Author: Linda Yulita

  • Pengertian Majas Eufimisme: Jenis, Ciri & Contohnya dalam Kalimat

    Pengertian Majas Eufimisme: Jenis, Ciri & Contohnya dalam Kalimat

    Saat duduk di bangku sekolah, Anda mungkin pernah mendengar istilah “majas”. Bahasa Indonesia memang banyak ragam jenis gaya bahasa yang disebut majas. Ada banyak jenis majas yang dipakai, salah satunya adalah majas eufimisme. 

    Pernahkah kamu mendengar istilah majas satu ini? Di artikel ini, kita akan secara spesifik membahas tentang majas eufimisme. Simak selengkapnya pada penjelasan ini. 

    Pengertian Majas 

    Bagi Anda yang lupa dengan apa itu majas, sebelum membahas lebih lanjut tentang eufimisme, kita akan membahas pengertian dari majas. Majas sendiri adalah bentuk gaya bahasa yang dipakai dalam suatu kalimat agar kalimat tersebut terasa lebih hidup. 

    Biasanya, majas di sini berupa ungkapan yang terdengar agak berbeda dari kata lainnya dan dipakai dalam suatu kalimat. Misalnya, “Dia adalah kaki tangan penjahat tersebut.” 

    Kaki tangan di sini jika kita artikan secara harfiah adalah anggota tubuh manusia. Namun, dari segi bahasa, yang dimaksud dengan kaki tangan adalah pembantu yang setia. 

    Ada 4 jenis majas dalam Bahasa Indonesia, yaitu majas perbandingan, majas sindiran, majas penegasan, dan majas pertentangan. Berikut adalah penjelasan lengkapnya. 

    1. Majas Perbandingan 

    Majas perbandingan adalah majas yang membandingkan atau menyandingkan antara satu objek dengan objek lainnya. Ada beberapa majas yang masuk dalam majas perbandingan, yaitu metonimia, alegori, personifikasi, asosiasi, metafora,  simile, hiperbola, pars pro toto, antonomasia, totem pro parte, dan eufimisme. 

    2. Majas Sindiran 

    Majas sindiran merupakan majas yang ditujukan dengan maksud untuk menyindir. Beberapa jenis majas sindiran seperti sarkasme, sinisme, dan ironi. 

    3. Majas Penegasan 

    Majas penegasan merupakan majas yang dipakai untuk menyatakan suatu hal secara tegas. Beberapa bentuk majas penegasan seperti repetisi, pleonasme. retorika, aliterasi, metonomia, paralelisme, dan simbolik. 

    4. Majas Pertentangan 

    Sesuai dengan namanya, majas pertentangan merupakan majas yang dipakai untuk menyatakan suatu hal dengan cara mempertentangkan hal tersebut dengan yang lain. Beberapa contoh majas ini adalah majas paradoks, antitesisi, dan litotes. 

    Itulah pengertian majas dan beberapa jenis majas. Selanjutnya kita akan fokus membahas tentang majas eufimisme. 

    Pengertian Majas Eufimisme

    Majas eufimisme menjadi salah satu bentuk majas yang populer digunakan dalam Bahasa Indonesia sehari-hari. Majas ini digunakan untuk menyatakan sesuatu agar lebih halus. 

    Mengingat masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi moral, maka majas eufimisme ini pun hadir untuk membuat suatu kata menjadi terdengar sopan bagi orang lain. 

    Ciri-Ciri Majas Eufimisme

    Ada beberapa ciri yang melekat terkait dengan majas jenis ini. Beberapa ciri tersebut pun kami rangkum dalam penjelasan berikut ini. 

    • Majas eufimisme dipakai untuk menggantikan suatu kata yang ada pada kalimat dimana kata tersebut dianggap tabu atau dilarang. 
    • Biasanya, majas ini dipakai untuk berkomunikasi supaya suatu kata atau ungkapan dalam kalimat tersebut menjadi lebih sopan dan enak didengar. 
    • Majas ini dipakai untuk mensubstitusi kata yang kurang sopan atau kata kasar. 
    • Biasa digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih tua, menyesuaikan dengan adat dan moral yang berlaku di Indonesia. 
    • Majas ini biasa digunakan untuk menggantikan kata-kata yang bersifat peyoratif atau terkesan merendahkan dan menghina. 

    Fungsi dari Majas Eufimisme

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, jenis majas ini dipakai untuk berkomunikasi dengan orang yang lebih tua dengan tujuan menghormati orang tersebut. Biasanya, majas ini juga dipakai dalam aktivitas maupun dokumen-dokumen formal. 

    Adapun beberapa fungsi dari penggunaan majas eufimisme antara lain sebagai berikut.

    1. Memperhalus Ucapan 

    Penggunaan majas satu ini dalam beberapa ungkapan bertujuan untuk memperhalus kalimat sehingga orang yang mendengar kata tersebut tidak tersinggung. 

    2. Menghormati Lawan Bicara 

    Majas ini dipakai juga untuk menghormati lawan bicara kita. Gaya bahasa ini dapat membuat lawan bicara tidak merasa diremehkan ataupun merasa dihina ketika sedang berinteraksi. 

    50 Contoh Kalimat dengan Majas Eufimisme

    Pada bagian ini, kita akan membahas beberapa contoh kalimat yang mengandung majas eufimisme. Ada banyak sekali contoh-contoh majas eufimisme yang bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa diantaranya mungkin sering Anda gunakan. Simak kumpulan contohnya di sini! 

    1. Kami tidak pernah menyangka, ayah akan menyusul ibu berpulang. (Kata “berpulang” di sini berarti meninggal). 
    2. Anak gadis itu permisi kepada gurunya untuk ke kamar kecil. (Kamar kecil yang dimaksud adalah WC atau toilet). 
    3. Wanita tersebut akhirnya kembali ke pangkuan Yang Maha Kuasa setelah berbulan-bulan melawan penyakit kanker. (Kembali ke pangkuan Yang Maha Kuasa artinya meninggal dunia). 
    4. Setelah perusahaannya bangkrut, laki-laki itu kini berpindah-pindah dan menjadi tuna wisma. (Tuna wisma yang dimaksud adalah gelandangan).
    5. Rian mendapat beasiswa karena kondisi ekonominya yang kurang mampu. (Kurang mampu digunakan untuk menggantikan kata miskin). 
    6. Menahan buang air kecil dapat mengganggu kerja ginjal. (Buang air kecil di sini maksudnya adalah kencing). 
    7. Dia bekerja sebagai pramusaji di sebuah restoran di Bali. (Pramusaji digunakan untuk menggantikan kata pelayan). 
    8. Dikarenakan Covid-19 yang terus melanda selama 2 tahun belakangan, perusahaan tersebut akhirnya merumahkan 200 karyawannya. (Merumahkan yang dimaksud adalah memecat atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)). 
    9. Makan banyak serat bisa memperlancar buang air besar. (Buang air besar dipakai untuk menggantikan kata berak). 
    10. Gadis muda itu ternyata seorang tuna rungu. (Tuna rungu berarti tuli). 
    11. Banyak masyarakat Indonesia yang merupakan golongan ekonomi menengah ke bawah. (Ekonomi menengah ke bawah artinya kurang berada atau miskin). 
    12. Sebanyak 3 orang pencuri akhirnya diamankan oleh pencuri. (Diamankan artinya ditangkap). 
    13. Banyak pahwalan akhirnya gugur di medan perang. (Gugur artinya mati). 
    14. Tuntutan gaya hidup membuat banyak perempuan muda memilih menjadi tuna susila. (Tuna susila maksudnya adalah pelacur). 
    15. Gadis itu selalu berpakaian terbuka, ternyata ia adalah seorang kupu-kupu malam. (Kupu-kupu malam artinya pelacur). 
    16. Ada banyak sekali produk make up yang ditawarkan oleh pramuniaga tersebut. (Pramuniaga berarti sales). 
    17. Tampaknya Rini kurang pandai memilih suami, sehingga baru beberapa bulan suaminya sudah berbuat ulah. (Kurang pandai sama dengan bodoh). 
    18. Sepertinya, aroma kurang sedap tersebut berasal dari rumah nomor 19. (Aroma kurang sedap maksudnya bau). 
    19. Banyak warga masih suka buang hajat di bantaran sungai. (Buang hajat yang dimaksud adalah buang air besar). 
    20. Kakak saya suka bernyanyi di kamar mandi, tidak sadar dirinya tuna laras. (Tuna laras berarti punya suara yang fals). 
    21. Saat pelajaran sedang berlangsung, saya izin ke belakang. (Izin ke belakang artinya izin ke kamar mandi). 
    22. Kakek sudah lama meninggal. (Meninggal artinya mati). 
    23. Banyak orang di desa yang tuna aksara. (Tuna aksara maksudnya adalah tidak bisa membaca). 
    24. Kemarin sore ada berita tentang kasus seorang anak yang dirudapaksa. (Rudapaksa artinya diperkosa). 
    25. Pejabat tersebut akhirnya dibebastugaskan karena tersandung kasus korupsi. (Dibebastugaskan artinya dipecat). 
    26. Jefri sempat dibawa ke lembaga pemasyarakatan karena terjerat kasus narkoba. (Lembaga permasyarakatan sama dengan penjara). 
    27. Dia merupakan keluarga yang kurang mapan, sehingga harus mendapat bantuan dari pemerintah. (Kata kurang mapan berarti miskin). 
    28. Pergi ke paranormal bukanlah cara untuk menjadi kaya. (Paranormal artinya orang yang bekerja dengan sihir, mirip dengan dukun). 
    29. Siska akhirnya mengundurkan diri dari pekerjaannya karena tidak cocok dengan budaya perusahaan (Mengundurkan diri sama dengan resign). 
    30. Bu Lily membutuhkan asisten rumah tangga secepatnya karena pekerjaan rumahnya yang terlalu banyak. (Asisten rumah tangga merupakan versi majas eufimisme dari pembantu). 
    31. Tampaknya, dia kurang teliti dalam mengerjakan proyek yang diberikan padanya. (Kata kurang teliti dipakai untuk menggantikan kata ceroboh). 
    32. Banyak peminta-minta yang sebenarnya kaya, namun mengambil profesi ini karena dianggap mudah menghasilkan uang. (Peminta-minta ini digunakan untuk menggantikan kata pengemis). 
    33. Ada banyak berita miring terkait politisi tersebut. (Berita miring maksudnya gosip mengenai hal-hal buruk). 
    34. Ada banyak tuna netra yang mengalami kecelakaan saat menyebrang jalan. (Tuna netra artinya buta). 
    35. Sudah memakai baju oren, tapi wajah penjahat itu masih saja terlihat sombong. (Baju oren maksudnya menjadi tahanan).
    36. Mengurus anak yang mengalami tuna grahita sangatlah sulit. (Tuna grahita maksudnya keterbelakngan mental). 
    37. Suami perempuan tersebut sudah mendahuluinya. (Mendahuluinya di sini maksudnya adalah meninggal mendahului perempuan tersebut). 
    38. Sebaiknya, konsumen jiwa sehat diperlakukan dengan baik supaya emosinya tetap stabil. (Konsumen jiwa sehat di sini sama dengan orang gila). 
    39. Pasien rumah sakit tersebut tiba-tiba membludak setelah adanya wabah. (Pasien artinya orang sakit). 
    40. Karena keisengan temannya yang membuat Desi jatuh, ia pun akhirnya divonis tuna ganda. (Tuna ganda di sini artinya mengalami cacat lebih dari satu). 
    41. Musim kemarau membuat banyak orang kekurangan makan. (Kekurangan yang dimaksud dalam hal ini adalah kelaparan). 
    42. Anak gadis itu memang ketinggalan dalam pelajaran dibanding teman sebayanya. (Ketinggalan pelajaran yang dimaksud adalah kurang pintar). 
    43. Karena melakukan kesalahan, akhirnya petugas tersebut harus diistirahatkan sementara. (Diistirahatkan sementara maksudnya adalah skorsing). 
    44. Masyarakat kelas atas menghabiskan waktunya dengan berlibur di luar negeri selama liburan akhir tahun. (Masyarakat kelas atas maksudnya adalah orang kaya). 
    45. Siska merupakan seorang pramuria di media sosial. (Pramuria maksudnya adalah pekerja seks komersial (PSK)). 
    46. Tingkat tuna karya di Indonesia sangatlah tinggi, pemerintah harus segera ambil tindakan. (Tuna karya maksudnya adalah pengangguran). 
    47. Kalau dia mau menikah dengan laki-kali kurang mapan itu, bisa-bisa  hidupnya pun sengsara. (Kurang mapan di sini maksudnya adalah miskin). 
    48. Sejak kecil, adik sudah mengalami tuna wicara. (Tuna wicara di sini maksudnya adalah tidak bisa berbicara atau bisu). 
    49. Para pejabat yang terlibat kasus korupsi sudah dijebloskan ke balik jeruji besi. (Jeruji besi di sini maksudnya dipenjara). 
    50. Sepertinya, orang tersebut punya mental yang kurang sehat. (Kurang sehat di sini maksudnya adalah gila). 

    Menggunakan Majas Eufimisme dalam Kehidupan Sehari-Hari

    Itulah penjelasan tentang majas eufimisme mulai dari pengertian, ciri, fungsi, hingga contohnya. Majas eufimisme adalah majas yang sangat sering dipakai karena menyesuaikan dengan corak kehidupan masyarakat Indonesia yang sangat menjunjung tinggi norma kesopanan, terutama terhadap orang yang lebih tua.

    Oleh sebab itu, kamu bisa menggunakan majas eufimisme untuk menggantikan kata-kata tertentu supaya terdengar lebih sopan dan tidak menghina. Jangan lupa juga gunakan nada yang lembut dan kurangilah emosi supaya penggunaan majas eufimisme ini tidak sia-sia. Jadi, siapkah kamu mempraktikkan majas ini tiap hari?

  • Cara Menghitung Kebutuhan Keramik untuk Perencanaan Rumah Impian

    Cara Menghitung Kebutuhan Keramik untuk Perencanaan Rumah Impian

    Memiliki rumah impian pastinya perlu perhitungan yang tepat dari materialnya, terutama keperluan penting seperti keramik. Untungnya, ada beberapa cara mengetahui kebutuhan keramik yang bisa Anda lakukan. Sehingga Anda bisa menganalisa berapa bajet yang harus Anda keluarkan. Cari tahu caranya di sini!

