Tag: teks ulasan

  • Teks Ulasan: Pengertian, Struktur, Jenis & Contoh Lengkap

    Teks Ulasan: Pengertian, Struktur, Jenis & Contoh Lengkap

    Teks ulasan digunakan untuk memberi ulasan atau penilaian suatu karya tertentu. Teks ini juga memiliki nama lain sebagai resensi. Berikut penjelasan lengkap mengenai teks ulasan beserta jenis dan contohnya!

    Pengertian Teks Ulasan

    Teks satu ini erat hubungannya dengan sebuah karya. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak bisa lepas dari sebuah karya, seperti musik, film, sastra, buku, novel, cerpen, lagu, dan jenis karya lainnya.

    Nah, keberadaan karya-karya tersebut membuat beberapa orang melakukan ulasan dalam bentuk teks. Ulasan ini juga memiliki nama lain sebagai penilaian, review, komentar, atau bahkan tafsiran.

    Ulasan-ulasan yang diberikan ini berbentuk teks, inilah yang kemudian dikenal sebagai teks ulasan. Pengertian ini merujuk pada KBBI dengan mengartikannya menjadi dua bagian.

    Pertama, kata teks yang memiliki arti sebuah naskah yang berisi kata-kata dari penulis atau pengarang. Isi dari tulisan ditujukan untuk memberi pembelajaran, pemahaman, informasi, dan lainnya.

    Kedua, kata ulasan yang diartikan sebagai komentar, tafsiran, atau kupasan. Selain itu, kata ulasan lebih sering dikenal sebagai review di zaman modern seperti sekarang.

    Dari pengertian masing-masing kata di atas, maka dapat disimpulkan bahwa teks ulasan merupakan sebuah karangan tertulis yang berisi komentar atau kupasan. Dalam memberikan pendapat maupun pandangannya terhadap suatu objek karya.

    Karena ditulis oleh pengarang atau penulis itu sendiri dalam menuangkan pendapatnya, maka bisa dikatakan jenis teks ini bersifat subjektif atau hanya bisa dijadikan sebagai rekomendasi.

    Platform Penerbitan Teks Resensi

    Teks yang juga dikenal sebagai resensi ini bisa ditulis di berbagai platform media, seperti media cetak atau media online. Khusus untuk media online, teks resensi ini akan dijumpai di berbagai blog pribadi atau bahkan media sosial, seperti Twitter, Facebook, Kaskus, dan lainnya.

    Sedangkan untuk media cetak, teks ini akan dimuat di dalam koran atau majalah di rubrik khusus yang menampilkan berbagai macam ulasan mengenai karya-karya yang dipilih oleh pengarang.

    Namun, karena perkembangan media cetak mengalami kemunduran, maka teks resensi lebih banyak ditemukan di media online. Selain itu, kemudahan akses masyarakat untuk mencari informasi di media online juga menjadi salah satu penyebabnya.

    Keberadaan teks ulasan ini dianggap penting, karena bisa membuat para pembacanya tertarik untuk mendengar, melihat, atau membaca karya yang sedang diulas oleh pengarang.

    Misalnya, sebuah blog menampilkan ulasan mengenai film John Wick 4. Pengarang memberikan berbagai pendapat mulai dari alur cerita filmnya, penokohan, hingga sinematografi. Kemudian, seseorang yang membaca ulasan film ini akan tertarik untuk menonton film John Wick 4.

    Meski bersifat subjektif, isi ulasan tidak boleh bersifat menjatuhkan. Artinya, ada kelebihan dan kekurangan yang ditulis secara adil. Sebab, fungsi utama dari teks ini ditujukan untuk menilai, menimbang, dan menyampaikan kritik secara menyeluruh.

    Selain blog, ulasan-ulasan ini juga bisa ditulis dalam bentuk lain, yaitu artikel. Ulasan bentuk artikel akan dimuat di dalam media online, seperti Kompas.com, Detik.com, Beautynesia.id, dan lainnya.

    Ciri-Ciri Teks Ulasan

    Supaya lebih mudah membedakan antara teks ulasan dengan jenis teks lainnya, tentu yang perlu dipahami adalah ciri khas dari masing-masing teks tersebut. Berikut ciri-ciri yang hanya dimiliki oleh teks resensi atau ulasan yang perlu diketahui:

    • Struktur teks terdiri dari orientasi, tafsiran, evaluasi, dan rangkuman.
    • Menulis ulasan berdasarkan opini, pendapat, atau pandangan pribadi.
    • Ulasan yang ditulis harus berdasarkan fakta yang berkaitan dengan objek karya yang dibahas.
    • Membahas tentang latar belakang dan hubungannya dengan karya sejenis.
    • Menulis pendapat atau gambaran tentang makna dalam suatu karya yang sedang diulas.
    • Membahas kelebihan dan kekurangan dari karya yang sedang diulas.

    Tujuan Teks Ulasan

    Setiap jenis teks tentu memiliki tujuan, termasuk teks resensi atau ulasan yang memiliki beberapa tujuan, antara lain:

    • Memberikan penilaian atau pendapat penulis terhadap suatu karya yang diulas.
    • Menyampaikan informasi kepada publik mengenai sebuah karya yang diulas. Informasi bisa berupa keunggulan, kekurangan, dan kritikan lainnya.
    • Bantu para pembaca mengetahui dan memahami isi dari sebuah karya yang sedang diulas.
    • Memberikan perbandingan karya yang diulas dengan karya sejenis lainnya. Misalnya, penulis mengulas film genre horor berjudul Pengabdi Setan dan membandingkannya dengan film horor lain.
    • Menyampaikan informasi yang bersifat komprehensif mengenai suatu karya.
    • Mengajak pembaca untuk berdiskusi atau bertukar pendapat tentang karya yang diulas.
    • Sebagai bahan pertimbangan pembaca apakah karya tersebut layak atau tidak.
    • Sebagai pertimbangan pembaca sebelum memutuskan untuk menonton, membeli, atau menikmati sebuah karya.
    • Bantu memudahkan pembaca memahami karya satu dengan karya lainnya.

