Category: Bisnis

  • Digaji Segini! General Affair: Tugas, Fungsi, dan Jenjang Karir

    Digaji Segini! General Affair: Tugas, Fungsi, dan Jenjang Karir

    General Affair (GA) merupakan salah satu posisi pekerjaan dalam sebuah perusahaan yang biasanya berada di naungan divisi umum.  Sama halnya dengan posisi lainnya, pekerjaan ini juga memiliki tugas dan fungsi penting dalam perusahaan.

    Jika kamu tertarik untuk berkarir sebagai GA, artikel ini dapat membantumu untuk mengenal lebih jauh, mulai dari pengertian hingga jenjang karirnya. Yuk, baca artikel ini sampai selesai, supaya kamu bisa mempersiapkan diri dari sekarang!

    Pengertian General Affair

    General Affair (GA) adalah posisi dalam perusahaan yang bertanggung jawab untuk mengelola berbagai hal, termasuk di antaranya administrasi, manajemen kantor, dan operasional sehari-hari. 

    Tugas utama pekerjaan seorang GA yaitu menjaga serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan melalui pengelolaan sumber daya yang berkaitan dengan aspek non-teknis.

    Pada perusahaan yang memiliki struktur sederhana, umumnya GA dijadikan satu dengan HRD. Selain itu, terkadang juga ditempatkan pada bagian purchasing atau pembelian. Maka dari itu, jabatan ini terbilang cukup penting untuk kelangsungan perusahaan.

    9 Tugas dan Peran General Affair

    Berikut 9 tugas dan peran General Affair yang perlu dipahami dengan baik, yaitu:

    1. Mengatur Pembelian dan Pembayaran Setiap Divisi

    Tugas seorang GA adalah mengatur pembelian dan pembayaran yang dilakukan oleh setiap divisi, dengan catatan hanya untuk kepentingan perusahaan. Sebab, tagihan perusahaan tidak dapat dilakukan sembarang orang, karena risiko keamanan yang mungkin terjadi. 

    Pembelian dan pembayaran yang dilakukan mencakup semua kebutuhan perusahaan setiap bulan, seperti listrik, tagihan internet, dan biaya operasional lainnya.

    2. Pengadaan Barang

    Selain mengatur pembelian dan pembayaran, GA juga bertugas melakukan pengadaan barang. Tentunya, setiap perusahaan membutuhkan barang-barang tertentu untuk menunjang kinerja karyawan.

    Umumnya, GA akan melakukan pendataan setiap barang yang dibutuhkan oleh divisi atau departemen. Namun, GA tidak langsung memberikannya, tetapi melakukan pengecekan mengenai urgensi barang tersebut. Oleh karena itu, seorang GA memang dituntut untuk teliti.

    3. Pemeliharaan Aset dan Inventaris Perusahaan

    Tak hanya melakukan pengadaan barang, GA juga bertanggung jawab untuk melakukan pemeliharaan aset dan inventaris yang dimiliki perusahaan. Meski begitu, pemeliharaan tidak dilakukan secara langsung. Namun, melakukan pemantauan kondisi dari divisi atau karyawan yang menggunakan aset tersebut.

    4. Manajemen Administrasi dan Perizinan

    Perusahaan tentu saja harus berurusan dengan administrasi dan perizinan yang terkadang rumit. Sebagai contoh, perusahaan akan mengerjakan suatu proyek yang pasti membutuhkan berbagai macam berkas dan perizinan dari beberapa pihak. Nah, GA lah yang bertugas untuk mengelolanya. 

    5. Mengorganisir Acara Internal Perusahaan

    Selanjutnya, General Affair juga bertugas untuk mengorganisir acara internal perusahaan. Misalnya, perusahaan akan melakukan pertemuan karyawan, pelatihan, acara sosial, dan seminar. 

    Nah, tugas yang harus dilakukan GA meliputi perencanaan anggaran, reservasi tempat, koordinasi pemateri jika mengundang pihak luar, manajemen logistik dan pelaksanaan, konsumsi, serta pelaksanaan acara secara keseluruhan dengan baik.

    6. Menjaga Hubungan dengan Pihak Eksternal

    Selain mengurusi masalah internal, pekerjaan ini mengharuskan kamu untuk berhubungan dengan pihak eksternal, seperti pemerintah, mitra bisnis, atau media. 

    Mengingat pihak eksternal juga berpengaruh pada perusahaan, maka hubungan tersebut harus dijaga dengan baik. Apabila terjadi gesekan atau masalah, GA harus memutar otak untuk menemukan solusi secepatnya.

    7. Memastikan Pembayaran Tenaga Kerja Harian

    Tidak hanya kebutuhan karyawan tetap, setiap bisnis pasti memiliki pekerjaan outsourcing yang harus dibayar dalam beberapa hari atau minggu.

    Setiap perusahaan penting untuk memastikan bahwa pembayaran kepada tenaga kerja dilakukan secara teratur dan sesuai waktu yang telah disepakati. GA lah yang wajib memastikan kelancaran transaksi pembayaran ini, agar tidak mengganggu operasional bisnis.

    8. Pengelolaan Renovasi Perusahaan

    Jika perusahaan perlu memperbaharui, memperbaiki, atau melakukan renovasi, GA biasanya yang bertanggung jawab.

    Tentu saja, hal ini terjadi karena sudah menjadi tugasnya untuk mengatur pengeluaran dan membeli semua perlengkapan perusahaan. Sehingga, pengelolaan renovasi yang dilakukan oleh perusahaan menjadi salah satu kewajibannya.

    9. Bertanggung Jawab pada Pembukaan Cabang Baru

    Tugas dan peran GA yang terakhir adalah bertanggung jawab pada pembukaan cabang atau kantor baru. 

    Bagian ini mirip dengan pengelolaan renovasi bisnis, tetapi lebih kompleks. Pasalnya, membuka cabang sama dengan membangun bisnis baru, meskipun dalam skala yang lebih kecil. Sehingga, membutuhkan banyak hal yang harus disiapkan.

    Selain itu, GA harus mengetahui apa saja yang diperlukan untuk keberhasilan pembukaan cabang ini bersama dengan departemen terkait lainnya. Dengan demikian, seseorang yang bekerja di departemen GA harus cekatan dan pandai membaca situasi.

    7 Fungsi General Affair

    Berikut 7 fungsi General Affair yang harus kamu perhatikan, yaitu:

    1. Pemeliharaan dan Perawatan

    Fungsi pertama yang harus dilakukan oleh GA adalah pemeliharaan serta perawatan, meliputi  kondisi dan fasilitas perusahaan. Misalnya, toilet, gedung kantor, ruang kantor, ruang penyimpanan yang memadai, pemeliharaan instalasi listrik, dan semua properti atau aset serta area perusahaan.

    Selain itu, sebelum mengajukan anggaran, GA harus meninjau dan memprioritaskan fasilitas yang diperlukan. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya biaya yang terlalu besar untuk kepentingan yang tidak mendesak.

    Misalnya, apakah kebutuhan untuk memperbaiki toilet lebih penting daripada memperluas tempat ibadah, aula pertemuan, atau aula resepsi. 

    Jika sudah mempertimbangkannya dari berbagai aspek, GA dapat mengajukan anggaran renovasi fasilitas tersebut. Pada intinya, apapun pilihan GA, haruslah berdampak positif bagi bisnis dan perusahaan. 

    2. Membantu Mengurus Perizinan

    Seperti yang telah dijelaskan di atas, tugas dan peran GA diantaranya yaitu melakukan manajemen administrasi dan perizinan. Oleh karena itu, tentu harus menjalankan fungsi dalam membantu mengurus segala bentuk perizinan yang diperlukan perusahaan. 

    Dalam mengurus perizinan, sangat mungkin GA bertemu dengan orang-orang baru atau pihak eksternal. Sehingga, membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik, agar hubungan dengan pihak eksternal tersebut tidak ada masalah.

    Sebab, seringkali perusahaan akan mendapat citra buruk, apabila tidak memiliki hubungan harmonis dengan pihak eksternal, seperti pemerintah daerah, ormas, kepolisian, wartawan, dan masyarakat sekitar.

    Dengan mempertimbangkan hal tersebut, sangat penting untuk mengurus segala bentuk perizinan yang dibutuhkan demi kelancaran bisnis.

    3. Menyiapkan Laporan Berkala

    Bekerja di departemen atau divisi GA mengharuskan kamu untuk mengurus semua keperluan perusahaan dari administrasi, perizinan, hingga hubungan dengan pihak eksternal.

    Dengan demikian, dapat disimpulkan kamu mengetahui semua apa yang terjadi di perusahaan. Oleh karena itu, fungsi yang harus dilakukan GA, yaitu menyiapkan laporan berkala yang digunakan saat rapat anggaran.

    Laporan yang dibuat harus memuat aset atau inventaris perusahaan serta pengeluaran perusahaan, sehingga dapat diketahui kondisi keuangan perusahaan. Setelah itu, perusahaan dapat menggunakan laporan tersebut sebagai tolak ukur dalam mengambil keputusan. 

    4. Menjalin Kerjasama yang Baik

    Fungsi lain yang wajib dilakukan oleh General Affair adalah menjalin kerjasama yang baik. Misalnya, dengan supplier barang atau jasa, brand ambassador, dan mitra bisnis lainnya. 

    Selain itu, GA juga bisa bekerja sama dengan HRD untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi karyawan dan menjaga keharmonisan antar karyawan. Dengan demikian, kinerja dan produktivitas karyawan dapat berjalan efektif.

    Adapun hal-hal yang termasuk dalam fungsi ini, diantaranya membuat kontrak kerja, memastikan gaji karyawan dibayarkan tepat waktu, hingga mewakili perusahaan untuk melakukan komplain, apabila dibutuhkan.

    5. Memastikan Keamanan dan Keselamatan

    GA juga memiliki fungsi untuk memastikan keamanan dan keselamatan staf serta aset perusahaan. Memang tidak mengawasi secara langsung, tetapi memantau dan melakukan pemeriksaan secara berkala, agar tidak ada kecelakaan kerja.

    Misalnya, memastikan akses ke gedung atau area tertentu keamanannya ketat, menerapkan kebijakan keselamatan kerja, melakukan pengawasan sistem keamanan, dan memberi pedoman penanganan situasi darurat kepada karyawan.

    6. Membuat Survey Kepuasaan

    Karena pekerjaan GA berkaitan erat dengan tim internal perusahaan, maka tidak heran jika harus melakukan survei kepuasan pelayanan kepada seluruh karyawan.

    Biasanya, survei kepuasan ini mencakup semua fasilitas yang ditawarkan oleh perusahaan, mulai dari kebersihan toilet, kebersihan mushola, kebersihan lingkungan kantor, fasilitas teknologi informasi, dan lain sebagainya. 

    Fungsi ini mungkin terlihat sepele, namun dengan melakukan survei kepuasan kepada karyawan secara teratur, tentu dapat meningkatkan kualitas layanan yang diberikan. Sehingga, perusahaan bisa memberikan yang terbaik kepada para staf.

    Sebab, kenyamanan dan kepuasan yang dirasakan oleh para karyawan dapat memberikan pengaruh kepada kinerja mereka. Harapannya, dengan fasilitas yang memadai, dapat mendukung produktivitas karyawan.

    7. Pengelolaan Akomodasi Perusahaan

    Fungsi GA yang terakhir adalah mengelola kebutuhan akomodasi perusahaan. Biasanya, saat perusahaan mengadakan perjalanan bisnis, pasti membutuhkan banyak hal, seperti reservasi transportasi, konsumsi, akomodasi bagi karyawan, dan lain sebagainya.

    Oleh karena itu, GA perlu melakukan koordinasi dengan agen perjalanan, mengelola anggaran perjalanan, dan mengurus administrasi serta perizinan yang diperlukan.

    Sebab, perjalanan bisnis merupakan kegiatan yang dilakukan untuk kesuksesan perusahaan. Sehingga, GA harus memberikan dukungan secara penuh, dengan memastikan semua berjalan lancar, tanpa ada kendala yang berarti.

    5 Jenjang Karir General Affair

    Berikut jenjang karir GA secara umum yang umum digunakan oleh perusahaan, yaitu:

    1. Staf atau Administrasi General Affair

    Karir atau posisi awal dalam departemen GA adalah sebagai staf atau administrasi. Tugas utama yang harus dilakukan yaitu mendukung keperluan operasional sehari-hari, seperti pengelolaan administrasi, pengadaan barang, koordinasi acara, dan tugas-tugas lainnya sesuai kebutuhan departemen.

    Karena masih tergolong pemula, biasanya hanya bekerja dengan satu unit saja. Selain itu, target atau pekerjaan yang diberikan masih sedikit. Meski begitu, apapun target yang dipercayakan oleh perusahaan, harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.

    2. Koordinator General Affair

    Setelah mendapatkan pengalaman dan keahlian yang cukup, seseorang dapat naik jabatan menjadi koordinator. Sebagai koordinator GA, tentu memiliki tanggung jawab atas manajemen tugas-tugas operasional dan administratif yang lebih kompleks. 

    Jika kamu menduduki posisi ini, mungkin memiliki tanggung jawab tambahan dalam mengelola proyek atau melibatkan diri secara  inisiatif terhadap berbagai perubahan yang sedang dilakukan.

    Dengan terus memberikan kinerja yang baik, pastinya kamu ikut berkontribusi pada kesuksesan perusahaan. Sebab, banyak hal-hal penting yang menjadi tanggung jawab departemen GA.

    3. Supervisor General Affair

    Jenjang karir berikutnya adalah supervisor. Sebagai seorang supervisor, tentu memiliki tanggung jawab mengawasi tim atau departemen GA secara keseluruhan.  Selain itu, bertanggung jawab dalam membuat konsep pekerjaan serta melakukan pemantauan kepada para staf di departemen.

    Tidak berhenti disitu, tetapi juga mengarahkan dan memimpin tim dalam menjalankan tugas-tugas sehari-hari, memberikan pelatihan, mengawasi proyek, dan memastikan kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur perusahaan.

    Dengan tugas yang cukup kompleks tersebut, supervisor biasanya diduduki oleh seseorang yang sudah berpengalaman. Sehingga, keahlian dan kemampuan yang dimiliki tidak perlu diragukan.

    4. Manajer General Affair

    Karir berikutnya setelah supervisor yaitu manajer. Jika kamu menempati jabatan ini, kamu akan memiliki tanggung jawab besar dalam pengelolaan departemen GA secara keseluruhan. 

    Misalnya, kamu memiliki kewenangan untuk mengembangkan kebijakan dan prosedur, merencanakan dan mengelola anggaran, melakukan negosiasi dengan pemasok, dan berkolaborasi dengan departemen lain dalam perusahaan. 

    Selain itu, manajer GA juga berperan penting dalam pengambilan keputusan strategis yang berdampak pada operasional perusahaan. Sehingga, posisi ini tidak bisa diremehkan keberadaannya.

    5. Direktur General Affair

    Jenjang karir pada tingkat yang lebih tinggi yaitu direktur. Kamu dapat mencapai posisi direktur atau kepala departemen GA, jika sudah berpengalaman selama puluhan tahun.

    Posisi ini mengharuskan kamu untuk mengemban tanggung jawab paling tinggi atau puncak dalam mengelola semua aspek operasional, administratif, dan kebijakan departemen. 

    Selain itu, posisi ini mengharuskan kamu untuk sering berinteraksi dengan tingkat manajemen senior dan memegang peran penting dalam perumusan strategi perusahaan. Maka, tidak mengherankan apabila posisi ini hanya bisa ditempati oleh orang-orang profesional dengan pengalaman tingkat tinggi.

    Gaji General Affair

    Pada dasarnya, gaji dalam bidang General Affair dapat bervariasi, tergantung pada berbagai faktor. Beberapa faktor yang mempengaruhi gaji GA, di antaranya lokasi geografis perusahaan, ukuran perusahaan, industri, tingkat pengalaman, dan tanggung jawab pekerjaan. 

    Oleh karena itu, antara satu perusahaan dengan perusahaan lain akan sangat sulit dibandingkan. Sebab, ada banyak faktor yang berpengaruh terhadap gaji tersebut.

    Nah, berikut ini adalah perkiraan rentang gaji untuk beberapa posisi di departemen GA, yaitu:

    • Posisi sebagai staf atau administrasi GA memiliki rentang gaji awal untuk berkisar antara Rp4.000.000,00 hingga Rp8.000.000,00 per bulan. Namun, perlu diingat, gaji tersebut tergantung pada perusahaan dan tingkat pengalaman.
    • Koordinator GA biasanya digaji mulai dari sekitar Rp6.000.000,00 hingga Rp12.000.000,00 per bulan. Dengan variasi yang bergantung pada faktor-faktor yang telah disebutkan sebelumnya, seperti lokasi dan ukuran perusahaan.
    • Supervisor GA memiliki rentang gaji yang bisa mencapai sekitar Rp8.000.000,00 hingga Rp15.000.000,00 per bulan. Selain gaji pokok per bulan tersebut, sangat mungkin seorang supervisor mendapat tunjangan tambahan, tergantung pada kebijakan perusahaan.
    • Manajer GA menerima gaji bisa berkisar antara Rp15.000.000,00 hingga Rp30.000.000,00 per bulan atau bahkan lebih tinggi. Tergantung pada perusahaan, tingkat tanggung jawab, dan lokasi geografis. Sama halnya supervisor, manajer juga bisa saja mendapat tunjangan.
    • Direktur GA umumnya memiliki gaji yang sangat bervariasi, tergantung pada ukuran perusahaan dan tingkat tanggung jawab atau pekerjaan yang diberikan. Karena ini termasuk posisi tertinggi, gaji yang diperoleh bisa mencapai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah per bulan.

    9 Skill yang Harus Dimiliki General Affair

    Berikut 9 skill penting yang harus dimiliki oleh seorang General Affair, yaitu:

    1. Kemampuan Manajemen yang Baik

    Skill penting pertama yang wajib dimiliki adalah kemampuan manajemen, didalamnya termasuk kemampuan untuk mengelola waktu, sumber daya, dan proyek dengan efektif. 

    Kemampuan tersebut sangat penting untuk menyelesaikan tugas perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan pemecahan masalah. Oleh karena itu, kamu bisa melatih diri mulai dari sekarang untuk mengasah kemampuan manajemen.

    2. Keterampilan Komunikasi

    Seorang profesional GA tentu saja harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, tidak hanya secara lisan, tetapi juga tulisan.

