Category: Metdoe Mengajar

  • Metode Ruang Kelas: Pengertian, Macam dan Jenisnya

    Metode Ruang Kelas: Pengertian, Macam dan Jenisnya

    Ada banyak metode pelatihan yang bisa digunakan. Masing-masing metode tersebut mempunyai tujuan serta sasaran yang berbeda-beda. Salah satu metode pelatihan yang efektif untuk diterapkan adalah metode ruang kelas.

    Pengertian Metode Ruang Kelas

    Metode ruang kelas adalah sebuah metode pelatihan yang dilaksanakan di dalam kelas. Itu artinya metode tersebut dilaksanakan secara indoor. Baik peserta maupun pemateri sama-sama berada di dalam kelas serta seluruh rangkaian aktivitas atau kegiatan pelatihan berlangsung di kelas tersebut.

    Metode ruang kelas ini termasuk satu di antara beberapa metode pelatihan. Adapun contoh dari metode ini yaitu studi kasus, kuliah, konferensi, bermain perang, serta programmed instruction atau pengajaran berprogram. 

    Metode ini juga memiliki banyak kelebihan daripada metode-metode pelatihan lainnya. Salah satu kelebihannya yaitu kenyamanan para peserta pelatihan. 

    Saat para peserta berada dalam ruangan yang nyaman, mereka bisa lebih mudah menangkap materi pelatihan yang diajarkan. Kemudian baik trainer maupun peserta akan sama-sama aktif di dalam proses pelatihan tersebut.

    Macam-Macam Metode Ruang Kelas

    Setelah memahami pengertiannya, berikut informasi seputar beberapa jenis metode ruang kelas yang biasa diterapkan. 

    1. Metode Kuliah

    Sebuah metode berupa ceramah secara lisan kepada para peserta pelatihan. Metode tersebut bertujuan untuk menyampaikan teori, konsep, falsafah, dan lain-lain. 

    Karena trainer menyampaikan materinya dengan cara berceramah, terkadang ada beberapa peserta yang kurang antusias. Mungkin di awal-awal mereka semangat untuk mendengarkan materi dan mengikuti pelatihan. Akan tetapi, perlahan mereka akan merasa bosan karena yang ada hanya penyampaian materi secara lisan. 

    Maka dari itu, seorang trainer bukan hanya harus mampu menyampaikan dan menguasai materi. Trainer juga harus tahu bagaimana cara menguasai kelas dan mencairkan suasana. 

    Untuk itu, seorang pelatih yang andal biasanya akan memberikan aktivitas tambahan di sela-sela penyampaian materi. Dengan begitu para peserta tetap merasa semangat dan tidak mudah bosan.

    2. Metode Bermain Peran

    Metode bermain peran atau role play merupakan sebuah metode pelatihan yang berbentuk permainan gerak. Di dalam metode tersebut terdapat sistem, tujuan, serta melibatkan unsur keceriaan. Metode ini terbukti mampu membuat para peserta aktif selama mengikuti pelatihan.

    Selain itu, metode bermain peran juga mampu meningkatkan rasa kebersamaan melalui sebuah pelatihan yang menyenangkan. Biasanya trainer akan menjelaskan tugas atau aturan role play tersebut terlebih dahulu. Setelah memahami instruksi pelatih, kemudian peserta mulai bermain peran sesuai tugasnya masing-masing. 

    Salah satu metode ruang kelas yang terbukti berhasil ini membuat materi yang disampaikan bukan hanya mampu peserta terima dengan baik melainkan juga akan lebih membekas. Maka dari itu akan tercipta sebuah meaningful training atau pelatihan yang bermanfaat.

    3. Metode Studi Kasus

    Studi kasus atau case study merupakan sebuah uraian baik lisan maupun tulisan terkait masalah atau kondisi tertentu selama jangka waktu tertentu. Salah satu metode ruang kelas ini menuntut para peserta untuk melakukan penyelidikan maupun pemeriksaan secara terperinci, mendalam, dan detail.

    Pada metode tersebut, masing-masing peserta bukan sekadar mencari akar permasalahan yang ada. Mereka juga harus bisa memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut. 

