Category: Bahasa Indonesia

  • Konjungsi: Pengertian, Macam dan Contohnya

    Konjungsi: Pengertian, Macam dan Contohnya

    Dalam membuat sebuah kalimat, ada istilah konjungsi atau yang juga sering disebut sebagai kata penghubung. Penggunaan konjungsi dalam kalimat sangat penting karena bisa memengaruhi kalimat yang kamu buat. Pada artikel ini akan membahas pengertian, macam, hingga contoh dari kata hubung ini.

    Pengertian Konjungsi

    Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, konjungsi atau kata hubung merupakan ungkapan penghubung antarkata, antarklausa, antarfrasa, dan antarkalimat. Berdasarkan Abdul Chaer, konjungsi adalah penghubung antara kata dengan kata, klausa dan klausa, frase dengan frase, dan kalimat dengan kalimat.

    Selain itu, Hasan Alwi juga memberikan pendapatnya tentang pengertian terkait konjungsi. Menurutnya kata hubung adalah kata tugas yang menghubungkan antara dua atau satu bahasa yang sederajat seperti frasa dengan frasa, kata dengan kata, atau klausa dengan klausa.

    Berdasarkan semua pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa konjungsi merupakan kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat. Adapun fungsi dari kata penghubung antara lain:

    1. Menjadi penghubung kata dengan kata, kalimat dengan kalimat, klausa dengan klausa, serta frasa dengan frasa, hingga paragraf dengan paragraf. 
    2. Memiliki fungsi agar suatu kalimat atau paragraf bisa saling berkesinambungan. 
    3. Membantu memahami suatu istilah atau kalimat. 

    Macam-Macam Konjungsi

    Terdapat 6 jenis kata hubung yaitu konjungsi korelatif, koordinatif, subordinatif, temporal, antarkalimat, dan konjungsi antar paragraf. Adapun untuk penjelasan lebih lengkapnya mengenai kata hubung ini adalah sebagai berikut.

    1. Korelatif

    Kata hubung korelatif merupakan kata yang menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa dengan status sintaksis yang sama. Pada umumnya, kata hubung ini menghubungkan bagian kalimat yang setara dengan cara berpasangan sehingga sering disebut juga kata hubung berpasangan. 

    Adapun contoh dari kalimat yang menggunakan kata hubung korelatif yaitu:

    1. Bukan hanya – melainkan juga 

    Contoh: “Kemiskinan bukan hanya terjadi di kawasan perkampungan, melainkan juga di daerah kota-kota besar”.

    1. Demikian – sehingga

    Contoh: “Motor yang dikendarai Andi berpacu demikian cepat sehingga sulit untuk difoto”.

    1. Baik – maupun

    Contoh: “Baik Siti maupun Sulis tidak suka minum jus sayur”.

    1. Tidak hanya – tetapi juga: 

    Contoh: “Seluruh karyawan tidak hanya harus setuju, tetapi juga harus patuh terhadap setiap perintah atasan”.

    1. Sedemikian rupa – sehingga

    Contoh: “Kritik yang baik harus disampaikan sedemikian rupa, sehingga dapat diterima oleh pendengar”.

    1. Jangankan – pun

    Contoh: “Jangankan jalan, berdiri pun Doni tak sanggup”.

    1. Apakah – atau

    Contoh: “Apakah Andi ingin makan atau tidak, kami akan tetap makan ke resto itu”.

    1. Entah – entah

    Contoh: “Entah menang entah kalah, saya tetap akan berusaha sampai berhasil menyelesaikannya”.

    2. Koordinatif

    Konjungsi koordinatif atau kata hubung setara merupakan kata hubung yang berfungsi untuk menggabungkan dua klausa yang memiliki kedudukan setara. Hasil dari penggunaan kata hubung ini adalah kalimat majemuk yang setara. 

    Hal yang menarik dari kata hubung ini yaitu tidak hanya menghubungkan klausa tetapi juga bisa menghubungkan kata. Adapun contoh dari kalimat yang menggunakan kata hubung jenis ini yaitu:

    1. Dan

    Contoh: “Rika dan Yanti adalah teman Sulis sejak SMP.”

    1. Atau 

    Contoh: “Anda ingin ikut beli baju baru atau tinggal di rumah saja?”

    1. Melainkan

    Contoh: “Itu bukan pesawat terbang, melainkan hanya helikopter”

    1. Padahal

    Contoh: “Ayu hanya diam saja, padahal selama ini Ayu menyimpan banyak informasi.

    1. Sedangkan

    Contoh: “Ibu sedang memasak, sedangkan ayah mencuci”

    1. Serta 

    Contoh: “Saya pergi ke pasar membeli bayam serta tempe.”

    1. Tetapi

    Contoh: “Sepupuku sebenarnya pandai menghitung, tetapi malas belajar.”

    1. Dan/atau

    Contoh: “Apakah Anda ingin membeli tas, sepatu, dan/atau baju?”

    3. Subordinatif

    Konjungsi subordinatif atau kata hubung bertingkat merupakan suatu kata penghubung yang berfungsi untuk menggabungkan dua atau lebih klausa yang memiliki hubungan bertingkat. Kata hubung jenis ini akan menghasilkan kalimat majemuk bertingkat.

    Tidak hanya itu, kata hubung ini juga biasanya terletak di awal kalimat. Adapun kata hubung subordinatif dapat dibagi menjadi 13 kelompok sebagai berikut.

    1. Waktu, contohnya yaitu sejak, sedari sejak, sedari, semenjak, begitu, demi, ketika, sambil, selagi, selama, sementara, seraya, tatkala, dan sewaktu.
    2. Syarat, contohnya yaitu asalkan, apabila, jika, jikalau, kalau, dan manakala.
    3. Pengandaian, contohnya yaitu andaikan, seandainya, sekiranya, seumpamanya, dan andaikata.
    4. Tujuan, contohnya yaitu agar, biar, dan supaya.
    5. Konsesif, contohnya yaitu biarpun, kendatipun, meskipun, walaupun, sekalipun, dan sungguhpun.
    6. Pembandingan, contohnya adalah sebagaimana, seakan-akan, sebagai, alih-alih, daripada, ibarat, dan seperti.
    7. Sebab, contohnya yaitu karena, sebab, oleh karena, dan oleh sebab.
    8. Hasil, contohnya yaitu sehingga, makanya, dan sampai-sampai.
    9. Alat dan cara, contohnya yaitu dengan dan tanpa.
    10. Komplementasi, contohnya adalah bahwa.
    11. Atributif, contohnya adalah yang.
    12. Perbandingan, contohnya yaitu sama dengan dan lebih dari.

    Untuk lebih jelasnya mengenai subordinatif, contoh kalimat dengan kata hubung ini antara lain:

    1. Sejak

    Contoh: “Hubungan Siti dan Sita jadi lebih baik, sejak mereka datang ke taman itu.”

    1. Apabila

    Contoh: “Sindi akan marah, apabila dia tidak dihargai.”

    1. Seandainya

    Contoh: “Kupu-kupu itu tidak akan terbang, seandainya Roni tidak menyentuh bunganya.”

    1. Agar

    Contoh: “Dia mencuci piring bekas ia makan agar tidak dimarah oleh kakaknya.”

    1. Meskipun

    Contoh: “Andi tetap ingin pergi, meskipun ayah menghalanginya.”

    1. Daripada

    Contoh: “Sindi lebih pintar daripada Agus.”

    1. Karena

    Contoh: “Saya tertidur karena sangat mengantuk.”

    1. Bahwa

    Contoh: “Pencopet itu menjelaskan bahwa dia bukan pelakunya.”

    1. Sehingga

    Contoh: “Anda sebaiknya belajar, sehingga bisa masuk sekolah top di kota ini.”

    1. Lebih dari

    Contoh: “Tinggi Ana lebih dari tinggi Rudi.”

    1. Yang

    Contoh: “Dia yang berulah, kenapa saya yang dihukum.”

    1. Dengan

    Contoh: “Saya sudah melakukannya dengan sungguh-sungguh.”

    4. Temporal

    Berdasarkan namanya saja, kamu sudah bisa menebak bagaimana kata hubung ini. Konjungsi temporal berfungsi untuk menyatakan waktu atau hubungan kronologi waktu yang terjadi.  

    Untuk lebih jelasnya mengenai kata hubung ini, contoh kalimat berikut ini semoga bisa membantu.

    1. Kemudian

    Contoh: “Fani memotong kuku, kemudian membantu ayah memotong bunga.”

    1. Setelahnya

    Contoh: “Ani membersihkan gudang, ya, setelahnya membantu mencuci sayur.” 

    1. Lalu

    Contoh: “Anda sebaiknya mengerjakan soal yang lebih sulit dulu, lalu mengerjakan soal yang lebih mudah. “

    1. Sebelum

    Contoh: “Ayase tiba di kos sebelum matahari terbenam.”

    1. Ketika

    Contoh: “Gadis itu benar-benar marah ketika seorang laki-laki datang mengambil air yang diminumnya.”

    5. Antarkalimat

    Konjungsi antarkalimat merupakan kata hubung yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya. Nah kata hubung ini biasanya selalu dimulai dengan suatu kalimat baru dan huruf pertamanya adalah huruf kapital.  

    Untuk lebih jelasnya mengenai kata hubung ini, sebaiknya Anda tahu dulu contoh kalimatnya sebagai berikut:

    1. Selain itu

    Contoh: “Mama menemani Lina ke Pasar. Selain itu, mereka juga pergi ke supermarket untuk membeli es cream.”

    1. Meskipun begitu

    Contoh: “Andi beberapa kali memukuli kakaknya. Meskipun begitu, kakaknya tetap memaafkannya.”

    1. Sebaliknya

    Contoh: “Sindi sangat menyukai biologi. Sebaliknya, dia sangat membenci matematika.”

    1. Bahkan

    Contoh: “Rudi merusak mainan Toni. Bahkan dia membuat mainan itu hancur berkeping-keping.”

    1. Akan tetapi

    Contoh: “Saya sudah menjelaskan padanya sampai berbusa. Akan tetapi dia tidak mendengarkan satu pun penjelasan tersebut.”

    1. Sebenarnya

    Contoh: “Sekolah Pandawa kalah cerdas cermat dari Sekolah Perkasa. Padahal mereka sudah melakukan persiapan dengan sangat baik.”

    6. Antarparagraf

    Jenis yang terakhir yaitu konjungsi antarparagraf. Kata hubung ini tujuannya hampir sama dengan kata hubung lainnya yaitu untuk menghubungkan. Bedanya kata hubung ini berfungsi untuk menghubungkan antara paragraf satu dan paragraf lainnya. Untuk itulah kata hubung ini terdapat pada awal suatu paragraf. 

    Adapun contoh dari kata hubung jenis ini yaitu oleh karena itu, oleh sebab itu, di sisi lain, berdasarkan, dan lain sebagainya. Nah salah satu contoh paragraf yang menggunakan kata hubung ini sebagai berikut:

    “Sekolah harapan bangsa berhasil meraih juara satu pada Olimpiade Fisika berkat Putri. Hal ini karena dia belajar sangat giat setiap malamnya untuk menghadap olimpiade tersebut . Bahkan dia sampai lupa untuk makan dan tidur setiap harinya. 

    Oleh karena itu, Putri malah harus dilarikan ke rumah sakit setelah ujian karena menderita tifus. Padahal, dia harus menghadiri acara penghargaan atas prestasinya di sekolah”.

    Sudah Tahu Arti dan Macam-Macam Konjungsi?

    Nah, setelah Anda mengetahui pengertian hingga macam-macam konjungsi beserta contohnya tersebut, bisa langsung terapkan sendiri dalam membuat kalimat. 

    Kata hubung memang sangat banyak, jadi Anda perlu berlatih dengan membaca dan menulis lebih intens agar bisa ahli dalam membuat jenis kalimat dari menggunakan kata hubung seperti tadi.

  • 40+ Pantun Pembuka Presentasi Menarik, Naikan Fokus dan Percaya Diri

    40+ Pantun Pembuka Presentasi Menarik, Naikan Fokus dan Percaya Diri

    Ingin tepuk tangan meriah dari audiens kamu saat membuka presentasi? Kamu pasti akan mendapatkannya serta menjadi pusat perhatian audiens dengan membacakan pantun pembuka presentasi. Karena pantun umumnya mengandung kata-kata jenaka yang dapat membuat suasana lebih santai.

    Jika kamu belum punya referensi pantun, kami telah menyajikannya untukmu. Kumpulan pantun pembuka acara ini telah kami rangkum secara lengkap dan memiliki topik yang beragam. Mulai dari formal, lucu, hingga memicu semangat. Sekarang, pilih pantun untuk  membuka presentasi favorit kamu di bawah ini!

    Kumpulan Pantun Pembuka Presentasi Menarik 

    Bagi kamu yang hendak melakukan presentasi skripsi atau tugas sekolah, berikut beberapa contoh pantun pembuka presentasi yang bisa kamu gunakan agar presentasi menjadi lebih menarik:

    Contoh 1

    Jalan jalan ke kota Osaka

    Jangan lupa melihat bunga sakura

    Selamat pagi semuanya

    Awali hari dengan senyum ceria

    Contoh 2

    Di jalan nemu satu keping koin

    Ternyata koin seratusan

    Izinkan saya membuka power poin

    Untuk saudara simak dengan penuh perhatian

    Contoh 3

    Warna putih warna melati

    Kalau mawar berwarna merah

    Mari awali presentasi kali ini

    Dengan mengucap bismillah

    Contoh 4

    Langit cerah penuh bintang

    Bulan indah pun jelas terlihat

    Terima kasih sudah datang

    Walau cuaca kurang bersahabat

    Contoh 5

    Jalan jalan ke pulau Bali

    Tidak lupa membeli gulai

    Saya membuka presentasi ini

    Mohon disimak sampai selesai

    Contoh 6

    Jalan jalan ke kota Bau-bau

    Tidak lupa membeli susu

    Selamat pagi bapak dan ibu

    Tetap semangat janganlah lesu

    Contoh 7

    Jalan jalan ke kota Bontang

    Tidak lupa membeli sisir

    Terima kasih telah datang

    Semoga rejeki selalu mengalir

    Contoh 8

    Malam minggu waktunya kencan

    Tidak lupa membeli mangga

    Salam pembuka saya ucapkan

    Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya

    Contoh 9

    Sungguh enak makan roti sisir

    Apalagi sambil ditemani kopi

    Terima kasih telah hadir

    Semoga Tuhan memberkati

    Contoh Pantun Pembuka Presentasi 10

    Ada ikan dimasak gulai

    Rasanya enak semua jadi suka

    Sebelum presentasi saya mulai

    Izinkan saya ucapkan salam pembuka

    Contoh 11

    Hujan hujan minum kopi

    Minum kopi ditemani bakpao

    Sebelum memulai presentasi

    Mohon siapkan angpao

    Contoh 12

    Jalan jalan ke pantai Carita

    Jangan lupa membeli kuaci

    Daripada sedih putus cinta

    Lebih baik simak presentasi ini

    Contoh 13

    Beli gorengan buat berbuka puasa

    Rasanya enak tapi bikin batuk

    Kalau saya lagi cerita

    Mohon jangan merasa ngantuk

    Contoh 14

    Jalan jalan ke Gorontalo

    Tidak lupa beli kuaci

    Jika hadirin sudah legowo

    Bolehkah saya memulai presentasi?

    Contoh 15

    Jadi orang harus baik hati

    Jangan suka cari ribut

    Good morning, selamat pagi

    Bertemu lagi dengan saya yang imut

    Contoh 16

    Pergi ke pasar naik bentor

    Tidak lupa beli kue nastar

    Terima kasih pihak moderator

    Sudah izinkan saya presentasi sebentar

    Contoh 17

    Jalan jalan ke kota Solo

    Tidak lupa membeli bakso aci

    Kalau hadirin merasa kepo

    Mohon simak presentasi ini

    Contoh 18

    Jalan jalan ke kota Pati

    Tidak lupa membeli soto

    Tak akan lama saya presentasi

    Hanya lewat memberi info

    Contoh 19

    Pengantin di rias oleh MUA

    Menjadi cantik bak batu pualam

    Assalamualaikum kawan semua

    Selamat pagi saya ucapkan salam

    Contoh Pantun Pembuka Presentasi 20

    Ke Kuta beli sambal matah

    Belinya ditemani pak Fajar

    Selamat pagi saya ucapkan Bismillah

    Semoga rejeki hadirin selalu lancar

    Contoh 21

    Ke supermarket beli sebotol Pepsi

    Tidak lupa juga membeli Choco

    Izinkan saya memulai presentasi

    Harap maklum jika isinya gado-gado

    Contoh 22

    Ke alun-alun lihat dakocan

    Tidak lupa beli kue Mochi

    Puji syukur saya ucapkan

    Dapat bertemu kembali sore hari ini

    Contoh 23

    Jalan jalan ke pantai selatan

    Tidak lupa membeli cinderamata

    Selamat pagi saya ucapkan

    Untuk teman-teman audiens semua

    Contoh 24

    Asah pisau jangan sampai tumpul

    Kalau tumpul sudah tak berfungsi

    Karena semuanya sudah berkumpul

    Maka saya akan mulai presentasi

    Contoh 25

    Siang-siang beli nasi

    Tidak lupa juga beli gorengan

    Kelompok kami akan presentasi

    Mohon untuk selalu diperhatikan

    Contoh 26

    Wisata bahari dengan kapal selam

    Udaranya panas tapi juga lembab

    Kalau saya nanti memberi salam

    Jangan lupa hadirin untuk menjawab

    Contoh 27

    Pergi ke Monas lihat dakocan

    Tidak lupa juga beli kuaci

    Selamat pagi saya haturkan

    Izinkan saya mulai bacakan materi

    Contoh 28

    Jalan-jalan ke kota Surabaya

    Tidak lupa beli teh matcha

    Mari hitung satu dua tiga

    Presentasi akan segera kita buka

    Contoh 29

    Berkunjung ke kota Kediri

    Tidak lupa membeli Nasi Mandi

    Salam hormat dari kelompok kami

    Untuk semua hadirin yang berada di sini

    Contoh Pantun Pembuka Presentasi 30

    Pergi ke pasar beli kain sutera

    Belinya di toko pak Andika

    Kita di sini telah berjumpa

    Untuk acara yang istimewa

    Contoh 31

    Di lautan banyak ikan pari

    Jika dilihat besar sekali

    Salam hormat dari kelompok kami

    Kepada semua audiens di ruangan ini

    Contoh 32

    Ke pasar beli kue cubit

    Tidak lupa juga beli pangsit

    Mentari pagi sudah beranjak terbit

    Pertanda diri untuk bangkit

    Contoh 33

    Jalan-jalan ke Balikpapan

    Tak lupa membeli buah pepaya

    Selamat siang bapak ibu sekalian

    Mohon diperhatikan presentasi saya

    Contoh 34

    Ke kebun binatang melihat macan

    Jangan terlalu dekat berbahaya

    Salam manis saya haturkan

    Sebagai salam pembuka acara

    Contoh 35

    Ke pasar beli susu kedelai

    Belinya di toko Bu Atun

    Sebelum presentasi dimulai

    Izinkan saya membawakan pantun

    Contoh 36

    Jam 6 waktunya jalan pagi

    Jalannya bersama pacar

    Assalamualaikum selamat pagi

    Semoga acara ini berjalan lancar

    Contoh 37

    Jalan jalan ke Pamulang

    Tidak lupa membeli kopi

    Waktu tak bisa diulang

    Mari kita mulai saja acara ini

    Contoh 38

    Makan nasi dengan sayuran

    Lebih sehat karena bergizi

    Apa kabar hadirin saya ucapkan

    Selamat datang di acara ini

    Contoh 39

    Berlibur ke Wakatobi untuk menyelam

    Tidak lupa pakai safety agar aman semua

    Ketika saya mengucapkan salam

    Harap dijawab dengan lantang dan bertenaga

    Contoh Pantun Pembuka Presentasi 40

    Membuat kolak untuk buka puasa

    Yang membuat namanya mbak Uum

    Assalamualaikum kawan semua

    Semoga bibir selalu tersenyum

    Contoh 41 (Toko Presentasi)

    Ada copet bikin pening

    Lalu datang ke polisi

    Hai yang pakai baju ping

    Yuk fokus ke sini

    Contoh 42 (Abi Trainer)

    Jika uang hanya seribu

    Tak bisa untuk beli roti kering

    Selamat datang bapak ibu

    Inilah event customer gathering

    Contoh 43 (Vokraf)

    Ada anak kecil bernama Rini

    Siang-siang makan bebek peking

    Bersama Minvo siang hari ini

    Kita ikut workshop Public Speaking

    Contoh 44 (diedit.com)

    Pohon beringin cegah erosi

    Rumah kuat karena pondasi

    Mohon izin mulai presentasi

    Moga dapat memberi esensi

    Contoh 45 (Manjakan.com)

    Jalan-jalan berpakaian rapi

    Hendak bertemu ke rumah paman

    Kami hendak ingin berpresentasi

    Perhatian kalian yang kami harapkan

    Contoh 46 (RomaDecade)

    Biji kedondong ditanam dan disemai

    Namun sayangnya diganggu si ulat jati

    Waktu presentasi akan segera dimulai

    Mohon para audiens menyimak dengan sepenuh hati

    Contoh 47 (Manjakan.com)

    Hari Minggu berjalan santai

    Menuju pusat kota Kediri

    Sebelum presentasi dimulai

    Izinkan saya memperkenalkan diri

    Contoh 48 (Scribd)

    Mencari timba di anak dara

    Di bawah sarang burung tempua

    Salam sembah pembuka bicara

    Selamat datang untuk semua

    Contoh 49 (Diedit.com)

    Pantai abrasi di dalam goa

    Air meluap hanyutkan bahtera

    Mari lantunkan sebait doa

    Sebagai awal pembuka bicara

    Contoh Pantun Pembuka Presentasi 50 (Manjakan.com)

    Hari Minggu ke rumah Pak Camat

    Sedih hati pergi sendirian

    Saya ucapkan salam hormat

    Untuk para hadirin sekalian

    Contoh 51 (RomaDecade)

    Pagi-pagi mendengarkan lagu labirin

    Alunan suara penyanyinya sungguh merdu sekali

    Hormat kami untuk hadirin

    Ijinkan saya mulai acara ini

    Contoh 52 (RomaDecade)

    Malam-malam ngemil kuaci

    Ngemilnya sambil nonton sinetron

    Sudah waktunya saya presentasi

    Ayo fokus dong para hadirin

    Contoh 53 (TikTok)

    Melati kuntum tumbuh melata

    Sayang merbah di pohon cemara

    Assalamualaikum mulanya kata

    Saya sembah pembuka acara

    Contoh 54 (TikTok)

    Ingin rasa memakan kari

    Kari cendawan batang keladi

    Girang rasa tidak berperi

    Bertemu tuan puan yang baik budi

    Contoh 55 (RomaDecade)

    Rintik-rintik hujan menderai

    Enaknya makan bolu dari goa

    Nah, sebelum acaranya dimulai

    Mari kita semua panjatkan doa

    Contoh 56 (RCTI+)

    Sungguh elok si anak dara

    Jika berjalan sungguhlah lambat

    Salam sembah pembuka acara

    Selamat datang hadirin terhormat

    Contoh 57 (Diedit.com)

    Datang ke toko membeli ikan

    Ikan louhan di atas rantang

    Sebelum pidato ini disampaikan

    Ku ucapkan selamat datang

    Contoh 58 (Diedit.com)

    Makan pepaya di depan warung nasi

    Warnanya coklat beli di toko

    Izinkan saya membuka presentasi

    Isinya singkat, nggak neko-neko

    Contoh 59 (SlideShare)

    Sepasang kumbang sedang mencari makan

    Terbang seiring di tepi kali

    Selamat datang kami ucapkan

    Moga diiringi restu ilahi

    Contoh Pantun Pembuka Presentasi 60 (SlideShare)

    Indah berbalam si awan petang

    Berarak di celah pohon ara

    Pemanis kalam selamat datang

    Awal bismillah pembuka acara

    Contoh 61 (RCTI+)

    Air beriak tanda tak dalam

    Air tenang seperti berlian

    Izinkan saya ucapkan salam

    Untuk para hadirin sekalian

    Contoh 62 (Manjakan.com)

    Pagi hari pergi ke hutan

    Hendak ingin mencari rotan

    Assalamualaikum saya ucapkan

    Kepada bapak dan ibu sekalian

    Contoh 63 (Manjakan.com)

    Ada hewan ada tumbuhan

    Itu semua ciptaan Tuhan

    Salam hormat saya ucapkan

    Kepada para petinggi sekalian

    Contoh 64 (Manjakan.com)

    Burung merpati di atas kandang

    Tak henti terbang mencari temannya

    Terima kasih sudah datang

    Mari kita mulai presentasinya

    Contoh 65 (Berita 99.co)

    Sungai Citarum airnya bersih

    Rumah gubuk dari kayu ulin

    Kami ucapkan terima kasih

    Atas kedatangannya para hadirin

    Sudah Tahu Apa Saja Pantun Pembuka Presentasi?

