produk menjadi salah satu keharusan apabila ingin menambah popularitas produk. Seperti pada bahan utama produk skincare, ada sebagian konsumen yang menghindari bahan-bahan tergantung dengan kondisi kulit. 

    Maka dari itu, informasi bahan utama dalam pembuatan produk yang tertera di kemasan skincare berperan penting dalam manfaat penggunaan produk pada kulit konsumen.

    Jenis Packing

    Berbelanja secara online saat ini menjadi salah satu kegiatan yang banyak digemari masyarakat. Tentunya dengan adanya fenomena ini, packing adalah salah satu proses penting yang harus diperhatikan oleh penjual untuk menjaga keamanan produk. Terdapat beberapa macam jenis packing yang sering digunakan oleh penjual di e-commerce di Indonesia, yakni:

    1. Bubble Wrap

    Bubble wrap menjadi salah satu bahan yang sangat penting untuk proses pengemasan produk. Hampir semua produk yang dijual secara online, dikemas dengan bubble wrap untuk menjaga keamanan produk. 

    Namun, saat ini beberapa penjual yang peduli terhadap lingkungan sudah mengganti bubble wrap plastik dengan bubble wrap berbahan kertas.

    2. Kardus

    Penggunaan kardus untuk packing adalah salah satu pilihan yang digemari banyak penjual atau pembeli. Pasalnya, kardus dapat menjaga keamanan produk dengan baik, apalagi untuk barang-barang yang rentan pecah, penyok, atau rusak. Kardus dapat menjaga bentuk produk tetap aman dalam proses pendistribusian.  

    3. Kayu

    Penggunaan kayu pada proteksi produk biasa digunakan untuk barang-barang yang mudah rusak dan pecah akibat benturan dan tekanan. Produk yang biasa menggunakan kemasan  dengan perlindungan kayu adalah barang-barang elektronik seperti laptop, handphone, tablet dan sejenisnya. 

    Terkadang tas dari barang branded pun menggunakan perlindungan kayu agar tetap terjaga bentuknya. Perlindungan menggunakan kayu ini memiliki proteksi paling aman jika dibandingkan dengan yang lainnya.

    4. Amplop

    Amplop biasa digunakan untuk surat-surat berharga agar aman saat proses pengiriman oleh ekspedisi. Amplop biasa digunakan oleh kantor atau perusahaan. 

    5. Plastik

    Produk yang mempunyai karakteristik tidak mudah pecah dan rusak akibat benturan biasanya cukup menggunakan perlindungan plastik, seperti produk dengan material kain atau busa. 

    Proses Packing

    Pada proses pengemasan, banyak hal yang harus diperhatikan agar hasilnya tampak menarik serta aman sampai tangan penerima. Apalagi setelah mengetahui unsur dan beberapa jenis pengemasan yang dapat digunakan. Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam proses packing:

    1. Memahami Jenis Produk

    Pengirim harus memahami jenis produk, waktu pengiriman barang, dan juga cara pengiriman produk. Pasalnya, terdapat beberapa produk yang perlu diberikan perlakuan khusus dan keamanan ekstra seperti pada produk berbahan mudah pecah. 

    Jadi, proses pengemasan bahan tersebut memerlukan bubble wrap ekstra atau tambahan perlindungan kayu jika dibandingkan dengan produk berbahan dasar lainnya. 

    2. Memilih Material yang Tepat pada Kemasan Packing

    Pemilihan material dilakukan agar tidak salah dalam pengemasan dan produk tetap aman. Contohnya seperti packing bubble wrap dan kardus, digunakan untuk produk yang berbahan dasar tidak mudah pecah. 

    Sementara itu, apabila produk berbahan rentan pecah belah dapat menggunakan opsi  perlindungan ekstra seperti kayu agar lebih memberikan keamanan lebih pada lapisan luar kemasan. 

    Selanjutnya, amplop dan plastik dapat dijadikan opsi pada pengemasan bahan yang tidak terlalu membutuhkan keamanan ekstra dan juga pengiriman yang lama. 

    3. Menempelkan Label pada Kemasan Paling Luar

    Pada bahan pecah belah, label “fragile” dan “jangan dibanting” sangat dibutuhkan agar dapat memberikan peringatan pada proses pengiriman produk, termasuk ketika produk berpindah tangan pada proses pengiriman oleh kurir sebagai pihak ketiga. 

    4. Mencantumkan Data Pengiriman

    Data pengiriman yang dicantumkan seperti informasi lebih lanjut mengenai produk apa saja beserta jenis produk yang dikirimkan, alamat penerima produk, nama pengirim produk, serta identitas jasa kirim yang digunakan. 

    Hal ini sangat diperlukan agar memudahkan pengirim, kurir yang mengantarkan, serta penerima saat pengecekan produk. 

    Kesimpulan

    Menerapkan langkah proses dan memperhatikan unsur packing adalah beberapa kiat agar menaikkan ketertarikan konsumen atau penerima pada produk yang dikemas. 

    Maka dari itu, semoga penjelasan di atas dapat menambah wawasan dan pengetahuan Anda terhadap pentingnya pengemasan suatu produk agar tetap aman sampai tangan konsumen.

  • Ciri-Ciri Komik, Unsur dan Jenis yang Membedakannya dengan Karya Lain

    Ciri-Ciri Komik, Unsur dan Jenis yang Membedakannya dengan Karya Lain

    Pada dasarnya, setiap karya tulis selalu memiliki karakteristik dan ciri tersendiri yang membuatnya berbeda satu sama lain. Seperti halnya ciri-ciri komik yang penuh dengan gambar ilustrasi dan tidak hanya terdiri dari tulisan. Hal inilah yang membuat karya ini menarik dan cocok untuk berbagai kalangan manusia.

    Lalu, apa saja ciri dan unsur yang harus ada pada pembuatan komik? Serta, apakah ada jenis tertentu yang juga termasuk karya komik? Simak penjelasan lengkap ini agar Anda tahu lebih banyak!

    Apa itu Komik?

    Pada dasarnya, komik merupakan sebuah karya tulis yang menggabungkan teks dan gambar untuk menceritakan sebuah cerita tertentu. Biasanya, cerita dalam komik disajikan dalam bentuk urutan panel yang berisi gambar dan teks narasi. Baik dialog maupun teks pendukung yang mengiringi gambar pada panel.

    Karya ini juga dapat berfungsi sebagai media pendidikan atau non-fiksi yang cocok untuk menularkan hobi membaca pada anak. Ciri-ciri komik yang menggunakan gambar pendukung membuat para komikus dapat memasukkan informasi pengetahuan, sejarah, moral dan nilai tertentu dalam karya tulisnya. 

    Dalam beberapa kasus, komik memiliki nama lain seperti manga (komik asal Jepang), manhua (komik asal Cina), manhwa (komik asal Korea), dan masih banyak lagi. Secara keseluruhan, komik termasuk medium yang memadukan teks dan gambar untuk menghadirkan sebuah cerita tertentu.

    Ciri-Ciri Komik

    Sebenarnya ada beberapa ciri yang akan menggambarkan bahwa sebuah karya termasuk dalam keluarga komik, yakni seperti:

    1. Menggunakan Gambar dan Teks untuk Membawakan Cerita

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ciri pertama yang membuat sebuah karya dapat tergolong dalam komik adalah penggunaan perpaduan gambar dan teks dalam membawakan sebuah cerita. Biasanya, komik terbagi dalam beberapa chapter (episode), di mana dalam tiap episode terbagi atas beberapa kumpulan panel.

    2. Memiliki Sifat Proporsional

    Berikutnya komik juga harus memiliki sifat proporsional, dalam artian dapat memicu atau membangkitkan emosi saat membacanya. Maksud emosi di sini adalah pembaca harus merasa masuk kedalam cerita, bahkan menjadi protagonis atau tokoh utama dari cerita tersebut.

    3. Adanya Dialog

    Demi menyampaikan jalan ceritanya, komik tak hanya menggunakan gambar, namun juga beberapa dialog. Ciri-ciri komik pada aspek dialog sendiri cenderung lebih banyak ke percakapan antar tokoh yang membuat jalan cerita lebih runtut dan jelas. Dalam komik sendiri ada beberapa jenis dialog, seperti:

    • Percakapan biasa: Percakapan antar tokoh, biasanya digambarkan dalam doodle gelembung atau balon.
    • Suara hati: Selain dialog antar tokoh, terkadang ada juga suara hati dari tokoh untuk menanggapi sebuah konflik. Umumnya, akan berupa doodle awan sebagai pembeda dari dialog biasa.
    • Monolog: Selanjutnya ada dialog yang berguna untuk mempertebal emosi dari tokoh yang fungsinya mirip dengan suara hati. Bedanya, ini muncul ketika tokoh mengalami suatu masalah atau menunjukkan reaksi tertentu dalam hati. 
    • Bergumam: Ketika tokoh bergumam, beberapa komikus juga menerapkannya dengan cara membuat doodle dialog atau font lebih kecil.

    4. Penokohan

    Secara teori, setiap komik selalu melibatkan penokohan dalam penjabaran ceritanya. Di mana antar satu tokoh dan lainnya memiliki watak yang berbeda-beda. Hal tersebut akan tergambarkan melalui pembawaan, karakter, emosi yang ditampilkan, hingga adanya penggambaran watak pada awal kemunculan.

    5. Tindakan Heroik

    Dalam komik apapun pastinya akan muncul sebuah tindakan heroik yang dilakukan oleh tokoh utama maupun sampingan. Dengan adanya tindakan heroik inilah pembaca bisa merasakan emosi dan ikut hanyut dalam sebuah cerita. 

    Umumnya, tindakan heroik ini muncul karena berbagai faktor. Bisa dari dorongan pribadi, watak dari tokoh, maupun kondisi tertentu yang membuat tindakan itu terjadi. Beberapa komik dengan main character penjahat juga seringkali muncul tindakan kepahlawanan baik untuk menutup kejahatan atau memang karena plot twist.

    6. Unsur Komedi

    Ciri-ciri komik selanjutnya adalah terdapat unsur komedi dalam cerita, walaupun genrenya bukan komedi. Tujuan dari penambahan unsur komedi adalah agar komik terlihat santai dan bisa menyesuaikan dengan segala usia.

    7. Latar dan Tragedi atau Peristiwa

    Dalam sebuah komik sudah seharusnya komikus memberikan penggambaran latar atau tempat dari cerita tersebut berjalan. Selain tempat, latar juga akan menggambarkan suasana hari dari para tokoh dalam setiap aktivitas dan gerak-geriknya untuk penyampaian cerita.

    Selain itu, setiap komik selalu memiliki tragedi atau peristiwa tertentu yang membuat jalan cerita lebih masuk akal. Tergantung plot twist dari komik tersebut, tragedi bisa muncul di awal, tengah, maupun akhir.

    Unsur-Unsur dalam Komik

    Selain ciri-ciri komik di atas, dalam pembuatannya juga harus ada unsur-unsur yang harus Anda penuhi, seperti:

    1. Panel

    Pada dasarnya, panel atau space atau ruang merupakan area untuk meletakkan gambar dan teks yang tersusun atas beberapa aksi guna penyampaian cerita. Mudahnya, jika dalam film panel bisa Anda asumsikan sebagai scene atau segmen.

    2. Tokoh

    Demi membawakan cerita, komik membutuhkan tokoh. Baik itu pemeran utama maupun pembantu yang bertugas menjalankan cerita. Tokoh sendiri nantinya akan melakukan berbagai kegiatan layaknya artis yang memainkan peran dalam film secara natural.

    3. Balon Dialog

    Selain gambar, komik juga harus ada teks yang mewakili ucapan dan pikiran karakter dalam menyampaikan cerita. Ekor dari balon akan mengarah ke karakter yang sedang berbicara atau berfikir. Ukuran, bentuk, dan penempatan balon dialog dapat menunjukkan intonasi, emosi, atau suara karakter saat sedang berbicara.

    4. Ekspresi Wajah dan Body Language 

    Dalam ciri-ciri komik disebutkan bahwa tokoh memiliki watak yang harus digambarkan dengan mudah dan jelas. Oleh karena itu, unsur ini sangat penting dalam komik. Karena keduanya akan membantu menyampaikan emosi, menggambarkan reaksi, dan menambahkan dimensi visual pada cerita. 

    5. Sudut Pandang

    Unsur berikutnya adalah sudut pandang yang membantu pembaca memahami dari mana cerita tersebut tersaji. Walaupun mungkin Anda kira komik selalu menggunakan sudut pandang orang ketiga. Namun, sebenarnya dalam beberapa panel umumnya ada sudut pandang orang pertama dan kedua untuk menjelaskan kondisi cerita lebih baik.

    Apa Saja Jenis Komik?

    Setelah mempelajari ciri-ciri komik dan unsur yang harus terpenuhi, kini Anda bisa beralih ke jenisnya. Sebenarnya, dunia komik memiliki jenis yang sangat luas, seperti halnya film dengan berbagai jenis dan genrenya. Dalam komik juga dikenal beberapa jenis, seperti halnya berikut ini:

    • Komik Superhero: Jenis komik yang fokus pada tokoh-tokoh super yang memiliki kekuatan luar biasa atau bahkan over power untuk melawan kejahatan. Contoh terkenal adalah “Spider-Man”, “One Punch Man”, atau “Sri Asih”.
    • Komik Fantasi: Komik dengan elemen fantasi seperti makhluk mitologi, sihir, atau dunia ajaib. Terkadang MC (Main Character) juga bisa ditransfer ke dunia lain atau masuk dalam game. Ini menjadi genre tersendiri dalam komik jenis fantasi. Contoh terkenal adalah “Naruto”, “Black Clover”, atau “Solo Leveling.”
    • Komik Fiksi Ilmiah: Komik yang berkisah tentang cerita fiksi ilmiah, seperti petualangan luar angkasa, robot, atau dunia masa depan. Contoh populer adalah “Autobots”, “The Avengers”, atau “Doraemon”.
    • Komik Slice of Life: Komik yang menggambarkan kehidupan sehari-hari karakter-karakter biasa dalam situasi yang realistis. Contoh terkenal adalah “My Heart Is Beating”, “Ao Haru Ride” dan “Scott Pilgrim”.
    • Komik Romantis: Komik yang berfokus pada kisah cinta dan hubungan antara karakter utama. Contoh populer adalah “Kimi ni Todoke”, “Your Lie in April”, atau “Love Hina”.
    • Komik Humor: Komik yang dirancang untuk menghibur dan membuat tertawa dengan menggunakan humor dan lelucon. Contoh terkenal adalah “Beelzebub”, Scooby Doo”, atau “Spy X Family”.
    • Komik Misteri: Komik jenis ini biasanya dibuat untuk benar-benar terhanyut pada sebuah misteri, kasus, atau tragedi tertentu dalam cerita tersebut. Biasanya akan berhubungan dengan komik detektif atau kisah tertentu yang masih tabu. Contohnya adalah “Detective Conan”.

