Category: Bahasa Indonesia

  • Kalimat Tanya: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

    Kalimat Tanya: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

    Perlu diketahui bahwa dalam sehari-hari pastinya sering menggunakan kalimat tanya kepada orang lain dan bahkan diri sendiri. Kalimat tanya ini pun bisa dibilang sangat berguna untuk berkomunikasi agar bisa mendapatkan informasi yang ingin diketahui. Agar lebih paham mengenai jenis kalimat ini, simak penjelasan berikut.

    Pengertian

    Sebelum ke pembahasan lain, perlu tahu terlebih dahulu pengertian dari kalimat tanya. Kalimat tersebut adalah susunan dari beberapa kata yang menjadi satu dengan tujuan untuk bertanya dan mendapatkan informasi. 

    Menurut KBBI sendiri, pengertian kalimat tanya adalah kalimat yang memiliki intonasi dan tersisip makna pertanyaan. Kemudian kalimat pertanyaan sendiri biasanya memiliki hubungan dengan tempat, waktu, dan hal lainnya yang tidak mungkin tidak diketahui.

    Ciri-Ciri

    Untuk memperjelas dan bisa mendapatkan gambaran mengenai kalimat pertanyaan ini, ada beberapa ciri-ciri yang melekat. Dengan begitu, kamu bisa mengidentifikasi apakah itu merupakan kalimat tanya atau bukan. Ciri-cirinya, yaitu: 

    • Selalu terdapat tanda baca pada akhiran kalimat, yaitu tanda tanya (?).
    • Selalu terdapat imbuhan di dalamnya, seperti kan atau -kah. Contohnya “benarkah?” “dan yakin, kan?”.
    • Terdapat beberapa kata tanya sebagai awalan kalimat seperti apa, dimana, kapan, bagaimana, kenapa, dan lainnya.
    • Terdapat dua intonasi. Ketika pertanyaan dijawab dengan jawaban panjang, maka di akhir kalimat intonasinya menurun. Jika kalimat tanya dijawab hanya tidak atau iya, maka intonasi di akhir kalimat naik.
    • Pada kalimat yang tidak menggunakan kata (5W+1H), di awal kalimat menggunakan partikel -iya kan atau -kan di akhir kalimat dan memisahkan dengan tanda koma (,).

    Jenis-Jenis Kalimat Tanya

    Terdapat beberapa jenis kalimat atau lebih tepatnya kata tanya yang umumnya digunakan. Untuk jenis-jenisnya, antara lain:

    1. Kata Tanya Apa

    Jenis yang pertama adalah kata tanya apa. Biasanya kata ini digunakan dalam kalimat tanya untuk menanyakan suatu keadaan atau tindakan. 

    2. Kata Tanya Siapa

    Selanjutnya adalah jenis kata tanya siapa. Kata ini biasanya digunakan pada awalan kalimat dengan tujuan menanyakan seseorang. 

    3. Kata Tanya Dimana

    Berikutnya adalah jenis kata tanya dimana. Kata ini umumnya digunakan pada awal kalimat yang bertujuan untuk menanyakan lokasi atau tempat. 

    4. Kata Tanya Kapan

    Jenis kata tanya lainnya adalah kapan. Biasanya kata ini digunakan pada awal kalimat dengan tujuan untuk menanyakan suatu kejadian yang sedang atau sudah berlangsung. 

    5. Kata Tanya Mengapa

    Adapun jenis kata lainnya adalah mengapa. Kata ini biasanya digunakan pada awal kalimat dengan tujuan menanyakan suatu alasan atau penyebab. 

    6. Kata Tanya Bagaimana

    Jenis kata yang terakhir adalah bagaimana. Kata ini biasanya digunakan di awal kalimat dengan tujuan untuk menanyakan suatu proses atau cara. 

    Cara Membuat Kalimat Tanya

    Jika nantinya ingin membuat kalimat pertanyaan, bisa memperhatikan pedoman berikut ini:

    • Memilih kata tanya pada awal kalimat dengan menyesuaikan kondisi.
    • Memperhatikan kondisi sekitar dengan seksama.
    • Rangkailah beberapa kata menjadi kalimat tanya.
    • Terakhir jangan lupa pada akhir kalimat menambahkan tanda tanya (?).

    Contoh Kalimat Tanya

    Sebagai gambaran mengenai kalimat pertanyaan, berikut ini adalah beberapa contohnya dari berbagai jenis-jenis kata tanya. Contoh-contohnya, yaitu:

    • Apa yang membuat kamu merasa bingung?
    • Apa yang sedang dilakukan kakek ketika bersantai di teras?
    • Apa kamu tidak suka membaca dengan duduk di kursi?
    • Apa yang akan dilakukan adik ketika ingin berangkat ke sekolah?
    • Apa yang menjadi motivasi kamu untuk belajar lebih giat?
    • Apa yang membuat kamu takut dengan ruangan gelap di sebelah?
    • Apa ini tidak membuat kamu gugup ketika sedang berada di depan panggung?
    • Apa dengan berdoa bisa membuat hatimu lebih merasa tenang?
    • Apa kamu ingin pergi berlibur ke Belanda bulan depan bersama keluarga?
    • Apa hal itu tidak akan menghambat kamu untuk beraktivitas sehari-hari?
    • Apa arti happy birthday dalam bahasa Indonesia?
    • Apa yang dirasakan setelah mengikuti ekstrakurikuler yang kamu senangi?
    • Apa mobil listrik bisa terjadi konsleting ketika berada di air?
    • Apa peraturan sekolah menjadikan anak bandel bisa patuh?
    • Apa soal yang kamu kerjakan lebih mudah dari hari kemarin?
    • Apa tidak mengganggu konsentrasi kamu saat berkendara di jalan raya?
    • Apa kamu yakin untuk meninggalkan kucing kesayangan di rumah sendiri?
    • Apa password wifi rumah kamu sudah diganti?
    • Apakah Gunung Sumbing menjadi salah satu pilihan kamu untuk mendaki besok?
    • Apakah kamu tidak merasa sakit ketika ditinggal orang tersayang?
    • Apakah sering terjadi kecelakaan di area persawahan ini saat malam hari?
    • Apakah pulang kampung menggunakan transportasi umum bisa memperkecil pengeluaran?
    • Apakah jas hujan yang kamu beli masih tertinggal di toko tadi?
    • Apakah perusahaan tempat kamu kerja selalu memberikan tunjangan yang sepadan?
    • Apakah kamu murid pindahan dari sekolah internasional di Jawa Barat?
    • Apakah Anda seorang kolektor yang sedang mencari uang keluaran lama?
    • Apa merk smartphone yang memiliki spesifikasi terbaik dengan harga terjangkau?
    • Dengan merekrut pelatih baru apakah bisa membuat performa tim membaik?
    • Siapa anak kecil yang menangis di dekat ruang tamu?
    • Siapa yang terjun langsung ke lapangan untuk menggantikan dia sementara?
    • Siapa yang menjadi saksi ketika minimarket di seberang jalan terjadi pencurian?
    • Siapa yang bertanggung jawab dengan pecahnya kaca di ruang kelas?
    • Siapa yang bisa membetulkan wifi rumah di saat seperti ini?
    • Siapa yang mengajarkan kamu berenang sampai pandai begini?
    • Siapa yang menjadi provokator ketika demo para buruh yang terjadi kemarin?
    • Siapa penyumbang dana terbesar untuk masjid agung di Kota Tangerang?
    • Siapa penanggung jawab turnamen Mobile Legend di SMP Cendekiawan 1?
    • Siapa orang berambut pirang yang sedang berjalan mengelilingi desa?
    • Siapa pembawa acara televisi yang terlihat lucu itu?
    • Siapa dia yang tidak tau malu menjemur pakaian dalamnya di sebelah rumah tetangga?
    • Siapa mereka yang tiba-tiba datang mengucapkan kata kasar berulang kali?
    • Siapakah Pangeran Diponegoro itu?
    • Siapakan pendiri bangunan termegah di Kota Semarang itu?
    • Siapakah yang membuat patung dengan tinggi 5 meter itu?
    • Siapakah narasumber yang tepat untuk menjadi bahan penelitian ini?
    • Untuk siapa kamu membawa makanan sebanyak itu di dalam tas?
    • Untuk siapa pesta meriah di Bali diadakan?
    • Dengan siapa kamu berbicara seenaknya seperti itu?
    • Melalui siapa kamu membeli smartphone super mahal itu?
    • Kepada siapa kami harus meminta uang supaya bisa ganti rumah yang dihancurkan?
    • Untuk siapa rumah mewah yang sedang kamu buat ini?
    • Dimana kamu menyembunyikan barang terlarang itu?
    • Dimana kakak meletakkan sepatu yang sudah lama tidak dipakai?
    • Dimana para berang-berang tinggal dan menyimpan makanannya?
    • Dimana kamu membeli sepeda jadul dengan harga yang mahal itu?
    • Dimanakah posisi yang pas untuk meletakkan foto keluarga ini?
    • Sedang dimana orang tua kamu sekarang?
    • Dimanakah toko untuk membeli perlengkapan elektronik yang lengkap?
    • Kapan kamu menentukan hari pernikahan dengan calon istri?
    • Kapan ulang tahun ayah ke-55 dirayakan?
    • Kapan jadwal keberangkatan pesawat dengan tujuan London itu?
    • Kapan Anda berkunjung ke Tanah Lot Bali untuk berwisata?
    • Kapan renovasi rumah kedua ini akan selesai?
    • Kapan kamu akan mengganti semua uang yang sudah dipinjam?
    • Sejak kapan kamu alergi dengan menu olahan udang?
    • Sejak kapan kamu berhenti sekolah?
    • Mulai kapan Anda bisa bekerja di tempat ini?
    • Kapan kita bisa bertemu kembali?
    • Kapan proyek jalan tol ini mulai dikerjakan?
    • Mengapa orang-orang memilih untuk menetap di rumah?
    • Mengapa tidak kamu saja yang memberikan uang itu?
    • Bagaimana bisa orang yang jarang makan bisa sehat?
    • Bagaimana keadaan kakek di kampung?

    Sudah Tahu Mengenai Kalimat Tanya?

    Itulah beberapa penjelasan mengenai kalimat tanya mulai dari pengertian hingga contohnya. Semoga penjelasan di atas bisa menjadi ilmu yang bermanfaat.

  • Analisis Hikayat Bunga Kemuning: Amanat, Pesan Moral, dan Kesimpulan

    Analisis Hikayat Bunga Kemuning: Amanat, Pesan Moral, dan Kesimpulan

    Karya sastra terdiri dari berbagai macam, mulai dari novel, cerita pendek, puisi, pantun, hikayat, fabel, dan masih banyak lainnya. Hikayat Bunga Kemuning adalah salah satu cerita Melayu yang sangat terkenal. Sebelum membahas lebih jauh, sudahkah kamu paham apa yang dimaksud dengan hikayat?

    Yuk, simak pengertian dan analisis hikayat yang berjudul Bunga Kemuning supaya kamu paham lebih dalam.

    Pengertian Hikayat

    Hikayat adalah sebuah karya sastra khas Melayu yang termasuk ke dalam prosa. Dengan demikian, penulisan hikayat yaitu dalam bentuk narasi sehingga dapat menceritakan peristiwa secara detail. 

    Umumnya, kisah-kisah yang diceritakan dalam hikayat tidaklah nyata karena penuh kemustahilan. Selain itu, hikayat juga kerap menceritakan kesaktian tokoh utamanya. Walaupun cerita yang disajikan tidak nyata, namun pembaca dapat memetik pesan moral yang terkandung dalam hikayat tersebut.

    Hal ini lantaran cerita hikayat memiliki kaitan erat dengan nilai-nilai kehidupan. Melalui pesan moral yang terkandung, pembaca bisa belajar untuk selalu berbuat baik, ikhlas, adil, bijaksana, jujur, bertanggung jawab, dan masih banyak hal baik lainnya.

    Hikayat Bunga Kemuning

    Pada zaman dahulu, di suatu kerajaan, hiduplah seorang raja bersama dengan 10 puterinya. Sang raja tidak mempunyai istri karena sudah meninggal setelah melahirkan anak terakhir mereka. Raja memberi nama kesepuluh putrinya dengan nama-nama warna.

    Puteri tertua bernama Jambon, sedangkan puteri lainnya bernama Merah Merona, Nila, Oranye, Hijau, Jingga, Kelabu, Kuning, dan dua puteri lainnya. Selain mempunyai nama warna, semua puteri tersebut juga menggunakan gaun dengan warna berdasarkan nama masing-masing. 

    Hal ini tentu bukan tanpa alasan karena sang raja ingin mengenali puteri-puterinya dengan mudah. Semua putri raja tersebut dibesarkan oleh inang pengasuh karena raja sangat sibuk dengan berbagai macam urusan kerajaan.

    Kondisi ini membuat para puteri raja tumbuh menjadi gadis yang nakal, manja, dan kurang menghargai orang lain. Kendati demikian, berbeda dengan puteri Kuning yang baik hati, ceria, dan ramah kepada semua para pelayan istana.

    Suatu ketika, sang raja berpamitan kepada semua puterinya bahwa ia akan meninggalkan istana untuk sementara waktu. Sebagai seorang ayah yang baik, raja pun melontarkan pertanyaan kepada semua puterinya, “Oleh-oleh apa yang kalian inginkan?”.

    Mendengar ucapan tersebut, sontak kesembilan puteri mengutarakan keinginannya masing-masing. Mereka meminta hadiah yang bagus dan mahal. Permintaan itu tentu tidak menjadi masalah bagi sang raja.

    Raja kembali menanyakan oleh-oleh apa yang diinginkan oleh puteri Kuning karena dia belum menyampaikan keinginannya. Mengejutkannya, puteri Kuning berkata “Aku hanya ingin ayah segera kembali dengan selamat”. Mendengar ucapan tersebut, kesembilan puteri pun tertawa dan mengejek puteri Kuning.

    Hikayat Bunga Kemuning memaparkan sifat asli para puteri ketika raja sedang tidak berada di istana. Semua puteri kecuali puteri Kuning, memperlakukan inang pengasuh dan pelayan dengan sesuka hati. 

    Inang pengasuh dan pelayan yang sangat sibuk sampai tidak sempat membersihkan taman, tempat kesayangan puteri Kuning.

    Puteri Kuning yang tidak tega melihat pelayan yang kelelahan, memutuskan untuk membersihkan taman sendiri. Saat sedang menyapu, saudara-saudaranya langsung meneriaki sambil tertawa mengejek. Bahkan, mereka juga memperlakukan puteri Kuning dengan tidak baik.

    Saat puteri Kuning merangkai bunga, kemudian sang raja datang dan membawa oleh-oleh untuk semua puterinya. Kesembilan kakaknya langsung mengambil oleh-oleh tanpa menanyakan kabar ayahnya, hanya puteri Kuning yang menanyakan hal tersebut.

    Ketika raja hanya berdua dengan puteri Kuning, ia merogoh kantong dan berkata, “Anakku, kubawakan kamu kalung permata hijau. Sudah kucari yang berwarna kuning namun aku tidak menemukannya”. Puteri Kuning menerima hadiah tersebut dengan senang hati.

    Sayangnya, hadiah kalung permata hijau itu justru mengundang kecemburuan puteri Hijau. Puteri Hijau meminta agar puteri Kuning menyerahkan kalung itu kepadanya namun puteri Kuning menolak. Puteri Hijau merebut kalung itu dan memukul kepala puteri Kuning hingga meninggal.

    Takut ayahnya mengetahui perbuatannya, puteri Hijau mengajak saudara-saudaranya untuk menguburnya di taman istana. Raja yang tidak mengetahui kejadian tersebut, memerintahkan semua pengawal untuk mencari puteri Kuning namun tidak ada yang menemukannya.

    Raja pun dirundung kesedihan karena sudah berbulan-bulan ditinggalkan puteri Kuning yang baik budi tersebut. Suatu hari saat berada di taman, raja melihat tanaman dengan bunga kekuningan dan berdaun bulat-bulat. Aroma wanginya menarik perhatian raja sehingga raja pun memberi nama bunga tersebut kemuning.

    Bunga kemuning tersebut tumbuh tepat diatas kuburan puteri Kuning. Tanaman ini tidak hanya mempunyai bunga yang cantik dan wangi, namun juga punya banyak manfaat. Bunganya bisa untuk mengharumkan rambut, kulitnya untuk bedak, dan batangnya bisa digunakan untuk kotak yang cantik.

    Selama hidupnya, puteri Kuning selalu berbuat baik kepada orang di sekitarnya. Setelah meninggal pun, puteri Kuning tetap memberikan kebaikannya melalui bunga kemuning.

    Analisis Hikayat Bunga Kemuning

    Setelah membaca cerita Bunga Kemuning di atas, kamu bisa melihat analisis unsur intrinsik dan ekstrinsik pada cerita tersebut:

    1. Unsur Intrinsik

    Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra tersebut. Di bawah ini merupakan analisis unsur intrinsik Bunga Kemuning:

    a. Tema

    Tema yang diangkat dalam cerita Bunga Kemuning yaitu orang tua yang sangat sibuk dan tidak dapat memantau perkembangan anak-anaknya, dalam hal ini adalah perilaku dan tata krama. 

