Category: Bahasa Indonesia

  • 100+ Contoh Kalimat Perintah, Beserta Pengertian dan Cirinya

    100+ Contoh Kalimat Perintah, Beserta Pengertian dan Cirinya

    Ada banyak contoh kalimat perintah dan pastinya kamu juga pernah menggunakannya. Kalimat tersebut digunakan saat kamu ingin agar orang lain melakukan sesuai apa yang kamu katakan. Berikut pembahasan selengkapnya tentang kalimat perintah dan contoh-contohnya.

    Pengertian Kalimat Perintah

    Secara sederhana, kalimat perintah merupakan kalimat yang isinya memberikan perintah kepada seseorang untuk melakukan sesuatu. Saat kamu mengucapkan kalimat perintah, maka orang yang kamu berikan perintah tersebut harus melakukan apa yang kamu perintahkan atau suruh.

    Kalimat ini sudah biasa kamu gunakan dalam kegiatan sehari-hari. Ada juga yang bentuknya tulisan dan ucapan. Kalimat perintah juga dinamakan kalimat imperatif.

    Umumnya, kalimat yang kamu ucapkan tersebut juga menyesuaikan nada bicara. Biasanya orang mengucapkannya dengan nada tinggi, akan tetapi beberapa orang tetap menggunakan kalimat tersebut namun dengan nada yang lebih halus.

    Ciri Kalimat Perintah

    Sebelum membahas apa saja contoh kalimat perintah, berikut beberapa ciri kalimat tersebut.

    1. Nada Ucapan

    Ciri pertama sebuah kalimat perintah berkaitan dengan intonasi atau nada bicara yang kamu gunakan. Penggunaan intonasi ini umumnya dilakukan saat seseorang ingin berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain. Nada bicara yang kamu gunakan akan berpengaruh terhadap respons atau sikap orang lain.

    Dalam menggunakan kalimat perintah, kamu harus menggunakan nada yang tepat. Kalimat perintah biasanya diucapkan dengan intonasi yang naik di bagian awal lalu turun di bagian akhir kalimat. 

    Maka dari itu, sudah seharusnya setiap orang paham cara mendengar kalimat tersebut dan bagaimana mengucapkan kalimat perintah secara benar sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.

    2. Menggunakan Struktur Kalimat P-S atau Inversi

    Ciri yang kedua yaitu memakai struktur predikat-subjek atau inversi. Secara umum, kalimat perintah memang memakai struktur P-S. Namun ada juga yang tidak menggunakan pola tersebut dan biasanya ini terjadi ketika menulis suatu hal maupun kalimat perintah yang hanya berbentuk tulisan saja.

    Selain itu, meskipun ada kalimat perintah yang polanya tidak mengikuti P-S maupun inversi, tetapi perintah tersebut tetap dapat disampaikan serta diterima secara baik. Apalagi saat kalimat tersebut dalam bentuk pengucapan.

    3. Menggunakan Imbuhan -kan atau -lah

    Kalimat perintah juga terkadang menggunakan imbuhan -kan maupun -lah. Keduanya bukan sekadar dipakai saat memberikan perintah dalam bentuk tulisan, melainkan juga ucapan. Misalnya “selesaikan itu sekarang!” atau “biarkan saja seperti itu!”.

    Meskipun begitu, beberapa orang sudah mulai terbiasa mengucapkan kalimat perintah secara lisan tanpa memakai kedua imbuhan tersebut. Namun perintah atau maksud yang disampaikan dapat diterima secara baik.

    4. Menggunakan Tanda Seru

    Ciri selanjutnya adalah sebuah kalimat perintah sudah seharusnya menggunakan tanda seru pada akhir kalimat. Penggunaan tanda tersebut mungkin sering kamu temukan di berbagai cerita maupun paragraf di beberapa soal. Tanda seru itulah yang menunjukkan kalimat tersebut merupakan kalimat perintah. 

    Meskipun begitu, pada era sekarang penggunaan tanda seru ini dianggap bahwa seseorang sedang marah, terutama saat mengirimkan pesan singkat pada seseorang. Apalagi jika tanda seru tersebut dibarengi dengan kalimat yang isinya huruf besar semua alias Capslock.

    Fungsi Kalimat Perintah

    Lalu apa dan kapan seharusnya kalimat perintah tersebut digunakan? Seperti halnya pengertiannya, kamu menggunakan kalimat ini saat ingin memberikan perintah atau komando pada orang lain. Selain itu, beberapa fungsi lain dari kalimat perintah yaitu:

    1. Memberikan Komando

    Fungsi kalimat perintah yaitu untuk memberikan komando. Biasanya kalimat tersebut dipakai di dunia militer atau saat terjadi perang. Pemimpin akan memberikan komando kepada bawahannya sesuai strategi yang dirancang. Melalui komando tersebut, seseorang harus segera melaksanakan sesuai apa yang menjadi arahan. 

    Beberapa contohnya yaitu:

    • Tetap bertahan di posisi masing-masing!
    • Tunggu sampai target mendekat!
    • Siap untuk menembak!

    2. Memberikan Perintah

    Fungsi yang kedua yaitu kalimat perintah digunakan untuk memberikan perintah. Biasanya dipakai di kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, kantor, dan lain-lain. 

    Sebenarnya fungsi kalimat perintah ini sama saja dengan untuk komando, perbedaannya ada pada tempat penggunaan serta siapa yang memberikan perintah. Berikut beberapa contohnya:

    • Kerjakan tugas itu sekarang!
    • Jangan lupa kumpulkan PR-mu sekarang!

    3. Memberikan Tuntutan

    Kalimat perintah juga bisa kamu gunakan untuk memberikan tuntutan. Biasanya saat seseorang menuntut sesuatu, maka akan diselingi dengan kalimat perintah. Sering kali kalimat tersebut juga dipakai dalam dunia hukum. Misalnya saat hakim memberikan vonis hukuman kepada terdakwa. 

    Selain itu, kalimat tersebut juga untuk memberikan tuntutan dari penagih utang ke orang yang berutang. Beberapa contoh kalimat perintah sebagai tuntutan yaitu:

    • Menjatuhkan hukuman selama 2 tahun!
    • Bayarlah utangmu sekarang juga!

    4. Memberi Larangan

    Fungsi berikutnya dari kalimat perintah adalah untuk memberikan larangan. Pasti kamu pernah dilarang untuk melakukan atau mengucapkan sesuatu. Bisa jadi ucapan atau tindakanmu tersebut berdampak pada dirimu sendiri.

    Saat larangan diberikan, maka kalimat perintah pun akan muncul. Beberapa contoh kalimat perintah yang isinya tentang larangan yaitu:

    • Jangan sembarangan kau mengambil barang milikku!
    • Jangan pernah kau mencoba untuk meyakinkan dia karena itu percuma!
    • Ingat, jangan pernah menjadi anak pemalas!

    5. Memberi Ajakan

    Kalimat perintah juga dapat digunakan untuk memberikan ajakan. Untuk beberapa kasus, ajakan adalah sebuah perintah untuk dijalankan. Biasanya isi ajakan tersebut untuk kebaikan bersama.

    Kalimat perintah yang kamu gunakan bertujuan untuk mengajak orang lain agar tidak melakukan tindakan atau hal-hal yang merugikan. Beberapa contoh kalimat perintah sebagai ajakan yaitu:

    • Ayo sama-sama mematuhi peraturan lalu lintas!
    • Ayo kerja kelompok bersama!
    • Mari kita satukan kekuatan kita untuk melawan ketidakadilan!

    6. Memberikan Pembiaran

    Fungsi kalimat perintah yang keenam adalah memberikan pembiaran. Biasanya seseorang menggunakan kalimat tersebut untuk membiarkan seseorang melakukan atau memutuskan sesuatu. Bisa juga membiarkan sesuatu terjadi tanpa perlu melakukan tindakan apa pun.

    Beberapa contoh kalimat tersebut antara lain:

    • Biarkan semua itu terjadi!
    • Biarkan dia menyelesaikan tugasnya!
    • Biarkan orang-orang itu terus berekspektasi sesuai hati!

    Kumpulan Contoh Kalimat Perintah

    Ada banyak contoh kalimat perintah. Sebenarnya dalam menjalani keseharian mungkin kamu sudah menggunakan kalimat tersebut beberapa kali, seperti:

    • Sini kamu!
    • Buang sampah itu!
    • Jawablah pertanyaan berikut dengan jawaban yang tepat!
    • Isilah bak mandi itu!
    • Buang kenangan itu dan jangan pernah kau ambil lagi!
    • Lupakan dia sekarang!
    • Jangan ribut, ada orang sakit!
    • Harap tenang ada ujian!
    • Harap tidak membawa makanan ke dalam ruangan!
    • Dilarang masuk!
    • Dilarang melewati pagar ini!
    • Silakan antre dulu!
    • Tolong jaga tata tertib!
    • Biarkan dia berbicara dulu!
    • Cepat ngomong!
    • Cepat pergi dari sini!
    • Aku ingin pulang!
    • Coba hentikan dia!
    • Coba lawan aku kalau berani!
    • Gunakan uang itu secukupnya!
    • Jangan sembarangan kalau bicara!
    • Jangan sembarangan menuduh!
    • Hargai orang lain berbicara!
    • Hargai orang yang lebih tua!
    • Jangan bicara kasar!
    • Bapak minta kamu mengumpulkan tugas teman-temanmu sekarang!
    • Kumpulkan soal dan jawaban kalian sekarang!
    • Kalian tidak akan pulang hari ini!
    • Kalian harus patuh pada peraturan sekolah!
    • Dilarang berbicara sambil makan!
    • Dilarang membawa perhiasan!
    • Gunakan helm ketika berkendara!
    • Cepat bawa anak itu sekarang!
    • Cepat antarkan ibumu ke rumah sakit!
    • Majulah dan jangan menyerah!
    • Kembalikan semua uang milikku!
    • Kembalikan barang-barangnya dia ke tempatnya sekarang!
    • Jangan sekali-kali kau meremehkannya!
    • Jangan pernah bermimpi bisa mengalahkannya!
    • Kau jangan sembarangan!
    • Tolong jaga nada bicaramu!
    • Tolong jangan sembarangan pada orang lain!
    • Dilarang berbicara keras di sini!
    • Jangan mengobrol saat ujian!
    • Tugas dikumpulkan hari ini!
    • Segera kumpulkan tugasmu sekarang juga!
    • Buatkan aku teh manis!
    • Buatkan aku kopi hitam!
    • Taruh barang-barang itu ke tempatnya!
    • Silakan kau pergi bersamanya!
    • Aku tidak butuh itu!
    • Jangan pernah merindukanku lagi!
    • Jangan pernah merasa paling benar!
    • Pikirkan keputusanmu baik-baik
    • Pikirkan lagi sebelum kamu menyesal nanti!
    • Mohon kamu bayar segera iuranmu!
    • Mohon jangan lari dari tanggung jawabmu!
    • Pak Yanto berpesan agar teman-teman tidak sembarangan menjawab soal!
    • Bu Ratna berpesan agar para siswa belajar rajin sebelum ujian besok!
    • Agus berpesan agar para mahasiswa mengecek jawabannya dulu sebelum mengumpulkan ke dosen!
    • Kecilkan volume TV itu!
    • Keraskan volume radio itu!
    • Perbaiki semua kesalahanmu!
    • Perbaiki kerusakan yang kau buat barusan!
    • Cepat kau pulang ke rumah ayahmu!
    • Segera kau kabari ibumu bahwa kakakmu akan segera pulang
    • Tolong jangan pulang lebih dulu!
    • Setelah makan siang, harap ke ruangan saya!
    • Kita harus membicarakan ini sekarang!
    • Semua karyawan harus segera berkumpul ke hall sekarang!
    • Setiap siswa wajib mengecek buku dan alat-alat tulisnya sebelum pulang!
    • Para siswa diwajibkan membawa 5 ons beras untuk acara buka bersama!
    • Jangan kau ceritakan padanya!
    • Jangan pernah membohongiku meskipun sekali saja!
    • Ibu ingin kau segera pulang!
    • Ibu memerintahkanku untuk membawamu pulang bersamaku!
    • Pulanglah cepat sebelum terlambat!
    • Kau harus pergi karena ada acara penting yang menunggumu!
    • Pergilah sekarang sebelum ketinggalan kereta!
    • Bersihkan rumah itu sekarang!
    • Bersihkan kamarmu sekarang!
    • Jangan pernah merasa bahwa semua ini milikmu!
    • Buanglah sampah itu sekarang!
    • Jangan bawa-bawa namaku!
    • Cepatlah antarkan dia ke rumahnya sekarang!
    • Kau harus menuruti setiap kata-kataku!
    • Kamu wajib mengikuti semua ketentuan di ruangan ini!
    • Silakan kau selesaikan masalah itu dengannya sekarang!
    • Kembali padaku saat kau sudah menebus semua kesalahanmu!
    • Jangan ribut hanya karena masalah sepele!
    • Jangan seenaknya berbicara pada orang yang lebih tua!
    • Patuhi semua tata tertib itu!
    • Pikirkan dulu sebelum bertindak!
    • Jangan memutuskan perkara tanpa berpikir secara matang!
    • Kau harus sabar!
    • Potong wortel itu sekarang!
    • Tidak boleh melewati jalanan ini!
    • Berikan orang itu segelas susu!
    • Berikan apa yang dia mau!
    • Jangan sembarangan meminta sesuatu pada orang lain!
    • Pikirkan setiap tindakanmu sebelum kau menyesalinya!
    • Nyalakan lampu itu!
    • Tolong kau matikan semua lampu di ruangan ini!
    • Tolong kau segera perkuat sistem keamanan di ruang ini!
    • Segera update sistem keamanan di perusahaan ini!
    • Jangan kau meludah di sini!
    • Jangan sembarangan menerima pemberian orang lain!
    • Matikan lampu itu sekarang!
    • Bertutur katalah yang sopan!
    • Bersikaplah yang baik!
    • Dilarang merokok di ruangan ini!
    • Dilarang menginjak rumput tanaman ini!
    • Hutan ini tidak boleh ditebang!
    • Jangan menebang hutan sembarangan!
    • Jangan memancing di tempat ini!
    • Jangan kau dekati bangunan itu!
    • Katakan padaku yang sebenarnya!
    • Katakan padaku apa yang terjadi!
    • Antre di ruangan sana!
    • Pergilah ke ruangan itu sekarang!
    • Tanyakan pada petugas di lorong itu!
    • Beri dia kesempatan kedua!
    • Beri dia uang yang banyak!
    • Berikan aku sepotong kayu!
    • Jangan kau makan roti itu!
    • Jangan sembarang meminumnya!
    • Lihatlah baik-baik!
    • Lihatlah dengan mata kepalamu sendiri!
    • Tolong jangan bawa dia bersamaku!
    • Gunakan uang itu untuk keperluanmu saja!
    • Pamitlah pada orang tuamu sebelum pergi!
    • Ucapkan salam dulu sebelum berangkat kerja!
    • Bapak Anton ingin semuanya selesai malam ini!
    • Kau harus mampu menyelesaikannya secepat mungkin!
    • Sadarkan dia sekarang!
    • Kau wajib patuh pada semua kata-kataku!
    • Kau tidak boleh melawan!
    • Jangan pernah mengatakan tidak!
    • Patuhi setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya!
    • Tetap di posisimu sekarang!
    • Jangan bergerak!
    • Jangan menundukkan kepala!
    • Tundukkan kepalamu!
    • Bicaralah yang sopan!
    • Jaga lisanmu!
    • Pergilah dan jangan pernah kembali!
    • Makan jangan sambil jalan!
    • Matikan kran air sekarang!
    • Nyalakan kran air itu sekarang!
    • Masukkan barang-barangmu sekarang!
    • Jangan membuat gaduh!
    • Jangan ribut melulu!
    • Berikan surat ini ke Tasya!
    • Antarkan surat ini ke Pak Anton!
    • Jangan duduk sembarangan!
    • Jangan berdiri di sini!
    • Geser ke tempat itu!
    • Biarkan saja dia pergi dengan sendirinya!
    • Jangan sekali-kali kau memfitnahku!
    • Jangan seenaknya berbicara!
    • Tenanglah, masih ada waktu!
    • Sini kau maju kalau berani!
    • Buatkan dia makanan yang lezat!
    • Antarkan dokumen ini ke pak lurah!
    • Lepaskan aku!
    • Lepaskan saja beban di pikiranmu!
    • Jangan mau diperintah olehnya!
    • Jangan sembarangan memerintah orang!
    • Biarkan orang itu lewat!
    • Jangan biarkan orang itu lewat!
    • Bertahanlah lebih lama!
    • Kau bisa pergi sekarang!
    • Makan jangan sambil berdiri!
    • Biarkan saja orang itu dengan dunianya sendiri!
    • Biarkan orang itu marah sesuka hati!
    • Jangan dengarkan omongan dia!
    • Jangan biarkan kau terperangkap oleh jebakannya!
    • Jangan sekali-kali kamu berani mencobanya!
    • Jangan sekali-kali kamu berani mengganggu mereka!
    • Biarkan orang itu terus dengan dustanya!
    • Lepaskan orang itu sekarang!
    • Segeralah habiskan makananmu!
    • Bergegaslah untuk pergi!
    • Jangan pernah menahannya untuk pergi!
    • Biarkan saja dia pergi atas kehendaknya sendiri!
    • Rapikan saja tempat tidurmu!
    • Mandilah sebelum kamu berangkat kerja!
    • Selesaikan apa yang menjadi tanggung jawabmu!
    • Dirikanlah shalat!
    • Datanglah tepat waktu!
    • Jangan sekali-kali kamu mencoba menipu kami!
    • Kerjakan soal-soal itu sekarang!
    • Makanlah tepat waktu!
    • Makanlah hanya ketika kamu lapar!
    • Minumlah hanya saat kamu haus!
    • Ayo jangan lupa datang ke rumah!
    • Pakai masker itu sekarang!
    • Pakai sepatumu sekarang!
    • Tundukkan pandanganmu!
    • Tunaikanlah zakat!
    • Segeralah pergi haji!
    • Segeralah kau bersihkan dirimu!
    • Segeralah kau bangun rumah itu!
    • Ayo beli rumah itu!
    • Ayo datang ke tempat kami!
    • Jangan lupa memberi kucing itu makan!
    • Jangan coba-coba mencari masalah denganku!
    • Ambilkan aku minyak goreng!
    • Jangan pernah berpikir untuk kembali!
    • Jangan berteman dengannya!
    • Tolong lap kaca depan rumah!
    • Jangan menikah dengannya!
    • Hati-hati dalam memilih calon pasangan!
    • Jangan jadi suaminya!
    • Jangan jadi istrinya!
    • Diamkan anak itu!
    • Jangan datangi rumah anak itu!
    • Jangan membuang sampah ke luar!
    • Jangan buang sampah ke sungai!
    • Jangan lupa cuci baju mumpung libur!
    • Jangan berdekatan!
    • Jangan lupa melipat bajumu!
    • Jangan lupa minum jamu tepat waktu!
    • Ayo pergi camping!
    • Tolong kau jaga bicaramu!
    • Tolong kau antarkan dia sekarang!
    • Tolong kau datang tepat waktu!
    • Jangan coba membenciku!
    • Ayo sama-sama pergi ke sana!
    • Ayo pergi ke Pantai Selatan!
    • Mari kita hidup berdampingan!
    • Mari kita hidup bersama-sama!
    • Berikan dia apa yang menjadi haknya!
    • Biarlah semua itu terjadi dengan sendirinya!
    • Biarkan saja dia menjadi musuhku!
    • Biarkan saja dia berteman denganku
    • Singkirkan buku itu!
    • Jauhkan dia dari pandanganku!
    • Jauhkan dia dari hidupku!
    • Tambah lagi garamnya 1 sendok!

