Category: Bahasa Indonesia

  • Apa Itu Reklame? Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, Tujuan dan Contohnya

    Apa Itu Reklame? Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, Tujuan dan Contohnya

    Umumnya, perusahaan atau organisasi yang ingin dikenal atau diketahui gagasan dan produknya akan menggunakan reklame sebagai media promosi. Sebab, media ini ada di sekitar masyarakat, sehingga jangkauannya cukup luas. Selain itu, media ini sering digunakan partai politik untuk kampanye, sehingga menjadi alat yang cukup penting.

    Pengertian

    Reklame adalah media yang di dalamnya terdapat pemberitahuan kepada khalayak mengenai barang/jasa dengan tulisan dan gambar menarik. Bisa dibilang, media ini adalah alat yang dirancang untuk keperluan bisnis dengan mencoba memperkenalkan, mempromosikan, atau menarik perhatian umum terkait barang/jasa yang ditawarkan.

    Media ini digunakan untuk menawarkan atau mengajak audiens agar mengikuti anjuran atau produk yang ada di dalamnya. Meski demikian, media ini juga sering digunakan untuk menyampaikan informasi secara singkat kepada masyarakat secara berulang atau berkelanjutan.

    Jadi, bisa dikatakan bahwa media ini digunakan untuk komersial dan nonkomersial. Untuk komersial, misalnya menawarkan barang atau produk. Sementara untuk non-komersial, misalnya menganjurkan suatu hal, misalnya tentang membuang sampah pada tempatnya. Oleh sebab itu, media ini bisa ditemukan di berbagai tempat umum.

    Media ini bisa disebut dengan iklan atau pemberitahuan. Secara umum, media ini bisa dibedakan menjadi 3 jenis, yakni reklame audio, video, dan audio-visual.

    Ciri-Ciri

    Di bawah ini adalah ciri-ciri dari reklame, antara lain:

    • Dibuat semenarik mungkin: Misalnya, menggunakan gambar ilustrasi atau memberi warna yang eye-catching.
    • Kalimat singkat, padat, dan mudah dimengerti: Teks yang digunakan biasanya pendek dan mudah dipahami. Sebab, biasanya ditempatkan di keramaian seperti jalan raya.
    • Dilakukan secara berkelanjutan: Hal ini untuk meningkatkan minat konsumen untuk melakukan aksi berupa pembelian. Selain itu, hal ini bertujuan agar orang semakin paham atas himbauan yang diberikan.
    • Berisi informasi yang jujur: Isi dari media yang ditampilkan harus bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.
    • Bersifat mengajak atau membujuk audiens/pembaca: Untuk komersial, biasanya diselipkan call-to-action (CTA) agar orang melakukan aksi setelah melihat media tersebut.

    Fungsi Reklame

    Media ini memiliki beberapa fungsi, yakni:

    • Memberi informasi kepada masyarakat umum maupun target pasar tentang perusahaan, produk, atau jasa yang ditawarkan.
    • Untuk membujuk, mengajak atau mempengaruhi masyarakat atau target market, sehingga ingin melakukan pembelian produk barang dan jasa yang ditawarkan.
    • Memberikan citra positif kepada khalayak umum tentang produk barang dan jasa yang sedang ditawarkan.
    • Memberikan kepuasan tertentu bagi masyarakat atau konsumen terhadap barang dan jasa
    • Sebagai media komunikasi antara penjual dan calon pembeli potensial maupun konsumen.
    • Mengajak masyarakat untuk mengikuti dan mentaati aturan-aturan atau peringatan sesuai himbauan yang diberikan.
    • Menciptakan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait hal yang menyangkut norma kesusilaan, seperti apa yang boleh dilakukan dan mana yang tidak. Misalnya, anjuran untuk melarang penggunaan narkotika.

    Tujuan Reklame

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, setidaknya ada 2 tujuan dari media ini. Pertama, untuk komersial dan nonkomersial. Adapun lebih jelasnya bisa disimak lewat penjelasan di bawah ini!

    1. Tujuan Komersial

    Iklan dengan tujuan komersial bertujuan untuk mencari profit atau keuntungan sebesar-besarnya dari target pasar media tersebut. Biasanya, media dengan tujuan komersial ini berisi tentang promosi barang atau jasa beserta keunggulan yang dimilikinya.

    Misalnya, iklan jasa transportasi online akan berisi informasi tentang tingkat keamanan, transport service, promo/diskon, dan harganya yang lebih terjangkau.

    Media komersial umumnya bersifat persuasif. Misalnya, mengajak untuk melakukan pembelian produk atau menggunakan jasa. Namun, terkadang bisa juga untuk memilih produk tersebut dibanding dengan kompetitor lain. Selain itu, tampilannya harus estetis, yakni memiliki unsur keindahan, seimbang agar terlihat harmonis, kontras, dan sopan.

    2. Tujuan Non-Komersial

    Maksud dari nonkomersial adalah media ini digunakan untuk menyampaikan dan mengajak masyarakat untuk mengikuti apa yang diperintahkan di dalamnya. Media non-komersial juga bertujuan agar meningkatkan kesadaran masyarakat dan lebih peka tentang bahaya akan sesuatu hal, seperti merokok dan narkoba

    Media ini juga bisa bertujuan untuk menyampaikan ide, gagasan, peringatan akan kesehatan, dan juga memberitahukan sebuah partai politik beserta calon peserta Pemilu. Contohnya, spanduk atau baliho tentang jangan buang sampah sembarangan, pencegahan DBD, atau instruksi mengikuti Keluarga Berencana (KB).

    Secara garis besar, media yang digunakan untuk non-komersial dibuat untuk mengubah kebiasaan dalam beraktivitas, menambah pengetahuan, memperbaiki sikap masyarakat, dan menyampaikan pandangan politik. Oleh karena itu, media dengan tujuan ini biasanya dibuat oleh lembaga amal, organisasi politik hingga pemerintah.

    Contoh Reklame

    Berikut ini adalah beberapa contoh reklame, antara lain:

    1. Poster

    unsplash.com

    Poster adalah media publikasi sekaligus sarana promosi yang mengandung gambar, garis, dan tulisan. Poster biasanya berbentuk sebuah pengumuman atau iklan yang berisi tentang ajakan atau himbauan untuk melakukan sesuatu. Umumnya, poster ditempelkan di dinding agar mudah dibaca oleh audiens.

    Namun, ada juga poster yang ditempatkan di beberapa platform digital, seperti media sosial dan e-commerce. Poster sering digunakan untuk keperluan pemasaran, yakni mempromosikan produk barang dan jasa. 

    Selain itu, media ini sering digunakan untuk mengkampanyekan atau menginformasikan suatu kegiatan. Misalnya, acara konser musik atau pemberitahuan agar membuang sampah pada tempatnya.

    2. Baliho

    bappenda.asahankab.go.id

    Sama seperti poster, baliho adalah jenis media yang berbentuk tulisan dan gambar. Namun, baliho dibuat menggunakan papan dan ukurannya lebih besar 2 sampai 4 kali lipat dari poster. Biasanya, baliho memberitahukan suatu kegiatan atau acara yang berkaitan dengan khalayak umum, misalnya event hari kemerdekaan ataupun Pemilu.

    Baliho juga bisa digunakan untuk meningkatkan penjualan dan popularitas perusahaan, produk barang, maupun jasa. Berbeda dengan poster, baliho bisa dipindah-pindahkan posisinya dan ditempatkan dimana saja, selama lokasinya strategis. Sebab, ukurannya cukup besar untuk dilihat oleh orang-orang.

    3. Leaflet

    rsud.pacitankab.go.id

    Leaflet adalah contoh reklame berupa selebaran kertas cetak berlipat yang memiliki setidaknya 2 sampai 3 halaman. Leaflet berisi informasi atau himbauan yang disampaikan untuk masyarakat luas. Selain itu, leaflet digunakan untuk mengenalkan profil perusahaan secara ringkas.

    Biasanya, leaflet dibuat dalam bentuk tulisan ataupun kombinasi antara gambar dan kata-kata. Selain itu, leaflet melbatkan permainan warna, layout, dan penggunaan bahasa yang sederhana, agar lebih mudah dipahami.

    Ada beberapa contoh leaflet. Misalnya, leaflet penjelasan tempat wisata seperti museum dan pameran seni.

    4. Spanduk

    pinterest.com

    Spanduk adalah media yang terdiri dari gambar ilustrasi, foto, dan juga tulisan. Tujuannya untuk menarik perhatian pembaca. Isinya sendiri bisa berupa informasi yang singkat dan detail. Selain itu, spanduk merupakan media yang cukup efektif untuk mempromosikan suatu produk.

    Dalam beberapa kasus, spanduk bisa meningkatkan daya tarik, baik itu acara maupun produk. Oleh karena itu, dalam teknik pemasaran, spanduk digunakan untuk menciptakan brand awareness dan meningkatkan kredibilitas perusahaan maupun produk. Misalnya, spanduk makanan atau penerimaan siswa-siswi SMA baru.

    Spanduk biasanya dibuat dari sebuah kain lebar dan dililitkan ke pohon atau tiang. Berdasarkan cara pembuatannya, media ini terbagi menjadi 3, yakni spanduk sablon, spray, dan printing.

    5. Brosur

    unsplash

    Brosur adalah media selebaran yang berfungsi untuk menyampaikan informasi produk barang dan jasa atau suatu perusahaan untuk kepentingan pemasaran. Hal inilah yang membedakannya dengan leaflet. Sebab, fokus utama media untuk promosi, sedangkan leaflet untuk memberikan informasi atau himbauan akan suatu hal.

    Brosur biasanya dibuat berupa cetakan yang dilipat menjadi beberapa bagian. Namun, saat ini brosur tersedia dalam bentuk digital. Isi dari reklame ini adalah informasi barang dan jasa yang ditawarkan, seperti gambar produk, spesifikasi, keunggulan, dan cara memakainya secara singkat.

    Alhasil, para konsumen bisa lebih tahu tentang suatu produk hanya dengan membaca brosur. Brosur memiliki tulisan yang singkat, padat, dan mudah dimengerti.

    6. Edvertensi

    blog.mediaant.id

    Edvertensi adalah bentuk penyajian dan promosi suatu produk dalam bentuk suara maupun visual. Tujuannya adalah untuk mempertahankan para pelanggan setia, menarik kembali pelanggan yang hilang, dan menjaring pelanggan baru melalui produk yang diiklankan.

    Jenis edvertensi cukup beragam, mulai dari cetak, yakni majalah atau surat kabar. Kemudian, ada elektronik, seperti siaran radio dan televisi.

    Sudah Tahu Apa Itu Reklame?

    Media ini bisa digunakan untuk keperluan apa saja, seperti menyampaikan informasi hingga untuk mempromosikan suatu barang atau jasa dari suatu perusahaan.  Selain itu, bentuknya pun cukup bervariasi, bisa berupa gambar, teks, atau audio. Apalagi, contohnya pun beragam, mulai dari brosur, poster, hingga baliho.

  • Apa Itu Kalimat Penjelas? Pengertian, Letak, Jenis, Ciri & Contohnya

    Apa Itu Kalimat Penjelas? Pengertian, Letak, Jenis, Ciri & Contohnya

    Kalimat penjelas adalah kalimat pendukung yang jadi salah satu bagian dalam paragraf, fungsinya menjelaskan tentang gagasan utama. Biasanya, kalimat ini terletak setelah kalimat utama. 

    Kalimat ini sering dijumpai dalam tulisan seperti artikel, berita, dan jurnal. Seperti apa ciri-ciri dan contohnya? Untuk mengetahuinya, simak lewat artikel di bawah ini!

    Pengertian Kalimat Penjelas

    Kalimat pendukung/penjelas merupakan suatu bagian dari sebuah paragraf. Biasanya kalimat pendukung bisa ditemukan dalam beberapa jenis tulisan, seperti teks berita, ulasan, dan artikel. Dalam sebuah paragraf, kalimat ini berisi tentang penjelasan dari kalimat utama atau kalimat topik.

    Kalimat utama/topik sendiri adalah bagian dari paragraf yang cukup penting, karena bisa dibilang menjadi inti atau isi dari keseluruhan paragraf. Kalimat ini mengandung ide pokok, ide utama, atau pikiran utama suatu paragraf.

    Oleh karena itu, kalimat utama adalah kalimat lengkap yang bisa berdiri sendiri. Jadi, bisa dibilang kalimat pendukung adalah pelengkap dari kalimat utama.

    Kalimat pendukung atau kalimat penjelas memiliki beberapa definisi menurut para ahli. Menurut H. E. Kosasih (2017:22), kalimat pendukung adalah kalimat yang mengandung gagasan penjelas pada suatu kalimat. Sama seperti H. E. Kosasih, Lamuddin berpendapat bahwa kalimat ini berfungsi  untuk menjelaskan alinea utama.

    Sedangkan Kunjana Rahardi (2010:110) berpendapat bahwa kalimat pendukung adalah kalimat yang menjabarkan lebih lanjut mengenai ide pokok dan kalimat utama yang terdapat dalam paragraf tersebut.

    Secara keseluruhan, bisa disimpulkan bahwa kalimat penjelas adalah kalimat yang menjelaskan dan menjabarkan suatu gagasan atau ide pokok secara lebih rinci dari kalimat utama. Untuk membuat paragraf yang tersusun dengan baik dan rapi, kalimat utama akan digunakan untuk menyatakan ide atau gagasan utama.

    Kemudian, ide atau gagasan pokok tersebut dijelaskan dengan lebih detail dengan menggunakan kalimat pendukung. Jadi, dengan adanya kalimat pendukung, maka akan lebih memudahkan pembaca dalam memahami topik dan gagasan utama dari suatu kalimat yang sedang diuraikan penulis.

    Kalimat pendukung biasanya akan lebih spesifik, karena menjelaskan sesuatu secara detail mengenai hal-hal yang sedang dibahas. Selain itu, biasanya kalimat ini terdiri lebih dari satu kalimat dan berisi tentang uraian-uraian kecil, contoh-contoh, ilustrasi, maupun kutipan-kutipan yang mendukung kalimat utama.

    Letak Kalimat Penjelas

    Sebelum menentukan kalimat pendukung/penjelas, sebaiknya ketahui dulu dimana kalimat utama berada. Letak dari kalimat utama ini tidaklah pasti. Sebab, kalimat ini bisa diletakkan dimana saja, seperti di awal atau di akhir paragraf. Namun, ada juga kalimat utama yang berada di awal dan juga akhir paragraf.

    Meski demikian, biasanya kalimat utama terletak di awal paragraf. Kemudian, kalimat utama akan diikuti dengan kalimat pendukung. Posisi ini disebut juga dengan paragraf deduktif. Selain itu, kalimat penjelas juga bisa diletakkan di awal paragraf. Kemudian akan diikuti oleh kalimat utama di akhir paragraf. Ini disebut dengan paragraf induktif.

    Namun, kalimat utama bisa saja dicampur. Maksudnya, kalimat utama bisa berada di awal dan juga akhir paragraf. Jadi, strukturnya akan seperti ini, kalimat utama di awal paragraf, kemudian diikuti dengan kalimat pendukung pada bagian tengah. Setelah itu, diikuti dengan kalimat utama pada akhir paragraf. Posisi ini disebut paragraf campuran.

    Untuk menentukan atau mengidentifikasi kalimat pendukung, bisa dilihat dari langkah-langkah di bawah ini:

    • Membaca dan mengamati setiap kalimat dalam suatu paragraf.
    • Mengidentifikasi topik atau ide yang mendominasi paragraf tersebut untuk kalimat utama. Selain itu, menentukan topik-topik lainnya yang mendukung kalimat utama sebagai kalimat penjelas.
    • Menentukan satu kalimat yang paling umum untuk menjadi kalimat utama. Sedangkan kalimat lainnya yang berisi informasi mengenai topik sebagai gagasan penjelas.

    Ciri-Ciri Kalimat Penjelas

    Kalimat penjelas adalah jenis kalimat pendukung yang bersifat khusus. Artinya, kalimat ini memiliki kata-kata yang pemakaian dan maknanya lebih spesifik, rinci, dan sempit serta merujuk pada pengertian tertentu. Oleh sebab itu, sudah menjadi hal yang biasa jika kalimat ini agak sulit untuk diidentifikasi atau dicari.

    Meski begitu, ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan kalimat pendukung. Salah satunya adalah dengan mengetahui ciri-ciri dari kalimat pendukung itu sendiri. Adapun ciri-ciri kalimat pendukung adalah sebagai berikut:

    • Kalimat pendukung bersifat khusus.
    • Kalimat pendukung memiliki hubungan dengan kalimat sebelumnya (kalimat utama dan seterusnya).
    • Memiliki atau menggunakan kata penghubung antar kalimat (konjungsi).
    • Tidak bisa berdiri sendiri seperti kalimat utama. Sebab, jika dipisah dengan kalimat lain, maka maknanya akan ambigu atau tidak memiliki konteks.
    • Bentuk kalimat pendukung biasanya berupa fakta, opini, data, ilustrasi, dan contoh-contoh.

    Jenis Kalimat Penjelas

    Kalimat pendukung memiliki beberapa jenis. Dikutip dari Academia.edu, ada dua jenis kalimat pendukung, antara lain:

    1. Kalimat Mayor

    Kalimat mayor adalah kalimat pendukung yang berisi tentang penjelasan secara langsung kalimat utama. Bisa dibilang, kalimat mayor memaparkan informasi lebih terperinci tentang bahasan yang ada di dalam kalimat utama atau kalimat topik.

    2. Kalimat Minor

    Kalimat pendukung minor adalah kalimat yang memperjelas gagasan yang ada di dalam kalimat mayor. Sebab, terkadang kalimat mayor harus dijelaskan lebih dalam agar pembaca mengerti gagasan utama dari sebuah paragraf. Jadi, kalimat minor ditulis jika kalimat mayor perlu penjelasan lebih rinci.

    Jika kalimat minor tidak cukup, yang mana membutuhkan penjelasan lagi, maka akan ditambah satu atau dua kalimat. Kalimat yang memperjelas kalimat minor disebut dengan kalimat subminor.

    Fungsi Kalimat Penjelas

    Secara umum, fungsi kalimat pendukung adalah membantu pembaca untuk lebih memahami maksud dari topik, ide pokok, atau gagasan utama yang dikemukakan penulis. Namun, ada beberapa fungsi lain yang dimiliki oleh kalimat pendukung. Adapun fungsi kalimat penjelas adalah sebagai berikut:

    1. Mendukung Gagasan Utama dan Argumentasi

    Fungsi kalimat pendukung yang pertama bukan hanya untuk menjabarkan lebih rinci suatu topik. Namun, kalimat ini berfungsi untuk memberikan informasi tambahan yang mendukung  gagasan pokok. Hal ini juga akan membuat ataupun menguatkan suatu argumentasi kalimat yang ada dalam suatu paragraf.

    Sebab, biasanya argumentasi harus didasarkan pada data yang valid dan kuat. Misalnya, kalimat utama menjelaskan tentang ciri-ciri suatu hewan. Maka, kalimat berikutnya akan berisi tentang ciri-ciri hewan tersebut secara spesifik dan mendalam. Apalagi didasarkan data dan fakta mengenai ciri-ciri hewan tersebut.

    2. Menjelaskan Kalimat Utama

    Kalimat pendukung memiliki fungsi untuk menjelaskan kalimat utama. Semua akan dijelaskan oleh kalimat pendukung, dimulai dari gagasan utamanya secara singkat di kalimat utama. Nantinya, pada kalimat ini akan dijelaskan secara lebih rinci dan jelas. Hal tersebut dilakukan agar suatu paragraf bisa lebih mudah untuk dipahami.

    Selain itu, kalimat penjelas dibuat agar suatu paragraf menjadi saling relevan, terikat, dan memiliki korelasi antar kalimat di dalamnya.

    3. Agar Paragraf Lebih Berisi dan Padu

    Jika penulis menyatakan suatu gagasan pokoknya hanya dengan kalimat utama, maka paragraf kurang berisi. Maka dari itu, perlu kalimat pendukung agar suatu paragraf lebih berbobot.

    Selain itu, paragraf tersebut akan lebih tersusun dan padu di pada tiap-tiap kalimatnya. Oleh karena itu, paragraf harus disusun dengan baik, agar lebih padu dan yang terpenting dimengerti oleh para pembaca.

    Contoh Kalimat Penjelas

    Agar lebih jelas, berikut adalah beberapa contoh kalimat pendukung, antara lain:

    1. Contoh 1

    Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang cukup unik di dunia. Hal ini tidak terlepas dari sifatnya yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Bahkan, orang yang terlahir kembar identik memiliki perbedaan sifat non-fisik yang dibawanya. Selain itu, manusia juga dapat berpikir lebih mendalam daripada makhluk lainnya.

    Ide topik atau gagasan pokok: Manusia adalah makhluk Tuhan yang unik.

    Kalimat utama ditunjukkan di awal paragraf, yakni “Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang cukup unik di dunia”.

    Kalimat penjelas:

    • Hal ini tidak terlepas dari sifatnya yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.
    • Bahkan, orang yang terlahir kembar identik memiliki perbedaan sifat non-fisik yang dibawanya.
    • Selain itu, manusia juga dapat berpikir lebih mendalam daripada makhluk lainnya.

    2. Contoh 2

    Minum susu memiliki manfaat untuk kesehatan. Misalnya, menguatkan tulang dan mencegah terjadinya osteoporosis. Selain itu, susu memiliki kandungan protein dan kalori yang dapat menjaga berat badan tetap ideal. Minum susu sekitar 20-30 menit sebelum tidur juga dapat membuat kualitas tidur menjadi lebih baik dan nyenyak.

    Ide topik atau gagasan pokok: Manfaat minum susu.

    Kalimat utama ditunjukkan di awal paragraf, yakni “Minum susu memiliki manfaat untuk kesehatan”.

    Kalimat penjelas:

    • Misalnya, menguatkan tulang dan mencegah terjadinya osteoporosis.
    • Selain itu, susu memiliki kandungan protein dan kalori yang dapat menjaga berat badan tetap ideal.
    • Minum susu sekitar 20-30 menit sebelum tidur juga dapat membuat kualitas tidur menjadi lebih baik dan nyenyak.

    3. Contoh 3

    Ratna adalah anak yang rajin. Di pagi hari, ia sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah. Di sekolah, Ratna tidak lupa untuk membersihkan ruang kelas. Ia selalu mengerjakan tugas tepat waktu. Setibanya di rumah, ia mengulang kembali pelajaran yang diberikan guru. Selain itu, ia sering membantu ibunya berbelanja ke pasar.

    Ide topik atau gagasan pokok: Ratna anak rajin.

    Kalimat utama ditunjukkan di awal paragraf, yakni “Ratna adalah anak yang rajin”.

