Tag: pencemaran lingkungan

  • Pengertian Pencemaran Lingkungan: Jenis, Penyebab & Dampak

    Pengertian Pencemaran Lingkungan: Jenis, Penyebab & Dampak

    Kita sebagai umat manusia tidak bisa lepas dari yang namanya lingkungan. Jika kita mendengar hal tersebut kita pasti langsung tertuju pada manusia dan alam. Meski begitu, sayangnya semakin hari semakin banyak kita temui adanya pencemaran lingkungan yang memiliki dampak buruk bagi alam dan kelangsungan hidup manusia.

    Untuk mengatasi hal tersebut, maka selayaknya kita sebagai khalifah di muka bumi ini untuk terus menjaga lingkungan. Nah, di bawah ini kami akan membahas lebih lanjut tentang pencemaran terhadap lingkungan, mulai dari pengertian, penyebab, serta dampaknya. Simak terus artikelnya sampai selesai!

    Pengertian

    Secara umum pengertian pencemaran terhadap lingkungan adalah suatu kondisi terjadinya perubahan yang besar terhadap lingkungan akibat aktivitas ekonomi dan teknologi, terutama dari aktivitas manusia. 

    Perubahan tersebut terjadi karena adanya aktivitas yang melebihi ambang batas, sehingga menyebabkan adanya polutan yang mengganggu keseimbangan ekosistem di alam.

    Ada dua faktor utama penyebab pencemaran lingkungan, yakni:

    • Dapat Terurai: Jenis polutan yang terdegradasi dan diserap oleh proses alam, seperti kotoran hewan, kotoran tumbuhan, dan kotoran manusia.
    • Tidak Dapat Terurai: Jenis polutan yang tidak dapat diuraikan oleh proses alam, seperti timbal, merkuri, arsenik, dan zat berbahaya lainnya.

    Tingkat pencemaran lingkungan itu sendiri dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

    • Polusi yang menyebabkan iritasi ringan pada tubuh dan merusak sistem lain di lingkungan. Misalnya asap knalpot mobil yang menyebabkan iritasi mata.
    • Polusi yang menyebabkan sakit kronis. Contoh kasus tersebut adalah kontaminasi merkuri (Hg) di Minamata, Jepang, yang menyebabkan kanker dan cacat lahir.
    • Pencemaran dengan kadar polutan yang sangat tinggi, menyebabkan gangguan kesehatan dan menyebabkan kematian pada lingkungan. Contoh kontaminasi senjata nuklir.

    Jenis-Jenis 

    Ada setidaknya 5 jenis pencemaran lingkungan yang sering terjadi dan yang perlu kamu ketahui, yakni. 

    1. Pencemaran Air

    Pencemaran air adalah sebuah kondisi masuknya zat berbahaya ke dalam air, sehingga menyebabkan adanya penurunan kualitas pada air. Hal itu menyebabkan air tidak dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya oleh manusia untuk kehidupan sehari-hari.

    Ada beberapa ciri air tercemar yang bisa kamu ketahui, yakni adanya bau, perubahan warna, dan air berasa. Air yang memiliki tanda air tersebut sudah tidak bisa kamu gunakan lagi.

    Pencemaran lingkungan pada air biasanya terjadi karena manusia membuang limbah yang berbahaya ke dalam air, hal ini yang membuatnya menjadi tercemar dan tidak bisa digunakan lagi.

    2. Pencemaran Udara

    Jenis pencemaran yang kedua terjadi pada udara, hal ini terjadi karena adanya zat yang merusak kualitas udara. Setidaknya ada lima zat yang merusak udara, yakni karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, ozon, serta partikel lain berupa debu.

    Kelima zat tersebut bisa menimbulkan penyakit berbahaya bagi manusia, jika terhirup secara terus menerus. Penyakit yang timbul akibat terjadinya pencemaran pada udara, yakni infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan asma. Lebih buruk lagi jika terhirup dalam jangka panjang, maka juga berpotensi menimbulkan penyakit kanker.

