Category: Metode Analisis

  • Variabel Independen: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya

    Variabel Independen: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya

    Variabel penelitian menjadi hal penting yang perlu Anda tentukan saat melakukan pengamatan atau penelitian tertentu. Umumnya, terdapat variabel independen atau variabel bebas dan variabel dependen atau variabel terikat. Variabel independen adalah bagian dari penelitian yang penting dan perlu Anda susun sebelum penelitian.

    Lalu, sebenarnya apa pengertian dari komponen penelitian yang satu ini? Bagaimana ciri-ciri dan cara menentukan variabel bebas ini? Simak penjelasan berikut ini.

    Pengertian Variabel Independen

    Variabel independen adalah jenis variabel yang dapat mempengaruhi faktor terpilih yang nantinya akan diukur atau diteliti oleh seorang peneliti. Hal ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami hubungan antara sesuatu hal yang sedang diamati.

    Secara umum, jenis variabel ini dapat mengalami perubahan yang dapat disesuaikan dengan kondisi penelitian terpilih. Oleh karena itu, variabel independen adalah salah satu dari variabel penelitian yang harus ada untuk memperoleh kesimpulan yang tepat pada sebuah penelitian.

    Manfaat  Variabel Independen

    Variabel penelitian, termasuk variabel independen, tentunya memiliki manfaat untuk kelangsungan eksperimen. Adapun manfaat dari variabel independen yang menjadi acuan bagi peneliti saat melakukan penelitian, antara lain:

    1. Landasan Penelitian

    Sesuatu hal yang dikatakan sebagai variabel terutama yang bersifat bebas (independen) menjadi landasan dalam sebuah penelitian. Hal ini karena variabel tersebutlah yang menunjukkan komponen yang perlu diubah untuk mengetahui suatu korelasi tertentu.

    2. Membedakan Objek Satu dengan yang Lain

    Umumnya, objek dalam sebuah penelitian dapat dibedakan satu sama lain meskipun berada dalam satu populasi. Hal ini dapat dimisalkan seperti mawar yang merupakan bagian dari populasi bunga. Namun, mawar masih memilih jenis yang berbeda sehingga terdapat perbedaan antara mawar satu dengan yang lain. 

    Perbedaan ini dapat dilihat dari bentuk morfologi dan warna dari tanaman tersebut. Perbedaan tersebut yang disebut sebagai variabel dan akan menjadi pembeda antara objek satu dengan lainnya.

    3. Pedoman dalam Menentukan Alat dan Bahan

    Variabel independen pada sebuah penelitian juga berfungsi sebagai pedoman untuk menentukan apa saja alat dan bahan yang diperlukan. Tidak hanya itu, peneliti juga bisa menentukan seberapa banyak bahan yang digunakan untuk kebutuhan penelitian melalui penentuan variabel independen.

    Karakteristik Variabel Independen

    Setelah mengetahui bagaimana ciri-ciri dari variabel penelitian, maka Anda juga perlu mengetahui karakter dari variabel independen adalah:

    • Jenis variabel ini dalam penelitian sering disebut sebagai variabel bebas yang dapat memberikan pengaruh terhadap variabel dependen. Dalam persamaan matematika, kedua variabel tersebut dapat digambarkan sebagai b = f (a), a merupakan variabel independen.
    • Disebut juga sebagai variabel prediktif dalam dunia statistika yang artinya variabel bebas memang sengaja dimanipulasi oleh seorang peneliti untuk mengetahui dan mengamati hubungan dalam sebuah penelitian.
    • Mempunyai kemampuan kompleksitas karena menyebabkan munculnya kebingungan. Terdapat beberapa pendapat yang mengatakan bahwa variabel bebas tidak bergantung pada jenis manipulasi.

    Cara Membuat Variabel Independen

    Penentuan variabel dalam sebuah penelitian dapat dilakukan dengan menyusun kata-kata yang berhubungan dengan topik penelitian. Tentunya hal ini memerlukan latihan supaya setiap kata yang tersusun dapat mewakili maksud dari penelitian.

    Secara umum, perlu diingat bahwa variabel independen adalah variabel yang dapat mempengaruhi variabel dependen. Variabel independen juga memiliki sifat tidak dapat dipengaruhi oleh variabel dependen.

    Oleh karena itu, sebenarnya variabel penelitian ini dapat ditentukan sesuai dengan topik penelitian Anda. 

