Category: Bahasa Indonesia

  • 13 Jenis Konjungsi Subordinatif, Pengertian dan Contohnya

    13 Jenis Konjungsi Subordinatif, Pengertian dan Contohnya

    Tata Bahasa Indonesia memang sangat kaya. Salah satu buktinya adalah ada ragam jenis penghubung antarkalimat, yaitu konjungsi subordinatif yang membuat sebuah kalimat menjadi lebih lebih mengena dan mudah dipahami.

    Artikel ini akan mengupas secara lengkap tentang konjungsi ini. Mulai dari pengertian, jenis-jenisnya yang berjumlah 13, lengkap dengan contohnya dalam kalimat.

    Pengertian Konjungsi Subordinatif

    Konjungsi bermakna bahwa sebuah kata berperan sebagai penghubung antar dua kalimat atau klausa. Oleh sebab itu, konjungsi juga dapat bermakna sebagai kata hubung. Contoh kata hubung dalam kalimat adalah kata ‘dan’ serta ‘atau’.

    Namun, jenis subordinatif memiliki memiliki fungsi khusus, yaitu tidak sekedar menghubungkan. Seperti namanya, bahwa ‘sub’ berarti salah satu kalimat yang terhubung tersebut menjadi bagian atau anak kalimat dari kalimat lainnya.

    Maka, subordinatif berarti bahwa kalimat yang tergabung menjadi kalimat majemuk, yang memiliki hubungan bertingkat. Satu kalimat induk dan satu kalimat anak. Anak kalimat dapat berada pada awal maupun akhir kalimat majemuk.

    13 Jenis Konjungsi Subordinatif

    Berikut ini adalah 13 jenis konjungsi ini. Penjelasan lengkapnya terdiri kategori, fungsi, hingga contoh penerapannya dalam kalimat.

    1. Waktu

    Subordinatif waktu berarti bahwa anak kalimat berperan sebagai keterangan waktu bagi induk kalimat. Ada cukup banyak kata yang dapat berperan sebagai kata penghubung untuk menerangkan waktu.

    Mulai dari sewaktu, setelah, sehabis, sebelum, semenjak, pada, tatkala, ketika, sambil, selagi, selama, hingga, sampai, dan sebagainya. Berikut ini beberapa contohnya dalam kalimat:

    Adi sedang memasak kue ketika ibu dan ayahnya berangkat ke rumah nenek untuk silaturahmi.

    Kata hubung dalam kalimat ini adalah ‘ketika’. Sehingga, anak kalimat yang mengikuti kata ini berperan sebagai keterangan waktu.

    2. Syarat

    Selanjutnya adalah subordinatif syarat yang berarti bahwa kalimat induk akan terpenuhi jika syarat pada kalimat anak telah terpenuhi. 

    Beberapa kata yang dapat berperan sebagai kata hubungan syarat adalah asalkan, jika atau jikalau, manakala, bila, sebagai, dan sebagainya. Berikut ini adalah beberapa contoh subordinatif syarat dalam kalimat:

    Seorang pekerja akan menerima gaji utuh, asalkan bekerja selama sebulan penuh.

    Kata hubung dalam kalimat ini adalah ‘asalkan’. Sehingga, anak kalimat yang mengikuti kata ini berperan sebagai kalimat syarat.

    Kalau besok hujan tidak turun, maka orang tua anak itu akan pergi ke pasar.

    Kata hubung dalam kalimat ini adalah ‘kalau’. Sehingga, anak kalimat yang mengikuti kata ini berperan sebagai kalimat syarat.

    3. Pengandaian

    Jenis konjungsi subordinatif selanjutnya adalah yang menciptakan hubungan pengandaian. Anak kalimat berperan sebagai keterangan yang menjelaskan pengandaian tersebut.

    Beberapa kata yang sebagai kata hubung pengandaian adalah seumpama, seandainya, sekiranya, andaikan, dan sebagainya. Berikut ini contoh penerapan kata hubung pengandaian dalam kalimat:

    Seandainya anak itu pulang saat lebaran kemarin, ia akan sempat bertemu dengan almarhum neneknya.

    Kata hubung dalam kalimat ini adalah ‘seandainya’. Sehingga, anak kalimat yang mengikuti kata ini berperan sebagai kalimat pengandaian.

    4. Tujuan

    Selanjutnya adalah subordinatif yang berfungsi sebagai penjelasan tujuan. Kalimat anak akan memberikan menjelaskan mengapa pada hal dalam kalimat induk. Kata hubung yang berperan sebagai penjelasan tujuan, antara lain agar, supaya, biar, dan untuk. Berikut ini contohnya:

    • Ibu itu memasak pagi-pagi sekali, supaya semua anggota keluarganya dapat sarapan sebelum berangkat.
    • Guru itu menegur murid, supaya ia menyadari kesalahannya.

    Kata hubung dalam kalimat ini adalah ‘supaya’. Sehingga, anak kalimat yang mengikuti kata ini berperan sebagai kalimat tujuan yang menjelaskan kalimat induk.

