Tag: Hotel

  • Gawat! Banyak Hotel Bangkrut Karena Pandemi

    Gawat! Banyak Hotel Bangkrut Karena Pandemi

    Hotel Bangkrut Karena Pandemi -Tidak terasa pandemi sudah hampir setahun mengobrak-abrik semua sektor industri di seluruh dunia termasuk industri perhotelan.

    Hiruk pikuk kehidupan sektor pariwisata secara drastis anjlok selama setahun kebelakang dan ribuan hoteliers harus mengalami PHK massal serta beralih profesi ke industri lain untuk bertahan hidup.

    Hal ini tentu sangat berimbas juga untuk para pemilik hotel yang memang selama setahun kebelakang harus tetap mempertahankan usahanya ditengah biaya operational yang cukup tinggi sementara tingkat occupancy sangat rendah.

    Tidak heran baru-baru ini berhembus kabar di beberapa daerah di Indonesia banyak pemilik hotel yang menjual hotel mereka. Ketua PHRI Bali Kabupaten Badung, Rai Surya Wijaya mengatakan ada 60 hotel yang tersebar di pulau Dewata akan di jual.

    Baca Juga : Kenapa di Hotel Gak Ada Guling ?

    Dijualnya hotel-hotel tersebut karena tingkat hunian sangat rendah selama pandemi ini , berkisar antara 5 hingga 7 persen. Di sisi lain, para pelaku usaha hotel harus membayar kewajiban utang di bank. Ditambahkan juga selama pandemi, Bali kehilangan 10 triliun devisa perbulan.

    Di Jakarta, bahkan hotel-hotel dijual secara gamblang di salah satu situs marketplace dan di banderol dengan harga bervariasi hingga mencapai miliaran rupiah.

    Salah satunya, Hotel berbintang 3 memiliki 67 kamar dan berlokasi di Kuningan, Jakarta Selatan. Di dalam situs tersebut awalnya dibanderol dengan harga Rp125 miliar. Tapi, penjual memberi diskon sehingga harganya menjadi Rp 120 miliar.

    Kedua, Hotel di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam deskripsi lapak, hotel itu diterangkan memiliki star bintang 4, 8 lantai dan 1 basement, serta 76 kamar. Hotel tersebut dibanderol dengan harga Rp 260 miliar.

    Terakhir dari Jogja di laporkan sampai saat ini ada 50 usaha hotel dan restaurant yang mengalami kebangkrutan dan tutup. Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranawa Eryana mengatakan  ini hanya data yang masuk sebagai anggota PHRI DIY, jumlahnya 300-an.

    Banyak hotel bangkrut karena pandemi, kita hanya bisa berharap semoga kondisi ini cepat berlalu dan industri perhotelan bisa segera bangkit. Salam Hotelier !!

  • Richard Silaban General Manager Azana Hotel & Resort, Dulunya Seorang Daily Worker Banquet

    Richard Silaban General Manager Azana Hotel & Resort, Dulunya Seorang Daily Worker Banquet

    Dulu ia hanya seorang Daily Worker Banquet di sebuah hotel, yang mana pekerjaannya adalah menyiapkan dan menset up ruangan, piring, gelas, sendok serta peralatan event yang akan di adakan dihotel.

    Hal ini kerap ia lakukan sambil tetap menjalankan pendidikan kuliahnya di Perguruan Tinggi Pariwisata Sahid Jakarta Selatan. Karena rasa ingin tahunya tentang perhotelan serta belum adanya ijazah kelulusan, maka profesi banquet ia jalani mulai tahun 2005 sampai 2006.

    Setelah lulus kuliah tahun 2008 dan mempunyai ijazah, profesi baru mulai ia geluti yakni sebagai Sales Marketing Eksekutif, hampir dua tahun menjalani profesi ini kemudian ia naik jabatan menjadi banquet Sales Manager yang dijalani kurang lebih hampir dua tahun.

    Kegigihan serta keuletannya membuat karirnya terus meningkat, pasalnya selang berapa lama kemudian ia dipromosikan menjadi Sales Marketing Manager selama hampir dua tahun lebih.

    Baca Juga: Suwamana Wahyu Putra: Lulusan SMA Yang Kini Menjadi Chief Operating Officer

    Tidak berhenti disitu saja pada tahun 2017 ia kembali diangkat menjadi Asisten Director Of Sales and Marketing selama satu tahun, terus semangat bekerja dengan kegigihannya pria kelahiran Jakarta 25 September 1984 ini kembali naik jabatan lagi kini menjadi Director Of Sales and Marketing.

    Sempat berpindah pekerjaan, kini ia menempati posisi General Manager di Azana Hotel and Resort.

    “Kalau bicara cita-cita sebetulnya saya ingin menjadi pengacara karena basic saya memang senang ngomong, senang debat khususnya debat dalam hal-hal yang positif ya, tapi karena mendengar masukan dari keluarga khususnya orang tua yang mengatakan bahwa bisnis perhotelan atau pariwisata ini akan terus berkembang,akhirnya saya memilih untuk mengambil pendidikan pariwisata dan ternyata memang terbukti dengan apa yang saya raih saat ini, ”

    Ujar Richard kepada hotelier.id disela-sela wawancara eksklusifnya 15/01/2022 di Azana Hotel and Resort Jakarta.

    Pria yang mempunyai hobi olahraga futsal ini memiliki berbagai pengalaman sebagai hotelier yang dapat diandalkan.

    Dengan pengalaman di industri perhotelan yang tidak perlu dipertanyakan lagi, Richard telah membuktikan dirinya sebagai seorang hotelier yang berkualitas selama 14 tahun (2005 -2019), hingga akhirnya ia beberapa kali mendapatkan promosi jabatan.

    Richard Saliban juga berprinsip, dalam menjalankan pekerjaan khususnya dibidang perhotelan yang terkait dengan layanan dan jasa semua harus dilakukan dengan tulus dari hati bukan karena terpaksa dan dilakukan secara profesional.

    ”Jadi apa pun yang kita rasakan diluar pekerjaan itu harus bisa kita kesampingkan pada saat kita melayani tamu, karena itu memang telah menjadi tolak ukur seorang hotelier memberikan pelayanan yang maksimal, excellent serta tulus dari hati, ”

    Terang Richard.

    “Akan menjadi kepuasan tersendiri bagi saya jika tamu di hotel saya bisa merasakan kepuasan dalam segala hal, kemudian pencapaian revenue atau target dari hotel itu tercapai,kuncinya adalah kita wajib memberikan pelayanan yang terbaik kepada setiap tamu, sehingga tamu tersebut interest untuk kembali ke hotel kita bahkan mau memberikan referensi kepada kolega lainnya. ”

    Tambah Richard lagi.

    Dalam menyikapi persaingan bisnis sekarang ini khususnya diera digital Richard mengatakan, bagaimanapun kita nggak bisa tutup mata dengan keadaan sekarang dimana persaingan semakin ketat baik itu dengan hotel yang berkonsep sama atau dengan aplikasi digital.

    “Caranya adalah kita tetap memberikan satu pelayanan yang baik kemudian konsisten dengan apa yang sudah kita berikan, dari fasilitas sampai SDM yang harus betul – betul dijaga agar tidak ada up and down nya dalam memberikan pelayanan, ”

    Papar Richard.

    Sementara kalau dengan aplikasi digital kita melawannya dengan cara added value dengan memberikan benefit misalkan dengan include laundry, dinner bahkan penjemputan bandara hotel dan hotel bandara, pasalnya semua itu tidak mungkin dilakukan oleh aplikasi digital, mereka hanya bisa menjual kamar dan sarapan saja.

    Untuk mencapai itu semua pastinya diperlukan dengan tim yang solid.

    ”Maka dari itu saya sangat menekankan disiplin yang tinggi kepada seluruh tim saya, juga harus mengetahui jobdesknya dan harus kuat mental karena bicara target, yang tak kalah penting ialah mau belajar, maka dari itu saya memberikan banyak training kepada tim saya supaya mereka memiliki pengetahuan, memiliki rasa tanggung jawab terhadap perusahaan dan mempunyai perilaku sesuai dengan pekerjaannya, ”

    Sambung Richard lagi.

    Di akhir wawancaranya pria yang sudah memiliki satu putera ini dan kerap menghabiskan waktu senggangnya pergi kulineran bersama sang anak, serta bermain futsal bersama teman-temannya untuk sekedar menyalurkan hoby mengatakan.

