Gangguan pada Sistem Pernapasan & Cara Mengatasinya

Pasti kita merasa tidak nyaman apabila mengalami gangguan pada sistem pernapasan, contohnya seperti sesak nafas atau saat batuk. Gangguan ini bisa jadi pertanda awal atau sensor pada tubuh ketika kamu terserang penyakit. 

Gangguan pada Sistem Pernafasan

Gangguan sistem pernafasan adalah masalah atau kondisi seseorang yang mengalami kesulitan untuk bernafas dan mempengaruhi organ yang terlibat dalam proses pernapasan manusia. Gejala umum yang sering dialami yaitu dada terasa sesak atau leher seperti tercekik.

Kondisi ini terjadi karena beberapa penyakit yang berhubungan dengan sistem pernapasan. Padahal, sistem pernapasan berperan penting dalam mengambil oksigen dari udara dan mengeluarkan karbon dioksida untuk kelangsungan hidup manusia.

Gangguan pernapasan memiliki gejala yang bermacam-macam, mulai dari gejala ringan sampai gejala berat. Tubuh yang kesulitan memperoleh oksigen akan mengganggu kerja paru-paru dan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Macam-macam Gangguan pada Sistem Pernapasan 

Beberapa penyakit yang mengganggu sistem pernapasan manusia, antara lain:

1. Asma

Merupakan penyakit saluran pernapasan yang bersifat inflamasi kronis dan menyebabkan penyempitan saluran pernapasan, yang menyebabkan sesak napas, batuk, dan mengi.

2. Pneumonia 

Infeksi pada salah satu atau kedua paru-paru, yang bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Gejala meliputi demam, batuk berdahak, sesak napas, dan nyeri dada.

3. Bronkitis

Merupakan inflamasi pada saluran bronkial yang membawa udara ke paru-paru. Bronkitis bisa bersifat akut (biasanya disebabkan oleh infeksi virus) atau kronis (terjadi dalam jangka waktu yang lebih lama, seringkali berkaitan dengan merokok).

4. Pneumotoraks 

Kondisi ketika ada udara yang mengumpul di antara paru-paru dan dinding dada, menyebabkan paru-paru kolaps sebagian.

5. Sleep Apnea 

Gangguan pernapasan saat tidur yang ditandai dengan berhentinya pernapasan secara periodik selama tidur. Ini bisa menyebabkan gangguan tidur, kelelahan, dan masalah kesehatan lainnya.

6. Kanker Paru-paru 

Gangguan pada sistem pernapasan ini berupa tumor ganas yang tumbuh di paru-paru, dan dapat menyebar ke organ lain.

7. Emboli Paru 

Terjadi ketika gumpalan darah atau bahan lainnya (emboli) tersumbat di arteri paru-paru, sehingga dapat menghambat aliran darah dan oksigen ke paru-paru.

8. COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) 

Kondisi paru-paru kronis yang menyebabkan kerusakan dan penyempitan saluran pernapasan, mengakibatkan kesulitan bernapas dan produksi lendir yang berlebihan.

9. Fibrosis Paru

Penyakit paru-paru yang ditandai oleh jaringan parut yang berlebihan di paru-paru, sehingga mengganggu pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

Gejala Gangguan pada Sistem Pernapasan

Gejala gangguan pernapasan bervariasi tergantung jenis dan tingkat keparahan gangguan tersebut. Gejala ini dapat bervariasi dari ringan hingga berat, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan gangguan pernapasan. Berikut adalah beberapa gejala yang sering dialami oleh orang dengan gangguan pernafasan:

  • Sesak napas. Sensasi kesulitan bernapas atau perasaan tidak dapat menghirup cukup udara. Ini bisa terjadi saat istirahat atau selama aktivitas fisik.
  • Napas berbunyi. Bunyi napas seperti mengi, menggerakkan napas, atau napas berat.
  • Batuk. Batuk kronis atau batuk yang tidak kunjung sembuh.
  • Produksi lendir. Produksi lendir yang berlebihan dari saluran napas, seperti batuk dengan dahak atau lendir yang keluar dari hidung.
  • Nyeri dada. Nyeri atau ketidaknyamanan di dada, yang bisa menjadi gejala dari gangguan pernapasan seperti pneumonia atau radang paru-paru.
  • Bibir atau kulit kebiruan. Perubahan warna bibir atau kulit menjadi kebiruan, yang dapat menunjukkan kurangnya oksigen dalam darah.
  • Napas cepat atau lambat. Perubahan dalam pola pernapasan, seperti napas cepat (takipnea) atau napas lambat (bradipnea).
  • Napas berhenti sementara saat tidur. Contohnya pada gangguan pernapasan seperti sleep apnea, yaitu gangguan tidur yang menyebabkan berhenti bernapas sementara selama tidur.
  • Pernapasan terdengar berat. Suara pernapasan yang keras, berat, atau berisik saat bernapas.
  • Kehilangan nafsu makan. Beberapa gangguan pernapasan dapat menyebabkan kehilangan nafsu makan karena sulit bernapas.

