Author: Linda Yulita

  • Doa untuk Orang Sakit: Arab, Latin, Arti & Tata Caranya

    Doa untuk Orang Sakit: Arab, Latin, Arti & Tata Caranya

    Setiap manusia tentunya tidak luput dari sakit, mulai dari sakit ringan hingga penyakit berat. Dalam Islam, sakit merupakan salah satu cara menggugurkan dosa. Namun tentunya, setiap orang ingin sembuh dari penyakitnya. Pada artikel ini akan dibahas beberapa doa untuk orang sakit. 

    Doa untuk Orang Sakit

    Adapun doa untuk orang sakit yang bisa Anda amalkan antara lain:

    1. Doa saat Menjenguk Orang Sakit

    Dalam Islam, ada satu doa yang bisa Anda amalkan ketika menjenguk orang sakit agar Allah SWT mengangkat penyakitnya. Adapun doanya berbunyi sebagai berikut:

    أَسْأَلُ الله الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

    As alullaahal ‘azhiim rabbal ‘arsyil ‘azhiim an yasyfiyaka

    Artinya: “Aku memohon kepada Allah yang Agung, Tuhan ‘arasy Yang Megah agar menyembuhkanmu.”

    Doa tersebut bisa Anda baca sebanyak 7 kali saat menjenguk orang sakit. Tata caranya bisa Anda lakukan hanya dengan mengangkat tangan sambil membaca doa tersebut dengan niat memohon agar penyakitnya sembuh. 

    2. Doa untuk Orang Tua yang Sakit

    Jika saat ini yang sakit adalah orang tua Anda, bisa coba baca doa ini. 

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

    Allahumma rabban nasi, adzhibil ba’sa isyfi antas syafi la syafiya illa anta syifa’an la yughadiru saqaman.

    Artinya: “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikan kesembuhan karena Engkau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit selain Engkau, dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.”

    Doa ini bisa Anda ucapkan saat di depan orang tua yang sakit sambil mengangkat kedua tangan memohon agar Allah SWT menyembuhkan penyakit tersebut. Anda juga bisa ucapkan sehabis sholat sambil diniatkan untuk kesembuhan kedua orang tua. 

    3. Doa agar Orang Sakit Diberi Ampunan

    Sakit juga sebagai cara menggugurkan dosa. Namun Anda juga bisa berdoa agar orang sakit diberi ampunan sehingga penyakitnya bisa lekas sembuh. Adapun doa yang bisa Anda ucapkan yaitu:

    شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

    Syafakallahu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa’afaka fi dinika wa jismika ila muddati ajalika.

    Artinya: “Wahai (sebutkan nama orang yang sakit). Semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan menyehatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia.”

    Doa ini bisa Anda sampaikan di depan orang yang sakit tersebut. Jika bukan keluarga, bisa Anda ucapkan saat menjenguknya. 

    4. Doa untuk Orang Sakit Berbagai Penyakit

    Untuk orang sakit, Anda juga bisa mengucapkan doa ini.

    بِسْمِ اللَّهِ الْكَبِيرِ أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ مِنْ شَرِّ عِرْقٍ نَعَّارٍ وَمِنْ شَرِّ حَرِّ النَّارِ

    Bismillaahil kabiiri na’uudzu billaahil’adhiim min syarri irqin na’aarin wa min syarri harrin naar.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah SWT Yang Maha Besar. Aku berlindung pada Allah SWT dari keburukan otot-otot yang robek dan dari panasnya api neraka.”

    Doa untuk orang sakit dengan berbagai penyakit ini bisa Anda ucapkan selesai sholat atau mungkin bisa langsung di dekat orang yang sakit tersebut. 

    5. Doa Ketika Anak Sakit

    Anak yang sakit adalah suatu masalah besar untuk orang tua. Banyak dari orang tua akan sangat pusing dan khawatir ketika anaknya sakit. Jika anak Anda sakit, bisa bacakan doa ini:

    امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

    lmsahil ba’sa rabban nasi bi yadikas syifa’u la kasyifa lahu illa anta

    Maksudnya: “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tiada yang dapat mengangkatnya kecuali Engkau.”

    Adapun doa tersebut bisa Anda bacakan selesai sholat atau di depan anak yang sakit dengan niat agar Allah SWT mengangkat penyakitnya. 

    6. Doa dengan Menyebut Namanya

    Saat berdoa untuk orang sakit, Anda juga bisa menyebutkan nama orang tersebut. Hal ini berdasarkan pada riwayat Imam Muslim yang dimana doa ini pernah dibacakan untuk Sa’ad. Adapun doanya sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

    Allahummasyfi Sa‘dan. Allahummasyfi Sa‘dan. Allahummasyfi Sa‘dan.

    Artinya: “Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad.” 

    Pada doa di atas masih menggunakan nama Sa’ad. Anda bisa menggantinya dengan nama orang sakit yang akan Anda doakan. 

    7. Doa Ruqyah Tubuh yang Sakit

    Ruqyah merupakan salah satu cara pengobatan orang yang sakit dalam Islam. Adapun bacaan ruqyah untuk mengobati penyakit yaitu:

    (3x) اللَّهِ بِاسْمِ

    (7x) وَأُحَاذِرُ أَجِدُ مَا شَرِّ مِنْ وَقُدْرَتِهِ بِاللَّهِ أَعُوذُ

    Allahi bismi (3x).

    Wa uha ziru ajiduma syarro min waqudrotihi billahi a ‘auzu (7x).

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah. Aku berlindung kepada Allah dengan kuasa-Nya dari kejelekan yang aku dapatkan dan aku waspadai.” (Hadis Riwayat Muslim).

    Doa tersebut bisa Anda ucapkan sambil memegang bagian tubuh yang sedang sakit. Ucapkan secara berulang sesuai dengan jumlah tersebut. 

    Ucapan Cepat Sembuh untuk Orang Sakit

    Ucapan adalah doa, untuk itulah Anda bisa mengucapkan beberapa kalimat ini ketika ada orang yang sakit. Adapun kalimat tersebut dalam bahasa Arab yaitu:

    1. Untuk Laki-laki Langsung

    Untuk laki-laki, Anda bisa mengucapkan kalimat seperti ini:

    شافاكاللاه سييفأن اجيلان، سييفأن لا يوعهاديرو با’داهو ساقامان

    Syafakallah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba’dahu saqaman.

    Artinya: “Semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya.”

    2. Untuk Perempuan Langsung

    Jika yang sakit perempuan, Anda bisa mengucapkan ini:

    شافاكيللاه سييفآن اجيلان، سييفآن لا يوعهاديرو با’داهو ساقامان

    Syafakillah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba’dahu saqaman.

    Artinya: “Semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya.”

    3. Untuk Laki-laki Tidak Langsung

    Jika Anda mengucapkannya secara tidak langsung kepada orang sakit, bisa mengucapkan ini.

    شافاهوللاه سييفآن اجيلان، سييفآن لا يوعهاديرو با’داهو ساقامان

    Syafahullah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba’dahu saqaman.

    Artinya: “Semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya.”

    4. Untuk Perempuan Tidak Langsung

    Jika Anda tidak mengucapkannya secara langsung kepada perempuan yang sakit, bisa mengucapkan ini:

    شافاهاللاه سييفآن اجيلان، سييفآن لا يوعهاديرو با’داهو ساقامان

    Syafahallah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba’dahu saqaman.

    Artinya: “Semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya.”

    5. Doa untuk Diri Sendiri

    Anda juga bisa membaca doa untuk diri sendiri, dengan mengucapkan doa ini:

    اللهُمّآ ربّآنآادزءهيبيل با’سا يسيفي انتاسيءسيافي لا سييفا’ا ليللا سييفا’وكا سييفآن لا يوعهاديرو ساقومان.

    Allahumma robbannas, adz-hibil ba’sa isyfi antasy-syafi la syifa’a lilla syifa’uka syifaan la yughadiru saqoman.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia. Hilangkan semua sakit ini. Berilah kesembuhan. Hanya Engkau yang mampu memberi kesembuhan. Tiada kesembuhan selain dariMu. Sembuh yang sempurna yaitu tidak terkena sakit lagi.”

    Sudah Tahu Bacaan Doa untuk Orang Sakit?

    Doa adalah salah satu cara menyembuhkan penyakit yang ampuh. Namun tentunya Anda juga perlu untuk berusaha berobat fisik seperti minum obat dan memakan makanan yang sehat. Semoga bermanfaat!

  • Doa Setelah Wudhu Sesuai Sunnah, Lengkap Latin & Artinya

    Doa Setelah Wudhu Sesuai Sunnah, Lengkap Latin & Artinya

    Wudhu merupakan aktivitas bersuci sekaligus syarat sah yang harus dilakukan sebelum sholat. Jadi, jika tidak melakukan menyucikan diri terlebih dahulu dari hadas kecil, maka solat yang dilakukan (dalam situasi bukan rukhsa) akan dianggap tidak sah. Selain itu, terdapat doa setelah wudhu. Seperti apa? Simak artikel ini!

    Doa Setelah Wudhu

    Setelah berwudhu, sangat dianjurkan bagi kaum muslim untuk membaca doa sesuai dengan sunnah. Dikutip dari buku berjudul Tuntunan Doa & Dzikir untuk Segala Situasi dan Kebutuhan karya Ali Akbar Bin Muhammad Bin Aqil, terdapat doa yang bisa dipanjatkan sesudah wudhu. Adapun doa tersebut adalah sebagai berikut:

    أَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ ، سُبْحانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

    Doa setelah wudhu dalam huruf latin: Asy-hadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asy-hadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu, allaahummaj’alnii minat tawwaabiin, waj’alnii minal mutathahhiriin, subhanakallahumma wa bi hamdika, asy- hadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

    Adapun arti dari doa di atas adalah: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk golongan yang menyucikan diri. Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu”.

    Apabila situasi dan waktu masih memungkingnkan, akan lebih baik jika kamu tambahkan doa dengan membaca ayat-ayat dari surat Al-Qadr. Jika sudah, kamu bisa melanjutkan dengan doa di bawah ini:

    اللهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ وَوَسِّعْ فِيْ دَارِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْ رِزْقِيْ وَلَا تَفْتِنِّيْ بِمَا زَوَيْتَ عَنِّيْ

    Doa dalam huruf latin: Allahumma ighfir li dzanbî wa wassi’ fî dâri, wa bârik fî rizqiî, wa lâ taftinî bi mâ zawaita ‘annî. 

    Adapun arti dari doa di atas adalah: “Ya Allah, ampuni dosaku, lapangkan tempat tinggalku, berkahi aku dalam rizqi, dan jangan Engkau fitnah aku dengan halangan dari-Mu.”

