Category: Akuntansi

  • 10 Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang Sederhana

    10 Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang Sederhana

    Pengelolaan keuangan adalah salah satu pilar penting penentu kesuksesan perusahaan, terutama perusahaan dagang. Oleh sebab itu, penting bagi kamu dan akuntan bisnis lainnya untuk memahami dan menerapkan siklus akuntansi perusahaan dagang yang terdiri dari beberapa tahapan.

    Melalui tahapan-tahapan dalam siklus akuntansi tersebut, kamu dapat mencatat, menganalisis, dan mengevaluasi transaksi keuangan perusahaan secara lebih sistematis dan efektif. Lantas, apa saja tahapan-tahapan yang terdapat dalam siklus akuntansi bisnis perdagangan?

    Apa Itu Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang?

    Singkatnya, siklus ini merujuk pada proses pembuatan laporan keuangan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dalam periode tertentu.

    Siklus ini melibatkan tahapan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, dan pelaporan transaksi keuangan milik perusahaan dagang. Sehingga, perusahaan dapat memiliki informasi keuangan yang akurat, memantau kinerja bisnisnya, dan memenuhi kebutuhan pelaporan kepada pihak internal dan eksternal.

    10 Tahapan dalam Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang Beserta Penjelasannya

    Mbiz Insight

    Oke, langsung saja kita bahas secara lengkap apa saja tahapan-tahapan yang terdapat dalam siklus akuntansi bisnis perdagangan pada penjelasan di bawah ini.

    1. Mencatat Setiap Transaksi Perusahaan

    Freepik

    Tahap pertama dalam siklus akuntansi perusahaan dagang adalah mengidentifikasi, lalu mencatat semua transaksi yang terjadi selama proses bisnis berlangsung. Transaksi yang dimaksud di sini bisa berupa pembelian barang atau aset perusahaan, penjualan produk atau layanan, pembayaran piutang, dan transaksi keuangan lainnya. 

    Setiap transaksi tersebut harus kamu catat dengan rinci dan akurat. Tujuannya adalah supaya kamu bisa memasukkan dan memproses data ke dalam jurnal umum maupun jurnal khusus dengan lebih mudah.

    2. Mengumpulkan Data Transaksi ke dalam Jurnal Umum

    Harmony Accounting

    Setelah mencatat semua data transaksi, langkah selanjutnya adalah mengumpulkannya ke dalam jurnal umum. Pada dasarnya, jurnal umum adalah catatan yang berisikan entri data transaksi yang tersusun secara kronologis. 

    Entri data transaksi mencakup akun yang terkait, jumlah transaksi yang terlibat, dan keterangan yang menjelaskan sifat transaksi tersebut. Tahap pengumpulan ini berguna agar kamu dapat mengetahui semua aktivitas bisnis yang terjadi dengan berlandaskan pada persamaan akuntansi tertentu. 

    Namun, apabila perusahaan kamu memiliki banyak jenis transaksi, maka sebaiknya kumpulkan satu jenis data transaksi ke dalam satu jurnal khusus untuk transaksi tersebut. Misalnya, masukkan data-data penerimaan kas ke dalam jurnal khusus penerimaan kas.

    3. Memindahkan Entri Data Transaksi ke Buku Besar

    Zahir Accounting

    Tahap siklus akuntansi perusahaan dagang selanjutnya adalah memindahkan setiap data yang ada pada jurnal umum atau jurnal khusus ke akun transaksi yang relevan dalam buku besar. 

    Sebab, buku besar dapat membantu kamu untuk melacak perubahan saldo debit atau kredit pada setiap akun dan menyajikan informasi keuangan secara terperinci selama periode tertentu. Tak hanya itu, kamu juga dapat memanfaatkan informasi data transaksi dalam buku besar untuk kebutuhan penganggaran bisnis.

    4. Menyusun Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian

    PERUSAHAAN CHERRY. 31 Desember Nama Akun. Neraca Saldo. Debet. Kredit. Kas Piutang Supplies Utang Modal Pendapatan Biaya Gaji

    SlidePlayer

    Neraca saldo sebelum penyesuaian merujuk pada kumpulan lengkap akun bisnis yang muncul dalam laporan keuangan sesaat sebelum pembuatan jurnal penyesuaian. Dalam tahapan ini, kamu bisa menggunakan sistem atau software akuntansi atau keuangan yang terkomputerisasi.

    Pastikan bahwa semua data akun dengan saldo debit ditempatkan di kolom kiri, sementara data akun dengan saldo kredit ditempatkan di kolom kanan. Sehingga, hasil akuntansi debit dan kredit bernilai seimbang (balance). Selain itu, pindahkan entri data pada buku besar secara teratur, misalnya dengan durasi mingguan atau bulanan.

    5. Membuat Jurnal Penyesuaian

    Flickr

    Tentu saja, proses pembuatan jurnal penyesuaian juga menjadi tahapan penting lainnya dalam siklus akuntansi perusahaan dagang. Jurnal penyesuaian berguna untuk memperhitungkan transaksi atau mengevaluasi akun transaksi yang belum tercatat atau belum diproses dalam laporan keuangan selama periode akuntansi. 

    Tahapan ini harus kamu buat di akhir periode untuk memastikan bahwa catatan keuangan mencerminkan kondisi dan jumlah pendapatan bisnis yang sebenarnya. Serta menyajikan informasi pengeluaran bisnis yang akurat untuk menyusun laporan keuangan.

    Pada jurnal penyesuaian, kamu perlu mengidentifikasi tiga jenis entri, mulai dari pembayaran di muka, akrual, dan pengeluaran non-tunai. Ketiga entitas tersebut harus menyesuaikan pendapatan dan pengeluaran perusahaan, agar sesuai dengan penggunaan sebelumnya.

    6. Menyusun Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

    Gramedia

    Setelah membuat jurnal penyesuaian, kamu harus menyusun neraca saldo kembali atau biasa disebut adjusted trial balance. Namun, neraca saldo kali ini merujuk pada kumpulan akun bisnis yang muncul dalam buku besar laporan keuangan setelah tahapan entri data pada jurnal penyesuaian.

    Pembuatan laporan neraca ini memiliki beberapa tujuan, yaitu:

    • Neraca saldo menjadi langkah awal dalam penyusunan laporan keuangan. Karena neraca saldo merupakan dokumen internal atau kerangka kerja yang akan kamu gunakan dalam menyusun berbagai elemen, khususnya laporan keuangan. 
    • Neraca saldo yang telah disesuaikan dapat berguna untuk memastikan bahwa semua entri kredit dan entri debit memiliki nilai yang seimbang atau balance
    • Neraca saldo ini berguna untuk mematuhi prinsip akuntansi double entry, di mana setiap ketidakseimbangan atau perbedaan harus teridentifikasi sebelum laporan keuangan selesai kamu susun.

    Langkah-langkah penyusunan neraca saldo ini pada dasarnya sama seperti yang telah kami jelaskan pada poin penyusunan neraca saldo sebelum penyesuaian. Namun, apabila akun bisnis pada buku besar terdapat penambahan entri data penyesuaian akhir tahun, maka kamu cukup menambahkan data penyesuaian ke akun yang telah kamu ubah. 

    Perbedaan antara neraca saldo setelah penyesuaian dan neraca saldo biasa terletak pada jumlah saldo yang tercantum. Terutama setelah pembuatan jurnal penyesuaian akuntansi selesai kamu lakukan.

    7. Membuat Laporan Keuangan

    Apabila kamu berhasil melaksanakan keenam tahapan sebelumnya, maka kamu bisa lanjut ke siklus akuntansi perusahaan dagang paling penting, yaitu menyusun laporan keuangan untuk kebutuhan penulisan lembar kerja akuntansi. 

    Laporan keuangan adalah sekumpulan dokumen yang berisi informasi posisi dan kinerja keuangan, hasil usaha, dan arus kas bisnis secara keseluruhan. Dokumen ini akan merangkum hasil pertanggungjawaban atas aktivitas pengelolaan keuangan perusahaan selama periode waktu tertentu.

    Umumnya, laporan keuangan memberi gambaran menyeluruh tentang kinerja keuangan perusahaan dalam periode satu tahun, mulai dari:

    • Dokumen neraca atau balance sheet: Mencakup kumpulan dokumen pernyataan aset (kas, inventaris, dan piutang), liabilitas (laporan utang atau tagihan yang belum terbayarkan), dan dokumen modal saham.

    Jurnal.id

    • Laporan laba rugi atau income statement: Mencakup dokumen hasil penjualan, biaya operasional dan produksi bisnis, serta laporan keuntungan atau kerugian bersih perusahaan.

    Detik Finance

    • Laporan arus kas atau cash flow statement: Mencakup dokumen laporan kas atas aktivitas operasional (seperti penjualan), pendanaan (seperti penerimaan atau pembayaran utang), dan investasi (seperti pembelian atau penjualan aset).

    Warung pintar

    Ketiga macam laporan keuangan tersebut perlu kamu susun bersama dengan laporan neraca saldo sebelum penyesuaian, jurnal penyesuaian, dan neraca saldo setelah penyesuaian ke dalam lembar kerja akuntansi. 

    8. Membuat Jurnal Penutup

    Bee.id

    Sesuai namanya, pembuatan jurnal penutup bertujuan untuk menutup atau menghapus sementara akun-akun pendapatan, biaya, dan dividen pada akhir periode akuntansi untuk nantinya kamu pindah ke akun permanen. Mungkin kamu akan lebih mengenalnya sebagai tahap tutup buku.

    Akun sementara tersebut memuat akun laporan laba rugi yang kamu gunakan untuk memantau aktivitas akuntansi selama periode tertentu, tidak tergantung pada masa penggunaan oleh perusahaan. 

    Sedangkan akun permanen adalah akun neraca yang kamu gunakan untuk melacak aktivitas keuangan bisnis yang memiliki keberlanjutan jangka panjang daripada periode akuntansi. Sebagai contoh, laporan akun kendaraan dicatat dalam akun permanen, karena memberikan manfaat kepada perusahaan hingga tahun-tahun mendatang.

    9. Menyusun Neraca Saldo Setelah Penutupan

    Tahap dalam siklus akuntansi perusahaan dagang berikutnya adalah menyusun neraca saldo setelah membuat jurnal penutup. Neraca saldo ini bisa kamu susun setelah menutup semua akun pendapatan, biaya, dan dividen. Sehingga, kamu dapat menyajikan gambaran akhir dan akurat dari posisi keuangan perusahaan.

    Dalam istilah lain, penyusunan neraca saldo setelah membuat jurnal penutup bertujuan untuk memverifikasi apakah semua akun sementara telah tertutup dengan benar. Selain itu, kamu juga dapat memastikan bahwa total kredit dan debit dalam sistem akuntansi telah seimbang (balance) setelah pembuatan entri penutupan.

    Tahapan ini memungkinkan manajemen perusahaan dan pemangku kepentingan untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan. Serta membuat keputusan berdasarkan informasi yang relevan dengan posisi keuangan akhir.

    10. Membuat Jurnal Pembalik

    HashMicro

    Terakhir, susun jurnal pembalik atau entri jurnal yang kamu buat pada awal periode akuntansi (misalnya awal tahun). Tujuannya adalah untuk menggagalkan dan membalikkan entri jurnal penyesuaian yang kamu buat di periode akuntansi sebelumnya. 

    Jurnal pembalik berguna untuk memperbaiki entri penyesuaian yang telah kamu buat sebelumnya. Sehingga, kamu dapat memastikan bahwa catatan keuangan mencerminkan transaksi yang terjadi pada awal periode baru dengan akurat.

    Jurnal pembalik bersifat opsional, yang berarti kamu hanya perlu menyusunnya, jika benar-benar dibutuhkan. Karena kebutuhan laporan keuangan setiap perusahaan dapat bervariasi dan harus menyesuaikan aktivitas keuangan perusahaan.

    Sudah Paham Tentang Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang?

    Demikian beberapa tahapan utama dalam siklus akuntansi perusahaan dagang yang perlu kamu pahami. Melalui pelaporan akuntansi ini, perusahaan kamu dapat berkesempatan mengoptimalkan pengelolaan keuangan dan meningkatkan kinerja bisnis. Semoga artikel ini bermanfaat!

  • Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung

    Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung

    Seorang atau sekelompok akuntan bisnis umumnya memiliki tanggung jawab untuk menganalisis arus kas perusahaan melalui sebuah laporan keuangan. Nah, dalam penyusunannya, akuntan dapat menggunakan dua contoh laporan arus kas, metode langsung dan tidak langsung.

    Meskipun proses pembuatan laporan arus kas memiliki dua cara yang berbeda, hasil perhitungan yang akuntan dapatkan nantinya tetap memperlihatkan kinerja aliran kas masuk dan keluar perusahaan. Kamu bisa pelajari pembuatan laporan arus kas dengan metode langsung dan tidak langsung beserta contoh formatnya pada artikel berikut.