    ”Saat ini saya sudah merasa cukup enjoy di perhotelan, mungkin cita-cita awal saya menjadi pengacara dulu bisa saya terapkan di hotel dengan cara saya memberikan pendapat serta masukan yang baik yang pastinya sejalan dengan perhotelan, tapi kalau untuk putar haluan kembali ke cita-cita awal kayanya sudah tidak mungkin lagi, ”

    Tutup Richard.sambil berseloroh.
  • Mengenal Apa itu Sapta Pesona dan Contoh Penerapannya

    Mengenal Apa itu Sapta Pesona dan Contoh Penerapannya

    Pengetahuan masyarakat mengenai Sapta Pesona masih terbatas hingga saat ini. Tentu saja hal ini disebabkan oleh informasi yang jarang dipublikasikan. Padahal informasinya sangat berguna, karena berhubungan dengan sektor pariwisata di Indonesia dari tingkat desa.

    Pemerintah masih terkesan kurang dalam mengampanyekan informasi tersebut. Jika dilihat dari gambaran kasarnya, kampung wisata atau desa wisata menjadi target utama. Dengan berfokus pada suatu lingkungan, desa tersebut bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata.

    Tentunya pemerintah berharap untuk meningkatkan jumlah kunjungan destinasi wisata dengan menggunakan program Sapta Pesona. Oleh sebab itu, rencananya terkesan bagus karena dapat memanfaatkan kearifan lokal untuk dijadikan sebagai tempat wisata yang menguntungkan.

    Tapi, partisipasi masyarakat benar-benar dibutuhkan untuk menjamin keberhasilan mewujudkan desa wisata. Berbagai strategi harus direncanakan dengan matang agar sektor pariwisata dapat berkembang. Anda perlu memahaminya agar tahu pengertian dan contoh penerapannya.

    Definisi Sapta Pesona dan Desa Wisata

    Sapta Pesona

    Informasi mengenai penerapan desa wisata dan kepentingan lainnya, memang sangat terbatas. Meski sudah ada Permenbudpar No. PM-04/UM.001/MKP/2008 tentang Sadar Wisata. Namun semua itu masih belum cukup untuk menjelaskan bagaimana proses penerapannya.

    Baca juga: 25 Makanan Khas Bangka Belitung yang Wajib Dicoba

    Anda harus mempelajari segala informasi yang dibutuhkan mulai dari pariwisata, Sapta Pesona, sadar wisata dan desa wisata. Dengan tujuan mengetahui rencana pemerintah, Anda berusaha memahami segala informasi yang ada agar posisi warga masyarakat di sini semakin jelas.

    Pada dasarnya pariwisata merupakan berbagai macam kegiatan rekreasi yang dilakukan di suatu tempat. Kegiatan itu dilengkapi dengan fasilitas dan bisa diselenggarakan oleh masyarakat hingga pemerintah. Pariwisata menawarkan  tempat istirahat, petualangan dan juga budaya baru.

    Jadi, pariwisata bisa disimpulkan sebagai wilayah rekreasi yang sudah dilengkapi dengan fasilitas. Lalu Sapta Pesona ialah kondisi yang harus dipenuhi oleh masyarakat untuk menarik minat para wisatawan. Dengan berpedoman pada tujuh unsur, tempat wisata harus mengikutinya.

    Terakhir ada sadar wisata yang mengindikasikan kesadaran warga masyarakat atas kondisi desa, sebagai destinasi pariwisata. Sedangkan desa wisata tentu jadi tempat yang dilengkapi dengan fasilitas dan digunakan sebagai destinasi wisata melalui daya tarik primadona wilayahnya.

    Contoh Penerapan dan Tujuan Sapta Pesona

    Sebagai contoh terdapat desa yang letaknya di dataran tinggi seperti Dieng atau Tawangmangu. Desa tersebut menawarkan keindahan lingkungan, hasil pertanian warga dan juga penginapan. Dengan berbagai spesifikasi yang ada, wilayah tersebut bisa dinyatakan sebagai desa wisata.

    Proses penerapannya, salah satu warga desa tengah mengajukan permohonan desa wisata pada pemerintahan setempat. Dengan proposal yang sudah diajukan, pemerintah menyarankan warga desa tersebut untuk mengikuti aturan Sapta Pesona agar mendapat lebih banyak bantuan.

    Berdasarkan 7 unsur yang ada, Anda harus menciptakan desa wisata sesuai standar pemerintah. Ketujuh unsur tersebut di antaranya Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah Ramah dan Kenangan. Di sini warga masyarakat harus bekerja sama untuk mewujudkan ketujuh unsur desa wisata.

    Semua warga desa wajib menerapkannya agar destinasi wisata layak untuk dipasarkan ke publik. Selain dari primadona wilayahnya, desa tersebut bisa jadi lebih berkualitas dengan adanya pedoman. Contoh penerapan sudah menyebutkan alasan dan kondisi pendukung desa wisata.

    Ketujuh unsur juga sudah tercantum dalam Keputusan Menteri Pariwisata. Dengan aturan yang sudah tercantum dalam Keputusan Menteri No. KM.5/UM.209/MPPT-89. Aturan menyebutkan tentang penyelenggaraan desa wisata dengan tujuh unsur utama sebagai bentuk pelayanan.

    7 Unsur Pelayanan Sapta Pesona

    Dari data yang sudah ada, terdapat tujuh unsur utama yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. Ketujuh unsur ini sangat penting bagi desa karena beberapa faktor yang ada di dalamnya. Agar lebih jelas, berikut ini penjelasan singkat mengenai tujuh unsur dan faktor-faktor yang ada.

    1. Aman

    Setiap orang pasti mengharapkan tempat wisatanya aman untuk dikunjungi, apalagi bagi para wisatawan yang berkeluarga. Unsur keamanan ini ditegaskan untuk destinasi wisata agar bisa memberikan rasa tenang. Tidak ada risiko ketika mengunjungi tempat yang ada di sana.

    Keamanan bisa dinilai dari cara pengelola memfasilitasi wisatawan yang datang. Contoh dari Sapta Pesona, petugas memberi keamanan ekstra dengan didampingi petugas saat rekreasi. Dengan tingkat keamanan yang optimal, tempat wisata juga menjadi lebih berkualitas.

    2. Tertib

    Destinasi pariwisata mencerminkan kondisi wilayah tersebut dalam memberi pelayanan. Jika destinasinya kekurangan fasilitas, maka pelayanannya bisa dikatakan buruk. Ketertiban di sini berkaitan dengan sikap disiplin dalam memberikan pelayanan yang konsisten.

    Jadi, kualitas suatu tempat wisata dapat diketahui dari cara petugas melayani wisatawan. Di setiap tempat pariwisata, Anda pasti sering melihat peraturan yang berlaku. Hal itu juga jadi salah satu faktor yang mempengaruhi penilaian kita terhadap ketertiban tempat wisata.

    3. Bersih

    Salah satu unsur penting yang harus diperhatikan warga desa ialah kebersihan. Sapta Pesona sangat menjunjung tinggi kualitas destinasi wisata agar tampak menarik di mata wisatawan. Dengan tempat yang bersih, pengunjung juga menjadi semakin nyaman berkunjung ke sana.

    4. Sejuk

    Untuk sejuk, fasilitas yang diberikan tentu berkaitan dengan tempat berteduh. Masyarakat di tempat wisata bisa membangun gazebo untuk menjadi salah satu ikon wisata. Nantinya para wisatawan bisa berkunjung dan menikmati pemandangan tanpa perlu rasa khawatir.

    Dengan tempat berteduh, wisatawan bisa merasakan kesejukan yang menyegarkan. Bahkan, tempat itu juga dapat digunakan sebagai pelepas rasa lelah. Fasilitas ini memang harus ada di setiap tempat wisata agar pengunjung mendapatkan kenyamanan dan kesenangan.

    5. Indah

    Keindahan bisa diartikan sebagai primadona tempat wisata tersebut. Fasilitas pendukung bisa berupa ikon tempat foto atau lahan rekreasi yang indah. Dengan memaksimalkan unsur Sapta Pesona, pengunjung dapat dibuat kagum dan berkesan terhadap pemandangan yang ada.

