Author: Linda Yulita

  • Memahami Teori Belajar Kognitif dan Contohnya

    Memahami Teori Belajar Kognitif dan Contohnya

    Apakah Anda mempercayai bahwa pengetahuan harus melibatkan pengalaman agar proses belajarnya lebih mudah dipahami? Proses belajar dengan menyeimbangi pengetahuan dan pengalamannya ini diterapkan dalam teori belajar kognitif. Teori belajar ini cukup terkenal, terutama di kalangan civitas akademika.

    Melalui teori ini, para pembimbing seperti guru atau dosen mampu melihat perubahan yang terjadi pada mental dan kognitif individu. Lantas, apa sebenarnya teori kognitif dan bagaimana contohnya? Mari simak selengkapnya di sini!

    Apa itu Teori Belajar Kognitif?

    Teori belajar kognitif merupakan teori belajar yang menekankan aktivitas mental ketimbang perilaku agar individu tersebut mampu menilai dan mempertimbangkan suatu peristiwa, ini akan melibatkan pemikiran, pengalaman, dan indranya. 

    Sehingga, individu tersebut bisa mendapatkan pengetahuan baru sebagai hasilnya. Proses pembelajaran kognitif ini berfokus pada stimulus dan respon. Proses mental ini melibatkan perhatian, pengamatan, persepsi, menafsirkan, pengorganisasian, memori, pengkategorian, dan membentuk generalisasi. 

    Teori Belajar Kognitif Menurut Para Ahli 

    Agar lebih memahami tentang konsep teori belajar ini, Anda sebaiknya mengetahui berbagai definisinya menurut para ahli berikut:

    1. Jean Piaget

    Jean Piaget
    Jean Piaget | Sumber gambar: Biography.com

    Piaget merupakan pakar psikologi pendidikan terkenal sekaligus tokoh terciptanya teori kognitif. Piaget berpendapat bahwa, teori belajar ini merupakan proses yang menekankan peran penting pada pengalaman dan interaksi individu dengan lingkungan. Pengalaman inilah yang membentuk pola-pola kognitif manusia.

    Lebih lanjut, Piaget menjelaskan bahwa manusia mengalami empat tahap perkembangan kognitif. Meliputi tahap sensorimotor (usia 0-2 tahun), pra-operasional (2-7 tahun), operasional konkrit (7-12 tahun) serta operasional formal (11-18 tahun). Berikut adalah contohnya:

    a. Sensorimotor (usia 0-2 tahun)

    Pada tahap ini, balita akan belajar melalui indera dan tindakan fisik. Balita mulai memahami konsep objek tetap, yaitu pemahaman bahwa benda-benda tetap ada meski tidak terlihat. Contohnya, seorang bayi mencoba mencari mainannya yang tersembunyi di balik selimut. 

    Bayi tersebut memahami adanya mainan meski kehadirannya tidak terlihat. Kemudian, kembali menunjukkan reaksi ketika mainan tersebut terasa oleh inderanya.

    b. Pra-operasional (2-7 tahun)

    Tahap ini merupakan tahap perkembangan anak-anak. Anak-anak pada tahap ini cenderung egosentris, sehingga sulit melihat dunia dari sudut pandang orang lain. Selain itu, anak-anak juga mulai bisa mengenali ciri suatu objek. Misalnya dari warna, ukuran, atau bentuk benda tersebut.

    Contohnya, seorang anak memiliki sepatu berwarna merah muda. Sepatu tersebut kemudian dijejerkan dengan sepatu teman-temannya dalam rak saat di sekolah. Meski begitu, anak tersebut akan dengan mudah menemukan sepatu miliknya berdasarkan warna, ukuran, dan gambar.

    c. Operasional konkrit (7-12 tahun)

    Pada tahap teori belajar kognitif ini anak-anak mulai mampu berpikir secara lebih konkret dan logis. Anak-anak dapat mempraktikkan aturan yang jelas dan logis serta memahami prinsip-prinsip matematika dasar. 

    Contohnya ketika diajari peraturan tentang lampu lalu lintas. Anda dapat mengajari peraturan dengan menggunakan warna rambu. Merah berarti berhenti, kuning berarti hati-hati, dan hijau berarti boleh berjalan.

    d. Operasional formal (11-18 tahun)

    Ketika memasuki tahap ini, individu bukan lagi anak-anak. Mereka akan mulai memasuki tahap pemikiran abstrak dan logis. Selain itu, pada tahap ini individu dapat memecahkan masalah dengan menggunakan pemikiran deduktif dan konsep berpikir ‘kemungkinan’.

    Contohnya, ketika sedang jatuh hati, individu tersebut bisa menilai apakah perlu melanjutkan perasaannya menjadi hubungan berkomitmen atau tidak. Ini akan berdasarkan pada kebutuhan dan keinginannya. 

    2. David Ausubel

    Ausubel merupakan pakar psikologi yang memiliki penghargaan Thorndike atas kontribusi psikologisnya terhadap dunia pendidikan. Teori belajar kognitif David Ausubel kurang lebih mendapat pengaruh dari Jean Piaget.

    David Ausubel
    David Ausubel | Sumber gambar: Mente Asombrosa

    Ausubel berpendapat bahwa penalaran deduktif dapat digunakan untuk mencapai pemahaman konsep, ide, gagasan, maupun prinsip. Tak hanya itu, Ausubel juga membagi kegiatan pembelajaran menjadi dua jenis yakni pelajaran bermakna dan pelajaran menghafal. Berikut adalah contohnya:

    a. Pelajaran Bermakna (Meaningful Learning)

    Pembelajaran bermakna melibatkan proses belajar di mana informasi selalu dikaitkan dengan pemahaman yang sudah individu miliki saat belajar. Hal tersebut melibatkan pengalaman individu sebelumnya.

    Contohnya, saat belajar soal matematika aljabar. Individu akan mengaitkan pelajaran tersebut dengan pelajaran penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian yang sudah mereka pelajari pada kelas sebelumnya. 

    b. Pelajaran Menghafal (Rote Learning)

    Saat pelajaran menghafal, individu mencoba untuk mengingat informasi dengan cara yang repetitif, sering kali tanpa benar-benar memahaminya. Individu akan mengulang-ulang informasi tanpa mengaitkannya dengan pengetahuan yang lebih dalam atau pemahaman konsep.

    Contohnya adalah saat individu diminta menghafal tabel periodik senyawa kimia. Individu mungkin bisa menghafal susunannya, namun seringkali tanpa memahami makna ataupun kegunaan dari senyawa-senyawa yang mereka hafalkan.

    3. Lev Vygotsky

    Lev Vygotsky
    Lev Vygotsky| Sumber gambar: Rusia Beyond

    Teori belajar kognitif dari Vygotsky menekankan hubungan sosial dan budaya tiap individu. Dalam teorinya, Vygotsky mengungkapkan bahwa perkembangan kognitif terjadi melalui interaksi sosial dan keterlibatan individu dalam berbagai aktivitas yang mendukung perkembangan tersebut.

    Contohnya menggunakan sistem belajar kelompok berbasis proyek. Akhirnya, proyek ini akan mendorong terjalin interaksi sosial untuk berbagi pengetahuan.

    Strategi Penerapan Teori Belajar Kognitif dan Contohnya

    Dalam melakukan penerapan pembelajaran kognitif, perlu adanya strategi yang bisa diterapkan dalam lingkungan belajar maupun kehidupan sehari-hari. Nah, berikut ini adalah strategi penerapan teori belajar satu ini:

    1. Menanyakan Pertanyaan 

    Menanyakan pertanyaan dapat memicu jalannya diskusi. Ketika pengajar memberi pertanyaan, individu akan tergerak mencari jawaban, sehingga dapat menyelami maknanya lebih dalam. Individu juga terdorong untuk menganalisis suatu masalah dan mengevaluasi informasi yang ada, alih-alih hanya mengingatnya.

    Mendorong individu untuk menganalisis masalah secara terus menerus juga akan membentuk kecerdasan dan pemikiran kritisnya. Contohnya adalah saat seorang guru membuat daftar pertanyaan untuk siswa kerjakan di selembar kertas.

    2. Studi kasus

    Metode studi kasus dapat mendorong kreativitas individu. Ini akan mendorong individu menggunakan pengetahuan yang sudah ada dan berpikir kreatif untuk mendapatkan solusi. Contohnya adalah membuat diskusi tentang topik tertentu dan menyuruh siswa menjelaskan pendapatnya kepada teman-temannya dalam kelas.

    Melalui metode teori belajar kognitif ini, individu juga didorong untuk lebih aktif dalam memahami konsep yang mendalam dibandingkan pembelajaran pasif yang hanya mendengarkan. Selain itu, individu juga dapat belajar dari kesalahannya, sehingga dapat merubah jalan pikirnya menjadi lebih bijak.

    3. Analogi

    Berpikir secara analogis menjadi strategi dari teori kognitif. Melalui cara berpikir yang analogis, individu akan mencari persamaan antara dua situasi atau konsep yang berbeda. Serta akan mengaplikasikan pengetahuan yang sudah mereka miliki dalam situasi yang baru.

    Contohnya ada dengan melakukan diskusi untuk melakukan perbandingan pada situasi dan kondisi tertentu. Di mana nantinya siswa bisa melakukan penarikan kesimpulan dari hasil perbandingan tersebut.

    Baca Juga : Mengenal Inovasi Pendidikan: Pengertian, Tujuan, dan Sasarannya

    Sudah Lebih Memahami tentang Teori Belajar Kognitif?

    Mempelajari teori belajar kognitif akan memberikan Anda pandangan yang mendalam tentang bagaimana individu memproses, memahami, dan mengembangkan pengetahuan. Hal tersebut menekankan peran aktif individu dalam pembelajaran hingga dalam bersosialisasi.

    Memahami makna dan strategi dari teori ini, akan membuat Anda bisa merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Intinya, dalam menerapkan teori ini memperhatikan perbedaan tiap individu dan susunan materi akan menjadi kunci keberhasilan. Semoga bermanfaat!

  • Mengenal Inovasi Pendidikan: Pengertian, Tujuan, dan Sasarannya

    Mengenal Inovasi Pendidikan: Pengertian, Tujuan, dan Sasarannya

    Inovasi pendidikan atau pembaharuan pendidikan menjadi salah satu langkah yang perlu diterapkan agar pendidikan lebih efektif dalam proses pencapaian tujuannya. Pasalnya, pendidikan merupakan sektor krusial untuk mencetak generasi penerus yang mapan dalam sebuah tatanan sosial masyarakat, khususnya sebuah bangsa. 

    Yuk, kupas lebih dalam tentang program pembaharuan pendidikan melalui uraian berikut in!

    Apa itu Inovasi Pendidikan?

    Istilah inovasi merupakan kata yang memiliki makna pembaharuan, dan berasal dari bahasa Latin. Inovasi dalam bidang pendidikan mempunyai arti pembaharuan yang dilakukan melalui ide, hasil karya atau produk dalam menyelesaikan masalah pendidikan.

    Pembaharuan pendidikan berfungsi untuk meraih tujuan pendidikan. Di samping itu, konsep pembaharuan sektor pendidikan dapat menciptakan suasana kegiatan belajar-mengajar yang dinamis sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi mereka secara optimal.

    Inovasi yang tepat di sektor tersebut akan memberikan banyak perubahan positif terhadap peserta didik dan membuat mereka lebih sensitif terhadap perkembangan zaman dan teknologi. Dengan demikian, peserta didik yang sudah menyelesaikan masa pendidikannya akan lebih siap dalam menghadapi tantangan dunia nyata.

    4 Tujuan Dasar Inovasi Pendidikan

    Pembaharuan pendidikan tidak dilakukan atas dasar keinginan atau trend semata. Faktanya, inovasi di sektor ini juga tujuan dasar yang menjadi sasaran.

    1. Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    Tujuan utama melakukan pembaharuan dalam dunia pendidikan adalah meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri. Dengan demikian, pembaharuan pendidikan mempunyai cakupan aspek yang luas, meliputi sumber daya manusia, prosedur, sarana, struktur, dan prasarana pendidikan.

    Apabila semua aspek tersebut melakukan inovasi, maka target untuk menciptakan kegiatan belajar-mengajar yang kondusif dan bersinergi pun akan terlaksana dengan baik. Dengan begitu, lembaga pendidikan akan menghasilkan lulusan yang berkualitas dan terampil.

    2. Solusi Menyelesaikan Masalah Pendidikan

    Mengingat wilayah Indonesia yang sangat luas, maka tidak heran jika kualitas pendidikan antara satu daerah dengan daerah lain berbeda. Alasannya, beberapa daerah mengalami kendala untuk mencapai tujuan pendidikan karena keterbatasan SDM, sarana, dan prasarana.

    Inovasi pendidikan dapat digunakan sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah pendidikan tersebut. Salah satu contoh penerapan pembaharuan pendidikan yaitu menerapkan kurikulum terbuka, baik untuk jenjang SMA atau perguruan tinggi.

    Pembaharuan pendidikan melalui penerapan kurikulum terbuka ini dapat membantu para siswa atau mahasiswa untuk mendapatkan nilai akademis yang bagus. Selain itu, inovasi ini juga efektif mendorong mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

    3. Efisiensi Pendidikan

    Melakukan pembaharuan pendidikan juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kegiatan belajar-mengajar. Inovasi yang melibatkan kecanggihan teknologi dapat membantu kegiatan belajar lebih efektif dan efisien. 

    Pasalnya, para siswa atau mahasiswa sekarang bisa menggunakan e-book untuk memperluas referensi dan wawasan mereka.

    Selain itu, inovasi belajar e-Learning juga dapat membuat kegiatan belajar lebih efektif dan efisien karena mampu meleburkan akses pendidikan konvensional. Sederhanyanya, siswa tidak perlu datang ke lembaga pendidikan dan bisa belajar dari mana pun dengan bantuan jaringan internet, teknologi dan alat yang memadai. 

    4. Menyelaraskan dengan Perkembangan Zaman

    Pembaharuan pendidikan juga bertujuan supaya siswa atau mahasiswa dapat menyelaraskan perkembangan zaman dan teknologi yang sangat pesat. Pembaharuan pendidikan yang melibatkan teknologi ini pun akan membuat siswa menjadi familier dan peka serta mudah beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

    Harapannya, mereka lebih mudah dan siap menghadapi segala tantangan akibat perkembangan zaman dan teknologi, dan berkembang untuk lebih maju. 