    Keutamaan Doa Setelah Wudhu

    Setelah mengamalkan doa sesudah wudhu, maka orang tersebut akan mendapatkan keutamaannya. Berikut adalah beberapa keutamaan membaca doa sesudah berwudhu, antara lain:

    1. Dijanjikan Masuk Surga

    Sebagai umat muslim, kita tentu ingin masuk surga. Oleh karena itu, kita harus berbuat dan berperilaku yang baik berdasarkan Al-Quran dan anjuran dari Rasulullah SAW. Salah satunya adalah membaca doa setelah wudhu. Karena itu, dalam doa tersebut, bacalah dengan hati yang ikhlas. Sebagaimana Nabi Muhammad bersabda:

    “Tidak ada seorang pun dari kalian yang berwudhu, kemudian ia meratakan/menyempurnakan wudhunya itu, lalu berdoa: ‘Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarika lahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu’, melainkan akan dibukakan untuknya kedelapan pintu surga, di mana ia bisa masuk melalui pintu mana saja yang ia mau.”

    Lebih lanjut, Umar bin Khattab RA pernah mengungkapkan sabda dari Nabi Muhammad SAW dalam suatu hadits. Hadits ini berisi tentang orang yang berdoa sesudah berwudhu akan dijanjikan pintu surga kepadanya. Adapun hadits riwayatnya adalah sebagai berikut:

    “Jika salah seorang dari kalian berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian ia berkata setelah selesai wudhu (membaca doa setelah wudhu) maka akan dibukakan untuknya delapan pintu surga. Ia dapat masuk ke pintu yang mana saja ia inginkan,” (HR Ahmad, Muslim, Abu Daud, dan Nasa’i).

    2. Dapat Menghapus Dosa

    Doa sesudah wudhu juga dapat menghapuskan dosa-dosa kita. Jadi, saat kamu berwudhu dengan sempurna, setelah itu membaca doa yang dianjurkan sesuai sunnah, maka dosa-dosamu akan diampuni oleh Allah SWT. Salah satu keutamaan doa ini telah diungkapkan oleh Rasulullah dalam sabdanya yang berbunyi:

    “Barangsiapa yang berwudhu, lalu membasuh kedua tangannya, kemudian berkumur-kumur 3 kali, ber istinsyaq 3 kali, membasuh wajah 3 kali dan kedua tangan hingga siku 3 kali, lalu mengusap kepalanya, kemudian membasuh kedua kakinya, lalu tidak berbicara hingga mengucapkan: ‘Asyhadu alla illallah wahdahu la syarika lahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu’, niscaya akan diampuni (dosa) yang ada di antara 2 wudhunya.”

    Selain itu, dalam buku berjudul Gantung Wudhu karya Dr. dr. Sagiran, Sp.B (K) KL, M. Kes., berpendapat terkait keutamaan membaca doa sesudah berwudhu. Ia menjelaskan pada kalimat اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ, bahwa kata مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ merupakan orang-orang yang bertaubat.

    Taubat tersebut diasosiasikan dengan mensucikan diri kita dari dosa-dosa dengan berwudhu. Selain itu, dikutip dari suatu riwayah dalam detik.com, bahwa tetesan air wudhu diibaratkan seperti gugurnya dosa-dosa kita. Karena itu, dengan membaca doa tersebut, kita sebagai umat muslim dijadikan sebagai orang-orang suci oleh Allah SWT.

    3. Diberi Pahala

    Saat kaum muslim selesai mengambil wudhu dan berdoa setelahnya, maka ia akan mendapatkan pahala. Sebab, berdoa sesudah wudhu merupakan sunnah Rasulullah SAW dan orang tersebut telah memenuhinya.

    Dalam hadits riwayah shahih, disebut bahwa seseorang yang berdoa ketika sudah wudhu akan diberi ganjaran berupa pahala. Pahala tersebut akan dibawa sampai hari akhir kelak. Dari Abu Said al Khudri RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Siapa yang berwudhu, lalu berkata setelah selesai wudhunya [bacaan doa setelah wudhu], maka akan ditulis pahala untuknya di atas kertas, kemudian akan dibuat di atas cetakan, dan tidak akan dipecahkan hingga hari kiamat,” (HR Nasa’i dan Hakim).

    Adab Berdoa Setelah Wudhu

    Dalam doa setelah wudhu, kamu diharuskan mengikuti adab yang sesuai dengan ketentuan. Beberapa adab ini seharusnya diikuti oleh umat muslim ketika telah berwudhu untuk sholat. Pertama, baca lah doa sesudah wudhu dengan menghadap kiblat dan mengangkat kedua belah tangan.

    Adab berikutnya yang sebaiknya dilakukan adalah ketika membaca doa tersebut, ada baiknya dilakukan di luar dari tempat wudhu. Selain itu, dianjurkan juga untuk tidak mengelap sisa air wudhu yang menempel pada anggota tubuh, apalagi menggunakan sapu tangan atau handuk.

    Hal tersebut dikarenakan wudhu merupakan ibadah, sehingga air yang dibasuhkan ke badan kita dianggap penuh dan akan membawa banyak keberkahan. Oleh sebab itu, saat kamu mengambil wudhu untuk sholat misalnya, biarkan airnya mengering dengan sendirinya.

    Sudah Tahu Doa Setelah Wudhu?

    Itulah bacaan doa sesudah wudhu yang harus diketahui umat Islam beserta keutamaannya. Semoga kamu bisa mengamalkan doa tersebut dengan baik dan benar berkat artikel ini. Selain itu, semoga amalan tersebut diterima oleh Sang Pencipta, dihapuskan dosa-dosa, diberi limpahan pahala, dan dijanjikan pintu surga. Amin.

  • Doa Setelah Sholat Dhuha: Arab, Latin, Arti, & Macamnya

    Doa Setelah Sholat Dhuha: Arab, Latin, Arti, & Macamnya

    Bagi seorang muslim, menunaikan ibadah sholat adalah salah satu cara ampuh untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT. Selain sholat wajib, umat muslim juga perlu menunaikan sholat sunnah. Nah, salah satunya adalah sholat Dhuha. Setelah melaksanakannya, jangan lupa untuk membaca doa setelah sholat Dhuha!

    Pengertian dan Tata Cara Sholat Dhuha

    Sebelum mengetahui macam-macam doa setelah sholat Dhuha, ketahui tata cara menunaikannya terlebih dahulu. Sehingga, ibadah sunnah ini bisa dilakukan secara maksimal. 

    Sholat Dhuha merupakan sholat sunnah yang akan umat muslim lakukan saat masuk waktu dhuha. Lantas, kapan waktu dhuha terjadi? Biasanya, waktu dhuha akan terjadi saat matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta setelah matahari hingga waktu dzuhur tiba.

    Dalam buku berjudul “Keberkahan Sholat Dhuha, Raih Rezeki Sepanjang Hari”,  Ustadz Arif Rahman menjelaskan tentang tata cara untuk menunaikan sholat Dhuha. Berikut ini tata cara yang bisa dilakukan:

    • Niat sholat Dhuha dalam hati.
    • Membaca Iftitah.
    • Membaca Al-Fatihah.
    • Membaca surah Al-Qur’an (satu saja).
    • Sebagai saran, sebaiknya pada rakaat pertama membaca surah Asy-Syam. Kemudian rakaat kedua bisa membaca surah Al-Lail.
    • Melakukan gerakan ruku dengan bacaan tasbih sebanyak tiga kali.
    • Melakukan gerakan dan bacaan I’tidal.
    • Gerakan sujud pertama dan membaca bacaan tasbih sebanyak tiga kali.
    • Duduk antara dua sujud dan tidak lupa membaca bacaannya.
    • Pada sujud kedua juga membaca tasbih tiga kali.
    • Jika sudah menyelesaikan rakaat pertama, maka lakukan juga rakaat kedua dengan tata cara yang sama.
    • Setelah itu, akhiri dengan gerakan tasyahud akhir dan melakukan salam.

    Macam-macam Doa Setelah Sholat Dhuha

    Setelah melakukan sholat Dhuha, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa khusus. Ini bertujuan agar mendapatkan nikmat dan rahmat Allah SWT. Oleh sebab itu, sebaiknya baca beberapa doa berikut ini sehabis menunaikan sholat Dhuha:

    1. Doa Setelah Sholat Dhuha Paling Umum

    اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ. بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Allahumma innadh-dhuha dhuha uka wal bahaa a bahaa uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrata qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka. Allahumma in kaana rizqii fis-samaa i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahrir wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

    Arti: 

    “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunganMu, keindahan adalah keindahanMu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila susah didapat maka mudahkanlah, apabila haram maka sucikanlah, apabila jauh maka dekatkanlah. Ya Allah dengan hak dhuha-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh.”

    2. Doa Meminta Selamat Dunia dan Akhirat

    اَللّٰهُمَّاِنَّانَسْئَلُكَسَلَامَةًفِىالدِّيْنِ،وَعَافِيَةًفِىالْجَسَدِوَزِيَادَةًفِىالْعِلْمِوَبَرَكَةًفِىالرِّزْقِوَتَوْبَةَقَبْلَالْمَوْتِوَرَحْمَةًعِنْدَالْمَوْتِوَمَغْفِرَةًبَعْدَالْمَوْتِاَللّٰهُمَّهَوِّنْعَلَيْنَافِيْسَكَرَاتِالْمَوْتِ،وَنَجَاةًمِنَالنَّارِوَالْعَفْوَعِنْدَالْحِسَابِ

    Allaahumma innaa nas aluka salaamatan fiddiin, wa ‘aafiyatan fil jasad, wa ziyadatan fil ‘ilmi, wa barakatan dir rizqi, wa taubatan qablal maut, warahmatan indal maut, wa maghfirotan ba’dal maut. Allahumma hawwin ‘alainaa fii sakarootil maut, wan najaata minan naari, wal ‘afwa indal hisab.

    Arti:

    “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan ketika beragama, kesehatan badan, limpahan ilmu, keberkahan rezeki, tobat sebelum datangnya maut, rahmat pada saat datangnya maut, dan ampunan setelah datangnya maut. Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, berikanlah kami keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat hisab.”

    3. Doa Meminta Kesabaran

    رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

    Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da iz hadaitana wa hablana min ladunka rahmah innaka antal wahhab.

    Arti:

    “Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”

    Keutamaan Membaca Doa Setelah Dhuha

    Menunaikan sholat Dhuha akan memberikan banyak manfaat. Selain itu, membaca doa setelah sholat Dhuha juga membawa manfaat bagi umat muslim. Dengan berbagai keutamaannya, umat muslim dapat merasakan manfaat berikut ini:

    1. Mendatangkan Rezeki

    Setiap muslim yang mengamalkan gerakan sholat Dhuha dan bacaan doanya secara rajin, maka ia akan mendapatkan kemakmuran. Seperti rezeki dan keberkahan yang melimpah dari Allah SWT. 

    Rasulullah SAW menganjurkan umat muslim untuk melakukan sholat Dhuha sebelum beraktivitas. Ini karena sholat sunnah ini bisa menjadi pintu awal kesuksesan seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-harinya.

    Bukan hanya rezeki yang berupa materi, namun doa sesudah menunaikan sholat Dhuha juga memberikan manfaat untuk jiwa manusia. Mulai dari ketenangan, menjadi pribadi yang selalu mengucap syukur dan terhindar dari ketamakan. 

    Pada bacaan setelah Dhuha, terdapat makna tentang permohonan untuk keinginan dan kebutuhan semasa hidup umat muslim. Itulah mengapa sangat dianjurkan untuk berdoa terlebih dahulu sebelum memulai aktivitas.