Faktor Penyebab Terjadinya Gangguan pada Sistem Pernapasan

Gangguan pada sistem pernapasan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Berikut adalah beberapa faktor utama yang dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan: 

1. Merokok

Merokok dan paparan asap rokok secara aktif atau pasif dapat merusak paru-paru dan menyebabkan berbagai penyakit pernapasan, termasuk PPOK (penyakit paru obstruktif kronis) dan kanker paru-paru.

Sumber: Pixabay

2. Alergi

Reaksi alergi terhadap alergen seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, atau jamur dapat menyebabkan inflamasi pada saluran pernapasan dan menyebabkan asma atau rhinitis alergi.

3. Infeksi

Infeksi virus, bakteri, atau jamur dapat menyebabkan berbagai gangguan pernapasan seperti pilek, flu, bronkitis, dan pneumonia.

4. Polusi Udara

Gangguan pada sistem pernapasan juga dapat disebabkan oleh paparan polusi udara seperti asap kendaraan, partikel halus, dan gas polutan yang dapat merusak saluran pernapasan.

Sumber: Pixabay

5. Paparan Zat Berbahaya

Paparan zat berbahaya seperti bahan kimia beracun, asap industri, dan debu amonia dapat merusak paru-paru dan menyebabkan masalah pernapasan.

6. Kondisi Genetik

Beberapa gangguan pada sistem pernapasan seperti fibrosis kistik adalah hasil dari kelainan genetik yang menyebabkan gangguan dalam produksi lendir dan fungsi paru-paru.

7. Obesitas

Obesitas dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti sleep apnea dan gangguan pernapasan obstruktif saat tidur.

Sumber: Pixabay

8. Kondisi Medis Lainnya

Beberapa kondisi medis lain seperti penyakit jantung, gangguan otot dan saraf, serta gangguan hormonal ternyata juga dapat memengaruhi fungsi pernapasan.

9. Faktor Lingkungan

Lingkungan tinggal atau kerja yang tidak sehat, seperti paparan asap dari perapian atau pemanas kayu, juga dapat memengaruhi kesehatan pernapasan.

Cara Mengatasi Gangguan pada Sistem Pernapasan

Cara mengatasi gangguan pernapasan tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan gangguan tersebut. Berikut adalah beberapa langkah umum yang dapat membantu mengatasi gangguan pernapasan: 

1. Konsultasi dengan Tenaga Medis

Jika Anda mengalami gejala gangguan pernapasan yang serius atau berkepanjangan, segera berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan. Mereka akan melakukan evaluasi dan diagnosis yang tepat serta memberikan perawatan yang sesuai.

2. Pergi ke Tempat yang Bersih dan Segar

Jika Anda terpapar polusi udara atau alergen, pindah ke area yang bersih dan segar, misalnya dengan membuka jendela atau menggunakan pengaturan sirkulasi udara yang baik.

3. Hindari Pemicu

Jika Anda memiliki alergi terhadap zat tertentu, hindari pemicunya sebisa mungkin. Misalnya, gunakan masker jika Anda sensitif terhadap debu atau serbuk sari supaya tidak menimbulkan gangguan pada sistem pernapasan.

4. Hentikan Kebiasaan Merokok

Jika Anda merokok, hentikan kebiasaan merokok atau hindari lingkungan yang ada atau dipenuhi oleh orang-orang yang merokok agar tidak terkena paparan asap rokok.

5. Perawatan Obat

Jika gangguan pernapasan disebabkan oleh infeksi atau alergi, dokter dapat meresepkan obat-obatan seperti antibiotik atau antihistamin untuk mengobati infeksi atau alergi.

6. Terapi Inhalasi

Jika Anda memiliki asma atau kondisi pernapasan kronis lainnya, dokter dapat meresepkan obat-obatan inhalasi seperti bronkodilator atau kortikosteroid untuk membantu meredakan gejala.

7. Terapi Oksigen

Pada beberapa kondisi, terapi oksigen dapat diberikan untuk memperbaiki kadar oksigen dalam darah yang terganggu akibat mengalami gangguan pada sistem pernapasan.

8. Perubahan Gaya Hidup

Menjaga pola hidup sehat dengan berolahraga secara teratur, makan makanan yang bergizi, dan tidur yang cukup. Hindari juga paparan zat berbahaya dan lingkungan yang berisiko.

9. Terapi Fisik

Terapi fisik atau latihan pernapasan khusus dapat membantu meningkatkan fungsi paru-paru dan membantu mengatasi gangguan pernapasan.

Kesimpulan

Jika Anda mengalami gangguan pada sistem pernapasan yang parah, seperti sesak nafas yang berat, wajah atau bibir yang kebiruan, atau kesulitan bernapas yang berlangsung lama, segera cari bantuan medis darurat karena ini bisa menjadi tanda kondisi yang serius dan dapat mengancam nyawa. Penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan perawatan yang sesuai dari tenaga medis yang terlatih untuk mengelola dan mengobati gangguan pada sistem pernapasan dengan baik. Perawatan dini dan tepat sangat penting untuk mengatasi gangguan pernapasan dan mencegah kemungkinan komplikasi yang lebih serius.

Share: