Category: Housekeeping

  • Berbagai Perlengkapan Housekeeping Trolley

    Berbagai Perlengkapan Housekeeping Trolley

    Perlengkapan housekeeping trolley digunakan oleh Room Attendant dalam menjalankan tugas kerjanya sebagai bagian dari SOP manajemen departemen Housekeeping hotel.

    Umumnya, trolley ini memiliki banyak ruang yang berisi berbagai barang kebutuhan tamu dan peralatan untuk menjaga kebersihan kamar hotel demi meningkatkan kenyamanan.

    Housekeeping trolley dapat memuat banyak barang dalam rak susun, mulai dari dari gadget, amenities, stationeries, garbage, humper, linen humper, trolley rack dan wheel.

    Nah, jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai berbagai perlengkapan housekeeping trolley, simak penjelasan dalam artikel berikut ini.

    Fungsi Housekeeping Trolley

    Housekeeping trolley menjadi alat bantu utama yang digunakan untuk memuat berbagai perlengkapan housekeeping bagi Room Attendant.

    Tentunya beragam perlengkapan yang dibawa harus efisien demi mendukung kinerja petugas housekeeping untuk mempersiapkan kamar yang bersih, rapi, dan nyaman bagi tamu.

    Fungsi housekeeping trolley umumnya digunakan untuk mempermudah efisiensi tugas Room Attendant dalam mengangkut perlengkapan dan kebutuhan di kamar hotel.

    Oleh karena itu, housekeeping trolley berperan penting dalam membawa dan menata perlengkapan secara rapi dan dalam kondisi bersih serta berfungsi dengan baik.

    Ciri Housekeeping Trolley yang Baik

    Demi mendukung kinerja Room Attendant dalam membawa perlengkapan housekeeping, penting bagi pengelola hotel untuk menyediakan trolley yang baik.

    Berikut ini beberapa ciri trolley yang baik agar efisiensi dan efektivitas kerja petugas housekeeping bisa semakin maksimal.

    • Memiliki ruang yang cukup dalam bentuk rak-rak susun untuk menampung barang-barang dan perlengkapan housekeeping yang dibutuhkan.
    • Trolley sebaiknya terbuat dari bahan yang kuat tetapi ringan.
    • Pilih trolley dengan kualitas yang baik agar awet dan tahan lama.
    • Trolley juga harus mudah dirawat, diperbaiki, dan memiliki suku cadang yang mudah didapat.
    • Pastikan trolley memiliki roda yang dapat mengikuti gerak secara fleksibel agar mudah didorong.
    • Trolley harus memiliki sisi-sisi yang bulat agar tidak mudah melukai petugas atau merusak barang-barang yang dibawa.
    • Pilih trolley yang tidak menimbulkan polusi dan suara berisik saat digunakan hingga memberikan kenyamanan kepada tamu.

    Berbagai Perlengkapan Housekeeping Trolley

    Dalam mempersiapkan seluruh perlengkapan housekeeping ke dalam trolley, biasanya petugas akan memasukkan perlengkapan berupa peralatan dan kebutuhan tamu.

    Trolley tersebut menampung perlengkapan mulai dari linen supplies, cleaning equipment and supplies, guest supplies hingga perlengkapan tambahan lainnya.

    Berikut ini berbagai perlengkapan housekeeping trolley yang harus dibawa Room Attendant untuk membersihkan dan merapikan kamar setelah tamu selesai menginap.

    1. Linen Supplies, terdiri dari sprei double sheet dan single sheet, pillow case, bath towel, hand towel, face towel, bath mat atau bath rug.
    2. Guest Supplies, merupakan perlengkapan tamu yang meliputi bath soap, hair shampoo, bath foam, tooth brush & paste, tissue, toilet paper, shower cap, sanitary napkin, sanitary bag/disposal bag, matches, candle hingga stationary kit berupa envelope, writing paper, postcard, cable gram, memo pad, guest comment slip, ballpoint brosur dan lain sebagainya.
    3. Cleaning equipment, seperti Wash cloth/rinse cloth/dry cloth, hand brush, bottle sprayer, glass cleaner, toilet bowl cleaner, glass sgueezee, hand glove, dry vacuum cleaner, dan sponge.
    4. Carry cady, merupakan kotak perlengkapan pembersih bahan-bahan pembersih, floor cleaner, toilet bowl cleaner, metal polis, wooden polish, glass cleaner, detergent, deodorizer, air freshener, dan lain sebagainya.
    5. Others supplies, berupa laundry bag, laundry cleaning list, room service menu, door knob menu, Do Not Disturb sign, telephone tend card, folder/hotel promotion, TV/video programme, sewing kit, danger notice/ wet caution, dan formulir room report.

    Menata Perlengkapan Housekeeping Trolley

    Bukan hanya mempersiapkan perlengkapan berupa peralatan dan kebutuhan tamu, penataan housekeeping trolley juga perlu diperhatikan untuk memudahkan kinerja.

    Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh petugas Room Attendant saat menata perlengkapan housekeeping trolley.

    • Sebelum menempatkan perlengkapan ke dalam trolley, pastikan untuk membersihkan trolley agar kebersihan tiap rak susun terjaga.
    • Penempatan setiap perlengkapan, baik guest supplies hingga cleanning equipment ditata secara konsisten, sesuai urutan yang sudah diatur, dan terhindar dari risiko bercampur.
    • Pastikan trolley terisi persediaan yang cukup dan hindari pengisian yang melebihi kapasitas agar tidak menghalangi pandangan saat mendorong trolley.
    • Parkirkan trolley rapat pada dinding saat berada di koridor agar tidak menghalangi koridor atau menutupi pintu kamar.
    • Trolley harus di dorong, bukan ditarik.
    • Pastikan juga untuk merawat trolley secara berkala, terutama roda trolley yang harus diberi pelumas agar lancar pada saat didorong dan tidak menimbulkan suara yang mengganggu kenyamanan.
    • Kembalikan trolley ke floor station setelah selesai digunakan dan harus dibersihkan terlebih dahulu.

    Perawatan dan Penyimpanan Perlengkapan Housekeeping Trolley

    Bukan hanya menata, petugas Room Attendant juga wajib memperhatikan perawatan dan penyimpanan perlengkapan housekeeping yang tepat.

    Hal ini penting dilakukan demi menjaga semua alat housekeeping dan trolley berfungsi dengan baik dalam jangka waktu yang lama.

    Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perawatan dan penyimpanan perawatan dan penyimpanan perlengkapan housekeeping trolley.

    • Peralatan harus selalu bersih dan pastikan agar tidak berdebu.
    • Petugas harus selalu memeriksa dengan teliti kelengkapan alat kerjanya sebelum dan sesudah penggunaan.
    • Pastikan untuk menggunakan peralatan sesuai dengan fungsinya .
    • Tempat penyimpanan perlengkapan housekeeping harus kering, bersih, tidak lembab, serta ada sirkulasi udara.
    • Untuk peralatan jenis mesin, kabel harus digulung kembali setelah digunakan.
    • Rutin melakukan pengecekan kabel agar terhindar dari risiko electric shock karena ada yang terkelupas.
    • Segera matikan mesin setelah selesai digunakan, lalu simpan di tempat yang datar dan hindari menyandarkannya di dinding, pintu atau jendela.
    • Khusus vacuum cleaner dan floor machine, lepaskan semua selang, pipa, pad hingga aksesoris setelah selesai digunakan serta simpan dalam keadaan bersih dan kering.

    Itulah tadi penjelasan mengenai berbagai perlengkapan housekeeping trolley hingga cara menatanya sesuai urutan dan SOP yang diberlakukan manajemen departemen housekeeping.

    Dengan mengetahui apa saja perlengkapan housekeeping trolley, petugas Room Attendant akan semakin mudah mengenali peralatan kerjanya dan cara penataannya.

  • Executive Housekeeper: Pengertian, Tugas, dan Struktur Organisasinya

    Executive Housekeeper: Pengertian, Tugas, dan Struktur Organisasinya

    Dalam departemen Housekeeping hotel, ada posisi sebagai Executive Housekeeper yang menempati jabatan tertinggi dan memastikan tugas perawatan hotel berjalan lancar.

    Perannya sendiri juga tidak kalah penting dalam menjaga kinerja tim Housekeeping agar menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai SOP.

    Mulai dari membagi jadwal cleaning supplies ke masing-masing lantai sampai melakukan pencataatn dan pemeriksaan barang yang hilang atau rusak untuk diganti dengan yang baru.

    Untuk memahami lebih lanjut, simak pembahasan tentang Executive Housekeeper mulai dari pengertian, tugas, dan struktur organisasinya.

    Apa Itu Housekeeping?

    Sebelum mengenal lebih detail terkait jabatan Executive Housekeeper, tidak ada salahnya untuk mengetahui apa itu Housekeeping terlebih dahulu.

    Secara tata bahasa, Housekeeping terdiri dari dua kata yaitu “house” yang artinya rumah dan “keeping” yang artinya memelihara.

    Dalam lingkup bisnis perhotelan, Housekeeping diartikan sebagai departemen operasional dalam hotel yang mengurus tugas terkait perawatan dan kebersihan hotel.