    Demikian pembahasan serta rekomendasi pantun pembuka presentasi yang bisa kamu gunakan saat memulai sebuah presentasi, baik di sekolah, tempat kerja, maupun acara lainnya. Dengan membacakan pantun, audiens kamu tidak akan merasa bosan saat kamu membawakan presentasi. Semoga bermanfaat!

  • Biografi Jokowi: Presiden ke-7 Indonesia Lengkap

    Biografi Jokowi: Presiden ke-7 Indonesia Lengkap

    Siapa yang tidak mengenal Jokowi? Sebagai Presiden ke-7 Indonesia, sosok satu ini dikenal akan kepemimpinannya yang peduli dengan rakyat. Siapa sangka, perjalanan hidup Jokowi penuh dengan lika-liku perjuangan yang membawanya hingga ke puncak kesuksesan. Untuk lebih dekat dengan beliau, simak ulasan biografi Jokowi berikut ini.

    Biografi Jokowi / Joko Widodo

    Ir. H. Joko Widodo atau biasa yang dikenal dengan panggilan Jokowi merupakan Presiden ke-7 Republik Indonesia. Beliau menjabat sebagai Presiden RI sejak 20 Oktober 2014, didampingi Muhammad Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden. Kemudian terpilih kembali pada Pemilu Presiden 2019 bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

    Jokowi berasal dari keluarga yang sederhana. Bisa dibilang keluarga beliau dulunya adalah keluarga kelas menengah ke bawah dalam hal ekonomi. Bahkan, rumahnya pernah digusur sebanyak tiga kali sewaktu kecil. Benar saja, Jokowi pernah mengalami kesulitan dan pahitnya kehidupan dalam memperjuangan pendidikan dan impiannya. 

    Namanya semakin melambung ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga terpilih menjadi orang pertama di RI. Kemenangannya dianggap mencerminkan dukungan populer untuk seorang pemimpin yang muda dan bersih, meskipun umurnya sudah mencapai 50 tahun lebih.

    Kini, Jokowi telah memiliki 3 anak dari pernikahannya bersama Iriana, yaitu Gibran Rakabuming Raka (1987), Kahiyang Ayu (1991), dan Kaesang Pangarep (1994).

    Masa Kecil dan Latar Belakang Jokowi

    Jokowi lahir pada tanggal 21 Juni 1961, tepatnya di Rumah Sakit Minulyo, Surakarta, Jawa Tengah. Sewaktu masih kecil, Jokowi memiliki nama asli Mulyono sebelum akhirnya diganti menjadi Joko Widodo dan dipanggil dengan Jokowi.

    Lahir dari pasangan Noto Mihardjo dan Sudjiatmi, menjadikan Jokowi sebagai anak sulung dan putra satu-satunya dari empat bersaudara. Ia mempunyai tiga adik perempuan yang bernama Iit Sriyantini, Ida Yati, dan Titik Relawati. Sebetulnya, ia memiliki adik laki-laki yang bernama Joko Lukito, namun meninggal pasca persalinan. 

    Kehidupan Jokowi kecil jauh dari kata mewah. Ia pernah menjadi pedagang, ojek payung, hingga tukang kuli panggul. Semua dilakukan demi mencari sendiri kebutuhan sekolahnya dan untuk uang makan sehari-hari. 

    Ayahnya berasal dari Karanganyar dan berprofesi sebagai penjual kayu dan bambu. Selain itu, orang tua Jokowi pernah menekuni usaha penggergajian kayu. Bakat inilah yang diwariskan kepada Jokowi kecil untuk memulai bekerja sebagai penggergaji kayu di usianya yang masih 12 tahun. 

    Oleh karenanya, kegiatan Jokowi kecil tidak hanya seputar bermain dan belajar. Ia harus membantu ayahnya bekerja dan berjualan kayu serta membantu ibunya mengurus adik-adiknya. Jokowi memang sangat pandai dalam mengatur jadwal kesehariannya. Dari pengalaman masa kecilnya, ia mulai membangun karakter yang kuat. 

    Pendidikan Jokowi

    Jokowi mengawali pendidikan pertamanya di SD Negeri 112 Tirtoyoso yang dikenal sebagai sekolah untuk kalangan menengah ke bawah. Letak sekolah ini berada di daerah Banjarsari, Solo, Jawa Tengah. Meskipun begitu, ia tidak pernah menyerah dan tetap berdagang untuk memenuhi biaya kebutuhan sekolahnya.

    Setelah tamat dari SD pada tahun 1973, Jokowi melanjutkan studi ke SMP Negeri 1 Surakarta. Ia lulus tepat pada tahun 1976. Jokowi sempat gagal untuk meneruskan sekolahnya di SMA Negeri 1 Surakarta. Alhasil, ia masuk ke SMA Negeri 6 Surakarta. 

    Masih berlanjut, pada tahun 1980 Jokowi melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi dengan mengambil jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada (UGM). Ini semua berkat kemampuan akademis dan kerja keras yang dilakukan oleh Jokowi saat itu. 

    Tak hanya di bidang akademis, Jokowi tercatat pernah menjadi anggota Mapala Silvagama yang merupakan sebuah unit kegiatan mahasiswa pecinta alam di fakultasnya. Jokowi sangat memanfaatkan waktunya dengan baik selama kuliah. 

    Lulus dengan nilai sempurna, Jokowi berhasil menyelesaikan skripsinya yang berjudul “Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta” dan menyandang gelar Insinyur (Ir.) dari UGM. Segera lulus dari UGM, Jokowi memilih untuk menekuni profesi sebagai pengusaha mebel.

    Memulai Usaha di Bidang Mebel

    Pada tahun 1985, Jokowi diterima bekerja di PT Kertas Kraft Ache yang mengharuskan untuk menetap di area Hutan Pinus Merkusii di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah. Tidak bertahan lama, beliau memutuskan untuk pulang dan menyusul istrinya (Iriana) yang sedang mengandung besar tujuh bulan.

    Jokowi memiliki tekad kuat untuk memulai bisnis di bidang kayu. Awalnya, ia bekerja di CV Roda Jati, yaitu usaha milik pamannya yang bernama Miyono. Lalu Jokowi memutuskan untuk membuka usaha sendiri dengan nama CV Rakabu pada tahun 1988. Nama Rakabu diambil dari nama anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka. 

    Setiap usaha pasti memilki pasang surut, yang artinya usaha tersebut pernah mengalami masa kejayaan dan omset yang menurun. Begitupun juga dengan usaha milik Jokowi. Namun, ia bukan sosok yang mudah menyerah. Jokowi bangkit dan kembali meneruskan bisnisnya dengan pinjaman modal dari Ibunya.

    Ketika sedang mengembangkan bisnisnya, Jokowi bertemu dengan Bernard Chene, seorang pria berkebangsaan Prancis yang memberinya panggilan “Jokowi”. Dari situlah asal usul nama Jokowi terus digaungkan. Jokowi, begitu terdengar unik namanya, membuat pria tersebut mudah untuk membedakan dengan nama Joko-Joko lainnya. 

    Pertemuannya dengan Bernard membawa berkah tersendiri bagi Jokowi. Ia mendapatkan kepercayaan dan bisa berkeliling Eropa yang memotivasinya untuk terjun ke dunia politik yang menjadikannya sebagai Walikota Solo. Jokowi ingin mewujudkan Kota Solo yang bersahabat untuk penghuninya seperti suasana di Eropa.

    Kiprah Politik Jokowi

    Dari pebisnis, Jokowi akhirnya beralih ke dunia politik yang bisa dikatakan sangat berbeda jauh dibandingkan dengan dunia bisnis mebel milknya. Dengan pengalaman yang masih minim, Jokowi tetap berusaha keras untuk membangun karir politiknya agar semakin berjaya.

    Pada tahun 1998, Jokowi memulai karir politiknya diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri. Partai yang memiliki bendera banteng ini menjadi awal bagi Jokowi untuk menjabat Walikota Surakarta, Gubernur DKI Jakarta, hingga terpilih untuk duduk di tahta kepresidenan RI.

    1. Walikota Surakarta

    Pada tahun 2005, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kota Solo berlangsung. Saat itu, Jokowi dimandatkan untuk maju sebagai calon walikota Surakarta yang diusung oleh PDI-P dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia berpasangan dengan FX. Hadi Rudyatmo sebagai wakil walikota. 

    Mereka berhasil terpilih dengan perolehan suara sebanyak 36.62%. Ini menjadi awal kepemimpinan Jokowi di Kota Solo. Kesempatan ini beliau gunakan untuk menata Kota Solo menjadi kota terbaik yang ramah lingkungan dan asri. 

    Alhasil, Kota Solo menjadi salah satu bahan kajian di banyak universitas dalam dan luar negeri berkat tatanan yang lebih rapi. 

    Selain itu, Jokowi juga berhasil menjadikan Kota Solo sebagai tuan rumah beberapa acara, termasuk agenda internasional. Acara tersebut meliputi Performing Arts Festival (2009), Euro-Asia World Heritage Cities Conference and Exhibition (2008), Solo International Ethnic Music Festival (SIEM) (2007 & 2008), dan lain sebagainya. 

    Lebih kerennya lagi, Jokowi memperkenalkan bus Batik Solo Trans dan menata ulang arus jalanan kota. Branding Kota Solo sebagai kota budaya dan batik semakin melejit. 

    Terlebih lagi, pada tahun 2011, kota tersebut dinobatkan menjadi ibu kota batik Indonesia. Adapun berbagai fasilitas konvensi dan hotel turut dikembangkan agar lebih maju.

    Jokowi tak melupakan program lainnya, seperti memperbaiki transportasi warisan pemerintahan yang terhambat. Jokowi dan Hadi berhasil meremajakan transportasi umum, seperti armada bus kecil dan bus Transjakarta. Kota Solo benar-benar disulap menjadi kota yang indah di tangan Jokowi. 

    Jokowi juga mampu merelokasi pedagang kaki lima barang bekas di Taman Banjarsari dengan tertib. Ia berhasil mendapatkan atensi penuh dan respon positif dari masyarakat dengan gaya “blusukan” yang merakyat.

    Berkat perubahan yang luar biasa terhadap perkembangan Kota Solo, Jokowi terpilih kembali menjadi Walikota Surakarta pada tahun 2010. Di periode kedua ini, bahkan jumlah perolehan suara yang ia dapatkan melebihi 90% dari total keseluruhan. Ini tidak lepas dari pengaruh kepemimpinan Jokowi yang sudah melekat di hati masyarakat.

    2. Gubernur DKI Jakarta

    Kepemimpinan Jokowi saat menjadi Walikota Solo periode keduanya hanya bertahan 2 tahun saja. Selanjutnya, ia ditunjuk oleh partai PDI-P untuk bersaing dalam Pilkada DKI Jakarta 2012. Ia disandingkan dengan Basuki Tjahaja Purnama, melawan pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli dari Partai Demokrat.

    Lagi-lagi, Jokowi berhasil menang dan terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2012 dengan perolehan presentase 53.82%. Meskipun pada awalnya pasangan ini tidak diunggulkan, namun keduanya mendapat dukungan dari tokoh-tokoh penting dan antusias rakyat dalam menyambut wajah gubernur baru.

    Dalam kepemimpinannya menjadi gubernur bersama Ahok, banyak sekali hal-hal yang harus direalisasikan. Jokowi menerapkan kebijakan-kebijakan penting untuk warga DKI Jakarta seperti kampung deret, Kartu Jakarta Pintar (KJP), dan Kartu Jakarta Sehat (KJS). 

    Selain kebijakan tersebut, Jokowi juga memperbaiki saluran air melalui program Jakarta Emergenci Dredging Initiative (JEDI). Program ini juga dikenal dengan sebutan Proyek Darurat Penanggulangan Banjir Jakarta. Beliau juga mengupayakan pengelolaan Sumber Daya Air yang lebih melalui akuisisi Aetra dan Palyja.

    Tak hanya itu, perannya ketika menjabat sebagai gubernur mampu memunculkan beberapa program kreatif, seperti Pesta Rakyat, Jakarta Night Festival, dan Festival Keraton Sedunia. 

    Kebijakan lainnya yang dibuat meliputi pengurangan diskriminasi dan nepotisme dalam lingkup Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, kebijakan tersebut menjadi boomerang dan menerima penolakan dari berbagai pihak.

    Masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta bertahan hanya dalam kurun waktu dua tahun (15 Oktober 2012 – 16 Oktober 2014). Rekam jejak dan popularitasnya sebagai pemimpin bangsa membawanya maju ke kursi presiden. 

    3. Menjadi Presiden Republik Indonesia ke-7

    Setelah berhasil menjadi Walikota Surakarta dan Gubernur DKI Jakarta, karir politik Jokowi semakin melejit seiring dengan gayanya yang sederhana dan pro rakyat. Oleh karena itu, Jokowi digadang-gadang menjadi calon kandidat yang kuat dalam Pemilu Presiden 2014. 

    Pada tanggal 19 Mei 2014, Jokowi secara resmi mengumumkan bahwa dirinya akan mencalonkan menjadi salah satu kandidat presiden bersama Jusuf Kalla sebagai calon wakil presidennya. 

    Mereka didukung penuh oleh berbagai partai, seperti Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), PDI-P, dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). 

    Pada Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014, ada dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan bertarung. Diantaranya adalah pasangan koalisi Indonesia hebat yakni Joko Widodo – Jusuf Kalla, berhadapan dengan pasangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa dengan aliansi koalisi merah putih. 

    Penetapan hasil suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 31 Mei 2014 menyatakan bahwa pasangan Jokowi dan Jusuf Kall menang dengan perolehan presentase 53.15%. Lagi-lagi, karir politik Jokowi semakin bersinar hingga berhasil menduduki kursi kepresidenan RI untuk periode 2014 – 2019.

    a. Kebijakan Periode ke-I

    Kebijakan yang dilakukan di masa kepemimpinan sebagai Presiden RI adalah dengan meluncurkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera, hingga Program Keluarga Harapan (PKH) untuk membantu perekonomian warga yang kurang mampu.

    Progam tersebut untuk meneruskan dan memperbaiki kelanjutan program yang sudah ada. Pada akhirnya, program tersebut berhasil direalisasikan untuk membantu warga yang membutuhkan, baik di sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lain sebagainya.

    Contoh kebijakan lainnya adalah pada bidang pertanian. Jokowi membagikan 1099 unit traktor tangan kepada warga Subang dengan harapan dapat meningkatkkan produksi petani. 

    Lanjut dalam bidang kelautan, ia menginstruksikan perlakuan keras terhadap pencurian ikan ilegal. Ia berharap razia terus diadakan dan membasmi pelanggaran kapal.

    Selain itu, Jokowi juga fokus untuk membangun infrastruktur secara merata di beberapa titik kota, tak terkecuali infrastruktur di Papua. Banyak bangunan dan transportasi yang dibenahi sehingga terlihat lebih baik. Hal ini dilakukan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dengan negara-negara lain. 

    Ketika Konferensi Asia Afrika pada 22 April 2015, Jokowi menyampaikan argumentasinya mengenai perlunya mereformasi lembaga Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan organisasi internasional lainnya. Beliau dipandang berani dalam menyampaikan kritiknya di hadapan lembaga-lembaga prestisius dunia. 

    b. Kebijakan Periode ke-II

    Setelah menjalani masa jabatan lima tahun sebagai presiden bersama Jusuf Kalla, kepemimpinan Presiden Joko Widodo berlanjut hingga 2 periode. Beliau mantab untuk meneruskan periodenya sebagai orang pertama di Republik Indonesia.

    Ia mengumumkan pencalonannya kembali dalam Pemilihan Presiden 2019 dengan menggandeng Ma’ruf Amin yang merupakan seorang ulama, dosen, serta politikus Indonesia yang pernah aktif di Majelis Ulama Indonesia. Lagi-lagi, Pemilu Presiden dimenangkan oleh Joko Widodo bersama Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden. 

    Mereka mendapatkan perolehan suara sebanyak 55,50%, sedangkan lawannya Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memperoleh 44,50%. Hasil ini telah secara resmi diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 21 Mei 2019. Dengan kata lain, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi tetap tinggi. 

    Gaya Kepemimpinan ala Jokowi

    Jokowi terkenal dengan ciri khas kepemimpinan yang terjun langsung untuk berinteraksi dengan rakyatnya. Ia lebih suka mengunjungi para warganya, baik itu di pasar maupun berkunjung langsung ke rumah. Gaya tersebut lebih dikenal dengan sebutan blusukan.

    Sejak menjadi Walikota Solo, Jokowi sudah memulai kebiasaan ini untuk sekedar menyapa para warganya atau mendengarkan keluh kesah mereka. Kebiasaan inilah yang terbawa hingga sekarang saat duduk di kursi kepresidenan. Pendekatan ini berhasil membuat para masyarakat kagum dengan sosok Jokowi. 

    Selain itu, Jokowi memiliki ciri khas sebagai pemimpin yang karismatik dalam membuat masyarakatnya patuh untuk melaksanakan kebijakan-kebjakan yang telah ia buat. Sosok Jokowi berhasil menarik perhatian orang-orang di sekelilingnya dengan karisma beliau yang dianggap dapat membentuk tata pemerintahan yang bersih.

    Penghargaan Jokowi

    Sejak kemunculannya di dunia politik, Jokowi memang menyita banyak perhatian dari berbagai kalangan. Mulai dari gaya kepemimpinan, kebijakan yang dibuat, hingga cara bersosialisasi dan bernegosiasi dengan para pemimpin asing. Sementara itu, beliau telah mendapatkan beberapa penghargaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

    1. Best City Award Asia Tenggara

    Ketika masih menjabat sebagai Walikota Solo, beliau mendapatkan Best City Award dalam konferensi Partnership for Democratic Local Governance in Delgosea di Bangkok, Thailand. Pencapaian ini adalah salah satu bentuk keberhasilan beliau dalam merealisasikan kebijakan-kebijakan untuk warga Solo.

    Penghargaan tersebut ditujukan untuk Jokowi karena beliau telah berhasil melakukan pendekatan kepada warganya agar mau memahami dan menaati kebijakan pemerintah kota dengan tertib.

    2. Wali Kota Terbaik No. 3 Dunia

    Tak hanya itu, Jokowi juga raih penghargaan sebagai Walikota Terbaik Ketiga Dunia dalam pemilihan World Mayor Project 2012 oleh The City Mayors Foundation. Beliau  menjadi urutan ketiga sedunia karena keberhasilannya dalam mengubah Kota Solo dari kota yang banyak tindak kriminal menjadi kota dengan penuh seni dan budaya. 

    Kota Solo menjadi daya tarik bagi para wisatawan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Ditambah lagi, Jokowi mendapatkan reputasi baik sebagai politisi yang paling jujur di Indonesia. Ia sangat gencar untuk mengedukasi kampanye anti korupsi.

    3. Rising Leader

    Penghargaan lainnya yaitu Men’s Obsession Decade Award dalam kategori Rising Leader. Anugerah ini diterima oleh Jokowi sebagai salah satu bentuk khusus kepada tokoh lintas bidang serta lintas badan usaha dan bisnis. Penghargaan ini menjadi salah satu bukti pencapaian kepemimpinan Jokowi.

    4. Piala Citra Bhakti Abdi Negara

    Sementara itu, Jokowi juga tercatat telah menerima penghargaan Piala Citra Bhakti Abdi Negara. Pada tahun 2008, kategorinya adalah Pelayanan Publik dan Piala Citra Bidang Pelayanan Prima Tingkat Nasional. 

    Kemudian, satu tahun setelahnya, yakni di tahun 2009, masih mendapatkan lagi piala tersebut dengan kategori Kinerja Kota dalam Penyediaan Sarana Pelayanan Publik, Kebijakan Deregulasi, Penegakan Disiplin dan Pengembangan Manajemen Pelayanan. Lalu, piala tersebut didapatkan lagi sebagai Inovasi Pelayanan Prima pada tahun 2010.

    5. Top 50 Pemimpin Dunia

    Menariknya lagi, Jokowi pernah masuk The World’s 50 Greatest Leaders. Kala itu, Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ia menjadi pemimpin No. 37 terbaik versi majalah Fortune atas jasanya membersihkan kota dan menuntaskan korupsi. Dalam daftar tersebut, peringkat pertama diduduki oleh Paus Fransiskus. 

    6. Global Citizen Award

    Baru baru ini, Presiden Jokowi mendapatkan anugerah Global Citizen Award dari Atlantic Council. Penghargaan ini diberikan dalam acara Global Food Security Forum yang diselenggarakan pada tanggal 13 November 2022 di Kecal Ballroom Sofitel Nusa Dua Beach Resorts.

    Jokowi menyebutkan bahwa anugerah ini merupakan ajang meningkatkan kinerja dan perannya sebagai pemimpin dalam menyelesaikan permasalahan dunia. Beliau juga menganggap penghargaan ini sebagai motivasi untuk menjadi pemimpin yang lebih baik lagi.

    Masih banyak penghargaan-penghargaan lainnya yang diterima oleh Presiden Jokowi selama dirinya masuk ke dunia politik. Diantaranya adalah Social Media Award untuk tokoh yang aktif berinteraksi melalui media sosial, 10 Tokoh Pilihan 2008, Good Governance Award, Tokoh Seputar Indonesia 2013, dan  lain sebagainya. 

    Apa Pendapat Kalian setelah Membaca Biografi Jokowi?

    Banyak sekali teladan dan pembelajaran yang menarik yang bisa diambil dalam biografi Jokowi diatas. Siapa sangka, seseorang dengan latar belakang kelas menengah ke bawah bisa menjadi presiden bahkan untuk kali keduanya. Rekam jejak berpolitiknya bisa dikatakan mulus, terbukti selalu menang dalam pemilihan umum. 

    Terlebih lagi, Jokowi merupakan presiden pertama Indonesia yang membuktikan dapat berhasil menduduki kursi pemerintahan meskipun bukan berasal dari keluarga militer ataupun jajaran elite politik. Ini semua berkat kerja keras beliau yang tidak pantang menyerah dan sikapnya yang sederhana berhasil mengambil hati masyarakat.

    Siapapun masyarakat Indonesia yang membutuhkan motivasi atau panutan, Jokowi bisa jadi salah satu inspirasi terbaik. Tidak hanya beliau memiliki budi pekerti yang baik, namun juga metode kepemimpinannya bisa jadi contoh di masa depan.

  • 36 Pantun Sunda yang Bisa Membuat Kamu Tertawa Terbahak-bahak

    36 Pantun Sunda yang Bisa Membuat Kamu Tertawa Terbahak-bahak

    Pantun sunda (sisindiran) merupakan bentuk puisi khas daerah Jawa Barat. Biasanya, isi dari sisindiran yakni tentang nasihat, pepatah, cinta dan kasih, serta lelucon atau humor. Sisindiran yang berisi tentang lelelucon disebut sesebred. Bagaimana contoh sisindiran sesebred? Untuk mengetahuinya, kamu bisa simak artikel di bawah ini!

