Category: Sejarah

  • Sejarah Kerajaan Majapahit, Peninggalan & Peristiwa Penting

    Sejarah Kerajaan Majapahit, Peninggalan & Peristiwa Penting

    Kerajaan Majapahit merupakan sebuah kekaisaran maritim yang berkuasa di wilayah Nusantara pada abad ke-14 hingga ke-15. Sejarah Kerajaan Majapahit sendiri begitu megah dan kaya. Dengan ibu kota yang terletak di Trowulan, Jawa Timur, kerajaan ini merupakan salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia. 

    Pada artikel berikut, kami akan mengupas sejarah, kekuatan, pencapaian, dan peninggalan Kerajaan Majapahit. Selain itu, kami juga akan membahas peran pentingnya dalam perkembangan budaya dan peradaban hingga saat ini. Berikut ulasannya!

    Sejarah Kerajaan Majapahit

    Pada awalnya, sejarah Kerajaan Majapahit erat kaitannya dengan Kerajaan Singasari. Selain itu, Raden Wijaya, menantu Raja Kertanegara dari Kerajaan Singasari, memiliki peran penting dalam peristiwa bersejarah ini. 

    Karena, pada tahun 1292 M, Singasari mengalami pemberontakan oleh Jayakatwang. Hal tersebut mengakibatkan keruntuhan Singasari. Saat itulah Raden Wijaya, bersama dengan Arya Wiraraja, melarikan diri.

    Raden Wijaya kemudian mendirikan permukiman di Hutan Trowulan, yang dahulu merupakan tanah sima Kerajaan Singasari, dan tempat ini ia beri nama Majapahit. Nama “Majapahit” berasal dari buah maja yang tumbuh subur di wilayah Trowulan dan memiliki rasa pahit.

    Kemudian, wilayah Majapahit tumbuh dan berhasil memikat hati penduduk Daha dan Tumapel. Lalu, upaya balas dendam Raden Wijaya dipercepat ketika pasukan Kubilai Khan tiba pada tahun 1293. 

    Setelah mengalahkan Jayakatwang, Raden Wijaya menghadapi pasukan Mongol di bawah Kubilai Khan. Setelah berhasil mengatasi Mongol dan Kediri, Raden Wijaya mendapatkan penobatan sebagai raja pada tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215, dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana.

    Lokasi Kerajaan Majapahit

    Tempat-tempat penting dalam pemerintahan sejarah Kerajaan Majapahit terdiri dari tiga wilayah yang terletak di Jawa Timur, yakni:

    1. Mojokerto

    Pusat pemerintahan awal Kerajaan Majapahit terletak di Mojokerto.  Pemimpinnya kala itu adalah Raden Wijaya. Lokasi ini sekarang perkiraannya berada di tepi Sungai Brantas.

    2. Trowulan

    Pusat pemerintahan Majapahit kemudian berpindah ke Trowulan, saat Raja kedua, Sri Jayanegara, memerintah. Saat ini, lokasi Trowulan terletak sekitar 12 km dari pusat Kota Mojokerto.

    3. Daha

    Kemudian, Daha terkenal sebagai Kediri dan menjadi pusat pemerintahan Majapahit setelah Trowulan. Sejarawan meyakini wilayah Daha ini dulunya merupakan pusat pemerintahan terakhir Majapahit, di mana masalah internal menghantui kerajaan ini.

    Raja Kerajaan Majapahit

    Ilustrasi Raja Majapahit | Sumber: Sindonews.com

    Berikut ini adalah daftar penguasa-penguasa sejarah Kerajaan Majapahit beserta masa pemerintahan mereka:

    • Kertarajasa Jayawardhana (1293-1309 M)
    • Jayanagara (1309-1328 M)
    • Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328-1350 M)
    • Hayam Wuruk (1350-1389 M)
    • Wikramawardhana (1389-1429 M)
    • Suhita (1429-1447 M)
    • Kertawijaya (1447-1451 M)
    • Rajasa Wardhana (1451-1453 M)
    • Girishawardhana (1456-1466 M)
    • Suryaprabha (1466-1468 M)
    • Kertabhumi (1468-1478 M)
    • Girindrawardhana (1474-1527 M)

    Masa Kejayaan Majapahit

    Ilustrasi Wilayah Kekuasan Kerajaan Majapahit | Sumber: Dictio Community

    Selama sejarah Kerajaan Majapahit, puncak kejayaan kerajaan terjadi di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk (1350-1389 M). Selain itu, kesuksesan Majapahit dalam mencapai puncak kejayaan tidak terlepas dari peran penting Gajah Mada, yang berhasil mengatasi pemberontakan dan menyatukan wilayah Nusantara. 

    Buktinya adalah Sumpah Palapa terkenal karena Gajah Mada memiliki arti penting dalam upaya menguasai seluruh wilayah Nusantara di bawah bendera Majapahit. Wilayah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatera, Semenanjung Malaya, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua, Tumasik (Singapura), dan Filipina.

    Tidak hanya memperluas wilayahnya, Majapahit juga menjalin hubungan dengan kerajaan di sekitar Asia Tenggara. Kesuksesan Majapahit juga terjadi karena Mpu Nala mengomandani armada laut kala itu.

    Melalui strategi dan kekuatan militer, Majapahit berhasil menjaga stabilitas wilayahnya dan meluaskan pengaruhnya. Selama masa kejayaannya, Majapahit menjadi pusat perdagangan yang mengandalkan komoditas ekspor seperti lada, garam, dan lengkeng.

    Masa Kemunduran Sejarah Kerajaan Majapahit 

    Mundurnya Majapahit terjadi setelah Gajah Mada meninggal pada tahun 1364. Pada saat itu, Hayam Wuruk tidak mampu mengisi posisi yang kuat seperti Gajah Mada. Akhirnya, setelah kematian Hayam Wuruk pada tahun 1389, Majapahit mengalami penurunan yang signifikan. Beberapa faktor penyebab kemunduran Majapahit adalah:

    • Tidak ada tokoh sentral pemerintahan yang dapat mempertahankan wilayah kesatuan, setelah kepergian Gajah Mada dan Hayam Wuruk.
    • Struktur pemerintahan Majapahit yang mirip dengan sistem negara serikat pada masa modern dan memberikan banyak kemerdekaan kepada wilayah-wilayah di bawahnya, sehingga memudahkan mereka untuk memisahkan diri ketika mereka mengetahui pusat pemerintahan kehilangan kekuasaan.
    • Terjadinya perang saudara, seperti Perang Paregreg (1401 – 1406) oleh Bhre Wirabhumi yang melawan pemerintahan pusat Kerajaan Majapahit. Bhre Wirabhumi yang kala itu memerintah wilayah Blambangan, memiliki ambisi untuk menjadi raja Majapahit.
    • Masuknya agama Islam sejak zaman Kerajaan Kediri di Jawa Timur membawa kekuatan baru yang menantang kedaulatan Majapahit. Banyak kepala daerah di wilayah pesisir yang memeluk Islam, karena motif perdagangan dan kemudian melawan Majapahit.

    Peninggalan Kerajaan Majapahit

    Salah Satu Peninggalan Kerajaan Majapahit | Sumber: Pahami

    Menurut sejarah, Kerajaan Majapahit memberikan banyak peninggalan dalam bentuk bangunan, seni, budaya, dan sastra yang masih kita temukan hingga sekarang. Berikut adalah beberapa peninggalan tersebut: 

    1. Bangunan

    Majapahit mendirikan banyak candi, gapura, istana, dan benteng yang memiliki fungsi sebagai tempat ibadah, simbol kekuasaan, dan pertahanan. Beberapa bangunan peninggalan Majapahit yang masih dapat kita temukan, antara lain:

    • Candi Brahu, sebuah candi Hindu sebagai tempat penyimpanan abu jenazah raja-raja Majapahit.
    • Candi Tikus, candi Hindu dengan bentuk kolam pemandian dan hiasan relief binatang.
    • Gapura Bajang Ratu, sebuah gapura dengan corak Hindu-Buddha sebagai pintu masuk ke kompleks pemakaman raja-raja Majapahit.
    • Gapura Wringin Lawang, gapura dengan corak Hindu-Buddha sebagai pintu masuk ke ibu kota Majapahit.
    • Istana Ratu Boko, sebuah istana kerajaan yang berlokasi di lereng Gunung Prambanan.
    • Benteng Trowulan, sebuah benteng pertahanan yang mengelilingi ibu kota Majapahit.

    2. Seni

    Majapahit mengembangkan berbagai bentuk seni, seperti seni rupa, ukiran, pahat, lukis, dan musik sebagai alat ekspresi dan hiburan. Beberapa seni peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit yang masih ada, yakni:

    • Patung-patung dari batu atau perunggu yang menggambarkan dewa-dewa Hindu-Buddha atau tokoh-tokoh Majapahit.
    • Relief-relief yang menghiasi dinding candi, gapura, atau istana dan menceritakan cerita-cerita Hindu-Buddha atau kehidupan masyarakat Majapahit.
    • Ukiran-ukiran pada kayu, tanduk, atau gading yang berbentuk hewan, bunga, atau motif geometri, sebagai hiasan atau alat upacara.
    • Lukisan-lukisan pada kain atau kertas yang menggambarkan pemandangan, tokoh, atau simbol-simbol Majapahit, sebagai hiasan atau media komunikasi.
    • Musik-musik dengan alat-alat seperti gamelan, suling, rebab, gong, kendang, dan bonang sebagai pengiring tari, teater, atau ritual.

    3. Budaya

    Majapahit mengembangkan budaya yang kaya dan beragam, yang mendapatkan pengaruh oleh Hindu-Buddha, budaya Jawa kuno, dan budaya asing. Beberapa aspek budaya peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit yang masih kita temukan, termasuk:

    • Bahasa Jawa Kuno, sebagai bahasa resmi dalam sastra, prasasti, dan surat-menyurat Kerajaan Majapahit serta masih dipelajari sebagai bahasa klasik.
    • Aksara Jawa Kuno, aksara resmi Majapahit untuk menulis bahasa Jawa Kuno serta sebagai aksara tradisional dan dasar aksara Jawa modern.
    • Sastra Jawa Kuno, yang mencakup puisi, prosa, drama, dan sejarah dalam bahasa Jawa Kuno. Contohnya, karya-karya seperti Nagarakretagama, Pararaton, Sutasoma, Arjunawiwaha, dan Kidung Sundayana masih terkenal hingga saat ini.
    • Tari-tarian Jawa Kuno yang meliputi tari sakral, tari keraton, dan tari rakyat dengan iringan musik gamelan. Beberapa tari seperti Bedhaya Ketawang, Serimpi Sangupati, Gambuh, Wayang Wong, dan Reog Ponorogo masih bisa kita saksikan sampai sekarang.
    • Wayang Kulit Jawa Kuno, pertunjukan wayang kulit yang menceritakan kisah Hindu-Buddha atau sejarah Majapahit, yang masih menjadi seni tradisional yang populer hingga sekarang.

    Peristiwa Penting Kerajaan Majapahit

    Ilustrasi Pemberontakan Ronggolawe | Sumber: Boombastis

    Terdapat beberapa peristiwa penting dalam sejarah Kerajaan Majapahit, yakni:

    1. Pemberontakan Nambi, Sora, dan Ranggalawe

    Salah satu momen penting adalah pemberontakan yang melibatkan tokoh-tokoh seperti Nambi, Sora, dan Ranggalawe. Mereka menantang pemerintahan Majapahit dan menguji stabilitas kerajaan.

    2. Sumpah Palapa

    Selama periode ini, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa, yakni komitmen untuk tidak merasakan rempah-rempah (“palapa”) hingga ia berhasil menyatukan seluruh wilayah Nusantara di bawah pemerintahan Majapahit. Sumpah ini menjadi simbol tekad untuk menyatukan Nusantara di bawah bendera Majapahit.

    Sudah Lebih Mengenal Sejarah Kerajaan Majapahit?

    Pada intinya, sejarah Kerajaan Majapahit bermula dari keruntuhan Kerajaan SIngasari yang membuat Raden Wijaya melarikan diri dan mendirikan Kerajaan Majapahit hingga akhirnya mengalami keruntuhan akibat perang saudara.

    Dengan lebih memahami Kerajaan Majapahit lebih dalam, kita dapat mengetahui kekayaan sejarah Indonesia yang beraneka ragam dan bersemangat untuk menjaga dan melestarikan warisan ini untuk generasi anak cucu kita nanti.

  • Sejarah Kerajaan Sriwijaya: Raja, Kejayaan, dan Peninggalannya

    Sejarah Kerajaan Sriwijaya: Raja, Kejayaan, dan Peninggalannya

    Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan Buddha terbesar di Nusantara. Oleh sebab itu, kita perlu untuk mempelajari sejarah Kerajaan Sriwijaya mulai dari letak, raja, masa kejayaan, dan peninggalannya. Pengaruh kerajaan ini bisa dibandingkan dengan Kerajaan Majapahit. Ingin tahu lebih lanjut? Simak penjelasannya di bawah ini!

    Sejarah Kerajaan Sriwijaya

    (Ilustrasi Sejarah Kerajaan Sriwijaya | Sumber gambar: Mojaveexperiment.com)

    Seorang peneliti bernama George Coedes yang berasal dari Perancis pertama kali meneliti tentang pendirian dan sejarah Kerajaan Sriwijaya pada tahun 1920. Kemudian, ia mempublikasikan hasil penelitiannya melalui surat kabar yang tersedia dalam bahasa Indonesia dan Belanda.

    Berdasarkan informasi dari catatan biksu I Tsing dan Prasasti Kota Kapur, awal berkembangnya kerajaan ini pada abad ke-7 Masehi yang memiliki pendiri bernama Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Pada masa itu, berbagai musafir dari Cina dan India ramai mengunjungi kepulauan Nusantara.

