Category: Bisnis

  • Jobdesk Staff Marketing: Pengertian, Gaji, dan Skill yang Harus Dimiliki

    Jobdesk Staff Marketing: Pengertian, Gaji, dan Skill yang Harus Dimiliki

    Bagi yang masih ragu menentukan jurusan kuliah maupun jenjang karir, staff marketing adalah salah satu pekerjaan yang cukup menjanjikan dan memiliki cakupan bisnis yang luas. Uniknya, job ini tak selamanya harus Anda lalui dengan jalur pendidikan linier. Karena melalui banyak pelatihan skill Anda bisa cukup terasah untuk pekerjaan ini.

    Namun, tahukah Anda seberapa menjanjikan pekerjaan ini? Berapa besaran gaji rata-ratanya? Lalu, skill apa saja yang Anda butuhkan? Agar tidak bingung, artikel ini akan membantu Anda memahami pengertian, klasifikasi dasar, hingga besaran gajinya. Yuk, simak sampai habis!

    Apa itu Staff Marketing?

    Dalam sebuah bisnis, marketing adalah salah satu aspek yang cukup penting, karena akan berpengaruh pada angka penjualan dan juga branding produk. Apalagi dengan perkembangan era digital ini, marketing memiliki banyak bentuk, sarana, dan strategi yang membutuhkan tenaga ahli agar bisnis bisa beradaptasi dengan zaman.

    Pada umumnya, staff marketing adalah sebuah pekerjaan yang berfokus pada strategi pemasaran produk dari perusahaan yang membawahinya. Selaku divisi pemasaran, Anda akan berkutat pada perencanaan pemasaran, penggunaan tools marketing, implementasi, hingga evaluasi marketing bisnis.

    Karena berhubungan langsung dengan produk dan pelanggan, Anda tidak hanya terhubung dengan antar tim divisi pemasaran. Namun, juga pada berbagai pihak lain. Contohnya seperti vendor aplikasi marketing, tim produksi, sales, kreatif, dan lainnya. Sehingga pekerjaan tidak akan monoton di depan komputer saja.

    Secara teknis, Anda akan berkutat pada seluruh kegiatan pemasaran produk, mulai dari kampanye, pembuatan strategi, hingga implementasi pasar (penawaran, negosiasi dan penyelesaian konflik). Hal inilah yang membuat hampir seluruh bidang bisnis selalu membutuhkan keberadaan tim pemasaran untuk mendukung kemajuannya.

    Peluang Karir Menjadi Staff Marketing

    Jika Anda ingin masih ragu untuk berkarir menjadi staff marketing, beberapa peluang karir ini bisa membantu Anda memutuskan. Berikut uraiannya:

    1. Cakupan Bidang yang Luas

    Memiliki skill pemasaran yang baik, pastinya akan membantu Anda berkarir dalam banyak bidang bisnis. Karena hampir semua bisnis membutuhkan divisi pemasaran, sebut saja pendidikan, pertambangan, UMKM, fintech, dan lain sebagainya.

    Tak heran jika banyak orang yang beranggapan bahwa staff marketing adalah salah satu pekerjaan yang menjanjikan dan memiliki peluang besar. Bukan hal yang mustahil jika bisnis multinasional yang selama ini Anda idolakan atau sering Anda gunakan juga membutuhkan tenaga staf pemasaran yang handal.

    2. Kebutuhan Pasar yang Cukup Tinggi

    Tak hanya bisa berkarir dalam berbagai bidang bisnis, kebutuhan pasar akan pekerjaan ini cukup tinggi. Bahkan banyak perusahaan yang tidak mengutamakan lulusan universitas linier, selagi memiliki skill dan pengalaman yang mumpuni. 

    Jadi, Anda yang lulusan selain marketing pun masih memiliki kesempatan besar. Belum lagi sekarang banyak pelatihan online yang bisa memberikan pengalaman dan sertifikasi tambahan untuk menambah value dari portofolio yang Anda miliki.

    3. Peluang Karir Dalam dan Luar Negeri

    Secara teknis, staff marketing adalah pekerjaan yang dibutuhkan seluruh bidang bisnis, tak hanya dalam negeri namun juga luar negeri. Selain itu, banyak perusahaan multinasional hingga bisnis startup luar negeri yang menawarkan gaji fantastis. Selagi Anda memiliki skill dan kemampuan bahasa, peluangnya akan sangat besar.

    Untungnya, dalam perkembangan teknologi seperti sekarang ini, rasanya cukup mudah untuk mendapatkan informasi lowongan kerja profesional dan menjanjikan di luar negeri. Ada juga perusahaan multinasional yang memiliki kantor cabang di Indonesia yang bisa Anda jadikan referensi dan pilihan pekerjaan lain.

    4. Peluang Kerja Remote

    Lewat majunya perkembangan teknologi yang ada, pekerjaan ini juga berpeluang besar dalam sistem remote. Sistem ini memungkinkan Anda untuk bekerja dari rumah, dengan implementasi dan bisnis berbasis teknologi. 

    Banyak peluang bisnis remote yang memungkinkan Anda bekerja tanpa harus keluar rumah, Selain itu, dalam bisnis remote Anda akan berkesempatan melakukan berbagai aktivitas atau sistem kerja yang lebih fleksibel. Tentu saja dengan time management yang baik.

    5. Banyak Jaringan Komunitas Lintas Negara

    Staff marketing adalah pekerjaan yang menjanjikan dan bisa Anda kejar. Apalagi, sekarang banyak sekali komunitas lintas negara yang bisa membangun jaringan relasi yang lebih luas. 

    Jadi, Anda bisa saling bertukar informasi pada penggunaan teknologi marketing paling up to date. Serta menjadikannya peluang untuk meningkatkan relasi yang lebih luas untuk kebutuhan bisnis dan pribadi.

    6. Fokus Karir yang Luas

    Lewat kemampuan marketing yang Anda miliki, fokus karir Anda juga cukup luas. Karena dalam perusahaan berskala besar, ada banyak lini yang bisa Anda tekuni. Mulai dari marketing coordinator, digital marketing, account executive, hingga peluang menjadi brand ambassador dan mengembangkan bisnis Anda sendiri.

    7. Gaji yang Kompetitif

    Staff marketing adalah salah satu pekerjaan yang menawarkan gaji cukup tinggi. Di perusahaan dalam negeri, gaji yang bisa Anda terima berkisar antara Rp4.500.000,00 hingga lebih dari Rp7.000.000,00. 

    Pekerjaan ini juga termasuk profesional yang bisa berharga tinggi di luar negeri, kabarnya Anda bisa meraih hingga ratusan juta rupiah tiap bulannya. Bahkan, dalam beberapa negara, pekerja profesional akan mendapatkan hitungan bayaran perjam yang sangat fantastis.

    Jobdesk Staff Marketing

    Dalam praktiknya, selaku divisi pemasaran Anda biasanya memiliki beberapa jobdesk dasar. Berikut ini adalah beberapa tugas yang mungkin akan menjadi tanggung jawab Anda:

    1. Analisis Pasar

    Tugas pertama yang akan Anda kerjakan adalah bertanggung jawab dalam analisis pasar yang relevan dengan bisnis atau produk perusahaan. Dalam tugas ini, Anda membutuhkan kejelian dan kepekaan dalam membaca trend dan berbagai matriks digital. Setidaknya cakupan dalam analisis pasar adalah sebagai berikut:

    • Mengumpulkan data, baik riset pasar yang relevan, kompetitor, perilaku konsumen, trend industri, dan masih banyak lagi.
    • Analisis trend pasar juga menjadi tugas yang akan berpengaruh dalam pembuatan strategi pemasaran.
    • Staff marketing juga bertanggung jawab dalam mengalokasikan data dan analisanya untuk membuat segmentasi pasar. Ini berguna untuk meraih efektivitas strategis pemasaran yang relevan.
    • Kemudian, Anda juga berkewajiban melakukan penelitian dan pemantauan pada para kompetitor. Khususnya pada kekuatan, kelemahan, dan strategi marketing yang kompetitor gunakan.
    • Analisis SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities, Threats) juga salah satu deskripsi tugas dalam analisis pasar.
    • Terakhir tapi paling penting adalah penyusunan dan presentasi laporan pada rapat direksi.

    2. Perencanaan dan Implementasi Strategi Pemasaran

    Staff marketing adalah pekerjaan yang berfokus pada kebutuhan pemasaran. Nah, salah satu tugas yang akan Anda kerjakan sudah pasti berhubungan dengan perencanaan dan implementasi strategi pemasaran. Ini meliputi hal-hal sebagai berikut:

    • Penetapan tujuan pemasaran jadi bentuk kontribusi awal Anda dalam perencanaan strategi pemasaran yang spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis, dan berbatasan waktu. Tujuan tersebut juga  harus sejalan dengan visi, misi, dan nilai perusahaan.
    • Kemudian yang jadi fokus tugas ini adalah mengidentifikasi target audiens dari produk atau kampanye yang akan Anda lakukan. Biasanya, ini berkaitan dengan segmentasi audiens, karakteristik demografis, perilaku konsumen, dan kebutuhan pelanggan potensial.
    • Tak lupa, Anda juga akan mengembalikan pesan penawaran sesuai dengan tujuan strategi yang Anda buat.
    • Deskripsi tugas berikutnya adalah memilih saluran pemasaran, baik pemilihan media dan juga platform potensial sesuai strategi yang Anda buat.
    • Dari setiap strategi yang ada, Anda juga harus senantiasa mengembangkannya sesuai kondisi dan tren pasar yang berlaku.
    • Anda juga akan berkewajiban dalam penyusunan anggaran pemasaran, mengelola, dan memantau pengeluaran agar tetap sesuai dengan anggaran yang ditentukan.
    • Analisis dan pengukuran kinerja juga akan Anda lakukan. Khususnya untuk mengukur keberhasilan kampanye dan mengidentifikasi peluang perbaikan dengan data atau matrik yang relevan.
    • Karena pekerjaan Anda berhubungan dengan banyak departemen, Anda juga harus aktif dalam setiap kolaborasi dengan tim lintas departemen yang terlibat.
    • Hal yang tak kalah penting adalah terus memantau tren industri untuk membuat strategi paling efisien dan memiliki peluang keberhasilan yang tinggi.

    3. Kampanye Produk

    Karena ini adalah pekerjaan yang berhubungan dengan pemasaran produk, kampanye atau mempromosikan produk adalah tugas lain yang akan Anda kerjakan. Jobdesk ini mencakup beberapa kegiatan, seperti:

    • Pengembangan konsep kreatif adalah salah satu tugas kolaborasi Anda dengan divisi kreatif perusahaan. Anda akan berkontribusi dalam mengembangkan konsep dan ide kreatif untuk media kampanye atau konten yang akan Anda gunakan. 
    • Kemudian Anda juga akan melaksanakan aktivitas pemasaran sesuai dengan rencana kampanye. Cakupannya seperti mengelola saluran pemasaran yang dipilih, mengatur jadwal publikasi konten, meluncurkan iklan, dan berinteraksi dengan target audiens melalui berbagai saluran komunikasi.
    • Anda juga akan mengelola anggaran iklan, membeli ruang iklan, membuat dan mengoptimalkan iklan digital. Serta akan melibatkan diri dalam aktivitas promosi seperti diskon, kontes, atau acara khusus.
    • Tak kalah penting, Anda juga akan melakukan pemantauan kinerja kampanye, menggunakan tools marketing yang tersedia. Hal tersebut akan membantu proses evaluasi pada strategi pemasaran yang efektif. 

    4. Manajemen Hubungan Pelanggan

    Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa staff marketing adalah pekerjaan yang berhubungan langsung dengan pelanggan. Oleh karena itu, manajemen hubungan jadi tugas Anda. Ini akan mencakup hal-hal berikut:

    • Membangun dan menjalin komunikasi yang aktif dan baik dengan pelanggan melalui berbagai saluran. Seperti telepon, email, pesan teks, atau media sosial. 
    • Merespons pertanyaan, masukan, atau keluhan pelanggan dengan cepat dan profesional.
    • Mengumpulkan umpan balik dari pelanggan mengenai produk atau layanan perusahaan. Menerapkan survei, wawancara, atau metode lainnya untuk memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan serta mengidentifikasi area perbaikan.
    • Anda juga harus memelihara hubungan jangka panjang dengan pelanggan dan memastikan mereka merasa dihargai serta didengar. Hal tersebut bisa Anda lakukan melalui komunikasi teratur, penawaran khusus, atau menawarkan program loyalitas.
    • Kemudian Anda juga akan menerima, mencatat, dan menyelesaikan keluhan pelanggan dengan cepat dan efektif secara langsung. Mencari solusi yang memuaskan pelanggan, mengoordinasikan dengan departemen terkait, dan memastikan bahwa masalah pelanggan terselesaikan dengan baik.
    • Tak kalah penting pastinya Anda juga akan memberikan pelayanan pelanggan yang baik dan ramah. Menjadi sumber informasi yang dapat diandalkan bagi pelanggan, membantu mereka dalam memahami produk atau layanan yang Anda tawarkan.
    • Pengelolaan pangsa pasar adalah tugas yang berhubungan dengan mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan pangsa pasar dan mempertahankan pelanggan yang ada.
    • Pelatihan dan edukasi pelanggan, maksudnya memberikan informasi kepada pelanggan tentang produk atau layanan baru. Anda harus menyampaikan informasi yang jelas dan berguna untuk membantu pelanggan memanfaatkan produk atau layanan dengan maksimal.

    Skill yang Harus Staff Marketing Kuasai

    Dari banyaknya tugas dan tanggung jawab yang ada, ada beberapa skill yang harus Anda kuasai jika ingin menjadi expert dalam bidang ini. Hal tersebut mencakup beberapa skill linier dan tidak linier, contohnya seperti:

    1. Komunikasi atau Public Speaking

    Dari beberapa tugas yang ada, sudah bisa Anda simpulkan bahwa pekerjaan ini berhubungan dengan banyak orang. Hal tersebut mengharuskan Anda memiliki kemampuan komunikasi dan berbahasa dengan baik dan benar. Terutama untuk menyampaikan maksud dan tujuan yang menarik dan mudah dipahami.

    2. Riset dan Analisis

    Baik dalam pembuatan strategi, implementasi, kampanye, maupun hubungan dengan pelanggan, riset dan analisa adalah kemampuan yang sangat membantu. Anda harus memiliki kepekaan dalam membaca setiap matriks yang menjadi bahan pengukur dalam setiap riset dan analisa yang Anda lakukan.

    3. Sales Produk

    Kemampuan selanjutnya yang harus Anda miliki sudah pasti menjual produk. Walaupun terlihat simpel, namun hal ini cukup sulit dilakukan. Karena selain kemampuan bahasa dan percaya diri, Anda juga harus mengenal produk luar dalam. Anda juga harus mengenal siapa yang Anda ajak bicara.

    4. Customer Knowledge

    Sebenarnya, staff marketing adalah pekerjaan yang berhubungan langsung dengan pelanggan. Maka dari itu, sedikit banyak Anda akan belajar tentang psikologi, khususnya mengenai customer knowledge. Karena Anda harus pandai dalam mengajak atau mempengaruhi pelanggan melakukan apa yang Anda inginkan.

    5. Keterampilan dalam Penggunaan Teknologi

    Dalam implementasi pemasaran, khususnya pada era digital, berbagai tools marketing akan sangat membantu pemasaran yang Anda tekuni. Oleh karena itu Anda harus selalu up to date pada teknologi-teknologi tersebut, sehingga strategi yang Anda jalankan lebih maksimal.

