Author: Linda Yulita

  • Sumberdaya Alam: Pengertian, Jenis dan Fungsinya

    Sumberdaya Alam: Pengertian, Jenis dan Fungsinya

    Sumberdaya alam memang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. SDA sendiri merupakan segala sesuatu yang bisa diambil dan dimanfaatkan karena memiliki nilai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

    Perlu Anda ketahui, bahwa beberapa SDA bersifat terbatas. SDA jenis ini dikategorikan sebagai SDA yang tidak dapat diperbarui. Salah satu contohnya adalah minyak bumi, gas alam, batu bara, dan lain sebagainya. Mari simak lebih lengkap mengenai SDA lewat ulasan berikut ini!

    Mengenal Sumberdaya Alam

    SDA di Indonesia sangatlah beragam yang terdiri dari beberapa jenis dan bisa dimanfaatkan untuk banyak tujuan. Selain memanfaatkannya, manusia juga memiliki tanggung jawab untuk melestarikannya. Hal yang tergolong dalam SDA ini tidak hanya komponen biotik saja, melainkan juga komponen abiotik. 

    Peranan dari SDA sendiri sangatlah penting untuk kehidupan manusia. Terlebih lagi SDA yang berkaitan dengan energi, seperti halnya listrik dan bahan bakar minyak. 

    Kelompok Sumberdaya Alam

    Perlu Anda ketahui bahwa SDA terbagi menjadi beberapa bagian. Berikut ini adalah daftar dari beberapa kelompok SDA:

    1. SDA Berdasarkan Pemulihannya

    Berdasarkan pemulihannya, SDA terbagi menjadi 2 kategori. Pertama adalah SDA yang bisa diperbarui dan SDA yang tidak bisa diperbarui. Berikut penjelasan dari masing-masing kategori:

    • SDA yang bisa diperbarui ini bisa dikembalikan persediaannya. Selain itu, SDA ini bisa diperbarui dalam waktu yang cepat dan bisa manusia budidayakan. SDA ini terdiri dari SDA hayati dan hewani. Contohnya adalah perkebunan, pertanian, perikanan, peternakan, dan kehutanan. 
    • Sumberdaya alam yang tidak bisa diperbarui ini tidak bisa manusia pulihkan sama sekali. Sebab, proses terbentuknya sangatlah lama daripada umur manusia. Selain itu, jumlahnya juga lebih statis. Contohnya adalah bahan mineral, batu bara, minyak bumi, dan gas bumi. 

    2. SDA Berdasarkan Sifatnya

    Ada juga beberapa poin yang masuk dalam kategori SDA berdasarkan sifatnya. Berikut adalah daftarnya yang perlu Anda ketahui:

    • SDA fisik memiliki ciri-ciri melimpah dan bisa semua makhluk hidup gunakan. Contohnya adalah udara, air, tanah, dan sinar matahari.
    • SDA hayati memiliki ciri-ciri jika sudah habis terpakai, maka bisa manusia kembangkan lagi. Contohnya adalah tumbuhan dan hewan. 

    3. SDA Berdasarkan Lokasi

    Sumberdaya alam juga Anda bedakan berdasarkan lokasi atau habitatnya. Berikut ini adalah daftar SDA berdasarkan lokasinya:

    • Pertama adalah SDA yang terdapat di daratan atau terestris. Contoh SDA yang berada di daratan adalah tanah sebagai lahan tempat aktivitas dan hutan.
    • Kedua adalah SDA akuatis atau yang terdapat di perairan. Contohnya adalah semua yang berhubungan dengan laut, danau, sungai, air hujan, dan lain sebagainya. 

    4. SDA Berdasarkan Materinya

    Anda juga bisa mengelompokkan SDA berdasarkan jenis atau materinya. Berikut adalah penjelasanya:

    • Pertama adalah kelompok organik atau hayati. Ini merupakan SDA yang berupa jasad hidup. Contohnya dalam tumbuhan dan hewan. Aktivitas yang berhubungan dengan SDA ini adalah peternakan, pertanian, dan perikanan.
    • Kedua adalah kelompok anorganik atau non hayati. Ini merupakan SDA dengan bahan benda mati. Contohnya gas, benda cair, dan juga padat. Aktivitas yang berhubungan adalah pertambangan.

    Fungsi Sumberdaya Alam dalam Kehidupan Manusia

    Makanan, pakaian, maupun tempat tinggal yang Anda gunakan merupakan hasil dari pemanfaatan SDA dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Fungsi dan peran SDA ini terbagi menjadi dua, yakni SDA nabati yang berasal dari tumbuhan dan SDA hewani yang berasal dari hewan. Berikut penjelasan dari masing-masing jenis SDA:

    1. SDA Nabati

    Tumbuhan merupakan jenis SDA yang cukup beragam. Makhluk hidup satu ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan glukosa melalui proses fotosintesis. Eksploitasi yang berlebihan pada tumbuhan bisa mengakibatkan kerusakan, bahkan kepunahan. 

    Perlu Anda ketahui, bahwa pemanfaatan tumbuhan oleh manusia antara lain adalah untuk bahan pangan, sandang, papan, serta obat-obatan. Agar dapat memahaminya, simak penjelasan dari masing-masing pemanfaatan SDA berikut ini:

    1. Bahan Pangan

    Tentunya sudah bukan rahasia lagi apabila padi, sagu, dan jagung termasuk dalam makanan pokok orang Indonesia. Ketiga bahan makanan pokok ini termasuk dalam tanaman pangan yang berperan sebagai sumber karbohidrat. 

    2. Bahan Sandang

    Selain berperan sebagai tanaman pangan, SDA juga bisa Anda manfaatkan sebagai bahan sandang dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Salah satu contohnya adalah pakaian yang berasal dari bahan tumbuhan bernilai tinggi.

    Namun, saat ini sudah banyak sekali inovasi yang lebih menguntungkan dan ramah lingkungan. Mulai dari kapas sebagai bahan dasar katun, serat rami sebagai bahan dasar rayon, dan serat sisal sebagai bahan dasar linen. 

    Bahkan, sekarang juga terdapat bahan dasar kain yang berasal dari pisang dan tanaman dengan kandungan serat tumbuhan yang tinggi. Nah, bahan dasar kain dari tumbuhan ini didapatkan dari serat atau selulosa tumbuhan. Serat ini berasal dari biji, batang pohon, daun, dan buah. 

    3. Bahan Kayu Olahan

    Sumberdaya alam nabati sebagai komoditi kayu olahan bisa Anda dapatkan dari hutan. Mulai dari kayu, rotan, dan pinus. Tentu saja, masing-masing jenis kayu memiliki manfaat yang berbeda-beda. 

    Seperti halnya rotan yang sangat bermanfaat untuk pembuatan kerajinan dan perabotan rumah tangga. Lalu, damar merupakan bahan untuk pembuatan cat dan pelitur. Selain itu, ada juga pinus untuk membuat kertas dan batang korek api.

    4. Bahan Obat-Obatan

    Tanaman sebagai SDA nabati juga bisa dimanfaatkan sebagai obat-obatan. Jenis tanaman ini lebih dikenal dengan nama apotek hidup. Contohnya adalah jahe, kunyit, temulawak, dan lain sebagainya. Tanaman obat sendiri merupakan bahan baku dari industri jamu dan farmasi.

    Contoh lainnya adalah bunga rosella yang merupakan SDA nabati dengan banyak kandungan nutrisi baik untuk kesehatan. Fungsi dan kandungan nutrisi dari bunga rosella ini sangat baik untuk mengatasi keluhan kesehatan serta bermanfaat juga sebagai antiseptik.

    2. SDA Hewani

    Perlu Anda ketahui, bahwa SDA hewani juga bisa berperan sebagai sumber pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari manusia. 

    Selain itu, SDA hewani ini juga bisa Anda manfaatkan sebagai benda seni hasil kerajinan tangan manusia. Tidak cukup sampai di situ, SDA hewani juga bisa Anda gunakan sebagai sarana bersosialisasi dan pengembangan budaya. 

    Manfaat Sumberdaya Alam 

    Ada banyak sekali manfaat dari SDA untuk kehidupan sehari-hari, terutama untuk manusia. Nah, berikut ini adalah daftar manfaat dari SDA yang perlu Anda ketahui:

    1. Menjadi sumber energi dan bahan bakar.
    2. Tenaga pembangkit listrik.
    3. Memenuhi kebutuhan manusia dan hewan.
    4. Bahan untuk membuat tempat tinggal.
    5. Menjaga keseimbangan alam.
    6. Menyuplai oksigen.
    7. Cadangan devisa negara.

    Sumberdaya Alam Mana yang Paling Banyak Anda Gunakan?

    Itulah penjelasan mengenai sumberdaya alam dan fungsinya untuk kehidupan manusia. Kesimpulannya, SDA harus terus dilestarikan dan dijaga agar tidak cepat habis dan punah. Caranya dengan melakukan hemat energi, menggunakan barang isi ulang, dan lainnya. Jadi, sudahkan Anda mengambil peran untuk menjaga SDA?

  • Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam, Lengkap dengan Contohnya

    Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam, Lengkap dengan Contohnya

    Salah satu persamaan pantun, syair, dan gurindam adalah ketiganya merupakan karya sastra yang kaku, karena terikat oleh aturan jumlah kata, kalimat, dan irama.

    Orang-orang zaman dahulu sering menjadikan pantun, syair dan gurindam sebagai media untuk memberikan nasihat atau petuah hidup kepada orang lain. Dibalut dengan kalimat kiasan dan irama yang sama, ketiga puisi lama ini cukup populer. Berikut informasi mengenai pantun, syair, dan gurindam yang dilengkapi contohnya!

    Pengertian Pantun, Syair, dan Gurindam

    Sebagai salah satu sastra tua, pantun, syair, dan gurindam jadi materi penting yang muncul di pelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, terdapat banyak persamaan pantun, syair, dan gurindam, sehingga sulit dibedakan. Berikut masing-masing pengertiannya:

    1. Pengertian Pantun

    Menurut KBBI, pantun adalah sastra Indonesia berbentuk puisi Melayu. Penyebutan pantun di setiap daerah pun juga berbeda-beda, mulai dari parikan untuk daerah Jawa, paparikan untuk Sunda, hingga patuntun untuk daerah Minangkabau.

    Meski memiliki penyebutan yang berbeda, artinya tetap sama dan cara pembuatannya juga berpatokan pada ketentuan yang berlaku.

    Pantun memiliki ciri-ciri penting dalam pembuatannya, yaitu:

    • Memiliki 4 baris atau larik
    • Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata
    • Baris pertama dan kedua adalah pengantar atau juga disebut sampiran
    • Baris ketiga dan keempat adalah isi
    • Setiap baris memiliki rima atau sajak a-b-a-b

    Khusus untuk bagian sampiran atau pengantar, tidak ada kaitannya dengan isi. Sehingga, cara memaknai sebuah pantun hanya cukup melalui bagian isinya saja, yaitu baris ketiga dan keempat.

    Pantun terdiri dari banyak jenis, yaitu pantun nasihat, pantun agama, pantun pendidikan, pantun jenaka, pantun muda-mudi, pantun orang tua, dan lainnya.

    2. Pengertian Syair

    Kedua, ada syair, jenis puisi lama yang ditulis dengan gaya cerita yang berirama. Syair juga terikat dengan jumlah kata, baris, dan irama.

    Ciri-ciri dari syair, antara lain:

    • Memiliki empat baris
    • Terdiri dari 8-14 suku kata dalam setiap baris
    • Semua bagian dalam syair adalah isi, sehingga tidak ada pengantar atau sampiran
    • Menggunakan bahasa kiasan
    • Memiliki pola irama a-a-a-a
    • Syair memiliki banyak bait, sehingga tidak selesai hanya dalam satu bait

    Sama seperti pantun, syair juga terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu syair nasihat, syair agama, syair kiasan, syair romantis, syair sejarah, hingga syair istana.

    3. Gurindam

    Terakhir adalah gurindam. Ini merupakan jenis puisi lama yang bukan dari Indonesia. Gurindam adalah puisi yang berasal dari negara India, lalu populer di Indonesia sejak lama.

    Gurindam sangat identik dengan nilai agama dan moral. Sehingga, puisi lama ini kerap dijadikan sebagai norma-norma kehidupan orang zaman dulu yang ditulis, kemudian disampaikan lebih ringkas.

    Sekilas gurindam mirip seperti peribahasa. Agar lebih jelas, berikut ciri-ciri gurindam yang perlu diketahui:

    • Memiliki dua baris dalam satu bait
    • Baris pertama berisi masalah atau persoalan
    • Baris kedua berisi jawaban, dampak dari masalah, dan lainnya yang berkesinambungan dengan baris pertama
    • Isi gurindam berupa nasihat, filosofi hidup, nasihat, dan lainnya
    • Setiap baris memiliki jumlah kata sekitar 10-14 kata
    • Gurindam memiliki sajak atau irama a-a, b-b, c-c, dan seterusnya.

    Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam

    Setelah mengetahui masing-masing pengertiannya, sekilas ketiga sastra Indonesia ini memiliki banyak persamaan. Berikut beberapa persamaan pantun, syair, dan gurindam secara umum:

    • Ketiganya termasuk jenis puisi lama yang masih populer hingga sampai saat ini.
    • Baik pantun, syair, atau gurindam memiliki banyak jenis dan fungsinya sama, yaitu memberikan sebuah pesan atau nasihat kepada banyak orang.
    • Umumnya isi dari pantun, syair, dan gurindam adalah nilai agama dan moral kehidupan.
    • Ketiganya memiliki bait meski jumlah barisnya berbeda.
    • Pantun, syair, dan gurindam memiliki sajak atau rima yang sama.
    • Ketiganya terikat oleh jumlah baris, kata, dan sajak.

    Persamaan di atas membuat pantun, syair dan gurindam memiliki proses pembuatan yang sama. Hanya saja, gaya pengucapan masing-masing baitnya berbeda.

    Jika berpantun bisa dilakukan dengan nada yang santai, maka lain halnya dengan bersyair atau membaca gurindam. Dua jenis puisi lama ini harus dibacakan dengan cara bersyair, inilah yang menjadi ciri khas keduanya.

    Bahkan, saat ini pembacaan syair atau gurindam juga sudah bisa diiringi oleh musik. Sehingga, mirip seperti orang yang sedang bernyanyi. Hanya saja, isi pesan dari syair dan gurindam bertujuan untuk nasihat atau pengingat kepada sesama.

    Contoh Pantun, Syair, dan Gurindam

    Agar lebih paham mengenai persamaan pantun, syair, dan gurindam, berikut contoh masing-masing ketiganya yang berpatokan pada ciri-cirinya:

    1. Contoh-Contoh Pantun

    Isi pantun memiliki fungsi sebagai penyampaian pesan. Oleh karena itu, baris ketiga dan keempat harus bisa menunjukkan pesan apa yang ingin disampaikan. Berikut contoh pantun berisi nasihat dan pantun tentang agama yang bisa ditiru:

    a. Contoh Pantun Nasihat

    Apa gunanya orang bertenun

    Untuk membuat baju adat

    Apa gunanya orang berpantun?

