Category: Komunikasi

  • Komunikasi Efektif Adalah: Pengertian dan Contohnya. Lengkap!

    Komunikasi Efektif Adalah: Pengertian dan Contohnya. Lengkap!

    Sering kita mendengar pentingnya komunikasi efektif. Namun, apa sebenarnya komunikasi efektif itu? Melalui artikel ini, Anda akan mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan komunikasi efektif dan akan menyadari bahwa komunikasi efektif adalah sebuah kemampuan penting yang sangat bermanfaat dalam kehidupan.

    Mengenal Komunikasi Efektif

    Banyak orang berkata jika sebagian besar masalah dapat terselesaikan jika komunikasi dapat berjalan dengan baik. Saat ini, komunikasi yang baik saja tidaklah cukup untuk membuat segalanya berjalan lancar. Komunikasi efektif adalah sebuah kemampuan penting yang dapat membuat banyak hal berjalan lebih lancar.

    Maksud komunikasi efektif adalah komunikasi yang dapat mencapai kesepahaman antara pengirim dan penerima pesan. Komunikasi merupakan suatu upaya berbagi untuk menumbuhkan kebersamaan dengan lawan bicara.

    Oleh karenanya, komunikasi dapat dikatakan efektif jika kedua pihak dapat memahami pesan, maksud, dan tujuan yang ingin disampaikan. Lebih lanjut, keberhasilan komunikasi efektif terlihat jika kedua pihak atau lebih mampu memberikan respon yang sesuai dengan maksud komunikasi tersebut.

    Tujuan Komunikasi Efektif Adalah

    Tujuan komunikasi efektif adalah untuk menyampaikan pesan terhadap seseorang dan memperoleh respon darinya. Namun, seseorang melakukan komunikasi efektif karena ingin mencapai beberapa tujuan spesifik sebagai berikut:

    1. Komunikasi Efektif Adalah Salah Satu Cara Membangun Kepercayaan

    Komunikasi efektif merupakan salah satu jalan untuk membangun kepercayaan dengan seseorang. Cara-cara yang dapat Anda lakukan seperti mendengarkan lawan berbicara dengan seksama atau memberikan nasihat saat lawan bicara memintanya. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan seseorang terhadap diri Anda.

    Lawan bicara akan menilai Anda sebagai pribadi yang berempati terhadap diri mereka dan juga orang yang cermat karena dapat memberikan nasehat yang mudah dipahami dan sesuai kebutuhan mereka. Semua ini mungkin terjadi karena Anda mampu mengkomunikasikan pemikiran Anda dengan baik dan efektif sesuai tujuan.

    2. Melakukan Komunikasi Efektif Adalah Cara Mencegah dan Mengatasi Masalah

    Kunci utama dari komunikasi efektif adalah bagaimana penerima pesan mampu menangkap pesan yang Anda sampaikan. Hal ini juga berperan penting untuk mencegah dan mengatasi permasalahan yang timbul dalam sebuah kelompok atau organisasi.

    Dengan penerapan komunikasi yang efektif, Anda dapat meminimalisir resiko kesalahpahaman terkait suatu topik sehingga mampu mencegah timbulnya masalah terkait topik tersebut. Anda dapat memulainya dengan memberikan penjelasan terkait suatu topik sejelas mungkin sampai lawan bicara Anda mengerti sepenuhnya.

    Selain itu, jika suatu masalah sudah terlanjur tercipta, maka Anda dapat mengatasinya dengan cara mengidentifikasi akar masalah melalui berbagai metode agar permasalahan dapat terselesaikan sepenuhnya. Cara tersebut juga merupakan salah satu bentuk komunikasi efektif yang dapat Anda gunakan.

    3. Mendapat Pengarahan Untuk Menangani Suatu Permasalahan

    Jika Anda menerapkan komunikasi efektif ketika memberikan arahan, maka target komunikasi Anda dapat dengan mudah melaksanakan arahan Anda dengan baik. Dengan demikian, Anda dapat meminimalisir kebingungan dan kesalahan kerja akibat kesalahan dalam berkomunikasi.

    4 Meningkatkan Kekompakan Antar Rekan

    Masih memiliki keterkaitan dengan mendapatkan kepercayaan, komunikasi efektif nyatanya juga dapat berperan untuk meningkatkan rasa kekompakan dalam sebuah kelompok atau organisasi.

    Jika sebuah kelompok mampu menciptakan rasa percaya ketika bekerja dan mampu mengatasi konflik yang ada, maka kekompakan itu akan hadir dengan sendirinya sebagai hasil dari pelaksanaan komunikasi efektif dalam kelompok. Hal ini tentunya akan berdampak baik pada tingkat produktivitas suatu kelompok.

    Proses Komunikasi Efektif Adalah

    Berjalannya komunikasi efektif adalah melalui beberapa tahapan proses. Terdapat tiga elemen penting dalam proses, yaitu: pengirim pesan (sender), pesan/gagasan (message) yang ingin disampaikan, dan penerima pesan (receiver). Gambaran alur berjalannya proses komunikasi efektif terlihat melalui gambar berikut:

    Proses Komunikasi Efektif
    Proses Komunikasi Efektif | Image source: slideshare.net

    1. Adanya Gagasan yang Ingin Disampaikan oleh Pengirim Pesan

    Komunikasi berjalan karena adanya pesan atau gagasan yang ingin pengirim sampaikan. Oleh karenanya, keberadaan pesan atau gagasan itu sendiri adalah pokok dari komunikasi efektif.

    2. Pengemasan Gagasan Menjadi Pesan

    Selanjutnya, setelah adanya gagasan atau pesan, maka pengemasan pesan dengan baik adalah hal yang penting. Proses pengemasan merupakan proses di mana pengirim memilah pesan seperti apa yang ingin ia sampaikan kepada penerima.

    3. Adanya Penerima Pesan

    Tentunya komunikasi efektif adalah komunikasi yang jelas memiliki tujuan atau penerima pesan. Pengirim harus menentukan kepada siapa pesan ini harus tersampaikan karena akan berpengaruh pada media penyampaian pesannya.

    4. Pemilihan Media Pengiriman Pesan

    Setelah jelas siapa penerima pesan tersebut, maka pemilihan media penyampaian pesan merupakan hal yang penting. Pemilihan media ini harus tepat sesuai dengan target pesan. Jika meleset, maka upaya komunikasi yang Anda lakukan akan menjadi tidak efektif.

    5. Proses Penyampaian Pesan Kepada Penerima Pesan

    Selanjutnya, pesan yang telah pengirim siapkan akan terkirim kepada penerima sesuai dengan perencanaan media, tempat, dan waktu yang terencana. Pengirim tetap dapat memantau proses penyampaian pesan ini.

    6. Penerimaan dan Pemrosesan Pesan oleh Penerima

    Lalu, setelah proses pengiriman, maka langkah selanjutnya adalah proses penerimaan dan pemrosesan pesan oleh penerima. Dalam hal ini, pengirim tidak memiliki kuasa banyak karena semuanya bergantung kepada daya tangkap dan pemrosesan pesan oleh penerima.

    7. Pemberian Timbal Balik oleh Penerima Pesan

    Terakhir, setelah penerima menerima pesan tersebut, maka ia harus memberikan feedback atau timbal balik terkait pesan tersebut. Proses pemberian timbal balik ini sangat bergantung kepada kesepahaman dari penerima pesan.

    Enam Faktor Komunikasi Efektif

    Supaya komunikasi dapat berjalan efektif, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor berikut perlu Anda perhatikan jika ingin upaya komunikasi yang Anda jalankan berjalan dengan baik sesuai tujuan.

    1. Kredibilitas

    Seseorang yang ingin menjalankan komunikasi efektif adalah orang yang terpercaya. Komunikator yang baik harus memiliki kredibilitas terkait pesan yang ingin ia sampaikan. Misalnya, orang tersebut memiliki kualifikasi atau keahlian dalam suatu bidang yang membuat ia memiliki kredibilitas dalam suatu bidang.

    2. Konteks

    Kondisi yang mendukung saat melakukan komunikasi juga turut berpengaruh pada tingkat efektivitas komunikasi. Saat melakukan komunikasi, konteks yang ada haruslah sesuai dan menarik bagi target penerima pesan.

    3. Konten

    Isi pesan atau konten dalam komunikasi juga perlu menjadi perhatian para pengirim pesan. Komunikasi yang efektif dapat tercipta jika materi inti mengandung hal-hal yang penting, berarti, atau menarik bagi target penerima pesan.

    4. Kejelasan

    Pesan yang multitafsir merupakan hal yang wajib dihindari jika ingin mencapai komunikasi yang efektif. informasi yang jelas merupakan kunci utama agar dapat menghindari dan meminimalisir resiko kesalah pahaman pada penerima pesan.

    5. Kebersinambungan dan Konsistensi

    Supaya komunikasi dapat berjalan lancar, maka pesan yang pengirim ingin sampaikan harus disampaikan secara konsisten dan terus kontinyu. Tindakan tersebut bertujuan agar penerima pesan dapat dengan mudah mengingat dan memproses pesan tersebut.

    6. Target Penerima Pesan

    Pemilihan target penerima pesan juga merupakan hal yang krusial. Komunikasi berhasil jika target memahami dan menjalankan isi pesan. Namun, hal tersebut sangat bergantung kepada tingkat pemahaman tiap individu yang berbeda-beda.

    Contoh Komunikasi Efektif Dalam Kehidupan Sehari-Hari

    Contoh Komunikasi Efektif Dalam Kehidupan Sehari-Hari
    Contoh Komunikasi Efektif Dalam Kehidupan Sehari-Hari | Image source: slideshare.net

    Meskipun komunikasi efektif adalah kemampuan yang memiliki manfaat langsung, tapi banyak orang masih belum menyadarinya. Padahal, penerapan komunikasi efektif telah terjadi dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari. Berikut di antaranya:

    1. Komunikasi Efektif Adalah Cara Meraih Kekompakan dan Kesepahaman dalam Organisasi 

    Organisasi merupakan sebuah badan yang terdiri dari banyak orang dengan beragam latar belakang dan kepribadian. Jika komunikasi berjalan efektif tentunya misinterpretasi dan mispersepsi dapat berkurang. Kemudian, para anggota menjadi kompak dan sepaham, serta membuat suasana kerja yang lebih baik.

    2. Melakukan Presentasi yang Menarik dan Mudah Dipahami

    Presentasi bertujuan untuk menyampaikan gagasan dan membuat audiens memahami maksud kita dengan baik. Komunikasi efektif dapat membuat presentasi berjalan dengan tidak bertele-tele, tapi tetap menarik atau bahkan persuasif. Dengan demikian, audiens dapat memahami gagasan yang Anda ajukan dengan baik.

    3. Kegiatan Promosi Produk yang Menarik dan Menghasilkan Penjualan Memuaskan

    Jika Anda mampu menerapkan komunikasi yang efektif, maka produk yang Anda dapat menawarkan produk Anda dengan gaya yang lebih menarik, tapi tetap memiliki kredibilitas produk yang Anda jual. Dengan demikian, konsumen tertarik kepada produk Anda dan kemudian ingin membelinya.

    4. Memberikan Tanggapan yang Sesuai dan Baik Terkait Suatu Subjek

    Salah satu indikasi komunikasi berjalan efektif adalah dengan mengukur tanggapan yang penerima pesan Anda berikan. Jika lawan komunikasi Anda memberikan tanggapan yang sesuai dengan baik, maka tujuan komunikasi sudah tercapai. Namun, jika belum, Anda dapat mengevaluasinya dan mencoba berkomunikasi lagi.

    Pentingnya Komunikasi Efektif Dalam Kehidupan Sosial

    Komunikasi efektif adalah kemampuan dasar yang seharusnya ada sebagai naluri pada setiap individu. Maka dari itu, sudah seharusnya kemampuan berkomunikasi secara efektif dimiliki banyak orang. Komunikasi yang efektif dapat menciptakan koneksi. Sehingga jika koneksi sudah ada, maka kesempatan yang tak terduga juga dapat terbuka untuk Anda.

  • Komunikasi Verbal: Pengertian, Jenis, Bentuk & Contohnya

    Komunikasi Verbal: Pengertian, Jenis, Bentuk & Contohnya

    Apa itu komunikasi verbal? Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dan kamu butuhkan setiap hari. Lewat komunikasi tersebut, kamu dapat menyampaikan pesan, ide, gagasan, maupun keinginanmu pada orang lain.

    Dalam praktiknya, komunikasi yang sifatnya verbal cenderung paling banyak digunakan. Artikel ini akan memahasnya secara lengkap.

    Pengertian Komunikasi Verbal

    Pengertian Komunikasi Verbal
    Pengertian Komunikasi Verbal | Image source: pixabay.com

    Verbal communication atau komunikasi verbal adalah sebuah interaksi manusia menggunakan pesan atau kata-kata dalam bentuk linguistik. Komunikasi tersebut bisa dilakukan secara langsung atau tidak lewat media tertentu. 

    Hal terpenting dari komunikasi tersebut yaitu bagaimana kamu dapat menyampaikan pesan serta menerimanya.

    Berdasarkan sejarah, asal kata komunikasi yaitu dari bahasa Latin “communicare” yang mempunyai arti sesuatu yang dijadikan milik bersama serta “comunis” yang mempunyai arti milik bersama. Proses komunikasi tersebut berlangsung ketika seseorang menyampaikan gagasannya pada orang lain.

    Kemudian orang tersebut akan mengerti, menerima, maupun menyetujuinya. Dengan begitu, gagasan tersebut adalah milik bersama.

    Sekadar informasi, verbal communication paling banyak digunakan dalam interaksi antar manusia. Terlebih sekarang perkembangan teknologi dan informasi membuatmu semakin mudah untuk menyampaikan gagasanmu baik kepada orang tertentu maupun ke khalayak umum.