    Dalam hikayat di atas, disebutkan bahwa semua puteri di besarkan oleh inang pengasuh. Hal tersebut lantaran istri raja yang sudah meninggal dan raja pun sibuk dengan urusannya dalam memimpin kerajaan.

    Kurangnya pengawasan orang tua menjadikan 9 puteri raja tersebut tumbuh menjadi anak yang malas dan memiliki kepribadian yang kurang baik. Kesembilan puteri tersebut memperlakukan inang pengasuh, pelayan, dan puteri Kuning dengan semena-mena saat raja tidak di istana.

    b. Tokoh dan Perwatakan

    Puteri Kuning adalah tokoh utama dalam hikayat Bunga Kemuning. Adapun tokoh lainnya, yakni kakak-kakak dari putri Kuning dan juga raja.

    Gambaran watak puteri Kuning dalam cerita di atas yaitu penyayang, baik hati, rajin, sabar, dan berkepribadian baik. Puteri Kuning juga tidak suka keributan sehingga dia lebih memilih diam ketika kesembilan kakaknya mengejek dan meremehkannya.

    Kakak-kakak putri Kuning juga menjadi tokoh dalam hikayat tersebut. Hampir semua dari mereka memiliki watak yang kurang baik, seperti pemalas, suka merepotkan, tidak mau diatur, dan egois. 

    Selain itu, puteri Hijau juga mempunyai sifat iri dan dengki yang membuatnya ingin merebut hadiah puteri Kuning. Sifat iri dan dengki tersebut membuatnya tega memukul adiknya hingga meninggal.

    Tokoh terakhir yaitu raja dengan watak yang tanggung jawab, bijaksana, dan adil terhadap rakyatnya. Namun demikian, hal ini membuat raja tidak punya banyak waktu untuk mengurus anaknya sehingga mereka tumbuh kurang perhatian.

    c. Latar

    Terdapat dua latar pada cerita khas Melayu diatas, yakni latar waktu dan latar tempat. Latar tempat pada cerita Bunga Kemuning yaitu kerjaan, istana, dan taman. Sedangkan latar waktu yaitu pada zaman dulu dengan waktu yang tidak spesifik. 

    Namun begitu, cerita ini sangat jelas terjadi pada zaman kuno karena mengisahkan kehidupan kerjaan. 

    d. Alur

    Hikayat Bunga Kemuning menggunakan alur maju. Kamu bisa mengetahuinya dari awal mula cerita yang mengisahkan raja mempunyai 10 puteri. Istri raja meninggal setelah melahirkan anak terakhir sehingga semua puteri dibesarkan oleh inang pengasuh.

    Selanjutnya, para puteri raja tumbuh menjadi anak-anak yang malas, tidak berbudi baik, iri, dan semaunya sendiri. Hanya puteri Kuning yang mempunyai kepribadian yang ramah dan baik hati. 

    Puncak rumitan mulai muncul ketika raja meninggalkan istana hingga kembali ke istana. Saat raja tidak berada di istana, kakak-kakak puteri Kuning bersikap semena-mena dan suka menyuruh. Ketika raja pulang membawa oleh-oleh, puteri Hijau timbul rasa iri pada puteri Kuning.

    Rasa iri dan dengki terhadap saudara sendiri itu membuat putri Kuning kehilangan nyawanya. Puteri Kuning meninggal di tangan kakak kandungnya, puteri Hijau.

    e. Sudut Pandang

    Pada cerita hikayat Bunga Kemuning diatas penulis menggunakan sudut pandang orang ketiga. Hal ini bisa kamu lihat dari teknik penulisan yang menggunakan kata ganti orang ketiga seperti ia, dia, dan mereka.

    f. Pesan Moral

    Cerita Bunga Kemuning diatas mengandung pesan moral yang sangat dalam pada pembacanya agar senantiasa tidak serakah, tidak iri, dan dengki kepada orang lain. Cerita ini menyampaikan supaya selalu rukun dan saling menyayangi saudara.

    Sedangkan pesan moral bagi orang tua adalah membesarkan anak bukan sekedar mencukupi materi. Namun anak juga harus mendapatkan pengawasan dan perhatian.

    2. Unsur Ekstrinsik

    Unsur ekstrinsik merupakan unsur dari luar yang membangung karya sastra. Kamu bisa simak analisis unsur ekstrinsik hikayat Bunga Kemuning sebagai berikut:

    a. Nilai Moral

    Pesan atau nilai moral yang ingin disampaikan pada hikayat di atas yaitu tidak boleh jahat, iri, dan dengki kepada saudara sendiri. Sifat iri dan dengki dapat mengganggu ketenangan dan merusak persaudaraan. Bahkan, sifat iri dan dengki puteri Hijau membuatnya tega membunuh saudara kandungnya, yakni puteri Kuning.

    Cerita Bunga Kemuning juga mengandung pesan moral agar anak senantiasa berbakti kepada orang tua, sebagaimana yang dilakukan oleh puteri Kuning. Melalui karakter puteri Kuning, hikayat tersebut juga menyimpan pesan moral agar menjadi orang yang sabar, suka membantu, dan menyayangi orang lain.

    Selain mengandung pesan moral untuk anak-anak agar berbudi baik, hikayat Bunga Kemuning juga menyampaikan pesan moral untuk para orang tua. Sesibuk apapun orang tua, tetaplah harus memperhatikan perkembangan anak agar tumbuh menjadi anak yang rajin, mandiri, dan baik budinya.

    b. Nilai Sosial

    Pembaca cerita Bunga Kemuning bisa mendapatkan nilai sosial yaitu membantu orang lain, tidak mempersulit orang lain, dan tolong menolong. Pesan ini digambarkan oleh puteri Kuning yang membantu pelayan membersihkan taman saat mereka sibuk mengurusi kakak-kakaknya.

    Puteri Kuning juga tidak merepotkan inang pengasuh dan pelayanannya karena dia dapat melakukan banyak hal secara mandiri. 

    c. Nilai Religi

    Adapun nilai religi yang bisa diambil dari kisah Bunga Kemuning yaitu sifat iri dan dengki sangat merugikan. Perasaan iri dan dengki puteri Hijau merugikan puteri Kuning, bahkan hingga kehilangan nyawa.

    Nilai religi lainnya yang disampaikan hikayat di atas yaitu kebersihan sebagian dari iman. Puteri Kuning yang melihat taman kotor, tergerak hatinya untuk membersihkan taman tersebut agar lebih rapi dan nyaman.

    d. Nilai Budaya

    Nilai budaya yang tergambar dalam cerita Bunga Kemuning yaitu kehidupan kerajaan sangat identik dengan kemewahan. Selain itu, kekuasaan dan status sosial dapat membuat orang bersifat sombong dan semena-mena. Hal ini seperti yang dilakukan oleh para kakak puteri Kuning.

    Sudah Paham dengan Hikayat Bunga Kemuning?

    Sekian pembahasan hikayat Bunga Kemuning. Artikel diatas mengulas secara lengkap, mulai dari pengertian hikayat, cerita hikayat, dan analisis unsur intrinsik serta ekstrinsik karya sastra tersebut.

    Analisis tersebut bertujuan untuk mengupas hikayat lebih dalam sehingga kamu sebagai pembaca bisa mendapatan amanat atau pesan yang disampaikan. Melalui tragedi Bunga Kemuning ini, diharapkan pembaca bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan menjauhkan diri dari sifat iri dan dengki.

  • Hikayat Indera Bangsawan: Arti, Ringkasan, Amanat, dan Pesan Moralnya

    Hikayat Indera Bangsawan: Arti, Ringkasan, Amanat, dan Pesan Moralnya

    Sebagai orang Indonesia, kamu pasti tahu bahwa kita memiliki banyak frasa-frasa tulisan yang selalu digunakan, baik itu bahasa sehari-hari atau pada bagian dari adat. Salah satunya adalah hikayat. Salah satu cerita hikayat yang paling terkenal adalah Hikayat Indera Bangsawan. Apakah itu? Yuk, cari tahu penjelasannya berikut ini!

    Arti Hikayat

    Hikayat adalah salah satu karya tulisan lawas yang berbentuk prosa. Berasal dari Melayu dan berkembang di antara masyarakat Indonesia dari mulut ke mulut. Pada hikayat, cerita yang ada mengandung sejarah, biografis, undang-undang, atau beberapa memiliki gabungan dari cerita tersebut.

    Fungsi hikayat ini antara lain sebagai suatu bentuk dari nasihat yang akan mengandung pesan moral. Beberapa nilai yang terkandung dalam hikayat, antara lain nilai moral, agama, sosial, dan budaya,

    Sinopsis

    Pernahkah kamu mendengar cerita hikayat yang berjudul Indera Bangsawan? Hikayat satu ini ditulis oleh seorang penulis asal Melayu yang sangat terkenal bernama Muhammad Bakir.

    Hikayat ini ditulis Bakir pada tanggal 4 September 1894 dan tentunya dalam prosa dan bahasa Melayu. Tulisan Hikayat Indera Bangsawan ini pada masa itu menggunakan tulisan Arab-Jawi.

    Menceritakan tentang kisah keberanian dan bagaimana petualangan yang dilakukan oleh seorang karakter bernama Indra Bangsawan. Dalam aksinya untuk menyelamatkan seorang perempuan bernama Ratna Sawi Bulan dari cengkraman raksasa bernama Buraksa.

    Ringkasan Hikayat Indera Bangsawan

    Nah, setelah membaca sinopsis dari hikayat satu ini, kamu dapat membaca ringkasan tentang cerita tersebut.

    Kisah dimulai dari latar kerajaan. Ada sebuah kerajaan bernama Kerajaan Kobat Syahri, yang dipimpin oleh seorang raja bernama Maharaja Indra Bungsu. Raja Maharaja tersebut memiliki dua orang anak kembar bernama Indera Bangsawan dan Syahperi.

    Hikayat ini menceritakan bahwa Syahperi lahir bersama sebuah anak panah, sedangkan Indera Bangsawan lahir bersama sebilah pedang. Tentunya sebagai anak raja, kedua pria ini dibekali kekuatan serta ilmu mengaji, sehingga memiliki kesaktian yang sama-sama luar biasa.

    Pada suatu malam, raja Maharaja Indera Bungsu bermimpi melihat ada putri-putri cantik jelita sedang memainkan alat musik buluh perindu. Kemudian memerintahkan putra kembarnya untuk mencari apa yang dilihatnya dalam mimpi tersebut.

    Sebagai anak yang berbakti, kedua pemuda tersebut pun memulai perjalanan mereka untuk mencari buluh perindu seperti yang ditanyakan oleh ayahnya. Namun, sayangnya Indera Bangsawan dan Syahperi tak sengaja terpisah karena hujan badai. 

    Syahperi sampai di sebuah negeri yang bernama Anta Berahi, sedangkan Indera Bangsawan masih di dalam hutan.

    Di Anta Berahi, Syahperi berkenalan dengan seorang gadis bernama Putri Ratna Sari yang berasal dari Ashikin dan akhirnya mereka berdua menikah. Sementara Indera Bangsawan masuk ke sebuah gua dan bertemu seorang nenek raksasa dan mengangkat Indera Bangsawan menjadi cucunya.

    Indera Bangsawan yang melihat hati baik sang nenek pun akhirnya menceritakan maksud kedatangannya untuk mencari buluh perindu. Tak disangka-sangka, nenek raksasa tersebut ternyata memiliki buluh perindu tercantik yang ada di dunia. 

    Sang nenek mengatakan akan memberikan buluh perindu tersebut jika Indera Bangsawan bisa mengalahkan seorang raksasa bernama Buraksa.

    Dikatakan dalam cerita, Buraksa adalah seorang raksasa yang tinggal di negeri Antah Berantah. Yang mana pada negeri tersebut, semuanya harus memberi upeti kepada raksasa. Indera Bangsawan setuju dan dalam perjalanannya, ia bertemu dengan Dewi Kemala Sari yang ternyata seorang putri dari kerajaan Antah Berantah.

    Setelah berhasil mengalahkan Buraksa, Raja Antah Berantah mengizinkan Indera Bangsawan menikahi putrinya dan nenek raksasa menyerahkan buluh perindu pada Indera.

    Amanat dan Pesan Moral

    Setelah membaca ringkasan dari Hikayat Indera Bangsawan, ada beberapa amanat yang bisa kamu ambil dan dapat kamu realisasikan dalam hidupmu, yaitu:

    1. Ikhlas dalam Mengerjakan Apa yang Diperintahkan Orangtua

    Pada hikayat ini, kamu dapat melihat bagaimana kepatuhan Indera Bangsawan dan Syahperi dalam melakukan apa yang diperintahkan ayah mereka untuk mencari buluh perindu. Mereka rela masuk ke hutan, tersesat, bahkan harus berhadapan dengan raksasa demi memenuhi keinginan ayah mereka.

    Ini adalah salah satu bentuk bakti seorang anak kepada orangtuanya yang patut kamu tiru.

    2. Tetap Melakukan Usaha yang Terbaik

    Pada cerita lengkapnya, disebutkan bahwa saat terpisah dengan saudara kembarnya, Syahperi tetap mencari dan melakukan usaha untuk kembali bersama saudara kembarnya. Artinya, meskipun dalam kondisi yang sulit, kamu tidak boleh putus asa dan selalu melakukan usaha yang terbaik.

    3. Tidak Mudah Menyerah

    Dalam hikayat ini, kita bisa melihat pula bagaimana perjuangan Indera Bangsawan yang tetap mencari buluh perindu walau terpisah dari saudara kembarnya. Kita juga bisa melihat sifat tidak mudah menyerahnya saat melawan Buraksa. Sehingga, kamu juga tidak boleh mudah menyerah ketika menghadapi masalah sebesar apapun.

    Yuk, Terapkan Pesan Moral dalam Hikayat!

    Itulah pesan moral, ringkasan, dan pengertian yang bisa kamu ambil dari Hikayat Indera Bangsawan. Selain Indera Bangsawan, ada banyak hikayat atau bacaan lain yang memiliki arti yang cukup dalam dan pesan moral yang baik. Sehingga, bisa kita jadikan acuan dalam bertindak pada kehidupan sehari-hari.

  • Kumpulan Puisi Karya Taufik Ismail Paling Populer dan Melegenda

    Kumpulan Puisi Karya Taufik Ismail Paling Populer dan Melegenda

    Taufik Ismail merupakan salah satu penyair yang telah menghasilkan banyak puisi-puisi legendaris dan populer. Puisi karya Taufik Ismail sering mengangkat tema nasionalisme dan religiusitas. Selain itu, ia juga telah menerima banyak penghargaan atas karya-karyanya.

    Nah, artikel ini akan memaparkan berbagai puisi-puisi karya Taufik Ismail yang paling populer dan melegenda, lengkap beserta arti serta penjelasannya.

    Biodata Singkat Taufik Ismail

    Indonesia memiliki banyak sastrawan dan penyair terkenal yang legendaris, diantaranya yaitu Taufik Ismail. Ia adalah penyair terkemuka yang lahir pada tanggal 25 Juni 1935 di Bukittinggi, Sumatera Barat. 

    Selain menulis puisi, Taufik Ismail juga aktif berorganisasi. Pada tahun 1966, ia mendirikan majalah sastra Horison. Sementara itu, pada tahun 1968, ia mendirikan Dewan Kesenian.

    Taufik Ismail sudah banyak menulis buku kumpulan puisi, diantaranya yaitu:

    • Manifestasi (1963)
    • Benteng (1966)
    • Tirani (1966)
    • Puisi-puisi Sepi (1971)
    • Kota, Pelabuhan, Ladang, Angin, dan Langit (1971)
    • Buku Tamu Museum Perjuangan (1972)
    • Sajak Ladang Jagung (1973)
    • Puisi-puisi Langit (1990); Tirani dan Benteng (1993)
    • Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia (1999)

    Selain itu, Taufik Ismail juga pernah mendapat penghargaan karena karya-karyanya dan kontribusinya terhadap dunia sastra Indonesia. Adapun penghargaan yang pernah diperoleh oleh Taufik Ismail, yaitu:

    • Anugerah Seni dari Pemerintah (1970)
    • Cultural Visit Award dari Pemerintah Australia (1977)
    • Mendapat penghargaan dari Kerajaan Thailand pada tahun 1994, yaitu South East Asia Write Award
    • Penulisan Karya Sastra dari Pusat Bahasa (1994)
    • Pernah menjadi penyair tamu di Amerika Serikat, tepatnya di Universitas Iowa, yaitu pada tahun 1971-1972 serta tahun 1991-1992
    • Menjadi pengarang tamu di Dewan Bahasa dan Pustaka Kuala Lumpur Malaysia pada tahun 1993

    Taufik Ismail terus aktif menulis puisi. Beberapa puisinya menjadi sangat populer dan melegenda. Sehingga, banyak orang yang mengenal dan membaca karya puisinya tersebut.

    Dalam menulis puisi, Taufik sering menggunakan diksi sederhana yang mudah dipahami oleh pembaca. Meski begitu, puisi-puisinya sarat makna dan mampu menyampaikan pesan dengan tepat.