    2. Mendapatkan Tempat di Surga

    Bagi orang-orang yang menunaikan sholat Dhuha dan bacaannya secara khusyuk, maka Allah SWT akan membangun tempat berupa istana emas di Surga. Pernyataan tersebut sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik.

    Berikut ini terjemahannya:

    “Barangsiapa yang melakukan shalat dhuha dua belas rakaat, maka Allah SWT akan memberikan kepadanya sebuah tempat berupa istana dari emas di Surga.” (Hadits Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah).

    3. Terampuni Dosanya

    Bukan hanya sekedar pemberian rezeki, umat muslim yang membaca doa setelah sholat dhuha akan mendapat pengampunan dosa. Ini karena bacaannya memang kebanyakan bermakna permohonan atas dosa manusia di dunia.

    Oleh sebab itu, umat muslim harus berlomba-lomba dalam mengamalkan gerakan dan lafal doa. Ini sesuai dengan arti dari hadits berikut ini:

    “Barangsiapa yang melaksanakan shalat Dhuha, maka bagi umat yang memiliki dosa-dosa akan diampuni. Meskipun memiliki jumlah yang sebanyak buih di dalam lautan.” (Hadits Riwayat  Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

    4. Terhindar dari Gangguan Setan

    Setiap umat muslim yang selalu melaksanakan dan menjaga amalan sholat sunnah, khususnya sholat Dhuha. Maka, Allah SWT akan menjauhkannya dari segala bentuk gangguan dan godaan setan terkutuk.

    Oleh sebab itu, orang yang menunaikan sholat Dhuha akan memiliki amal perbuatan yang terhindar dari maksiat. Selain itu, amal perbuatannya juga akan jauh dari hal-hal buruk lainnya. Mulai dari pagi hingga siang hari.

    5. Pahala Setara Haji dan Umrah

    Seperti ibadah lainnya yang akan mendapatkan pahala, menunaikan sholat Dhuha juga akan mendatangkan pahala bagi seorang muslim. Tidak tanggung-tanggung, bahkan pahalanya akan setara dengan orang-orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah.

    Namun, pahala tersebut akan diberikan jika umat muslim melaksanakan sholat Dhuha dan bacaan doa setelahnya dengan rajin. Dengan demikian, supaya mendapatkan banyak pahala, umat muslim perlu melafalkan dzikir setiap harinya.

    Sudahkah Anda Melafalkan Doa Setelah Sholat Dhuha?

    Sebagai umat muslim yang taat, mengamalkan ibadah dalam Islam adalah kewajiban. Bukan hanya sholat lima waktu saja, namun sholat sunnah juga dilaksanakan. Tidak ketinggalan pula bacaannya!

  • Doa Berbuka Puasa sesuai Ajaran Rasulullah SAW, Latin dan Artinya!

    Doa Berbuka Puasa sesuai Ajaran Rasulullah SAW, Latin dan Artinya!

    Buka puasa adalah waktunya untuk membatalkan puasa dari makan, minum, dan hal-hal lain yang dilarang dilakukan dari matahari terbit hingga terbenam selama bulan Ramadhan. Selain membuat menu berbuka yang enak dan sehat, kamu juga perlu mengetahui cara membaca doa berbuka puasa dengan benar sesuai ajaran Rasulullah.

    Pengertian Puasa Menurut Islam

    Dalam Islam, puasa disebut syawm, yang berasal dari bahasa Arab, dan puasa adalah ibadah wajib yang harus dilakukan setiap kali bulan Ramadhan tiba. Ibadah ini juga berlangsung selama sebulan penuh dan diakhiri dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri.

    Amalan puasa menurut syariat Islam adalah menahan diri dari makan dan minum dari matahari terbit hingga terbenam, serta segala sesuatu yang merusak puasa. Sebagaimana awal dari niat yang terkandung dalam Kitab Suci Al-Qur’an. 

    Puasa dimaksudkan untuk membentuk dan menanamkan sikap ideal serta meningkatkan ketakwaan umat Islam kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    5 Doa Berbuka Puasa Menurut Hadits sesuai Ajaran Rasulullah

    Berikut ini beberapa doa berbuka puasa yang diriwayatkan oleh beberapa sahabat Rasulullah yang perlu kamu ketahui, agar berbuka puasa semakin afdhol:

    1. Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim

    Riwayat Imam Bukhari dan Muslim, ini merupakan doa untuk berbuka yang lazim dilakukan di Indonesia berasal dari sahabat Nabi, Muaz bin Zuhrah. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Bukhari, dan Muslim, doanya sebagai berikut:

    للَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، اَللَّهُمَّ تَقَبَّل مِنَّا، اِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيمُ

    Allahumma laka shumnaa wa ‘alaa rizqika afthornaa, Allahumma taqabbal minnaa, innaka antas samiul ‘alim

    Artinya: Wahai Allah, untuk-Mu-lah aku berpuasa, atas rezekiMu aku berbuka.

    2. Hadits Riwayat Abu Daud

    Doa berbuka puasa yang kedua yakni berdasar Hadits Riwayat Abu Daud yang berasal dari sahabat Nabi Muhammad, Abdullah bin ‘Umar yang juga diriwayatkan Abu Dawud. Berikut doa yang bisa kamu ucapkan:

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

    Dzahaba dzomau wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru Insyaa Allah

    Artinya: Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insha Allah.

    3. Dari Anas Bin Malik (Hadits Riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Al-baihaqi)

    Doa untuk berbuka puasa yang ketiga, yang dapat kamu baca ini merupakan dari sahabat Anas bin Malik yang diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dan Al-baihaqi, sebagai berikut:

    اللهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ فَتَقَبَّلْ مَنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَمِيْعُ الْعَلِيْمُ

    Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika aftortu fataqabbal minnii innaka antassamii’ul ‘aliiim

    Artinya: Duhai Allah, untuk-Mu puasaku dan atas rizkiMu aku berbuka, maka terimalah dariku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.

    4. Hadits Riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Sunni

    Yang keempat, yakni doa saat berbuka puasa berdasarkan riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Sunni, dari Ibnu Umar yang berdoa:

    اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

    Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi’at kulla syaiin antaghfira lii

    Artinya: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.

    5. Gabungan Doa Buka Puasa dalam Kitab Fath al-Mu’in Karya Zaynuddin al-Malibari 

    Ulama dari Mazhab Syafi’i menggabungkan doa riwayat Imam Bukhari dan Muslim dengan doa riwayat Abu Dawud. Hal itu disebutkan oleh Sulaiman Bujairimi dalam Hasyiyah Al Bujairimi, seperti berikut ini:  

      اللهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ الله

    Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika aftharthu, zahabadh dhamâ’u wabtalatl-‘urûqu wa tsabata-l-ajru insyâ-Allâh.

    Artinya: Duhai Allah, untuk-Mu-lah aku berpuasa, atas rezekiMu aku berbuka. Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insyaAllah.

    Keutamaan Membaca Doa Berbuka Puasa

    Nah, setelah mengetahui apa saja doa untuk berbuka puasa yang diriwayatkan oleh beberapa sahabat Rasulullah. Kamu juga harus tahu apa saja keutamaan membaca doa saat berbuka puasa. Doa buka puasa membawa manfaat besar bagi iman dan takwa kita, sebagai berikut:

    1. Meningkatkan Rasa Iman Kepada Allah SWT

    Dengan melafalkan doa berbuka puasa setiap berbuka puasa, kita mengetahui bahwa segala nikmat yang kita terima berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Ini akan membawa kita lebih dekat kepada Tuhan dan meningkatkan iman kita.

    2. Meningkatkan Moral

    Doa buka puasa berisi pesan permohonan ampun kepada Tuhan Yang Maha Esa atas dosa-dosa kita. Ini membantu kita meningkatkan moral kita dan berusaha untuk tidak berbuat dosa lagi.

    3. Menjaga Kesehatan Mental

    Puasa dan membaca doa buka puasa juga membantu menjaga kesehatan mental. Melalui puasa, kita belajar mengendalikan diri dan menahan hawa nafsu. Kemudian, dengan membaca doa buka puasa, kita merasa dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa dan merasa tenang dan tenteram.

    4. Meningkatkan Rasa Syukur

    Selama berbuka puasa, kita pasti meminta pada Tuhan untuk menerima puasa yang sudah kita lakukan sehari penuh. Dengan demikian, kita menjadi lebih menghargai berkat yang diberikan puasa kepada kita.

    5. Menjaga Hubungan dengan Orang Lain

    Doa berbuka puasa juga mengajarkan kita untuk meminta maaf dan memaafkan orang lain. Ini membantu menjaga hubungan dengan orang lain dan memperkuat ikatan kekerabatan.

    Amalan Sunnah saat Berbuka Puasa

    Berikut ini kami juga akan membagikan amalan sunnah apa saja yang bisa kamu lakukan saat berbuka puasa, agar semakin menambah pahala kamu, yaitu:

    1. Menyegerakan Berbuka

    Menyegerakan berbuka bukan berarti berbuka sebelum waktunya. Implikasinya adalah membedakan antara terbenamnya matahari atau adzan untuk sholat Maghrib, yang langsung diikuti dengan berbuka puasa. Jadi, tidak perlu berbuka puasa saat selesai sholat Maghrib.

    2. Berbuka dengan Kurma

    Seperti yang Rasulullah sabdakan, bahwa beliau berbuka dengan tiga biji kurma. Namun, jika tidak ada, maka boleh dengan yang manis-manis, atau jika tidak ada, maka dengan seteguk air.

    3. Ucapkan Bismillah

    Sebelum buka puasa, hendaknya mengucapkan Bismillah serta doa berbuka puasa yang sudah kami jelaskan sebelumnya.

    4. Memberikan Makan Bagi Orang yang Berbuka

    Selain berbuka untuk diri sendiri, alangkah baiknya juga untuk memberikan makan kepada orang yang juga berpuasa, karena pahalanya sangat besar dan Allah SWT juga mencintai orang yang bersedekah.

    5. Mendoakan Orang Berbuka Puasa

    Selain bersedekah memberikan makan kepada mereka yang juga berpuasa, mendoakan mereka juga termasuk amalan yang berpahala. Karena saat berpuasa, doa-doa tersebut inshallah diijabah oleh Allah SWT.

    Sudah Tahu Doa Berbuka Puasa Sesuai Ajaran Rasulullah?

    Demikian penjelasan lengkap mengenai apa saja doa saat berbuka puasa sesuai ajaran Rasulullah. Kemudian, keutamaan membaca doa tersebut serta amalan sunnah apa saja yang bisa kamu lakukan untuk meraih pahala serta ridho Allah SWT. Semoga penjelasan di atas bermanfaat!

  • Doa Sholat Tahajud: Latin, Arab, Arti, serta Tata Caranya

    Doa Sholat Tahajud: Latin, Arab, Arti, serta Tata Caranya

    Dalam Islah, sholat tahajud adalah salah satu sholat sunnah yang sangat dianjurkan. Namun, untuk melakukan sholat tersebut, Anda juga perlu mengetahui tata cara serta doa yang harus dibaca setelah sholat. Artikel ini akan memberikan penjelasan dan contoh doa sholat tahajud dalam bahasa Arab, latin, dan artinya. Yuk, simak!

