Category: Manajemen

  • General Affair: Tugas, Fungsi, Skill, Gaji, dan Jenjang Karir

    General Affair: Tugas, Fungsi, Skill, Gaji, dan Jenjang Karir

    Setiap perusahaan tentunya memiliki struktur organisasi yang jelas dan terstruktur, mulai dari pimpinan hingga stafnya. Setiap posisi memiliki tugas dan fungsinya masing-masing. Nah, salah satu posisi jabatan yang ada dalam perusahaan adalah general affair. Apa pengertian dan tugasnya? Simak selengkapnya di sini!

    Pengertian General Affair

    General Affair (GA) atau bagian umum biasanya ada dalam divisi Human Resource Development (HRD) dan menangani hal-hal yang bersifat operasional perusahaan. Setiap kegiatan yang dilaksanakan perusahan harusnya memiliki prospek dan tujuan yang jelas, serta direncanakan dengan baik agar hasilnya juga sebanding. 

    Nantinya, GA yang akan membuat dokumen perencanaan dan pelaksanaan tersebut, serta melaporkannya kepada pimpinan. Meskipun sering berada dalam divisi HRD, ada juga perusahaan yang menempatkan profesi ini pada divisi purchasing maupun divisi lain. 

    Tugas General Affair

    Tugas seorang GA tidak akan jauh-jauh dari segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan. Mulai dari pengadaan barang dan jasa, hingga perawatannya. Nah, berikut merupakan detail tugas dari bagian umum perusahaan: 

    1. Pengadaan Barang dan Jasa

    Pengadaan Barang dan Jasa
    Pengadaan Barang dan Jasa | Image Source: Unsplash

    Setiap barang yang ada dalam perusahaan tentunya memiliki batas waktu penggunaannya masing-masing. Misalnya, komputer akan layak digunakan sekitar 3-5 tahun. Setelah itu, performanya akan menurun dan memerlukan upgrade.

    Seorang GA memiliki tugas mengurus pengadaan barang, memastikan barang yang memerlukan penggantian, dan lain sebagainya. Tugas mereka tidak hanya melakukan pembelian secara langsung, melainkan melakukan perbandingan harga terlebih dahulu. Tujuannya agar perusahaan tetap dapat menekan pengeluaran. 

    2. Pembelian dan Pembayaran Rutin

    Pembelian dan Pembayaran
    Pembelian dan Pembayaran | Image Source: Pexels

    Tugas bagian umum yang kedua adalah melakukan pembelian dan pembayaran rutin. Selain pengadaan barang dan jasa yang bersifat jangka panjang, GA juga bertanggung jawab atas pembelian rutin perusahaan. Contohnya seperti alat tulis kantor, tinta printer, kertas, air minum, dan lain sebagainya. 

    Selain barang, GA juga bertanggung jawab atas tagihan rutin perusahaan. Seperti air, WiFi, listrik, pajak, dan pembayaran rutin lainnya. Kini dengan banyaknya opsi pembayaran yang saling terintegrasi satu sama lain bisa sangat memudahkan bagian umum dalam melaksanakan tugasnya.

    3. Pemeliharaan Aset 

    Pemeliharaan Aset 
    Pemeliharaan Aset | Image Source: Pexels

    Sebagaimana pemaparan sebelumnya, seorang general affair tidak hanya melakukan pembelian, tetapi juga melakukan pemeliharaan. GA memiliki wewenang untuk mengingatkan karyawan yang lain jika tidak turut serta menjaga aset yang ada atau bahkan merusak aset. 

    Hal tersebut GA lakukan karena mereka yang bertanggung jawab penuh apabila terjadi kerusakan aset perusahaan. Oleh karena itu, memiliki ketelitian jika ingin menggeluti profesi ini sangatlah penting.

    4. Renovasi dan Pembukaan Cabang 

    Renovasi
    Renovasi | Image Source: Pexels

    Apabila terjadi kerusakan maupun hal lain di perusahaan, bagian umum memiliki tugas melakukan pertimbangan. Misalnya, apakah layak renovasi total atau bagian mana saja yang perlu renovasi. Lalu, mereka akan melakukan estimasi dana yang sesuai. 

    Tak hanya itu, apabila perusahaan utama telah berkembang pesat dan ingin membuka cabang. Maka, bagian umumlah yang merinci biaya yang akan digunakan untuk membuka cabang baru.

    Tak hanya merinci saja, apabila pengerjaan sudah berjalan, GA juga membuat laporan terkait renovasi atau pembangunan yang telah selesai. Laporan pun harus disertai dengan bukti pembelian seperti nota, faktur, dan lain sebagainya. 

    5. Memastikan Pembayaran Tenaga Kerja sesuai dengan Regulasi

    Memastikan Pembayaran
    Memastikan Pembayaran | Image Source: Pexels

    Tugas bagian umum kelima, yaitu memastikan pembayaran tenaga kerja sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tenaga kerja dalam hal ini bukanlah karyawan tetap, melainkan tenaga harian. Misalnya, dalam melakukan renovasi tentulah membutuhkan tukang bangunan yang mendapatkan gaji harian. 

    Gaji pegawai harian juga perlu perusahaan catat dalam pembukuan. GA memiliki kewenangan untuk menentukan berapa upah yang sesuai dengan kinerja. Seiring dengan perkembangan teknologi, GA bisa menggunakan aplikasi seperti slip gaji online dalam melakukan tugasnya.

    Fungsi General Affair

    Setelah mengetahui apa saja tugas pokok dari GA, Anda juga perlu tahu apa saja fungsi umum yang dimiliki oleh jenis pekerjaan satu ini. Berikut merupakan fungsi umum dari GA:

    1. Memelihara Fasilitas Perusahaan

    Fungsi umum GA pertama yaitu memelihara fasilitas yang ada pada perusahaan. Seperti gedung, toilet, ruang karyawan, gudang, kantin, dan lain-lain. Berkaitan dengan tugas GA yang lain, yaitu renovasi. Maka, dalam hal ini juga melakukan penilaian kondisi fasilitas. 

    Penilaian fasilitas perlu untuk membuat anggaran renovasi sebelum diajukan ke atasan. GA juga menentukan prioritas mana yang harus didahulukan. Misalnya, toilet lebih urgent untuk mendapat perbaikan daripada memperluas ruang karyawan. 

    2. Membantu Perizinan

    Perizinan yang perusahaan miliki tentu memiliki batas waktu tersendiri dan memerlukan perpanjangan jika diperlukan. Bagian umum memiliki fungsi untuk membantu segala bentuk perizinan yang berkaitan dengan pihak eksternal. Misalnya seperti instansi pemerintah, kepolisian, maupun yang lainnya. 

    3. Membuat Laporan Berkala

    Fungsi general affair selanjutnya adalah membuat laporan berkala yang berguna saat rapat anggaran. Ini merupakan fungsi lanjutan dari fungsi pertama, yaitu bagian umum perlu membuat anggaran. Setelah anggaran selesai, acc atasan, dan pelaksanaannya selesai, maka perlu membuat laporan. 

    Laporan tersebut berisi aset, fasilitas, dan pengeluaran perusahaan berupa apa saja dan untuk apa saja. Sehingga, dapat diketahui seberapa efektif investasi internal yang terjadi. 

    4. Membina Hubungan Baik 

    Karena berada dalam divisi HRD, GA juga memiliki fungsi untuk menjalin hubungan baik, khususnya dengan pemasok. Hubungan baik ini meliputi kontrak kerja keduanya, pembayaran yang tepat waktu, menanyakan juga menyampaikan keluhan jika perlu serta penting untuk perusahaan, dan lain sebagainya. 

    Tidak hanya dengan pemasok, menjalin hubungan baik juga harus terjalin dengan karyawan maupun perusahaan lain. Seperti memastikan hak-hak karyawan telah tertunaikan sebagaimana mestinya. Dengan begitu, secara tidak langsung produktivitas karyawan juga meningkat. 

    Lewat produktivitas yang meningkat, tentu akan membuka kemungkinan perusahaan agar dapat menghasilkan keuntungan lebih. 

    5. Melakukan Survei Kepuasan 

    Fungsi terakhir adalah melakukan survei kepuasan. Survei ini ditujukan kepada seluruh karyawan. Hasil survei nantinya akan bermanfaat sebagai bahan evaluasi dan meningkatkan kualitas serta pelayanan lebih baik lagi. 

    Skill yang Harus Dimiliki 

    Seorang general affair harus memiliki beberapa skill yang penting untuk menunjang kinerjanya. Berikut beberapa poin skill yang bagian umum butuhkan:

    • Komunikasi interpersonal.
    • Teliti dan jujur.
    • Kemampuan menyelesaikan masalah.
    • Kemampuan menyusun, mencatat pengeluaran, dan melakukan penilaian aset.
    • Manajemen waktu dengan baik.
    • Kemampuan negosiasi.

    Jenjang Karir

    Sebagai pekerjaan yang memiliki tugas cukup krusial dalam perusahaan, tentunya profesi ini memiliki jenjang karir yang jelas dan menjanjikan. Semakin tinggi jenjang karir yang dimiliki akan berpengaruh pada jumlah gaji yang akan mereka terima. Berikut beberapa jenjang karir dari bagian umum:

    • Staf Bagian Umum: Ini merupakan jenjang karir pertama seorang GA. Pada jenjang ini, Anda hanya mengerjakan satu unit tugas dan dengan target yang sedikit juga. 
    • Supervisor Bagian Umum: Jenjang karir selanjutnya adalah sebagai supervisor. Pada jenjang general affair ini tugas yang akan Anda emban lebih banyak, lebih dari satu unit.
    • Manajer Bagian Umum: Jenjang karir ketiga adalah manajer. Seorang manajer akan mempunyai wewenang untuk memberikan tugas kepada staf dan mengawasinya. 
    • Kepala Bagian Umum: Jenjang karir tertinggi seorang GA adalah kepala bagian. Di mana Anda akan memiliki tugas melakukan koordinasi pekerjaan, serta membuat laporan dengan CEO atau pimpinan maupun dengan departemen lain yang berkepentingan. 

    Gaji General Affair

    Gaji GA tentu berbeda-beda, tergantung dengan perusahaan, domisili, dan jenjang karir yang ada pada perusahaan tersebut. Namun, untuk rata-rata gajinya berada di rentang Rp3.000.000,00 hingga Rp5.000.000,00 setiap bulannya. 

    Rentang gaji tersebut merupakan gaji pokok. Terkadang dalam perusahaan gaji ikut bertambah seiring dengan pencapaian yang karyawan berikan kepada perusahaan atau biasa dikenal dengan bonus kinerja. 

    Sudah Tahu Detail Profesi General Affair?

    Nah, itu tadi merupakan bahasan mengenai bagian umum dan seluk beluknya. Jika Anda berminat untuk menjadi GA, mempersiapkan skill sangat penting. Apalagi, tugas dan tanggung jawab bagian umum cukup banyak. Sehingga, Anda harus terus belajar dan bekerja keras untuk mencapai puncak karir tertinggi. 

    Jika memang ingin menekuni profesi ini, Anda bisa mengambil jurusan kuliah Manajemen, Bisnis, Administrasi Perkantoran, dan sebagainya. Beberapa contoh universitas yang bisa Anda tuju adalah Binus University, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, dan lainnya. Semoga bermanfaat!

  • Pengertian Fixed Asset: Jenis, Manfaat & Karakteristiknya

    Pengertian Fixed Asset: Jenis, Manfaat & Karakteristiknya

    Fixed asset merupakan jenis properti yang dimiliki oleh perusahaan. Keberadaan aset ini berperan penting dalam keberhasilan suatu bisnis dalam mendapatkan keuntungan. Simak ulasan lebih detailnya di bawah ini!

    Mengenal Apa Itu Fixed Asset

    Seperti penjelasan singkat di atas, fixed asset atau aset tetap merupakan salah satu jenis aset berbentuk properti atau peralatan yang bersifat jangka panjang.

    Seperti namanya, aset tetap tidak akan berubah-ubah seperti aset tidak tetap. Dalam sebuah perusahaan, keberadaan aset tetap memiliki peran yang cukup penting dalam mendapatkan keuntungan bisnis.

    Berbicara tentang keuntungan, aset tetap tidak memberikan keuntungan berupa uang dalam kurun waktu satu tahun.

    Sebab, aset ini bersifat jangka panjang, artinya keuntungan yang diperoleh perusahaan bisa tercapai lebih dari satu tahun lamanya.

    Dalam sebuah neraca keuangan, aset tetap juga dikenal sebagai aktiva tetap yang biasanya merujuk pada properti, seperti bangunan dan peralatan. Sedangkan bentuk fixed asset sendiri dikenal sebagai aset modal.

    Jenis-Jenis Aset Tetap

    Setelah mengetahui apa itu aset tetap, hal berikutnya yang juga penting untuk diketahui adalah apa saja jenis-jenis dari aset tetap. Berikut rangkuman lengkapnya:

    1. Fixed Asset (Aset Tetap) Berwujud

    Seperti namanya, aset tetap berwujud merupakan aset yang memiliki bentuk fisik, bisa dilihat dan dirasakan. Nilai dari aset ini bisa mengalami penyusutan, depresiasi, dan tidak mengalami deflasi. Berikut beberapa contoh dari aset tetap berwujud:

    a. Tanah

    Fixed Asset Berwujud Tanah
    Fixed Asset Berwujud Tanah | Image Source: Freepik

    Contoh pertama ada tanah. Jika sebuah perusahaan memiliki aset tetap berupa tanah, maka perusahaan bisa berinvestasi jangka panjang untuk membuka cabang atau memperbesar bangunan kantor maupun toko. 

    Dari investasi tersebut perusahaan akan mendapatkan berbagai keuntungan. Mulai dari menambah omset hingga berpeluang untuk menjual aset ini di masa depan dengan harga lebih tinggi.

    b. Bangunan

    Fixed Asset Berwujud Bangunan
    Fixed Asset Berwujud Bangunan | Image Source: Freepik

    Kedua, ada bangunan atau gedung yang menjadi bagian dari aset tetap. Gedung atau bangunan juga bisa dijadikan sebagai investasi jangka panjang oleh perusahaan demi meningkatkan keuntungan bisnis sebagai tempat usaha, kamu sewakan, maupun dijual kembali di masa depan.

