Menuntut ilmu ialah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seluruh umat manusia, termasuk juga umat muslim. Meskipun begitu, ada sejumlah adab atau tata cara yang sebaiknya Anda perhatikan. Supaya ilmu yang Anda cari memberikan barokah. Mari simak dan ketahui beragam adab belajar di bawah ini!
10 Adab Belajar yang Sesuai Tuntunan Islam
Ilmu yang seorang manusia pelajari tanpa tuntunan yang benar tidak akan memberi manfaat apa-apa. Anda tentunya tidak mau jika harus mencari ilmu, namun hanya mendapat rasa lelah. Oleh sebab itu, ada kurang lebih 10 tata cara belajar menurut agama Islam yang patut Anda praktikkan. Berikut uraiannya:
1. Menyiapkan Diri dengan Niat
Mulailah kita dengan adab yang paling utama, yaitu menyiapkan diri dengan niat tulus. Berniatlah kepada Allah SWT bahwa, Anda hendak belajar ilmu demi mencerdaskan pikiran dan membuka wawasan. Niat ini adalah langkah pertama Anda dalam menimba pengetahuan.
Sebisa mungkin hindari niat-niat yang sifatnya duniawi, misalnya seperti ingin cepat kaya atau ingin mendapat promosi di tempat kerja. Pikiran yang penuh akan hasrat duniawi seperti itu akan membuat Anda sulit konsentrasi dan menjadi tidak tulus dalam belajar.
2. Membaca Doa Sebelum Mulai Belajar
Doa merupakan bagian penting bagi umat muslim yang harus selalu kita laksanakan setiap kali akan melakukan suatu aktivitas. Baik itu ketika hendak beribadah, bekerja, berpergian, maupun belajar. Semua aktivitas kita sehari-hari sebaiknya kita iringi dengan doa.
Contohnya saja doa sebelum belajar agar Anda mendapat ilmu yang berguna dan mendatangkan kebaikan dari Allah SWT. Berikut ini ialah contoh doa sebelum belajar yang sederhana:
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا، وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ
(Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku dan berilah aku karunia untuk dapat memahaminya, dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang sholeh.)
3. Tidak Boleh Setengah-Setengah
Adab belajar yang ketiga adalah mencari ilmu sepenuh hati dan hingga selesai, jangan sampai hanya setengah jalan saja. Orang yang menimba ilmu dari awal hingga akhir tanpa melompat-lompat akan mampu memahami dan mempraktikkan ilmu tersebut di kehidupan sehari-harinya.
Sebaliknya, orang yang hanya belajar secara setengah-setengah tidak akan mampu menerapkan apa yang telah dirinya pelajari dengan tepat. Janganlah Anda berperilaku seperti ini. Sebab, ilmu atau pendidikan yang tidak Anda pelajari sampai selesai akan membawa mudarat bagi Anda.
4. Mencari Ilmu yang Bermanfaat
Adab yang keempat ialah mencari ilmu pengetahuan yang memiliki nilai-nilai positif dan bermanfaat untuk Anda dan orang-orang di sekitar. Misalnya, ilmu akidah dan fiqih yang bisa membantu Anda belajar agama dengan benar tanpa terhalang oleh pandangan-pandangan duniawi.
Ada pula ilmu berpikir kritis, yang dapat melindungi Anda dan membuat Anda tidak terjebak oleh berita bohong. Selain itu, Anda juga bisa belajar ilmu membaca dan menulis huruf hijaiyah demi memperdalam pemahaman Al-Qur’an. Apapun ilmu yang Anda cari, hal terpenting ilmu itu membawa manfaat besar.
5. Hindari Sikap Sombong dalam Belajar
Anda wajib ingat bahwa semua ilmu pengetahuan adalah milik Allah SWT, sedangkan kita hanyalah manusia biasa yang tidak tahu apa-apa. Mungkin Anda lebih cepat menyerap ilmu atau lebih terampil daripada orang lain. Namun, kepandaian Anda itu tidak mungkin muncul dengan sendirinya.