    Sudah Paham Pengertian dan Contoh Kalimat Perintah?

    Sekian informasi tentang pengertian serta kumpulan contoh tentang kalimat perintah. Umumnya, kalimat tersebut sering diucapkan tanpa kita sadari. Semoga informasi ini bermanfaat.

  • 10+ Contoh Puisi 4 Bait dengan Berbagai Tema Menarik, Terlengkap!

    10+ Contoh Puisi 4 Bait dengan Berbagai Tema Menarik, Terlengkap!

    Puisi merupakan salah satu karya sastra yang mewakili perasaan dan pemikiran penulis. Oleh karena itu, puisi merupakan salah satu media yang tepat untuk mencurahkan dan mengekspresikan perasaan dan pemikiran seseorang. Salah satunya adalah contoh puisi 4 bait dengan berbagai tema yang menarik di bawah ini.

    Cocok kamu jadikan sebagai referensi ketika mendapatkan tugas menulis puisi di sekolah, kampus, suatu acara, hingga di tempat kerja. Namun, jika kamu merasa kesulitan untuk membuatnya sendiri, kamu bisa memilih alternatif lain, yakni membaca puisi yang telah jadi. Dengan syarat menyebutkan nama penulisnya. 

    Apa Itu Bait Puisi?

    Bait dalam puisi merupakan bagian puisi yang terdiri dari beberapa baris atau larik. Dengan begitu, dapat disimpulkan jika bait dalam puisi merupakan satu bagian dari puisi yang tersusun dari beberapa baris secara harmonis.

    Bait dalam puisi memiliki fungsi yang hampir sama dengan paragraf dalam sebuah artikel. Fungsi dari suatu bait, yaitu untuk memisahkan topik atau ide dalam sebuah puisi. Jadi, satu bait dalam puisi biasanya mewakili satu eksplorasi perasaan atau topik tertentu.

    10+ Contoh Puisi 4 Bait dengan Berbagai Tema

    Bagi kamu yang mendapatkan tugas untuk membacakan puisi atau ingin menulis puisi yang tidak begitu panjang. Berikut adalah beberapa contoh puisi 4 bait yang ditulis dalam berbagai tema menarik yang bisa kamu jadikan referensi sebelum mulai menulis atau membacakan puisi:

    1. Tema Alam “Panorama Alam Tepi Pantai”

    Gelombang air laut yang menari-nari di tepi pantai

    Menyapa pasir dan anak-anak yang memainkannya

    Kawanan camar terbang merayap di atas ombak

    Berharap menyambar ikan segar dengan paruh tajamnya

    Gelombang ombak tepi pantai yang menyapu sepasang kaki ini

    Terasa dingin dan menyusup sampai ke relung hati

    Ikan-ikan kecil genit menggigit telapak kaki

    Menambah perasaan bahagia duduk menikmati alam indah ini

    Kupandangi jauh di ujung dunia yang kemerahan

    Terasa indah nan syahdu dipandang mata

    Kurasakan sinar mentari hangat menyapa

    Yang menyatukan langit dan awan menjadi satu

    Laut dengan hamparan dan gelombang ombaknya

    Seakan mengajakku untuk berlama-lama bercanda

    Ingin sekali kurasa pemandangan yang indah ini

    Sedikit lebih lama sebelum raga fana

    2. Tema Persahabatan “Sahabat Sejati”

    Sahabat

    Bukan tentang berapa banyak jumlahnya

    Atau tentang berapa harta yang dipunya

    Tapi tentang seberapa pedulinya mereka

    Sahabat

    Bukan tentang seberapa cantik parasnya

    Atau seberapa tampan rupanya

    Tapi tentang keindahan hatinya

    Sahabat

    Bukan tentang makan minum di restoran mewah

    Atau tentang tarian di hiburan malam

    Tapi tentang waktu yang kita habiskan bersama

    Waktu untuk saling mengenal

    Waktu untuk saling memahami

    Waktu untuk saling berbagi

    Dan waktu untuk saling mengasihi

    3. Tema Pendidikan “Suatu Tempat Untuk Kita” (Yutanti Dyah E)

    Di sini

    Kita bersama

    Belajar segala sesuatu

    Tentang kehidupan 

    Di sini

    Kita bersama

    Belajar segala sesuatu

    Tentang agama dan matematika

    Untuk masa depan kita kelak 

    Di sini

    Kita bersama

    Belajar segala sesuatu

    Memperbaiki diri

    Dan akhlak pribadi 

    Di sini

    Kita bersama

    Belajar segala sesuatu

    Dan lalu menyemai mimpi

    Untuk meraih sebuah kesuksesan

    4. Contoh Puisi 4 Bait Bertemakan Hujan “Hujan Bawa Kenanganmu”

    Hujan yang turun deras membasahi

    Membangkitkan kenangan dalam hati

    Kenangan indah saat kita bersama

    Melalui suka maupun duka

    Tahukah kamu

    Jika jauh di lubuk hati terdalam

    Tersimpan kenangan kita bersama

    Yang masih tersimpan rapi dan bersih

    Hujan yang datang

    Telah bawa kembali kenangan

    Sedikit demi sedikit

    Seperti hujan yang membasahi daun yang bersemi

    Kala kusentuh tetes hujan dengan jemari ini

    Kurasakan kenangan membuncah dalam hati dan pikiran

    Kenangan yang indah tentang kita

    Tentang masa-masa saat kita bersama

    5. Tema Percintaan “Sajak Cintaku Galau”

    Kalau hati sedang galau,

    Pikiran ini selalu kacau,

    Siang malam selalu resah,

    Hidup terasa dirundung masalah.

    Kalau hati sedang galau,

    Makan minum tak ada nafsu,

    Bekerja bagai tak ada mau,

    Mati segan hidup tak mau.

    Karena cinta semuanya berubah,

    Memikirkan dia hingga lelah,

    Membalas cintaku dia tak pernah,

    Bagaimana hati tidak gelisah.

    Ingin rasanya cintaku diterima,

    Tentu dalam hati akan bahagia,

    Merangkai bahtera rumah tangga,

    Setia selamanya hingga tua.

    6. “Lukisan Khayalan”

    Saat kugoreskan pensil di atas kertas putih,

    Kulukiskan eloknya parasmu,

    Sembari kuputar lagu bertajuk cinta, 

    Membikin keadaan romantis terwujud,

    Kuarsir sketsa wajahmu,

    Kuwarnai senyumanmu dengan warna cerah,

    Secerah matahari yang menyinari pagi,

    Dan embun pagi yang menyejukkan hati,

    Kamarku yang sempit berserakan,

    Seakan jadi restaurant berkualitas,

    Sinar lampu yang terperinci,

    Berubah jadi 1 lilin ditengah-tengah meja makan,

    Lukisan parasmu kubayangkan ialah diri kamu,

    Dirimu dan aku yang sedang duduk saling memandang dalam satu meja,

    Aku memandang eloknya parasmu,

    Dan kamu hanya memandang ke bawah sambil tersipu malu

    7. Tema Ibu “Ibuku Tercinta” (Ozy V. Alandika)

    Duhai ibu

    Setulus rasa ini aku dicinta

    Dalam senja maupun kelabu

    Dalam gelap maupun gegap gempita

    Duhai ibu

    Kasihmu sepanjang masa

    Tulus sayangmu menyentuh kalbu

    Menjadi terang hatiku, terlepas dari jerat putus asa

    Ibu, aku ingin bercerita

    Engkaulah perempuan tercinta

    Engkaulah batu permata

    Yang menyinariku di kala gelap mata

    Duhai ibuku tercinta

    Sungguh maaf dan terima kasih ini tidak pernah cukup

    Biarpun aku menangis dalam sayup-sayup

    Cintamu padaku masih seluas alam semesta

    8. Contoh Puisi 4 Bait Tema Keluarga “Keluargaku”

    Indahnya sebuah keluarga

    Yang diisi dengan penuh kasih sayang

    Kasih sayang yang tulus

    Yang selalu kau berikan

    Kerukunan

    Kebersamaan

    Saling mengingati

    Dan saling berbagi

    Itulah yang diterapkan dalam keluargaku

    Keluargaku…

    Kaulah penyemangatku Kaulah senyumku

    Dan kaulah pelita dalam gelapku

    Keluargaku…

    Karenamu lah aku tumbuh

    Karenamu lah aku dapat percaya

    Bahwa keluarga adalah harta yang tak ternilai harganya

    9. “Kakak Perempuan Si Penyayang”

    Aku mempunyai seorang kakak perempuan

    Tak pernah sehari pun tak mengomel

    Selalu memberikan siraman rohani di pagi hari

    Membuat hari-hari tak lagi sunyi

    Kakak perempuan adalah manusia yang paling menyebalkan

    Selalu mengatur dan memberikan perintah

    Tak pernah mau sedikitpun mengalah

    Padahal, jelas-jelas dia yang salah

    Kakak perempuan selalu mengajak bertengkar

    Hal ringan pun bisa menjadi bahan keributan

    Selalu memancing kemarahan dan kemurkaan

    Tak pernah sekalipun diam dengan tenang

    Kakak perempuan yang selalu marah

    Saat melihat barang berserakan

    Saat melihat sampah di mana-mana

    Saat melihat handuk di tanah

    10. Tema Cinta “Pantai Cinta” (Ainie Putri Syarifah)

    Ini pantai cinta

    Saksi bisu asmara

    Kisah kita berdua

    Ikrarkan akad setia

    Hamparan pasir putih menggoda

    Berhiaskan pelangi mengecup semesta

    Butiran kasih menggenggam rasa.

    Usia kita muda

    Puncak asa bergelora

    Dunia milik berdua

    Problema seakan sirna

    Putih biru cinta pertama

    Kembang gula serta bunga

    Bukti hati telah terpesona

    11. Tema Hewan Peliharaan “Aku dan Kucing”

    Kucingku yang imut yang lucu,

    Pipimu tembem dan menggemaskan,

    Suaramu lembut dan merdu,

    Membuatku selalu tambah sayang.

    Setiap hari bermain denganmu,

    Penuh canda tawa bersamamu,

    Kau teman kala suka dan duka,

    Kala bahagia dan derita menimpa.

    Kau adalah peliharaan terbaik,

    Selalu berhasil membuatku tertarik,

    Candaanmu yang sangat lucu,

    Membuatku rindu akanmu selalu.

    Setiap hari ku beri makan,

    Agar kau tumbuh besar,

    Selalu sehat dan bugar,

    Hingga nanti menjemput ajal.

    12. Contoh Puisi 4 Bait Tema Pedesaan “Desaku yang Permai”

    Sawah terlihat mulai kuning

    Pagi pun siap bersalam sapa dengan mentari

    Membuat ayam-ayam berdendang seirama

    Para petani pun siap bekerja

    Padi merunduk

    Siap untuk ditumbuk

    Petani senang

    Bersama hasil panennya

    Air sungai mengalir lembut

    Bagai kaca yang sangat bening

    Jiwa dan raga terbasuh

    Desaku yang permai

    Ramainya obrolan alam

    Angin yang bersentuhan dengan dedaunan

    Hingga menuju samudera langit

    Di pinggiran sungai, aku menari-nari

    13. Tema Alam Lautan “Laut yang Ramai”

    Hamparan laut mengundang

    Orang-orang segera datang

    Menari-menari memandang bentangan air

    Pertemuan pun ditemukan

    Datanglah

    Dari segala penjuru pun datang

    Keramaian pun menutupi sepi

    Cinta kasih mengalun lagu pantai

    Kelabu telah minggat dari sini

    Kesunyian guntur yang menggelegar

    Turun-turun dari langit pun tiada

    Basahnya kaki-kaki dalam tanah

    Menggelitik ikan-ikan mendekat ke kaki

    Seolah mengucapkan isi hati

    Bahwa mereka senang dikunjungi

    14. Tema Pendidikan “Berdiri di Atas Ilmu” (Aprilia Putri Calista)

    Hidup ini didasari dengan ilmu

    Untuk memahami semua ilmu

    Mulailah belajar memahami

    Ini akan sangat berarti

    Memang ada banyak rumus

    Maka dari itu, belajarlah terus

    Kuatkan seluruh tekadmu

    Untuk berdiri di atas ilmu

    Semuanya tak ‘kan berhenti

    Jika kamu berusaha lagi

    Ketika semangatmu berkobar

    Janganlah lelah untuk belajar

    Ini saatnya untuk berjuang

    Tanpa perlu pikir panjang

    Teruslah menuntut ilmu

    15. Tema Alam “Pemandangan Indah” (Bola.com)

    Wahai Tuhan,

    Aku memendam kagumku pada-Mu,

    Dari malam hingga ketemu malam,

    Tak pernah padam api pesonaku.

    Hembusan angin gunung,

    Indahnya tarian tumbuhan,

    Rasanya nyaman,

    Bagai taman surga di bumi.

    Sempurnalah alam ini,

    Terpesona aku,

    Terpana aku,

    Harus dijaga selalu,

    Agar tak pernah sirna.

    Terjangan laut pun adalah kebiasaan alam,

    Batu karang dipecahnya,

    Aneka fauna terhempas,

    Dari dasar laut paling dalam.

    Jadi, Mana Contoh Puisi 4 Bait Favorit Kamu?

    Beberapa contoh puisi 4 bait tersebut merupakan puisi-puisi yang memiliki berbagai tema, mulai dari tema alam hingga tema keluarga. Sebagai salah satu karya sastra yang merupakan hasil eksplorasi perasaan dan pemikiran penulis, puisi biasanya bisa menyentuh perasaan pembaca dengan cepat. Tertarik untuk menulis puisi sendiri?

  • Mengenal Jenis-Jenis, Ciri-ciri, dan Contoh Majas Pertentangan, Lengkap!

    Mengenal Jenis-Jenis, Ciri-ciri, dan Contoh Majas Pertentangan, Lengkap!

    Pertentangan adalah hal yang sering dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Namun, jika dalam bahasa Indonesia, majas pertentangan ternyata sering digunakan. Lantas, apa saja jenis-jenis dari majas ini? Serta, bagaimana cara memakainya? Mari simak secara lengkap lewat ulasan di bawah ini!

    Apa Itu Majas Pertentangan?

    Sebelum memahami akan adanya jenis-jenis gaya bahasa yang menyatakan pertentangan. Anda sebagainya mengetahui dulu pengertian majas dan empat pengelompokkan utamanya.

    Seperti yang Anda tahu, majas adalah sebuah gaya bahasa atau kiasan yang digunakan seseorang untuk menyampaikan hal dengan tujuan untuk menghasilkan kesan tertentu.

    Dalam bahasa Indonesia, majas dibedakan menjadi empat pengelompokkan yang berbeda. Kelompok tersebut adalah pertentangan, perbandingan, sindiran dan penegasan. Lantas, apa itu majas pertentangan?

    Dalam penggunaannya, majas jenis ini merupakan gaya bahasa yang berusaha menyatakan hal yang bertentangan atau tidak selaras antara kata yang pengucap katakan dengan maksud sebenarnya kepada sang pendengar atau pembaca.

    Tujuan utama dari gaya bahasa yang menyatakan pertentangan adalah untuk memberikan kesan rendah hati atau justru sombong kepada pembaca atau pendengar. Semuanya kembali lagi ke bagaimana atau dalam konteks apa majas tersebut akan digunakan.

    Ciri Majas Pertentangan

    Adapun ciri khas dari sebuah gaya bahasa pertentangan adalah penggunaan dua kata atau dua frasa yang kerap kali berlawanan. Padahal pernyataan tersebut benar adanya. Mungkin, kali pertama Anda mendengarnya akan merasa bingung. Namun, jika sudah mengerti, majas-majas ini akan terasa masuk akal.

    Jenis-Jenis Majas Pertentangan

    Setelah mempelajari mengenai pengertian gaya bahasa pertentangan, kini Anda akan mengetahui beberapa macam jenisnya yang sering dipakai orang-orang. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

    1. Majas Paradoks

    Istilah “paradoks” kerap kali digunakan di beberapa karya seni, terutama film dengan tema fiksi ilmiah. Paradoks biasanya menggambarkan sebuah ketidakmungkinan yang kerap kali terjadi di perjalanan waktu. Ternyata, istilah serupa juga ada di sebuah jenis gaya bahasa yang menyatakan pertentangan.

    Paradoks merupakan sebuah majas yang cara pengungkapannya adalah dengan menyatakan dua hal yang seakan berlawanan. Meski begitu, dua hal ini sebenarnya sebenarnya betul secara kenyataan. Supaya lebih paham, Anda dapat memahami ciri khas dari sebuah majas paradoks.

    Karena selain menyatakan dua hal yang seakan-akan memiliki pertentangan. Tujuan seseorang menggunakan majas paradoks adalah untuk memperingatkan lawan bicara akan sesuatu tanpa menunjukkan kesan yang kurang sopan.

    Majas paradoks ini umumnya sering hadir di media cetak seperti koran, majalah, dan tabloid. Namun, penulis cerpen atau novel juga kerap menggunakan paradoks untuk memberi kesan yang dramatis.

    2. Majas Kontradiksi Interminus

    “Kontradiksi interminus” terdengar seperti sebuah mantra dari novel Harry Potter. Namun, ternyata ini merupakan sebuah majas pertentangan yang ada di teori bahasa Indonesia.