    Misalnya pada penelitian “Pengaruh Konsentrasi Minyak Atsiri Terhadap Aktivitas Antioksidan Sediaan Gel”, berarti variabel dependen pada penelitian ini adalah aktivitas antioksidan gel. Sedangkan variabel independen pada penelitian tersebut yakni konsentrasi minyak atsiri. 

    Hal ini karena konsentrasi minyak atsiri menjadi salah satu aspek yang dapat diubah-ubah oleh peneliti.

    Secara teoritis, apabila semakin tinggi konsentrasi minyak atsiri dalam sediaan gel, maka aktivitas antioksidan pada sediaan tersebut juga semakin tinggi. Dengan begitu terdapat hubungan yang linear antara konsentrasi minyak atsiri dengan aktivitas antioksidan gel.

    Contoh Variabel Independen

    Untuk memantapkan pemahaman Anda mengenai variabel bebas atau independen terdapat beberapa contoh yang bisa Anda pahami, yakni:

    1. Pengaruh Konsentrasi HPMC Terhadap Sifat Fisik Gel

    Pada topik penelitian ini, variabel terikat atau dependen adalah sifat fisik gel yang dapat dipengaruhi oleh variabel independen yang berupa konsentrasi HPMC. Dalam hal ini, HPMC merupakan komponen yang konsentrasinya dapat diubah oleh peneliti.

    Dengan begitu, penambahan atau pengurangan konsentrasi HPMC memberikan pengaruh terhadap kondisi sifat fisik gel. Sedangkan sifat fisik gel tidak bisa mempengaruhi konsentrasi HPMC.

    2. Pengaruh Pemberian Natrium Diklofenak Terhadap Inflamasi pada Kaki Mencit

    Pada penelitian ini, komponen yang berfungsi sebagai variabel independen adalah pemberian natrium diklofenak yang mempengaruhi variabel dependen yakni inflamasi pada kaki mencit. Hal ini menunjukkan bahwa ada perubahan pada kondisi inflamasi saat pemberian natrium diklofenak.

    3. Hubungan Pemberian Antibiotik A, B, C Terhadap Aktivitas Propionibacterium acnes

    Variabel independen selanjutnya yang ada pada topik penelitian ini adalah pemberian antibiotik A, B, C yang dapat memengaruhi aktivitas Propionibacterium acnes sebagai variabel dependen. 

    Variabel independen ditunjukkan dengan jenis antibiotik A, B, C yang diberikan pada bakteri dan dilihat pengaruhnya terhadap P. acnes.

    4. Hubungan Lingkungan Kebersihan Sekolah dengan Kefokusan Belajar Siswa

    Topik penelitian ini memiliki bahasan tentang kondisi kebersihan  lingkungan  sekolah. Variabel ini dapat memengaruhi variabel dependen yakni kefokusan belajar siswa.

    Dengan berbagai macam kondisi lingkungan sekolah yang bisa diubah-ubah oleh peneliti, dapat diperoleh hasil kefokusan siswa dalam belajar. Namun, variabel terikat (dependen) di sini tidak dapat memengaruhi variabel bebas (independen).

    5. Pengaruh Penambahan Pupuk A, B, C Terhadap Kesuburan Tanaman Sawo

    Variabel independen pada topik ini yakni adanya penambahan pupuk A, B, C yang berpengaruh terhadap kesuburan tanaman sawo. Dalam hal ini, peneliti dapat mengubah jenis pupuk yang diberikan pada tanaman sawo untuk mengetahui pupuk mana yang memberikan hasil tanaman terbaik.

    6. Penggunaan Antibiotik sebagai Terapi Pernapasan Pasien di Rumah Sakit X

    Pada penelitian ini, variabel independen adalah dampak yang ditunjukkan dengan adanya penggunaan antibiotik yang berpengaruh terhadap terapi pernapasan pasien. Dalam hal ini, antibiotik yang digunakan dapat diubah-ubah oleh peneliti.

    7. Uji Resistensi Staphylococcus aureus Terhadap Antibiotik Eritromisin, Siprofloksasin, dan Amoksisilin

    Pada topik penelitian ini, variabel independen adalah antibiotik eritromisin, siprofloksasin, dan amoksisilin yang berpengaruh terhadap resistensi Staphylococcus aureus. Hal ini menunjukkan bahwa variabel yang dapat diubah adalah jenis antibiotik yang berpengaruh terhadap resistensi bakteri.

    8. Pengaruh Fisioterapi Terhadap Kesehatan Pasien Stroke

    Pada topik penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa adanya fisioterapi merupakan variabel independen yang dapat mempengaruhi kesehatan pasien stroke. Dengan begitu, dapat diperoleh hasil berupa kesehatan pasien yang semakin memburuk atau membaik setelah memperoleh tindakan fisioterapi.