    Faktor yang Dapat Mempengaruhi Kebutuhan Keramik

    Sebelum mempelajari cara mengetahui kebutuhan keramik, ada baiknya Anda mempelajari beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil perhitungan lebih dulu. Berikut beberapa faktor yang harus Anda perhatikan:

    1. Luas Area yang Ingin Dilapisi

    Faktor hitungan paling berpengaruh adalah luas area yang ingin Anda lapisi. Karena semakin besar luas area, sudah pasti semakin banyak keramik yang Anda butuhkan. 

    2. Ukuran Keramik yang Anda Pilih

    Faktor berikutnya sudah pasti adalah ukuran keramik. Ukuran keramik yang akan Anda gunakan dapat mempengaruhi jumlah keramik. Semakin kecil ukuran keramik, maka semakin banyak keramik yang Anda butuhkan untuk menutupi area yang sama.

    3. Kesulitan Medan Pemasangan

    Cara menghitung kebutuhan keramik untuk tiap bangunan memang sama. Namun, kesulitan medan pemasangan juga jadi PR untuk para tukang. Karena akan memiliki risiko kerusakan lebih tinggi. Contohnya pada area terjal seperti dinding yang butuh teknik pemasangan dan perhitungan lem dan grout lebih teliti.

    4. Pola Pemasangan

    Walau terlihat sepele, pola pemasangan keramik juga sangat berpengaruh pada kebutuhan luas. Contohnya seperti pola lurus atau diagonal. Tentu saja, pola diagonal memerlukan lebih banyak potongan keramik. Selain itu, mungkin pola ini juga akan menghasilkan lebih banyak limbah dibandingkan dengan pola lurus.

    Cara Menghitung Kebutuhan Keramik

    Menghitung kebutuhan keramik untuk suatu area tertentu melibatkan beberapa faktor yang telah dibahas sebelumnya. Namun, untuk menghitungnya, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan. Contohnya adalah seperti beberapa cara di bawah ini:

    1. Menghitung Kebutuhan Keramik Secara Umum

    Dalam menerapkan cara menghitung kebutuhan keramik secara umum, Anda harus melewati beberapa tahapan berikut ini:

    1. Pertama adalah mengukur luas area yang akan Anda keramik. Anda bisa menggunakan penggaris atau alat pengukur lainnya untuk mengukur panjang dan lebar area yang akan dikeramik. Hitung luas berdasarkan rumus bangun ruang yang ingin Anda hitung.

    Misalnya, jika area yang akan Anda keramik memiliki panjang 4 meter dan lebar 3 meter. Maka, luas area tersebut adalah 4 meter x 3 meter = 12 meter persegi.

    1. Setelah itu, tentukan ukuran keramik yang akan Anda gunakan. Ukuran keramik yang umum digunakan adalah 30 cm x 30 cm, 40 cm x 40 cm, dan 60 cm x 60 cm.

    Contoh, jika Anda menggunakan keramik ukuran 40 cm x 40 cm. Maka, ukuran keramik yang digunakan menjadi 0.4 meter x 0.4 meter = 0.16 meter persegi.

    1. Kemudian hitung jumlah keramik yang Anda butuhkan dengan membagi luas area yang akan dikeramik dengan luas keramik yang akan digunakan. Sehingga akan mendapatkan jumlah keramik Anda butuhkan.
    2. Contohnya jika luas area yang akan di keramik adalah 12 meter persegi dan ukuran keramik yang digunakan adalah 0.16 meter persegi. Maka, jumlah keramik yang dibutuhkan adalah 12 meter persegi / 0.16 meter persegi = 75 buah keramik.
    3. Setelah melalui tahapan perhitungan kebutuhan keramik tersebut, kini Anda bisa mulai menghitung kebutuhan lain. Seperti lem, grout, dan juga cadangan keramik untuk antisipasi kerusakan.

    2. Menghitung Kebutuhan Keramik untuk Dinding

    Dalam perhitungan kebutuhan keramik untuk dinding, sebenarnya memiliki sedikit perbedaan dengan cara sebelumnya. Anda bisa menggunakan cara ini untuk mengetahui perkiraan kebutuhan keramik:

    1. Seperti biasa, langkah pertama adalah mengukur luas area yang ingin Anda keramik. Caranya dengan mengukur tinggi dan lebar dinding yang akan ditutupi dengan keramik untuk mendapatkan luas total dinding.

    Contohnya, jika area yang akan di keramik memiliki tinggi 1,5 meter dan lebar 3 meter. Maka, luas areanya adalah 1,5 meter x 3 meter x 4 (jumlah sisi dinding kamar mandi) = 18 meter persegi.

    1. Kalikan luas total dinding dengan koefisien penggantian keramik (biasanya sekitar 1,1) untuk memperhitungkan kehilangan dan pemotongan. Umumnya, angka ini Anda butuhkan untuk pemasangan keramik pada area yang sulit seperti dinding.

    Sebagai contoh, jika area hasil yang Anda temukan adalah 18 meter persegi. Maka, Anda hanya perlu mengkalikannya dengan 1,1 dan akan mendapatkan hasil 19,8 meter persegi.

    1. Setelah itu, tentukan ukuran keramik yang akan digunakan.
    2. Hasil yang Anda dapatkan, nantinya akan dibagi dengan luas keramik per kotak untuk mendapatkan jumlah kotak keramik yang diperlukan.

    Contohnya jika luas area yang akan di keramik adalah 19,8 meter persegi dan ukuran keramik yang digunakan adalah 0.16 meter persegi. Maka, jumlah keramik yang dibutuhkan adalah 19,8 meter persegi / 0.16 meter persegi = 123,75 buah keramik. Anda bisa membulatkan angka tersebut menjadi 124 buah

    1. Dalam menghitung kebutuhan total keramik, tambahkan beberapa kotak keramik tambahan untuk cadangan dan pemotongan.

    3. Menghitung Kebutuhan Keramik untuk Tangga

    Pengukuran area sulit selain dinding adalah tangga, karena tangga terkadang memiliki bentuk yang tak rata dan harus menyesuaikan untuk tiap lantainya. Sekilas Anda akan menghitung lantai dan dinding secara sekaligus, namun ada cara menghitung kebutuhan keramik untuk tangga yang bisa Anda coba. Berikut caranya:

    1. Mulailah dengan mengukur panjang dan lebar setiap langkah tangga dan kalikan keduanya untuk mendapatkan luas setiap langkah pada tangga.

    Contohnya, jika area yang akan di keramik memiliki panjang 3 meter dan lebar 0,6 meter. Maka, luas area adalah 3 meter x 0,6 meter x 2 (dengan asumsi bentuknya sama antara lantai dan dinding tangga) = 3,6 meter persegi.

    1. Lalu, kalikan dengan total langkah tangga untuk mendapatkan luas total tangga.

    Contoh, jika anak tangga Anda ada sekitar 20 langkah, maka Anda tinggal mengalikan dengan hitungan sebelumnya. Jadi, luas total tangga adalah 3,6 meter persegi x 20 = 72 meter persegi. Asumsi hitungan ini berguna jika Anda tak menerapkan bordes pada tangga yang Anda bangun.

    1. Setelah itu, pilih ukuran keramik yang ingin Anda pasang. Lalu, bagi luas total tangga dengan luas keramik per kotak untuk mendapatkan jumlah kotak keramik yang diperlukan.

    Contohnya, jika luas area yang akan Anda keramik adalah 72 meter persegi dan ukuran keramik yang digunakan adalah ukuran 60 cm (luas keramik 0.36 meter persegi. Maka, jumlah keramik yang dibutuhkan adalah 72 meter persegi / 0.36 meter persegi = 200 keping keramik.

    1. Jangan lupa untuk tambahkan beberapa kotak keramik cadangan ke dalam jumlah kotak yang dihitung untuk risiko kerusakan maupun pemotongan.

    4. Menghitung Kebutuhan Keramik untuk Backsplash

    Area  unik berikutnya adalah backsplash, yakni area ubin atau papan khusus yang menjadi area kompor atau area memasak Anda. Kebanyakan juga memiliki area yang lebih luas dari kompor untuk kebutuhan lain. Nah, untuk mengukurnya, Anda bisa menggunakan cara berikut ini:

    1. Langkah awal adalah dengan mengukur tinggi dan lebar area backsplash yang akan Anda tutupi dengan keramik untuk mendapatkan luas total backsplash.
    2. Karena bentuknya biasanya memiliki beberapa area, Anda bisa membaginya menjadi beberapa area lalu menjumlahkannya.

    Contohnya, jika backsplash yang Anda buat menyerupai huruf H, Anda bisa membaginya menjadi dua sisi samping, sisi depan (dibagi lagi jadi 3 persegi panjang). Ada juga bagian atas yang terbagi 3 persegi panjang, bagian dinding dalam, dan juga dinding belakang kalau ada.

    1. Tambahkan setiap hitungan luas dari pemisahan bentuk area yang sudah Anda hitung sebelumnya.
    2. Setelah mendapatkan hasilnya, kini Anda bisa memulai memilih ukuran keramik. Lalu, seperti biasanya bagi luas total backsplash dengan luas keramik per kotak untuk mendapatkan jumlah kotak keramik yang diperlukan.

    Contohnya sama seperti dengan cara menghitung sebelumnya, Anda tinggal membagi luas dengan ukuran keramik yang Anda pilih.

    1. Jangan lupa untuk menambahkan beberapa buah keramik cadangan ke dalam jumlah kotak yang sudah Anda hitung. 

    Sudah Paham Cara Menghitung Kebutuhan Keramik?

    Dari beberapa cara di atas, kini Anda bisa menghitung kebutuhan keramik untuk setiap area bangunan. Ketika memperhitungkan kebutuhan sedari awal, Anda bisa meminimalisir over budgeting atau material menumpuk pada proses persiapan pembangunan. Selamat mencoba!

  • 20+ Contoh Kalimat Pasif, Struktur Kebahasaan, dan Penjelasannya

    20+ Contoh Kalimat Pasif, Struktur Kebahasaan, dan Penjelasannya

    Anda pasti telah mengenal beberapa jenis kalimat ketika mempelajari pelajaran bahasa Indonesia di bangku sekolah. Secara garis besar, kalimat terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kalimat aktif dan kalimat pasif. Anda bisa mengetahui perbedaannya melalui contoh kalimat pasif dan struktur kebahasaannya.

    Keberadaan objek dan subjek dalam kalimat sangat penting untuk diketahui fungsi dan peranannya. Apabila Anda bisa memahami keduanya, maka Anda dapat membuat sebuah karya tulis dengan baik dan benar. Anda bisa mengawalinya dengan mengenal lebih lanjut tentang bagaimana membuat kalimat pasif berikut ini!

    Apa itu Kalimat Pasif?

    Kalimat pasif merupakan bentuk kalimat di mana subjeknya berperan sebagai sasaran dari tindakan yang dilakukan oleh objek. Subjek di sini tidak secara langsung melakukan tindakan. Tindakan dalam predikat justru dilakukan oleh objeknya. Oleh sebab itu, struktur kebahasaan dalam kalimat pasif juga berbeda dengan kalimat aktif.

    Objek sangat berperan dalam kalimat pasif, karena menjadi pelaku aktif yang melakukan tindakan apapun. Selain itu, objek inilah yang akan mengenakan tindakan secara langsung pada subjek. Sementara subjek hanya berperan sebagai penerima tindakan.

    Predikat dalam kalimat ini juga identik dengan adanya kata kerja pasif. Secara sederhana, kata kerja pasif merupakan kata kerja yang mendapatkan imbuhan di-. Anda bisa menemukan kata kerja dengan imbuhan ini di sebagian besar contoh kalimat pasif.

    Cara membuat contoh kalimat pasif juga cukup mudah, secara keseluruhan struktur dalam kalimat pasif adalah objek – predikat – subjek – keterangan. Subjek dalam kalimat pasif seringkali tidak spesifik dan jelas. Namun, apabila terdapat subjek yang jelas biasanya diikuti dengan kata “oleh”.

    Anda juga bisa mengganti subjek orang pertama atau aku menjadi ku- diikuti kata kerja. Selain itu, Anda perlu mengubah kata men- pada predikat kalimat aktif menjadi bentuk kata kerja pasif.

    Fungsi Kalimat Pasif

    Kalimat pasif umumnya berfungsi untuk menyampaikan fokus terhadap hasil dari tindakan yang dilakukan subjek atau objek yang menerima aksi. Jenis kalimat ini memerlukan kata “oleh” sebagai penunjuk siapa yang melakukan suatu tindakan di dalam kalimat.

    Sementara fungsi contoh kalimat pasif bertujuan untuk menekankan tindakan dengan kata kerja dan pelaku utama dalam suatu kalimat. Contoh ini bisa menggambarkan hubungan antara subjek dan kata kerja ketika subjek menerima tindakan dari kata kerja tersebut. Meski demikian, kalimat pasif dianggap kurang efektif untuk karya tulis ilmiah.

    Jenis Kalimat Pasif dan Struktur Kebahasaan

    Terdapat lima jenis kalimat pasif, yaitu kalimat pasif transitif, intransitif, tindakan, dan keadaan. Sementara struktur kebahasaan yang paling utama di dalam kalimat ini adalah kata kerja pasif yang memperlihatkan jika subjek menerima tindakan dari predikat yang ada di dalam kalimat. Berikut ini penjelasan selengkapnya.

    1. Kalimat Pasif Transitif

    Jenis kalimat pasif yang pertama ini merupakan hasil dari perubahan kalimat aktif transitif. Struktur kebahasaan dalam kalimat ini menggunakan pola Objek – Predikat – Subjek. Predikat pada kalimat ini biasanya menggunakan imbuhan di- dan di-an. Contoh kalimat pasif ini adalah “kue kering itu dimakan semut”.

    2. Kalimat Pasif Intransitif

    Berbeda dengan pasif transitif, jenis kalimat pasif intransitif tidak memerlukan objek di dalam kalimatnya. Struktur kebahasaan dalam kalimat ini hanya memerlukan subjek dan predikat. Pola yang digunakan biasanya seperti subjek – predikat, subjek – predikat – keterangan, dan subjek – predikat – kata pelengkap.

