Category: Jurusan

  • Apa itu Periklanan? Ruang Lingkup, Tugas, Keunggulan, & Prospek Kerja

    Apa itu Periklanan? Ruang Lingkup, Tugas, Keunggulan, & Prospek Kerja

    Periklanan atau advertising bukanlah hal yang asing. Istilah ini cukup terkenal dalam bidang bisnis. Advertising merupakan  kegiatan pemasaran untuk mengenalkan suatu produk atau jasa kepada konsumennya. Namun, kata ini kerap memiliki arti yang berbeda. Untuk memahami arti dari advertising lebih detail, simak artikel ini.

    Definisi Periklanan

    Menurut “Buku Ajar Pengantar Periklanan” (2020) karya Finnah Fourqoniah dan Muhammad Fikry Aransyah, beliau menjelaskan definisi dari istilah ini. Arti dari periklanan adalah sebuah bentuk media komunikasi pemasaran dalam kegiatan ekonomi yang biasanya digunakan untuk mengenalkan sebuah produk.

    Sedangkan menurut Britannica yang merupakan ensiklopedia, advertising adalah suatu cara atau kegiatan tertentu yang berguna untuk ‘mengajak’ dan membujuk konsumen agar tertarik dengan iklan dari produk, opini, dan jasa yang mereka miliki. 

    Secara umum, pengertian advertising adalah metode atau upaya dalam mengenalkan atau membujuk konsumen agar mereka tertarik untuk membeli, menggunakan, dan merespon suatu produk atau jasa. 

    Selain itu, advertising juga merupakan sebuah cara untuk meningkatkan kesadaran merek, promosi, dan mentargetkan konsumen.

    Sejarah Periklanan

    Advertising pertama kali hadir sejak zaman Mesir kuno. Orang-orang atau pebisnis dalam zaman tersebut melakukan promosi dan membuat pesan tentang produk yang mereka jual pada kertas papyrus. Kemudian, mereka menempel dan menyebarkan kertas tersebut pada dinding-dinding. 

    Hal ini menjadi berkembang seiring berubahnya zaman. Pada pertangahan abad ke-19, para pebisnis mulai menggunakan media cetak seperti koran atau majalah. Oleh sebab itu, periklanan merupakan kekuatan nomor satu dalam ekonomi kapitalis pada zaman tersebut. 

    Setelah penggunaan surat kabar dan majalah, mulailah mengalami revolusi pada abad ke-20 dengan menggunakan radio dan televisi. Sampai saat ini aksi promosi sudah banyak mengalami perubahan, seperti menggunakan telpon genggam dan internet yang akesnya lebih mudah. 

    Ruang Lingkup Periklanan 

    Sebelum sebuah perusahaan melakukan periklanan, mereka menentukan ruang lingkup terlebih dahulu. Faktor penyebab utama dalam menentukan ruang lingkup adalah agar lebih mudah menganalisa sebelum kegiatan iklan berlangsung. Beberapa ruang lingkup yang penting dalam advertising adalah:

    1. Analisa Pasar

    Analisa pasar bertujuan untuk melihat bagaimana prospek suatu produk di pasaran dan bersaing dengan lawan bisnis. Oleh sebab itu, jasa periklanan akan mampu memahami kekurangan dalam kesempatan untuk merebut market. 

    2. Analisa Sasaran Konsumen

    Pada analisa sasaran konsumen, kegiatannya yaitu menganalisa respon publik terhadap produk atau layanan yang telah melalui proses pemasaran. Analisa ini nantinya akan berhasil setelah melakukan riset pada pasar.

    3. Analisa Produk dan Konsumen

    Analisa produk dan konsumen bermaksud mengetahui anggapan konsumen terhadap penawaran. Contohnya seperti sebanyak apa kebutuhan konsumen untuk produk atau jasa. 

    Apa itu Pekerjaan Advertising? Apa Saja Tugasnya?

    Periklanan merupakan hal penting bagi kebutuhan bisnis. Banyak pebisnis yang menggunakan jasa atau biro untuk membuat iklan pada produk atau layanan yang mereka tawarkan. Biro advertising memiliki tugas untuk memenuhi keinginan klien mereka yaitu pebisnis. Adapun tugas dari pekerjaan ini antara lain sebagai berikut.

    1. Persuade atau Membujuk

    Tujuan utama advertising adalah untuk meyakinkan dan memikat konsumen untuk merespon dan bertindak secara persuasif. Selain itu, advertising juga membangun dan menunjukkan bahwa merek produkmu memiliki image yang baik. Demikian pula tugas mereka yaitu menghasilkan kesan dan respon yang menguntungkan.

    2. Membagikan Informasi

    Dalam membagikan informasi, biro advertising wajib menimbulkan rasa kesadaran atau awareness terhadap promosi produk atau jasa pada sebuah iklan. Oleh sebab itu, periklanan harus mampu meningkatkan brand awareness dan merek produk pada target pasar.

    3. Remind atau Mengingatkan

    Pada tugas remind, penyedia jasa advertising mampu memberi tahu kembali dan meningkatkan pesan pada suatu produk. Tujuan dalam tugas ini adalah agar pelanggan atau calon pembeli yakin dan paham terhadap visi produk. Selain itu, pemasaran melalui iklan akan membuat pencegahan oleh produk kompetitor.

    Oleh sebab itu, jasa advertising harus mampu membuat iklan semenarik mungkin agar menjadi merek tetap dan bertahan. Selain tugas-tugas tersebut, ada beberapa tugas lain advertising, yaitu:

    • Meningkatkan perdagangan
    • Mendatangkan permintaan market atau demand
    • Membuat brand atau merek
    • Memperbaiki perilaku konsumen 
    • Memperkuat landasan konsumen

    4 Keunggulan Advertising

    Pada zaman Mesir Kuno, orang-orang sudah menggunakan metode pemasaran advertising bahkan sampai saat ini. Tentunya, ada keunggulan dalam menggunakan periklanan karena metode itu dapat bertahan sampai saat ini. Keunggulan-keunggulan tersebut berguna bagi bisnis, seperti:

    1. Konsumen Jadi Mudah Membeli

    Saat melihat iklan pada suatu media informasi, tentu konsumen dapat mengetahui eksistensi suatu produk. Terutama jika mereka sedang membutuhkan produk tersebut, maka mereka akan tertarik dengan advertising yang mereka lihat. Selain itu, advertising juga dapat membantu konsumen mengatasi masalah mereka. 

    2. Membangun Citra Bisnis

    Bukan hanya fokus pada promosi, advertising juga dapat menghasilkan citra yang baik bagi bisnis atau perusahaan tertentu. Contohnya, apabila perusahaan memasarkan beberapa iklan yang banyak, maka konsumen atau publik yang melihat akan semakin yakin bahwa produk dari perusahaan tersebut berkualitas. 

    Apabila konsumen sudah percaya pada suatu perusahaan karena periklanan, maka dapat meningkatkan unggulan perusahaan dari bisnis kompetitor.

    3. Membuat Perusahaan Lebih Bersaing 

    Saat produk berada di pasar, akan ada banyak pesaing yang memiliki keunggulan masing-masing. Oleh sebab itu, sebuah perusahaan membuat advertising agar lebih kompetitif dengan kompetitor. Dalam hal ini, konsumen yang tertarik dengan iklan akan meningkatkan volume penjualan dan pendapatan. 

    Akibatnya, perusahaan membuat iklan dengan tujuan agar mereka tidak kalah saing dengan perusahaan lain.

    4. Menaikkan Penjualan 

    Dalam bertahan pada persaingan bisnis, meningkatkan penjualan adalah hal penting bagi sebuah perusahaan. Salah satu cara meningkatkannya adalah dengan advertising. Dengan menggunakan metode ini, pebisnis mampu menaikkan target pasar dan finansial tetap stabil. 

    Bagaimana Prospek Kerja Advertising?

    Periklanan terus berhubungan dengan berkembangnya zaman dan memiliki keunggulan sehingga banyak peminatnya terutama para pebisnis. Keahlian dalam membuat suatu iklan saat ini memiliki prospek kerja yang cukup besar. Selain itu, karena sudah banyak orang beriklan, maka banyak pula peluang kerja bidang ini.

    Pekerjaan-pekerjaan tentang advertising memiliki berbagai jenis dalam setiap jobdescnya. Mereka adalah:

    • Copywriter iklan
    • Digital copywriter
    • Media planner
    • Art director 
    • Account executive 
    • Promosi agen penjualan
    • Manajer media sosial
    • Advertising account planner 
    • Direksi periklanan 
    • Creative director

    Beberapa pekerjaan tentang advertising tersebut tentunya memiliki gaji yang berbeda pula. Kisaran untuk pekerja level profesional yaitu sekitar Rp2 juta sampai Rp14 juta pada tahun 2023. Sementara untuk pemula yaitu mulai Rp2 juta sampai Rp7 juta.

    Jenis-jenis Periklanan

    Dalam sejarah awal sampai zaman sekarang, advertising memiliki berbagai macam bentuk penyampaiannya. Akibatnya, ada berbagai jenis pemasaran melalui iklan yang saat ini sudah sangat beragam, yakni:

    1. Iklan Radio 

    Dalam iklan di radio, promosinya hanya melalui audio saja dan tidak menunjukkan gambar. Namun, promosi ini termasuk efektif dengan cara membuat narasi persuasif yang pendek dan langsung pada intinya. 

    2. Iklan Baliho 

    Iklan baliho merupakan salah satu bentuk promosi menggunakan papan iklan dengan ukuran besar yang terletak di jalanan. Pengunaan iklan ini memiliki keuntungan, yaitu lebih menarik pasar, lebih awet, efisien, lebih cepat terjangkau, dan efektif. Selai itu, baliho sering terdapat di kota-kota besar.

    3. Iklan Televisi 

    Periklanan dengan menggunakan media televisi merupakan metode paling terkenal dan banyak orang memilihnya sejak 50 tahun lalu. Meskipun sudah banyak orang beranjak memilih telpon genggam dengan internet sebagai pemasaran digital, namun iklan ini masih terbilang efektif. 

    4. Iklan Cetak 

    Beberapa contoh iklan cetak yang sangat populer sampai saat ini adalah surat kabar, selebaran dan majalah. Seperti halnya televisi yang sudah agak menurun peminatnya, iklan cetak masih tetap efektif walaupun tidak sebanyak dulu.