    Kumpulan Puisi Karya Taufik Ismail

    Berikut ini 8 puisi karya Taufik Ismail yang paling populer dan melegenda dengan arti serta penjelasannya, yaitu:

    1. Puisi Karya Taufik Ismail Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia 

    Pertama

    Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga

    Ke Wisconsin aku dapat beasiswa

    Sembilan belas lima enam, itulah tahunnya

    Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia 

    Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia

    Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda

    Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya,

    Whitefish Bay kampung asalnya

    Kagum dia pada revolusi Indonesia 

    Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya

    Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama

    Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya

    Dadaku busung jadi anak Indonesia

    Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy

    Dan mendapat Ph.D. dari Rice University

    Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army

    Dulu dadaku tegap bila aku berdiri

    Mengapa sering benar aku merunduk kini 

    Kedua

    Langit-langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak

    Hukum tak tegak, doyong berderak-derak

    Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak,

    Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza

    Berjalan aku di Dam, Champs Elysees dan Mesopotamia

    Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata

    Dan kubenamkan topi baret di kepala

    Malu aku jadi orang Indonesia.

    Ketiga

    Di negeriku, 

    Selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu

    Di negeriku, 

    Sekongkol bisnis dan birokrasi berterang-terang curang 

    Susah dicari tandingan

    Di negeriku, 

    Anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu dan cucu

    Dimanja kuasa ayah, paman dan kakek secara hancur-hancuran

    Seujung kuku tak perlu malu

    Di negeriku, 

    Komisi pembelian alat-alat besar, alat-alat ringan, senjata, 

    Pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan peuyeum

    Dipotong birokrasi lebih separuh masuk kantung jas safari

    Di kedutaan besar, 

    Anak presiden, anak menteri, 

    Anak jenderal, anak sekjen dan anak dirjen

    Dilayani seperti presiden, menteri, jenderal, 

    Sekjen dan dirjen sejati,

    Agar orangtua mereka bersenang hati

    Di negeriku, 

    Penghitungan suara pemilihan umum 

    Sangat-sangat-sangat-sangat-sangat jelas penipuan 

    Besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan

    Di negeriku,

    Khotbah, surat kabar, majalah, buku dan sandiwara 

    Yang opininya bersilang tak habis dan tak putus dilarang-larang

    Di negeriku, dibakar pasar pedagang jelata 

    Supaya berdiri pusat belanja modal raksasa

    Di negeriku, Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah,

    Ciumlah harum aroma mereka punya jenazah, 

    Sekarang saja sementara mereka kalah, 

    Kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka 

    Oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat

    Di negeriku, 

    Keputusan pengadilan 

    Secara agak rahasia dan tidak rahasia 

    Dapat ditawar dalam bentuk jual-beli, 

    Kabarnya dengan sepotong SK 

    Suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi,

    Di negeriku, rasa aman tak ada, 

    Karena dua puluh pungutan, 

    Lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman,

    Di negeriku, telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja,

    Fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar,

    Di negeriku, sepakbola sudah naik tingkat jadi pertunjukan teror

    Penonton antarkota cuma karena sebagian sangat kecil

    Bangsa kita tak pernah bersedia menerima skor

    Pertandingan yang disetujui bersama

    Di negeriku, 

    Rupanya sudah diputuskan kita tak terlibat Piala Dunia

    Demi keamanan antarbangsa

    Lagi pula, Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil 

    Karena Cina, India, Rusia dan kita tak turut serta, 

    Sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja

    Di negeriku, ada pembunuhan, penculikan 

    Dan penyiksaan rakyat terang-terangan 

    Di Aceh, Tanjung Priuk, Lampung, Haur Koneng, 

    Nipah, Santa Cruz, Irian dan Banyuwangi, 

    Ada pula pembantahan terang-terangan 

    Yang merupakan dusta terang-terangan 

    Di bawah cahaya surya terang-terangan,

    Dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan 

    Sebagai saksi terang-terangan

    Di negeriku, budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada, 

    Tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang menyelam 

    Di tumpukan jerami selepas menuai padi.

    Keempat

    Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak

    Hukum tak tegak, doyong berderak-derak

    Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak,

    Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza

    Berjalan aku di Dam, Champs Elysees dan Mesopotamia

    Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata

    Dan kubenamkan topi baret di kepala

    Malu aku jadi orang Indonesia.

    (1998)

    Penjelasan:

    Puisi karya Taufik Ismail Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia memiliki tema kedaulatan rakyat yang menekankan pada kritik terhadap penyelewengan kekuasaan. Sementara itu, amanat yang bisa diambil adalah berani membuat perubahan yang lebih baik.

    Dengan demikian, tidak ada lagi orang lemah yang tertindas dan terasingkan. Di samping itu, tidak ditemukan lagi ketidakadilan dalam kehidupan masyarakat yang dilakukan oleh pemegang kekuasaaan.

    2. Bagaimana Kalau

    Bagaimana kalau dulu bukan khuldi yang dimakan Adam,

    Tapi buah alpukat,

    Bagaimana kalau bumi bukan bulat tapi segi empat,

    Bagaimana kalau lagu Indonesia Raya kita rubah,

    Dan kepada Koes Plus kita beri mandat,

    Bagaimana kalau ibukota Amerika Hanoi,

    Dan ibukota Indonesia Monaco,

    Bagaimana kalau malam nanti jam sebelas,

    Salju turun di Gunung Sahari,

    Bagaimana kalau bisa dibuktikan 

    Bahwa Ali Murtopo, Ali Sadikin dan Ali Wardhana 

    Ternyata pengarang-pengarang lagu pop,

    Bagaimana kalau hutang-hutang Indonesia

    Dibayar dengan pementasan Rendra,

    Bagaimana kalau segala yang kita angankan terjadi,

    Dan segala yang terjadi pernah kita rancangkan,

    Bagaimana kalau akustik dunia jadi sedemikian sempurnanya 

    Sehingga di kamar tidur kau dengar deru bom Vietnam, 

    Gemersik sejuta kaki pengungsi, 

    Gemuruh banjir dan gempa bumi 

    Serta suara-suara percintaan anak muda, 

    Juga bunyi industri presisi dan margasatwa Afrika,

    Bagaimana kalau pemerintah diizinkan protes 

    Dan rakyat kecil mempertimbangkan protes itu,

    Bagaimana kalau kesenian dihentikan saja sampai di sini 

    Dan kita pelihara ternak sebagai pengganti

    Bagaimana kalau sampai waktunya

    Kita tidak perlu bertanya bagaimana lagi.

    (1966)

    Penjelasan:

    Puisi karya Taufik Ismail Bagaimana Kalau, ditulis pada tahun 1966. Pada tahun tersebut, pemerintahan orde baru dipimpin oleh Presiden Soeharto. Nah, pada zaman orde baru, rakyat dibatasi, bahkan tidak diizinkan untuk protes kepada pemerintahan. Jika diperhatikan, puisi ini menyindir pemerintah pada saat itu.

    Secara garis besar, poin penting dalam puisi tersebut adalah bahwa bagaimana kalau keadaannya dibalik, dimana rakyat yang memiliki kekuasaan. Hal ini dapat terlihat dalam kutipan, “Bagaimana kalau pemerintah diizinkan protes dan rakyat kecil mempertimbangkan protes itu”.

    Dari penjelasan singkat tersebut, maka bisa diketahui, tema puisi yang berjudul Bagaimana Kalau, yaitu rakyat yang tertindas dan dibatasi ruang geraknya oleh kekuasaan. Dalam hal ini, kekuasaaan yang dimaksud adalah pemerintah itu sendiri.

    3. Puisi Karya Taufik Ismail Kembalikan Indonesia Padaku 

    Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,

    Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 watt,

    Sebagian berwarna putih dan sebagian hitam,

    Yang menyala bergantian,

    Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam

    Dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,

    Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam

    Karena seratus juta penduduknya,

    Kembalikan Indonesia padaku

    Hari depan Indonesia adalah satu juta orang main pingpong siang malam

    Dengan bola telur angsa di bawah sinar lampu 15 watt,

    Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan tenggelam

    Lantaran berat bebannya kemudian angsa-angsa berenang-renang di atasnya,

    Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,

    Dan di dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 watt,

    Sebagian putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,

    Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang

    Sambil main pingpong di atas pulau Jawa yang tenggelam

    Dan membawa seratus juta bola lampu 15 watt ke dasar lautan,

    Kembalikan Indonesia padaku

    Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam

    Dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,

    Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam

    Karena seratus juta penduduknya,

    Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 watt,

    Sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,

    Kembalikan Indonesia padaku

    (1971)

    Penjelasan:

    Puisi karya Taufik Ismail yang berjudul Kembalikan Indonesia Padaku menceritakan bahwa Indonesia sedang dikuasai oleh pihak-pihak asing. Puisi tersebut ditulis pada tahun 1971. Pada tahun 1971, keadaan Indonesia sedang tidak jelas dan berantakan, serta diombang-ambing oleh orang atau pihak asing.

    Selain itu, ketahanan pangan Indonesia sangat lemah, bahkan kekurangan. Sehingga, saat itu Indonesia memang sedang dalam masa genting yang memprihatinkan.

    Dalam puisi tersebut juga, disebutkan bahwa Pulau Jawa akan segera tenggelam. Pada dasarnya, Pulau Jawa adalah pusat pemerintahan sekaligus pusat ekonomi Indonesia. Sehingga, representasi dari Pulau Jawa tenggelam adalah seluruh Indonesia hancur.

    4. Sajadah Panjang

    Ada sajadah panjang terbentang

    Dari kaki buaian

    Sampai ke tepi kuburan hamba

    Kuburan hamba bila mati

    Ada sajadah panjang terbentang

    Hamba tunduk dan sujud

    Di atas sajadah yang panjang ini

    Diselingi sekedar interupsi

    Mencari rezeki, mencari ilmu

    Mengukur jalanan seharian

    Begitu terdengar suara azan

    Kembali tersungkur hamba

    Ada sajadah panjang terbentang

    Hamba tunduk dan rukuk

    Hamba sujud dan tak lepas kening hamba

    Mengingat Dikau

    Sepenuhnya.

    (1984)

    Penjelasan:

    Puisi karya Taufik Ismail yang berjudul “Sajadah Panjang” mengangkat tema religiusitas, lebih tepatnya antara hamba dan Tuhannya. Secara garis besar, puisi tersebut menceritakan kerinduan seorang hamba kepada Sang Pencipta.

    Sementara itu, puisi Sajadah Panjang menggunakan citraan indah serta pemilihan diksi tepat, untuk mengekspresikan apa yang ingin disampaikan oleh pengarang.

    Meski tidak disebutkan secara langsung, kata “sajadah panjang” merepresentasikan simbol Islam. Namun, poin penting yang menarik adalah bahwa sajadah panjang memberikan makna pengabdian total.

    Taufik ingin menunjukkan, seorang hamba harus “tunduk dan sujud” di hadapan Tuhan. Selain itu, puisi tersebut juga menyampaikan bahwa urusan duniawi hanya sementara saja.

    Sedangkan, agama tidak boleh digantikan oleh perkara dunia. Hal yang terpenting, yaitu mewujudkan nilai-nilai agama itu sendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga, dapat tercipta kehidupan yang aman dan tentram.

    Fakta menariknya, puisi ini juga menjadi lirik lagu dengan judul yang sama. Sehingga, sering menjadi lagu soundtrack untuk film, sinetron, dan series bergenre religius. Bahkan, lagu ini akan sering kamu dengar ketika memasuki bulan Ramadhan.

    5. Puisi Karya Taufik Ismail Dengan Puisi, Aku…  

    Dengan puisi aku bernyanyi,

    Sampai senja umurku nanti,

    Dengan puisi aku bercinta,

    Berbatas cakrawala…

    Dengan puisi aku mengenang,

    Keabadian Yang Akan Datang,

    Dengan puisi aku menangis,

    Jarum waktu bila kejam mengiris…

    Dengan puisi aku mengutuk,

    Nafas zaman yang busuk,

    Dengan puisi aku berdoa,

    Perkenankanlah kiranya…

    (1996)

    Penjelasan:

    Puisi karya Taufik Ismail “Dengan Puisi, Aku” menggambarkan tentang seseorang yang mengungkapkan perasaannya melalui puisi. Puisi tersebut menggunakan pemilihan kata yang sederhana, tapi memiliki makna yang mendalam.

    Meskipun puisi tersebut cukup singkat, tapi seolah-olah menunjukkan kehidupan si penyair, yaitu Taufik Ismail yang mengabdikan dirinya dengan puisi. Ia mengungkapkan atau mengekspresikan perasaannya mengenai kehidupan ini melalui puisi.

    Bahkan, disebutkan dalam puisi bahwa si aku mengutuk zaman yang busuk dengan puisi. Artinya, puisi juga digunakan sebagai media atau sarana untuk melepaskan ketidakpuasan terhadap apa yang terjadi di dunia.

    6. Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini

    Tidak ada pilihan lain

    Kita harus

    Berjalan terus

    Karena berhenti atau mundur

    Berarti hancur

    Apakah akan kita jual keyakinan kita

    Dalam pengabdian tanpa harga

    Akan maukah kita duduk satu meja

    Dengan para pembunuh tahun yang lalu

    Dalam setiap kalimat yang berakhiran

    Duli Tuanku ?

    Tidak ada lagi pilihan lain

    Kita harus

    Berjalan terus

    Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan

    Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh

    Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara

    Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama

    Dan bertanya-tanya inikah yang namanya merdeka

    Kita yang tidak punya kepentingan dengan seribu slogan

    Dan seribu pengeras suara yang hampa suara

    Tidak ada lagi pilihan lain

    Kita harus

    Berjalan terus.

    (1996)

    Penjelasan:

    Puisi karya Taufik Ismail yang berjudul “Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini” mengangkat tema perjuangan bangsa Indonesia atau patriotisme. Secara garis besar, puisi tersebut menggambarkan upaya bangsa yang ingin maju. Dengan kata lain, bangkit dan memperjuangkan citra diri serta harga dirinya.

    Dengan adanya puisi tersebut, yang menggunakan bahasa sederhana. Sehingga mudah dipahami dapat membangkitkan semangat rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan. 

    Pasalnya, meskipun sudah merdeka, bukan berarti perjuangan berhenti. Justru tantangan baru yang harus dihadapi adalah mengisi kemerdekaan itu sendiri. Maka dari itu, amanat dari puisi ini adalah sebaiknya masyarakat atau rakyat Indonesia tetap berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan. 

    Dalam hal ini, bisa dengan melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Sehingga, dapat hidup mandiri, sejahtera, tapi tetap bermoral. 

    7. Puisi Karya Taufik Ismail Doa

    Tuhan kami,

    Telah nista kami dalam dosa bersama,

    Bertahun membangun kultus ini,

    Dalam pikiran yang ganda…

    Dan menutupi hati nurani,

    Ampunilah kami,

    Ampunilah,

    Amin…

    Tuhan kami,

    Telah terlalu mudah kami,

    Menggunakan asmaMu,

    Bertahun di negeri ini,

    Semoga…

    Kau rela menerima kembali,

    Kami dalam barisanMu,

    Ampunilah kami,

    Ampunilah,

    Amin…

    Penjelasan:

    Puisi karya Taufik Ismail yang berjudul “Doa” menggambarkan seorang hamba yang sedang memohon ampun kepada Tuhannya. Dari puisi tersebut, amanat yang ingin disampaikan, yaitu Tuhan selalu menjadi tempat kembali bagi hambanya, meski hamba tersebut telah berbuat dosa.

    Oleh karena itu, sebagai seorang hamba, janganlah berhenti untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Tuhan atas dosa-dosa yang diperbuat. Setelah memohon ampun, teruslah berbuat baik kepada semua makhluk hidup. 

    Dengan demikian, kita senantiasa dekat di sisi Tuhan. Sehingga, bisa dijauhkan dari tertutupnya hati nurani. Hal ini dapat dilihat dari pengulangan kata “ampunilah” yang pada intinya, kita tidak boleh berhenti meminta pengampunan kepada Tuhan.

    8. Dari Catatan Seorang Demonstran (1993)

    Inilah peperangan,

    Tanpa jenderal, tanpa senapan,

    Pada hari-hari yang mendung,

    Bahkan tanpa harapan…

    Di sinilah keberanian diuji,

    Kebenaran dicoba dihancurkan,

    Pada hari-hari berkabung,

    Di depan menghadang ribuan lawan…

    (1993)

    Penjelasan:

    Tidak hanya mengangkat tema nasionalisme dan hubungan antara hamba dan Tuhannya, tetapi Taufik Ismail juga menulis puisi sebagai media kritik terhadap kekuasaan. Salah satunya dengan puisi karya Taufik Ismail yang berjudul “Dari Catatan Seorang Demonstran”.

    Puisi tersebut menggambarkan secara jelas ketidakberdayaan para demonstran. Pasalnya, mereka tidak memiliki apapun yang bisa digunakan untuk melawan pemerintah dan pasukannya.

    Sementara itu, para demonstran juga melakukan perang gerilya dengan berpindah-pindah tempat. Terkadang, mereka hidup bergantung dengan alam, karena tidak memiliki apapun yang berharga. Namun, para demonstran tersebut tetap melawan dan menjunjung tinggi keadilan untuk rakyat yang tertindas.