    Namun, pastikan pencatatan bangunan atau gedung dipisahkan dari tanah yang digunakan untuk pembangunan tersebut.

    c. Mesin

    Fixed Asset Berwujud Mesin
    Fixed Asset Berwujud Mesin | Image Source: Freepik

    Selanjutnya, ada mesin yang juga termasuk contoh dari fixed asset. Mesin menjadi alat pendukung paling penting demi keberlangsungan proses produksi barang. Jumlah produksi barang akan berkaitan dengan jumlah penjualan. Maka dari itu, mesin memiliki peran penting terhadap target keuntungan bagi perusahaan.

    Adapun contoh-contoh dari mesin tersebut, antara lain komputer, printer, telepon, mesin fax, mesin produksi, dan lainnya. Tidak hanya itu, peralatan di dalam kantor seperti meja, kursi, lemari, dan lainnya juga masuk ke dalam jenis aset tetap.

    d. Alat Pengangkut

    Fixed Asset Berwujud Alat Pengangkut
    Fixed Asset Berwujud Alat Pengangkut | Image Source: Freepik

    Selanjutnya, ada alat pengangkut. Seperti namanya, alat pengangkut berfungsi untuk mengangkut dan mengantar hasil produksi hingga ke tangan konsumen. Contohnya, mobil pengangkut, truk, dan kendaraan lainnya yang digunakan oleh perusahaan untuk kepentingan distribusi produk.

    e. Prasarana

    Fixed Asset Berwujud Prasarana
    Fixed Asset Berwujud Prasarana | Image Source: Freepik

    Jenis terakhir adalah prasarana, seperti jalan, pagar, hingga jembatan. Prasarana tersebut menjadi bagian penting bagi perusahaan dalam proses memproduksi dan mendistribusikan barang.

    2. Aset Tetap Tidak Berwujud

    Aset Tetap Tidak Berwujud
    Aset Tetap Tidak Berwujud | Image Source: Freepik

    Jenis kedua dari aset tetap adalah tidak berwujud. Seperti namanya, aset ini tidak memiliki bentuk fisik, tapi bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan. Misalnya, hak paten, merek dagang, hak waralaba, hak cipta, logo, dan lainnya.

    Manfaat Fixed Asset Bagi Perusahaan

    Keberadaan aset tetap memiliki peran penting bagi sebuah perusahaa,n. Adapun manfaat aset tetap bagi suatu perusahaan antara lain:

    1. Keberlangsungan Perusahaan Terus Berjalan

    Manfaat pertama adalah memastikan keberlangsungan perusahaan akan terus berjalan dan semakin berkembang. Sebab, contoh-contoh aset tetap berhubungan dengan produksi perusahaan.

    2. Tercapainya Target Keuntungan

    Manfaat kedua adalah tercapainya target keuntungan perusahaan. Jika perusahaan memiliki aset tetap sesuai dengan kebutuhan produksi, maka target keuntungan yang sudah ditetapkan bisa tercapai.

    Jika jumlah aset tetap yang dimiliki tidak sesuai dengan kebutuhan produksi, maka sulit bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Bahkan, perusahaan bisa mengalami kerugian.

    3. Menarik Banyak Investor

    Keberadaan fixed asset juga berperan penting terhadap investasi. Sebelum melakukan investasi, para investor akan melakukan pertimbangan khusus pada sebuah perusahaan, salah satunya adalah mempertimbangkan jumlah aset tetap.

    Biasanya, para investor tertarik melakukan investasi kepada perusahaan yang mampu mengelola dan menggunakan aset dengan baik. Karena hal tersebut memperbesar peluang keuntungan yang didapatkan.

    4 Karakteristik Aset Tetap

    Setiap aset memiliki karakteristik sebagai pembeda satu sama lain, begitu juga dengan aset tetap yang juga memiliki karakteristik sebagai ciri khasnya. Terdapat 4 karakteristik dari aset tetap, yaitu:

    1. Manfaat Jangka Panjang

    Karakteristik yang pertama adalah manfaatnya bersifat jangka panjang. Keuntungan dari aset tetap umumnya lebih dari satu tahun. Jenis aset tetap yang memiliki nilai keuntungan lebih dari satu tahun adalah properti seperti tanah, bangunan, atau peralatan dalam perusahaan.

    Sementara jenis aset tetap yang memberikan manfaat jangka panjang adalah aset berwujud seperti properti dan peralatan produksi. Karena sifatnya yang jangka panjang, maka akan bantu menghemat pengeluaran. 

    Sebab, perusahaan hanya perlu menyiapkan anggaran untuk maintenance peralatan saja dan tidak melakukan pembelian baru dalam waktu dekat.

    2. Adanya Nilai Penyusutan

    Fixed asset juga akan mengalami penyusutan pada nilainya. Sebab, beberapa jenis aset tetap digunakan secara terus menerus, sehingga nilainya akan menyusut seiring berjalannya waktu. Misalnya, mesin atau peralatan. Jenis aset tersebut memiliki peran penting terhadap keberlangsungan perusahaan. 

    Selain nilainya, kualitas dari aset tetap juga akan mengalami penurunan. Inilah yang membuat aset tetap mengalami penurunan nilai dan fungsi. Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk aset tetap seperti tanah.

    3. Memberikan Keuntungan Bagi Perusahaan

    Karakteristik dari aset tetap ketiga adalah memberikan keuntungan bagi perusahaan. Karena beberapa aset tetap memiliki peran penting terhadap proses produksi dan pendistribusian. Tanpa adanya aset tetap, maka keberlangsungan perusahaan akan terganggu, khususnya dalam proses produksi.

    Seperti yang diketahui, produksi berhubungan erat dengan jumlah penjualan dan keuntungan perusahaan. Jika perusahaan berhasil memproduksi barang dalam jumlah yang banyak dan berkualitas, maka bisa meningkatkan keuntungan bagi perusahaan.

    Keuntungan yang diperoleh ini berasal dari penjualan barang yang diproduksi sendiri menggunakan aset tetap milik perusahaan. Jadi, keberadaan aset tetap tidak hanya bantu proses produksi barang saja, tapi juga bantu meningkatkan keuntungan perusahaan.

    4. Bukan Berbentuk Likuid

    Terakhir, aset tetap tidak berbentuk likuid, artinya aset tetap tidak bisa dikonversikan menjadi uang atau kas perusahaan. Sebab, aset tetap masuk ke dalam jenis aset non-likuid, yaitu aset yang sulit untuk dicairkan dalam waktu yang cepat.

    Selain itu, aset tetap juga memiliki nilai yang cukup tinggi, sehingga calon pembeli harus menyiapkan modal yang besar. Ketika dicairkan menjadi uang, maka nilai aset tetap bisa mengalami perubahan nilai yang cukup besar dari nilai sebelumnya. Kondisi tersebut akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

    Cara-Cara Perusahaan Mendapatkan Aset Tetap

    Keberadaan aset tetap yang cukup penting membuat pemilik perusahaan harus memiliki aset tetap. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan fixed asset:

    1. Pembelian Tunai

    Cara pertama adalah melakukan pembelian tunai. Dalam pencatatannya, harga pembelian aset tetap harus sama dengan harga yang ditetapkan. Misalnya, harga sebidang tanah mencapai Rp100.000.000,00, maka angka dalam pencatatan aset tetap tersebut juga Rp100.000.000,00.

    2. Pembelian Sistem Angsuran

    Selanjutnya dengan cara pembelian sistem angsuran. Selain pembelian tunai, perusahaan juga bisa mendapatkan aset tetap dengan cara mengangsur pembayaran tersebut. Proses pembayaran dilakukan dalam waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan.

    3. Penukaran Aset Tetap Tidak Berwujud

    Berikutnya adalah melalui penukaran aset tetap tidak berwujud. Contoh dari aset tidak berwujud adalah hak cipta, merek dagang, hak paten, dan surat berharga lainnya.

    4. Penukaran dengan Aset Lain

    Selain menukar dengan surat berharga, perusahaan juga bisa mendapatkan aset tetap dengan cara menukarkan aset lain. Proses penukaran ini terkenal dengan istilah tukar tambah.

    Sederhananya, fixed asset diperoleh dari pertukaran dengan aset lama yang dimiliki oleh perusahaan.

    5. Sistem Hibah

    Perusahaan juga bisa mendapatkan aset tetap dari hasil hibah. Artinya, aset tetap diberikan secara gratis oleh pemiliknya.

    Meski diberikan secara cuma-cuma, perusahaan harus melakukan pencatatan harga sesuai dengan harga pasar dari aset tersebut pada neraca keuangan. Pencatatan tersebut bertujuan untuk mempermudah perhitungan, jika terjadi penyusutan nilai pada aset tetap.

    Sudah Lebih Tahu Tentang Aset Tetap Serta Manfaatnya?

    Dari penjelasan lengkap di atas, keberadaan fixed asset penting bagi keberlangsungan dan keuntungan perusahaan. Selain harus memiliki aset tetap berwujud seperti properti dan peralatan, perusahaan juga harus memiliki aset tetap tidak berwujud seperti merek dagang.

    Kemudian, perusahaan juga harus mengelola dan menggunakan aset tetap sebaik mungkin, agar menarik banyak investor, sehingga keuntungan semakin meningkat.

  • Humas: Pengertian, Fungsi, Peran, Konsep, Skill, & Hakikat

    Humas: Pengertian, Fungsi, Peran, Konsep, Skill, & Hakikat

    Hubungan masyarakat (humas) atau dalam bahasa Inggris public relations (PR)  adalah salah satu bidang yang semakin berkembang dalam dunia bisnis, pemerintahan, organisasi nirlaba, dan hampir semua aspek kehidupan modern. 

    Pada dasarnya, hubungan masyarakat adalah cara untuk mengelola komunikasi dan hubungan antara suatu entitas dengan publiknya. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian, fungsi, peran, konsep, dan hakikat hubungan masyarakat dengan lebih mendalam.

    Pengertian Humas Menurut Ahli

    Pengertian humas jauh lebih kompleks daripada sekadar berkomunikasi. Pasalnya, melibatkan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai, budaya, dan tujuan dari entitas yang mereka layani. Praktisi PR harus mampu membangun dan menjaga reputasi positif entitas tersebut di mata publiknya. Berikut ini pengertian dari beberapa ahli, yaitu:

    1. International Public Relations Association (IPRA)

    Menurut IPRA, public relations adalah bagian dari manajemen yang telah dirancang secara cermat dan berkesinambungan dalam sebuah entitas organisasi atau badan nirlaba. Tujuan utamanya adalah untuk meraih pemahaman, empati, serta dukungan dari berbagai pihak yang terkait.

    2. J.C Seide

    Menurut pandangan J.C Seide, hubungan masyarakat adalah suatu proses yang terintegrasi, mulai dari upaya-upaya manajemen untuk mendapatkan respons yang positif dan pemahaman yang baik dari pelanggan, masyarakat secara luas, serta staf perusahaan.

    3. Howard Bonham

    Howard Bonham mengungkapkan bahwa hubungan masyarakat adalah suatu seni yang berusaha untuk meningkatkan pemahaman publik dengan tujuan untuk memperbaikinya. Dalam hal ini, harapannya tingkat kepercayaan atau dukungan publik terhadap lembaga atau organisasi akan meningkat.

    5 Fungsi Humas

    Fungsi departemen ini sangat luas dan bervariasi sesuai dengan jenis entitas yang mereka layani dan tujuannya. Namun, ada 5 fungsi utama yang umumnya departemen public relations jalankan sebagai berikut.

    1. Mengelola Komunikasi

    Pertama, fungsi utama departemen hubungan masyarakat adalah mengatur dan mengelola komunikasi antara entitas dan publiknya. Tugas ini termasuk komunikasi internal (karyawan dan manajemen) dan komunikasi eksternal (pelanggan, investor, media, dan masyarakat umum).

    2. Menjaga Reputasi

    Departemen ini bertanggung jawab untuk membangun, menjaga, dan memperbaiki reputasi entitas yang dilayani. Cakupan tugas ini adalah mengatasi krisis, menanggapi masalah publik, dan menciptakan citra positif.

    3. Mengelola Informasi

    Humas menyediakan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat kepada publik. Pengelolaan informasi ini bisa melibatkan penyusunan siaran pers, memelihara situs web, atau mengelola media sosial.

    4. Mengelola Hubungan dengan Media

    Bagian dari tugas departemen ini adalah memelihara hubungan baik dengan media massa. Mulai dari melibatkan diri dalam mengirimkan rilis pers, mengatur wawancara, hingga menjawab pertanyaan wartawan.

    5. Mengelola Acara dan Program Komunitas

    Hubungan masyarakat sering kali terlibat dalam merencanakan dan mengelola acara-acara perusahaan atau program-program komunitas yang bertujuan membangun hubungan yang positif dengan publik.

    5 Peran Humas

    Peran Humas
    Peran Humas | Image Source: Pexels

    Peran praktisi humas sangat bervariasi tergantung pada entitas yang dilayani. Berikut adalah 5 peran umum dalam departemen ini, yaitu:

    1. Manajer Komunikasi

    Pertama, mereka bertanggung jawab atas pengelolaan strategi komunikasi entitas, termasuk pemilihan media yang tepat, pesan yang sesuai, dan waktu yang tepat.

    2. Sebagai Citra Entitas

    Sebagai seorang praktisi public relations, seseorang harus memiliki kemampuan untuk membentuk citra atau reputasi yang positif melalui berbagai kegiatan, termasuk melalui upaya publikasi dan promosi.

    3. Spesialis Media Sosial

    Dalam era digital, peran ini semakin penting. Mereka bertanggung jawab atas manajemen platform media sosial, memastikan konten yang relevan dan interaksi yang positif dengan pengikut.

    4. Konsultan Masalah

    Saat entitas menghadapi krisis reputasi, praktisi departemen ini seringkali menjadi penasehat utama dalam mengelola situasi tersebut dan meminimalkan dampak negatif.