    5. Iklan Online 

    Masa kini beriklan melalui online merupakan promosi yang paling banyak peminatnya. Iklan online menampilkan promosi penawaran dalam bentuk foto atau video dengan memiliki tujuan tertentu. Tentunya, iklan dengan media ini membutuhkan internet sebagai media untuk menerima promosinya.

    Ingin Mencoba Iklan untuk Bisnis atau Bekerja di Periklanan?

    Dengan memiliki keunggulan yang beragam, periklanan menjadi solusi tepat bagi kamu yang memiliki bisnis. Selain itu, berbagai jenis iklan dapat kamu pilih sesuai dengan kebutuhan penawaran terhadap produk atau jasa. Meskipun kamu bukan pebisnis, bekerja dalam bidang advertising merupakan pilihan yang tepat juga. 

    Dengan memiliki peluang yang tinggi dan gaji yang lumayan, kamu dapat mencoba berkarir pada bidang ini. Faktanya, zaman sudah modern sehingga prospek kerja advertising juga meningkat karena banyak orang beriklan. Jadi, apakah kamu akan beriklan, atau bekerja pada periklanan?

  • Manajemen Keuangan: Tujuan, Fungsi, Tugas, dan Prospek Kerja

    Manajemen Keuangan: Tujuan, Fungsi, Tugas, dan Prospek Kerja

    Salah satu kunci berjayanya suatu bisnis adalah sistem manajemen keuangan yang berjalan dengan baik. Melalui artikel ini, Anda akan mengetahui perihal pengertian, tujuan, fungsi, tugas, dan prospek pekerjaan dari salah satu bidang manajemen yang tengah berkembang pesat ini.

    Pengertian Manajemen Keuangan

    Tentunya, bidang manajemen keuangan bukanlah hal yang asing, terlebih dalam dunia bisnis. Sistem ini memastikan proses perencanaan keuangan hingga pengendalian dana berjalan dengan lancar.

    Pada intinya, sistem ini merupakan kegiatan usaha dengan peuh tanggung jawab untuk mendapatkan dan menggunakan dan perusahaan guna mencapai tujuan seefektif mungkin.

    Orang yang memegang tanggung jawab kegiatan ini disebut sebagai manajer keuangan. Ia bertugas mengupayakan sumber dana, menggunakannya dengan bertanggung jawab, serta mengelola dana perusahaan agar dapat mencapai target-target tertentu.

    Berkaitan dengan pengertian tersebut, terdapat 3 ruang lingkup di mana sistem ini berfokus menjalankan tugasnya, yaitu:

    • Pendanaan: Dalam sistem ini, merupakan segala upaya dan kebijakan untuk memperoleh sumber dana untuk perusahaan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga operasional perusahaan tetap berjalan.

    Terdapat dua sumber dana untuk pembiayaan operasional yakni modal dan hutang. Modal terbagi menjadi dua, yaitu investasi dan tabungan. Selain itu hutang dapat berupa hutang dari bank. Kedua sumber dana ini dapat diperoleh dari pihak internal atau eksternal perusahaan.

    • Penggunaan Dana: Setelah mendapatkan sejumlah dana, nantinya perusahaan akan menggunakannya untuk operasional perusahaan yang sudah terencana sesuai kebutuhan. Selain itu, dana yang ada biasanya juga untuk pembelian aset dan investasi.
    • Pengelolaan Aset: Seorang manajer keuangan bertugas mengendalikan aset yang ada agar tetap efisien dan mampu mencapai tujuan. Pengelolaan aset ini bertujuan menjaga nilai aset perusahaan agar tetap bernilai tinggi dan mampu memberikan keuntungan signifikan bagi perusahaan.

    Tujuan Manajemen Keuangan

    Tujuan Manajemen Keuangan
    Tujuan Manajemen Keuangan | Image Source: JT Consulting

    Secara umum, tujuan utama manajemen keuangan adalah untuk memastikan kalau perusahaan memiliki cukup dana untuk kebutuhan operasionalnya. Selain itu, sistem ini juga harus memaksimalkan nilai perusahaan untuk para stakeholders, seperti pemegang saham, kreditor, karyawan, dan masyarakat.

    Selain kedua tujuan utama dari sistem ini, terdapat tujuan-tujuan lainnya, yaitu:

    1. Manajemen Keuangan untuk Meningkatkan Keuntungan

    Tujuan dari sistem ini yang pertama adalah untuk meningkatkan keuntungan perusahaan dengan cara melakukan pengelolaan sumber daya keuangan secara tepat guna dan efektif.

    Salah satunya adalah dengan cara memberikan wawasan terkait kebutuhan perusahaan dan kondisi lapangan. Misalnya, dengan cara memberikan wawasan kepada para pimpinan mengenai kenaikan bahan baku yang dapat memicu kenaikan harga. Sehingga para pimpinan dapat membuat kebijakan yang bisa mengatasinya.

    2. Meningkatkan Nilai Likuiditas

    Sistem ini bekerja untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki cukup kas untuk kebutuhan operasional dan pembayaran kewajiban perusahaan. Apabila arus kas mengalami kemacetan, maka manajer keuangan harus segera mencari solusi mengatasinya untuk menjaga keberlangsungan perusahaan.

    3. Menambah Nilai Perusahaan Melalui Manajemen Keuangan

    Dengan memilih investasi yang tepat serta mampu mengelola resiko keuangan dengan cerdas merupakan salah satu tujuan dari sistem ini. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan nilai perusahaan. Tentunya, upaya ini harus dilakukan secara bertanggung jawab mengikuti peraturan negara dan industri yang berlaku.

    4. Meminimalkan Resiko Keuangan

    Seorang manajer keuangan harus mampu mengembangakan skenario keuangan berdasar kondisi bisnis terkini. Selain itu, ia juga harus mampu memprediksi berbagai hasil dari bisnis berdasarkan peluang kondisi pasar di masa depan. Serta, harus mampu mengenali, mengukur, dan mengelola resiko keuangan di masa depan.

    Fungsi Manajemen Keuangan

    Fungsi Manajemen Keuangan
    Fungsi Manajemen Keuangan | Image Source: MNews

    Manajemen keuangan memiliki fungsi yang sangat besar untuk bisnis dalam berbagai skala. Jika pengelolaan keuangan berjalan dengan baik, maka akan membawa hasil yang baik pula untuk bisnis Anda. Berikut merupakan fungsi-fungsinya:

    1. Perencanaan

    Sebuah perusahaan berdiri dengan sejumlah rencana yang sudah direncanakan dan dipikirkan oleh para pemimpin. Dalam pembuatan perencanaan perusahan itulah sistem ini bekerja.

    Sistem ini bekerja melalui perencanaan yang berkaitan dengan kebutuhan modal dari perusahaan. Manajer keuangan akan memantau biaya dan profit yang sudah diputuskan dan dipakai oleh divisi-divisi lain.

    2. Anggaran

    Sistem ini memiliki fungsi utama mengatur segala hal yang berkaitan dengan keuangan. Terkait anggaran, sistem ini berfungsi untuk merencanakan penerimaan dan mengalokasikan anggaran biaya secara efisien. Dengan begitu, akan tercipta pemaksimalan dana perusahaan dengan baik.

    3. Kontrol, Salah Satu Fungsi Manajemen Keuangan

    Mengendalikan keuangan merupakan fungsi dari sistem ini yang selanjutnya.  Fungsi kontrol bertugas mengawasi segala hal dalam perusahaan dapat berjalan sesuai rencana. Meskipun terdapat perubahan atau perbedaan dalam rencana, semua tetap terkendali. Sehingga, tidak sampai terjadi masalah fatal di masa depan.

    4. Auditing

    Pelaksanaan audit internal merupakan salah satu fungsi sistem ini yang berperan sebagai penyelenggara perusahaan. Audit internal ada untuk memastikan penyelenggaraan perusahaan dapat terlaksana dengan baik dan sesuai rencana.

    Selain itu, pelaksanaan audit internal juga harus menggunakan standar akuntansi yang baku melalui tahapan-tahapan berikut: analisis, penilaian, peninjauan ulang, dan penimbangan hasil kerja divisi dan perusahaan. Lalu, manajer keuangan akan membandingkannya dengan berbagai standar milik perusahaan.

    5. Report

    Setelah pelaksanaan perencanaan, penganggaran, pemantauan, dan audit internal. Maka hal terakhir yang harus dilaksanakan adalah penyusunan laporan yang memuat kondisi keuangan perusahaan dan analisis rasio dalam laporan keuangan.

    Laporan ini memiliki fungsi yang sangat penting dan dapat menjadi acuan para pelaku bisnis dalam mengambil keputusan di masa depan. Periode penyusunan laporan ini biasanya setiap kuartal, semester, dan tahunan.

    Tugas Manajemen Keuangan

    Tugas utama manajemen keuangan adalah mengawasi uang dan kondisi keuangan perusahaan. Selain itu, merubah anggaran yang kurang menguntungkan dengan aktivitas yang lebih menguntungkan juga merupakan salah satu tugasnya.

    Secara umum, dalam perusahaan harus terdapat seseorang yang memantau keluar masuknya uang kas dengan cermat. Pengawasan ini berfungsi untuk menghindari kerugian dan agar terpenuhinya kewajiban-kewajiban serta pengeluaran perusahaan yang lainnya.

    Peluang Kerja Manajemen Bidang Keuangan

    Sebagai salah satu bidang yang memegang peranan vital dalam perusahaan, program studi manajemen keuangan merupakan salah satu bidang yang menjanjikan prospek kerja dengan pengalaman yang menantang dan pendapatan yang cukup menggiurkan. Berikut diantaranya:

    1. Manajer Keuangan

    Setiap perusahaan sudah pasti memerlukan keberadaan sistem untuk memastikan kondisi keuangannya. Oleh sebab itu, posisi manajer keuangan hadir sebagai orang yang menjalankan dan mengawasi sistem tersebut agar tetap berjalan lancar.

    Seorang manajer keuangan memiliki penghasilan berkisar Rp 4 juta – Rp 19 juta, bergantung kepada masa kerja, perusahaan, dan wilayah.

    2. Account Officer

    Seorang account officer harus memiliki daya analisis yang tajam terkait informasi finansial. Selain itu, juga harus mampu melakukan riset pasar, membuat laporan finansial, dan sebagainya. Pendapatan profesi ini berkisar di nilai Rp 4 juta – Rp 11 juta.