    Selain itu, puisi “Dari Catatan Seorang Demonstran” tersebut juga menunjukkan dukungan serta keprihatinan pengarang terhadap para demonstran yang sedang berjuang melawan ketidakadilan.

    Sudah Temukan Puisi Karya Taufik Ismail yang Paling Disukai?

    Itulah kumpulan puisi karya Taufik Ismail yang paling populer dan melegenda. Masing-masing puisi tersebut memiliki tema yang berbeda serta amanat yang baik untuk para pembacanya.

    Selain itu, diksi yang dipilih mudah dipahami. Dengan demikian, pembaca dapat memahami isi atau pesan yang ingin disampaikan oleh penyair yang tak lain adalah Taufik Ismail.

  • Kalimat Utama: Pengertian, Letak, Jenis, Ciri, dan Contohnya, Terlengkap

    Kalimat Utama: Pengertian, Letak, Jenis, Ciri, dan Contohnya, Terlengkap

    Pernahkah kamu membaca suatu paragraf namun sulit menemukan inti pembahasannya? Untungnya, kamu dapat memahami inti dari sebuah paragraf dengan menemukan kalimat utama. Kebiasaan ini sangat berguna untuk memahami inti bacaan lebih cepat.

    Kalimat pokok utama juga sering kita temui dalam berbagai soal ujian sekolah. Terlebih lagi, banyak dari kalian yang mungkin kesulitan dalam menemukannya. Oleh karena itu, dalam artikel ini, kami akan mengajakmu untuk memahaminya lebih dalam,

    Apa itu Kalimat Utama?

    Secara singkat, kalimat pokok merupakan kalimat yang menjadi ide pokok atau dasar dalam suatu paragraf. Ia berfungsi untuk memudahkan pembaca atau penulis untuk mendapatkan penjelasan tentang sebuah tulisan. Selain itu, ketika kamu tahu dimana letaknya, maka kamu tahu apa yang hendak paragraf itu jelaskan.

    Jika pokok pikiran tidak ditemukan di suatu paragraf, maka dapat dikatakan paragraf tersebut buruk. Terlebih lagi, hal ini akan menyebabkan kerancuan. Sehingga keberadaannya sangatlah penting karena perannya sebagai dasar untuk mengembangkan kalimat.

    Sejak kamu duduk di sekolah dasar, kamu pasti sering mendapat materinya di pelajaran Bahasa Indonesia. Kemudian, materi ini akan diujikan kembali selama kita di bangku sekolah. Selain itu, dalam beberapa tes UN atau CASN, kita akan bertemu lagi dengannya.

    Dimana Letak Kalimat Utama?

    Letak kalimat pokok biasanya menentukan jenis paragraf tersebut. Hal ini bisa saja berada di awal atau akhir. Seperti yang kamu ketahui, mencari letak dari gagasan utama sendiri sangat penting untuk mengetahui alur dari bacaan.

    Terlebih lagi, letak dari gagasan utama sendiri akan menentukan jenis dari paragraf tersebut. Jenis-jenisnya sendiri akan kita bahas di bagian selanjutnya.

    Apa Saja Jenis Gagasan Utama?

    Jika mempertimbangkan posisi dan arus paragraf, maka kamu akan tahu jenis paragraf tersebut. Berikut adalah tiga jenis dari kalimat utama:

    1. Paragraf Deduktif

    Jenis yang pertama adalah paragraf deduktif dimana kalimat pokoknya berada di awal paragraf. Deduktif memiliki pola informasi yang dimulai dari penjelasan yang bersifat umum ke khusus.

    Terlebih lagi, kalimat di awal akan berperan sebagai unsur umum, sedangkan kalimat selanjutnya adalah penjelas. Kalimat penjelas ini berisikan informasi tentang contoh, fakta, atau detail.

    2. Paragraf Induktif

    Jenis yang kedua adalah paragraf induktif. Kebalikan dari deduktif, paragraf ini memiliki kalimat utama di bagian akhir dari paragraf. Selain itu, pola informasinya  dimulai dari hal-hal yang bersifat khusus menuju hal-hal yang umum. Sehingga, kalimat pertama akan berperan sebagai penjelas yang bersifat khusus.

    Pokok pikiran akan berada diakhir paragraf yang memuat hal bersifat umum. Hal umum ini biasanya telah tercantumkan di kalimat-kalimat sebelumnya. Oleh karena itu, gagasan utama biasanya digunakan sebagai simpulan dari pembahasan pada awal kalimat.

    Sebagai tambahan, paragraf induktif juga lebih bervariatif karena memiliki tiga pola berbeda, yaitu generalisasi, sebab akibat, dan analogi. Generalisasi sendiri biasanya menjelaskan pembahasan tertentu dan sebab akibat menjelaskan mengapa suatu terjadi. Sedangkan, analogi menjelaskan tentang informasi perumpamaan.

    3. Paragraf Campuran

    Jenis paragraf yang terakhir adalah paragraf campuran. Paragraf ini merupakan hasil perpaduan dari deduktif dan induktif. Sehingga, kalimat utama di paragraf ini ada dua, berada di awal dan akhir paragraf. Pola bentuknya juga akan dari yang bersifat umum ke khusus, kemudian ke umum lagi.

    Pada kalimat pokok di awal akan berupa pertanyaan yang berisi hal umum yang akan menjadi isi dari paragraf. Sedangkan, di bagian akhir akan berupa simpulan dari berbagai informasi yang telah disampaikan. Namun, dua gagasan utama ini tidak boleh bertolak belakang, justru harus berkaitan satu sama lain.

    Berbagai Contoh Gagasan Utama

    Dari berbagai bagian di atas, kamu pasti sudah tahu apa itu kalimat utama dan jenisnya. Berikut adalah beberapa contoh dan kalimat pokok dengan garis bawah untuk membantumu lebih paham:

    1. Contoh Paragraf Deduktif

    Brokoli adalah sayuran yang tinggi antioksidan, sehingga metode memasaknya harus benar agar nutrisi tidak rusak atau hilang. Sayuran hijau akan lebih baik jika direbus setengah matang. Selanjutnya, tiriskan dan guyur dengan air dingin untuk menjaga warna hijau cerah dan tak layu.

    2. Contoh Paragraf Induktif

    Sepanjang perjalanan, kami menikmati panorama sangat indah. Di tepi Danau Maninjau, terdapat hamparan air yang dikelilingi bukit-bukit menjulang. Terlihat dari kejauhan banyak nelayan dengan sampan mencari ikan di tengah danau. Sungguh cantiknya alam Minangkabau yang masih aman dari tangan-tangan jahil itu.

    3. Contoh Paragraf Campuran

    Hasil penelitian menemukan bahwa tingginya kolesterol adalah faktor utama penyebab penyakit jantung koroner. Hampir 80% penderitanya berawal dari kadar kolesterol tinggi di dalam tubuh. Sebagian besar berawal dari kebiasaan makan makanan berkolesterol tinggi. Oleh sebab itu, kolesterol adalah penyebab utama jantung koroner.

    Ciri-ciri Kalimat Utama

    Dalam ujian baca Bahasa Indonesia, kita sering disuguhkan dengan bacaan panjang. Kemudian kamu harus menganalisanya untuk mencari jawaban. Di sini, pencarian pokok pikiran berperan sangat penting untuk memahami bacaan lebih jelas dan mencari jawaban lebih efisien.

    Oleh karena itu, untuk memudahkanmu menemukan kalimat utama, ada baiknya untuk memahami ciri-cirinya. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri yang perlu kamu ketahui:

    1. Berdiri Sendiri

    Meskipun kalimat utama bertujuan untuk diuraikan dan umum, kalimat ini harus bisa berdiri sendiri. Dengan demikian, kalimat ini dapat diartikan sendiri tanpa adanya kalimat penjelas.

    2. Tidak Memerlukan Frasa Transisi atau Kata Sambung

    Meskipun pada awal dan akhir kalimat biasanya menggunakan kata sambung atau transisi, gagasan pokok kalimat harus dapat diartikan meskipun tanpa frasa tersebut. Hal ini karena kalimat tersebut adalah kalimat yang kompleks dan tidak harus bergantung pada kalimat penjelas.

    3. Mengandung Masalah Potensial

    Gagasan utama merupakan kata pengantar dari sebuah permasalahan atau ide-ide yang berasal dari penulis. Dengan adanya masalah ini, maka akan ada pengembangan yang menjelaskan masalah tersebut dan menggunakannya dalam kalimat penjelas.

    4. Memiliki Gagasan yang Jelas

    Karena fungsi dari kalimat ini adalah suatu ringkasan atau arti keseluruhan dari paragraf, maka gagasanya harus jelas. Selain itu, kalimat ini tidak boleh rancu karena kalimat itu harus mudah dimengerti.

    5. Terletak di Awal atau Akhir Kalimat

    Seperti yang kamu ketahui tentang paragraf deduktif, induktif dan campuran, maka letaknya adalah ciri yang paling nampak. Sehingga, kalimat tersebut mungkin akan berada di awal, akhir, atau bahkan keduanya.

    Yuk, Pahami Kalimat Utama dengan Benar!

    Itulah berbagai informasi mengenai kalimat pokok ide dan bagaimana cara menemukannya. Gagasan utama sendiri sangatlah penting untuk berbagai bacaan agar kamu dapat dengan mudah mencari inti dalam suatu bacaan. Terlebih lagi, materi ini selalu ada dalam ujian Bahasa Indonesia.

    Sehingga, penting bagi kamu untuk memahami lebih dalam mengenai kalimat utama. Jadi, sudahkah kamu paham betul apa itu gagasan utama dalam suatu paragraf? Kami harap artikel ini dapat membantu keahlianmu dalam menganalisa bacaan!

  • Analisis Hikayat Hang Tuah: Sinopsis, Amanat, dan Unsurnya

    Analisis Hikayat Hang Tuah: Sinopsis, Amanat, dan Unsurnya

    Hikayat Hang Tuah adalah legenda dari suku Melayu yang masih masyhur hingga saat ini. Walaupun alur cerita sejarah tentang kisah ini masih menyisakan kontroversi, amanat baik tetap dapat dipetik dari hikayat ini

    Artikel ini akan mengupas tentang sinopsis, amanat, hingga unsur intrinsik dan ekstrinsik legenda ini. Dengan demikian, pembaca tidak hanya akan mengetahui tentang cerita. Namun, juga warisan amanat dan susunan kebahasaannya.

    Sinopsis

    Pengenalan Tokoh

    Alkisah, ada seorang pemuda bernama Hang Tuah. Ayahnya adalah Hang Mahmud. Ia adalah seorang pensiunan hulubalang atau panglima perang istana. Sedangkan ibunya adalah Dang Merdu Wati yang adalah keturunan dayang istana.

    Hang Tuah lahir di gubuk reyot. Keluarganya memang mengalami kesulitan dalam bidang ekonomi. Walau demikian, hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk Hang Tuah tumbuh menjadi pemuda yang pemberani dan handal dalam bela diri silat.

    Hang Tuah memiliki empat orang sahabat karib. Mereka adalah Hang Jebat, Hang Kesturi, Hang Lekiu, dan Hang Lekir. Beberapa sumber menyebutkan bahwa nama kedua orang yang terakhir sebenarnya adalah 1 orang.

    Namun, banyak sumber lain yang menyangkalnya. Sebab, Hang Tuah dan kawan-kawannya ini dipercaya sebagai Pandawa Lima versi Melayu. Jadi, persahabatan ini pasti terdiri dari lima orang.

    Perjalanan Meniti Kesuksesan

    Dalam hikayat Hang Tuah yang berlokasi di daerah Bintan ini, kelima sahabat ini kemudian pergi untuk menuntut ilmu ke Laut Cina Selatan. Dalam perjalanan, mereka bertemu dengan banyak perompak. Namun, dengan keberanian dan ketangkasan mereka dalam bersilat, mereka selalu dapat menyelamatkan diri.

    Kehebatan kelima sahabat ini kemudian menjadi semakin populer hingga sampai ke telinga perdana menteri atau Dato‘ bendahara istana. Hang Tuah dan keempat sahabatnya ini kemudian menjadi kesayangan dan dipekerjakan oleh Dato’ tersebut.

    Kemudian suatu ketika, kelima pemuda ini berjasa menyelamatkan Dato’ dari kejadian perampokan. Kejadian ini pun menjadi buah bibir masyarakat hingga sang raja juga mendengarnya. Maka, kelimanya menerima undangan raja untuk datang ke istana.

    Dalam waktu singkat, kalimat sahabat ini menjadi kesayangan raja. Hang Tuah juga menerima gelar sebagai laksamana, karena keberanian dan kehebatannya.

    Suatu hari raja berniat untuk mencari lokasi baru untuk memperluas kerajaannya. Hang Tuah dan sahabat-sahabatnya kemudian terlibat dalam penjelajahan ini. Mereka mengarungi lautan untuk menemukan pulau baru yang potensial.

    Lalu, sampailah mereka pada sebuah pulau dimana mereka menemukan hewan pelanduk putih. Menurut mitos, tanah yang menjadi tempat tinggal pelanduk putih adalah tanah yang baik. 

    Maka, mereka menduduki pulau tersebut dan menamakan tempat tersebut dengan nama Melaka. Sesuai dengan nama tumbuh-tumbuhan yang mereka temukan pada pulau tersebut.

    Hang Tuah dan keempat sahabatnya ini juga berjasa meredam pemberontakan yang dilakukan oleh pendekar bernama Taming Sari. Taming Sari memiliki keris yang membuatnya menguasai ilmu kebal. Berapa banyak pun serangan yang ia terima tak dapat membuatnya terluka.

    Namun Hang Tuah menyadari hal ini, sehingga berupaya untuk merebut keris tersebut. Setelah keris jatuh ke tangan Hang Tuah, Taming Sari sudah tak lagi kebal, sehingga segera mati ketika menerima serangan. Setelah itu, keris Taming Sari menjadi milik Hang Tuah.

    Kemalangan

    Kemudian, dalam hikayat Hang Tuah, pemuda ini juga mengalami kemalangan. Dikisahkan bahwa pemuda ini jatuh cinta pada seorang gadis cantik bernama Melor. Namun, gadis ini telah menjadi gundik di istana. Sehingga, tidak mungkin Hang Tuah memadu kasih dengannya.

    Namun suatu hari, ketika Hang Tuah sedang menjalankan sebuah misi untuk menjemput Tun Teja yang adalah calon permaisuri, Hang Tuah bertemu dengan Melor. Pertemuan ini diketahui oleh orang-orang, sehingga menimbulkan fitnah bahwa Hang Tuah telah berzina dengan gundik istana.

    Hang Tuah pun dijatuhi hukuman mati atas kesalahan ini. Sedangkan keris Taming Sari jatuh kepada Hang Jebat yang kemudian diangkat menjadi Laksamana menggantikan Hang Tuah.

    Kisah ini belum berakhir, sebab Hang Tuah rupanya diselamatkan oleh Dato’ bendahara yang sangat menyayanginya. Dato’ menyembunyikan Hang Tuah di hutan dan melaporkan bahwa hukuman mati telah berjalan sesuai perintah.

    Hang Jebat yang telah menjadi laksamana dan memiliki keris Taming Sari kemudian melakukan pemberontakan terhadap raja. Ia bermaksud untuk mengambil alih istana dan kerajaan. Tak diketahui apakah ia melakukan hal ini sebagai balas dendam karena raja telah menghukum mati Hang Tuah sahabatnya atau tidak.

    Namun, keris Taming Sari telah membuatnya menjadi pendekar yang tangguh dan tak terkalahkan. Raja pun pergi menyelamatkan diri dan bersembunyi di rumah Dato’ bendahara. Saat itu raja mengakui penyesalannya atas hukuman mati pada Hang Tuah. Ia berpikir, semestinya Hang Tuah lah yang dapat mengalahkan Hang Jebat.

    Mempertahankan Prinsip

    Dalam hikayat Hang Tuah, pada kesempatan itulah Dato’ bendahara memberitahu raja bahwa Hang Tuah masih hidup. Raja pun lalu mengutus Hang Tuah untuk bertarung dan mengalahkan Hang Jebat. 

    Setelah pertarungan selama 7 hari tanpa henti, Hang Tuah berhasil merebut keris Taming Sari dan membunuh Hang Jebat, sahabatnya sendiri.

    Ia berpendapat bahwa Hang Jebat telah bersalah melakukan pemberontakan. Bahkan, telah banyak rakyat yang menjadi korban meninggal atas perbuatannya tersebut. Tindakan Hang Tuah yang membunuh Hang Jebat inilah yang kemudian menjadi kontroversi.

    Banyak orang berpendapat bahwa bagaimanapun juga Hang Tuah tak layak membunuh sahabatnya sendiri. Menurut mereka, dalam hal ini, Hang Tuah lah yang melakukan kesalahan.

    Walau demikian, pada dasarnya tetap banyak masyarakat yang mendukung pemuda pemberani ini. Sebab, seperti alasan Hang Tuah membunuh Hang Jebat, yaitu bahwa sahabatnya ini telah bersalah melakukan pemberontakan. Tak hanya itu, ia juga banyak membunuh masyarakat yang tak bersalah.