    6. Manajemen Proyek

    Skill dasar yang harus Anda miliki berikutnya adalah kemampuan untuk mengelola proyek pemasaran yang tengah Anda jalankan. Ini juga akan berhubungan dengan kemampuan mengatur waktu serta mengkoordinasi setiap pihak terkait. Lewat kemampuan ini juga Anda akan mengetahui bagaimana cara promosi yang tepat.

    7. Kemampuan Interpersonal

    Skill ini mengacu pada kemampuan kerja sama atau kolaborasi, atau sekedar tahu bagaimana menempatkan diri dalam setiap situasi. Hal tersebut penting karena staf pemasaran tidak akan bekerja sendiri. Tentu saja, hal ini juga berlaku untuk mengatasi masalah yang terjadi pada keluhan konsumen secara kondusif dan efektif.

    8. Kreatifitas

    Staff marketing adalah pekerjaan yang juga melibatkan kreativitas berpikir seseorang, karena Anda harus mampu membuat ide dan pemahaman yang menarik minat banyak pihak. Khususnya kreatifitas untuk menjual, mempromosikan, dan menawarkan produk dengan cara kreatif dan menarik.

    9. Persuasif dan Negosiatif

    Persuasif dan negosiatif adalah dua kemampuan yang saling berdampingan. Karena untuk menarik minat pelanggan dan berhasil dalam semua negosiasi yang ada, kedua kemampuan ini sangat Anda butuhkan.

    Anda Tertarik untuk Menjadi Staff Marketing?

    Dari penjelasan tersebut kini Anda tahu bahwa staff marketing adalah pekerjaan yang menjanjikan dan memiliki jenjang karir bagus. Lewat semua tugas dan tanggung jawab yang ada, serta skill yang harus dikuasai, apakah Anda tertarik untuk menjadi expert dalam bidang tersebut?

  • PPIC Staff Adalah: Pengertian, Tugas, Kualifikasi, dan Gajinya

    PPIC Staff Adalah: Pengertian, Tugas, Kualifikasi, dan Gajinya

    Dalam dunia kerja, istilah PPIC bukanlah hal yang asing lagi. PPIC staff adalah bagian yang memiliki peranan sangat penting dalam perusahaan karena mempengaruhi operasional dari perusahaan tersebut. Pada artikel berikut akan dibahas secara lengkap mengenai pengertian, tugas, fungsi, hingga gaji bidang ini. 

    Pengertian PPIC

    PPIC merupakan singkatan dari Production, Planning and Inventory Control yang memiliki tugas penting dalam sebuah perusahaan. Di perusahaan, PPIC staff adalah bagian yang bertugas untuk mempersiapkan proses produksi mulai dari persiapan bahan baku sampai akhirnya menjadi barang jadi yang bisa dijual ke pasaran. 

    Seseorang yang ada di posisi ini harus bisa menentukan berapa jumlah persediaan bahan baku untuk proses produksi hingga menjadi sebuah produk jadi. Penentuan ini sangat penting karena bertujuan untuk mengefisiensi material tersebut sehingga sesuai dengan kebutuhan konsumen. 

    Untuk itulah, posisi PPIC sangat penting dalam sebuah perusahaan dan memiliki kualifikasi yang cukup sulit. 

    Tugas dan Tanggung Jawab Staf PPIC

    Beberapa tugas dan tanggung jawab dari PPIC staff adalah:

    1. Menyiapkan Bahan Jadi

    Tugas pertama dari PPIC staff adalah menyiapkan bahan produksi yang sudah jadi. Bahan jadi tersebut harus sesuai dengan estimasi yang telah pihak marketing tentukan. 

    Keakuratan dan ketepatan perhitungan sangat dibutuhkan dalam menyiapkan bahan jadi ini karena akan didistribusikan kepada konsumen. Selain itu, ini juga akan sangat bermanfaat untuk efisiensi biaya operasional selama produksi.

    2. Meninjau Forecast dari Marketing

    Staf PPIC bertugas dalam peninjauan forecast dari marketing. Staf bidang ini akan langsung berkoordinasi dengan bidang marketing tentang data forecast dalam menentukan jumlah estimasi barang. 

    Data forecast ini berisi perkiraan informasi untuk kegiatan produksi di masa depan dengan menggunakan beberapa riwayat data yang ada. Bagian staf ini harus bisa meninjau dan melaksanakan kegiatan produksi berdasarkan data tersebut agar hasil produksi bisa terjaga kualitas dan kuantitasnya.

    3. Memastikan Kualitas Barang yang Diproduksi

    Kualitas barang yang diproduksi sangat penting untuk diperhatikan karena akan mempengaruhi minat konsumen terhadap barang tersebut. Dalam hal ini, bidang PPIC memiliki tugas penting untuk memastikan kualitas barang yang diproduksi sesuai dengan data forecast yang ada. 

    Untuk memastikan hal ini, harus dilakukan quality control baik itu sebelum maupun sesudah proses produksi sehingga kualitas barang yang dihasilkan bisa terjamin. Kualitas barang tersebut maksudnya yaitu tidak adanya kecacatan dari barang atau produk tersebut.

    4. Menghitung Keperluan Produksi dan Memastikannya

    Tugas lainnya dari PPIC staff adalah memastikan kelancaran dalam kegiatan operasional perusahaan yaitu pada kegiatan produksi. Proses pengecekan ini harus dilakukan secara menyeluruh, dengan memastikan dan menghitung apa saja yang diperlukan untuk proses produksi. 

    Tidak hanya itu, staf PPIC juga bertanggung jawab dalam memenuhi material dan bahan baku yang dibutuhkan untuk proses produksi. Hal ini penting untuk membuat kegiatan produksi bisa berjalan dengan lancar hingga bisa menghasilkan produk yang berkualitas. 

    5. Melakukan Penjadwalan Proses Produksi

    Staf PPIC bertugas untuk membuat jadwal kegiatan produksi agar bisa berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dan diinginkan. Tugas penjadwalan ini sangat penting untuk memanajemen waktu sehingga bisa lebih efektif untuk kegiatan produksi. 

    Tidak hanya itu, ini juga agar tidak terjadi kesalahan selama proses produksi karena jadwal yang tidak teratur. 

    6. Menjaga Keseimbangan Penggunaan Mesin

    Bidang ini bertugas dalam menjaga keseimbangan antara penggunaan mesin perusahaan sehingga tidak ada lagi mesin produksi yang overload atau mungkin tidak ada lagi mesin yang jarang digunakan untuk kegiatan produksi. 

    7. Menyelesaikan Masalah Produksi

    PPIC sangat erat kaitannya dengan segala hal yang berkaitan dengan proses produksi. Untuk itulah salah satu tugas dari bidang ini adalah menyelesaikan masalah produksi yang mungkin terjadi seperti material dan kualitas barang yang tidak tepat. 

    Dalam proses penyelesaian ini tentunya staf PPIC tidak bekerja sendiri. Mereka akan menyelesaikannya bersamaan dengan bagian marketing perusahaan.

    8. Membuat Anggaran 

    Tugas lainnya dari PPIC staff adalah membuat rencana kegiatan tahunan dan penganggarannya. Anggaran tersebut ditujukan untuk apa saja yang dibutuhkan dan biaya untuk setiap kegiatan yang akan dilakukan.

    Dalam membuat anggaran ini tidaklah mudah. Untuk itulah perlu orang yang berpengalaman di bidangnya, misalnya yang memiliki pengalaman di bidang keuangan dan sejenisnya. 

    9. Membuat Laporan Kegiatan

    Setiap divisi tentunya memiliki tugas untuk membuat laporan kegiatannya. Begitu juga dengan bagian PPIC yang juga harus membuat laporan kegiatan terkait produksi barang yang dilakukan. Laporan tersebut nantinya akan disampaikan kepada Top Management di bagian Management Review bulanan.

    Biasanya laporan kegiatan ini dilakukan setelah proses produksi selesai atau mungkin bulanan tergantung dari perusahaan. Dalam pembuatan laporan ini, dibutuhkan seseorang yang memiliki kemampuan menulis yang baik. 

    10. Pengembangan Sumber Daya Manusia

    Bagian PPIC juga bertugas untuk mengembangkan sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Maksudnya yaitu sumber daya manusia untuk setiap staf yang ada di dalamnya. 

    Beberapa hal yang bisa dilakukan mungkin dengan melakukan pelatihan untuk staf terkait dengan tugas dan pekerjaan masing-masing. Ini termasuk tanggung jawab karena memang sumber daya manusia akan sangat mempengaruhi produk yang dihasilkan nantinya. 

    11. Membuat Program Pengurangan Biaya 

    Biaya produksi terkadang terlampau tinggi sehingga membuat perusahaan rugi. Untuk itulah, departemen ini juga bertugas untuk membuat program pengurangan biaya. Dalam hal ini, biasanya departemen PPIC akan membuat perencanaan produksi terbaik untuk meminimalisir pengeluaran. 

    12. Melakukan Perbaikan Terus-menerus

    Perusahaan yang bisa sukses adalah perusahaan yang terus melakukan perbaikan kearah yang lebih baik. Untuk membuat produk yang dihasilkan perusahaan menjadi lebih baik adalah tugas departemen PPIC. 

    Staf PPIC berperan besar dalam membuat sebuah rencana produksi yang semakin baik kedepannya. Ini sangat penting karena juga bisa mempengaruhi keberlangsungan dari bisnis atau berdirinya sebuah perusahaan. 

    Sifat yang Harus Dimiliki Bagian PPIC

    Ada beberapa sifat yang harus dimiliki dalam perencanaan produksi sehingga hasilnya sesuai dengan keinginan dan bisa selesai tepat waktu.

    1. Terpadu

    Sifat terpadu di sini maksudnya adalah staff PPIC harus mampu melakukan perancangan produksi sehingga mampu menyatukan berbagai faktor yang ada sehingga bisa menjadi satu rencana yang utuh untuk kegiatan produksi. Tanpa sifat ini, perusahaan tidak akan mampu menghasilkan produk yang berkualitas. 

    2. Berkelanjutan

    Dalam membuat perencanaan produksi, tidak hanya rancangan semata. Tetapi rancangan yang dibuat harus sesuai dengan rancangan sebelumnya sehingga proses produksi menjadi lebih cepat dan berkelanjutan untuk kedepannya.

    3. Terukur

    Sifat yang harus ada dalam perencanaan produksi berikutnya adalah terukur. Maksudnya, harus bisa menerapkan suatu nilai yang terukur sehingga bisa digunakan sebagai alat dasar untuk monitoring jika terjadi kesalahan dalam proses produksi. 

    4. Berjangka Waktu

    Dalam perancangan produksi, waktu adalah hal penting untuk diperhatikan. Adapun dalam proses perancangan produksi sebaiknya dibuat untuk jangka waktu yang lama sehingga bisa mengatasi berbagai perubahan yang kemungkinan akan terjadi di masa yang akan datang. 

    5. Berjenjang

    Dalam proses perancangan produksi sebaiknya harus dilakukan secara berjenjang, yaitu mulai dari jangka pendek sampai untuk yang jangka panjang. Perencanaan produksi yang gegabah malah akan membuat kegiatan produksi tidak bisa berjalan secara lancar. 

    6. Realistis

    Kegiatan produksi juga sebaiknya realistis. Maksudnya yaitu harus bisa dikondisikan antara produksi yang dilakukan dengan apa yang sebenarnya diinginkan saat itu sehingga hasilnya bisa didapatkan. 

    7. Akurat

    Dalam perancangan produksi, sebaik harus bersifat akurat. Maksudnya, data yang dibuat tidak boleh asal untuk menghindari kesalahan selama proses produksi dan kebenaran produksi pun bisa dipertanggung jawabkan di masa depan. 

    8. Menantang

    Perencanaan produksi yang dibuat oleh PPIC harus sesuai dengan data namun tetap harus menantang sehingga target produksi bisa diraih dengan kerja keras dan usaha yang sungguh-sungguh. 

    Kualifikasi yang Diperlukan di Bidang PPIC

    Bagi yang ingin bekerja di bidang PPIC harus memenuhi beberapa kualifikasi ini, antara lain:

    1. Minimal lulusan D3 jurusan manajemen, supply chain, administrasi bisnis, sistem informasi, teknik industri, atau bidang lain yang relevan. 
    2. Usia minimal 30 tahun.
    3. Minimal 1 tahun pengalaman dalam bidang tersebut (fresh graduate bisa mendaftar).
    4. Mahir menggunakan komputer terutama untuk software Microsoft Word, Excel, dan Power Point.
    5. Cekatan, teliti, dan mampu bekerja secara tim.
    6. Kemampuan analisis tajam dan detail.
    7. Bisa bekerja dalam tekanan dan tantangan.
    8. Bisa menggunakan sistem MRP dan MPS.
    9. Memiliki pengetahuan yang baik terkait perencanaan produksi dan prinsip-prinsip pengendalian kualitas produksi.
    10. Keterampilan organisasi dan analitik yang kuat.
    11. Kepemimpinan yang kuat dan keterampilan interpersonal.
    12. Menguasai matematika dan statistik.
    13. Memiliki keterampilan komunikasi yang hebat.
    14. Lancar berbahasa Inggris (baik lisan maupun tulisan).

    Skill yang Harus Dimiliki Staff PPIC

    Beberapa kemampuan yang harus dimiliki oleh staf PPIC sehingga bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab adalah:

    1. Keterampilan Perencanaan Produksi

    Keterampilan dalam proses perencanaan produksi merupakan hal pertama yang harus dimiliki oleh bagian perencanaan produksi. Hal ini karena pekerjaan staf bidang ini nantinya tidak akan jauh-jauh dari kegiatan produksi sehingga skill ini harus dimilikinya. 

    Tidak hanya itu, staf bagian ini juga harus bisa mengoordinasikan kegiatan produksi, terutama dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada. Ini penting untuk diperhatikan agar bisa mencapai target produksi sebuah perusahaan. 

    2. Analisis dan Pengambilan Keputusan

    Skill dan kemampuan yang harus dimiliki oleh staf bagian ini yaitu analisis data dan pengambilan keputusan. Maksudnya yaitu pengambilan keputusan terkait dengan kegiatan produksi termasuk perkiraan permintaan, ketersediaan bahan baku, hingga kapasitas produksi. 

    Tidak hanya itu, bagian staf juga harus mampu membuat keputusan terkait dengan jadwal produksi dan mengelola inventaris. Kemampuan ini penting karena jadwal produksi bisa menentukan produk yang dihasilkan apakah berkualitas atau tidak. 

    3. Keterampilan Komunikasi

    PPIC staff adalah pihak yang tidak bisa bekerja sendiri. Mereka perlu bekerja dengan divisi lainnya untuk bisa menjalankan tugas dan menghasilkan produk terbaik. Untuk itulah, keterampilan komunikasi yang efektif sangat diperlukan.

    Bagian PPIC harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik secara lisan ataupun tulisan. Mereka juga mau tidak mau harus mampu berinteraksi dengan berbagai departemen dalam perusahan tersebut, seperti bidang tim produksi, logistik, dan pengadaan. 

    4. Keterampilan Manajemen Persediaan

    Skill lain yang harus dimiliki oleh PPIC sfaff adalah keterampilan manajemen persediaan. Kemampuan tersebut berupa pemahaman yang baik tentang manajemen persediaan dan pengendalian stok. 