    Sudahkah Anda Memahami Apa Itu Variabel Independen?

    Dari beberapa penjelasan dan contoh yang telah dijelaskan, sudahkah Anda memahami cara membuat variabel bebas? Tentunya variabel independen adalah komponen penting yang perlu Anda tentukan sebelum melakukan penelitian.

  • Pengertian Non Probability Sampling dan Jenis-Jenisnya

    Pengertian Non Probability Sampling dan Jenis-Jenisnya

    Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih sebagai subjek penelitian dan menjadi representasi dari populasi tersebut. Di dalam proses penelitian yang dilakukan, peneliti biasanya akan menerapkan teknik tertentu, salah satunya adalah Non Probability Sampling.

    Pengertian Non Probability Sampling

    Non Probability Sampling adalah sebuah teknik sampling yang memberikan peluang maupun kesempatan tak sama untuk setiap unsur atau anggota populasi agar dijadikan sebagai sampel. Elemen sampling dipilih dengan berdasarkan kebijakan atau preferensi peneliti itu sendiri.

    Dalam teknik sampling ini, pemilihan sampelnya memang tidak secara acak. Lalu untuk temuannya pun juga tidak dapat langsung digeneralisasikan sebagai hasil penelitian terhadap sebuah populasi. 

    Adapun tujuan melaksanakan penelitian dengan teknik Non Probability Sampling adalah untuk melakukan generalisasi terhadap populasi yang sifatnya tidak terlalu penting daripada penemuan yang didapatkan saat melakukan penelitian. 

    Tujuan lainnya bisa juga karena peneliti mengalami hambatan-hambatan tertentu yang membuatnya harus mengembangkan sumber daya yang dimilikinya.

    Kelebihan Non Probability Sampling

    Beberapa kelebihan Non Probability Sampling adalah seperti berikut:

    1. Lebih Praktis dan Kondusif dalam Menyebarkan Survei

    Teknik ini cenderung lebih kondusif serta praktis untuk peneliti saat menyebarkan survei. Saat dilakukan secara benar, maka hasil pengambil sampel akan jadi berkualitas.

    2. Lebih Efektif dan Efisien

    Memperoleh respons dengan melalui Non Probability Sampling cenderung lebih cepat serta hemat biaya. Responden penelitian akan merespons secara cepat daripada subjek penelitian yang ditentukan secara acak. Ini karena mereka mempunyai motivasi tinggi untuk ikut berpartisipasi.

    3. Bisa Menargetkan Kelompok Tertentu

    Kelebihan metode sampling ini juga mampu menargetkan kelompok dari jenis sampel maupun populasi tertentu. Tentu saja cara ini cenderung lebih fleksibel untuk penelitian.

    Jenis Non Probability Sampling

    Beberapa jenis dari metode sampling ini yaitu:

    1. Opportunity Sampling/Accidental Sampling/Convenience Sampling

    Pada jenis pertama ini, sampel dipilih dengan berdasarkan ketersediaan. Metode penelitian tersebut berfokus pada kemudahan akses terhadap subjek penelitian. Misalnya melakukan survei pelanggan yang ada di mall maupun melakukan survei orang yang sekadar lewat di jalan.

    Metode sampling ini juga disebut convenience sampling karena peneliti merasa mudah saat melakukan sampling serta berhubungan dengan subjek. Jika ingin melakukan penelitian tapi mengalami keterbatasan sumber daya, maka convenience sampling bisa menjadi pilihan.

    2. Judgment Sampling/Purposive Sampling

    Berikutnya, jenis Non Probability Sampling adalah judgment sampling. Jenis pengambilan sampling yang satu ini juga cukup populer. Ada juga yang menyebutnya sebagai sampel subjektif atau selektif karena menyesuaikan terhadap penilaian peneliti saat menentukan siapa yang dipilih untuk berpartisipasi.

    Jadi, peneliti bisa secara implisit menentukan sampel perwakilan atau sampel representatif yang sesuai kebutuhannya. Selain itu, peneliti juga bisa melakukan pendekatan secara khusus terhadap individu yang mempunyai karakteristik tertentu. Pendekatan seperti ini kerap dipilih media di dalam menemukan opini publik serta melakukan penelitian kualitatif.

    Jenis sampling kali ini dinilai lebih menghemat waktu serta biaya. Akan tetapi, cenderung rentan mengalami kesalahan penelitian serta bias. Meskipun potensinya luas, namun belum tentu representatif.

