Tag: Tajwid

  • 15 Huruf Ikhfa Beserta Contoh dan Cara Membacanya

    15 Huruf Ikhfa Beserta Contoh dan Cara Membacanya

    Seorang muslim dianjurkan melafalkan bacaan Al-Qur’an dengan benar dan tepat. Pengucapan yang salah akan mengubah makna dari surat yang dibaca. Saat membaca Al-Qur’an kita akan menemukan banyak sekali hukum tajwid, salah satunya huruf ikhfa.

    Mempelajari tajwid ini dimaksudkan supaya bacaan Al-Qur’an terdengar lebih fasih dan tartil atau baik dan benar.

    Bagi sebagian muslim mungkin sudah mengetahui mengenai huruf ikhfa. Namun, bagi  yang belum mengetahuinya jangan khawatir karena di dalam artikel ini kita akan membahasnya lebih lanjut.

    Penasaran? Mari simak penjelasan di bawah ini.

    Apa itu Ikhfa?

    Dalam ilmu tajwid, ikhfa artinya menutupi atau menyamarkan yang berarti menyembunyikan huruf tertentu ke dalam huruf yang ada setelahnya. Cara membaca ikhfa adalah dibaca dengan ghunnah atau bunyi dengung.

    Tajwid sendiri merupakan ilmu yang mempelajari kaidah dan cara membaca huruf Alquran yang baik dan benar. Memahami tajwid berguna untuk menghindarkan umat Islam dari kesalahan dan perubahan makna ketika membaca ayat suci Alquran. 

    Kunci utama untuk menguasai hukum tajwid yang satu ini adalah menghafalkan huruf ikhfa yang terdiri dari 15 huruf.

    Berikut ini adalah 15 huruf ikhfa yang wajib dihafalkan:

    ت – ث – د – ذ – ز – ج – س – ش – ص – ض – ط – ظ – ف – ق – ك. 

    Hukum ikhfa dapat terjadi ketika nun sukun atau tanwin yang bertemu dengan salah satu huruf ikhfa. sehingga kita harus membacanya menutupi atau menyamarkan huruf ikhfa tersebut.

    Sebelum mengenal lebih lanjut mengenai ikhfa, kita perlu memahami ilmu tajwid hukum nun mati dan tanwin terlebih dahulu. Ada lima macam kategori dalam hukum nun mati dan tanwin. Berikut pembagiannya:

    1. Izhar Halqi

    Izhar Halqi ialah hukum bacaan apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf izhar halqi. Huruf yang termasuk kedalam izhar halqi yaitu Alif, Kha, Ain, Ha dan Ghain.

    Cara membacanya, nun sukun atau tanwin ketika bertemu dengan salah satu huruf di atas maka dibaca secara jelas, tidak samar, tidak mendengung dan pendek.

    2. Iqlab

    Iqlab terjadi apabila nun mati  atau tanwin bertemu dengan satu huruf saja yaitu huruf Ba’. Di dalam bacaan ini, bacaan nun mati atau tanwin tidak lagi dbaca sebagai nun, berubah menjadi bunyi huruf mim.

    Baca juga: Doa untuk Orang Tua; Arab, Latin dan Terjemahnya

    3. Ikhfa Haqiqi

    Ikhfa Haqiqi yakni menyamarkan. Hukum bacaan ini terjadi jika huruf nun mati atau tanwin bertemu dengan 15 huruf ikhfa.

    Apabila bertemu dengan huruf tersebut maka dibaca samara tau di antara bacaan izhar dan bacaan idgham.

    4. Idgham Bighunnah

    Idgham Bighunnah yakni hukum bacaan yang melebur disertai dengungan, yang berarti memasukan salah satu huruf nun mati ke dalam huruf sesudahnya.

    Cara membacanya harus mendengung apabila bertemu emat huruf Nun, Min, Wau dan Ya.

    5. Idgaham Bilagunnah

    Idgam Bilagunnah memiliki arti melebur tanpa dengung atau memasukan huruf nun mati atau tanwin ke dalam huruf Lam dan Ra.

    Meskipun demikian, hukum ini tidak berlaku jika nun mati serta huruf tersebut tidak berada dalam satu kata.

    Baca juga: Doa Ketika Gempa Bumi sesuai Sunnah, Arab-Latin dan Artinya

    Huruf  Ikhfa dan Contohnya

    Hukum bacaan ikhfa artinya dapat terbagi menjadi beberapa macam. Macam-macam ikhfa tersebut antara lain:

    1. Ikhfa Haqiqi

    Ikhfa artinya adalah berarti menyamarkan. Hukum bacaan ikhfa haqiqi ini berlaku apabila adanya huruf nun mati ataupun tanwin bertemu dengan huruf-huruf ikhfa yaitu ت – ث – د – ذ – ز – ج – س – ش – ص – ض – ط – ظ – ف – ق – ك. 

    Jika bertemu dengan huruf-huruf tersebut maka nun mati atau tanwin tersebut harus dibaca samar atau antara bacaan Izhar dan bacaan Idgham.

    Berikut contoh ikhfa haqiqi:

    Semua contoh berikut ini dibaca dengan samar dan mendengung.

    a. Nun sukun bertemu dengan huruf dal.

