Category: Musik

  • Kenali Tanda Tempo pada Lagu, beserta Jenis dan Karakteristiknya

    Kenali Tanda Tempo pada Lagu, beserta Jenis dan Karakteristiknya

    Kini banyak sekali para muda-mudi yang bercita-cita menjadi seorang pencipta lagu atau penyanyi. Tidak heran apabila kini begitu banyak pengetahuan mengenai kiat cara memulai profesi sebagai pencipta lagu. Salah satu pengetahuan penting untuk menggapai impian itu adalah mengetahui pengertian dari tanda tempo atau irama

    Istilah tersebut merupakan sebuah tanda vital yang wajib keberadaannya saat Anda mulai membuat musik. Sebab, tanpa tanda ini, musik yang Anda ciptakan akan terdengar amat datar. Bahkan, tidak akan menarik untuk didengar meskipun lagu tersebut memiliki lirik yang bagus. Yuk, simak untuk mengenalnya lebih dalam!

    Definisi Tanda Tempo

    Metronome Musik
    Metronome Musik | Sumber Gambra: CNN Indonesia

    Dari tulisan diatas, Anda memahami bahwa tanda tempo sangat signifikan keberadaannya, bukan? Lantas, apa pengertian lengkap dari tanda yang penting ini?

    Tempo adalah salah satu bagian dari musik yang berkenaan dengan ukuran kecepatan birama lagu. Tanda ini berfungsi untuk menentukan cepat atau lambatnya suatu lagu yang Anda nyanyikan atau mainkan. 

    Dengan demikian, tanda irama merupakan simbol yang menunjukkan kecepatan sebuah musik. Nantinya, tanda ini wajib Anda tulis dengan satuan metronome malze atau M.M.

    Jenis dan Contoh Tanda Tempo 

    Istilah Tempo
    Istilah Tempo | Sumber gambar: Dictio Community

    Karena memiliki peran penting untuk menentukan irama lagu, maka tanda ini pun terbagi menjadi empat jenis. Empat jenis tempo tersebut adalah lambat, sedang, cepat, dan perubahan. Adapun fungsi dari kecepatan tempo tersebut berbeda-beda. Nah, fungsi keempatnya akan Anda ketahui lebih jelas di ulasan berikut ini:

    1. Jenis Tempo Lambat

    Guna memberikan kesan yang syahdu saat menyanyikan lagu sedih, maka pencipta lagu umumnya memberikan tempo lambat untuk lagu jenis tersebut. Akan tetapi, jenis tempo ini pun terbagi menjadi empat, yaitu grave, largo, adagio, dan juga lento. Berikut penjelasannya:

    • Grave: Merupakan tanda tempo yang amat lambat dan terkesan khidmat (40-44 M.M).
    • Largo: Ini adalah tempo yang lambat dan terdengar agung (46-50 M.M).
    • Adagio: Merupakan sebutan untuk tempo yang sedikit lebih cepat dari tempo largo (52-54 M.M).
    • Lento: Julukan untuk tempo yang cukup cepat apabila berbanding dengan adagio (56-58 M.M).

    Penggunaan tempo lambat ini bisa Anda simak pada lagu nasional. Contohnya seperti Mengheningkan Cipta karya T. Prawit dan Tuhan Lindungi Ibu Pertiwi karya M.P. Siagian.

    2. Jenis Tempo Sedang

    Apabila tanda tempo lambat dapat Anda gunakan untuk menyanyikan lagu sedih atau syahdu, maka tempo sedang bisa Anda gunakan untuk menyanyikan lagu megah. Tempo ini terbagi menjadi empat, yaitu andante, andantino, maestoso, dan juga moderato. Berikut penjelasannya:

    • Andante: Ini adalah jenis tempo sedang yang kecepatannya dapat Anda samakan layaknya orang berjalan (72-76 M.M).
    • Andantino: Merupakan tempo yang sedikit lebih cepat dari andante (80-84 M.M).
    • Maestoso: Dapat Anda gunakan untuk lagu bertempo agung dan mulia (88-92 M.M).
    • Moderato: Bisa Anda terapkan untuk lagu yang lebih cepat daripada tempo maestoso (96-104 M.M)

    Pencipta lagu seperti W.R. Supratman mengaplikasikan tanda ini untuk lagunya yang berjudul Di Timur Matahari. Lagu yang berjudul Tukang Kayu oleh Daljono juga menerapkan tempo lambat.

    3. Jenis Tempo Cepat

    Untuk menciptakan lagu gembira dan semangat, Anda bisa menggunakan tempo yang cepat. Tempo cepat ini memiliki empat jenis tingkatan, dengan nama allegretto, allegro, vivace, dan juga presto

    Akan tetapi, walaupun umumnya jenis tempo cepat ada empat tingkatan, ada juga tingkatan yang jarang disebutkan bernama animato. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

    • Allegretto: Merupakan jenis tempo agak cepat dan terkesan riang (108-116 M.M).
    • Allegro: Sebuah tempo yang lebih cepat dari allegretto dan terkesan hidup serta riang (132-138 M.M).
    • Vivace: Memiliki karakteristik lebih cepat dan hidup daripada allegro (160-176 M.M).
    • Presto: Bisa Anda gunakan untuk lagu yang amat cepat (184-200 M.M).
    • Animato: Merupakan sebutan untuk tempo cepat yang bisa Anda aplikasikan untuk lagu yang penuh semangat (122-124 M.M).

