Apa Itu Air Permukaan? Pengertian, Jenis, serta Karakteristiknya

Ada banyak sekali jenis air di alam, salah satunya adalah air permukaan. Wujud air ini menjadi salah satu aset paling berharga yang Bumi kita miliki saat ini. Sebab, mereka menjaga keberlangsungan kehidupan makhluk hidup dan proses ekologi pada ekosistem yang beragam. 

Mulai dari sungai dan danau hingga samudra yang luas, wujud air ini memainkan peran vital dalam mempengaruhi iklim, menyediakan sumber daya, serta menciptakan lingkungan yang mendukung kehidupan. Untuk selengkapnya, berikut ini informasi terkait pengertian, jenis, hingga karakteristiknya. 

Pengertian Air Permukaan

Air permukaan merupakan air yang terkumpul di bagian permukaan atau di atas tanah seperti sungai, mata air, danau dan lahan basah. Lebih lanjut, ada beberapa pendapat para ahli tentang wujud air ini, antara lain:

1. Soegianto (2005) 

Menurut Soegianto, air permukaan merupakan air yang jatuh ke atas tanah atau air hujan yang sebagian diantaranya menguap dan sebagiannya lagi mengalir ke sungai. Selain itu, air tersebut juga akan tersimpan di dalam danau, waduk, atau rawa. 

2. Limbong (2008)

Sedangkan pendapat dari Limbong mengemukakan bahwa air permukaan merupakan air hujan yang mengalir melalui permukaan Bumi untuk kemudian terkumpul di atas tanah sehingga bisa terlihat secara fisik dengan mata. 

Meskipun demikian, pada prinsipnya, air permukaan sebagai sumber air tidak begitu cocok untuk dikonsumsi langsung oleh manusia. Sebab, air tersebut sering kali terkontaminasi oleh udara atau limbah secara langsung.

Untuk mengkonsumsinya, biasanya Anda perlu melakukan proses penyaringan terlebih dahulu atau memasaknya. Namun, air permukaan biasanya cukup bersih untuk kebutuhan mandi atau mencuci. 

Jenis Air Permukaan

Jenis air permukaan ini bisa Anda bedakan ke dalam dua klasifikasi, antara lain:

1. Berdasarkan Ketersediaannya

Jika mengacu pada aspek ketersedian, air permukaan bisa terbagi menjadi tiga bentuk, antara lain: 

a. Permanen (Perennial)

Perairan permanen merupakan perairan di permukaan yang selalu tersedia hampir sepanjang tahunnya. Jenis ini bisa Anda temukan dalam bentuk sungai, rawa, danau, dan mata air.

Terlebih lagi, ketika suatu daerah mengalami musim kemarau, sumber airnya tetap terjaga karena berasal dari air tanah yang menyumbanginya. Sebagai hasilnya, air di wilayah ini hampir selalu tersedia tanpa henti.

b. Semi-Permanen (Ephemeral)

Jenis air permukaan ini biasanya berupa perairan yang hanya bisa menampung air selama satu tahun. Bentuk dari perairan ini meliputi anak sungai kecil, laguna, lubang air, maupun daerah dataran rendah di beberapa zona yang kering. 

c. Buatan Manusia (Man Made)

Sesuai namanya, air permukaan buatan manusia tersimpan secara khusus dalam tempat buatan manusia. Contoh yang paling mudah kita lihat yaitu bendungan dan kolam. Namun, tak hanya itu saja, danau buatan dan instalasi pengolahan limbah juga merupakan contoh dari air permukaan buatan manusia.

2. Berdasarkan Bentuknya

Kemudian, jika berdasarkan bentuknya, air permukaan terbagi menjadi 4 jenis, antara lain:

a. Sungai 

Sungai merupakan daerah memanjang yang berisi air tawar dan memiliki aliran dengan sumber air dari daratan untuk kemudian bermuara ke laut atau danau. Lantaran memiliki sifat mengalir, umumnya sungai memiliki arus yang cepat. 

Sungai termasuk ke dalam siklus hidrologi, yang umumnya berasal dari hujan yang meresap ke dalam tanah dan mengalir melalui cekungan drainase menuju sungai. Selain itu, sungai juga dapat berasal dari sumber-sumber lain seperti air tanah atau es alami yang meleleh.

Fungsi utama sungai di alam yaitu sebagai sumber utama air untuk irigasi, transportasi, dan sebagainya. Selain itu, sungai juga sering berguna sebagai perbatasan wilayah, penggerak mesin, dan pembangkit listrik. Tidak hanya itu, sungai juga bisa dijadikan sebagai tempat wisata untuk olahraga air. 

b. Danau 

Danau merupakan cekungan yang berisi air yang menggenang dan terbentuk akibat dari adanya proses tektonik, vulkanik, dan sebagainya. Adapun cekungan yang terbentuk akibat dari proses tersebut bisa terisi air akibat dari adanya air sungai atau sumber lainnya yang terus mengalir ke arah cekungan tersebut. 