    Kalimat penjelas:

    • Di pagi hari, ia sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah.
    • Di sekolah, Ratna tidak lupa untuk membersihkan ruang kelas. Ia selalu mengerjakan tugas tepat waktu.
    • Setibanya di rumah, ia mengulang kembali pelajaran yang diberikan guru.
    • Selain itu, ia sering membantu ibunya berbelanja ke pasar.

    4. Contoh 4

    Bahasa memegang peran penting dalam kehidupan manusia. Sebab, bahasa merupakan alat komunikasi verbal yang wajib dimiliki manusia. Bahasa juga adalah sebuah penghubung rohani yang penting dalam hidup bersama. Dengan skill dalam berbahasa, seseorang akan dapat berkomunikasi dengan yang lainnya.

    Ide topik atau gagasan pokok: Bahasa penting dalam kehidupan.

    Kalimat utama ditunjukkan di awal paragraf, yakni “Bahasa memegang peran penting dalam kehidupan manusia”.

    Kalimat penjelas:

    • Sebab, bahasa merupakan alat komunikasi verbal yang wajib dimiliki manusia.
    • Bahasa juga adalah sebuah penghubung rohani yang penting dalam hidup bersama.
    • Dengan skill dalam berbahasa, seseorang akan dapat berkomunikasi dengan yang lainnya.

    5. Contoh 5

    Menurut penelitian, kolesterol adalah faktor risiko paling besar yang dapat membuat seseorang terkena penyakit jantung koroner. Hampir 86% penderita jantung koroner di Eropa dikarenakan memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Di Asia, penderita jantung koroner dikarenakan makanan  yang mengandung kadar kolesterol tinggi.

    Ide topik atau gagasan pokok: Kolesterol menjadi penyebab jantung koroner.

    Kalimat utama ditunjukkan di awal paragraf, yakni “Menurut penelitian, kolesterol adalah faktor risiko paling besar yang dapat membuat seseorang terkena penyakit jantung koroner.”

    Kalimat penjelas:

    • Hampir 86% penderita jantung koroner di Eropa dikarenakan memiliki kadar kolesterol yang tinggi.
    • Di Asia, penderita jantung koroner dikarenakan makanan  yang mengandung kadar kolesterol tinggi.

    6. Contoh 6

    Indonesia adalah negara kepulauan dengan beragam satwa endemik unik. Dimulai dengan harimau dan badak sumatera yang memiliki badan terkecil dalam keluarganya. Selain itu, ada orangutan dengan warna bulu coklat kemerahan. Ada juga komodo yang diperkirakan telah hidup sejak 4 juta tahun yang lalu dan tubuhnya berukuran 2-3 meter.

    Ide topik atau gagasan pokok: Satwa endemik dari Indonesia.

    Kalimat utama ditunjukkan di awal paragraf, yakni “Indonesia adalah negara kepulauan dengan beragam satwa endemik unik”.

    Kalimat penjelas:

    • Dimulai dengan harimau dan badak sumatera yang memiliki badan terkecil dalam keluarganya.
    • Selain itu, ada orangutan dengan warna bulu coklat kemerahan.
    • Ada juga komodo yang diperkirakan telah hidup sejak 4 juta tahun yang lalu dan tubuhnya berukuran 2-3 meter.

    7. Contoh 7

    Roda tidak selalu berputar terus ke atas. Sebab, adakalanya roda berputar ke bawah. Terkadang manusia akan ada di atas, dimana puncak kesuksesan berhasil dicapai. Namun, ada saatnya dimana manusia berada di bawah, yakni di ujung jurang kegagalan. Bisa disimpulkan bahwa kehidupan manusia seperti roda yang berputar.

    Ide topik atau gagasan pokok: Hidup seperti roda yang berputar.

    Kalimat utama ditunjukkan di akhir paragraf, yakni “Bisa disimpulkan bahwa kehidupan manusia seperti roda yang berputar”.

    Kalimat penjelas:

    • Roda tidak selalu berputar terus ke atas.
    • Sebab, adakalanya roda berputar ke bawah.
    • Terkadang manusia akan ada di atas, dimana puncak kesuksesan berhasil dicapai.
    • Namun, ada saatnya dimana manusia berada di bawah, yakni di ujung jurang kegagalan.

    8. Contoh 8

    Sudah tidak terhitung berapa lama Aldi menutupi tangisannya. Bibirnya berulang kali dikatupkan untuk menahan air mata yang tidak kunjung berhenti keluar. Ia mencoba bertahan atas kemalangan yang menimpa hewan peliharaan tercintanya, namun tidak kuat. Ia sedih berkepanjangan karena kucingnya mati sampai dadanya terasa sesak.

    Ide topik atau gagasan pokok: Aldi sedih karena kucingnya mati.

    Kalimat utama ditunjukkan di akhir paragraf, yakni “Ia sedih berkepanjangan karena kucingnya mati sampai dadanya terasa sesak”.

    Kalimat penjelas:

    • Sudah tidak terhitung berapa lama Aldi menutupi tangisannya.
    • Bibirnya berulang kali dikatupkan untuk menahan air mata yang tidak kunjung berhenti keluar.
    • Ia mencoba bertahan atas kemalangan yang menimpa hewan peliharaan tercintanya, namun tidak kuat.

    9. Contoh 9

    Pohon memiliki kemampuan berfotosintesis. Kemampuan ini membuat pohon dapat menghasilkan gas oksigen yang diperlukan manusia untuk bernafas. Saat fotosintesis berlangsung, pohon menghirup karbon dioksida yang beracun untuk manusia. Dengan kata lain, pohon sangat penting bagi kehidupan manusia yang ada di Bumi.

    Ide topik atau gagasan pokok: Pohon sangat penting untuk manusia.

    Kalimat utama ditunjukkan di akhir paragraf, yakni “Dengan kata lain, pohon sangat penting bagi kehidupan manusia yang ada di Bumi”.

    Kalimat penjelas:

    • Pohon memiliki kemampuan berfotosintesis.
    • Kemampuan ini membuat pohon dapat menghasilkan gas oksigen yang diperlukan manusia untuk bernafas.
    • Saat fotosintesis berlangsung, pohon menghirup karbon dioksida yang beracun untuk manusia.

    10. Contoh 10

    Melonggarnya peraturan membuat masyarakat abai dalam menggunakan masker saat keluar rumah. Selain itu, banyak acara-acara besar, seperti konser musik yang tidak menjaga jarak. Pemerintah juga kembali memberlakukan PPKM karena kasus CoVid-19 naik. Ini artinya masyarakat masih banyak yang melanggar protokol CoViD-19.

    Ide topik atau gagasan pokok: Masyarakat masih melanggar protokol CoViD-19.

    Kalimat utama ditunjukkan di akhir paragraf, yakni “Ini artinya masyarakat masih banyak yang melanggar protokol CoViD-19”.

    Kalimat penjelas:

    • Melonggarnya peraturan membuat masyarakat abai dalam menggunakan masker saat keluar rumah.
    • Selain itu, banyak acara-acara besar, seperti konser musik yang tidak menjaga jarak.
    • Pemerintah juga kembali memberlakukan PPKM karena kasus CoVid-19 naik.

    11. Contoh 11

    Seorang pemain bola basket harus memiliki teknik dasar yang kuat. Dribble, passing, dan shot harus dikuasai, agar dapat dikembangkan secara lebih lanjut. Jika sudah dikuasai, permainan pun akan terlihat lebih menarik. Untuk itu, teknik dasar yang kuat harus dikuasai, agar dapat diterapkan pemain bola basket dalam setiap permainannya.

    Ide topik atau gagasan pokok: Teknik dasar yang harus dikuasai pemain bola basket.

    Kalimat utama ditunjukkan di awal dan akhir paragraf, yakni:

    • Seorang pemain bola basket harus memiliki teknik dasar yang kuat. 
    • Untuk itu, teknik dasar yang kuat harus dikuasai, agar dapat diterapkan pemain bola basket dalam setiap permainannya.

    Kalimat penjelas:

    • Dribble, passing, dan shot harus dikuasai agar dapat dikembangkan secara lebih lanjut.
    • Jika sudah dikuasai, permainan pun akan terlihat lebih menarik.

    12. Contoh 12

    Hutan adalah kawasan yang bermanfaat bagi manusia. Di sana, tumbuh beragam tumbuhan yang bisa mencegah bencana alam, mulai dari banjir dan tanah longsor. Selain itu, hewan-hewan hidup dengan bebas di hutan dan membuat hutan menjadi lebih menarik. Untuk itu, hutan harus dijaga, karena bermanfaat bagi manusia.

    Ide topik atau gagasan pokok: Hutan bermanfaat bagi manusia.

    Kalimat utama ditunjukkan di awal dan akhir paragraf, yakni:

    • Hutan adalah kawasan yang bermanfaat bagi manusia.
    • Untuk itu, hutan harus dijaga, karena bermanfaat bagi manusia.

    Kalimat penjelas:

    • Di sana, tumbuh beragam tumbuhan yang bisa mencegah bencana alam, mulai dari banjir dan tanah longsor.
    • Selain itu, hewan-hewan hidup dengan bebas di hutan dan membuat hutan menjadi lebih menarik.

    13. Contoh 13

    Karena pandemi, kegiatan belajar bisa dilakukan di luar kelas. Sebab, pembelajaran bisa dilakukan secara daring. Banyak sekali website yang menyediakan program pembelajaran daring, mulai dari yang gratis hingga berbayar. Belajarnya pun bisa dilakukan dimanapun. Alhasil, kegiatan belajar bisa dilakukan secara daring.

    Ide topik atau gagasan pokok: Belajar bisa dilakukan di luar kelas, yakni secara daring.

    Kalimat utama ditunjukkan di awal dan akhir paragraf, yakni:

    • Karena pandemi, kegiatan belajar bisa dilakukan di luar kelas.
    • Alhasil, kegiatan belajar bisa dilakukan secara daring.

    Kalimat penjelas:

    • Sebab, pembelajaran bisa dilakukan secara daring.
    • Banyak sekali website yang menyediakan program pembelajaran daring, mulai dari yang gratis hingga berbayar.
    • Belajarnya pun bisa dilakukan dimanapun.

    Sudah Tahu Apa Itu Kalimat Penjelas?

    Itulah penjelasan mengenai kalimat pendukung, mulai dari pengertian, ciri-ciri, hingga contohnya. Dengan contoh di atas, diharapkan kamu lebih dapat memahami seperti apa kalimat pendukung. Selain itu, kalimat tersebut juga bisa membuat tulisan kamu di artikel, makalah, hingga skripsi menjadi lebih rapi dan terstruktur.

  • Biografi Soeharto (Lengkap): Presiden 32 Tahun Masa Jabatan!

    Biografi Soeharto (Lengkap): Presiden 32 Tahun Masa Jabatan!

    Bicara tentang biografi Soeharto tentu tidak terlepas dari 32 tahun masa jabatannya sebagai presiden di Republik Indonesia. Soeharto merupakan seseorang dengan segudang cerita di balik sejarah panjang reformasi di Indonesia.

    Mengawali karir sebagai seorang tentara, Soeharto sukses menjadi tentara dengan berbagai prestasi. Salah satu prestasinya yang patut diperhitungkan adalah berhasil membubarkan PKI yang ingin menguasai negeri ini. Bagi Anda yang penasaran dan ingin mengetahui sejarah serta riwayat hidup Soeharto, mari simak dalam artikel ini!

    Biografi Masa Kecil Soeharto

    tribunnews.com

    Mari kita awali penjelasan tentang biografi Soeharto dengan membahas kisah masa kecil beliau. Soeharto adalah seorang pria yang lahir di Yogyakarta, tepatnya di desa Kemusuk, kecamatan Argomulyo. Tanggal lahir Soeharto, yakni 8 Juni 1921. Saat lahir, Soeharto bisa dibilang terlahir dari keluarga yang kurang mampu.

    Soeharto adalah seorang anak yang besar dari hasil pernikahan Kertosudiro dan Sukirah. Ayah Soeharto adalah seorang petani di desanya, sedangkan ibunya hanya seorang pembantu desa atau lurah dalam upaya mengairi persawahan di desa.

    Saat Soeharto belum genap berusia 40 hari, ibundanya menitipkan Soeharto kepada sang kakek tercinta, yakni Mbah Kromodiryo. Siapakah Mbah Kromodiryo? Beliau adalah seorang dukun beranak yang membantu jalannya proses persalinan Soeharto pada waktu itu.

    Soeharto pun tinggal di rumah Mbah Kromodiryo dengan jangka waktu yang cukup lama, yakni sekitar empat tahun. Nah, selama empat tahun inilah Soeharto dapat merasakan kasih sayang orang tua tulus yang diberikan oleh Mbah Kromodiryo. Dari rumah ini juga, Soeharto berhasil belajar berdiri sampai bisa berjalan ketika bayi.

    Saat masih anak-anak, Soeharto sangat sering diajak oleh Mbah Kromo untuk pergi ke sawah. Saat Soeharto pergi ke sawah, beliau merasa sangat senang. Karena di sawah beliau dapat bermain dengan bebas. Salah satu hal yang paling disukai Soeharto saat di sawah adalah menunggangi kerbau sambil memerintahnya.

    Seiring berjalannya waktu, orang tua Soeharto berpisah. Lalu, ibundanya (Sukirah) melangsungkan pernikahan kembali dengan seorang pria bernama Atmopawiro. Sedangkan, ayahnya (Kertosudiro) juga ikut menikah lagi dengan seorang wanita asal Semarang dan mempunyai empat orang anak.

    Setelah kurang lebih empat tahun tinggal bersama Mbah Kromodiryo, sang Ibu (Sukirah) pun berinisiatif untuk mengambil anaknya dan membawanya pulang untuk tinggal di rumah ayah tirinya (Atmopawiro).

    Meskipun sudah berpisah, ayah kandung Soeharto terkadang datang untuk sesekali melihat keadaan putranya. Hingga pada waktu itu, Soeharto merasa sangat senang atas kedatangan ayah kandungnya yang memberinya hadiah seekor kambing.

    Biografi Soeharto (Riwayat Pendidikan)

    Saat masuk usia delapan tahun, Soeharto baru menginjak bangku sekolah dasar. Namun, beliau beberapa kali harus pindah sekolah. Awalnya, Soeharto bersekolah di SD Puluhan, Godean. Akan tetapi, saat ibunya pindah rumah ke daerah Kemusuk Kidul Soeharto juga ikut pindah sekolah ke SD Pedes.

    Karena kekhawatiran Kertosudiro sang ayah kandung akan pendidikan dan masa depan anaknya. Maka, Soeharto dititipkan kepada kerabatnya yakni Prawirowihardjo di daerah Wuryantoro, Purwodadi, Jawa Tengah.

    Prawirowiharjo adalah paman atau adik ipar dari ayah Soeharto. Pamannya ini merupakan seorang yang berprofesi sebagai mantri tani. Lalu, ayahnya adalah pengusaha yang sudah lumayan terkenal di wilayah Purwodadi yaitu Sudwikatmono.

    Saat tinggal bersama pamannya, Soeharto merasa sangat senang sebab beliau sering diajak ke sawah. Bahkan, karena ini hal ini perlahan-lahan Soeharto bisa paham seluk beluk dunia pertanian. Agar dapat melanjutkan pendidikannya ke SMP, Soeharto akhirnya pulang ke kampungnya dan tinggal bersama ibunya di Kemusuk.

    SMP Muhammadiyah Yogyakarta adalah lembaga pendidikan SMP pertama yang dipilih oleh Soeharto saat beliau berhasil tamat dari tingkat pendidikan Sekolah Dasar. Agar bisa menempuh jarak ke sekolah, saat berangkat dan pulang Soeharto biasa menggunakan sepeda.

    Setelah tamat SMP, Soeharto ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMA. Namun, karena kendala ekonomi keluarga serta keterbatasan biaya, Soeharto yang mulai beranjak remaja ini harus mengurungkan niatnya itu.

    Sampai akhirnya, Soeharto sempat mendapatkan panggilan kerja pada tahun 1939. Panggilan kerja pertama adalah panggilan kerja dari bank. Kemudian, panggilan kerja kedua adalah peluang kerja dari lembaga kemiliteran. Akhirnya, yang dipilih oleh Soeharto pada saat itu adalah keputusan untuk berkarir di dunia militer.

    Biografi Pernikahan Soeharto

    liputan6.com

    Setelah membahas tentang biografi Soeharto mulai dari kisah masa kecilnya hingga riwayat pendidikannya, kali ini Anda melihat kehidupan pernikahan Soeharto. Saat beliau berusia 26 tahun, Soeharto menikah dengan Siti Hartinah. Istri Soeharto ini merupakan putri dari keturunan Soemoharjomo, wedana di Wuryantoro.

    Soemoharjomo merupakan seorang abdi Keraton Mangkunegaran, di wilayah Surakarta, Solo. Pernikahan Soeharto dan Siti Hartinah ini terjadi pada tanggal 26 Desember 1947 dan berlangsung di wilayah Solo.

    Sebetulnya, Soeharto dan Siti Hartinah ketika di Wuryantoro keduanya sudah saling mengenal santar atu sama lain atau tepatnya sejak masih anak-anak. Soeharto terbilang orang yang sangat pemberani bahkan beliau juga sering dipuji oleh Siti Hartinah karena sifat keberaniannya itu.

    Keberanian Soeharto salah satunya berupa berani masuk ke pekarangan rumah hanya demi menggoda Siti Hartinah. Saat masuk ke pekarangan, Soeharto pasti memetik bunga agar saat bunga itu rusak Siti Hartinah akan bilang ke orang tuanya kalau pelaku perusak bunga di pekarangan itu adalah Soeharto.

    Pernikahan Soeharto dan Siti Hartinah ini memberikan mereka enam orang anak, yakni tiga orang anak laki-laki dan juga tiga orang anak perempuan. Istri Soeharto ini punya relasi yang sangat baik dengan para wartawan. Jadi, bisa dikatakan jika Ibu Tien ini memiliki hubungan yang cukup akrab dan berkawan dengan para jurnalis.

    Namun, istri sekaligus Ibu dari keenam putra-putri Soeharto ini meninggal dunia tepatnya pada bulan april tahun 1996. Berdasarkan keterangan medis, istri Soeharto ini meninggal dunia akibat riwayat penyakit jantung yang dideritanya. Jenazah Ibu Tien akhirnya disemayamkan di Astana Giri, kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

    Biografi Soeharto (Karier Militer)

    kompas.com

    Sebelum memulai karir dalam dunia politik, Soeharto terlebih dulu menjabat menjadi seorang anggota dari lembaga militer, yaitu Tentara Nasional Indonesia. Pada saat itu, Soeharto diangkat resmi menjadi seorang anggota TNI tepatnya pada sekitar tanggal 5 Oktober tahun 1945.

    Saat menjadi anggota aktif TNI, Soeharto sering diberikan tugas khusus untuk memimpin pasukan guna melawan berbagai aksi-aksi militer Belanda. Terutama, pada saat itu adalah agresi militer Belanda yang berusaha untuk merebut kembali kemerdekaan negara Republik Indonesia.

    Pada sekitar tanggal 1 Maret tahun 1949, nama Soeharto mulai semakin populer. Hal tersebut terjadi karena berbagai peran pentingnya dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia terutama dari serangan militer Belanda untuk menguasai bagian kota Yogyakarta.

    Kesuksesannya dalam mempertahankan Yogyakarta ini tidak terlepas dari peran serta perjuangan rakyat Indonesia dalam menghadapi Belanda. Meski pada dasarnya yang memimpin serangan ini adalah Soeharto, tapi penggagas serangan sebenarnya adalah Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono ke IX.

    Seiring berjalannya waktu, Soeharto berhasil menjadi tentara dengan pangkat tinggi, yakni Brigadir Jenderal. Dalam pangkatnya ini, Soeharto menjabat sebagai seorang pimpinan Komando Mandala dan mengemban tugas penting untuk merebut kembali wilayah Irian Barat dari kekuasaan Belanda. 

    Komando Mandala ini dilaksanakan pada tahun 1961. Kemudian, dari tugas Komando Mandala ini Soeharto berhasil mendapatkan pengalaman berharga yaitu berkenalan dengan para jenderal perang dengan peran penting dan strategis. Mulai dari Kapten L.B Moerdani, Mayor Ali Moertopo, dan juga Kolonel Laut Sudomo. 

    Setelah itu, Soeharto mendapatkan kenaikan pangkat usai menjalankan tugas merebut kembali Irian Barat dari tangan Belanda. Pangkat yang diperoleh oleh Soeharto adalah sebagai Mayor Jenderal. 

    Kemudian, oleh Jenderal A.H. Nasution, Soeharto berhasil ditarik ke markas besar tentara Indonesia atau ABRI pada saat itu. Pada sekitar tahun 1962, Soeharto berhasil mendapatkan kenaikan pangkat lagi menjadi seorang Panglima Komando Sub Cadangan Strategis Tentara Angkatan Darat (Kostrad).

    ABRI khususnya satuan Angkatan Darat pada tahun 1965 mengalami sebuah konflik internal. Konflik ini disebabkan karena adanya paham Nasakom atau (Nasionalis, Agama, Komunis). 

    Pemahaman ini merupakan gagasan negara yang dibentuk oleh presiden Soekarno pada saat itu. Sehingga, hal ini membuat Tentara Angkatan Darat terpecah dalam dua kubu, yaitu kubu pertama adalah kubu sayap kiri dan kubu kedua adalah kubu sayap kanan.

    Kemudian, pada dini hari di tanggal 1 Oktober 1965, terjadi insiden penculikan dan pembunuhan kejam terhadap enam orang Jenderal berpangkat tinggi. Kelompok yang melakukan insiden penculikan dan pembunuhan enam Jenderal ini mengaku sebagai sebuah kelompok yang bernama Gerakan 30 September (G30S).

    Semua kejadian tersebut terjadi dengan begitu cepat. Sampai akhirnya muncul Surat Perintah khusus 11 Maret atau Supersemar dari Presiden Ir. Soekarno. Supersemar berisi perintah pemberian kuasa dan juga mandat kepada Jenderal Soeharto untuk bisa mengambil keputusan dan menentukan tindakan untuk upaya insiden ini.

    Sejak dikeluarkannya Surat Perintah khusus 11 Maret atau Supersemar oleh presiden Soekarno. Jabatan sebagai Panglima Komando Pemulihan Keamanan serta Ketertiban (Kopkamtib) dijabat oleh Soeharto.

    Kemudian, tepatnya pada tanggal 27 Maret 1968, secara resmi Soeharto dilantik oleh instansi MPRS untuk menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Melalui pelantikannya ini maka dimulai sebuah masa pemerintahan baru atau yang lebih dikenal dengan sebutan masa pemerintahan di era Orde Baru.