    Berdasarkan tujuan-tujuan di atas, dapat diketahui bahwa keberadaan teks ulasan tidak hanya sebagai wadah menampung pendapat atau ulasan dari penulis saja. Tapi juga bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca yang tertarik dengan suatu karya.

    6 Struktur Teks Ulasan

    Struktur menjadi bagian penting dalam sebuah teks. Setiap jenis teks memiliki struktur yang berbeda-beda. Dalam teks ulasan, struktur di dalamnya terdiri dari identitas karya, orientasi, tafsiran, sinopsis, evaluasi, hingga rangkuman. Berikut penjelasan lengkapnya:

    1. Identitas Karya

    Struktur pertama ada identitas karya. Seperti namanya, struktur teks ini berisi hal-hal yang berkaitan dengan karya yang akan diulas. Misalnya, judul, nama pembuat karya, penerbit, tahun perilisan, jumlah halaman, durasi waktu, genre, dan lainnya yang bersifat sebagai identitas karya tersebut.

    Contoh, penulis akan mengulas sebuah film, maka identitas karya yang harus ditulis adalah judul film, tahun penayangan, nama sutradara, produser, sinematografi, penata musik, sinopsis, genre, durasi film, dan para pemainnya.

    Dengan ikut menyertakan identitas karya, maka ulasan yang ditulis pun jadi lebih lengkap dan informatif. Sebab, tidak banyak pembaca yang mengetahui identitas sebuah karya secara lengkap.

    Dalam hal ini, maka salah satu tujuan dari teks ulasan yaitu bersifat informatif kepada para pembaca pun dapat terwujud.

    2. Orientasi

    Struktur teks kedua ada orientasi. Ini merupakan bagian penting dari sebuah teks resensi atau ulasan. Sebab, orientasi akan memberikan sebuah gambaran umum tentang sebuah karya, baik karya tulis, musik, lukis, film, dan karya lainnya.

    Pada bagian struktur teks orientasi ini, penulis akan menjelaskan karya yang dibahas dengan lengkap dan sesuai data yang ada.

    Nah, data-data ini akan menjadi bahan ulasan sekaligus informasi kepada pembaca, sehingga benar-benar paham dengan ulasan yang ditulis. Tanpa ada orientasi di dalam ulasan karya, maka pendapat yang ditulis oleh penulis tidak cukup kuat untuk dijadikan sebagai rujukan.

    Dari sudut pandang pembaca, isi ulasan yang tidak ada orientasi juga dianggap sebagai pendapat biasa yang kredibilitasnya diragukan. Jadi, jika ingin membuat ulasan sebuah karya, jangan melupakan orientasi karya yang akan diulas.

    3. Sinopsis

    Ketiga ada sinopsis. Maksud dari sinopsis di sini adalah ringkasan yang bisa menggambarkan pemahaman penulis dengan isi karya yang diulas.

    Setiap karya memiliki sinopsis atau latar belakang terciptanya karya tersebut. Misalnya,  lagu A menceritakan seseorang yang jatuh hati dengan teman dekatnya. Lukisan C bermakna tentang toleransi antar warga di Jakarta. Buku D menceritakan tentang biografi seseorang.

    Menyertakan sinopsis karya dalam ulasan akan memudahkan penulis dalam menilai atau me-review karya tersebut dengan makna yang ingin disampaikan. Tanpa adanya sinopsis, maka penulis hanya memberikan ulasan yang sederhana atau tidak mendalam.

    Sinopsis ini juga harus ditulis di dalam ulasan. Tujuannya untuk memudahkan pembaca memahami opini dan pendapat penulis terhadap karya yang diulas.

    4. Tafsiran

    Kemudian ada tafsiran. Sama seperti struktur lainnya, tafsiran juga memiliki peran penting bagi teks ulasan. Keberadaan tafsiran di dalam ulasan ini adalah memberikan penjelasan secara detail dalam tulisan.

    Bagian-bagian yang akan dibahas di dalam tafsiran ini meliputi keunggulan, keunikan, kekurangan, hal yang menarik, kualitas, dan lainnya.

    Poin-poin tersebut akan menjadikan ulasan semakin lengkap dan sempurna. Semakin lengkap ulasan yang ditulis, maka semakin banyak pembaca yang tertarik. Sebab, poin-poin di dalam ulasan ditulis dengan lengkap, sehingga menambah pengetahuan dan wawasan.

    Contoh, film Pengabdi Setan menjadi salah satu film horor paling favorit di Indonesia. Sebab, film ini dikemas dengan alur cerita yang padat, akting pemerannya yang bagus, dan eksekusi yang matang.

    Selain itu, hal yang menarik dari film Pengabdi Setan adalah penyampaian horor yang berbeda. Tidak hanya melalui sinematografi, tapi juga melalui jump scare, tata busana, tata makeup, dan akting para pemain yang natural.

    Dari contoh tafsiran di atas, pembaca bisa memahami apa saja keunggulan atau poin-poin penting di dalam film Pengabdi Setan. Hal tersebut akan menimbulkan rasa penasaran dari para pembaca untuk menonton film tersebut.

    5. Evaluasi

    Kelima ada evaluasi. Struktur teks ini ditulis setelah bagian tafsiran. Artinya, tidak ada evaluasi yang bisa diberikan jika di dalam ulasan karya tidak menyertakan tafsiran.

    Jadi, struktur teks keempat dan kelima memiliki hubungan yang erat. Sehingga, penulis harus menulis tafsiran selengkap mungkin, agar bisa memberikan sebuah pendapat yang bisa dijadikan sebagai evaluasi.

    Dalam penulisan evaluasi mencakup beberapa hal, mulai dari kelebihan dan kekurangannya.

