Adab berdoa kepada Allah merupakan hal penting yang perlu diketahui oleh seluruh umat islam. Perkara ini berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan Sang Maha Pencipta.
Oleh karena itu, adab tidak hanya diperlukan ketika seseorang berada dalam lingkungan bermasyarakat tetapi juga saat memanjatkan doa kepada Allah. Lalu, bagaimanakah tata krama yang harus dimiliki oleh seorang umat tersebut? Berikut penjelasannya.
Adab Berdoa Kepada Allah
Beberapa tata krama yang perlu Anda terapkan ketika memanjatkan doa, antara lain:
1. Di Waktu-Waktu Mustajab
Waktu mustajab merupakan waktu dimana doa tersebut mudah dikabulkan oleh Sang Maha Pencipta. Sebagai seorang umat muslim, pengetahuan mengenai waktu mustajab untuk berdoa menjadi bagian penting dalam kehidupan.
Dengan mengetahui waktu mustajab itu, seseorang bisa lebih tepat waktu dan teratur dalam menyampaikan keinginannya kepada Allah. Waktu-waktu tersebut antara lain, saat Bulan Ramadhan, Hari Arafah, saat sahur, Hari Jumat, dan waktu sepertiga malam.
Maka dari itu, penting untuk seluruh umat muslim dalam memperhatikan waktu tersebut. Namun, hal ini bukan berarti di waktu-waktu lain doa seseorang tidak akan terkabul. Hanya saja, waktu mustajab tersebut menjadikan doa seseorang lebih cepat tersampaikan kepada Allah.
2. Menghadap ke Arah Kiblat
Untuk melakukan suatu ibadah termasuk berdoa, alangkah lebih baik jika menghadapkan diri ke arah kiblat. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Jabir radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam saat berada di Padang Arafah, beliau menghadap kiblat dan terus berdoa sampai matahari terbenam (HR. Muslim).
Hal ini menunjukkan bahwa menghadap kiblat menjadi salah satu adab berdoa kepada Allah. Dengan begitu, alangkah lebih baiknya untuk berusaha menghadapkan diri ke arah kiblat saat memanjatkan doa apapun.
3. Melantunkan Doa dengan Suara Lembut
Saat berdoa, tidak memungkinkan bagi seseorang untuk melantunkan dengan suara yang lantang dan keras. Hendaknya saat meminta sesuatu hal kepada Allah, gunakan penyampaian yang lembut dan halus.
Tidak hanya itu, suara yang halus dan lembut cenderung membuat seseorang lebih khusyuk dalam meminta apa yang diinginkan. Apalagi ketika Anda memanjatkan doa di masjid yang tentunya terdapat banyak jamaah maka memerlukan suara yang pelan dan lembut untuk menjaga ketenangan beribadah.
4. Diliputi dengan Rasa Harap dan Rendah Hati
Adab berdoa kepada Allah berikutnya yang perlu Anda terapkan adalah adanya rasa berharap dan rendah hati yang tulus. Rasa berharap tersebut ditujukkan kepada Allah yang Maha Besar dan Pemurah.
Harapan tersebut bermaksud untuk memperoleh izin serta ridho-Nya dalam setiap langkah hidup dan segala hal yang Anda minta. Sedangkan rendah hati dimaksudkan bahwa seseorang dalam meminta suatu hal apalagi kepada Allah tidak perlu menyombongkan diri.
5. Tidak Tergesa-gesa
Dalam meminta sesuatu hal, seseorang tidak bisa memintanya dengan tergesa-gesa dan ingin cepat mendapatkan apa yang diinginkan. Sama halnya saat Anda berdoa kepada Sang Pencipta yang memerlukan kesabaran serta sikap yang tidak tergesa-gesa.
Bahkan, sifat tergesa-gesa itu menandakan bahwa adanya rasa tidak sabar dalam diri manusia dalam memperoleh hal yang diinginkan. Namun, pada hakikatnya seorang manusia hendaklah bersikap sabar dan tidak tergesa-gesa dalam meminta suatu hal kepada Allah.
Sikap tidak tergesa-gesa ini juga dapat berupa penyampaian pada saat berdoa yang terlalu cepat. Maka dari itu, Anda perlu menerapkan adab berdoa kepada Allah yang berupa perlahan namun dapat tersampaikan seluruhnya.
