Cara Menghitung Kebutuhan Genteng Bangunan dengan Tepat

Ketika membuat rumah, maka salah satu hal yang perlu kamu pertimbangkan adalah masalah kebutuhan genteng. Karena fungsinya yang cukup penting, maka cara menghitung kebutuhan genteng perlu dilakukan dengan sangat detail.

Genteng merupakan salah satu pilihan untuk bagian atap. Bagian ini berfungsi sebagai pelindung rumah atau bangunan dari cuaca panas, dingin, hujan, dan lainnya.

Bagaimana Cara Menghitung Kebutuhan Genteng?

Tidak hanya masalah desain dan warna, perhitungan tepat ketika akan menggunakan genteng juga merupakan hal yang perlu kamu perhatikan. Perhitungan ini juga akan berkaitan dengan budget. Jadi, dari sinilah kamu bisa menentukan berapa banyak genteng yang harus dibeli.

Ada dua cara yang bisa kamu gunakan sebagai cara menghitung kebutuhan genteng. Berikut penjelasannya.

1. Berdasarkan Luas Atap

Cara menghitung kebutuhan genteng pertama dan pertama yang cukup banyak digunakan adalah berdasarkan luas atap. Misalnya, luas atap bangunan milikmu adalah 100 meter persegi. Selanjutnya, luas tersebut akan dikalikan dengan dua sisi atap sehingga total luas yang kamu butuhkan adalah 200 meter persegi. 

Dari perhitungan tersebut, kamu hanya tinggal menghitung berapa genteng yang dibutuhkan untuk setiap meter perseginya.

Jika 1 meter persegi membutuhkan 25 buah genteng, maka untuk 200 meter persegi kamu akan membutuhkan sekitar 5.000 buah genteng.

Jika menghitung dengan rumus ini, maka disarankan untuk tidak membeli dalam jumlah yang terlalu pas. Hal ini untuk mengantisipasi adanya genteng yang rusak ataupun bocor.

2. Berdasarkan Panjang dan Lebar Pondasi

Cara lainnya yang juga bisa kamu lakukan untuk cara menghitung kebutuhan genteng adalah menghitung panjang dan lebar pondasi. 

Misalkan, kamu membangun rumah dengan ukuran panjang 8 meter dan lebar 6 meter. Ketika akan menghitung kebutuhan genteng, maka sebaiknya kamu menambahkan pengukuran tersebut dengan 1 meter, sehingga ukurannya menjadi 9×7 meter. Jadi, luas total pondasi adalah 63 meter persegi.

Setelah itu, kamu hanya tinggal mengalikan dengan kebutuhan genteng untuk setiap meter perseginya. Jika tiap meter persegi membutuhkan 25 buah genteng, maka jumlah genteng yang kamu butuhkan sekitar 1575 buah genteng.

Sebagai antisipasi, kamu sebaiknya membeli genteng dengan jumlah yang lebih banyak. Hal ini untuk menghindari kualitas genteng yang buruk, seperti rusak ataupun bocor.

Jenis-Jenis Genteng

Setelah memahami tentang cara menghitung kebutuhan genteng, mungkin kamu juga harus paham tentang apa saja jenis genteng. Nantinya, kamu bisa menggunakan referensi ini untuk menentukan jenis genteng yang tepat sesuai kebutuhan.

1. Genteng Bitumen

Banyak orang lebih mengenal jenis genteng ini dengan nama genteng aspal. Hal tersebut karena genteng ini terbuat dari serbuk kertas, serat organik, resin, dan juga aspal.

Selain masalah warnanya yang agak berbeda, keunggulan lain dari jenis genteng ini adalah bobotnya yang cukup ringan. Selain itu, jenis genteng ini juga cukup fleksibel dan tahan air.

Kekuatan lainnya dari genteng jenis ini adalah proses pemasangannya yang mudah, tahan jamur, dan juga tahan pudar. Hanya saja kelemahan dari jenis ini adalah harganya yang mahal.

2. Genteng Seng

Kebalikan dari genteng bitumen, seng ini merupakan jenis genteng paling ekonomis. Karena harganya cukup murah, maka tidak heran jika kualitasnya juga tidak begitu baik. Contoh kekurangan dari jenis ini adalah tidak bisa menyerap panas dengan baik dan tidak tahan terhadap karat.

3. Genteng Tanah Liat

Ini merupakan jenis genteng yang proses pembuatannya masih sangat tradisional. Tanah liat akan dipadatkan, lalu dibentuk dan akan dilakukan proses pembakaran. Selanjutnya genteng akan dijemur di bawah sinar matahari.

Keunggulan dari jenis genteng ini adalah punya daya serap panas yang sangat baik. Selain itu, jika melihat dari segi harga, jenis genteng ini juga masih termasuk murah dan terjangkau. 

Ukuran genteng ini juga cukup seragam sehingga akan mudah untuk menghitung kebutuhan genteng nantinya. Genteng ini juga banyak yang menjual.

Kelemahan dari jenis genteng ini adalah ukuran dan variasinya tidak banyak sehingga desainnya terkesan itu-itu saja. Selain itu, genteng ini juga masih berpotensi rusak dan menimbulkan kebocoran.

4. Genteng Metal

Genteng satu ini terbuat dari baja lapis ringan, perpaduan antara seng, aluminium, dan juga silicon. Ciri khas dari genteng ini adalah bentuknya yang berupa lembaran bergelombang. Dengan bentuk seperti itu, kamu juga akan lebih mudah untuk menghitung berapa kebutuhan genteng nantinya.

Salah satu keunikan dari jenis ini adalah variasi warnanya yang cukup banyak. Genteng ini juga merupakan rekomendasi yang tepat ketika kamu membangun rumah di daerah rawan gempa. 

Dari segi harga, jenis genteng ini juga cukup murah. Ini merupakan rekomendasi untuk kamu yang membutuhkan genteng murah dengan daya serap dan pantul panas sangat baik serta anti karat. Selain itu, genteng ini juga cukup ringan dari segi bobot. 

Kekurangan dari jenis genteng ini adalah pada masalah ketebalannya yang dianggap terlalu tipis. Hal ini membuat genteng menjadi lebih ringkih, sangat mudah pecah, atau melengkung bila terinjak. Selain itu, genteng jenis ini biasanya akan menimbulkan bunyi yang cukup berisik ketika hujan.

Gunakan Genteng yang Tepat!

Setelah memahami cara menghitung kebutuhan genteng dan juga mengetahui jenis genteng, maka kamu sudah bisa menentukan pilihan genteng dengan tepat sesuai dengan kebutuhan.Hal ini akan sangat berguna, terutama untuk menghitung perkiraan budget yang kamu butuhkan. Selain itu, kamu juga bisa membeli genteng dengan jumlah yang tidak terlalu banyak namun juga tidak kurang.

Share:

Leave a Comment

You cannot copy content of this page