    Sriwijaya merupakan kerajaan maritim yang memiliki pengaruh yang cukup di Nusantara. Pada masa kejayaannya, kerajaan ini mengontrol daerah-daerah jalur utama perdagangan. Daerah-daerah tersebut meliputi Thailand Selatan, Kamboja, Selat Malaka, Semenanjung Malaya, dan sebagian wilayah Jawa.

    Letak Kerajaan Sriwijaya

    Letak persis dari Kerajaan Sriwijaya hingga kini masih menjadi perdebatan. Meskipun begitu, ada sebuah pendapat yang berasal dari peneliti George Coedes pada tahun 1918 mengenai bagian dari sejarah Kerajaan Sriwijaya ini. Ia menyatakan bahwa Palembang merupakan pusat dari Kerajaan Sriwijaya.

    Hingga kini, daerah Palembang dan Pulau Sumatra secara keseluruhan masih orang-orang anggap sebagai pusat pemerintahan kerajaan bercorak Buddha ini. Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa kerajaan maritim seperti Sriwijaya terbiasa memiliki pusat kekuasaan yang berpindah-pindah.

    Sejumlah ahli ini menarik kesimpulan bahwa wilayah Kedah, Muara Takus, dan Jambi merupakan pusat kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Tetapi, penelitian yang Universitas Indonesia lakukan pada tahun 2013 menemukan beberapa situs candi bercorak Buddha di wilayah Muaro Jambi.

    Spekulasinya, reruntuhan candi tersebut merupakan tempat tinggal para cendekiawan Buddha yang berada di Kerajaan Sriwijaya pada saat itu.

    Raja-raja Kerajaan Sriwijaya

    (Ilustrasi Raja Balaputradewa | Sumber gambar: SinergiJakarta)

    Kerajaan Sriwijaya berkuasa hingga abad ke-13 Masehi dan termasuk salah satu kerajaan terkuat dan terbesar yang wilayahnya luas saat itu. Oleh sebab itu, banyak raja-raja yang silih berganti memerintah dalam kurun waktu kekuasaan tersebut.

    Untuk mengetahui sejarah Kerajaan Sriwijaya lebih dalam, berikut ini terdapat enam raja yang cukup terkenal dari kerajaan bercorak Buddha ini.

    1. Dapunta Hyang Sri Jayanasa (671-702 Masehi)

    Prasasti Kedukan Bukit dan Talang Tuo merupakan peninggalan bersejarah Kerajaan Sriwijaya yang banyak menyebut Raja Dapunta Hyang. Pada abad ke-7 Masehi, Dapunta Hyang melaksanakan berbagai usaha demi memperluas wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya.

    Beberapa wilayah kekuasaan yang berhasil Dapunta Hyang taklukkan saat masa pemerintahannya yaitu Lampung, Jambi, Pulau Bangka, Kerajaan Kalingga, Kedah, Kerajaan Mataram Kuno, dan Tanah Gentung Kra.

    Selain itu, di dalam Prasasti Talang Tuwo menyebutkan bahwa Dapunta Hyang membangun taman yang ia beri nama Taman Sriksetra. Penulisan prasasti ini menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. Selanjutnya, prasasti ini berisi tentang Taman Sriksetra yang memiliki kanal dan kolam.

    Raja Dapunta Hyang juga meminta untuk menanam beberapa jenis pohon yang buahnya dapat dimakan di taman tersebut. Pohon-pohon tersebut, antara lain pinang, sagu, kelapa, wuluh, dan enau.

    2. Balaputradewa (856 Masehi)

    Raja Balaputradewa berhasil membuat Kerajaan Sriwijaya mencapai puncak kejayaannya. Berdasarkan Prasasti Nalanda, Balaputradewa merupakan keturunan dari Wangsa Syailendra. Raja Kerajaan Sriwijaya ini juga memiliki nama lain, yaitu Raja Suwarnadwipa yang merupakan nama kuno untuk Pulau Sumatra.

    Pada masa pemerintahannya, agama Buddha berkembang dengan pesat. Selain itu, raja Sriwijaya ini juga memiliki hubungan yang erat dengan Kerajaan Benggala yang saat itu dipimpin oleh Raja Dewapaladewa.

    Bahkan, raja Benggala ini memberikan sebidang tanah kepada Balaputradewa dengan tujuan untuk mendirikan asrama bagi para pelajar yang sedang belajar di Nalanda. Pembangunan asrama ini memperlihatkan bahwa Raja Balaputradewa peduli tentang ilmu pengetahuan untuk para generasi muda di Kerajaan Sriwijaya.

    3. Sri Sudamaniwarmadewa (988 Masehi)

    Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Sriwijaya mendapatkan serangan dari Raja Dharmawangsa dari Jawa Timur. Walaupun begitu, serangan ini berhasil Raja Sri Sudamaniwarmadewa gagalkan dengan bantuan para tentara kerajaan. 

    Raja Sri Sudamaniwarmadewa memiliki hubungan yang erat dengan Dinasti Chola dari India. Raja ini juga pernah membangun sebuah candi sebagai bentuk dedikasinya kepada kaisar Tiongkok pada tahun 1003.

    Selain itu, sebuah vihara di bagian di India Selatan juga ikut mengabadikan nama raja ini menurut Prasasti Leiden. Nama vihara tersebut adalah Vihara Culamani Farma.

    4. Sri Marawijayatunggawarman (1008 Masehi)

    Sri Marawijayatunggawarman berhasil menjalin hubungan dengan Raja Rajaraya I dari Kerajaan Colamandala pada masa pemerintahannya. Selain itu, raja Kerajaan Sriwijaya ini berhasil memimpin perang dengan menaklukan Kerajaan Medang dari Jawa Timur.

    5. Sri Sanggrama Wijayatunggawarman (1025 Masehi)

    Sayangnya, kerajaan Sriwijaya mulai mengalami masa kemunduran pada masa pemerintahan Raja Sri Sanggrama Wijayatunggawarman. Menurut tulisan Prasasti Tanjore pada tahun 1030, kemunduran ini terjadi karena serangan Kerajaan Colamandala. 

    Pemimpin Kerajaan Colamandala pada saat itu bernama Raja Rajendra Chola dan ia berhasil membuat Kerajaan Sriwijaya melemah. Raja Sanggrama tidak dapat menangkis serangan tersebut pun akhirnya ditahan dan ditangkap oleh musuh. Tapi, sang raja dibebaskan saat Raja Kulotungga I memimpin Kerajaan Chola. 

    Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya

    (Ilustrasi Masa Kejayaan Sriwijaya | Sumber gambar: Rumah Berita)

    Seperti penjelasan yang ada di atas, Kerajaan Sriwijaya masuk dalam masa kejayaannya ketika Balaputradewa memimpin. Pada masa itu, kerajaan ini berhasil menguasai beberapa kerajaan lain dan banyak jalur perdagangan yang strategis.

    Pengaruh dan kekuasaan Kerajaan Sriwijaya mencapai wilayah Kamboja dan Thailand. Kekuasaan kerajaan ini terhadap kedua wilayah tersebut tampak pada arsitektur Pagoda Borom di Chaiya, Thailand yang memiliki ciri khas Kerajaan Sriwijaya.

    Dengan memiliki letak kekuasaan yang berada di jalur perdagangan, penjualan hasil alam, seperti cengkih, kayu gaharu, kapur barus, kayu cendana, dan kapulaga menjadi lebih mudah. Puncak kejayaan Kerajaan Sriwijaya berlangsung pada abad ke-8 Masehi hingga abad ke-9 Masehi.

    Selat Malaka yang merupakan jalur utama perdagangan antara Cina dan India berhasil Kerajaan Sriwijaya kuasai pada masa pemerintahan Raja Balaputradewa hingga Raja Sri Marawijayatunggawarman. Untuk menjaga wilayah kekuasaan yang luas, kerajaan ini membangun armada laut yang cukup kuat.

    Selain itu, kapal asing yang ingin berdagang di kerajaan merasa lebih aman dan terhindar dari gangguan perompak karena adanya armada laut tersebut. Dengan demikian, Kerajaan Sriwijaya dapat berkembang menjadi kerajaan maritim yang kuat.

    Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

    (Candi Muaro Jambi | Sumber gambar: Wikipedia)

    Bagian selanjutnya dari sejarah Kerajaan Sriwijaya adalah berbagai peninggalan bersejarahnya. Peninggalan-peninggalan tersebut, antara lain:

    1. Prasasti Kota Kapur

    Tempat penemuan Prasasti Kota Kapur berada di situs Kota Kapur pada tahun 1892. Prasasti berbentuk tugu ini berisi tentang kutukan bagi orang-orang yang ingin memberontak atau tidak takluk kepada Sriwijaya.

    Penulisan prasasti ini berlangsung pada tahun 686 Masehi saat akan menyerang Jawa yang tidak takluk kepada Sriwijaya.

    2. Prasasti Kedukan Bukit

    Penulisan Prasasti Kedukan Bukit berlangsung pada tahun 682 Masehi yang isinya mengenai Dapunta Hyang yang menaiki perahu dan kemenangan Kerajaan Sriwijaya. Tulisan pada prasasti ini menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta.

    3. Candi Muara Takus

    Selain prasasti, Kerajaan Sriwijaya juga memiliki peninggalan bersejarah dalam bentuk candi. Candi Muara Takus berlokasi di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Candi ini mempunyai corak Buddha yang khas yang terdapat pada susunan stupa di bagian atasnya.

    Selain itu, candi ini juga memiliki beberapa candi kecil, seperti Candi Sulung, Candi Bungsu, Stupa Mahligai, dan Stupa Palangka di bagian halamannya.

    4. Candi Muaro Jambi

    Candi Muaro Jambi berada di Kecamatan Maro Sebo, Muaro Jambi. Menurut arkeolog, pendirian candi ini berkisar antara abad ke-7 Masehi hingga abad ke-12 Masehi. Kompleks candi ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dengan luas 3.981 hektar.

    Sudah Mengerti Tentang Sejarah Kerajaan Sriwijaya?

    Sekarang, kita telah mengetahui lebih lanjut tentang berbagai aspek sejarah Kerajaan Sriwijaya. Kita perlu mempelajari sejarah untuk menjadi warga negara yang berwawasan. Mengapa? Agar apa yang sesungguhnya milik bangsa kita tidak dengan mudah diklaim menjadi milik bangsa lain.

  • Sumber Sejarah Primer: Jenis, Ciri, Manfaat, & Contoh

    Sumber Sejarah Primer: Jenis, Ciri, Manfaat, & Contoh

    Pernah mendengar istilah sumber sejarah primer? Jadi, asal muasal sejarah berdasarkan tingkat penyampaian terbagi menjadi tiga, yaitu primer, sekunder, dan tersier. Hal tersebut memang kurang begitu familier, padahal sangat memengaruhi tingkat akurasi cerita masa lalu.

    Artikel kali ini akan fokus membahas tentang sumber primer alias utama dari sejarah. Meliputi pengertian, klasifikasinya, ciri-ciri, hingga manfaat serta contohnya. Selengkapnya jangan lewatkan pembahasan sampai akhir, ya!

    Pengertian Sumber Sejarah Primer

    Makna dari sumber sejarah, yaitu segala sesuatu yang merupakan hasil ciptaan manusia di masa lalu dengan tujuan sebagai rekam jejak atau catatan peristiwa lampau. Tujuan pembuatannya tidak lain untuk mewariskan budaya, adat istiadat, maupun cerita heroik pada generasi mendatang.

    Sebagaimana telah disinggung pada paragraf semula, ada beberapa klasifikasi akar sejarah tersebut. Namun, yang kali ini menjadi fokus pembahasan adalah sumber primer alias utama. Mengapa mendapatkan sebutan demikian?

    Jadi, sumber sejarah primer adalah peninggalan dari masa lalu, bisa berupa relik, prasasti, dokumen, catatan atau transkrip suara. Mereka yang meninggalkan sumber-sumber tersebut merupakan orang-orang yang terlibat langsung dalam suatu peristiwa. 

    Primer selain menggambarkan keutamaan, juga dapat diartikan sebagai keaslian atau kemurnian. Jadi, akar sejarah tersebut belum melewati pengolahan apapun, masih asli sebagaimana pertama kali pembuatan.

    Hal tersebut memungkinkan para peneliti atau sejarawan sangat dekat dengan peristiwa, sehingga dapat mengulik dan menyimpulkan secara terperinci dan akurat. Bukan sudut pandang modern yang digunakan, sehingga dapat mendeskripsikan lebih luas.

    Ciri-Ciri Sumber Sejarah Primer

    Ciri-Ciri Sumber Primer I Sumber Gambar: Freedomsiana

    Seperti apa karakteristik dari akar primer dari sebuah sejarah? Kamu perlu mengetahuinya agar dapat membedakan jenis sumber tersebut dengan yang lain. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

    1. Keterlibatan Langsung

    Karakteristik pertama tidak lain adanya keterlibatan langsung subyek yang membuat sumber primer dengan peristiwa. Sosok tersebut harus menyaksikan, mendengarkan, maupun mengalami langsung suatu kejadian untuk kemudian menceritakannya ulang.

    2. Tidak Mengalami Pengolahan (Editing)

    Akar primer sejarah wajib otentik – tidak mengalami perubahan atau proses editing pihak lain. Proses itu berbeda dengan tindakan pemugaran atau perbaikan suatu benda bersejarah yang mengalami kerusakan agar kembali sempurna seperti sedia kala.

    3. Menyimpan Tantangan Interpretasi

    Sumber sejarah primer memiliki tingkat kesulitan interpretasi yang cukup tinggi. Sebab ada beberapa detail yang memerlukan pengamatan dan pengkajian mendalam untuk dapat memastikan akurasinya. Sejarawan yang dapat menaklukkan tantangan ini cukup terbatas.

    4. Menjadi Sumber Temuan Baru yang Terlewatkan

    Bersifat otentik dan memunculkan tantangan interpretasi yang cukup sulit menciptakan karakteristik lain dari akar sejarah primer. Sumber-sumber tersebut kemudian seringkali menjadi objek utama penelitian untuk menemukan hal-hal baru yang mungkin masih terlewatkan oleh sejarawan terdahulu.