    Perbedaan Laporan Arus Kas dengan Metode Langsung dan Tidak Langsung

    Sebelum mempelajari cara pembuatan serta contoh laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung, kamu harus pahami perbedaan di antara keduanya. Berikut ini poin-poin yang membedakan antara metode langsung dan tidak langsung pada penyusunan laporan arus kas atau cash flow statement:

    1. Pengertian dan Fungsi

    Penyusunan laporan arus kas metode langsung merujuk pada metode pelaporan keuangan yang langsung mengidentifikasi dan menyajikan arus kas dari informasi aktual pada periode tertentu. Baik itu dari informasi aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan perusahaan. 

    Dalam laporan arus kas metode langsung, setiap transaksi arus kas diuraikan secara terperinci. Sehingga, dapat memberikan gambaran yang jelas dan mudah dipahami tentang penerimaan (arus masuk) serta penggunaan kas (arus keluar) dalam perusahaan. 

    Contohnya, penerimaan kas dari hasil aktivitas penjualan barang atau jasa dan penggunaan kas untuk membayar tagihan ke pemasok disajikan dalam bagian arus kas operasional. 

    Berbeda dengan contoh laporan arus kas metode langsung, penyusunan laporan arus kas metode tidak langsung lebih menerapkan proses pelaporan keuangan yang menghitung arus kas dari informasi akuntansi akrual dan laba bersih. 

    Setelah itu, barulah dilanjutkan proses penyesuaian laba bersih dengan perubahan akun kewajiban dan aset yang ada di laporan neraca. Sehingga, metode ini memberikan gambaran tentang perubahan laba bersih menjadi arus kas bersih dan tidak memberikan detail transaksi kas secara langsung.

    Misalnya, kamu melakukan penyesuaian laba bersih untuk mengakomodasi depresiasi, keuntungan atau kerugian dari penjualan aset, serta perubahan dalam akun kewajiban atau aset yang tidak melibatkan kas secara langsung. 

    2. Penyusunan dan Penyajian Laporan Arus Kas

    Berdasarkan penjelasan definisinya, perbedaan selanjutnya dari setiap contoh laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung terletak pada proses penyusunannya.

    Penyusunan laporan arus kas metode langsung didasarkan atas pencatatan langsung pada buku kas atau rekening koran bank. Dalam penggunaan metode ini, kamu perlu mengkategorikan secara terpisah berdasarkan kelompok penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas operasional, lalu lanjut ke aktivitas investasi dan pendanaan.

    Sedangkan penyusunan laporan arus kas metode tidak langsung harus kamu lakukan atas dasar laporan neraca dan laba rugi keuangan perusahaan. Pada metode ini, kamu dapat menyesuaikan laba bersih dengan cara mengoreksi dampak dari transaksi yang bukan kas.

    Kemudian, kamu juga perlu menyesuaikan penerimaan atau pembayaran kas yang ditangguhkan (akrual) untuk aktivitas operasional di masa depan dan masa lalu. Jangan lupa untuk juga menyesuaikan unsur beban atau pendapatan perusahaan terkait arus kas investasi atau penerimaan dana tertentu!

    3. Unsur dan Komponen Penyusun

    Perbedaan lain dari contoh laporan arus kas dengan metode langsung dan tidak langsung adalah berdasarkan unsur dan komponen penyusunnya.

    Laporan arus kas metode langsung umumnya memiliki sejumlah unsur dan komponen utama yang berkaitan dengan jenis pembayaran dan penerimaan kas, contohnya:

    • Penerimaan kas dari penjualan barang atau jasa, pelanggan, serta bunga atau dividen.
    • Penerimaan kas untuk pajak.
    • Pembayaran kas untuk pemasok atau vendor serta bunga dan pajak.
    • Pembayaran kas untuk beban operasional seperti gaji karyawan, pembayaran sewa, dan perlengkapan bisnis.
    • Penerimaan kas dari investasi dan penerbitan saham. 
    • Pembayaran kas untuk pembelian aset tetap seperti tanah, bangunan, atau peralatan.
    • Dan lain sebagainya.

    Daftar penerimaan dan pembayaran tersebut menyediakan informasi yang cukup bagi pengguna laporan keuangan untuk melacak sekaligus menganalisis asal-usul sumber pengeluaran dan penerima pembayaran.

    Berbeda dengan laporan arus kas metode tidak langsung yang utamanya memiliki unsur dan komponen sebagai berikut:

    • Laba bersih (net profit).
    • Laba bersih yang tidak berkaitan langsung dengan arus kas, seperti beban depresiasi, amortisasi, pendapatan, dan beban keuntungan atau kerugian atas penjualan aset tetap.
    • Akun kewajiban dan aset yang tidak berhubungan langsung dengan kas, seperti piutang usaha, persediaan, dan hutang usaha.
    • Beban biaya yang dibayar di muka.
    • Utang pajak penghasilan (PPh).

    4. Cara Perhitungan Arus Kas

    Perbedaan terakhir dari contoh laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung terlihat dari perhitungannya. Cara penghitungan laporan arus kas metode tidak langsung dapat dilakukan dari laporan laba rugi, dari bawah ke atas. 

    Sedangkan laporan arus kas metode langsung hanya memungkinkan kamu untuk menghitung sesuai kronologi penghitungan langsung dari jumlah kas yang terkait dengan aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan perusahaan.

    Cara Buat Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung serta Contohnya

    Cara membuat laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung melibatkan langkah-langkah yang utamanya untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang arus kas dari berbagai aktivitas perusahaan. 

    Berikut adalah panduan umum beserta contoh laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung:

    1. Cara Membuat Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Contohnya

    Misalkan, akuntan PT Indah Makmur berencana mengumpulkan data arus kas bisnisnya dengan periode 31 Desember 2022. Akuntan ingin melihat rincian arus kas masuk dan keluar dari setiap aktivitas perusahaan, terkait operasional, investasi, dan pendanaan perusahaan.

    Maka, akuntan harus membuat laporan arus kas dengan metode langsung melalui tahapan-tahapan berikut:

    a. Mengumpulkan Data Arus Kas Berdasarkan Aktivitas Bisnis Perusahaan 

    Langkah pertama adalah mengidentifikasi dan mengkategorikan data penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan perusahaan. Berikut ini hasilnya:

    • Laporan arus kas dari aktivitas operasional
    • Laporan arus kas dari aktivitas investasi
    • Pelaporan arus kas dari aktivitas pendanaan

    b. Gabungkan Ketiga Laporan Arus Kas Berdasarkan Aktivitas

    Selanjutnya, susun laporan dengan membagi aktivitas tersebut dalam bagian yang terpisah dan jelaskan jumlah penerimaan kas dan pengeluaran kas untuk setiap bagian. Berikut ini hasilnya:

    2. Cara Membuat Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung dan Contohnya

    Misalkan, PT. XYZ berencana mengumpulkan data arus kas bisnisnya dengan periode 31 Desember 2013. Akuntan ingin melihat rincian arus kas masuk dan keluar dari setiap aktivitas perusahaan hanya melalui laba bersih yang mereka miliki beserta data keuangan pada akun kewajiban dan akun aset.

    Maka, akuntan harus membuat laporan arus kas dengan metode tidak langsung melalui tahapan-tahapan berikut:

    a. Kumpulkan dan Sesuaikan Laba Bersih dan Seluruh Akun Aset dan Kewajiban

    Mulailah dengan mengumpulkan data laba bersih dari laporan laba rugi perusahaan. Kemudian, sesuaikan data laba bersih dengan data keuangan yang bukan kas, seperti depresiasi, amortisasi, dan perubahan dalam aset dan kewajiban yang tidak melibatkan kas. Berikut ini hasilnya:

    Chatat

    b. Catat Detail Laporan Neraca dan Laba Rugi

    Lanjutkan dengan mencatat arus kas bersih yang ada pada laporan neraca dan laporan laba rugi. Berikut ini hasilnya:

    • Laporan neraca

    Chatat

    • Laporan laba rugi

    Chatat

    Chatat

    • Hasil akhir laporan arus kas

    Chatat

    Yuk, Buat Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung Kamu Sendiri!

    Itulah informasi tentang laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung yang lengkap dengan contoh kasus dan cara pembuatannya yang dapat kami sajikan pada artikel ini.

    Kesimpulannya, baik metode langsung maupun tidak langsung sama-sama menggambarkan informasi yang berharga tentang arus kas perusahaan. Di mana metode langsung menjelaskan lebih terperinci tentang sumber dan penggunaan kas, sementara metode tidak langsung lebih fokus pada penyesuaian laba bersih.

  • Memahami Contoh Neraca Lajur Lengkap dengan Cara Buatnya

    Memahami Contoh Neraca Lajur Lengkap dengan Cara Buatnya

    Seorang akuntan perusahaan dagang maupun jasa mungkin akan familiar dengan istilah neraca lajur yang juga dikenal sebagai worksheet atau kertas kerja. Sebab, dalam dunia akuntansi, contoh neraca lajur berbentuk pelaporan transaksi keuangan, agar perusahaan dapat memantau dan mengendalikan aliran keuangan.

    Komponen pembukuan akuntansi ini dapat membantu manajemen perusahaan dalam membuat keputusan bisnis berdasarkan informasi posisi akhir keuangan perusahaan. Kamu bisa ketahui informasi lebih dalam seputar neraca lajur beserta cara membuatnya pada artikel ini.

    Apa Itu Neraca Lajur?

    Neraca lajur adalah sekumpulan catatan sistematis yang mencakup data seluruh transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu perusahaan selama satu periode, misalnya satu semester (enam bulan) atau satu tahun. 

    Neraca lajur dapat membantu kamu dalam mencatat dan mengelompokkan data transaksi keuangan perusahaan sebelum dilakukan penyesuaian dengan lebih efektif. Selain itu, komponen pembukuan akuntansi ini juga bermanfaat untuk:

    • Memudahkan proses pemantauan dan pengendalian aliran keuangan perusahaan selama jangka waktu tertentu serta penyusunan laporan keuangan, karena yang lebih sistematis.
    • Membantu meringkas informasi jumlah neraca saldo sebelum proses auditing keuangan perusahaan atau pengecekan buku besar, apakah entri data keuangan sudah balance atau belum.
    • Neraca lajur menjadi contoh dokumen keuangan yang dapat membantu meminimalisir kesalahan pelaporan keuangan perusahaan di masa depan.
    • Memperkirakan penumpukan saldo kas maupun hutang yang mungkin terjadi di masa depan, sehingga kamu dapat merencanakan langkah penyaluran saldo-saldo tersebut.

    Fungsi Neraca Lajur untuk Perusahaan

    Berdasarkan manfaat-manfaatnya, neraca lajur memiliki beberapa fungsi atau kegunaan yang sangat dibutuhkan saat menyusun pelaporan transaksi keuangan perusahaan. Di antaranya adalah:

    1. Meringkas Data Keuangan

    Pada umumnya, penggunaan buku besar sebagai patokan penyusunan laporan keuangan bisa menjadi sulit, karena data yang terdapat di dalamnya terdiri dari banyak kolom dan halaman pendukung. 

    Namun, semua masalah tersebut dapat teratasi dengan mudah, apabila kamu mengetahui contoh neraca lajur, kemudian membuatnya sebagai salah satu dokumen keuangan utama perusahaan. 

    Karena neraca lajur berisi ringkasan data dari buku besar yang sudah bisa mewakili gambaran kondisi keuangan perusahaan selama satu periode.

    2. Mengidentifikasi Aktivitas Harian Perusahaan

    Neraca lajur juga membantu kamu dalam mengendalikan aktivitas harian keuangan perusahaan. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan perusahaan untuk mendokumentasikan kegiatan operasional dan perubahan saldonya ke dalam dokumen pendukung atau jurnal tertentu.

    Apabila kamu mencatat setiap transaksi secara terperinci, maka kamu akan dapat melacak dan mengontrol pengeluaran dan penerimaan keuangan dalam perusahaan. Sehingga, kamu dapat mengidentifikasi kesalahan dalam pengelolaan keuangan sekaligus membuat keputusan terbaik tentang transaksi yang akan dilakukan.

    3. Mengevaluasi Transaksi Keuangan Perusahaan

    Tentu saja, penggunaan neraca lajur akan membuat kamu maupun manajemen perusahaan dapat memantau aliran transaksi keuangan dalam perusahaan secara lebih efektif. 

    Informasi perubahan neraca saldo pada setiap akun yang tercatat dalam contoh neraca lajur memberikan gambaran yang jelas tentang transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan. Sehingga, kamu dapat mengetahui perkembangan operasional dan mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan selama periode tertentu.

    4. Menyusun Laporan Keuangan

    Peran paling krusial dari neraca lajur adalah menjadi komponen pembukuan akuntansi yang terdiri dari berbagai data untuk keperluan penyusunan laporan keuangan perusahaan. 

    Sehingga, kamu dapat menyusun laporan keuangan seperti neraca saldo, laporan laba rugi, dan laporan arus kas dengan lebih akurat. Laporan-laporan ini penting bagi pemangku kepentingan eksternal, seperti investor, kreditur, dan pihak berwenang, untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan.