    Sudah Paham Apa Saja Ciri-Ciri Komik?

    Dengan memahami artikel ini, kini Anda tahu bahwa komik memiliki ciri yang sangat berbeda dari pada karya tulis lainnya. Lantas, komik apa saja yang sudah Anda baca?

  • Pengertian Gambar Dekoratif, Jenis, Unsur, dan Contohnya

    Pengertian Gambar Dekoratif, Jenis, Unsur, dan Contohnya

    Pernahkah Anda membayangkan apa yang muncul di benak orang-orang jika Anda berbicara tentang hiasan rumah? Mereka mungkin saja memikirkan hiasan dalam bentuk pernak-pernik yang mahal. Padahal ada pula hiasan rumah berupa gambar dekoratif, seperti yang akan artikel ini jelaskan.

    Apa Itu Gambar Dekoratif?

    Maksud dekoratif pada bidang seni ini ialah pola-pola atau desain yang dapat Anda tambahkan pada karya seni yang sudah ada. Misalnya seperti pakaian, tas, dompet, tembikar, plastik, dan bahkan keramik dan kaca. Dekorasi itu tentu berupa gambar yang Anda lukis, bukan tempelan maupun ukiran.

    Oleh sebab itu, bentuk desain dekoratif ini dapat Anda artikan sebagai sebuah gambar berbentuk dekorasi yang tertera pada suatu media. Tujuan adanya gambar ini adalah untuk menambah nilai estetika atau kecantikan pada karya seni tersebut supaya mendapat lebih banyak perhatian.

    Motif-motif dekorasi unik yang terdapat pada karya seni tersebut sanggup menaikkan harga jualnya di mata para pembelinya. Lebih-lebih lagi jika gambar penghias pada karya seni tersebut memiliki nilai simbolis yang melambangkan suatu kebudayaan dan nilai tradisional setempat.

    Jenis-Jenis Gambar Dekoratif

    Anda telah mengetahui definisi singkat dari desain gambar dekorasi tersebut. Sekarang, Anda harus tahu juga macam-macam jenis motif dekoratif yang dapat Anda tambahkan kepada suatu karya. Di bawah ini ada beberapa jenisnya yang bisa Anda coba.

    1. Motif Makhluk Hidup

    Jenis desain dekoratif dalam karya seni yang pertama adalah gambaran makhluk hidup. Bentuknya bisa berupa binatang, tanaman, dan manusia yang jumlahnya bisa sendiri atau berkelompok. Meskipun begitu, rata-rata karya seni lebih suka memakai motif dekorasi binatang dan tanaman.

    2. Motif Geometris

    Berikutnya, ada jenis gambar dekoratif yang berupa bangun datar atau geometris. Bangun datar itu bisa berupa segitiga, persegi, persegi panjang, lingkaran, atau oval. Ada pula motif dekorasi yang bentuk gambarnya seperti layangan, jajar genjang, belah ketupat, hingga setengah lingkaran (busur).

    3. Motif Pemandangan

    Ada lagi jenis desain dekorasi yang cenderung banyak Anda temukan di pasaran, yaitu jenis motif pemandangan alam. Bentuk gambar pemandangan alam ini dapat berupa gunung, sungai, laut, dan hutan. Kadang-kadang motif dekoratif ini disertai juga dengan hiasan berbentuk binatang.

    4. Motif Abstrak

    Motif abstrak dalam karya seni ini merupakan jenis dekorasi yang terbilang jarang Anda temukan. Penyebabnya ialah motif dekoratif abstrak lebih sulit untuk Anda buat ketimbang dekorasi berbentuk hewan atau tanaman. Meskipun demikian, gambar penghias tersebut tetap bisa menambah nilai jual.

    Unsur yang Dimiliki Gambar Dekoratif

    Bukan hanya jenis-jenis gambar penghias ini saja yang perlu Anda ketahui. Ada beberapa unsur yang menjadi dasar pembuatan motif dekoratif pada suatu karya seni. Maka, di bagian ini Anda dapat mempelajari tentang unsur-unsur dari desain gambar dekorasi itu.

    1. Titik

    Unsur paling kecil dan sederhana dari karya dekoratif ini ialah titik, yang merupakan gambaran desain yang belum jadi. Titik-titik ini adalah patokan Anda dalam membuat desain dekoratif pada media karya pilihan Anda.

    Sebelum Anda mulai menempatkan titik-titik desain tersebut, coba perhatikan media tempat Anda berkreasi. Ketahuilah dimana Anda akan menempatkan titik-titik desain dekoratif itu dan perhitungkan besaran gambarnya.

    2. Garis

    Selanjutnya, ada unsur gambar dekoratif yang mengikuti titik, yaitu garis-garis yang menghubungkan titik-titik tersebut. Dengan menyatukan semua titik tersebut dengan garis-garis yang bentuknya beraneka ragam, Anda pun bisa membuat pola-pola.

    Dalam tahap ini, Anda baru sebatas membuat polanya saja dalam karya dekoratif Anda hingga menjadi gambar-gambar yang utuh. Anda belum perlu menyusun pola-pola tersebut sampai semua pola telah Anda tentukan bentuknya.

    3. Struktur

    Begitu titik dan garis telah Anda tentukan, ada unsur desain dekoratif lainnya yang patut Anda pertimbangkan, yaitu struktur. Inilah gabungan antara titik-titik dan garis-garis yang telah membentuk kumpulan motif-motif dekorasi.

    Struktur ini nantinya akan membentuk pola yang simetris (sejajar) atau asimetris (tidak sejajar) pada media berkarya Anda. Sebelum Anda langsung menerapkan desain, buat dulu sketsa kasar dari dekorasi tersebut.

    4. Bidang

    Di nomor empat, ada unsur yang tak kalah penting, yaitu bidang gambar dekoratif pada karya seni pilihan Anda. Bidang disini bukan merujuk pada bentuk desain dekoratif, tetapi perhitungan panjang dan lebarnya desain.

    Panjang dan lebar dari desain dekoratif perlu Anda bandingkan dengan ukuran media tempat Anda membuatnya. Apakah itu media yang luas seperti kaca, pakaian, atau tekstil, atau media yang tergolong kecil seperti dompet atau keramik..

    5. Warna

    Warna merupakan unsur gambar dekoratif yang terakhir, setelah motif gambar tersebut sudah Anda tentukan. Supaya motif dekoratif tersebut tidak terlalu cerah atau terlalu gelap, sebaiknya Anda buat warna yang kontras.

    Misalnya, Anda sedang membuat ilustrasi dekoratif pada sebuah tas tangan yang warna bahannya agak gelap. Dalam situasi ini, berilah warna yang cerah pada gambar dekorasi Anda supaya tidak tampak kabur oleh tas yang berwarna gelap itu.

    Macam-Macam Contoh Gambar Dekoratif

    Inilah bagian dimana Anda bisa melihat aneka contoh desain dekoratif dan penerapannya pada beragam karya seni. Anda boleh saja meniru motif-motif dekoratif pada daftar contoh ini. Namun Anda juga bisa membuat kreasi sendiri dalam karya dekoratif milik Anda.

    1. Dekorasi Hewan

    Berita99.co

    Contoh desain dekoratif pertama yang umum digunakan oleh masyarakat ialah motif binatang, baik nyata maupun mitologi. Misalnya seperti ikan, burung, rusa, kupu-kupu, hingga naga Jawa, dan terbilang sangat laris manis di pasaran negeri kita.

    2. Dekorasi Tumbuhan

    komentarmu.com

    Di nomor dua, ada contoh desain dekoratif yang memakai motif tumbuhan, baik itu rumput, pohon, bunga, hingga tanaman menjalar. Pilihan gambar dekorasi ini sering orang-orang padukan dengan motif pemandangan alam gunung maupun bukit.

    3. Dekorasi Geometris

    detik.com

    Adapun contoh gambar dekoratif yang ketiga adalah desain geometris atau bangun datar. Kebanyakan desain yang suka masyarakat gunakan adalah lingkaran atau setengah lingkaran, meskipun segitiga dan persegi lumayan populer juga.

    4. Dekorasi Pemandangan

    Berita99.co

    Jika motif-motif dekorasi hewan dan tumbuhan biasa kurang cukup untuk menghiasi karya seni, maka ada contoh dekorasi yang satu ini. Desain dekoratif pemandangan dapat melibatkan gambaran sungai, laut, gunung, bukit, dan bahkan hutan.

    5. Dekorasi Abstrak

    komentarmu.com

    Terkadang ada juga seniman yang berani menggunakan desain dekorasi abstrak atau tanpa wujud yang jelas. Di tangan seorang seniman yang handal, gambar dekorasi abstrak ini bisa tampak lebih bagus daripada desain-desain biasa.

    Mau Menghias Rumah dengan Gambar Dekoratif?

    Demikianlah artikel ini membahas seputar hiasan gambar dekoratif untuk pajangan yang bisa Anda gunakan untuk mempercantik hunian. Hiasan rumah itu tidak mesti yang mahal dan besar-besar. Oleh karena itu, cobalah berkreasi dalam dekorasi rumah Anda dengan gaya desain gambar yang Anda suka.

  • Pengertian Model dalam Menggambar, Unsur, Prinsip, dan Langkahnya

    Pengertian Model dalam Menggambar, Unsur, Prinsip, dan Langkahnya

    Menggambar model merupakan salah satu cara yang digunakan para pelukis dan seniman dalam membuat suatu karya seni. Pemilihan model dalam menggambar ini berperan penting, agar hasil karya bisa menarik, memiliki nilai estetika tinggi, dan berhubungan dengan pengamatnya. Namun, apa itu model dan menggambar model?

    Pengertian Menggambar Model

    Model dalam menggambar adalah suatu objek yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuhan, dan kumpulan benda-benda. Model juga bisa diartikan sebagai rencana atau deskripsi yang menjelaskan suatu objek yang dijadikan acuan seorang pelukis untuk membuat sebuah gambar atau karya seni.

    Sedangkan menggambar model adalah suatu kegiatan membuat gambar dengan melihat objek secara realtime (langsung) atau tidak langsung (bersumber dari imajinasi, foto, atau gambar). Lebih lanjut lagi, objek gambar benda ini memiliki struktur bentuk yang berbeda-beda, contonya kubus, bujur sangkar, kerucut, dan tabung.

    Penggambaran model juga tidak boleh sembarangan. Sebab, objek gambar model perlu disesuaikan dengan prinsip-prinsip yang ada, seperti komposisi, keseimbangan, proporsi, hingga irama yang baik, agar menjadi satu kesatuan yang lengkap.

    Oleh karena itu, pada proses penggambaran, suatu objek yang dijadikan model diletakkan sesuai dengan jarak pengamatan. Hal ini agar model tidak terlalu jauh dari penglihatan, supaya pembuatnya mengamati detail dari setiap objek yang digambar, sehingga menghasilkan karya yang bernilai tinggi.

    Dalam pembuatannya, menggambar model diawali dengan menentukan objek yang akan ditiru atau digambar. Setelah itu, dilanjutkan dengan proses penggambaran menggunakan pensil.

    Unsur-Unsur Model dalam Menggambar

    Ketika menggambar, ada unsur-unsur model yang harus diperhatikan. Unsur-unsur ini juga merupakan elemen penting dalam berbagai bidang seni. Terlebih, selain dipahami, dibutuhkan kemampuan dalam penggunaan unsur-unsur ini. Unsur-unsur ini meliputi:

    1. Titik

    Unsur-unsur model dalam menggambar yang pertama dan paling dasar adalah titik. Titik adalah elemen visual paling kecil dari suatu bentuk. Ketika membuat titik dalam sebuah kanvas/permukaan, kamu bisa menciptakan beragam gambar dengan memperbanyak titik tersebut. Sebab, titik yang banyak akan membentuk sebuah garis.

    Titik merupakan salah satu unsur yang penting dalam pemanfaatannya pada bidang seni, terutama ketika kamu menggambar. Sebab, dengan memainkan ukuran titik, maka gambar akan memiliki kesan tertentu sesuai dengan keinginan pembuatnya. Hal ini berguna agar si pembuat dapat menyampaikan ide atau pesan dalam karyanya.

    Salah satu pemanfaatan titik dalam menggambar karya seni, yaitu ketika saat pergerakan Impresionisme, pergerakan tersebut dikenal dengan Pointilisme. Pointilisme adalah teknik melukis yang menggunakan titik-titik kecil dan membentuk pola sebuah image.

    2. Garis

    Garis adalah unsur model dalam menggambar sekaligus elemen penting yang tercipta dari banyaknya titik yang terhubung dan menjadi satu kesatuan memanjang dengan kedua ujungnya yang terpisah. Sebuah garis juga bisa diartikan sebagai kumpulan titik dengan jarak yang sangat rapat dan berdekatan.

    Dalam menggambar model, sebuah garis tidak hanya sekedar goresan yang tidak bermakna. Sebab, garis seharusnya memberikan irama dan kesan simbolik terhadap orang-orang yang melihatnya. Misalnya, garis lurus akan memberikan kesan dan irama yang kaku. Sementara itu, garis melengkung akan memberi kesan lembut dan luwes.