    Misalnya, kelebihan dari film Pengabdi Setan adalah cerita horor yang disampaikan dengan cara berbeda dan menegangkan. Sedangkan kekurangannya adalah alur cerita yang sedikit lambat, sehingga menimbulkan rasa bosan di awal cerita.

    Nah, dari contoh di atas, penulis bisa menambahkan pendapat atau opininya yang dijadikan sebagai evaluasi.

    Contoh, film Pengabdi Setan akan semakin sempurna jika alur ceritanya tidak lamban. Sebab, tujuan para penonton untuk melihat film horor adalah bagaimana teror horor yang dimunculkan.

    6. Rangkuman atau Kesimpulan

    Struktur teks terakhir adalah rangkuman atau kesimpulan. Seperti namanya, struktur teks ini berisi tentang kesimpulan dari sebuah ulasan karya yang ditulis.

    Rangkuman ini masih berisi pendapat atau opini penulis terhadap karya yang diulas. Biasanya, penulis akan memberikan penilaian layak atau tidaknya karya tersebut untuk ditonton, dinikmati, dan didengar.

    Isi rangkuman ini masih berpatokan pada struktur-struktur teks sebelumnya yang sudah ditulis. Artinya, dari keseluruhan karya yang dibahas, penulis akan membandingkan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki karya tersebut.

    Jika sebuah karya memiliki banyak kelebihan, penulis akan merekomendasikan karya tersebut kepada para pembaca. Sebaliknya, karya yang lebih banyak kekurangannya, cenderung tidak direkomendasikan oleh penulis.

    Namun, jika sebuah karya memiliki kelebihan dan kekurangan yang seimbang, biasanya penulis akan memberikan catatan. Seperti film B seru tapi tidak sesuai ekspektasi, lagu A memiliki lirik yang bagus tapi kurang relate, dan lainnya.

    Pada akhirnya, bagian rangkuman dari sebuah ulasan ini akan dijadikan sebagai rujukan pembaca untuk menikmati karya yang sama. Isi rangkuman juga akan menjadi pertimbangan layak atau tidak karya tersebut untuk dinikmati.

    4 Kaidah Kebahasan Pada Teks Ulasan

    Sebuah teks resensi atau ulasan bisa dikatakan lengkap jika penyusunannya menggunakan kaidah kebahasan yang sudah ditentukan. Berikut 4 kaidah kebahasan pada teks ulasan yang bisa dijadikan sebagai acuan:

    1. Menggunakan Konjungsi Penerang

    Kaidah pertama adalah menggunakan konjungsi penerang, yaitu kata-kata penghubung, seperti yakni, yaitu, dan bahwa. Kata-kata ini harus dimasukkan dalam penulisan ulasan karya.

    Contoh penggunaan konjungsi penerangan “bahwa”: “Tokoh A merasa bahwa insiden yang terjadi beberapa hari ini dikarenakan perbuatan temannya sendiri. Namun, tokoh A tidak memiliki bukti cukup kuat untuk menjadikan temannya sebagai penyebab insiden-insiden tidak mengenakan tersebut.”

    Contoh penggunaan konjungsi penerangan “yaitu”: “Kini Ibu tahu apa yang harus ia lakukan sebelum semuanya berakhir, yaitu meminta pertolongan anak sulungnya yang sedang berjuang mengais rezeki di ibukota.”

    Contoh penggunaan konjungsi penerangan “yakni”: “Lagu berjudul A ternyata diangkat dari kisah cinta penyanyinya, yakni kisah cinta semasa SMA dengan sahabat sendiri.”

    2. Menggunakan Konjungsi Temporal

    Kedua adalah penggunaan konjungsi temporal. Di dalam teks ulasan harus ada konjungsi temporal, seperti semenjak, kemudian, sejak, dan akhirnya.

    Contoh penggunaan konjungsi temporal “semenjak atau sejak”: “Sejak saat itu, karakter A yang semulanya pendiam berubah menjadi pribadi yang cerewet dan peduli dengan banyak orang.”

    Contoh penggunaan konjungsi temporal “kemudian”: “Lagu A dibuka dengan lirik yang manis, kemudian disambung dengan kiasan yang asing, tapi penuh makna. Begitulah gambaran sederhana lagu tentang cinta yang penuh dengan bunga-bunga.”

    Contoh penggunaan konjungsi temporal “akhirnya”: “Penantian panjang karakter Rini yang menunggu adiknya pulang dari perantauan pun berhenti. Setelah 5 tahun berlalu sejak kejadian kelam itu, akhirnya sang adik kembali menginjakkan kaki di rumah tempat mereka tumbuh.”

    3. Menggunakan Konjungsi Penyebab

    Ketiga adalah penggunaan konjungsi penyebab di dalam ulasan. Konjungsi penyebab tersebut adalah kata “karena” dan “sebab”.

    Contoh penggunaan konjungsi penyebab “karena”:

    “Karena tidak ada kemajuan, tokoh B memutuskan untuk memindahkan adiknya ke rumah sakit yang lebih baik. Di sinilah harapan kembali muncul, meski dibayangi oleh biaya yang mahal. Setidaknya masih ada cara lain yang bisa dilakukan oleh B, salah satunya kerja serabutan.”

    Contoh penggunaan konjungsi penyebab “sebab”:

    “Lirik indah tersebut berhenti di pertengahan. Sebab, masa-masa jatuh cinta penulis hanya sampai di situ. Lalu, dilanjutkan dengan lirik yang penuh kekecewaan. Nada suara yang menggebu-gebu di awal juga berubah jadi sendu. Melodi lagunya juga berubah mengikuti liriknya. Meski belum selesai, lagu tersebut sudah berhasil.”