    Sementara imbuhan yang biasanya digunakan untuk predikat kalimat ini adalah imbuhan di-, ter-, dan di-an. Contohnya, yaitu “Papa terjebak macet di jalan” atau “Adik tertidur”. Anda bisa melihat bahwa contoh tersebut tidak mengandung objek apapun.

    3. Kalimat Pasif Keadaan

    Jenis kalimat pasif keadaan menggambarkan suatu kondisi tertentu. Predikat di sini berperan untuk menjelaskan kondisi atau keadaan yang terjadi pada subjek. Imbuhan yang sering terdapat dalam kalimat ini yaitu ke-an. Contohnya adalah “Kakak ketiduran setelah lelah bekerja”.

    4. Kalimat Pasif Tindakan

    Seperti namanya, kalimat pasif tindakan umumnya menggunakan predikat yang menggambarkan aktivitas ataupun tindakan tertentu. Imbuhan yang biasa dipakai dalam kalimat ini adalah di- dan di-an. 

    Contoh kalimat pasif tindakan, yaitu “pohon mangga ditanam oleh tukang kebun”. Di dalam contoh tersebut sudah jelas apabila ada tindakan berupa menanam. Kata kerja pasif banyak digunakan di dalam kalimat jenis ini.

    5. Kalimat Pasif Zero

    Ada pula jenis kalimat pasif di mana predikatnya tidak menggunakan imbuhan sebagai awalan. Namun, tetap terdapat imbuhan sebagai akhiran berupa “-kan”. Contoh kalimatnya adalah “aku serahkan amanah ini kepadamu”. Objek di dalam kalimat ini berperan sebagai objek pelaku yang diikuti dengan predikat dengan imbuhan “-kan”.

    Ciri-Ciri Kalimat Pasif

    Setelah mengetahui berbagai jenis kalimat pasif beserta struktur kebahasaannya, Anda mungkin sudah menyadari ada ciri-ciri tertentu yang membedakan kalimat tersebut dengan kalimat aktif maupun lainnya. Nah, sebelum melihat lebih banyak contoh kalimat pasif, berikut ini ciri-cirinya yang perlu Anda ketahui:

    1. Subjek Tidak Melakukan Tindakan Langsung

    Subjek biasanya berperan sebagai pelaku yang melakukan perbuatan secara langsung. Namun, pada kalimat pasif, subjek berperan sebagai pelaku yang menerima perbuatan tersebut. Oleh sebab itu, kalimat ini diawali dengan penyebutan objek terlebih dahulu.

    2. Predikat Mendapat Imbuhan di-, ter-, ke-an, dan ter-kan

    Kunci utama yang membedakan kalimat aktif dan pasif terdapat pada imbuhan yang menempel di predikat. Predikat pada contoh kalimat pasif biasanya mendapatkan imbuhan di-, ter-, ke-an, atau ter-kan. Sementara kalimat aktif tidak membutuhkan imbuhan tersebut.

    3. Subjek dan Objek Bertukar Posisi

    Objek pada kalimat aktif biasanya akan berubah posisi menjadi subjek pada kalimat pasif. Begitu pun subjek pada kalimat aktif akan berubah menjadi objek pada kalimat pasif.

    4. Terdapat Kata “oleh” atau “dengan”

    Kalimat pasif biasanya ditandai dengan keberadaan kata “dengan” ataupun “oleh”. Dua kata tersebut berfungsi untuk menunjukkan siapa subjek yang berperan sebagai pemberi tindakan. Artinya, penggunaan kata “oleh” bisa memperjelas subjek dalam kalimat.

    5. Mempunyai Bentuk Diri atau Persona

    Bentuk diri atau persona ku- dan kau- juga termasuk ciri-ciri dari kalimat pasif. Hal tersebut menunjukkan jika predikat dalam contoh kalimat pasif dapat berupa kata ganti orang dan diikuti dengan kata kerja tanpa imbuhan. Contohnya adalah “coba kau lihat bunga yang cantik di tepi jalan itu”.

    6. Terdapat Kata Ganti Kepemilikan

    Anda mungkin menemukan kata “itu” atau “ini” di dalam kalimat pasif. Dua kata tersebut termasuk kata ganti kepemilikan yang sering digunakan pada subjek atau objek kalimat pasif. Contohnya seperti “Lantai ini sudah disapu oleh mama”. Kata “ini” di dalam contoh tersebut termasuk jenis kata ganti kepemilikan yang umum.

    20+ Contoh Kalimat Pasif dan Bentuk Aktifnya

    Contoh paling sederhana dapat diketahui dari kalimat pasif adalah adanya predikat yang berisi kata kerja dengan awalan atau imbuhan di- atau ter. Berikut ini terdapat beberapa referensi kalimat agar Anda bisa memahami lebih mendalam tentang kalimat pasif beserta bentuk kalimat aktifnya:

    • Baju kotor dicuci oleh Ibu.

    (ibu mencuci baju kotor)

    • Upacara Ngaben disaksikan oleh turis mancanegara.

    (Turis mancanegara menyaksikan upacara Ngaben)

    • Anjing itu dimandikan di halaman rumah.

    (Anjing itu mandi di halaman rumah)

    • Penjahat itu telah diringkus polisi.

    (Polisi meringkus penjahat itu)

    • Jason ketakutan ketika melihat hewan melata.

    (Jason takut ketika melihat hewan melata)

    • Tembok kamar dicat oleh Mas Yanto.

    (Mas Yanto mengecat tembok kamar)

    • Nayla kedinginan saat di puncak Gunung Bromo.

    (nayla merasa dingin saat di puncak Gunung Bromo)

    • Lagu Indonesia Raya dinyanyikan oleh grup paduan suara.

    (Grup paduan suara menyanyikan lagu Indonesia Raya)

    • Padi dipanen oleh buruh tani di sawah.

    (Buruh tani memanen padi di sawah)

    • Buku ini dipakai oleh mereka selama satu minggu.

    (Mereka memakai buku ini selama satu minggu)

    • Rumah yang bagus itu dibangun oleh tukang kayu.

    (tukang kayu membangun rumah yang bagus itu)

    • Anak nakal itu dipulangkan paksa oleh gurunya.

    (Gurunya memulangkan paksa anak nakal itu)

    • Tugas itu sudah dikerjakan oleh Atin dengan baik dan benar.

    (Atin sudah mengerjakan tugas itu dengan baik dan benar)

    • Faiz ditangkap polisi karena terlibat kasus tawuran.

    (Polisi menangkap Faiz karena terlibat kasus tawuran)

    • Pohon-pohon di tepi jalan telah ditebang oleh warga.

    (Warga telah menebang pohon-pohon di tepi jalan)

    • Anak kecil itu dipukul oleh temannya.

    (Temannya memukul anak kecil itu)

    • Korban ditusuk oleh pencuri pada bagian perutnya.

    (Pencuri menusuk korban pada bagian perutnya)

    • Kucing itu dikejar oleh anjing tetangga.

    (Anjing tetangga mengejar kucing itu)

    • Aku diberi uang sebesar Rp500.000,00 oleh Ayah.

    (Ayah memberi uang sebesar Rp500.000,00 kepadaku)

    • Kopi telah diminum oleh Kakek.

    (Kakek telah meminum kopi)

    • Tanpa sengaja, Dimas tersenggol penonton lain yang tengah berjoget.

    (Tanpa sengaja penonton lain yang tengah berjoget menyenggol Dimas)

    • Saat pertandingan berlangsung, salah seorang pemain timnas tersikut oleh pemain lawan.

    (Saat pertandingan berlangsung, pemain lawan menyikut salah seorang pemain timnas)

    • Pak Guru terkesan dengan prestasi murid-muridnya.

    (Prestasi murid-muridnya mengesankan Pak Guru)

    • Dia tersinggung atas ucapan Fahri tadi malam.

    (Ucapan Fahri tadi malam menyinggung dia)

    • Dede terseret arus sungai saat berenang.

    (Arus sungai menyeret Dede saat berenang)

    • Pelaku tertangkap polisi saat pesta miras bersama rekan-rekannya.

    (Polisi menangkap pelaku saat pesta miras bersama rekan-rekannya)

    • Pot yang dirusak telah diganti oleh pihak perusak.

    (Pihak perusak telah mengganti pot yang rusak)

    • Dia itu dididik Ayahnya dengan keras.

    (Ayahnya mendidik dia dengan keras)

    • Beliau kami panggil untuk memberi kesaksian atas kasus korupsi dana hibah pendidikan.

    (Kami memanggil beliau untuk memberi kesaksian atas kasus korupsi dana hibah pendidikan)

    • Rudi saya tunjuk menjadi pemimpin proyek ini.

    (Saya menunjuk Rudi menjadi pemimpin proyek ini)

    • Pigura cantik itu dibeli kakak di Singapura.

    (Kakak membeli pigura cantik itu di Singapura)

    • Kita semua dihukum Pak Guru karena datang terlambat.

    (Pak Guru menghukum kita semua karena datang terlambat)

    • Kakak disuruh Ibu mengambil sapu di belakang.

    (Ibu menyuruh kakak mengambil sapu di belakang)

    • Ibu kehausan setelah lari pagi.

    (Ibu merasa haus setelah lari pagi)

    • Kuda itu ditunggangi kusir delman.

    (Kusir delman menunggangi kuda itu)

    • Kue itu dipanggang oleh Ibu saya di dapur.

    (Ibu saya memanggang kue di dapur)

    • Konser Noah ditonton puluhan ribu orang.

    (Puluhan ribu orang menonton konser Noah)

    • Ikan asin dimakan oleh kucing di dapur.

    (Kucing memakan ikan asin di dapur)

    • Artikelnya ditulis Amar secara terperinci.

    (Amar menulis artikelnya secara terperinci)

    • Bunga-bunga itu disiram Ibu setiap hari.

    (Ibu menyiram bunga-bunga itu setiap hari)

    • Ayah dipanggil Kepala Sekolah untuk menghadiri rapat besok pagi.

    (Kepala Sekolah memanggil Ayah untuk menghadiri rapat besok pagi)

    • Mama diingatkan kakak agar selalu menjaga kesehatan.

    (Kakak mengingatkan mama agar selalu menjaga kesehatan)

    • Taman itu didesain oleh arsitek terkenal di kota ini.

    (Arsitek terkenal di kota ini mendesain taman itu)

    • Pesanan saya telah diantar oleh kurir.

    (Kurir telah mengantar pesanan saya)

    • Mereka telah ditunjuk direktur menjadi delegasi untuk pertemuan minggu depan.

    (Direktur telah menunjuk mereka untuk menjadi delegasi pada pertemuan minggu depan)

    • Adik diberi Bu Guru buku mewarnai sebanyak tiga macam.

    (Bu Guru memberi adik buku mewarnai sebanyak tiga macam)

    • Hatiku sangat terluka oleh tingkah laku kekasihku.

    (Tingkah laku kekasihku sangat melukai hatiku)

    • Bukuku terbuang oleh mama bersama tumpukan barang bekas.

    (Mama membuang bukuku bersama dengan tumpukan barang bekas)

    • Buah pisang dijual pedagang itu dengan sangat murah di pasar Senen.

    (Pedagang itu menjual buah pisang dengan sangat murah di pasar Senen)

    • Bendera Merah-Putih akan dikibarkan oleh Ayu di lapangan sekolah.

    (Ayu akan mengibarkan bendera Merah-Putih di lapangan sekolah)

    • Berbagai jenis sayuran dibeli Ibu di pasar.

    (Ibu membeli berbagai jenis sayuran di pasar)

    • Toples itu dicuci Ibu untuk persiapan lebaran.

    (Ibu mencuci toples itu untuk persiapan lebaran)

    • Sepedaku dicuci papa setiap hari Minggu.

    (papa mencuci sepedaku setiap hari Minggu)

    • Ayam dan bebek dibakar oleh chef di atas tungku.

    (Chef membakar ayam dan bebek di atas tungku)

    • Rara disuruh temannya membawa banyak makanan ke sekolah.

    (Temannya menyuruh Rara membawa banyak makanan ke sekolah)

    • Siska dilarang memakan coklat oleh dokternya.

    (Dokter melarang Siska memakan coklat)

    • Pasien itu dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang sehat oleh dokter.

    (Dokter menganjurkan pasien itu untuk mengkonsumsi makanan yang sehat)

    • Buku-buku murah dijual di toko barang bekas.

    (Toko barang bekas menjual buku-buku murah)

    • Rani diganggu oleh kakak saat belajar Matematika di ruang tamu.

    (Kakak mengganggu Rani saat belajar Matematika di ruang tamu)

    • Kucing itu disukai banyak orang karena bulunya yang unik.

    (Banyak orang menyukai kucing itu karena bulunya yang unik)

    • Wanita itu terasingkan dari keluarganya selama bertahun-tahun.

    (Keluarganya mengasingkan wanita itu selama bertahun-tahun) 

    • Dia tersingkirkan oleh kandidat lainnya pada tahap wawancara kerja.

    (Kandidat lainnya menyingkirkan dia pada tahap wawancara kerja)

    • Bunga mawar dipetik pacarku dari kebun tetangga.

    (Pacarku memetik bunga mawar dari kebun tetangga)

    • Aku ketakutan saat menonton film horor sendirian.

    (Aku takut saat menonton film horor sendirian)

    • Pintu masuk perumahan itu dijaga satpam sepanjang hari.

    (Satpam menjaga pintu masuk perumahan itu sepanjang hari)

    • Buah mangga dipanen petani saat musim panas.

    (Petani memanen buah mangga saat musim panas)

    • Jangan sampai kamu ketinggalan barang di bandara.

    (Jangan sampai kamu meninggalkan barang di bandara)

    • Pedagang bakso itu difitnah oleh rekan pedagang lainnya.

    (Rekan pedagang lainnya memfitnah pedagang bakso itu)

    • Aku telah dicurangi oleh peserta lain saat seleksi di gedung A.

    (Peserta lain telah mencurangi aku saat seleksi di gedung A)

    • Anak yang nakal ditinggal sendirian oleh temannya di dalam kelas.

    (Temannya meninggalkan anak yang nakal itu sendirian di dalam kelas)

    • Tas mewah itu dibawa kakak saat liburan ke luar negeri.

