Category: Pelatihan

  • Metode On The Job Training: Pengertian, Tahapan dan Macamnya

    Metode On The Job Training: Pengertian, Tahapan dan Macamnya

    Secara umum, seseorang yang baru diterima kerja harus melakukan pelatihan khusus. On The Job Training adalah salah satu pelatihan tersebut. Nah, bagaimana tahapannya berlangsung? Simak selengkapnya di sini!

    Pengertian Metode OJT

    Perusahaan menyediakan menyediakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi karyawan. Salah satu pelatihan yang sering digunakan adalah OJT atau On The Job Training. Bagi perusahaan besar, kegiatan ini sudah menjadi kewajiban untuk menyelenggarakannya.

    Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas karyawan, tanpa harus mengeluarkan modal besar. Lewat berbagai assessment, OJT akan membantu karyawan untuk melatih performa mereka dalam dunia pekerjaan.

    Secara sederhana, On The Job Training merupakan kegiatan yang mengacu pada pelatihan untuk karyawan. Jadi, nantinya karyawan akan mempraktekkan berbagai tahapan secara langsung yang sesuai bidang pekerjaannya.

    Melalui metode ini, perusahaan dapat menilai kemampuan yang dimiliki oleh karyawan. Apakah sesuai dengan ekspektasi atau tidak. Pada dasarnya, OJT akan berisi pengajaran skill, pengetahuan, dan kompetensi tentang pekerjaan.

    Semua karyawan yang mengikuti OJT akan dibimbing oleh supervisor atau manajer. Setelah pelatihan berhasil, maka karyawan bisa langsung terjun ke lingkungan kerja. Mereka dapat mempraktikkan pengetahuan dan kemampuan yang dimilikinya.

    Tahapan dalam OJT

    Berikut adalah beberapa tahapan On The Job Training yang harus karyawan lalui:

    1. Identifikasi Kebutuhan Perusahaan

    Sebelum melakukan OJT, perusahaan harus mengidentifikasi terlebih dahulu. Mulai dari kebutuhan, sumber daya, prioritas, dan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan melalui program ini.

    Oleh sebab itu, perusahaan tidak boleh terburu-buru mengadakan OJT meski ingin segera meningkatkan kemampuan karyawan. Karena identifikasi yang salah bisa menyebabkan pengeluaran biaya perusahaan menjadi sia-sia.

    2. Buat Tim Sesuai Bidang Karyawan

    Selanjutnya, perusahaan harus membentuk tim yang sesuai bidang karyawan. Ini bertujuan untuk mengelola program pelatihan lebih mudah. Selain itu, buat juga tim yang beranggotakan mentor, supervisor, dan karyawan yang dilatih.

    Inilah mengapa perusahaan harus memastikan bahwa pilihan timnya memang memiliki pemahaman dan tujuan yang bagus. Memiliki dedikasi terhadap perusahaan juga perlu, hal ini bertujuan untuk membuat perusahaan semakin baik dan maju.

    3. Pastikan Tim Kompeten

    Ketika sudah membentuk tim karyawan dan tim pengelola, perusahaan juga harus memastikan kemampuan mereka. Terutama pada anggota tim pengelola, seperti pelatih dan pengawas. Sehingga, hasil OJT jauh akan lebih efisien.

    Seorang pelatih yang memiliki kemampuan dan pengalaman bagus akan mencetak murid yang berkompeten. Oleh sebab itu, pelatih juga penting dalam partisipasi On The Job Training.

    4. Tetapkan Tujuan Pelatihan

    On The Job Training adalah program pelatihan yang memerlukan banyak persiapkan. Oleh sebab itu, segala jadwal dan cakupannya harus ditetapkan terlebih dahulu. Jika penyelenggaraan OJT tanpa tujuan, karyawan bisa gagal fokus terhadap pelatihan.

    Tidak adanya indikator keberhasilan dan tujuan juga akan membuat program gagal. Jadi, perusahaan harus menetapkan tujuan apa saja yang ingin dicapai melalui program ini.

    5. Pilih Elemen Pendukung 

    Tahapan terakhir yang tidak kalah penting dalam OJT adalah memilih elemen atau alat untuk mendukung metode pelatihan. Alat-alat yang perusahaan pilih harus melalui pertimbangan yang ketat dan tepat. Selain itu, sesuaikan juga dengan kondisi, situasi, dan lingkungan perusahaan.

    Macam-macam OJT

    Dalam penyelenggaraan OJT, ada beberapa jenis yang bisa dilakukan. Berikut adalah jenis-jenis On The Job Training yang perlu Anda ketahui:

    1. Coaching

    Pada jenis pelatihan ini, karyawan akan mendapatkan metode one to one. Ini berfungsi agar karyawan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sesuai instruksi mentor.

    2. Mentoring

    Jika karyawan mengikuti bentuk pelatihan secara manajerial, maka instruksi akan diberikan oleh senior perusahaan. Instruksi dilakukan secara langsung dengan menggunakan pengerjaan tugas sehari-hari.

    3. Job Rotation

    Jenis ini bertujuan untuk membuat karyawan paham tentang semua pekerjaan yang ada di perusahaan. Sehingga, karyawan tidak akan bosan karena harus bekerja di bidangnya terus menerus. Selain itu, jenis ini juga mampu membuat hubungan antar karyawan menjadi berkembang.

    4. Instruksi Pekerjaan

    Jenis On The Job Training selanjutnya adalah instruksi pekerjaan. Melalui program pelatihan ini, seorang pelatih bisa merancang program latihan secara mandiri. Jadi, karyawan akan diberi instruksi untuk menyelesaikan tugas dari pelatih. 

    Secara umum, tugas yang diberikan akan sesuai dengan keahlian karyawan. Setelah berhasil melakukan pelatihan, pelatih dan karyawan akan saling memberikan feedback.

    5. Understudy

    Pelatihan yang satu ini akan atasan berikan kepada bawahan, di mana bawahannya akan bekerja sebagai asisten. Artinya, bentuk pelatihan ini diberikan untuk pegawai yang akan naik jabatan.

    6. Apprenticeship

    Pada poin ini, perusahaan akan menyediakan pelatihan dengan menggabungkan teori dan praktik. Perusahaan yang sering menggunakan pelatihan ini ada di bidang manufaktur, teknikal, dan perdagangan. Apprenticeship adalah pelatihan jangka panjang yang akan membentuk tenaga profesional.

    Anda Siap untuk Melakukan On The Job Training?

    Kesimpulannya, On The Job Training adalah pelatihan yang akan perusahaan sediakan untuk karyawannya agar produktivitas mereka bisa meningkat. Jadi, jika merupakan karyawan baru, Anda wajib mempersiapkan diri untuk mengikuti pelatihan ini.

  • Management Trainee: Pengertian, Tugas, dan Besaran Gajinya

    Management Trainee: Pengertian, Tugas, dan Besaran Gajinya

    Bagi sebagian jobseeker dan kebanyakan fresh graduate, management trainee mungkin bukanlah hal yang asing di telinga mereka. Bukan tanpa alasan, karena pekerjaan ini menjadi salah satu jenjang karir yang paling banyak diminati orang-orang yang baru lulus dari universitas.

    Selain karena perkembangan karirnya yang relatif cepat, gaji yang bisa didapatkan dari pekerjaan ini juga cukup tinggi. Atas dasar dua hal ini, banyak fresh graduate dan jobseeker yang memutuskan untuk menginjakkan kakinya di pekerjaan ini.

    Apakah kamu seorang fresh graduate yang sedang mencari informasi mendetail seputar management trainee? Jika iya, post ini akan membantu. Mari kita mulai dengan mengetahui apa itu management trainee.

    Tentang Management Trainee

    Management trainee atau biasa disingkat MT adalah sebuah program untuk merekrut karyawan baru yang tepat dan memiliki kualitas yang mumpuni. Nantinya, di program ini, seorang kandidat yang lolos akan mendapatkan pelatihan serta pengetahuan mengenai unit bisnis juga profil mendetail dari perusahaan.