    Lagu bertempo cepat dapat Anda simak pada karya L. Manik yang berjudul Di Laut. Pak Kasur juga menciptakan lagu bertempo cepat, dengan judul Kring, Kring, Kring. Sementara lagu dengan tempo animato bisa Anda dengarkan melalui karya Dua Lipa yang berjudul Hallucinate serta Don’t Start Now.

    4. Jenis Tempo Perubahan

    Selain adanya tanda tempo yang lambat, sedang, dan juga cepat, Anda bisa menemukan musik dengan tempo perubahan pula. Tempo ini biasanya akan penggubah gunakan untuk menciptakan lagu yang awalnya terkesan cepat. Namun, lambat laun menjadi lambat atau sebaliknya. 

    Tiga tingkatan yang ada pada tempo perubahan bernama rittenuto, ritardando, dan juga a tempo

    • Rittenuto: Biasa tertulis dengan singkatan rit dan memiliki karakteristik makin lama makin lambat.
    • Ritardando: Merupakan tempo yang makin lambat, namun lambatnya terjadi secara perlahan.
    • A Tempo: Ini adalah tempo yang kembali ke tempo semula sesudah mengalami beberapa kali perubahan.
    • Accelerando: Merupakan tempo yang biasa penggubah gunakan saat lagu berubah irama menjadi semakin cepat.
    • Stringendo: Dapat penggubah gunakan untuk lagu yang terkesan tergesa-gesa. Kemudian secara mendadak dapat berubah menjadi amat cepat

    Adapun lagu yang biasa menggunakan tempo perubahan umumnya merupakan lagu klasik. Contohnya adalah karya Chopin, yaitu Waltz no.10 in B minor op.69 no.2, atau karya Bach yang berjudul Prelude from Suite no.1 (for unaccompanied cello).

    Karakteristik Tanda Tempo

    Contoh Tanda Irama pada Lagu
    Contoh Tanda Irama pada Lagu | Sumber gambara: Haloedukasi.com

    Dari penjelasan jenis dan contoh tempo di atas, Anda juga bisa mengetahui tiga karakteristik pentingnya. Adapun ciri-cirinya dapat Anda simak melalui rincian berikut ini:

    1. Tertulis di Notasi Musik

    Karena keberadaan tempo sangat penting dalam penciptaan lagu, maka umumnya tempo terletak di bagian atas teks lagu. Peletakan tanda ini bertujuan untuk memberitahu pemusik cara memainkan lagu tersebut. Tempo juga biasanya tertulis dalam not balok atau not angka.

    2. Mempunyai Cara Penyebutan yang Berbeda

    Tanda tempo juga dapat pemusik rujuk melalui tiga cara yang berbeda. Misalnya, pemusik dapat menggunakan cara menghitung satuan dengan BPM atau ketukan per menit, melalui cara Italia, atau terakhir dengan cara modern.

    3. Tersusun Menggunakan Metronom

    Cara mengatur kecepatan dalam tempo pun tidak bisa Anda lakukan secara sembarangan. Anda wajib menggunakan alat hitung tempo khusus yang bernama metronome. Dari perhitungan tersebut, Anda bisa menemukan tempo yang tepat dengan satuan MM atau metronome malze.

    4. Berperan Penting dalam Komposisi Lagu

    Karena tempo merupakan bagian utama yang wajib ada pada sebuah musik, maka seorang penggubah lagu akan menuliskan tempo terlebih dahulu. Tanda irama tersebut akan mereka tuliskan di atas lembar komposisi sebagai penanda irama yang akan pemusik mainkan.

    Kiat Mengenali Hitungan Tempo

    Tempo Moderato
    Tempo Moderato | Sumber gambar: CNN Indonesia

    Karena tanda irama dalam sebuah lagu tak dapat Anda letakkan secara acak, maka Anda wajib menghitung kecepatan irama sesuai ketukan per menit. Ketukan per menit, atau juga biasa Anda kenal dengan nama beats per minute (BPM) ini akan menunjukkan kecepatan tempo, dan perekaman lagu pun dapat cepat selesai.

    Contohnya, ketika sebuah musik Anda putar menggunakan 60 BPM, artinya dalam waktu satu menit terdapat 60 ketukan pada musik tersebut. Sedangkan apabila sebuah lagu mempunyai tempo sebesar 120 BPM, maka jumlah ketukannya pun akan berlipat ganda.

    Cara Menghitung Tempo

    Anda juga bisa dengan mudah menghitung tempo lagu menggunakan dua cara sederhana. Berikut di antaranya:

    1. Ketika Mendengarkan Lagu

    Teknik sederhana pertama yang bisa Anda lakukan untuk menghitung tempo adalah dengan mendengarkan lagu. Tanpa keberadaan tanda tempo pun, Anda bisa melakukannya menggunakan ketukan kaki atau jari. Dengan begitu, Anda dapat mengenali seberapa cepat lagu tersebut melaju.