    Kamu harus bisa berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk karyawan, manajemen, pemasok, dan pihak eksternal lainnya. Selain itu, kamu juga perlu memiliki kemampuan menjadi pendengar yang baik.

    Dengan kemampuan tersebut, kamu dapat menjalankan tugas dan fungsi secara maksimal, terutama yang berhubungan dengan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal.

    3. Keahlian Administratif

    Keterampilan administrasi yang kuat juga diperlukan dalam mengelola tugas-tugas administratif sehari-hari. Sebab, kamu akan berurusan dengan berbagai tugas, seperti pengelolaan dokumen, pengarsipan, penjadwalan, dan koordinasi. 

    Di samping itu, kemampuan untuk menggunakan perangkat lunak dan alat bantu administrasi juga diperlukan, seperti Microsoft Word dan Microsoft Excel.

    4. Keterampilan Pengelolaan Inventaris

    GA seringkali bertanggung jawab untuk mengelola inventaris dan persediaan organisasi. Oleh karena itu, kemampuan seperti pengawasan stok, pemantauan kebutuhan, dan negosiasi dengan pemasok sangat penting. Dengan demikian, kamu dapat mengelola aset dan investasi secara optimal.

    5. Kemampuan Interpersonal

    Dalam berkarir sebagai General Affair, kamu akan berhubungan dengan berbagai pihak. Tidak sekedar berhubungan, tetapi juga membangun hubungan yang baik.

    Maka dari itu, diperlukan keterampilan interpersonal yang baik. Misalnya, kemampuan untuk bekerja secara efektif dalam tim, menunjukkan empati, mengatasi konflik, dan menjaga profesionalisme.

    Jika memiliki kemampuan tersebut, setidaknya kamu sudah mempunyai bekal untuk menjalin hubungan dengan berbagai pihak.

    6. Keahlian Teknologi Informasi (TI)

    Tidak hanya berurusan dengan administratif secara manual, tetapi juga menggunakan perangkat lunak serta alat bantu administrasi untuk menyelesaikan tugas.

    Di era serba digital, kamu perlu memiliki keahlian TI, termasuk menggunakan sistem komputer, perangkat lunak pengolah kata, spreadsheet, dan aplikasi lainnya yang sangat diperlukan.

    Dengan memiliki keahlian tersebut, dapat membantu kamu dalam menjalankan tugas atau target yang diberikan secara cepat dan lebih efisien.

    7. Keterampilan Analisis dan Pemecahan Masalah

    Sebagai bagian dari peran GA, bukan tidak mungkin kamu akan berhadapan dengan situasi situasi yang memerlukan pemecahan masalah. Sebab, kamu harus berurusan dengan beberapa pihak yang bisa saja mereka memiliki kepribadian yang tidak bisa ditebak.

    Oleh karena itu, kamu membutuhkan kemampuan analisis dan pemecahan masalah. Kemampuan untuk menganalisis masalah, mengidentifikasi solusi, dan mengambil tindakan yang tepat sangat penting. Sehingga, kamu bisa segera menyelesaikan permasalahan dengan solusi paling tepat.

    8. Kemampuan Organisasi dan Perencanaan

    Kemampuan organisasi dan perencanaan yang baik juga sangat dibutuhkan. Tanpa kemampuan ini, kamu akan kesulitan dalam mengorganisir dan merencanakan kebutuhan perusahan.

    Padahal, tugas dan tanggung jawab orang yang berkarir sebagai GA mengharuskan kamu untuk melakukan perencanaan dan pengorganisasi dengan baik.

    9. Berbekal Pengetahuan Hukum dan Peraturan

    Memahami peraturan dan kebijakan yang berlaku, baik di tingkat perusahaan maupun perundangan yang lebih luas juga merupakan keterampilan. Hal ini termasuk pemahaman tentang ketentuan ketenagakerjaan, kebijakan privasi, dan persyaratan hukum lainnya yang relevan.

    7 Masalah yang Dihadapi General Affair

    Berikut ini 7 masalah yang mungkin dihadapi oleh General Affair, yaitu:

    1. Pengelolaan Administrasi yang Kompleks

    Sebagai bagian dari tugas, kamu akan menghadapi pekerjaan administratif yang kompleks dan beragam. Diantaranya mengelola dan memelihara dokumen, mengatur jadwal, mengurus surat-menyurat, dan memastikan kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur perusahaan dapat menjadi tugas yang menantang.

    2. Pengelolaan Persediaan dan Inventaris

    GA sering bertanggung jawab untuk mengelola persediaan dan inventaris perusahaan. Misalnya, memantau stok barang, menjaga persediaan yang memadai, dan mengatur pengadaan barang. Tugas tersebut dapat menjadi tantangan untuk memastikan ketersediaan yang tepat dan efisien.

    3. Koordinasi dan Komunikasi

    Kamu akan berinteraksi dengan berbagai pihak, termasuk karyawan, manajemen, pemasok, dan pihak eksternal lainnya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi kamu yang jarang berkomunikasi dengan orang banyak.

    Koordinasi yang efektif dan komunikasi sangat penting untuk memastikan tugas berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan serta harapan semua pihak terkait.

    4. Penyelesaian Masalah dan Pemecahan Konflik

    Kamu mungkin dihadapkan pada masalah dan konflik yang timbul dalam kegiatan operasional sehari-hari. Kemampuan untuk menganalisis masalah, mengidentifikasi solusi yang efektif, dan menangani konflik dengan baik sangat penting dalam menjaga keharmonisan dan kelancaran tugas-tugas General Affair.

    5. Perubahan Kebijakan dan Peraturan

    Berkarir sebagai GA mengharuskan kamu untuk memantau perubahan dalam kebijakan perusahaan dan peraturan pemerintah yang berlaku. 

    Oleh karena itu, kamu perlu menyesuaikan serta mengkomunikasikan perubahan tersebut kepada karyawan dan departemen terkait yang juga dapat menjadi tantangan untukmu. Sebab, kamu harus memastikan mereka memiliki pemahaman dan implementasi yang tepat.

    6. Manajemen Acara dan Pengaturan Perjalanan

    GA sering bertanggung jawab untuk mengatur acara internal dan eksternal serta perjalanan bisnis. Berbagai tugas yang harus dilakukan seperti mengelola perlengkapan logistik, reservasi akomodasi, dan anggaran dapat menjadi kompleks. Selain itu, memerlukan kemampuan organisasi yang baik.

    7. Kepatuhan Hukum dan Regulasi

    Masalah yang mungkin kamu hadapi berikutnya adalah memahami serta mematuhi berbagai peraturan hukum dan regulasi terkait ketenagakerjaan, privasi, keamanan, dan lingkungan kerja. 

    Memastikan kepatuhan perusahaan terhadap aturan-aturan tersebut dapat menjadi tantangan yang memerlukan pemahaman yang baik dan pengawasan yang cermat.

    Ingin Berkarir Sebagai General Affair?

    Itulah penjelasan mengenai General Affair secara lengkap, mulai dari tugas fungsi, jenjang karir, gaji, skill yang harus dimiliki, hingga masalah yang mungkin dihadapi. Dengan berbekal pemahaman ini, kamu bisa mempersiapkan diri mulai dari sekarang untuk berkarir sebagai GA. 

  • Mengenal Welder, Seluk Beluk untuk Menjadi Seorang Profesional

    Mengenal Welder, Seluk Beluk untuk Menjadi Seorang Profesional

    Banyak yang sadar bahwa welder adalah salah satu pekerjaan dengan peluang karir cukup menjanjikan. Walaupun pekerjaan lapangan ini terlihat seperti pekerjaan kasar, namun Anda bisa mendapatkan gaji hingga 200$/jam. Karena pekerjaan ini memang membutuhkan pengalaman dan keahlian khusus.

    Jika Anda tertarik untuk menjadi seorang juru las, beberapa klasifikasi dan informasi ini bisa jadi referensi. Karena dalam artikel ini akan membahas lengkap seluk beluk terkait pekerjaan ini. Penasaran apa saja yang harus Anda pahami? Yuk, simak artikel ini sampai habis!

    Apa itu Welder (Juru Las)?

    Juru las adalah seorang ahli dalam penyambungan dua logam atau alumunium sejenis menggunakan teknik las. Profesi ini memang berhubungan dengan bidang building, jika Anda jeli banyak sekali bisnis berskala besar yang membutuhkan jasa juru las.

    Pada pembuatan alat berat seperti perkapalan, otomotif, pembangunan infrastruktur hingga berbagai project juga membutuhkan konstruksi logam dan pengelasan. Welder sendiri termasuk salah satu pekerjaan yang membutuhkan lisensi dan keahlian khusus, serta memiliki potensi gaji sangat besar.

    Sayangnya, di Indonesia masih banyak yang tidak sadar dan memandang sebelah mata profesi ini. Padahal, di luar negeri pekerjaan ini termasuk impian banyak orang. Walaupun memang membutuhkan kemampuan dan keahlian khusus yang harus bersertifikasi khusus.

    Dalam fokus kerjanya, Anda akan menggunakan berbagai jenis peralatan dan mesin pengelasan. Misalnya mesin las listrik, mesin las gas, atau mesin las jenis lainnya. Anda juga akan menggunakan berbagai jenis elektroda, filler metal, atau gas pelindung, tergantung pada jenis pengelasan dan jenis material yang akan Anda eksekusi.

    Secara teknis, Anda akan bekerja mengikuti rencana pengelasan atau gambar teknik yang akan menggambarkan bagaimana pola penyambungan. Semakin sulit tingkat teknis pengelasan, material yang akan Anda sambung, serta medan yang akan Anda tempuh, gajinya juga akan meningkat berkali-kali lipat.

    Peluang Karir Menjadi Welder

    Saking besarnya peluang karir sebagai seorang juru las, banyak universitas yang fokus dalam bidang keahlian ini. Apa saja alasan yang membuat juru las menjadi pekerjaan yang menjanjikan? Berikut peluang karir juru las yang wajib Anda ketahui:

    1. Permintaan Industri yang Tinggi

    Alasan pertama yang membuat pekerjaan ini menjanjikan adalah tingginya permintaan atau kebutuhan dari industri atau perusahaan multinasional. Khususnya pada sektor konstruksi, manufaktur, perkapalan, minyak dan gas, otomotif, dan juga berbagai industri energi.

    2. Keterampilan dan Kualifikasi Khusus

    Seorang juru las harus memiliki keterampilan yang solid dalam pengelasan, karena pekerjaan ini termasuk kualifikasi yang diakui banyak pihak. Program pelatihan atau kursus pengelasan hingga perkuliahan bisa menjadi bekal untuk klasifikasi melamar kerja hingga membuka bisnis las milik Anda sendiri.

    3. Pengalaman Kerja

    Menjadi seorang welder akan memberikan banyak pengalaman kerja untuk meningkatkan peluang karir Anda. Dari pengalaman magang, kerja paruh waktu, atau proyek kecil dapat membantu Anda membangun portofolio pengalaman dan memperluas jaringan kontak dalam industri pengelasan.

    4. Banyak Jenis Spesialisasi

    Peluang lain dari juru las adalah terdapat banyak jenis pengelasan yang memiliki kualifikasi dan peluang menjanjikan. Seperti spesialis pengelasan listrik, gas, TIG (Tungsten Inert Gas), MIG (Metal Inert Gas), las dalam laut, dan berbagai spesialisasi lainnya. 

    Menjadi spesialis dalam jenis pengelasan atau dalam industri tertentu pastinya dapat membuka peluang karir yang lebih luas. Anda dapat mempertimbangkan untuk mendapatkan sertifikasi atau pelatihan tertentu untuk bidang spesialisasi yang Anda inginkan.

    Besaran Gaji Seorang Welder

    Mungkin masih banyak yang tidak tahu, namun besaran gaji guru las bisa cukup tinggi. Di dalam negeri saja besaran gaji untuk seorang pemula adalah antara Rp4.000.000,00 hingga Rp10.000.000,00 per bulan. Sedangkan untuk tenaga ahli, gajin yang bisa diraup adalah sekitar Rp 7.000.000,00 per bulan.

    Namun, jika bekerja di luar negeri, Anda berkesempatan meraup gaji lebih dari Rp20.000.000,00. Sedangkan pada perusahaan besar seperti pengeboran minyak, Anda bisa mendapatkan gaji hingga $200,00 per jamnya. Kualifikasi untuk gaji ini bahkan hanya untuk juru las umum. Jadi, juru las spesialis bisa lebih tinggi lagi. 

    Gaji tersebut juga belum termasuk bonus, tunjangan, atau uang lembur sesuai kesepakatan yang ditandatangani bersama. 

    Apa Saja Tugas Seorang Welder?

    Sebagai seorang juru las, sudah cukup jelas jika Anda bekerja dalam lingkup penyatuan logam. Adapun rincian tugasnya adalah sebagai berikut:

    1. Membaca dan Memahami Gambar Teknik

    Sebagai tenaga ahli, kemampuan pengelasan bukanlah satu-satunya yang harus Anda kuasai. Nyatanya, dalam dunia kerja Anda harus mampu membaca dan memahami gambar teknik, spesifikasi, dan instruksi kerja terkait dengan pengelasan. Karena secara teknis, gambaran tersebut akan jadi pedoman pengelasan Anda.

    2. Menyiapkan dan Mengoperasikan Peralatan 

    Tugas selanjutnya dari seorang juru las adalah mampu menyiapkan dan mengoperasikan peralatan pengelasan dengan aman, efisien, dan tepat sasaran. Tentunya untuk klasifikasi umum Anda harus bisa menggunakan beberapa peralatan umum, seperti mesin las listrik, las karbit, dan lain sebagainya.

    Untuk beberapa jenis peralatan las khusus, Anda harus mampu memainkan tabung gas dan alat pengukur secara akurat. Karena penggunaan yang tepat dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja serta meningkatkan kualitas pengelasan.

    3. Memperkirakan dan Menyiapkan Bahan yang Dibutuhkan

    Tugas berikutnya adalah memperkirakan dan menyiapkan bahan yang Anda butuhkan, sesuai gambar teknik yang Anda terima. Welder bertanggung jawab untuk menyiapkan bahan karena medan tak selalu berada di dekat gudang bahan. 

    Persiapan ini sudah termasuk memotong dan membentuk logam sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Tentu saja, ukurannya harus berdasarkan gambar teknik. persiapan yang matang akan mempermudah proses pengelasan.

    4. Eksekusi Pengelasan

    Tugas lain dari juru las sudah pasti melakukan pengelasan logam, sesuai dengan metode dan prosedur yang ditentukan. Anda harus memiliki keterampilan dalam mengoperasikan berbagai teknik pengelasan, tentunya pada medan dan kondisi yang terjadi di lapangan.

    5. Menjaga Kualitas Pengelasan

    Selain melaksanakan pengelasan dengan efisien dan tepat sasaran, Anda juga harus memastikan bahwa pengelasan sudah memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan. Sehingga Anda perlu memeriksa dan menguji hasil pengelasan, guna memastikan kekuatan, kekokohan, dan daya tahan sudah baik.

    6. Menjaga Keselamatan Kerja

    Sebagai seorang welder, sudah semestinya Anda harus mematuhi setiap prosedur keselamatan kerja yang ada. Selain itu, Anda juga harus menggunakan alat perlindungan diri seperti helm pengelasan, pelindung mata, jaket tahan panas, dan sarung tangan pengelasan. 

    Menjaga kebersihan tempat kerja dan menerapkan langkah-langkah keamanan yang diperlukan menjadi salah satu bentuk menjaga keselamatan kerja. Dengan menjaga keselamatan dan ketertiban, Anda tak hanya melindungi diri, namun juga melindungi seluruh orang yang terlibat.

    7. Maintenance Peralatan

    Juru las kemungkinan akan bertanggung jawab untuk merawat dan memperbaiki peralatan pengelasan yang digunakan. Walaupun secara teknis Anda bisa request perbaikan peralatan, namun yang menentukan kapan dan tahu kondisi alat tetaplah juru las itu sendiri. Karena itu, melakukan inspeksi dan maintenance rutin sangat penting.

    8. Kolaborasi dengan Seluruh Tim yang Terlibat

    Dalam beberapa situasi, seorang juru las akan bekerja sama dengan tim lain, seperti insinyur, kontraktor, atau pekerja lainnya. Jadi, Anda harus mampu membaur dan membangun komunikasi yang baik agar dapat berkolaborasi secara efektif dan tepat sasaran.

    Pelatihan dan Sertifikasi Welder

    Sebenarnya untuk menjadi seorang juru las, Anda bisa mengikuti beberapa pelatihan dasar dengan beragam klasifikasi. Berikut adalah beberapa di antaranya: 

    1. Program Pelatihan atau Kursus di Pusat Pelatihan Teknis

    Dewasa ini, sudah banyak bermunculan pusat pelatihan teknis yang menghasilkan lulusan berkualitas. Sebut saja lembaga vokasional, institut teknologi, atau sekolah teknis yang menawarkan program pelatihan pengelasan. Program ini dapat berlangsung dari beberapa minggu hingga beberapa bulan. 

    Program ini biasanya mencakup teori dan praktik dengan fokus pada teknik serta keterampilan pengelasan yang sesuai dengan standar industri. Anda juga akan melakukan berbagai praktik sesuai kurikulum atau program yang Anda ambil.

    2. Program Pelatihan di Perguruan Tinggi

    Beberapa perguruan tinggi juga sudah banyak yang menawarkan jurusan yang berfokus pada pengelasan. Akan ada berbagai pelatihan pengelasan yang lebih komprehensif, tentunya dengan basis kurikulum teori dan praktik pengelasan. 

    Selain itu, perguruan tinggi biasanya sudah bekerjasama dengan berbagai perusahaan besar. Sehingga Anda berkesempatan melakukan magang, bahkan direkrut perusahaan yang bekerja sama. Setidaknya, lulusan perguruan tinggi khusus diharapkan memiliki skill yang berstandar industri.

    3. Program Magang

    Jika mungkin Anda memiliki basic pengelasan baik dari sekolah maupun praktik, Anda bisa mencoba mengikuti program magang di berbagai perusahaan yang bersangkutan. Anda bisa merasakan bekerja langsung dan mendapatkan bimbingan dari senior pekerja di lokasi nyata.