    Program ini bertujuan untuk melatih dan mempersiapkan karyawan baru dengan kualitas yang mumpuni untuk menempati posisi manajerial di perusahaan. Durasi dari program management trainee ini biasanya berkisar antara 1 sampai 2 tahun, tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan.

    Pada umumnya, program management trainee ini ditujukan untuk para fresh graduate. Alasannya adalah karena kebanyakan fresh graduate belum memiliki pengalaman kerja yang cukup.

    Melalui pelatihan dari program MT ini, diharapkan calon kandidat dapat menjadi manajer yang dapat mengemban nilai-nilai yang sesuai dengan visi misi perusahaan. Lebih mudahnya, banyak perusahaan yang mengadakan program ini karena pekerjaan sebagai manager tidak boleh diatur oleh sembarang orang. 

    Harapannya, program MT ini nantinya para pekerja yang lolos akan mendapatkan berbagai pelatihan dan pengetahuan mengenai seluk beluk perusahaan, mulai dari proses operasional sampai hal-hal manajerial. Selama dalam program MT, kamu akan diawasi dan dievaluasi langsung oleh supervisor juga manager.

    Apa Saja Tugas Management Trainee?

    Kira-kira tugas apa saja yang perlu dikerjakan selama program MT? Berikut kami telah merangkum beberapa tugas maupun peran yang harus kamu penuhi sebagai management trainee.

    • Memahami seperti apa dan bagaimana perusahaan tersebut beroperasi.
    • Mendukung serta membantu manager dalam melaksanakan tugas dan kewajiban, contohnya membuat kebijakan baru.
    • Memahami dengan baik proses kerja dan pencapaian tujuan dari masing-masing divisi atau departemen.
    • Memberikan dukungan administratif ke perusahaan, contohnya melakukan entri data.
    • Berpartisipasi dalam setiap proses perencanaan strategi bisnis perusahaan.
    • Membantu manajer dalam mengevaluasi pekerjaan, seperti membuat laporan per bulan.
    • Membuat, mendesain, dan melaksanakan presentasi.
    • Menemukan dan menentukan strategi tepat untuk meningkatkan keuntungan perusahaan dan menurunkan risiko kerugian.

    Keuntungan Dari Program Management Trainee

    Meski tugas dan peran selama mengikuti program management trainee banyak, namun itu sebanding dengan keuntungan dan manfaat yang bisa kamu dapatkan. Berikut adalah beberapa keuntungan dari program MT beserta penjelasannya.

    1. Jenjang Karir yang Jelas dan Pasti

    Keuntungan pertama dan yang paling jelas adalah jenjang karir yang pasti. Karena faktor ini, banyak jobseeker dan fresh graduate berminat untuk bersedia mengikuti program MT.

    Nantinya, saat kamu berhasil menyelesaikan program MT ini dengan baik, sudah pasti kamu akan dipromosikan untuk mengisi posisi penting sesuai dengan kompetensimu di perusahaan dimana kamu bekerja.

    2. Meningkatkan Soft Skill dan Hard Skill

    Selama menjalani program MT, kamu akan belajar banyak hal yang dapat mengasah hard skill juga soft skill kamu. Contohnya, cara berkomunikasi yang baik dengan rekan kerja, manajemen waktu yang benar, berpikir kreatif, cara melakukan negosiasi yang tepat, presentasi, dan lain-lain.

    Tidak sampai di situ, nantinya, kamu juga bisa meningkatkan hard skill selama program management trainee ini berlangsung. Kamu bisa mempelajari dan membiasakan diri dengan berbagai macam tools yang digunakan di departemen tertentu dalam perusahaan.

    Ada juga technical skill yang bisa kamu pelajari, seperti penggunaan yang benar pada Microsoft Office, copywriting, content writing, bahasa asing, dan lain-lain.

    3. Memungkinkan untuk Bekerja Sesuai Minat dan Bakat

    Di beberapa perusahaan, ada yang menawarkan kepada kandidat untuk melakukan program MT secara umum. Maksudnya adalah kamu bisa bekerja di divisi manapun dengan departemen yang berbeda-beda.

    Tentu saja hal ini adalah kesempatan terbaik untuk menambah, mengasah, dan belajar berbagai hal sambil menemukan jenis pekerjaan seperti apa yang paling sesuai dengan bakat dan minatmu.

    4. Memperluas Relasi dengan Rekan Kerja dan Senior

    Selama program management trainee, kamu bisa memperbanyak dan memperluas networking dengan rekan kerja maupun senior di perusahaan. Apalagi, durasi program MT yang cukup lama, kamu memiliki banyak waktu untuk membangun dan memperluas relasi demi kesuksesan di masa depan.

    Gaji Management Trainee

    Kira-kira berapa gaji seorang management trainee sampai diminati oleh jobseeker dan fresh graduate? Melansir dari survei gaji yang dilakukan HRD Bacot pada tahun 2021, gaji seorang management trainee berkisar antara Rp6.300.000,00 sampai Rp11.625.000,00.

    Tentu saja, nominal gaji ini tergantung dari dari kebijakan perusahaan serta UMK maupun UMP dari masing-masing daerah. Bagi seorang fresh graduate, nominal gaji yang besar ini tentu sangat menarik. Namun, perlu diingat bahwa tugas yang kamu emban nantinya juga akan besar dan berat.

    Keterampilan yang Harus Dimiliki Management Trainee

    Saat kamu mendaftar untuk mengikuti program MT, ada beberapa keterampilan dan keahlian yang menjadi persyaratan umum yang harus kamu penuhi. Berikut penjelasan lengkapnya.

    • Cakap, aktif, dan baik dalam berkomunikasi
    • Memiliki kemampuan menguasai bahasa asing
    • Mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar
    • Memiliki kemampuan untuk mengontrol emosi
    • Dewasa dalam bersikap
    • Memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah dengan tepat
    • Menguasai komputer
    • Memiliki skill menggunakan Microsoft Office yang mumpuni
    • Kemampuan memimpin

    Jenjang Karir Management Trainee

    Sama seperti yang sudah dijelaskan di awal, program MT ini ditujukan untuk mencari kandidat yang tepat untuk mengisi posisi penting di sebuah perusahaan. Nah, jika kamu berhasil menyelesaikan program MT ini dengan baik, kamu bisa menempati beberapa posisi seperti contoh di bawah.

    • Branch Manager: Bertugas dan bertanggung jawab atas semua kegiatan operasional bisnis di berbagai cabang perusahaan.
    • Business Development Manager: Memiliki tanggung jawab untuk melakukan berbagai macam inovasi demi mengembangkan bisnis agar menghasilkan profit yang menguntungkan.

    Apakah Kamu Sudah Paham Mengenai Management Trainee?

    Demikian penjelasan seputar management trainee. Ada banyak alasan mengapa jenjang karir ini banyak diminati oleh fresh graduate. Selain gajinya tinggi, pengembangan karir yang cepat adalah faktor lain yang membuat program ini banyak diincar oleh fresh graduate dan jobseeker.

    Meski proses rekrutmentnya panjang, namun ini sebanding dengan keuntungan yang kamu dapat untuk kesuksesanmu di masa yang akan datang. Jadi, jangan lupa untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti program MT ini. Semoga berhasil!

  • Training Centre: Pengertian, Tujuan, dan Cara Mengelolanya

    Training Centre: Pengertian, Tujuan, dan Cara Mengelolanya

    Perkembangan zaman yang semakin modern membuat persaingan yang semakin ketat muncul di dunia bisnis. Karena itu, perusahaan harus mengatur strategi yang tepat agar bisa bertahan dan terus berkembang. Membangun training centre adalah salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja sumber daya manusianya.

