Category: Agama

  • Doa Nabi Yunus: Bacaan, Manfaat, serta Cara Mengamalkannya

    Doa Nabi Yunus: Bacaan, Manfaat, serta Cara Mengamalkannya

    Islam merupakan agama yang menganjurkan umatnya untuk senantiasa berdoa kepada Allah SWT. Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca dalam kondisi gelisah atau takut adalah doa Nabi Yunus atau dzikir Nabi Yunus. Berikut ini adalah bacaan doa beserta manfaat dan cara mengamalkannya!

    Sejarah Doa Nabi Yunus

    Sebelum mengetahui bagaimana bacaan doa Nabi Yunus, kamu sebaiknya mengetahui terlebih dahulu bagaimana sejarahnya. Menurut tafsir Qashashi Jilid III, Nabi Yunus pernah meninggalkan kaumnya yang keras kepala dan membangkang. 

    Keputusan Nabi Yunus yang pergi meninggalkan kaumnya tersebut berarti Nabi Yunus tidak menjalankan kewajibannya sebagai utusan untuk berdakwah dan menyebarkan ajaran agama Islam.

    Dalam pelarian meninggalkan kaumnya tersebut, Nabi Yunus pergi ke dermaga dan berlayar menggunakan suatu kapal. Meskipun kapal tersebut sudah penuh dengan penumpang dan barang, Nabi Yunus tetap memutuskan pergi berlayar dengan kapal tersebut.

    Saat sedang berada di tengah laut, terdapat ombak yang sangat besar. Nahkoda kapal dan para penumpang lain memutuskan untuk membuang seorang penumpang, agar kapal bisa tetap melanjutkan pelayaran dengan selamat.

    Para penumpang dan nahkoda kapal kemudian mengundi siapa yang akan menjadi orang yang dibuang ke laut. Setelah beberapa kali proses pengundian, Nabi Yunus pun terpilih sebagai penumpang yang harus berkorban dan terjun ke lautan.

    Ketika Nabi Yunus dibuang ke lautan, Nabi Yunus pun dimakan oleh seekor paus. Beruntungnya, Nabi Yunus tidak meninggal dan bisa tetap hidup dalam perut paus tersebut. 

    Saat berada dalam perut paus tersebut, Nabi Yunus pun menyadari kesalahannya, karena telah meninggalkan kaumnya. Nabi Yunus kemudian berdoa kepada Allah SWT dan memohon pengampunan atas dosa dan kesalahannya.

    Bacaan Doa Nabi Yunus

    Saat berada dalam perut paus tersebut, Nabi Yunus berdoa kepada Allah SWT untuk memohon ampun atas dosa dan penyesalan karena telah meninggalkan kaumnya. Berikut adalah doanya:

    لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

    Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin

    Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

    Doa tersebut tercantum dalam Quran surah Al-Anbiya’ ayat 87. Selain doa tersebut, Nabi Yunus juga memanjatkan pujian-pujian lain kepada Allah SWT, yaitu:

    وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ

    Wa dzan-nuuni idzdzahaba mughadhiban fazhanna an lan naqdhiro ‘alaihi fanada fidz-dzulumati an la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz-zalimin.

    Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu, ia menyangka bahwa kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, ‘Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim’.”

    Nabi Yunus memanjatkan doa dan pujian-pujian kepada Allah SWT tersebut dengan penuh penyesalan dan rasa berserah diri kepada Allah SWT. Setelah beberapa lama, doa Nabi Yunus pun terkabul dan Nabi Yunus berhasil keluar dari perut paus tersebut.

    Menurut Sa’id bin Abi Hasan Al-Bashri, Nabi Yunus terjebak dalam perut paus tersebut selama 40 hari. Oleh karena itu, ketika kamu merasa menyesal atas kesalahan atau dosa yang telah kamu perbuat, kamu sebaiknya memanjatkan doa ini untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

    Keutamaan dan Manfaat Doa Nabi Yunus

    Para umat muslim dianjurkan untuk membaca dan mengamalkan doa ini tersebut ketika sedang berada dalam perasaan menyesal, ingin memohon ampun, dan ingin hajatnya dikabulkan oleh Allah SWT. Selain manfaat tersebut, berikut adalah beberapa manfaat dan keutamaan lainnya:

    1. Bentuk Pujian kepada Allah SWT

    Bacaan dalam doa ini mengandung kalimat-kalimat pujian kepada Allah SWT, yaitu pujian atas keesaan dan kesucian Allah SWT. Allah SWT menyukai hamba yang selalu berdoa kepada-Nya. 

    2. Memperoleh Kekuatan dalam Kesulitan

    Manfaat lain dari doa ini juga untuk mendapatkan kekuatan ketika sedang berada dalam kesulitan atau cobaan. Manusia yang hidup di dunia pasti pernah mengalami kesulitan, cobaan, dan juga musibah, sebagai bentuk ujian dari Allah SWT.

    Setiap manusia memiliki keterbatasan. Manusia tidak akan mampu melewati kesulitan, cobaan, dan masalah yang dilaluinya tanpa adanya pertolongan dari Allah SWT. Oleh karena itu, sebagai manusia dan hamba Allah SWT, sudah sepatutnya untuk mengharapkan bantuan dari Allah, agar selalu mendapatkan kekuatan. 

    3. Keluar dari Kesulitan

    Allah SWT tidak akan memberikan cobaan atau ujian yang melampaui batas kemampuan seorang hamba. Seperti pada kisah Nabi Yunus saat terjebak dalam perut paus. Dengan kekuatan doa yang dipanjatkan oleh Nabi Yunus, Allah SWT menyelamatkan Nabi Yunus saat terjebak dalam perut paus.

    Oleh karena itu, memanjatkan doa ini juga memiliki keutamaan dan manfaat untuk bisa keluar dari kesulitan, cobaan, atau masalah yang sedang kamu hadapi. Jadi, jangan pernah menyerah ketika sedang berada dalam kesulitan dan masalah. Terus berusaha dan berdoa, agar kamu bisa segera keluar dari kesulitan.

    4. Mendapatkan Ampunan dari Allah SWT

    Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi, Rasulullah SAW pernah mengungkapkan keistimewaan dari doa ini. Menurut hadis tersebut, doa ini juga bisa mengabulkan permohonan ampun seorang hamba.

    دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

    Artinya: “Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: ‘Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin‘ Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR. At-Tirmidzi)

    5. Permintaan Dikabulkan oleh Allah SWT

    Keutamaan lain dari doa ini adalah bisa mengabulkan permohonan seorang hamba. Saat berada dalam perut paus, Nabi Yunus berdoa kepada Allah SWT, meminta agar bisa keluar dari perut paus tersebut dengan selamat.

    Allah SWT pun mengabulkan permintaan Nabi Yunus tersebut. Nabi Yunus berhasil keluar dari perut paus dengan selamat. Dari kisah tersebut, dapat diambil pelajaran jika doa ini bisa kamu amalkan untuk ketika kamu memiliki suatu hajat yang ingin dikabulkan oleh Allah SWT.

    Cara Mengamalkan Doa Nabi Yunus

    Rasulullah SAW menyebutkan jika mengamalkan doa ini, bisa dilakukan dengan membacanya sebanyak 40 kali.

    “Barangsiapa yang berdoa dengannya kepada orang yang sakit sebanyak 40 kali, maka jika ia mati, ia mati dalam keadaan membawa pahala mati syahid. Jika sembuh, maka sembuh dalam keadaan dosanya terampuni.”(HR. Imam Hakim)

    Kamu bisa membaca doa ini sebanyak 40 kali setiap selesai shalat subuh. Ada juga yang membaca doa ini sebanyak 1000 kali setiap hari untuk memohon ampun dari dosa.

    Yuk, Amalkan Doa Nabi Yunus Mulai Sekarang!

    Itulah kisah dan keutamaan dari doa Nabi Yunus. Kamu bisa mengamalkannya ketika memiliki hajat, ingin memohon ampun kepada Allah SWT, meminta diberikan kekuatan ketika menghadapi cobaan, dan sebagai bentuk pujian kepada Allah SWT. Yuk, amalkan doa ini mulai sekarang!

  • Doa Nabi Sulaiman: Makna dan Cara Mengamalkannya

    Doa Nabi Sulaiman: Makna dan Cara Mengamalkannya

    Nabi Sulaiman merupakan salah satu nabi yang disebutkan dalam Al Quran dan terkenal dengan kebijaksanaan dan kemakmurannya. Salah satu mukjizat yang dimiliki adalah mampu berkomunikasi dengan hewan dan jin. Oleh sebab itu, ada beberapa doa Nabi Sulaiman yang bisa Anda amalkan untuk mendapatkan manfaat luar biasa.

    Doa-doa ini telah dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman semasa hidupnya dan mengajarkan kepada para sahabat dan umatnya untuk senantiasa memohon petunjuk dan ridho dari Allah SWT. Penasaran apa saja doanya yang bisa Anda amalkan sehari-hari? Simak selengkapnya dalam ulasan di bawah ini!

    6 Doa Nabi Sulaiman

    Berikut adalah beberapa doa-doa yang Nabi Sulaiman panjatkan semasa hidupnya:

    1. Doa untuk Memohon Kekayaan

    Salah satu bacaan paling populer yang dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman semasa hidupnya adalah untuk memohon diberi kekayaan. Doa memohon kekayaan ini dimaksudkan untuk nabi gunakan dalam menyebarkan agama Islam dan membantu umatnya yang membutuhkan. Berikut bacaan doanya:

    رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

    Rabbi auzni an ashkura ni’matakallati an’amta ‘alayya wa ‘ala walidayya wa an amala salihan tardhahu wa adkhilni biraḥmatika fi ‘ibadikassaliḥin.

    Artinya:

    “Ya Allah, berilah aku petunjuk untuk bersyukur atas karunia-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kedua orang tuaku, dan untuk melakukan amal saleh yang Engkau ridhai. Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu di antara hamba-hamba-Mu yang saleh.”