    2. Saat Membaca Teks Lagu

    Cara kedua untuk mengenali irama lagu adalah dengan membaca tanda yang telah tertulis di bagian kanan atau bawah judul. Biasanya, tanda tersebut tertulis dalam bahasa Italia. Namun, ada pula yang sudah berupa terjemahan. Nah, Anda bisa mengenali tempo melalui tulisan tersebut.

    Baca Juga : Kenali Bagian-bagian Gitar Serta Fungsi, Kamu Perlu Tahu!

    Sudah Paham Cara Mengenali Tanda Tempo?

    Setelah membaca rincian mengenai pengertian, jenis, contoh, hingga cara mengetahui tanda irama pada musik. Maka, apakah kini Anda dapat dengan mudah memahami penggunaannya? Memahami penggunaan tanda tempo bisa memudahkan Anda yang bercita-cita menjadi seorang penggubah lagu profesional.

    Anda juga dapat mempelajarinya secara perlahan dengan mencoba mendengarkan berbagai jenis lagu dan mencoba menghitung ketukannya. Kemudian, Anda bisa menentukan apakah tema lagu tersebut sesuai dengan jenis tempo yang penyanyi tersebut gunakan. Apa sekarang Anda sudah siap untuk menggubah lagu?

  • Mengenal Bagian-Bagian Keyboard Musik Serta Fungsinya

    Mengenal Bagian-Bagian Keyboard Musik Serta Fungsinya

    Keyboard termasuk dalam beragam instrumen musik modern yang populer di seluruh dunia. Dalam era kontemporer, penggunaan keyboard telah merambah ke berbagai genre musik di berbagai negara, khususnya di Indonesia. Mari eksplorasi bagian-bagian keyboard beserta fungsinya dalam seni pertunjukan musik secara lengkap di artikel ini!

    12 Bagian-bagian Keyboard Beserta Fungsinya

    Pada jenis accompaniment, terdapat bagian-bagian keyboard yang memiliki kesamaan dan perlu Anda pahami sebelum memainkannya. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

    1. Tombol On/Off

    Tombol On/Off
    (Tombol On/Off | Sumber Gambar : Freepik.com)

    Salah satu tombol yang perlu Anda perhatikan dari bagian-bagian keyboard adalah tombol power on/off. Tombol ini berguna untuk menghidupkan keyboard setelah terhubung ke sumber listrik dan juga untuk mematikannya ketika selesai Anda gunakan. 

    Biasanya, tombol on/off memiliki ikon berbentuk “I” untuk menyalakan dan “O” untuk mematikan, dengan desain “I” terletak dalam bentuk lingkaran “O”. Setelah Anda menekan ikon “O” atau on/off dan keyboard telah aktif, Anda akan mendengar suara piano ketika menekan tombol-tombolnya.

    2. Kontrol Volume

    Tombol Kontrol Volume
    (Tombol Kontrol Volume | Sumber Gambar : Tokopedia.com)

    Kontrol volume sendiri adalah aspek penting dari bagian-bagian keyboard yang berkaitan dengan tingkat kekuatan dan intensitas suara yang dihasilkan. Peningkatan volume akan menghasilkan suara yang lebih keras, sedangkan penurunan volume akan menghasilkan suara yang lebih lembut.

    Tombol volume juga memiliki fungsi untuk mengatur tingkat kebisingan secara keseluruhan. Sehingga, Anda dapat dengan mudah menyesuaikan volume suara yang akan dihasilkan. 

    Perlu Anda ketahui bahwa fungsi tombol volume terbatas hanya untuk mengatur intensitas suara. Terdapat simbol berbentuk tanda tambah (+) untuk meningkatkan volume, sementara simbol berbentuk tanda kurang (-) untuk mengurangi volume.

    3. Tombol Start dan Stop

    Tombol Start dan Stop
    (Tombol Start dan Stop | Sumber Gambar : Shopee.co.id)

    Selanjutnya, button Start dan Stop pada bagian-bagian keyboard biasanya berguna untuk mengontrol irama musik atau ritme. Saat Anda ingin menggunakan ritme, Anda cukup menekan tombol “Start,” dan biasanya ritme dimulai dengan suara drum. 

    Sedangkan untuk menghentikannya, Anda hanya perlu menekan tombol “Stop” satu kali lagi, dan ritme akan otomatis berhenti. Pada umumnya, tombol ini terintegrasi menjadi satu tombol pada keyboard. Tujuannya adalah memudahkan keyboardist untuk memulai dan menghentikan ritme dengan hanya menekan tombol yang sama.

    Baca Juga : 10 Alat Musik Tradisional Jawa Barat serta Cara Memainkannya

    4. Sinkronisasi (Sync)

    Dalam konteks bagian-bagian keyboard musik, “sync” merujuk pada sinkronisasi. Oleh karena itu, “sync” mengacu pada penciptaan sinkronisasi antara irama musik dan melodi lagu yang dimainkan sesuai dengan keinginan pemain.