    Pantun Sunda Lucu

    Di bawah ini adalah beberapa contoh sisindiran sesebred yang lucu dan bisa membuat kamu tertawa, antara lain:

    1. Contoh Sisindiran 1

    Jaer lain sambarang jaer (Mujair bukan sebarang mujair)

    Tapi jaer nu geus anakan (Tapi mujair yang sudah beranak)

    Beger lain sembarang beger (Puber bukan sembarang puber)

    Tapi beger nepi anakan (Tapi puber sampai beranak)

    2. Contoh Sisindiran 2

    Manuk ciung na pisitan (Burung ciung menggigit)

    Buah gedang aratah keneh (Buah pepaya belum matang)

    Mun dicium kunu kumisan (Jika dicium sama yang berkumis)

    Sabulan karasa keneh (Sebulan masih terasa)

    3. Contoh Sisindiran 3

    Meser tarompet ka Cicadas (Beli terompet ke Cicadas)

    Jajan baso super pedas (Jajan bakso super pedas)

    Ieu dompet tos koredas (Ini dompet sudah habis)

    Kuota mepet ngiringan dadas (kuota mepet ikutan habis)

    4. Contoh Pantun Sunda 4 Karya Zaki

    Jalan-jalan jeung teh Lilis (Jalan-jalan bersama kak Lilis)

    Peuting peuting aya pocong (Malam-malam ada pocong)

    Sugan teh awewe geulis (Kirain perempuan cantik)

    Pas nempo horeng teh bencong (Ketika dilihat ternyata banci)

    5. Contoh Sisindiran 5

    Hanas peuteuy teu dibeuleum (Menyesal petai tidak dibakar)

    Pindang teri teu kabeuli (Pindang teri tidak kebeli)

    Hanas nu heubeul dipiceun (Menyesal yang dahulu dibuang)

    Nu anyar nganyeunyeuri (Yang baru menyakiti)

    6. Contoh Sisindiran 6

    Tali kolor (Tali kolor)

    Tali kutang (Tali kutang)

    Teu daek molor (Tidak bisa tidur)

    Oba hutang (Karena banyak utang)

    7. Contoh Sisindiran 7

    Mawa sayur sagorobag (Membawa sayur satu gerobak)

    Erek ereun di Cidarengdeng (Mau berhenti di Cidarengdeng)

    Lamun bener hayang badag (Jika benar ingin besar)

    Seureudkeun wae kana odeng (Sengatkan kepada lebah)

    8. Contoh Pantun Sunda 8 Karya Kang Annur

    Manuk ciung dina tambakan (Burung Ciung di kolam)

    Buah nona kaeunteupan (Buah Nona kelihatan)

    Lamun dicium kunu belekan (Jika dicium oleh orang yang belekan (penyakit mata))

    Pasti panon katepaan (Pasti mata ketularan)

    9. Contoh Sisindiran 9

    Budak letik milih casan (Anak kecil milih charger)

    Ngan hanjakal teu ka beuli (Tapi sayang tidak terbeli)

    Eta istri geulis pisan (Itu istrinya cantik sekali)

    Ngan hanjakal tara mandi (Tapi sayang jarang mandi)

    10. Contoh Sisindiran 10

    Aya listrik di masigit (Ada listrik di masjid)

    Caangna kamana-mana (Cahayanya terang benderang)

    Aya istri jangkung alit (Ada istri tinggi langsing)

    Hanjakal teu di calana (Sayangnya tidak bercelana)

    11. Contoh Sisindiran 11

    Cikaracak ninggang batu (Air yang menetes ke sebuah batu)

    Laun-laun jadi legok (Pelan-pelan menjadi lubang)

    Tai cakcak ninggang huntu (Kotoran cicak jatuh ke gigi)

    Laun-laun nya di lebok (Pelan-pelan di makan)

    12. Contoh Pantun Sunda 12 Karya Tunggara Nalangsa

    Mencit meri dina rakit (Menyembelih bebek di rakit)

    Boboko wadah bakatul (Bakul untuk tempat bekatul)

    Lain nyeri ku panyakit (Bukan sakit (hati) karena penyakit)

    Kabogoh salaki batur (Punya pacar suami orang)

    13. Contoh Sisindiran 13

    Tutut lain sembarang tutut (Keong sawah bukan sembarang keong sawah)

    Tutut dicandak ti Cirangkong (Keong sawah dibawa dari Cirangkong)

    Hitut lain sambarang hitut (Kentut bukan sembarang kentut)

    Hitut gede siga bangkong (Kentut gede mirip suara kodok)

    14. Contoh Sisindiran 14

    Aya listrik di masigit (Ada listrik di masjid)

    Caangna kamana-mana (Cahayanya terang benderang)

    Aya istri jangkung alit (Punya istri tinggi langsing)

    Hanyakal geuning waria (Tapi ternyata waria)

    15. Contoh Sisindiran 15

    Aya jalma teu boga alis (Ada orang tidak memiliki alis)

    Sabab getol dikerokna (Sebab sering dicukur)

    Neng geulis tong gumeulis (Kamu cantik jangan sok cantik)

    Sabab rujit katenjona (Sebab jijik melihatnya)

    16. Contoh Pantun Sunda 16 Karya Kang Annur

    Sasiung bawang sasiki pala (Satu siung bawang dan satu buah pala)

    Buah pala jiga buah jambe (Buah pala seperti buah jambe)

    Kaduhung mah tara tiheula (Menyesal tidak akan duluan)

    Nu tiheula mah nungtun embe (Yang duluan menuntun domba)

    17. Contoh Sisindiran 17

    Ayeuna usum paceklik (Sekarang musim kemarau)

    Ngan osok ka selang hujan (Tapi suka kadang-kadang hujan)

    Si Ujang awakna leutik (Si Ujang badannya kecil)

    Siga tuyul di pancoran (Seperti tuyul di pancoran)

     18. Contoh Sisindiran 18

    Salawe dua puluh lima (Salawe (adalah) dua puluh lima)

    Mol edan cetna bulao (Mall besar warna catnya biru)

    Awewe jaman ayeuna (Perempuan jaman sekarang)

    Bisa dandan ngan teu bisa ngejo (Bisa dandan tapi tidak bisa menanak nasi)

    19. Contoh Sisindiran 19

    Caang bulan dua belas (Cahaya bulan kedua belas)

    Kacai ditiung anduk (Ke air di kerudung handuk)

    Aya mojang matak waas (Ada gadis muda terlihat luar biasa)

    Erloji ge meunang nganjuk (Jam tangan dapat dari berhutang)

    20. Contoh Pantun Sunda 20 Karya pantunsunda.id

    Ema tarasi tutung (Terasi ibu gosong)

    Keun urang balikeun (Biar aku balikkan)

    Ema salaki nyandung (Ibu, suaminya selingkuh)

    Keun urang kusrukeun (Biar aku jatuhkan)

    21. Contoh Sisindiran 21

    Pedah kuring kuralang-kuriling (Karena aku keliling-keliling)

    Ucing gering ngahariring (Kucing sakit mendesis)

    Tengah peuting jarempling (Tengah malam sepi)

    Kuring nyaring hayang ngising (Aku bangun ingin buang air besar)

    22. Contoh Sisindiran 22

    Aya kacang geus garing (Ada kacang sudah garing)

    Meulina di parapatan (Belinya di perempatan)

    Aih lain salah kuring (Aih (heran) bukan salah saya)

    Naha hitut diiseupan (Kenapa kentut dicium)

    23. Contoh Sisindiran 23

    Sapuluh jeung sabelas (Sepuluh dan sebelas)

    Dijumlah jadi salikur (Dijumlah jadi dua puluh satu)

    Subuh-subuh nginjeum beas (Subuh-subuh pinjem beras)

    Meh teu era ku batur (biar tidak malu dengan orang lain)

    24. Contoh Pantun Sunda 24 Karya Kang Annur

    Nanggung karung ka Jatiluhur (Membawa karung ke Jatiluhur)

    Ngajual kelor keur meuli laukna (Menjual kelor untuk beli makanannya)

    Ngagulung sarung nepi ka luruh (Menggulung sarung sampai ke atas)

    Teu di kolor katingali manukna (Tidak menggunakan celana pendek, kelihatan burungnya)

    25. Contoh Sisindiran 25

    Narkotik, narkoba (Narkotik, narkoba)

    Jalma leutik anakna loba (Orang kecil anaknya banyak)

    26. Contoh Sisindiran 26

    Bambu runcing jaman kompeni (Bambu runcing zaman kompeni)

    Mawa gunting ka Cisaga (Bawa gunting ke Cisaga)

    Kajeun teuing nini-nini (Biar sudah jadi nenek-nenek)

    Nu penting sawah na lega (Yang penting sawahnya luas)

    27. Contoh Sisindiran 27

    Ti Ciawi ka Cimindi (Dari Ciawi ke Cimindi)

    Jalan-jalan ka Cisolong (jalan-jalan ke Cisolong)

    Awak kuring meni seksi (Badan aku sangat seksi)

    Ku batur disangka bencong (oleh orang lain disangka banci)

    28. Contoh Pantun Sunda 28 Karya Marimar dan Teh Uci

    Ngajual keris jang jajan (Menjual keris untuk jajan)

    Ka matrial rek meli papan (Ke toko matrial ingin membeli papan)

    Lain tiris sabab usum hujan (Bukan dingin karena musim hujan)

    Tapi tiris eweuh nu ngeukeupan (Tapi tiris tidak ada yang memeluk)

    29. Contoh Sisindiran 29

    Japati macokan pare (Merpati mematuk padi)

    Dina dipan aya kue (Di papan ada kue)

    Aya kusakti ari awewe (Ada perempuan memiliki kesaktian)

    Bisa ngahirupan nu paeh (Bisa menghidupkan yang mati)

    29. Contoh Sisindiran 29

    Ka Walanda rek meli bubur (Ke Belanda mau membeli bubur)

    Ka Surabaya meuli kasur (Ke Surabaya membeli kasur)

    Kang Rama na nuju udur (Bapak Rama sedang sakit)

    Panyakitna nyeri bujur (Penyakitnya sakit pantat)

    30. Contoh Sisindiran 30

    Anjen ngalebok takokak (Kamu makan takokak)

    Mesekana kudu di kadek (Mengupasnya harus dibacok)

    Sanajan kuring botak (Meskipun aku botak)

    Daripada sia pendek (Daripada kamu pendek)

    31. Contoh Sisindiran 31

    Ecet-ecet oet-oet (Yang biasa bersuara ketika maghrib)

    Ngaronda ngarala beulut (Ronda mencari belut)

    Kapelet kuring kapelet (Terpelet aku terpelet)

    Ku randa anu gede hitut (Oleh janda yang kentutnya nyaring)

    32. Contoh Pantun Sunda 32 Karya Marimar dan Teh Uci

    Aya cai teu ereun ngocor (Ada air tidak berhenti mengalir)

    Indit ka leuweung papanggih jeung badak (Pergi ke hutan bertemu dengan badak)

    Usum hujan mah ngomean nu bocor (Musim hujan itu memperbaiki yang bocor)

    Lain sibuk nyeunan budak (Bukan sibuk membuat anak)

    33. Contoh Sisindiran 33

    Berakit-rakit kita ke hulu (Berakit-rakit kita ke hulu)

    Berenang ke tepian (Berenang ke tepian)

    Bersakit-sakit nu ngajuru (Bersakit-sakit ketika melahirkan)

    Bersenang-senang nu numpakan (Bersenang-senang saat membuatnya)

    34. Contoh Sisindiran 34

    Cika-cika dina duku (Kunang-kunang di dukuh)

    Enteup kanu tangkal wijen (Hinggap ke pohon wijen)

    Lamun cinta masih puguh (Jika cinta masih teguh)

    Ulah waka kanu sejen (Jangan dulu ke yang lain)

    35. Contoh Pantun Sunda 35 Karya Marimar dan Teh Uci

    Di imah masang keran (Di rumah memasang keran)

    Melak kentang di kebon si Tukul (Menanam kentang di kebun si Tukul

    Ngakunamah babaturan (Ngakunya teman)

    Tapi ngakuna mun keur aya butuh hungkul (Tapi mengaku jika ada butuhnya saja)

    36 Contoh Sisindiran 36

    Minyak goreng minyak kletik (Minyak goreng, minyak klentik)

    Dipake ngagoreng bogo (Dipakai menggoreng ikan bogo)

    Pajar rek nyaah ka nu leutik (Dikira akan sayang ke yang kecil)

    Padahal mah ngabobodo (Padahal hanya menipu)

    Lucu, kan Contoh Pantun Sunda di Atas?

    Itulah beberapa contoh sisindiran sesebred yang lucu. Sisindiran ini menggambarkan situasi dan keadaan yang lucu. Semoga pantun Sunda di atas bisa membuat kamu tertawa terbahak-bahak. Semoga terhibur!

  • 6 Kumpulan Cerpen tentang Ibu Menyentuh Hati, Bikin Mewek!

    6 Kumpulan Cerpen tentang Ibu Menyentuh Hati, Bikin Mewek!

    Ibu adalah sosok pahlawan untuk anak-anaknya karena jasa-jasanya yang begitu besar. Bahkan banyak orang yang membuat cerpen sebagai rasa terima kasih dan tanda sayang kepada ibu tercinta. Pada artikel ini akan diuraikan kumpulan cerpen tentang ibu yang menyentuh hati dan bisa bikin mewek. 

    Cerpen tentang Ibu yang Menyentuh Hati

    Adapun kumpulan cerpen tentang ibu yang menarik untuk dibaca karena menyentuh hati yaitu:

    1. Sulitnya Mencintaimu

    Cerpen tentang ibu pertama diambil dari karya Anisa Fitri dengan isi cerita sebagai berikut.

    Di sebuah desa, hiduplah seorang gadis cantik bernama Putri Almera. Gadis itu tinggal di sebuah rumah yang sederhana namun nyaman karena letaknya yang jauh dari kendaraan yang berlalu lalang. 

    Dia adalah gadis cantik yang sangat berbakti kepada kedua orang tua dan Allah SWT. Almera tinggal hanya berdua dengan ibunya karena ayahnya sudah meninggal dunia sejak dia dalam kandungan. Setiap hari ibunya berjualan jajanan tradisional sebagai sumber utama untuk makan sehari-hari. 

    Almera saat ini berusia 15 tahun, usia dimana sedang bahagia-bahagianya bermain dan belajar bersama teman. Tidak hanya itu, dia juga anak yang berprestasi di sekolah dan sangat rajin beribadah. Sahabat Almera bernama Alya.

    Di suatu pagi yang cerah, Almera terlihat masih tertidur di kamarnya. Dia sangat mengantuk karena terjaga semalaman untuk mengerjakan PR dan juga menjaga ibunya yang sedang sakit.

    Ibu Almera berjalan mendekati kamar anaknya yang tidak berpintu dan hanya ditutupi sehelai kain batik milik ibunya. Terdengar suaranya yang merintih serak berusaha untuk membangunkan Almera. 

    “Mer, ba-bangun sayang sudah siang sudah dijemput Alya tuh..“ Almera yang terkejut, langsung terbangun. 

    ”Astaghfirullah…… Maaf ibu aku sangat mengantuk. Maaf aku juga lupa shalat subuh,” ucap Almera mengantuk. Karena begadang dia sampai lupa shalat subuh.

    “Tidak apa-apa sayang. Ibu mengerti tapi, jangan diulangi lagi,” ucap ibu lembut.

    “Tapi Aku takut Allah marah. Takut aku, bu,” tiba-tiba Almera terisak.

    ”Almera putri ibu. Allah SWT melihat semua kebaikanmu, nak. Sudahlah mandi sana berangkat sekolah,“ ucap Ibu. Almera pun beranjak untuk pergi ke sekolah.

    4 tahun kemudian, umur Almera menginjak 19 tahun. Di usia masih bersahabat dengan Alya. Saat lulus SMA, dia menjadi lulusan terbaik dan mendapatkan beasiswa untuk kuliah ke Bandung. 

    Namun dia ragu, mengingat kondisi ibunya yang semakin parah akibat sakit. Selain itu, Almera juga tidak mau berpisah dengan Alya. 

    Walau begitu, ibunya mendukung 100% cita-cita Almera. 

    “Pergilah, nak. Jangan khawatirkan ibu. Ada Allah yang menjaga ibu,” ucap ibu sambil tersenyum. Dia berusaha meyakinkan Almera.  

    “Bismillah insyaAllah aku akan bahagiakanmu ibu,” jawaban Almera.

    Akhirnya Almera berangkat dengan isak tangis bercampur rasa bangga ibu dan sahabatnya. Lambaian tangan Almera menjadi pertanda bahwa dia sudah meninggalkan kampung halamannya. 

    Di Bandung, Almera tinggal di sebuah kos-kosan dekat dengan kampusnya. Jadwal kuliahnya yang sangat padat membuatnya kadang lupa sholat. 

    Almera juga mengenal indahnya cinta hingga makin jauh dengan Allah SWT. Ia bahkan lupa ibu dan sahabatnya yang ada di kampung. 

    Hingga pada suatu malam yang dingin, Almera baru pulang dari kampus pukul 07.30. Saat itu, Almera dijemput oleh kekasihnya bernama Angga. 

    Adapun semenjak tinggal di Bandung, dia berubah menjadi gadis yang cantik. Namun, karena mengikuti alurnya kota dan zaman yang maju, dia lupa akan kesederhanaannya dan pada orang tuanya di kampung. 

    “Gua anter pulang, ya, Mer?” tawar Angga.

    “Iya deh capek banget ni. Gue kuliah sampai malem gini,” ucap Almera dengan wajah lesu. 

    Angga adalah seorang pria tampan kaya raya. Mereka berpacaran baru enam bulan. 

    “Gua langsung pulang ya udah malem.”

    “Langsung tidur, Mer, besok gue jemput,” ucap Angga seraya tersenyum. 

    “Oke,” Almera mengangguk.

    Almera pun langsung masuk ke dalam kosannya. Setelah itu langsung meletakkan semua alat kuliahnya dan menghempaskan tubuhnya di atas kasur yang sedikit tidak nyaman.

    Namun karena kantuk yang dirasakannya, Almera tertidur tanpa melaksanakan sholat, baik itu maghrib ataupun isya. Dia tertidur hingga terbawa di dalam mimpi.

    “Tidak tidak ibu..ibu.. jangan bu. Jangan. Almera sayang sama ibu. Jangan bu!” Almera berteriak dengan keringat yang bercucuran di wajahnya.

    “Astaghfirullah. Cuma mimpi,“ ucapnya sambil mengelap keringat di keningnya.  Tiba-tiba, Almera meneteskan air matanya. Lalu teringat pada ibunya, “ibu!” bisik Almera sambil terisak tangis.

    “Astaghfirullah apa yang sudah aku lakukan… ampuni aku ya Allah,“ ucap Almera. 

    Dia kemudian bangkit dari tempat tidurnya, lalu melaksanakan sholat malam dua rakaat. Selama sholat, dia terus menangis terisak. Dia teringat pada dosa-dosanya kepada ibu dan kepada Allah SWT. Selesai sholat Almera berdo’a.

    “Ya Allah yang maha pengampun. Ampunilah Almera ya Allah. Maafkan hamba yang khilaf ini. Maaf sudah lalai terhadap diri ini. Hamba sudah melupakanmu dan ibuku,” ucap Almera sambil menangis. Kini dia sadar sudah melupakan Allah SWT.

    Di pagi hari, saat sekitar pukul 04.39, Almera sholat subuh untuk kemudian bergegas pergi ke kampus.  Di dalam hati Almera berdo’a, “Ya Allah, begitu mudah aku melupakan ibu. Melupakan Engkau juga Rabbku. Begitu mudah sekali bagiku untuk mencintai Angga. Jagalah hati dan diri ini untuk seterusnya ya Allah.“

    Almera pergi ke kampus dengan hati tenang. Dia pun berniat untuk menghentikan hubungannya dengan Angga. Dia ingin lebih dekat kepada Allah SWT.

    Kini Almera sadar begitu sulitnya menjaga keistiqomahan. Menjaga iman dan karna gemerlapnya dunia, sehingga kecintaan Almera kepada Allah dan ibunya tergoyahkan.

    Setelah kejadian itu, dia lebih sering menghubungi ibunya di desa. Memberi kabar bahwa dia baik-baik saja. Dia juga meminta maaf kepada ibunya. Dia juga memberi kabar bawakan akan pulang libur semester ini. 

    2. Ibu, Maafkan Aku…!!!

    Cerpen tentang ibu selanjutnya ini berdasarkan pada karya Zakiah. Adapun isinya sebagai berikut.

    Suatu malam, Ana bertengkar dengan ibunya. Dia sangat marah, bahkan meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. 

    Saat setengah jalan, dia baru menyadari bahwa tidak membawa uang sama sekali. Hingga dia melewati sebuah kedai bakmi dengan aroma masakan yang menggoda. 

    Dia ingin bakmi itu, tapi tidak memiliki cukup uang. Pemilik kedai yang melihat Ana hanya berdiri cukup lama, langsung saja mendekatinya. 

    “Nona. Mau pesan bakmi?” tanya pemilik kedai.

    “Iya. Tapi aku tidak punya uang,” ucap Ana malu. 

    “Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu,” ucap si pemilik kedai. 

    “Silakan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu,” tambahnya lagi. 

    Selang beberapa lama, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.

    Ana langsung saja makan beberapa suap. Namun tiba-tiba air matanya mulai berlinang.

    “Ada Apa nona?” Tanya pemilik kedai.

    “Tidak apa-apa. Aku hanya terharu.” jawab Ana. Dia mencoba mengeringkan air matanya.

    “Bahkan, seorang yang baru kukenal. Memberiku semangkuk bakmi! Namun, ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, dia mengusirku. Dia mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah.” ucap Ana

    “Kau, seorang yang baru kukenal. Tetapi begitu peduli denganku. Dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri kau sangat baik.” katanya kepada pemilik kedai.

    Mendengar perkataan Ana tersebut, pemilik kedai langsung menarik nafas panjang. 

    “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini. Aku hanya memberimu bakmi, dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak nasi dan bakmi untukmu bahkan sejak kamu kecil sampai saat ini. Mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya.” ucap pemilik kedai.

    Mendengar hal itu, Ana langsung terhenyak.

    “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk hanya satu mangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, ku begitu berterima kasih. Tetapi kepada ibuku yang memasak untukku bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku. Malah mempersoalkan hal sepele dan bertengkar dengannya.”

    Ana, segera menghabiskan bakminya. Lalu menguatkan dirinya agar cepat pulang ke rumahnya.

    Saat berjalan ke rumah, dia menyusun kata-kata untuk ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, dia melihat ibunya dengan wajah cemas dan pucat.

    Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama ibu katakan “Ana kau sudah pulang? Cepat masuklah! Aku telah menyiapkan makan malam. Makanlah dahulu sebelum kau tidur. Makanan akan menjadi dingin, bila kamu tidak makan sekarang” ucap ibu. 

    Saat itu juga, Ana tidak bisa menahan tangisnya. Dia menangis di hadapan ibunya.

    3. Rindu Ibu

    Cerpen tentang rindu ibu selanjutnya ini memiliki alur cerita sebagai berikut. 

    Terlampau sering aku iri pada orang di sekitarku. Aku jarang bertemu ibu, sedangkan teman-temanku selalu mendapatkan kasih sayang penuh. 

    “Sabar sayang. Ibu bukan tidak sayang. Tapi dia harus bekerja dulu,” ucap Ayah setiap harinya. 

    Ibuku seorang TKW di Singapura. Alih-alih mengurus anaknya sendiri, ibu malah mengurus anak orang lain. Selama ini aku hanya menghubungi ibu dari Video Call. Kadang aku acuh dan marah padanya saat VC karena memang aku merindukannya. 

    Tampak jelas, jika ibu kecewa. Tapi dia juga tahu bahwa anaknya selalu minta pulang, tapi dia tak bisa. 

    “Ibu di sini karena kamu. Sabar, ya tinggal beberapa bulan lagi ibu pulang.” Kalimat  itu sudah sering aku dengar. 