    Sayangnya, tidak semua perusahaan mengetahui cara yang tepat dan efektif untuk mengelola pusat pelatihan. Hal tersebut berdampak pada pengembangan sumber daya manusia yang tidak optimal di perusahaan. Karena itu, mengetahui tujuan dan cara mengelola pusat penelitian menjadi faktor penting untuk mencapai keberhasilan.

    Apa Itu Training Centre?

    Training centre adalah pusat pelatihan yang menjadi bagian utama dari perusahaan dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM). Setiap perusahaan seharusnya menyadari bahwa manusia adalah aset yang mampu menentukan keberhasilan suatu perusahaan dalam mewujudkan visi dan misinya.

    Mengacu pada PP No. 31 tahun 2006 tentang pelatihan kerja. Pengertian pelatihan kerja adalah kegiatan memberi, meningkatkan, dan mengembangkan etos kerja, disiplin, dan produktivitas untuk keahlian tertentu dan sesuai pekerjaan.

    Oleh sebab itu, pusat pelatihan sangat penting untuk menjadi generator atau penggerak untuk pertumbuhan mutu perusahaan sesuai dengan perkembangan zaman. Keberhasilan perusahaan dalam menghadapi suatu permasalahan bisa semakin dinamis dan kompetitif apabila kemampuan sumber daya manusianya terlatih.

    Oleh karena itu, perusahaan seharusnya mengetahui cara mengelola pusat pelatihan secara efektif agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan yang jelas dan dukungan SDM yang berkualitas akan membuat perusahaan mempunyai keunggulan serta mampu bersaing dengan kompetitor.

    Tujuan Training Centre

    Berikut adalah beberapa tujuan dari adanya training centre bagi sumber daya manusia di dalam perusahaan. Setiap orang yang terlibat dalam training atau pelatihan diharapkan mempunyai kemampuan sebagai berikut.

    • Memperbaiki kinerja dan keterampilan setiap tenaga kerja yang ada di perusahaan.
    • Mempunyai kemampuan problem solving yang sangat baik dalam menangani segala permasalahan.
    • Mampu membuat perencanaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam menghadapi persaingan modern.
    • Mengenal tentang teknologi baru yang perusahaan tetapkan agar bisa beradaptasi dengan cepat.
    • Memberikan gambaran tentang best practice dalam mengelola training centre dengan baik.

    Tujuan tersebut dapat Anda wujudkan melalui beberapa langkah untuk membangun sebuah pusat pelatihan berikut ini:

    • Melakukan analisis mengenai jabatan yang ada di dalam sebuah perusahaan untuk mengetahui jenis pelatihan yang cocok untuk pengembangan kinerja.
    • Membuat matrik pelatihan, termasuk daftar nama jabatan dan jenis pelatihan yang diperlukan untuk posisi tersebut.
    • Melakukan analisis terhadap kebutuhan pelatihan untuk setiap individu untuk menentukan mana pekerja yang membutuhkannya.

    Kesimpulannya, adanya tujuan dari training centre adalah untuk mengembangkan kemampuan dari orang-orang yang membutuhkan pelatihan sesuai dengan bidangnya. Perusahaan juga bisa lebih mengoptimalkan mutu dari sumber daya manusia agar siap menghadapi persaingan nantinya.

    Pengelolaan pusat pelatihan yang berjalan secara efektif dan efisien juga akan membuat kinerja setiap individu di perusahaan semakin produktif dan meningkat. Pelatihan akan menjadi hal yang sangat menguntungkan apabila dilakukan dengan cara yang tepat.

    Cara Mengelola Training Centre

    Apabila Anda telah memahami tujuan dan langkah yang tepat untuk membangun pusat pelatihan. Maka, hal yang tidak kalah pentingnya adalah memahami cara mengelola training centre. Pasalnya, pengelolaan yang tidak tertata bisa menyebabkan kegagalan bagi perusahaan untuk mengembangkan sumber daya manusianya. Berikut caranya:

    1. Mengikuti Perkembangan Zaman

    Sebagai pengelola pusat pelatihan, Anda perlu senantiasa mengikuti perkembangan zaman. Ini adalah materi penting yang wajib ada dalam pusat pelatihan.

    Pasalnya, perkembangan teknologi saat ini sudah semakin pesat. Anda harus memanfaatkan teknologi sebaik mungkin agar perusahaan tidak tertinggal oleh perusahaan kompetitor atau pesaing lainnya. 

    Perusahaan yang tidak mengikuti perkembangan teknologi tentu bisa mengalami kemunduran yang sangat merugikan. Hal tersebut juga harus didukung dengan kualitas SDM yang mampu beradaptasi secara cepat dengan teknologi baru di dalam perusahaan.

    2. Sistem Manajemen yang Modern

    Pihak yang berperan penting dalam upaya pengelolaan training centre adalah departemen sumber daya manusia atau staf SDM. Staf SDM ini bisa memberikan keahlian dan keterampilan kepada setiap individu karyawan di perusahaan untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. 

    Pihak perusahaan bisa mengarahkan staf SDM untuk mengikuti pelatihan mengenai pengelolaan pusat pelatihan terlebih dahulu. Sehingga mereka mempunyai banyak informasi tentang bagaimana sistem manajemen yang lebih modern untuk mengelola pusat pelatihan. 

    Setelah itu, staf SDM tersebut bisa membagikan ilmunya agar hasilnya lebih bermanfaat untuk kelangsungan perusahaan.

    3. Melakukan Analisis Kebutuhan

    Perusahaan sebaiknya membangun pusat pelatihan yang linier atau sejalan dengan kompetensi milik perusahaan. Sumber daya manusia di sebuah perusahaan harus mampu bertahan dan bersaing di dunia kerja bersama kompetitornya. 

    Setiap individu di masing-masing departemen harus mengikuti pelatihan sesuai dengan kompetensi bidangnya. Karena itu, perusahaan bisa melakukan analisis kebutuhan atau need assessment. Seperti analisis organisasi, analisis pekerjaan, dan analisis pribadi. 

    Analisis ini bertujuan untuk mengetahui bidang pekerjaan dan softskill yang digeluti oleh setiap individu di perusahaan agar pelatihan lebih terstruktur. Hasil dari pelatihan nantinya juga akan sangat bermanfaat bagi individu tersebut maupun perusahaan.

    Sudah Tahu Pentingnya Training Centre bagi Perusahaan?

    Intinya, training centre adalah salah satu cara perusahaan untuk memberikan program pelatihan dan pengembangan SDM agar kinerjanya terus meningkat. Anda juga bisa bekerjasama dengan pihak departemen sumber daya manusia untuk mengetahui jenis pelatihan seperti apa yang sedang karyawan butuhkan saat ini.

  • Apa Itu In House Training? Kenali Pengertian dan Manfaatnya

    Apa Itu In House Training? Kenali Pengertian dan Manfaatnya

    Mungkin kamu pernah mendengar istilah in house training pada perusahaan atau tempat kerja. Istilah ini seringkali digunakan perusahaan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional. Seperti apa jenis pelatihan ini untuk kemajuan perusahaan, dan apa saja manfaatnya? Berikut penjelasannya.

    Apa Itu In House Training?

    Setiap perusahaan pasti mengharapkan adanya peningkatan produktivitas dan kualitas kerja yang bagus dari para karyawan untuk kemajuan perusahaan. Produktivitas tinggi akan membawa dampak baik bagi perkembangan dan kemajuan perusahaan beserta para karyawan di dalamnya.

    Namun, seringkali produktivitas tinggi diartikan sama dengan jadwal kerja yang padat dan sibuk. Padahal, produktivitas dan kesibukan adalah dua hal yang berbeda.  Pekerja yang sibuk, belum tentu produktif, sedangkan produktif tidak selalu berkaitan dengan sibuk.

    Produktivitas akan menghasilkan kinerja yang efisien dan efektif untuk perkembangan perusahaan. Sementara kesibukan hanya akan membuat kinerja menjadi tidak efektif dan hasil kerja bisa menurun.

