Salah satu cara untuk mengungkapkan rasa kagum terhadap alam adalah dengan membuat puisi. Mulai dari rasa kagum saat melihat persawahan hingga daerah pegunungan bisa dituangkan dalam bentuk puisi. Pada artikel berikut akan dibahas 20 contoh puisi tentang alam yang menyentuh dan penuh makna.
Daftar ISI
- Contoh Puisi tentang Alam
- 1. Keindahan Alam
- 2. Keramahan Alam
- 3. Pesona Alam Hijau
- 4. Senja yang Indah
- 5. Keindahan yang Tak Terganti
- 6. Bulan Bersamaku
- 7. Bisikan Angin Pantai
- 8. Damainya Desaku
- 9. Sang Bulan Mengusap Lukaku
- 10. Sawah
- 11. Kemana Perginya Alam Lestari
- 12. Namaku Alam
- 13. Bumi Bersabda
- 14. Indonesiaku
- 15. Alam Tepian Pantai
- 16. Lautan Bumi Pertiwi
- 17. Alamku Sahabatku
- 18. Alam Dilembah Semesta
- 19. Derai Cemara Udang
- 20. Global Warming
- Sudah Tahu Contoh Puisi Tentang Alam?
Contoh Puisi tentang Alam
Adapun contoh puisi tentang kekaguman hingga kekecewaan terhadap alam yang merangkum dan memodifikasi karya dari berbagai sumber.
1. Keindahan Alam
Puisi pertama yaitu berjudul “Keindahan Alam”. Adapun syair puisinya yaitu:
Betapa indahnya alam ini
Laut yang berombak
Lereng yang bertingkat
Angin berhembus sepoi-sepoi
Berdiri aku di tepi pantai
Di bawah langit yang membentang
Merasakan keindahan alam yang ku sayang
Alam yang harus aku jaga
Sebagai bentuk rasa syukur
Pemberian dari Tuhan Yang Esa
Agar hidup terus makmur
2. Keramahan Alam
Contoh puisi tentang alam selanjutnya yaitu berjudul “keramahan alam” dengan syair sebagai berikut.
Bila datang ke negeriku
Kan disambut dengan alam yang indah
Gunung yang menjulang
Dan ombak yang beriringan di lautan
Burung-burung bernyanyi
Bersautan sepanjang pagi
Riangnya tiada pernah berhenti
Memuji rabbul izzati
Bila datang ke negeriku
Kan lihat sungai mengalir
Angin-angin bersemilir
Bunga mekar beribu-ribu
3. Pesona Alam Hijau
Puisi berikutnya berjudul “Pesona alam hijau” dengan syair sebagai berikut:
Terperosok pada hamparan hijau
Menggantung pada nuansa ilalang
Perlahan ku hirup aroma rumput ini
Inilah ciptaan Tuhan yang harus disyukuri
Jauh di ufuk kehijauan
Dengan dasar coklat yang menyatu
Berbasis kesuburan yang terikat
Terikat pada keindahan tanaman liar
Sebut saja bunga
Dengan kuncup kecil bemekaran
Menarik untuk disentuh
Karena indahnya ciptaan Tuhan
4. Senja yang Indah
Contoh puisi tentang alam selanjutnya berjudul “Senja yang indah”. Isinya adalah sebagai berikut.
Keemasan cahaya di cakrawala
Terlihat saat hari mulai senja
Terbelalak mata saat memandangnya
Keindahan dari Sang Maha Pencipta
Sang surya bersiap untuk tenggelam
Menjemput mesra ketenangan malam
Meneguk cahaya dalam-dalam
Menyempurnakan keindahan malam
Lembayung indah tampak kekuningan
Gradasi warna bagai sebuah lukisan
Di sudut langit yang tipis berawan
Hiasan terindah sepanjang zaman
5. Keindahan yang Tak Terganti
Puisi berikutnya berjudul “Keindahan yang Tak Terganti” dengan syair sebagai berikut.
Siang mulai berganti
Warna langit berubah jingga
Burung terbang melebur di langit jingga
Siapapun yang melihat, takjub dibuatnya
Waktu terus berlari
Warna jingga pun terkikis perlahan
Pertanda malam akan datang
Namun indahnya senja tak terganti
6. Bulan Bersamaku
Contoh puisi tentang alam berikutnya yaitu tentang bulan. Adapun syairnya sebagai berikut.