    Untuk berbagi amanat

    Buah salak tebal dagingnya

    Renyah manis dalam kunyahan

    Jika engkau ingin menggapai dunia

    Utamakanlah pendidikan

    Bunga mawar tumbuh subur

    Mekarnya hanya di satu tangkai

    Jika ingin selamat siksa kubur

    Jangan sampai ibadah terbengkalai

    b. Contoh Pantun Agama

    Jalan-jalan ke kota tua

    Jangan lupa membeli sajadah

    Bulan puasa sudah tiba

    Mari kita tingkatkan ibadah

    Keliling Yogyakarta menggunakan delman

    Melipir ke kios untuk istirahat

    Jadikan Al Quran sebagai pedoman

    Agar kita selamat dunia akhirat

    Buah kurma manis rasanya

    Diseduh bersama secangkir kopi

    Bersihkan hati dan maafkan sesama

    Sebab Idul Fitri datang sebentar lagi

    2. Contoh-Contoh Syair

    Agar syair terdengar indah, irama setiap baitnya harus sama. Selain itu, persamaan pantun, syair dan gurindam yakni pesan atau makna dari isinya juga harus jelas dan tersampaikan dengan baik. Berikut contoh-contoh syair yang bisa dijadikan sebagai inspirasi:

    a. Syair Bidasari

    Dengarlah kisah dari suatu riwayat

    Seorang raja di desa negeri Kembayat

    Dikarang fakir lalu dijadikan hikayat

    Dibuatkan syair serta berniat

    Ada raja di sebuah negeri

    Sultan Agus bijak besyari

    Asalnya baginda raja yang bahari

    Melimpahkan pada dagang biaperi

    Kabar orang empunya termasa

    Baginda itulah raja perkasa

    Tiada ia merasai sengsara

    Entah kepada esok dan lusa

    b. Syair Perahu-Karya Hamzah Fansuri

    Inilah gerangan di suatu madah

    Mengarangkan syair yang terlalu indah

    Membetuli jalan tempat berpindah

    Di sanalah iktikat diperbetuli sudah

    Wahai muda kenalilah dirimu

    Ialah perahu tamsil tubuhmu

    Tiadalah berapa lama hidupmu

    Ke akhirat jua kekal hidupmu

    Hai muda yang arif-budiman

    Hasilkan kemudi dengan pedoman

    Alat perahumu jua kerjakan

    Karena itulah jalan membetuli insan

    Perteguh jua alat di perahumu

    Hasilkan bekal air dan sebuah kayu

    Dayung pengayuh taruhlah di situ

    Supaya laju perahumu itu

    c. Syair Tentang Kehidupan-Karya Penulis

    Sepeda dikayuh tanpa jeda

    Warna pedalnya sudah pudar lama

    Rodanya berputar keduanya

    Membawa kita ke singgasana

    Sampainya tuan di istana

    Tak lupa berbagi oleh-oleh kepada sesama

    Tua muda sama saja

    Kaya hati miskin harta

    Harta berlimpah tak punya rasa

    Seolah dunia hanya miliknya

    Orang lain tak ada maknanya

    Sungguh hidup yang sia-sia

    Orang kaya jangan suka menghina

    Sebab harta hanya titipan sang pencipta

    Tak ada satu pun umat yang hina

    Sebab hidup berjalan seperti roda sepeda

    d. Syair Iman Manusia-Karya Penulis

    Beban manusia tak sama beratnya

    Akhlak dan ilmu beda takarannya

    Tiada lelah menengadah berdoa meminta

    Umur, harta, dan lain-lainnya pada pencipta

    Badai datang menggoyahkan iman

    Jalan lurus putus di tikungan

    Manusia ladangnya kesalahan

    Tuhan satu-satunya pemberi ampunan

    Hendaklah kita membawa bekal

    Manusia sempurna karena berakal

    Perbaiki hidup penuh tawakal

    Sebab akhirat di sana tempat kekal

    Jadilah manusia yang bijak

    Iman di dada jangan sampai berkacak

    Terhadap sesama haruslah lunak

    Lembut bertutur jangan galak

    e. Contoh Syair Lainnya-Karya Penulis

    Kalaulah hidup tujuannya harta

    Habis sudah iman dan takwa

    Tiang agama ikut roboh juga

    Lupa mengeja nama-nama sang pencipta

    Harta butakan mata manusia

    Berjalan pongah membusungkan dada

    Enggan menyapa lebih banyak menghina

    Hidup bakal kekal pikirnya

    Kalaulah manusia jauh dari Tuhan

    Niscaya hidupnya terbelenggu setan

    Kejahatan seperti kebaikan

    Hilang sudah kasih sayang Tuhan

    Hidup hanya bertumpu pada waktu

    Tak seorang pun tahu kapan itu

    Tuhan satu-satunya yang Maha Tahu

    Kepada-Nya minta ampun dan restu

    f. Contoh Syair Lainnya

    Setengah orang mati terhempas

    Nyawa di badan bagai dikupas

    Ditimpa batu datang merapas

    Jadilah mati tak bernapas

    Tulangnya remuk nyatalah pasti

    Bersapiah-sapiah tidak seperti

    Hancur pengarang jantung hati

    Di Payakumbuh banyaklah mati

    Incik dan Tuan boleh ketahui

    Dalam karangan cerita rawi

    Kematian orang di tanah Jawi

    Bukan di kota tanah Betawi

    g. Contoh Syair Agama

    Jauhi semua perbuatan jahat

    Jauhi pula perbuatan maksiat

    Mari kita segera bertaubat

    Supaya kita selamat dunia akhirat

    Jangan risau dengan cobaan

    Jangan bersedih karena kesulitan

    Berdoa saja pada Tuhan

    Insya Allah Ia akan kabulkan

    Jangan lalaikan perintah-Nya

    Kerjakan yang disuruh-Nya

    Bertaubatlah kepada-Nya

    Dia pasti menerima

    Ingatlah pada dosamu

    Ingatlah akan kelalaianmu

    Perbaiki hati dan dirimu

    Tuhan pasti akan menyayangimu

    h. Contoh Syair Amanah

    Wahai Ananda permata hikmat

    Tanggung jawabmu hendaklah ingat

    Berani menanggung sebab akibat

    Berani berbuat tangan dikebat

    Wajah Ananda intan terserlah

    Bertanggung jawab dalam bertingkah

    Berani menanggung sakit dan susah

    Berani mati mempertahankan lidah

    Wajah Ananda Bunda berpesan

    Tanggung jawabmu jangan ditinggalkan

    Sakit dan perih engkau tahan

    Aib dan malu engkau tampungkan

    i. Contoh Syair Kiasan

    Dengarlah Tuan mula rencana

    Disuratkan oleh dagang yang hina

    Karangan janggal banyak tak kena

    Daripada paham belum sempurna

    Daripada hari sangatlah morong

    Dikarang syair seekor burung

    Sakitnya kasih sudah terdorong

    Gila merawan segenap lorong

    Pertama mula pungguk merindu

    Berbunyilah guruh mendayu-dayu

    Hatinya rawan bercampur pilu

    Seperti diiris dengan sembilu

    Pungguk bermadah seraya merawan

    Wahai bulan, terbitlah Tuan

    Gundahmu yang tidak berketahuan

    Keluarlah bulan tercelalah awan

    3. Contoh-Contoh Gurindam

    Terakhir adalah gurindam. Persamaan pantun, syair, dan gurindam pada proses pembuatannya tidak jauh berbeda, hanya saja gurindam terdiri dari dua baris dalam satu bait. Berikut contoh-contoh gurindam:

    a. Gurindam Dua Belas-Karya Raja Alj Haji

    Apabila orang mudah mencatat

    Pekerjaan itu membuatnya sesat

    Barang siapa meninggalkan shalat

    Tiadalah hartanya beroleh berkarat

    Kurang pikir kurang siasat

    Tentu dirimu kelak tersesat

    b. Contoh Gurindam Lainnya

    Kalau mulut tajam dan kasar

    Boleh ditimpa bahaya besar

    Pikir dahulu sebelum lidah berkata

    Supaya terelak oleh silang sengketa

    Kalau diri terkena perkara

    Turut susah sanak saudara

    Barang siapa berbuat khianat

    Tuhan kelak pasti memberi laknat

    c. Contoh Gurindam

    Terhadap ibu hendaklah kita hormat

    Supaya diri dapat selamat dunia akhirat

    Dengan ayah jangan durhaka

    Supaya Allah tidak murka

    Terhadap anak janganlah lalai

    Supaya kita boleh naik ke tengah balai

    d. Contoh Gurindam Nasihat-Karya Penulis

    Janganlah bekerja terburu-buru

    Supaya tidak banyak keliru

    Janganlah mencela orang

    Agar tak dikira hidup kita kurang

    Hilangkan dengki dan amarah

    Agar terlepas dari anak panah

    e. Contoh Gurindam Agama

    Janganlah suka tinggalkan sembahyang

    Agar hidup kokoh seperti tiang-tiang

    Lepas sembahyang sempatkan baca Al Quran

    Kitab penyelamat umat di kehidupan

    Jangan lupa selalu berzakat

    Supaya harta memperoleh berkat

    Sudah Paham Persamaan Pantun, Syair, dan Gurindam?

    Pantun, syair dan gurindam adalah tiga jenis sastra Indonesia yang hingga sampai saat ini masih menjadi pelajaran penting dalam dunia pendidikan, khususnya Bahasa Indonesia. Selain itu, Persamaan pantun, syair dan gurindam adalah puisi kuno yang memiliki sajak atau irama serta pesan yang tujuannya sebagai nasihat.

  • Nyata atau Dongeng? 7 Contoh Hikayat Penuh Pesan Moral

    Nyata atau Dongeng? 7 Contoh Hikayat Penuh Pesan Moral

    Hikayat adalah salah salah satu jenis karya sastra lama yang bercerita tentang sejarah, pesan moral, dan roman yang fiktif. Tidak heran jika jenis karya sastra satu ini dikenal sebagai kisah dongeng. Simak 7 contoh hikayat di bawah ini!

    7 Contoh Hikayat yang Penuh Pesan Moral

    Berikut 7 contoh teks hikayat lengkap dengan pesan moralnya:

    1. Hikayat Hang Tuah

    Contoh pertama ada hikayat Hang Tuah. Hikayat satu ini cukup populer, karena menceritakan seorang Laksamana di masa Kesultanan Malaka. Jadi, Hang Tuah menceritakan tentang kesetiaan Hang Tuah terhadap Sri Sultan.

    Hang Tuah terkenal sebagai ksatria hebat di masa Kesulitan Malaka. Di saat umurnya menginjak angka 10 tahun, Hang Tuah dan empat orang sahabatnya berlayar ke Laut China.

    Dalam perjalanan, Hang Tuah dan keempat sahabatnya diserang oleh gerombolan lanun. Meski begitu, Hang Tuah dan empat orang sahabatnya bisa memberikan perlawanan.

    Berita kehebatan dan kegigihannya ternyata sudah sampai di telinga raja. Tidak membutuhkan waktu lama, baginda raja mengundang mereka ke kerajaan. Kemudian, baginda raja mengangkat mereka sebagai anak angkat.

    Beberapa tahun kemudian, baginda raja mencari pusat kerajaan baru. Setelah itu, raja ingin meminang Raden Galuh Mas Ayu, putri tunggal Seri Betara Majapahit. Namun, sehari sebelum pernikahan, istana mengalami kegaduhan yang disebabkan oleh Taming Sari.

    Hang Tuah berhasil menyelesaikan kegaduhan tersebut dan menukar keris milik Taming. Keberhasilan ini menjadikan dirinya sebagai seorang laksamana sekaligus mendapatkan hadiah keris Taming.

    Selama bertahun-tahun Hang Tuah menjadi orang kepercayaan baginda raja. Selain itu, Hang Tuah juga mendapatkan kasih sayang serta perhatian lebih dari raja. Hal ini membuat keempat sahabatnya iri.

    Suatu hari, Hang Tuah difitnah karena telah berperilaku tidak sopan terhadap dayang di istana. Baginda raja memberikan hukuman yaitu mengusir Hang Tuah dari istana.

    Kemudian, Hang Tuah diangkat oleh Tun Bija Sura di Indrapura sebagai anak angkat. Selang beberapa lama, baginda raja menarik kembali Hang Tuah dan mengizinkannya tinggal di istana.

    Hang Tuah kembali difitnah dan membuat raja sangat marah. Raja menyuruh untuk membunuh Hang Tuah. Namun, berkat Tuan Bendahara, Hang Tuah akhirnya mengungsi ke Hulu Malaka.

    Selama Hang Tuah pergi meninggalkan istana, posisinya digantikan oleh Hang Jebat. Karena pemabuk berat, raja tidak betah dengan perilaku Hang Jebat. Baginda raja meminta Hang Tuah untuk mengalahkan Hang Jebat lewat pertarungan.

    Hang Tuah memenangkan pertarungan tersebut. Sang sahabat, Hang Jebat, mati di pangkuan Hang Tuah. Karena menang, Hang Tuah kembali menjabat sebagai laksamana.

    Suatu hari ketika baginda raja dan istri sedang berlayar, tiba-tiba mahkota raja terjatuh. Hang Tuah sudah berusaha keras mengambil mahkota tersebut, tapi gagal karena diserang oleh buaya putih.

    Selain mahkota milik raja, keris Taming Sari milik Hang Tuah juga hilang. Tidak lama selepas kejadian tersebut, Hang Tuah dan baginda raja sering sakit-sakitan. Meski dalam keadaan sakit, Hang Tuah tetap melaksanakan perintah dari baginda raja untuk memimpin perang saat melawan bangsa Portugis.

    Pesan moral dari contoh hikayat di atas adalah tetap berbuat baik meski mendapatkan celaan dan fitnahan. Selain itu, sifat pemaaf dari Hang Tuah juga bisa dijadikan sebagai contoh.

    2. Hikayat Putri Kemuning

    Hidup seorang raja yang bijaksana dan memiliki 10 orang putri yang cantik. Semua putri raja memiliki nama berdasarkan warna, yaitu Putri Jambon, Nila, Jingga, Ungu, Hijau, Biru, Kelabu, Merah Merona, Oranye, dan Putri Kuning.

    Kebahagiaan raja kurang lengkap karena istrinya meninggal saat melahirkan Putri Kuning. Karena sibuk mengurus istana, kesepuluh putrinya diasuh oleh para pengasuh.

    Semua putri raja, kecuali Putri Kuning, tumbuh dengan manja dan saling bertengkar. Ketika raja ingin berpergian, sembilan putrinya meminta barang-barang mahal sebagai oleh-oleh.

    Namun, Putri Kuning tidak meminta apa-apa. Putri Kuning hanya ingin ayahnya kembali dengan selamat.

    Selama raja pergi, Putri Kuning sedih melihat kakak-kakaknya yang hanya bersenang-senang dan memerintahkan pelayanan seenaknya. Suatu ketika, Putri Kuning membersihkan taman kesayangan raja, tapi justru mendapat respon tidak menyenangkan dari kesembilan kakaknya.

    Ketika raja kembali, raja memberikan hadiah kepada Putri Kuning berupa kalung permata berwarna hijau. Namun, Putri Hijau merasa iri dan menghasut saudara lainnya dan mengatakan bahwa Putri Kuning mencuri kalung tersebut.

    Kesembilan putri raja memberikan pelajaran kepada Putri Kuning, yaitu merampas kalung tersebut secara paksa. Mereka tidak sengaja memukul bagian kepala Putri Kuning hingga akhirnya meninggal.

    Karena panik, kesembilan putri tersebut menguburkan Putri Kuning di taman. Tidak ada satu pun yang berani buka mulut mengenai peristiwa tersebut.

    Sudah hitungan bulan raja mencari keberadaan Putri Kuning, tapi tidak ada hasil. Pada suatu ketika, tumbuhlah tanaman berwarna kuning dan beraroma harum di atas pusara tanah Putri Kuning. Raja merawat tanaman tersebut dan menamainya Kemuning.

    Pesan moral dari contoh hikayat di atas adalah saling menyayangi saudara. Selain itu, sebagai orang tua juga harus bertanggung jawab mendidik dan merawat anak-anaknya meski sangat sibuk.

    3. Hikayat Enam Ekor Lembu yang Pintar Bicara

    Di suatu pagi yang cerah, Sultan Harun Al-Rasyid memanggil Abu Nawas ke istana. Sultan Harun ingin menguji kecerdasan Abu Nawas.

    Sampainya Abu Nawas di istana, Sultan pun berucap, “Wahai Abu Nawas, aku menghendaki enam lembu dengan jenggot yang pandai bicara. Bisakah kau mendatangkannya dalam kurun waktu seminggu? Jika gagal, aku akan memenggal lehermu!”.

    Abu Nawas pun menuruti kehendak Sultan Harun, lalu pamit untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Abu Nawas duduk terdiam dan merenungkan kehendak Sultan Harun.

    Abu Nawas tidak keluar rumah hingga menimbulkan berbagai pertanyaan. Setelah seminggu berdiam diri, Abu Nawas keluar dan pergi ke istana.

    “Wahai orang-orang muda, hari apakah hari ini?” tanya Abu Nawas.

    Tidak ada satu pun yang bisa menjawab pertanyaannya.

    “Menjawab begitu saja kalian tidak bisa. Kalau begitu, marilah kita menghadap ke Sultan Harun Al-Rasyid untuk mencari jawaban yang sesungguhnya,” ucap Abu Nawas.

    Istana Baghdad pun dipenuhi oleh warga yang ingin melihat Abu Nawas membawa enam ekor lembu berjenggot.