    4. Menyertakan Saran atau Rekomendasi

    Kaidah kebahasan terakhir adalah penulis harus menyertakan saran atau rekomendasi di dalam ulasan. Kata-kata yang harus digunakan, antara lain “jangan”, “hendaknya”, “harus”, dan lainnya.

    Contoh saran menggunakan kata “jangan”:

    “Para pembaca yang memiliki riwayat lemah jantung, jangan menonton film ini. Sebab, di sepanjang film ini banyak berisi jumpscare.”

    Contoh saran menggunakan kata “hendaknya”:

    “Jika memiliki ketakutan, hendaknya menonton film ini bersama teman atau pasangan. Tujuannya agar lebih nyaman saat menonton, sehingga bisa mengikuti alur ceritanya dari awal hingga selesai.”

    Contoh saran menggunakan kata “harus”:

    “Film ini memiliki ketegangan di setiap scene-nya. Jadi, para penonton harus mempersiapkan diri untuk melihat setiap adegannya.”

    3 Jenis Teks Ulasan

    Teks resensi atau ulasan memiliki 3 jenis yang disesuaikan dengan isi dan tujuannya. Ketiga jenis tersebut, antara lain:

    1. Teks Informatif

    Artikel Rumah123

    Jenis pertama ada teks informatif yang tujuannya untuk memberikan informasi kepada para pembaca.

    Secara umum, jenis teks satu ini hanya menulis ulasan berupa gambaran umum karya yang sedang diulas. Dari segi bahasa, teks resensi informatif menggunakan bahasa yang singkat dan jelas. Isinya pun dinilai padat serta luas.

    Ciri lainnya dari penyusunan ulasan informatif adalah penulis hanya fokus dengan kelebihan dan kekurangan karya. Penulis tidak akan mengulas terlalu dalam karya tersebut.

    2. Teks Deskriptif

    Brainly

    Jenis teks resensi atau ulasan kedua adalah deskriptif. Tujuan dari jenis teks ini adalah menggambarkan karya yang diulas dengan sangat jelas dan lengkap.

    Seperti namanya, ulasan yang ditulis oleh penulis akan lebih banyak dibanding jenis teks informatif. Penulis akan memberikan ulasan berdasarkan data-data karya tersebut, agar pembaca bisa memahami tujuan dari suatu karya.

    Penyusunan teks deskriptif tidak hanya melibatkan kelebihan dan kekurangan, tapi juga hal-hal lain, seperti makna karya tersebut dan lainnya.

    3. Teks Kritis

    Artikel Rumah123

    Jenis terakhir ada teks kritis. Seperti namanya, teks ulasan yang sifatnya kritis berisi sebuah kritikan yang diberikan oleh penulis terhadap karya yang sedang diulas. Kritikan yang diberikan biasanya diperoleh melalui sudut pandang penulis.

    Dalam penyusunannya, teks kritis ini menggunakan analisis yang subjektif. Selain itu, isi teks juga tidak memihak siapapun. Hal ini membuat teks jenis kritis sering dijadikan sebagai acuan pembaca untuk menilai suatu karya.

    5 Cara Membuat Teks Ulasan dengan Benar

    Membuat sebuah ulasan ternyata bisa dilakukan dengan 5 cara. Kelima cara tersebut, antara lain:

    1. Melakukan Identifikasi Karya

    Cara pertama adalah melakukan identifikasi karya yang ingin diulas. Identifikasi karya bertujuan untuk memudahkan penulis mengulas suatu karya secara keseluruhan.

    Hal-hal yang diperlukan saat melakukan identifikasi sebuah karya adalah mencatat judul karya, nama pemilik karya, penerbit, jumlah halaman, harga karya, makna, dan lainnya.

    2. Membuat Catatan Penting

    Setelah melakukan identifikasi, langkah selanjutnya adalah membuat catatan penting terhadap karya yang sedang diulas.

    Hal-hal penting dalam sebuah karya adalah keunikan dari karya tersebut. Keunikan ini biasanya menjadi pembeda sekaligus nilai jual dari karya yang diulas. 

    Contoh, keunikan dari film A adalah lokasi syuting yang 100% mirip dengan cerita aslinya. Novel ini memiliki alur maju mundur dengan gaya bahasa yang ringan dan karakter setiap tokoh yang kuat, sehingga cukup menarik pembaca.

    3. Mencari serta Memahami Keunggulan dan Kekurangan

    Cara ketiga adalah mencari serta memahami keunggulan dan kekurangan dari karya yang sedang diulas.

    Pada tahap ini, penulis harus tahu apa saja kelebihan dan kekurangan suatu karya secara menyeluruh. Selain itu, penulis harus memastikan bahwa kelebihan dan kekurangan tersebut memang terdapat pada karya tersebut, bukan hanya sebuah karangan.

    Setelah mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangannya, penulis harus memahami poin-poin tersebut saat menulis sebuah ulasan. Tujuannya agar ulasan lebih mendalam.

    Cara ketiga ini juga membantu penulis yang ingin mengulas karya secara kritis. Semakin banyak kelebihan dan kekurangan yang dipahami, maka semakin mudah penulis saat mengkritisi isi dari suatu karya.

    4. Membuat Rangkuman atau Kesimpulan

    Cara keempat adalah membuat sebuah kesimpulan atau rangkuman. Pada tahap ini, penulis akan menulis hal-hal penting dalam suatu karya. Hal penting tersebut meliputi, kelebihan, kekurangan, dan hal menarik lainnya.

    Dalam kesimpulan ini juga berisikan pendapat penulis mengenai karya yang diulas secara lengkap. Tujuannya agar para pembaca mengetahui dan memahami karya yang diulas secara keseluruhan.

    5. Memberikan Saran

    Terakhir adalah memberikan saran di paragraf penutup. Saran yang diberikan kepada pembaca ini bisa dijadikan sebuah pertimbangan untuk menikmati karya yang serupa.