    Kadang rasa kesalku ini berlanjut di sekolah sehingga aku malas belajar. Beruntung, teman-temanku sering mengajak aku bermain, sehingga rasa kesalku berkurang. Hingga pada suatu hari, ada seorang siswa baru, namanya Abi. Dia datang dari kampung yang jauh dan pindah kesini karena ayahnya pindah kerja. 

    Kebetulan saat itu, Ani duduk di dekatku. Aku menyapanya ramah dan mencoba berkenalan. 

    Dia terlihat sebagai anak yang baik. Namun saat diajak bermain dia selalu menolak. 

    “Aku mau bantu ayah bekerja.” Jawab Ani setiap kami ajak bermain.

    Pada suatu pagi, aku datang ke sekolah dengan wajah muram. Alasan yang sama yaitu rindu pada ibu. 

    Ani yang melihatnya pun penasaran. “Kamu kenapa Debi? Ko cemberut?” tanya Ani.

    “Kesal sama ibu,” jawabku singkat.

    Ani tambah penasaran. “Kenapa kesal?”

    Aku pun menceritakannya pada Ani. 

    Ani tersenyum mendengarnya dan terlihat ‘lega’.

    “Ani, kenapa kamu malah tersenyum? Bukankah kamu akan kesal jika mengalami hal yang sama seperti aku?” tanyaku.

    Ani pun menjawab singkat.

    “Kamu beruntung,” jawab Ani. Aku tambah kesal. 

    “Kenapa bisa disebut beruntung?” Tanyaku. 

    “Kamu beruntung karena masih punya ibu,” jawab Ani. Aku sedikit kaget.

    “Ibuku meninggal beberapa bulan lalu. Dia meninggal karena kecelakaan. Aku pindah kesini karena bapak ingin melupakan momen bersama ibu. Dia bekerja sebagai pedagang keliling. Bisnis bapak hancur karena terus ingat ibu,” ucap Ani.

    “Aku dengan ayah sama. Perasaanku sama. Aku rindu dan hancur tanpa ibu. Berat meninggalkan kampung halaman. Kampung di mana aku besar dengan ibu di sana,” ucap Ani.

    “Tetapi hidup terus berjalan. Bapak juga perlu bekerja.” tambah Ani

    Aku hanya terdiam mendengar ceritanya.

    “Debi, maaf kalau aku lancang. Atau mungkin seperti sok tahu. Tapi ingatlah! ibumu masih ada walau jarak jauh. Kasih sayangnya membuat ibumu harus pergi. Tak apa, ibumu pasti pulang. Rindu yang akan terbalaskan. Meski masih lama itu rindu yang menyenangkan.”

    “Sementara aku. Rinduku tak akan terbalas. Rasa kangenku sulit disembuhkan,” ucap Ani

    Setelah perbincangan hangat itu, aku tak ada kesal karena rindu. Namun aku memilih menunggu dengan bahagia karena rindu ibu.

    4. Belaian Ibu

    Adapun cerpen tentang ibu ini berdasarkan pada karya Sri Rohmatiah Djalil yang isinya sebagai berikut.

    Dum … dum … dum

    Terdengar suara benda keras dari kamar sebelah. Aku pun memastikan ke sumber suara. Tampak kaki adik bungsu menendang dinding kamar. Dia menendang dengan marah. Air bening bergulir dari kelopak mata.

    “Kenapa, Dik?” tanyaku penasaran.

    “Ibu mana, Kak?” dia bertanya balik sembari sesegukan.

    Iya, adikku ini walaupun sudah kelas empat SD masih sangat manja. Jika pulang bermain ada saja yang ditangisi. Tapi dirinya bukan sedih karena bertengkar atau kehilangan mainan.

    “Kaak … panggil ibu!” bentaknya bikin kaget.

    Aku pun langsung berlari ke arah Ibu berada. Seperti biasa, hari libur adalah waktunya ibu membuat pizza untuk kami terutama adik-adikku. Aku juga sebenarnya suka. Namun saat ini lagi mengurangi junk food.

    “Anak cewek harus langsing tubuhnya. Jaga kesehatan!” pesan ibu.

    “Makan dikit boleh kan, Bu. masa adik terus,” protesku.

    “Boleh, makanya ibu membuat pizza hanya hari Minggu saja. Supaya kalian tidak terlalu banyak konsumsi terigu,” ucapnya saat itu.

    Kadang adik bungsu protes, karena ibu membatasi makan pizza, “Ibu pelit. kata Pak Guru Ozy. Jika pelit, kelak kuburannya sempit,” ucapnya.

    “Makanya, ibu membuat pizza tidak setahun sekali,” tegas Ibu.

    “Ibuuuuuuu ….” teriak adik lagi. Aku langsung mencolek ibu.

    “Adik nangis, Bu. Cepat ke sana. Nanti dia ngamuk!” ucapku.

    “Kenapa dia, Kak?” tanya Ibu.

    “Palingan berantem sama temannya. Cepat, Bu. Dia pukul-pukul tembok…” seruku.

    Ibu segera berlari ke kamar adik. “Jaga oven ya! Sebentar lagi pizza-nya mateng. Jangan lupa lihat lewat kaca oven,” perintah Ibu. Aku hanya mengangguk.

    Lagi-lagi aku yang harus menjaga kompor. Bukan tidak mau membantu Ibu. Aku sering lupa tidak melihat kue di oven. Akhirnya gosong, kena omel juga. ”Ingat jangan sambil main game!” teriak ibu. 

    Aku langsung meletakkan HP di meja makan. Mataku tertuju ke arah kompor. Hidungku pasang alarm. 

    “Jika sudah wangi. Atasnya menguning segera matikan kompor. Keluarkan pizza dari pemanggang.” kata Ibu. 

    Benar saja, tidak berapa lama pizza sudah wangi dan menguning. Langkah pertama aku segera mematikan kompor. Selanjutnya roti bundar dengan berbagai toping aku keluarkan dari oven.

    Mendengar teriakan adik yang semakin menjadi. Aku pun menyusul ibu ke kamar.

    “Bu! Si Fulan tadi ngatain aku jelek.” ucap adik.

    “Lagi-lagi masalah bully. Cengeng amat anak laki,” cibirku.

    Mendengar ucapanku, adik semakin teriak. Persis seperti panci presto saat ibu memasak daging. 

    “Kakak jahat, Kakak jahat!” teriak adik

    “Duduk sini, Kak!” perintah Ibu.

    Aku pun tidak bisa menolak. Aku duduk di samping ibu. 

    “Eh … Kak! ambilkan pizza dan air minum, ya. Bawa ke sini!” perintah Ibu lagi.

    Selang beberapa menit, aku membawa satu piring pizza dengan air putih sesuai permintaan Ibu. 

    “Ayo minum dan makan dulu pizza-nya. Ini empuk banget mirip pipimu, Dik!” 

    Mendengar pizza adik mulai tenang dan duduk bersebelahan dengan Ibu. Dengan lahap dia memakan pizza kesukaannya. 

    Menurut teori, jika selesai menangis, anak cenderung lapar. Lebih baik jangan diajak bicara tetapi beri makanan. Teori itu memang benar. Ibu tak perlu ngomel atau memarahi anak-anak yang menangis. Cukup bawa makanan kesukaannya. Setelah itu, ajak ngobrol.  

    Intinya Ibu tidak pernah memberi saran untuk melawan teman-temannya. 

    ”Besok juga mereka lupa. Lalu main lagi. Adik hanya perlukan pelukan dan makanan. Kakak jangan ikut meledek! Kan sudah besar.” ucap ibu

    Ternyata benar apa kata Ibu, besoknya adik main lagi. Tentunya bersama temannya yang manggil dia jelek dan adik pun lupa. Mungkin terhipnotis belaian ibu dan enaknya pizza.

    5. Demi Kesembuhan Anakku

    Adapun cerpen tentang ibu berikutnya mengenai perjuangan untuk kesembuhan anaknya. Ceritanya sebagai berikut.

    Suatu waktu, di sebuah desa terpencil, hidup seorang anak dan ibu bernama Marniah. Suaminya telah meninggal dunia sejak setahun lalu. 

    Setiap harinya, ibu bekerja sebagai pengumpul barang bekas untuk dijual. Anaknya pun yang masih kelas 3 SD juga sering membantu ibu di tempat kerja. Namun suatu hari sepulang sekolah, anak menjadi korban kecelakaan sehingga harus dirawat di rumah sakit. 

    Mendengar hal tersebut, ibu langsung bergegas tanpa pamit untuk melihat anak di Puskesmas. Sesampainya disana, ibu langsung menangis histeris karena melihat putranya terkapar pingsan. 

    “Ibu ini ibunya anak ini..?” tanya dokter yang baru datang. 

    “Iya pak, saya ibunya. Bagaimana keadaan anak saya, dok..?” tanya sang ibu.

    “Anak ibu menjadi korban tabrak lari. Keadaannya saat ini cukup parah. Dia harus menerima perawatan intensif. Hal ini karena cedera di bagian kepala yang menyebabkan pendarahan..” jawab Dokter.

    Mendengar jawaban tersebut, sang Ibu hanya bisa bersedih. Disisi lain, dia juga membayangkan bagaimana mendapatkan uang untuk pengobatan anaknya. 

    Setelah itu, ibu mengunjungi tempat bosnya bekerja untuk meminta dana. Pemilik usaha bersedia mengabulkan permintaannya, dengan satu syaratnya. 

    “Saya akan membantu ibu dengan meminjamkan uang. Namun sebagai gantinya, ibu harus bekerja disini seperti biasa. Namun 80% dari gaji ibu, setiap hari akan saya tarik untuk angsuran pinjaman..” ucap pemilik usaha.

    Tentu saja ini bukanlah hal yang mudah. Hal ini karena untuk biaya hidup sehari-hari saja masih kurang. Namun karena memikirkan nasib anaknya, ibu Marniah pun akhirnya setuju.

    “Baik, pak. Saya setuju dengan syaratnya.” jawab ibu.

    Setelah menjalani pengobatan selama beberapa hari, akhirnya anaknya berangsur sembuh. Dia akhirnya diperbolehkan untuk pulang dan sekolah kembali.

    Namun sang ibu juga harus bekerja di tempat lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hal ini karena dari tempat pekerjaan sebelumnya sudah dipotong 80%.

    6. Ibuku Malaikatku

    Adapun cerpen tentang ibu selanjutnya berjudul “Ibuku Malaikatku” dengan isi sebagai berikut.

    Awal kisah ini bermula sejak ayah Ibnu terkena stroke setahun yang lalu. Ibu Ibnu seorang diri mencari nafkah untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. 

    Ibnu yang saat itu masih duduk di kelas 6 SD tidak mampu berbuat banyak. Namun sebentar lagi Ibnu akan segera mengakhiri masa SDnya dan beranjak ke SMP. 

    Nah karena itu, banyak keperluan yang perlu dipersiapkan, seperti seragam, buku dan biaya pendaftaran. Disisi lain ayah juga harus rutin berobat sekali sebulan.

    Akhirnya, mau tidak mau ibu harus bekerja lebih keras lagi setiap harinya. Ibnu bahkan sempat berpikir untuk mengakhiri sekolahnya saja agar bisa membantu ibu dalam bekerja.

    Ibnu pernah menawarkan ide tersebut kepada ibu, namun dia langsung membentak.

    “Jangan, kamu harus tetap sekolah. Tidak boleh berhenti bagaimanapun keadaan ekonomi kita. Kamu adalah anak satu-satu kami.” jawab ibu.

    “Tapi bu, aku sangat kasihan melihat ibu. Setiap hari bekerja keras untuk semua ini. Aku tidak ingin lagi merepotkan ibu..” lirih Ibnu.

    “Jangan sayang! Soal itu tidak perlu kamu pikirkan. Lanjutkan saja pendidikanmu! Rajinlah belajar! Agar cita-citamu bisa tercapai..” jawab ibu.

    Semenjak percakapan itu, setiap kali pulang sekolah, Ibnu selalu pergi ke tempat ibu bekerja. Setiap hari ia datang kesana untuk membantu rutinitas ibunya. Meskipun sebenarnya ibu menolak, tapi Ibnu akan memaksa.

    Ibu adalah malaikat di dunia. Berkorban seluruh jiwa raga setiap hari untuk anaknya dan suaminya. Semoga kelak di akhirat, ibu dan bapak kita mendapat ganjaran setimpal dari Allah SWT.

    Sudah Tahu Contoh Cerpen Tentang Ibu?

    Nah setelah membaca 6 cerpen tentang ibu tersebut, bagaimana pendapatmu? Sangat menyentuh, bukan? Kamu juga bisa membuat cerpen sendiri sesuai dengan kisah yang ditemukan sehari-hari sebagai bentuk rasa cinta pada ibu. Semoga bermanfaat.

  • Cerpen Robohnya Surau Kami dan Struktur Kebahasaannya

    Cerpen Robohnya Surau Kami dan Struktur Kebahasaannya

    Cerpen atau cerita pendek adalah salah satu karya sastra yang jadi favorit pembaca selain puisi. Cerita dalam cerpen dikemas secara singkat, ringkas, dan jelas. Begitu pun dengan permasalahannya, biasanya hanya fokus pada satu permasalahan. Salah satu yang terkenal adalah cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A Navis.

    Cerpen yang menceritakan kehidupan tragis kakek tua penjaga musala kecil ini menjadi karya sastra yang banyak dibicarakan. Seperti apa isi cerpen lengkap dan struktur kebahasaannya? Simak di sini!

    Isi Cerpen Robohnya Surau Kami

    Berikut isi lengkap cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A Navis yang fenomenal tersebut:

    Kalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang ke kota kelahiranku dengan menumpang bis, Tuan akan berhenti di dekat pasar. Maka kira-kira sekilometer dari pasar akan sampailah Tuan di jalan kampungku. 

    Pada simpang kecil ke kanan, simpang yang kelima, membeloklah ke jalan sempit itu. Dan di ujung jalan nanti akan Tuan temui sebuah surau tua. Di depannya ada kolam ikan, yang airnya mengalir melalui empat buah pancuran mandi.

    Dan di pelataran kiri surau itu akan Tuan temui seorang tua yang biasanya duduk di sana dengan segala tingkah ketuaannya dan ketaatannya beribadat. Sudah bertahun-tahun ia sebagai garin, penjaga surau itu. Orang-orang memanggilnya Kakek.

    Sebagai penjaga surau, Kakek tidak mendapat apa-apa. Ia hidup dari sedekah yang dipungutnya sekali se-Jumat. Sekali enam bulan ia mendapat seperempat dari hasil pemungutan ikan mas dari kolam itu. Dan sekali setahun orang-orang mengantarkan fitrah Id kepadanya. 

    Tapi sebagai garin ia tak begitu dikenal. Ia lebih dikenal sebagai pengasah pisau. Karena ia begitu mahir dengan pekerjaannya itu. Orang-orang suka minta tolong kepadanya, sedang ia tak pernah minta imbalan apa-apa. 

    Orang-orang perempuan yang minta tolong mengasahkan pisau atau gunting, memberinya sambal sebagai imbalan. Orang laki-laki yang minta tolong, memberinya imbalan rokok, kadang-kadang uang. Tapi yang paling sering diterimanya ialah ucapan terima kasih dan sedikit senyum.

    Tapi kakek ini sudah tidak ada lagi sekarang. Ia sudah meninggal. Dan tinggallah surau itu tanpa penjaganya. Hingga anak-anak menggunakannya sebagai tempat bermain, memainkan segala apa yang disukai mereka. Perempuan yang kehabisan kayu bakar, sering suka mencopoti papan dinding atau lantai di malam hari.

    Jika Tuan datang sekarang, hanya akan menjumpai gambaran yang mengesankan suatu kesucian yang bakal roboh. Dan kerobohan itu kian hari kian cepat berlangsungnya. Secepat anak-anak berlari di dalamnya, secepat perempuan mencopoti pekayuannya. Dan yang terutama ialah sifat masa bodoh manusia sekarang, yang tak hendak memelihara apa yang tidak dijaga lagi.

    Dan biang keladi dari kerobohan ini ialah sebuah dongengan yang tak dapat disangkal kebenarannya. Beginilah kisahnya.

    Sekali hari aku datang pula mengupah Kakek. Biasanya Kakek gembira menerimaku, karena aku suka memberinya uang. Tapi sekali ini Kakek begitu muram. 

    Di sudut benar ia duduk dengan lututnya menegak menopang tangan dan dagunya. Pandangannya sayu ke depan, seolah-olah ada sesuatu yang yang mengamuk pikirannya. Sebuah belek susu yang berisi minyak kelapa, sebuah asahan halus, kulit sol panjang, dan pisau cukur tua berserakan di sekitar kaki Kakek. 

    Tidak pernah aku melihat Kakek begitu durja dan belum pernah salamku tak disahutinya seperti saat itu. Kemudian aku duduk di sampingnya dan aku jamah pisau itu. Dan aku tanya Kakek, “Pisau siapa, kek?”

    “Ajo Sidi.”

    “Ajo Sidi?”

    Kakek tak menyahut. Maka aku ingat Ajo Sidi, si pembual itu. Sudah lama aku tak ketemu dia. Dan aku ingin ketemu dia lagi. Aku senang mendengar bualannya. 

    Ajo Sidi bisa mengikat orang-orang dengan bualannya yang aneh-aneh sepanjang hari. Tapi ini jarang terjadi karena ia begitu sibuk dengan pekerjaannya. Sebagai pembual, sukses terbesar baginya ialah karena semua pelaku-pelaku yang diceritakannya menjadi model orang untuk diejek dan ceritanya menjadi pameo akhirnya. 

    Ada-ada saja orang-orang di sekitar kampungku yang cocok dengan watak pelaku-pelaku ceritanya. Ketika sekali ia menceritakan bagaimana sifat seekor katak, dan kebetulan ada pula seorang yang ketagihan menjadi pemimpin berkelakuan seperti katak itu, maka untuk selanjutnya pimpinan tersebut kami sebut pimpinan katak.

    Tiba-tiba aku ingat lagi pada Kakek dan kedatangan Ajo Sidi kepadanya. Apakah Ajo Sidi telah membuat bualan tentang Kakek? Dan bualan itukah yang mendurjakan Kakek? Aku ingin tahu. Lalu aku tanya Kakek lagi. “Apa ceritanya, kek?”

    “Siapa?”

    “Ajo Sidi.”

    “Kurang ajar dia”, kakek menjawab.

    “Kenapa?”

    “Mudah-mudahan pisau cukur ini, yang kuasah tajam-tajam ini, menggorok tenggorokannya.”

    “Kakek marah?”

    “Marah? Ya, kalau aku masih muda, tapi aku sudah tua. Orang tua menahan ragam. Sudah lama aku tak marah-marah lagi. Takut aku kalau imanku rusak karenanya, ibadatku rusak karenanya. Sudah begitu lama aku berbuat baik, beribadat, bertawakal kepada Tuhan. Sudah begitu lama aku menyerahkan diri kepada-Nya. Dan Tuhan akan mengasihi orang yang sabar dan tawakal.”

    Ingin tahuku dengan cerita Ajo Sidi yang memurungkan Kakek jadi memuncak. Aku tanya lagi Kakek, “Bagaimana katanya, kek?”

    Tapi Kakek diam saja. Berat hatinya bercerita barangkali. Karena aku telah berulang-ulang bertanya, lalu ia yang bertanya padaku, “Kau kenal padaku, bukan? Sedari kau kecil aku sudah di sini. Sedari mudaku, bukan? Kau tahu apa yang kulakukan semua, bukan? Terkutukkah perbuatanku? Dikutuki Tuhankah semua pekerjaanku?”

    Tapi aku tak perlu menjawabnya lagi. Sebab aku tahu, kalau Kakek sudah membuka mulutnya, dia takkan diam lagi. Aku biarkan Kakek dengan pertanyaannya sendiri.

    “Sedari muda aku di sini, bukan? Tak kuingat punya istri, punya anak, punya keluarga seperti orang lain, tahu? Tak kupikirkan hidupku sendiri. Aku tak ingin cari kaya, bikin rumah. Segala kehidupanku, lahir batin, kuserahkan kepada Allah Subhanahu wata’ala. Tak pernah aku menyusahkan orang lain. Lalat seekor enggan aku membunuhnya. Tapi kini aku dikatakan manusia terkutuk. Umpan neraka. Marahkah Tuhan kalau itu yang kulakukan, sangkamu? Akan dikutukinya aku kalau selama hidupku aku mengabdi kepada-Nya? Tak kupikirkan hari esokku, karena aku yakin Tuhan itu ada dan Pengasih dan Penyayang kepada umat-Nya yang tawakal. Aku bangun pagi-pagi. Aku bersuci. Aku pukul beduk membangunkan manusia dari tidurnya, supaya bersujud kepada-Nya. Aku sembahyang setiap waktu. Aku puji-puji Dia. Aku baca Kitab-Nya. Alhamdulillah kataku bila aku menerima karunia-Nya. Astagfirullah kataku bila aku terkejut. Masya Allah kataku bila aku kagum. Apa salahnya pekerjaanku itu? Tapi kini aku dikatakan manusia terkutuk.”

    Ketika Kakek terdiam agak lama, aku menyelakan tanyaku, “Ia katakan Kakek begitu, kek?”

    “Ia tak mengatakan aku terkutuk. Tapi begitulah kira-kiranya.”

    Dan aku melihat mata Kakek berlinang. Aku jadi belas kepadanya. Dalam hatiku aku mengumpati Ajo Sidi yang begitu memukuli hati Kakek. Dan ingin tahuku menjadikan aku nyinyir bertanya. Dan akhirnya Kakek bercerita lagi.

    Pada suatu waktu, kata Ajo Sidi memulai, di akhirat Tuhan Allah memeriksa orang-orang yang sudah berpulang. Para malaikat bertugas di samping-Nya. Di tangan mereka tergenggam daftar dosa dan pahala manusia. Begitu banyak orang yang diperiksa. 

    Maklumlah di mana-mana ada perang. Dan di antara orang-orang yang diperiksa itu ada seorang yang di dunia dinamai Haji Saleh. Haji Saleh itu tersenyum-senyum saja, karena ia sudah begitu yakin akan dimasukkan ke dalam surga.

    Kedua tangannya ditopangkan di pinggang sambil membusungkan dada dan menekurkan kepala ke kuduk. Ketika dilihatnya orang-orang yang masuk neraka, bibirnya menyunggingkan senyum ejekan. 

    Dan ketika ia melihat orang yang masuk ke surga, ia melambaikan tangannya, seolah hendak mengatakan ‘selamat ketemu nanti’. Bagai tak habis-habisnya orang yang berantri begitu panjangnya. Susut di muka, bertambah yang di belakang. Dan Tuhan memeriksa dengan segala sifat-Nya.

    Akhirnya sampailah giliran Haji Saleh. Sambil tersenyum bangga ia menyembah Tuhan. Lalu Tuhan mengajukan pertanyaan pertama.

    “Engkau?”

    “Aku Saleh. Tapi karena aku sudah ke Mekah, Haji Saleh namaku.”

    “Aku tidak tanya nama. Nama bagiku, tak perlu. Nama hanya buat engkau di dunia.”

    “Ya, Tuhanku.”

    “Apa kerjamu di dunia?”

    “Aku menyembah Engkau selalu, Tuhanku.”

    “Lain?”

    “Setiap hari, setiap malam. Bahkan setiap masa aku menyebut-nyebut nama-Mu.”

    “Lain?”

    “Ya, Tuhanku, tak ada pekerjaanku selain daripada beribadat menyembah-Mu, menyebut-nyebut nama-Mu. Bahkan dalam kasih-Mu, ketika aku sakit, nama-Mu menjadi buah bibirku juga. Dan aku selalu berdoa, mendoakan kemurahan hati-Mu untuk menginsafkan umat-Mu.”

    “Lain?”

    Haji Saleh tak dapat menjawab lagi. Ia telah menceritakan segala yang ia kerjakan. Tapi ia insaf, pertanyaan Tuhan bukan asal bertanya saja, tentu ada lagi yang belum dikatakannya. Tapi menurut pendapatnya, ia telah menceritakan segalanya. Ia tak tahu lagi apa yang harus dikatakannya. 