    Setidaknya ada beberapa jenis studi kasus, yaitu:

    • Intrinsik: berguna untuk mempelajari kasus yang akan dipelajari secara mendalam. Selain itu, kasus tersebut juga mempunyai sesuatu yang menarik serta memiliki minat intrinsik atau intrinsic interest.
    • Instrumental: mempelajari kasus, kejadian, atau fenomena tertentu yang nanti hasilnya bisa digunakan dalam melengkapi atau memperbaiki sebuah teori yang ada. Bisa juga hasilnya membantu dalam menghadirkan teori baru.
    • Kolektif: mempelajari beberapa kasus atau peristiwa tertentu secara bersama-sama. Para peserta akan memperoleh beberapa kasus, lalu mereka harus mulai melakukan identifikasi secara mendalam. Kemudian peserta juga harus mencari solusinya.

    4. Metode Konferensi

    Ini merupakan sebuah metode pelatihan berupa pertemuan secara formal. Kemudian para peserta akan melakukan diskusi dan saling bertukar ide, pendapat, atau gagasan mengenai topik tertentu. 

    Dengan cara ini, akan tercipta beragam ide dari para peserta sehingga metode konferensi terbilang efektif untuk membuat suasana pelatihan menjadi aktif dan menyenangkan.

    Metode konferensi lebih berfokus pada diskusi kelompok kecil atau small group discussion. Kemudian trainer yang menyampaikan materi melalui metode konferensi juga lebih terorganisasi. Para peserta bukan hanya sekadar aktif melainkan akan banyak ide dan masukan yang muncul, bahkan yang belum terpikirkan sebelumnya.

    5. Metode Bimbingan Berencana

    Jenis metode ruang kelas yang terakhir adalah bimbingan berencana atau programmed instruction. Pada metode ini terdapat serangkaian langkah beserta fungsinya. Ini akan menjadi pedoman bagi para peserta di dalam melakukan pekerjaannya baik secara individu maupun kelompok.

    Metode bimbingan berencana juga mampu membuat para peserta pelatihan jadi lebih aktif. Namun sebelum memulainya, mereka harus benar-benar paham semua langkah atau rangkaian beserta fungsinya yang harus mereka jadikan pedoman.

    Kesimpulan

    Sekian informasi tentang metode ruang kelas. Kesimpulannya, metode ini bisa menjadi pilihan bagi trainer untuk memberikan materi kepada peserta. Metode ini mampu menarik minat peserta pelatihan sehingga mereka aktif dan materi bisa tersampaikan dengan baik.

  • Apa Itu Metode Apprenticeship? Pengertian dan Manfaatnya

    Apa Itu Metode Apprenticeship? Pengertian dan Manfaatnya

    Metode apprenticeship merupakan salah satu metode pelatihan jangka panjang untuk meningkatkan skill dan keterampilan seseorang. Pelatihan tersebut memungkinkan peserta bukan sekadar paham teori, melainkan cara praktiknya juga. Untuk pembahasan secara lebih lengkap, berikut informasinya.

    Pengertian Metode Apprenticeship

    Apprenticeship merupakan metode pelatihan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan seseorang. Para peserta pelatihan akan memperoleh bimbingan umum dari pelatih profesional. Bukan hanya pelatihan melainkan praktik langsung sesuai pekerjaannya.

    Dengan metode tersebut, para trainee akan mempelajari segala hal sesuai bidang atau keahliannya. Biasanya pelatihan tersebut memerlukan waktu cukup lama, antara 4 sampai 5 tahun. Metode pelatihan ini juga bukan merupakan ekstrakurikuler atau program tambahan.

    Apprenticeship adalah cara yang efektif untuk memperoleh skill baru serta memungkinkan peserta memperoleh pengalaman lapangan secara langsung. Mereka yang mengikutinya tidak terbatas oleh karyawan yang sudah bekerja. Banyak peserta yang bahkan belum memperoleh pekerjaan mengikuti pelatihan ini. 

    Mereka akan diajari banyak hal sebelum benar-benar memperoleh pekerjaan. Umumnya, peserta juga akan mendapatkan kompensasi selama ikut pelatihan apprenticeship.

    Manfaat Metode Apprenticeship

    Metode ini mempunyai beberapa manfaat, di antaranya:

    1. Memperoleh Pelatihan serta Pengalaman Langsung

    Apprenticeship dapat memberikan pengalaman bekerja secara profesional dan praktik langsung. Dari pada hanya melakukan pembelajaran di dalam ruangan, metode tersebut memberikan kesempatan bagi peserta memakai ilmu yang mereka miliki untuk melakukan praktik.

    Dengan begitu, apprenticeship merupakan metode pelatihan yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri serta kemampuan pesertanya. Selain itu, trainee atau peserta bukan sekadar memperoleh pemahaman melainkan pengalaman terkait bidang yang dikerjakan.