Senyum manismu menyapa malamku
Memancarkan cahaya penyejuk jiwa
Sejenak diriku termangu
Memandangmu yang penuh kharisma
Bulan bersamaku
Cahaya indah nan penuh pesona
Sinarmu terpancar mengusir sunyinya malamku
Memberikan ketenangan di dalam jiwa
Memberikan semangat yang berkobar
Merangkai mimpi untuk diperjuangkan
Terima kasih bulan
Kau masih setia bersamaku
7. Bisikan Angin Pantai
Contoh puisi selanjutnya yaitu tentang pantai dengan syair sebagai berikut.
Kutatap indahnya garis cakrawala itu
Alunan pohon kelapa melambai-lambai
Hembusan angin yang berbisik mesra
Membuatku ingin singgah lebih lama
Biru warnamu menyejukkan mata
Panas terikmu membuatku rindu
Bisikan anginmu membuatku terlena
Terlena dengan keindahan ciptaan Tuhan
Tak henti-henti aku bersyukur
Bersyukur atas kehadiranmu
Membuatku tenang dan semangat
Semangat untuk melanjutkan hidup lagi
8. Damainya Desaku
Berikut ini syair puisi tentang pedesaan yang menggambarkan bagaimana indahnya kehidupan di desa.
Embun pagi baru saja sirna
Pertanda pagi hari telah tiba
Berarti saatnya mulai bekerja
Di desa yang tampak berbeda
Banyak orang berkelana
Bahkan sebelum sang surya datang
Mencari nafkah di semilirnya persawahan
Melawan dingin yang menusuk hingga tulang
Damainya desaku
Meskipun jauh dari hingar bingar kota
Namun disini tetaplah bahagia
Karena desaku sangat mempesona
Damainya desaku
Tak ada keributan antar tetangga
Tak ada gosip yang merajalela
Karena tahu bahwa semuanya keluarga
9. Sang Bulan Mengusap Lukaku
Adapun contoh puisi tentang alam selanjutnya berjudul “Sang Bulan Mengusap Lukaku” dengan syair sebagai berikut.
Senyuman manis sang bulan menyapaku
Begitu indah mekarkan suasana hatiku
Sejenak ku terdiam termangu
Memandang indahnya tak pernah jemu
Sinarmu terpancar mengusir gelap
Menembus malam hadirkan terang
Kunikmati cahayamu hangatkan malam
Bahagiakan rongga hati yang tersinari
Bulan, belailah jiwaku ini
Yang begitu tegang menjalani hari
Usaplah sesaknya asmara di dada ini
Keringkanlah luka menganga di hati ini
Memandangmu membuatku mengerti
Bahwa keindahan tak harus selalu didekati
Bahwa keindahan tak harus selalu dimiliki
Namun hanya untuk sekedar dikagumi
10. Sawah
Bagi yang sedang mencari puisi tentang sawah, maka puisi ini cocok untukmu. Adapun syairnya sebagai berikut.
Padi melambai, melalai terkulai
Naik suara salung serunai
Sejuk didengar, mendamaikan kalbu
Indah dipandang memanjakan mata
Sungai bersinar, menyilaukan mata
Menyemburkan buih warna pelangi
Anak mandi bersuka hati
Berkejar-kejaran berseru gempita
Burung elang melayang-layang
Sebatang kara dalam udara
Desik berdesir daun buluh
Di buai angin dengan sayang
11. Kemana Perginya Alam Lestari
Contoh puisi tentang alam berikutnya sedikit berbeda karena tentang kerusakan, adapun syairnya sebagai berikut.
Hamparan hijau sawah beratapkan langit
Kiri kanan sawah, tengahnya sungai
Di antara gunung, matahari terbit malu
Namun sekarang entah kemana?
Lapisan tanah berwarna coklat
Kini berubah menjadi abu
Lama kucari tanah coklat itu
Tapi sekarang tak nampak
Cemara kehidupan tinggi menjulang
Menjadi rumah bagi makhluk Tuhan
Sekarang cemaranya tidak hijau lagi
Tetap tinggi tapi berganti jendela dan lampu
Sering banjir, sering longsor
Ada asap membuat marah tetangga
Padahal dahulu tidak begitu
Ibu pertiwi cuma tersedu tapi tidak malu
Sayang sekali ibu pertiwi kini bersedih
Menanggung pilu sambil tertatih
Anak-anaknya nakal semua
Biar dimarahi tapi tak pernah jera
12. Namaku Alam
Contoh puisi selanjutnya berjudul “Namaku Alam” dengan syair sebagai berikut.