    (Kakak membawa tas mewah itu saat liburan ke luar negeri)

    • Vas bunga itu terjatuh sampai pecah.

    (Vas bunga itu jatuh sampai pecah)

    • Adik ketiduran di ruang tamu.

    (Adik tidur di ruang tamu)

    • Vara tertipu oleh jasa pembelian tiket konser.

    (Jasa pembelian tiket konser menipu Vara)

    • Bajuku tersangkut ranting pohon.

    (Bajuku menyangkut di ranting pohon)

    • Lagu ini telah didengarkan oleh jutaan orang di dunia.

    (Jutaan orang di dunia telah mendengar lagu ini)

    • Film horor itu telah ditonton oleh semua kalangan.

    (Semua kalangan telah menonton film horor itu)

    • Laptop Sandy dipinjam oleh temannya.

    (Temannya meminjam laptop Sandy)

    • Bunga anggrek hitam itu terinjak si Anita.

    (Anita menginjak bunga anggrek hitam itu)

    • Papa dibuatkan masakan yang enak oleh Mama.

    (Mama membuatkan papa masakan yang enak)

    • Arya dijatuhi buah di bawah pohon yang rimbun.

    (Buah jatuh saat Arya berada di bawah pohon yang rimbun)

    • Ayah dibelikan mobil terbaru oleh anak-anaknya.

    (Anak-anaknya membelikan Ayah mobil terbaru)

    • Aku disekolahkan oleh orang tuaku di sekolah elit.

    (Orang tuaku menyekolahkan aku di sekolah elit)

    • Tersangka korupsi itu divonis hukuman 2 tahun penjara.

    (Tersangka korupsi itu mendapatkan vonis hukuman 2 tahun penjara.

    • Amplop di meja itu terabaikan oleh guru.

    (Guru mengabaikan amplop yang ada di meja itu)

    • Pisang goreng itu telah dimakan oleh Arya.

    (Arya telah memakan pisang goreng itu)

    • Pameran seni telah digelar secara resmi oleh Bupati.

    (Bupati telah menggelar pameran seni secara resmi)

    Sudah Mengetahui Bagaimana Contoh Kalimat Pasif?

    Kalimat pasif biasanya identik dengan adanya imbuhan tertentu seperti di- dan ter- pada predikatnya. Selain itu, terdapat perubahan letak subjek, predikat, dan objek di dalamnya. Apakah Anda sudah bisa membedakannya dengan kalimat aktif melalui contoh kalimat pasif di atas? Selamat belajar!

  • Apa Itu Majas Pleonasme? Pengertian, Ciri, dan Contohnya

    Apa Itu Majas Pleonasme? Pengertian, Ciri, dan Contohnya

    Anda mungkin sering mendengar atau membaca kalimat yang terlalu berlebihan. Bisa jadi, kalimat tersebut memang mengandung majas pleonasme. Majas ini merupakan gaya bahasa yang berfungsi untuk penegasan. Gaya bahasa ini seringkali mengandung makna yang terkesan berlebihan.

    Beberapa orang seringkali tidak sengaja menggunakan dua kata yang berbeda dengan makna yang sama dalam satu kalimat. Nah, itu sudah termasuk ke dalam gaya bahasa pleonasme. Lalu, apa saja ciri-ciri dan contoh kalimat dalam majas satu ini? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini agar Anda bisa lebih paham!

    Apa itu Majas Pleonasme?

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pleonasme merupakan penggunaan kata-kata yang mengandung makna lebih dari arti yang dibutuhkan atau terkesan berlebihan. Sementara majas pleonasme merupakan gaya bahasa yang digunakan dengan menambahkan keterangan dalam kalimat yang sebenarnya tidak diperlukan. 

    Gaya bahasa pleonasme biasanya digunakan dengan tujuan untuk menegaskan sesuatu hal agar lebih meyakinkan dan ekspresif. Penegasan ini juga bertujuan untuk mempengaruhi pendengar atau pembaca agar menyetujui kondisi atau peristiwa yang disebutkan. Oleh sebab itu, beberapa orang terbiasa menggunakan majas ini.

    Majas ini juga dapat bermakna sebagai penggunaan kata yang mubazir dan terlalu melebih-lebihkan. Karena kalimat sebelumnya sudah cukup dalam menjelaskan suatu kondisi. Apabila salah satu keterangan di dalam kalimat dihilangkan, maka hal tersebut tidak akan mempengaruhi makna yang sesungguhnya.

    Ciri-Ciri Majas Pleonasme

    Anda mungkin masih belum bisa membedakan mana kalimat yang menggunakan gaya bahasa pleonasme dan mana yang bukan. Mengingat setiap ungkapan kata dalam kehidupan sehari-hari biasanya lebih spontan dan tidak baku. Maka, berikut ini adalah ciri-ciri dari pleonasme yang bisa membantu Anda untuk lebih mengenalnya:

    1. Terdapat Pemborosan Kata

    Gaya bahasa pleonasme selalu identik dengan pemborosan kata. Pasalnya, ada beberapa kata yang sebenarnya sudah cukup, namun masih ditambahkan dengan kata lainnya dengan makna yang sama. 

    Contohnya, kalimat “saya melihat peristiwa itu dengan mata kepala saya sendiri.” Kata “melihat” dalam kalimat tersebut seharusnya sudah cukup menjelaskan tanpa tambahan kata “mata”. Apalagi mengingat setiap orang yang melihat sudah pasti dengan menggunakan matanya.

    2. Mengandung Sinonim Kata

    Majas pleonasme juga identik dengan sinonim kata. Biasanya, terdapat dua atau lebih kata yang mempunyai makna serupa dalam satu kalimat.

    Contohnya, kalimat “adik menari dengan riang gembira.” Dua kata yang bersinonim dalam kalimat tersebut adalah kata “riang” dan “gembira”. Keduanya mengandung makna yang sama atau serupa. Jadi, sebenarnya cukup digunakan salah satu saja.

    3. Terdapat Pengulangan Bentuk Jamak

    Pengulangan bentuk jamak seringkali terjadi pada kalimat yang menggunakan majas pleonasme. Pengulangan bentuk jamak yang dimaksud adalah terdapat pemborosan kata untuk menggambar sesuatu yang banyak atau jamak.

    Contohnya, kalimat “para bapak-bapak telah hadir di dalam ruang sidang.” Keberadaan kata “para” dan “bapak-bapak” di sini cukup rancu. Apabila Anda ingin menjelaskan bahwa ada banyak bapak di dalam ruangan, maka cukup menggunakan kata “para bapak” atau “bapak-bapak” agar lebih efektif.

    4. Menyebabkan Kalimat Menjadi Tidak Efektif

    Umumnya, kalimat efektif mempunyai lima ciri-ciri, yaitu kebenaran, keterpaduan, kejelasan, koherensi, dan penekanan. Pengulangan kata pada kondisi tertentu memang dibutuhkan sebagai penegasan. Namun, cara tersebut juga bisa mengganggu keterpaduan dalam sebuah kalimat.

    Kalimat yang terpadu merupakan satu kalimat lengkap yang tidak menggunakan pengulangan kata dengan maksud yang sama. Penegasan dengan pengulangan kata yang tidak diperlukan ini bisa menyebabkan kalimat menjadi tidak efektif.

    Fungsi Majas Pleonasme

    Secara keseluruhan, gaya bahasa pleonasme berfungsi untuk memberikan penegasan terhadap suatu kondisi atau informasi. Kalimat dengan majas ini bisa Anda gunakan untuk mempertegas suatu ide agar bisa memberikan gambaran yang lebih jelas. 

    Adanya pengulangan atau redundansi bisa meningkatkan pemahaman terhadap informasi yang akan Anda sampaikan. Selain itu, majas ini juga mempunyai fungsi puitis untuk menegaskan suatu ekspresi tertentu. Fungsi inilah yang menjadi kelebihan dari pleonasme.

    Sementara kekurangan yang paling menonjol dari penggunaan majas ini adalah menyebabkan suatu kalimat menjadi tidak efektif. Jadi, Anda perlu mempertimbangkan terlebih dahulu dalam memilih kata untuk menyampaikan suatu informasi.

    Contoh Majas Pleonasme

    Setelah mengetahui pengertian hingga ciri-ciri dari salah satu majas penegasan ini. Ada tiga cara yang cukup mudah untuk menyusun kalimat bermajas pleonasme, yaitu mengandung sinonim kata, pengulangan bentuk jamak, dan pengulangan makna kata. Anda bisa melihat berbagai contoh kalimat di bawah ini agar semakin memahaminya:

    • Semua orang di gedung berlarian turun ke bawah untuk menyelamatkan diri.

    Penegasan dalam kalimat di atas terletak pada kata “turun ke bawah”. Kata “turun” sebenarnya sudah menunjukkan makna bahwa semua orang akan ke arah bawah. Oleh sebab itu, keberadaan kata “ke bawah” tidak benar-benar dibutuhkan dalam kalimat tersebut.

    • Dari sejak kecil Sarah sudah gemar membaca buku.

    Penegasan dalam kalimat ini ada di awal, yaitu kata “dari” dan “sejak”. Dua kata tersebut termasuk jenis kata yang mempunyai makna sama. Anda bisa menggunakan salah satunya saja. Misalnya, “sejak kecil Sarah sudah gemar membaca buku”. Kalimat ini tidak kehilangan makna meski tidak ada kata “dari”.

    • Saya sudah pernah membaca semua buku-buku seputar sejarah Indonesia.

    Ciri-ciri majas pleonasme yang ada di dalam kalimat ini adalah adanya pengulangan bentuk jamak. Kata “semua buku-buku” terkesan berlebihan dalam menggambarkan bentuk jamak. Kata “semua” sebenarnya sudah bermakna banyak. Sedangkan kata “buku-buku” juga menunjukkan bukunya lebih dari satu.

    • Malam ini terasa sangat sunyi senyap.

    Kata “sunyi” dan “senyap” mempunyai makna yang sama atau bersinonim. Penggunaan dua kata ini bisa menjadi wujud penegasan mengenai suasana malam hari yang lebih sepi.

    • Siska naik ke atas kursi kayu.

    Kata “naik ke atas” termasuk dalam pemborosan kata. Pasalnya, keduanya mengandung makna yang sama karena kata “naik” sudah pasti menuju ke arah atas.

    • Semua siswa-siswi wajib menggunakan kostum tradisional.

    Terjadi pengulangan bentuk jamak di dalam kalimat “semua siswa-siswi”. Anda bisa menggantinya dengan kata “semua siswa” atau “siswa-siswi” untuk menggambarkan bentuk jamak dengan cara yang lebih efektif.

    • Darah merah itu mengucur deras dari luka di tangan Ayu.

    Terdapat pemborosan kata dalam kalimat ini. Kata “darah merah” bisa Anda ganti dengan menghilangkan kata “merah”. Karena warna darah memanglah merah. Tanpa Anda menuliskan kata “merah”, makna kata “darah” dalam kalimat tersebut sudah cukup jelas.

    • Mama mendengar teriakan seseorang dengan telinganya sendiri.

    Kata “mendengar” sudah cukup mewakili makna yang ingin disampaikan dalam kalimat ini. Sementara keberadaan kata ”dengan telinganya sendiri” memberikan penegasan lebih lanjut karena orang mendengarkan sudah pasti menggunakan telinganya. 

    • Papa masuk ke dalam toko besi tua.

    Kata “masuk ke dalam” di sini membuat kalimat menjadi tidak efektif. Anda bisa menghilangkan kata “dalam” tanpa kehilangan makna kalimat tersebut. Majas pleonasme di sini hanya untuk menegaskan bahwa subjek benar-benar masuk ke toko yang disebutkan.

    • Jenny selalu terlihat cantik jelita setiap masuk sekolah.

    Kata “cantik jelita” dalam kalimat ini bertujuan sebagai penegasan untuk menerangkan seseorang yang sangat cantik. Itu bukan sebuah masalah, namun apabila Anda tidak ingin menambahkan kata “jelita” pun maknanya tetap sama.

    • Adik membeli bola bundar di toko olahraga.

    Kalimat tersebut mengandung ciri-ciri gaya bahasa pleonasme, yaitu adanya pemborosan kata. Kata yang dimaksud adalah “bola bundar”. Sebenarnya, Anda bisa hanya menggunakan kata “bola” tanpa diikuti kata “bundar”.

    • Bayu hanya menunduk ke bawah karena menyesali perbuatannya.

    Penegasan dalam kalimat ini terletak pada kata “menunduk ke bawah”. Anda mungkin sudah tau jika menunduk memang selalu ke arah bawah. Jadi, kata “ke bawah” bisa Anda hilangkan apabila tidak ingin menggunakan gaya bahasa pleonasme.

    • Ayah melihat pencurian motor di sana dengan mata kepalanya sendiri.

    Terdapat pemborosan kata di dalam kalimat ini, yaitu “melihat” dan “dengan mata”. Pasalnya, setiap orang tentu melihat menggunakan mata. Jadi, tanpa ada kata “dengan mata kepalanya sendiri” pun sudah cukup. Namun apabila Anda ingin menegaskan situasi tersebut maka kalimat ini boleh digunakan.

    • Aku berdoa dengan menengadahkan tangan ke atas untuk meminta petunjuk dari Tuhan.

    Terdapat pemborosan kata yaitu “menengadahkan ke atas”. Tangan yang menengadah tentu akan mengarah ke atas. Anda bisa menghilangkan kata “ke atas” agar kalimat menjadi lebih efektif. Namun, kalimat ini tidak salah apabila Anda ingin menerapkan gaya bahasa pleonasme.

    • Arya rela melakukan apa saja demi untuk menyenangkan hati kekasihnya.

    Terdapat kata bersinonim di dalam kalimat ini. Kata tersebut adalah “demi” dan “untuk”. Sebaiknya, Anda menggunakan salah satu kata bersinonim itu agar kalimat menjadi lebih efektif tanpa kehilangan makna utamanya.

    • Adikku selalu rajin belajar agar supaya bisa masuk ke sekolah impiannya.

    Majas pleonasme juga mempunyai ciri-ciri menggunakan kata bersinonim seperti kalimat berikut. Kata “agar” dan “supaya” di sini mempunyai makna yang sama sehingga Anda bisa menghilangkan salah satunya. Penggunaan dua kata bersinonim juga bisa menyebabkan kalimat menjadi kurang efektif.