    Beberapa supervisi welder berpengalaman sedikit banyak juga akan terlibat dan memberikan pengalaman praktis yang berharga. Magang dapat Anda cari di perusahaan manufaktur, konstruksi, atau bengkel pengelasan yang menyediakan kesempatan tersebut.

    4. Pelatihan Online

    Karena perkembangan teknologi, Anda juga dapat mengambil pelatihan pengelasan online. Pelatihan ini dapat menjadi opsi yang lebih fleksibel untuk belajar keterampilan pengelasan dengan materi dan tutorial yang tersaji secara daring. Namun, cara ini akan lebih sulit karena bersifat teori dan saat praktik tidak ada yang mengawasinya.

    5. Program Sertifikasi Pengelasan

    Dalam dunia pengelasan, seorang juru las dapat mengikuti berbagai sertifikasi pengelasan, baik untuk spesialisasi maupun umum. Berikut beberapa di antaranya:

    • Sertifikasi Tingkat Satu atau Kelas 1: Klasifikasi plate (1G, 2G, 3G, 4G) dan juga pipe (1G, 2G, 5G, 6G).
    • Sertifikasi Tingkat Dua atau Kelas 2: Klasifikasi plate (1G, 2G, 3G, 4G) dan juga pipe (1G, 2G, 5G).
    • Sertifikasi Tingkat Tiga atau Kelas 3: Klasifikasi plate (1G, 2G) dan juga pipe (1G, 2G).
    • Sertifikasi Umum: BNSP, Migas, Kemenaker, dan lain sebagainya.
    • Sertifikasi Internasional IIW (International Institute Welding).

    Keterampilan dan Skill yang Harus Welder Miliki

    Ada beberapa keterampilan dan skill yang akan membantu Anda untuk menjadi juru las profesional, seperti halnya:

    1. Membaca dan Memahami Gambar Teknik

    Karena tugas pertama Anda berhubungan dengan gambar teknik, maka Anda harus memahami setiap informasi yang tertanam dalam gambar tersebut. Khususnya pada beberapa informasi seperti simbol pengelasan, ukuran, dimensi, dan spesifikasi yang terkandung dalam gambar.

    2. Pengelasan

    Sebagai juru las, sudah pasti Anda harus memiliki pemahaman yang kuat tentang berbagai proses pengelasan yang akan Anda gunakan. Khususnya pada pengoperasian teknik las yang benar, karena bisa terpengaruh dari material, sudut, peralatan, dan medan yang Anda lalui.

    3. Dexterity atau Keterampilan Tangan

    Pengelasan seorang welder sangat bergantung pada dexterity keterampilan tangan yang dimiliki. Khususnya pada pengendalian gerakan tangan dengan presisi tinggi, stabilitas, dan koordinasi antara tangan serta mata. Dalam hal ini, otak dan otot adalah faktor penting dalam menghasilkan sambungan pengelasan berkualitas.

    4. Mempersiapkan Material

    Persiapan material tak hanya menyiapkan apa saja yang Anda butuhkan, namun juga memperkirakan jumlah dan alat bantunya. Anda juga harus mampu menyesuaikan, memotong, dan mempersiapkan material sesuai dengan persyaratan pengelasan yang tertera pada gambar teknik.

    5. Komunikasi

    Karena kebanyakan proses akan melibatkan banyak pihak, setidaknya Anda harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Sehingga Anda bisa menyampaikan atau sekedar bertanya untuk melakukan konfirmasi pada beberapa bagian agar mencapai efisiensi kerja.

    6. Time Management

    Pengaturan waktu adalah salah satu skill dasar yang harus welder miliki, terutama untuk pengelasan pada medan ekstrim yang membutuhkan peralatan berbatas waktu. Sehingga Anda harus mampu mengatur waktu seefisien mungkin, serta memperkirakan dan menyiapkan apa yang bisa mendukung tingkat keberhasilan lebih tinggi.

    7. Membaca Situasi

    Kemampuan lain yang harus Anda memiliki sudah pasti adalah membaca situasi. Tujuannya demi meningkatkan kesadaran tentang keselamatan kerja dan mematuhi prosedur. Hal tersebut juga membantu Anda mengatasi masalah dengan seefisien mungkin.

    8. Skill Pendukung Kualifikasi

    Bagi beberapa juru las spesialis, ada berbagai skill pendukung yang cukup penting. Misalnya, Anda adalah spesialis welding underwater. Maka, kemampuan diving dan berenang harus tinggi. Karena Anda harus bekerja sembari menahan posisi pada tekanan laut.

    Tips Menjadi Welder Profesional

    Ada beberapa tips yang akan membantu Anda menjadi seorang juru las profesional, di antaranya seperti:

    1. Dapatkan Pendidikan dan Pelatihan yang Mendalam

    Menginvestasikan waktu dan upaya Anda untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang memadai akan meningkatkan kualifikasi dasar. Selain itu, dari berbagai pelatihan Anda juga akan mengasah kemampuan dengan melakukan repetisi.

    2. Perbanyak Praktik dan Kembangkan Keterampilan

    Memupuk pengalaman dengan memperbanyak praktik adalah kunci untuk meningkatkan keterampilan pengelasan seorang welder. Lakukan pengelasan secara teratur untuk memperbaiki keahlian Anda secara bertahap.

    3. Peroleh Sertifikasi dan Lisensi

    Pastikan jika skill dan pengetahuan Anda mumpuni. Anda bisa mengambil tes sertifikasi untuk mendapat lisensi yang diakui. Hal tersebut akan menambahkan value Anda dari para juru las lainnya.

    4. Terus Mengikuti Perkembangan dalam Industri Pengelasan

    Sama halnya dengan berbagai pekerjaan lain, hal paling penting adalah melawan limit yang Anda miliki. Caranya tentu saja dengan mengikuti perkembangan industri pengelasan, baik secara teknik, material, peralatan dan berbagai informasi lainnya.

    Selain itu, hal lain yang tidak kalah penting dalam pengelasan adalah menggunakan peralatan yang tepat sesuai kebutuhan, material, dan kondisi yang Anda jalani.

    5. Kembangkan Keterampilan Lain yang Mendukung:

    Dari penjelasan sebelumnya Anda tahu bahwa menjadi welder spesialis memerlukan berbagai skill pendukung. Mengembangkan skill pendukung juga jadi kunci penting agar Anda menjadi seorang profesional.

    6. Jalin Jaringan dan Hubungan Profesional

    Selain portofolio relasi adalah salah satu yang harus Anda tingkatkan. Anda bisa membangun jaringan kontak dalam industri pengelasan, melalui komunitas atau perkumpulan linier.

    Tertarik Menjadi Seorang Welder?

    Nah, itulah beberapa informasi penting mengenai profesi welder yang sering dipandang sebelah mata. Namun, ternyata menyimpan potensi sangat besar. Dari penjelasan di atas, kini Anda bisa menilai apakah pekerjaan ini menjanjikan dan sesuai untuk Anda atau tidak. Semoga membantu!

  • Sering Disamakan, Inilah 5 Perbedaan Psikolog dan Psikiater

    Sering Disamakan, Inilah 5 Perbedaan Psikolog dan Psikiater

    Psikolog dan psikiater sering digunakan jasanya untuk menangani gangguan kesehatan mental. Keduanya menangani masalah yang sama dan bertujuan untuk membantu pasien dalam mengelola kesehatan mental. Namun, keduanya juga memiliki perbedaan yang signifikan. Yuk, ketahui perbedaan psikolog dan psikiater!

    Apa Itu Psikolog?

    Psikolog merupakan orang-orang yang memperdalam ilmu psikologi dan melanjutkannya ke studi profesi. Secara umum, studi profesi psikolog akan membantu menerapkan ilmu kepada seseorang yang mengalami masalah kejiwaan.

    Bidang ini berfokus pada metode penanganan untuk mengendalikan faktor yang menjadi pemicu gangguan mental dari segi non media. Secara umum, psikolog akan menerapkan teknik psikoterapi, tes, dan konseling untuk pasien. Oleh sebab itu, psikolog harus memiliki kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik.

    Selain itu, psikolog juga memiliki sesi konseling dan penanganan pasien yang sangat luas dengan berbagai teknik. Mulai dari mendengarkan, menggali masalah, membuka pertanyaan, menggambarkan situasi, dan lain sebagainya.

    Melalui penanganan psikolog, diharapkan dapat membantu menentukan diagnosa untuk pasien. Dengan demikian, mereka dapat menganalisa solusi terbaik untuk membantu masalah yang dihadapi oleh pasien. Sehingga pasien dapat melawan masalahnya tanpa rasa takut.

    Apa Itu Psikiater?

    Psikiater berperan sebagai dokter medis yang memiliki spesialisasi di bidang kesehatan mental manusia. Ini juga menjadi perbedaan psikolog dan psikiater yang signifikan. 

    Menjadi seorang psikiater harus memiliki pemahaman tentang kondisi kesehatan dengan jelas, baik itu fisik maupun mental. Dengan demikian, psikiater dapat mengidentifikasi jenis pengobatan yang paling tepat.

    Berdasarkan pernyataan Dr. Danielle J.Johnson yang berasal dari American Psychiatric Association. Ia menjelaskan bahwa, psikiater bertugas untuk mendiagnosis, mencegah, dan mengobati gangguan mental dengan menggunakan obat-obatan tertentu.

    Sebagai contoh, misalnya seperti gangguan mental bipolar, kecemasan, obsesif kompulsif (OCD), pasca trauma (PTSD), kecanduan obat-obatan, skizofrenia, fobia, stress, anoreksia, dan lain sebagainya.

    Jika ingin menjadi seorang psikiater, maka Anda harus menempuh pendidikan kedokteran terlebih dahulu. Selain itu, pendidikan yang ditempuh juga harus bersifat formal dan bukan hanya pelatihan saja. Setelah menyelesaikan pendidikan, maka Anda dapat menjabat sebagai seorang dokter umum. 

    Kemudian, Anda perlu melakukan residensi dalam jangka waktu empat tahun. Sehingga dapat memfokuskan diri ke satu bidang, yakni psikiatri. Pendidikan lanjutan tersebut sesuai dengan peran dan tanggung jawab yang dimiliki oleh psikiater.

    5 Perbedaan Psikolog dan Psikiater

    Meskipun keduanya berada di bidang yang sama. Namun, ada beberapa perbedaan psikolog dan psikiater yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan berobat di salah satunya. Berikut adalah uraian mengenai beberapa perbedaannya:

    1. Latar Belakang Pendidikan

    Seperti penjelasan di atas, psikiater berperan sebagai dokter medis. Oleh sebab itu, menjadi seorang psikiater membutuhkan jenjang pendidikan yang tinggi. Psikiater harus berasal dari lulusan kedokteran, memiliki aktivitas magang medis, dan 3 tahun residensi tentang pengobatan gangguan kesehatan mental.

    Inilah mengapa seorang psikiater akan memiliki gelar dokter spesialis kesehatan jiwa, karena mereka mengambil spesialisasi di bidang psikiatri. Berbeda dengan psikiater, psikolog bukanlah dokter medis. Psikolog cenderung memiliki gelar  PhD filsafat atau PsyD klinis. 

    Secara umum, psikolog akan melakukan 1 hingga 2 tahun magang terlebih dahulu. Sama seperti psikiater, psikolog juga memiliki pelatihan tentang tes psikolog. Misalnya seperti tes kepribadian, tes IQ, dan tes lain sebagainya.

    Pelatihan medis yang dilakukan psikiater memberikan keuntungan dalam membuat resep obat. Proses resep obat adalah perbedaan psikolog dan psikiater yang paling menonjol. Akan tetapi, ada juga negara tertentu yang mengizinkan psikolog meresepkan obat psikiatri dengan syarat telah kursus psikofarmakologi. 

    Seorang psikolog harus menempuh pendidikan S1 di jurusan Psikologi, kemudian mengambil program magister profesi untuk dapat membuka praktik dan konseling psikolog. Di Indonesia, ada beberapa bagian peminatan dalam magister psikologi profesi antara lain sebagai berikut:

    • Psikologi perkembangan.
    • Psikologi sosial.
    • Terapan psikologi kesehatan.
    • Terapan psikologi olahraga.
    • Psikologi industri dan organisasi.
    • Terapan psikologi anak usia dini.
    • Psikologi pendidikan.
    • Terapan psikologi sumber daya manusia (SDM).

    Jika ingin melakukan konsultasi yang berkaitan dengan psikologi, maka sebaiknya pilih psikolog yang keahliannya sesuai dengan masalah dan keluhan Anda. Sementara itu, psikiater cenderung menangani masalah kejiwaan yang lebih serius. Hal tersebut terjadi karena ia adalah dokter spesialis jiwa dengan gelar Sp.KJ. 

    2. Cara Mendiagnosis

    Psikiater memiliki tugas untuk menganalisa penyebab dari gejala gangguan mental dari segi medis. Selain itu, psikiater juga perlu mencari tahu apakah ada kelainan saraf. Dengan demikian, psikiater akan bertanggung jawab dalam menemukan diagnosis dan cara pengobatan yang paling tepat untuk gangguan tersebut.

    Sementara itu, psikolog bertugas untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya gangguan mental dari segi non medis. Sebagai contoh, seperti susunan keluarga, pola asuh, pengaruh lingkungan sosial, dan tumbuh kembang dari usia bayi hingga dewasa. 

    Jadi, psikolog lebih fokus pada terapi psikososial, yakni menyangkut tentang pikiran, emosi, dan perilaku kliennya. Ketika melakukan diagnosa, psikolog akan membuat pasien bercerita tentang masalah yang mereka hadapi. Setelah itu, pasien perlu melakukan cognitive behavioural test untuk melihat emosional dan perilakunya.

    Seberapa beratnya hasil tes akan bergantung pada masalah yang dihadapi oleh pasien. Adapun beberapa jenis tes yang digunakan oleh psikolog, mulai dari tes IQ, kuesioner, dan neuropsikologi. Tes berfungsi untuk melihat perkembangan pasien secara kognitif dan memori. 

    Jika pasien mengalami gangguan mental yang sangat parah, maka psikolog wajib memberikan rekomendasi kepada pasien untuk melanjutkan kontrol dan pemeriksaan dengan psikiater.

    Secara umum, psikiater akan melakukan diagnosis gangguan kejiwaan dengan tingkat yang lebih kompleks. Jika gangguan mental yang dialami pasien sangat parah, terutama dapat mengganggu aktivitas dan fungsi tubuh. Maka, psikiater akan memberikan terapi dan obat-obatan untuk mendukung proses penyembuhan.

    3. Jenis Gangguan Mental yang ditangani 

    Perbedaan selanjutnya adalah terdapat pada jenis gangguan mental yang ditanganinya. Jadi, psikolog tidak bisa melakukan diagnosis pada gangguan mental yang dialami oleh pasien. Karena psikolog hanya mampu melakukan konseling tentang gejala tersebut.

    Mulai dari masalah pekerjaan, percintaan, pekerjaan, dan kecanduan terhadap suatu hal. Pada jenis terapinya, psikolog hanya akan merekomendasikan untuk melakukan aktivitas tertentu. Misalnya seperti olahraga, melatih sugesti, membentuk pola pikir, journaling, dan meditasi.

    Lain halnya dengan psikiater, yakni dokter kejiwaan yang dapat melakukan identifikasi terhadap gangguan mental akibat kondisi tertentu. Penyakit mental yang ditangani psikiater cenderung kompleks. Misalnya seperti depresi berat, bipolar disorder, skizofrenia, anxiety disorder, anorexia nervosa, dan lain sebagainya.

    4. Pemberian Obat

    Perbedaan psikolog dan psikiater berikutnya terlihat dari sisi obat. Seperti yang sudah Anda ketahui, ketika melanjutkan pendidikan kedokteran, psikiater akan mempelajari tentang materi ketidakseimbangan kimia yang ada di dalam otak manusia. Dengan demikian, psikiater akan lebih paham tentang manusia.

    Karena itu, psikiater dapat memberikan resep obat-obatan dan terapi yang lebih tepat. Mulai dari farmakoterapi, pemeriksaan fisik, laboratorium, hingga terapi stimulasi otak. Cara pengobatannya berdasarkan kebutuhan pasien.

    Supaya proses pengobatan berjalan dengan mudah, maka pasien wajib melakukan diagnosis mental terlebih dahulu. Berbeda dengan psikiater, psikolog lebih fokus terhadap aspek sosial di sekitar pasien. Sehingga pengobatannya bisa berupa terapi psikologis atau psikoterapi.

    Bukan hanya itu saja, psikolog mampu dan kompeten dalam melakukan berbagai jenis tes psikologi sebagai pengganti obat-obatan. Tes tersebut akan dijadikan sebagai interpretasi dari segala masalah yang dialami oleh pasien. Mulai dari tes kepribadian, minat bakat, IQ, dan lain sebagainya.

    5. Ruang Lingkup

    Secara umum, memang psikolog dan psikiater sama-sama mendalami ilmu tentang kejiwaan. Selain itu, keduanya juga berfokus pada konsentrasi dan praktik yang sama. Mulai dari upaya penanganan, diagnosis, pencegahan, dan pemberian terapinya, 

    Inilah mengapa kedua bidang ini akan bekerja sama dalam melakukan koordinasi terapi terbaik untuk pasiennya. Akan tetapi, pemberian terapinya akan memiliki bentuk yang berbeda-beda.

    Pada bidang psikolog, pasien harus melakukan terapi pengobatan pada waktu yang telah ditentukan. Misalnya seperti setiap minggu melakukan konseling psikososial, psikoterapi, dan sejenisnya. 

    Sama seperti psikolog, psikiater juga akan melakukan terapi kepada pasien dengan waktu tertentu. Baik itu setiap minggu maupun bulan. Namun, psikiater akan memberikan penanganan berupa psikoterapi dan psikofarmakologi. Cara penanganannya tergantung kasus permasalahan dan kebutuhan klinis dari pasien. 

    Jika memiliki masalah gangguan kesehatan jiwa yang tidak dapat diatasi sendiri, maka sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan pihak profesional. Baik itu psikolog maupun psikiater. Bahkan ada juga beberapa pasien yang akan melakukan konsultasi dengan kedua profesi medis tersebut.

    Sebenarnya, jenis pengobatan dan penangan akan tergantung kasus yang sedang dihadapi oleh pasien. Bisa jadi, awalnya pasien melakukan konsultasi ke psikolog terlebih dahulu. Namun, ternyata jenis gangguan mentalnya perlu rujukan ke psikiater, karena mengharuskan terapi yang membutuhkan obat-obatan.