    Biografi Soeharto (Karir Politik)

    Berikut adalah uraian mengenai Soeharto saat terjun ke dunia politik. Simak penjelasan lengkap berikut ini:

    1. Presiden Soeharto & Wakilnya Sri Sultan Hamengkubuwono IX

    Setelah kurang lebih selama lima tahun mengemban jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia, barulah pada periode kerja kedua, Soeharto mempunyai seorang Wakil Presiden. 

    Wakilnya tersebut tak lain dan tak bukan adalah Sri Sultan Hamengkubuwono ke IX. Pada masa kepemimpinannya ini, presiden Soeharto membuat sebuah susunan Kabinet Pembangunan II. Kemudian, masa kerja dari pembentukan Kabinet tersebut adalah mulai dari 28 Maret 1973 sampai dengan 29 Maret 1978.

    Pada Kabinet Pembangunan II ini, Menteri luar negeri dijabat oleh seorang yang sudah sangat terkenal yakni H. Adam Malik. Pada saat itu, beliau mendapatkan rekomendasi dari para petinggi negara agar Adam Malik menjadi Wakil Presiden pada periode ketiga masa jabatan Soeharto.

    Namun, takdir berkata lain. Adam Malik harus digantikan oleh rekan sejawatnya, yakni Syarif Thayeb. Pergantian Menteri ini terjadi karena pada saat itu atau tahun 1977. Di mana Adam Malik akan diangkat sebagai ketua MPR/DPR baru Republik Indonesia pada masa itu dan bukan menjadi seorang wakil presiden.

    2. Presiden Soeharto dan Wakilnya H. Adam Malik

    Setelah menjabat sebagai seorang Menteri luar negeri dan juga ketua MPR/DPR RI. Pada tahun 1978, Adam Malik akhirnya dipercaya oleh presiden Soeharto untuk mengambil jabatan Wakil sebagai Presiden Republik Indonesia. 

    Pada periode masa pemerintahan ini, Soeharto pun membentuk Kabinet baru yang bernama Kabinet Pembangunan III. Lalu, masa kerja Kabinet Pembangunan III adalah mulai dari tanggal 19 Maret 1978 sampai dengan tanggal 19 Maret 1983.

    Sementara itu, Panglima Komando Operasi Sub Bagian Keamanan dan Ketertiban akhirnya dijabat oleh Sudomo. Pada masa kabinet ini terdapat satu nama yang sudah sangat terkenal sampai yaitu bapak B.J Habibie. Pada saat itu beliau di dalam masa kerja Kabinet Pembangunan II menjabat jadi Menteri Riset dan Teknologi.

    3. Presiden Soeharto dan Wakilnya Umar Wirahadikusumah

    Dalam biografi Soeharto, pada dua periode sebelumya, jabatan Wakil Presiden yang beliau pilih merupakan mereka mantan Menteri pada susunan kabinet sebelumnya. Namun, untuk masa kerja Kabinet Pembangunan IV, pemilihan Wakil Presiden tidak berasal dari mantan Menteri atau dijabat oleh seorang Umar Wirahadikusumah. 

    Pada Kabinet Pembangunan IV, masa kerjanya dimulai dari tanggal 19 Maret 1983 sampai dengan 22 Maret 1988. Pada saat itu, Jenderal Sudharmono yang pada masa Kabinet Pembangunan IV mengemban jabatan sebagai seorang Menteri bidang Sekretaris negara. 

    Pada periode berikutnya, beliau mendapat kepercayaan dari Soeharto untuk menjabat sebagai seorang Wakil Presiden. Pada masa kabinet ini, Panglima Besar Angkatan Bersenjata Republik Indonesia disematkan jabatannya kepada seorang jenderal muda, yakni Jenderal L.B. Moerdani.

    4. Presiden Soeharto dan Wakilnya Sudharmono

    Sudharmono menjabat sebagai seorang Wakil Presiden Indonesia keempat untuk  masa jabatan kepresidenan Soeharto. Pada masa ini, Soeharto membentuk susunan Kabinet Pembangunan V. Kabinet tersebut memiliki masa kerja yang dimulai pada tanggal 23 Maret 1988 sampai dengan tanggal 17 Maret 1993.

    Di dalam Kabinet Pembangunan jilid V ini, B.J. Habibie kembali mengemban jabatan sebagai Menteri Negara bidang Riset dan Teknologi, serta Ketua Badan Kajian dan Penerapan Ilmu Teknologi. Selain itu, jabatan Jaksa Agung Sukarton Marmosudjono harus digantikan oleh seorang Singgih, S.H. karena beliau meninggal dunia.

    5. Presiden Soeharto dan Wakilnya Try Sutrisno

    Wakil Presiden yang kelima pada masa jabatan kepemimpinan Presiden Soeharto adalah Bapak Try Sutrisno. Pada era pemerintahan ini, kabinet Indonesia telah masuk ke kabinet baru, yakni “Kabinet Pembangunan VI”. Kemudian, Kabinet ini memiliki total masa kerja terhitung dari 17 Maret 1993 sampai 14 Maret 1998.

    Pada kabinet sebelumnya, Jaksa Agung yang dijabat oleh Singgih terbukti memiliki kinerja serta fungsi yang sangat bagu. Sehingga, pada masa kerja kabinet selanjutnya tepatnya pada Kabinet Pembangunan VI, jaksa agung Singgih kembali dipercaya oleh Soeharto untuk menjadi Jaksa Agung dalam periode baru ini.

    Pada masa ini, Soeharto semakin sukses dan berhasil menjadi salah satu pemimpin dunia dengan segudang prestasi. Salah satu prestasi terbaik Soeharto adalah berhasil membawa nama Indonesia menjadi salah satu macan Asia. Bahkan, pada saat itu lapangan kerja sangat banyak dan angka pengangguran sangat kecil.

    Hal tersebut sangat berbeda dengan masa jabatan presiden baru, setelah Soeharto. Di mana pada jabatan presiden setelah Soeharto dinilai kinerjanya kurang bagus, bahkan Indonesia cenderung terus mengalami kemunduran. 

    6. Presiden Soeharto dan Wakil Presiden B.J Habibie

    Pada periode Kabinet Pembangunan VII, total masa kerjanya hanya terhitung dalam hitungan bulan saja. Masa kerja kabinet ini mulai dari 14 Maret 1998 sampai dengan 21 Mei 1998. Hal tersebut karena Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia, lalu digantikan oleh wakilnya  B.J. Habibie.

    Biografi Soeharto Setelah Pensiun Dari Presiden

    okezone.com

    Titik kejatuhan Soeharto terjadi pada tahun 1998 yang mana pada masa itu merupakan masa paling kelam bagi Presiden Soeharto. Pada masa itu, terjadi krisis moneter dan merupakan titik masuknya era reformasi bagi Indonesia. 

    Ini terjadi karena besarnya gempuran demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa dan juga rakyat. Karena mereka merasa tidak puas akan keputusan dan kepemimpinan dari presiden kedua Republik Indonesia ini.

    Selain itu, kondisi ekonomi dan juga stabilitas politik di Indonesia semakin tidak terkendali. Pada tanggal 21 Mei 1998 tepatnya pada pukul 09.05 WIB Soeharto membacakan sebuah pidato yang berjudul “pernyataan berhenti sebagai presiden RI” ini terjadi akibat  runtuhnya dukungan dari berbagai pihak untuk dirinya.

    Soeharto telah menjabat sebagai presiden Indonesia dengan periode selama 32 tahun. Sebelum beliau mundur, Indonesia mengalami krisis besar. Baik itu krisis politik bahkan krisis ekonomi. Hal terjadi terjadi selama 6 hingga 12 bulan setelah Soeharto resmi mundur kemudian masuk era baru Reformasi.

    Kemudian, BJ Habibie melanjutkan selama kurang lebih satu tahun dari sisa masa jabatan kepresidenannya. Hingga akhirnya, BJ Habibie digantikan oleh Gus Dur (Abdurrahman Wahid) pada tahun 1999. Jatuhnya Suharto merupakan akhir masa Orde Baru, sebuah rezim yang berkuasa selama 32 Tahun lamanya.

    Biografi Wafatnya Soeharto

    Presiden RI Kedua, Soeharto, wafat pada hari Minggu, 27 januari 2008. Tepatnya pada pukul 13.10 WIB. Jenderal Besar yang dianugerahi penghargaan sebagai Bapak Pembangunan Nasional ini tutup usia dalam umur 87 tahun. 

    Soeharto wafat usai dirawat selama kurang lebih sekitar 24 hari di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta. Berita wafatnya Presiden Kedua RI ini pertama kali disampaikan oleh Kapolsek Kebayoran Baru, Kompol. Dicky Sonandi, Minggu (27/1). 

    Kemudian, secara resmi dari Tim Dokter Kepresidenan juga ikut menyampaikan lewat siaran pers terkait wafatnya Soeharto pada minggu 27 januari 2008 tepat pukul 13.10 WIB. Dalam keterangan tersebut, tim dokter kepresidenan menyebut kematian Soeharto terjadi akibat kegagalan multi organ karena komplikasi penyakit jantung.

    Biografi Jasa Soeharto Terhadap Bangsa Indonesia

    Jika direnungkan, memang banyak jasa-jasa besar yang telah dilakukan Soeharto demi pembangunan serta perkembangan bangsa Indonesia dimata internasional. Sebagian besar rakyat yang pernah merasakan hidup di zaman Soeharto juga menganggap bahwa zamannya merupakan era keemasan bangsa Indonesia.

    Ini bukan tanpa alasan, karena harga berbagai pertumbuhan ekonomi yang sangat baik dan juga kebutuhan pokok yang sangat murah di masa itu. Bahkan, jika kita bandingkan dengan harga kebutuhan pokok di zaman sekarang perbedaannya sangatlah jauh.

    Soeharto berhasil merubah wajah bangsa Indonesia yang awalnya hanya negara pengimpor beras menjadi salah satu negara swasembada beras dan berhasil turut mensejahterakan para petani. Bahkan, sektor pembangunan paling dianggap maju melalui program Repelita I sampai dengan  Repelita VI.

    Keamanan dan kestabilan Indonesia yang terjamin dan menciptakan rasa kesadaran nasionalisme yang begitu tinggi pada masa tersebut. Kemudian dari bidang kesehatan, sangat gencar dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas bayi serta memperbaiki kehidupan penerus bangsa di masa depan.

    Hal tersebut dilakukan dengan terciptanya program kesehatan yang sangat populer, yakni program KB dan posyandu. Program tersebut merupakan sebuah upaya yang bertujuan untuk mengintegrasikan antara gagasan pemerintah yang berfokus pada pembangunan bangsa dengan pandangan kemandirian masyarakat.

    Di zamannya, program ini sangat populer dan terbukti berhasil. Bahkan, banyak ibu yang peduli atas kebutuhan bayi mereka. Terutama di saat paling penting, yakni di masa periode pertumbuhannya.

    Itulah sekelumit jasa-jasa serta prestasi dari Soeharto. Walaupun jasa-jasanya banyak, ada juga kegagalan di masa pemerintahannya. Hal tersebut adalah korupsi, kolusi, dan nepotisme. Bahkan, pembangunan tidak merata antara wilayah pusat dan daerah memunculkan kesenjangan sosial terutama dari daerah seperti Papua.

    Sudah Tahu Bagaimana Biografi Soeharto?

    Itulah pembahasan lengkap tentang biografi Soeharto. Soeharto adalah presiden Indonesia dengan masa jabatan terlama. Indonesia juga jadi negara yang cukup maju pada zaman itu jika kita bandingkan dengan pemerintah zaman sekarang yang cenderung selalu membuat peraturan yang membebani rakyat.

  • Biografi Dewi Sartika – Pahlawan Nasional Emansipasi Perempuan

    Biografi Dewi Sartika – Pahlawan Nasional Emansipasi Perempuan

    Raden Dewi Sartika merupakan salah satu pahlawan emansipasi perempuan yang dedikasinya masih terus dikenang hingga sekarang ini. Apalagi ada banyak sekali jasa dan perjuangan yang beliau lakukan semasa hidup untuk perempuan Indonesia. Makanya, tak heran jika banyak orang yang tertarik dengan biografi Dewi Sartika.

    Nah, untuk Anda yang juga ingin tahu tentang biografi Dewi Sartika lengkap dengan fakta menarik perjuangan yang beliau lakukan bagi perempuan Indonesia, simak ulasannya dalam artikel di bawah ini!

    Biografi Dewi Sartika sebagai Pahlawan Emansipasi Perempuan

    Raden Dewi Sartika adalah seorang tokoh perempuan pelopor pendidikan yang ada di Indonesia. Ia berjuang keras dalam mewujudkan pendidikan yang layak bagi kaum perempuan. 

    Pada saat itu, perempuan masih belum mendapatkan pendidikan yang layak, sehingga menyebabkan kaum perempuan pada saat itu sering dipandang remeh oleh kaum laki-laki yang berpendidikan tinggi.

    Dewi Sartika lahir pada tanggal 4 Desember di Bandung, Jawa Barat. Orang tuanya berasal dari priyayi Sunda yang bernama Raden Somanagara dan Raden Ayu Rajapermas. Ayahnya merupakan pejuang kemerdekaan pada masa itu. 

    Kedua orang tuanya bersikeras untuk menyekolahkan Sartika di Sekolah Belanda, walaupun hal tersebut bertentangan dengan budaya ada pada waktu itu.

    Saat menjadi patih di Bandung, Raden Somanagara menentang Pemerintah Hindia-Belanda yang menyebabkan istrinya dibuang di Ternate. Dewi diasuh oleh pamannya yang merupakan kakak dari ibunya yang bernama Arya yang pada saat itu menjabat sebagai Patih di Cicalengka. 

    Ia diasuh oleh pamannya lantaran ayahnya meninggal dunia dan juga ibunya yang telah diasingkan ke Ternate.

    Dewi Sartika mendapatkan pengetahuan mengenai kebudayaan Sunda dari pamannya. Ia juga berwawasan kebudayaan Barat yang didapatkannya dari seorang nyonya Asisten Residen berkebangsaan Belanda. Ia menunjukkan potensinya dalam dunia pendidikan saat masih kecil. 

    Hal tersebut didukung oleh kegemarannya yang sering memperagakan praktik yang ia terima di sekolah, belajar membaca-menulis, dan bahasa Belanda yang ia ajarkan kepada anak-anak pembantu di Kepatihan. 

    Ia melakukannya sambil bermain di belakang gedung kepatihan. Sederhana saja alat yang ia gunakan ialah papan bilik kandang kereta, arang, dan pecahan genting yang dijadikannya sebagai alat bantu belajar.

    Anak-anak pembantu yang ada di Kepatihan mampu untuk membaca, menulis beberapa kata dalam bahasa Belanda yang membuat masyarakat di Cicalengka gempar. 

    Masyarakat di sana kaget, karena pada waktu itu belum ada anak (anak rakyat jelata) yang mempunyai kemampuan seperti itu. Mereka memiliki kemampuan tersebut, karena diajari oleh Dewi Sartika.

    Saat remaja, Dewi Sartika kembali ke Bandung dan tinggal bersama ibunya. Ia semakin yakin untuk mewujudkan cita-cita selama ini, yaitu mendirikan sebuah sekolah yang bertujuan untuk memajukan pendidikan untuk kaum perempuan. 

    Cita-citanya tersebut sejalan dengan cita-cita yang dimiliki oleh pamannya. Namun, cita-citanya tersebut sulit untuk diwujudkan, karena hukum adat pada saat itu yang mengekang kaum perempuan untuk berpendidikan.

    Kegigihan dalam berusaha tidak akan pernah mengkhianati. Hasilnya, Dewi Sartika berhasil mendirikan sebuah sekolah yang dikhususkan untuk kaum perempuan. 

    Pada biografi Dewi Sartika, materi yang ia ajarkan masih sedikit, hanya meliputi merenda, memasak, jahit-menjahit, membaca, dan menulis yang bertujuan untuk membuat perempuan mempunyai keterampilan.

    Pada tanggal 16 Januari 1904, setelah berkonsultasi dengan Bupati R.A.A Martanegara, Dewi Sartika membuka sebuah sekolah yang bernama Sakola Istri (Sekolah Perempuan) pertama yang ada di Hindia-Belanda. 

    Sakola Istri yang bertempat di ruang pendopo Kabupaten Bandung, ia dibantu oleh dua saudara sepupunya, yaitu Ny. Poerwa dan Nyi Oewid dalam mengajar. Murid angkatan pertamanya terdiri dari 20 orang.

    Pada tahun 1905, sekolahnya menambah kelas, sehingga membuatnya pindah lokasi ke Jalan Ciguriang, Kebon Cau. Tempat ini dibeli oleh Dewi Sartika dengan uang tabungannya dan bantuan dana pribadi dari Bupati Bandung. 

    Tahun 1906, Dewi Sartika menikah dengan Raden Kanduruan Agah Suriawati. Suaminya juga seorang guru di sekolah Karang Pamulang yang saat itu merupakan sekolah Latihan Guru. 

    Dari pernikahan tersebut, mereka memiliki putra bernama R. Atot yang merupakan Ketua Umum BIVB, sebuah klub sepak bola yang merupakan cikal bakal dari Persib Bandung.

    Pada tahun-tahun berikutnya, di beberapa wilayah Pasundan bermunculan beberapa Sakola Istri yang dikelola oleh perempuan-perempuan Sunda yang memiliki cita-cita yang sama dengan Dewi Sartika. Lulusan pertama dari Sakola Istri, yaitu pada tahun 1909.

    Pada tahun 1912, sudah berdiri sembilan Sakola Istri di setengah dari seluruh kota-kota kabupaten Pasundan. Tahun 1914, Sakola Istri berganti nama menjadi Sakola Kautamaan Istri (Sekolah Keutamaan Perempuan). 

    Kota-kota kabupaten wilayah Pasundan yang belum memiliki Sakola Kautamaan Istri hanya tinggal 3/4. Pada tahun 1920, seluruh wilayah Pasundan lengkap memiliki Sakola Kautamaan Istri. Sekolah ini juga didirikan di Bukittinggi oleh Encik Rama Saleh.

    Pada bulan September 1929, tepat saat Sakola Kautamaan Istri berusia 25 tahun, Dewi Sartika mengadakan peringatan atas pendirian sekolah tersebut. Pada saat itu juga, Sakola Kautamaan Istri berganti nama menjadi Sakola Raden Dewi. Atas dedikasinya dalam bidang ini, ia dianugerahi bintang jasa oleh pemerintah Hindia-Belanda.

    Dewi Sartika meninggal pada tanggal 11 September 1947 di Tasikmalaya. Dimakamkan di pemakaman Cigagadon Desa Rahayu Kecamatan Cineam. Tiga tahun kemudian, dimakamkan kembali di kompleks Pemakaman Bupati Bandung di Jalan karang Anyar, Kabupaten Bandung.

    Dedikasinya dalam mencerdaskan bangsa dan perjuangannya dalam pendidikan di Indonesia, ia diberi gelar kehormatan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Gelar kehormatan tersebut diberikan pada tanggal 1 Desember 1966.

    Fakta Menarik Tentang Raden Dewi Sartika

    Setelah mengetahui biografi Dewi Sartika secara singkat, berikut ini adalah berbagai fakta menarik tentang pahlawan emansipasi perempuan tersebut yang bisa Anda simak, yaitu:

    1. Lahir dari Keluarga Pejuang Kemerdekaan

    Dari penjelasan singkat pada biografi Dewi Sartika sebelumnya, kamu bisa mengetahui bahwa beliau lahir dari keluarga yang juga merupakan pejuang kemerdekaan. Kecintaannya terhadap dunia pendidikan ternyata juga berasal dari semangat kedua orang tuanya, yakni Raden Somanagara dan Nyi Raden Rajapermas.

    Keduanya merupakan tokoh perjuangan yang pada saat itu secara terang-terangan berani melawan Belanda. Bahkan ayahnya, Raden Somanagara sempat diasingkan hingga meninggal di Ternate.

    Meski begitu, ibu Dewi Sartika tidak berhenti untuk melakukan perjuangan menghadapi penjajah. Meski perjuangan yang dilakukan tidak bersifat politis, melainkan fokus di bidang pendidikan, namun semangat inilah yang kemudian menular pada Dewi Sartika.

    Setelah kedua orang tuanya meninggal dunia, Dewi Sartika pun kemudian diasuh oleh pamannya yang juga merupakan kakak kandung dari sang ibu bernama Aria. Dia adalah seorang patih di Cicalengka.

    Berkat sang paman, Dewi Sartika mendapat ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan adat budaya Sunda. Tak hanya itu, seorang Asisten Residen asal Belanda juga turut serta mengajarkan Dewi Sartika tentang budaya dan adat bangsa Barat.

    Berkat kedua orang tuanya yang juga merupakan tokoh perjuangan bangsa Indonesia, Dewi Sartika berhasil mendapatkan kesempatan untuk mengenal pendidikan sejak kecil. Hal inilah yang kemudian membuat minatnya terhadap dunia pendidikan semakin besar.

    2. Ketertarikannya Terhadap Dunia Pendidikan

    Pasca kepergian sang ayah, Dewi Sartika bersama sang ibu pindah dari Cicalengka untuk menetap di Bandung. Pada saat itu, beliau meminta restu pada sang ibunda dan beberapa sesepuh lainnya untuk mendirikan sekolah khusus untuk anak-anak perempuan.

    Sayangnya, ketika itu niat baiknya tidak langsung disambut dengan terbuka. Sebab, ada beberapa anggota keluarganya yang justru meragukan keputusannya. Apalagi jika mengingat tragedi yang menimpa sang ayah.

    Akan tetapi, Dewi Sartika begitu beruntung karena mendapatkan dukungan dari sang kakek, R.A.A Martanegara yang ketika itu menjabat sebagai Bupati Bandung. Selain sang kakek, ia juga mendapatkan dukungan dari Inspektur Kantor Pengajaran, Mr. Den Hamer.

    Berkat dukungan dari kedua tokoh ternama tersebut, Dewi Sartika akhirnya berhasil membuka sekolah bernama Sakola Istri di Bandung pada tanggal 16 Januari 1904.

    3. Berjuang Bersama dengan Sakola Istri

    Pada masa pertama kali berdiri, keadaan Sakola Istri pada teks biografi Dewi Sartika tentu saja masih jauh dari kata sempurna. Bahkan saat itu, ruang belajarnya juga berada satu tempat di kantor Kabupaten. Sedangkan jumlah murid perempuan yang ikut belajar hanya sebanyak 20 orang saja.

    Meski begitu, Dewi Sartika tetap gigih dan terus berjuang bersama Purmo dan Uwit sebagai dua guru lain yang mengajar. 

    Di Sakola Istri, pendidikan yang diajarkan tidak hanya sekedar membaca, menulis, berhitung, dan pelajaran agama saja. Akan tetapi, ada juga beberapa pelajaran yang mampu mengasah keterampilan para perempuan, seperti menjahit dan merenda.