    Tombol “sync” ini biasanya akan keyboardist gunakan untuk mengatur melodi musik agar dapat bermain secara sejajar dengan irama musik atau ritme yang telah mereka pilih. Dengan menekan tombol “sync“, mereka dapat mengendalikan melodi lagu bergerak selaras dengan irama musik.

    Ketika seorang keyboardist menekan tombol “sync” untuk mengaktifkannya, dan kemudian menekan tuts di sebelah kiri. Secara otomatis drum dan iringan musik akan dimulai secara bersamaan sesuai dengan ritme yang telah diatur.

    5. Irama (Rhythm)

    Sederhananya, irama merupakan sebuah ketukan yang membentuk dasar dari sebuah lagu. Irama merupakan elemen penting dalam menciptakan melodi musik yang terdiri dari kombinasi ketukan berbeda dalam rentang waktu panjang atau pendek, serta ketukan lambat atau cepat dan menciptakan pola khas.

    Penggunaan tombol “Rhythm” oleh pada bagian-bagian keyboard umumnya berguna untuk memilih berbagai jenis tempo atau irama musik yang ingin keyboardist mainkan, seperti waltz, bossanova, rhumba, dan lainnya. Beberapa juga mengenal tombol ini sebagai “tombol gaya” atau Style.

    6. Iringan (ACMP)

    Pada bagian-bagian keyboard, ACMP merupakan singkatan dari “accompaniment” atau “iringan”. Tombol “ACMP” biasanya berfungsi untuk menghilangkan suara yang berasal dari berbagai jenis irama musik ketika tombol irama (rhythm) atau tombol gaya (style) dalam keadaan aktif.

    Ketika Anda menekan tombol irama atau tombol gaya dan tombol “ACMP”, tombol tersebut akan secara otomatis aktif. Kemudian, tuts yang berada di sisi kiri keyboard akan berfungsi sebagai akor pengiring.

    Tombol “ACMP” ini juga berfungsi untuk mengatur korelasi antara akord dan gaya musik yang telah keyboardist pilih. Hal ini memungkinkan drum set dan instrumen lainnya bisa berbunyi secara bersamaan dengan akord yang mereka mainkan.

    7. Suara (Voice)

    Fungsi tombol “voice” adalah untuk memilih berbagai jenis suara instrumen musik yang tersedia sesuai dengan preferensi pemain. Contoh-suara termasuk organ, gitar, trumpet, seruling, biola, cello, saxofon, drum, dan banyak lagi.

    Secara umum, tombol “voice” terbagi menjadi tiga tombol, yaitu “suara utama” atau “kanan 1”, “suara lapisan” atau “kanan 2”, dan “suara kiri”. “suara utama” atau “kanan 1” mengaktifkan satu suara dengan berbagai opsi suara pada bagian-bagian keyboard.

    “Suara lapisan” atau “kanan 2” adalah program yang memungkinkan dua suara berbeda aktif atau bahkan dapat menghasilkan dua suara berbeda hanya dengan menekan satu tuts. Sedangkan “suara kiri” adalah program yang memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan suara di sebelah kiri dengan rentang tertentu.

    8. Kecepatan (Tempo)

    Sesuai namanya, tombol “tempo” pada bagian-bagian keyboard berfungsi untuk mengatur tempo atau kecepatan ketukan dalam irama musik atau ritme sesuai dengan preferensi keyboardist. Tombol ini akan bekerja saat tombol “start” sudah aktif.

    Terkait dengan tempo, ada juga metronom pada permainan keyboard musik yang membantu keyboardist dalam menjaga ketukan pada lagu yang mereka mainkan agar tidak terlalu cepat atau lambat.

    9. Tahan (Sustain)

    Tombol “sustain” berfungsi untuk memungkinkan suara yang dihasilkan dari bagian-bagian keyboard tetap berbunyi setelah tutsnya dilepaskan. Hal tersebut memungkinkan instrumen musik dari keyboard dapat menghasilkan suara yang berlangsung lebih lama.

    10. Transposisi (Transpose)

    Transpose” adalah fitur yang yang memungkinkan keyboardist untuk mengubah nada tanpa harus mengubah posisi jari saat bermain. Fitur ini memungkinkan pemain untuk mengubah kunci dasar dengan menaikkan atau menurunkan nada sesuai kebutuhan atau preferensi pemain.

    Jika Anda ingin menaikkan setengah nada dari nada asal, maka Anda cukup menekan tombol (+) sekali. Sebaliknya, jika Anda ingin menurunkan setengah nada dari nada asal, maka Anda cukup menekan tombol (-) sekali.

    11. Tombol Intro/Ending

    Dari sekian bagian-bagian keyboard, tombol ini bisa Anda gunakan dengan cara menekannya untuk memulai permainan keyboard dengan menggunakan aransemen intro yang sudah tersedia untuk setiap irama di keyboard. 

    Selain itu, tombol ini juga berfungsi untuk mengakhiri lagu, atau sebagai tombol ending. Pada beberapa jenis, tombol intro dan ending mungkin terpisah, namun tetap memiliki fungsi yang sama.