    Ragam Jenis Akar Sejarah Primer

    Tidak hanya sumber sejarah yang terbagi menjadi beberapa kriteria, akar primer sendiri kembali diklasifikasikan menjadi beberapa macam. Berikut penjabarannya:

    • Literatur atau tertulis di mana sumber berupa suatu cerita atau pesan.
    • Diplomatik yang memiliki format legalitas tertentu dan memiliki tingkat akurasi tinggi.
    • Dokumen sosial yaitu suatu catatan yang merupakan buatan dari kelompok atau organisasi dengan kompetensi tertentu.
    • Benda historis buatan manusia dengan teknik tertentu.

    Contoh Sumber Sejarah Primer

    Contoh Sumber Primer I Sumber Gambar: adjar.id

    Adapun contoh-contoh dari sumber primer sejatinya sangat banyak. Kamu dapat langsung mengenali ketika menemukan salah satunya. Sesuai dengan klasifikasi di atas, berikut adalah berbagai contohnya:

    1. Artefak

    Contoh pertama, yaitu artefak atau benda-benda hasil buatan tangan manusia pada zaman dahulu dengan keterbatasan peralatan dan teknologi. Bahan pembuatnya bisa dari logam, perunggu, kayu, batu, dan lain-lain yang umum ditemukan.

    2. Prasasti

    Berikutnya ada prasasti yang merupakan dokumen sejarah zaman lampau yang tertuang pada media batu yang keras. Prasasti biasanya merupakan peninggalan pada zaman kerajaan sekaligus sumber sejarah primer permulaan, kejayaan, hingga keruntuhannya.

    3. Candi

    Selain prasasti, salah satu akar sejarah yang utama pada masa kerajaan adalah bangunan-bangunan candi. Bentuk dan relief yang terukir dari candi di setiap kerajaan mempunyai ciri khas berbeda sehingga lebih mudah untuk generasi berikutnya mempelajari.

    4. Benteng

    Beralih pada sumber primer lain, yaitu benteng yang biasa menjadi tempat perlindungan selama perang. Zaman kerajaan sudah diperkenalkan benteng seperti ini dan tetap efektif hingga masa perang kemerdekaan berlangsung.

    5. Kitab

    Kitab-kitab lampau yang disusun oleh pesohor-pesohor masa lalu juga menjadi bagian dari jenis sumber sejarah yang satu ini. Ada banyak kitab yang terkenal, khususnya dari era kerajaan yang berisi pedoman kehidupan dan ilmu bagi pemangku kekuasaan.

    6. Arsip

    Proses pendataan kemudian penyimpanan sebagaimana disebut aktivitas arsip juga termasuk contoh sumber sejarah primer. Dari masa ke masa, metode pengarsipan dan medianya mengalami perubahan sesuai zaman. Sehingga, mudah mengidentifikasi asal arsip tersebut.

    7. Foto, Video, Transkrip Audio

    Contoh terakhir, yaitu bentuk yang lebih modern dengan sedikit dukungan kemajuan teknologi. Sumber yang dimaksud adalah foto, video, maupun transkrip audio. Seperti momen Proklamasi Kemerdekaan RI yang memiliki semua bentuk sumber sejarah tersebut.

    Manfaat Akar Sejarah Primer

    Setelah memahami tentang pengertian hingga contoh sumber sejarah primer, kamu mungkin memiliki sedikit bayangan tentang manfaat keberadaannya. Adapun manfaat-manfaat yang didapatkan melalui penemuan hingga penyimpanan akar sejarah tersebut antara lain:

    1. Memiliki Tingkat Akurasi Tinggi

    Sumber-sumber yang ditemukan tidak melalui proses pengeditan sama sekali. Itu artinya, tingkat akurasi berdasarkan otentikasinya tinggi. Meskipun tentu tidak serta merta bisa menjamin 100% yang sumber tersebut sampaikan merupakan kebenaran.

    2. Sebagai Rujukan Utama Penelitian Sejarah

    Manfaat selanjutnya adalah menjadi rujukan utama dalam penelitian sejarah. Barang-barang tersebut memiliki waktu pembuatan yang dekat dengan terjadinya peristiwa masa lampau. Sehingga, sesuai untuk menjadi rujukan utama dalam penelitian sejarah.

    3. Membantu Sejarawan Lebih Cermat dan Kritis

    Manfaat lain dari sumber sejarah primer, yaitu membantu sejarawan untuk menjadi lebih cermat dalam menganalisa serta menarik kesimpulan yang kritis dan cerdas. Sebab, akar sejarah tersebut harus dikembangkan sendiri dengan data, pemikiran, dan ingatan dari para sejarawan.

    4. Menemukan Hal Baru yang Mungkin Terlewat di Masa Lalu

    Hal-hal yang mungkin terlewat sebelumnya bisa kembali dipelajari dan dirumuskan dengan menggunakan sumber primer sebagai objek penelitian. Melakukan hal ini dapat berdampak besar dengan mengubah sesuatu yang sekian lama telah menjadi keyakinan.

    Perbedaan dengan Sumber Sejarah Sekunder dan Tersier

    Perbedaan dengan Sumber Sekunder dan Tersier I Sumber Gambar: Slideplayer

    Banyak bukan manfaat dari akar primer sejarah tersebut? Lantas, apa yang membedakan sumber sejarah primer dengan jenis sumber lainnya, yaitu sekunder dan tersier? Kamu perlu memahaminya juga untuk dapat mengklasifikasikan secara tepat.

    Jika sumber primer terjadi pada saat suatu peristiwa atau hanya berjangka waktu sebentar, sumber sekunder memiliki jarak yang lama dengan kejadian. Bahkan sejatinya, sumber sekunder merupakan hasil interpretasi terhadap pengamatan sumber-sumber primer.

    Sementara sumber tersier merupakan suatu kumpulan cerita sejarah – biasanya berupa buku. Sang penulis tidak terlibat langsung dalam peristiwa maupun menjadi bagian sejarawan peneliti, melainkan hanya mengambil dan menyatukan beberapa sumber primer dan sekunder dalam buku.

    Oleh sebab itu, penyebutan klasifikasi ini adalah kategori akar sejarah berdasarkan tingkat penyampaiannya. Langsung, semi langsung, dan tidak langsung, seperti itulah ungkapan sederhana untuk menggambarkan pembagian jenis yang satu ini.

    Sudah Memahami Apa itu Sumber Sejarah Primer?

    Kesimpulannya, sumber sejarah primer tidak dapat dikatakan memiliki kebenaran atau akurasi penuh. Bahkan sebagian orang meyakini bahwa sejarah merupakan versi sang pemenang, bukan kebenaran hakiki. Meskipun demikian, sumber ini menjadi rujukan utama karena betul-betul dibuat pada saat suatu peristiwa terjadi. 

    Akurasi sumber primer sendiri tetap membutuhkan kecermatan dari sejarawan dalam menginterpretasikan. Hal itulah yang kemudian menentukan keakuratan sumber tersebut serta memunculkan kemungkinan-kemungkinan lain. Semoga bermanfaat!

  • Sejarah Kerajaan Kutai: Latar Belakang Hingga Peninggalan

    Sejarah Kerajaan Kutai: Latar Belakang Hingga Peninggalan

    Nama besarnya di masa lalu membuat sejarah Kerajaan Kutai menarik untuk dibahas secara mendalam. Kerajaan ini sendiri merupakan yang pertama kali berdiri di Nusantara. Seperti apa latar belakang Kerajaan tersebut berdiri, daftar pemimpin, peninggalan berharga, hingga kisah masa kejayaannya?

    Sejarah Kerajaan Kutai Berdiri di Nusantara

    Kerajaan Kutai merupakan dinasti yang berbasis Hindu paling tua di Nusantara. Istananya berada di wilayah yang saat ini menjadi teritorial Kalimantan Timur, berada tepat di samping Mahakam. Kerajaan ini pula yang menjadi cikal bakal kehadiran kerajaan-kerajaan lain di Nusantara.

    Kerajaan Kutai diperkirakan berdiri pada 400 – 500 M dan raja pertama sekaligus pendirinya adalah Maharaja Kudungga. Nama tersebut merupakan nama asli Indonesia sebelum berakulturasi dengan kerajaan-kerajaan Hindu dari India. Kutai memang terkenal memiliki hubungan erat dengan negeri Hindustan tersebut.

    Semula, Raja Kudungga tidak langsung membentuk suatu kerajaan, melainkan sebatas kelompok di mana sosoknya memegang kekuasaan sebagai kepala suku. Bertambahnya anggota kelompok serta hubungan erat dengan India kemudian membuat Kerajaan Kutai terbentuk.

    Daftar Raja Kerajaan Kutai

    Maharaja Mulawarman I Sumber Gambar: Kompas

    Kerajaan Kutai cukup lama berdiri. Dalam sejarah Kerajaan Kutai ada kurang lebih dua puluh orang Raja yang telah memegang tampuk kepemimpinan. Berikut daftar lengkapnya:

    1. Maharaja Kudungga: Gelar Raja tidak diberikan pada Kudungga saat mendirikan dan memimpin karena pada masa itu hanya bergelar Kepala Suku. Namun, gelar tersebut kemudian disematkan setelah wafat sekaligus mendapatkan Anumerta Dewawarman sebagai penghormatan.
    2. Maharaja Aswawarman: Aswawarman (putra Kudungga) juga belum memiliki gelar Raja selama memegang tampuk kepemimpinan. Namun, Aswawarman terkenal sebab memiliki kemampuan pengelolaan masyarakat yang baik. Sehingga memperoleh gelar Wangsakerta atau pembentuk keluarga Raja.
    3. Maharaja Mulawarman: Berdasarkan sejarah, Raja Mulawarman alias raja ketiga inilah yang menciptakan sistem pemerintahan berbentuk kerajaan. Mulawarman merupakan putra Aswawarman atau cucu Kudungga. Kerajaan Kutai juga mencapai masa kejayaan pada era kepemimpinannya.
    4. Maharaja Marawijaya Warman
    5. Maharaja Gajayana Warman
    6. Maharaja Tungga Warman
    7. Maharaja Jayanaga Warman
    8. Maharaja Nalasinga Warman
    9. Maharaja Gadingga Warman Dewa
    10. Maharaja Indra Warman Dewa
    11. Maharaja Sangga Warman Dewa
    12. Maharaja Candrawarman
    13. Maharaja Sri Langka Dewa
    14. Maharaja Guna Parana Dewa
    15. Maharaja Wijaya Warman
    16. Maharaja Sri Aji Dewa
    17. Maharaja Mulia Putera
    18. Maharaja Nala Pandita
    19. Maharaja Indra Paruta Dewa
    20. Maharaja Dharma Setia: Berdasarkan sejarah Kerajaan Kutai, inilah raja terakhir sebelum Kutai Hindu (Martapura) gugur di medan perang melawan Pangeran Sinum Panji pada 1653 M. Hasil peperangan tersebut, Kerajaan Kutai berada di bawah kekuasaan Kesultanan Kutai Kartanegara yang berbasis agama Islam.

    Masa Kejayaan Kerajaan Kutai Martapura

    Sebagai kerajaan tertua di bumi Nusantara dan berdiri cukup lama, tentu Kutai Martapura pernah mencapai puncak kejayaan. Sebagaimana disebutkan dalam Prasasti Yupa sebagai sumber sejarah utama, Kerajaan Kutai mencapai masa emas selama masa pemerintahan Maharaja Mulawarman alias Raja ketiga.

    Kejayaan Kutai Martapura bermula ketika Sang Maharaja melakukan pengorbanan emas, yaitu membagikan emas-emas pribadi miliknya dan keluarga kerajaan untuk kebutuhan rakyat. Berdasarkan sejarah Kerajaan Kutai, sumbangan tersebut kemudian menghasilkan kemajuan di berbagai aspek dengan tolak ukur sebagai berikut:

    • Aspek Intelektualitas

    Selain kerabat kerajaan, intelektualitas atau pengetahuan masyarakat umum pada masa tersebut cukup bagus. Contoh sederhananya adalah penguasaan Bahasa Sansekerta dan Huruf Pallawa yang memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi.

    • Aspek Politik

    Kepemimpinan Mulawarman menciptakan keamanan dan stabilitas politik di tengah keluarga kerajaan maupun masyarakat umum. Ini tidak terlepas dari kepuasan terhadap kepemimpinannya yang dinilai adil dan bijak. Sehingga tidak ada pergolakan politik dengan tujuan perebutan kekuasaan.

    • Aspek Ekonomi

    Salah satu tolak ukur utama kejayaan kerajaan tentu sektor perekonomiannya. Kutai Martapura mendapatkan pemasukan tinggi melalui pajak berupa upeti barang berharga. Pungutan tersebut diwajibkan kepada pedagang lintas negara yang melintas maupun melakukan aktivitas dagang di Kerajaan.

    • Aspek Agama

    Terakhir adalah aspek agama yang secara luas diketahui Kerajaan Kutai berbasiskan Hindu. Pada masa itu, Maharaja Mulawarman disebutkan kerap melakukan persembahan untuk upacara keagamaan sesuai tuntunan Hindu.

    Peninggalan-Peninggalan Kerajaan Kutai Martapura

    Lantas, apa bukti-bukti yang dapat memvalidasi sejarah Kerajaan Kutai sebagaimana penjabaran di atas? Jawabannya adalah peninggalan-peninggalan sejarah dari masa kerajaan tersebut yang cukup banyak dan rinci. Berikut adalah peninggalan-peninggalan dari Kerajaan Kutai Martapura:

    1. Prasasti Yupa

    Prasasti Yupa | Sumber Gambar: Wikipedia

    Pertama, tentu saja prasasti yang paling lengkap dari kerajaan tersebut, yaitu Prasasti Yupa. Peninggalan sejarah zaman Kerajaan Kutai Martapura yang satu ini mengandung informasi paling lengkap perihal silsilah sampai tempat sedekah kerabat kerajaan.