    Kategori penyebab pencemaran pada lingkungan ini terbagi menjadi dua, yakni secara alami yang ditimbulkan oleh alam seperti gunung meletus serta faktor manusia seperti aktivitas kendaraan bermotor, pabrik, dan lain sebagainya.

    3. Pencemaran Tanah

    Pencemaran tanah merupakan sebuah kondisi perubahan yang terjadi pada struktur serta kualitas tanah yang diakibatkan oleh adanya kontaminasi zat tertentu yang masuk pada tanah.

    Karena tanah merupakan habitat manusia, maka secara langsung pencemaran ini berpengaruh terhadap manusia, misalnya munculnya berbagai macam penyakit dari virus dan kuman.

    Pencemaran tanah biasanya terjadi akibat aktivitas manusia yang merusak. Seperti membuang sampah sembarangan, menggunakan pupuk kimia secara berlebihan, serta membuang zat radioaktif ke sembarang tempat tanpa melakukan analisis terlebih dahulu.

    4. Pencemaran Suara

    Yang keempat yakni pencemaran suara. Pencemaran jenis ini biasanya terjadi di kota-kota besar, dimana banyak orang melakukan segala aktivitas bersamaan serta ruang yang kosong sangat sedikit, sehingga kebisingan lebih jelas terdengar.

    Jangan menganggap remeh terhadap pencemaran ini, karena studi membuktikan bahwa banyak orang yang mengalami stres berlebihan. Tak jarang juga mengalami tekanan mental akibat kebisingan, seperti deru kendaraan, mesin pabrik, dan dari sumber kebisingan lainnya.

    5. Pencemaran Cahaya

    Meski pencemaran lingkungan cahaya ini tidak memiliki dampak langsung terhadap manusia, namun masalah yang satu ini akan mengganggu kelangsungan makhluk hidup lainnya, seperti hewan dan tumbuhan.

    Jika kedua makhluk ini terganggu kelangsungan hidupnya, secara tidak langsung juga akan mempengaruhi kehidupan manusia, karena ekosistem mulai terganggu. Selain Itu, kualitas udara sampai ketersediaan bahan pangan nabati dan hewani akan mulai mengalami penurunan kualitas.

    Penyebab utama pada pencemaran jenis ini, yakni berupa lampu yang sangat terang, sehingga membuat langit lebih terang dan makhluk hidup lainnya terganggu untuk melangsungkan aktivitasnya.

    Penyebab

    Penyebab terjadinya pencemaran pada lingkungan sebagian besar karena aktivitas manusia. Simak apa saja penyebabnya secara detail di bawah ini!

    • Pembakaran sampah sembarangan
    • Aktivitas kendaraan bermotor
    • Aktivitas pabrik berupa cerobong asap
    • Industri pertanian kimia
    • Pembuangan limbah industri sembarangan
    • Tumpahan minyak di lautan
    • Pembuangan limbah rumah tangga ke sungai
    • Pembuangan zat radioaktif
    • Suara deru mesin pabrik dan kendaraan
    • Aktivitas manusia yang menggunakan lampu yang sangat terang
    • Penggunaan kantong plastik yang berlebihan
    • Penggunaan Air Conditioner
    • Pembuangan limbah elektronik yang tidak sesuai dengan ketentuan 
    • Dan masih banyak lagi

    Dampak Pencemaran Lingkungan

    Di bawah ini kami juga jelaskan apa saja dampak yang dihasilkan oleh pencemaran lingkungan, baik terhadap manusia itu sendiri serta alam dan makhluk hidup lainnya, seperti hewan dan tumbuhan. Berikut daftarnya:

    1. Mengganggu Keseimbangan Lingkungan

    Dampak pertama yang sangat dirasakan oleh manusia akibat terjadinya pencemaran pada lingkungan, yakni terganggunya keseimbangan lingkungan tempat manusia tinggal. 

    Hal ini terjadi karena pencemaran merusak apa yang tertata baik di muka bumi menjadi rusak, sehingga mengganggu kelangsungan makhluk hidup, baik manusia itu sendiri, hewan, serta tumbuhan.