    “Hai Abu Nawas, di mana lembu yang memiliki jenggot dan lihai berbicara itu?” tanya Sultan Harun.

    Abu Nawas menunjuk keenam orang yang datang bersamanya. Sultan Harun pun bingung dan murka.

    Abu Nawas pun berujar, “Jikalau mereka manusia, tentu tahu bila hari ini hari apa. Apalagi jika tuanku bertanya tentang hari lain, maka mereka akan tambah pusing.”

    “Apakah mereka manusia atau binatang?” tanya Abu Nawas.

    “Wahai Tuanku, inilah lembu jenggot yang pintar bercakap itu,” lanjutnya.

    Abu Nawas pun bebas dari hukuman dan berhasil mendapatkan hadiah sebanyak 5.000 dinar dari Sultan Harun.

    Pesan atau nilai dari contoh hikayat tersebut adalah jangan suka menguji kecerdasan dan kesabaran orang lain, meski memiliki jabatan yang tinggi.

    4. Hikayat Tentang Pengembara

    Tiga orang pemuda bernama Ifan, Sigit, dan Aldi sedang berkeliaran. Di perjalanan, mereka membawa makanan, seperti nasi, daging, susu, dan buah-buahan. Mereka menyantap makanan tersebut sambil beristirahat.

    Suatu hari mereka sampai di hutan yang lebat. Kemudian mereka kelaparan, tapi semua makanan yang dibawa ternyata sudah habis tak tersisa. Di dalam hutan tidak ada satu pun manusia yang tinggal untuk dimintai pertolongan.

    Ifan dan Sigit pun berharap bisa menyantap nasi dan ayam goreng sendiri tanpa perlu berbagi. Sedangkan Aldi, ia hanya berharap semangkuk nasi dan lauk yang cukup.

    Tiba-tiba saja tiga daun terjatuh dan berubah menjadi makanan. Ketiganya pun menyantap makanan tersebut. Porsi Aldi sudah habis, sedangkan Ifan dan Sigit masih banyak.

    Keduanya tidak sanggup untuk menghabiskan makanan yang mereka ucapkan tadi. Tiba-tiba sisa makanan tersebut marah dan mengamuk kepada Ifan dan Sigit hingga keduanya tidak bisa melanjutkan perjalanan.

    Pesan dari contoh hikayat di atas adalah jangan bersikap tamak, khususnya perihal makanan.

    5. Contoh Hikayat Abu Nawas dan Lalat

    Suatu hari baginda raja membongkar rumah dan tanah Abu Nawas untuk menemukan emas dan permata. Namun, ternyata emas dan permata yang katanya berada di dalam tanah milik Abu Nawas hanyalah rumor.

    Setelah tidak menemukan emas dan permata, raja tidak meminta maaf atau mengganti kerugian, tapi malah pergi begitu saja.

    Abu Nawas pun murka dan ingin balas dendam kepada raja. Ketika sedang makan bersama istrinya, dia menemukan seekor lalat di meja makan. Abu Nawas pun tertawa, karena menemukan ide untuk balas dendam.

    Keesokan harinya, Abu Nawas mengaku hendak melaporkan perlakuan tamu tidak diundang kepada raja, yaitu lalat-lalat yang jumlahnya sangat banyak. Abu Nawas pun meminta izin kepada raja untuk mengusir lalat-lalat tersebut.

    Baginda raja yang sedang berkumpul bersama para menteri pun langsung memerintahkan Abu Nawas untuk mengusir lalat tersebut. Bermodalkan tongkat besi, Abu Nawas pun mengejar dan memukuli lalat tersebut hingga vas bunga, patung hias, dan peralatan istana hancur.

    Pesan moral dari contoh hikayat Abu Nawas dan lalat adalah jangan bersikap tidak baik terhadap orang lain. Jika melakukan kesalahan, harus mau meminta maaf dan bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan.

    6. Hikayat Seorang Lelaki dan Rumah Sempit

    Dikisahkan seorang lelaki datang ke rumah Abu Nawas. Lelaki tersebut ingin mengeluh kepadanya tentang masalah yang sedang dihadapinya. Ia pun merasakan sedih dikarenakan rumahnya sangat terasa sempit ketika ditinggali oleh banyak orang.

    “Wahai Abu Nawas, saya memiliki seorang istri dan 8 orang anak, tetapi rumah saya sangat sempit. Setiap hari mereka mengeluh dan juga tidak nyaman tinggal di rumah tersebut. Kami pun ingin pindah dari rumah tersebut, tetapi kami tidak memiliki banyak uang. Jadi, apa yang bisa saya lakukan?” tanyanya.

    Abu Nawas pun berpikir sejenak. Tidak lama kemudian munculah ide di dalam kepalanya.

    “Kamu memiliki domba di rumah?” tanya Abu Nawas kepada lelaki tersebut.

    “Aku tidak menaiki domba, oleh karena itu saya tidak mempunyainya,” jawab lelaki tersebut.

    Ketika mendengar jawaban dari lelaki itu, Abu Nawas pun meminta lelaki itu untuk membeli seekor domba dan menyuruhnya agar menaruhnya di rumah.

    Lelaki tersebut mengikuti saran dari Abu Nawas. Ia pun pamit pulang dan pergi untuk membeli domba. Esok harinya, ia kembali datang ke rumah Abu Nawas.

    “Abu Nawas, bagaimana ini? Nyatanya rumahku jadi semakin sempit dan juga berantakan,” ucapnya.

    “Ya sudah. Kalau begitu cobalah membeli 2 ekor domba lagi dan pelihara di rumahmu juga,” jawab Abu Nawas.

    Lelaki itu pamit pulang dan pergi ke pasar untuk membeli 2 ekor domba. Namun, rumahnya jadi semakin sempit. Lelaki itu pun jengkel dan kembali ke rumah Abu Nawas. Lalu, Abu Nawas pun menyuruh lelaki itu untuk menjual seluruh domba-dombanya.

    Esok harinya, Abu Nawas dan lelaki itu bertemu lagi. Abu Nawas pun menanyakan bagaimana keadaan rumah lelaki itu sekarang.

    “Setelah aku menjual semua domba tersebut, rumahku jadi lebih nyaman untuk ditinggali. Istriku pun juga tidak lagi marah-marah,” jawab lelaki tersebut sambil tersenyum.

    Pesan moral dari contoh hikayat Abu Nawas di atas adalah mensyukuri segala sesuatu yang sudah dimiliki. Dengan begitu, kita tidak akan pernah merasa kurang.

    7. Hikayat Datuk Tuan Budian

    Sebuah kampung bernama Karangkupa memiliki pantai yang sangat indah. Namun, pedagang dari arah Tanah Melayu yang melintasi daerah tersebut menamainya dengan nama Kampung Karangputih.

    Sebab, ada sebuah batu karang berdiri kokoh di tepi pantai. Karang itu seolah-olah menghadang gulungan ombak tinggi dari arah Laut Semangka. Meskipun selalu diterjang ombak, batu karang itu tetap berdiri dengan kokoh.

    Menurut cerita turun temurun, mengisahkan bahwa batu karang tersebut berasal dari sebuah kapal dari benua seberang. Kapal itu ternyata kandas di pantai Kampung Karangkupa karena diterjang oleh badai besar.

    Setelah sekian lama, bangkai kapal tersebut berubah menjadi batu karang yang menjulang tinggi di bibir pantai.

    Awalnya, batu karang tersebut berwarna dasar sangat putih. Namun, guyuran air hujan, sinar matahari, dan terjangan ombak pantai membuat warnanya jadi tidak seputih dulu lagi.

    Bagi para pelaut, karang putih tersebut menjadi penanda arah ketika sedang berlayar. Hingga akhirnya, orang-orang lebih mengenal kampung di tepi pantai tersebut dengan nama Karangputih dan perlahan melupakan nama Karangkupa.

    Desa Karangputih sangat subur. Tanahnya berwarna kehitam-hitaman, karena mengandung banyak humus, sehingga sangat baik untuk bercocok tanam. Warga di desa ini sangat rajin bekerja. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani.

    Mereka menanam berbagai jenis tanaman, mulai dari kopi, lada, dan palawija. Sebagian lainnya bekerja sebagai nelayan. Mereka pergi ke laut setiap hari untuk menangkap ikan.

    Petani dan nelayan saling bertukar hasil pertanian dan tangkapan ikan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penduduk desa Karangputih pun hidup rukun dan saling bergotong royong.

    Jika ada salah satu warga yang mengalami kesusahan, ia akan dibantu bersama-sama. Sebaliknya, jika ada yang mendapat kebahagiaan, yang lain juga ikut merasakan kebahagiaan itu.

    Sayangnya, kerukunan penduduk desa Karangputih tidak dilengkapi dengan keamanan. Bajak laut yang mereka kenal dengan nama bajau sering mengganggu ketenangan penduduk desa tersebut.

    Pertempuran antara penduduk dan para bajau pun tidak bisa dihindari. Pada saat pertempuran, penduduk lebih sering mengalami kekalahan. Kemampuan bertempur para bajau lebih tinggi, karena mereka sudah terlatih dibandingkan penduduk desa Karangputih.

    Serangan bajau-bajau membuat hati penduduk desa Karangputih resah dan tidak tenteram. Warga pun terpaksa membiarkan harta benda mereka diambil oleh para bajau tanpa memberi perlawanan.

    Gangguan di desa Karangputih tidak hanya datang dari para bajau. Desa Karangputih juga banyak didiami oleh bangsa siluman yang sangat ganas.

    Dukun diminta untuk mengusir siluman, tetapi belum ada hasil. Pawang dan orang sakti pun juga diminta untuk mengalahkan para siluman, tetapi semuanya gagal dan kembali dengan tangan kosong.

    Mereka tidak sanggup menghadapi para siluman ganas tersebut. Berita tentang gangguan bajau hingga siluman membuat Desa Karangputih semakin angker. Oleh sebab itu, sedikit orang yang berkunjung ke sana dan membuat daerah tersebut semakin terkucilkan.

    Pesan moral dari contoh hikayat di atas adalah ketentraman hidup akan semakin lengkap jika diimbangi dengan ibadah dan doa kepada Tuhan. Selain itu, hikayat di atas juga memberi pembelajaran bahwa kita tidak boleh lengah dan terus waspada.

    Manakah Contoh Hikayat yang Menginspirasimu?

    Mulai dari Hikayat Hang Tuah hingga Hikayat Datuk Tuan Budian tersirat pesan moral yang bisa kamu ambil pelajaran. Semoga teks hikayat di atas bisa menginspirasimu.

  • Kalimat Konjungsi: Pengertian, Fungsi, Ciri, Contoh & Penjelasannya

    Kalimat Konjungsi: Pengertian, Fungsi, Ciri, Contoh & Penjelasannya

    Konjungsi atau kata hubung digunakan agar susunan kalimat mempunyai koherensi serta dalam satu paragraf saling berkaitan satu sama lain dan padu. Oleh karena itu, seringkali dalam menulis menggunakan kalimat konjungsi.

    Artikel ini akan menjelaskan pengertian konjungsi, fungsi, hingga contoh lengkap dengan penjelasannya. Sehingga, pemahamanmu semakin bertambah. Yuk, baca selengkapnya di bawah ini! 

    Pengertian Konjungsi

    Konjungsi atau biasa disebut juga sebagai kata hubung adalah kata yang menghubungkan kata, klausa, frasa, atau kalimat. Definisi lain menyebutkan, konjungsi adalah ungkapan yang menghubungkan ungkapan lain dengan makna yang mirip atau nyaris sama.

    Keberadaan konjungsi ini sangat penting. Pasalnya, dapat membuat makna suatu kalimat atau paragraf menjadi lebih mudah dipahami. Sehingga, dapat membantu pembaca untuk memahami tulisan dengan baik.

    Fungsi Konjungsi

    Konjungsi memiliki beberapa fungsi penting yang membuat tulisan menjadi lebih mudah dipahami oleh pembaca, yaitu:

    • Konjungsi berfungsi untuk menghubungkan kata dengan kata.
    • Menghubungkan frasa dengan frasa.
    • Bisa juga untuk menghubungkan klausa dengan klausa.
    • Berfungsi untuk menghubungkan kalimat dengan kalimat.
    • Selanjutnya, dapat pula digunakan sebagai penghubung paragraf dengan paragraf.
    • Kalimat konjungsi dapat menghubungkan kata dengan frasa atau klausa dengan frasa, serta berlaku juga sebaliknya.

    Ciri-Ciri Konjungsi

    Kata hubung atau konjungsi memiliki beberapa ciri-ciri yang perlu diperhatikan, yaitu:

    • Konjungsi tidak bisa dihubungkan dengan objek.
    • Kata hubung tidak menerangkan kata, tapi hanya menghubungkan saja.
    • Konjungsi tidak dapat diletakkan di akhir kalimat.
    • Jika konjungsi menghubungkan antar kalimat, harus diiringi koma.
    • Konjungsi mempunyai subjek yang baik saat digunakan untuk menghubungkan antarkata ataupun antarkalimat.

    Jenis dan Contoh Kalimat Konjungsi serta Penjelasannya

    Supaya semakin paham, berikut contoh kalimat konjungsi lengkap beserta penjelasannya, yaitu:

    1. Konjungsi Koordinatif

    Sebelum lanjut ke pembahasan contoh kalimat, perlu kamu pahami bahwa ada 5 jenis konjungsi.

    Pertama, konjungsi koordinatif atau kata hubung setara yang dapat menghubungkan dua unsur atau lebih yang sama-sama penting. Sehingga, jika menggunakan konjungsi ini, maka kalimatnya disebut sebagai kalimat majemuk setara. 

    Di samping itu, konjungsi  tidak bisa diletakkan di awal kalimat. Namun, penggunaannya berada di tengah-tengah kalimat. Adapun kata yang termasuk kata hubung setara atau konjungsi koordinatif, yaitu:

    • Dan: Berfungsi sebagai penanda hubungan penambahan.
    • Atau: Memiliki fungsi sebagai penanda adanya hubungan pemilihan.
    • Padahal: Berfungsi sebagai hubungan pertentangan.
    • Melainkan: Kata yang berfungsi sebagai penghubung adanya makna perlawanan dalam kalimat.
    • Sedangkan: Memiliki fungsi sebagai penanda adanya hubungan pertentangan.
    • Serta: Menunjukkan makna hubungan pendampingan.
    • Tetapi: Berfungsi untuk menunjukkan adanya hubungan perlawanan.
    • Dan/atau: Memiliki fungsi sebagai penanda adanya hubungan pilihan atau jumlah.

    Setelah mengetahui kata yang termasuk konjungsi koordinatif, berikut contoh kalimat konjungsi koordinatif:

    1. Siska dan Melly adalah saudara tiri yang saling membantu satu sama lain tanpa pamrih.
    2. Jika boleh memilih, kamu ingin kencan di bioskop menonton film atau menghabiskan makan malam romantis di restoran mewah?
    3. Benda kelap-kelip itu bukan bintang, melainkan pesawat terbang.
    4. Mika tidak pernah melawan perkataan orang tua, padahal selama ini dia tidak selalu setuju dengan perintah mereka.
    5. Aku akan pergi ke rumah Denny untuk mengambil tas serta sepatu yang ia pinjam.
    6. Ibu menyukai ayam goreng, sedangkan ayah ayam rendang.
    7. Sebenarnya Keyla sangat marah dengan ucapan Lely, tetapi ia memilih untuk memendamnya seorang diri.
    8. Apakah kamu suka makan bakso, mie ayam, dan/atau seblak?
    9. Sudah lama nenek dan kakek tidak pernah mengunjungi kami.
    10. Aku tidak pernah marah padamu, melainkan hanya sedikit kecewa dengan apa yang terjadi.

    2. Konjungsi Subordinatif

    Jenis konjungsi selanjutnya yaitu konjungsi subordinatif. Jenis konjungsi ini menghubungkan dua atau lebih klausa yang mempunyai hubungan bertingkat. 

    Jika konjungsi koordinatif menghasilkan kalimat majemuk setara, konjungsi subordinatif menghasilkan kalimat majemuk bertingkat. Selain itu, kata hubung ini juga biasanya dipakai pada awal kalimat.