    • Aku sungguh benar-benar menyayangi kekasihku saat ini.

    Kata “sungguh” dan “benar-benar” mempunyai makna yang sama. Anda bisa menggunakan keduanya sebagai bentuk penegasan atas perasaan dari subjeknya. Namun, Anda juga bisa menghilangkan salah satu kata tersebut tanpa kehilangan maksud dan tujuan dari kalimat tersebut.

    • Mobil itu mundur ke belakang sebelum masuk rumah.

    Terjadi pemborosan kata dalam kalimat ini. Kata “mundur” sudah pasti akan menuju ke arah belakang. Jadi, kata “ke belakang” di sini tidak benar-benar dibutuhkan. Anda bisa menghilangkan kata tersebut jika tidak ingin menerapkan gaya bahasa pleonasme.

    • Kakiku amat sangat sakit setelah terjatuh tadi sore.

    Terdapat kata bersinonim di dalam kalimat ini, yaitu kata “amat” dan “sangat”. Pasalnya, keduanya mempunyai makna yang sama. Kedua kata ini bisa Anda gunakan sebagai penegasan atas rasa sakit dalam kalimat ini. Namun, Anda juga bisa menghilangkannya bila tidak ingin berlebihan.

    Sudah Paham dengan Apa itu Majas Pleonasme?

    Majas pleonasme memang bertujuan untuk memberikan penegasan terhadap suatu informasi atau ide dalam kondisi tertentu. Namun, beberapa kalimat bisa menjadi tidak efektif karena menggunakan majas ini. Bagaimana apakah Anda suka menggunakan majas satu ini untuk percakapan sehari-hari?

  • Norma: Pengertian, Jenis, Fungsi, beserta Contohnya

    Norma: Pengertian, Jenis, Fungsi, beserta Contohnya

    Norma adalah sesuatu yang melekat dan sering dibicarakan di tengah-tengah masyarakat. Namun tahukah kamu pengertian dari istilah ini? Jika belum, pada artikel ini akan membahas pengertian, jenis, hingga contohnya.

    Pengertian Norma

    Pada dasarnya, norma adalah kata yang berasal dari bahasa Belanda dan bahasa Latin yaitu norm dan mosNorm berarti patokan, pedoman, atau pokok kaidah, sedangkan mos berarti adat istiadat, kebiasaan, atau tata kelakuan. Dari kedua arti tersebut, bisa diketahui bahwa istilah ini berarti pedoman tentang kebiasaan. 

    Selain itu, berdasarkan KBBI, norma memiliki arti aturan atau ketentuan yang bersifat mengikat suatu kelompok di dalam masyarakat. Penerapan aturan ini sebagai panduan, tatanan, dan juga pengendalian tingkah laku yang tepat. 

    Norma Menurut Para Ahli

    Beberapa ahli memberikan pendapatnya sendiri tentang istilah ini, antara lain:

    1. Craig Calhoun

    Menurut Craig Calhoun, seorang sosiologis asal Amerika, norma adalah suatu pedoman atau aturan yang menyatakan bagaimana seorang individu bertindak. Tindakan tersebut berupa tindakan dalam menghadapi suatu situasi di tengah masyarakat. 

    2. E. Utrecht

    E. Utrecht merupakan seorang ilmuwan sekaligus pakar hukum. Menurut E. Utrecht, norma adalah segala himpunan petunjuk hidup yang berfungsi untuk mengatur berbagai tata tertib di dalam masyarakat dan bangsa karena aturan tersebut harus ditaati oleh setiap lapisan masyarakat. 

    Jika ada masyarakat yang melanggar maka akan ada konsekuensinya dari pihak yang berwenang. 

    3. John J. Macionis

    John J. Macionis memberikan pengertiannya sendiri terkait istilah ini. Adapun menurutnya, norma adalah aturan yang bertindak sebagai panduan bagi masyarakat dalam berperilaku.

    4. Richard T. Schaefer dan Robert P. Lamm

    Richard T. Schaefer dan Robert P. Lamm (1998) juga memberikan pandangannya sendiri terkait istilah ini. Adapun menurutnya norma adalah standar perilaku yang mapan yang dipelihara oleh lapisan masyarakat.

    5. Prof Soedikno Mertokusumo

    Berdasarkan Prof Soedikno Mertokusumo, norma adalah sebuah aturan hidup bagi umat manusia terkait hal yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan oleh manusia terhadap manusia yang lainnya. 

    Fungsi Norma

    Untuk lebih jelasnya mengenai istilah ini, sebaiknya kamu ketahui juga apa fungsi dari norma tersebut. Adapun fungsi dari norma adalah sebagai panduan dalam masyarakat agar tidak bertindak di luar batas norma tersebut. Maksud dari batas ini yaitu hak masyarakat lainnya. 

    Tidak hanya itu, aturan ini juga berfungsi untuk membuat sebuah ikatan sosial sesuai dengan keinginan masyarakat. 

    Ciri-Ciri Norma

    Untuk lebih jelasnya mengenai penjelasan norma tersebut, sebaiknya kamu tahu juga ciri-cirinya. Adapun ciri dari norma menurut buku Antropologi dan Sosiologi Pendidikan oleh Edison Simbolon dan teman-temannya adalah:

    1. Secara umum, norma itu bukan suatu aturan tertulis, seperti halnya norma kesusilaan. Meski begitu, ada juga yang sifatnya tertulis, misalnya norma hukum.
    2. Merupakan hasil dari kesepakatan masyarakat.
    3. Setiap norma harus ditaati terutama yang berlaku di masyarakat.
    4. Jika norma dilanggar, maka orang yang melanggar harus mendapatkan sanksi.
    5. Norma bisa saja menyesuaikan perubahan sosial di masyarakat seperti norma sosial sehingga norma ini bisa mengalami perubahan.

    Jenis-Jenis Norma

    Jenis-jenis norma di masyarakat ada 5, yaitu norma agama, kesusilaan, kesopanan, kebiasaan dan hukum. Adapun penjelasan setiap normanya adalahh sebagai berikut:

    1. Norma Agama

    Jenis yang pertama adalah norma agama. Jenis ini merupakan sebuah kaidah atau aturan hidup yang bersumber dari agama, kepercayaan, dan keyakinan terhadap Tuhan. 

    Adapun jenis ini berupa aturan hidup yang harus manusia terima sesuai dengan perintah, larangan, dan ajaran Tuhan. Aturan ini bersifat mutlak dan penganutnya harus benar-benar menaati setiap aturan dalam agama tersebut. 

    Jika tidak ditaati, maka orang tersebut akan kehilangan iman dan keyakinannya terhadap agama tersebut. Tidak hanya itu, ajaran agama ini juga memberikan keselamatan di dunia dan di akhirat. Jika dilanggar, maka akan mendapatkan hukuman di akhirat. 

    Adapun contoh dari aturan agama ini yaitu:

    1. Melakukan kegiatan peribadatan sesuai dengan keyakinan.
    2. Berdoa sesuai dengan ajaran agama masing-masing.
    3. Melakukan hal positif terhadap diri sendiri dan sesama.
    4. Mematuhi orang tua.
    5. Tidak membunuh, berjudi, mencuri, dan menipu.
    6. Tidak memfitnah atau menggunjing orang lain.
    7. Jangan menindas ataupun melakukan tindakan semena-mena ke orang yang lebih lemah.
    8. Tidak memposting sesuatu yang menjelekkan agama lain di berbagai media sosial.
    9. Tidak melakukan perzinahan dalam bentuk apapun di lingkungan masyarakat.
    10. Menjaga kebersihan rumah ibadah masing-masing dan tidak mengotori ataupun merusak rumah ibadah agama lain yang ada di lingkungan masyarakat.

    2. Norma Kesusilaan

    Norma kesusilaan erat kaitannya dengan hati nurani dan akhlak manusia. Ini sifatnya umum yang artinya setiap orang memilikinya, walaupun bentuknya sedikit berbeda.

    Tidak hanya itu, aturan kesusilaan juga erat kaitannya dengan nilai kemanusiaan. Artinya jika kamu melanggar, maka akan terjerat hukum pidana dan sanksi di lingkungan masyarakat. 

    Adapun contoh dari aturan jenis ini yaitu:

    1. Sopan santun dari yang lebih muda terhadap yang lebih tua. Begitu juga sebaliknya, yang lebih tua harus tetap menghargai yang lebih muda.
    2. Tidak boleh mencuri atau mengambil hak milik orang lain.
    3. Ucapkan kata “permisi” atau “salam” jika bertamu ke rumah orang atau meminta izin sebelum memasuki rumah orang lain.
    4. Gunakan pakaian yang sopan dan tidak melanggar norma-norma kesusilaan yang berlaku ketika menghadiri suatu acara atau berkunjung ke tempat orang lain. 
    5. Saat di transportasi umum, dahulukan orang yang lebih tua, wanita yang membawa anak, ibu hamil, dan orang yang berkebutuhan khusus untuk menggunakan tempat duduk saat jumlah tempat duduk terbatas. 
    6. Tidak mencontek saat ulangan, karena jika mencontek akan mendapatkan sanksi yang bukan hanya di sekolah tetapi juga lingkungannya.
    7. Tidak mengganggu kegiatan peribadatan orang lain.
    8. Berbuat baik tanpa melihat kedudukan ataupun keturunan orang tersebut. 
    9. Jujur dalam berkata dan berbuat.
    10. Tidak melakukan perbuatan asusila.

    3. Norma Kesopanan

    Jenis berikutnya adalah norma kesopanan. Adapun jenis ini merupakan aturan yang bersumber dari masyarakat dengan ciri-ciri aturan yang tidak tertulis, tapi disepakati bersama di dalam masyarakat. 

    Tidak hanya itu, aturan kesopanan juga berupa hal-hal yang pantas dan tidak pantas dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat. Menghindari hal yang tidak sopan dalam pergaulan juga termasuk ke dalam jenis ini. 

    Selain itu, norma kesopanan juga erat kaitannya dengan tata kehidupan, budaya, adat istiadat, dan kebiasaan suatu kelompok masyarakat. Ini bersifat lokal atau berlaku pada masyarakat setempat di wilayah tersebut. 

    Atau dengan kata lain, aturan ini tidak berlaku umum di seluruh dunia. Hal ini karena masing-masing tempat atau daerah memiliki standar aturan kesopanannya masing-masing. 

    Adapun isi dari aturan kesopanan meliputi tata cara berpakaian, berperilaku, bertamu, berbicara, menyapa orang lain, table manner, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya, berikut contoh-contoh dari aturan ini yang berlaku di daerah tertentu dan penerapannya bisa berbeda di setiap daerah:

    1. Siswa tidak memakai perhiasan dan riasan wajah yang terlalu mencolok ketika berada di sekolah.
    2. Selalu mengucapkan terima kasih jika mendapatkan bantuan dari orang lain.
    3. Apabila berbuat salah, selalu meminta maaf kepada orang tersebut.
    4. Tidak menggunakan pakaian yang mencolok dan riasan yang berlebihan saat menghadiri pemakaman.
    5. Mengucapkan salam jika bertemu ataupun saat memasuki suatu ruangan yang berisi orang lain.
    6. Mencium tangan orang tua saat berpamitan pergi ke sekolah atau mengaji. 
    7. Berpakaian dan bertutur kata sopan terutama saat menghadapi orang yang lebih tua. 
    8. Menggunakan tangan kanan saat menerima sesuatu dan mengucapkan terima kasih. 
    9. Tidak menyela pembicaraan orang atau meminta izin ketika ingin berbicara. 
    10. Tidak mencoret-coret tembok orang lain dan tidak merusak barang-barang milik orang lain. 

    4. Norma Kebiasaan

    Adapun norma kebiasaan adalah suatu perbuatan yang dilakukan dalam bentuk berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan dan norma di masyarakat. Nah dalam kondisinya di lingkungan tertentu, seseorang bisa dianggap aneh jika tidak melakukan norma kebiasaan.

    Adapun dalam pelaksanaan aturan ini, akan sangat berdampak terhadap kehidupan sehari-hari. Dampak yang diakibatkan pun sangat jelas, apakah itu berdampak baik atau buruk jika menjalankan atau tidak menjalankan aturan tersebut. 

    Sebagai contoh, jika kamu tidak menjalankan norma tersebut sebagaimana seharusnya. Maka akan berdampak buruk terhadap kehidupan, seperti akan mendapatkan perlakuan buruk dari berbagai pihak yang ada di masyarakat ataupun akan mendapatkan sanksi dan hukuman. 

    Berikut ini contoh-contoh jenis norma kebiasaan yang ada di masyarakat:

    1. Melakukan mudik menjelang hari raya Idulfitri dan berkunjung ke kerabat saat hari raya. 
    2. Berkumpul bersama keluarga ketika hari-hari besar seperti hari Natal bagi umat kristiani. 
    3. Mengadakan acara selamatan ataupun doa untuk anak yang baru lahir dan hajatan ketika ada pernikahan. 
    4. Kegiatan mendoakan arwah yang sudah meninggal dunia seperti masyarakat Manggarai, Flores.
    5. Kebiasaan mandi teratur tiap hari dan tidur selama 6 jam sehari.
    6. Menghormati dan menghargai orang lain ketika berbicara ataupun menyampaikan pendapatnya. 
    7. Menyapa orang lain jika bertemu dengan cara tersenyum ataupun berjabat tangan.
    8. Berkata sopan dan santun pada orang lain terutama pada orang yang lebih tua dan yang dituakan.
    9. Menggosok gigi sebelum tidur dan minum air putih saat bangun tidur. 
    10. Mencintai binatang dan menjaga alam sekitar dari kerusakan dengan mengikuti berbagai kegiatan pecinta alam. 

    5. Norma Hukum

    Jenis yang terakhir adalah norma hukum yang proses pembuatannya untuk mengatur tata tertib di suatu negara. Jenis ini berupa aturan yang sudah ditetapkan oleh suatu negara.  

    Adapun bagi masyarakat yang melanggar, akan mendapatkan sanksi sesuai dengan aturan tersebut yang biasanya diberikan oleh lembaga pemerintah resmi. 