    Tim Housekeeping akan bertugas untuk membersihkan kamar dan melayani kebutuhan tamu atau pengunjung selama menginap di hotel dalam bidang kebersihan dan perawatan.

    Lalu, bagaimana dengan pengertian Housekeeping menurut para ahli? Berikut beberapa penjelasan yang akan memudahkan pemahaman.

    Menurut Djohan, T.M (1993), Housekeeping adalah bagian di dalam hotel yang menangani hal-hal terkait keindahan, kerapihan, kebersihan, kelengkapan seluruh kamar juga seluruh area umum agar seluruh tamu dan karyawan merasa aman dan nyaman di dalam hotel.

    Darsono (1995) menjelaskan jika Housekeeping merupakan bagian dari hotel yang punya tanggung jawab atas kebersihan, kerapian serta kenyamanan kamar penghuni, ruangan umum, restoran, bar, dan sejumlah hal lainnya.

    Sedangkan menurut Sulastiyono (1999), Housekeeping adalah salah satu bagian yang memiliki peran dan fungsi vital dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu, terutama menyangkut sejumlah hal seperti pelayanan, kenyamanan, pelayanan keindahan, dan kebersihan ruang hotel.

    Pengertian Executive Housekeeper

    Executive Housekeeper adalah pimpinan atau manager di departemen Housekeeping yang bertanggung jawab atas kelancaran operasional divisinya.

    Perannya cukup penting dalam pembinaan staf, ketertiban administrasi, pelaksanaan kebersihan, kerapian, kenyamanan, menjaga perlengkapan di guest room, public area, dan office serta pengendalian anggaran biaya operasional di divisi Housekeeping.

    Tugas Executive Housekeeper

    Lalu, apa saja tugas Executive Housekeeper? Sebagai seorang manager, tugas umum Executive Housekeeper berkaitan dengan beberapa hal, yaitu sebagai berikut.

    • Bertanggung jawab atas kelancaran operasional di departemen Housekeeping.
    • Melakukan koordinasi kerja dengan kepada semua staff section.
    • Membuat rancangan program kerja dan anggaran operasional departemen.
    • Memberikan pelayanan kebersihan dan kebutuhan khusus untuk tamu VIP.
    • Mengawasi rancangan kerja yang telah dibuat agar berjalan dengan baik.
    • Melaksanakan tugas pemeliharaan dan pencatatan properti milik hotel yang rusak atau hilang serta melakukan penggantian barang tersebut.
    • Melakukan pembinaan staf dengan merencanakan dan melaksanakan pelatihan kerja demi membangun lingkungan kerja yang harmonis serta nyaman.
    • Melakukan evaluasi hasil kerja rutin setiap bulan.
    • Menciptakan hubungan yang baik dan harmonis terhadap atasan dan departemen lainnya.

    Stuktur Organisasi Housekeeping

    Sama seperti departemen lainnya dalam hotel, divisi Housekeeping juga mempunyai struktur organisasi dengan jabata-jabatan yang memiliki perannya masing-masing.

    Meski memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda, tetapi semua staf Housekeeping saling berhubungan satu dengan yang lainnya.

    Berikut ini struktur organisasi Housekeeping yang banyak diterapkan di berbagai hotel.

    1. Executive Housekeeper

    Executive Housekeeper adalah pimpinan tertinggi divisi Housekeeping yang bertanggung jawab dalam pengawasan operasional departemen dan kinerja staf-staf dibawahnya.

    Wewenang yang dimiliki meliputi membuat shift kerja, menentukan perlengkapan kerja yang harus dibeli, melatih staf, serta mengkoordinasikan dan mengawasi kinerja staf Housekeeping.

    Peran manajerial dari Executive Housekeeper yang sangat tinggi ini memungkinkan kondisi hotel dapat terjaga dengan baik berdasar arahan dan kebijakan yang dibuat.

    2. Assistant Housekeeper

    Assistant Housekeeper adalah staf Housekeeping yang berperan untuk mendampingi dan menggantikan manajer dalam menjalankan tugasnya.

    Selain itu, ada kalanya mereka juga menjadi perwakilan Executive Housekeeper saat berhalangan hadir dan merangkum semua laporan operasional departemen.

    Nantinya, laporan tersebut akan menjadi bahan acuan bagi manager atau Executive Housekeeper dalam mengambil keputusan.

    3. Order Taker

    Di bawah asisten, ada Order Taker yang tugasnya hampir sama dengan customer service hotel yang berkaitan dengan kebutuhan tamu.

    Order Taker bertanggung jawab atas penerimaan pesanan atau telepon dari tamu yang menginap, mencatat pesanan tersebut, lalu melaporkannya ke departemen Housekeeping.

    Umumnya, ada kualifikasi terkait sikap ramah dan kemampuan menerima komplain dari tamu dengan kepala dingin untuk menempati posisi ini.

    4. Floor Supervisor

    Floor Supervisor adalah jabatan yang membawahi room section untuk memastikan setiap tugas melayani tamu hotel dilakukan dengan benar.

    Floor supervisor juga menjadi orang yang pertama kali bertanggung jawab apabila terjadi komplain dari tamu.

    Biasanya, setiap 1-3 lantai dibawahi oleh 1 orang supervisor yang juga harus menandatangani form laporan kerusakan apabila peralatan hotel yang rusak dan butuh perbaikan atau penggantian.

    Floor Supervisor juga bertanggung jawab untuk memberikan laporan terhadap kondisi hotel di setiap lantai agar selalu terpantau dalam keadaan yang baik.

    5. Housekeeper

    Housekeeper merupakan staf Housekeeping yang akan berhubungan langsung dengan tamu dengan mengunjungi setiap kamar tamu untuk membersihkan ruangan.

    Selain itu, Housekeeper juga bertugas untuk memberikan fasilitas yang dibutuhkan oleh para tamu, termasuk layanan perbaikan dan penggantian perlengkapan yang rusak.

    Pembagian Departemen Housekeeping

    Mengingat setiap staf di departemen Housekeeping memiliki tugasnya masing-masing, penting untuk membuat pembagian kerja agar tidak bertabrakan satu sama lain.

    Untuk itu, job desc yang ada dibuat berdasarkan pembagian departeman Housekeeping tertentu sebagai berikut.

    1. Public Area Section

    Dalam pembagian di departemen publik area section, staf Housekeeping bertanggung jawab untuk memastikan kebersihan di seluruh area publik hotel.

    Mulai dari lobby hotel, restoran, kolam renang, sampai gym dan fasilitas umum lainnya yang ada di hotel agar semua tamu dapat menikmati fasilitas hotel yang bersih dengan nyaman.

    2. Room Section

    Pembagian di departemen Housekeeping berikutnya adalah room section yang berperan untuk memenuhi semua kebutuhan tamu selama menginap di hotel.

    Diantaranya, membersihkan kamar sebelum dan setelah tamu menginap, mengecek fungsi semua peralatan di kamar, serta mengecek kelengkapan amenities seperti alat mandi dan handuk.

    3. Laundry Section

    Untuk pembagian di departemen ini, staf Housekeeping bertanggung jawab atas tugas mencuci seluruh kain yang ada di setiap kamar, mulai dari handuk, sarung bantal, hingga sprei.

    Bahkan di beberapa hotel, ada staf di bagian laundry section yang memiliki tugas mencuci seragam Housekeeping.

    4. Linen Section

    Departemen linen section menjalankan tugas untuk membawa seluruh kain yang telah dicuci oleh bagian laundry section,

    Kain-kain tersebut selanjutnya akan diantar kembali ke setiap kamar dan memastikan seluruh kamar di hotel telah dilengkapi handuk, sarung bantal, serta sprei bersih dan wangi.

    5. Florist dan Gardener

    Tidak berhubungan langsung dengan kamar tamu, departemen Florist dan Gardener bertugas untuk menjaga dan merawat taman-taman hotel.

    Peran divisi ini terbagi menjadi dua, yaitu merawat bunga-bunga yang ada di lobby dan lorong hotel oleh Florist dan menjaga area taman di outdoor agar tetap indah oleh Gardener.

    6. Houseman dan Housemaid

    Pembagian tugas untuk divisi Houseman dan Housemaid adalah untuk menjaga kebersihan dan mengecek persediaan alat-alat di hotel.

    Tanggung jawabnya juga berkaitan dengan pengawasan seluruh inventaris hotel agar selalu berfungsi dengan baik dan aman digunakan oleh para tamu.

    Itulah tadi pembahasan tentang Executive Housekeeper mulai dari pengertian, tugas, dan struktur organisasinya yang sudah kami rangkum.

    Dengan mengenal apa itu Executive Housekeeper dan perannya di hotel, kamu akan semakin mudah untuk memahami tanggung jawab dan posisi dari jabatan tersebut.

  • Houseman: Pengertian, Tugas, Tanggung Jawab dan Gaji

    Houseman: Pengertian, Tugas, Tanggung Jawab dan Gaji

    Dalam bisnis perhotelan, setiap divisi yang bekerja di hotel memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, salah satunya Houseman.

    Profesi ini berada di bawah departemen Housekeeping yang memegang peranan dalam menjaga kebersihan hotel secara menyeluruh, kecuali kamar tamu dan dapur.