    وَ مِنْ دُوْنِهِمَا جَنَّتٰنِ

    Dibaca:  Waminng duunihimaa jannataan

    b. Tanwin bertemu dengan huruf tsa’.

    مَا ءً ثَجَّا جًا

    Dibaca: Maa-anng tsajjaajaa

    c. Nun sukun bertemu dengan huruf kaf.

    اِنْ كُنْتُمْ

    Dibaca: In kunngtum

    d. Tanwin bertemu dengan huruf jim.

    عَيْنٌ جَارِيَةٌ

    Dibaca: ‘aynunnjaariyah

    2. Ikhfa Syafawi

    Ikhfa Syawawi dibaca dengan cara samar-samar pada bibir dan juga dengan didengungkan. Ikhfa syafawi berbeda dengan ikhfa haqiqi. Perbedaannya adalah ikhfa syafawi bukan nun mati yang bertemu dengan huruf ikhfa melainkan huruf mim mati yang bertemu dengan huruf ba’.

    Berikut contoh Ikhfa Syafawi:

    a. Surat An-Nazi’at ayat 14

    فَاِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِۗ

    Faidzaahumm-bissaahirah

    Mim sukun dibaca mendengung dan samar membentuk bunyi ‘mm’, bibir mengatup dan tahan kira-kira 2 hingga 3 ketukan.

    b. Surat At-Takwir ayat 22

    وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُوْنٍۚ

    Wamaa shaahibukummmbimajnuun

    Mim sukun dibaca mendengung dan samar membentuk bunyi ‘mm’, bibir mengatup dan tahan kira-kira 2 sampai 3 ketukan.

    c. Surat Al-Ghasyiyah ayat 22

    لَّسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍۙ

    Lasta ‘alaihimmmbimushaithirin

    Mim sukun dibaca mendengung dan samar mengeluarkan bunyi ‘mm’, bibir mengatup dan tahan kira-kira 2 sampai 3 ketukan.

    3. Ikhfa Sughra atau Ikhfa Ab’ad

    Ikhfa sugra atau ikhfa ab’ad adalah ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ikhfa yang lebih jauh pengeluaran huruf hijaiyahnya dari huruf nun.

    Huruf-huruf dari ikhfa sughra ini adalah qof ( ق ) dan kaf ( ك ). Ikhfa sughra dibaca dengan berdengung tetapi pendek. Bacaan ikhfa sughra biasanya akan mengarah kepada bunyi “ng”.

    Contoh Ikhfa Sughra:

    1. مِنْ قَبْلُ : (ق) Nun sukun bertemu dengan qof
    2. مِنْكَ : (ك) Nun sukun bertemu dengan kaf

    4. Ikhfa Wusta atau Ikhfa Ausat

    huruf Ikhfa Wusta atau Ikhfa Ausat

    Ikhfa wusta adalah jika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ikhfa yang tidak jauh serta tak dekat dengan huruf nun. Huruf-huruf dari ikhfa wusta adalah ta’, jim, dzal, zay, sin, syin, sod, dhod, zha, fa’.

    Bacaan ikhfa wusta akan mengarah kepada “n-ng” sedangkan huruf fa akan mengarah kepada bunyi “m-f”.

    Contoh Ikhfa Wusta:

    a. QS. Al-Lahab 111: Ayat 3

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

    سَيَصْلٰى نَا رًا ذَا تَ لَهَبٍ 

    sayashlaa naarong zaata lahab

    Kita dapat melihat tanda tanwin bertemu dengan huruf dzal. Oleh karena itu, kita membaca dengan samar. Suara yang dihasilkan dari ikhfa ausath bersifat pertengahan antara kedua ikhfa tersebut.

    b. QS. Al-Ma’un 107: Ayat 5

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

    الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَا تِهِمْ سَاهُوْنَ 

    allaziina hum ‘ang sholaatihim saahuun

    Kita dapat melihat nun mati bertemu dengan huruf shod. Oleh karena itu, kita membaca dengan samar. Suara yang dihasilkan dari ikhfa ausath bersifat pertengahan antara kedua ikhfa tersebut.

    c.    QS. Al-Fil 105: Ayat 4

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

    تَرْمِيْهِمْ بِحِجَا رَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍ 

    tarmiihim bihijaarotim ming sijjiil

    Kita dapat melihat nun mati bertemu dengan huruf sin. Oleh karena itu, kita membaca dengan samar. Suara yang dihasilkan dari ikhfa ausath bersifat pertengahan antara kedua ikhfa tersebut.

    5. Ikhfa Kubra atau Ikhfa Aqrab

    Ikhfa kubra adalah nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ikhfa yang lebih dekat pengeluarannya pada huruf hijaiyahnya, dengan makhraj huruf nun.

    Huruf-hurufnya antara lain tha’ ( ط ), dal ( د ), ta’ ( ت ). Suara yang dihasilkan dari ikhfa kubra mendekati bunyi n dan suara berdengung lalu ditahan dua ketukan.

