Author: Linda Yulita

  • Mengenal Sejarah Prasasti Batu Tulis: Isi dan Maknanya

    Mengenal Sejarah Prasasti Batu Tulis: Isi dan Maknanya

    Prasasti Batu Tulis memiliki peran penting dalam memberikan informasi dari suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau di Kerajaan Pajajaran. Oleh sebab itu, kita perlu untuk mengetahui sejarah, isi, dan makna yang terkandung di dalam prasasti ini. Ikuti penjelasan detailnya di bawah ini.

    Sejarah Prasasti Batu Tulis

    Secara umum, sejarah prasasti batu ini bisa kita bagi menjadi dua bagian, yakni penemuan prasasti dan asal-usul prasasti. Simak uraian lengkapnya di bawah ini.

    1. Penemuan Prasasti

    Sampul buku The History of Java
    Sampul buku The History of Java | Sumber gambar: Kompas.com

    Prasasti Batu Tulis merupakan salah satu peninggalan arkeologi Kerajaan Pajajaran. Prasasti dari masa Hindu-Buddha ini masih terletak di tempat asalnya yaitu di Desa Batutulis, Bogor. Selain itu, Peninggalan bersejarah ini terpahat pada sebuah lempengan batu yang berbentuk runcing.

    Pertama kalinya penemuan prasasti ini pada tanggal 25 Juni 1690 oleh ekspedisi pasukan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) yang pada saat itu memiliki pemimpin bernama Kapten Adolf Winkler. Ekspedisi ini bertujuan membuat peta lokasi “bekas Kerajaan Pajajaran”.

    Informasi yang ada berpedoman pada hasil laporan ekspedisi pertama pasukan VOC tiga tahun sebelumnya. Setelah itu, laporan Winkler berhasil menarik perhatian orang-orang Eropa untuk mempelajari prasasti ini lebih lanjut.

    Kemudian, kajian tentang peninggalan bersejarah ini tertulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles di dalam buku The History of Java II. Raffles melampirkan transkripsi prasasti sebagai objek penelitiannya dan menyatakan bahwa kondisi prasasti kurang baik.

    Seorang sarjana dari Belanda bernama R. Friederich menentang pendapat tersebut dan menganggap prasasti ini masih layak baca. Meskipun hasil kajiannya masih memiliki celah soal transliterasi, ia merupakan pelopor mengenai kajian isi prasasti dari Kerajaan Pajajaran ini.

    2. Asal-Usul Prasasti Batu Tulis

    Ilustrasi Prabu Siliwangi
    Ilustrasi Prabu Siliwangi | Sumber gambar: Sukabumi Update

    Prabu Surawisesa yang merupakan penerus Kerajaan Pajajaran membuat prasasti Batu Tulis pada tahun 1533 M, tepatnya 12 tahun setelah ayahnya wafat. Pembuatan prasasti ini bertujuan untuk mengenang kebesaran ayahanda Prabu Surawisesa yang bernama Prabu Siliwangi.

    Meskipun begitu, nama Prabu Siliwangi tidak tertulis di dalam prasasti, melainkan Prabu Surawisesa tulis menggunakan nama lainnya, yaitu Sri Baduga Maharaja. Prabu Siliwangi memerintah Kerajaan Pajajaran pada tahun 1482-1521 M.

    Pada masa itu, kawasan Batu Tulis merupakan tempat untuk upacara agama. Oleh sebab itu, terdapat peninggalan bersejarah lain di tempat kompleks prasasti, seperti batu tapak, meja batu tempat sesajen, batu sandaran tahta untuk raja yang dilantik, dan batu lingga.

    Orang-orang percaya bahwa keagungan dan kekuatan Sri Baduga Maharaja bersemayam di dalam Batu Tulis. Mereka menganggap tanda kekuasaan ini mampu melindungi negara dari ancaman musuh dan memberi kekuatan kepada Raja yang memerintah.

    Isi Prasasti Batu Tulis

    Terdapat sembilan baris yang tertulis di Prasasti Batu Tulis menggunakan aksara Jawa Kuno dalam bahasa Sunda Kuno. Prasasti ini berukuran tinggi 151 cm, tebal 15 cm, dan lebar 145 cm. Isi prasasti menggambarkan tentang kekaguman seorang anak kepada ayahnya.

    Terdapat versi lain yang mengatakan bahwa alasan Prabu Surawisesa membuat prasasti ini karena menyesal akan hilangnya sebagian wilayah kerjaan. Prabu Surawisesa merasa tidak dapat melindungi wilayah Pakuan Pajajaran. Isi prasasti dalam tulisan aslinya adalah sebagai berikut.

    • Wang na pun ini sakakala, prebu ratu purane pun.
    • Di wastu diya wingaran prebu guru dewataprana.
    • Di wastu diya wingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran seri sang ratu dewata.
    • Pun ya nu nyusuk na pakwan.
    • Diya anak rahyang dewa niskala sa(ng) sida mokta dimguna tiga i(n) cu rahyang niskala-niskala waktu kan(n) cana sa(ng) sida mokta ka nusalarang.
    • Ya siya ni sakakala gugunungan ngabalay nyiyan samida, nyiyan sa(ng)h yang talaga rena mahawijaya, ya siya, o o i saka panca pandawa ne(m) ban bumi.

    Makna Isi Prasasti Batu Tulis

    Ilustrasi Kerajaan Pajajaran
    Ilustrasi Kerajaan Pajajaran | Sumber gambar: Good News From Indonesia

    Menurut Hasan Djafar, ahli epigrafi dan kerap mengkaji prasasti pada masa Kerajaan Pajajaran, isi prasasti terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pembuka (manggala), tujuan (sambandha), dan titimangsa atau candrasengkala. Di bawah ini merupakan penjelasan lengkap dari tiga bagian prasasti.

    1. Pembuka (Manggala)

    Prasasti ini diawali dengan tulisan “wang na pun”. Bagian pembukaan prasasti ini merupakan seruan yang ditujukan kepada Dewa untuk meminta perlindungan dan keselamatan.

    2. Alasan atau Tujuan (Sambandha)

    Selanjutnya merupakan bagian sambandha yang berisi alasan atau tujuan pembuatan prasasti Batu Tulis. Terjemahan dari baris pertama yaitu, “Inilah tanda peringatan (untuk) Prebu Ratu yang telah mendiang (mangkat).” 

    Menurut kalimat tersebut, kita dapat mengetahui tujuan penulisan prasasti ini adalah untuk memperingati almarhum Prabu Ratu. Selanjutnya, terdapat keterangan mengenai siapa Prebu Ratu tersebut. Beliau merupakan Raja dengan nama Prebu Guru Dewata Prana saat penobatan.

    Kemudian, beliau dinobatkan kembali untuk yang kedua kalinya dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. Selain itu, prasasti ini juga menyebutkan bahwa beliau adalah anak dari Rahiyang Dewa Niskala yang mangkat di Gunatiga.

    Beliau juga merupakan cucu Rahiyang Niskala Wastu Kencana yang mangkat di Nusa Larang. Bagian selanjutnya menyampaikan alasan mengapa harus memperingati Sri Baduga Maharaja.

    Sebab dari adanya peringatan ini adalah Sri Baduga Maharaja telah berjasa banyak dalam pembangunan Kerajaan Pajajaran, antara lain:

    • Membangun sebuah monumen peringatan berupa gugunungan.
    • Menguruk tanah dengan batu untuk membuat jalan.
    • Membuat parit pertahanan di sekeliling ibukota Pakuan-Pajajaran.
    • Membuat telaga bernama Telaga Warna Mahawijaya.
    • Membuat hutan larangan (samida).

    3. Angka Tahun (Titimangsa)

    Prasasti ini memiliki angka tahun yang tertulis dalam bentuk candrasengkala berbunyi “i saka panca pandawa ne(m) ban bumi” yang berarti “lima-pandawa-menggendong-bumi”. Kata panca dan pandawa mempunyai arti “lima” dan kata bumi yang bernilai angka “satu”

    Belum adanya kesepakatan mengenai angka tahun candrasengkala ini dalam penafsiran dan nilai kata-kata yang merupakan bagian dari angka tahunnya. Terdapat perbedaan penafsiran pada kata setelah panca pandawa, yaitu ne(m)ban atau e(m)ban.

    Ne(m)ban memiliki arti menggendong dan bernilai “dua”, sedangkan e(m)ban yang berarti panakawan dan bernilai angka “empat”.

    Masalah Pembacaan Prasasti Batu Tulis

    Terdapat beberapa masalah saat para peneliti berusaha untuk menafsirkan prasasti ini. Tiga di antaranya adalah ketidaktelitian, penambahan atau penyisipan kata-kata dan aksara, serta perbedaan persepsi dan penafsiran mengenai arti kata.

    1. Ketidaktelitian

    Adanya kurang teliti dalam membaca dan melihat bentuk-bentuk aksara dan ejaan mengakibatkan hasil pembacaan dan transliterasi menjadi tidak tepat. Oleh karena itu, banyak kesalahan terjadi karena kurangnya pemahaman mengenai bentuk atau tipologi aksara, variannya, dan tanda-tanda diakritik.

    Kurangnya perhatian terhadap ejaan bisa menjadi penyebab hasil transliterasi menjadi tidak tepat dan tidak akurat karena terdapat salah pengartian dalam proses penerjemahannya.

    2. Penambahan atau Penyisipan Kata-kata dan Aksara

    Ketika menambahkan atau menyisipkan kata-kata dan aksara yang tidak tertulis pada prasasti Batu Tulis, peneliti juga harus memperhatikan arti kata, konteks, dan kaidah kebahasaannya. Jika perlu, peneliti bisa membandingkan dengan bagian atau sumber yang lain.

    3. Perbedaan Persepsi dan Penafsiran Terkait Arti Kata

    Terjadinya perbedaan dalam persepsi dan penafsiran menyebabkan adanya perbedaan arti yang ada pada prasasti. Misalnya, terdapat perbedaan pembacaan dan ahli aksara candrasengkala di dalam prasasti karena kurangnya pemahaman mengenai ilmu tulisan Sunda Kuno.

    Oleh sebab itu, ada tiga versi pembacaan dari candrasengkala pada prasasti ini, yaitu:

    • Panca pandawa tiban bumi.
    • Panca pandawa e(m)ban bumi.
    • Panca pandawa ne(m)ban bumi.

    Dampak dari perbedaan dan alih aksara ini menimbulkan perbedaan tafsir atas nilai angka dari kata tiban, e(m)ban, dan ne(m)ban. Perbedaan ini mengakibatkan perbedaan dalam angka tahunnya.

    Baca Juga: Prasasti Adalah: Pengertian, Sejarah, Fungsi, dan Contohnya

    Sudah Tahu Tentang Prasasti Batu Tulis?

    Selain prasasti Batu Tulis yang memberikan informasi tentang suatu peristiwa atau keadaan pada masa lampau, prasasti juga memiliki fungsi lain. Biasanya, prasasti memuat pemberitahuan atau keputusan resmi dari seorang raja dan pejabat tinggi kerajaan.

    Pemberitahuan atau keputusan ini umumnya mengenai suatu daerah yang bebas dari membayar pajak (perdikan) atau berbagai hal lain terkait dengan aspek kehidupan, sosial, dan budaya. Oleh karena itu, mari kita lestarikan prasasti-prasasti ini sebagai bentuk kontribusi dalam pelestarian sejarah Indonesia.

  • Pengertian Empati, Contoh Sikap, Ciri-Ciri, Manfaat, dan Fakta

    Pengertian Empati, Contoh Sikap, Ciri-Ciri, Manfaat, dan Fakta

    Pengertian empati adalah sebuah rasa dimana seseorang akan merasa sedih ketika orang lain sedang mengalami musibah. Perasaan ini sangatlah penting untuk dimiliki oleh manusia. Mengapa demikian? Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai perasaan ini untuk mengetahui pentingnya berempati.

    Pengertian Empati adalah…

    Saling Membantu
    Saling Membantu | Sumber: freepik.com

    Empati merupakan salah satu sifat dasar yang wajib semua orang miliki. Sifat ini merupakan sifat yang harus ada di diri manusia. Seorang manusia wajib selalu berempati dalam segala keadaan dan situasi yang terjadi agar bisa bereaksi dan melakukan sesuatu yang benar untuk menghadapi situasi tersebut.

    Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian empati adalah kesadaran batin yang memungkinkan seseorang merasakan atau memahami perasaan atau pemikiran seperti yang dirasakan oleh orang atau kelompok lain. Melalui perasaan ini, seseorang akan tergerak hatinya dan muncul keinginan untuk bertindak.

    Empati sendiri berasal dari kata “Empatheia” yang berarti ‘merasakan bersama’. Empati merujuk pada kondisi psikologis di mana seseorang dapat merasakan perasaan, pemikiran, atau situasi yang sama seperti yang dirasakan oleh orang lain.

    Berdasarkan buku digital yang berjudul “A Whole New Mind” oleh Daniel H. Pink, empati diartikan sebagai kapasitas seseorang untuk memposisikan dirinya dalam situasi orang lain dan ikut merasakannya. 

    Hal tersebut membuat orang lain memandang dari perspektif mereka dan meresapi dengan perasaan mereka. Empati muncul secara alami, didorong oleh naluri dasar manusia sebagai makhluk hidup.

    Selain itu, berdasarkan pendapat Chaplin, empati didefinisikan sebagai kapasitas untuk mentransfer perasaan kita ke sebuah peristiwa, objek alam, atau karya seni, serta kesadaran dan pemahaman terhadap kebutuhan serta kesulitan yang dialami oleh individu lain.

    Maka, bisa disimpulkan bahwa empati dapat muncul sebagai kesadaran diri saat berinteraksi dengan perasaan orang lain, lalu mengambil langkah untuk membantu. Seseorang akan memahami perspektif orang tersebut. Rasa ini penting untuk mengembangkan hubungan atau membangun koneksi dengan sesama.

    Apa Saja Contoh Sikap dari Empati?

    Menenangkan Seseorang
    Menenangkan Seseorang | Sumber: freepik.com

    Sikap empati ini dapat tercermin dari perilaku manusia. Seorang manusia wajib memiliki perasaan empati untuk selalu peduli terhadap orang lain karena mereka merupakan makhluk sosial. Berikut adalah beberapa contoh sikap empati yang bisa Anda lakukan untuk berkehidupan sosial yang baik.