    Seluruh staf bagian Housekeeping, baik itu Houseman maupun Housemaid, umumnya memiliki jam kerja dalam shift yang berbeda dengan staf dari departemen lain.

    Nah, untuk memahami lebih lanjut, artikel berikut ini akan membahas tentang Houseman yang meliputi pengertian, tugas, tanggung jawab, dan gaji.

    Pengertian Houseman

    Houseman adalah karyawan hotel di bawah supervisi Housekeeping yang bertanggung jawab untuk merawat dan menjaga kebersihan hotel, mulai dari lobi, lift, hingga koridor.

    Dalam praktiknya, Houseman juga bertugas untuk menyediakan perlengkapan yang bersih bagi tamu hotel, seperti handuk dan linen,.

    Selain itu, perbaikan elektronik juga menjadi tugas seorang Houseman, seperti AC, pemanas portable, TV hingga sistem kunci elektronik.

    Shift Kerja Houseman

    Jam kerja Houseman tidak sama dengan staf hotel pada umumnya mengingat aktivitas housekeeping berhubungan dengan waktu check in dan check out tamu.

    Oleh karena itu, ada penerapan shift kerja Houseman yang terbagi menjadi tiga demi efektivitas dan efisiensi kerja.

    1. Shift Pagi

    Shift pagi Houseman yang dimulai dari jam 08.00 sampai 15.00 ini disebut dengan istilah morning shift dengan jumlah kru yang biasanya lebih banyak.

    Umumnya, tugas di shift 1 ini meliputi dusting, vacuming, moping, glasswiping, membuang sampah, serta membersihkan guest toilet dan employe toilet.

    2. Shift Sore

    Jadwal kerja shift 2 atau shift sore berlangsung mulai dari jam 15.00 hingga 23.00 dengan konsentrasi pekerjaan yang masih sama, yaitu kebersihan, kerapian, dan pemeliharaan.

    Secara khusus, Houseman shift sore bertugas untuk melanjutkan tugas kerja dari shift pagi yang belum selesai, membersihkan kantor manajemen, dan mengontrol kebersihan lobi hotel.

    3. Shift Malam

    Shif 3 atau shift malam dari Houseman melakukan tugas kerjanya pada jam 23.00 sampai 08.00 keesokan harinya.

    Houseman akan melakukan tugas kebersihan secara menyeluruh atau general cleaning yang meliputi pembersihan karpet lobi, tangga, gang, dinding lobi, ruang rapat hingga loker karyawan.

    Bahkan shift 3 Houseman juga bertugas untuk membantu melakukan pembersihan banquet atau outlet Food & Beverage setelah pesta.

    Tugas dan Tanggung Jawab Houseman

    Secara umum, tugas dan tanggung jawab Houseman ada tiga, yaitu:

    1. Melakukan tugas kebersihan hotel yang meliputi public area, offices, meeting room, lobby, restoran, lounge, bar, hingga toilet.
    2. Mengecek dan membersihkan area gedung hotel bagian luar, seperti taman, koridor depan, tangga menuju swimming pool, dan sebagainya.
    3. Merawat, menempatkan dan mengganti tanaman pot di public area demi menjaga keindahan serta kenyamanan tamu selama menikmati fasilitas umum hotel.

    Tugas Pokok Houseman

    Namun, sebenarnya ada juga tugas pokok Houseman yang harus diutaman. Berikut beberapa diantaranya.

    1. Membersihkan seluruh public area yang meliputi office, lobby, restoran, lounge, bar, toilet-toilet di seluruh hotel, meeting room, dan arcade.
    2. Menjaga kebersihan furniture hotel, lantai, karpet, kaca, pintu, dan seluruh asbak baik di setiap meja maupun standing astray di publick area.
    3. Memelihara perlengkapan dan peralatan yang digunakan untuk bekerja.
    4. Set-up function restoran dan ruang pertemuan bila ada booking dari tamu yang akan menggunakannya.
    5. Merawat tanaman hotel dan membersihkannya.
    6. Mengatur susunan tanaman yang sudah tidak sesuai atau kurang bagus.
    7. Melaporkan semua jenis kerusakan, kehilangan, atau kejadian-kejadian yang tidak semestinya kepada Housekeeping Supervisor.
    8. Melaksanakan general cleaning di periode tertentu.
    9. Merencanakan dan melaksanakan pest control agar lingkungan hotel terbebas dari nyamuk, lalat, tikus dan serangga lainnya.
    10. Membuat mini garden untuk meeting room.

    Tugas Tambahan Houseman

    Selain tugas pokok di atas, ada juga tugas tambahan Houseman yang meliputi tanggung jawab berikut ini.

    1. Menjaga kekompakan kerja dan menjalin kerja sama yang baik dengan departmen lainnya jika dibutuhkan.
    2. Menciptakan suasana kerja yang sehat dan nyaman.
    3. Melaksanakan semua perintah atasan, terutama Housekeeping Supervisor yang bertanggung jawab langsung.
    4. Menghadiri meeting atau briefing kerja yang dibuat demi menjaga kualitas dan efisiensi serta efektivitas kerja.

    Jenis Houseman

    Dalam departemen Housekeeping, ternyata Houseman sendiri terbagi dalam beberapa jenis yang banyak ditemukan di hotel.

    Berikut ini jenis Houseman yang penting untuk diketahui dan dikenali dengan tanggung jawab kerja yang berbeda-beda.

    1. Public Area Houseman

    Public Area Houseman adalah staf Houseman yang bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan area publik di hotel demi menciptakan kesan positif kepada tamu hotel.

    Area ini meliputi lobby, koridor, restoran, lounge, toilet umum, dan area umum lainnya yang umumnya dapat dilihat oleh seluruh tamu hotel yang sedang menginap.

    Selain itu, ada juga tanggung jawab untuk melakukan pembersihan secara berkala, memastikan keamanan dan kenyamanan area publik serta melakukan perbaikan kecil yang dibutuhkan.

    2. Room Attendant Houseman

    Room Attendant Houseman memiliki tugas untuk membantu Housekeeper dalam membersihkan kamar tamu.

    Tugas ini juga meliputi menyediakan alat-alat pembersih, menjemur handuk, mengganti seprai, dan menata perlengkapan di kamar yang akan ditempati tamu hotel.

    3. Laundry Houseman

    Tugas dari laundry Houseman umumnya membantu kegiatan laundry hotel, seperti mencuci, mengeringkan, dan menyetrika linen hotel.

    4. Gardener Houseman

    Sedangkan Gardener Houseman memiliki tanggung jawab untuk merawat taman dan halaman hotel dengan memangkas rumput, pohon, hingga menanam bunga.

    5. Maintenance Houseman

    Selanjutnya, ada Maintenance Houseman yang bertanggung jawab untuk menjaga dan memperbaiki seluruh fasilitas hotel, mulai dari sistem AC, listrik, hingga plumping.

    Gaji Houseman

    Setelah membahas tentang pengetian hingga tugas dan tanggung jawab, sekarang giliran besaran gaji Houseman di sebuah hotel.

    Sebenarnya, nominal gaji dari karyawan di bagian Housekeeping ini cukup bervariasi tergantung lokasi hotel, kelas hotel, pengalaman kerja, hingga jenis tugas yang dilakukan.

    Secara rerata, gaji Houseman dan staf Housekeeping pada umumnya berada di kisaran Rp 3.000.000 hingga Rp 4.000.000 per bulan.

    Namun, nominal gaji tersebut bisa saja lebih tinggi di hotel besar atau di kota besar yang memiliki beragam destinasi wisata dan dikunjungi banyak wisatawan.

    Misalnya, hotel bintang 5 di Jakarta atau Bali bisa saja menawarkan gaji sebagai Houseman hingga mencapai Rp 6.000.000 per bulan.

    Hanya saja, nominal tersebut juga turut dipengaruhi kinerja yang diberikan dan lama masa kerja yang diabdikan sesuai kebijakan hotel masing-masing.

    Itulah tadi penjelasan yang sudah kami rangkum tentang Houseman yang meliputi pengertian, tugas, tanggung jawab, dan gaji yang didapatkan.

    Dengan pemahaman informasi di atas, kamu yang ingin menjajal profesi ini akan lebih memahami seluk beluk Houseman agar bisa menjalankan pekerjaan dengan baik.

  • Chemical Housekeeping: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

    Chemical Housekeeping: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

    Chemical housekeeping merupakan bahan-bahan kima dalam perlengkapan housekeeping yang digunakan untuk membersihkan suatu hotel agar mendapatkan hasil yang maksimal.

    Dikenal juga sebagai chemical housekeeping equipment, cairan pembersih berbahan kimia ini membutuhkan penanganan yang tidak sembarangan saat proses membersihkan. Pasalnya, terbuat dari formula khusus dan terdiri dalam beberapa jenis dengan fungsi yang berbeda-beda.

    Untuk itu, artikel kali ini akan membahas tentang chemical housekeeping, mulai dari pengertian, jenis, dan fungsinya yang banyak digunakan dalam industri perhotelan.

    Pengertian Chemical Housekeeping

    Chemical housekeeping adalah cairan pembersih yang terfomulasi dari unsur-unsur bahan kimia yang umumnya digunakan untuk aktivitas perawatan kebersihan di hotel.