    Secara singkat, majas kontradiksi interminus adalah gaya bahasa di mana pernyataan kedua dalam sebuah kalimat merupakan sangkalan dari pernyataan yang telah disampaikan sebelumnya. Agar dapat memahami bagaimana majas kontradiksi interminus, Anda perlu mengetahui ciri-cirinya terlebih dulu.

    Ciri pertama dari majas atau gaya bahasa kontradiksi interminus adalah pernyataan pertama yang memiliki kesan sebagai kalimat deklaratif. Kalimat ini bersifat objektif, netral, dan menyampaikan semuanya secara gamblang.

    Namun, di bagian kedua kalimat tersebut akan ada sanggahan atau pertentangan. Biasanya akan ditemani dengan kata “akan tetapi”, “namun”, “walaupun”, “kecuali”, “meski begitu”, “tinggal”, dan “hanya”.

    3. Majas Antitesis

    Antitesis merupakan jenis majas yang juga sering digunakan dalam budaya pop. Khususnya untuk menggambarkan hubungan antara protagonis dan antagonis yang notabene juga merupakan salah satu bentuk pertentangan.

    Berbeda dengan dua majas sebelum yang lebih ke dalam lingkup kalimat, majas kali ini lebih berada di lingkup klausa alias dua bagian kata. Ciri utama dari sebuah majas antitesis adalah memanfaatkan dua kata yang memiliki arti berlawanan dan menggabungkannya untuk membuat kesan yang cukup mencakup banyak hal.

    4. Majas Oksimoron

    Sebagai sebuah salah satu gaya bahasa bertipe pertentangan, oksimoron memiliki ciri yang tidak jauh berbeda dari majas antitesis. Oksimoron menyatakan dua kata yang bertentangan untuk membentuk satu klausa.

    Meski begitu, perlu Anda harus memahami bahwa, majas oksimoron terkesan seperti memberikan kesan ironi di dalamnya. Namun, hal ini tidak untuk disamakan dengan majas ironi yang bukan termasuk dalam gaya bahasa pertentangan.

    Contoh Penggunaan Majas Pertentangan

    Mengetahui pengertian dan ciri-ciri dari macam gaya bahasa pertentangan tidak akan cukup untuk membuat Anda memahami penggunaannya. Oleh karena itu, di bagian terpisah ini, Anda dapat melihat berbagai contoh penggunaan majas beserta dengan penjelasan di balik penggunaannya. Berikut penjelasannya:

    1. Contoh Penggunaan Majas Paradoks

    Agar Anda dapat menggunakan majas paradoks dengan baik. Maka, Anda dapat mengikuti beberapa contoh penggunaan majas paradoks ini yang disertai oleh penjelasannya berikut:

    “Dia merasa sepi di tengah keramaian.”

    Ketika seseorang berada di tengah keramaian, mereka tentu bersama orang lain. Namun, gaya bahasa yang menyatakan pertentangan. Di mana kalimat tersebut ingin memberikan sebuah kesan bahwa subjek yang berada di kalimat tersebut merasa tidak terikat dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya.

    • Tutur kata perempuan itu halus, tapi menyayat hati.

    Penggunaan majas paradoks ini juga cukup menarik. Tentu Anda pernah bertemu seseorang yang nampaknya berbicara dengan pemilihan kata yang lemah lembut, namun justru kata-kata tersebut sangat menyinggung orang lain. Hal ini lah yang berusaha majas itu gambarkan.

    • Di tengah musim hujan yang dingin, hatinya justru berapi-api akan dendam kepada adiknya.

    Paradoks yang satu ini berusaha menggambarkan kemarahan seseorang kepada keluarganya sendiri. Penggunaan api untuk menggambarkan sebuah hati juga merupakan sebuah majas lainnya, yakni hiperbola. Majas hiperbola sendiri juga masuk ke dalam majas yang bertentangan.

    Ini dia adalah beberapa contoh lain dari kalimat dengan majas paradoks yang mungkin dapat Anda jadikan sebagai referensi:

    • Pak Oki senang jika rumahnya terang, namun dia selalu mematikan lampu setiap saat.
    • Di balik penampilannya yang sangat bersih, ternyata Johan menyembunyikan berbagai macam kebohongan kotor.
    • Vincent bilang ketika seseorang memiliki mobil yang besar, ada sesuatu yang kecil yang mereka berusaha untuk tutup-tutupi.
    • Wajahnya memang cantik dan anggun, tapi karakternya kasar sekali.

    2. Contoh Penggunaan Majas Kontradiksi Interminus

    Jika Anda masih bingung dari mempelajari pengertiannya saja, ini dia beberapa contoh dari majas kontradiksi interminus yang dapat Anda pelajari:

    • Dia sudah merasa tidak sanggup lagi bekerja di perusahaan itu karena tuntutan kerja yang besar dan gaji yang tak sebanding, akan tetapi untuk tetap menghidupi keluarganya ia tetap bertahan di sana.

    Di kalimat tersebut, penulis menggunakan majas pertentangan untuk menggambarkan kebimbangan seseorang dalam menjalani hidup. Anda mungkin akan merasakan sesuatu seperti keterkaitan. Seperti contoh ketika dituntut untuk menulis artikel sebanyak ribuan kata dengan upah yang tidak seberapa.

    • Meskipun aku bukan orang yang penting lagi bagi dia, setidaknya aku sudah pernah menjadi seseorang yang memiliki peran besar dalam mewarnai hidupnya.

    Dalam kalimat tersebut, penulis menggunakan sebuah gaya bahasa pertentangan untuk memberikan kesan yang bittersweet. Maksudnya, perasaan seseorang yang harus memetik hikmah dari musibah yang didapatnya.

    • Ketika semua ujian sudah Marco kerjakan dengan baik dan dia yakin akan naik kelas, akan tetapi dia nilai ujian bahasa Indonesianya berwarna merah.

    Gaya bahasa pertentangan satu ini digunakan untuk menunjukkan rasa yang hampir mendekati sebuah kesuksesan. Karena kekurangan satu nilai, sang penulis berusaha menunjukkan keputusasaan Marco yang mungkin saja sudah belajar mati-matian untuk bisa naik kelas.

    Berikut adalah beberapa penggunaan majas kontradiksi interminus lainnya:

    • Ketika Fira sudah menyelesaikan buku ini, teman-temannya justru baru mulai membaca.
    • Bowo Alpenliebe mengaku yang lain baru pada tercebur, sedangkan dirinya sudah basah sejak lama.
    • Bapak Nando senang menghabiskan waktunya dengan berlari, namun orang-orang di sekitarnya lebih ingin berdiam diri.
    • Promo ini berlaku untuk seluruh produk, kecuali untuk produk peralatan rumah tangga.

    3. Contoh Penggunaan Majas Antitesis

    Berikut ini adalah salah beberapa contoh penggunaan majas antitesis dalam sebuah kalimat:

    • Tua muda, semua orang tampak antusias menyaksikan penampilan dari band Noah.

    Di kalimat tersebut, seorang penulis berusaha untuk menyampaikan sebuah dampak yang dihasilkan dari penampilan band Noah. Maksudnya, entah berumur tua ataupun muda, band Noah ternyata memiliki tempat tersendiri di hati para pendengarnya.

    • Bersih kotornya sebuah kelas akan menggambarkan sifat murid dan wali kelas yang ada di dalamnya.

    Dalam majas tersebut, penulis ingin memberikan pertentangan akan hubungan kelas dengan siswa yang ada di dalamnya. Penulis mengimplikasikan jika siswa yang berperilaku baik akan memiliki kelas yang bersih. Sedangkan siswa yang buruk akan memiliki ruangan kelas kotor.

    Berikut ini adalah beberapa contoh lain dari penggunaan gaya bahasa antitesis:

    • Gemuk kurus, semuanya memiliki kesempatan untuk memakai wahana ini.
    • Jumlah tarif dari transportasi ini memiliki nilai tergantung dari jauh dekatnya jarak tempuh Anda.
    • Manis pahit kehidupan harus diterima seseorang dengan lapang dada.
    • Baik dan buruknya rupa seseorang tidak bisa menjadi ukuran sifat dan karakter mereka.

    4. Contoh Penggunaan Majas Oksimoron

    Meski memiliki penggunaan yang awalnya cukup mirip dengan antitesis, namun oksimoron adalah sebuah majas yang cukup unik. Berikut ini adalah beberapa contohnya:

    • Sudah jadi rahasia umum kalau dia adalah pembohong.

    Umumnya, rahasia adalah hal yang orang jarang tahu. Namun, dalam penggunaan majas oksimoron, “rahasia umum” memberikan kesan yang berbeda, yakni seperti sebuah aib yang sudah banyak orang tahu.

    • Dewi memang terkenal sebagai orang yang pasif agresif.

    Dalam penggunaannya, “pasif agresif” adalah sebuah majas pertentangan yang berusaha menggambarkan orang yang jahat meski kata-katanya terkesan biasa saja.

    Berikut ini adalah beberapa contoh lain dari majas oksimoron:

    • Kedua tim ini baru saja melakukan pertandingan persahabatan.
    • Bagiku, kata-katanya terdengar seperti opini yang objektif.
    • Dia baru saja mengeluarkan tangis bahagia.
    • Anak itu selalu bahagia melihat penderitaan saudaranya.

    Sudah Paham Mengenai Majas Pertentangan?

    Berikut tadi adalah beberapa jenis dari majas pertentangan beserta contoh dan pembahasannya. Semoga bacaan tadi membuat Anda lebih mudah dalam mengidentifikasi gaya bahasa pertentangan yang sering digunakan di kehidupan sehari-hari. 

  • Pengertian Majas Eufimisme: Jenis, Ciri & Contohnya dalam Kalimat

    Pengertian Majas Eufimisme: Jenis, Ciri & Contohnya dalam Kalimat

    Saat duduk di bangku sekolah, Anda mungkin pernah mendengar istilah “majas”. Bahasa Indonesia memang banyak ragam jenis gaya bahasa yang disebut majas. Ada banyak jenis majas yang dipakai, salah satunya adalah majas eufimisme. 

    Pernahkah kamu mendengar istilah majas satu ini? Di artikel ini, kita akan secara spesifik membahas tentang majas eufimisme. Simak selengkapnya pada penjelasan ini. 

    Pengertian Majas 

    Bagi Anda yang lupa dengan apa itu majas, sebelum membahas lebih lanjut tentang eufimisme, kita akan membahas pengertian dari majas. Majas sendiri adalah bentuk gaya bahasa yang dipakai dalam suatu kalimat agar kalimat tersebut terasa lebih hidup. 

    Biasanya, majas di sini berupa ungkapan yang terdengar agak berbeda dari kata lainnya dan dipakai dalam suatu kalimat. Misalnya, “Dia adalah kaki tangan penjahat tersebut.” 

    Kaki tangan di sini jika kita artikan secara harfiah adalah anggota tubuh manusia. Namun, dari segi bahasa, yang dimaksud dengan kaki tangan adalah pembantu yang setia. 

    Ada 4 jenis majas dalam Bahasa Indonesia, yaitu majas perbandingan, majas sindiran, majas penegasan, dan majas pertentangan. Berikut adalah penjelasan lengkapnya. 

    1. Majas Perbandingan 

    Majas perbandingan adalah majas yang membandingkan atau menyandingkan antara satu objek dengan objek lainnya. Ada beberapa majas yang masuk dalam majas perbandingan, yaitu metonimia, alegori, personifikasi, asosiasi, metafora,  simile, hiperbola, pars pro toto, antonomasia, totem pro parte, dan eufimisme. 

    2. Majas Sindiran 

    Majas sindiran merupakan majas yang ditujukan dengan maksud untuk menyindir. Beberapa jenis majas sindiran seperti sarkasme, sinisme, dan ironi. 

    3. Majas Penegasan 

    Majas penegasan merupakan majas yang dipakai untuk menyatakan suatu hal secara tegas. Beberapa bentuk majas penegasan seperti repetisi, pleonasme. retorika, aliterasi, metonomia, paralelisme, dan simbolik. 

    4. Majas Pertentangan 

    Sesuai dengan namanya, majas pertentangan merupakan majas yang dipakai untuk menyatakan suatu hal dengan cara mempertentangkan hal tersebut dengan yang lain. Beberapa contoh majas ini adalah majas paradoks, antitesisi, dan litotes. 

    Itulah pengertian majas dan beberapa jenis majas. Selanjutnya kita akan fokus membahas tentang majas eufimisme. 

    Pengertian Majas Eufimisme

    Majas eufimisme menjadi salah satu bentuk majas yang populer digunakan dalam Bahasa Indonesia sehari-hari. Majas ini digunakan untuk menyatakan sesuatu agar lebih halus. 

    Mengingat masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi moral, maka majas eufimisme ini pun hadir untuk membuat suatu kata menjadi terdengar sopan bagi orang lain. 

    Ciri-Ciri Majas Eufimisme

    Ada beberapa ciri yang melekat terkait dengan majas jenis ini. Beberapa ciri tersebut pun kami rangkum dalam penjelasan berikut ini. 

    • Majas eufimisme dipakai untuk menggantikan suatu kata yang ada pada kalimat dimana kata tersebut dianggap tabu atau dilarang. 
    • Biasanya, majas ini dipakai untuk berkomunikasi supaya suatu kata atau ungkapan dalam kalimat tersebut menjadi lebih sopan dan enak didengar. 
    • Majas ini dipakai untuk mensubstitusi kata yang kurang sopan atau kata kasar. 
    • Biasa digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih tua, menyesuaikan dengan adat dan moral yang berlaku di Indonesia. 
    • Majas ini biasa digunakan untuk menggantikan kata-kata yang bersifat peyoratif atau terkesan merendahkan dan menghina. 

    Fungsi dari Majas Eufimisme

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, jenis majas ini dipakai untuk berkomunikasi dengan orang yang lebih tua dengan tujuan menghormati orang tersebut. Biasanya, majas ini juga dipakai dalam aktivitas maupun dokumen-dokumen formal. 

    Adapun beberapa fungsi dari penggunaan majas eufimisme antara lain sebagai berikut.

    1. Memperhalus Ucapan 

    Penggunaan majas satu ini dalam beberapa ungkapan bertujuan untuk memperhalus kalimat sehingga orang yang mendengar kata tersebut tidak tersinggung. 

    2. Menghormati Lawan Bicara 

    Majas ini dipakai juga untuk menghormati lawan bicara kita. Gaya bahasa ini dapat membuat lawan bicara tidak merasa diremehkan ataupun merasa dihina ketika sedang berinteraksi. 

    50 Contoh Kalimat dengan Majas Eufimisme

    Pada bagian ini, kita akan membahas beberapa contoh kalimat yang mengandung majas eufimisme. Ada banyak sekali contoh-contoh majas eufimisme yang bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa diantaranya mungkin sering Anda gunakan. Simak kumpulan contohnya di sini! 

    1. Kami tidak pernah menyangka, ayah akan menyusul ibu berpulang. (Kata “berpulang” di sini berarti meninggal). 
    2. Anak gadis itu permisi kepada gurunya untuk ke kamar kecil. (Kamar kecil yang dimaksud adalah WC atau toilet). 
    3. Wanita tersebut akhirnya kembali ke pangkuan Yang Maha Kuasa setelah berbulan-bulan melawan penyakit kanker. (Kembali ke pangkuan Yang Maha Kuasa artinya meninggal dunia). 
    4. Setelah perusahaannya bangkrut, laki-laki itu kini berpindah-pindah dan menjadi tuna wisma. (Tuna wisma yang dimaksud adalah gelandangan).
    5. Rian mendapat beasiswa karena kondisi ekonominya yang kurang mampu. (Kurang mampu digunakan untuk menggantikan kata miskin). 
    6. Menahan buang air kecil dapat mengganggu kerja ginjal. (Buang air kecil di sini maksudnya adalah kencing). 
    7. Dia bekerja sebagai pramusaji di sebuah restoran di Bali. (Pramusaji digunakan untuk menggantikan kata pelayan). 
    8. Dikarenakan Covid-19 yang terus melanda selama 2 tahun belakangan, perusahaan tersebut akhirnya merumahkan 200 karyawannya. (Merumahkan yang dimaksud adalah memecat atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)). 
    9. Makan banyak serat bisa memperlancar buang air besar. (Buang air besar dipakai untuk menggantikan kata berak). 
    10. Gadis muda itu ternyata seorang tuna rungu. (Tuna rungu berarti tuli). 
    11. Banyak masyarakat Indonesia yang merupakan golongan ekonomi menengah ke bawah. (Ekonomi menengah ke bawah artinya kurang berada atau miskin). 
    12. Sebanyak 3 orang pencuri akhirnya diamankan oleh pencuri. (Diamankan artinya ditangkap). 
    13. Banyak pahwalan akhirnya gugur di medan perang. (Gugur artinya mati). 
    14. Tuntutan gaya hidup membuat banyak perempuan muda memilih menjadi tuna susila. (Tuna susila maksudnya adalah pelacur). 
    15. Gadis itu selalu berpakaian terbuka, ternyata ia adalah seorang kupu-kupu malam. (Kupu-kupu malam artinya pelacur). 
    16. Ada banyak sekali produk make up yang ditawarkan oleh pramuniaga tersebut. (Pramuniaga berarti sales). 
    17. Tampaknya Rini kurang pandai memilih suami, sehingga baru beberapa bulan suaminya sudah berbuat ulah. (Kurang pandai sama dengan bodoh). 
    18. Sepertinya, aroma kurang sedap tersebut berasal dari rumah nomor 19. (Aroma kurang sedap maksudnya bau). 
    19. Banyak warga masih suka buang hajat di bantaran sungai. (Buang hajat yang dimaksud adalah buang air besar). 
    20. Kakak saya suka bernyanyi di kamar mandi, tidak sadar dirinya tuna laras. (Tuna laras berarti punya suara yang fals). 
    21. Saat pelajaran sedang berlangsung, saya izin ke belakang. (Izin ke belakang artinya izin ke kamar mandi). 
    22. Kakek sudah lama meninggal. (Meninggal artinya mati). 
    23. Banyak orang di desa yang tuna aksara. (Tuna aksara maksudnya adalah tidak bisa membaca). 
    24. Kemarin sore ada berita tentang kasus seorang anak yang dirudapaksa. (Rudapaksa artinya diperkosa). 
    25. Pejabat tersebut akhirnya dibebastugaskan karena tersandung kasus korupsi. (Dibebastugaskan artinya dipecat). 
    26. Jefri sempat dibawa ke lembaga pemasyarakatan karena terjerat kasus narkoba. (Lembaga permasyarakatan sama dengan penjara). 
    27. Dia merupakan keluarga yang kurang mapan, sehingga harus mendapat bantuan dari pemerintah. (Kata kurang mapan berarti miskin). 
    28. Pergi ke paranormal bukanlah cara untuk menjadi kaya. (Paranormal artinya orang yang bekerja dengan sihir, mirip dengan dukun). 
    29. Siska akhirnya mengundurkan diri dari pekerjaannya karena tidak cocok dengan budaya perusahaan (Mengundurkan diri sama dengan resign). 
    30. Bu Lily membutuhkan asisten rumah tangga secepatnya karena pekerjaan rumahnya yang terlalu banyak. (Asisten rumah tangga merupakan versi majas eufimisme dari pembantu). 
    31. Tampaknya, dia kurang teliti dalam mengerjakan proyek yang diberikan padanya. (Kata kurang teliti dipakai untuk menggantikan kata ceroboh). 
    32. Banyak peminta-minta yang sebenarnya kaya, namun mengambil profesi ini karena dianggap mudah menghasilkan uang. (Peminta-minta ini digunakan untuk menggantikan kata pengemis). 
    33. Ada banyak berita miring terkait politisi tersebut. (Berita miring maksudnya gosip mengenai hal-hal buruk). 
    34. Ada banyak tuna netra yang mengalami kecelakaan saat menyebrang jalan. (Tuna netra artinya buta). 
    35. Sudah memakai baju oren, tapi wajah penjahat itu masih saja terlihat sombong. (Baju oren maksudnya menjadi tahanan).
    36. Mengurus anak yang mengalami tuna grahita sangatlah sulit. (Tuna grahita maksudnya keterbelakngan mental). 
    37. Suami perempuan tersebut sudah mendahuluinya. (Mendahuluinya di sini maksudnya adalah meninggal mendahului perempuan tersebut). 
    38. Sebaiknya, konsumen jiwa sehat diperlakukan dengan baik supaya emosinya tetap stabil. (Konsumen jiwa sehat di sini sama dengan orang gila). 
    39. Pasien rumah sakit tersebut tiba-tiba membludak setelah adanya wabah. (Pasien artinya orang sakit). 
    40. Karena keisengan temannya yang membuat Desi jatuh, ia pun akhirnya divonis tuna ganda. (Tuna ganda di sini artinya mengalami cacat lebih dari satu). 
    41. Musim kemarau membuat banyak orang kekurangan makan. (Kekurangan yang dimaksud dalam hal ini adalah kelaparan). 
    42. Anak gadis itu memang ketinggalan dalam pelajaran dibanding teman sebayanya. (Ketinggalan pelajaran yang dimaksud adalah kurang pintar). 
    43. Karena melakukan kesalahan, akhirnya petugas tersebut harus diistirahatkan sementara. (Diistirahatkan sementara maksudnya adalah skorsing). 
    44. Masyarakat kelas atas menghabiskan waktunya dengan berlibur di luar negeri selama liburan akhir tahun. (Masyarakat kelas atas maksudnya adalah orang kaya). 
    45. Siska merupakan seorang pramuria di media sosial. (Pramuria maksudnya adalah pekerja seks komersial (PSK)). 
    46. Tingkat tuna karya di Indonesia sangatlah tinggi, pemerintah harus segera ambil tindakan. (Tuna karya maksudnya adalah pengangguran). 
    47. Kalau dia mau menikah dengan laki-kali kurang mapan itu, bisa-bisa  hidupnya pun sengsara. (Kurang mapan di sini maksudnya adalah miskin). 
    48. Sejak kecil, adik sudah mengalami tuna wicara. (Tuna wicara di sini maksudnya adalah tidak bisa berbicara atau bisu). 
    49. Para pejabat yang terlibat kasus korupsi sudah dijebloskan ke balik jeruji besi. (Jeruji besi di sini maksudnya dipenjara). 
    50. Sepertinya, orang tersebut punya mental yang kurang sehat. (Kurang sehat di sini maksudnya adalah gila). 