    Selain itu, garis juga berperan penting dalam menciptakan suatu bentuk. Dengan begitu, hal ini akan membuat kesan imajiner dari pengamatnya, karena garis memberikan ekspresi dari karya seni lukis/gambar itu sendiri.

    3. Bidang

    Selain garis, bidang juga merupakan unsur model dalam menggambar dan seni rupa yang penting. Sebab, bidang dapat menciptakan sebuah bentuk. Dalam pengertiannya, bidang adalah unsur seni rupa yang tercipta dari pertemuan beberapa garis. Garis tersebut harus memiliki dimensi panjang dan lebar (p x l).

    Bidang juga disebut dengan bentuk 2 dimensi (2D), bangun datar, atau bentuk pipih. Beberapa jenis bidang dasar yang pasti kamu tahu, diantaranya segitiga, persegi empat, lingkaran, dan oval.

    Dalam karya seni, termasuk menggambar suatu model, bidang berfungsi untuk menekankan nilai ekspresi, irama, dan arah kepada pengamatnya. Selain itu, bidang berfungsi untuk memberikan kesan 3 dimensi (3D) yang dihasilkan oleh dimensi panjang, lebar, dan tinggi.

    Dalam bidang bersudut, unsur ini akan memberikan statis dan dinamis. Sementara pada bidang bundar, unsur ini akan memberikan kesan stabil. Selain itu, untuk bidang vertikal dan horizontal, unsur ini akan memberikan kesan yang statis, stabil, dan tenang.

    4.  Bentuk

    Unsur model dalam menggambar berikutnya adalah bentuk/form. Bentuk adalah unsur seni rupa dalam gambar model yang berasal dari gabungan beberapa bidang. Bidang ini kemudian membentuk ruang atau sebuah volume.

    Biasanya, pelukis akan menciptakan tampilan bentuk pada permukaan datar dengan menggunakan cahaya, bayangan, penampakan kontur objek, ruang negatif, dan benda-benda yang ada di sekitar model/objek.

    Terdapat 2 jenis bentuk dalam seni menggambar model, yakni geometris dan organik. Bentuk geometris mengacu pada goresan atau objek yang teratur, bersudut, dan konsisten. Beberapa contoh bentuk geometris antara lain kubus, piramid, bola, silinder, dan kerucut.

    Sedangkan bentuk organik (biomorfik) mewakili objek model yang tidak beraturan, asimetris, bentuk bebas, dan kebanyakan melengkung.

    5. Warna

    Warna adalah unsur model dalam menggambar yang berikutnya. Banyak sekali definisi warna berdasarkan bidang ilmunya. Namun, warna bisa diartikan sebagai kesan yang ditangkap oleh mata dari pantulan cahaya oleh benda-benda yang dikenainya. Dalam seni lukis/menggambar, warna berperan penting untuk nilai estetika suatu karya.

    Dalam seni, warna dibagi menjadi beberapa kategori. Pembagian ini dibuat berdasarkan karakteristik warna-warna itu sendiri, antara lain: 

    • Warna hangat: Warna ini memberikan filosofis untuk dapat berpikir maju dan memberikan kesan ceria, cheerful, dan semangat. Misalnya, warna merah, kuning, putih, dan jingga.
    • Warna dingin: Warna yang memberikan kesan lembut, sejuk, dan tenang. Warna ini juga dapat membuat suatu objek terlibat lebih jauh. Contoh warna dingin, antara lain  biru, hijau, abu, danperak.

    6. Tekstur

    Tekstur adalah unsur model dalam menggambar yang dapat memberikan kesan tertentu, jika dirasakan menggunakan tangan atau indra peraba. Alhasil, pengamat dapat merasakan gambar tersebut apakah kasar, halus, rata, atau licin. Dengan adanya tekstur, suatu gambar akan terlihat lebih realistis dan nyata.

    Tekstur dibedakan menjadi 2, yakni tekstur nyata dan tekstur semu. Tekstur nyata adalah perbedaan ketinggian permukaan objek yang dan bisa kamu raba. Artinya, keadaan objek ketika dilihat dan diraba memiliki nilai yang sama.

    Sementara itu, tekstur semu  atau buatan adalah kesan permukaan suatu objek dalam gambar yang dihasilkan pada suatu bidang, karena teknik/penciptaan yang melibatkan garis, warna, ruang, dan terang-gelap. Dengan kata lain, keadaan objek yang kamu lihat dan raba tidak sama atau berbeda.

    7. Gelap Terang

    Gelap terang adalah unsur model dalam menggambar yang disebabkan oleh adanya perbedaan warna dan intensitas cahaya pada suatu objek gambar. Hal tersebut menyebabkan adanya tingkat warna yang berbeda. Objek model yang terang akan memberi kesan luas. Sedangkan, objek gelap berkesan sempit dan berat.

    Gelap terang bergantung pada intensitas cahaya. Jadi, semakin besar intensitas cahayanya, maka akan semakin terang dan begitupun sebaliknya. Lebih lanjut lagi, cahaya yang dihasilkan gelap terang ini akan memberikan nilai estetis pada karya seni. Selain itu, gelap terang juga dapat mempertegas volume dari suatu objek.

    Jadi, dengan adanya gelap terang pada gambar model, kamu akan menampilkan karya yang dramatis. Selain itu, unsur ini memberikan nilai emosi. Contohnya pada gambar cahaya yang menembus jendela kaca masjid dan memberikan kesan khidmat. Selain itu, adanya gelap terang mempertegas dan memperkuat kesan 3 dimensi suatu objek.

    8. Ruang

    Ruang adalah unsur model dalam menggambar yang menunjukan dimensi dari karya seni tersebut. Biasanya, ruang digunakan dalam penggambaran model supaya bisa memberikan kesan tertentu. Contohnya, memberikan ruang yang besar dalam gambar pemandangan akan memberi kesan yang mendalam, seperti ketenangan.

    Ruang memiliki dua sifat. Dalam gambar atau karya seni dua dimensi atau 2D, ruang akan bersifat semu. Namun, pada seni rupa 3 dimensi, ruang memiliki sifat yang nyata.

    Ruang juga bisa dibedakan menjadi dua kategori, yakni ruang positif dan negatif. Ruang positif adalah suatu ruang yang terletak di dalam bidang atau volume. Sebaliknya, ruang negatif adalah ruang yang terletak di luar dari berbagai volume atau bidang.

    Prinsip-Prinsip dalam Menggambar model

    Ketika kamu menggambar suatu model, ada beberapa beberapa prinsip yang harus diperhatikan. Prinsip ini harus kamu pelajari, supaya hasil gambar bisa lebih baik. Adapun prinsip-prinsip dalam menggambar model adalah sebagai berikut:

    1. Komposisi

    Komposisi adalah prinsip model dalam menggambar yang merupakan penempatan unsur-unsur visual atau objek. Dari sana, komposisi dapat diatur atau diorganisasi oleh pelukis, sehingga menjadi susunan yang menarik dan memiliki nilai estetika. Komposisi terdiri dari 3 bagian, yakni:

    a. Komposisi Simetris

    Susunan objek gambar yang diletakan pada posisi yang sama atau seimbang, antara sebelah kanan dan kiri. Selain itu, objek tersebut memiliki keseimbangan pada bentuk dan ukuran yang sama.

    b. Komposisi Asimetris

    Komposisi asimetris merupakan susunan objek gambar yang berbalikan dengan komposisi simetris. Sebab, suatu objek pada komposisi ini diletakkan pada tempat atau posisi yang tidak sama. Selain itu, ukuran dan bentuknya pun berbeda. Meski begitu, komposisi ini tetap memperhatikan prinsip proporsi, keseimbangan, dan kesatuan.

    c. Komposisi Sentral

    Komposisi sentral adalah susunan, dimana objek ditempatkan di tengah-tengah gambar sebagai pusat perhatian. Penempatan ini diatur agar menghasilkan proporsi bentuk model yang sama atau seimbang dan setiap objek memiliki kesatuan.

    2. Proporsi

    Prinsip model dalam menggambar berikutnya adalah proporsi. Proporsi adalah suatu objek dalam bidang gambar yang tersusun dari satu kesatuan berdasarkan ukuran antara bagian satu dan yang lainnya. Sederhananya, proporsi adalah perbandingan ideal antara bagian-bagian objek model yang harmonis dan dapat diamati.

    Hal ini memunculkan nilai estetika yang tinggi dalam sebuah karya seni. Oleh sebab itu, ketika menggambar model, perhatikan proporsinya, agar tetap seimbang, ideal, dan sesuai dengan segala unsur yang ada. Lebih lanjut, dalam menggambar model, proporsi memiliki keterkaitan dengan panjang, lebar, tinggi, luas, dan ukuran kanvas.

    Biasanya, proporsi digunakan untuk mempertimbangkan perbandingan bidang gambar/kanvas/permukaan dengan objek atau model yang akan digambar.

    3. Keseimbangan

    Keseimbangan merupakan prinsip menggambar model, yang mana berfokus pada keselarasan antara objek, bidang gambar, dan karya seni yang dihasilkan. Prinsip keseimbangan model dalam menggambar bisa didapatkan dengan cara membuat skala, memberikan efek perspektif pada objek maupun sudut pandang pelukis.

    Prinsip keseimbangan memiliki hubungan dengan bobot. Pada karya 2D, keseimbangan berfokus pada bobot kualitatif atau visual. Maksudnya, berat atau ringannya suatu objek model hanya bisa dirasakan saja. Sementara pada karya 3D, keseimbangan berkaitan dengan bobot yang sesungguhnya.

    Bukan hanya komposisi, prinsip ini terbagi menjadi keseimbangan simetris dan asimetris. Keseimbangan simetris adalah keadaan dimana unsur satu dengan yang lain memiliki kesamaan, sedangkan keseimbangan asimetris sebaliknya. Selain itu, prinsip ini bisa dicapai dengan mengelompokan objek-objek berwarna terang dengan gelap.

    4. Kesatuan

    Kesatuan adalah prinsip model dalam menggambar yang memperhatikan keserasian dalam pengaturan objek gambar, dimana benda-benda diatur sedemikian rupa sehingga menciptakan kedalaman antar objek yang saling mendukung. Alhasil, terciptalah gambar yang baik dan memiliki kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

    Kesatuan atau disebut juga dengan harmoni ini terdiri dari unsur-unsur dan menciptakan sebuah keutuhan dengan nilai tinggi. Untuk menciptakan kesatuan ketika menggambar model, kamu sebagai seniman harus menyusun komponen dan unsur seni serupa, agar menciptakan konsistensi dalam karya.

    Selain itu, kesatuan juga bisa diciptakan dengan menggabungkan bentuk dan makna dari karya seni secara bersama-sama. Namun, prinsip kesatuan seni tidak hanya menggunakan unsur serupa saja. Sebab, kamu dapat mengkombinasikan unsur lain untuk menciptakan sebuah gambar yang lebih menarik.

    5. Perspektif

    Perspektif merupakan penggambaran objek imajiner atau nyata yang berkaitan dengan kesan pandangan mata pengamat. Model dalam menggambar dengan prinsip perspektif dibuat dalam permukaan datar, sehingga hasil karya lukisan seperti penglihatan mata dari suatu jarak dan posisi tertentu.

    Agar lebih jelas, berikut adalah gambaran dari perspektif: benda yang berada pada posisi yang lebih dekat dengan penglihatan kamu akan tampak berukuran lebih besar daripada objek yang terletak jauh dari pandangan mata. Semakin jauh objek yang kamu lihat tersebut, maka akan lebih kecil, bahkan menghilang dari penglihatan.

    Misalnya, jalan raya yang lurus. Jalan ini memiliki ukuran atau besar yang sama. Hanya saja, karena sudut yang ditangkap oleh indera penglihatan, jalan tersebut memiliki kesan semakin menyempit hingga menuju satu titik.

    6. Layout

    Layout adalah prinsip model dalam menggambar yang memfokuskan pada tata letak suatu objek gambar dengan keseluruhan bidang gambar. Dengan layout, gambaran model yang dihasilkan akan memiliki visual yang tersusun rapi dan menarik.

    Selain itu, dengan layout, kamu dapat menentukan posisi objek gambar dengan bidang gambar. Contohnya, kamu menggambar objek yang tinggi, maka sebaiknya menggunakan bidang gambar portrait atau vertikal. Namun, jika kamu menggambar objek yang lebar, maka lebih baik bidang gambarnya landscape atau horizontal.

    7. Gelap Terang

    Prinsip lain yang menjadi unsur dari model dalam menggambar adalah gelap terang. Seperti penjelasan sebelumnya, gelap terang adalah sebuah efek suatu permukaan objek dari pengaruh cahaya, sehingga menimbulkan gelap dan terang pada suatu karya.

    Prinsip ini bertujuan untuk menciptakan kesan bayangan pada suatu objek dalam bidang gambar. Selain itu, prinsip ini digunakan langsung pada objek atau latar belakang objek, karena efek cahaya yang dibuat. Cara membuat gelap terang ini bisa dengan menggunakan titik-titik atau juga dengan arsiran.

    8. Irama

    Irama adalah prinsip model dalam menggambar terakhir. Prinsip ini merupakan gambaran objek yang memberikan kesan pergerakan dengan alur yang rapi, sehingga menghasilkan gambar yang enak dilihat. Selain itu, irama mengatur komposisi visual atau unsur-unsur dalam menggambar objek, sehingga terlihat seimbang.

    Irama dapat berupa ritme sebagai pengulangan dari bentuk, ukuran, atau warna untuk dapat menciptakan pola tersusun dan konsisten. Selain itu, prinsip ini juga bisa berupa kontras. Kontras membandingkan setiap unsur dengan cara yang bertentangan, misalnya penggunaan warna yang saling berlawanan.

    Selain itu, irama memberikan kesan gerakan atau arus dalam gambar, sehingga mengarahkan pandangan ke arah atau objek tertentu yang ingin jadi pusat perhatian.