    Contoh Ikhfa Kubra:

    1. وَلَن تَجِدَ : (ت) Nun sukun bertemu ta
    2. مِن دُونِهِ  : (د) Nun sukun bertemu dal
    3. صَعِيدًا طَيِّبًا : (ط) tanwin bertemu dengan tha

    Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membaca Huruf Ikhfa

    Setelah membahas tentang macam-macam ikhfa serta contohnya dalam bacaan, ada baiknya untuk mengetahui hal yag perlu diperhatikan saat membaca huruf ikhfa. Ada beberapa panduan dan contoh yang perlu digarisbawahi saat menerapkan bacaan ikhfa, yakni sebagai berikut:

    1. Ujung lidah harus dijaga agar tidak menyentuh gusi depan sebelah atas. Karena disitu merupakan tempatnya makhraj nun. Bunyi nun atau tanwin tidak akan terlihat jelas apabila ujung lidah kita menyentuh gusi depan sebelah atas. Sedangkan yang harus dibaca jelas adalah untuk bacaan Izhar.
    2. Pastikan tidak ada unsur gabungan nun atau tanwin dengan huruf setelahnya karena ikhfa terletak pada kalimat pertengahan bacaan.

    Demikian penjelasan mengenai pengertian huruf ikhfa, macam-macamnya serta hal yang perlu diperhatikan saat membaca huruf ikhfa. Mengenal huruf ikhfa memang terlihat sulit. Akan tetapi, apabila sudah dapat memahami konsepnya, maka akan udah menghafal serta memahaminya.

    Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat. Assalamualaikum wr. Wb.

  • 15 Hukum Bacaan Mad dalam Ilmu Tajwid dan Contohnya

    15 Hukum Bacaan Mad dalam Ilmu Tajwid dan Contohnya

    Dalam Al-Qur’an ada banyak sekali hukum bacaan tajwid, salah satunya adalah hukum bacaan mad. Penting bagi seorang muslim untuk mengetahui hukum bacaan jika tidak ingin merubah makna yang ada di dalam Al-Qur’an.

    Hukum mad secara garis besar dibagi menjadi dua, yakni Mad Thabi’i (Mad Asli) dan Mad Far’i (Percabangan). Akan tetapi Mad Far’i sendiri dibagi lagi menjadi 14 macam. Sehingga,setidaknya ada 15 hukum Mad dalam ilmu tajwid.    

    Untuk mengetahui pembagian serta contohnya, mari simak artikel ini sampai akhir.

    Macam-macam Hukum Bacaan Mad serta Contohnya

    Mad menjadi satu di antara hukum bacaan yang penting untuk dipelajari dalam ilmu tajwid. Makna dari hukum bacaan mad terbagi menjadi dua.

    Secara bahasa, mad mempunyai arti panjang. Sedangkan secara istilah, mad mempunyai arti membaca panjang pada huruf yang ada pada Al-Qur’an.

    Jadi, jika menemui hukum bacaan mad saat membaca Al-Qur’an, jangan memendekkan yang seharusnya dibaca panjang dan juga sebaliknya. Maka dari itu, penting untuk memahami setiap hukum bacaan mad agar tidak keliru saat membaca Al-Qur’an.

    Ilmu tajwid membagi hukum bacaan mad dalam beberapa bagian. Serta masing-masing hukumnya memiliki kondisi yang berbeda-beda.

    Baca juga: Doa untuk Orang Tua; Arab, Latin dan Terjemahnya

    Hukum bacaan mad sendiri terbagi menjadi dua secara garis besar, yakni Mad thabi’i dan Mad far’i. Namun, Mad far’i memiliki cabang turunan yang jumlahnya cukup banyak. Untuk penjelasan lebih lanjut, berikut macam-macam hukum bacaan mad:

    Mad Thabi’i (Mad Asli)

    Mad thabi’i merupakan hukum bacaan mad yang masih asli atau murni. Mad sendiri berarti panjang sedangkan thabi’i artinya biasa.

    Jadi arti dari Mad thabi’i adalah memanjangkan bacaan dikarenakan ada huruf asli mad, dan tidak ada sebab yang bisa mengubah keasliannya. Cara membaca Mad thabi’i yaitu dipanjangkan satu alif atau dua rakaat.

    Bacaan Mad Thabi’i terjadi apabila:

    1. Huruf alif ( ا ) yang sebelumnya berharakat fathah ( ـَ )

    Contoh: 

    سا, ما, نا, وا, حا

    2. Huruf wau sukun ( و ) yang sebelumnya berharakat dhomah ( ـُ )

    Contoh:

    سو, مو, نو, وو, حو

    3. Huruf Ya’ sukun ( ي ) yang sebelumnya berharakat kasrah ( ـِ )

    Contoh:

    سي, مي, ني, وي, حي

    Contoh Mad Thabi’i:

    كتَا بٌ – يَقُوْلُ – سمِيْعٌ

    Mad Far’i (Turunan/ Cabang)

    Mad far’i secara bahasa memiliki arti cabang. Sedangkan secara istilah Mad far’i berarti hukum tambahan dari mad asli, yang disebabkan oleh hamzah atau sukun.

    Untuk penjelasan lebih lanjut, yuk simak 14 macam hukum bacaan Mad Far’i berikut:

    1. Mad Wajib Muttashil

    Mad wajib muttashil adalah bacaan Mad thabi’i yang bertemu dengan hamzah di dalam satu kata, dengan panjang bacaan 6 harakat (3 alif).