    Nah, salah satu langkah tepat agar perusahaan bisa mendapatkan produktivitas tinggi adalah dengan mengadakan in house training

    Secara istilah, kata in house ini mengacu pada kegiatan internal perusahaan yang dilakukan oleh karyawan serta para staf perusahaan. Sementara itu, kata training mempunyai arti pelatihan. Maksud pelatihan di sini adalah pengajaran bagi karyawan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kerjanya.

    Jika kamu artikan secara utuh, sebenarnya pelatihan ini merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh karyawan internal perusahaan meliputi semua bidang keterampilan tertentu, baik dalam bidang teknis maupun non teknis.

    Tujuannya tak lain adalah untuk meningkatkan skill atau keahlian pekerja perusahaan serta membuat para karyawan bisa melakukan pekerjaannya secara efektif dan efisien agar memberikan hasil terbaik bagi kemajuan perusahaan.

    Kegiatan ini biasanya dilaksanakan di aula kantor atau tempat lain dengan jumlah peserta 10-30 orang. Sedangkan untuk pelatihan bersifat teknis biasanya maksimal 10 orang. Namun banyaknya jumlah peserta ini tergantung kebutuhan dan kondisi perusahaan.

    Materi In House Training

    Nah, karena kegiatan ini adalah pelatihan dan pengajaran, maka ada materi-materi khusus untuk para karyawan perusahaan. Pengambilan materi pelatihan ini biasanya  dari problem-problem spesifik yang relevan dari para trainer perusahaan, kemudian membahas juga tentang solusi atas problem yang terjadi.

    Dengan cara ini, perusahaan bisa terus meningkatkan kinerja dan meningkatkan kualitas hasil kerja para karyawannya. Jika ada problem-problem yang menghambat produktivitas kerja para karyawan, diharapkan bisa segera teratasi dan mendapatkan solusi dari para trainer profesional.

    Langkah Tepat Membuat Perencanaan In House Training

    Saat merencanakan pelatihan untuk karyawan, ada beberapa faktor yang harus pihak perusahaan perhatikan agar berjalan lancar dan tujuannya tercapai. Selain jumlah peserta, trainer, hasil pelatihan yang perusahaan inginkan, dan ukuran organisasi, ada beberapa hal penting lain yang jadi pertimbangan, yakni:

    1. Konsep Pelatihan

    Supaya kegiatan berjalan lancar dan sesuai harapan, perusahaan perlu mengetahui apa saja yang bisa membantu kelancaran kegiatan training ini. Contohnya mempertimbangkan dulu seluruh peralatan yang akan digunakan, mempertimbangkan sumber daya, maupun materi yang akan diajarkan.

    Konsep yang matang dan tertata memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Terlebih jika materinya relevan, spesifik, solutif, dan berkualitas, maka akan memberikan pengaruh baik bagi kemajuan perusahaan dan kualitas kinerja karyawan.

    2. Penilaian Kebutuhan Perusahaan

    Selain merancang konsep yang matang, sebelum melakukan in house training perusahaan perlu melakukan penilaian terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk lebih mengenali kebutuhan perusahaan secara tepat dan jelas.

    Penilaian ini misalnya dengan mempertanyakan program pelatihan seperti apa yang perusahaan butuhkan hingga masalah apa yang ingin mendapatkan solusi dari pelatihan tersebut. Dari sini, kalau bisa mengetahui kebutuhan perusahaan, maka akan lebih mudah merancang konsep pelatihan dengan tepat.

    3. Validasi Program

    Setelah itu, lakukan validasi program yang telah direncanakan. Pastikan kegiatan sudah siap dilaksanakan dan lakukan evaluasi terkait kelemahan serta kelebihan program pelatihan. Jika ada yang mau diubah, maka lakukan perubahaan agar kegiatannya sesuai tujuan yang perusahaan inginkan.

    4. Latih Para Trainer

    Setelah mendapatkan validasi yang kuat, maka segeralah melatih karyawan terpilih sebagai trainer. Para trainer bisa mendapatkan pengajaran dulu dari manajer SDM atau dari orang yang memiliki kemampuan lebih dari karyawan lain untuk mendapatkan bekal yang cukup.

    Lalu para trainer bisa memberikan pelatihan khusus untuk para karyawan yang mengikuti kegiatan. Jangan lupa, pastikan memilih trainer yang berkualitas dan mumpuni agar bisa memberikan pengajaran terbaik.

    Manfaat Kegiatan In House Training

    Pelatihan internal ini sejatinya dilakukan untuk mendapatkan keuntungan dan mencapai target perusahaan. Selain itu, ada manfaat lain dari pelatihan karyawan ini, yaitu:

    1. Meningkatkan Kualitas Teamwork

    Manfaat penting dari pelatihan internal untuk karyawan adalah bisa meningkatkan kerjasama tim. Pelatihan ini bisa membawa kesempatan karyawan untuk lebih bisa berkolaborasi dengan tim lainnya dan mampu mengembangkan hubungan lebih kuat dengan tim lainnya.

    Tim yang solid, kuat, dan bisa berkolaborasi dengan baik tentu akan membawa dampak positif bagi perkembangan dan kemajuan perusahaan.

    2. Meningkatkan Kualitas SDM

    Sumber daya manusia yang berkualitas adalah salah satu kunci utama majunya sebuah perusahaan. Nah dengan mengadakan pelatihan seperti ini, para karyawan akan mendapatkan bimbingan, pelatihan, serta pengajaran yang mendukung kinerja mereka sehingga perusahaan bisa mencapai target sesuai harapan.

    3. Meningkatkan Efektivitas Biaya

    Dengan mengadakan pelatihan sendiri secara internal, perusahaan tidak perlu mengeluarkan dana lagi untuk mengirim karyawan mengikuti pelatihan di luar. Pelatihan internal membuat perusahaan lebih hemat namun tetap bisa mendapatkan hasil maksimal dari kinerja karyawan.

    4. Membangun Kenyamanan

    Tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan, dengan adanya pelatihan ini bisa membangun rasa aman dan nyaman bagi karyawan karena tidak perlu lagi pergi ke luar kantor untuk mendapatkan pelatihan.

    Karyawan juga tidak perlu mengambil cuti atau menggunakan hari libur mereka untuk mengikuti pelatihan karena pelatihan ini berlangsung saat jam kerja seperti biasa.

    5. Mempererat Kekeluargaan Antar Karyawan

    In house training sangat berguna untuk mempererat kebersamaan dan rasa kekeluargaan antar karyawan. Rasa solidaritas dan kekeluargaan ini sangat penting dibangun karena para karyawan bekerja dalam satu naungan yang sama.

    Jadi solidaritas kerja ini membutuhkan relasi nyaman, aman, bisa untuk sharing bersama, dan lingkungan yang kompak. Ini bisa berpengaruh juga terhadap kemajuan perusahaan karena karyawannya kompak, solid, dan profesional.

    6. Membangun Interaksi Antar Karyawan

    Jika suatu perusahaan memiliki banyak cabang yang tersebar di berbagai lokasi, kemungkinan memiliki kualitas kerja berbeda juga jadi lebih besar. Oleh karena itu, para karyawan internal membutuhkan interaksi agar mereka bisa saling bertukar informasi dan saling belajar satu sama lain.

    Cara ini terbilang efektif untuk membangun interaksi antar karyawan kantor cabang. Mereka bisa membangun komunikasi dan mencari standarisasi kerja paling bagus, dan paling efektif untuk perusahaan. Dari sini juga akan menciptakan standarisasi kerja yang merata dan berkualitas.

    Sudah Tahu Apa Itu In House Training Beserta Manfaatnya?

    Itulah pengertian dari in house training dan beberapa manfaatnya bagi perusahan dan karyawan itu sendiri. Dari sini bisa kamu pahami bahwa pelatihan internal sangat bermanfaat untuk membentuk kualitas kerja karyawan agar lebih profesional dan baik.