    2. Arca

    Zaman Kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara sangat kental dengan pembuatan arca. Begitu pula pada masa Kerajaan Kutai Martapura. Banyak arca-arca yang ditinggalkan dan kemudian ditemukan di Goa Gunung Kombeng, sekitar Sungai Mahakam.

    3. Kura-Kura Emas

    Kura-Kura Emas | Sumber Gambar: Kompas

    Peninggalan sejarah Kerajaan Kutai Hindu selanjutnya adalah patung kura-kura emas. Ukurannya sekepalan tangan dan merupakan hadiah dari Kerajaan China. Sekarang ini, patung kura-kura berharga tersebut tersimpan rapi di Museum Mulawarman.

    4. Kalung Emas dari China

    Selain patung kura-kura, ada juga hadiah dari Kerajaan China berupa kalung emas. Pemberian hadiah-hadiah tersebut tidak termasuk dalam pajak atau pungutan untuk aktivitas perdagangan. Melainkan menjadi simbol hubungan diplomatik antara kedua belah pihak.

    Keruntuhan Kutai Martapura dan Transisi ke Kutai Kartanegara

    Kesultanan Kutai Kartanegara I Sumber Gambar: Indonesia Kaya

    Telah sedikit terdapat penjelasan di atas bahwa Kerajaan Kutai Martapura yang bercorak Hindu mengalami keruntuhan pada masa pemerintahan Maharaja Dharma Setia. Beliau sebagai raja terakhir Kutai Kuno gugur dalam peperangan melawan Pangeran Sinum Panji dari Kutai Kartanegara.

    Kerajaan Kutai Kartanegara sendiri berdiri pada abad ke-13 dan semula juga merupakan Kerajaan Hindu-Buddha. Aji Batara Agung Dewa Sakti merupakan pendiri sekaligus Raja pertama dari Kerajaan Kutai Kartanegara.

    Pada abad ke-16, Kutai Kartanegara kemudian melakukan invasi pada Kutai Martapura yang telah mengalami kemunduran secara bertahap sejak mangkatnya Maharaja Mulawarman. Anak keturunannya tidak berhasil mempertahankan kejayaan yang Mulawarman bangun dan gapai dengan susah payah.

    Sejarah Kerajaan Kutai Martapura berakhir sampai di situ dan terjadilah peleburan dengan Kerajaan Kutai Kartanegara. Nama dari gabungan dua kerajaan tersebut berubah menjadi Kerajaan Kutai Kartanegara ing Martapura.

    Ajaran Islam kemudian masuk ke Kerajaan Kutai Kartanegara ing Martapura dan mendapatkan sambutan baik dari pihak kerabat maupun rakyat. Bentuk pemerintahan kemudian ikut berubah dari Kerajaan menjadi Kesultanan dan menjadikan syariat Islam sebagai landasan utama.

    Masa Kejayaan, Keruntuhan, dan Peninggalan Kutai Kartanegara

    Masa kejayaan Kutai Kartanegara dimulai saat telah memasuki era Kesultanan. Sebab, wilayahnya memiliki kekayaan SDA yang melimpah. Mulai dari sarang burung walet alami, emas, batu bara, kayu berkualitas tinggi, hingga minyak bumi. Perdagangan menjadi sumber pendapatan terbesar kala itu.

    Namun, sayangnya, Kesultanan Kutai Kartanegara kemudian harus tunduk di bawah Kesultanan Banjar. Sebab, tidak lama kemudian, Kesultanan Banjar ditaklukkan oleh Belanda. Secara otomatis, Kesultanan Kutai Kartanegara yang berada di bawah kendali Kesultanan Banjar terikat dengan VOC.

    Hasil bumi di Kutai Kartanegara terus diperah secara membabi buta hingga akhirnya Proklamasi Kemerdekaan pada tahun 1945 terjadi. Saat itu, Kesultanan Kutai Kartanegara resmi tergabung dalam Republik Indonesia Serikat (RIS).

    Sistem kesultanan kemudian mengalami penghapusan secara menyeluruh pada tahun 1960. Meskipun demikian, silsilah kerajaan atau kesultanan tersebut tidak serta merta ikut terhapus. Garis keturunan masih terjaga dan tercatat dengan baik selama generasi ke generasi.

    Adapun peninggalan berdasarkan sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara adalah sebagai berikut:

    • Kompleks makam para Sultan Kutai Kartanegara.
    • Mahkota emas Kesultanan Kutai Kartanegara.
    • Pedang Sultan Kutai.
    • Kalung Ciwa.

    Sudah Tahu Bagaimana Sejarah Kerajaan Kutai?

    Panjang bukan sejarah Kerajaan Kutai dari Martapura hingga berubah menjadi Kartanegara? Namun, banyak pelajaran yang dapat diambil dari kisah perjalanan kerajaan tertua di Nusantara tersebut.

    Kerajaan Kutai merupakan cikal bakal utama dari kehadiran kerajaan-kerajaan di Nusantara dengan segala keunikannya. Sedikit banyak, era kerajaan tersebut menambah khasanah keberagaman budaya di Indonesia dan tentu meninggalkan banyak destinasi wisata sejarah yang menarik pula.

    Selain itu, Kerajaan Kutai juga menunjukkan transisi sempurna dari era Hindu – Buddha di Indonesia menjadi era Kesultanan Islam. Menunjukkan bahwa perubahan akan selalu ada dan memberikan pelajaran serta pengalaman yang berbeda. Pembelajaran yang berharga, bukan?

  • Sejarah NU (Nahdlatul Ulama), Tujuan dan Latar Belakangnya

    Sejarah NU (Nahdlatul Ulama), Tujuan dan Latar Belakangnya

    Bagaimana sebenarnya sejarah NU? Nahdlatul Ulama atau NU merupakan salah satu organisasi Islam terbesar Indonesia dengan jumlah anggota cukup banyak. Sekitar 40 juta orang pada 2013 dan mencapai 95 juta orang di tahun 2021 lalu. Meski sudah tidak asing lagi dengan organisasi ini, mari mengenalnya lebih dalam!

    Pengertian Nahdlatul Ulama

    Flag of Nahdlatul Ulama | Sumber Gambar: Wikipedia

    Nahdlatul Ulama berasal dari bahasa Arab. “Nahdlatul” memiliki arti berdiri atau bergerak. NU atau Nahdlatul Ulama merupakan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan yang memiliki simbol-simbol. Nah, simbol-simbol inilah yang menjelaskan tujuan dasar dan cita-cita dari organisasi itu sendiri.

    Lambang dari Nahdlatul Ulama atau NU diciptakan oleh KH. Ridwan Abdullah. Pembuatan lambang tersebut terjadi setelah proses kontemplasi dan hasil dari istikharah KH. Ridwan Abdullah. 

    Dalam sejarah NU, organisasi ini lahir pada tanggal 31 Januari 1926. Tujuan NU sendiri adalah menjadi perwakilan ulama tradisionalis untuk mendapatkan bimbingan ideologis dari Ahlus Sunnah wal jamaah. Mulai dari K.H. Hasyim Asy’ari, K.H. Wahab Hasbullah, serta para ulama lainnya. 

    Sejarah NU

    Tokoh NU Bergelar Pahlawan Nasional | Sumber Gambar: NU Online Jateng

    Sejarah NU berawal ketika Raja Ibnu Saud ingin menerapkan mazhab tunggal, yakni wahabi Mekah. Selain itu, Raja Ibnu Saud juga berniat untuk menghancurkan sejarah peninggalan pra Islam dan Islam. Sebab, raja menganggap bahwa semua itu adalah bid’ah karena seringnya orang berziarah.

    Bid’ah sendiri merupakan kegiatan melakukan sesuatu yang belum pernah Nabi Muhammad SAW lakukan. Gagasan ini kemudian mendapatkan sambutan yang baik dari kalangan modernis Indonesia. 

    Salah satunya adalah kelompok dari Muhammadiyah yang dipimpin oleh Ahmad Dahlan. Namun, masih ada bentuk penolakan atas keinginan Raja Ibnu Saud dari kalangan pesantren.

    Hal inilah yang kemudian membuat dikeluarkannya kalangan pesantren dari keanggotaan Kongres Al Islam Yogyakarta tahun 1925. Selain itu, kalangan pesantren juga tidak dilibatkan menjadi delegasi dalam Kongres Islam Internasional atau Muktamar ‘Alam Islami.

    Lewat modal kegigihan dan niat untuk mendukung pembebasan mazhab serta pelestarian warisan sejarah, kalangan pesantren pun membuat perwakilan sendiri. Nama perwakilan tersebut adalah Komite Hijaz.

    Akhirnya, desakan dari kalangan pesantren dan umat Islam dari seluruh dunia bisa membuat Raja Ibnu Saud membatalkan rencananya tersebut. Itulah yang membuat orang muslim bebas melakukan ibadah dengan mazhab yang mereka anut.

    Jadi, sejarah NU merupakan bentuk perjuangan kalangan pesantren dalam menentang kebebasan bermazhab, serta menyelamatkan peninggalan sejarah. Dalam perkembangannya, memang sudah perlu ada organisasi yang lebih sistematis untuk antisipasi atas berbagai hal.

    Kemudian, muncullah kesepakatan untuk membentuk Nahdlatul Ulama atau NU. Hal tersebut berdasar pada koordinasi para kyai dengan KH. Hasyim Asy’ari pun keluar sebagai pemimpin organisasinya.

    Latar Belakang Berdirinya Nahdlatul Ulama

    Kiai-Kiai Pendiri NU | Sumber Gambar: NU Online

    Mengutip dari buku berjudul “Pendidikan Ke-NU-an” karya Nur Cholid. Dalam sejarah NU, organisasi didirikan oleh para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah atau pengasuh pesantren. Latar belakang berdirinya NU adalah tidak terlepas dari dua tokoh besar, yakni KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Abdul Wahab Hasbullah.

    Berdirinya NU berdasar dari keinsyafan, bahwa setiap manusia hanya bisa memenuhi kebutuhannya jika mau hidup dalam masyarakat. Tujuan Nahdlatul Ulama adalah untuk memelihara, melestarikan, mengembangkan, serta mengamalkan Islam dengan salah satu mazhab.

    Selain itu, ada juga tujuan lain dari pendirian Nahdlatul Ulama ini, yakni untuk mempersatukan langkah para ulama serta pengikutnya. Para pendiri dan anggotanya memiliki tujuan untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat, serta kemajuan bangsa. Tidak hanya itu, NU juga menjaga harkat dan martabat manusia.

    Menurut buku “Muqaranah Madzahib” karya Ahmad Musadad, latar belakang berdirinya sejarah NU erat kaitannya dengan perkembangan pemikiran tentang keagamaan dan politik Islam. Dalam Anggaran Dasar pertama (1927), NU bertujuan untuk memperkuat kesetiaan kaum Muslim pada satu dari empat madzhab. 

    Pada 31 Januari 1926, KH. Hasyim Asy’ari dan tokoh-tokoh lain mendirikan NU. Pemilihan nama Nahdlatul Ulama sendiri bukanlah sebuah kebetulan semata. Sebab, pemilihan nama Nahdlatul Ulama merupakan bukti penting dan khasnya kedudukan ulama dalam organisasi tersebut. 

    Namun, ada juga pendapat lain yang menyebutkan bahwa ide mendirikan Nahdlatul Ulama ini datang dari KH. Abdul Wahab Hasbullah. Pada saat itu, KH. Abdul Wahab Hasbullah menemui KH. Hasyim Asy’ari untuk mendirikan jam’iyah. Namun, KH. Hasyim Asy’ari belum menyetujui ajakannya karena ingin beristikharah lebih dulu.

    Nah, gagasan dari KH. Abdul Wahab Hasbullah ini sendiri berasal dari komitmennya untuk mendirikan sebuah organisasi. Sejarah NU inilah yang nantinya akan lebih memperhatikan keberadaan dari kaum tradisional.

    Tujuan Dibentuknya Nahdlatul Ulama

    Pengaruh dari Nahdlatul Ulama ternyata sangatlah besar untuk kalangan kyai dan ulama Jawa Timur dan Jawa Tengah maupun masyarakat umum. Tujuan dari Nahdlatul Ulama ini sendiri adalah untuk memperkuat kesetiaan Islam pada salah satu dari empat madzhab yang ada. 

    Selain itu, tujuan NU lainnya adalah untuk melaksanakan kegiatan yang bermanfaat untuk para anggota sesuai ajaran Islam. Nah, berikut ini adalah tujuan lain dari Nahdlatul Ulama secara lengkap yang perlu kamu ketahui:

    1. Memperkuat persatuan antar sesama ulama yang masih setia pada ajaran mazhab.
    2. Menyebarkan ajaran Islam sesuai empat madzhab.
    3. Memberikan bimbingan mengenai jenis buku yang diajarkan pada lembaga pendidikan Islam.
    4. Membantu fakir miskin dan anak yatim. 
    5. Meningkatkan jumlah madrasah maupun organisasi Islam.
    6. Mendukung pembangunan fasilitas Islami, mulai dari masjid, mushola, hingga pesantren.

    Perkembangan NU di Indonesia

    Berdasarkan sejarah NU, organisasi Islam terbesar Indonesia ini menjadi pengawas tradisi yang mempertahankan ajaran empat mazhab Syafi’i. Selain itu, Nahdlatul Ulama juga memberikan perhatian khusus pada beberapa bidang yang berkaitan langsung dengan ekonomi. 

    Perlu kamu ketahui bahwa, Nahdlatul Ulama merupakan salah satu organisasi masyarakat terbesar dari komunitas Islam Indonesia sejak tahun 70-an. Tidak hanya itu, Nahdlatul Ulama juga selalu menekankan pentingnya menjaga dan menghormati kekayaan budaya Indonesia.