Perkenalkan, namaku alam
Aku adalah tempat tinggal bagi semua makhluk
Bagi hewan-hewan aku adalah rumah
Tempat berkembangbiak dan bertumbuh
Bukan hanya hewan,
Tumbuhan pun merasakannya
Tumbuhan adalah perhiasanku
Hewan adalah peliharaanku
Aku selalu memberi kesejukan
Aku memberikan oksigen bagi manusia
Aku memberikan sumber daya
Memberikan mereka energi dan kekuatan
Tapi kini…
Manusia hanya memikirkan kepentingan sendiri
Mereka tak pernah memikirkan aku
Mereka selalu ingin lebih
Ketamakan, kerakusan, dan pemborosan
Telah membawaku kepada kerusakan
Lihat apa yang mereka perbuat
Mereka merusakku
Menebang pohon-pohonku
Memberikan polusi padaku
Memburu hewan hewanku
Dan merusak ozonku
Sungguh perih hati ini rasanya
Apakah tak ada kesadaran sedikitpun?
Apakah tak ada rasa iba sedikitpun?
Sungguh sangat miris hati ini
13. Bumi Bersabda
Puisi selanjutnya berjudul “Bumi Bersabda”. Adapun untuk syairnya sebagai berikut.
Mendung ini belum menutupi langit
Seberkas haru berbaur rasa takut
Terpaku menatap jiwa penuh rindu
Sejukkan dahaga dan jiwa sendu
Bulan tak ingin membawakan tawa
Kala waktu tak ingin berkawan lagi
Saat bintang bersembunyi berharap sunyi
Terhapus awan gelap menutupi langit
Bulan tampil dengan cantik
Hitam akan menang menutupi terang
Namun sang fajar bersama dengan mentari
Bersama bersenandung di alam pagi
Duniaku kini terasa indah
Sama halnya dengan hidupku
Menantikan indahnya alam yang bersambut
Untuk dunia yang cerah tanpa kabut
14. Indonesiaku
Judul puisi tentang alam berikutnya yaitu “Indonesiaku”. Adapun untuk syairnya sebagai berikut.
Kau tumpahkan jiwa dan ragamu
Menangis sendirian tiada yang menemani
Menatap surya yang mewarnai dunia
Memberikan harapan untuk bangsa
Indonesiaku
Terdiri dari ribuan pulau berjajar rapi
Penuh dengan keindahan alam surgawi
Penuh dengan keanekaragaman hayati
Penuh dengan budaya dan tradisi
Indonesiaku
Kau begitu indah
Kau begitu berarti
Beruntungnya diriku menjadi bagianmu
Negara yang seperti surga
Penuh kekayaan alam walau belum tertata rapi
Indonesiaku
Teruslah menjadi negara yang maju
Sejahterakan rakyatmu selalu nanti
Agar ibu pertiwi bisa tersenyum kembali
15. Alam Tepian Pantai
Contoh puisi tentang alam berikutnya berjudul “Alam Tepian Pantai” dengan syair sebagai berikut.
Gelombang air menari-nari
Menyapa pasir di tepian pantai
Gerombolan camar berterbangan
Berharap ikan segar tersambar
Gelombang ombak mengusap kedua kaki
Terasa dingin hingga ke relung dada
Hewan kecil genit menggigit telapak kaki
Menambah perasaan suka di tempat ini
Kupandangi jauh ke ufuk kemerahan
Terasa indah dipandang mata
Kurasa sinar mentari indah inilah
Yang menyatukan langit biru dengan hamparan laut
Ya Tuhan
Perkenankan kami menikmati alam-Mu
Perkenankan kami menjaga alam indah-Mu
Agar lestari hingga ke akhir masa
16. Lautan Bumi Pertiwi
Contoh syair puisi tentang alam dengan judul “Lautan Bumi Pertiwi” adalah sebagai berikut.