  • Training of Trainer: Pengertian dan Tujuan Pelaksanaannya

    Training of Trainer: Pengertian dan Tujuan Pelaksanaannya

    Saat ini, Training of Trainer adalah bentuk pelatihan calon pelatih yang sangat penting. Mungkin kamu bertanya bagaimana setiap pelatih memiliki kemampuan yang andal dalam menyampaikan materi ke semua peserta? Hal tersebut karena mereka telah mengikuti Training of Trainer atau TOT. 

    Dalam pelatihan ini, mereka harus belajar banyak hal sehingga memperoleh sertifikat yang menjadi bukti seorang trainer andal.

    Pengertian Training of Trainer

    Training of Trainer adalah sebuah pelatihan yang bertujuan untuk membantu para peserta menjadi seorang pelatih atau trainer. Melalui pelatihan tersebut, diharapkan peserta mampu mengimplementasikan materi yang diperoleh sebagai bekal untuk menangani beragam tugas serta pekerjaan. 

    Selama mengikuti TOT, peserta alias calon pelatih akan berlatih untuk meningkatkan keterampilan serta kompetensi yang mereka miliki.

    Berbagai metode akan peserta dapatkan selama mengikuti pelatihan. Dengan begitu, para peserta akan memperoleh pengetahuan serta skill yang sesuai untuk bidang pekerjaannya. 

    Selain mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan untuk dirinya sendiri, para peserta TOT juga diharapkan mampu meneruskan atau berbagi materi tersebut kepada orang lain. Seseorang yang selesai mengikuti pelatihan TOT akan disebut instruktur atau pelatih. 

    Para pelatih tersebut wajib mempunyai keahlian, kompetensi, keterampilan, serta pengetahuan seputar bidang atau materi yang digeluti. Mereka juga wajib menguasai berbagai aspek penting sesuai bidangnya sebelumnya memberikan pelatihan pada orang lain.

    Tujuan Training of Trainer

    Tujuan utama dari Training of Trainer adalah membentuk fasilitator atau pelatih andal yang mempunyai kemampuan mumpuni. Setelah mengikuti training ini, peserta akan memperoleh peran baru sebagai pelatih profesional.

    Selain itu, beberapa tujuan dari mengikuti TOT antara lain:

    • Memberikan pengetahuan seputar kerangka proses pelatihan.
    • Menumbuhkan komitmen agar mampu mengembangkan keterampilannya.
    • Menumbuhkan dan meningkatkan minat para peserta untuk menjadi seorang pelatih internal maupun eksternal.
    • Meningkatkan motivasi.
    • Menekankan pada manajemen stres.
    • Membangun kapasitas internal.
    • Meningkatkan rasa percaya diri.

    Tahapan dalam Training of Trainer

    Umumnya Training of Trainer adalah jenis pelatihan yang terbagi menjadi tiga tahap. Pertama, seorang calon pelatih akan berlatih dalam menyampaikan materi pelatihan (training delivery). Kemudian calon pelatih juga berlatih bagaimana mendesain maupun menyusun materi pelatihan (session design).

    Selanjutnya, calon trainer juga harus bisa menyusun kurikulum pelatihan (curriculum training). Tidak kalah penting, calon trainer juga harus mampu menyajikan materi secara baik serta melakukan evaluasi.

    Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Menjadi Trainer

    Dalam penerapannya, beberapa hal penting untuk menjadi seorang pelatih atau instruktur adalah seperti berikut.

    1. Komunikasi

    Training of Trainer adalah pelatihan yang membutuhkan komunikasi yang kondusif. Komunikasi yang terjadi antara pelatih serta peserta harus jelas. 

    Pastikan peserta pelatihan paham terhadap materi yang disampaikan pelatih. Jangan sampai ada peserta yang malah tidak paham sama sekali maupun merasa kesulitan mencerna informasi dari pelatih.

    Maka dari itu, trainer harus mempunyai kemampuan komunikasi yang bagus sehingga seluruh informasi atau materinya mampu diterima serta dipahami oleh para peserta.

    Untuk itu, selama mengikuti TOT ini, salah satu pelatihan yang harus diajarkan adalah bagaimana cara mengasah skill komunikasi kepada para calon pelatih. Dengan begitu, calon trainer akan tampil lebih percaya diri saat menjalin komunikasi.

    Komunikasi pun tak akan terjadi tanpa ada yang memulainya. Untuk itu, kamu juga bisa memulai komunikasi lebih dulu kepada para peserta lainnya.

    2. Bisa Mengajar

    Saat selesai mengikuti Training of Trainer, calon pelatih harus mampu mengajarkan materi yang didapatkan selama pelatihan. Itu artinya, para pelatih tersebut tidak boleh pasif saat ada peserta mengajukan pertanyaan. Ini karena secara tak langsung, peserta pelatihan menganggap trainer sebagai seseorang yang andal. 

    Maka dari itu, sebelum memberikan pelatihan sebaiknya pelatih benar-benar menguasai materi yang akan diajarkan. Tidak masalah untuk kembali mengingat atau membuka buku catatan tentang apa saja yang dulu didapatnya sebelum mulai mengajarkan pada orang lain.

    Selain itu, untuk menciptakan suasana yang rileks, maka trainer bisa menganggap para peserta tersebut sebagai siswa. Dengan begitu, tidak akan timbul ketegangan bagi pelatih sehingga mampu memberikan pengajaran kepada para peserta secara maksimal.

    3. Sabar

    Bagaimana jika para peserta pelatihan atau trainee masih belum paham materi meskipun telah dijelaskan berkali-kali? Jangan khawatir dan cobalah untuk tetap sabar. Di sinilah momen kesabaran seorang pelatih akan diuji.

    Seorang trainer harus mempunyai kesabaran yang tinggi saat menghadapi para peserta. Tentu saja ini karena masing-masing peserta mempunyai tingkat pemahaman yang berbeda-beda. Ada yang hanya memerlukan sekali penjelasan langsung paham, namun ada juga yang perlu beberapa kali penjelasan dan pengarahan.

    Untuk itu, trainer bisa menghadirkan materi dalam bentuk cerita lalu mengaitkannya dengan peristiwa atau fakta tersebut. Tujuannya untuk memberikan gambaran secara langsung terhadap materi pelatihan sehingga pengajaran menjadi lebih realistis.

    Para peserta pun akan lebih mudah memahami materi karena memiliki gambaran tentang kasus yang trainer berikan. Dalam hal ini, pelatih juga harus mempunyai kepribadian yang baik agar mampu menarik minat para peserta.

    4. Attitude

    Training of Trainer adalah pelatihan yang mengajarkan pesertanya untuk berlaku baik. Makanya, seorang pelatih juga harus mempunyai attitude yang baik. Ini mencakup kerja keras dan ketepatan waktu yang akan menjadi teladan para peserta. 

    Selain itu, pelatih yang andal adalah yang sempurna kepribadiannya. Misalnya menghindari hal-hal negatif seperti minum alkohol, merokok, dan lain-lain. Mengapa demikian? Karena pelatih mempunyai tanggung jawab dalam menghadirkan dan mencontohkan nilai positif pada peserta.

    Attitude seperti ini penting karena peserta kebanyakan akan melihat siapa pelatihnya. Ketika pelatihnya memang terkenal attitude-nya baik, para peserta pun akan segan dan bahkan semakin bersemangat menerima materi dari pelatih.

    5. Membangun Relasi

    Bukan sekadar memiliki komunikasi, pelaksana Training of Trainer adalah seorang yang juga harus mampu membangun relasi secara baik dengan para pesertanya. 

    Contohnya tidak mudah memarahi para peserta saat mereka mengajukan pertanyaan seputar materi. Bahkan meskipun materi tersebut telah selesai dibahas.

    Tetap tenang dan pelatih harus bisa memberikan jawaban secara lengkap serta dengan ekspresi yang menyenangkan. Hal ini sekaligus bertujuan untuk memancing para peserta lain agar terlibat aktif dalam training yang berlangsung.