    Hal ini penting untuk dimiliki agar bisa mengelola persediaan secara efisien dan menghindari adanya risiko. Biasanya, staf yang tidak memiliki keterampilan ini akan lebih mudah terkena fluktuasi permintaan dan rentan menghadapi risiko adanya kekurangan dan kelebihan persediaan. 

    5. Keterampilan Komputer

    Keterampilan komputer tidak hanya harus dimiliki oleh bagian IT perusahaan, tetapi staf PPIC juga harus memilikinya. Skill ini dibutuhkan untuk manajemen produksi dan persediaan terutama dalam L sistem ERP (Enterprise Resource Planning) atau perangkat lunak khusus PPIC. 

    Tanpa adanya kemampuan ini, maka PPiC tidak akan mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Selain itu, kemampuan dalam mengoperasikan spreadsheet, database, dan perangkat lunak analisis data lainnya juga perlu untuk staf bagian ini pelajari sebagai bentuk jaga-jaga jika nanti dibutuhkan. 

    6. Keterampilan Pemecahan Masalah

    Bagian perencanaan produk ini harus memiliki keterampilan dalam pemecahan masalah karena memang di masa depan pasti akan menghadapi masalah dalam proses produksi. Tanpa adanya keterampilan ini, mereka tidak akan mampu mengatasi permasalahan tersebut dengan baik. 

    Keterampilan ini berupa kemampuan dalam mengidentifikasi masalah, menganalisis akar penyebabnya hingga langkah-langkah efektif dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Baik berupa masalah internal divisi maupun eksternal yang masih berkaitan dengan PPIC.  

    7. Pengetahuan Industri

    Bagian PPIC juga harus memiliki pemahaman dan pengetahuan yang baik terkait dengan industri tempat mereka bekerja. Pengetahuan tersebut memuat proses produksi, siklus produk, hingga kebijakan atau aturan yang berlaku terkait produksi.

    Tanpa adanya pengetahuan ini, staf PPIC tidak akan mampu menghasilkan produk berkualitas sesuai dengan keinginan pelanggan. Tidak hanya itu, kemampuan ini juga akan sangat berguna untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan terkait pengendalian dan perencanaan produksi. 

    Gaji Staff PPIC

    Pada dasarnya, gaji posisi ini diatas UMR yaitu sekitar Rp2.000.000,00 sampai Rp4.000.000,00, tergantung daerah tempat mereka bekerja. Berikut ini kisaran gaji staf PPIC di beberapa kota besar di Indonesia. 

    1. Jakarta

    Di Jakarta, kisaran gaji PPIC staff adalah sekitar Rp5.000.000,00 sampai Rp8.000.000,00. 

    2. Surabaya

    Kisaran gaji staf PPIC Surabaya yaitu antara Rp4.000.000,00 sampai Rp6.500.000,00.

    3. Bandung

    Bandung memiliki kisaran gaji staff PPIC yaitu Rp3.500.000,00 sampai Rp6.000.000,00.

    4. Medan

    Di Medan, kisaran kisaran gaji PPIS staff adalah Rp3.000.000,00 sampai Rp5.500.000,00.

    5. Semarang

    Kisaran gaji staf bidang ini di Semarang yaitu Rp3.000.000,00 sampai Rp5.500.000,00.

    6. Makassar

    Makassar memiliki kisaran gaji untuk staf bidang ini yaitu Rp3.000.000,00 sampai Rp5.500.000,00.

    7. Yogyakarta

    Kisaran gaji staf bidang ini di Yogyakarta yaitu Rp3.000.000,00 sampai Rp5.500.000,00.

    8. Denpasar

    Adapun kisaran gaji untuk staf PPIC daerah ini yaitu Rp3.000.000,00 sampai Rp5.500.000,00.

    9. Palembang

    Kisaran gaji staf bidang ini di Palembang yaitu Rp3.000.000,00 sampai Rp5.500.000,00.

    10. Batam

    Di kawasan Batam, kisaran gaji PPIC staff adalah sekitar Rp3.000.000,00 sampai Rp5.500.000,00.

    11. Balikpapan

    Adapun kisaran gaji untuk staf PPIC daerah ini yaitu Rp3.000.000,00 sampai Rp5.500.000,00. 

    12. Banjarmasin

    Adapun kisaran gaji untuk staf PPIC daerah ini yaitu Rp3.000.000,00 sampai Rp5.500.000,00. 

    13. Pekanbaru

    Kisaran gaji PPIC di kawasan Pekanbaru yaitu Rp3.000.000,00 sampai Rp5.500.000,00. 

    14. Bandar Lampung

    Adapun kisaran gaji untuk staf PPIC daerah ini yaitu Rp3.000.000,00 sampai Rp5.500.000,00. 

    15. Padang

    Kisaran gaji staf bidang ini di Padang yaitu Rp3.000.000,00 sampai Rp5.500.000,00.

    Sudah Tahu Apa Itu PPIC dan Tugasnya?

    Setelah Anda mengetahui pengertian, tugas, hingga gaji dari seorang staf perencanaan produksi tersebut, bisa langsung tentukan sendiri untuk melamar di posisi ini atau tidak. PPIC staff adalah posisi pekerjaan yang sangat penting di dalam perusahaan. Untuk itulah, kualifikasi yang dicari cukup tinggi.

  • Pengertian Finance Staff: Tugas, Kualifikasi, Skill dan Gajinya

    Pengertian Finance Staff: Tugas, Kualifikasi, Skill dan Gajinya

    Dalam suatu perusahaan, finance staff adalah departemen yang bertanggung jawab untuk mengelola keuangan. Oleh karena itu, staf keuangan harus sangat berhati-hati, karena mereka berhubungan langsung dengan keuangan. 

    Tapi apakah tugas staf keuangan hanya mengelola keuangan saja? Kalau mau tahu jawabannya, baca artikel di bawah ini ya! Karena kami akan menjelaskan secara detail tentang profesi yang satu ini.

    Pengertian

    Profesi finance staff adalah profesi yang bertanggung jawab untuk mengelola, mengalokasikan, dan melakukan aktivitas pembayaran dalam suatu perusahaan. Pembayaran ini seperti kas, bank, deposito, investasi.

    Selain itu, bagian keuangan juga bertugas mengelola kebutuhan kas perusahaan dan memastikan kepatuhan terhadap catatan yang dibuat oleh bagian akuntansi.  Artinya, staf keuangan memiliki hak untuk menahan dana yang dimiliki perusahaan, seperti kwitansi. 

    Bekerja sebagai staf keuangan membutuhkan kemampuan komputasi dan akurasi tingkat tinggi. Oleh karena itu, mereka biasanya direkrut dari lulusan yang memiliki latar belakang jurusan ekonomi dan akuntansi.

    Tugas

    Ada banyak tugas dan tanggung jawab staf keuangan yang perlu dipahami, yaitu. 

    1. Bertanggung Jawab Atas Penyusunan dan Verifikasi Laporan Keuangan

    Hal pertama yang perlu dilakukan oleh seorang staf keuangan adalah menyiapkan laporan keuangan. Laporan ini harus terperinci dan disiapkan secara efektif. Laporan keuangan yang detail dan efektif dirancang untuk dipahami oleh semua orang, terutama pimpinan perusahaan, pelanggan, dan investor. 

    Selain itu, staf keuangan perusahaan harus membuat jurnal untuk mengontrol arus kas masuk dan keluar, memastikan bahwa arus kas diatur dengan ketat. Terakhir, lakukan fact check.

    2. Melakukan Pembayaran Tagihan

    Tugas kedua staf keuangan adalah membayar tagihan. Seperti tagihan internet, gaji karyawan, sewa kantor, tagihan listrik, dan banyak tagihan lainnya. Tugas staf keuangan tidak hanya melakukan pembayaran, tetapi juga mengelolanya hingga selesai.

    3. Melakukan Analisis Keuangan

    Seperti yang kamu ketahui, tugas staf keuangan adalah menyiapkan laporan keuangan. Setelah melakukan ini, tugas selanjutnya dari finance staff adalah melakukan analisis keuangan untuk mengetahui evaluasi dan perbaikan perusahaan seperti apa yang seharusnya diaplikasikan. 

    Berdasarkan analisis tersebut, staf keuangan menyusun langkah-langkah yang tepat untuk memudahkan pengambilan keputusan oleh pimpinan perusahaan. Oleh karena itu, analisis anggaran harus disusun dengan penuh tanggung jawab.

    4. Menyusun Laporan Jurnal Keuangan Lainnya

    Departemen dalam perusahaan biasanya menghasilkan laporan terbaru secara teratur. Laporan datang dalam berbagai format. Kalau di bagian staf keuangan, ada laporan jurnalnya. 

    Laporan ini dirancang untuk mencatat semua biaya yang dikeluarkan dalam perusahaan. Selain itu, Neraca juga disertakan untuk membuat laporan jurnal terlihat detail dan efektif.

    5. Memproses Pembayaran Untuk Kebutuhan Perusahaan

    Tugas dan tanggung jawab staf keuangan lainnya adalah memproses pembayaran untuk kebutuhan perusahaan. Misalnya, sebuah perusahaan membutuhkan tempat untuk proyek berikutnya.

    6. Melakukan Pengelolaan Keuangan Perusahaan

    Tugas dan tanggung jawab staf keuangan yang keenam adalah harus mampu mengelola manajemen keuangan perusahaan. Tidak mudah memang, karena merekalah yang mengelola, mengatur dan membuat anggaran serta jurnal, agar aliran dana dapat diatur sedemikian rupa, sehingga mudah dilihat dan dipahami.

    Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki staf keuangan yang mumpuni untuk mengelola keuangan perusahaan.

    7. Mempersiapkan dan Menata Berbagai Dokumen

    Tugas dan tanggung jawab staf keuangan lainnya adalah untuk dapat menyusun dan mengatur berbagai dokumen yang tersedia di dalam perusahaan. Dokumen tersebut merupakan catatan penting yang membuktikan bahwa perusahaan telah menjalankan aktivitasnya sesuai dengan rencana awal hingga akhir.

    8. Manajemen Sekuritas Perusahaan

    Finance staff sering juga terlibat dalam mengelola sekuritas perusahaan. Dalam hal ini, staf keuangan bertugas mencatat dan memeriksa kegiatan modal pengembalian kas dan menyimpan surat berharga sesuai dengan kebijakan.

    Untuk itu, staf keuangan juga memerlukan keterampilan khusus, seperti pengetahuan dasar tentang bagian depan dan belakang surat berharga melalui pengarsipan.

    Kualifikasi

    Seseorang yang berprofesi sebagai finance staff adalah mereka yang benar-benar memahami akuntansi, jadi berada di departemen keuangan membutuhkan setidaknya kualifikasi, baik hard skill maupun soft skill yang sangat berpengalaman. Kualifikasi yang dibutuhkan untuk profesi ini adalah:

    • Harus memiliki gelar Sarjana Ekonomi (SE) atau Akuntansi (S.Ak) dan lainnya yang memiliki jurusan linier.
    • Prioritas akan diberikan kepada kandidat yang ditunjuk oleh Certified Public Accountant (CPA), Chartered Financial Analyst (CFA), dan Certified Management Accountant (CMA).
    • Memiliki kurang lebih 10 tahun pengalaman di bidang yang relevan. 

    Kualifikasi ini bisa berbeda-beda, sesuai kebijakan masing-masing perusahaan. Karena semakin tinggi kualifikasinya, maka perusahaan juga harus siap untuk memberikan gaji yang tinggi.

    Skill atau Keahlian yang Harus Dimiliki

    Berikut ini beberapa hard skill maupun soft skill yang harus dimiliki oleh finance staff yang handal dan terampil:

    1. Akuntansi

    Pengetahuan dan pemahaman yang kuat tentang sistem akuntansi sangat penting untuk bekerja di sektor keuangan. Perusahaan mencari karyawan dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan, seperti: 

    • Mampu mencatat transaksi akuntansi.
    • Memahami, mendiskusikan laporan keuangan, serta memberikan masukan bagi perusahaan.

    2. Memahami Teknologi

    Karir di industri keuangan sangat diuntungkan dari munculnya teknologi. Rumus sudah tersedia untuk menghitung, mencari, mengurutkan, dan mengolah informasi yang dibutuhkan, sehingga memudahkan pekerjaan.

    Namun, menurut Indeed.com, teknologi akan terus berkembang, sehingga harus bisa otomatis beradaptasi dan mengikuti perkembangan arus utama. Minimal, staf keuangan  harus tahu cara bekerja dengan spreadsheet sehari-hari.

    3. Memiliki Kemampuan Analisa Resiko

    Kemampuan menganalisis dan mengidentifikasi risiko keuangan berdasarkan laporan keuangan perusahaan membantu staf keuangan mengambil keputusan bisnis berdasarkan potensi risiko.

    Keterampilan ini sangat penting, jika kamu tertarik untuk menjadi seorang analis risiko keuangan untuk membantu proses manajemen risiko organisasi.

    4. Memahami standar GAAP dan IFRS

    Menurut Harvard Business School, Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) dan International Financial Reporting Standards (IFRS) adalah metode untuk menganalisis, mencatat, dan mengklasifikasikan transaksi bisnis. 

    Untuk memahami informasi dalam laporan keuangan, kamu perlu mengetahui kedua standar akuntansi ini. 

    Meskipun keduanya memiliki beberapa kesamaan, keduanya berbeda dalam mendefinisikan apa yang dimaksud dengan neraca, laporan arus kas, revaluasi aset, dan penggunaan metode penilaian. 

    Memahami persamaan dan perbedaannya akan membantu kamu memutuskan kapan akan menggunakan masing-masing metode tersebut.

    5. Memiliki Kemampuan Menghitung Return On Investment (ROI)

    Menghitung return of investment bagi seorang finance staff adalah kemampuan yang membantu perusahaan memperkirakan hasil yang didapatkan saat menjalani suatu proyek, meluncurkan produk baru, atau bagaimana aktivitas bisnis dapat membawa keuntungan. 

    Karena ROI adalah titik impas atau nilai keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran perusahaan dalam satu periode bisnis.

    6. Mampu Berpikir Secara Analitis

    Menurut The Balance Career, berpikir analitis adalah proses melihat detail untuk menemukan lebih banyak ide. Keterampilan ini meliputi kemampuan untuk menganalisis laporan keuangan dan memecahkan masalah.

    Di bidang keuangan, pemikiran analitis diperlukan untuk menganalisis situasi secara menyeluruh, memahami cara kerjanya, menafsirkannya, dan membuat kesimpulan, keputusan, atau tanggapan yang bijak.

    7. Komunikasi Tertulis dan Lisan

    Bekerja di bidang keuangan tidak jauh dari menyiapkan laporan keuangan dan berkomunikasi antar departemen. Keterampilan komunikasi yang baik akan membuat perusahaan lebih percaya pada kamu.

    8. Persuasif

    Saat mengetahui situasi keuangan perusahaan, kamu mungkin berada dalam posisi untuk meyakinkan kolega dan atasan untuk membuat keputusan keuangan yang tepat. Laporan keuangan tidak hanya harus meyakinkan, tetapi kamu juga harus memberikan bukti faktual untuk mendukung hal tersebut.

    9. Membuat Keputusan 

    Dalam peran yang lebih senior, seperti direktur dan eksekutif, staf keuangan diharapkan membuat keputusan sulit untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan. Keputusan ini mungkin termasuk pemotongan anggaran, penutupan cabang, atau pilihan investasi yang sebenarnya dapat menguntungkan atau merugikan perusahaan.