    3. Voluntary Sampling

    Sesuai namanya, voluntary sampling ini dilakukan dengan mengambil subjek secara sukarela. Biasanya subjek tersebut yang menawarkan diri untuk menjadi sampel penelitian. Ini terjadi karena mereka tertarik dengan topik atau survei yang dilakukan. 

    Kemudian tanpa peneliti minta pun, banyak subjek yang bersedia mengisi survei dan kemungkinan besar mereka akan memberi jawaban objektif terhadap topik survei tersebut.

    4. Quota Sampling

    Berikutnya ada quota sampling yang melakukan pengambilan sampel dengan berdasar pada standar yang sebelumnya telah ditetapkan. Teknik tersebut menentukan sampel representatif dari sebuah populasi dengan ketentuan atau kriteria tertentu.

    Adapun karakteristik maupun proporsi sifat di dalam sampel tersebut harus sesuai dengan populasi. Jadi, peneliti akan mulai membuat standar penetapan atau kriteria sampling terlebih dahulu. Kemudian mencari subjek yang memenuhi kriteria tersebut.

    5. Referral Sampling/Snowballing Sampling

    Jenis yang terakhir adalah snowballing sampling. Metode sampling ini merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan berdasarkan situasi atau kondisi di mana populasinya sama sekali tak diketahui (unknown) dan jarang.

    Biasanya peneliti akan meminta bantuan elemen pertama yang sebelumnya ditunjuk untuk populasi. Selanjutnya meminta elemen pertama tersebut untuk menunjuk atau merekomendasikan elemen lainnya yang sesuai deskripsi atau kebutuhan sampel, begitu seterusnya.

    Jadi, snowballing atau referral sampling ini akan terus berlanjut. Ukuran populasinya pun akan terus meningkat seperti bola salju.

    Sudah Paham Apa Itu Non Probability Sampling?

    Jadi, pada hakekatnya Non Probability Sampling adalah teknik yang tidak bergantung terhadap pengacakan. Teknik tersebut lebih mengandalkan kemampuan dari seorang peneliti di dalam memilih elemen sampel.

    Kemudian hasil pengambilan dari beragam jenis populasi serta sampel tersebut mungkin bias. Bisa juga malah mempersulit seluruh elemen populasi dalam menjadi bagian sampel secara merata.

  • Evaluasi: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Tahapannya

    Evaluasi: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Tahapannya

    Evaluasi adalah salah satu bagian dari tahapan untuk mencapai tujuan. Proses ini sangat diperlukan oleh banyak kalangan, mulai dari pendidikan, organisasi hingga pekerjaan kantor. Karena itu, mari mengenal lebih dalam tentang apa itu evaluasi, fungsi, tujuan, hingga bagaimana tahapan melakukannya! 

    Apa Itu Evaluasi?

    Pada dasarnya, evaluasi adalah sebuah proses untuk mengkaji suatu program, kebijakan, organisasi atau apapun yang berkaitan dengan hal tersebut. Proses ini dilakukan untuk memperbaiki kinerja yang lalu atau memaksimalkan adanya suatu kinerja tertentu.

    Menurut para ahli, salah satunya adalah Frutchey, evaluation merupakan proses untuk mengumpulkan data, informasi, penetapan kriteria dan pembentukan nilai yang dilakukan secara berangkai. Dari kegiatan tersebut akan ditarik satu kesimpulan dan pengambilan keputusan pelaksanaan informasi.

    Menurut Worthen dan Sanders, evaluation merupakan kegiatan untuk mencari sesuatu yang berharga atau worth. Sesuatu tersebut bisa meliputi sebuah program tertentu atau alternatif dari program yang sudah ada. Oleh karena itu, evaluation bukan menjadi hal yang baru dalam bermasyarakat.

    Lalu, menurut Curtiss dan B Floyd, evaluation merupakan sebuah kegiatan proses penilaian terhadap sesuatu. Penilaian tersebut bisa berupa penilaian positif, negatif, maupun netral. Hal tersebut karena, selama proses ini orang akan mengambil keputusan terkait nilai dan manfaatnya.

    Sedangkan, menurut Abdul Basir, evaluation adalah proses pengumpulan data yang dilakukan secara deskriptif, informatif dan prediktif. Kegiatan tersebut dapat terjadi secara sistematik dan bertahap untuk menemukan suatu kebijakan baru dalam hal pendidikan.