    2. Kemajuan Karier

    Menerapkan metode tersebut juga memberikan manfaat lainnya yaitu dapat memajukan karier. Saat peserta ingin memperoleh jabatan tertentu maupun gaji yang lebih baik, maka mengikuti apprenticeship merupakan pilihan yang tepat.

    Selama mengikuti pelatihan, peserta akan fokus mempelajari bidang atau skill tertentu. Saat kemampuan peserta sudah meningkat, maka jabatan maupun gaji yang mereka inginkan pun dapat diraih.

    3. Menumbuhkan Komitmen

    Saat ini banyak perusahaan yang memang memerlukan karyawan dengan kemampuan teknikal. Akan tetapi perusahaan tersebut juga memerlukan karyawan yang mempunyai dedikasi tinggi serta memiliki sifat ingin terus belajar.

    Mengikuti metode pelatihan apprenticeship terbukti mampu menumbuhkan komitmen dan loyalitas karyawan. Ini sangat berpengaruh terhadap kesuksesan perusahaan karena para karyawan akan selalu berusaha yang terbaik dalam menjalankan tugas serta tanggung jawabnya.

    Perbedaan Metode Apprenticeship dan Internship 

    Sekilas mungkin kamu mengira bahwa metode apprenticeship tidak jauh berbeda dengan internship. Keduanya memang sama-sama program magang. Akan tetapi terdapat beberapa perbedaan, di antaranya:

    1. Peserta

    Perbedaan apprenticeship dan internship yang pertama terlihat dari para pesertanya. Umumnya, para peserta yang mengikuti pelatihan apprenticeship ini berasal dari fresh graduate dan postgraduate. Sementara itu, pada pelatihan internship para pesertanya biasanya merupakan fresh graduate maupun mahasiswa tingkat akhir.

    2. Syarat Daftar

    Untuk mengikuti pelatihan apprenticeship, ada beberapa persyaratan yang mesti dilengkapi, salah satunya adalah surat kelulusan atau ijazah. Namun pada program internship biasanya tidak mensyaratkan para pesertanya untuk menyerahkan ijazah maupun surat kelulusan.

    3. Upah

    Sebenarnya para peserta yang mengikuti pelatihan apprenticeship maupun internship sama-sama memperoleh upah. Hanya saja, pada metode pelatihan apprenticeship, peserta akan memperoleh upah tetap. Lalu untuk peserta internship menyediakan uang makan serta transportasi.

    4. Jangka Waktu Pelatihan

    Metode apprenticeship dan internship juga memiliki perbedaan dari berapa lama pelatihan tersebut harus peserta ikuti. Umumnya, untuk apprenticeship memiliki durasi pelatihan yang lebih lama dari internship.

    Pada apprenticeship, para peserta harus mengikuti pelatihan selama 1 sampai 2 tahun dan bahkan bisa lebih. Sementara pada internship, para peserta harus mengikuti pelatihan antara 3 sampai 6 bulan.

    5. Rencana Pelatihan

    Perbedaan berikutnya yaitu terkait rencana pelatihan yang telah disusun oleh penyelenggara apprenticeship dan internship

    Saat peserta mengikuti pelatihan dengan metode apprenticeship, maka akan terlihat rencana training-nya yang tersusun secara terstruktur. Sementara pada pelatihan dengan metode internship, rencana pelatihannya terkesan lebih fleksibel.

    6. Hasil

    Saat selesai mengikuti apprenticeship dan internship, perserta sama-sama akan memperoleh bukti yang menyatakan bahwa mereka telah selesai mengikuti pelatihan tersebut. Namun untuk bukti dari kedua metode pelatihan ini berbeda.

    Jika mengikuti apprenticeship sampai selesai, maka peserta akan memperoleh sertifikat serta dokumen pendukung lainnya. Kemudian, jika mengikuti pelatihan internship maka peserta akan memperoleh letter of recommendation serta pengalaman.

    Sudah Paham Apa Itu Metode Apprenticeship?

    Sekian pembahasan mengenai metode pelatihan apprenticeship dan perbedaannya dengan internship

    Kesimpulannya, saat mengikuti training apprenticeship, yang akan kamu dapatkan nanti bukan sekadar berbagai teori atau pengetahuan tentang bidang yang ditekuni. Dengan apprenticeship, kamu juga diajarkan praktik langsung sehingga membuat kamu lebih siap untuk menjalankan tugas kedepannya. 

    Jadi, kamu bisa lebih siap dalam menjalankan pekerjaan kamu nanti sehingga tidak memerlukan banyak adaptasi. Semoga bermanfaat.