    Kandungan bahan kimia dalam cairan tersebut memastikan proses membersihkan benda atau tempat tertentu menjadi lebih mudah dan cepat.

    Bahkan efisiensi kerja dari petugas Housekeeping juga semakin meningkat karena pengerjaan mengangkat noda dan kotoran tak perlu menguras tenaga terlalu banyak.

    Baca juga: Pengertian Housekeeping Hotel dan Pembagian Kerjanya

    Jenis dan Fungsi Chemical Housekeeping

    Setelah mengetahui apa itu chemical housekeeping, kini giliran mengenal jenis-jenisnya lengkap dengan kegunaan masing-masing.

    Berikut jenis dan fungsi chemical housekeeping yang sering digunakan dalam pekerjaan housekeeping di lingkup perhotelan.

    1. Multi Purposes Cleaner

    Multi purposes cleaner adalah salah satu jenis chemical housekeeping serbaguna yang memiliki kegunaan membersihkan berbagai kotoran dengan jangkauan yang luas.

    Obat pembersih ini dapat diaplikasikan ke berbagai benda, seperti peralatan makan berupa gelas dan piring, furniture ruangan, serta kaca ruangan.

    2. Detergent

    Jenis chemical detergent berfungsi sebagai obat pencuci yang memiliki ketahanan meski tercampur air berkadar mineral tinggi.

    Secara umum, jenis detergent terbagi menjadi detergent biasa dan detergent laundry yang memiliki fungsi berbeda.

    Detergent biasa berfungsi sebagai cairan pencuci untuk benda keras seperti gelas atau porcelain, sedangkan detergent laundry untuk mencuci pakaian dan segala jenis kain

    3. Carbol

    Carbol atau karbol merupakan jenis lainnya dari chemical housekeeping dengan kadar unsur kimai yang cukup keras dan mengandung desinfektan.

    Cairan ini banyak digunakan dalam proses pembersihan kamar mandi dan toilet karena cukup ampuh membunuh kuman-kuman.

    Dalam praktiknya, karbol yang sering dimanfaatkan berupa karbol murni dan karbol yang telah tercampur dengan jumlah perbandingan yang aman.

    Sebagai informasi tambahan, bahan dasar karbol adalah arpus yang didapat melalui proses penyulingan getah dari pohon pinus.

    4. Floor Cleaner

    Jenis chemical Housekeeping selanjutnya yaitu floor cleaner atau pembersih lantai yang umumnya sama saja dengan penggunaan di rumah tangga maupun hotel.

    Beberapa merek komersial yang ada di pasaran dapat digunakan sebagai cairan pembersih lantai di industri hospitality.

    5. Bowl Cleaner

    Bowl cleaner merupakan jenis dari chemical Housekeeping dengan desinfektan yang berfungsi untuk mengangkat kotoran membandel pada keramik dan kloset kamar mandi.

    Cara penggunaannya juga cukup mudah, yaitu dengan menyiram cairan cleaner pada kerak atau noda membandel di keramik, kloset, dan kamar mandi.

    6. Furniture Polish

    Furniture polish juga tergolong dalam jenis perlengkapan chemical housekeeping yang berfungsi untuk merawat berbagai perabot dalam ruangan agar tetap awet dan tampak baru.

    Terkait cara penggunaan, cukup poleskan furniture polish pada seluruh bagian perabot yang terbuat dari kayu, plastik, kulit, vynil, dan karet hingga mengkilap.

    7. Glass Cleaner

    Jenis obat pembersih kimia glass cleaner dirancang untuk membantu merawat dan membersihkan benda berbahan kaca dan cermin.

    Umumnya, jenis ini berbentuk cair dan digunakan dengan cara menyemprotkan cairan pada kaca atau cermin lalu di lap dengan kain pembersih.

    8. Metal Polish

    Metal polish merupakan pembersih kimia golongan heavy duty yang digunakan khusus untuk membersihkan benda berbahan dasar besi atau logam.

    Fungsi utama metal polish yaitu menghilangkan berbagai jenis kotoran dan permasalahan pada besi akibat oksidasi udara dan logam atau kotoran yang mengendap seperti karat.

    9. Air Freshner

    Sesuai namanya, air freshner merupakan salah satu chemical housekeeping berupa pengharum ruangan yang juga berfungsi sebagai pembunuh kuman.

    Umumnya, cairan pembersih ini dipasang pada alat elektrik otomatis hingga dimanfaatkan juga untuk membuat udara dalam ruangan tetap wangi dan tidak bau atau lembap.

    10. Chemical Housekeeping Tambahan

    Selain beberapa jenis chemical housekeeping di atas, ada beberapa bentuk pembersih berbahan kimia tambahan yang digunakan, antara lain sebagai berikut.

    Batu Apung

    Batu apung yang berbentuk padat cukup ampuh untuk mengangkat berbagai jenis kotoran membandel dan pekat pada area toilet serta kamar mandi.

    Ameral

    Chemical housekeeping tambahan berikutnya adalah ameral, obat pembersih kimia berbentuk kristal yang berfungsi sebagai penghilang lumut pada kolam renang dan semua jenis kolam atau tempat timbunan air.

    Applied 4000

    Obat pembersih ini memiliki fungsi yang sama dengan batu apung, hanya saja bentuknya berupa serbuk dengan tekstur kasar.

    Kaporit

    Bahan kimia serbuk lain yang cukup sering digunakan adalah kaporit untuk memelihara kualitas air pada kolam dengan cara ditebarkan ke dalam kolam renang.

    Rylan Powder

    Rylan powder merupakan sejenis chemical housekeeping yang berfungsi untuk membersihkan kerak pada bathtub, lingkaran pada toilet, hingga wastafel.

    Marble Powder

    Ada juga marble powder, serbuk pembersih yang bermanfaat untuk membersihkan lantai marmer dan terasso.

    Demikianlah informasi tentang chemical housekeeping, mulai dari pengertian, jenis, dan fungsinya yang banyak digunakan dalam industri perhotelan hingga rumah tangga.

    Sebagai bagian dari perlengkapan housekeeping, tentunya penggunaan chemical housekeeping cukup berperan penting meski juga butuh kehati-hatian dalam pemakaiannya.

  • Departemen yang Ada di Hotel dan Tugasnya

    Departemen yang Ada di Hotel dan Tugasnya

    Departemen yang ada di hotel menjadi bagian dalam struktur organisasi yang mendukung operasional hotel sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

    Pembagian departemen ini juga berfungsi sebagai pos-pos untuk memberikan pelayanan terbaik bagi semua tamu hotel.

    Pasalnya, setiap departemen memiliki job desc yang berbeda tetapi masih berkesinambungan satu dengan lainnya.

    Jika kamu tertarik untuk mempelajari lebih lanjut, simak pembahasan mengenai departemen yang ada di hotel dan tugasnya berikut ini.

    Departemen yang Ada di Hotel dan Tugasnya

    Berikut beberapa departemen yang ada di hotel dan tugasnya yang penting untuk diketahui bagi kamu yang berminat bekerja di bisnis hospitality.

    1. Front Office Department

    Front Office Department adalah salah satu departemen penting yang ada di hotel dan sering dianggap sebagai wajah dari hotel itu sendiri.

    Staf di Front Office juga disebut sebagai first and last impression yang merupakan ujung tombak hotel terkait tingkat kepuasan tamu

    Pasalnya, departemen ini memiliki tugas yang berhubungan langsung dengan tamu, mulai dari reservasi, check in dan check out, hingga memberikan informasi selama tamu menginap.

    Bahkan aktivitas terkait pelayanan pindah kamar juga harus melalui staf Front Office ini, termasuk saat tamu akan meninggalkan hotel dan melunasi tagihan.

    Baca juga: Front Office Hotel: Pengertian, Tugas, Struktur Organisasi, dan Gajinya

    Tidak heran jika Front Office Department menempati peran sebagai pusat kegiatan sekaligus pusat informasi hotel dengan beberapa divisi yang memiliki peran berbeda.

    Mulai dari Reservation Section, Concierge, Telephone Operator, Front Office Cashier, hingga Airport & Harbor Representative yang menangani penjemputan tamu.

    2. Housekeeping Department

    Departemen di hotel berikutnya adalah Housekeeping yang bertanggung jawab atas kebersihan, keindahan, kerapian, dan pemeliharaan seluruh fasilitas serta lingkungan hotel.

    Umumnya, departemen ini terbagi menjadi beberapa divisi, di antaranya Florist, Gardener, Roomboy, Houseman, dan Minibar Staf.

    Mengingat tugasnya yang berkaitan dengan tata graha hotel, Housekeeping Departement juga mengelola area umum hotel, kantor, dan kamar tamu.

    Untuk area umum dan kantor, staf Housekeeping berkewajiban menjalankan tugasnya di lobby, restaurant, koridor, dan taman hotel baik indoor maupun outdoor.

    Sedangkan untuk pemeliharaan kamar tamu, kebersihan dan kerapihan kamar hingga area kamar mandi juga menjadi wewenang departemen Housekeeping.

    Layanan dari staf Housekeeping juga tidak kalah penting karena kepuasan selama beristirahat di kamar juga menjadi indikasi kualitas hotel.