    Anda bisa mengamalkan doa ini dengan cara sebagai berikut untuk mendapatkan kekayaan yang diridhoi Allah SWT:

    1. Niatkan berdoa untuk memohon kekayaan yang halal dan penuh berkah dari Allah SWT.
    2. Memperbanyak dzikir dan ibadah kepada Allah SWT, termasuk shalat fardhu lima waktu, shalat sunnah tahajud, dan membaca Al-Quran dengan khusyuk.
    3. Menjauhi segala perbuatan dosa atau maksiat dan senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
    4. Berusaha untuk memperoleh kekayaan dengan cara yang halal dan berkah. Seperti dengan bekerja keras, berdagang dengan jujur, dan tidak lupa menyisihkan sebagian dari rezeki untuk sedekah atau diberikan kepada orang yang membutuhkan.
    5. Memperbanyak rasa syukur atas rezeki yang telah Allah SWT berikan dan senantiasa berdoa agar selalu mendapatkan keberkahan dan kemakmuran hidup.

    2. Doa untuk Menjinakkan Hewan Buas

    Tahukah Anda jika salah satu mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Sulaiman adalah mampu berbicara dengan hewan? Ada pun doa Nabi Sulaiman yang diucapkannya saat diberi kemampuan untuk menjinakkan hewan adalah seperti berikut ini:

    بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ , اَلَّا تَعْلُوا عَلَىَّ وَاْتُونِى مُسْلِمِيْنَ 

    Bismillah hir rahmanir rahiim, allaa ta’luu alayya wa’tuunii muslimin. 

    Artinya: 

    “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu berlaku sombong kepadaku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”

    3. Doa untuk Bersyukur

    Sebagai makhluk pilihan Allah, Nabi Sulaiman juga senantiasa mengucapkan rasa syukur atas kemakmuran yang diberikan kepadanya. Rasa syukur yang diutarakan Nabi Sulaiman ini telah tertuang di dalam Al-Quran surat An-Naml ayat 15. Berikut ini bunyinya:

     وَلَقَدْ اٰتَيْنَا دَاوٗدَ وَسُلَيْمٰنَ عِلْمًاۗ وَقَالَا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ فَضَّلَنَا عَلٰى كَثِيْرٍ مِّنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ

    Wa laqad ātainā dāwụda wa sulaimāna ‘ilmā, wa qālal-ḥamdu lillāhillażī faḍḍalanā ‘alā kaṡīrim min ‘ibādihil-mu`minīn. 

    Artinya: 

    “Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: ‘Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman.”

    4. Doa untuk Mengusir Semut

    Karena mampu berbicara dengan hewan, Nabi Sulaiman juga menganjurkan untuk tidak membunuh semut. Melainkan cukup dengan mengusirnya saja. Ada doa khusus yang bisa Anda ucapkan untuk mengusir semut dari tempat tinggal Anda. Berikut ini bacaan doanya:

    يّٰٓاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْۚ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ

    Ya ayyuhan namludkhulu masakinakum, la yahtimannakum sulaimanu wa junuduhu wa hum la yasy‘urun(a).

    Artinya: 

    “Wahai para semut, masuklah ke dalam sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadarinya.”

    5. Doa untuk Meluluhkan Hati Seseorang

    Nabi Sulaiman diketahui pernah membaca sebuah doa dengan tujuan untuk menaklukkan hati Ratu Balqis. Berikut ini adalah doa yang bisa Anda ucapkan untuk meluluhkan hati seseorang dalam Surat An-Naml Ayat 30-31:

     إِنَّهُ مِن سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ * أَلاَّ تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِين 

    Innahu min sulaimana wa innahu bismillahir-rahmanir-rahim alla ta’lu ‘alayya wa`tuni muslimin. 

    Artinya: 

    “Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman dan sesungguhnya isinya: ‘Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadap-Ku dan datanglah kepada-Ku sebagai orang-orang yang berserah diri.”

    6. Doa untuk Mengusir Jin

    Ada pula doa untuk mengusir jin yang bisa Anda amalkan agar terbebas dari gangguan jin. Berikut ini bacaan doanya:

    اللهم أدخلنا فى سـور سـليمان وملك سـليمان من المشـرق الي المغرب بذاته وصفاته وأفعاله وقوته وسـلام يارب جبريل وميكائيل وإسـرافيل وعزرائيل وملك سـليمان من المشـرق الي المغرب جنا وإنسـانا وريحا وغماما تسـليما كثيرا وسـبحانه وتعالى جل جلاله وكماله عليما

    يا إبليس يا إبليس يا إبليس والشـياطين سـاكنا فى الظلماتربنا تقبل منا دعاء سـليمان وصلى الله على سـليمان وعلى سـائر الأنبياء برحمتك يا أرحم الراحمين

    “Allohumma adkhilna fi suri sulaimana wa mulki sulaimana minal masyriqi ilal maghrib bi dzatihi wa shifatihi wa af’alihi wa quwwwatihi.

    Ya robba jibrila wa mikaila wa isrofila wa ‘azroila. Wa mulku sulaimana minal masyriqi ilal maghribi,jinnan wa insan wa rihan wa ghomaman,tasliman katsiron. Wasubhanahu wa ta’ala jalla jalaluhu wa kamaluhu ‘aliman.

    Ya iblisu… (3x) wasy syayathinu sakinan fizhulumati.

    Robbana taqobbal minna du’a`ha sulaimana, wa shallallahu ‘ala sulaimana wa ‘ala sairil anbiya birohmatika ya arhamar rohimin.”

    Artinya: 

    “Ya Allah, masukkan kami dalam kawalan lingkungan Nabi Sulaiman, dan Nabi Sulaiman telah memiliki daripada timur dan barat dengan kebolehan anugerah Allah, sifat, perbuatan-perbuatan dan juga kekuatannya. Selamat sejahterakanlah kami wahai Tuhan Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail.”

    Cara Mengamalkan Doa Nabi Sulaiman

    Terdapat beberapa ibadah dan amal saleh yang bisa menjadi sarana dan sebagian cara yang efektif untuk mengamalkan doa-doa di atas. Berikut ini adalah caranya:

    1. Tunaikan ibadah sholat hajat di sepertiga malam terakhir sebanyak 2 rakaat.
    2. Bacalah doa tersebut sebanyak tiga kali setiap hari pada saat selesai melakukan sholat wajib (sholat lima waktu) dan sunnah.
    3. Bacalah doa Nabi Sulaiman minimal 21 kali atau sebanyak 33 kali setiap harinya.
    4. Lantunkan bacaan tasbih sebanyak 100 kali per hari.
    5. Bacalah surat Al-Fatihah sebanyak 3 kali kemudian diikuti dengan membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Masing-masing surat tersebut cukup dibaca 1 kali.
    6. Bacalah doa-doa tersebut dalam keadaan suci secara istiqomah dan ikhlas untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

    Sudah Bisa Mengamalkan Doa Nabi Sulaiman?

    Demikian beberapa doa Nabi Sulaiman dan maknanya serta cara mengamalkannya. Anda bisa mencoba mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan keutamaan dan manfaatnya yang luar biasa. Semoga bermanfaat!

  • Doa Meluluhkan Hati Seseorang yang Dicinta, Jodoh Segera Tiba!

    Doa Meluluhkan Hati Seseorang yang Dicinta, Jodoh Segera Tiba!

    Jodoh merupakan sebuah hal yang dinanti setiap orang sebagai teman menjalani hidup hingga akhir hayat. Keberadaan jodoh sendiri adalah rahasia dan takdir dari Allah yang kita tidak ketahui. Namun, jodoh dapat kita usahakan keberadaannya melalui serangkaian doa. Salah satunya, yaitu doa meluluhkan hati seseorang.

    Apa itu Doa Meluluhkan Hati?

    Tentu saja, Anda tidak bisa memaksa orang lain untuk bisa mencintai Anda. Namun, berdoa dan meminta pada Allah agar mereka yang Anda cintai membalas perasaan bukanlah hal yang salah. Nah, membaca doa meluluhkan hati adalah hal yang bisa dilakukan.

    Selain itu, setiap orang pasti memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang berhati lembut, ada pula yang berhati keras. Jika merasa kesulitan menghadapi seseorang dengan hari yang kerasa, Anda juga bisa menggunakan doa meluluhkan hati. Dengan memanjatkan doa, maka niscaya Allah akan memberikan kemudahanNya. 

    5 Doa Meluluhkan Hati Seseorang dalam Islam 

    Melantunkan doa merupakan cara setia umat muslim untuk lebih dekat dengan Allah SWT, sekaligus mengirimkan apa yang kita minta. Doa meluluhkan hati merupakan salah satu kiat untuk mendekatkan diri dengan jodoh kita. Berikut ini adalah beberapa macam doa meluluhkan hati orang:

    1. Doa Meluluhkan Hati dari Nabi Daud

    Doa meluluhkan hati seseorang yang pertama adalah doa yang dilakukan oleh Nabi Daud. Kala itu, Nabi Daud dan Nabi Musa menggunakan doa ini untuk melembutkan hati manusia untuk tujuan dakwah. Sehingga, banyak orang di kemudian hari menggunakan doa yang sama untuk meminta jodoh pada Allah SWT.

    Berikut adalah doa beserta artinya:

    popbela

    Latin:

    Allaahumma innaka antal azizul kabir. Wa ana abduka adhdhoiifudzdzaliil. Alladzii laa haula wa laa quwwata illaa bika. Allahumma sakhkhir lii (sebut nama orang dimaksud) kama sakhorta firauna li musa. Wa layyin li qolbahu kamaa layyantal hadiida lidawuda. Fa innahu la yantiqu illa bi idznika. Nasyatuhu fii qabdhati. Wa qolbuhu fi yadika. Jalla tsanau wajhik. ya arkhamar rokhimin.

    Artinya: 

    “Ya Allah, sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sementara aku hamba-Mu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Engkau. Ya Allah, tundukkanlah (sebut nama orang yang dimaksud) padaku, sebagaimana Engkau telah menundukkan Fir’aun pada Musa a.s. Dan luluhkan hatinya untukku, sebagaimana Engkau telah meluluhkan besi untuk Daud a.s. karena sungguh dia tak akan berbicara kecuali dengan izin-Mu. Ubun-ubunnya dalam genggaman-Mu, dan hatinya di tangan-Mu. Pujian wajah-Mu telah Agung, wahai yang lebih sayang para penyayang.”