    Jenis Neraca Lajur

    Perlu kamu ketahui, bahwa format penulisan neraca lajur memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan jumlah kolom pencatatan jenis data transaksi yang terjadi dalam perusahaan. Beberapa jenis neraca lajur tersebut adalah sebagai berikut:

    • Neraca lajur umum (4-6 kolom). Format ini berguna untuk mencatat dan menganalisis saldo debit dan kredit perusahaan terkait neraca saldo, perhitungan laba rugi, dan neraca dari akun yang berbeda.
    • Neraca lajur terperinci. Format ini hampir sama seperti neraca umum, hanya saja memiliki lebih banyak rincian data atau informasi yang disertai beberapa halaman pendukung untuk menjabarkan item-item tertentu. Seperti daftar hutang piutang, biaya pengeluaran untuk kebutuhan produksi, dan premi asuransi.
    • Neraca lajur 10 kolom. Format ini berguna untuk mencatat data akuntansi perusahaan terkait neraca saldo, jurnal penyesuaian, neraca saldo setelah penyesuaian, perhitungan laba rugi, dan neraca akhir.
    • Neraca lajur 12 kolom. Format ini berguna apabila kamu memiliki pemegang saham atau investor yang juga ingin mengetahui informasi penting tentang alokasi akun untuk laba rugi atau laba tertahan.

    Cara Membuat dan Contoh Neraca Lajur

    Dari kelima jenis di atas, artikel ini akan lebih fokus membahas cara pembuatan neraca lajur dalam format 10 kolom dan 12 kolom dari satu contoh kasus berikut:

    Diketahui PT. Sinar Surya memiliki daftar neraca saldo dan data jurnal penyesuaian yang terhitung per tanggal 31 Desember 2022 seperti gambar tabel berikut:

    Nah, kamu bisa membuat neraca lajur dalam format 10 kolom dan 12 kolom dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

    1. Contoh Neraca Lajur dalam 10 Kolom

    Berikut ini penjelasan lengkap mengenai pembuatan neraca lajur dalam 10 kolom:

    a. Buat Format Neraca Lajur

    Pertama-tama, tentu saja kamu harus membuat tabel neraca lajur yang terdiri dari 10 kolom. Format tabel tersebut akan mewakili debit dan kredit dari masing-masing neraca saldo, penyesuaian, neraca saldo setelah penyesuaian, perhitungan laba rugi, dan neraca pada nomor dan nama akun yang perusahaan miliki.

    b. Isi Nomor, Nama Akun, dan Neraca Saldo

    Kemudian, isilah nomor dan nama akun transaksi keuangan perusahaan yang telah kamu susun pada awal periode. Nomor yang kamu buat mencerminkan pengelompokan akun berdasarkan jenisnya, mulai dari aset, kewajiban, jumlah ekuitas, jumlah pendapatan, dan beban keuangan.

    Susunan nomor dan nama akun ini harus kamu buat secara berurutan, mulai dari angka terkecil. Tujuannya adalah supaya kamu bisa menginput entri data transaksi periode berikutnya dengan lebih mudah.

    Setelah selesai mengisi nomor dan nama akun, silahkan pindahkan saldo pada Neraca Saldo sebelum penyesuaian pada kolom Neraca Saldo, seperti berikut:

    c. Isi Hasil Jurnal Penyesuaian

    Langkah selanjutnya dalam pembuatan contoh neraca lajur 10 kolom adalah mengisi data keuangan pada jurnal penyesuaian. Data keuangan yang dimaksud adalah data transaksi penyesuaian yang kamu buat dan kumpulkan hingga akhir periode.

    Sebab, jurnal penyesuaian merupakan bagian dari laporan akuntansi perusahaan yang menghitung transaksi atau mengevaluasi akun yang belum tercatat selama periode akuntansi. 

    Pada kolom jurnal penyesuaian, kamu perlu mengidentifikasi jumlah debit dan kredit dari tiga jenis entri, yaitu pembayaran di muka, akrual, dan pengeluaran non-tunai.

    d. Isi Nominal Hasil Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

    Setelah itu, lanjutkan dengan mengisi nominal jumlah neraca saldo setelah penyesuaian. Maksudnya, kamu perlu menginput jumlah neraca saldo pada setiap akun bisnis dalam buku besar laporan keuangan yang dibuat setelah tahapan entri data di jurnal penyesuaian.

    Neraca saldo terbaru tersebut secara keseluruhan dapat kamu temukan dengan menggabungkan neraca dan jurnal penyesuaian melalui proses akumulasi perhitungan. 

    Neraca saldo setelah penyesuaian ini berguna untuk memastikan bahwa semua entri jumlah kredit dan debit dari setiap akun sudah benar dan memiliki saldo yang seimbang atau balance.

    e. Isi Jumlah Laba Rugi

    Kolom berikutnya pada neraca lajur yang juga harus kamu isi adalah perhitungan laba rugi. Umumnya, akun riil harus kamu masukkan ke dalam laporan laba rugi, dengan saldo yang telah kamu sesuaikan berdasarkan nominalnya.

    Selain itu, pendapatan dan beban perusahaan juga termasuk dalam kolom laba rugi. Pendapatan ini mencakup transaksi yang terkait dengan pemasukan perusahaan dari kegiatan operasional, seperti penjualan. 

    Sedangkan akun beban mengacu pada jenis pengeluaran selama periode tertentu, akibat dari adanya kegiatan operasional atau bentuk pengeluaran lainnya yang mengakibatkan penurunan pendapatan perusahaan.

    f. Isi Nominal Neraca Sesuai Saldo Terbaru

    Terakhir, isilah neraca debit dan kredit pada sejumlah akun yang memiliki jumlah saldo terbaru. Komponen neraca ini mencakup saldo pada akun yang terdiri dari aset, kewajiban, serta ekuitas yang berasal dari neraca saldo setelah penyesuaian.

    Pada bagian neraca, kolom debit diisi dengan akun debit, kecuali untuk akun yang memiliki sifat kontra, seperti cadangan kerugian piutang dan akumulasi penyusutan. Sedangkan kolom kredit berguna untuk saldo ekuitas perusahaan dan akun kewajiban.

    Jangan bingung apabila terdapat perbedaan antara total debit dan kredit pada neraca dengan laporan laba rugi. Namun, pastikan jumlah selisih keduanya bernilai seimbang. Sehingga, kamu dapat mengidentifikasi keuntungan atau kerugian operasional perusahaan selama periode tertentu.

    2. Contoh Neraca Lajur dalam 12 Kolom

    Sebenarnya, cara membuat neraca lajur dalam format 12 kolom tidak jauh berbeda dengan ketika kamu membuatnya dengan format 10 kolom. Hanya saja, kamu perlu menambahkan kolom Laporan Ekuitas tepat di antara kolom perhitungan laba rugi dan neraca akhir.

    Kolom laporan ekuitas ini berisikan nominal saldo akun dari kolom neraca saldo setelah penyesuaian yang bukan termasuk perhitungan laba rugi dan neraca akhir. Supaya lebih paham, perhatikan gambar tabel neraca lajur di bawah ini.

    Buat Laporan Keuangan Perusahaan Lebih Jelas dengan Neraca Lajur!

    Demikian informasi lengkap seputar contoh neraca lajur yang lengkap dengan tahapan pembuatannya. Semoga artikel ini dapat membantu kamu dalam memantau aliran keuangan perusahaan, menyusun laporan keuangan yang akurat, mengendalikan aktivitas keuangan, dan mengambil keputusan berdasarkan data yang ada.

  • Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur serta Urutan & Kegiatannya

    Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur serta Urutan & Kegiatannya

    Perusahaan manufaktur adalah salah satu jenis perusahaan yang bergerak di bidang proses produksi hingga menjual barang jadi. Oleh karena itulah, tak heran jika siklus akuntansi perusahaan manufaktur terbilang rumit.

    Apalagi perusahaan yang satu ini memiliki peranan yang penting dalam berbagai industri. Lantas, bagaimana urutan siklus akuntansi pada perusahaan manufaktur agar bisa menjadi perusahaan terbaik yang transparan? Simak informasi selengkapnya tentang perusahaan manufaktur dalam artikel di bawah ini!

    Tujuan Perusahaan Melakukan Pencatatan Transaksi Keuangan

    Sebelum masuk ke penjelasan mengenai siklus akuntansi perusahaan manajemen, tentu kamu perlu mengetahui tujuan dari adanya pencatatan pada setiap transaksi keuangan di sebuah perusahaan.

    Sama dengan perusahaan lain, perusahaan manufaktur juga melakukan pencatatan transaksi keuangan yang menjadi langkah dasar agar mereka dapat mengatur keuangan perusahaan dengan sebaik mungkin. 

    Tak hanya itu saja, pencatatan transaksi keuangan ini juga bertujuan untuk menghindari adanya kesalahan yang dapat menghambat perkembangan, sehingga dapat memperburuk kondisi perusahaan.

    Sebab, nantinya proses pencatatan transaksi keuangan ini akan menunjukkan laju aktivitas ekonomi perusahaan terhadap dana yang dialirkan. Adapun berikut ini adalah beberapa tujuan lain dari dilakukannya pencatatan transaksi keuangan:

    • Sebagai sumber informasi yang berkaitan dengan dana perusahaan.
    • Sebagai sumber informasi yang berkaitan dengan perubahan keuntungan pada dana perusahaan.
    • Sebagai sumber informasi yang valid untuk membuat laporan keuangan perusahaan.
    • Sebagai sumber informasi yang digunakan untuk memproyeksikan potensi di suatu perusahaan.

    Mengingat begitu banyaknya fungsi dan tujuan laporan keuangan tersebut, tentu saja perusahaan wajib melampirkan setiap bukti transaksi arus masuk dan keluar. Dengan begitu, maka proses pencatatan keuangan bisa berjalan dengan lancar.

    Apa Itu Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur?

    Secara umum, siklus akuntansi merupakan proses lengkap dari suatu peristiwa pencatatan transaksi perusahaan yang terjadi dalam satu periode akuntansi dengan membuat laporan keuangan yang mencakup seluruh biaya dan pendapatan selama periode tersebut.

    Perlu dipahami, bahwa dalam penerapannya, siklus akuntansi pada perusahaan manufaktur cenderung berbeda dengan siklus akuntansi pada jenis perusahaan lainnya. Hal ini karena ada beberapa keterangan atau bagian khusus yang harus dipenuhi untuk bisa menjalankan proses pencatatan keuangan agar sesuai persyaratan.

    Salah satunya adalah metode akrual yang sudah pasti ada dalam pencatatan keuangan dalam perusahaan manufaktur. Selain itu, sistem penilaian harga pokok penjualan serta pencatatan aset dan liabilitas yang tersisa pada akhir periode dalam perusahaan manufaktur juga memiliki sejumlah perbedaan dengan perusahaan di industri lainnya.

    Urutan Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

    Nah, berikut ini adalah ulasan mengenai urutan siklus akuntansi pada perusahaan manufaktur beserta faktor-faktornya yang penting untuk diketahui:

    1. Menerima Dokumentasi Transaksi

    BukuWarung

    Siklus akuntansi pada perusahaan manufaktur yang pertama akan diawali dengan penerimaan dokumen transaksi. Jadi, bukti transaksi yang ada nantinya akan dikumpulkan dan diolah sebagai data pencarian laporan keuangan.

    Contohnya seperti dokumen transaksi perusahaan manufaktur, antara lain nota, invoice, purchase order, dan juga purchase requisition.

    Pada saat melakukan pengumpulan dokumen transaksi, kamu perlu melakukannya dengan sangat teliti. Khususnya pada transaksi pembelian bahan baku. Tak hanya itu saja, kamu juga harus memastikan jika semua dokumen sudah terkumpul secara lengkap. Baru dengan begitu laporan keuangan perusahaan bisa bersifat valid.

    2. Proses Penjurnalan

    Jurnal.id

    Setelah selesai mengumpulkan berbagai bukti transaksi, kini kamu sudah bisa mulai memasukkan setiap transaksi yang dilakukan tersebut ke dalam jurnal akuntansi. Setidaknya terdapat dua jenis jurnal yang ada, yakni jurnal umum dan jurnal akuntansi.

    Perbedaan dari kedua jenis jurnal ini ada pada detail informasi yang diberikan. Jurnal umum hanya berisi tentang informasi umum seputar transaksi yang terjadi dalam periode tertentu. Sedangkan jurnal khusus memuat penjelasan tentang hal-hal yang dicatat dalam jurnal umum.

    Proses penjurnalan ini perlu dilakukan dengan baik sesuai dengan bukti transaksi yang tersedia. Selain itu, proses pencatatan juga harus dilakukan dengan hati-hati, karena biasanya akan berkaitan dengan nama vendor, transaksi yang terjadi, dan lain sebagainya.

    3. Pencatatan dalam Buku Besar

    Jurnal.id

    Buku besar dapat diibaratkan sebagai muara dari segala transaksi bisnis perusahaan yang sudah dimasukkan ke dalam kategori masing-masing. Seluruh informasi yang sudah dimasukkan ke dalam jurnal khusus dan jurnal umum akan dimasukkan ke dalam buku besar tersebut.