    Langkah-Langkah Menggambar Model

    Di bawah ini adalah langkah-langkah dalam menggambar model. Model dalam menggambar ini bisa kamu pilih sesuai keinginan dan kebutuhan kamu sebagai pelukis, antara lain:

    1. Menyiapkan Objek Gambar Model

    Pexels

    Langkah pertama adalah menentukan dan mempersiapkan objek gambar model. Caranya, pilih objek sesuai dengan tujuan gambar yang ingin dibuat, misalnya benda mati, hewan, tumbuhan, atau manusia. Kemudian, pilih sudut pandang yang menunjukan objek dengan jelas, seperti depan, samping, atau sudut diagonal.

    Jangan lupa untuk tetapkan proporsi dari objek yang dipilih, agar gambar sesuai dengan ukuran kanvas.

    2. Menentukan Teknik Menggambar Model

    Pelajarindo

    Menggambar model memiliki teknik yang beragam. Oleh sebab itu, kamu harus menentukan seperti apa teknik yang digunakan. Langkah ini agar model dalam menggambar terlihat lebih unik dan khas.

    Beberapa diantaranya adalah teknik arsir, yani pengulangan garis acak dan menyilang. Selain itu, ada teknik dussel. Teknik menggambar model ini dilakukan dengan cara menggoreskan pensil secara horizontal di atas permukaan/kanvas kamu.

    3. Membuat Sketsa

    Broonet

    Setelah tahu teknik mana yang digunakan, selanjutnya adalah membuat sketsa. Membuat sketsa adalah menggambar bentuk global dengan memperhatikan unsur-unsur seperti bentuk, proporsi, dan objek yang akan digambar.

    Hal ini agar pelukis tahu gambaran kasar, berupa garis halus suatu objek dan menjadi garis besar, agar memudahkan mereka dalam membuat model tersebut. Jangan lupa untuk perbaiki kesalahan gambar demi menyempurnakan garis yang dibuat, agar sketsa lebih akurat.

    4. Memberikan Gelap Terang

    Steemit

    Setelah itu, model dalam menggambar bisa kamu tambahkan gelap terang berupa bayangan untuk memberikan dimensi pada objek. Caranya adalah menentukan sumber cahaya yang menentukan bayangan jatuh pada objek.

    Setelah itu, ciptakan bayangan dan gabungkan bersama highlight, agar gambar terlihat lebih alami. Kamu bisa melakukan gerakan melingkar menggunakan pensil atau kuas dengan tekanan ringan, supaya menghasilkan gradasi yang halus

    5. Memberikan Detail dan Warna pada Tiap Objek

    Alibaba

    Jika sudah perjelas sketsa yang dibuat dengan memberikan beberapa detail yang memperkuat suatu objek. Misalnya, seperti tekstur, lipatan, dan kerutan. Berikan juga detail berupa belakang yang mendukung suasana model objek. Kamu juga bisa memberikan warna dasar terlebih dahulu.

    Kemudian, tambahkan gradasi warna pada model dalam menggambar untuk memberikan efek dimensi. Misalnya, gunakan warna hijau untuk daun, lalu gunakan hijau gelap atau hitam untuk menciptakan efek bayangan. Namun, pertimbangkan intensitas cahaya untuk menentukan warna yang pas dan gradasi yang sesuai.

    6. Finishing

    Periksa kembali gambar secara keseluruhan. Hal tersebut agar memastikan bahwa segala detail dan proporsi objek yang dibuat sesuai dan terlihat natural. Pastikan tidak ada coretan atau noda pada gambar. Lihat juga komposisi pada gambar apakah letaknya pas  dan sesuai dengan latar belakang dan ukuran kanvas.

    Tahap berikutnya adalah tahap akhir, dimana dengan menyemprotkan cairan fixative pada gambar yang dibuat. Ini bertujuan agar gambar yang kamu buat bisa bertahan lama serta tidak mudah luntur dan lembab.

    Sudah Tahu Apa Itu Model dalam Menggambar?

    Demikian penjelasan mengenai menggambar model mulai dari pengertian, unsur-unsur, prinsip, dan cara membuatnya. Sesungguhnya, karya seni, terutama lukisan adalah hal yang bisa diciptakan oleh semua orang. Dengan panduan menggambar model di atas, semoga kamu bisa paham dalam membuat gambar model yang sesuai dan menarik.

  • Mengenal Ilustrasi: Sejarah, Pengertian hingga Contoh Lengkapnya

    Mengenal Ilustrasi: Sejarah, Pengertian hingga Contoh Lengkapnya

    Suka baca artikel di media online? Jika kamu perhatikan dengan seksama, sering kali terdapat gambar-gambar yang menghiasi badan konten dengan sebutan ilustrasi sebagai keterangannya. Lantas, apa pengertian, jenis, fungsi, dan contoh dari ilustrasi itu sendiri? Simak ulasan selengkapnya!

    Sejarah

    Sebelum masuk ke pembahasan pokok, pada hakikatnya konsep ilustrasi tidak terlepas dari sejarah panjang yang terus berevolusi dari masa ke masa.

    Diawali dari periode prasejarah yang jejaknya terlihat dari catatan visual di gua, seperti yang ada pada gua Lascaux di Prancis (15.000 s/d 13.000 SM) ataupun  gua Cueva de las Manos di Argentina (10.000 SM).

    Di Indonesia sendiri, sejarah ilustrasi dapat diketahui dari lukisan di Gua Leang-Leang yang berada di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Lukisan gambar tersebut dibuat pada zaman Paleolithikum yang berupa jiplakan telapak tangan pada dinding gua yang berusia hampir 5000 tahun.

    Selain lukisan pada dinding gua, wayang beber (dibentang) merupakan bukti lain yang merepresentasikan alur cerita kisah Mahabarata, sekaligus muncul bersamaan dengan berdirinya kerajaan Hindu Sriwijaya yang berada di Sumatera.

    Kemudian, manusia mulai mengenal tulisan dan jejak ilustrasi yang banyak ditemukan setelahnya. Misalnya, terdapat manuskrip sampai buku-buku pada abad pertengahan (abad 15 s/d 18) dengan menggunakan teknik cukil kayu, etsa, dan litografi.

    Perkembangan ilustrasi mulai mengalami masa keemasan ketika terjadi revolusi industri pada 1890 s/d 1920, yang mana mesin cetak pertama kali ditemukan dan menjadi media komunikasi utama kala itu.

    Tak ayal, ilustrasi mulai menjadi elemen penting dalam dunia iklan dan cetak. Maraknya peredaran surat kabar, majalah, dan buku memungkinkan adanya eksperimen teknik. Pada saat itulah banyak ilustrator yang menjadi terkenal seperti Ardisoma, Abdul Salam, dan Kasidi dari Penerbitan Balai Pustaka.

    Lalu pada sekitar akhir 90an menuju awal 2000an, dunia ilustrasi kembali menjadi populer dengan adanya peran baru di dunia new media dan animasi. Tidak sedikit ilustrator yang bekerja sama dengan industri untuk menghasilkan berbagai produk-eksklusif. 

    Julian Opie adalah satu dari sekian banyak nama ilustrator yang terkenal karena karakter visualnya. Gaya ilustrasi yang dimainkan pria asal Inggris itu begitu sederhana. Kebanyakan menggambarkan profil orang-orang.

    Ia memulai debutnya berawal dari mengerjakan ilustrasi untuk cover musik sampai menjadi representasi seniman dalam kampanye produk rokok.

    Pengertian

    Kata ilustrasi merupakan serapan dari bahasa Latin yakni ‘ilustrare’ yang berarti menerangkan atau menjelaskan sesuatu. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, ilustrasi merupakan gambar yang bertujuan untuk memperjelas uraian halaman serta isi pada suatu karangan atau buku.

    Jadi, gambar tersebut mempunyai sifat untuk memvisualisasikan teks ataupun kalimat. Dengan adanya perwujudan suatu cerita, maka gambar tersebut dapat menerangkan karakter atau keseluruhan isi cerita.

    Menurut Rohidi dalam bukunya berjudul “Lintasan Peristiwa dan Tokoh Seni Rupa Indonesia Baru (1984)” menjelaskan bahwa gambar ilustrasi memiliki kaitan erat dengan ilmu seni rupa lantaran menggambarkan sesuatu melalui elemen rupa guna menerangkan dan menjelaskan suatu teks supaya pembaca dapat merasakan secara langsung dari cerita yang ditampilkan.

    Misalnya, gambar guru sedang mengajar murid-muridnya merupakan ilustrasi yang menerangkan suasana ruangan kelas di sekolahan. Secara rinci, yang termasuk dari peran ilustrasi yaitu:

    • Menarik Perhatian: Sebuah media seperti buku ataupun majalah yang tidak disertai dengan gambar akan kurang mengundang minat pembaca. Hal tersebut dapat berbeda jika menggunakan aspek visual untuk menarik perhatian;
    • Mudah Dipahami: Ilustrasi akan memudahkan setiap orang ataupun pembaca dalam memahami bacaan tersebut. Sebab, tidak sedikit dari berbagai hal tertulis yang dapat kita pahami secara menyeluruh;
    • Gambaran Visual: Kehadiran elemen ini dalam sebuah naskah atau cerita  memberikan gambaran visual sekaligus sebagai sarana dalam mengungkapkan pengalaman terhadap suatu kejadian yang diekspresikan dalam suatu gambar.

    Unsur-unsurnya

    Selain itu, ilustrasi pada suatu gambar juga mencakup unsur-unsur sebagai berikut:

    1. Tipografi

    Unsur yang satu ini memainkan peranan sangat penting dalam keberhasilan suatu bentuk komunikasi visual. Tipografi menjadi inti dari ide suatu interaksi grafika dan satu-satunya ‘visualisasi’ yang sangat efektif.

    Pemilihan huruf dilakukan secara hati–hati guna mendapat pesan yang efektif. Menurut Rob Carter dalam bukunya yang berjudul “Working With Computer (1995)” mengatakah bahwa faktor-faktor penting yang perlu kamu perhatikan dalam tipografi mencakup:

    • Legibility: Kemudahan membaca teks dengan huruf pilihan;
    • Readability: Keterbacaan huruf;
    • Visibility: Jarak pandang huruf; dan
    • Clearity: Kejelasan huruf.

    2. Layout

    Setelah tipofragi, layout menjadi unsur yang tidak terlupakan. Suatu layout yang baik setidaknya harus memenuhi tiga kriteria, antara lain:

    • Works: pesannya tersampaikan secara cepat dengan cara yang tepat pula.
    • Organizes: peletakannya harus teratur sehingga pesan bisa tersampaikan dengan jelas.
    • Attracts: secara tampilan beda dan menarik perhatian.

    3. Warna

    Warna merupakan elemen utama dalam komunikasi simbolis. Unsur ini terjadi karena adanya sensasi yang muncul dalam otak sebagai akibat dari sentuhan gelombang cahaya pada retina mata.

    Warna menciptakan suasana hati, menarik perhatian, menandai teks atau bagian yang penting, dan mengatur layout. Semua warna akan berkomunikasi dengan baik dan indah apabila kamu dapat menggunakannya secara tepat. Pola warna adalah hasil perpaduan beberapa warna sehingga menghasilkan perasaan tertentu.

    4. Objek

    Berdasarkan objek gambar, ilustrasi terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:

    • Manusia: Objek ini memiliki proporsi yang berbeda saat kita menggambarnya. Supaya tampak wajar dan tidak kaku, bagian karakter dan anatomi perlu kita perhatikan lebih detail lagi.
    • Hewan: Objek ini memiliki proporsi dan anatomi yang berbeda. Jenis dan bentuknya dapat dikategorikan menjadi binatang darat, air, dan udara.
    • Tumbuhan: Objek ini dibuat dengan cara disederhanakan atau tidak terlalu detail.
    • Objek lain: Terdiri atas berbagai macam objek yang mencakup objek alam, buatan, dan imajinasi manusia. 

    Fungsi

    Setelah kamu mengetahui pengertiannya, ilustrasi secara umum terdiri dari beberapa fungsi yang terbagi sebagai berikut:

    1. Fungsi Deskriptif

    Fungsi deskriptif yaitu menggantikan paparan terkait sesuatu secara lisan dan naratif dengan menggunakan kalimat panjang sehingga lebih cepat dan lebih mudah untuk dipahami.

    2. Fungsi Ekspresif 

    Fungsi ekspresif yaitu menampakkan dan mengutarakan sebuah ide, perasaan, maksud, dan keadaan yang abstrak menjadi nyata sehingga mudah untuk dipahami.

    3. Fungsi Analitik 

    Fungsi analitik yaitu uraian pada bagian-bagian dari suatu benda maupun sistem atau proses secara spesifik agar lebih mudah untuk dipahami.

    4. Fungsi Kualitatif 

    Fungsi kualitatif yaitu ilustrasi yang dipakai untuk membuat elemen-elemen seperti tabel, grafik, foto, gambar, sketsa, dan simbol.

    Jenis

    Ruang lingkup ilustrasi sangat luas. Bahkan dalam dunia desain grafis, ilustrasi merupakan interpretasi visual dari sebuah pemikiran, ide, dan konsep yang ingin dikomunikasikan melalui media gambar.

    Ada banyak sekali jenis-jenisnya yang dirangkum dari berbagai sumber, berikut uraiannya:

    1. Kartun

    Unsplash.com

    Kartun adalah jenis ilustrasi yang tergambar dalam bentuk yang lucu atau ciri khas tertentu. Biasanya terdapat pada majalah anak-anak, komik, dan cerita bergambar.  Selain menghibur pembacanya, tujuan dari adanya kartun ini juga menyimpan maksud seperti menyampaikan sebuah pesan tersirat melalui gambar kartun.

    2. Karikatur

    Unsplash.com

    Dalam bahasa Italia, karikatur disebut juga ‘caricare’ yang mempunyai makna memberi muatan atau melebih-lebihkan. Penerapan karikatur ini dibuat akan suatu hal yang bersifat pasti, namun tetap menekankan kelebihan dari objek yang menjadi gambar.