Selain itu, danau juga biasanya terletak di daratan dan jarang menjadi bagian dari lautan. Untuk itu, danau berbeda dengan laguna dan jauh lebih besar daripada kolam. 

Umumnya, danau alami di temukan di zona retakan, pegunungan, dan kawasan dengan penipisan berkelanjutan. Sedangkan untuk jenis danau lainnya biasanya ditemukan pada daerah cekungan endorheic basins dan sejenisnya. 

Danau memiliki banyak manfaat untuk kehidupan manusia, mulai dari untuk proses pertanian, pembangkit listrik, hingga pasokan air rumah tangga. Bahkan, saat ini ada beberapa danau yang berguna sebagai tempat rekreasi menarik. 

c. Rawa

Rawa adalah wilayah yang tergenang oleh air karena tingginya kadar air. Kondisi inilah yang menyebabkan tanah di rawa cenderung berlumpur dan becek.

Tidak hanya itu, lantaran selalu tergenang, biasanya rawa akan ditutupi oleh vegetasi air dan sejenisnya. Biasanya, air di rawa berupa air tawar, air laut, ataupun air payau sehingga rawa bisa Anda temukan di daerah mana pun.

Pada dasarnya, rawa memiliki nilai ekonomis yang rendah jika Anda bandingkan dengan hutan dan ladang. Hal ini karena kondisi tanah pada rawa kurang produktif sehingga tidak bisa digunakan oleh manusia.

Apalagi jika mengingat kondisi rawa yang selalu tergenang air dan becek, tentunya akan sangat sulit untuk melakukan berbagai hal di sana. Sebagai contoh, petani akan mengeringkan rawa terlebih dahulu jika ingin menggunakannya untuk menanam tumbuhan tertentu. 

Walau begitu, rawa masih cukup penting sebagai sumber untuk ketersediaan air dan oksigen di alam. Selain itu, rawa juga bisa bermanfaat sebagai habitat dan tempat hidup untuk berbagai makhluk hidup lainnya. 

d. Laut

Jenis air permukaan selanjutnya yaitu laut yang merupakan daerah dengan air bersalinitas tinggi serta memiliki arus dan ombak yang kencang. Laut merupakan daerah dengan kandungan air terbesar daripada jenis lainnya. 

Karena berukuran sangat besar, biasanya akan sulit untuk mengatur salinitas dan suhu lautan. Walau begitu, lautan memiliki cukup banyak manfaat untuk kehidupan manusia, mulai dari sebagai sumber makanan hingga pariwisata. 

Laut juga berperan penting sebagai sumber makanan karena di dalamnya terdapat berbagai jenis makhluk hidup, terutama ikan. Tidak hanya itu, laut juga bisa digunakan untuk mendatangkan penghasilan melalui proses penangkapan ikan untuk dijual hingga budidaya ikan. 

Kemudian, laut juga bisa digunakan sebagai media trasnportasi yang bisa memudahkan masyarakat terutama untuk proses perdagangan antara daerah. Secara tidak langsung, laut akan berperan besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat suatu daerah.

Karakteristik Air Permukaan 

Air permukaan memiliki beberapa karakteristik khas yang membedakannya dari sumber air lainnya seperti air tanah. Berikut ini beberapa karakteristiknya yang jarang diketahui:

  • Memiliki kesadahan yang tinggi.
  • Memiliki tingkat kekeruhan yang sangat rendah.
  • Mudah tercemar oleh limbah karena biasanya menjadi tempat pembuangan.
  • Berada di atas permukaan tanah.
  • Dalam kondisi mengalir atau diam.
  • Air permukaan tidak mampu terserap.
  • Biasanya berada pada lapisan tanah yang sangat keras. 
  • Air yang terkumpul akan mengalir menuju satu titik, contohnya sungai, danau, maupun laut.

Sudah Tahu Apa Itu Air Permukaan?

Air permukaan terdiri dari sungai, danau, rawa dan laut yang memiliki banyak manfaat untuk kehidupan manusia. Namun faktanya saat ini kondisi perairan kita sedang tidak baik-baik saja akibat dari pencemaran dan kerusakan lainnya. Untuk itulah, sebagai penerima manfaatnya, mari kita sama-sama menjaga perairan kita. 

Share:

Leave a Comment

You cannot copy content of this page