    Menggunakan Majas Eufimisme dalam Kehidupan Sehari-Hari

    Itulah penjelasan tentang majas eufimisme mulai dari pengertian, ciri, fungsi, hingga contohnya. Majas eufimisme adalah majas yang sangat sering dipakai karena menyesuaikan dengan corak kehidupan masyarakat Indonesia yang sangat menjunjung tinggi norma kesopanan, terutama terhadap orang yang lebih tua.

    Oleh sebab itu, kamu bisa menggunakan majas eufimisme untuk menggantikan kata-kata tertentu supaya terdengar lebih sopan dan tidak menghina. Jangan lupa juga gunakan nada yang lembut dan kurangilah emosi supaya penggunaan majas eufimisme ini tidak sia-sia. Jadi, siapkah kamu mempraktikkan majas ini tiap hari?

  • 20+ Contoh Kalimat Pasif, Struktur Kebahasaan, dan Penjelasannya

    20+ Contoh Kalimat Pasif, Struktur Kebahasaan, dan Penjelasannya

    Anda pasti telah mengenal beberapa jenis kalimat ketika mempelajari pelajaran bahasa Indonesia di bangku sekolah. Secara garis besar, kalimat terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kalimat aktif dan kalimat pasif. Anda bisa mengetahui perbedaannya melalui contoh kalimat pasif dan struktur kebahasaannya.

    Keberadaan objek dan subjek dalam kalimat sangat penting untuk diketahui fungsi dan peranannya. Apabila Anda bisa memahami keduanya, maka Anda dapat membuat sebuah karya tulis dengan baik dan benar. Anda bisa mengawalinya dengan mengenal lebih lanjut tentang bagaimana membuat kalimat pasif berikut ini!

    Apa itu Kalimat Pasif?

    Kalimat pasif merupakan bentuk kalimat di mana subjeknya berperan sebagai sasaran dari tindakan yang dilakukan oleh objek. Subjek di sini tidak secara langsung melakukan tindakan. Tindakan dalam predikat justru dilakukan oleh objeknya. Oleh sebab itu, struktur kebahasaan dalam kalimat pasif juga berbeda dengan kalimat aktif.

    Objek sangat berperan dalam kalimat pasif, karena menjadi pelaku aktif yang melakukan tindakan apapun. Selain itu, objek inilah yang akan mengenakan tindakan secara langsung pada subjek. Sementara subjek hanya berperan sebagai penerima tindakan.

    Predikat dalam kalimat ini juga identik dengan adanya kata kerja pasif. Secara sederhana, kata kerja pasif merupakan kata kerja yang mendapatkan imbuhan di-. Anda bisa menemukan kata kerja dengan imbuhan ini di sebagian besar contoh kalimat pasif.

    Cara membuat contoh kalimat pasif juga cukup mudah, secara keseluruhan struktur dalam kalimat pasif adalah objek – predikat – subjek – keterangan. Subjek dalam kalimat pasif seringkali tidak spesifik dan jelas. Namun, apabila terdapat subjek yang jelas biasanya diikuti dengan kata “oleh”.

    Anda juga bisa mengganti subjek orang pertama atau aku menjadi ku- diikuti kata kerja. Selain itu, Anda perlu mengubah kata men- pada predikat kalimat aktif menjadi bentuk kata kerja pasif.

    Fungsi Kalimat Pasif

    Kalimat pasif umumnya berfungsi untuk menyampaikan fokus terhadap hasil dari tindakan yang dilakukan subjek atau objek yang menerima aksi. Jenis kalimat ini memerlukan kata “oleh” sebagai penunjuk siapa yang melakukan suatu tindakan di dalam kalimat.

    Sementara fungsi contoh kalimat pasif bertujuan untuk menekankan tindakan dengan kata kerja dan pelaku utama dalam suatu kalimat. Contoh ini bisa menggambarkan hubungan antara subjek dan kata kerja ketika subjek menerima tindakan dari kata kerja tersebut. Meski demikian, kalimat pasif dianggap kurang efektif untuk karya tulis ilmiah.

    Jenis Kalimat Pasif dan Struktur Kebahasaan

    Terdapat lima jenis kalimat pasif, yaitu kalimat pasif transitif, intransitif, tindakan, dan keadaan. Sementara struktur kebahasaan yang paling utama di dalam kalimat ini adalah kata kerja pasif yang memperlihatkan jika subjek menerima tindakan dari predikat yang ada di dalam kalimat. Berikut ini penjelasan selengkapnya.

    1. Kalimat Pasif Transitif

    Jenis kalimat pasif yang pertama ini merupakan hasil dari perubahan kalimat aktif transitif. Struktur kebahasaan dalam kalimat ini menggunakan pola Objek – Predikat – Subjek. Predikat pada kalimat ini biasanya menggunakan imbuhan di- dan di-an. Contoh kalimat pasif ini adalah “kue kering itu dimakan semut”.

    2. Kalimat Pasif Intransitif

    Berbeda dengan pasif transitif, jenis kalimat pasif intransitif tidak memerlukan objek di dalam kalimatnya. Struktur kebahasaan dalam kalimat ini hanya memerlukan subjek dan predikat. Pola yang digunakan biasanya seperti subjek – predikat, subjek – predikat – keterangan, dan subjek – predikat – kata pelengkap.

    Sementara imbuhan yang biasanya digunakan untuk predikat kalimat ini adalah imbuhan di-, ter-, dan di-an. Contohnya, yaitu “Papa terjebak macet di jalan” atau “Adik tertidur”. Anda bisa melihat bahwa contoh tersebut tidak mengandung objek apapun.

    3. Kalimat Pasif Keadaan

    Jenis kalimat pasif keadaan menggambarkan suatu kondisi tertentu. Predikat di sini berperan untuk menjelaskan kondisi atau keadaan yang terjadi pada subjek. Imbuhan yang sering terdapat dalam kalimat ini yaitu ke-an. Contohnya adalah “Kakak ketiduran setelah lelah bekerja”.

    4. Kalimat Pasif Tindakan

    Seperti namanya, kalimat pasif tindakan umumnya menggunakan predikat yang menggambarkan aktivitas ataupun tindakan tertentu. Imbuhan yang biasa dipakai dalam kalimat ini adalah di- dan di-an. 

    Contoh kalimat pasif tindakan, yaitu “pohon mangga ditanam oleh tukang kebun”. Di dalam contoh tersebut sudah jelas apabila ada tindakan berupa menanam. Kata kerja pasif banyak digunakan di dalam kalimat jenis ini.

    5. Kalimat Pasif Zero

    Ada pula jenis kalimat pasif di mana predikatnya tidak menggunakan imbuhan sebagai awalan. Namun, tetap terdapat imbuhan sebagai akhiran berupa “-kan”. Contoh kalimatnya adalah “aku serahkan amanah ini kepadamu”. Objek di dalam kalimat ini berperan sebagai objek pelaku yang diikuti dengan predikat dengan imbuhan “-kan”.

    Ciri-Ciri Kalimat Pasif

    Setelah mengetahui berbagai jenis kalimat pasif beserta struktur kebahasaannya, Anda mungkin sudah menyadari ada ciri-ciri tertentu yang membedakan kalimat tersebut dengan kalimat aktif maupun lainnya. Nah, sebelum melihat lebih banyak contoh kalimat pasif, berikut ini ciri-cirinya yang perlu Anda ketahui:

    1. Subjek Tidak Melakukan Tindakan Langsung

    Subjek biasanya berperan sebagai pelaku yang melakukan perbuatan secara langsung. Namun, pada kalimat pasif, subjek berperan sebagai pelaku yang menerima perbuatan tersebut. Oleh sebab itu, kalimat ini diawali dengan penyebutan objek terlebih dahulu.

    2. Predikat Mendapat Imbuhan di-, ter-, ke-an, dan ter-kan

    Kunci utama yang membedakan kalimat aktif dan pasif terdapat pada imbuhan yang menempel di predikat. Predikat pada contoh kalimat pasif biasanya mendapatkan imbuhan di-, ter-, ke-an, atau ter-kan. Sementara kalimat aktif tidak membutuhkan imbuhan tersebut.

    3. Subjek dan Objek Bertukar Posisi

    Objek pada kalimat aktif biasanya akan berubah posisi menjadi subjek pada kalimat pasif. Begitu pun subjek pada kalimat aktif akan berubah menjadi objek pada kalimat pasif.

    4. Terdapat Kata “oleh” atau “dengan”

    Kalimat pasif biasanya ditandai dengan keberadaan kata “dengan” ataupun “oleh”. Dua kata tersebut berfungsi untuk menunjukkan siapa subjek yang berperan sebagai pemberi tindakan. Artinya, penggunaan kata “oleh” bisa memperjelas subjek dalam kalimat.

    5. Mempunyai Bentuk Diri atau Persona

    Bentuk diri atau persona ku- dan kau- juga termasuk ciri-ciri dari kalimat pasif. Hal tersebut menunjukkan jika predikat dalam contoh kalimat pasif dapat berupa kata ganti orang dan diikuti dengan kata kerja tanpa imbuhan. Contohnya adalah “coba kau lihat bunga yang cantik di tepi jalan itu”.

    6. Terdapat Kata Ganti Kepemilikan

    Anda mungkin menemukan kata “itu” atau “ini” di dalam kalimat pasif. Dua kata tersebut termasuk kata ganti kepemilikan yang sering digunakan pada subjek atau objek kalimat pasif. Contohnya seperti “Lantai ini sudah disapu oleh mama”. Kata “ini” di dalam contoh tersebut termasuk jenis kata ganti kepemilikan yang umum.

    20+ Contoh Kalimat Pasif dan Bentuk Aktifnya

    Contoh paling sederhana dapat diketahui dari kalimat pasif adalah adanya predikat yang berisi kata kerja dengan awalan atau imbuhan di- atau ter. Berikut ini terdapat beberapa referensi kalimat agar Anda bisa memahami lebih mendalam tentang kalimat pasif beserta bentuk kalimat aktifnya:

    • Baju kotor dicuci oleh Ibu.

    (ibu mencuci baju kotor)

    • Upacara Ngaben disaksikan oleh turis mancanegara.

    (Turis mancanegara menyaksikan upacara Ngaben)

    • Anjing itu dimandikan di halaman rumah.

    (Anjing itu mandi di halaman rumah)

    • Penjahat itu telah diringkus polisi.

    (Polisi meringkus penjahat itu)

    • Jason ketakutan ketika melihat hewan melata.

    (Jason takut ketika melihat hewan melata)

    • Tembok kamar dicat oleh Mas Yanto.

    (Mas Yanto mengecat tembok kamar)

    • Nayla kedinginan saat di puncak Gunung Bromo.

    (nayla merasa dingin saat di puncak Gunung Bromo)

    • Lagu Indonesia Raya dinyanyikan oleh grup paduan suara.

    (Grup paduan suara menyanyikan lagu Indonesia Raya)

    • Padi dipanen oleh buruh tani di sawah.

    (Buruh tani memanen padi di sawah)

    • Buku ini dipakai oleh mereka selama satu minggu.

    (Mereka memakai buku ini selama satu minggu)

    • Rumah yang bagus itu dibangun oleh tukang kayu.

    (tukang kayu membangun rumah yang bagus itu)

    • Anak nakal itu dipulangkan paksa oleh gurunya.

    (Gurunya memulangkan paksa anak nakal itu)

    • Tugas itu sudah dikerjakan oleh Atin dengan baik dan benar.

    (Atin sudah mengerjakan tugas itu dengan baik dan benar)

    • Faiz ditangkap polisi karena terlibat kasus tawuran.

    (Polisi menangkap Faiz karena terlibat kasus tawuran)

    • Pohon-pohon di tepi jalan telah ditebang oleh warga.

    (Warga telah menebang pohon-pohon di tepi jalan)

    • Anak kecil itu dipukul oleh temannya.

    (Temannya memukul anak kecil itu)

    • Korban ditusuk oleh pencuri pada bagian perutnya.

    (Pencuri menusuk korban pada bagian perutnya)

    • Kucing itu dikejar oleh anjing tetangga.

    (Anjing tetangga mengejar kucing itu)

    • Aku diberi uang sebesar Rp500.000,00 oleh Ayah.

    (Ayah memberi uang sebesar Rp500.000,00 kepadaku)

    • Kopi telah diminum oleh Kakek.

    (Kakek telah meminum kopi)

    • Tanpa sengaja, Dimas tersenggol penonton lain yang tengah berjoget.

    (Tanpa sengaja penonton lain yang tengah berjoget menyenggol Dimas)

    • Saat pertandingan berlangsung, salah seorang pemain timnas tersikut oleh pemain lawan.

    (Saat pertandingan berlangsung, pemain lawan menyikut salah seorang pemain timnas)

    • Pak Guru terkesan dengan prestasi murid-muridnya.

    (Prestasi murid-muridnya mengesankan Pak Guru)

    • Dia tersinggung atas ucapan Fahri tadi malam.

    (Ucapan Fahri tadi malam menyinggung dia)

    • Dede terseret arus sungai saat berenang.

    (Arus sungai menyeret Dede saat berenang)

    • Pelaku tertangkap polisi saat pesta miras bersama rekan-rekannya.

    (Polisi menangkap pelaku saat pesta miras bersama rekan-rekannya)

    • Pot yang dirusak telah diganti oleh pihak perusak.

    (Pihak perusak telah mengganti pot yang rusak)

    • Dia itu dididik Ayahnya dengan keras.

    (Ayahnya mendidik dia dengan keras)

    • Beliau kami panggil untuk memberi kesaksian atas kasus korupsi dana hibah pendidikan.

    (Kami memanggil beliau untuk memberi kesaksian atas kasus korupsi dana hibah pendidikan)

    • Rudi saya tunjuk menjadi pemimpin proyek ini.

    (Saya menunjuk Rudi menjadi pemimpin proyek ini)

    • Pigura cantik itu dibeli kakak di Singapura.

    (Kakak membeli pigura cantik itu di Singapura)

    • Kita semua dihukum Pak Guru karena datang terlambat.

    (Pak Guru menghukum kita semua karena datang terlambat)

    • Kakak disuruh Ibu mengambil sapu di belakang.

    (Ibu menyuruh kakak mengambil sapu di belakang)

    • Ibu kehausan setelah lari pagi.

    (Ibu merasa haus setelah lari pagi)

    • Kuda itu ditunggangi kusir delman.

    (Kusir delman menunggangi kuda itu)

    • Kue itu dipanggang oleh Ibu saya di dapur.

    (Ibu saya memanggang kue di dapur)

    • Konser Noah ditonton puluhan ribu orang.

    (Puluhan ribu orang menonton konser Noah)

    • Ikan asin dimakan oleh kucing di dapur.

    (Kucing memakan ikan asin di dapur)

    • Artikelnya ditulis Amar secara terperinci.

    (Amar menulis artikelnya secara terperinci)

    • Bunga-bunga itu disiram Ibu setiap hari.