    2. Mengurangi Tingkat Kesuburan Pada Tanah

    Pengurangan tingkat kesuburan pada tanah ini terjadi karena terdapat zat kimia berupa insektisida pada pertanian secara terus menerus. Dampak ini akan sangat terasa ketika tumbuhan yang ditanam tidak begitu subur, akibat berkurangnya unsur hara pada tanah.

    3. Terjadinya Pemanasan Global

    Apakah Anda merasakan cuaca yang semakin semakin panas setiap harinya? Ya, hal ini merupakan dampak dari adanya pencemaran lingkungan dimana kita semua melangsungkan kehidupan.

    Jika hal ini terus berlangsung, maka cuaca akan semakin panas, curah hujan menjadi tidak stabil yang mengakibatkan kekeringan yang parah di seluruh dunia. 

    4. Munculnya Berbagai Penyakit

    Saat manusia terus menerus mengkonsumsi bahan makanan dari sumber yang tercemar, maka lambat laun zat yang mencemari makanan tersebut akan menjadi sarang penyakit di tubuh.

    Dampak lebih buruknya akan terkena penyakit yang mematikan seperti kanker, infeksi saluran pernapasan, tumor, jantung, typus, penurunan fungsi ginjal, serta penyakit hati seperti hepatitis. 

    5. Punahnya Flora serta Fauna

    Semakin lama bumi serta lingkungan di dalamnya tercemar, maka keberadaan makhluk hidup seperti flora dan fauna juga akan semakin berkurang dan punah, akibat kerusakan ekosistem secara terus-menerus.

    Sudah Tahu Jenis, Penyebab & Dampak Pencemaran Lingkungan?

    Demikian penjelasan singkat mengenai apa itu pencemaran lingkungan, apa saja jenis penyebab, serta dampaknya baik bagi manusia serta alam dan makhluk hidup lainnya. Sebagai manusia yang bertugas untuk memimpin bumi ini, selayaknya kita semua menjaga lingkungan, agar tidak mengalami kerusakan akibat ulah kita.

  • Pencemaran Lingkungan: Jenis, Dampak, Penyebab, dan Contohnya

    Pencemaran Lingkungan: Jenis, Dampak, Penyebab, dan Contohnya

    Pencemaran lingkungan merupakan berubahnya kondisi lingkungan akibat adanya perkembangan teknologi dan ekonomi yang melebihi batas ambang toleransi ekosistem sehingga tingkat polutan di lingkungan menjadi meningkat. 

    Kondisi ini tentu saja memberikan dampak buruk bagi manusia dan makhluk hidup lainnya sebab kualitas lingkungan sudah tidak sehat seperti seharusnya. Nah, supaya bisa lebih memahami materi tentang pencemaran ini lebih lengkapnya, simak artikel ini sampai habis!

    Pengertian Pencemaran Lingkungan 

    Pencemaran lingkungan atau environmental pollution termasuk salah satu masalah terbesar yang sering jadi perbincangan banyak pihak, mulai dari masyarakat, aktivis lingkungan, hingga pemerintah. 

    Masalah ini sudah menjadi sangat populer yang jika dibiarkan terus-menerus akan membawa dampak besar bagi makhluk hidup, terlebih manusia, sebab bisa menyebabkan penyakit dan bencana alam. 

    Lalu, apakah pencemaran lingkungan itu?

    Pencemaran ini diartikan sebagai terkontaminasinya komponen fisik dan biologis dari sistem atmosfer dan bumi sehingga keberadaannya bisa mengganggu keseimbangan ekosistem lingkungan. 

    Menurut UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pencemaran adalah masuknya zat energi atau komponen yang bisa merusak lingkungan, atau berubahnya segala bentuk tatanan lingkungan dari kegiatan manusia maupun proses alam sehingga kualitas lingkungan terancam. 