    Ciri dari Mad wajib muttashil adalah adanya garis melengkung tebal, tanda ini hampir mirip seperti pedang, letaknya berada di atas huruf Mad thabi’i ataupun terletak di antara Huruf hijaiyah Mad thabi’i dan huruf hijaiyah Hamzah.

    Contoh:

    سَوَآءٌ – جَآءَ

    2. Mad Jaiz Munfashil

    Mad jaiz munfashil ini terjadi ketika ada huruf Mad Thabi’i yaitu ( ــــــَــــــ ا ; يْ ـــــــِــــــ ; وْ ـــــــُـــــــ ) ketemu dengan huruf hijaiyah Alif (ا) yang mempunyai harakat Fathah, harakat Kasrah, ataupun harakat Dhammah ( اَ – اِ – اُ ).

    Cara membaca dari Mad jaiz munfashil ini adalah boleh panjang 1 alif (2 harakat), 2 alif (4 harakat), ataupun juga bisa 3 alif (6 harakat).

    Contoh:

    تُوْبُوْا إِلَى اللهِ, كَلَّا إِذَا

    Baca juga: Doa Ketika Mimpi Buruk Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

    3. Mad Iwad

    Mad iwad yaitu apabila setiap huruf yang berharkat fathahtain (ـً). ketika diwaqafkan dibaca fathah dengan panjang 2 harakat.

    Sebagai catatan, hukum Mad iwad yang dijelaskan tersebut tidak berlaku pada bacaan Ta’ Marbutah ( ىة , ة ). Apabila ada Ta’ Marbutah berharakat fathatain ( ـً ) dan diwaqafkan, maka membacanya harus mengubah Ta’ Marbutah menjadi Ha’ ( ه, ىه ) sukun/mati.

    Contoh:

    مَالًا لُبَدًا – وَقَالَ صَوَابًا

    4. Mad Layyin/ Mad Lin

    Mad layyin atau Mad lin yaitu terjadi apabila huruf wau ( و ) atau ya ( ي ) yang berharakat sukun didahului oleh harakat fathah sedangkan sesudahnya terdapat satu huruf hidup ketika diwaqafkan (berhenti).

    Cara membaca Mad layyin atau Mad lin yaitu dibaca panjang 2, 4, 6 harakat, tetapi lebih utama 2 harakat.

    Contohnya:

    هذَا الْبَيْتِ – مِنْ خَوْفٍ

    5. Mad Arid Lissukun

    Yakni mad yang terjadi apabila Mad thabi’i bertemu dengan huruf hidup dalam satu kalimat dan dibaca Wakaf.

    Cara membaca Mad arid lissukun yaitu lafalnya dibaca panjang 2, 4, atau 6 harakat, tetapi lebih diutamkan dibaca sampai 6 harakat.

    Contohnya:

    تَعْبُدُونَ – نَسْتَعِيْ

    6. Mad Lazim Mustaqal Kilmi

    Yakni mad yang terjadi apabila huruf mad thabi’i bertemu dengan huruf yang bertasydid dalam satu kata. Ciri dari mad ini biasanya terdapat tanda garis lengkung tebal seperti pedang.

    Cara membacanya di baca panjang 6 harakat (3 alif).

    Contoh:

    ولا الضآلّين

    7. Mad Badal

    Mad badal terjadi apabila ada 2 huruf hamzah, dimana huruf hamzah yang pertama berharakat sedangkan huruf hamzah yang kedua disukun (mati). Sehingga lafalnya dibaca panjang 2 harakat.

    Contoh:

    أُوْتُوا – إِيْـمَانًا

    8. Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

    Yakni mad yang terjadi apabila huruf Mad thabi’i bertemu dengan huruf yang bersukun dalam satu kata. Adapun cara membacanya adalah 6 harakat.

    Contohnya:

    ءَآلْـَٰٔنَ وَقَدْ كُنتُم بِهِ

    9. Mad Lazim Harfi Musyabba

    Mad lazim harfi musyabba adalah huruf-huruf hijaiyah yang menjadi permulaan atau awal surat. Adapun hurufnya terdiri dari 8, yakni:

     ن – ق – ص – ع – س – ل – ك – م

    Contohnya:

    وَالقلَم آلم ن يس

    10. Mad Lazim Harfi Mukhaffaf

    Yaitu apabila ada permulaan surat dari Al-Qur’an ada terdapat salah satu atau lebih dari antara huruf yang lima ya’ni :

    ح – ي – ط – ﻫ – ر

    Contohnya:

    حم الم

    11. Mad Shilah Qashiroh

    Hukum bacaan disebut Mad silah qasiroh apabila ada Ha’ Dhomir ( ﻪ , ه ) yang berada sesudah huruf yang berharakat, kecuali huruf mati atau sukun dan tidak pula dihubungkan dengan huruf berikutnya, seperti bacaan tasydid atau huruf mati atau sukun.

    Cara membaca hukum Mad shilah qashiroh yaitu dibaca dengan panjang 1 alif atau 2 harakat / ketukan, seperti panjang Mad thabi’i.

    Contohnya:

    لَا تَأْخُذُهُ إِنَّهُ كَانَ

    12.   Mad Shilah Thawilah

    Yakni hukum bacaan mad yang terjadi apabila “ha dhamir” berada diantara dua huruf berharakat dan sesudahnya  bertemu dengan huruf hamzah.