    Pada objeknya bisa berupa tokoh manusia maupun hewan dan terkadang mengandung kritikan dan sindiran terhadap suatu keadaan. Biasanya kerap kita temukan pada majalah atau koran.

    3. Vignette

    Unsplash.com

    Jenis ini bersifat dekoratif alias dibuat sebagai hiasan dengan bentuk yang sederhana atau bahkan bisa juga dilebih-lebihkan.

    Dalam penerapannya, vignette sering berfungsi sebagai pengisi ruang kosong dalam kertas yang berisi suatu narasi sehingga terlihat lebih bermakna dan kehadiran gambar juga membantu mendefinisikan narasi yang dimaksud.

    4. Naturalis

    Unsplash.com

    Pernahkah kamu memperhatikan gambar sebuah gunung? Ya, itu adalah jenis naturalis yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Ilustrasi ini memiliki warna dan bentuk yang sama dengan aslinya tanpa adanya penambahan atau pengurangan sedikitpun.

    5. Khayalan

    Unsplash.com

    Kerap terdapat pada buku novel, roman, dan komik, khayalan merupakan jenis ilustrasi yang menerangkan terkait hal-hal yang abstrak atau fantasi. Gambar tersebut merupakan buah hasil dari kreativitas secara imajinatif. 

    Kumpulan Contoh Ilustrasi

    Masih penasaran terkait ilustrasi? Berikut ini adalah beberapa contoh yang bisa menjadi referensi kamu. Adapun terdapat beberapa jenis ilustrasi yang menyesuaikan dengan media yang digunakan.

    1. Komik

    Unsplash.com

    Komik adalah salah satu jenis dari gambar ilustrasi yang menggabungkan antara teks dan gambar menjadi sebuah cerita yang mengandung sebuah informasi tertentu. 

    Biasanya komik mempunyai alur cerita yang tersusun atas gambar-gambar yang saling berkaitan dalam bentuk buku atau lembaran singkat.

    2. Karya Sastra

    Unsplash.com

    Karya sastra mencakup bentuk cerita pendek, puisi, ataupun sajak. Penggunaan ilustrasi pada karya sastra bisa menjadi media pelengkap yang dapat mempertegas makna di dalamnya.

    Dengan demikian, aspek visual tersebut akan membuat orang-orang lebih tertarik untuk membaca, karena adanya gambaran dan unsur seni yang mempertegas isi di dalam karya sastra. 

    3. Buku Pelajaran

    Unsplash.com

    Saat bersekolah dulu, sering kali terdapat gambar ilustrasi pada buku pelajaran yang berfungsi untuk menerangkan suatu teks atau keterangan sebuah peristiwa baik itu ilmiah ataupun gambar non ilmiah. Biasanya dapat berupa foto, gambar natural, dan juga berbentuk bagan.

    4. Cerita Bergambar

    Twitter.com

    Meski terkesan mirip dengan komik, nyatanya cerita bergambar atau cergam memiliki ciri khas tertentu. Jika komik dibuat bersambung dan membutuhkan banyak panel gambar (bahkan menjadi buku), hal tersebut tidak terjadi pada cergam yang cenderung ringkas, serta dibuat berseri atau terdiri dari beberapa panel.

    Gambar yang hadir adalah sebuah ilustrasi yang memperjelas narasi cerita yang dibangun berdasarkan situasi lingkungan sekitar ataupun suasana yang dimaksudkan dalam cerita.

    5. Kemasan Produk

    Unsplash.com

    Gambar pada kemasan sangat penting bagi sebuah merek. Gambar tersebut harus mampu mencapai dua tujuan, yaitu memberikan tampilan produk yang unik di mata pelanggan agar dapat menarik perhatian serta perlu menekankan identitas perusahaan. 

    Dengan demikian, semua ilustrasi produk untuk satu bisnis harus terlihat sangat mirip satu sama lain, namun tidak berarti sama persis.

    6. Editorial 

    Unsplash.com

    Dalam editorial, ilustrasi merupakan bentuk seni yang menghidupkan sebuah teks yang biasanya dimanfaatkan oleh perusahaan media online dan cetak. 

    Pada penerapannya, ilustrator bekerja sama dengan tim redaksi untuk menyatukan gambar dan kata-kata serta memberi visualisasi kepada pembaca seperti pada penyajian cerita pendek. Jenis ilustrasi ini dapat membantu naskah atau cerita utama dan tidak bisa berdiri sendiri.

    7. Infografis

    Twitter.com

    Infografis adalah metode yang populer untuk memvisualisasikan informasi. Jenis ini tidak hanya lebih menarik daripada teks biasa, tetapi juga lebih mudah diingat oleh pembaca. 

    Infografis yang bagus tentunya dapat menyederhanakan topik yang rumit dan membuatnya menarik secara visual dan mudah dimengerti. Cara membuat infografis yang memukau secara visual yaitu dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber secara akurat. 

    8. Teknikal

    Unsplash.com

    Jenis aspek visual ini sangat erat kaitannya dengan bidang yang berhubungan dengan pembuatan gambar. Tujuannya tak lain adalah untuk menjelaskan konsep-konsep yang rumit dan terspesialisasi. 

    Penggambaran ini biasanya ditujukan untuk memvisualisasikan objek fisik atau konsep dengan menggunakan simbol dan label. Salah satu contohnya yakni profesi arsitek dan insinyur yang sangat sering menggunakan ilustrasi teknikal untuk proyek-proyek mereka. 

    Aspek visual tersebut dapat digambar dengan manual atau melalui alat bantu teknis seperti menggunakan software AutoCAD.

    9. Mode

    Unsplash.com

    Jenis ilustrasi ini merupakan bagian penting dari profesi perancang busana sehingga mereka dapat menjelaskan ide gaya mode yang langsung bisa dipahami, dan sekaligus menarik secara visual.

    Selain itu, gambar mode juga dapat mempercepat proses brainstorming dan memungkinkan para desainer untuk fokus pada tugas yang sedang mereka kerjakan.

    10. 3D

    Unsplash.com

    Topik ini menjadi salah satu tren terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Dengan 3D, baik desainer maupun pengguna dapat memvisualisasikan ruang dengan lebih baik yang pada gilirannya membantu proses pengambilan keputusan. 

    Selain itu, elemen 3D memungkinkan semua orang untuk melihat hal-hal yang tidak akan terlihat jika digambar dalam bentuk 2D.

    Tips Membuat Ilustrasi Sendiri

    Nah, bagi kamu yang ingin mencoba membuatnya sendiri, ada beberapa tips yang perlu dilakukan untuk melatih kemampuan menggambar sebagai berikut.

    1. Latihan Setiap Hari

    Tak bisa dipungkiri, cara tercepat untuk melatih keahlian baru yakni dengan berlatih setiap hari. Tak terkecuali bagi para ilustrator.

    Mungkin akan menjadi sangat sulit di awal lantaran adanya berbagai hambatan yang menghalangi. Tetapi, hambatan itu bisa kamu atasi dengan mengikuti beberapa challenge menggambar yang dapat kamu temui di berbagai platform media sosial. 

    Misalnya, cobalah untuk mencari tagar umum seperti #illustrationchallenge atau #365daysofdrawing di Instagram.

    2. Mempunyai Sketch Book

    Jika kamu amati, para illustrator profesional biasanya mempunyai sketch book sebagai alat latihannya. Bahkan seiring dengan perkembangan era digital, penggunaan perangkat elektronik untuk menggambar dapat kamu akses melalui beberapa aplikasi berbasis vektor.

    Namun sebagai pemula, ada baiknya menggunakan peralatan gambar tradisional terlebih dahulu demi melatih fokus.

    Sketch book bisa menjadi tempat untuk mengeksplorasi ide dan bahan, mencatat referensi untuk dilihat nanti, menangkap pikiran dan pengalaman, serta yang paling penting kamu bebas melakukan kesalahan.

    3. Mencari Inspirasi

    Mencari inspirasi merupakan salah satu aspek penting untuk meningkatkan keahlian kamu untuk menjadi seorang ilustrator. Cobalah untuk menemukan role model ilustrator di media sosial atau website portofolio yang sesuai dengan gaya menggambar kamu. Misalnya dari Instagram, Pinterest, atau Behance.

    Cara lain agar inspirasi semakin berkembang yaitu dengan sesekali membeli buku atau majalah yang dapat digunakan sebagai sumber referensi. Selain itu, kamu  bisa juga melakukan aktivitas outdoor seperti menonton film di bioskop, jalan jalan ke taman, hingga mengunjungi museum yang dapat memicu imajinasi.

    4. Buat Brief Sendiri

    Sudah menentukan jenis ilustrasi yang akan dibuat? Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, ada banyak bidang yang bisa menjadi fokus kamu dalam berkarya seperti untuk editorial, mode, hingga komik. 

    Terlepas dari apapun bidangnya, membuat brief sendiri sangat penting untuk kamu lakukan. Apalagi jika kamu bekerja dengan banyak proyek. Selain melatih kedisiplinan, cara ini juga ampuh agar kamu terbiasa membuat gambar yang bagus dan mengandung makna tertentu.

    5. Kembangkan Ciri Khas Gaya Menggambar

    Gaya menggambar secara perlahan-lahan akan muncul dengan sendirinya jika sering kamu latih. Semakin sering kamu asah, maka akan semakin mudah untuk mengidentifikasi ciri khas gambar ilustrasi yang kamu buat.

    Nah, dari ciri khas inilah yang lambat laun juga akan berevolusi selama kamu konsisten berlatih.

    6. Unggah Hasil Karya Terbaik

    Sudah berlatih ekstra dan menemukan gaya menggambar sendiri? Itu tandanya kamu harus mengunggah hasilnya ke platform online.

    Kenapa? Sebab, dengan mengunggah karya tersebut, kamu akan mendapat feedback dari orang lain yang bisa menjadi masukan bermanfaat.kedepannya. Jadi, tidak perlu takut untuk menempatkan diri dan menunjukkan karya terbaik kamu di luaran sana.

    Sudah Lebih Paham tentang Ilustrasi?

    Ilustrasi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Sejak dahulu, cara ini telah dimanfaatkan untuk menggambarkan kehidupan manusia dan lingkungannya.

    Karena sifatnya yang visual sehingga tentu menarik perhatian. Bahkan, gambar ini acap kali dijadikan alat komunikasi dalam berbagai media, mulai dari buku dan majalah hingga media online dewasa ini.

    Meski hanya berupa gambar, sejatinya aspek visual ini juga mempunyai pesan tersirat dibalik pembuatannya. Entah itu tujuannya satire maupun hanya sekedar informasi yang sesuai dengan keadaan sebenarnya. Semoga informasi ini bermanfaat!

  • Pengertian Teori Warna, Jenis, Manfaat, dan Penjelasan Roda Warna

    Pengertian Teori Warna, Jenis, Manfaat, dan Penjelasan Roda Warna

    Teori warna menjadi dasar dalam seni, desain, psikologi warna, dan banyak bidang lain yang melibatkan penggunaan dan pemahaman tentangnya. Lewat pemahaman ini, Anda dapat memanfaatkan kekuatan warna untuk menciptakan efek emosional, mempengaruhi suasana, dan mengomunikasikan pesan dalam karya.

    Apa Itu Teori Warna?

    Color theory merupakan ilmu dan seni ketika menggunakan warna. Ilmu ini menjelaskan bagaimana manusia mempersepsikan warna dan efek visual dari bagaimana warna saling mencampur atau berkontras satu sama lain. 

    Selain itu, color theory juga melibatkan pesan yang disampaikan oleh warna dan metode yang dipakai untuk mereplikasinya. Dalam color theory, warna-warna diatur dalam roda warna dan terbagi menjadi 3 kategori, yaitu warna primer, sekunder, dan tersier. 

    Ilmu ini mencakup berbagai konsep, prinsip, dan model untuk menjelaskan sifat dan karakteristik warna. Color theory sendiri melibatkan pemahaman tentang aspek fisik, psikologis, dan estetika. 

    Pada tingkat fisik, teori warna menjelaskan tentang spektrum elektromagnetik dan bagaimana warna tercipta melalui panjang gelombang cahaya yang berbeda. Spektrum mencakup warna dasar seperti merah, hijau, dan biru yang merupakan komponen dasar dalam model warna RGB (Red, Green, Blue) dalam media digital.

    Sedangkan aspek psikologis color theory mencakup bagaimana warna mempengaruhi emosi, persepsi, dan respons manusia. Studi dalam bidang ini mengungkapkan bahwa warna memiliki asosiasi emosional dan dapat mempengaruhi suasana hati seseorang. 

    Selain itu, teori ini juga mencakup aspek estetika dalam seni, desain, dan bidang kreatif lainnya. Penggunaan warna yang tepat dapat meningkatkan daya tarik visual, menekankan elemen penting, menciptakan kesan, dan menyampaikan pesan dalam karya seni.

    Secara keseluruhan, color theory merupakan kajian yang luas tentang sifat, interaksi, dan pengaruh warna. Pemahaman tentang teori ini memungkinkan untuk menggunakan warna dengan lebih efektif dalam berbagai konteks, mulai dari seni dan desain hingga psikologi dan komunikasi visual.

    Jenis Warna dalam Teori Warna

    Dalam color theory, terdapat beberapa jenis warna yang umumnya digunakan untuk mengkategorikan warna-warna dalam suatu sistem. Ada beberapa jenis warna yang terdapat dalam color theory, yaitu:

    1. Warna Primer

    Jenis warna yang pertama adalah primer atau primary color. Primary color merupakan warna yang tidak bisa dihasilkan melalui gabungan warna lainnya. 

    Dalam sistem warna tradisional, terdapat tiga warna primer, yaitu RYB (Red, Yellow, Blue). Warna primer membentuk dasar untuk menciptakan warna lain melalui campuran atau kombinasi.

    2. Warna Sekunder

    Warna sekunder terbentuk melalui campuran dua warna primer dalam proporsi yang sama. Contoh warna sekunder adalah oranye (campuran merah dan kuning), ungu (campuran merah dan biru), dan hijau (campuran biru dan kuning) dalam sistem warna RYB. 