    Fungsi Evaluasi

    Setelah memahami apa itu evaluasi baik secara umum maupun dari ahli, kini saatnya Anda mengenal berbagai macam fungsinya yang berguna untuk organisasi. Berikut uraiannya:

    1. Fungsi Selektif

    Fungsi selektif pada proses ini adalah untuk menyeleksi suatu hal yang perlu dan tidak perlu. Evaluation dapat Anda lakukan untuk mempertimbangkan siapa orang yang berhak naik jabatan, siapa orang yang perlu dikeluarkan, dan lain sebagainya. 

    Selain itu, Anda juga bisa melakukan seleksi pada suatu objek seperti pemilihan bahan material terbaik untuk produksi atau pemilihan target pasar terbaik. Proses seleksi ini umumnya dilakukan dengan musyawarah mufakat serta pemungutan suara terbanyak. 

    2. Fungsi Diagnosa

    Fungsi diagnosa adalah untuk menganalisis kelebihan dan kekurangan suatu subjek atau objek tertentu. Hal tersebut bisa Anda lakukan untuk melakukan penilaian terhadap calon karyawan. Tentu, Anda pasti memiliki kriteria khusus untuk seorang karyawan yang akan perusahaan rekrut.

    Anda dapat menganalisis kelebihan dan kekurangannya menggunakan diagnosa ini. Kumpulkan sebanyak-banyaknya data dari subjek untuk pertimbangan yang lebih meyakinkan.

    3. Fungsi Penempatan

    Apa itu fungsi penempatan dalam evaluasi? Fungsi ini berlaku untuk sebuah organisasi dan perusahaan dalam menempatkan sumber daya manusia yang ada. Pada sebuah organisasi pasti terdapat beberapa posisi yang harus terisi oleh orang dengan kualifikasi tertentu yang disyaratkan.

    Adanya evaluation dapat membantu proses penempatan sumber daya manusia ini sesuai dengan posisi yang bersangkutan. Tentu dengan dukungan data dan riwayat yang terpercaya.

    4. Fungsi Pengukuran Keberhasilan

    Suatu organisasi atau program pasti memiliki sebuah visi dan misi tertentu yang perlu dicapai. Adanya kegiatan evaluation ini berfungsi untuk memonitoring atau mengukur tingkat keberhasilan tersebut. Agar dapat melakukannya, Anda dapat menerapkan sistem berkala baik per minggu maupun per bulan.

    Tujuan Adanya Evaluasi

    Setelah mengetahui apa itu evaluasi dan fungsinya, selanjutnya adalah mengenal tujuan dari kegiatan tersebut. Berikut ini adalah beberapa tujuan dari evaluation yang dapat Anda jadikan sebagai acuan:

    • Bertujuan untuk mengukur pemahaman atau penguasaan seseorang terhadap suatu hal yang ditugaskan atau dibebankan kepadanya.
    • Mengetahui apa saja kesulitan atau rintangan yang ada selama menjalankan sebuah pekerjaan atau sebuah program. Sehingga dapat menemukan solusi atas hal tersebut.
    • Berguna sebagai wadah untuk mengetahui tingkat efektivitas dan efisiensi suatu kegiatan atau sistem yang telah berjalan. Dari segi perencanaan program maupun sumber daya manusia yang ada.
    • Menjadi umpan balik dan wadah untuk memperoleh informasi penting dari berbagai sudut untuk memperbaiki sebuah kekurangan. Hal tersebut dapat Anda jadikan sebagai acuan melangkah di masa yang akan datang.
    • Bertujuan untuk memberikan ide dan metode terbaru dari beberapa sudut pandang dalam menjalankan sebuah kebijakan
    • Menampilkan pencapaian dari suatu tujuan. Sehingga anggota organisasi dapat mengetahui seberapa jauh tujuan tersebut telah tercapai. Jika masih jauh, maka mereka dapat menentukan performa kerja mana yang perlu mereka tingkatkan.
    • Bertujuan untuk menelaah suatu kelemahan yang terdapat pada proses kerja, serta penyebabnya. Hal tersebut berguna untuk menyingkirkan penyebab atau mengambil langkah lain agar dapat menghindari penyebab.

    Tahapan Evaluasi

    Setelah melihat penjelasan apa itu evaluasi, tentu Anda memahami bahwa kegiatan sendiri tidak bisa terjadi secara spontan. Hal tersebut karena, proses ini memiliki tujuan yang terarah. Oleh karena itu, berikut ini adalah beberapa gambaran dari tahapan evaluation yang bisa Anda jadikan sebagai acuan:

    1. Menentukan Topik Evaluasi

    Tahap pertama dan yang paling penting dalam melakukan evaluation adalah menentukan topik. Topik ini bisa berupa program kerja, sebuah permasalahan mendadak, ataupun penilaian kinerja dari sebuah organisasi yang ada dan dilakukan secara berkala. 