    Hal inilah yang kemudian secara perlahan mampu menarik minat dan juga antusiasme dari masyarakat sekitar untuk ikut belajar. Akhirnya, Sakola Istri pun terus berkembang hingga kekurangan kelas saking banyaknya jumlah murid yang bersedia untuk ikut belajar.

    Perjuangan yang penuh semangat dari Dewi Sartika untuk mewujudkan impiannya terhadap dunia pendidikan ini bisa kamu lihat kembali dari tulisan-tulisan dalam buku berjudul De Inlandsche Vrouw (Wanita Bumiputera). 

    Dalam bukunya tersebut, Dewi Sartika menyebutkan bahwa kesejahteraan yang paling penting salah satunya dilakukan melalui pendidikan dan kesehatan. Baik itu kesehatan jasmani maupun rohani.

    4. Pernikahan Dewi Sartika

    Saat genap berusia 22 tahun, di dalam teks biografi Dewi Sartika, ia menikah dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata pada tahun 1908. Beliau juga merupakan seorang guru di sekolah Karang Pamulangan.

    Adanya kesamaan cita-cita dan ketertarikan dalam dunia pendidikan membuat keduanya berhasil menjadi pasangan yang sepakat untuk terus memajukan pendidikan, khususnya bagi perempuan Indonesia.

    Setelah menikah, Dewi Sartika terus mendapatkan dukungan dari sang suami hingga akhirnya berhasil memiliki ratusan murid Sakola Istri pasca enam tahun berdiri. Tak lama setelahnya, ia mengganti nama Sakola Istri menjadi Sakola Kautamaan Istri.

    Tujuannya adalah untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi para ibu rumah tangga, agar mereka semakin terampil. Apalagi pelajaran yang diajarkan juga ditambahkan dengan materi pembinaan rumah tangga.

    5. Perjuangan Sekolah Raden Dewi Sartika

    Pada akhirnya, impian Dewi Sartika ketika kecil benar-benar terwujud. Setelah 25 tahun dari waktu pertama kali Sakola Istri berdiri, lembaga pendidikan ini akhirnya kembali berubah nama menjadi Sekolah Raden Dewi dan berhasil diakui oleh pemerintah.

    Bukan cuma itu saja, bahkan Pemerintah Hindia Belanda juga memberikan gedung sekolah baru yang lebih besar sebagai wujud apresiasi. Oleh karena itulah, tanggung jawab yang dipikul oleh Dewi Sartika menjadi semakin besar. 

    Apalagi kini ia dituntut untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan adanya tambahan kurikulum ‘Perawatan orang sakit’ yang diajarkan langsung oleh Zuster van Arkel.

    Sekolah Dewi Sartika yang semakin besar dan berkembang kemudian memunculkan semangat bagi para perempuan di daerah lain untuk turut serta mendirikan tempat pendidikan khusus untuk perempuan.

    Berdasarkan penjelasan pada biografi Dewi Sartika, tidak hanya di wilayah Jawa Barat, seorang perempuan lain bernama Encik Rama Saleh juga memberanikan diri mendirikan sekolah khusus perempuan di Bukittinggi.

    Demi mewujudkan mutu pendidikan yang sama dan setara, Dewi Sartika akhirnya mendirikan Organisasi Kautamaan Istri yang bertujuan untuk menaungi sekolah-sekolah khusus perempuan yang berdiri di daerah lain.

    Dengan begitu, maka seluruh sekolah bisa mewujudkan sistem pembelajaran yang setara dengan sekolah yang ada di pusat. 

    Meski berhasil mendapat pengakuan dari pemerintah, namun perjalanan Dewi Sartika dalam membangun sekolah khusus pemerintah ini tidak selalu berjalan mulus. Pecahnya Perang Dunia I kala itu berdampak pada tingginya harga kebutuhan masyarakat.

    Hal inilah yang membuat Dewi Sartika bersama suaminya harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan sekolah. 

    Setelah 35 tahun berdiri, suami Dewi Sartika meninggal dunia, sehingga ia harus melanjutkan perjuangan seorang diri. 

    Kemudian pada tahun 1945, adanya Perang Dunia II dan pergantian pemerintahan dari Belanda ke Jepang dan kembali lagi ke Belanda-Inggris, membuat Sakola istri menghadapi kesulitan yang sangat besar. Khususnya di kota Bandung, karena saat itu terjadi kekacauan akibat peristiwa Bandung Lautan Api.

    Akhirnya, ia pun memutuskan untuk mengungsi ke daerah Garut. Sekolah khusus perempuan yang sudah puluhan tahun ia perjuangkan juga terpaksa harus dihentikan.

    6. Banting Tulang Demi Menutupi Pengeluaran Operasional Sekolah

    Sejak berubah nama menjadi Sakola Kautamaan Perempuan, hampir seperempat wilayah di Jawa Barat sudah berdiri sekolah khusus perempuan tersebut. Bahkan, kegigihan Dewi Sartika dalam memperjuangkan pendidikan bagi perempuan Indonesia juga telah menginspirasi banyak perempuan lainnya.

    Selama mendirikan sekolah khusus perempuan, dari awal sampai akhir, Dewi Sartika rela banting tulang demi membayar dan menutupi pengeluaran operasional sekolah. Karena biayanya pada saat itu semakin besar, akibat jumlah murid yang semakin banyak.

    Meski harus melewati perjuangan yang tidak mudah, karena ia harus terus memutar otak demi memenuhi kebutuhan operasional sekolah, Dewi Sartika justru tidak pernah mengeluh.

    Bahkan, Dewi Sartika merasa segala lelah dan perjuangannya selama ini bisa langsung terobati, ketika melihat ada banyak perempuan Indonesia yang pada akhirnya bisa mendapatkan pendidikan. 

    Baginya, pendidikan perempuan Indonesia dan generasi penerusnya adalah salah satu hal yang penting. Hal inilah yang kemudian membuatnya tak pernah berhenti dan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan Indonesia. Meskipun hal tersebut harus didapatkan dengan perjuangan yang sangat berat dan melelahkan.

    7. Wafatnya Raden Dewi Sartika

    Perjuangan yang dilakukan selama 63 tahun demi pendidikan bagi perempuan Indonesia membuat Dewi Sartika jadi tampak semakin menua dan letih. Apalagi ia harus berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal ini tentu saja bukanlah sesuatu yang mudah. Apalagi kondisi kesehatannya juga semakin menurun.

    Ketika berada di pengungsian, Dewi Sartika sulit mendapatkan obat-obatan dan makanan bergizi. Pada akhirnya, ketika berada di Cinean, Dewi Sartika jatuh sakit dan langsung dirawat oleh dr. Sanitioso.

    Namun, segala pertolongan yang sudah dilakukan tak bisa menyelamatkan nyawanya. Pada tanggal 11 September 1947, tepatnya pukul 09.00 WIB, Dewi Sartika yang dikenal sebagai seorang perempuan hebat dan mengabdikan diri bagi pendidikan perempuan Indonesia. Dinyatakan berpulang ke pangkuan sang Pencipta.

    Seluruh masyarakat Jawa Barat yang mendengar kabar tersebut tentu saja merasa berduka dan kehilangan sosok pejuang hebat. Kala itu, karena masih dalam masa pengungsian, pemakaman Dewi Sartika harus dilakukan secara sederhana di daerah Cinean.

    Pasca kepergiannya, Dewi Sartika akhirnya mendapatkan gelar Pahlawan Nasional 19 tahun kemudian. Perjuangannya bagi pendidikan perempuan Indonesia dan semangatnya semasa hidup terbukti telah menginspirasi perempuan di masa itu. 

    Ketulusannya dalam membangun negeri hingga terus dirasakan oleh setiap generasi penerus bangsa merupakan salah satu wujud perjuangan yang sangat berarti. 

    Teladani Kisah Pahlawan Pendidikan Lewat Biografi Dewi Sartika!

    Nah, itu dia ulasan singkat mengenai kisah semasa hidup pahlawan pendidikan perempuan di Indonesia melalui teks biografi Dewi Sartika lengkap dengan fakta-fakta menariknya.

    Semoga dengan adanya teks biografi Dewi Sartika, kita bisa meneladani kegigihan dan perjuangan beliau semasa hidup demi mewujudkan kesejahteraan bagi pendidikan perempuan Indonesia. Bila perlu, kita juga bisa melanjutkan perjuangannya dengan cara–cara lain sesuai dengan kondisi sekarang ini.

  • 100+ Contoh Majas Metafora Lengkap dengan Arti & Penjelasannya

    100+ Contoh Majas Metafora Lengkap dengan Arti & Penjelasannya

    Majas metafora, bisa juga disebut majas perbandingan/persamaan merupakan gaya bahasa yang lumayan unik. Sebab, majas ini dapat menjadi pemanis ketika menyampaikan suatu kalimat, agar lebih menarik dan menggugah emosi pembacanya. Namun, apa itu majas perbandingan/persamaan? Seperti apa contohnya?

    Penjelasan Mengenai Majas Metafora

    Secara etimologis, metafora terdiri dari 2 kata dalam bahasa Yunani, yakni “meta” dan “phere”. Jika digabungkan, metafora bisa diartikan sebagai transfer atau memindahkan. Jadi, bisa dibilang majas ini adalah sebuah gaya bahasa yang menggunakan kelompok kata yang mengacu pada suatu objek tanpa menggunakan arti sebenarnya

    Kata-kata sebenarnya tersebut akan diganti dengan kiasan atau lukisan berdasarkan persamaan atau perbandingan. Oleh karena itu, majas metafora sering disebut dengan majas perbandingan atau majas persamaan.

    Menurut Parera (2004:24), majas ini terdiri dari empat kategori, yakni:

    1. Metafora Antropomorfik: Gaya bahasa menggunakan benda mati tetapi memiliki nilai, sifat, dan nafsu yang dimiliki manusia.

    2. Metafora Hewan: Majas ini menggunakan nama atau sesuatu yang berkaitan dengan hewan. Seperti bagian tubuh untuk merepresentasikan sesuatu hal lain.

    3. Metafora Abstrak ke konkret (dan sebaliknya): Gaya bahasa yang dinyatakan pada hal konkrit atau abstrak dan diperlakukan sebagai sesuatu yang sebaliknya.

    4. Metafora sinestesia: Gaya bahasa yang diilustrasikan dengan mencoba mengalihkan suatu pengalaman/tanggapan ke pengalaman/tanggapan lainnya. Misalnya, tawa yang enak. Enak biasanya berhubungan dengan indra perasa, tetapi diumpamakan sebagai suatu keadaan, yakni tertawa.

    100+ Contoh Majas Metafora

    Di bawah ini adalah beberapa contoh dari majas metafora, antara lain:

    1. Contoh Majas Metafora 1-10

    1. Raja siang sudah menampakkan diri

    Raja siang= Matahari.

    2. Dia sering menjadi buah bibir di sekolah karena perilakunya.

    Buah bibir= Bahan pembicaraan.

    3. Dewi malam telah keluar dari balik awan.

    Dewi malam= Bulan.

    4. Rudi selalu menjadi bintang kelas sejak kelas 1 SD hingga SMP.

    Bintang kelas= Murid pintar atau juara di kelas.

    5. Permasalahan ini harus kita selesaikan dengan kepala dingin, supaya tidak ada perkelahian yang tidak perlu.

    Kepala dingin= Pikiran yang tenang atau tanpa emosi.

    6. Persidangan tersebut menunjukkan bahwa hakim bersikap berat sebelah.

    Berat sebelah= Tidak adil atau memihak salah satu pihak.

    7. Lintah darat itu mendatangi rumah ibu Zeni.

    Lintah darat= Rentenir atau pemberi/penagih utang.

    8. Koruptor adalah sampah masyarakat yang sangat merugikan Indonesia.

    Sampah Masyarakat= Seorang penjahat atau anggota masyarakat yang merugikan.

    9. Tikus-tikus berdasi itu tidak pernah jera meskipun mengetahui ancaman hukumannya sangat berat.

    Tikus berdasi= Koruptor.

    10. Perpustakaan merupakan gudangnya ilmu pengetahuan.

    Gudangnya ilmu= Sumber ilmu atau tempat dimana kamu bisa mendapatkan banyak ilmu pengetahuan melalui buku ataupun yang lainnya.

    2. Contoh Majas Metafora 11-20

    11. Andre merupakan anak emas Pak Jamil, seorang lurah di desa Kuto.

    Anak emas= Anak kesayangan.

    12. Sepulang dari Jakarta, kakakku membawa buah tangan.

    Buah tangan= Oleh-oleh.

    13. Jadi orang jangan panjang tangan.

    Panjang tangan= Suka mencuri atau maling.

    14. Kita harus belajar dengan tekun dan rajin, agar tidak dicap berotak udang.

    Otak udang= Sukar paham atau bodoh atau lemot.

    15. Sorot mata dan gerak-geriknya sedingin es.

    Sedingin Es= Sangat kaku dan dingin.

    16. Ku buka jendela, dan perasaanku terasa sejernih embun pagi.

    Sejernih embun pagi= Embun pagi memiliki sifat yang dingin atau sejuk dan berwarna jernih. Jadi, jika dikaitkan dengan perasaan, maknanya kamu memiliki perasaan yang sangat tenang atau lapang atau bersih tanpa amarah.

    17. Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi adalah bintang lapangan saat ini.

    Bintang lapangan= Pemain terkemuka yang terbaik dalam pekerjaannya

    18. Seru sekali menonton acara National Geographic yang menunjukkan raja hutan mengejar kijang

    Raja hutan= Singa.

    19. Masakannya Gordon Ramsay dibuat dengan cita rasa kelas dunia.

    Kelas dunia= Standar keunggulan internasional.

    20. Raja malam telah keluar dari peraduannya.

    Raja malam= Orang yang suka keluyuran pada malam hari.

    3. Contoh Majas Metafora 21-30

    21. Buku merupakan jendela dunia.

    Jendela dunia= Menggambarkan pentingnya buku, karena memberi pengetahuan kepada manusia tentang beragam hal yang ada di dunia.

    22, Belajarlah, karena kalian adalah tunas bangsa yang akan mengharumkan negeri ini.

    Tunas bangsa= Harapan, bibit, atau generasi muda bangsa.

    25. Mulai bulan Ramadhan, sucikan hati sebersih embun pagi.

    Sebersih embun pagi= Sangat bersih tanpa dosa, amarah, atau dendam.

    26. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang bisa menjadi contoh dan harus selalu dihormati.

    Pahlawan tanpa tanda jasa= Orang yang rela berkorban tanpa mengharapkan imbalan.

    27. Ketika pulang kampung dari Jakarta, Andi kepincut bunga desa.

    Bunga desa= Gadis yang dianggap paling cantik di desa tersebut.

    28. Meskipun bukan darah dagingnya, anak itu sangat disayang oleh kedua orang tuanya.

    Darah daging= Anak kandung.

    29. Pekerjaan seperti pemburu berita sangat beresiko.

    Pemburu berita= Wartawan.

    30. Demi bisa menyambung hidup, perempuan itu rela menjadi kupu-kupu malam.

    Kupu-kupu malam= Pekerja seks.

    Menyambung hidup= Bertahan hidup dengan cara bekerja atau mencari uang.

    4. Contoh Majas Metafora 31-40

    31. Menjadi kutu loncat, Andi selalu bekerja tidak lebih dari setengah tahun di satu kantor.

    Kutu loncat= Sering berpindah-pindah kantor atau pekerjaan dalam jangka waktu yang sebentar.

    32. Indonesia sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi tentang bahayanya pil setan.

    Pil setan= Narkotika.

    33. Semua sudah dibereskan oleh tangan kanannya.

    Tangan kanan= Orang kepercayaan dari seorang pemimpin.

    34. Rian dan Ari sebelas dua belas dalam selera makanan.

    Sebelas dua belas= Tidak jauh berbeda atau mirip.

    35. Menurut kabar angin, dia memiliki catatan kriminal dan merupakan residivis.

    Kabar angin= Berita yang kebenarannya belum jelas.

    36. Hanya dengan modal dengkul, sekarang saya bisa membuka cabang dimana-mana.

    Modal dengkul= Modal seadanya, modal minim, atau modal nekat.

    37. Sungguh enak menjadi darah biru.

    Darah biru= Bangsawan.

    38. Tidak bisa pergi ke Dufan, karena dompet sedang kering.

    Dompet kering= Dompet kosong atau jumlah uang sedikit/minim/tidak punya uang sama sekali.

    39. Ayo jaga persaudaraan antara sesama manusia dan jangan sampai retak.

    Retak= Tidak rukun, bertengkar, saling berjauhan, atau terpisahkan.

    40. Mobil pelat merah di jalan raya bertindak semena-mena.

    Pelat merah= Pemerintah.

    5. Contoh Majas Metafora 41-50

    41. Menurut kacamata saya, gol tersebut sah, karena sudah melewati garis gawang.

    Kacamata= Penglihatan/pendapat.

    42. Sepulang dari Korea, kakakku langsung berlayar di pulau kapuk.

    Berlayar di pulau kapuk= Tidur di kasur.

    43. Pria-pria memperebutkan mawar desa itu.

    Mawar desa= Gadis atau wanita cantik yang belum menikah di desa.

    44. Ia mencoba cuci tangan atas kasus penyelewengan dana APBD.

    Cuci tangan= Mengelak ketika terlibat dalam suatu permasalahan.

    45. Nenekku telah tutup usia di usia 88 tahun.

    Tutup usia= Meninggal.

    46. Ayah rela membanting tulang setiap hari untuk keluarga.

    Membanting tulang= Bekerja keras.

    47. Hidup lebih indah, karena sang pujaan hati.

    Pujaan hati= Kekasih.

    48. Penghuni kontrakan nomor 5 adalah buah hati Pak Kepala Desa.

    Buah hati= Anak.

    49. Mereka menikah di bawah tangan.

    Menikah di bawah tangan= Nikah siri atau tidak tercatat di KUA.

    50. Saya buta tentang peraturan bola basket, jadi tolong ajari sebentar!

    Buta= Tidak tahu sama sekali atau awam.

    6. Contoh Majas Metafora 51-60

    51. Rahma adalah orang yang keras kepala.

    Keras kepala= Tidak ingin menurut nasihat orang.

    52. Ayah bagaikan pelita dalam hidupku.

    Pelita= Yang menerangi/pembimbing.

    56. Candra selalu cari muka di hadapan guru.

    Cari muka= Berbuat baik hanya ingin dinilai baik demi mendapatkan sesuatu atau manipulatif.

    57. Tidak sedikit orang yang tutup mata tentang masalah sampah yang melanda dunia.

    Tutup mata= Tidak peduli.

    58. Akibat kejadian itu, warga desa tutup mulut, karena takut.

    Tutup mulut= Tidak ingin berbicara/berkomentar.

    59. Sejak dipoles oleh Shin Tae Young, timnas sepakbola Indonesia semakin bagus.

    Dipoles= Dilatih.

    60. Untuk pertama kalinya, tim voli SMA 1 Harapan berhasil merebut medali emas.

    Merebut= Memenangkan.

    7. Contoh Majas Metafora 61-70

    61. Aku akan selalu menyayangimu karena engkau adalah jantung hatiku.

    Jantung hati= Yang dicintai.

    62. Kakek itu tinggal sebatang kara di area hutan belakang.

    Sebatang kara= Sendirian.

    63. Tidak ada yang bisa kita lakukan. Jadi, kita harus lapang dada atas kejadian ini.

    Lapang dada= Ikhlas menerima atas suatu keadaan.

    64. Kita tidak boleh berpangku tangan melihat teman sendiri dalam kesusahan.

    Berpangku tangan= Berdiam diri atau tidak melakukan apa-apa.

    65. Karir artis itu semakin menanjak.

    Menanjak= Naik/semakin cemerlang/populer.

    66. Harga bawang bombay sedang terjun bebas di angka yang tidak biasa.

    Terjun bebas= Menurun/murah.

    67. Jangan berhenti untuk menggapai cita-cita, meski ujian silih berdatangan.

    Ujian= Cobaan hidup.

    68. Kakang dikenal sebagai kutu buku di kelasnya.

    Kutu buku= Orang yang senang membaca.

    69. Tidak dapat berbuat banyak, sebagian rumah warga habis dilalap si jago merah.

    Si jago merah= Api.

    70. Susah jika berbicara dengan orang berkepala batu.

    Kepala batu= Teguh pendirian atau sulit menerima saran orang lain.

    8. Contoh Majas Metafora 71-80

    71. Keisha naik darah ketika melihat ruangan kamarnya berantakan karena si adik.

    Naik darah= Marah.

    72. Mobil ayah sering rewel, karena ada masalah pada bagian mesinnya

    Rewel= Mati/mogok.

    73. Cinta ibu kepada buah cintanya tak akan lekang oleh waktu.

    Buah cinta= Anak.

    74. Kita harus menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur dalam medan perang untuk memperjuangkan kemerdekaan.

    Gugur= Meninggal dalam perang.

    75. Bisnis gadget tidak pernah lesu.

    Lesu= Berkurang/sepi.

    76. Ayah menjadi tulang punggung keluarga yang tidak pernah lelah.

    Tulang punggung= Seseorang yang mencari nafkah atau menanggung tanggung jawab untuk menafkahi orang lain.

    77. Akhirnya kedua orang tersebut sepakat untuk membawa hal ini ke meja hijau.

    Meja hijau= Pengadilan.

    78. Kalau emosinya telah surut, coba nasihati Joni lagi.

    Surut= Berkurang.

    79. Nampaknya artis itu anak semata wayang.

    Anak semata wayang= Anak tunggal.

    80. Usaha berjualan nasi goreng yang dijalani bertahun-tahun terpaksa gulung tikar.

    Gulung tikar= Bangkrut.

    9. Contoh Majas Metafora 81-90

    81. Guru BP sedang berbicara empat mata dengan anak nakal itu

    Empat mata= Berdua.

    82. Jadi orang harus rendah hati dan baik kepada sesama.

    Rendah hati= Tidak sombong.

    83. Agar permasalahan ini tidak berlarut-larut, kita perlu duduk satu meja untuk mencari solusinya.

    Duduk satu meja= Berembuk/musyawarah.

    84. Berita tentang kekayaan artis tidak pernah basi.

    Basi= Membosankan.

    85. Manchester United adalah tim sepakbola yang bersinar di liga eropa.

    Bersinar= Menjadi sorotan/populer.

    86. Penyanyi itu sudah mulai pudar kepopulerannya.

    Pudar= Kurang terkenal atau karirnya menurun.

    87. Jika urusan berpantun, jarjit adalah rajanya.

    Rajanya= Jagonya/ahlinya.

    88. Pak Slamet mundur dari pencalonan kepala desa karena alasan kesehatan.

    Mundur= Tidak jadi melakukan sesuatu.