    6. Ramah

    Karena program ditargetkan untuk desa wisata, maka warga masyarakat harus ikut berperan aktif. Keramahan penduduk dalam menyambut pengunjung harus diutamakan. Baik dari segi sikap, perilaku, tata tertib hingga kedisiplinan, semuanya harus mengikuti standar yang ada.

    7. Kenangan

    Unsur terakhir yang harus ada di tempat wisata adalah unsur kenangan. Tempat wisata harus memberikan kesan yang mendalam agar dapat memberikan kenangan. Dengan enam unsur di atas, kenangan bisa diciptakan dari setiap fasilitas yang diberikan.

    Oleh sebab itu, peran unsur-unsur tersebut sangat krusial bagi kesuksesan desa wisata. Tanpa adanya pedoman, sektor pariwisata Indonesia tidak akan pernah bisa berkembang.

    Mengapa Harus Menggunakan Unsur Sapta Pesona?

    Alasan utama di balik penyediaan unsur itu ialah untuk mengoptimalkan tempat wisata. Semua unsur digunakan sebagai pedoman dasar dalam membangun suatu tempat wisata lokal. Dengan partisipasi warga, tentu pelaksanaannya harus didasari pada aturan yang berlaku.

    Karena itu, ketujuh unsur di atas sangat penting bagi kesuksesan tempat wisata nantinya. Anda bisa memfokuskan pembangunan tempat wisata pada unsur tersebut. Lalu jika sudah lengkap, Anda hanya perlu menambahkan elemen ke dalam tempat pariwisata.

    Seperti yang kita ketahui, tempat rekreasi harus memberikan efek pada pengunjungnya. Efek itu memberikan kenangan dan perhatian lebih terhadap kondisi desa wisatanya. Keterlibatan warga desa menjadi kunci utama kesuksesan sektor pariwisata.

    Dengan ketujuh unsur yang ada, desa pasti bisa jadi tempat rekreasi ikonik. Ke depannya, masih ada perkembangan yang bisa ditambahkan ke desa wisata.

    Sapta Pesona jadi satu program yang dibangun pemerintah untuk menyukseskan perkembangan sektor pariwisata.

  • Apa itu Briefing? Ketahui Pengertian dan Contoh Penerapannya

    Apa itu Briefing? Ketahui Pengertian dan Contoh Penerapannya

    Briefing adalah bagian dari budaya setiap perusahaan termasuk perhotelan untuk memperkuat komunikasi baik itu antar department maupun internal department.

    Percaya atau tidak, banyak penelitian yang mengatakan bahwa kegiatan komunikasi secara tatap muka antara 2 orang atau lebih ini kabarnya mampu meningkatkan kinerja dan produktfitas karyawan di perusahaan tersebut.

    Pengertian Briefing Adalah

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang dimaksud dengan Briefing adalah diskusi singkat atau rapat ringkas.

    Tujuan dilakukannya briefing adalah untuk mengingatkan sekaligus menegaskan apa yang akan dilakukan masing-masing pengampu tugas.

    Memang pada dasarnya briefing yang biasanya di lakukan pagi sebelum mulai beraktivitas atau yang lebih dikenal dengan morning briefing itu tidak membutuhkan waktu yang lama.

    Maksimal 1 jam bahkan kalau bisa kurang dari itu. Tentunya ini agar tidak mengganggu aktivitas masing-masing departement jika terlalu lama.

    Di hotel sendiri, morning briefing adalah hal wajib yang biasanya di mulai jam 9 pagi dan dihadiri oleh masing-masing head of departement dari semua divisi.

    Mereka wajib hadir karena biasanya disini akan dibahas tentang bagaimana performance hotel kemarin dan apa yang akan di lakukan selanjutnya masing-masing departement untuk tetap berkontribusi secara  maksimal.

    Apa saja yang dibahas saat briefing?

    Seperti yang sudah dijelaskan di atas saat briefing adalah waktunya semua departemen menyampaikan visi dan misi mereka kedepan untuk mencapai target yang sudah disepakati. Berikut contoh pembahasannya :

    1. Sales Marketing

    Biasanya sales marketing akan membahas seputaran Occupancy month to date, Average room rate, dan juga room revenue yang harus mereka capai.

    Nah disini biasanya strategi akan di review secara berkala dan langkah-langkah apa yang akan mereka lakukan jika seandainya angka yang mereka capai sekarang masih jauh dari target.

    2. Food & Beverages Departement

    FB Team membahas tentang pendapatan restaurant kemarin, berapa kontribusi dari breakfast, lunch , dinner atau bahkan dari afternoon tea. Selain itu juga jika ada event untuk kedepannya juga akan dibahas disini secara general

    3. Housekeeping

    Housekeeping melaporkan tentang kamar OO, Kasus lost & found, pemindahan kamar tamu dan lain-lain yang berhubungan dengan cleanliness hotel

    4. Human Resources

    HRD Membahas mengenai rencana rekruitment, keterlambatan staff, dan aturan-aturan baru yang mungkin saja baru di rilis.

    5. Front Office

    Front Office biasanya akan menginformasikan tentang actual check in kemarin, apakah statusnya no show guest, komplain tamu hotel, blocking kamar serta pick up dan drop off activity

    Manfaat Briefing

    Karena briefing adalah kegiatan yang sebaiknya dijadikan sebagai budaya dan rutin dilakukan, inilah manfaat yang seharusnya didapat :

    1. Menjalin Komunikasi Yang Baik Antar Departement

    Walaupun sekarang jamannya Whatsapp, bukan berarti semua aktivitas organisasi bisa di selesaikan dalam group WA.

    Coba ingat-ingat seberapa sering kejadian missed komunikasi yang terjadi gara-gara komunikasi di group WA?

    Hanya karena beda persepsi antara pengirim dan penerima.

    Berkomunikasi langsung saat briefing adalah salah satu cara untuk menjalin komunikasi yang baik antar departement. Karena disini bisa diungkapkan langsung informasi dan emosi secara tepat dan cepat.

    2. Membangun Keakraban dan Kekompakan

    Bagi hotel, bersatunya semua departement adalah salah satu goals yang diinginkan. Kenapa ? Karena dengan semua bersatu otomatis apa yang menjadi visi dan misi perusahaan akan gampang tercapai. 

    Briefing adalah salah satu cara yang paling mudah untuk itu. Bertemu setiap pagi sebelum ke section masing-masing akan membuat mereka saling mengenal satu sama lain. Bukankah dengan seperti ini akan membuat mereka semakin akrab?

    3. Tempat Menyalurkan Informasi dan Evaluasi Secara Singkat

    Di awal kita sudah membahas briefing adalah tempat bertemunya semua departement head untuk melakukan evaluasi dan menyampaikan informasi sebelum diteruskan ke anggota teamnya masing-masing.

    Evaluasi atas kinerja atau masalah yang terjadi sebelumnya bisa menjadi salah satu bahan yang sebaiknya dibicarakan bersama tim saat morning briefing.

    Dengan begini , tim atau karyawan bisa bekerja lebih baik hari ini dan meminimalisir kesalahan kemarin.

    Tapi yang harus diingat adalah , batas informasi atau evaluasi yang disampaikan dalam morning briefing adalah merupakan informasi yang bisa disampaikan dan dipahami dengan waktu yang singkat.

    Jika informasi atau evaluasi yang ingin disampaikan cukup panjang, maka sebaiknya disampaikan dalam sebuah meeting yang durasinya lebih panjang.

    Briefing adalah bagian dari suksesnya sebuah organisasi dalam membentuk team yang kuat dan solid. Hanya dengan 1 jam sehari, bukan tidak mungkin apa yang menjadi visi dan misi perusahaan bisa gampang tercapai.

    Baca Juga: 40 Status Kamar Hotel yang Wajib Kamu Tahu

  • Dunia Perhotelan di Indonesia, Menarik dan Inspiratif

    Dunia Perhotelan di Indonesia, Menarik dan Inspiratif

    Dunia Perhotelan di Indonesia – Seperti yang kita tahu adalah salah satu negara yang memiliki potensi pariwisata yang indah di mata dunia.

    Banyak media-media international merilis survey yang mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang wajib untuk dikunjungi oleh para traveller.

    Salah satunya, pada bulan January 2019 lalu situs Roughguides merilis hasil survey yang di sebar ke netizen di seluruh dunia.