    3. Warna Tersier

    Warna tersier terbentuk melalui campuran primer dengan sekunder dengan proporsi berbeda. Campuran warna ini dapat menghasilkan berbagai nuansa dan gradasi di antara warna primer dan sekunder. Contoh warna tersier adalah merah-oranye, kuning-oranye, hijau-kebiruan, biru-ungu, ungu-merah, dan sebagainya.

    Prinsip Komposisi dan Harmoni

    Selain ketiga jenis warna tersebut, teori warna juga melibatkan prinsip-prinsip komposisi dan harmoni warna. Misalnya, konsep kontras warna, harmoni analogous, dan harmoni komplementer. 

    Kontras warna menciptakan perbedaan tajam antara warna-warna yang berlawanan dalam roda warna. Sementara itu, harmoni analogous mengacu pada kombinasi warna yang berdekatan dalam roda warna untuk menciptakan keseimbangan visual. 

    Warna-warna ini memiliki kesamaan dan harmoni karena memiliki nuansa yang serupa. Contohnya adalah merah-oranye, jingga, dan kuning-oranye.

    Sedangkan harmoni komplementer melibatkan penggunaan warna-warna yang berlawanan dalam roda warna. Tujuannya untuk menciptakan efek yang menarik dan kontras yang kuat. Contohnya, merah dan hijau, biru dan oranye, serta kuning dan ungu.

    Manfaat Teori Warna

    Pemahaman tentang color theory memiliki banyak manfaat yang signifikan dalam berbagai bidang. Termasuk seni, desain, komunikasi visual, psikologi, dan pemasaran. Berikut adalah beberapa manfaat color theory yang perlu Anda ketahui: 

    1. Bidang Seni dan Desain

    Dalam bidang seni dan desain, teori ini memungkinkan seniman dan desainer untuk menciptakan karya yang harmonis dan menarik secara visual. Melalui pemahaman tentang roda warna, kontras, dan harmoni, Anda dapat memilih dan menggabungkan warna dengan tepat untuk mencapai efek yang diinginkan.

    2. Psikologi

    Warna memiliki pengaruh emosional dan psikologis yang kuat. Pemahaman tentang color theory memungkinkan untuk memanfaatkan efek emosional warna dalam konteks yang tepat. 

    Misalnya, warna-warna hangat seperti merah dan oranye dapat menciptakan perasaan energi dan gairah. Sedangkan warna-warna dingin seperti biru dan hijau dapat memberikan kesan ketenangan dan kedamaian.

    3. Desain Interior

    Dalam desain interior, teori warna membantu menciptakan suasana dalam ruangan. Warna berfungsi untuk menciptakan ruang yang terasa lebih luas, hangat, ramah, atau tenang. 

    Dalam memilih palet warna untuk interior, pengetahuan tentang kontras warna, harmoni, dan psikologi warna sangat berguna untuk menciptakan nuansa yang diinginkan.

    4. Bidang Ilustrasi dan Desain Grafis

    Color theory juga berguna untuk menciptakan karya yang menarik di bidang ilustrasi dan desain grafis. Pemilihan warna yang tepat dapat membantu membedakan elemen-elemen visual, meningkatkan keterbacaan, dan mengarahkan perhatian pengguna. 

    Bahkan, dalam desain antarmuka pengguna (UI) dan desain situs web, warna juga berfungsi untuk membedakan elemen interaktif. Serta dapat membangun hirarki visual dan menciptakan pengalaman pengguna yang menyenangkan.

    5. Pemasaran dan Branding

    Color theory juga memiliki peran penting dalam pemasaran dan branding. Mulai dari meningkatkan daya tarik dan komunikasi visual, menciptakan identitas dan kesadaran merek, meningkatkan perhatian, hingga membantu dalam proses pengambilan keputusan. 

    Contohnya adalah banyak merek makanan cepat saji yang menggunakan warna merah dan kuning untuk menciptakan kesan kegembiraan dan stimulasi. 

    Roda Warna

    cnd

    Saat membahas tentang teori warna, maka color wheel alias roda warna menjadi bagian yang tak terpisahkan. Roda warna adalah alat yang digunakan untuk mengorganisasi warna dan menggambarkan hubungan antara warna-warna tersebut. 

    Pada color wheel tradisional, terdapat 12 warna yang diatur secara berurutan dalam lingkaran. Warna primer biasanya berada pada posisi yang sama jauh satu sama lain untuk menciptakan keseimbangan. Di antara warna primer, terdapat warna sekunder hasil dari campuran dua warna primer, seperti oranye, hijau, dan ungu.

    Selain warna primer dan sekunder, roda ini juga mencakup warna tersier. Selain itu, color wheel juga menggambarkan hubungan warna komplementer, yaitu warna-warna yang saling melengkapi dan menciptakan kontras kuat. 

    Warna komplementer terletak di sisi berlawanan dalam roda warna dan berguna untuk menciptakan efek yang menarik dan berani dalam karya seni atau desain.

    Penerapan color wheel dalam seni dan desain sangat penting. Roda warna membantu dalam memahami hubungan warna, menciptakan kombinasi warna yang harmonis, memilih warna yang sesuai untuk tujuan kreatif tertentu, dan mengkomunikasikan pesan yang diinginkan.

    Skema Warna

    Selain teori dan roda, Anda juga perlu memahami tentang apa itu skema warna atau color scheme. Skema warna adalah pendekatan sistematis untuk memilih dan menggabungkan warna dalam suatu desain dengan tujuan menciptakan harmoni visual. Terdapat beberapa jenis skema untuk menciptakan harmoni visual, yaitu:

    1.Monokromatik

    Jenis skema ini menggunakan variasi intensitas dan kecerahan dari satu warna dasar. Skema monokromatik akan memberikan tampilan yang tenang, kohesif, dan serasi.

    2. Komplementer

    Skema warna ini melibatkan penggunaan warna yang berlawanan di roda warna. Warna-warna komplementer menciptakan kontras yang kuat dan menarik. Contohnya, kombinasi biru dan oranye atau ungu dan kuning. 

    2. Analog

    Skema warna analog melibatkan penggunaan warna yang berdekatan satu sama lain di roda warna. Misalnya, menggunakan kombinasi kuning, oranye, dan merah. 

    Skema ini akan memberikan harmoni yang alami dan lembut. Teori warna berperan penting lewat skema ini, karena dapat mempengaruhi konsumen melakukan pembelian.

    4. Triadik

    Skema triadik melibatkan penggunaan tiga warna yang terletak dalam bentuk segitiga sama sisi di roda warna. Ini akan menciptakan kombinasi yang berani dan berimbang. Misalnya, kombinasi merah, kuning, dan biru.

    5. Tetradik

    Skema tetradik melibatkan penggunaan empat warna yang membentuk persegi panjang di roda warna. Skema ini akan memberikan kombinasi yang kompleks dan beragam. Penting untuk mencapai keseimbangan dalam penggunaan warna agar desain tetap terlihat harmonis.

    6. Split Komplementer

    Skema split komplementer melibatkan penggunaan warna utama dan dua warna yang berada di sekitar komplementer dari warna utama tersebut. Ini akan menciptakan keseimbangan antara kontras dan harmoni.

    Sudah Memahami Apa itu Teori Warna?

    Kesimpulannya, color theory merupakan bidang studi yang mempelajari tentang pembentukan, pengaturan, dan persepsi warna. Pemahaman tentang teori ini dapat membantu menciptakan kombinasi warna yang harmonis, mempengaruhi emosi dan persepsi, serta mencapai tujuan kreatif tertentu. Semoga bermanfaat!

  • Pengertian Iklan Komersial: Ciri, Jenis, Tujuan dan Contoh Produknya

    Pengertian Iklan Komersial: Ciri, Jenis, Tujuan dan Contoh Produknya

    Iklan komersial adalah sarana bagi perusahaan untuk memperkenalkan produknya lewat berbagai media komunikasi. Iklan ini berbeda dengan iklan non-komersial yang digunakan untuk opini atau gagasan untuk kepentingan pribadi  (poster orang hilang) dan bersama (iklan layanan masyarakat). Lantas, apa tujuannya?

    Pengertian Iklan Komersial

    Dilansir dari The Media Ant, iklan komersial atau commercial advertising adalah tindakan membujuk calon klien untuk membeli barang atau jasa untuk mendapatkan keuntungan bisnis. Klien di sini bisa orang atau perusahaan. 

    Ini bertujuan untuk mengubah calon klien menjadi pelanggan dan membuatnya lebih akrab dengan produk dan brand.

    Sedangkan menurut Agus S. Madjadikara dalam karyanya berjudul “Bagaimana Biro Iklan Memproduksi Iklan”, commercial advertising adalah iklan yang bertujuan untuk memasarkan produk, baik barang ataupun jasa.

    Salah satu aspek penting dari commercial advertising, yakni bisa menciptakan permintaan atau kebutuhan yang dirasakan klien. Jadi, ketika mereka memiliki alasan untuk menginginkan sesuatu, commercial advertising muncul untuk menawarkan solusi atas kebutuhan tersebut.

    Lebih lanjut lagi, commercial advertising bisa memberikan jawaban atas pertanyaan konsumen, seperti apa yang ingin kamu makan, kemana tempat yang bagus untuk pergi, atau apa yang harus kamu beli. 

    Namun, tidak semua commercial advertising berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan. Sebab, mereka juga bisa menciptakan branding. Branding yang efektif bisa membuat konsumen secara cepat mengenali nama produk atau perusahaan dan memberikan penilaian positif terhadapnya.

    Ciri-Ciri Iklan Komersial

    Adapun ciri-ciri dari commercial advertising adalah sebagai berikut:

    • Komunikasi berbayar, maksudnya komunikasi yang mengharuskan pemasar untuk menanggung sejumlah biaya.
    • Tidak berbentuk komunikasi personal. Dengan kata lain, untuk khalayak ramai dan bukan untuk konsumsi pribadi saja.
    • Menjelaskan dan menawarkan produk (barang dan jasa) dari sebuah perusahaan.
    • Memiliki sifat persuasif
    • Menggunakan diksi atau pemilihan kata yang mudah untuk dipahami dan menarik calon konsumen.
    • Ditujukan untuk target audiens.
    • Berupa bagian dari strategi pemasaran secara keseluruhan.

    Tujuan Iklan Komersial

    Berikut adalah beberapa tujuan dari commercial advertising:

    1. Meningkatkan Penjualan

    Tujuan utama dari commercial advertising adalah untuk meningkatkan penjualan. Sebab, biasanya iklan ini dibuat untuk memasarkan produk atau layanan dan mengajak pelanggan potensial untuk melakukan pembelian.

    Ketika membuat iklan yang persuasif dan menarik, perusahaan mencoba berupaya untuk membangkitkan minat konsumen, men-trigger kemauan, dan akhirnya mendorong penjualan. Dalam mengiklankan produk, perusahaan menggunakan berbagai strategi untuk menampilkan manfaat atau fitur dari suatu produk/layanan.

    Beberapa strategi yang digunakan biasanya berfokus pada menciptakan rasa urgensi, menarik emosi, atau menyediakan konten yang sifatnya informatif atau mendidik. Pendekatan ini ditujukan untuk mempengaruhi perilaku konsumen, sehingga dapat menghasilkan pendapatan bagi bisnis.

    2. Memperkenalkan Brand atau Produk

    Tujuan lain dalam iklan komersial adalah meningkatkan brand awareness. Brand awareness sendiri mengacu pada tingkat pengetahuan dan kedekatan yang dimiliki konsumen dengan merek tertentu. Dengan kata lain, perusahaan yang memasang iklan ini ingin agar merek mereka lebih dikenal dan diingat konsumen.

    Biasanya, commercial advertising akan memasukkan unsur-unsur seperti nama brand, logo, tagline, dan elemen audio atau visual lainnya terkait dengan merek. Dengan ini, perusahaan bisa menampilkan brand mereka ke calon pelanggan potensial dan menciptakan kedekatan dan kepercayaan.

    Biasanya, iklan yang bertujuan untuk meningkatkan brand awareness akan digunakan ketika meluncurkan merek/produk baru, melakukan re-branding, dan membangun merek di pasar baru. Selain itu, perusahaan juga akan menunjukan semua keunikan mereka dalam rangka mengedukasi terkait brand mereka.

    3. Membuat Konsumen Tertarik dengan Produk

    Commercial advertising juga memiliki tujuan untuk meyakinkan dan menarik hati konsumen untuk membeli produk kita. Umumnya, iklan akan dibuat secara persuasif (persuasive advertising), dengan harapan calon konsumen tertarik dengan produk yang dilihatnya.

    Cara ini akan mencoba mengusik emosi dan menciptakan rasa relevansi bagi calon konsumen. Kadang-kadang, iklan akan disajikan menggunakan unsur storytelling atau humor, untuk menarik perhatian dan membuat mereka tertarik dengan produk yang ditawarkan.

    Target dari iklan ini biasanya adalah konsumen yang mengambil tindakan, seperti beralih dari produk kompetitor ke produk yang kamu tawarkan. Oleh sebab itu, ada beberapa iklan yang mencoba meng-counter keunggulan kompetitor. Selain itu, ketertarikan ditujukan untuk pelanggan lama, agar terus setia menggunakan produkmu.

    4. Menciptakan Brand Image

    Iklan komersial memiliki tujuan untuk membangun dan membentuk brand image. Brand image sendiri merupakan persepsi dan reputasi yang dimiliki konsumen terhadap suatu merek. Ini mencakup pemikiran, perasaan, dan kesan keseluruhan yang dimiliki konsumen ketika mereka memikirkan atau berinteraksi dengan merek tertentu.

    Lewat iklan yang ditayangkan atau ditunjukkan, perusahaan bisa secara strategis mengkomunikasikan dan menggambarkan citra yang diinginkan dari merek kepada calon konsumen. Mereka bisa menonjolkan nilai jual, kepribadian perusahaan, dan manfaat yang dimiliki untuk menciptakan persepsi yang menguntungkan.