  • Metode Simulasi: Pengertian, Jenis dan Manfaatnya

    Metode Simulasi: Pengertian, Jenis dan Manfaatnya

    Perkembangan bidang pendidikan menciptakan banyak metode belajar yang baru. Salah satunya adalah metode simulasi. Cara belajar ini mengklaim diri sebagai sistem yang ampuh untuk membuat peserta didik cepat paham. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi efektif.

    Walau demikian, metode ini tentu tidak mengeliminasi model belajar konvensional. Perkembangan-perkembangan yang ada berperan saling melengkapi untuk mencapai hasil belajar yang efektif. Untuk lebih memahaminya, artikel ini akan mengupas secara lengkap, mulai dari pengertian, jenis, dan manfaatnya.

    Pengertian Metode Simulasi

    Metode ini adalah cara belajar dimana peserta didik dihadapkan pada situasi yang direka senyata mungkin. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya belajar secara teori, namun juga secara praktik pada situasi nyata.

    Sistem belajar ini telah banyak penerapannya, baik dalam dunia akademik formal maupun nonformal. Cara ini terbukti efektif, sebab peserta didik jadi memiliki kesempatan untuk terlibat secara fisik pada situasi yang sedang menjadi topik belajar.

    Sebagai contoh, misalnya adalah belajar tentang bahaya merokok. Pengajar membuat role play dari botol bekas yang diibaratkan sebagai paru-paru manusia. Botol tersebut kemudian akan penuh terisi dengan asap rokok. 

    Peserta didik mendapat gambaran nyata tentang apa yang akan terjadi pada paru-paru dari penjelasan pengajar dan simulasi yang disaksikan. Ini adalah gabungan dari sistem ceramah dan role play yang membuat peserta didik lebih mudah menyerap informasi baru.

    Jenis-Jenis Metode Simulasi

    Terdapat beberapa jenis metode yang dapat kamu praktikkan sesuai dengan situasi dan kebutuhan belajar. Berikut ini penjelasannya:

    1. Peer Teaching

    Peer teaching adalah pengajaran dari teman sebaya. Artinya, peserta didik dapat belajar untuk mengerti hal baru dari melihat apa yang telah dilakukan oleh teman sebayanya. Teman sebaya menjadi teladan dalam belajar.

    Contoh praktek peer teaching adalah dalam proses kerja kelompok. Dalam sebuah kelompok kecil, seorang akan lebih mudah fokus untuk meniru atau mencontoh sosok yang diposisikan sebagai pengajar atau teacher.

    2. Sosiodrama

    Pada metode yang satu ini, pengajar mengajak peserta didik untuk memerankan drama sosial. Topik yang biasanya dipelajari dengan metode ini adalah yang berkaitan dengan masalah sosial. Melalui praktik dalam drama, peserta didik diajak untuk berpikir kritis untuk mendapatkan solusi dari masalah sosial tersebut.

    3. Psikodrama

    Mirip dengan jenis yang sebelumnya, yaitu peserta didik akan diajak untuk memerankan sebuah drama. Hanya saja terdapat perbedaan target. Pada teknik psikodrama, targetnya adalah perubahan atau pembelajaran pada individu tertentu dalam setting kelompok.

    Sedangkan metode simulasi sosiodrama target perubahan belajar adalah semua anggota kelompok yang terlibat dalam drama.

    4. Simulasi Game

    Metode berikutnya adalah dengan simulasi game. Beberapa topik pembelajaran tepat menggunakan sistem ini. Misalnya adalah topik tentang sportivitas, persaingan sehat, dan kerjasama. Metode ini mensimulasikan kehidupan nyata ke dalam permainan.

    5. Role Play

    Terakhir adalah jenis role play atau peragaan. Seperti contoh yang telah disinggung sebelumnya, metode ini adalah peragaan sederhana untuk mensimulasikan situasi nyata. Materi yang biasanya dipelajari dengan metode ini umumnya berkaitan dengan sains. Namun, tidak menutup kemungkinan mempelajari hal lain.

    Manfaat Metode Simulasi dalam belajar

    Berikut ini beberapa manfaat nyata yang dapat kamu rasakan nantinya dengan menerapkan cara belajar yang satu ini:

    1. Belajar Praktik Situasi Nyata

    Pada pembelajaran secara konvensional, peserta didik belajar hanya melalui teori, yaitu duduk dan mendengarkan penjelasan dari pengajar. Peserta didik hanya membayangkan situasi nyata dari penjelasan pengajar.