    Jika Mengalami Gangguan Mental, Segera Konsultasi!

    Ketika sedang mengalami gangguan mental, misalnya seperti gangguan kecemasan yang berlebihan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Maka dari itu, segera konsultasi ke psikiater atau psikolog. Melihat perbedaan psikolog dan psikiater tersebut, Anda dapat memilih tempat konsultasi yang paling tepat.

  • Manfaat Etika Profesi: Definisi, Prinsip, Tujuan, Skill dan Contohnya

    Manfaat Etika Profesi: Definisi, Prinsip, Tujuan, Skill dan Contohnya

    Etika profesi menjadi hal yang sangat penting untuk diketahui setiap karyawan. Etika tersebut bukan sekadar sebagai formalitas melainkan harus dijunjung tinggi serta diterapkan. Dengan begitu, apa yang menjadi rencana perusahaan bisa berjalan secara baik.

    Pengertian Etika Profesi

    Etika profesi yaitu panduan terkait profesionalisme yang harus dijalankan ketika bekerja. Seseorang wajib memahami serta mempelajari etika sebagai seorang profesional sehingga mereka tahu bagaimana berbicara serta bertindak saat melakukan pengambilan keputusan. 

    Apa yang mereka lakukan nanti menunjukkan bahwa tindakannya sudah sesuai secara profesional.

    Etika tersebut bukan sekadar berlaku untuk satu profesi saja. Akan tetapi, seluruh profesi juga harus memahaminya. Bahkan pada profesi tertentu akan ada tambahan aturan etika khusus dengan menyesuaikan profesi tersebut. 

    Dalam dunia kerja, seseorang harus paham serta mengingat terus seperti apa etika yang pantas. Dengan begitu, mereka mampu menjalin hubungan secara baik dengan seluruh bagian di tempat kerja, instansi, maupun organisasi. 

    Ada juga yang menerangkan jika etika profesi berkaitan dengan sikap hidup. Bagaimana sikap tentang kesediaan dalam memberikan pelayanan secara profesional bagi masyarakat.

    Prinsip Etika Profesi

    Beberapa prinsip penting yang harus dipahami serta dipegang teguh, yaitu:

    1. Tanggung Jawab

    Tanggung jawab mempunyai arti yaitu seluruh profesional wajib melaksanakan apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya terkait pekerjaan yang dikerjakan. Selain bertanggung jawab terhadap pekerjaan, seseorang juga harus bertanggung jawab mengenai hasil pekerjaannya nanti.

    Untuk menjadi seorang profesional, karyawan harus selalu siap akan tanggung jawab yang diberikan padanya. Misalnya bertanggung jawab terhadap dampak atas keputusan yang mereka buat.

    2. Keadilan

    Di dalam etika profesi, prinsip keadilan artinya karyawan yang secara profesional harus menjunjung tinggi nilai keadilan di dalam setiap pekerjaan. 

    Apa saja yang mereka lakukan harus mempunyai unsur keadilan. Apalagi jika karyawan tersebut melaksanakan pekerjaan yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat. Misalnya petugas kesehatan, pegawai kecamatan, polisi, dan lain-lain. Prinsip tersebut harus benar-benar dipegang teguh dan selalu mereka terapkan.

    3. Otonom

    Berikutnya yaitu prinsip otonom di mana seseorang profesional juga harus mempunyai kebebasan. Seorang karyawan mempunyai wewenang dalam menjalankan tugas atau pekerjaan sesuai profesi atau tupoksi yang memang harus mereka laksanakan. 

    Maksudnya, mereka mempunyai hak dalam melakukan atau tidak terhadap sesuatu berdasarkan kode etik pada pekerjaan tersebut.

    4. Integritas Moral

    Integritas moral merupakan prinsip yang juga sangat penting. Ini karena prinsip tersebut menunjukkan sebuah kualitas dari kejujuran serta prinsip ini harus mereka jalankan secara konsisten. 

    Tujuan menerapkan prinsip tersebut yaitu untuk menjaga kepentingan diri sendiri dan orang lain. Sama dengan prinsip-prinsip yang lain, integritas moral juga harus dijunjung dan dipegang teguh. Dengan begitu, karyawan tersebut akan menjadi seorang pekerja yang profesional dan bahkan disegani oleh rekan-rekannya.

    Tujuan

    Menerapkan etika bertujuan untuk mengembangkan norma, sikap, maupun kebiasaan agar sesuai dengan profesinya, baik terhadap rekan kerja, perusahaan, atau konsumen. 

    Etika tersebut mampu meningkatkan keterampilan intelek seseorang di dalam berpikir serta mengambil tindakan yang secara moral dapat dipertanggungjawabkan.

    Secara spesifik, beberapa tujuan penerapan etika profesi yaitu:

    • Memunculkan kesadaran moral maupun kemahiran di dalam mengenali permasalahan moral yang terjadi dalam profesi.
    • Memberikan dukungan terhadap cara pandang atau pendapat seseorang pada orang lain.
    • Memahami dan memberikan penilaian terhadap pandangan pihak lain yang berbeda.
    • Menghormati orang lain dengan cara menunjukkan rasa kepedulian pada kesejahteraan orang lain.
    • Koherensi moral, caranya dengan membentuk sebuah sudut pandang secara konsisten dan berdasarkan fakta.
    • Menerima perbedaan yang terjadi secara wajar di dalam perspektif moral dan profesional pada segi apa pun.
    • Dapat bertanggung jawab sebagai seorang profesional.

    Manfaat Etika Profesi

    Saat etika mampu dilaksanakan secara benar, akan banyak manfaat yang bisa dirasakan sebagai seorang karyawan. Bukan itu saja, perusahaan atau tempat kerja pun juga merasakan manfaatnya. 

    Dengan etika ini, akan timbul suasana kerja yang terasa kondusif dan positif. Selanjutnya, karyawan yang menerapkan etika ini akan bahagia dan puas dengan hasil pekerjaannya. 

    Datang ke tempat kerja bukan lagi sebuah hal yang membuat seorang karyawan tidak semangat, melainkan malah selalu antusias untuk datang ke tempat kerja.

    Beberapa manfaat lain dengan adanya etika profesi yaitu:

    1. Produktivitas Kerja Meningkat

    Etika memberikan pengajaran terhadap para karyawan agar mereka bisa lebih menghargai tugas yang menjadi tanggungan atau tanggung jawabnya. Lewat etika tersebut, seseorang akan menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.

    Alhasil, berbagai tugas bisa diselesaikan sesuai waktu atau deadline. Kemudian produktivitas juga akan meningkat dan bukan tidak mungkin tempatnya bekerja nanti akan memberikan apresiasi.

    2. Peningkatan Branding Merek

    Saat perusahaan beserta karyawannya menjunjung tinggi nilai serta tanggung jawab terhadap lingkungannya, mereka tidak akan membuang limbah secara sembarangan. Akhirnya limbah tersebut tidak akan mengakibatkan pencemaran di lingkungan masyarakat dan tak membahayakan kesehatan. Dengan begitu, kepercayaan dari masyarakat berhasil mereka dapatkan. 

    Ketika masyarakat sudah bersimpati serta menganggap perusahaan tersebut ramah lingkungan, maka citra merek atau produk perusahaan akan meningkat. Bentuk kepercayaan seperti inilah yang bisa meningkatkan reputasi perusahaan baik di mata konsumen, calon konsumen, maupun pelanggan.

    3. Beradaptasi terhadap Perubahan

    Prinsip berikutnya dalam etika profesi yaitu beradaptasi terhadap perubahan. Menjunjung prinsip tersebut akan mengantarkan seseorang menuju karier yang sukses di tempat dia bekerja. Hal ini karena karyawan tersebut akan menjadi pribadi yang mudah beradaptasi terhadap berbagai macam perubahan yang ada.

    Kemudian perusahaan akan memandangnya sebagai seseorang yang memiliki potensi serta bisa diandalkan. Selain itu, karyawan yang mampu menerapkan prinsip ini akan menjadi pribadi yang lebih siap terhadap konsekuensi yang menanti di depannya.

    Kondisi tersebut menjadikan perusahaan lebih mudah di dalam mengambil keputusan sesuai arahan dan kebijakan bisnis. Para karyawan tersebut akan selalu memberikan dukungan dan menghargai apa yang menjadi keputusan perusahaan, asalkan itu baik.

    4. Lingkungan Kerja Bebas Masalah

    Seseorang yang melaksanakan pekerjaan atau tugasnya tanpa menjunjung nilai etika akan membuat pekerjaannya cenderung tanpa arah. Selain itu, mereka juga berpotensi tidak menghiraukan kepentingan atau perasaan orang lain.

    Dari sini mulai bisa timbul kejahatan yang terjadi di dalam lingkungan kerja, misalnya korupsi, sexual harassment, melaksanakan pekerjaan di luar SOP, dan sebagainya. Tentu saja kerugian bukan saja dialami perusahaan melainkan karyawan tersebut atau bahkan karyawan yang lain.

    Sebaliknya, ketika seorang karyawan menanamkan nilai ini, maka pekerjaannya pun akan terarah. Berbagai penyimpangan yang kemungkinan bisa terjadi dapat dihindari. Alhasil, lingkungan kerja menjadi lebih baik dan membuat para karyawan semangat bekerja.

    Skill Etika Profesi

    Beberapa kemampuan yang mesti dimiliki dalam menerapkan etika profesi antara lain:

    1. Tingkat Kepekaan

    Bagi seseorang profesional, mereka harus memahami seluruh kondisi terkait sistem kerja dan bisnisnya. Agar menjadi seorang profesional bukan sekadar membangun kemampuan dalam bekerja melainkan paham bagaimana cara berinteraksi.

    Selain itu, penting juga menghargai seluruh komponen di dalam perusahaan. Kepekaan tersebut akan membawa seseorang menjadi karyawan yang profesional dan disegani.

    2. Sikap dan Pola Pikir Positif

    Kemampuan dalam bersikap dan berpikir positif akan menjaga lingkungan kerja tetap kondusif. Memang masalah pun akan selalu ada karena ini menjadi hal yang wajar. Bahkan terkadang masalah tersebut cenderung sulit untuk menyelesaikannya.

    Akan tetapi, jika permasalahan yang ada dihadapi secara profesional, maka akan terlihat mudah. Kuncinya berpegang teguh pada etika serta memahami aturan yang ada. Kemampuan ini harus dikuasai serta diasah sedini mungkin.

    3. Menanamkan Sikap Percaya

    Menjadi profesional bukan berarti menjalankan berbagai tugas serta tanggung jawabnya secara sendiri. Siapa pun pasti membutuhkan bantuan orang lain karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Dalam hal ini, dukungan rekan kerja serta lingkungan menjadi sesuatu yang sangat penting.

    Menanamkan sikap percaya pada diri sendiri memang penting. Akan tetapi, jangan lupa untuk menanamkan kepercayaan terhadap atasan, rekan kerja, serta semua komponen perusahaan. Tanpa kemampuan tersebut, seseorang akan mengerjakan tugasnya secara tidak maksimal dan profesional.

    Contoh Etika Profesi

    Sudah pasti setiap pekerjaan mempunyai etika profesinya masing-masing. Beberapa contohnya yaitu:

    1. Pelaku Bisnis

    Pelaku bisnis mempunyai etika di dalam berinteraksi dengan klien maupun konsumennya. Misalnya:

    • Menjaga kerahasiaan atau informasi yang sifatnya pribadi mengenai klien ketika bekerja sama.
    • Perusahaan membuat ketetapan terkait pedoman untuk karyawan dan harus dijalankan agar aktivitas perusahaan mampu berjalan dengan baik.

    2. Dokter

    Beberapa contoh etika profesi dokter antara lain:

    • Menjunjung tinggi serta mengamalkan sumpah dokternya.
    • Setiap dokter akan memberikan diagnosis maupun pendapat pasca melaksanakan pemeriksaan sendiri.
    • Selalu melakukan pengambilan keputusan secara independen dan profesional.
    • Setiap dokter harus menerapkan teknik pengobatan baru maupun yang belum teruji secara hati-hati.
    • Dokter juga wajib menghormati hak-hak pasien maupun rekan sejawat.
    • Dokter juga wajib menjaga kerahasiaan pasiennya.
    • Dokter memiliki kewajiban untuk menyimpan semua hal tentang pasiennya, bahkan ketika pasien sudah meninggal dunia.

    3. Profesi Gizi

    Etika profesi gizi adalah memperhatikan kewajiban baik pada diri sendiri, kewajiban umum, masyarakat, rekan profesi, dan klien.

    • Menjunjung tinggi reputasi profesi gizi.
    • Berkontribusi di dalam meningkatkan keadaan gizi serta kesejahteraan masyarakat.
    • Selalu memberi pelayanan serta meningkatkan gizi klien.
    • Menjalankan profesinya secara tulus, jujur, dan penuh tanggung jawab.
    • Melindungi masyarakat akan penyebaran informasi keliru (hoax) serta praktik yang tidak etis mengenai gizi.
    • Memberi pelayanan prima serta akurat terhadap klien yang mengalami masalah gizi.

    Kesimpulan

    Sekian pembahasan tentang etika profesi. Kesimpulan, menjunjung etika tersebut menjadi sebuah kewajiban agar mampu menghadirkan suasana yang kondusif di tempat kerja. Selain itu, seseorang yang menerapkan etika ini akan memberikan manfaat bagi tempat kerja, rekan sejawat, dan masyarakat.

  • Apa itu Staff? Tugas, Gaji, dan Jenisnya yang Perlu Kamu Simak

    Apa itu Staff? Tugas, Gaji, dan Jenisnya yang Perlu Kamu Simak

    Jika bekerja di sebuah perusahaan, Anda mungkin akan menemui banyak sekali karyawan dengan jabatan sebagai staff. Apakah sebenarnya jabatan itu? Mengapa setiap perusahaan memiliki staf? Pada artikel ini, kita akan membahas tentang apa itu staf, jenisnya, tugas, serta gaji.

    Mau tahu lebih lanjut tentang pekerjaan satu ini? Jangan berhenti sebab pembahasan ini akan menyeluruh. Yuk, simak terus penjelasan berikut ini sampai akhir, ya!

    Apa itu Staff?

    Staff yang disebut staf dalam Bahasa Indonesia bisa didefinisikan sebagai kumpulan orang dalam sebuah perusahaan ataupun sebuah organisasi. Mereka turut membantu para pimpinan atau ketuanya untuk melaksanakan tugas dan bertanggung jawab terhadap sebuah pekerjaan.

    Banyak orang yang mengira staf dan karyawan adalah hal yang sama, padahal keduanya sangat jauh berbeda. Meskipun keduanya sama-sama bertanggung jawab kepada perusahaan, namun staf sendiri lebih kepada kumpulan orang yang bekerja sama dalam membantu pimpinan untuk mengelola sesuatu.

    Kemudian, karyawan adalah seseorang yang bertanggung jawab dan bekerja untuk sebuah lembaga bisa berupa perusahaan, kantor, dan lain sebagainya untuk memperoleh upah atau gaji.

    Biasanya, pada staff diterapkan sebuah wewenang secara vertikal dimana sebuah tugas dan tanggung jawab sepenuhnya akan diberikan kepada kepala bagian dan kemudian dilanjutkan pada staf.

    Para staf ini pun akan memberikan bantuan berupa nasehat, saran, atau pelayanan tertentu. Biasanya semua hal tersebut akan datang dari pimpinan dan disampaikan kepada para staf.

    Jenis-jenis Staff

    Staf sendiri memiliki beberapa jenis yang sangat penting untuk kamu ketahui sebelum melamar pekerjaan ini. Ini dia beberapa jenis staf yang ada di sebuah perusahaan, organisasi maupun instansi.

    1. Staf Ahli

    Staf ahli biasanya memegang posisi atau jabatan yang mengharuskannya untuk memberi nasihat kepada perusahaan ataupun pihak pimpinan dari perusahaan tersebut. Staff dengan jenis ini biasanya dituntut untuk memiliki kompetensi serta latar belakang pendidikan yang sesuai dengan pekerjaannya.

    Beberapa contoh staf ahli yang bisa Anda temui seperti Staf Ahli Kepala Daerah, Staf Ahli Kepresidenan, dan masih banyak lagi.

    2. Staf Administrasi

    Jenis staf yang satu ini biasanya bertugas atau berada dalam posisi dengan tanggung jawab untuk mengelola berbagai permasalahan administrasi yang ada di kantor.

    Beberapa contoh pekerjaan administrasi yang biasa dihadapi oleh sebuah perusahaan seperti pengarsipan, pembukuan, mengelola dokumen, mengatur agenda, mengurus perizinan, serta berbagai urusan administratif lainnya.

    3. Staf Operasional

    Sesuai dengan namanya, staf operasional biasanya bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas operasional yang ada di dalam perusahaan maupun kantor. Aktivitas operasional yang dilakukan seperti aktivitas buka dan tutup kantor.

    4. Staf Penasihat

    Staf penasihat biasanya bertugas untuk memberikan petunjuk kepada atasannya. Staf ini juga belajar tentang cara memecahkan sebuah masalah, memberikan usulan tertentu serta memberi informasi terkait pengambilan keputusan.

    5. Staf Fungsional

    Staf dengan jabatan sebagai fungsional dikenal dengan staf fungsional. Tugasnya adalah mengendalikan hubungan perusahaan atau instansi dengan fungsi-fungsi tertentu. Staf fungsional biasanya memiliki wewenang yang cukup terbatas.

    Sebagai contoh, seorang staf fungsional memberikan petunjuk tentang bagaimana cara suatu aktivitas bisa dilakukan dengan cara-cara tertentu yang sudah dibuat oleh seorang staf fungsional.

    6. Staf Pengendali

    Staf jenis ini biasanya mengatur serta melaksanakan kontrak secara langsung maupun tidak langsung pada struktur organisasi. Seorang staf pengendali biasanya bertanggung jawab kepada manajer, dimana seorang manajer berhak melaksanakan veto pada tindakan dari seorang staf pengendali.

    7. Staf Pelayanan

    Sesuai dengan namanya, seorang staf pelayanan bertindak untuk melaksanakan jasa serta aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan ataupun tugas yang berkaitan dengan pelayanan.

    8. Personal Staff

    Personal staff adalah pekerjaan dengan fungsi membantu kinerja staf lainnya maupun khusus membantu para pimpinan untuk melakukan berbagai aktivitas.