    Hasilnya ternyata Indonesia masuk peringkat 16 dari 20 negara yang wajib di kunjungi karena memiliki alam dan pantai yang indah.

    Berbicara soal pariwisata, tentunya tidak jauh-jauh dari bisnis akomodasi atau perhotelan.

    Perkembangan industri perhotelan semakin tahun semakin meningkat. Hotel-hotel chain international juga semakin menambah inventory mereka setiap tahunnya di Indonesia.

    Baca Juga: Mengenal Tipe – Tipe Akomodasi

    Data BPS pada tahun 2018 mencatat ada 28.230 usaha perhotelan dengan jumlah kamar mencapai 712.202 di seluruh Indonesia.

    Angka yang fantastis bukan?

    Lalu, manfaatnya untuk kita sebagai masyarakat ? Tentunya untuk kamu yang punya impian bekerja di hotel peluangnya akan semakin besar.

    Menjadi seorang hotelier mungkin adalah impian karir kamu suatu saat nanti. Bertemu dan melayani orang dari berbagai belahan dunia sepertinya akan menjadi sesuatu yang menyenangkan.

    Apalagi jika kamu beruntung, kesempatan untuk bekerja di luar negeri melalui jaringan hotel international pun akan mudah kamu dapatkan.

    Dunia Perhotelan di Indonesia

    Tapi di balik itu semua, banyak hal yang harus kamu siapkan untuk menjadi seorang hotelier yang profesional dan punya karir yang cemerlang.

    Ya, hard skill dan soft skill bisa kamu asah sedini mungkin untuk menambah kepercayaan diri kamu ketika terjun di dunia hospitality nantinya.

    Banyak referensi dan sumber yang bisa kamu baca baik itu melalui media online atau offline.

    Hotelier.id lahir sebagai media informasi untuk kamu yang ingin tahu lebih banyak tentang industri perhotelan dan belajar seluk beluk dunia perhotelan.

    Baik itu dari sisi operasional dan manajemen yang ada di dalamnya.

    Selain itu juga beberapa profil hotelier sukses yang saat ini jadi influence anak-anak perhotelan akan kami ulas setiap minggunya untuk curi-curi ilmu dari mereka.

    Mumpung gratis, yuk subscribe email pribadimu dan belajar lebih dalam soal dunia perhotelan di Indonesia. Salam Hotelier….

  • Purchasing Staff Hotel: Apa Saja Tugas dan Berapa Gajinya?

    Purchasing Staff Hotel: Apa Saja Tugas dan Berapa Gajinya?

    Purchasing adalah salah satu bagian dari departement Finance dan Accounting yang ada di setiap perusahaan termasuk bisnis perhotelan.

    Sebuah company dalam menjalankan usaha dan bisnisnya pasti akan membutuhkan pihak ketiga dalam hal ini supplier untuk kelancaran usahanya. 

    Nah inilah tugas dari seorang purchasing team yang paling krusial, menjadi representatif dari pihak hotel untuk membangun relasi dengan pihak ketiga dalam hal pengadaan barang atau amenities di hotel

    Pengertian Purchasing

    Purchasing adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris. Kata ini kerap dipakai dalam Industri-industri luar negeri. Bila diterjemahkan langsung, Purchasing dalam bahasa Indonesia berarti pembelian. 

    Jadi, purchasing adalah kegiatan yang berhubungan dengan pembelian atau pengadaan barang di sebuah company atau perusahaan. 

    Di hotel sendiri, purchasing masuk ke dalam departement Finance dan Accounting dalam struktur organisasinya.

    Purchasing di hotel bertugas dalam mencari supplier-supplier yang mendukung operational kerja hotel setiap harinya.

    Baca juga:  Bocoran Gaji Kerja di Hotel Terbaru, Lengkap Semua Posisi

    Tak hanya itu, diharapkan nantinya supplier tersebut dapat bekerja sama untuk memasok kebutuhan logistik untuk setiap departement yang ada di hotel.

    Sebelum melakukan pembelian, purchasing staff harus sudah menerima Purchase Request atau Market List dari department – department yang lain sudah ditandatangani oleh manajer masing-masing department yang bersangkutan dan di check oleh Cost Control. 

    Setelah Purchase Request atau Market List datang, purchasing harus memilih yang mana harus di order dan yang mana tidak, di karenakan supaya tidak ada pemborosan pembelian atau Double Order. Purchase Order akan dicetak jika barang telah dikirimkan dan diterima oleh pihak Receiving.

    Vendor akan mengantarkan barang pesanan itu pada pihak hotel dan barang itu diterima langsung Receiving di bawah naungan Purchasing Deparment sebagai bukti jika barang itu telah diterima oleh pihak hotel.

    Setelah  receiving menerima, maka segera di posting untuk diserahkan ke Purchasing Department. Receiving memberi semua invoice dari beberapa vendor sebagai bukti pesan barang yang di order. 

    Skill Menjadi Seorang Purchasing

    Untuk menjalankan tugas sebagai seorang purchasing, ada beberapa skill yang wajib kamu miliki seperti :

    1. Komunikasi

    Tidak hanya purchasing, sepertinya semua profesi wajib memiliki skill komunikasi yang bagus. Staf purchasing harus berbicara dengan departemen-departemen lain dalam perusahaan entah itu internal departement ataupun eksternal. 

    Tidak hanya itu saja, bagian purchasing harus juga mengetahui keperluan semua departemen, dan menjaga hubungan baik dengan supplier dan vendor. Maka ketrampilan dalam berbicara penting untuk staf purchasing.

    2. Negosiasi

    Karena purchasing adalah berhubungan dengan pembelian otomatis kemampuan bernegosiasi harus dikuasai. Saat menerima penawaran dari supplier dan vendor, tentu saja angka-angka yang ada dalam list tersebut harus direview dan dicari juga perbandingan denga supplier lain. 

    Di momen seperti inilah skill negosisasi dari staff purchasing sangat diperlukan. Mampu menekan biaya dari sisi pembelian barang tentu akan membantu perusahaan dari sisi costing bukan?

    3. Networking yang Luas

    Kita tahu bersama dihotel sendiri ada beberapa divisi didalamnya. Tentunya setiap divisi mempunyai kebutuhan akan barang – barang yang berbeda. Misalnya, departemen food and beverage akan lebih sering membutuhkan bahan-bahan makanan dan minuman.

    Back office seperti sales dan marketing akan lebih sering membutuhkan alat-alat tulis. Sebagai seorang purchasing staff kamu harus punya banyak kenalan supplier dan vendor untuk memenuhi semua kebutuhan divisi yang ada.

    4. Document Filling

    Skill administrasi ini wajib dimiliki oleh purchasing staff karena akan banyak sekali dokumen-dokumen penting yang harus diarsipkan. Filling dan administrasi yang tidak rapi tentu akan mempengaruhi produktvitas pekerjaan dari team purchasing ini.

    Contoh Jobdesk Purchasing Manager Hotel

    Berikut ini adalah contoh jobdesk purchasing manager di hotel :

    Jobdesk Purchasing manager di hotel
    • Bertanggung jawab atas pembelian dan pembelian ulang atas persediaan, makanan dan minuman serta  permintaan secara umum untuk hotel
    • Menemukan vendor atau supplier  yang tepat dan paling ekonomis, serta tepat waktu
    • Mengumpulkan data untuk system permintaan pembelian yang paling effisien, meyakinkan total pembelian dan waktu pengiriman barang
    • Bertanggung jawab terhadap system pelaksanaan penerimaan dan penyimpanan barang sesuai dengan standard mangemen yang berlaku
    • Mengumpulkan penawaran untuk semua barang yang ada di persediaan maupun tidak seperti yang diminta, setelah menyeleksi pemasok (minimal tiga pemasok untuk perbandingan)
    • Mengkoordinasikan dan menyelesaikan semua permintaan pembelian, mendapatkan harga dan syarat-syarat pembelian, menyerahkannya kepada financial controller atau accounting manager dan general manager untuk persetujuan
    • Mendistribusikan surat perintah pembelian barang, menghubungi pemasok dan diberikan surat perintah pembelian, dengan tanggal pengiriman yang akan dibicarakan lebih rinci dan setujui
    • Mengarsip semua surat perintah pembelian barang dan korespondensi lainnya
    • Menjawab dan memberikan dokumen pendukung kepada bagian accounting yang sehubungan dengan surat tagihan, pembelian dan urusan lainnya secara umum
    • Menetapkan harga berdasarkan penawaran, catalog, daftar harga penjualan, permintaan pelelangan etc
    • Mengembangkan dan mengimplementasikan anggaran pembelian tahunan
    • Mendukung dalam mencapai GOP yang diinginkan melalui pembatasan biaya yang telah ditetapkan oleh manajemen
    • Memformulasikan dan mengarahkan penerapan kebijakan dan strategi pembelian
    • Bertanggung jawab secara sistematis atas penggunaan formulir yang berhubungan dengan pembelian yaitu: Purchase Request, Purchase Order, Store Requisition, Bin Card dll dalam pelaksanaannya sesuai dengan standard peraturan dan prosedur sesuai dengan yang telah ditetapkan.