    2. Doa Meluluhkan Hati dari Surat Thaha

    Selain dari Nabi Daud AS, terdapat juga doa untuk meluluhkan hati orang yang dikutip dari salah satu ayat Al-qur’an, yaitu Q.S Taha ayat 25-28. Surat tersebut berbunyi: 

    Arab:

    wolipop

    Latin:

    Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii.

    Artinya:

    “Ya Allah, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

    Selain dapat Anda gunakan sebagai doa untuk meluluhkan hati orang, Anda juga bisa menggunakan doa tersebut untuk meminta kemudahan atas segala urusan yang sedang Anda lakukan. Agar Anda diberi kelancaran dalam menyampaikan apa yang ingin Anda katakan.

    3. Doa Meluluhkan Hati yang Sedang Marah

    Selain doa meluluhkan hati seseorang agar segera datang jodoh, melunakkan hati juga diperlukan ketika menghadapi pasangan atau orang yang sedang marah. Apalagi terkadang ketika marah, kita cenderung berada di luar kendali dan tidak bisa mengontrol diri. 

    Nah, berikut ini adalah doa untuk meluluhkan hati orang yang sedang marah:

    Arab:

    pobela

    Latin:

    “La ilaha illallahul halimul hakimu, subhanallahi rabbus samawatis sab’a wa rabbul ‘arsyil ‘adzimi, la ilaha illa anta ‘azza jaruka wa jalla sana’uka,”

    Artinya:

    “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Kasih lagi Maha Bijaksana, Maha Suci Allah Tuhan yang memelihara tujuh langit dan menguasai ‘arsy yang agung, tiada Tuhan selain Engkau, sangat kuat perlindungan-Mu dan Maha Tinggi perlindunganMu,” 

    4. Doa Agar Dicintai dan Mencintai Oleh Orang yang Mencintai Allah

    Mencintai dan dicintai karena Allah merupakan suatu impian yang dimiliki oleh setiap muslim. Kadang kala, kita ragu apakah bisa mendapatkan pasangan yang juga mencintai Allah dengan baik atau tidak, karena ibadah dan keimanan adalah pondasi utama dalam setiap hubungan. 

    Oleh karena itu, berikut ini adalah doa agar dicintai dan mencintai oleh orang yang mencintai Allah S.W.T:

    Arab:

    popbela

    Latin:

    Allahumma Inni as`aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wal amalladzi yu ballighuni hubbaka. Allahummaj’al hubbaka ahabba ilayya min nafsi wa ahli wa minal ma’il barid

    Artinya:

    “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan aku memohon kepada-Mu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku, keluargaku, dan air yang dingin (di padang yang tandus).”

    Doa di atas merupakan kutipan hadis yang diriwayatkan oleh imam Tirmidzi dan dikutip dari kitab Riyadhus Shalihin karangan Imam Nawawi.

    5. Doa Meluluhkan Hati dengan Menyebut Namanya

    Dalam melantunkan doa agar dimudahkan dan didekatkan dengan jodoh, akan lebih afdol rasanya jika Anda menyebutkan namanya secara langsung dalam doa yang Anda lantunkan. Berikut ini adalah kutipan doa meluluhkan hati seseorang dengan menyebut nama: 

    Arab:

    wolipop

    Latin:

    Allahumma inni as aluka bi haibati Adhamatika, wabi sathwati jalaalika an taj’ala mahabbatii fii qalbii … (sebutkan nama), wa antulqil mahabbata wal mawad data fii qalbihi wa aththifhu, alayya bi fadhlika yaa kariim”.

    Artinya:

    “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu, berkah wibawa keagungan-Mu dan amukan keluhuran-Mu, agar Engkau jadikan kecintaan di dalam hati… [sebutkan orang yang anda maksud, nama dan ayahnya]. Dan resapilah kecintaan dan kasih sayang terhadapku di dalam hatinya. Dan cenderung kan ia padaku lewat anugerah-Mu. Wahai Dzat yg Maha Mulia.

    6. Doa Supaya Istri Lebih Lembut

    Nah, doa yang terakhir ini bertujuan agar istri bisa lebih lembut dan sabar ketika menghadapi sang suami. Bacaan doa ini dapat Anda baca setelah menjalani sholat wajib. Sehingga Allat SWT akan mendengar dan mengabulkannya. Berikut bacaan doanya dari surat Al Baqarah 165 dan Ali Imran 14:

    popbela

    Latin:

    Yuhibbunahum kahubillahi wallazina amanuu ashaddu hubbanlillah.

    Artinya:

    Mereka mencintainya (memuja dan mentaatinya) sebagaimana mereka mencintai Allah; sedang orang-orang yg beriman itu lebih cinta (taat) kepada Allah.

    popbela

    Latin:

    Zuyyinalinnasi hubbushahawati minannisa’i walbani na walqanaathiril muqanthorotiminazzahabi walfidhah.

    Artinya:

    Dihiasikan (dan dijadikan indah) bagi manusia: kesukaan kepada benda-benda yang diingini, yaitu perempuan-perempuan dan anak-anak; harta-benda yang banyak dari emas dan perak.

    Sudah Tahu Doa Meluluhkan Hati Seseorang? 

    Sekian ulasan mengenai beberapa doa yang digunakan untuk meluluhkan hati seseorang. Semoga dengan ulasan di atas dapat membantu Anda untuk lebih dekat dengan jodoh. Namun, tetap saja serahkan semua urusan dan bertawakal kepada Allah SWT. Karena sebaik-baik rencana, semuanya adalah milik Allah SWT.

  • Doa Untuk Kedua Orang Tua: Arab, Latin, & Arti, Amalkan!

    Doa Untuk Kedua Orang Tua: Arab, Latin, & Arti, Amalkan!

    Orang tua memiliki peran penting dalam kehidupan anak-anaknya, karena mereka telah merawat sedari kecil hingga dewasa. Oleh sebab itu, anak-anak harus berbakti kepada orang tuanya. Cara sederhana untuk membuktikannya adalah dengan membaca doa untuk kedua orang tua.

    Macam-macam Doa untuk Kedua Orang Tua

    Dalam ajaran agama Islam, dianjurkan untuk senantiasa memanjatkan doa untuk orang tua. Baik itu yang masih hidup maupun untuk orang tua yang sudah meninggal. Oleh sebab itu, simak penjelasan di bawah ini untuk mendapatkan beberapa  bacaan doa untuk orang tua:

    1. Doa Semoga Panjang Umur

    اَللهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذُنُوْبِىْ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِىْ صَغِيْرًا. وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، َاْلاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ، رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ، وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

    Allaahummaghfirlii dzunuubii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiron. Walijamii’il muslimiina wal muslimaati, wal mukminina wal mukminat al ahyaI minhum wal amwaati, watabi’ bainana wa bainahum bil khairat, robbighfir warham wa anta khoirur roohimiin, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil adhiimi.

    Arti Terjemahan: 

    “Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah keduanya itu sebagaimana beliau berdua merawatku ketika aku masih kecil, begitu juga kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, semua orang yang beriman, laki-laki maupun perempuan yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan ikutkanlah di antara kami dan mereka dengan kebaikan. Ya Allah, berilah ampun dan belas kasihanilah karena Engkaulah Tuhan yang lebih berbelas kasih dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Mu.”

    2. Doa yang Sedang Sakit

    Setiap anak yang melihat orang tuanya sakit, pasti ia akan merasakan kesedihan yang mendalam. Selain merawat, anak juga diwajibkan untuk selalu mendoakan yang terbaik untuk kesembuhan orang tua. Ini karena mendoakan orang tua yang sedang sakit merupakan hal yang lazim dilakukan oleh anak.

    Selain itu, berdoa juga menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Apalagi kesembuhan penyakit tidak akan terjadi tanpa adanya izin dari Allah SWT. Oleh sebab itu, sebaiknya senantiasa memohon kesembuhan orang tua dengan berdoa kepada-Nya.

    Beberapa bacaan doa untuk kedua orang tua untuk memohon kesembuhan adalah sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَاْسَ وَاشْفِهُ وانْتَ الشَّافِى لاَ شِفَاءَ اِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

    Allahumma Rabbannaasi Adzhibil Ba’sa Wasy Fihu, Wa Antas Syaafi, Laa Syifaa-a Illa Syifaauka, Syifaan Laa Yughaadiru Saqamaa.

    Arti Terjemahan: 

    “Ya Allah, Rabb Manusia, hilangkanlah penyakit dan berikanlah dia kesembuhan, Engkau Dzat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.”

    اللَّهُمَّ اَحْيِنِي مَاكَا نَتِ الْحَيَاةُ خَيْرً الِّى وَتَوَ فَّنِى مَاكَا نَتْ الوَ فَاةُ خَيْرًا لِى

    Allahumma ahyini maa kaanatil hayatu khairali, watawaf fanny idza kaanat aafaati khiralli

    Arti Terjemahan: 

    “Ya Allah, Sembuhkanlah penyakitnya jika itu lebih baik baginya. Dan cabutlah nyawanya jika kematian itu lebih baik baginya.”

    3. Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal Dunia

    Meskipun sudah meninggal dunia, namun seorang anak wajib untuk mendoakan kedua orang tuanya agar senantiasa selamat di akhirat. Nah, berikut ini doa untuk orang tua yang sudah meninggalkan dunia:

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ.

    Allahummaghfir lahum, warhamhum, wa ‘afihim, wa’fu ‘anhum. Allahumma anzilir rahmata, wal maghfirota, was syafa’ata ‘ala ahlil quburi min ahli la ilaha illallah Muhammadur rasulullah.

    Arti Terjemahan: 

    “Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa’at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat.”

    Setelah membaca doa ini dengan benar, sebaiknya jangan lupa untuk menutupnya dengan doa sapu jagat, surah Al Fatihah, dan sholawat nabi.

    Keutamaan Doa untuk Kedua Orang Tua

    Membaca doa untuk orang tua akan mendatangkan keuntungan bagi umat muslim. Sebenarnya, dalam agama apapun senantiasa mengajarkan umatnya untuk memanjatkan doa orang tua. Dalam agama Islam, mengamalkan doa untuk orang tua setiap saat akan mendatangkan pahala yang besar, seperti:

    1. Mendapatkan Ridha Allah SWT

    Hal nyata yang bisa dirasakan seorang anak ketika mengamalkan bacaan doa untuk orang tuanya adalah akan mendapatkan ridha Allah SWT. Ini sudah terbukti dari beberapa hadits yang membahasnya.