    Kondisi ini juga berarti perubahan faktor abiotik akibat dari kegiatan yang melebihi batas toleransi ekosistem abiotik. Contohnya seperti asap kendaraan bermotor dan penggunaan sampah plastik yang tidak sesuai standar lingkungan. 

    Secara umum, ada dua bentuk bahan penyebab pencemaran, yakni:

    • Degradable, yakni polutan yang bisa diuraikan kembali dan bisa diterima oleh alam. Misalnya kotoran hewan, manusia, dan sampah tumbuhan. 
    • Non-degradable, yakni polutan yang tidak bisa diuraikan kembali oleh alam. Misalnya sampah plastik, styrofoam, merkuri, timah hitam, dan lain-lain.

    Pencemaran lingkungan bisa terjadi karena berbagai faktor, namun faktor terbesarnya adalah ulah manusia. Di zaman teknologi ini manusia sangat berperan besar terhadap kualitas lingkungan, sebab perbuatan mereka banyak yang menimbulkan kerusakan lingkungan demi keberlangsungan hidupnya. 

    Manusia adalah komponen biotik utama yang mempunyai kemampuan untuk mengubah lingkungannya. Oleh karena itulah manusia adalah penanggung jawab utama terhadap kelestarian lingkungan sekitarnya. 

    Jenis-Jenis dan Penyebab Pencemaran Lingkungan

    Pencemaran terjadi akibat banyaknya zat polutan (bahan pencemar) yang berada di tempat dan waktu yang tidak tepat. Zat polutan ini bisa disebut juga dengan sampah (limbah) dari hasil produksi atau rumah tangga yang dibuang secara sembarangan dan tidak melalui proses pengolahan yang tepat. 

    Adapun jenis-jenis pencemaran akibat dari banyaknya polutan yang tersebar dan membuat kualitas hidup bisa menurun, antara lain:

    1. Pencemaran  Udara

    Udara yang Anda hirup setiap harinya bisa terkena dampak dari pencemaran. Pencemaran udara bisa saja terjadi ketika kondisi udara tidak bersih dan mulai rusak akibat banyaknya polutan berbahan kimia, biologis, dan fisik di sekitar area atmosfer bumi. 

    Zat polutan ini misalnya seperti karbon monoksida, partikel debu, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan lain-lain. Semua zat kimia ini tentu saja bisa membawa dampak besar bagi kesehatan manusia, karena bisa menyebabkan berbagai macam penyakit pernapasan seperti asma dan infeksi saluran pernapasan. 

    Jenis-jenis polutan udara ini tidak hanya berasal dari ulah manusia, namun ada juga yang berasal dari alam. Polutan dari alam ini misalnya akibat adanya gunung meletus yang mengeluarkan asap pekat dan kebakaran hutan karena suhu bumi terlalu panas. 

    Meski ada juga yang berasal dari alam, namun pencemaran udara tentu saja paling banyak terjadi karena perbuatan manusia. Manusia seringkali merusak kualitas udaranya sendiri dari asap pabrik, asap kendaraan bermotor, asap pembakaran sampah, dan asap rokok. 

    Di Indonesia sendiri polusi udara menjadi masalah paling serius, karena pertengahan 2023 ini Jakarta masuk peringkat 10 besar kota dengan polusi udara terburuk di dunia. Sementara di tingkat Asia Tenggara, Jakarta adalah kota dengan tingkat polusi udara paling buruk dibanding negara-negara lainnya. 

    Dari sini bisa menjadi bukti bahwa permasalahan pencemaran lingkungan, terlebih pencemaran udara haruslah menjadi perhatian serius dari berbagai pihak khususnya masyarakat dan pemerintah. Ini penting dilakukan untuk menyelamatkan kehidupan 

    2. Pencemaran Tanah

    Sama seperti pencemaran udara, pencemaran tanah akan berakibat langsung pada hidup manusia karena tanah adalah habitat manusia. Polusi tanah bisa terjadi ketika tanah terkontaminasi oleh zat-zat yang bisa merusak kualitas tanah, seperti masuknya zat-zat kimia berbahaya, sampah yang tidak bisa didaur ulang, dan zat radioaktif berbahaya. 