    (Ibu menyiram bunga-bunga itu setiap hari)

    • Ayah dipanggil Kepala Sekolah untuk menghadiri rapat besok pagi.

    (Kepala Sekolah memanggil Ayah untuk menghadiri rapat besok pagi)

    • Mama diingatkan kakak agar selalu menjaga kesehatan.

    (Kakak mengingatkan mama agar selalu menjaga kesehatan)

    • Taman itu didesain oleh arsitek terkenal di kota ini.

    (Arsitek terkenal di kota ini mendesain taman itu)

    • Pesanan saya telah diantar oleh kurir.

    (Kurir telah mengantar pesanan saya)

    • Mereka telah ditunjuk direktur menjadi delegasi untuk pertemuan minggu depan.

    (Direktur telah menunjuk mereka untuk menjadi delegasi pada pertemuan minggu depan)

    • Adik diberi Bu Guru buku mewarnai sebanyak tiga macam.

    (Bu Guru memberi adik buku mewarnai sebanyak tiga macam)

    • Hatiku sangat terluka oleh tingkah laku kekasihku.

    (Tingkah laku kekasihku sangat melukai hatiku)

    • Bukuku terbuang oleh mama bersama tumpukan barang bekas.

    (Mama membuang bukuku bersama dengan tumpukan barang bekas)

    • Buah pisang dijual pedagang itu dengan sangat murah di pasar Senen.

    (Pedagang itu menjual buah pisang dengan sangat murah di pasar Senen)

    • Bendera Merah-Putih akan dikibarkan oleh Ayu di lapangan sekolah.

    (Ayu akan mengibarkan bendera Merah-Putih di lapangan sekolah)

    • Berbagai jenis sayuran dibeli Ibu di pasar.

    (Ibu membeli berbagai jenis sayuran di pasar)

    • Toples itu dicuci Ibu untuk persiapan lebaran.

    (Ibu mencuci toples itu untuk persiapan lebaran)

    • Sepedaku dicuci papa setiap hari Minggu.

    (papa mencuci sepedaku setiap hari Minggu)

    • Ayam dan bebek dibakar oleh chef di atas tungku.

    (Chef membakar ayam dan bebek di atas tungku)

    • Rara disuruh temannya membawa banyak makanan ke sekolah.

    (Temannya menyuruh Rara membawa banyak makanan ke sekolah)

    • Siska dilarang memakan coklat oleh dokternya.

    (Dokter melarang Siska memakan coklat)

    • Pasien itu dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang sehat oleh dokter.

    (Dokter menganjurkan pasien itu untuk mengkonsumsi makanan yang sehat)

    • Buku-buku murah dijual di toko barang bekas.

    (Toko barang bekas menjual buku-buku murah)

    • Rani diganggu oleh kakak saat belajar Matematika di ruang tamu.

    (Kakak mengganggu Rani saat belajar Matematika di ruang tamu)

    • Kucing itu disukai banyak orang karena bulunya yang unik.

    (Banyak orang menyukai kucing itu karena bulunya yang unik)

    • Wanita itu terasingkan dari keluarganya selama bertahun-tahun.

    (Keluarganya mengasingkan wanita itu selama bertahun-tahun) 

    • Dia tersingkirkan oleh kandidat lainnya pada tahap wawancara kerja.

    (Kandidat lainnya menyingkirkan dia pada tahap wawancara kerja)

    • Bunga mawar dipetik pacarku dari kebun tetangga.

    (Pacarku memetik bunga mawar dari kebun tetangga)

    • Aku ketakutan saat menonton film horor sendirian.

    (Aku takut saat menonton film horor sendirian)

    • Pintu masuk perumahan itu dijaga satpam sepanjang hari.

    (Satpam menjaga pintu masuk perumahan itu sepanjang hari)

    • Buah mangga dipanen petani saat musim panas.

    (Petani memanen buah mangga saat musim panas)

    • Jangan sampai kamu ketinggalan barang di bandara.

    (Jangan sampai kamu meninggalkan barang di bandara)

    • Pedagang bakso itu difitnah oleh rekan pedagang lainnya.

    (Rekan pedagang lainnya memfitnah pedagang bakso itu)

    • Aku telah dicurangi oleh peserta lain saat seleksi di gedung A.

    (Peserta lain telah mencurangi aku saat seleksi di gedung A)

    • Anak yang nakal ditinggal sendirian oleh temannya di dalam kelas.

    (Temannya meninggalkan anak yang nakal itu sendirian di dalam kelas)

    • Tas mewah itu dibawa kakak saat liburan ke luar negeri.

    (Kakak membawa tas mewah itu saat liburan ke luar negeri)

    • Vas bunga itu terjatuh sampai pecah.

    (Vas bunga itu jatuh sampai pecah)

    • Adik ketiduran di ruang tamu.

    (Adik tidur di ruang tamu)

    • Vara tertipu oleh jasa pembelian tiket konser.

    (Jasa pembelian tiket konser menipu Vara)

    • Bajuku tersangkut ranting pohon.

    (Bajuku menyangkut di ranting pohon)

    • Lagu ini telah didengarkan oleh jutaan orang di dunia.

    (Jutaan orang di dunia telah mendengar lagu ini)

    • Film horor itu telah ditonton oleh semua kalangan.

    (Semua kalangan telah menonton film horor itu)

    • Laptop Sandy dipinjam oleh temannya.

    (Temannya meminjam laptop Sandy)

    • Bunga anggrek hitam itu terinjak si Anita.

    (Anita menginjak bunga anggrek hitam itu)

    • Papa dibuatkan masakan yang enak oleh Mama.

    (Mama membuatkan papa masakan yang enak)

    • Arya dijatuhi buah di bawah pohon yang rimbun.

    (Buah jatuh saat Arya berada di bawah pohon yang rimbun)

    • Ayah dibelikan mobil terbaru oleh anak-anaknya.

    (Anak-anaknya membelikan Ayah mobil terbaru)

    • Aku disekolahkan oleh orang tuaku di sekolah elit.

    (Orang tuaku menyekolahkan aku di sekolah elit)

    • Tersangka korupsi itu divonis hukuman 2 tahun penjara.

    (Tersangka korupsi itu mendapatkan vonis hukuman 2 tahun penjara.

    • Amplop di meja itu terabaikan oleh guru.

    (Guru mengabaikan amplop yang ada di meja itu)

    • Pisang goreng itu telah dimakan oleh Arya.

    (Arya telah memakan pisang goreng itu)

    • Pameran seni telah digelar secara resmi oleh Bupati.

    (Bupati telah menggelar pameran seni secara resmi)

    Sudah Mengetahui Bagaimana Contoh Kalimat Pasif?

    Kalimat pasif biasanya identik dengan adanya imbuhan tertentu seperti di- dan ter- pada predikatnya. Selain itu, terdapat perubahan letak subjek, predikat, dan objek di dalamnya. Apakah Anda sudah bisa membedakannya dengan kalimat aktif melalui contoh kalimat pasif di atas? Selamat belajar!

  • Apa Itu Majas Pleonasme? Pengertian, Ciri, dan Contohnya

    Apa Itu Majas Pleonasme? Pengertian, Ciri, dan Contohnya

    Anda mungkin sering mendengar atau membaca kalimat yang terlalu berlebihan. Bisa jadi, kalimat tersebut memang mengandung majas pleonasme. Majas ini merupakan gaya bahasa yang berfungsi untuk penegasan. Gaya bahasa ini seringkali mengandung makna yang terkesan berlebihan.

    Beberapa orang seringkali tidak sengaja menggunakan dua kata yang berbeda dengan makna yang sama dalam satu kalimat. Nah, itu sudah termasuk ke dalam gaya bahasa pleonasme. Lalu, apa saja ciri-ciri dan contoh kalimat dalam majas satu ini? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini agar Anda bisa lebih paham!

    Apa itu Majas Pleonasme?

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pleonasme merupakan penggunaan kata-kata yang mengandung makna lebih dari arti yang dibutuhkan atau terkesan berlebihan. Sementara majas pleonasme merupakan gaya bahasa yang digunakan dengan menambahkan keterangan dalam kalimat yang sebenarnya tidak diperlukan. 

    Gaya bahasa pleonasme biasanya digunakan dengan tujuan untuk menegaskan sesuatu hal agar lebih meyakinkan dan ekspresif. Penegasan ini juga bertujuan untuk mempengaruhi pendengar atau pembaca agar menyetujui kondisi atau peristiwa yang disebutkan. Oleh sebab itu, beberapa orang terbiasa menggunakan majas ini.

    Majas ini juga dapat bermakna sebagai penggunaan kata yang mubazir dan terlalu melebih-lebihkan. Karena kalimat sebelumnya sudah cukup dalam menjelaskan suatu kondisi. Apabila salah satu keterangan di dalam kalimat dihilangkan, maka hal tersebut tidak akan mempengaruhi makna yang sesungguhnya.

    Ciri-Ciri Majas Pleonasme

    Anda mungkin masih belum bisa membedakan mana kalimat yang menggunakan gaya bahasa pleonasme dan mana yang bukan. Mengingat setiap ungkapan kata dalam kehidupan sehari-hari biasanya lebih spontan dan tidak baku. Maka, berikut ini adalah ciri-ciri dari pleonasme yang bisa membantu Anda untuk lebih mengenalnya:

    1. Terdapat Pemborosan Kata

    Gaya bahasa pleonasme selalu identik dengan pemborosan kata. Pasalnya, ada beberapa kata yang sebenarnya sudah cukup, namun masih ditambahkan dengan kata lainnya dengan makna yang sama. 

    Contohnya, kalimat “saya melihat peristiwa itu dengan mata kepala saya sendiri.” Kata “melihat” dalam kalimat tersebut seharusnya sudah cukup menjelaskan tanpa tambahan kata “mata”. Apalagi mengingat setiap orang yang melihat sudah pasti dengan menggunakan matanya.

    2. Mengandung Sinonim Kata

    Majas pleonasme juga identik dengan sinonim kata. Biasanya, terdapat dua atau lebih kata yang mempunyai makna serupa dalam satu kalimat.

    Contohnya, kalimat “adik menari dengan riang gembira.” Dua kata yang bersinonim dalam kalimat tersebut adalah kata “riang” dan “gembira”. Keduanya mengandung makna yang sama atau serupa. Jadi, sebenarnya cukup digunakan salah satu saja.

    3. Terdapat Pengulangan Bentuk Jamak

    Pengulangan bentuk jamak seringkali terjadi pada kalimat yang menggunakan majas pleonasme. Pengulangan bentuk jamak yang dimaksud adalah terdapat pemborosan kata untuk menggambar sesuatu yang banyak atau jamak.

    Contohnya, kalimat “para bapak-bapak telah hadir di dalam ruang sidang.” Keberadaan kata “para” dan “bapak-bapak” di sini cukup rancu. Apabila Anda ingin menjelaskan bahwa ada banyak bapak di dalam ruangan, maka cukup menggunakan kata “para bapak” atau “bapak-bapak” agar lebih efektif.

    4. Menyebabkan Kalimat Menjadi Tidak Efektif

    Umumnya, kalimat efektif mempunyai lima ciri-ciri, yaitu kebenaran, keterpaduan, kejelasan, koherensi, dan penekanan. Pengulangan kata pada kondisi tertentu memang dibutuhkan sebagai penegasan. Namun, cara tersebut juga bisa mengganggu keterpaduan dalam sebuah kalimat.

    Kalimat yang terpadu merupakan satu kalimat lengkap yang tidak menggunakan pengulangan kata dengan maksud yang sama. Penegasan dengan pengulangan kata yang tidak diperlukan ini bisa menyebabkan kalimat menjadi tidak efektif.

    Fungsi Majas Pleonasme

    Secara keseluruhan, gaya bahasa pleonasme berfungsi untuk memberikan penegasan terhadap suatu kondisi atau informasi. Kalimat dengan majas ini bisa Anda gunakan untuk mempertegas suatu ide agar bisa memberikan gambaran yang lebih jelas. 

    Adanya pengulangan atau redundansi bisa meningkatkan pemahaman terhadap informasi yang akan Anda sampaikan. Selain itu, majas ini juga mempunyai fungsi puitis untuk menegaskan suatu ekspresi tertentu. Fungsi inilah yang menjadi kelebihan dari pleonasme.

    Sementara kekurangan yang paling menonjol dari penggunaan majas ini adalah menyebabkan suatu kalimat menjadi tidak efektif. Jadi, Anda perlu mempertimbangkan terlebih dahulu dalam memilih kata untuk menyampaikan suatu informasi.

    Contoh Majas Pleonasme

    Setelah mengetahui pengertian hingga ciri-ciri dari salah satu majas penegasan ini. Ada tiga cara yang cukup mudah untuk menyusun kalimat bermajas pleonasme, yaitu mengandung sinonim kata, pengulangan bentuk jamak, dan pengulangan makna kata. Anda bisa melihat berbagai contoh kalimat di bawah ini agar semakin memahaminya:

    • Semua orang di gedung berlarian turun ke bawah untuk menyelamatkan diri.

    Penegasan dalam kalimat di atas terletak pada kata “turun ke bawah”. Kata “turun” sebenarnya sudah menunjukkan makna bahwa semua orang akan ke arah bawah. Oleh sebab itu, keberadaan kata “ke bawah” tidak benar-benar dibutuhkan dalam kalimat tersebut.

    • Dari sejak kecil Sarah sudah gemar membaca buku.

    Penegasan dalam kalimat ini ada di awal, yaitu kata “dari” dan “sejak”. Dua kata tersebut termasuk jenis kata yang mempunyai makna sama. Anda bisa menggunakan salah satunya saja. Misalnya, “sejak kecil Sarah sudah gemar membaca buku”. Kalimat ini tidak kehilangan makna meski tidak ada kata “dari”.

    • Saya sudah pernah membaca semua buku-buku seputar sejarah Indonesia.

    Ciri-ciri majas pleonasme yang ada di dalam kalimat ini adalah adanya pengulangan bentuk jamak. Kata “semua buku-buku” terkesan berlebihan dalam menggambarkan bentuk jamak. Kata “semua” sebenarnya sudah bermakna banyak. Sedangkan kata “buku-buku” juga menunjukkan bukunya lebih dari satu.

    • Malam ini terasa sangat sunyi senyap.

    Kata “sunyi” dan “senyap” mempunyai makna yang sama atau bersinonim. Penggunaan dua kata ini bisa menjadi wujud penegasan mengenai suasana malam hari yang lebih sepi.

    • Siska naik ke atas kursi kayu.

    Kata “naik ke atas” termasuk dalam pemborosan kata. Pasalnya, keduanya mengandung makna yang sama karena kata “naik” sudah pasti menuju ke arah atas.

    • Semua siswa-siswi wajib menggunakan kostum tradisional.

    Terjadi pengulangan bentuk jamak di dalam kalimat “semua siswa-siswi”. Anda bisa menggantinya dengan kata “semua siswa” atau “siswa-siswi” untuk menggambarkan bentuk jamak dengan cara yang lebih efektif.

    • Darah merah itu mengucur deras dari luka di tangan Ayu.

    Terdapat pemborosan kata dalam kalimat ini. Kata “darah merah” bisa Anda ganti dengan menghilangkan kata “merah”. Karena warna darah memanglah merah. Tanpa Anda menuliskan kata “merah”, makna kata “darah” dalam kalimat tersebut sudah cukup jelas.

    • Mama mendengar teriakan seseorang dengan telinganya sendiri.

    Kata “mendengar” sudah cukup mewakili makna yang ingin disampaikan dalam kalimat ini. Sementara keberadaan kata ”dengan telinganya sendiri” memberikan penegasan lebih lanjut karena orang mendengarkan sudah pasti menggunakan telinganya. 

    • Papa masuk ke dalam toko besi tua.

    Kata “masuk ke dalam” di sini membuat kalimat menjadi tidak efektif. Anda bisa menghilangkan kata “dalam” tanpa kehilangan makna kalimat tersebut. Majas pleonasme di sini hanya untuk menegaskan bahwa subjek benar-benar masuk ke toko yang disebutkan.

    • Jenny selalu terlihat cantik jelita setiap masuk sekolah.

    Kata “cantik jelita” dalam kalimat ini bertujuan sebagai penegasan untuk menerangkan seseorang yang sangat cantik. Itu bukan sebuah masalah, namun apabila Anda tidak ingin menambahkan kata “jelita” pun maknanya tetap sama.

    • Adik membeli bola bundar di toko olahraga.

    Kalimat tersebut mengandung ciri-ciri gaya bahasa pleonasme, yaitu adanya pemborosan kata. Kata yang dimaksud adalah “bola bundar”. Sebenarnya, Anda bisa hanya menggunakan kata “bola” tanpa diikuti kata “bundar”.

    • Bayu hanya menunduk ke bawah karena menyesali perbuatannya.

    Penegasan dalam kalimat ini terletak pada kata “menunduk ke bawah”. Anda mungkin sudah tau jika menunduk memang selalu ke arah bawah. Jadi, kata “ke bawah” bisa Anda hilangkan apabila tidak ingin menggunakan gaya bahasa pleonasme.

    • Ayah melihat pencurian motor di sana dengan mata kepalanya sendiri.

    Terdapat pemborosan kata di dalam kalimat ini, yaitu “melihat” dan “dengan mata”. Pasalnya, setiap orang tentu melihat menggunakan mata. Jadi, tanpa ada kata “dengan mata kepalanya sendiri” pun sudah cukup. Namun apabila Anda ingin menegaskan situasi tersebut maka kalimat ini boleh digunakan.

    • Aku berdoa dengan menengadahkan tangan ke atas untuk meminta petunjuk dari Tuhan.

    Terdapat pemborosan kata yaitu “menengadahkan ke atas”. Tangan yang menengadah tentu akan mengarah ke atas. Anda bisa menghilangkan kata “ke atas” agar kalimat menjadi lebih efektif. Namun, kalimat ini tidak salah apabila Anda ingin menerapkan gaya bahasa pleonasme.

    • Arya rela melakukan apa saja demi untuk menyenangkan hati kekasihnya.

    Terdapat kata bersinonim di dalam kalimat ini. Kata tersebut adalah “demi” dan “untuk”. Sebaiknya, Anda menggunakan salah satu kata bersinonim itu agar kalimat menjadi lebih efektif tanpa kehilangan makna utamanya.

    • Adikku selalu rajin belajar agar supaya bisa masuk ke sekolah impiannya.

    Majas pleonasme juga mempunyai ciri-ciri menggunakan kata bersinonim seperti kalimat berikut. Kata “agar” dan “supaya” di sini mempunyai makna yang sama sehingga Anda bisa menghilangkan salah satunya. Penggunaan dua kata bersinonim juga bisa menyebabkan kalimat menjadi kurang efektif.