    Siapa saja Sasaran Inovasi Pendidikan?

    Tak hanya mempunyai tujuan, pembaharuan pendidikan juga mempunyai sasaran agar dapat menghasilkan lulusan berkualitas dari sektor pendidikan yang sudah mengalami inovasi tersebut. 

    1. Guru

    Sasaran pembaharuan pendidikan guru
    Sasaran pembaharuan pendidikan guru | Sumber gambar: Freepik.com

    Guru atau pendidik merupakan sasaran utama dari pembaharuan pendidikan Pasalnya, guru merupakan garda terdepan lembaga pendidikan  yang berperan langsung dalam kegiatan belajar-mengajar dengan para pelajar. Merekalah faktor yang dapat mengubah moral siswa melalui ilmu pengetahuan. 

    Supaya guru dapat menyampaikan pelajaran dengan efektif dan membuat peserta didik antusias dalam mengikuti pelajaran, maka mereka dapat melakukan beberapa pembaharuan berikut ini. 

    • Menyusun rencana pembelajaran.
    • Melaksanakan kegiatan pembelajaranan sesuai dengan rencana pembelajaran.
    • Komunikasi yang baik dengan peserta didik dan kolega.
    • Mengelola tugas administrasi dengan baik.
    • Berperan meningkatkan keterampilan pendidikan.
    • Mengembangkan keterampilan peserta didik.

    2. Peserta Didik

    Sasaran pembaharuan pendidikan peserta didik
    Sasaran pembaharuan pendidikan peserta didik | Sumber gambar: Freepik.com

    Sasaran pembaharuan pendidikan berikutnya yang tidak kalah penting yaitu peserta didik atau siswa. Kemampuan peserta didik dalam dalam mencapai setiap kompetensi dasar merupakan tolak ukur keberhasilan penerapan inovasi pendidikan.

    Salah satu cara untuk melibatkan peserta didik dalam penerapan pembaharuan pendidikan dengan menstimulasi interaksi antar siswa untuk saling bertukar pengetahuan atau memberikan rujukan belajar.

    3. Kurikulum

    Sasaran pembaharuan pendidikan kurikulum
    Sasaran pembaharuan pendidikan kurikulum | Sumber gambar: Freepik.com

    Kurikulum juga merupakan bagian dari sasaran pembaharuan pendidikan. Agar dapat menerapkan pembaharuan pendidikan dengan kurikulum yang digunakan, maka pengajar perlu menyelaraskan inovasi yang akan diterapkan.

    Selain itu, membuat kurikulum baru yang lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik juga merupakan bentuk invovasi dalam sektor pendidikan. Keberhasilan dalam membuat pembaharuan kurikulum juga akan sangat menentukan kualitas lulusan pendidikan.

    4. Fasilitas

    Sasaran pembaharuan pendidikan fasilitas
    Sasaran pembaharuan pendidikan fasilitas | Sumber gambar: Freepik

    Inovasi pendidikan juga menyasar pasar fasilitas sekolah. Alasannya, fasilitas merupakan penunjang para peserta didik untuk belajar dan menerapkan pengetahuan yang mereka dapatkan. Supaya pembaharuan pendidikan berjalan lancar, pastikan sekolah juga menyediakan fasilitas yang memadai.

    Adapun fasilitas yang perlu dimiliki sekolah antara lain laboratorium untuk melakukan eksperimen, lapangan basket, ruang musik, ruang baca, hingga ruang seni.

    5. Masyarakat

    Sasaran pembaharuan pendidikan masyarakat
    Sasaran pembaharuan pendidikan masyarakat | Sumber gambar: Freepik.com

    Sasaran pembaharuan pendidikan yang terakhir adalah masyarakat. Lantas, apa hubungannya masyarakat dengan pembaharuan pendidikan? Para pelajar merupakan bagian dari masyaraka. Mereka terus berinteraksi dan akan menjadi bagian dari masyarakat yang lebih luas pada waktunya. 

    Pada akhirnya, sedikit banyak, pendidikan yang mereka dapat akan mereka terapkan dalam interaksi sosial tersebut.  Dengan kata lain, masyarakat merupakan sasaran pembaharuan pendidikan yang tidak langsung. 

    Apa saja Contoh Nyata Inovasi Pendidikan?

    Untuk memberikan pemahaman dan gambaran yang lebih jelas mengenai pembaharuan pendidikan, silakan intip lima contohnya di bawah ini. 

    1. Kurikulum Terbuka

    Penerapan pembaharuan pendidikan bisa dengan menggunakan kurikulum terbuka. Apa saja ciri-ciri kurikulum terbuka yang perlu Anda kenali?

    1. Hanya memberikan sedikit persyaratan mata pelajaran atau mata kuliah tertentu atau bahkan tidak persyaratan mata pelajaran sama sekali. Peserta didik dapat memilih sendiri mata pelajaran atau mata kuliah sesuai dengan tingkatan masing-masing.

    Mata pelajaran atau mata kuliah dengan persyaratan sedikit ini efektif untuk membantu peserta didik lulus tepat waktu dan mempunyai reputasi akademis yang baik.

    1. Kurikulum terbuka tidak memberikan persyaratan distribusi, terutama untuk jenjang perguruan tinggi. Misalkan untuk mendapatkan gelar diploma, mahasiswa tidak perlu menempuh tiga semester mata kuliah ilmu sosial, bahasa asing, atau matematika.

    Perguruan tinggi yang tidak menerapkan kurikulum terbuka, biasanya akan mengharuskan mahasiswanya untuk mengambil mata kuliah tersebut selama tiga semester.

    2. E-Learning

    Contoh inovasi pendidikan berikutnya adalah e-learning atau pembelajaran elektronik yang berbasis internet. Inovasi ini muncul akibat dampak pandemi Covid19 karena kegiatan belajar tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan tatap muka.

    Meskipun badai pandemi sudah berakhir, inovasi e-learning ini masih banyak diminati karena memberikan kemudahan akses belajar. Pembelajaran secara daring (online) memungkinkan siswa dari berbagai daerah untuk tetap bisa mendapatkan akses pendidikan yang sama.

    3. Pendidikan Berbasis Kompetensi

    Penerapan pembaharuan pendidikan juga bisa menggunakan konsep pendidikan berbasis kompetensi. Maksudnya, pembelajaran akan mengukur tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi yang dipelajari.

    Dengan demikian, kegiatan belajar yang menggunakan inovasi pendidikan berbasis kompetensi tidak akan fokus jam pelajaran yang dihabiskan selama di dalam kelas. Jika dalam waktu singkat semua peserta didik dapat menguasai pelajaran dengan baik, maka mereka dapat melanjutkan ke materi berikutnya.

    Sebaliknya, jika materi cukup sulit dan peserta didik memerlukan waktu sedikit lebih lama untuk dapat memahaminya dengan baik, maka pengajar tidak akan buru-buru beralih ke materi berikutnya.

    Baca Juga : Kemampuan Kognitif: Definisi, Macam, Tahapan, dan Contohnya

    4. Pop Up Book

    Contoh inovasi pendidikan yang dapat diterapkan pada jenjang pendidikan PAUD atau TK yaitu menggunakan pop-up book. Pop-up book merupakan buku cerita dengan dilengkapi dengan gambar yang akan timbul ketika Anda membukanya.

    Melalui inovasi ini, pelajar di tingkat PAUD dan TK akan mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan. Selain itu, pop-up book juga dapat membantu meningkatkan antusiasme dalam membaca.

    5. Pembelajaran Terbalik

    Pengajar bisa mencoba menerapkan pembelajaran terbalik kepada peserta didik dengan memberikan tugas untuk dipahami di rumah. Tugas tersebut berasal dari materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

    Pengajar bisa meminta peserta didik untuk menonton video yang direkomendasikan, membaca novel, atau penugasan kreatif lain. Dengan demikian, peserta didik akan menjadi lebih mandiri dan aktif dalam belajar. Setelah di sekolah, mereka bisa melakukan diskusi untuk menambah pengetahuan.

    Siap Menerapkan Inovasi Pendidikan di Kelas Anda?

    Perancangan dan penerapan inovasi pendidikan penting agar dapat menyuguhkan sesuatu yang berbeda tetapi efektif mencapai tujuan pendidikan. 

    Pembaharuan pendidikan serta dampaknya tidak hanya fokus menyasar peserta didik tetap juga elemen lainnya seperti pengajar, kurikulum, fasilitas, dan masyarakat secara menyeluruh.

  • Kemampuan Kognitif: Definisi, Macam, Tahapan, dan Contohnya

    Kemampuan Kognitif: Definisi, Macam, Tahapan, dan Contohnya

    Di sekolah-sekolah Indonesia, ada 3 aspek penilaian utama yang dilakukan untuk memantau perkembangan siswa, yakni afeksi, psikomotorik, dan kemampuan kognitif. 

    Afeksi adalah kemampuan individu dalam merasakan berbagai emosi dan perasaan yang ia rasakan. Psikomotorik berkaitan dengan kemampuan gerak fisik dan perilaku. Sementara kognitif berhubungan dengan cara berpikir seseorang dalam menalar, memahami, dan memecahkan suatu masalah. 

    Dalam artikel kali ini, kamu hanya akan belajar lebih jauh tentang apa itu kognitif hingga contoh-contohnya. Selengkapnya, simak pemaparan di bawah ini!

    Pengertian Kemampuan Kognitif

    Otak
    Otak | Sumber: istockphoto.com

    Pernahkah kamu menemui soal berbentuk pilihan ganda, esai, jawaban singkat, benar-salah, dan mencocokkan saat ujian? Kalau pernah, itulah salah satu aspek penilaian untuk mengetahui perkembangan otak siswa, namanya penilaian kemampuan kognitif.

    Kemampuan ini identik dengan kemampuan berpikir dan penalaran. Ia berhubungan langsung dengan kemampuan pengetahuan, pemahaman informasi, pemikiran, dan rasionalitas seseorang. Beberapa ahli menjelaskan pengertian dari kemampuan ini, seperti:

    1. Ahmad Susanto

    Dalam bukunya yang bertajuk Perkembangan Anak Usia Dini, ia menyebut bahwa kognitif termasuk kemampuan dasar yang identik dengan proses berpikir seseorang, bagaimana individu tersebut menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu peristiwa.

    2. Margaret W. Matlin

    Margaret menyebut kemampuan ini termasuk proses kegiatan yang melibatkan berbagai aktivitas menggunakan mental seseorang. Kegiatan ini erat kaitannya dengan proses mencari, memperoleh, menyimpan, dan menggunakan ilmu pengetahuan yang didapatkan sesuai situasi dan syarat tepat.

    3. Abdurrahman

    Abdurrahman menyebut bahwa kognitif seseorang bisa berkembang secara bertahap. Perkembangan ini bisa terus meningkat sejalan dengan perkembangan fisik dan syaraf-syaraf di pusat susunan saraf individu.

    4. Husdarta dan Nurlan

    Keduanya menyebut aspek kognitif ini merupakan perkembangan terus menerus, namun hasilnya tidak berkelanjutan dari hasil-hasil yang sudah dicapai.

    Dari sini, bisa disimpulkan bahwa kognitif adalah kemampuan berpikir yang berhubungan dengan kecerdasan seseorang. Kemampuan ini juga berbicara tentang bagaimana individu menggunakan otaknya secara menyeluruh sehingga berperan penting bagi keberhasilan belajar seseorang.

    Tujuannya, supaya individu mampu mengeksplorasi lingkungan sekitar menggunakan panca inderanya. Selain itu, individu tersebut juga memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang ia miliki untuk bertahan dan melanjutkan hidup.

    Macam-macam Kemampuan Kognitif

    Menulis buku
    Menulis buku | Sumber: istockphoto.com

    Ada beberapa macam aspek penilaian kognitif yang biasanya digunakan. Aspek tersebut antara lain:

    1. Bahasa

    Kemampuan bahasa menilai bagaimana seseorang bisa memahami dan mengungkapkan pikiran melalui kata-kata.  Ini penting untuk menilai cara berkomunikasi seseorang dengan manusia lainnya.

    2. Pengetahuan dan Memori

    Aspek ini menilai bagaimana kemampuan seseorang dalam menghafal, mengingat, memahami, dan menafsirkan suatu informasi yang didapatkannya. Ini adalah kemampuan dasar yang penting untuk mengetahui apakah individu memahami materi yang ditugaskan kepadanya.

    3. Pemahaman

    Ini aspek yang paling penting dari proses pembelajaran mengenai bagaimana seseorang memahami dengan baik materi yang ia dapatkan. Tidak hanya sekadar menghafal tapi juga memahami betul ilmu pengetahuan yang didapatkan.

    Untuk bisa melihat apakah seseorang sudah memiliki pemahaman yang baik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti:

    • membandingkan,
    • mendeskripsikan,
    • mengorganisasikan,
    • mengategorikan,
    • memahami makna,
    • memahami konsep,
    • dan lain-lain.

    4. Pembelajaran

    Aspek kemampuan kognitif ini berkaitan dengan bagaimana seseorang menerima hal-hal dan informasi baru dan cara ia menghubungkan pengetahuan tersebut dengan pengetahuan sebelumnya yang sudah ia dapatkan.

    5. Pengaplikasian

    Setelah mendapatkan dan memahami suatu pengetahuan, seseorang harus mampu menerapkannya di dunia nyata. Aspek pengaplikasian ini mengharuskan seseorang untuk melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang sudah ia pelajari sebelumnya.

    6. Pikiran dan Analisis

    Aspek ini tak kalah pentingnya dengan aspek sebelumnya. Karena aspek pikiran dan analisis berkaitan dengan bagaimana seseorang mampu menganalisis dan memecahkan masalah. Dengan begitu, ia akan punya kemampuan pengambilan keputusan yang baik.

    7. Penciptaan

    Terakhir ada aspek penciptaan. Kemampuan kognitif satu ini penting supaya seseorang mampu menciptakan sesuatu dari pengetahuan yang ia miliki. Ia bisa bermain dengan kreativitas sehingga bisa memberikan inovasi dari penelitian yang dilakukannya.