    Biasanya, personal staff yang khusus mengatur pimpinan dikenal juga dengan asisten. Sementara untuk mereka yang mengerjakan tugas umum dikenal dengan general staff.

    9. Staf Lain-lain

    Staf lain-lain merupakan jenis staf khususnya yang biasanya dibentuk oleh perusahaan untuk melengkapi kebutuhan perusahaan supaya jalannya bisnis dan usaha bisa lancar. Ada beberapa staf jenis tertentu yang hanya bisa Anda temui di perusahaan-perusahaan tertentu.

    Misalnya, di sebuah bank biasanya ada staf yang dikenal dengan staf support, dimana tugasnya untuk mendukung kinerja karyawan lainnya. Kemudian, ada juga staf khusus pembuangan limbah pabrik. Biasanya, staf ini bisa ditemui di perusahaan yang bergerak di bidang bahan kimia dan obat-obatan.

    Perbedaan Staff, Karyawan, dan Freelance

    Dalam dunia kerja ada beberapa jenis jabatan. Anda juga mungkin familiar dengan istilah-istilah seperti staf, karyawan, dan freelance. Ketiganya memiliki perbedaan yang cukup mendasar, dan untuk Anda yang sedang mencari kerja, wajib memahami perbedaan ketiga pekerjaan tersebut. Ini dia penjelasannya.

    1. Staff

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, staf adalah kelompok orang atau pekerja yang memang bekerja untuk sebuah bisnis atau organisasi. Biasanya, staf saling berkoordinasi dengan staf-staf lain dalam melaksanakan pekerjaannya.

    Mereka bekerja untuk mencapai tujuan dari suatu organisasi atau bisnis. Sementara setiap staf melakukan pekerjaan dalam pencapaian tujuan tersebut untuk mendapatkan gaji atau uang. Istilah staf umumnya dipakai di perusahaan-perusahaan besar maupun instansi pemerintahan.

    2. Karyawan

    Karyawan adalah orang-orang yang bekerja kepada orang lain atau bekerja untuk sebuah perusahaan untuk mendapatkan uang atau gaji. Karyawan sangat umum dipakai dalam pekerja-pekerja di dunia usaha. Seorang karyawan akan selalu bekerja di bawah perusahaan atau seseorang.

    Ada beberapa jenis karyawan yang bisa kita temui, seperti karyawan tetap, karyawan semi-permanen, karyawan kontrak, hingga karyawan outsourcing.

    Namun, istilah karyawan ini tidak umum dipakai untuk pekerja yang bekerja di bidang konstruksi atau mereka yang mengerjakan pekerjaan berat. Biasanya, karyawan di bidang ini lebih umum disebut pekerja.

    3. Freelance

    Pekerja freelance dikenal juga dengan pekerja upahan. Mereka adalah pekerja yang dibayarkan berdasarkan pekerjaan yang telah diberikan oleh si pemberi kerja. Pekerja ini biasanya digaji berdasarkan nilai yang sudah disepakati dalam kontrak.

    Mereka yang bekerja sebagai pekerja upahan ,atau pekerja freelance ini biasanya disebut juga dengan karyawan outsourcing dimana gaji yang dibayarkan sesuai dengan jumlah pekerjaan yang mereka kerjakan.

    Perbedaan Para Pekerja

    Adapun perbedaan dari ketiga jenis pekerja tersebut adalah sebagai berikut.

    1. Waktu Cuti atau Libur

    Biasanya, staf memiliki jumlah waktu cuti serta libur yang lebih besar dari karyawan. Terutama jika dia seorang staf ahli yang harus mengerjakan sebuah proyek yang lebih besar, ketika proyek tersebut selesai, biasanya para staf bisa memilih libur yang lebih banyak.

    Sementara pekerja freelance bisa memilih liburnya sendiri. Kapanpun seorang pekerja freelance ingin libur, ia bisa mengambil libur sesuai kehendaknya.

    2. Tanggung Jawab

    Tanggung jawab seorang staf biasanya lebih besar daripada seorang karyawan pada umumnya. Misalnya, staff keuangan biasanya memiliki tugas dan tanggung jawab yang berkaitan dengan mengatur pengeluaran serta pendapatan dari sebuah perusahaan.

    Sementara karyawan di bidang keuangan memiliki pekerjaan yang lebih administratif, seperti mencatat pengeluaran serta pendapatan dari perusahaan secara lebih spesifik.

    Berbeda dengan freelance yang mana biasanya punya tugas yang lebih sedikit karena ia hanya mengerjakan satu tugas tertentu dari pemberi kerja.

    3. Status Pekerja

    Apabila kita lihat dari segi status pekerja, ketiga pekerjaan ini tentu memiliki status yang berbeda. Staf biasanya memiliki status pekerja permanen, sementara karyawan biasanya adalah pekerja kontrak.

    4. Pendapatan

    Dari sisi pendapatan, untuk karyawan dan staf biasanya dilihat dari masa kerja, jabatan, serta tanggung jawab yang dipegang oleh masing-masing pekerjaan tersebut. Biasanya, seorang staf memiliki gaji yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan karyawan kontrak.

    Sementara pekerja freelance gajinya akan bergantung dari jumlah pekerjaan yang dilakukannya. Semakin banyak pekerjaan yang diselesaikan, maka semakin banyak juga penghasilan yang mereka dapat.

    5. Penerimaan Manfaat

    Staff maupun karyawan biasanya menerima beberapa manfaat. Namun, manfaat yang diterima tentu tidaklah sama. Staf akan menerima manfaat yang lebih besar dan lebih banyak, seperti asuransi kesehatan, jaminan hari tua, cuti tahunan, dan masih banyak lagi.

    Sementara karyawan kontrak umumnya tidak memperoleh manfaat sebesar yang diperoleh para staf. Namun karena di Indonesia sendiri ada kebijakan dimana semua karyawan harus memiliki BPJS Kesehatan atau BPJS Ketenagakerjaan.Maka, setiap karyawan kontrak akan memperolehnya. 

    Namun, BPJS ini dipotong dari gaji karyawan itu sendiri. Lain halnya dengan pegawai freelance yang tidak akan memperoleh manfaat seperti itu dan mereka hanya memperoleh gaji saja tanpa ada manfaat lainnya.

    6. Jenis Perusahaan

    Apabila dilihat dari jenis perusahaan, staf biasanya dipakai sebagai istilah kepegawaian untuk sebuah lembaga atau institusi seperti lembaga dan institusi pemerintahan. Biasanya, setiap pekerja yang bekerja di sebuah institusi dan lembaga pemerintahan akan disebut sebagai staf.

    Sementara, perusahaan swasta biasanya akan menyebut pekerjanya sebagai karyawan. Namun, karyawan juga bisa dipakai dalam industri yang lebih luas lagi, seperti karyawan rumah makan atau karyawan toko.

    Sementara untuk pekerja freelance biasanya merujuk pada perusahaan-perusahaan di bidang teknologi. Biasanya, sebuah perusahaan merekrut seorang freelancer untuk mengisi kebutuhan-kebutuhan tertentu saja.

    7. Waktu Kontrak Kerja

    Jika dilihat dari kontrak kerja, seorang staf biasanya sudah memiliki waktu kontrak kerja yang permanen dan bisa bekerja dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Biasanya, waktu kontrak kerja akan berakhir jika pekerja yang mengakhirinya atau perusahaan mengakhiri kontrak kerja karena staf melakukan kesalahan tertentu.

    Karyawan biasanya memiliki kontrak dalam jangka waktu tertentu, misalnya 1 tahun, 2 tahun, atau berapapun yang sudah disepakati oleh perusahaan. Artinya, seorang karyawan hanya bekerja dalam jangka waktu tertentu.

    Sementara seorang pekerja freelance hanya melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas yang diberikan oleh pemberi kerja. Jadi, ia hanya dikontrak selama pekerjaan tersebut berlangsung. Jika pekerjaannya sudah selesai, maka kontraknya juga berakhir.

    Tugas Staf

    Para staf yang ada di perusahaan tidak bekerja hanya untuk membantu para pimpinan. Ia juga bertanggung jawab dengan berbagai tugas dan wewenang tertentu. Adapun tugas staf bisa Anda lihat sebagai berikut.

    1. Staff bertugas untuk mengikuti perkembangan zaman secara konsisten serta memperhatikan berbagai akibat-akibat atau pengaruh-pengaruh dari suatu keadaan yang melibatkan pada pelaksanaan tugas pokok.

    2. Staff bertugas mengestimasi, mengumpulkan, serta mengolah berbagai bahan yang langsung terhubung dengan tugas yang dimilikinya. Ia juga ditugaskan untuk memberi saran dan pertimbangan. Hal yang diberikan dan disarankan oleh staf berupa bahan bagi pimpinan untuk menentukan kebijakan serta keputusan.

    3. Staf juga menyampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap kebijakan, keputusan, atau peraturan yang ditentukan oleh pimpinan tersebut.

    Selain tugas-tugas tersebut, seorang staf juga memiliki berbagai wewenang. Selanjutnya, Anda akan melihat berbagai wewenang dari seorang staf.

    Wewenang Staff

    Jabatan staff memiliki berbagai wewenang. Selain berwenang membantu pimpinannya, seorang staf juga memiliki berbagai wewenang lainnya. Berikut penjelasannya.

    1. Forecasting atau memberikan berbagai perkiraan terkait perusahaan di masa depan.

    2. Planning atau wewenang staf dalam menghasilkan sesuatu dari tindakan-tindakan yang dipilih oleh perusahaan.

    3. Organizing atau sebuah wewenang yang diberikan kepada staf untuk mengatur tugas serta memberikan kemudahan dalam material serta memberikan kemudahan tenaga. Wewenang yang satu ini biasanya akan dilakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mewujudkan hubungan kerja yang baik.

    4. Controlling atau berbagai tindakan yang sesuai dengan kebijaksanaan dari seorang staf. Wewenang dalam controlling biasanya berkaitan dengan saran, pertimbangan, serta pemikiran yang dapat dituangkan dalam berbagai bentuk.

    5. Memberikan saran serta rencana masa depan kepada pimpinan. Wewenang satu ini membuat staf memiliki hak untuk membuat petunjuk pelaksanaan, rencana kerja, hingga memberi evaluasi tentang sebuah penyelesaian proyek.

    6. Membantu pimpinan dalam memberikan fasilitas berupa material, tenaga, ketatausahaan, serta pembiayaan.

    Gaji Staff

    Anda sudah melihat berbagai penjelasan tentang staf, tugas, wewenang, serta perbedaannya dengan karyawan dan freelancer. Sekarang, Anda mungkin penasaran dengan rata-rata gaji staf yang diterima.

    Jika Anda baru lulus kuliah, Anda mungkin akan menemukan berbagai pekerjaan dengan level sebagai staf. Rata-rata kantor di Indonesia memberikan gaji sekitar 3,7 juta rupiah untuk pekerjaan tertentu dengan level staf.

    Namun, tentunya gaji ini bisa lebih besar atau lebih kecil tergantung perusahaan, jenis staf, dan di mana perusahaan tersebut berada. Nah, untuk lebih spesifiknya, kami akan memberikan beberapa daftar gaji dari seorang staf dari bidang tertentu yang bisa Anda simak di bawah ini.

    1. Staf Administrasi

    Staf administrasi biasanya berfokus pada pekerjaan untuk mengatur, merencanakan, serta melakukan pekerjaan di bidang koordinasi administrasi perusahaan. Biasanya, staf ini berada di divisi atau bagian administrasi perusahaan dan berkoordinasi dengan bagian lainnya untuk melaksanakan pekerjaannya.

    Kisaran gaji untuk pekerjaan satu ini adalah sekitar Rp10.000.000,00–Rp12.000.000,00 per bulan. Gaji ini diperoleh berdasarkan kualifikasi dan disesuaikan dengan lama waktu bekerja Anda.

    2. Staf Gudang

    Pekerjaan dari seorang staff gudang adalah menyediakan berbagai logistik dan barang dalam suatu gudang dari suatu perusahaan. Staf ini tidak hanya ada di perusahaan yang bergerak di bidang barang saja.

    Perusahaan di bidang jasa juga bisa memiliki staf gudang. Biasanya, ia melakukan pengadaan untuk kebutuhan seperti kebutuhan kertas, tinta, dan berbagai barang untuk menunjang pekerjaan bagian lainnya. Gaji yang bisa diperoleh oleh jabatan satu ini adalah sekitar Rp3.000.000,00–Rp5.500.000,00 per bulan.

    3. Staf Marketing

    Staf marketing adalah seorang staf yang bertugas untuk melakukan pekerjaan dengan strategi tertentu untuk memasarkan produk dari sebuah perusahaan. 

    Biasanya, pekerjaan ini akan dibebankan sebuah target tertentu. Dari segi gaji sendiri, seorang staf marketing akan memperoleh gaji sekitar Rp4.000.000,00–Rp7.000.000,00 per bulan.

    Namun, staf marketing bisa memperoleh penghasilan lainnya dengan adanya bonus capai target dan berbagai manfaat lainnya.

    4. Staf HRD

    Staf HRD biasanya bekerja untuk melakukan pengelolaan, mengatur, serta menjaga kesejahteraan dari sumber daya manusia. Dalam hal ini yang dimaksud adalah  karyawan lainnya yang ada di suatu perusahaan tertentu. 

    Pekerjaan ini bisa dibilang bidang pekerjaan yang cukup luas karena setiap perusahaan memiliki staf HRD di dalamnya. Untuk gaji seorang staf HRD biasanya berkisar antara Rp5.000.000,00–Rp8.000.000,00 per bulannya. Lagi-lagi, gaji ini sangat bergantung dari kondisi perusahaan.

    5. Staf Perbankan

    Sesuai dengan namanya, staf perbankan adalah seorang staf yang bekerja di bidang perbankan. Biasanya, staf perbankan punya gaji yang berbeda-beda tergantung jenis banknya, apakah bank swasta atau bank nasional. 

    Namun, staf perbankan biasanya punya gaji yang berkisar antara Rp3.000.000,00 – Rp20.000.000,00. Nominal ini biasanya belum termasuk insentif, bonus, dan manfaat lain yang dirasakan oleh seorang staf di bidang perbankan.

    6. Staf Legal

    Staf legal adalah pekerjaan yang mengatur tentang hukum serta regulasi dari sebuah perusahaan. 

    Biasanya, para staf legal ini akan diberikan tanggung jawab untuk mengatur berbagai aturan hukum yang ada di dalam perusahaan serta mengatur aturan hukum ke luar. Gajinya ada di kisaran antara Rp5.000.000,00–Rp11.000.000,00 per bulan.

    7. Staf Finance dan Accounting

    Staff finance dan accounting ini biasanya bertanggung jawab untuk mengatur pendapatan dan pengeluaran perusahaan. Mereka juga biasanya mengatur cashflow, membuat perencanaan keuangan dan budget perusahaan, serta membuat proyeksi keuangan kedepannya.

    Selain itu, staff finance dan accounting juga mengatur perpajakan yang meliputi seberapa besar beban pajak yang harus ditanggung perusahaan. 

    Mereka jugalah yang mengurus keperluan pembayaran pajak dari sebuah perusahaan kepada pihak perpajakan. Gaji dari staf satu ini biasanya berkisar antara Rp3.000.000,00–Rp12.000.000,00.

    8. Staf Bidang Komunikasi dan Kreatif

    Pekerjaan di bidang komunikasi dan kreatif sebenarnya ada banyak sekali, apalagi di masa sekarang ini. Sumber daya manusia yang mampu menjadi staf di bidang komunikasi dan kreatif jumlahnya sangat melimpah.

    Beberapa contoh pekerjaan sebagai staf di bidang komunikasi dan kreatif seperti marketing officer, Social Media Officer, PR Officer, Graphic Designer, Digital Marketing, Customer Care, Customer Service, UI/UX Designer, dan Copywriter.

    Staf yang satu ini memiliki tanggung jawab untuk berkomunikasi dengan customer, baik secara langsung ataupun melalui media massa. Biasanya, staf di bidang kreatif akan ditugaskan untuk menghasilkan produk-produk kreatif, seperti konten promosi iklan TV, konten di media sosial, dan lainnya.

    Lalu, berapakah gaji di bidang ini? Untuk gaji di masing-masing staf di bidang ini kami rincikan sebagai berikut.

    ·         Marketing Officer: Rp4.000.000,00–Rp15.000.000,00

    ·         Social Media Officer: Rp3.000.000,00–Rp10.000.000,00

    ·         PR Officer: Rp3.200.000,00– Rp7.000.000,00

    ·         Graphic Designer: Rp3.800.000,00–Rp8.000.000,00

    ·         Digital Marketing Officer: Rp4.000.000,00–Rp9.000.000,00

    ·         UI/UX Designer: Rp4.000.000,00–Rp9.000.000,00

    ·         Copywriter: Rp3.500.000,00–Rp5.800.000,00

    ·         Customer Care /Customer Service: Rp3.000.000,00– Rp6.500.000,00

    Gaji tersebut juga biasanya disesuaikan dengan kualifikasi, serta lama Anda bekerja di perusahaan tersebut. Kalau Anda tertarik untuk bekerja sebagai staf di bidang komunikasi dan kreatif, Anda bisa gunakan daftar gaji di atas sebagai salah satu pertimbangan sebelum Anda benar-benar terjun dalam pekerjaan tersebut.

    9. Staf Bidang IT dan Engineering

    Staf di bidang IT dan Engineering juga menjadi salah satu pekerjaan yang sangat banyak diminati belakangan ini. Selain karena gajinya yang cukup besar, pekerjaan ini pun memberikan Anda kesempatan untuk bekerja secara santai dari rumah atau Work From Home.

    Pekerjaan di bidang satu ini pun semakin banyak lowongan pekerjaannya dikarenakan kebutuhan perusahaan akan teknologi sekarang sudah semakin tinggi.

    Untuk Anda yang sedang menekuni pendidikan di bidang IT dan engineering, Anda bisa pertimbangkan pekerjaan ini dengan melihat range gaji staf di bidang IT berikut ini.