    5. Perlawanan

    Jenis konjungsi subordinatif selanjutnya adalah konsesif atau perlawanan. Jadi, kalimat induk dan kalimat anak berlawanan satu dengan yang lain.

    Kalimat perlawanan ini terhubung dengan kata meskipun, walaupun, kendati demikian, dan sekalipun. Ini contoh penggunaan konjungsi perlawanan dalam kalimat:

    Walaupun dalam kondisi sakit, ayah tetap pergi mencari nafkah demi anak-anaknya.

    Kata hubung dalam kalimat ini adalah ‘walaupun’. Induk dan anak kalimat menunjukkan makna yang berlawanan satu dengan lainnya.

    6. Perbandingan

    Selanjutnya adalah konjungsi yang memuat perbandingan antara dua hal atau lebih. Kata hubung perbandingan antara lain sama, daripada, dari, lebih, kurang dari, dan beberapa lainnya. Dalam sebuah kalimat, contoh penggunaan kata perbandingan adalah sebagai berikut:

    Anak yang berbaju merah lebih aktif dari anak-anak lain seusianya.

    Kata hubung dalam kalimat ini adalah ‘lebih’. Hal yang menjadi perbandingan adalah anak berbaju merah dengan anak-anak lain seusianya.

    7. Sebab Akibat

    Jenis konjungsi subordinatif ketujuh adalah hubungan sebab akibat. Dengan demikian, anak kalimat akan menjelaskan sebab atau akibat dari induk kalimat. Hubungan sebab akibat ini menggunakan kata hubung karena, sebab, sehingga, sampai, dan oleh sebab. Contoh kalimat sebab akibat sebagai berikut:

    Siswa tersebut menerima sanksi, sebab hampir setiap hari terlambat datang ke sekolah.

    Kata hubung dalam kalimat ini adalah ‘sebab’. Kalimat anak yang mengikuti kata hubung adalah penjelasan sebab dari kalimat induk.

    8. Hasil

    Kedelapan adalah subordinatif yang menjelaskan hasil. Kalimat anak berperan sebagai penjelasan hasil dari kalimat induk. Kata hubung hasil antara lain sehingga, sampai, dan maka.

    Dalam sebuah kalimat, contoh penggunaan kata hubung hasil adalah sebagai berikut:

    • Pelajar itu belajar sangat giat setiap hari, maka tak heran ia sekarang diterima oleh universitas negeri favorit.
    • Pemuda ini bangun pagi-pagi sekali, sehingga ia tidak pernah terlambat ke kantor.

    Kata hubung dalam kalimat ini adalah ‘maka’ dan ‘sehingga’. Kalimat anak yang mengikuti kata hubung adalah penjelasan hasil dari kalimat induk.

    9. Alat

    Jenis konjungsi subordinatif selanjutnya adalah keterangan alat. Sebab itu, konjungsi ini biasanya diikuti oleh kata benda atau nomina sebagai penjelasan alat. Kata hubung yang umum untuk konjungsi ini adalah dengan dan tanpa.

    Berikut ini adalah contoh penerapan konjungsi keterangan alat dalam sebuah kalimat:

    Petani tersebut berusaha menggali tanah sedalam mungkin dengan pacul.

    Kata ‘dengan’ pada kalimat ini berfungsi sebagai kata hubung alat yang diikuti oleh nomina, yaitu pacul.

    10. Cara

    Kalimat subordinatif kesepuluh adalah yang menjelaskan tentang cara. Jenis yang ini memiliki kemiripan dengan yang sebelumnya. Oleh sebab itu, kata hubung yang digunakan juga sama, yaitu dengan dan tanpa.

    Namun, pada kalimat keterangan cara ini, kata hubung tidak diikuti dengan nomina. Melainkan, dengan penjelasan cara dari kalimat induk. Berikut ini adalah contoh penerapan konjungsi keterangan cara dalam sebuah kalimat:

    Tanpa peduli hujan, anak berbaju lusuh meminta makanan kepada setiap orang yang melewatinya.

    Kata ‘tanpa’ pada kalimat ini berfungsi sebagai kata hubung penjelasan cara yang menjadi keterangan dari kalimat induk.

    11. Atribut

    Jenis kesebelas dari konjungsi subordinatif adalah keterangan atribut. Konjungsi yang satu ini termasuk yang paling sederhana. Dimana, kata hubung yang digunakan adalah yang. Contoh kalimat keterangan atribut dalam kalimat adalah sebagai berikut:

    • Gadis itu pergi untuk mengambil kotak yang berwarna merah.
    • Ibu yang selalu marah itu sebenarnya adalah sosok yang sangat penyayang.

    Kaya ‘yang’ pada kalimat tersebut berfungsi untuk menjelaskan atribut yang melekat pada kalimat induk.

    12. Komplementasi

    Selanjutnya adalah jenis subordinatif komplementasi. Kalimat anak pada kalimat majemuk berfungsi sebagai penjelasan pelengkap untuk kalimat induk. Kata hubung komplementasi adalah bahwa. Contoh kalimat komplementasi dalam kalimat adalah sebagai berikut:

    • Petugas itu menjelaskan bahwa proses pengurusan berkas akan selesai setelah 3 hari kerja.
    • Ibu guru akan menyampaikan pada para siswa bahwa besok sekolah libur.