    Kemampuan ini sangat berguna untuk menciptakan generasi penerus berkualitas. Karena dari situlah muncul berbagai pemikiran, inovasi, dan gebrakan baru dari hasil yang mereka ciptakan.

    Selain ketujuh aspek tersebut, ada juga aspek utama lainnya yang termasuk dalam penilaian kognitif seseorang, yakni:

    • Nalar dan berpikir logis;
    • Bilangan (numerical ability);
    • Tilikan keruangan (spatial factor); serta
    • Mengamati cepat dan cermat.

    Tahapan Perkembangan Kemampuan Kognitif

    Kognitif ini terjadi secara bertahap dan berproses. Seiring bertambahnya usia, seseorang akan mengalami perkembangan signifikan baik fisik maupun kemampuan sebagai bagian dari proses tumbuh kembangnya.

    Ada beberapa tahap perkembangan kognitif seseorang mulai kecil hingga dewasa. Fase-fase tersebut berasal dari teori Piaget yang dikembangkan oleh pakar biologi dan psikologi asal Swiss bernama Jean Piaget.

    Dalam teorinya, ia menyebut ada beberapa tahapan kognitif, seperti:

    1. Sensorimotor

    Tahap ini berlangsung selama dua tahun awal kehidupannya (0-2 tahun). Saat itu, anak pertama kali berinteraksi dengan lingkungan sekitar menggunakan indera sensoriknya (seperti melihat, meraba, mencium, mendengar, dan merasa) serta melalui aktivitas fisik yang ia lakukan. 

    Fase ini sudah terlihat sejak pertama kali seseorang itu lahir. Ia mulai reflek menggerakkan anggota tubuhnya, kemudian saat usia 2 tahun ia sudah bisa menggenggam, mengambil, menarik, dan melempar suatu benda.

    Ia juga belajar sifat-sifat khusus benda, seperti cair dan padat, serta memahami kegunaan suatu benda untuk tujuan berbeda. Kemampuan ini penting sebagai awal terbentuknya cara berpikir secara simbolis.

    2. Praoperasional

    Tahap perkembangan ini terjadi pada usia 2-7 tahun. Saat itu, anak sudah punya kemampuan untuk melakukan kegiatan bersifat simbolis, seperti menggunakan telepon mainan untuk berpura-pura telepon, atau bermain peran seperti bapak ibunya.  

    Selain itu, mereka umumnya juga sudah bisa menyusun puzzle, membangun rumah-rumahan, dan melakukan aktivitas kognitif lainnya.

    Pada usia ini, anak sedang ada di tahap menyusun pikirannya. Cara berpikir mereka belum stabil dan tidak teratur sehingga fase kemampuan kognitif ini penting sebagai proses untuk mengembangkan cara berpikirnya. 

    3. Operasi Konkret

    Umur 7-12 tahun kemampuan berpikir rasionalnya sudah mulai berkembang dari sebelumnya. Mereka memiliki kemampuan untuk mengingat, memahami, dan memecahkan masalah. Dalam fase ini, anak juga mampu belajar, berpikir, dan berkomunikasi karena proses kognitifnya lebih logis dari sebelumnya.

    4. Operasi Formal

    Anak mulai memasuki usia remaja hingga dewasa (12 tahun ke atas). Perkembangan cara berpikir mereka meningkat dari konkret ke abstrak dan lebih rasional.

    Mereka mulai mampu mengembangkan kreativitas, mengemukakan ide, dan melakukan proses belajar ilmiah. Mereka mampu mengemukakan hipotesis dan membuktikan kebenaran hipotesis tersebut.

    Baca Juga : Perkembangan Kognitif: Pengertian, Teori dan Tahapannya

    Faktor yang Memengaruhi Kemampuan Kognitif

    Menurut para ahli, ada beberapa faktor yang memengaruhi perkembangan kognitif seseorang. Misalnya saja dalam teori Piaget, perkembangan kognitif ini dipengaruhi oleh pengalaman dari lingkungan sekitar dan kematangan.

    Sementara itu, menurut Soemiarti dan Patmonodewo, kemampuan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan dan perkembangan hubungan antar sel otak. Oleh karena itulah kondisi kesehatan dan gizi sangat perlu diperhatikan sejak dalam kandungan.

    Selain itu, ada juga faktor lain yang disebut-sebut berpengaruh pada perkembangan kognitif seseorang, seperti:

    • keturunan,
    • lingkungan,
    • kematangan,
    • kebebasan,
    • minat dan bakat.

    Contoh Kemampuan Kognitif

    Mengajar di Kelas
    Mengajar di Kelas | Sumber: pixabay.com

    Berikut contoh kemampuan kognitif pada seseorang dalam proses pembelajaran:

    • Mengingat materi;
    • Memecahkan masalah;
    • Membangun gagasan atau ide;
    • Menghubungan hal satu dengan hal lain;
    • Mampu memahami konsep sebab akibat;
    • Mampu berpikir kritis;
    • Berpikir logis;
    • Berpikir sistematis;
    • Mampu menganalisa sesuatu;
    • Mampu berimajinasi;
    • Bisa melakukan evaluasi atau penilaian;
    • Mengenali huruf;
    • Memahami bacaan;

    Cara Meningkatkan Kemampuan Kognitif 

    Demi bisa mengembangkan kemampuan tersebut. ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan, seperti:

    • Rajin membaca buku;
    • Mendengarkan musik;
    • Mengajak anak bermain kreatif, seperti bermain puzzle, bermain warna, dan bentuk;
    • Mengasah kreativitas dengan membuat karya seni dan kerajinan;
    • Melatih ingatan;
    • Lakukan olahraga secara rutin untuk bisa meningkatkan daya ingat;
    • Kelola stres dengan baik;
    • Tidur cukup; serta
    • Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

    Sudah Paham tentang Apa itu Kemampuan Kognitif?

    Kognitif adalah kemampuan dasar pada diri seseorang. Aspek ini sangat berkaitan erat dengan proses berpikir, memahami, dan  memecahkan suatu masalah yang berguna untuk menjalani hidup ke depan.

    Oleh karena itu, penting sekali untuk mengasah kemampuan ini sejak dini. Mulai dari hal-hal kecil seperti bermain, mendengarkan musik, sampai olahraga supaya bisa membantu meningkatkan cara berpikir seseorang.

  • Perkembangan Kognitif: Pengertian, Teori dan Tahapannya

    Perkembangan Kognitif: Pengertian, Teori dan Tahapannya

    Perkembangan kognitif anak sangat penting untuk Anda pelajari. Tujuannya agar Anda memahami proses perkembangan anak dalam mengingat, memecahkan masalah, serta mengambil keputusan. Perkembangan tersebut juga bisa berbeda-beda untuk setiap anak. Aspek kognitif juga erat kaitannya dengan kecerdasan seseorang.

    Pengertian Perkembangan Kognitif

    Kognitif manusia
    (Kognitif manusia | Sumber gambar: Pixabay.com)

    Secara bahasa, kognitif mempunyai arti mengerti atau pengertian. Arti kognitif yaitu proses internal yang berlangsung dalam pusat susunan saraf manusia ketika sedang berpikir. Sementara Meisser menjelaskan bahwa cognitifon merupakan perolehan di dalam pemanfaatan pengetahuan melalui penataan.

    Dalam pengertian sederhana, cognitive development merupakan perkembangan diri kognisi yang dapat berpengaruh terhadap aliran kognitif. Ada juga yang menyebutkan bahwa ini merupakan perkembangan tingkah laku seorang anak yang berdasarkan pada kognisinya.

    Selain itu, kognitif juga merupakan serangkaian kegiatan mental yang menjadikan seseorang dapat melakukan hubungan, memberikan penilaian terhadap sesuatu, mempertimbangkan sesuatu, sampai memberikan tanggapan terhadap peristiwa. 

    Kognitif bisa terjadi pada seseorang yang memperoleh ide, gagasan, maupun pemecahan masalah di dalam dirinya.

    Teori Perkembangan Kognitif Menurut Ahli

    Orang tua mengajarkan anaknya
    (Orang tua mengajarkan anaknya | Sumber gambar: mali.me)

    Teori ini pertama kali muncul dari seorang Psikolog Swiss yang bernama Jean Piaget. Berdasarkan teorinya, Piaget menjelaskan bahwa manusia dapat membangun kemampuan kognitifnya lewat tindakan yang termotivasi oleh lingkungan.

    Selain Piaget, masih ada teori cognitive development lainnya yang dikemukakan ahli. Misalnya Lev Vygotsky yang berpendapat bahwa kognitif sifatnya konstruktivis sosial. Berikut penjelasan selengkapnya.

    1. Menurut Jean Piaget

    Cognitive development theory menurut Jean Piaget bahwa anak terus melakukan interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Kemudian hasil interaksi tersebut menghasilkan sesuatu yang bernama skema, skemata, atau juga dinamakan schemal.

    Skema atau skemata merupakan jenis-jenis pengetahuan yang mempunyai peran membantu seseorang dalam berinterpretasi dan memahami lingkungannya. Sifat utama skemata yaitu akan terus bermodifikasi, dinamis, bergerak, berkelanjutan, serta tak bisa berhenti pada satu titik saja.

    Agar schemal bisa terus bergerak sesuai sifat yang dimiliki, maka perlu bantuan proses penting bernama asimilasi maupun akomodasi. Asimilasi merupakan aktivitas untuk memperoleh informasi baru sehingga informasi tersebut masuk ke skema yang telah ada.

    Lalu akomodasi merupakan proses yang berlangsung saat pengetahuan atau informasi baru masuk ke skema lalu berubah menjadi schemal dalam bentuk baru. Kemampuan kognitif anak juga berkembang secara bertahap serta di rentang waktu berbeda.

    Ketika anak dipaksa mempunyai kemampuan yang tak sesuai di waktu perkembangannya, kemungkinan anak tersebut akan mengalami gangguan di masa emasnya. 

    Teori perkembangan kognitif Piaget ini juga ada yang menyebutnya teori genetic epistemology.  Hal ini karena teorinya memberikan penjelasan seputar perkembangan terkait kemampuan intelektual anak selama masa pertumbuhan.

    2. Menurut Lev Vygotsky

    Lev Vygotsky merupakan ahli psikologi dari Rusia. Menurutnya, interaksi sosial di dalam beragam tahapan cognitive development sangat penting untuk anak. Meskipun demikian, anak juga mempunyai kemampuan untuk menyusun beragam pengetahuan serta informasi yang ia peroleh secara mandiri dan aktif.

    Ketika seseorang hendak memahami lebih jauh jalan pikiran maupun kondisi kognitif anak, Lev Vygotsky cenderung memilih melakukan penelusuran. Apa yang menjadi penelusurannya yaitu tentang bagaimana interaksi sosial anak.

    Melalui tindakan penelusuran tersebut, Vygotsky berkeyakinan bahwa perkembangan fungsi mental seorang anak  bukan hanya dari dalam diri anak tersebut. Akan tetapi, fungsi mental berhasil ia peroleh lewat interaksi sosial.

    Tahapan Perkembangan Kognitif Menurut Piaget

    cognitive development theory Jean Piaget
    ( cognitive development theory Jean Piaget | Sumber gambar: simplypsychology.org)

    Menurut Jean Piaget, tahapan cognitive development terdiri dari:

    1. Tahapan Sensorimotor

    Tahapan yang pertama yaitu sensorimotor yang terjadi pada anak mulai umur 0 sampai 2 tahun. Menurut Piaget, manusia mempunyai refleks bawaan sejak lahir yang akan mendorong eksplorasinya.

    Kemudian skema juga terbentuk lewat proses diferensiasi refleks bawaan. Terdapat sub enam pada tahapan sensorimotor, yaitu:

    • Tahapan skema refleks, tahapan yang muncul sejak manusia lahir sampai umur 6 minggu serta mempunyai hubungan utama terhadap refleks.
    • Tahapan reaksi sirkular primer, di tahapan ini skema mulai ada sejak 6 minggu sampai 4 bulan serta mempunyai hubungan utama terhadap munculnya kebiasaan.
    • Reaksi sirkular sekunder, tahapan yang muncul saat manusia berada di usia 4 sampai 9 bulan serta mempunyai hubungan utama terhadap koordinasi pemaknaan dan penglihatan.
    • Reaksi sirkular sekunder, tahapan yang muncul sejak 9 sampai 12 bulan ketika munculnya kemampuan melihat objek sebagai sebuah hal yang sifatnya permanen. Meskipun terkadang jika melihatnya dari sudut pandang berbeda, dinamakan permanensi objek.
    • Fase sirkular tersier, muncul ketika usia 12 sampai 18 bulan dan mempunyai hubungan utama terhadap penemuan baru untuk mencapai tujuan.
    • Awal representasi simbolik, tahapan yang mempunyai hubungan utama terhadap tahapan awal kreativitas.

    2. Tahapan Pra Operasional

    Tahapan perkembangan kognitif yang kedua berlangsung mulai usia 2 sampai 7 tahun. Menurut Piaget, tahapan ini memunculkan fungsi psikologis. Anak akan mempunyai kemampuan berpikir secara simbolis dan terus berkembang.

    Anak juga mempunyai kemampuan non logis, egosentris, sifat intuitif, animisme, serta kemampuan berbahasanya lebih matang. Selain itu, anak juga mampu berimajinasi secara kuat dan mempunyai kemampuan mengingat yang lebih kuat juga.

    3. Tahapan Operasional Konkret

    Tahapan yang ketiga berlangsung pada anak dengan rentang usia 7 sampai 11 tahun. Pada tahapan ini memungkinkan anak bisa menggunakan logika secara memadai. Terdapat beberapa sub tahapan, yaitu:

    • Pengurutan, kemampuan mengurutkan objek sesuai ukuran, bentuk serta ciri yang lain.
    • Klasifikasi, kemampuan memberikan nama dan mengidentifikasi benda sesuai tampilan, ukuran, maupun ciri yang lain.
    • Decentering, kemampuan anak dalam mempertimbangkan aspek permasalahan sampai memecahkannya.
    • Reversibility, kemampuan anak untuk memahami bahwa jumlah benda bisa berubah lalu mengembalikannya lagi ke kondisi semula.
    • Konservasi, kemampuan anak bahwa kuantitas maupun panjang benda tak ada kaitannya dengan tampilan atau pengaturan objek maupun benda tertentu.
    • Penghilangan sifat egosentris, kemampuan melihat hasil berdasarkan sudut pandang orang lain serta tak mempunyai sifat egosentris.