    6. Paham Subjek yang Diajarkan

    Untuk menjadi pelatih yang andal, maka harus memahami serta menguasai seluruh konsep atau materi yang telah didapatkan. 

    Misalnya seorang pelatih di bidang komunikasi, trainer tersebut wajib ahli di bidang tersebut. Jangan sampai setelah mengikuti pelatihan lalu bertugas menyampaikan materi kepada orang lain, pelatih malah bingung materi apa yang harus disampaikan kepada para peserta.

    Saat materi benar-benar bisa dikuasai, memberikan penjelasan atau pengajaran pada orang lain bukan sebuah kendala. Apalagi saat pelatih mampu mengemas subjek yang akan dijelaskan dengan menarik, maka para peserta akan semakin antusias mendengarkan dan memahaminya.

    Sudah Paham Apa Itu Training of Trainer?

    Sekian pembahasan seputar TOT. Jadi, Training of Trainer adalah sebuah pelatihan terhadap para calon pelatih agar mereka memiliki kemampuan dan keterampilan yang andal sesuai bidangnya. Saat Anda selesai mengikuti TOT, maka tugas Anda adalah menyampaikan materi yang Anda peroleh tersebut kepada orang lain.

  • Apa Itu Metode Vestibule? Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya

    Apa Itu Metode Vestibule? Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya

    Metode Vestibule merupakan salah satu bagian dari metode training. Metode ini mulai banyak digunakan karena mampu memberikan dampak cukup signifikan terhadap peserta yang mengikutinya. 

    Pengertian Metode Vestibule

    Vestibule merupakan sebuah metode untuk melakukan pelatihan atau training kerja dan biasanya ditujukan pada karyawan baru. Metode ini memanfaatkan ruangan atau tempat terpisah yang nanti berperan sebagai tempat pelatihan untuk para karyawan atau pekerja baru yang akan menempati posisi tertentu. 

    Vestibule juga menjadi metode yang cocok untuk peserta dalam jumlah banyak yang akan menjalankan suatu pekerjaan yang sama serta di waktu yang sama juga.

    Biasanya proses pelaksanaan pelatihan dengan metode ini memerlukan waktu beberapa hari sampai beberapa bulan. Ada juga yang menjelaskan jika Vestibule merupakan jenis pelatihan yang tidak jauh berbeda dengan kursus di luar lingkungan pekerjaan.

    Selama mengikuti pelatihan tersebut, para peserta bukan sekadar memperoleh materi dan teori. Apa yang mereka dapatkan nanti tidak jauh berbeda dibandingkan pekerjaan yang akan mereka jalankan setelah mengikuti pelatihan tersebut.

    Tujuan Metode Vestibule

    Tujuan utama dari pelatihan dengan Vestibule yaitu memberikan penjelasan serta pengalaman kepada para peserta tentang kegiatan apa saja yang akan mereka lakukan. Itulah mengapa pelatihan ini juga dinamakan simulasi operasional bisnis. 

    Para karyawan yang mengikuti pelatihan Vestibule akan secara langsung belajar bagaimana tugas mereka nanti di perusahaan. Misalnya, bagaimana karyawan tersebut mengoperasikan alat-alat atau mesin perusahaan, kemudian bagaimana karyawan memahami SOP yang berlaku, dan sebagainya.

    Dengan mengikuti pelatihan Vestibule, diharapkan para karyawan tidak kaget ketika mereka benar-benar terjun ke perusahaan lalu menjalankan tugas sesuai posisi yang sebelumnya telah dipilih. 

    Lalu, saat pelatihan ini selesai, maka biasanya setiap peserta diminta agar beradaptasi dengan workflow atau alur kerja yang telah berlaku di perusahaan. 

    Kelebihan dan Kekurangan Metode Vestibule

    Setiap metode pelatihan sudah tentu mempunyai kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Sama halnya dengan Vestibule yang mempunyai kelebihan dan kekurangan seperti berikut.

    1. Kelebihan

    Pelatihan Vestibule mempunyai kelebihan yaitu terdapat penerapan partisipasi, repetisi, serta pengalihan keterampilan sebagai prinsip belajar. Para peserta pelatihan juga bisa memperoleh feedback terkait hasil pelatihan yang telah mereka ikuti. 

    Dengan metode tersebut, para peserta dapat terhindar dari tekanan maupun kebingungan saat mereka menempati posisi tertentu sesuai pekerjaannya. Ini karena selama pelatihan, para peserta diajarkan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan pekerjaannya. 

    Kelebihan berikutnya yaitu jika ada salah satu karyawan melakukan kesalahan, maka karyawan tersebut bisa segera memperbaiki kesalahannya tanpa perlu merusak citra perusahaan. Hal ini membuat perusahaan dapat terhindar dari kerugian karena kesalahan tersebut.

    Metode pelatihan ini juga tidak harus dilakukan secara individual. Ini memungkinkan perusahaan bisa langsung mengajari para karyawan baru secara sekaligus. Dengan begitu ini menjadi cara yang jauh lebih efektif serta efisien.

    2. Kekurangan

    Salah satu yang menjadi kendala penerapan metode Vestibule adalah biaya. Simulasi atau pelatihan yang dilakukan secara langsung ini memerlukan biaya cukup besar. Ini karena perusahaan harus benar-benar menyiapkan seorang trainer yang berkompeten di bidangnya. 

    Selain itu, perusahaan juga perlu mempersiapkan ruangan khusus, peralatan apa saja yang diperlukan untuk pelatihan, dan sebagainya. Untuk itu, sebelum mulai menerapkan metode ini dalam pelatihan, maka perlu memikirkan berapa budget yang harus disiapkan.

    Tujuannya agar perusahaan mampu menghadirkan sebuah pelatihan yang benar-benar sesuai dengan kondisi saat nanti karyawan berada di lapangan. Jadi bukan sekadar teori melainkan praktik sesuai dengan pekerjaan yang mereka jalani.

    Lalu, durasi untuk melakukan pelatihan dengan metode Vestibule juga perlu waktu cukup lama. Terlebih saat para peserta pelatihan tersebut jumlahnya banyak.

    Belum lagi trainer atau mentor yang meng-handle para peserta juga harus penuh kesabaran. Ini karena masing-masing karyawan mempunyai daya tangkap maupun pemahaman yang tidak sama. Jadi, ada karyawan yang sekali penjelasan sudah paham dan ada yang perlu waktu lebih lama untuk memahami penjelasan dari trainer.

    Cara Menyusun Pelatihan Vestibule dalam Perusahaan

    Sebenarnya, pelatihan dengan metode ini bisa diterapkan dengan mudah oleh perusahaan. Namun dalam menyusunnya sudah tentu perlu menyiapkan dana yang cukup untuk berbagai kebutuhan yang diperlukan selama pelatihan. Kemudian, perusahaan juga harus menyediakan ruangan khusus untuk pelatihan.

    Melalui training Vestibule, perusahaan bisa mulai menghadirkan simulasi pekerjaan kepada para karyawannya tersebut. Semua hal akan disimulasikan mulai dari bagaimana menjalankan SOP, mengoperasikan mesin, dan segala hal yang akan berkaitan dengan karyawan tersebut saat sudah menempati posisinya di perusahaan.

    Kesimpulan

    Jadi, metode Vestibule merupakan jenis pelatihan yang dipilih untuk memberikan simulasi pada para peserta tentang tugas atau pekerjaan yang akan mereka jalankan nanti. 

    Selama mengikuti pelatihan, para peserta akan mendapatkan materi dan praktik seputar hal-hal yang berkaitan dengan posisi pekerjaannya. Dengan begitu, saat pelatihan Vestibule ini selesai, mereka bisa dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan pekerjaannya. 

  • Apa itu Training? Pengertian, Tujuan, Metode dan Prinsipnya

    Apa itu Training? Pengertian, Tujuan, Metode dan Prinsipnya

    Training adalah proses pendidikan yang ditujukan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap karyawan dalam menjalankan pekerjaan mereka. Meskipun cukup penting, sayangnya masih banyak perusahaan yang belum menerapkannya. Baik karena tidak memahami peranannya atau memang tak acuh.