    Keutamaan Sholat Tahajud 

    Sebelum Anda memahami tentang doa sholat tahajud, sebaiknya ketahui terlebih dahulu tentang keutamaannya, antara lain: 

    1. Mempermudah Terkabulnya Do’a 

    Keutamaan yang pertama tentu adalah kemudahan terkabulnya doa-doa. Hal tersebut terjadi karena tahajud merupakan sunnah yang memiliki derajat tinggi. Sehingga, jika Anda bisa menjalankannya secara rutin, maka doa akan lebih mudah terkabul. 

    Namun, dalam menjalankan tahajud, sebaiknya jangan semata-mata karena ingin mendapatkan pencapaian duniawi. Karena sholat yang baik adalah sholat yang dijalankan dengan ikhlas sebagai hamba yang beribadah kepada Allah SWT. 

    2. Dosanya Dihapuskan 

    Keutamaan selanjutnya adalah dosa Anda akan lebih mudah dihapuskan atau mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Hal tersebut berhubungan dengan terkabulnya doa. Karena semakin banyak dosa maka semakin sulit terkabulnya doa. 

    3. Dijanjikan Masuk Surga 

    Jika Anda melakukan sholat tahajud dan doa dengan niat yang ikhlas karena Allah dan bisa konsisten, maka Allah SWT akan menjanjikan surga sebagai balasannya. Tentu saja, hal tersebut bisa menjadi salah satu motivasi bagi Anda untuk terus berusaha rajin membangun kebiasaan tahajud setiap malam. 

    4. Mendapatkan Ridho Allah SWT 

    Bangun di sepertiga malam untuk menjalankan tahajud akan membuat Allah SWT menjadi ridho terhadap hamba-Nya. Jika Allah SWT sudah ridho, maka akan datang banyak kebaikan dalam hidup Anda. Sekaligus akan memberi ketenangan dalam menjalani hidup meskipun memiliki banyak masalah. 

    5. Terhindar dari Berbagai Penyakit 

    Keutamaan lain dari sholat tahajud, yaitu membuat tubuh menjadi lebih sehat. Penyakit-penyakit dalam tubuh bisa hilang bersamaan dengan terhapusnya dosa setelah Anda rajin menjalankan tahajud. 

    Manfaat Doa Sholat Tahajud 

    Setelah mengetahui apa saja keutamaan sholat tahajud. Maka, sekarang Anda perlu memahami tentang manfaat doa sholat tahajud agar tetap termotivasi untuk membaca setelah menjalankan sholat. 

    Doa setelah tahajud merupakan salah satu doa mustajab, karena dilakukan pada waktu pintu rahmat Allah terbuka untuk menerima doa dari hamba-Nya. Selain mendapatkan banyak pahala, doa yang Anda panjatkan juga membawa berbagai manfaat. 

    Beberapa manfaatnya antara lain meningkatkan hubungan spiritual kepada Allah SWT. Lalu, melindungi dari berbagai macam bahaya yang terjadi di dunia, pemenuhan keinginan dan kebutuhan, dan masih banyak manfaat lain dalam segala aspek kehidupan. 

    Sholat tahajud juga bisa membuat Anda lebih tenang dalam menghadapi masalah atau ujian hidup. Karena Allah SWT juga akan selalu menolong hamba-Nya yang mau memperbaiki hubungan dengan-Nya. Terutama jika Anda sering meminta ampunan, maka Allah SWT sudah pasti memberikan rahmat dan mengampuni dosa.

    Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud 

    Tahajud merupakan sholat sunnah. Di mana bisa Anda kerjakan di waktu malam hari sesudah tidur, meski tidurnya pun hanya sebentar. Sholat ini bisa Anda lakukan dalam jumlah minimal 2 rakaat dan kelipatannya. Tahajud akan lebih terasa manfaatnya jika Anda amalkan beserta doanya. Lalu, bagaimana doa tahajud? 

    Berikut bacaan doa dalam bahasa Arab dan Latin yang bisa Anda panjatkan setelah melaksanakan tahajud. 

    Arab:


    اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ،

    اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

    Latin: 

    Allahuma lakal hamdu Anta nuurussamaawaati wal ardli wa man fiihinna. Walakal hamdu Anta qayyimussamaawaati wal ardli wa man fihinna. Walakal hamdu Anta rabbussamaawaati wal ardli wa man fiihinna. Walakal hamdu Anta mulkussamaawaati wal ardli wa man fiihinna. Walakal hamdu Anta malikussamaawaati wal ardli. Walakal hamdu, Antal haqqu wa wa’dukal haqqu, wa qaulukal haqqu, wa liqaa ukal haqqu. Waljannatu haqqun wannaru haqqun. Wannabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun haqqun, wassaa ‘atu haqqun.

    Allahuma laka aslamtu. Wa ‘alaika tawakkaltu, wabika aamantu, wa ilaika aanabtu, wabia khaashamtu. wa ilaika haakamtu. Faghfirlii maa qaddamu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu antal muqaddimu wa antal mu akhkhiru, laa ilaa ha illaa anta ilaihi laa ilaaha illa anta.

    Artinya: 

    “Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya, bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya, bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya, bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-Nya, bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, surga adalah benar, neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari-Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar.

    Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakkal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali, dengan pertolongan-Mu aku berdebat (dengan orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang haq disembah kecuali Engkau.”

    Itulah bacaan doa sholat tahajud yang bisa Anda baca setelah melaksanakan sholat. Tidak hanya membaca doanya dalam bahasa Arab, namun sebaiknya baca juga artinya supaya lebih memahami maknanya. 

    Tata Cara Sholat Tahajud 

    Dalam menjalankan tahajud, Anda tidak cukup mengetahui keutamaan dan doa yang bisa dibaca setelahnya saja. Namun, juga perlu memahami tata caranya.

    Meskipun dalam pelaksanaannya tidak jauh beda dengan sholat sunnah lain, tetapi Anda tetap perlu mempelajari perbedaannya. Terutama pada bacaan niat dan waktu pelaksanaannya. Sholat tahajud minimal dilakukan 2 rakaat dan tidak ada batas maksimalnya. Berikut tata cara pelaksanaan sholat tahajud: 

    • Membaca niat dalam hati disertai takbiratul ihram.
    • Usahakan dalam posisi berdiri bagi yang mampu.
    • Membaca do’a iftitah dilanjutkan dengan Al-Fatihah.
    • Membaca surat tertentu dalam Al-Qur’an.
    • Ruku kemudian dilanjutkan dengan i’tidal.
    • Sujud 2 kali dengan tuma’ninah.
    • Duduk di antara dua sujud.
    • Duduk dengan membaca tasyahud atau tahiyat akhir.
    • Membaca sholawat atas nabi Muhammad SAW pada duduk terakhir.
    • Salam dan tertib.

    Sudah Mengerti Tentang Doa Sholat Tahajud? 

    Itulah penjelasan lengkap seputar sholat tahajud dan doanya yang bisa Anda pelajari sebelum melaksanakannya. Pastikan lakukan sholat sunnah ini secara konsisten supaya mendapatkan banyak manfaatnya. Semoga membantu!

  • Doa Setelah Adzan Sesuai Sunnah, Beserta Arti & Keutamaannya

    Doa Setelah Adzan Sesuai Sunnah, Beserta Arti & Keutamaannya

    Adzan merupakan ajakan atau panggilan kepada umat Islam untuk segera menjalankan ibadah, karena sudah masuk waktu sholat. Dan apabila mendengar seruan adzan, kita disunnahkan untuk membaca doa. Jika kamu membaca doa tersebut, maka kamu akan mendapatkan pahala dan keutamaan lainnya. Namun, seperti apa doa setelah adzan?

    Doa Setelah Adzan

    Adzan sendiri memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam. Ini tercermin dalam beberapa hadis sabda Rasulullah SAW, seperti:

    لَا يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ، وَلَا إِنْسٌ، وَلَا شَيْءٌ، إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَـة

    Tidaklah kumandang adzan yang didengar oleh jin, manusia, ataupun yang lain, kecuali semua akan menjadi saksi di hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 574, An Nasa’i no. 640, dan Malik no. 138)

    Adapun doa sesuai sunnah yang bisa kamu panjatkan setiap kali adzan selesai berkmandang adalah sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد

    Kamu juga bisa membacanya dengan huruf latin seperti ini: Allahumma rabba hazihid da’watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa’adtahu innaka la tukhliful mi’ad.

    Doa di atas memiliki arti, yaitu “Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki salat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad (SAW) wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah ia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan.

    Keutamaan Membaca Doa Setelah Adzan

    Di bawah ini adalah keistimewaan dan keutamaan berdoa sesuai dengan sunnah ketika adzan telah berkumandang, antara lain:

    1. Mendapatkan Syafaat

    Di dalam lafadz-lafadz adzan, terkandung kalimat shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, kalimat tersebut terdapat juga dalam doa setelah adzan. Oleh sebab itu, jika kamu membaca doa tersebut, niscaya Rasulullah SAW akan memberikan syafaatnya nanti di akhirat.

    Syafaat di sini adalah pertolongan Rasulullah SAW dengan izin Allah untuk umatnya ketika nanti di hari kiamat. Syafaat tersebut banyak bentuknya, seperti menanggung dosa umat-umatnya, masukkan mereka ke surga tanpa hisab, dan meninggikan derajat setiap orang.

    Hal ini tertuang dalam hadits riwayah Bukhari Muslim, yang menyebutkan: Barang siapa setelah mendengar suara adzan kemudian berdoa, Ya Allah, Tuhan yang memiliki seruan sempurna ini serta salat yang akan didirikan.

    Limpahkanlah kepada Nabi Muhammad derajat yang tinggi dan keutamaan, dan bangkitkanlah beliau pada tempat yang terpuji yang telah engkau janjikan, berhak lah baginya mendapatkan syafaatku pada hari kiamat (HR Bukhari Muslim).

    2. Dosa-Dosa Dihapuskan

    Keutamaan doa setelah adzan yang berikutnya adalah dihapuskan dosa-dosanya. Saat adzan sudah berkumandang, bacalah doa sesuai sunnah, maka kaum muslimin akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT. Oleh sebab itu, sangat dianjurkan kepada kamu untuk berdoa setelah adzan sesuai sunnah tersebut.

    Hal ini telah tertulis dalam hadist riwayat Muslim yang menyebutkan, Barang siapa ketika mendengar suara orang adzan dengan bacaan yang artinya: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah yang Maha Esa yang tidak ada sekutu bagiNya dan Nabi Muhammad itu adalah hambaNya.

    Aku rela ber Tuhan kepada Allah, terhadap Nabi Muhammad sebagai utusan Nya dan dengan Islam sebagai agamaku. Maka, akan diampuni dosa-dosanya (HR Muslim).

    Bisa dibilang, dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW,yakni berdoa setelah adzan, maka hal ini dapat mendekatkan diri kepada Allah dan bisa mengharapkan pengampunan atas dosa-dosa. Selain itu, amalan tersebut membuat kamu mendapatkan pahala dan pengampunan dari Allah SWT.