    Demi menghindari pendekatan negatif, tentu perlu dorongan khusus. Terlebih dalam konteks pluralisme. Pertama, yakni melekatnya identitas nasional akibat jalur budaya dengan karakter pluralistic. Komunitas budaya sendiri bahkan jarang merasa bahwa keberadaanya secara tidak langsung terancam.

    Hal inilah yang kemudian memunculkan aturan hukum dalam Islam dengan istilah “al adah muhakkamah”. Hal tersebut memberikan peluang yang cukup besar untuk mengubah tradisi menjadi bagian dari hukum Islam. Namun, tidak dengan ibadah mahdah seperti puasa dan shalat.

    Jadi, setidaknya kegiatan budaya tersebut tidak mendapatkan larangan, kecuali memang terasa mengganggu manfaat utamanya. Karena itu, kehormatan Islam dalam Indonesia pun selalu mendapatkan dukungan dan penerimaan yang baik dari kelompok lain. 

    Meskipun secara statistik sejarah NU, organisasi ini merupakan mayoritas. Namun, tidak ada paksaan atas kepentingan masyarakat dan penolakan atas keberadaannya. Ini jelas sangat membantu mendukung upaya untuk lebih yakin akan identitas nasional bersama.

    Kedua, pengembangan nilai-nilai kemanusiaan. Kemunculan Islam yang toleran secara tidak langsung membawa dampak positif pada upaya penegakan nilai kemanusiaan daripada sikap tegas beragama. Selain itu, toleransi juga menjadi bukti utuhnya pemahaman agama. 

    Pada akhirnya, sikap pemaaf yang muncul dari kesadaran adanya perbedaan dan keberagaman budaya menjadi landasan dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku sesuai nilai-nilai kemanusiaan. Jadi, seseorang berhak diperlakukan secara manusiawi atas dasar nilai-nilai kemanusiaan dan bukan karena mereka muslim.

    Sudah Lebih Paham Bagaimana Perjalanan Sejarah NU?

    Nahdlatul Ulama menjadi organisasi sosiologis dan keagamaan Indonesia yang berkembang dari mulai abad ke-19 hingga saat ini. Organisasi ini juga mengalami masa pergerakan kemerdekaan Indonesia. Menjadi proses pengujian serta antitesis.

    Selain itu, sebagai organisasi besar, NU ada untuk menegakkan ajaran Islam. Serta memberi perlindungan dari penyimpangan yang bisa saja terjadi. Apa kamu semakin memahami apa itu Nahdlatul Ulama?

  • Sejarah Muhammadiyah: Tujuan dan Latar Belakang Berdirinya

    Sejarah Muhammadiyah: Tujuan dan Latar Belakang Berdirinya

    Memahami sejarah Muhammadiyah sangat penting untuk mengetahui bagaimana perkembangan Islam di Indonesia sejak sebelum masa kemerdekaan hingga sekarang. Seperti yang kita tahu, Muhammadiyah merupakan organisasi Islam yang sangat besar di Indonesia.

    Bahkan, nama Muhammadiyah sudah terkenal sampai ke luar negeri. Berdirinya organisasi tersebut tentu memiliki sejarah yang panjang dan akan kita bahas melalui artikel ini.

    Apa Itu Muhammadiyah?

    Secara etimologis, arti kata Muhammadiyah sendiri asalnya dari nama Nabi Agung yaitu Muhammad. Kemudian ada tambahan nisbiyah “yah” yang jika digabung maka arti Muhammadiyah adalah “pengikut Nabi Muhammad”. 

    Sementara itu, berdasarkan terminologi berarti sebuah gerakan Islam. Organisasi Islam Muhammadiyah lahir di awal abad ke-20, tepatnya yaitu 18 November 1912 di Yogyakarta. 

    Tujuan berdirinya Muhammadiyah yaitu menegakkan Islam yang sesuai tuntunan Al-Quran dan As-Sunnah. Dengan begitu, akan terwujud masyarakat Islam secara benar di dalam menjalankan ibadah kepada Allah.

    Sejarah Muhammadiyah

    Muhammadiyah | Sumber: smkmuhammadiyah5kisaran.sch.id

    Pada 8 Dzulhijjah 1330 H atau 18 November 1912 merupakan peristiwa yang sangat penting. Tanggal tersebut merupakan waktu di mana organisasi Muhammadiyah lahir sebagai sebuah gerakan Islam modern paling besar di Indonesia.

    Berdirinya organisasi tersebut yaitu untuk memelopori pemurnian serta pembaruan Islam di Indonesia. Sebuah gerakan Islam yang didirikan kyai reformis yang intelektual dan taat yaitu KH. Ahmad Dahlan yang sebelumnya juga terkenal dengan nama Muhammad Darwis.

    Beliau merupakan seorang santri dari Kauman, Yogyakarta. Penamaan Muhammadiyah bertujuan untuk memahami serta mengamalkan Islam sebagai sebuah ajaran serta keteladanan dari Nabi Muhammad. Ajaran Islam yang benar-benar murni mampu menginspirasi kemajuan Islam, khususnya masyarakat Islam di Indonesia.

    Setelah KH. Ahmad Dahlan berziarah menuju tanah suci serta menetap untuk yang kedua kalinya di tahun 1903, beliau mulai menabur benih dalam melakukan pembaruan di Indonesia. KH. Ahmad Dahlan hadir dengan ide-idenya yang reformis pasca sebelumnya belajar dengan banyak ulama Nusantara di Mekkah.

    Beberapa ulama besar yang menjadi guru KH. Ahmad Dahlan yaitu Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Syech Nawawi Al-Bantani, Syekh Faqih Maskumambang, serta kyai Mas Abdullah Surabaya. Bukan hanya itu, beliau juga membaca berbagai pemikiran dari pembaharu Islam.

    Beberapa di antaranya yaitu Ibnu Taimiyah, Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad bin Abdul Wahab, Muhammad Abduh, serta Rasyid Ridha. Dengan semua yang dimilikinya, KH. Ahmad Dahlan mulai menghadirkan berbagai gagasan pembaruan.

    Faktor Berdirinya Organisasi Muhammadiyah

    Seperti yang dijelaskan bahwa sejarah Muhammadiyah tak lepas dari tujuan KH. Ahmad Dahlan yang ingin membuat umat Islam menjalankan ibadah sesuai ketentuan Al-Quran dan Hadis. Di sisi lain, kristenisasi di Indonesia semakin marak sebagai efek imperialisme Eropa pada dunia timur.

    Hal tersebut juga mendorong Muhammadiyah untuk melakukan gerakan agar masyarakat Indonesia yang sudah memeluk Islam tidak sampai terpengaruh kristenisasi. Sementara itu, ada juga yang menjelaskan bahwa lahirnya organisasi Muhammadiyah disebabkan oleh 2 faktor, di antaranya:

    1. Faktor Internal

    Faktor internal terbentuknya organisasi Muhammadiyah adalah:

    • Sikap beragama dari umat Islam di masa itu yang cenderung masih mencampuradukkan Islam dengan tradisional yang erat kaitannya dengan budaya Hindu, Buddha, serta kepercayaan lokal.
    • Lemahnya pendidikan Islam yang memang belum bisa memberikan pengajaran tentang ilmu pengetahuan. Padahal pengajaran ilmu pengetahuan sangat penting untuk menjadi bekal agar masyarakat mampu memahami serta beradaptasi dengan perkembangan zaman.

    2. Faktor Eksternal

    Ada juga faktor eksternal yang melatarbelakangi berdirinya Muhammadiyah, antara lain:

    • Kedatangan bangsa Barat menuju Indonesia dengan membawa misi gospel (menyebarkan ajaran Nasrani). Akibatnya ajaran Kristen tumbuh dan berkembang di Indonesia.
    • Terjadinya kolonialisme secara tak langsung memberikan pengaruh melalui kebijakan-kebijakannya, khususnya di bidang pendidikan. Kondisi tersebut menimbulkan perubahan sikap dari umat Islam yang cenderung tak acuh terhadap pelaksanaan Islam di dalam hidupnya.

    Peran Muhammadiyah Selama Kemerdekaan

    Peran Muhammadiyah selama kemerdekaan Indonesia tentu sangat besar. Organisasi tersebut menjadi sebuah wadah bagi pemuda untuk meningkatkan semangat nasionalisme guna melawan penjajah. Bahkan sang pendiri Muhammadiyah yaitu KH. Ahmad Dahlan juga terlibat di dalam perumusan jihad melawan para penjajah tersebut.

    Ciri Gerakan Muhammadiyah

    Anggota eksekutif Muhammadiyah | Sumber gambar: Wikimedia.com

    Setelah membahas sejarah Muhammadiyah, Anda perlu tahu juga ciri gerakan organisasi ini. Gerakan yang dilakukan organisasi Muhammadiyah mempunyai beberapa ciri berikut, yaitu:

    1. Sebagai Gerakan Islam

    Ormas Muhammadiyah yang dibangun KH. Ahmad Dahlan merupakan hasil konkret terkait pelajaran serta pendalaman atau tadabbur Al-Quran.  Tadabbur Al-Quran sendiri adalah memahami arti dari lafadz Al-Quran serta memikirkan apa isi dari ayat-ayat di dalamnya.

    Sederhananya, tadabbur yaitu berusaha melihat, memahami, dan merenungi sesuatu hingga pada tahapan yang paling jauh.

    2. Sebagai Gerakan Dakwah Islam

    Ciri yang kedua yaitu Muhammadiyah merupakan sebuah gerakan dakwah Islamiyah. Salah satu alasan mengapa organisasi ini berdiri adalah untuk melakukan dakwah terhadap masyarakat Indonesia yang masih mencampuradukkan antara agama/ibadah dengan tradisional yang bernuansa Hindu dan Buddha.

    3. Sebagai Gerakan Tajdid

    Muhammadiyah merupakan sebuah gerakan reformasi yang memang berkhidmat untuk menyebarluaskan agama Islam. Apalagi pada waktu itu kristenisasi mulai marak dan tak jarang mengganggu akidah masyarakat yang sebelumnya memeluk agama Islam.

    Pengembangan Pendidikan dan Sekolah

    Logo Universitas Muhammadiyah Surakarta | Sumber gambar: Wikimedia.com

    Selain berfokus untuk memurnikan ajaran Islam, Muhammadiyah juga memiliki fokus yang tak kalah penting, yaitu di bidang pendidikan. Berdasarkan sejarah Muhammadiyah, banyak sekolah-sekolah modern yang berhasil didirikan dengan mengombinasikan antara ajaran atau pengetahuan umum dan ajaran agama.

    Sekolah-sekolah Muhammadiyah telah menjadi sebuah lembaga pendidikan yang mampu memberikan kesempatan terhadap anak-anak dengan berbagai latar belakang. Semua anak berhak untuk memperoleh pendidikan berkualitas dengan kualitas hidup yang lebih baik.

    Pada akhirnya, apa yang berhasil diperjuangkan Muhammadiyah mampu bertahan dan bahkan terus berkembang sampai sekarang. Terbukti bagaimana pendidikan umum dan agama mampu berjalan beriringan di lembaga pendidikan tanpa harus terpisahkan.

    Peran Muhammadiyah di Bidang Sosial-Kemanusiaan

    Organisasi Muhammadiyah juga sangat dikenal dan dikenang karena kontribusinya yang besar di bidang sosial serta kemanusiaan. Lewat berbagai lembaga sosialnya, organisasi Islam tersebut telah memberikan banyak bantuan serta pelayanan pada masyarakat, terutama masyarakat yang mengalami kondisi darurat.

    Setiap ada bencana alam serta konflik sosial, maka Muhammadiyah hadir untuk memberikan bantuan. Bahkan, organisasi tersebut juga memiliki peran yang sangat penting untuk mengentaskan kemiskinan.

    Transformasi Muhammadiyah Pada Era Modern

    Masih pembahasan seputar sejarah Muhammadiyah. Kali ini bagaimana organisasi Islam tersebut bertransformasi untuk menjawab tantangan sosial serta keagamaan yang kian beragam. Langkah-langkah organisasi Muhammadiyah yang sifatnya “reformasi” tersebut telah berhasil diwujudkan melalui pendidikan modern.

    Sebuah pendidikan yang memadukan antara pengajaran agama dengan pengetahuan umum. Gagasan pendidikan yang digagas KH. Ahmad Dahlan mampu memodernisasi kehidupan dan paradigma masyarakat. 

    Bahkan, lembaga pendidikan Islam dari Muhammadiyah mampu menjadi ciri khas dari organisasi Islam tersebut serta menjadi pembeda dengan pesantren-pesantren yang sebelumnya sudah ada. Selanjutnya, pendidikan Islam ala Muhammadiyah lalu diadopsi serta menjadi acuan bagi banyak lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

    Pengaruh dan Penerimaan Muhammadiyah di Masyarakat

    Muhammadiyah sudah diterima oleh masyarakat Indonesia. Bukan hanya daerah pedesaan melainkan perkotaan pun menerima Muhammadiyah dengan sangat baik. Hingga sekarang jumlah anggotanya sudah mencapai puluhan juta serta mempunyai banyak pendukung aktif di berbagai kegiatan keagamaan serta sosial.

    Pemikiran serta pendekatan Muhammadiyah di dalam memadukan ajaran agama Islam dengan pembangunan sosial mampu memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan umat Islam. Seperti yang terlihat saat ini banyak sekolah dan rumah sakit milik Muhammadiyah dengan kualitas dan fasilitas yang bagus.

    Belum lagi berbagai kegiatan sosial ketika terjadi bencana alam menjadikan Muhammadiyah sebagai ormas yang semakin terdepan.

    Sudah Paham tentang Sejarah Muhammadiyah?

    Sekian pembahasan seputar bagaimana sejarah Muhammadiyah mulai terbentuk hingga berkembang. Hingga sekarang, ormas Muhammadiyah tetap menjadi yang terdepan untuk memberikan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

    Sudah banyak lembaga pendidikan Muhammadiyah di berbagai daerah. Ini bukti bahwa organisasi Islam tersebut sangat konsisten untuk melaksanakan amanah sesuai konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. 