    3. Laundry Department

    Laundry Department seringkali dianggap menyatu dengan Housekeeping mengingat keduanya bekerja di area yang hampir berdampingan.

    Departemen di hotel ini bertanggung jawab untuk menyediakan linen-linen bersih untuk keperluaan kamar, restoran dan meeting room, hingga seragam karyawan dan pakaian tamu.

    Adapun bagian-bagian dari Laundry Department meliputi Valet Laundry yang mengatur perawatan dan penyelesaian pakaian, Washer, Presser, Marker, hingga Checker.

    4. F&B Service

    Food and Beverages (F&B) Service menjadi salah satu departemen di hotel yang menangani layanan makan dan minum.

    Para staf di departemen ini juga berhadapan langsung dengan tamu demi memberikan pelayanan terbaiknya.

    Area kerja staf F&B Service meliputi restoran, banquet, bar, dan room service yang melayani tamu saat ada pemesanan untuk menyajikan makanan dan minuman ke kamar.

    5. F&B Product

    F&B Product sering juga disebut sebagai Kitchen Department yang bertugas untuk menangani pengolahan makanan dan minuman, dari bahan mentah hingga siap saji.

    Hidangan ini nantinya menjadi bagian dari servis hotel untuk semua tamu-tamunya yang datang ke restoran untuk menikmati santapan yang disediakan.

    Kualitas rasa hingga perencanaan variasi menu menjadi wewenang departemen ini untuk memberikan pengalaman bersantap yang berkesan.

    6. Sales and Marketing Department

    Berikutnya, ada Sales and Marketing Department di hotel yang memiliki tugas dalam hal pemasaran dan penjualan layanan hotel kepada masyarakat atau calon konsumen.

    Tugas ini mengedepankan tanggung jawab product knowledge dan privacy policy hotel untuk branding kamar dan seluruh fasilitas yang tersedia.

    Tidak heran jika staf Sales and Marketing hotel juga wajib memiliki keterampilan human relation dan komunikasi dalam memasarkan serta mempresentasikan produk.

    7. Accounting Department

    Accounting Department menjadi departemen di hotel yang bertugas untuk mencatat dan mengawasi seluruh keuangan hotel, mulai dari pengeluaran sampai pemasukan.

    Urusan administratif ini juga mencakup pencatatan pembayaran cashless atau non tunai dan pembelian barang yang dibutuhkan untuk operasional hotel.

    Staf di departemen Accounting juga memiliki wewenang dalam pembuatan laporan keuangan rutin yang bisa dipertanggungjawabkan kepada tim manajerial.

    Beberapa bagian dari departemen ini antara lain General Cashier, Cost Control, Income Auditer hingga Book Keeper.

    8. Purchasing Department

    Purchasing Departement merupakan divisi yang ada di hotel yang bertanggung jawab atas keseluruhan pembelian dan pengadaan kebutuhan hotel.

    Semua kebutuhan operasional hotel dari setiap departemen akan dibeli oleh tim Purchasing melalui pengajuan pengadaan barang.

    9. Engineering Department

    Engineering Department yang ada di hotel memiliki tugas penting terkait perencanaan dan pemasangan gedung beserta alat-alat elektronik yang digunakan untuk operasional hotel.

    Selain itu, staf Engineering juga bertugas menangani perawatan dan perbaikan mengecek barang-barang elektronik, alat-alat serta mesin di hotel jika terjadi kerusakan.

    10. Human Resources Department

    Human Resources Department merupakan departemen krusial yang ada di hotel dengan tugas dan tanggung jawab terhadap pengembangan sumber daya manusia dalam sebuah hotel.

    Staf yang bekerja di departemen ini mempersiapkan proses perekrutan dan penyeleksian, wawancara, hingga penerimaan karyawan baru.

    Selanjutnya, tugas untuk menyiapkan kontrak kerja dan melakukan training atau pelatihan kerja juga menjadi job desc staf Human Resources.

    Hal ini menjadi penting karena karyawan baru wajib dibekali pengetahuan dasar agar dapat bekerja maksimal dan sesuai dengan SOP hotel yang berlaku.

    Selain itu, staf Human Resources Department memiliki wewenang dalam pemutusan hubungan kerja, cuti karyawan, dan surat peringatan untuk pegawai.

    11. Security Department

    Security Department juga menjadi divisi keamanan yang ada di hotel dengan tugas untuk menjaga keamanan area hotel.

    Area kerja mulai dari pintu masuk utama hingga seluruh lingkungan hotel mewajibkan staf bagian departemen ini melakukan pengecekan berkala ke semua area termasuk koridor.

    Bahkan staf Security Department juga bertugas untuk mengecek seluruh tamu hingga karyawan hotel yang masuk dan keluar hotel.

    Ada kalanya tugas untuk menjaga dan mengawasi kamar tamu yang diduga skipper juga menjadi tanggung jawab staf di departemen ini.

    Selain itu, tugas tambahan Security juga pencatatan nomor plat kendaraan yang masuk ke hotel, termasuk kendaraan yang mengantarkan tamu ke hotel.

    Itulah tadi pembahasan mengenai departemen yang ada di hotel dan tugasnya yang kami rangkum untuk memudahkan pemahaman.

    Meski ada cukup banyak departemen yang ada di hotel, tetapi semua tetap saling berhubungan satu sama lain demi menciptakan kenyamanan tamu.

    Tidak heran jika antar departemen tetap terhubung dan saling mendukung saat menjalankan tugasnya masing-masing.

  • Peralatan Laundry Manual dan Makinal, Jenis dan Perbedaannya

    Peralatan Laundry Manual dan Makinal, Jenis dan Perbedaannya

    Peralatan laundry manual dan makinal adalah peralatan yang dibutuhkan pengusaha laundry untuk membuka jasanya.

    Pengusaha laundry sangat perlu untuk mengetahui peralatan apa saja yang wajib disediakan saat membangun usahanya.

    Semua peralatan tersebut tentunya dapat menunjang kinerja laundry agar pakaian bisa dicuci dengan lebih cepat, lebih bersih, dan tentunya tidak memerlukan tenaga kerja lebih banyak.

    Perbedaan Peralatan Laundry Manual dan Makinal

    Sebelum membahas jenis-jenis peralatan laundry manual dan makinal, mari kita ketahui dulu perbedaan antara peralatan laundry manual dan peralatan laundry makinal.

    Peralatan laundry manual adalah peralatan laundry yang dioperasikan secara manual oleh manusia dan tidak membutuhkan banyak tenaga listrik.

    Sedangkan peralatan laundry makinal adalah peralatan laundry yang digunakan sebagai alat penunjang agar pekerjaan lebih mudah, lebih cepat, dan lebih rapi. Peralatan ini biasanya berupa mesin atau alat-alat yang membutuhkan tenaga listrik.

    Jenis-Jenis Peralatan Laundry Manual dan Makinal

    Di bawah ini akan kami jelaskan mengenai peralatan laundry manual dan makinal beserta jenis dan perbedaannya.

    Peralatan Laundry Manual

    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, peralatan laundry manual adalah peralatan laundry yang tidak memerlukan banyak energi listrik atau bahkan tidak memerlukan energi listrik sama sekali.

    Baca juga: Nama – Nama Alat yang Ada di Laundry Hotel Beserta Penjelasannya

    Berikut ini jenis-jenis peralatan laundry manual yang diperlukan pengusaha jasa laundry.

    1. Troli

    Troli merupakan peralatan laundry manual yang berfungsi untuk membawa dan memindahkan pakaian yang siap dicuci. Troli juga biasa digunakan untuk membawa cucian dengan ukuran besar dan berat seperti karpet.

    2. Linen Humper

    Linen Humper merupakan wadah untuk menyimpan lena atau linen kotor yang siap dicuci.

    3. Ember

    Ember adalah alat untuk merendam cucian dengan sabun, membilas cucian, sampai cucian siap dikeringkan.

    4. Drum

    Drum adalah alat atau wadah yang digunakan untuk menampung air sebagai keperluan mencuci. Satu drum dapat menampung 200 liter air.

    5. Gayung

    Gayung adalah sebuah alat untuk mengambil dan menuangkan air dari drum ke ember. Alat ini cukup penting sebagai alat penunjang dalam proses pencucian baju secara manual.

    6. Sikat Baju

    Sikat baju adalah alat gosok yang digunakan untuk menggosok kotoran yang sulit hilang pada baju. Biasanya berupa sikat tangan dengan bulu sikat yang tidak terlalu kasar dan juga tidak terlalu lembut.

    7. Hanger dan Stand Hanger

    Hanger dan Stand Hanger adalah peralatan yang digunakan setelah proses pencucian selesai. Hanger digunakan sebagai alat untuk menggantung pakaian basah sedangkan stand hanger digunakan sebagai tempat untuk menggantungnya.

    8. Keranjang

    Keranjang adalah alat yang digunakan sebagai wadah untuk membawa cucian atau pakaian yang sudah kering.

    9. Meja dan Alas Setrika

    Meja dan Alas Setrika adalah suatu set alat yang digunakan untuk menyetrika pakaian agar pakaian lebih rapi.

    10. Rak Lena

    Rak Lena adalah lemari bertingkat tanpa tutup yang digunakan untuk menyimpan pakaian yang sudah selesai disetrika.