    • Menghibur teman yang bersedih lalu membantu permasalahan mereka jika dibutuhkan.
    • Berbelasungkawa ketika salah satu dari kerabat teman meninggal dunia serta mengirimkan doa kepada mereka. 
    • Menjenguk teman yang sakit sembari menghibur dan memberikan apa yang mereka butuhkan. 
    • Mengumpulkan sumbangan dari teman yang lain untuk teman yang sakit atau yang sedang terkena musibah.
    • Menepuk punggung seseorang ketika mengalami musibah dengan tujuan untuk menenangkan pikiran mereka.
    • Menyampaikan rasa simpati ketika seseorang sedang mengalami kesulitan.
    • Mendengarkan cerita orang lain yang sedang mengalami kesulitan dengan penuh perhatian.
    • Menawarkan bantuan dan dukungan sesuai dengan kemampuan Anda.
    • Selalu mencoba untuk menghormati perasaan dan perspektif orang lain dengan tidak menghakimi mereka karena permasalahan mereka.
    • Selalu menunjukan ekspresi non-verbal, seperti intonasi suara, ekspresi wajah, bahasa tubuh. Hal tersebut dapat membantu mengungkapkan perasaan Anda untuk mereka.
    • Jangan pernah meremehkan perasaan orang lain karena apa yang setiap orang merasakan itu berbeda dengan pengalaman hidup yang berbeda juga. Oleh karena itu, setiap perasaan memiliki validitasnya sendiri.
    • Konsisten dalam menunjukan kepedulian dan perhatian, sehingga usaha tersebut akan dianggap tulus. Perlakuan ini akan membuat orang lain merasa dipedulikan.

    Beberapa sikap empati bisa selalu dilakukan kapanpun dengan kondisi apapun. Memiliki sifat empati yang tinggi akan membuat orang lain akan lebih menghargai Anda dan menghormati Anda. Maka dari itu, sikap ini sangatlah penting dalam kehidupan bersosial.

    Ciri-ciri Sifat Empati pada Manusia

    Membantu Seseorang
    Membantu Seseorang | Sumber: freepik.com

    Setelah membahas mengenai arti dan contoh sikap yang menunjukan rasa empati, berikut adalah beberapa ciri manusia yang memiliki perasaan empati yang tinggi.

    • Seseorang dengan tingkat empati yang tinggi selalu peduli dan berperilaku baik kepada orang lain.
    • Mereka juga merupakan pendengar yang baik. Mereka akan membiarkan seseorang untuk bercerita dari awal hingga akhir tanpa menjeda agar seseorang yang bercerita akan merasa aman dan nyaman.
    • Seseorang dengan empati yang tinggi juga sangat pandai dalam memahami perasaan orang lain.
    • Dengan begitu, mereka juga sangat sering dijadikan tempat curhat orang lain karena dinilai bisa memahami perasaan mereka dengan baik.
    • Karena seringnya peduli, mereka juga selalu memikirkan perasaan orang lain terlebih dahulu.
    • Orang lain suka meminta nasihat kepada mereka untuk permasalahan yang sedang mereka hadapi.
    • Perasaan empati tersebut juga akan membuat mereka merasa terbebani dengan tragedi yang terjadi kepada orang lain.
    • Mereka akan berusaha semampu mereka untuk membantu orang lain yang sedang menderita atau mengalami musibah.
    • Perasaan tersebut juga membuat mereka lebih mudah dalam mendeteksi kebohongan orang lain.
    • Mereka juga akan sering merasakan kelelahan ketika berada di situasi sosial yang memaksa mereka harus berinteraksi dengan yang lain.

    Ciri-ciri diatas adalah karakteristik seseorang yang memiliki rasa empati tinggi. Namun, mereka dengan empati yang tinggi juga bisa kelelahan karena harus berhati-hati dalam berucap karena mereka sudah dipercaya orang lain. Sebab, hal tersebut akhirnya menjadi beban tersendiri untuk mereka.

    Manfaat Memiliki Perasaan Empati yang Tinggi

    Memiliki perasaan empati yang tinggi ini membawa banyak manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa didapat karena memiliki rasa empati yang tinggi.

    1. Membangun Hubungan Sosial

    Perasaan empati sangat penting dalam menjalin relasi sosial dengan sesama. Melalui empati, Anda dapat mengerti pemikiran dan perasaan orang lain. Hal ini juga membantu Anda memberi reaksi yang sesuai dalam berbagai konteks sosial.

    2. Mengatur Emosi Diri Sendiri

    Berempati terhadap sesama membantu Anda dalam pengelolaan emosi, sehingga Anda lebih tahan terhadap stres.

    3. Melatih Perilaku Tolong Menolong

    Ketika Anda merasakan empati, Anda akan mencoba memposisikan diri seperti berada di posisi orang lain. Ini memotivasi Anda untuk membantu atau meringankan kesulitan yang mereka alami. 

    Sehingga, empati memainkan peran dalam mengembangkan tindakan altruistik atau saling membantu di antara kita. Intinya, empati adalah sebuah perasaan penting untuk mengungkapkan rasa sayang dan peduli kepada orang lain.

    4. Meningkatkan Kebahagiaan Pribadi

    Menampilkan rasa empati kepada sesama tidak hanya bermanfaat bagi mereka, tetapi juga untuk diri Anda. Melihat kontribusi positif yang Anda berikan kepada orang lain dapat meningkatkan rasa bahagia dan kepuasaan dalam hidup Anda.

    5. Memberikan Dukungan Emosional

    Empati berperan penting dalam memberikan bantuan emosional kepada sesama. Dengan memahami apa yang orang lain rasakan, Anda dapat memberikan empati dan dukungan yang mereka butuhkan.

    Hal tersebut berkontribusi dalam mempererat hubungan dan memberikan rasa tenang kepada seseorang yang sedang mengalami permasalahan atau rintangan hidup.

    Fakta Mengenai Pengertian Empati

    Ada beberapa fakta menarik tentang adanya perasaan empati yang manusia miliki. Berikut adalah beberapa fakta menariknya.

    1. Pengertian Empati adalah Primitif

    Menurut Frans de Waal, seorang ahli primata dari Universitas Emory, dari washingtonpost.com, manusia secara biologis bisa merasakan empati dan ini bukan sesuatu yang dapat terabaikan. Dia juga berpendapat bahwa ada sel di otak yang menyebabkan perasaan empati.

    2. Pengertian Empati adalah Tidak Otomatis

    Empati tampaknya telah mengalami evolusi selama perjalanan sejarah manusia. Menurut psikolog dari Harvard, Steven Pinker, empati telah mengalami pertumbuhan sepanjang beberapa abad terakhir. 

    Hal ini berkaitan dengan kecenderungan seperti pertumbuhan literasi dan perdagangan internasional yang membuat manusia semakin saling terkait.

    3. Empati Seringkali Egois

    Empati seringkali bersifat egosentris. Biasanya, seseorang bisa menunjukkannya kepada orang-orang yang sangat mereka cintai, menggambarkan dorongan untuk menjaga anak, keluarga, dan individu yang dekat dengan mereka.

    4. Empati dapat Dipelajari

    Penelitian selama beberapa waktu telah mengungkapkan bahwa individu yang sering membaca karya fiksi cenderung memiliki kemampuan empati yang lebih baik. 

    Sebuah studi pada 2009 yang dilakukan oleh peneliti Sara Konrath dari Universitas Michigan menemukan bahwa individu yang sering membaca fiksi menunjukkan hasil yang lebih unggul dalam tes empati. 

    Konsepnya adalah dengan membaca tentang kehidupan orang lain, kita dapat mempelajari sesuatu untuk berempati ke kelompok yang lebih luas.

    Baca Juga: Psikotes adalah: Manfaat, Tujuan, hingga Tips Menjawab & Contoh Soal

    Sudah Tahu Pengertian Empati Beserta Contohnya?

    Seorang manusia pada dasarnya harus memiliki perasaan empati agar mereka paham dan bisa untuk membantu. Saling membantu itu penting untuk dilakukan karena manusia merupakan makhluk sosial. Maka dari itu, memupuk perasaan empati akan membantu Anda dalam menjaga hubungan dengan orang lain.

  • 3 Periodisasi Perkembangan Peradaban Islam Secara Lengkap

    3 Periodisasi Perkembangan Peradaban Islam Secara Lengkap

    Seperti apa periodisasi perkembangan peradaban Islam? Periodisasi adalah sebuah pembabakan maupun pengelompokan waktu sesuai dengan zamannya. Tujuan pengelompokan tersebut untuk mempermudah Anda di dalam mengetahui serta memahami karakteristik dari pembahasan sejarah.

    Islam memiliki sejarah yang sangat panjang. Di dalam perkembangannya, Islam juga turut menghadirkan kebudayaan yang lalu dinamakan peradaban Islam.

    Inilah Periodisasi Perkembangan Peradaban Islam

    Secara umum, perkembangan sejarah Islam terbagi dalam 3 kelompok atau babak. Pertama yaitu periode Islam Klasik, kedua adalah pertengahan, serta perkembangan Islam Modern. Setiap periode tersebut mempunyai karakteristiknya masing-masing. Berikut pembahasan selengkapnya.

    1. Periode Klasik

    Ilustrasi kekhalifahan Bani Umayyah
    Ilustrasi kekhalifahan Bani Umayyah | Sumber gambar: intisari.grid.id

    Di periode yang pertama ini, perkembangan Islam terbagi dalam 2 fase, yaitu:

    • Fase ekspansi, integrasi, serta kemajuan yang berlangsung pada 650 sampai 1000 Masehi
    • Fase disintegrasi yang berlangsung pada 1000 sampai 1250 Masehi

    Dalam fase ekspansi, integrasi, serta kemajuan, Islam berjaya melalui Bani Umayyah. Bahkan, kejayaannya tersebut berhasil membawa pengaruh Islam yang sangat luas hingga mencapai wilayah Afrika Utara serta Spanyol bagian barat.

    Bukan hanya itu, wilayah lain yakni Persia serta India juga mendapatkan pengaruh atas kejayaan Islam di masa tersebut. Perkembangan Islam seolah tak terbendung hingga menyebar begitu luasnya.

    Kemudian, di periode klasik, ilmu pengetahuan, seni, serta arsitektur juga berkembang pesat. Ini terbukti melalui berkembangnya beberapa kota di kawasan yang memang menjadi wilayah kekuasaan Islam. Misalnya Istana Az-Zahra yang terdapat di Kordoba serta Istana Al-Hambra yang ada di Granada.

    Banyak ilmuwan maupun ulama besar bermunculan di masa itu. Beberapa ulama yang sangat terkenal dan bahkan kitabnya masih menjadi rujukan hingga sekarang antara lain:

    • Imam Abu Hanifah
    • Imam Malik
    • Al-Jubba’i
    • Imam Al-Asya’ri
    • Imam Al-Maturidi

    Selanjutnya, memasuki masa disintegrasi mulai tahun 1000 sampai 1250 M. Di masa inilah kejayaan Islam sudah mulai surut. Terdapat beberapa penyebabnya dan salah satunya yaitu kehancuran dari kota Baghdad. Kota tersebut menjadi pusat ilmu pengetahuan. Akan tetapi hancur akibat serangan dari Hulagu Khan.

    2. Periode Pertengahan

    Ilustrasi penguasa kerajaan Safawi
    Ilustrasi penguasa kerajaan Safawi | Sumber gambar: khazanah.republika.co.id

    Periodisasi perkembangan peradaban Islam yang kedua yaitu pada masa pertengahan. Sama dengan periode sebelumnya, masa pertengahan juga terbagi ke dalam dua fase, yakni fase kemunduran serta fase 3 kerajaan besar.

    Khusus fase kemunduran yang berlangsung antara 1250 sampai 1500 M, disintegrasi serta desentralisasi meningkat. Fase tersebut juga membuat dunia terbagi dua, yakni bagian Arab dengan pusatnya di Mesir dan terdiri atas Suriah, Irak, Arabia, Mesir, Palestina, serta Afrika Utara.

    Kemudian ada bagian Persia yang pusatnya di Iran serta terdiri dari Asia kecil, Balkan, Persia, serta Asia Tengah. Selanjutnya ada fase 3 kerajaan besar yang berlangsung sekitar 1500 sampai 1700 M.

    Menurut sejarah, fase ini kurang begitu memperhatikan ilmu pengetahuan. Akibatnya, Islam pun semakin mengalami kemunduran ketika 3 kerajaan besar tersebut memperoleh banyak tekanan. Bukan hanya ilmu pengetahuan, ternyata politik serta militer pun juga menurun.

    Kerajaan Safawi mengalami kehancuran akibat serangan dari bangsa Afgan. Kemudian kerajaaan Mughal hancur karena serangan dari raja-raja India. Kerajaan Usmani juga dipukul mundur di Eropa dan Mesir berhasil ditaklukkan Prancis melalui Napoleon Bonaparte.

    Selain itu, gedung-gedung bersejarah juga ditinggalkan begitu saja. Misalnya Benteng Merah, Taj Mahal, istana, masjid, maupun berbagai gedung pemerintahan yang ada di Delhi. Meskipun demikian, perlahan Islam sudah mulai berkembang kembali khususnya di bidang politik.

    Di sisi lain, negara-negara Barat juga mulai bangkit. Apalagi terbukanya jalan menuju pusat rempah-rempah serta bahan-bahan mentah yang berlokasi di wilayah Timur. Penemuan Amerika oleh Columbus di tahun 1492 M juga menandakan semakin berkembangnya Bangsa Barat.

    Meskipun demikian, kekuatan mereka masih tak begitu kuat. Apalagi jika membandingkannya dengan kekuatan Islam. Namun, memang sudah muncul tanda-tanda bahwa Barat akan terus berkembang.

    3. Periode Modern

    Ilustrasi umat islam pada tahun1800 M
    Ilustrasi umat islam pada tahun1800 M | Sumber gambar: detik.com

    Periodisasi perkembangan peradaban Islam yang ketiga yaitu periode modern dan berlangsung mulai 1800 M sampai sekarang. Banyak umat Islam yang kemudian mencari tahu kira-kira apa yang menjadikan Islam runtuh.

    Para pemimpin serta pemuka Islam mulai memikirkan bagaimana langkah-langkah untuk membangun dan meningkatkan kekuatan dan mutu Islam. Kebangkitan umat Islam tersebut muncul salah satunya karena melihat bahwa Barat sudah mulai memiliki peradaban baru.

    Ekspedisi Napoleon yang berlangsung di Mesir dan berakhir di tahun 1801 M berhasil membuka pandangan Islam, khususnya di Turki dan Mesir. Periode ini juga sekaligus menjadi masa keterbalikan di mana Barat yang awalnya menurun dan kalah dengan peradaban Islam, namun sekarang malah sebaliknya.

    Dari sini lalu muncul pemikiran maupun aliran modernisasi dalam Islam. Para pemuka Islam mengeluarkan ide maupun pandangannya mengenai bagaimana langkah-langkah untuk menjadikan Islam kembali maju seperti di periode klasik. Berbagai usaha pun sudah dilakukan meskipun Barat juga semakin bertambah maju.

    Kebangkitan Umat Islam

    Masih tentang periodisasi perkembangan peradaban Islam. Adapun kebangkitan Islam terbagi dalam 2 periode, yaitu:

    • Kebangkitan awal yang berlangsung pada 1800 sampai 1967 Masehi
    • Kebangkitan kedua yang berlangsung pada 1967 sampai sekarang

    Pada periode pertama, kesadaran umat Islam muncul mengenai pentingnya pembaruan di dalam Islam. Pembaruan tersebut terjadi di bidang budaya, sosial, militer, serta politik.