    ·         IT Staff: Rp4.000.000,00–Rp8.000.000,00

    ·         Data Engineer: Rp5.800.000,00–Rp9.000.000,00

    ·         Data Analyst: Rp3.000.000,00-Rp7.000.000,00

    ·         Web Developer: Rp6.000.000,00–Rp8.000.000,00

    ·         Programmer: Rp4.000.000,00–Rp7.000.000,00

    ·         Engineer (Non-IT): Rp4.000.000,00–Rp20.000.000,00

    ·         Technician: Rp4.200.000,00–Rp11.000.000,00

    ·         Network Engineer: Rp4.000.000,00–Rp8.000.000,00

    Beberapa pekerjaan di atas pun memiliki banyak sekali peluang untuk work from home atau bekerja dari rumah atau dari mana saja. Sehingga, Anda berkesempatan bekerja untuk perusahaan luar negeri yang tentunya gajinya sudah dipastikan lebih besar.

    Biasanya, orang yang bekerja dengan perusahaan luar negeri akan mendapat gaji bisa 2x hingga 5x lipat dari gaji yang mereka peroleh di Indonesia. Tidak heran, jika staf di bidang IT dan engineering bisa dapat gaji sekitar Rp20.000.000,00–Rp60.000.000,00 per bulan. Cukup besar, bukan?

    10. Staf Bidang Perminyakan dan Pertambangan

    Satu lagi pekerjaans staff yang sangat diminati oleh banyak orang adalah staf di bidang perminyakan dan pertambangan. Beberapa perusahaan yang bergerak di bidang ini seperti yang kita tahu adalah Pertamina, Total Energies, serta Chevron Pacific.

    Biasanya, gaji staf di bidang ini sangatlah tinggi. Untuk entry level yang banyak diisi oleh para fresh graduate, Anda akan memperoleh gaji sekitar Rp5.000.000,00–Rp15.000.000,00. Gaji ini tentunya belum termasuk tunjangan, bonus, dan lain-lainnya.

    Apabila Anda sudah bekerja jauh lebih lama, maka gaji yang diperoleh juga akan lebih besar. Bahkan, bagi yang sudah menikah akan ada tunjangan khusus yang diberikan kepada keluarga.

    Nah, itulah beberapa staf dengan gajinya. Anda bisa gunakan rata-rata gaji tersebut sebagai patokan untuk bernegosiasi gaji dengan perusahaan.

    Berminat Bekerja Sebagai Staff?

    Itulah penjelasan tentang apa itu staf, tugas, gaji dan wewenang dari seorang staf yang perlu Anda ketahui, khususnya untuk Anda yang berminat bekerja sebagai staff.

    Meskipun menjadi staf terdengar lebih menyenangkan karena gajinya yang tinggi serta memiliki banyak kepastian seperti kepastian gaji, waktu kerja, dan lain sebagainya.

    Namun, perlu dicatat juga bahwa pekerjaan ini pastinya punya beban tersendiri yang perlu Anda perhatikan sebelum menjalaninya. Pastikan Anda bisa menjadi staf yang baik sekaligus membantu kinerja perusahaan agar Anda bisa tetap bekerja di sana. Jadi, siapkah Anda bekerja sebagai staf di perusahaan?

  • Frontliner Bank: Pengertian, Jenis, Kualifikasi, Tugas, Gaji, dan Karirnya

    Frontliner Bank: Pengertian, Jenis, Kualifikasi, Tugas, Gaji, dan Karirnya

    Setiap kali datang ke bank, Anda pasti disambut oleh seorang perempuan atau laki-laki berpakaian rapi, bersih dan good looking. Biasanya, mereka akan membantu melayani kebutuhan transaksi Anda. Ya, merekalah yang dikenal dengan frontliner bank. 

    Garda terdepan bank ini biasanya mencakup Customer Service dan Teller. Biasanya, mereka akan membantu memberikan layanan transaksi serta layanan keuangan lainnya, sekaligus memberikan informasi yang dibutuhkan nasabah. 

    Pekerjaan frontliner bank ini sangatlah cocok untuk Anda yang suka bertemu dengan banyak orang. Tertarik untuk menjadi frontliner? Simak dulu penjelasan tentang frontliner berikut ini, yuk!

    Pengertian Frontliner

    Dalam dunia perbankan, frontliner adalah mereka yang bertugas melayani nasabah atau customer. Merekalah yang menjadi wajah dari sebuah bank, karena mereka pula orang pertama dari pihak bank yang menemui dan berinteraksi langsung dengan nasabah. 

    Para frontliner ini juga yang menjelaskan tentang produk-produk dari perusahaan, mempromosikannya kepada customer, hingga membantu customer untuk mendapatkan layanan yang mereka butuhkan sekaligus menanggapi berbagai keluhan yang disampaikan oleh nasabah. 

    Mereka juga ditugaskan untuk menciptakan suasana serta pelayanan prima kepada nasabah, sehingga mereka tetap menjadi pelanggan setia dari sebuah bank. Biasanya, para frontliner ini dituntut untuk berpenampilan menarik, rapi, dan juga sopan. 

    Bahkan, beberapa bank sudah menetapkan SOP berpenampilan untuk frontliner sekaligus menetapkan peraturan untuk mereka berkomunikasi dengan customer

    Tugas Umum Frontliner Bank

    Apapun jenisnya, seorang frontline tentunya punya beberapa tugas umum yang wajib mereka lakukan sebagai wajah dari perusahaan. Berikut penjelasannya.

    1. Mempertahankan dan membina hubungan baik dengan nasabah maupun calon nasabah. 
    2. Memahami segala permasalahan dan kebutuhan dari nasabah dan calon nasabah. 
    3. Memberikan respon yang solutif terhadap setiap permasalahan nasabah atau calon nasabah. 
    4. Menjawab semua pertanyaan dari nasabah atau calon nasabah dengan tepat dan rinci. 
    5. Berkomunikasi dengan jelas dan baik kepada nasabah serta calon nasabah.
    6. Bernegosiasi dengan nasabah atau calon nasabah dan menciptakan solusi yang paling baik untuk semua pihak atau win-win solution. 
    7. Bekerjasama dengan divisi terkait dan membantu nasabah untuk melakukan transaksi yang mereka butuhkan. 
    8. Menguasai berbagai produk yang ada di bank tempatnya bekerja. 
    9. Mengerti tentang prinsip-prinsip dasar kepuasan nasabah. 
    10. Sopan dan ramah kepada semua nasabah yang ditemui, baik saat sedang dalam jam tugas ataupun di luar jam tugas. 
    11. Fast response terhadap semua permintaan, pertanyaan, dan keluhan dari nasabah. 
    12. Beradaptasi di berbagai situasi dan kondisi sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi. 
    13. Berempati tinggi pada setiap masalah yang dihadapi oleh nasabah. 

    Jenis-jenis Frontliner 

    Frontliner bank biasanya terdiri dari Customer Service dan Teller. Masing-masing dari mereka punya tugas dan tanggung jawab masing-masing. Berikut ini adalah penjelasan tentang jenis-jenis frontliner

    1. Customer Service 

    Customer service (CS) adalah pekerjaan yang bertugas untuk menangani berbagai keluhan dari nasabah, Mereka juga biasanya ditugaskan untuk membantu customer dalam membuka ataupun menutup rekeningnya. Ada beberapa tugas yang spesifik untuk seorang customer service, yaitu sebagai berikut. 

    • Menjelaskan produk keuangan yang ada di bank dengan baik sesuai dengan kebutuhan nasabah. 
    • Menyambut nasabah dengan berbagai keperluannya.
    • Menangani keluhan nasabah terkait sebuah layanan atau transaksi. 
    • Meninjau kepuasan customer terhadap layanan yang ada di bank. 
    • Membantu customer yang mau membuka atau menutup rekening. 
    • Bekerjasama dengan pihak tim lain untuk memberikan layanan prima kepada nasabah. 

    2. Teller 

    Jenis frontliner bank yang kedua adalah teller. Biasanya, teller bertugas untuk membantu nasabah melakukan transaksi keuangan, baik berupa penarikan tunai, setoran tunai, serta membantu melakukan transfer. Beberapa tugas yang juga dijalani oleh seorang frontliner adalah sebagai berikut. 

    1. Mengoperasikan berbagai mesin untuk transaksi, seperti alat hitung uang hingga komputer. 
    2. Mengkoordinir kebutuhan nasabah dalam melakukan transaksi. 
    3. Membantu nasabah untuk memahami kebutuhan transaksinya, 
    4. Bertanggungjawab untuk menerima dan menyetorkan sejumlah uang tunai untuk ataupun dari nasabah. 

    Kualifikasi Seorang Frontliner Bank

    Ada beberapa kualifikasi yang dibutuhkan oleh seorang frontliner bank untuk menunjang pekerjaannya. Inilah beberapa keahlian atau kualifikasi yang dibutuhkan oleh seorang frontliner

    1. Komunikasi

    Seorang frontliner haruslah memiliki kemampuan berkomunikasi karena harus berinteraksi langsung dengan nasabah. Bahkan, beberapa bank juga mewajibkan frontliner bisa berkomunikasi dengan lancar menggunakan Bahasa Inggris maupun bahasa daerah supaya bisa melayani nasabah dengan berbagai latar belakang. 

    2. Skill dalam Mendengarkan 

    Selain mampu berkomunikasi dengan nasabah, frontliner juga harus memiliki skill mendengarkan nasabah, khususnya mendengar berbagai keluhan-keluhan nasabah. Tujuannya, supaya frontliner bisa memberikan pemecahan masalah kepada nasabah. 

    3. Problem Solving 

    Masih berkaitan dengan kualifikasi sebelumnya, seorang frontliner juga harus punya skill problem solving yang baik. Mengingat pekerjaan dari seorang frontliner bank adalah menanggapi berbagai masalah dan keluhan nasabah, maka keahlian ini pun sangatlah dibutuhkan. 

    4. Kemampuan Beradaptasi dengan Cepat 

    Garda terdepan bank pastinya akan menemui banyak sekali nasabah atau customer dengan sifat dan latar belakang yang berbeda-beda. Oleh karena itu, seorang frontliner wajib punya kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat dan menyesuaikan diri dengan berbagai model dan sifat dari nasabah. 

    5. Punya Manajemen Emosi yang Baik 

    Kualifikasi selanjutnya yang harus dimiliki oleh seorang frontliner adalah manajemen emosi yang baik. Perlu diingat bahwa customer atau nasabah adalah hal nomor satu bagi bank. Seburuk apapun nasabah, seorang frontliner dituntut untuk tetap sabar dan profesional. 

    Apalagi, di era media sosial sekarang ini, banyak sekali pelayanan buruk dari sebuah bank yang tiba-tiba viral sehingga membuat banyak orang memberikan pandangan buruk terhadap bank tersebut. Oleh karena itu, sangat penting untuk bisa mengelola emosi dengan baik sehingga tetap profesional di depan nasabah. 

    6. Critical Thinking 

    Critical thinking yang dimaksud bisa berupa memahami akar masalah, menganalisis situasi, serta mempertimbangkan solusi alternatif yang ada secara rasional. 

    Masalah nasabah tentunya bisa jadi lebih kompleks dari apa yang ada di dalam dugaan kita. Hal ini pun membuat frontliner bank harus punya cara berpikir yang kritis sehingga mampu menghasilkan problem solving

    Gaji Frontliner 

    Gaji seorang frontliner ditentukan oleh banyak faktor, seperti lamanya bekerja, pengalaman, hingga skill yang dimiliki. Biasanya, frontliner dengan level staf memiliki gaji sekitar Rp3.000.000,00 sampai dengan Rp5.000.000,00, tergantung tempat tinggal dan sebesar apa perusahaan tempat Anda bekerja. 

    Selain mendapat gaji, seorang frontliner juga mendapatkan penghasilan lain di luar gaji. Penghasilan tersebut berupa uang makan, uang transport, tunjangan kesehatan, tunjangan pensiun, insentif, dan lain sebagainya. 

    Jenjang Karir Frontliner

    Ini adalah hal yang paling sering ditanyakan oleh orang-orang tentang pekerjaan  frontliner. Apakah pekerjaan frontliner punya jenjang karir? 

    Tentunya, sama seperti pekerjaan lainnya, seorang frontliner bank juga pastinya memiliki jenjang karir. Pekerjaan frontliner di sebuah bank bisa dikatakan sebagai entry level staff berapa lama pun Anda bekerja. 

    Jenjang karir yang ada di bagian frontliner biasanya berupa supervisor atau kepala bagian customer service atau kepala bagian teller. Biasanya, jenjang karir frontliner hanya sampai posisi itu. 

    Apalagi, di beberapa bank, frontliner memiliki masa kerja yang sangat pendek dibanding pekerjaan lain di dalam bank. Biasanya, frontliner akan memasuki usia pensiun di umur 30-35 tahun, tergantung kebijakan perusahaan. 

    Namun, frontliner juga bisa menjabat sebagai bagian lain di bank tersebut, misalnya menjadi tim marketing atau sales. Tidak sedikit dari mereka yang awalnya frontliner, namun bisa menempati jabatan strategis, seperti direktur, team leader, dan lain sebagainya. 

    Jika Anda yang tertarik untuk punya karir yang lebih panjang, Anda bisa ikut tes atau mendaftar kepada perusahaan untuk dipindah ke bagian lain. Inilah yang bisa menjadi titik balik dari pekerjaan Anda sebagai seorang frontliner

    Berminat Jadi Frontliner Bank? 

    Itulah penjelasan tentang frontliner bank mulai dari definisi, tugas dan tanggung jawab, jenis-jenis, skill dan kualifikasi, gaji, hingga jenjang karir. Pekerjaan frontliner memanglah cocok untuk Anda yang suka bertemu dan berbicara dengan banyak orang. Meskipun masa kerja frontliner terbilang pendek, namun mereka masih tetap bisa bekerja di bidang lain yang ada di bank. Tidak sedikit dari frontliner yang berhasil menduduki berbagai jabatan strategis di kantor. Jadi, siapkah kamu mendaftar sebagai garda terdepan organisasi finansial ini?

  • Mengenal CTO Tugas, Peran, Prospek Karir, dan 8 Skill Dasarnya!

    Mengenal CTO Tugas, Peran, Prospek Karir, dan 8 Skill Dasarnya!

    CTO tau Chief Technology Officer adalah salah satu jabatan penting dalam sebuah perusahaan berbasis teknologi dan memiliki peluang karir yang cukup menjanjikan. Selain karena banyak persyaratan dan skill dasar yang harus Anda kuasai, selaku pemegang kekuasaan Anda juga akan memikul beban dan peranan yang besar.

    Khususnya pada bidang teknologi dari sebuah perusahaan, segala pengembangan dan troubleshooting akan menjadi tanggung jawab yang harus Anda tangani. Sayangnya, meski banyak perusahaan multinasional yang memerlukan tenaga ahli, namun masih banyak yang belum mengenal profesi satu ini. Yuk, simak lebih dalam di sini!

    Apa itu CTO?

    Secara umum, profesi ini adalah salah satu eksekutif tinggi dalam sebuah perusahaan, khususnya yang bergerak dalam bidang teknologi dan komputer. Lingkup tanggung jawabnya meliputi pembuatan keputusan terkait seluruh kegiatan dan infrastruktur teknologi dalam sebuah perusahaan

    Semakin berkembangnya teknologi yang bisa membuat banyak perusahaan naik level di era digital, peluang karir menjadi Chief Technology Officer pun semakin menjanjikan. Apalagi dalam jabatan ini Anda akan memimpin tim teknologi yang membantu menciptakan dan juga menerapkan inovasi teknologi pendukung untuk bisnis.

    Apa Saja Tugasnya?

    Sebagai salah satu jabatan eksekutif dalam sebuah perusahaan, Anda akan memiliki beberapa tugas yang berkaitan dengan teknologi perusahaan. Mulai dari:

    • Mengembangkan dan melaksanakan strategi teknologi jangka panjang dan jangka pendek perusahaan.
    • Memberi motivasi pada karyawan, khususnya tim IT. Sehingga tercipta pola pikir yang target demi memberikan banyak ide-ide baru.
    • Memastikan infrastruktur teknologi yang memadai untuk mendukung operasi bisnis. 
    • Mengelola tim teknologi dan mengawasi pengembangan perangkat lunak, jaringan, dan sistem lainnya. 
    • Memimpin inisiatif inovasi teknologi dengan menyesuaikan kebutuhan perusahaan. Serta melakukan riset terkait perkembangan teknologi terbaru yang berpotensi membantu bisnis mencapai tujuan.
    • Menjalin kerja sama dengan mitra teknologi dan mempertahankan hubungan dengan vendor. 
    • Memberi laporan pada CEO dan jajaran tinggi lainnya.
    • Mengawasi keamanan informasi dan privasi data perusahaan serta melakukan maintenance dan upgrade sistem keamanan secara berkala.
    • Melakukan kerja sama dengan CIO untuk membuat strategi baru.
    • Melakukan evaluasi pada produk dengan tujuan untuk melihat potensinya.

    Peranan CTO dalam Bisnis

    Dalam dunia bisnis di era digital seperti sekarang ini, seorang Chief Technology Officer memiliki peranan yang besar dalam kemajuan bisnis. Hal tersebut meliputi:

    1. Strategi Teknologi

    Dalam jabatan ini, Anda memiliki peranan besar dalam pengembangan dan pelaksanaan strategi teknologi perusahaan. 

    Biasanya, Anda akan berkolaborasi dengan tim eksekutif dan pemangku kepentingan terkait. Tujuannya untuk menyesuaikan strategi dengan nilai dan memastikan bahwa teknologi dapat mendukung tujuan bisnis secara keseluruhan. 

    2. Inovasi Teknologi

    Dalam memilih teknologi terbaik, Anda harus mampu mengidentifikasi peluang inovasi teknologi yang dapat membantu perusahaan menjadi lebih efisien, kompetitif, dan relevan dengan trend pasar. Jadi, penting untuk mengikuti trend teknologi terbaru, melakukan riset, dan mengevaluasi solusi teknologi yang inovatif.

    3. Pengembangan Teknologi

    Selaku CTO, Anda juga akan memimpin tim teknologi perusahaan, mengawasi pengembangan perangkat lunak, infrastruktur, dan beberapa sistem terkait lainnya. 

    Anda harus memastikan bahwa solusi teknologi sesuai dengan kebutuhan bisnis dan memenuhi standar kualitas, akan memastikan integrasi dan interoperabilitas sudah tercapai.

    4. Keamanan Informasi

    Hal yang tak kalah penting dari beberapa peranan sebelumnya adalah keamanan informasi harus Anda jadikan prioritas utama. Selain itu, Anda juga berperan dalam mengembangkan kebijakan keamanan, memastikan implementasinya, dan mengawasi langkah-langkah perlindungan data serta privasi perusahaan.