    10. Perhatian Terhadap Detail

    Salah satu keterampilan penting dalam keuangan adalah orientasi detail. Karena sebagian besar pekerjaan di industri keuangan memasukkan, menganalisis, dan menghitung laporan keuangan perusahaan.

    Staf keuangan memerlukan keterampilan untuk mengidentifikasi perbedaan yang ada dan mengidentifikasi kesalahan dalam perhitungan tersebut.

    Gaji 

    Setelah mengetahui pengertian, tugas, kualifikasi, serta keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang finance staff. Kini muncul pertanyaan di benak kamu. Kira-kira berapa sih gaji seorang staf keuangan itu?

    Menurut laman indeed.com, gaji rata-rata untuk finance staff adalah Rp4.265.837,00 per bulan di Indonesia di tahun 2023 atau setara Rp51.190.044,00 per tahun. Lumayan besar juga, bukan? Meski begitu, semakin tinggi jam terbang seorang staf keuangan, semakin besar pula gajinya, yakni sekitar Rp10.000.000,00 per bulan. Fantastis!

    Jenjang Karir

    Berikut jenjang karir dari profesi staf keuangan yang perlu diketahui:

    1. Staf Muda di Departemen Keuangan

    Junior Finance Staff adalah karyawan muda di bagian keuangan. Karyawan yang lebih muda masih kurang bertanggung jawab atas pelaporan keuangan. Karyawan Muda pada profesi ini cukup melakukan transaksi keuangan yang sederhana.

    2. Eksekutif Keuangan

    Tugasnya menjalankan transaksi sederhana dan menyiapkan laporan keuangan, seperti yang diarahkan oleh Direktur Keuangan.

    3. Manajer Keuangan

    CFO bertanggung jawab atas bidang keuangan yang lebih makro. Seperti masalah pembayaran gaji dan pembayaran transaksi di luar negeri.

    Jenis Posisi Finance Staff

    Berikut ini beberapa posisi yang biasanya berkaitan dengan staf keuangan:

    1. Direktur Keuangan (CFO)

    Bagi perusahaan yang sedang berkembang pesat, peran financial controller merupakan salah satu peran penting dari manajer keuangan perusahaan atau bahkan profesional, dan tidak dapat dipisahkan.

    CFO secara langsung atau tidak langsung mengelola staf keuangan dan bertanggung jawab untuk mengawasi pengelolaan kas, investasi, asuransi, penganggaran, pelaporan keuangan, dan mengarahkan strategi keuangan perusahaan.

    Pada saat krisis keuangan, CFO bertanggung jawab untuk mengawasi strategi keuangan dan mengelola kinerja. Dalam kehidupan sehari-hari, CFO dapat menjalankan berbagai fungsi, namun selalu berfokus pada masa depan perusahaan.

    2.  Penasihat Keuangan

    Ini adalah posisi yang sangat penting di hampir semua perusahaan, karena berkaitan dengan layanan keuangan. Salah satu jenis perusahaan yang memiliki posisi ini biasanya berupa perusahaan yang bergerak pada bidang asuransi. 

    Tugas  penasihat keuangan sebagai salah satu posisi finance staff adalah membantu klien mencapai kebutuhan mereka. Untuk bisnis, FA memberikan keterampilan untuk memelihara, mengalokasikan, dan mengembangkan sumber daya keuangan perusahaan. 

    Tanggung jawabnya juga termasuk membantu pelanggan memahami produk perusahaan dan meningkatkan penjualan.

    3. Analis Keuangan

    Analis keuangan adalah posisi penting yang menunjang keuangan yang sehat serta kesuksesan pada perusahaan. Posisi ini sering disebut sebagai analis sekuritas atau analis investasi.

    Keputusan bisnis memerlukan pemahaman mendalam tentang berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi dan tren sektor. Dengan demikian, wawasan analis keuangan membantu manajemen membuat keputusan, seperti membeli atau menjual saham perusahaan berdasarkan kekuatannya.

    4. Manajer Keuangan

    Manajer keuangan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keuangan serta organisasi pada perusahaan tersebut. Mereka bekerja di berbagai industri, menyiapkan laporan keuangan, aktivitas investasi langsung, dan mengembangkan strategi serta rencana untuk tujuan keuangan jangka panjang organisasi.

    Setiap hari, para profesional keuangan ini menganalisis data investasi, menyiapkan dokumen keuangan dan laporan bisnis, memastikan bahwa transaksi keuangan mematuhi peraturan hukum, dan mempelajari cara memaksimalkan peluang dan pengembalian investasi.

    Berbekal pandangan ini, mereka menggunakan wawasan untuk membuat rekomendasi keuangan kepada manajemen perusahaan.

    Sudah Tahu Apa Itu Finance Staff Secara Lengkap?

    Demikian penjelasan mengenai apa itu finance staff, tugas yang harus dipenuhi, kualifikasi, keterampilan yang harus dimiliki serta gajinya berdasarkan berbagai sumber. Karena finance staff adalah posisi yang cukup penting dengan penawaran gaji yang cukup menarik. Apakah kamu tertarik menjadi staf keuangan?

  • Sales Funnel: Pengertian, Tujuan, Tahapan, Cara Kerja & Contohnya

    Sales Funnel: Pengertian, Tujuan, Tahapan, Cara Kerja & Contohnya

    Jika kamu terjun dalam bidang marketing atau pemasaran, tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah sales funnel yang menjadi acuan ketika menarik pelanggan. Dengan memahaminya, kamu dapat menentukan strategi yang tepat untuk setiap tahapan pembelian pelanggan. 

    Lantas, apa pengertian, tujuan serta bagaimana mekanisme atau tahapannya? Simak penjelasan selengkapnya pada artikel ini!

    Pengertian

    Sales funnel atau saluran penjualan adalah istilah pemasaran untuk menggambarkan perjalanan yang dilalui calon pelanggan dalam proses mereka menuju tahap pembelian.

    Funnel atau corong adalah konsep yang menjelaskan bahwa pada awal pemasaran akan ada banyak audiens potensial, namun pada akhirnya hanya segelintir dari mereka yang benar-benar melakukan transaksi.

    Ketika calon pelanggan untuk pertama kalinya menemukan brand produk yang dijual, mereka memerlukan cukup banyak waktu dan usaha untuk bisa memutuskan mengapa membeli produk tersebut. 

    Maka dari itu, sudah seharusnya marketer hingga pelaku usaha menjalin komunikasi yang baik, mengajak pelanggan lebih mengenal produk, serta menyampaikan manfaat yang bisa mereka dapatkan sebagai pelanggan.

    Dalam prosesnya memang membutuhkan waktu yang cukup lama, tetapi hal ini dapat mengubah pelanggan yang tadinya hanya tertarik dengan produk, menjadi seorang pembeli tetap.

    Tujuan

    Peranan sales funnel sangat penting demi menunjang kesuksesan suatu bisnis sehingga output dari strategi ini adalah suatu bisnis dapat mengarahkan calon pelanggan supaya melakukan aksi hingga berakhir pada transaksi produk.

    Berikut beberapa tujuan dari adanya saluran penjualan itu sendiri, antara lain:

    1. Memperkenalkan Brand kepada Pelanggan

    Pertama, sales funnel bertujuan untuk memperkenalkan brand kepada calon pelanggan. Nah, supaya mereka dapat mengetahui produk yang ditawarkan, kamu perlu menentukan:

    • Siapa saja target market bisnis kamu?
    • Apa masalah yang tengah mereka hadapi?
    • Apa solusi yang mereka harapkan?

    Jika sudah kamu ketahui, selanjutnya buat content marketing yang bermanfaat untuk para audiens terkait informasi produk yang sedang kamu tawarkan. Bentuk content marketing ini bisa berbagai macam platform seperti website atau blog hingga sosial media.

    2. Mengumpulkan Database Calon Pelanggan

    Mengumpulkan database calon pelanggan berguna supaya dapat terus melakukan follow up atau sekadar memberikan informasi penawaran produk sebagai solusi atas masalah yang mereka hadapi.

    Kamu dapat menarik minat mereka dengan memberikan informasi yang dibutuhkan. Tetapi, ketika mengakses informasi tersebut, mereka harus mendaftarkan data pribadi seperti nama, email, dan nomor telepon. 

    3. Merubah Target Audiens menjadi Pembeli

    Sales funnel berfokus pada keputusan membeli oleh target audiens bisnis kamu. Dengan mengajak mereka menjadi pembeli tentu akan berdampak pada penjualan atas produk bisnis yang kamu tawarkan.

    Kamu bisa membuat landing page atau halaman penjualan yang dapat meyakinkan dan mempengaruhi pikiran audiens agar mereka mau membeli produk tersebut. 

    Pengunjung yang sebelumnya telah membaca konten pengenalan brand bisnis dapat diarahkan pada landing page tersebut. Tujuannya agar setelah target audiens membaca penawaran produk tersebut, mereka bisa menemukan solusi terbaik dari masalah yang dihadapinya.

    4. Merubah Pembeli Menjadi Pelanggan

    Setelah berhasil mengkonversi menjadi pembeli, maka tujuan saluran penjualan berikutnya yakni menjadikan mereka sebagai pelanggan.

    Langkah yang perlu kamu lakukan yaitu dengan cara memberikan informasi dan penawaran bermanfaat secara reguler, supaya audiens yang telah membeli produk bisnis kamu memutuskan balik lagi sehingga mereka pada akhirnya menjadi pelanggan setia.

    Tahapan Sales Funnel

    Dalam memahami perjalanan pelanggan (customer journey), secara umum, terdapat empat tahapan yang akan mereka lewati dalam metode saluran pelanggan ini, antara lain yaitu: 

    1. Awareness 

    Awareness merupakan kesadaran dari target audiens terkait produk dari bisnis yang kamu punya. Mereka mungkin mendengar tentang produk bisnis kamu melalui iklan, media sosial, dan bahkan dari mulut ke mulut. 

    Ya, sedari awal, calon pelanggan tersebut menyadari kebutuhan dan masalah yang mereka miliki sehingga mencari cara bagaimana mengatasinya. Pada tahap ini, mereka tidak tahu banyak tentang brand produk yang kamu punya, tetapi sadar akan keberadaannya.

    2. Interest

    Jika awareness mereka sudah muncul, langkah selanjutnya yaitu kamu harus membuat calon pelanggan tertarik pada produk bisnis yang ditawarkan. 

    Pada tahap ini, mereka mulai menampakkan minatnya (interest) dengan mengajukan pertanyaan seputar produk hingga mengikuti media sosial produk kamu. Jadi, pastikan kamu masuk dengan konten yang dapat membantu mereka.

    3. Decision

    Calon pelanggan kamu sudah punya minat dan siap mengambil keputusan (decision). Pada tahap ini mereka sudah memiliki pemahaman penuh terkait masalah awal mereka. 

    Mereka akan mempertimbangkan berbagai penawaran dan keuntungan yang didapatkan apabila menggunakan produk dari bisnis kamu. Sebaiknya, kamu memberikan penawaran terbaik dan terlihat menguntungkan untuk calon pelanggan.

    4. Action

    Jika akhirnya calon pelanggan kamu melakukan transaksi pembelian, hal itu berarti mereka telah sampai pada tahap terakhir yaitu action

    Pada tahap ini, kamu perlu melakukan beberapa langkah supaya proses pembelian berjalan dengan cepat dan lancar. Selain itu, kamu juga perlu memperoleh kontak pribadi mereka untuk kebutuhan pemasaran di masa depan.

    Cara Kerja

    Dalam praktiknya, terdapat beberapa tips yang bisa kamu ikuti ketika membangun sales funnel dengan sukses, contohnya adalah sebagai berikut.

    1. Menganalisis Perilaku Audiensi

    Sales funnel dibuat berdasarkan pemahaman mendalam tentang pelanggan kamu. Semakin banyak data pelanggan yang dapat kamu kumpulkan dan analisis, saluran penjualan kamu akan semakin efektif.

    Misal pada bisnis berbasis web, menganalisis perilaku audiens memerlukan metrik tentang bagaimana calon pelanggan menggunakan situs web tersebut, termasuk apa yang mereka anggap paling populer dan rasio pentalan yang menunjukkan jumlah waktu mereka pada suatu landing page.

    2. Tangkap Perhatian Audiens

    Untuk menarik perhatian audiens agar masuk ke dalam saluran penjualan, kamu dapat menambahkan konten menarik berupa iklan, infografis, hingga video.

    3. Arahkan ke Suatu Tempat 

    Setelah perhatian mereka tertangkap, calon pelanggan membutuhkan tempat atau halaman (landing page) arahan yang menarik untuk mengumpulkan informasi sehingga menciptakan pengalaman pengguna ketika berada di halaman tersebut.

    4. Hasilkan Pelanggan

    Setelah tiga langkah sebelumnya selesai, penting untuk terus menghasilkan pelanggan baru untuk kamu tambahkan lagi pada sales funnel bisnis kamu.

    5. Pertahankan Relasi

    Ketika target audiens kamu telah membeli produk, sejatinya mereka tidak keluar dari saluran pembelianmu. Setelah menjadi pembeli, membayar, dan menggunakan produk dari bisnis kamu, tentunya langkah terpenting adalah menjalin relasi agar mereka kembali lagi. 

    Kamu dapat mengucapkan terima kasih atas pembelian yang mereka lakukan dan memberikan insentif melalui campaign promosi dan informasi produk baru.

    Contoh Sales Funnel 

    Supaya seluruh tujuan sales funnel dapat  terwujud, berikut merupakan contoh yang bisa kamu jadikan sebagai bahan referensi untuk implementasi pada bisnis. 

    Misalnya, kamu menjalankan bisnis furniture secara daring. Lalu, target pasarnya yakni orang-orang berusia 30-40 tahun, laki-laki maupun perempuan, yang menghabiskan banyak waktunya untuk bersosial media, khususnya di platform Instagram.  

    Kamu bisa membuat iklan Instagram yang menarik dan secara otomatis muncul pada audiens yang telah kamu targetkan sehingga mendorong mereka untuk bertransaksi, entah itu mendaftar, berlangganan, hingga membeli atas penawaran dari iklan yang kamu buat.

    Setelah bertransaksi, mereka secara resmi berubah menjadi pelanggan, yang pada selanjutnya kamu dapat mempertahankan mereka dengan cara memberi informasi dan mengedukasi terkait produk, seperti desain dan kualitas furniture terkini. 

    Tujuannya agar mereka mempertimbangkan penawaran yang diberikan sehingga akhirnya bersedia untuk bertransaksi kembali.

    Dengan demikian, saluran penjualan tersebut dapat mengarahkan target audiens supaya mau menyelesaikan transaksi pembelian sehingga penjualan produk kamu pun bisa semakin meningkat, begitu pula dengan keuntungan yang diperoleh.

    Sudah Paham Apa Itu Sales Funnel?

    Pada intinya, customer journey pada sales funnel tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar, mulai dari mendengar prospek terkait produk bisnis kamu hingga melakukan transaksi pembelian.

    Perjalanan melalui saluran penjualan sejatinya juga dapat berubah dari satu prospek ke prospek lainnya. Tetapi pada akhirnya, calon pelanggan tersebut akan mengevaluasi berdasarkan tingkat ketertarikan mereka. 

    Tentunya calon pelanggan akan memikirkan masalah yang ingin mereka selesaikan dan melakukan riset kompetitif untuk memastikan bahwa penawaran produk bisnis kamu adalah solusi yang terbaik.