    Jenis Komunikasi Verbal

    Terdapat dua jenis verbal communication, yaitu:

    • Berbicara merupakan jenis komunikasi yang paling sering digunakan. Melalui berbicara, kamu dapat secara langsung berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain.
    • Menulis juga termasuk verbal communication. Dalam menyampaikan pesan, kata-kata, atau ide kamu tidak mengucapkannya secara langsung lewat lisan. Di sini kamu menuangkan apa yang kamu sampaikan melalui tulisan lalu mengirim atau menyampaikannya ke orang lain sesuai yang kamu tuju.

    Bentuk Komunikasi Verbal

    Verbal communication bisa berbentuk tertulis maupun lisan, yaitu:

    1. Komunikasi Tertulis

    Komunikasi tertulis merupakan bentuk verbal communication yang dilakukan lewat tulisan. Umumnya, komunikasi tersebut menjadi pilihan karena terdapat keterbatasan jarak di antara komunikator serta komunikan.

    Dalam penerapannya, baik komunikator maupun komunikan sama-sama harus memiliki kemampuan yang baik di dalam menulis serta membaca. Alasannya karena komunikasi tertulis adalah proses dalam mengubah informasi lisan ke simbol alfabet, kata, dan kalimat.

    Kedua kemampuan ini kamu butuhkan, sehingga pesan yang ingin kamu sampaikan bisa dipahami orang lain secara baik. Sementara itu, terdapat beberapa kelebihan serta kekurangan pada komunikasi tertulis.

    Berikut ini adalah kelebihan komunikasi tertulis yang perlu kamu ketahui, yaitu:

    • Produk atau output komunikasi tertulis dapat kamu jadikan alat bukti terkait apa yang sudah terjadi maupun yang telah tersampaikan.
    • Komunikasi tertulis juga bisa menjadi catatan yang sifatnya permanen agar bisa digunakan maupun dipelajari pada masa mendatang.
    • Kemungkinan terjadinya salah tafsir cenderung minim. Ini karena hasil dari komunikasi tersebut berbentuk tulisan sehingga maksud serta tujuannya mampu tersampaikan secara jelas.
    • Bentuk dari komunikasi verbal ini juga dapat kamu andalkan saat komunikator ingin mengirimkan informasi yang panjang. Contohnya terkait produksi, keuangan, maupun data penting lainnya.
    • Tak sedikit perusahaan yang telah menerapkan metode komunikasi yang sifatnya anonim alias whistle blowing system ketika pegawai atau karyawan ingin menyampaikan keluhan maupun laporan yang sifatnya sensitif, dan komunikasi tertulis merupakan opsi yang paling tepat.

    Selain kelebihan, komunikasi tertulis juga memiliki kekurangan. Adapun kekurangan dari komunikasi tertulis adalah sebagai berikut.

    • Memerlukan waktu dan biaya. Pengiriman dapat mengalami distorsi, sehingga perlu proses yang berulang-ulang agar pesan dapat tersampaikan dengan baik.
    • Terkadang, meskipun informasi telah tersaji dalam bentuk tulisan, masih belum bisa dipastikan apakah penerima sudah memahami isi pesan tersebut secara baik atau sebaliknya.
    • Komunikasi tertulis juga rawan bocor sebelum waktunya.
    • Bentuk verbal communication ini juga cenderung memiliki kesan formalitas yang berlebihan.

    2. Komunikasi Lisan

    Komunikasi lisan juga ada yang menyebutnya sebagai komunikasi oral. Sebuah komunikasi melalui interaksi secara langsung alias tatap muka. Umumnya, komunikasi oral tersebut kaya akan konten.

    Alasannya karena komunikasi lisan melibatkan interaksi secara intensif, sehingga produk atau output-nya berkualitas. Sementara itu, komunikasi lisan juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

    Adapun yang menjad kelebihan komunikasi lisan adalah sebagai berikut.

    • Tidak memerlukan waktu lama karena mempunyai kemungkinan distorsi rendah. Kebingungan serta ambiguitas pun cenderung lebih rendah.
    • Bentuk komunikasi verbal lebih sederhana karena tak memerlukan instrumen, media, maupun alat komunikasi lainnya.
    • Tidak memerlukan banyak biaya karena informasi bisa langsung tersampaikan antara komunikator dengan komunikan.
    • Cenderung mampu menyampaikan informasi secara utuh karena terkadang ada informasi yang tak dapat diterjemahkan lewat tulisan melainkan hanya bisa jika melakukan interaksi langsung.

    Sedangkan, kekurangan komunikasi lisan adalah sebagai berikut.

    • Informasi yang panjang dan detail terkadang kurang efektif jika lewat lisan. Pendengar pun terkadang jenuh dan kehilangan fokus.
    • Terkadang, komunikasi lisan dapat mengakibatkan kesenjangan komunikasi. Misalnya karena keterbatasan fisik, perbedaan status, maupun hambatan personal lainnya.
    • Meskipun komunikasi secara lisan bisa menimbulkan feedback secara langsung, akan tetapi terkadang komunikan memberikan respons secara spontan yang berdampak pada terganggunya proses komunikasi.

    Seberapa Penting Komunikasi Verbal dalam Dunia Kerja?

    Dalam dunia kerja, komunikasi secara verbal tentunya menjadi hal yang sangat penting. Tanpa memiliki komunikasi yang lancar, kamu kemungkinan besar akan mengalami kesulitan untuk melaksanakan atau menyelesaikan pekerjaanmu.

    Selama menjalankan pekerjaanmu, sudah pasti kamu harus berkomunikasi dengan banyak orang. Apalagi ketika menghadapi kondisi tertentu,sehingga kamu dituntut melakukan pendekatan komunikasi secara baik.

    Misalnya, berkomunikasi dengan teman atau rekan kerja pastinya tak sama ketika melakukan presentasi, berkomunikasi dengan atasan, dan sebagainya. Bayangkan ketika kamu menyamakan bagaimana kamu berkomunikasi dengan semua orang.

    Sudah bisa dipastikan bahwa hasilnya tidak akan baik. Bahkan, cenderung menimbulkan permasalahan atau konflik yang malah akan merugikanmu sendiri. Untuk itu, komunikasi memang sangat penting dalam dunia kerja.

    Kamu juga harus paham bagaimana gaya berkomunikasi dengan orang lain. Jika kamu berhasil, maka relasimu dengan teman kerja dan atasan akan terbangun dengan sangat baik.

    6 Contoh Komunikasi Verbal

    Berikut ini adalah 6 contoh komunikasi verbal, baik komunikasi lisan maupun tertulis, yaitu:

    1. Komunikasi Secara Lisan

    1. Pidato merupakan contoh komunikasi secara lisan yang umumnya bersifat satu arah. Contohnya yaitu pidato dalam memperingati hari-hari tertentu. Bisa juga pidato kenegaraan yang disampaikan presiden di depan rakyatnya.
    2. Rapat merupakan komunikasi lisan yang dilakukan orang-orang dalam ruangan atau tempat tertentu. Rapat juga bisa dalam bentuk tatap muka (offline) maupun memanfaatkan media atau aplikasi tertentu (online).
    3. Pembicaraan secara tatap muka (offline maupun online). Pembicaraan secara offline tersebut berlangsung secara spontan maupun terencana. Sementara itu, pembicaraan online melalui media elektronik contohnya melakukan panggilan suara serta video.

    2. Komunikasi Secara Tertulis

    1. Surat merupakan contoh verbal communication tertulis paling tua. Sebuah tulisan yang isinya tentang informasi tertentu yang dituangkan ke dalam secarik kertas. Surat tersebut bisa kamu kirim lewat jasa ekspedisi maupun tukang pos, sehingga dapat sampai sesuai alamat penerima surat.
    2. Kartu pos merupakan versi yang lebih sederhana dari surat. Kartu pos berukuran kecil, sehingga memungkinkan informasi di dalamnya sangat terbatas. Pengiriman kartu pos juga sama seperti surat.
    3. Email adalah versi yang modern dibandingkan surat. Surat elektronik ini memuat informasi yang sebenarnya sama dengan surat. Namun, penulisannya membutuhkan perangkat seperti komputer atau laptop dengan memanfaatkan koneksi internet serta proses pengirimannya pun singkat dan murah.

    Perbedaan Komunikasi Verbal serta Nonverbal

    Dalam membahas komunikasi verbal memang kurang lengkap tanpa menyinggung komunikasi nonverbal. Keduanya memiliki beberapa perbedaan, di antaranya:

    1. Perbedaan Simbolik

    Untuk komunikasi nonverbal mempunyai dampak simbol berbeda dengan verbal communication. Adapun simbol untuk komunikasi nonverbal cenderung dinamis serta menyesuaikan situasinya. Misalnya, warna hitam kadang mengindikasikan suasana duka cita, namun terkadang juga dapat bermakna indah dan elegan.

    Sementara itu, pada simbol komunikasi secara verbal cenderung lebih spesifik. Alasannya karena komunikasi tersebut memakai kata maupun bahasa yang telah menjadi kesepakatan bersama.

    2. Struktur

    Perbedaan yang kedua antara kedua jenis komunikasi tersebut yaitu pada strukturnya. Untuk verbal communication mempunyai aturan atau kaidah tata bahasanya sendiri. Bahasa tersebut juga diucapkan maupun ditulis secara terstruktur.

    Kemudian pada komunikasi nonverbal cenderung berlangsung secara tidak sadar alias spontan. Komunikasi yang berlangsung juga tak bisa kamu prediksikan atau ramalkan. Dengan begitu, kamu tidak akan menemukan struktur formal di dalam proses komunikasinya.

    3. Bentuk Linguistik

    Dalam komunikasi yang sifatnya nonverbal, simbol atau lambang tidak memiliki struktur. Kondisi tersebut menyebabkan sulitnya untuk memberikan makna. Untuk itu, komunikasi nonverbal memiliki sifat nonlinguistik karena memakai bahasa isyarat di dalam proses komunikasinya.

    Sementara itu, verbal communication mempunyai sifat linguistik. Komunikasi tersebut bisa kamu pahami melalui penggunaan kata-kata maupun bahasa.

    Sudah Lebih Paham Tentang Komunikasi Verbal?

    Komunikasi verbal bisa kamu lakukan, baik secara lisan maupun tulisan. Proses komunikasinya pun bisa secara langsung maupun menggunakan perantara.Pada dasarnya, dalam verbal communication pastikan kamu menyampaikan informasi yang jelas sehingga mudah dipahami oleh komunikan (penerima pesan). Dengan demikian, tidak ada masalah yang disebabkan oleh kesalahpahaman

  • Komunikasi Interpersonal: Pengertian, Jenis, Proses, dan Faktor-Faktornya

    Komunikasi Interpersonal: Pengertian, Jenis, Proses, dan Faktor-Faktornya

    Komunikasi merupakan kemampuan yang harus Anda kuasai. Sebab, bekerja di bidang apapun, komunikasilah yang akan menunjang Anda dalam melakukan pekerjaan. Komunikasi sendiri terbagi menjadi 2 yaitu, komunikasi interpersonal dan komunikasi intrapersonal atau antar pribadi. 

    Komunikasi antar pribadi sendiri sering kita lakukan dalam keseharian, Tidak hanya dalam dunia kerja, komunikasi juga penting dalam kehidupan sehari-hari. Penasaran bagaimana cara melakukan komunikasi antar pribadi dan faktor-faktornya? Yuk, cari tahu di sini! 

    Pengertian Komunikasi Interpersonal 

    Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih yang memiliki ketergantungan satu sama lain, ini tidak hanya dapat dilakukan secara tatap muka, melainkan melalui media lain seperti ponsel.

    Misalnya adalah ketika Anda berbicara dengan rekan kerja di kantor atau berdiskusi dengan teman dalam kelompok organisasi. Komunikasi antara dua orang bisa Anda sebut sebagai komunikasi diadik. Sedangkan komunikasi yang meliputi lebih dari 3 orang bisa Anda sebut komunikasi kelompok. 

    Jenis Komunikasi Interpersonal 

    Setelah mengetahui pengertian komunikasi antar pribadi, sekarang saatnya Anda memahami tentang jenis-jenisnya. Terdapat 4 jenis komunikasi antar pribadi, berikut adalah penjelasannya: 

    1. Komunikasi Lisan 

    Komunikasi Lisan
    Komunikasi Lisan | Image source: unsplash.com

    Komunikasi lisan merujuk pada komunikasi verbal yang dilakukan secara langsung dan berhadapan dengan audiens. Intinya, saat Anda mengeluarkan suara yang terdengar. Contohnya seperti ketika Anda melakukan pidato, menjadi Master of Ceremony (MC), berbicara dalam rapat, dan lain sebagainya. 

    2. Komunikasi Non Verbal 

    Komunikasi Non Verbal 
    Komunikasi Non Verbal | Image source: teflcourse.net

    Komunikasi non verbal merupakan kebalikan dari komunikasi verbal. Jenis yang satu ini tidak menggunakan kata-kata, baik itu lisan maupun tertulis. Komunikasi ini akan meliputi kontak mata, bahasa tubuh, dan gerakan-gerakan. Secara umum, komunikasi ini akan selalu mengiringi jenis verbal.

    Contohnya adalah saat Anda menggunakan gerakan tangan untuk menanyakan keberadaan seseorang dan lainnya. Atau meletakkan jari di depan mulut untuk menyuruh orang lain diam.

    3. Mendengarkan 

    Mendengarkan 
    Mendengarkan | Image source: unsplash.com

    Jenis komunikasi interpersonal lainnya adalah mendengarkan. Bukan mendengar, namun mendengarkan. Sebab, mendengar adalah respon otomatis. Sedangkan mendengarkan adalah kegiatan yang membutuhkan konsentrasi lebih untuk memahami apa yang dikatakan lawan bicara. 

    Anda bisa menjalan kegiatan ini dengan mendengarkan lawan bicara menggunakan kontak mata dan mengangguk. Tujuannya untuk menunjukkan kepada lawan bicara bahwa Anda memperhatikan apa yang mereka ucapkan. Sehingga komunikasi yang terjadi akan lebih aktif. 