  • Zaman Megalitikum adalah: Sejarah, Ciri, dan Benda Peninggalannya

    Zaman Megalitikum adalah: Sejarah, Ciri, dan Benda Peninggalannya

    Secara sederhana, zaman megalitikum adalah istilah lain untuk zaman batu besar. Nama megalitikum ini berasal dari kata mega (besar) dan lithos (batu).  Nah, bagaimana sejarah adanya tradisi megalitik ini, dan apa yang menjadi ciri-ciri dari era tersebut sehingga bisa berbeda dengan zaman batu lainnya? 

    Yuk, simak penjelasan mendalamnya di bawah ini!

    Sejarah Zaman Megalitikum

    Sejarawan menyebutkan dua versi budaya zaman ini menurut asalnya, yaitu bahwa tradisi zaman ini berasal dari daerah Laut Tengah. Versi lain kalau mempercayai tradisi batu besar berasal dari bangsa Mesir. Selain itu, budaya zaman itu juga terbagi dua menurut bentuk peninggalannya.

    1. Megalit Tua

    Era Megalit Tua menyebar di Indonesia saat zaman neolithikum (antara tahun 2500-1500 Sebelum Masehi/SM) dan dibawa oleh Kebudayaan Kapak Persegi atau Proto Melayu. Kamu bisa mengetahui ciri-ciri dari era ini melalui beberapa contoh bangunannya, seperti menhir, arca statis, dan punden berundak-undak.

    2. Megalit Muda

    Zaman Megalit Muda menyebar di Indonesia saat zaman perunggu (antara 1000-100 SM). Berbeda dengan Megalit Tua, era ini dibawa oleh pendukung Kebudayaan Dongson atau Deutro Melayu. 

    Kamu dapat mengenal karakteristik dari zaman ini dari contoh peninggalannya, di antaranya berupa peti batu, dolmen, waruga, dan sarkofagus.

    Apa saja Ciri Zaman Megalitikum?

    Zaman ini merupakan era yang paling modern dari zaman batu lainnya, jadi banyak ciri-ciri yang menunjukkan perkembangan pola pikir manusia sehingga membuatnya menonjol ketimbang zaman batu lainnya. 

    1. Masyarakat mulai menerapkan kebudayaan batu besar, yaitu budaya membuat bangunan menggunakan batu-batu yang besar. Contoh bangunannya adalah dolmen, menhir, dan sarkofagus. Tetapi, di samping itu pula, mereka juga sudah mulai beralih menggunakan peralatan dan perabotan berbahan perunggu. 

    2. Masyarakat juga mulai meninggalkan kebiasaan hidup nomaden dengan menetap di satu wilayah saja.

    3. Sudah paham dengan sistem gotong royong, dan mulai menggunakan sistem pembagian kerja dalam kehidupan sehari-hari. 

    4. Ada pemimpin kelompok atau kepala suku dalam kelompok sosial masyarakat di zaman batu besar ini.

    5. Sudah mulai melakukan food producing (pengolahan makanan) atau mempunyai keahlian bercocok tanam, menangkap ikan, dan beternak. Cara hidup ini sudah lebih produktif dan efektif ketimbang cara sebelumnya yang hanya mengandalkan perburuan hewan, dan pencarian buah serta sayur dari ladang ke ladang. 

    6. Memproduksi alat-alat dari gerabah dan logam untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan hidup.

    7. Mulai mengenal kepercayaan memuja roh nenek moyang (animisme dan dinamisme)

    8. Sudah menerapkan norma-norma dalam sebuah komunitas yang ada di masyarakat.

    9. Mulai menerapkan sistem primus inter pares (hukum rimba), yang berarti siapa yang paling kuat, dialah yang berkuasa

    6 Jenis Benda Peninggalan Zaman Megalitikum

    Dari ciri-ciri diatas, kamu juga dapat melihat banyak benda peninggalan yang menggambarkan peradaban manusia zaman megalitikum. Seperti apakah bentuk benda-benda peninggalan tersebut?

    1. Kubur Batu

    Kubur batu pada zaman megalitikum
    Kubur batu pada zaman megalitikum | Sumber: Kompas.com

    Di Indonesia, salah satu contoh benda peninggalan zaman megalitikum adalah  kubur batu bagi orang Minahasa, Sulawesi Utara. Umumnya, kubur batu ini juga masyarakat sebut dengan nama waruga.

    Waruga muncul pertama kali di wilayah Kelewer, Tumaluntung, dan Treman, yang berada di Kabupaten Minahasa Utara (Minut). 

    Waruga tersebut memiliki dua bagian, yaitu bagian badan dan tutupnya. Bagian badan memiliki bentuk kubus, dan bagian tutup mempunyai bentuk seperti atap rumah. Waruga yang berbentuk unik ini berfungsi sebagai tempat penguburan mayat.

    Sementara itu, waruga juga memiliki ukuran yang serupa satu sama lain. Secara umum, waruga memiliki tinggi berukuran 125 cm, dan lebar berukuran 58 cm. 

    Kamu juga bisa menemukan jenis kubur batu ini di wilayah Wonosari (Yogyakarta), Bondowoso (Jawa Timur), Cepu (Jawa Tengah), dan Bali.

    2. Sarkofagus

    Sarkofagus untuk menguburkan jenazah
    Sarkofagus untuk menguburkan jenazah | Sumber: Kompas.com

    Hampir sama dengan kubur batu, sarkofagus ini juga mempunyai fungsi untuk menguburkan mayat. Akan tetapi, sarkofagus memiliki perbedaan yang mencolok apabila dibandingkan dengan waruga. Salah satu perbedaannya adalah bahwa sarkofagus hanya dapat digunakan oleh golongan masyarakat yang terkemuka.

    Sarkofagus yang mayoritas ditemukan di Kabupaten Gianyar ini memiliki dua bagian, yaitu bagian wadah dan tutup, dengan bentuk yang terbilang unik. Baik bagian wadah dan tutup tersebut memiliki hiasan dengan ilustrasi kedok muka. 

    Masyarakat juga meyakini bahwa benda peninggalan zaman megalitikum ini punya kekuatan magis.  

    Biasanya, masyarakat menempatkan di gunung-gunung karena mereka percaya bahwa gunung merupakan tempat berkumpul para arwah, sehingga pantaslah apabila alat kubur para mendiang berada dekat dengan sarkofagus lainnya.

    3. Dolmen

    Perlengkapan dari batu yang selanjutnya bernama dolmen. Dolmen ini kerap masyarakat gunakan sebagai tempat untuk beribadah, sehingga dolmen bisa mereka gunakan untuk menata sesajen. Sesajen merupakan persembahan penting pada zaman batu besar, karena masyarakatnya mulai mengenal animisme.

    Dolmen cukup banyak masyarakat temukan di berbagai belahan dunia. Contohnya di Eropa, Afrika, dan Asia, terlebih di sepanjang pesisir pantai. Perkiraan munculnya barang peninggalan ini terjadi pada zaman megalitikum awal, atau kira-kira 10.000 tahun sebelum Masehi.

    Selain berfungsi sebagai area untuk meletakkan sesajen ketika beribadah, dolmen juga masyarakat gunakan untuk menaruh jenazah supaya terhindar dari binatang buas. Masyarakat akan meletakkan jenazah tersebut di ruang bagian bawah dolmen. Dolmen juga bisa masyarakat gunakan sebagai penutup untuk sarkofagus.

    Sebagai informasi, biasanya, dolmen memiliki ukuran panjang sepanjang 300 cm, dan lebar seluas 100 cm. 

    4. Menhir

    Sarana pemujaan zaman batu tua, Menhir
    Sarana pemujaan zaman batu tua, Menhir | Sumber: Kompas.com

    Ketika akan mengadakan upacara pemujaan atau penguburan, masyarakat pada zaman batu besar menggunakan menhir sebagai sarananya. Apabila kamu lihat sekilas, bentuk menhir mungkin hanya tampak seperti batu tegak biasa. 

    Akan tetapi, masyarakat zaman batu tua memandangnya sebagai batu yang sakral pada ritual keagamaan.

    Kata menhir sendiri berasal dari bahasa Keltik, yaitu ‘men’ yang berarti batu, dan ‘hir’ yang berarti panjang. Singkatnya, menhir berarti patung yang panjang.

    Nah, selain masyarakat gunakan sebagai sarana memuja arwah nenek moyang, mereka juga menggunakannya untuk menolak segala bencana atau bahaya mengancam. Tak jarang pula masyarakat menggunakan sarana ini untuk memperingati para arwah.

    Jadi, keberadaan menhir berkaitan erat dengan kepercayaan dinamisme, atau kepercayaan bahwa nenek moyang menetap di beberapa wilayah tertentu.

    5. Punden Barudak

    Masyarakat zaman itu juga mendirikan sebuah bangunan yang berbentuk persegi konsentris sebagai cara memuliakan arwah nenek moyang. Nama bangunan tersebut adalah punden berundak. Umumnya, bangunan ini memiliki bagian pusat tertinggi yang berada di tengah.

    Punden berundak juga terbuat dari batu yang tersusun dengan banyak tingkat. Kalau kamu melihat bangunan ini dari samping, maka akan tampak seperti tangga yang punya banyak undakan (anak tangga). 

    Selain untuk memuliakan arwah nenek moyang, masyarakat zaman itu juga memakai punden berundak untuk menyimpan abu jenazah leluhur dan para raja. 

    Contoh punden berundak ini juga beragam. Diantara contoh punden berundak zaman megalitikum adalah:

    • Candi Sukuh di Karanganyar, Jawa Tengah, 
    • Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dan 
    • Situs Megalitikum Cisolok dan Gunung Padang yang ada di Jawa Barat.

    6. Arca Batu

    Patung yang berbentuk manusia atau binatang sebagai perlambangan nenek moyang pada zaman batu besar juga masyarakat sebut sebagai arca batu. Sama seperti punden berundak, arca batu juga masyarakat gunakan sebagai sarana pemujaan arwah nenek moyang.

    Arca batu juga rupanya masih eksis hingga saat ini. Kamu bisa menemukan arca batu ini di area Sumatera Selatan atau Sulawesi Selatan.

    Baca Juga: Ciri-Ciri Zaman Mesozoikum: Pengertian, Ciri, dan Pembagiannya

    Lalu, Apa yang Membuat Zaman Batu Besar Lebih Modern dari Zaman Batu Lain?

    Kalau kamu cermati penjelasan di atas, kamu bisa membandingkan bentuk dan fungsi benda peninggalan zaman batu besar ini dengan zaman batu lainnya. 

    Tetapi, faktor paling signifikan yang membuat zaman megalitikum adalah zaman batu paling modern karena cara hidup masyarakat yang makin maju.  Mereka mulai memproduksi makanan sendiri dan menetap di suatu daerah ketimbang berpindah-pindah. 

    Di samping itu, mereka mulai beralih menggunakan peralatan perunggu sehingga tidak heran jika zaman megalitikum juga dikenal sebagai zaman peralihan ke zaman perunggu. 

    Benda-benda peninggalan memiliki fungsi yang variatif walaupun sangat kental dengan kepercayaan mereka saat itu. Selain itu, masing-masing benda peninggalan tersebut memiliki ciri-ciri tersendiri, seperti ukuran yang berbeda, dan tergantung pula dengan perbedaan status sosial mendiang yang dikuburkan.

  • Sejarah Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H, Pengertian & Maknanya

    Sejarah Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H, Pengertian & Maknanya

    Mengetahui tentang sejarah Tahun Baru Islam penting bagi setiap umat Islam. Tahun Baru Islam merupakan salah satu perayaan penting dalam agama Islam. Tanggal 1 Muharram ditetapkan sebagai Tahun Baru Islam.

    Pada tahun 1443 Hijriyah, umat Islam di seluruh dunia merayakan peristiwa bersejarah ini dengan penuh makna dan kekhidmatan. Artikel ini akan membahas sejarah Tahun Baru Islam, pengertian, dan maknanya yang mendalam. Yuk, simak dengan seksama!

    Pengertian Tahun Baru Islam

    Tahun Baru Islam adalah awal dari tahun baru dalam kalender Hijriyah.  Umat Islam menggunakannya untuk menentukan tanggal penting, seperti bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, dan Hari Raya Idul Adha.

    Pengertian Tahun Baru Islam lainnya, merupakan perubahan dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Waktu tersebut adalah saat yang baik bagi umat Muslim untuk merefleksikan diri, menetapkan tujuan, dan memperbaiki hubungannya dengan Allah SWT.

    Banyak umat Islam memanfaatkan Tahun Baru Islam untuk melakukan ibadah ekstra, bersedekah, dan merenungkan tindakan mereka selama tahun sebelumnya.

    Sejarah Tahun Baru Islam

    Sejarah Tahun Baru Islam | Sumber gambar: Freepik.com

    Kalender Hijriah mulai digunakan secara resmi setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Penggunaan kalender Hijriah ini melalui putusan dari Khalifah Umar bin Khattab setelah menerima keluhan dari Gubernur Bashrah, Abu Musa Al-Asy’ari.

    Beliau merasa kesulitan untuk membedakan surat-surat baru dan lama yang dari  Khalifah. Khalifah Umar pun menyadari, pemerintahannya mengalami masalah dalam pengarsipan karena belum ada kalender resmi versi Islam.

    Masyarakat Arab hanya mencatat tanggal dan bulan tanpa menyertakan tahun sebelum adanya Kalender Hijriah. Mereka sudah mengenal nama-nama bulan dalam Kalender Islam. Namun, saat itu belum ada penyebutan tahun.

    Untuk menggantikan penyebutannya, pemberian nama tahun-tahun ini mengacu pada peristiwa besar yang terjadi. 

    Contohnya saja, seperti tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, penyebutannya adalah tahun Gajah. Pada tahun itu, terjadi upaya pasukan Abrahah meruntuhkan Ka’bah yang berakhir dengan kegagalan.