    3. Konsultan Keuangan

    Profesi konsultan keuangan bekerja dengan cara memberikan saran seputar keuangan berdasar tujuan dan kebutuhan tiap klien. Ia haruslah memiliki pemahan mendalam perihal keuangan dan segala hal untuk mencegah kerugian. Seorang konsultan keuangan biasanya memasang tarif jasa antara Rp 3 juta – Rp 10 juta.

    4. Auditor

    Seorang auditor bekerja dengan menggeluti dokumen-dokumen. Ia harus menganalisisnya dan memastikan aktivitas keuangan berjalan tanpa kecurangan, wajar, dan lancar. Umumnya, seorang auditor memiliki penghasilan sebesar Rp 4 juta – Rp 7 juta bergantung kepada masa kerja dan tanggungan beban kerjanya.

    5. Manajer Resiko

    Posisi manajer resiko merupakan profesi yang memiliki tugas menganalisis resiko suatu perusahaan. Ia haruslah bisa mengenali, menganalisis, menyusun strategi untuk menghindari resiko perusahaan, dan wajib memiliki pengetahuan keuangan yang mumpuni. Gaji dari profesi ini berkisar antara Rp 20 juta – ratusan juta rupiah.

    Pentingnya Manajemen Keuangan Dalam Berbagai Jenis dan Skala Bisnis

    Meskipun tampak rumit dan kompleks, tapi sejatinya sistem manajemen keuangan dapat Anda aplikasikan dalam segala jenis dan skala bisnis. Kunci dari keberhasilannya adalah ketelitian, ketajaman analisis, dan kemampuan manajemen yang bagus.

    Jika sistem ini mampu berjalan dengan baik, maka kondisi keuangan bisnis Anda pun dapat terus berada dalam kondisi yang baik. Tentunya, sistem yang Anda terapkan harus menyesuaikan dengan jenis dan skala bisnis Anda, karena semakin besar suatu bisnis, maka semakin kompleks pula upaya pengaturannya.

    Untuk menemukan sistem manajemen yang sesuai, Anda harus betul-betul memahami bisnis yang Anda jalankan. Kemudian, Anda juga harus mempelajari bagaimana kondisi keuangan bisnis Anda dan resiko-resiko yang mungkin terjadi, serta solusi-solusi yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi masalah keuangan.

    Jika seluruh informasi-informasi tersebut sudah Anda dapatkan, maka anda hanya perlu membangun sebuah sistem yang mengakomodir segala kebutuhan Anda dan mampu meningkatkan kondisi kesehatan keuangan bisnis Anda. Serta, sistem tersebut juga haruslah mampu menyesuaikan dengan kebutuhan di masa depan.

  • Mengenal Jurusan Ekonomi Pembangunan: Ruang Lingkup,Tugas, Keunggulan, & Prospek

    Mengenal Jurusan Ekonomi Pembangunan: Ruang Lingkup,Tugas, Keunggulan, & Prospek

    Menentukan jurusan kuliah memang terkadang membingungkan. Faktanya, terdapat banyak jenis jurusan dalam satu bidang yang sama, contohnya ilmu ekonomi. Salah satu jurusan ilmu ekonomi yang banyak peminatnya adalah ekonomi pembangunan. Serupa namun tak sama, fokus jurusan ini berbeda dengan ilmu ekonomi lainnya.

    Artikel ini akan menjelaskan tentang arti, tugas, keunggulan, ruang lingkup sampai dengan prospek kerja jurusan economic of development (ECD). Yuk, cari tahu lebih lanjut! 

    Apa itu Ekonomi Pembdangunan?

    Berdasarkan Lincolin Arsyad, ekonomi pembangunan merupakan kemampuan sebuah negara untuk meningkatkan persediaan macam-macam barang kebutuhan penduduknya untuk waktu yang lama. 

    Sedangkan, Sadono Sukirno (1985) mengartikannya sebagai salah satu cabang ilmu ekonomi yang bertujuan untuk memaparkan persoalan negara berkembang serta bagaimana menemukan metode untuk menyelesaikan masalah tersebut. Faktor utama penemuan cara itu agar negara tersebut dapat membangun ekonominya.  

    Pada dasarnya, pengertian ECD atau economic of development adalah salah satu ilmu ekonomi yang membahas tentang masalah keuangan, perbankan, dan bisnis. Dalam pembelajarannya, jurusan ECD berfokus pada topik ekonomi untuk menemukan solusi perekonomian, baik secara kritis maupun inovatif dan kreatif.

    Mata Kuliah Jurusan Ekonomi Pembangunan 

    Sebelum menentukan untuk memilih jurusan tentang ilmu ekonomi, kamu juga harus mengetahui apa saja tugas-tugas ekonomi pembangunan. 

    Meskipun sama dengan jurusan ekonomi yang lain, namun jurusan ini tidak hanya berfokus pada proses analisa. Namun, jurusan ini juga akan membahas mendalam tentang perencanaan ekonomi. Ada beberapa mata kuliah yang dapat kamu temui saat memilih jurusan ini, yaitu:

    • Ekonomi Internasional
    • Sistem Keuangan
    • Ekonomi Wawasan dan Lingkungan
    • Teori Ekonomi Mikro
    • Pengantar Bisnis
    • Ekonometrika
    • Matematika Ekonomi dan Keuangan
    • Kebanksentralan
    • Etika Ekonomi
    • Manajemen Resiko dan Analisis Kredit Perbankan
    • Pengantar Ekonomi Mikro
    • Ekonomi Moneter dan Keuangan
    • Teori Ekonomi Makro
    • Manajemen Perbankan
    • Ekonomi Kependudukan
    • Valuasi Korporat
    • Ekonomi Transportasi
    • Pengantar Akuntansi
    • Ekonomi Industri dan Perdagangan
    • dan lain sebagainya.

    Beberapa mata kuliah yang tertera di atas terbagi lagi menjadi materi dasar dan lanjutan. Materi dasar meliputi ekonomi mikro dan makro, ekonometrika, sejarah filsafat ekonomi, teori pembangunan ekonomi, dan perencanaan pembangunan ekonomi. 

    Sedangkan materi lanjutan berupa ekonomi wawasan dan lingkungan, moneter dan keungan serta industri dan perdagangan. 

    Ruang Lingkup Jurusan Ekonomi Pembangunan 

    Ekonomi pembangunan pada dasarnya bertujuan untuk membangun dan memajukan ekonomi suatu negara agar menjadi negara maju. Bukan hanya berfokus pada topik perekonomian, ECD juga membahas tentang politik, ekonomi tradisional bahkan pertumbuhan material. Berikut penjelasan lengkapnya:

    1. Ekonomi Tradisional

    Pada ekonomi tradisional, perekonomiannya fokus untuk memaksimalkan sumber produktif langka dengan harga yang minim. Selain itu, ia bersifat efisien dan terus berkembang. Umumnya, ilmu ini terbagi menjadi dua, yaitu ekonomi klasik dan neoklasik. Amerika dan Inggris sering menggunakan ilmu ini untuk pembelajarannya.

    Demikian pula dengan ekonomi politik yang merupakan ekonomi tradisional. Ekonomi politik biasanya membahas tentang bidang politik dan sumber produktif yang terbatas. Faktanya, hubungan antara politik dan ekonomi adalah tentang kekuasaan dalam mengambil keputusan ekonomi.

    2. Ekonomi Pembangunan

    Ruang lingkup selanjutnya adalah ekonomi pembangunan. Ilmu ekonomi ini meliputi institusional dan sosial, mulai dari swasta hingga pemerintah. Kemampuan untuk ilmu ini adalah membuat perbaikan pada masyarakat kurang mampu dan kurang pendidikan secara luas dan cepat. 

    Beberapa jangkauan ECD yang utama berguna dalam pembahasan perekonomian adalah:

    • Investasi
    • Arah untuk tabungan
    • Kemiskinan
    • Pembuatan modal
    • Pertumbuhan ekonomi

    Dengan beberapa landasan di atas, Indonesia mampu mengalami perubahan dari tahun ke tahunnya. Contohnya, saat ini sudah banyak bisnis UMKM dan UKM yang membangun peruntungan, baik bagi negara maupun pelaku bisnis. 

    Kegunaan Ekonomi Pembangunan

    Ekonomi pembangunan dalam perannya bertugas untuk perekonomian suatu negara. Tentunya, faktor utamanya adalah membuat upaya untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas perekonomian masyarakat di negara berkembang. Namun, fungsi mempelajarinya ada beberapa, yakni:

    • Memperbaiki kualitas sumber daya manusia atau SDM
    • Berinvestasi untuk modal pada bidang ekonomi
    • Memberantas angka pengangguran dan kemiskinan
    • Menaikkan pertumbuhan ekonomi serta produk dosmetik bruto
    • Mendapatkan bantuan ekonomi dari para investor apabila menjadi negara dengan perekonomian yang baik

    Keahlian Bersekolah Jurusan ECD

    Ketika mempelajari jurusan ekonomi pembangunan, nantinya akan menciptakan keahlian baru. Beberapa keahlian tersebut adalah:

    • Mampu berkomunikasi
    • Kemampuan meneliti
    • Mampu berpikir yang masuk akal dan terstruktur
    • Mampu berlogika dan matematika
    • Kemampuan mendeskripsikan sesuatu
    • Mampu menganalisa

    Sesuai dengan tujuan ECD, ketika belajar di perguruan tinggi nanti, kamu akan mendapatkan keahlian sesuai dengan mata kuliah yang kamu pelajari.

    Keunggulan Economic of Development (ECD)

    Dengan memiliki banyak peminat pada salah satu jurusan ekonomi, hal itu menunjukkan bahwa ECD memiliki keunggulan sehingga menjadi jurusan favorit. Kelebihan dari jurusan ECD menjadi nilai lebih dan menjadikan alasan mengapa jurusan ini adalah yang terbaik, contohnya seperti: 

    1. Banyak Perusahaan Membutuhkan Lulusan ECD

    Alasan yang pertama mengapa jurusan ekonomi pembangunan menjadi pilihan terbaik karena banyak perusahaan-perusahaan membutuhkannya. Bahkan, hampir semua perusahaan membutuhkan seorang lulusan jurusan ini. Faktor utamanya adalah karena dapat menyelesaikan masalah perekonomian suatu perusahaan. 

    Contoh profesi yang banyak dibutuhkan perusahaan adalah menjadi aktuaris pada perusahaan asuransi. Faktanya, permintaan profesi ini terbilang cukup tinggi.