    • Aku sungguh benar-benar menyayangi kekasihku saat ini.

    Kata “sungguh” dan “benar-benar” mempunyai makna yang sama. Anda bisa menggunakan keduanya sebagai bentuk penegasan atas perasaan dari subjeknya. Namun, Anda juga bisa menghilangkan salah satu kata tersebut tanpa kehilangan maksud dan tujuan dari kalimat tersebut.

    • Mobil itu mundur ke belakang sebelum masuk rumah.

    Terjadi pemborosan kata dalam kalimat ini. Kata “mundur” sudah pasti akan menuju ke arah belakang. Jadi, kata “ke belakang” di sini tidak benar-benar dibutuhkan. Anda bisa menghilangkan kata tersebut jika tidak ingin menerapkan gaya bahasa pleonasme.

    • Kakiku amat sangat sakit setelah terjatuh tadi sore.

    Terdapat kata bersinonim di dalam kalimat ini, yaitu kata “amat” dan “sangat”. Pasalnya, keduanya mempunyai makna yang sama. Kedua kata ini bisa Anda gunakan sebagai penegasan atas rasa sakit dalam kalimat ini. Namun, Anda juga bisa menghilangkannya bila tidak ingin berlebihan.

    Sudah Paham dengan Apa itu Majas Pleonasme?

    Majas pleonasme memang bertujuan untuk memberikan penegasan terhadap suatu informasi atau ide dalam kondisi tertentu. Namun, beberapa kalimat bisa menjadi tidak efektif karena menggunakan majas ini. Bagaimana apakah Anda suka menggunakan majas satu ini untuk percakapan sehari-hari?

  • Mengenal Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru serta Contohnya

    Mengenal Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru serta Contohnya

    Sebagai salah satu bentuk karya sastra yang sudah sangat lama, puisi mengalami perkembangan yang cukup berarti. Bahkan, saat ini ada istilah puisi lama dan puisi baru berkat perkembangan ini. Lantas, apa saja perbedaan puisi lama dan puisi baru yang terlihat? Simak terus selengkapnya hanya di artikel ini!

    Pengertian Karya Sastra Puisi Lama dan Puisi Baru

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi merupakan ragam sastra dengan bahasa yang terikat oleh irama, matra, rima, maupun penyusunan larik dan bait.

    Lalu, menurut Sumardi, puisi adalah sebuah bentuk karya sastra yang menggunakan bahasa dalam bentuk padat, singkat, serta memiliki irama bunyi. Sehingga memiliki kata-kata bermakna kiasan atau imajinatif

    Dalam perkembangannya, puisi terbagi menjadi dua menjadi puisi lama dan puisi baru. Apa itu pengertian dari masing-masing puisi tersebut?

    Puisi lama bisa Anda artikan sebagai karya sastra di masa lampau dengan karakteristik yang lebih kaku. Biasanya, puisi lama bersifat anonim dan memiliki keistimewaan karena merangkum pola pikir orang pada zaman puisi itu dibuat.

    Sementara itu, puisi baru adalah puisi yang memiliki sifat lebih bebas dan fleksibel. Meski terkesan lebih liberal, namun perbedaan puisi lama dan puisi baru tidak terlihat dari ciri utamanya. Dua puisi tersebut sama-sama tetap memiliki aturan sastra yang terikat. Seperti rima dan majas yang membuat sebuah puisi itu indah.

    4 Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru

    Karena adanya puisi lama dan puisi baru, mungkin Anda masih bingung terkait ciri-ciri utama maupun hal-hal yang membedakan dua jenis puisi ini. Berikut adalah beberapa perbedaannya yang dapat Anda ketahui:

    1. Nama Pengarang

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, puisi lama biasanya merupakan puisi yang anonim, alias tidak menyertakan nama pengarang. Hal tersebut terjadi karena penyebaran puisi lama biasanya secara lisan alias dari mulut ke mulut. Karena itu, tidak heran jika banyak puisi lama tidak terdokumentasi dengan baik.

    Di sisi lain, puisi baru memiliki penyertaan nama pengarang yang jelas. Tidak hanya itu, puisi baru juga memiliki judul yang menggambarkan keseluruhan puisi dengan baik. Sebagai contoh, puisi “Perjalanan Usia” yang merupakan karangan Candra Malik atau puisi Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Pada Suatu Hari Nanti.”.

    2. Jumlah Baris

    Sebuah puisi biasanya terdiri dari beberapa oleh bait. Namun, perbedaan puisi lama dan puisi baru justru terdapat pada jumlah baris yang ada di bait tersebut.

    Puisi lama biasanya lebih kaku dalam menentukan jumlah baris pada satu bait. Sebagai contoh, pantun harus memiliki empat baris, karmina memiliki dua baris, dan talibun memiliki 6 hingga 20 baris. Adapun persamaan dari semua jenis puisi lama adalah jumlah barisnya harus memiliki angka genap.

    Sebagai contoh, berikut ini adalah pantun yang merupakan jenis puisi lama:

    Nona cantik bernama Dini,

    Ingin bertemunya kapan-kapan.

    Belajar tekun di hari ini,

    Akan bahagia di masa depan.

    Sementara itu, puisi baru memiliki jumlah baris yang lebih tidak terikat. Baik itu ganjil maupun genap. Namun, ada beberapa jenis puisi baru yang lebih memiliki aturan terikat soal jumlah baris, yakni quatrain yang wajib memiliki empat baris di tiap barisnya. 

    Berikut ini adalah contoh puisi baru yang tidak terikat pada jumlah baris.

    Sia-sia

    Karya: Chairil Anwar

    Penghabisan kali itu kau datang

    Membawaku kembang berkarang

    Mawar merah dan melati putih

    Darah dan Suci

    Kau tebarkan depanku

    Serta pandang yang memastikan: untukmu.

    Lalu kita sama termangu

    Saling bertanya: apakah ini?

    Cinta? Kita berdua tak mengerti

    Sehari kita bersama. Tak hampir-menghampiri

    Ah! Hatiku yang tak mau memberi

    Mampus kau dikoyak-koyak sepi.

    3. Irama dan Rima

    Sebagai puisi yang memiliki banyak aturan dan keterikatan, tidak heran jika puisi lama memiliki sajak atau rima yang harus diikuti. Tidak hanya itu, puisi lama juga memiliki batasan kata dan suku kata agar pelafalannya selalu seragam.

    Hal inilah yang membedakan puisi baru dengan lama. Dari segi rima dan jumlah kata, puisi baru benar-benar tidak terbatas. Jadi, penyair bisa menulis sesuai keinginan mereka. Sebagai contoh, karmina yang merupakan puisi lama memiliki sajak berima a-a dan biasanya mempunyai 8-12 suku kata, seperti berikut:

    Ikan kakap makan kepompong

    Banyak cakap suka bohong

    Di sisi lain, kutipan puisi baru dari W.S. Rendra yang berjudul “Romansa” ini tidak memiliki aturan yang menentu:

    Bintang,

    jagalah dirinya dari gelap malam

    Saat kau kelipkan cahayamu

    Berikanlah dia selalu mimpi indah tentang kita berdua

    4. Isi dan Makna

    Karena dibuat pada zaman yang berbeda, maka tidak heran jika perbedaan puisi lama dan puisi baru juga terlihat dari isi dari materi yang dibawakan masing-masing penyair. Puisi lama biasanya berisi nasehat, ajakan, atau himbauan agar manusia mengikuti hal yang sesuai norma maupun moral yang ada pada saat itu. 

    Berikut adalah contohnya:

    Siapa yang enggan sesat dunia akhirat

    Maka cepat-cepatlah bertaubat sebelum terlambat

    Gurindam tersebut terlihat dan terdapat nasihat agar pembaca dapat selalu berpegang teguh pada agama. Serta mengingatkan akan ajal yang bisa saja datang menjemput setiap saat.

    Sementara itu, puisi baru biasanya memiliki tema yang lebih personal. Karena biasanya tertulis di masa-masa penindasan. Tidak jarang, puisi baru memuat hal-hal yang bersifat perjuangan dan pemberontakan. Salah satu contohnya adalah “Puisi untuk Adik” karya Wiji Thukul yang ditulis pada zaman Orde Baru berikut:

    apakah nasib kita akan terus seperti

    sepeda rongsokan karatan itu?

    o… tidak, dik!

    kita akan terus melawan

    waktu yang bijak bestari

    kan sudah mengajari kita

    bagaimana menghadapi derita

    kitalah yang akan memberi senyum

    kepada masa depan

    jangan menyerahkan diri kepada ketakutan

    kita akan terus bergulat

    apakah nasib kita akan terus seperti

    sepeda rongsokan karatan itu?

    o… tidak, dik!

    kita harus membaca lagi

    agar bisa menuliskan isi kepala

    dan memahami dunia

    Meski begitu, perbedaan dua jenis puisi ini tidak selamanya tetap. Puisi lama bisa saja mengungkapkan isi hati penyair. Sebaliknya, puisi baru juga dapat berisi nasihat mengenai nilai luhur masyarakat.

    Sudah Paham Apa Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru?

    Berikut tadi adalah empat perbedaan utama antara puisi lama dan puisi baru yang wajib untuk Anda ketahui. Semoga dengan artikel ini, Anda lebih mudah dalam menentukan mana yang merupakan puisi lama dan puisi baru.

  • 30 Contoh Kalimat Langsung yang Baik dan Benar

    30 Contoh Kalimat Langsung yang Baik dan Benar

    Saat belajar pelajaran bahasa Indonesia, kamu pasti sudah tidak asing dengan materi kalimat langsung. Materi pelajaran Bahasa Indonesia ini menjadi materi penting karena akan berguna untuk kamu yang berencana menjadi penulis di masa depan.

    Tidak hanya itu, namun memahami kalimat langsung adalah hal yang penting karena itu sering digunakan dalam percakapan sehari-hari baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. 

    Pertanyaannya, apa sih kalimat langsung itu? Lalu, bagaimana ciri-ciri dari kalimat ini? Kemudian, contoh kalimat langsung yang baik dan benar itu seperti apa? Nah, untuk membantumu agar lebih paham tentang kalimat langsung, simak terus artikel ini sampai akhir!

    Definisi Kalimat Langsung

    Pertama-tama, mari kita mulai artikel ini dengan mengetahui definisi dari kalimat langsung. Menurut Wikibooks, kalimat langsung adalah jenis kalimat yang menirukan ucapan maupun ujaran seseorang.

    Umumnya, kalimat langsung memiliki hasil kutipan yang sama persis dengan apa yang diucapkan oleh seseorang tersebut. Tidak hanya itu, namun contoh kalimat langsung biasanya berupa kalimat perintah, kalimat tanya, dan kalimat berita.

    Selain itu, kalimat langsung juga merupakan sebuah jenis kalimat yang memiliki ciri tanda petik (“…”) di setiap kutipannya.

    Ciri-ciri Kalimat Langsung

    Pada dasarnya, kalimat langsung itu memiliki beberapa ciri yang membedakannya dengan jenis kalimat lainnya. Jika kamu ingin lebih tahu dengan tentang jenis kalimat ini, kamu bisa mempelajari contoh kalimat langsung dengan melihat ciri-cirinya sebagai berikut.

    • Memiliki tanda kutip dalam bahasa tertulis.
    • Bagian kutipan memiliki intonasi yang lebih tinggi daripada bagian lainnya.
    • Memiliki ciri-ciri dengan susunan kalimat, seperti
      • Pengiring kemudian kutipan
      • Kutipan kemudian pengiring
      • Kutipan kemudian pengiring lalu kutipan lagi
    • Huruf dalam kalimat pertama pada isi kutipan harus menggunakan huruf kapital.
    • Isi kutipan umumnya berupa kalimat perintah, kalimat tanya, dan kalimat berita.
    • Bagian pengiring dan bagian kutipan dari kalimat langsung harus dipisah dengan tanda baca koma (,).
    • Jika dalam petikan terdapat kata sapaan, maka sebelum kata sapaan harus diberi tanda baca koma (,) dan huruf pertama dari petikan tersebut harus huruf kapital.
    • Contoh kalimat langsung yang memiliki dialog berurutan harus diberi tanda baca titik dua (:) di awal kalimat langsung.

    Struktur Kalimat Langsung

    Dalam etika penulisannya, kalimat langsung memiliki struktur penulisannya sendiri yang membedakannya dengan jenis kalimat lain. Pada dasarnya, kalimat langsung memiliki dua struktur penulisan, yaitu:

    • “[Pernyataan yang disampaikan oleh seseorang,]” [kata kerja dengan huruf kecil] [subjek]

    Contoh: “Aku pergi dulu!” teriak Abdul.

    • [Subjek] [kata kerja], “[Pertanyaan yang disampaikan oleh seseorang.] 

    Contoh: Ali berkata, “Aku akan pergi makan siang.”

    30 Contoh Kalimat Langsung

    Sama seperti apa yang sudah dijelaskan sebelumnya. Di dalam isi kutipan sebuah kalimat langsung, umumnya itu berupa kalimat perintah, kalimat tanya, dan kalimat berita. Untuk memberikan anda pemahaman yang lebih baik, silahkan simak 30 contoh kalimat langsung di bawah.

    1. “Han, ambilkan gelas yang ada diatas meja dong!” suruh Budi pada Rehan.
    2. Dani berkata, “Shelly tidak masuk sekolah karena ia harus menemani ibunya yang masuk rumah sakit.”
    3. “Guys, jangan lupa untuk mengumpulkan PR Bahasa Inggris besok pagi jam 7 pagi ya!” pinta Anton kepada teman-temannya.
    4. “Bukankah kamu harus belajar karena besok ada ujian?” tanya Ayah kepada Roni yang masih sibuk dengan HP-nya.
    5. “Kamu sepertinya harus mulai berhenti bermain media sosial agar bisa mengurangi rasa insecure yang kamu alami,” ucap psikiater itu kepada Kina.
    6. Dalam kesendiriannya, Ucup berkata pada dirinya sendiri, “Aku harus mulai melupakannya untuk memulai kehidupanku yang baru.”
    7. Tina berkata kepada Tono, “Kak, ayo kita berangkat ke sekolah sekarang!”
    8. “Terduga kasus pembunuhan seorang bapak di Jawa Tengah ini adalah anak kecil yang masih dibawah umur.” ucap reporter dari stasiun berita A itu.
    9. “Untuk seseorang yang dididik dengan kekerasan, aku belum siap menerima semua kebahagiaan-kebahagiaan ini.” ucap Fifi sambil menangis.
    10. “Yanti, bangun, sudah jam 6!” teriak Ibu kepada Yanti yang masih pulas memeluk guling kesayangannya.
    11. Iwan bertanya kepada Idris, “Dris, apakah kamu sudah membeli takjil untuk berbuka puasa nanti?”
    12. “Apa yang kamu biasanya lakukan saat liburan lebaran nanti?” tanya Yono kepada Bakrie.
    13. “Aku sangat bersyukur,” katanya, “karena kamu mau datang kesini hanya untuk menjengukku yang bukan siapa-siapamu lagi.” lanjut pria yang kakinya patah itu.
    14. “Anak-anak, kita kedatangan murid baru, pindahan dari sekolah Malang.” ucap Ibu Guru di depan muridnya.
    15. Bersama ayahnya, Agnes bertanya, “Ayah, kapan aku bisa mulai belajar fisika di London? Aku ingin segera menjadi doktor”
    16. “May, kapan kamu mau mengunjungi kosku?” tanya Putri, “ayo kita mulai mencoba resep baru untuk masakanku!” lanjutnya.
    17. “Bukankah dunia selalu tidak adil kepada seseorang yang selalu melakukan kebaikan?” gumam Dimas setiap malamnya.
    18. “Hei, jangan buang sampah sembarangan di selokan ini!” teriak satpam itu kepada bapak pengendara motor.
    19. “Tunggu,” teriak Siti, “bukankah kamu berjanji akan bertanggung jawab atas semua hal yang telah kamu perbuat ini?” tanyanya sambil terisak memegang perutnya.
    20. Ayah Edo menasehatinya dengan berkata, “Perlakukanlah semua perempuan seperti bagaimana kamu menghormati ibumu.”
    21. “Semua orang punya hak mereka untuk menyukai hal-hal yang mereka gemari, jadi biarkanlah wibu itu berangkat.” ujar Dewa kepada Devan.
    22. Pak kepala sekolah berujar, “Semua orang bisa menjadi guru yang baik, tapi tidak semua orang bisa menjadi pendidik yang baik.”
    23. “Penyakit lambung kamu sudah parah, kamu harus mulai mengurangi makan makanan pedas.” ucap dokter kepada Acha.
    24. “Ayo kita pergi makan All You Can Eat setelah pekerjaan besar kantor ini selesai.” ajak Debby kepada anggotanya.
    25. Ali bergumam setelah patah hatinya, “Kita adalah ketidakmungkinan yang selalu coba aku wujudkan.”
    26. “Anak-anak, jangan lupa mengisi formulir pendaftaran TOEFL sebelum mengikuti ujiannya, ya.” ujar pengajar itu.
    27. “Jangan merokok di taman!” tegur Joni kepada Jono, “Ada anak-anak dan ibu hamil yang sedang duduk.” lanjut Joni.
    28. Bos itu berteriak, “Mari kita selesaikan projek ini sampai sukses!”
    29. “Jangan menyerah! Manusia hanya akan mati saat namanya sudah dilupakan oleh orang-orang terdekatnya.” teriakku kepada laki-laki yang berencana mengubur mimpinya itu.
    30. “Aku adalah Monkey D Luffy, laki-laki yang akan menjadi seorang raja bajak laut.” teriak Luffy di depan Kaido dan Big Mom.

    Sudah Paham tentang Kalimat Langsung Beserta Contohnya?

    Kalimat langsung menjadi salah satu jenis kalimat yang sering digunakan dalam penulisan cerita pendek maupun novel. Tidak hanya itu, jenis kalimat ini juga sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Untuk itu, memahami apa itu kalimat langsung beserta contoh kalimat langsung menjadi hal yang penting.

    Akhir kata, kami harap pembahasan mengenai definisi dari jenis kalimat ini beserta contohnya dapat membantumu. Kamu bisa mulai mencoba membuat kalimat langsung sendiri. Perbanyak berhasil, dan semoga berhasil!