    Oleh sebab itu, jika ingin mendapatkan ridha Allah SWT, maka dapatkan ridha kedua orang tua terlebih dahulu. Dengan demikian, jangan sekali-kali melakukan penghinaan dan durhaka kepada orang tua. Cara signifikan yang bisa dicoba adalah dengan meminta restu orang tua untuk sukses dalam segala langkah.

    2. Dicintai Allah SWT

    Membaca doa kedua orang tua juga menjadi salah satu perilaku yang dicintai oleh Allah SWT. Selain itu, menghormati dan memuliakan orang tua juga menjadi hal terpuji yang perlu dilakukan. 

    Pernyataan ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Muttafaqun Alaih. Di mana hadits tersebut berisi tentang berbagai amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT. Mulai dari melaksanakan sholat tepat waktu, berbakti kepada kedua orang tua, jihad pada jalan Allah SWT, dan lain sebagainya.

    3. Mendapatkan Pahala dan Surga

    Setiap manusia pastinya ingin masuk ke surga. Nah, mengamalkan doa untuk kedua orang tua secara tulus adalah salah satu amalan yang dapat mengangkat derajat orang tua di akhirat. Bukan hanya memberikan pahala surga untuk orang tua saja, namun anak-anak yang mendoakannya juga akan memiliki hak surga Allah SWT.

    Surga menjadi tempat yang diberikan Allah SWT untuk manusia yang senantiasa melaksanakan perintah-Nya. Termasuk berbakti kepada kedua orang tua, karena orang tua menjadi salah satu kunci untuk masuk pintu surga. Oleh sebab itu, sebaiknya selalu berlaku baik, menyayangi, dan merawat orang tua sepenuh hati.

    Allah SWT akan menerima doa orang tua yang diamalkan oleh seorang anak, jika anak tersebut mengamalkannya dengan tulus. Selain itu, Allah SWT juga akan memberikan pahala kepadanya. Karena doa tersebut menjadi cerminan rasa cinta seorang anak kepada kedua orang tuanya.

    4. Keberkahan yang Melimpah

    Ketika melakukan hal yang berbakti kepada orang tua, maka seorang anak akan diberikan keberkahan yang melimpah. Bukan hanya kemudahan dalam mencari rezeki saja, namun juga dapat diberikan umur yang panjang.

    Ada banyak keberkahan yang dapat dirasakan oleh manusia saat mengamalkan doa untuk orang tua. Selain itu, berbagai manfaat yang diperoleh setelah menggunakan rezeki ke hal yang benar. Oleh sebab itu, sebagai anak harus sebaiknya Anda selalu berbakti dan memperlakukan orang tua sebaik mungkin.

    Sudahkah Anda Mendoakan Orang Tua?

    Itulah beberapa doa yang bisa dilakukan seorang anak untuk menjadi bukti nyata berbakti kepada orang tua. Sayangilah orang tua dengan cara mengamalkan doa untuk kedua orang tua!

  • Doa Akhir Tahun dalam Islam serta Arti & Waktunya

    Doa Akhir Tahun dalam Islam serta Arti & Waktunya

    Akhir tahun adalah waktu terbaik bagi semua umat Islam untuk memikirkan diri mereka sendiri. Membaca doa akhir tahun kepada Tuhan Yang Maha Esa, memohon ampunan dan keberkahan untuk tahun yang akan datang bisa lebih bermanfaat lagi.

    Doa untuk akhir tahun sebenarnya tidak dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW ataupun dalam pembahasan syariat yang menyebutkannya. Namun, ada doa untuk akhir tahun yang bisa dilakukan pada tanggal 30 Dzulhijjah, sehari sebelum akhir tahun.

    Alasan Mengapa Berdoa di Akhir Tahun

    Para ulama menganjurkan kita semua untuk berdoa saat akhir tahun, karena akhir tahun merupakan gambaran nyata adanya hari akhir, baik meninggal atau hari kiamat. Dan sebagai umat Islam, kita harus berdoa agar memiliki hari akhir yang baik, bukan hari akhir yang buruk. Awal dan akhir adalah perkara yang penting bagi umat Islam.

    Doa Akhir Tahun pada Tanggal 30 Dzulhijjah 

    Berikut ini beberapa rekomendasi doa akhir tahun yang bisa kamu baca saat mengakhiri tahun serta memulai tahun yang baru:

    1. Sholawat Nabi 11 Kali

    Yang pertama ialah bacaan sholawat. Membaca shalawat memiliki keutamaan, yakni mendapatkan pahala yang besar, mendapatkan petunjuk untuk menggapai jalan yang lurus, menyelamatkan diri dari siksa neraka, serta mengantarkan jalan kita pada surga yang Abadi. Berikut bacaannya:

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    Bacaan latin: Allahumma solli ‘alaa sayyidinaa Muhammad.

    Artinya: “Ya Allah semoga shalawat tetap kepada junjungan kami, Nabi Muhammad.”

    2. Istigfar 11 Kali

    Doa akhir tahun yang kedua, yakni dengan membaca kalimat Istigfar. Keutamaan membaca kalimat ini adalah memohon ampunan kepada Allah SWT, memberikan jalan keluar disetiap kesulitan, serta melapangkan hati dari setiap kesedihan. Berikut bacaannya:

    اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ

    Bacaan latin: Astaghfirullah ‘azhiim.

    Artinya: “Saya memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung”

    3. Ayat Kursi 7 Kali

    Yang ketiga, yakni ayat kursi. Keutamaan membaca ayat ini, yaitu dapat memperoleh perlindungan baik di dunia maupun di akhirat, membuka pintu hikmah dan rezeki, memudahkan saat sakaratul maut, dan masih banyak lagi. Berikut bacaannya: 

    اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

    Bacaan latin: Allahu laa ilaaha illaa huw, al-hayyul-qayyụm, laa ta`khudzuhụ sinatuw wa laa na`ụm, lahụ maa fis-samawati wa ma fil-ard, man dzalladzi yasyfa ‘indahuu illaa bi’idznih, ya’lamu maa baina aidihim wa maa khalfahum, wa laa yuhiituuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa, wasia kursi yuhus-samaawaati wal-ard, wa laa ya u duhu Hifzhuhumaa, wa huwal-‘aliyul-‘azhiim.

    Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha hidup, Yang terus menerus mengurus (makhlukNya), tidak mengantuk dan tidak tidur. MilikNya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. 

    Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisiNya tanpa izinNya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmuNya, melainkan apa yang Dia kehendaki. 

    KursiNya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.”

    4. Doa Akhir Tahun dari Maslakul Akhyar dari Sayyid Utsman bin Yahya

    Yang terakhir, yakni bacaan doa dari kitab Maslakul Akhyar yang dikarang oleh Sayyid Utsman bin Yahya, berikut bacaannya.

    اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

    Bacaan latin: Allahumma maa ‘amilu min ‘amalin fii haadzihis sanati maa nahaitanii ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fiihaa ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘alaa ‘uquubatii, wa da’autanii ilat taubati min ba’di jaraa’atii ‘alaa ma’shiyatik. Fa inni astaghfiruka, faghfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimmaa tardhaa, wa wa’attanii ‘alaihits tsawaaba, fa as’aluka an tataqabbala minnii wa laa tatha’ rajaa’ii minka yaa karim.

    Artinya: “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang, sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu, sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat, sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. 

    Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhoi di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

    Waktu Membaca Doa Akhir Tahun yang Baik

    Mengutip situs Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam penanggalan Hijriah, hari baru dihitung dalam waktu Maghrib. Artinya, doa ini dianjurkan untuk dibaca pada hari terakhir bulan Dzulhijjah setelah tengah hari dan sebelum matahari terbenam.

    Adab Membaca Doa Akhir Tahun

    Setelah mengetahui apa saja doa untuk akhir tahun yang bisa kamu baca saat tahun baru Hijriah tiba, serta kapan waktu tepatnya. Selanjutnya, kamu juga harus tahu apa saja bagaimana adab membaca doa saat akhir tahun yang baik, yaitu:

    1. Berniat

    Adab pertama yang perlu kamu ketahui adalah memiliki niat yang suci, ikhlas, dan tulus saat akan membaca doa untuk akhir tahun. Karena Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang ada pada hati hambaNya.

    2. Menengadahkan Tangan

    Mereka yang mengangkat tangan saat berdoa memiliki rasa kebutuhan dan kerendahan hati yang sangat kuat kepada Allah SWT. Maka dari itu, angkatlah kedua tanganmu saat berdoa, agar Allah mengabulkan doamu.

    3. Khusyu dan Tidak Tergesa-gesa

    Doa harus dilakukan dengan hati yang tulus dan ditafsirkan dengan makna yang khusyu. Doa bukanlah sesuatu yang bisa kamu lakukan dengan tergesa-gesa. Jika waktu terbatas, pilih doa yang paling kamu prioritaskan untuk dibacakan.

    4. Tidak Melebihi Batas

    Doa akhir tahun harus diucapkan dengan suara lembut dan rendah hati. Doa yang keras harus dihindari. Itu karena kita berdoa dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha Mendengar, dan Yang Terdekat. Kamu juga tidak boleh berdoa dengan suara keras dan menangis melebihi batas.

    5. Yakin Terhadap Allah SWT

    Berdoalah kepada Tuhan Yang Mahakuasa dan percayalah bahwa Tuhan Yang Mahakuasa akan mewujudkannya. Karena Tuhan Yang Maha Kuasa selalu mendengar doa kita.

    Sudah Tahu Apa Saja Doa Akhir Tahun Yang Bisa Kamu Panjatkan?

    Demikian penjelasan lengkap mengenai apa saja doa untuk akhir tahun yang bisa kamu baca, waktu yang tepat untuk membacanya, serta adab dalam berdoa yang baik dan benar sesuai ketentuan dalam Islam. Semoga penjelasan di atas bermanfaat!