    5. Kemitraan dan Riset

    Selain berhubungan dengan teknis dan R&D, Anda juga berperan penting sebagai jembatan antara perusahaan dengan mitra bisnis. Khususnya dengan menjalin hubungan baik pada mitra teknologi, vendor, lembaga riset, dan perguruan tinggi untuk memperoleh pengetahuan dan sumber daya teknologi yang perusahaan perlukan. 

    6. Pengelolaan Anggaran Teknologi

    CTO juga berperan dalam pengelolaan anggaran teknologi perusahaan, karena Anda harus membuat keputusan yang bijaksana tentang alokasi dana pengembangan teknologi perusahaan. Sehingga Anda harus awas dalam investasi teknologi agar dapat memberikan nilai tambah sesuai kebutuhan perusahaan

    7. Kualitas Teknologi dan SDM

    Peranan terakhir yang akan Anda pikul adalah menjaga dan meningkatkan kualitas teknologi dan SDM. Khususnya pada divisi pengembangan teknologi perusahaan. Sehingga Anda akan terlibat langsung dalam menentukan kandidat karyawan baru yang berkualitas.

    Prospek karir Seorang CTO

    Selain memiliki peranan dan wewenang yang besar dalam teknologi perusahaan, prospek karir jabatan ini cukup menjanjikan. Seiring dengan terus berkembangnya peran teknologi dalam dunia bisnis, permintaan jabatan ini juga akan semakin besar. Apalagi beberapa hal ini bisa jadi pertimbangan lebih, mulai dari:

    • Jabatan ini termasuk puncak karir dalam bidang teknologi. Dalam perjalanan karir Anda juga dapat mengisi peran eksekutif lainnya, seperti CIO (Chief Information Officer) atau CEO (Chief Executive Officer). Anda dapat memulainya dengan bekerja sebagai engineer atau developer.
    • Terkait gaji juga pastinya sangat menggiurkan, karena tercatat gaji seorang CMO bisa mencapai kisaran Rp60.000.000,00 hingga Rp120.000.000,00. Ini belum terhitung bonus dan berbagai benefit lain yang bisa Anda dapatkan.
    • Peluang karir luas adalah prospek paling menjanjikan yang bisa Anda dapatkan. Karena peranan yang besar tersebut tidak terbatas pada industri teknologi saja, melainkan hampir setiap perusahaan seperti bisnis ritel, manufaktur, keuangan, hingga berbagai sektor lainnya.
    • Anda akan memiliki pengaruh strategis yang signifikan dalam perusahaan. Anda akan berperan dalam mengarahkan dan mengembangkan inisiatif teknologi yang dapat mempengaruhi keseluruhan operasional perusahaan. 
    • Anda juga akan terlibat dalam inovasi teknologi dan tantangan yang menarik, sehingga pekerjaan tidak monoton dan membosankan. Walaupun peranan dan tanggung jawabnya cukup besar, namun dari berbagai perspektif Anda akan mendapatkan banyak benefit.
    • Melalui perjalanan karir, Anda akan mengembangkan banyak keahlian lintas disiplin yang berharga untuk kehidupan dan karir. Berbagai wawasan baru tentang operasi bisnis, juga akan membantu Anda jika ingin membuka bisnis Anda sendiri. 

    8 Skill Dasar CTO yang Harus Anda Kuasai

    Selaku pemegang jabatan tinggi, Anda harus memiliki sejumlah skill mendukung seperti berikut:

    1. Keahlian dan Wawasan Teknologi yang Luas 

    Karena Anda akan bekerja dalam bidang teknologi yang perusahaan gunakan, setidaknya Anda harus memiliki keahlian dalam bidang yang relevan. Khususnya, Anda harus memiliki wawasan luas dalam bidang teknologi, serta senantiasa mengikuti perkembangan trend.

    2. Leadership And Team Management

    Anda akan memimpin tim teknologi perusahaan. Oleh karena itu, keterampilan kepemimpinan dan manajemen tim sangat penting. Anda harus mampu menginspirasi dan memotivasi seluruh tim, memfasilitasi kolaborasi, mengelola konflik, dan mengarahkan tim sesuai standar dan nilai-nilai perusahaan.

    3. Business Sense

    Selaku CTO, Anda membutuhkan pemahaman yang baik tentang bagaimana fungsi bisnis, tantangan yang dihadapi, dan solusi teknologi yang perusahaan butuhkan. Sehingga Anda harus memiliki pemahaman terkait bidang bisnis yang perusahaan Anda jalankan.

    4. Komunikasi dan Kolaborasi

    Kemampuan komunikasi efektif juga sangat penting untuk Anda kuasai, karena Anda harus bisa menyampaikan maksud dan tujuan pengembangan teknologi. Selain itu, Anda juga harus mampu menjelaskan konsep teknis dengan baik agar kolaborasi bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya.

    5. Keterampilan dalam Mengambil Keputusan

    Karena berperan penting dalam mengambil keputusan besar dalam pengembangan teknologi perusahaan, Anda juga harus mengembangkan skill satu ini. Karena hal ini Anda harus memahami kondisi dan kemampuan perusahaan, serta teknologi yang akan digunakan.

    6. Time Management

    Karena memiliki banyak tugas, Anda harus memiliki kemampuan manajemen waktu. Apalagi CTO adalah jajaran eksekutif yang akan menjadi panutan para tim di bawah Anda. Sehingga Anda harus pandai mengatur berbagai tugas mengikuti timeline yang tepat sasaran berdasarkan deadline.

    7. Research And Development

    Dalam tugas yang Anda kerjakan, riset dan pengembangan teknologi adalah tanggung jawab dan tugas utama. Sehingga Anda harus mampu memimpin tim untuk melakukan riset dan pengembangan yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan dan nilai perusahaan.

    8. Memilih dan Mengembangkan SDM

    Jabatan ini termasuk eksekutif tinggi yang akan membawahi banyak SDM, sehingga Anda akan terlibat dalam pemilihan bibit unggul yang bisa bermanfaat untuk perusahaan. Karena itu, Anda harus mampu mengembangkan skill dan kualitas SDM, serta dapat mengenali mana SDM yang berkualitas dan tidak.

    Tertarik untuk Menjadi CTO?

    Dari penjelasan di atas, kini Anda tahu bahwa jabatan ini memiliki berbagai tugas dan tanggung jawab pada pengembangan teknologi perusahaan. Lantas, dari banyak peranan dan prospeknya, apakah Anda tertarik untuk mencoba berkarir menjadi seorang CTO?

  • Chief Operating Officer (COO): Pengertian, Tugas, dan Kisaran Gajinya

    Chief Operating Officer (COO): Pengertian, Tugas, dan Kisaran Gajinya

    Dalam struktur kepemimpinan sebuah perusahaan, peran seorang Chief Operating Officer atau yang biasa disingkat COO memiliki kedudukan yang sangat penting. 

    Bersama dengan Chief Executive Officer (CEO), Chief Financial Officer (CFO), dan Chief Marketing Officer (CMO), Chief Operating Officer termasuk ke dalam jabatan C-Level yang memiliki tanggung jawab tertinggi dalam perusahaan.

    Supaya tidak makin penasaran, simak penjelasan artikel ini untuk mengetahui semua informasi yang harus kamu ketahui tentang Chief Operating Officer. Mulai dari pengertian, tugas atau tanggung jawab, peran, kemampuan atau skill yang harus dimiliki, hingga kisaran gaji yang diterima.

    Apa Itu Chief Operating Officer?

    Chief Operating Officer atau yang biasa disingkat COO adalah seseorang yang bertanggung jawab atas pengawasan fungsi administrasi dan pengelolaan operasional harian perusahaan. Dalam pekerjaannya, Chief Operating Officer harus melaporkan tugas-tugasnya secara langsung kepada Chief Executive Officer (CEO).

    Pasalnya, seorang CEO memanglah bertanggung jawab dalam pengawasan keseluruhan aspek bisnis perusahaan, salah satunya adalah aspek operasional. Oleh karena itu, posisi Chief Operating Officer seringkali dianggap sebagai jabatan tertinggi kedua dalam struktur perusahaan, di bawah Chief Executive Officer (CEO). 

    Beberapa perusahaan juga mengenal posisi Chief Operating Officer sebagai wakil presiden eksekutif bagian operasional atau direktur operasional perusahaan.

    Tugas atau Tanggung Jawab COO

    Pada bagian pengertian di atas, telah kami jelaskan bahwa posisi Chief Operating Officer memiliki tanggung jawab utama dalam fungsi administrasi bisnis dan operasional perusahaan. Namun, seseorang yang menduduki jabatan Chief Operating Officer juga memiliki tugas khusus lainnya, seperti:

    1. Manajemen Operasional

    Sesuai nama jabatannya, Chief Operating Officer bertugas dalam mengawasi efisiensi dan produktivitas operasional harian perusahaan. 

    Maksudnya, seorang Chief Operating Officer memastikan bahwa semua operasional perusahaan yang mencakup proses pengembangan, produksi, rantai pasokan, logistik, pemasaran, penjualan, dan layanan pelanggan telah berjalan dengan lancar dan efisien.

    2. Perencanaan dan Strategi Operasional Bisnis

    Posisi COO mengharuskan seseorang untuk fokus pada merancang sekaligus mengimplementasikan strategi operasional perusahaan yang sesuai dengan model bisnis, baik itu dalam jangka pendek atau jangka panjang. 

    Dalam hal ini, seorang Chief Operating Officer dapat bekerja sama dengan tim manajemen perusahaan untuk mengembangkan rencana operasional yang mendukung tercapainya tujuan bisnis perusahaan.

    3. Pengelolaan Sumber Daya Perusahaan

    Tugas atau tanggung jawab Chief Operating Officer berikutnya adalah mengelola sumber daya perusahaan yang meliputi manusia, biaya operasional, dan infrastruktur perusahaan. 

    Seorang Chief Operating Officer akan memastikan bahwa alokasi sumber daya perusahaan telah efisien dan optimal, sehingga dapat mendukung operasional perusahaan.

    4. Peningkatan Kualitas dan Efisiensi Operasional Perusahaan

    Kemudian, COO utamanya juga harus bertanggung jawab untuk memastikan apakah kualitas produk atau layanan perusahaan berkualitas tinggi serta sudah sesuai dengan standar pelanggan. 

    Di samping berfokus pada upaya meningkatkan efisiensi operasional perusahaan dengan cara mengidentifikasi hingga menerapkan proses produksi yang efektif, mengevaluasi kualitas bahan baku, dan memantau kinerja teknologi yang digunakan.

    5. Pengembangan dan Pemberdayaan Tim

    Chief Operating Officer mengemban tanggung jawab yang besar dalam membangun dan memimpin tim operasional perusahaan yang kuat. Selain itu, juga harus mampu memberdayakan anggota tim operasional untuk bekerja lebih efektif, sehingga mencapai hasil kerja yang optimal. 

    Dalam hal ini, seorang Chief Operating Officer memberikan arahan, motivasi, fasilitas komunikasi anggota tim, pelatihan, dan pengembangan untuk meningkatkan kinerja tim.

    Peran Penting Chief Operating Officer

    Mengacu pada tugas atau tanggung jawabnya, Chief Operating Officer juga memiliki peranan yang sangat penting dalam keberhasilan dan pertumbuhan perusahaan yang maksimal. Berikut ini adalah beberapa peran utama yang dimainkan oleh COO:

    • Melaksanakan kebijakan yang ditugaskan dari CEO.
    • Memimpin dan mengembangkan tim operasional perusahaan.
    • Mengawasi dan mengambil segala keputusan yang berkaitan dengan operasional perusahaan.
    • Melaksanakan proses bisnis perusahaan yang berkaitan dengan urusan teknis.
    • Membangun hubungan kolaborasi atau kerjasama dengan departemen dan pemangku kepentingan lainnya.
    • Membantu menyelesaikan permasalahan internal dan eksternal perusahaan melalui bidang operasional. Misalnya dengan membangun komunikasi, kolaborasi, rekrutmen, improvisasi, implementasi strategi, dan analisis operasional.
    • Merumuskan strategi operasional perusahaan dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

    Terlepas dari poin-poin di atas, peran Chief Operating Officer akan berbeda-beda, tergantung pada karakteristik perusahaan, skala industri, kebutuhan spesifik perusahaan, dan bahkan kebijakan CEO itu sendiri. 

    Namun, pada intinya, Chief Operating Officer berperan membantu CEO dalam mengelola operasional perusahaan dengan efektif. Sehingga, CEO dapat memastikan pencapaian tujuan bisnis dengan fondasi bisnis perusahaan yang kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan.

    Kemampuan atau Skill yang Harus Dimiliki oleh COO

    Seorang dengan kedudukan jabatan setara C-Level seperti Chief Operating Officer harus memiliki beberapa kemampuan atau skill, guna mampu menjalankan tanggung jawab dan peran dengan efektif. Apabila kamu ingin menjadi Chief Operating Officer yang profesional, maka kamu wajib memiliki kemampuan atau skill khusus berikut ini:

    1. Jiwa Kepemimpinan atau Leadership yang Kuat

    Seorang Chief Operating Officer yang berkualitas perlu memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat, supaya dapat berani mengambil suatu keputusan dan memberikan arah yang jelas kepada setiap anggota tim operasional. 

    Sehingga, anggota tim operasional bisa terinspirasi dan termotivasi untuk menciptakan budaya kerja yang positif. 

    Umumnya, skill ini menjadi tolak ukur utama dalam proses kualifikasi Chief Operating Officer yang mana akan terbentuk seiring dengan pengalaman kerja yang kamu miliki. 

    Tujuannya agar kamu siap menggantikan peran CEO saat perusahaan mengalami kondisi mendesak. Selain itu, kamu juga bisa menjadi mentor atau pembimbing CEO muda yang belum punya banyak pengalaman dalam mengelola perusahaan. 

    2. Berpikir Strategis dan Praktis

    Kemampuan yang juga harus COO miliki adalah kemampuan berpikir secara strategis dan selalu melihat gambaran besar berdasarkan kondisi bisnis perusahaan. 

    Maksudnya, kamu harus mampu merumuskan dan mengembangkan strategi operasional paling efektif yang mendukung tujuan bisnis perusahaan dalam jangka panjang atau jangka pendek. 

    Selain itu, kamu juga wajib dapat mengidentifikasi setiap peluang serta mengambil tindakan yang benar untuk mengatasi tantangan atau hambatan potensial tertentu.

    3. Analisis Bisnis

    Bagi kamu yang ingin menjadi seorang Chief Operating Officer profesional, kamu harus mampu menganalisis setiap aspek dalam perusahaan. Misalnya menganalisis data operasional, mengidentifikasi tren bisnis, dan membuat keputusan berdasarkan informasi-informasi yang akurat. 

    Semua kemampuan tersebut akan semakin optimal apabila kamu juga bisa menggunakan analytics tools dan pemodelan operasional bisnis.

    4. Kemampuan Komunikasi Interpersonal

    Selain ketiga kemampuan di atas, ingatlah bahwa COO juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang kuat, baik secara lisan maupun tertulis. Sebab, peran dan tugas kamu nantinya selalu berkaitan dengan proses membangun komunikasi serta negosiasi yang jelas dan efektif dengan berbagai pihak. 

    Mulai dari manajer atau supervisor tiap departemen, anggota tim operasional dan manajemen, pemangku kepentingan, vendor, mitra bisnis, hingga bahkan pelanggan perusahaan. Sehingga, kamu senantiasa bertanggungjawab dalam mengkomunikasikan tujuan dan harapan perusahaan kepada seluruh karyawan.

    5. Keahlian Manajemen Proyek

    Kemampuan atau skill terakhir yang harus kamu miliki sebagai Chief Operating Officer adalah manajemen proyek yang baik. Pasalnya, kamu akan sering terlibat dalam pengelolaan proyek perusahaan yang relatif kompleks dan menuntut tepat waktu. 

    Oleh karena itu, kemampuan manajemen proyek seperti perencanaan, pengelolaan, pengawasan, dan pengendalian sangat penting untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan proyek.

    Tak hanya kelima kemampuan khusus di atas, kamu juga wajib memiliki skill umum seorang pemimpin seperti:

    • Kemampuan manajemen waktu dan sumber daya perusahaan yang efektif.
    • Paham cara menganalisis atau membaca laporan keuangan perusahaan.
    • Kemampuan mengelola anggaran operasional dan mengevaluasi kinerja keuangan bisnis perusahaan.
    • Mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan dalam lingkungan bisnis secara cepat dan tepat.
    • Memiliki kemampuan public speaking yang bagus dan penuh percaya diri.
    • Mampu meredakan hingga menyelesaikan setiap masalah atau konflik internal dan eksternal perusahaan.

    Berapa Kisaran Gaji Chief Operating Officer?

    Berdasarkan tanggung jawab hingga kemampuan yang harus dimiliki, seorang Chief Operating Officer mendapat gaji pokok yang cukup tinggi, berkisar antara Rp150.000.000,00 sampai Rp200.000.000,00 per bulannya. 

    Selain itu, COO juga mendapat sejumlah tunjangan, bonus, insentif, dan manfaat kompensasi lainnya. Namun, rata-rata gaji tersebut dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti ukuran perusahaan, jenis industri, lokasi geografis, dan tingkat pengalaman individu.

    Sudah Siap untuk Menjadi COO Profesional?

    Demikian sejumlah informasi yang harus kamu ketahui tentang Chief Operating Officer. Semoga artikel ini bisa memperjelas pemahaman kamu terkait tugas, peran, dan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang Chief Operating Officer. Karena dengan begitu, kamu bisa membawa perusahaan untuk meraih kesuksesan terbaik.

  • NPWP: Pengertian, Fungsi, dan Siapa Saja yang Wajib Punya

    NPWP: Pengertian, Fungsi, dan Siapa Saja yang Wajib Punya

    Pajak merupakan besarnya biaya yang harus dibayarkan oleh seseorang atau suatu badan kepada negara. Ada banyak sekali jenis pajak yang berlaku di Indonesia. Agar dapat mengatur sistem pajak tersebut terdapat kartu yang bernama NPWP. Lantas, apa itu NPWP dan bagaimana fungsinya? Simak ulasan berikut!

    Apa Itu NPWP?