    Adapun beberapa contoh akun yang akan masuk ke dalam buku besar, antara lain akun kas, piutang usaha, biaya-biaya, utang usaha, dan lain sebagainya. Nantinya, semua akun tersebut akan terakumulasi dalam buku besar.

    Umumnya, akuntan dan manajer akan melakukan pengecekan apabila terjadi kesalahan pada buku besar. Oleh karena itulah, tak heran jika buku besar juga sering digunakan oleh auditor untuk memeriksa dan mengaudit sebuah perusahaan.

    4. Neraca Saldo

    Info Pemerintah

    Selesai dengan urusan buku besar, siklus akuntansi perusahaan manufaktur yang selanjutnya adalah neraca saldo. Proses ini perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengoreksi semua transaksi yang sudah tercatat dalam akun besar tersebut. Sebab, semua nilai debit dan kredit dalam buku besar harus balance.

    Namun, karena perusahaan manufaktur ini menggunakan metode akrual, maka siklus akuntansinya tidak hanya berhenti di neraca saldo saja. Sebab, kamu juga membutuhkan jurnal penyesuaian, sebelum nantinya masuk ke neraca saldo paling akhir.

    5. Jurnal Penyesuaian

    SlidePlayer

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jika perusahaan manufaktur menggunakan metode akrual, sehingga jurnal penyesuaian akan muncul setelah neraca saldo. Sederhananya, metode akrual ini adalah metode pencatatan transaksi yang dilakukan sesuai dengan waktu kejadian dan bukan saat terjadinya kas masuk atau keluar.

    Oleh karena itulah, dalam jurnal penyesuaian, semua persediaan sudah disesuaikan oleh akuntan. Contoh yang termasuk dari persediaan, antara lain bahan baku, barang jadi, dan juga barang dalam proses.

    6. Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

    Akuntansi Lengkap

    Setelah menyusun jurnal penyesuaian berdasarkan pada persediaan yang ada, maka selanjutnya kamu harus memasukkannya kembali ke neraca saldo. Tujuannya adalah agar nilai debit dan kredit bisa sama atau balance.

    Tahapan yang satu ini dianggap sebagai tahap terakhir sebelum nantinya akan masuk ke laporan keuangan perusahaan.

    7. Laporan Keuangan

    Akuntansi Lengkap

    Urutan terakhir dalam siklus akuntansi perusahaan manufaktur adalah laporan keuangan, di mana setelah melalui proses yang panjang dari awal hingga neraca saldo setelah penyesuaian, kamu harus memasukkannya ke dalam laporan keuangan.

    Kemudian nantinya laporan keuangan tersebut dapat bermanfaat bagi pihak manajemen untuk melihat kondisi keuangan perusahaan dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.

    Pembuatan laporan keuangan ini juga harus dibarengi dengan penyusunan jurnal penutup dan jurnal pembalik. Jurnal penutup merupakan tahapan yang dilakukan perusahaan dengan tujuan untuk menutup akun, seperti aset, pendapatan, biaya-biaya, liabilitas, dan akun yang lainnya.

    Jadi, di awal periode berikutnya, akun pada laporan keuangan akan bernilai nol dan siap untuk digunakan pada transaksi berikutnya.

    Sedangkan untuk jurnal pembalik sendiri sebenarnya bersifat opsional dalam siklus akuntansi suatu perusahaan. Jurnal pembalik ini digunakan pada awal periode baru dengan membalik beberapa jurnal penyesuaian pada periode sebelumnya.

    Adapun jurnal penyesuaian yang dibalik pada siklus akuntansi perusahaan di bidang manufaktur biasanya adalah bagian yang berkaitan dengan akun neraca perusahaan.

    Proses pengerjaan akuntansi perusahaan manufaktur memang terbilang rumit. Makanya, proses penyusunan yang dilakukan harus detail dan sesuai dengan bukti yang tersedia, agar tidak terjadi kesalahan pencatatan.

    Sudah Paham dengan Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur?

    Nah, itu dia penjelasan lengkap mengenai urutan siklus akuntansi perusahaan manufaktur yang penting untuk diketahui oleh semua pihak yang terlibat dalam perusahaan di industri ini. Dengan begitu, maka nantinya kesalahan dalam proses pencatatan keuangan perusahaan bisa diminimalisir.

  • Persamaan Dasar Akuntansi: Definisi, Rumus, dan Contoh Soalnya

    Persamaan Dasar Akuntansi: Definisi, Rumus, dan Contoh Soalnya

    Setiap jenis perusahaan dari bidang manapun, sejatinya harus mencatat sekaligus menghitung informasi keuangan dengan akurat dan terstruktur. Untuk mencapai tujuan tersebut, para akuntan perusahaan umumnya berkewajiban untuk menggunakan konsep hitungan persamaan dasar akuntansi.

    Sebab, persamaan ini secara tak langsung menjadi landasan penyusunan laporan keuangan yang memberi gambaran menyeluruh tentang keuangan perusahaan. Ketahui informasi penting tentang persamaan akuntansi secara lengkap dengan membaca artikel ini.

    Apa Itu Persamaan Dasar Akuntansi?

    Secara teori, persamaan dasar akuntansi adalah sebuah konsep akuntansi yang menjelaskan hubungan antara harta (aktiva) serta hutang dan modal pemilik perusahaan (pasiva) selama periode tertentu, bahwa bernilai seimbang (balance). 

    Persamaan akuntansi dapat membantu proses pembukuan laporan keuangan sederhana perusahaan yang lebih konsisten. Bahkan, beberapa akuntan perusahaan dapat menggunakan perhitungan ini untuk mengukur performa perusahaan dalam pengelolaan aliran keuangan dari semua jenis transaksi dan aktivitas perusahaan.

    Sehingga, persamaan akuntansi secara khusus memiliki manfaat yang dapat dirasakan oleh akuntan perusahaan dan seluruh pihak yang bertanggung jawab di dalamnya. Di antaranya adalah:

    • Memudahkan proses pencatatan segala transaksi keuangan perusahaan, baik itu transaksi yang keluar dari atau transaksi yang masuk ke rekening perusahaan.
    • Memudahkan proses pemeriksaan saldo yang keluar dari atau saldo yang masuk ke rekening perusahaan. Alhasil, kamu dapat menganalisis kesehatan keuangan perusahaan secara menyeluruh.
    • Memungkinkan perusahaan untuk melacak perubahan posisi keuangan terkait aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik selama jangka waktu tertentu. Sehingga, kamu dapat memahami kinerja keuangan perusahaan serta membuat keputusan sesuai informasi terakurat.
    • Sebagai alat untuk membandingkan serta memperbaiki keakuratan saldo pada masing-masing harta, hutang, dan modal perusahaan. Apabila hasil persamaan bernilai seimbang (balance), maka perhitungan saldo akan dinyatakan akurat.

    Komponen Persamaan Dasar Akuntansi

    Setelah memahami penjelasan teorinya, dapat terlihat jika persamaan akuntansi terdiri dalam dua sisi, yaitu sisi aktiva dan sisi pasiva. Kedua sisi tersebut mencakup beberapa komponen-komponen utama. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

    1. Akun Aset (Aktiva)

    Akun aset adalah segala bentuk sumber daya yang perusahaan miliki dengan nilai ekonomi tertentu untuk membantu aktivitas bisnis pada suatu periode atau mencapai tujuan bisnis lainnya. Aset yang termasuk komponen aktiva ini juga disebut sebagai harta perusahaan, karena meliputi: 

    • Sejumlah uang tunai atau cek kontan.
    • Piutang usaha.
    • Inventaris dan properti seperti gedung perusahaan, kendaraan, dan tanah.
    • Peralatan pendukung operasional perusahaan, seperti mesin produksi.

    Namun, pada aset berupa peralatan mesin, nilai aktiva perusahaan bisa menyusut. Terutama apabila mesin tersebut mengalami kerusakan atau malfungsi selama beberapa waktu. 

    Oleh karena itu, perlu kamu catat bahwa komponen aktiva berupa aset bisa bernilai tinggi atau rendah sesuai dengan kondisi perusahaan yang sesungguhnya.

    2. Akun Kewajiban (Liabilitas)

    Selanjutnya, akun kewajiban dalam persamaan dasar akuntansi merujuk pada bentuk tanggung jawab perusahaan terkait keuangan terhadap pihak tertentu. Akun kewajiban yang juga dikenal sebagai liabilitas bisa jadi muncul lantaran adanya peristiwa atau aktivitas bisnis di masa lalu.

    Akun kewajiban atau liabilitas perusahaan dapat berupa hutang kepada pemasok atau kreditur, pinjaman bank, hutang pajak, dan jenis hutang lain untuk tujuan pengembangan usaha. Ingatlah, bahwa komponen-komponen tersebut harus segera kamu bayar sesuai waktu jatuh tempo pembayaran yang telah ditetapkan.

    Apabila aktivitas operasional bisnis perusahaan menghasilkan keuntungan, maka sebaiknya segeralah menyelesaikan atau melunasi kewajiban-kewajiban yang perusahaan tanggung. Kemudian, jika terdapat peningkatan dalam akun kewajiban, maka bagian pasiva akan bertambah, begitupun sebaliknya.

    3. Akun Modal (Ekuitas)

    Seperti namanya, akun modal merupakan bentuk aset yang berasal dari pemilik perusahaan atau pihak ketiga (third party), seperti pemilik saham (stakeholder). Sebut saja modal awal perusahaan, dana investasi pemilik, prive, saham, laba tertahan, dan laba yang belum diambil.

    Akun modal atau ekuitas pemilik perusahaan ini menjadi salah satu sumber dana internal perusahaan yang kepemilikannya bisa berkurang atau bertambah sesuai dengan kondisi di lapangan. Jadi, komponen-komponen modal pemilik harus kamu jaga dengan baik.

    Selain ketiga elemen tersebut, terdapat pula berbagai akun lain yang dapat kamu masukkan dalam perhitungan persamaan akuntansi. Mulai dari akun pendapatan, beban, dan juga prive (pengeluaran pribadi menggunakan dana perusahaan).

    Cara Hitung Persamaan Dasar Akuntansi

    Nah, berdasarkan komponen-komponen di atas, kamu bisa mengetahui bahwa rumus utama persamaan akuntansi adalah sebagai berikut:

    Aset atau Harta (Aktiva) = Hutang (Liabilitas) + Modal Pemilik (Ekuitas)

    Terlihat bahwa sesungguhnya sumber daya perusahaan berupa harta atau aset akan didanai oleh sejumlah hutang yang merupakan kewajiban perusahaan dan modal pemilik perusahaan. Artinya, perusahaan mendapatkan sumber daya (aset) dari pinjaman atau hutang (kewajiban) maupun dari investasi pemilik (ekuitas).

    Perlu kamu ingat, apabila jumlah hutang meningkat pada kondisi tertentu, maka akan mengakibatkan adanya ketidakseimbangan pada jumlah aset. Ketidakseimbangan yang terjadi mungkin karena adanya transaksi keuangan yang tidak transparan atau tidak akuntan laporkan.

    Untuk menghitung persamaan dasar akuntansi, kamu bisa membuat sebuah tabel yang berguna untuk mencatat semua perubahan yang terjadi akibat transaksi keuangan perusahaan pada laporan keuangan. Artinya, kamu harus memiliki pemahaman yang lengkap mengenai elemen-elemen dalam laporan keuangan. 

    Umumnya, tabel persamaan akuntansi yang ideal terdiri dari kolom-kolom yang mencerminkan unsur-unsur laporan keuangan, seperti:

    • Tanggal transaksi yang tersusun sesuai urutan kronologis aktivitas perusahaan.
    • Aset atau harta.
    • Hutang atau liabilitas.
    • Keterangan atau catatan aktivitas transaksi perusahaan.

    Jika kamu kurang memahami elemen-elemen tersebut, maka ada kemungkinan untuk kamu salah memasukkan nilai dalam tabel persamaan akuntansi tersebut. Akibatnya, tabel persamaan tidak akan mencerminkan nilai yang seimbang (balance).

    Contoh Soal Persamaan Dasar Akuntansi

    Supaya pemahaman teoritis kamu tentang persamaan akuntansi lebih mendalam, kamu perlu mempraktikkan langsung perhitungannya dengan contoh-contoh soal di bawah ini.

    1. Soal 1

    Pada tanggal 1 Januari 2023, PT. Surya Kencana mengumpulkan berbagai informasi transaksi perusahaan untuk persiapan pembuatan laporan keuangan. Adapun rincian informasi transaksi tersebut adalah sebagai berikut:

    • Investasi modal awal sebesar Rp15.000.000,00 dalam bentuk uang tunai. Selain itu, perusahaan juga memiliki investasi lain berupa peralatan kantor senilai Rp1.450.000,00.
    • Pengeluaran awal bulan untuk membayar biaya sewa gedung selama 1 bulan sebesar Rp1.550.000,00.
    • Pembelian perlengkapan operasional secara kredit senilai Rp1.350.000,00 dan peralatan senilai Rp1.950.000,00.
    • Menerima pendapatan jasa sebesar Rp2.550.000,00.
    • Pembayaran tagihan listrik untuk 1 bulan ke depan sebesar Rp700.000,00.
    • Pemilik perusahaan mengeluarkan dana sebesar Rp650.000,00 untuk keperluan pribadi.
    • Menerima pendapatan bersih sebesar Rp1.700.000,00.
    • Pembayaran tagihan air sebesar Rp520.000,00.
    • Pembayaran gaji karyawan sebesar Rp2.950.000,00.
    • Menerima penghasilan sebesar Rp3.450.000,00.
    • Pembayaran rekening telepon sebesar Rp550.000,00.
    • Menerima penghasilan sebesar Rp3.200.000,00.
    • Pengeluaran pribadi perusahaan sebesar Rp600.000,00.