    4. Komunikasi Tertulis

    Komunikasi Tertulis
    Komunikasi Tertulis | Image source: unsplash.com

    Terakhir adalah komunikasi tertulis. Ini akan meliputi komunikasi online. Misalnya komunikasi melalui pesan chat di WhatsApp, Direct Message Instagram, Telegram, email, dan lain sebagainya. Secara umum, jenis ini adalah komunikasi yang penting dalam bisnis dan bersifat lebih resmi.

    Komunikasi ini juga tidak hanya meliputi kata-kata yang Anda kirimkan. Penggunaan emoji, giphy, dan pendukung teks lainnya juga masuk dalam komunikasi tertulis. Karena hal tersebut akan membantu penyampaian informasi.

    Proses Komunikasi Interpersonal

    Komunikasi pada dasarnya memiliki tujuan untuk menyampaikan informasi dari satu orang ke orang lain. Orang yang melakukan hal tersebut adalah komunikan dan komunikator. Keduanya sama-sama memiliki tanggung jawab untuk memastikan pesan diterima dengan baik melalui beberapa proses berikut: 

    1. Pembentukan ide 

    Ide merupakan bahasan yang nantinya akan dikomunikasikan. Apa yang ingin Anda sampaikan, apa tujuan yang ingin Anda capai. Lau, informasi apa yang ingin Anda dapatkan. Hal tersebut menjadi aspek yang penting untuk Anda perhatikan agar komunikasi bisa lebih lancar. 

    2. Pengkodean Pesan

    Pengkodean pesan meliputi pemilihan kata-kata yang sekiranya mudah dipahami oleh lawan bicara, gerakan tubuh, dan ekspresi. Sebab, setiap orang akan memiliki interpretasi yang berbeda. Pengkodean dilakukan untuk mengurangi kesalahpahaman yang mungkin terjadi. 

    3. Media Pengiriman Pesan 

    Pengiriman pesan dalam komunikasi interpersonal dapat Anda lakukan secara tatap muka langsung atau melalui media, baik tertulis maupun visual. Agar komunikasi dapat tersampaikan dengan jelas, maka tentukan media yang cocok. 

    Contohnya, Anda ingin menanyakan hal penting dan cepat, maka pilihlah media yang sering digunakan seperti WhatsApp. Jangan gunakan email yang cenderung jarang orang buka. Kecuali Anda memang ingin mengirimkan pesan yang lebih resmi untuk bisnis.

    4. Penguraian Kode

    Kode yang telah Anda sampaikan pada proses kedua tadi akan terurai dalam proses ini. Penerima pesan akan memahami pesan, simbol, maupun gerakan yang Anda berikan. Proses ini bisa berjalan dengan lancar jika penerima mengabaikan distraksi dan tidak memiliki prasangka negatif. 

    5. Feedback 

    Terakhir adalah feedback atau umpan balik, ini adalah proses yang vital. Ini penting untuk memastikan bahwa pesan yang Anda sampaikan dapat penerima pahami dan terima dengan baik.

    Faktor Komunikasi Interpersonal 

    Komunikasi antar pribadi mengacu pada individu yang memiliki pola pikir dan sudut pandang berbeda. Berbicara dengan orang lain bukanlah untuk memenangkan argumen yang Anda miliki, melainkan untuk bertukar pandangan satu sama lain. Berikut merupakan faktor yang memengaruhi komunikasi antar pribadi:

    1. Faktor Budaya 

    Tak bisa dipungkiri budaya sangat memengaruhi cara kita dalam berkomunikasi. Faktor budaya di sini meliputi adat istiadat, moralitas, kepercayaan, bahasa, dan lain-lain. 

    Sebagai contohnya Anda tinggal di daerah luar Jawa. Kemudian, Anda pindah ke daerah Jawa yang mayoritas warganya menggunakan bahasa Jawa untuk komunikasi. Dialek dan logat yang Anda miliki tentu berbeda dengan orang asli Jawa. 

    2. Faktor Situasi 

    Faktor situasi meliputi lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Lingkungan fisik adalah lingkungan di mana Anda tinggal. Ini memengaruhi komunikasi karena di tempat Anda tinggal tentu memiliki norma yang berbeda dengan tempat lain. Selain itu, terkadang norma tersebut tidak bisa diimplementasikan di tempat baru.

    Sedangkan lingkungan sosial juga memengaruhi komunikasi karena suasana lingkungan, tingkah laku masyarakatnya juga berbeda. Anda harus bisa menyesuaikan diri di lingkungan Anda tinggal. Jika tidak, maka bisa saja terjadi salah tafsir atau pemahaman dalam komunikasi interpersonal. 

    3. Faktor Perkembangan 

    Faktor ini meliputi perkembangan teknologi yang memengaruhi kemajuan dalam mempelajari bahasa. Di era saat ini, kita akan sangat mudah mempelajari bahasa baru. Kursus online dengan metode bicara langsung dengan pengajarnya pun ada. Tentu saja, hal ini memengaruhi dalam komunikasi antar pribadi. 

    Tak hanya bahasa baru, bahasa gaul pun mudah diakses dan mulai banyak anak muda yang menggunakan bahasa tersebut. Lambat laun faktor perkembangan pun ikut berpengaruh pada komunikasi.

    Sebagai contoh, Anda bisa coba perhatikan bagaimana perkembangan orang tua masa kini berkomunikasi dengan anaknya. Lalu, bandingkan dengan bagaimana orang tua Anda dulu melakukan komunikasi dengan Anda. 

    4. Faktor Fisik

    Faktor fisik di sini merujuk pada aspek lingkungan dan lokasi yang berada di luar faktor situasional. Contohnya seperti cuaca, musim, angin, dan lain sebagainya. 

    Misalnya, Anda berkomunikasi dengan seseorang saat hujan dan menepi di pinggir jalan. Karena ada suara hujan dan angin, nada suara Anda mungkin akan sedikit meninggi agar lawan bicara mendengar apa yang Anda bicarakan. Cuaca yang dingin juga memengaruhi untuk segera mengakhiri percakapan.

    Sudah Memahami Apa itu Komunikasi Interpersonal?

    Nah, itu tadi merupakan pengertian, jenis, proses, dan faktor dalam komunikasi antar pribadi. Meskipun komunikasi Anda lakukan setiap hari, namun skill ini juga harus Anda kembangkan. Anda bisa mulai dari hal kecil, seperti berbicara dengan teman sebaya atau keluarga terdekat.

    Selain itu, untuk meningkatkan efektivitas komunikasi ini ada beberapa aspek yang harus Anda perhatikan. Meliputi sifat terbuka, positif, suportif, serta memiliki berempati. Lantas, sudahkah Anda menerapkan sikap tersebut dalam komunikasi sehari-hari? 

  • Komunikasi Asertif: Arti, Manfaat, dan Contohnya dalam Kehidupan

    Komunikasi Asertif: Arti, Manfaat, dan Contohnya dalam Kehidupan

    Komunikasi asertif adalah salah satu strategi yang sudah digunakan oleh banyak orang untuk berkomunikasi agar mendapatkan hal mereka inginkan dan butuhkan tanpa menyinggung orang lain. Pelajari selengkapnya mengenai strategi komunikasi ini untuk bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari.

    Komunikasi Asertif adalah…

    Sebelum melangkah lebih jauh untuk mendalami penerapan komunikasi asertif, baiknya mempelajari dulu pengertian dari istilah tersebut.

    Komunikasi asertif adalah salah satu cara berkomunikasi dengan menunjukan keberanian dan ketegasan dalam menyampaikan pendapat tanpa merendahkan atau mengintimidasi orang lain. Cara ini merupakan cara terbaik untuk mendominasi sebuah diskusi tanpa menyinggung perasaan orang lain.

    Selain itu, menurut laman Indeed, komunikasi asertif adalah komunikasi secara terbuka dengan tetap menjaga rasa hormat kepada lawan bicara. Pengertian ini juga didukung oleh Burgon dan Huffner, yang menyatakan bahwa komunikasi asertif merupakan komunikasi dua arah yang paling efektif.

    Burgon dan Huffner juga menyatakan bahwa cara komunikasi yang satu ini mendukung seseorang dalam memberikan pendapat dengan lugas tanpa menyinggung siapapun. Keterampilan ini akan mendukung komunikasi tersebut berjalan dengan efektif.

    Selain itu, menurut Pipas dan Jaradat, keterampilan ini juga akan memberikan banyak peluang untuk berdiskusi secara terbuka. Jadi, hasilnya dapat memunculkan berbagai macam pendapat yang dapat dipertimbangkan.

    Komunikasi ini juga akan mendukung seseorang dalam memecahkan masalah interpersonal dengan melibatkan hak-hak pribadi. Dengan begitu, seseorang dapat dengan mudah mengungkapkan pikiran, perasaan, dan keyakinan mereka secara langsung tanpa melanggar hak orang lain ataupun menyinggung.

    Cara penyampaiannya juga cenderung kuat dan tegas namun tetap tenang. Dengan penyampaian yang seperti ini bisa membuat seseorang menjaga rasa hormat kepada orang lain. 

    Penggunaannya saat berada di lingkungan formal seperti saat berada di dunia kerja sangatlah penting. Hal tersebut akan membuat lingkungan kerja berjalan dengan harmonis karena penyampaiannya yang tidak menyinggung orang lain.

    Selain itu, komunikasi asertif sangat penting karena dalam pengambilan keputusan secara berkelompok sangat membutuhkan pendapat orang lain sebagai bahan pertimbangan. Hal itu bertujuan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan semua orang. 

    Apa Saja Manfaat Komunikasi Asertif?

    Menurut penjelasan sebelumnya, dapat dipastikan bahwa komunikasi asertif merupakan cara komunikasi yang cukup penting dalam mengutarakan pendapat. Namun sebenarnya, apa saja manfaat komunikasi ini dalam kehidupan? Berikut penjelasannya. 

    1. Komunikasi Asertif adalah Media Meningkatkan Kepuasan Diri

    Menyampaikan pendapat secara asertif dapat membuat seseorang merasa menjadi lebih percaya diri dan dihargai, Mengapa? Sebab penyampaian pendapatnya jelas dengan tidak menyinggung siapapun.

    2. Meningkatkan Hubungan Interpersonal

    Komunikasi ini dapat meningkatkan hubungan interpersonal yang sehat dengan orang lain. Komunikasi ini mendukung seseorang untuk menghargai hak dan perasaan orang lain ketika menyampaikan pendapat secara terbuka dan jujur.

    3. Mengurangi Konflik

    Dengan menggunakan komunikasi asertif, alur penyampaian pendapat akan lebih tenang dan tidak akan ada konflik. Alasannya adalah komunikasi ini akan menghindarkan seseorang dalam berperilaku agresif dan pasif. Ia juga akan menyelesaikan masalah dalam perbedaan pendapat secara damai.

    4. Memperkuat Batas Pribadi

    Komunikasi jenis ini akan membantu seseorang untuk memberikan batas pribadi yang jelas dan akan membuat orang lain mengerti dan menghormati batas tersebut.

    5. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi

    Komunikasi ini akan melibatkan kemampuan dalam berempati ketika mendengarkan dan berbicara secara jelas dan lugas. Sehingga, cara komunikasi ini dapat membantu seseorang untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi secara keseluruhan.

    6. Meningkatkan Kemampuan Problem Solving

    Komunikasi asertif memungkinkan dalam menciptakan diskusi yang lebih terbuka dan konstruktif, sehingga sangat membantu dalam penyelesaian masalah dengan menyimpulkan solusi yang efektif.

    7. Meningkatkan Keterbukaan Emosional

    Berbicara asertif akan membuat seseorang untuk berani berbicara jujur dalam menyampaikan perasaan dan emosi yang jujur dan terbuka. Kemampuan ini akan membuat orang lain dapat mengerti mengenai apa yang mereka inginkan untuk menjadi sebuah pertimbangan.

    8. Mengurangi Stres

    Dengan penyampaian pendapat yang jujur dan tegas akan membuat seseorang bisa mengurangi stres dan menghilangkan ketegangan yang timbul. Hal tersebut akan berdampak kepada kondisi mental seseorang karena mereka tidak akan menahan perasaan dan kebutuhan yang mereka rasakan.

    9. Membantu Mencapai Tujuan

    Komunikasi ini akan memengaruhi seseorang dengan lebih persuasif dalam mencapai tujuan yang sudah mereka targetkan. Selain itu, komunikasi secara asertif akan memudahkan seseorang untuk menyampaikan pendapat dengan baik dan semua pihak akan merasa puas.

    10. Meningkatkan Hubungan dengan Rekan Kerja

    Dalam lingkungan formal seperti dalam pekerjaan, komunikasi asertif sangat membantu untuk meningkatkan kolaborasi, serta membangun kerja tim yang lebih positif. Selain itu, komunikasi ini dapat meminimalisir konflik yang terjadi antar tim.

    Contoh Penerapannya dalam Kehidupan

    Menurut Fursland dan Nathan dalam modulnya yang berjudul How to Behave More Assertively, terdapat enam contoh penerapan komunikasi asertif dalam kehidupan sehari-hari. Berikut penjelasan lengkapnya: 

    1. Basic Assertion

    Basic assertion merupakan sebuah komunikasi dimana seseorang mengungkapkan kebutuhan, keyakinan, pendapat, keinginan, atau perasaan mereka secara jelas. 

    Contohnya adalah “Saya belum pernah mendengar mengenai hal tersebut. Saya membutuhkan waktu untuk mempelajari mengenai hal tersebut secara lengkap terlebih dahulu.”

    2. Emphatic Assertion

    Emphatic assertion merupakan komunikasi yang mengandung pengakuan atas perasaan, kebutuhan, dan keinginan orang lain. Lalu, dilanjutkan dengan mengungkapkan pendapat pribadi yang mengandung kebutuhan dan keinginan. 