    89. Jangan mudah silau dengan harta.

    Silau= Tergoda.

    90. Meskipun Rina dan Rini sedarah, tetapi keduanya tidak mirip sama sekali

    Sedarah= Bersaudara kandung.

    10. Contoh Majas Metafora 91-107

    91. Jangan jadi orang yang tinggi hati, nanti bisa-bisa dijauhi oleh orang lain.

    Tinggi hati= Sombong.

    92. Tangan Riko sudah gatal, ingin segera memegang raket bulutangkis terbarunya.

    Gatal= Tidak sabar.

    93. Di atas angin, tim sepakbola Garuda unggul 3 gol dari lawannya.

    Di atas angin= Memiliki kedudukan yang lebih baik.

    94. Radio di rumah nenek sudah tua, tetapi masih bisa berfungsi.

    Sudah tua= Sudah lama.

    94. Sudah lama ia meninggalkanku sampai penyakit kesepian ini aku alami.

    Penyakit kesepian= Kesepian yang sangat besar/dalam.

    95. Burung-burung cendrawasih saling berkejaran di langit dengan sayapnya.

    Berkejaran= Berterbangan.

    96. Suasana sepi yang menggigit dirasakan ketika melewati kuburan.

    Menggigit= Menakutkan.

    97. Sudah saatnya Robi unjuk gigi sebagai pemain sepakbola di sekolahnya.

    Unjuk gigi= Menunjukkan kemahiran.

    98. Aku tidak bisa pulang tepat waktu, karena awan sedang menangis.

    Awan menangis= Hujan.

    99. Untuk yang belum lolos seleksi, jangan berkecil hati, coba lagi tahun depan!

    Kecil hati= Kecewa/hilang keberanian.

    100. Jangan memasang muka tembok kepadaku.

    Muka tembok= Berlagak tidak punya salah atau tidak tahu malu.

    101. Lastri terkenal karena memiliki sifat muka dua.

    Muka dua= Orang munafik.

    102. Akui kesalah sendiri, jangan mengkambing hitamkan orang lain.

    Kambing hitam= Menuduh orang yang tidak bersalah.

    103. Saat presentasi malah mati kutu.

    Mati kutu= Tidak bisa berbuat apa-apa atau terdiam.

    104. Orang itu ditangkap polisi, karena ringan tangan kepada istrinya.

    Ringan tangan= Suka memukul.

    105. Cukup sulit mencari kerja, jika tidak memiliki orang dalam.

    Orang dalam= Perantara atau kenalan di suatu perusahaan dan dianggap memudahkan urusan.

    106. Ia adalah seorang lelaki hidung belang yang tidak patut dicontoh.

    Hidung belang= Suka mengganggu perempuan atau playboy.

    107. Zaka hanya bisa gigit jari ketika melihat HPnya digondol maling

    Gigit jari= Pasrah atau kecewa.

    Sudah Tahu Contoh Majas Metafora?

    Itulah beberapa contoh majas perbandingan/persamaan. Semoga dengan artikel ini kamu bisa mengerti seperti apa contoh majas metafora. Majas ini bisa kamu gunakan dalam membuat puisi ataupun dalam berucap sehari-hari. Menarik bukan? Semoga membantu!

  • 30 Pantun Teka teki, Lucu, Menarik, dan Bikin Penasaran

    30 Pantun Teka teki, Lucu, Menarik, dan Bikin Penasaran

    Saat kumpul bersama teman-teman, kerabat, atau keluarga, coba lemparkan tebak-tebakan biar lebih seru. Kamu bisa menggunakan pantun teka teki yang lucu agar semakin mencairkan suasana. Pantun semakin sering diperbincangkan semenjak muncul acara TV dengan jargon pantun “masak air biar matang”.

    Ketika pembawa acara melemparkan pantun tersebut, penonton di studio dan di rumah pun penasaran menantikan kelanjutannya. Sebab, pantun tersebut sengaja di buat menghibur sehingga isinya sering kali mengocok perut bagi mereka yang mendengarkannya.

    Ciri khas dari pantun yaitu mempunyai sajak yang terdiri dari empat baris. Ada beberapa macam sajak yang sering digunakan dalam membuat pantun, misalnya sajak a-b-a-b, a-a-a-a, dan a-a-b-b.

    Sajak inilah yang akan membuat irama pantun terdengar padu dan indah. Saat membuat sajak pantun, kamu juga bisa menggunakan bahasa konotatif.

    Kumpulan Pantun Teka teki

    Supaya kamu bisa membuat pantun lucu dan bikin penasaran, maka silakan simak kumpulan contohnya sebagai berikut:

    1. Pantun Hewan

    Saat sedang main bersama teman-teman, coba lemparkan pantun tebak-tebakan tentang hewan seperti contoh di bawah ini, dijamin seru dan pecah!

    1. Anak ayam mati tercekik

    Dibuang orang di tepi lumbung

    Kalau adik orang yang cerdik

    Binatang apa yang tanduknya di hidung?

    Jawaban: Badak

    1. Jikalau Tuan tajuk cendana

    Ambil gantang jemurkan pala,

    Jikalau Tuan orang yang bijaksana,

    Binatang apa dengan ekor di kepala?

    Jawaban: Gajah

    1. Melihat bintang di langit kelam

    Adapun bulan tertutup abu

    Apa binatang darahnya hitam

    Janggut delapan tulangnya satu?

    Jawaban: Cumi-cumi

    1. Berdengung bukannya kumbang

    Berbelalai bukannya gajah

    Kelam kabut saja terbang

    Hampir kepada kaum bernyawa

    Jawaban: Lalat

    1. Tertawa mengusir duka

    Bahkan sedih pun akan berbalik

    Jika kamu mampu menerka

    Binatang apa yang tidurnya terbalik?

    Jawaban: Kelelawar

    1. Tolonglah orang tanpa pamrih

    Itulah kebijakan yang nyata

    Berbaju loreng-loreng hitam putih

    Punya empat kaki mirip kuda

    Jawaban: Zebra

    1. Pergi bermain ke rumah Santi

    Sore-sore bermain bersama Mamat

    Jika kamu bisa tebak ini

    Hewan apa yang rambutnya lebat?

    Jawaban: Singa

    1. Sang paman pergi bersama bibi

    Duduk bersama melihat pagar

    Yang mengejar tidak punya kaki

    Yang dikejar tidak punya ekor

    Jawaban: Ular

    2. Pantun Tebakan Jenaka

    Di bawah ini adalah contoh pantun teka-teki jenaka yang akan membuatmu berpikir keras dan ngakak.

    1. Nendang bola ke arah gawang

    Suporternya ada bobotoh

    Lihat ular di kebun binatang

    Kadal apa yang ada di toko?

    Jawaban: Kadaluarsa

    1. Bersama-sama belajar yoga

    Agar badan sehat selalu

    Matanya empat kakinya tiga

    Jalan membungkung kulitnya layu?

    Jawaban: Kakek-kakek

    1. Ke Batu makan ketan,

    Jangan lupa membawa buku.

    Berkaki empat tanpa badan,

    Coba tebak siapa namaku?

    Jawaban: Kursi atau meja

    1. Makan enak pake rebung

    Minum madu dari lebah

    10 orang memakai satu payung

    Mengapa tak satupun yang basah?

    Jawaban: Karena tidak hujan

    1. Kota Malang, kota Garut

    Jangan lupa Pangkal Pinang

    Kalau datang, kamu cemberut

    Kalau hilang, kamu senang

    Jawaban: Guru yang galak

    1. Pergi ke pasar membeli tahu

    Makan sepiring minum segelas

    Kalau kamu memang tahu

    Apa yang hijau-hijau angka sebelas?

    Jawaban: Ingus

    1. Perut ini lapar sekali

    Ingin ke pantai makan kerang

    Menemukannya sulit sekali

    Sekali bertemu malah dibuang

    Jawaban: Upil

    1. Bukan karung tetapi berisi

    Baunya khas tapi tidak amis

    Coba tebak apakah ini?

    Ekor dibakar kepala yang habis

    Jawaban: Kembang api

    1. Jalan-jalan ke Kota Kendari

    Beli oleh-oleh buat keponakan

    Jawablah teka teki ini jika pandai

    Apa persamaan KTP dan telur asin?

    Jawaban: Sama-sama pakai stempel

    1. Siapapun ingin jadi orang senang

    Kecuali yang mau selalu hidup susah

    Semua pasti basah jika ikut berenang

    Orang apa yang rambutnya tidak basah?

    Jawaban: Orang Botak

    3. Pantun Tebakan Sulit

    Selain melempar pantun teka-teki yang mengocok perut, kamu juga bisa melemparkan pantun tebakan yang mengajak pendengar mikir keras. Supaya punya banyak referensi pantun tebakan sulit, maka kamu bisa lihat beberapa contohnya sebagai berikut:

    1. Anak nakal namanya Tedi

    Tedi gagah juga bernyali

    Hilang akal berhutang budi

    Apa buah yang tak bertangkai?

    Jawaban: Buah hati

    1. Mendengar ibu sedang masak

    Ternyata masak kue panggang

    Kalau kamu pintar menebak

    Ular apa yang ada di pinggang?

    Jawaban: Ikat pinggang

    1. Ke rumah sakit bersama enyak

    Niatnya periksa gigi

    Dua tiang anaknya banyak

    Sanggup menjangkau tempat yang tinggi

    Jawaban: Tangga

    1. Bertamu tetangga harap permisi

    Kalau berjumpa berjabat tangan

    Bisakah menjawab wahai saudara

    Makin diisi makin terasa ringan

    Jawaban: Balon

    1. Gadis cantik bertopi baret

    Cantiknya seperti bunga mekar

    Putih-putih duduk berderet

    Di luar tebing di dalam pagar

    Jawaban: Gigi

    1. Ke kebun panen kentang

    Pulangnya membeli putu

    Punya daun, tak punya batang

    Coba tebak apakah itu?

    Jawaban: Pintu

    1. Terjebak hujan di Taman Mini

    Membuat baju jadi basah kuyup

    Coba tebak barang apa ini

    Saat dipegang mati dilempar hidup

    Jawaban: Gasing

    1. Banyak sekali tentara sekutu

    Susah hidup saling menggerutu

    Badannya lurus matanya satu

    Ekornya tajam apakah itu?

    Jawaban: Jarum

    1. Naik biduk takut rasanya

    Pergi ke laut hendak memancing

    Kalau duduk diam saja

    Kalau nungging dia kencing?

    Jawaban: Teko

    1. Ada tubuh ada tangan

    Tidak ada kepala dan tidak ada kaki

    Selalu dipakai saat musim hujan

    Apakah dia yang dimaksud ini?

    Jawaban: Jas hujan

    1. Hari Senin menanam semangka

    Hari Kamis menanam kedondong

    Halo kakak yang suka tertawa

    Tebak raja apa yang kepalanya bisa dipegang?

    Jawaban: Raja catur

    1. Pergi ke kota naik taksi

    Sambil jalan keliling kota

    Punya dua sayap dari besi

    Itu apa, sih?

    Jawaban: Pesawat

    4. Bonus Pantun Tebak-Tebakan

    Di bawah ini adalah bonus pantun teka-teki untuk memperkaya pengetahuanmu. Kamu juga bisa melemparkan pantun ini sebagai bahan pemecah kebosanan saat kumpul bersama.

    Sakit mata itu menular

    Membuat Abi tidak berangkat kerja

    Bersisik tapi bukan ular

    Buah apa yang bermahkota tapi bukan raja?

    Jawaban: Nanas

    Ke kebun bertemu katak

    Jalan lagi bertemu ular

    Jika kamu mampu menebak

    Buah apa yang bijinya di luar?

    Jawaban: Jambu mete

    Benang jahit, benang sulam

    Bisakah dijadikan jala

    Isinya putih kulitnya hitam

    Manis rasanya seperti gula

    Jawaban: Manggis

    Mukamu kok sangat suram

    Jangan-jangan sedang susah

    Masih kecil bajunya hitam

    Sudah besar bajunya merah

    Jawaban: Cabai merah

    Berkumpul keluarga di hari raya

    Naik sepeda hingga jatuh

    Bersisik bukan ular

    Punya telur bukan puyuh?

    Jawaban: Salak

    Jika ingin ke rumah Rina

    Hati-hati banyak tilangan

    Memiliki mata tiga warna

    Satu kaki tanpa tangan?

    Jawaban: Lampu lalu lintas

    Bukan ular bukan cacing

    Badannya kuat memanjang

    Suaranya kuat melengking

    Memuat banyak penumpang

    Jawaban: Kereta api

    Ke Batu membeli ketan

    Paling enak yang warna hitam

    Kalau siang mata tak kelihatan

    Kalau malam matanya tajam?

    Jawaban: Burung hantu

    Ke sekolah naik sepeda

    Kayuh kencang di jalanan

    Bentuk kotak keluar suara

    Benda apakah itu gerangan?

    Jawaban: Radio

    Sudah Bisa Buat Pantun Teka teki Sendiri?

    Nah, itulah sekilas penjelasan tentang pantun dan sejumlah contoh pantun teka teki yang bisa kamu jadikan referensi. Karya sastra ini tidak hanya bisa kamu gunakan saat belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia saja. Namun, kamu bisa menggunakan kemampuan kreatifmu untuk menciptakan banyak pantun tebakan.

    Selain itu, kamu juga bisa saling melempar pantun saat sedang bersama dengan teman-teman supaya lebih asik dan tidak membosankan. Pastikan membuat pantun yang susah ditebak agar keseruan semakin meningkat. Yuk, buat pantun tebakan sekarang! 

  • Biografi Sunan Ampel dan Strategi Dakwahnya Lengkap

    Biografi Sunan Ampel dan Strategi Dakwahnya Lengkap

    Pernah berziarah ke makam Sunan Ampel di Surabaya? Jika pernah, itulah makam Raden Rahmat atau yang biasa disebut Sunan Ampel, salah seorang Wali Songo yang menyebarkan Islam di tanah Jawa. Seperti apa biografi Sunan Ampel serta strategi dakwahnya sehingga Islam bisa tersebar luas di Jawa? Yuk simak!

    Siapakah Sosok dalam Biografi Sunan Ampel?

    Raden Rahmat atau yang dikenal Sunan Ampel adalah salah seorang Walisongo yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Ia merupakan putra dari Syekh Ibrahim Zainuddin As-Samarqandy, seorang ulama dari negeri Samarkand yang berdakwah di Kamboja hingga menikah dengan Dewi Candrawulan, putri kedua Raja Champa.

    Dari hasil pernikahan Syekh Ibrahim dengan Dewi Candrawulan ini lahirlah dua orang anak, yakni Sunan Ampel dan Raden Santri atau Sunan Gisik (Sunan Gresik) atau Sayyid Ali Murtadlo. 

    Jika dilihat dari silsilah keluarganya, biografi Sunan Ampel memiliki garis keturunan Rasulullah SAW, yakni Rasulullah -> Ali bin Thalib -> Sayyidina Husein -> Zaenal Abidin -> Zaenal Alim -> Zainal Kubra -> Zainal Khusain -> Syekh Maulana Jumadil Kubra -> Ibrahim as-Samarqandy -> Raden Rahmat (Sunan Ampel).

    Lahir tahun 1401 M, Sunan Ampel atau Raden Rahmat atau Ali Rahmatullah ini menghabiskan masa kecil hingga remaja di negeri Champa. Sebuah negeri yang letaknya di sisi timur Vietnam. 

    Dulu pada sekitar abad ke-7 hingga 1832, Kerajaan Champa pernah menguasai daerah yang sekarang masuk wilayah Vietnam Tengah dan Selatan.

    Saat ini daerah Champa berada di sekitaran wilayah pegunungan sebelah barat pantai Indochina, dan semakin meluas hingga meliputi wilayah Laos sekarang. Pun para komunitas masyarakat Champa masih ada di Vietnam, Kamboja, Malaysia, Thailand, dan Tiongkok. 

    Beliau memiliki dua istri bernama Nyi Ageng Manila, seorang anak perempuan Tumenggung, Tuban dan Mas Karimah, putri dari Ki Wiryo Suryo. Dari pernikahan pertama, beliau dikaruniai empat orang anak, yakni Putri Nyai Taluki, Maulana Maqdum Ibrahim atau Sunan Bonang, Syarifuddin (Sunan Drajat), dan Dewi Sarah. 

    Sedangkan dari pernikahan kedua bersama Mas Karimah, beliau dikaruniai dua anak, yakni Nyi Mas Murtiyah dan Nyi Mas Murtasimah.

    Sunan Ampel pernah belajar ilmu agama di Lhokseumawe Aceh. Setelah umurnya menginjak 20 tahun, ia bersama Ali Murtadho dan Abu Hurairah sepupunya diajak oleh Syekh Ibrahim ayahnya ke Pulau Jawa untuk berdakwah dan menengok Dewi Andrawati (kakak sulung ibunya). 

    Biografi Sunan Ampel Seputar Perjalanannya ke Pulau Jawa 

    Sebenarnya jika dilihat dari sejarahnya, ada beberapa versi cerita tentang kedatangan Sunan Ampel dan rombongan ini ke Pulau Jawa. Berikut ceritanya:

    1. Cerita Pertama

    Saat dalam perjalanan ke Jawa, Sunan Ampel bersama ayahnya ini sempat menetap di Palembang selama dua bulan. Di sana beliau sempat bertemu Adipati Palembang bernama Arya Damar dan mengislamkannya. Setelah itu, beliau dan rombongan melanjutkan perjalanan naik kapal dan singgah di Jepara dan Tuban.

    Saat singgah di Tuban, ayah Sunan Ampel, Syekh Ibrahim Samarqandy jatuh sakit hingga akhirnya wafat dan dimakamkan di Desa Gesikharjo, Tuban. Setelah ayahnya meninggal, beliau melanjutkan perjalanan menuju Majapahit untuk menemui Prabu Brawijaya sesuai tujuannya untuk menengok uwaknya. 

    Sedangkan Ali Murtadho, melanjutkan perjalanan dakwahnya ke sekitar Nusa Tenggara, dan mendapatkan gelar Pandita Bima. Setelah itu Ali Murtadho melanjutkan dakwah ke wilayah Gresik, sehingga mendapat julukan Raden Gresik.

    Sesampainya di Jawa sekitar abad ke-15 tahun 1443 M, Sunan Ampel melakukan dakwah dan menyadarkan masyarakat Majapahit yang saat itu kondisinya memprihatinkan. Banyak dari mereka, termasuk para pejabatnya melakukan judi, mabuk-mabukan, hingga korupsi hasil pajak dan upeti untuk foya-foya.

    Sunan Ampel membimbing masyarakat Majapahit ke jalan yang benar untuk meninggalkan perilaku-perilaku tercela tersebut. Setelah itu, beliau tidak langsung beranjak pergi, namun memilih menetap dulu di Majapahit selama setahun. 

    Setelah menetap di Majapahit, beliau mendirikan pemukiman di Ampel, Surabaya. Ada kurang lebih 300 keluarga yang diserahkan kepada Sunan Ampel untuk dididik. Sunan Ampel oleh Raja Majapahit diberi kemudahan untuk menyebarkan agama Islam kepada warganya meskipun raja menolak ajakan masuk Islam. 

    2. Cerita Kedua

    Versi cerita kedua dalam biografi Sunan Ampel, beliau pergi ke Jawa tidak bersama ayahnya. Sunan Ampel dan Ali Murtadho meminta izin kepada ayahnya untuk menemui bibinya Martaningrum, yang jadi permaisuri Raja Brawijaya di Majapahit. Ayahnya pun mengizinkan mereka pergi ditemani oleh Abu Hurairah. 

    Setelah berpamitan dan pergi meninggalkan Champa, mereka mencari kapal untuk bisa pergi ke Jawa. Ketika mereka berada di Kampung Kupeng, mereka bertemu dengan kapal dagang dari Gresik dan meminta pemiliknya untuk bisa menumpang. 

    Singkat cerita, mereka berlayar menggunakan kapal tersebut selama 7 hari. Namun saat berada di tengah laut, tiba-tiba ada angin topan yang membawa kapal kembali ke dekat Kamboja, dan membentur karang sampai pecah. 

    Berita ini pun sampai ke telinga Raja Kamboja. Raja memerintahkan untuk membakar kapal dan menahan semua penumpangnya. Mendengar itu, ketiganya pun bermusyawarah, dan sepakat untuk mengirim utusan ke Raja Brawijaya untuk memberitahukan nasib mereka. 

    Karena saat itu Raja Kamboja tunduk dengan Raja Brawijaya, mereka berharap Raja Brawijaya bisa membebaskannya. Raja Brawijaya merasa iba karena disana ada keponakannya, raja pun mengirim utusan untuk membebaskan ketiganya di Kamboja.

    Setelah bebas, mereka melanjutkan perjalanan ke Majapahit dan disuruh menetap di Majapahit oleh Raja Brawijaya. Raja sangat senang akan kedatangan ketiganya dan memperlakukannya seperti anak sendiri. Namun, mereka sedih karena tak seorang pun di Majapahit yang memeluk Islam. 

    Kondisi Majapahit pun tidak karuan. Banyak yang berjudi, berpesta pora, mabuk-mabukan, bahkan juga banyak yang melakukan korupsi. Melihat kekacauan itu, mereka meminta izin pulang ke Champa, namun sang raja melarang. 

    3. Cerita Ketiga

    Versi ketiga dalam biografi Sunan Ampel menceritakan Raja Majapahit melarang Sunan Ampel dan adiknya pulang ke Champa karena pada saat itu terjadi peperangan antara Champa dengan Kerajaan Vietnam dan Sriwijaya. 

    Kerajaan Champa diserbu oleh Kerajaan Vietnam dan Sriwijaya di wilayah pesisir Champa dan dilakukan oleh orang-orang Kunlun yang tinggal di Sriwijaya. Dalam peperangan itu, Champa kalah sehingga mengalami kerusakan. 

    Oleh karena suasana politik di Champa itulah Sunan Ampel tidak diperbolehkan Raja Majapahit untuk kembali ke Champa. Mereka diminta untuk tetap tinggal dan dinikahkan oleh perempuan sekitar.

    Biografi Sunan Ampel Seputar Strategi Dakwah di Tanah Jawa

    Sebagai salah satu ulama Wali Songo yang punya peran besar dalam penyebaran agama Islam, dalam biografi Sunan Ampel dijelaskan bahwa beliau menggunakan strategi dakwah yang damai dan mudah diterima masyarakat. 

    Sunan Ampel dalam dakwahnya selalu menekan nilai kebajikan dan kebijakan. Maha guru para wali ini menggunakan pola dakwah komunikasi kebudayaan, dimana strateginya adalah membangun dialog antara ajaran Islam dengan tradisi lama yang sudah dianut masyarakat Jawa saat itu. 