    2. Ilmu yang Tidak Ketinggalan Zaman

    Keunggulan lain jurusan ECD adalah tidak pernah sia-sia ketika mempelajarinya. Dengan kata lain, ilmunya tidak pernah termakan oleh zaman karena terus berkembang mengikuti perubahan zaman.

    3. Ilmu yang Bisa Menyesuaikan

    ECD merupakan ilmu yang dapat dibilang mudah disesuaikan atau fleksibel. Dengan melihat penerapannya, berbagai jenis perusahaan dapat menggunakan ilmu ini dan berguna mendirikan usaha secara mandiri. Oleh sebab itu, ECD dapat menyesuaikan penggunaannya.

    4. Berperan Penting di Dunia Bisnis

    Ketika berbicara ekonomi, tentu ada relasinya dengan dunia bisnis. Mempelajari ilmu ECD merupakan peran penting ketika kamu memiliki bisnis atau akan terjun ke dunia bisnis. Nyatanya, banyak lulusan jurusan ECD mampu mengatasi masalah-masalah ekonomi yang terjadi pada dunia usaha.

    5. Banyak Perguruan Tinggi yang Memiliki Jurusan ECD

    Faktanya, ECD memiliki banyak peluang yang dibutuhkan oleh banyak perusahaan sehingga orang-orang ingin mempelajarinya. Oleh sebab itu, terdapat banyak perguruan tinggi yang memiliki jurusan ECD, seperti:

    • Universitas Airlangga Surabaya
    • Perguruan Tinggi Sebelas Maret Surakarta
    • IPB (Institut Pertanian Bogor)
    • Universitas Negeri Semarang
    • Perguruan Tinggi Trisakti
    • Universitas Brawijaya
    • Universitas Muhammadiyah Malang
    • Universitas Diponegoro
    • Perguruan Tinggi Islam Bandung
    • dan lain-lain.

    6. Memiliki Kesempatan untuk Dapat Gaji yang Besar

    Keunggulan lain memilih jurusan ECD karena ketika bekerja pada bidang ini, kamu dapat menerima gaji yang cukup besar. Faktor mengenai gaji yang akan diterima saat bekerja nanti merupakan upaya memikirkan prospek kerja sebelum memilih jurusan ini. 

    Secara lebih detil, kelebihan memilih jurusan ECD untuk bersekolah di perguruan tinggi adalah:

    • Ada banyak pilihan perusahaan 
    • Memiliki kesempatan mendapat gaji yang lumayan besar
    • Dapat belajar untuk berpikir rasional
    • Menjadi lebih kreatif, teliti, dan tekun
    • Memiliki peluang kerja yang menjanjikan
    • Mengetahui keadaan ekonomi terkini sehingga dapat memperkirakan karir yang akan menjadi tujuan

    Prospek Kerja ECD 

    Setelah mengetahui kelebihan memilih jurusan ekonomi pembangunan, kamu perlu melihat prospek kerja jurusan tersebut saat lulus nanti. Beberapa profesi dapat kamu lakukan nanti saat lulus dan mulai mencari lowongan kerja. 

    • Akuntan: gaji sekitar Rp3,5 juta sampai dengan Rp5 juta
    • Pendidik: mendapat gaji mulai dari Rp3 juta sampai Rp7 juta
    • Ekonom: gajinya sekitar Rp4 juta – Rp6 juta
    • Trend Analyst: mendapat gaji dari Rp3 juta sampai dengan Rp8 juta
    • Financial Analyst: gajinya mulai Rp7 juta sampai Rp9 juta
    • System Analyst: upahnya mulai Rp5 – Rp11 juta
    • Account Officer: memiliki gaji Rp4 sampai Rp7 juta
    • Market Analyst: gaji mulai dari Rp5 juta sampai 4 kali lipat dari gaji tersebut
    • Aktuaris: memiliki gaji senilai Rp4 juta sampai Rp7 juta
    • Credit Analyst: mendapat gaji sekitar Rp6 juta – Rp8 juta
    • Data Analyst: gaji sekitar Rp5 – Rp7 juta
    • Research and Development (R&D): sekitar Rp4 sampai Rp6 juta
    • Business Analyst: memiliki gaji sekitar Rp4 sampai Rp12 juta

    Apakah Kamu Tertarik Memilih Jurusan Ekonomi Favorit?

    Memiliki prospek kerja yang cukup bagus setelah lulus, jurusan ekonomi pembangunan menjadi pilihan dan favorit beberapa orang. Faktor utamanya adalah karena keunggulannya yang beragam serta tidak dimiliki cabang ilmu ekonomi lainnya. Jurusan ini menganalisa perekonomian sehingga penghasilannya besar.

    Dengan gaji yang menjanjikan, kamu dapat memilih profesi ECD karena banyak perusahaan yang membutuhkan lulusan jurusan ini. Selain itu, tidak banyak orang dapat melakukan analisis terhadap ekonomi sebelum mereka bersekolah pada jurusan ilmu ekonomi. Jelas, jurusan ini tepat sekali untuk kamu yang suka hitungan.

  • Bisnis Digital: Pengertian, Jenis, Contoh, & Peluangnya di Indonesia

    Bisnis Digital: Pengertian, Jenis, Contoh, & Peluangnya di Indonesia

    Melalui bisnis digital, Anda bisa memiliki jangkauan konsumen yang lebih luas daripada bisnis konvensional. Ini karena pada zaman sekarang orang-orang cenderung memakai internet, terutama untuk memenuhi berbagai kebutuhannya sehari-hari. Lantas. apakah bisnis ini memiliki peluang besar di Indonesia?

    Apa itu Bisnis Digital?

    Pada beberapa tahun terakhir ini, digitalisasi semakin menjadi incaran banyak masyarakat untuk mendirikan bisnis. Terutama pada kelompok milenial dan gen Z yang lebih modern daripada usia sebelumnya.

    Jadi, tidak heran jika banyak perusahaan besar yang tertarik membuka usaha digital. Baik itu untuk bisnis utama maupun hanya anak perusahaan baru. Karena model bisnisnya masih abstrak, usaha digitalisasi masih sulit untuk didefinisikan secara keseluruhan.

    Namun, secara sederhana, bisnis digital merupakan bisnis yang akan memakai teknologi internet sebagai sarana untuk mendukung usaha. Mulai dari menciptakan produk, nilai tambah pengalaman pelanggan, memenuhi kebutuhan bisnis, dan lain sebagainya.

    Sebagai contoh, salah satunya adalah majalah online. Pada zaman dahulu, kebanyakan penerbit akan mencetak majalah dalam bentuk buku, yakni berisi tentang berbagai kumpulan kertas. Akan tetapi, kini sudah berubah.

    Sekarang penerbit bisa membuat majalah digital yang berbentuk aplikasi maupun web. Dengan demikian, pelanggan bisa membaca majalah dengan lebih mudah. Pelanggan akan membacanya melalui komputer, tablet, ponsel, dan alat canggih lainnya yang mereka miliki.

    Selain itu, jika ada gambar dan tulisan yang kurang terlihat dengan jelas. Maka, pelanggan bisa memperbesarnya secara otomatis. Sehingga hal tersebut akan memudahkan pelanggan dalam menggunakannya.

    Jenis-Jenis Bisnis Digital

    Hingga saat ini, masih banyak orang menganggap bahwa digital business hanyalah bisnis yang bergerak secara online. Padahal, setidaknya ada 11 jenis bisnis yang termasuk ke dalam digital business. Adapun beberapa yang bisa Anda temukan di Indonesia antara lain sebagai berikut:

    1. Marketplace

    Marketplace
    Marketplace | Image Source: Freepik

    Marketplace berperan sebagai pihak ketiga, sehingga platform ini menjadi perantara dari penjual dan pembeli. Khususnya dalam proses jual dan beli yang mereka lakukan. 

    Adapun dua jenis dari marketplace, yakni murni dan konsinyasi. Beberapa contoh platform marketplace terbesar adalah Ebay, Amazon, Alibaba, dan sejenisnya.

    2. Subscription

    Subscription
    Subscription | Image Source: Freepik

    Secara umum, subscription adalah sejenis bisnis yang bergerak dalam konten digital. Mulai dari Disney+, Netflix, Spotify, Youtube, Zoom, Apple Music, dan lain sebagainya.

    Konsepnya hampir sama seperti zaman dahulu ketika Anda harus mendaftar sebagai pelanggan majalah terlebih dahulu untuk menikmati kontennya. Pada subscription, model kontennya bersifat digital. Dengan demikian, Anda bisa menikmatinya secara online tanpa harus memiliki versi fisik.

    3. E-Commerce

    E-Commerce
    E-Commerce | Image Source: Freepik

    Berdasarkan pemahaman sederhananya, e-Commerce adalah sebuah aplikasi atau website yang akan menyediakan layanan jual beli. Biasanya, jenis bisnis ini sudah memiliki brand tertentu. Ini karena banyak perusahaan besar yang telah mengadopsi bisnis digital tersebut.

    Adapun beberapa contohnya, seperti Kopi Kenangan, Gramedia, Mcdonald, KFC, dan sejenisnya. Dengan kata lain, produk bisnis ini memang memiliki wujud fisik, hanya saja operasional penjualannya menggunakan cara digital. 

    4. Open Source

    Open Source
    Open Source | Image Source: Freepik

    Model bisnis ini akan menawarkan produk yang dapat digunakan secara gratis. Dengan demikian, para pelanggan tidak perlu membayar sepeserpun untuk menikmati layanannya. 

    Bahkan, pelayanannya tidak memiliki perbedaan signifikan, seperti akun basis dan akun premium. Ini karena biasanya ada platform digital yang mengharuskan membayar untuk menghidupkan akun premium. 

    Google dan Firefox adalah beberapa contoh dari open source. Siapa saja dapat menggunakan kedua platform tersebut dengan mudah. Selain itu, bisnis ini juga memiliki strategi yang menguntungkan dalam bidang partnership, pelatihan, hingga royalti.

    5. Ad-supported

    Ad-supported
    Ad-supported | Image Source: Freepik

    Ad-supported memiliki julukan Ad-based, ini karena bisnis tersebut memang operasionalnya cenderung lebih berfokus pada media sosial. Misalnya seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan WhatsApp.

    Melalui bisnis ini, perusahaan akan dengan mudah mendapatkan keuntungan dari kegiatan promosinya. Mulai dari iklan, sponsor, hingga pembelian yang masuk ke layanan perusahaan.