    4. Tahapan Operasional Formal

    Tahapan perkembangan kognitif anak yang berlangsung di usia 11 tahun sampai dewasa. Ketika remaja sudah berada di tahap ini, mereka sudah mampu untuk berpikir abstrak dengan cara memanipulasi ide yang ada di kepalanya. Hebatnya lagi, semua hal tersebut bisa ia lakukan tanpa harus ketergantungan terhadap manipulasi konkret.

    Seorang anak sudah dapat melakukan perhitungan secara matematis. Mereka juga bisa berpikir kreatif, bernalar secara abstrak, serta membayangkan hasil tindakan tertentu.

    Baca Juga : Pengertian Kependidikan, Tugas, Unsur dan Syarat-syaratnya

    Konsep Perkembangan Kognitif Menurut Vygotsky

    Vygotsky menjelaskan bahwa terdapat tiga konsep seputar cognitive development.

    1. ZPD atau Zona Perkembangan Proksimal

    Zona Perkembangan Proksimal merupakan tugas yang sulit yang harus dikerjakan anak. Serangkaian tugas tersebut bisa ia kerjakan dengan bantuan orang dewasa maupun anak lain.

    Lewat konsep ini, Vygotsky ingin menunjukkan pentingnya interaksi sosial. Konsep ini juga ingin menunjukkan sejauh mana kemampuan seorang anak dalam belajar mandiri atau belajar dengan bantuan orang lain.

    2. Konsep Scaffolding

    Konsep yang berfokus terhadap dokumen anak selama belajar ZPD. Agar tahu sejauh mana perkembangan kognitif anak, pengajar harus melakukan dialog. Nanti hasil dialog tersebut menjadi pertimbangan di dalam menyesuaikan proses bimbingan.

    3. Bahasa dan Pemikiran

    Konsep yang ketiga dari teori perkembangan Vygotsky yaitu bahasa serta pemikiran. Menurutnya, fungsi bahasa bukan sekadar alat komunikasi sosial melainkan juga untuk memantau, membuat rencana, atau mengontrol aktivitas anak.

    Di dalam ilmu psikologi, bahasa dalam cognitive development berperan dalam dua hal. Pertama, sebagai private speech atau tindakan anak saat berbicara keras terhadap dirinya sendiri. Untuk private speech sendiri umumnya berlangsung ketika anak berusia 3 sampai 5 tahun.

    Kedua, anak akan mengalami inner speech. Berlangsung saat anak berusia di atas 5 tahun, di mana anak akan menggunakan kemampuannya berbicara sebagai kontrol atas perilakunya. Untuk fase inner speech ini terus terbawa hingga anak tersebut memasuki masa dewasa.

    Sudah Paham tentang Perkembangan Kognitif?

    Sekian pembahasan seputar cognitive development theory atau perkembangan kognitif. Penting untuk mempelajarinya sehingga Anda bisa mengetahui bagaimana kecerdasan anak Anda berkembang. Semoga bermanfaat.

  • Pengertian Kependidikan, Tugas, Unsur dan Syarat-syaratnya

    Pengertian Kependidikan, Tugas, Unsur dan Syarat-syaratnya

    Apa itu pengertian kependidikan? Istilah ini pastinya sudah tak asing lagi di telinga Anda. Akan tetapi, tidak sedikit pula yang belum memahaminya. Untuk itu, pembahasan berikut pastinya akan sangat bermanfaat untuk Anda. Sebab, artikel ini akan membahas mengenai kependidikan, seperti tugas, unsur, hingga syaratnya.

    Pengertian Kependidikan

    Pengertian kependidikan
    (Pengertian kependidikan | Sumber gambar: Pixabay.com)

    Menurut KBBI, kependidikan merupakan program akselerasi yang di dalamnya terdapat serangkaian kegiatan pendidikan. Aktivitas tersebut telah diatur sedemikian rupa sehingga dapat dilakukan siswa di waktu yang relatif lebih singkat daripada biasanya.

    Definisi kependidikan juga bisa merujuk terhadap tenaga pendidik maupun kependidikan yang tugasnya sebagai pembimbing, pengajar, atau pelatih peserta didik. Lalu apa unsur-unsur dalam kependidikan tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

    Pengertian Tenaga Kependidikan

    Berdasarkan Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003, tenaga kependidikan merupakan anggota masyarakat yang mengabdi serta diangkat agar dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan. 

    Sementara itu, menurut PP Nomor 2 Tahun 1992, tenaga kependidikan merupakan anggota masyarakat yang mengabdi secara langsung di dalam penyelenggaraan pendidikan. Di dalam UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003, yang termasuk tenaga kependidikan yaitu:

    • Tenaga kependidikan meliputi penguji, tenaga pendidik, pustakawan, penilik, pengelola satuan pendidikan, teknisi sumber belajar, peneliti serta pengembang pada bidang pendidikan, serta laboran
    • Tenaga pendidik termasuk pelatih, pembimbing, dan pengajar
    • Pengelola satuan pendidikan meliputi direktur, kepala sekolah, ketua, rektor, serta pimpinan di satuan PLS atau Pendidikan Luar Sekolah

    Selain itu, pengelola sistem pendidikan juga tergolong ke dalam tenaga kependidikan. Contohnya kepala dinas pendidikan, baik di tingkat kabupaten, kota, atau provinsi. 

    Tugas Pendidik dan Tenaga Kependidikan

    Berdasarkan pasal 39 (2) UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003, pendidik adalah tenaga profesional yang bertugas membuat perencanaan serta melakukan proses pembelajaran. Selain itu, pendidik juga memiliki tugas untuk melakukan pembimbingan serta pelatihan.

    Pendidik juga melaksanakan penelitian serta pengabdian terhadap masyarakat, terutama untuk pendidik di jenjang perguruan tinggi. Sementara itu, tugas dari kependidikan tertera di dalam pasal 39 (1) UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003.

    Pada pasal tersebut terdapat penjelasan bahwa tugas tenaga kependidikan adalah melakukan administrasi, pengawasan, pengembangan, pengelolaan, serta pelayanan teknis. Melalui semua hal tersebut diharapkan mampu menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.

    Unsur Kependidikan

    Selain pengertian kependidikan, terdapat informasi berikutnya yang juga harus Anda pahami, yakni tentang unsur-unsur kependidikan. Berikut beberapa unsurnya:

    1. Peserta Didik

    Peserta didik
    (Peserta didik | Sumber gambar: Pexel.com)

    Unsur yang pertama yaitu peserta didik atau juga populer dengan istilah siswa. Peserta didik mempunyai status sebagai subjek yang Anda didik. Mereka juga merupakan subjek otonom serta ingin diakui keberadaannya.

    2. Pendidik atau Orang yang Membimbing

    Pengajar
    (Pengajar | Sumber gambar: Pexel.com)

    Selanjutnya ada unsur kedua yaitu pendidik atau orang yang membimbing. Pendidik adalah seseorang yang mempunyai tanggung jawab dalam melaksanakan pendidikan berdasarkan sasaran utama yakni peserta didik.

    Para peserta didik tersebut menjalani pendidikan di dalam tiga macam lingkungan. Ketiga jenis lingkungan tersebut yakni sekolah, lingkungan keluarga, serta lingkungan masyarakat. Maka dari itu, seseorang yang termasuk ke dalam pendidik tersebut antara lain:

    • Guru
    • Orang tua
    • Pemimpin program pembelajaran
    • Masyarakat

    3. Interaksi Peserta Didik dan Pendidik

    Interaksi guru dan murid
    (Interaksi guru dan murid | Sumber gambar: Pexel.com)

    Unsur selanjutnya dalam kependidikan yaitu interaksi yang terjadi antara pendidik dengan peserta didik dan sebaliknya. Ini merupakan sebuah interaksi edukatif yang pada prosesnya berorientasi terhadap tujuan pendidikan.

    4. Materi Pendidikan

    Buku
    (Buku | Sumber gambar: Unsplash.com)

    Di dalam melakukan interaksi sudah tentu harus ada materi pendidikan atau topik yang menjadi pembahasan. Semua materi tersebut diramu dalam bentuk kurikulum. Lalu materi pendidikan yang akan diberikan siswa mencakup dua hal, yaitu materi inti dan materi lokal.

    Baca Juga : Cara Menghormati Guru Agar Mendapatkan Ilmu yang Berkah

    5. Konteks yang Memberi Dampak Terhadap Pendidikan

    Adapun konteks yang mampu memberikan dampak terhadap pendidikan antara lain:

    • Alat serta metode pendidikan ibarat 2 sisi dari mata uang. Keduanya bisa Anda artikan sebagai segala sesuatu berupa pelaksanaan maupun tindakan secara sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan
    • Tempat peristiwa pelatihan, bimbingan, maupun lingkungan pendidikan

    Syarat-syarat Kependidikan

    Masih tentang pengertian kependidikan, pembahasan berikutnya yaitu syarat-syarat seseorang menjadi pendidik serta tenaga kependidikan. Secara umum, persyaratannya sudah tercantum di dalam pasal 42 UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003.

    Pada peraturan tersebut terdapat penjelasan seputar syarat untuk menjadi seorang pendidik, yaitu:

    • Memiliki kualifikasi minimum serta bersertifikasi sesuai jenjang kewenangan mengajar
    • Memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional secara lebih baik
    • Mempunyai tubuh yang sehat secara jasmani maupun rohani

    Lalu penyelenggara pendidikan baik di tingkat pemerintahan daerah dan pusat mempunyai kewajiban untuk melakukan pembinaan serta pengembangan tenaga kependidikan. Hal ini sesuai dengan bunyi pada pasal 44 Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003.

    Pembinaan tersebut memang menjadi hak bagi pendidik serta tenaga kependidikan. Bagi yang belum tahu apa saja hak-haknya, simak penjelasan berikut.

    Apa Saja Jenis Tenaga Kependidikan di Perguruan Tinggi?

    Setidaknya terdapat 23 jenis tenaga kependidikan yang sudah diusulkan Perguruan Tinggi Negeri. Hal ini sesuai dengan Permenristekdikti Nomor 49 Tahun 2015 yaitu:

    • Arsiparis
    • Analisis Kebijakan (berlaku hanya untuk PTN)
    • Analisis kepegawaian (berlaku hanya untuk PTN)
    • Auditor kepegawaian (berlaku hanya untuk PTN)
    • Bidan
    • Dokter 
    • Dokter gigi
    • Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa (berlaku hanya untuk PTN)
    • Pengembang Teknologi Pembelajaran (berlaku hanya untuk PTN)
    • Perawat
    • Perawat gigi
    • Penyuluh Kesehatan Masyarakat
    • Perancang Perundang-undangan (berlaku hanya untuk PTN)
    • Pranata Komputer
    • Pranata Humas
    • Perencana (berlaku hanya untuk PTN)
    • Radiografer
    • Pustakawan
    • Pengelola Poliklinik
    • Widyaiswara (berlaku hanya untuk PTN)
    • Pranata fotografi
    • Pranata Laboratorium Pendidikan atau PLP
    • Pranata Laboratorium Kesehatan

    Hak Pendidik serta Tenaga Kependidikan

    Hak pendidikan maupun tenaga kependidikan juga sudah tertera di dalam pasal 40 (1) Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003. Pada pasal tersebut jelas menyatakan jika hak pendidik serta tenaga kependidikan di antaranya seperti berikut:

    • Memperoleh pendapatan serta jaminan demi mencapai kesejahteraan sosial yang memadai
    • Memperoleh penghargaan sesuai tugas kerja maupun prestasinya masing-masing
    • Mendapatkan pembinaan karier sesuai tuntutan terhadap pengembangan kualitas
    • Mendapatkan kesempatan untuk menggunakan sarana prasarana serta fasilitas pendidikan. Melalui pemanfaatan tersebut diharapkan mampu menunjang kelancaran di dalam menjalankan tugasnya masing-masing

    Kewajiban Pendidik serta Tenaga Kependidikan

    Jika ada hak maka sudah tentu ada kewajiban. Seorang pendidik serta tenaga kependidikan juga harus paham apa saja yang menjadi kewajibannya. Terkait hal tersebut, sudah ada aturannya yaitu di pasal 40 (2) Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003.

    Berdasarkan peraturan tersebut, yang menjadi kewajiban pendidik serta tenaga kependidikan antara lain:

    • Menghadirkan suasana pendidikan yang bermakna atau meaningful learning, kreatif, dinamis, menyenangkan, serta dialogis
    • Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia
    • Memberikan contoh/teladan yang baik serta menjaga nama baik lembaga, profesi, serta kedudukan sesuai kepercayaan yang sudah diberikan padanya

    Apa Itu Perencanaan Tenaga Kependidikan?

    Perencanaan merupakan proses prediksi/peramalan, pengembangan, penerapan, serta pengontrolan guna menjamin lembaga memiliki kesesuaian baik jumlah pegawai, penempatan dari pegawai tersebut, waktu yang sesuai secara ekonomis maupun lebih bermanfaat.

    Lalu mengapa perencanaan tenaga kependidikan ini perlu? Berikut beberapa tujuannya:

    • Pemetaan terhadap keseimbangan proporsi jumlah dari personalia pendidikan
    • Mengetahui tenaga yang sudah mulai memasuki usia purna bakti alias pensiun maupun pindah
    • Pengembangan organisasi serta unit baru
    • Mengetahui proyeksi terkait kebutuhan sumber daya yang dibutuhkan dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun mendatang

    Lalu bagaimana cara menyusunnya? Berikut langkah-langkah dalam menyusun dan perencanaan tenaga kependidikan.

    • Meramal atau memprediksi kebutuhan tenaga
    • Memproyeksi persediaan sumber tenaga kerja
    • Membandingkan kebutuhan tenaga dan sudah diprediksi dengan persediaan yang telah diproyeksikan
    • Membuat perencanaan kebijakan serta program guna memenuhi kebutuhan tenaga. Perencanaan tersebut harus berdasarkan ada hasil analisis jabatan. Kemudian melaporkannya pada atasan atau pimpinan

    Sudah Paham Pengertian Kependidikan?