    Ia termenung dan menekurkan kepalanya. Api neraka tiba-tiba menghawakan kehangatannya ke tubuh Haji Saleh. Dan ia menangis. Tapi setiap air matanya mengalir, diisap kering oleh hawa panas neraka itu.

    “Lain lagi?”, tanya Tuhan.

    “Sudah hamba-Mu ceritakan semuanya, O, Tuhan yang Mahabesar, lagi Pengasih dan Penyayang, Adil dan Mahatahu.” Haji Saleh yang sudah kuyu mencobakan siasat merendahkan diri dan memuji Tuhan dengan pengharapan semoga Tuhan bisa berbuat lembut terhadapnya dan tidak salah tanya kepadanya.

    Tapi Tuhan bertanya lagi: “Tak ada lagi?”

    “O, o, ooo, anu Tuhanku. Aku selalu membaca Kitab-Mu.”

    “Lain?”

    “Sudah kuceritakan semuanya, O, Tuhanku. Tapi kalau ada yang lupa aku katakan, aku pun bersyukur karena Engkaulah Mahatahu.”

    “Sungguh tidak ada lagi yang kau kerjakan di dunia selain yang kau ceritakan tadi?”

    “Ya, itulah semuanya, Tuhanku.”

    “Masuk kamu.”

    Dan malaikat dengan sigapnya menjewer Haji Saleh ke neraka. Haji Saleh tidak mengerti kenapa ia dibawa ke neraka. Ia tak mengerti apa yang dikehendaki Tuhan daripadanya dan ia percaya Tuhan tidak silap.

    Alangkah tercengang Haji Saleh, karena di neraka itu banyak teman-temannya di dunia terpanggang hangus, merintih kesakitan. Dan ia tambah tak mengerti dengan keadaan dirinya, karena semua orang yang dilihatnya di neraka itu tak kurang ibadatnya dari dia sendiri. 

    Bahkan ada salah seorang yang telah sampai empat belas kali ke Mekah dan bergelar syekh pula. Lalu Haji Saleh mendekati mereka, dan bertanya kenapa mereka dinerakakan semuanya. Tapi sebagaimana Haji Saleh, orang-orang itu pun, tak mengerti juga.

    “Bagaimana Tuhan kita ini?”, kata Haji Saleh kemudian, “Bukankah kita di suruh-Nya taat beribadat, teguh beriman? Dan itu semua sudah kita kerjakan selama hidup kita. Tapi kini kita dimasukkan-Nya ke neraka.”

    “Ya, kami juga heran. Tengoklah itu orang-orang senegeri dengan kita semua, dan tak kurang ketaatannya beribadat,” kata salah seorang di antaranya.

    “Ini sungguh tidak adil.”

    “Memang tidak adil”, kata orang-orang itu mengulangi ucapan Haji Saleh.

    “Kalau begitu, kita harus minta kesaksian atas kesalahan kita.”

    “Kita harus mengingatkan Tuhan, kalau-kalau Ia silap memasukkan kita ke neraka ini.”

    “Benar. Benar. Benar”, sorakan yang lain membenarkan Haji Saleh.

    “Kalau Tuhan tak mau mengakui kesilapan-Nya, bagaimana?”, suatu suara melengking di dalam kelompok orang banyak itu.

    “Kita protes. Kita revolusikan”, kata Haji Saleh.

    “Apa kita revolusikan juga?” tanya suara yang lain, yang rupanya di dunia menjadi pemimpin gerakan revolusioner.

    “Itu tergantung kepada keadaan”, kata Haji Saleh. “Yang penting sekarang, mari kita berdemonstrasi menghadap Tuhan”.

    “Cocok sekali. Di dunia dulu dengan demonstrasi saja, banyak yang kita peroleh”, sebuah suara menyela.

    “Setuju. Setuju. Setuju”, mereka bersorak beramai-ramai.

    Lalu mereka berangkatlah bersama-sama menghadap Tuhan.

    Dan Tuhan bertanya, “Kalian mau apa?”

    Haji Saleh yang menjadi pemimpin dan juru bicara tampil ke depan. Dan dengan suara yang menggeletar dan berirama rendah, ia memulai pidatonya: “O, Tuhan kami yang Mahabesar. Kami yang menghadap-Mu ini adalah umat-Mu yang paling taat beribadat, yang paling taat menyembah-Mu. 

    Kamilah orang-orang yang selalu menyebut nama-Mu, memuji-muji kebesaran-Mu, mempropagandakan keadilan-Mu, dan lain-lainnya. Kitab-Mu kami hafal di luar kepala kami. Tak sesat sedikit pun kami membacanya. Akan tetapi, Tuhanku yang Mahakuasa setelah kami Engkau panggil kemari, Engkau memasukkan kami ke neraka. 

    Maka sebelum terjadi hal-hal yang tak diingini, maka di sini, atas nama orang-orang yang cinta pada-Mu, kami menuntut agar hukuman yang Kau jatuhkan kepada kami ke surga sebagaimana yang Engkau janjikan dalam Kitab-Mu.”

    “Kalian di dunia tinggal di mana?”, tanya Tuhan.

    “Kami ini adalah umat-Mu yang tinggal di Indonesia, Tuhanku.”

    “O, di negeri yang tanahnya subur itu?”

    “Ya, benarlah itu, Tuhanku.”

    “Tanahnya yang mahakaya raya, penuh oleh logam, minyak, dan berbagai bahan tambang lainnya, bukan?”

    “Benar. Benar. Benar. Tuhan kami. Itulah negeri kami.” Mereka mulai menjawab serentak. Karena fajar kegembiraan telah membayang di wajahnya kembali. Dan yakinlah mereka sekarang, bahwa Tuhan telah silap menjatuhkan hukuman kepada mereka itu.

    “Di negeri mana tanahnya begitu subur, sehingga tanaman tumbuh tanpa ditanam?”

    “Benar. Benar. Benar. Itulah negeri kami.”

    “Di negeri, di mana penduduknya sendiri melarat?”

    “Ya. Ya. Ya. Itulah dia negeri kami.”

    “Negeri yang lama diperbudak negeri lain?”

    “Ya, Tuhanku. Sungguh laknat penjajah itu, Tuhanku.”

    “Dan hasil tanahmu, mereka yang mengeruknya, dan diangkut ke negerinya, bukan?”

    “Benar, Tuhanku. Hingga kami tak mendapat apa-apa lagi. Sungguh laknat mereka itu.”

    “Di negeri yang selalu kacau itu, hingga kamu dengan kamu selalu berkelahi, sedang hasil tanahmu orang lain juga yang mengambilnya, bukan?”

    “Benar, Tuhanku. Tapi bagi kami soal harta benda itu kami tak mau tahu. Yang penting bagi kami ialah menyembah dan memuji Engkau.”

    “Engkau rela tetap melarat, bukan?”

    “Benar. Kami rela sekali, Tuhanku.”

    “Karena kerelaanmu itu, anak cucumu tetap juga melarat, bukan?”

    “Sungguh pun anak cucu kami itu melarat, tapi mereka semua pintar mengaji. Kitab-Mu mereka hafal di luar kepala.”

    “Tapi seperti kamu juga, apa yang disebutnya tidak dimasukkan ke hatinya, bukan?”

    “Ada, Tuhanku.”

    “Kalau ada, kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang. Sedang aku menyuruh engkau semuanya beramal kalau engkau miskin. Engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah saja. Tidak. Kamu semua mesti masuk neraka. Hai, Malaikat, halaulah mereka ini kembali ke neraka. Letakkan di keraknya!”

    Semua menjadi pucat pasi tak berani berkata apa-apa lagi. Tahulah mereka sekarang apa jalan yang diridai Allah di dunia. Tapi Haji Saleh ingin juga kepastian apakah yang akan dikerjakannya di dunia itu salah atau benar. Tapi ia tak berani bertanya kepada Tuhan. Ia bertanya saja pada malaikat yang menggiring mereka itu.

    “Salahkah menurut pendapatmu, kalau kami, menyembah Tuhan di dunia?”, tanya Haji Saleh.

    “Tidak. Kesalahan engkau, karena engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. Kau takut masuk neraka, karena itu kau taat sembahyang. Tapi engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri, melupakan kehidupan anak istrimu sendiri, sehingga mereka itu kucar-kacir selamanya. Inilah kesalahanmu yang terbesar, terlalu egoistis. Padahal engkau di dunia berkaum, bersaudara semuanya, tapi engkau tak mempedulikan mereka sedikit pun”. 

    Demikianlah cerita Ajo Sidi yang kudengar dari Kakek. Cerita yang memurungkan Kakek. Dan besoknya, ketika aku mau turun rumah pagi-pagi, istriku berkata apa aku tak pergi menjenguk.

    “Siapa yang meninggal?” tanyaku kaget.

    “Kakek.”

    “Kakek?”

    “Ya. Tadi subuh Kakek kedapatan mati di suraunya dalam keadaan yang mengerikan sekali. Ia menggorok lehernya dengan pisau cukur.”

    “Astaga! Ajo Sidi punya gara-gara”, kataku seraya cepat-cepat meninggalkan istriku yang tercengang-cengang.

    Aku cari Ajo Sidi ke rumahnya. Tapi aku berjumpa dengan istrinya saja. Lalu aku tanya dia.

    “Ia sudah pergi”, jawab istri Ajo Sidi.

    “Tidak ia tahu Kakek meninggal?”

    “Sudah. Dan ia meninggalkan pesan agar dibelikan kain kafan buat Kakek tujuh lapis”

    “Dan sekarang”, tanyaku kehilangan akal sungguh mendengar segala peristiwa oleh perbuatan Ajo Sidi yang tidak sedikit pun bertanggung jawab, “dan sekarang ke mana dia?”

    “Kerja.”

    “Kerja?”, tanyaku mengulangi hampa.

    “Ya, dia pergi kerja.”

    Struktur Kebahasaan Cerpen Robohnya Surau Kami

    Struktur atau kaidah kebahasaan merupakan sebuah kaidah yang melekat dalam suatu karya sastra, tak terkecuali cerpen. Dalam cerpen Robohnya Surau Kami terdapat beberapa struktur kebahasaan, antara lain: 

    1. Majas

    Cerpen ini mengandung beberapa majas, yakni majas alegori dan majas sinisme. Majas alegori adalah majas yang menjelaskan suatu kejadian menggunakan penggambaran atau kiasan. Cerpen Robohnya Surau Kami menggunakan majas parabel dimana majas ini masih termasuk majas alegori.

    Jika dilihat lamat-lamat, jumlah majas ini yang cukup banyak, bahkan dominan. Ini karena gaya bahasanya mengandung narasi ajaran agama, moral, ataupun suatu kebenaran umum menggunakan perumpamaan. 

    Misalnya pada bagian saat kakek bercerita perkataan Ajo Sidi tentang akhirat. Tuhan akan memeriksa orang-orang yang sudah meninggal untuk diadili. Para malaikat bertugas untuk memeriksa dosa dan pahala setiap manusia dalam jumlah yang sangat banyak bagai tak habis-habisnya orang yang antre begitu panjangnya. 

    Selain itu, dalam cerpen ini juga mengandung majas hiperbola. Majas ini menggunakan kalimat yang berlebihan, misalnya dalam cerpen ini pada kalimat “Api neraka tiba-tiba menghawakan kehangatannya ke tubuh Haji Saleh”.

    Ada juga majas sinisme yang ada dalam cerpen karya A.A Navis ini. Majas ini berarti ungkapan sindiran atas kekesalan, kritik, maupun cemoohan. Majas ini terdapat pada bagian penjelasan sifat bodoh manusia zaman sekarang yang tidak mau menjaga apa yang sudah dimilikinya. 

    Kalimat tersebut bermaksud mengkritik masyarakat saat ini sekaligus mengingatkan serta menasihati untuk memelihara apa yang sudah dimiliki. Cara mengkritik seperti ini nyatanya berhasil menyentuh pembaca, buktinya cerpen ini masih terus dibicarakan hingga saat ini. 

    2. Ungkapan

    Selain majas, cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A Navis ini juga mengandung sebuah ungkapan. Ungkapan ini merupakan kata yang sudah menyatu dan maknanya tidak ditafsirkan dengan makna unsur pembentuknya. 

    Sebagai gambaran, ungkapan ini seperti buah tangan, tangan kanan, angkat tangan, dan buah hati. Kata-kata tersebut tidak dimaknai dari kata aslinya, namun mempunyai makna baru yang berbeda dengan kata aslinya.

    Misalnya saja kata angkat tangan, maknanya bukan angkat tangan dalam arti sebenarnya. Namun artinya adalah menyerah. Begitu juga dengan buah tangan yang bermakna oleh-oleh, buah hati bermakna anak kandung, dan tangan kanan adalah orang kepercayaan. 

    Nah, dalam cerpen Robohnya Surau Kami ini ditemukan sebuah ungkapan berbunyi “buah bibir.” Maksud dari buah bibir bukan berarti buah dari bibir, namun sesuatu yang sering dibicarakan atau diucapkan. 

    Kata ini terdapat pada ucapan Haji Saleh yang mengaku selalu menyebut nama Tuhan setiap harinya, dan selalu beribadah. Maka dari itu penulis cerpen menggunakan kata buah bibir.

    Sudah Tahu Cerpen Robohnya Surau Kami?

    Itulah sekilas tentang cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A Navis yang fenomenal di masyarakat. Banyak hal yang bisa didapatkan dari cerpen tersebut, selain struktur kebahasaannya yang menarik, juga ada pesan-pesan yang terkandung dalam cerpen. 

  • Resensi Novel Dear Nathan Karya Erisca Febriani, Paling Lengkap!

    Resensi Novel Dear Nathan Karya Erisca Febriani, Paling Lengkap!

    Selamat datang di resensi novel Dear Nathan karya Erisca Febriani. Novel romansa karya Erisca Febriani menjadi salah satu buku terlaris di Indonesia pada tahun 2015. Buku ini menceritakan kisah cinta yang diwarnai dengan kesedihan dan kekecewaan, namun diakhiri dengan kesetiaan dan kebahagiaan.

    Dalam artikel resensi novel Dear Nathan ini, kita akan membahas identitas, sinopsis, tokoh dan penokohan, sudut pandang, serta keunggulan dan kelemahan dari novel ini. Mari kita eksplorasi selengkapnya!

    Identitas Novel Dear Nathan

    Judul BukuDear Nathan
    PenulisErisca Febriani
    PenerbitPT Gramedia Pustaka Utama
    Tahun Terbit2015
    Jumlah Halaman528
    GenreDrama, Romance, Coming-of-Age, Fiction
    BahasaBahasa Indonesia

    Pada resensi novel Dear Nathan ini, pertama-tama, mari kita mengenal identitas dari novel Dear Nathan. “Dear Nathan” adalah sebuah novel yang ditulis oleh Erisca Febriani dan diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2015. 

    Novel ini memiliki 528 halaman dan masuk ke dalam genre Drama, Romance, Coming-of-Age, dan Fiction. Novel ini ditulis dalam Bahasa Indonesia dan menceritakan tentang seorang gadis remaja bernama Salma yang menuliskan surat-surat untuk Nathan.

    Nathan adalah seorang cowok populer di sekolahnya yang memiliki kekasih. Sedangkan Salma adalah seorang gadis pendiam yang tidak memiliki teman, dan surat-surat yang ditulisnya untuk Nathan adalah tempat dimana Salma dapat mengekspresikan perasaannya tanpa takut dihakimi oleh orang lain.

    Novel Dear Nathan awalnya dibuat oleh Erisca Febriani dalam bentuk Wattpad yang kemudian terkenal dan diadaptasi menjadi film pada tahun 2017. Dalam novel ini, Erisca berhasil menggambarkan konflik batin remaja dengan sangat jelas dan mendalam. 

    Novel ini menceritakan tentang masa-masa indah yang penuh warna, persahabatan, pelajaran hidup, dan pentingnya menghargai perasaan.

    Cerita dimulai dengan keterlambatan Salma Alvira dalam mengikuti upacara pertama di sekolah barunya, dimana ia bertemu dengan seorang cowok yang membantunya menyusup lewat gerbang samping. 

    Setelah diselidiki, cowok tersebut ternyata bernama Nathan, seorang murid nakal yang sering menjadi bahan gosip di sekolah. Terjadilah beberapa kejadian yang justru membuat Salma semakin dekat dengan Nathan. 

    Meskipun memiliki kepribadian yang sangat berbeda, seperti langit dan bumi, mereka saling melengkapi satu sama lain.

    Novel ini juga berhasil menggambarkan kompleksitas hubungan antara remaja dengan keluarga, teman, dan lingkungan sekitarnya dengan sangat akurat. Novel Dear Nathan telah terjual lebih dari 100.000 eksemplar di Indonesia, menunjukkan betapa besarnya pengaruh dari karya ini bagi masyarakat Indonesia.

    Selain itu, terdapat beberapa fakta menarik mengenai novel ini yang patut diperhatikan. Pertama, novel Dear Nathan menjadi debut dari penulisnya, Erisca Febriani. Karyanya ini sukses meraih perhatian masyarakat pecinta sastra di Indonesia dan bahkan diadaptasi menjadi film pada tahun 2017.

    Kedua, novel ini memenangkan penghargaan dalam sayembara menulis novel remaja yang diadakan oleh penerbit GagasMedia. Hal ini menunjukkan kualitas dari karya Erisca Febriani yang memang pantas diapresiasi.

    Ketiga, tema yang diangkat dalam novel ini cukup relatable bagi para remaja. Dalam novel ini, Erisca Febriani berhasil menangkap perasaan cinta dan rindu yang dialami oleh remaja, serta memberikan pesan moral yang dapat diambil oleh pembaca dari berbagai kalangan.

    Secara keseluruhan, Dear Nathan adalah novel yang memiliki identitas unik dengan tema dan karakter yang kuat. Fakta-fakta menarik tentang novel ini juga menunjukkan kualitas dari karya Erisca Febriani sebagai penulis muda berbakat.

    Tokoh dan Penokohan dalam Novel Dear Nathan

    Dalam novel Dear Nathan, terdapat beberapa karakter utama yang sangat menarik untuk dianalisis. Beberapa tokoh utama dalam novel ini antara lain:

    1. Nathan

    Nathan adalah karakter utama dalam novel ini. Meskipun ia terkenal sebagai murid SMA Garuda yang terkenal badung, Nathan memiliki hati yang baik dan sering menolong teman-temannya. 

    Ia suka merokok dan sering melanggar aturan, tetapi ia tidak playboy dan penyayang. Nathan juga terkenal ganteng dan mudah tersenyum, membuat banyak perempuan tertarik padanya.

    2. Salma Alvira

    Salma adalah murid baru yang pindah dari SMA Bandung. Ia dikenal sebagai murid yang baik, pintar, dan sederhana, tetapi mudah tertipu oleh anak-anak lainnya. 

    Meskipun demikian, Salma memiliki hati yang baik dan sering membantu teman-temannya. Ia dekat dengan Orlin, sahabatnya yang tomboy, dan Afifah, yang memiliki hobi makan.

    3. Orlin

    Orlin adalah sahabat terdekat Salma yang tomboy dan sering membantu Salma menyelesaikan masalahnya. Ia memiliki kepribadian yang kuat dan tidak takut mengambil resiko. Orlin juga dikenal sebagai murid yang cerdas dan jujur.

    4. Ucup

    Ucup adalah murid paling lugu dan pintar di kelas X2 yang hobi membaca buku Biologi. Meskipun ia sering diolok-olok oleh teman-temannya karena sifatnya yang lugu, Ucup memiliki semangat belajar yang tinggi dan selalu berusaha untuk menjadi lebih baik.

    5. Jaya

    Jaya adalah murid yang hampir sama dengan Nathan. Namun, ia suka genit dengan perempuan dan sering pemalas. Jaya juga dikenal sebagai biang keributan di kelas X2. Namun, ia memiliki hati yang baik dan sering membantu teman-temannya ketika mereka dalam masalah.

    6. Afifah

    Afifah adalah teman dekat Salma yang memiliki hobi makan. Ia merupakan karakter yang baik dan selalu siap membantu teman-temannya. Meskipun ia tidak terlalu cerdas, Afifah memiliki hati yang besar dan tidak pernah menghakimi orang lain.

    7. Rahma

    Rahma adalah murid yang blak-blakan atas kondisi seseorang dan juga berteman baik dengan Salma dan Orlin. Meskipun ia terkenal sebagai murid yang cerewet, Rahma memiliki hati yang baik dan selalu membela teman-temannya ketika mereka dihakimi oleh orang lain.

    8. Meysha

    Meysha adalah murid yang perhatian terhadap kondisi teman-temannya, tetapi sifat nyinyirnya terkadang membuat muak oleh teman-temannya. Meskipun demikian, Meysha memiliki hati yang baik dan selalu siap membantu teman-temannya ketika mereka dalam masalah.

    9. Melody

    Melody adalah seorang gadis yang sangat ambisius dan memperlihatkan sikap egois dalam persahabatan.

    10. Robi

    Robi adalah sahabat dekat Nathan yang memiliki watak agak gemulai dan tubuh yang gemuk. Kendati demikian, Robi memiliki hati yang baik dan selalu siap membantu teman-temannya ketika mereka membutuhkannya, terutama Nathan. 

    Karakter-karakter di atas merupakan tokoh-tokoh penting yang ada dalam novel Dear Nathan. Masing-masing karakter memiliki peran dan pengaruh yang berbeda dalam cerita. Dengan perpaduan karakter-karakter yang beragam ini, membuat cerita menjadi semakin menarik untuk diikuti.

    Sinopsis Novel Dear Nathan

    Sinopsis adalah bagian utama dari resensi novel Dear Nathan. Novel ini merupakan karya adaptasi dari cerita di Wattpad yang dibuat oleh Erisca Febriani. Setelah berhasil dengan lebih dari 30 juta kali pembacaan di Wattpad, kisah ini diadaptasi menjadi film dengan fokus pada plot kisah cinta Nathan dan Salma.

    Novel ini mengisahkan kehidupan anak-anak SMA Garuda di Jakarta yang berbeda dari kehidupan anak SMA di sekolah lainnya. Karakter-karakter utama dalam cerita ini meliputi Salma, Nathan, Jaya, Olin, Ucup, Afifah, Rahma, Meysha, dan beberapa anak lainnya. 

    Penulis menceritakan dari sudut pandang orang ketiga, dengan fokus pada kisah cinta Nathan dan Salma.

    Salma adalah murid baru di SMA Garuda. Pada hari pertamanya, Salma yang selalu dikenal sebagai siswa yang disiplin justru terlambat masuk sekolah. Kejadian tersebut memperkenalkannya pada Nathan, seorang murid yang dikenal sebagai berandalan nakal dengan hobi berkelahi.

    Mereka terjebak dalam kisah cinta manis yang sering terjadi di antara siswa SMA. Setiap tokoh dalam cerita ini memiliki karakter yang kuat dan mencerminkan kenakalan remaja SMA yang bebas. 

    Salma, yang tenang dan rajin namun bisa bersosialisasi dengan baik dengan teman-temannya yang berandalan, memiliki sahabat terdekat bernama Olin yang selalu membantunya dalam menangani berbagai macam masalah.

    Suatu hari, Salma, seorang murid pindahan dari SMA Bandung, mengalami keterlambatan saat tiba di sekolah. Pada saat itu, ia bertemu dengan Nathan, seorang cowok bad boy yang dikenal suka datang terlambat ke sekolah. Meskipun demikian, mereka tidak terlalu memperhatikan satu sama lain pada saat itu.

    Namun, pada kesempatan-kesempatan berikutnya, Salma dan Nathan sering dipertemukan. Ketika mereka semakin sering berinteraksi, benih-benih asmara mulai tumbuh di hati Salma dan Nathan. Namun, Salma tidak ingin terburu-buru dalam menjalin hubungan asmara dan memilih untuk menepis perasaannya tersebut.