    Amanat Hikayat Hang Tuah

    Berdasarkan legenda ini, terdapat beberapa hal yang dapat menjadi warisan amanat bagi generasi muda. Berikut ini beberapa amanat tersebut dan penjelasannya:

    1. Keberanian

    Hang Tuah adalah sosok pemuda yang pemberani. Ia tak pernah gentar dalam menghadapi musuh. Ini adalah bekal mental yang membawanya mencapai kesuksesan hingga menjadi seorang laksamana.

    Belajar dari legenda ini, baiknya setiap kita memiliki bekal mental yang tak pantang menyerah. Selalu berani dalam menghadapi berbagai tantangan hidup yang tiada hentinya.

    2. Memperlengkapi Diri

    Tak hanya memiliki modal keberanian yang nekat, Hang Tuah juga memperlengkapi diri dengan bela diri silat yang amat ia kuasai. Hal ini menunjukkan bahwa ia memang dengan serius mempersiapkan dirinya, tak hanya sekedar nekat.

    Perbekalan keterampilan seperti ini juga semestinya menjadi teladan bagi generasi muda. Bahwa, setiap kita perlu belajar dengan tekun, menguasai bidang tertentu hingga menjadi ahli. Dengan demikian, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal untuk menaklukan kehidupan.

    3. Sifat Manusia yang Dinamis

    Berapa lama pun bersahabat tidak dapat membantah kenyataan bahwa manusia memiliki sifat yang dinamis. Yaitu, bahwa manusia dapat berubah sewaktu-waktu. Mungkin dapat terprediksi, mungkin juga tidak.

    Hal ini juga ada dalam hikayat Hang Tuah yang menyaksikan perubahan pada diri sahabatnya, Hang Jebat. Hang Tuah barangkali tidak mengira bahwa sahabatnya akan menjadi durhaka dan melakukan pemberontakan.

    Oleh sebab itu, kita perlu mengerti dan waspada. Bahwa diri sendiri dan orang lain memiliki sifat dinamis. Ketika hal tersebut terjadi dan memicu terjadinya hal buruk, maka perlu ada keputusan tegas yang menjadi pilihan.

    4. Kesetiaan pada Negara

    Hang Tuah adalah sosok pemuda yang sangat mencintai negaranya, dalam hal ini kerajaan dan kesultanannya. Ia sangat setia. Bahkan ketika ia dijatuhi hukuman mati, tidak ada sedikitpun rasa dendam dalam dadanya.

    Hang Tuah tetap sangat setia dan mencintai negaranya, sehingga ia tetap berangkat untuk mengalahkan pemberontak. Yaitu, Hang Jebat yang adalah sahabatnya sendiri. Hal ini tentu adalah amanat baik yang sangat layak menjadi teladan.

    Unsur Intrinsik Hikayat Hang Tuah

    Berikut ini beberapa penjelasan tentang unsur intrinsik dari legenda ini yang dapat menambah wawasan pemahaman:

    Tema: Negeri Kerajaan

    Alur: Maju

    Tokoh dan watak:

    • Hang Tuah: Setia, berani, bijak, dan berwibawa
    • Hang Jebat: Menyimpan dendam
    • Sang Raja: Baik, sopan, mudah percaya, dan mudah terpengaruhi
    • Dato’: Baik, bijaksana, dan cerdik

    Latar:

    • Tempat: Bintan, Laut Cina Selatan, Melaka, dan Istana
    • Suasana: Ramai dan tegang
    • Waktu: Tidak diceritakan secara detail

    Sudut pandang: Orang ketiga yang serba tau

    Unsur Ekstrinsik Hikayat Hang Tuah

    Berikut ini beberapa unsur ekstrinsik yang membangun kisah ini:

    • Latar Belakang Penciptaan: Kehidupan masyarakat suku Melayu.
    • Kondisi Masyarakat: Kisah ini menceritakan kehidupan kerajaan dan detail latar belakang masyarakat Bintan dan Melaka pada waktu tersebut.

    Yuk, Meneladani Kisah Legenda!

    Demikianlah hikayat Hang Tuah yang masih masyhur hingga saat ini. Terdapat beberapa warisan amanat yang layak menjadi teladan bagi generasi muda. Antara lain keberanian, memperlengkapi diri dengan keterampilan, memahami sifat dasar manusia, dan setia pada pemerintah yang menjadi pelajaran baik bagi masyarakat.

  • Memahami Jenis Kalimat Majemuk beserta Pengertian dan Contohnya

    Memahami Jenis Kalimat Majemuk beserta Pengertian dan Contohnya

    Kalimat merupakan salah satu unsur kebahasaan yang patut orang-orang, apalagi peserta didik, pelajari dengan cermat. Misalnya saja kalimat majemuk, yang terdiri atas gabungan antara dua kalimat. Apabila Anda ingin tahu lebih lanjut tentang kalimat tersebut, bacalah artikel ini hingga selesai.

    Apa Itu Kalimat Majemuk?

    Definisi paling sederhana dari bentuk kalimat ini ialah sebuah kalimat yang terdiri dari dua klausa yang terhubung oleh kata konjungsi. Sebetulnya jumlah klausa tersebut bisa lebih dari dua, dan masing-masing klausa biasanya mampu berdiri sebagai kalimatnya sendiri jika Anda memisahkannya.

    Istilah klausa merujuk kepada kalimat dasar yang menjadi inti utama pada kalimat majemuk. Biasanya, kalimat dasar itu cukup pendek, dan dapat Anda gabungkan dengan kata-kata penghubung atau konjungsi. Contohnya seperti ketika, sembari, seraya, tatkala, sedangkan, dan lain sebagainya.

    Fungsi utama dari bentuk kalimat ini ialah untuk menyampaikan sebuah ide atau gagasan secara lengkap tanpa terputus. Adapun fungsi lainnya dari kalimat ini berupa menjelaskan sebuah gagasan bersama ide-ide pendukungnya agar pembacanya lebih paham.

    Jenis-Jenis Kalimat Majemuk

    Anda tidak hanya perlu tahu mengenai definisi kalimat ini saja, tetapi juga aneka pola kalimat dan keterangan-keterangannya. Oleh karena itu, pada bagian berikut ini, Anda bisa menemukan macam-macam pola kalimat, keterangan, serta penempatan klausanya.

    1. Pola Setara

    Setara dalam bidang kebahasaan berarti kedua klausa dasar dalam kalimat majemuk ini dapat berdiri sendiri. Namun, jika dua klausa itu tergabung, keduanya bersifat koordinatif atau menjelaskan satu sama lain. Ada empat pola kalimat setara yang dapat Anda baca di bawah ini.

    a. Penjumlahan

    Dalam pola kalimat penjumlahan ini, Anda membutuhkan kalimat penghubung yang sifatnya menambah kalimat sehingga tampak lebih panjang. Oleh sebab itu, Anda perlu kata-kata penghubung berupa dan, serta, beserta, bersama, dan lagipula untuk menambah klausanya

    Contoh kalimat gabungan dengan pola penjumlahan ialah sebagai berikut:

    • Ibu sedang memasak soto ayam di dapur bersama Lina dan Ramdan yang ikut membantunya.
    • Hari ini saya diperbolehkan pulang sekolah lebih cepat, lagipula hari ini kita belajar hanya setengah hari.

    b. Peristiwa

    Pola peristiwa yang ditunjukkan oleh kalimat majemuk ini menceritakan sesuatu yang terjadi kepada subjek dalam klausa tersebut. Anda akan memerlukan kata konjungsi seperti kemudian, lalu, lantas, terus, dan setelah itu untuk menghubungkan dua klausa dalam kalimat tersebut.

    Contoh-contoh kalimatnya adalah sebagai berikut ini:

    • Keluarga Lina datang ke toko perhiasan, kemudian mereka membeli baju di toko busana muslim.
    • Edi dan Rana lupa membawa dompet, lantas mereka pulang dulu ke rumah untuk mengambilnya.

    c. Pemilihan

    Pola kalimat majemuk berbentuk pemilihan ini menyatakan dua pilihan yang bisa dipilih. Dalam pola kalimat ini, kata penghubung yang paling tepat yaitu atau, kendati kata apakah dapat Anda pakai jika kalimat tersebut merupakan kalimat tanya/interogatif.

    Sekarang perhatikanlah contoh kalimat berikut ini:

    • Aku bingung ingin membeli baju warna biru atau putih.
    • Kamu boleh bergabung dengan klub basket, atau kamu bergabung saja dengan klub pencak silat.

    d. Perlawanan

    Pola kalimat perlawanan atau pertentangan dapat Anda gunakan untuk menyatakan ide yang saling tidak setuju. Untuk menghubungkan kalimat yang berlawanan ini, gunakanlah kata konjungsi semisal sedangkan, kendati, tetapi, dan melainkan.

    Anda dapat melihat contohnya di bawah ini:

    • Adam sudah merencanakan liburan dari jauh-jauh hari, sedangkan Santi belum menentukan rencana liburannya.
    • Keluarga saya berniat pindah ke rumah yang lebih lega, tetapi rumah baru itu tidak boleh terlalu jauh dari tempat kerja bapak.

    2. Pola Bertingkat

    Dalam pola kalimat majemuk yang bertingkat, ada sebuah induk kalimat di bagian depan yang berfungsi sebagai penggagas ide. Kemudian induk kalimat tersebut diikuti oleh anak kalimat, yang tidak dapat berdiri sendiri dan memiliki tugas sebagai keterangan pada kalimat itu.

    a. Keterangan Waktu

    Pola kalimat dengan keterangan waktu ini memakai anak kalimat untuk menandakan waktu di bagian awal, predikat, atau akhir kalimat. Anda dapat menggunakan kata konjungsi berupa sesaat, setelah, sebelum, kala, ketika, dan sesudah sebagai anak kalimat tersebut.

    Inilah contoh kalimat gabungan dengan keterangan waktu:

    • Sebelum kamu pergi tidur, jangan lupa matikan lampu-lampu di sekeliling rumah.
    • Orang-orang langsung melarikan diri tatkala arus banjir datang menerjang.

    b. Keterangan Sebab & Akibat

    Kalimat majemuk dengan keterangan sebab dan akibat bersifat menjelaskan tentang dua klausa yang memberi dampak terhadap satu sama lain. Untuk jenis kalimat ini, gunakanlah kata penghubung seperti hingga, lantaran, karena, maka, dan sehingga.

    • Anak-anakku jarang terkena sakit karena mereka rajin makan makanan bergizi.
    • Anton suka menabungkan sisa uang jajannya, sehingga dia mampu membeli baju baru.

    c. Keterangan Cara & Tujuan

    Bentuk kalimat majemuk ini menandakan sebuah aktivitas yang sedang atau telah dikerjakan oleh subjek kalimat untuk mencapai suatu tujuan. Kata konjungsi yang paling cocok untuk pola kalimat ini ialah dengan, agar, supaya, dalam rangka, dalam, demi, dan untuk.

    Sekarang Anda perhatikan contoh berikut:

    • Demi menuntaskan projek infrastruktur tersebut, pemerintah bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat setempat.
    • Kami berhasil membersihkan lapangan olahraga sekolah dengan bantuan teman-teman kami.

    d. Keterangan Syarat

    Kalimat gabungan dengan keterangan syarat menandakan sesuatu yang harus terjadi atau tidak terjadi demi menimbulkan suatu hasil. Oleh karena itu, kata konjungsi yang paling tepat untuk pola kalimat ini yaitu jika, jikalau, andaikata, apabila, andaikan, dan kalau saja.

    Bacalah contoh-contoh kalimatnya di bawah ini:

    • Kalau kamu terlambat pulang, orang tuamu nanti akan merasa waswas.
    • Nina tidak akan susah mencari kerja andaikata dia punya keterampilan khusus.

    3. Pola Rapatan

    Jika ada beberapa kalimat tunggal pendek yang mempunyai subjek yang sama, maka dapat Anda gabung menjadi kalimat majemuk rapatan. Penyatuan kalimat tersebut memiliki tujuan menghindarkan Anda dari pengulangan kata atau kalimat yang tidak perlu, sehingga lebih efisien. 

    Perhatikan contoh di bawah ini:

    “Budi pergi membeli sayur di pasar. Budi pergi membeli ikan di pasar. Budi mampir dulu ke toko roti sebelum pulang.”

    Kemudian Anda gabungkan ketiga klausa itu menjadi kalimat utuh:

    “Budi pergi membeli sayur dan ikan di pasar, lalu mampir dulu ke toko roti sebelum pulang.”

    4. Pola Campuran

    Anda sebetulnya bisa menggabungkan kalimat majemuk yang berpola setara dan bertingkat untuk membuat jenis kalimat campuran. Rata-rata jumlah klausa dalam pola kalimat ini adalah tiga; satu klausa bersifat setara, sementara dua lagi sifatnya tidak setara atau hanya keterangan saja.

    Perhatikan contoh di bawah ini:

    “Aku segera pulang ke rumah begitu malam tiba. Aku takut dengan gelap. Hujan gerimis turun dari langit.”

    Sekarang, Anda susun ketiga klausa tersebut menjadi satu kalimat:

    “Aku segera pulang ke rumah begitu malam tiba karena aku takut dengan gelap, belum lagi hujan gerimis turun dari langit.”

    Contoh-Contoh Kalimat Majemuk

    Berikut macam-macam contoh kalimat majemuk yang dapat Anda temui di buku pelajaran dan kehidupan sehari-hari. Jika Anda sedang mencari contoh kalimat ini untuk tugas sekolah, Anda bisa mengikuti pola-pola di bawah ini supaya lebih mudah.

    • Tarif naik angkot ke sekolahku ialah Rp5.000,00, sedangkan tarif menuju pasar depan yaitu Rp7.500,00.
    • Kami datang ke taman ini untuk beristirahat sejenak, lalu kami meneruskan perjalanan ke pantai.
    • Budi mendapat izin untuk membeli hadiah ulang tahun berupa baju baru atau sepatu baru.
    • Santi berniat untuk bekerja dalam bidang kesehatan, sedangkan adiknya Rana ingin bekerja sebagai seorang seniman.
    • Anak-anak itu baru pulang dari sekolah setelah matahari mulai terbenam.
    • Karena terlalu sering main hingga larut malam, Ahmad pun terlambat bangun.
    • Supaya tangan kamu tidak kotor oleh tanah, kamu sebaiknya menggunakan sarung tangan.
    • Keluarga saya membeli oleh-oleh berupa manisan, baju kebaya, dan payung cantik ketika pergi liburan.
    • Niat Linda untuk belajar di universitas harus tertunda sebab dia tak mendapat beasiswa, sementara orang tuanya sedang mengalami kesulitan ekonomi.

    Sudah Paham dengan Bentuk Kalimat Majemuk?

    Itulah penjelasan tentang kalimat bersambung ini dalam ranah pelajaran Bahasa Indonesia. Selain jenis kalimat ini, masih banyak lagi jenis-jenis kalimat lainnya yang perlu Anda kuasai. Siapa tahu ilmu kebahasaan ini akan Anda butuhkan suatu saat nanti.

  • Membedah Penokohan dan Nilai-Nilai dari Hikayat Bayan Budiman

    Membedah Penokohan dan Nilai-Nilai dari Hikayat Bayan Budiman

    Seperti yang diketahui bahwa banyak sekali karya sastra dibuat oleh manusia dengan menggunakan bahasa lisan maupun tulisan yang indah. Sehingga banyak pembaca atau pendengar merasa kagum dengan karya sastra yang dibuat. Salah satu karya sastra yang menarik untuk dibaca seperti Hikayat Bayan Budiman. 

    Namun, kamu perlu tahu dulu mengenai pengertian dari hikayat itu sendiri. Hikayat bisa diartikan sebagai sebuah karya sastra yang bentuknya prosa berasal dari Melayu. Dalam hikayat ini biasanya berisi undang-undang, silsilah, rekaan, cerita, historis, biografis, atau campuran semua isi tersebut.

    Lalu bisa diartikan lagi bahwa untuk Hikayat Bayan Budiman adalah sebuah hikayat melayu yang memiliki pandangan dan latar belakang dari India, Sukasaptati. Untuk mencari tahu lebih jauh mengenai hikayat tersebut, simak penjelasan berikut ini. 

    Lebih Dekat dengan Hikayat Bayan Budiman

    Karya sastra ini bisa dibilang sebuah cerita rakyat dan memiliki nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Dengan nilai-nilai yang terkandung tersebut harapannya akan membuat manusia lebih bersyukur, sabar, tidak mudah menyerah, suka menolong, cinta tanah air, dan lainnya.

    Kemudian hikayat ini seperti cerita yang berbingkai seperti cerita klasik biasanya. Karya sastra yang ditransliterasi oleh Hani’ah ini memiliki judul asli Hikayat Bayan Budiman dengan sedikit memberi perubahan agar lebih mudah dipahami dan dibaca oleh para pelajar. 

    Hikayat tersebut berceritakan tentang burung bayan yang budiman. Berawal dari seekor burung bernama Bayan yang bisa berbicara, baik hati, dan memiliki sifat-sifat terpuji seperti manusia, dia pun dapat bercerita berbagai hal yang mengandung hikmah bagi siapapun yang mendengarkannya. 