    Padahal, jika penerapannya sesuai dengan prinsip dan kaidah yang benar, kegiatan ini bisa memberikan berbagai manfaat untuk bisnis. Oleh karena itu, sebagai pebisnis Anda sebaiknya mempelajari apa itu pelatihan, melalui pembahasan di bawah ini!

    Pengertian Training 

    Pada dasarnya, training adalah suatu proses pelatihan yang perusahaan lakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM secara keterampilan, pengetahuan, dan sikap karyawan dalam melaksanakan tugas-tugas pekerjaannya. Pelatihan ini sendiri umumnya menjadi tanggung jawab dari perusahaan.

    Sesuai dengan peraturan yang tertera dalam Undang Undang Nomor 13 yang disahkan pada tahun 2003. Pada peraturan tersebut jelas tertera pembahasan mengenai ketenagakerjaan dan juga peraturan pengadaan training atau pelatihan kerja untuk para pekerja.

    Training sendiri biasanya berupa pelatihan yang perusahaan selenggarakan secara terpadu bersama praktisi maupun trainer handal di bidangnya. Sehingga tujuan pembinaan pegawai bisa tercapai, sesuai dengan kompetensi dan pengalaman yang SDM miliki dan ingin perusahaan kembangkan.

    Tujuan Training

    Dari penjelasan di atas, Anda bisa melihat bahwa sebenarnya ada banyak tujuan dan manfaat yang ingin perusahaan dapatkan. Walaupun dalam prosesnya perusahaan harus spend biaya lebih, namun perusahaan bisa mendapatkan benefit, seperti:

    1. Meningkatkan Keterampilan dan Pengetahuan Karyawan

    Tujuan utama dari training adalah untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan dalam melaksanakan tugas-tugas mereka. Ketikan keterampilan dan pengetahuan meningkat, karyawan tentu akan lebih efektif serta efisien dalam menjalankan tugas-tugasnya.

    2. Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Kerja

    Melalui meningkatnya keterampilan dan pengetahuan karyawan, produktivitas serta kualitas kerja juga akan ikut meningkat. Tentu saja, hal ini akan berdampak positif pada kinerja perusahaan secara keseluruhan. Jadi, secara tidak langsung kredibilitas dan kualitas perusahaan juga akan semakin baik

    3. Mengurangi Tingkat Kesalahan dan Kecelakaan Kerja

    Karyawan yang terlatih dengan baik akan lebih berhati-hati dalam bekerja untuk mengurangi tingkat kesalahan dan kecelakaan kerja. Ini akan berdampak positif pada keselamatan dan kesehatan karyawan serta mengurangi biaya yang harus perusahaan keluarkan untuk mengatasi kecelakaan kerja.

    Metode-Metode dalam Training

    Secara umum, training adalah latihan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai mutu karyawan. Karena itu, dalam pelaksanaannya sudah pasti butuh metode pelatihan yang tepat. Contohnya seperti beberapa metode di bawah ini:

    1. On The Job Training

    Metode pertama merupakan pelatihan dengan memberikan arahan langsung ke lokasi atau tempat kerja. Karyawan akan belajar dengan melakukan tugas-tugas pekerjaan yang sebenarnya di bawah bimbingan supervisor. Metode ini sangat efektif untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan secara praktis.

    2. Off The Job Training

    Berikutnya ada metode pelatihan yang merupakan kebalikan dari On The Job Training. Pelatihan ini membutuhkan tempat khusus yang harus perusahaan siapkan untuk pengadaan pelatihan. Metode ini biasanya berguna untuk memberikan pelatihan yang lebih intensif atau untuk mengajarkan keterampilan yang spesifik.

    3. Computer Based Training

    Seperti namanya, metode computer based training adalah pelatihan melalui program komputer yang perusahaan rancang khusus untuk memberikan pelatihan tertentu. Metode ini sangat efektif untuk memberikan pelatihan dalam skala besar atau untuk memberikan pelatihan yang spesifik pada bidang tertentu.

    4. Simulasi

    Pada dasarnya, pelatihan berguna untuk membantu menyiapkan pekerja bekerja pada kondisi apapun. Oleh sebab itu, simulasi jadi metode terbaik. Karena membuat pekerja merasakan situasi yang menyerupai realitas sebenarnya. Sehingga pekerja akan seolah berada dalam situasi yang perusahaan sudah setting sebelumnya.

    5. Mentoring

    Metode ini termasuk yang paling umum, yakni dengan memberikan mentor atau pembimbing kepada karyawan baru. Tujuannya adalah untuk membantu karyawan baru dalam belajar tentang tugas-tugas dan kegiatan yang terkait dengan pekerjaan mereka melalui para senior atau pembimbing yang bertanggungjawab.

    Apa Saja Prinsip Training?

    Dalam pelaksanaannya perusahaan harus memperhatikan beberapa prinsip pelatihan. Berikut adalah prinsip-prinsip yang perlu Anda ketahui:

    1. Motivasi

    Ini merupakan prinsip utama dalam pelatihan. Karena motivasi menjadi aspek yang akan sangat mempengaruhi pencapaian atas sebuah tujuan. Semakin kuat motivasinya, semakin besar juga peluang pencapaiannya.

    2. Materi Terstruktur

    Pelatihan harus mengikuti kurikulum yang terstruktur agar dapat mencapai tujuan yang perusahaan nyatakan dengan efektif. Selain itu, tahapan materi juga harus perusahaan sesuaikan dengan tujuannya.

    3. Pendekatan yang Tepat

    Prinsip training selanjutnya adalah menggunakan pendekatan yang tepat. Pelatihan harus perusahaan sesuaikan dengan peserta, yaitu dengan mempertimbangkan latar belakang, kemampuan, dan gaya belajar para peserta. Sehingga materi yang diberikan dapat tersampaikan.

    4. Umpan Balik yang Baik

    Pelatihan harus memberikan umpan balik yang baik. Sehingga peserta dapat mengetahui bagaimana cara memperbaiki dan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan selama pelatihan.

    5. Pengukuran Keberhasilan

    Keberhasilan pelatihan harus perusahaan ukur dengan seksama dan tertulis. Sehingga perusahaan dapat mengetahui apakah tujuan pelatihan telah tercapai atau belum.

    Sudah Paham Tentang Apa itu Training?

    Dari penjelasan di atas, Anda bias mengasumsikan bahwa training adalah upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas mutu SDM. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas dan kredibilitas bisnisnya. Jadi, sudahlah perusahaan Anda menerapkan pelatihan kerja yang baik?

  • Apa Itu Train Attendant? Pengertian, Tugas, dan Besaran Gajinya

    Apa Itu Train Attendant? Pengertian, Tugas, dan Besaran Gajinya

    Kereta adalah salah satu jenis transportasi darat yang banyak diminati untuk menempuh perjalanan jarak dekat atau jarak jauh sekalipun. Penumpang kereta juga akan dilayani oleh train attendant yang baik dan ramah. Train attendant adalah pramugari kereta yang akan membantu memenuhi kebutuhan para penumpang.

    Bagi kamu yang masih baru mendengar istilah tersebut, mungkin masih belum paham sepenuhnya. Silakan simak artikel berikut ini yang akan mengupas tuntas pengertian pramugari kereta, tugas, dan besar gaji yang diterima.

    Pengertian Train Attendant 

    Train attendant adalah profesi yang mulai marak dicari karena masyarakat semakin banyak yang menggunakan jasa kereta. Kamu juga bisa menyebut profesi ini sebagai seorang pramugari kereta api. Tugas seorang pramugari kereta tentu tidak jauh berbeda dengan seorang pramugari pesawat.

    Mereka akan melayani penumpang serta membantu memenuhi kebutuhan penumpang selama dalam perjalanan menggunakan jasa kereta api tersebut. Train attendant memegang fungsi krusial karena dapat mendukung kelancaran dan kenyamanan perjalanan.