    5. Mengelola Konten

    Mereka membuat konten seperti siaran pers, artikel, blog, dan materi komunikasi lainnya yang digunakan untuk menyampaikan pesan entitas kepada publik.

    4 Konsep Humas

    Beberapa konsep penting dalam departemen ini mencakup transparansi, akuntabilitas, dua arah komunikasi, dan advokasi. Berikut adalah penjelasan mengenai 4 konsep tersebut, yaitu:

    1. Transparansi

    Pertama, hubungan masyarakat harus beroperasi dengan transparan. Artinya, mereka harus memberikan informasi yang jujur dan terbuka kepada publik, terutama dalam hal kebijakan, masalah yang mempengaruhi publik, dan kebijakan perusahaan.

    2. Akuntabilitas

    Selanjutnya, public relations bertanggung jawab atas semua komunikasi yang dihasilkan dan harus siap untuk menjelaskan dan mempertanggungjawabkan pesan dan tindakan entitas.

    3. Dua Arah Komunikasi

    Dua arah komunikasi adalah konsep bahwa komunikasi tidak hanya satu arah dari entitas ke publik, tetapi merupakan dialog dua arah. Praktisi departemen ini harus mendengarkan masukan publik dan meresponsnya.

    4. Advokasi

    Hubungan masyarakat sering bertindak sebagai advokat untuk entitas yang mereka layani. Artinya, mereka akan berusaha mempromosikan pesan positif entitas dan melindungi kepentingannya.

    5 Skill yang Perlu Dimiliki oleh Humas

    Skill yang Dimiliki Humas
    Skill yang Dimiliki Humas | Image Source: Pexels

    Berikut adalah 5 keterampilan yang diperlukan oleh individu yang bekerja di bidang ini, yaitu:

    1. Kemampuan Komunikasi

    Pertama, seorang praktisi humas harus memiliki keahlian dalam berkomunikasi, termasuk kemampuan berbicara di depan umum dan berkomunikasi secara interpersonal.

    Kemampuan komunikasi diperlukan karena departemen ini seringkali harus melakukan wawancara media atau presentasi. 

    Selain itu, kemampuan menulis untuk publikasi, membuat berita, rilis pers, dan konten web juga merupakan bagian penting dari kemampuan berkomunikasi.

    2. Kemampuan Riset

    Setiap tindakan yang dilakukan oleh departemen ini harus didasarkan pada riset yang teliti agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Skill riset mencakup kemampuan berpikir deduktif dan induktif, melakukan penelitian pustaka, serta mencari informasi melalui berbagai sumber, termasuk wawancara dan internet.

    3. Kemampuan Bahasa Asing

    Kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris, menjadi semakin penting dalam dunia public relations. Apalagi, jika bekerja di perusahaan multinasional.

    4. Pemahaman Media Sosial

    Dalam berkomunikasi saat ini tidak hanya menggunakan media tradisional, tetapi juga media sosial. Terutama untuk berkomunikasi dan mempublikasikan organisasi atau merek. 

    Oleh karena itu, praktisi hubungan masyarakat harus memahami tren dan isu-isu yang sedang viral di media sosial untuk memanfaatkannya dalam membangun citra positif.

    5. Kreativitas

    Kreativitas sangat penting dalam menciptakan ide-ide segar. Kemampuan ini dapat diterapkan dalam berbagai hal, seperti menciptakan konten media sosial yang menarik, merencanakan acara, atau menyelesaikan konflik dengan pendekatan yang kreatif.

    3 Tujuan Humas

    Tujuan Humas
    Tujuan Humas | Image Source: Pexels

    Dalam buku Dasar-Dasar Humas (2002) yang ditulis oleh Frida Kusumastuti, terdapat 3 tujuan hubungan masyarakat yang dapat disimpulkan sebagai berikut.

    1. Aspek Kognisi

    Aspek kognisi dalam konteks hubungan masyarakat merujuk pada usaha untuk membentuk dan menjaga pemahaman bersama antara organisasi dan masyarakat.

    Dengan adanya fungsi departemen ini, organisasi dan publik dapat mengenali satu sama lain dalam hal kebutuhan, harapan, kepentingan, atau budaya yang dimiliki. 

    Supaya mencapai tujuan ini, penting bagi praktisi departemen hubungan masyarakat untuk menjalankan komunikasi yang informatif.

    2. Aspek Afeksi

    Selanjutnya, aspek afeksi berkaitan dengan upaya untuk menjaga dan membentuk rasa saling percaya antara organisasi dan masyarakat.

    Tujuan ini bersifat emosional, karena hubungan masyarakat harus mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap organisasi yang mereka wakili. 

    Untuk mencapai aspek afeksi ini, mereka perlu menerapkan prinsip komunikasi persuasif untuk mempengaruhi emosi masyarakat secara positif.

    3. Aspek Psikomotorik

    Aspek psikomotoris mengacu pada upaya seorang public relations dalam memelihara dan menciptakan kerjasama yang baik antara organisasi dan publik. 

    Saat menjalankan komunikasi tercipta dukungan dan kerja sama yang tercermin dalam tindakan konkret atau perilaku. 

    Hakikat Humas

    Humas bukan hanya tugas mengirimkan siaran pers atau menangani media. Bidang ini adalah bidang yang berurusan dengan reputasi, persepsi, dan hubungan jangka panjang. 

    Hakikat departemen ini adalah tentang memahami, membangun, dan menjaga hubungan yang positif antara entitas dan publiknya. Segala aspek tersebut adalah tentang komunikasi yang efektif, etika yang tinggi, dan tanggung jawab yang besar.

    Dalam dunia yang semakin terhubung dan transparan, departemen ini memegang peranan yang semakin penting dalam membantu entitas bertahan dan tumbuh. 

    Para praktisi hubungan masyarakat yang sukses adalah mereka yang dapat mengatasi tantangan dan memahami hakikat pekerjaan mereka dengan membangun dan menjaga hubungan yang baik antara entitas dan publiknya.

    Apakah Anda Berminat Menjadi Humas?

    Humas adalah bidang yang luas dan penting dalam dunia bisnis, pemerintahan, dan organisasi. Tugas dan perannya melibatkan manajemen komunikasi, reputasi, dan hubungan antara suatu entitas dan publiknya. Dalam era informasi digital, departemen ini semakin menjadi faktor kunci dalam kesuksesan suatu entitas. 

    Jika Anda tertarik untuk menjadi praktisi hubungan masyarakat, cobalah untuk mendalami skill yang dibutuhkan. Mulai dari kemampuan public speaking, menulis, bahasa Asing, negosiasi, dan lain sebagainya.

  • Manajemen Bisnis: Pengertian, Tujuan, Unsur, dan Manfaatnya

    Manajemen Bisnis: Pengertian, Tujuan, Unsur, dan Manfaatnya

    Saat menekuni suatu usaha, paling tidak kamu harus mengetahui apa itu manajemen bisnis. Sebab, tanpa adanya manajemen yang baik, tidak menutup kemungkinan usaha yang kamu rintis mengalami kegagalan. 

    Tidak sedikit pebisnis pemula yang mengalami kebangkrutan akibat ketidaktahuan tentang pentingnya manajemen usaha mereka sehingga berjalan ala kadarnya saja.

    Penasaran seperti apa pengertian, tujuan, hingga manfaat dari manajemen bisnis itu sendiri? Simak pembahasan selengkapnya!

    Pengertian Manajemen Bisnis

    Manajemen bisnis adalah ilmu tentang bagaimana mengelola dan mengorganisasi sebuah aktivitas bisnis, mulai dari keuangan, operasional, pemasaran, hingga sumber daya manusia. Adanya manajemen ini sangat penting dalam membantu kamu mengelola usaha secara benar demi mencapai tujuan tertentu.

    Dengan kata lain, tanpa adanya manajemen, tentunya proses bisnis yang dilakukan pun tidak akan sesuai dengan objektif yang telah kamu tetapkan.

    Aspek-Aspek Manajemen Bisnis

    Menurut George Robert Terry dalam bukunya yang berjudul Principles of Management pada 1958, fungsi manajemen terdiri dari 4 aspek, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Lebih jelasnya sebagai berikut:

    1. Perencanaan 

    Perencanaan (planning) merupakan langkah awal dalam aktivitas bisnis. Saat kamu menentukan arah orientasi perusahaan, aspek perencanaan menjadi sangat penting demi membangun bisnis yang menguntungan, mulai dari membuat rencana pemasaran, menentukan jenis produk dan segmentasi pasar, hingga keuangan. 

    Pastikan kamu senantiasa melakukan kalkulasi yang tepat untuk kegiatan bisnis yang lebih baik.

    2. Pengorganisasian

    Setelah perencanaan bisnis kamu matang, langkah selanjutnya yakni pengorganisasian (organizing) sehingga dapat memudahkan pembagian tugas.

    Hal ini berguna demi menciptakan sinergi dalam pekerjaan yang sesuai dengan bidang masing-masing. Misalnya terdapat divisi marketing, personalia, keuangan, hingga operasional dalam suatu perusahaan.

    Dengan demikian, aktivitas usaha akan lebih terkoordinasi dengan cara mendelegasikan wewenang kepada pihak yang memiliki kompetensi dalam lingkup pekerjaannya.  

    3. Pelaksanaan

    Pelaksanaan (actuating) merupakan usaha untuk menggerakkan anggota atau kelompok dalam organisasi sehingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan.

    Terkadang, dalam proses mencapai tujuan tersebut tidak sedikit anggota yang mengalami pasang-surut performa dalam menjalankan pekerjaan mereka. Jika itu terjadi, pimpinan harus segera turun demi memberikan pemahaman dan pengarahan lebih lanjut.

    4. Pengawasan

    Fungsi pengendalian (controlling) ditujukan agar perusahaan dapat mengevaluasi kinerja dan sumber daya yang mereka punya sehingga kesalahan yang telah terjadi tidak terulang di kemudian hari. 

    Dengan melakukan pengawasan, perusahaan dapat mengevaluasi kinerja karyawannya demi memperbaiki kesalahan yang terjadi. Fungsi ini tidak harus dilakukan langsung oleh pimpinan perusahaan, namun bisa juga oleh kepala divisi atau departemen masing-masing.

    Tujuan Manajemen Bisnis

    Manajemen Bisnis
    Manajemen Bisnis | Image Source: Unsplash.com

    Peran manajemen bisnis tentu sangatlah penting karena untuk kemajuan usaha yang kamu jalankan. Oleh sebab itu, kamu perlu memahami tujuan manajemen dalam usaha sehingga dapat mengeksekusinya dengan baik agar dapat mencapai target yang perusahaan kamu inginkan. 

    Adapun beberapa tujuan dari manajemen bisnis, yaitu:

    1. Memanfaatkan Sumber Daya 

    Tujuan utama mendirikan bisnis yaitu mendapatkan profit sehingga penting untuk mengatur penggunaan sumber daya yang tersedia secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

    2. Menghasilkan Produk dan Layanan Berkualitas

    Kepuasan konsumen ditentukan oleh kualitas produk yang perusahaan berikan. Sebab, faktor ini sangat signifikan pada loyalitas konsumen.

    Perusahaan yang menyediakan produk terbaik akan mempunyai reputasi gemilang di mata konsumen. Oleh sebab itu, pastikan bisnis kamu senantiasa menjaga kualitas produk agar mampu memperoleh kepercayaan konsumen sekaligus membangun reputasi bisnis itu sendiri.

    3. Memastikan Pertumbuhan Bisnis

    Pertumbuhan bisnis merupakan output yang menjadi dambaan bagi setiap pelaku usaha. Dengan manajemen yang baik, tidak menutup kemungkinan membawa perkembangan dan pertumbuhan bisnis menuju arah yang positif. 

    4. Menyusun Rencana Masa Depan

    Evaluasi sangat perlu dilakukan oleh setiap manajemen perusahaan untuk memperbaiki hal-hal yang sudah terjadi sehingga dapat membantu dalam menyusun rencana masa depan demi mencapai hasil yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

    5. Menemukan Kandidat yang Tepat

    Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu usaha. Tak ayal, manajemen perlu menemukan kandidat yang tepat yang selaras dengan posisi lingkup kerjanya sehingga mampu memberikan dampak positif pada kemajuan bisnis perusahaan.

    6. Melakukan Koordinasi

    Salah satu tujuan utama dari manajemen yakni untuk memastikan koordinasi, menjalin komunikasi dan interaksi yang tepat antar departemen atau divisi dalam suatu organisasi atau perusahaan.

    7. Meminimalisir Risiko

    Memprediksi masa depan secara akurat merupakan hal yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh manajemen. Meski begitu, melalui studi dan pengalaman bertahun-tahun, manajemen dapat memberikan petunjuk dan perkiraan yang bermanfaat untuk mengantisipasi risiko tertentu yang mungkin terjadi pada bisnis.

    Unsur-Unsur dalam Manajemen Bisnis

    Unsur Manajemen Bisnis
    Unsur Manajemen Bisnis | Image Source: Unsplash.com

    Selain mempunyai sejumlah fungsi, manajemen bisnis harus terdapat unsur yang harus dilaksanakan, seperti: 

    1. Manajemen Produksi 

    Pertama, unsur pembuatan produk dalam operasional perusahaan yang meliputi mesin produksi, operator produksi, hingga bahan baku yang bakal digunakan. 

    2. Manajemen Distribusi 

    Unsur yang satu ini untuk memastikan aktivitas distribusi produk sudah sesuai dengan prosedur.

    3. Manajemen Sumber Daya Manusia

    Perlu kamu ketahui bahwa dibalik semua aktivitas produksi dan distribusi, terdapat individu atau kelompok yang terlibat dalam pengoperasiannya.

    Maka tak heran bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan unsur yang krusial bagi keberlangsungan bisnis suatu perusahaan. Tanpa adanya pengaturan SDM yang tepat, mustahil aktivitas produksi dan distribusi dapat berjalan dengan baik sehingga menyebabkan target perusahaan sulit tercapai. 

    Dengan demikian, peran departemen atau divisi personalia sangat penting dalam unsur manajemen yang satu ini.

