Gunung Tangkuban Perahu: Sejarah dan Tiket Masuk terbaru 2023

Gunung Tangkuban Perahu, atau Parahu (dalam bahasa Sunda) merupakan tempat wisata terkenal yang tidak boleh kamu lewatkan ketika berkunjung ke Bandung. Sebab, tempat ini menyuguhkan pesona alam yang menarik. 

Selain itu tempat wisata ini sangat cocok untuk mengisi jadwal liburanmu bersama keluarga karena tempatnya yang family friendly.

Sejarah Gunung Tangkuban Perahu

Sejarah terbentuknya gunung ini terbagi menjadi 2 versi, yakni menurut cerita rakyat (legenda) dan dalam sudut pandang ilmu geologi.

1. Menurut Legenda

Legenda cerita rakyat zaman dulu menjadi dasar sejarah Gunung Tangkuban Perahu. Semua berawal dari Dayang Sumbi, seorang perempuan yang hamil di luar nikah dan dikirim ke hutan untuk diasingkan. Selang berjalannya waktu, Dayang Sumbi melahirkan seorang putra, yang diberi nama Sangkuriang dan berjenis kelamin laki-laki.

Ketika Sangkuriang mencapai usia dewasa, dia pergi dari rumah dan mengembara karena sakit hati dengan Ibunya. Hal ini disebabkan karena Sangkuriang membunuh seekor anjing bernama Tumang, yang mana itu adalah Ayahnya sendiri. 

Kemudian Dayang Sumbi mengambil gayung tempurung kelapa dan memukulnya ke kepala Sangkuriang.

Setelah beberapa tahun, akhirnya Sangkuriang pulang ke kampung halamannya. Dalam kepulangannya, Sangkuriang menaruh hati kepada seorang wanita, yang ternyata adalah ibunya sendiri. Ia tidak menyadarinya karena ibunya terlihat cantik dan awet muda.

Sangkuriang bersikeras untuk menikahi Dayang Sumbi, tetapi Dayang Sumbi menolak karena dia tahu Sangkuriang adalah putranya. Namun, Sangkuriang tetap bertahan, dan akhirnya Dayang Sumbi memberi persyaratan untuk membuat perahu raksasa yang nantinya akan menjadi Gunung Tangkuban Perahu.

Perahu tersebut harus selesai sebelum matahari terbit. Berbekal kerja keras dan bantuan dari para jin, Sangkuriang hampir menyelesaikan pekerjaannya. Namun, Dayang Sumbi mencoba untuk menggagalkan persyaratan tersebut. Akhirnya Dayang Sumbi mencari bantuan kepada para dewa melalui doa.

Dia juga membuat ayam berkokok di pagi hari. Hasilnya, roh-roh yang membantu upaya Sangkuriang terkejut dan dengan cepat meninggalkan pekerjaan tanpa menyelesaikannya.

Mengetahui bahwa Dayang Sumbi telah menipunya, Sangkuriang sangat marah. Perahu raksasa yang telah ia bangun akhirnya ditendang dengan amarah yang meningkat hingga terpental cukup jauh dan jatuh tertelungkup. Inilah yang menjadi cikal bakal dari Gunung Tangkuban Perahu (perahu yang telungkup).

2. Menurut Sudut Pandang Geologi

qWEjodmbC C sGSyBE4KNHXAoy38FWNpredsVrp zhK5MbsF 0n0AWW3w5 D42Otd tFMy piLm7A sH41VCNx
ilmugeografi.com

Pada 2 juta tahun lalu, terjadi suatu aktivitas vulkanik di daerah pegunungan utara. Hal ini membentuk gunung api purba bernama Gunung Sunda. Ketinggian Gunung Sunda diperkirakan lebih dari 4.000 mdpl. Selain itu, pegunungan yang ada saat ini adalah sisa-sisa atau punggung bukit dari Gunung Sunda.

Sebelum Gunung Tangkuban Perahu terbentuk, Gunung Sunda sudah 2 kali meletus. Tipe letusannya adalah plinian (letusan yang menghancurkan puncak gunung dengan awan abu tebal seperti letusan bom atom). Letusan kesatu terjadi sekitar 105.000 tahun yang lalu. Sedangkan letusan kedua terjadi sekitar 55.000  tahun yang lalu.