    12. Tombol Fill In

    Terakhir, tombol “fill in” berfungsi untuk menciptakan variasi dalam ketukan dan irama musik, terutama dalam bentuk variasi bunyi drum. Biasanya, tombol ini berfungsi untuk menghasilkan variasi ketukan sebelum mencapai bagian refrain lagu, dan sering kali tombol ini diberi label “fill in to variation”. 

    Sudah Paham Bagian-bagian Keyboard Beserta Fungsinya?

    Setiap tombol pada bagian-bagian keyboard memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman musik yang unik. Semua elemen ini bekerja bersama untuk membantu keyboardist menciptakan melodi dan irama yang menggetarkan hati.Jika Anda masih pemula, maka Anda mungkin butuh beberapa waktu untuk mempelajari dan mengingat fungsi-fungsi setiap bagian keyboard. Baru setelah itu Anda bisa mulai memainkan tuts-tuts keyboard untuk menghasilkan irama dan nada lagu yang indah serta merdu.

  • Kenali Bagian-bagian Gitar Serta Fungsi, Kamu Perlu Tahu!

    Kenali Bagian-bagian Gitar Serta Fungsi, Kamu Perlu Tahu!

    Bagi kamu yang baru belajar bermain gitar, tentu sangat penting untuk mengetahui bagian-bagian gitar. Dengan memahami bagian-bagiannya, itu dapat memudahkan kamu untuk memainkan alat musik ini, menyetelnya, memperbaikinya, membersihkannya, hingga memilih yang berkualitas untuk kamu beli.

    Secara umum, gitar memiliki 13 bagian penting yang harus kamu ketahui supaya semakin mahir untuk memainkannya. Selain itu, alat musik ini terbagi menjadi tiga bagian utama yang meliputi kepala atau head, leher atau neck, dan badan atau body. 

    Nah, ketiga bagian utama ini terbagi lagi menjadi beberapa bagian. Apa saja bagian-bagian gitar tersebut? Yuk, simak terus!

    Mengenal Sedikit Tentang Gitar

    Gitar merupakan sebuah alat musik yang umumnya dimainkan dengan cara dipetik. Ada dua cara yang biasanya orang-orang gunakan ketika memainkannya, memetiknya menggunakan jari atau plektrum. Alat musik ini terbentuk dari sebuah bagian tubuh pokok dan bagian leher padat yang berfungsi sebagai tempat senar.

    Selain itu, alat musik ini umumnya terbuat dari berbagai jenis bahan kayu, sedangkan senarnya dibuat dari bahan nilon. Senar gitar juga biasanya berjumlah enam yang memiliki bunyi berbeda dan saling berdempetan satu sama lain. 

    Secara garis besar, ada dua jenis gitar, yaitu gitar akustik dan elektrik. Gitar akustik merupakan jenis alat musik berdawai tertua yang telah ada sejak ribuan tahun lalu. Alat musik ini umumnya terbagi menjadi tiga jenis: gitar akustik dengan senar nilon, gitar akustik dengan senar baja, dan guitar archtop.

    Sebaliknya, gitar elektrik adalah alat musik yang baru pertama kali popular pada tahun 1930. Ini merupakan alat musik yang bergantung pada penguat elektronik untuk dapat memanipulasi bunyi dan menghasilkan harmoni suara yang indah.

    Bahkan, gitar elektrik sendiri sudah sangat populer saat ini. Kamu mungkin akan sering menemukan alat musik ini di genre-genre musik, seperti blues, reggae, pop, country, dan lain-lainnya.

    Bagian-Bagian Gitar

    Secara umum, bagian gitar terbagi menjadi tiga belas bagian. Apa saja bagian-bagian tersebut? Berikut penjelasannya.

    1. Kepala atau Headstock

    Headstock
    Headstock | Sumber gambar: Thomann.de

    Bagian yang pertama adalah kepala atau headstock. Ini merupakan sebuah bagian yang posisinya ada di paling atas dan biasanya berbahan dasar kayu. Lalu, apa fungsinya? Umumnya, kepala dari alat musik ini berfungsi sebagai tempat untuk tuner dan nut.

    Selain itu, bagian ini juga memiliki fungsi untuk merepresentasikan sebuah merek. Itu karena setiap merek gitar memiliki desain kepala yang berbeda satu sama lain. Selebihnya, pada bagian kepala dari alat musik berdawai ini biasanya terdapat gambar maupun logo dari sebuah merek.

    2. Nut

    Nut gitar
    Nut gitar | Sumber gambar: guitarspace.org

    Bagian-bagian gitar selanjutnya adalah nut yang merupakan sebuah bantalan kecil yang berfungsi menyangga enam senar agar dapat mengeluarkan bunyi sesuai dengan nada. Tidak hanya menghasilkan bunyi sesuai nada, nut juga memiliki fungsi untuk membuat suara yang keluar dari senar agar terdengar nyaring.

    Dalam kata lain, tanpa adanya nut, alat musik ini tidak akan bisa mengeluarkan bunyi untuk menghasilkan nada yang selaras. Bagaimanapun, nut juga memiliki sebuah rongga yang fungsinya untuk menahan senar. Umumnya, nut memiliki warna yang sama, yaitu putih.