    Sekian informasi tentang pengertian kependidikan, serta hal-hal yang ada di dalamnya, seperti pendidik dan tenaga kependidikan. Jadi, sangat penting memilih seseorang sesuai kualifikasi atau keahlian yang dibutuhkan sehingga mampu mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Semoga bermanfaat.

  • Buku Tentang Pendidikan untuk Para Calon Guru

    Buku Tentang Pendidikan untuk Para Calon Guru

    Sedang mencari buku tentang pendidikan? Membahas tentang pendidikan, pasti tak akan lepas dari dua istilah penting yaitu guru dan murid/siswa. Bagi guru, mengajar merupakan transfer pengetahuan dan aktivitas tersebut harus dilakukan serta berlangsung secara menyenangkan.

    Agar semakin meningkatkan profesionalitas Anda sebagai guru, terdapat beberapa buku seputar pendidikan yang recommended. Buku ini bisa menjadi pilihan untuk menambah wawasan Anda, khususnya tentang bagaimana cara menghadapi siswa dengan karakter yang berbeda-beda.

    Daftar Buku Tentang Pendidikan yang Recommended

    Buku tentang pendidikan
    (Buku tentang pendidikan | Sumber gambar: Pixabay.com)

    Pendidikan adalah sarana untuk menambah wawasan serta membantu dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Berikut beberapa pilihan buku seputar pendidikan bagi guru maupun calon pendidik.

    1. Buku tentang Pendidikan Karakter

    Pendidikan Karakter di Era Milenial
    (Pendidikan Karakter di Era Milenial | Sumber gambar: Shopee.com)

    Rekomendasi buku yang pertama yaitu berjudul Pendidikan Karakter di Era Milenial. Ini merupakan buku yang memang disarankan karena memungkinkan Anda memahami bagaimana cara memberikan pendidikan karakter terhadap para siswa.

    Buku tersebut karya Adi Suprayitno serta Wahid Wahyuni. Di dalamnya terdapat 190 halaman yang memberikan beragam ulasan menarik. Membaca buku tersebut tak akan membuat Anda cepat bosan karena banyak informasi baru dan sangat bermanfaat di dalamnya.

    Buku tersebut menerangkan bagaimana memberikan pendidikan pada anak-anak milenial di jaman sekarang. Selama ini, kebanyakan anak-anak atau siswa tersebut memandang guru hanya sebagai seorang pendidik.

    Padahal guru juga bisa menjadi tempat bercerita para siswa. Interaksi guru juga tidak seharusnya terbatas hanya di jam-jam sekolah. Melalui buku ini, wawasan Anda akan terbuka bahwa peran guru memang sangat besar.

    Guru bisa menjadi seseorang yang dekat dengan para siswanya. Bukan hanya dekat untuk membahas pelajaran. Guru bisa menjadi tempat bercerita tentang kehidupan para siswa tersebut.

    2. Buku tentang Cara Membangun Kelas Aktif

    Membangun Kelas Aktif dan Inspiratif
    (Membangun Kelas Aktif dan Inspiratif | Sumber gambar: edeposit.perpusnas.go.id)

    Selanjutnya ada buku tentang pendidikan berjudul Membangun Kelas Aktif dan Inspiratif karya H. A Tabrani Rusyan, Asep Hermawati, S.Pd, M.Pd, serta Dr. Hj. Wiwin Winami, M. M.Pd. Sesuai namanya, melalui buku ini Anda akan belajar tentang bagaimana cara menciptakan suasana pembelajaran yang aktif.

    Buku tersebut mempunyai 262 halaman. Ketika membacanya, Anda seolah diingatkan kembali seperti apa peranan serta kompetensi guru di dalam pembelajaran. Tentunya guru bukan sekadar menjadi sosok yang menjelaskan di papan tulis lalu memberikan tugas.

    Seorang guru juga harus menjadi demonstrator. Selain itu, guru harus berperan sebagai fasilitator, mediator, pengelola kelas, maupun evaluator. Dengan membaca buku tersebut, banyak informasi baru tentang apa yang perlu Anda lakukan sehingga suasana kelas menjadi aktif dan menyenangkan.

    Banyak strategi untuk membangun kelas aktif yang terdapat dalam buku recommended ini. Setelah membacanya, Anda akan tahu kira-kira seperti apa peran penting guru. Kemudian, Anda juga paham terkait bagaimana cara menghadirkan suasana kelas yang menyenangkan dan nyaman sehingga para siswa aktif mengikuti pelajaran.

    3. Buku Seputar Inovasi Pembelajaran

    Inovasi Pembelajaran di Pendidikan Tinggi
    (Inovasi Pembelajaran di Pendidikan Tinggi | Sumber gambar: deepublishstore.com)

    Selanjutnya ada buku tentang pendidikan yang juga tak kalah menarik. Buku yang satu ini memiliki judul Inovasi Pembelajaran di Pendidikan Tinggi.  Buku tersebut terbit karena muncul kesadaran akan pentingnya inovasi pembelajaran.

    Inovasi tersebut menjadi sesuatu yang sangat penting dan seorang guru harus mempunyai serta menerapkannya. Dengan inovasi, pembelajaran yang berlangsung di kelas menjadi lebih hidup serta bermakna. 

    Selain itu, Anda juga sadar betapa pentingnya peran guru dalam menemukan, mencoba, menggali, maupun menerapkan berbagai metode dan pendekatan.

    Banyak strategi yang dijelaskan lewat buku tersebut. Dengan membaca dan memahaminya, Anda akan menjadi guru yang lebih profesional. Nantinya, Anda akan tahu bahwa penting bagi guru menghadirkan inovasi baru dalam pembelajaran.

    Buku yang recommended ini disusun author bernama Dr. H. Muhammad Zaenuddin, S.Si., M.Sc.. Memiliki tebal 228 halaman, tak heran jika banyak hal menarik tersaji di dalamnya. Membaca dan menerapkannya akan menjadikan Anda sebagai seorang guru yang benar-benar profesional.

    4. Buku tentang Pendidikan dan Pengenalan Diri Sendiri

    Landasan Pendidikan: Dasar Pengenalan Diri Sendiri Menuju Perubahan Hidup
    (Landasan Pendidikan: Dasar Pengenalan Diri Sendiri Menuju Perubahan Hidup | Sumber gambar: edeposit.perpusnas.go.id)

    Pendidikan merupakan kata yang kerap dipakai banyak orang. Akan tetapi, apakah mereka benar-benar paham dengan kata tersebut? Apa arti pendidikan yang sebenarnya?

    Faktanya, banyak orang yang belum memahami tentang pengertian dari pendidikan itu sendiri. Padahal mereka kerap menggunakan kata tersebut, baik dalam dialog maupun diskusi.

    Pendidikan bukan sekadar bagaimana anak bersekolah lalu menjadi pintar. Pendidikan lebih daripada itu, di mana anak-anak harus mengembangkan dirinya sehingga mampu mencapai cita-cita serta tujuan hidupnya pada masa mendatang yang penuh dengan tantangan. 

    Oleh karena itu, buku karya Amos Neoloka yang berjudul Landasan Pendidikan: Dasar Pengenalan Diri Sendiri Menuju Perubahan Hidup ini bisa menjadi referensi Anda. Dalam buku tersebut terdapat penjelasan secara detail tentang makna pendidikan yang sebenarnya serta bagaimana cara menerapkannya.

    Buku yang berjumlah 564 halaman tersebut memungkinkan pembaca memahami bagaimana cara menggali dan mengembangkan potensi anak. Dengan begitu, mereka lebih siap untuk menghadapi tantangan yang ada dan meraih cita-citanya.

    5. Buku Seputar Krisis Ilmu Pengetahuan

    Telaah Krisis Ilmu Pendidikan dalam Multiperspektif
    (Telaah Krisis Ilmu Pendidikan dalam Multiperspektif | Sumber gambar: id.carousell.com)

    Buku tentang pendidikan yang kelima merupakan karya Yusuf Tri Herlambang yang berjudul Telaah Krisis Ilmu Pendidikan dalam Multiperspektif. Buku ini mengedepankan faktor pedagogi di dalam pembahasannya.

    Pedagogi merupakan ilmu dasar sekaligus menjadi dasar di dalam menyelenggarakan pendidikan. Di dalam penerapannya, pedagogi menjadi sebuah landasan teoritis untuk membangun pilar kehidupan manusia. Dengan kata lain, pedagogi tersebut menjadi ilmu yang akan menghubungkan manusia serta berbagai aspek kehidupannya.

    Buku ini memberikan ulasan secara lengkap seputar pedagogi Indonesia. Setelah membacanya, Anda akan tahu betapa pentingnya menguasai pedagogi serta bagaimana cara mengaplikasikannya.

    6. Menjadi Guru Profesional

    Menjadi Guru Profesional
    (Menjadi Guru Profesional | Sumber gambar: Shopee.co.id)

    Selanjutnya ada buku tentang pendidikan karya Muhammad Anwar H.M berjudul Menjadi Guru Profesional. Lewat judulnya saja sudah jelas bahwa buku ini akan memberikan pembahasan secara detail tentang tips untuk meningkatkan profesionalisme Anda sebagai pendidik.

    Menjadi guru profesional memang butuh proses dan tak bisa Anda dapatkan secara instan. Keistimewaan buku tersebut yaitu menghadirkan banyak pembahasan secara terperinci seputar berbagai cara meningkatkan kompetensi guru. Dengan begitu, wawasan pendidik akan semakin baik sehingga bisa menerapkannya di kelas.

    7. Buku tentang Pendidikan untuk Menjadi Guru Profesional

    Menjadi Guru Profesional
    (Menjadi Guru Profesional | Sumber gambar: Tokopedia.com)

    Selanjutnya ada buku berjudul Strategi Belajar Mengajar untuk Menjadi Guru yang Profesional. Sebuah kewajiban bagi pendidik untuk selalu bersikap profesional di dalam melaksanakan tugas-tugasnya serta membangun suasana belajar berkualitas dan menyenangkan.

    Bagaimana guru memberikan pengajaran pada para peserta didik ditunjukkan lewat strategi belajar mengajarnya. Sangat penting menerapkan strategi pembelajaran ini sehingga proses belajar mengajar pun lebih terarah sehingga sesuai tujuan pembelajaran.

    Dari sana, penjelasan maupun informasi dari guru mampu tersampaikan secara baik. Buku karangan Rahmah Johar serta Latifah Harum ini bisa menjadi panduan Anda di dalam menyusun dan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat.

    Bukan itu saja, di dalam buku tersebut juga terdapat pembahasan seputar bagaimana melakukan remedial maupun pengayaan. Jadi, buku tersebut akan memudahkan Anda sebagai pendidik dalam mengelola kelas dengan cara menyenangkan dan sesuai tujuan pembelajaran.

    Mana Buku Tentang Pendidikan Favorit Anda?

    Itulah beberapa referensi mengenai buku tentang pendidikan. Buku-buku tersebut bisa menjadi pilihan tepat untuk menambah wawasan Anda sehingga menjadi seorang pendidik profesional yang mampu menciptakan suasana belajar menyenangkan dan bermakna.

  • Cara Menghormati Guru Agar Mendapatkan Ilmu yang Berkah

    Cara Menghormati Guru Agar Mendapatkan Ilmu yang Berkah

    Ada banyak cara menghormati guru dan sebagai murid Anda wajib memahaminya. Guru merupakan seseorang yang sangat berjasa dalam mengajarkan Anda hal-hal yang awalnya tidak Anda ketahui.

    Peran guru sangat besar bagi perkembangan anak didiknya. Karena saking besarnya peran guru, tak sedikit yang mengistilahkannya sebagai orang tua kedua selama Anda belajar di sekolah. Untuk itu, Anda wajib menghormati guru agar ilmu yang Anda peroleh bermanfaat dan berkah.

    Begini Cara Menghormati Guru

    Menghormati guru juga merupakan bentuk rasa terima kasih atas jasa-jasa yang sangat besar untuk Anda. Ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk bisa menunjukkan rasa hormat kepada guru. Berikut pembahasannya.

    1. Memberi Salam

    Guru menyalami murid
    (Guru menyalami murid | Sumber gambar: darunnajah.com)

    Salah satu cara hormat pada guru yaitu dengan mengucapkan salam, baik saat bertemu maupun berpisah. Ini merupakan cara yang sangat sederhana dan semua orang seharusnya bisa melakukannya.

    Anda bisa mengucapkan assalamu’alaikum, selamat siang, maupun selamat pagi. Bisa juga dengan hanya menyebut nama guru tersebut dengan cara yang sopan sambil tersenyum. Cara tersebut akan membuat guru merasa senang dan pastinya Anda akan mendapatkan pahala karena menyenangkan guru Anda.

    2. Mendoakan Kebaikan

    Murid berdoa
    (Murid berdoa | Sumber gambar: sumsel.kemenag.go.id)

    Menghormati guru bisa juga dengan selalu mendoakan kebaikan untuknya. Anda tentu tahu bahwa jika bukan karena pengajaran dan kesabarannya dalam mendidik, kemungkinan Anda tak akan jadi seperti sekarang. Jasanya pun sangat besar sehingga Anda perlu membalas kebaikan guru melalui doa-doa kebaikan yang Anda panjatkan.

    Kapan harus mendoakan guru sebenarnya tidak ada waktu yang pasti. Namun, akan lebih baik jika Anda mendoakannya setelah selesai beribadah. Doakan hal-hal baik seperti pengampunan, rahmat, diberi panjang umur, dan lain-lain.

    3. Mendengarkan Guru Saat Menjelaskan

    Murid memperhatikan guru menerangkan
    (Murid memperhatikan guru menerangkan | Sumber gambar: pexel.com)

    Cara menghormati guru serta menghargainya yaitu dengan mendengarkan secara seksama pada saat guru menjelaskan. Ini merupakan bentuk adab yang sangat jarang diperhatikan oleh murid-murid jaman sekarang.