    Selain itu, sebuah saran juga digunakan oleh penulis untuk memberi tahu hal-hal yang sifatnya penting. Misalnya, film menceritakan tentang kekerasan, maka anak-anak di bawah umur harus berada di bawah pengawasan orang tua.

    Dengan adanya saran tersebut, para pembaca bisa tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk menikmati sebuah karya. Inilah kenapa penulis diwajibkan untuk memberikan saran di akhir ulasan.

    Sudah Paham Cara Menulis Teks Ulasan dengan Benar?

    Jadi, teks ulasan merupakan suatu tulisan yang memaparkan opini penulis perihal suatu karya atau produk tertentu secara spesifik. Sehingga, kamu harusnya menulisnya mulai dari mengidentifikasi, mengorientasikan, memberikan sinopsis, menafsirkan, mengevaluasi, hingga memberikan kesimpulan.

  • Apa Itu Teks Ulasan? Pengertian, Ciri, dan Strukturnya, Lengkap!

    Apa Itu Teks Ulasan? Pengertian, Ciri, dan Strukturnya, Lengkap!

    Dalam bahasa Indonesia, ada yang disebut dengan teks ulasan. Jenis teks ini biasanya untuk memberikan penilaian tentang sesuatu. Pada artikel ini akan dibahas jenis teks tersebut secara lengkap mulai dari pengertian hingga cara membuat teksnya. 

    Pengertian Teks Ulasan

    Teks ulasan berasal dari dua kata yaitu “teks” dan “ulasan”, yang mana teks memiliki arti naskah atau bahan tertulis yang berisi kata-kata tentang suatu hal, sedangkan ulasan artinya penilaian atau review

    Berdasarkan kedua arti tersebut, bisa diketahui bahwa teks ini adalah suatu teks yang berisi penilaian, ulasan, atau review terhadap suatu karya seperti drama, buku, dan film. Pada teks ini, biasanya seseorang akan memberikan komentar tentang suatu objek berdasarkan sudut pandangnya. 

    Pengertian Teks Ulasan Menurut Para Ahli

    Ada banyak sekali pendapat pada ahli tentang teks ini. Berikut 6 ahli yang menyampaikan pendapatnya tentang pengertian dari teks ulasan/review

    a. Isnatun dan Farida

    Berdasarkan pendapat dari Isnatun dan Farida (2013), teks ulasan atau juga sering disebut resensi merupakan sebuah tulisan tentang penilaian atau pertimbangan yang diciptakan oleh orang lain tentang suatu karya. 

    b. Waluyo (2016)

    Menurut pendapat dari Waluyo (2016), ulasan atau review atau resensi merupakan sebuah teks yang mengandung pertimbangan atau ulasan tentang suatu karya atau buku. 

    c. Dalman (2014)

    Teks ulasan berdasarkan pendapat dari Dalman (2014) adalah istilah yang digunakan untuk menilai kelebihan dan kekurangan sebuah buku ataupun karya. 

    d. Kosasih (2014)

    Teks ini menurut Kosasih (2014) adalah suatu bentuk memperkenalkan buku atau karya kepada pembaca agar bisa membantu mereka memahami dan mempertimbangkan untuk memilihnya. 

    e. Hyland dan Diani

    Teks ulasan menurut pendapat dari Hyland dan Diani merupakan jenis teks yang menilai dan mengulas suatu karya sastra yang sebagian besar digunakan sebagai tolok ukur untuk meningkatkan ketertarikan pembaca. 

    f. Gerot dan Wignell

    Berdasarkan pendapat dari Gerot dan Wignell bahwa teks ini memiliki fungsi untuk menilai, mengukur, dan memikirkan kritik tentang suatu karya dan kejadian pada karya yang diulas. 

    Ciri-ciri Teks Ulasan

    Teks ini memiliki beberapa ciri yang membedakannya dengan jenis teks lainnya. Ciri tersebut antara lain:

    • Resensi adalah sebutan lain dari ulasan yang sudah sangat terkenal.
    • Berisi tentang kelebihan dan kekurangan karya. 
    • Terdapat pendapat tentang isi suatu karya yang Anda ulas. 
    • Terdiri atas 4 bagian utama yaitu orientasi, tafsiran, evaluasi, dan rangkuman.
    • Bagian pendapat yang ada di teks ini berisi fakta yang sudah diinterpretasikan.
    • Informasi yang ada di teks ini berasal dari opini atau pendapat penulis dalam mengulas atau mengupas tentang suatu produk atau karya.

    Jenis Teks Ulasan

    Jenis dari teks ini ada tiga yaitu deskriptif, kritis dan informatif. Penjelasan lengkapnya sebagai berikut.

    1. Deskriptif

    Jenis teks ulasan yang pertama adalah deskriptif yang umumnya sering digunakan untuk mengulas suatu karya sastra. Untuk itulah, teks deskriptif biasanya berupa gambaran atas penilaian penulis berbentuk teks deskripsi tentang suatu karya.

    Adapun saat menggunakan teks ini untuk mengulas suatu karya biasanya akan dibuat secara lebih detail dan kompleks. Tujuannya adalah untuk membuat pembaca benar-benar memahami maksud dari penulisan karya sastra tersebut. 

    2. Kritis

    Teks ulasan jenis ini bersifat kritis dalam memberikan suatu ulasan tentang suatu karya. Umumnya teks ini berisi kritikan dengan sudut pandang tertentu dari penulisnya. 

    Jenis ulasan ini dilakukan dengan cara menganalisis karya sastra yang sedang diulas dan biasanya bersifat subjektif. Maksudnya kritikan tersebut hanya menggunakan sudut pandang dari sang penulis saja. 

    3. Informatif

    Jenis teks yang ketiga yaitu teks informatif yang isinya berupa ulasan tentang suatu karya yang bersifat informatif yang mana proses penguraiannya bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca. 