  • Sales Representative: Pengertian, Tugas, Gaji, & Syarat Masuknya

    Sales Representative: Pengertian, Tugas, Gaji, & Syarat Masuknya

    Sebagai seorang sales representative, peran Anda dalam dunia bisnis sangatlah penting. Sales ini merupakan individu yang bertanggung jawab dalam menjalin hubungan dengan pelanggan, mempromosikan produk atau layanan perusahaan, serta menjual produk kepada calon konsumen. 

    Dalam artikel ini, akan membahas secara lengkap tentang peran yang dimainkan oleh seorang divisi sales satu ini. Jadi, bagi Anda yang penasaran dan mau bekerja di bidang ini, silahkan simak ulasan berikut sampai habis!

    Pengertian Sales Representative

    Sales representative atau yang juga dikenal sebagai perwakilan penjualan adalah individu yang bertugas untuk mempromosikan produk atau layanan perusahaan kepada calon konsumen. 

    Tugas utama seorang sales ini adalah menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan, mengidentifikasi kebutuhan mereka, dan membantu dalam membuat keputusan pembelian yang tepat.

    Sales ini juga berperan penting dalam siklus penjualan. Mereka melakukan proses presentasi produk atau layanan kepada pelanggan potensial. Serta, menjelaskan manfaat dan menunjukkan bagaimana produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. 

    Selain itu, divisi sales ini juga bertanggung jawab untuk menciptakan peluang penjualan baru. Caranya, yakni dengan mencari prospek dan melakukan kegiatan pemasaran seperti kunjungan ke pelanggan potensial, pameran dagang, atau pertemuan bisnis. 

    Lebih dari itu, mereka juga berperan dalam membangun dan memelihara hubungan yang baik dengan pelanggan yang sudah ada untuk memastikan kepuasan dan retensi pelanggan.

    Keterampilan yang diperlukan untuk menjadi seorang sales di divisi ini mencakup komunikasi yang baik, kepercayaan diri, dan kemampuan negosiasi. Selain itu, pemahaman produk yang mendalam, serta kemampuan membangun hubungan yang baik dengan pelanggan juga menjadi salah satu skill utama yang penting.

    Tugas utama dari Sales Representative

    Setelah mengetahui definisinya, tentu Anda penasaran apa saja sebetulnya tugas yang diemban oleh divisi sales ini. Nah, untuk menjawab pertanyaan Anda tersebut, mari simak penjelasan di bawah ini:

    1. Mencari Target dan Prospek Pasar

    Salah satu tanggung jawab utama dari sales ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi pasar potensial untuk produk atau layanan yang mereka tawarkan. Dengan melakukan riset dan analisis pasar, divisi sales ini akan memperoleh wawasan berharga tentang kebutuhan, preferensi, dan pola pembelian pelanggan. 

    Mereka mengidentifikasi demografi target dan area geografis untuk mengarahkan upaya penjualan mereka secara efektif. Untuk mencari pasar, sales ini biasanya akan menggunakan berbagai strategi, termasuk:

    • Melakukan survei pasar dan wawancara untuk mengumpulkan umpan balik pelanggan.
    • Menganalisis tren industri dan aktivitas pesaing.
    • Menghadiri pameran perdagangan dan acara jaringan untuk terhubung dengan calon pelanggan.
    • Memanfaatkan platform online dan saluran media sosial untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

    2. Mengenalkan Produk ke Masyarakat

    Setelah pasar telah teridentifikasi, sales representative akan bertanggung jawab untuk memperkenalkan produk atau layanan perusahaan kepada masyarakat. Ini melibatkan menciptakan kesadaran dan membangkitkan minat di antara calon pelanggan. 

    Sales bidang ini akan menggunakan teknik persuasif dan keterampilan komunikasi yang efektif untuk menyoroti fitur unik dan manfaat dari produk yang mereka tawarkan. Agar berhasil mengenalkan produk ke masyarakat, mereka umumnya akan menggunakan strategi berikut:

    • Mengembangkan presentasi penjualan yang menarik dan demonstrasi produk.
    • Mengorganisir acara peluncuran produk atau kampanye promosi.
    • Berkolaborasi dengan tim pemasaran untuk menciptakan materi pemasaran yang efektif.
    • Membangun hubungan dengan influencer kunci dan ahli industri.

    3. Mencapai Target Penjualan

    Mencapai target penjualan adalah salah satu tugas utama dari divisi sales ini. Tujuan utama mereka adalah meningkatkan penjualan dan mencapai atau bahkan melebihi target yang ditetapkan oleh perusahaan. 

    Untuk mencapai hal ini, mereka harus memiliki strategi penjualan yang efektif dan mampu mengelola waktu serta sumber daya dengan baik. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh seorang sales untuk mencapai target penjualan:

    • Menetapkan tujuan yang realistis: Sales harus memiliki pemahaman yang jelas tentang target penjualan yang ingin dicapai. Mereka perlu membuat rencana tindakan yang spesifik dan terukur untuk mencapai tujuan tersebut.
    • Membangun hubungan dengan pelanggan: Memperkuat hubungan dengan pelanggan yang sudah ada sangat penting. Sales perlu menjaga komunikasi yang teratur dengan pelanggan dan memastikan kepuasan mereka terhadap produk atau layanan yang ditawarkan.
    • Meningkatkan keahlian penjualan: Seorang perwakilan penjualan harus bisa mengembangkan keterampilan penjualan melalui pelatihan dan pengembangan diri. Mereka perlu memahami produk dengan baik, menguasai teknik, dan mampu menjawab pertanyaan dengan percaya diri.
    • Mengelola proses penjualan dengan efisien: Sales ini juga harus mampu mengelola proses penjualan secara efisien mulai dari prospek awal hingga penutupan penjualan. Mereka perlu mengatur jadwal, mengikuti proses penjualan perusahaan, dan memberikan dukungan penuh kepada pelanggan.

    4. Menjaga hubungan baik dengan pelanggan

    Membangun dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan adalah kunci sukses dalam pekerjaan seorang sales. Pelanggan yang puas akan cenderung berpotensi menjadi konsumen setia dan akan merekomendasikan produk atau layanan bisnis kepada para kolega dan rekan mereka. 

    Oleh karena itu, sales representative harus berusaha menjaga hubungan baik dengan pelanggan yang sudah ada. Untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan, sales dapat melakukan hal-hal berikut:

    • Memberikan layanan pelanggan yang berkualitas: Sales harus responsif terhadap kebutuhan dan pertanyaan pelanggan. Mereka perlu memberikan solusi yang tepat waktu dan efektif untuk memastikan kepuasan pelanggan.
    • Mengatur kunjungan pelanggan secara teratur: Sales dapat mengatur kunjungan ke pelanggan untuk membangun hubungan yang lebih dekat. Ini juga memungkinkan mereka untuk memahami kebutuhan pelanggan secara langsung dan menawarkan solusi yang lebih disesuaikan.
    • Mengikuti upaya follow-up: Setelah penjualan telah dilakukan, sales perlu melakukan tindak lanjut dengan pelanggan. Mereka harus memastikan pelanggan puas dengan produk atau layanan yang mereka beli dan menawarkan dukungan lanjutan jika diperlukan.

    5. Memastikan semua proses penjualan berjalan lancar

    Perwakilan sales bertanggung jawab untuk memastikan semua proses penjualan berjalan lancar mulai dari awal hingga akhir. Ini mencakup mengelola komunikasi dengan pelanggan, mengkoordinasikan kebutuhan pelanggan dengan tim internal, dan memastikan pesanan diproses dengan benar dan tepat waktu.

    Untuk memastikan proses penjualan berjalan lancar, sales divisi ini dapat melakukan hal-hal berikut:

    • Mengkoordinasikan dengan tim internal: Sales perlu bekerja sama dengan tim internal, seperti tim produksi, logistik, dan layanan pelanggan, untuk dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan efisien.
    • Memastikan ketersediaan stok: Seorang sales juga harus memantau stok produk dan memastikan ketersediaan yang cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan. Mereka perlu menginformasikan tim produksi tentang kebutuhan yang diperlukan.
    • Mengelola dokumentasi penjualan: Sales ini juga perlu mengelola dokumen penjualan dengan teliti, seperti pesanan, faktur, dan kontrak. Mereka harus memastikan keakuratan data dan pengiriman yang tepat waktu.

    Kisaran Gaji Sales Representative

    Gaji seorang perwakilan penjualan dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, seperti pengalaman kerja, industri, ukuran perusahaan, dan wilayah geografis. Di Indonesia, kisaran gaji sales ini umumnya berkisar antara Rp4.000.000,00 hingga Rp10.000.000,00 per bulan. 

    Namun, ada juga sales yang mendapatkan gaji lebih tinggi, terutama jika mereka memiliki pengalaman kerja yang luas atau berada di industri yang menguntungkan.

    Selain gaji pokok, sales ini juga dapat menerima komisi berdasarkan pencapaian target penjualan mereka. Komisi ini dapat menjadi tambahan yang signifikan dalam penghasilan total mereka. Besar komisi akan ditentukan berdasarkan persentase dari total penjualan yang berhasil mereka raih.

    Selain gaji dan komisi, pekerja di bidang ini juga bisa mendapatkan tunjangan atau insentif lainnya. Contohnya seperti tunjangan transport, uang makan, asuransi kesehatan, atau bonus kinerja. Hal tersebut dapat bervariasi tergantung pada kebijakan perusahaan dan negosiasi individual.

    Syarat Masuk dan Menjadi Sales Representative

    Bagi Anda yang tertarik untuk bekerja dan menjadi bagian dari divisi sales ini, berikut adalah beberapa persyaratan yang wajib Anda miliki:

    • Keterampilan komunikasi yang baik.
    • Kemampuan negosiasi yang kuat.
    • Pengetahuan tentang produk atau layanan yang dijual.
    • Orientasi pada hasil dan target penjualan.
    • Kemampuan dalam membangun hubungan dengan pelanggan.
    • Ketekunan dan kegigihan dalam mencapai tujuan penjualan.
    • Kemampuan untuk bisa bekerja secara sendiri maupun dalam divisi tim.
    • Pemahaman tentang strategi penjualan dan teknik penjualan.
    • Pengetahuan tentang pasar dan pesaing.
    • Kemampuan untuk mengatasi penolakan dan menghadapi tantangan.

    Sebagai catatan, setiap perusahaan mungkin saja punya persyaratan khusus yang jauh lebih spesifik untuk pelamar yang ingin menjadi pekerja di bidang sales satu ini.

    Tertarik Menjadi Sales Representative?

    Sales representative memiliki peran penting dalam dunia bisnis. Mereka bertanggung jawab untuk menjual produk atau layanan kepada pelanggan potensial. Keterampilan komunikasi yang baik, kemampuan negosiasi, dan orientasi pada hasil merupakan kunci untuk kesuksesan divisi sales ini. Apakah Anda tertarik mencoba?

  • Pengertian Sales Force: Peran, Tugas, Manfaat, Hingga Gaji

    Pengertian Sales Force: Peran, Tugas, Manfaat, Hingga Gaji

    Sales force telah menjadi kunci sukses bagi perusahaan dalam mengoptimalkan potensi penjualan mereka. Lewat fitur-fitur lengkap dan teknologi canggih, jenis sales ini memberikan solusi terdepan dalam mengelola interaksi dengan pelanggan, memperkuat hubungan bisnis, dan meningkatkan efisiensi penjualan. 

    Temukan bagaimana jenis sales ini ini dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan Anda dalam artikel ini. Jadi, mari scroll terus artikel ini hingga usai dan simak seluruh detail pembahasannya!

    Apa itu Sales Force?

    Sales force atau tenaga penjualan ini adalah individu atau tim yang bertugas untuk memasarkan dan menjual produk atau layanan perusahaan kepada pelanggan. Mereka berperan penting dalam mencapai target penjualan perusahaan. 

    Sales ini bertugas sebagai perwakilan perusahaan yang berinteraksi dengan para pelanggan. Selain itu, mereka juga harus bisa mempresentasikan produk atau layanan, memberikan informasi, serta melakukan negosiasi penjualan.

    Tugas dari sales ini tak hanya sebatas menjual saja. Namun, lebih dari itu, mereka juga harus bisa membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Mereka harus mampu memahami kebutuhan pelanggan, memberikan solusi yang tepat, dan memberikan pelayanan yang memuaskan. 

    Selain itu, mereka juga bertanggung jawab dalam membangun kesadaran merek, mengidentifikasi peluang pasar, dan mengumpulkan informasi tentang pesaing. Bahkan, tim sales ini juga harus memiliki pengetahuan mendalam tentang produk atau layanan yang ditawarkan. 

    Kemudian, mereka harus mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, serta keahlian dalam negosiasi. Tenaga penjualan ini juga harus bisa beradaptasi dengan teknologi, seperti pemasaran digital untuk mencapai target penjualan secara efektif. Beberapa contoh teknologi yang sales ini manfaatkan, yaitu SEO dan CRM.

    Peran Sales Force

    Berikut adalah peran penting dari jenis sales satu ini:

    1. Melakukan Branding

    Sales ini memiliki peran penting dalam melakukan branding perusahaan. Mereka adalah wajah perusahaan di mata pelanggan. Selain itu, mereka juga harus mampu mengomunikasikan nilai-nilai perusahaan, keunggulan produk, dan kepercayaan yang dapat dibangun dengan pelanggan. 

    Melalui komunikasi yang efektif ini, sales diharapkan dapat membantu memperkuat citra merek perusahaan. Lebih dari itu, mereka juga akan dituntut untuk mampu meningkatkan kesadaran pelanggan terhadap produk atau layanan bisnis.

    2. Meningkatkan Pendapatan

    Salah satu peran kunci sales force adalah meningkatkan pendapatan perusahaan. Mereka bertanggung jawab untuk menjual produk atau layanan kepada pelanggan potensial. 

    Lewat pemahaman yang baik tentang kebutuhan pelanggan, sales ini harus mampu menyampaikan nilai-nilai produk dengan efektif dan mengonversi prospek menjadi pelanggan yang membayar. Dengan peningkatan nilai penjualan, maka pendapatan perusahaan akan ikut meningkat secara signifikan.

    3. Sales Support

    Jenis sales ini juga memberikan dukungan penting dalam menjalankan berbagai aspek dan kegiatan penjualan. Mereka bekerja sama dengan departemen lain, seperti divisi pemasaran dan produk untuk memastikan keberhasilan penjualan. 

    Selain itu, mereka juga harus bisa memberikan umpan balik pasar, persaingan, dan tren yang membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan strategis. Bahkan, mereka juga harus bisa memberi informasi kepada pelanggan tentang penggunaan produk atau layanan yang ditawarkan bisnis atau perusahaan.

    4. Menyediakan Layanan Pelanggan

    Selain menjual produk atau layanan, sales force juga berperan dalam menyediakan layanan pelanggan. Mereka dapat membantu pelanggan dengan pertanyaan, permintaan, atau masalah yang timbul setelah pembelian. 

    Selain itu, mereka juga harus dapat memberikan pengalaman seta citra yang positif kepada pelanggan. Tujuannya, yakni untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan memperkuat loyalitas mereka.

    5. Meningkatkan Loyalitas Pelanggan

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, salah satu tujuan utama dari sales ini, yaitu untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. Mereka akan berinteraksi langsung dengan pelanggan untuk membantu membangun hubungan yang kuat antara bisnis dan konsumennya. 

