Tag: pantun bahasa bali

  • 15 Contoh Pantun Bahasa Bali Berbagai Tema Simpel dan Menarik

    15 Contoh Pantun Bahasa Bali Berbagai Tema Simpel dan Menarik

    Kalau dalam Bahasa Indonesia kita mengenal pantun, maka pantun Bahasa Bali lebih dikenal dengan nama parikan. Sebenarnya, karya sastra tersebut sama saja. Parikan Bali juga memiliki empat baris yang bersajak a-b-a-b dan sering digunakan dalam pergaulan sehari-hari. 

    Ada dua jenis pantun dalam Bahasa Bali, yaitu wewangsalan atau dikenal juga dengan nama tamil yang berupa pantun dua baris atau karmina. Kemudian ada juga parikan, yang merupakan pantun empat baris. 

    Tidak ada sejarah yang jelas tentang siapa pencetusnya, karena sejak lama sudah berkembang di masyarakat dan sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Bali. Buat kamu yang suka dengan bahasa atau budaya Bali, penasaran seperti apa parikan dalam Bahasa Bali? Yuk, simak contoh di bawah ini!

    Contoh Pantun Bahasa Bali Berbagai Tema 

    Karena parikan sering digunakan dalam Bahasa Bali, maka tidak heran ada banyak bentuk parikan dengan jenis tema. Buat kamu yang penasaran, simak pantun Bahasa Bali berikut ini.

    1. Tema Percintaan 

    Tema percintaan adalah salah satu tema pantun yang paling sering dipakai oleh orang-orang. Oleh karena itu, pada tema percintaan ini, kami melampirkan dua contoh pantun yang bisa dijadikan referensi. 

    Pantun pertama membahas seorang laki-laki yang jatuh cinta pada wanita bernama Menur. Sementara pantun kedua tentang seorang laki-laki yang jatuh cinta pada gadis kecil yang masih usia remaja awal. 

    Sebelum itu, ada beberapa kosakata yang perlu kamu pahami, seperti Lumpiang yang merupakan salah satu makanan khas Bali. 

    a. Pantun Pertama

    Melali ke Pantai Sanur
    Dimulihne das engsap meli Lumpiang
    Manis kenyungne i Menur
    Kulitne kedas, bangkiangne rengkiang 

    Artinya: 

    Jalan-jalan ke Pantai Sanur
    Pulangnya hampir lupa membeli lumpiang
    Cantik wajahnya si Menur
    Kulitnya putih, pinggangnya langsing

    b. Pantun kedua: 

    Be curik mabasa manis
    Bungkung pendok sedeng di tujuh
    Bajang cerik kenyemne manis
    Selat tembok makita nyujuh

    Artinya: 

    Daging jalak berbumbu manis
    Cincin pendok pas di telunjuk
    Gadis kecil senyumnya manis
    Berbatas tembok ingin menggapai 

    2. Tema Patah Hati 

    Contoh sebelumnya, kami sudah melampirkan beberapa parikan atau pantun Bahasa Bali dengan tema cinta. Namun, rasanya kurang pas kalau belum bahas pantun yang bertemakan patah hati. 

    Pantun pertama membahas seorang laki-laki yang telah patah hati karena gadis idamannya sudah dimiliki orang lain. Sementara pantun kedua membahas wanita yang kesulitan move on. Nah, berikut ini adalah contoh pantun tema patah hati. 

    a. Pantun pertama: 

    Pekak bongol ngalih keladi
    Maan keladi wayah-wayah
    Pocol beli ngalih adi
    Krana adi suba ada ne ngelah

    Artinya: 

    Kakek tuli mencari ubi
    Dapat ubi yang sudah tua-tua
    Rugi abang mencari adik
    Karena adik sudah ada yang punya 

    b. Pantun kedua: 

    Blius ngawinang padine mati 
    Suba mati tusing dadi kengkenang
    Beli bagus idaman hati
    Keweh ban tiang ngengsapang 

    Artinya

    Hama menbuat padinya mati
    Sudah mati tidak bisa digunakan
    Abang ganteng idaman hati
    Sulit sekali saya melupakan

    3. Tema Sosial Masyarakat 

    Selanjutnya adalah parikan tema sosial masyarakat yang membahas tentang pemberdayaan perempuan. Mengingat Bali menjadi salah satu daerah yang masih menerapkan partriarkisme, jadi, kami pun menyelipkan pantun dengan tema tersebut. 