  • Doa Setelah Sholat Witir: Arab, Latin, Tata Cara, dan Urutannya

    Doa Setelah Sholat Witir: Arab, Latin, Tata Cara, dan Urutannya

    Shalat witir adalah salah satu sholat sunnah muakkad yang sangat Nabi Muhammad anjurkan untuk dilaksanakan. Biasanya sholat ini dilaksanakan setelah sholat tarawih di bulan Ramadhan, namun tak jarang juga dilakukan di luar bulan Ramadan. Lalu, seperti apa pelaksanaan serta doa setelah sholat witir ini? Mari simak!

    Sholat Witir, Sholat Sunnah yang Sering Dilakukan Nabi

    Selain sholat tahajud, Nabi Muhammad juga sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakan sholat witir serta membaca doa setelah sholat witir. Witir mempunyai makna yakni ganjil, sehingga jumlah rakaat yang dikerjakannya pun ganjil, bisa satu rakaat, bisa tiga rakaat, lima rakaat, dan paling banyak adalah sebelas rakaat. 

    Dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi pernah mewasiatkan kepada Abu Hurairah amalan yang jika dikerjakan maka akan mendapatkan karunia dari Allah. 

    Wasiat tersebut berisi tiga perkara, yakni puasa tiga hari setiap bulan, sholat dhuha dua rakaat, dan sholat witir sebelum tidur. Sholat ini pun dianjurkan untuk  dilakukan secara berjamaah saat bulan Ramadhan dan secara munfarid di luar bulan Ramadhan. 

    Bagaimana Cara Melaksanakan Sholat Witir?

    Sebelum masuk ke amalan dan doa setelah sholat witir, ada baiknya mengetahui dulu bagaimana cara melaksanakan sholat witir ini?

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa sholat sunnah ini adalah sholat yang jumlah rakaatnya ganjil. Jadi bisa saja dilakukan dalam jumlah berapapun, asal ganjil, serta maksimal sebelas rakaat.

    Saat masuk bulan Ramadhan, sholat witir ini dilaksanakan setelah sholat isya’ dan tarawih. Jika di luar bulan Ramadhan, sholat ini dilaksanakan setelah sholat isya’ hingga terbitnya fajar. Jadi semisal belum mengerjakan sholat isya, maka tidak boleh mengerjakan sholat witir. 

    Waktu pelaksanaannya pun bisa tengah malam, namun kalau khawatir tidak bisa melaksanakannya, bisa dikerjakan awal malam setelah sholat isya’. Sementara paling utama adalah di akhir malam. 

    Nah cara mengerjakannya, jika melaksanakan lebih dari satu rakaat, misalnya tiga rakaat, maka bisa sekaligus satu salam, seperti pendapat Imam Abu Hanifah. Bisa juga dengan dipisah yakni salam pada rakaat kedua, lalu dilanjutkan satu rakaat witir berikutnya jika menurut pendapat Imam Malik. Bacaan niatnya sebagai berikut.

    1. Niat Satu Rakaat

    أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى

    Usholli sunnatal witri rok’atal lillahi ta’ala

    2. Niat Dua Rakaat

    أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Usholli sunatal witri rok’ataini lillahi ta’ala

    3. Niat Tiga Rakaat

    أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

    Usholli sunnatal witri tsholatsa roka’atin lillahi ta’ala

    Nah untuk surah Al-Qur’an yang biasanya dibaca saat sholat witir adalah Surah Al- A’la pada rakaat pertama, dan Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua. Sementara untuk satu rakaat terakhir adalah membaca tiga surah terakhir dalam Al-Qur’an, yakni Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

    Doa Setelah Sholat Witir

    Setelah melaksanakan sholat witir, jangan beranjak meninggalkan tempat sholat dulu. Ada beberapa wirid dan doa setelah sholat witir yang harus dibaca agar bisa menyempurnakan ibadah. 

    Adapun beberapa wirid yang dianjurkan untuk dibaca antara lain:

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْأَلُك رِضَاك وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ سَخَطِك وَالنَّارِ

    Asyhadu an laa ilaha illallahu astaghfirullah as’aluka ridhooka wal jannata wa a’uudzubika min sakhotika wannaar.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Aku memohon ampun kepada Allah, aku memohon rida dan surga-Mu. Aku berlindung pada rahmat-Mu dari murka dan neraka-Mu.”

     سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

    Subhaanal malikil qudduus 3x

    Artinya: “Maha Suci Allah, Dzat yang Maha Merajai dan Maha Suci.”

     سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

    Subbuuhun, quddusun, rabbunaa wa rabbul mala’ikati war ruh.

    Artinya: “Suci dan Qudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril”

      اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
    يَا كَرِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Allaahumma innaka ‘afuwwun karimun tuhibbul ‘afwa, fa’fu ‘anni Ya karimu, bi rahmatika yaa arhamar raahimiina.

    Setelah itu membaca doa setelah sholat witir, yakni:

    أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Allahumma Inna nasaluka imanan daiman wa nasaluka qalban khasi’an wa nasaluka ‘ilman nafi’an wa nasaluka yaqinan shadiqan wa nasaluka ‘amalan shalihan wa nasaluka dinan qayyiman.

    Wanasaluka khairan katsiran wa nasaluka al ‘afwa wal a’fiyah wa nasaluka tamamal ‘afiyah wa nasaluka asy syukra alal A’fiyah, wa nasaluka al ghina ‘anin nas.

    Allahumma rabbana taqabbal minna shalatana wa syiyamana wa qiyamana wa takhasyua’na wa tadharu ‘anna wa ta’abbudana wa tammim taqsirana.

    Ya Allah, ya arhamar rahimin wa shallallohu a’la khairal khalqihi sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa ashabihi ‘ajmiin. Walhamdulillahi rabbil alamin.   

    Artinya; “Ya Allah, kami mohon pada-Mu, iman yang langgeng, hati yang khusyu, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar,amal yang saleh, agama yang lurus, kebaikan yang banyak.kami mohon kepadaMu ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, kami mohon kepada-Mu bersyukur atas karunia Kesehatan.

    Kami mohon kepada-Mu kecukupan terhadap sesama manusia. Ya Allah, tuhan kami terimalah dari kami: shalat, puasa, ibadah, kekhusyu’an, rendah diri dan ibadah kami, dan sempurnakanlah segala kekurangan kami. Ya allah, Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.

    Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada makhluk-Nya yang terbaik, Nabi Muhammad SAW, demikian pula keluarga dan para sahabatnya secara keseluruhan. Serta segala puji milik Allah Tuhan semesta alam.”

    Keutamaan Sholat Witir

    Setelah mengetahui penjelasan hingga bacaan doa setelah sholat witir, sekarang ketahui beberapa keutamaan yang dimiliki sholat sunnah ini. Adapun keutamaan tersebut antara lain:

    1. Sebagai Penyempurna Ibadah Wajib

    Sholat witir adalah sholat sunnah muakkad yang bisa menyempurnakan sholat wajib. Di sini Allah memberikan waktu khusus kepada hambanya untuk menambah ibadah dengan mengerjakan ibadah-ibadah sunnah penyempurna ibadah wajib. 

    Hal ini seperti tercantum dalam sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Daud, yang menjelaskan bahwa sholat witir lebih baik daripada unta merah. 

    2. Mendapat Karunia Allah

    Siapapun yang menjalankan sholat ini senantiasa akan mendapatkan kasih sayang dan karunia dari Allah. Allah sangat suka dengan orang-orang yang rajin beribadah, kemudian ditambah lagi ibadah-ibadah sunnah.

    3. Sholat Sunnah Paling Utama dan Sering Dilakukan Nabi

    Nabi bersama istrinya, Aisyah sangat sering melakukan sholat witir. Bahkan dalam suatu riwayat Nabi seringkali membangunkan istrinya untuk melaksanakan sholat ini, karena witir adalah sholat sunnah paling utama daripada sholat sunnah lainnya.

    4. Sebagai Penutup Malam

    Sholat ini seringkali disebut sebagai sholat penutup malam. Dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Nabi Muhammad bersabda jadikan akhir sholat di malam hari dengan melakukan sholat witir. 

    Sudah Tahu Doa Setelah Witir dan Pelaksanaannya

    Itulah penjelasan tentang pelaksanaan dan doa setelah sholat witir. Sejatinya sholat witir adalah ibadah yang sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yang luar biasa bagi siapapun yang menjalankannya.

  • Doa Sesudah Adzan, Amalan Simpel yang Sering Orang Lupa!

    Doa Sesudah Adzan, Amalan Simpel yang Sering Orang Lupa!

    Walaupun umat muslim mendengarkan senandung adzan setidaknya 5x sehari, namun masih sedikit yang tahu cara melakukan doa sesudah adzan maupun iqomah. Padahal, jika Anda menjalankan amalan simpel ini dengan benar banyak keutamaan yang bisa Anda dapatkan. Apa saja? Mari cari tahu di sini!

    Apa itu Adzan?

    Menurut bahasanya, mungkin adzan bisa Anda artikan sebagai bentuk panggilan ataupun sebuah seruan. Tepatnya, secara istilah adzan merupakan panggilan atau seruan kepada seluruh umat muslim atas masuknya waktu shalat fardhu. Jadi, dalam sehari setidaknya Anda akan mendengar 5 adzan.

    Kata adzan juga bisa Anda artikan sebagai sebuah pengumuman atau pemberitahuan yang muncul karena kekhawatiran salah Abdullah bin Zaid dalam memberitahukan datangnya waktu shalat fardhu. Hingga akhirnya beberapa sahabat meminta usul kepada Nabi Muhammad SAW untuk membuat penanda waktu shalat.

    Karena hal itu, Nabi Muhammad SAW menyarankan untuk mengumandangkan serangkaian kalimat thayyibah yang kini dikenal dengan nama adzan. Pada kala itu, Nabi meminta Bilal bin Rabbah yang memiliki suara yang lantang dan indah untuk mengumandangkan adzan dan menjadi muadzin pertama.

    Dari sinilah nabi kemudian menjelaskan adab saat mendengar azan. Mulai dari cara menjawab hingga doa sesudah adzan yang bisa para sahabat amalkan setiap harinya. Hal tersebut terdukung dengan beberapa hadis yang kurang lebih berbunyi:

    “Aku mendengar Abu al-Malih bercerita dari Abdullah bin ‘Utbah, dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha bahwa sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mendengar muadzin (mengumandangkan adzan), Nabi berucap sebagaimana ucapan muadzin hingga ia diam (berhenti).” (Hadits hasan riwayat Imam Ibnu Khuzaimah, Imam al-Hakim, Imam al-Nasai, Imam Ahmad, dan Imam Abu Ya’la).