    Ciri-ciri dari aturan hukum ini yaitu adanya penegak hukum dan pihak berwenang yang memberikan sanksi. Selain itu, adanya pengakuan dari masyarakat juga merupakan ciri dari aturan ini. 

    Aturan ini juga identik dengan adanya kekuasaan dan larangan dalam melakukan suatu tindakan tertentu. Tujuan dari aturan jenis ini yaitu untuk menciptakan keamanan dan ketertiban dalam lingkungan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 

    Adapun contoh dari aturan hukum dalam kehidupan bermasyarakat yaitu:

    1. Membayar pajak tepat waktu dan taat terhadap lalu lintas ketika berkendara. 
    2. Tidak melakukan kejahatan yang merugikan warga negara lainnya seperti mencuri, korupsi, merampok, dan menipu.
    3. Memberi sanksi di sidang pengadilan bagi yang melakukan kesalahan dan berhak memiliki pengacara saat persidangan. 
    4. Semua orang berhak atas identitas, berhak mencalonkan diri dalam pemilihan, dan memilih.
    5. Tidak melakukan diskriminasi terhadap orang lain dalam bentuk apapun. 
    6. Setiap petugas kepolisian harus mengidentifikasi diri mereka sebelum melakukan intervensi.
    7. Semua orang dari segala lapisan masyarakat harus melayani Tentara Nasional apabila diminta.
    8. Dalam dunia kerja, tidak boleh mempekerjakan seseorang lebih lama dari hari kerja maksimum sesuai ketentuan.
    9. Tidak boleh memberikan kesaksian palsu selama proses peradilan dengan alasan apapun.
    10. Dilarang menculik, menghilangkan nyawa, dan segala jenis pembunuhan lainnya.

    Sudah Tahu Apa itu Norma?

    Norma adalah sesuatu yang sangat penting dan biasanya melekat dalam kehidupan masyarakat. Untuk itulah, setelah mengetahui jenis-jenis dan contohnya, sebaiknya mulai sekarang kamu menerapkan dan menjaga aturan tersebut.

  • Mengenal Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru serta Contohnya

    Mengenal Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru serta Contohnya

    Sebagai salah satu bentuk karya sastra yang sudah sangat lama, puisi mengalami perkembangan yang cukup berarti. Bahkan, saat ini ada istilah puisi lama dan puisi baru berkat perkembangan ini. Lantas, apa saja perbedaan puisi lama dan puisi baru yang terlihat? Simak terus selengkapnya hanya di artikel ini!

    Pengertian Karya Sastra Puisi Lama dan Puisi Baru

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi merupakan ragam sastra dengan bahasa yang terikat oleh irama, matra, rima, maupun penyusunan larik dan bait.

    Lalu, menurut Sumardi, puisi adalah sebuah bentuk karya sastra yang menggunakan bahasa dalam bentuk padat, singkat, serta memiliki irama bunyi. Sehingga memiliki kata-kata bermakna kiasan atau imajinatif

    Dalam perkembangannya, puisi terbagi menjadi dua menjadi puisi lama dan puisi baru. Apa itu pengertian dari masing-masing puisi tersebut?

    Puisi lama bisa Anda artikan sebagai karya sastra di masa lampau dengan karakteristik yang lebih kaku. Biasanya, puisi lama bersifat anonim dan memiliki keistimewaan karena merangkum pola pikir orang pada zaman puisi itu dibuat.

    Sementara itu, puisi baru adalah puisi yang memiliki sifat lebih bebas dan fleksibel. Meski terkesan lebih liberal, namun perbedaan puisi lama dan puisi baru tidak terlihat dari ciri utamanya. Dua puisi tersebut sama-sama tetap memiliki aturan sastra yang terikat. Seperti rima dan majas yang membuat sebuah puisi itu indah.

    4 Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru

    Karena adanya puisi lama dan puisi baru, mungkin Anda masih bingung terkait ciri-ciri utama maupun hal-hal yang membedakan dua jenis puisi ini. Berikut adalah beberapa perbedaannya yang dapat Anda ketahui:

    1. Nama Pengarang

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, puisi lama biasanya merupakan puisi yang anonim, alias tidak menyertakan nama pengarang. Hal tersebut terjadi karena penyebaran puisi lama biasanya secara lisan alias dari mulut ke mulut. Karena itu, tidak heran jika banyak puisi lama tidak terdokumentasi dengan baik.

    Di sisi lain, puisi baru memiliki penyertaan nama pengarang yang jelas. Tidak hanya itu, puisi baru juga memiliki judul yang menggambarkan keseluruhan puisi dengan baik. Sebagai contoh, puisi “Perjalanan Usia” yang merupakan karangan Candra Malik atau puisi Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Pada Suatu Hari Nanti.”.

    2. Jumlah Baris

    Sebuah puisi biasanya terdiri dari beberapa oleh bait. Namun, perbedaan puisi lama dan puisi baru justru terdapat pada jumlah baris yang ada di bait tersebut.

    Puisi lama biasanya lebih kaku dalam menentukan jumlah baris pada satu bait. Sebagai contoh, pantun harus memiliki empat baris, karmina memiliki dua baris, dan talibun memiliki 6 hingga 20 baris. Adapun persamaan dari semua jenis puisi lama adalah jumlah barisnya harus memiliki angka genap.

    Sebagai contoh, berikut ini adalah pantun yang merupakan jenis puisi lama:

    Nona cantik bernama Dini,

    Ingin bertemunya kapan-kapan.

    Belajar tekun di hari ini,

    Akan bahagia di masa depan.

    Sementara itu, puisi baru memiliki jumlah baris yang lebih tidak terikat. Baik itu ganjil maupun genap. Namun, ada beberapa jenis puisi baru yang lebih memiliki aturan terikat soal jumlah baris, yakni quatrain yang wajib memiliki empat baris di tiap barisnya. 

    Berikut ini adalah contoh puisi baru yang tidak terikat pada jumlah baris.

    Sia-sia

    Karya: Chairil Anwar

    Penghabisan kali itu kau datang

    Membawaku kembang berkarang

    Mawar merah dan melati putih

    Darah dan Suci

    Kau tebarkan depanku

    Serta pandang yang memastikan: untukmu.

    Lalu kita sama termangu

    Saling bertanya: apakah ini?

    Cinta? Kita berdua tak mengerti

    Sehari kita bersama. Tak hampir-menghampiri

    Ah! Hatiku yang tak mau memberi

    Mampus kau dikoyak-koyak sepi.

    3. Irama dan Rima

    Sebagai puisi yang memiliki banyak aturan dan keterikatan, tidak heran jika puisi lama memiliki sajak atau rima yang harus diikuti. Tidak hanya itu, puisi lama juga memiliki batasan kata dan suku kata agar pelafalannya selalu seragam.

    Hal inilah yang membedakan puisi baru dengan lama. Dari segi rima dan jumlah kata, puisi baru benar-benar tidak terbatas. Jadi, penyair bisa menulis sesuai keinginan mereka. Sebagai contoh, karmina yang merupakan puisi lama memiliki sajak berima a-a dan biasanya mempunyai 8-12 suku kata, seperti berikut:

    Ikan kakap makan kepompong

    Banyak cakap suka bohong

    Di sisi lain, kutipan puisi baru dari W.S. Rendra yang berjudul “Romansa” ini tidak memiliki aturan yang menentu:

    Bintang,

    jagalah dirinya dari gelap malam

    Saat kau kelipkan cahayamu

    Berikanlah dia selalu mimpi indah tentang kita berdua

    4. Isi dan Makna

    Karena dibuat pada zaman yang berbeda, maka tidak heran jika perbedaan puisi lama dan puisi baru juga terlihat dari isi dari materi yang dibawakan masing-masing penyair. Puisi lama biasanya berisi nasehat, ajakan, atau himbauan agar manusia mengikuti hal yang sesuai norma maupun moral yang ada pada saat itu. 

    Berikut adalah contohnya:

    Siapa yang enggan sesat dunia akhirat

    Maka cepat-cepatlah bertaubat sebelum terlambat

    Gurindam tersebut terlihat dan terdapat nasihat agar pembaca dapat selalu berpegang teguh pada agama. Serta mengingatkan akan ajal yang bisa saja datang menjemput setiap saat.

    Sementara itu, puisi baru biasanya memiliki tema yang lebih personal. Karena biasanya tertulis di masa-masa penindasan. Tidak jarang, puisi baru memuat hal-hal yang bersifat perjuangan dan pemberontakan. Salah satu contohnya adalah “Puisi untuk Adik” karya Wiji Thukul yang ditulis pada zaman Orde Baru berikut:

    apakah nasib kita akan terus seperti

    sepeda rongsokan karatan itu?

    o… tidak, dik!

    kita akan terus melawan

    waktu yang bijak bestari

    kan sudah mengajari kita

    bagaimana menghadapi derita

    kitalah yang akan memberi senyum

    kepada masa depan

    jangan menyerahkan diri kepada ketakutan

    kita akan terus bergulat

    apakah nasib kita akan terus seperti

    sepeda rongsokan karatan itu?

    o… tidak, dik!

    kita harus membaca lagi

    agar bisa menuliskan isi kepala

    dan memahami dunia

    Meski begitu, perbedaan dua jenis puisi ini tidak selamanya tetap. Puisi lama bisa saja mengungkapkan isi hati penyair. Sebaliknya, puisi baru juga dapat berisi nasihat mengenai nilai luhur masyarakat.

    Sudah Paham Apa Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru?

    Berikut tadi adalah empat perbedaan utama antara puisi lama dan puisi baru yang wajib untuk Anda ketahui. Semoga dengan artikel ini, Anda lebih mudah dalam menentukan mana yang merupakan puisi lama dan puisi baru.

  • 30 Contoh Kalimat Langsung yang Baik dan Benar

    30 Contoh Kalimat Langsung yang Baik dan Benar

    Saat belajar pelajaran bahasa Indonesia, kamu pasti sudah tidak asing dengan materi kalimat langsung. Materi pelajaran Bahasa Indonesia ini menjadi materi penting karena akan berguna untuk kamu yang berencana menjadi penulis di masa depan.

    Tidak hanya itu, namun memahami kalimat langsung adalah hal yang penting karena itu sering digunakan dalam percakapan sehari-hari baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. 

    Pertanyaannya, apa sih kalimat langsung itu? Lalu, bagaimana ciri-ciri dari kalimat ini? Kemudian, contoh kalimat langsung yang baik dan benar itu seperti apa? Nah, untuk membantumu agar lebih paham tentang kalimat langsung, simak terus artikel ini sampai akhir!

    Definisi Kalimat Langsung

    Pertama-tama, mari kita mulai artikel ini dengan mengetahui definisi dari kalimat langsung. Menurut Wikibooks, kalimat langsung adalah jenis kalimat yang menirukan ucapan maupun ujaran seseorang.

    Umumnya, kalimat langsung memiliki hasil kutipan yang sama persis dengan apa yang diucapkan oleh seseorang tersebut. Tidak hanya itu, namun contoh kalimat langsung biasanya berupa kalimat perintah, kalimat tanya, dan kalimat berita.

    Selain itu, kalimat langsung juga merupakan sebuah jenis kalimat yang memiliki ciri tanda petik (“…”) di setiap kutipannya.

    Ciri-ciri Kalimat Langsung

    Pada dasarnya, kalimat langsung itu memiliki beberapa ciri yang membedakannya dengan jenis kalimat lainnya. Jika kamu ingin lebih tahu dengan tentang jenis kalimat ini, kamu bisa mempelajari contoh kalimat langsung dengan melihat ciri-cirinya sebagai berikut.

    • Memiliki tanda kutip dalam bahasa tertulis.
    • Bagian kutipan memiliki intonasi yang lebih tinggi daripada bagian lainnya.
    • Memiliki ciri-ciri dengan susunan kalimat, seperti
      • Pengiring kemudian kutipan
      • Kutipan kemudian pengiring
      • Kutipan kemudian pengiring lalu kutipan lagi
    • Huruf dalam kalimat pertama pada isi kutipan harus menggunakan huruf kapital.
    • Isi kutipan umumnya berupa kalimat perintah, kalimat tanya, dan kalimat berita.
    • Bagian pengiring dan bagian kutipan dari kalimat langsung harus dipisah dengan tanda baca koma (,).
    • Jika dalam petikan terdapat kata sapaan, maka sebelum kata sapaan harus diberi tanda baca koma (,) dan huruf pertama dari petikan tersebut harus huruf kapital.
    • Contoh kalimat langsung yang memiliki dialog berurutan harus diberi tanda baca titik dua (:) di awal kalimat langsung.

    Struktur Kalimat Langsung

    Dalam etika penulisannya, kalimat langsung memiliki struktur penulisannya sendiri yang membedakannya dengan jenis kalimat lain. Pada dasarnya, kalimat langsung memiliki dua struktur penulisan, yaitu:

    • “[Pernyataan yang disampaikan oleh seseorang,]” [kata kerja dengan huruf kecil] [subjek]

    Contoh: “Aku pergi dulu!” teriak Abdul.

    • [Subjek] [kata kerja], “[Pertanyaan yang disampaikan oleh seseorang.] 

    Contoh: Ali berkata, “Aku akan pergi makan siang.”

    30 Contoh Kalimat Langsung

    Sama seperti apa yang sudah dijelaskan sebelumnya. Di dalam isi kutipan sebuah kalimat langsung, umumnya itu berupa kalimat perintah, kalimat tanya, dan kalimat berita. Untuk memberikan anda pemahaman yang lebih baik, silahkan simak 30 contoh kalimat langsung di bawah.