    Misalnya, sebuah organisasi memiliki program kerja tahunan atau bulanan. Maka, hal tersebut bisa menjadi topik evaluasi berkala. Atau, jika tiba-tiba muncul permasalahan terkait kinerja seperti perselisihan antar anggota, maka hal tersebut juga bisa menjadi topik evaluasi bersama.

    2. Merancang Kegiatan

    Evaluasi tidak dapat berjalan dengan lancar jika tidak ada rancangan kegiatan yang dilakukan. Adanya rancangan kegiatan ini bertujuan agar evaluasi berjalan dengan teratur dan tujuannya dapat tercapai. 

    Rancangan kegiatan untuk melakukan forum evaluation bisa meliputi beberapa hal berikut ini: 

    • Penunjukan ketua forum untuk memimpin jalannya evaluation.
    • Penunjukan notulen untuk merangkum hasil evaluation.
    • Pembukaan forum evaluation oleh ketua forum.
    • Pemaparan data atau kasus studi yang perlu anggota diskusikan secara mendalam. 
    • Diskusi terbuka, bisa berlangsung dengan bebas atau dilakukan penunjukan bergantian kepada anggota untuk menyampaikan pendapatnya.
    • Diskusi untuk memperbaiki masalah, atau menerapkan suatu sistem baru.
    • Penarikan kesimpulan evaluation oleh notulen yang telah ditunjuk.
    • Penutupan forum evaluation.

    Kegiatan di atas merupakan gambaran besar saja. Anda bisa melakukan modifikasi lebih detail dan dapat Anda sesuaikan dengan keadaan forum.

    3. Pengumpulan Data

    Apa itu tahapan evaluasi ketiga? Setelah rancangan acara sudah terbuat, maka selanjutnya adalah pengumpulan data. Pengumpulan data berguna agar proses evaluation dapat berjalan lebih objektif berdasarkan data dan keadaan yang ada. Evaluation yang berjalan objektif lebih mudah untuk mencapai kata sepakat. 

    Pengumpulan data dapat Anda lakukan dari berbagai sumber untuk mendapatkan data yang komprehensif. Misalnya, ada permasalahan penurunan penjualan. Maka, Anda dapat mengumpulkan data penjualan dari jangka waktu yang luas, serta dari beberapa tempat berbeda.

    4. Analisis Data

    Setelah mendapatkan sejumlah data yang cukup, selanjutnya Anda dapat melakukan analisis data. Analisis data ini penting untuk membandingkan data satu dengan yang lain. Tujuannya untuk menarik kesimpulan dari banyak data, maupun untuk melihat kesalahan yang bisa jadi terdapat pada data tersebut.

    Anda dapat melakukan analisis data dengan bantuan aplikasi tertentu. Seperti Microsoft Excel atau Minitab jika data tersebut adalah data kuantitatif. Namun, apabila data tersebut adalah data kualitatif, Anda perlu menganalisanya satu per satu. 

    Oleh karena itu, usahakan data yang Anda jadikan sebagai materi evaluation adalah data dalam bentuk kuantitatif. Jika data kualitatif, Anda bisa mengubahnya ke dalam range angka untuk mempermudah pengolahan.

    5. Hasil

    Setelah melakukan analisa data dan diskusi yang matang terkait suatu topik permasalahan, selanjutnya Anda akan mendapatkan hasil juga kesimpulan. Hasil evaluation dapat Anda tarik berdasarkan musyawarah bersama dan perolehan data yang telah Anda analisa dengan baik.

    Hasil ini akan notulen jabarkan agar semua pihak dapat mengetahuinya. Tentu saja dengan harapan hasil evaluation dapat membawa perubahan serta dapat dilaksanakan secepat-cepatnya.

    Sudah Memahami Apa Itu Evaluasi?

    Sekian ulasan mengenai apa itu evaluasi, fungsi, tujuan, hingga tahapan melakukannya. Adanya proses evaluation dalam sebuah perkumpulan akan sangat membantu untuk mencapai sebuah target. Oleh karena itu, lakukan proses evaluation dengan baik dan benar, ya!