    NPWP merupakan singkatan dari Nomor Pokok Wajib Pajak, di mana nomor ini merupakan tanda pengenal milik perseorangan atau badan usaha yang berfungsi untuk mengatur segala urusan perpajakan. Penjabaran tentang pengertian Nomor Pokok Wajib Pajak sendiri ada di dalam undang-undang nomor 28 tahun 2007.

    Dalam undang-undang tersebut menjelaskan bahwa NPWP merupakan sebuah identitas wajib pajak yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak atau DJP kepada perseorangan atau suatu badan. Nomor Pokok Wajib Pajak sendiri merupakan deretan angka yang terdiri dari 15 karakter angka dengan rincian sebagai berikut:

    • Sembilan angka awal menunjukkan identitas wajib pajak.
    • Tiga angka setelah itu menunjukkan kode Kantor Pelayanan Pajak atau KPP. KPP merupakan lokasi terbaru tempat wajib pajak mendaftar atau KPP saat ini jika tergolong dalam wajib pajak lama.
    • Tiga angka terakhir adalah status wajib pajak. Apabila digit tersebut menunjukkan 000, maka status wajib pajak adalah pusat atau tunggal.
    • Baru-baru ini terdapat aturan yang menyatakan bahwa nomor identitas kependudukan yang tertera dalam KTP dapat menjadi nomor NPWP. Sedangkan bagi warga asing,atau badan usaha, cukup menambahkan 0 di depan NPWP aktif yang ada. Sehingga akan berjumlah 16 digit.

    Fungsi Adanya NPWP

    Setelah mengetahui apa itu NPWP secara hukum undang-undang, kini saatnya Anda mengetahui apa saja fungsinya bagi perorangan maupun badan lembaga. Berikut ini adalah beberapa fungsi Nomor Pokok Wajib Pajak yang bisa Anda jadikan sebagai referensi:

    1. Membayar Pajak

    Fungsi utama adanya Nomor Pokok Wajib Pajak adalah untuk mengatur pembayaran pajak. Sebagai warna negara yang baik, Anda sebaiknya membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui adanya NPWP ini, melacak status pembayaran pajak seseorang akan menjadi lebih mudah.

    Selain perseorangan, Nomor Pokok Wajib Pajak juga mampu mengetahui pembayaran pajak sebuah badan usaha tertentu. Namun, perlu diingat bahwa besarnya pembayaran pajak bergantung pada penghasilan total perseorangan atau suatu badan lembaga.

    2. Pembuatan Paspor

    NPWP ternyata juga berfungsi sebagai salah satu syarat pembuatan paspor. Bagi yang memiliki rencana keluar negeri, sebaiknya Anda sudah menyiapkan dokumen ini dari jauh hari. Apa itu fungsi NPWP bagi paspor? Adanya Nomor Pokok Wajib Pajak digunakan untuk melihat total aset dan pengurusan pajak luar negeri.

    Karena salah satu syarat bepergian ke luar negeri dari pihak transmigrasi adalah memiliki sejumlah harta tertentu yang mana berbeda di setiap tujuan negara. 

    3. Melamar Pekerjaan

    Fungsi NPWP selanjutnya adalah untuk melamar pekerjaan. Sebagian perusahaan mensyaratkan para pelamar untuk melampirkan Nomor Pokok Wajib Pajak selama proses rekrutmen berlangsung. Ini berguna untuk mempermudah pengurusan pajak penghasilan ketika Anda sudah berstatus sebagai karyawan.

    Karena sebagian perusahaan memberikan gaji yang telah dipotong dengan pajak penghasilan yang karyawan peroleh, yaitu sekitar 11%. Hal tersebut juga telah tercantum dalam undang-undang PPH pasal 21.

    4. Penerimaan Restitusi Pajak

    Restitusi pajak merupakan permohonan pengembalian dana dari pihak wajib pajak kepada Direktorat Jenderal Pajak. Kondisi ini dapat disebabkan karena wajib pajak melakukan pembayaran pajak padahal tidak ada riwayat transaksi terutang atau wajib pajak membayar pajak lebih dari nominal yang ada.

    Adanya Nomor Pokok Wajib Pajak berfungsi untuk melacak kekeliruan tersebut, sehingga kelebihan dana pajak dapat dikembalikan pada pihak wajib pajak. Istilah tentang restitusi pajak ini bisa Anda pelajari dalam undang-undang KUP.

    5. Pembuatan SIUP

    Bagi pemilik bisnis atau badan usaha yang ingin membuatnya legal secara hukum, NPWP akan sangat membantu proses tersebut. Nomor Pokok Wajib Pajak menjadi salah satu syarat dalam pengurusan SIUP atau Surat Izin Usaha Perdagangan. Sehingga, Anda dapat memperhitungkan pembayaran pajak dari usaha tersebut.

    Apa itu fungsi SIUP dalam NPWP? SIUP sendiri berfungsi sebagai sarana untuk melegalkan badan usaha oleh pemerintah. Sehingga, nantinya segala aktivitas badan usaha dapat berjalan sesuai hukum yang berlaku.

    6. Pengajuan Kredit Kepada Bank

    Fungsi adanya Nomor Pokok Wajib Pajak selanjutnya adalah untuk melakukan pengajuan kredit kepada bank. Jika ingin mengajukan peminjaman sejumlah uang, tentu pihak bank membutuhkan jaminan dari nasabah. Nomor Pokok Wajib Pajak berlaku sebagai jaminan bahwa nasabah tersebut taat pajak.

    Beberapa fasilitas kredit yang bisa Anda ajukan ke bank dengan adanya NPWP adalah kredit kepemilikan rumah, kredit tanpa agunan, kartu kredit, kredit multiguna, dan kredit kendaraan bermotor.

    7. Pembelian Produk Investasi

    Belakangan ini, pembelian produk investasi semakin meningkat. Hal tersebut terjadi karena semakin banyak bermunculan aplikasi investasi yang dapat orang pelajari dengan mudah. Pembelian produk ini juga semakin marak di kalangan masyarakat karena dapat menjadi dana simpanan darurat atau untuk masa depan.

    Namun, meskipun dapat diakses dengan mudah, NPWP masih Anda perlukan dalam pembelian produk investasi tersebut. Beberapa produk investasi yang mengharuskan para nasabahnya untuk melampirkan Nomor Pokok Wajib Pajak adalah saham, obligasi, reksadana, pasar uang, dan lain sebagainya. 

    Orang yang Wajib Memiliki NPWP

    Setelah mengetahui apa itu NPWP dan apa saja fungsinya, Anda pasti bertanya tentang siapa yang memiliki kewajiban untuk membuat dan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak. Oleh karena itu, berikut ini adalah beberapa golongan yang wajib memiliki nomor pokok wajib pajak:

    1. Perseorangan

    Orang pribadi yang sudah dewasa wajib memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak. Tidak hanya orang yang memiliki penghasilan tetap. Anda yang merupakan ibu rumah tangga juga harus mengurus NPWP. Ini karena Anda memiliki hak dan kewajiban yang terpisah dari suami sebagai warga negara.

    2. Badan Usaha

    Badan usaha yang memiliki pendapatan tertentu wajib membuat Nomor Pokok Wajib Pajak. Dalam hal ini, wajib pajak badan usaha terbagi menjadi dua kategori. Apa itu kategori NPWP badan usaha?

    Kategori pertama adalah wajib pajak badan yang berperan sebagai pembayar, pemotong, dan pemungut pajak sesuai undang-undang. Kategori kedua adalah wajib pajak badan yang hanya berperan sebagai pemotong atau pemungut pajak sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

    3. Bendahara

    Bendahara yang dimaksud adalah badan yang ditunjuk sebagai pemotong pajak atau pemungut pajak yang disesuaikan oleh aturan perundang-undangan yang berlaku.

    Sudah Memahami Apa Itu NPWP dan Fungsinya?

    Sekian ulasan mengenai apa itu NPWP beserta beberapa fungsi dan siapa saja yang wajib memilikinya. Jika Anda ingin menjadi warga negara yang baik, membayar pajak secara teratur adalah salah satu caranya. Ketika sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak, artinya Anda telah berkontribusi pada perekonomian negara.

  • Apa Itu Akuisisi? Ini Dia Pengertian, Jenis, Tujuan, dan Contohnya!

    Apa Itu Akuisisi? Ini Dia Pengertian, Jenis, Tujuan, dan Contohnya!

    Pengambilalihan atau akuisisi merupakan salah satu peristiwa penting dalam suatu bisnis. Akuisisi adalah proses penyatuan dua perusahaan dengan cara memindahkan kepemilikan perusahaan dari satu pihak ke pihak lainnya. Berikut ini ulasan tentang jenis, tujuan, dan contoh dari akuisisi dalam suatu bisnis!

    Apa Itu Akuisisi?

    Secara etimologi, akuisisi artinya yaitu proses perolehan aset baru dalam suatu bisnis melalui proses transaksi jual beli atau proses lainnya. Selanjutnya, secara manajemen, akuisisi adalah proses pemindahan kekuasaan sebesar 50% atau lebih dalam bentuk saham dari suatu pihak kepada pihak lainnya.

    Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan jika akuisisi merupakan proses pemindahan kepemilikan suatu bisnis yang dilakukan dengan cara mengalihkan saham dari satu pihak kepada pihak lainnya.

    Akuisisi merupakan salah satu strategi penting yang dilakukan oleh suatu bisnis. Proses pengalihan saham tersebut biasanya terjadi pada bisnis-bisnis berskala besar ke usaha mikro atau usaha menengah. Namun, tidak menutup kemungkinan jika proses pengalihan bisnis tersebut terjadi antara dua bisnis yang berskala besar.

    Jenis Akuisisi Berdasarkan Jenis Usaha

    Berdasarkan jenis usahanya, 3 jenis akuisisi adalah:

    1. Akuisisi Horizontal

    Akuisisi horizontal yaitu proses pengambilalihan atau pemindahan kekuasaan dalam suatu bisnis yang terjadi antara perusahaan yang menjual produk yang sama. 

    Contoh akuisisi horizontal, yaitu proses pemindahan kekuasaan yang terjadi antara perusahaan penjual kartu provider, perusahaan smartphone, perusahaan otomotif, dan lain sebagainya.

    2. Akuisisi Vertikal

    Akuisisi vertikal yaitu proses pemindahan kekuasaan atau pengambilalihan perusahaan yang terjadi pada perusahaan supplier bahan baku atau bisnis yang menjual produk-produk komplemen.

    Contoh akuisisi vertikal yaitu proses pemindahan kekuasaan yang terjadi pada perusahaan pabrik tepung yang diakuisisi oleh perusahaan yang memproduksi mie instan. Selain itu, akuisisi vertikal juga bisa terjadi antara perusahaan onderdil dengan perusahaan manufaktur kendaraan seperti mobil atau motor. 

    3. Akuisisi Konglomerat

    Akuisisi konglomerat yaitu proses pemindahan kekuasaan atau pengambilalihan perusahaan yang terjadi baik secara vertikal ataupun horizontal. Skala perusahaan yang termasuk dalam kategori akuisisi konglomerat ini biasanya lebih besar bahkan bisa terjadi antar perusahaan Negara.

    Contoh akuisisi konglomerat yaitu proses pengambilalihan perusahaan tambang PMA oleh perusahaan gas Negara yaitu Pertamina. Selanjutnya, contoh lainnya yaitu proses pengambilalihan perusahaan supplier obat atau farmasi yang dilakukan oleh perusahaan farmasi Negara, yaitu Kalbe Farma. 

    Jenis Akuisisi Berdasarkan Objek

    Selain jenis akuisisi berdasarkan jenis usahanya, ada juga jenis akuisisi berdasarkan jenis objek yang diakuisisi. Berikut ini adalah beberapa jenis akuisisi berdasarkan objeknya:

    1. Akuisisi Saham

    Akuisisi saham yaitu proses pengambilalihan perusahaan yang dilakukan dengan cara membeli sejumlah saham dari suatu perusahaan. Pembelian saham tersebut dapat dilakukan secara tunai maupun membayarnya dengan jenis transaksi sekuritas yang lain.

    Pada jenis akuisisi saham, perusahaan yang melakukan pembelian saham tersebut hanya akan mendapatkan hak atas kepemilikan saham saja. 

    2. Akuisisi Aset

    Akuisisi aset merupakan jenis akuisisi yang dilakukan dengan cara membeli aset dari suatu perusahaan, kemudian melakukan pemindahan atau pengambilalihan kepemilikan.

    Jenis akuisisi ini biasanya terjadi ketika suatu perusahaan telah mengalami kebangkrutan. Perusahaan yang bangkrut tersebut kemudian akan diambil alih oleh perusahaan yang mengakuisisinya.

    3. Merger atau Konsolidasi

    Merger atau konsolidasi yaitu jenis pengambilalihan kekuasaan dalam suatu perusahaan yang dilakukan dengan cara menggabungkan dua perusahaan atau lebih menjadi satu.

    Pada jenis akuisisi yang satu ini, beberapa perusahaan tersebut akan bergabung menjadi satu nama perusahaan saja.

    Tujuan Akuisisi

    Akuisisi tidak hanya memiliki dampak yang negatif bagi suatu perusahaan. Proses pemindahan kekuasaan dalam suatu bisnis juga memiliki tujuan lain bagi suatu perusahaan. Berikut 5 tujuan akuisisi adalah:

    1. Sarana Menjalankan Strategi Ekspansi Pasar

    Bagi perusahaan yang melakukan akuisisi, pengambilalihan suatu perusahaan merupakan salah satu strategi untuk melakukan ekspansi atau perluasan pasar. Pengambilalihan perusahaan akan membantu perusahaan yang lain untuk memperbesar nilai modal.

    Nilai modal yang bertambah tersebut bisa digunakan oleh perusahaan yang diakuisisi tersebut untuk memperluas target pasar atau market share.

    2. Strategi Mengembangkan Perusahaan menjadi Lebih Baik Lagi

    Akuisisi juga bertujuan untuk membuat suatu perusahaan berkembang menjadi lebih baik lagi. Ketika terjadi proses pemindahan kekuasaan, para pemimpin baru tersebut biasanya akan mendapatkan hak prerogatif dan kendali penuh atas seluruh sumber daya perusahaan yang diambil alih, mulai dari karyawan hingga mesin produksi.

    Jika perusahaan yang diambilalih tersebut memiliki sumber daya yang besar dan berkualitas tinggi, maka hal tersebut akan menjadi keuntungan bagi perusahaan yang mengakuisisi. Karena bisa membantu untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih baik lagi.

    3. Mempersempit Ruang Lingkup Kompetitor

    Salah satu alasan suatu perusahaan melakukan akuisisi adalah untuk mengurangi jumlah kompetitor. Intensitas persaingan bisnis yang menurun akan membuat suatu perusahaan menjadi lebih unggul. 

    Selain itu, berkurangnya jumlah kompetitor juga berarti mengurangi resiko ancaman dalam pertumbuhan suatu bisnis.

    4. Meningkatkan Efisiensi Bisnis

    Proses akuisisi perusahaan tidak hanya sebatas untuk mengurangi jumlah kompetitor. Strategi akuisisi bisnis yang telah disepakati oleh kedua belah pihak juga bisa menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan bisnis kedua perusahaan tersebut.

    Contoh akuisisi yang dilakukan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan, yaitu proses akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan induk terhadap beberapa perusahaan anak cabangnya.

    5. Mempercepat Penyerapan Teknologi

    Akuisisi juga bertujuan untuk meningkatkan percepatan laju penyerapan teknologi dari suatu perusahaan. Hal ini dilakukan agar proses adaptasi teknologi dalam suatu bisnis bisa berjalan dengan mudah dan lancar. 

    Selain itu, penyerapan teknologi yang cepat juga akan membantu suatu perusahaan untuk mempersingkat proses birokrasi sebagai dampak penyatuan antara dua perusahaan atau lebih.

    Contoh Bentuk Akuisisi Bisnis

    Berikut beberapa contoh akuisisi adalah:

    1. PT. Global Digital Niaga ke PT. Supra Boga Lestari Tbk

    Salah satu contoh bentuk akuisisi bisnis yang baru-baru ini terjadi, yaitu akuisisi yang dilakukan oleh salah satu entitas bisnis dari Grup Djarum yaitu PT. Global Digital Niaga alias Blibli.com. PT. Global Digital Niaga tengah bersiap untuk melakukan akuisisi saham terhadap PT. Supra Boga Lestari Tbk (RANC). 

    Proses akuisisi tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan percepatan dan perluasan ekosistem bisnis e-commerce yang dilakukan oleh PT. Global Digital Niaga atau Blibli.com. 

    PT. Global Digital Niaga disebut sudah menandatangani kesepakatan akuisisi 797,9 juta saham atau yang setara dengan 51% saham RANC. Selain itu, PT. Global Digital Niaga juga akan mengakuisisi saham RANC yang dimiliki oleh beberapa pemegang saham, yaitu PT. Wijaya Sumber Sejahtera dan Prima Rasa Inti.

    Proses akuisisi saham dari para pemegang saham tersebut dilakukan melalui proses negosiasi langsung dengan para pemegang saham tersebut.

    2. PT. Philadelphia ke PT. Sempurna

    Contoh lain dari bentuk akuisisi bisnis yaitu proses pengambilalihan perusahaan tembakau PT. Sempurna yang sebagian besar sahamnya akan diakuisisi oleh pabrik rokok internasional, yaitu PT. Philadelphia. Akibat proses akuisisi tersebut, maka PT. Philadelphia akan memiliki kendali penuh terhadap PT. Sempurna.

    3. Bank Lima dan Bank Nina

    Selanjutnya ada juga contoh bentuk akuisisi bisnis dalam bentuk merger yang dilakukan oleh Bank Lima dengan Bank Nina. Kedua perusahaan keuangan tersebut telah melakukan perjanjian untuk menggabungkan perusahaan guna memperluas target nasabah dan menjangkau nasabah skala global.

    Karena Bank Nina menjadi bank yang lebih kuat daripada Bank Lima, maka kedua bank tersebut sepakat untuk melakukan branding menjadi Bank Sembilan.

    Sudah Tahu Apa Itu Akuisisi?

    Akuisisi adalah proses pengambilalihan atau pemindahan kekuasaan yang dilakukan antara dua perusahaan atau lebih. Selain untuk mengurangi jumlah kompetitor, akuisisi juga memiliki tujuan lain seperti meningkatkan efisiensi bisnis, mempercepat laju penyerapan teknologi, dan sebagai strategi pengembangan bisnis.