    Ketika guru menerangkan materi pelajaran, sangat banyak siswa yang tidak memperhatikan. Bahkan ada yang sibuk mengobrol atau bergurau dengan temannya. Padahal sudah menjadi kewajiban bagi seorang murid untuk mendengarkan penjelasan guru.

    Meskipun Anda tak paham atau bahkan tak menyukai pelajaran tersebut, Anda tetap harus mendengarkannya. Ini merupakan bentuk adab pada guru dan bisa jadi karena hal tersebut, perlahan-lahan Anda malah mudah memahami penjelasan guru bahkan menjadi suka dengan mata pelajaran tersebut.

    Jadi, Anda harus mendengarkan penjelasan guru secara seksama. Jangan sibuk mengobrol atau bahkan malah tidur. Hargailah guru agar suatu saat Anda juga akan dihargai oleh orang lain.

    4. Mematuhi Perintah Guru

    Berikutnya yaitu mematuhi setiap perintah guru. Misalnya perintah untuk mempelajari materi dan mengerjakan soal. Bisa juga perintah agar Anda maju ke depan untuk presentasi atau menjawab pertanyaan yang sudah ada di papan.

    Memang terkadang agak menyebalkan saat guru tiba-tiba menyuruh Anda maju ke depan. Apalagi saat Anda belum paham bagaimana cara menjawab atau mengerjakan soal tersebut.

    Akan tetapi, alasan guru menyuruh Anda maju ke depan sebenarnya bukan semata-mata agar Anda mengerjakan soal. Ini merupakan salah satu bentuk cara untuk mengajarkan keberanian dan percaya diri pada Anda. Jadi, saat Anda diminta maju ke depan dan ternyata tak bisa mengerjakan soal, maka tidak apa-apa.

    Asalkan Anda sebelumnya sudah memperhatikan penjelasan guru dan berusaha mengerjakannya. Guru tak akan memarahi ketika Anda sudah berusaha semaksimal mungkin. Bahkan guru tersebut akan tetap mengapresiasi usaha Anda yang berani maju ke depan.

    5. Mengerjakan Tugas

    Murid mengerjakan tugas
    (Murid mengerjakan tugas | Sumber gambar: pexel.com)

    Hal sederhana selanjutnya yang juga menunjukkan bentuk penghormatan pada guru yaitu mengerjakan tugas. Tentu tugas di sekolah maupun di rumah menjadi salah satu kewajiban yang harus Anda laksanakan sebagai murid.

    Mengerjakan soal-soal tersebut bukan sekadar untuk menyelesaikan tanggung jawab. Hal ini juga menjadi cara untuk menunjukkan bahwa Anda menghormati guru Anda. Saat di sekolah dan guru meminta mengumpulkan tugas dan semua siswa mengumpulkannya, maka guru tersebut sudah pasti senang.

    6. Memperhatikan dan Mengikuti Nasihatnya

    Memperhatikan guru
    (Memperhatikan guru | Sumber gambar: Pixabay.com)

    Cara menghormati guru yang juga dapat Anda lakukan adalah dengan memperhatikan serta mengikuti nasihatnya. Guru bukan hanya orang yang mengajarkan Anda materi pelajaran. Akan tetapi, guru juga menjadi sosok yang akan memberikan arahan maupun nasihat untuk kebaikan Anda.

    Jika guru memberikan masukan maupun nasihat, Anda harus memperhatikan secara seksama. Ketika apa yang disampaikan guru tersebut memang merupakan kebaikan bagi Anda, maka sudah seharusnya Anda mematuhi nasihat tersebut.

    7. Belajar dengan Tekun

    Murid belajar
    (Murid belajar | Sumber gambar: pexel.com)

    Keinginan terbesar seorang guru yaitu melihat anak didiknya menjadi orang yang sukses. Untuk mewujudkan keinginan guru, yang harus Anda lakukan yaitu belajar dengan tekun.

    Belajar memahami setiap penjelasan guru dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Belajar bukan hanya ketika mendekati ujian, melainkan biasakan untuk belajar setiap hari. Dengan begitu, peluang Anda untuk menjadi orang sukses akan terbuka lebar.

    8. Meminta Doa pada Guru

    Selain mendoakan guru, Anda juga harus meminta doa pada guru Anda. Seperti penjelasan sebelumnya, guru merupakan orang tua kedua. Sebagaimana meminta doa pada orang tua di rumah, Anda juga harus meminta doa pada guru yang sudah berjasa mendidik Anda sebagai muridnya.

    Mintalah doa padanya, terutama doa untuk kemudahan Anda dalam menerima setiap materi pelajaran dari guru. Doa dan ridho guru tersebut bisa menjadi salah satu sebab Anda menjadi seseorang yang mudah memahami sesuatu.

    9. Tidak Menyela atau Memotong Pembicaraan Guru

    Saat guru sedang menjelaskan materi pelajaran maupun mengobrol dengan Anda, bukan sekadar Anda harus memperhatikannya secara seksama. Di sini, Anda juga tidak boleh memotong atau menyela pembicaraan guru.

    Ketika guru berbicara, Anda wajib mendengarkannya. Lalu bagaimana jika ada yang ingin Anda sampaikan? Tunggu sampai guru selesai berbicara atau ketika guru Anda bertanya apakah Anda ingin menyampaikan sesuatu atau tidak.

    Selain itu, dalam menyampaikan pun juga harus dengan bahasa yang sopan. Jangan pernah berbicara pada guru dengan nada tinggi karena ini akan menyakiti hatinya dan malah ilmu yang Anda dapatkan tidak berkah.

    10. Tidak Membandingkan Antar Guru

    Tidak membandingkan guru satu dengan yang lain juga merupakan cara menghormati guru yang harus Anda lakukan. Terkadang ada siswa yang membandingkan guru, baik dari tampilan fisik, cara mengajar, maupun cara memperlakukan siswa-siswanya.

    Setiap guru pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ini merupakan sesuatu hal yang wajar dan terjadi pada setiap guru. Meskipun begitu, Anda jangan pernah membandingkannya.

    Anda harus memaklumi kelebihan dan kekurangan tersebut. Anda harus tetap menghormati guru dan jangan pernah membicarakan keburukannya dengan siswa atau teman Anda.

    Baca Juga : Pengertian AKM: Tujuan, Komponen dan Bedanya dengan UN

    Sudah Paham Cara Menghormati Guru?

    Sekian penjelasan tentang bagaimana cara untuk menghormati guru. Dengan melakukan hal tersebut, Anda juga berharap mendapatkan ridho dari guru sehingga ilmu-ilmu yang diajarkan bermanfaat dan berkah.

  • Contoh Kewajiban di Lingkungan Masyarakat, Sekolah, dan Rumah

    Contoh Kewajiban di Lingkungan Masyarakat, Sekolah, dan Rumah

    Setiap manusia pasti memiliki kewajiban. Contoh kewajiban misalnya, menghormati orang tua. Hal itu sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari kita. Kewajiban ini selalu didahulukan sebelum kamu menuntut adanya hak. 

    Kewajiban yang telah ditunaikan dan dilaksanakan penuh dengan rasa tanggung jawab akan membuahkan hasil yang memuaskan. Artikel ini akan membahas pengertian kewajiban, jenis, hingga contohnya.

    Apa Itu Kewajiban?

    Kewajiban merupakan perbuatan yang wajib kamu lakukan, baik itu perbuatan hukum maupun perbuatan yang berhubungan dengan agama. Hal ini adalah bentuk dari tanggung jawab kamu terhadap kehidupan.

    Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kewajiban adalah segala sesuatu yang wajib atau harus dilakukan secara benar dan tepat agar kamu mendapatkan hak.

    Jenis-Jenis Kewajiban

    Jenis-Jenis Kewajiban
    Jenis-Jenis Kewajiban | Sumber gambar: Bobo.id

    Menurut George Nathaniel Curzon, 5 jenis kewajiban. Berikut penjelasan mengenai 5 kewajiban tersebut, yaitu:

    1. Kewajiban  yang Mutlak

    Kewajiban mutlak merupakan kewajiban yang kamu lakukan untuk dirimu sendiri, sehingga tidak mengandung hak orang lain. 

    Hanya ada hakMu yang terpenuhi atas usahamu. Contoh kewajiban ini berupa kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kewajiban ini wajib kamu lakukan sendiri tanpa bantuan orang lain.

    2. Kewajiban Publik

    Kewajiban Pokok
    Kewajiban Pokok | Sumber gambar: BAMS

    Selanjutnya, ada kewajiban publik yaitu kewajiban yang berkaitan dengan kehidupan bernegara. Setiap individu yang tinggal di suatu negara wajib melaksanakan peraturan di negara tersebut.

    Peraturan itu  bersifat mengikat, sehingga kamu tidak dapat mengelak untuk tidak melakukannya. Contohnya, kamu wajib menaati peraturan lalu lintas. 

    3. Kewajiban Positif dan Negatif 

    Kewajiban ini dapat kamu lakukan atau tidak. Sesuai dengan hati nuranimu. Kewajiban positif merupakan tugas yang terdapat komitmen sebelumnya. Sedangkan, kewajiban negatif adalah tugas yang tidak bermaksud untuk melakukan komitmen. 

    Misalnya, perusahaan mencabut hakmu sebagai pekerja. Kemudian kamu melapor terhadap pihak berwajib, itu masuk ke dalam kewajiban positif. Namun, kalau kamu tidak bertindak apa-apa, tindakan tersebut tergolong kewajiban negatif.

    4. Kewajiban Umum dan Khusus

    Kewajiban umum bersifat menyeluruh (universal). Sedangkan, kewajiban khusus lebih ke dalam golongan tertentu. 

    Contoh kewajiban umum misalnya, suatu negara dengan peraturan perundang-undangan yang harus masyarakat taati, baik yang tinggal di negara itu maupun yang hendak ingin menetap.

    Sedangkan, kewajiban khusus contohnya partai politik. Peraturan yang mereka buat dan kegiatan yang telah terjadwal wajib dilaksanakan seluruh anggota partai karena telah tertulis dalam perjanjian. 

    5. Kewajiban Pokok

    Kewajiban pokok adalah kewajiban yang berkaitan dengan hukum yang muncul tanpa atau ada pelanggaran hukum sebelumnya. Misalnya UUD 1945, Pancasila, Peraturan adat istiadat, dan lain-lain.

    Contoh yang tanpa ada pelanggaran yaitu wajib pajak setiap setahun sekali dan tidak melanggar hukum negara. Sedangkan yang melanggar hukum contohnya, yaitu membayar ganti rugi atas perbuatan yang telah kamu lakukan.

    Contoh Kewajiban Berdasarkan UUD 1945

    UUD 1945
    UUD 1945 | Sumber gambar: Bobo.id-Grid.id

    Jika ditelaah lebih jauh lagi, sebenarnya contoh kewajiban Kamu sebagai masyarakat telah diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 27 sampai dengan pasal 34, berikut penjelasannya.

    1. Menaati Hukum dan Pemerintah (Pasal 27 ayat 1)

    Terdapat makna dalam pasal 27 ayat 1 yaitu tiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dalam hukum (equality before the law). Setiap orang yang melakukan kesalahan wajib diadili sesuai hukum. 

    Oleh karena itu, semua orang wajib menaati hukum yang ada baik masyarakat biasa atau penegak hukum.

    2. Ikut Serta Membela Negara Indonesia  (Pasal 27 ayat 3) 

    Upaya bela negara ini wajib dilakukan oleh setiap warga negara. Tetapi tidak harus melakukan kegiatan militer. Sebagai seorang pelajar, kamu dapat melakukannya melalui kegiatan belajar, mengikuti upacara bendera, dan menjaga kerukunan antar teman. 

    3. Saling menghormati HAM Orang Lain (Pasal 28J Ayat 1)

    Menghormati sesama manusia hukumnya wajib apalagi di Indonesia yang merupakan negara HAM. Sebab, berkaitan dengan hak orang lain. Apabila tidak dilaksanakan, tentu akan menimbulkan ketidakadilan antar masyarakat. 

    4. Tunduk pada batasan UUD 1945 (Pasal 28J Ayat 2)

    Setiap warga bebas menjalankan haknya. Pemerintah mengeluarkan Undang undang untuk mengatur batasan dalam berperilaku sebagaimana yang telah tercantum pada keseluruhan bagian dari UUD 1945. 

    Hal ini dilakukan supaya warga tidak melupakan nilai agama dan moral sosial serta menjaga ketertiban di masyarakat.  

    5. Wajib Ikut Pendidikan Minimal 12 Tahun Belajar (pasal 31 ayat 2)

    Pemerintah mencanangkan program 12 tahun belajar bagi seluruh warga Indonesia agar tingkat pendidikan di negara ini rata. Dengan meningkatkan kualitas pendidikan, kualitas dan daya saing SDM juga akan lebih meningkat. 

    Tidak hanya dalam undang-undang, Pancasila juga berisi beberapa kewajiban yang harus kamu lakukan. Setiap silanya mengandung beberapa makna, sehingga harus kamu amalkan setiap harinya.

    Baca Juga : 20 Contoh-Contoh Hak dan Kewajiban Siswa di Sekolah

    Contoh Kewajiban Berdasarkan Pancasila

    Pancasila dan Kewajiban
    Pancasila dan Kewajiban | Sumber gambar: Suara.com

    Dalam Pancasila, terdapat contoh kewajiban yang harus kamu penuhi sebagai berikut.

    • Sesuai sila pertama, kamu wajib memberikan kebebasan bagi orang lain untuk beribadah dan memeluk agama. 
    • Sila kedua, wajib menghormati  dan bersikap adil dengan sesama manusia.
    • Sila ketiga, wajib menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan.
    • Sila Keempat, wajib memberikan kebebasan berpendapat orang lain dan ikut serta dalam musyawarah.
    • Sila kelima, wajib memberikan orang lain kesempatan dalam kegiatan yang memakmurkan bangsa.

    Contoh Kewajiban Berdasarkan Lingkungan

    Berikut ini adalah contoh kewajiban di lingkungan masyarakat, sekolah, dan rumah yang harus kamu perhatikan dengan baik, yaitu:

    1. Lingkungan Masyarakat

    Inilah 5 contoh kewajibanmu di lingkungan masyarakat, antara lain yaitu: 

    • Menaati adat kebiasan dan peraturan di sekitarmu.
    • Menghormati antar warga.
    • Menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban lingkungan.
    • Mengikuti kegiatan gotong royong kampung dan kegiatan lainnya.
    • Membayar iuran pokok di lingkungan sekitarmu.