    Indonesia sendiri memiliki beberapa contoh bisnis yang bergerak dalam Ad-supported. Namun, secara umum, perusahaan yang mengelola bisnis ini umumnya memiliki aplikasi berita dan berbagi video singkat.

    6. Freemium

    Freemium
    Freemium | Image Source: Freepik

    Seperti namanya, bisnis digital berjenis freemium adalah bisnis yang akan memberikan akses gratis kepada pelanggannya untuk menikmati produk. Akan tetapi, biasanya juga ada batasan tertentu. Agar mendapatkan pengalaman lebih banyak, maka pelanggan harus melakukan upgrade ke premium.

    Sebagai contoh, Anda bisa melihatnya pada aplikasi Canva. Aplikasi tersebut akan membantu pelanggannya untuk membuat desain dengan berbagai fitur yang tersedia. Namun fiturnya terbatas, Anda bisa upgrade ke premium untuk mendapatkan lebih banyak fitur.

    Contoh Ide Bisnis Digital yang Menjanjikan

    Digital business tidak hanya tentang marketing saja, namun ada banyak ide usaha yang bisa Anda ubah ke bentuk online. Nah, berikut ini inovasi bisnis secara digitalisasi yang modern:

    1. Afiliasi 

    Afiliasi 
    Afiliasi | Image Source: Freepik

    Afiliasi merupakan sebuah kegiatan untuk memasarkan barang maupun jasa milik orang lain. Baik itu secara individu maupun perusahaan, sehingga nantinya mendapat komisi setimpal. Dalam setahun terakhir ini, inovasi bisnis ini sangat menjanjikan untuk Anda coba sebagai usaha penghasil uang.

    Caranya juga tidak terlalu sulit, Anda hanya perlu mendaftar pada platform yang menyediakan program afiliasi. Nantinya, setelah berhasil mendaftar, Anda akan mendapatkan kode referral berupa tautan khusus. Dengan demikian, Anda bisa memasarkan produk di berbagai media sosial.

    2. Bimbingan Belajar

    Bimbingan Belajar
    Bimbingan Belajar | Image Source: Freepik

    Dengan memanfaatkan teknologi yang semakin maju, kini Anda bisa mempermudah proses pendidikan. Anda bisa membuka bimbingan belajar online, misalnya seperti les khusus untuk murid yang ingin menghadapi ujian besar dan yang ingin mendapatkan nilai bagus.

    Bisnis satu ini memang sudah sangat menjamur di Indonesia. Ini karena keuntungannya sangat menjanjikan. Coba saja tengok platform seperti Zenius, Ruangguru, dan Quipper yang semakin populer.

    3. Berjualan Foto dan Video

    Berjualan Foto dan Video
    Berjualan Foto dan Video | Image Source: Freepik

    Jika memiliki kesukaan terhadap fotografi dan videografi, maka Anda juga bisa menjadikannya sebagai ladang cuan. Ada banyak platform yang bisa menerima koleksi terbaik milik Anda. Mulai dari Alamy, Freepik, iStockphoto, Shutterstock, Adobe Stock, dan sejenisnya.

    Anda harus menciptakan foto dan video dengan tema yang beragam, sehingga koleksi yang dijual pun tidak monoton. Beberapa tema yang bisa pilih adalah teknologi, bisnis, alam, hewan, makanan, minuman, pernikahan, lebaran, natal, tahun baru, dan lain-lain.

    Hobi ini sangat bagus untuk dikembangkan menjadi bisnis. Setelah berhasil memiliki nama yang cukup bagus dalam bisnis digital, Anda bisa merekrut orang lain. Sehingga foto dan video Anda akan memiliki banyak improvisasi.

    Dengan menjual foto dan video berlisensi, Anda akan mendapatkan keuntungan. Salah satunya adalah Anda dapat mendistribusikan koleksi ke banyak platform dengan mudah. Namun, tidak semua foto dan video bisa dijual. Oleh sebab itu, pastikan Anda telah mengantongi perizinannya terlebih dahulu.

    4. Penyedia Jasa Database

    Penyedia Jasa Database
    Penyedia Jasa Database | Image Source: Freepik

    Sebagai contoh, Anda adalah seorang yang memiliki talenta dalam mengolah data. Khususnya saat memakai program seperti SAS atau SPSS. Ini bisa jadi peluang bisnis, sehingga Anda bisa menawarkan jasa tersebut ke calon klien.

    Dalam dunia pendidikan dan perusahaan modern, kebutuhan terhadap pengolahan data sangat tinggi. Sehingga bisa menjadi salah satu bidang bisnis yang sangat prospektif untuk Anda coba.

    Seiring banyak kebutuhan, membuat banyak perusahaan besar yang mencari jasa database online. Ini karena posisi tersebut cukup sulit, apalagi kerumitan pengolahan data yang cukup menyita waktu. Sehingga menyewa jasa profesional adalah salah satu solusi tepat.

    Peluang Bisnis Digital di Indonesia

    Teknologi digital terus mengalami perkembangan yang semakin cepat, membuat implementasi digitalisasi dalam berbagai bidang menjamur. Contohnya seperti teknologi informasi, keamanan, pertahanan, ekonomi, politik, hingga sosial budaya sekalipun.

    Pemerintah Indonesia terus menggerakan transformasi digital yang berkembang dalam semua sektor. Ini karena potensi nilai ekonomi dari usaha digitalisasi yang nyata, bahkan nantinya di Indonesia bisa mencapai US$ 360 miliar pada tahun 2030.

    Namun, untuk membuka peluang tersebut, harus didukung oleh berbagai aspek. Seperti sumber daya manusia, infrastruktur, kebijakan adaptif, agile, dan forward looking yang sesuai.

    Siap Mencoba Membuka Bisnis Digital?

    Sebagai calon pebisnis, Anda harus bisa membedakan jenis-jenis bisnis. Dengan demikian, Anda bisa memikirkan jenis usaha apa yang sekiranya cocok untuk dicoba. Bisnis digital adalah salah satu bisnis paling populer dan menjanjikan saat ini.  Tidak ada salahnya mencoba, karena keuntungan pun sangat besar. 

    Namun, Anda juga harus bisa memilih niche bisnis yang tepat sesuai kemampuan. Caranya dengan melakukan riset mengenai trend dan demand untuk melihat peluang terbaik. Serta gunakan strategi digital marketing yang optimal. Bagaimana, apakah Anda tertarik mencobanya?

  • Ekonomi Syariah: Pengertian, Ciri, Tujuan dan Prinsipnya

    Ekonomi Syariah: Pengertian, Ciri, Tujuan dan Prinsipnya

    Perputaran arus transaksional membutuhkan poros untuk menopang keberlangsungan hidup. Poros itu adalah disiplin ilmu ekonomi. Berkembangnya pengetahuan ekonomi membuat munculnya berbagai macam paradigma baru, salah satunya ekonomi syariah. Seperti apa pengertian, ciri-ciri, dan tujuannya? 

    Mengenal Ekonomi Syariah

    Ekonomi Syariah
    Ekonomi Syariah | Image Source: ocbcnisp

    Apabila kita melakukan kegiatan produksi, distribusi, serta mengkonsumsi barang dan jasa, itu disebut dengan aktivitas ekonomi. Mengutip dari buku yang bertajuk “Ekonomi Syariah” karya Yoyok Prasetyo, bahwa makna istilah ini sering disebut juga dengan ekonomi Islam. Keduanya memiliki makna yang serupa.

    Tak heran jika kita menjumpai nama pada program studi perkuliahan, terkadang menggunakan ekonomi Islam atau ekonomi syariah. Salah satu pakar bernama M.A. Mannan menyebutkan kalau ilmu ini punya pengertian sebagai suatu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah ekonomi rakyat berlandaskan oleh nilai-nilai Islam.

    Nilai Islam yang kita gunakan bersumber dari Al-Qur’an dan hadis. Dari pemaparan tersebut, dapat kita ketahui bahwa paradigma utama dalam ilmu ekonomi syariah menggunakan konsep dari Al-Qur’an dan hadis. Tentunya, dua sumber itu tidak bisa kita sejajarkan dengan konsep ekonomi sosialis atau kapitalis.

    Sedangkan menurut Umar Chapra, mengatakan kalau sistem tersebut yang menciptakan keseimbangan makro ekonomi dan ekologi serta memperkuat solidaritas sosial. Karena apa? Sistem ekonomi syariah tidak ada riba terlebih eksploitasi kelas sosial.

    Dalam pengertian yang sederhana, ekonomi ini adalah sebuah sistem ekonomi yang menggunakan prinsip keislaman dengan tujuan kesejahteraan sosial.

    Ciri dan Karakteristik Ekonomi Syariah

    Sistem pada pusaran ekonomi syariah sebenarnya memiliki kemiripan karakteristik dengan ekonomi konvensional. Meskipun banyak kemiripan, ada perbedaan yang signifikan dalam penerapan dan penekanannya. Di mana, konsep Islam berperan soliter untuk menjunjung persaudaraan, keadilan, serta nilai-nilai spiritual.

    Selain itu, jika dibandingkan dengan ekonomi konvensional, pegangan dari ekonomi islam lebih patuh terhadap koridor nilai-nilai Islam. Agar lebih mudah mengerti dan memahami, yuk simak ciri-cirinya sebagai berikut:

    1. Ekonomi Ketuhanan

    Segala bentuk atau jenis dari kegiatan ekonomi islam harus dilaksanakan sesuai dengan syariat Islam. Fokus pada nilai ketuhanan ketika melakukan aktivitas transaksi ekonomi, cabang ilmu ini memiliki tujuan untuk memunculkan kesatuan pada lingkungan sosial.

    2. Ekonomi Keadilan

    Ekonomi syariah memiliki paradigma kalau keadilan perlu diterima oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa ada campur tangan kelas sosial tertentu. Selain itu, ciri khas ini akan memberikan kesempatan serta kebebasan kepada setiap masyarakat yang memiliki usaha. Tentunya pada aturan yang tertuang dalam Islam.

    3. Ekonomi Pertengahan

    Apabila melihat sistem ekonomi ini, terdapat kesadaran untuk menyeimbangkan hak individu antara dunia dan akhirat. Oleh karena itu, akan tercipta keseimbangan ekonomi (equilibrium) serta munculnya rasa tanggung jawab (responsibility) pada pegiat bisnis.