    Contoh dari komunikasi ini seperi, “Saya tahu bahwa intensimu baik untuk mengubah ini. Tapi, tim kita sudah tidak ada waktu lagi untuk mengubah apapun karena semuanya sudah selesai.”

    3. Consequence Assertion

    Consequence assertion adalah komunikasi asertif yang digunakan dalam situasi dimana seseorang tidak mengikuti peraturan dan menambahkan konsekuensi atas pelanggaran tersebut dengan tujuan mengubah perilakunya.

    Contoh dari consequence assertion adalah “Jika Anda tidak datang lagi dalam diskusi kelompok minggu depan, saya akan menghapus nama Anda dari daftar kelompok.”

    4. Discrepancy Assertion

    Discrepancy assertion merupakan komunikasi yang menunjukkan perbedaan antara kesepakatan awal dan apa yang telah terjadi. Komunikasi ini juga bisa untuk memastikan apakah ada kesalahpahaman yang terjadi antara tindakan dan kata-kata yang terlontar sebelumnya.

    Contohnya adalah “Sebelumnya, kita semua sudah sepakat untuk menyelesaikan tugas ini sebelum deadline. Namun mengapa kamu belum mengerjakannya sampai sekarang? Apakah kamu bisa menjelaskan apa yang terjadi?”

    5. Negative Feelings Assertion

    Jenis komunikasi yang satu ini dilakukan ketika seseorang memiliki perasaan yang negatif dan ingin mengontrolnya sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain. Strategi ini bertujuan untuk membuat lawan mengetahui apa yang seseorang rasakan dan dampak apa yang ditimbulkan dari perlakuannya.

    Contohnya adalah “Aku sangat khawatir ketika kamu tidak bisa dihubungi. Akan lebih tenang rasanya jika kamu mengabariku terlebih dahulu.”

    6. Broken Record

    Broken record merupakan strategi yang dalam persiapannya harus mengulangi berkali-kali sehingga seseorang akan lebih siap. Cara ini juga merupakan usaha untuk membuat seseorang menjadi lebih tenang ketika sedang berbicara. Contoh dari strategi ini adalah:

    A: “Bolehkah saya meminjam uang Anda seratus ribu?”

    B: “Saya rasa tidak, ekonomi saya sedang tidak stabil akhir-akhir ini.”

    A: “Anda tidak perlu khawatir, saya pasti akan mengembalikan uang Anda secepat mungkin. Lagi pula, kita adalah teman dekat sejak dulu.”

    B: “Saya tahu, tapi saya tetap tidak bisa meminjamkan uang itu kepada Anda.”

    A: “Saya hanya perlu seratus ribu saja, apa tidak bisa meminjamkan saya uang itu?”

    B: “Saya sudah bilang kalau ekonomi saya sedang tidak stabil, jadi saya tidak bisa meminjamkan uang.” 

    5 Tips untuk Menerapkan Komunikasi Asertif

    Penerapan komunikasi ini akan terasa sulit bagi orang yang belum terbiasa menggunakannya. Namun, jika terus diterapkan, komunikasi ini akan terus melekat dengan sendirinya. Berikut adalah beberapa tips untuk berkomunikasi secara asertif.

    • Menggunakan kata ‘Saya’ daripada ‘Anda’ pada saat berkomunikasi dengan orang lain. Hal ini bertujuan untuk membuat orang lain memahami apa yang seseorang rasakan.
    • Berlatih berkata tidak pada permintaan yang tidak bisa dilakukan.
    • Berlatih sebelum berbicara di depan umum jika belum terbiasa.
    • Memanfaatkan bahasa tubuh dengan melakukan kontak mata, menunjukan ekspresi yang positif, dan menghindari postur keraguan.
    • Kendalikan emosi dengan baik.

    Komunikasi Asertif adalah Cara Tepat Menyampaikan Pendapat!

    Komunikasi ini adalah sebuah strategi yang bisa digunakan agar seseorang bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Selain itu, komunikasi ini akan meminimalkan konflik pada saat diskusi karena tidak akan menyinggung orang lain. Terapkan strategi ini dalam berkomunikasi sehari-hari dan rasakan manfaatnya.

  • Jenis Jenis Komunikasi Lengkap dengan Penjelasan & Contohnya

    Jenis Jenis Komunikasi Lengkap dengan Penjelasan & Contohnya

    Dalam kehidupan setiap orang pastinya tidak lepas dengan kegiatan komunikasi untuk bersosial maupun bekerja. Dari kondisi tersebut, muncul berbagai jenis jenis komunikasi yang menjembatani pola hidup atau aktivitas orang-orang. Jika penasaran jenis komunikasi yang ada, langsung saja simak penjelasan berikut ini!

    Jenis Jenis Komunikasi

    Terdapat beberapa jenis komunikasi yang sering digunakan dalam kehidupan manusia, antara lain :

    1. Komunikasi Verbal

    Komunikasi Verbal
    Komunikasi Verbal | Image source: istockphoto.com

    Komunikasi verbal merupakan komunikasi dengan menggunakan lisan atau langsung dan tulisan atau tidak langsung. Sehingga, komunikasi verbal tidak hanya menggunakan satu cara dalam mengutarakan pesan seperti berbicara namun juga simbol-simbol tertentu.

    Contoh komunikasi verbal secara lisan yaitu ketika terdapat dua orang sedang bertatapan langsung dan bertukar informasi dengan berbicara. Lalu, contoh lainnya ketika sepasang kekasih sedang melakukan video call dan saling bertukar informasi serta bisa saling mendengar satu sama lain.

    Contoh komunikasi verbal secara tulisan misalnya ketika dua orang siswa bertukar pesan dengan menuliskan kalimat di secarik kertas. Lalu contoh lainnya bisa menggunakan media digital lainnya seperti menulis email, messenger, dan aplikasi chat lainnya.

    2. Komunikasi Non Verbal

    Komunikasi Non Verbal
    Komunikasi Non Verbal | Image source: istockphoto.com

    Komunikasi non verbal merupakan komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol atau ekspresi. Dengan kata lain, salah satu dari jenis jenis komunikasi ini menggunakan sebuah tindakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator ke komunikan. Untuk contoh komunikasi non verbal ada beberapa, yaitu :

    • Gestur tubuh. Misalnya, ketika seseorang yang melambaikan tangan ketika bertemu temannya, maka bisa berarti memberikan pesan berupa salam.
    • Ekspresi wajah. Misalnya, ketika terdapat seseorang sedang meneteskan air mata dengan hidung merah dan wajah murung, maka dia sedang sedih.
    • Penampilan. Misalnya, seseorang yang sedang jatuh cinta dengan lawan jenis biasanya akan merubah penampilannya seperti gaya rambut, pakaian, dan lainnya.
    • Sentuhan. Misalnya ketika seseorang menepuk pundak orang lain maka bisa mengisyaratkan untuk memperhatikan orang yang sedang menepuknya.

    3. Komunikasi Formal

    Komunikasi Formal
    Komunikasi Formal | Image source: istockphoto.com

    Komunikasi formal adalah komunikasi yang berlangsung antara organisasi perusahaan dengan ketentuan berbahasa yang ada. Indikasi komunikasi ini biasanya menggunakan bahasa baku dan penataan tempat yang terlihat resmi.

    Contoh komunikasi formal, misalnya sebuah organisasi sedang melakukan rapat di sebuah aula dengan penataan meja dan kursi yang rapi. Selain itu, ketika seseorang pengusaha yang melakukan seminar di tempat indoor dengan bahasa yang baku.

    4. Komunikasi Informal

    Komunikasi Informal
    Komunikasi Informal | Image source: istockphoto.com

    Komunikasi informal adalah komunikasi yang sebelumnya tidak memiliki kesaksian resmi dan tercipta dari seseorang atau lebih tanpa terencana. Kemudian, ketika salah satu dari jenis jenis komunikasi ini terjadi, maka tidak akan memberikan efek terhadap kepentingan suatu organisasi atau perusahaan.

    Contoh komunikasi informal misalnya dua orang dalam perusahaan atau organisasi saling bertemu dan membicarakan informasi yang belum tentu kebenarannya. 

    5. Komunikasi Non Formal

    Komunikasi Non Formal
    Komunikasi Non Formal | Image source: istockphoto.com

    Komunikasi non formal adalah komunikasi yang berlangsung secara bebas dan tidak terikat tata bahasa yang baku. Kemudian, komunikasi ini sifatnya pribadi, terjadi antara formal dan informal serta isi komunikasinya bisa berupa pelaksanaan kerja di perusahaan atau organisasi.

    Contoh dari komunikasi non formal misalnya ketika sebuah perusahaan atau organisasi sedang berulang tahun dan mengundang seluruh pekerja atau anggotanya untuk berkumpul. 

    6. Komunikasi Internal

    Komunikasi Internal
    Komunikasi Internal | Image source: istockphoto.com

    Komunikasi internal adalah komunikasi yang berlangsung oleh setiap anggota organisasi atau karyawan sebuah perusahaan dan lingkupnya hanya sebatas orang-orang tersebut. 

    Kemudian, komunikasi internal terbagi ke dalam 3 bentuk, seperti komunikasi vertikal, horizontal, dan diagonal. Untuk lebih jelas tentang salah satu dari jenis jenis komunikasi ini, yaitu sebagai berikut.

    • Vertikal. Komunikasi vertikal terjadi antara kepala atau pimpinan terhadap bawahannya. Contohnya seperti kepala cabang sebuah perusahaan memberikan teguran kepada karyawannya yang sering melakukan kesalahan.
    • Horizontal. Komunikasi horizontal terjadi kepada orang-orang yang sejajar dalam ruang lingkup sama. Contohnya komunikasi antara karyawan di perusahaan atau anggota di sebuah organisasi.
    • Diagonal. Komunikasi diagonal terjadi kepada setiap orang dalam ruang lingkup sama namun memiliki kedudukan berbeda. Contohnya seorang karyawan bagian pemasaran berkomunikasi dengan karyawan bagian akuntansi. 

    7. Komunikasi Eksternal

    Komunikasi Eksternal
    Komunikasi Eksternal | Image source: istockphoto.com

    Komunikasi eksternal adalah komunikasi yang terjadi oleh sebuah perusahaan atau organisasi dengan pihak luar. Pihak luar yang dimaksud tersebut seperti masyarakat atau perusahaan lainnya. Lalu, adanya komunikasi ini bertujuan untuk bisa menjalin kerja sama atau mendapatkan kepercayaan dari pihak lain.

    Contoh komunikasi eksternal misalnya sebuah perusahaan mengutus seorang Public Relation untuk menyampaikan informasi produk kepada masyarakat. Lalu, contoh lainnya seperti seorang Public Relation saling berkomunikasi dengan perusahaan lainnya agar bisa menjalin kerja sama yang baik.

    8. Komunikasi Langsung

    Komunikasi Langsung
    Komunikasi Langsung | Image source: istockphoto.com

    Komunikasi langsung adalah komunikasi yang terjadi ketika dua orang atau lebih saling bertatapan dan bertukar informasi. Sehingga, salah satu dari jenis jenis komunikasi ini bisa berlangsung tanpa harus menggunakan perantara. 

    Contohnya seperti dua orang yang sedang bertemu di tempat makan dan mereka saling mengobrol.

    9. Komunikasi Tidak Langsung

    Komunikasi Tidak Langsung
    Komunikasi Tidak Langsung | Image source: istockphoto.com

    Komunikasi tidak langsung adalah komunikasi yang terjadi oleh dua orang atau lebih namun tidak saling bertemu. Sehingga, komunikasi ini bisa terjadi dengan bantuan perantara seperti telepon, aplikasi chat, dan lainnya. Contohnya seperti ketika dua orang yang saling berkomunikasi menggunakan aplikasi Whatsapp.

    10. Komunikasi Berdasarkan Maksudnya

    Komunikasi Berdasarkan Maksudnya
    Komunikasi Berdasarkan Maksudnya | Image source: istockphoto.com

    Komunikasi berdasarkan maksudnya adalah komunikasi yang berlangsung dengan penyampaian isinya memiliki tujuan. Kemudian, dalam menentukan keberhasilan komunikasi ini yaitu inisiatif dari komunikator itu sendiri. Contohnya seperti seseorang yang melakukan pidato, ceramah, wawancara, dan lainnya.

    11. Komunikasi Visual

    Komunikasi Visual
    Komunikasi Visual | Image source: istockphoto.com

    Komunikasi visual adalah komunikasi yang tercipta dari penggambaran sebuah objek untuk menyampaikan informasi. Kemudian, komunikasi ini biasanya menggunakan visual seperti make up, gaya rambut, dan cara berpakaian. 

    Contohnya ketika pemeran pentas seni menggunakan pakaian kotor, compang-camping, dan berlubang. Dengan begitu, akan memberikan makna atau pesan bahwa pemeran tersebut sedang menjadi orang gelandangan.

    12. Komunikasi Perseorangan

    Komunikasi Perseorangan
    Komunikasi Perseorangan | Image source: istockphoto.com

    Komunikasi perseorangan adalah komunikasi yang terbentuk antara individu satu dengan individu lainnya dan pembahasannya bersifat pribadi. Contohnya ketika terdapat sepasang kekasih yang duduk berdua dan membahas masalah pribadi mereka secara intens.

    13. Komunikasi Kelompok

    Komunikasi Kelompok
    Komunikasi Kelompok | Image source: istockphoto.com

    Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang terbentuk di dalam sebuah perkumpulan dan sedang membahas kepentingan bersama. Dengan begitu komunikasi ini melibatkan lebih dari dua orang dan sifatnya terbuka. 

    Contohnya ketua OSIS meminta seluruh anggotanya berkumpul dan membahas mengenai lomba-lomba di sekolah.

    14. Komunikasi Berdasarkan Peranan Individu

    Komunikasi Berdasarkan Peranan Individu
    Komunikasi Berdasarkan Peranan Individu | Image source: istockphoto.com

    Maksud dari komunikasi berdasarkan peranan individu adalah pentingnya seseorang dalam memberikan dan menciptakan alur komunikasi. Sehingga, komunikasi yang berlangsung dapat memberikan pengaruh terhadap komunikan.