    Dakwah Sunan Ampel (yang juga digunakan oleh para wali lainnya) menggunakan strategi yang jauh dari kata mengajak. Jika dipahami dengan bahasa kekinian, dakwah wali ini lebih kepada to show atau perilaku yang tidak menggurui. 

    Sunan Ampel tidak memposisikan dirinya sebagai tokoh yang punya kedudukan tinggi dari masyarakat sekitar. Pola dakwahnya tidak ada konsep superior dan inferior, karena nantinya akan sangat sulit menjangkau masyarakat yang kuat akan nilai-nilai tradisinya pada saat itu. 

    Strategi dakwah Sunan Ampel secara umum adalah mengombinasikan nilai-nilai kearifan lokal, universal, dan ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin. Cara inilah yang membuat dakwah Wali Songo, khususnya Sunan Ampel bisa sukses dan banyak masyarakat yang tertarik masuk Islam tanpa terpaksa. 

    Adapun biografi Sunan Ampel terkait strategi dakwah saat menyebarkan Islam di tanah Jawa secara lebih spesifik, antara lain:

    1. Menggunakan Strategi Ta’lim

    Strategi ini sebenarnya hampir sama dengan tilawah, yaitu mentransformasikan pesan dakwah. Namun bedanya, strategi ini sifatnya lebih mendalam, formal, dan sistematis. 

    Nah, karena sifat yang mendalam inilah metode tersebut hanya bisa dilakukan oleh mitra dakwah tetap dengan menggunakan kurikulum yang sudah dirancang, punya target dan tujuan jelas, serta dilakukan secara bertahap. 

    Metode ini tidak hanya dilakukan oleh Sunan Ampel saja, namun juga pernah diterapkan oleh Rasulullah sehingga banyak sahabat yang mulai hafal Al-Qur’an dan memahami betul kandungannya. 

    Murid-muridnya diajarkan betul untuk menguasai bidang keilmuan seperti hadis, fikih, tafsir, dan lain-lain, dan pengajar perlu membuat tahapan-tahapan pembelajaran dan sumber rujukan jelas. Tentu saja metode ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, karena untuk mempersiapkan murid-murid kompeten. 

    2. Mendirikan Langgar (Musala Kecil)

    Pada mulanya, Sunan Ampel ini diberikan hadiah oleh Raja Majapahit sebuah tanah yang pada waktu itu masih berupa rawa-rawa di sebuah daerah bernama Ampel Denta. 

    Tanah pemberian Raja Majapahit tersebut kemudian digunakan untuk membangun langgar (musala). Tujuannya tak lain untuk mengenalkan dan mengajarkan masyarakat tentang agama Islam serta merangkul mereka dengan nilai-nilai kebajikan. 

    Saat memulai dakwahnya di sana, Sunan Ampel menggunakan cara yang unik. Saat itu beliau sempat membuat kerajinan berbentuk kipas yang berbahan dari anyaman rotan. Menariknya, kipas itu bukanlah kipas biasa, namun bisa menyembuhkan penyakit batuk dan demam. 

    Lalu beliau membagi-bagikan kipas tersebut secara gratis pada warga dengan syarat warga harus menebus mahar yang sudah ditentukan. Mahar  tersebut adalah siapapun yang menginginkan kipas itu, harus membaca dua kalimat syahadat. 

    Dengan cara inilah akhirnya banyak warga tertarik dan berbondong-bondong masuk Islam, dan langgar tersebut dijadikan tempat untuk mengajarkan mereka tentang ajaran Islam.

    3. Mendirikan Pesantren Ampel Denta

    Nah karena dakwah beliau yang berawal di langgar tadi semakin berkembang pesat, pada abad ke-15 Sunan Ampel pun mulai membangun pesantren bernama Pesantren Ampel Denta. 

    Sistem pesantren ini sebenarnya pengembangan dari kebudayaan sebelum Islam yang digagas oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim. Namun saat itu Sunan Ampel dianggap berhasil dalam mengembangkan pesantren dan mendidik murid-muridnya. Berkat keberhasilan itulah pesantren Ampel Denta menjadi terkenal di seluruh dunia.

    Pesantren Ampel Denta menjadi pesantren yang paling berpengaruh di seluruh dunia. Sunan Ampel berhasil mendidik murid-muridnya hingga menjadi tokoh besar yang juga berperan mengembangkan dakwah Islam di Jawa hingga Madura. 

    Murid-murid beliau ini antara lain Sunan Giri, Raden Kusen, Raden Fatah, Sunan Bonang, dan Sunan Drajat. 

    4. Melakukan Adaptasi dengan Tradisi Masyarakat Jawa

    Biografi Sunan Ampel terkenal sebagai wali yang mampu beradaptasi dengan budaya dan tradisi masyarakat sekitar. Beliau mampu menanamkan ajaran Islam dengan tetap melihat situasi dan kondisi masyarakatnya.

    Misalnya beliau mengganti istilah-istilah Islam dengan bahasa orang Jawa, seperti kata “salat”. Salat merupakan ibadah wajib umat Islam yang berasal dari bahasa Arab, tapi Sunan Ampel justru menggantinya dengan kata “sembahyang” sesuai dengan tradisi masyarakat Jawa.

    Begitu juga dengan istilah musala, yang diganti dengan kata “langgar”, mirip dengan kata “sanggar”. Dan ada juga penyebutan kata “santri” yang diambil dari istilah shastri (orang yang paham kitab suci agama Hindu).

    Cara-cara unik ini berhasil membuat masyarakat Jawa menerima ajaran Islam dengan sukarela dan tanpa paksaan apapun. 

    5. Ajaran Moh Limo

    Pernah mendengar ajaran Moh Limo dari Sunan Ampel? Ajaran ini mengandung ajakan untuk berbuat amar ma’ruf nahi munkar yang selalu diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ajaran moh limo ini terdiri dari:

    • Moh main (tidak mau bermain judi).
    • Moh ngombe (tidak mau minum minuman keras atau mabuk-mabukan).
    • Moh madat (tidak mau menghisap ganja atau narkoba).
    • Moh maling (tidak mau mencuri atau korupsi).
    • Moh madon (tidak mau bermain perempuan yang bukan istrinya, atau zina).

    Akhlakul karimah yang diajarkan oleh Sunan Ampel kepada masyarakat Majapahit ini menarik perhatian sang raja. Raja Majapahit sangat senang atas didikan Sunan Ampel yang membuat masyarakatnya berubah menjadi baik. 

    Raja sudah menganggap bahwa ajaran Islam mengajarkan budi pekerti yang mulia, sehingga raja tidak menjadi marah saat Sunan Ampel melakukan dakwah. Namun sayangnya ketika raja diajak masuk Islam, raja masih menolak.

    6. Mengajarkan Tasawuf

    Dalam biografi Sunan Ampel, selain mengajarkan ilmu syari’at Islam pada masyarakat, beliau juga mengajarkan ilmu hakikat, yakni tasawuf baik secara lafal maupun makna. Beliau mencontohkan bagaimana kehidupan zuhud dan riyadhah, dengan menggambarkan amaliah rohani seperti:

    • Puasa
    • Melakukan salat malam
    • Menjaga hawa nafsu
    • Melaksanakan ibadah wajib maupun sunnah
    • Menghindari sesuatu yang haram dan makruh
    • Selalu mengingat Allah dengan berdzikir

    Sunan Ampel mengajarkan ilmu ini menggunakan suluk ajaran thariqat naqsyabandiyah. Karena inilah beliau dianggap sederajat dengan guru-guru suci dan diberi gelar kehormatan “susuhan”.

    7. Menyebarkan Dakwah Lewat Perkawinan

    Nah, dalam biografi Sunan Ampel juga mengisahkan upaya beliau dalam memperluas ajaran agama Islam dengan cara berdakwah lewat perkawinan. Beliau membentuk hubungan keluarga dari perkawinan para penyebar Islam dengan putra-putri pejabat Majapahit. 

    Dari perkawinan inilah nantinya terbentuk keluarga-keluarga Muslim yang bisa membantu menyebarkan ajaran Islam lebih luas lagi. Cara ini pernah dilakukan Rasulullah SAW saat berdakwah.

    Itulah Biografi Sunan Ampel dan Strategi Dakwahnya

    Sunan Ampel merupakan wali yang sangat berpengaruh dalam penyebaran Islam di tanah Jawa dan Madura. Beliau selalu menggunakan strategi yang efektif dan damai untuk mengajak masyarakat masuk Islam tanpa paksaan apapun, persis seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW semasa hidupnya. 

  • 25+ Contoh Majas Personifikasi: Ciri-Ciri dan Maknanya pada Kalimat

    25+ Contoh Majas Personifikasi: Ciri-Ciri dan Maknanya pada Kalimat

    Pernahkah Anda membandingkan dua objek yang berbeda menggunakan kata-kata? Tanpa disadari, mungkin Anda sedang menggunakan gaya bahasa tertentu. Majas personifikasi merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk membandingkan dan melukiskan sesuatu menggunakan kata kiasan.

    Gaya bahasa personifikasi ini bertujuan untuk memperindah sebuah kalimat dengan kata kiasan agar bisa mewakili suatu keadaan. Anda seringkali tidak menyadari telah menggunakannya saat berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan para pelajar tentu tidak asing lagi karena materi majas ini ada di pelajaran Bahasa Indonesia.

    Apa Itu Majas Personifikasi?

    Majas personifikasi merupakan gaya bahasa yang berfungsi untuk memberikan perilaku manusia terhadap sesuatu yang bukan manusia. Artinya, majas ini memberikan sifat manusia terhadap benda-benda yang tidak mempunyai sifat tersebut. Benda-benda ini seperti tumbuhan, benda mati, hewan, langit, dan lain-lain.

    Kata personifikasi sendiri berasal dari bahasa Inggris, “person” yang artinya adalah manusia atau orang. Sedangkan dalam bahasa Yunani berasal dari kata prosopopoeia yang artinya memanusiakan. Oleh sebab itu, personifikasi dapat diartikan sebagai memanusiakan benda-benda yang tidak mempunyai sifat seperti manusia.

    Gaya bahasa ini termasuk dalam kelompok majas perbandingan. Anda bisa menggunakan majas personifikasi untuk membandingkan suatu objek dengan objek lainnya. Selain itu, gaya bahasa ini identik dengan perilaku membuat benda selain manusia seolah-olah bisa melakukan tindakan seperti manusia. 

    Contohnya, “hembusan angin di pantai membelai rambut panjangku.” Di dalam kalimat tersebut terdapat kata “melambai” yang sebenarnya biasa dilakukan oleh manusia. Ketika menggunakan majas ini, Anda bisa melukiskan suatu benda mati seolah bisa melambai juga.

    Beberapa sifat atau perilaku manusia yang bisa Anda gunakan untuk kalimat bermajas personifikasi antara lain adalah karakter, ciri fisik, tingkah laku, pikiran, perasaan, dan lain sebagainya. Sebuah kalimat bisa Anda kategorikan menggunakan gaya bahasa personifikasi apabila telah memenuhi kriteria tertentu. 

    Kriteria tersebut seperti bersifat membandingkan benda mati menjadi benda hidup, mampu melakukan berbagai sifat manusia, dan melibatkan panca indera. Sifat benda mati yang seolah-olah menjadi hidup inilah yang menyebabkan gaya bahasa ini masuk dalam majas perbandingan.

    Ciri-Ciri Majas Personifikasi

    Adanya perbedaan atau batasan antara perilaku manusia dan benda mati membuat seseorang sering menggunakan gaya bahasa personifikasi. Sebagian besar orang ingin menggambarkan sesuatu dengan lebih jelas dan menghayati sehingga menggunakan gaya bahasa perbandingan ini. Berikut ciri-ciri lengkapnya:

    1. Menggambarkan Sifat Manusia

    Ciri utama dari majas ini adalah menggunakan kata-kata yang bisa menggambarkan sifat manusia pada benda mati atau benda lainnya. Maksud dari menggambarkan sifat manusia ini termasuk memberikan sifat-sifat manusia seperti berbicara dan bertindak sesuatu pada benda lain.

    Kata-kata yang digunakan bahkan bisa bersinggungan dengan istilah antropomorfisme. Antropomorfisme ini merupakan pemberian karakteristik seperti manusia kepada binatang, tumbuhan, dan benda mati. Ada pula istilah fabel yang memberikan karakteristik manusia pada hewan secara lebih spesifik.

    Namun, kedua istilah tersebut tetap berbeda dengan gaya bahasa personifikasi. Penggunaan personifikasi bisa mengandai-andaikan benda mati selayaknya melakukan aktivitas seseorang.

    2. Melibatkan Panca Indera

    Selain itu, ciri-ciri dari jenis majas perbandingan yang satu ini juga terletak pada keterlibatan panca indera dalam menggambarkan sesuatu. Fungsi panca indera manusia terdiri dari mencium, melihat, mendengar, mengecap, dan menyentuh. Gaya bahasa personifikasi melibatkan panca indera untuk menciptakan sebuah kedekatan.

    Ungkapan majas personifikasi bisa membuat pendengar atau pembaca lebih menghayati apa yang Anda sampaikan. Manusia jadi bisa membayangkan peristiwa yang terjadi dalam kalimat tersebut sebagaimana panca inderanya merasakan sesuatu.

    3. Membandingkan Benda Mati dan Benda Hidup

    Majas ini juga identik dengan caranya yang membandingkan benda mati seperti benda hidup atau mempunyai nyawa. Benda mati biasanya diberi sifat manusia sehingga terlihat seperti benda hidup.

    Fungsi Majas Personifikasi

    Tidak hanya untuk mengungkapkan sesuatu agar menjadi lebih indah, penggunaan gaya bahasa personifikasi juga mempunyai banyak fungsi. Berikut ini beberapa fungsinya dalam penulisan karya sastra:

    1. Memperindah Susunan Kalimat

    Keberadaan majas personafikasi dalam sebuah karya sastra berfungsi untuk memperindah susunan kalimat. Penggunaan majas ini mampu membuat tulisan menjadi lebih indah dan tidak terlalu formal atau kaku. Kata demi kata dalam kalimat bermajas juga akan tampak lebih hidup.

    Coba bedakan kalimat berikut ini ketika Anda ingin menceritakan jika daun di tepi pantai bergerak terkena angin. Anda bisa saja menggunakan kalimat “daun di tepi pantai bergerak karena tertiup angin”. Namun, kalimat tersebut bisa memberikan kesan yang lebih indah apabila Anda menulisnya “daun di tepi pantai melambai tertiup angin”. 

    Pembaca akan tergelitik dengan kalimat kedua karena bisa membayangkan bagaimana sebuah daun bisa melambai seperti manusia. Sementara kalimat yang pertama terkesan datar atau biasa saja.

    2. Menghidupkan Suasana

    Sebagian orang tentu ingin mengungkapkan sesuatu dengan cara yang berbeda. Anda bisa menggunakan gaya bahasa personifikasi ini untuk membuat suasana yang ingin Anda ceritakan menjadi lebih nyata. Gaya bahasa personifikasi mampu membawa pembaca dan pendengar untuk merasakan suasana yang Anda ceritakan.

    Menghidupkan benda-benda selain manusia juga bisa membuat Anda menjadi lebih menyadari keberadaannya. Contohnya, Anda mungkin tidak menyadari jika dedaunan di pantai juga bisa melambai seperti manusia. 

    3. Memberikan Kesan Imajinatif

    Penggunaan majas juga berfungsi untuk membangun imajinasi pembaca maupun pendengar. Pembaca bisa memainkan imajinasinya untuk membayangkan bagaimana situasi dalam karya sastra yang dibacanya. Setiap pembaca bisa saja mempunyai imajinasi yang berbeda. 

    Jadi, penggunaan kata kiasan yang tepat dalam kalimat bisa memberikan kesan imajinatif. Selain pembaca, penulis juga bisa memainkan imajinasinya untuk menciptakan karya sastra yang indah dengan majas personifikasi di dalamnya.

    4. Memudahkan Pemahaman Pembaca

    Pembaca umumnya bisa lebih mudah memahami sebuah tulisan atau karya sastra melalui gaya bahasa yang digunakan oleh penulis. Gaya bahasa perbandingan ini sangat membantu pembaca untuk ikut merasakan emosi dari subjek di dalam karya tersebut. Anda bisa memilih kata kiasan yang cocok untuk menghidupkan suasana. 

    Selain itu, penggunaan gaya bahasa ini juga mampu membuat pembaca hanyut dalam cerita Anda. Misalnya ketika Anda ingin melukiskan betapa indahnya sebuah pantai, maka penggunaan gaya bahasa personifikasi sangatlah tepat.

    Contoh Majas Personifikasi dan Maknanya

    Anda sudah mengetahui apa saja ciri-ciri dan fungsi majas personifikasi. Selanjutnya, Anda bisa melihat berbagai contoh majas perbandingan ini untuk memperkuat pemahaman. Berikut ini beberapa contoh penggunaan majas dalam sebuah kalimat yang bisa Anda temukan dalam kehidupan sehari-hari:

    • Malam itu bulan mengintip di balik awan bersama dedaunan yang ikut menari mengikuti alunan musik malam.

    Terdapat dua frasa yang menunjukkan gaya bahasa personifikasi pada kalimat di atas. Dua frasa tersebut, yaitu kata “bulan mengintip” dan “dedaunan menari”. Kata-kata inilah yang mewakili sifat manusia pada benda mati.

    • Pasir berbisik di tengah sejuknya udara pantai.

    Kata yang menggambarkan sifat manusia dalam kalimat tersebut adalah “berbisik”. Sedangkan subjek dalam kalimat, yaitu “pasir” yang termasuk benda mati. Perbandingan benda mati dan sifat manusia ini melukiskan suasana pantai yang udaranya sangat sejuk dan menerpa pasir.

    • Daun-daun menari kegirangan tatkala semilir angin membelai tubuh mereka.

    Gaya bahasa personifikasi dalam kalimat di atas terletak pada frasa “daun-daun menari kegirangan” dan “semilir angin membelai tubuh mereka”. Kata “menari” dan “membelai” pada dasarnya hanya bisa dilakukan oleh manusia. Kemudian kata tersebut menempel pada subjek sehingga tercipta ungkapan yang indah.

    • Tarian daun berguguran begitu indah dilihat saat senja.

    Anda tentu tahu jika daun tidak bisa menari. Justru manusia yang bisa menari. Oleh sebab itu, kalimat di atas termasuk majas personifikasi karena memberikan sifat manusia kepada benda mati. Hal itu bertujuan untuk menggambarkan keindahan suasana saat senja.

    • Sudah dua jam lebih pemadam kebakaran bertarung melawan api di lokasi kebakaran.

    Api termasuk benda mati. Sedangkan dalam kalimat di atas menyebutkan bahwa seorang pemadam kebakaran sedang bertarung melawan api. Api dianggap seperti makhluk hidup yang bisa bertarung. Itulah bentuk gaya bahasa yang menggunakan kata kiasan untuk membuat suasana menjadi lebih hidup.

    • Deburan ombak pantai menari-nari dari kejauhan.

    Subjek dalam kalimat ini termasuk benda mati, yaitu “deburan ombak”. Sedangkan kata kiasan yang digunakan, yaitu “menari-nari”. Dua kata ini membentuk frasa yang indah sehingga tercipta kalimat bermajas personifikasi.

    • Bulan dan bintang akan terus menemani perjalanan malam ini.

    Bulan dan bintang adalah benda mati. Sementara penulis menambahkan kata “menemani” untuk membuat suasana menjadi lebih hidup. Dua benda tersebut diberi sifat seperti manusia sehingga termasuk gaya bahasa personifikasi. 

    • Embun pagi memandikan pohon-pohon di hutan.

    Sifat manusia terletak pada kata “memandikan”. Sementara “embun pagi” tidak mempunyai sifat tersebut. Lewat adanya gaya bahasa perbandingan akhirnya bisa menggambarkan kondisi pohon-pohon di hutan yang basah terkena embun pagi dengan cara yang lebih indah.

    • Suara kereta pengangkut rindu itu sudah mulai berbisik sendu.

    “Suara kereta pengangkut rindu itu” dan “berbisik sendu” merupakan kata kiasan dalam kalimat di atas. Pasalnya, hanya manusia yang bisa berbisik, bukan kereta. Perpaduan kata tersebut membuat suara kereta menjadi lebih dramatis dan indah.

    • Aku yakin jika esok hari akan menjadi lebih cerah dengan sinar mentari yang tersenyum ceria menyapaku.

    Sinar matahari tentu tidak bisa tersenyum dan menyapa manusia. Oleh sebab itu kata “tersenyum ceria menyapaku” tergolong ke dalam majas personifikasi. Makna dari kalimat tersebut adalah untuk menunjukkan rasa optimis seseorang supaya percaya bahwa hari esok bisa menjadi lebih baik daripada hari ini.

    • Angin pantai berebut menyibak rambutku. 

    Kalimat di atas mempunyai makna bahwa hembusan angin di pantai mengenai rambut seseorang. Kata “berebut” menjadi penanda jika anginnya cukup kencang sehingga sampai menguraikan rambut seseorang.

    • Gedung-gedung tinggi berlomba mencakar langit.

    Kata kiasan berupa “mencakar langit” ini menggambarkan bahwa ada banyak gedung di sana yang sangat tinggi. Padahal, perilaku mencakar sebenarnya hanya bisa dilakukan oleh makhluk hidup seperti manusia.

    • Padi menundukkan dirinya saat menguning.

    Kalimat ini mempunyai makna bahwa padi yang sudah menguning atau siap panen semakin merunduk. Anda dapat melihat gaya bahasa yang digunakan melalui kata “menundukkan dirinya”.

    • Aku tertegun melihat bunga yang murung.

    Gaya bahasa personifikasi dalam kalimat ini terletak pada frasa “bunga yang murung”. Frasa tersebut mempunyai makna jika bunga yang dilihat itu sedang layu. Kalimat di atas menjadi lebih indah karena adanya majas di dalamnya.

    • Cangkul itu setia menemani pak tani dalam bekerja. 

    Sifat manusia yang digunakan untuk benda mati terdapat pada kalimat di atas, yaitu “cangkul itu setia menemani”. Ungkapan tersebut bermakna bahwa pak tani selalu membawa cangkul ketika bekerja.

    • Embun pagi melompat dengan ria di atas dedaunan. 

    Kata “embun pagi” merupakan benda mati. Sedangkan “melompat dengan ria” adalah perilaku manusia. Secara keseluruhan, kalimat di atas mempunyai arti bahwa embun pagi membasahi dedaunan.

    • Alarm itu menjerit-jerit memanggil pemiliknya yang masih terlelap dalam mimpi.

    Gaya bahasa perbandingan dalam kalimat ini terletak pada frasa “alarm itu menjerit-jerit memanggil pemiliknya”. Hal tersebut menunjukkan bahwa suara alarm yang terus berdering ketika pemiliknya masih tidur.