    Biasanya, suatu perusahaan akan menggunakan platform secara konsisten dengan memasang iklan secara teratur di channel mereka, seperti Instagram atau Facebook. Selain itu, mereka juga konsisten dalam desain yang digunakan, sehingga timbul keakraban dan pengenalan dengan konsumen.

    Jenis-Jenis Iklan Komersial

    Di bawah ini adalah beberapa jenis commercial advertising berdasarkan medianya, antara lain:

    1. Iklan Televisi

    Iklan televisi merujuk pada promosi produk, layanan, atau brand lewat iklan yang disiarkan di jaringan atau saluran televisi. Jenis commercial advertising ini adalah bentuk periklanan yang memanfaatkan audio visual televisi untuk menjangkau khalayak ramai. Biasanya, iklan ini berupa video pendek yang tidak sampai 2 menit.

    Iklan ini biasanya diproduksi untuk menarik perhatian pemirsa selama jeda iklan atau sebagai bagian dari program bersponsor. Biaya iklan di televisi cukup beragam, karena didasarkan pada ukuran jaringan penontonnya. Bisa dibilang, iklan ini cukup mahal daripada jenis iklan lain dan tidak disukai, karena ‘mengganggu’ pemirsa.

    2. Iklan Radio

    Iklan radio adalah promosi produk lewat iklan yang disiarkan stasiun radio. Untuk menjangkau audiens, iklan ini tampil dalam bentuk audio, agar mereka bisa mendengarkannya. Selain itu, jenis iklan komersial ini juga mampu menjangkau audiens lokal atau regional yang ditargetkan.

    Iklan radio biasanya lebih pendek atau setara dengan iklan TV. Selain itu, iklan ini akan muncul di antara program musik atau diskusi. Perusahaan juga bisa membayar pembawa acara untuk mengiklankan produk mereka. Anggarannya pun dinilai lebih terjangkau daripada iklan televisi.

    3. Iklan Internet (Digital)

    Sesuai namanya, iklan internet adalah iklan yang mempromosikan produk lewat saluran dan platform internet atau secara online. Iklan internet memungkinkan penargetan yang tepat, akurat, terukur, dan mempersonalisasi iklan. Selain itu, iklan internet juga membuat penjualan bisa melacak dan mengukur kinerja iklan mereka secara real-time.

    Iklan internet juga bisa memberikan wawasan tentang tayangan iklan, konversi, dan metrik penting lainnya. Selain itu, di internet, iklan video biasanya berdurasi kurang dari 30 detik dan ditayangkan bersamaan dengan cuplikan video pendek. Beberapa contoh jenis commercial advertising di internet, antara lain banner, pop-up, dan iklan video.

    4. Iklan Cetak

    Iklan cetak adalah sebuah promosi produk menggunakan bahan cetak, seperti brosur, selembaran, poster, majalah, hingga surat kabar. Harga pemasangannya pun bervariasi, tergantung dari tingkat pembaca dan penempatan iklan di dalam majalah atau koran. Selain itu, iklan cetak berupa pamflet juga memiliki harga yang berbeda.

    Bisanya, commercial advertising ini berupa konten visual dan tekstual yang berisi pesan kepada audiens melalui benda cetak fisik.

    Contoh Produk Iklan Komersial

    Di bawah ini adalah beberapa contoh produk yang menggunakan commercial advertising, antara lain:

    idseducation.com

    Iklan Indomie sering mengisi jeda iklan yang ada di televisi. Brand tersebut selalu mengeluarkan iklan setiap meluncurkan varian-varian terbaru bisnis mereka. Selain itu, mereka juga selalu membuat iklan dengan tone yang ceria dan berwarna-warni.

    tirto

    Selain itu, iklan marjan adalah iklan komersial yang identik dengan bulan puasa. Sebab, iklan ini biasanya muncul hanya menjelang bulan Ramadhan saja.

    Akan tetapi, produksinya sempat viral beberapa waktu lalu, karena penggunaan konsep sinematografi dengan CGI yang memanjakan mata. Ini membuat penontonnya selalu menantikan iklan baru dari mereka.

    Sudah Paham Apa Itu Iklan Komersial?

    Commercial advertising sangat berguna bagi perusahaan untuk mengenalkan produk mereka kepada khalayak. Selain itu, commercial ads biasanya digunakan dengan tujuan meningkatkan penjualan sampai menciptakan brand awareness.

  • 15 Fungsi Kemasan Produk serta Jenisnya yang Wajib Kamu Ketahui!

    15 Fungsi Kemasan Produk serta Jenisnya yang Wajib Kamu Ketahui!

    Kemasan suatu barang memiliki fungsi-fungsi yang beragam. Bisa dibilang, kemasan adalah garda terdepan dalam melindungi fisik barang yang ada di dalamnya. Selain itu, kemasan juga memiliki fungsi terkait pemasaran barang yang ditawarkan dan masih banyak lagi. Lantas, apa saja fungsi kemasan produk?

    Jenis-Jenis Kemasan

    Sebelum mengetahui fungsi kemasan produk, kamu harus paham dulu jenis-jenisnya. Dilansir dari Feedough, ada 3 jenis kemasan, antara lain:

    1. Kemasan Primer

    goodmockups.com

    Kemasan primer atau primary package adalah kemasan yang memang secara langsung bersentuhan dengan barang yang ditawarkan. Kemasan ini bertujuan agar pelanggan bisa mengidentifikasi, memperoleh pengetahuan produk, dan sebagai panduan konsumsi produk.

    Artinya, kemasan ini adalah kemasan dasar yang berfokus pada kegunaan dan penampilan. Kemasan primer antara lain kantong plastik, kotak kardus, dll. Isi dari kemasan primer biasanya produk jadi. Jadi, kemasan ini dapat melindungi dan menjaga produk jadi dari kontaminasi dan kerusakan.

    Contoh kemasan primer, antara lain kantong laminasi buah kering, kaleng-kaleng minuman ringan, dan kaleng komposit untuk keripik

    2. Kemasan Sekunder

    foodanddrinktechnology.com

    Kemasan sekunder berbentuk lapisan kemasan kedua yang biasanya keberadaannya tidak dilihat oleh pelanggan. Fungsi kemasan sekunder adalah untuk mengelompokkan dan menyatukan unit-unit individual produk untuk mengirimkannya dalam jumlah besar ke titik penjualan.

    Kemasan Ini terdiri dari unit produk yang lebih kecil ke dalam satu paket dan membantu dalam pengelompokan serta identifikasi sebelum produk diperlihatkan kepada pelanggan. Beberapa contoh kemasan sekunder, antara lain plastic ring (cincin plastik) yang menyatukan minuman dan kotak kardus berisi beberapa kotak sereal.

    Membuka kemasan sekunder tidak akan mempengaruhi kualitas produk, karena sifatnya yang terpisah dan hanya untuk menyatukan saja.

    3. Kemasan Tersier

    thepackagingcompany.us

    Kemasan tersier, disebut juga dengan kemasan curah atau transit, biasanya digunakan untuk mengelompokan sejumlah besar produk tertentu (berupa kemasan sekunder) untuk mengangkutnya dari poin A ke B. Tujuan dari pengemasan tersier adalah untuk memudahkan dalam mengangkut banyak produk di satu waktu dengan mudah.

    Beberapa contoh kemasan tersier, antara lain palet kayu yang digunakan dalam pengiriman barang dan kardus yang berisi sejumlah besar barang kemasan.

    15 Fungsi Kemasan Produk

    Di bawah ini adalah beberapa fungsi kemasan produk untuk barang yang ditawarkan kepada konsumen, antara lain:

    1. Memudahkan Pendistribusian

    Kemasan produk berfungsi untuk memperlancar proses pendistribusian. Dengan pengemasan, produk bisa ditangani, ditumpuk sedemikian rupa, dan diangkut dengan aman di seluruh supply chain. Selain itu, adanya kemasan akan mencegah kerusakan terhadap produk pada saat pengiriman.

    Kemasan produk juga biasanya terdapat pelabelan dan informasi lain yang dibutuhkan. Alhasil, pelacakan dapat dilakukan dengan akurat dan efisien, sehingga memudahkan distribusi barang.

    2. Melindungi Produk

    Fungsi kemasan produk, yakni berperan penting dalam menjaga dan melindungi barang dagang kamu. Jadi, kemasan akan menjadi pelindung fisik yang melindungi produk dari faktor luar, seperti udara, cahaya, kelembaban, dan hal-hal yang menurunkan kualitas produk.

    Biasanya, material kemasan digunakan berdasarkan sifat produknya. Misalnya, produk makanan membutuhkan kemasan yang kedap udara untuk mencegah pembusukan. Jadi, dengan melindunginya dengan kemasan, maka akan memperpanjang umur produk dan memastikan sampai dengan baik ke tangan konsumen.

    3. Brand Identity

    Kemasan berfungsi sebagai sarana mengekspresikan identitas merek. Misalnya, pada kemasan terdapat logo, warna, dan desain yang menjadi khas suatu merek. Ini membantu konsumen untuk mengenali merek dengan cepat, diantara berbagai produk.

    Ada beberapa cara agar kemasan bisa berfungsi sebagai brand identity. Misalnya, desain box yang menarik tanpa mengabaikan kesesuaian dengan produk, memberi label berisi profil perusahaan, hingga pemilihan material yang digunakan.

    4. Memberi Informasi

    Fungsi kemasan produk selanjutnya, yaitu memberikan informasi kepada konsumen. Kemasan akan memberikan detail penting tentang barang, seperti nama, varian, ukuran, jumlah, dan (untuk makanan dan minuman) rasanya. Alhasil, konsumen akan terbantu untuk mengidentifikasi produk dan pendistribusian menjadi lebih efisien.

    Untuk makanan, biasanya kemasan digunakan untuk memberi informasi tentang  bahan dan informasi gizi. Untuk benda, kemasan akan berisi petunjuk penggunaan.

    5. Sebagai Saluran Promosi

    Fungsi kemasan produk berikutnya adalah sebagai media promosi. Sebab, dalam praktiknya, kemasan akan menjadi penarik perhatian calon konsumen dan menciptakan kesan pertama yang positif. Dengan kemasan yang eye-catching, maka akan membuat rasa penasaran bagi mereka.

    Bisa dibilang, kemasan produk ini bukan hanya sebagai pelindung, tetapi juga bisa menciptakan shopping experience bagi konsumen. Apalagi, jika kemasan digunakan untuk mempromosikan penawaran terbatas atau promosi khusus, seperti barang limited-edition.

    6. Efisiensi

    Penggunaan kemasan juga memiliki peran untuk meningkatkan efisiensi perusahaan. Hal ini karena ukuran dari kemasan mempengaruhi waktu dan biaya produksi. Sebab, semakin ringkas kemasan, maka semakin efisien pula biaya produksinya.

    Meski begitu, pastikan kualitas kemasan juga diperhatikan. Sebab, kemasan harus mempertimbangkan penggunaan bahan yang berkualitas, tetapi efisien. Hal tersebut agar produk bisa terlindungi dengan baik dari kerusakan-kerusakan yang tidak diinginkan hingga sampai ke tangan konsumen.

    7. Memberi Jaminan Produk

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, fungsi kemasan produk adalah memberikan perlindungan terhadap barang yang ada di dalamnya. Maka, hal ini memberikan jaminan keamanan untuk konsumen, karena produk bisa sampai dengan keadaan baik.

    Apalagi, jika produk yang dikirim adalah barang yang rentan atau rawan rusak. Misalnya, barang kaca atau makanan. Produk berbahan kaca akan pecah, jika kemasannya terlalu besar dan menyisakan banyak ruang. Sedangkan makanan, tidak tahan dalam kondisi tertentu.

    8. Nilai Pembeda dari Kompetitor

    Bisa dibilang, fungsi kemasan adalah menjadi pembeda dengan kompetitor. Kemasan juga menjadi hal yang menonjol dibandingkan produk kompetitor kamu. Apalagi, jika kompetitor kamu tidak menggunakan kemasan sama sekali. Produk tanpa kemasan menjadi nilai minus dan membuat produk susah untuk dilirik konsumen.

    Untuk itu, kemasan yang unik, baik dari segi desain maupun kualitas akan membuat konsumen tertarik, karena berbeda dengan yang lain. Selain itu, dengan membuat kemasan yang terlihat berbeda, maka menunjukkan produk kamu adalah yang terbaik di pasar.

    9. Daya Tarik Merek

    Fungsi kemasan produk lainnya adalah menjadi daya tarik merek itu sendiri. Banyak transaksi pembelian yang didasarkan pada kemasan dan informasi yang tertera di dalamnya. Daya tarik ini terdiri dari visual dan fungsional.

    Daya tarik visual meliputi unsur gambar, seperti ilustrasi, warna, dan huruf serta unsur bahasa, seperti nama produk dan keterangan lainnya. Sementara daya tarik fungsional mengacu pada kepraktisan/fleksibilitas, seperti mudah disimpan atau mudah dibuka/tutup.

    10. Memberi Instruksi Pembuangan

    Saat ini, pembuangan kemasan produk dinilai tidak penting bagi sebagian orang. Terbukti, banyak sampah kemasan dengan pengolahan yang tidak tepat. Alhasil, sampah tidak terurai dengan baik. Untuk itu, kemasan itu sendiri harus memberi tahu bagaimana cara membuangnya untuk ikut andil terhadap kelestarian lingkungan.

    Hal ini juga berpengaruh pada pandangan konsumen tentang merek kita. Sebab, dengan ini, konsumen akan menilai bahwa kita benar-benar peduli terhadap alam. Terlebih, jika kemasan diproduksi dengan material ramah lingkungan.

    11. Meningkatkan Efektivitas Penyimpanan

    Fungsi kemasan produk berikutnya adalah dapat memaksimalkan pemanfaatan ruang penyimpanan. Dengan memanfaatkan volume yang tersedia secara efisien, pengemasan bisa membantu menyimpan lebih banyak barang di area gudang bisnis kamu.