    Nah, kata hubung bertingkat atau konjungsi subordinatif dibagi menjadi 13 kelompok, diantaranya yaitu:

    a. Konjungsi Subordinatif Temporal

    Pertama, konjungsi temporal atau konjungsi subordinatif waktu yang memiliki fungsi untuk menghubungkan dua unsur bahasa dengan adanya keterkaitan waktu., Misalnya, kata sesudah itu, selanjutnya, berikutnya, dan sebelum. Adapun kata yang berfungsi sebagai konjungsi temporal, antara lain sebagai berikut:

    • Konjungsi yang menunjukkan awal sebuah peristiwa: Sedari, sejak, dan semenjak.
    • Kata hubung yang menunjukan awal peristiwa serta ditandai dengan suatu peristiwa lain: Tatkala, seraya, selama, selagi sambil, ketika, demi, begitu, sementara, dan sewaktu.
    • Konjungsi yang menandakan awal peristiwa yang telah didahului dengan adanya peristiwa lain: Sehabis, sebelum, setelah, sesudah, seusai, dan selesai.
    • Kata hubung temporal yang menunjukkan lamanya suatu peristiwa yang ditandai dengan sebuah peristiwa tertentu: Sampai dan hingga.

    Sementara itu, contoh kalimat konjungsi yang menggunakan konjungsi temporal, yaitu:

    • Aku sudah membeli album EXO sejak mereka debut.
    • Jangan keluar rumah sampai ibu pulang nanti.
    • Sebelum berangkat sekolah, pastikan lampu kamar sudah dimatikan.
    • Semenjak hari itu, ia tidak pernah menyapaku kembali.
    • Sedari dulu, ibu tidak pernah memarahi anak-anaknya.
    • Ketika aku datang, rumahku sudah penuh sesak orang-orang yang sama sekali asing bagiku.

    b. Konjungsi Subordinatif Syarat

    Selain konjungsi temporal, adapula konjungsi subordinatif syarat. Konjungsi ini berfungsi menghubungkan unsur bahasa yang mempunyai makna persyaratan. Misalnya, kata apabila, asalkan, jika, kalau, manakala, dan jikalau. Berikut contoh penggunaan konjungsi subordinatif syarat, yaitu:

    • Jika aku memiliki uang lebih, aku akan berkunjung ke rumah paman lebaran nanti.
    • Toni tidak mau makan sayur, kalau belum dibelikan mainan lego.
    • Apabila kamu tetap memaksa, terpaksa aku harus menelepon polisi sekarang.
    • Manakala aku mendapat peringkat 1 di kelas, ibu akan membelikanku bakso tulang.
    • Nenek bersedia dirawat di rumah sakit, asalkan semua anaknya pulang.
    • Kau jangan pulang terlambat, jika tidak ingin terkunci semalaman di luar.

    c. Konjungsi Subordinatif Pengandaian

    Ketiga, konjungsi subordinatif yang berfungsi sebagai penanda adanya pengandaian dalam sebuah kalimat. Contohnya, seandainya, andaikan, andaikata, umpamanya, atau sekiranya. Adapun contoh penggunaan konjungsi subordinatif pengandaian adalah sebagai berikut.

    • Seandainya aku memiliki uang banyak, pasti aku tidak melewatkan konser itu.
    • Aku akan berusaha yang terbaik, sekiranya kamu memberikan kesempatan itu padaku.
    • Andaikan kamu jujur, ibu pasti akan memaafkannya.
    • Umpamanya besok aku bangun pagi, tentu aku akan jogging keliling kompleks. 
    • Reno datang ke pesta ulang tahun Siska, andaikata mereka masih bersama sebagai pasangan. 

    d. Konjungsi Subordinatif Tujuan

    Berikutnya, konjungsi subordinatif tujuan yang memiliki ciri-ciri mengandung kata agar, untuk, supaya, dan biar. Kata hubung ini menunjukkan adanya penanda hubungan tujuan dalam sebuah kalimat. Sedangkan, contoh penggunaan konjungsi subordinatif tujuan adalah sebagai berikut:

    • Kita harus berhemat, supaya tidak terlilit utang.
    • Agar tidak kehujanan, kamu sebaiknya membawa payung.
    • Nasi itu harus segera dihabiskan, agar tidak basi.
    • Siska bekerja keras untuk membantu keuangan keluarganya.
    • Dini rutin menabung untuk membeli tiket konser Blackpink.

    e. Konjungsi Subordinatif Konsesif

    Selanjutnya, kata hubung atau konjungsi subordinatif konsesif, yang merupakan konjungsi yang menunjukkan adanya keadaan berlawanan dari penjelasan sebelumnya. 

    Contohnya, kendatipun, biarpun, walaupun, sekalipun, meskipun, atau sungguhpun. Adapun contoh kalimat konjungsi subordinatif konsesif adalah sebagai berikut:

    • Siska berusaha untuk terlihat kuat, meskipun kecelakaan itu merenggut nyawa orang tuanya.
    • Erna membeli beberapa pakaian, sekalipun uangnya semakin menipis.
    • Biarpun hari ini hujan, ia tetap berangkat ke tempat les.
    • Walaupun ibu sudah melarang, kakak tidak pernah mendengarkannya.
    • Sekalipun kau memohon padaku, jangan harap aku akan kembali ke pangkuanmu. 

    f. Konjungsi Subordinatif Pembandingan

    Konjungsi yang memiliki fungsi untuk menjelaskan adanya kesamaan antara dua kata atau dua kalimat disebut dengan konjungsi subordinatif pembandingan. Contoh konjungsi jenis ini, yaitu sebagai, alih-alih, ibarat, laksana, seakan-akan, daripada, seolah-olah, atau seperti.

    Sedangkan, contoh penggunaan konjungsi subordinatif pembandingan adalah sebagai berikut:

    • Ia terlihat sangat murung, seolah-olah banyak utang.
    • Mereka sangat akur, ibarat saudara kandung.
    • Paket bundling lebih murah daripada beli satuan.
    • Rumah itu sudah sangat tua dan lusuh, seperti tidak berpenghuni.
    • Alih-alih membeli banyak barang, lebih baik pilih yang paling dibutuhkan. 

    g. Konjungsi Subordinatif Sebab

    Berikutnya yaitu konjungsi subordinatif sebab. Jenis konjungsi ini menunjukkan adanya hubungan sebab antara dua klausa ataupun dua kalimat. Kata hubung jenis ini diantaranya, yaitu sebab, oleh sebab, karena, oleh karena. Adapun contoh penggunaan konjungsi subordinatif sebab adalah sebagai berikut:

    • Aku kesal karena ia selalu memanggilku si gendut.
    • Hari ini tidak ada ujian. Oleh karena itu, aku boleh bermain apapun yang kuinginkan.
    • Kina sudah membeli beras 5 kg untuk sebulan. Oleh sebab itu, ia tidak perlu membeli beras setiap hari.

    h. Konjungsi Subordinatif Hasil

    Jenis konjungsi subordinatif yang selanjutnya adalah konjungsi subordinatif hasil. Konjungsi ini menyatakan bahwa salah satu unsur klausa ataupun kalimat merupakan hasil dari klausa atau kalimat sebelumnya. 

    Kata penghubung yang termasuk konjungsi subordinatif hasil, yaitu sampai (sampai-sampai), sehingga, atau maka (makanya). Sementara itu, contoh penggunaan konjungsi subordinatif hasil adalah sebagai berikut:

    • Jeni jatuh dari tangga sampai kakinya susah digerakkan.
    • Beni menangis semalaman, sehingga wajahnya terlihat sembab. 
    • Ia mencari sepatunya yang hilang seharian sampai lupa makan.
    • Sindi tidak membawa dompet ke toserba, sehingga harus balik lagi untuk mengambilnya.

    i. Konjungsi Subordinatif Alat

    Berikutnya yaitu konjungsi subordinatif alat yang berfungsi sebagai penanda bahwa suatu klausa atau kalimat adalah alat dari aktivitas atau kegiatan yang telah dijelaskan dalam klausa atau kalimat sebelumnya. 

    Adapun kata hubung yang termasuk konjungsi subordinatif alat, yaitu dengan (menggunakan) dan tanpa (menggunakan). Sedangkan, contoh penggunaan konjungsi subordinatif alat adalah sebagai berikut:

    • Aku memotong rambut sendiri dengan gunting milik paman.
    • Ibu memanaskan tumisan tanpa minyak goreng.
    • Ayah memotong kayu dengan mesin gergaji tajam.

    j. Konjungsi Subordinatif Cara

    Selain alat, ada pula konjungsi subordinatif cara yang menunjukkan bahwa suatu klausa atau kalimat adalah suatu cara dari aktivitas atau kegiatan yang telah disebutkan pada klausa atau kalimat sebelumnya. Contohnya, dengan dan tanpa. Adapun contoh kalimat konjungsi subordinatif cara adalah sebagai berikut:

    • Jangan membuka bingkisan itu dengan ceroboh.
    • Lucas memegang tangan Aini dengan erat.
    • Ibu mengantar kakak ke pondok tanpa menangis.
    • Dipo menyapa Kina tanpa senyum.

    k. Konjungsi Subordinatif Komplementasi

    Selanjutnya, konjungsi subordinatif yang berfungsi sebagai penanda bahwa klausa atau kalimat merupakan pelengkap dari klausa atau kalimat sebelumnya.

    Adapun contoh bentuk kata hubung subordinatif komplementasi, yaitu bahwa. Sedangkan, contoh penggunaan konjungsi subordinatif komplementasi adalah sebagai berikut:

    • Ibu selalu mengingatkan bahwa tidak baik membuang sampah sembarangan.
    • Tomi menjelaskan bahwa ia tidak pernah mengambil mainan milik Andi.
    • Bu Lina sudah berkali-kali mengatakan bahwa PR harus dikerjakan di rumah.
    • Aku tidak pernah mengerti bahwa sesungguhnya dia telah berbohong sejak lama.

    l. Konjungsi Subordinatif Atributif

    Selanjutnya yaitu konjungsi subordinatif atributif. Konjungsi ini memiliki fungsi sebagai penghubung antara kata atau klausa utama dengan klausa yang sifatnya memberikan penjelasan.

    Contoh kata hubung subordinatif atributif adalah yang. Sementara itu, contoh penggunaan konjungsi subordinatif atributif adalah sebagai berikut:

    • Api yang berbahaya itu ternyata bisa dipadamkan dengan cepat.
    • Orang tuaku tidak pernah melarang apapun yang kulakukan, asal tidak melanggar hukum.
    • Ibu pemilik warung yang ceria itu sekarang terlihat murung.
    • Benih yang kau tanam keliru.

    m. Konjungsi Subordinatif Perbandingan

    Jenis konjungsi subordinatif yang terakhir yaitu perbandingan. Jenis konjungsi ini berfungsi sebagai penanda adanya hubungan perbedaan maupun kesamaan antara dua kalimat atau dua klausa.

    Contoh bentuk kata penghubung subordinatif perbandingan, antara lain “… sama …dengan ….” atau “… lebih . . . dari(daripada) . . . .”. Berikut contoh penggunaan konjungsi subordinatif perbandingan, yaitu:

    • Hari ini terasa lebih panas daripada hari-hari biasanya.
    • Siska tampaknya sama bahagianya dengan suaminya.
    • Kakakku terlihat sama gantengnya dengan Lee Min Ho
    • Ibu terkesan lebih murung daripada saat ayah kecelakaan.

    3. Konjungsi Korelatif

    Setelah mengetahui jenis konjungsi subordinatif, berikutnya ada konjungsi korelatif. Kata hubung jenis ini memiliki fungsi untuk menghubungkan dua frasa, kata, atau klausa yang memiliki tingkatan sintaksis sama.

    Umumnya, konjungsi korelatif terdiri dari dua bagian yang terpisah satu dengan lain. Adapun contoh kata hubung korelatif, antara lain baik, maupun; tidak hanya, tetapi juga; bukan hanya, melainkan; demikian, sehingga; sedemikian, sehingga; apakah, atau; jangankan, pun.

    Sementara itu, contoh kalimat konjungsi korelatif adalah sebagai berikut:

    • Semua karyawan tidak hanya harus lembur, tetapi juga mengalami kekerasan verbal oleh atasannya.
    • Baik besok maupun sekarang, ia tidak akan berubah pikiran.
    • Pengangguran bukan hanya menyangkut masalah pribadi, melainkan juga termasuk masalah sosial.
    • Motor itu melaju demikian cepat, sehingga sangat sulit dikejar.
    • Apakah kamu setuju atau menolak, kami tidak peduli dengan hal itu.
    • Jangankan hari ini, besok pun aku tidak akan melakukannya.
    • Maksud yang baik harus disampaikan sedemikian rupa, sehingga dapat dimengerti oleh lawan bicara.
    • Baik kakak maupun adiknya, memilih untuk kuliah jurusan matematika.
    • Apakah kamu berangkat atau tidak, tetap harus membayar uang iuran.
    • Keluarga itu tidak hanya kaya raya, tetapi juga gemar menyantuni anak yatim.
    • Jangankan duduk, tiduran pun ia kesulitan.

    4. Konjungsi Antarkalimat

    Berikutnya, ada konjungsi antar kalimat. Konjungsi jenis ini memiliki fungsi untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lain, tentu saja jika memang membutuhkan kata penghubung.

    Perlu diketahui konjungsi yang disebutkan sebelumnya seperti konjungsi koordinatif, subordinatif, dan korelatif adalah konjungsi intrakalimat. Perbedaannya, yaitu konjungsi antarkalimat digunakan pada awal kalimat baru serta diikuti koma. Berikut ini beberapa konjungsi antarkalimat beserta makna dan contohnya, yaitu:

    a. Konjungsi Antarkalimat Pertentangan 

    Ini adalah jenis konjungsi antarkalimat yang menunjukkan adanya pertentangan dengan kalimat sebelumnya. 

    Contoh kata penghubungnya, antara lain biarpun demikian, biarpun begitu, sekalipun demikian, sekalipun begitu, walaupun demikian, walaupun begitu, meskipun demikian, meskipun begitu, sungguhpun demikian, atau sungguhpun begitu. Adapun contoh kalimat konjungsi antarkalimat pertentangan, yaitu:

    • Sebetulnya aku kurang suka dengan makanan mentah. Meskipun demikian, aku tetap memakannya untuk menghargai pemilik rumah.
    • Tomi sangat cerewet dan juga ribet. Biarpun begitu, ia sangat baik hati dan suka membantu orang yang membutuhkan pertolongan.
    1. Tamu undangan ada yang tidak kebagian tempat duduk karena yang datang di acara sangat banyak. Walaupun demikian, mereka tetap antusias untuk hadir di acara dan menikmatinya.
    • Laki-laki itu sudah sangat sukses. Sekalipun begitu, ia tidak sombong dan sangat ramah dengan siapapun.

    b. Konjungsi Antarkalimat Kelanjutan dari Keadaan atau Peristiwa

    Konjungsi antarkalimat ini menunjukkan adanya kelanjutan dari keadaan atau peristiwa yang terdapat pada kalimat sebelumnya. Adapun contoh kata hubung ini adalah kemudian, sesudah itu, setelah itu, selanjutnya, dan berikutnya. Sementara itu, contoh penggunaan konjungsi antarkalimat jenis ini adalah sebagai berikut:

    • Kemudian, masukkan bumbu ulekan ke wajan yang sudah dipanaskan dengan api kecil.
    • Sesudah itu, ia tidak pernah kembali ke restoran ini lagi.
    • Setelah itu, ayah memilih untuk membelikan aku mainan baru.
    • Tambahkan air. Selanjutnya, masukkan daging cincang yang sudah disiapkan.
    • Kemudian, masukkan air 2 gelas, supaya tidak terlalu kental.
    • Kamu harus mencuci tangan terlebih dahulu. Setelah itu, baru boleh makan.
    • Nyalakan kompor dengan api kecil. Kemudian, panaskan wajan yang sudah diberi sedikit minyak.

    c. Konjungsi Antarkalimat Menandakan Adanya Sebuah Peristiwa

    Jenis konjungsi antarkalimat ini menandakan adanya sebuah peristiwa, hal, ataupun sebuah keadaan lain di luar, yang sudah dipaparkan sebelumnya. Kata hubung yang termasuk jenis konjungsi ini, antara lain tambahan pula, lagi pula, atau selain itu. Untuk contoh kalimat konjungsi antarkalimat jenis ini adalah sebagai berikut:

    • Selain itu, ia membeli sepatu dengan merek yang sama seperti yang dibelinya kemarin.
    • Lagi pula, Siska tidak pernah melarang adiknya untuk mengambil jurusan seni.
    • Selain itu, Andi juga mendaftar di perguruan tinggi swasta yang memiliki akreditasi A.
    • Laptop itu ia berikan kepada sepupunya. Lagi pula, ia sudah memiliki yang baru.
    • Selain itu, Lana mencuci pakaian adik-adiknya tanpa harus disuruh.

    d. Konjungsi Antarkalimat Kebalikan

    Ini adalah konjungsi antarkalimat yang menunjukkan kebalikan dari yang dinyatakan sebelumnya. Contoh kalimat yang menggunakan konjungsi ini, yaitu:

    • Sebaliknya, ia tidak seperti kakaknya yang suka merokok.
    • Ia tidak menginginkan kuliah di luar negeri. Sebaliknya, ia mendaftar di perguruan tinggi tempat ayahnya mengajar.

    e. Konjungsi Antarkalimat Menunjukkan Kondisi

    Konjungsi antarkalimat yang satu ini menunjukkan kondisi, situasi, atau keadaan sebenarnya. Adapun contoh penggunaan konjungsi ini dalam kalimat adalah sebagai berikut:

    • Sesungguhnya, aku tidak pernah setuju ayah memelihara burung di rumah.
    • Bahwasanya, aku lebih menyukai rasa manis daripada pedas.
    • Sesungguhnya, ibu datang lebih awal di rapat tadi.
    • Bahwasanya, kantor itu memang terlihat sangat kumuh dan tidak pernah dirawat. 

    f. Konjungsi Antarkalimat Penguatan Keadaan

    Konjungsi antarkalimat yang satu ini menandakan adanya penguatan keadaan yang dijelaskan sebelumnya. Berikut contoh penggunaan konjungsi antarkalimat jenis ini, yaitu:

    • Sebenarnya orang itu tidak bersalah. Malah, ia yang ikut menangkap pencuri.
    • Siska tidak pernah makan nasi. Bahkan, ia akan muntah jika melihat nasi yang berceceran.
    • Aku tidak pernah datang ke pesta itu. Malah, aku sama sekali tidak tahu Kino menggelar pesta ulang tahun.
    • Semua orang sudah ikut membantu. Akan tetapi, keluarga itu memang sangat malang.
    • Dia memilih untuk keluar dari pekerjaannya. Namun, belum menyiapkan rencana pasti setelah tidak memiliki pekerjaan tetap.

    g. Konjungsi Antarkalimat Menunjukkan Keeksklusifan dan Keinklusifan

    Jenis konjungsi antarkalimat ini berfungsi menunjukkan keeksklusifan dan keinklusifan. Berikut contoh kalimat konjungsi jenis ini, yaitu:

    • Kecuali itu, aku setuju saja dengan apa yang mereka katakan.
    • Di samping itu, Ibu tidak pernah mengeluh dengan semua pekerjaan rumah yang melelahkan.
    • Di samping itu, Ayah juga memberikan uang saku yang cukup untuk anak-anaknya.

    h. Konjungsi Antarkalimat Menyatakan Konsekuensi

    Konjungsi antarkalimat jenis ini berguna untuk menyatakan konsekuensi. Adapun contoh kalimatnya adalah sebagai berikut:

    • Aku selalu berangkat sekolah lebih pagi. Dengan demikian, sudah pasti aku tidak pernah terlambat.
    • Ibu selalu mengajarkan anak-anaknya untuk saling membantu. Dengan demikian, aku sudah pasti menolong orang yang membutuhkan.

    i. Konjungsi Antarkalimat Akibat

    Ini adalah konjungsi antarkalimat yang menunjukkan adanya akibat. Berikut contoh kalimat konjungsi ini, yaitu:

    • Dinda datang terlambat saat ujian. Oleh karena itu, dia dilarang mengikuti ujian oleh pengawas.
    • Aku tidak memiliki uang sepeserpun. Oleh sebab itu, aku tidak bisa membantu kamu.

    5. Konjungsi Antarparagraf

    Konjungsi antarparagraf adakah konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan kalimat dalam sebuah paragraf. Sementara itu, konjungsi antarparagraf dapat dibedakan berdasarkan fungsinya. Adapun kata hubung antarparagraf yang termasuk dalam konjungsi jenis ini, yaitu:

    • Kata hubung yang menunjukkan tambahan pada sesuatu yang telah dipaparkan sebelumnya. Contoh katanya, yaitu di samping itu, tambahan lagi, dan demikian juga.
    • Konjungsi atau kata hubung yang menunjukkan adanya pertentangan dengan sesuatu yang telah dijelaskan sebelumnya. Contohnya, bagaimanapun juga, namun, atau sebaliknya.
    • Kata penghubung yang menandakan adanya sebuah perbandingan. Misalnya, sebagaimana dan sama halnya.
    • Konjungsi antarparagraf atau kata hubung yang menunjukkan akibat atau hasil. Contohnya yaitu oleh karena itu dan jadi akibatnya. 
    • Kata hubung yang menyatakan adanya sebuah tujuan. Contohnya yaitu untuk itulah atau untuk maksud itu.
    • Konjungsi atau kata hubung yang menandakan intensifikasi. Misalnya, ringkasnya dan pada intinya.
    • Kata hubung yang menandakan waktu. Contohnya, kemudian atau sementara itu. 
    • Kata hubung yang menunjukkan tempat. Misalnya, di sinilah dan berdampingan dengan.

    Contoh kalimat konjungsi antarparagraf, yakni:

    Andi merupakan anak yang ceria sejak kecil. Dia sangat senang bermain layang-layang bersama ayah dan kakaknya. Walaupun anak bungsu, Andi tidak pernah manja. Dia membantu pekerjaan ibunya tanpa diminta. Akan tetapi, saat ini semua tinggal kenangan. Memori kebahagiaan itu sudah terenggut darinya. Kecelakaan maut tersebut menjadi penyebabnya.

    Apalagi, bukan hanya ayahnya yang tewas, tetapi juga ibu dan kakaknya. Hanya Andi yang dapat diselamatkan. Beruntungnya Andi dapat dikeluarkan dari mobil sebelum mobil penuh kenangan indah itu meledak.

    Sudah Paham dengan Kalimat Konjungsi?

    Itulah penjelasan mengenai pengertian konjungsi, fungsi, ciri-cirinya, hingga contoh kalimat konjungsi lengkap dengan penjelasannya. Setelah memahami informasi ini, kamu sudah bisa membuat kalimat yang padu dengan memanfaatkan berbagai jenis konjungsi atau kata hubung.

  • Morfologi Dasar Laut Beserta Gambar dan Penjelasan Lengkap

    Morfologi Dasar Laut Beserta Gambar dan Penjelasan Lengkap

    Lautan menjadi wilayah perairan yang menutupi lebih dari 70 persen permukaan Bumi. Tak hanya sangat luas, laut juga sangatlah dalam dan memiliki beragam bentuk relief tidak rata yang dikenal sebagai morfologi dasar laut.

    Melalui artikel ini, kamu akan menjelajahi apa saja yang termasuk dalam relief atau morfologi laut, agar lebih memahami seberapa menakjubkannya keindahan alam dasar air yang ada di muka Bumi.

    Apa Itu Morfologi Dasar Laut?

    Sebagai pengantar singkat, morfologi dasar laut adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bentuk dan struktur fisik geografis Bumi yang terdapat di dasar lautan, termasuk bentuk cekungan, tonjolan, hingga retakan. 

    Struktur dasar laut mencakup berbagai formasi dan kontur yang terbentuk melalui proses geologis dari luar (eksogen) dan dalam Bumi (endogen). Seperti aktivitas tektonik, erosi, pengendapan sedimen, aktivitas vulkanik, fenomena perairan, angin, dan aktivitas gletser.

    Jenis Bentuk Morfologi Dasar Laut

    Konsep morfologi dasar laut hampir sama seperti morfologi permukaan daratan Bumi yang memiliki dataran tinggi dan rendah, pegunungan, bukit, lembah, dan lain sebagainya. Hanya saja, penamaan bagian-bagian dari struktur dasar laut sedikit berbeda dan cenderung unik. Berikut ini adalah beberapa jenis bentuk morfologi laut yang perlu kamu ketahui:

    1. Paparan Benua (Continental Shelf)

    Geografi

    Paparan benua atau continental shelf adalah bagian dari dasar laut yang sedikit miring dan terletak di sepanjang garis pantai benua. Bagian laut ini merupakan perpanjangan dari daratan dengan kedalaman yang relatif dangkal, yaitu sekitar kurang dari 200 meter di bawah permukaan laut (mdpl).

    Wilayah paparan benua umumnya masih mendapatkan banyak sinar matahari dan nutrisi dari daratan. Sehingga, paparan benua menjadi habitat terbaik bagi kehidupan laut, seperti ikan, moluska, krustasea, dan berbagai organisme laut lainnya.

    2. Lereng Benua (Continental Slope)

    Morfologi dasar laut berikutnya adalah lereng benua atau continental slope. Lereng benua terletak di luar paparan benua dan merupakan peralihan antara paparan benua dengan dataran abisal yang lebih dalam.

    Bagian laut ini memiliki kedalaman mencapai 200 sampai 1.800 meter di bawah permukaan laut dan kemiringan hingga sekitar 3 sampai 5 derajat. Meskipun demikian, lereng benua masih menjadi habitat terbaik bagi berbagai spesies ikan, cumi-cumi, udang, dan makhluk hidup lainnya.

    3. Pulau Gunung Api Laut

    Geovolcan

    Pulau gunung api laut yang juga dikenal sebagai pulau vulkanik bawah laut adalah struktur dasar laut yang terbentuk karena fenomena geologis. Di mana badan hingga kepala beberapa gunung berapi aktif atau mati akan muncul di atas permukaan laut dan membentuk pulau. 

    Salah satu contoh pulau gunung api laut yang ada di Indonesia adalah Pulau Gunung Api Banda, Maluku Tengah. Kepulauan gunung api laut tersebut masih aktif dan dapat mengalami aktivitas vulkanik seperti erupsi, pelepasan gas, dan gempa bumi sewaktu-waktu.

    4. Ambang Laut (Drempel)

    Coretan Pemuda

    Ambang laut atau drempel adalah bentuk morfologi dasar laut selanjutnya berupa perbukitan atau pegunungan di dasar samudera dengan ketinggian yang relatif rendah dan membentang secara horizontal. 

    Bagian dalam laut ini terletak di antara pulau-pulau atau di antara dua palung laut (trench). Sehingga, ambang laut dapat berfungsi sebagai penghubung atau penghalang antara wilayah-wilayah geografis di dasar laut. Serta dapat memisahkan zona laut yang berbeda, misalnya menghubungkan perairan dangkal dan terbuka.

    5. Gunung Api Laut (Seamount)

    Apabila pulau gunung api laut terdiri dari satu atau beberapa badan gunung yang membentuk pulau di atas permukaan laut, berbeda halnya dengan gunung api laut atau seamount. Sebab, gunung api laut secara spesifik merupakan gunung yang terletak di bawah permukaan laut dengan puncak yang runcing. 

    Gunung api laut merupakan fitur geologis yang menonjol di dasar laut dan dapat mencapai ketinggian yang signifikan dari dasar laut di sekitarnya. Biasanya, gunung api laut muncul di kedalaman laut mulai dari 1.000 sampai 4.000 meter dari permukaan dasar laut.

    6. Punggung Laut

    Punggung laut menjadi morfologi dasar laut lainnya yang begitu unik. Sebab, alih-alih hanya muncul di dasar laut atau mungkin muncul di atas permukaan laut. Punggung laut merupakan rangkaian pegunungan bawah laut yang memanjang ribuan kilometer di tengah samudera akibat aktivitas tektonik dasar laut.

    Morfologi ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu rise dan ridge. Rise adalah jenis punggung laut yang memiliki kemiringan relatif landai, sementara ridge adalah jenis punggung laut yang memiliki kemiringan lebih curam.

    7. Guyot (Tablemount)

    Guyot atau tablemount merupakan jenis gunung vulkanik bawah laut yang memiliki ciri khas berupa puncaknya yang datar atau hampir datar. Sehingga, struktur dasar laut ini tidak bisa mencapai atas permukaan laut seperti halnya gunung laut lainnya.

    Guyot memiliki ujung yang terisolasi dan lereng curam yang hebatnya masih bisa menjadi habitat bagi berbagai kehidupan laut. Lereng curam guyot menyediakan lingkungan yang kaya akan nutrisi dan menarik bagi organisme, seperti karang, spons, dan spesies ikan laut dalam. 

    8. Lubuk Laut atau Abisal (Basin)

    Lubuk laut atau basin adalah morfologi dasar laut berupa cekungan di dalam laut yang biasanya berada di dalam samudra atau wilayah laut dalam tertentu dan terletak di antara punggung laut dan dataran kontinental. 

    Wilayah lubuk laut menjadi wilayah lautan yang lebih dalam daripada perairan sekitarnya, tetapi tidak sedalam palung laut (trench), tepatnya memiliki kedalaman 2.000 meter. Karakteristik lubuk laut adalah cekungan oval yang terbentuk sebagai hasil dari penurunan permukaan dasar laut.

    9. Palung Laut (Trench)

    Setelah abisal, dasar laut juga memiliki lembah yang lebih dalam dan curam, yaitu palung laut atau trench. Secara teori, palung laut adalah cekungan lembah yang sangat dalam dan sempit di dasar samudera akibat dari aktivitas tektonik dan penurunan permukaan dasar laut.

    Umumnya, palung laut memiliki kedalaman sekitar ribuan hingga belasan ribu meter yang menembus dasar laut. Sebut saja Palung Laut Jawa yang berkedalaman 8.000 meter, Palung Laut Jepang yang berkedalaman 9.435 meter, dan Palung Laut Mariana yang berkedalaman 11.000 meter.

    10. Cembungan Laut

    Cembungan laut atau seabed bulge adalah satu bagian pada morfologi dasar laut yang berkarakteristik adanya cembungan atau kenaikan kecil yang memanjang dan melebar pada permukaan dasar laut. 

    Wilayah dasar laut ini umumnya terbentuk sebagai hasil dari tekanan dan aktivitas tektonik dasar laut yang mengakibatkan terbentuknya lipatan pada permukaan laut. Cembungan laut dapat kamu temukan di berbagai lokasi di seluruh dunia. Terutama di sepanjang zona subduksi atau batas lempeng tektonik yang saling bertemu.

    11. Atol

    Relief laut terakhir ini merujuk pada sebuah formasi geologis di tengah samudera berupa sekumpulan terumbu karang yang tumbuh melingkar di sekitar sebuah pulau gunung api yang tenggelam. Sehingga, tak jarang atol akan terlihat seperti cincin yang mengelilingi laguna laut dangkal jika dilihat dari atas.

    Atol yang terdiri dari deretan terumbu karang menjadi ekosistem terbaik bagi ikan-ikan laut berukuran kecil. Sebab, atol dapat berfungsi sebagai rumah dan sumber makanan. Selain itu, atol juga berperan dalam mempercantik lautan dangkal dan sebagai tempat penelitian.

    Morfologi Dasar Laut Begitu Beragam dan Menakjubkan, Bukan?

    Itu dia beberapa morfologi dasar laut yang harus kamu pelajari sekaligus jaga dengan baik, karena mencerminkan keindahan dan kompleksitas alam bawah laut. Paparan benua hingga atol tidak akan tercipta di muka Bumi ini tanpa alasan dan tujuan yang tidak bermanfaat bagi manusia.

    Semoga melalui artikel ini, kamu dapat memastikan bahwa ekosistem laut tetap lestari. Serta dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan kita serta generasi mendatang.

  • Apa itu Hewan Melata? Ciri, Jenis, Morfologi, serta Contohnya, Lengkap!

    Apa itu Hewan Melata? Ciri, Jenis, Morfologi, serta Contohnya, Lengkap!

    Pernahkah Anda berpikir kenapa hewan melata kebanyakan dari golongan reptil yang memiliki kemampuan merayap di permukaan tanah. Namun, tak semua reptil selalu melata, lho. Karena ada juga yang berjalan dengan kaki seperti hewan lain. Nah, supaya Anda tidak salah terka, pahami ciri, jenis, morfologi, dan contohnya di artikel ini!