    Profesi pramugari kereta tidak hanya untuk wanita karena juga terbuka untuk pria. Lulusan SMA atau SMK pun mempunyai kesempatan untuk menjadi seorang pramugari kereta selama memenuhi persyaratan rekrutmen.

    Mengingat seorang pramugari selalu menghadapi penumpang setiap hari, maka sangat penting memiliki kepribadian yang ramah dan sopan. Apabila penumpang puas dengan pelayanan train attendant, mereka pun akan lebih senang mengandalkan transportasi kereta saat bepergian.

    Tugas Train Attendant

    Supaya kamu lebih familiar dengan profesi ini, maka cari tahulah apa saja tugas-tugasnya. Tugas train attendant adalah sebagai berikut:

    1. Menunjukkan Gerbong Kereta dan Tempat Duduk Penumpang

    Bagi kamu yang belum punya pengalaman naik kereta, mungkin akan kebingungan menemukan gerbong dan tempat duduk. Namun, tidak perlu khawatir karena ada banyak pramugari yang bertugas dan siap membantu.

    Para pramugari dengan sabar dan ramah akan membantu menunjukkan gerbong dan tempat duduk yang tertera pada tiket. Bantuan dari pramugari ini tentu dapat mempersingkat waktu karena penumpang bisa menemukan tempat duduk dengan cepat. Alhasil, kereta pun bisa segera memulai keberangkatannya.

    2. Menginformasikan Menu Restoran Kereta

    Kereta mempunyai fasilitas restoran yang menyajikan berbagai macam menu, sehingga penumpang yang lapar dapat dengan mudah mengisi perut. Seorang train attendant juga mempunyai tugas mengumumkan atau menginformasikan menu restoran kepada semua penumpang.

    Pramugari kereta akan mengumumkan menu restoran menggunakan pengeras suara. Dengan demikian, semua penumpang bisa mendengarkan informasi tersebut. Pramugari kereta juga akan mengumumkan informasi terbaru apabila ada menu yang kosong. 

    3. Menjajakan Minuman dan Makanan

    Tugas berikutnya dari seorang train attendant adalah menjajakan minuman atau makanan kepada para penumpang kereta. Pramugari yang bertugas akan menyusuri setiap gerbong sambil membawa kereta tempat makanan dan minuman, barangkali ada penumpang yang ingin membeli.

    Menjajakan dari gerbong ke gerbong ini biasa dilakukan oleh dua orang pramugari. Kedua pramugari tersebut mulai menjajakan minuman dan makanan sejak dari stasiun keberangkatan hingga sampai stasiun terakhir. 

    4. Memberikan Pelayanan yang Nyaman Pada Penumpang

    Pramugari kereta akan selalu siap membantu para penumpang yang membutuhkan bantuan dan pelayanan. Misal, pada penumpang kereta eksekutif perjalanan malam hari, kamu bisa meminta selimut dan bantal pada pramugari kereta.

    Mereka pun akan segera mengambilkan selimut yang kamu minta. Jika kamu butuh bantuan lainnya, para pramugari akan siap memberikan pelayanan terbaik yang kamu butuhkan.

    5. Mencapai Target Penjualan Perjalanan

    Tugas lain dari seorang train attendant adalah mencapai target penjualan makanan dan minuman dari restoran kereta. Setiap perjalanan dinas tentu mempunyai target penjualan yang berbeda-beda. Hal yang menyebabkan besaran target tidak sama adalah karena perbedaan rute atau kondisi hari.

    Target penjualan bisa jadi lebih tinggi jika musim libur karena akan semakin banyak yang menggunakan jasa kereta. Selain itu, perjalanan dinas jarak jauh juga memungkinkan untuk memasang target tinggi karena pelanggan pasti memerlukan makanan, snack, dan minuman selama dalam perjalanan.

    Mengingat pramugari harus mampu mencapai target penjualan dalam setiap perjalanan. Itulah mengapa, mereka juga turun langsung untuk menjajakan makanan dan minuman dari gerbong ke gerbong.

    6. Melakukan Briefing dan Doa

    Sebelum mulai melaksanakan kerja, para train attendant biasanya akan melakukan briefing. Dengan demikian, para pramugari kereta mengetahui informasi terbaru yang perlu ditaati. Selanjutnya, pramugari senior akan memimpin doa supaya perjalanan berjalan dengan lancar dan selamat.

    7. Apel Dinas dengan Kondektur

    Tugas lain seorang train attendant adalah melakukan apel dinas bersama dengan kondektur. Umumnya, pramugari kereta dan kondektur akan melakukan kegiatan rutin ini setelah penumpang memasuki gerbong dan selesai boarding. 

    Kegiatan apel wajib melibatkan semua kru kereta guna mendukung kelancaran perjalanan. Selama apel, kondektur akan memberikan informasi terkait jadwal perjalanan dinas ke train attendant.

    8. Menjaga Kebersihan Gerbong

    Mengingat banyak penumpang di dalam gerbong, tentu ruangan akan lebih mudah kotor. Tugas dari pramugari kereta tidak hanya melayani penumpang saja karena juga harus menjaga dan memastikan kebersihan gerbong kereta.

    Gerbong yang paling mendapatkan perhatian kebersihan yaitu gerbong kereta makan. Kondisi gerbong yang bersih tentu akan membuat penumpang merasa nyaman. Sebaliknya, apabila gerbong kotor dan banyak sisa makanan berceceran, akan membuat penumpang risih dan tidak nyaman.

    9. Memberikan Pertolongan pada Penumpang yang Sakit

    Tugas train attendant adalah memberikan pertolongan pada penumpang yang sakit. Sebab, selama dalam perjalanan kereta, penumpang bisa mengalami sakit kepala, sakit perut, atau kedinginan.

    Supaya penumpang tetap merasakan kenyamanan dalam perjalanan, maka train attendant yang akan memberikan pertolongan. Untuk kondisi sakit ringan, mereka akan memberikan obat-obatan, air hangat, atau bahkan bantal dan selimut.

    10. Menjawab Pertanyaan Para Penumpang

    Penumpang yang membutuhkan bantuan atau informasi bisa menanyakan langsung kepada train attendant. Menjawab pertanyaan dari para penumpang juga sudah menjadi bagian dari pekerjaan pramugari kereta. Mereka pun akan siap menjawab pertanyaan dengan ramah dan sopan.

    Jadi, apabila kamu merasa tidak paham atau kurang tahu dengan peraturan, fasilitas, atau masalah lainnya, jangan sungkan untuk bertanya pada train attendant.

    Besaran Gaji Train Attendant 

    Besaran gaji seorang train attendant akan dipengaruhi oleh jam terbang, sehingga train attendant pemula gajinya tidak sama dengan yang sudah senior. Menurut informasi dari PT. KAI, seorang pramugari kereta mendapatkan gaji pokok sebesar Rp4.000.000,00 per bulan dan tergantung dengan posisi jabatan.

    Selain itu, pramugari kereta juga akan mendapatkan tunjangan kinerja yang mencapai Rp3.000.000,00, insentif dan uang make up yang mencapai Rp2.000.000,00. Semakin tinggi jam terbang seorang train attendant, maka akan semakin besar pula gaji yang diterima.

    Minat Menjadi Train Attendant?

    Train attendant adalah profesi menjanjikan karena mempunyai penawarkan gaji yang menarik. Selain itu, peluang kerja ini terbuka untuk lulusan SMA atau SMK. Persyaratan mutlak menjadi train attendant yaitu mempunyai kemampuan komunikasi yang baik karena selalu berhadapan dengan penumpang setiap hari.Menjadi seorang train attendant juga harus mampu bekerja dengan tim dan mencapai target penjualan yang ditetapkan. Jadi, apabila kamu tertarik untuk melamar pekerjaan ini, siapkan semua persyaratan dengan baik agar mendapat kesempatan untuk kerja di posisi penting ini.