    Khalifah Umar mengadakan musyawarah yang melibatkan para ahli falak dan tokoh-tokoh terkemuka di kalangan sahabat Nabi SAW untuk menciptakan kalender khusus dalam Islam.

    Ada perdebatan panjang terkait penentuan tahun awal dalam kalender Islam selama musyawarah tersebut. Beberapa di antara mereka mengusulkan bahwa awal tahun kalender Islam harus mengacu pada peristiwa Bi’tsah.

    Peristiwa tersebut adalah saat di mana Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama. Namun di sisi lain juga ada usulan agar tahun awal kalender menyesuaikan dengan tahun kelahiran atau wafatnya Nabi SAW.

    Ali bin Abi Thalib saat itu mengusulkan bahwa awal kalender Islam harus dimulai dari tahun hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Usulannya ini mendapat dukungan dari banyak sahabat, termasuk Utsman bin Affan.

    Khalifah Umar cenderung mendukung usulan ini. Pada akhirnya, beliau memutuskan bahwa kalender Islam akan dimulai dari saat Nabi Muhammad SAW hijrah ke Yatsrib atau Madinah.

    Peristiwa Sejarah Penetapannya

    Peristiwa Sejarah Penetapannya | Sumber gambar: Freepik.com

    Tahun wafatnya Nabi SAW merupakan momen kesedihan bagi umat Islam. Sehingga, bagi mereka ini tidak cocok menjadi tahun awal kalender. Atas dasar ini, Umar lebih memilih tahun hijriah sebagai awal kalender Islam.

    Masih ada perbedaan pendapat di kalangan sahabat tentang tanggal kelahiran Nabi SAW dan saat beliau menerima wahyu pertama. Peristiwa hijrah terjadi pada bulan Rabiul Awal.

    Namun, Khalifah Umar memilih Muharram sebagai awal tahun baru Islam. Pasalnya adanya fakta, perencanaan hijrah Nabi Muhammad SAW dimulai sejak bulan Muharram.

    Bulan Muharram dianggap sebagai permulaan peristiwa hijrah. Oleh karena itu, Muharram menjadi awal tahun baru dalam Kalender Hijriah.

    Khalifah Umar bin Khattab menetapkan penggunaan Kalender Hijriah sebagai kalender resmi umat Islam pada tanggal 8 Rabiul Awal tahun 17 H. Kalender Hijriah mengikuti sistem penanggalan qomariah yang berdasarkan pada siklus peredaran bulan.

    Dalam sistem penanggalan qomariah, terdapat 12 bulan dalam satu tahun. Pada setiap bulannya terdiri dari 29 ataupun 30 hari. 

    Dalam Kalender Hijriah, satu tahun terdiri dari 12 bulan dan dimulai dengan awal bulan Muharram. Oleh karena itu, tanggal 1 Muharram menjadi titik awal untuk Tahun Baru Islam.

    3 Makna Sejarah Tahun Baru Islam

    Berikut ini adalah 3 makna dari Tahun Baru Islam yang bisa menjadi bahan renungan bagi seluruh umat Islam, yaitu:

    1. Kesadaran Akan Berjalannya Waktu

    Tahun Baru Islam mengingatkan kita untuk lebih sadar akan fakta waktu terus berlalu di tengah kesibukan dunia. 

    Dengan demikian, umat Muslim untuk tidak hanya terpaku pada urusan dunia, tetapi juga harus memberikan perhatian yang lebih kepada ibadah dan kebaikan.

    Tahun Baru Islam mendorong umat Muslim untuk memaksimalkan waktu yang ada dengan bersaing dalam melakukan kebaikan.

    2. Kesadaran Akan Ujian dalam Hidup

    Setiap individu akan menghadapi ujian dari Sang Pencipta selama hidupnya. Baik itu berupa ujian yang membawa duka maupun kebahagiaan. 

    Pada momen Tahun Baru Islam, penting untuk lebih memahami bahwa dalam menghadapi setiap ujian harus dengan harapan akan ridha Allah SWT.

    Selain itu, mengajarkan umat Islam untuk lebih bersabar dalam menghadapi ujian dan meyakininya sebagai bagian dari rencana Allah.

    3. Semangat Hijrah Menuju Hidup yang Lebih Baik

    Konsep hijrah tidak terbatas pada perubahan yang besar dalam hidup. Setiap detik, menit, hari, dan bahkan tahun adalah kesempatan bagi manusia untuk meningkatkan diri menjadi lebih baik.

    Tahun Baru Islam memberikan kesempatan untuk merefleksikan diri, meningkatkan hubungan dengan Allah, dan mendorong perubahan positif dalam hidup.

    Uraian mengenai makna-makna ini harapannya dapat memberi inspirasi dan motivasi kepada seluruh umat Islam untuk hidup lebih bermakna dan bertujuan pada kebaikan.

    Amalan Sunnah

    Amalan Sunnah | Sumber gambar: Freepik

    Setelah memahami sejarah Tahun Baru Islam, kamu juga perlu mengetahui amalan sunah yang bisa dilakukan.

    Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan suci bersamaan dengan bulan Rajab, Dzulqaidah, dan Zulhijah. Selama bulan Muharram, ada anjuran untuk melaksanakan amalan-amalan sholih, terutama berpuasa.

    Dari sepanjang hari-hari dalam bulan Muharram, yang paling utama adalah berpuasa pada hari ‘Asyura. 

    Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Puasa pada hari ‘Asyura memiliki nilai yang sangat tinggi karena dapat menghapus dosa-dosa selama satu tahun sebelumnya.

    Selain puasa pada tanggal 10 Muharram, ada juga puasa pada tanggal 9 Muharram. Penyebutannya adalah Puasa Tasu’a. Puasa tersebut juga merupakan anjuran amalan di bulan Muharram.

    Pelaksanaan puasa Tasu’a sebagai respons untuk membedakan umat Islam dari praktik Yahudi. Nabi Muhammad SAW memerintahkan para sahabat untuk berpuasa pada hari tersebut ketika mendapati bahwa hari ‘Asyura juga dihormati oleh umat Yahudi dan Nasrani

    Selain puasa, terdapat beberapa amalan sunnah lain yang bisa dilakukan selama bulan Muharram, antara lain yaitu:

    1. Bersyukur kepada Allah SWT atas umur yang diberikan, mengingat umur adalah anugerah Allah yang seringkali kita lupakan.
    2. Melakukan muhasabah (introspeksi diri) dan istighfar, yaitu merefleksikan perbuatan kita dan memohon ampunan Allah SWT.
    3. Membaca Al-Qur’an dengan lebih banyak.
    4. Bersedekah dan berzikir untuk mendekatkan diri kepada Allah.
    5. Merenungkan kembali saat-saat di mana Nabi Muhammad SAW meninggalkan kota Mekkah dan memulai perjalanan pentingnya ke Madinah.
    6. Berpuasa sepanjang bulan Muharram, khususnya pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

    Melalui amalan-amalan ini, umat Islam dapat merenung, berintrospeksi, dan memperkuat ikatan spiritual mereka dengan Allah SWT selama bulan Muharram. 

    Amalan ini membantu mereka untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan membuka lembaran baru dalam ibadah dan ketaatan.

    Sudah Paham Mengenai Sejarah Tahun Baru Islam?

    Sejarah Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H adalah momen penting dalam agama Islam. Sejarah yang melatarbelakanginya adalah hijrah Nabi Muhammad SAW. Pengenalan kalender Hijriyah memberikan makna yang mendalam.

    Tahun Baru Islam adalah waktu yang tepat bagi umat Islam untuk merefleksikan diri dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Dengan penuh rasa syukur, umat Islam menyambut Tahun Baru Islam dengan harapan dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih taat dalam menjalani ajaran Islam.

  • 5 Proses Perkembangan Teknologi Manusia Purba, Apa Saja?

    5 Proses Perkembangan Teknologi Manusia Purba, Apa Saja?

    Meskipun belum mengenal bahasa dan tulisan, perkembangan teknologi manusia purba tergolong maju. Walaupun sederhana dan seadanya, seluruh alat tersebut mudah dijumpai pada alam dan berfungsi serba guna untuk menopang kehidupan.

    Artikel ini akan mengulas lebih jauh mengenai perkembangan teknologi manusia purba, mulai dari teknologi batu dan tulang, antara pantai dan gua, pengenalan api, revolusi teknologi serta zaman pembuatan logam. Tanpa berlama-lama lagi, simak artikel selengkapnya! 

    Perkembangan Teknologi Manusia Purba & Contoh Peninggalan

    Masih bergantung pada alam, manusia purba mengembangkan teknologi yang juga berasal dari alam, terutama batu. Teknologi bebatuan ini berkembang sangat pesat dalam kurun waktu yang lama. Berikut 5 proses perkembangan teknologi manusia purba dan contoh peninggalannya dari masa ke masa yang terjadi di Indonesia, yaitu: 

    1. Teknologi Batu dan Tulang

    Zaman Batu | Sumber gambar: Pixabay.com

    Menjadi alat yang manusia purba gunakan pertama kali, batu dan tulang adalah bahan-bahan yang mudah ditemui pada era prasejarah, khususnya zaman batu. 

    Perkembangan teknologi manusia purba ini muncul pada zaman paleolitikum yang berlangsung sekitar 600.000 tahun silam. Pada periode tersebut, kedua alat tersebut terbilang relatif simpel dan kasar. 

    Meski begitu, peralatan itulah yang sering kali menemani manusia purba dalam mencukupi keperluan hidup sehari-hari. Pasalnya, mereka masih menggunakan cara berburu dan mengolah makanan melalui metode food gathering (pengumpulan makanan).    

    Secara umum, hasil dari kebudayaan manusia purba pada masa ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu Pacitan dan Ngandong. Sebab, peninggalan manusia purba banyak terdapat di dua wilayah tersebut. 

    Hasil Kebudayaan Pacitan merupakan tempat hunian manusia purba Phitecantropus Erectus, perkembangan teknologi ini muncul di daerah Pacitan, Jawa Timur. Dalam penelitiannya, Von Koenigswald menemukan beberapa hasil teknologi bebatuan pada tahun 1935 di Sungai Baksoka, Desa Punung. 

    Dengan bentuk ujung runcing dan tekstur kasar, alat dari batu tersebut adalah kapak genggam, yang berfungsi untuk menusuk dan menggali tanah. 

    Tak hanya kapak genggam, jenis alat yang paling banyak ditemukan pada wilayah Pacitan yaitu peranti yang berukuran kecil, seperti alat serpih, kapak berimbas, dan kapak penetak.

    Berbeda dengan yang sebelumnya, perkembangan teknologi manusia purba tersebut justru tumbuh di daerah Ngandong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. 

    Pada daerah ini, terdapat beberapa peralatan manusia purba yang terbuat dari batu, tulang hewan, dan tanduk rusa. Berdasarkan hasil penelitian, peralatan peninggalan Ngandong berasal dari ras Pleistosen Atas

    Lebih lanjut, alat-alat kebudayaan Ngandong menunjukkan bahwa kegunaannya untuk berburu, menangkap ikan, serta, mengumpulkan ubi dan buah-buahan. Contoh dari kebudayaan ini berwujud kapak genggam, ujung tombak, dan alat serpih.    

    2. Antara Pantai dan Gua

    Ilustrasi abris sous roche | Sumber gambar: Freepik.com

    Tidak berhenti sampai di situ, zaman batu terus berlangsung dan manusia purba mulai menjajaki teknologi yang lainnya. Saat memasuki era mesolitikum (batu tengah), kebudayaan manusia purba setingkat lebih maju dari zaman paleolitikum

    Kendati demikian, bentuk dan hasil dari kebudayaan paleolitikum tidak serta merta punah, melainkan mengalami penyempurnaan yang lebih baik lagi. 

    Secara garis besar, perkembangan teknologi manusia purba pada kebudayaan mesolitikum terbukti dengan adanya tempat tinggal yang berada pada dua lokasi, yakni pantai dan gua. 

    Dari tempat tinggal manusia prasejarah di tepi Pantai, terdapat kapak genggam yang bentuk dan coraknya berbeda dari yang ada pada zaman paleolitikum

    Sementara itu, abris sous roche mengindikasikan manusia purba pendukung kebudayaan tersebut bertempat tinggal di gua-gua. 

    Beberapa teknologi bebatuan, seperti ujung panah, alat serpih, batu penggilingan serta peralatan dari tulang dan tanduk rusa menjadi ciri khas dari kebudayaan ini.

    Meski setingkat lebih maju dari sebelumnya, teknologi zaman ini memang masih mengandalkan alam. Maka tak heran, jika contoh peninggalannya tidak jauh berbeda dari teknologi batu dan tulang.       

    3. Mengenal Api

    Ilustrasi Manusia Purba Mulai Mengenal Api | Sumber gambar: Freepik.com

    Bagi manusia prasejarah, api memainkan peran yang cukup krusial dan membawa pengaruh yang besar pada kehidupan sehari-hari. 

    Berdasarkan data arkeologi, proses penemuan api terjadi 400.000 tahun yang lalu, tepat pada periode manusia homo erectus.   

    Besar kemungkinan, pemanfaatan api menjadi meluas karena akibat dari penggunaan metode yang membenturkan batu dan menggosokkan kayu secara bersamaan. Sebagai hasilnya, percikan api yang muncul tersebut lalu manusia purba arahkan ke dedaunan kering, lumut, atau rumput halus yang mudah terbakar.   

    Jenis perkembangan teknologi manusia purba tersebut tak hanya sekedar sebagai alat pemanas tubuh dari iklim yang dingin, melainkan lebih dari itu. 

    Kehadiran teknologi api dapat manusia prasejarah manfaatkan untuk berbagai hal. Misalnya, sumber penerangan, alat pemasak bahan makanan, dan bentuk perlindungan dari hewan buas.

    Dengan adanya kehadiran api tersebut, manusia purba lebih maju dan dapat memanaskan bahan makanan yang mereka temukan.