    Apa itu Hewan Melata?

    Pada dasarnya, hewan ini merupakan golongan vertebrata yang termasuk hewan ectothermic (mengandalkan lingkungan luar untuk pengaturan suhu) dan kebanyakan berdarah dingin. Walaupun pada beberapa kasus suhu hewan tersebut dapat berpengaruh, namun berlawanan dengan ekosistem hidupnya.

    Uniknya, dengan kemampuan tersebut, binatang seperti reptil yang melata mampu beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan baru. Walaupun untuk saat ini hewan seperti itu semakin berkurang jumlahnya di alam liar karena perburuan dan perusakan hutan untuk wilayah pemukiman baru.

    Peranan hewan melata ini cukup penting untuk ekosistem dan juga rantai makanan. Karena kebanyakan reptil menjadi strata ke 3 yang menjadi predator untuk serangga dan hewan kecil yang memakan tumbuhan.

    Selain itu, golongan hewan ini juga menjadi sumber makanan bagi predator di atasnya dalam rantai makanan. Beberapa spesies hewan dari golongan ini memiliki kemampuan pertahanan yang unik, seperti mengeluarkan bisa atau racun dari taring dan kulit atau kamuflase (menyamar di alam).

    Ciri-Ciri Hewan Melata

    Sebenarnya ada beberapa ciri yang membedakan golongan hewan ini dengan yang lainnya. Nah, agar semakin paham, berikut beberapa ciri unik binatang melata yang perlu Anda ketahui:

    • Tubuh memanjang dan ramping: Ciri pertama adalah tubuh yang memanjang dan ramping dari sebagian besar dari jenis hewan ini. Bentuk tubuh ini memungkinkan golongan ini merayap atau meluncur di permukaan tanah atau air dengan lancar.
    • Kulit tertutup sisik atau tanduk: Karena sebagian besar golongannya adalah hewan reptil, ciri berikutnya adalah kulit yang khusus seperti sisik dan tanduk. Kebanyakan untuk membantu melindungi tubuh dan mengurangi kehilangan air berlebih. 
    • Respirasi (cara bernapas): Kebanyakan golongan hewan ini bernapas melalui paru-paru dan menghirup udara langsung dari lubang hidung. Walaupun ada juga yang memadukan paru-paru, kulit, dan juga kloaka seperti pada penyu.
    • Kebanyakan poikiloterm (berdarah dingin): Mayoritas hewan pada golongan ini, termasuk reptil dan amfibi yang termasuk hewan berdarah dingin atau poikiloterm. Namun, karena memiliki kemampuan ectothermic, hewan tersebut akan mampu memanfaatkan lingkungan sekitar untuk mengatur suhu tubuh.
    • Reproduksi: Hampir 90% hewan melata memiliki sistem reproduksi dengan cara fertilisasi dalam. Serta bereproduksi dengan cara vivipar (bertelur) dan sebagian lagi ovovivipar (bertelur dan melahirkan).
    • Ragam spesies: Golongan hewan ini mencakup berbagai spesies yang beragam dalam hal bentuk, ukuran, dan perilaku. 
    • Habitat: Kebanyakan hewan reptil dan amfibi dapat Anda temukan banyak tempat yang lembab. Bahkan sudah tersebar di seluruh dunia. 
    • Berumur panjang: Sebagian besar golongan hewan jenis ini memiliki siklus hidup yang cukup panjang. Hal tersebut dapat karena reptil dapat mengganti kulit untuk peremajaan.

    Jenis-Jenis Hewan Melata

    Kebanyakan yang termasuk dalam golongan binatang melata adalah binatang reptil dan amfibi. Adapun jenisnya terbagi atas beberapa ordo, seperti berikut ini:

    • Ordo Squamata: Jenis pertama adalah hewan yang termasuk dalam kelompok reptil dan memiliki tubuh penuh sisik. Lalu, jenis melata cakupannya adalah spesies ular (Serpentes), cacing (amphisbaenia) dan kadal (Lacertilia).
    • Ordo Crocodilia: Semua spesies buaya termasuk aligator, ghairal, dan juga kaiman.
    • Ordo Testudinata: Seluruh hewan bertempurung atau cangkang yang melindungi tubuh seperti kura-kura, penyu, bulus, dan juga terrapin.
    • Ordo Sphenodontia: termasuk 2 spesies tuatara yang hanya ada di Selandia Baru.
    • Ordo Caudata: Binatang melata yang mencakup salamander yang memiliki sirip kaki dan bertubuh memanjang.

    Morfologi Hewan Melata

    Secara morfologi, hewan golongan ini memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dari kelompok hewan lainnya. Seperti morfologi berikut ini:

    1. Bagian Kepala

    Morfologi kepala hewan ini biasanya dapat memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda tergantung pada spesiesnya. Reptil seperti ular dan kadal umumnya memiliki kepala yang relatif lebih besar dibandingkan dengan tubuh mereka. 

    Jenis ini juga memiliki moncong yang bervariasi, seperti moncong runcing pada ular atau moncong yang lebih lebar pada kadal. 

    Hewan ini juga memiliki membran pengelip transparan dan bisa bergerak melindungi matanya. Sehingga akan terlihat seperti berkedip dengan kelopak dalamnya untuk membersihkan mata. Walaupun terlihat tak memiliki daun telinga, namun sebenarnya sistem pendengaran binatang melata juga cukup baik.

    2. Tubuh

    Pada bagian tubuhnya, hewan ini memiliki ciri yang memanjang dan ramping. Beberapa punya tubuh silindris dan tidak memiliki anggota tubuh yang mencolok seperti kaki atau sayap. Contohnya pada ular dan cacing. Namun, ada juga yang memiliki anggota tubuh, seperti kadal dan buaya yang memiliki empat kaki pendek.

    3. Kulit dan Sisik

    Kulit pada hewan melata kebanyakan memiliki perbedaan tergantung pada kelompoknya. Seperti reptil yang memiliki kulit dilapisi oleh sisik-sisik kering dan keras. Sisik tersebut membantu melindungi tubuh dan mengurangi kehilangan air berlebih. 

    4. Mulut dan Gigi

    Pada kebanyakan hewan ini memiliki struktur mulut yang bisa melebar untuk mengonsumsi makanannya. Beberapa juga memiliki struktur rahang yang besar atau bertaring, bahkan ada juga yang bisa mengeluarkan bisa atau racun.

    5. Alat gerak

    Dalam segi alat gerak, reptil melata, seperti kadal, memiliki empat kaki pendek yang membantu mereka bergerak di darat. Di luar itu, ular tidak memiliki kaki dan menggunakan gerakan serpentin atau merayap dengan perutnya untuk bergerak. 

    6. Sistem Pernapasan

    Secara sistem pernapasan hewan melata memiliki beragam sistem pernapasan tergantung pada kelompoknya. Kebanyakan menggunakan paru-paru dari lubang hidung untuk menyaring oksigen. Namun, ada juga beberapa yang menggunakan kulit maupun kloaka.

    7. Sistem Reproduksi

    Metode reproduksi pada hewan ini bisa bervariasi, tergantung pada spesiesnya. Walaupun kebanyakan lebih ke arah pembuahan dalam dan berkembang biak dengan ovovivipar sebagian lainnya dengan vivipar.

    Contoh Hewan Melata

    Dari beberapa ordo yang sudah Anda pelajari sebelumnya, sebenarnya cukup banyak hewan yang beraktivitas dengan cara melata. Berikut uraiannya:

    • Ular: Seluruh spesies ular adalah contoh golongan hewan ini. Ciri tubuhnya sendiri sangat khas memanjang dan tanpa kaki untuk bergerak. Umumnya ular selalu bergerak dengan merayap di permukaan tanah. Secara teknis ular adalah hewan karnivora yang bisa memakan hewan lain maupun sesama ular.
    • Kadal: Sebagian besar spesies kadal juga termasuk dalam golongan binatang melata. Tubuh yang memanjang dan ramping dari kepala dan ekor jadi ciri utamanya. Dengan empat kaki hewan ini kebanyakan berada di darat. Walaupun ada juga yang bisa berenang di air seperti biawak dan komodo.
    • Buaya: Buaya adalah hewan melata yang termasuk dalam ordo Crocodilia. Dari cirinya sudah cukup terlihat, yaitu tubuh besar dengan moncong dan mulut yang juga besar. Serta memiliki sisik atau kulit yang keras. Buaya memiliki susunan gigi yang bisa mengoyak mangsa dengan mudah dan hidup di air.
    • Penyu: Binatang melata ini termasuk binatang dengan spesies langka dan hampir punah. Penyu sendiri termasuk kura-kura yang hidup di lautan. Berbeda dengan kura-kura yang menggunakan 4 kaki bercakar, penyu memiliki kaki bak sirip pada ikan
    • Belut: Belut adalah contoh binatang melata air yang termasuk dalam kelas Osteichthyes. Mereka memiliki tubuh panjang dan ramping dengan sirip punggung yang berjajar dari kepala hingga ekor. Belut hidup di perairan tawar dan dapat ditemukan di berbagai habitat air, seperti sungai, rawa, dan sawah.
    • Cacing: Karena memiliki bentuk dan karakteristik mirip ular yang tidak berkaki, sudah cukup jelas jika cacing termasuk binatang melata. Hewan yang hidup di dalam tanah ini bahkan memiliki sistem reproduksi yang unik, yakni mampu membelah diri saat terbelah. Hal ini terjadi karena regenerasi super cepat!

    Sudah Lebih Mengenal Apa itu Hewan Melata?

    Nah, itulah beberapa penjelasan dari pengertian, ciri, jenis, morfologi hingga contoh binatang melata yang mungkin sudah tidak asing untuk Anda dengar. Dengan mempelajari artikel ini, kini Anda bisa tahu beda golongan binatang melata dengan jenis lainnya.

  • Bagian-Bagian Sel Tumbuhan serta Struktur Penyusunnya

    Bagian-Bagian Sel Tumbuhan serta Struktur Penyusunnya

    Tumbuhan adalah organisme yang sangat berguna bagi kehidupan makhluk lain, baik untuk memenuhi kebutuhan makan maupun untuk bernafas. Dalam tanaman sendiri terdapat berbagai sel tumbuhan yang tersusun menjadi struktur yang menakjubkan, membuatnya mampu mengolah semua aktivitas dan pertumbuhannya.

    Walaupun begitu, masih banyak yang belum mengenal bagaimana tumbuhan dan berbagai sel penyusunnya bisa menghasilkan oksigen. Serta masih banyak yang belum tahu bagaimana struktur penyusunan dari organisme satu ini. Oleh sebab itu, artikel ini akan membahas tuntas tentang berbagai sel tersebut. Yuk, simak!

    Bagian-Bagian Sel Tumbuhan

    Fungsi dari sel ini sangatlah beragam. Mulai dari membantu proses fotosintesis, menyimpan sifat genetik, hingga menjaga bentuk tubuh tumbuhan. Lantas, bagaimana struktur dari setiap bagian sel di tanaman? Berikut penjelasan lengkapnya:

    1. Membran Sel atau Membran Plasma

    Bagian sel pertama merupakan struktur berupa lapisan yang melindungi sel utama tumbuhan atau organisme lain. Membran ini terbentuk dari lipid fosfolipid dan protein yang menjadi pembatas antara sitoplasma (cairan yang mengelilingi nukleus atau habitat sel) dan lingkungan luar.

    Lapisan ini membungkus seluruh komponen sel di dalamnya, termasuk sitoplasma dan juga inti dari masing-masing sel. Tak hanya melindungi sel yang diselimutinya, membran ini juga membantu regulasi transport untuk keluar masuknya zat tertentu (ion, mineral, nutrisi) ke dalam sel.

    Bagian sel tumbuhan ini juga akan membentuk interaksi antar sel yang biasanya terjadi untuk pertukaran molekul. Serta mempertahankan keseimbangan osmotik (keseimbangan intensitas air dan solut dalam sel) melalui kontrol penuh jalur transport kedua zat tersebut.

    2. Dinding Sel

    Berikutnya ada dinding sel yang merupakan struktur paling luar dengan karakteristik keras dan kaku. Guna dari bagian sel ini adalah memberikan perlindungan ekstra secara mekanis untuk melindungi membran sel dan seluruh komponen sel di dalamnya.

    Tak cukup sampai di sana, dinding sel juga memiliki peran penting dalam regulasi turgor sel (tekanan saat air masuk kedalam sel). Ada pula peranan dalam pembatasan kegiatan seluler (fokus kepada pertumbuhan dan ekspansi sel) dan jalur transportasi zat.

    Umumnya, sel tanaman ini terdiri dari dua tipe dinding, yakni primer (bagian fleksibel antara lamela tengah dan dinding sekunder) dan sekunder (bagian tebal, kaku, dan kuat). Karena bagian inilah struktur tumbuhan menjadi lebih unik dari organisme lain yang hanya memiliki membran sel saja.

    3. Sitoplasma

    Secara singkat, bagian sel satu ini merupakan sebuah cairan dalam yang berada antara nukleus dan membran plasma. Sitoplasma sendiri berperan sebagai medium gel yang terdiri dari berbagai komponen pendukung dalam kegiatan seluler tumbuhan. Adapun komponen yang dimaksud mencakup berikut ini:

    • Berbagai Organel (berperan dalam fungsi sel) seperti mitokondria (area respirasi seluler dan produksi energi), kloroplas (area fotosintesis), retikulum endoplasma (berperan untuk sel), dan vakuola (tempat air).
    • Sitosol (cairan sitoplasma) yang mengandung air dan berbagai senyawa organik dan anorganik yang larut di dalamnya. Cairan ini berguna untuk mempertahankan berbagai reaksi kimia seluler, transport zat-zat, serta memberikan lingkungan yang tepat bagi berbagai organel dan struktur sel tumbuhan.
    • Sitoskeleton (rangka sel dari serat-serat protein), yang berperan dalam pergerakan organel dan vesikel dalam sel serta dalam pembagian sel saat proses mitosis.

    4. Nukleus (Inti Sel)

    Sebagai inti dalam sel, nukleus  merupakan organel yang menjadi pusat administrasi sel. Tugasnya lebih kepada membantu proses metabolisme tumbuhan dan mengelola materi genetik sel. Secara yang terbungkus membran ini terdiri atas nukleoplasma (perpadia air, protein dan mineral), kromosom, dan nukleolus.

    DNA di dalam nukleus terorganisasi dalam struktur yang disebut kromatin (DNA yang terikat pada protein histon). Nukleus juga menjadi tempat terjadinya transkripsi dan sintesis RNA.

    5. Mitokondria

    Bagian sel tanaman berikutnya merupakan tempat respirasi seluler pada tumbuhan yang tersusun dari membran dalam dan membran luar yang memisahkan sedikit ruang. Respirasi seluler pada mitokondria memberikan energi untuk proses keberlangsungan kehidupan tumbuhan.

    Biasanya, bagian ini bisa Anda temukan di dalam sel yang berhubungan dengan aktivitas metabolisme tinggi maupun ATP dalam jumlah besar. Dalam menjalankan tugasnya, mitokondria akan menghasilkan energi dari sumber makanan yang tumbuhan serap.

    6. Kloroplas

    Berikutnya ada kloroplas yang berperan penting untuk hidup manusia karena menjadi tempat organisme melakukan fotosintetik. Bagian sel tumbuhan ini memiliki struktur penyusun yang kompleks, yakni membran luar, membran dalam, dan stroma (cairan gel yang mengisi ruang antara tilakoid). 

    Membran dalam kloroplas membentuk banyak lipatan atau tilakoid yang mengandung pigmen hijau bernama klorofil. Tugasnya adalah bertanggung jawab untuk menangkap energi cahaya selama fotosintesis. Hingga nantinya hasil output fotosintetik akan mengeluarkan oksigen.

    7. Ribosom 

    Merupakan struktur kecil, berguna untuk sintesis protein yang melayang di dalam sitoplasma atau terikat pada retikulum endoplasma. Tugasnya adalah untuk membantu membaca instruksi genetik dari RNA yang berguna sebagai penyusun rantai polipeptida pada pembentukan protein.

    Bagian sel tanaman ini tersusun dari dua subunit, yakni subunit besar dan kecil yang terbuat dari ribonukleoprotein (RNP), ribosomal RNA (rRNA), dan protein ribosom lainnya. 