    Ekonomi Pertengahan
    Ekonomi Pertengahan | Image Source: pelajaran.co.id

    Akan tetapi, sebagian yang paling penting ialah mengetahui secara rinci dari karakteristik utama pada sistem ekonomi syariah. Agar memudahkan kita untuk tidak terkecoh dengan sistem syariah yang ternyata pada praktiknya masih jauh dari unsur keislaman, terdapat 5 karakteristik utama yang perlu sama-sama kita ketahui:

    1. Kesejahteraan ekonomi diperluas dengan kesempatan kerja penuh dan laju pertumbuhan ekonomi yang maksimal.
    2. Keadilan sosioekonomi serta distribusi pemilik kekayaan dan pendapatan yang merata.
    3. Memiliki stabilitas nilai pada mata uang untuk memungkinkan alat tukar sebagai sarana satuan yang dapat kita andalkan. Selain itu, menjadi standar yang adil bagi pembayaran yang ditangguhkan dan tentunya alat penyimpanan nilai yang stabil.
    4. Investasi tabungan memiliki mobilisasi untuk pembangunan ekonomi dalam cara yang adil, sehingga pada saat pengembalian keuntungan mendapatkan jaminan bagi semua pihak yang bersangkutan.
    5. Memberikan semua bentuk pelayanan yang efektif secara normal diharapkan dari sistem perbankan.

    Poin-poin diatas merupakan ciri dan karakteristik pada disiplin ekonomi syariah yang perlu sama-sama kita aplikasikan dalam kehidupan sesungguhnya. Hal ini agar tidak hanya menjadi nilai yang tak memiliki esensi.

    Tujuan Ekonomi Syariah

    Sebelum mengenalkan tujuan sistem ekonomi ini, kita perlu mengetahui dulu manfaat yang akan kita dapatkan. Penerapan sistem ekonomi islam dibentuk untuk membantu menciptakan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat dan menjadi penyeimbang di dunia moneter terlebih sistem keuangan. 

    Nah, kemudian apa tujuan ekonomi syariah? Tujuan utamanya adalah untuk menyelaraskan kehidupan masyarakat secara menyeluruh dengan hukum Islam. Secara mendasar, sistem ini setuju dengan maslahat sosial sehingga apapun bentuk fraud itu dilarang.  

    Selain itu, ekonomi syariah pun memiliki tujuan untuk membentuk jalinan sosial yang hangat berdasarkan rasa persaudaraan, sehingga persebaran pendapatan dapat tersebar secara merata.

    Tujuan akhir dalam konteks ini sebenarnya ada kesamaan dengan tujuan dari syariat Islam (maqashid al syari’ah), yaitu mencapai kebahagiaan, baik di dunia dan akhirat. Kebahagiaan itu tercapai melalui suatu tatanan sosial yang baik dan terhormat.

    Maqashid Al-Syari’ah memiliki makna untuk mewujudkan kesejahteraan manusia yang terletak pada lima kemaslahatan dasar dalam diri manusia, yaitu agama, jiwa, keturunan, kekayaan, dan/atau intelektualitas. Mengutip dari Gramedia, tujuan ekonomi syariah adalah sebagai berikut:

    • Setiap muslim dapat menyucikan jiwa supaya menjadi sumber keutamaan bagi masyarakat dan lingkungannya.
    • Keadilan dalam ruang lingkup masyarakat dapat kita tegakkan dengan meliputi aspek kehidupan pada bidang hukum dan muamalah.
    • Menciptakan kesejahteraan ekonomi dalam kerangka norma Islam.

    Kalau kita lihat secara general, memang laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus menjadi kegiatan alami dari kebijakan yang menimbulkan pemanfaatan sumber daya manusia dan alam secara efektif. Selain itu, tuntutan untuk mencapai kesejahteraan material dalam rangka nilai-nilai Islam perlu memenuhi tiga poin berikut:

    1. Pertama, hasil itu tidak boleh dicapai lewat produksi barang dan serta jasa yang tidak memiliki kebermanfaatan dan secara moral dipertanyakan.
    2. Kedua, hasil tidak boleh memperlebar kesenjangan sosial sehingga memperpanjang garis marjinal.
    3. Hasil tidak boleh memberikan dampak yang bahaya kepada setiap generasi secara fisik atau moral.

    Contoh Aktivitas Ekonomi Syariah

    Perbankan Syariah
    Perbankan Syariah | Image Source: sudutekonomi

    Setelah membahas arah tujuan dari sistem ini, kita juga perlu mengetahui produk dan bisnis syariah apa saja yang sampai saat ini berlaku di Indonesia:

    1. Perbankan Syariah

    Perbankan syariah ialah bentuk kegiatan tentang bank syariah dan unit usaha syariah (UUS), mencakup kegiatan usaha, kelembagaan, serta prosesi ketika melaksanakan kegiatan bisnisnya.

    Beberapa contoh dari produk dari perbankan syariah adalah tabungan, deposito, investasi, dan pembiayaan dengan akad yang sesuai dengan prinsip syariah.

    2. Asuransi Syariah

    Asuransi syariah merupakan kumpulan perjanjian yang terdiri dari perjanjian antara perusahaan asuransi syariah dan pemegang polis.

    3. Pasar Modal Syariah

    Pasar modal syariah itu salah satu bentuk kegiatan di pasar modal yang menerapkan prinsip-prinsip Islam. Beberapa contoh produk pasar modal ini juga dapat kita temui dengan mudah seperti reksadana syariah dan sukuk (surat berharga syariah)

    4. Pegadaian Syariah

    Pegadaian syariah memberikan penawaran solusi keuangan dengan produk yang menjadi andalan dalam bentuk berbagai macam produk berbasis gadai dan pembiayaan. Produk pegadaian syariah di antaranya Amanah, Rahn, Arrum BPKB, Arrum Emas, Arrum Haji, Rahn Hasan, dan Rahn Tasjily Tanah.

    Prinsip Ekonomi Syariah

    Prinsip pada ekonomi islam yakni berasaskan aturan transaksi ekonomi yang tercantum di Al-Qur’an. Tata cara yang dipegang teguh sama saja seperti ketika kaum muslim berperilaku sebagai produsen, konsumen, serta pemilik modal sesuai ajaran Islam. 

    Dalam konteks ini, pengembangan tatanan prinsip ekonomi syariah antara lain sebagai berikut:

    1. Menyeimbangkan kebutuhan rohani melalui kegiatan saluran harta untuk zakat ataupun infaq
    2. Melarang riba dalam aktivitas ekonomi yang berasal sepenuhnya dari kegiatan riil sektor, melarang spekulasi tidak produktif (No Maysir)
    3. Memegang  prinsip keadilan setinggi-tingginya dari sistem bagi hasil serta risiko
    4. Harus menolak akumulasi dari kekayaan yang dimiliki oleh sebagian orang
    5. Partisipasi sosial untuk kepentingan publik (Ziswaf)
    6. Optimalisasi investasi (jual beli) dan berbagi risiko (No Riba)
    7. Transaksi muamalah berdasarkan kerjasama berkeadilan, transparan, tidak membahayakan keselamatan, tidak zalim apalagi mengandung zat haram (Muamalah)

    Pada pembahasan prinsip ekonomi syariah, kita juga dapat memahami instrumen apa saja yang menjadi batasan prinsip sistem ini. Beberapa instrumen prinsip dasarnya seperti, pertama ada instrumen zakat. 

    Kedua, instrumen pelarangan riba. Ketiga, pelarangan maysir atau praktek perjudian. Keempat, instrumen infak, sedekah, dan wakaf. Dan kelima, instrumen muamalah.

    Sudah Tahu Apa itu Ekonomi Syariah?

    Sangat menarik apabila konsep pemikiran ekonomi syariah ini dapat diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Selain tujuan dan manfaat yang akan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan esensi putaran ekonomi, sistem ini juga memegang prinsip yang tegas.

  • Apa Itu Aktuaria: Pengertian, Jenis, Tugas, dan Prospek Kerjanya

    Apa Itu Aktuaria: Pengertian, Jenis, Tugas, dan Prospek Kerjanya

    Dalam dunia keuangan dan asuransi, ada profesi yang memainkan peran penting dalam mengukur, mengelola, dan memitigasi risiko yang terkait dengan keuangan dan aset. Profesi ini dikenal sebagai aktuaria. 

    Profesi ini memainkan peran penting dalam menghitung risiko finansial, menentukan harga asuransi, serta merancang program pensiun yang berkelanjutan. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, baca artikel ini, yuk!

    Apa Itu Aktuaria?

    Aktuaria adalah suatu ilmu yang didasari oleh ilmu matematika dan menggunakan ilmu statistik untuk mengukur risiko yang terjadi pada keuangan perusahaan dan industri asuransi sekaligus memberi solusi secara tepat. 

    Ilmu sekaligus bidang profesi ini menerapkan prinsip-prinsip perhitungan dalam berbagai bidang, termasuk asuransi jiwa, asuransi umum, manajemen risiko perusahaan, dan manajemen dana pensiun. Adapun orang yang bekerja dalam bidang ini biasanya memiliki sebutan aktuaris. 

    Jenis Aktuaria

    Pada dasarnya, terdapat dua kategori aktuaria yang umum dijumpai dalam masyarakat, yaitu:

    1. Aktuaria Jiwa

    Aktuaria jiwa erat kaitannya dengan pengukuran risiko yang berhubungan dengan finansial atau hilangnya pendapatan seseorang akibat dari kematian anggota keluarga. Mereka menganalisis data kematian untuk menentukan premi asuransi jiwa yang sesuai.

    Untuk menanggulangi resiko yang ada, biasanya seseorang dapat menggunakan asuransi jiwa. Asuransi tersebut mengharuskan keluarga yang tertanggung oleh suatu asuransi dan meninggal tersebut akan dijamin keuangan anak dan keluarganya. 

    2. Aktuaria Umum

    Jenis aktuaria berikutnya bersifat umum yang mana berguna dalam mengukur risiko terkait suatu produk, baik itu berupa kerugian, kerusakan hingga kehilangan produk yang tertanggung asuransi. Objek yang diukur dalam ilmu hitung ini seperti barang atau properti, seperti rumah, mobil, pabrik, dan sejenisnya.