    Nah lebih lengkapnya, ada beberapa faktor mengapa polusi tanah ini bisa terjadi, yakni:

    • Limbah domestik: limbah domestik ini berasal dari sampah rumah tangga yang tidak terolah dengan baik, misalnya kaleng, sampah plastik, sampah karet, styrofoam, sampah makanan, detergen, sabun, dan sebagainya.
    • Limbah industri dan pertanian: asam sulfat, pestisida, pupuk kimia.
    • Zat radioaktif yang sangat membahayakan.

    Kasus pencemaran tanah ini pernah terjadi pada tahun 2021, di mana ada 1.499 desa atau kelurahan yang tanahnya terkena pencemaran. Dalam kasus tersebut polusi tanah paling banyak terjadi di Jawa Tengah, yakni sekitar 224 desa yang terdampak. 

    3. Pencemaran Air

    Pencemaran air juga seringkali terjadi di lingkungan sekitar. Biasanya air yang terkontaminasi zat-zat berbahaya ini merupakan sumber-sumber air seperti sungai, danau, sumur, dan laut. Akibatnya, sumber air tersebut tidak bisa digunakan semestinya oleh manusia bahkan bisa menyebabkan kematian pada hewan. 

    Air tercemar mempunyai ciri khas yang mudah diketahui, yakni air berbau, air berubah warna, dan air memiliki rasa. Ciri-ciri tersebut menunjukkan bahwa air tidak bisa lagi dikonsumsi manusia karena kualitas kebersihannya menurun. Kalau air seperti itu masih saja dikonsumsi, maka bisa membawa penyakit.

    Sama seperti pencemaran lingkungan yang lain, pencemaran air paling banyak terjadi akibat perbuatan manusia yang mengotori lingkungan dengan sengaja. Contohnya dari limbah pabrik, membuang sampah ke sungai atau sumber air lainnya, dan menggunakan bahan peledak serta racun saat menangkap ikan. 

    Semua kebiasaan tersebut mengakibatkan air bersih sulit diperoleh. Kasus seperti ini  pernah terjadi pada tahun 2018, yang pada waktu itu menurut data BAPPENAS pencemaran air di perkotaan Jakarta mencapai angka 96%, artinya ini sudah masuk kategori pencemaran berat. 

    Air yang dikonsumsi warga kebanyakan sudah terkontaminasi oleh limbah rumah tangga seperti kotoran manusia dan hewan, air bekas cucian, dan sebagainya. 

    Tidak hanya di Jakarta, pencemaran air juga pernah terjadi di Sulawesi Utara. Beberapa peneliti pernah menemukan adanya pencemaran air di Sungai Tondano, Ternate Baru, Kota Manado berdasarkan parameter fisika dan kimia, yaitu adanya kandungan BOD dan fosfat. 

    4. Pencemaran Suara

    Pernah mendengar apa itu pencemaran suara? Biasanya pencemaran ini paling banyak terjadi di perkotaan karena berasal dari suara mesin kendaraan, aktivitas di kantor, pabrik, suara keras dari sound system, dan lain sebagainya. 

    Suara-suara tersebut tentu saja bisa mengganggu telinga jika melebihi batas dan efeknya bisa membuat hidup seseorang terganggu sehingga mengalami masalah mental. 

    5. Pencemaran Cahaya

    Terakhir, ada pencemaran yang seringkali dianggap remeh oleh sebagian orang yakni pencemaran cahaya. Pencemaran ini juga bisa mengganggu siklus alami hewan dan tumbuhan.

    Penyebabnya adalah sinar atau cahaya. Cahaya yang dimaksud adalah cahaya buatan dengan intensitas tinggi yang membuat langit sangat terang sehingga mengganggu beberapa kondisi alami di alam.