    Contoh Jobdesk Purchasing Staff Hotel

    • Membantu Purchasing Manager dalam tugas-tugas pembelian dan pembelian ulang atas persediaan, makanan dan minuman dan permintaan secara umum untuk hotel
    • Membantu dalam mengumpulkan data untuk system permintaan pembelian yang paling effisien, meyakinkan total pembelian dan waktu pengiriman barang.
    • Membantu dalam mengumpulkan penawaran untuk semua barang yang ada di persediaan maupun tidak seperti yang diminta, setelah menyeleksi pemasok (minimal tiga pemasok untuk perbandingan)
    • Menjalankan kegiatan sehari-hari yang berhubungan dengan tugas-tugas administrasi / kesekretariatan seperti : pengetikan, pengarsipan, melengkapi formulir dan meminta tanda tangan autorisasi dari manajemen.
    • Membatu Manager Pembelian untuk mengarsip semua surat perintah pembelian barang dan korespondensi lainnya berdasarkan perintah dari Manager Pembelian
    • Menjaga kebersihan lokasi kantor dan seluruh area hotel sesuai dengan standard kebersihan dan kesehatan.
    • Berhubungan dengan pemasok dan memastikan agar tetap menjadi nama baik hotel dalam setiap perbuatan

    Berapa Gaji Purchasing Manager Hotel?

    Mungkin inilah yang sering ditanyakan oleh banyak orang. Berapa sih rata-rata gaji seorang Purchasing Manager di sebuah perusahaan?

    Berdasarkan indeed.com gaji pokok seorang purchasing manager adalah sekitar Rp 6 jutaan untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sementara di Surabaya mulai dari Rp 5 jutaan.

    Tentu saja angka di atas bukan angka pasti, kembali lagi ke aturan perusahaan, pengalaman kerja dan kemampuan negosiasi gaji ketika proses interview. Jadi gimana siap berkarir di purchasing?

    Baca Juga: Apa Saja Tugas Storekeeper di Hotel? Simak Yuk!

  • Mengulas Jurusan Pariwisata, Prospek Kerja Luas Bisa Sambil Jalan-Jalan?

    Mengulas Jurusan Pariwisata, Prospek Kerja Luas Bisa Sambil Jalan-Jalan?

    Jurusan Pariwisata saat ini memang cukup banyak diminati. Pasalnya sektor pariwisata yang saat ini semakin berkembang di Indonesia.

    Meskipun masih tergolong ilmu baru, ternyata ilmu pariwisata menjadi bidang yang sangat menjanjikan di masa depan. Jika kita pahami lebih mendalam, ternyata ilmu pariwisata itu tidak hanya tentang jalan-jalan dan liburan saja.

    Ilmu ini juga mencakup manajemen, strategi promosi, sumber daya pariwisata, dan manajemen perhotelan. Selain itu, berkaitan dengan sejarah, budaya, geografi, ekonomi, dan lainnya.

    Industri pariwisata selalu terlihat semakin berkembang, meskipun di masa pandemi seperti saat ini. Sehingga peningkatan kebutuhan akan tenaga profesional pariwisata semakin tinggi.

    Oleh karena itu, jurusan pariwisata berpotensi akan semakin dibutuhkan di masa depan. Mungkin sebagian dari kamu masih banyak yang bertanya-tanya tentang jurusan pariwisata, kegiatan perkuliahan, dan prospek kerjanya. Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai Jurusan Pariwisata!!

    Apa Itu Jurusan Pariwisata?

    Apa Itu Jurusan Pariwisata

    Jurusan pariwisata adalah jurusan yang mempelajari mengenai semua hal yang berkaitan langsung dengan sektor pariwisata meliputi tour and travel hingga penginapan.

    Jadi jurusan ini tidak hanya berhubungan dengan liburan atau destinasi wisata saja. Namun ruang lingkup ilmu pariwisata ini sangatlah luas.

    Lulusan jurusan pariwisata juga memiliki kesempatan untuk bergabung bersama agen perjalanan atau dinas pariwisata pemerintah.

    Terutama saat ini di mana pemerintah sedang gencar-gencarnya mengembangkan dan mempromosikan tempat wisata di Indonesia ke negara lain.

    Sehingga peluang karir untuk lulusan jurusan pariwisata ini semakin melebar.

    Ketika kamu masuk ke jurusan pariwisata kamu akan mendapatkan mata kuliah mengenai pengantar pariwisata, hospitality & tourism, manajemen MICE (Meeting Incentive Conference Exhibition), manajemen travel, food and beverage, dan masih banyak lagi.

    Adanya lulusan ilmu pariwisata ini sangat berguna untuk meningkatkan dan menjaga kualitas pengelolaan tempat wisata agar mengundang lebih banyak wisatawan untuk berkunjung.

    Jurusan pariwisata menawarkan jenjang pendidikan dari D-3, S-1, dan S-2.

    Berikut ini beberapa alasan mengapa kamu harus memilih jurusan pariwisata, yaitu :

    1. Prospek yang luas karena industri pariwisata akan semakin berkembang di setiap tahunnya. Sehingga peluang pekerjaan akan semakin besar dan dibutuhkan khususnya untuk instansi pemerintah.
    2. Memiliki kesempatan untuk mengunjungi berbagai tempat baru yang menarik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri. Bahkan ketika telah bekerja semua biaya akomodasi perjalanan kita akan dibiayai.
    3. Bidang pariwisata yang luas sehingga para lulusan jurusan pariwisata tidak terbatas berprofesi sebagai pemandu wisata. Namun juga bisa terjun ke dunia perhotelan, event management, kuliner, perkapalan, dan lainnya.
    4. Lulusan jurusan pariwisata ini banyak dibutuhkan di sektor pariwisata pemerintah seperti instansi pemerintah, Kementerian Pariwisata, dan Dinas Pariwisata.
    5. Bekerja di dunia pariwisata akan membuat kamu memiliki banyak pengalaman. Terjun dalam dunia pariwisata memungkinkan kamu untuk mengunjungi banyak tempat dan bertemu banyak orang baru. Sehingga membuat wawasanmu menjadi lebih luas.

    Apa Saja yang Dipelajari di Jurusan Pariwisata?

    Yang Dipelajari di Jurusan Pariwisata

    Jurusan ini memang belum terlalu dikenal banyak orang. Sehingga banyak yang menganggap jurusan pariwisata hanya tentang berjalan-jalan dan berwisata saja.

    Namun, mata kuliah yang dipelajari oleh jurusan ini sebenarnya cukup banyak.

    Berikut ini mata kuliah yang dipelajari dalam jurusan pariwisata, yaitu:

    1. Ekonomi pariwisata

    Dalam ilmu ekonomi pariwisata, kita akan mempelajari mengenai analisis dampak pariwisata terhadap sebuah destinasi secara makro maupun mikro.

    Kita juga mempelajari tentang dampak sektor pariwisata wilayah di sekitarnya.

    2. Tourism Law

    Dalam jurusan pariwisata ini kita juga akan mempelajari tentang hukum kepariwisataan. Tentang aturan-aturan dalam membangun dan mengoperasikan tempat wisata, hotel, restoran.

    Sebab sektor pariwisata ini akan berdampak pada banyak orang, sehingga apabila menjadi pengelola suatu tempat wisata kita harus memperhatikan hukum-hukum yang berlaku.

    3. Ekowisata / Ecotourism

    Mata kuliah ini menjadi salah satu mata kuliah yang paling banyak diminati.