    Komunikasi ini terbagi ke dalam 3 jenis, yaitu komunikasi antar individu, individu dengan kelompok, dan individu dengan lingkungan. Penjelasan ketiga jenis tersebut, antara lain :

    • Individu dengan individu lain. Komunikasi yang berlangsung antara individu satu dengan individu lainnya secara formal, informal, dan non formal. Kemudian, setiap individu yang terlibat bisa menjadi komunikator untuk mempengaruhi individu lain. Contohnya ketika ayah meminta tolong ibu untuk mengambilkan pakaiannya.
    • Individu dengan satu kelompok atau lebih. Komunikasi yang terjadi dengan bantuan individu untuk menjembatani dua kelompok agar terjalin relasi. Contohnya seorang Public Relation yang menjalankan tugas untuk membuat kedua perusahaan bisa bekerja sama dan menjalin komunikasi yang baik. 
    • Individu dengan lingkungannya. Komunikasi yang terjadi ketika individu bisa menjalin hubungan yang baik dengan sekitarnya. Misalnya, ketua karang taruna bisa mengajak dan bertukar pikiran dengan masyarakat di desanya dan musyawarah.

    Sudah Tahu Apa Saja Jenis Jenis Komunikasi?

    Itulah jenis jenis komunikasi yang sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar hingga pekerjaan. Kemudian, komunikasi agar bisa berlangsung tidak hanya membutuhkan satu atau dua orang, namun bisa lebih. Semoga penjelasan di atas bisa memberikan wawasan untuk pembaca.

  • Metode Public Speaking: Pengertian, Jenis, Fungsi & Contohnya

    Metode Public Speaking: Pengertian, Jenis, Fungsi & Contohnya

    Pernahkah kamu melihat aksi stand up comedy dari para komika? Ya, itu merupakan satu contoh kegiatan atau aktivitas yang membutuhkan metode public speaking. Namun, tidak semua kegiatan berbicara di hadapan umum dinamakan public speaking

    Sebab, public speaking membutuhkan pola atau aturan tertentu. Lantas, bagaimana penerapan public speaking yang baik?

    Mengenal Public Speaking Lebih Dekat

    Sebelum mengetahui metode public speaking, kalian perlu mengetahui pengertiannya. Public speaking merupakan kegiatan berbicara di hadapan audiens. Ini adalah aktivitas komunikasi dalam ruang dan waktu dengan cara tertentu. 

    Kalau melihat pengertian bahasa, public speaking terdiri dari dua kata bahasa Inggris. Public memiliki arti umum, sedangkan speaking artinya berbicara. Maka dari itu, public speaking adalah berbicara di depan umum.

    Sebelum melakukan kegiatan public speaking, pembicara perlu memahami pendengar dengan siapa berbicara dan untuk apa kebutuhan berbicara itu. Hal ini supaya pesan yang Anda sampaikan dapat audiens terima oleh pendengar.

    Selain itu, kegiatan ini membutuhkan mental dan rasa percaya diri yang kuat. Sebab, ketika menyampaikan pesan, artinya Anda siap untuk berbicara dengan orang dari latar belakang berbeda.

    Sejarah public speaking awalnya memiliki arti sebagai seni berbicara atau kemampuan mengolah kata oleh para ahli retorika. Nama public speaking mengalami perkembangan sejak abad sebelum masehi. Di mana, pada saat itu, istilah public speaking lebih dikenal dengan pidato. 

    Perkembangan seni berbicara itu mulai banyak diartikan oleh para ahli. Seorang public speaker terkemuka, Charles Bonar Sirait mengartikan public speaking sebuah seni yang menyatukan pengetahuan serta kemampuan dalam diri. 

    Aktualnya, public speaking bukan berarti harus berbicara pada acara formal. Bahkan, pada acara informal, Anda tetap bisa melakukan public speaking.

    Anda mungkin sering melihat tokoh atau artis berbicara di depan ribuan atau ratusan ribu orang dengan lancar. Mereka menggunakan skill berbicara dengan rasa percaya diri supaya pesan yang mereka sampaikan mampu pendengar terima. 

    4 Metode Public Speaking

    Metode Public Speaking
    Metode Public Speaking | Image source: pexels.com

    Anda perlu mengetahui apa saja yang dapat dipelajari pada empat metode public speaking, antara lain:

    1. Impromptu (Ad Libitum)

    Metode ini tidak melakukan persiapan atau membaca teks, akan tetapi menyesuaikan dengan situasi dan kondisi pendengar. Biasanya, metode public speaking ini berguna ketika ada acara mendadak. 

    Pembicara mengandalkan intuisi serta kemampuan yang ia miliki saja dengan cara improvisasi. Kelemahan pada metode ini adalah kurang sistematis atau terukur dari speaker. Improvisasi sendiri dalam dunia penyiaran bisa kita sebut dengan Ad Libitum, artinya berbicara tanpa menggunakan naskah.

    2. Manuskrip atau Naskah

    Dalam konteks ini, manuskrip merupakan metode public speaking dengan cara membaca teks atau naskah. Metode ini membutuhkan persiapan matang karena perlu menyusun sebuah naskah dahulu. Umumnya, manuskrip biasa dilakukan oleh para pejabat pemerintah atau orang yang pidato di acara formal.

    Kelebihan ketika menerapkan metode manuskrip, pembicara dapat melihat teks apabila lupa atau blank saat menyampaikan pesan. Selain itu, metode ini memudahkan pembicara untuk memberikan pesan secara terukur.

    Metode ini juga dapat memilah dan memilih kata yang akan disampaikan, serta menghindari pengulangan pesan yang sama. Namun, metode manuskrip sebenarnya kurang berinteraksi dengan pendengar sehingga terkesan kaku.

    3. Memorized (Ingatan)

    Metode public speaking ini dapat kita katakan sebagai paket lengkapnya seni berbicara di depan umum. Kenapa demikian? Karena umumnya pembicara menghafal apa yang sudah mereka tulis dalam naskah. 

    Pada saat menyampaikan pun membutuhkan teknik improvisasi apabila tidak ingat dengan hafalannya. Metode ini tidak disarankan untuk Anda yang tidak memiliki daya ingat tinggi.

    4. Extempore atau Using Note

    Mengambil makna dari buku yang berjudul Pengantar Ilmu Public Speaking: Teori dan Praktik karya dari Pajar Pahrudin, bahwa extempore merupakan metode yang dipraktikkan menggunakan bantuan notes (catatan) dan diambil garis besarnya saja (outline).

    Extempore itu dapat kita katakan sebagai metode public speaking yang efektif. Sebab, hanya pembicara yang memiliki jam terbang tinggi yang dapat melakukannya. Mengapa begitu? 

    Karena pembicara dapat bebas melakukan eye contact (kontak mata), bebas improvisasi, dan pembicara lebih bisa mengendalikan alur materi.

    Jenis-Jenis Public Speaking

    Jenis-Jenis Public Speaking
    Jenis-Jenis Public Speaking | Image source: pexels.com

    Setelah mengetahui pengertian dan metode public speaking, sekarang apa saja jenis-jenisnya?

    1. Demonstrative

    Jenis pertama ada demonstrative. Demonstrative ini seperti pidato di mana seorang public speaker berbicara di depan banyak orang untuk menyampaikan sesuatu. 

    Tujuan berbicara di depan umum ini tak lain untuk sharing atau mengajarkan audiens tentang suatu teknik, trik, atau cara untuk menyelesaikan sesuatu. Contoh penerapannya ini seperti yang pembicara lakukan dalam seminar, dosen, atau manajer.

    2. Ceremonial

    Ceremonial speaking atau pidato seremonial merupakan aktivitas public speaking pada acara resmi. Tentu saja dalam prosesi seremonial ini seorang public speaker perlu memperhatikan agenda acara. Misalnya saja pada acara pernikahan, memperingati hari besar, dan atau prosesi peresmian.

    3. Informative Speaking

    Melihat istilahnya saja berarti public speaking jenis ini perlu memberikan data dan fakta ketika berbicara. Seorang pembicara menjelaskan suatu informasi kepada khalayak tentang suatu objek atau subjek. Bisa seperti peristiwa bencana alam, tempat bersejarah, atau presentasi bisnis.

    4. Persuasive Speaking

    Public speaking persuasif merupakan salah satu jenis kegiatan berbicara di depan umum dengan tujuan untuk transformasi energi positif. Nantinya, public speaker berusaha untuk mengajak atau mengubah cara pandang yang salah menjadi benar. Misalnya saja yang dilakukan penceramah dan guru.

    Fungsi Public Speaking

    Jika sudah paham metode public speaking, maka Anda perlu tahu fungsinya. Sebenarnya fungsi public speaking secara general dapat Anda lihat pada aktivitas tertentu seperti presiden pidato kemerdekaan. Pasalnya, gaya pidato elegan dan mengagumkan mampu memberikan efek kepada pendapat publik untuk satu tujuan.

    Menurut salah satu ahli dalam bidang komunikasi, Whitman and Boase menyampaikan fungsi public speaking sebagai berikut:

    1. Dapat menjadi pusat perhatian (to interest)
    2. Membuat orang yakin (to convince)
    3. Memberikan pengaruh dengan cara mengajak (to persuasive)
    4. Memberikan sebuah informasi (to inform)
    5. Menghibur (to entertain)
    6. Memberikan gelora yang penuh semangat (to arouse)
    7. Dapat memberikan stimulus atau rangsangan kepada pendengar

    Dalam macam-macam fungsi public speaking itu hanya ada empat poin pokok saja yang perlu Anda ketahui. Pertama, to interest. Kedua, to entertain. Ketiga, to inform. Keempat, to persuasive.

    Apa Saja Contoh dari Public Speaking?

    Contoh dari Public Speaking
    Contoh dari Public Speaking | Image source: pexels.com

    Ada beberapa contoh kegiatan public speaking yang dapat kalian ketahui. Berikut beberapa contoh dari praktek public speaking.

    Pertama, sambutan. Biasanya kita bisa melihat pada kegiatan atau acara tertentu ada sambutan terlebih dahulu. Sambutan seringkali disampaikan oleh perwakilan orang penting untuk membuka acara. 

    Pesan yang disampaikan berkaitan tentang apresiasi kepada atensi yang sudah hadir. Selain itu, bisa juga menyampaikan gagasan atau informasi yang perlu diketahui banyak orang.

    Kedua, presentasi. Kegiatan ini terjadi pada lingkungan akademik seperti perkuliahan atau dalam dunia pekerjaan ketika rapat (meeting). Presentasi dilakukan untuk menyampaikan garis besar dari sebuah gagasan atau karya. Tujuannya untuk memberikan laporan, mengenalkan, serta pemberian suatu maksud tertentu.

    Ketiga, ceramah. Berdakwah memang perlu menguasai metode public speaking supaya pendengar menerima pesan dengan baik. Ceramah dapat kita lihat pada pengajian akbar, hari besar Islam, atau prosesi acara yang membutuhkan ceramah lainnya.

    Sudah Tahu Metode Public Speaking?

    Pastinya, ketika kalian berbicara di hadapan ratusan atau ribuan orang, perlu mempelajari metode public speaking. Tips memiliki kepercayaan diri untuk bisa public speaking adalah dengan banyak berlatih. Selain itu, bisa menambahkan humor, pantun, dan kalimat bijak agar Anda punya ciri khas saat menyampaikannya.

  • Komunikasi Politik: Pengertian, Fungsi, Konsep, Bentuk & Contohnya

    Komunikasi Politik: Pengertian, Fungsi, Konsep, Bentuk & Contohnya

    Dalam menempuh pendidikan kuliah dan masuk program studi Ilmu Komunikasi, kamu akan menemui berbagai macam materi seputar komunikasi. Salah satu materi yang akan kamu dapatkan yakni komunikasi politik. Sebagai gambaran, komunikasi politik merupakan kajian ilmu politik yang dibalut dengan konsep-konsep komunikasi.

    Supaya kamu bisa memahami lebih dalam mengenai materi ini sebagai bahan pembelajaran, maka bisa menyimak penjelasan berikut ini.

    Apa Itu Komunikasi Politik?

    Dalam modul Komunikasi Politik Kamaruddin, komunikasi ini merupakan sebuah komunikasi yang mencampurkan pesan-pesan politik, aktor politik, kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan pemerintah. Selain itu, terdapat pengertian menurut pandangan para ahli, antara lain:

    a. Almond dan Powell

    Menurut Almond dan Powell mengenai komunikasi ini adalah fungsi politis yang memiliki fungsi lain seperti artikulasi, agregasi, sosialisasi  dan rekrutmen dalam sistem politis. 

    b. Mueller

    Menurut Mueller, komunikasi ini merupakan hasil yang terdapat sifat politis. Selain itu, berdasarkan fungsinya didefinisikan sebagai komunikasi yang terjadi pada sistem politis dan antara sistem di sekitarnya.

    c. Fagen 

    Menurut Fagen, komunikasi ini merupakan komunikasi dengan kegiatan politis berdasarkan keaktualannya, potensi, dan konsekuensi di dalamnya yang berfungsi pada sistem politik. 

    d. Dr. Rusadi Kartaprawira

    Menurut Dr. Rusadi, komunikasi ini merupakan pendekatan dalam upaya pembangunan politik. Lalu, komunikasi politik ini dapat berguna sebagai acuan dalam menganalisis masalah yang muncul dan mengembangkan perubahan politik di sebuah bangsa.

    e. Roelofs

    Berdasarkan pemikiran Roelofs, komunikasi ini merupakan kegiatan atau pembicaraan politik yang terjadi secara lisan.

    f. Meadow

    Menurut Meadow, komunikasi ini merupakan pertukaran pesan dan simbol-simbol yang terbentuk dari aktor dalam  komunikasi tersebut dan berpengaruh pada sistem politik.

    g. Rauf 

    Menurut Rauf, komunikasi ini merupakan kegiatan politik bersifat empiris untuk menyampaikan pesan yang memiliki ciri politik kepada pihak lain. Selain itu, komunikasi politik bisa juga untuk kegiatan ilmiah dan kegiatan dalam sistem politik.

    h. Miriam Budiardjo

    Menurut Miriam Budiardjo, komunikasi politik merupakan bagian dari fungsi partai politik. Fungsi tersebut menyatakan untuk menjembatani aspirasi dan pendapat dari masyarakat serta mengaturnya. Selain itu juga menjadi bentuk perumusan kepentingan untuk memperjuangkan kebijakan publik.

    i. Dan Nimmo

    Dan Nimmo berpendapat bahwa komunikasi politik berfungsi untuk mengkondisikan kegiatan manusia dalam suasana konflik dan melihat konsekuensinya. Lalu, kegiatan manusia dalam  hal tersebut seperti menjadi aktivis, politisi, konsultan, dan lain sebagainya.

    j. Astrid S Susanto

    Menurut Astrid S Susanto, komunikasi ini merupakan komunikasi yang terarah untuk mencapai sesuatu sedemikian rupa. Kemudian, berbagai masalah yang ada di dalamnya dengan hubungan komunikasi ini bisa mengikat masyarakatnya melalui sanksi berdasarkan ketentuan lembaga berwenang.