    Selanjutnya, periode kebangkitan kedua terjadi kekalahan dari Arab oleh Israel di tahun 1967. Ini menjadi pemicu yang menggugah umat Islam sehingga lahirlah banyak pemikiran filosofis serta metodologis untuk melakukan pembaruan Islam di era kontemporer.

    Banyak tokoh pembaruan Islam yang bermunculan di masa tersebut, antara lain:

    • Muhammad Abduh
    • Muhammad Rasyid Ridha
    • Jamaluddin Al-Afghani
    • Sayyid Ahmad Khan
    • Syah Waliyullah serta Muhammad Iqbal
    • KH. Hasyim Asy’ari
    • KH. Ahmad Dahlan
    • dan lain-lain

    Perkembangan Peradaban Islam (Nabi Adam-Sekarang)

    Sebenarnya sejarawan juga berbeda pendapat terkait penentuan periodesasi perkembangan peradaban Islam. Selain pembahasan di atas, ada juga sejarawan yang mengulas bagaimana Islam berkembang sejak masa Nabi Adam sampai saat ini.

    1. Periode Sejarah Klasik

    Periode yang bermula sejak Nabi Adam datang ke bumi. Kemudian periode tersebut berlanjut dengan masa para nabi sampai sebelum Nabi Muhammad diutus dan menjadi nabi terakhir.

    2. Periode Sejarah Nabi Muhammad

    Periode yang bermula sejak 570 M sampai 632 M. Pada masa ini, Madinah menjadi pusat awal dari seluruh aktivitas negara sampai meliputi seluruh jazirah Arab. Inilah periode yang harus menjadi contoh kaum muslimin, baik yang menjadi pemerintah maupun rakyat.

    3. Periode Khalifah Abu Bakar-Ali

    Periode yang ketiga ini dimulai sejak 632 M sampai 661 M. Di jaman khalifah, Islam banyak melakukan penaklukan, baik di Syam (Syiria), Persia, Mesir, dan sebagainya. Selain itu, manusia juga ada di dalam kaidah atau manhaj Islam secara benar.

    4. Periode Kekhalifahan Umayyah

    Kemudian, berlanjut dengan khalifah Bani Umayyah yang berlangsung antara 661 M sampai 749 M. Di masa ini, pemerintahan Islam melakukan perluasan secara signifikan. Akan tetapi, komitmen terhadap syariat Islam mulai menunjukkan kemerosotan dibandingkan periode sebelumnya.

    5. Periode Kekhalifahan Abbasiyah

    Setelah Bani Umayyah, periode selanjutnya yaitu masa khalifah Bani Abbasiyah yang berlangsung mulai 749 M sampai 1258 M. Di periode tersebut, pendidikan Islam semakin berjaya meskipun memang masih ada beberapa pemerintahan serta kerajaan yang masih independen.

    Misalnya, pemerintahan Zanki, Saljuk, Ghazni, Ayyub, serta Murabithun. Lalu, pada masa tersebut juga terjadi perang salib yang dilakukan negara Eropa. Mereka memang menaruh kebencian mendalam terhadap negara Islam di wilayah Timur. Pemerintahan Abbasiyah pun hancur dengan bersamaan penyerangan oleh orang-orang Mongolia.

    6. Periode Sejarah Mamluk

    Periode yang berlangsung antara 1250 M sampai 1517 M. Sejarah yang sangat dikenang di masa ini yaitu berhasilnya membendung gelombang serangan dari pasukan Mongol ke beberapa negara Islam. Bahkan, kaum Salibis pun eksistensinya di negara Islam berhasil dihabiskan pada periode tersebut.

    7. Periode Kesultanan Utsmaniyah

    Periode yang ketujuh ini berlangsung mulai 1517 M sampai 1923 M. Pemerintah berhasil melakukan ekspansi ke wilayah Islam, khususnya kawasan Eropa Timur. 

    Waktu itu Beograd, Hongaria, Yunani, Albania, Serbia, Rumania, serta Bulgaria berhasil takluk. Bahkan, kekuasaan kesultanan Utsmaniyah semakin melebar hingga berhasil menaklukkan Konstantinopel yang menjadi ibu kota dari Imperium Romawi.

    8. Periode Islam Kontemporer

    Periode yang terakhir bermula pada 1922 M sampai 2000 M. Sejarah bermula sejak berakhirnya kekuasaan Utsmaniyah. Islam pun terus berkembang sampai pada masa saat ini.

    Baca Juga: Sejarah Kerajaan Mataram Islam, Raja-raja, dan Masa Kejayaan

    Sudah Paham Periodisasi Perkembangan Peradaban Islam?

    Jadi, Islam mengalami perkembangan dalam 3 periode. Ketiga periode tersebut yaitu periode klasik, pertengahan, serta modern. Sebagai umat Muslim, sangat penting untuk mengetahui sejarah peradaban Islam untuk mengambil nilai-nilai positif di dalamnya.

  • 7 Pahlawan Nasional Asal Kalimantan dan Perjuangannya 

    7 Pahlawan Nasional Asal Kalimantan dan Perjuangannya 

    Kalimantan, pulau yang memiliki kekayaan alam dan budaya, telah melahirkan pahlawan-pahlawan besar yang tak boleh kita lupakan dalam sejarah Indonesia. Dari rimba hutan yang luas hingga sungai yang mengalir deras, para pahlawan nasional asal Kalimantan telah mengukir legenda dengan perjuangan dan dedikasi mereka.

    Pada artikel berikut, kami membawa Anda melintasi sejarah dan warisan pahlawan-pahlawan luar biasa yang berasal dari pulau Kalimantan. Mereka semua telah memberikan kontribusi yang tak ternilai dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa ini. Mari kita simak!

    7 Pahlawan Nasional Asal Kalimantan

    Berikut biografi beserta latar belakang para pahlawan nasional asal Kalimantan yang berjuang untuk NKRI:

    1. Pangeran Antasari

    Pangeran Antasari
    Pangeran Antasari | Sumber: Kompas.com

    Pertama, Pangeran Antasari yang lahir di Kayu Tangi, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sekitar tahun 1797-1809. Beliau seorang Sultan dan pemimpin yang berperan dalam Perang Banjar melawan penjajah Belanda. Nama kecilnya adalah Gusti Inu Kertapati.

    Pangeran Antasari dihormati bukan hanya sebagai pemimpin suku Banjar, melainkan juga oleh berbagai suku lain di Kalimantan Selatan. Saat Perang Banjar terjadi pada 25 April 1859, ketika itu beliau dan 300 prajuritnya menyerang tambang batu bara di bawah kekuasan Belanda di Pengaron, lalu meluas ke seluruh wilayah kerajaan Banjar.

    Beliau meninggal pada usia 75 tahun akibat penyakit paru-paru dan cacar, dan putranya, Muhammad Sema melanjutkan perjuangannya. Pada 27 Maret 1968, Pangeran Antasari mendapatkan penghormatan sebagai pahlawan nasional..

    2. Brigjen Hasan Basri

    Hasan Basri
    Hasan Basri | Sumber: Tirto.id

    Selanjutnya, Hasan Basri yang lahir di Kandangan, Hulu Sungai Selatan, pada 17 Juni 1923 dan meninggal di Jakarta pada 15 Juli 1984. Beliau adalah tokoh pahlawan nasional dari Kalimantan Selatan yang berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. 

    Beliau mendirikan Batalyon ALRI Divisi IV di Kalimantan Selatan dan memiliki julukan sebagai Bapak Gerilya Kalimantan pada tahun 1962. Pendidikan awalnya mencakup HIS, Tsanawiyah al-Wataniah di Kandangan, dan Kweekschool Islam Pondok Modern Ponorogo, Jawa Timur. 

    Setelah kemerdekaan, beliau terlibat dalam organisasi pemuda Kalimantan di Surabaya dan menjadi pemimpin Laskar Syaifullah. Hasan Basri juga mendirikan Banteng Indonesia dan membentuk Batalyon ALRI, setelah banyak anggota Laskar ditangkap oleh Belanda. 

    Meskipun saat itu Kalimantan berada di bawah kekuasaan Belanda berdasarkan perjanjian Linggarjati dan Renville, Hasan Basri tetap berjuang. Namun, pada 17 Mei 1949, beliau berhasil memproklamasikan Kalimantan sebagai bagian dari Republik Indonesia.

    Setelahnya, beliau menjadi Letnan Kolonel dalam TNI AD Divisi Lambung Mangkurat. Lalu, pada 3 November 2001, beliau mendapatkan pengakuan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah Banjarmasin.

    3. Ir. Pangeran H. Mohammad Noor

    Ir. Pangeran H. Mohammad Noor
    Ir. Pangeran H. Mohammad Noor | Sumber: Tribun Wiki 

    Pahlawan nasional asal Kalimantan ini lahir di Martapura pada 24 Juni 1901 dan merupakan keturunan keluarga bangsawan Banjar serta cucu Ratu Anom Mangkubumi Kentjana bin Sultan Adam al-Watsiq Billah. Tetapi, setelah Kesultanan Banjar dihapuskan oleh Belanda menjelang akhir Perang Banjar, keluarga Kesultanan kehilangan hak istimewanya dan jatuh miskin. 

    Pendidikan Ir. Pangeran H. Mohammad Noor meliputi HIS, MULO, HBS, dan Technische HogeSchool (ITB), di mana ia lulus sebagai Insinyur pada 1927. Alih-alih bekerja untuk Belanda, beliau memilih untuk berjuang dengan rakyat dan menjadi wakil Kalimantan di Volksraad pada 1935-1939. 

    Selama PPKI, beliau berperang dalam pertempuran Surabaya pada Oktober-November 1945 melawan tentara sekutu. Dan selama Revolusi 1945-1949, beliau mendirikan pasukan MN 1001 di Kalimantan Selatan dan Tengah. 

    Kemudian, sebagai Gubernur Kalimantan pertama selama Agresi Militer Belanda I dan II, beliau membantu mempertahankan Kalimantan secara politik dan militer. Sedangkan sebagai Menteri PU, beliau menyelesaikan proyek-proyek vital dan pada tahun 2018 beliau mendapatkan pengakuan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah Banjarmasin.

    4. Abdul Kadir

    Abdul Kadir
    Abdul Kadir | Sumber: Kompas.com

    Terkenal sebagai Raden Temenggung Setia Pahlawan, Abdul Kadir lahir pada tahun 1771 di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, dan meninggal pada tahun 1875 di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Beliau adalah seorang bangsawan asal Melawi yang berusaha memajukan ekonomi rakyatnya serta melawan Belanda.

    Beliau adalah anak dari seorang bangsawan dari kerajaan Sintang, yang memerintah di wilayah Melawi pada tahun 1845, setelah menggantikan ayahnya. Meskipun harus tunduk kepada raja yang bersekutu dengan Belanda, Abdul Kadir tidak pernah mengingkari penolakannya terhadap penjajahan Belanda.

    Ia membangun secara diam-diam pasukan untuk mempersiapkan perlawanan terhadap Belanda. Meskipun Belanda mengetahui rencananya dan memberinya gelar Setia Pahlawan beserta sejumlah uang pada tahun 1866, Abdul Kadir terus melanjutkan perlawanannya dari tahun 1868 hingga 1875. 

    Karena kecerdasannya dalam mendapatkan informasi, Belanda selalu kalah dalam upaya mereka, akhirnya Abdul Kadir ditangkap dan ditahan hingga meninggal di Nanga Pinoh, serta dimakamkan di Natal Mungguk Liang, Melawi. Abdul Kadir dihormati sebagai pahlawan nasional asal Kalimantan pada tahun 1999.

    5. Sultan Hidayatullah II

    Sultan Hidayatullah II
    Sultan Hidayatullah II | Sumber: Sonora

    Pahlawan nasional asal Kalimantan Sultan Hidayatullah II, awalnya terkenal sebagai Gusti Andarun, lahir di Martapura pada tahun 1822 dan meninggal di Cianjur, Jawa Barat, pada 24 November 1904 saat usia 82 tahun. 

    Ia memimpin Kesultanan Banjar dari tahun 1859 hingga 1862 dan merupakan salah satu tokoh pemimpin Perang Banjar melawan Hindia Belanda.

    Gusti Andarun, anak dari Pangeran Ratu Sultan Muda Abdurrahman, seharusnya menjadi pewaris takhta Kesultanan Banjar, tetapi posisinya tergantikan oleh kakak tirinya, Tamjidillah II, yang mendapatkan dukungan Belanda. Hal ini memicu konflik di antara keluarga bangsawan Banjar dan masyarakat.

    Ketegangan ini berujung pada Perang Banjar pada tahun 1859, di mana Pangeran Antasari memimpin pasukan Banjar menyerang tambang batu bara Oranje-Nassau. Setelah berjuang hingga tahun 1862, Sultan Hidayatullah beserta keluarganya ditangkap oleh Belanda. 

    Mereka diasingkan ke Cianjur, tempat Sultan Hidayatullah menghabiskan sisa hidupnya hingga wafat pada tahun 1904. Kemudian, Sultan Hidayatullah mendapatkan penghormatan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1999, atas perlawanannya melawan Hindia Belanda.

    6. Marsekal Pertama TNI Anumerta Tjilik Riwut 

    Tjilik Riwut
    Tjilik Riwut | Sumber: Metro Kalimantan 

    Beliau lahir pada 2 Februari 1918 di Kasongan, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, dan meninggal pada tahun 1987 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Beliau adalah seorang tokoh Dayak yang berperan penting dalam pemerintahan sebagai Gubernur Kalimantan Tengah pada tahun 1958.

    Selain tugas pemerintahan, Tjilik Riwut juga menulis beberapa buku dan menjadi seorang jurnalis. 

    Pada tanggal 17 Desember 1946, bersama dengan sejumlah tokoh perwakilan Dayak Kalimantan, beliau bersumpah setia kepada pemerintah RI dalam sebuah upacara adat suku Dayak. 

    Kemudian, beliau mendapat perintah untuk memimpin Operasi Penerjunan Pasukan Payung yang pertama oleh S. Suryadarma, Kepala TNI AU pada 17 Oktober 1947 di Desa Sambi, Kotawaringin, Kalimantan Tengah. Untuk memperingati hari tersebut, tanggal 17 Oktober secara resmi ditetapkan sebagai Hari Pasukan Khas TNI AU. 

    Tjilik Riwut mendapatkan pengakuan sebagai pahlawan nasional asal Kalimantan pada tahun 1998, dan nama beliau diabadikan sebagai salah satu nama bandara di Palangkaraya.

    7. Drs. Saadillah Mursjid

    Saadillah Mursjid
    Saadillah Mursjid | Sumber: Teras Info

    Terakhir, Saadillah Mursjid yang lahir pada tanggal 7 September 1937 dan meninggal pada tanggal 28 Juli 2005. Beliau menjabat sebagai Menteri Muda/Sekretaris Kabinet Indonesia dalam Kabinet Pembangunan V, Menteri Sekretaris Kabinet dalam Kabinet Pembangunan VI, dan Menteri Sekretaris Negara dalam Kabinet Pembangunan VII.