    Ekowisata mempelajari tentang cara pengembangan sektor pariwisata yang sesuai dengan lingkungan dan masih mengutamakan konservasi alam.

    4. Geografi Pariwisata

    Sama seperti mata kuliah geografi pada umumnya, geografi pariwisata mempelajari tentang potensi wisata, lokal, provinsi, hingga nasional.

    Dalam mata kuliah ini kita juga akan mempelajari tentang kondisi lingkungan yang memungkinkan untuk dijadikan sebagai daerah wisata.

    5. Bahasa Asing

    Saat ini bahasa asing terutama bahasa Inggris menjadi hal yang harus dikuasai oleh setiap orang terutama dalam sektor pariwisata ini.

    Kemampuan bahasa Asing juga akan memudahkan kita dalam berkomunikasi dengan berbagai orang dari budaya atau asal negara yang berbeda.

    6. Statistik Pawisata

    Dalam jurusan pariwisata kita juga akan belajar mengenai angka-angka yang ada di mata kuliah statistik pariwisata ini.

    Statistik pariwisata ini berguna dalam menghitung akumulasi pengunjung yang datang ke objek wisata, psikografi, hingga prediksi demografi.

    Apa Saja Prospek Kerja di Jurusan Pariwisata?

    Prospek Kerja Jurusan Pariwisata

    Salah satu pertanyaan yang paling sering banyak orang tanyakan yaitu tentang prospek kerja.

    Karena pada dasarnya tujuan berkuliah adalah untuk bisa mendapatkan kerja. Berikut ini prospek kerja jurusan pariwisata yang harus kamu ketahui, yaitu :

    1. Tour Guide

    Tour guide menjadi salah satu profesi yang banyak dibutuhkan saat ini. Sebab kebanyakan wisatawan akan menyewa tour guide untuk memandu perjalanan wisatanya serta untuk memperoleh informasi mengenai tempat wisata yang didatangi.

    Peluang kerja ini sangat terbuka untuk lulusan jurusan pariwisata yang memiliki kemampuan komunikasi dan keterampilan bahasa asing yang bagus.

    2. Industri penerbangan

    Sektor pariwisata mencakup darat, laut, dan udara sehingga industri penerbangan juga membutuhkan lulusan jurusan pariwisata.

    Seiring berkembangnya zaman, berbagai maskapai penerbangan semakin berinovasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penumpangnya.

    Kualitas penerbangan yang baik secara langsung akan mempengaruhi sektor pariwisata dalam negeri.

    3. Pemerintah

    Saat ini instansi pemerintah juga membuka peluang sebesar-besarnya untuk lulusan jurusan pariwisata Indonesia untuk turut dalam mengembangkan sektor pariwisata dalam negeri.

    Bagi lulusan pariwisata juga berpeluang untuk menjadi PNS di dinas pariwisata.

    4. Pengusaha

    Bagi lulusan pariwisata juga bisa berkarir sebagai pengusaha bisnis pariwisata. Ini merupakan suatu pekerjaan yang menantang dan penuh resiko.

    Lulusan pariwisata bisa mendirikan dan membangun objek wisata yang menarik banyak orang.

    Tidak hanya itu, dengan membangun wisata juga dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekitar yang berdagang.

    5. Dosen

    Bagi lulusan pariwisata yang ingin menjadi tenaga pengajar, kamu bisa mencoba untuk menjadi dosen.

    Namun untuk menjadi dosen dibutuhkan minimal harus menyelesaikan studi magister atau S-2 terlebih dahulu.

    Tenaga dosen ini akan selalu dibutuhkan dalam suatu universitas.

    6. Travel Blogger

    Profesi ini sangat cocok untuk kamu yang menyukai jalan-jalan ke berbagai tempat dan menuangkan setiap informasi perjalanan kamu ke dalam blog melalui media online.

    Profesi ini memang cukup menjanjikan karena kebanyakan tempat wisata akan melakukan promosi melalui media online.

    7. Wedding Organizer

    Lulusan pariwisata juga berkesempatan untuk menjadi wedding organizer terutama bagi kamu yang memiliki keterampilan dalam pengorganisasian dan perencanaan.

    Saat ini hampir semua pesta pernikahan membutuhkan adanya wedding organizer untuk membantu kelancaran acara yang akan mereka gelar.

    8. Hotelier

    Kabar baiknya, berkuliah atau bersekolah di jurusan Pariwisata kamu bisa menjadi seorang hotelier lho.

    Bekerja di hotel memang menjadi salah satu prospek yang menjajikan di masa depan. Sebab, kegiatan berwisata setiap lapisan masyarakat selalu bertumbuh seiring dengan pertumbuhan penduduk

    Berapa Gaji Lulusan Jurusan Pariwisata ?

    Gaji untuk lulusan jurusan pariwisata ini cukup menjanjikan.

    Pasalnya untuk menjadi tour guide saja bisa mendapatkan gaji sekitar 10 juta Rupiah belum ditambah uang tip yang diterima dari setiap pengunjung yang datang.

    Ketika terjun ke dalam dunia enterpreneur maka gaji yang bisa kita terima hingga milyaran pertahunnya.

    Baca juga: 10 Universitas dengan Fakultas Pariwisata dan Pehotelan Terbaik

    Berapa Biaya Yang Dibutuhkan Untuk Kuliah Jurusan Pariwisata ?

    Jurusan pariwisata biasanya ditempuh selama 3 tahun untuk pendidikan diploma tiga (D-3) dan 4 tahun untuk pendidikan sarjana (S-1).

    Biaya pendidikan untuk masing-masing universitas berbeda sesuai dengan kebijakannya masing-masing.

    Untuk biaya pendidikan di universitas negeri biasanya akan lebih rendah dari pada biaya pendidikan di universitas swasta.

    Rata-rata untuk kisaran biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) jurusan di universitas negeri adalah sebagai berikut :

    • Golongan 1 dengan biaya kuliah mulai dari Rp 0 hingga Rp 500.000,00
    • Golongan 2 dengan biaya kuliah mulai dari Rp 500.000,00 hingga Rp 1.000.000,00
    • Golongan 3 dengan biaya kuliah mulai dari Rp 1.000.000,00 hingga Rp 2.500.000,00
    • Golongan 4 dengan biaya kuliah mulai dari Rp 2.500.000,00 hingga Rp 4.000.000,00
    • Golongan 5 dengan biaya kuliah mulai dari Rp 4.000.000,00 hingga Rp 5.000.000,00

    Sedangkan untuk biaya kuliah di universitas atau sekolah tinggi swasta akan memerlukan biaya Uang Kuliah Tungal (UKT) yang lebih mahal dengan kisaran mulai dari Rp8.000.000,00.

    Biaya tersebut belum mencakup dengan uang masuk yang mulai dari kisaran Rp10.000.000,00.

    Biaya tersebut belum termasuk dengan biaya praktikum, buku, seragam, dan lainnya.

  • Room Service Hotel: Pengertian, Fungsi dan Manfaatnya

    Room Service Hotel: Pengertian, Fungsi dan Manfaatnya

    Room service merupakan salah satu jenis pelayanan di hotel yang secara umum berarti pelayanan food & beverage di dalam kamar sebuah properti, baik itu hotel, villa atau bahkan resort sekalipun. 

    Sesuai pengertiannya, room service adalah bagian dan tanggung jawab dari departement food & beverage service (FBS). Room service dalam istilah perhotelan juga bisa disebut In-Room Dining. 

    Pengertian Room Service

    Beberapa ahli dalam bidang perhotelan mendefinisikan room service seperti berikut :

    1. Room Service menurut: S Meldlik (1980)

    Menurut S. Meldik room service adalah bagian dari tata hidang yang bertanggung jawab atas pesanan dan pelayanan.

    Yang berupa makanan dan minuman, untuk dihidangkan di kamar tamu atau di tempat lainnya di dalam hotel kecuali restoran.

    2. Room Sevice menurut: Warsum WA (1993)

    Mengutip pendapat Warsum WA, beliau mengatakan bahwa room service merupakan salah satu bagian dari food and beverage departement.

    Dan bertugas melayani tamu yang ingin menikmati makan dan minum di dalam kamarnya.