    Nathan tiba-tiba memiliki nomor ponsel Salma dan ternyata memiliki rasa yang sama terhadap Salma. Meskipun pada awalnya Salma menunjukkan sikap selektif dan memilih untuk menjauhi Nathan, Nathan justru terus berusaha mendekatinya dengan berbagai cara.

    Dengan melihat kerja keras dan kebaikan hati Nathan, Salma akhirnya mulai memandangnya dengan mata yang berbeda dan membuka hatinya untuk Nathan. 

    Meskipun Salma sebelumnya dikenal sebagai murid yang rajin dan aktif di organisasi sekolah, dirinya bisa jatuh cinta pada Nathan yang memiliki sifat yang sangat berbeda dengannya. Namun, keberanian Salma dalam membuka hatinya untuk Nathan tidak selalu berbuah manis. 

    Dia sering mendapat tekanan dari siswi-siswi SMA Garuda, khususnya dari para siswi kelas sebelas dan dua belas yang diam-diam menyukai Nathan. Perbincangan tidak sedap dari mereka membuat Salma menjadi malas dan merasa terbebani.

    Namun, setelah Salma dan Nathan semakin dekat, Nathan tiba-tiba pergi ke perpustakaan demi perintah guru kelasnya. Karena Nathan mengalami kesulitan mencari buku yang ia butuhkan, Salma yang kebetulan hobi membaca di perpustakaan, tentu saja membantunya dengan sukarela.

    Dari situ, hubungan Salma dan Nathan semakin erat, dan kisah asmara mereka pun berlanjut dengan penuh kehangatan dan keindahan. Meskipun tidak selalu mulus, mereka tetap berjuang untuk mempertahankan hubungan mereka dan menjadi pasangan yang bahagia.

    Salma mulai mencoba untuk membantu Nathan mengubah perilakunya yang buruk. Nathan, demi Salma, berjanji untuk berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik. Mereka menjalani masa-masa pacaran seperti remaja SMA pada umumnya.

    Namun, hubungan Salma dan Nathan tidak selalu mulus. Ada banyak masalah yang menghadang mereka, mulai dari mantan pacar Nathan yang masih mencintainya, hingga masalah masa lalu Nathan dengan keluarganya. 

    Mereka seringkali mengalami perpisahan dan kembali bersama, hingga akhirnya suatu hari Salma merasa cukup dan memutuskan untuk meninggalkan Nathan setelah menemukannya bersama mantan pacarnya di rumah.

    Tidak hanya itu, Nathan juga memiliki masalah keluarga yang cukup pelik. Ibunya mengalami gangguan jiwa sejak saudara kembar Nathan, Daniel, meninggal beberapa tahun yang lalu dalam sebuah perkelahian yang melibatkan Nathan. 

    Padahal, Daniel adalah anak kesayangan ibu mereka karena ia selalu menjadi anak yang baik dan patuh. Akibatnya, sang ibu harus dirawat di rumah sakit jiwa. Setiap kali Nathan menjenguk ibunya, sang ibu selalu mengira bahwa Nathan adalah Daniel. 

    Meskipun menyedihkan, Nathan tetap berpura-pura menjadi Daniel agar ia bisa tetap menemui ibunya, karena ibunya sangat membenci Nathan yang dianggapnya sebagai penyebab Daniel meninggal.

    Ditambah lagi, ayahnya memutuskan untuk meninggalkan keluarga dan menikah lagi dengan wanita lain. Dengan adanya banyak sekali masalah yang terjadi dan membuatnya terpuruk, Nathan memilih untuk pergi dari rumah dan bolos sekolah selama berhari-hari. 

    Namun, di tengah semua masalah yang dihadapi, Nathan mendapatkan dukungan dari Salma yang masih mencintainya. Salma berusaha untuk memahami kondisi Nathan dan membantunya mengatasi semua permasalahan yang sedang dihadapinya. 

    Dengan dukungan Salma, Nathan mulai berusaha untuk merubah sifat buruknya dan memperbaiki hubungannya dengan keluarganya. Nathan menyadari bahwa ia harus menghadapi masa lalunya dan berdamai dengan perasaan bersalahnya pada ibu dan saudara kembarnya. 

    Ia juga berusaha untuk berdamai dengan mantan pacarnya dan mencari jalan keluar dari semua masalah yang sedang dihadapinya. Meskipun sulit, Nathan tidak menyerah dan terus berjuang.

    Akhirnya, setelah melewati berbagai rintangan, Nathan dan Salma mencoba untuk kembali bersama dan saling menerima satu sama lain. Hubungan mereka diwarnai dengan banyak masalah. 

    Namun, dengan dukungan dan kepercayaan satu sama lain, mereka berhasil melewati masa-masa sulit tersebut dan menemukan kebahagiaan bersama.

    Sudut Pandang dalam Novel Dear Nathan

    Sudut pandang dalam sebuah novel adalah cara penulis menghadirkan cerita yang ingin disampaikan ke pembaca. 

    Erisca Febriani menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu, sudut pandang yang menceritakan cerita dari sudut pandang narator yang bukan karakter dalam cerita. Sudut pandang ini juga mengetahui segala hal yang terjadi pada semua karakter dalam cerita.

    Dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu, Erisca Febriani dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai perasaan dan pikiran dari semua karakter dalam novel Dear Nathan. 

    Pembaca dapat merasakan emosi dan pemikiran dari karakter-karakter tersebut dengan lebih jelas, karena narator mampu memberikan pandangan dari berbagai sudut pandang.

    Namun, kekurangan dari penggunaan sudut pandang orang ketiga serba tahu adalah kurangnya pendalaman dalam karakterisasi. Pembaca mungkin tidak dapat memahami karakter dengan begitu detail, karena penggambarannya masih cenderung umum. 

    Selain itu, karena narator tidak berada di dalam cerita, terkadang ada informasi yang terlewatkan atau tidak diungkapkan dengan jelas, yang membuat pembaca harus mengisinya dengan interpretasi mereka sendiri.

    Meskipun demikian, penggunaan sudut pandang orang ketiga serba tahu dalam novel Dear Nathan cukup berhasil. Faktanya, Erisca Febriani mampu memberikan kesan bahwa pembaca dapat mengetahui semua hal yang terjadi dalam cerita. 

    Keunggulan tersebut dapat membuat pembaca lebih terlibat dalam cerita dan dapat memahami setiap peristiwa dalam novel secara lebih utuh.

    Tema dan Alur Novel Dear Nathan

    Berikut adalah penjelasan tentang tema dan alur novel karya ini. 

    Tema

    Tema utama yang diangkat dalam novel ini adalah tentang cinta dan perjuangan. Tentang bagaimana seseorang bisa bertahan dan memperjuangkan cinta sejatinya, dan bertahan dalam hidupnya meskipun dihadapkan pada berbagai masalah dan rintangan.

    Alur

    Jenis alur dalam novel Dear Nathan adalah alur gabungan atau biasa disebut juga sebagai alur maju mundur atau alur campuran. Alur gabungan ini menggabungkan alur maju dan mundur dalam satu cerita. 

    Dimana bagian awal cerita menceritakan kisah cinta antara Nathan dan Salma di masa sekarang yang disajikan dengan alur maju. Sedangkan bagian selanjutnya menceritakan kisah cinta Nathan dan Salma di masa lalu dengan alur mundur.

    Dalam bagian cerita yang disajikan dengan alur maju, pembaca disuguhkan dengan kisah cinta Nathan dan Salma yang sudah terjalin. Keduanya berpacaran dengan segala keunikan dan keunikan masing-masing, baik itu dalam sisi karakter maupun latar belakang kehidupan mereka.

    Sedangkan dalam bagian cerita yang disajikan dengan alur mundur, pembaca dihadapkan dengan kisah cinta Nathan dan Salma yang berawal dari pertemuan mereka yang tidak sengaja di sekolah dan saat di perpustakaan. 

    Kisah cinta ini dimulai dengan perkenalan Nathan dan Salma, perjalanan cinta mereka hingga masalah-masalah yang mereka hadapi. Dengan adanya alur gabungan ini, pembaca akan dibawa ke dalam cerita dengan cara yang lebih dinamis dan menarik.

    Selain itu, alur gabungan juga memungkinkan pembaca untuk lebih memahami karakter-karakter dalam cerita dengan lebih baik. Sebab, pembaca dapat melihat kejadian yang terjadi di masa lalu yang mempengaruhi kondisi dan tindakan karakter-karakter dalam masa sekarang.

    Keunggulan Novel Dear Nathan

    Bagian selanjutnya dari resensi novel Dear Nathan ini adalah bagian yang membahas mengenai keunggulan novel ini. Novel ini memiliki kelebihan yang patut diapresiasi, antara lain:

    1. Diangkat dari Kisah Nyata

    Cerita dalam novel ini 70% dari bagiannya diangkat dari kisah nyata, sehingga mampu memberikan gambaran yang jelas dan autentik tentang kehidupan remaja masa kini. 

    2. Ringan dan Mudah Dipahami

    Novel ini juga menawarkan cerita yang ringan dan mudah dipahami, sehingga bisa dinikmati oleh pembaca dari berbagai kalangan.

    3. Tokohnya Terkesan Hidup dan Kompleks

    Selain itu, tokoh-tokoh dalam novel Dear Nathan terasa sangat hidup dan kompleks. Penokohan yang kuat dan mendalam sera karakter-karakter yang muncul dalam cerita dipaparkan dengan jelas, membuat pembaca merasakan emosi dan perasaan yang sama dengan tokoh-tokoh tersebut. 

    Perkembangan beberapa karakter, termasuk Nathan pun juga dipaparkan dengan baik sehingga pembaca dapat melihat perkembangan karakternya dari awal hingga akhir cerita. 

    Tokoh-tokoh pendukung seperti orang tua Nathan, guru-guru, dan teman-teman sekolah juga memiliki peran penting dalam cerita dan dibuat dengan karakter yang unik dan kompleks.

    4. Terdapat Karakter yang Kontras dan Menambah Konflik

    Dengan latar belakang yang berbeda-beda, setiap tokoh memiliki karakteristik yang kuat dan mampu menghadirkan dinamika yang menarik dalam cerita. 

    Selain itu, Erisca Febriani juga menghadirkan karakter yang kontras seperti Melody, seorang gadis yang sangat ambisius dan memperlihatkan sikap egois dalam persahabatan, sehingga memunculkan konflik dalam cerita. 

    5. Penggunaan Sudut Pandang yang Menarik

    Sudut pandang narasi yang digunakan dalam novel ini juga menarik. Erisca Febriani memilih sudut pandang orang pertama untuk menceritakan kisah Dear Nathan sehingga membuat pembaca lebih terlibat dalam cerita. 

    Hal ini juga memungkinkan pembaca untuk merasakan emosi dan pengalaman tokoh utama dengan lebih intens.

    6. Bahasa yang Lugas dan Menarik

    Tidak hanya itu, penggunaan bahasa dalam novel Dear Nathan juga cukup menarik. Erisca Febriani menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan lugas sehingga memudahkan pembaca untuk memahami cerita tanpa perlu terbebani oleh bahasa yang rumit dan berat.

    7. Menyajikan Pesan Moral yang Penting dengan Cara yang Baik

    Terakhir, novel Dear Nathan juga berhasil menyajikan pesan moral yang penting. Contohnya, tentang pentingnya komunikasi dalam sebuah hubungan dan pentingnya menerima diri sendiri adalah beberapa dari pesan moral yang dihadirkan dalam novel ini. 

    Pesan-pesan moral ini disampaikan dengan cara yang tidak memaksa dan membiarkan pembaca mengambil kesimpulan sendiri.

    Secara keseluruhan, novel Dear Nathan memiliki kelebihan yang cukup menarik dan mampu membuat pembaca terlibat dalam cerita. Walau memiliki beberapa kelemahan yang akan dikupas di bawah ini, tetapi kelebihannya mampu mengimbanginya sehingga novel ini tetap patut untuk dibaca.

    Kekurangan Novel Dear Nathan

    Setiap karya sastra pasti memiliki kekurangan yang harus diakui. Begitu pula dengan novel Dear Nathan karya Erisca Febriani ini. Berikut beberapa kekurangan yang mungkin dapat ditemukan oleh pembaca:

    1. Narasi yang Berbelit-belit

    Pembaca mungkin akan merasa kebingungan saat membaca beberapa bagian cerita karena narasi yang berbelit-belit dan sulit dipahami.

    2. Keterlaluan dalam Membuat Drama

    Beberapa bagian cerita mungkin terlalu berlebihan dalam menciptakan drama, sehingga terkesan dipaksakan dan tidak alami.

    3. Beberapa Karakter Kurang Terdefinisi

    Meskipun banyak karakter yang ada dalam novel Dear Nathan, tetapi karakterisasi mereka tidak begitu kuat dan terasa dangkal. Beberapa karakter mungkin tidak terdefinisi dengan baik sehingga sulit untuk memahami sisi-sisi mereka yang lebih dalam.

    Selain itu, beberapa karakter tidak dikembangkan dengan baik, sehingga sulit untuk merasa terhubung atau terlibat emosional dengan mereka.

    4. Terlalu Banyak Konflik yang Dibahas

    Terdapat terlalu banyak konflik yang dibahas dalam cerita ini, seperti hubungan antara Nathan dan Salma, konflik keluarga, dan konflik di antara teman-teman mereka. Terkadang, terlalu banyak konflik dapat membuat cerita menjadi terpecah-pecah dan sulit diikuti.

    5. Plot yang Terkadang Bisa Diprediksi

    Plot dalam novel Dear Nathan terkadang bisa diprediksi oleh pembaca yang berpengalaman. Hal ini mungkin dikarenakan alur cerita yang agak klise, sehingga bagi pembaca yang sering membaca novel dengan plot serupa, mungkin bisa menebak jalan ceritanya sejak awal. 

    Meskipun demikian, kekurangan-kekurangan ini tidaklah signifikan jika dibandingkan dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh novel Dear Nathan. Secara keseluruhan, novel ini tetap menjadi karya sastra yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan pembaca.

    Sudah Paham Resensi Novel Dear Nathan? 

    Demikianlah kupasan tuntas resensi novel Dear Nathan karya Erisca Febriani yang lengkap dan mudah dipahami. Secara keseluruhan, novel karya Erisca Febriani ini adalah karya sastra yang layak untuk dibaca. 

    Cerita yang ringan, tokoh yang menarik, serta bahasa yang mudah dipahami membuat novel ini sangat cocok untuk dijadikan teman di waktu santai. Oleh karena itu, bagi pembaca yang sedang mencari novel yang dapat memberikan hiburan dan pelajaran, novel Dear Nathan dapat dipertimbangkan.

  • 10 Contoh Cerpen Motivasi, Dijamin Bikin Semangat Hidup

    10 Contoh Cerpen Motivasi, Dijamin Bikin Semangat Hidup

    Cerpen merupakan salah satu karya sastra yang cocok untuk hampir semua kalangan karena mengandung pesan dan motivasi untuk pembaca. Pada artikel ini akan dibahas 10 contoh cerpen motivasi yang bisa membuat semangat hidup.

    10 Contoh Cerpen Motivasi Penyemangat

    Berikut ini contoh cerpen motivasi yang bisa membantu untuk semangat dalam menjalani hidup.

    1. Idul Adha Bersama Teman

    Adapun contoh cerpen motivasi yang pertama yaitu tentang hari raya bersama teman, dengan isi sebagai berikut:

    Di sekolah, beberapa hari ini orang-orang sibuk membincangkan hari raya kurban. Menurut ustadzah, hari raya kurban merupakan hari raya pemotongan kambing, untuk itulah aku sangat menyukainya. 

    Karena hari ini adalah hari raya kurban, maka salah satu acara favorit yaitu saat ustadz menceritakan bagaimana hari raya kurban di masa lalu. 

    Ustadz bercerita bahwa dahulu Nabi Ibrahim As baru dikaruniai seorang anak saat sudah berumur. Namun saat sudah memiliki anak bernama ismail, Allah SWT datang melalui mimpi dan menyuruh beliau untuk menyembelih anaknya. Karena ketaatannya yang begitu besar pada Allah SWT, akhirnya beliau menceritakan mimpi tersebut pada anaknya.

    Jawaban mengejutkan datang dari Ismail. Dia bersedia untuk disembelih. Namun saat pisau tersebut menyentuh leher Ismail, yang disembelih langsung berubah menjadi kambing. Nah sejak saat itulah, hari raya kurban diperingati.

    Salah satu yang membuatku senang saat hari raya kurban adalah membeli kambing. Aku dan teman-teman menabung untuk membelinya bersama. 

    Saat hari raya, kamu akan pergi ke peternakan bersama.  Ada banyak sekali macam kambing disana. Kambing pemakan rumput dengan berbagai corak dan jenis berbeda. 

    Aku juga sangat senang saat mendengar suara kambing. Suara yang unik sekali menurutku.

    Kami memutuskan kembali ke sekolah setelah membeli kambing. Bahkan kambing ikut ke sekolah untuk disembelih besok. Saat kambing itu disembelih, aku hanya bisa menutup hidung. Ada darah dan bau yang menyengat. Namun aku tetap suka Hari Idul Adha. 

    2. Teman Baik

    Adapun isi dari contoh cerpen motivasi tentang teman baik ini adalah sebagai berikut.

    Meskipun berbeda kelas, Rina dan Dini sangat terkenal di sekolah. Mereka dikenal sebagai sahabat baik karena sering menghabiskan waktu bersama. Bahkan tidak ada yang meragukan persahabatan keduanya.

    Keduanya diketahui memiliki karakter yang berbeda. Walau begitu, tidak ada yang menghalangi kedekatan mereka. Rina adalah siswi yang pendiam sedangkan Dini adalah seorang yang narsis dan sering memamerkan barang-barang milik Rina. 

    Suatu hari, Rina terpilih menjadi salah satu pemenang lomba. Pada saat itu, setiap pemenang boleh memilih sendiri hadiah voucher belanja dengan nominal berbeda. 

    Adapun dari lima pemenang tersebut, Rina mendapat giliran keempat. Rina melihat ke arah ibu berpakaian lusuh yang akan mengambil hadiah berikutnya. Dia kemudian melihat voucher yang tersisa. 

    Ada dua pilihan disana yaitu voucher belanja dengan nominal paling rendah dan yang lebih tinggi dari salah satunya. Dia pun memilih yang paling rendah kemudian tersenyum pada ibu tersebut.

    Melihat hal itu, Dini langsung mengatai Rina bodoh. Dini pun kembali menguji Rina dengan memintanya memilih salah satu uang yang dia sodorkan. Rina lagi-lagi memilih nominal paling rendah.

    Keesokan harinya, Dini pun bercerita pada temannya. Dia mengatakan Rina bodoh dan mencoba membuktikannya pada teman-temannya. Dini memanggil Rina ke hadapan teman-temannya.

    “Hai, Rin, aku ada uang nganggur nih. Kamu pilih yang mana? Aku kasih buat kamu.” Dini menyodorkan uang Rp10.000,00 dan Rp20.000,00.

    Rina pun mengambil Rp10.000 dari Dini. Dini dan teman-temannya pun tertawa. Mereka mengatakan bahwa Rina bodoh. Kejadian ini tidak hanya terjadi satu kali. Teman Dini yang lain juga ikut-ikutan melakukan hal sama

    Rina tetap diam dipermalukan seperti itu. Setiap kali dipaksa untuk memilih, Dia akan memilih yang sama. Memilih uang dengan nominal yang paling rendah. Rina juga ikut tertawa ketika orang-orang menertawakannya.

    Hingga suatu hari Dini memamerkan kebodohan Rina pada Rifki. Salah seorang kakak kelas terpopuler di hadapan teman-teman kelasnya. Dini kembali menyodorkan uang. Kali ini bernominal Rp50.000,00 dan Rp100.000,00 kepada Rina.

    Lagi-lagi Rina memilih uang dengan nominal terendah. Semua orang tertawa. Namun Rifki tidak. Dia tertegun mengamati siapa sebenarnya yang dibodohi.

    “Lihat, kak. Teman baikku ini unik, kan?”, kata Dini sambil tertawa

    “Ya, dia memang unik dan cerdas. Jika saja Rina memilih uang dengan nominal tertinggi. Maka kalian tidak akan mau bermain dengannya, bukan? Cobalah kalian hitung. Berapa ratus ribu yang kalian keluarkan cuma-cuma?”, kata Rifki.

    Hingga akhirnya, Rina berhasil mendapatkan uang tak terduga. Meski harus menanggung rasa malu. Tapi dia berhasil mendapatkan tambahan penghasilan.

    3. Seperti Masih dalam Mimpi

    Contoh cerpen motivasi berikutnya yaitu kisah tentang anak dan ibunya, dengan isi cerpen sebagai berikut.

    Setelah ayahnya meninggal, Rendi hidup berdua dengan ibunya. Ibunya bekerja sebagai penjual kue keliling sehingga hidupnya memang pas-pasan. 

    Adapun karena semangat belajar yang tinggi. Dia ingin lanjut ke perguruan tinggi setelah lulus SMA. Tetapi karena kondisi ekonominya, dia merasa mustahil untuk lanjut ke universitas terbaik.

    Hingga suatu hari, dia melihat selembar kertas beasiswa di ruang guru. Dia melihat nominalnya dan memang sangat besar. Namun tentunya harus lolos tes. 

    Melihat hal itu, Rendi langsung yakin jika tesnya pasti susah dan persaingannya juga banyak. Namun dia tetap tidak menyerah. Dia terus berusaha belajar untuk mengikuti ujian seleksi. Hingga akhirnya dia berhasil lolos. 

    Bahkan dia termasuk salah satu calon mahasiswa terbaik. Dia sangat senang dan masih tidak percaya. Akhirnya mimpinya berhasil.

    4. Tidak Semua Seberuntung Kita

    Adapun contoh cerpen motivasi untuk membuat lebih semangat lagi yaitu:

    Ibu mengajakku ke pasar tradisional yang terletak di perempatan tidak jauh dari rumah, hari ini. Aku memanaskan motor dan mengisi bensin di warung sebelah sebelum menuju ke pasar. Aku melihat ibu sudah bersiap untuk berangkat juga dengan gamis kesayangannya. 

    Sesampainya kita di pasar, aku tersentuh saat melihat seorang pengemis di samping tempat parkir. Dia berdiri sambil memegang buku bertuliskan “Belajar Menulis dan Membaca”. 

    Air mataku sontak saja langsung mengalir perlahan karena menyaksikannya. Aku menyadari satu hal bahwa banyak orang di luar sana yang tidak seberuntung kita. 

    Aku berinisiatif memberikan makanan dan beberapa buku pembelajaran untuknya. Saat ibu masih berbelanja, aku langsung bergegas membeli beberapa jenis makanan dan buku bacaan untuknya. 

    Aku berinisiatif mengajak anak tersebut mengobrol. Dia pun menyambut ajakanku. Adapun di tengah obrolan tersebut, aku melihat ibu sudah sampai di parkiran. Aku pun pamit dan dia berterima kasih kepadanya. 

    “Bu, udah lama…?”, tanyaku.

    “Belum. Kamu dari mana aja tadi…?”, tanya ibu penasaran.

    “Dari situ, bu….”, ucapku sambil menunjuk ke arah anak tersebut.

    “Aku memberikannya makanan dan buku. Aku sangat kasihan dengannya. Dia kurang beruntung baik dari segi ekonomi maupun pendidikan”, sambungku.

    “Bagus, akhirnya kamu menyadarinya. Dunia setiap orang berbeda. Untuk itulah harus selalu disyukuri setiap manusia”, tuntas ibu.

    5. Menolong Orang

    Adapun contoh cerpen motivasi untuk menolong orang adalah sebagai berikut.

    Hari minggu sehabis mencuci mobil, ibu mengajakku ke sebuah pasar yang letaknya kira-kira sekitar 1 km dari rumah.

    “Lay, besok pagi temani ibu ke pasar, ya. Besok kamu libur sekolah, kan. Bapakmu pengen dimasakin sayur buncis dan ikan asin..”, ucap ibu.

    “Baik bu..”, jawabku.

    Keesokan harinya, pagi-pagi sekali aku sudah memanaskan motor. Selang beberapa lama, ibu keluar sambil membawa ranjang belanjaannya. 