    1. “Han, ambilkan gelas yang ada diatas meja dong!” suruh Budi pada Rehan.
    2. Dani berkata, “Shelly tidak masuk sekolah karena ia harus menemani ibunya yang masuk rumah sakit.”
    3. “Guys, jangan lupa untuk mengumpulkan PR Bahasa Inggris besok pagi jam 7 pagi ya!” pinta Anton kepada teman-temannya.
    4. “Bukankah kamu harus belajar karena besok ada ujian?” tanya Ayah kepada Roni yang masih sibuk dengan HP-nya.
    5. “Kamu sepertinya harus mulai berhenti bermain media sosial agar bisa mengurangi rasa insecure yang kamu alami,” ucap psikiater itu kepada Kina.
    6. Dalam kesendiriannya, Ucup berkata pada dirinya sendiri, “Aku harus mulai melupakannya untuk memulai kehidupanku yang baru.”
    7. Tina berkata kepada Tono, “Kak, ayo kita berangkat ke sekolah sekarang!”
    8. “Terduga kasus pembunuhan seorang bapak di Jawa Tengah ini adalah anak kecil yang masih dibawah umur.” ucap reporter dari stasiun berita A itu.
    9. “Untuk seseorang yang dididik dengan kekerasan, aku belum siap menerima semua kebahagiaan-kebahagiaan ini.” ucap Fifi sambil menangis.
    10. “Yanti, bangun, sudah jam 6!” teriak Ibu kepada Yanti yang masih pulas memeluk guling kesayangannya.
    11. Iwan bertanya kepada Idris, “Dris, apakah kamu sudah membeli takjil untuk berbuka puasa nanti?”
    12. “Apa yang kamu biasanya lakukan saat liburan lebaran nanti?” tanya Yono kepada Bakrie.
    13. “Aku sangat bersyukur,” katanya, “karena kamu mau datang kesini hanya untuk menjengukku yang bukan siapa-siapamu lagi.” lanjut pria yang kakinya patah itu.
    14. “Anak-anak, kita kedatangan murid baru, pindahan dari sekolah Malang.” ucap Ibu Guru di depan muridnya.
    15. Bersama ayahnya, Agnes bertanya, “Ayah, kapan aku bisa mulai belajar fisika di London? Aku ingin segera menjadi doktor”
    16. “May, kapan kamu mau mengunjungi kosku?” tanya Putri, “ayo kita mulai mencoba resep baru untuk masakanku!” lanjutnya.
    17. “Bukankah dunia selalu tidak adil kepada seseorang yang selalu melakukan kebaikan?” gumam Dimas setiap malamnya.
    18. “Hei, jangan buang sampah sembarangan di selokan ini!” teriak satpam itu kepada bapak pengendara motor.
    19. “Tunggu,” teriak Siti, “bukankah kamu berjanji akan bertanggung jawab atas semua hal yang telah kamu perbuat ini?” tanyanya sambil terisak memegang perutnya.
    20. Ayah Edo menasehatinya dengan berkata, “Perlakukanlah semua perempuan seperti bagaimana kamu menghormati ibumu.”
    21. “Semua orang punya hak mereka untuk menyukai hal-hal yang mereka gemari, jadi biarkanlah wibu itu berangkat.” ujar Dewa kepada Devan.
    22. Pak kepala sekolah berujar, “Semua orang bisa menjadi guru yang baik, tapi tidak semua orang bisa menjadi pendidik yang baik.”
    23. “Penyakit lambung kamu sudah parah, kamu harus mulai mengurangi makan makanan pedas.” ucap dokter kepada Acha.
    24. “Ayo kita pergi makan All You Can Eat setelah pekerjaan besar kantor ini selesai.” ajak Debby kepada anggotanya.
    25. Ali bergumam setelah patah hatinya, “Kita adalah ketidakmungkinan yang selalu coba aku wujudkan.”
    26. “Anak-anak, jangan lupa mengisi formulir pendaftaran TOEFL sebelum mengikuti ujiannya, ya.” ujar pengajar itu.
    27. “Jangan merokok di taman!” tegur Joni kepada Jono, “Ada anak-anak dan ibu hamil yang sedang duduk.” lanjut Joni.
    28. Bos itu berteriak, “Mari kita selesaikan projek ini sampai sukses!”
    29. “Jangan menyerah! Manusia hanya akan mati saat namanya sudah dilupakan oleh orang-orang terdekatnya.” teriakku kepada laki-laki yang berencana mengubur mimpinya itu.
    30. “Aku adalah Monkey D Luffy, laki-laki yang akan menjadi seorang raja bajak laut.” teriak Luffy di depan Kaido dan Big Mom.

    Sudah Paham tentang Kalimat Langsung Beserta Contohnya?

    Kalimat langsung menjadi salah satu jenis kalimat yang sering digunakan dalam penulisan cerita pendek maupun novel. Tidak hanya itu, jenis kalimat ini juga sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Untuk itu, memahami apa itu kalimat langsung beserta contoh kalimat langsung menjadi hal yang penting.

    Akhir kata, kami harap pembahasan mengenai definisi dari jenis kalimat ini beserta contohnya dapat membantumu. Kamu bisa mulai mencoba membuat kalimat langsung sendiri. Perbanyak berhasil, dan semoga berhasil!

  • Majas Paradoks: Pengertian, Ciri, Penjelasan, dan Contohnya

    Majas Paradoks: Pengertian, Ciri, Penjelasan, dan Contohnya

    Bahasa permajasan sering kali terlihat dalam karya sastra berupa cerpen, novel, dan bahkan puisi. Salah satunya yang kerap digunakan adalah majas paradoks. Jenis ini termasuk ke dalam bagian majas pertentangan, yang maksud aslinya tidak sesuai dengan apa yang disampaikan. 

    Nah, seperti apa penjelasannya serta bagaimana ciri-ciri dan contohnya? Simak ulasan selengkapnya!

    Pengertian

    Kata paradoks sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu “paradox”, artinya suatu pendapat yang bertentangan. 

    Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), paradoks adalah pernyataan yang seolah-olah berlawanan dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran.

    Dengan kata lain, majas paradoks adalah gaya bahasa yang mengungkapkan maksud dan tujuannya dengan melakukan perbandingan terhadap dua hal yang bertentangan. Namun, kedua hal tersebut merupakan pernyataan yang benar adanya.

    Beberapa ahli beranggapan bahwa majas jenis ini bisa dibilang merupakan suatu kalimat oposisi yang mengandung kalimat salah, tetapi bisa juga benar sehingga kerap memiliki makna yang mengherankan bagi lawan bicaranya.

    Selain itu, tujuan dari majas ini untuk menyampaikan opini terhadap sesuatu yang tidak kamu suka, tetapi cara mengungkapkannya tidak dianggap lancang. Ditambah lagi, majas paradoks juga memberikan kesan dramatis bagi pembacanya.

    Ciri-Ciri

    Jika kamu perhatikan dengan seksama, majas paradoks memiliki ciri khas yang membedakan dengan majas pertentangan lainnya, yakni:

    1. Bertentangan dalam Satu Kalimat 

    Majas ini biasanya terdiri dari dua komponen yang saling bertentangan dalam satu kalimat, namun keduanya justru  menyatakan suatu kebenaran. Misal:

    Meski cuaca panas, pikiran harus tetap dingin.

    Kata “cuaca panas” merujuk pada suhu yang begitu terik, membuat gerah, dan tidak bisa konsentrasi sehingga dalam situasi nyata, orang tersebut seharusnya tidak bisa berpikir dingin.

    2. Bertentangan tetapi Mengarah pada Satu Kebenaran

    Kombinasi antar kata yang membentuk kalimat paradoks dapat mengarah pada satu makna kebenaran. Misal:

    Tutur katanya halus, tapi menyayat hati.

    Kata “halus” dan “menyayat hati” merupakan dua hal yang bertentangan, namun memiliki satu makna kebenaran yaitu “meski cara bicaranya tidak kasar, tetap saja membuat orang tersinggung”.

    Contoh Majas Paradoks

    Seperti yang telah kamu ketahui bahwa majas ini menjelaskan dua hal yang saling bertolak belakang. Berikut adalah 70 contoh kalimat majas paradoks yang bisa kamu jadikan referensi. 

    1. Hatinya sepi tinggal di Kota Jakarta yang ramai.

    2. Dia tertawa meskipun hatinya menangis teriris.

    3. Dalam kemarahannya, tersimpan sejuta kasih sayang untuk anaknya.

    4. Joni bersikap seolah-olah dia bodoh, padahal saat menjawab soal dia anak yang pintar.

    5. Kakek Imran sudah sangat tua, tetapi semangatnya melebih anak muda.

    6. Kenaikan Rupiah berdampak pada penurunan kesejahteraan rakyat.

    7. Meski tubuhnya sehat, tetapi pikirannya sedang sakit.

    8. Pembantu itu mati kelaparan, ditengah kekayaan majikan yang berlimpah ruah.

    9. Wajahnya begitu garang, tetapi hatinya selembut sutra.

    10. Bimo mempunyai badan yang besar namun nyalinya kecil. 

    11. Kecantikan Dona menutupi keburukan hatinya.

    12. Dodi menepati janjinya pada ayahnya, tetapi dia ingkar pada kewajibannya.

    13. Tidak bermaksud mencaci maki, namun tekadmu memang layak untuk dipuji.

    14. Usia pak Hendra memang sudah kepala lima, tetapi semangatnya tak kalah dengan anak muda.

    15. Motor itu terlihat sangat bersih, tetapi pemiliknya sangat jorok.

    16. Meski cuaca mendung, hatiku tetap cerah saat bersamamu.

    17. Di balik kesetiaan Roni, tersimpan niat buruk yang telah dia siapkan.

    18. Walaupun Geri punya rekor lari tercepat, hal itu tetap membuatnya telat masuk sekolah. 

    19. Kejujuran anak itu selalu membuatnya dibohongi kawannya.

    20. Adit sungguh percaya diri bicara di depan umum, tetapi dia pemalu manakala dihadapkan dengan wanita. 

    21. Bagaimana bisa kawasan kumuh itu ternyata berada di belakang perumahan elit.

    22. Kereta itu mengalami kecelakaan parah, tetapi semua penumpangnya selamat.

    23. Walaupun Dian rajin menabung, tetapi uang simpanannya selalu habis.

    24. Meski terkenal galak, Gunawan adalah sosok yang penuh pengertian. 

    25. Coki memang orang kaya, tetapi dia miskin empati.

    26. Kemajuan teknologi justru membuat kemunduran moral remaja masa kini.

    27. Anggota DPR sibuk memperbesar kekayaan tatkala rakyat bersama-sama menuju kesengsaraan.

    28. Ridwan terlihat begitu tangguh meski jiwanya sedang rapuh. 

    29. Komentar dia begitu panjang, tetapi tidak berisi.

    30. Pemuda itu sungguh malas tetapi dia rajin beribadah ke masjid.

    31. Meski Indonesia kalah dalam turnamen sepak bola, tetapi mereka telah memenangi hati penonton. 

    32. Di balik penampilannya yang sederhana, Bojes ternyata seorang pria kaya raya.

    33. Kehidupan Raffi yang begitu glamor, tidak membuat hidupnya bahagia.

    34. Setiap kebaikan yang Sarah berikan kepada suaminya, selalu berakhir dengan keburukan. 

    35. Parasnya yang manis menutupi perasaannya yang galau.

    36. Pembawaan Jaka di dunia maya berbanding terbalik ketika bertemu secara langsung.

    37. Defrina begitu setia kepada pacarnya, meski dia kerap dikhianati.

    38. Meski usianya masih belia, tetapi pola pikir Lia begitu dewasa.

    39. Telinga kepala daerah itu sudah tuli dari aspirasi suara rakyat.

    40. Meski jarak memisahkan kita, tetapi hatiku selalu dekat hanya untukmu.

    41. Badannya memang kecil, tetapi Sobirin memiliki tenaga yang besar.

    42. Rumahnya di Semarang memang terletak di pinggir sawah, namun sangat megah.

    43. Meski Anita lahir dan besar di Belanda, dia fasih berbahasa Sunda.

    44. Mobil listrik itu sangat canggih, tetapi harganya sangat murah.

    45. Semua kawan Deni tidak menyangka bahwa ayahnya merupakan direktur bank di Qatar.

    46. Makalah Adrian memang lebih tipis ketimbang teman-temannya, namun isinya sangat berkualitas.

    47. Luas negara Brunei Darussalam jauh lebih kecil dari Provinsi DKI Jakarta, tetapi pendapatan mereka jauh lebih besar.

    48. Tina merupakan gadis yang sangat cantik, tetapi dia sering menyakiti perasaan orang lain.

    49. Gaji Pak Sugeng sebagai sopir memang terbilang kecil, namun asetnya begitu besar.

    50. Ganang bekerja sebagai buruh pabrik, tetapi dia mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga Sarjana.

    51. Meski tidak kaya, namun pak Syamsir dikenal sebagai sosok yang dermawan.

    52. Irsyad anak yang dulu pemalu saat SMA bertolak belakang dengan jabatannya sekarang sebagai Kasat Lantas Kepolisian.

    53. Rina merupakan murid berprestasi di sekolah, meski ayahnya hanya seorang petani.

    54. Idrus sering sekali membantu adik-adiknya, padahal status dia hanya saudara angkat.

    55. Meskipun badannya besar, Fico tetap menangis saat kehilangan kedua orang tuanya.

    56. Wakil rakyat itu tugasnya membantu rakyat, bukannya memanfaatkan rakyat.

    57. Postur tubuhnya memang kecil, tetapi nyali bertarungnya sangat besar.

    58. Kepala daerah itu memang terlihat santun, namun esoknya dia tertangkap KPK terkait kasus gratifikasi.

    59. Tanah di rumah Bu Septo bergelimang air, meski kekeringan tengah melanda wilayah tersebut.

    60. Gus Dur memang buta, tetapi dia bisa melihat kesengsaraan rakyat.

    61. Lidah memang tidak bertulang, tetapi ketika terucap kata-kata buruk bisa menyakiti perasaan orang.

    62. Setelah sekian lama menduda tak membuat pria itu menjadi kesepian.

    63. Setiap hari warung Bu Heni ramai dikunjungi pelanggan, namun tidak sebanding dengan keuntungan yang dia peroleh.

    64. Di saat Furqon baru lulus wisuda, teman-teman seangkatannya sudah menjadi manager di tempat kerja.

    65. Slamet memiliki fisik yang kuat seperti baja, tetapi hatinya lembut bagai boneka.

    66. Walaupun Deni dan Nani hidup satu atap, tetapi hubungan mereka terasa sangat berjauhan.

    67. Ketakutan Larry justru membuat dia jauh lebih berani.

    68. Mieske terlihat menganggur dalam kesehariannya, namun sebenarnya dia bekerja dari rumah.

    69. Meski di depan umum hubungan Toni dan mertuanya tampak akrab, namun sejatinya dia masih canggung.

    70. Teman sebangku saya cukup malas ketika pelajaran matematika, tetapi dia begitu lihai pada pelajaran olahraga.

    Sudah Paham tentang Majas Paradoks?