    Adab Saat Mendengarkan Adzan

    Ada beberapa adab yang harus Anda lakukan saat mendengar adzan:

    1. Menghentikan Aktivitas untuk Mendengar dan Menjawab Adzan

    Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan menghentikan aktivitas sejenak untuk mendengar dan menjawab adzan sesuai apa yang muadzin kumandangkan. Namun, untuk bacaan tertentu (Hayya ‘Alas Shalah” dan “Hayya Alal Falah”) Anda bisa menjawab dengan “La hawla wa laa quwwata illa billah”.

    2. Bershalawat pada Nabi Muhammad SAW

    Hal berikutnya adalah memohon berkat atau bershalawt atas Nabi Muhammad SAW. Beberapa alim ulama juga menyarankan menambahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim AS, seperti halnya shalawat pada tahiyat akhir.

    3. Berdoa

    Setelah adzan dan iqomah selesai berkumandang, umat muslim juga dianjurkan untuk membaca doa sesudah adzan dan iqomah. Beberapa adab tersebut sejalan dengan sebuah hadis yang berbunyi:

     “Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah pada Allah untukku. Karena wasilah itu adalah tempat di surga yang hanya diperuntukkan bagi hamba Allah, aku berharap akulah yang mendapatkannya. Siapa yang meminta untukku wasilah seperti itu, dialah yang berhak mendapatkan syafa’atku.” (HR. Muslim no. 384).

    Doa Sesudah Adzan

    Lalu, untuk doa yang bisa umat muslim amalkan setelah mendengarkan kumandang adzan adalah sebagai berikut:

    • Tulisan Arab

    اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد

    • Bacaan latin

    Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa’adtahu innaka la tukhliful mi’ad.

    • Artinya:

    “Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki salat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah ia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan.”

    Doa Sesudah Adzan Maghrib

    Menurut pendapat beberapa alim ulama, doa adzan maghrib berbeda dengan waktu shalat lainnya. Anda bisa menggunakan cara biasa atau mengamalkan doa berikut ini:

    • Tulisan Arab

    اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وإدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ ليْ

    • Bacaan latin

    Allahumma hadza iqbalu lailika wa idbaru naharika wa ashwatu du’aika faghfir lii.

    • Artinya:

    Ya Allah, ini telah menjelang malamMu, dan telah berlalu siangMu, telah diserukan seruanMu, maka ampunilah aku.”

    Doa Setelah Iqomah

    Tak hanya adzan yang dianjurkan untuk mengamalkan doa. Setelah iqomah atau tepatnya sebelum shalat Anda juga bisa memanjatkan amalan doa berikut ini:

    • Tulisan Arab

    ‎ اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةْ وَالصَّلاةِ القَائِمَةْصَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأٰتِهِ سُؤْلَهُ يَوْمَ الْقِيَا مَةِ

    • Bacaan latin

    Allahumma rabba hadzihid da’watit tmmah, washshalatil qa-imah, shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa aa tihi su’lahu yaumal qiyaa mati.

    • Artinya:

    “Wahai Tuhanku, yang memiliki seruan sempurna ini serta sholat yang segera akan dilaksanakan, curahkanlah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW, dan kabulkanlah segala permohonannya pada hari kiamat.”

    Keutamaan Membaca Doa Sesudah Adzan

    Dalam beberapa kajian para alim ulama juga menjelaskan kenapa Anda harus membaca doa adzan maupun iqomah. Berikut uraiannya:

    1. Terampuni dari Dosa Masa Lampau

    Alasan pertama kenapa Anda harus mempelajari amalan ini adalah karena dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa amalan ini dapat membantu Anda terampuni dari dosa masa lampau.

    “Barangsiapa membaca ketika mendengarkan suara orang adzan, maka akan diampunilah dosanya.” (HR Muslim)

    2. Mendapatkan Syafaat di Hari Ahir

    Keutamaan lain dari membbaca doa sesudah adzan adalah mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW di hari kiamat nanti.

    “Barangsiapa berdoa (membaca) setelah mendengarkan suara adzan, berhak-lah baginya untuk mendapatkan syafaatku (yaitu pertolongan Nabi dengan izin Allah) pada hari kiamat.” (HR Bukhari – Muslim).

    3. Doanya Diijabah Allah

    Ketika waktu antara adzan dan iqomah, Anda juga bisa menambahkan doa pribadi. Karena waktu tersebut adalah yang sangat mustajab untuk berdoa, yang sesuai dengan beberapa hadis yang berbunyi: 

    “Doa diantara adzan dan iqamah tidak ditolak.” (HR. Abu Dawud). 

    Dari hadis tersebut setidaknya selain doa yang dianjurkan, Anda juga bisa memanjatkan doa pribadi yang insyaallah diijabah.

    4. Dijanjikan Surga 

    Selain beberapa keutamaan tersebut, membaca doa setelah adzan juga akan memberikan kesempatan atas dijanjikan surga untuknya. Hal tersebut sejalan dengan salah satu hadis yang berbunyi:

    “Barang siapa yang mengucapkan seperti yang dilantunkan orang ini Bilall dengan yakin akan masuk surga.” (HR Ahmad,Nasai & Syuaib Al-Arnauth)

    Tata Cara Membaca Doa Sesudah Adzan

    Dalam mengucapkan doa tersebut ada beberapa tata cara yang para alim ulama anjurkan, mulai dari:

    • Mencari waktu dan keadaan mustajab untuk melaksanakan doa (langsung setelah membalas adzan yang terakhir).
    • Dianjurkan untuk menghadap kearah kiblat sembari mengangkat tangan.
    • Mengucapkan doa dengan suara lirih sembari mengucapkan artinya dalam hati.
    • Berdoa dengan penuh kekhusu’an.
    • Meminta ampunan sebelum membaca doa pribadi. 
    • Hindari mendoakan sesuatu yang batil.
    • Jangan berdoa sembari makan, ada baiknya menghentikan sejenak aktivitas saat mendengarkan adzan hingga selesai berdoa.

    Sudah Tahu Bagaimana Doa Sesudah Adzan?

    Nah, itulah beberapa ketentuan bacaan, keutamaan, hingga tata cara doa sesudah adzan yang baik dan benar. Karena adzan ada 5 kali sehari, Anda bisa melakukan amalan ini sekonsisten mungkin sembari menunaikan ibadah shalat fardhu berjamaah di masjid.

  • Doa Selamat: Arab, Latin & Artinya, Yuk Amalkan!

    Doa Selamat: Arab, Latin & Artinya, Yuk Amalkan!

    Dunia sifatnya sementara sedangkan akhirat bersifat abadi. Untuk itulah banyak orang yang ingin selamat baik di dunia maupun di akhirat nanti. Ada banyak cara untuk selamat dunia dan akhirat, salah satunya yaitu dengan berdoa. Pada artikel ini akan dibahas doa selamat dunia dan akhirat yang bisa Anda amalkan.

    Doa Keselamatan Dunia dan Akhirat

    Berikut ini beberapa doa selamat dunia dan akhirat yang bisa Anda amalkan.

    1. Doa Selamat dari Siksa Api Neraka

    Adapun doa untuk keselamatan dari api neraka yaitu:

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil-akhirati hasanah, wa qinaa adzabannaari.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka.”

    Doa ini mungkin tidak asing lagi bagi banyak orang karena memang sering diucapkan setelah sholat dan saat acara-acara islami tertentu. Lafadz doa ini juga sering disebut sebagai doa sapu jagat karena mengandung permohonan di dunia dan akhirat. 

    2. Doa Selamat Dunia dan Akhirat Lengkap

    Adapun untuk doa keselamatan baik di dunia maupun di akhirat yang lebih lengkap yaitu:

    اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَ قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ، اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَنَجَاةً مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَعِنْدَ الْحِسَابِ، رَبَّنَا لاَتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ، رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fid diini wa ‘afiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wa barokatan fir rizqi wa taubatan qablal mauti wa rohmatan ‘indal mauti wa maghfirotan ba’dal mauti, allahummaa hawwin ‘alainaa fil sakaraatil mauti wannajaata minan naari wal ‘afwa ‘indal hisaabi, rabbanaa laa tuzigh quluubana ba’da idz hadaitanaa wahab lanaa mil ladunka rahma, innaka antal wahhaab, rabbanaa aatinaa fiddunnyaa hasanah, wa fil akhirati hasanah waqinaa ‘adzaa ban naar.

    Artinya: “Ya Allah, kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh, dan penambahan ilmu, dan keberkahan rezeki serta taubat sebelum mati, dan rahmat di waktu mati, dan keampunan sesudah mati. 

    Ya Allah, mudahkanlah kami saat pencabutan nyawa, selamatkan dari api neraka, dan mendapat kemaafan ketika amal diperhitungkan.

    Ya Allah, janganlah Engkau goyahkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk, dan berilah kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.

    Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia, dan kebaikan hidup di akhirat. Dan jagalah kami dari siksa api neraka.”

    Adapun doa ini bisa Anda baca setelah selesai sholat ataupun saat-saat tertentu dimana Anda berdoa. Lafadzkan dengan sungguh-sungguh dan penuh harap kepada Allah SWT. 

    3. Doa agar Terhindar dari Penyakit Menular

    Saat ini, penyakit pada manusia sudah semakin banyak jenisnya termasuk penyakit menular. Adapun untuk doa agar terhindar dari penyakit ini yaitu:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ

    Allahumma inni A’udzubika minal barasi wal jununi, wal judzami wa sayi’il asqam.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra, dan keburukan berbagai jenis penyakit.”

    Anda bisa mengamalkan doa tersebut secara berkala terutama setelah selesai sholat atau akan beraktivitas setiap harinya. Ini penting mengingat saat ini penyakit menular masih mewabah dimana-mana seperti korona. 

