Banyak Hotel Gulung Tikar Karena Pandemi

Hotel Bangkrut Karena Pandemi -Tidak terasa pandemi sudah hampir setahun mengobrak-abrik semua sektor industri di seluruh dunia termasuk industri perhotelan. Hiruk pikuk kehidupan sektor pariwisata secara drastis anjlok selama setahun kebelakang dan ribuan hoteliers harus mengalami PHK massal serta beralih profesi ke industri lain untuk bertahan hidup.

Hal ini tentu sangat berimbas juga untuk para pemilik hotel yang memang selama setahun kebelakang harus tetap mempertahankan usahanya ditengah biaya operational yang cukup tinggi sementara tingkat occupancy sangat rendah.

Tidak heran baru-baru ini berhembus kabar di beberapa daerah di Indonesia banyak pemilik hotel yang menjual hotel mereka. Ketua PHRI Bali Kabupaten Badung, Rai Surya Wijaya mengatakan ada 60 hotel yang tersebar di pulau Dewata akan di jual.

Baca Juga : Kenapa di Hotel Gak Ada Guling ?

Dijualnya hotel-hotel tersebut karena tingkat hunian sangat rendah selama pandemi ini , berkisar antara 5 hingga 7 persen. Di sisi lain, para pelaku usaha hotel harus membayar kewajiban utang di bank. Ditambahkan juga selama pandemi, Bali kehilangan 10 triliun devisa perbulan.

Di Jakarta, bahkan hotel-hotel dijual secara gamblang di salah satu situs marketplace dan di banderol dengan harga bervariasi hingga mencapai miliaran rupiah.

Salah satunya, Hotel berbintang 3 memiliki 67 kamar dan berlokasi di Kuningan, Jakarta Selatan. Di dalam situs tersebut awalnya dibanderol dengan harga Rp125 miliar. Tapi, penjual memberi diskon sehingga harganya menjadi Rp 120 miliar.

Kedua, Hotel di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam deskripsi lapak, hotel itu diterangkan memiliki star bintang 4, 8 lantai dan 1 basement, serta 76 kamar. Hotel tersebut dibanderol dengan harga Rp 260 miliar.

Terakhir dari Jogja di laporkan sampai saat ini ada 50 usaha hotel dan restaurant yang mengalami kebangkrutan dan tutup. Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranawa Eryana mengatakan  ini hanya data yang masuk sebagai anggota PHRI DIY, jumlahnya 300-an.

Banyak hotel bangkrut karena pandemi, kita hanya bisa berharap semoga kondisi ini cepat berlalu dan industri perhotelan bisa segera bangkit. Salam Hotelier !!