    • Mentari pagi tersenyum menyapa anak-anak yang sedang berjalan.

    Kata “tersenyum menyapa” merupakan perilaku manusia, sedangkan mentari sebenarnya tidak bisa melakukannya. Namun, Anda bisa membuat suasana menjadi lebih hidup dengan menggunakan majas seperti kalimat di atas.

    • Bulir padi menunduk seraya mengucapkan selamat pagi kepada para pejalan kaki.

    Terdapat kata “bulir padi menunduk” yang merupakan bagian dari majas perbandingan. Kata “menunduk” merupakan perilaku yang biasa dilakukan oleh manusia, sementara hal tersebut diberikan ke “bulir padi” yang sebenarnya tidak bisa melakukannya.

    • Setiap hari ada bau panggangan kue dari toko roti yang sangat menggoda penciumanku.

    Kata “menggoda” merupakan salah satu sifat manusia pada umumnya. Kemudian kata tersebut diberikan kepada “panggangan kue” yang merupakan benda mati. Kalimat ini menjadi salah satu gaya bahasa personifikasi dengan maksud melukiskan aroma kue yang berbau sangat harum.

    • Peluru tajam mengoyak-oyak tubuh si korban.

    Kata kiasan dalam kalimat di atas adalah “mengoyak-oyak”. Kata tersebut menunjukkan perilaku manusia yang diberikan kepada benda mati, yaitu “peluru tajam”. Perpaduan katanya menciptakan kalimat dengan majas personifikasi untuk membuat pembaca lebih tersentuh dengan situasi yang digambarkan.

    • Matahari telah terbangun dari peraduannya untuk menggantikan tempat tinggal bulan kala itu.

    Matahari merupakan benda mati kemudian dilanjutkan dengan kalimat “telah terbangun dari peraduannya” yang merupakan sifat manusia. Secara keseluruhan kalimat di atas menggambarkan kondisi malam hari yang sudah berganti menjadi pagi hari.

    • Angin berkejar-kejaran dari barat ke timur.

    Angin merupakan benda mati. Sedangkan “berkejar-kejaran” adalah sifat manusia. Benda mati yang diberi sifat manusia bisa membuat suasana menjadi lebih mengena sehingga tercipta kalimat yang bermajas.

    • Api bergemuruh melahap setiap rumah di pemukiman warga.

    Anda tentu sudah tahu jika “api” adalah benda mati yang tidak bisa bergerak sendiri. Kemudian diikuti dengan kata “melahap” merupakan perilaku manusia. Gaya bahasa perbandingan di sini bertujuan untuk menggambarkan situasi di mana kobaran api menghanguskan rumah di pemukiman warga.

    • Suasana senja memancarkan kecantikan wajahnya.

    Kata kiasan di dalam kalimat di atas bertujuan untuk menggambarkan suasana senja yang sangat indah. Pasalnya, “kecantikan wajah” merupakan karakteristik dari manusia.

    • Ayam-ayam bernyanyi setiap pagi membangunkan semua orang.

    Frasa “ayam-ayam bernyanyi” dan “membangunkan semua orang” termasuk gaya bahasa personifikasi. Bernyanyi dan membangunkan merupakan aktivitas yang biasa dilakukan manusia. Ayam tentu saja tidak bisa melakukannya. Namun, kata-kata tersebut hanyalah kiasan agar lebih indah.

    • Alam menangis melihat perilaku manusia.

    Kata kiasan pada kalimat tersebut menunjukkan makna jika perilaku buruk manusia bisa menyebabkan kerusakan pada alam. Kata “menangis” di sini bisa bermakna sebagai bentuk kerusakan yang terjadi pada alam.

    • Suara gemericik hujan bernyanyi menemani tidur anak-anak.

    Kalimat bermajas di atas mempunyai makna bahwa suara gemericik air hujan nyaring terdengar. Anak-anak juga tidur bersamaan dengan iringan suara tersebut.

    • Perutku sudah berdemo minta diisi.

    Kalimat di atas mempunyai makna bahwa seseorang sedang merasa perutnya sangat lapar dan ingin segera makan. Kata “berdemo” memberikan kesan lebih dramatis pada ungkapan tersebut.

    • Gunung yang sedang murka itu memuntahkan seluruh isinya. 

    Kalimat dengan majas personifikasi di atas sangat tepat untuk menggambarkan suasana bencana gunung meletus. Kata “memuntahkan” bisa Anda maknai sebagai gunung yang mengeluarkan magma atau lahar dari dalam gunung.

    • Angin topan mengamuk di daerahku kemarin malam.

    Kata “mengamuk” adalah bentuk kiasan yang menggambarkan suasana angin topan yang sangat dahsyat. Anda bisa menggunakan ungkapan ini untuk menceritakan suasana kacau saat peristiwa angin topan terjadi.

    • Alam sedang menjerit meminta pertolongan.

    Kata “menjerit meminta pertolongan” merupakan kata kiasan untuk menggambarkan kondisi alam yang tidak baik-baik saja. Biasanya terjadi kerusakan alam di berbagai lokasi sehingga perlu adanya perbaikan.

    • Lautan sedang marah, sebaiknya kau tidak berlayar hari ini.

    Kalimat tersebut bermaksud untuk memberikan peringatan kepada nelayan atau seseorang yang ingin berlayar. Frasa “lautan sedang marah” mempunyai arti bahwa cuaca di lautan sedang buruk atau tidak baik-baik saja. Jadi, sebaiknya nelayan tidak berlayar agar tidak membahayakan diri sendiri.

    • Awan menangis sepanjang hari.

    Kata “ awan menangis” dalam kalimat di atas berarti sedang terjadi hujan. Penggunaan majas di sini berfungsi untuk menambahkan suasana dramatis agar pembaca bisa membayangkan hujan yang terjadi hari itu. 

    • Mobil tua itu merangkak perlahan saat melewati tanjakan tajam.

    Kata “merangkak perlahan” berarti berjalan lambat. Sejalan dengan subjek “mobil tua” yang biasanya memang berjalan sedikit lambat ketika berada di tanjakan yang tajam. Kata kiasan ini bertujuan untuk membuat ungkapan di atas menjadi lebih bermakna. 

    • Setiap malam aku duduk sendirian di teras ini dan hanya bulan yang tersenyum padaku. 

    Frasa “hanya bulan yang tersenyum” merupakan bentuk ungkapan bahwa hanya ada sinar bulan yang menerangi seseorang yang sendirian di malam hari. 

    • Teriakan guntur sore itu memekakkan telinga.

    Kalimat di atas merupakan bentuk gaya bahasa personifikasi yang menggambarkan suara guntur yang sangat menggelegar. Kata “teriakan” di sini menjadi penanda utama jika suaranya sangat keras dan memekakkan telinga manusia.

    • Daun pohon itu menjuntai putus asa.

    Frasa “menjuntai putus asa” termasuk kata kiasan. Kata tersebut digunakan untuk melukiskan kondisi daun yang hampir gugur atau mati pada pohon.

    • Kamar ini menjadi saksi bisu atas usahaku belajar untuk ujian.

    Kata “kamar” merupakan benda mati yang tidak bisa berbicara. Oleh sebab itu, kamar bisa menjadi “saksi bisu” atau saksi seseorang yang rajin belajar. Kata tersebut hanyalah kiasan agar suasana belajarnya menjadi lebih dramatis.

    Sudah Tahu Contoh Majas Personifikasi Dalam Sebuah Kalimat?

    Demikian ulasan lengkap mengenai majas personifikasi dan contoh-contoh yang bisa Anda pahami dengan mudah. Anda bisa menggunakan majas ini untuk menggambarkan sesuatu hal agar tampak lebih nyata dan hidup. Sebuah ungkapan dan karya sastra juga bisa menjadi lebih indah dengan adanya gaya bahasa ini.

  • Biografi Sultan Hasanudin, Si Ayam Jantan dari Timur

    Biografi Sultan Hasanudin, Si Ayam Jantan dari Timur

    Biografi Sultan Hasanudin mungkin menjadi salah satu biografi menarik tentang pahlawan yang harus Anda ketahui. Pahlawan yang berasal dari Makassar, tepatnya dari Gowa ini memang memiliki salah satu cerita perlawanan terhadap VOC yang cukup heroik.

    Banyak orang juga mengenal dirinya dengan sebutan Ayam Jantan dari Timur. Nama asli dari Sultan Hasanuddin adalah Muhammad Bakir I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape, dan dirinya pernah menjadi Sultan Gowa ke-16. 

    Biografi Sultan Hasanudin

    Sultan Hasanuddin lahir di Makassar pada tanggal 12 Januari 1631. Bapak Sultan Hasanuddin adalah Sultan Malikussaid dan ibunya bernama I Sabbe To’mo Lakuntu. Pada saat Sultan Hasanuddin lahir, sang bapak merupakan Sultan Gowa ke-15.

    Sejak kecil, orang sudah melihat jika ia memiliki bakat kepemimpinan yang cakap. Selain itu, ia juga sangat dikenal sebagai sosok anak yang cerdas dan pandai berdagang. Bakat inilah yang nantinya membuatnya memiliki jaringan dagang sangat luas, mulai dari Makassar sampai luar negeri.

    1. Hasanuddin Kecil

    Sultan Gowa ke-15 seolah menaruh harapan besar pada anaknya yang satu ini. Sejak kecil, dirinya sering diajak oleh sang ayah untuk menghadiri banyak pertemuan penting. Harapannya, ia bisa menyerap banyak ilmu tentang diplomasi dan juga strategi dalam berperang.

    Bahkan Hasanuddin sudah sangat sering dipercaya untuk menjadi delegasi penting saat mengirimkan pesan ke berbagai kerajaan lain. 

    Pendidikan lainnya yang juga didapatkan Hasanuddin kecil adalah pendidikan keagamaan yang ia dapat dari Masjid Bontoala. Selain itu, di usianya yang baru 21 tahun, ia sudah diberi amanat untuk mengurusi urusan pertahanan kesultanan Gowa. 

    Satu hal yang menarik dari biografi Sultan Hasanudin adalah ada dua versi tentang kapan ia diangkat menjadi raja. Versi pertama adalah pada tahun 1653 atau saat ia berusia 22 tahun, dan yang kedua adalah pada 1655 atau saat ia berusia 24 tahun.

    2. Saat Menjadi Sultan Hasanuddin

    Selain dari sang ayah, Hasanuddin juga mendapatkan ilmu tentang pemerintahan dari Mangkubumi Kesultanan Gowa yaitu Karaeng Pattingalloang. Dari sinilah ia bisa memimpin Kesultanan Gowa dengan cukup cakap.

    Masalah muncul ketika VOC mulai ingin menguasai perdagangan rempah-rempah di wilayah timur nusantara pada abad 17. 

    Awalnya, VOC berhasil melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah di daerah Maluku. VOC memaksa setiap orang untuk menjual hasil rempah-rempah ke mereka dengan harga yang sudah mereka terapkan secara sepihak. 

    Selain itu, VOC juga memerintahkan untuk menebang pohon pala dan cengkih di daerah tertentu, tujuannya untuk mengendalikan jumlah rempah. Hal inilah yang menjadi awal mula penolakan Sultan Hasanuddin terhadap hadirnya VOC. 

    Sang raja beranggapan jika keinginan VOC tersebut bertentangan dengan kehendak Allah. VOC merasa jika Sultan Hasanuddin merupakan gangguan bagi mereka.

    Di tahun 1660, VOC mulai menyerang Makassar, namun serangan ini belum bisa mengalahkan Kesultanan Gowa. VOC kembali melakukan serangan pada tahun 1667 yang dipimpin oleh Cornelis Speelman.

    Serangan inilah yang menjadi awal kejatuhan Makassar. Pertempuran yang terjadi di berbagai wilayah membuat Kesultanan Gowa pada akhirnya melemah dan harus mengakui kekalahan. Sultan Hasanuddin pada akhirnya dengan terpaksa harus menandatangani Perjanjian Bongaya pada 18 November 1667. 

    Sempat terjadi pertempuran kembali pada tahun 1669, namun dengan kekuatan yang sudah jauh melemah, Kesultanan Gowa justru kehilangan Benteng Somba Opu yang merupakan benteng terkuat milik mereka. Sultan Hasanuddin sendiri wafat pada tanggal 12 Juni 1670 karena penyakit ari-ari yang ia derita.

    3. Perjanjian Bongaya

    Dalam biografi Sultan Hasanudin, perjanjian Bongaya merupakan salah satu perjanjian penting di zaman kepemimpinannya. 

    Meskipun berjudul perjanjian perdamaian, namun sebenarnya ini merupakan pengakuan kekalahan Kesultanan Gowa dari VOC dan juga pengesahan monopoli perdagangan sebagian barang di Pelabuhan Makassar oleh VOC.

    Dalam perjanjian ini, Kesultanan Gowa diwakili oleh Sultan Hasanuddin, sedangkan VOC diwakili Cornelis Speelman. Beberapa isi dari Perjanjian Bongaya tersebut antara lain:

    • Seluruh alat-alat, meriam, uang, dan barang yang masih tersisa, yang diambil dari kapal Walvisch di Selayar dan Leeuwin di Don Duango, harus diserahkan ke VOC.
    • Mereka yang terbukti bersalah atas pembunuhan orang Belanda di berbagai tempat harus diadili dengan segera oleh Perwakilan Belanda dan mendapatkan hukuman setimpal.
    • Raja dan bangsawan Makassar memiliki kewajiban untuk membayar ganti rugi pada VOC.
    • Tidak boleh ada orang Eropa lain yang melakukan perdagangan di wilayah Makassar, kecuali orang Belanda.
    • Orang Eropa yang boleh melakukan perdagangan di Makassar hanya VOC. Selain itu, orang India, Moor, Jawa, Melayu, Aceh, atau Siam juga tidak boleh memasarkan kain dan barang-barang dari China. Hanya VOC yang berhak melakukan hal tersebut.
    • VOC terbebas dari bea dan pajak impor maupun ekspor.
    • Pemerintah dan rakyat Makassar tidak boleh berlayar ke manapun, kecuali beberapa wilayah tertentu. Hal itu pun harus seizin komandan yang memerintah di Pelabuhan Makassar. Mereka yang berlayar tanpa izin akan dianggap sebagai musuh dan diperlakukan seperti musuh.
    • Semua benteng di wilayah Makassar harus dihancurkan, termasuk Barombong, Pa’nakkukang, Garassi, Mariso, dan Boro’boso. Hanya Somba Opu yang boleh tetap berdiri untuk ditempati raja.
    • Benteng Ujung Pandang harus diserahkan ke VOC dalam kondisi baik, termasuk desa dan tanah yang menjadi wilayahnya.
    • Koin Belanda berlaku di Makassar.
    • Tidak boleh lagi terlibat dengan urusan wilayah Bima.
    • Raja Bima dan Karaeng Bontomarannu harus diserahkan kepada VOC untuk dihukum.
    • Mereka yang diambil dari Sultan Butung pada penyerangan terakhir Makassar harus dikembalikan.
    • Untuk Sultan Ternate, semua orang yang sudah diambil dari Kepulauan Sula harus dikembalikan, termasuk senapan dan juga meriam. Gowa harus melepaskan seluruh kekuasaannya dari Kepulauan Selayar dan Pansiano, seluruh Pantai Timur Sulawesi dari Manado ke Pansiano, Banggai, Kepulauan Gapi serta tempat lainnya di pantai yang sama, negeri-negeri Mandar dan juga Manado.
    • Gowa juga harus menanggalkan seluruh kekuasaannya atas negeri Bugis, Luwu, Raja tua Soppeng, dan seluruh tanah serta rakyatnya harus dibebaskan.
    • Raja Layo, Bangkala, dan seluruh Turatea serta Bajing dan tanah-tanah mereka harus dilepaskan.
    • Seluruh wilayah yang ditaklukkan VOC dan sekutu mulai dari Bulo-Bulo sampai Turatea dan dari Turatea sampai Bungaya tetap menjadi milik VOC sebagai bagian dari hak penaklukan.
    • Wajo, Bulo-Bulo, dan Mandar haus ditinggalkan oleh Pemerintah Gowa. Pemerintah Gowa juga tidak lagi boleh membantu mereka dengan tenaga manusia, senjata, dan lainnya.
    • Pemerintah Gowa harus menutup negerinya untuk semua bangsa kecuali Belanda. Mereka juga harus membantu VOC untuk melawan musuhnya di dalam dan sekitar Makassar.

    Biografi Sultan Hasanudin tentang Arung Palakka

    Kesultanan Gowa merupakan salah satu kerjaan yang penting di wilayah timur. Kesultanan inilah yang memegang peranan penting dalam jalur lintas perdagangan sekaligus menjadi pusat perhubungan.

    Jalur pelayaran ini juga menjadi penghubung antara Pulau Jawa, Kalimantan, dan juga Maluku. Pada masa kejayaannya, Sultan Hasanuddin berhasil memerintah dengan cakap. Dalam biografi Sultan Hasanudin juga terkenal kisah beliau yang menolak monopoli perdagangan yang diinginkan VOC. 

    Karena merasa konflik tidak bisa terhindarkan, maka Sultan Hasanuddin pun mengumpulkan kekuatan dengan mempersatukan kerajaan-kerajaan di sekitar Gowa sekaligus menyiapkan armada untuk melawan VOC.

    Pertempuran antara Sultan Hasanuddin dan Kesultanan Gowa melawan VOC terjadi pada 1666 sampai 1669. Nama lain yang cukup terkenal dari pertempuran ini adalah Arung Palakka.

    Arung Palakka sendiri merupakan pemberontak yang menjadi penghianat untuk Sultan Hasanuddin. Arung Palakka berasal dari Kerajaan Bone, yang memiliki hubungan kurang baik dengan Kesultanan Gowa. Konflik inilah yang akhirnya dimanfaatkan VOC.

    Arung Palakka yang lari dari kejaran Kerajaan Gowa melarikan diri ke Batavia dan meminta bantuan VOC untuk menghancurkan Kesultanan Gowa. Hal ini jugalah yang membuat VOC seolah memiliki sekutu untuk menghancurkan Kesultanan Gowa.

    Perang yang berkelanjutan dan dengan suplai yang terbatas membuat posisi Kesultanan Gowa semakin lemah. Puncaknya adalah ditandatanganinya Perjanjian Bongaya pada 1667 yang juga menandakan kekalahan dari Kesultanan Gowa.

    Biografi Sultan Hasanudin, Kronologi Konflik dengan Arung Palakka

    Pada tahun 1660, intensitas tekanan VOC semakin meningkat. Hal ini yang membuat Sultan Hasanuddin memerintahkan Tobala Arung Tanete selaku orang yang dipercaya Kesultanan Makassar untuk memimpin orang Bone.

    Pada tahap ini Sultan Hasanuddin meminta Tobala Arung Tanete untuk memperkuat pertahanan Makassar kala berhadapan dengan VOC. Toballa akhirnya memimpin 1000 orang Bugis Bone untuk menjaga wilayah-wilayah yang berada di belakang Makassar.

    Di sisi lain, pihak VOC juga mendapati laporan jika banyak bangsawan Makassar yang tidak suka akan sikap keras dari Sultan Hasanuddin. Hal ini juga diperkuat oleh beberapa laporan dari utusan Belanda yang datang langsung ke Istana Makassar.

    1. Perang 1660

    Berbekal laporan bahwa ada beberapa orang yang tidak suka dengan Sultan Hasanuddin, ditambah dengan laporan jika beberapa pasukan bayaran di Makassar dan Banda siap untuk membantu VOC, membuat pihak VOC siap untuk melakukan serangan ke Makassar.

    Pada tahun 1660, VOC benar-benar mengirimkan pasukan untuk menguji kekuatan Makassar kala itu. Pada ekspedisi kala itu, VOC berhasil merebut Pelabuhan Panakukang. Pada akhirnya VOC menempatkan empat kapal perang dengan senjata lengkap dan dua sekoci untuk melindungi benteng tersebut.

    VOC juga mulai membangun gudang logistik sebagai dukungan pengawalan Benteng Panakukang. Pada peristiwa tersebut, Sultan Hasanuddin menyalahkan Karaeng Sumanna sebagai orang yang bertanggung jawab.

    2. Awal Mula Konflik dengan Arung Palakka

    Karaeng Sumanna akhirnya digantikan Karaeng Karunrung, keputusan ini diambil untuk membuat Kesultanan Makassar tidak kalah lagi dari VOC. Karaeng Karunrung sangat serius untuk mengerjakan hal tersebut.

    Perintah untuk membawa orang Bone ke Makassar terus ia jalankan. Sampai akhirnya, ada sekitar 10 ribu orang Bone yang bekerja untuk membangun pertahanan di wilayah Makassar.

    Di sinilah masalah muncul, orang Bone merasa hak-hak mereka sebagai pekerja tidak dipenuhi dengan baik oleh Kesultanan Makassar. Hal ini membuat banyak orang Bone yang jatuh sakit dan melarikan diri.

    Pada akhirnya, Karaeng Karunrung mengambil tindakan dengan mempekerjakan kalangan bangsawan dan juga rakyatnya untuk mencapai target yang diinginkan.

    Di sinilah muncul Arung Palakka, salah satu bangsawan Bone yang diturunkan untuk mengawasi orang Bone bekerja. Dirinya melihat sendiri bagaimana hak-hak pekerja dari Bone tersebut dilanggar, termasuk bagaimana sistem kerja yang memberatkan tersebut.

    Arung Palakka tidak tinggal diam atas penderitaan rakyat Bone tersebut. Ia berusaha lari dari pekerjaan tersebut, sekaligus mempengaruhi beberapa orang untuk ikut bersamanya, termasuk Tobala Arung Tanete.

    Akhirnya, Arung Palakka berhasil mempengaruhi dan meyakinkan orang-orang tersebut untuk melarikan diri. Mereka hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk pergi dari Makassar. Mereka akhirnya berhasil melarikan diri dan melakukan perjalan kembali ke Bone.

    Dari kejadian ini, Arung Palakka mendapatkan persetujuan dari semua pihak di Bone untuk melakukan pemberontakan ke Kesultanan Makassar. Hal itu terkait dengan perlakukan mereka yang dianggap tidak manusiawi.

    3. Pemberontakan Arung Palakka

    Arung Palakka dan Tobala Arung Tanete memimpin 11 ribu orang Bugis Bone dan Soppeng untuk melakukan perlawanan terhadap Kesultanan Makassar yang telah memperlakukan orang Bone dengan tidak adil.

    Sultan Hasanuddin tahu akan gerakan ini dan langsung mengirimkan pasukan di bawah pimpinan Karaeng Sumanna untuk menumpasnya. 

    Arung Palakka pada awalnya masih bisa membendung pasukan Makassar. Namun, ketika pasukan Makassar mendapatkan bantuan dari Wajo, Arung Palakka dan pasukannya sudah tidak bisa membendung pasukan Makassar lagi. Arung Palakka dan pasukan akhirnya mundur.