    Berdasarkan data-data di atas, kamu bisa menghitung setiap hasil persamaan dasar akuntansi dengan membuat tabel seperti gambar di bawah ini:

    2. Soal 2

    Anton berencana membuka usaha penjualan sembako. Anton memutuskan untuk menginvestasikan uang tabungannya sebesar Rp100.000.000,00 yang ia kumpulkan selama satu tahun sebagai kas awal bisnisnya.

    Dari uang yang Anton investasikan, Anton membeli beberapa persediaan sembako dengan menghabiskan uang tunai total Rp75.000.000,00. Sehingga, kas bisnis Anton berkurang dan persediaan akan bertambah.

    Setelah beroperasi selama tiga bulan, toko sembako Anton mengalami perkembangan pesat, sehingga Anton harus membangun ruangan tambahan. Namun, diketahui pembangunan ruang tambahan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp50.000.000,00.

    Berhubung dana kas bisnisnya tidak bisa menutupi biaya pembangunan tersebut, Anton memutuskan untuk mengambil pinjaman dari bank. Anton mengambil pinjaman sebesar Rp35.000.000,00 dan menggunakan sisa dana kas sebesar Rp15.000.000,00.

    Hal tersebut mengakibatkan kas bisnis Anton berkurang dan tagihan pinjaman bank akan bertambah. Berdasarkan keseluruhan perhitungan, terlihat bahwa nilai aset berupa kas (aktiva) akan seimbang (balance) dengan jumlah tagihan pinjaman bank (kewajiban atau liabilitas) dan tagihan persediaan usaha (ekuitas).

    Pahami Persamaan Dasar Akuntansi Sebelum Menyusun Laporan Keuangan, ya!

    Demikian sejumlah informasi yang dapat kami sampaikan seputar persamaan dasar akuntansi. Kesimpulannya, perhitungan persamaan ini menjadi pondasi penyusunan laporan keuangan yang akurat dan terstruktur dengan lebih baik.

    Melalui pemahaman hubungan antara aset, liabilitas, dan ekuitas pemilik, kamu dapat menyusun informasi keuangan yang relevan dan dapat diandalkan pengguna laporan keuangan. Semoga artikel ini bermanfaat!

  • Contoh Rekonsiliasi Bank dan Pembahasannya, Catat!

    Contoh Rekonsiliasi Bank dan Pembahasannya, Catat!

    Dalam dunia perbankan terdapat banyak sekali istilah dan perhitungan yang harus dipelajari. Salah satu istilah yang cukup populer dan penting adalah rekonsiliasi bank. Dengan mempelajarinya, maka Anda dapat menghitung saldo perusahaan pada kurun waktu tertentu. Lantas, bagaimana contoh rekonsiliasi bank?

    Apa Itu Rekonsiliasi Bank?

    Rekonsiliasi bank merupakan seluruh pencatatan keuangan masuk dan keluar yang terjadi antara suatu bank dengan perusahaan tertentu. Adanya rekonsiliasi ini berfungsi untuk menjabarkan perbedaan-perbedaan kas yang ada antara bank dan perusahaan terkait. 

    Hal tersebut terjadi karena kasus perbedaan pencatatan antara nasabah dan pihak bank seringkali menemui kekeliruan. Kesalahan ini biasanya terjadi ketika nasabah melakukan suatu transaksi keuangan dan belum tercatat oleh pihak bank. Sehingga, pencatatan nasabah dianggap benar dan pihak bank harus melakukan penyesuaian.

    Selain penjabaran di atas, ada juga yang menyebutkan bahwa rekonsiliasi bank merupakan suatu upaya untuk melakukan verifikasi dalam proses pencocokan data yang ada pada saldo sebuah perusahaan dengan catatan keuangan yang ada pada pihak bank. 

    Artinya, rekonsiliasi merupakan proses penyesuaian keuangan antara kedua belah pihak yaitu bank dan nasabah. Sebelum melakukan rekonsiliasi, pihak bank umumnya akan melakukan pelaporan dan pengiriman rekening koran secara berkala pada pihak perusahaan atau nasabah. 

    Sehingga, dengan demikian pihak nasabah dapat menganalisa kekeliruan yang terjadi dan proses rekonsiliasi bank akan berjalan dengan mudah, lancar, dan cepat.

    Contoh Rekonsiliasi Bank

    Setelah memahami pengertiannya, tidak lengkap rasanya jika tidak melihat beberapa contoh rekonsiliasi secara langsung. Berikut ini adalah beberapa contoh dan pembahasannya yang bisa Anda pelajari dengan baik:

    1. Contoh 1

    Berikut contoh yang pertama:

    Agus mempunyai saldo rekening bank pada buku besar PT Martech di tanggal 30 November 2018. Jumlah saldo yang dimiliki Agus adalah sebesar Rp185.500,00. Saldo yang tercatat dalam rekening koran saat itu menunjukkan total jumlah uang sebesar Rp207.000,00. 

    Namun, setelah dilakukan analisa, ternyata ada perbedaan data saldo di dalamnya. Perbedaan tersebut terjadi karena beberapa faktor, di antaranya adalah sebagai berikut: 

    • Ada biaya administrasi bank pada bulan November 2018 sebanyak Rp2.800,00 yang terdapat pada rekening koran bank. Serta belum tercatat oleh perusahaan karena nota debitnya belum diterima.
    • Terdapat lima lembar cek dengan total Rp40.750,00 yang telah terbayarkan pada para pemasok atau untuk melunasi hutang. Namun ternyata belum dalam bentuk uang.
    • Ada cek yang diuangkan oleh perusahaan PT Ayu yang sejumlah Rp15.000,00. Namun, nyatanya mengalami kesalahan dalam pembukuan oleh pihak bank kepada rekening PT Martech.
    • Terdapat kiriman dana dari pelanggan melalui bank transfer sejumlah Rp3.950,00 untuk melakukan pelunasan utang. Namun, belum tercatat di dalam pembukuan perusahaan.
    • Ada cek dengan nomor resi SR 5220 dengan jumlah dana sebesar Rp70.550,00 di mana terjadi kesalahan pencatatan dalam pembukuan PT Martech dengan jumlah Rp65.150,00.

    Kemudian, Anda harus membuat rekonsiliasi per tanggal 30 November 2018 dari bank pada PT Martech. Serta tidak lupa untuk membuat jurnal penyesuaian yang dibutuhkan. Berikut adalah contohnya dalam bentuk gambar:

    Gramedia

    2. Contoh 2

    Berikut contoh rekonsiliasi bank berikutnya:

    Saldo Rek Giro PT Abuba pada tanggal 31 mei 2001 sesuai dengan catatan Bank adalah Rp22.487.730,00. Sedangkan, sesuai catatan buku perusahaan adalah Rp19.080.150,00. Nah, perbedaan ini disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

    • Cek nomor 10 yang diterima PT Abuba Dari PT Utama Sebesar Rp4.342.500,00 ternyata tidak memiliki kecukupan dana.
    • Terjadi kesalahan input bank karena memasukkan setoran milik PT Abuba sebesar Rp427.500,00 ke rekening giro milik nasabah lain.
    • Cek yang dimiliki PT Abuba pada tanggal 10 Mei 2001 dengan jumlah Rp2.977.500,00 hingga Akhir Mei belum mengalami pencairan dana oleh pemegang cek ke bank.
    • Cek nomor 20 Sebesar Rp432.000,00 dengan keperluan pembayaran utang untuk pembelian alat kantor tercatat dalam buku perusahaan sebesar Rp658.350,00.
    • Cek nomor 11 sebesar Rp1.942.500,00 yang diterbitkan oleh PT Abuba, mengalami kesalahan pembebanan kepada PT Qabuba oleh bank.
    • Setoran Tgl 31 Mei 2001 sejumlah Rp1.597.770,00 belum tercatat dalam laporan bank per tanggal 31 Mei 2001.
    • Cek yang diterima dari pelanggan Rp2.175.000,00 tercatat kesalahan dalam buku perusahaan sejumlah Rp2.850.000,00.
    • Bank melakukan penagihan Piutang Milik PT Abuba Rp5.250.000,00 dengan bunga sejumlah Rp352.500,00. Bank Mengenakan Biaya Rp142.500,00 untuk transaksi tersebut. 
    • Bank mencatat Beban Administrasi untuk bulan Mei Rp156.000,00.

    Dari data di atas, Anda diminta untuk menyusun rekonsiliasi bank serta jurnal penyesuaian terkait. Berikut contoh dalam bentuk gambarnya:

    Sonora 

    3. Contoh 3

    Berikut contoh yang terakhir:

    Berdasarkan catatan keuangan PT Sukses Kemilau, saldo kas yang dimiliki tercatat sebanyak Rp2.000.000,00. Namun, berdasarkan rekening koran yang dimiliki Bank CBA, saldo dana yang dimiliki PT Sukses Kemilau adalah sebesar Rp1.880.000,00. 

    Adapun catatan cek dan dana yang masih dalam ranah peredaran hingga tanggal 30 Desember 2021 sebagaimana berikut:

    Nomor 0612 sejumlah Rp50.000,00.

    Nomor 0712 sejumlah Rp100.000,00.

    Nomor 0912 sejumlah Rp300.000,00.

    Setoran sejumlah  Rp600.000,00 belum tercatat pada rekening koran milok Bank CBA. Bank CBA juga memberikan pembebanan yang tercatat pada rekening giro perusahaan dengan menentukan biaya administrasi bank sebesar Rp15.000,00. Di mana transaksi tersebut baru saja diketahui pada tanggal 31 Desember 2021.

    PT Sukses Kemilau melakukan penarikan cek sebesar Rp1.550.000,00 ternyata terdapat kesalahan pencatatan pada bagian pembukuan perusahaan menjadi sebesar Rp1.505.000,00.

    Kemudian, terhitung pada tanggal 28 Desember 2021 terdapat seorang pelanggan yang melakukan penarikan kembali sejumlah cek yang sebenarnya telah dibayar pada perusahaan per tanggal 27 Desember 2021. 

    Cek senilai Rp100.000,00 tersebut telah disetorkan kepada pihak bank serta telah tercatat pada tanggal 29 Desember yang diperlakukan seperti cek kosong. Setelah itu, pihak Bank CBA telah melakukan penagihan piutang wesel perusahaan sebesar Rp200.000,00. Namun, ini baru didapati pada tanggal 31 Desember 2021.

    Rekening koran yang diterbitkan oleh bank CBA menampilkan adanya pengurangan dana sebesar Rp900.000,00 untuk cek dengan nomor 0412 yang seharusnya adalah Rp80.000,00. Nah, berikut ini laporan rekonsiliasi bank pada bank PT Sukses Kemilau yang bisa Anda pahami:

    Accurate

    Sudah Memahami Bagaimana Contoh Rekonsiliasi Bank?

    Berikut tadi adalah beberapa contoh rekonsiliasi bank yang dapat Anda pelajari dengan baik. Pemahaman yang baik tumbuh dari berbagai pengalaman. Oleh karena itu, jika Anda ingin memahami rekonsiliasi bank lebih mendalam, sebaiknya Anda langsung pergi melakukan ke studi kasus pada bank terkait.

  • Laporan Keuangan: Pengertian, Jenis, Fungsi serta Contohnya

    Laporan Keuangan: Pengertian, Jenis, Fungsi serta Contohnya

    Entah kamu pemilik usaha kecil maupun besar, pemahaman mengenai laporan keuangan menjadi sangat krusial. Pelaporan keuangan yang akurat dapat membantu kamu mampu mengelola, mengatur, dan memahami kondisi keuangan bisnis kamu. 

    Bagi seorang pemula, mungkin konsep ini terdengar rumit dan susah. Oleh sebab itu, artikel ini akan membahas seluk beluk mengenai pelaporan keuangan ini, mulai dari pengertian, jenis, fungsi, hingga contohnya. Jadi, simak sampai akhir!

    Pengertian Laporan Keuangan

    Laporan keuangan (financial statements) adalah dokumen formal yang digunakan untuk mencatat dan mencerminkan kondisi keuangan, hasil operasi, dan arus kas perusahaan. Dokumen ini secara rinci mencatat dan meringkas transaksi keuangan dan kegiatan bisnis yang terjadi selama periode tertentu. 

    Financial statements tidak hanya penting bagi pemilik bisnis, tetapi juga bagi berbagai pemangku kepentingan lainnya, seperti investor, kreditor, pemerintah, dan masyarakat umum. Pemilik bisnis menggunakan financial statements untuk mengevaluasi kinerja keuangan dan mengambil keputusan yang strategis. 