    Lewat pelayanan yang baik, sales ini dapat memperoleh kepercayaan pelanggan. Nah, kepercayaan inilah yang menjadi dasar untuk membangun hubungan jangka panjang dan loyalitas pelanggan yang berkelanjutan.

    Tugas Sales Force

    Berikut adalah tugas dari tim divisi sales satu ini:

    1. Melakukan Penjualan

    Tugas utama dari divisi kerja ini adalah melakukan penjualan. Mereka bertanggung jawab untuk menghubungi prospek, mempresentasikan produk atau layanan yang ditawarkan, dan meyakinkan mereka untuk melakukan pembelian. 

    Selain itu, mereka juga harus memiliki pengetahuan mendalam tentang produk atau layanan tersebut dan memiliki kemampuan negosiasi yang baik. Mereka juga harus punya kemampuan untuk menjawab pertanyaan pelanggan dengan jelas dan tepat.

    2. Memenuhi Target atau KPI Harian

    Sales force memiliki target atau Key Performance Indicators (KPI) harian yang harus mereka penuhi. Ini mencakup jumlah penjualan, jumlah prospek baru, atau metrik lain yang relevan dengan keberhasilan penjualan. Tugas ini bertujuan agar setiap individu bisa bekerja dengan tekun dan efisien untuk mencapai target tersebut.

    Mereka harus memiliki strategi penjualan yang baik, mengatur waktu dengan bijak, dan mengoptimalkan peluang penjualan. Memenuhi target harian menjadi kunci untuk mencapai target bulanan atau tahunan perusahaan.

    3. Melacak Aktivitas Tenaga Sales

    Sebagai bagian dari tugas mereka, sales ini harus melacak dan mencatat semua aktivitas penjualan yang dilakukan. Mereka harus mencatat pertemuan dengan pelanggan, panggilan telepon, email yang dikirim, atau kunjungan ke prospek baru. 

    Melalui pelacakan ini, sales dapat memantau progres penjualan, mengidentifikasi peluang yang muncul, serta melihat pola atau tren dalam aktivitas penjualan. Melacak aktivitas tenaga sales juga membantu dalam mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan atau diperbaiki.

    4. Menjalin Komunikasi Baik dengan Pelanggan

    Interaksi dan komunikasi yang baik dengan pelanggan adalah aspek penting dalam tugas sales ini. Mereka harus menjalin hubungan yang positif dan mengembangkan kepercayaan dengan pelanggan. Komunikasi yang baik melibatkan mendengarkan dengan seksama terhadap kebutuhan pelanggan. 

    Selain itu, mereka juga harus bisa memberi solusi yang relevan, serta memberikan pelayanan yang memuaskan. Menjalin komunikasi yang baik dengan pelanggan akan membantu membangun hubungan jangka panjang, meningkatkan loyalitas, dan mendapatkan referensi dari pelanggan yang puas.

    Manfaat Sales Force

    Berikut adalah manfaat dari divisi kerja sales satu ini:

    1. Meningkatkan Pendapatan

    Salah satu manfaat dari sales ini adalah meningkatkan pendapatan perusahaan. Mereka bertugas menjual produk atau layanan. Lewat keterampilan penjualan ini, mereka dapat mengidentifikasi peluang, prospek, dan mengonversi audiens menjadi pelanggan yang akan membeli produk atau layanan bisnis. 

    2. Memperluas Pangsa Pasar

    Sales force juga bermanfaat dalam memperluas pangsa pasar perusahaan. Mereka bekerja mencari prospek baru, menjalin hubungan dengan pelanggan potensial, dan memperkenalkan produk atau layanan kepada target pasar yang lebih luas. 

    Dengan pendekatan yang strategis ini, mereka dapat membantu bisnis untuk dapat memperluas cakupan pasar. Selain itu, mereka juga bermanfaat untuk mencapai pelanggan baru, serta meningkatkan kehadiran merek di pasar yang kompetitif.

    3. Meningkatkan Loyalitas Pelanggan

    Salah satu fungsi penting dari sales ini adalah meningkatkan loyalitas pelanggan. Mereka berinteraksi langsung dengan pelanggan. Serta bertanggung jawab dalam membangun hubungan yang baik dengan pelanggan. 

    Melalui pelayanan yang baik, menjawab pertanyaan, dan menyelesaikan masalah dengan cepat, sales ini dapat memperoleh kepercayaan konsumen. Hasilnya, sales ini dapat membantu memperkuat hubungan dan loyalitas pelanggan.

    4. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

    Tim sales ini juga memiliki satu manfaat untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Mereka adalah representatif perusahaan di mata pelanggan. Dengan menyediakan pelayanan yang baik, memberikan solusi yang relevan, dan menjaga komunikasi yang baik, maka sales ini dapat menciptakan pengalaman positif bagi pelanggan. 

    Rata-Rata Gaji dari Sales Force di Indonesia

    Nah, setelah Anda memahami penjelasan tentang pengertian hingga manfaatnya, mungkin Anda mulai tertarik dan ingin tahu berapa gaji yang diterima oleh divisi sales satu ini. 

    Gaji dari jenis sales ini di setiap perusahaan tentu beragam tergantung pada beban kerja dan kebijakan perusahaan yang berlaku di tempat tersebut. Namun, rata-rata gaji dari seorang yang bekerja di bidang sales ini khusus untuk di Indonesia, yakni sekitar Rp1.800.000,00/bulan atau setara Rp21.600.000,00 per tahunnya.

    Selain itu, bagi mereka yang baru memulai karir, biasanya gaji awalnya, yakni sekitar Rp1.340.836,00 per bulan. Sementara itu, bagi yang telah memiliki pengalaman, gaji yang diterima berkisar sekitar Rp3.060.000,00.

    Namun, perlu diketahui bahwa gaji tersebut hanya mencakup pendapatan pokok dan belum termasuk insentif apabila berhasil mencapai target penjualan yang ditetapkan.

    Sudah Paham Apa itu Sales Force?

    Demikianlah penjelasan mengenai sales force, termasuk tugas, fungsi, manfaat, dan gajinya. Lantas, apakah Anda tertarik untuk memulai karir dalam bidang sales yang satu ini?

  • Pengertian Sales Executive: Tugas, Jenis, Gaji, dan Syaratnya

    Pengertian Sales Executive: Tugas, Jenis, Gaji, dan Syaratnya

    Dalam dunia kerja pada suatu perusahaan tentu terdiri dari beberapa bagian dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Salah satu bagian atau posisi penting dalam perusahaan, yaitu sales executive yang berperan untuk kesuksesan strategi penjualan. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang tugas, jenis, gaji, dan syaratnya. 

    Apa Itu Sales Executive? 

    Sales executive merupakan salah satu bidang pekerjaan dalam perusahaan yang memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan penjualan produk atau jasa secara menyeluruh. 

    Tugasnya, yaitu menyusun berbagai strategi pemasaran sehingga perusahaan bisa dengan mudah terhubung dengan konsumen, perusahaan lain, maupun pemerintah. 

    Selain itu, jika bekerja dalam bidang ini, Anda juga perlu melibatkan divisi lain dari luar tim untuk bekerja sama sesuai kebutuhan perusahaan. Beberapa contoh pekerjaan yang dilakukan seperti negosiasi, riset pasar, dan menjalin hubungan yang baik dengan konsumen. 

    Tugas dan Tanggung Jawab Sales Executive 

    Tugas dan tanggung jawab dari bidang ini akan berbeda berdasarkan model penjualan dalam bisnis, yaitu business to consumer (B2C) dan business to business (B2B). Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing modelnya: 

    1. B2B 

    Tugas sales satu ini, yaitu sebagai jembatan antara hubungan atau kerja sama perusahaan dengan perusahaan lain yang berperan sebagai konsumen. 

    Oleh karena itu, untuk menjadi sales B2B, salah satu syaratnya adalah memiliki jaringan luas. Sehingga lebih mudah saat melakukan penawaran produk atau jasa kepada perusahaan lain. 

    Berikut tugas dan tanggung jawab sales B2B secara lebih rinci : 

    • Paham akan kebutuhan dari perusahaan lain.
    • Menjalin relasi dengan berbagai pihak klien dari beberapa perusahaan.
    • Melakukan riset pemasaran dengan berbagai metode.
    • Mempresentasikan jasa atau produk perusahaan kepada calon klien.
    • Memastikan agar perusahaan lain tertarik untuk bekerja sama dan bertransaksi dengan perusahaannya.

    2. B2C 

    Jenis sales executive B2C ini berbeda dengan B2B, karena lebih fokus untuk menjual produk atau jasa secara langsung kepada suatu kelompok atau individu. 

    Jenis konsumen yang berbeda tentu menuntut strategi pemasaran yang berbeda pula. Strategi pemasaran yang bisa dilakukan oleh sales B2C, yaitu perlu memahami karakter maupun kebutuhan dari masing-masing konsumen. Kemudian, menjalin hubungan lebih personal agar lebih dekat dan membuat konsumen tertarik. 

    Selain tertarik, strategi pemasaran tersebut juga akan membuat konsumen lebih percaya bahwa masalah atau kebutuhan mereka dapat terpenuhi dengan penawaran oleh sales B2C tersebut. Berikut beberapa tugas dan tanggung jawab sales B2C secara lebih rinci: 

    • Melakukan riset konsumen serta riset pasar.
    • Memahami kebutuhan konsumen secara lebih detail.
    • Melakukan pertemuan dengan klien-klien potensial.
    • Negosiasi perjanjian dan harga produk atau jasa.
    • Menanggapi email masuk maupun pertanyaan konsumen melalui telepon atau kontak perusahaan lain.
    • Mengumpulkan data informasi pelanggan dan pasar.
    • Memberikan saran pengembangan produk kepada perusahaan. Kemudian melakukan diskusi tentang promosi khusus untuk meningkatkan target penjualan.
    • Membuat dokumentasi terperinci berupa proposal dari proses penawaran yang sudah dilakukan.
    • Memeriksa ketersediaan stok barang dalam perusahaan.

    Jenis-Jenis

    Setelah mengetahui pengertian, tugas, dan tanggung jawabnya, sekarang saatnya Anda memahami tentang apa saja jenis pekerjaan sales ini. Sales ini juga bisa Anda sebut sebagai financial advisor dan account executive dalam perusahaan. Nah, berikut ini adalah penjelasannya: 

    1. Sales Executive 

    Istilah ini paling umum digunakan oleh setiap perusahaan. Arti dari sales jenis ini, yaitu sebagai pelaksana penjualan atau dengan kata lain adalah orang yang melakukan penawaran produk kepada para konsumen untuk mencapai target penjualan. 

    Dalam pelaksanaannya, biasanya juga melibatkan kerja sama dengan tim lain sesuai kebutuhan. Seorang pekerja sales jenis ini memiliki tanggung jawab untuk memberikan arahan, memantau, kemudian menerima laporan dari bagian sales representative

    Laporan tersebut berfungsi sebagai bahan pertimbagan dan evaluasi untuk mengambil keputusan strategi pemasaran periode berikutnya agar lebih baik. 

    2. Account Executive 

    Jenis kedua ini sebenarnya juga memiliki peran yang sama dengan sales executive, yaitu secara garis besar berperan sebagai jembatan antara perusahaan dan pihak konsumen. Namun, perbedaannya adalah istilah ini biasanya digunakan dalam perusahaan yang berbasis agensi kreatif seperti digital marketing atau periklanan. 

    Account executive pada umumnya akan menawarkan jasa atau layanan, sehingga harus memiliki pengetahuan mendalam tentang layanan atau jasa tersebut. Terutama jika layanan berhubungan dengan teknologi, maka harus memahami alur kerja sistemnya. 

    Peran utama seorang account executive, yaitu menginisiasi pertemuan dengan klien dan menemukan prospek potensial. Serta menyusun brief menarik agar konsumen bisa tertarik dengan layanan produk perusahaan yang ditawarkan. 

    Selain itu, account executive juga perlu menjalin hubungan dengan klien dan bisa menjawab berbagai pertanyaan. 

    3. Financial Advisor 

    Jenis ketiga, yaitu financial advisor yang biasanya menjadi sebutan sales pada perusahaan berbasis industri asuransi. Tugasnya adalah memberikan saran kepada klien tentang keuangan dan asuransi yang perlu digunakan. Kemudian financial advisor juga memiliki tugas sebagai penyusun rencana keuangan konsumen. 

    Agar dapat menjadi seorang financial advisor, maka tidak hanya kemampuan marketing dan pemasaran saja yang dibutuhkan. Melainkan juga kemampuan dalam hal pengelolaan keuangan agar bisa mengarahkan konsumen. 

    Gaji Sales Executive 

    Jika Anda tertarik untuk bekerja dalam bidang sales satu ini, maka Anda perlu tahu juga berapa kisaran gajinya. Rata-rata gaji pekerjaan posisi sales ini di Indonesia, yaitu sekitar Rp4.250.000,00 per bulan dan serendah-rendahnya yaitu Rp2.300.000,00 per bulan. 

    Gaji tersebut juga menyesuaikan perusahaan, lokasi perusahaan, dan pengalaman kerja. Pada umumnya, perusahaan juga akan memberikan bonus atau komisi di luar gaji pokok jika Anda berhasil mencapai target penjualan yang tinggi. 

    Setiap perusahaan memiliki sistem yang berbeda-beda. Oleh karena itu, sebelum melamar ke posisi tersebut, pastikan Anda mempelajari terlebih dahulu sistem kerjanya. 

    Syarat Menjadi Sales Executive

    Sebelum melamar dalam bidang pekerjaan ini, tentu Anda perlu mengetahui beberapa persyaratan yang perlu Anda persiapkan, antara lain: 

    • Paham akan produk dan jasa. Meliputi apa saja penawaran dari produk dan jasa tersebut dan apa saja kelebihannya.
    • Memiliki kemampuan untuk menganalisis prospek dengan memanfaatkan data penjualan atau data konsumen. Kemudian menemukan pola hasil analisis yang bertujuan untuk mengamati kondisi pasar. 
    • Mengakuisisi pembeli untuk mendapatkan klien baru dengan berbagai strategi pemasaran yang dilakukan.
    • Menjaga hubungan baik dengan para konsumen dengan cara memberikan layanan after sales. Sehingga konsumen mau membeli produk atau jasa kembali setelah pembelian pertama.
    • Terbiasa dengan beban kerja yang berat. Misalnya karena adanya target penjualan sesuai ketetapan perusahaan, sehingga Anda harus memenuhi target. Hal tersebut akan menyebabkan Anda tertekan jika tidak siap dan belum terbiasa.
    • Mudah beradaptasi dengan lingkungan. Karena kondisi pasar yang bersifat dinamis, jadi sales harus lebih adaptif terhadap segala perubahan yang terjadi sangat cepat. Terutama jika bekerja pada perusahaan berbasis teknologi.
    • Jika Anda perempuan, maka harus terbiasa untuk bekerja di lingkungan yang mayoritasnya terdiri dari laki-laki.

    Pekerjaan satu ini merupakan salah satu bagian yang krusial karena berhubungan dengan berbagai strategi pemasaran untuk mencapai target penjualan dalam bisnis. Oleh karena itu, persiapkan syarat-syarat di atas dengan baik jika ingin bekerja secara maksimal. 

    Sudah Mengerti tentang Sales Executive? 