Letusan kedua inilah yang menyebabkan runtuhnya kaldera Gunung Sunda sehingga lahirlah Gunung Tangkuban Parahu dan Gunung di sekitarnya. Jika kamu penasaran, cekungan kaldera Gunung Sunda Purba yang luas dapat dilihat secara keseluruhan dari puncak Gunung Burangrang.

Daya Tarik

Berikut adalah beberapa daya tarik yang dihadirkan tempat wisata alam ini:

1. Pemandangan Indah dan Udara yang Dingin

Daya tarik Gunung Tangkuban Perahu yang pertama berasal dari pemandangannya yang menakjubkan. Selain itu suasananya yang sangat tenang dan santai, sehingga cocok untuk kamu yang ingin rehat sejenak dari aktivitas perkotaan.

Terdapat tempat penyewaan kuda yang tersedia di taman wisata alam ini. Kamu bisa berkuda mengelilingi Hutan Cikole, yang menawarkan pemandangan hijau dan menenangkan.

Selain itu, hawa di gunung ini agak dingin dengan bau belerang yang cukup kuat. Oleh karena itu, jika kamu tidak bisa mentolerir bau belerang, maka pastikan untuk melindungi wajah dengan masker atau sapu tangan. Selain itu, gunakan sweater atau jaket di tempat wisata Tangkuban Perahu agar tidak kedinginan.

2. Kawah Ratu

jakartastudio.com

Kawah ini adalah kawah terbesar dan paling dikenal di Gunung Tangkuban Perahu. Bentuknya menyerupai mangkuk besar yang penuh dengan lava dan belerang. Selain itu, permukaan Kawah Ratu selalu melepaskan gas belerang di kedalaman sekitar 500 meter.

Kamu bisa melakukan perjalanan ke Kawah Ratu dengan mobil, sepeda motor, atau kendaraan pribadi lainnya. Menariknya, kamu bisa memarkirkan kendaraan tepat di bibir kawah. Ini membuat kamu bisa melihat Kawah Ratu dari dekat tanpa perlu turun dari mobil.

Meski demikian, lebih baik untuk turun dari kendaraan dan berkeliling di area kawah. Sebab, di pinggir kawah terdapat jalan setapak yang dibatasi dengan pagar. Kamu bisa melihat berbagai jenis flora pegunungan yang menghiasi kawasan ini. Jika beruntung, kamu bisa menemukan satwa endemik seperti surili, lutung Jawa, dan meong congkok.

Kawah Ratu merupakan bagian Gunung Tangkuban Perahu yang ideal untuk berfoto karena alam sekitarnya yang menakjubkan. Namun, sebaiknya kamu tidak berlama-lama di kawah ini. Sebab, bau belerang dari Kawah Ratu bisa menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan jika terlalu lama di sana.

3. Kawah Domas

vUeJgNNT8N1f5jc64Yilw7RN3UcBNBiN7Fns9TOU59SRWbt6OZ5aqeaSdVcKJ ZfUGAwYbV6F8nCPz4XQe RX0n ohR
yukpiknik.com

Kawah Domas memiliki sejumlah kolam air panas dengan berbagai ukuran. Suhu di kolam-kolam ini bervariasi, mulai dari 35 derajat hingga sekitar 100 derajat celcius. 

Kolam-kolam di Kawah Domas memiliki tujuan tertentu. Misalnya, kamu dapat merendam kaki dan menggosok bagian tubuh dengan lumpur belerang yang menyehatkan di kolam dengan suhu sedang.

Selain itu, kamu bisa mencoba merebus telur di kolam dengan suhu air yang sangat panas. Oleh karena itu, kamu bisa membawa telur sebelum pergi ke Gunung Tangkuban Perahu. Jika tidak, kamu bisa membelinya dari pedagang yang ada di sekitar tempat wisata.