    Investor dan kreditor menggunakan financial statements sebagai alat untuk menilai potensi pengembalian investasi dan risiko keuangan. Di sisi lain, pemerintah menggunakan financial statements untuk tujuan perpajakan dan pengaturan. 

    Selain itu, financial statements yang transparan dan akurat juga memberikan kepercayaan kepada masyarakat umum tentang keberlanjutan dan keandalan entitas tersebut.

    Jenis-Jenis Laporan Keuangan

    Ada lima jenis utama financial statements yang biasanya disajikan oleh suatu entitas, yaitu:

    1. Laporan Laba Rugi (Income Statement)

    Jenis financial statements ini menyajikan informasi tentang pendapatan, biaya, dan laba atau rugi yang dihasilkan oleh entitas selama periode tertentu, biasanya dalam satu tahun fiskal. 

    Laporan ini membantu dalam mengevaluasi kinerja keuangan suatu entitas dan memberikan wawasan tentang sejauh mana entitas berhasil menghasilkan laba bersih dari kegiatan operasionalnya. 

    Adapun informasi yang disajikan meliputi pendapatan penjualan, biaya produksi, biaya operasional, laba kotor, laba operasional, dan laba bersih.

    2. Neraca (Balance Sheet)

    Financial statements ini berisi catatan terkait aset, liabilitas, dan ekuitas pemilik entitas pada titik waktu tertentu. Tujuan utama disusunnya neraca ini adalah memberikan gambaran tentang posisi keuangan entitas, termasuk tingkat likuiditas, solvabilitas, dan struktur modal. 

    Komponen utama neraca meliputi aset (seperti kas, piutang, persediaan, properti), liabilitas (seperti hutang jangka pendek dan jangka panjang), dan ekuitas pemilik (modal saham, laba ditahan). Dalam akuntansi, neraca dihitung dengan rumus:  aset = liabilitas + ekuitas.

    3. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

    Laporan keuangan ini melaporkan arus masuk dan keluar uang tunai selama periode tertentu. Tujuannya adalah memberikan informasi tentang sumber dan penggunaan dana tunai entitas, yang meliputi arus kas dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan. 

    Bagi suatu bisnis atau perusahaan, laporan arus kas membantu dalam mengevaluasi kemampuan untuk menghasilkan arus kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban keuangan, membayar dividen, dan melakukan investasi yang diperlukan.

    4. Laporan Perubahan Modal

    Laporan perubahan modal (statement of changes in equity) adalah salah satu jenis financial statements yang menyajikan perubahan dalam posisi ekuitas pemilik suatu entitas selama periode tertentu. Dokumen ini mencatat perubahan yang terjadi pada modal saham, laba ditahan, dan komponen lain dari ekuitas pemilik entitas.

    5. Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK)

    Dokumen ini adalah bagian integral dari laporan keuangan yang memberikan informasi tambahan dan penjelasan rinci tentang kebijakan akuntansi, asumsi, dan pengungkapan lainnya yang relevan dengan financial statements sebuah entitas. 

    Tujuannya adalah untuk memberikan konteks dan pemahaman lebih mendalam tentang angka-angka yang disajikan dalam financial statements.

    Fungsi Laporan Keuangan

    Di balik rumitnya pembuatan financial statements, sebenarnya apa fungsi dari dokumen tersebut? Berikut ini penjelasannya:

    1. Menggambarkan Kondisi Finansial Perusahaan

    Salah satu fungsi utama financial statements adalah untuk menggambarkan kondisi keuangan perusahaan. Sebab, melalui financial statements, perusahaan memperoleh gambaran yang komprehensif tentang aset, liabilitas, ekuitas pemilik, pendapatan, biaya, dan arus kas perusahaan pada suatu periode tertentu. 

    2. Alat Penting dalam Pengambilan Keputusan Bisnis

    Financial statements juga merupakan alat penting dalam pengambilan keputusan bisnis. Pemilik bisnis dapat menggunakan financial statements untuk memantau kinerja keuangan perusahaan dan mengevaluasi efektivitas strategi bisnis yang dijalankan. 

    Sementara itu, investor menggunakan financial statements untuk menilai potensi pengembalian investasi dan risiko keuangan.

    3. Alat untuk Memenuhi Kewajiban Perpajakan

    Sebagaimana kamu tahu, bahwa pemerintah dan otoritas perpajakan mengharuskan perusahaan untuk menyajikan laporan keuangan yang akurat dan lengkap. Nah, informasi dalam financial statements, seperti pendapatan, biaya, aset, liabilitas, dan arus kas, dapat digunakan untuk menghitung kewajiban pajak perusahaan.

    4. Sebagai Bahan untuk Evaluasi Kerja

    Financial statements juga memungkinkan evaluasi kinerja keuangan entitas dari waktu ke waktu. Dengan membandingkan financial statements dari periode ke periode, pemangku kepentingan dapat mengidentifikasi tren, pola, atau perubahan yang mempengaruhi kinerja keuangan. 

    Evaluasi kinerja ini membantu dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan entitas, serta membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat untuk perbaikan atau pengembangan lebih lanjut.

    5. Sebagai Bentuk Pertanggungjawaban Perusahaan 

    Dalam konteks ini, financial statements menjadi alat yang penting bagi manajemen perusahaan untuk melihat hasil dari strategi dan kebijakan yang telah diimplementasikan. Hal ini memungkinkan manajemen untuk melakukan analisis kinerja, mengevaluasi efektivitas, serta kekuatan dan kelemahan perusahaan.

    Pada tingkat dewan direksi, financial statements juga memungkinkan mereka untuk melihat kinerja keuangan perusahaan, mengevaluasi pertumbuhan, memantau risiko, serta mengambil keputusan yang mempengaruhi arah strategis perusahaan.

    6. Sebagai Alat untuk Mengumpulkan Modal

    Financial statements juga berperan penting dalam proses pengumpulan modal. Pasalnya, dokumen ini dapat digunakan sebagai alat untuk meyakinkan calon investor, pemberi pinjaman, atau pemegang saham potensial tentang kinerja keuangan perusahaan. 

    Ketika perusahaan mengajukan permohonan pembiayaan tambahan, financial statements yang baik dan transparan bisa meyakinkan pihak eksternal, bahwa perusahaan berada dalam kondisi keuangan yang sehat dan potensi keuntungan yang menarik. Dengan begitu, besar kemungkinan investor akan tertarik untuk menanamkan modal.

    Unsur-Unsur Laporan Keuangan

    Dalam menyusun financial statements, ada unsur-unsur yang perlu diperhatikan, di antaranya:

    • Aset, merujuk pada sumber daya finansial yang dimiliki oleh perusahaan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat memberikan manfaat di masa depan. Contohnya kas, piutang, properti, tanah, dll. 
    • Liabilitas, mencakup kewajiban finansial yang dimiliki perusahaan kepada pihak ketiga. Misalnya pajak, bunga bank, utang gaji, pinjaman bank, dll.
    • Ekuitas, yaitu total aset yang sudah dikurangi total liabilitas. Contohnya bisa berupa pembayaran dividen dan modal saham.
    • Pendapatan, jumlah uang atau nilai yang diterima oleh perusahaan sebagai hasil dari penjualan produk atau jasa yang ditawarkan.
    • Pengeluaran, semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memproduksi barang atau memberikan jasa. Contohnya gaji karyawan, biaya pemasaran, biaya administrasi, biaya overhead, dll.
    • Profit (keuntungan), selisih positif antara pendapatan dan pengeluaran perusahaan.
    • Loss (kerugian), terjadi ketika pengeluaran melebihi pendapatan perusahaan. Kerugian mengurangi ekuitas perusahaan dan dapat mempengaruhi kelangsungan operasional dan pertumbuhan perusahaan, jika terjadi secara berkelanjutan.

    Contoh Laporan Keuangan

    Supaya dapat memahami perihal financial statements dengan lebih jelas, berikut ini contoh-contoh financial statements sederhana yang bisa kamu jadikan referensi:

    1. Contoh Sederhana Laporan Laba Rugi

    Nural Learning 

    2. Contoh Laporan Neraca

    KitaLulus

    3. Contoh Laporan Arus Kas

    Midtrans

    4. Contoh Laporan Perubahan Modal

    Lancar by Danamas

    5. Contoh Catatan Atas Laporan Keuangan

    Jurnal.id

    Kini, Kamu Sudah Tahu Apa Itu Laporan Keuangan!

    Itulah penjelasan terkait seluk beluk laporan keuangan, mulai dari pengertian, fungsi, hingga contohnya. Tapi penting untuk dicatat bahwa financial statements bukanlah satu-satunya sumber informasi dalam pengambilan keputusan bisnis. Faktor-faktor lain seperti kondisi pasar, faktor ekonomi, dan tren industri juga harus diperhatikan.

  • Contoh Pembukuan Penjualan Berbagai Usaha, Lengkap!

    Contoh Pembukuan Penjualan Berbagai Usaha, Lengkap!

    Dalam sebuah bisnis, pencatatan transaksi uang masuk dan keluar merupakan proses yang penting. Dengan adanya pencatatan atau pembukuan transaksi, maka akan memudahkan untuk mengetahui posisi dan kondisi keuangan bisnis. Berikut ini adalah beberapa contoh pembukuan transaksi untuk berbagai usaha!

    Apa Itu Contoh Pembukuan Penjualan?

    Sebelum mengetahui apa saja contoh pembukuan penjualan, kamu harus mengetahui terlebih dahulu tentang apa itu pembukuan. Menurut UU No. 28 Tahun 2017, pembukuan adalah aktivitas pencatatan dan pengumpulan data seputar informasi keuangan. 

    Data dan informasi keuangan yang dicatat dalam pembukuan, yaitu data aset atau harta, modal, biaya, kewajiban, dan data harga. Data tersebut akan diolah menjadi suatu laporan keuangan, seperti laporan laba rugi dan laporan neraca.

    Proses pencatatan atau pembukuan ini memiliki berbagai kegunaan untuk suatu bisnis. Beberapa manfaat atau kegunaan pembukuan, yaitu dapat digunakan untuk mengetahui progres bisnis yang sedang berjalan, monitoring penggunaan biaya operasional, menghindari hilangnya aset bisnis, dan mengetahui laba rugi bisnis.

    Jenis Pembukuan Penjualan

    Pembukuan penjualan juga memiliki beberapa jenis. Berikut ini adalah beberapa jenis pembukuan yang sebaiknya dimiliki oleh suatu bisnis:

    1. Buku Catatan Uang Masuk dan Keluar

    Ketika pertama kali membuka suatu bisnis atau usaha, hal yang harus kamu perhatikan adalah pencatatan uang keluar yang harus dilakukan secara detail. 

    Beberapa catatan uang keluar yang harus dibuat, yaitu catatan pengeluaran untuk biaya operasional bisnis, catatan uang keluar untuk pembelian barang dan gaji karyawan, serta catatan uang keluar untuk kebutuhan bisnis yang lainnya.

    Dengan adanya pencatatan uang keluar tersebut, maka kamu akan mengetahui seberapa besar pemanfaatan modal yang telah kamu gunakan. Setelah itu, kamu bisa menyusun strategi bagaimana cara mengembalikan modal yang telah kamu keluarkan tersebut.

    Selain pencatatan uang keluar, pencatatan uang masuk juga perlu diperhatikan. Buku catatan pemasukan memuat informasi seputar jumlah pendapatan dari produk atau jasa yang terjual, pembayaran piutang, dan lain sebagainya.

    Pencatatan uang masuk tersebut juga berfungsi untuk mengetahui berapa nilai keuntungan yang telah kamu dapatkan dari bisnis tersebut, setelah membandingkannya dengan catatan pengeluaran.

    2. Buku Kas

    Jenis pembukuan selanjutnya yang dibutuhkan dalam bisnis yaitu buku kas. Buku kas merupakan buku yang mencatat kumpulan informasi pemasukan dan pengeluaran secara menyeluruh. 

    Kamu bisa mengetahui posisi bisnis kamu saat ini apakah sedang untung atau rugi dari buku kas ini. Dengan adanya buku kas, kamu juga bisa menggunakannya sebagai bahan pengambilan keputusan dan penyusunan strategi untuk mengembangkan bisnis kamu saat ini.

    3. Buku Pencatatan Laba Rugi dan Stok Barang

    Buku pencatatan laba rugi merupakan pembukuan yang memuat informasi tentang keuntungan dan kerugian yang sedang dialami oleh suatu bisnis. Catatan ini bisa kamu gunakan untuk mengontrol pola operasional bisnis dan menentukan strategi apa yang cocok untuk bisnis kamu di masa depan.

    Selain buku catatan laba rugi, pencatatan stok barang juga sangat penting dalam suatu bisnis. Buku catatan stok barang memuat informasi tentang barang apa yang sedang dimiliki saat ini dan juga barang yang sudah terjual secara kontinu.

    Dengan adanya pencatatan stok barang tersebut, maka kamu bisa melakukan kontrol atas arus kas masuk dan keluar dengan lebih mudah.