    Contoh Perilaku yang Bisa Mencemari Lingkungan

    Berikut contoh perilaku manusia yang bisa merusak lingkungan:

    • Pemakaian AC berlebihan.
    • Pembakaran hutan.
    • Membuang sampah sembarangan terlebih di sumber-sumber air.
    • Membuang limbah pabrik sembarangan tanpa ada proses pengolahan sesuai standar.
    • Penebangan hutan secara liar.
    • Penggunaan kantong plastik dan bahan sulit terurai lainnya secara berlebihan.
    • Membuang limbah rumah tangga seperti detergen ke sungai.

    Dampak Pencemaran Lingkungan

    Seperti yang sudah dijelaskan bahwa pencemaran lingkungan apabila terus dibiarkan akan mengganggu ekosistem kehidupan, terlebih kehidupan manusia. Sebab, lingkungan yang tercemar bukan hanya membawa penyakit berbahaya namun juga bencana alam.

    Kesimpulan

    Pencemaran lingkungan merupakan masalah besar yang sedang dihadapi oleh berbagai negara, khususnya Indonesia. Dari sini sudah seharusnya permasalahan lingkungan menjadi perhatian bagi seluruh pihak, mulai dari masyarakat hingga pemerintah agar terciptanya lingkungan sehat, bersih, dan nyaman. 

  • Pencemaran Lingkungan: Contoh, Dampak, dan Cara Membersihkannya

    Pencemaran Lingkungan: Contoh, Dampak, dan Cara Membersihkannya

    Polusi atau pencemaran lingkungan ialah masalah yang selalu menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat. Tidak hanya gangguan kesehatan saja, tetapi juga kerugian ekonomi dan kerusakan alam. Maka dari itu, mari baca artikel ini supaya Anda tahu dampak dan cara menanggulanginya.

    Apa itu Pencemaran Lingkungan?

    Sebelum Anda belajar tentang jenis-jenis pencemaran dan cara melawan masalah ekologi tersebut, Anda harus memikirkan pengertian istilah ini. Apa yang dimaksud dengan pencemaran? Apa yang pencemaran timbulkan pada alam di sekitarnya?

    Secara singkat, pencemaran lingkungan adalah sekumpulan kegiatan manusia yang sifatnya merusak dan merugikan alam dan seluruh organisme di dalamnya. Selain itu, pencemaran juga dapat Anda artikan sebagai perubahan alam yang terjadi secara disengaja dan mengganggu keseimbangan ekosistem.

    Pada sejumlah kasus, pencemaran itu memiliki sifat degradable atau bisa terurai secara alami setelah beberapa minggu atau bulan. Namun, rata-rata pencemaran memiliki sifat non-degradable atau sulit terurai secara alami dan perlu penanganan khusus dalam menanggulanginya.

    Zat-zat yang tergolong sebagai zat pencemar atau polutan di antaranya ialah karbon dioksida, karbon monoksida, radiasi nuklir, dan arsenik. Ada pula zat polutan berupa belerang, timbal, merkuri, nitrogen dioksida, dan ammonium sulfat.

    Jenis dan Contoh Pencemaran Lingkungan

    Polusi yang mencemari lingkungan di sekitar kita bukan terdiri dari satu jenis saja. Ada beberapa jenis dan contoh pencemaran yang dapat merusak alam dan tempat tinggal umat manusia. Berikut contoh pencemaran tersebut.

    1. Polusi Udara

    Polusi udara merupakan contoh pencemaran lingkungan hidup yang juga berpengaruh besar pada gangguan kesehatan di khalayak luas. Pencemaran ini seringkali berwujud asap kabut tebal atau smog yang dapat menyelimuti suatu wilayah dan menghasilkan bau tidak sedap.

    Beberapa sumber utama pencemaran udara di antaranya yaitu asap knalpot kendaraan, asap cerobong pabrik, serta penggunaan energi fosil seperti batu bara. Peristiwa kebakaran hutan dan tumpukan sampah yang kita bakar secara sembarangan juga ikut andil dalam menimbulkan polusi udara.