    4. Manajemen Pemasaran

    Manajemen ini merupakan unsur perencanaan dan pengawasan terkait pemasaran produk. Tujuannya supaya aktivitas promosi dapat berjalan dengan lancar sehingga perlu adanya pengelolaan yang baik. Jika tidak, maka produk bisa saja tidak akan laris terjual lantaran sepi peminat. 

    Penentuan strategi pemasaran sangat penting supaya produk mendapat respons positif dari calon konsumen. 

    5. Manajemen Keuangan 

    Terakhir, manajemen keuangan tidak kalah pentingnya karena menyangkut anggaran yang diperlukan oleh perusahaan dalam menjalankan bisnis mereka. Pengelolaan yang baik menjadi kunci bagi perusahaan agar dapat bertahan dan dinamika bisnis jadi kian berkembang.. 

    Manfaat Manajemen Bisnis

    Manfaat Manajemen Bisnis
    Manfaat Manajemen Bisnis | Image Source: Unsplash.com

    Penerapan manajemen yang baik tentu akan berdampak pada keberlangsungan perusahaan itu sendiri sehingga memberikan sejumlah manfaat, seperti:

    1. Membantu Merancang Strategi Bisnis

    Strategi bisnis merupakan pondasi awal dari keberlangsungan usaha kedepannya demi meminimalisir masalah yang tidak kamu inginkan.

    Dengan hal tersebut, bisnis dapat menemukan suatu solusi dari masalah yang tengah dihadapi, serta langkah pencegahan supaya bisnis tidak mengalami kerugian bahkan kebangkrutan lantaran strategi yang kurang tepat.

    Misalnya, kamu dapat membuat rancangan produk serta mencari target pasar dari produk tersebut.

    2. Mengelola Sumber Daya dan Waktu

    Dalam manajemen, erat kaitannya dengan sumber daya dan waktu sehingga pada praktiknya harus berjalan secara efektif dan efisien. Oleh sebab itu, ketika seorang pebisnis mempunyai manajemen usaha yang baik, maka akan membawa dampak pada cara alokasi sumber daya dan waktu yang baik pula.

    3. Menciptakan Perilaku Bisnis yang Positif

    Dalam hal menciptakan perilaku bisnis yang positif, terdapat sejumlah dampak baik, seperti: 

    • Membantu dalam mengintegrasikan karakter pelaku bisnis pada suatu organisasi;
    • Mendorong rasa optimisme pelaku bisnis untuk berpikir jangka panjang;
    • Membuat pelaku bisnis menjadi kooperatif; dan
    • Meningkatkan kedisiplinan dalam memanajemen bisnis.

    4. Meningkatkan Kesadaran Risiko dan Ancaman

    Sebagai pelaku bisnis, kamu harus bisa memikirkan rencana kedepan, serta memiliki kesadaran akan adanya resiko dan ancaman yang bakal mengintai suatu hari nanti.

    Penerapan manajemen usaha yang baik merupakan langkah preventif sehingga kamu tidak perlu khawatir karena telah menyiapkan solusi atau rencana lain.

    5. Membantu Menyusun Target Kerja

    Menyusun target kerja merupakan langkah konkrit dalam menjalankan manajemen bisnis yang baik karena dengan penerapan target kerja, kamu mempunyai acuan dalam melihat performa perusahaan.

    Dengan begitu, kamu dapat dengan segera mencari pemecahan masalah agar terhindar dari risiko kerugian.

    6. Membantu Mempertahankan Bisnis

    Seperti yang kita ketahui, persaingan bisnis begitu ketat sehingga tidak sedikit para pelaku usaha melakukan strategi khusus untuk mengatasi hal tersebut. Dengan manajemen usaha yang baik, tidak menutup kemungkinan usaha yang mereka rintis bisa bertahan dalam kurun waktu yang lama.

    7. Menarik Perhatian Konsumen

    Konsumen bukan hanya tertarik dengan kualitas barang atau layanan, namun juga dapat tertarik karena manajemen bisnis perusahaan tersebut. Konsumen juga mampu merasakan baik tidaknya manajemen pada suatu usaha mengingat setiap  perusahaan mempunyai strateginya tersendiri.

    Misal pada aspek pemasaran, pelaku usaha tentu akan bersinggungan dengan konsumen. Jika mampu memberikan pelayanan yang prima, maka tidak menutup kemungkinan dapat menarik perhatian mereka untuk bertransaksi atas produk yang ditawarkan.

    Baca Juga: Teori Manajemen: Bunyi, Jenis, Pentingnya, dan Implementasi

    Sudah Paham Apa Itu Manajemen Bisnis?

    Itulah penjelasan mengenai manajemen bisnis yang perlu kamu ketahui. Pada hakikatnya, manajemen tidak terpisahkan dengan setiap aktivitas usaha. Oleh sebab itu, perlu adanya perencanaan sedari awal ketika kamu membangun suatu bisnis, seperti menentukan objektif hingga strategi dari perusahaan. 

    Sebab, usaha yang terencana tentu dapat menggugah minat konsumen untuk menggunakan produk bisnis yang kamu tawarkan.

  • Manajemen SDM: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Contoh

    Manajemen SDM: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Contoh

    Dalam dunia kerja, terdapat elemen-elemen penting yang menjadi pilar untuk perkembangan sumber daya manusia. Salah satu elemen yang sangat penting dan tidak boleh diabaikan adalah sistem manajemen SDM. Sistem peraturan ini berfungsi sebagai landasan untuk menyaring sumber daya manusia.

    Oleh karena itu, perusahaan saat memerlukan elemen ini untuk dapat memilih sumber daya manusia yang sesuai dengan kriteria perusahaan. Pada artikel ini, Anda akan mengetahui lebih seputar dunia MSDM. Simak selengkapnya di bawah ini!

    Apa itu Manajemen SDM?

    Manajemen SDM atau banyak orang menyebutnya sebagai MSDM merupakan salah satu sistem yang ada pada perusahaan-perusahaan. Sistem ini memiliki konsep untuk menyaring, merekrut, merencanakan, hingga mengembangkan tenaga kerja manusia. 

    Selain itu, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan bahwa sumber daya manusia merupakan sebuah potensi yang dimiliki oleh manusia. Sebagai tambahan, siapapun dapat mengembangkan potensi tersebut untuk sebuah sistem produksi.

    Oleh karena itu, pada setiap perusahaan akan memiliki satu divisi khusus dan memiliki tanggung jawab yang sangat besar terhadap perkembangan para karyawan. Divisi tersebut sudah tidak asing lagi bagi banyak kalangan, yaitu Human Resource (HR).

    Jika menyebutkan HR, maka Anda akan langsung paham bagaimana cara kerja dari MSDM ini karena keduanya merupakan hal yang sama. Tim HR akan mengontrol dan menyaring para calon karyawan yang telah menyerahkan lamaran mereka pada perusahaan dan memilih kandidat yang sangat tepat untuk perusahaan.

    Di samping itu, pemilihan sumber daya manusia yang tepat akan dapat membantu perusahaan untuk berkembang dan mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Keterampilan para staf yang sangat baik dapat menjadi dorongan utama bagi perusahaan untuk mewujudkan tujuan organisasi.

    Tujuan dari Manajemen SDM

    Adanya manajemen SDM pada setiap perusahaan memiliki tujuan yang sangat penting. Tujuan tersebut tidak hanya berfokus pada pemilihan dan pengembangan sumber daya manusia, namun juga pada hal yang lainnya. Di bawah ini adalah daftar tujuan dari adanya MSDM di perusahaan.

    • Menjadi sebuah dorongan utama bagi organisasi untuk dapat mencapai tujuan.
    • Berperan untuk mengoptimalkan potensi karyawan secara maksimal dan efisien. 
    • Memilih karyawan yang memiliki potensi bagus, terlatih, dan juga memiliki motivasi untuk terus maju dan berkembang.
    • Meningkatkan kinerja para karyawan secara menyeluruh.
    • Meningkatkan kualitas kesejahteraan hidup karyawan.
    • Menjadi penghubung bagi karyawan dan perusahaan dalam penyampaian pendapat untuk bahan evaluasi.
    • Mengelola segala bentuk urusan, baik dari eksternal maupun internal perusahaan agar membawa dampak positif bagi semua orang.
    • Memproses segala kebutuhan untuk mendaur ulang potensi karyawan agar lebih sesuai dengan kriteria sumber daya manusia di perusahaan.
    • Menyiapkan solusi dan mencari jalan tengah terhadap segala permasalahan karyawan dan perusahaan.
    • Memberikan apresiasi terhadap kinerja karyawan yang sudah membantu dalam pencapaian tujuan bersama.
    • Memberikan motivasi kepada para karyawan.
    • Menghadirkan lingkungan kerja yang nyaman dan sehat bagi para karyawan.

    Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

    Sebagai elemen terpenting bagi perusahaan, manajemen SDM nyatanya memiliki fungsi yang tidak kalah penting dari sekedar pengertian umum. Berikut ini adalah fungsi dari manajemen sumber daya manusia yang harus Anda pahami.

    1. Mengelola Segala Sumber Daya Manusia

    Seperti yang sudah Anda ketahui dari fungsi dan tugas utama tim HR adalah untuk mengelola segala SDM bagi perusahaan. Manajemen SDM berfungsi untuk menyeleksi, merencanakan, dan mengembangkan karyawan yang menjadi sumber daya manusia utama perusahaan.

    Pengelolaan ini bertujuan agar menjadi adil dalam pembagian sistem kerja bagi setiap karyawan. Jadi, tidak akan terjadi kesalahan dalam pembagian job description yang dapat mengakibatkan tidak seimbangnya beban kerja.

    2. Pemutusan Kontrak Pegawai

    HR memiliki tugas atau fungsi sebagai pihak berwenang untuk memutuskan kontrak para pegawai. Pemutusan kontrak tersebut berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian kinerja pegawai selama masih bekerja di perusahaan tersebut. HR juga dapat melihat perkembangan potensi pegawai tersebut sebagai poin tambahan keputusan.

    3. Pendistribusi Kompensasi, Upah, dan Insentif

    Selanjutnya, manajemen SDM memiliki wewenang untuk memegang akses HR Payroll yang merupakan sistem untuk mengelola keuangan pegawai termasuk upah dan lainnya. 

    Manajemen sumber daya manusia akan mengelola payroll tersebut secara pasti dan mendistribusikan upah, insentif, hingga kompensasi bagi pegawai dengan adil. Selain itu, pembagian yang adil tersebut dapat menjadi sebuah apresiasi bagi para pegawai setelah bekerja keras.

    4. Pengadaan Pelatihan

    Sebagai tambahan, HR juga berfungsi untuk mengadakan pelatihan kerja bagi para pegawai dengan tujuan untuk mengembangkan potensi mereka. Pelatihan sebagai sarana pengembangan potensi tersebut berupa kegiatan untuk mempelajari sistem perencanaan dan evaluasi langsung terhadap kinerja.

    5. Penentu Jenjang Karir Pegawai

    Sebagian besar pegawai perusahaan mengharapkan adanya jenjang karir yang jelas bagi posisi kerja mereka. Hal ini menjadi tanggung jawab utama dari bagian MSDM untuk menentukan kenaikan jabatan para pegawai dari posisi awal. 

    6. Jembatan Penghubung

    HR juga berfungsi sebagai jembatan penghubung antara para pegawai dan perusahaan. Manajemen sumber daya manusia akan melaporkan dengan jelas dan akurat segala jenis saran, kritik, dan masukan yang telah masuk. 

    Di samping itu, HR tidak boleh melebih-lebihkan atau mengurangi informasi yang ada, karena hal tersebut menjadi poin evaluasi perusahaan untuk kedepannya.

    7. Penjamin Kesehatan dan Keselamatan Kerja

    Keselamatan dan kenyamanan para pekerja sangatlah penting demi menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Hal ini menjadi tanggung jawab manajemen sumber daya manusia untuk menjaga lingkungan kerja tetap stabil dan tidak ada konflik atau masalah yang dapat merubah keadaan.

    Lingkungan yang harmonis antar pegawai dan juga perusahaan menjadi kunci utama untuk melahirkan lingkungan kerja sehat. Selain itu, keselamatan kerja termasuk penggunaan atribut keselamatan selama bekerja juga menjadi tanggung jawab manajemen SDM.

    8. Pemecah Masalah

    Setiap perusahaan pasti pernah menghadapi permasalahan internal maupun eksternal terkait dengan berbagai hal. Situasi ini menjadi tanggung jawab dari HR untuk memberikan solusi sebagai pemecahan masalah yang ada. HR memiliki tuntutan untuk menjadi tanggap terhadap segala macam masalah.

    Contoh dari Manajemen Sumber Daya Manusia

    Dalam pelaksanaannya, manajemen SDM memiliki beragam jenis. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

    1. Finansial

    Contoh yang pertama berkaitan dengan fungsi MSDM sebagai pendistribusi keuangan pegawai, yaitu finansial. Dalam pelaksanaan model satu ini, MSDM wajib untuk terlibat dalam pemberian kompensasi, upah, insentif, dan biaya tambahan lainnya bagi para pegawai.

    2. Klerikal

    Sedangkan untuk model klerikal berkaitan dengan fungsi MSDM sebagai pemegang lebar penilaian kinerja pegawai untuk pemutusan kontrak selanjutnya. Data administrasi para pekerja merupakan bahan utama untuk pengolahan nilai kinerja sebagai alat evaluasi.

    3. Hukum

    Manajemen sumber daya manusia memegang kendali dalam penetapan hukum bagi perusahaan. Hukum ada untuk ditaati oleh pegawai dan harus sesuai dengan ketentuan negara tentang ketenagakerjaan.

    Selain itu, hukum juga berfungsi untuk bahan pengawasan kinerja pegawai, pembuatan kontrak kerja, dan seterusnya.

    4. Ilmu Perilaku

    Selanjutnya, MSDM bertugas untuk melakukan pendekatan dengan para pegawai dengan cara memahami ilmu perilaku mereka. Lalu, pihak MSDM akan menyiapkan solusi-solusi untuk segala macam masalah menyesuaikan dengan karakter para pegawai. Jadi, tidak akan ada ketidaksesuaian dalam pemecahan masalah.