    4. Buku Inventaris

    Seperti halnya pencatatan stok barang, pencatatan inventaris dalam pembukuan juga sangat penting. Inventaris merupakan barang-barang atau aset yang dimiliki oleh perusahaan saat ini. Pencatatan inventaris berfungsi sebagai media pengendalian dan penjagaan aset, agar aset tidak mudah hilang.

    Cara Membuat dan Contoh Pembukuan Penjualan

    Untuk lebih memahami pembukuan penjualan, berikut adalah 6 tahap bagaimana cara membuat dan contoh pembukuan penjualan yang baik dan benar:

    1. Pencatatan Pengeluaran

    Dalam menjalankan suatu bisnis, pemisahan rekening antara rekening pribadi dan rekening bisnis merupakan salah satu aspek yang penting. Hal ini dibutuhkan untuk menghindari tercampurnya pencatatan keuangan yang ada pada rekening bisnis dan rekening pribadi.

    Selain pemisahan rekening, pencatatan antara pemasukan dan pengeluaran juga harus dilakukan secara terpisah. Kamu bisa membuat pencatatan pengeluaran dengan format tabel untuk memudahkan proses pembacaan catatan.

    Lalu, jenis pengeluaran apa saja yang perlu dicatat dalam pembukuan? Semua catatan yang berhubungan dengan bisnis, seperti pembelian bahan baku untuk produksi, pengeluaran untuk biaya operasional bisnis, pembayaran gaji karyawan, dan lain-lain wajib dicatat secara detail dalam suatu pembukuan.

    Dengan adanya pembukuan catatan pengeluaran, maka kamu akan bisa mengetahui berapa modal yang telah kamu keluarkan untuk menjalankan bisnis. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan catatan pengeluaran sebagai sarana evaluasi dan penyusunan strategi bisnis ke depannya.

    Maserp

    2. Pencatatan Pemasukan

    Selain mencatat pengeluaran, pencatatan pemasukan juga harus dilakukan dengan detail. Untuk memudahkan pembacaan laporan, pencatatan pemasukan ini perlu dicatat dalam pembukuan yang terpisah dengan catatan keuangan lainnya.

    Transaksi pemasukan yang perlu dicatat, yaitu pemasukan dari penjualan produk atau jasa, pemasukan dari pembayaran piutang oleh pelanggan, dan transaksi pemasukan lainnya. Pencatatan pemasukan perlu dilakukan setiap hari, agar tidak tidak menimbulkan kerugian saat perhitungan laporan laba rugi.

    Buku Mitra

    3. Posting dalam Buku Besar

    Setelah mencatat semua transaksi pemasukan dan pengeluaran, kamu juga perlu membuat buku besar yang berisi gabungan catatan pemasukan dan pengeluaran yang telah kamu buat sebelumnya.

    Data yang ada dalam buku besar tersebut bisa kamu gunakan untuk menganalisis kondisi keuangan bisnis kamu, apakah sedang mengalami keuntungan atau kerugian. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan data dalam buku besar tersebut untuk menyusun strategi keuangan yang tepat.

    Berikut contoh pembukuan penjualan buku besar untuk akun kas:

    Saturadar

    4. Pencatatan Stok Barang

    Pencatatan stok barang ini sangat penting, terutama bagi perusahaan dagang yang bergerak di bidang penjualan produk atau barang. Data stok barang yang tersedia harus dicatat dalam sebuah pembukuan untuk menghindari resiko kehabisan stok barang dalam pemenuhan kebutuhan konsumen.

    Hasil pencatatan stok barang bisa kamu gunakan untuk mengetahui berapa banyak stok barang yang kamu miliki. Stok barang yang terlalu berlebihan juga tidak bagus. Hal ini akan menimbulkan resiko peluang kerugian pada akhir periode akuntansi.

    Dengan adanya pencatatan stok barang, maka kamu akan lebih mudah dalam mengontrol jumlah stok barang yang tersedia saat ini. Selain itu, pencatatan stok barang juga berfungsi untuk meminimalisir resiko kecurangan, seperti pencurian atau pengurangan stok barang dari supplier maupun pegawai.

    Maserp

    5. Penyusunan Buku Inventaris

    Penyusunan buku inventaris dibutuhkan untuk memonitor dan mengendalikan aset bisnis yang kamu miliki saat ini. Data inventaris yang diarsipkan dengan baik akan meminimalisir resiko kehilangan aset secara tiba-tiba.

    Selain itu, pencatatan aset atau inventaris juga akan memudahkan kamu dalam proses pengalihan atau pemindahan aset. Beberapa inventaris yang perlu dicatat dalam buku inventaris, yaitu anggaran belanja, anggaran hibah, dan lain sebagainya.

    Majoo

    6. Pembuatan Buku Laba Rugi

    Pembukuan laba rugi bertujuan untuk mencatat semua transaksi pendapatan dan beban pengeluaran yang dilakukan dalam satu kali masa periode akuntansi. Dengan adanya pembukuan laba rugi, maka kamu bisa memantau nilai keuntungan atau kerugian yang kamu alami.

    Data untung dan rugi tersebut bisa kamu gunakan sebagai bahan evaluasi bisnis dan strategi penentuan nilai investasi untuk strategi bisnis yang akan datang. Nilai pajak yang perlu kamu bayarkan juga bisa diketahui melalui pembukuan laba rugi ini.

    PAKAR

    Sudah Tahu Bagaimana Contoh Pembukuan Penjualan?

    Beberapa tahapan contoh pembukuan penjualan tersebut merupakan catatan keuangan yang penting dalam suatu bisnis. Suatu bisnis akan bisa berjalan dengan lancar, jika memiliki laporan pembukuan yang detail dan sistematis. Jadi, pastikan untuk melakukan pencatatan dan pembukuan pada setiap transaksi yang terjadi ya!

  • Likuiditas: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Cara Mengukurnya

    Likuiditas: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Cara Mengukurnya

    Setiap perusahaan harus memiliki kemampuan untuk membayar utang, baik itu jangka pendek maupun panjang. Berkaitan dengan likuiditas, apa saja jenis dan bagaimana cara untuk mengukurnya? Cari tahu jawabannya di bawah ini!

    Apa Itu Likuiditas?

    Istilah ini memiliki peranan penting dalam menentukan kemampuan dan kinerja perusahaan dalam membayar kewajiban utang. Misalnya seperti utang jangka pendek, yakni utang usaha, dividen, pajak, dan lain sebagainya.

    Meskipun seperti itu, namun likuiditas juga memiliki definisi lain, yakni sebagai kemampuan internal dari individu maupun perusahaan dalam melunasi utang. Pelunasan harus dilakukan dengan harta lancar.

    Jika perusahaan tidak mampu dalam melunasi kemampuannya, maka akan berakibat pada kegiatan operasional. Di mana operasional perusahaan akan mengalami kerugian bahkan terhenti secara paksa.

    Secara umum, setiap perusahaan pastinya memiliki status dengan level yang berbeda-beda. Terutama dengan penunjukkan angka-angka tertentu, misalnya seperti angka rasio kas, angka rasio cepat, angka rasio lancar, dan lain sebagainya.

    Jika angkanya semakin tinggi, maka kinerja perusahaan termasuk baik. Sehingga kegiatan operasionalnya akan berjalan lancar. Melalui tingkatan yang tinggi tersebut, perusahaan dapat menarik perhatian investor. Mulai dari kreditur, pemasok, hingga lembaga keuangan.

    Jenis-jenis Likuiditas dan Cara Mengukurnya

    Adapun berbagai bentuk perhitungan dari istilah ini. Setiap jenisnya memiliki fungsi yang berbeda-beda. Nah, berikut ini penjelasan dengan macam-macamnya yang perlu diketahui:

    1. Rasio Lancar

    Rasio lancar atau sering disebut Current Ratio adalah rasio keuangan yang akan menggambarkan daya perusahaan dalam membayar jangka pendek. Pembayaran akan dilakukan menggunakan aset lancar milik perusahaan.

    Maksud dari aset lancar adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan dan dapat dicairkan secara tunai dengan kurun waktu satu tahun. Melalui laporan keuangan perusahaan, bagian nilai aset harus bisa dilihat.

    Selain itu, pada rasio lancar juga ada utang jangka pendek. Ini didefinisikan sebagai utang yang akan jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Contoh dari rasio lancar, misalnya seperti biaya listrik, insentif, gaji karyawan, komisi, dan lain sebagainya.

    Oleh sebab itu, rasio lancar disebut sebagai rumus yang berisi tentang gambaran ketersediaan aset lancar. Nantinya, aset tersebut dapat digunakan untuk membayar semua kebutuhan jangka pendek perusahaan.

    Cara mengukur rasio lancar juga cukup mudah, yakni dihitung dengan membandingkan total nilai aset lancar dan utang lancar yang harus dibayar oleh perusahaan.

    gramedia

    Adapun angka rasio lancar yang baik untuk dimiliki, yakni mulai dari kisaran 1,5 hingga 3. Akan tetapi, angka ideal dalam rasio lancar itu tergantung industri dan aset lancarnya tersendiri.

    Angka rasio lancar yang baik dapat menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar semua utang. Jika memiliki aset lancar, maka kemungkinan terjadinya risiko keterlambatan membayar sangat kecil.

    2. Rasio Cepat

    Rasio cepat merupakan pengukuran rasio dengan skala yang lebih detail daripada rasio lancar. Hal tersebut terjadi karena fokusnya hanya pada aset yang memang mudah untuk diubah menjadi tunai. Oleh sebab itu, rasio cepat tidak menghitung persediaan sebagai aset.

    Dengan demikian, rasio cepat akan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar jangka pendek dengan aset yang paling likuid. Ada tiga bagian penting dari rasio cepat, yakni aset lancar, utang jangka pendek, dan persediaan.

    Aset lancar berfokus pada aset kekayaan yang dimiliki perusahaan dan dapat ditukarkan menjadi uang dalam satu tahun. Laporan keuangan tahunan perusahaan harus mencatat nilai aset lancar dengan benar.

    Sementara itu, utang jangka pendek adalah utang yang jatuh temponya sudah ditentukan. Biasanya utang jangka pendek ini memiliki jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

    Berbeda dari aset lancar dan utang jangka pendek, persediaan merupakan jumlah barang hasil produksi yang masih tersedia dan dapat dijual. Selain barang jadi, bahan baku juga termasuk persediaan. Oleh sebab itu, persediaan tidak akan masuk ke perhitungan likuiditas. Dengan demikian, perhitungan rasio cepat akan dikurangi.

    gramedia

    Hampir sama dengan rasio lancar, angka terbaik untuk rasio cepat harus melebihi 1. Dengan demikian, perusahaan dapat memiliki tingkatan yang baik untuk membayar utang. Sehingga perusahaan mampu membayar utang jangka pendek dengan aset cepat yang dimilikinya.

    3. Rasio Kas

    Tidak jauh seperti kedua rasio sebelumnya, rasio kas adalah penggambaran rasio berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Akan tetapi, rasio ini lebih mengacu pada kas yang dimiliki oleh perusahaan.

    Rasio kas memiliki rumus yang dihitung dengan cara membandingkan jumlah kas perusahaan dengan utang lancar. 

    gramedia

    Adapun penjelasan tentang rumus rasio kas adalah sebagai berikut:

    • Kas perusahaan sebagai alat pembayaran yang telah disiapkan untuk membayar perusahaan.
    • Aktiva setara kas menjadi aset yang harus bisa cair secara cepat. Contoh dari aktiva setara kas, misalnya seperti dana perusahaan yang tersimpan dalam rekening bank. Ini karena dana di dalam bank akan lebih cepat untuk dicairkan. 

    Berbeda dari dana yang tersimpan dalam bentuk deposito dan harus menunggu jatuh tempo untuk mengambilnya.

    • Utang jangka pendek akan selalu ada setiap rasio likuid. Masa jatuh temponya pun sama, yakni kurang dari 1 tahun.

    Jika rasio kas perusahaan memiliki nilai yang baik, maka nilai kasnya juga semakin tinggi. Dengan demikian, nilai likuid perusahaan termasuk berkualitas dan baik. Oleh sebab itu, kas perusahaan yang cukup dapat memenuhi kebutuhan jangka pendek.

    Fungsi dari Likuiditas

    Jika perusahaan memiliki nilai likuid yang bagus, maka dapat menarik investor. Oleh sebab itu, perusahaan harus menunjukkan finansial yang sehat dan positif. Nah, berikut ini beberapa manfaat likuid perusahaan:

    • Sebagai antisipasi saat perusahaan membutuhkan dana secara mendadak.
    • Alat pengukur ketersediaan kas, sehingga utang jangka pendek dapat terpenuhi dengan maksimal.
    • Sebagai bahan untuk mempertimbangkan kelayakan suatu perusahaan dalam menerima dana dari para pemasok.
    • Agar dapat menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari lebih mudah.
    • Khusus pihak perbankan, likuid berfungsi untuk memudahkan nasabah menarik dananya.
    • Membantu manajemen perusahaan dalam pengawasan secara efisien terhadap modal dana perusahaan.
    • Sebagai alat untuk membantu menganalisis keuangan. Sehingga perusahaan dapat mengetahui interpretasi posisi keuangannya dalam jangka pendek.