    Selain itu, kemasan produk yang dibuat sedemikian rupa, memungnkinkan untuk ditumpuk dan disusun dengan mudah. Hal ini memungkinkan penumpukan barang yang stabil dan memaksimalkan penggunaan ruang, baik secara vertikal dan horizontal.

    Selain itu, penyimpanan yang baik dengan memaksimalkan ruang juga bisa mencegah kerusakan isi.

    12. Membangun Hubungan

    Fungsi kemasan produk lainnya adalah membangun hubungan. Kemasan adalah bagian yang tidak bisa dilupakan dalam membangun hubungan antara merek dan konsumen. Misalnya, pengemasan untuk produk seperti pasta gigi atau produk alat tulis, akan berdampak pada persepsi merek setiap kali produk tersebut digunakan.

    Para konsumen akan merasakan, apakah kemasan produk tersebut menarik secara estetika, atau apakah kemasan tersebut membuat penggunanya menjadi lebih mudah atau malah lebih sulit. Dengan pengalaman positif yang dialami pengguna, maka bisa membangun hubungan dan mendorong loyalitas produk.

    13. Memberi Kenyamanan

    Kemasan berfungsi untuk memberikan kenyaman bagi konsumen. Kenyamanan dalam hal ini meliputi banyak aspek, diantaranya kenyamanan produk yang digunakan atau dikonsumsi atau kenyamanan saat membawa/memindahkan produk ke tempat lain.

    Misalnya, kemasan yang kuat dan tahan banting akan membantu proses pemindahan menjadi lebih efisien, sehingga menciptakan rasa nyaman untuk orang-orang yang terlibat, terutama pekerja. Selain itu, kemasan yang mudah dibawa-bawa juga akan membuat nyaman para konsumen.

    14. Menciptakan Permintaan Pelanggan

    Fungsi kemasan produk berikutnya adalah menciptakan demand pelanggan. Biasanya, fungsi ini bisa diaplikasikan oleh brand-brand yang telah punya nama, dengan cara menciptakan kemasan khusus dan unik bagi para konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan.

    Selain itu, produk tersebut merupakan edisi terbatas, misalnya kolaborasi antara kedua merek. Dengan ekslusifitas tersebut, membuat produk banyak dicari, sehingga muncul permintaan, agar perusahaan mengeluarkan kemasan baru atau edisi khusus lainnya.

    15. Untuk Memuat Banyak Barang

    Ada beberapa produk yang terdiri dari beberapa bagian atau komponen, misalnya, perlengkapan fotografi, yang harus dilindungi dengan baik dalam kemasannya. Kemasan ini biasanya menggunakan sisipan busa polietilen untuk melindungi isinya dari goncangan penyebab kerusakan.

    Sederhananya, bisa dibilang kemasan yang berisi busa tersebut dapat dijadikan tempat untuk memuat banyak barang, terkait produk yang ditawarkan.

    Sudah Tahu Fungsi Kemasan Produk?

    Demikian beberapa fungsi kemasan produk. Kemasan menjadi hal yang pertama dilihat oleh konsumen. Kemasan juga menjadi faktor penting dalam pendistribusian barang, agar bisa sampai dengan selamat ke tangan konsumen. Selain itu, kemasan bisa menjaga barang yang ada di dalamnya agar tetap aman dari gangguan eksternal.

  • Aliran Kubisme: Pengertian, Sejarah, Ciri, Tokoh, Contoh & Analisisnya

    Aliran Kubisme: Pengertian, Sejarah, Ciri, Tokoh, Contoh & Analisisnya

    Sebagai salah satu cabang seni rupa, aliran kubisme terbilang sebagai aliran yang menarik. Sebab, lukisan dengan aliran ini tak serta merta menampilkan dengan gamblang apa yang menjadi objek lukisan.

    Masyarakat mungkin sebenarnya cukup sering bertemu dengan karya seni dari aliran ini. Namun, tidak benar-benar memahami pengkategorian dari karya seni tersebut. Tak hanya karyanya, sejarah aliran ini juga tak kalah menarik.

    Artikel ini akan membahas kubisme sebagai salah satu aliran seni. Mulai dari pengertian, sejarah, ciri-ciri untuk membedakannya dengan aliran lain, hingga contohnya. Semoga ulasan ini dapat membuat pembaca lebih dapat menikmati karya seni semacam ini.

    Pengertian Aliran Kubisme

    Seperti namanya, kubisme berarti kubus atau bangun ruang tiga dimensi yang berbentuk persegi. Berdasar nama yang tercetus dari pelopornya, Pablo Picasso, lukisan dengan aliran ini nampak seperti kubus.

    Walau demikian, objek lukisan ini tidak selalu menggambarkan kekakuan sebuah banguan ruang seperti kubus. Dengan bentuk-bentuk geometri lain, obyek hidup dapat tumpah dalam lukisan aliran ini dengan sangat cantik.

    Pelukis dengan aliran ini dapat menyusun bentuk-bentuk geometris sedemikian rupa, sehingga lukisan yang datar tampak seperti timbul. Serta, memiliki lebih dari satu sudut pandang.

    Apa yang penikmat seni rasakan dari sisi depan, akan berbeda apabila mengamati karya dari sisi samping. Inilah keunikan  aliran ini.

    Sejarah Aliran Kubisme

    Sejarah perkembangan aliran seni ini dapat dikategorikan menjadi setidaknya 3 periode, yaitu kubisme awal, tinggi, dan akhir. Setiap periode memiliki pergerakannya masing-masing. Berikut ini penjelasannya:

    1. Kubisme Awal

    Periode pertama adalah kubisme awal yang menurut para sejarawan berkisar pada tahun 1906 hingga 1908. Ini adalah kurun waktu saat aliran ini mulai muncul. Tokoh pelopornya adalah Pablo Picasso.

    Saat itu, Picasso sukses mempersepsikan wujud manusia ke dalam lukisan geometris. Keunikan ini tentu mengundang minat pada seniman lain. Salah satunya adalah Goerges Braque yang mengikuti jejak Picasso.

    2. Kubisme Tinggi

    Periode berikutnya adalah kubisme tinggi, yaitu ketika aliran ini tumbuh dan berkembang semakin pesat. Pusat aliran ini berada di studio milik Picasso dan Braque. Periode waktu untuk masa ini adalah tahun 1909 sampai 1914.

    Saat itu juga ada seniman lain yang terlibat, yaitu Juan Gris. Gris adalah sahabat pena dari Braque. Pengaruh Gris yang saat itu sedang populer, membuat aliran kubisme sampai pada masa keemasannya.

    3. Kubisme Akhir

    Kemudian, periode kubisme akhir adalah berkisar pada tahun 1914 hingga 1921. Ciri periode ini adalah karya besar dari Picasso yang berjudul Avant Garde. Pada masa ini juga mulai muncul cabang dari aliran ini, yakni Orphic Cubism yang menggambarkan abstrak murni, namun tetap dengan ciri khas kubus. 

    Aliran ini berkembang atas prakarsa seniman yang bernama Jacques Villon dan Raymond Duchamp-Villon.

    Perkembangan aliran ini kemudian terhenti pada sekitar tahun 1921, karena perang dunia. Karya-karya dari para seniman masa tersebut mulai beralih untuk menggambarkan keprihatinan atas sengsara manusia akibat perang.

    Tokoh Kubisme

    Sampai saat ini sejarah mencatat beberapa seniman yang menjadi tokoh aliran ini. Berikut ini beberapa diantaranya lengkap dengan ulasan singkat tentang seniman tersebut:

    1. Pablo Picasso

    IDN Times

    Tokoh pertama adalah pelopor dari aliran ini, yaitu Pablo Picasso. Picasso hidup antara tahun 1881 sampai 1973. Sebagai seniman, Picasso tidak hanya membuat karya berupa lukisan. Namun juga patung, keramik, sampai tata panggung.

    Pengaruh besar Picasso dalam dunia seni adalah saat melukis dengan corak kubisme melalui kaya yang bernama Demoiselles d’Avignon. Karya ini berhasil mengubah sudut pandang keindahan yang umum pada masyarakat kala itu.

    2. Georges Braque

    The Art Story

    Tokoh aliran kubisme kedua, Goerges Braque. Sejarah mencatat bahwa tumbuh dan berkembangnya aliran ini oleh Picasso tak lepas dari peran Braque yang adalah sahabat Picasso.

    Braque hidup antara tahun 1882 hingga tahun 1963. Braque mulai melukis sejak masih kecil. Ia juga bersekolah pada sekolah seni Le Havre. Pertemuannya dengan Picasso membuat namanya sebagai seniman makin terkenal.

    3. Jacques Villon

    Wikiart

    Tokoh berikutnya adalah Jacques Villon. Cabang kubisme yang muncul dari seniman ini bernama Orphic Cubism. Meski memiliki ciri khas yang sama, cabang kubisme ini merupakan lukisan abstrak.

    Villon hidup pada periode tahun 1875 sampai 1963. Ia adalah seorang Perancis yang berasal dari daerah Normandia.

    4. Mochtar Apin

    Wikipedia

    Sedangkan dari dalam negeri, ada beberapa seniman atau pelukis yang kemudian menekuni corak kubisme. Salah satunya adalah Mochtar Apin yang hidup pada periode 1923 sampai tahun 1994.

    Karya-karya aliran kubisme dari Apin cenderung abstrak. Walau demikian, beberapa karya juga menampilkan manusia sebagai objek. Salah satunya lukisan yang berjudul Figur 3 Wanita.

    5. Ahmad Sadali

    Kaskus

    Tokoh aliran ini dari dalam negeri selain Mochtar Apin adalah Ahmad Sadali. Pelukis ini hidup pada periode tahun 1924 sampai 1987. Walaupun tercatat sebagai pelukis menerapkan corak kubisme, karya Sadali pada dasarnya lebih dekat ke aliran abstrak.

    Beberapa karyanya menunjukkan bauran antara kubisme dan abstrak. Salah satunya adalah yang berjudul abstrak, sebuah karya pada tahun 1986. Selain sebagai pelukis, Sadali juga dikenal sebagai penggerak seni modern Indonesia.

    Ciri-Ciri Aliran Seni Kubisme

    Setelah memahami pengertian dan mengenal beberapa tokoh terkait, berikut ini adalah beberapa ciri aliran seni ini. Ciri-ciri ini menjadi karakteristik yang membedakannya dengan aliran seni lainnya.

    1. Ada Bentuk Geometris

    Ciri pertama dari karya seni dengan corak kubisme adalah adanya bentuk geometris yang mendominasi. Namun, juga membentuk bentuk lain dari susunan geometris tersebut. Bentuk geometris yang muncul tidak selalu berupa kubus atau kotak.

    Selain kubus, beberapa bentuk terkait lain adalah segitiga, segi lima, bujur sangkar, dan sebagainya. Adamya bentuk-bentuk geometris ini, menjadi ciri utama karya seni dengan aliran kubisme.

    2. Nampak Rata

    Ciri kedua adalah bahwa lukisan nampak rata atau flat. Walaupun memuat banyak bentuk geometris, lukisan dengan aliran ini nampak flat. Ini menjadi keunikan tersendiri sebagai nilai seni.

    Sebab, susunan bentuk geometris biasanya memunculkan kesan timbul. Namun tidak pada lukisan para seniman dengan corak kubisme. Inilah sebabnya kemunculan corak seni ini menjadi gebrakan bagi dunia seni.

    3. Memiliki Fragmen yang Terpisah

    Ciri ketiga adalah bahwa lukisan ini terdiri dari fragmen yang seolah terpisah, yaitu bentuk-bentuk geometris. Namun, membentuk kesatuan yang dapat dinikmati sebagai tampilan yang solid.

    Lukisan ini ibadat puzzle, namun objeknya yang tak sekedar gambar. Susunan bentuk geometri dan objek yang terbentuk, seperti menampilkan sesuatu yang berbeda, namun tetap satu. 

    4. Ada Beberapa Sudut Pandang

    Ciri berikutnya yang membuat aliran ini semakin unik dan bernilai tinggi adalah keberhasilannya menampilkan karya dari beberapa sudut gambar. Dari sebuah lukisan, penikmat seni dapat memperoleh kesan yang berbeda-beda.

    Gambaran yang tampak dari sisi depan dapat berbeda dengan gambaran yang tampak dari sisi samping. Padahal, karya seni ini berupa lukisan yang rata atau flat.

    Contoh Seni Aliran Kubisme

    Untuk semakin memudahkan pemahaman, berikut ini adalah beberapa contoh karya seni dengan aliran ini:

    1. Demoiselles d’Avignon Karya Pablo Picasso

    Didattica Rte

    Demoiselles d’Avignon adalah salah satu karya terbesar dari Pablo Picasso yang bercorak kubisme. Lukisan ini berhasil merepresentasikan wanita ke dalam lukisan unik, dengan bentuk-bentuk geometris.

    Bentuk geometris dan objek utama lukisan ini, yaitu wanita, memiliki tingkat dominasi yang sama. Lukisan ini berhasil mengubah cara pandang masyarakat kala itu dalam hal menikmati keindahan karya seni.

    2. Glass on a Table Karya Georges Braque

    Tate

    Contoh berikutnya adalah salah satu karya Georges Braque pada tahun 1909. Lukisan ini unik seperti berupaya menampilkan sesuatu yang tersembunyi, yaitu sebuah gelas. Corak-corak geometris membuat lukisan ini unik dan indah.

    Menikmati Seni dari Setiap Aliran

    Demikianlah penjelasan mendalam tentang salah satu aliran seni, yaitu kubisme. Sebuah aliran yang usianya memang sudah tak muda lagi. Namun, rasa yang timbul pada hati penimatnya tak akan pernah usang.

    Penikmat seni tentu memang memiliki seleranya masing-masing. Salah satunya adalah penikmat aliran kubisme yang tentu mendapatkan nilai rasa yang tinggi dari lukisan dengan corak geometris ini.