    5. Humanistis

    Lalu, ada contoh lainnya yang berkaitan dengan terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan kondusif. Dengan cara ini, MSDM berharap agar dapat membantu para pekerja dalam mengasah potensi yang telah mereka miliki dengan bekerja secara termotivasi. 

    6. Manajerial

    Manajemen SDM juga melaksanakan tanggung jawab penuh sebagai pelaksana dan negosiator untuk sebuah proyek dengan klien perusahaan. Selain itu, MSDM juga bertugas sebagai pengawas untuk mengawasi hasil kerja karyawan dan juga perkembangan perusahaan.

    Baca Juga: Apa itu Pengembangan SDM? Ini Tujuan, Metode, dan Strateginya

    Sudah Tahu Tanggung Jawab Besar MSDM?

    Memiliki posisi pada bidang manajemen SDM membuat seseorang mengampu tanggung jawab yang besar. Kondisi ini disebabkan karena manajemen sumber daya manusia memiliki banyak wewenang terhadap karyawan dan juga perusahaan.

    Oleh sebab itu, adanya manajemen sumber daya manusia sangatlah penting bagi setiap perusahaan. Dengan adanya tim MSDM maka perusahaan memiliki bantuan yang sangat besar dalam mengatur, mengawasi, dan mengembangkan para karyawan.

  • Quality Assurance: Pengertian, Tujuan, Prinsip, Skill, dan Gajinya

    Quality Assurance: Pengertian, Tujuan, Prinsip, Skill, dan Gajinya

    Semua perusahaan tentu memiliki tujuan untuk menciptakan produk dengan memiliki kualitas tinggi untuk kebutuhan konsumennya. Namun, semua hasil produksi tidak selalu menjadi sempurna. Oleh sebab itu, diperlukan quality assurance atau QA sebagai pengecekan dan pengujian sebelum dipasarkan.

    Gali informasi lengkapnya dalam artikel ini yang membahas tentang pengertian QA, tujuan, prinsip, keterampilan yang dibutuhkan serta berapa gaji pekerjaan di bidang ini!

    Arti Quality Assurance 

    Quality assurance adalah proses pada perusahaan yang menentukan apakah suatu produk yang memiliki kualitas yang baik dan sudah memenuhi standar yang sesuai. Menurut Tech Target, arti QA adalah kumpulan proses yang menetapkan apakah produk atau jasa sudah sesuai dan memenuhi persyaratan.

    QA controller atau orang yang bekerja di bidang QA wajib melihat beberapa aspek seperti manajemen kualitas, perencanaan, aktualisasi serta penilaian. Selain itu, staf QA akan melakukan pengujian dan monitoring secara berkala yang memastikan produk memiliki jaminan kualitas untuk konsumen.

    Faktanya, produsen atau perusahaan yang membuat barang tidak dapat menentukan kualitas produk atau jasa. Oleh sebab itu, QA hadir membantu perusahaan agar standar tersebut sesuai dengan standar internasional atau ISO 9001. Hasilnya, staf QA akan menciptakan kerja yang lebih efisien dan efektif.

    Tujuan Adanya QA dalam Perusahaan

    Faktor utama setiap perusahaan dalam meningkatkan kualitas produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Faktanya, setiap perusahaan memiliki kualitas masing-masing. Oleh sebab itu, perlu adanya quality assurance yang bertugas untuk meningkatkan dan menjaga kualitas produksi.

    Namun, selain bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi yang sesuai dengan standar, ada beberapa tujuan dari QA yang penting bagi setiap perusahaan, seperti:

    • Merencanakan pengujian produk atau jasa secara detil, terstruktur dan komprehensif
    • Memastikan standar mutu yang wajib dipenuhi oleh perusahaan
    • Membuktikan kesesuaian berkelanjutan berdasarkan persyaratan peraturan mutu dan industri yang perusahaan tetapkan
    • Memantau proses produksi atau jasa agar berjalan sesuai standar yang berlaku
    • Bertanggung jawab untuk semua sistem pengaturan dokumen
    • Menata dan menerapkan sistem manajemen kualitas sesuai standar
    • Menyarankan perbaikan apabila kualitas produk telah teruji
    • Menganalisis keluhan pelanggan dan masalah yang tidak sesuai dengan standar
    • Membuat laporan hasil komunikasi serta aktivitas kualitas
    • Menilai penemuan audit yang tidak sesuai dan memperbaikinya
    • Membantu untuk menyusun dan memperbarui dokumen manajemen mutu yang sesuai
    • Mencegah kerusakan image brand perusahaan
    • Melindungi kepatuhan ISO
    • Menghasilkan produk lebih tinggi
    • Perencanaan menjadi lebih efektif dan efisien
    • Memiliki tim yang lebih berkualitas
    • Memahami apa yang diinginkan pelanggan

    Prinsip-prinsip Quality Assurance

    Dalam melakukan suatu pekerjaan, setiap profesi pasti akan memiliki beberapa prinsip dalam mengerjakannya. Begitu pula pada quality assurance yang memiliki prinsip-prinsip dalam meningkatkan kualitas pada suatu perusahaan. Berikut prinsip QA yang penting bagi setiap pegawainya:

    1. Fokus pada Mutu Produk atau Jasa

    Tujuan utama QA adalah untuk menjamin kualitas agar sesuai standar. Oleh karena itu, prinsip utamanya adalah memusatkan fokus pada kualitas yang diberikan. Sebab, kualitas merupakan faktor utama dalam mengembangkan suatu produk atau sistem layanan. 

    2. Pengukuran dan Analisa

    Perusahaan akan melakukan pengukuran dan analisa terhadap produk atau layanan yang mereka hasilkan secara berkala. Hal tersebut berguna untuk mengidentifikasi masalah yang muncul dan meningkatkan kualitas produk atau layanan. 

    Contohnya dalam manajemen mutu pelayanan kesehatan yang disebutkan oleh Shaw (2003). Ia menyatakan bahwa melakukan pengukuran berfungsi untuk mengetahui gambaran tentang sarana pelayanan kesehatan. 

    Kemudian, membandingkan gambaran tersebut dengan target dengan melihat kesempatan untuk meningkatkan mutu.

    3. Pencegahan Lebih Baik daripada Perbaikan

    Istilah mencegah lebih baik daripada memperbaiki bertujuan untuk meningkatkan pola manajemen organisasi. Perbedaan dalam pencegahan dan perbaikan terlihat pada saat mengamati lebih dekat pada arti dari kedua kata tersebut.

    Misalnya, tindakan pencegahan berarti meniadakan penyebab-penyebab ketidaksesuaian yang mungkin terjadi atau situasi yang tidak ingin terjadi lainnya. Kemudian, tindakan perbaikan memiliki arti menghilangkan penyebab yang sudah pasti tidak sesuai dengan standar atau situasi yang tidak diinginkan.

    Perbedaan keduanya adalah tindakan perbaikan yaitu memperbaiki hal yang tidak sesuai. Sedangkan tindak pencegahan memperbaiki hal yang sudah pernah terjadi sebelumnya. Jadi, pencegahan dilakukan untuk menghindari hal yang tidak sesuai agar tidak terjadi lagi.

    4. Komitmen Organisasi

    Dalam mencapai kualitas produk atau layanan yang baik dan berkualitas, perusahaan perlu menerapkan komitmen penuh kepada semua organisasi. Memberikan komitmen kepada organisasi maupun pelanggan akan memberikan kualitas secara konsisten.

    5. Peningkatan Secara Terus Menerus

    Salah satu proses mengembangkan suatu produk adalah dengan cara meningkatkan kualitasnya. Meningkatkan suatu produk atau layanan dapat menyaingi perusahaan kompetitor. Kualitas yang menjadi faktor utama yaitu kualitas internal maupun eksternal. Akibatnya, perusahaan akan mencapai kesuksesan.

    Prinsip dalam quality assurance berguna untuk membuat landasan dalam melakukan peningkatan atau menerapkan kinerja yang efektif. Suatu perusahaan dapat mendapatkan keberhasilan, menaikkan kepuasan pelanggan, dan mencapai target bisnis apabila menggunakan prinsip-prinsip tersebut.

    Skill yang Perlu dalam Quality Assurance 

    Faktanya, melakukan pekerjaan di bidang QA tidaklah mudah. Perlu keterampilan khusus oleh seseorang dengan profesi QA yang harus kuasai. Selain itu, tanggung jawab dalam menerapkan keterampilan QA sangatlah besar. Oleh sebab itu, sangat penting bagi profesi QA untuk menjadi andal. 

    Beberapa skill seorang QA yang wajib dimiliki antara lain:

    1. Berkomunikasi dengan Baik

    Melakukan komunikasi yang baik merupakan keterampilan utama bagi setiap profesi pekerjaan. Salah satunya QA yang wajib mampu berkomunikasi secara efektif dengan anggota tim, vendor, dan organisasi atau hal lain yang berhubungan. 

    Memiliki skill komunikasi dapat mempermudah seorang QA dalam menyampaikan kekurangan atau kesalahan pada kualitas produk atau layanan secara detil. Selain itu, seorang QA wajib mampu memberikan saran dan rekomendasi kepada anggota tim lainnya agar dapat mencapai tujuan yang sama.

    2. Mampu Mengelola Dokumen

    Laporan hasil pengujian dan hasil-hasil sebelumnya merupakan hal penting karena menyimpan informasi tentang mutu produk atau layanan suatu perusahaan. Oleh sebab itu, seorang QA harus dapat mengelola dokumen penting. Contohnya, seorang QA harus secara cepat dan efektif dalam mengakses data-data penting.

    Selain itu, mengelola dokumen berarti seorang QA wajib mampu menyimpan, menata, dan mengakses semua dokumen dengan cepat dan mudah.

    3. Dapat Menganalisis Data

    Data yang terkumpulkan setelah pengujian setiap waktu akan semakin terus bertambah. Oleh sebab itu, memahami dan mampu mengolah data sangatlah penting bagi seorang quality assurance. Kemampuan ini bertujuan untuk memudahkan dalam peningkatan kualitas produk atau jasa.

    Secara detil, seorang QA wajib mampu mengumpulkan data dari banyak sumber seperti laporan masalah dari konsumen, hasil pemeriksaan internal, maupun tes pada produk atau layanan.

    4. Memiliki Pengetahuan Tentang Kualitas

    Pekerjaan utama seorang QA berkaitan dengan kualitas atau mutu suatu produk atau jasa. Oleh sebab itu, sangat penting bagi mereka untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan kualitas. Misalnya, mengetahui cara mengukur produk atau layanan sudah memenuhi standar yang berlaku. 

    Namun, standar mutu yang ada memiliki berbagai macam jenis tergantung bidang industrinya. Akibatnya, seorang QA harus memahami standar yang telah ditetapkan dengan menggunakan metode pengujian yang sesuai. Contohnya pengujian dalam laboratorium dan pengujian contoh sampel.

    5. Selalu Tepat Waktu

    Setiap pekerjaan memiliki batas waktu yang ditentukan, terutama quality assurance. Seorang QA harus bisa mengelola manajemen waktu yang baik dalam pengujian dan pengawasan. Selain itu, seorang QA juga wajib untuk memprioritaskan pekerjaan dan mengalokasikan waktu yang tepat untuk tugas-tugasnya.

    Salah satu contoh yang dapat diterapkan adalah membuat jadwal secara efektif agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu.

    Gaji Bekerja sebagai Quality Assurance 

    Ada berbagai nominal pendapatan quality assurance, tergantung dengan jabatannya. Beberapa faktor seperti pengalaman bekerja, skill serta penempatan kerja juga menjadi hal penting untuk menentukan gaji yang didapatkan. Estimasi gaji yang seorang QA akan peroleh adalah:

    • QA junior untuk perbulannya mendapat sekitar Rp3 juta sampai Rp5 juta
    • Gaji QA senior berkisaran sekitar Rp5 juta sampai dengan Rp10 juta perbulannya
    • QA manajer mendapat sekitar Rp10 juta sampai Rp15 juta perbulan

    Namun, gaji yang tertera tergantung dengan perusahaan tersebut pada bidang apa. Selain itu, gaji di atas merupakan gaji dasar yang sering perusahaan gunakan, bukan gaji yang pasti. 

    Faktanya, beberapa faktor lainnya seperti daya tingkat saing, tatanan perusahaan, dan kebijakan juga dapat menentukan besaran gaji bagi seorang QA.

    Apakah Anda Tertaik Bekerja sebagai Staf Quality Assurance?

    Setelah mengetahui penjelasan mengenai pekerjaan di bidang quality assurance, apakah Anda tertarik untuk bekerja pada bidang tersebut? Anda dapat mengikuti pelatihan-pelatihan untuk menambah pengalaman dan pengetahuan tentang QA. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan skill yang wajib Anda miliki sebelum switch career atau akan mulai bekerja pada bidang QA. Semoga Anda berhasil!

  • Arsiparis: Pengertian, Fungsi, Wewenang, Gaji, dan Skill

    Arsiparis: Pengertian, Fungsi, Wewenang, Gaji, dan Skill

    Sebagian besar orang yang tidak mengetahui profesi sebagai arsiparis. Meskipun begitu, profesi ini memiliki peran yang sangat penting baik di pemerintah, instansi, ataupun perusahaan. Sebenarnya apa saja yang harus dilakukan jika ingin menekuni pekerjaan tersebut? Ikuti penjelasan lengkapnya di bawah ini!

    Pengertian Arsiparis

    Arsiparis
    Arsiparis | Image Source: yourfreecareertest

    Arsiparis (archivist) adalah profesi yang berkaitan erat dengan kegiatan kearsipan, di mana pekerja profesi ini harus memiliki kompetensi di bidang kearsipan yang bisa didapatkan melalui pendidikan formal atau pelatihan kearsipan. 

    Seorang petugas arsip harus cakap dalam melaksanakan tugas dan perannya di instansi atau lembaga manapun dengan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kinerja tempat di mana ia bekerja. Oleh karena itu, pekerjaan ini membutuhkan pribadi dengan karakter yang kuat dan memiliki integritas tinggi.

    Profesi ini memiliki tugas yang cukup rumit, sehingga membutuhkan pekerja yang mempunyai keahlian khusus dan tidak bisa sembarang orang lakukan. Maka dari itu, perlu ada staf khusus untuk menangani bagian kearsipan agar manajemen arsip menjadi lebih maksimal.