  • Majas Paradoks: Pengertian, Ciri, Penjelasan, dan Contohnya

    Majas Paradoks: Pengertian, Ciri, Penjelasan, dan Contohnya

    Bahasa permajasan sering kali terlihat dalam karya sastra berupa cerpen, novel, dan bahkan puisi. Salah satunya yang kerap digunakan adalah majas paradoks. Jenis ini termasuk ke dalam bagian majas pertentangan, yang maksud aslinya tidak sesuai dengan apa yang disampaikan. 

    Nah, seperti apa penjelasannya serta bagaimana ciri-ciri dan contohnya? Simak ulasan selengkapnya!

    Pengertian

    Kata paradoks sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu “paradox”, artinya suatu pendapat yang bertentangan. 

    Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), paradoks adalah pernyataan yang seolah-olah berlawanan dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran.

    Dengan kata lain, majas paradoks adalah gaya bahasa yang mengungkapkan maksud dan tujuannya dengan melakukan perbandingan terhadap dua hal yang bertentangan. Namun, kedua hal tersebut merupakan pernyataan yang benar adanya.

    Beberapa ahli beranggapan bahwa majas jenis ini bisa dibilang merupakan suatu kalimat oposisi yang mengandung kalimat salah, tetapi bisa juga benar sehingga kerap memiliki makna yang mengherankan bagi lawan bicaranya.

    Selain itu, tujuan dari majas ini untuk menyampaikan opini terhadap sesuatu yang tidak kamu suka, tetapi cara mengungkapkannya tidak dianggap lancang. Ditambah lagi, majas paradoks juga memberikan kesan dramatis bagi pembacanya.

    Ciri-Ciri

    Jika kamu perhatikan dengan seksama, majas paradoks memiliki ciri khas yang membedakan dengan majas pertentangan lainnya, yakni:

    1. Bertentangan dalam Satu Kalimat 

    Majas ini biasanya terdiri dari dua komponen yang saling bertentangan dalam satu kalimat, namun keduanya justru  menyatakan suatu kebenaran. Misal:

    Meski cuaca panas, pikiran harus tetap dingin.

    Kata “cuaca panas” merujuk pada suhu yang begitu terik, membuat gerah, dan tidak bisa konsentrasi sehingga dalam situasi nyata, orang tersebut seharusnya tidak bisa berpikir dingin.

    2. Bertentangan tetapi Mengarah pada Satu Kebenaran

    Kombinasi antar kata yang membentuk kalimat paradoks dapat mengarah pada satu makna kebenaran. Misal:

    Tutur katanya halus, tapi menyayat hati.

    Kata “halus” dan “menyayat hati” merupakan dua hal yang bertentangan, namun memiliki satu makna kebenaran yaitu “meski cara bicaranya tidak kasar, tetap saja membuat orang tersinggung”.

    Contoh Majas Paradoks

    Seperti yang telah kamu ketahui bahwa majas ini menjelaskan dua hal yang saling bertolak belakang. Berikut adalah 70 contoh kalimat majas paradoks yang bisa kamu jadikan referensi. 

    1. Hatinya sepi tinggal di Kota Jakarta yang ramai.

    2. Dia tertawa meskipun hatinya menangis teriris.

    3. Dalam kemarahannya, tersimpan sejuta kasih sayang untuk anaknya.

    4. Joni bersikap seolah-olah dia bodoh, padahal saat menjawab soal dia anak yang pintar.

    5. Kakek Imran sudah sangat tua, tetapi semangatnya melebih anak muda.

    6. Kenaikan Rupiah berdampak pada penurunan kesejahteraan rakyat.

    7. Meski tubuhnya sehat, tetapi pikirannya sedang sakit.

    8. Pembantu itu mati kelaparan, ditengah kekayaan majikan yang berlimpah ruah.

    9. Wajahnya begitu garang, tetapi hatinya selembut sutra.

    10. Bimo mempunyai badan yang besar namun nyalinya kecil. 

    11. Kecantikan Dona menutupi keburukan hatinya.

    12. Dodi menepati janjinya pada ayahnya, tetapi dia ingkar pada kewajibannya.

    13. Tidak bermaksud mencaci maki, namun tekadmu memang layak untuk dipuji.

    14. Usia pak Hendra memang sudah kepala lima, tetapi semangatnya tak kalah dengan anak muda.

    15. Motor itu terlihat sangat bersih, tetapi pemiliknya sangat jorok.

    16. Meski cuaca mendung, hatiku tetap cerah saat bersamamu.

    17. Di balik kesetiaan Roni, tersimpan niat buruk yang telah dia siapkan.

    18. Walaupun Geri punya rekor lari tercepat, hal itu tetap membuatnya telat masuk sekolah. 

    19. Kejujuran anak itu selalu membuatnya dibohongi kawannya.

    20. Adit sungguh percaya diri bicara di depan umum, tetapi dia pemalu manakala dihadapkan dengan wanita. 

    21. Bagaimana bisa kawasan kumuh itu ternyata berada di belakang perumahan elit.

    22. Kereta itu mengalami kecelakaan parah, tetapi semua penumpangnya selamat.

    23. Walaupun Dian rajin menabung, tetapi uang simpanannya selalu habis.

    24. Meski terkenal galak, Gunawan adalah sosok yang penuh pengertian. 

    25. Coki memang orang kaya, tetapi dia miskin empati.

    26. Kemajuan teknologi justru membuat kemunduran moral remaja masa kini.

    27. Anggota DPR sibuk memperbesar kekayaan tatkala rakyat bersama-sama menuju kesengsaraan.

    28. Ridwan terlihat begitu tangguh meski jiwanya sedang rapuh. 

    29. Komentar dia begitu panjang, tetapi tidak berisi.

    30. Pemuda itu sungguh malas tetapi dia rajin beribadah ke masjid.

    31. Meski Indonesia kalah dalam turnamen sepak bola, tetapi mereka telah memenangi hati penonton. 

    32. Di balik penampilannya yang sederhana, Bojes ternyata seorang pria kaya raya.

    33. Kehidupan Raffi yang begitu glamor, tidak membuat hidupnya bahagia.

    34. Setiap kebaikan yang Sarah berikan kepada suaminya, selalu berakhir dengan keburukan. 

    35. Parasnya yang manis menutupi perasaannya yang galau.

    36. Pembawaan Jaka di dunia maya berbanding terbalik ketika bertemu secara langsung.

    37. Defrina begitu setia kepada pacarnya, meski dia kerap dikhianati.

    38. Meski usianya masih belia, tetapi pola pikir Lia begitu dewasa.

    39. Telinga kepala daerah itu sudah tuli dari aspirasi suara rakyat.

    40. Meski jarak memisahkan kita, tetapi hatiku selalu dekat hanya untukmu.

    41. Badannya memang kecil, tetapi Sobirin memiliki tenaga yang besar.

    42. Rumahnya di Semarang memang terletak di pinggir sawah, namun sangat megah.

    43. Meski Anita lahir dan besar di Belanda, dia fasih berbahasa Sunda.

    44. Mobil listrik itu sangat canggih, tetapi harganya sangat murah.

    45. Semua kawan Deni tidak menyangka bahwa ayahnya merupakan direktur bank di Qatar.

    46. Makalah Adrian memang lebih tipis ketimbang teman-temannya, namun isinya sangat berkualitas.

    47. Luas negara Brunei Darussalam jauh lebih kecil dari Provinsi DKI Jakarta, tetapi pendapatan mereka jauh lebih besar.

    48. Tina merupakan gadis yang sangat cantik, tetapi dia sering menyakiti perasaan orang lain.

    49. Gaji Pak Sugeng sebagai sopir memang terbilang kecil, namun asetnya begitu besar.

    50. Ganang bekerja sebagai buruh pabrik, tetapi dia mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga Sarjana.

    51. Meski tidak kaya, namun pak Syamsir dikenal sebagai sosok yang dermawan.

    52. Irsyad anak yang dulu pemalu saat SMA bertolak belakang dengan jabatannya sekarang sebagai Kasat Lantas Kepolisian.

    53. Rina merupakan murid berprestasi di sekolah, meski ayahnya hanya seorang petani.

    54. Idrus sering sekali membantu adik-adiknya, padahal status dia hanya saudara angkat.

    55. Meskipun badannya besar, Fico tetap menangis saat kehilangan kedua orang tuanya.

    56. Wakil rakyat itu tugasnya membantu rakyat, bukannya memanfaatkan rakyat.

    57. Postur tubuhnya memang kecil, tetapi nyali bertarungnya sangat besar.

    58. Kepala daerah itu memang terlihat santun, namun esoknya dia tertangkap KPK terkait kasus gratifikasi.

    59. Tanah di rumah Bu Septo bergelimang air, meski kekeringan tengah melanda wilayah tersebut.

    60. Gus Dur memang buta, tetapi dia bisa melihat kesengsaraan rakyat.

    61. Lidah memang tidak bertulang, tetapi ketika terucap kata-kata buruk bisa menyakiti perasaan orang.

    62. Setelah sekian lama menduda tak membuat pria itu menjadi kesepian.

    63. Setiap hari warung Bu Heni ramai dikunjungi pelanggan, namun tidak sebanding dengan keuntungan yang dia peroleh.

    64. Di saat Furqon baru lulus wisuda, teman-teman seangkatannya sudah menjadi manager di tempat kerja.

    65. Slamet memiliki fisik yang kuat seperti baja, tetapi hatinya lembut bagai boneka.

    66. Walaupun Deni dan Nani hidup satu atap, tetapi hubungan mereka terasa sangat berjauhan.

    67. Ketakutan Larry justru membuat dia jauh lebih berani.

    68. Mieske terlihat menganggur dalam kesehariannya, namun sebenarnya dia bekerja dari rumah.

    69. Meski di depan umum hubungan Toni dan mertuanya tampak akrab, namun sejatinya dia masih canggung.

    70. Teman sebangku saya cukup malas ketika pelajaran matematika, tetapi dia begitu lihai pada pelajaran olahraga.

    Sudah Paham tentang Majas Paradoks?

    Secara sederhana, majas paradoks bisa dikatakan sebuah opini yang bertentangan dengan pendapat yang diyakini oleh banyak orang dan terlihat dari kalimatnya yang diluar dugaan. Nah, itulah penjelasan yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat!

  • 8 Macam Majas Repetisi Lengkap dengan Pengertian, Ciri & Contohnya

    8 Macam Majas Repetisi Lengkap dengan Pengertian, Ciri & Contohnya

    Majas merupakan gaya bahasa dalam bentuk kiasan atau perumpamaan yang digunakan dalam sebuah kalimat. Tujuannya adalah untuk memperindah makna dan juga pesan yang ada di dalamnya. Adapun salah satu majas yang ada dalam bahasa Indonesia adalah majas repetisi.

    Lantas, apa itu majas repetisi? Yuk, simak ulasan lengkap tentang jenis majas tersebut, dalam artikel di bawah ini!

    Pengertian

    Kata repetisi berasal dari bahasa Latin yang berarti kembali lagi. Secara umum, majas repetisi bisa diartikan sebagai kelompok majas perulangan yang keseluruhan katanya merupakan pengulangan kembali.

    Akan tetapi, jika dilihat dari maknanya, majas perulangan termasuk ke dalam kelompok majas penegasan. Jadi, majas perulangan adalah gaya bahasa yang digunakan untuk mengungkapkan pengulangan kata, frasa, ataupun klausa yang sama dengan tujuan untuk memperjelas makna dari kalimat tersebut.

    Dalam jenis majas ini, pengulangan seluruh kata ataupun kata lain harus mempunyai arti kata yang sama. Oleh karena itulah, makna dan juga acuan yang terkandung di dalamnya harus sama dan mampu menunjukkan tanda bahwa keseluruhan makna dalam kalimat tersebut adalah sama.

    Adapun beberapa pengertian majas repetisi lainnya yang bisa kamu pahami adalah sebagai berikut.

    • Menurut Nur Indah Sholikhati, majas perulangan merupakan jenis majas penegasan yang menyatakan maksud dan juga tujuan dengan pengulangan kata, frasa, dan juga klausa dalam sebuah kalimat.
    • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, majas perulangan merupakan gaya bahasa yang penerapannya menggunakan kata kunci yang terdapat di awal kalimat. Dengan tujuan untuk mencapai efek tertentu dalam penyampaian makna ulangan.
    • Menurut Rika Lestari, majas perulangan merupakan majas yang digunakan untuk melukiskan sesuatu dengan cara mengulang kata atau beberapa kata beberapa kali.
    • Menurut Ainia Prihantini, majas perulangan merupakan jenis majas berupa pengulangan kata ataupun kelompok kata yang sama dengan tujuan untuk menarik perhatian atau bersifat penegasan.

    Berdasarkan banyaknya pengertian tersebut, bisa disimpulkan bahwa majas perulangan merupakan majas yang memuat pengulangan kata berkali-kali terhadap kata ataupun kelompok yang sama. Tujuannya adalah untuk menegaskan maksud atau tujuan dari kalimat tersebut.

    Tujuan Majas Repetisi

    Beberapa tujuan penggunaan majas perulangan dalam sebuah kalimat yang perlu kamu ketahui adalah sebagai berikut:

    • Penggunaan repetisi pada sebuah kalimat bertujuan untuk mengubah pemikiran seseorang dan juga membuatnya mengikuti saran yang diberikan. Hal ini bisa terlihat dari adanya pemberian informasi yang dilakukan secara berulang dengan cara persuasif, sehingga bisa melekat kuat di benak orang lain.
    • Sebagai alat retoris yang bisa digunakan untuk memberikan penekanan pada saat berbicara dan menulis. Makanya, tidak heran jika jenis majas ini sering ditemukan dalam karya sastra, seperti prosa dan puisi.
    • Pengulangan kata dalam sebuah kalimat dilakukan untuk memperkuat maksud atau sekadar menyoroti pemikiran penting yang sedang dibawakan dalam pidato.
    • Penggunaan majas repetisi bertujuan untuk menyoroti pemikiran panjang dalam sebuah pembicaraan atau tulisan. Selain itu, pengulangan kata juga dapat menjadi alat utama bagi penulis dalam mengembangkan ritme, nada, dan juga gaya.
    • Untuk mempercantik kalimat sekaligus menambah nilai estetika dari kalimat tersebut, agar memberikan kesan di akhir setiap pengulangan.

    Fungsi

    Dalam kaidah Bahasa Indonesia, fungsi utama dari majas repetisi adalah sebagai pemanis di dalam sebuah karya sastra, khususnya puisi. Maka dari itu, tidak heran jika majas pengulangan ini juga dikenal sebagai alat puitis murni.

    Sebab, keberadaan majas pengulangan dalam puisi akan memberi tekanan yang lebih ke dalam serangkaian kata yang kamu gunakan untuk menciptakan ritme tertentu.

    Selain itu, dengan adanya pengulangan kata di setiap baris dalam sebuah puisi, maka karya sastra ini akan meninggalkan jejak yang membekas lebih dalam di hati para pembacanya. Dengan begitu, maka ide yang disampaikan oleh para penyair puisi akan lebih menarik dan lebih diingat oleh pembaca.

    Ciri-Ciri Majas Repetisi

    Berikut ini adalah berbagai ciri-ciri majas perulangan yang perlu kamu kenali dalam sebuah kalimat.

    • Terdapat pengulangan dalam sebuah frasa, kata, maupun klausa.
    • Ketika melakukan pengulangan, harus ada kata atau kalimat yang sama.
    • Terdapat ritme di dalam kalimat.
    • Pada beberapa kondisi, kalimat pengulangan bersifat persuasif atau membujuk seseorang.

    8 Macam Majas Repetisi

    Setelah menyimak penjelasan di atas, tentunya kamu penasaran kira-kira macam majas perulangan ada apa saja, ya? Nah, berikut ini adalah delapan majas perulangan yang dapat kamu ketahui:

    1. Majas Anafora

    Anafora merupakan pengulangan kata, frasa, dan juga klausa yang terdapat di bagian awal suatu kalimat. Dalam kondisi tertentu, majas ini juga bisa diletakkan setelah tanda koma pada suatu kalimat.

    2. Majas Epistrofa atau Epifora

    Epistrofa atau epifora merupakan jenis majas berupa pengulangan kata, frasa, dan klausa yang diletakkan pada akhir kalimat.

    3. Majas Simploke

    Simploke adalah majas repetisi dengan pengulangan berada di bagian awal dan juga akhir suatu kalimat.

    4. Majas Mesodiplosis

    Mesodiplosis merupakan repetisi atau pengulangan kata, frasa, dan klausa yang ditempatkan pada bagian tengah kalimat.

    5. Majas Epanalepsis

    Epanalepsis merupakan gaya bahasa repetisi, di mana pengulangan diletakkan pada bagian awal dan akhir kalimat. Jadi, kata pertama dan terakhir akan mengalami pengulangan.

    6. Majas Anadiplosis

    Anadiplosis merupakan repetisi yang secara umum memuat pengulangan di bagian terakhir kalimat menjadi kata, frasa, atau bahkan klausa pertama pada kalimat berikutnya.

    7. Majas Epizeukis

    Epizeukis merupakan jenis majas repetisi dengan gaya bahasa yang mengandung pengulangan kata secara berturut-turut.

    8. Majas Tautotes

    Tautotes merupakan jenis majas di mana terjadi pengulangan kata yang berulang-ulang dalam sebuah struktur kalimat.

    Kumpulan Contoh Majas Repetisi

    Berikut ini adalah kumpulan berbagai contoh majas repetisi yang bisa kamu simak dan pahami:

    Contoh 1-20

    1. Di dalam diri yang bersih ada jiwa yang beriman, di dalam diri orang yang beriman ada jiwa yang tulus.
    2. Semua orang tidak akan menyukai sifat arogan dan sifat yang selalu berbohong.
    3. Dia pasti akan datang, dan aku yakin, dia pasti akan datang ke sini untuk menemuiku.
    4. Rajin, rajin, dan rajin untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
    5. Aku ingin selalu bersamamu, selalu bersamamu, dan ingin selalu bersamamu di sepanjang hidupku.
    6. Cinta adalah misteri, cinta adalah kesetiaan, cinta adalah kerinduan, cinta adalah pengorbanan.
    7. Engkau adalah belahan jiwaku, engkau adalah cinta pertamaku, dan engkau adalah cinta terakhirku.
    8. Setiap hari, setiap waktu, setiap saat aku ingin terus bersamamu dalam kondisi apapun.
    9. Dia selalu saja menyalahkanku, kurang inilah, kurang itulah, kurang cekatanlah.
    10. Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dan dialah yang kuharapkan untuk selalu bersamaku.
    11. Para pejuang melontarkan kata-kata yang penuh membara merdeka, merdeka, merdeka!
    12. Dalam tidurnya, anak itu selalu memanggil ayah, ayah, ayah.
    13. Berusaha, berusaha, dan terus berusaha untuk mendapatkan hasil terbaik.
    14. Rindu itu menyakitkan, rindu itu penantian, rindu itu angan-angan.
    15. Setiap hari kerjaanmu hanya main, main, dan main game saja.
    16. Dalam keluhannya, ia selalu memanggil nama ibu, ibu, dan ibu.
    17. Sekilas matamu membuat hatiku meleleh, melelehkan matamu.
    18. Hilangnya budaya, hilangnya kebiasaan, hilangnya kebiasaan di masyarakat adalah efek dari globalisasi.
    19. Cinta adalah misteri, cinta adalah kesetiaan, cinta adalah kerinduan, cinta adalah pengorbanan.
    20. Sekarang, saat ini, detik ini juga aku harus mulai berubah menjadi dewasa.