    Sebelum menjadi menteri, pahlawan nasional asal Kalimantan bernama Drs. Saadillah Mursyid merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada, The Netherlands Economic Institute (Rotterdam), dan Universitas Harvard. Lalu, beliau bekerja di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). 

    Pada tahun 1992, beliau menerima penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana. Dan sejak tahun 2003, Drs. Saadilah Mursyid menjabat sebagai General Manager Taman Mini Indonesia Indah.

    Beliau menjadi Menteri Sekretaris Negara setelah mantan Presiden Soeharto mengundurkan diri. Pada saat itu, Soeharto menunjuk Drs. Saadilah Mursyid untuk menyiapkan naskah final Keputusan Presiden tentang Komite Reformasi dan Keputusan Presiden tentang Pembentukan Kabinet Reformasi. 

    Drs. Saadilah Mursyid juga terkenal sebagai seorang politisi yang setia kepada Soeharto dan tetap mendukungnya meskipun banyak orang berpaling setelah kejatuhannya. Beliau juga adalah penulis konsep pengunduran diri Presiden Soeharto dan melaporkan situasi genting pada Mei 1998.

    Baca Juga: Mengenal 10 Tokoh Pahlawan dari Jawa dan Kisah Perjuangannya

    Sudah Tahu Siapa Saja Pahlawan Nasional Asal Kalimantan?

    7 tokoh luar biasa dan telah diakui sebagai pahlawan nasional asal Kalimantan, yakni mulai dari Pangeran Antasari hingga Drs. Saadillah Mursjid. Dari perintis kemerdekaan hingga pionir pendidikan, setiap satu dari mereka telah memberikan kontribusi berharga bagi Indonesia. 

    Mereka merupakan bukti kebesaran dan keberagaman budaya Kalimantan dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Sebagai negara yang kaya akan sejarah dan jasa-jasa para pahlawan ini, kita tidak boleh melupakan peran mereka dalam menyatukan Indonesia.

  • Mengenal 4 Konsep Waktu dalam Sejarah, Fungsi, dan Contoh

    Mengenal 4 Konsep Waktu dalam Sejarah, Fungsi, dan Contoh

    Dalam mempelajari sejarah, penting untuk mengetahui konsep waktu dalam sejarah. Karena hal ini sangat berkaitan untuk mengetahui apa peristiwa yang terjadi di masa lalu, bagaimana perkembangannya hingga saat ini, serta apa saja yang sudah berubah. Lantas, apa itu sejarah dan apa saja konsep waktu di dalamnya? 

    Apa itu Sejarah? 

    Sebelum mengetahui konsep waktu dalam sejarah, penting untuk kamu memahami apa itu sejarah. Sejarah berasal dari bahasa Arab Syajara yang berarti pohon kayu. Pohon kayu memiliki banyak manfaat, bahkan pada zaman Nabi sekalipun. Sebab, pelepah kayu berguna untuk menulis ayat Al-Qur’an. 

    Tak hanya pelepahnya saja, hampir seluruh bagian dari kayu dapat manusia manfaatkan. Mulai dari akar hingga buahnya. Secara etimologi, sejarah merupakan pertumbuhan, kehidupan, dan perkembangan yang terus berlangsung sepanjang waktu tanpa henti. 

    Dalam bahasa Jawa, sejarah memiliki arti yang relatif sama. Di mana dalam bahasa Jawa ada istilah babad yang berarti cerita sejarah. Terdapat pula cerita Babad Tanah Jawi yang berarti Sejarah Tanah Jawa. 

    Jadi, dapat kamu tarik kesimpulan bahwa, sejarah merupakan suatu ilmu pengetahuan yang ada karena penyelidikan atas peristiwa yang terjadi pada masa lalu. Di mana ini berguna sebagai pedoman untuk masyarakat saat ini. 

    Apa itu Konsep Waktu dalam Sejarah?

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), waktu adalah serangkaian proses, keadaan, dan perbuatan saat berlangsung. Waktu merupakan salah satu unsur sejarah yang sangat penting, karena dalam mempelajari sejarah bukanlah mempelajari sesuatu yang berhenti, melainkan bergerak seiring waktu. 

    Konsep waktu dalam sejarah memiliki arti keberlangsungan atau jangka waktu berlangsung. Keberlangsungan sendiri terbagi menjadi tiga dimensi, yaitu masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. 

    Masa lalu merupakan masa yang telah kita lewati, masa yang bisa kita kenang sehingga memiliki sifat kesinambungan. Selain itu, masa lalu bukanlah masa yang harus dilupakan. Sebab, dengan adanya masa lalu dapat menjadi pembelajaran untuk bertindak lebih baik lagi di masa sekarang. 

    Begitupun dengan sejarah yang dapat kita gunakan sebagai acuan untuk melakukan tindakan di masa saat ini. Serta untuk melakukan perencanaan di masa yang akan datang.

    Waktu dalam sejarah menggunakan makna denotatif. Ini merupakan satu kesatuan, yaitu jam, menit, detik, minggu, bulan, tahun, abad, dan lainnya. Sebagai contoh, kamu membaca sejarah Kerajaan A berdiri pada abad 7 Masehi. Nah, 7 Masehi merupakan makna denotatif dalam sejarah. 

    Sejarah tidak hanya terbatas pada suatu peristiwa saja, melainkan juga menyangkut hal lain seperti manusia, benda, ruang, waktu, dan lain sebagainya. Manusia di sini adalah tokoh yang berpengaruh dalam suatu peristiwa. 

    Sedangkan ruang merupakan latar atau tempat di mana peristiwa tersebut terjadi. Namun, konsep waktu sejarah yang dimaksudkan di sini hanyalah hal yang menyangkut dengan suatu peristiwa. 

    4 Konsep Waktu dalam Sejarah 

    Menurut Kuntowijoyo, terdapat 4 pembagian konsep waktu sejarah. Nah, berikut adalah penjabaran lengkapnya:

    1. Konsep Perkembangan 

    Setiap individu tentu menginginkan perkembangan dalam dirinya, ini berlaku untuk setiap generasi. Dari masa ke masa, kita juga selalu menyaksikan perkembangan-perkembangan. 

    Contohnya adalah perkembangan komputer. Komputer pertama kali berukuran sangat besar sehingga tidak efisien untuk kerja yang berpindah-pindah tempat. Sekarang terdapat laptop yang lebih efisien dan ringkas untuk dibawa. 

    Tak hanya bentuknya, fungsi komputer juga mengalami perkembangan. Awalnya komputer belum tersambung dengan internet, hingga kini internet sangat mudah digunakan dan dapat semua orang dapat terhubung ke berbagai jenis perangkat. 

    Dalam konsep perkembangan, sejarah akan mencatat peristiwa yang menyiratkan perubahan dari satu bentuk ke bentuk lain. Seperti komputer pertama kali ditemukan pada tahun 1822, kemudian komputer kedua ditemukan pada tahun 1959. 

    Dalam sejarah tidak meninggalkan yang lalu, namun bersifat berkesinambungan. Apapun yang baik akan diteruskan dan tidak ditinggalkan. Contohnya dalam perkembangan komputer tadi. Jika ada bagian yang sudah berjalan dengan baik, maka tidak akan terbuang begitu saja. 

    Jadi, hal tersebut akan terus digunakan dan ditambah dengan bagian baru yang berguna untuk menyempurnakan. Sehingga, kemajuan dan kebaruan akan semakin dapat manusia rasakan. 

    2. Konsep Kesinambungan 

    Konsep waktu dalam sejarah kedua, yaitu kesinambungan. Kesinambungan dapat terjadi apabila masyarakat dapat mengambil pelajaran dan kebaikan dari sejarah. 

    Meskipun dalam penerapannya terdapat hal-hal yang mengalami perubahan, namun terdapat pola dan sistem yang sama dari masa lampau. Hal inilah yang disebut sebagai kesinambungan. 

    Contoh dari konsep kesinambungan adalah sistem dalam partai politik saat ini yang kurang lebih mirip dengan sistem politik di zaman kerajaan. Hal tersebut terjadi karena masyarakat mengambil cara-cara yang pernah dilakukan pada masa lalu untuk diadopsi di masa sekarang. 

    3. Konsep Pengulangan 

    Konsep pengulangan, merupakan konsep waktu sejarah yang ketiga. Terdapat banyak peristiwa yang terkadang bisa membuat kamu kamu merasa mengalami peristiwa yang sama. Namun, dengan waktu dan zaman yang berbeda layaknya sebuah déjà vu. 

    Pengulangan dalam sejarah kerap kali terjadi dalam tahun yang berbeda, dalam zaman yang berbeda, namun terkadang memiliki kesamaan latar belakang. Ungkapan mengulang sejarah juga bukan merupakan hal yang asing, bukan?

    Salah satu contoh pengulangan sejarah adalah lengsernya penguasa atau pemimpin kerajaan. Di mana peristiwa tersebut juga terjadi pasca kemerdekaan Indonesia. Seperti saat lengsernya Presiden Soekarno, Soeharto, B.J Habibie, dan Abdurrahman Wahid. 

    Tentu saja, penyebab lengsernya presiden pertama hingga keempat Indonesia tersebut memiliki latar belakang berbeda. Namun, hal ini merupakan pengulangan sejarah mengenai lengsernya suatu kepemimpinan. 

    4. Konsep Perubahan

    Terakhir, yang termasuk dalam konsep waktu dalam sejarah adalah perubahan. Ini merupakan konsep yang juga melibatkan pengaruh dari luar. Perubahan merupakan perkembangan yang terjadi dalam waktu yang lambat maupun cepat.

    Banyak faktor yang turut mendorong dan mempercepat perubahan. Contohnya adalah masyarakat yang memiliki pemikiran terbuka, temuan baru, konflik yang terjadi dalam masyarakat, dan lain sebagainya. 

    Seperti yang kita ketahui, selalu ada 2 sisi dalam kehidupan, yaitu baik ada buruk. Dalam perubahan pun ada faktor yang mempercepat perubahan dan ada faktor yang justru memperlambat perubahan. Contohnya adalah terjadinya bencana alam, masuknya pengaruh kebudayaan asing yang sangat masif, dan masih banyak lagi.  

    Sebagaimana kehidupan ini yang terus berjalan dari waktu ke waktu. Seluruh aspek yang ada dalam kehidupan haruslah turut berubah mengikuti perkembangan zaman. 

    Hubungan Waktu dengan Babak dalam Sejarah 

    Selain konsep waktu dalam sejarah, kamu juga harus memahami babaknya. Ketika mempelajari sejarah, tentu kamu akan mengenal sejarah dalam masa pra sejarah, masa Kerajaan Hindu Buddha, masa penjajahan Jepang, masa penjajahan Belanda, dan lain sebagainya. Hal tersebut yang merupakan pembabakan dalam sejarah. 

    Proses yang terjadi dalam sejarah selalu melibatkan perubahan atau peralihan. Sehingga, untuk dapat mempelajari sejarah dengan baik, kamu harus mengetahui gambaran-gambaran yang terjadi pada peristiwa. Hal inilah yang kemudian memunculkan pelukisan peristiwa sejarah. 

    Waktu sendiri terbagi menjadi 3 dimensi yang sama dengan keberlangsungan sebagaimana yang telah dibahas dalam pengertian sejarah. Meliputi masa lalu, sekarang, dan masa depan. Perjalanan waktu merupakan perjalanan yang terus berlangsung sehingga perlu diberi batasan. 

    Batasan tersebutlah yang kemudian disebut dengan babak atau pembabakan. Babak dibuat secara urut dan sesuai dengan kronologi sejarah. Berikut merupakan pembabakan Sejarah Nasional Indonesia:

    • Babak I: Zaman Prasejarah
    • Babak II: Zaman Kuno (Awal M – 1500 M)
    • Babak III: Zaman Kerajaan Islam (1500 M – 1800 M)
    • Babak IV: Abad Sembilan Belas (1800 M -1900 M)
    • Babak V: Zaman Kebangkitan Nasional (1900 M -1942 M)
    • Babak VI: Zaman Jepang dan Zaman Republik Indonesia (1942 M -1984 M)

    Baca Juga: Konsep Berpikir Sejarah: Pengertian, Macam, dan Contohnya

    Sudah Memahami 4 Konsep Waktu dalam Sejarah?

    Intinya, konsep waktu dalam sejarah yang tidak akan bisa terlepas dari kehidupan masa ke masa. Dalam mempelajari sejarah tidak terbatas pada perkembangannya saja, melainkan tergabung juga dalam 3 konsep waktu lainnya yaitu kesinambungan, pengulangan, dan perubahan. 

    Sejarah memberikan kita peluang untuk membuka, mengingat, dan mempelajari apa yang terjadi di masa lalu. Serta memberikan pemaparan dalam berbagai aspek kehidupan dan mempermudah kita untuk mengikuti perkembangannya hingga ke masa sekarang. 

    Sehingga, cerita maupun pengalaman dalam sejarah dapat menjadi pegangan manusia di zaman ini dalam menjalani kehidupan sekarang hingga masa yang akan datang. Semoga bermanfaat!

  • Psikotes adalah: Manfaat, Tujuan, hingga Tips Menjawab & Contoh Soal

    Psikotes adalah: Manfaat, Tujuan, hingga Tips Menjawab & Contoh Soal

    Seberapa sering kamu mengikuti psikotes saat proses melamar kerja? psikotes adalah asesmen psikologis yang sering dipakai oleh HRD (Human Resource and Development) untuk menyeleksi calon karyawannya. Tingkat akurasi tes ini cukup tinggi, sehingga kerap digunakan dalam proses rekrutmen kerja. 

    ari pahami penjelasan lengkap tentang asesmen psikologis tersebut lewat penjelasan berikut ini! 

    Apa Itu Psikotes? Begini Penjelasannya! 

    Para lulusan baru dan pencari kerja pasti cukup familiar dengan tes yang satu ini. Pada dasarnya, psikotes adalah salah satu jenis alat bantu dalam ilmu psikologi yang berguna untuk mengukur kemampuan kognitif dan karakter diri seseorang, dalam konteks ini untuk calon karyawan. 

    Melansir dari situs web Harvard Business Review, psikotes sudah digunakan oleh hampir 76% perusahaan dalam proses rekrutmen karyawan mereka. Artinya, tes ini dipercaya memiliki akurasi dan hasil yang valid untuk mencari calon karyawan terbaik. 

    Bukan hanya di dunia kerja, psikotes juga dapat kamu temukan pada proses seleksi calon mahasiswa di tingkat universitas. Walaupun begitu, psikotes memang lebih identik dengan proses seleksi calon pekerja daripada seleksi calon mahasiswa. 