    Untuk itulah, teks informatif bisa menambah wawasan dan informasi tentang suatu karya kepada pembaca. Selain itu, jenis teks ini juga biasanya dicirikan dengan penggunaan bahasa yang lebih singkat, padat, dan jelas. 

    Tujuan Teks Ulasan

    Adapun beberapa tujuan dari pembuatan teks ini antara lain:

    1. Mengajak dan memberitahu kepada pembaca agar mencoba memahami dan berdiskusi terkait suatu masalah yang ada dalam suatu karya. 
    2. Menguraikan dan memberikan pertimbangan kepada pembaca atau penonton dalam memutuskan apakah akan membeli, memilih, atau menikmati sebuah karya.
    3. Menguraikan dengan lengkap informasi terkait kelebihan dan kekurangan karya yang diresensi atau diulas.
    4. Membantu pembaca dalam memahami hubungan dan membandingkan antara suatu karya terhadap karya lainnya yang masih sejenis.
    5. Memberikan informasi kepada khalayak umum terkait kelayakan suatu karya untuk dibaca atau tidak.
    6. Memberi tahu pada khalayak umum tentang bagaimana pandangan seorang penulis teks ini terhadap suatu karya.
    7. Penulis ulasan tahu bagaimana perbandingan karya satu dengan karya lain yang sejenis.

    Struktur Teks Ulasan

    Teks ini tidak dibuat secara sembarang, dimana dalam pembuatannya harus sesuai dengan struktur dan susunannya. Adapun struktur dari teks ini terdiri dari beberapa hal sebagai berikut:

    1. Orientasi

    Bagian orientasi terletak di bagian pertama dan biasanya menerangkan gambaran umum tentang suatu karya film, lagu, buku, dan karya sastra atau seni sejenisnya. Biasanya dengan hanya melihat bagian orientasi dari teks ini, pembaca sudah mengerti tentang apa yang akan dijelaskan.

    2. Tafsiran

    Pada bagian ini, penulis ulasan biasanya akan menjelaskan secara detail mengenai karya yang diulasnya. Beberapa hal yang kemungkinan akan penulis tulis pada tafsiran adalah keunikan, keunggulan, hingga kualitas dari suatu karya.

    3. Evaluasi

    Bagian berikutnya dari sebuah teks ulasan adalah evaluasi yang berisi pandangan penulis terkait hasil karya yang akan diulas. Evaluasi biasanya akan penulis kerjakan setelah mengerjakan tafsiran terkait karya tersebut.

    Selain itu, pada bagian ini juga akan disebutkan apa saja keunggulan dan kelemahan dari karya yang sedang diulasnya. Melalui pembuatan evaluasi inilah biasanya pembaca akan lebih yakin untuk membaca atau menonton keseluruhan karya tersebut atau tidak.

    4. Rangkuman

    Bagian terakhir dari sebuah teks ini adalah rangkuman yang berisi kesimpulan dari ulasan sebuah karya. Pada bagian ini juga biasanya akan berisi komentar penulis tentang karya tersebut. Komentar tersebut bisa mengenai apakah karya yang diulasnya memiliki kualitas yang baik atau tidak.

    Cara Membuat Teks Ulasan 

    Untuk membuat teks ulasan tergolong susah-susah gampang. Agar lebih mudah dalam membuat teks ini, Anda bisa menerapkan cara-cara berikut.

    1. Melakukan Identifikasi Karya

    Dalam membuat teks ulasan, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengidentifikasi karya tersebut. Mengidentifikasi karya ini penting untuk mengetahui apa saja yang akan Anda tulis nantinya. 

    Ada beberapa hal yang perlu Anda identifikasi dalam membuat teks ini antara lain judul karya, pembuat karya, nama penerbit (untuk buku), harga karya, dan isi atau gambar dari karya. Untuk film, tentu saja produser dari film tersebut serta pemainnya juga perlu untuk Anda identifikasi.

    2. Membuat Catatan Terkait Hal yang akan Diulas

    Langkah berikutnya dalam membuat teks ini adalah membuat catatan kecil terkait hal-hal penting pada karya tersebut. Melalui hal penting inilah nantinya Anda mengetahui secara terstruktur terkait apa saja yang akan diulas. 

    Biasanya hal yang Anda catat adalah hal penting dan menarik dari suatu karya. Misalkan saja pada suatu karya buku atau novel, maka alur cerita, gaya bahasa, hingga karakter tokoh juga perlu untuk Anda ceritakan. 

    Dalam hal ini, Anda bisa menitikberatkan bagaimana alur cerita dan gaya bahasa yang digunakan sehingga bisa menarik pembaca atau penonton. Biasanya alur cerita yang tidak mudah ditebak sering menjadi pilihan banyak penonton.

    3. Memahami Keunggulan dan Kekurangan Suatu Karya

    Tahapan berikutnya dalam membuat suatu ulasan karya adalah memahami keunggulan dan kekurangan dari karya tersebut. Berkaitan dengan hal ini, tentu saja Anda harus membaca dan memahami keseluruhan karya terlebih dahulu.

    Tanpa membaca secara keseluruhan karya, maka kemungkinan untuk Anda tahu apa kekurangan dan kelebihan dari karya tersebut akan sangat kecil. Pada tahapan ini, Anda juga sebaiknya harus memastikan bahwa pembuatan ulasan karya tersebut tidak asal-asalan karena akan mempengaruhi minat pembaca.

    4. Membuat Kesimpulan

    Kesimpulan adalah salah satu bagian dari struktur teks ulasan. Untuk itulah sangat penting sekali untuk membuat bagian ini dengan hati-hati dan informatif. 

    Sebaiknya Anda perlu membuat kesimpulan review karya semenarik mungkin. Hal ini karena bagian tersebut juga bisa menentukan apakah karya yang Anda ulas menarik atau tidak untuk dinikmati oleh orang lain.

    Adapun isi dari sebuah kesimpulan adalah mengenai pendapat dari penulis ulasan tentang suatu karya secara keseluruhan.