Terbentang luas alam negeriku
Sangat luas hingga tak tahu ujungnya
Namun keindahannya memanjakan mata
Puisi ini kuberikan hanya untukmu
Semilir angin di pesisir laut
Menyadarkan arti sebuah keanekaragaman
Ragam keindahan alam
Tak tertandingi apapun
Rimpuh… kisahmu kini
Nestapa yang kian membuncah
Sadar bahwa usiamu kini sudah menua
Tapi hasrat… kau selalu digenggam
Pohon, danau, laut
mengobarkan industri alam yang baru
Mengisi cinta pada perolehan
Perolehan yang kelak tidak menjadi kekal
Nabastala berkata
Bumi ini akan menjadi bumi
Bumi yang kekal dan abadi
Dengan pancaran indah pesona sang Ilahi
17. Alamku Sahabatku
Adapun syair untuk contoh puisi tentang alam ini sebagai berikut.
Alamku adalah sahabatku
Tempat aku berdiam dan tinggal
Dia telah banyak memberikan
Apa yang aku butuhkan
Dengan hujannya dia memancarkan
Segenap air yang kami butuhkan
Dengan pepohonan yang dia tumbuhkan
Kami bernafas penuh kesegaran
Dengan lautan yang dihamparkan
Kami berlayar mencari ikan
Dengan gunung-gunung menjulang
Kami buat persawahan
Dengan alam Tuhan memberikan
Segalanya yang manusia butuhkan
Agar mereka bersyukur
Jangan sampai manusia kufur
Kepada-Nya kita bersujud
Merendahkan diri ini
Menjadi hamba yang mengerti
Keagungan Ilahi Robbi
18. Alam Dilembah Semesta
Contoh puisi berikutnya berjudul “Alam Dilembah Semesta” dengan syair sebagai berikut.
Angin dingin kelam berderik
Kabut putih menghapus mentari
Tegak cahayanya menusuk citra
Pahatan Gunung memecah langit
Tinggi… Tajam…
Berselimut awan beralas zamrud
Sejak waktu tidak beranjak
Di sanalah sanubari berdetak
Sunyi sepi tak beriak
Cermin ilusi di atas danau
Menikung pohon yang melambai warna
Di celah kaki-kaki menjejak karya-Nya
Di manakah aku berada?
Di mana jiwa tak mengingat rumah
Di saat hidup terasa sempurna
Sungguh jelita permadani ini
Tebarkan pesona di atas cakrawala
Tak berujung dipandang lamanya
Serasa bertualang
Berpetualang di negeri tak bertuan alam
19. Derai Cemara Udang
Berikut ini contoh syair puisi berjudul “Derai Cemara Udang”.
Angin pantai di sela gerimis
Gerimis yang mendera pelan
Sejenak berteduh di bawah pohon
Sebuah pohon cemara udang
Kemudian lenyap ke arah gubuk
Sebuah gubuk bambu yang reot
Tanpa atap di tepian jalanan pantai
Namun tetap layak untuk berdiri
Senja ini, tiada yang romantis
Namun mampu membiuskan angan
Masuk ke dalam khayal yang beku
Dan ratusan hari terkubur diam
Pantai ini telah sepi
Hanya derai cemara udang
Hanya rintik gerimis yang tidak kunjung reda
Tidak juga menjadi hujan deras
Ada yang berubah!
Pantai ini berubah menjadi teduh
Berubah hijau di beberapa sudut
Ini adalah pantai kenangan
20. Global Warming
Contoh puisi tentang alam terakhir berjudul “Global Warming” dengan syair sebagai berikut.
Panas dan membara
Gambaran untuk alamku sekarang
Global warming namanya
Polusi adalah penyebabnya
Makin canggih peradaban teknologi
Makin banyak terdapat polusi
Kini pemanasan global terjadi
Di seluruh bagian Bumi ini
Manusia tak sadar perbuatannya
Yang merusak lingkungannya
Hewan dan tumbuhan juga merasa
Lingkungannya dirusak manusia
Panas menusuk kulit manusia
Bencana terjadi dimana-mana
Semoga saja semua manusia
Takkan lagi merusak lingkungannya
Sudah Tahu Contoh Puisi Tentang Alam?
Nah setelah kamu mengetahui 20 contoh puisi tersebut, tinggal tentukan pilihan lebih suka puisi yang mana. Kamu juga bisa membuat puisi versimu sendiri dengan berlandaskan pada 20 contoh puisi tersebut. Buat sekreatif dan seorisinil mungkin, ya.