    8. Vakuola

    Pada dasarnya, vakuola merupakan organel besar berupa ruang yang berisi sokus (carian pengisi vakuola) dan dikelilingi membran vakuola atau sering disebut tonoplasma. Bagian ini berfungsi dalam penyimpanan berbagai zat penting dalam tumbuhan, seperti air, gula, garam, pigmen, dan lain sebagainya.

    Dalam beberapa penelitian, vakuola juga berperan dalam menjaga tekanan osmotik dalam sel tanaman. Peranan tersebut terjadi ketika vakuola mengumpulkan air yang akan meningkatkan tekanan osmotik. Selain itu, vakuola juga berperan dalam detoksifikasi pada sel berbahaya yang mencoba menyerang tumbuhan.

    9. Retikulum Endoplasma (RE)

    Berikutnya ada bagian sel tumbuhan berupa jaringan membran yang meliputi sitoplasma dan terdiri dari dua bagian utama, yakni retikulum endoplasma kasar dan halus. Retikulum endoplasma kasar memiliki penampang membran yang dilapisi oleh ribosom. Sedangkan yang lain tidak tertutup oleh ribosom.

    Bagian ini bertugas menjadi saluran dalam sitoplasma yang terhubung dari membran sel dan nukleus. Secara alami retikulum endoplasma akan menjadi kurir yang akan mengirimkan berbagai zat dan molekul yang tumbuhan butuhkan, khususnya protein dan lipid.

    10. Badan Golgi atau Diktisom

    Selanjutnya ada bagian yang merupakan organel pada sel tanaman dengan peranan sebagai pemrosesan, modifikasi, hingga pengangkutan molekul dalam sel. Secara teori, sang penemu, Camillo Golgi menemukan tumpukan kantong berlapis membran ini dalam proses persiapan sintesis protein.

    Diktiosom ini tersusun atas Cisterna dan Reticulum. Cisterna pada bagian ini terdiri dari beberapa lapisan membran pipih yang berada lebih dekat dengan inti sel. Sedangkan reticulum berada di luar bagia cistera yang juga berperan sebagai jalur transportasi nutrisi.

    11. Lisosom

    Bagian sel tanaman terakhir ada Lisosom yang merupakan pusat pencernaan sel, dengan peranan penting dalam produksi berbagai jenis enzim. Bagian ini akan membantu tumbuhan menghancurkan makromolekul, seperti protein, lipid, dan asam nukleat untuk perbaikan membran sel.

    Hal tersebut juga akan bereaksi pada metabolisme tumbuhan, di mana reaksi tersebut akan terpicu pada benda asing yang masuk ke dalam jaringan sel. Biasanya, lisosom terdiri dari membran dan enzim hidrolitik. Uniknya, bagian ini dulunya tidak ditemukan pada tumbuhan, hingga adanya beberapa penelitian lebih lanjut dari para ahli.

    Sudah Lebih Mengenal Sel Tumbuhan?

    Itulah beberapa sel tumbuhan yang bisa Anda temukan. Setiap sel saling berhubungan dan memiliki peran dan fungsi yang penting dalam menjalankan kehidupan sel serta fungsi organisme. Semoga bermanfaat!

  • Klorofil: Pengertian, Fungsi, Struktur & Manfaatnya

    Klorofil: Pengertian, Fungsi, Struktur & Manfaatnya

    Pernah terbesit mengapa daun itu berwarna hijau? Tahukah kamu darimana itu berasal? Ya, warna tersebut berasal dari pigmen yang disebut juga dengan istilah klorofil.  

    Adapun pigmen ini juga berfungsi sebagai penyerap energi dari cahaya matahari agar tumbuhan dapat berfotosintesis. Simak ulasan selengkapnya berikut ini!

    Pengertian

    Seperti yang telah disinggung sebelumnya, klorofil adalah semacam pigmen yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yakni chloros yang berarti hijau dan phyllos yang berarti daun.

    Pigmen tersebut juga berfungsi sebagai zat pembuat makanan bagi daun. Ketika membuat makanan, klorofil memerlukan energi dari cahaya matahari. Nah, proses pembuatan makanan inilah yang kita kenal dengan istilah fotosintesis.

    Pada proses fotosintesis, tanaman tersebut mengubah karbon dioksida dan air menjadi glukosa (karbohidrat) dengan bantuan cahaya matahari.

    Cahaya matahari yang terserap oleh klorofil merupakan cahaya merah dan biru. Cahaya yang tersisa, yaitu cahaya hijau yang dipantulkan sehingga daun tampak berwarna hijau.

    Tumbuhan yang menggunakan fotosintesis untuk membuat makanannya sendiri disebut autotrof. Hewan yang memakan tumbuhan atau hewan lain disebut heterotrof. 

    Perlu kamu tahu, rantai makanan pada setiap jenis ekosistem, baik darat hingga laut, berawal dari fotosintesis sehingga klorofil dapat dianggap sebagai dasar dari semua kehidupan di bumi.

    Selain itu, pengelompokan pigmen hijau pada daun ini terbagi menjadi beberapa tipe. Misalnya, klorofil a dan klorofil b merupakan tipe yang paling umum pada tumbuhan tingkat tinggi (phanerogamae) dan ganggang hijau (chlorophyta). 

    Ada juga tipe klorofil c yang ditemukan pada ganggang laut dan klorofil d pada pada spesies hijau-biru (cyanobacteria). Paling langka adalah tipe klorofil e yang hanya terdapat pada ganggang emas (chrysophyta).

    Fungsi

    Fungsi klorofil adalah menyerap energi sinar matahari yang sangat penting untuk fotosintesis.

    Energi dari matahari tersebar luas dan tidak terbatas, sehingga tumbuhan menggunakan pigmen hijau inu untuk menyerap energi cahaya. Setelah diserap, energi cahaya ditransfer ke dalam molekul penyimpan energi yang disebut ATP (adenosin trifosfat).

    Tumbuhan menggunakan energi yang tersimpan dalam ATP untuk melakukan reaksi fotosintesis. Perlu kamu ingat bahwa produk sampingan fotosintesis adalah oksigen, yang kemudian digunakan oleh tumbuhan untuk respirasi dan juga dilepaskan ke lingkungan sekitar. 

    Tumbuhan membelah molekul air untuk menghasilkan elektron, ion hidrogen, dan oksigen diatomik (O2). Elektron memasok rantai transpor elektron yang mendorong produksi ATP, yang kemudian melewati siklus Calvin, dan memperbaiki CO2 untuk menghasilkan gula sehingga ada akhirnya oksigen dilepaskan ke udara. 

    Dengan proses tersebut, oksigen yang diproduksi dapat kita hirup sekaligus mendukung keberlangsungan makhluk hidup.

    Struktur

    Menariknya, klorofil memiliki struktur yang mirip dengan hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah vertebrata.

    Kebanyakan klorofil diberi nama klorin yang merupakan anggota keluarga porfirin (senyawa siklik yang membentuk heme dan klorofil) yang berkurang.

    Kepala porfirin mempunyai struktur yang terdiri dari empat cincin pirol dengan nitrogen yang tersusun dalam sebuah cincin. Rantai hidrokarbon yang dihubungkan melalui sekelompok asam karboksilat kemudian membentuk bagian ekor dari struktur. 

    Klorofil merupakan porfirin yang terdapat pada tumbuhan yang sama seperti kelompok heme lainnya.

    Tidak seperti heme yang mengandung zat besi, kebanyakan klorofil mengikat magnesium. Ligan-ligan penting yang bergabung dengan fokus magnesium sering dibuang untuk kejernihan. 

    Yang terlampir pada cincin klorin adalah rantai samping yang berbeda, dan biasanya termasuk rantai phytyl yang panjang (C20H39O)

    Struktur yang paling umum beredar pada tumbuhan adalah klorofil a dan b. Perbedaan utama antara keduanya adalah klorofil a memiliki gugus metil sedangkan klorofil b memiliki gugus formil. 

    Perbedaan ini menyebabkan kontras yang luas dalam rentang retensi, sehingga memungkinkan tumbuhan mempertahankan bagian cahaya yang terlihat lebih menonjol.

    Manfaat

    Menariknya, peranan klorofil tidak hanya terbatas pada tumbuhan saja, tetapi merupakan reaksi redoks yang dengan lancar mentransfer elektron ke tubuh manusia dan mempercepat metabolisme..

    Tindakan tersebut berfungsi untuk mengembalikan semua gangguan kesehatan menjadi kembali normal sehingga klorofil memiliki banyak manfaat kesehatan bagi manusia.

    1. Membantu Pengobatan Anemia Defisiensi Besi

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa klorofil dapat membantu pengobatan anemia defisiensi besi. Meski begitu, penelitian tentang topik ini sangatlah terbatas.

    Uji klinis pada 2019 mengamati efek suplemen yang mengandung klorofil dan natrium klorofilin besi, turunan dari klorofil. Dalam studi tersebut, anak-anak dan orang dewasa dengan anemia defisiensi besi diobati dengan suplemen dosis rendah, sedang, atau tinggi selama satu bulan. 

    Pada akhir penelitian, suplemen berkorelasi dengan peningkatan jumlah sel darah merah total dan kesehatan sel darah merah di semua kelompok. Kadar hemoglobin juga meningkat pada semua kelompok dewasa serta pada anak-anak yang menerima suplemen dosis sedang dan tinggi. 

    2. Mengobati Kanker

    Banyak suplemen dan nutrisi telah dilihat untuk peran potensial mereka dalam pengobatan atau pencegahan kanker, termasuk klorofil. Sayangnya, potensi efek pigmen hijau ini dalam melawan kanker hanya dipelajari pada hewan atau in vitro (dalam tabung reaksi).

    Berdasarkan ulasan studi tersebut, klorofil mungkin antiproliferatif, yang berarti dapat menghentikan pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Tinjauan tersebut juga menunjukkan potensi efek antioksidan yang mungkin berguna dalam mengobati kanker. 

    Percobaan manusia diperlukan untuk mendukung studi ini dan klaim lain seputar peran klorofil dalam pencegahan kanker. 

    Layaknya suplemen lain, klorofil hanya boleh kamu gunakan sebagai pengobatan komplementer (tambahan) dan tidak boleh menggantikan pengobatan lini pertama untuk kanker.

    3. Merawat Kulit

    Klorofil topikal (dioleskan pada kulit) dapat membantu mengobati berbagai kondisi kulit, termasuk jerawat dan kerusakan akibat sinar matahari.

    Sebuah studi percontohan kecil terhadap 24 wanita dengan jerawat ringan hingga sedang menemukan bahwa klorofil topikal dapat membantu merawat kondisi kulit. 

    Usai delapan minggu pengobatan, 21 wanita mengalami perbaikan pada parameter jerawat (serta parameter penuaan). Namun, terlepas dari temuan positif, hasilnya dibatasi oleh kecilnya penelitian serta kurangnya kelompok kontrol. 

    Sebuah studi 2016 menyiratkan bahwa klorofil topikal mungkin memiliki sifat anti aging yang dapat membantu mengurangi tanda-tanda penuaan akibat paparan sinar matahari. 

    Namun, temuan ini juga sangat terbatas lantaran lingkup penelitian yang kecil dan kurangnya kelompok yang tidak mengonsumsi zat untuk membandingkan hasil. Penelitian lebih lanjut tentu amat diperlukan.

    4. Menyembuhkan Luka

    Beberapa studi menunjukkan bahwa klorofil bisa membantu menyembuhkan cedera serius sekaligus mencegah infeksi. Sebuah survei tahun 2008 menunjukkan bahwa resep yang mengandung klorofil justru dapat meningkatkan penyembuhan luka.

    5. Mengurangi Kerusakan Oksidatif

    Klorofil memiliki sifat antioksidan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan rutin sayuran hijau membantu meningkatkan antioksidan dalam aliran darah. 

    Studi menunjukkan bahwa klorofil dapat mengurangi kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh karsinogen berbahaya. Meski begitu, penelitian ini hanya diuji pada hewan dan membutuhkan uji coba pada manusia.

    6. Lain-Lain

    Klorofil mungkin memiliki kegunaan lain. Namun sama seperti sebelumnya,  penelitiannya sangat terbatas. Kandungan pigmennya dipercaya dapat berperan dalam pengobatan kondisi kesehatan seperti:

    • Bau badan;
    • Gas berlebih;
    • Sembelit;
    • Kelelahan; dan
    • Kegemukan

    Namun sekali lagi, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hal tersebut dan klaim kesehatan lainnya. Pastikan untuk berbicara dengan penyedia layanan kesehatan kamu sebelum menggunakan klorofil.

    Kesimpulan

    Klorofil sangat penting untuk kelangsungan hidup tumbuhan karena berguna dalam fotosintesis, yang prosesnya dengan cara menyerap energi sinar matahari.

    Tumbuhan menggunakan pigmen hijau ini untuk menyerap energi dari sinar matahari, yang setelahnya ditransfer ke dalam ATP sebelum menghasilkan oksigen untuk dilepaskan ke udara

    Selain untuk kelangsungan hidup tumbuhan, peranannya ternyata juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan manusia.

  • Manfaat Collagen Drink Serta Cara Konsumsi yang Benar

    Manfaat Collagen Drink Serta Cara Konsumsi yang Benar

    Minuman kolagen belakangan ini memang cukup marak dikonsumsi, terutama oleh kalangan beauty enthusiast. Minuman kolagen dipercaya bisa membantu meningkatkan kesehatan, membuat kulit menjadi halus, serta membuatnya tampak awet muda. Namun, tahukah Anda manfaat collagen drink lainnya? Simak di sini!

    Apa Itu Kolagen?

    Kolagen merupakan jenis protein alami berserat yang tidak larut. Jumlah kolagen dalam tubuh manusia adalah yang paling banyak. Meskipun tubuh bisa memproduksi kolagen secara alami, namun jumlahnya bisa menurun seiring dengan bertambahnya usia.

    Kolagen sendiri merupakan unsur utama yang memberikan struktur dan kekuatan pada kulit, jaringan ikat, urat, dan tulang. Selain itu, kolagen juga bisa Anda temukan pada bagian tubuh lain, seperti halnya pada kornea mata hingga pembuluh darah.

    Karena terdapat banyak sekali manfaat collagen bagi tubuh manusia, muncul produsen yang membuat racikan minuman kolagen. Beberapa manfaatnya adalah meningkatkan kesehatan jantung, meredakan nyeri sendi, hingga mempercepat penyembuhan luka, dan masih banyak lagi.

    Manfaat Colagen

    Selain beberapa manfaat yang sudah dijelaskan di atas, apalagi manfaat minuman kolagen? Berikut uraian lengkapnya:

    1. Mengurangi Tanda-Tanda Penuaan Dini

    Ketika usia semakin bertambah, maka produksi kolagen dalam tubuh pun akan berkurang. Jika hal ini dibiarkan, maka wajah pun perlahan akan menua. Nah, jika ingin terlihat awet muda, maka Anda bisa mengonsumsi minuman kolagen.

    Pasalnya, minuman kolagen ini bisa mengurangi tanda-tanda penuaan dini. Termasuk dengan kerutan, garis-garis halus pada wajah, hingga bintik hitam pada wajah.

    Jadi, dengan mengonsumsi minuman kolagen ini, maka kadar kolagen dalam tubuh pun akan seimbang, sehingga bisa membuat wajah terlihat lebih awet muda. Selain dari minuman kolagen, Anda juga bisa mengonsumsi sumber kolagen lainnya, seperti daging, telur, dan sayuran.

    2. Meningkatkan Kesehatan Usus

    Manfaat kolagen kedua, yaitu bisa meningkatkan kesehatan usus. Beberapa penelitian menemukan bahwa kadar kolagen bisa menurun karena kondisi inflamasi pada usus atau pencernaan. 

    Dalam Jurnal Alimentary Pharmacology and Therapeutics dijelaskan bahwa, di antara pasien IBD terdapat ketidakseimbangan antara pembentukan dan pemecahan serat kolagen. Ini terkait dengan penelitian yang menunjukkan bahwa pasien IBD atau radang usus mengalami penurunan kadar serum kolagen tipe-4. 

    Kolagen sendiri merupakan bagian dari jaringan ikat yang membentuk usus besar dan saluran cerna manusia. Jadi, mengonsumsi minuman ini akan membantu memperbaiki kekurangan kolagen dalam tubuh.