    5. Memberikan Saran kepada Pembaca

    Dalam membuat teks ini, Anda sebaiknya memberikan saran kepada pembaca terutama tentang karya tersebut. Saran tersebut sebaiknya positif dan bersifat membangun. Hal ini karena saran berfungsi untuk meyakinkan pembaca untuk membeli atau menikmati suatu karya yang telah Anda ulas. 

    6. Memperhatikan Tata Bahasa dan Penulisan

    Saat membuat teks ini sebaiknya perhatikan juga tata bahasanya. Hal ini karena teks yang tidak tertata dengan baik dan menggunakan bahasa yang susah dimengerti akan membuat informasi dan saran dari teks tersebut tidak akan sampai pada pembaca.

    Untuk itulah dalam penulisan teks ini juga perlu memperhatikan ketatabahasaan yang Anda gunakan. Selain itu, Anda juga bisa meminta orang lain untuk mengevaluasi setiap tulisan yang dibuat agar tahu apakah ada kesalahan ketatabahasaan atau tidak.

    7. Langsung Implementasi

    Semua cara sebelumnya tidak akan berhasil jika tidak langsung Anda implementasi pembuatan teks ulasannya. Dalam tahapan ini sebaiknya Anda mulai melakukan identifikasi karya terlebih dahulu, mengulasnya, hingga pada akhirnya dapat menuliskan kesimpulan yang menarik.

    Ada berbagai teknik yang bisa Anda gunakan dalam membuat teks ulasan. Anda bisa membaca keseluruhan teks terlebih dahulu kemudian membuat teks reviewnya, atau mungkin sambil membaca Anda juga bisa sekaligus menulis teks ulasannya.

    Dalam pemilihan teknik ini, Anda bisa sesuaikan sendiri dengan minat dan kemampuan. Jika memiliki ingatan yang baik, maka bisa menggunakan cara pertama yaitu dengan membaca/menonton karya secara keseluruhan terlebih dahulu.

    Contoh Teks Ulasan

    Supaya makin paham dengan apa itu teks ulasan, berikut ini 3 contoh teks review dari berbagai karya seperti buku, film, dan novel. 

    1. Teks Ulasan Buku

    Contoh pertama yaitu tentang Buku Pembelajaran Tematik SD. Adapun teks ulasannya adalah sebagai berikut.

    Review Buku Pembelajaran Tematik SD

    Setiap pergantian menteri pendidikan di Indonesia, banyak peraturan sekolah juga berganti, salah satunya yaitu aturan tentang buku pembelajaran untuk siswa. Buku-buku yang disebarluaskan akan diganti agar bisa mengikuti kurikulum yang saat itu berlaku.

    Saat ini, buku pembelajaran yang diperuntukkan bagi siswa sekolah sekolah dasar (SD) sudah berbeda dengan buku-buku jenjang yang sama tahun sebelumnya. Jika buku pembelajaran sebelumnya dipisahkan sesuai dengan tema pelajaran, maka saat ini berbagai tema buku dibuat jadi satu dan diciptakan dengan judul “Tematik”.

    Penciptaan buku dengan judul tematik untuk siswa sekolah ini tergolong baru di Indonesia dan masih perlu penyesuaian serta masukan dan pembaharuan. Pembaharuan tersebut tentu saja lebih banyak tentang isi dari buku tersebut.

    Ada beberapa kelebihan dan ada juga kelemahan dalam buku tematik yang saat ini beredar untuk kalangan siswa sekolah dasar. Kelebihan buku ini adalah bisa mempermudah guru untuk memberi penjelasan karena lebih menghemat waktu. Hal ini berkaitan dengan tujuan dari pembuatan buku tematik yang memang untuk menciptakan efisiensi waktu.

    Walau begitu, kekurangan dari penggunaan buku tematik ini yaitu membuat siswa kesulitan dan sulit fokus. Hal ini karena semua mata pelajaran ada di dalam satu buku saja sehingga sering membuat siswa keliru dan kewalahan. Jika ingin membuka halaman tertentu, maka fokus siswa akan terpecah-belah sehingga membuat kesulitan dalam menangkap pelajaran.

    Akhirnya, semua kebijakan terkait penggunaan buku ini tidak hanya bisa dilihat dari satu sisi saja, baik itu dari segi kelemahan maupun kelebihannya. Di sini lah nantinya peran dan tugas guru yang mengajar agar lebih diperhatikan karena guru harus mampu mengatasi kesulitan yang dialami siswanya. Guru juga diharapkan bisa menyesuaikan pembelajaran agar efektif dan tidak menyulitkan siswa.

    2. Teks Ulasan Novel

    Contoh teks berikutnya yaitu tentang novel berjudul “Bumi Manusia” yang merupakan salah satu novel populer. Adapun isi dari teks ulasan novel ini yaitu:

    Review Novel Bumi Manusia

    Bumi Manusia merupakan novel karya Pramoedya Ananta Toer yang ceritanya berdasarkan pada cerita saat beliau diasingkan di Pulau Buru. Beliau mengambil masalah sosial terkait pribumi direndahkan oleh orang Belanda dan keturunannya pada masa kolonial Belanda masih menjajah Indonesia. 

    Permasalahan lainnya digambarkan dengan sangat baik pada novel ini. Novel Bumi Manusia ini diawali dengan pengenalan tokoh utama cerita yaitu Minke. Minke merupakan seorang pribumi yang belajar di sekolah bangsawan pribumi dan biasanya berisi keturunan orang Eropa. 

    Pada masa itu, bangsa pribumi dianggap begitu rendah jika dibandingkan dengan keturunan Eropa murni. Oleh karena itulah, banyak pribumi yang tidak mau mengakui kepribumian mereka kecuali tokoh yang ada dalam novel Bumi Manusia ini. 