    3. Tuner

    Tuner Gitar
    Tuner Gitar | Sumber gambar: IDNTimes.com

    Bagian-bagian gitar selanjutnya adalah tuner, sebuah mesin pemutar pada alat musik berdawai yang berfungsi untuk menyetel atau mengatur suara yang senar hasilkan. Tuner memiliki jumlah yang sama dengan senar, yaitu enam buah. Lalu, tuner biasanya terbuat dari logam maupun metal.

    4. Fret

    Fret
    Fret | Sumber gambar: Pngtree.com

    Bagian yang berikutnya adalah fret. Ini merupakan salah satu bagian-bagian gitar yang berbentuk besi yang melintang di sepanjang fingerboard. Umumnya, fret terdiri dari 19 buah yang berfungsi untuk menentukan nada suara dari sebuah senar saat dipetik atau dimainkan.

    5. Leher atau Neck

    Leher gitar
    Leher gitar | Sumber gambar: uberchord.com

    Lanjut ke bagian-bagian gitar selanjutnya, yaitu leher atau neck. Ini merupakan bagian dari gitar yang biasanya orang-orang gunakan sebagai pegangan kunci/chord dengan tangan kiri atau kanan bagi orang kidal. Perlu kamu ketahui bahwa leher gitar yang bagus adalah yang lurus sempurna.

    6. Penghubung

    Penghubung gitar
    Penghubung gitar | Sumber gambar: Blog.guitarfromspain.com

    Sama seperti namanya, penghubung atau heel merupakan bagian yang berfungsi untuk menghubungkan leher dengan badan gitar. Umumnya, penghubung atau heel terbuat dari kayu solid agar dapat membantu senar mengeluarkan suara yang berkualitas.

    7. Badan atau Body

    Badan gitar
    Badan gitar | Sumber gambar: allthingsgear.com

    Bagian-bagian gitar yang ketujuh adalah badan atau body. Ini merupakan salah satu bagian yang terpenting dan paling menonjol. Kenapa begitu? Itu karena 80% dari keseluruhan alat musik gitar terdiri dari bagian body. Selain itu, badan gitar juga dapat menjadi penanda sebuah merek dengan desainnya yang bervariasi.

    8. Bridge

    Bridge Gitar
    Bridge Gitar | Sumber gambar: Djarumcoklat.com

    Mari pindah ke bagian yang kedelapan, yaitu bridge. Bridge adalah bagian dari alat musik gitar yang berfungsi untuk menghubungkan senar dengan badan gitar. Umumnya, bridge memiliki bantalan putih yang disebut saddle dan terbuat dari kayu berkualitas.

    9. Soundboard

    Soundboard termasuk bagian-bagian gitar yang berbentuk tabung. Di dalam soundboard terdapat ruang yang fungsinya untuk meresonasikan suara yang senar hasilkan. Tidak hanya itu, soundboard juga memiliki fungsi untuk membantu alat musik berdawai ini agar dapat mengeluarkan suara nyaring dan keras.

    10. Lubang Suara

    Lubang suara gitar
    Lubang suara gitar | Sumber gambar: darluthier.com

    Pindah ke bagian kesepuluh, yaitu lubang suara. Lubang suara adalah salah satu bagian dari alat musik gitar yang berbentuk lingkaran dengan fungsi sebagai akses ke bagian soundboard.

    Jadi, dengan kata lain, getaran atau suara yang dihasilkan dari senar akan masuk terlebih dahulu ke lubang ini sebelum nantinya diresonansikan oleh soundboard.

    11. Senar atau String

    Senar gitar
    Senar gitar | Sumber gambar: musicindustryhowto.com

    Gitar tanpa senar tentu tidak bisa disebut sebagai gitar. Untuk itu, bagian-bagian gitar selanjutnya adalah senar atau string. Ini merupakan salah satu bagian dari alat musik gitar yang paling penting. Dengan adanya senar, alat musik berdawai ini dapat mengeluarkan suara dan bunyi saat kamu mainkan.

    Selain itu, senar pada umumnya berjumlah enam buah, meliputi senar 1, senar 2, senar 3, senar 4, senar 5, dan senar 6. Kemudian, setiap senar ini memiliki nada dasar yang berbeda, mulai dari nada E, A, D, G, B, dan E1.

    12. Saddle

    Saddle gitar
    Saddle gitar | Sumber gambar: macnichol.com

    Mari kita lanjut ke bagian-bagian gitar yang berikutnya, yaitu saddle. Saddle sendiri merupakan sebuah bantalan yang terletak di bagian bridge. Perlu kamu ketahui, bagian ini memiliki fungsi yang mirip dengan nut. Apa itu?

    Nantinya, saddle akan menghasilkan suara yang nyaring saat kamu memetik senar dan memainkannya.

    13. Fingerboard atau Fretboard

    Bagian terakhir adalah fingerboard atau fretboard. Sesuai dengan namanya, fingerboard atau dalam bahasa Indonesia berarti papan jari. Bagian ini berfungsi sebagai tempat untuk jari tangan ketika menekan senar di beberapa fret tertentu.