    Sesampainya kami di pasar tersebut, ibu langsung turun dan aku memilih untuk menunggu di parkiran. 

    Dari kejauhan aku bisa melihat seorang ibu-ibu tengah menggendong anaknya.  Berjalan tertatih sambil membawa beberapa barang belanjaannya. Dia berusaha untuk menyebrang, tapi sepertinya dia takut hingga tidak kunjung menyebrang beberapa menit lamanya. 

    Sontak saja aku langsung mendekatinya, berniat ingin membantu. 

    “Ibu, mau kemana?”, tanyaku.

    “Mau kesana, nak”, ucap ibu tersebut sambil menunjuk sebuah becak yang tidak jauh dari tempat kami berada. 

    Aku pun langsung mengangguk, kemudian membantu ibu tersebut menyebrang jalan. Aku berusaha melambaikan tanganku di depan agar orang-orang bisa berkendara lebih pelan. 

    “Terima kasih, nak”, ucapnya penuh terima kasih. Aku membalas dengan senyum dan anggukan. 

    “Ternyata begini rasanya membantu orang. Bahagia yang tidak tergambarkan”, batinku saat itu. 

    Aku pun langsung kembali ke parkiran. 

    “Bu. udah lama..?”, tanyaku saat melihat ibu. 

    “Sudah. Kamu dari mana aja tadi..?”, tanya ibu penasaran.

    “Dari situ bu..”, ucapku sambil menunjuk ke arah ibu-ibu tadi.

    “Aku membantunya menyeberang..”, ucapku.

    “Bagus. Anak ibu memang sangat baik. Kita sebaiknya harus saling membantu dalam hal sekecil apapun”, ucap ibu.

    “Iya, bu”, tuturku. Kemudian kami langsung pulang rumah.

    6. Rezeki Orang dalam Rezeki Kita

    Adapun contoh cerpen penuh motivasi tentang rezeki adalah sebagai berikut. 

    Aku bekerja di salah satu minimarket di Kota Tangerang Selatan bersama Iwan rekan dari daerah yang sama. 

    Sehari-hari orang memanggilku Rendi. Aku dan Iwan tinggal satu kos yang letaknya cukup dekat dari tempat bekerja. Hampir semua waktu kami habiskan bersama, namun satu hal yang masih tidak habis aku pikir dari dia yaitu uangnya selalu habis. 

    Jadi ceritanya begini, setiap selesai gajian di awal bulan, aku dan dia sama-sama mengirim uang ke kampung. Tetapi baru berjarak seminggu, dia akan selalu terlihat seakan-akan kehabisan uang. 

    Padahal gajiku dengan dia selalu sama, namun entah kenapa uangnya selalu habis. Memang dia tidak menunjukkannya, namun jika dilihat dari berbagai sudut pandang, memang itulah yang terjadi. 

    Tentu saja aku penasaran karena kejadian ini tidak terjadi hanya sekali. Melainkan berulang kali dan hampir setiap bulannya. Hingga akhirnya aku memberanikan diri bertanya sehabis pulang sholat magrib dari musholla. 

    “Wan, aku boleh nanya sesuatu..?”, ucapku.

    “Ooh, boleh Ren. Ada apa ya..?”, balasnya.

    “Gini loh, Ren. Aku liat kok kamu selalu kehabisan uang. Kenapa, ya? Padahal aku lihat aku jauh lebih boros loh..”, tanyaku.

    “Oh, iya ren. Sebagian uang aku tempatkan di suatu tempat.. hehe..”, jawabnya sembari tertawa.

    Dari jawabannya tersebut, aku langsung beranggapan bahwa dia menabung, investasi, atau berjudi. Untuk itulah, sejak hari itu, aku tidak pernah mempermasalahkannya lagi. 

    Bulan berikutnya, aku tidak sengaja mengikutinya yang keluar dari kos. Hingga sampai di sebuah perempatan yang berjarak sekitar 100 meter dari kos. 

    Aku melihat seorang ibu-ibu pengemis yang sudah tua renta duduk tak berdaya di pinggiran trotoar. Lalu aku melihat Irwan mendekati ibu tersebut, kemudian memberikan amplop.

    Aku sedikit kaget, lalu mendekati ibu tersebut dan bertanya. Tentunya aku melakukannya setelah Iwan pergi.

    “Bu, mohon maaf. Itu amplop yang dikasih pemuda itu apa ya bu..?”, tanyaku.

    “Oh, ini nak. Amplop ini sedikit rezeki yang berisi uang. Pemuda itu selalu memberikan pada ibu setiap bulannya..”, jawab ibu tersebut.

    Setelah berbincang lama, aku memutuskan pulang ke kos-kosan. Ternyata Iwan sudah sampai duluan. Aku pun mengajaknya mengobrol.

    “Wan, aku minta maaf ya”, kataku.

    “Loh, minta maaf untuk apa, Ren?”, tanyanya penuh penasaran.

    “Kemarin saat aku tanya soal uang kamu itu, aku beranggapan bahwa kamu bermain judi. Ternyata setelah aku mengikutimu tadi. Kamu bersedekah kepada orang yang membutuhkan. Aku sudah salah sangka sama kamu”, ucapku.

    Iwan hanya tersenyum dan membalas ucapanku.

    “Ren, setiap rezeki yang kita peroleh, ada hak orang lain di dalamnya yaitu orang yang juga lebih membutuhkan dari kita. Selain itu, kita harus membantu sesama juga. Karena tidak semua orang seberuntung kita”, ucap Iwan sembari tersenyum.

    Mendengar ungkapan Iwan tersebut, aku termenung sejenak. Benar yang Iwan katakan.

    Di gajian bulan berikutnya, aku mulai melakukan yang sama. Aku membiasakan diri untuk bersedekah. Sahabatku tersebut sudah memotivasiku untuk melakukannya setiap habis gajian.

    7. Merawat Ibu Sejak Usia 3 Tahun

    Contoh cerpen motivasi selanjutnya yaitu tentang merawat ibu. Adapun isinya yaitu:

    Ada seorang anak perempuan bernama Qianqian di China. Di saat umurnya yang masih 3 tahunan, dia rela mengorbankan masa kanak-kanaknya demi merawat ibunya yang lumpuh akibat tabrak lari. 

    Disaat anak-anak seusianya sedang bermain, dia menghabiskan waktu untuk merawat ibunya yang tidak bisa berjalan. Mungkin kita bertanya, kemana ayahnya?

    Ayahnya telah bercerai dengan ibunya. Entahlah saat ini ayahnya sedang berada dimana. Kakek dan neneknya pun sudah tiada. 

    Setiap harinya, dia akan mengambil makanan dan minuman, bahkan membuang kotoran ibunya. Layaknya orang dewasa, dia merawat ibunya.

    Melihat hal itu, Wang Huixian selaku ibunya selalu menangis saat melihat putrinya. Di tengah kesusahan mereka, ada seseorang yang merekam dan menguploadnya di media sosial. Video tersebut pun mendapatkan banyak respons positif dari warganet. Mereka bersama-sama menggalang dana dan mengumpulkan donasi. 

    Dana tersebut pun akhirnya mereka gunakan untuk biaya operasi Wang Huixian. Qianqian dan ibunya begitu bersyukur karena masih ada banyak orang baik di dunia ini.  

    8. Motivasi dari Manajer

    Adapun contoh cerpen motivasi selanjutnya yaitu tentang motivasi dari seorang manajer. 

    Cuaca begitu cerah pada Senin pagi ini. Sang Surya seperti sedang menghangatkan manusia di muka bumi ini. Aku langsung terbangun dan mempersiapkan diri. 

    Aku berangkat kerja, tepat pada pukul 06.30 dengan meminta izin dan doa kepada ibu dan bapak. Doa untuk selalu diberikan kesehatan dan keselamatan selama bekerja. Karena memang restu Allah SWT ada pada restu kedua orang tua

    “Bu, pak. Aku berangkat kerja dulu, ya. Assalamualaikum”, izinku.

    “Iya nak. Hati-hati, ya.. Wassalamualaikum”, jawab ibu dan bapak. Lalu aku cium kedua tangan mereka.

    Di tempat kerja, Senin pagi merupakan waktu briefing dengan seluruh lapisan atasan. Kami membicarakan progres yang terjadi setiap minggunya. Biasanya kami akan kumpul di halaman kantor.

    Umumnya manager dan asistennya akan memberikan kata-kata motivasi kepada seluruh karyawannya. Ini bertujuan agar kami bisa bekerja dengan hati, cinta, dan penuh semangat. 

    “Selamat pagi rekan-rekan semua”, ucap manager.

    “Selamat pagi, pak”, balas kami.

    “Rekan-rekan semua. Di pagi yang cerah ini, seperti biasa saya akan memberi sedikit amanat. Amanat tentang prosedur kerja seluruh divisi di perusahaan ini”, ucap manager.

    “Saya sangat berharap, kita semua di sini bisa bekerja dengan baik, penuh kesungguhan, dan semangat. Jangan lupa juga, tetap utamakan kesehatan dan keselamatan saat bekerja.”

    “Kita semua harus menyadari, betapa banyaknya di luar sana orang-orang yang tidak seberuntung kita. Susah payah dalam mencari kerja. Tapi hasilnya tidak ada.”

    “Untuk itu, tetap utamakan kualitas diri. Terutama mengabdi, jujur, dan amanah dalam menjalani tugas di perusahaan ini.”

    “Tetaplah bekerja dengan team, singkirkan ego dan keegoisan. Jangan hanya mementingkan kehendak sendiri dan junjung tinggi kerjasama antar karyawan”, ucap manager.

    Kami mendengarkan setiap pesan dari manager. Apa yang dibicarakan manager memang benar adanya.  Di luar sana masih banyak para job seeker.  Banting tulang siang malam untuk mendapatkan kerja. Jadi aku harus bersyukur dengan diriku yang sekarang. 

    Sebelum briefing selesai, semua karyawan berdoa bersama. Kami meminta perlindungan dan keselamatan kepada Allah Ta’ala. Dengan tujuan agar selalu diberi kesehatan dan semua berjalan lancar dalam melakukan aktivitas pekerjaan ini.

    9. Tupai dan Semut Hitam

    Contoh cerpen motivasi berikutnya tentang tupai dan semut hitam. Adapun isinya sebagai berikut. 

    Pada zaman dahulu, ada sebuah kota kecil dengan bentangan sawah yang cukup luas. Tepat di tepi sawah tersebut, duduk seorang petani sendirian. Petani duduk sambil melihat sawah yang luasnya tidak seberapa dengan ladang miliknya.

    Dia menanam pohon rambutan, sirsak, dan mangga di ladang tersebut. Hatinya akan terasa sangat senang saat melihat buah-buah yang sudah mulai matang. 

    Terkadang dia akan menghitung berapa banyak buah dan keuntungan yang akan dia dapat.  Tetapi tiba-tiba petani melihat seekor tupai hendak loncat dari satu pohon ke pohon lainnya.

    Dia tampak sedih karena berpikir bahwa tupai tersebut akan merusak buah-buahnya. Namun ternyata ada banyak sekali semut hitam di pohon tersebut. Semut-semut tersebut berhasil mengusir tupai.

    Semut-semut hitam tersebut berbaris. Baris dari akar pohon yang paling bawah sampai yang paling atas. Melihat hal itu, tupai tersebut lari dan meninggalkan pohon sasarannya.

    Konon katanya semut hitam adalah musuh bebuyutan tupai. Walaupun ukuran semut yang kecil namun karena jumlah yang banyak dan kekompakannya membuat tupai tidak berani dengan semut hitam.

    Petani yang penasaran kenapa tupai tersebut pergi, langsung saja mendekati ladangnya. Padahal dia sangat yakin jika tupai adalah hewan lincah yang susah untuk ditangkap petani dan tentunya paling sering mengganggu ladang. 

    Petani berdiam sebentar sambil mengamati sekeliling ladang mencoba mencari tahu penyebab tupai tersebut pergi. Dia pun mendekati salah satu dari pohon tujuan dari tupai tadi. Dia melihat banyak semut yang berbaris di sana.

    Saat itu juga, petani langsung sangat bersyukur karena mendapati semut hitam disana. Dia sangat yakin jika semut hitam tersebutlah yang berhasil mengusir hama tupai dari ladangnya. 

    Kisah ini pun mengatakan pada sebuah peribahasa yaitu sepandai-pandainya tupai meloncat, pasti akan jatuh juga atau tidak ada orang yang sempurna di dunia ini.

    10. Kentang, Telur, dan Biji Kopi

    Contoh cerpen motivasi selanjutnya yaitu tentang kentang, telur, dan biji kopi. Adapun kisah lengkapnya yaitu:

    Suatu hari, ada seorang anak perempuan yang sering mengeluh. Dia mengeluh pada ayahnya bahwa hidupnya sangat menyedihkan. Dia tidak tahu bagaimana dia menjalani hidup dan bagaimana untuk berhasil. 

    Anak tersebut lelah berjuang sepanjang waktu dan hanya sedikit masalah yang bisa terselesaikan. Bukannya malah berkurang, masalah lainnya pun menyusul sehingga membuatnya benar-benar lelah. 

    Ayahnya yang saat itu seorang koki, kemudian membawanya ke dapur. Ayah lalu mengisi tiga panci dengan air. Lalu meletakkannya di atas api yang besar. Setelah air di tiga panci tersebut mendidih, dia memasukkan kentang ke dalam sebuah panci pertama. Lalu telur pada panci kedua dan biji kopi pada panci ketiga.

    Dia pun langsung duduk dan membiarkan ketiga panci tersebut diatas kompor. Ayah duduk tanpa sepatah katapun diucapkan pada putrinya. Putrinya terus bertanya dengan apa yang ayahnya lakukan dan juga terus mengeluh seiring dengan suara air yang mulai mendidih.

    Setelah 20 menit, ayah langsung mematikan kompor tersebut. Dia mengambil kentang dan meletakkannya di mangkuk. Kemudian mengambil telur di panci berbeda dan meletakkannya di mangkuk.

    Dia pun menyendokkan kopi dan meletakkannya di dalam cangkir. Setelah itu, dia menatap ke putrinya dan bertanya.

    “Nak, apa yang kamu lihat?”, tanya ayah.

    “Kentang, telur, dan kopi”, ucap putrinya.

    “Lihatlah lebih dekat. Lalu sentuh kentang ini”, kata ayah. 

    Putrinya pun menurut dan mengingat apa yang dia rasakan bahwa kentang tersebut lembut. Lalu sang ayah meminta anaknya untuk mengambil telur. Kemudian memecahkannya dan membuang kulitnya. Dia mendapatkan sebuah telur rebus yang mengeras.

    Terakhir, ayah memintanya untuk mencicipi kopi dengan aroma yang membuatnya tersenyum. Lalu sang anak bertanya lagi.

    “Ayah, apa artinya semua ini?”, tanyanya.

    Lalu ayah menjelaskan bahwa kentang, telur, dan biji kopi sudah menghadapi kesulitan yang sama masing-masing. Kesulitannya yaitu air mendidih. Namun, ketiganya menunjukkan reaksi berbeda.

    Kentang yang kuat dan keras. Namun ketika dimasukkan ke dalam air mendidih, dia menjadi lembut dan lunak. Telur yang rapuh dengan kulit luar tipis, tapi akhirnya ketika sudah masuk air mendidih, bagian dalam telur menjadi keras.

    Namun, biji kopi lah yang paling unik. Setelah biji kopi terkena air mendidih, dia mengubah warna air dan menciptakan hal yang baru.

    “Kamu termasuk yang mana, nak?”, tanya sang ayah.

    “Ketika kesulitan mendatangimu. Bagaimana caramu dalam menghadapinya? Apakah kamu akan menjadi sebuah kentang, telur, atau biji kopi?”, ucap sang ayah. 

    Sang anak langsung terdiam dan mencerna ucapan ayahnya, dan sejak saat itu dia sudah jarang sekali mengeluh. Dia sadar bahwa mengeluh hanya sia-sia, dia harus berani menghadapi masalah yang ada agar bisa menjadi telur yang kuat setelah mendidih dan kopi yang bisa merubah dunia.

    Sudah Tahu Contoh Cerpen Motivasi?

    Setelah membaca 10 contoh cerpen motivasi tersebut, apakah sekarang Anda sudah lebih semangat menjalani hidup? Apapun itu, Anda juga bisa membuat cerpen sesuai versimu sendiri untuk bisa memotivasi orang lain seperti beberapa contoh cerpen tersebut. Semoga bermanfaat!

  • Resensi Novel Sang Pemimpi: Sinopsis, Unsur Cerita, dan Moral

    Resensi Novel Sang Pemimpi: Sinopsis, Unsur Cerita, dan Moral

    Pernahkah Anda mendengar seorang novelis bernama Andrea Hirata? Beliau adalah seorang penulis asli Indonesia yang karyanya penuh akan nilai-nilai perjuangan. Artikel ini akan membahas resensi novel Sang Pemimpi, karya sastra Andrea yang rilis pada tahun 2008 setelah Laskar Pelangi.

    Sinopsis Cerita Sang Pemimpi

    Berikut rincian resensi novel berjudul Sang Pemimpi:

    1. Permulaan

    Resensi novel Sang Pemimpi ini kita mulai dengan memperkenalkan tiga tokoh utama, yakni Ikal, Arai, dan Jimbron. Mereka tinggal di Pulau Belitung dan sering menghabiskan waktu bermain-main dan usil-usilan. Jika tidak sedang bermain, maka mereka bekerja di pelabuhan dan pasar ikan setempat.

    Novel lalu mengisahkan bahwa Arai dulu memiliki seorang bapak yang meninggal saat Arai masih kecil, sehingga dia diadopsi oleh keluarga Ikal. Di lain pihak, Jimbron mendapat pengasuhan secara tidak langsung dari seorang pendeta lokal.

    Seakan tidak terhalangi oleh kemiskinan mereka, ketiga sekawan tersebut terus memimpikan hidup yang lebih baik. Mereka juga terus bermain dan berbuat usil demi mencerahkan hari-hari mereka.

    Keceriaan ketiga sekawan itu di masa muda bukannya tanpa halangan. Di sekolah mereka, ada seorang guru yang sangat tegas dan galak bernama Pak Mustar. Setiap kali Ikal, Arai, dan Jimbron bertingkah yang macam-macam, Pak Mustar akan mencari dan menegur perilaku mereka.

    2. Konflik

    Konflik utama pada ketiga protagonis tersebut ialah kenakalan Ikal, Arai, dan Jimbron yang menonton film untuk orang dewasa di sebuah bioskop. Sayangnya, Pak Mustar dan pemilik bioskop mengetahui hal itu, dan ketiga sekawan itu pun mendapat hukuman dari guru mereka.

    Lalu ada pula konflik yang sifatnya lebih kecil, yaitu impian para protagonis untuk melanjutkan sekolah mereka. Ikal ingin belajar di Universitas Indonesia di Jakarta, sementara Arai ingin belajar di Universitas Mulawarman di Kalimantan. Mereka tak bisa hidup dan bermain bersama untuk selamanya.

    Jimbron memutuskan untuk tinggal dan membantu pendeta Geovany, sementara Arai dan Ikal pergi merantau untuk mengejar cita-cita mereka. Kota Jakarta ialah tujuan rantauan Ikal, sedangkan Arai memilih untuk bekerja dan kuliah di Kalimantan hingga akhir novel.

    3. Resolusi

    Bagian resolusi Sang Pemimpi menunjukkan kehidupan Ikal setelah beranjak dewasa. Demi menghidupi dirinya, Ikal bekerja di perusahaan pos selagi kuliah di Universitas Indonesia, Jakarta. Semua ini dia jalani agar bisa terus belajar hingga lulus dan mendapat gelar Sarjana Ekonomi.

    Selang beberapa tahun kemudian, Arai dan Ikal bertemu lagi setelah lama tak bertegur sapa. Mereka pun saling bertukar cerita sejenak dan mengenang masa muda mereka yang bebas dari tekanan hidup. Akhirnya, kedua tokoh ini teringat akan janji mereka untuk meneruskan kuliah ke Eropa.

    Unsur-Unsur Cerita Sang Pemimpi

    Sinopsis di bagian sebelumnya mungkin tidak menjelaskan isi novel karangan Andrea secara lengkap. Meskipun demikian, resensi novel Sang Pemimpi ini belum selesai, sebab masih ada beberapa unsur yang wajib Anda pelajari. Unsur-unsur cerita dalam buku Sang Pemimpi ialah sebagai berikut.

    1. Tema

    Unsur utama yang akan resensi novel Sang Pemimpi ini bahas ialah tema ceritanya. Persahabatan dan kesetiaan merupakan tema utama yang diusung oleh novel ini. Dari awal sampai akhir, Ikal, Arai, dan Jimbron selalu setia kepada satu sama lain tanpa ada perasaan curiga.

    Kemudian ada juga tema kerja keras dan dedikasi tinggi. Para tokoh utama Sang Pemimpi dikisahkan hidup dalam keadaan susah, sehingga mereka tak bisa berfoya-foya. Supaya mereka bisa terbebas dari kemiskinan, mereka pun belajar dengan rajin agar nanti dapat meraih kesuksesan.

    Selain itu, ada pula tema berupa menjaga tali silaturahmi agar tidak putus, bahkan setelah berpisah selama bertahun-tahun. Hal ini dapat Anda lihat pada bab-bab terakhir, ketika Ikal dan Arai yang sudah lama tak bertemu kemudian segera menjalin kembali persahabatan mereka.

    2. Tokoh Protagonis

    Karakter protagonis yang terdapat pada novel ini ialah Ikal, Arai, dan Jimbron, tiga orang pemuda yang sudah bersahabat sejak lama. Ketiga tokoh utama ini hidup dalam keadaan miskin, sehingga mereka harus hidup sambil berhemat uang.

    Watak utama yang membedakan tiga pemuda ini daripada kebanyakan pemuda lainnya ialah mereka selalu bersungguh-sungguh dalam mengenyam pendidikan. Ikal adalah karakter yang paling menonjolkan watak ini, dimana dia memiliki cita-cita berkuliah di Universitas Indonesia.

    Sementara itu, Jimbron yaitu karakter yatim piatu dengan ketertarikan pada budaya berkuda, yang dibesarkan oleh seorang pendeta katolik. Melalui kasih sayang si pendeta dan persahabatannya dengan Ikal, Jimbron pun tumbuh menjadi pribadi yang tulus dan penuh kasih sayang.

    Adapun Arai, saudara angkat Ikal yang ditinggal mati bapaknya sebelum kemudian pergi belajar biologi di Universitas Mulawarman di Kalimantan. Pada mulanya, Arai ini bandel sama seperti Ikal, namun dia pun tumbuh menjadi seorang penyemangat yang sanggup menghibur hati kawan-kawannya.

    3. Tokoh Antagonis

    Karakter yang paling menonjolkan sifat antagonis dalam novel Sang Pemimpi yaitu Pak Mustar, seorang guru di SMA tempat para protagonis belajar. Pak Mustar ini sangat disiplin, sering marah-marah, dan tidak suka terhadap siswa yang berbuat usil seperti Ikal, Arai, dan Jimbron.

    Ternyata, perilaku pemarahnya Pak Mustar datang dari sebuah peristiwa sepele. Dia mempunyai seorang anak, yang gagal masuk ke SMA tempat dia mengajar, gara-gara nilai Ujian Nasional anaknya kurang sedikit. Semenjak saat itu, tokoh guru ini menjadi sebal kepada pemuda-pemuda yang bandel.

    Meskipun begitu, Pak Mustar tetap saja bertekad untuk selalu mengajar sepenuh hati, termasuk kepada Ikal, Arai, dan Jimbron sampai mereka lulus. Oleh karena itu, kendati Pak Mustar bersifat antagonis terhadap ketiga tokoh utama novel Sang Pelangi, dia bukanlah seseorang yang berhati jahat.