    2. Lingkungan Sekolah

    Kewajiban di Sekolah
    Kewajiban di Sekolah | Sumber gambar: Mikirbae.com

    Bagi kamu yang masih duduk di bangku sekolah, wajib mengamalkan 6 hal berikut ini yaitu:

    • Menaati peraturan sekolah.
    • Menghormati guru dan sesama teman.
    • Ikut serta menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah.
    • Mengikuti kegiatan belajar mengajar tepat waktu.
    • Membayar uang kas secara rutin.
    • Ada juga gerakan 3S yaitu salam, senyum, dan sapa yang mulai diterapkan di beberapa lingkungan sekolah.

    3. Lingkungan Keluarga

    Kewajiban Keluarga
    Kewajiban Keluarga | Sumber gambar: Hukumonline

    Ada beberapa kewajiban yang harus kamu lakukan saat berada di lingkungan keluarga sebagai berikut, yaitu:

    • Saling membantu sesama keluarga.
    • Saling memberi kasih sayang dan perhatian.
    • Bekerja sama yang baik antar keluarga.
    • Mentaati perintah orang tua.
    • Mematuhi peraturan yang ada di rumah.

    Siap Terapkan Berbagai Contoh Kewajiban di Atas?

    Sekarang kamu sudah mengetahui berbagai contoh kewajiban di lingkungan masyarakat, sekolah, rumah, hingga kewajiban yang tertuang dalam Pancasila. Menuntut hak memang tidak ada yang salah. Namun, alangkah lebih baiknya kamu menunaikan kewajiban terlebih dahulu agar tidak merugikan orang lain.

  • 20 Contoh-Contoh Hak dan Kewajiban Siswa di Sekolah

    20 Contoh-Contoh Hak dan Kewajiban Siswa di Sekolah

    Seorang siswa memiliki kewajiban sekaligus hak tertentu ketika berada di lingkungan sekolah. Dua hal tersebut berjalan beriringan dan selalu terikat satu sama lain. Lalu, apa saja contoh-contoh hak dan kewajiban siswa di sekolah? Gulirkan layar kamu ke bawah untuk mempelajari lebih lanjut!

    10 Contoh Hak Siswa di Sekolah

    Sekolah tidak cuma tentang belajar saja, sebagai siswa kamu punya berbagai hak yang perlu dipenuhi untuk kebutuhan perkembangan kamu secara intelektual. Sepuluh contoh hak siswa di sekolah berikut ini adalah gambaran yang umum. 

    1. Menggunakan Seluruh Fasilitas Sekolah

    Fasilitas Sekolah
    Fasilitas Sekolah | Sumber gambar: Unsplash

    Siswa dapat menggunakan seluruh fasilitas yang ada di sekolah untuk mendukung kegiatan belajar. Fasilitasnya antara lain laboratorium, perpustakaan, tempat beribadah, sarana olahraga, toilet, kantin, serta ruang kelas yang nyaman.

    Meski berhak sepenuhnya untuk memanfaatkan fasilitas, siswa tetap harus menggunakannya dengan penuh tanggung jawab. Artinya, jangan sampai merusak fasilitas dengan sengaja. 

    2. Mendapatkan Pengajaran dan Pembelajaran dari Guru

    Siswa Belajar bersama Guru
    Siswa Belajar bersama Guru | Sumber gambar: Unsplash

    Mendapatkan pengajaran dan pembelajaran dari guru atau pengajar merupakan sebuah hak utama para siswa karena belajar merupakan aktivitas utama siswa di sekolah. Siswa berhak mendapatkan materi pelajaran dengan sejelas mungkin.

    Tenaga pengajar juga bertanggung jawab untuk membimbing siswa yang terkendala selama proses belajar. Harapannya adalah semua siswa mendapatkan pengajaran serta pendidikan yang sama rata.

    3. Bertanya Jika Ada yang Belum Dipahami

    Siswa Bertanya pada Guru
    Siswa Bertanya pada Guru | Sumber gambar: Unsplash

    Setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda dalam belajar. Jika belum paham dengan pelajaran, siswa berhak untuk mengajukan pertanyaan kepada pengajar atau guru yang mendampinginya. Murid dapat menyampaikan pertanyaan tersebut ketika berada di dalam kelas maupun di luar jam pelajaran, tentunya dengan etika dan adab.

    Sementara itu, guru atau tenaga pendidik memiliki tanggung jawab untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh murid tersebut. 

    4. Memperoleh Perlakukan yang Adil

    Siswa dengan Perbedaan Warna Kulit
    Siswa dengan Perbedaan Warna Kulit | Sumber gambar: Unsplash

    Seluruh siswa memiliki hak untuk mendapatkan perlakukan yang sama, tanpa memandang status sosial atau latar belakangnya. Pihak sekolah, guru, dan staf lainnya di sekolah tidak boleh mendiskriminasi maupun memberikan perlakukan istimewa pada siswa tertentu. Sesama siswa juga perlu memahami hak ini terhadap satu sama lain. 

    Oleh karena itu, kondisi tersebut juga merupakan contoh-contoh hak dan kewajiban siswa di sekolah, dan bukan hanya hak semata. 

    5. Mendapatkan Perlindungan dan Keamanan

    Murid Belajar di Dalam Kelas
    Murid Belajar di Dalam Kelas | Sumber gambar: Unsplash

    Orang tua tidak lagi bisa mengawasi anak sepenuhnya ketika sudah berada di sekolah. Di lingkungan ini, anak-anak lebih banyak berinteraksi dengan teman-teman dan gurunya. 

    Oleh karena itu, sekolah wajib menjamin keamanan serta melindungi siswa. Anak mendapatkan hak untuk terlindung dari tindak penindasan, perundungan atau bullying, serta risiko pelecehan seksual.

    6. Mengikuti Kegiatan Lain sesuai Minat dan Bakat

    Seorang Siswa Sedang Membatik
    Seorang Siswa Sedang Membatik | Sumber gambar: Unsplash

    Murid perlu mengembangkan minat serta bakatnya sehingga mereka berhak untuk memilih kegiatan lain di luar jam pembelajaran. Untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut, pihak sekolah umumnya menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler di bidang olahraga, kesenian, maupun bidang pendidikan seperti sains.

    Selain itu, siswa yang ingin mengembangkan minat di bidang organisasi juga dapat mengikuti kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). 

    7. Mendapatkan Izin saat Tidak Dapat Hadir di Sekolah

    Seorang Anak Sakit Demam
    Seorang Anak Sakit Demam | Sumber gambar: Pexels

    Dalam kondisi tertentu, misalnya sakit, berduka, menghadiri acara keluarga, atau mengikuti kegiatan penting lain di luar sekolah, siswa memiliki hak untuk tidak hadir ke sekolah. Namun, siswa wajib menyampaikan surat izin yang ditujukan kepada pihak sekolah.

    Surat izin tersebut umumnya dibuat oleh orang tua siswa dan ditandatangani juga oleh orang tua, atau berupa surat keterangan dari dokter. 

    8. Memperoleh Bimbingan dan Konseling

    Guru Membimbing Murid yang Kesulitan
    Guru Membimbing Murid yang Kesulitan | Sumber gambar: Unsplash

    Biasanya, sekolah memiliki guru Bimbingan dan Konseling (BK). Namun, banyak yang menyalah artikan perannya, yaitu menegur anak-anak yang nakal. Padahal, kehadiran guru BK justru adalah untuk memenuhi hak siswa agar mendapatkan bimbingan serta konseling terkait kendala dalam belajar maupun bersosialisasi di lingkungan sekolah.

    9. Menyampaikan Pendapat

    Murid Menyampaikan Pendapat di Dalam Kelas
    Murid Menyampaikan Pendapat di Dalam Kelas | Sumber gambar: Unsplash

    Menyampaikan pendapat merupakan hak setiap orang, sesuai dengan amanat yang terlampir dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 E Ayat 3. Siswa di sekolah pun memiliki hak yang sama. 

    Sebaliknya, dalam menyampaikan pendapat, siswa atau pelajar harus memperhatikan aspek dan norma agar tetap sopan dan tidak arogan. 

    Proses ini termasuk bagian contoh-contoh hak dan kewajiban siswa di sekolah, di mana siswa berhak menyampaikan pendapat, tetapi berkewajiban menjaga adab dan etika di saat yang sama. 

    10. Memperoleh Penghargaan ketika Meraih Prestasi

    Sekelompok Siswa Mendapatkan Piala
    Sekelompok Siswa Mendapatkan Piala | Sumber gambar: Golek Ilmu

    Ketika seorang siswa berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik, maka dia berhak untuk mendapatkan penghargaan dari pihak sekolah. Selain sebagai apresiasi, penghargaan ini juga dapat memotivasi siswa lain untuk mengembangkan potensi mereka masing-masing. 

    10 Contoh Kewajiban Siswa di Sekolah

    Selain mendapatkan sederet hak, siswa juga memiliki beberapa kewajiban. Tidak sedikit contoh hak yang disinggung sebelumnya menuntut kewajiban dari siswa.  Silakan simak beberapa kewajiban di bawah ini yang melengkapi pembahasan contoh-contoh hak dan kewajiban siswa di sekolah dalam artikel ini!

    1. Menaati Seluruh Tata Tertib

    Siswa Mengikuti Upacara
    Siswa Mengikuti Upacara | Sumber gambar: SMKN 3 Sampit

    Aturan dan kebijakan yang berlaku di setiap sekolah tentu akan berbeda-beda. Meskipun begitu, kewajiban seorang siswa tetap sama, yaitu menaati seluruh tata tertib atau aturan yang berlaku di sekolah.

    Walaupun terkesan mengikat, mewajibkan siswa menaati seluruh aturan akan mengajarkan mereka untuk disiplin. Tata tertib ini tidak hanya berlaku untuk siswa, tetapi juga bagi seluruh warga sekolah, termasuk guru dan seluruh jajaran staf sekolah. 

    2. Datang ke Sekolah Tepat Waktu

    Siswa Berjalan Masuk ke Dalam Kelas
    Siswa Berjalan Masuk ke Dalam Kelas | Sumber gambar: Pexels

    Kebanyakan sekolah di Indonesia memulai jam pelajaran pertama pada pukul 07.00. Oleh karena itu, umumnya siswa pun harus datang ke sekolah sebelum pukul 07.00 agar tidak terlambat mengikuti pelajaran. 

    Siswa wajib datang tepat waktu dan akan menerima konsekuensi apabila terlambat. Aturan ini mengajarkan murid di sekolah untuk selalu tertib dalam time management (pengelolaan waktu). 

    3. Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah

    Siswa Membersihkan Kelas
    Siswa Membersihkan Kelas | Sumber gambar: Kanwil Kemenag Sumatera Selatan

    Di setiap kelas yang terdapat di sekolah umumnya memiliki jadwal piket kebersihan. Pembuatan jadwal tersebut adalah wujud dari kewajiban siswa untuk menjaga kebersihan di lingkungan sekolah sehingga siswa juga merasa lebih nyaman saat belajar.

    Piket siswa tetap ada meskipun sekolah memiliki petugas kebersihan khusus. Jadwal piket ini mengajarkan siswa mengenai tanggung jawab terhadap lingkungan terdekatnya.

    4. Turut Merawat Gedung dan Fasilitas Sekolah Lainnya

    Koridor Sekolah
    Koridor Sekolah | Sumber gambar: Unsplash

    Kewajiban siswa di sekolah yang berikutnya yaitu turut menjaga dan merawat gedung sekolah berikut seluruh fasilitas yang ada di dalamnya. Jadi, siswa tidak hanya berhak atas fasilitas tersebut, menjaga dan tidak merusaknya juga menjadi sebuah kewajiban.

    Dengan adanya kewajiban ini, pihak sekolah berharap bahwa seluruh fasilitas dapat berfungsi secara maksimal, sekaligus menjadi timbal balik hak siswa untuk memakai fasilitas sekolah. Murid atau siswa juga yang akan merasakan dampak positifnya. 

    Ini juga merupakan contoh-contoh hak dan kewajiban siswa di sekolah yang saling melengkapi satu sama lain. 

    5. Mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar

    Siswa Belajar di Dalam Kelas
    Siswa Belajar di Dalam Kelas | Sumber gambar: Unsplash

    Seluruh siswa memiliki kewajiban untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar sejak jam pertama hingga jam pelajaran yang terakhir. Tidak hanya mengikuti, murid juga harus terlibat secara aktif di dalam pembelajaran. Terlebih lagi, kurikulum yang berlaku saat ini lebih banyak mengajak murid untuk proaktif.

    Jika ada evaluasi (ujian atau ulangan), siswa pun wajib untuk mengikutinya. Bagi siswa yang berhalangan hadir sehingga tidak bisa mengikuti ulangan atau ujian, wajib untuk ikut susulan.

    6. Mengerjakan Tugas dan Mengumpulkannya Tepat Waktu

    Siswa Mengerjakan Tugas
    Siswa Mengerjakan Tugas | Sumber gambar: Unsplash

    Tidak hanya mengikuti pelajaran serta ujian, murid pun memiliki tanggung jawab lainnya, yaitu mengerjakan seluruh tugas yang telah diberikan oleh guru. Siswa pun wajib mengumpulkan tugas tersebut sesuai tenggat waktu. Biasanya, guru dan murid sama-sama menyepakati batas akhir pengumpulan tugas tersebut.

    7. Menghormati Guru dan Staf Lainnya

    Siswa Menyapa Guru
    Siswa Menyapa Guru | Sumber gambar: Pexels

    Kewajiban seorang siswa atau murid yang selanjutnya adalah menghormati seluruh jajaran guru dan staf. Bentuk penghormatannya antara lain bersikap sopan serta menyapa ketika bertemu. 

    Tidak lupa untuk menghargai guru sekaligus staf yang telah banyak membantu siswa dalam kegiatan belajar serta urusan lainnya di sekolah.