    Negul kuluk di adeg-adeg
    Kuluk badeng cara celepuk
    Dadi nak luh harus dueg
    Apang sing bakat uluk-uluk 

    Artinya: 

    Mengikat anjing di tiang rumah
    Anjing hitam seperti burung hantu
    Jadi perempuan harus pintar
    Biar tidak dibohongi 

    4. Tema Sosial Kultural 

    Tema sosial kultural kali ini akan membahas tentang kondisi sosial kultural di mana ada menyebut soal “canang” dan “soda” sebagai salah satu sarana persembahyangan bagi umat Hindu di Bali . Ini dia dua contoh parikan bertema sosial kultural. 

    a. Pantun Pertama: 

    Dagang sate, dagang canang
    Roko akatih aba ka Sidetapa
    Tetap sante dan tenang
    Basang pedih sing ngeranang apa 

    Artinya: 

    Penjual sate, penjual canang
    Rokok sebatang dibawa ke Sidetapa
    Tetap santai dan tenang
    Amarah berlebihan tidak menyelesaikan apa-apa 

    b. Pantun Kedua: 

    Medagang siap ngalih bati
    Biu Ketip anggon banten soda
    Eda kati engsap mebakti
    Nyanan kesisip Ida Batara 

    Artinya: 

    Jual ayam mencari untung
    Pisang Ketip dipakai banten soda
    Jangan sampai lupa sembahyang
    Nanti di azab Tuhan

    5. Tema Ekonomi 

    Di pantun tema ekonomi, kami telah menyiapkan dua contoh yang bisa jadi referensi. Pantun pertama membahas tentang kebiasaan orang yang suka meminjam uang namun setiap ditagih banyak alasan. 

    Sementara pantun kedua mambahas tentang orang yang sudah bekerja keras, tapi uangnya habis atau pas-pasan. Simak di bawah ini. 

    a. Pantun pertama: 

    Punyan jati, punyan pakis
    Anak bancih demen dadi lua
    Kemu mai nyilih pis
    Sabilang tagih liunan daya 

    Artinya: 

    Pohon jati, pohon pakis
    Orang banci suka jadi perempuan
    Ke sana sini meminjam uang
    Tiap ditagih banyak alasan

    b. Pantun Kedua: 

    Anak bongol demen nyatua
    Meli sate duang tusuk
    Pocol kemu mai mekarya
    Karyane sing maan susuk 

    Artinya: 

    Orang tuli suka bercerita
    Beli sate dua tusuk
    Rugi ke sana ke sini bekerja
    Pekerjaannya tidak dapat susuk (gaji pas-pasan) 

    6. Tema Keluarga 

    Pantun tema keluarga ini membahas tentang hal-hal yang biasa terjadi dalam keluarga pada umumnya. Pantun pertama membahas tentang kondisi keluarga yang lazim di Bali, yaitu ibu yang sibuk saat pagi hari mengerjakan pekerjaan rumah, sementara sang ayah sibuk mengurusi ayam peliharan. 

    Pantun kedua memiliki tema yang sebaliknya, yaitu tentang keluhan laki-laki kepada istrinya. Yuk, simak parikan atau pantun bahasa Bali tema keluarga di bawah ini. 

    a. Pantun Pertama: 

    Anak muani demen mebalih balap
    Mebalih balap samping pang pang
    Ngelah kuren pragat ngisi siap
    Anak luh sing taen merunguang 

    Artinya: 

    Laki-laki suka nonton balap
    Nonton balap di samping pilar
    Punya suami kerjaannya megang ayam
    Istri tidak dihiraukan

    b. Pantun Kedua: 

    Ka peken meli sampat duk anyar
    Sambilanga meli taluh puuh makotakan
    Pianak seduk konden medaar
    Kene nasib ngelah nak luh pragat metiktokan 

    Arti: 

    Ke pasar membeli sapu ijuk baru
    Sambil beli telur puyuh berwadah kotak
    Anak lapar belum makan
    Begini nasib punya istri kerjaannya TikTok-an

    7. Tema Kerinduan

    Pantun yang satu ini sangat jelas menunjukkan kerinduan seseorang terhadap seseorang yang mana setiap dia mengingat orang tersebut, orangnya akan menangis. Pantun Bahasa Bali ini juga sangat populer, dan sudah disadur dalam berbagai buku pelajaran. 

    Kemudian pantun kedua adalah pantun tentang orang yang sudah tidak sabar bertemu kekasihnya setelah sekian lama. Simak pantun Bahasa Bali berikut ini. 

    a. Pantun Pertama 

    Guling kidang guling celepuk
    Nasi anget mebe guling
    Uling pidan tusing tepuk
    Bilang inget mekite ngeling 

    Artinya: 

    Kijang guling, burung hantu guling
    Nasi hangat pakai babi guling
    Dari dulu tidak pernah dilihat
    Setiap ingat rasanya mau nangis 

    b. Pantun Kedua

    Soto sampi lawar celepuk
    Eda engsap nginem jamu
    Makelo bli tusing bakat tepuk
    Sane mangkin iraga matemu 

    Arti: 

    Soto sapi lawar burung hantu
    Jangan lupa minum jamu
    Sudah lama abang tidak aku lihat
    Sekaranglah kita akan bertemu 

    Belajar Bahasa Bali Lewat Pantun 

    Bali sudah lama jadi tujuan wisata ataupun tujuan bagi mereka yang ingin tinggal menetap serta menghabiskan masa tua di Bali. Kalau kamu tertarik juga untuk pindah dan tinggal di Bali, ada baiknya kamu bisa belajar Bahasa Bali terlebih dahulu, khususnya melalui pantun Bahasa Bali. 

    Belajar Bahasa Bali melalui pantun tentu akan lebih mudah dan menyenangkan sehingga tidak jadi beban bagi kamu yang melakukannya! Jadi, siapkah kamu belajar sekarang juga?