Perhatikan hadits berikut yang telah diriwayatkan oleh Bukhari dari Imam Mujahid, supaya Anda mengerti bahayanya bersikap sombong dalam belajar:
لاَ يَتَعَلَّمُ الْعِلْمَ مُسْتَحْىٍ وَلاَ مُسْتَكْبِرٌ
(Dua orang yang tidak mendapat ilmu adalah orang pemalu dan orang yang sombong)
6. Muliakan Guru yang Mendidik Kita
Seorang guru itu pastilah mulia, patut untuk digugu dan ditiru oleh siswa-siswinya. Jika orang tersebut tidak patut untuk Anda ikuti ajarannya, maka dia bukanlah seorang guru. Maka daripada itu, ada adab belajar yang wajib siswa-siswi sekolah ketahui, yaitu memuliakan guru.
Tidak semua orang sanggup dan tahu bagaimana caranya menjadi seorang guru yang baik. Oleh karena itu, jangan sia-siakan jerih payah kaum guru yang telah mendidik dan mengajari segala macam ilmu kepada kita. Mengapa? Sebab guru ialah orang tua kita yang kedua.
7. Jangan Takut untuk Bertanya
Belum tentu setiap orang dapat menyerap ilmu dengan cepat dan langsung paham. Anda mungkin saja merasa kesulitan dalam memahami suatu materi, sehingga Anda pun bertanya kepada orang yang lebih tahu. Dengan bertanya, ilmu yang sebelumnya sulit Anda pahami akan menjadi terang.
Apakah Anda ingat dengan pepatah yang berbunyi “malu bertanya, sesat di jalan”? Pepatah ini benar adanya, karena diam itu tidak selalu berarti sudah paham. Abaikan saja orang lain yang memanggil Anda bodoh, lebih baik Anda mendapat jawaban sekarang daripada menunggu jawaban esok hari.
8. Mempraktekkan Ilmu supaya Tidak Cepat Lupa
Kebanyakan orang seringkali menganggap bahwa orang yang sudah hafal sesuatu berarti dia sudah pintar. Pandangan ini sebetulnya salah, sebab orang pintar itu adalah orang yang bisa mempraktikkan apa yang telah dia dapatkan. Ilmu hafalan itu tidak ada artinya jika tidak dibarengi dengan praktik.
Anda bisa melihat contoh adab ini pada bacaan-bacaan dalam sholat, baik sholat fardhu maupun sunnah. Sekadar tahu dan hafal bacaan doa dalam sholat saja belum tentu cukup untuk Anda. Pengetahuan tentang bacaan sholat itu wajib Anda praktekkan sampai benar-benar sudah mengerti.
9. Hati-Hati Terhadap Ilmu yang Menyesarkan
Inilah fitnah yang sangat sering timbul di sekitar kita pada masa kini. Kemajuan ilmu pengetahuan seharusnya menjadi sarana untuk mencerdaskan sebanyak mungkin umat manusia. Ternyata, hal ini malah disalahgunakan oleh segelintir orang sehingga muncul perpecahan dan kebencian di masyarakat.
Dalam adab belajar yang satu ini, Anda harus bisa membedakan antara ilmu yang memberi manfaat dan ilmu yang menyesatkan. Kewajiban ini dapat Anda lihat pada Surah Al Hujurat ayat 6 seperti di bawah ini:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
(Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.)
10. Teruskan Ilmu kepada orang Lain
Setelah selesai belajar, apakah ilmu itu Anda simpan untuk Anda gunakan sendiri? Janganlah begitu, karena ilmu pengetahuan itu bukan untuk manusia secara pribadi, tetapi untuk semua orang. Membagikan ilmu pengetahuan bisa menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir terus.
Salah satu bentuk penyebaran ilmu ini adalah dakwah ajaran Islam secara publik. Aktivitas dakwah ini bertujuan membagikan ilmu agama Islam dengan khalayak luas. Bukan hanya itu saja, tetapi juga dapat meluruskan pemahaman agama apabila melenceng dari sunnah Rasulullah SAW.
Siap untuk Mengamalkan Adab Belajar di Atas?
Demikianlah artikel kali ini yang membahas tentang adab belajar atau tata cara menuntut ilmu yang sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam. Apapun topik dan bidang ilmu yang ingin Anda kuasai, jangan lupa untuk menerapkan adab-adab ini supaya nanti ilmu tersebut memberikan manfaat yang besar.