    Cara membacanya adalah dibaca 2 sampai 5 harokat.

    Contohnya:

    مَالَهُ أَخْلَدَهُ – عِنْدَهُ إِلَّا-وَأَنَّهُ إِلَيْهِ

    13. Mad Farqi

    Yakni mad yang terjadi apabila mad badal bertemu dengan huruf yang bertasydid. Mad farqi digunakan untuk membedakan hamzah pertanyaan atau Mad Istifham (pertanyaan). Cara membacanya dibaca 6 harakat.

    Contohnya:

    قُلْ آلذَّكَرَيْنِ

    قُلْ آللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ

    (katakanlah: “Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini).

    14. Mad Tamkin

    Yakni mad yang terjadi apabila terdapat huruf ي ganda. Dimana ي  yang pertama bersimbol ‘tasydid kasroh’, dan ي yang kedua bersimbol sukun/mati.

    Dengan syarat apabila ia tidak diikuti lagi dengan huruf hidup yang dimatikan (karena ada di akhir bacaan). Karena jika demikian maka akan berubah menjadi mad arid lissukun.

    Contohnya:

    مِنَ النَّبِيِّيْنَ – فِي الْأُمِّيِّينَ

    Manfaat Belajar Ilmu Tajwid

    Setelah mengetahui hukum bacaan mad dalam ilmu tajwid tentu kita akan bertanya-tanya, apakah mempelajari ilmu tajwid bagi seorang muslim itu penting dan apa manfaat jika mempelajarinya.

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa dengan adanya ilmu tajwid, kita menghindari melafalkan Al-Qur’an dengan kurang tepat  sehingga makna di dalamnya juga berubah.  

    Tidak hanya itu, di sini ada beberapa hal yang menunjukkan manfaat pentingnya ilmu tajwid bagi seorang muslim:

    1. Mengetahui serta Mempraktekan Cara Membaca Al-Qur’an dengan Baik

    Manfaat pertama mempelajari ilmu tajwid adalah mengetahui cara membunyikan huruf dari mahrajnya (tempat keluarnya), cara membaca hukum-hukum bacaan, kalimat tepat untuk berhenti (waqaf). Jika kita mempraktekannya kualitas bacaan kita semakin baik pula.

    2. Terhindar dari Kesalahan Saat Membaca Al-Qur’an

    Membaca Al-Qur’an jauh berbeda dengan membaca hadist atau kalimat arab lainnya. Kesalahan sepele dalam membaca harakat, huruf, dan kalimat akan mengubah makna sesungguhnya dari Al-Qur’an.

    Selain itu, kita juga tidak diperbolehkan mengganti salah satu kalimat di dalam Al-Qur’an dengan kalimat dalam bahasa arab lain meskipun memiliki arti yang sama.

    Sehingga dapat disimpulkan bahwa mempelajari ilmu tajwid, untuk mencegah terjadinya kesalahan saat kita membaca Al-Qur’an.

    3. Sebagai Bentuk Adab dan Tata Krama Dalam Membaca Al-Qur’an

    Al-Qur’an merupakan kitab paling sempurna yang menyempurkan 4 kitab lain yang turun sebelumnya, Al-Qur’an juga merupakan firman Allah SWT yang dijadikan sebagai pedoman dalam berkehidupan.

    Dengan alasan tersebutlah, tidak semestinya kita membaca Al-Qur’an dengan asal-asalan tanpa memperhatikan mahraj dan hukum bacaannya.  Untuk itulah, tujuan mempelajari ilmu tajwid yakni sebagai bentuk adab dan tata karma kita dalam membaca Kitab suci Al-Qur’an.

    4. Sebagai Salah Satu Bentuk Ibadah

    Membaca Al-Qur’an bernilai ibadah bagi muslim yang mau membacanya. Apalagi jika kita berniat belajar ilmu tajwid untuk memperbaiki kualitas membaca Al-Qur’an semata-mata karena Allah SWT, maka mempelajari ilmu tajwid merupakan salah satu bentuk ibadah.

    Selain itu, kita sangat dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an dengan perlahan dan meresapi isi serta makna yang terkandung dalam AL-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Muzammil ayat 4 :

    أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيْلًا

    Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan”.

    Kesalahan dalam Membaca Al-Qur’an

    Setelah mempelajari ilmu tajwid mengenai hukum bacaan mad, kita perlu mengetahui beberapa kesalahan yang sering terjadi saat membaca Al-Qur’an, yakni:

    1. Al Lahnul Jali
      Al lahnul jali artinya kesalahan pada bacaan lafazh-lafazh Al-Qur’an yang menyalahi kaidah tajwid, mengganti huruf, mengubah harakat akhir, baik yang dapat mengubah arti atau tidak.
      Melakukan kesalahan tersebut dengan sengaja hukumnya haram, sebagai contoh misalnya huruf ‘ain dibaca hamzah. Kemudian harakat sukun dibaca harakat fathah, bacaan yang harusnya pendek dibaca panjang, dan lain sebagainya.
    2. Al Lahnul Khafi
      Yang kedua ialah al lahnul khafi, artinya kesalahan bacaan lafadz-lafadz Al-Qur’an yang menyalahi sebagian kaidah tajwid namun tidak menyalahi kaidah bahasa Arab serta tidak mengubah harakat dan arti.
      Contoh dari kesalahan tersebut adalah pada bacaan izhar, ikhfa, iqlab, dan idgham. Melakukan kesalahan al lahnul khafi dengan sengaja hukumnya makruh.