    Bahkan andaikata kita memakai masker apabila ada asap kabut yang mencemari udara, pandangan kita tetap akan terganggu. Kebanyakan asap kabut itu sangat tebal, sehingga dapat mengurangi jarak pandang kita dan membuat lingkungan tampak tak sedap di mata.

    2. Polusi Tanah

    Tanah juga rentan mengalami pencemaran, sebagaimana yang dapat kita lihat pada aksi pembalakan atau penebangan hutan yang tidak terkontrol. Adapun polusi pada tanah yang berikutnya ialah perilaku orang-orang yang suka membuang sampah di mana saja, termasuk di lahan kosong.

    Jika ada sampah yang tidak terbuang sembarangan ke sungai, maka sampah tersebut biasanya akan orang tinggalkan begitu saja di lahan kosong. Inilah salah satu sumber pencemaran tanah yang paling besar; lebih-lebih lagi jika sampah tersebut datang dari area pasar tradisional.

    Pemakaian pupuk kimia yang berlebihan juga bisa mencemari tanah dengan zat kimia berbahaya. Itu karena tanah membutuhkan unsur hara dan mineral yang seimbang supaya tumbuhan bisa tumbuh dengan baik. Sementara itu, pupuk kimia mengandung bahan yang berisiko merusak kandungan unsur hara dalam tanah.

    3. Polusi Air

    Air adalah salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus selalu terpenuhi. Ada pencemaran lingkungan berupa polusi air yang berdampak buruk bagi umat manusia. Masalah ini patut mendapat perhatian, sebab zat-zat pencemar sanggup menurunkan kualitas air dengan cepat.

    Limbah dari kegiatan industri, terutama pada pabrik tekstil, pabrik bahan kimia, dan pertambangan ialah penyumbang utama pencemaran air. Meskipun demikian, limbah dari rumah tangga, apalagi sampah plastik yang kita gunakan sehari-hari, juga ikut mencemari air dalam jumlah yang sangat besar.

    Kuman dan bakteri semisal E. coli sering berkembang biak pada sumber air yang tidak higienis. Kontaminasi mikroorganisme ini bisa menyebarkan aneka penyakit yang berbahaya dan mudah menular di masyarakat. Oleh sebab itu, setiap jenis sumber air wajib mendapat pengolahan yang benar.

    4. Polusi Cahaya

    Anda pun wajib tahu bahwa cahaya lampu juga bisa menjadi sumber pencemaran juga. Wilayah kota-kota besar seringkali memiliki lampu-lampu yang berjumlah banyak dan bersinar sangat terang. Semakin banyak lampu yang kita gunakan, maka pencemaran cahaya akan semakin berat.

    Cahaya dari lampu-lampu yang sangat terang ini bisa merusak mata dan mengganggu kualitas tidur kita. Mata yang terpapar oleh lampu-lampu bercahaya sangat terang berisiko mengalami kebutaan. Sementara itu, kita pun akan mengalami susah tidur atau insomnia apabila ditemani oleh lampu terang.

    Tak hanya itu, polusi cahaya juga memperkeruh kenampakan langit saat malam hari dan menghalangi mata manusia untuk melihat objek langit yang redup seperti bintang.

    5. Polusi Suara

    Selain cahaya, contoh pencemaran lingkungan yang berikutnya adalah polusi suara. Maksud dari polusi suara ialah adanya sekumpulan suara yang membuat lingkungan menjadi tidak nyaman untuk kita tinggali. Pencemaran suara ini dapat menimbulkan beragam gangguan panca indera kronis.

    Pesawat terbang, mesin-mesin pabrik, dan speaker yang dinyalakan terlalu keras ialah beberapa hal yang dapat menimbulkan polusi suara. Meskipun demikian, ada pula sumber pencemaran suara lainnya dalam bentuk kemacetan lalu lintas, alat pemotong rumput elektrik, hingga mesin helikopter.

    Dampak dari Pencemaran Lingkungan

    Pencemaran yang menumpuk di sekeliling kita, baik itu di tanah, udara, maupun air tidak boleh kita biarkan begitu saja. Itu karena setiap bentuk pencemaran tersebut membawa dampak buruk bagi manusia. Di bawah ini, Anda bisa menemukan beberapa dampak buruk dari pencemaran.