    Kemudian dalam cerita burung Bayan ini biasanya berisi nasehat yang bermanfaat untuk manusia, seperti anak yang harus patuh kepada kedua orang tuanya, istri yang harus patuh kepada suaminya, dan manusia yang harus berdoa memohon pertolongan dari Allah SWT. 

    Dia tidak ingin berbuat jahat dan keji serta berbicara yang tidak ada manfaatnya bagi manusia. Sehingga dengan itulah mengapa disebut burung bayan yang budiman. 

    Isi Hikayat Bayan Budiman

    Jika dibaca dan dipahami lebih dalam, hikayat ini bercerita tentang kehidupan seorang raja di Negeri Ajam, Khojan Mubarok, pada zaman dahulu. 

    Dia merupakan raja yang kaya raya namun tidak memiliki seorang anak sehingga dia berdoa kepada Tuhan dan mendapatkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Khojan Maimun. 

    Singkatnya, pada umur 5-15 tahun, Khojan Maimun disekolahkan mengaji. Kemudian dinikahkan oleh seorang wanita bernama Bibi Zainab. Setelah mereka menikah, Khojan membeli burung Bayan dan Tiung dan meletakkannya dalam sangkar. 

    Suatu ketika Khojan pergi untuk merantau dan menitipkan Bayan dan Tiung kepada Bibi Zainab. Namun suatu hari Bibi Zainab bertemu dengan anak raja dan ingin pergi berkencan dengannya. Lalu Bibi Zainab berpamitan dengan Tiung, namun Tiung tidak menyetujuinya dan dibunuh oleh Bibi Zainab.

    Lalu Bibi Zainab pamit kepada Bayan, tapi Bayan bercerita mengenai “Bayan yang dicabut bulunya oleh istri seorang saudagar”. Bayan bercerita tentang hal itu selama 24 hari ketika Bibi Zainab hendak pergi dan setelah itu Bibi Zainab pun sadar dan menunggu suaminya kembali.

    Penokohan

    Setelah mengetahui potongan isi ceritanya, berikut unsur penokohan dalam seluruh isi hikayat tersebut.

    • Khojan Mubarok: sayang dengan anaknya, taat beragama, kaya.
    • Khojan Maimun: penyayang, taat beragama, suka membimbing istrinya, giat bekerja.
    • Bibi Zainab: mudah tergoda, emosional, patuh pada suami.
    • Anak raja: penggoda
    • Burung Tiung: religious, suka menasehati, patuh dengan perintah tuannya.
    • Burung Bayan Budiman: cerdik, bijaksana, patuh, penyelamat rumah tangga tuannya.

    Nilai-Nilai dalam Hikayat Bayan Budiman

    Adapun beberapa pesan moral atau nilai-nilai yang bisa dipetik setelah membaca hikayat ini antara lain:

    1. Nilai Sosial

    Pesan moral atau nilai-nilai yang pertama bisa diambil dari hikayat ini yaitu:

    • Harus berperilaku bijak sama dengan sesama.
    • Harus membantu kepada sesama yang membutuhkan.

    2. Nilai Moral

    Selanjutnya adalah nilai moral yang terkandung di dalam Hikayat Bayan Budiman, antara lain:

    • Selalu bertanya kepada yang lebih tahu sebelum bertindak agar tidak menimbulkan fitnah.
    • Selalu pamit sebelum pergi.
    • Harus bisa menjaga martabat, kekayaan, dan kesabaran.
    • Tidak memaksakan kehendak orang lain.
    • Jangan bersikap sembrono agar tidak mendapat hal buruk.
    • Bersikap bijaksana dalam menghadapi suatu hal dalam hidup.
    • Mendengarkan pendapat orang lain.
    • Istri harus berbakti kepada suami.
    • Jangan mudah terbawa emosi.

    3. Nilai Agama

    Berikutnya adalah nilai agama yang terkandung di dalam Hikayat Bayan Budiman, antara lain:

    • Berdoa kepada Tuhan.
    • Berbakti kepada suami.
    • Memberikan nasehat kepada orang melakukan salah.
    • Memberikan ilmu agama kepada anak sejak dini.
    • Memohon ampunan kepada Tuhan atas perbuatan dan kesalahan.

    4. Nilai Budaya

    Adapun nilai lainnya yang terkandung dalam hikayat tersebut adalah mengenai budaya, yaitu:

    • Melakukan mufakat untuk mendapatkan solusi dari masalah.
    • Mengajarkan berbagai ilmu agama kepada anak sejak dini.
    • Terdapat budaya perjodohan dalam menentukan masa depan.

    5. Nilai Pendidikan

    Selain itu terdapat nilai pendidikan di dalam hikayat, antara lain:

    • Untuk mendapatkan ilmu tidak hanya dari satu orang tapi bisa dari sumber orang lain.
    • Mengajarkan anak untuk memperdalam ilmu agama pada usia dini.
    • Nasehat yang diberikan sedikit demi sedikit akan meluluhkan hati seorang yang ambisius..

    6. Nilai Estetika

    Terakhir adalah nilai estetika, dimana cantiknya seorang Bibi Zainab yang diungkapkan dalam pemilihan kata-kata yang indah. 

    Sudah Tahu Mengenai Hikayat Bayan Budiman?

    Itulah beberapa penjelasan mulai dari deskripsi mengenai Hikayat Bayan Budiman, isinya, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan begitu karya sastra satu ini sangat tepat untuk dijadikan bacaan siapa saja karena memiliki manfaat bagi kehidupan manusia. Selain itu, sikap dan perilaku manusia bisa berubah nantinya.

  • 20 Contoh Puisi Bunga, Indah dan Romantis

    20 Contoh Puisi Bunga, Indah dan Romantis

    Puisi merupakan salah satu karya sastra yang disukai oleh banyak orang, bahkan sastra ini juga diperlombakan. Ada banyak sekali tema puisi, salah satunya tentang bunga. Pada artikel berikut akan dibahas 20 contoh puisi bunga yang pastinya indah dan romantis.

    Pengertian Puisi

    Sebelum membahas lebih jauh tentang contoh dari puisi bunga, sebaiknya Anda ketahui dulu pengertian dari puisi tersebut. Adapun pengertian dari puisi itu ada banyak sekali mulai dari pendapat para ahli hingga KBBI. 

    Namun secara umum, puisi merupakan sebuah karya sastra yang biasanya berasal dari ungkapan hati seseorang, utamanya penyairnya, sebagai bentuk mengekspresikan diri. Untuk itulah puisi biasanya akan menggambarkan sebuah kesedihan, kebahagiaan, hingga kekaguman pada sesuatu

    Adapun ciri umum dari sebuah puisi adalah tersusun dari rangkaian bahasa yang indah namun padat dan penuh makna. Tujuannya adalah untuk menciptakan suasana tertentu hingga pembaca bisa memahami dan menghayati isi dari puisi tersebut.

    Pengertian yang hampir sama dengan KBBI, dimana menurutnya puisi merupakan ragam sastra dengan penggunaan bahasa yang terikat. Terikat tersebut meliputi terikat oleh mantra, irama, penyusunan larik, bait, hingga rima.

    Tidak hanya itu, ada juga beberapa pendapat lainnya tentang puisi oleh beberapa ahli seperti seorang sastrawan Inggris, James Reeves, yang mengartikan puisi sebagai ekspresi bahasa yang penuh daya pikat. 

    Kemudian ada juga sastrawan Malaysia bernama Usman Awang yang mengartikan puisi sebagai suatu nyanyian orang yang putus asa. Orang yang lelah mencari ketenangan dan kepuasan dalam puisi yang mereka tulis.

    Seorang sastrawan Indonesia yaitu Putu Arya Tirtawirya mengartikan puisi sebagai suatu ungkapan yang memiliki makna tersirat dan condong menggunakan kata-kata yang konotatif. Selain itu, H.B Jassin juga mengartikan puisi sebagai karya sastra yang diucapkan dari perasaan.

    Biasanya ini memiliki gagasan atau pikiran tentang suatu hal dan kejadian tertentu. Selanjutnya, Aminuddin yang seorang pakar bahasa Indonesia berpendapat bahwa puisi adalah sebuah struktur yang terdiri dari berbagai unsur pembangun dan terhubung satu sama lain karena memang berkaitan.

    Contoh Puisi Bunga

    Berikut ini 20 puisi bunga yang bisa Anda pilih.

    1. Bunga Mawar

    Puisi tentang mawar ini memiliki syair sebagai berikut.

    Bunga mawar di taman hatiku

    Kini mekar dalam aliran rindumu

    Setitik embun mengusap jiwa sepi

    Dengan kehadiran cintamu

    Kau hadir terlalu pagi bagiku

    Tapi aku tak kuasa menolak hadirmu

    Kamulah bidadari penghias mimpiku

    Mawar yang terlampau indah bagiku

    Kasihku, mari kita arungi kisah kita

    Dengan biduk cinta yang kita ukir bersama

    Bukan hanya dengan ungkapan puisi saja

    Tapi dengan realita

    2. Bunga Matahari

    Berikutnya ada puisi bunga matahari dengan syair sebagai berikut.

    Warnamu kuning

    Ukuranmu besar

    Tak seperti bunga pada umumnya

    Baik keindahan maupun bentuk

    Banyak yang mencarimu

    Haus akan keindahan rupamu

    Bila dipandang takkan jemu

    Bahkan waktu terasa cepat berlalu

    Oh, Bunga Matahari

    Ketika kau mekar, menantang mentari

    Kau simbol bunga sejati

    Elok rupawan dan kekal di hati

    Mahkotamu pancarkan keagungan

    Menjadi raja di pekarangan

    Bunga nan dipenuhi keelokan

    Tak diragukan hingga terbantahkan

    Setiap pagi kusirami

    Agar kau mekar dengan sempurna

    Dan kembali kusirami

    Sesaat ketika sore telah tiba

    Keu menari mengikuti angin

    Mengarah ikuti jalannya surya

    Tetap tegap meski malam dingin

    Kuat perkasa kala hari amat membara

    Terima kasih, bunga matahari

    Keindahanmu tawarkan sejuk

    Kemekaranmu memberi arti

    Yang selalu membuatku takjub.

    3. Angin dan Mawar

    Adapun syair dari puisi bunga bertemakan angin dan mawar ini yaitu:

    Angin membiarkan sekuntum bunga mawar

    Yang sedang merajuk di tangkainya

    Yang berkali-kali terangguk-angguk 

    Bahkan membiarkan bunga menggigit bibirnya

    Hingga tak ada satu kata terlepas dari mulutnya

    Mulut yang indah itu

    Karena angin telah diajarkan nenek moyangnya

    Bagaimana cara memanjakan kekasih hati

    Dengan cara membiarkannya berdiam diri

    Pada saat ia sedang bersedih hati

    Tapi menurut nasehat nenek moyangnya

    Angin harus setia menunggu kekasihnya

    Menunggu di sisi kekasih itu

    Tetap disana tanpa berniat pergi

    Angin lama berdiam di kebun mawar itu

    Sedikit pun tak pernah beringsut dari situ

    4. Setangkai Bunga Mawar

    Puisi bunga selanjutnya bertemakan bunga mawar dengan syair sebagai berikut.

    Setangkai bunga mawar mekar di taman

    Terlihat segar dan enak dipandang

    Membuat semua yang melihatnya 

    Ingin membawa pulang

    Bunga mawar segar di taman

    Warna merah indah terpancar

    Bunga itu kau berikan kepadaku

    Tanda tali kasihmu

    Setangkai bunga mawar

    Sebuah tanda sayangmu

    Pantulan dari kasih Rabb-mu

    Yang kau berikan kepadaku

    Yang kuterima dengan senang hati

    Agar kau juga bisa mengerti

    Engkau telah memberi simpati

    Bunga kusimpan sampai akhir nanti

    5. Memberimu Mawar

    Adapun puisi selanjutnya bertemakan mawar dengan syair sebagai berikut. 

    Aku akan memberimu sekuntum mawar

    Dengan keindahan tiada tara

    Keindahan yang menarik perhatian semua mata

    Energi yang memberi arti baru pada dunia

    Namun kau telah memberi patung

    Dari pancaran sinar hatimu yang dulu

    Dan mawarku akan menjadi tujuan 

    Tujuan yang lebih baik, untuk orang lain

    6. Bunga Mawar Kering 

    Puisi bunga selanjutnya berkaitan dengan mawar lagi dengan syair sebagai berikut.

    Masih tersimpan rapi kelopak bunga mawarmu

    Begitu mengiris hati setiap melihatnya

    Namun tak ingin kubuang begitu saja

    Walaupun telah kering dan tak wangi lagi

    Seperti air mata ini yang mengering

    Mengering seiring waktu bergulir

    Merentan mengikuti desir jiwa setiap detiknya

    Mengenang pelabuhan cinta yang telah pergi selamanya 

    Di taman bunga kala itu 

    Aku tidak menyangka

    Itu pelukan terakhirmu 

    Kau pergi meruntuhkan rantai hidupku

    Hidup dalam bejana kepiluan 

    Yang teramat panjang

    Bahkan saat dua purnama berlalu

    Kegelisahanku masih sama

    Menggerus palung kalbu

    Terasa sangat ngilu 

    Akankah mampu aku tanpamu

    Sampai hari yang kutuju

    7. Bunga Cinta

    Puisi selanjutnya berjudul “Bunga Cinta” yang memiliki syair sebagai berikut. 

    Kuhadapi ini setiap malam

    Gelap sepi hening mencekam

    Berteriak kuat namun terdiam

    Sunyi menghardik di tengah kelam

    Hati teriris kian lama memendam

    Atas cinta yang tak padam

    Berjalan di tepian tebing curam

    Dengan sakit yang terus menghujam

    Namun malam itu, semua berubah

    Tuhan menjawab asaku

    Hanya berbekal sejuta cinta

    Akhirnya kau takluk di depan mataku

    Semenjak malam itu hatiku terisi

    Olehmu yang sekian lama kunanti

    Membuat hati yang lama menguncup sepi

    Kini akhirnya bersemi kembali

    Terima kasih, Tuhan

    Atas takdir dan segala jawaban

    Terima kasih, yang aku kasih

    Kaulah yang terkasih

    Setangkai bunga ini kan bersaksi

    Atas bersatunya dua insani

    Kubuka lembaran baru dalam mimpi

    Merajut cinta yang kekal abadi

    Setangkai bunga ini menjadi lambang

    Bahwa akulah sang pemenang

    Dengan sabar dan sadar ku berperang

    Hasil membayar letihnya berjuang

    8. Melati Putih Berseri

    Puisi kali ini tentang bunga melati. Adapun syairnya sebagai berikut. 

    Dari sudut pemandangan halaman

    Tumbuh besar bunga melati idaman

    Bunga berwarna putih bersih terpelihara

    Dengan akar tumbuh kokoh menopang

    Daun hijau tertata di batang muda

    Berjajar-jajar di tanah yang subur

    Di bawah pohon besar yang rindang

    Semilir angin menggoyangkan tangkainya

    Seperti menari bersuka ria

    Sangat memanjakan pandangan mata

    Membuat betah dipandang

    Bahkan sangat ingin digenggam 

    Melati putih berseri

    Daunmu segar terhinggap embun pagi

    Luluhkan keras kejamnya hidup ini

    Warna putihmu sucikan hamparan

    Melati putih yang menenangkan

    Membuat rasa haus pun bisa hilang

    Haus akan kehidupan

    Sampai air di lautan kering terbiarkan

    9. Mekar di Pagi Buta

    Puisi bunga berikutnya ini memiliki syair sebagai berikut. 

    Hari Minggu datang lagi

    Ayam berkokok perkasa sekali

    Memecah hening di tepi pagi

    Bangunkan manusia seisi bumi

    Sembari, bunga di halaman 

    Mulai mekar bersamaan

    Bentuknya indah dan melingkar

    Sangat elok dipandang

    Ada melati, anggrek dan mawar

    Memberi kesejukan tanpa menawar

    Bahkan sangat menenangkan

    Membuat masalah hidup hilang

    Mekarmu di pagi buta

    Diiringi udara penyejuk jiwa

    Aku pandangi dengan seksama

    Oh benar, keindahanmu sungguhlah nyata

    Bila sore telah tiba

    Kusirami kau dengan ceria

    Tak sabar menunggu subuh tiba

    Untuk bisa kembali bersua

    10. Bunga Anggrek Indah

    Adapun puisi bunga anggrek ini memiliki syair sebagai berikut. 

    Hai Bunga Anggrek!

    Meski keberadaanmu langka

    Keindahanmu semakin terasa

    Takkan kubiarkan menjadi sirna

    Meski bukan kau yang terindah

    Namun kesanmu begitu mewah

    Bersinar terang di hari yang cerah

    Biru putih dan juga merah

    Tetaplah kau berada di sana

    Diantara banyaknya bunga-bunga

    Berpucukkan mahkota di ujung kepala

    Menjadi primadona dalam dada

    Hai bunga anggrekku

    Jangan punah dirimu

    Kepergianmu kan jadi sembilu

    Oleh karenanya, aku pasti merawatmu

    11. Bunga Mawar Romantis

    Selanjutnya ada puisi bunga mawar dengan syair sebagai berikut. 