    Tugas Aktuaris

    Tugas Aktuaris
    Tugas Aktuaris | Image Source: Pexels

    Beberapa kewajiban dan tugas yang dilakukan oleh seorang aktuaris meliputi:

    • Mengumpulkan dan menganalisis data statistik yang berhubungan dengan resiko.
    • Memperkirakan kemungkinan biaya atau probabilitas untuk suatu kejadian, sebagai contoh kematian, kecelakaan, bencana alam, hingga penyakit. 
    • Menyusun dan membuat desain serta menguji dan mengelola kebijakan agar resiko bisa diminimalisir dan keuntungan yang didapatkan bisa maksimal. 
    • Membuat penjelasan terkait proposal dan hasil temuan kepada pihak yang terkait seperti eksekutif perusahaan, pemegang saham, klien, hingga pejabat pemerintahan yang terkait.
    • Menganalisis keuntungan yang didapatkan sebagai bahan untuk proses evaluasi di masa mendatang. 

    Prospek Kerja Bidang Aktuaria

    Secara  umum, aktuaris memiliki dua gelar di Indonesia, yaitu Fellow of the Society of Actuaries of Indonesia (FSAI) dan Associate of the Society of Actuaries of Indonesia (ASAI). Walaupun begitu, keduanya memiliki prospek kerja atau gambaran jenjang karir sebagai berikut:

    1. Aktuaris

    Prospek yang utama jika Anda memiliki skill aktuaria dasar yaitu menjadi seorang aktuaris dengan gaji mulai dari Rp4.000.000,00 hingga Rp7.000.000,00. Ini nominal yang lebih dari cukup untuk seorang pemula. 

    Walau begitu, tetap saja gaji ini tidak menentu, bisa lebih tinggi ataupun kurang sesuai dengan tempat Anda bekerja. Untuk tugas umum dari seorang aktuaris adalah sebagai berikut:

    • Mengetahui tingkatan investasi, mortaliti, dan morbiditi untuk kemudian bisa Anda gunakan dalam menetapkan suatu harga produk. 
    • Membuat suatu estimasi risiko berkaitan dengan penjaminan kesehatan secara finansial oleh suatu perusahaan.
    • Membuat suatu proyeksi untuk kemudian menganalisisnya berkaitan dengan teknis pengembangan perusahaan. 

    2. Manajer Investasi

    Jika memiliki kemampuan aktuaria, maka Anda bisa bekerja sebagai manajer investasi. Adapun posisi ini bisa mendapatkan gaji hingga Rp220.000.000 per tahun. Gaji tersebut tentu saja sebanding dengan tugasnya yaitu mengelola dana nasabah dari berbagai instrumen investasi. 

    Instrumen tersebut bisa berupa saham, obligasi, hingga reksadana. Adapun untuk tujuannya yaitu memberikan keuntungan kepada investor yang bekerja sama dengan perusahaan Anda.

    3. Akuntan

    Akuntan
    Akuntan | Image Source: Freepik

    Prospek kerja bidang aktuaria berikutnya yaitu akuntan. Memang biasanya seorang akuntan berasal dari jurusan akuntansi. Namun, jika Anda memiliki sertifikat-sertifikat terkait, tentunya tidak ada yang tidak mungkin. 

    Lagipula, di bidang aktuaria, juga ada ilmu terkait ekonomi dan statistik. Jadi tentunya cukup mumpuni untuk Anda yang ingin bekerja menjadi akuntan. Adapun untuk gaji seorang akuntan yaitu mulai dari Rp3.500.000,00 – Rp5.000.000,00 untuk level junior.

    4. Auditor

    Pada dasarnya, pekerjaan auditor terdiri atas beberapa jenis auditor pajak, forensik, independen, pemerintahan, hingga internal auditor. Dalam hal ini, Anda yang berasal dari bidang ilmu aktuaria juga bisa menjadi seorang auditor, terutama untuk bidang pajak. 

    Adapun untuk gaji seorang auditor cukup tinggi, yaitu mulai dari Rp3.500.000,00 hingga Rp7.000.000,00 untuk tingkatan entry level. Gajinya mungkin tergolong rendah di awal, namun Anda tidak perlu khawatir karena jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya jabatan. 

    ‍5. Ekonom

    Seorang ekonom memiliki  tugas utama untuk mengkritisi isu-isu berkaitan dengan ekonomi suatu negara. Nah, pada aktuaria, Anda akan mempelajari manajemen risiko terkait ekonomi yang memiliki hubungan cukup erat dengan pekerjaan ini. 

    Untuk gaji seorang ekonom mulai dari Rp4.000.000,00 hingga Rp6.000.000,00. Untuk lebih jelasnya, berikut ini uraian tugas seorang ekonom yang penting untuk Anda ketahui:

    • Mengidentifikasi beberapa permasalahan terkait ekonomi pada suatu wilayah di suatu negara mulai dari kota, provinsi, hingga nasional.
    • Mengkaji setiap isu dan permasalahan ekonomi.
    • Menganalisis permasalahan ekonomi secara detail.
    • Menganalisis dan merumuskan solusi dari suatu permasalahan ekonomi yang ada sebelumnya dengan menggunakan prinsip, teori, dan metode ekonomi yang baik.

    6. Surveyor Risiko Asuransi

    Prospek kerja seorang aktuaris berikutnya yaitu sebagai surveyor risiko asuransi. Tugas utamanya adalah menganalisis semua jenis resiko yang bisa membahayakan asuransi klien. 

    Nantinya, seorang surveyor aktuaria akan memberikan pendapatnya berkaitan dengan tingkat resiko yang klien alami di masa depan jika menggunakan sebuah asuransi. Untuk gaji bidang ini berkisar mulai dari Rp3.000.000,00 hingga Rp7.000.000,00 per bulannya.

    7. Financial Analyst

    Bidang pekerjaan yang bisa dipilih oleh seorang aktuaris berikutnya yaitu menjadi financial analyst yang mana biasanya memiliki gaji mulai dari Rp7.000.000,00 – Rp9.000.000,00.  Adapun dengan gaji tersebut, profesi  ini memiliki beberapa tugas seperti:

    • Melakukan analisis data keuangan perusahaan.
    • Berkonsultasi dengan tim manajemen terkait pengembangan rencana jangka panjang.
    • Melakukan pengembangan model keuangan sehingga bisa memberikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran keuangan.
    • Bisa memberikan saran terbaik terkait perubahan anggaran dan peningkatan modal perusahaan.

    Skill Dasar Aktuaris

    Ada beberapa skill yang dibutuhkan jika Anda ingin menjadi seorang aktuaris, antara lain:

    1. Kemampuan Analisis

    Kemampuan Analisis
    Kemampuan Analisis | Image Source: Freepik

    Seorang aktuaris harus memiliki kemampuan analisis yang baik. Hal ini karena pekerjaan aktuaria yang tidak jauh-jauh dari menganalisis data.

    Bagi seorang aktuaris, data yang sudah terkumpul sebaiknya diidentifikasi dan dianalisis agar bisa menghasilkan suatu kebijakan yang bisa menguntungkan perusahaan. Jika aktuaris tidak memiliki kemampuan ini, maka pastinya dia akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaanya.

    2. Penyelesaian Masalah

    Pada dasarnya, seorang aktuaris memiliki tugas penting dalam menyelesaikan suatu masalah. Untuk itulah kemampuan penyelesaian masalah sangat dibutuhkan oleh seorang aktuaris.

    Tanpa adanya kemampuan ini, maka pastinya hasil pekerjaannya tidak akan maksimal. Hal ini karena dia tidak akan mampu mengidentifikasi resiko yang perusahaan hadapi untuk kemudian mengelola risiko tersebut. 

    3. Literasi Komputer

    Untuk bisa menjalankan tugasnya dengan baik, seseorang di bidang aktuaria harus memiliki kemampuan literasi komputer yang baik. Hal ini karena beberapa pekerjaannya membutuhkan komputer, terutama dalam menganalisis data yang ada. 

    Untuk itulah, tanpa adanya pengetahuan komputer yang baik seperti Microsoft Excel maka tentunya aktuaris tidak akan mampu menganalisis data. Dalam hal ini, jika Anda ingin menjadi orang aktuaris, maka Anda bisa mulai belajar komputer dengan kursus atau otodidak sendiri. 

    4. Kemampuan Komunikasi

    Kemampuan komunikasi ini sangat diperlukan dalam hampir semua bidang pekerjaan. Termasuk dalam hal ini seorang aktuaris karena harus mampu menjelaskan ide yang dimiliki dan hasil analisis yang telah dilakukan kepada pihak eksekutif perusahaan hingga  pemegang saham.

    Sudah Tahu Apa Itu Aktuaria?

    Secara keseluruhan, peran dan kontribusi aktuaria dalam dunia keuangan dan asuransi sangatlah penting. Mereka merupakan ahli dalam mengelola risiko finansial, menghitung harga asuransi yang adil, dan merancang program pensiun yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan matematika, statistik, dan pemahaman bisnis, aktuaria membantu menjaga stabilitas keuangan individu, perusahaan, dan masyarakat secara luas. Dengan demikian, profesi ini terus berkembang dan menjadi bagian integral dari upaya menjaga stabilitas keuangan dan perlindungan aset masa depan.

  • Bisnis: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contohnya

    Bisnis: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contohnya

    Sering mendengar dan membicarakan tentang bisnis? Hal tersebut sering terjadi di tengah masyarakat – khususnya pada rentang usia produktif. Namun rupanya, meskipun sangat familiar, pemahaman tentang pengertian dan detail lainnya tergolong ala kadarnya. Mari simak secara mendalam di sini!

    Apa Itu Bisnis?

    Padanan kata dari istilah tersebut adalah badan usaha, sedangkan asalnya dari kosakata bahasa Inggris, yaitu business. Sedangkan maknanya adalah suatu atau serangkaian aktivitas yang dilakukan perseorangan maupun kelompok dan memenuhi tiga aspek berikut:

    • Menawarkan barang atau jasa.
    • Memenuhi satu atau banyak kebutuhan masyarakat.
    • Bertujuan menghasilkan keuntungan atau laba.

    Jika aktivitas yang dilakukan secara individu maupun berkelompok tersebut memenuhi aspek-aspek yang tertera, maka itulah yang bernama bisnis.

    Tujuan Badan Usaha

    Lantas, apa sebenarnya tujuan dari kegiatan yang dilabeli sebagai business tersebut? Banyak sekali, antara lain:

    1. Menghasilkan Laba Maksimal

    Bagi pemilik usaha, tentu berbisnis mempunyai tujuan utama memperoleh keuntungan atau laba semaksimal mungkin. Terutama mempertimbangkan perputaran uang dari badan usaha relatif lebih cepat dibandingkan dengan gaji pegawai kantoran.