6. Yakin kepada Allah
Keyakinan merupakan hal utama yang diperlukan oleh seluruh umat muslim. Utamanya adalah yakin kepada Allah dan berbaik sangka terhadap apapun yang akan Allah berikan. Seperti yang tercantum dalam Surah Al Baqarah ayat 186, Allah berfirman:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
Dalam surah tersebut, menunjukkan bahwa Allah akan mengabulkan doa atau permohonan dari umat-Nya. Untuk.itu, hendaklah umat muslim untuk mengikuti seluruh perintah Allah dan beriman kepada-Nya supaya selalu berada di jalan yang lurus dan benar.
7. Mengawali dengan Pujian kepada Allah
Adab berdoa kepada Allah berikutnya adalah awali dengan bacaan basmalah dan kalimat pujian kepada Sang Maha Kuasa. Bacaan ini menandakan adanya rasa syukur seorang umat kepada Sang Kuasa karena telah diberikan kesempatan untuk kembali kenikmatan dunia.
Kalimat pujian kepada Allah ini dapat berupa Asmaul Husna. Selain itu, dalam berdoa juga diperlukan kesungguhan tanpa adanya keraguan dalam diri maupun hal lainnya yang menjadikan Anda tidak khusyuk saat beribadah.
8. Bershalawat kepada Rasulullah
Bershalawat kepada Rasulullah menjadi bagian penting dalam memanjatkan doa kepada Allah, baik itu di dalam atau di luar shalat. Tentunya hal ini dapat memberikan hal yang baik untuk seluruh umat yakni memperoleh syafaat dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Shalawat kepada Rasul dapat Anda baca setelah melantunkan bacaan basmalah. Shalawat tersebut juga dapat mempermudah doa yang Anda minta untuk lebih cepat tersampaikan kepada Allah dan terkabulkan.
9. Berdoa dengan Istiqomah
Dalam berdoa, tidak bisa seorang umat hanya meminta suatu hal dalam 1 kali doa saja. Namun, sejatinya permintaan doa kepada Allah harus Anda sampaikan kapanpun dimanapun.
Istiqomah merupakan suatu adab berdoa kepada Allah yang perlu dimiliki oleh seluruh umat muslim. Doa yang seringkali diminta memiliki kemungkinan besar untuk lebih cepat dikabulkan.
Sikap yang istiqomah dalam memanjatkan doa kepada Allah juga menunjukkan bahwa seseorang tersebut sabar menanti keputusan terbaik dari-Nya. Oleh karena itu, ketika Anda meminta sesuatu hal namun masih belum terkabulkan, maka sering-seringlah meminta dan terus bersabar untuk menanti pemberian terbaik Allah.
10. Taubatan Nasuha
Dalam meminta suatu hal atau berdoa kepada Allah, seseorang perlu melakukan introspeksi diri terlebih dahulu. Hendaklah seorang muslim melakukan taubatan nasuha terhadap segala perbuatannya di dunia.
Taubat ini menunjukkan bahwa seseorang menyesal terhadap kesalahan yang dimilikinya termasuk apabila terdapat harta yang haram. Hal ini juga bertujuan supaya doa-doa yang diminta oleh seorang umat lebih mudah tersampaikan dan dikabulkan oleh Allah.
11. Menjauhkan Diri dari Harta dan Makanan Haram
Adab berdoa kepada Allah berikutnya yakni menjauhkan diri dari harta dan makanan haram. Hal ini karena sesuatu yang bersifat haram dapat memberikan dampak buruk bagi penggunanya. Salah satunya adalah doa yang sulit untuk tersampaikan kepada Allah hingga akhirnya seseorang tersebut merasa doanya tidak terkabulkan.
Harta dan makanan haram yang digunakan oleh seseorang dapat menghambat doa kepada Allah karena hal tersebut merupakan sesuatu yang bersifat buruk. Sedangkan Allah merupakan Dzat yang Maha Agung dan Mulia serta menyukai kebaikan.
Oleh karena itu, untuk mempercepat tersampainya doa kepada Allah, maka seseorang harus meninggalkan keburukan.
Sudahkah Anda Memahami Adab Berdoa kepada Allah?
Dari beberapa penjelasan tersebut, manakah yang sudah Anda terapkan? Hal utama dari adab berdoa kepada Allah adalah menjaga kebersihan diri dan meminta dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, Anda bisa menerapkannya mulai dari sekarang untuk memperoleh ridha-Nya.