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk

Tempat wisata di Bandung ini buka setiap hari mulai pukul 08:00 sampai 17:00 WIB. Sementara, untuk harga tiket masuk terbaru ke Tempat Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu bisa kamu lihat di bawah ini:

  • Tiket masuk turis lokal: Rp20.000,00/orang (weekday), Rp30.000,00/orang (weekend).
  • Tiket masuk turis mancanegara: Rp200.000,00/orang (weekday), Rp300.000,00/orang (weekend).
  • Tiket masuk rombongan pelajar: Rp18.000,00/orang (weekday), Rp20.000,00/orang (weekend).
  • Tiket parkir mobil: Rp25.000,00/unit (weekday), Rp30.000,00/unit (weekend)
  • Tiket masuk bus (roda enam): Rp110.000,00/unit (weekday), Rp125.000,00/unit (weekend).
  • Tiket masuk motor: Rp12.000,00/unit (weekday), Rp14.500,00/unit (weekend).

Fasilitas

HmboMlq0Xc54D0G8F7dZC6N81EN4oc6E Cd OYL8 tddf72BJK6pJMxgREx2xLhxSNfyITIfCtNjQR3KrpXvQMuLwmKKoEVQ5RaeybSg381rB2WMqB1DKIFRWrukVHEGbPNaeBfJza ZKoMrJT 1gk
wisataidn.com

Fasilitas yang ada di Gunung Tangkuban Perahu bertujuan agar membuat para wisatawan nyaman ketika berkunjung. Mengingat destinasi wisata ini sangat terkenal, fasilitasnya umumnya cukup lengkap. Berikut adalah beberapa fasilitas yang tersedia:

  • Mushola.
  • Tempat istirahat seperti gazebo.
  • Tempat parkir yang luas
  • Toilet.
  • Toko-toko souvenir.
  • Restoran atau warung makan.

Di dalam kompleks wisata Gunung Tangkuban Perahu tidak terdapat pilihan penginapan yang bisa kamu sewa. Meski demikian, tersedia hotel di Lembang yang lokasinya berdekatan dengan tempat wisata alam ini.

Alamat dan Rute

gunung tangkuban perahu
ayobogor.com

Taman wisata alam ini berada di Jalan Raya Tangkuban Parahu, Cicadas, Kec. Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Bila menggunakan kendaraan pribadi, perjalanan ke Gunung Tangkuban Perahu dari Kota Bandung memakan waktu kurang lebih satu setengah jam.

Kamu juga bisa menggunakan Google Maps sebagai bantuan petunjuk jalannya. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan transportasi umum untuk sampai ke tempat wisata ini.

Jika kamu ingin menggunakan angkutan umum, maka kamu bisa menaiki angkot mulai dari stasiun Bandung. Pilih angkot L300 dengan jurusan Stasiun-Lembang. Setelah itu, naik angkot dengan jurusan Lembang-Cikole dan kamu akan sampai di pintu masuk Tangkuban Perahu.

Jika kamu akan pergi ke Gunung Tangkuban Perahu dengan menggunakan bus, maka kamu bisa mulai dari Terminal Leuwi Panjang. Kamu bisa memiliki bus Damri jurusan Leuwi Panjang-Terminal Ledeng. 

Sesampainya di terminal, naik mobil ELF dengan jurusan Ledeng-Subang. Setelah itu, turun di pertigaan gerbang Tangkuban Perahu atas.

Tertarik Berkunjung ke Gunung Tangkuban Perahu?

Gunung ini berada di ketinggian 2084 meter dari atas permukaan laut. Oleh sebab itu, pakailah baju hangat karena udara di ketinggian tersebut cukup dingin. Gunakan juga alas kaki yang nyaman agar kaki kamu tidak lecek ketika berkeliling kawah. Selain itu, tempat ini tutup pada pukul 5 sore, maka dari itu datanglah pagi atau menjelang siang.

SHARE:

Salahsatu SEO Expert dan Punya Layanan digital marketing agency Indonsia terbaik yang dapat membantu meningkatkan traffic dan penjualan produk pada bisnis online.

Tinggalkan komentar

Konten dengan Hak Cipta Dilarang Copy-Paste