    Pada pelaksanaannya, psikotes kerap terdiri dari rangkaian tes lain seperti Tes IQ, Tes Pauli, Tes Wartegg, Tes Analog Verbal, Tes Logika Aritmatika, dan Tes Spasial. Setiap jenis tes memiliki fungsi dan tujuannya masing-masing, sehingga dapat memberi referensi utuh pada HRD untuk menjaring kandidat terbaik. 

    Manfaat Psikotes, Apa Saja? 

    Ikut Psikotes
    Ikut Psikotes | Sumber gambar: VOI.com

    Apakah berdasarkan pengertian psikotes kamu bisa melihat apa saja manfaat dari asesmen psikologis tersebut? Cari tahu lewat uraian berikut ini, yuk!

    1. Mengenali Sifat dan Karakter Diri Kandidat   

    Soal-soal yang kamu kerjakan pada saat psikotes ternyata dapat menunjukkan sifat dan karakter diri kamu. Melalui jawaban yang kamu pilih, HRD dapat menganalisis kemampuan kamu dalam bekerja dan beradaptasi dengan lingkungan kerja. 

    Beberapa contoh karakter kandidat, seperti adaptif, berintegritas, dan bertanggung jawab cukup banyak disukai para petinggi perusahaan. HRD  akan lebih mudah memilih kandidat dengan karakter yang cocok dengan kultur perusahaan menggunakan analisis dari tes tersebut.

    2. Mengukur Tingkat Kecerdasan Calon Karyawan 

    Di dalam pelaksanaannya, psikotes sudah mencakup  tes IQ (kecerdasan intelegensi) dan tes EQ (kecerdasan emosional). Maka dari itu, hasil psikotes dapat menunjukkan tingkat kecerdasan calon karyawan dari segi intelegensi maupun emosionalnya. 

    Apabila kedua tes tersebut menunjukkan skor yang tinggi, maka dapat disimpulkan bahwa kamu memiliki kecerdasan intelegensi serta kecerdasan emosional yang tinggi. Nah, kualifikasi calon kandidat seperti inilah yang kerap menjadi incaran perusahaan top. 

    3. Mengetahui Kondisi Mental Seseorang 

    Manfaat berikutnya dari psikotes adalah untuk mengetahui kondisi mental calon karyawannya. Tahukah kamu, bahwa soal-soal yang kamu kerjakan selama psikotes mampu mengungkapkan kondisi mental kamu secara akurat 

    Lantas, mengapa HRD perlu mengetahui hal ini? Kandidat dengan mental yang stabil cenderung punya resiliensi yang baik saat bekerja dalam situasi apapun. Dengan begitu, kandidat seperti ini acap kali mampu mengatasi tantangan dan memberikan solusi ketika menghadapi permasalahan.  

    4. Menempatkan Kandidat di Posisi yang Tepat  

    Bagaimana caranya recruiter menentukan posisi dan jabatan yang pas bagi setiap karyawan? Salah satu caranya adalah lewat bantuan hasil psikotes. 

    Biasanya, HRD akan menggunakan patokan hasil karakteristik dari psikotes untuk menentukan posisi setiap kandidat yang lolos seleksi.Contohnya, jika kamu memiliki karakteristik detail, teliti, dan berintegritas dan latar belakang pendidikan yang sesuai, maka kamu bisa saja ditempatkan di posisi staf keuangan. 

    Apa Tujuan Diadakannya Psikotes? 

    Proses Rekrutmen Kerja
    Proses Rekrutmen Kerja | Sumber gambar: Talenta Indonesia

    Masing-masing perusahaan pasti memiliki tujuan tersendiri dalam menyelenggarakan psikotes. Namun, tujuan utama dalam melakukan psikotes adalah untuk menyeleksi calon karyawan. Informasi lebih lanjut mengenai tujuan yang lainnya dapat kamu pelajari melalui ulasan berikut ini. 

    1. Menjadi Referensi dalam Mencari Karyawan 

    Jumlah kandidat yang membludak seringkali menyulitkan HRD dalam mencari calon karyawan terbaik. Psikotes akan HRD gunakan sebagai salah satu rujukan dalam mencari karyawan yang tepat bagi perusahaan. 

    Berdasarkan hasilnya, HRD bisa menyeleksi calon karyawan dengan lebih terstruktur, dan menempatkan calon karyawan di posisi yang tepat sesuai dengan hasil psikotes mereka dan kebutuhan perusahaan. 

    Misalnya, kamu sedang mencari kandidat untuk mengisi posisi digital marketing, gunakan rujukan dari hasil psikotes untuk mencari kandidat yang memiliki karakter kreatif, inovatif, dan fleksibel. 

    2. Bagian dari Proses Rekrutmen Kerja 

    Di perusahaan-perusahaan berskala nasional, psikotes termasuk salah satu proses rekrutmen yang wajib diikuti oleh para kandidat. Jika kamu berhasil lolos ke tahap ini, maka perjalanan kamu untuk menjadi karyawan sudah selangkah lebih dekat. 

    Terlepas dari itu, kamu perlu mempersiapkan diri secara matang agar benar-benar lolos dalam proses seleksinya. Jika kamu lolos, maka biasanya, kamu berhak melanjutkan ke tahap tes wawancara. 

    3. Menjaring Kandidat Terbaik dan Potensial

    Tujuan utama perusahaan mengadakan psikotes adalah untuk mencari kandidat karyawan terbaik dan potensial yang cocok menempati posisi tertentu. Jika kamu adalah seorang lulusan baru, jangan berkecil hati! 

    Kamu masih memiliki kesempatan besar untuk dapat bersaing dengan kandidat-kandidat lain yang sudah memiliki banyak pengalaman. Coba perdalam keahlianmu di bidang khusus, lalu persiapkan diri untuk mengikuti psikotes. 

    Dengan demikian, HRD dapat menilai kamu sebagai salah satu kandidat terbaik dan potensial bagi perusahaan mereka. 

    Bagaimana Tips Menjawab Psikotes? Berikut Cara dan Contoh Soalnya! 

    Menjawab Soal Psikotes
    Menjawab Soal Psikotes | Sumber gambar: Gramedia.com

    Sulit untuk memastikan bahwa kamu lolos seleksi psikotes atau tidak, mengingat soal-soalnya juga sulit diprediksi. Untungnya, ada beberapa tips jitu yang dapat kamu praktikkan ketika menjawab soal-soal psikotes yang diulas secara singkat berikut ini. 

    1. Soal psikotes Wartegg dan Cara Menjawabnya 

    Tujuan menyelenggarakan tes Wartegg dalam psikotes adalah untuk mengetahui karakter dan kepribadian seorang kandidat. Di dalam pelaksanaannya, kamu akan menerima kertas berisi delapan kotak dengan pola yang berbeda. 

    Nah, kamu harus menyelesaikan atau menghubungkan pola-pola tersebut menjadi sebuah gambar utuh. Gunakan kreativitas dan imajinasi kamu selama menyelesaikan tes ini. 

    2. Soal Tes Verbal dan Cara Menjawabnya  

    Tes berikut ini bertujuan untuk mengukur kemampuan kamu dalam memahami hubungan sebab-akibat. Kunci untuk menyelesaikan tes ini adalah dengan menghafal sebanyak-banyaknya kosakata, sinonim, dan antonim. Berikut adalah contoh soalnya. 

    Singa – Karnivora = Kambing – …..

    Maka, jawaban yang tepat adalah Herbivora, karena singa merupakan hewan pemakan daging, sedangkan kambing merupakan hewan pemakan tumbuh-tumbuhan. 

    3. Soal Tes Logika Aritmatika dan Cara Menjawabnya  

    Tipe tes selanjutnya dalam psikotes adalah tes logika aritmatika. Tes ini bertujuan untuk menilai kemampuan kamu dalam berhitung dan berpikir secara logis. Berikut adalah contoh soal dan jawabannya. 

    80, 40, 20, 10 = …..

    Maka, jawaban yang benar adalah 5. Soal di atas menggunakan pola pembagian 2, sehingga 10 ÷ 2 adalah 5. 

    4. Soal Tes Menggambar Pohon dan Orang 

    Dibandingkan jenis-jenis tes psikotes lainnya, barangkali tipe tes kali ini agak lebih mudah kamu kerjakan. Pasalnya, kamu hanya perlu menggambar pohon dan orang di selembar kertas kosong. 

    Walaupun mudah, tetapi kamu tidak boleh gegabah. Di dalam menyelesaikan tes gambar, kamu harus teliti dan detail saat menggambar setiap bagiannya. Pastikan bahwa pohon dan orang yang kamu gambar sudah memiliki bagian-bagian lengkap seperti akar, batang, ranting, daun, dan buah. 

    Baca Juga: Penjelasan Teori Psikoanalisis Sigmund Freud & Contohnya

    Mengapa kamu Perlu Memahami Rangkaian Proses Psikotes Kerja? Ternyata, Ini Alasannya!  

    Di dalam prosesnya, psikotes berpengaruh kuat dalam memutuskan lolos atau tidaknya kamu untuk mengikuti proses rekrutmen ke tahap selanjutnya. Kamu harus memahami bahwa psikotes adalah sebuah bagian dari proses seleksi calon karyawan yang penting, dan tidak boleh menganggapnya sebagai sesuatu yang sepele untuk masa depan kamu.

  • Artefak: Pengertian, Jenis, serta Contohnya

    Artefak: Pengertian, Jenis, serta Contohnya

    Sejarah merupakan hal yang penting untuk kita pelajari karena pada masa ini, tidak luput dengan peristiwa yang ada pada masa lalu. Artefak adalah salah satu bukti nyata bahwa kehidupan yang lalu mengandung sejarah penting di dalamnya.

    Pada zaman dahulu, manusia menandai peristiwa dan hal penting dengan meninggalkan suatu karya ciptaan mereka. Benda-benda yang mereka buat sekarang ini biasa kita kenal dengan istilah artefak. 

    Bahan yang manusia zaman kuno pakai bisa berasal dari batu, kayu, logam, besi, tulang hewan, dan lain-lain. Adanya penemuan benda-benda tersebut menjadikan para ahli di bidang arkeologi bisa meneliti dan memprediksi kehidupan pada zaman lampau.

    Pengertian Artefak

    Artefak adalah kata bahasa Latin “arte-factum” yang mempunyai makna ‘dibuat oleh keterampilan’. Sedangkan dalam bahasa Inggris, kata “artifact” yang merupakan istilah untuk menggambarkan objek hasil buatan manusia. Objek atau benda tersebut memiliki nilai sejarah, seni, ataupun budaya.

    Selain itu, benda arkeologi ini memiliki nilai penting di mata sejarah dan kebudayaan manusia karena bisa memberikan penggambaran mengenai kehidupan, teknologi, dan kepercayaan masyarakat masa lalu. 

    Penelitian terhadap benda bersejarah ini seringkali melibatkan ahli arkeologi dan analisis ilmiah dalam menentukan umur, asal-usul, terutama makna pembuatan objek tersebut. Objeknya biasanya berupa berbagai jenis benda, termasuk senjata, perkakas, perhiasan, patung, lukisan, tulisan kuno, dan sebagainya.

    Pyramid and Sphinx
    Pyramid and Sphinx | Sumber gambar: pexels.com

    Contoh benda-benda kuno yang mendunia salah satunya adalah Sphinx dan Piramida di Mesir. Peninggalan tersebut memberi wawasan penting akan kehidupan di masa Mesir kuno. 

    Masyarakat pada saat itu sudah mempercayai adanya kehidupan setelah kematian. Oleh sebab itu, mereka melakukan pemakaman untuk orang mati.

    Selanjutnya, contoh lainnya yaitu lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci dan senjata samurai dari Jepang. Objek tersebut menunjukkan pengetahuan berharga tentang peradaban dan budaya pada masanya.

    Temuan Artefak di Indonesia

    Indonesia adalah negeri yang luas, serta memiliki kebudayaan yang beraneka ragam. Sejarah yang negeri kita miliki ini pun sangatlah panjang sehingga temuan-temuan kuno yang menyebar luas juga mempunyai berbagai macam latar belakang dan budaya.

    Selain artefak, banyak pula berbagai situs peninggalan pada zaman kerajaan pada masa lalu. Seperti Kerajaan Kutai, Sriwijaya, Tarumanegara, dan yang paling kita kenal adalah masa kejayaan Majapahit.

    Prasasti Gajah Mada
    Prasasti Gajah Mada | Sumber gambar: gramedia.com

    Indonesia memiliki benda yang mengandung nilai sejarah dan membantu dalam mengungkap kejadian nyata pada masa lalu. Sebagaimana contoh, peristiwa Patih Gajah Mada pernah mengikrarkan Sumpah Palapa untuk menjadikan seluruh Nusantara takluk di bawah kekuasaan Majapahit.

    Tanpa adanya peninggalan, maka suatu peristiwa mungkin akan lenyap dan hilang tanpa jejak karena tidak ada suatu hal yang membuktikan kebenarannya.

    Baca Juga: Prasasti Adalah: Pengertian, Sejarah, Fungsi, dan Contohnya

    Jenis Artefak Menurut Teori

    Berdasarkan karakteristiknya, jenis artefak secara teoritis adalah:

    • Artefak bergerak, yaitu benda-benda kuno bersejarah yang mudah untuk kita pindahkan. Baik dengan menggunakan tangan, atau kendaraan.
    • Artefak tidak bergerak, peninggalan sejarah yang tidak bisa kita pindahkan dan apabila memaksa untuk memindahkannya akan merusak struktur benda tersebut. Contohnya yaitu seperti monumen, arca, candi, dan berbagai patung dari periode sejarah tertentu.

    Jenis Artefak Menurut Zamannya

    Peninggalan benda kuno bisa dikelompokkan berdasarkan zaman atau periode pembuatannya. Berikut klasifikasi jenis-jenis artefak berdasarkan masanya:

    1. Zaman Batu

    Artefak pada zaman batu bisa kita bagi menjadi empat zaman, yaitu:

    • Paleolitikum (zaman batu tua), manusia pada masa ini hidup dalam kelompok kecil secara nomaden, melakukan perburuan hewan dan mengumpulkan makanan secara alami. Contoh alat-alat yang mereka gunakan seperti kapak genggam (chopper) berupa batu yang masih kasar.
    • Mesolitikum (zaman batu pertengahan), pada zaman ini manusia mulai mengenal teknik awal dalam pertanian dan peternakan sehingga mereka mampu mengembangkan alat-alat batu yang lebih halus dan canggih. 
    • Neolitikum (zaman batu baru), manusia di masa ini sudah hidup menetap dan mempunyai pengetahuan serta teknik yang lebih maju dalam budidaya hewan dan tanaman juga pembuatan alat-alat canggih untuk pertanian seperti cangkul dan sejenisnya.
    • Megalitikum (zaman batu besar), masa ini menandakan kemajuan peradaban manusia dalam pembuatan benda yang menakjubkan dari batu-batu besar. Selain itu, pada masa ini manusia mulai mengenal adanya kepercayaan. Contoh yang terkenal pada zaman ini yaitu bebatuan Stonehenge di Inggris.
    Stonehenge
    Stonehenge | Sumber gambar: pexels.com

    Periode-periode yang telah ada di atas, menggambarkan perkembangan dan evolusi kehidupan manusia selama Zaman Batu. Pada masing-masing periode dan dengan adanya dukungan peninggalan benda sejarah, alat yang manusia buat dari batu telah menjadi semakin canggih dan teknologi lambat laun mengalami perkembangan.