    Secara sederhana, majas paradoks bisa dikatakan sebuah opini yang bertentangan dengan pendapat yang diyakini oleh banyak orang dan terlihat dari kalimatnya yang diluar dugaan. Nah, itulah penjelasan yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat!

  • 5 Bentuk Latihan untuk Meningkatkan Kelincahan, Anda Harus Tahu!

    5 Bentuk Latihan untuk Meningkatkan Kelincahan, Anda Harus Tahu!

    Pada dasarnya, kelincahan merupakan kemampuan seseorang bergerak dengan cepat dan efektif. Kemampuan ini sangat penting dalam olahraga seperti sepak bola, bola basket, tenis, dan banyak lagi. Oleh karena itu, setidaknya melatih salah satu bentuk latihan untuk meningkatkan kelincahan adalah hal yang sangat penting!

    5 Bentuk Latihan untuk Meningkatkan Kelincahan

    Agar dapat meningkatkan kelincahan, Anda perlu melakukan latihan-latihan khusus yang melibatkan gerakan simpel, cepat, dan mudah. Supaya hasilnya maksimal, Anda juga harus melatihnya secara rutin. Salah satu bentuk latihan untuk meningkatkan kelincahan adalah beberapa gerakan di bawah ini:

    1. Latihan Lompatan

    Gerakan pertama yang bisa melatih kelincahan adalah latihan lompatan. Latihan ini tak hanya melatih kelincahan, namun juga kekuatan kaki dan berbagai otot dalam tubuh. Latihan lompatan sendiri memiliki banyak jenis, seperti lompatan samping, lompatan ke depan, dan lompatan ke belakang. 

    Anda juga bisa melakukan variasi seperti melompati rintangan atau menggunakan skipping rope. Gerakan melompat juga dapat membantu meningkatkan keseimbangan dan koordinasi. Karena Anda harus mengatur keseimbangan tubuh ketika melakukan gerakan melompat.

    Sebagai permulaan, Anda bisa memulai dengan melakukan 3-4 set lompatan dengan 10-15 repetisi setiap harinya. Setelah beberapa waktu, Anda bisa meningkatkan kuantitas dan beberapa variasi pada setiap sesi latihan. Pastikan melakukannya dengan rutin dan konsisten.

    2. Latihan Keseimbangan

    Berikutnya ada latihan keseimbangan yang merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kelincahan. Umumnya latihan ini melibatkan gerakan yang menguji kemampuan Anda untuk menjaga keseimbangan tubuh. 

    Salah satu bentuk latihan untuk meningkatkan kelincahan adalah dengan menggunakan bola Swiss, papan jongkok, atau berdiri dengan tumpuan satu kaki. Latihan keseimbangan akan membantu meningkatkan koordinasi dan kelincahan, serta mengembangkan kemampuan untuk bergerak dengan cepat dan efektif.

    Hal tersebut dapat terjadi karena gerakan latihan keseimbangan biasanya  membutuhkan reaksi cepat dari tubuh untuk menstabilkan posisi. Sebagai permulaan, Anda bisa melakukan 2-3 set gerakan,dengan durasi 30-60 detik pada setiap sesinya. Berusahalan untuk menjaga posisi tubuh tetap stabil selama sesi latihan.

    3. Latihan Agility Ladder

    Pada dasarnya, agility ladder adalah alat yang berguna untuk meningkatkan kelincahan dan kecepatan gerakan. Beberapa latihan yang bisa Anda coba adalah melewati rintangan-rintangan yang tersedia. Latihan ini dapat Anda lakukan dengan berbagai variasi, seperti sprint, lateral shuffle, dan hopscotch.

    Walaupun latihan ini sangat membantu meningkatkan koordinasi dan kelincahan, sayangnya banyak yang tidak melakukannya. Karena kebanyakan menganggapnya untuk keperluan atlet saja. Padahal, latihan ini juga dapat membantu mengembangkan kemampuan untuk bergerak dengan cepat dan efisien.

    Selain itu, gerakan pada latihan ini dapat merangsang kemampuan reaksi cepat tubuh untuk melewati rintangan. Latihan agility ladder dapat Anda lakukan di area tertentu selama 5-10 menit dengan intensitas tinggi untuk memaksimalkan manfaat dari latihan tersebut.

    4. Latihan Plyometric

    Mungkin masih banyak yang belum tahu, salah satu bentuk latihan untuk meningkatkan kelincahan adalah plyometric. Pada dasarnya, gerakan pada latihan ini melibatkan gerakan melompat dan menendang dengan cepat serta kuat. 

    Banyak gerakan yang hampir mirip dengan metode latihan pada parkour, beladiri, dan silat. Namun sebenarnya, latihan ini sangat efektif untuk meningkatkan kekuatan dan kelincahan tubuh dengan menggunakan box atau bangku sebagai rintangan untuk melompat.

    Anda juga bisa memanfaatkan sandbag atau guling yang Anda gantung, bahkan gedebog pisang pun bisa menjadi media tendangan. Mulailah dengan melakukan 3-4 set latihan plyometric dengan 10-15 repetisi pada setiap latihan. Pastikan untuk memilih tinggi rintangan yang sesuai dengan kemampuan untuk menghindari cedera.

    5. Latihan Sprint Interval

    Melakukan sprint interval adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kecepatan dan kelincahan tubuh. Karena latihan ini melibatkan gerakan lari cepat dengan waktu istirahat yang singkat antar sesinya. Anda dapat melakukan sprint interval dengan berlari mengitari lapangan atau menggunakan treadmill.

    Latihan sprint interval sangat membantu meningkatkan kecepatan dan kelincahan, merangsang reaksi cepat, dan mengkoordinasi tubuh untuk bergerak dengan efisien. Latihan secara rutin juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Anda bisa melakukan 5-10 repetisi sprint dengan waktu istirahat 30-60 detik.

    Mana Latihan Kelincahan yang Sudah Anda Jalankan?

    Menerapkan setidak salah satu bentuk latihan untuk meningkatkan kelincahan adalah hal yang positif. Dari kelima latihan di atas, Anda bisa melakukan satu atau semuanya secara bergilir. Ingat! Hal yang paling penting adalah konsistensi dan repetisi. Semoga bermanfaat!

  • Cara Menghitung Volume Bola: Rumus dan Contoh Soal Lengkap!

    Cara Menghitung Volume Bola: Rumus dan Contoh Soal Lengkap!

    Tahukah kamu bahwa volume bola dapat dihitung dengan mudah menggunakan rumus yang sederhana? Oleh karena itu, dalam artikel ini, kita akan membahas cara menghitung volume bola, rumusnya, dan beberapa contoh soal untuk membantu kamu memahami konsepnya dengan lebih baik.

    Apa itu Bangun Ruang Bola?

    Bangun ruang bola adalah salah satu bentuk geometri yang memiliki permukaan yang bulat sempurna dan seragam di semua arah. 

    Bola seringkali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti bola sepak, bola basket, dan bola tenis. Dalam matematika, bola sering digunakan sebagai representasi dari benda tiga dimensi yang memiliki bentuk bulat, bahkan untuk  buah-buahan seperti jeruk dan apel.

    Bola terdiri dari sebuah pusat, yang biasanya dinyatakan dengan titik O, dan titik-titik pada permukaan bola yang berjarak sama jaraknya dari pusat O. Jarak ini disebut jari-jari, yang biasanya dilambangkan dengan huruf r. 

    Sedangkan, jika kita tarik garis dari suatu titik di permukaan bola melewati pusat O tersebut ke titik lain, maka kita akan mendapatkan diameter bola. Lambangnya adalah d. Panjang diameter bola sama seperti panjang diameter lingkaran, yaitu dua kali jari-jari.

    Dalam kehidupan sehari-hari, pengetahuan tentang bangun ruang bola dapat diterapkan dalam berbagai bidang, seperti fisika, astronomi, dan olahraga. 

    Rumus Menghitung Volume Bola

    Ada dua rumus yang digunakan dalam menghitung volume bola, menggunakan jari-jari dan diameter. Berikut penjelasannya. 

    1. Rumus Volume Menggunakan Jari-jari

    Rumus dasar perhitungan volume bola yaitu:

    V = (4/3) x π x r³

    Dalam rumus ini, V adalah volume bola dan r adalah jari-jari bola. Simbol π atau konstanta pi adalah konstanta matematika yang bernilai 3,14 atau 22/7. Dengan menggunakan rumus ini, kamu dapat menghitung volume bola dalam satuan kubik.

    2. Rumus Volume Menggunakan Diameter

    Jika yang diketahui adalah diameter bola, maka kita dapat menggunakan rumus yang lain untuk menghitung volume bola menggunakan diameter, bukan jari-jari. Untuk itu, kamu perlu memahami rumus dasar di atas terlebih dahulu.

    Untuk menghitung volume bola jika yang diketahui adalah diameter bola, kita bisa menggunakan rumus berikut:

    V = (4/3) x π x (d/2)³

    Keterangan:

    • V yaitu volume bola
    • π adalah konstanta pi, nilainya adalah 22/7 atau sekitar 3,14 
    • d yaitu diameter bola

    Dalam rumus tersebut, d/2 pada dasarnya adalah untuk mendapat nilai jari-jari bola. Sehingga, rumus ini akan sama persis dengan rumus dasar sebelumnya.

    Cara Menghitung Volume Bola

    Berikut ini adalah langkah-langkah menghitung volume bola:

    1. Ketahui Jari-jari Bola

    Jari-jari bola adalah jarak dari pusat bola ke permukaannya. Kamu dapat mengukur jari-jari bola dengan menggunakan penggaris atau alat ukur lainnya.

    2. Gunakan Rumus

    Setelah mengetahui jari-jari bola, gunakan rumus di atas untuk menghitung volume bola dengan rumus V = (4/3) x π x r³. Caranya adalah dengan mengganti simbol r dengan bilangan dari jari-jari bola.

    3. Hitung dan Sederhanakan

    Setelah mengganti simbol r dengan bilangan dari jari-jari bola, hitung hasilnya dan sederhanakan jika perlu. Jangan lupa untuk menambahkan satuan kubik pada akhir hasil perhitungan.

    Contoh Soal Menghitung Volume Bola dengan Jari-jari

    Untuk lebih memahami materi cara menghitung volume bola, kamu bisa praktik terlebih dahulu. Di bawah ini adalah beberapa contoh soal mengenai volume bola jika yang yang diketahui adalah jari-jarinya:

    1. Sebuah bola memiliki jari-jari 7 cm. Berapakah volume bola tersebut?

    Jawaban:

    V = (4/3) x π x r³

       = (4/3) x 3,14 x 7³

    V = 1436,76 cm³

    Jadi, volume bola tersebut adalah 1436,76 cm³.

    2. Sebuah bola memiliki volume 500 cm³. Berapakah jari-jari bola tersebut??

    Jawaban:

    V = (4/3) x π x r³

    500 = (4/3) x 3,14 x r³

    r³ = (500 / ((4/3) x 3,14))

    r = 4,19 cm

    Jadi, jari-jari bola tersebut yaitu 4,19 cm.

    Contoh Soal Menghitung Volume Bola dengan Diameter

    Kamu juga bisa mengerjakan soal berikut untuk lebih memahami materi cara menghitung volume bola dengan diameter:

    1. Sebuah bola memiliki diameter 6 cm. Berapakah volume bola tersebut?

    Penyelesaian:

    Dalam menghitung volume bola dengan diameter, kita perlu menghitung terlebih dahulu jari-jari bola. Jadi, jari-jari bola tersebut adalah 6/2 = 3 cm.

    Selanjutnya, kita dapat menggunakan rumus untuk menghitung volume bola dengan jari-jari:

    V = (4/3) x π x r³

       = (4/3) x 3,14 x 3³

    V = 113,04 cm³

    Atau jika kita langsung menggunakan rumus V = (4/3) x π x (d/2)³, maka:

    V = (4/3) x π x (d/2)³

       = (4/3) x 3,14 x (6/2)³

       = (4/3) x 3,14 x 3³

    V = 113,04 cm³

    Jadi, volume bola tersebut adalah sebesar 113,04 cm³.

    2. Sebuah bola memiliki diameter 12 cm. Jika bola tersebut dipotong menjadi 8 bagian yang sama besar, berapakah volume setiap bagian bola tersebut?

    Penyelesaian:

    Dalam menghitung volume bola dengan diameter, kita perlu menghitung terlebih dahulu jari-jari bola. Jadi, jari-jari bola tersebut adalah 12/2 = 6 cm.

    Kita dapat menggunakan rumus untuk menghitung volume bola dengan jari-jari untuk mencari volume bola asli:

    V = (4/3) x π x r³

    = (4/3) x 3,14 x 6³

    = 904,32 cm³

    Selanjutnya, kita perlu membagi volume bola asli dengan jumlah potongan, yaitu 8:

    Volume setiap bagian potongan bola = Volume bola asli / Jumlah potongan

    = 904,32 cm³ / 8

    = 113,04 cm³

    Jadi, volume setiap bagian potongan bola yang dipotong menjadi 8 bagian yang sama besar adalah sebesar 113,04 cm³.

    Mengapa Harus Bisa Menghitung Volume Bola?

    Memahami cara menghitung volume bola penting karena dapat membantu kita dalam berbagai bidang, seperti di industri, matematika, dan fisika. Apa saja kegunaannya? 

    • Ilmu fisika: volume bola dapat digunakan untuk menghitung momen inersia benda. 
    • Industri tertentu: menghitung volume bola dapat membantu dalam proses produksi, seperti menentukan kapasitas sebuah wadah.
    • Ilmu matematika: kita dapat menggunakan rumus volume bola dalam memecahkan masalah geometri.

    Sudah Paham Perhitungan Volume Bola?

    Menghitung volume bola sebenarnya cukup mudah, asalkan kamu mengerti rumus dasarnya dan dapat mengikuti langkah-langkah perhitungan dengan teliti. Selain itu, jangan lupa untuk banyak latihan soal! Semoga artikel ini bisa membantu kamu memahami cara menghitung volume bola dengan lebih baik, ya!