    4. Doa Memohon Kebaikan dan Keselamatan

    Adapun doa memohon kebaikan dan selamat baik untuk dunia ataupun akhirat yaitu:

    اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ القُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ العَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الآخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ

    Allahummaftah lana abwabal khair, wa abwabal barakah, wa abwaban ni’mah, wa abwabar rizqi, wa abwabal quwwah, wa abwabas shihhah, wa abwabas salamah, wa abwabal ‘afiyah, wa abwabal jannah.

    Allahumma ‘afina min kulli bala’id dunya wa ‘adzabil akhirah, washrif ‘anna bi haqqil qur’anil ‘azhim wa nabiyyikal karim syarrad dunya wa ‘adzabal akhirah.

    Ghafarallahu lana wa lahum bi rahmatika ya arhamar rahimin. Subhana rabbika rabbil ;izzati ‘an ma yashifun, wa salamun a’alal mursalin, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

    Artinya: “Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah dan pintu surga.

    Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat. Dengan hal Al-Quran yang agung dan derajat Nabi-Mu yang pemurah, semoga Allah mengampuni kami dan mereka.

    Wahai Dzat yang maha pengasih. Maha suci Tuhan. Tuhan keagungan dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada Rasul. Segala puji bagi Allah, semesta alam.”

    Doa tersebut memang cukup panjang, jadi Anda bisa hafalkan secara perlahan untuk kemudian bisa Anda amalkan setiap harinya. 

    5. Doa Keselamatan dari Bencana

    Jika saat ini di daerah Anda sedang terjadi bencana seperti gempa bumi atau gunung meletus, bisa coba baca doa ini  Adapun doa untuk meminta keselamatan dari bencana yaitu:

    اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

    Allahumma innii a’uudzubika min jahdil balaa-i, wa darakisy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a’daa-i.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala (bencana), hinanya kesengsaraan, keburukan qadha’ (takdir), dan kegembiraan para musuh.”

    Doa tersebut bisa Anda baca secara langsung saat Anda mengalami bencana. Dengan niat dan kesungguhan saat membaca doa, Insya Allah, Allah akan menjaga kita. 

    6. Doa Memohon Keselamatan dan Keteguhan Iman

    Saat ini cobaan dan godaan bisa datang darimana saja, untuk itulah keteguhan itu sangat penting agar bisa selamat dunia akhirat. Adapun doa untuk memohon selamat dan keteguhan iman yaitu: 

    رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ 

    Rabbanaghfir alaina shabran wa tsabbit aqdaamana wanshurna ala-qaumil-kaafirin.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, tumpahkanlah sekiranya ketabahan kepada kami, tetapkanlah sekiranya pendirian kami, dan menangkanlah kami atas orang-orang yang kafir.”

    Doa tersebut bisa Anda amalkan secara rutin dan dengan sungguh-sungguh.  InsyaAllah dengan mengamalkannya secara rutin bisa membuat Anda terjaga dari kesesatan dunia. 

    7. Doa Keselamatan Keluarga

    And bisa mengamalkan doa secara lebih spesifik untuk keselamatan keluarga. Adapun doanya yaitu:

    رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

    Rabbij’alni muqimas shalati wa min dzurriyati rabbana wa taqabbal du’a.

    Artinya: “Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah aku, anak, serta cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Allah ya Tuhan kami, kabulkan doa yang kami panjatkan.”

    Doa tersebut bisa Anda amalkan setiap selesai sholat. Dengan mengamalkannya setiap hari, Insya Allah seluruh keluarga Anda akan terjaga dari kesesatan dunia. 

    Sudah Tahu Doa Selamat Dunia dan Akhirat?

    Setelah Anda mengetahui beberapa doa untuk keselamatan dunia dan akhirat tersebut, selanjutnya bisa amalkan sendiri setiap harinya. Dengan niat yang tulus dan doa yang sungguh-sungguh, Insya Allah Anda bisa tetap terjaga dari perbuatan yang Allah SWT tidak sukai. Semoga bermanfaat!

  • Kumpulan Doa Turun Hujan, Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

    Kumpulan Doa Turun Hujan, Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

    Dalam Islam, hujan adalah salah satu tanda kebesaran Allah untuk memberikan kesuburan bagi bumi. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk membaca doa turun hujan yang penuh dengan keutamaan. 

    Melalui pembacaan doa-doa setiap kali hujan, kamu senantiasa memohon kepada Allah SWT agar hujan yang turun adalah hujan yang membawa manfaat untuk seluruh kehidupan di muka bumi. Serta menjadi bentuk refleksi diri bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta ini adalah kehendak dan kuasa Allah SWT. 

    Dalil Berdoa saat Turun Hujan

    Rasulullah SAW senantiasa mengingatkan umatnya untuk tak lupa membaca doa saat hujan. Karena doa tersebut dapat menjadi bentuk rasa syukur kamu atas rahmat dan keberkahan rezeki yang Allah SWT berikan kepada kehidupan di muka bumi.

    Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Asy-Syura ayat 28:

    وَهُوَ ٱلَّذِى يُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ مِنۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوا۟ وَيَنشُرُ رَحْمَتَهُۥ ۚ وَهُوَ ٱلْوَلِىُّ ٱلْحَمِيدُ

    Artinya:

    “Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka putus asa dan Dia sebarkan rahmat-Nya. Dan Dia adalah Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS. Asy-Syura ayat 28)

    Firman Allah SWT terkait hujan juga tertulis dalam QS. An-Nahl ayat 10 berikut:

    هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً ۖ لَّكُم مِّنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

    Artinya:

    “Dia-lah yang menurunkan air dari langit; untukmu ada minuman darinya dan tumbuh-tumbuhan yang menghidupkan.” (QS. An-Nahl ayat 10)

    6 Doa Turun Hujan dan Artinya

    Pada dasarnya, terdapat beberapa doa yang bisa kamu panjatkan sesuai dengan kondisi hujan yang saat itu terjadi. Berikut ini adalah beberapa doanya: 

    1. Doa saat Turun Hujan

    Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut yang perlu kamu ucapkan saat mulai hujan:

     اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا

    Bacaan latin:

    Allahumma shayyiban haniyya wa sayyiban nafi‘a.

    Artinya:

    “Ya Allah, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat.”

    Selain doa tersebut, kamu juga bisa membaca doa versi singkatnya sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

    Bacaan latin:

    Allahumma sayyiban nafi’an.

    Artinya:

    “Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat.”

    2. Doa saat Hujan Lebat

    Saat menghadapi hujan lebat, Islam juga mengajarkan doa berikut sebagai bentuk memohon perlindungan dan keselamatan dari marabahaya. Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW membaca doa berikut saat turun hujan lebat:

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Bacaan latin:

    Allahumma hawalainaa wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya:

    “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan di atas kami. Ya Allah, turunkanlah hujan pada bukit-bukit, gunung-gunung, lembah-lembah, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pohon-pohon.” (HR. Al-Bukhari)

    3. Doa saat Hujan Lebat yang Disertai Angin Kencang

    Nah, berbeda jika kamu berada di tempat yang sedang hujan lebat dan disertai angin kencang. Berdasarkan hadits Imam Muslim, Rasulullah SAW mensunnahkan umatnya untuk membaca doa turun hujan berikut:

    اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

    Bacaan latin:

    Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bihi. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bihi

    Artinya:

    “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan hujan ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang diutus dengannya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan hujan ini, keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan yang diutus dengannya.” (HR. Imam Muslim)

    4. Doa saat Hujan Lebat yang Disertai Petir

    Selain ketiga doa turun hujan sebelumnya, Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Imam Malik juga membaca doa berikut saat turun hujan serta petir. Begini bunyi doanya:

    سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Bacaan latin:

    Subhanalladzi yusabbihur-ra’du bihamdihi wal-malaaikatu min khiifatihi.

    Artinya:

    “Mahasuci Allah yang petir bertasbih dengan memuji-Nya, begitu juga malaikat-malaikat karena ketakutan terhadap-Nya.” (HR. Imam Malik)

    5. Doa Setelah Hujan Reda

    Bahkan setelah hujan reda pun umat Islam juga ada baiknya untuk mengucapkan doa syukur atas rahmat Allah SWT yang telah melimpah. Berikut ini adalah doa yang dapat kamu baca setelah hujan reda:

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Bacaan latin:

    Mutirnaa bi fadlillahi wa rahmatihi.

    Artinya:

    “Kami telah diturunkan hujan dengan karunia dan rahmat Allah.”

    6. Doa saat Ingin Hujan Berhenti

    Suatu ketika, wilayah tempat tinggal Rasulullah SAW pernah dilanda hujan deras selama beberapa hari yang menyebabkan sejumlah bencana dan kerusakan. Seperti terhambatnya aktivitas umat dalam beribadah atau bepergian, terputusnya akses jalan, dan bahkan membusuknya stok makanan para umatnya.

    Oleh karena itu, Rasulullah SAW mengucapkan doa kepada Allah SWT untuk menolong para umatnya dengan memberhentikan hujan lebat yang melanda tempat tinggalnya. Hadits dari Imam Bukhari meriwayatkan doa meminta hujan berhenti yang Rasulullah SAW panjatkan sebagai berikut:

    اللَّهُمّحَوَالَيْنَاوَلَاعَلَيْنَا,اللَّهُمَّعَلَىالْآكَامِوَالْجِبَالِوَالظِّرَابِوَبُطُونِالْأَوْدِيَةِوَمَنَابِتِالشَّجَر

    Bacaan latin:

    Allahumma hawalainaa wa laa ‘alainaa. Allahumma ‘alal aakaami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthuunil awdiyati, wa manaabitisy syajari

    Artinya:

    “Ya Allah, hentikanlah hujan ini dari sekeliling kami, dan janganlah jatuh di atas kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ini di atas pegunungan, gunung-gunung, lembah-lembah, dan akar-akar pohon.” (HR. Imam Bukhari)

    Keutamaan Membaca Doa Turun Hujan

    Berdasarkan doa-doa di atas, dapat kamu ambil hikmahnya bahwa membaca doa turun hujan memiliki beberapa keutamaan, yaitu:

    • Merupakan doa yang bisa kamu baca di waktu yang paling mustajab untuk Allah SWT kabulkan dengan cara terbaik.
    • Menjadi bentuk rasa syukur kamu atas rahmat dan keberkahan rezeki yang Allah SWT berikan, karena membawa manfaat bagi kehidupan. Seperti menjaga sumber air agar tetap lestari, menyuburkan tanaman, menghidupkan makhluk hidup, dan menjaga keseimbangan ekosistem di muka bumi. 
    • Memohon ampunan dan kemurahan Allah SWT untuk hidup dalam keadaan yang lebih baik, mendapatkan kelimpahan rezeki, dan melaksanakan perbuatan baik.
    • Menjadi bukti bahwa kamu hanya bergantung dan merendahkan diri kepada Allah SWT. Sehingga, hal ini secara tak langsung dapat membantu memperkuat hubungan spiritual kamu dengan Allah SWT dan meningkatkan kesadaran diri atas kekuasaan-Nya.
    • Mengingatkan para umat Islam atas kekuasaan Allah dalam mengatur segala peristiwa dan fenomena di alam semesta.