    Contoh Likuiditas Perusahaan

    Adapun beberapa contoh penerapan likuid dalam ruang lingkup perusahaan, antara lain sebagai berikut ini:

    1. Uang Kas

    Uang tunai yang berupa kas dijadikan sebagai aset yang paling likuid dan berada di posisi teratas. Ini karena uang kas memiliki keterkaitan dengan likuid. Bukan hanya itu saja, bahkan seluruh aset perusahaan juga perlu diubah menjadi uang tunai agar memudahkan pengambilannya.

    2. Kas Terbatas

    Menjadi setoran tunai, kas terbatas akan berupa sisihan yang disimpan oleh perusahaan dengan tujuan memenuhi kewajiban masa depan. Pada jumlah kas ini, sisihan harus bersifat signifikan. Meskipun begitu, setoran kas terbatas tidak dianggap likuid karena terbatas legal. Contohnya seperti kompensasi pinjaman.

    3. Dokumen Berharga

    Dokumen berharga yang dimaksud berupa surat-surat yang berkaitan dengan keuangan. Di mana dokumen tersebut dapat diperjualbelikan secara publik. Surat berharga akan memiliki volume perdagangan harian yang berharga.

    Selain itu, pemerintah juga memiliki obligasi untuk menangkap volume perdagangan tinggi yang hampir likuid, misalnya seperti uang tunai. Akan tetapi, jika surat berharga memiliki nilai kecil, maka surat tersebut dianggap tidak memenuhi likuiditas.

    4. Barang Inventaris 

    Barang inventaris dapat meliputi peralatan, kendaraan, real estate, dan piutang yang tidak termasuk likuid. Ini karena aset tersebut harus membutuhkan waktu lama untuk berubah menjadi uang tunai. 

    Baik itu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lamanya. Jika ada tekanan keuangan yang terjadi, maka aset ini akan lebih sulit untuk berubah menjadi uang kas.

    Sudah Paham Terkait Pengertian Likuiditas?

    Setiap perusahaan harus memiliki likuiditas yang tinggi, sehingga kemampuan membayarnya pun semakin baik. Dengan demikian, utang jangka pendek tidak akan menjadi penghalang kesuksesan dalam berbisnis.

  • 9 Perbedaan Akuntansi Keuangan dengan Akuntansi Manajemen

    9 Perbedaan Akuntansi Keuangan dengan Akuntansi Manajemen

    Dalam dunia bisnis, Anda tidak cukup mempelajari seputar teknik marketing, tetapi juga akuntansi manajemen maupun akuntansi keuangan. Ini karena pembuatan laporan keuangan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan bisnis. Lantas, apa perbedaan perbedaan akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen?

    Pengertian Singkat Akuntansi Keuangan dan Manajemen

    Sebelum mengetahui perbedaanya, Anda perlu memahami pengertian masing-masing. Akuntansi keuangan adalah bidang yang lebih fokus pada persiapan laporan keuangan bertahap pada perusahaan. 

    Sedangkan akuntansi manajemen adalah sebuah praktik untuk menganalisis atau mengidentifikasi keuangan kepada pihak manajemen untuk mencapai tujuan bisnis. 

    Perbedaan Akuntansi Keuangan dengan Akuntansi Manajemen

    Selanjutnya, Anda sebaiknya bisa memahami apa saja perbedaan akuntansi keuangan dan manajemen untuk bisa membedakan keduanya. Berikut uraiannya:

    1. Perbedaan dari Segi Tujuan 

    Perbedaan pertama bisa Anda lihat dari segi tujuan. Akuntansi keuangan memiliki tujuan untuk menghasilkan laporan keuangan perusahaan dalam periode tertentu. Sedangkan akuntansi manajemen bertujuan untuk menghasilkan laporan keuangan secara lebih rinci dan spesifik. 

    Selain itu, adanya akuntansi manajemen juga akan membantu melakukan identifikasi masalah dalam perusahaan. Sehingga akan jauh lebih mudah mencari jalan keluar dari permasalahan yang sedang terjadi dan membuat perusahaan sulit berkembang. 

    2. Perbedaan dari Segi Pengguna 

    Perbedaan selanjutnya bisa Anda lihat dari segi penggunanya. Akuntansi keuangan akan digunakan oleh pihak eksternal perusahaan. Oleh sebab itu, ini tidak berpengaruh pada pengambilan keputusan dalam perusahaan. 

    Pihak eksternal perusahaan contohnya adalah kreditur, investor, pemerintah, analis keuangan, dan lain sebagainya yang tidak terlibat langsung di dalam perusahaan. 

    Lain halnya dengan akuntansi manajemen yang penggunaannya dilakukan oleh pihak internal perusahaan. Sehingga hal ini dapat berfungsi untuk mengambil keputusan dalam perusahaan. 

    Contoh pihak internal perusahaan adalah manajer, eksekutif, sales, supervisor, dan pihak lain yang terlibat dalam internal perusahaan. Pihak-pihak tersebut yang akan membuat laporan keuangan dengan lebih rinci dan spesifik. 

    3. Ruang Lingkup Penggunaan 

    Perbedaan akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen selanjutnya juga bisa Anda ketahui dari ruang lingkup penggunaannya. 

    Akuntansi keuangan menghasilkan laporan berupa data atau informasi tentang keuangan perusahaan secara lengkap. Mulai dari neraca keuangan, laporan keuntungan dan kerugian perusahaan dan lain sebagainya. 

    Berbeda dengan akuntansi manajemen yang menghasilkan laporan berupa data atau informasi dengan tujuan untuk melaporkan pada bagian tertentu dalam perusahaan. Contohnya laporan akuntansi manajemen dilaporkan kepada bagian marketing, bagian produksi, dan lain sebagainya. 

    4. Rentang Waktu 

    Jika Anda ingin melihat dari segi rentang waktu, maka akuntansi keuangan bersifat tidak fleksibel. Karena mencakup jangka waktu tertentu mulai dari periode bulanan, setengah tahun, maupun tahunan. 

    Sedangkan rentang waktu untuk akuntansi manajemen lebih fleksibel. Karena bisa berupa laporan harian atau mingguan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 

    5. Tingkat Kesulitan 

    Perbedaan akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen selanjutnya bisa Anda lihat dari segi tingkat kesulitan dalam penyusunannya. 

    Umumnya, penyusunan akuntansi manajemen lebih sulit jika dibandingkan dengan akuntansi keuangan. Karena akuntansi manajemen membutuhkan tenaga ahli dengan disiplin ilmu khusus agar bisa menyusun laporan secara baik dan benar. 

    6. Kepentingan 

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, akuntansi keuangan lebih mengarah untuk kepentingan pihak eksternal. Khususnya dalam rangka mengambil keputusan ekonomi, investasi, atau evaluasi kinerja manajemen. 

    Berbeda dengan akuntansi manajemen yang berguna untuk internal perusahaan, berupa data terbaru maupun prediksi data di masa yang akan datang. Contohnya evaluasi kerja, optimalisasi operasional, anggaran, dan lain sebagainya. 

    7. Dilihat dari Fokus Informasi 

    Selanjutnya, Anda bisa melihat perbedaannya dari fokus informasi yang disampaikan. Akuntansi keuangan fokus terhadap informasi yang sudah terjadi di masa lalu. Kemudian menunjukkan gambaran tanggung jawab dari pihak manajemen atas pengelolaan dana perusahaan. 

    Sedangkan akuntansi manajemen lebih fokus terhadap data yang akan datang untuk membuat perusahaan lebih berkembang. 

    8. Sifat Informasi 

    Perbedaan akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen selanjutnya terlihat pada sifat informasi yang disampaikan. 

    Sifat informasi pada akuntansi keuangan lebih jelas. Karena harus dapat diuji, akurat, bersifat objektif, dan membutuhkan ketepatan informasi yang tinggi. Apabila terdapat kesalahan pada penyusunan akuntansi keuangan, maka bisa saja akibatnya fatal. Serta merugikan banyak pihak eksternal sehingga menurunkan kredibilitas perusahaan. 

    Berbeda dengan akuntansi manajemen yang pada umumnya akan menggunakan jasa pihak ketiga dan bersifat lebih independen. Sifat informasi pada akuntansi manajemen untuk mengambil keputusan dalam perusahaan agar lebih terarah. Termasuk dalam hal perencanaan pengendalian dan pembentukan organisasi. 

    Sifat pada akuntansi manajemen juga lebih tertutup dan tidak boleh dipublikasi oleh siapapun kepada pihak eksternal perusahaan.

    9. Tipe Informasi 

    Jika sebelumnya Anda bisa melihat perbedaan melalui fokus dan sifat informasi yang disampaikan, sekarang Anda bisa melihat dari tipe informasinya. 

    Akuntansi manajemen memiliki tipe informasi berupa pengukuran operasional dan keuangan. Contohnya yaitu pengukuran penggunaan teknologi, pelanggan, supplier, kompetitor dan lain sebagainya. 

    Sedangkan akuntansi keuangan memiliki tipe yang berfungsi untuk mengukur keuangan sesuai prinsip Standar Akuntansi Keuangan  (SAK). Dari informasi tersebut kemudian pihak eksternal perusahaan akan memutuskan langkah selanjutnya dalam menjalin kerja sama dengan perusahaan tersebut. 

    Tujuan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen

    Setelah mengetahui perbedaan akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen. Maka, sebaiknya Anda juga mengetahui apa saja tujuan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen secara lebih lengkap. Berikut penjelasannya:

    1. Tujuan Akuntansi Keuangan 

    Berikut ini beberapa tujuan dari penyusunan akuntansi keuangan: 

    • Memberikan informasi terpercaya tentang sumber ekonomi neto dalam perusahaan untuk mendapatkan laba.
    • Menyajikan informasi berupa aktivitas, kewajiban, maupun modal perusahaan.
    • Membantu pihak eksternal yang bersangkutan untuk memprediksi potensi perusahaan dalam perolehan laba.
    • Memberikan informasi penting lainnya, seperti perubahan sumber ekonomi atau aktivitas belanja.
    • Mengungkapkan informasi lainnya yang masih berhubungan dengan laporan keuangan.

    2. Tujuan Akuntansi Manajemen

    Berikut ini beberapa tujuan dari penyusunan akuntansi manajemen dalam suatu perusahaan: 

    • Menyajikan data penting yang berhubungan dengan informasi keuangan dan sumber daya bisnis
    • Menyediakan gambaran biaya dan data statistik untuk pengelolaan perencanaan bisnis dengan menetapkan tujuan atau keputusan di masa akan datang.
    • Sebagai alat bantu untuk memecahkan berbagai masalah manajemen. Contohnya, yaitu analisis laba dan biaya, laporan aliran dana, pengendalian anggaran, dan masih banyak lagi 
    • Memotivasi organisasi dengan cara menetapkan tujuan, merencanakan tindakan, mengukur efektivitas kinerja dari karyawan. Sehingga seluruh karyawan akan puas dan menjadi motivasi organisasi perusahaan secara keseluruhan.
    • Mengontrol kinerja organisasi dengan cara membuat rencana operasional, menetapkan standar, kemudian memperhitungkan anggaran. 

    Contoh Akuntansi Keuangan dan Manajemen

    Setelah mengetahui perbedaan akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen, akan jauh lebih lengkap jika Anda melihat contohnya. Sehingga Anda akan mendapat gambaran lebih jelas mengenai masing-masing akuntansi. Berikut contohnya:

    1. Akuntansi Keuangan

    Berikut salah stau contoh akuntansi keuangan berupa laporan laba rugi:

    majoo

    2. Akuntansi Manajemen

    Berikut adalah contoh penerapan akuntansi manajemen volume laba:

    Misalnya, pengusaha UMKM ingin berjualan kaos kaki dadakan pada hari Sabtu pagi. Data yang diketahui: 

    • Biaya bahan per unit Rp20.000,00
    • Upah tukang jahit per makanan Rp6.000,00 
    • Biaya sewa tempat Rp105.000,00 
    • Upah penjaga stand Rp5.000,00
    • Harga jual Rp30.000,00 per item. 

    Maka rumus akuntansi manajemen adalah seperti berikut:

    Spenmo

    Berikut perhitungannya:

    Spenmo

    Jadi, agar mendapat keuntungan pengusaha tersebut harus menjual setidak 28 kaos kaki.

    Sudah Tahu Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Manajemen? 

    Sekian ulasan tentang berbagai perbedaan akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen yang bisa Anda lihat dari berbagai sudut pandang. Hal tersebut penting untuk diketahui terutama bagi Anda yang terlibat dalam internal maupun eksternal perusahaan. 

    Secara garis besar, akuntansi manajemen lebih fokus pada pihak internal dengan mengendalikan kegiatan operasional dan perhitungan biaya. Sedangkan akuntansi keuangan hanya fokus pada pihak eksternal yang berhubungan atau menjalin kerjasama dengan perusahaan. Semoga membantu!