    Demikianlah artikel mengenai hukum bacaan mad serta manfaat jika kita mempelajarinya.

    Memulai untuk belajar memang sulit dan banyak sekali ketidaktahuan yang menjadi penghalang bagi kita. Namun, jika kita niatkan karena Allah ta’ala. Insyaallah jalan kita akan dipermudah dan diridhoi oleh-Nya.

    Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat ya. Assalamualaikum wr.wb    

  • Hukum Bacaan Mad Thobi’i Berikut Contoh Dan Penjelasannya

    Hukum Bacaan Mad Thobi’i Berikut Contoh Dan Penjelasannya

    Hukum bacaan mad thobi’i adalah salah satu ilmu tajwid yang penting untuk kita pahami ketika membaca Al-Qur’an. Adanya ilmu tajwid, membuat bacaan kita menjadi benar dan semakin jelas.

    Hal ini tentunya sangat berguna agar makna dari setiap ayat sesuai dengan arti sebenarnya yang terkandung dalam surat. Selain itu, membuat kita sebagai pembaca juga lebih mudah untuk memahami setiap bacaan secara jelas.

    Hukum Bacaan Mad

    Sebelum kita membahas tentang mad thobi’i, sebaiknya kita mengetahui lebih dulu terkait bacaan mad agar lebih jelas. Kata mad berasal dari bahasa Arab, yakni “ziyadah” yang artinya menambah.

    Sementara, pada ilmu tajwid mad memiliki hukum bacaan Al-Qur’an dengan cara memanjangkan suara dikarenakan adanya salah satu dari huruf mad, yakni berupa huruf Alif, Ya’ dan Wawu.

    Seperti yang diketahui bahwa terdapat 15 jenis hukum bacaan mad yang bisa kita pelajari. Namun, dari semua jenis tersebut hanya dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu mad thobi’i dan mad far’i.

    Adapun mad thabi’i merupakan hukum bacaan dengan mad asli, sedangkan Mad far’I merupakan hukum bacaan tajwid dari cabang atau merupakan tambahan dari mad.

    Mad Thobi’i Adalah

    Mengetahui dan mempelajari ilmu tajwid, termasuk juga mad thobi’i sebaiknya dilakukan sedini mungkin ketika sudah mampu membaca Alquran. Hal ini tentunya bertujuan agar terbiasa dengan ilmu tajwid karena sudah dipahami.

    Mad thobi’i adalah bagian dari hukum bacaan mad. Mad dari sudut pandang bahasa memiliki makna panjang, sementara Thobi’i memiliki arti biasa. Dari hubungan kedua kata ini Mad thobi’i memiliki makna mad biasa atau mad asli.

    Bisa ditarik kesimpulan bahwa mad thobi’i merupakan kata dalam ayat Alquran yang memiliki harakat fathah diikuti dengan huruf alif. Harakat kasrah diikuti dengan huruf ya’ sukun dan harakat dhammah diikuti huruf wawu sukun.

    Adapun hukum dalam bacaan tajwid mad thobi’i adalah dipanjangkan 2 harakat atau secara sederhananya dua ketukan. Oleh karena itu, setiap kali kita menemukan bacaan yang terdapat mad thobi’i maka diwajibkan untuk membacanya sesuai tajwid.

    Baca juga: Bacaan Doa Nabi Yunus A.S: Manfaat, Waktu dan Keutamaannyaa

    Ketentuan Mad Thobi’i

    Pada dasarnya, mad thobi’i adalah ketentuan yang memiliki kesamaan dengan hukum bacaan tajwid secara umum. Jika dikaji dalam ayat Al-Qur’an, kita bisa dengan mudah menemukan hukum bacaan mad thobi’i.

    Adapun huruf mad thobi’i untuk bacaan hukum bisa terjadi apabila kita menemukan ketiga huruf ini, yaitu:

    • Huruf alif (ا) sesudah harakat fathah
    • Huruf ya (ي) sukun atau mati sesudah harakat kasrah
    • Huruf waw (و) sukun sesudah harakat dhammah

    Cara membaca mad thobi’i yang benar adalah dibaca panjang sepanjang atau alif atau dua harakat. Cara ini berlaku apabila washol, yakni cara membaca dengan meneruskan atau melanjutkan bacaan karena sebab tertentu.

    Mengenal Jenis Hukum Bacaan Mad Thobi’i

    Pada dasarnya bacaan hukum mad thobi’i adalah bergantung pada huruf mad saja. Sementara untuk pembagian jenis secara rinci bacaan mad thobi’i seperti penjelasan di bawah ini:

    1. Mad Thobi’i Kalimi

    Pada jenis pertama ini bisa terlihat jelas dari hurufnya atau tulisan huruf mad yang bisa kita lihat secara jelas. Pada mad thobi’I kalimi terbagi menjadi dua bagian jenis, yakni Mad thobi’i kalimi muqaddar dan Mad thobi’i kalimi dhahir.