    Bumi Manusia sangat sarat akan pesan dan menggambarkan peristiwa yang terjadi pada awal tahun 1900-an. Sebuah kisah tentang seorang pribumi yang bernama Minke ini tidak memiliki kuasa untuk menentang perbudakan yang kabarnya sudah dihilangkan di tengah kehidupan pribumi namun masih terlihat begitu jelas terjadi di sekitarnya. Minke pun akhirnya menyuarakan perasaan ketidakpuasannya tersebut melalui tulisan dalam surat kabar berbahasa Belanda. 

    Melalui Minke, pengarang mencoba memberikan pesan bahwa menghormati seseorang bukan karena jabatan atau keturunannya itu sangat penting. Tetapi sebaliknya, seseorang mendapatkan penghormatan dan dihargai karena budi pekerti yang baik, kebijaksanaan, dan kepintarannya. 

    Buku Bumi Manusia ini menceritakan mengenai seorang pemuda yang menuntut ilmu dari Eropa. Namun ada kesalahan perilaku bangsa Eropa yang merendahkan kaum pribumi saat itu dan tidak baik untuk ditiru. 

    Selain itu, buku Bumi Manusia juga menggambarkan masyarakat adat dan pola pikir pribumi yang masih mengekang adanya terobosan pada masa itu.

    Buku Bumi Manusia ini sangat layak untuk dibaca karena penuh dengan pesan moral berkaitan dengan kehidupan pada masa Belanda. Selain itu, pengarang dalam novel ini juga bisa menyampaikan cerita dengan bahasa yang mudah dimengerti meski di awal-awal bab terdapat pengulangan cerita yang bisa membingungkan. 

    3. Teks Ulasan Film

    Teks ulasan berikutnya tentang “Review Film Keluarga Cemara” dengan isi sebagai berikut:

    Review Film Keluarga Cemara

    Film “Keluarga Cemara” adalah film keluarga dengan selera humor yang tinggi, namun memiliki plot cerita yang begitu menghangatkan. Film ini sangat cocok untuk ditonton, baik bagi anak-anak maupun orang tua. Hal ini karena film tersebut mengandung banyak cerita moral kehidupan yang bisa dipetik.

    “Keluarga Cemara” merupakan film yang diadaptasi dari layar serial televisi populer yang tayang pada tahun 1990-an lalu. Film yang disutradarai oleh Yandy Laurens ini menceritakan kisah Abah yang diperankan Ringgo Agus Rahman dan keluarganya. 

    Ceritanya yaitu setelah mengalami kebangkrutan, Abah memindahkan istrinya yakni Nirina Zubir dan dua putrinya, Euis yang diperankan Zara eks JKT48 dan Cemara yang diperankan Widuri.

    Abah pindah dari Jakarta yang merupakan kota besar ke sebuah desa kecil yang berada di Bogor, Jawa Barat. Dari tempat inilah Abah mulai kembali berjuang secara finansial dan melakukan apa saja agar keluarganya bisa makan dan hidup dengan baik setiap harinya.

    Emak yang pengasih dan bijak menyadari perjuangan Abah yang begitu besar dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Dia mencoba membantu Abah dengan berjualan opak yang merupakan keripik tepung jagung yang berasal dari Sunda. 

    Kondisi tersebut cukup mudah bagi Ara, namun tidak dengan Euis. Euis cukup kesulitan beradaptasi dengan situasi baru di keluarganya yang sangat berbeda dari sebelumnya.

    Meski tidak menawarkan cerita atau kisah yang baru dari sebelumnya, namun film ini sangat menyenangkan untuk ditonton. Plotnya bergerak lancar dan setiap masalah dibahas secara detail satu-persatu membuatnya cocok untuk ditonton bersama keluarga. Apalagi kehadiran Ceu Salmah yang diperankan Asri Welas berhasil memberikan sentuhan humor pada film ini.

    Film “Keluarga Cemara” membahas mengenai nilai-nilai dan berbagai masalah yang terdapat di dalam keluarga mulai kebersamaan, kesederhanaan, hingga makna keluarga yang begitu kental. Beberapa cerita dari serial terdahulu diadaptasi dan kondisinya dibuat lebih relevan dengan era saat ini dalam versi baru tersebut.

    Abah yang dulu pengemudi becak kini diceritakan dalam versi baru yang tidak lagi menjadi pengemudi becak. Selain itu, Euis yang dulunya kesulitan harus memanjat pohon untuk mendapat sinyal ponsel juga sudah tidak ada di adegan film ini.

    Penulisnya, yaitu Yandy dan Gina S Noer, lebih fokus terhadap karakter Abah dan Euis daripada tokoh lainnya. Abah diceritakan harus membuat keputusan yang buruk, tapi dia bukan orang yang jahat hanya karena keputusan itu. Sementara Euis merupakan representasi gadis remaja di era digital yang sebenarnya baik hati, tetapi hanya perlu memahami kondisi baru keluarganya yang tidak sesuai dengan harapannya.

    Meski plot dalam cerita ini mudah ditebak, tetapi Yandy dan Gina berhasil memasukkan topik sensitif ke dalam film yaitu fase menstruasi. Topik menstruasi sangat jarang dimunculkan dalam sebuah film karena dirasa sensitif. Padahal ini merupakan informasi yang harus dipahami gadis remaja dan seumurannya.

    Kisah yang ada di film “Keluarga Cemara” ini merupakan film keluarga unik yang ringan dan mudah dimengerti namun memiliki pelajaran hidup yang layak untuk ditonton bersama keluarga.

    Sudah Tahu Teks Ulasan?

    Nah, setelah mengetahui pengertian hingga contoh dari teks ulasan tersebut, Anda bisa langsung buat teks ini sesuai dengan versi sendiri. Dalam membuat teks ulasan sebaiknya harus memenuhi strukturnya agar orang bisa lebih mengerti dan tertarik untuk membaca atau menonton suatu karya.