Manusia hidup sebagai makhluk sosial yang harus menjaga hubungan baik dengan sesamanya. Salah satu hubungan sosial ini adalah pertemanan. Dalam Islam, hubungan sosial ini harus dilakukan dengan baik sesuai adab berteman yang diajarkan Rasulullah SAW. Berikut ulasan lengkapnya!
Adab Berteman
Dalam berteman, Islam mengajarkan adab-adab yang harus dilakukan. Tujuannya adalah agar hubungan sosial tersebut bisa mendatangkan kebaikan. Nah, berikut ini ada beberapa adab berteman yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
1. Berteman karena Allah
Segala sesuatu hal harus dilakukan karena Allah SWT. Termasuk dengan menjalin hubungan pertemanan. Jadi, apapun yang umat Muslim lakukan akan senantiasa dalam rahmat dan karunia Allah SWT. Rasulullah sendiri pernah bersabda:
“Barangsiapa yang ingin merasakan lezatnya iman, maka hendaklah dia tidak mencintai seseorang kecuali karena Allah SWT.” (HR. Ahmad).
2. Memilih Teman yang Baik
Ketika seseorang memiliki teman yang baik, maka orang tersebut akan mendapatkan dampak positif dari pertemanannya. Sebaliknya, apabila Anda bergaul dengan teman yang memiliki sifat atau sikap buruk, maka teman tersebut akan memberikan pengaruh yang buruk pula kepada Anda.
Nabi Muhammad SAW sendiri bersabda tentang adab pertemanan yang berbunyi:
“Seseorang ada di atas agama temannya, maka hendaknya salah seorang kalian meneliti siapa yang harus dijadikan sebagai teman.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
3. Menjaga Perkataan
Adab berteman dalam Islam selanjutnya adalah menjaga perkataan. Jadi, ketika sedang berbicara dengan teman, maka sebaiknya jaga perkataan Anda. Tujuannya adalah agar Anda tidak sampai menyakiti perasaan teman Anda tersebut.
Jadi, berkatalah dengan perkataan yang baik. Selain itu, bertutur katalah yang lembut dan penuh kasih sayang. Rasulullah SAW sendiri bersabda seperti berikut:
“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah mukmin yang paling baik akhlaknya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
4. Bergaul dengan Mukmin
Masih serupa dengan adab memilih teman yang baik. Anda dianjurkan untuk bergaul dengan mukmin. Kenapa sebaiknya Anda berteman dekat dengan orang mukmin? Sebab, teman bisa mempengaruhi karakter Anda nantinya. Berteman dengan mukmin bahkan sudah disarankan oleh Rasulullah SAW sejak dulu.
Abu Sa’id Al Khudri RA menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah engkau bergaul kecuali dengan seorang mukmin. Janganlah memakan makananmu melainkan orang bertakwa.” (HR. Abu Daud nomor 4832 dan Tirmidzi nomor 2395).
Kemudian, Rasulullah pun menjelaskan adab ini sebagai berikut:
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk itu ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya. Dan kalaupun tidak, maka engkau tetap akan mendapatkan bau harum darinya.
Sementara pandai besi, bisa jadi percikan apinya akan mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap akan mendapatkan bau asapnya yang tidak sedap.” (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Mendahului Mengucapkan Salam
Seorang teman yang tidak merasa malu untuk mendahului mengucapkan salam ketika bertemu adalah teman yang baik adabnya. Sebab, mengucapkan salam bisa mendatangkan rasa sayang antar sesama manusia. Rasulullah SAW sendiri bersabda demikian:
“Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang bisa membuat kalian saling menyayangi? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim).
6. Bersikap Lemah Lembut
Adab berteman dalam Islam selanjutnya adalah bersikap lemah lembut. Allah SWT menjelaskan bahwa sifat Rasulullah dan orang yang bersamanya dalam surat Al Fath ayat 29:
مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ ٱللَّهِ ۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَىٰهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنًا ۖ سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ ٱلسُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِى ٱلْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْـَٔهُۥ فَـَٔازَرَهُۥ فَٱسْتَغْلَظَ فَٱسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعْجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ ٱلْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًۢا
Bahasa latinnya adalah:
“Muhammadur rasulullah, walladzina ma’ahu asyidda’u ‘alal-kuffari ruhama u bainahum tarahum rukka’an sujjada yabtaguna fadlam minallahi wa ridwanan simahum fi wujuhihim min atsaris-sujud, zalika masaluhum fit-taurati wa masaluhum fil-injil, kazar’in akhraja syat’ahu fa azarahu fastaglaza fastawa ‘ala suqihi yu’jibuz-zurra’a liyagiza bihimul-kuffar, wa’adallahullazina amanu wa ‘amilus-sholihati minhum magfirataw wa ajran ‘azima.”
Arti dari sabda adab pertemanan ini adalah:
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersamanya adalah keras terhadap orang kafir. Tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujudnya.
Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya. Maka, tunas itu akan menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus diatas pokoknya;
tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan orang-orang kafir dengan kekuatan orang-orang mukmin. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh diantara mereka ampunan dan pahala yang besar.”
7. Berpakaian yang Baik
Adab pertemanan dalam Islam selanjutnya adalah berpakaian yang baik. Allah SWT sendiri telah mewajibkan umatnya untuk selalu menjaga aurat dalam Al-Qur’an sebagai berikut:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuan dan isteri-isteri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka!’ yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (al-Ahzab / 33:59)
Jadi, ketika bergaul dengan orang lain, maka sebaiknya Anda juga tetap menjaga pakaian yang Anda gunakan. Pakaian ini harus selalu sopan dan menutup aurat dengan sempurna, terutama jika Anda berada di keramaian. Hal tersebut merupakan salah satu adab pertemanan yang wajib Anda perhatikan.
Dalam kitab al-Hilyah, Syaikh Bakr Abu Zaid RA berkata:
“Perhiasan yang tampak menunjukkan kecondongan hati. Orang-orang akan mengklasifikasikan dirimu hanya dengan melihat pakaianmu. Maka, pakailah pakaian yang menghiasimu dan tidak menjelekkanmu. Dan tidak menjadi bahan celana dalam pembicaraan orang atau bahan ejekan orang-orang tukang cemooh.”
8. Tidak Memotong Pembicaraan
Memotong perkataan orang lain adalah hal yang tidak sopan, meskipun orang tersebut adalah teman Anda sendiri. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Jika engkau mengatakan ‘diamlah’ kepada orang-orang ketika mereka sedang berbicara, sungguh engkau mencela dirimu sendiri.” (HR. Ahmad)
Sudahkah Anda Mengamalkan Adab Berteman?
Itulah beberapa adab berteman yang perlu Anda ketahui dan amalkan dalam kehidupan sosial sehari-hari. Tidak hanya dalam Islam, tata krama dalam bersosialisasi juga mengajarkan hal yang sama. Salah satu hal lain yang perlu Anda lakukan dalam sebuah hubungan pertemanan adalah toleransi dan hormat.