    Sudah Kenal dengan Bagian-Bagian Gitar?

    Itulah 13 bagian yang terdapat pada sebuah gitar. Setiap bagian-bagian gitar ini memiliki fungsinya masing-masing agar dapat mengeluarkan suara yang bagus dan nyaring. Selain itu, dengan mengetahui serta memahami bagian-bagiannya, itu dapat memudahkan kamu untuk memainkan gitar agar lebih mahir lagi.

  • Mengenal Bagian-bagian Drum serta Masing-masing Fungsinya

    Mengenal Bagian-bagian Drum serta Masing-masing Fungsinya

    Dalam bermusik, drum bisa dianggap sebagai salah satu alat musik yang esensial. Termasuk sebagai alat musik perkusi, drum menghasilkan bunyi dari pukulan pemain drum (drummer) yang berfungsi untuk menentukan irama. Tak hanya itu, semua bagian-bagian drum memiliki bunyi dan tugasnya tersendiri.

    Bagian-bagian Drum

    Pada umumnya, kata drum biasanya mengacu pada drum set, yakni sekumpulan alat musik pukul. Maka dari itu, mari kita bahas setiap bagian dari alat musik ini.

    1. Snare

    Snare
    (Snare | Sumber gambar: pexels.com)

    Terdapat 3 bagian yang paling utama, snare adalah salah satunya. Snare berada di depan drummer, biasanya terletak di antara kedua pahanya. Dalam permainan musik pop, biasanya bunyi snare berada di hitungan 2 dan 4. 

    Snappy
    (Snappy | Sumber gambar: id.carousell.com)

    Secara natural, bunyi snare tidak seperti yang biasa kita dengar. Ada bagian snare bernama snappy yang berfungsi untuk mengubah bunyi snare. Bunyi “tak” yang biasa kita dengar dari snare adalah akibat dari snappy yang menempel membran bagian bawah snare

    Di sisi snare terdapat tuas yang bisa mengatur penempatan snappy. Apabila tidak menempel, bunyi snare bukan “tak” melainkan seperti “tung”.

    Membran snare juga dapat memengaruhi bunyi. Lingkaran logam yang mengelilingi membran dapat dieratkan dan dilonggarkan untuk mengubah bunyi snare sesuai selera dan kebutuhan. Selain itu, lingkaran logam ini juga bisa dipukul untuk menambah kekayaan bunyi.

    2. Bass Drum

    Bass drum juga merupakan bagian-bagian drum yang utama. Sebuah lingkaran besar di bagian depan drum, ya, itulah bass drum. Pada musik pop, bass drum biasa terdengar pada hitungan 1 dan 3.

    Di zaman modern ini, pengguna alat musik elektrik sering melabelinya dengan nama “kick”. Permainan bass drum menggunakan kaki. Drummer menginjak footboard, yang nantinya menggerakkan beater/pemukul dan menghasilkan bunyi. Perlu adanya latihan untuk ketepatan waktu menginjak dan waktu bunyi. 

    3. Hi-Hat

    Hihat
    (Hihat | Sumber gambar: musik.or.id)

    Hi-hat adalah bagian paling esensial yang terakhir. Biasanya terletak di sebelah kiri drummer yang tidak kidal.

    Hi-hat terdiri dari 2 cymbal kecil yang saling menelungkup, dan hi-hat adalah satu-satunya cymbal yang berpedal. Pedal pada hi-hat berfungsi untuk mengatur cymbal yang berada di atas. Saat diinjak, kedua cymbal menempel dan saat dilepaskan, keduanya dapat bergetar dengan bebas.

    Permainan musik jazz klasik sudah cukup hanya dengan menggunakan snare, bass drum, dan hi-hat saja. Maka dari itu, bagian-bagian drum tersebut adalah bagian esensial dari drum set.

    4. Simbal

    Simbal adalah piringan bundar dari tembaga. Meskipun terlihat mirip, namun ada berbagai macam jenis simbal. Berikut adalah jenis-jenis simbal dalam bagian-bagian drum:

    a. Crash Cymbal

    Crash cymbal
    (Crash cymbal | Sumber gambar: musik-produktiv.com)

    Penempatan crash cymbal biasanya di depan drummer, seperti melayang tepat di atas tom-tom. Simbal ini berfungsi untuk memperjelas aksen. Biasanya dipukul saat memulai bagian lagu atau mengakhirinya, dan kerap kali sebagai akhiran fill-in bersamaan dengan bass drum. Simbal inilah memberi kesan garang.

    b. Ride Cymbal

    Ride Cymbal 
    (Ride Cymbal  | Sumber gambar: muganmusicgroup.com)

    Ride cymbal terletak di sebelah kanan drummer. Bentuknya lebih lebar dan lebih tebal daripada crash. Bunyi ride tidak seberisik crash, lebih jinak namun masih bisa memberikan kesan ramai pada musik. 