    Mad Thobi’i Muqaddar

    Pada Mad thobi’i kalimi muqaddar huruf mad di dalamnya terlihat samar atau bahkan tidak terlihat jelas karena dibuang. Adapun salah satu contoh mad thobi’i dari jenis muqaddar, yaitu:

    الرَّحْمَٰنِ

    Pada contoh di atas meskipun huruf alif terlihat samar atau tidak jelas, namun bacaan pada mim tetap harus kita baca panjang. Hal ini karena terdapat harakat fathah dengan huruf alif yang tidak tampak.

    Mad Thobi’i Dhahir

    Pada jenis kedua terdapat hukum bacaan mad thobi’i kalimi dhahir. Dimana huruf mad yang ada di dalamnya bisa kita lihat dengan jelas secara tulisan. Adapun contoh dari hukum bacaan mad thobi’i kalimi dhahir seperti berikut:

    صِرَاطَ

    Pada contoh  ini bisa kita lihat secara jelas bahwa sebelum huruf alif terdapat huruf ro yang dilengkapi dengan harakat fathah.

    2. Mad Thobi’i Harfi

    Selanjutnya, terdapat hukum jenis bacaan mad thobi’i harfi. Dimana hukum bacaan ini merupakan jenis mad thobi’i yang mempunyai bentuk huruf serta  hanya terdapat di bagian pembuka surat atau fawatihus suwar.

    Selain itu, bentuk huruf ini juga sering dikenal dengan sebutan huruf muqatha’ah. Adapun jenis huruf ini terbagi menjadi 5 kelompok huruf, yakni:

    حَيٌّ طَهُرَ

    Penggalan ayat diatas merupakan contoh dari mad thobi’i harfi yang terdapat pada Alquran surat Maryam. Pada bagian pembukaan surat bisa kita temukan huruf mad thobi’i harfi dengan bagian huruf ha dan ya.

    كهيعص

    Namun, apabila ditemukan huruf  hamzah, ya, shad, ha maupun ro, tentu cara membacanya yang benar adalah dengan memanjangkan dua harakat atau sama dengan satu alif.

    Oleh karena itu, hukum bacaan tajwid ini disebut dengan hukum bacaan mad thobi’i harfi dan tentunya berbeda dengan mad lazim harfi mukhaffaf. Pasalnya, tidak mempunyai sukun asli yang mengikuti huruf alif mad (حا يا طا ها را).

    Tambahan Penting dalam Hukum Bacaan Mad Thobi’i

    Tidak hanya dua jenis mad thobi’i yang telah dijelaskan sebelumnya. Namun,  ada tambahan beberapa lainnya yang sebaiknya kita perhatikan karena berkaitan secara langsung dengan bacaan mad thobi’i.

    Berikut ini merupakan tambahan penting dalam membaca mad thobi’i beserta penjelasan lengkapnya:

    1. Mad Thobi’i yang Tidak Dibaca

    Jika kita perhatikan bahwa dalam bacaan atau surat Alquran terdapat beberapa surat yang di dalam ayatnya menggunakan hukum bacaan mad thobi’i, namun sebenarnya tidak dibaca.

    مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ

    Pada penggalan ayat di atas merupakan surat yang ada di dalam bacaan Al-Baqarah ayat 17. Bisa kita lihat terdapat huruf ya sukun dimana huruf sebelumnya adalah dzal dengan harakat kasrah.

    Alasan tidak dibaca sebagai hukum tajwid mad thobi’i karena bacaan setelahnya menggunakan huruf sukun. Oleh karena itu, kita sebagai pembaca Alquran yang ingin belajar menerapkan tajwid harus lebih teliti dan paham.

    Baca juga: 15 Huruf Ikhfa Beserta Contoh dan Cara Membacanya

    2. Mad Thobi’i Tidak Idgham

    Seperti yang  diketahui, apabila bacaan idgham mutamatsilain menyebutkan bahwa jika ada dua huruf yang sama dengan huruf pertama, yakni suku dan huruf kedua hidup, maka disebut idgham pertama dalam huruf kedua.

    Namun, hukum bacaan idgham mutamatsilain tidak akan berlaku jika bersamaan dengan bertemu bacaan mad thobi’i. Contohnya, ketika wawu dari mad sukun bertemu wawu atau ya mad suku dengan bertemu ya.

    • Wawu mad bertemu waru (آمَنُوْا وَعَمِلُوْا)
    • Ya mad bertemu ya (الَّذِي يُوَسْوِسُ)

    Bisa disimpulkan bahwa apabila hukum bacaan dari idgham mutamatsilain terdapat mad thobi’i, maka yang berlaku dari hukum bacaan ini adalah hukum bacaan mad thobi’i. Pada bacaan ini bisa disebut sebagai bacaan mad tamkin.

    3. Bacaan Mirip Mad Thobi’i

    Pada tambahan penting terakhir adalah hukum bacaan yang menyerupai mad thobi’i, yakni Mad tamkin, Mad shilah qashirah, Mad badal hingga Mad iwad. Keempat dari jenis bacaan ini merupakan turunan dari mad thobi’i yang dibaca dua harakat.