    3. Mengabulkan Doa-Doa Kaum Muslimin

    Waktu yang mustajab atau mudah dikabulkannya doa salah satunya adalah di antara adzan dan iqomah. Jadi, doa setelah adzan sangat dianjurkan, karena merupakan salah satu waktu mustajab.

    Hal ini diperkuat oleh sabda dari Nabi Muhammad SAW dalam hadits riwayah Abu Daud dan Ibnu Hibban (artinya) ucapkanlah seperti ucapan muadzin, jika kamu telah selesai, berdoalah, maka kamu akan diberi ampunan (HR Abu Daud 524 dan Ibnu Hibban 1695 dan dihasankan Syuaib Al-Arnauth).

    Oleh karena itu, ketika adzan telah selesai berkumandang, maka berdoalah dengan hati yang ikhlas, penuh keyakinan dan mengharapkan kebaikan dari Allah SWT.

    Namun, kamu juga harus paham bahwa Allah SWT tahu apa yang terbaik untuk umatnya. Jadi, ada kalanya Allah mengabulkan doa sesuai dengan apa yang dimohonkan kepada Nya. Namun, ada kalanya juga Allah akan segera menggantinya dengan kebaikan dalam bentuk lain yang mungkin tidak disadari.

    4. Pahala Seperti 10 Kali Sholawat

    Doa setelah adzan dapat mendatangkan pahala dari Allah SWT. Tak tanggung-tanggung, pahala tersebut seperti 10 kali bershalawat kepada Rasulullah SAW. Jadi, apabila kita selalu berdoa setiap kali adzan selesai berkumandang, maka Allah akan memberikan pahala yang sangat melimpah.

    Hal tersebut berdasarkan hadits riwayat Muslim 384. Di dalamnya menyebutkan, Apabila Anda mendengar muadzin, jawablah adzannya. Kemudian, bacalah shalawat untukku. Karena orang yang membaca shalawat untukku sekali, maka Allah akan memberikan shalawat untuknya 10 kali (HR. Muslim 384).

    5. Dijanjikan Surga untuk yang Berdoa

    Jika umat muslim membaca doa setelah adzan, maka akan mendapatkan keistimewaan, yakni Allah akan membalasnya dengan surga. Oleh sebab itu, ketika kamu mendengar adzan selesai, berdoalah sesuai sunnah dengan penuh keyakinan, agar ditempatkannya kamu di surga.

    Hal tersebut adalah karena berdoa merupakan salah satu amalan masuk surga. Seperti yang tertuang dalam hadis riwayah Ahmad 8624, Nasai 674 dan Syuaib Al Arnauth.

    Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW Rasulullah saw bersabda, yang artinya siapa yang mengucapkan seperti yang dilantunkan orang ini, Bilal, dengan yakin, akan masuk surga (HR Ahmad 8624, Nasai 674 dan Syuaib Al Arnauth).

    6. Husnul Khatimah

    Bagi kaum muslimin, husnul khatimah sangat diharapkan dan didamba-dambakan. Husnul khatimah sendiri merupakan istilah yang mengacu pada akhir kehidupan dalam keadaan yang baik bagi seorang muslim ketika berpulang dari dunia. Untuk mencapainya, perlu iman yang kuat dan amal yang saleh.

    Salah satu yang bisa kamu lakukan adalah dengan membaca doa setelah adzan. Sebab, berdoa merupakan amalan yang baik, agar dapat mencapai husnul khatimah. Bisa dibilang, dengan selalu berdoa, termasuk saat setelah adzan berkumandang, setiap muslim akan bisa mencapainya.

    Hal tersebut tertulis dalam hadis riwayat Bukhari 609 yang menyebutkan tidaklah suara azan yang keras dari yang mengumandangkan azan didengar oleh jin, manusia, segala sesuatu yang mendengarnya, melainkan itu semua menjadi saksi pada hari kiamat (HR Bukhari 609).

    Mari Baca Doa Setelah Adzan Sesuai Sunnah!

    Demikian penjelasan tentang doa yang bisa kita panjatkan ketika adzan selesai. Setiap lima kali sehari, kamu pasti akan mendengar seruan adzan. Maka dari itu, jangan lupa untuk berdoa ketika adzan telah selesai, agar bisa mendatangkan pahala. Dosa-dosa kamu juga bisa dihapuskan dan mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW.

  • Doa Qunut: Hukum, Bacaan, Keutamaan dan Artinya

    Doa Qunut: Hukum, Bacaan, Keutamaan dan Artinya

    Bacaan doa qunut selalu identik dengan ibadah salat subuh. Ini adalah doa khusus yang dibaca dalam shalat subuh pada waktu rakaat kedua setelah rukuk dan sebelum sujud. Dalam praktiknya, sebagian besar muslim membaca doa ini saat melaksanakan ibadah salat subuh, dan ada pula yang tidak membacanya.

    Lantas, bagaimanakah hukumnya? Simak artikel ini untuk mengetahui seluk beluk tentang doa ini, mulai dari bacaan, hukum, hingga keutamaannya.

    Hukum Doa Qunut Menurut Empat Mazhab

    Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa tidak semua umat muslim membaca doa ini dalam shalat subuh mereka. Mengapa bisa demikian? Sebab, empat mazhab dalam Islam memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang doa qunut subuh. Berikut penjelasannya:

    1. Mazhab Syafi’i dan Maliki

    Menurut mazhab Maliki dan Syafi’i, pembacaan doa qunut subuh itu ada. Dalam pandangan mazhab ini, membaca qunut itu mustajab atau dianjurkan, entah itu ketika terjadi bencana (qunut nazilah) maupun tidak ada bencana (qunut subuh). Pendapat ini sejalan dengan sebagian besar pendapat ulama salaf dan ulama-ulama lainnya.

    2. Mazhab Hanafi dan Hambali

    Kebalikan dari kedua mazhab sebelumnya, bagi ulama Hanafiyah dan Hanabilah, bacaan qunut dalam shalat subuh itu tidak ada atau tidak disyariatkan. Pendapat ini didasarkan pada sebuah riwayat dari Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ibnu Mas’ud, dan Abu Darda. 

    Ulama Hanafiyah berpendapat bahwasannya qunut subuh hukumnya bid’ah, sedangkan ulama Hanabilah mengatakan bahwa bacaan qunut pada salat subuh adalah makruh. Sumber ini didapatkan dari buku karya M. Abdul Wahab yang judulnya Kupas Tuntas Qunut Subuh.

    Meskipun demikian, perlu kamu ingat bahwa mayoritas ulama, baik itu dari kalangan sahabat, tabi’in, dan imam mujtahid telah bersepakat bahwa hukum dari membaca doa ini adalah sunnah. Jadi, jika tidak dilakukan pun tidak akan menyebabkan dosa atau membatalkan suatu ibadah.

    Bacaan Doa Qunut 

    Dalam poin sebelumnya telah disebutkan bahwa bacaan qunut terdiri dari dua jenis, yakni qunut nazilah dan qunut subuh. Berikut ini letak perbedaan antara keduanya:

    1. Qunut Nazilah

    Qunut nazilah adalah qunut yang dibaca saat umat Islam dilanda musibah, seperti wabah penyakit, bencana alam, krisis pertanian, dan sebagainya. Tidak seperti qunut subuh, bacaan qunut nazilah bisa diamalkan di setiap salat lima waktu, yakni pada rakaat terakhir sebelum melakukan sujud. Begini lafalnya:

    Allahumma inna nasta‘inuka wa nastaghfiruk, wa nastahdika wa nu’minu bik wa natawakkalu alaik, wa nutsni alaikal khaira kullahu nasykuruka wa la nakfuruk, wa nakhla‘u wa natruku man yafjuruk. 

    Allahumma iyyaka na‘budu, wa laka nushalli wa nasjud, wa ilaika nas‘a wa nahfid, narju rahmataka wa nakhsya adzabak, inna adzabakal jidda bil kuffari mulhaq.

    Artinya:

    “Ya Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. 

    Ya Tuhan kami, hanya Engkau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan shalat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu, karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir.”

    2. Qunut Subuh

    Adapun qunut subuh adalah qunut yang dibaca saat tidak terjadi bencana alam. Umat muslim mengamalkannya dengan tujuan untuk memohon keberkahan, keridhaan, pengampunan, dan perlindungan Allah ta’ala. Dan sesuai namanya, bacaan qunut ini hanya diamalkan pada saat melaksanakan salat subuh saja, yakni pada rakaat terakhir.

    Lafal atau bacaan doa qunut memiliki sedikit perbedaan saat salat subuh dilakukan secara sendiri atau saat berjamaah. Jika kamu melaksanakan shalat subuh secara berjamaah dan kamu sebagai makmumnya, maka kamu cukup mengaminkan saja doa qunut yang dibaca oleh imam, tanpa harus ikut membacanya.

    Sedangkan, jika kamu melaksanakan salat subuh sendiri alias munfarid, maka lafal bacaan qunutnya adalah sebagai berikut:

    Allaah hummahdinii fii man hadaiit, wa ‘aafinii fii man ‘aafaiit, wa tawallanii fi man tawallaiit, wa baarik lii fiimaa a’thaiit. Wa qinii syarra maa qadhaiit. Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaiik. Innahu laa yadzillu man waalaiit.

    Wa laa ya’izzu man ‘aadaiit. Tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait. Fa lakal-hamdu ‘alaa maa qadhaiit, astaghfiruka wa atuubu ilaik wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.

    Artinya:

    “Ya Allah, berilah hamba petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah hamba kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah hamba bersama-sama orang-orang yang telah Engkau pimpin.

    Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepada hamba. Dan peliharalah hamba dari kejahatan yang Engkau pastikan. Karena sesungguhnya Engkau-lah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum (menentukan) atas Engkau. Sesungguhnya, tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan.

    Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah Engkau pastikan. Hamba mohon ampun dan tobat kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarganya dan sahabatnya.”

    Asal Usul Doa Qunut

    Menurut Ustadz Adi Hidayat dalam ceramahnya, beliau bercerita perihal sejarah adanya doa qunut. Dalam ceramah tersebut, beliau menyampaikan bahwasannya Nabi Muhammad SAW dahulu pernah menerima tamu utusan dari wilayah lain yang bernama Distrik Bi’Ma’un. 

    Tamu tersebut berkata pada Rasulullah bahwa ada banyak orang di wilayahnya yang baru saja menjadi mualaf. Mendengar kabar ini, tentu membuat hati Rasulullah gembira. Kemudian, utusan ini meminta kepada Nabi SAW agar mau mengirimkan para guru ke wilayahnya untuk mengajarkan agama di sana.

    Nabi SAW kemudian mengirimkan 70 penghafal Qur’an ke daerah tersebut. Akan tetapi, setelah sampai di daerah tersebut, seluruh tahfidz ini malah dianiaya dan dibunuh. Peristiwa tersebut kemudian membuat Nabi SAW amat murka.

    Lantas, Nabi SAW berdoa kepada Allah SWT secara terus menerus kepada Allah ta’ala agar melaknat Distrik Bi’Ma’un beserta setiap suku yang ada di sana. Alih-alih mengabulkan doa Nabi, Allah menurunkan firman bahwa tugas Nabi bukanlah untuk melaknat kaum, melainkan untuk berdakwah.