  • Cara Menghitung Standar Deviasi dengan Metode Manual dan Excel

    Cara Menghitung Standar Deviasi dengan Metode Manual dan Excel

    Standar deviasi atau juga dikenal dengan istilah simpangan baku merupakan salah satu ilmu statistik yang tujuannya untuk mengukur tingkat kedekatan serta kesamaan dalam kelompok. Oleh sebab itu, penting untuk kamu mengetahui cara menghitung standar deviasi, agar bisa mendapatkan ukuran yang tepat.

    Sekilas Tentang Standar Deviasi

    Standar deviasi merupakan perhitungan dalam statistik yang digunakan untuk menentukan kedekatan sebaran data dalam sampel dan kedekatan data individu dengan rata-rata nilai atau mean dari sampel tersebut.

    Perhitungan deviasi memang dipakai oleh para ahli statistik untuk mencari tahu sampel data yang sudah diambil dan mewakili keseluruhan dari populasi. Sebab, mencari data yang benar dalam sebuah populasi tidak mudah. Maka dari itu, harus menggunakan standar deviasi agar mempermudah prosesnya.

    Selain ranah statistik, standar deviasi juga berperan penting terhadap dunia investasi atau bisnis.

    Di dunia investasi, perhitungan menggunakan deviasi standar berfungsi untuk bantu mengetahui jumlah risiko dan volatilitas yang berkaitan dengan kegiatan investasi. Jadi, para investor bisa mengetahui kestabilan angka saat mengembalikan dana investasi melalui cara menghitung standar deviasi.

    Rumus Standar Deviasi

    Seperti perhitungan statistika lainnya, standar deviasi juga memiliki rumus yang digunakan sebagai acuan dasar saat melakukan perhitungan, baik untuk kegiatan penelitian atau investasi. Rumus tersebut adalah:

    Keterangan:

    • s merupakan simbol dari standar deviasi.
    • n adalah simbol dari jumlah atau total keseluruhan data.
    • y2 merupakan nilai kuadrat dari jumlah data (i= 1,2,3,…,n).
    • y adalah keseluruhan data.

    Dalam buku Investigasi dan Pengendalian Wabah di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Kathleen Meehan Arias menyatakan bahwa standar deviasi merupakan akar kuadrat dari varians yang jumlah nilainya tidak pernah negatif.

    Artinya, jika nilai dalam kumpulan data mendekati nilai rata-rata atau mean, maka standar deviasi akan berubah menjadi kecil. Sebaliknya, jika nilai dalam data tidak mendekati mean, maka standar deviasi akan jadi besar.

    3 Cara Menghitung Standar Deviasi

    Perhitungan standar deviasi bisa dilakukan dengan 3 cara, yaitu manual, kalkulator, dan excel. Agar lebih paham bagaimana cara menghitungnya yang benar berdasarkan masing-masing metodenya, simak rangkuman berikut ini!

    1. Cara Menghitung Standar Deviasi Secara Manual

    Perhitungan manual masih menjadi metode yang paling umum dilakukan. Metode ini tentu saja berpatokan pada rumus standar deviasi yang sudah dijelaskan di atas. Berikut cara menghitungnya secara manual:

    • Menentukan mean atau nilai rata-rata. Caranya adalah menjumlahkan nilai keseluruhan data. Setelah itu, dibagi dengan jumlah data.
    • Selanjutnya mencari nilai varian. Caranya adalah mengurangi nilai rata-rata atau mean dari nilai data.
    • Langkah berikutnya melakukan pengkuadratan dari masing-masing nilai yang sudah diperoleh. Kemudian, jumlahkan hasilnya.
    • Lakukan pembagian antara hasil penjumlahan tadi dengan jumlah titik data yang kemudian dikurangi satu.
    • Mencari akar kuadrat dari hasil pembagian tadi. Hasil dari akar kuadrat ini merupakan nilai dari standar deviasi.

    Perhitungan menggunakan cara manual harus mengikuti rumus standar deviasi yang berlaku. Selain itu, juga harus memahami komponen-komponen di dalamnya agar mempermudah perhitungan nantinya.

    Meski sedikit rumit, perhitungan manual dinilai efektif, karena langsung berpatokan pada rumus standar deviasi. Sehingga, hasil dari perhitungannya dianggap lebih efektif.