    Hari ini

    Kupanjatkan syukur atas nikmat Tuhan

    Pada segala hal yang Dia berikan

    Tentang do’a yang terkabulkan

    Sebuah doa di setiap sujud

    Do’a dimana asa terwujud

    Ada yang telah terenggut

    Namun ada juga yang datang menjemput

    Seorang manusia pujaan hati

    Telah sudi berbagi arti

    Relakan waktu untuk menemani

    Disetiap lelah dan gerahnya hari

    Melalui mawar merah ini

    Kupersembahkan untukmu yang terpatri di hati

    Tertancap dalam di sanubari

    Bersarang abadi dalam hati

    Untukmu yang terkasih

    Setangkai mawar ini jadi saksi

    Saat cinta pertama kali bersemi,

    Antara kau dan aku kan abadi

    Terima kasih atas kesudian

    Terima kasih atas kerelaan

    Kepadamu kupersembahkan

    Segala apa yang ada di kehidupan

    Jadilah yang terhebat

    Bagai mawar yang indah diluar

    Namun tetap menutup diri

    Dibalik duri-duri yang tajam

    12. Cantik Bunga Jingga Merona

    Puisi bunga berjudul “Cantik Bunga Jingga Merona” ini memiliki syair sebagai berikut. 

    Setangkai bunga berwarna jingga 

    Elok rupa memanjakan mata

    Ku petik dari taman tak ternama

    Tampilmu elegan menggoyah semua

    Bunga jingga yang merona

    Kelopak menawan tersirat pada sukma

    Engkau hidup memberi warna-warni dunia 

    Membuat gemuruh rasa di jiwa 

    Saatku pandangi dengan tajam

    Bahkan dengan jarak seinci

    Aku tak tahu mengapa

    Aku tersenyum dan terus merona

    Bunga Jingga

    Cantikmu memesona hingga

    Menandingi intan permata

    Bahkan mulut ini tak bisa berkata

    Tangkaimu yang kokoh

    Sayupan udara itu

    Seakan mengantar ke alam bebas

    Bung jingga yang terpancar cerah

    Kini makin terpancar cerah warnanya

    Seakan menjadi saksi bisu kisah kita

    Sedap dipandang itu yang ku rasa

    Tercium harum semerbak tak terkira

    13. Wujud Bunga Sepenggal Cerita

    Adapun syair dari puisi bunga ini yaitu:

    Oh Bunga

    Warna-warni terlihat kau di kota sana

    Tak jemu-jemu insan berlalu

    Hilir mudik memandangmu

    Karena elokmu yang membuat terpaku

    Rumput-rumput kecil tumbuh di sekitarmu

    Sebagai saksi keindahanmu

    Menciptakan suasana akrab di alammu

    Oh Bunga

    Engkau berdiri merunduk dan tersipu malu

    Terpaut hati manusia dengan sombongnya

    Engkau sederhana dengan wujudmu

    Engkau mengalahkan kemerlap dunia

    Tidak terkalah oleh cantiknya cinderella

    Sang putri raja, pemilik banyak cerita

    Engkau mengalahkan kehebatannya 

    Oh Bunga

    Hadirmu sangat mengesan cerita 

    Wujud bayangmu yang nyata 

    Terlihat tepat di retina mata

    Tanpa menduga sebuah cerita rahasia

    Oh Bunga

    Hidupmu sungguh berharga untuk di cinta

    Memikat pesona sampai terbuang duka

    Tersenyum saat bulan terang di malam gulita

    Teruslah tumbuh wahai bunga 

    Sampai ia terbelanga

    Sampai orang menyadarinya

    Bahwa engkau berharga 

    14. Bunga Mengingat Masa Lalu

    Adapun untuk puisi bunga ini memiliki syair sebagai berikut. 

    Luas lentera mata memandang di halaman

    Hanya nampak setangkai bunga rupawan

    Menyeret memori kelabu masa lalu

    Tentang aku dan kamu

    Tangkai bunga bergerak 

    Menggoyah sebuah kesalahan besar

    Bunga hancur lebur sudah

    Seperti mimpi yang ingin dicapai itu

    Hilang ditelan bersama mentari tenggelam

    Kesalahan yang dilakukan manusia

    Seperti menuju jalan neraka

    Padahal air-air itu teriak harus kemana

    Kini hanya dalam penyesalan 

    Merenggut harapan demi harapan

    Langkah terhenti tersasar tak bertepi

    Napas sesak hanyut terbuai

    15. Bunga

    Puisi bunga kali ini memiliki syair sebagai berikut.

    Hanya engkau yang mengerti cerita duka

    Aku tak tau harus bagaimana pula

    Aku tak tau lagi cara memperbaikinya

    Bahkan tak tahu memulai darimana

    Yang aku inginkan sekarang

    Tak lain hanyalah

    Sebuah kehidupan seperti bunga

    Bunga yang hidup di taman surga

    16. Bunga dan Kumbang

    Kali ini puisi tentang bunga dan kumbang yang memiliki syair sebagai berikut. 

    Pagi hari ini

    Bunga kembang mekar berseri

    Disapa lembut cahaya mentari

    Hingga tumbuh bersemi kembali

    Kelopak lama berguguran jatuh

    Diterpa angin dengan teduh

    Yang mekar tak kenal lusuh

    Sejak kembang di waktu subuh

    Kumbang pun singgah karena tergoda

    Sambilkan menghisap sari bunga

    Menyerbuk Nektar memupuk asa

    Harum bunga dan warna daun mahkota

    Bagaimana tidak kumbang tertarik

    Meski mentari sepanas terik

    Harummu amat nikmat memekik

    Hingga singgah hinggap memetik

    17. Bunga Warna-Warni

    Adapun syair dari puisi bunga warna-warni ini yaitu:

    Indah bentukmu memberi makna

    Akan hari yang penuh jerah

    Lelah dan letih didepan mata

    Harum baumu tawarkan sirna

    Warna dan warni permukaanmu

    Merah, kuning, putih dan biru

    Semua mekar di halaman rumahku

    Pelebur lelah penghilang haru

    Setiap pagi kusirami

    Penuh kasih sayang di hati

    Amat cantik ketika berseri

    Engkaulah bunga penyejuk hati

    Hidup dalam satu pekarangan yang sama

    Kujaga dan kurawat sama rata

    Keindahanmu menawarkan sejuta asa

    Keharumanmu yang begitu menggoda

    Melumpuhkan syaraf-syaraf hidungku

    Memanjakan retina mataku

    Hingga aku lupa jika sedang di dunia

    Karena keindahanmu seperti di surga

    18. Pekaranganku

    Syair dari puisi bunga dengan judul “Pekaranganku” ini yaitu:

    Betapa indah pekaranganku

    Terdapat banyak bunga yang tumbuh

    Setiap pagi kusiram selalu

    Begitu senang rasanya hatiku

    Banyak jenis bunga yang ada disana

    Mawar, melati, anggrek dan kamboja

    Kupagari dan selalu kujaga

    Sebagai bahan pemanja mata

    Tak pernah lupa untuk kurawat

    Supaya tumbuh besar dan kuat

    Oh Tuhan, ini sungguhlah nikmat

    Penyejuk diri disaat penat

    Janganlah layu karena panas

    Meski benalu terkadang ganas

    Selalu kujaga sepenuh hati

    Untuk pekarangan yang asri

    19. Perjalanan ke Sekolah

    Syair puisi bunga tentang perjalanan ke sekolah ini yaitu:

    Hampir di setiap pagi

    Kulalui jalan ini sepanjang hari

    Tak bosannya mata memandangi

    Akan keindahan alam di jalan ini

    Bunga-bunga bersemi indah

    Kala kaki melangkah ke sekolah

    Pagi yang tiba terasa semakin berkah

    Bagai diberi sejuta hadiah

    Aku terpana dan terlena

    Sambil selalu memanjatkan do’a

    Semoga tetaplah seperti ini jua

    Tanpa disentuh tangan-tangan pendusta

    Oh bunga, kambanglah bunga kuncupmu

    Beri aku sepenggal syahdu

    Keindahanmu sungguh tak terbendung

    Memupus hati yang tengah redung

    20. Kaulah Bunga Melati

    Puisi bunga yang terakhir tentang bunga melati dengan syair sebagai berikut.

    Kaulah bunga melati

    Lambang dari segala yang terpatri

    Kaulah bunga penyejuk pagi

    Penghangat kala malam hari

    Darimu, semua orang dapat merasa

    Tentang apa yang disebut indah

    Darimu, orang-orang akan terpana

    Akan apa yang menerbitkan gairah

    Harummu, semerbak mewangi

    Menusuk menyentuh ke ulu hati

    Kusentuh lembut dengan jemari

    Kucium baumu melepas letih

    Begitulah bunga melati

    Tumbuh membesar di halaman rumah

    Kusiram dan kujaga sepenuh hati

    Agar kelak kau tetap ada disini

    Tak restu hati ini

    Bilamana kau dipetik orang

    Andai saja datanglah si tangan liar

    Tak rela dan tak sudi dalam jiwa

    Engkaulah bunga di taman hati

    Pemusnah lelah penghibur sepi

    Keindahanmu pancarkan motivasi

    Untuk jalani hidup sepanjang hari

    Sudah Tahu 20 Puisi Bunga?

    Nah setelah tahu 20 contoh puisi bunga yang bisa langsung dipilih akan menggunakan puisi yang mana. Anda juga bisa membuat puisi sendiri dengan berpedoman pada beberapa contoh puisi tersebut. Semoga bermanfaat!

  • 6 Struktur Teks Hikayat, Karakteristik dan Penulisannya yang Benar

    6 Struktur Teks Hikayat, Karakteristik dan Penulisannya yang Benar

    Hikayat adalah jenis prosa lama yang isinya identik dengan cerita atau dongeng. Biasanya unsur cerita yang ditonjolkan dalam hikayat adalah kisah tentang kesaktian, keanehan, atau mukjizat. Jika kamu hendak membuat atau belajar lebih dalam perihal hikayat, simak struktur teks hikayat di bawah ini!

    Sekilas Tentang Hikayat

    Hikayat atau hikayah memiliki arti bercerita atau menceritakan. Prosa ini biasanya dibacakan dalam suatu acara dengan tujuan untuk membangkitkan semangat, mengingatkan, dan sebagai pelipur lara.

    Keberadaan prosa lama ini banyak ditemukan dalam bahasa Melayu, sehingga memiliki karakteristik yang berbeda dari karya sastra jenis lainnya. Selain itu, struktur teks hikayat dan ciri-cirinya pun tidak sama dengan jenis karya yang serupa.

    Seperti penjelasan sebelumnya, hikayat identik dengan cerita tentang keanehan, kesaktian, atau bahkan mukjizat yang diterima oleh para tokoh dalam cerita. Sehingga, banyak yang menganggap prosa ini sebagai cerita rakyat atau cerita dongeng belaka.

    6 Struktur Teks Hikayat 

    Alur cerita di dalam hikayat sering dijadikan sebagai pembelajaran atau pesan moral bagi para pembaca dan pendengarnya. Agar bisa memahami jenis prosa lama satu ini, simak 6 struktur teks hikayat berikut:

    1. Abstraksi

    Struktur pertama ada abstraksi. Seperti namanya, struktur ini merupakan inti cerita di dalam teks hikayat. Inti cerita tersebut nantinya akan dikembangkan menjadi berbagai macam peristiwa.

    Abstraksi juga dikenal sebagai gambaran cerita di dalam teks hikayat. Misalnya, abstraksi dari hikayat Abu Nawas dan Lalat adalah kecerdikan Abu Nawas membalas perlakuan baginda raja melalui lalat.

    Dalam proses penulisannya, penyusunan teks hikayat diperbolehkan untuk tidak menggunakan abstraksi atau inti cerita. Namun, keberadaan abstraksi menjadi sangat penting, karena menjadi bagian permulaan untuk membangun cerita hikayat yang lebih baik.

    Maka dari itu, penyusunan teks hikayat akan jauh lebih sempurna jika menggunakan abstraksi atau inti cerita. Baik penulis atau pembaca akan memahami inti cerita dari teks hikayat lewat abstraksi atau penggambaran inti cerita tersebut.

    2. Orientasi

    Struktur teks hikayat kedua ada orientasi. Struktur kedua ini juga menjadi bagian penting di dalam teks hikayat, karena berisikan keterangan latar tempat, latar waktu, dan suasana di dalam cerita.

    Penyusunan orientasi khususnya keterangan suasana dalam cerita disusun dengan dramatis. Tujuannya agar para pembaca bisa terbawa suasana dan merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh dalam cerita.

    Contoh, Putri Kuning sedih melihat kesembilan kakaknya yang hanya bersenang-senang dan memerintah para pelayan dengan seenaknya. Suatu ketika, Putri Kuning membersihkan taman kesayangan raja, tapi ia justru mendapat respon yang tidak menyenangkan dari kesembilan kakaknya.

    Contoh hikayat Putri Kemuning di atas mengandung orientasi berupa latar tempat, yaitu taman kesayangan raja dan suasana hati Putri Kuning yang sedih karena kelakuan kesembilan kakaknya.

    Dengan adanya orientasi, seperti latar tempat, latar waktu, dan suasana cerita dalam sebuah cerita hikayat akan memudahkan pembaca untuk terlibat langsung dalam cerita tersebut, khususnya dalam emosional.

    3. Komplikasi

    Ketiga adalah komplikasi. Struktur teks hikayat ini berisi tentang urutan berbagai macam peristiwa yang saling terhubung satu sama lain. Hubungan tersebut biasanya dikarenakan oleh sebab dan akibat dalam cerita.

    Di dalam komplikasi ini terdapat banyak konflik yang bermunculan, mulai dari bagian awal, tengah, dan akhir cerita. Konflik-konflik tersebut akan dimunculkan secara terus-menerus hingga cerita hikayat tamat.

    Selain itu, di dalam struktur komplikasi juga akan dimunculkan karakter dengan berbagai keistimewaan. Misalnya, memiliki kekuatan ajaib, sehingga bisa menyelesaikan konflik yang muncul.

    Contoh, semenjak Hang Tuah pergi meninggalkan istana, posisinya digantikan oleh sahabatnya bernama Hang Jebat. Karena pemabuk berat, raja tidak betah dengan sikap Hang Jebat. Baginda raja pun meminta Hang Tuah untuk mengalahkan Hang Jebat melalui sebuah pertarungan.

    Hang Tuah memenangkan pertarungan tersebut. Hang Jebat akhirnya mati di pangkuan Hang Tuah. Karena menang, Hang Tuah kembali menjabat sebagai laksamana di istana.

    Berdasarkan contoh hikayat Hang Tuah di atas, terdapat struktur komplikasi berupa konflik, kemunculan karakter yang memiliki kekuatan, dan penyelesaian konflik.

    Konflik dari penggalan cerita teks hikayat di atas adalah ketidaksukaan raja dengan sikap Hang Jebat yang pemabuk. Lalu, munculah karakter Hang Tuah di dalam cerita yang memiliki kekuatan dan mengalahkan Hang Jebat dalam sebuah pertarungan.

    4. Evaluasi

    Keempat ada evaluasi. Di dalam bagian struktur teks ini terdapat berbagai jenis konflik yang kemudian akan diselesaikan oleh tokoh sentral atau memiliki peran penting dalam cerita.

    Penyelesaian konflik tersebut dinamakan dengan evaluasi. Tujuan dari struktur teks ini adalah membuat alur cerita sudah mendekati akhir.

    Struktur teks hikayat evaluasi memiliki peran penting, karena memberikan berbagai jenis pembelajaran lewat pesan-pesan yang disampaikan kepada para pembacanya. Isi dari pesan tersebut tidak jauh dari pesan moral atau pesan agama.

    Contoh, Abu Nawas pun murka dan ingin balas dendam kepada raja, karena rumah dan tanahnya dirusak. Kemarahan Abu Nawas semakin memuncak saat raja tidak meminta maaf dan bertanggung jawab kepada Abu Nawas.

    Keesokan harinya, Abu Nawas ke istana dan melaporkan perlakuan tamu tidak diundang kepada raja. Tamu tersebut adalah lalat-lalat yang jumlahnya sangat banyak. Abu Nawas pun meminta izin kepada raja untuk mengusir lalat-lalat tersebut keluar dari istana.

    Raja pun langsung mengizinkan Abu Nawas untuk mengusir lalat tersebut. Abu Nawas pun mengejar dan memukuli lalat tersebut menggunakan tongkat besi hingga memecahkan vas bunga, patung hias, dan peralatan istana lainnya.

    Berdasarkan contoh teks hikayat di atas, dapat diketahui bahwa konflik dalam cerita Abu Nawas dan Lalat adalah kemarahan Abu Nawas terhadap raja. Karena, telah merusak rumah dan tanahnya tanpa izin dan tidak mengucapkan kata maaf.

    Evaluasi dari konflik tersebut muncul saat Abu Nawas memiliki ide untuk membalas perbuatan raja menggunakan lalat-lalat yang jumlahnya banyak. Setelah mendapatkan izin, Abu Nawas mengusir lalat tersebut menggunakan tongkat besi hingga merusak fasilitas di dalam istana.

    Secara tidak langsung, evaluasi di atas memberikan pesan moral agar tidak bertindak sesuka hati. Meski memiliki jabatan tinggi, harus berani mengakui kesalahan serta mau bertanggung jawab.