    2. Zaman Logam

    Ini adalah masa ketika manusia mulai menciptakan alat dan benda dari bahan dasar logam. Buktinya yaitu dengan penemuan benda yang berasal dari logam tembaga dan perunggu dalam membuat alat untuk kehidupan sehari-hari seperti perkakas. Kemudian, ada pula penemuan perhiasaan yang terbuat dari emas, perak, dan perunggu.

    3. Zaman Besi

    Zaman ini adalah era di mana manusia melakukan teknik peleburan bijih besi untuk mereka tuangkan pada cetakan. Alat-alat yang mereka hasilkan melalui proses tersebut antara lain adalah tombak dan kapak.

    Contoh Lain Artefak

    Para ahli arkeolog sampai saat ini terus meneliti untuk mengungkapkan kisah masa lalu Indonesia secara menarik menggunakan peninggalan kuno. Bentuk-bentuk benda kuno bersejarah adalah sebagai berikut:

    1. Prasasti. Peninggalan pada masa kerajaan di Indonesia, berupa batu atau lempeng logam yang isinya adalah ukiran tulisan kuno. Tulisan tersebut memberikan informasi penting tentang kejadian sejarah dan budaya masa lalu di Indonesia.
    2. Candi dan Arca. Peninggalan yang cenderung mengarah pada unsur ibadah. Penduduk zaman dulu biasanya menggunakan candi untuk acara keagamaan, sedangkan arca merupakan sarana untuk memuja dewa. Seperti Candi Borobudur yang memiliki nilai agama Budha, dan arca dewa-dewa Hindu. 
    3. Makam. Sejarah Indonesia juga mengungkapkan bahwa agama Islam mulai masuk dengan adanya bukti benda-benda yang memiliki nilai sejarah pada masa Islam. Seperti contoh, bagian pahatan pada batu nisan Sultan Malik As-Saleh Aceh.
    4. Senjata tradisional. Manusia zaman dahulu, menciptakan senjatanya baik untuk kehidupan sehari-hari maupun untuk perlindungan diri. Seperti gerabah, anak panah, dan kapak genggam dari batu, pisau tajam dari tulang, keris dari logam, atau yang lainnya.
    5. Benteng. Setelah masa kerajaan berakhir, sejarah menyebutkan tentang masa penjajahan oleh Belanda. Contoh bukti nyatanya yaitu seperti Benteng Vredeburg yang dahulu oleh pemerintahan Belanda mereka gunakan sebagai pusat aktivitas militer.
    6. Mata  uang kuno. Masa kerajaan sudah mengenal mata uang sebagai alat untuk kegiatan jual beli. Mereka menggunakan koin dari logam emas, perak, atau perunggu. Temuan mata uang koin dengan gambar raja yang sedang memiliki kuasa pada saat itu, menandakan bukti yang kuat tentang uang kuno.
    7. Alat musik tradisional. Alat musik tersebut biasa orang zaman dahulu pakai saat upacara adat atau pertunjukan. Contohnya yaitu peninggalan gamelan dari batu, seruling dari kayu, dan gendang.

    Benda-benda di atas adalah hal penting yang menyangkut warisan budaya Indonesia dan mencerminkan bahwa kekayaan budaya negara ini sungguh luar biasa. Peninggalan-peninggalan itu bisa kita temui ketika mengunjungi museum di seluruh Indonesia.

    Sudah Tahu Apa itu Artefak?

    Dalam memahami wawasan tentang artefak, tentu saja memiliki manfaat yang luar biasa untuk pengetahuan sejarah dan membuat kita melek akan masa lalu manusia. Benda kuno yang kita pelajari juga bisa menjadi sumber inspirasi karena hampir seluruhnya mengandung nilai seni yang tinggi.

    Di sisi lain, benda bersejarah ini sebenarnya masih memiliki kekurangan karena informasi yang kita dapat terkadang kurang lengkap sebab keterbatasan latar belakangnya. Kondisi benda yang sudah tua dan rusak juga sangat disayangkan.

    Oleh karena itu, peran yang dapat kita ambil saat ini yaitu dengan ikut serta dalam menjaga, memelihara, dan melestarikan warisan budaya yang ada saat ini.

  • Isi Perjanjian Roem Royen: Latar Belakang hingga Dampaknya

    Isi Perjanjian Roem Royen: Latar Belakang hingga Dampaknya

    Di dalam sejarah Indonesia, ada berbagai peristiwa yang telah berpengaruh besar terhadap bangsa ini. Salah satu peristiwa penting yang tidak boleh dilupakan adalah isi Perjanjian Roem Royen. Perjanjian ini memiliki latar belakang yang mendalam dan dampak yang signifikan pada perjalanan sejarah Indonesia. 

    Artikel ini akan membahas dengan lebih detail tentang Perjanjian Roem-Royen, termasuk latar belakangnya, isi perjanjian, dan dampaknya pada perjalanan sejarah Indonesia.

    Latar Belakang Perjanjian Roem-Royen

    Untuk memahami Perjanjian Roem-Royen, kita harus mengerti konteks sejarahnya. Pada tahun 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dari penjajahan Belanda, dan Perang Kemerdekaan pun meletus. Perjuangan untuk merdeka terus berlanjut selama beberapa tahun, dan Indonesia terus berusaha untuk mempertahankan kemerdekaannya.

    Pada saat itu, hubungan antara pemerintahan Indonesia yang baru merdeka dan Belanda sangat tegang. Belanda berusaha keras untuk memulihkan kendali atas koloninya yang hilang, sementara Indonesia menginginkan kemerdekaannya yang diakui secara internasional. 

    Sebelum Perjanjian Roem-Royen, Belanda dan Indonesia telah menjalani kesepakatan di masa lalu, yakni Perjanjian Linggarjati pada tahun 1946 dan Perjanjian Renville pada tahun 1948. 

    Namun, Perjanjian Renville dianggap merugikan Indonesia karena wilayah kedaulatan Indonesia semakin menyusut. Setelah itu, Belanda dianggap telah melanggar janji-janji tersebut, sehingga pada tanggal 1 Desember 1948, Belanda secara sepihak mengumumkan bahwa mereka tidak lagi terikat dengan Perjanjian Renville.

    Dampaknya, pada tanggal 19 Desember, Belanda melancarkan serangan terhadap ibu kota Indonesia di Yogyakarta, yang kemudian dikenal sebagai Agresi Militer Belanda II. Bahkan, Belanda juga menangkap serta menawan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Moh Hatta sebagai bagian dari tindakan agresif tersebut.

    Pada tanggal 4 Januari 1949, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengeluarkan perintah kepada Belanda dan Indonesia untuk menghentikan operasi militer masing-masing. Selain itu, United Nations Commission for Indonesia (UNCI) membawa perwakilan dari kedua negara ke meja perundingan pada tanggal 17 April 1949. 

    Perundingan ini dipimpin oleh Merle Cochran, dengan Indonesia diwakili oleh Mr. Mohammad Roem, sementara perwakilan Belanda oleh Dr. JH. van Royen. Perundingan tersebut berakhir pada tanggal 7 Mei 1949, dengan kesepakatan bahwa Pemerintah Republik Indonesia, termasuk para pemimpin yang ditahan, akan dikembalikan ke Yogyakarta. 

    Selain itu, kedua belah pihak setuju untuk mengadakan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag. Namun, keikutsertaan pemerintah Republik Indonesia dalam perundingan selanjutnya tidak datang tanpa syarat. 

    Pemerintah Republik Indonesia menuntut agar tentara Belanda menarik diri dari wilayah Yogyakarta. Akhirnya, Belanda menyetujui syarat tersebut. Pada tanggal 2 Juni 1949, proses pengosongan wilayah Yogyakarta dimulai di bawah pengawasan UNCI.

    Tokoh-Tokoh dalam Perjanjian

    Perjanjian Roem Royen
    Perjanjian Roem Royen | Sumber: pinterest. com

    Dalam isi Perjanjian Roem Royen, Mohammad Roem adalah perwakilan dari Indonesia, dan ia bersama beberapa anggota lain, termasuk Ali Sastroamijoyo, Dr. Leimena, Prof. Supomo Latuharhary, dan lainnya. 

    Mohammad Roem adalah seorang tokoh penting dalam sejarah Indonesia yang memainkan peran kunci dalam perjuangan kemerdekaan dan diplomasi Indonesia. Ia lahir pada tanggal 8 Februari 1888 di Rambipuji, Jawa Timur.

    Di pihak Belanda, Dr. J. Herman van Royen adalah perwakilan utama, dan ia juga bersama dengan beberapa anggota lain, seperti Blom Jacob, dr. Van, dr. Gede, Dr. P.J. Koets van Hoogstraten, dan Dr. Gleben Belanda.

    Dr. J. Herman van Royen adalah seorang tokoh Belanda yang terlibat dalam perundingan-perundingan dengan Indonesia pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Ia memiliki peran signifikan dalam sejumlah peristiwa sejarah yang berkaitan dengan hubungan antara Indonesia dan Belanda.

    Perlu dicatat bahwa dalam isi perjanjian Roem Royen, mediator dari UNCI (United Nations Commission for Indonesia) juga turut berperan. Mediator perjanjian tersebut dipimpin oleh Merle Cochran yang berasal dari Amerika Serikat.

    Sukses dari proses perundingan tentu tidak terlepas dari peran utama tokoh-tokoh penting dalam Perjanjian Roem Royen. Beberapa tokoh kunci dalam Perjanjian Roem-Royen meliputi:

    1. Mohammad Roem
    2. Ali Sastroamijoyo
    3. Johannes Leimena
    4. Ir. Juanda
    5. Prof. Supomo
    6. Johannes Latuharhary
    7. A.K. Pringgodigdo
    8. Mohammad Hatta
    9. Sri Sultan Hamengkubuwono IX

    Keberhasilan perundingan ini sangat bergantung pada kontribusi dan peran penting dari para tokoh tersebut dalam mencapai kesepakatan.

    Isi Perjanjian Roem-Royen

    Perjanjian Roem Royen
    Perjanjian Roem Royen | Sumber: pinterest.com

    Terbitnya Perjanjian Roem-Royen adalah hasil dari perundingan antara delegasi Indonesia dan Belanda yang berlangsung 7 Mei 1949. Berikut adalah isi Perjanjian Roem Royen dari berbagai pihak:

    1. Isi Perjanjian Roem Royen dari Pihak Delegasi Belanda

    Terdiri dari:

    • Pemerintah Belanda akan menyetujui permintaan Pemerintah Indonesia untuk kembali ke Yogyakarta sebagai ibu kota sementara.
    • Pemerintah Belanda akan menyetujui status Republik Indonesia sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat.
    • Pemerintah Belanda akan melepaskan semua tahanan politik Indonesia tanpa syarat apa pun.
    • Pemerintah Belanda juga akan menyetujui penyelenggaraan Konferensi Meja Bundar yang akan segera terlaksana setelah pemerintahan Republik Indonesia kembali ke Yogyakarta.

    2. Isi Perjanjian Roem Royen dari Pihak Delegasi Indonesia

    Terdiri dari:

    • Pemerintah Indonesia akan memberikan perintah kepada angkatan perang dan angkatan bersenjatanya untuk menghentikan semua jenis aktivitas perang gerilya.
    • Pemerintah Indonesia akan mengundang Pemerintah Belanda untuk turut hadir dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda.
    • Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda akan bekerja sama untuk memulihkan keamanan, ketertiban, dan menjaga perdamaian di kedua negara.

    3. Kesepakatan Isi Perjanjian Roem Royen Kedua Belah Pihak

    Terdiri dari:

    • Belanda akan menyerahkan kedaulatan pemerintah Republik Indonesia secara penuh dan tanpa syarat.
    • Belanda akan menghentikan semua aktivitas militer dan membebaskan semua tahanan politik dan perang Indonesia tanpa syarat.
    • Pemerintah Belanda dan Pemerintah Indonesia akan bersama-sama membentuk persekutuan berdasarkan kesetaraan hak dan sukarela.
    • Belanda akan mengakui keberadaan Republik Indonesia sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat.
    • Belanda akan mengembalikan pemerintahan Republik Indonesia ke kota Yogyakarta sebagai ibu kota negara sementara.
    • Angkatan perang dan angkatan bersenjata Republik Indonesia akan menghentikan semua aktivitas perang gerilya.
    • Indonesia dan Belanda sepakat untuk berpartisipasi dalam perundingan berikutnya, yaitu Konferensi Meja Bundar yang akan terlaksana di Den Haag, Belanda.

    Dampak Perjanjian Roem-Royen

    Agresi militer
    Agresi militer | Sumber: pinterest.com

    Sebagai tindak lanjut dari hasil atau isi Perjanjian Roem Royen, pada tanggal 22 Juni 1949 terjadi pertemuan antara Indonesia, Belanda, dan negara bagian federal Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO) yang dipantau oleh Critchley dari Australia. 

    Berikut adalah keputusan-keputusan yang diambil dalam pertemuan tersebut:

    1. Pemerintah Republik Indonesia akan kembali ke Yogyakarta pada tanggal 24 Juni 1949.
    2. Pasukan Belanda akan menarik mundur diri dari Yogyakarta pada tanggal 1 Juli 1949.
    3. Pemerintah Republik Indonesia akan kembali berkuasa penuh di Yogyakarta, dan TNI (Tentara Nasional Indonesia) akan mengambil alih kekuasaan di Yogyakarta.
    4. Pembicaraan mengenai penghentian konflik akan terlaksana setelah pemerintah Republik Indonesia kembali ke Yogyakarta.
    5. Pada tanggal 29 Juni 1949, pasukan Belanda akan sepenuhnya meninggalkan Yogyakarta.
    6. Pada tanggal 6 Juli 1949, Soekarno dan Hatta akan dibebaskan untuk kembali ke Yogyakarta.

    Dengan demikian, hasil pertemuan tersebut memperkuat implementasi isi Perjanjian Roem Royen dan membawa dampak penting dalam upaya pemulihan perdamaian dan stabilitas di Yogyakarta serta pembebasan Soekarno dan Hatta.

    Baca Juga: Perjanjian Linggarjati: Sejarah, Tokoh, & Hasil Perundingan

    Sudah Paham dengan Isi Perjanjian Roem Royen?

    Perjanjian Roem-Royen adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Perjanjian ini mengakhiri agresi bersenjata antara Indonesia dan Belanda, mengembalikan wilayah kemerdekaan Indonesia, dan membantu memulihkan keamanan di negara kesatuan Indonesia. 