    Contoh 21-40

    1. Bung Karno adalah contoh, Bung Karno adalah panutan, Bung Karno adalah suri tauladan kita semua.
    2. Heru berjanji akan terus berjuang, berjuang, dan terus berjuang demi kebahagiaan istri dan anak-anaknya.
    3. Di kala senang ataupun susah, sebaiknya kita sebagai seorang hamba harus senantiasa bersyukur, bersyukur pada Tuhan.
    4. Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dan dialah yang kuharapkan.
    5. Bangunlah bangsaku, bangunlah negeriku, bangunlah dari tidurmu yang sudah teramat panjang.
    6. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba dia marah-marah ke semua orang yang ada di dalam ruangan.
    7. Untuk mencapai cita-citamu itu, satu hal yang harus kau ingat adalah belajar, belajar, dan sekali lagi belajar.
    8. Kau lah segalanya untukku, kau lah pujaan hati ini, kau lah pelipur keresahan jiwa ini.
    9. Senja ini begitu manis, senja ini sangat indah, senja ini sangat berkesan.
    10. Wajahnya tampan, wajahnya memang menawan, wajahnya begitu rupawan.
    11. Tidak percaya tentang semua yang kau dengar, katakanlah semuanya tidak kau percayai.
    12. Pada tengah malam kamu keluar dari rumahmu, dan kembali lagi pada tengah malam.
    13. Impian ini milikmu, tak ada yang bisa menggapai impianmu kecuali kamu sendiri.
    14. Jika Anda pikir Anda mampu melakukannya, Anda mampu melakukannya.
    15. Jika berpikir tidak bisa mendapatkannya, Anda tidak akan bisa mendapatkannya.
    16. Kuli panggul itu tidak lelah bekerja setiap hari, dia tidak lelah bekerja walau keringat bercucuran.
    17. Mobil-mobilan ini cukup bagus untuk dijadikan koleksi mobil-mobilan anakku.
    18. Rumah sederhana itu kini dijadikan tempat tinggal, karena rumah sederhana yang satunya telah dijual.
    19. Hanya kepada-Mu aku mengadu, kepada-Mu aku memohon, kepada-Mu aku menyembah.
    20. Cintaku sudah kuberikan, hartaku sudah kuberikan, bahkan nyawa pun telah kuberikan.

    Contoh 41-60

    1. Cinta itu sabar, cinta itu lembut, cinta itu memaafkan.
    2. Jika kau mau, aku akan datang. Jika kau berkenan, aku akan datang. Jika kau minta, maka aku akan datang.
    3. Dia tidak suka makanan pedas, maka dari itu dia selalu menolak, menolak, dan menolak.
    4. Saat mengunjungi rumah saudara, kami disambut sopan dan sangat sopan.
    5. Angin di pagi hari sangat dingin, dingin, dan dingin hingga kakiku bergetar.
    6. Aku cinta kamu, aku sayang kamu, aku rindu kamu.
    7. Hilang itu kerinduan, hilang itu berat, hilang itu kesabaran.
    8. Keikhlasan yang ditunjukkan pemuda itu menarik perhatian banyak orang dan juga keikhlasan yang ditunjukkan pemuda itu berbuah keindahan.
    9. Suasana pantai sangat rileks, sangat damai, dan sangat menenangkan jiwa yang sudah mulai bosan dengan aktivitas sehari-hari.
    10. Jamuan tuan rumah itu sangat sopan, sangat apik, dan sangat memuliakan tamu.
    11. Bocah itu ketakutan ketika dibawa ke rumah sakit. Dia ketakutan setidaknya pada suara dan dia ketakutan memandang ke luar ruangan.
    12. Dia masih saja mengingat, mengingat, dan selalu saja mengingat kelemahan keluarganya.
    13. Warga menggelar rapat untuk membahas kebersihan desa dan warga menggelar rapat untuk memastikan keamanan desa.
    14. Selama di rumah sakit, anak itu selalu saja mengingatkanku pada kakak-kakakku dan kakak-kakak sepupuku.
    15. Masyarakat tidak memilihnya karena dia sangat pemarah, masyarakat tidak memilihnya karena dia kurang bertanggung jawab, masyarakat tidak memilihnya karena dia tidak bijaksana.
    16. Mimpi jadi sebuah angan-angan, mimpi patut jadi penantian, mimpi memang harus dikejar.
    17. Semua orang tidak suka sifat arogan, sifat arogan itu buruk, sifat arogan dibenci semua orang.
    18. Saat pertandingan nanti harus juara pertama, pertama, dan pertama.
    19. Upacara sekolah dilakukan dengan khidmat, khidmat, dan khikmat oleh semua peserta upacara.
    20. Aku adalah kau, kau adalah aku, aku dan kau adalah sama.

    Contoh 61-80

    1. Cintaku padamu tak akan sirna, cintamu padaku tak akan sirna, cintaku dan cintamu abadi selamanya.
    2. Adikku adalah perempuan, adikmu adalah perempuan, adikku dan adikmu sama-sama perempuan.
    3. Tubuhku kurus, tubuhmu kurus, tubuhku dan tubuhmu sama saja.
    4. Nenek suka makan sirih, bude suka makan sirih, nenek dan bude sama saja.
    5. Kau memukulku, aku memukulmu, kau dan aku berseteru.
    6. Nilaiku sangat bagus, nilaimu sangat bagus, nilaiku dan nilaimu sama-sama bagus.
    7. Pekerjaanku adalah penulis, pekerjaanmu adalah penulis, aku dan kamu sama-sama penulis.
    8. Bajuku baru, baju adik baru, bajuku dan baju adik baru.
    9. Aku sangat mencintaimu, sangat mencintaimu dan mencintaimu.
    10. Aku selalu menasehatinya untuk tidak selalu makan sesuatu yang pedas, namun dia terus menyangkal, menyangkal, dan menyangkal.
    11. Duka itu saya, saya itu kau, kau itu duka.
    12. Poster pemilu ditempel di batang pohon, ditempel di tiang listrik, ditempel di dinding.
    13. Sebentar lagi kamu akan masuk jenjang SMA. SMA Negeri 1 Balikpapan bisa menjadi salah satu incaran.
    14. Setelah cerai dari suaminya, dia selalu melamun, dia selalu melamun karena merasa kecewa.
    15. Manfaat dari rasa syukur bisa menentramkan hati. Manfaat dari rasa syukur bisa mempertebal keimanan.
    16. Kapan-kapan ingin sekali mencoba wahana menyeramkan di lokasi wisata Jepang. Wahana menyeramkan membawa kenangan tersendiri.
    17. Kita sedikit berbangga hati, kita sedikit berbangga hati karena kita bisa kuliah dengan biaya sendiri.
    18. Akhir-akhir ini banyak sungai yang meluap. Sungai yang meluap disebabkan oleh tumpukan sampah.
    19. Segala sesuatu dari Tuhan itu berkah, berkah, berkah.
    20. Pebisnis yang sukses adalah pebisnis yang selalu kerja keras, kerja keras, dan kerja keras.

    Contoh 81-100

    1. Ibu berdoa dengan sangat tulus, tulus, tulus, sehingga mudah diijabah.
    2. Terdengar suara berbisik, “ibu, ibu, ibu”. Aku selalu merasa bingung kala suatu itu terdengar lagi.
    3. Bingung, bingung, dan bingung. Isi hatiku saat ini bisa diwakili dengan kata itu. Masalah hati memang benar-benar di luar logika.
    4. Aku selalu mengajarimu berhemat. Menabung, menabung, dan menabung adalah yang paling penting saat ini. Kebutuhanmu di masa mendatang akan sangat banyak.
    5. Jangan menyerah, jangan menyerah, jangan menyerah pada hal yang memang kamu sangat antusias untuk mendapatkannya.
    6. Kalau sudah weekend rasanya ingin rekreasi, rekreasi, dan rekreasi saja.
    7. Waspadalah, waspadalah, waspadalah. Maling selalu mengincar harta Anda.
    8. Bu guru berkata, “Belajar, belajar, dan belajar” adalah kunci kesuksesan.
    9. Bagaimanapun keadaannya, kamu harus tetap yakin, yakin, dan yakin. 
    10. Tetangga itu selalu pamer mobil, pamer tas, pamer hartanya.
    11. Hak asasi manusia sudah seharusnya ditegakkan, ditegakkan, dan ditegakkan.
    12. Cuaca hari ini sangat panas, panas sekali hingga rasanya seperti terbakar.
    13. Sepasang kekasih harus saling mencintai, saling menyayangi, saling mengasihi.
    14. Kami disambut keluarga ayah dengan sangat ramah, ramah, dan ramah.
    15. Setelah suaminya meninggal, setiap hari berteriak memanggil suamiku, suamiku, suamiku.
    16. Seluruh umat muslim harus beribadah kepada Allah, Allah, Allah.
    17. Dia adalah pelakunya, dia si pencuri itu, dialah yang mengambil jam tangan milikmu.
    18. Saya ingin berubah, saya ingin rajin belajar, saya ingin pintar, saya ingin menjadi orang sukses.
    19. Lili adalah gadis cantik, Lili adalah gadis baik, Lili adalah gadis yang sempurna.
    20. Lala begitu baik, Lala begitu mulia, Lala lah yang selalu menolongku setiap kali aku ada masalah.

    Contoh 101-120

    1. Rajin, rajin, dan rajin belajar, itulah yang seharusnya menjadi aktivitas Anda menjelang ujian nanti.
    2. Saat senang ataupun susah, sebaiknya kita sebagai seorang hamba harus senantiasa bersyukur, bersyukur, dan senantiasa bersyukur kepada Tuhan, karena semua ini hanya bersifat sementara.
    3. Kegiatan menanam, sekali lagi menanam, adalah salah satu cara untuk menggalakkan swasembada pangan.
    4. Agama mana pun akan mengajarkan kebaikan dalam kehidupan manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan, dan manusia dengan Tuhan.
    5. Dia akan terus bekerja, bekerja, dan bekerja untuk melunasi hutang keluarganya kepada rentenir.
    6. Aku akan selalu bersamamu, selalu bersamamu, selalu bersamamu, dan akan terus selalu bersamamu di setiap kehidupan yang Tuhan ciptakan.
    7. Ketika tengah malam, adik berteriak, “ibu, ibu, ibu”, lantas aku pun memanggil ibu untuk menolongnya.
    8. Salah lagi, salah lagi, dan salah lagi. Begitu sulit sekali menemukan penyelesaian dari soal kalkulus ini. Sungguh membuatku gelisah.
    9. Sekarang, saat ini, detik ini juga aku harus mulai berubah menjadi mandiri.
    10. Yang saya muliakan para politisi, yang saya muliakan para orang tua, yang saya muliakan para tamu undangan yang hadir.
    11. Patah itu sakit, patah hati itu berat, patah hati itu menyesakkan.
    12. Saat kamu sedang bersedih, aku selalu ada. Ketika kamu jatuh dan terluka, aku selalu ada. Kapanpun saat kamu membutuhkan, aku selalu ada. Namun nyatanya, kamu tidak pernah bisa menghargaiku. 
    13. Aku sedang bermain, saat kau tidur. Ayah mencuci mobil, saat kau tidur. Sementara ibu sedang memasak, saat kau tidur. 
    14. Aku baru datang, kamu diam. Meski aku sudah berusaha untuk bicara, kamu diam. Saat aku memutuskan untuk pergi pun, kamu diam.
    15. Kemana aku harus pergi, kemana lagi aku harus mencari, kemana kakiku akan melangkah untuk mencari kunci yang hilang. 
    16. Sakitku, kamu tidak pernah menghargainya. Sakitku, kamu enggan mempedulikannya. Sakitku, itu semua karena kamu yang memang tidak pernah benar-benar ada. 
    17. Memberi tidak harus menunggu kaya, memberi itu tentang hati, memberi adalah panggilan jiwa bagi yang mau mendengarkannya. 
    18. Indah dunia mampu melenakan setiap manusia. Indah dunia membuat manusia lupa akan saudara dan daratan. Indah dunia juga yang telah melenyapkan sisi hatimu.
    19. Kini segalanya sudah berubah, kini tidak ada lagi kata sayang, kini aku dan kamu tidak mungkin lagi menjadi kita.
    20. Guruku adalah pahlawanku, dan tanpa tanda jasa. Guruku adalah orang yang berjasa dalam mengajarkan segala macam ilmu. Guruku, apalah dayaku dalam menempuh cita tanpamu.

    Contoh 121-140

    1. Ikhlaslah dalam membantu orang lain, ikhlaslah ketika memberi, dan ikhlaslah tanpa mengharap imbalan apapun.
    2. Setiap kali telepon berdering, kamu hanya diam. Setiap kali teman memanggil, kamu hanya diam. Setiap kali aku mengajak berbicara, kamu hanya diam. Sebenarnya, apa maumu?
    3. Aku mencarimu di kelas, tapi tidak ada. Aku berpindah ke tempat parkir, juga tidak ada. Aku datang ke rumahmu pun, masih tidak ada.
    4. Kamu makan di rumah, tidak lupa memfotonya. Kamu makan di penjaja kaki lima, tidak lupa memfotonya. Kamu makan di restoran mahal pun, tidak lupa memfotonya.
    5. Aku sayang kamu, aku cinta kamu, aku tidak akan berhenti memimpikan kamu. 
    6. Aku mencari ibu di dapur tapi tidak ada, aku mencari ibu di kamar tetap tidak ada, aku mencari ibu di halaman pun tidak ada.
    7. Saat melihat pemandangan di gunung kamu memotretnya, saat melihat pemandangan di bukit kamu memotretnya, saat melihat pemandangan di sawah kamu memotretnya.
    8. Indahnya negeri ini, indahnya pemandangan alam, indahnya ciptaan Tuhan.
    9. Aku sudah banyak berkorban untuk kamu. Semua waktu yang aku miliki tertuju hanya untuk kamu. Sampai tiada lagi hal penting dalam hidupku, kecuali kamu.
    10. Kemarin aku berusaha untuk mencintaimu. Hari ini akhirnya aku benar-benar mencintaimu. Hingga 50 tahun lagi, aku akan tetap mencintaimu. 
    11. Kalau kamu mau aku akan datang, kalau kamu yang meminta aku akan datang, kalau kamu berkenan aku akan datang.
    12. Raya sedang bermain boneka saat aku mandi, ibu sedang memasak saat aku mandi, ayah sedang bekerja di halaman saat aku mandi.
    13. Ari selalu menyiapkan minum, saat akan mulai makan. Ia menyempatkan diri untuk minum, ketika pelajaran berlangsung. Bahkan, Adi selalu membawa bekal minum, kemanapun ia pergi. 
    14. Lukman tidak lupa membawa bekal makan, saat akan berangkat ke kantor. Namun sampai tiba waktu makan, Lukman malah tidak sempat untuk menyantapnya. 
    15. Guru harus meningkatkan mutu pendidikan, sementara presiden berusaha meningkatkan perekonomian. 
    16. Menjadi seorang pembesar jangan mengingkari janjinya, sama seperti para pejabat jangan mencuri uang rakyatnya. 
    17. Adi selalu minum setelah makan, Adi selalu minum ketika haus, Adi selalu minum setelah berolahraga.
    18. Via akan makan sebelum berangkat sekolah, Via juga makan sepulang sekolah, Via pun makan di sore hari.
    19. Kesedihan adalah cobaan, kesedihan adalah ketabahan, kesedihan adalah kebijaksanaan.
    20. Rajin, rajin, dan rajin untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

    Contoh 141-157

    1. Pemanasan global harus dicegah, dicegah, dan dicegah.
    2. Jadilah optimis, optimis, dan tetap optimis dalam memulai perubahan perilaku yang baik.
    3. Aku memelukmu, kau memelukku, aku dan kau berpelukan.
    4. Resah, resah, dan resah. Isi hatiku saat ini bisa diwakili dengan kata itu. Masalah hati memang benar-benar meresahkan.
    5. Di tengah malam adik berteriak, “Ibu! Ibu! Ibu!”. Aku terbangun karena teriakan itu dan segera membangunkan Ibu di kamar sebelah.
    6. Semua pengusaha sukses selalu berjuang keras, terus berjuang keras, dan selalu berjuang keras sebelum mencapai kesuksesan.
    7. Udara pantai sangat panas, panas, dan sangat panas sampai kaki terbakar.
    8. Menurut tetangganya, ia selalu pamer, pamer, dan pamer karena kekayaannya yang melimpah.
    9. Dia selalu berusaha untuk mencobanya lagi, lagi, dan lagi hingga bisa.
    10. Ia harus terus berlatih, berlatih, dan terus berlatih untuk memenangkan kompetisi dansa.
    11. Radit dan Nina adalah sepasang kekasih yang saling mencintai, tetapi karena perbedaan kepercayaan membuat mereka sulit untuk bertemu, bertemu, dan bertemu.
    12. Dia pasti akan datang, dan aku yakin, dia pasti akan datang ke sini untuk menemuiku.
    13. Doa seorang ibu adalah ketulusan, ketulusan, dan ketulusan yang diberikan kepada anaknya, karena itu Anda sebagai anak harus lebih bersyukur lagi.
    14. Selama tinggal sahabat, selamat tinggal teman seperjuangan yang setia.
    15. Terbentur, terbentur, dan terbentur. Akhirnya, kamu akan terbentuk juga suatu saat nanti.
    16. Ibu pernah bilang, “Menabung, menabung, dan menabung, Nak. Kamu tidak tahu kapan susah datang”.
    17. Kakek masih saja mencari baju kesayangan kakek.

    Sudah Paham Tentang Majas Repetisi?

    Nah, itu dia ulasan lengkap tentang majas repetisi dalam bahasa Indonesia yang menarik untuk kamu ketahui. Jadi, sudah semakin paham tentang jenis majas yang satu ini, kan?