    11. Timbangan

    Timbangan adalah alat untuk mengukur berat pakaian yang akan di-laundry. Saat ini laundry sudah menggunakan timbangan digital agar ukuran berat lebih akurat.

    12. Plastik

    Plastik adalah perlengkapan yang digunakan untuk mengemas pakaian yang sudah bersih, rapi, dan wangi. Setelah dikemas dengan plastik, cucian sudah siap diambil oleh pelanggan.

    13. Tas Laundry

    Tas Laundry adalah perlengkapan laundry yang digunakan sebagai wadah tempat cucian agar lebih mudah dibawa.

    14. Kantong Plastik Penutup Jas

    Kantong Plastik Penutup Jas adalah sebuah kantong khusus yang digunakan sebagai cover jas yang sudah selesai dicuci untuk menghindari kemungkinan jas kotor atau kusut.

    15. Kerah Karton

    Kerah Karton adalah perlengkapan yang digunakan saat melipat pakaian berkerah atau kemeja.

    16. Pressing Tag

    Pressing Tag adalah kartu yang digunakan untuk proses menyetrika pakaian.

    17. Polymark Tag

    Polymark Tag adalah pita untuk menandai cucian pelanggan.

    18. Laundry List

    Laundry List adalah sebuah catatan yang berisi daftar cucian pelanggan. Biasanya berisi nama pelanggan, jenis cucian, serta pilihan proses laundry.

    19. Formulir Laporan Penjualan

    Formulir Laporan Penjualan adalah catatan yang berisi penjualan harian yang kemudian dikumpulkan menjadi laporan penjualan bulanan.

    20. Counter Table

    Counter Table adalah meja petugas kasir untuk menerima, mencatat, pembayaran dan memberikan cucian kepada pelanggan.

    Peralatan yang ada di counter table adalah alat tulis, kalkulator, nota, kartu nama laundry, telepon, timbangan, dan lainnya.

    Peralatan Laundry Makinal

    Peralatan Laundry Makinal adalah peralatan laundry yang dalam pemakaiannya menggunakan listrik sehingga pengerjaan laundry bisa lebih cepat dan lebih rapi.

    Berikut ini jenis-jenis peralatan laundry makinal beserta penjelasannya:

    1. Setrika

    Setrika adalah alat yang digunakan untuk membuat pakaian menjadi lebih rapi setelah cucian bersih dan kering. Setrika yang digunakan biasanya berjenis setrika tangan.

    2. Mesin Penanda

    Mesin penanda adalah mesin khusus yang berguna memberikan tanda pada pakaian yang akan dicuci agar tidak tertukar antara 1 pelanggan dengan pelanggan lainnya.

    3. Mesin Penghilang Noda

    Mesin penghilang noda adalah mesin khusus yang digunakan untuk menghilangkan noda pakaian menggunakan spot removal dan dilakukan sebelum proses pencucian.

    4. Mesin Cuci

    Mesin cuci adalah alat utama dalam proses pencucian pakaian. Beberapa laundry sudah menggunakan mesin cuci otomatis, tapi ada juga yang masih menggunakan mesin cuci lama dengan pengoperasian manual.

    5. Dry Cleaning Machine

    Dry Cleaning Machine adalah mesin khusus untuk mencuci pakaian mewah atau pakaian yang tidak bisa dicuci dengan mesin cuci biasa. Contohnya, jas, gaun pengantin, baju pesta, atau pakaian dari bahan sutra, wool, dan bahan yang relatif lebih tipis.

    6. Extractor Machine

    Extractor Machine adalah mesin yang berguna untuk memeras pakaian basah setelah pakaian dicuci bersih. Mesin ini ada yang sudah menyatu dan menjadi bagian dari mesin cuci ada pula yang terpisah.

    7. Drying Tumbler

    Drying Tumbler adalah mesin pengering pakaian dengan memanfaatkan hembusan udara panas yang masuk ke dalam bagian drum mesin tempat pakaian diletakkan.

    8. Mesin Pelicin

    Mesin pelicin adalah mesin yang digunakan untuk membuat pakaian rapi setelah dicuci. Mesin pelicin terbagi menjadi beberapa macam, yaitu setrika manual, setrika uap panas, garment press serta body former atau suxy Q press (mesin khusus untuk melicin jas dan sejenisnya).

    9. Mesin Mangler

    Mesin Mangler adalah mesin khusus untuk melicin sprei, sarung bantal, taplak meja, dan sejenisnya.

    10. Carpet Extractor Machine

    Carpet Extractor Machine adalah mesin pemeras khusus untuk karpet yang memiliki bahan dan ketebalan berbeda dengan pakaian biasa.

    11. Flat Roll Ironer

    Flat Roll Ironer adalah sebuah alat untuk menggosok atau menyetrika bahan tertentu.

    12. Shirt Press Unit

    Shirt Press Unit adalah mesin khusus untuk melicinkan kemeja.

    13. Utility Press Unit

    Utility Press Unit adalah mesin khusus untuk melicinkan celana.

    14. Form Finisher

    Form Finisher adalah alat untuk melicinkan pakaian dari bahan tertentu. Seperti gaun, jas, dan sejenisnya.

    Jadi itulah peralatan laundry manual dan makinal, jenis dan perbedaannya yang perlu kamu tahu. Peralatan dan perlengkapan ini diperlukan jika kamu ingin membuka jasa laundry baik itu hotel maupun rumahan.

  • Guest Relation Officer: Pengertian, Tugas, dan Tanggung Jawabnya

    Guest Relation Officer: Pengertian, Tugas, dan Tanggung Jawabnya

    Pernah mendengar istilah Guest Relation Officer dalam industri perhotelan? Jika belum, simak penjelasan berikut untuk memudahkan pemahaman.

    Guest Relation Officer atau sering disingkat dengan GRO merupakan staf yang memiliki spesialisasi tugas pendampingan tamu di hotel.

    Tidak heran jika seorang GRO dituntut untuk memiliki kemampuan dalam hal melayani kebutuhan dan menjaga hubungan baik dengan tamu khusus.

    Untuk pemahaman lebih lanjut, berikut pembahasan mengenai Guest Relation Officer yang meliputi pengertian, tugas, dan tanggung jawabnya.

    Pengertian Guest Relation Officer

    Guest Relation Officer adalah karyawan hotel di bawah departemen Front Office yang bertugas menyambut, melayani tamu, dan memastikan kebutuhan tamu terpenuhi.

    Seorang GRO umumnya juga akan membantu penanganan reservasi akomodasi tamu hingga penanganan keluhan yang mungkin timbul.

    Oleh karena itu, GRO sering disebut memiliki spesialisasi dalam menjaga hubungan baik dengan tamu yang datang, terutama tamu VIP hotel.

    Dalam praktiknya, GRO juga berperan dalam menjaga branding hotel yang merupakan nilai jual terpenting dalam industri hospitality.

    Tugas dan Tanggung Jawab Guest Relation Officer

    Seperti jabatan di hotel pada umumnya, Guest Relation Officer atau GRO juga memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus dipenuhi sebagai bagian dari job desc perkerjaannya.

    Berikut ini beberapa tugas dan tanggung jawab Guest Relation Officer yang penting untuk kamu ketahui.

    1. Melayani Kebutuhan Tamu

    Melayani kebutuhan tamu menjadi salah satu tugas utama Guest Relation Officer yang cukup sering dijalankan dan mudah dikenali.

    Dalam hal ini GRO bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan agar tamu mendapatkan kesan dan pengalaman terbaik selama menginap di hotel.

    Misalnya, menyambut tamu yang datang dengan ramah dan memberikan pelayanan reservasi atau proses check in yang cepat serta efisien mengingat GRO bertugas di front desk.

    2. Menangani Keluhan Tamu

    GRO juga memiliki tugas sebagai penghubung tamu hingga seluruh keluhan dari tamu hotel akan ditangani secara langsung sampai tuntas.

    Umumnya, GRO akan menjalin komunikasi langsung maupun via telepon dan email dalam proses penanganan keluhan untuk ditindaklanjuti demi menjaga kepuasan tamu.

    3. Memberikan Rekomendasi Kepada Tamu

    Tugas dan tanggung jawab lain dari GRO juga berkaitan dengan pemberian informasi kepada tamu jika membutuhkan rekomendasi tertentu.

    Mulai dari objek wisata, destinasi kuliner, hingga pusat perbelanjaan populer di sekitar hotel yang bisa dikunjungi.

    Selain rekomendasi tempat rekreasi dan hiburan, GRO juga bisa bertugas untuk menjelaskan berbagai fasilitas di hotel yang bisa dimanfaatkan tamu selama menginap.

    Skill Wajib Guest Relation Officer

    Setelah mengetahui pengertian, tugas, dan tanggung jawab, kini giliran kemampuan yang wajib dimiliki oleh GRO.

    Berikut beberapa skill wajib Guest Relation Officer yang harus kamu ketahui dan kuasai jika ingin bekerja di jalur ini.

    1. Manajemen Waktu

    Tidak ada pekerjaan tanpa penguasaan kemampuan manajemen waktu yang baik, termasuk untuk GRO dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya.

    Terlebih jika seorang GRO harus menjalankan beberapa tugas dalam waktu bersamaan, pastinya kemampuan manajemen waktu harus dikuasai.