    8. Menghargai Sesama Teman

    Dua Siswa Berolahraga di Lapangan
    Dua Siswa Berolahraga di Lapangan | Sumber gambar: Unsplash

    Selain menghormati guru dan staf, setiap murid juga wajib untuk menghargai sesama teman. Di sekolah, siswa akan bertemu dengan siswa lainnya yang berbeda latar belakang, suku, maupun agama. Oleh karena itu, saling menghargai dan menghormati juga termasuk contoh-contoh hak dan kewajiban siswa di sekolah.

    Salah satu tanda bahwa siswa di sekolah sudah menjalankan kewajiban yang satu ini dengan baik adalah tidak ada tindakan diskriminasi maupun bullying. Saling menghargai merupakan kunci untuk membangun kehidupan yang rukun dan harmonis di sekolah.

    9. Membayar Biaya Administrasi (Jika Ada)

    Uang Dolar
    Uang Dolar | Sumber gambar: Unsplash

    Kewajiban ini tidak berlaku di setiap sekolah. Pasalnya, sekolah negeri umumnya gratis dan bebas biaya. Akan tetapi, siswa yang bersekolah di institusi pendidikan swasta memiliki kewajiban untuk membayarkan biaya administrasi serta uang gedung.

    Namun, kewajiban membayar administrasi pun menjadi tanggung jawab kedua orang tua siswa tersebut karena pada umumnya, pelajar belum memiliki penghasilan sendiri. 

    10. Menjaga Nama Baik Sekolah

    Upacara Pelepasan Siswa SD
    Upacara Pelepasan Siswa SD | Sumber gambar: Radartasik.id

    Sama halnya dengan merawat fasilitas, menjaga nama baik sekolah juga termasuk kewajiban seluruh warga sekolah, termasuk murid atau siswa. Kewajiban ini berlaku di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

    Caranya adalah berperilaku baik di mana pun berada. Pasalnya, perilaku yang buruk dapat merusak nama baik sekolah jika tersebar ke khalayak luas seiring dengan masifnya peredaran informasi melalui kanal-kanal media sosial. 

    Baca Juga : Contoh Kewajiban di Lingkungan Masyarakat, Sekolah, dan Rumah

    Apa Pentingnya Memahami Contoh-Contoh Hak dan Kewajiban Siswa di Sekolah?

    Memahami contoh-contoh hak dan kewajiban siswa di sekolah punya peranan vital untuk melatih seorang pelajar dalam bertanggung jawab atas dirinya, serta mengajarkan bahwa beriringan dengan hak, ada sederet kewajiban yang perlu mereka penuhi. 

    Dengan begitu, siswa atau pelajar akan terlatih dan terbiasa untuk mengikuti aturan ketika nantinya terjun langsung di masyarakat.

  • Ketahui Serba Serbi Strategi Pembelajaran yang Efektif

    Ketahui Serba Serbi Strategi Pembelajaran yang Efektif

    Dalam proses belajar-mengajar, seorang guru perlu memahami strategi pembelajaran yang efektif agar materi dapat tersampaikan dengan baik sehingga peserta didik dapat memahaminya dengan mudah. Strategi tersebut juga akan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. 

    Cari tahu tentang serba-serbinya secara lengkap dalam pembahasan berikut ini, yuk!

    Pengertian Strategi Pembelajaran yang Efektif

    Sederhananya, strategi pembelajaran merupakan rencana dalam menyampaikan pelajaran yang digunakan oleh guru agar dapat mencapai tujuan sebuah. Tujuan tersebut yaitu peserta didik menguasai materi dan dapat menerapkannya, baik dalam mengerjakan latihan soal atau mempraktikkan teori secara nyata.

    Pencapaian tujuan kegiatan pembelajaran biasanya dilakukan untuk setiap kompetensi dasar atau KD. Dengan demikian, seorang guru akan menggunakan strategi yang berbeda pada setiap kompetensi dasar. Tentunya, strategi tersebut harus berkaitan dengan materi pelajaran.

    Guna menemukan strategi pembelajaran yang tepat, seorang guru harus mampu mengenali karakteristik peserta didik, lingkungan sekitar, dan kondisi sekolah. 

    Menerapkan strategi pembelajaran yang tepat tidak hanya memudahkan untuk mencapai tujuan tetapi juga membuat interaksi belajar mengajar lebih menyenangkan.

    Baca Juga : Perbedaan STM dan SMK serta Konsep Pembelajarannya

    3 Tujuan Utama Strategi  Pembelajaran

    Mari kupas tentang 3 tujuan utama strategi pembelajaran yang efektif berikut ini. 

    1. Memberikan Isi Pembelajaran

    Isi atau materi pembelajaran merupakan salah satu bagian dari komponen strategi pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar akan berjalan dengan mulus atau minim kendala jika guru menyiapkan materi dengan baik. Proses menyiapkan materi tidak hanya berasal dari buku tetap juga bisa materi tambahan dari buku sekolah.

    Selain itu, guru juga dapat menyiapkan media pembelajaran yang relevan dengan bahasan yang akan disampaikan. Jika pengajar memiliki persiapan dan kesiapan yang sangat baik, maka peserta didik pun akan lebih mudah paham dengan informasi yang dijelaskan oleh guru.

    Dukungan media pembelajaran dan alat peraga juga memberikan pengaruh signifikan karena dapat merangsang kemampuan berpikir aktif para peserta didik.

    2. Tercapainya Tujuan Pembelajaran

    Adapun tujuan strategi pembelajaran yang efektif berikutnya adalah tercapainya tujuan pembelajaran. Dalam kegiatan belajar mengajar seorang guru bertanggung jawab dan memastikan bahwa peserta didik dapat memahami dengan baik setiap kompetensi dasar yang diajarkan.

    Keberhasilan peserta didik dalam memahami materi pelajaran merupakan indikasi keberhasilan guru dalam mengajar atau menggunakan strategi pembelajaran. Sebaliknya, jika persentase murid yang gagal memahami materi lebih banyak, maka guru harus melakukan evaluasi supaya menemukan strategi pembelajaran.

    Tercapainya tujuan pembelajaran pada setiap kompetensi dasar yang disajikan, akan memudahkan para peserta didik untuk lebih mudah lagi mempelajari kompetensi dasar berikutnya.

    3. Capaian Hasil Belajar yang Lebih Baik

    Tujuan ketiga dari penerapan strategi pembelajaran yaitu peserta didik mampu mendapatkan capaian hasil belajar yang lebih baik. Untuk mengetahui capaian hasil belajar ini bisa dilihat melalui indikator penilaian.

    Apabila nilai belajar menunjukan peningkatan, maka arti strategi pembelajaran tersebut telah mencapai tujuan. Selain itu, tanda keberhasilan dalam mencapai pembelajaran yaitu peserta didik juga mampu menjelaskan materi berdasarkan pemikirannya sendiri.

    Jenis-Jenis Strategi Pembelajaran yang Efektif

    Supaya dapat menggunakan mencapai tujuan belajar mengajar, Anda bisa menggunakan jenis strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi peserta didik dan lingkungan sekolah. Silakan kenali jenis-jenisnya sebagai berikut.

    1. Kontekstual

    Strategi pembelajaran kontekstual
    Strategi pembelajaran kontekstual | Sumber gambar: Tipsbelajarmatematika.com

    Jika Anda ingin meningkatkan keaktifan peserta didik dalam belajar, maka bisa menerapkan strategi contextual teaching and learning (CTL). Sebab, strategi pembelajaran kontekstual menitikberatkan pada peserta didik dengan materi belajar terhadap permasalahan atau peristiwa dalam kehidupan nyata.

    Alhasil, peserta didik dapat menerapkan materi yang mereka pelajari di sekolah dengan kehidupan sehari-hari.

    2. Kooperatif

    Strategi pembelajaran kooperatif
    Strategi pembelajaran kooperatif | Sumber gambar: Kajianpustaka.com

    Untuk menumbuhkan rasa kerjasama dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah, Anda bisa memilih strategi pembelajaran kooperatif. Penerapan strategi kooperatif yaitu dengan membentuk kelompok yang terdiri mulai dari 5-6 orang. 

    Apabila ada kelompok yang belum memahami materi yang dipelajari, maka kelompok lain yang sudah paham akan membantu menjelaskannya. Peserta didik akan melakukan pemecahan masalah sendiri sebelum langsung menanyakannya kepada guru yang mengajar.

    Dengan demikian, strategi kooperatif juga dapat menumbuhkan kekompakan dan jiwa sosial pada peserta didik.

    3. Inkuiri

    Strategi pembelajaran Inkuiri
    Strategi pembelajaran Inkuiri | Sumber gambar: Pexels.com

    Jenis strategi pembelajaran yang efektif lainnya yang bisa Anda terapkan untuk peserta didik yaitu inkuiri. Strategi ini memberikan kesempatan agar peserta didik mampu mandiri dalam kegiatan belajar. Dengan demikian, strategi inkuiri juga dapat mendorong peserta didik untuk lebih aktif.

    Selain itu, output dari strategi pembelajaran ini juga akan membuat peserta didik mampu mengembangkan cara berpikir logis, kritis, dan sistematis. Poin utama strategi inkuiri adalah peserta didik tidak hanya didorong agar dapat menguasai materi yang disajikan namun juga mengembangkan potensi diri mereka.

    4. Afektif

    Strategi pembelajaran afektif
    Strategi pembelajaran afektif | Sumber gambar: Pexels.com

    Tak hanya sekedar menyampaikan materi saja, seorang guru juga harus mampu membekali siswa dengan pendidikan karakter yang baik. 

    Anda bisa memanfaatkan strategi afektif untuk menumbuhkan rasa menghargai pendapat orang lain, bertanggung jawab, jujur, disiplin, kerjasama, mengendalikan diri dengan baik, dan komitmen.

    Untuk menerapkan strategi ini, Anda perlu menyiapkan materi yang akan menghadapkan para peserta didik pada situasi yang problematis. Kenalkan peserta didik dengan nilai-nilai yang baik sehingga mereka pun akan berusaha menemukan nilai-nilai yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

    5. Ekspositori

    Strategi pembelajaran ekspositori
    Strategi pembelajaran ekspositori | Sumber gambar: Pexels.com

    Strategi pembelajaran yang efektif lainnya yang juga bisa Anda terapkan yaitu ekspositori. Fokus utama dari strategi ini yaitu peran dominan dari seorang guru, mulai dari menyiapkan materi ajar hingga penyampaian materi tersebut.

    Dengan kata lainnya, peserta didik akan lebih menerima dan mengikuti semua arahan guru selama kegiatan belajar mengajar. Guru harus menyiapkan banyak sumber rujukan bahan ajar supaya peserta didik mendapatkan wawasan yang lengkap. 

    Selain itu, guru juga harus mampu menyampaikan materi dengan baik dan mudah dipahami.

    Pasalnya, jika guru kurang siap dalam mengajar, maka kurang dapat menjelaskan materi dengan baik. Konsekuensinya adalah timbulnya kebingungan di antara peserta didik. 

    Untuk melancarkan penerapan strategi ekspositori ini, pengajar bisa mengolaborasikan dengan media pembelajaran seperti video, gambar, grafik, peta, dan alat peraga lainnya.

    5 Langkah Menentukan Strategi Pembelajaran yang Efektif

    Setelah mengetahui jenis strategi pembelajaran, Anda pun dapat mengetahui kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Silakan gunakan pedoman di bawah ini supaya bisa menerapkan strategi yang tepat.

    1. Tujuan Pembelajaran

    Sebagai seorang guru atau pengajar, tentu Anda yang lebih paham tentang tujuan apa yang ingin dicapai dari setiap pembelajaran. Oleh sebab itu, tentukan terlebih dahulu capaian tujuan pembelajar setiap kompetensi dasar.

    Langkah ini akan membantu Anda lebih mudah dalam menentukan strategi yang tepat. Misalkan, tujuan pembelajaran dapat mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berpikir logis dan sistematis, maka sangat cocok menggunakan strategi inkuiri.

    2. Pengetahuan Awal Siswa

    Guna menentukan strategi pembelajaran yang tepat sasaran, guru juga harus memahami tingkat kemampuan peserta didik. Kemampuan pemahaman ini diambil berdasarkan rata-rata dari semua peserta didik.

    Apabila kemampuan rata-rata peserta didik masih belum memenuhi indikator pencapaian, maka Anda bisa menggunakan strategi ekspositori. Alhasil, Anda bisa memberikan banyak penjelasan hingga peserta didik mendapatkan pemahaman yang baik.

    3. Pokok Bahasan

    Langkah menentukan strategi pembelajaran yang efektif berikutnya adalah menentukan pokok bahasa. Umumnya, pokok bahasan dalam pembelajaran akan mencakup aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif.

    4. Alokasi Waktu dan Sarana

    Saat menentukan strategi pembelajaran, Anda juga harus memerhatikan alokasi waktu dan sarana. Pasalnya, setiap strategi memerlukan durasi yang berbeda. Selain itu, pastikan Anda juga menggunakan sarana sesuai dengan strategi yang Anda pilih.

    5. Jumlah Peserta Didik dan Biaya

    Jumlah peserta didik juga sangat memengaruhi penentuan strategi pembelajaran. Sebab, beberapa jenis strategi pembelajaran tidak cocok diterapkan untuk kelas kecil. Misalnya, Anda ingin menerapkan strategi kooperatif, maka strategi ini lebih cocok untuk kelas besar sehingga menciptakan banyak kelompok.

    Selain itu, pertimbangkan pula biaya yang dikeluarkan. Anda bisa menganggarkan biaya yang ekonomis tetapi penerapan strategi tersebut efektif.

    Sudah Menemukan Strategi Pembelajaran yang Efektif untuk Kelas Anda?

    Penerapan strategi pembelajaran harus berkesesuaian dengan kondisi siswa dan lingkungan sekolah agar efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran.

    Selain itu, dengan menggunakan strategi pembelajaran yang berbeda pada setiap kompetensi dasar, dapat mengembangkan potensi peserta didik. Output dari keberhasilan penerapan strategi pembelajaran yang efektif antara lain adalah nilai belajar meningkat, peserta didik mampu mengembangkan nilai-nilai positif dan cara berpikir yang lebih baik.