    3. Mengurangi Selulit

    Manfaat collagen selanjutnya adalah bisa mengurangi selulit. Selulit sendiri merupakan kondisi di mana jaringan lemak terdorong ke permukaan kulit. Akibatnya, kulit pun akan terlihat tidak rata teksturnya. 

    Jadi, kolagen bisa membantu merangsang proses regenerasi sel kulit pada bagian jaringan yang bermasalah dengan lebih cepat.

    4. Mencerahkan Kulit Wajah

    Manfaat lain dari minuman kolagen adalah bisa mencerahkan kulit wajah. Minuman ini bisa melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh. Jadi, kulit wajah Anda pun bisa semakin sehat dan terlihat lebih cerah.

    Menariknya, ada berbagai macam produk kolagen yang dipadukan dengan berbagai nutrisi dan vitamin. Jadi, manfaatnya pun menjadi lebih banyak.

    5. Menjaga Kekuatan Rambut

    Manfaat berikutnya adalah bisa menjaga kekuatan rambut. Jumlah kolagen yang semakin menurun seiring dengan bertambahnya usia tidak hanya memberikan dampak pada kulit.

    Salah satu dampak lain dari hal ini adalah bisa menimbulkan masalah pada rambut, yakni rambut menjadi rontok. Bahkan, untuk kasus yang lebih parah adalah menurunnya kolagen juga bisa menyebabkan kebotakan pada pria.

    Nah, untuk mengatasi hal ini, Anda disarankan untuk memperbanyak jenis asupan yang mengandung asam amino. Asam amino ini sendiri merupakan jenis protein yang dibutuhkan tubuh dalam memproduksi kolagen. 

    6. Menjaga Tulang Tetap Sehat

    Kepadatan mineral tulang dalam tubuh tentu akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Terutama setelah seseorang memasuki masa menopause. Menurut penelitian, orang yang menggunakan peptida kolagen selama satu tahun bisa mengalami peningkatan kepadatan mineral tulangnya.

    Jadi, bisa disimpulkan bahwa manfaat collagen bisa merangsang pembentukan tulang. Selain itu, kolagen juga bisa memperlambat proses tulang keropos. 

    7. Menyamarkan Bekas Jerawat

    Jerawat membandel dan susah dihilangkan tentu menjadi hal yang menyebalkan. Namun, kini Anda bisa menghilangkan bekas-bekasnya dengan mengonsumsi minuman kolagen secara rutin.

    Jadi, manfaat dari minuman kolagen ini juga bisa digunakan untuk menyamarkan bekas luka Anda, termasuk dengan acne scar yang Anda miliki. Sistem kerja dari kolagen ini bisa memperbaiki jaringan ikat yang rusak karena peradangan jerawat. 

    8. Meningkatkan Massa Otot dan Menjaga Kesehatan Sendi

    Manfaat kolagen lainnya adalah bisa meningkatkan massa otot dan menjaga kesehatan sendi. Selain itu, kolagen juga bisa mengurangi gejala peradangan kronis yang ada di sendi serta nyeri sendi secara keseluruhan. Meski begitu, manfaat yang satu ini memang membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mendapat bukti akurat.

    Cara Minum Collagen Drink

    Ada beberapa produk kolagen yang bisa Anda konsumsi secara langsung atau dicampur dengan minuman dan makanan lainnya. Selain itu, tidak sedikit kolagen yang dikemas dalam bentuk sachet maupun tablet yang harus dilarutkan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

    Pada dasarnya, tidak ada cara khusus untuk mengonsumsi minuman kolagen. Umumnya, Anda cukup menyeduh minuman kolagen dengan air dingin sesuai takaran yang sudah ditentukan. Setelah itu, Anda bisa meminumnya seperti biasa.

    Sedangkan untuk berapa kali harus mengonsumsi minuman kolagen ini, tentunya bisa Anda sesuaikan dengan dosis yang sudah direkomendasikan oleh produsen maupun ahli gizi. Biasanya, dosis yang disarankan adalah sekitar 2.5 gram hingga 15 gram per harinya. 

    Tentu saja, ini tergantung pada produk dan tujuan penggunaan dari minuman kolagen tersebut. Agar bisa mendapatkan manfaat collagen yang optimal, maka sebaiknya ikuti saja dosis yang sudah direkomendasikan dan konsumsi minuman kolagen secara teratur. 

    Jika Anda mengonsumsi minuman kolagen ini sebelum makan, maka setidaknya minum 30 menit sebelumnya. Alasannya adalah karena makanan bisa memperlambat penyerapan kolagen dalam tubuh.

    Sementara jika Anda mengonsumsi minuman kolagen sesudah makan, maka pastikan untuk menunggu setidaknya satu jam setelahnya. Alasannya masih sama, karena makanan bisa memperlambat penyerapan kolagen dalam tubuh sekaligus bisa mempengaruhi pH lambung.

    Sebagai catatan tambahan, sebaiknya Anda menghindari makanan dan minuman yang mengandung kafein, alkohol, atau makanan berlemak tinggi jika ingin mengonsumsi minuman kolagen. Sebab, beberapa bahan makanan atau suplemen bisa mempengaruhi penyerapan kolagen dalam tubuh.

    Jadi, pastikan untuk membaca petunjuk penggunaan dari collagen drink yang akan Anda konsumsi dengan teliti terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan efek dari minuman kolagen tersebut. 

    Tertarik untuk Mengonsumsi Collagen Drink?

    Itulah beberapa manfaat collagen drink yang perlu Anda ketahui. Jika tertarik mengonsumsinya, silakan Anda perhatikan dosis dan aturan minum yang sudah ditetapkan dan jangan berlebihan. Sebab, terlalu banyak mengonsumsi minuman kolagen juga akan menyebabkan efek samping yang cukup beragam.

  • Kenali 14 Struktur Sel Hewan Lengkap dengan Ciri-Ciri dan Fungsinya!

    Kenali 14 Struktur Sel Hewan Lengkap dengan Ciri-Ciri dan Fungsinya!

    Sel adalah bagian terkecil yang menjadi penyusun tubuh makhluk hidup, salah satunya pada hewan. Bisa dibilang, sel adalah tempat terselenggaranya fungsi kehidupan. Di dalam sel, terdapat subunit khusus yang memiliki fungsi tertentu sekaligus menjadi strukturnya (organel). Lantas, seperti apa struktur sel hewan? Yuk, simak artikel ini!

    14 Struktur Sel Hewan serta Fungsi dan Cirinya.

    Di bawah ini adalah struktur-struktur sel pada hewan beserta fungsi dan ciri-cirinya, antara lain:

    1. Badan Golgi

    Badan Golgi merupakan organel polimorfik yang tersusun dari membran berbentuk pipih. Jumlahnya beragam, bisa satu bahkan ratusan untuk tiap sel. Ciri-ciri badan Golgi adalah lempeng kantong-kantong atau sisternanya dikelilingi oleh membran tunggal dengan lebar bervariasi.

    Fungsi utama Badan Golgi dalam sel hewan yakni sebagai organ sekresi. Sebab, Badan Golgi mengeluarkan zat  yang masih dibutuhkan dan membentuk enzim yang belum aktif. 

    Badan Golgi juga memiliki peran dalam memproses protein untuk disebarkan keseluruh tubuh dan sebagai perantara protein dari Retikulum Endoplasma ke luar sel.

    2. Lisosom

    Struktur sel hewan berikutnya adalah Lisosom. Lisosom merupakan organel sel yang menyerupai kantong/bola yang dibungkus oleh selaput atau membrane tunggal. Ukurannya sekitar 500 nm dan berisi 40-50 zat enzim. Ciri-ciri lain organel sel ini dibentuk oleh kompleks Golgi dan mengandung enzim hidrolitik.

    Fungsi dari Lisosom adalah untuk mencerna zat makanan dari fagositosis dan pinositosis. Selain itu, ia juga menghancurkan organel sel yang telah rusak atau tua. Lisosom juga berfungsi menghancurkan zat yang memiliki sifat karsinogen.

    3. Membran Sel

    Membran sel merupakan lapisan terluar sel yang mengelilingi isi sitoplasma dan nukleoplasma. Membran sel ini memisahkan sel individu dan kompartemen selular. Mereka mengatur transportasi molekul dan bersifat dinamis, yakni terus menerus dibentuk dan didegradasi.

    Untuk hewan, membrane sel berfungsi untuk mengatur keluar masuknya nutrisi dan mineral. Selain itu, ia juga menjadi pelindung sel dan menjadi tempat reaksi kimia. Membran sel juga berperan penting dalam menerima rangsangan dari luar.

    4. Mikrofilamen

    Struktur sel hewan selanjutnya adalah Mikrofilamen. Mikrofilamen merupakan serat protein sitoskeleton kecil yang memiliki fungsi sebagai jalur untuk pergerakan miosin, yakni pembentuk filament. Ciri-ciri dari mikrofilamen adalah ukurannya yang hanya berdiameter 5-7 nm saja.

    Mikrofilamen memiliki beberapa fungsi, antara lain untuk menahan tegangan (gaya tarik). Selain itu, ia biasanya membentuk jaringan sub membrane plasma untuk mendukung dan mempertahankan bentuk sel. Mikrofilamen juga berperan penting dalam perubahan bentuk sel kontraksi otot.

    5. Mikrotubulus

    Mikrotubulus adalah struktur sel hewan yang menjadi salah satu komponen sitoplasma. Ia adalah polimer protein tubulin yang tersusun dalam susunan heliks. Ciri-ciri dari mikrotubulus adalah berbentuk tabung panjang dan berongga serta memiliki sifat kaku. Selain itu, diameter luarnya 24 nm dan pada bagian dalam berdiameter 12 nm.

    Salah satu fungsi mikrotubulus adalah sebagai rangka dalam sel sitoskeleton. Selain itu, mikrotubulus berfungsi sebagai transportasi seluler (elemen utama yang membentuk silia dan flagel). Bahkan, ia merupakan jaringan struktural dalam sel yang terlibat dalam banyak proses selular, seperti mitosis, sitokinesis, dan vesikuler.

    6. Mitokondria

    Mitokondria adalah bagian sel eukariotik yang terdapat pada setiap makhluk hidup, termasuk hewan. Organel ini memiliki peran dalam setiap proses organisme, salah satunya respirasi. Respirasi adalah pertukaran gas antara organisme dan lingkungan untuk menciptakan suatu energi.

    Ciri-ciri organel ini berbentuk elips dan memiliki dua membran. Ukuran mitokondria sendiri bervariasi, mulai dari 0,3 sampai 40 mikrometer. Selain itu, mitokondria memiliki cairan berupa protein, DNA, ribosom, lemak, dan sirkuler.

    Fungsinya adalah menghasilkan energi, membangun bagian tertentu dalam darah dan hormone hewan, membantu proses kematian sel, serta detoksifikasi ammonia.

    7. Nukleolus

    Struktur sel hewan berikutnya adalah nukleolus. Nukleolus adalah struktur yang cukup menonjol di dalam nukleus yang tidak membelah. Nukleolus bisa dilihat sebagai massa granula berwarna gelap dengan serat-seratnya yang bergabung dengan bagian kromatin.

    Fungsi nukleolus yakni mensintesis berbagai jenis molekul RNA yang memiliki fungsi dalam proses pembentukan sub unit ribosom. Selain itu, nukleolus juga menghasilkan protein bagi hewan. Nukleolus juga berperan dalam mengatur proses metabolisme nutrisi.

    8. Nukleoplasma

    Nukleoplasma atau karioplasma merupakan cairan kental di dalam inti sel (nukleus) yang terkandung banyak zat, seperti protein, mineral, DNA dan RNA. Ciri-ciri dari sel ini adalah bertekstur padat di dalam nukleus. Selain itu, terdapat serat kromatin padat di dalamnya.

    Fungsi dari nukleoplasma adalah sebagai tempat untuk mengolah bermacam-macam enzim serta menjaga bentuk dan struktur inti sel. Selain itu, nukleoplasma bertanggung jawab untuk membawa informasi genetika pada makhluk hidup, termasuk hewan.

    9. Nukleus

    Nukleus atau inti sel adalah organel yang mengatur sekaligus mengendalikan aktivitas sel pada hewan. Organel ini mengandung materi genetik berupa DNA lurus-panjang. Inti sel terbentuk oleh dua lapisan lipoprotein. Selain itu, terdapat pori-pori yang berinteraksi dengan hialoplasma. Organel ini juga dapat ditemukan pada sel eukariotik. 

    Fungsi dari nukleus adalah menyimpan informasi genetik hewan, karena kromatin di dalamnya terlilit dengan DNA dan tersimpan dalam nukleoplasma. Selain itu, nukleus memproduksi ribosom, yakni organel sel yang menjadi tempat perakitan protein. Nukleus juga berperan dalam pembentukan protein dan mengontrol pertumbuhan sel.

    10. Peroksisom

    Struktur sel hewan lainnya adalah Peroksisom. Peroksisom merupakan vesikel kecil, yakni organel terikat membran tunggal yang berada di dalam sel eukariotik. Disebut peroksisom, karena organel ini bisa menghasilkan hidrogen peroksida. Ciri-ciri peroksisom antara lain mengandung sekitar 50 enzim.

    Fungsi utama peroksisom adalah terlibat dalam metabolisme lipid dan pemrosesan spesies oksigen reaktif. Struktur ini memangkas asam lemak panjang menjadi lebih pendek.  Fungsi lainnya adalah terlibat dalam berbagai proses oksidatif dan menurunkan oksigen dalam sel.

    11. Retikulum Endoplasma

    Retikulum Endoplasma atau RE adalah organel menyerupai benang-benang pada bagian inti sel. Organel ini dapat ditemukan pada semua sel eukariotik. Lebih lanjut, RE memiliki ciri-ciri ditempeli dan juga tidak ditempeli ribosom, tersusun atas sisterna dan tubulus, serta berfungsi sebagai sintesis lipid dan protein.

    RE berfungsi untuk membentuk, memproses, dan mengirimkan protein ke bagian sel yang membutuhkan. RE bisa ditemukan pada setiap bagian tubuh, seperti tulang, kulit, rambut, dan otot.

    12. Ribosom

    Ribosom adalah struktur sel hewan atau organel berikutnya. Organel ini memiliki ukuran yang kecil, tetapi padat dan berada dalam sel. Ribosom juga menjadi komponen sel yang membuat protein dari semua asam amino. Ciri-ciri dari ribosom adalah berdiameter 20 nm. Selain itu, organel ini terdiri dari RNA (65 %) dan proten (35%).

    Ribosom berperan dalam proses sintesis, organel ini menerjemahkan mRNA yang akan berubah menjadi protein secara efektif. Selain itu, organel ini dapat melakukan translasi pada proses pembentukan protein.

    13. Sentriol 

    Sentriol adalah organel berbentuk silinder yang tersusun dari mikrotubulus. Letaknya di dalam sel eukariotik dan bisa ditemukan di semua sel hewan. Sentriol biasanya terdiri dari sembilan sel mikrotubulus triplet.

    Fungsi dari sentriol adalah membentuk tiang mitosis yang ada di sel-sel hewan tinggi. Selain itu, sentriol dapat membentuk sentriol baru, meskipun tanpa DNA. Sentriol juga membantu dalam pembelahan sel dan membentuk filament aksial.

    14. Sitoplasma

    Sitoplasma adalah bagian sel yang dilindungi oleh membran sel dan memiliki bentuk seperti cairan. Sitoplasma tersusun oleh air, protein, lemak, mineral, vitamin, dan karbohidrat. Fungsi dari sitoplasma adalah sebagai tempat untuk menyimpan zat kimia sel.

    Zat kimia sel ini penting bagi metabolisme sel, seperti enzim, ion-ion, protein, dan lemak. Selain itu, sitoplasma juga menjadi tempat pada proses metabolism dan sintesis. Sitoplasma juga berperan dalam melarutkan segala senyawa dan protein di dalam sel dan menjadi pembantu pergerakan sel, dari satu bagian ke bagian lainnya.

    Sudah Mengerti Struktur Sel Hewan?

    Itulah penjelasan mengenai struktur sel yang ada pada makhluk hidup, khususnya hewan. Ternyata, sel hewan terdiri dari beberapa macam organel. Meski struktur di atas terdapat pada hewan, tetapi beberapa diantaranya memiliki karakteristik yang sama dengan manusia serta tumbuhan.