    2. Cara Mencari Standar Deviasi Menggunakan Kalkulator

    Mencari standar deviasi juga bisa menggunakan kalkulator, yaitu alat bantu perhitungan. Seiring berkembangnya teknologi, sudah banyak kalkulator yang memiliki berbagai tombol dan kegunaan, salah satunya untuk menghitung deviasi. Berikut caranya:

    • Tekan tombol mode statistik. Caranya menekan tombol angka 3 (STAT).
    • Selanjutnya, tekan tombol angka 2 (VAR 1).
    • Masukkan data yang akan dihitung, kemudian tekan simbol (=), angka, (=), dan seterusnya hingga angka di dalam data habis.
    • Lanjutkan dengan menekan tombol (=) untuk menghitung keseluruhan data tadi.
    • Kemudian, tekan tombol kalkulator AC, lanjutkan dengan menekan tombol Shift.
    • Setelah itu, tekan tombol angka 1 (STAT), 4 (VAR), dan 3 (σ x). Lalu, tekan tombol (=) di kalkulator untuk mengetahui hasil akhirnya.

    Perhitungan standar deviasi menggunakan kalkulator terlihat seperti tidak menggunakan rumus, faktanya langkah-langkah di atas merupakan cara sederhana yang masih berpatokan pada rumus standar deviasi.

    Sebagai catatan, metode ini bisa dilakukan jika kalkulator memang mendukung fitur-fitur ilmu statistik. Jika tidak ada, maka perhitungan standar deviasi menggunakan kalkulator tidak bisa dilakukan.

    Jadi, metode perhitungan menggunakan kalkulator tidak bisa dilakukan di semua jenis kalkulator. Perhitungan ini hanya bisa dilakukan menggunakan kalkulator yang sudah didukung fitur statistik, sehingga langkah-langkah perhitungan di atas bisa diterapkan.

    3. Menghitung Standar Deviasi Menggunakan Excel

    Metode perhitungan standar deviasi terakhir adalah menggunakan excel. Ini merupakan metode kekinian yang dinilai lebih cepat dan efektif. Sama seperti metode sebelumnya, cara menghitung standar deviasi menggunakan excel juga harus menggunakan rumus, yaitu:

    a. STDEV

    Rumus pertama ini bertujuan untuk mencari standar deviasi berupa data sampel dengan tidak melibatkan nilai logika atau teks.

    Cara penerapannya, yaitu menempatkan kursor di kolom yang akan dimasukkan standar deviasi. Kemudian, input formula =STDEV. Setelah itu, blok keseluruhan data range yang akan dihitung, lalu klik Enter.

    Jika hasil dari perhitungan di atas adalah 0 atau nol, maka data tersebut sudah sesuai dengan rata-rata dan mewakili sampel.

    Namun, saat ini formula STDEV pada excel kurang direkomendasikan, khususnya untuk mencari standar deviasi sampel dari keseluruhan populasi. Cara yang lebih efektif adalah menggunakan rumus atau formula =STDEV.P untuk populasi dan =STDEV.S untuk mencari sampel.

    b. STDEV.P

    Perhitungan menggunakan STDEV,P cukup mudah, yaitu memasukkan formula =STDEV.P(angka 1, angka 2, angka 3,…,n). Misalnya, populasi data ada 6, maka untuk mencari simpangan baku atau standar deviasinya adalah =STDEV.P(1,2,3,4,5,6).

    c. STDEV.S

    Sedangkan untuk mencari simpangan baku atau standar deviasi sampel dari keseluruhan data adalah menggunakan rumus atau formula =STDEV,S(angka 1, angka 2, angka 3,…,n).

    Misalnya, jumlah data yang tersedia ada 20. Namun, peneliti hanya akan mengambil 10 data sebagai sampel. Maka, cara menghitung standar deviasi menggunakan formula sampel adalah =STDEV.S(1,2,3,…,10).

    Perbedaan formula STDEV.S dengan STDEV.P adalah adanya pengurangan 1 di dalam formula STDEV.S. Jadi, hasilnya data akan berkurang, jika hanya menghitung jumlah sampelnya saja. Hal tersebut sesuai dengan rumus standar deviasi.

    Ada pula formula excel lain yang bisa dicoba untuk mencari standar deviasi yang melibatkan teks atau nilai logika, yaitu STDEV.A dan STDEV.PA. Caranya pun sama, yaitu meng-input formula tersebut, kemudian memasukkan data keseluruhan.

    Sudah Lebih Paham Cara Menghitung Standar Deviasi?

    Jadi, menentukan standar deviasi dalam proses analisis statistik dapat kamu lakukan dengan metode manual, menggunakan kalkulator, hingga dengan bantuan perangkat lunak Excel. Tentunya masing-masing metode perhitungan memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, jadi kamu bisa sesuaikan dengan kebutuhan.