    Pertempuran ini sendiri memakan korban, salah satunya adalah Tobala. Sementara Arung Palakka berhasil melarikan diri. Pasukan Makassar terus melakukan pengejaran terhadap Arung Palakka, hal ini juga yang membuat Arung Palakka merasa tidak aman untuk terus bersembunyi di sekitar wilayah Bone.

    4. Kerja Sama Arung Palakka dan Pihak VOC

    Kisah biografi Sultan Hasanudin tidak terlepas dari kisah Arung Palakka kali ini. Dalam pelariannya, Arung Palakka akhirnya pergi ke Batavia guna mencari dukungan. Ia akhirnya membangun kerja sama dengan VOC untuk membebaskan Bone dan Soppeng. 

    Pihak VOC tentu saja menyetujui hal ini. VOC merasa ini merupakan jalan bagi mereka untuk bisa merebut kekuasan Makassar dari Kesultanan Gowa. 

    Pertempuran yang telah direncanakan pun akhirnya terjadi pada 1666. VOC dan Arung Palakka menyerang Makassar sebagai musuh bersama namun dengan kepentingan yang berbeda. 

    Arung Palakka memerangi Makassar karena ingin membebaskan Bone. Sementara VOC menyerang Makassar karena ingin menjadi penguasa tunggal atas perdagangan rempah di wilayah nusantara.

    Pertempuran akhirnya pecah pada akhir tahun 1666. Kekuatan Sultan Hasanuddin pada awalnya masih bisa menahan kekuatan Belanda dan Arung Palakka. Sampai akhirnya pasukan VOC dan sekutunya mendapatkan dukungan dari Bone dan Soppeng.

    Sultan Hasanuddin melihat kondisi yang tidak menguntungkan. Akhirnya ia mencoba untuk menormalkan kembali hubungannya dengan Bone. Sultan Hasanuddin bahkan menyatakan jika Kerajaan Bone sudah bebas dari Kesultanan Makassar. 

    Selain itu, Sultan Hasanuddin juga mengembalikan La Maddaremmeng sebagai Raja Bone yang sah.

    5. Perang Makassar

    Kebijakan Sultan Hasanuddin tersebut nyatanya gagal untuk mengembalikan hubungan Bone dan Makassar. Dalam situasi tersebut VOC dan Arung Palakka benar-benar bersiap melakukan pertempuran terbuka dengan tujuan meruntuhkan Makassar.

    Perang ini sendiri berlangsung selama hampir 2 tahun. Perang berkelanjutan dan dalam waktu yang lama ini akhirnya membuat Sultan Hasanuddin mengalami kekalahan.

    Dalam banyak catatan, VOC bahkan mengakui jika Perang Makassar merupakan perang paling berat yang pernah mereka lakukan di Asia Tenggara. VOC bahkan mengakui ketangguhan dan kegigihan Sultan Hasanuddin, sehingga menyebutnya dengan De Haantjes van Het Oosten atau Ayam Jantan dari Timur.

    Biografi Sultan Hasanudin tentang Akhir Hayatnya

    Pertempuran panjang yang ia lakukan sejak 1660 akhirnya padam pada 1667, tepatnya 18 November 1667. Sultan Hasanuddin bersedia menandatangani Perjanjian Bongaya, perjanjian damai yang isinya juga menyatakan kekalahan Kesultanan Gowa.

    Namun, tidak lama sejak perjanjian tersebut, peperangan kembali pecah di beberapa titik. Belanda yang mendapatkan bantuan dari Batavia kembali melakukan serangan ke pasukan Sultan Hasanuddin. Kali ini, kekalahan telak pun tidak terhindarkan.

    Sultan Hasanuddin terpaksa menyerah pada tahun 1669. Di tahun yang sama, ia juga turun tahta. Setahun kemudian, tepatnya pada 12 Juni 1670, Ayam Jantan dari Timur menghembuskan nafas terakhirnya karena penyakit yang ia derita.

    Kesultanan Gowa yang Erat dengan Biografi Sultan Hasanudin

    Jika berbicara tentang biografi Sultan Hasanudin, maka tidak mungkin rasanya jika tidak menyebutkan tentang Kesultanan Gowa. Di sinilah Sultan Hasanuddin memimpin dan membuat kesultanan ini menjadi poros maritim penting di wilayah timur.

    Pada prosesnya, Kesultanan Gowa ini pernah bernama Kerajaan Gowa, lalu pernah juga bernama Kerajaan Gowa-Tallo. Kerajaan ini awalnya merupakan penganut animisme, sebelumnya akhirnya menganut Islam dan berubah menjadi kesultanan.

    1. Sejarah Kerajaan Gowa

    Kerajaan ini terdiri dari sembilan komunitas, yaitu Tombolo, Laklung, Saumata, Parang-parang, Data, Agangjene, Bisei, Kalili, dan Sero. Dengan berbagai cara, kesembilan komunitas ini akhirnya mau untuk membentuk Kerajaan Gowa pada abad 14.

    Pada saat itu, penguasa dan masyarakat masih menganut animisme. Raja pertama Kerajaan Gowa adalah Tomanurung Bainea yang kemudian mewariskan kerajaan kepada putranya Tumassalangga.

    Pada abad ke-15, tepatnya pada masa pemerintahan Tonatangka Lopi, Kerajaan Gowa terpecah menjadi dua. Masalah ini bermula dari munculnya perselisihan antara Batara Gowa dan Karaeng Loe ri Sero. Keduanya merupakan putra dari Tonatangka Lopi, 

    Batara Gowa menang dan menjadi Raja di Kerajaan Gowa, sementara Karaen Loe ri Sero pergi dan mendirikan Kerajaan baru yaitu Kerajaan Tallo.

    2. Kerajaan Gowa-Tallo

    Selama bertahun-tahun Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo yang sebenarnya bersaudara namun tidak pernah akur. Sampai akhirnya, Raja Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi Kallonna dari Gowa membuat perjanjian dengan Tallo pada 1565.

    Perjanjian tersebut menyatakan jika kedua kerajaan tidak boleh saling melawan. Setelah bersatu, nama Kerajaan pun menjadi Kerajaan Gowa-Tallo atau Kerajaan Makassar.

    Kedua kerajaan itu pun sepakat untuk berbagi kekuasaan, di mana Raja akan menjadi hak keturunan Gowa, sementara perdana menteri akan menjadi hak keturunan Tallo.

    3. Kerajaan Gowa-Tallo Menjadi Kerajaan Islam

    Kerajaan Gowa-Tallo merupakan kerajaan maritim yang cukup besar, aktivitas utama kerajaan ini adalah pelayaran dan perdagangan. Seiring perkembangannya, Kerajaan Gowa-Tallo pun menjadi pusat perdagangan di kawasan timur nusantara. Hal ini juga yang membuat banyak pedagang muslim berdagang di wilayah ini.

    Nantinya, hal ini juga yang menjadi alasan Kerajaan Gowa-Tallo berubah menjadi Kerajaan Islam. Kerajaan Gowa-Tallo berubah memasuki masa Islam pada akhir abad ke-16 dan berubah menjadi kesultanan.

    Agama Islam sendiri masuk daerah Sulawesi Selatan karena dakwah dari Datuk Ri Bandang dan Datuk Sulaiman dari Minangkabau. Penguasa Gowa-Tallo pertama yang memeluk Islam adalah I Mangarangi Daeng Manrabbia (1593-1639) dengan gelar Sultan Alauddin I.

    4. Masa Kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo

    Kejayaan Gowa-Tallo sendiri terjadi dalam masa pemerintahan Sultan Hasanuddin. Pada masa kejayaannya, kerajaan ini dikenal sebagai negara maritim dan menjadi pusat perdagangan di Indonesia bagian timur.

    Di sisi sosial, Sultan Hasanuddin juga berhasil memajukan pendidikan dan kebudayaan Islam. Biografi Sultan Hasanudin juga merupakan sosok raja yang sangat anti terhadap VOC.

    Dirinya juga menentang kedatangan VOC yang kala itu telah berkuasa di Ambon. Dari sinilah bibit permusuhan antara Sultan Hasanuddin dan VOC mulai terjadi. Sultan Hasanuddin sendiri memimpin langsung perjuangan Makassar melawan VOC.

    5. Keruntuhan Gowa-Tallo

    Kedudukan Sultan Hasanuddin semakin terdesak ketika VOC melakukan politik adu domba antara Makassar dengan Kerajaan Bone. Dari sinilah akhirnya terjadi Perang Makassar.

    Pada akhirnya, Kerajaan Makassar harus mengakui kekalahannya dengan menandatangani Perjanjian Bongaya pada tahun 1667. Dalam perjanjian tersebut, banyak pasal yang merugikan pihak Makassar namun harus diterima Sultan Hasanuddin.

    Sultan Hasanuddin sendiri turun tahta pada 1669 dan digantikan oleh Sultan Amir Hamzah. Perjanjian Bongaya menjadi awal mula kemunduran Kesultanan Gowa-Tallo. 

    Selain itu, raja-raja setelah Sultan Hasanuddin juga tidak bisa mengembalikan kejayaan Kesultanan Gowa-Tallo. Salah satu alasannya karena mereka tidak bisa bebas untuk menentukan keputusan politik.

    6. Peninggalan Kesultanan Gowa-Tallo

    Sampai saat ini, masih banyak hal yang menjadi peninggalan dari Kesultanan Gowa-Tallo, Hal ini menjadi bukti sejarah dan merupakan jejak dari Kesultanan Gowa-Tallo. Berikut adalah contohnya:

    • Istana Balla Lompoa. Ini merupakan istana yang pernah menjadi tempat tinggal Raja Gowa. Terletak di Kota Sungguminasa, saat ini Istana Balla Lompoa sudah menjadi situs budaya.
    • Istana lainnya yang juga menjadi peninggalan Kesultanan Gowa-Tallo adalah Istana Tamalate yang ada di Kota Sungguminasa.
    • Masjid Katangka (saat ini bernama Masjid Al-Hilal), salah satu masjid tertua di Sulawesi Selatan, dahulu merupakan masjid Kesultanan Gowa.
    • Benteng Somba Opu. Ini merupakan saksi bisu Kesultanan Gowa-Tallo yang pada saat itu dijadikan pusat pemerintahan dan juga perdagangan.
    • Benteng Fort Rotterdam. Ini merupakan benteng yang menjadi markas pasukan Kesultanan Gowa-Tallo. Setelah perjanjian Bongaya, benteng ini menjadi milik Belanda.
    • Benteng lainnya yang juga menjadi peninggalan Kesultanan Gowa-Tallo adalah Benteng Tallo. Benteng ini sendiri sudah tidak berbentuk utuh, karena setelah Perjanjian Bongaya benteng ini dihancurkan. Saat ini, masyarakat masih bisa melihat sisa reruntuhan bangunan ini.

    Sudah Makin Tahu dengan Biografi Sultan Hasanudin?

    Di bagian akhir biografi Sultan Hasanudin, pada akhirnya, ia diangkat menjadi pahlawan nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 087/TK/1973, tanggal 6 November 1973.

    Berbicara tentang tempat persemayaman terakhir Si Ayam Jantan dari Timur, Sultan Hasanuddin dimakamkan di Kompleks Pemakaman yang berada di Kelurahan Katangka, Kec. Somba Opu, Kab. Gowa. Situs ini terletak di Puncak Bukit Tamalate dan di pemakaman tersebut juga terdapat 24 situs makam Raja Gowa lainnya.

    Setelah melihat biografi Sultan Hasanudin dan beberapa cerita yang berkaitan langsung dengan kisah Si Ayam Jantan dari Timur ini, pelajaran apa yang dapat Anda ambil?

  • Pantun: Pengertian, Jenis, dan Contohnya untuk Tugas Sekolah

    Pantun: Pengertian, Jenis, dan Contohnya untuk Tugas Sekolah

    Ada banyak bentuk karya puisi yang dikenal oleh masyarakat Indonesia, dan pantun merupakan salah satu bentuk sajak tradisionalnya. Karya puisi atau sajak lama ini sering diajarkan di sekolah-sekolah, sehingga Anda sebaiknya tahu definisinya, jenis-jenisnya, dan contoh dari sajak ini.

    Apa Itu Pantun?

    Orang-orang, terutama kalangan anak sekolahan tentu sudah sering mendengar atau membaca karya ini di berbagai media. Sayangnya, belum banyak orang yang sudah paham tentang definisi karya tradisional ini.

    Secara sederhana, pantun adalah suatu jenis karya puisi lama yang memiliki bentuk sajak atau irama yang bunyinya a-a-b-b atau a-b-a-b. Sajak ini diketahui hanya ada di wilayah Melayu; lebih tepatnya di negara Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Indonesia.

    Sebuah pantun mengandung beberapa aturan yang sifatnya mutlak atau wajib ada. Contohnya seperti jumlah bait yang harus empat baris (tidak boleh lebih) dan iramanya harus mengikuti penjelasan di atasnya. Dua kalimat pertama ialah sampiran, sedangkan dua kalimat lagi berisi pesan kepada pembacanya.

    Di Indonesia, karya sajak tradisional ini memiliki nama paparikan bagi masyarakat Sunda. Sementara itu, orang-orang Batak menyebut karya ini dengan nama umpasa. Orang-orang di Jawa Tengah dan Jawa Timur menyebut tradisi membaca karya ini dengan istilah kentrung.

    Ciri-Ciri Pantun

    Sebagaimana puisi biasa mempunyai ciri-ciri yang membedakannya dari karya sastra lain, pantun pun memiliki ciri-cirinya sendiri. Apa saja karakteristik yang pasti ada dalam jenis karya sastra ini? Di bawah ini, Anda dapat melihat aneka ciri tersebut dan penjelasannya.

    1. Menggambarkan Kehidupan di Sekitar Masyarakat

    Ciri pertama yang pasti ada dalam sebuah pantun yaitu sampiran atau gambaran tentang kehidupan yang terjadi di sekitar masyarakat. Penggambaran kehidupan itu wujudnya tidak rumit, hanya dua kalimat saja yang terletak di bagian awal sajak, yang nadanya cenderung lucu dan puitis.

    Hal yang sajak tersebut gambarkan bisa berupa manusia dan perilakunya terhadap sesama manusia atau kepada alam. Sampiran tersebut bisa juga tentang tumbuhan, hewan, maupun cuaca; yang penting itu mengenai hal-hal yang ada di dunia nyata.

    Contohnya saja seperti ini: “Bunga mekar di kebun belakang. Tumbuh tinggi dikelilingi ilalang”. Dari dua kalimat tersebut, Anda dapat melihat bahwa yang tergambar dalam sampiran itu adalah sebuah bunga melati yang mekar, namun terganggu oleh ilalang.

    2. Berisi Petuah atau Wejangan

    Berikutnya, ciri kedua dalam sebuah pantun adalah nasehat atau wejangan yang terletak di baris ketiga dan keempat setelah sampiran. Isi nasehat tersebut memiliki tujuan mengajarkan nilai dan norma masyarakat kepada pembaca atau pendengarnya tanpa bernada menceramahi.

    Nasehat tersebut sebaiknya mengikuti irama sesuai dengan sampiran di atasnya. Apabila sampiran berpola a-a, maka nasehatnya harus berpola b-b. Sebaliknya, jika sampiran memiliki pola a-b, maka pola nasehat dalam sajak itu adalah a-b pula.

    Jika meneruskan sampiran di bagian sebelumnya; “Kalau mau cerdas harus belajar. Maka layangan jangan dikejar-kejar”, dua kalimat tersebut berisi pesan bahwa seorang peserta didik lebih baik banyak belajar daripada banyak main jika mereka ingin menjadi pandai.

    3. Jumlah Suku Kata antara 8-12

    Karya sastra ini cukup mirip dengan puisi biasa, sehingga polanya berbentuk bait, dengan sedikit perbedaan. Sekarang coba gabungkan pantun yang telah Anda baca tadi menjadi sajak utuh:

    Bunga melati di kebun belakang

    Tumbuh tinggi dikelilingi ilalang

    Kalau mau cerdas harus belajar

    Maka layangan jangan dikejar-kejar

    Anda bisa menghitung bahwa jumlah suku kata per baitnya ada kurang lebih 8 suku hingga 12 suku. Hal ini berguna untuk menyampaikan pesan dalam karya sajak tersebut dengan cepat tanpa bertele-tele.

    4. Jumlah Barisnya Harus Genap

    Karena pantun yang bertujuan mengajarkan ilmu tanpa panjang lebar, jumlah baris yang terdapat dalam karya sastra ini wajib genap. Lebih tepatnya empat baris, dengan susunan dua baris atau kalimat sampiran dan dua baris atau kalimat isi yang mengandung pesan utama dalam sajak tersebut.

    Inilah ciri yang membedakannya dengan puisi biasa, yang aturannya tidak terlalu mengikat karena sifatnya yang lebih artistik. Sedangkan pantun yang sifatnya edukatif memiliki aturan yang agak mengikat supaya nilai-nilainya tidak mudah dilupakan oleh para pembaca.

    Macam-Macam Pantun

    Sekarang, Anda akan mempelajari tentang aneka jenis pantun, baik yang sifatnya lucu maupun yang mendidik. Supaya Anda lebih memahami jenis-jenis karya sajak tradisional ini, simak penjelasan di bawah ini:

    1. Spiritual

    Dalam jenis sajak ini, Anda akan mendapati pesan-pesan yang nadanya cenderung terkait dengan agama serta hal-hal rohani lainnya. Sampiran yang terdapat di awal pantun ini pun mungkin saja sedikit berhubungan dengan topik spiritual, kendati tidak tampak secara langsung.

    Sajak ini tidak mewajibkan Anda untuk menulis tentang satu agama atau kepercayaan saja. Yang penting adalah pesan-pesan rohani atau spiritualnya tersampaikan pada siapapun yang membacanya.

    2. Nasehat

    Inilah dia jenis sajak yang paling banyak dan paling sering masyarakat ajarkan di sekolah-sekolah. Jenis karya sastra ini terbilang bagus untuk mengajarkan nilai-nilai sosial kepada anak-anak. Isi pesannya yang sederhana tetapi penuh makna dapat anak-anak pahami lebih cepat ketimbang ceramah.

    Anda bisa mencari contoh sajak ini pada buku-buku pendidikan Bahasa Indonesia untuk anak SD. Apabila perlu, carilah buku kumpulan sajak yang isinya rata-rata berupa nasehat untuk peserta didik.

    3. Romantis

    Apakah Anda tahu bahwa karya sastra singkat ini juga boleh bernada romantis? Betul, sajak romantis ini biasanya berhubungan dengan dua orang yang baru jatuh cinta. Isi pesan yang terkandung di dalamnya kurang lebih bersifat mengomentari perasaan cinta di antara dua orang tersebut.

    Perasaan romantis dalam sajak tersebut dapat Anda ketahui dari dua kalimat pesan di bagian akhirnya. Kedua kalimat tersebut pasti mengandung kata-kata yang penuh dengan kasih sayang.

    4. Jenaka

    Kadang-kadang, ada pula sajak yang isinya hanya sekadar menghibur saja tanpa benar-benar mengajarkan apapun. Oleh karena itu, jenis karya sajak tradisional ini suka masyarakat sebut dengan istilah pantun jenaka, sebab tujuannya tak lebih dari mengundang tawa pendengarnya.

    Tidak ada aturan yang mengikat mengenai sajak yang jenaka ini, sebab humor dapat berbentuk apa saja. Salah satu tandanya yaitu dua kalimat pesan pada sajak itu yang tampak tidak nyambung tetapi terasa lucu.

    5. Belajar

    Jenis sajak ini sedikit berbeda dengan jenis pemberi nasehat, yang isi utamanya kurang lebih nilai dan norma kemanusiaan. Dalam jenis yang satu ini, pesan yang terkandung di baris ketiga dan keempatnya cenderung mendidik dalam bidang sekolahan, bukan kemasyarakatan.

    Anda tinggal melihat langsung dua kalimat pesan di akhir sajak ini untuk cepat tahu apa jenisnya. Apabila kedua kalimat itu mengandung pesan yang berkaitan dengan belajar, maka jenis sajak tersebut adalah ini.

    Contoh Pantun untuk Siswa-Siswi

    Bagi Anda para siswa-siswi yang sedang belajar tentang pantun, berikut ini adalah beberapa contoh sederhana untuk Anda baca. Anda tidak harus mengikuti bentuk sajak di bawah ini, karena yang ini sifatnya hanya sekadar memberi ide tentang sajak yang dapat Anda tulis.

    1. Contoh Sajak tentang Nasehat

    Contoh pantun yang satu ini menggunakan narasi binatang sebagai gambaran yang membuka sajaknya. Isi pesannya tidak benar-benar berhubungan dengan hewan, melainkan menjelaskan pesan yang konteksnya mirip dengan sampirannya.

    Ayam kampung bertelur sembilan

    Hilang dua dimakan musang

    Jangan tinggalkan barang simpanan

    Kalau tak mau barangnya hilang

    2. Contoh Sajak tentang Kebersihan

    Dari temanya yang mengenai kebersihan, Anda pasti sudah mengetahui jika contoh pantun ini membahas tentang nasehat. Tergantung penulisnya, gambaran dan pesan yang tertuang dalam karya ini bisa menyerupai satu sama lain.

    Orang tua, orang muda berselisih

    Tetangga pada numpang lewat

    Ayo rajin bersih-bersih

    Lingkungan bersih semua orang sehat

    3. Contoh Sajak tentang Puasa

    Bagi Anda yang sedang mencari pantun dengan tema religi, contoh ini dapat Anda jadikan acuan dalam menulis. Sampiran pada sajak ini sebaiknya Anda hubungkan dengan pesan yang akan Anda sampaikan.

    Anak kecil sholat di belakang

    Orang tua sholat di awal

    Puasa kuat sampai hari petang

    Banyaklah ibadah serta tawakal

    4. Contoh Sajak tentang Anjuran

    Contoh yang keempat ini mengusung tema cuaca, yang merupakan unsur alam ciptaan Tuhan. Meskipun begitu, pesannya boleh Anda tulis dengan berisi nilai agama, anjuran, atau malah Anda buat lucu.

    Hujan turun sepanjang hari

    Terbit mentari airnya kering

    Tiduran tak boleh sampai sehari

    Nanti kamu pusing tujuh keliling

    Sudah Paham Seperti Apa itu Pantun, Jenis, dan Contohnya?

    Demikianlah artikel ini membahas tentang karya sastra tradisional berupa pantun yang sangat orang Indonesia kenali hingga sekarang. Mengajarkan nilai dan norma kepada peserta didik tidak harus pakai ceramah yang panjang lebar, tetapi ada cara yang menghibur dan menarik perhatian, misalnya menggunakan sajak singkat.