    Mulai dari menanggapi permintaan tamu, membantu reservasi, hingga mendengar dan menidaklanjuti keluhan tamu, semua dituntut selesai dengan baik.

    2. Customer Service

    Skill wajib selanjutnya dari GRO adalah kemampuan melayani yang umum dikenal dengan keahlian dalam bidang customer service.

    GRO memang akan sering terlibat sebagai penghubung tamu dan berinteraksi langsung dengan tamu hotel.

    Jadi, tidak heran jika kemampuan customer service akan menjadi skill penting dalam memberikan pelayanan yang baik kepada semua tamu hotel.

    3. Administrasi

    GRO juga wajib memiliki kemampuan administrasi mengingat peran pentingnya di bagian Front Office yang cukup krusial.

    Di front desk, GRO dituntut mampu mencatat pemesanan kamar, preferensi makanan, hingga permintaan khusus lainnya dari tamu.

    4. Sales

    Jika menilik dari peran  Guest Relation Officer yang menjadi ‘wajah hotel’ sebagai branding, sudah pasti pemahaman skill sales juga wajib dikuasai.

    GRO harus pandai ‘menjual’ kelebihan hotel dan seluruh fasilitas yang ditawarkan demi mendapatkan kepuasan tamu.

    Tanpa skill sales, pemasaran hotel akan terhambat karena tamu tidak memahami apa saja yang ditawarkan hotel dalam pelayanannya.

    5. Adaptif

    Sudah bisa dipastikan jika seorang GRO juga wajib menguasai kemampuan adaptif agar lebih fleksibel dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

    GRO dituntut menjadi pribadi yang dinamis saat berhubungan langsung dengan tamu, terlebih jika dihadapkan pada situasi tak terduga.

    Kemampuan ini juga akan membantu GRO dalam menyesuaikan diri pada perubahan keadaan dan situasi dengan cepat.

    6. Problem Solving

    Kemampuan untuk menyelesaikan masalah atau problem solving juga menjadi skill wajib dari GRO saat menghadapi masalah atau keluhan tamu.

    Sudah menjadi tugas GRO untuk memberikan penanganan yang cepat tanggap dengan cara berpikir kritis demi menemukan solusi yang memuaskan tamu.

    Demikianlah pembahasan mengenai Guest Relation Officer yang meliputi pengertian, tugas, dan tanggung jawabnya serta skill yang wajib dikuasai.

    Melalui informasi di atas, kamu akan semakin memahami peran Guest Relation Officer dalam industri hospitality yang cukup penting dalam departemen Front Office.

  • Apa itu Gardener? Tugas, Tanggung Jawab, dan Gaji

    Apa itu Gardener? Tugas, Tanggung Jawab, dan Gaji

    Apa itu gardener? Mungkin kamu sudah pernah mendengar profesi yang satu ini saat berada di hotel atau perusahaan dan mengaitkannya dengan tugas pemeliharaan taman.

    Sesuai namanya, gardener memang memiliki tanggung jawab untuk memelihara taman area hotel atau perusahaan, baik area indoor maupun outdoor.

    Meski bagi beberapa orang mungkin tampak remeh, tapi peran gardener justru cukup krusial dalam menciptakan keindahan dan kerapian seluruh area taman.

    Nah, jika kamu penasaran apa itu gardener, simak penjelasan lebih lanjut yang meliputi tugas, tanggung jawab, dan gaji yang diterimanya.

    Apa Itu Gardener?

    Gardener adalah pekerja di bagian Housekeeping yang bertanggung jawab atas seluruh tanaman dan area taman, baik di dalam maupun luar bangunan.

    Biasanya, profesi garderner ini banyak ditemui di lingkup perhotelan, perkantoran, villa, restoran, dan rumah sakit bahkan rumah pribadi.

    Dalam praktiknya, seorang gardener dituntut untuk membuat taman dan suasana bangunan menjadi asri, indah, nyaman, dan tidak monoton.

    Baca juga: Executive Housekeeper: Pengertian, Tugas, dan Struktur Organisasinya

    Tugas dan Tanggung Jawab Gardener

    Sesuai SOP yang berlaku, umumnya ada tugas dan tanggung jawab tertentu yang harus dijalankan gardener dengan baik

    Berikut beberapa tugas dan tanggung jawab gardener yang penting untuk diketahui dan umum dikerjakan sebagai kewajiban kerja.

    • Menjaga taman tetap indah dan bersih, baik taman di area dalam maupun luar gedung.
    • Melakukan perawatan tanaman secara rutin, mulai dari pengelolaan tanah dan media tanam, pemupukan, penyiraman, pemangkasan serta merapikan tanaman agar lebih cantik juga estetik.
    • Memastikan semua tanaman di dalam ruangan mendapat sinar matahari yang cukup dengan rutin mengganti atau me-rolling tata letak.
    • Mengganti tanaman yang sudah layu dengan tanaman baru demi memelihara keindahan di area gedung.
    • Menyediakan bunga atau tanaman hias lainnya bagi staff office Housekeeping yang akan digunakan untuk keperluan dekorasi.
    • Merawat dan mengontrol bunga yang dijadikan hiasan di area yang sering dilewati tamu agar terjaga keindahan dan keasriannya.
    • Menanami lahan kosong yang diperuntukkan sebagai taman dengan berbagai tanaman hias maupun bunga agar suasana menjadi lebih asri, sejuk, dan teduh.
    • Mengelola dan mengurus tanah atau media tanam lain agar siap untuk ditanami.
    • Menyediakan bibit tanaman untuk kebun atau rumah kaca.
    • Menanam dan mengurus seluruh tanaman sesuai dengan kebutuhan pemeliharaan masing-masing jenisnya
    • Mengurus seluruh tanaman di taman atau kebun dengan memperhatikan jadwal pemberian pupuk dan waktu penyiraman yang tepat.
    • Menata letak tanaman, termasuk tanaman dalam pot dengan kreativitas agar ada seni yang tercipta di area indoor maupun outdoor.
    • Memastikan area taman selalu terjaga kebersihannya, dengan rutin menyapu daun kering yang gugur dan memotong rumput-rumput liar.
    • Membuat laporan rutin tentang kondisi tanaman di seluruh area kerja.

    Alat Kerja Gardener

    Untuk menunjang kelancaran tugas kerjanya, ada alat-alat tertentu yang dibutuhkan seorang gardener yang cukup khas.

    Simak apa saja alat kerja gardener berikut ini yang dibutuhkan dan digunakan setiap hari dalam menjalankan peran di lingkup kerjanya.

    • Cangkul
    • Cetok
    • Pisau, parang / sabit
    • Tempat sampah
    • Sekop
    • Selang untuk penyiraman
    • Gunting tanaman
    • Mesin potong rumput
    • Alat penyemprot hama
    • Kereta dorong / trolley gardener
    • Kapak
    • Gergaji
    • Batu asah
    • Pupuk dan obat tanaman
    • Sarung tangan dan sepatu boot
    • Sapu dan ting sampah

    Skill Wajib Gardener

    Mengingat peran penting seorang gardener, baik di hotel atau perusahaan, ada skill wajib yang memang harus dikuasai.

    Berikut beberapa skill wajib gardener yang penting dimiliki demi menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik sesuai SOP.

    • Kemampuan mengenal dan memahami semua jenis tanaman di area kerja lengkap dengan cara pemeliharaannya yang meliputi pemupukan hingga penanggulangan hama.  
    • Mengetahui waktu penyiraman yang tepat dan perawatan rutin setiap tanaman.
    • Memiliki kesabaran dan ketelitian yang tinggi dalam mengurus serta memastikan kesehatan tanaman di area kerjanya.
    • Memahami kerentanan dari setiap tanaman dan mampu memberikan perawatan yang tepat.
    • Memiliki kreativitas dalam mengurus tanaman agar terlihat indah dan menarik.
    • Kemampuan administrasi sederhana untuk tugas penulisan laporan rutin terkait kondisi semua tanaman.

    Gaji Gardener

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, profesi gardener yang bisa berada di berbagai area mulai dari hotel hingga rumah sakit memungkinkan perbedaan kebijakan upah.

    Bahkan besaran gaji gardener sendiri juga dipengaruhi penempatan dan upah minimum kota, seperti profesi lain pada umumnya.

    Misalnya, gaji gardener hotel di daerah Bali yang notabene kawasan wisata terbilang paling tinggi dibanding lokasi kerja lainnya yaitu sekitar Rp 2.900.000 per bulan.

    Jika ditambah dengan tunjangan dan uang tip, rata-rata akan mendapatkan gaji sekitar Rp 3.500.000 hingga Rp 4.000.000 per bulan.

    Lain lagi dengan gaji gardener di villa atau homestay, biasanya berkisar antara Rp 2.500.000 hingga Rp 3.000.000 per bulannya tanpa mendapat tunjangan.

    Berbeda dengan penginapan, seorang gardener di rumah sakit biasanya akan mendapat gaji sesuai standar pengupahan daerah dengan rata-rata Rp 2.500.000 per bulan.

    Namun, nominal ini juga tidak bisa dijadikan patokan mengingat setiap lokasi kerja memiliki kebijakan sistem pengupahan yang berbeda-beda.