    Kategori jabatan di dalam pekerjaan ini dibagi menjadi dua, yaitu kategori keterampilan dan keahlian. Jenjang karir untuk keduanya pun berbeda. Kategori keterampilan memiliki kualifikasi teknis atau penunjang karir profesional di bidang kearsipan. Lalu, kategori keahlian punya kualifikasi profesional di bidang kearsipan. 

    Fungsi Arsiparis

    Petugas arsip memiliki setidak 7 fungsi utama sebagai pengelola arsip milik lembaga atau perusahaan tempat ia bekerja. Nah, berikut ini uraian fungsinya secara lebih lengkap:

    • Memelihara terciptanya arsip dari kegiatan yang dilaksanakan oleh berbagai pihak. Meliputi lembaga negara, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, dan organisasi kemasyarakatan.
    • Memastikan terwujudnya pengelolaan arsip yang andal dan pengelolaan arsip sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
    • Memastikan keselamatan dan kelestarian arsip sebagai bukti pertanggungjawaban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
    • Menjaga keamanan dan keselamatan arsip. Ini berfungsi untuk memverifikasi arsip-arsip mengenai hak-hak keperdataan rakyat melalui pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya.
    • Merawat ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya sebagai alat bukti yang sah.
    • Menyediakan informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam pengelolaan dan pemanfaatan arsip yang autentik dan terpercaya.
    • Menjaga keselamatan aset nasional dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan sebagai identitas dan jati diri bangsa.

    Wewenang Arsiparis

    Selain fungsi, petugas arsip juga memiliki tiga wewenang yang harus diemban selama bertugas. Apa saja? Berikut di antaranya:

    • Menutup penggunaan arsip yang menjadi tanggung jawabnya oleh pengguna arsip apabila penggunaan arsip dianggap dapat merusak keamanan informasi dan/atau fisik arsip.
    • Menutup akses atas penggunaan arsip yang menjadi tanggung jawabnya oleh pengguna arsip yang tidak berhak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
    • Melakukan penelusuran arsip terhadap pencipta arsip. Tujuannya adalah untuk penyelamatan arsip berdasarkan penugasan oleh pimpinan pencipta arsip atau kepala lembaga kearsipan sesuai dengan kewenangannya.

    Peran dan Tanggung Jawab Arsiparis

    Tanggung Jawab Arsiparis
    Tanggung Jawab Arsiparis | Image Source: historians

    Seorang petugas arsip memiliki tugas dan kewajiban berkaitan dengan kepentingan masyarakat yang harus dipenuhi. Di bawah terdapat beberapa yang perlu Anda ketahui, meliputi:

    1. Membuat Laporan Evaluasi Penilaian

    Petugas arsip bertugas untuk membuat laporan evaluasi penilaian arsip. Baik itu berupa laporan mingguan, bulanan, atau tahunan. Bentuk laporan yang diserahkan akan mengikuti kebijakan dari masing-masing lembaga atau perusahaan.

    2. Mendaftarkan Arsip yang Diserahkan dan Dimusnahkan

    Tugas selanjutnya adalah mendaftarkan arsip yang diserahkan kepada pihak lain. Arsip-arsip yang telah diserahkan ini akan petugas catat agar perpindahan arsip terdokumentasi. Selain mendaftarkan arsip yang diserahkan, arsiparis juga harus mendaftarkan arsip yang sudah musnah. 

    3. Membuat Persetujuan Pemusnahan Arsip

    Tugas lainnya adalah membuat lembar persetujuan pemusnahan arsip. Biasanya, tugas ini wajib untuk petugas lakukan ketika telah tiba masa jadwal retensi arsip.

    4. Membuat Jadwal Retensi Arsip

    Pada dasarnya, arsip tidak akan tersimpan selamanya. Setiap arsip akan memiliki durasi waktu untuk masuk ke dalam penyimpanan. Durasi waktu yang masing-masing arsip miliki merupakan jadwal retensi.

    5. Membuat Daftar Arsip Vital

    Tugas selanjutnya adalah membuat daftar arsip penting atau vital. Pembuatan daftar ini perlu karena dapat memudahkan dalam proses pendataan dan pencarian arsip-arsip dengan peran krusial. 

    6. Memberikan Izin Terkait Publikasi

    Arsiparis berperan dalam memberikan keputusan mengenai izin arsip yang akan dipublikasikan atau alih media. Selain itu, mereka juga perlu untuk mengkomunikasikan dan mempertimbangkan pemberian keputusan ini dengan berbagai pihak terkait.

    7. Memindahkan Arsip

    Petugas arsip juga berperan untuk memindahkan arsip saat arsip berbentuk dokumen perlu untuk dipindah. Pemindahan tiap arsip berdasarkan keputusan dan pertimbangan yang telah terjadi.

    8. Membuat Salinan Autentik Arsip Terjaga

    Berikutnya, petugas harus membuat salinan autentik arsip terjaga. Mengapa harus ada salinan? Karena ini akan mempermudah apabila sifat arsip berubah menjadi sangat penting atau bersifat sangat rahasia. Pembuatan salinan ini bertujuan untuk mempersiapkan jika ada pihak yang suatu saat membutuhkannya.

    9. Membuat Daftar Arsip Terjaga

    Berikutnya adalah membuat daftar arsip terjaga. Maksud dari arsip terjaga adalah arsip yang memiliki nilai penting sehingga harus mendapat penjagaan. Pendaftaran arsip terjaga juga harus petugas lakukan karena bertujuan untuk melindungi arsip agar keasliannya tetap terjamin.

    10. Memeriksa Arsip Aktif yang Autentik

    Tanggung jawab lain dari arsiparis adalah memeriksa arsip aktif yang autentik dengan tujuan memastikan bahwa arsip yang tersimpan bersifat autentik atau asli. Selain itu, tugas ini juga bertujuan untuk mencegah adanya arsip palsu yang ikut tersimpan.

    11. Mengelola Arsip Dinamis dan Statis

    Petugas arsip juga mengelola arsip dinamis atau yang masih aktif dan sering terpakai sehari-hari. Serta arsip statis yang jarang terpakai, namun memiliki nilai hukum dan juga sejarah.

    12. Melakukan Registrasi

    Jumlah arsip yang terdapat di suatu instansi atau lembaga pasti akan bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Oleh sebab itu, petugas arsip wajib melakukan pengelolaan data terhadap arsip-arsip yang ada.

    Tugas Tambahan Arsiparis

    Selain peran dan tanggung jawab di atas, terdapat juga beberapa tugas tambahan yang harus petugas arsip penuhi. Apa saja? Berikut di antaranya:

    • Melakukan analisis atau kajian kearsipan dalam bentuk policy brief.
    • Ikut mengajar atau melatih staf lain dalam bidang kearsipan.
    • Berperan dalam kegiatan ilmiah di bidang kearsipan, baik dalam skala nasional atau internasional.
    • Menemukan dan melaksanakan pengembangan teknologi tepat guna dalam bidang kearsipan, termasuk inovasi terbaru untuk pengelolaan arsip.
    • Menulis karya ilmiah mengenai kearsipan sebagai tujuan riset.
    • Memperoleh penghargaan, tanda jasa kehormatan, atau jenis penghargaan lainnya.
    • Membantu penyuluhan, Bimbingan Teknis (BIMTEK), modul pelatihan kearsipan, dan sosialisasi.
    • Menjadi anggota organisasi profesi arsiparis nasional maupun internasional,
    • Menyusun dan menyiapkan bahan materi untuk pelatihan kearsipan.
    • Menjadi anggota dalam tim penilai kinerja jabatan petugas arsip.
    • Melaksanakan tugas-tugas lain yang masih berkaitan dengan tugas pokok jabatannya.

    Gaji Arsiparis

    Secara umum, gaji seseorang yang bekerja dalam bidang kearsipan di Indonesia berkisar antara Rp2.000.000,00 hingga Rp5.000.000,00. Selain itu, tersedia pula tunjangan jabatan fungsional yang berasal dari pemerintah. 

    Besar tunjangan yang ada bergantung pada jenjang karir yang tercapai. Meliputi ahli muda, madya, serta utama. Umumnya adalah sekitar Rp800.000,00 sampai Rp1.300.000,00.

    Skill Penting untuk Menjadi Petugas Arsip

    Skill Petugas Arsip
    Skill Petugas Arsip | Image Source: careers

    Agar dapat bekerja di bidang kearsipan ini, ada beberapa skill atau kemampuan penting yang wajib untuk Anda miliki. Berikut di antaranya:

    • Keahlian berpikir secara sistematis.
    • Kemampuan manajerial dan analisis dokumen yang baik.
    • Kecakapan komunikasi dan kolaborasi.
    • Keterampilan administratif.
    • Memiliki skill problem solving yang baik.
    • Melek teknologi untuk mendukung penyimpanan arsip.

    Tertarik untuk Menjadi Seorang Arsiparis?

    Itu dia berbagai informasi seputar profesi sebagai arsiparis. Meskipun terdengar sederhana, peran dan tanggung jawab petugas arsip ternyata sangat besar. Karena itu, jika ingin menekuni profesi ini Anda tidak bisa main-main dan harus memiliki keahlian yang matang.

    Umumnya, jurusan kuliah yang berkaitan dengan bidang pekerjaan ini adalah Ilmu Administrasi, Kearsipan, Ilmu Perpustakaan, dan Sekretari. Sedangkan beberapa universitas ternama yang bisa Anda tuju adalah Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan lainnya. Semoga bermanfaat!

  • Apa Itu Supply Chain Management? Tujuan, Proses & Contoh

    Apa Itu Supply Chain Management? Tujuan, Proses & Contoh

    Dalam lingkup bisnis, istilah Supply Chain Management (SCM) sudah lazim terdengar. Selain menjadi kunci sukses dari kelangsungan kegiatan bisnis yang sehat, konsep SCM dinilai dapat membantu tercapainya tujuan utama dari perusahaan dengan terstruktur. 

    Pada implementasinya, SCM akan melibatkan pola koordinasi yang efektif dan efisien dari berbagai pihak yang terkait untuk mewujudkan keinginan, baik perusahaan maupun konsumen. Untuk dapat mewujudkannya, perusahaan harus mampu mengelola konsep SCM secara tepat dan optimal.  

    Artikel ini akan mengulas dengan detail tentang SCM, mulai dari pengertian, tujuan, rangkaian proses, hingga contoh penerapan SCM dalam beberapa sektor usaha. Mari simak pembahasan lengkapnya sekarang! 

    Apa Itu Supply Chain Management?

    Berbeda dengan supply chain, manajemen rantai pasokan atau Supply Chain Management (SCM) merupakan prosedur  pengelolaan yang terpadu, untuk memastikan bahwa eksekusi rantai pasok di lapangan telah berlangsung dengan sedemikian baik dan lancar.  

    Berdasarkan definisinya secara lengkap, manajemen rantai pasokan yaitu sebuah pendekatan khusus dari penjual untuk konsumen yang mengacu pada pengelolaan aliran barang dan mencakup seluruh proses mengubah bahan baku mentah menjadi barang akhir. 

    Umumnya, manajemen rantai pasokan melakukan kontrol yang menyeluruh terhadap pengadaan, produksi, hingga pendistribusian barang kepada konsumen secara terpusat. Adapun, serangkaian proses tersebut akan menghubungkan berbagai pihak, seperti produsen, supplier, distributor, dan para konsumen secara sistematis. 

    Lebih lanjut, orang yang paling memiliki tanggung jawab penuh dalam hal SCM adalah manajer supply chain. Peran utamanya dalam perusahaan tidak lain untuk memantau setiap proses yang ada, mengurangi biaya yang keluar tanpa menjatuhkan kualitas barang, dan menghindari risiko ketiadaan pasokan di gudang.   

    Tujuan Supply Chain Management

    Supply Chain Management
    Supply Chain Management | Image Source: Freepik

    Pada dasarnya, beberapa tujuan utama dari Supply Chain Management adalah: 

    1. Mendukung Perkembangan Aktivitas Bisnis dalam Jangka Panjang

    Setiap perusahaan pasti menginginkan produknya dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Sehingga, SCM dipilih sebagai solusi untuk mencapai target perusahaan.

    2. Menyeimbangkan Permintaan dan Penawaran 

    Prosedur ini juga membuat perusahaan dapat memperoleh biaya serta menjalankan kegiatan bisnis secara efektif dan efisien. Jika SCM dilakukan dengan tepat, keseluruhan proses dapat menjadi lebih terstruktur dan mampu membawa keuntungan bagi perusahaan.     

    3. Memenangkan Persaingan Pasar dengan Cepat

    Tujuan strategis yang ingin dicapai dari Supply Chain Management adalah memiliki ambisi kuat untuk menjadi pihak yang mampu mendominasi persaingan pasar atau minimal dapat bertahan dalam menjalankan bisnis dengan konsisten.  

    Apabila ingin memenangkan persaingan pasar dengan cepat, rantai pasok perusahaan harus dapat menciptakan atau menghadirkan kriteria produk yang lebih variatif, berkualitas, dengan jangkauan harga yang ekonomis. Pendistribusian barang yang tepat waktu kepada konsumen juga dinilai bisa mendongkrak pasar dengan sempurna.     

    Rangkaian Proses Supply Chain Management

    Proses Supply Chain Management
    Proses Supply Chain Management | Image Source: Freepik

    Berikut ini adalah 6 rangkaian proses dalam Supply Chain Management yang dapat perusahaan terapkan untuk peningkatan produktivitas dan efisiensi suatu kegiatan bisnis:

    1. Perencanaan 

    Menjadi aspek paling mendasar pada bisnis, perencanaan penting untuk dilakukan guna  memberikan gambaran yang jelas terhadap arah dan tujuan utama. Dengan adanya perencanaan yang matang, perusahaan dapat menentukan langkah dan strategi yang tepat dalam kurun waktu ke depan  

    Pada Supply Chain Management sendiri, proses perencanaan yaitu mencakup persiapan produksi, pengadaan bahan baku, tenaga kerja, dan transportasi yang bertujuan untuk mewujudkan perkiraan kebutuhan yang konsumen inginkan.