    Itulah penjelasan lengkap mulai dari pengertian, tugas, tanggung jawab, jenis, gaji, hingga apa saja syarat yang harus dipersiapkan. Setelah membaca artikel ini dan Anda masih ingin tetap menjadi sales executive, maka lakukan persiapan mulai dari sekarang. Termasuk kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik!

  • STP Marketing: Pengertian, Fungsi, Jenis, Strategi, serta Contohnya

    STP Marketing: Pengertian, Fungsi, Jenis, Strategi, serta Contohnya

    Pemasaran menjadi elemen penting ketika menjalankan suatu bisnis. Salah satu strategi yang dapat kamu pakai demi meningkatkan efektivitas dari pemasaran itu sendiri yaitu STP marketing. 

    Apa itu STP marketing? Bagaimana strategi beserta contohnya? Simak penjelasan selengkapnya!

    Pengertian

    Model STP merupakan salah satu strategi pemasaran yang dapat membantu menganalisis penawaran produk sekaligus cara mengomunikasikan manfaat dan nilai produk tersebut kepada kelompok tertentu.

    Akronim STP merujuk pada segmenting, targeting, dan positioning yang menentukan area bisnis mana yang akan dioperasikan. Sesuai namanya, STP marketing mencakup tiga langkah, yaitu mengidentifikasi segmen, menganalisis target pasar, dan menentukan posisi yang tepat untuk menjalankan bisnis.

    Selain itu, strategi STP juga dapat menjadi langkah yang bagus untuk membangun brand, kredibilitas bisnis, serta menentukan perencanaan marketing yang akan kamu jalankan.

    Fungsi

    Fungsi dari STP marketing adalah membantu bisnis menemukan cara untuk mengidentifikasi target pasar yang tepat dan menjangkaunya melalui proses yang strategis. 

    Model ini juga dapat membantu bisnis memahami pelanggan mereka dengan lebih baik, mencari tahu apa yang mereka inginkan, dan mengembangkan pengalaman pelanggan yang dipersonalisasi untuk segmen target mereka.

    Selain itu, strategi ini juga dapat membantu bisnis dalam hal: 

    1. Menemukan Segmen yang Paling Menguntungkan

    Proses STP membantu bisnis menemukan segmen pasar yang paling menguntungkan dari semua segmen potensial. Ya, bisnis dapat mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan setiap segmen dan merancang produk atau layanan mereka agar sesuai dengan kebutuhan.

    2. Mengembangkan Produk yang Tepat untuk Audiens yang Tepat

    Proses pemasaran STP membantu bisnis untuk mengidentifikasi produk yang tepat untuk audiensi yang tepat. Hal ini juga memungkinkan bisnis untuk lebih memahami target audiens mereka dan menciptakan produk yang mereka butuhkan dan inginkan.

    3. Menghasilkan Positioning yang Lebih Baik 

    Proses ini menghasilkan posisi produk yang tepat di pasar. Hal ini karena bisnis dapat mengidentifikasi target audiens yang tepat dan memahami kebutuhan dan keinginannya, sehingga membantu bisnis memposisikan produk dengan tepat.

    4. Membantu Mengembangkan Bauran Pemasaran yang Optimal 

    Proses STP membantu bisnis mengembangkan bauran produk, tempat, harga, dan promosi yang optimal berdasarkan kebutuhan dan keinginan target audiens mereka.

    Tahapan

    Nah, supaya produk menyasar pada target yang sesuai, kamu perlu mengetahui tahapan dari STP itu sendiri yang masing-masing dijelaskan sebagai berikut.

    1. Segmenting

    Segmenting atau segmentasi adalah tahap di mana kamu membagi audiens berdasarkan kriteria dan ciri-ciri tertentu. 

    Terdapat beberapa jenis segmentasi yang bisa kamu gunakan sebagai tolok ukur, yaitu:

    • Demografis: membagi audiens berdasarkan usia, gender, ras, pendidikan, pekerjaan, hingga kewarganegaraan.
    • Geografis: membagi audiens berdasarkan letak geografis, seperti kota, provinsi, hingga negara.
    • Psikografis: membagi audiens berdasarkan identitas, misalnya gaya hidup, kepribadian, hobi, hingga minat.
    • Perilaku: membagi audiens berdasarkan aksi yang mereka lakukan ketika transaksi suatu produk.

    Keempat jenis ini dapat kamu jadikan acuan saat menentukan segmentasi pasar untuk suatu bisnis. 

    2. Targeting

    Setelah membuat segmentasi, maka kamu harus menargetkan mana segmen yang paling tepat sekaligus merencanakan kegiatan pemasarannya.

    Targeting dalam STP marketing dapat kamu pertimbangkan dari beberapa faktor, seperti:

    a. Profitabilitas

    Profitabilitas merupakan aspek penting yang perlu kamu pertimbangkan saat menentukan target pasar. Pastinya bisnis menginginkan keuntungan agar tetap beroperasi. Oleh sebab itu, pastikan kamu dapat menentukan segmentasi yang tepat dan sesuai dengan target profitnya.

    b. Pertumbuhan

    Suatu bisnis tentunya harus mempunyai proyeksi pertumbuhan (growth) yang jelas dan terencana hingga beberapa periode ke depan. Oleh sebab itu, tentukan bagaimana hasil yang akan kamu dapatkan usai menerapkan strategi STP tersebut. 

    c. Keterjangkauan

    Jangan lupa juga untuk mempertimbangkan bagaimana kamu akan mempromosikan produk dan membuatnya mudah dijangkau oleh pembeli. 

    3. Positioning

    Tahapan selanjutnya yaitu positioning, yaitu cara untuk menciptakan citra atau identitas yang unik dan berbeda di benak target pasar untuk brand atau produk.

    Simpelnya, positioning membuat pelanggan melihat brand atau produk tertentu dengan cara yang unik dengan mengasosiasikan emosi, sifat, perasaan, dan sentimen terhadap brand atau produk tersebut. Asosiasi inilah yang membuat brand atau produk menjadi unik dan berbeda dari para pesaingnya.

    Setidaknya terdapat tiga jenis pendekatan umum untuk penentuan positioning, yaitu:

    • Symbolic positioning: pemosisian berdasarkan citra, identitas, atau gaya hidup pelanggan. 
    • Functional positioning: pemosisian berdasarkan manfaat produk atau nilai yang diberikan kepada pelanggan. 
    • Experimental positioning: pemosisian berfokus pada pengalaman pelanggan dan hubungan emosional dengan produk tersebut.

    StrategI

    Menerapkan strategi STP dapat membantu bisnis mendapatkan pijakan yang lebih kuat pada target pasar mereka. Berikut strategi pemasaran dengan menggunakan STP marketing.

    1. Tentukan Pasar

    Menentukan pasar yakni merinci berapa banyak audiens yang ada di seluruh pasar, siapa yang dapat menjadi pelanggan kamu, dan berapa banyak dari mereka yang dapat kamu jangkau.

    2. Segmentasi Audiens

    Tentukan segmentasi audiens berdasarkan lokasi, demografi, perilaku, minat, dan lain sebagainya.

    3. Kembangkan Profil Segmen yang Paling Menarik

    Identifikasi segmen mana yang paling cocok untuk kampanye pemasaran. Evaluasi seberapa layak setiap segmen secara komersial, dan pilih opsi yang paling menjanjikan.

    4. Mengevaluasi Persaingan

    Cobalah untuk mengkaji bagaimana produk bisnis kamu jika dibandingkan dengan kompetitor. Apakah mereka melakukannya lebih baik dari kamu? Berikan solusi untuk mengisi celah di pasar sehingga audiens memiliki alasan kuat untuk terlibat dengan produk kamu.

    5. Buat Strategi Pemosisian

    Posisikan solusi Anda dengan penempatan simbolis, fungsional, atau berdasarkan pengalaman. Kamu juga bisa menempatkan bisnis berdasarkan harga, persaingan, atau prestise.

    Contoh Kasus STP Marketing

    Pendekatan STP telah banyak implementasinya oleh brand global. Meski begitu, nyatanya setiap perusahaan menggunakan kerangka kerja STP secara berbeda, Berikut contoh brand yang menggunakan strategi ini: 

    1. McDonald’s

    McDonald’s adalah salah satu brand restoran cepat saji terbesar di dunia. Perusahaan ini menggunakan model STP marketing untuk menjangkau target pasar keluarga dan anak-anak yang mencari makanan cepat saji dan terjangkau.

    Segmenting: McDonald’s menyegmentasi pasar berdasarkan usia, pendapatan, jenis kelamin, gaya hidup, dan lokasi.

    Targeting: menargetkan keluarga dan anak-anak yang mencari makanan cepat saji dan terjangkau.

    Positioning: McDonald’s memposisikan dirinya sebagai restoran cepat saji yang cocok untuk keluarga yang sedang bepergian. McDonald’s menyajikan produk “Happy Meal” untuk menarik perhatian anak-anak dan berbagai promosi lainnya untuk menarik perhatian keluarga.

    2. iPhone

    iPhone rilis pada 2007 dan dengan cepat menjadi salah satu smartphone paling populer di pasaran. Perusahaan Apple menggunakan model STP marketing untuk memasarkan produk iPhone mereka sebagai berikut.

    Segmenting: Apple menyegmentasikan pasar smartphone berdasarkan pendapatan, gaya hidup, dan usia.

    Targeting: brand ini memutuskan untuk menargetkan konsumen menengah keatas yang mencari smartphone canggih dan bergaya.

    Positioning: Apple memposisikan iPhone sebagai smartphone premium yang hanya orang-orang tertentu saja yang punya. Brand ini juga memposisikan iPhone sebagai simbol status.

    3. Nike

    Nike merupakan salah satu brand olahraga terpopuler dunia yang pastinya tidak asing lagi. Perusahaan ini menggunakan model pemasaran STP untuk menjangkau target pasarnya yaitu para atlet dan penggemar olahraga.

    Segmenting: Nike menyegmentasikan pasar berdasarkan minat olahraga, usia, jenis kelamin, dan gaya hidup.

    Targeting: Menargetkan dua segmen, yaitu atlet profesional dan individu yang sporty.

    Positioning: Nike memposisikan dirinya sebagai brand olahraga yang memahami kebutuhan para atlet dan penggemar olahraga dengan menyediakan produk berkualitas tinggi dan inovatif. 

    Sudah Paham Apa itu STP Marketing?

    Dalam pemasaran modern, eksperimen akan menghasilkan peningkatan hasil pemasaran guna mendapatkan gambaran yang jelas tentang pelanggan potensial suatu bisnis.

    Mengetahui model pemasaran STP akan membantu kamu untuk mengidentifikasinya, serta tentu ini dapat membantu bisnis untuk menciptakan strategi pemasaran yang lebih efektif dan kampanye yang menghasilkan konversi pada tingkat yang lebih tinggi.

    Saat kamu memulai menerapkan strategi ini, tentukan pasar dan segmentasikan audiens kamu. Dari situ, kamu perlu memilih segmen terbaik untuk kampanye, mengevaluasi pesaing, memposisikan bisnis secara strategis, serta tentukan bauran pemasarannya.

    Intinya, menemukan segmen yang paling menguntungkan dan memposisikan produk bisnis kamu di pasaran agar sesuai dengan kebutuhan segmen tersebut.

  • Pengertian Daur Hidup Produk: Jenis, Tahapan, Strategi, & Contohnya

    Pengertian Daur Hidup Produk: Jenis, Tahapan, Strategi, & Contohnya

    Mungkin, istilah daur hidup produk masih kurang familier, padahal memiliki peranan penting dalam kemajuan suatu bisnis. Memahami, mempelajari, serta mempraktikkan hal tersebut ke dalam operasional suatu usaha dapat memuluskan penjualan produk hingga menjadi produk populer atau the most wanted item.

    Apa Itu Daur Hidup Produk?

    Secara sederhana, istilah yang diterjemahkan dari bahasa Inggris Product Life Cycle ini merupakan catatan perjalanan suatu produk. Terinspirasi dari makhluk hidup yang berproses mulai dari kelahiran hingga kematian, hal tersebut juga berlaku untuk produk dari sebuah perusahaan.

    Tahapan Daur Hidup Produk

    Sebuah produk memiliki proses yang bersifat tetap, mulai dari diperkenalkan hingga menghilang dari pasaran. Tahapan dari siklus daur hidup itu adalah sebagai berikut:

    1. Tahap Pengenalan (Introduction)

    Ketika suatu produk baru dirilis ke pasaran, perkenalan menjadi proses pertama. Fokus utama dalam tahapan ini adalah membangun kesadaran (awareness) merek. 

    Bisa dikatakan menjadi salah satu fase terberat dan cenderung berpotensi merugi karena branding. Terlebih saat kompetitor sudah memiliki pengaruh yang kuat, jadi bukan hal mudah untuk menyainginya.

    2. Tahap Perkembangan (Growth)

    Setelah berhasil membangun merek sehingga dikenali masyarakat, proses selanjutnya adalah pertumbuhan atau perkembangan. Produk mulai dilirik, penjualan meningkat, begitu pula dengan keuntungan yang dihasilkan.

    Kesulitan utama masih melawan kompetitor yang sudah stabil. Serta ditambah dengan kemungkinan pesaing baru yang melihat prospek bagus kemudian terjun dalam industri yang sama.

    3. Tahap Pendewasaan (Maturity)

    Fase berikutnya dalam daur hidup produk adalah pendewasaan. Penjualan sudah termasuk dalam kategori stabil dan memiliki pangsa pasar yang kuat. Tantangan dari tahapan ketiga ini adalah mencari cara untuk mempertahankan stabilitas yang sudah ada, salah satunya dengan menyusun strategi pemasaran baru.

    4. Tahap Penurunan (Decline)

    Proses terakhir, yaitu penurunan dari segi penjualan produk di pasaran hingga titik tidak ada lagi peminat. Hal tersebut menandakan minat konsumen berkurang secara drastis dan produk kemungkinan sulit untuk tetap bertahan.

    Penerapan Strategi dalam Setiap Tahapan Siklus Hidup Produk

    Guna membuat suatu produk sukses bisa di pasaran dan diminati dalam waktu yang lama. Maka, sudah menjadi suatu kewajiban pengusaha untuk memiliki strategi dalam setiap tahapan daur hidup produknya. Masing-masing fase memiliki metode berbeda agar terlampaui dengan sempurna. Berikut ini uraiannya:

    1. Strategi dalam Pengenalan

    Mengingat fokus dari perkenalan produk adalah membangun brand awareness, maka ada beberapa cara yang bisa dicoba, yaitu:

    • Promosi secara masif melalui media konvensional (TV, radio, surat kabar) serta platform jejaring sosial.
    • Memberikan promosi diskon potongan harga atau pembelian bundle.
    • Menyertai produk dengan slogan yang unik sehingga mudah membekas dalam ingatan target konsumen.

    2. Strategi dalam Pengembangan

    Produk yang ada berarti sudah memiliki jumlah transaksi yang cukup tinggi dalam proses ini, meskipun sifatnya mungkin fluktuatif, alias naik turun. Metode-metode berikut cukup efektif untuk meningkatkan hingga menstabilkan selama proses pengembangan:

    • Berikan diskon khusus dan privilege lain pada konsumen yang sudah pernah melakukan transaksi pembelian.
    • Ajak kerja sama dengan sistem kemitraan untuk lebih melebarkan jangkauan pasar.
    • Buat iklan baru yang lebih unik dari versi awal sehingga semakin membekas dalam ingatan masyarakat.