    Nah, itulah tadi informasi mengenai apa itu gardener yang meliputi tugas, tanggung jawab, dan gaji yang diterimanya.

    Jika kamu tertarik untuk bekerja di bidang ini, pastikan untuk mempersiapkan keterampilan dan skill yang dibutuhkan dengan baik.

    Bukan sekadar memahami apa itu gardener, tetapi juga mengupayakan penguasaan keahlian sebagai gardener agar bisa menjalankan peran dan tanggung jawab di area kerja.

  • Houseman Adalah Dan Tanggung Jawabnya Di Dunia Perhotelan

    Houseman Adalah Dan Tanggung Jawabnya Di Dunia Perhotelan

    Pemilihan hotel yang bersih dan rapi akan mempengaruhi kenyamanan kamu ketika liburan. Houseman adalah seseorang yang berjasa dalam mengatur kebersihan dan kerapihan kamar hotel yang akan kamu tempati.

    Akomodasi hotel menjadi salah satu hal yang wajib kamu perhatikan setiap kali ingin melakukan liburan atau perjalan ke luar kota. Hotel menjadi alternatif penginapan yang paling banyak dipilih oleh setiap orang saat melakukan perjalanan.

    Setiap hotel pasti memiliki houseman untuk menciptakan kamar hotel yang nyaman bagi setiap pengunjung. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang houseman dan tanggung jawabnya, simak penjelasan berikut ini!

    Houseman Adalah

    Houseman adalah seseorang yang bekerja di bagian housekeeping yang memiliki peranan penting dalam memastikan kebersihan seluruh lingkungan hotel, kecuali pada kamar tamu dan dapur hotel.

    Penataan dan kebersihan pada kamar hotel harus selalu diperhatikan karena area tersebut seringkali dipakai dan dilalui oleh karyawan hingga tamu. Houseman juga memiliki peran dalam memastikan penempatan benda sesuai dengan tempat dan keadaan ruangan.

    Houseman memiliki jangkauan kerja yang cukup luas dan harus bekerja secara profesional. Adapula ketua houseman bertugas dalam mengawasi kinerja houseman yang biasa dikenal dengan chief houseman (laki-laki) dan chief housemaid (perempuan).

    Mengenal Shift Kerja Houseman

    Jumlah pengunjung yang ada dalam setiap penginapan memang tidak bisa diperkirakan. Sehingga houseman terkadang harus bekerja setiap saat dan harus selalu siap sedia melayani kebutuhan pengunjung.

    Sebagai langkah efektif, saat ini waktu bekerja houseman diberlakukan sistem shift. Sistem shift ini biasanya terbagi menjadi tiga bagian yaitu shift pagi, shift sore, dan shift malam, simak penjelasan berikut ini!

    • Shift pagi bekerja dari jam 08.00 hingga 15.00, dalam shift ini akan banyak houseman crew yang bekerja karena pada pagi hingga siang biasanya pekerjaan akan lebih banyak dilakukan.
    • Shift sore bekerja dari jam 15.00 hingga 23.00, dalam shift siang biasanya akan lebih fokus pada pekerjaan kebersihan, kerapian, dan pemeliharaan.
    • Shift malam bekerja dari jam 23.00 hingga 08.00 keesokan harinya, pada malam hari houseman akan melakukan pembersihan secara menyeluruh atau yang lebih kamu kenal dengan general cleaning.

    Apa Saja Tanggung Jawab Houseman?

    Man disinfecting an office desk

    Setiap pekerjaan pasti memiliki tanggung jawab yang harus ditanggung setiap pekerja yang ada. Tidak terkecuali houseman, beberapa orang masih belum memahami mengenai tanggung jawab houseman yang ternyata tidak hanya bertugas untuk kebersihan saja lho!

    Berikut ini tanggung jawab houseman yang bisa kamu ketahui, yaitu sebagai berikut :

    1. Memastikan Kebersihan Public Area

    Houseman memiliki tugas utama untuk menjaga kebersihan dari setiap public area yang biasanya sering dilewati orang. Meliputi area office, lobby, restaurant, lounge, toilet, meeting room, dan ruang lainnya. Area publik yang terjaga kebersihan dan kerapihannya maka akan meningkatkan kenyamanan pengunjung yang bisa memanfaatkannya.

    2. Mengecek Kebersihan Area Luar

    Tidak hanya di dalam gedung saja, namun houseman juga harus selalu mengecek kebersihan yang ada di luar area gedung. Seperti pada area taman, tangga, koridor gedung, hingga swimming pool yang menjadi spot favorite pengunjung.

    3. Memelihara Setiap Komponen Tempat

    Houseman adalah orang yang tidak hanya bertanggung jawab untuk membersihkan saja, namun houseman juga bertugas dalam memelihara, menjaga, merawat, dan menempatkan komponen tempat sesuai dengan tempatnya. Seperti mengganti pot bunga, mengganti vas dan bunga, menempatkan pigura, jam, serta beberapa komponen lainnya yang menunjang estetika.

    Tugas Pokok Houseman

    Selain memiliki tanggung jawab, ternyata houseman juga memiliki tugas pokok yang harus selalu dijalankan. Houseman adalah salah satu peran penting dalam kualitas dan kesuksesan suatu penginapan.

    Apa saja tugas pokok houseman? Simak berikut ini:

    1. Membersihkan Public Area & Furniture

    Houseman memiliki tugas yang utama untuk membersihkan public area hingga furniture yang ada di dalamnya. Sehingga kegiatan pembersihan public area dan furniture ini harus dilakukan setiap hari.

    2. Memelihara Setiap Perlengkapan dan Peralatan

    Tidak hanya membersihkan furniture, namun houseman juga bertugas untuk memelihara setiap kelengkapan peralatan yang ada. Sehingga inventaris perlengkapan dan peralatan yang ada di daerah penginapan bisa terjaga.

    3. Mengatur Letak Function

    Ketika akan dilaksanakan meeting, pesta, dan acara lain di ruangan tertentu, maka houseman bertugas dalam menata function seperti lantai, karpet, kaca, dan perlengkapan lainnya.

    4. Merawat Tanaman

    Tidak melulu menjaga kebersihan, houseman juga memiliki tugas untuk merawat tanaman yang berfungsi untuk hiasan di ruangan atau garden. Tanaman menjadi salah satu unsur yang bisa meningkatkan keestetikan sebuah ruangan.

    5. Mengatur Susunan Tanaman yang Tidak Sesuai

    Houseman adalah pihak yang juga memegang peranan penting dalam mengatur susunan tanaman yang ada di vas, pot, atau yang ada di garden. Sehingga penampilan tanaman kan lebih tertata dengan rapi dan indah dipandang.

    6. Melaporkan Kerusakan

    Kerusakan menjadi hal yang tidak bisa dihindari, terutama untuk fasilitas yang ada di hotel atau penginapan yang sering disinggahi oleh orang, baik karyawan hingga pengunjung yang menginap. Houseman memiliki tugas dalam mengecek kelayakan dan kerusakan barang yang ada.

    7. Melakukan Pest Control

    Nyamuk, tungau dan serangga lain sering kali mengganggu para pengunjung yang ada di penginapan atau hotel. Oleh karena itu, sangat penting bagi pihak hotel dalam membasmi nyamuk dan serangga dengan melakukan pest control.

    8. Membuat Mini Garden untuk Meeting room

    Mini garden memiliki kontribusi yang cukup besar dalam meningkatkan kenyamanan, Houseman bertugas dalam membuat mini garden untuk meeting room atau ruang lain untuk meningkatkan nilai estetika.

    9. Distribusi Setiap Surat yang Masuk

    Distribusi surat juga menjadi salah satu tugas yang harus dilaksanakan oleh houseman, yang akan mendistribusikan surat yang masuk dan keluar dari departement.

    10. Menyiapkan Air Aqua Galon

    Houseman juga perlu menyiapkan air Aqua galon bagi karyawan yang berada di office ataupun department head dengan office masing-masing.

    Tugas Tambahan Houseman

    Selain dibebani dengan tanggung jawab dan tugas utama, ternyata houseman juga memiliki segelintir tugas tambahan yang perlu dijalankan. Berikut ini beberapa tugas tambahan houseman, yaitu :

    1. Houseman memiliki tugas untuk terus membina kekompakan dan menjalin kerja sama di lingkungan kerja agar tetap baik dengan departement lainnya.
    2. Menciptakan dan membina suasana kerja yang baik dan supportif.
    3. Membantu membuat dan membongkar meja dan kursi apabila ada event yang akan diadakan.
    4. Menghadiri meeting atau briefing sesuai perintah yang disampaikan atasan.
    5. Melaksanakan semua perintah atasan untuk meningkatkan kualitas penginapan.

    Houseman adalah salah satu pihak yang memiliki kontribusi besar dalam menciptakan dan meningkatkan kenyamanan pengunjung. Meskipun sering terdengar sepele, namun pekerjaan tanggung jawab, tugas utama, dan tugas tambahan houseman juga cukup berat.

    Demikian penjelasan mengenai apa itu Houseman dan tanggung jawabnya di dunia perhotelan. Semoga bisa membantu kamu yang ingin terjun atau bekerja di dunia perhotelan.