    Fungsi Komunikasi Politik

    Setelah kamu mengetahui pengertiannya, terdapat beberapa fungsi dari komunikasi ini, antara lain:

    • Menyampaikan informasi politik

    Penyampaian informasi ini merupakan dasar dari komunikasi. Lalu, informasi politik yang tersampaikan tersebut cukup terbatas namun nilainya bisa sangat luas.

    • Sosialisasi politik

    Dalam fungsi ini, kamu bisa menyebutnya sebagai nyawa untuk sosialisasi masyarakat.

    • Mempertahankan nilai

    Dari adanya komunikasi ini berfungsi menjaga dan mempertahankan nilai yang sudah menjadi kebiasaan.

    • Kontrol sosial

    Setiap masyarakat mendapatkan haknya untuk memberikan pendapat atau suaranya dalam ruang lingkup politik.

    • Mendorong iklim perubahan

    Setiap komunikasi yang terjadi dapat memberikan pengaruh, sehingga kedepannya berpeluang menciptakan perubahan.

    • Meningkatkan partisipan politik

    Komunikasi ini dapat mempersuasi orang-orang di sekitarnya akan meningkatkan antusias untuk menjadi politisi.

    • Memberikan motivasi

    Dapat memberikan dorongan dengan ucapan atau lisan kepada orang-orang yang membutuhkan untuk dapat bergerak.

    • Sebagai hiburan

    Bisa menjadi bentuk hiburan dengan bentuk komunikasi ini seperti debat, orasi, dan lain sebagainya.

    Konsep Komunikasi Politik

    Selanjutnya, penjelasan mengenai beberapa konsep dalam komunikasi ini yang terdiri dari tiga konsep, yaitu liberitarianism, authoritarianism, dan social responsibility theory. Untuk lebih jelasnya ada pada penjelasan berikut ini.

    1. Liberitarianism

    Maksud dari liberitarianism adalah komunikasi politik lebih banyak diperankan oleh infrastruktur politik dan mereka memiliki kekuasaan yang besar dalam komunikasi ini. 

    Dalam artian lain, bahwa negara hanya menjadi pemantau agar tidak terjadi penyimpangan. Kemudian masyarakat memiliki pengaruh cukup besar dalam media komunikasi tersebut.

    2. Authoritarianism

    Arti dari authoritarianism ini yaitu lembaga suprastruktur politik menguasai dan mengatur sistem politik yang menghubungkan suprastruktur dengan infrastruktur. Dalam artian lain bahwa pemerintah memiliki kekuasaan besar dalam komunikasi dan masyarakat tidak mendapatkan kebebasan dalam menyampaikan pendapat.

    3. Social Responsibility Theory

    Maksud social responsibility theory adalah lembaga suprastruktur politik menguasai dan mengatur sebagian besar sistem politik dengan menghubungkan suprastruktur dan infrastruktur politik. 

    Dalam artian lain bahwa pemerintah memiliki kendali penuh mengenai media komunikasi dan masyarakat hanya bisa menerima pesan politiknya.

    Strategi Komunikasi Politik

    Dalam menyampaikan pesan politik kepada masyarakat luas, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan, yaitu:

    1. Lisan atau Langsung

    Lisan atau Langsung
    Lisan atau Langsung | Image source: pexels.com

    Strategi yang pertama adalah secara lisan atau langsung. Cara ini bisa terbilang efektif karena masyarakat dapat melihat komunikator politik dan meresponnya secara langsung. Misalnya saja komunikator politik yang berpidato atau orasi di lapangan saat pemilu.

    2. Media Massa

    Media Massa
    Media Massa | Image source: pexels.com

    Adapun strategi berikutnya dengan menggunakan media massa. Cara ini bisa menjangkau khalayak yang lebih luas dengan lisan maupun tulisan. Misalnya partai politik menyematkan informasi politik menggunakan surat kabar atau koran. 

    Selain itu, cara ini bisa menggunakan televisi dalam menyiarkan kegiatan politik seperti debat dan lainnya.

    3. Media Online

    Media Online
    Media Online | Image source: pexels.com

    Strategi yang bisa memiliki pengaruh lebih besar juga yaitu dengan media online. Cara ini terbilang efektif untuk sekarang karena kebanyakan orang sudah bisa mengakses internet.

    Alhasil, orang-orang mudah mendapatkan informasi seputar politik. Misalnya, munculnya portal berita seperti Detik.com yang mempublikasikan video dan berita politik.

    Bentuk-Bentuk Komunikasi Politik

    Komunikasi ini memiliki beberapa bentuk. Adapun bentuknya yakni sebagai berikut: 

    • Agitasi Politik

    Dalam bahasa Yunani, agitasi atau agitare artinya menggerakan. Tujuan dari bentuk ini untuk menggerakan masyarakat dalam berpolitik secara emosional dengan tulisan maupun lisan. 

    • Retorika

    Retorika atau rhetorica dalam bahasa Yunani yang artinya seni berbicara. Biasanya, retorika sering digunakan dalam kegiatan perdebatan di ruang sidang dengan tujuan mempengaruhi dan sifatnya antar personal.

    • Public Relations Politics

    Public relations politics merupakan salah satu jalan keluar untuk meminimalisir propaganda yang bisa membahayakan kehidupan sosial dan politik.

    • Propaganda

    Propaganda atau propagare dalam bahasa latin yang artinya menanamkan tunas sebuah tanaman. Lalu, orang yang sering melakukan propaganda untuk menjangkau kolektif masyarakat lebih besar bernama propagandis, contohnya seperti politikus atau kader politik.

    • Lobi Politik

    Lobi politik akan bergantung pada seorang politikus yang memiliki pengaruh, kompetensi, kharisma, dan penguasaan masalah yang baik. Dalam artian lain lobi politik ini merupakan tempat bincang politikus dan kader politik mengenai otoritas, kekuasaan, pengaruh, konflik, dan lainnya.

    • Kampanye Politik

    Kampanye politik merupakan sebuah upaya oleh seseorang atau kelompok dalam kondisi tertentu untuk mendapatkan dukungan politik dari rakyat. Dalam artian lain adalah komunikasi yang terjadi secara terencana dengan tujuan khalayak besar dan berkelanjutan pada satu waktu.

    • Media Massa

    Penggunaan media massa untuk menjangkau khalayak yang lebih luas dan tidak bisa terjangkau oleh bentuk komunikasi lainnya. Tujuannya agar mendapatkan pengakuan, pengaruh, otoritas, merubah opini publik, dan membentuk citra politik di masyarakat.

    Komponen Komunikasi Politik

    Supaya komunikasi ini bisa berjalan dengan lancar dan tersampaikan, maka terdapat beberapa komponen, antara lain:

    • Komunikator

    Komunikator merupakan seseorang yang akan menyampaikan pesan politik kepada individu lainnya.

    • Pesan

    Pesan merupakan apa yang menjadi bahan pembicaraan, bisa berupa topik, ide, gagasan, dan lainnya.

    • Media

    Media merupakan alat untuk menyampaikan pesan politik kepada khalayak. Misalnya saja koran, televisi, atau media sosial.

    • Komunikan

    Komunikan merupakan individu atau kelompok yang akan menerima pesan politik dari komunikator.

    • Efek

    Efek dalam hal ini merupakan pengaruh apa yang timbul ketika pesan telah sampai kepada khalayak.

    Contoh Komunikasi Politik

    Agar kamu mendapatkan gambaran lebih jelas, berikut ini beberapa contoh komunikasi dalam dunia politik yang sering terjadi di sekitar, yaitu:

    • Presiden Jokowi mengumumkan pembentukan menteri pada masa jabatannya di depan istana kepresidenan.
    • Dua orang calon presiden dan wakil presiden berpidato di sebuah lapangan untuk meminta dukungan kepada masyarakat dalam Pemilu.
    • Rapat para anggota PDI Perjuangan yang tersebar di beberapa platform media sosial.

    Apakah Kamu Sudah Paham Tentang Komunikasi Politik?

    Itulah penjelasan mengenai komunikasi politik yang bisa kamu pahami dan jadikan referensi sebagai bahan pembelajaran nantinya. Semoga pemaparan di atas bisa menjadi ilmu yang bermanfaat.

  • Komunikasi Intrapersonal: Pengertian, Tujuan, Proses, Faktor dan Contohnya

    Komunikasi Intrapersonal: Pengertian, Tujuan, Proses, Faktor dan Contohnya

    Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak jenis komunikasi yang dilakukan oleh manusia, salah satunya adalah komunikasi intrapersonal. Mungkin istilah ini terdengar asing bagi sebagian orang, namun sebenarnya komunikasi intrapersonal adalah hal yang telah dilakukan banyak orang setiap hari.

    Artikel ini akan membantu Anda memahami konsep, tujuan, faktor, proses, serta contoh komunikasi ini di kehidupan sehari-hari Anda.

    Apa Itu Komunikasi Intrapersonal?

    Komunikasi intrapersonal adalah bentuk komunikasi yang terjadi dalam diri individu berupa percakapan internal yang melibatkan pemikiran, perasaan, dan refleksi individu terhadap diri mereka sendiri. Berikut pengertian lengkapnya menurut beberapa ahli.

    1. Hafied Cangara

    Dalam buku “Pengantar Ilmu Komunikasi” yang ditulis oleh Hafied Cangara pada tahun 2012, dijelaskan bahwa komunikasi ini merujuk pada proses komunikasi yang terjadi di dalam diri individu. Dengan kata lain, ini adalah cara individu berkomunikasi dengan diri mereka sendiri.

    2. Richard West dan Lynn H. Turner

    Dalam buku karya Richard West dan Lynn H. Turner (2008) berjudul “Pengantar Teori Komunikasi”, mereka menjelaskan bahwa jenis komunikasi ini mencakup berbagai aspek seperti membayangkan, melamun, mempersepsikan, dan memecahkan masalah yang terjadi dalam pikiran individu.

    3. Joseph A. Devito

    Menurut Joseph A. Devito (1997) dalam bukunya yang berjudul “Komunikasi Antar Manusia”, beliau menjelaskan bahwa komunikasi intrapersonal merupakan bentuk komunikasi yang terjadi antara individu dengan diri mereka sendiri.

    Tujuan dari komunikasi ini adalah untuk melakukan proses berpikir, penalaran, analisis, serta merenung.

    4. Ronald B Adler dan George Rodman

    Menurut Ronald B. Adler dan George Rodman dalam buku “Understanding Human Communication” yang terbit pada tahun 2006, mereka mengungkapkan bahwa komunikasi intrapersonal adalah bentuk komunikasi yang terjadi saat individu berinteraksi dengan diri mereka sendiri.

    5. Charles V. Roberts

    Menurut Charles V. Roberts dalam jurnalnya yang berjudul “The Definition and Delimitation of Intrapersonal Communication: A Physiological Perspective” (1983), ia mendefinisikan bahwa komunikasi intrapersonal adalah suatu proses di mana individu mengolah, menyimpan, dan menguraikan pesan-pesan fisiologis dan psikologis yang terjadi dalam diri mereka sendiri.

    6. J. Ruesch dan G. Batenson

    Menurut Jurgen Ruesch dan Gregory Batenson (1951) dalam bukunya yang berjudul “Communication: The Social Matrix of Psychiatry”, mereka mengemukakan bahwa komunikasi ini melibatkan tindakan berbicara dengan diri sendiri, melakukan introspeksi dalam batin, mengulangi informasi yang diterima, serta berpartisipasi dalam dialog internal untuk mengartikan dan memahami pemikiran yang tengah berjalan.

    Baca Juga: Teori Komunikasi Massa: Pengertian Menurut Para Ahli, Jenis, dan Contohnya

    Apa Tujuan Komunikasi Intrapersonal?

    Setelah memahami pengertiannya, berikut beberapa tujuan komunikasi ini yang perlu untuk Anda ketahui:

    1. Pemahaman Diri

    Yang pertama, salah satu tujuan utamanya adalah untuk memahami diri sendiri dengan lebih baik. Ini adalah cara untuk menjelajahi pemikiran, nilai, keyakinan, dan perasaan yang mendasari tindakan dan keputusan Anda.

    2. Pengambilan Keputusan

    Komunikasi intrapersonal membantu dalam proses pengambilan keputusan. Ketika Anda memikirkan pro dan kontra suatu masalah, Anda sebenarnya sedang melakukan percakapan internal yang membantu Anda membuat keputusan yang tepat.

    3. Mengendalikan Emosi

    Salah satu aspek penting dari jenis komunikasi ini adalah mengelola emosi. Ini memberikan Anda alat untuk merespons perasaan Anda dengan cara yang sehat dan produktif.