    2. Kebutuhan Masyarakat Terpenuhi

    Masyarakat suatu negara masuk dalam kategori sejahtera ketika semua kebutuhannya dapat tercukupi. Itu menjadi salah satu tujuan pendirian badan usaha di mana masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan barang atau jasa yang mereka butuhkan.

    3. Mengentaskan Minimnya Lowongan Pekerjaan

    Fresh graduate dari berbagai jurusan dan universitas – negeri hingga swasta, terus bertambah dari waktu ke waktu. Sayangnya, hal tersebut tidak dibarengi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.

    Melalui berdirinya suatu bisnis, pemilik dapat membantu menciptakan banyak lowongan pekerjaan baru. Seperti menjadi pegawai, tenaga khusus pengiriman, spesialis pengelola internet untuk transaksi digital, dan lain sebagainya.

    4. Memacu Pertumbuhan Ekonomi Secara General

    Salah satu indikator dari kondisi perekonomian suatu negara adalah jumlah transaksi badan usaha. Semakin tinggi nominal transaksi dan frekuensi aktivitas jual beli di tengah masyarakat, artinya pertumbuhan ekonominya juga sangat bagus.

    Ragam Jenis Bisnis dan Contohnya

    Jika Anda merasa tertarik untuk merintis suatu usaha baru, maka sebelumnya perlu memahami terlebih dahulu klasifikasinya. Di antaranya adalah sebagai berikut:

    1. Agraris

    Jenis usaha yang sangat mudah Anda jumpai di Indonesia adalah agraris yang bergerak di sektor pengelolaan lahan dan aneka sumber daya alam. Cakupannya tidak hanya pertanian, namun juga peternakan, perkebunan, dan perikanan.

    2. Ekstraktif

    Selain agraris, ragam usaha yang ramai di Indonesia adalah usaha ekstraktif, alias pemanfaatan SDA melalui metode tambang. Termasuk di dalamnya pertambangan minyak dan gas bumi, emas, nikel dan lain-lain. Sektor ini juga menjadi salah satu penyumbang terbesar untuk devisa negara.

    3. Industri

    Pengelolaan bahan baku menjadi suatu produk untuk meningkatkan value merupakan jenis usaha industri. Contohnya pasir yang melalui pengolahan sedemikian rupa menjadi kaca dan barang pecah belah lain seperti gelas, piring, dan mangkok.

    4. Jasa

    Anda juga mungkin sering menemukan jenis bisnis yang satu ini. Bukan suatu produk yang ditawarkan, melainkan keterampilan dan pelayanan. Contohnya jasa desain grafis, bimbingan belajar, dan semacamnya.

    5. Perdagangan

    Jika berbisnis mencakup barang dan jasa, maka lain dengan berdagang. Memang termasuk dalam klasifikasi badan usaha, namun hanya fokus pada transaksi barang saja. Aktivitas jual beli berlangsung secara langsung maupun online. Contohnya toko kelontong, waralaba, supermarket dan online shop.

    6. Pariwisata

    Selain pengelolaan SDA yang tumbuh subur di Indonesia, jenis usaha di sektor pariwisata juga tidak kalah. Hal-hal yang mencakup wisata seperti destinasi, akomodasi, pengenalan adat istiadat dan kultur, hingga pemandu termasuk di dalamnya.

    Bentuk Kepemilikan Bisnis

    Sudah merasa siap untuk bergelut di bidang usaha? Tunggu, masih ada detail lain terkait yang perlu Anda pahami, termasuk tentang status kepemilikan badan usaha. Status kepemilikan usaha harus jelas karena menyangkut banyak aspek, termasuk keuntungan, tanggung jawab, dan lainnya. Kepemilikan usaha sendiri terbagi menjadi:

    1. Perseorangan

    Perseorangan atau Individu
    Perseorangan atau Individu | Image Source: pexels

    Status kepemilikan yang pertama, yaitu perseorangan atau individu. Jadi, business tersebut dirintis dan dikontrol langsung oleh satu orang. Modal juga hanya berasal dari si pemilik, meskipun sumber dananya bisa berupa kredit dari instansi keuangan.

    Dalam usaha tersebut, pemilik dapat dibantu oleh satu atau beberapa orang pegawai, namun statusnya terikat kontrak kerja yang legal. Semua keputusan terkait usaha tersebut tetap harus melalui si pemilik. Contoh kepemilikan seperti ini adalah toko kelontong.

    2. Persekutuan

    Persekutuan
    Persekutuan | Image Source: pexels

    Berikutnya adalah kepemilikan bisnis berbentuk persekutuan yang merupakan hasil kerjasama dua individu atau lebih. Partnership ini terikat dalam suatu perjanjian atau kesepakatan terkait operasional, manajemen, dan produksi usaha serta pembagian keuntungan yang adil. Contohnya CV atau perseteruan komanditer.

    3. Perseroan

    Perseroan
    Perseroan | Image Source: pexels

    Jenis kepemilikan usaha selanjutnya yaitu perseroan. Perusahaan seperti ini dimiliki oleh banyak orang dan mendapatkan investasi dalam skala besar. Segala sesuatu terkait perusahaan diawasi dan diputuskan bersama oleh dewan direktur yang terdiri dari para pemilik dan investor.

    4. Koperasi

    Koperasi
    Koperasi | Image Source: mas-alahrom

    Bentuk kepemilikan terakhir adalah koperasi yang berdiri atas kesepakatan sekelompok orang yang otomatis menjadi anggota. Masing-masing anggota yang mendirikan juga sekaligus menjadi pemilik dan pengelola dengan tanggung jawab berbeda.

    Tujuan pendirian koperasi tidak lain adalah kesejahteraan bagi anggota yang bernaung di dalamnya. Namun, tidak hanya fokus di situ. Koperasi juga akan membuka layanan keuangan juga bagi masyarakat umum dengan tujuan memajukan perekonomian negara.

    Tantangan-Tantangan dalam Berbisnis

    Selain hal-hal di atas, poin yang tidak kalah penting untuk menjadi pertimbangan matang sebelum memulai usaha adalah tantangan yang menyertai. Kendala-kendala berikut akan lazim Anda temui saat hendak merintis suatu badan usaha:

    1. Tekanan Psikologis

    Berbisnis tidak sekadar membutuhkan modal, tetapi juga kesiapan mental dan fisik. Proses persiapan sendiri seringkali menimbulkan tekanan psikologis, khususnya terhadap seseorang yang belum pernah terjun di bidang ini sama sekali.

    2. Keterbatasan Modal

    Anda memiliki banyak ide brilian untuk membuka bisnis baru dan siap secara mental maupun psikis. Namun, kemudian terbentur dengan ketersediaan modal. Terlebih jika menjalankan model kepemilikan usaha perseorangan di mana biaya sepenuhnya ditanggung pribadi.

    3. Kurang Pengetahuan dalam Berbisnis

    Modal ada dan sangat kuat, tapi pengetahuan dalam strategi usaha sangat minim juga menjadi tantangan tersendiri. Pondasi perlu Anda bangun secara kuat terlebih dahulu, jika tidak ingin mengalami kerugian. Sebab, kurang pengetahuan dalam berbisnis akan mengakibatkan kesulitan mengatur strategi pengelolaan usaha agar semakin maju.

    4. Manajemen Finansial yang Buruk

    Baik model usaha perseorangan maupun dimiliki banyak orang, pengelolaan keuangan yang buruk akan selalu berakibat fatal. Biasanya, ini terjadi akibat bercampurnya uang pribadi dengan usaha (untuk perseorangan) dan divisi keuangan yang tidak amanah (dalam bentuk kepemilikan lainnya).

    5. Tidak Mampu Beradaptasi dengan Zaman

    Bisnis merupakan suatu hal yang wajib berinovasi mengikuti perkembangan zaman untuk dapat terus bertahan. Contohnya saat ini merupakan era digital di mana segala sesuatu memanfaatkan internet termasuk promosi produk atau jasa. Bersikukuh menggunakan media konvensional hanya akan mengakibatkan kerugian.

    6. Maraknya Kompetitor

    Anda tentu tidak akan berpikir menjadi satu-satunya pebisnis yang bergelut di suatu bidang, bukan? Terlebih segala sesuatu di masa ini begitu mudah ditiru. Tidak mengejutkan bila kompetitor begitu mudah muncul. Apalagi jika usaha yang Anda rintis sangat prospektif.

    Dalam situasi seperti itu, tidak ada pilihan selain terus berinovasi dalam usaha yang Anda jalankan. Biarkan kompetitor terus meniru, namun pastikan tetap menjadi pioneer sehingga konsumen akan tetap loyal terhadap usaha Anda.

    7. Sabotase Internal

    Salah satu tantangan yang cukup sulit dalam mempertahankan suatu usaha adalah sabotase internal yang orang terdekat lakukan. Bisa jadi pegawai atau kerabat yang merasa iri dan mengetahui rahasia perusahaan, kemudian memilih menyebarkannya pada kompetitor.

    Sabotase seperti ini sangat berbahaya, terutama jika pemilik jarang mengontrol jalannya usaha. Ketika pemilik sadar ada masalah, biasanya sudah terjadi kekacauan yang fatal atau kerugian besar. Sehingga sulit untuk memulihkan situasi dan berpotensi mengalami kebangkrutan.

    Sudah Memahami Apa itu Bisnis?

    Melalui penjabaran di atas, Anda tentu sudah cukup memahami bagaimana bisnis dan segala detailnya, bukan? Merintis usaha bukan hal yang sulit, tetapi tidak lantas berarti mudah. Persiapan matang menjadi poin yang penting jika Anda ingin menggeluti dunia usaha.

    Selain itu, masing-masing kepemilikan usaha sudah tentu mempunyai risiko, hak dan kewajiban, serta jumlah modal yang berbeda. Inilah sebabnya Anda perlu mempertimbangkan hal tersebut sebelum memutuskan menekuninya. 

    Sebagai bahan pertimbangan untuk pemula, Anda sebaiknya memilih jenis usaha yang relatif mudah dan terjangkau lebih dulu. Misalnya membuka jasa laundry, menjual makanan, dan lain sebagainya. Apakah Anda siap untuk memulai usaha?