    3. Room Service adalah: Endar Sugiarto dan Sri Sulartiningrum (1998)

    Room service adalah bagian dari food and beverage service yang bertugas untuk mengelola penjualan makanan dan minuman yang diantar langsung ke kamar tamu yang menginap di sebuah properti.

    Dari ketiga pendapat tersebut kita sepakat bahwa memang room service ini merupakan tim dari food and beverage.

    Yang mana, secara khusus melayani permintaan dari tamu yang hendak menikmati makanan dan minuman dikamarnya. Entah itu breakfast, lunch, ataupun dinner.

    Apa perbedaan room service dengan restaurant atau bar service?

    Secara umum orang-orang yang ditugaskan di bagian room service memiliki tanggung jawab yang sama dengan mereka yang di bar ataupun restaurant.

    Hanya saja ada beberapa hal yang membedakan seperti :

    1. Lokasi penyajian

    Ini sudah pasti room service penyajian dilakukan di kamar, sementara service restaurant dilakukan di restaurant

    2. Cara pemesanan

    Di restaurant, tamu bisa memesan langsung dengan waiter/waitress tapi, dalam room service tamu hanya memesan makanan dan minuman melalui telepon maupun doorknob menu

    3. Menu

    Kalau di restaurant menu makanan lebih bervariasi namun, di room service untuk pilihan menu cenderung sedikit

    4. Jam Operasional

    Untuk pelayanan di restaurant tergantung dari buka/tutupnya restaurant.

    Biasanya order terakhir beradapa pada pukul 10 atau 10.30 malam.

    Namun sebaliknya, room service pelayanannya biasanya buka selama 24 jam.

    Apa tujuan dari room service?

    Room service ini merupakan salah satu trik dari hotel untuk mendapatkan income tambahan dari tamu yang menginap selain hanya mendapatkan income dari kamar saja. 

    Selain itu dengan adanya room service ini akan menambah value dari kualitas pelayanan hotel tersebut yang tentunya nanti di harapkan bisa menambah tingkat kepuasan tamu-tamu yang menginap disana. 

    Satu hal yang lebih penting dengan adanya room service ini hotel bisa memperkenalkan makanan-makanan yang menjadi ciri khas dari hotel tersebut ke tamu.

    Baca juga: 3 Alasan Utama Kenapa Banyak Training Saat Kerja di Hotel

    Struktur Organisasi Room Service

    Untuk menjalankan operasionalnya, team room service dipimpin oleh seorang Room Service Manager seperti gambar berikut dan tugas mereka masing-masing :

    struktur organisasi room service

    Tugas Room Service Manager

    • Memimpin dan mengarahkan tim room service agar bekerja sesuai dengan SOP
    • Bertanggung jawab atas seluruh keperluan operasional dari departement room service
    • Bertanggung jawab secara langsung kepada F&B Manager
    • Melakukan pengawasan terhadap kelancaran operasioanl room service terutama pelayanan makan dan minum kepada tamu
    • Membuat action plan atau rencana kerja bagi semua lini di room service
    • Memastikan program training dan development berjalan lancar untuk peningkatan sumber daya manusia untuk semua personil room service

    Tugas Assisten Room Service Manager

    • Memeriksa dan memastikan absensi waiter dan order taker
    • Mengawasai persiapan service yang akan dilakukan
    • Mengontrol kualitas pesanan yang akan disajikan ke tamu
    • Bertanggung jawab secara langsung kepada room service manager
    • Menggantikan tugas head waiter saat berhalangan hadir atau libur
    • Mengawasi dan membagi tugas untuk persiapan peralatan room service
    • Membuat laporan operasional baik itu bulanan atau harian ke Room Service Manager
    • Mengatur penggunaan peralatan dan bahan agar efisien

    Tugas Order Taker

    • Menerima dan mencatat semua pesanan tamu
    • Sebagai pusat informasi hotel kepada tamu
    • Melakukan up selling baik itu makanan atau minuman
    • Menyampaikan dan bertangung jawab atas pesanan tamu kepada waiter
    • Mengontrol setiap pesanan tamu sebelum di antar ke kamar.

    Tugas Waiter/Waiters

    • Menyiapkan alat makan dan alat hidang
    • Mengantar makanan dan minuman yang dipesan ke kamar tamu
    • Menyajikan makanan dan minuman ke kamar tamu
    • Melakukan clearing up atau membersihkan segala peralatan  makanan dan minuman di kamar tamu
    • Menyampaikan atau menyerahkan bill tagihan pembayaran

    Prosedur Pelayanan Dalam Room Service

    Untuk bagian ini kita coba bahas bagaimana prosedur ketika menerima order room service dan bagaimana prosedur ketika proses penyajiannya di kamar.

    Prosedur Menerima Order 

    • Tamu memesan makanan atau minuman dapat melalui telepon atau doorknob menu
    • Order taker menuliskan pesanan tamu ke order slip yang mana biasanya terdiri dari 3 rangkap yang nantinya didistribusikan ke dapur atau ke bar, kasir, serta ke pramusaji
    • Pramusaji beserta tim food and beverage product yang lain menyiapkan pesanan tamu di kitchen yang disesuaikan dari order slip, atau ke bar (service bar) jika tamu memesan minuman yang mengandung alkohol   
    • Jika makanan sudah siap dari kitchen, maka hidangan di bawa kembali ke room service station guna diperiksa kembali apakah sudah sesuai dengan pesanan tamu, dan setelah itu pramusaji juga melengkapi dengan alat makan atau cutleries, serta makanan penyertanya atau bumbu penyedapnya (condiment), seperti sambal saus tomat, tabasco, dan lain-lain
    • Setelah semuanya sudah selesai, pramusaji ke oom service cashier untuk mengambil guest bill dan menstempel guest bill tersebut
    • Hidangan diantar ke kamar tamu oleh waiter atau waitress yang sedang bertugas.

    Prosedur Penyajian di Kamar

    • Waiter/waitress mengetuk kamar tamu sebanyak 3x sembari menyebutkan identitas (room service)
    • Setelah tamu membukakan pintu,waiter/waitress mengucapkan salam kepada tamu tersebut (selamat pagi, selamat siang, atau selamat malam tergantung dari waktu pengantarannya)
    • Waiter/waitress menanyakan kepada tamu hidangan akan diletakkan di mana
    • Jika tamu mengatakan terserah, maka waiter bisa  meletakkan hidangan tersebut di dekat jendela yang menghadap ke luar, dengan maksud pada saat tamu menikmati hidangannya tamu juga dapat melihat pemandangan ke luar
    • Jika waiter mengantar hidangan menggunakan trolley, maka trolley diperbesar dahulu dengan membuka sayap kiri dan kanan serta pastikan bahwa trolley telah terkunci dengan baik agar pada saat tamu makan, trolley tersebut tidak lepas dari kaitannya
    • Jangan lupa juga tanyakan kepada tamu apakah memerlukan pelayanan pada saat menikmati hidangan dari waiter. Jika tidak maka waiter memberikan guest bill kepada tamu untuk ditandatangani.
    • Sebelum meninggalkan kamar tamu, waiter/waitress mematikan alat pemanas (heater atau rechaud) yang terletak di sebelah bawah trolley. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti hidangan hangus atau terjadi kebakaran
    • Setelah itu waiter/waitress memberikan magic word-nya seperti  have a nice day kepada tamu, dan mengucapkan salam sekali lagi kepada tamu
    • Waiter/waitressi meninggalkan kamar tamu, dan menutup kembali pintu kamar tamu dengan perlahan
    • Waiter/waitress kembali ke kasir room service untuk menyerahkan guest bill dan kembali ke station.

    Baca Juga: Pengertian Banquet Hotel dan Struktur Organisasinya

  • Banquet Adalah: Pengertian dan Struktur Organisasinya [Banquet Service]

    Banquet Adalah: Pengertian dan Struktur Organisasinya [Banquet Service]

    Banquet adalah salah satu bagian dari team F & B khususnya food & beverage service. Tim banquet adalah orang-orang yang secara general bertugas menghandle event-event MICE (meeting, incentive, convention, exibition) yang ada di hotel ataupun restaurant. 

    Keberadaan tim banquet justru sangat penting dalam sebuah hotel jika hotel tersebut memang memiliki market yang besar untuk MICE activity selain leisure.

    Lalu apa saja tugas dari banquet ini? Mari kita ulas lebih detail dan jelas di artikel berikut ini.