    Allah SWT memberikan kesabaran kepada Rasulullah, kemudian memintanya untuk mengubah doa laknat tersebut menjadi sebuah doa untuk para tahfidz yang telah meninggal. Doa inilah yang kemudian kita kenal sebagai doa qunut.

    Keutamaan Membaca Doa Qunut

    Melansir dari berbagai sumber, berikut ini rangkuman dari keutamaan-keutamaan yang bisa kamu peroleh dengan membaca doa qunut:

    1. Diberikan Petunjuk

    Dengan membaca doa ini saat shalat subuh, secara otomatis kita memohon petunjuk kepada Allah SWT supaya bisa dipermudah segala urusan kita. Petunjuk tersebut berupa hidayah agar terhindar dari kesesatan dan tetap berada di jalan yang lurus.

    2. Diberikan Perlindungan

    Sebagaimana yang kamu tahu, bahwa di dalam bacaan qunut terdapat lafadz “wa’aafinii fii man’aafaiit” yang artinya “Berikanlah hamba keselamatan layaknya hamba-Mu yang lain yang sudah diberikan keselamatan.”

    Jadi, dengan membaca doa qunut berarti juga memohon kepada Allah SWT supaya kita senantiasa mendapatkan perlindungan-Nya dari segala macam malapetaka atau godaan setan. Tujuannya agar kita selamat di dunia maupun akhirat. 

    3. Menambah Rasa Syukur

    Membaca doa ini akan mengingatkan kepada kita bahwa Allah ta’ala senantiasa memberikan kenikmatan kepada setiap hamba-Nya, baik sedikit maupun banyak. Oleh sebab itu, kita semua patut untuk mensyukurinya.

    4. Terhindar dari Penyakit

    Lafadzwa’aafinii fii man haadaiit” dalam bacaan qunut artinya adalah permohonan kepada Allah SWT agar memperoleh perlindungan-Nya dari berbagai penyakit. Penyakit yang dimaksud di sini lebih mengarah pada penyakit hati, terutama iri dan dengki.

    5. Akan Diberikan Pengampunan

    Membaca doa qunut juga bisa menjadi salah satu cara untuk meminta pengampunan kepada-Nya, serta mengharapkan rahmat dan ridha-Nya untuk kesejahteraan hidup yang lebih baik.

    Sekarang, Kamu Tahu Lafadz Doa Qunut!

    Itulah penjelasan terkait lafadz bacaan doa qunut, hukum, serta keutamaannya. Semoga dengan mengetahui lafadz dan manfaatnya, kamu bisa tergerak untuk menghafal serta rajin mengamalkan doa ini.

  • Bacaan Sholat Jenazah Beserta Tata Caranya yang Bisa Kamu Praktikkan

    Bacaan Sholat Jenazah Beserta Tata Caranya yang Bisa Kamu Praktikkan

    Dalam ajaran Islam, orang yang telah dipanggih oleh Allah SWT harus dikembalikan dengan cara dikubur. Namun, sebelum dikubur, jenazah harus dishalatkan terlebih dahulu. Dalam praktiknya, terdapat bacaan sholat jenazah yang harus dipanjatkan oleh imam dan makmum. Sholat jenazah juga memilki tata caranya sendiri. Seperti apa?

    Syarat Sholat dan Orang yang Berhak Mengurus Jenazah

    Sholat jenazah memiliki syarat yang harus dipenuhi. Adapun syarat-syaratnya adalah sebagai berikut:

    • Sholat jenazah harus dilaksanakan apabila kondisi jenazah telah selesai dimandikan dan dikafani.
    • Jenazah wajib diletakkan di sebelah kiblat orang yang mensholatkannya.
    • Seseorang yang ingin melaksanakan sholat jenazah harus memenuhi syarat-syarat sah, seperti pada sholat yang lain. Syarat tersebut antara lain harus bersih dari hadas besar/kecil dan najis, menutup aurat, serta menghadap kiblat.

    Sementara itu, di bawah ini adalah beberapa orang yang memiliki hak untuk mengurus jenazah, antara lain:

    • Orang tua dari jenazah tersebut (laki-laki/perempuan).
    • Anak dari jenazah tersebut (laki-laki/perempuan).
    • Keluarga dekat.
    • Ulama/pemimpin agama.
    • Seseorang yang diwasiatkan. Namun dengan syarat orang tersebut bukan fasik atau ahli bid’ah.
    • Kamu muslimin.

    Bacaan Sholat Jenazah dan Tata Caranya

    Di bawah ini adalah tata cara sholat jenazah beserta doa yang harus kamu panjatkan, antara lain:

    1. Niat Sholat Jenazah

    Pertama, bacalah niat sholat jenazah. Tidak usah diucapkan dengan bersuara dan cukup hanya di dalam hati.  Namun, bacaan niat ini terbagi menjadi 2 yang disesuaikan berdasarkan jenis kelamin jenazah. Agar lebih jelas, berikut adalah niat sholat jenazah dengan jenis kelamin laki laki:

    اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

    Niat sholat jenazah laki-laki dalam huruf latin latin: Usholli ‘ala hadzal mayyiti arba’a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma’muman lillahi ta’ala.

    Bacaan di atas memiliki arti sebagai berikut: “Saya niat shalat atas jenazah ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum hanya karena Allah Ta’ala”.

    Sedangkan untuk bacaan niat sholat jenazah berjenis kelamin perempuan adalah sebagai berikut:

    اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

    Bacaan niat sholat jenazah perempuan dalam huruf latin: Usholli ‘ala hadzahihil mayyitati arba’a takbirotin fardho kifayatin imaman/ma’muman lillahi ta’ala.

    Bacaan di atas memiliki arti sebagai berikut: “Saya niat sholat atas jenazah perempuan ini empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum hanya karena Allah Ta’ala”.

    2. Takbir dan Membaca Surat Al-Fatihah

    Setelah selesai membaca niat, maka imam yang memimpin sholat jenazah akan menyebutkan takbir sekaligus takbiratul ihram. Tabkir ini akan diucapkan sang imam beberapa kali kedepan dan ini adalah yang pertama. Setelah takbir pertama diucapkan, maka makmum mengikutinya.

    Kemudian, akan disambung dengan membaca surat Al-Fatihah. Lebih lanjut, dalam pelaksanaannya, sholat ini tidak memaksa orang-orang yang sudah tidak mampu untuk berdiri, seperti lansia tau penyandang disabilitas untuk sholat jenazah. Jadi, berdiri hanya diperuntukan untuk orang-orang yang mampu saja.

    3. Takbir Kedua dan Membaca Sholawat Nabi

    Setelah Al-Fatihah dibaca, maka imam akan memulai untuk melakukan takbir yang kedua kalinya. Di sini ia juga akan membaca sholawat nabi. Adapun bacaan sholat jenazah setelah takbir kedua ini adalah sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    Doa di takbir kedua sholat jenazah dalam huruf latin: Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad/

    Bacaan di atas memiliki arti sebagai berikut: “Ya Allah, berikanlah rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad”.

    4. Takbir Ketiga dan Mendoakan Jenazah

    Setelah sholawat nabi kamu panjatkan, maka takbir ketiga akan diuacapkan imam dan makmum mengikutinya. Setelah itu, bacaan sholat berikutnya adalah mendoakan jenazah itu sendiri. Bacaannya antara lain:

    اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

    Bacaan sholat jenazah pada takbir ketiga dalam huruf latin: Allahummagfir lahuu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahuu wa wassi’ madhkhalahuu waghsilhu bil maa-i-wats-tsalji walbaradi wa naqqihii minal-khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul-abyadhu minad-danasi wa abdilhu daaran khairan min daarihii wa ahlan khairan min ahlihii wa raujan khairan min zaujihi waqihii fitnatal-qabri wa’adzaaban-naar.

    Bacaan di atas memiliki arti sebagai berikut: “Ya Allah ampunilah dia dan kasihanilah dia, sejahterakan dia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskan lah tempat tinggalnya, bersihkan lah ia dengan air, salju, dan embun. Bersihkan lah ia dari segala dosa, sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan ganti lah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan ganti lah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan pelihara lah ia dari siksa kubur dan azab api neraka.”

    5. Takbir Keempat dan Membaca Doa

    Kemudian, imam dan makmum mengucapkan takbir yang keempat. Setelah takbir diucapkan, terdapat bacaan sholat yang harus dipanjatkan. Sama seperti bagian niat, doa ini terbagi menjadi 2 berdasarkan jenis kelamin jenazahnya. Berikut adalah doa untuk jenazah laki-laki:

    اللهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

    Bacaan sholat jenazah pada takbir keempat dalam huruf latin: Allahumma laa tahrimnaa ajrahuu walaa taftinaa ba’dahu wagfirlana wa lahu.

    Bacaan di atas memiliki arti sebagai berikut: “Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya serta ampunilah kami dan dia”.

    Sedangkan doa untuk jenazah perempuan adalah sebagai berikut:

    اَللّٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

    Bacaan latin: Allahumma la tahrimna ajraha wala taftinna ba’daha waghfirlana walaha.

    Artinya: “Ya Allah, jangan lah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya serta ampunilah kami dan dia”.

    6. Mengucap Salam

    Jika sudah, bacaan sholat jenazah berikutnya adalah mengucap salam. Bacaan ini juga menjadi penutup shalat jenazah. Selain itu, pengucapan salam dibarengi dengan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri. Namun, terdapat perbedaan dengan sholat fardu yang lainnya. Sebab, pada shalat jenazah, salah dilakukan dengan posisi berdiri.

    Adapun salam yang diucapkan adalah sebagai berikut:

    اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

    Salam dalam huruf latin: Assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.

    Bacaan di atas memiliki arti sebagai berikut: “Semoga kedamaian bersamamu serta pengampunan dan berkah dari Allah SWT”.

    Mudah Bukan Bacaan Sholat Jenazah dan Tata Caranya?

    Sholat ini hukumnya fardu kifayah atau kewajiban yang bisa gugur jika ada sebagian muslim yang mengerjakan. Namun, apabila tidak ada satupun yang menjalankannya, maka seluruh kaum berdosa. Semoga kita senantiasa dapat melaksanakan dan turut andil dalam sholat jenazah serta terhindar dari dosa, amin. Semoga membantu!

  • Surat Ar Rahman Latin, Arab dan Terjemahan, ini Keutamaannya!

    Surat Ar Rahman Latin, Arab dan Terjemahan, ini Keutamaannya!

    Surat Ar Rahman latin memiliki banyak keutamaan untuk para pembacanya. Jika kamu membutuhkan tulisan Arab dan terjemahannya, artikel ini menyajikannya secara lengkap. Yuk, belajar bersama untuk lebih memahami Surat Ar Rahman!