    3. Strategi dalam Pendewasaan

    Pada proses pendewasaan dalam daur hidup produk, fokusnya adalah mempertahankan barang produksi selama mungkin di pasaran. Berikut beberapa cara yang teruji sukses membuat suatu barang diminati masyarakat dalam jangka waktu lama:

    • Jalin kedekatan emosional dengan konsumen agar semakin loyal.
    • Tambahkan inovasi pada produk. Contoh, penambahan varian rasa, perubahan kemasan yang lebih segar, peningkatan kualitas, dan semacamnya.
    • Selalu ikuti topik viral di sosial media kemudian relasikan dengan produk untuk kebutuhan promosi.

    4. Strategi dalam Penurunan

    Jika sudah mencapai tahapan penurunan dalam siklus hidup produk, pemilik usaha harus menerapkan strategi yang jauh berbeda. Bukan fokus meningkatkan kembali penjualan produk, namun mempertahankan keberlangsungan perusahaan melalui metode berikut:

    • Melakukan riset kebutuhan terkini pasar.
    • Menciptakan produk baru untuk menggantikan produk sebelumnya.
    • Memperkenalkan dan mempromosikan produk pengganti sebelum produk lama hilang sepenuhnya dari pasaran.

    Contoh Penerapan Strategi Daur Hidup Produk

    Masih bingung dengan konsep yang dijabarkan di atas, khususnya untuk bagian strategi? Ini adalah contoh kasus implementasi strategi product life cycle yang bisa Anda jadikan referensi:

    ProdukSmartphone Android GARD
    KeunggulanRAM / internal besar : 16 + 256 GBKamera bagus : 64 MP sensor SONY IMX, perekaman 4K.Kapasitas baterai besar : 7000 mAHHarga murah : Rp3.600.000,- (disarankan)
    Target PasarKelompok entry & mid range level.
    KompetitorSeri NL dari perusahaan ECOSeri MXN dari perusahaan LSSeri XT dari perusahaan DK
    Strategi PengenalanGrand launching bersama media.Promo diskon perilisan perdana up to 30% di marketplace.Bundling dengan operator seluler.
    Strategi PerkembanganMengadakan event-event di berbagai mitra toko ponsel.Memberikan promo akun premium di aplikasi streaming.Buat iklan baru di media konvensional.
    Strategi PendewasaanBerikan layanan after sales terbaik di service center.Sediakan pembaruan sistem operasi secara berkala.Buat unggahan-unggahan kreatif tentang isu viral dan hubungkan dengan produk.
    Strategi PenurunanRiset pasar dan kompetitor untuk menyiapkan produk baru.Buat promosi produk baru dengan sistem tukar tambah produk lama.

    Cukup sederhana untuk dicoba agar sebuah produk diminati masyarakat sekaligus menjamin bisnis terus berjalan.

    Faktor-Faktor Penyebab Siklus Hidup Produk Menjadi Singkat

    Meskipun demikian, tetap perlu diingat bahwa bisnis merupakan suatu industri yang bersifat dinamis. Sekalipun strategi telah dipraktikkan dengan baik, namun ada faktor-faktor yang kemudian membuat masa hidup produk menjadi singkat. Apa saja? Berikut uraiannya:

    1. Kegagalan Branding

    Faktor utama tidak lain adalah kegagalan dalam membangun awareness terhadap merek. Kemungkinan, tidak ada hal istimewa yang membuat pasar teringat pada merek apalagi produk yang ditawarkan suatu perusahaan.

    Hal tersebut bisa terjadi akibat branding kompetitor yang terlalu kuat atau kurangnya kelebihan produk jika dibandingkan dengan item serupa yang juga beredar di pasaran.

    2. Tidak Memenuhi Segmentasi Pasar

    Konsumen Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat umum, lebih memilih produk dengan harga terjangkau namun menawarkan kualitas premium. Jika barang ditawarkan murah, namun kualitasnya biasa saja. Maka, keinginan pasar tidak akan terpenuhi dan produk menjadi gagal bersaing.

    3. Konsep Iklan Asal-Asalan

    Baik di media konvensional maupun sosial media, iklan memberikan kontribusi yang cukup besar untuk daur hidup produk. Namun, hal ini justru seringkali disepelekan oleh pihak perusahaan.

    Iklan dibuat secara asal sehingga kurang membekas pada penonton dan berakhir pada engagement rendah. Padahal iklan tersebut bisa menghabiskan alokasi biaya paling tinggi dalam proses produksi.

    4. Pelayanan After Sales yang Buruk

    Konsumen mengharapkan layanan pasca pembelian yang bagus, khususnya untuk produk yang dapat digunakan dalam waktu lama seperti barang elektronik. Jika pelayanan after sales kurang baik, konsumen enggan menjadi pelanggan setia dan memilih berpindah pada kompetitor.

    5. Kemitraan Kurang Luas

    Kerja sama dengan marketplace dan reseller juga berpengaruh pada singkat atau panjangnya suatu produk. Semakin banyak kemitraan, semakin luas pula jangkauan penjualan dan peluang kesuksesan item tersebut.

    Manfaat Mempelajari Product Life Cycle

    Luasnya pembahasan tentang daur hidup produk memberikan banyak manfaat bagi para pengusaha. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

    1. Memahami dengan baik tantangan suatu produk di pasaran.
    2. Memaksimalkan kualitas produksi hingga pemasaran produk agar berhasil sukses dan bertahan lama.
    3. Membuat ‘ramalan’ yang lebih baik tentang produk yang dimiliki; kapan diperkenalkan hingga dihentikan dari pasar agar tidak memengaruhi laju bisnis perusahaan.
    4. Mengatur strategi matang dalam memenangkan konsumen dari para kompetitor.
    5. Memiliki persiapan dan mengetahui waktu yang pas dalam memperkenalkan produk baru.

    Siklus Hidup Produk, Sederhana Tapi Berperan Besar!

    Itulah penjabaran lengkap tentang pengertian, tahapan, strategi, contoh penerapan, hingga manfaat dari mempelajari daur hidup produk. Konsepnya memang sederhana, namun memiliki peranan krusial.

    Memahami tentang Product Life Cycle tidak hanya membuat item dapat bertahan lama di pasaran, namun juga keberlangsungan bisnis secara general. Tentu hal itu menjadi idaman para pemilik usaha, bukan?

  • Cara Membuat Bisnis Plan Sederhana, Lengkap dengan Contohnya

    Cara Membuat Bisnis Plan Sederhana, Lengkap dengan Contohnya

    Secara umum, rencana bisnis akan berisi tentang rincian strategi penjualan dan pemasaran. Mulai dari informasi pemasukan, pengeluaran, kondisi keuangan, dan lain sebagainya. Bisnis plan berfungsi untuk membantu memilih keputusan yang tepat. Sebagai pebisnis, mengetahui cara membuat bisnis plan itu wajib!

    Apa Itu Bisnis Plan?

    Bisnis plan merupakan jenis dokumen dengan isi yang berkaitan tentang rincian tujuan dan rencana bisnis dalam mencapai keberhasilannya. Rencana ini sangat dibutuhkan dalam semua bidang bisnis.

    Ini terjadi karena bisnis plan akan menunjukkan berbagai sudut pandang. Mulai dari operasional, keuangan, marketing, dan lain sebagainya. Secara sederhananya, bisnis plan adalah rencana bisnis yang memiliki target bisnis, analisa bisnis, riset pasar, tujuan, dan sasaran konsumen dari bisnis tersebut.

    Dokumen bisnis plan umumnya dibuat dan dicetak oleh para pengusaha untuk menggambarkan situasi dari faktor dan aspek bisnis. Baik itu aspek internal maupun eksternal yang bermanfaat untuk menjalankan sebuah bisnis.

    Cara Membuat Bisnis Plan untuk Pemula

    Setelah memahami pengertian dari bisnis plan, maka Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara untuk membuatnya. Oleh sebab itu, berikut ini beberapa cara membuat rencana bisnis secara sederhana:

    1. Riset Bisnis Terlebih Dahulu

    Ketika akan membuat rencana bisnis, maka dibutuhkan berbagai analisis yang harus dilakukan. Oleh sebab itu, pastikan untuk melakukan riset bisnis terlebih dahulu. Riset bisa dilakukan dengan sendiri maupun memakai jasa pihak lain.

    Riset bisnis harus bersifat relevan terhadap usaha yang akan dijalani. Sehingga dapat memberikan hasil dan motivasi yang tepat. Selain itu, riset juga bertujuan untuk meminimalisir terjadinya masalah bisnis di masa depan.

    Adapun riset yang harus dilakukan, di antaranya adalah melakukan riset pasar dan kompetitor bisnis. Ini karena mengenali target pasar bisnis sangat penting untuk dilakukan. Bahkan menentukan kompetitor juga tidak boleh disepelekan. Lantas, mengapa demikian?

    Karena dengan melakukan riset kompetitor, maka celah pesaing dapat diketahui, sehingga bisa dijadikan sebagai kelebihan dari bisnis Anda. Inilah mengapa riset sangat penting dalam menyusun strategi bisnis.

    2. Menentukan Tujuan

    Dalam sebuah organisasi tertentu, menentukan tujuan dan visi misi adalah hal yang sangat krusial. Tidak terkecuali dalam bisnis yang harus memiliki visi, misi, dan tujuan jelas. 

    Ketiga poin ini dapat dijadikan sebagai pedoman untuk semua orang yang terlibat dalam bisnis. Oleh sebab itu, pastikan untuk membuat visi, misi, dan tujuan yang jelas dan realistis.

    3. Buat Deskripsi Bisnis

    Jangan lupa untuk memberikan deskripsi tentang bisnis secara rinci, mulai dari visi, misi, latar belakang, tujuan bisnis, struktur organisasi, dan lain sebagainya. Selain itu, masukkan juga penjelasan tentang bisnis plan Anda. Seperti nama bisnis, tanggal berdiri, nama perusahaan, susunan organisasi, dan sejenisnya.

    Cara membuat bisnis plan satu ini bertujuan untuk menarik perhatian pihak lain. Oleh sebab itu, pastikan untuk membuat deskripsi yang memiliki potensi menjual.

    Buat juga profil perusahaan yang berisi tentang ringkasan untuk memperkenalkan perusahaan ke berbagai kalangan. Sebagai contoh, bisa mengisi profil perusahaan seperti produk yang dijual, target pasar, sumber daya perusahaan, dan lain sebagainya.

    4. Cari Tahu SWOT

    SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, & Threats) adalah sebuah analisis yang akan mendalami hal-hal di bisnis. Melalui analisa SWOT ini, Anda dapat mengetahui bagaimana cara untuk evaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang kemungkinan terjadi dalam bisnis.

    5. Mencatat Transaksi

    Pada saat tertentu, rencana bisnis dapat digunakan untuk memperoleh investor atau pihak lain yang relevan dengan bisnis. Transaksi keuangan harus dicatat sebagai bukti arus kas perusahaan, sehingga investasi bisa terjadi.

    Ketika membuat bisnis plan, catatan transaksi keuangan sangat penting untuk dilakukan. Khususnya bagi pebisnis yang ingin mendapatkan dana dari investor. Transaksi keuangan berfungsi untuk mengetahui dana-dana yang dipakai oleh bisnis Anda.

    6. Menyusun Strategi Pemasaran

    Cara terakhir dalam membuat bisnis plan adalah dengan menyusun berbagai strategi untuk memasarkan bisnisnya. Harus berisi tentang rencana eksekusi bisnis, mulai dari konsep strategi, tempat promosi, biaya yang dibutuhkan, dan lain sebagainya.

    Selain itu, Anda juga perlu membuat timeline untuk rencana bisnis. Ini bertujuan sebagai gambaran untuk menjalankan setiap rencana bisnis yang ada. Secara umum, timeline akan diadakan pada per kuartal setiap tahuannya. Setelah itu, di akhir kuartalnya akan dilakukan evaluasi bisnis.

    Contoh Bisnis Plan

    Agar semakin yakin dalam melakukan cara membuat bisnis plan di atas, maka Anda bisa melihat contoh bisnis plan. Berikut ini contoh beberapa bagian penting dalam membuat bisnis plan:

    1. Latar Belakang

    Pakaian merupakan kebutuhan sehari-hari manusia, karena pakaian melindungi tubuh dan menambah kesan keindahannya. Oleh sebab itu, kini industri pakaian semakin bervariasi.

    Salah satunya adalah Toko Pakaian Unik di Surakarta yang berfokus pada pakaian remaja. Baju-baju di sini memiliki kualitas yang terjamin bagus, karena menggunakan bahan dasar grosiran terbaik.

    2. Struktur Organisasi

    • Pimpinan: Andi Saputra
    • Manajer Operasional: Lidya Safitri
    • Manajer Finansial: Arya Gunawan

    3. Visi dan Misi

    Bisnis ini diharapkan dapat memajukan industri tekstil yang ada di Indonesia. Sehingga para pelaku usaha dapat menghasilkan keuntungan yang sesuai dengan kerja kerasnya. Selain itu, Toko Pakaian Unik di Surakarta ini selalu mengajak para produsen untuk meningkatkan kualitasnya.

    4. Produk Toko Pakaian Unik 

    Toko ini menjual berbagai produk pakaian yang berfokus pada pakaian remaja, baik itu wanita maupun laki-laki. Ada banyak model terbaru yang menjadi kesukaan masyarakat.

    5. Aset Toko Pakaian Unik

    Seperti toko lainnya, toko ini juga memiliki berbagai fasilitas terbaik. Mulai dari etalase baju, patung baju, meja, kursi, cermin, rak pakaian, lemari baju, dan lain sebagainya. 

    6. Sumber Modal

    Modal awal Rp100.000.000,00 dan sudah dialihkan untuk membeli berbagai kebutuhan toko. Kemudian, investor memberikan dana investasi sebesar Rp40.000.000,00.

    7. Pengeluaran Bulanan

    • Gaji 4 Karyawan: Rp10.000.000,00
    • Bahan Baku: Rp25.000.000,00
    • Biaya Listrik: Rp3.000.000,00
    • Biaya Internet: Rp2.000.000,00
    • Biaya Lembur: Rp1.000.000,00
    • Biaya Pemeliharaan: Rp2.000.000,00

    Dari daftar pengeluaran bulanan di atas, maka totalnya adalah Rp43.000.000,00.

    8. Metode Pemasaran

    Teknologi yang semakin canggih, membuat Toko Pakaian Unik melakukan strategi pemasaran melalui media sosial. Selain itu, toko ini juga menggunakan mitra-mitra yang relevan untuk bekerja sama.

    9. Potensi Keuntungan

    Bisnis ini memiliki target penjualan mencapai 1000 pcs per bulannya. Adapun perhitungan potensi keuntungannya sebagai berikut:

    Laba kotor – beban pengeluaran = laba bersih.

    Rp100.000.000,00 – Rp43.000.000,00 = Rp57.000.000,00.

    10. Rencana Pengembangan

    Toko Pakaian Unik membangun komunitas reseller untuk meningkatkan target pasar yang dituju. Dengan demikian, produk pakaiannya dapat melalui pemasaran yang tepat.

    Sudah Tahu Bagaimana Cara Membuat Bisnis Plan?

    Melalui 6 cara membuat bisnis plan sederhana di atas, para pemula bisa menentukan rencana bisnis dengan mudah. Namun, Anda harus memahami bahwa pembuatan bisnis plan sebaiknya tidak muluk-muluk. Buatlah rancangan yang optimis, namun tetap realistis. Semoga bermanfaat!