    1. Kerusakan Sumber Daya Alam

    Dampak yang patut Anda waspadai dari adanya pencemaran ialah rusaknya sumber daya alam. Manusia membutuhkan beragam sumber daya alam untuk melakukan aktivitas sehari-harinya. Jika sumber daya tersebut rusak oleh pencemaran, maka kehidupan kita akan terhambat, bahkan terhenti.

    Hal ini dapat kita lihat dari pergerakan ekonomi rakyat yang sangat mengandalkan sumber daya seperti air, tumbuhan, hewan, dan mineral. Semua sektor tersebut rentan terdampak oleh polusi lingkungan, sehingga perlu ada tindakan nyata untuk melindungi sumber daya alam tersebut.

    2. Gangguan Kesehatan pada Manusia

    Bukan hanya keseimbangan alam dan sumber dayanya saja yang terganggu oleh pencemaran lingkungan, tetapi juga kesehatan khalayak umum. Contoh penyakit yang timbul karena pencemaran alam misalnya diare, tuberkulosis, demam tifus, asma, kolera, tetanus, dan kanker paru-paru.

    Gangguan kesehatan itu akan lebih parah lagi jika datangnya dari sumber air yang tercemar. Ingat, manusia tidak bisa hidup tanpa memakai air untuk minum, mandi, cuci, dan kakus. Apabila manusia menggunakan air yang tercemar, mereka akan terkena wabah penyakit yang cepat menyebar.

    3. Turunnya Kualitas Hidup Masyarakat

    Kesejahteraan orang-orang di sekitar kita sangat bergantung pada kualitas hidup yang mereka nikmati. Taraf kualitas hidup ini cukup banyak dipengaruhi oleh tingkat pencemaran lingkungan. Hal ini juga berkaitan dengan berapa banyak sumber daya alam yang masih bersih atau sudah tercemar.

    Kualitas hidup suatu golongan manusia sangat bergantung pada kebersihan alam di sekitar mereka. Lingkungan yang bersih akan menjamin kualitas hidup dan tingkat kesejahteraan yang tinggi. Sebaliknya, jika lingkungan banyak yang tercemar, maka kualitas hidup masyarakat akan menurun.

    Cara Penanggulangan Bahaya Pencemaran

    Apa kegiatan yang bisa kita lakukan untuk membersihkan pencemaran lingkungan dan menghalau bahayanya? Banyak elemen rakyat, mulai dari akademisi, ilmuwan, hingga lembaga sosial yang menyarankan cara-cara penanggulangan pencemaran berikut ini.

    • Mengurangi pemakaian barang single-use (sekali pakai) agar kita tidak membuang terlalu banyak sampah.
    • Mendaur ulang sampah yang masih bisa kita olah kembali, terutama sampah dari bahan plastik, alumunium, dan besi.
    • Menggunakan kendaraan yang mesinnya ramah lingkungan dan tidak menghasilkan asap knalpot yang berlebihan.
    • Mewajibkan pabrik-pabrik untuk memasang sistem IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) supaya limbahnya tidak mencemari sumber air.
    • Menanam pohon-pohon di lahan kritis supaya polusi udara bisa terserap oleh pohon-pohon tersebut.
    • Mematikan lampu-lampu pada siang hari, kecuali pada bangunan yang memang membutuhkan pencahayaan khusus.
    • Sebisa mungkin tidak membakar sampah, baik itu di halaman rumah maupun di lahan kosong.

    Siap untuk Membersihkan Pencemaran Lingkungan?

    Demikianlah penjelasan di artikel ini mengenai polusi lingkungan, baik di tanah, air, dan udara sekitar kita. Apakah bersedia untuk ikut membantu membersihkan lingkungan di sekeliling Anda yang tercemar? Rajin-rajinlah dalam menjaga lingkungan supaya tempat tinggal Anda bebas dari pencemaran.