    Sebagai informasi, perusahaan harus mampu mengetahui keinginan dari konsumen dan mempersiapkan jumlah produk berdasarkan permintaan konsumen. Dengan begitu, proses perencanaan akan sesuai dengan kebutuhan konsumen dan perusahaan juga mampu memastikan bahwa semua produk nantinya dapat terjual habis.   

    2. Pengadaan

    Setelah menentukan arah perencanaan yang menyeluruh, perusahaan akan melaksanakan tahap procurement atau pengadaan barang sebagai upaya menunjang produksi. Adapun proses pengadaan barang ini merupakan tanggung jawab karyawan dari departemen pembelian. 

    Kehadiran dari tim khusus pada proses Supply Chain Management tersebut akan memudahkan perusahaan dalam memperoleh barang yang berkualitas tinggi, dengan harga yang paling rendah dan tentunya sesuai standar perusahaan pula. 

    Dalam prosesnya, tim departemen pembelian membuat sistem manajemen pengadaan dengan mencatat berbagai macam kebutuhan perusahaan dan melakukan kontrol terhadap barang. Lalu, tim yang terkait akan meneruskan laporan pengadaan kepada manajer supply chain untuk tahap evaluasi.    

    3. Produksi

    Proses produksi pada Supply Chain Management termasuk ke dalam tahapan yang krusial. Pasalnya, berkaitan erat dengan pengolahan bahan baku mentah untuk pembuatan produk bagi konsumen. Pada implementasinya, proses produksi akan melibatkan sumber daya manusia dan penggunaan mesin sekaligus. 

    Perusahaan harus melakukan pengawasan yang berkelanjutan dalam proses ini, agar hasil produk tetap memiliki kualitas yang mumpuni. Semakin baik kualitas produk, semakin meningkat pula kepuasan konsumen serta performa perusahaan. Sehingga, perusahaan nantinya dapat menggaet pangsa pasar yang lebih luas lagi.    

    4. Pengelolaan Penyimpanan

    Sebelum melakukan distribusi produk, perusahaan memerlukan gudang sebagai tempat penyimpanan produk yang jelas dan aman. Hal yang paling penting dari tahap pengelolaan penyimpanan adalah perusahaan harus mengatur arus keluar masuk barang dan melakukan pencatatan atas barang tersebut secara terstruktur.       

    Tujuan dari adanya pencatatan yaitu untuk menciptakan keselarasan antara jumlah barang dan laporan. Umumnya, perusahaan menggunakan bantuan teknologi warehouse management software untuk melakukan pencatatan pengelolaan penyimpanan. 

    5. Pengiriman Produk

    Langkah berikutnya dalam Supply Chain Management adalah proses pengiriman produk kepada pelanggan yang sesuai dengan kesepakatan tanggal. Pada bagian ini, baik kurir dan transportasi menjadi satu kesatuan yang tidak boleh terpisahkan. Pastikan untuk memilih jasa pengiriman yang  mampu mengamankan produk, agar tidak rusak.

    Selanjutnya, perusahaan wajib melakukan pendataan dan pelacakan untuk memastikan bahwa pengiriman telah berjalan dengan lancar, tanpa ada masalah yang berarti. Tujuannya tidak lain yaitu supaya barang akan sampai pada tangan pelanggan dalam kondisi yang benarbenar baik. 

    6. Pengembalian Produk

    Sering terjadi dalam transaksi jual beli, pengembalian adalah suatu kondisi dimana pelanggan mengembalikan produk pada penjual atas dasar alasan tertentu. Biasanya, alasan tersebut berupa produk yang rusak, produk yang tidak lengkap, atau bahkan produk yang tidak kunjung sampai. 

    Agar tidak berdampak buruk kepada pelanggan, perusahaan perlu membuat kebijakan pengembalian atau menggunakan sistem yang mampu mewadahi konsumen dalam memberikan komplain. Sehingga, pelanggan dapat melakukan pengembalian barang secara benar dan perusahaan bisa memproses pengembalian uang dengan cepat.    

    Pada skala kasus yang lebih besar, perusahaan harus lebih kooperatif dan terbuka atas beberapa opsi, seperti penarikan produk, perbaikan mekanisme transaksi, dan pengukuran kepuasan pelanggan.    

    Contoh Penerapan Supply Chain Management

    Sejatinya, penerapan Supply Chain Management tidak hanya terbatas pada sektor tertentu, melainkan lebih luas dari itu, seperti pada contoh berikut:  

    1. Layanan Kesehatan 

    Layanan Kesehatan 
    Layanan Kesehatan | Image Source: Freepik

    Pada industri layanan kesehatan, seperti rumah sakit, manajemen rantai pasok merujuk pada pengelolaan seluruh kegiatan yang berhubungan dengan penyediaan serta pengedaran produk medis dan layanan kesehatan sekaligus kepada konsumen atau pasien. 

    Penerapan konsep manajemen rantai pasok yang tepat akan berdampak positif dalam menyuguhkan pelayanan rumah sakit yang lebih baik terhadap pasien. 

    2. Bidang Otomotif

    Bidang Otomotif
    Bidang Otomotif | Image Source: Freepik

    Secara khusus, Supply Chain Management dalam bidang otomotif memainkan peran penting untuk  turut membantu mengelola rangkaian siklus otomotif yang lengkap. 

    Siklus tersebut meliputi pengadaan suku cadang, produksi kendaraan, serta mendistribusikan produk otomotif dengan tepat waktu ke dealer atau langsung kepada konsumen.

    3. Usaha Makanan

    Usaha Makanan
    Usaha Makanan | Image Source: Freepik

    Manajemen rantai pasok ternyata juga dapat diterapkan pada industri usaha makanan.   Pada bagian ini, SCM membantu perusahaan makanan untuk mengelola persediaan stok pangan, memaksimalkan dinamika harga, dan meminimalisir komplain konsumen.  

    Sudah Tahu Supply Chain Management?

    Pada intinya, Supply Chain Management (SCM) atau manajemen rantai pasok adalah rangkaian tahapan vital yang mampu mengatur aliran produksi barang atau jasa, demi kelangsungan aktivitas bisnis dan tercapainya tujuan utama perusahaan secara maksimal.

    Tak dapat dipungkiri, kehadiran manajemen rantai pasok ini terbukti membuat perusahaan lebih mudah dalam melakukan perencanaan, pengaturan, serta menjalankan arus produk yang terkait, kepada para konsumen. 

    Maka dari itu, perusahaan harus menerapkan konsep SCM dengan sebaik mungkin, agar dapat berbuah manis bagi perkembangan bisnis perusahaan kedepannya. Dengan demikian, akan tercipta kualitas produk yang terbaik, pengalaman pelanggan yang berkesan, serta keuntungan signifikan dalam waktu yang singkat sekaligus. 

  • Macam Macam Teori Kepemimpinan dan Cara Mengaplikasikannya

    Macam Macam Teori Kepemimpinan dan Cara Mengaplikasikannya

    Teori kepemimpinan memiliki landasan utama yang berkaitan dengan pemimpin. Oleh sebab itu, isinya cenderung membahas kepemimpinan dan ruang lingkupnya. Menurut cara pelaksanaannya, macam macam teori kepemimpinan sangat bervariasi. Apa sajakah itu?

    Apa Itu Teori Kepemimpinan?

    Tidak sedikit orang beranggapan bahwa kepemimpinan berasal dari alamiah seseorang sejak lahir. Pendapat tersebut bisa dikatakan benar, namun juga ada yang beranggapan sebaliknya. 

    Kepemimpinan adalah sifat seseorang yang diperoleh dari lingkungan, pendidikan, dan pengalaman. Merujuk teori kepemimpinan, dikatakan bahwa setiap individu memiliki sifat-sifat pemimpin. Salah satunya sifat yang lahir dari individu tersebut.

    Seseorang juga memiliki sifat kepemimpinan karena adanya dorongan dari kondisi tertentu. Seperti lingkungan, pengalaman, dan situasi sejenisnya. Teori kepemimpinan diartikan sebagai pemikiran dan penjelasan tentang, apa, siapa, bagaimana, kapan, dimana, dan mengapa individu berperan sebagai pemimpin.

    Berbagai macam teori kepemimpinan berfungsi sebagai pedoman. Bertujuan untuk mendukung seseorang memahami konsep kepemimpinan yang muncul dari dirinya. Terutama bagi diri sendiri.

    Macam Macam Teori Kepemimpinan

    Seorang pemimpin yang baik harus memiliki banyak pengetahuan. Dengan demikian, ia mampu memimpin tim ke arah lebih baik. Secara umum, teori kepemimpinan dibedakan sebagai berikut.

    1. Great-Man Theory

    Great-Man Theory
    Great-Man Theory | Image Source: Freepik

    Pernahkah Anda mendengar pernyataan tentang pemimpin hebat memang terlahir seperti itu, bukan hanya dari pembentukan jika kepemimpinan saja? Pernyataan tersebut sesuai dengan Great-Man Theory atau teori orang hebat.

    Pada zaman dahulu, orang-orang akan menyimpulkan bahwa pemimpin hebat adalah orang hebat yang dilahirkan. Dengan kata lain, pemimpin hebat tidak dibentuk oleh seseorang atau kondisi tertentu.

    Populer selama abad ke 19, Great-Man Theory berkaitan dengan sejarawan Thomas Carlyle. Hal ini karena para pendukungnya memperkenalkan teori tersebut ke dunia.

    Pengikut teori ini mengklaim pemimpin sejatinya dilahirkan, namun itu hanya untuk laki-laki yang memiliki sifat-sifat heroik. Secara umum, pemimpin yang menerapkan teori ini akan menampakkan diri pada situasi tepat.

    2. Trait Theory

    Trait Theory
    Trait Theory | Image Source: Freepik

    Trait Theory berpendapat bahwa seorang pemimpin harus memiliki kepribadian, karakter, sifat, ciri, dan fisik tertentu. Dengan begitu, mereka akan lebih cocok mendalami kepemimpinan.

    Berdasarkan teori ini, jika Anda ingin menjadi pemimpin, harus memiliki perilaku yang sesuai stereotip dan ideal kepemimpinan. Dengan demikian, Trait Theory tidak memperdulikan karakteristik dari genetik yang diperoleh.

    Bagi Anda yang ingin menerapkan teori ini, maka Anda harus memiliki sifat extrovert, berani, cerdas, berkarisma, percaya diri, dan badan tinggi tegap.

    Selain itu, Trait Theory juga cukup rancu. Pasalnya, berbagai faktor seperti jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendidikan, agama, status perkawinan, dan gaji juga ikut mempengaruhi.

    3. Situational Theories

    Situational Theories
    Situational Theories | Image Source: Freepik

    Macam macam teori kepemimpinan berikutnya adalah Situational Theories. Menurut Situational Theories, sebenarnya tidak ada gaya kepemimpinan yang paling tepat.

    Dengan kata lain, kepemimpinan tergantung kondisi yang sedang terjadi. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhinya, seperti kualitas, situasi, dan kinerja anggota tim.

    Muncul sejak tahun 1969, Situational Theories menuntut para pemimpin harus mampu beradaptasi dalam segala situasi. Oleh karenanya, mereka harus menghadapi situasi tertentu dengan diri sendiri.

    Hal ini karena setiap orang akan memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda-beda. Sehingga itu tergantung pada tingkat kesiapan pemimpin dan anggota tim.

    4. Behavioral Theory

    Behavioral Theory
    Behavioral Theory | Image Source: Freepik

    Keterbalikan dari Great-Man Theory, Behavioral Theory justru berpendapat bahwa pemimpin hebat dibuat oleh perilakunya. Sehingga teori ini berfokus pada tindakan pemimpin, bukan pada kualitas, sifat, maupun karakternya.

    Teori ini mendorong seseorang untuk belajar dan berlatih menjadi pemimpin. Tentu didampingi oleh ajaran, pengamatan, dan pengalaman yang tepat. Behavioral Theory menunjukkan kepemimpinan yang menggunakan tiga keterampilan, yakni manusiawi, teknis, dan konseptual.

    Pada keterampilan manusiawi, maka Anda harus melakukan interaksi dengan orang lain. Keterampilan teknis berfokus pada pengetahuan pemimpin mengenai teknik yang digunakan. Sementara pada keterampilan konseptual, pemimpin harus memunculkan inovasi baru. Ketiganya akan membuat organisasi berjalan lancar.

    5. Transactional Theory

    Transactional Theory
    Transactional Theory | Image Source: Freepik

    Macam macam teori kepemimpinan yang selanjutnya adalah Transactional Theory. Teori ini populer pada tahun 1970 hingga 1980. Pada penerapannya, seorang pemimpin dan anggota tim harus saling terlibat. Dengan begitu, akan menghasilkan pertukaran ide antara pemimpin dan pengikutnya.

    Transactional Theory menggambarkan asosiasi keterlibatan dari pemimpin dan pengikut. Hal ini karena ada sejumlah perjanjian dari keduanya dan harus dilakukan bersama-sama. 

    6. Servant Theory

    Servant Theory
    Servant Theory | Image Source: Unsplash

    Servant Theory pertama kali muncul pada tahun 1970-an. Teori ini menyatakan seorang pemimpin harus bertugas secara baik. Mulai dari menjaga, melayani, hingga memelihara kesejahteraan pengikutnya, baik itu secara fisik maupun mental.

    Selain itu, pemimpin harus berfokus pada kebutuhan pengikut dan mendorong mereka lebih mandiri. Pemimpin juga akan membantu memberikan wawasan luas untuk pengikutnya. 

    Tak hanya itu, pemimpin yang baik harus memiliki rasa simpati, sehingga mudah meredakan kecemasan pengikutnya. Maka dari itu, kepemimpinan ideal diberikan kepada seseorang yang memiliki jiwa melayani.

    Servant Theory menunjukkan seorang pemimpin bertugas dan berkontribusi terhadap kesejahteraan orang lain sebagai tanggung jawab.

    7. Transformational Theory

    Transformational Theory
    Transformational Theory | Image Source: Unsplash

    Transformational Theory adalah teori yang paling relevan dengan kehidupan modern. Hal ini karena teori tersebut memiliki dua elemen yang mencakup banyak kepentingan. Kedua elemennya adalah relasional dan perubahan nyata. 