    5. Resolusi

    Kelima ada struktur teks hikayat resolusi. Struktur ini berisikan tentang berbagai jenis solusi dari masalah atau konflik yang dihadapi oleh tokoh di dalam cerita hikayat.

    Resolusi biasanya berasal dari pemikiran pribadi penulis cerita. Pada bagian ini, resolusi yang dihadirkan oleh penulis bisa dijadikan sebagai pembelajaran dan bisa diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.

    Contoh, suatu hari ketika baginda raja dan istri sedang berlayar, tiba-tiba mahkota raja terjatuh. Hang Tuah sudah berusaha cukup keras untuk mengambil mahkota tersebut, tapi gagal karena diserang oleh buaya putih.

    Selain mahkota milik raja, keris Taming Sari milik Hang Tuah juga ikut hilang. Tidak lama setelah kejadian tersebut, Hang Tuah dan baginda raja sering sakit-sakitan. Meski dalam keadaan sakit, Hang Tuah tetap melaksanakan perintah dari raja untuk memimpin perang saat melawan bangsa Portugis.

    Berdasarkan contoh hikayat di atas, resolusi yang bisa dijadikan pelajaran adalah sikap Hang Tuah yang tetap mengikuti perintah raja meski dalam keadaan sakit. Kesetiaan dan sikap pantang menyerah dari Hang Tuah layak dijadikan sebagai panutan.

    6. Koda

    Struktur teks hikayat terakhir adalah koda. Struktur teks ini juga disebut sebagai kesimpulan dalam cerita. Di dalam struktur koda ada berbagai nilai dan hikmah yang bisa diambil oleh pembaca dari cerita di dalam teks hikayat.

    Koda berbeda dengan abstraksi. Meski begitu, masih banyak yang keliru membedakan antara inti cerita dengan kesimpulan dari sebuah cerita di dalam teks hikayat.

    Jika inti cerita terdiri dari alur cerita sebuah hikayat, maka kesimpulan atau koda terdiri dari alur, konflik, dan pesan moral yang bisa diambil oleh para pembaca. Sederhananya, struktur koda merangkum abstraksi, orientasi, komplikasi, evaluasi, dan resolusi.

    Contoh Struktur Teks Hikayat Koda Berbentuk Kesimpulan

    Diceritakan sebuah rumah di pelosok desa yang sangat terpencil hingga tidak ada seorang pun yang mengetahui lokasi tersebut, kecuali para penduduk setempat.

    Desa tersebut memiliki 20 kepala keluarga dan dipimpin oleh seorang kepala desa yang amat ramah bernama Rahmat. Seluruh warga sangat mencintai Pak Rahmat, karena sosoknya yang adil dan bijaksana.

    Pada suatu malam terdengar keramaian di depan salah satu rumah warga. Satu persatu warga desa terbangun. Mereka bertemu di salah satu perempatan desa dan saling bertanya tentang apa yang sedang terjadi.

    Pak Rahmat pun menceritakan apa yang terjadi sebenarnya, “Ada suara ledakan yang besar, lalu disusul asap dan api yang berkobar“.

    Ternyata ada insiden kebakaran di salah satu rumah warga di desa tersebut. Hingga menimbulkan kepanikan dan kegaduhan.

    Koda dari contoh cerita hikayat di atas adalah ketika Pak Rahmat menjelaskan tentang bunyi suara ledakan, kemunculan asap dan api merah yang berkobar di salah satu rumah warga.

    Contoh Struktur Teks Hikayat Koda Berbentuk Amanat

    Hiduplah seorang anak kecil dan ibunya yang tinggal di rumah sederhana berukuran kecil, di pinggir Pantai Sumatera.

    Anak tersebut bernama Malin. Dia adalah anak yang sangat berbakti kepada ibunya. Suatu hari, Malin mendapat pekerjaan di kota besar. Karena ingin merubah nasib, Malin pun meminta izin kepada ibunya untuk merantau beberapa bulan.

    “Pergilah nak, hiduplah dengan bahagia dan jangan lupa pulang menemui ibumu beberapa bulan lagi,” ucap sang ibu.

    Sudah bertahun-tahun Malin tidak pulang dan ibu Malin tidak mendengar kabar dari anak satu-satunya. Pada suatu pagi, sebuah kapal yang berukuran sangat besar berlabuh di pantai yang tidak jauh dari ibu Malin tinggal.

    Tiba-tiba munculah sepasang bangsawan tampan dan cantik. Keduanya menuruni kapal dengan pakaian yang berkilau.

    “Malin, apakah itu kamu? Syukurlah kamu pulang nak,” teriak ibu Malin.

    Istri Malin menatap suaminya dan bertanya, “Suamiku, siapa wanita dekil yang berteriak ini? Aku tidak sudi melihatnya!” 

    Malin pun memanggil para penjaga untuk mengusir ibunya supaya menjauh.

    Ibu Malin pun sedih bercampur kecewa. Kesabarannya sudah habis, hingga akhirnya ibunya berteriak dan mengutuk Malin menjadi batu.

    Seketika hujan turun deras disertai petir yang menyambar. Malin pun mulai takut, lalu bersujud tepat di kaki ibunya. Sayang, penyesalan Malin sudah terlambat. Perlahan tubuh Malin berubah menjadi batu dengan posisi sedang bersujud.

    Koda dari cerita Malin Kundang di atas adalah sebagai anak tidak boleh durhaka kepada orang tua, terutama kepada ibu yang sudah melahirkan dan berjuang merawat anak-anaknya hingga sukses.

    Karakteristik Teks Hikayat

    Setelah mengetahui apa saja struktur teks hikayat, kurang lengkap rasanya jika tidak membahas karakteristik teks hikayat. Agar lebih mudah memahami prosa lama ini, berikut beberapa karakteristik di dalam teks hikayat menurut Kemdikbud:

    1. Kemustahilan

    Pertama, ada kemustahilan atau alur cerita yang tidak bisa diterima secara logis. Kemustahilan bisa muncul melalui bahasa dan adegan cerita.

    Contoh dari karakteristik kemustahilan di dalam teks hikayat adalah sebagai berikut:

    Tiba-tiba saja tiga daun terjatuh dari pohon besar dan berubah menjadi makanan. Ketiga pengembara langsung menyantap makanan tersebut. Porsi Aldi sudah habis, sedangkan Ifan dan Sigit masih banyak.

    Keduanya tidak sanggup untuk menghabiskan makanan yang mereka inginkan. Tiba-tiba sisa makanan tersebut marah dan mengamuk kepada Ifan dan Sigit hingga keduanya tidak bisa melanjutkan perjalanan.

    Kemustahilan dalam teks hikayat tersebut terdapat pada kalimat “tiga daun berubah menjadi makanan” dan “sisa makanan yang mengamuk kepada dua pengembara”. Kejadian tersebut tentu tidak bisa diterima secara masuk akal, sehingga masuk ke dalam kategori kemustahilan.

    2. Kesaktian

    Berikutnya ada kesaktian. Hampir semua teks hikayat menceritakan tokoh yang memiliki kesaktian, sehingga mereka dijadikan sebagai ksatria.

    Berikut contoh teks hikayat yang menampilkan kesaktian tokohnya:

    Hang Tuah terkenal sebagai ksatria hebat di masa Kesultanan Malaka. Di saat umurnya menginjak angka 10 tahun, Hang Tuah dan empat orang sahabatnya berlayar ke Laut China.

    Dalam perjalanan, Hang Tuah dan keempat sahabatnya diserang oleh gerombolan lanun. Meski begitu, Hang Tuah dan empat orang sahabatnya bisa memberikan perlawanan dan memenangkan pertarungan.

    Selain Hang Tuah, ada pula tokoh lain yang juga digambarkan memiliki kesaktian, yaitu Gatot Kaca yang bisa terbang tanpa sayap dan memiliki tubuh yang sangat kuat.

    3. Anonim

    Karakteristik teks hikayat ketiga adalah anonim. Seperti namanya, karakteristik anonim tidak diketahui siapa yang menulis dan menceritakan hikayat. Sebab, prosa lama ini sudah diceritakan secara turun temurun.

    Misalnya, cerita Mahabharata yang merupakan Vyasa Krishna Dwipayana dari India yang sudah ada sejak tahun 400 sebelum masehi.

    4. Istana Sentris

    Terakhir ada istana sentris, yaitu latar tempat kejadian dari cerita hikayat kebanyakan berada di istana kerajaan. Selain itu, juga ada tokoh raja dan tokoh lainnya yang memiliki peran penting di istana.

    Berikut contoh teks hikayat yang menjadikan istana kerajaan sebagai latar belakang di dalam cerita:

    Di suatu pagi hari yang begitu cerah, Sultan Harun Al-Rasyid memanggil Abu Nawas ke istana. Ternyata Sultan Harun hendak menguji kecerdasan Abu Nawas.

    Sampainya Abu Nawas di istana, Sultan pun berucap, “Wahai Abu Nawas, aku menghendaki enam lembu dengan jenggot yang pandai bicara. Bisakah kau mendatangkannya dalam kurun waktu seminggu? Jika gagal, aku akan memenggal lehermu!”.

    Abu Nawas pun menuruti kehendak Sultan Harun. Setelah itu, Abu Nawas pamit untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Abu Nawas duduk terdiam dan merenungkan kehendak Sultan Harun tadi yang menyuruhnya membawa enam lembu berjenggot yang pandai berbicara.

    Kaidah Kebahasaan Teks Hikayat

    Teks hikayat juga memiliki kaidah kebahasaan. Ciri khasnya adalah memakai bahasa Melayu klasik dan kemudian ditandai dengan penggunaan banyak kata penghubung, bahkan kata yang sifatnya arkais. Supaya lebih memahaminya, simak kaidah kebahasaan teks hikayat berikut ini:

    1. Menggunakan Konjungsi

    Pertama adalah menggunakan konjungsi atau kata hubung di dalam kalimatnya. Konjungsi memang banyak digunakan dalam sebagian besar jenis teks, salah satunya adalah teks hikayat.

    Dalam struktur teks hikayat, penggunaan konjungsi sendiri biasanya terletak di awal kalimat. Keberadaan kata penghubung ini bisa membuat suatu cerita hikayat jadi lebih menarik.

    Semua jenis kata penghubung dapat digunakan untuk menyusun cerita hikayat. Namun, konjungsi yang paling banyak dan umum digunakan adalah kata penghubung seperti maka, dan, serta, dan lainnya.

    Berikut contoh hikayat yang menggunakan kata penghubung yang dimaksud:

    Maka, terjadilah pertarungan antara dua sahabat, yaitu Hang Tuah dan Hang Jebat. Pada pertarungan tersebut, Hang Tuah berhasil mengalahkan Hang Jebat sesuai dengan perintah raja.

    Setelah Hang Jebat mati di pertarungan, Hang Tuah kembali menjabat sebagai laksamana di istana. Hang Tuah kembali melindungi raja serta anggota di dalam istana.

    Berdasarkan contoh hikayat di atas, terdapat beberapa kata penghubung yang digunakan untuk memperjelas sebuah alur cerita. Selain menggunakan kata “maka, dan, serta”, teks hikayat berjudul Hang Tuah di atas juga menggunakan kata penghubung lain, seperti “dengan, di, setelah”.

    Tanpa adanya tambahan konjungsi atau kata penghubung, maka isi cerita hikayat tidak akan mudah dipahami oleh para pembacanya.

    2. Menggunakan Kata Arkais

    Kaidah kebahasaan kedua adalah menggunakan kata arkais. Kata-kata ini banyak digunakan oleh penulis hikayat di zaman dahulu. Oleh karena itu, kebahasaan arkais sulit dimengerti di zaman sekarang.

    Biasanya, penulis hikayat zaman dulu menggunakan arkais untuk awalan pada berbagai macam istilah di dalam cerita. Meski kebahasaannya sulit dipahami, keberadaan arkais bisa bantu pembaca mengetahui jenis-jenis kosakata baru yang populer di zaman dulu.

    • Contoh teks hikayat yang menggunakan arkais “antah-berantah”

    Di sebuah negeri antah-berantah, hiduplah seorang raja yang bijaksana dan memiliki 10 orang putri yang cantik. Semua putri raja memiliki nama berdasarkan warna, yaitu Putri Jambon, Nila, Jingga, Ungu, Hijau, Biru, Kelabu, Merah Merona, Oranye, dan Putri Kuning.

    Arkais antah-berantah dapat dijelaskan sebagai negara atau tempat yang tidak diketahui nama atau lokasinya.

    • Contoh teks hikayat yang menggunakan arkais “hulubalang”

    Di kemudian hari, baginda raja ramai dihadapi oleh menteri, hulubalang, dan rakyat sekalian di singgasananya.

    Hulubalang memiliki arti sebagai pemimpin pasukan, kepala laskar, prajurit pengawal, polisi desa, kepala negeri, dan dubalang. Kata arkais ini digunakan untuk cerita hikayat bertema kerajaan yang identik dengan pasukan-pasukan pengamanan.

    • Contoh teks hikayat yang menggunakan arkais “melontari”

    Dan maka apabila dilihat oleh orang-orang di pasar itu, perlahan Si Miskin berjalan datang, maka masing-masing pun datang untuk melontari ia dengan batu. Ada juga orang yang memalu dengan kayu.

    Arkais melontari memiliki arti sebagai melempari. Jadi, di dalam teks hikayat zaman dulu yang terdapat kata “melempari” akan digantikan oleh “melontari”, seperti contoh teks hikayat di atas.

    3. Gaya Bahasa yang Digunakan

    Kaidah kebahasaan terakhir dalam struktur teks hikayat adalah gaya bahasa yang digunakan di dalam cerita. Tujuannya untuk memperkaya kosa kata dan memperluas sebuah karya sastra.

    Dibanding teks lainnya, teks hikayat lebih banyak menggunakan gaya bahasa, sehingga mudah ditemui. Hal ini juga menjadikan teks hikayat berbeda dengan prosa lainnya. Sederhananya, gaya bahasa menjadi salah satu ciri khas dari teks hikayat.

    Keberadaan gaya bahasa di dalam teks hikayat membuat ceritanya lebih menarik dan juga variatif. Para pembaca akan menjadi lebih tertarik dan tidak bosan berkat gaya bahasa yang ditulis di dalam cerita.

    Contoh Teks Hikayat Menggunakan Gaya Bahasa (Hikayat Kerajaan Pasai)

    Ada dua orang raja bersaudara. Paling tua bernama Raja Ahmad dan adiknya bernama Raja Muhammad.

    Raja Muhammad beroleh seorang anak putri yang elok parasnya di dalam sebatang bambu di tengah hutan. Yang kemudian dia diberi nama Putri Betong. Demikian juga Raja Ahmad beroleh seorang anak laki-laki, yang dibawa oleh seekor gajah dan diberi nama Merah Gaja.

    Contoh Teks Hikayat Menggunakan Gaya Bahasa (Hikayat Hang Tuah)

    Adapun Sang Potala Dewa itu tahu dirinya akan memperoleh anak. Maka, anaknya itulah akan menjadi raja di Bukit Siguntang. Maka dari pada anak cucu baginda itu, menjadi raja besar-besar pada akhir zaman. Maka tersebutlah pula perkataan seorang raja, terlalu besar kerajaannya; maka permaisuri baginda itupun hamillah.

    Setelah genaplah bulannya, maka permaisuri pun betanaklah seorang perempuan, rupanya terlalu amat elok begitupun kelakuannya.

    Pada masa-masa jaya itu, seorang pun tiada menyamai rupanya anak raja itu. Maka dinamai oleh ayahanda bunda baginda tuan puteri Kemala Ratna Pelinggam. Maka dipeliharakan paduka ayahanda bunda baginda dengan sepertinya.

    Hatta berapa lama, maka beberapa anak raja-raja datanglah hendak meminang tuan puteri. Akan tetapi tiada diberi oleh paduka bunda baginda raja, karena segala raja-raja yang hendak meminang itu tiada sama dengan bangsa baginda itu, karena bundanya raja keinderaan.

    Berdasarkan contoh hikayat Hang Tuah di atas, gaya bahasa yang digunakan cukup banyak. Sebab, Hang Tuah merupakan salah satu karya sastra yang sudah ada sejak zaman dulu kala. Oleh karena itu, bahasanya banyak menggunakan arkais dan bahasa Melayu klasik.

    Namun, cerita Hang Tuah sudah diartikan menggunakan bahasa Indonesia, agar mempermudah generasi sekarang untuk memahaminya.

    Yuk, Buat Teks Hikayat dengan Struktur yang Runut!

    Sebagai prosa lama, teks hikayat memiliki banyak perbedaan dengan teks lainnya. Perbedaan tersebut mencakup struktur teks hikayat, karakteristik, hingga kaidah kebahasaan yang digunakan oleh penulis. Tujuannya agar lebih menarik untuk dibaca.

    Cerita hikayat juga menggunakan banyak kalimat arkais dan gaya bahasa yang beragam. Ini bisa menjadi kelebihan sekaligus kekurangan, karena sukar dipahami oleh pembaca di zaman sekarang. Oleh karena itu, cerita hikayat sudah diartikan menggunakan bahasa sekarang, agar mudah dipahami.