    4. Peningkatan Kualitas Hidup

    Dengan memahami diri sendiri lebih baik, Anda dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan Anda. Ini membantu Andamengembangkan diri dan mencapai potensi penuh Anda.

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Intrapersonal

    Komunikasi intrapersonal dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Beberapa faktor kuncinya meliputi:

    1. Pengalaman Hidup

    Pengalaman masa lalu Anda, baik positif maupun negatif, dapat membentuk cara Anda berkomunikasi dengan diri sendiri. Trauma atau pencapaian besar dapat memiliki dampak yang signifikan.

    2. Budaya dan Latar Belakang

    Nilai-nilai, keyakinan, dan norma budaya Anda juga memainkan peran penting dalam komunikasi ini. Mereka membentuk pandangan Anda tentang diri Anda sendiri.

    3. Pendidikan dan Pengetahuan

    Tingkat pendidikan dan pengetahuan seseorang dapat mempengaruhi cara mereka memproses informasi dan pemikiran. Orang yang lebih terdidik mungkin memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang banyak masalah.

    4. Situasi Saat Ini

    Keadaan saat ini juga dapat memengaruhi komunikasi intrapersonal. Misalnya, stres atau kebahagiaan saat ini dapat mempengaruhi cara Anda berbicara dengan diri sendiri.

    5. Emosi 

    Emosi memiliki potensi untuk mengakibatkan kesalahan dalam penafsiran pesan yang diterima. Ketika emosi mempengaruhi komunikasi, perasaan subjektif individu dapat mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan orang lain. 

    Jika seseorang yang sedang berkomunikasi tidak mampu mengendalikan emosinya dengan baik, hal ini dapat mengakibatkan munculnya perdebatan sebagai dampak dari emosi yang terlibat dalam situasi tersebut.

    6. Gender 

    Pria dan wanita memiliki gaya komunikasi yang berbeda. Biasanya, anak perempuan mengalami perkembangan pusat komunikasi di otaknya yang lebih baik daripada anak laki-laki.

    Baca Juga: Teori Interaksi Simbolik: Pengertian Menurut Ahli serta Contohnya

    Proses Komunikasi Intrapersonal

    Berikut adalah proses tahapan dalam melakukan komunikasi dengan diri Anda sendiri dan juga penjelasan lengkapnya.

    1. Sensasi

    Sensasi adalah tahap pertama dalam komunikasi ini. Hal ini terjadi ketika individu menerima rangsangan dari lingkungannya melalui panca indera, seperti penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, dan pengecapan. 

    Sensasi adalah proses pasif di mana informasi dari luar dunia diterima oleh indra-indra Anda. Misalnya, saat melihat gambar atau mendengarkan suara hujan, indra-indra Anda menerima rangsangan ini.

    2. Persepsi

    Setelah menerima sensasi, tahap berikutnya adalah persepsi. Persepsi melibatkan interpretasi dan pemahaman individu terhadap sensasi yang diterima. Ini adalah tahap di mana informasi yang diterima diolah dan dihubungkan dengan pengalaman, pengetahuan, dan memori sebelumnya. 

    Misalnya, saat melihat gambar hujan, Anda mengidentifikasi dan memahami bahwa itu adalah hujan berdasarkan pengalaman sebelumnya.

    3. Memori

    Memori adalah tahap di mana informasi yang telah diproses dan dipersepsikan disimpan dalam ingatan individu. Ini mencakup penyimpanan jangka pendek dan jangka panjang. 

    Pengalaman dan pengetahuan masa lalu juga berperan dalam pembentukan memori. Misalnya, setelah memahami bahwa gambar tersebut adalah hujan, informasi ini disimpan dalam memori Anda untuk menjadi referensi di masa depan.

    4. Berpikir

    Tahap terakhir adalah berpikir. Berpikir melibatkan pemrosesan informasi yang disimpan dalam memori untuk melakukan penalaran, analisis, evaluasi, dan refleksi. Hal ini adalah tahap di mana individu menghubungkan informasi yang diterima dengan pemahaman mereka.

    Selanjutnya, manusia dapat membuat keputusan dan memikirkan implikasi dari informasi tersebut. Misalnya, Anda dapat berpikir tentang apakah Anda perlu membawa payung setelah menyadari bahwa itu hujan.

    Dalam komunikasi intrapersonal, tahap-tahap ini bekerja sama untuk membantu individu memahami dunia sekitarnya, mengambil keputusan, dan mengembangkan pemahaman diri. 

    Proses ini berjalan terus-menerus dalam pikiran individu sepanjang waktu, mempengaruhi bagaimana manusia dapat merasakan, memahami, dan berinteraksi dengan dunia.

    Contoh-Contoh Komunikasi Intrapersonal

    Berikut ini beberapa contoh komunikasi intrapersonal  dalam kehidupan sehari-hari:

    1. Pertimbangan Karir

    Ketika Anda merenungkan pilihan karir Anda, memikirkan apa yang Anda sukai, apa yang Anda kuasai, dan bagaimana Anda ingin mencapai tujuan karir Anda. Hal tersebut adalah salah satu contoh komunikasi intrapersonal.

    2. Mengatasi Kecemasan

    Contoh kedua adalah saat Anda berbicara kepada diri sendiri untuk mengatasi kecemasan sebelum berbicara di depan umum. Hal ini adalah contoh dalam mengendalikan emosi.

    3. Mengatur Prioritas

    Ketika Anda membuat daftar tugas harian dan memutuskan apa yang harus dilakukan terlebih dahulu, Anda sedang melakukan komunikasi intrapersonal untuk mengatur prioritas.

    4. Memecahkan Masalah

    Saat menghadapi masalah kompleks, Anda dapat melakukan komunikasi terhadap diri sendiri dengan merenungkan solusi, menganalisis dampaknya, dan mengevaluasi opsi yang tersedia sebelum mengambil tindakan.

    5. Merencanakan Tujuan dan Target

    Ketika Anda merencanakan tujuan pribadi, baik dalam pekerjaan, pendidikan, atau kehidupan sehari-hari, Anda pasti akan melakukan komunikasi jenis ini. Anda merenungkan apa yang ingin Anda capai, membuat rencana langkah demi langkah, dan memotivasi diri sendiri untuk mencapainya.

    Sudah Pahamkah Anda Tentang Komunikasi Intrapersonal?

    Komunikasi intrapersonal adalah komponen penting dalam pengembangan diri dan pengambilan keputusan yang baik. Hal ini dapat membantu Anda memahami diri sendiri, mengelola emosi, dan mencapai tujuan Anda.  Dengan memahami konsep ini, Anda dapat meningkatkan kualitas hidup Anda dan menjadi individu yang lebih baik.

  • Teori Interaksi Simbolik: Pengertian Menurut Ahli serta Contohnya

    Teori Interaksi Simbolik: Pengertian Menurut Ahli serta Contohnya

    Manusia adalah makhluk sosial yang berkomunikasi satu sama lain dengan berbagai cara. Salah satu kerangka teoritis yang membantu kita memahami kompleksitas komunikasi manusia adalah teori interaksi simbolik. 

    Dalam dunia yang semakin terhubung melalui teknologi dan media sosial, komunikasi menjadi unsur kunci yang tak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan teori ini secara mendalam dan komprehensif.

    Apa Itu Teori Interaksi Simbolik?

    Teori interaksi simbolik adalah suatu pendekatan dalam sosiologi yang menekankan pentingnya simbol dalam interaksi manusia. George Herbert Mead dan Herbert Blumer adalah sosiolog Amerika yang pertama kali mengembangkan teori ini pada awal abad ke-20. 

    Mereka berfokus pada konsep bahwa makna dalam komunikasi tidak diberikan oleh objek atau peristiwa itu sendiri, melainkan oleh cara individu menginterpretasikannya. Dalam konteks ini, “simbol” merujuk pada tanda, kata, atau bahasa yang digunakan oleh manusia untuk memberikan makna pada realitas sekitar.

    6 Pengertian Teori Interaksi Simbolik Menurut Para Ahli

    Berikut adalah 6 pengertian teori interaksi simbolik menurut para ahli yang perlu kamu pahami dengan baik, yaitu:

    1. George Herbert Mead

    George Herbert Mead adalah salah satu tokoh utama dalam pengembangan teori interaksi simbolik. Menurut Mead, simbol-simbol adalah bahasa yang manusia gunakan untuk memberikan makna pada dunia sekitarnya. 

    Ia juga mengemukakan konsep diri sebagai hasil dari interaksi sosial. Dalam konsep tersebut, individu menginternalisasi pandangan orang lain terhadap diri mereka dan memahami peran-peran sosial dalam masyarakat.

    2. Herbert Blumer

    Herbert Blumer adalah seorang murid Mead yang mengembangkan teori ini lebih lanjut. Baginya, teori interaksi simbolik adalah suatu pendekatan yang fokus pada makna yang individu berikan terhadap situasi sosial. 

    Blumer menegaskan bahwa manusia bertindak berdasarkan makna yang diberikan mereka terhadap objek, orang, atau peristiwa di sekitar mereka.

    3. Erving Goffman

    Erving Goffman merupakan seorang sosiolog terkenal yang menggunakan teori ini dalam pemahaman tentang dramaturgi sosial. Ia menganggap interaksi sosial sebagai sebuah pertunjukan. Artinya, individu berperan dan menggunakan simbol-simbol untuk mempengaruhi persepsi orang lain tentang diri mereka. 

    Goffman juga memperkenalkan konsep “face“, yang mengacu pada citra diri yang ingin dipertahankan oleh individu dalam interaksi sosial.

    4. Charles Horton Cooley

    Cooley memperkenalkan konsep “cermin diri” (the looking glass self) dalam teori ini. Ia berpendapat bahwa identitas individu terbentuk melalui bagaimana orang lain memandang mereka. 

    Dalam pandangan tersebut, individu membentuk citra diri mereka berdasarkan refleksi dari pandangan orang lain terhadap mereka.

    5. Dennis Brissett and Charles Edgley

    Dennis Brissett and Charles Edgley memandang teori ini sebagai suatu teori yang menekankan pentingnya pemahaman makna dalam komunikasi. Mereka menekankan bahwa interaksi simbolik melibatkan proses pemahaman simbol-simbol dan interpretasi makna dalam konteks sosial.

    6. Howard Becker

    Becker adalah seorang sosiolog yang mengaplikasikan teori ini dalam pemahaman tentang devian. Ia berfokus pada bagaimana label-label sosial dapat mempengaruhi perilaku individu. 

    Menurut Becker, individu yang diberi label tertentu oleh masyarakat cenderung menginternalisasi label tersebut dan bertindak sesuai dengan ekspektasi yang melekat pada label tersebut.

    Prinsip-Prinsip Dasar Teori Interaksi Simbolik

    Berikut ini adalah prinsip-prinsip dasar dari teori interaksi simbolik, yaitu:

    1. Simbolisme

    Teori ini menekankan pentingnya simbolisme dalam interaksi sosial. Simbol-simbol, seperti kata-kata, gestur, atau lambang lainnya yang digunakan oleh individu untuk berkomunikasi.

    Namun, yang membuat teori ini menarik adalah bahwa simbol-simbol ini tidak memiliki makna tetap. Maknanya terbentuk melalui proses interpretasi.

    2. Proses Interpretasi

    Proses interpretasi adalah inti dari teori ini. Ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain atau lingkungannya, mereka tidak hanya merespons stimulus secara mekanis. 

    Sebaliknya, mereka memberikan makna pada stimulus tersebut berdasarkan pengalaman, nilai, dan norma mereka. Contohnya, senyum seseorang bisa diartikan sebagai tanda kebahagiaan atau sebagai upaya untuk menyembunyikan ketidaknyamanan.

     3. Identitas dan Peran

    Teori ini  juga menekankan pentingnya identitas dan peran dalam interaksi sosial. Identitas individu dibangun melalui proses sosial dan peran yang dimainkan oleh individu dalam masyarakat juga dipengaruhi oleh identitas mereka. 

    Sebagai contoh, seseorang yang mengidentifikasi diri sebagai seorang guru akan berperilaku berbeda dalam kelas daripada saat berada dalam peran sebagai seorang teman.

    4. Realitas Sosial

    Teori ini berpendapat bahwa realitas sosial adalah konstruksi sosial. Artinya, apa yang dianggap sebagai “realitas” atau “kenyataan” dipengaruhi oleh makna yang diberikan oleh individu dalam interaksi sosial. 

    Misalnya, anggapan atau perspektif tentang “keberhasilan” dalam masyarakat bisa sangat bervariasi tergantung pada nilai-nilai dan norma-norma budaya.

    4 Contoh Aplikasi Teori Interaksi Simbolik

    Contoh Aplikasi Teori Interaksi Simbolik
    Contoh Aplikasi Teori Interaksi Simbolik | Image source: pexels.com

    Teori interaksi simbolik sebenarnya tanpa kita sadari sering hadir di kehidupan sehari-hari. Berikut adalah 4 contoh penerapan teori tersebut oleh khalayak umum, yaitu:

    1. Media Sosial

    Salah satu contoh penerapan teori ini yang sangat relevan adalah komunikasi di media sosial. Setiap harinya, jutaan orang berinteraksi melalui platform seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. 

    Masyarakat menggunakan simbol-simbol seperti emoji, kata-kata, dan gambar  untuk untuk menyampaikan pesan dan menggambarkan diri. Sehingga, media sosial menjadi salah satu contoh terkini bagaimana masyarakat luas menerapkan teori interaksi simbolik.

    Setiap like, komentar, atau emoji yang kita bagikan di media sosial adalah simbol-simbol yang membentuk identitas dan makna kita dalam dunia maya. Proses interpretasi yang berlangsung di media sosial juga mencerminkan konsep bahwa realitas sosial adalah konstruksi sosial.