    Sedangkan dengan metode ini, peserta didik dapat terlibat langsung pada situasi nyata yang menjadi topik belajar. Strategi ini membuat peserta didik menjadi lebih mudah paham, karena berhadapan dengan situasi nyata.

    2.  Belajar Teknik Komunikasi

    Manfaat selanjutnya adalah peserta didik akan belajar teknik komunikasi. Sebab, dalam simulasi dunia nyata, peserta didik akan terdorong untuk berinteraksi secara nyata. 

    Permainan peran akan mendorong peserta didik untuk mempraktikkan latihan komunikasi yang baik. Misalnya, ketika memainkan peran sosial dalam sosiodrama maupun psikodrama.

    3. Kesulitan yang Muncul saat Simulasi

    Metode simulasi juga memungkinkan untuk adanya kesulitan-kesulitan nyata yang muncul dalam prosesnya. Kesulitan semacam ini menjadi lahan belajar bagi peserta didik. Dengan menyelesaikan kesulitan, peserta didik akan mengetahui potensi-potensi solusi yang tersedia.

    Sehingga, saat kemudian masuk ke dunia nyata yang sesungguhnya dan berhadapan dengan kesulitan. Pengalaman dari simulasi akan menjadi bekal untuk mendapatkan solusi yang tepat sesuai kebutuhan.

    Kamu Tertarik Belajar dengan Metode Modern?

    Perkembangan metode modern tidak mengeliminasi metode belajar konvensional dengan ceramah. Salah satu metode modern yang ampuh untuk bersinergi dengan model yang konvensional adalah metode simulasi. Cara ini memberi gambaran nyata akan topik pembelajaran sehingga peserta didik akan lebih mudah paham.

  • Apa Itu Metode Demonstrasi? Pengertian dan Penerapannya

    Apa Itu Metode Demonstrasi? Pengertian dan Penerapannya

    Berbagai metode pengajaran telah dikembangkan di dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu metode yang saat ini populer adalah metode demonstrasi dan telah memberikan banyak dampak positif. 

    Bukan sekadar mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman, melainkan juga memudahkan dalam menyerap informasi atau memahami proses tertentu.

    Pengertian Metode Demonstrasi Menurut Ahli

    Berikut beberapa pengertian seputar metode demonstrasi berdasarkan para ahli.

    1. Rusminiati (2007:2)

    Menurutnya, demonstrasi merupakan metode peragaan terhadap peristiwa atau tingkah laku yang dapat dicontohkan. Tujuannya agar para peserta didik mampu memahami materi dengan lebih mudah.

    2. Roestiyah, N (2008:80)

    Menurut Roestiyah, demonstrasi adalah salah satu metode pengajaran di mana pendidik maupun narasumber memperagakan atau menunjukkan sebuah proses tertentu pada para peserta didik.

    3. Sanjaya, W (2006:152)

    Metode demonstrasi adalah sebuah cara di dalam pembelajaran yang dilakukan dengan menunjukkan proses, situasi, atau benda tertentu kepada peserta didik. Objek atau benda yang nanti ditunjukkan tersebut bisa dalam bentuk asli atau tiruan. Melalui cara ini, peserta didik bisa lebih mudah di dalam menerima materi pelajaran.

    4. Daryanto (2009:403)

    Menurutnya, demonstrasi adalah cara di dalam menyajikan bahan pembelajaran lewat peragaan maupun tampilan ke peserta didik. Di dalam prosesnya guru juga memberikan penjelasan terhadap materi tertentu secara lisan.

    5. Syaiful Bahri (2008:210)

    Demonstrasi merupakan metode yang menampilkan proses dari sebuah peristiwa maupun benda yang dicontohkan pengajar. Dengan begitu, peserta didik mampu memahaminya secara lebih mudah. 

    Metode ini juga menjadi pilihan di dalam menunjukkan bagaimana sebuah objek dapat bekerja yang berkenaan dengan bahan pembelajaran.

    6. Muhibbin Syah (2005:2018)

    Menurut Muhibbin Syah, demonstrasi adalah cara mengajar melalui peragaan tentang aturan, kejadian, maupun urutan proses. Metode ini memanfaatkan media yang sesuai dengan materi yang diterangkan kepada para peserta didik.

    Berdasarkan penjelasan para ahli tersebut, metode demonstrasi merupakan cara pengajar dalam menyampaikan materi ke peserta didik. Guru akan menjelaskan materi dengan cara memperlihatkan atau memperagakan suatu kejadian atau peristiwa. Dengan begitu, peserta didik bisa lebih mudah mencerna informasi dari guru.