    4. Tokoh Tritagonis

    Sebetulnya jumlah tokoh tritagonis dalam novel Sang Pemimpi tergolong sedikit saja. Bagi tokoh Ikal, karakter tritagonis yang paling berpengaruh dalam hidupnya ialah orang tua Ikal beserta tetangganya, Pak Balia si guru sastra dan Bang Zaitun.

    Tetangganya Ikal tersebut juga memiliki beberapa interaksi dengan Arai dan Jimbron. Namun ada lagi beberapa orang tetangga etnis Cina seperti Taikong, Pak Cik, Mak Cik, dan A Kiun yang ikut meramaikan cerita.

    Khusus untuk Jimbron, ada karakter tertentu yang bertindak sebagai panutan dan inspirasi bagi masa depannya. Dia adalah Geovany, si pendeta Katolik yang Jimbron anggap sebagai orang tua penggantinya.

    5. Sudut Pandang

    Satu hal yang jarang orang bicarakan ketika membahas resensi novel Sang Pemimpi yaitu sudut pandang karakter utamanya. Dalam karya sastra ini, tokoh utama Ikal menggunakan sudut pandang orang pertama, yang ditandai dengan kata ganti “aku” di seluruh bagian novel.

    Hal ini datang dari pengalaman hidup Andrea Hirata sendiri, yang pada masa mudanya tinggal di Pulau Belitung seperti Ikal dan kawan-kawannya. Novel ini pun Andrea tulis sebagai semacam kisah fiksi yang terinspirasi oleh kejadian nyata yang beliau alami.

    6. Alur Cerita

    Alur cerita Sang Pemimpi cenderung sederhana saja dimulai dari kehidupan Ikal, Arai, dan Jimbron dari masa remaja mereka. Ketiga sekawan ini semasa mudanya biasa menikmati hidup, bermain, melakukan kenakalan, dan belajar dengan tekun tanpa adanya konflik yang tampak berlebihan.

    Begitu mereka lulus sekolah, alur cerita pun berlanjut ke kehidupan ketiganya begitu mereka beranjak dewasa dan berpisah jalan. Fokus utama di bagian ini ialah Ikal, yang dalam cerita dikisahkan harus bekerja sebagai tukang pos sambil kuliah di Universitas Indonesia.

    Tetapi ternyata ada pula alur yang bentuknya maju mundur dalam cerita Sang Pemimpi. Dalam hal ini, Ikal yang sudah dewasa menceritakan kisah remajanya dengan bentuk kenangan masa lalu atau flashback.

    7. Gaya Bahasa

    Karena novel ini Andrea tulis untuk semua golongan pembaca, beliau menggunakan gaya bahasa yang agak sederhana dan mudah Anda cerna. Namun, dibalik gaya bahasanya yang santai dan realistis itu, ada kesan inspiratif yang mengundang Anda untuk berimajinasi.

    Bukan hanya inspiratif, Sang Pemimpi juga memasukkan banyak majas yang berbentuk metafora ke dalam tulisannya. Majas metafora ini Andrea masukkan untuk memberi perbandingan antara kehidupan Ikal dan kawan-kawannya dengan unsur-unsur alam di sekitar mereka.

    Moral yang Tersirat dalam Ceritanya

    Bagian ketiga dari resensi novel Sang Pemimpi ini ialah pesan atau moral yang telah Andrea siratkan dalam novelnya. Ada kurang lebih tiga pesan penting yang sangat baik untuk Anda telaah dari karya literatur ini. Berikut ini ialah penjelasannya.

    1. Bersungguh-Sungguh dalam Belajar dan Bekerja

    Moral pertama yang Sang Pemimpi ajarkan kepada para pembacanya yaitu kuatkan niat Anda dalam mencari ilmu. Jika Anda sedang mengenyam pendidikan, hindari sifat belajar yang hanya setengah-setengah. Sukses tidak akan datang kecuali kepada orang yang belajar dengan rajin.

    Bahkan andaikata guru Anda adalah seseorang yang tegas dan suka marah-marah, jadikan itu sebagai motivasi untuk tetap giat belajar. Siapa tahu, dari ketegasan guru tersebut, Anda pun akhirnya akan bisa menguasai segala macam ilmu yang diajarkan di sekolah Anda.

    Kemiskinan dan segala jenis keterbatasan lainnya bisa jadi merupakan rintangan besar bagi Anda dalam menggapai mimpi. Meskipun demikian, Anda sebaiknya tidak merasa kecil hati, sebab Anda masih bisa meraih impian dan kesuksesan dalam cara-cara yang tidak biasa.

    2. Jangan Takut untuk Mengejar Mimpi Anda

    Berikutnya, pesan kedua yang tersirat pada resensi novel Sang Pemimpi ini ialah tekad untuk menggapai mimpi yang Anda miliki. Baik itu mimpi belajar di perguruan tinggi, menjadi pengusaha sukses, atau bahkan menjelajahi seluruh dunia, kejarlah impian Anda tanpa rasa takut.

    Lihatlah pada novel tersebut; Ikal ingin belajar di Universitas Indonesia di Jakarta, sementara Arai ingin kuliah di Kalimantan. Mengenyam pendidikan tinggi di sebuah universitas itu perlu uang yang sangat banyak. Namun dengan kerja keras, disiplin, dan tawakal, Anda juga bisa meraihnya.

    Bahkan jika mimpi Anda memanjang sampai ke luar negeri, janganlah merasa ragu dalam mengejar impian hingga Anda mendapatkannya. Ini tercermin pada bagian akhir novel, dimana Ikal dan Arai berniat untuk sama-sama meneruskan pendidikan tinggi mereka ke Eropa.

    3. Jaga Persahabatan agar Langgeng Sepanjang Masa

    Jika Anda ingin mencari teman, maka carilah teman yang setia, jujur, dan berwatak terpuji. Selain itu, carilah juga teman yang siap membantu Anda di kala susah tanpa meminta bayaran apapun. Tidak semua orang yang Anda temui di muka bumi ini dapat Anda jadikan teman sejati.

    Selain itu, jagalah tali silaturahmi Anda dengan teman-teman setia tersebut hingga masa depan. Mungkin Anda nanti akan mendapatkan lebih banyak kenalan setelah berpisah dengan kawan-kawan lama. Hanya saja, Anda belum tentu mengenali watak teman-teman baru Anda.

    Menjalin tali silaturahmi dan persahabatan yang langgeng ialah cara terbaik untuk memanjangkan umur sebagaimana yang agama kita anjurkan. Anda tentu akan memilih untuk memiliki banyak teman, terutama teman-teman masa kecil yang setia, daripada banyak musuh.

    Sudah Paham Resensi Novel Sang Pemimpi?

    Dan itulah pembahasan menyeluruh tentang novel karangan Andrea Hirata ini. Anda mungkin sudah pernah menonton Sang Pemimpi versi filmnya, tetapi akan lebih baik jika Anda juga membaca buku sumbernya. Siapa tahu Anda menemukan sesuatu yang tidak ada pada versi film tersebut.

  • 7 Contoh Novel Sejarah Pribadi Berbagai Tema Menarik

    7 Contoh Novel Sejarah Pribadi Berbagai Tema Menarik

    Mencari contoh novel sejarah pribadi? Apapun temanya, novel merupakan salah satu karya sastra yang kerap menyajikan berbagai cerita menarik. Sama halnya dengan karya sastra lainnya, novel juga bisa kamu sajikan dengan berbagai tema sesuai selera kalangan pembaca tertentu.

    Membuat novel juga tak harus menyusun cerita yang panjang. Mungkin kamu sering melihat buku-buku novel yang belasan atau bahkan puluhan lembar. Padahal sebenarnya kamu bisa membuat novel singkat yang tak memerlukan banyak waktu untuk menulis dan membacanya.

    Seputar Novel Sejarah Pribadi

    Salah satu contoh novel singkat adalah novel yang bertemakan sejarah atau pengalaman pribadi. Jadi pada novel tersebut hanya menceritakan cerita yang kamu alami. 

    Novel yang kamu buat tersebut tidak harus membuatnya dalam belasan halaman. Cukup buat secara singkat tapi isi yang ingin kamu sampaikan mengena dan mampu dipahami oleh pembaca. Lalu apa saja contoh novel tentang pengalaman pribadi tersebut?

    Contoh Novel Sejarah Pribadi yang Menarik

    Berikut beberapa contoh novel sejarah pribadi dari berbagai tema.

    1. Kesal kepada Kakak

    Ini dia contoh novel sejarah pribadi tentang kekesalan tokoh “aku” kepada kakaknya:

    Namaku Rizki. Setiap hari aku selalu bangun pagi dan menjalankan aktivitas seperti biasanya. Mulai dari mandi, membersihkan tempat tidur dan merapikannya, bersih-bersih, dan belajar.

    Namun akhir-akhir ini aku merasa kesulitan untuk belajar karena kakakku, Rama. Dia setiap hari bangun siang dan tak melakukan apa pun.

    Suatu hari, Kak Rama bangun dan waktu itu aku sedang menyapu rumah. Dia berjalan sambil mengucek mata, lalu Kak Rama menendang debu dan sampah yang sudah aku kumpulkan sebelumnya. Bahkan dia membawa debu tersebut di kakinya ke area rumah lain yang sudah ku sapu. Parahnya lagi, dia berjalan begitu saja tanpa meminta maaf.

    Akhirnya aku sangat kesal dan Kak Rama dan langsung memarahinya. Lalu ibu datang dan menanyakan sebenarnya apa yang terjadi.

    Kemudian aku menceritakan semua kejadian tersebut ke ibu. Malah ibu meresponsnya dengan sesuatu yang membuat aku kaget. Ibu menganggap bahwa apa yang aku ceritakan dan rasakan sedikit berlebihan.

    Aku sangat kecewa atas respons ibu dan langsung ku tinggalkan sapu begitu saja. Lalu aku masuk kamar dan lebih memilih menyendiri.

    Ayah pun kemudian datang lalu menghampiriku. Ayah bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Ku ceritakan semua kekesalanku kepada Kak Rama lengkap dengan alasannya.

    Akhirnya ayah memanggil Kak Rama yang sedang minum jus. Ayah juga memintaku duduk di kursi.

    Kemudian ayah memulai menyelesaikan masalah di antara kami. Bertanya kenapa Kak Rama baru bangun dan kenapa bisa menyeret debu dan sampah yang aku kumpulkan.

    Kak Rama mulai cerita bahwa dia bangun siang karena malamnya mesti lembur. Dia akan proyek dengan rekan kerjanya.

    Akhirnya aku paham mengapa Kak Rama sering bangun siang. Tapi ayah tetap memberikan hukuman ke Kak Rama.

    Kak Rama dikasih tahu bahwa dia harus tetap bertanggung jawab terhadap rumahnya. Dia juga harus bisa mengatur waktu secara baik agar tidak membuat aktivitas lain terganggu.

    Akhirnya Kak Rama meminta maaf. Dia berjanji ke aku dan ayah bahwa dia akan mengatur waktunya lebih baik lagi.

    2. Novel Pengalaman Pribadi tentang Kisah Horor

    Ini dia contoh novel sejarah pribadi tentang kisah horor:

    Orang tuaku akhirnya mengijinkan aku untuk ngekost di semester 3. Karena pada semester tersebut mulai banyak aktivitas malam yang harus ku lakukan.

    Sebelumnya aku memang belum pernah ngekost. Setiap hari aku selalu berangkat ke kampus PP (pulang-pergi) dari rumah dengan naik motor. Sebenarnya jarak rumahku ke kampus tak terlalu jauh. Itulah mengapa aku merasa tidak perlu ngekost waktu itu.

    Akan tetapi, karena banyak kegiatan yang mengharuskanku pulang malam sehingga mau tidak mau aku harus ngekost. Tempat kostku juga tidak jauh dari kampus, memerlukan waktu sekitar 10 menit dengan berjalan kaki.

    Aku ngekost dan satu kamar dengan seseorang bernama Sintia. Dia temanku sejak semester pertama dan kami sering melakukan aktivitas bersama. Meskipun beda jurusan, tak menghalangi kami untuk sering bertemu dan main bareng. Setelah selesai merapikan barang-barang, aku bergegas ke kampus seperti biasanya.

    Di hari Minggu, ini pertama kali aku menginap di kost. Di malam itu, aku sempat terbangun dan tiba-tiba melihat sosok hantu tanpa kepala di dekat lemari pakaian.

    Aku pun sangat takut dan sempat ingin berteriak, namun tidak bisa. Seolah suaraku tertahan dan tak mau keluar. Lalu ku bangunkan Sintia tapi tanganku pun tak mampu bergerak.

    Aku putuskan menutup mata. Ku panjatkan doa pada Sang Pencipta dan akhirnya hantu itu pergi. Lalu ku lanjut tidur lagi dan tak lupa membaca doa.

    Aku menyesal karena sebelum tidur tak baca doa. Padahal ini merupakan salah satu aktivitas rutinku sebelum tidur. Mungkin karena hari itu banyak kegiatan dan membuatku sangat capek, akhirnya aku lupa baca doa.

    Sejak kejadian itu, mau secapek apa pun aku tetap menyempatkan untuk berdoa. Aku pun tak lagi diganggu oleh hantu tersebut.

    3. Novel Sejarah Pribadi Seputar Sekolah

    Ini dia contoh novel sejarah pribadi tentang suatu kisah di sekolah:

    Ku buka jendela kamarku, dan silau mentari terlihat menerangi bumi. Bunga-bunga pun bermekaran diiringi oleh burung-burung bernyanyi dengan merdunya. 

    Pagi ini adalah hari Kebangkitan Nasional. Aku mulai bersih-bersih kamar dan segera berangkat ke sekolah. Hari ini ku rasakan susana berbeda di sekolah. Teman-temanku terlihat tampan dan cantik karena mereka mengenakan baju batik yang beraneka ragam. 

    Pagi ini sekolah memang mengadakan beberapa lomba, ada lomba baca puisi, pidato, debat remaja, serta tari nusantara. Kami mengawali sekolah dengan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Meskipun Harkitnas sudah berlalu beberapa hari lalu, tapi suasananya tetap terasa hingga sekarang. 

    Para petugas upacara waktu itu adalah perwakilan OSIS. Upacara berlangsung dengan lancar, kendati ada beberapa masalah operator yang sempat terjadi. Namun tak menyurutkan semangat para petugas dan peserta upacara untuk memperingati hari yang bersejarah tersebut.

    Setelah upacara selesai, kami melakukan absensi dulu. Setelah itu kami langsung menuju lokasi lomba. Kebetulan hari ini aku memang tidak mengikuti perlombaan apa pun sehingga aku bisa melihat berbagai lomba yang diselenggarakan.

    Salah satu lomba yang membuatku tertarik adalah debat remaja. Pada debat yang berlangsung menggunakan tema “Pro Kontra Gadget untuk Pembelajaran”. Ada pihak yang pro dan ada juga yang kontra.

    Aku kagum dengan penampilan kedua grup yang melangsungkan perdebatan. Keduanya sama-sama menjelaskan argumennya masing-masing dan berusaha saling mematahkan argumen lawan-lawannya.

    Entah siapa yang akan menjadi pemenang nanti. Keduanya sudah memberikan penampilan terbaiknya.

    Kemudian aku melihat perlombaan lain yaitu pidato dan baca puisi. Lagi-lagi, setiap peserta tampil mengagumkan. Mungkin juri juga bingung mau menunjuk siapa yang akan memenangkan perlombaan tersebut.

    Setelah semua lomba sudah selesai, kami diminta oleh guru untuk membersihkan kelas. Ada juga yang membersihkan area lomba sesuai tugas yang sebelumnya diberikan.

    Ketika semuanya sudah selesai, aku pun pulang. Aku pulang dengan sangat gembira karena waktu itu sekolah pulang lebih awal.

    4. Novel tentang Pengalaman Liburan

    Ini dia contoh novel sejarah pribadi tentang liburan:

    Aryo sering tak senang ketika diajak keluar rumah. Dia lebih senang menghabiskan waktunya di kamar sambil membaca buku atau sekadar rebahan sambil main HP.

    Baginya, dunia luar tak semenarik dibandingkan main HP atau membaca buku. Setiap kali dia diajak keluar, jawaban pertama yang akan terdengar dari mulutnya adalah “membosankan”.

    Akan tetapi, saat musim liburan di tahun ini malah berbeda. Orang tuanya memaksa Aryo untuk ikut liburan dan memintanya berinteraksi dengan teman-temannya.

    Awalnya Aryo menolak dengan berbagai alibi yang dibuatnya. Dia menganggap liburan terbaik adalah di kamar sambil bersantai.

    “Kalau kamu di kamar tersebut, nanti kamu gak akan tahu gimana di luar sana. Apalagi bentar lagi kamu harus segera cari pekerjaan,” ucap ibu Aryo.

    Orang tuanya memang cenderung memaksa Aryo. Mungkin mereka sudah lelah melihat kebiasaan Aryo yang lebih sering menghabiskan waktu di kamarnya. Akhirnya mereka pun memaksa anak semata wayangnya tersebut.

    Untungnya Aryo luluh dan menerima nasihat dari orang tuanya. Aryo pun ikut berlibur bersama orang tuanya ke pantai. Tapi sebelum itu, Aryo juga diajak untuk mengunjungi kakek-nenek dan saudara-saudaranya.

    Setibanya di pantai, Aryo kaget karena baru pertama kali liburan ke pantai. Dia melihat lautan yang sangat luas dan langsung kagum.

    Hamparan pasir putih yang lembut di kaki membuatnya semakin ingin berlama-lama menginjakkan kaki di pasir putih tersebut. Lalu dalam hatinya bergumam “Pergi ke luar sepertinya tak seburuk yang kupikirkan.”

    Akhirnya, tanpa sadar Aryo menghabiskan berjam-jam bermain di pantai. Dia juga sadar bahwa tak boleh langsung menilai sesuatu tanpa melihat atau merasakannya sendiri.

    5. Novel Pengalaman Pribadi tentang Penyesalan

    Ini dia contoh novel sejarah pribadi tentang penyesalan:

    “Tugas ini mudah kok, besok aja aku mengerjakannya,” ungkap Rama setelah dia menerima tugas dari gurunya.

    Sepulang sekolah, ia pun tak langsung mengerjakan PR-nya. Rama malah menyibukkan dirinya dengan bermain game online. Bahkan berjam-jam Rama menghabiskan waktunya hanya untuk main game favoritnya tersebut.

    Ternyata Rama masih belum mengerjakan tugas karena kelamaan bermain game online membuatnya lupa sama pekerjaan lain, termasuk PR dari gurunya. Dia pun langsung tidur dan tidak menyadari bahwa ada tugas yang harus ia selesaikan.

    Esok hari telah tiba …

    Tak seperti apa yang diungkapkan Rama sebelum main game. Ternyata dia tidak mengerjakan tugasnya karena terlalu meremehkan tugas dari gurunya tersebut. Ia merasa bahwa tugasnya cukup diselesaikan hanya dalam waktu tak lebih dari 1 jam.

    Dia lebih memilih untuk bersantai dan main game. Padahal ada hal lebih penting yang harus dia kerjakan dan selesaikan.

    Akhirnya dia pergi ke sekolah tanpa mengerjakan tugas karena masih lupa dengan tugas yang diberikan guru. Kemudian guru meminta para siswa untuk mengumpulkan tugas ke depan.

    Semua teman-teman Rama mengumpulkan tugas tersebut. Hanya Rama yang belum mengerjakan tugasnya. Akhirnya ibu guru marah dan menasihati Rama.

    Rama pun merasa sangat menyesal. Dia meminta maaf dan berjanji tidak akan meremehkan tugas yang menjadi tanggung jawabnya sebagai siswa.

    6. Novel Singkat tentang Liburan di Rumah

    Ini dia contoh novel sejarah pribadi tentang liburan yang kali ini penulis lakukan di rumah saja:

    Hari ini teman-teman banyak yang mengajakku untuk liburan bersama. Ada yang menghubungiku lewat WA dan ada juga yang meneleponku. 

    Mereka memang ingin mengajakku jalan-jalan ke luar untuk mengisi hari libur sekolah. Akan tetapi, aku terpaksa menolak ajakan mereka. Ini karena hari itu aku harus menjaga adikku. Dia masih kecil sementara orang tuaku bekerja. 

    Meskipun musim libur telah tiba, orang tuaku tetap sibuk kerja dan hanya libur di akhir pekan. Awalnya aku merasa kecewa karena seharusnya mereka ada waktu untukku dan adikku. Akan tetapi, aku juga paham bahwa mereka harus mencari nafkah demi keluarganya.

    Lagian main dengan adikku juga tidak seburuk yang ku kira. Aku dapat mengajarkannya bagaimana berjalan, bermain, bahkan mengeja sesuatu.

    Selain menjaga adik, aku juga punya kegiatan lain di rumah. Aku harus beres-beres, mencuci piring, sampai memotong rumput.

    Meskipun tidak pergi liburan, rasanya aku tetap merasa senang dan puas. Aku merasa waktuku dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat dari sekadar jalan-jalan.

    Tapi, kalau tiba saatnya nanti aku pasti akan berlibur. Untuk sekarang, aku ingin menghabiskan waktu liburanku dengan menjaga adikku.

    7. Novel tentang Liburan ke Rumah Nenek

    Ini dia contoh novel sejarah pribadi tentang liburan ke rumah nenek:

    Hari Raya Idulfitri telah tiba, sudah menjadi tradisi di tempatku saat lebaran mengunjungi rumah keluarga besar. Setelah melaksanakan shalat Eid, aku dan kedua orang tuaku bersalaman dengan para tetangga baik yang kami temui di masjid atau saat perjalanan menuju dan pulang dari masjid.

    Kemudian aku dan keluargaku juga harus menerima tamu dari tetangga yang berkunjung. Inilah momen lebaran yang selalu dinantikan. Banyak orang saling menyapa dan berkumpul.

    Setelah semua tetangga sudah pulang, aku mulai bersiap untuk mengunjungi rumah nenekku. Jarak dari rumah terbilang cukup jauh karena butuh waktu setidaknya 30 menit untuk sampai ke sana.

    Ayah mulai mengeluarkan mobilnya, aku dan ibu menunggu di luar rumah. Setelah itu, aku naik mobil dan perjalanan ke rumah nenek pun dimulai.

    Di jalan, aku menemui banyak orang yang juga sepertinya berangkat ke rumah saudara-saudaranya. Momen lebaran ini memang sangat menyenangkan karena terkadang sesama saudara tak punya waktu untuk saling berkunjung karena kesibukannya masing-masing. 

    Namun saat lebaran menjadi kesempatan bagi semua orang untuk berkumpul. Itulah salah satu hikmah lebaran yang sampai sekarang tetap terasa.

    Aku dan kedua orang tuaku pun sampai di rumah nenek. Di sana ternyata sudah banyak keluarga dari ayahku yang berkumpul. Bahkan aku juga bertemu dengan sepupuku dan teman sepermainanku waktu kecil dulu.

    Aku bersemangat untuk menemui mereka. Kami bersalam-salaman dan saling menanyakan kabar. Setelah itu kami duduk sebentar sambil berbincang dengan keluarga besar, khususnya nenekku yang sudah lama menunggu.

    Setelah puas, kami pun bermain sendiri di luar. Kami bermain semua hal yang bisa dimainkan sekaligus bernostalgia. Maklum, rata-rata sepupuku dari luar kota jadi kami pun sangat jarang ketemu, kecuali momen lebaran ini.

    Betapa senangnya perasaanku bisa bertemu mereka. Mereka juga tidak berubah, tetap menyambutku dengan baik seperti halnya aku menyambut mereka.

    Mana Contoh Novel Sejarah Pribadi Terbaik Menurutmu?

    Sekian pembahasan tentang beberapa contoh novel sejarah pribadi. Seperti yang kamu perhatikan, contoh tersebut mengisahkan tentang pengalaman pribadi dari seseorang dengan berbagai tema. Kamu bisa menjadikan salah satu atau beberapa contoh di atas sebagai referensimu.

    Apalagi membuat novel singkat sebenarnya tak sulit. Asalkan kamu sudah memikirkan tema apa yang kamu pilih. Kemudian kamu tinggal menuangkan temamu tersebut ke dalam sebuah alur cerita.