    Meskipun masih ada masalah yang belum terselesaikan, perjanjian ini merupakan tonggak sejarah yang penting dalam perjuangan Indonesia untuk merdeka. Dampaknya terasa hingga hari ini dalam hubungan antara kedua negara dan dalam konstruksi identitas nasional Indonesia.

  • 8 Sejarah Agama Tertua di Dunia, Ada Sejak Sebelum Masehi

    8 Sejarah Agama Tertua di Dunia, Ada Sejak Sebelum Masehi

    Tahukah kamu tentang sejarah agama tertua di dunia? Pada dasarnya, manusia sudah mengenal agama semenjak lama, karena aspek tersebut merupakan salah satu unsur yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Mari mengenal delapan agama paling tua di dunia lewat penjelasan kali ini, yuk!

    Mengenal Lebih Dekat Tentang Agama

    Sebelum kita melihat sejarah agama tertua di dunia, ada baiknya kita mendalami dahulu apa itu agama. Secara garis besar, agama merupakan suatu bentuk hubungan manusia dengan entitas yang dianggap suci, kudus, dan agung. 

    Hubungan antara manusia dan entitas agung ini, manusia praktikkan melalui ritual dan kegiatan penyembahan, penulisan kitab suci, hingga perilaku serta moral dalam kehidupan sehari-hari.

    Walaupun agama-agama memiliki perbedaan konsep, agama memiliki beberapa kesamaan karakteristik. Mari kita lihat kesamaan karakteristik berikut ini.

    • Memiliki sosok entitas Agung yang disembah atau dipuja. Selain itu, terdapat unsur-unsur yang bersifat suci dan sakral. 
    • Mempunyai pedoman atau kitab suci sebagai pedoman hidup manusia.
    • Menjelaskan konsep kepercayaan, mulai dari Tuhan, manusia, hingga konsep kematian. Setiap agama juga mempunyai kisah atau mitos yang menjelaskan konsep kepercayaan mereka.
    • Memiliki komunitas atau pengikut yang memiliki kepercayaan yang sama.
    • Mempunyai ritual atau tata cara beribadah kepada Tuhan/Dewa mereka.
    • Menjelaskan konsep moral dan etik, maksudnya,agama berperan dalam mendeskripsikan mana yang salah, mana yang benar.
    • Setiap pengikut berkemungkinan mengalami “pengalaman emosional” atau merasa terilhami ketika mengikuti suatu agama tertentu. 
    • Agama juga memiliki material yang mendeskripsikan agama mereka, seperti simbol, lukisan, buku, hingga bangunan.

    Dalam perkembangan peradaban manusia, agama dapat memberikan manusia pandangan dunia (worldview). Pandangan dunia adalah cara pandang dan filosofi untuk menjalani kehidupan sesuai aturan, moral, dan etik yang dipercaya. Oleh karena itu, agama bisa menjadi cara suatu pengikut menjalankan kehidupannya.

    8 Sejarah Agama Tertua di Dunia

    Perkembangan agama sudah ada sejak ribuan tahun sebelum masehi. Bahkan ada agama tertua yang masih eksis hingga saat ini. Agama apa sajakah itu? Yuk, lihat 8 agama-agama tertua di dunia. 

    1. Hindu (Abad ke-15 hingga ke-5 SM)

    Kuil Galteshwar di India
    Kuil Galteshwar di India | Sumber: Unsplash.com

    Sejarah agama tertua di dunia yang pertama adalah agama Hindu. Hindu merupakan agama tertua di dunia yang dipercaya sudah ada sejak lebih dari 4.000 tahun yang lalu. 

    Agama ini tidak mempunyai pendiri yang pasti maupun sistem kepercayaan yang terorganisir. Pasalnya, agama ini merupakan kumpulan dari beberapa budaya.

    Menurut sejarahnya, agama Hindu lahir dari perpaduan dua kebudayaan, yaitu arya dan dravida. Sekitar 1500 tahun Sebelum Masehi, bangsa Arya bermigrasi ke Lembah  Sungai Indus. Di sana, suku ini bertemu dengan penduduk setempat dan menggabungkan bahasa, budaya, serta kepercayaan mereka.

    Umat Hindu percaya akan banyak dewa seperti Siwa, Wisnu, Brahma, dan Saraswati. Kondisi tersebut membuat agama Hindu termasuk agama politeisme, yaitu mempercayai lebih dari satu Tuhan.  

    Kepercayaan Hindu mempercayai akan empat tujuan hidup tiap manusia. Tujuan tersebut meliputi:

    • Dharma: menjalankan kehidupan dengan kebajikan.
    • Kama: memberikan kesenangan pada indera.
    • Artha: mencapai kesuksesan dan kekayaan dengan cara kebaikan.
    • Moksha: melepaskan jiwa dari reinkarnasi. 

    2. Zoroastrianisme (Abad ke-10 hingga ke-5 SM)

    Simbol Faravahar di Kuil Api, Iran
    Simbol Faravahar di Kuil Api, Iran | Sumber: Worldhistory.org

    Sejarah agama tertua di dunia berikutnya adalah agama zoroastrianisme. Agama ini merupakan agama dari Persia kuno (sekarang kita mengenalnya sebagai Iran). Agama kuno dibawakan oleh seorang Nabi Zarathustra atau juga bernama Zoroaster. Meskipun begitu, tidak banyak informasi mengenai nabi ini.

    Kepercayaan ini mirip dengan agama Abrahamik yaitu menyembah pada satu Tuhan. Tuhan yang mereka sembah adalah Ahura Mazda yang berarti Tuhan yang bijaksana. 

    Selain itu, Zoroastrianisme juga memiliki Tuhan yang menjadi sifat oposisi dari Ahura Mazda. Entitas tersebut adalah Angra Mainyu atau “roh perusak”. Entitas ini merupakan wujud kerusakan yang bersemayam di Neraka. Berbeda dengan Ahura Mazda yang merupakan wujud kebajikan yang berada di surga.

    Umat Zoroastrian sekarang berkisar 100.000 hingga 200.000 pengikut. Pengikut Zoroastrian terbanyak terdapat di negara Iran dan India. Selain kedua negara ini, umat Zoroastrianisme banyak ditemui di Amerika Serikat, Inggris, Tajikistan, Pakistan, hingga Selandia Baru.

    3. Yudaisme/Yahudi (Abad ke-9 hingga ke-5 SM)

    Tembok Ratapan atau Tembok Barat, Yerusalem
    Tembok Ratapan atau Tembok Barat, Yerusalem | Sumber: Unsplash.com

    Yahudi atau Yudaisme merupakan agama tertua dari kelompok agama Abrahamik, termasuk Kristen dan Islam. Sejarah agama tertua di dunia yang satu ini menyebutkan bahwa Nabi Musa yang mengajarkan agama ini kepada Bani Israel melalui kitab suci Taurat.

    Inti kepercayaan agama Yudaisme adalah mempercayai Tuhan Yang Maha Esa merupakan penyelamat Bani Israel dari penindasan. Tuhan juga menurunkan Undang-Undang Tuhan atau Torah kepada mereka yang memilih di jalan Tuhan.

    Tempat beribadahnya orang Yahudi bernama sinagoga atau kanisah. Sementara itu, rabbi adalah sebutan untuk seorang ahli atau pakar keagamaan dalam agama Yahudi. 

    4. Jainisme (Abad ke-8 hingga ke-2 SM)

    Patung Mahawira Jainisme
    Patung Mahawira Jainisme | Sumber: Unsplash.com

    Jainisme merupakan agama tertua keempat. Agama ini merupakan agama yang banyak mempengaruhi agama budha dan konghucu. Praktik Jainisme adalah mencapai pencerahan dengan aksi-aksi non-kekerasan atau sesuatu yang tidak melukai makhluk lain, termasuk hewan dan tanaman.

    Sama seperti Hindu dan Budha, Jainisme juga mempercayai reinkarnasi. Penganut kepercayaan ini juga percaya bahwa karma akan yang menentukan siklus reinkarnasi. Oleh sebab itu, umat Jainisme harus membebaskan diri dari siklus reinkarnasi.

    Praktik agama Jainisme disebut ahimsa yang merupakan aktivitas non-kekerasan yang cukup ketat. Para penganutnya percaya bahwa setiap benda dan makhluk memiliki jiwa termasuk udara dan air. Tidak heran, jika pengikutnya banyak yang menjadi vegetarian.

    Sejarah agama tertua di dunia ini menyebutkan bahwa penganut kepercayaan ini juga mempercayai Tirthankara sebagai pemimpin mereka. Tirthankara adalah seseorang yang telah melepaskan diri dari siklus reinkarnasi. 

    Hanya ada 24 Tirthankara dalam kepercayaan Jainisme dan Tirthankara yang terakhir lahir pada tahun 599 SM. 

    Umat Jainisme sekarang banyak tersebar di daerah India dan jumlahnya mencapai 4 juta pengikut.

    5. Konfusianisme/Kong Hu Chu (Abad ke-6 hingga ke-5 SM)

    Patung Filsuf Confucius
    Patung Filsuf Confucius | Sumber: Britannica.com

    Selanjutnya, kita akan melihat konfusianisme atau konghucu sebagai salah satu agama tertua. Sejarah agama tertua di dunia konghucu menyebut jika agama ini dibawakan oleh filsuf asal China, Confucius. Uniknya, beliau tidak mengklaim sebagai pendiri sebuah agama, tetapi menghidupkan ajaran dari tradisi terdahulu.

    Ajaran-ajaran agama Konghucu lebih bersifat pragmatis, seperti tata krama, sopan santun, cinta, hingga filsafat. Tidak mengherankan bila Konghucu lebih dikenal sebagai pedoman hidup daripada sebuah agama. Meskipun begitu, perdebatan tentang apakah konghucu agama atau bukan tetap ada.

    Terlepas dari perdebatan yang ada, agama konfusianisme adalah agama yang paling berpengaruh dalam sejarah China. Agama ini pernah menjadi ideologi negara pada Dinasti Han (141–87 SM). Selain itu, agama ini juga pernah mengalami asimilasi dengan agama Budha dan Taoisme pada Dinasti Song (960–1279 M).

    6. Buddha (Abad ke-6 hingga ke-5 SM)

    Borobudur, Candi Budha Terbesar di Indonesia
    Borobudur, Candi Budha Terbesar di Indonesia | Sumber: Unsplash.com

    Buddha adalah salah satu agama tertua berikutnya. Menurut sejarah agama tertua di dunia, agama ini didirikan oleh Siddharta Gautama—atau Sang Buddha. Sama seperti agama Konghucu, agama ini bukanlah agama yang menyembah suatu Entitas Agung. Jadi, Buddha lebih dianggap sebagai pedoman hidup.

    Konsep dari agama Budha adalah mencapai kebijakan dan kedamaian batin. Buddha juga mempercayai dharma sebagai kunci kehidupan manusia. Manusia hendaknya melepaskan diri dari reinkarnasi dengan mengamalkan dharma (kebajikan).

    Dharma adalah ajaran buddha yang menekankan pada kebajikan, kesabaran, kebijaksanaan, dan welas asih. Dalam budha terdapat beberapa larangan untuk para penganutnya, antara lain:

    • membunuh makhluk lain,
    • melakukan kekerasan seksual,
    • mengambil sesuatu yang bukan haknya,
    • berbohong,
    • mengonsumsi alkohol dan narkoba.

    7. Taoisme (Abad ke-6 hingga ke-4 SM)

    Patung Lao Tzu di Gunung Qingyuan
    Patung Lao Tzu di Gunung Qingyuan | Sumber: Worldhistory.org

    Sejarah agama tertua di dunia selanjutnya adalah Taoisme. Filsuf Lao Tzu adalah orang yang berpengaruh dalam perkembangan Taoisme. Dalam bukunya, Tao Te Ching, menyebutkan bahwa eksistensi makhluk hidup harus dalam keharmonisan di dalam Tao—alam semesta. 

    Konsep utama dari Taoisme adalah menyeimbangkan keharmonisan sebuah unsur. Keseimbangan ini kita kenal sebagai Yin dan Yang. Ide dari Yin Yang ini menunjukan bahwa semua hal memiliki hubungan timbal-balik dan tidak ada yang bisa bergerak dengan sendirinya.

    Selain Yin dan Yang, Taoisme juga mengenal energi Chi atau Qi sebagai energi yang memandu setiap benda di semesta ini. Akan tetapi, penganut Taoisme tidak menyembah energi ini sebagai dewa mereka. 

    Agama Taoisme menjadi cukup populer saat kekaisaran China pada abad ke-8 M, tepatnya pada era Dinasti Tang. Agama ini pun berkembang beriringan dengan Budha dan Konghucu. Akan tetapi, semenjak komunisme memasuki China pada 1949, praktik agama dilarang oleh negara dan pengikutnya pun kian menurun.

    8. Shintoisme (Abad ke-3 SM hingga ke-8 M)

    Kuil Itsukushima, Hiroshima, Jepang
    Kuil Itsukushima, Hiroshima, Jepang | Sumber: unsplash.com

    Shinto merupakan kepercayaan langsung dari animisme kuno dari Jepang. Tidak banyak yang bisa diketahui mengenai asal sejarah agama tertua di dunia yang satu ini. Namun, agama ini diperkirakan telah muncul sejak Periode Yayoi yaitu sekitar 300 SM hingga 800 M. 

    Kepercayaan shinto mempercayai adanya Dewa atau Kami yang merupakan perwujudan dari fenomena atau objek alam. Sementara itu, penganut Shinto juga mempercayai adanya makhluk gaib lain yang mampu mengganggu dan merasuki manusia.

    Meskipun demikian, agama shinto mengalami banyak perubahan setelah agama Buddha masuk ke daratan Jepang. Keberadaan kedua agama ini di Jepang menimbulkan simbiosis yang sama-sama saling melengkapi. 

    Hasilnya, pada Periode Heian (794—1185 M), baik Shinto dan Buddha seolah menjadi satu kesatuan agama. Pada kuil-kuil Shinto, akan banyak ditemui figur-figur Buddha dan bahkan dipelihara oleh pendeta Buddha. 

    Baca Juga: 15+ Daftar Kerajaan Hindu Buddha di Indonesia Terpopuler

    Apa yang Dapat Kamu Tinjau dari Sejarah Agama Tertua di Dunia?

    Melihat sejarahnya, kamu bisa melihat bahwa pada dasarnya, manusia dan agama tidak terpisahkan dalam kehidupan semenjak awal. Dalam memahami perkembangan sejarah agama tertua di dunia, kamu juga bisa menilai bahwa peradaban manusia sangatlah kompleks. 

    Di samping itu, keberadaan agama ternyata turut berperan dalam dinamika keberagaman, budaya, juga perkembangan dari setiap etnis manusia.

  • 10 Peristiwa Sejarah di Indonesia Paling Tak Terlupakan!