    Kelebihan Metode Demonstrasi

    Metode ini memang terbukti mampu secara efektif membantu para peserta didik dalam memahami materi. Selain itu, melalui pengajaran seperti ini, mereka juga lebih mudah dalam mencari jawaban terhadap beragam pertanyaan dari para guru.

    Secara garis besar, beberapa kelebihan menerapkan cara demonstrasi di dalam pembelajaran antara lain:

    • Membantu peserta didik memahami secara jelas terkait jalannya proses atau cara kerja sebuah objek.
    • Memudahkan peserta didik dalam mencerna informasi atau penjelasan dari guru.
    • Kesalahan atau kurang optimalnya metode ceramah di kelas bisa diperbaiki dengan melakukan pengamatan secara konkret. Misalnya dengan langsung menghadirkan objek yang sebenarnya.
    • Peserta didik tidak mudah lupa terhadap materi atau informasi yang mereka dapatkan. Ini karena pada prosesnya mereka bukan sekadar mendengar uraian dari guru. Peserta didik juga memperhatikan bahkan ikut dalam proses pelaksanaan metode tersebut.
    • Mudah menarik perhatian peserta didik sehingga mereka lebih fokus terhadap materi pelajaran.
    • Membuat suasana kelas yang nyaman karena semuanya memperhatikan penjelasan guru.
    • Tercipta sebuah pembelajaran student-centered atau pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

    Kekurangan Metode Demonstrasi

    Sementara itu, beberapa kekurangan metode tersebut antara lain:

    • Memerlukan kemampuan yang mumpuni dari guru di dalam menjelaskan dan memperagakan materi secara menarik. Untuk itu, guru perlu melakukan persiapan terlebih dahulu.
    • Metode ini memerlukan bahan, peralatan, serta tempat yang memadai. Ini artinya, bisa jadi pihak pengajar harus mengeluarkan biaya lebih mahal daripada menerapkan metode ceramah di kelas.

    Langkah Menerapkan Metode Demonstrasi

    Setelah memahami pengertian serta manfaatnya, berikut langkah-langkah bagi yang ingin menerapkan metode tersebut dalam pembelajaran di kelas.

    1. Tahap Persiapan

    Beberapa persiapannya antara lain:

    • Merumuskan tujuan yang ingin dicapai.
    • Siapkan langkah-langkah yang nanti akan dilakukan.
    • Lakukan uji coba terlebih dahulu (opsional).

    2. Tahap Pelaksanaan

    Lalu untuk tahap pelaksanaannya terbagi menjadi tiga tahap, yaitu pembukaan, pelaksanaan, serta tahap mengakhiri.

    a. Tahap Pembukaan

    • Pertama, pengajar perlu mengatur tempat duduk peserta didik. Pastikan mereka mampu memperhatikan secara jelas materi yang akan pengajar sampaikan dengan metode tersebut.
    • Kedua, jelaskan seputar tujuan pembelajaran.
    • Selanjutnya, kemukakan tugas apa saja yang harus peserta didik kerjakan.

    b. Tahap Pelaksanaan

    • Mulailah metode demonstrasi dengan aktivitas yang mampu merangsang peserta didik untuk berpikir. Contohnya dengan memancing mereka menggunakan pertanyaan teka-teki. Dengan begitu mereka mulai tertarik untuk memperhatikan demonstrasi.
    • Ciptakan suasana kelas yang nyaman dan sejuk. Buat para peserta didik rileks dan tidak tegang.
    • Pastikan seluruh peserta didik mengikuti alur atau jalannya demonstrasi.
    • Beri kesempatan pada mereka untuk terus aktif memikirkan secara lebih lanjut terkait apa yang mereka lihat berdasarkan proses demonstrasi yang dilakukan.

    c. Tahap Mengakhiri

    • Memberi tugas berkaitan dengan aktivitas atau pelaksanaan demonstrasi.
    • Melakukan evaluasi bersama terkait jalannya proses pembelajaran dengan metode tersebut. Selanjutnya perlu ada perbaikan sehingga mampu mengatasi kendala yang ada.

    Kesimpulan

    Sekian pembahasan seputar metode demonstrasi. Kesimpulannya, ini merupakan salah satu cara efektif yang bisa diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Peserta didik akan lebih aktif dan materi yang pihak pengajar sampaikan jadi lebih mudah mereka pahami.