    Surat Ar Rahman Latin dan Arab (1-25)

    ٱلرَّحْمَٰنُ .1 

    Ar-raḥmān

    2. عَلَّمَ ٱلْقُرْءَانَ 

    ‘allamal-qur`ān

    خَلَقَ ٱلْإِنسَٰن .3 

    Khalaqal-insān 

    عَلَّمَهُ ٱلْبَيَانَ .4

    ‘allamahul-bayān 

    ٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ .5 

    Asy-syamsu wal-qamaru biḥusbān 

    وَٱلنَّجْمُ وَٱلشَّجَرُ يَسْجُدَانِ .6 

    Wan-najmu wasy-syajaru yasjudān 

    وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلْمِيزَانَ .7 

    Was-samā`a rafa’ahā wa waḍa’al-mīzān 

    8. أَلَّا تَطْغَوْا۟ فِى ٱلْمِيزَانِ 

    Allā taṭgau fil-mīzān

    9. وَأَقِيمُوا۟ ٱلْوَزْنَ بِٱلْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا۟ ٱلْمِيزَانَ 

    Wa aqīmul-wazna bil-qisṭi wa lā tukhsirul-mīzān 

    وَٱلْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ .10 

    Wal-arḍa waḍa’ahā lil-anām 

    فِيهَا فَٰكِهَةٌ وَٱلنَّخْلُ ذَاتُ ٱلْأَكْمَامِ .11 

    Fīhā fākihatuw wan-nakhlu żātul-akmām

    وَٱلْحَبُّ ذُو ٱلْعَصْفِ وَٱلرَّيْحَانُ .12 

    Wal-ḥabbu żul-‘aṣfi war-raiḥān 

    فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ .13 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān 

    خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِن صَلْصَٰلٍ كَٱلْفَخَّارِ .14 

    Kholaqol-insāna min ṣalṣāling kal-fakhkhār 

    وَخَلَقَ ٱلْجَآنَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ .15 

    Wa khalaqal-jānna mim mārijim min nār

    16. فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

    رَبُّ ٱلْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ ٱلْمَغْرِبَيْنِ .17 

    Rabbul-masyriqaini wa rabbul-magribaīn 

    فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ .18 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

    مَرَجَ ٱلْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ .19 

    Marajal-baḥraini yaltaqiyān 

    بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيَانِ .20 

    Bainahumā barzakhul lā yabgiyān 

    فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَان .21

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān 

    يَخْرُجُ مِنْهُمَا ٱللُّؤْلُؤُ وَٱلْمَرْجَانُ .22

    Yakhruju minhuma-lu`lu`u wal-marjān 

    فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ .23

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

    وَلَهُ ٱلْجَوَارِ ٱلْمُنشَـَٔاتُ فِى ٱلْبَحْرِ كَٱلْأَعْلَٰمِ .24

    Wa lahul-jawāril-munsya`ātu fil-baḥri kal-a’lām 

    25. فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

    Surat Ar Rahman Latin dan Arab (26-45)

    كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ .26

    Kullu man ‘alaihā fān 

    وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو ٱلْجَلَٰلِ وَٱلْإِكْرَامِ .27 

    Wa yabqā wajhu rabbika żul-jalāli wal-ikrām 

    فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ .28 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān 

    يَسْـَٔلُهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَأْنٍ .29 

    Yas`aluhụ man fis-samāwāti wal-arḍ, kulla yaumin huwa fī sya`n 

    فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَان .30

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

    31. سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَ ٱلثَّقَلَانِ 

    Sanafrugu lakum ayyuhaṡ-ṡaqalān 

    32. فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān 

    33. يَٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ إِنِ ٱسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا۟ مِنْ أَقْطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ فَٱنفُذُوا۟ ۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَٰنٍ 

    Yā ma’syaral-jinni wal-insi inistaṭa’tum an tanfużụ min aqṭāris-samāwāti wal-arḍi fanfużụ, lā tanfużụna illā bisulṭān 

    34. فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān 

    35. يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّن نَّارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنتَصِرَانِ 

    Yursalu ‘alaikumā syuwāẓum min nāriw wa nuḥāsun fa lā tantaṣirān 

    فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ .36 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

    37. فَإِذَا ٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَٱلدِّهَانِ 

    Fa iżansyaqqatis-samā`u fa kānat wardatang kad-dihān

    38. فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān 

    39. فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُسْـَٔلُ عَن ذَنۢبِهِۦٓ إِنسٌ وَلَا جَآنٌّ 

    Fa yauma`iżil lā yus`alu ‘an żambihī insuw wa lā jānn

    40. فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān 

    41. يُعْرَفُ ٱلْمُجْرِمُونَ بِسِيمَٰهُمْ فَيُؤْخَذُ بِٱلنَّوَٰصِى وَٱلْأَقْدَامِ 

    Yu’raful-mujrimụna bisīmāhum fa yu`khażu bin-nawāṣī wal-aqdām 

    42. فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

    43. هَٰذِهِۦ جَهَنَّمُ ٱلَّتِى يُكَذِّبُ بِهَا ٱلْمُجْرِمُونَ 

    Hāżihī jahannamullatī yukażżibu bihal-mujrimụn

    44. يَطُوفُونَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيمٍ ءَانٍ 

    Yaṭụfụna bainahā wa baina ḥamīmin ān

    45. فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

    Surat Ar Rahman Latin dan Arab (46-65)

    46. وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ جَنَّتَانِ 

    Wa liman khāfa maqāma rabbihī jannatān 

    47. فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

    48. ذَوَاتَآ أَفْنَانٍ 

    Zawātā afnān 

    فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ .49 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān 

    50. فِيهِمَا عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ 

    Fīhimā ‘aināni tajriyān 

    51. فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

    فِيهِمَا مِن كُلِّ فَٰكِهَةٍ زَوْجَانِ .52 

    Fīhimā ming kulli fākihatin zaujān

    فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ .53 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

    مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ فُرُشٍۭ بَطَآئِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ ۚ وَجَنَى ٱلْجَنَّتَيْنِ دَانٍ .54 

    Muttaki`īna ‘alā furusyim baṭā`inuhā min istabraq, wa janal-jannataini dān

    فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ .55 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān 

    فِيهِنَّ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَآنٌّ .56 

    Fīhinna qāṣirātuṭ-ṭarfi lam yaṭmiṡ-hunna insung qablahum wa lā jānn

    57. فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān 

    58. كَأَنَّهُنَّ ٱلْيَاقُوتُ وَٱلْمَرْجَانُ 

    Ka`annahunnal-yāqụtu wal-marjān 

    59. فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān 

    60. هَلْ جَزَآءُ ٱلْإِحْسَٰنِ إِلَّا ٱلْإِحْسَٰنُ 

    Hal jazā`ul-iḥsāni illal-iḥsān 

    61. فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān 

    62. وَمِن دُونِهِمَا جَنَّتَانِ 

    Wa min dụnihimā jannatān 

    63. فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān 

    64. مُدْهَآمَّتَانِ 

    Mud-hāmmatān 

    65. فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān 

    Surat Ar Rahman Latin dan Arab (66-78)

    66. فِيهِمَا عَيْنَانِ نَضَّاخَتَانِ 

    Fīhimā ‘aināni naḍḍākhatān

    67. فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān 

    68. فِيهِمَا فَٰكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ 

    Fīhimā fākihatuw wa nakhluw wa rummān 

    69. فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān 

    70. فِيهِنَّ خَيْرَٰتٌ حِسَانٌ 

    Fīhinna khairātun ḥisān 

    فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ .71 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān 

    72. حُورٌ مَّقْصُورَٰتٌ فِى ٱلْخِيَامِ 

    Hụrum maqṣụrātun fil-khiyām 

    73. فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

    74. لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَآنٌّ 

    Lam yaṭmiṡ-hunna insung qablahum wa lā jānn

    75. فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

    76. مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِىٍّ حِسَانٍ 

    Muttaki`īna ‘alā rafrafin khuḍriw wa ‘abqariyyin ḥisān

    77. فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

    Fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān 

    78. تَبَٰرَكَ ٱسْمُ رَبِّكَ ذِى ٱلْجَلَٰلِ وَٱلْإِكْرَامِ 

    Tabārakasmu rabbika żil-jalāli wal-ikrām

    Terjemahan Surat Ar Rahman Ayat 1-25

    Setelah mengenal tulisan surat Ar Rahman latin dan Arab, berikut terjemahannya yang perlu kamu catat, yaitu:

    1. (Allah) Yang Maha Pengasih.

    2. Telah mengajarkan Al-Qur’an.

    3. Dia menciptakan manusia.

    4. Dia mengajarkan pandai menjelaskan.

    5. Matahari dan bulan (beredar) sesuai dengan perhitungan.

    6. Tetumbuhan dan pepohonan tunduk (kepada-Nya).

    7. Langit telah Dia tinggikan dan Dia telah menciptakan timbangan (keadilan dan keseimbangan).

    8. Agar kamu tidak melampaui batas dalam timbangan itu.

    9. Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi timbangan itu.

    10. Bumi telah Dia bentangkan untuk makhluk(-Nya).

    11. Padanya terdapat buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.

    12. Biji-bijian yang berkulit, dan bunga-bunga yang harum baunya.

    13. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    14. Dia telah menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar.

    15. Dia juga telah menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.

    16. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    17. (Dialah) Tuhan kedua tempat terbit (matahari pada musim panas dan musim dingin) dan Tuhan kedua tempat terbenam (matahari pada kedua musim itu).

    18. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    19. Dia membiarkan dua laut (tawar dan asin) bertemu.

    20. Di antara keduanya ada pembatas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.

    21. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    22. Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.

    23. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    24. Milik-Nyalah (bahtera) buatan manusia yang berlayar di laut, laksana gunung-gunung.

    25. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    Terjemahan Ayat 26-45

    26. Semua yang ada di atasnya (bumi) itu akan binasa.

    27. (Akan tetapi,) wajah (zat) Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.

    28. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    29. Siapa yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap hari Dia menangani urusan.

    30. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    31. Kami akan mencurahkan perhatian kepadamu, wahai manusia dan jin.

    32. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    33. Wahai segenap jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya, kecuali dengan kekuatan (dari Allah).

    34. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    35. Kepadamu, (wahai jin dan manusia,) disemburkan nyala api dan (ditumpahkan) cairan tembaga panas, sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri.

    36. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    37. Maka, apabila langit terbelah, lalu (warnanya) menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak, (terjadilah kengerian yang hebat).

    38. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    39. Maka, pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.

    40. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    41. Para pendosa dikenali dengan tanda-tandanya, lalu direnggut ubun-ubun dan kakinya.

    42. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    43. Inilah (neraka) Jahanam yang didustakan oleh para pendosa.

    44. Mereka bolak-balik di antaranya (api neraka) dan air mendidih yang sangat panas.

    45. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    Terjemahan Ayat 46-65

    46. Bagi siapa yang takut pada keagungan Tuhannya disediakan dua surga.

    47. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    48. Kedua surga itu mempunyai (pepohonan) yang bercabang-cabang.

    49. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    50. Di dalam kedua (surga) itu terdapat dua mata air yang memancar.

    51. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    52. Di dalam kedua (surga) itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.

    53. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    54. Mereka berbaring di atas permadani yang bagian dalamnya (terbuat) dari sutra tebal. Buah-buahan di kedua surga itu (dapat) dipetik dari dekat.