    Jangan Lupa Amalkan Doa Turun Hujan, ya! 

    Demikian kumpulan doa turun hujan yang paling mustajab untuk kamu ucapkan. Kesimpulannya, berdoa ketika hujan adalah cara terbaik untuk kamu bisa menghubungkan diri dengan Allah SWT, serta memohon rahmat dan berkah-Nya.

    Selain doa-doa di atas, umat Islam juga disunnahkan untuk memperbanyak bacaan doa lainnya, mengingat bahwa hujan adalah waktu yang paling mustajab. Serta hindari mengeluh atau mencela saat hujan, karena kedua perbuatan tersebut mencerminkan sikap tidak bersyukur.

  • Doa Zakat Fitrah Lengkap dengan Keutamaan, Syarat, dan Ketentuannya

    Doa Zakat Fitrah Lengkap dengan Keutamaan, Syarat, dan Ketentuannya

    Walaupun hanya satu tahun sekali, namun setidaknya Anda harus menghafalkan doa zakat fitrah dan mengerti berbagai syarat dan ketentuannya. Karena ibadah satu ini memang wajib untuk semua umat muslim. Baik tua, muda, wanita, maupun pria semua diwajibkan. Oleh karena itu, mari simak dan pelajari selengkapnya lewat artikel berikut!

    Sekilas Tentang Zakat Fitrah

    Pada dasarnya, zakat fitrah adalah ibadah sedekah wajib yang dilakukan umat muslim dalam satu tahun sekali, tepatnya pada bulan Ramadhan. Secara bahasa, Zakat Al-Fitr bisa Anda artikan sebagai membersihkan atau mensucikan diri dengan mengeluarkan harta kepada orang lain.

    Perintah ibadah ini hukumnya wajib tanpa terkecuali, hal ini sejalan dengan salah satu ayat dalam Al Quran yang berbunyi, “Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah 2: 43).

    Dalam ayat tersebut sudah sangat jelas terlihat bahwa, umat muslim diperintahkan untuk melaksanakan shalat dan juga zakat (mengacu pada zakat fitrah). Hal tersebut juga diperkuat dengan beberapa hadis yang salah satunya berbunyi:

    “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau saw memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk shalat,” (HR Bukhari Muslim).

    Kata mewajibkan sudah cukup jelas mengenai hukum dari ibadah satu ini. Bahkan Rasulullah SAW, memperjelas kembali dengan siapa saja yang diwajibkan. Mulai dari hamba sahaya (budak), laki-laki, perempuan baik yang kecil maupun besar. Jadi, sudah jelas kata zakat dalam ayat sebelumnya mengacu pada zakat fitrah.

    Bagaimana Niat dan Doa Zakat Fitrah?

    Karena menjadi sebuah kewajiban, maka sudah sewajarnya Anda mempelajari dan menghafal doa untuk melakukan ibadah ini. Karena untuk tiap ketentuan, doanya bisa berbeda-beda. Berikut uraian lengkapnya:

    1. Niat untuk Zakat Pribadi atau Mandiri

    Saat Anda mengeluarkan zakat untuk diri sendiri, niat yang bisa Anda baca adalah sebagai berikut ini:

    • Arab:

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    • Latin:

    “Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri ‘an nafsii fardhollillahi ta’aala.” 

    • Artinya: 

    “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah dari diri saya sendiri fardhu hanya karena Allah.”

    2. Niat untuk Menzakatkan Istri

    Sebagai kepala rumah tangga, suami memiliki tanggungan atas zakat fitrah dari istri yang ditanggungnya. Walaupun untuk zakat fitrah istri bisa mengeluarkan sendiri dan mendoakannya sendiri, namun Anda sebagai suami harus siap apabila diminta untuk mendoakan zakat tersebut untuk dirinya. Berikut niatnya:

    • Arab:

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    • Latin:

    “Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri ‘an zaujatii fardhollillahi ta’aala.”

    •  Artinya: 

    “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk istri saya fardhu hanya karena Allah.”

    3. Niat untuk Menzakatkan Anak (Laki-Laki)

    Selain istri, suami juga menanggung zakat atas anak laki-laki yang menjadi tanggungannya. Sebelum membacakan doa zakat fitrah, Anda perlu meniatkan zakat untuk anak laki-laki Anda dengan bacaan sebagai berikut:

    • Arab:

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    • Latin:

    “Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an-waladii (sebutkan nama anak Anda) fardhollillahi ta’aala.”

    •  Artinya: 

    “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-laki saya yang bernama (sebutkan nama anak Anda) fardhu hanya karena Allah.”

    4. Niat untuk Menzakatkan Anak (Perempuan)

    Jika anak laki-laki bisa Anda zakatkan, sudah pasti anak perempuan juga tanggung jawab Anda. Untuk menzakatkan anak perempuan, Anda bisa membaca niat berikut ini:

    • Arab:

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    • Latin:

    “Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an-bintii (sebutkan nama anak Anda) fardhollillahi ta’aala.”

    •  Artinya: 

    “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuan saya yang bernama (sebutkan nama anak Anda) fardhu hanya karena Allah.”

    5. Niat untuk Menzakatkan Diri Sendiri Sekaligus Keluarga 

    Anda bisa membacakan niat berikut untuk keluarga yang jadi tanggungan Anda:

    • Arab:

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    • Latin:

    “Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘annii wa ‘anjamii’i maa yalzamunii nafaqootuhum syar’aa fardhollillahi ta’aala.”

    •  Artinya: 

    “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri saya sendiri sekaligus untuk seluruh orang yang dalam tanggungan nafkah dari saya fardhu hanya karena Allah.”

    6. Niat untuk Mewakili Zakat Orang Lain

    Mungkin Anda seorang amil zakat ataupun ada orang yang menitipkan zakatnya melalui Anda. Maka, niat zakat fitrah yang bisa Anda baca adalah sebagai berikut:

    • Arab:

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    • Latin:

    “Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an (sebutkan nama orang yang Anda wakilkan) fardhollillahi ta’aala.”

    •  Artinya: 

    “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk (sebutkan nama orang yang Anda wakilkan) fardhu hanya karena Allah”

    7. Doa Mengeluarkan Zakat Fitrah

    Saat Anda mengeluarkan atau membayarkan zakat ini, ada beberapa doa zakat fitrah yang disarankan para alim ulama. Di antaranya adalah doa berikut ini:

    • Arab:

    اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا مَغْنَمًا وَلَا تَجْعَلْهَا مَغْرَمًا

    • Latin:

    “Allahummaj’alhaa Maghnaman, wa laa Taj’alhaa Maghraman.”

    •  Artinya: 

    “Ya Allah jadikanlah ia sebagai simpanan yang menguntungkan dan jangan jadikanlah ia pemberian yang merugikan.”

    Beberapa alim alim ulama juga menyarankan doa berikut ini, baik ditambahkan atau sebagai pengganti doa sebelumnya saat memberikan zakat.

    • Arab:

    رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

    • Latin:

    “Rabbanaa taqabbal minnaa, innaka antas samii’ul ‘aliim.”

    •  Artinya: 

    “Ya Allah ya Tuhan kami, terimalah (amal / ibadah) dari kami (zakat fitrah). Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (QS. Al-Baqarah : 127) 

    8. Doa Menerima Zakat

    Namun, jika Anda termasuk golongan mustahiq dan hendak menerima zakat dari orang lain, ada baiknya Anda membaca doa berikut:

    • Arab:

    ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

    • Latin:

    “Aajarakallahu fiimaa a’thaita, wa baaraka fiimaa abqaita wa ja’alahu laka thahuuran.”

    •  Artinya:

    “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

    Keutamaan Zakat Fitrah

    Adapun keutamaan yang bisa Anda dapatkan setelah menunaikan ibadah ini adalah sebagai berikut:

    • Zakat fitrah jadi syarat diterimanya puasa dan segala amalan puasa di Bulan Ramadhan.
    • Mendapatkan pahala sebesar puluhan ribu gedung untuk tiap butir yang Anda sedekahkan.
    • Dapat mensucikan jiwa dan meningkatkan rasa syukur.
    • Dijanjikan tempat di surga nanti.
    • Wujud penebusan dosa dan kesia-siaan selama bulan Ramadhan.
    • Membantu saudara yang membutuhkan (mustahik atau penerima zakat)!

    Syarat dan Ketentuan Zakat Fitrah

    Dalam menunaikan ibadah satu ini, tak cukup hanya mengeluarkan zakat seukuran 1 sha’ dan melafalkan doa zakat fitrah saja. Namun, Anda selaku umat muslim juga harus memenuhi persyaratan seperti berikut:

    • Umat muslim baik laki-laki, perempuan, muda, maupun tua.
    • Menemui dua waktu yakni Bulan Ramadhan dan Bulan Syawal.
    • Masih bernyawa sebelum malam terakhir bulan puasa.
    • Memiliki harta yang lebih daripada kebutuhan sehari-hari.
    • Tanggungan nafkah jadi tanggungan suami. 
    • Mualaf sebelum terbenamnya matahari di akhir Bulan Ramadhan.

    Sudahkah Anda Menghafalkan Doa Zakat Fitrah Tersebut?

    Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai doa zakat fitrah, niat, keutamaan, syarat, serta ketentuan yang harus Anda penuhi. Setelah memahaminya, jangan sampai Anda meninggalkan ibadah satu ini, ya!