    Berbeda dengan crash yang berkesan eksplosif, ride berfungsi untuk meramaikan lagu secara konsisten. Biasanya berguna pada bagian klimaks lagu seperti chorus.

    c. China Cymbal

    China cymbal
    (China cymbal | Sumber gambar: drumcenternh.com)

    Simbal yang satu ini bernama china cymbal karena mirip dengan alat musik dari Tiongkok, yakni Bo. Bentuknya sangat berbeda daripada kedua simbal sebelumnya. Simbal china memiliki pinggiran simbal yang berlawanan arah dengan lengkungan simbal.

    Penempatannya pun bervariasi, simbal china bisa menelungkup ataupun menengadah. Selain bentuknya yang unik, bunyinya juga sangat menggelegar.

    d. Simbal Lain-lain

    Tiga simbal di atas adalah bagian-bagian drum yang paling sering digunakan, namun masih ada banyak jenis simbal lainnya. Sebut saja simbal splash dan ozone. Keduanya berguna seperti crash, namun splash berukuran lebih kecil dan ozone memiliki lubang pada permukaannya. 

    Dalam memainkan simbal, seluruh bagiannya menghasilkan bunyi yang berbeda. Memukul pinggiran simbal akan menghasilkan bunyi yang berisik, memukul tengah simbal dengan ujung stik menghasilkan bunyi “ting-ting”, dan bagian bell simbal juga menghasilkan bunyi yang sama, hanya saja lebih nyaring.

    5. Tom-tom

    Tom-tom small & middle
    (Tom-tom small & middle | Sumber gambar: id.3dexport.com)

    Tentu saja, tom-tom berbunyi seperti namanya. Tom-tom berada di atas bass drum. Pembuatan bass drum pasti telah menambahkan lubang di atasnya sebagai dudukan tom-tom. Terdapat 3 macam tom-tom pada bagian-bagian drum biasanya, yakni small tom, middle tom, dan large tom atau floor tom.

    Tom-tom berfungsi untuk memperkaya bunyi dan variasi ketukan (fill, fill-in, atau roffle). Permainan tom biasanya berurutan dari yang terkecil hingga yang terbesar. Maka dari itu, penempatannya pun berurutan searah jarum jam.

    a. Small Tom

    Tom-tom yang terkecil ini berada di depan drummer, tepat di bawah crash

    b. Middle Tom 

    Middle tom berada di sisi small tom. Biasanya, kedua tom ini sudah berpasangan untuk memudahkan pemasangannya di atas bass drum.

    c. Floor Tom

    Tom-tom yang satu ini berada di samping drummer. Seperti namanya, floor tom ditempatkan di atas lantai, bukan pada bagian-bagian drum lainnya. Floor tom memiliki bunyi yang rendah daripada tom-tom lainnya.

    Permainan tom-tom selalu menggunakan ujung stik. Maka dari itu, penempatan tom-tom selalu sedikit miring menghadap ke drummer. Bagian yang satu ini tugas utamanya adalah memberikan variasi bunyi maupun ketukan, jadi demi mencapai hal itu, drummer harus melatih skill dan tekniknya.

    6. Stick Drum

    Apa stick drum juga termasuk bagian-bagian drum? Baik akustik maupun elektrik, para drummer selalu menggunakan stick drum. Stick pun ada berbagai jenisnya.

    a. Stick Kayu

    Stick dari kayu adalah stik yang paling sering digunakan. Cocok untuk drum akustik maupun elektrik. Penggunaannya selalu sepasang, satu untuk setiap tangan. Stik kayu sangat populer karena ringan dan relatif tahan lama. Kayu juga relatif empuk, sehingga tidak merusak membran.

    Baik bagian ujung dan bagian leher stik bisa dipakai. Tom-tom biasanya dipukul dengan ujung stik, simbal dengan leher stik dan terkadang ujungnya, sedangkan snare bisa menggunakan leher hingga ujung stik bersamaan. 

    b. Stick Brush

    Stik brush
    (Stik brush | Sumber gambar: carousell.com)

    Seperti namanya, stik brush berbentuk seperti kuas atau kipas. Bagian kipas di ujung stik bisa terbuat dari baja maupun nilon. Stik ini cocok untuk permainan musik jazz. Daripada memukul, drummer biasanya menyapu membran snare. Bunyi desisan dari stick brush sangat khas dalam musik jazz.

    c. Stick Mallet

    Stick mallet
    (Stick mallet | Sumber gambar: schlagwerk.com)

    Stick mallet memiliki ujung yang bulat dan besar. Ada yang keras dan ada yang empuk, untuk meliputi segala kebutuhan. Penggunaannya pun berbeda dengan stik biasanya. Memukul dengan stik mallet hanya menggunakan ujungnya saja, tidak sampai lehernya juga. 

    Sekarang Kamu Sudah Memahami Bagian-bagian Drum?

    Bagian-bagian di atas adalah bagian inti yang populer bagi para drummer. Selain itu, dengan mengetahui bagian-bagian drum, Anda dapat memaksimalkan setiap fungsinya. Menggunakan seluruh bagian dengan tambahan kepekaan ritme dan tempo, permainan Anda akan lebih menarik dan keren.