    Apa itu Banquet / Pengertian Banquet

    Banquet adalah sebuah kata yang  berasal dari bahasa Perancis yang artinya “Panjang”.

    Kabarnya, jaman dahulu bangsa Perancis sering mengadakan acara berkumpul sambil makan enak pada meja panjang diantara kelompoknya masing-masing.

    Menurut kamus pariwisata dan perhotelan banquet adalah suatu resepsi eksklusif yang diselenggarakan di ruangan khusus, dengan menyediakan makanan eksklusif dan fasilitas yang lain. 

    Pendapat lain juga mengatakan banquet merupakan outlet Food and Beverage Departement yang bertugas untuk menangani semua jenis aktivitas.

    Baik acara pesta maupun jamuan yang diadakan oleh satu panitia maupun pihak lain yang membuat reservasi ke hotel.

    Jadi secara umum, bisa disimpulkan banquet adalah pelayanan sebuah acara yang telah direncanakan dan dibooking sebelumnya oleh pihak tertentu.

    Meliputi jamuan makan, minum, dan lengkap dengan ruangan.

    Beserta segala kelengkapan peralatan yang dibutuhkan dalam waktu tertentu.

    Baca juga: Perkembangan Dunia Perhotelan di Indonesia, Menarik dan Inspiratif

    Sejarah Banquet

    Keberadaan banquet timbul karena dilatarbelakangi oleh kodrat manusia yang saling berhubungan dan berinteraksi pada zaman dulu khususnya orang-orang Perancis dalam hal ini keluarga maupun kerabat kaisar. 

    Mereka sering kali mengadakan acara berkumpul sambil makan enak diantara kelompoknya masing-masing. Mereka biasanya mengundang para relasi untuk  berkumpul bersama-sama dengan makanan yang tersedia.

    Banquet sendiri merupakan sarana yang tidak jauh berbeda dengan restoran baik dari segi   perlengkapan, peralatan serta tata saji yang disuguhkan. 

    Satu hal yang membedakan adalah, banquet tidak menyediakan sajian secara permanen seperti di restoran.

    Melainkan diselenggarakan setelah adanya kesepakatan. Yaitu antara pihak pemesan yang akan menyelenggarakan acara dengan pihak hotel lengkap dengan berbagai bentuk  jaminannya.

    Struktur Organisasi Tim Banquet

    Tentunya dalam sebuah tim, selalu ada struktur organisasi untuk memudahkan komunikasi dan pembagian tugas yang jelas. Berikut struktur organisasi banquet secara general :

    banquet-staff

    Banquet Manager 

    • Bertanggung jawab atas banquet section yang dia pimpin
    • Melakukan pengawasan dan Mengkoordinir semua staff yang berada di bawahnya serta memberikan pembinaan secara rutin agar pelayanan dibanquet tetap maksimal
    • Tetap menjaga hubungan baik dengan departement lain seperti dengan F & B Manager,Public Relation Manager, Sales Manager, Restaurant manager, Chief Engineering, Sous Chef, F&B Manager, Chief Security dan Executive Housekeeper
    • Memastikan kesiapan tugas dan seluruh staff. Dalam hal ini Banquet Manager harus memperhatikan dan mendengarkan input tamu serta menyelesaikan masalah yang harus dipecahkan.
    • Mengawasi operasional banquet hingga selesai.

    Secretary

    • Membantu Banquet manager dalam menengani hal-hal yang bersifat administratif
    • Membuat laporan-laporan yang masuk, baik dari hasil rapat maupun laporan yang berasal dari pihak luar, termasuk pengaduan-pengaduan dan saran-saran dari tamu yang ada.
    • Selain itu secretary juga bertugas sebagai perantara sebelum bertemu dengan Banquet Manager, terutama yang menggunakan telepon

     Banquet Supervisor:

    • Memantau dan mengkoordinasi segala kegiatan, mulai dari menyiapkan kebutuhan acara sampai pelayanan kepada tamu.
    • Bekerja sama dengan tim kitchen, bar, ataupun bagian- bagian lain untukterciptanya suasana kerja yang baik.
    • Menghandle  segala keluhan dari tamu atau permintaan yang dibutuhkan tamu, juga mengecek segala peralatan yang ada
    • Membantu Banquet Manager jika mengalami kesulitan.
    • Bertanggung jawab langsung kepada Banquet Manager  atas segala kegiatan yang ada di Banquet serta mengawasi cara kerja semua bawahannya selama event masih  berlangsung.

     Banquet Captain

    • Membuat schedule ditambah dengan pembagian tugas sesuai jabatan masing-masing.
    • Menggambarkan konsep ruangan, pengaturan meja, kursi, meja buffet, mini garden, juga mengontrol dekorasi.
    • Mengontrol semua persiapan sebelum event dimulai.
    • Welcoming tamu yang akan datang sebelum menyerahkan lebih lanjut kepada waiter .
    • Membuat daily report
    • Melaporkan hasil kegiatan kepada supervisior dan banquet manager tentang hasil kerja selama event

    Banquet Waiter 

    • Melaksanakan tugas yang sudah diinstruksikan oleh banquet captain.
    • Bertanggung jawab terhadap area yang merupakan bagian tugasnya, seperti kebersihan dan kerapian.
    • Mengecek  semua kelengkapan peralatan yang dibutuhkan untuk keperluan event nantinya, mulai dari table cloth, napkin, peralatan makan dan minum serta bagian-bagian lain-lain.
    • Mengatur ruangan kembali dengan sempurna setelah tamu meninggalkan ruangan.

    Urutan Kegiatan Banquet

    Sebelum kegiatan banquet ini diadakan, biasanya ada beberapa tahapan yang biasanya dilakukan antara pihak hotel dengan pihak yang ingin mengadakan banquet event. Bagaimana mekanismenya? Ini dia penjelasannya .

    Sebelum Event

    Pada saat proses dealing suatu event, pihak  Sales banquet akan menawarkan berbagai produk pelayanan dengan berbagai fasilitas disertai rincian biayanya. Pihak pelanggan akan memilih produk yang ditawarkan oleh pihak Banquet sesuai dengan keinginanya.

    Dalam proses ini kedua belah pihak akan saling melakukan pendekatan, yang mana pihak diwakili oleh Banquet sales dan representative atau Banquet manager.

    Sedangkan pelanggan diwakili oleh tuan rumah atau panitia pelaksana. 

    Hal ini dilakukan untuk mencapai kesepakatan yang nantinya technical meeting sebelum acara berlangsung yang melibatkan berbagai pihak terkait baik dari pihak hotel sendiri maupun dari pihak  pelanggan.

    Setelah proses tersebut selesai dan kedua belah pihak sudah deal, selanjutnya adalah menandatangani surat perjanjian yang  berisi hak dan kewajiban masing-masing pihak.

    Saat Event Berlangsung

    Tahap inilah yang  merupakan saat yang dinantikan oleh tamu atas dasar kesepakatan yang telah dibuat bersama. Biasanya dalam pelaksaan ketika hari H, akan selalu ada perubahan-perubahan mendadaky ang muncul dari pihak pelanggan.

    Jika perubahan tersebut sifatnya tidak terlalu krusial mungkin tidak menjadi masalah, akan tetapi jika tejadi sebaliknya maka akan menjadi masalah yang mengganggu

    Karena itu pentingnya surat perjanjian diawal sebagai dasar kesepakatan bisa dijadikan pedoman dalam setiap penyelesaian masalah yang mungkin terjadi. 

    Banquet service saat event berlangsung adalah sebagai berikut:

    • Preperation (persiapan menjelang pelaksanaa)
    • Service (pada saat acara berlangsung)
    • Clear up (begitu acara selesai segera dibersihkan dan dirapikan kembali seperti semula)

    Setelah Event Selesai

    Setelah acara selesai, hal-hal yang berkaitan dengan pembayaran sudah harus di finalisasi saat proses ini.

    Selain itu juga disini juga merupakan saat yang tepat bagi Banquet untuk menerima segala keluhan dan masukan dari pihak tamu atau pelanggan untuk perbaikan dan peningkatan service kedepannya.

    Kamu sudah mengetahui secara detail Banquet adalah salah satu team yang ada di sebuah hotel. Yang biasanya khusus memberikan service ketika ada permintaan dan order dari pelanggan.

    Baca Juga :