    Teori ini bisa terjadi pada satu orang maupun berkelompok. Secara umum, Transformational Theory berhubungan dengan banyak orang. Selain itu, teori ini juga berkaitan dengan upaya mengangkat pencapaian untuk posisi. Baik itu bagi pemimpin maupun para anggota timnya.

    Dengan demikian, pemimpin dan anggota tim akan saling merayakan pencapaian. Bahkan termasuk ke dalam tingkat motivasi sebagai bentuk moralitas yang tinggi.

    3 Cara Mengaplikasikan Teori Kepemimpin

    Setelah mengetahui macam macam teori kepemimpinan, Anda harus bisa mengaplikasikannya. Hal ini karena sebagai bentuk motivasi dan mempengaruhi, maka pemimpin harus memiliki karakter yang menyenangkan. Ada beberapa penerapan teori kepemimpinan yang tepat, di antaranya sebagai berikut.

    1. Membangun Komunikasi

    Pada organisasi, manajemen sepihak adalah masalah terbesar yang sering terjadi. Pasalnya, hal-hal di dalamnya harus mengikuti semua arahan pemimpin. Cara seperti itu justru membuat anggota terlihat pasif, tidak inovatif, dan kurang kreatif. Akibatnya, membuat mereka tidak bebas dalam menyampaikan aspirasi.

    Setiap individu ingin berpartisipasi dan merasakan kebebasan dalam mengungkapkan ide. Dengan cara ini, mereka bisa merasa puas dan dihargai saat berada di organisasi tertentu. Kondisi tersebut dapat meningkatkan produktivitas dan loyalitas anggota tim.

    Alih-alih hanya memerintah, sebaiknya pemimpin juga menanyakan pendapat anggota. Sehingga, diskusi akan berjalan lebih efisien dan bisa saling bertukar perspektif.

    Jika pemikirannya berbeda, biarkan anggota untuk mencoba. Karena meskipun metode berbeda, namun hasilnya baik itu tentu membuat organisasi lebih efektif.

    2. Berikan Feedback

    Pemimpin hebat akan memberikan apresiasi berupa feedback kepada anggotanya. Pemberian umpan balik bertujuan untuk mendorong anggota tumbuh lebih baik. Inilah mengapa pemimpin perlu fokus pada fakta dan hasil.

    Anggota tim bisa melihat hasil dan keahlian mereka, sehingga proses dapat berfungsi sesuai harapan. Umpan balik yang diberikan oleh pemimpin akan membuat mereka mudah beradaptasi dengan lingkungan kepemimpinan.

    Namun, jenis feedback yang bisa diberikan harus memiliki kontrol untuk meningkatkan value. Lebih kolaboratif, sehingga anggota bisa memilah benar dan salah.

    3. Fleksibel

    Ada banyak pemimpin yang terkesan menakutkan, karena cara mengaplikasikan teori kepemimpinannya kurang fleksibel. Opsi tersebut justru membuat anggota jauh dari kendali dan merasa takut kepada pemimpin.

    Akibatnya, anggota menjadi kurang bebas dan produktivitasnya terbatas. Jika pemimpin menerapkan sistem fleksibel, maka akan meningkatkan kemandirian dan profesionalisme anggota. Selain itu, sifat mikro manajer dalam diri pemimpin juga akan berkurang.

    Sudah Tahu Macam Macam Teori Kepemimpinan?

    Adanya macam macam teori kepemimpinan akan memberikan pilihan pemimpin untuk mengetahui gaya memimpinnya. Dengan demikian, Anda bisa menjadi pemimpin hebat yang disukai oleh semua anggota. 

    Anggota tim adalah kunci utama untuk pemimpin mengaplikasikan teorinya. Jika anggota merasa senang, teori kepemimpinan yang Anda pakai memang tepat dengan ruang lingkup tersebut.

  • Rasio Profitabilitas: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Cara Hitung

    Rasio Profitabilitas: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Cara Hitung

    Berbicara tentang dunia bisnis, Anda mungkin tidak asing lagi dengan istilah rasio profitabilitas. Para pebisnis biasanya menggunakan rasio ini untuk memantau dan mengevaluasi kondisi keuangan secara menyeluruh. Selain itu, pebisnis juga bisa menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan revenue.

    Rasio keuntungan juga terdiri dari dari beberapa macam, dengan tujuan berbeda. Simak ulasan dalam artikel ini untuk mengetahui lebih detail apa saja jenisnya dan bagaimana cara menghitung masing-masing rasio serta manfaatnya!

    Pengertian Rasio Profitabilitas

    Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode akuntansi tertentu. Perusahaan yang mampu menghasilkan laba yang baik, artinya memiliki kinerja yang baik. Oleh sebab itu, profitabilitas biasanya menjadi alat untuk mengukur kinerja perusahaan.

    Sementara rasio profitabilitas adalah rasio yang berguna sebagai alat untuk membandingkan kemampuan perusahaan dalam menyisihkan laba dari pendapatan perusahaan. Rasio ini sangat penting bagi perusahaan untuk menilai performa perusahaan dalam periode tertentu, untuk mencapai tujuan bisnis.

    Jenis dan Cara menghitung Rasio Profitabilitas

    Cara menghitung Rasio Profitabilitas
    Cara Menghitung Rasio Profitabilitas | Image Source: Pexels

    Jenis-jenis rasio profitabilitas yang biasanya digunakan perusahaan untuk mengukur kondisi keuangan dan pendapatannya, antara lain:

    1. Margin Laba Bersih (Net Profit Margin)

    Margin laba bersih atau Net Profit Margin (NPM) adalah rasio perhitungan yang digunakan untuk mengukur margin laba bersih atas aktivitas penjualan perusahaan. 

    Anda bisa menggunakan jenis rasio ini untuk membandingkan laba bersih setelah pajak, dengan penjualan bersih. Berikut rumus perhitungan Net Profit Margin atau margin laba bersih:

    NPM = laba bersih setelah pajak / penjualan

    Berdasarkan perhitungan di atas, margin laba bersih sangat berguna untuk mengevaluasi efisiensi kinerja perusahaan. Terutama dalam mengendalikan beban yang berhubungan dengan penjualan. 

    Rasio jenis ini juga bisa mengevaluasi perusahaan dengan membandingkan kinerja dan pengeluaran, agar nilai margin meningkat.

    2. Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin)

    Gross Profit Margin atau margin laba kotor merupakan perhitungan antara penjualan dan beban. Perhitungan ini berfungsi untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjalankan pengontrolan terhadap biaya persediaan. Berikut ini rumus perhitungan Gross Profit Margin (GPM):

    GPM = (jumlah laba kotor / total pendapatan) x 100%

    Berdasarkan rumus perhitungan ini, nilai Gross Profit Margin produk akan menurun, apabila harga produk mengalami peningkatan. Sementara besarnya nilai rasio margin laba kotor mampu menunjukkan bagus tidaknya kinerja perusahaan. Contoh cara menghitung Gross Profit Margin adalah sebagai berikut:

    Sebuah perusahaan memiliki laba kotor senilai Rp48.000.000,00 dengan total pendapatan mencapai Rp55.000.000,00. Maka, nilai margin laba kotor, yaitu:

    Margin laba kotor = (Rp48.000.000,00 / Rp55.000.000,00) x 100% = 87%

    3. Margin Laba Operasional (Operating Profit Margin)

    Operating Profit Margin atau margin laba operasional merupakan perhitungan keuntungan murni dari kegiatan operasional perusahaan, termasuk proses penjualan yang telah berlangsung. Kewajiban finansial seperti bunga dan pajak akan diabaikan dalam perhitungan ini. Berikut rumus perhitungan margin laba operasional:

    Operating Profit Margin = laba sebelum pajak / penjualan

    Berdasarkan perhitungan ini, Anda bisa mengukur persentase setiap penjualan yang tersisa, setelah mengurangi dengan pengeluaran wajib. Kinerja suatu perusahaan semakin baik, apabila nilai rasio margin laba operasional semakin besar.

    4. Return On Sales Ratio (ROS)

    Return on Sales Ratio atau rasio pengembalian penjualan adalah perhitungan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi daripada biaya variabel produksi. Biaya variabel produksi mencakup gaji karyawan dan bahan baku sebelum dikurangi pajak dan bunga. Berikut rumusnya:

    Rasio pengembalian penjualan = (jumlah laba sebelum pajak dan bunga / penjualan) x 100%

    Apabila laba sebelum pajak dan bunga semakin tinggi, maka nilai Return on Sales Ratio juga semakin tinggi dan perusahan akan semakin untung.

    5. Return On Equity Ratio (ROE)

    Rasio pengembalian ekuitas atau Return on Equity Ratio merupakan alat untuk menghitung kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba terhadap modal atau ekuitas dari pemegang saham. Rumus perhitungan Return on Equity Ratio adalah:

    Return on equity = laba bersih setelah pajak / ekuitas pemegang saham

    Berdasarkan perhitungan Return on Equity Ratio, nilai rasio pengembalian ekuitas semakin tinggi sebanding dengan tingginya laba perusahaan. Nilai rasio yang semakin tinggi pun akan meningkatkan kepercayaan para pemegang saham.

    6. Return On Assets Ratio (ROA)

    Jenis rasio profitabilitas selanjutnya yaitu rasio pengembalian aset atau Return on Assets Ratio (ROA). Rasio pengembalian aset berguna untuk menilai persentase laba terhadap total aset yang dimiliki suatu perusahaan. Rumus perhitungan ROA, yaitu:

    ROA =  laba bersih / total aset

    Berdasarkan perhitungan nilai rasio pengembalian aset, Anda bisa melakukan evaluasi kinerja perusahaan terkait keuntungan yang diperoleh terhadap aset yang dimiliki. Semakin tinggi nilai laba bersih terhadap aset, maka nilai Return on Assets Ratio juga meningkat, sehingga kinerja perusahaan semakin baik.

    Contohnya, suatu perusahaan mempunyai laba bersih senilai Rp180.000.000,00 dan total aset sekitar Rp20.000.000,00. Maka, nilai rasio pengembalian aset, yaitu:

    Return on assets = (Rp180.000.000,00 / Rp20.000.000,00) x 100% = 9%

    7. Return On Capital Employed (ROCE)

    Jenis rasio profitabilitas yang lain, yaitu Return on Capital Employed atau pengembalian modal yang digunakan. Perhitungan ini berguna untuk menghitung keuntungan terhadap seluruh modal perusahaan dalam bentuk persentase. Rumus Return on Capital Employed adalah:

    ROCE = laba sebelum pajak dan bunga / (total aset – kewajiban)

    ROCE = (jumlah laba sebelum pajak dan bunga / modal kerja) x 100%

    Dari hasil perhitungan ini, Anda akan mengetahui seberapa efisien kinerja perusahaan selama periode akuntansi tertentu. Contoh perhitungan Return on Capital Employed, yaitu:

    Suatu perusahaan memperoleh laba sebelum pajak dan bunga senilai Rp200.000.000,00 dan modal kerja senilai Rp800.000.000,00. Maka, nilai Return on Capital Employed, yaitu:

    ROCE = (Rp200.000.000,00 / Rp800.000.000,00) x 100% =  25%

    8. Return On Investment (ROI)

    Jenis perhitungan profitabilitas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba terhadap total aktiva perusahaan disebut Return on Investment. Rumus untuk menghitung ROI, yaitu:

    Return on Investment = ((laba atas investasi – investasi awal) / investasi) x 100%

    Nilai Return on Investment yang tinggi menunjukkan bahwa kinerja perusahaan semakin bagus dan laba yang diperoleh semakin tinggi.

    9. Earning per Share

    Earning per Share (EPS) merupakan jenis perhitungan yang berguna untuk menghitung kemampuan perusahaan berdasarkan nilai per lembar saham dalam menghasilkan laba. Rumus EPS, yaitu:

    Earning per Share = (laba bersih setelah pajak – dividen saham preferen) / jumlah saham biasa yang beredar

    Berikut contoh perhitungan Earning per Share:

    Suatu perusahaan mempunyai saham yang beredar senilai 1 juta lembar pada tahun 2021. Sementara laba bersih setelah pajak yaitu Rp1.000.000.000,00. Perusahaan kemudian membagikan 10% dividen atau Rp100.000.000,00 kepada pemegang saham. Maka, nilai Earning per Share yaitu:

    Earning per Share = (Rp1.000.000.000,00 – Rp100.000.000,00) / Rp1.000.000,00 = Rp900,00 per share atau saham.

    Manfaat Rasio Profitabilitas

    Setelah mengetahui apa saja jenis dan cara menghitung rasio profitabilitas. Penting bagi Anda untuk mengetahui manfaatnya secara umum, seperti berikut:

    • Memberikan informasi mengenai besarnya perkembangan nilai laba perusahan dari waktu ke waktu.
    • Menentukan posisi laba perusahaan pada tahun sekarang dan dibandingkan dengan periode akuntansi sebelumnya.
    • Menilai seberapa produktif suatu perusahaan dalam mengelola modal untuk memperoleh laba dan keuntungan.
    • Menentukan besarnya laba bersih setelah dikurangi pajak pada suatu perusahaan.
    • Menghasilkan perhitungan laba perusahaan dalam satu periode akuntansi tertentu.

    Sudah Paham Rasio Profitabilitas dan Cara Menghitungnya?

    Kesimpulannya, rasio profitabilitas merupakan alat untuk mengukur keberhasilan perusahaan kamu dalam menghasilkan laba setelah dikurangi dengan faktor biaya-biaya maupun harta perusahaan kamu. 

    Cara menghitungnya pun cukup mudah, kamu hanya perlu mengurangi atau membagi laba perusahaan dengan faktor akuntansi lainnya. 

    Rasio ini terdiri atas 9 jenis, yaitu margin laba kotor, laba bersih, laba operasional, rasio pengembalian aset, pengembalian ekuitas, hingga Earning per Share. Tentunya, dengan melakukan perhitungan rasio, berguna untuk kamu mengetahui berapa laba yang mampu perusahaan dapatkan hingga menilai produktivitas perusahaan.