     2. Komunikasi Antarbudaya

    Dalam konteks komunikasi antarbudaya, teori ini membantu kita memahami bagaimana budaya dan bahasa mempengaruhi cara kita memberikan makna pada perilaku dan komunikasi orang dari budaya lain. 

    Misalnya, seseorang yang mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari budaya tertentu akan mengenakan pakaian tradisional, mengikuti ritual khusus, dan berpartisipasi dalam aktivitas yang mencerminkan identitas budaya mereka. 

    Ketika mereka berinteraksi dengan orang lain dalam perayaan tersebut, simbol-simbol budaya, seperti pakaian tradisional atau makanan khas, menjadi bahasa simbolik yang menyampaikan identitas dan nilai-nilai budaya.

    3. Identitas Gender

    Teori ini juga relevan dalam kajian identitas gender. Konsep seperti “maskulinitas” dan “feminitas” adalah konstruksi sosial yang terpengaruh oleh simbol-simbol tertentu. 

    Bagaimana seseorang mengidentifikasi diri sebagai pria, wanita, atau gender non-biner adalah hasil dari proses interpretasi dalam masyarakat.

    4. Perilaku Konsumen dalam Berbelanja

    Teori ini juga bermain peran dalam dunia bisnis untuk memahami perilaku konsumen. Konsumen tidak hanya membeli produk atau jasa, tetapi mereka juga membeli simbol dan makna yang terkait dengan produk tersebut.

    Contoh penerapannya adalah ketika seseorang membeli merek pakaian tertentu. Merek tersebut dapat membawa simbol status sosial atau Merek tersebut dapat membawa simbol status sosial atau melanmbangkan gaya hidup tertentu oleh individu tersebut.

    Melalui produk tersebut, individu tersebut berinteraksi dengan simbol-simbol yang menggambarkan identitas atau nilai-nilai yang mereka inginkan.

    Kritik Terhadap Teori Interaksi Simbolik

    Seperti teori lainnya, teori ini juga memiliki kritik. Beberapa kritikus berpendapat bahwa teori ini cenderung mengabaikan struktur sosial yang lebih luas, seperti ketidaksetaraan ekonomi atau struktur kekuasaan. 

    Mereka berpendapat bahwa fokus pada interaksi individu bisa menyamarkan faktor-faktor sosial yang mempengaruhi komunikasi.

    Sudah Pahamkah Kamu Tentang Teori Interaksi Simbolik?

    Teori interaksi simbolik adalah pendekatan yang kuat dalam memahami komunikasi manusia dan konstruksi sosial. Teori ini mengajarkan kita bahwa simbol-simbol memiliki makna yang fleksibel dan realitas sosial adalah hasil dari proses interpretasi individu. 

    Dalam era globalisasi dan teknologi informasi, pemahaman tentang teori ini dapat membantu kita menjadi komunikator yang lebih bijak dan sadar akan konstruksi sosial di lingkungan sekitar.

  • Teori Komunikasi Massa: Pengertian Menurut Para Ahli serta Jenisnya

    Teori Komunikasi Massa: Pengertian Menurut Para Ahli serta Jenisnya

    Teori komunikasi massa memungkinkan Anda bisa memahami lebih dalam tentang bagaimana media massa bekerja. Ternyata, media massa tak hanya sekadar penyedia informasi saja. Lebih dari itu, banyak peran dalam media massa yang dituangkan ke dalam teori.

    Terdapat beberapa jenis beserta contohnya untuk membantu Anda memahami teori dalam komunikasi massa. Anda bisa mendapatkan pemahaman tersebut melalui artikel berikut ini. 

    Apa Itu Teori Komunikasi Massa?

    Teori Komunikasi Massa
    Teori Komunikasi Massa | Image source: pixabay.com

    Sebelum masuk ke penjelasan terkait teori komunikasi massa, Anda harus memahami terlebih dahulu apa itu komunikasi massa. Pemahaman ini akan membantu Anda untuk memahami teori yang ada di dalam komunikasi massa.

    Komunikasi massa adalah proses distribusi berita oleh organisasi media massa. Terdapat beberapa jenis media massa, yaitu koran, televisi, dan radio. Proses pembuatan pesan, seleksi, hingga distribusinya kepada khalayak, semua menjadi otoritas tunggal organisasi tersebut.

    Dalam praktiknya, terdapat teori-teori yang digunakan dalam komunikasi massa, seperti Teori Penggunaan dan Kepuasan (Uses and Gratification Theory) dan Teori Kultivasi (Cultivation Theory).

    Di dalam komunikasi massa, terdapat komponen yang perlu Anda pahami. Komponen tersebut adalah komunikator, pesan, media, komunikan, gatekeeper, noise (gangguan), serta feedback (timbal balik).

    Komunikator adalah produsen pesan, sedangkan komunikan adalah penerima pesan. Pesan merupakan informasi yang disampaikan dari komunikator kepada komunikan. Dalam komunikasi massa, gatekeeper ada untuk menentukan pesan mana yang akan khalayak terima.

    Dalam semua proses penyampaian dan penerimaan pesan, terdapat gangguan atau noise. Contoh gangguan adalah adanya interupsi dari pihak luar yang menyebabkan pesan tidak sampai dengan baik kepada penerima.

    Selain itu, penerima juga bisa memberikan timbal balik kepada media. Namun, biasanya timbal balik tidak bisa komunikan berikan secara langsung. Ini karena komunikasi massa fokus pada komunikasi satu arah. Timbal balik biasanya komunikan sampaikan melalui surat pembaca atau kritik saran.

    Komunikasi Massa menurut Para Ahli

    Komunikasi Massa menurut Para Ahli
    Komunikasi Massa menurut Para Ahli | Image source: pixabay.com

    Berikut ini adalah beberapa pendapat ahli tentang komunikasi massa.

    1. Wright

    Menurut Wright, komunikasi massa adalah pesan secara terbuka yang disampaikan kepada khalayak yang heterogen. Jadi, pesan bersifat anonim dan diterima secara bersamaan oleh semua komunikan.

    2. Gerbner

    Gerbner mengatakan bahwa komunikasi massa adalah proses penyaluran pesan kepada khalayak yang berlandaskan organisasi dengan harmonisasi yang baik. Definisi Gerbner memungkinkan pesan tersalurkan kepada khalayak secara terus menerus dengan jangka waktu yang konsisten.

    3. Pool

    Dalam teori komunikasi massa menurut Pool, komunikasi massa merupakan bentuk komunikasi yang terjadi tidak secara langsung antara komunikator dan komunikan. Namun, pesan dalam proses komunikasi dapat secara langsung tersampaikan kepada khalayak.

    4. John R. Bittner

    Definisi komunikasi massa oleh John R. Bittner sangat sederhana. Dirinya mendefinisikan komunikasi massa sebagai proses penyampaian pesan melalui media kepada khalayak ramai.

    5. Berlo

    Berlo mendefinisikan massa tidak hanya sebagai kerumunan orang. Lebih dari itu, massa adalah kumpulan orang yang menjadi sasaran media dalam penyampaian pesannya.

    6. Freidson

    Menurut Freidson, komunikasi massa fokus pada penyampaian pesan kepada orang banyak. Perlu menjadi perhatian bahwa pesan tersebut terdistribusi kepada khalayak melalui media tertentu.

    7. Maletzke

    Maletzke mendefinisikan pesan dalam komunikasi massa tersampaikan secara terbuka melalui media tertentu. Dalam definisinya, Maletzke fokus kepada sifat distribusi pesan yang satu arah saja.

    Jenis Teori Komunikasi Massa

    Jenis Teori Komunikasi Massa
    Jenis Teori Komunikasi Massa | Image source: pixabay.com

    Berikut ini adalah jenis-jenis teori dalam komunikasi massa yang perlu Anda ketahui.

    1. Media Equation Theory

    Nama Indonesia dari teori ini adalah teori persamaan media. Teori mengkaji mengapa manusia secara tidak sadar menyamakan media dengan manusia. Seolah-olah mereka sedang berkomunikasi dengan manusia.

    Menurut teori ini, media memang bisa berperan sebagai lawan bicara. Dalam praktiknya, manusia merasa bahwa media bisa bertindak sama seperti dirinya.

    Contohnya ketika sedang menonton televisi untuk menerima informasi tertentu, manusia secara tidak sadar akan merespon seperti respon yang ia berikan saat melakukan percakapan langsung dengan orang lain.

    2. Spiral of Science Theory

    Media menyebarkan informasi kepada banyak orang dan berhak memilih informasi mana yang mereka tampilkan. Organisasi atau lembaga media dalam praktiknya membutuhkan dukungan khalayak.

    Oleh karena itu, tidak heran bahwa media lebih condong kepada opini mayoritas. Minoritas cenderung kurang disukai oleh media. Ini menyebabkan minoritas sebisa mungkin menyembunyikan pendapat mereka.

    Contohnya adalah informasi terkait dengan hari raya. Karena Indonesia mayoritas penduduknya adalah muslim, maka media akan lebih banyak menampilkan informasi terkait idul fitri daripada natal dan hari raya dari agama lainnya.

    3. Hypodermic Needle Theory

    Teori ini mengatakan bahwa khalayak bisa ‘tunduk’ kepada media melalui pesan-pesan yang mereka terima. Menurut teori ini, media memiliki kekuatan yang bisa mengatur bagaimana khalayak bertindak.

    Jika sebuah media tidak memiliki komitmen yang jelas terkait tujuannya, ini bisa menjadi kesempatan untuk mengelabui khalayak. Untuk itu, khalayak sebaiknya membatasi diri terhadap informasi dari media. 

    Jika informasi tersebut kurang baik atau menjurus ke hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsip Anda, lebih baik mengabaikannya.

    4. Cultural Imperialism Theory

    Menurut teori ini, media barat memiliki pengaruh yang kuat di dunia, terutama bagi negara berkembang yang memiliki banyak keterbatasan dalam produksi pesan media. Ini menyebabkan media di dunia didominasi oleh negara barat.

    Selain itu, teori Cultural Imperialism juga berpendapat bahwa media barat memiliki kekuatan untuk menyebarkan nilai-nilai dari budayanya. Salah satu nilai tersebut adalah kapitalisme. Efek kapitalisme adalah semakin kecilnya negara-negara berkembang karena dominasi negara barat.

    5. Teori Komunikasi Massa: Cultivation Theory

    Teori Kultivasi menyatakan bahwa televisi menjadi satu-satunya alat untuk masyarakat mempelajari budaya. Mungkin teori ini sudah tidak relevan untuk masa sekarang karena perkembangan media dan teknologi yang sangat pesat.

    Dalam teori ini, apa yang ada di dalam televisi sangat berpengaruh terhadap pembentukan persepsi khalayak. Bagi pecandu televisi, mereka akan menganggap bahwa apa yang tampil di dalam media televisi adalah nyata dan tanpa pengaturan.

    Padahal hal tersebut belum tentu benar. Televisi memiliki hak untuk mengatur bagaimana pesan dan informasi ditampilkan. Jadi, nyata atau tidak nyata itu merupakan pengaturan oleh pihak organisasi.

    6. Technological Determinism Theory

    Teori dari McLuhan ini mengatakan bahwa teknologi dapat mempengaruhi bagaimana manusia berpikir dan berperilaku. Perkembangan teknologi secara tidak langsung akan memberikan arahan kepada manusia untuk maju.

    7. Agenda Setting Theory

    Menurut teori Agenda Setting, media memiliki peran dalam menyajikan informasi untuk publik. Media memberikan tekanan pada isu tertentu yang mereka anggap itu penting untuk kesadaran masyarakat.

    Teori ini hadir dari asumsi para peneliti bahwa media tidak menyajikan informasi atau fakta yang nyata dari sebuah kejadian. Media menggunakan otoritasnya untuk membentuk informasi yang mereka inginkan.

    Misalnya dalam berita sebuah kecelakaan, media bisa menciptakan informasi untuk menyudutkan salah satu pihak saja. Padahal, pada kenyataannya bisa jadi kedua pihak memiliki kesalahan yang sama besar.

    8. Teori Komunikasi Massa: Media Critical Theory

    Teori media kritis menyatakan bahwa media tidak bisa lepas dari kepentingan yang dibawa oleh para pemilik modal. Intinya, siapa yang paling banyak memberikan modal untuk proses produksi, maka kepentingannya yang menjadi prioritas utama.

    Secara tidak langsung, media tidak lagi memihak kepada khalayak. Media merupakan agen sosial yang memiliki kekuatan mengatur persepsi masyarakat.

    9. Uses and Gratification Theory

    Teori yang memiliki nama Indonesia Teori Penggunaan dan Kepuasan ini adalah kebalikan dari Teori Hypodermic Needle. Menurut teori ini, khalayak memiliki kuasa penuh atas pilihan informasi yang mereka konsumsi.

    Jadi, khalayak dianggap memiliki kemampuan dalam menentukan informasi mana yang ingin mereka terima atau tidak. Sebenarnya, ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Maka, 1 teori saja tidak bisa menggambarkan masyarakat secara umum.

    10. Teori Komunikasi Massa: Diffusion of Innovation Theory

    Teori ini mengkaji kebaruan yang dapat menumbuhkan kecenderungan khalayak untuk menyebarkan informasi tersebut. Persebaran informasi akan mereka lakukan melalui media sosial.

    Ini yang menjadi alasan bahwa hal-hal baru biasanya menjadi trending topic dalam kurun waktu tertentu. Setelah banyak orang membicarakannya, perlahan informasi tersebut akan tergantikan informasi baru lainnya.

    Sudah Siap Menerapkan Teori Komunikasi Massa?

    Terdapat banyak teori dalam komunikasi massa. Namun, tidak semua teori masih relevan jika diterapkan di masa sekarang. Namun, hal tersebut justru bisa menjadi bahan diskusi terkait dengan pengembangan teori dari waktu ke waktu.

    Selain itu, setiap teori juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Maka, akan terus lahir teori baru yang berusaha untuk menyempurnakan teori-teori terdahulu.