    55. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    56. Di dalamnya ada (bidadari) yang membatasi pandangan (hanya untuk pasangannya) yang tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak (pula) oleh jin.

    57. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    58. Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.

    59. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    60. Adakah balasan kebaikan selain kebaikan (pula)?

    61. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    62. Selain dari kedua (surga) itu ada dua surga (lagi).

    63. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    64. Kedua surga itu (terlihat warnanya) hijau tua.

    65. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    Terjemahan Ayat 66-78

    66. Di dalam keduanya ada dua mata air yang memancar tanpa henti.

    67. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    68. Di dalam keduanya ada buah-buahan (antara lain) kurma dan delima.

    69. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    70. Di dalamnya ada (bidadari) yang mulia (akhlaknya) lagi jelita.

    71. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    72. Bidadari-bidadari yang dipingit dalam kemah-kemah.

    73. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    74. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak (pula) oleh jin.

    75. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    76. Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.

    77. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

    78. Mahaberkah nama Tuhanmu Pemilik keagungan dan kemuliaan.

    10 Keutamaan Membaca Surat Ar Rahman Latin hingga Terjemahan

    Setelah mengetahui tulisan Surat Ar Rahman latin, Arab, serta terjemahannya, berikut 10 keutaman membaca surat tersebut yaitu:

    • Sebagai pengingat kenikmatan yang telah diberikan Tuhan.
    • Memperoleh ridho dari Allah SWT.
    • Orang yang sedang membaca surat Ar Rahman, wafatnya dihitung sebagai jihad.
    • Mendapat syafaat di hari kiamat.
    • Meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
    • Mengingatkan adanya makhluk Allah yaitu jin yang beribadah kepada-Nya.
    • Sebagai mahar pernikahan. 
    • Sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat dari Allah SWT.
    • Ar Rahman bisa membantu kamu untuk senantiasa memuji kebesaran Allah SWT.
    • Mengingatkan kamu untuk tidak mengkufuri nikmat yang telah Allah berikan.

    Sudah Membaca Surat Ar Rahman Latin dan Arab Hari ini?

    Demikian informasi tulisan surat Ar Rahman latin, Arab, terjemahan, serta keutamaannya. Semoga kita senantiasa dapat membaca surat Ar-Rahman dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

  • Surat Al-Kafirun (1-6) – Latin, Terjemahan Tafsir, dan Keutamaannya!

    Surat Al-Kafirun (1-6) – Latin, Terjemahan Tafsir, dan Keutamaannya!

    Dalam Sholat Taubah, membaca Surat Al-Kafirun adalah salah satu kewajiban. Surat ke 109 memiliki 6 ayat yang turun di kota Makkah (Surat Makkiyah). Secara tegas, surat ini menyatakan bahwa keyakinan dan ibadah kaum muslim tidak akan pernah menyatu dengan keyakinan dan ibadah orang-orang kafir. Mari mengenal surat satu ini!

    Bacaan Surat Al-Kafirun

    Suara Jatim

    Bacaan latin: 

    1. Qul yā ayyuhal-kāfirụn 

    2. Lā a’budu mā ta’budụn

    3. Wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud

    4. Wa lā ana ‘ābidum mā ‘abattum

    5. Wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud

    6. Lakum dīnukum wa liya dīn

    Artinya:

    1. “Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir!”

    2. “Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah”.

    3. “Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah”

    4. “Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah”

    5. “Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.”

    6. “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”

    Tafsir atau Makna Surat Al Kafirun

    Sebenarnya, surat ini mengandung pesan penting tentang prinsip-prinsip keyakinan Islam dan menegaskan pemisahan antara kaum muslim dengan orang-orang kafir. Surat ini diturunkan di Mekah pada masa awal dakwah Nabi Muhammad SAW, ketika pertentangan antara muslim dan non-muslim mencapai titik tertinggi.

    Secara maknanya, surat ini mengajarkan kepada tiap umat muslim mengenai pentingnya mempertahankan identitas dan prinsip-prinsip keagamaan. Sehingga tidak mudah tercampur atau terkontaminasi ajaran dari agama lain yang tidak sejalan. 

    Namun, makna sebenarnya tak hanya mempertahankan prinsip, tapi bagaimana umat yang berbasis cinta ini menerapkan toleransi antar umat beragama. Penurunannya seakan menjawab tawaran kaum kafir Quraisy atas tawaran menduakan Allah dan menyembah Tuhan lain.

    Bahkan, pada waktu itu kaum kafir Quraisy menjanjikan untuk juga menyembah Allah jika Rasul SAW bersedia menyembah Tuhannya. Karena tindakan inilah kemudian Allah menurunkan surat pendek satu ini.

    Pesan dalam Surat Al-Kafirun

    Tak hanya menegaskan tawaran kaum kafir Quraisy pada Nabi Muhammad SAW untuk menyembah Tuhan lain selain Allah. Sebenarnya, surat ini memiliki banyak pesan atau pengajaran, seperti:

    1. Menegaskan Keimanan Muslim dan Kekufuran Terpisah

    Surat ini menegaskan pemisahan antara keyakinan dan ibadah kaum Muslim dengan orang-orang kafir. Pesan ini menekankan bahwa, tidak ada kesamaan atau persamaan dalam ibadah dan keyakinan antara keduanya. Mungkin kalau sekarang lebih mengarah pada keyakinan dan ibadah antar umat beragama sangat berbeda.

    2. Hanya ada Allah yang Harus Anda Sembah (Muslim)

    Dari ayat ke 2 hingga ke 5, ada pesan tersirat yang menyatakan hanya ada Allah yang harus Anda (muslim) sembah. Karena dengan jelas dalam ayat-ayat tersebut ada penegasan bahwa umat Islam hanya boleh menyembah satu Tuhan, yaitu Allah SWT.

    3. Konsistensi dalam keyakinan 

    Surat Al-Kafirun juga mengajarkan pentingnya konsistensi dalam keyakinan beragama. Dalam surat ini, Nabi Muhammad SAW jadi perantara untuk menyampaikan perintah agar tidak menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir dan sebaliknya. Serta tidak memaksakan sebuah keyakinan.

    4. Toleransi Antar Umat Beragama

    Meskipun surat ini menegaskan pemisahan antara muslim dan kafir, maupun keyakinan lain. Namun, ada toleransi terhadap perbedaan agama. Khususnya pada ayat terakhir yang menyatakan tiap orang memiliki kepentingan untuk agamanya masing-masing.

    Hal tersebut cukup jelas karena ayat ini tidak boleh ada pemaksaan. Serta menunjukkan perlunya menghormati kebebasan beragama dan mengakui hak setiap individu untuk memeluk agamanya sendiri. Terutama dalam toleransi menjalankan ibadah dari agamanya masing-masing.

    5. Menjaga Identitas Keagamaan

    Surat ini juga mengingatkan umat muslim akan pentingnya menjaga identitas keagamaan secara individu. Jadi, ayat ini mengandung penegasan bahwa Anda harus memegang teguh keyakinan dalam beragama.

    Keutamaan Surat Al-Kafirun

    Dalam beberapa hadis dan pendapat para alim ulama, surat pendek satu ini memiliki banyak keutamaan. Berikut uraian lengkapnya:

    1. Pahala yang Besar Jika Dibaca

    Keutamaan yang pertama dari surat ini adalah mendapatkan pahala yang besar jika Anda baca. Menurut beberapa ulama, pahala yang bisa Anda dapatkan bahkan setara dengan membaca ¼ Al-Quran. Hal tersebut didukung dengan adanya hadist yang berbunyi:

    “Qul huwallahu ahad menyamai sepertiga Al-Quran dan Qul yaa ayyuhal kaafiruun menyamai seperempat Al-Quran. Beliau (Rasulullah SAW) membaca kedua surat itu dalam dua rakaat fajar.” (HR. Thabrani dan Abu Ya’la; hasan).

    2. Meningkatkan Keimanan Anda

    Ketika membaca dan mempelajari Surat Al-Kafirun, tingkat keimanan Anda juga akan meningkat. Karena secara langsung surat ini mengajak Anda untuk menguatkan keyakinan Anda untuk menghindari sifat syirik. Sebetulnya hanya ada satu Tuhan yang harus Anda sembah, yakni Allah SWT. 

    Surat ini juga mengajarkan pentingnya konsistensi dalam keyakinan agama. Nabi Muhammad SAW juga diperintahkan untuk menegaskan betapa pentingnya mempertahankan keyakinan yang lurus. Tentu tanpa melakukan pengorbanan atau perubahan dalam keyakinan agama.

    3. Menjauhkan Anda dari Kemusyrikan

    Selain meningkatkan keimanan, mempelajari surat ini juga menjauhkan Anda dari sifat kemusyrikan. Khususnya hal ini merujuk pada ayat ke enam, yang mengajarkan ajaran untuk menjauhi sifat kemusyrikan. Hal tersebut juga didukung dengan adanya hadits yang berbunyi:

    Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Qul ya Ayyuhal-kafirun kemudian tidurlah di akhirnya, sesungguhnya ayat tersebut membebaskan dari kemusyrikan” . (HR Abu Dawud dari Farwah bin Naufal).

    Dari sini cukup jelas bahwa keutamaan lain dari surat ini dapat menjauhkan diri dari kemusyrikan hanya dengan membacanya secara rutin. 

    4. Dijauhkan dari Gangguan Iblis

    Bagi Anda yang sering mengalami pengalaman paranormal activity, surat ini bisa membantu karena cukup pendek dan dapat menjauhkan dari gangguan iblis. Menurut beberapa ulama, jika Anda tak paham bagaimana cara meruqyah diri dengan doa panjang, Surat Al-Kafirun bisa jadi solusi.

    Hal tersebut sesuai dengan amalan yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas di mana dirinya mengatakan surat ini ditakuti oleh iblis. Hadist tersebut berbunyi:

    “Tidak ada dalam Al-Qur’an yang lebih menakutkan bagi iblis daripada Qul Ya Ayyuhal-Kafirun, sebab ia adalah tauhid dan pembebasan dari kemusyrikan.”

    Menurut beberapa ulama, pengalaman bisa dimasukkan dalam shalat maupun setelah shalat wajib. Selain dapat terhindar dari gangguan iblis, mengamalkan surah ini juga mampu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    5. Toleransi dan Bentuk Penghormatan Antar Umat Beragama

    Meskipun surat ini menegaskan pemisahan antara muslim dan kafir, pesan utama yang terkandung di dalamnya adalah penghormatan terhadap perbedaan agama. Khususnya pada ayat terakhir yang menyatakan bahwa toleransi itu nomor satu, khususnya pada keyakinan dan tata cara menjalankan ibadah.

    Sudah Lebih Mengenal Surat Al-Kafirun?

    Itulah beberapa penjelasan, bacaan, tafsir, pesan dan keutamaan dari surat yang mengajarkan toleransi ini. Karena memiliki banyak keutamaan, Surat Al-Kafirun menjadi salah satu surat yang istimewa. Inilah yang membuat banyak alim ulama mengajarkan untuk sering membaca dan mengamalkan surat satu ini!