    4. Revolusi Teknologi Manusia Purba

    Seiring berjalannya waktu, manusia purba terus mengalami revolusi dari gaya hidup mereka. Pola hidup yang awalnya berburu dan meramu, lambat laun berubah menjadi memproduksi makanan secara mandiri lewat cara bercocok tanam. 

    Pada prosesnya, perkembangan teknologi ini merupakan perwujudan revolusi peradaban prasejarah. Tujuannya untuk menunjukkan fungsi, manfaat, dan tingkat perubahan yang memengaruhi masyarakat pada praktik pertanian secara bertahap.  

    Dalam revolusi teknologi, manusia purba mulai meninggalkan kehidupan nomaden dan beralih untuk menerapkan teknik pertanian sederhana. 

    Selain itu, manusia prasejarah juga telah mengenal tradisi pertukaran barang dan mahir dalam pembangunan tempat tinggal dengan kategori yang permanen.  

    Usut punya usut, manusia purba yang hidup pada zaman ini telah mengetahui teknologi yang berfungsi untuk menghaluskan batu. 

    Maka dari itu, penemuan ragam peralatan pada era revolusi teknologi tersebut berupa kapak bahu, kapak lonjong, kapak persegi, dan mata panah yang sudah teramplas dengan lembut. 

    5. Perkembangan Zaman Logam

    Setelah berakhirnya masa neolitikum, manusia purba menapaki zaman logam. Sesuai dengan namanya, zaman logam adalah masa kejayaan dari  peralatan yang berbahan logam. 

    Menjadi akhir dari masa praaksara, perkembangan teknologi manusia purba ini membuat kehidupan manusia makin kompleks dan terampil. 

    Lebih jauh, era logam juga berarti sebagai zaman perundagian, karena dalam masyarakatnya terdapat kaum undagi yang memiliki keterampilan pada bidangnya masing-masing. 

    Konon, manusia prasejarah yang hidup pada zaman logam telah berhasil menciptakan jenis teknologi yang cukup canggih dan menggunakannya untuk keperluan sehari-hari. 

    Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab logam tidak mudah pecah dan gampang untuk dipahat, sebagaimana halnya bebatuan. 

    Untuk membuatnya, manusia purba harus melakukan pengolahan bahan logam terlebih dahulu. Setelahnya, manusia prasejarah dapat meleburkan serta membentuk bahan logam tersebut yang sesuai dengan keinginan dan fungsinya. 

    Adapun, contoh peralatan dari zaman logam, antara lain kapak corong, nekara, arca dan bejana perunggu. 

    Sudah Tahu Tentang Perkembangan Teknologi Manusia Purba?

    Perkembangan teknologi manusia purba menjadi bukti kemajuan peradaban kuno dan membawa dampak positif bagi kehidupan manusia. Meskipun penuh keterbatasan dalam bahasa, tulisan, dan peralatan yang terkesan coba-coba, manusia purba tetap berusaha mengembangkan teknologi yang berkelanjutan dengan sangat baik. 

    Selain memainkan peran yang esensial dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, teknologi manusia prasejarah juga berfungsi sebagai proses evolusi gaya hidup yang lebih mumpuni. Maka tak heran, teknologi yang berkembang pada masa manusia purba terus mengalami perubahan dengan rentang waktu yang relatif panjang.

  • Organisasi Pergerakan Nasional, Pelopor dan Faktor Terbentuknya

    Organisasi Pergerakan Nasional, Pelopor dan Faktor Terbentuknya

    Seperti yang kamu tahu, Indonesia dulunya pernah dijajah oleh pihak luar dalam waktu cukup lama. Sehingga pribumi dengan pihak penjajah seringkali mengalami konflik yang berkelanjutan. Kemudian, untuk mencegah dan memperjuangkan negara sendiri, munculah beberapa organisasi pergerakan nasional.

    Organisasi-organisasi pergerakan ini tentunya memiliki tujuan dalam keberlangsungan bangsa Indonesia dengan peran yang berbeda. Lalu, apa saja organisasi yang sudah berdiri? Berikut penjelasan lengkapnya.

    Apa Itu Organisasi Pergerakan Nasional?

    Sebelum ke penjelasan lebih dalam, kenali dahulu pengertian dari organisasi atau kelompok pergerakan nasional. Pertama, pergerakan nasional adalah istilah yang digunakan saat satu fase dalam sejarah Indonesia ketika masa perjuangan hingga kemerdekaan pada kurun waktu 1908-1945.

    Alasan penetapan tahun pergerakan nasional pada 1908 tersebut karena saat itu lah perjuangan yang dilakukan rakyat Indonesia sudah berpandangan nasional. Dalam artian lain, sebelum tahun itu, rakyat Indonesia masih melakukan pergerakan untuk menentang penjajah demi kelompok atau wilayah tertentu.

    Sehingga, dapat diambil kesimpulan bahwa organisasi pergerakan nasional adalah sekumpulan rakyat Indonesia yang bergerak untuk memperbaiki dan mengambil kemerdekaan negaranya dari penjajah. 

    Faktor Terbentuknya Organisasi Pergerakan Nasional

    Adapun beberapa hal yang menjadi pemicu terbentuknya organisasi tersebut terbagi menjadi 2 faktor, yaitu internal dan eksternal. Agar lebih jelas mengenai kedua faktor tersebut, simak di bawah ini!

    1. Faktor Internal 

    Ada beberapa faktor internal yang mempengaruhi organisasi pergerakan ini, yaitu:

    • Sejak dulu, perjuangan rakyat Indonesia hanya bersifat kedaerahan, sehingga tidak bisa mendapatkan kekuatan lebih besar dan mudah dihancurkan penjajah.
    • Sudah banyak golongan terpelajar yang memiliki pandangan progresif.
    • Akibat dari penderitaan rakyat Indonesia yang cukup lama karena tindakan kolonialisme dan imperialisme penjajah.

    2. Faktor Eksternal

    Selain faktor internal, ada juga faktor eksternal yang membuat organisasi pergerakan nasional terbentuk. Beberapa faktor yang mempengaruhinya yaitu:

    • Adanya pemicu dari kebangkitan negara tetangga seperti Filipina, India, dan Turki, Cina dalam melawan penjajah.
    • Terdapat paham-paham baru yang masuk dari luar Indonesia seperti demokrasi dan nasionalisme.
    • Jepang berhasil mengalahkan perlawanan Rusia pada tahun 1908.

    9 Organisasi Pergerakan Nasional

    Terdapat beberapa organisasi yang muncul demi melawan penjajah di Indonesia dengan berbagai peran lengkap dengan pelopornya, antara lain:

    1. Sarekat Islam

    Sarekat Islam | Sumber gambar Wikimedia.com

    Pada tahun 1911 di Solo,  Haji Samanhudi mendirikan organisasi yang bernama Sarekat Dagang Islam (SDI). Kemudian nama tersebut berubah menjadi Sarekat Islam (SI) pada tahun 1912 dengan ketuanya yaitu H.O.S Tjokroaminoto.

    Terbentuknya Sarekat Islam (SI) yaitu untuk menghadapi persaingan dagang dari negara asing. Kemudian adanya organisasi ini bertujuan untuk mengembangkan ekonomi islam menurut H.O.S Tjokroaminoto.

    Lalu, perkembangan organisasi ini pun membuat pihak Belanda khawatir karena bisa menghancurkan pemerintahan mereka.

    2. Budi Utomo

    Pada 20 Mei 1908 di Jakarta, dr. Sutomo bersama rekan-rekannya mendirikan organisasi bernama Budi Utomo. Lalu, perlu kamu ketahui bahwa organisasi Budi Utomo merupakan organisasi pertama yang berdiri di Indonesia dengan anggotanya para mahasiswa STOVIA atau The School tot Opleiding van Inlandsche Artsen or.

    Awal mula munculnya ide mendirikan Budi Utomo ini berasal dari dr. Wahidin Soedirohoesodo yang berkeliling pulau Jawa untuk mensosialisasikan pentingnya pendidikan.

    Selain itu, beliau memberikan bantuan pendidikan kepada masyarakat yang kurang mampu. Kemudian tahun 1907, beliau bertemu Soetomo dan tertarik dengan gagasannya.

    Lalu, munculnya organisasi pergerakan nasional Budi Utomo tersebut karena keadaan masyarakat pribumi yang memprihatinkan saat berlakunya politik etis karena mereka bisa mengenyam pendidikan namun terhalang dana. Sehingga, hal ini membuat dr. Wahidin Soedirohoesodo ingin bergerak untuk mengatasinya.

    3. Perhimpunan Indonesia

    R.M Noto Suroto dan Sutan Kasayangan mendirikan organisasi yang bernama Indische Vereeniging pada tahun 1908. Kemudian, organisasi ini mengubah namanya menjadi Perhimpunan Indonesia pada tahun 1925 dan menghapus nama Hindia Belanda untuk menunjukan identitas bangsa dan negara.

    Tokoh-tokoh yang terlibat dalam organisasi tersebut seperti Achmad Soebardjo, Drs. Mohammad Hatta, Nazir Datuk Pamuncak, Gatot Tanumihardja, dr. Sutomo, Iwa Kusuma Sumantri, Sunario, Sukiman Wiryosanjoyo, Ali Sastroamidjojo, Abdul Majid Joyodiningrat.

    4. Indische Partij

    Indische Partij | Sumber gambar: Wikimedia.com

    Pada 25 Desember 1912 di Bandung, berdiri organisasi yang bernama Indische Partij. Tokoh-tokoh yang mempelopori berdirinya organisasi tersebut seperti R.M Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), Dr. E.F.E Douwes Dekker, dan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo atau menyebut mereka dengan “Tiga Serangkai”.

    Tujuan berdirinya organisasi tersebut untuk membangun rasa nasionalisme, menciptakan persatuan rakyat Indonesia dan Bumiputera, serta mempersiapkan rakyat Indonesia dari kemerdekaan. 

    Indische Partij merupakan organisasi politik yang berani mengkritik pemerintah Belanda melalui tulisan R.M Suwardi Suryaningrat Alsik een Nederlander was” yang artinya “Seandainya aku seorang Belanda”.

    Namun, prinsip dan tujuan organisasi ini dianggap radikal untuk Indonesia merdeka, sehingga pada 4 Maret 1913 organisasi ini ditutup.

    5. Partai Nasional Indonesia

    Partai Nasional Indonesia | Sumber gambar: tribunnewswiki.com

    Ir. Soekarno mendirikan perkumpulan yang bernama Algemeene Studie Club pada tahun 1925. Kemudian dari perkumpulan ini juga terbentuk partai politik sekaligus organisasi pergerakan nasional bernama Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927. 

    Partai Nasional Indonesia (PNI) bergerak dalam beberapa bidang seperti politik, sosial, dan ekonomi. Kemudian di dalam PNI terdapat tokoh penting yang ikut serta. Tokoh-tokoh tersebut seperti Ir. Anwari, dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, Mr. Sartono, Mr. Sunaryo, Mr. Iskaq Tjokrohadisurjo, Dr. Samsi, dan Mr. Budiarto.

    6. Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV)

    Pada 9 Mei 1914, berdiri sebuah organisasi pergerakan nasional bernama Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) oleh Henk Sneevliet yang merupakan anggota Partai Buruh Sosial Demokrat Belanda. 

    Kemudian organisasi ini punya paham marxisme dan acuan terbentuknya Partai Komunis Indonesia (PKI) pada Desember 1920. Tujuan terbentuknya ISDV adalah membawa sosialisme di masyarakat Bumiputera yang tidak hanya diperoleh untuk anggota dari Eropa.

    Selain itu, organisasi ini juga menyebarkan paham sosial demokrat ke masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, pandangan liberalisme dan kapitalisme juga berasal dari ajaran ISDV.

    7. Muhammadiyah

    Pada 18 November 1912 di Yogyakarta, berdiri sebuah organisasi pergerakan nasional yang berpedoman pada keagamaan bernama Muhammadiyah oleh K.H Ahmad Dahlan. Terbentuknya Muhammadiyah ini pada awalnya beliau berniat untuk memerangi praktik mistis dan kemiskinan rakyat Indonesia karena penjajahan.

    Selain itu, Muhammadiyah berdiri atas tanggapan dari Budi Utomo untuk memberikan pelajaran agama kepada anggotanya. Kemudian organisasi ini memulai langkahnya dengan mendirikan sekolah keagamaan modern, panti jompo, panti asuhan, balai pengobatan, rumah sakit, dan lainnya.

    8. Nahdlatul Ulama

    Pada 31 Januari 1926, berdiri sebuah organisasi bernama Nahdlatul Ulama oleh para ulama tradisionalis yang memperoleh bimbingan dari Ahlussunnah wal Jama’ah.

    Pada saat itu, pemerintah Belanda selalu menekan dan mencoba menghapus potensi islam di Indonesia. Sehingga, dengan terbentuknya Nahdlatul Ulama ini akan menjaga ajaran islam dan mendorong kemerdekaan Indonesia. 

    9. Taman Siswa

    Taman Siswa berdiri pada tahun 1922 oleh Ki Hajar Dewantara. Tujuan berdirinya organisasi pergerakan nasional ini untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia secara kultural dan diselenggarakan dengan baik.

    Jalannya organisasi Taman Siswa ini secara demokratis, sehingga mementingkan rakyat Indonesia. Kemudian, organisasi tersebut menjadi pelopor pengembangan pendidikan di Indonesia hingga sampai seperti sekarang ini.

    Namun, perjalanan organisasi Taman Siswa tidaklah mulus karena mengecam pemerintah Belanda yang membatasi jalannya pendidikan. Sehingga pada saat itu, Taman Siswa dianggap sebagai sekolah ilegal.

    Sudah Tahu Apa Saja Organisasi Pergerakan Nasional?

    Itulah beberapa penjelasan mengenai beberapa organisasi di Indonesia yang muncul saat masa penjajahan. Sehingga, dengan kemunculan organisasi-organisasi tersebut agar mendorong kemerdekaan Indonesia. Semoga penjelasan di atas bisa kamu pahami dan menjadikan bahan pembelajaran.