    10 Peristiwa Sejarah di Indonesia Paling Tak Terlupakan!

    Sebelum menjadi bangsa yang merdeka, Indonesia telah melewati banyak sekali momen bersejarah yang tak boleh terlupakan oleh generasi muda saat ini. Apalagi ada berbagai peristiwa sejarah di Indonesia terpenting, yang menjadi titik balik kehidupan masyarakatnya.

    Yuk, simak daftar momen bersejarah bagi bangsa Indonesia selengkapnya dalam artikel ini!

    Peristiwa Sejarah di Indonesia Terpenting dan Tidak Terlupakan

    Berikut ini adalah ulasan lengkap tentang 10 peristiwa bersejarah di Indonesia terpenting yang menarik untuk diketahui generasi muda bangsa:

    1. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

    Proklamasi Kemerdekaan RI
    Proklamasi Kemerdekaan RI | Sumber: wikipedia.org

    Bisa soal peristiwa sejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia memang sangat panjang. Apalagi sebelum membacakan teks proklamasi pada 17 Agustus 1945, ada banyak momen yang terjadi. Salah satunya adalah jatuhnya bom di Kota Hiroshima pada 6 Agustus 1946 dan di Kota Nagasaki pada 9 Agustus 1945.

    Semua bom yang dijatuhkan Amerika tersebut bertujuan agar Jepang menyerah kepada Amerika. Pada momen kekosongan kekuasaan tersebut, Indonesia langsung memanfaatkan kesempatan untuk memproklamasikan kemerdekaannya.

    Adapun pada pertemuan di Dalat, terjadi beberapa hal setelah proses diskusi panjang antara Dr. Radjiman Wedyodiningrat, Ir. Soekarno, dan juga Drs. Mohammad Hatta dengan Jenderal Terauchi, antara lain:

    • Pemerintah Jepang memutuskan untuk memberi kemerdekaan bagi Indonesia.
    • Demi melaksanakan kemerdekaan tersebut, maka dibentuk PPKI.
    • Pelaksanaan kemerdekaan secepat mungkin akan dilakukan setelah seluruh persiapan selesai dan secara berangsur-angsur, mulai dari Pulau Jawa.
    • Wilayah Indonesia nantinya akan meliputi keseluruhan bekas wilayah Hindia Belanda.

    Setelah pertemuan di Dalat, Soekarno dan Moh. Hatta kembali ke Jakarta untuk menemui Jenderal Yamamoto yang menjabat sebagai Kepala Pemerintahan Militer Jepang di Hindia Belanda untuk berdiskusi.

    Sayangnya, keduanya diminta untuk bertemu Jenderal Nishimura, di mana sang jenderal mengungkapkan bahwa sejak 16 Agustus 1945, ia sudah menerima perintah dari Tokyo, bahwa Jepang harus menjaga status quo. Sehingga, tidak bisa memberi kemerdekaan bagi Indonesia.

    Padahal, sebelumnya Marsekal Terauchi sudah menjanjikan kemerdekaan. Akhirnya, Soekarno dan Moh. Hatta pergi ke rumah Laksamana Maeda untuk menyusun teks proklamasi bersama sejumlah tokoh lainnya.

    Setelah semua konsep disepakati, akhirnya Sayuti Melik menyalin teks dan mengetik naskah tersebut di mesin tik milik Mayor Dr. Hermann Kandeler. Mulanya, pembacaan teks proklamasi akan dilaksanakan di Lapangan Ikada.

    Namun, karena alasan keamanan, akhirnya dipindah ke kediaman Presiden Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur, Nomor 56.

    Baca Juga: Proses Penyusunan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    2. Pemberontakan G30S/PKI

    Pemberontakan G30S/PKI
    Pemberontakan G30S/PKI | Sumber: koranmemo.com

    Peristiwa Pemberontakan G30S/PKI menjadi peristiwa sejarah di Indonesia selanjutnya yang terjadi pada tahun 1965. Pencetus utama peristiwa ini adalah Partai Komunis Indonesia atau PKI, yang menyebabkan jatuhnya korban Pahlawan Revolusi.

    Bukan hanya itu saja, pemberontakan semakin tak terkendali setelah Presiden Soeharto membentuk era Orde Baru. Jadi, sederhananya, pemberontakan ini berlatar belakang kudeta atau perebutan kekuasaan.

    Kudeta ini telah mengakibatkan gugurnya enam jenderal dan satu perwira pertama militer. Pasca terbunuh, jenazah mereka dimasukkan ke dalam lubang sumur lama di area Lubang Buaya.

    Hingga saat ini, kawasan Lubang Buaya masih menjadi wisata sejarah yang bisa dikunjungi langsung oleh masyarakat Indonesia.

    3. Bandung Lautan Api

    Bandung Lautan Api
    Bandung Lautan Api | Sumber: tirto.com

    Peristiwa Bandung Lautan Api merupakan salah satu peristiwa sejarah yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia. Momen ini terjadi pada 23 Maret 1946, yang berawal dari terjadinya pengosongan serta pembakaran Bandung oleh rakyat dan tentara.

    Tujuannya agar Bandung tidak menjadi markas oleh pasukan sekutu dan NICA. Jadi, menghanguskan Bandung merupakan taktik yang ideal, karena pasukan Indonesia kala itu belum bisa bersaing dengan sekutu dan NICA.

    Baca Juga: Bandung Lautan Api: Latar Belakang, Sejarah, dan Tokohnya

    4. Peristiwa Trisakti

    Peristiwa Trisakti
    Peristiwa Trisakti | Sumber: Ultimagz.com

    Trisakti menjadi peristiwa sejarah di Indonesia terakhir yang tidak terlupakan. Peristiwa yang terjadi pada tahun 1998 ini menyebabkan beberapa mahasiswa tewas dan luka-luka.

    Hal ini terjadi karena mereka menjadi sasaran penembakan saat berdemonstrasi untuk menuntut pengunduran diri Presiden Soeharto. Tentunya, hal ini terjadi bukanlah tanpa alasan, sebab kala itu Indonesia terjadi krisis ekonomi berkepanjangan.

    Keterpurukan ekonomi di Indonesia ini sebenarnya terpengaruhi oleh krisis finansial di Asia. Adapun empat mahasiswa yang menjadi korban penembakan dan mendapat julukan sebagai Pahlawan Trisakti adalah Elang Mulia Lesmana, Hendriawan Sie, Hery Hartanto, dan Hafidin Royan.

    5. Perang Diponegoro

    Perang Diponegoro
    Perang Diponegoro | Sumber: wikipedia.org

    Peristiwa sejarah Indonesia selanjutnya, yakni Perang Diponegoro, yang menjadi salah satu momen bersejarah tak terlupakan bagi bangsa Indonesia. Pertempuran yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro ini berlangsung di daerah Jawa Tengah dan sebagian lainnya terjadi di Jawa Timur.

    Menurut sejarah, Perang Diponegoro berlangsung selama lima tahun, tepatnya sejak 1825-1830. Sebenarnya, pertempuran ini berawal dari persoalan internal kerajaan.

    Jadi, tanpa sepengetahuan Pangeran Diponegoro, Patih Danureja IV, seorang kaki tangan Belanda, memerintahkan para pejabat Kesultanan Yogyakarta untuk membangun jalan.

    Namun, pembuatan jalan ini memasuki lahan milik Pangeran Diponegoro hingga menggusur pemakaman milik keluarganya. Hal inilah yang mencetus amarah Pangeran Diponegoro hingga langsung memerintahkan pegawainya untuk mencabut semua tiang yang melewati lahan miliknya.

    Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya penindasan oleh Belanda terhadap rakyat, sehingga menimbulkan dendam antara Pangeran Diponegoro dengan Belanda.

    6. Peristiwa Rengasdengklok

    Potret Peristiwa Rengasdengklok
    Potret Peristiwa Rengasdengklok | Sumber: Gramedia.com

    Peristiwa sejarah yang selanjutnya adalah Rengasdengklok, di mana kala itu Presiden Soekarno dan Moh. Hatta diculik oleh golongan muda sebelum pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

    Momen ini terjadi pada 16 Agustus 1945 pukul 03.00, dengan membawa Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok, Karawang. Momen penculikan ini bertujuan untuk mempercepat proklamasi kemerdekaan Indonesia.

    Akhirnya, golongan muda melepaskan Soekarno dan Moh. Hatta dengan kemerdekaan Indonesia sebagai jaminannya. Oleh karena itulah, keduanya langsung mengadakan rapat untuk menyusun kemerdekaan setelah penculikan tersebut.

    Baca Juga: Peristiwa Rengasdengklok: Latar Belakang, Tokoh, & Tujuannya

    7. Kongres Pemuda I dan II

    Kongres Pemuda
    Kongres Pemuda | Sumber: wikipedia.org

    Menurut sejarahnya, Kongres Pemuda muncul karena tingginya antusias dan semangat para pemuda Indonesia untuk bisa lepas dari belenggu penjajahan. Kongres ini dilaksanakan sebanyak dua kali, yakni pada bulan April 1926 dan Oktober 1928.

    Adapun Kongres Pemuda I berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta, dengan Muhammad Tabrani sebagai ketuanya. Kongres ini berlangsung sejak 30 April hingga 2 Mei 1936.

    Secara umum, Kongres Pemuda I membahas tentang susunan badan pusat, gagasan persatuan, peran perempuan dan agama, hingga peran bahasa untuk bisa mencapai kemerdekaan Indonesia.

    Sedangkan peristiwa sejarah Kongres Pemuda II berlangsung pada tanggal 27-28 Oktober 1928 serta dengan Sugondo Joyopuspito sebagai ketua dan Joko Marsaid sebagai wakilnya.

    Pada pertemuan kedua ini, akhirnya mereka berhasil merumuskan Sumpah Pemuda. Bukan hanya itu, Kongres Pemuda II juga menghasilkan lagu Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Supratman. Di mana, kemudian lagu tersebut disahkan sebagai lagu kebangsaan Indonesia.

    8. Pertempuran Surabaya pada 10 November

    Pertempuran 10 November
    Pertempuran 10 November | Sumber: wikipedia.org

    Selanjutnya, ada peristiwa sejarah Pertempuran Surabaya 10 November, yang melibatkan warga sipil dengan sekutu. Soetomo atau Bung Tomo merupakan tokoh yang memimpin langsung pertempuran ini.

    Pertempuran 10 November juga melibatkan arek-arek Surabaya dan tentara Sekutu Belanda, yang diboncengi oleh NICA. Secara singkat, pertempuran ini terjadi kala masyarakat Surabaya menyerang Hotel Yamato dan melakukan perobekan bendera di hotel tersebut.

    9. Perang Padri

    Perang Padri
    Perang Padri | Sumber: wikipedia.org

    Peristiwa sejarah Indonesia berikutnya adalah Perang Padri. Pertempuran ini terjadi sejak tahun 1803-1837 di Minangkabau, Sumatera Barat. Singkatnya, Perang Padri dilatarbelakangi oleh adanya perebutan pengaruh agama dan budaya di Minangkabau.

    Oleh karena itulah, pertempuran tersebut melibatkan kaum Padri, yaitu umat Islam yang berperang melawan warga adat setempat. Setidaknya, ada delapan tokoh utama dari kalangan ulama yang terlibat, di mana mereka terkenal dengan sebutan Harimau Nan Salapan.

    Mereka meminta Tuanku Lintau untuk mengajak kaum adat meninggalkan kebiasaan masyarakat yang bertentangan dengan ajaran agama Islam. Akan tetapi, kaum adat tidak menyetujui adanya permintaan tersebut.

    Hal inilah yang kemudian memicu konflik hingga mendorong terjadinya pemberontakan antar wilayah Kerajaan Pagaruyung pada tahun 1815. Kemudian, di tahun 1822, kaum Padri dipukul mundur oleh pasukan Belanda, di bawah pimpinan Letnan Kolonel Raaff.

    Namun, Belanda justru mengalami kesulitan, karena perlawanan tangguh dari kaum Padri. Oleh karena itu, Belanda mengajak pemimpin kaum Padri, yaitu Tuanku Imam Bonjol untuk berdamai dengan membuat ‘Perjanjian Masang’ pada tanggal 15 November 1825. 

    Sejak saat itu, Tuanku Imam Bonjol mencoba merangkul kembali kaum adat dan membuat kesepakatan bernama ‘Sumpah Satie Bukik Marapalam’. 

    Kesepakatan ini berwujud konsensus Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, yang berarti Adat Minangkabau berlandaskan pada agama Islam, sedangkan Islam berlandaskan pada Alquran.

    10. Pertempuran Ambarawa

    Potret Pertempuran Ambarawa
    Potret Pertempuran Ambarawa | Sumber: Gramedia.com

    Pertempuran Ambarawa merupakan salah satu peristiwa sejarah di Indonesia yang terjadi antara tentara Indonesia dengan tentara Inggris. Peristiwa ini berlangsung sejak 20 Oktober-15 Desember 1945 di Ambarawa, Semarang.

    Secara umum, latar belakang pertempuran ini berasal dari insiden yang pernah terjadi di Magelang. Di mana kala itu, militer Inggris mendarat di Semarang dengan Brigadir Bethell sebagai pemimpinnya.

    Pihak Indonesia pun mengizinkan Bethell untuk mengurus pelucutan pasukan Jepang dan mengevakuasi interniran sekutu yang ada di Kamp Banyu Biru Ambarawa dan Magelang.

    Namun, ternyata pasukan Inggris diboncengi oleh NICA yang merupakan orang dari pemerintahan sipil Hindia Belanda. Bahkan, mereka juga mempersenjatai para tawanan Jepang.

    Akhirnya, pada 20 Oktober 1945, terjadi insiden Pertempuran Ambarawa di Magelang, antara Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dengan pasukan tentara Inggris. Namun, pertempuran ini sempat terhenti pasca Soekarno datang ke Magelang untuk melakukan perundingan.

    Akan tetapi, pihak Inggris yang mengingkari janji justru membuat pertempuran ini kembali pecah di bawah pimpinan Mayor Sumarto yang melawan pasukan Inggris hingga 22 November 1945.

    Pasukan TKR terus melakukan berbagai serangan, termasuk juga serangan fajar untuk memukul pasukan Inggris agar mundur. Pada akhirnya, pasukan Inggris berhasil mundur pada 15 Desember 1945 dan meninggalkan kota Ambarawa.

    Manakah Peristiwa Sejarah di Indonesia yang Paling Menarik?

    10 peristiwa sejarah di Nusantara yang tak terlupakan oleh bangsa Indonesia sendiri, yakni mulai dari Proklamasi Kemerdekaan RI hingga Perang Padri. Beberapa di antaranya merupakan momen penting yang berkaitan dengan kemerdekaan bangsa Indonesia kala itu.

    Oleh karena itulah, sangat penting bagi generasi muda untuk mengenang jasa para pahlawan yang terlibat dalam peristiwa bersejarah tersebut. Tak hanya itu, generasi muda juga diharapkan mampu meneruskan semangat dan cita-cita pahlawan, demi bangsa Indonesia yang lebih baik.