    Pada bagian jenis ini terdapat dua perbedaan pendapat yang mana pendapat pertama menyatakan jika ada bacaan serupa dengan mad thobi’i, maka hukumnya termasuk kedalam jenis bacaan tajwid mad thobi’i.

    Sedangkan pendapat yang kedua menyebutkan bahwa jika ada turunan dari mad thobi’i, maka harus dijelaskan secara terpisah sesuai turunan dari mad thobi’i.

    Contoh Hukum Bacaan Mad Thobi’i dalam Ayat Al Qur’an

    Setelah mengetahui dan memahami penjelasan di atas mengenai mad thobi’i adalah sebagai salah satu ilmu tajwid, maka sebaiknya kita mempelajarinya secara langsung melalui beberapa contoh yang diambil dalam surat-surat Alquran.

    Adapun contoh-contoh dari hukum bacaan mad thobi’i beserta penjelasannya yang bisa kita ketahui sebagai berikut:

    1. Surat Al Humazah Ayat 3

    Pada surat Al Humazah ayat 3 bisa kita lihat secara jelas bagaimana mad thobi’i adalah dan contohnya dalam ayat tersebut. Kita bisa melihat huruf mim yang berharakat fathah ditemukan huruf alif mad sehingga dibaca panjang dua harakat.

    يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُۥٓ أَخْلَدَهُۥ

    Yaḥsabu anna maalahū akhladah

    2. Surat An Nasr Ayat 2

    Pada surat An Nas khususnya ayat 2 bisa kita lihat beberapa hukum bacaan tajwid dari mad thobi’i. Hal ini dikarenakan huruf mad berupa alif, wawu dan adanya ya. Karena adanya huruf bertemu dengan mad ini, maka dibaca panjang dua harakat.

    وَرَاَيۡتَ النَّاسَ يَدۡخُلُوۡنَ فِىۡ دِيۡنِ اللّٰهِ اَفۡوَاجًا

    Wa ra-aitan naa syayadkhuluuna fii diinillaahi afwaajaa

    3. Surat Al Qari’ah Ayat 7

    Di dalam ayat bacaan surat Al Qari’ah khususnya di ayat 7 terdapat bacaan mad thobi’i. Kita bisa melihat ini secara jelas karena huruf fa’ yang menggunakan harakat kasrah bertemu dengan huruf ya dan mad serta ro yang berharakat fathah.

    فَهُوَ فِىۡ عِيۡشَةٍ رَّاضِيَةٍ

    Fahuwa fii iisyatir roodiyah

    4. Surat Al Fiil Ayat 1 dan 5

    Jika kita membaca ayat pertama surat Al Fiil, maka akan menemukan hukum bacaan tajwid mad thobi’i. Adapun mad thobi’i merupakan jenis kalimi muqaddar yang mana huruf terdapat huruf ha sehingga bacaanya perlu kita baca secara panjang.

    أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَٰبِ ٱلْفِيلِ

    Alam tara kaifa fa’ala rabbuka bi`aṣ-ḥābil-fīil

    Tidak hanya itu, hukum bacaan dari mad thobi’i juga bisa kita lihat pada ayat ke 5 selanjutnya. Dimana, pada bacaan ayat ini terdapat huruf kaf yang bertemu langsung dengan huruf wawu mad sehingga dibaca panjang dua harakat.

    فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُولٍۭ

    Fa ja’alahum ka’aṣfim ma`kuul

    5. Surat At Takatsur Ayat 5

    Pada bagian surat At Takasur ayat 5 ini terdapat dua hukum bacaan mad thobi’i yang bisa kita temukan, yakni adanya huruf mim dengan harakat dhammah yang bertemu wawu sukun serta qof kasrah yang bertemu ya sukun.

    Adanya dua hukum bacaan mad thobi’i ini di dalam ayat 5 surat At Takasur membuat kita harus membacanya dengan panjang dua harakat atau satu alif.

    كَلَّا لَوۡ تَعۡلَمُوۡنَ عِلۡمَ الۡيَقِيۡنِؕ

    Kalla lauta’lamuuna ilmal yaqiin

    6. Surat Al Maun Ayat 3

    Pada surat Al Maun ayat 3 juga bisa kita temukan bacaan hukum tajwid mad thobi’i. Dimana terdapat ketika ‘ain dengan harakat fathah bertemu dengan alif mad serta kaf dengan harakat kasrah bertemu dengan ya mad.

    وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلْمِسْكِينِ 

    Wa lā yaḥuḍḍu ‘alā ṭa’āmil-miskīn

    7. Surat An Nas Ayat 4

    Contoh lainnya hukum bacaan tajwid mad thobi’i bisa kita temukan dari dalam surat An Nas ayat 4. Pada ayat ini terdapat huruf wawu fathah serta nun fathah yang bertemu alif mad sehingga dibaca panjang 2 harakat.

    مِنۡ شَرِّ الۡوَسۡوَاسِ  ۙ الۡخَـنَّاسِ

    Min syarril was waasil khannas

    Hukum bacaan mad thobi’i adalah salah satu ilmu tajwid yang harus dipahami ketika ingin membaca Alquran secara benar.

    Tentunya ini bertujuan agar kita mudah dalam memahami makna dari ayat yang diturunkan oleh Allah SWT.