    13. Pembandingan

    Terakhir adalah subordinatif pembandingan yang menggunakan kata hubung seolah-olah, laksana, ibarat, seperti, dan sebagainya. Kalimat anak berperan sebagai pembandingan, agar kalimat induk lebih mengena dan mudah dipahami. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

    • Bapak tua itu menjadi sangat marah seperti kebakaran jenggot.
    • Ia sangat senang, seolah-olah semua keinginannya telah terwujud.
    • Wajahnya hari ini sangat cerah, laksana langit sore. 

    Kata-kata pembanding dalam kalimat-kalimat tersebut adalah ‘seperti’, ‘seolah-olah’, dan ‘laksana’. Setiap kata diikuti oleh kalimat anak yang berfungsi sebagai pembanding untuk memperdalam pemahaman pada kalimat induk.

    Sudah Paham Menerapkan Konjungsi Subordinatif?

    Demikianlah penjelasan lengkap mengenai kata hubung subordinatif. Lengkap dari pengertian, penjelasan dari setiap jenisnya, hingga contoh-contoh penggunaannya dalam kalimat. Rujukan lengkap ini tentu dapat memberi kemudahan dalam penerapan konjungsi subordinatif dalam kalimat bahasa sehari-hari.

  • Konjungsi Penerang: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

    Konjungsi Penerang: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

    Dalam bidang kepenulisan dan komunikasi, kamu terkadang secara tak sadar membutuhkan kata penghubung atau konjungsi untuk memperjelas hubungan antar kalimat. Kata konjungsi dalam Bahasa Indonesia terbagi ke dalam beberapa golongan, salah satunya adalah konjungsi penerang. 

    Jenis konjungsi ini memainkan peran penting dalam memperkaya teks dan membangun kekuatan komunikasi tertulis. Ketahui informasi selengkapnya seputar kata hubung penerang dalam artikel berikut ini.

    Apa Itu Konjungsi Penerang?

    Konjungsi penerang adalah kata atau frasa penghubung yang digunakan untuk menghubungkan klausa atau kalimat dengan tujuan menjelaskan hubungan antara ide-ide dalam kalimat tersebut. Ibaratnya, kamu menghubungkan induk kalimat dengan anak kalimat, agar menciptakan satu kalimat yang saling berhubungan. 

    Kata hubung penerang dapat membantu memperjelas alur pikiran serta membangun kekuatan komunikasi tertulis dengan menyampaikan hubungan sebab-akibat, perbandingan, kontras, urutan waktu, dan lain sebagainya. 

    Itu artinya, konjungsi ini tidak ditujukan untuk menghubungkan suatu objek dan menjelaskan keseluruhan makna kata.

    Penggunaan kata hubung penerang yang tepat dan efektif dapat membantu meningkatkan kejelasan, keselarasan, dan kekuatan antar kata, agar lebih mudah dimengerti. 

    Sehingga, penulis dapat membantu pembaca atau pendengar untuk memahami alur pikirannya dengan lebih mudah, memperkuat penyampaian argumen, dan menyampaikan pesan secara lebih terperinci.

    Jenis Konjungsi Penerang dan Contohnya

    Ada beberapa jenis kata hubung penerang yang sering digunakan dalam Bahasa Indonesia, antara lain: 

    1. Konjungsi Penyebab dan Akibat

    Jenis konjungsi ini berguna untuk menyampaikan hubungan penyebab dan akibatnya dalam suatu peristiwa atau pernyataan. Kata penghubung yang termasuk ke dalam konjungsi sebab-akibat adalah “karena”, “sebab”, “oleh karena itu”, “akibatnya”, “lantaran”, dan “sehingga”. 

    Berikut ini adalah contoh kalimat yang menggunakan jenis konjungsi sebab dan akibat:

    • Saya tidak bisa datang ke acara halal bihalal, karena ada urusan mendesak.
    • Dia tidak belajar, sehingga nilainya menurun.
    • Anak kecil itu menangis, sebab ia kehilangan mainan kesayangannya.
    • Marta mengalami kelelahan dan kekurangan tidur. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk mengambil cuti beberapa hari.
    • Pemerintah mengumumkan kebijakan baru tentang pajak properti. Akibatnya, harga rumah di daerah tersebut mengalami penurunan.

    2. Konjungsi Perbandingan

    Konjungsi perbandingan adalah kata penghubung yang digunakan untuk membandingkan dua hal atau mengungkapkan perbedaan antara dua hal. Jenis kata konjungsi perbandingan adalah “seperti”, “sama seperti”, “seperti halnya”, “bagaikan”, “ibarat”, “sedangkan”, dan “berbeda dengan”. 

    Berikut ini adalah contoh kalimat yang menggunakan konjungsi perbandingan:

    • Ia berlari cepat seperti cheetah, sementara saya berjalan pelan.
    • Anak itu memiliki kecerdasan yang luar biasa, sama seperti ayahnya yang merupakan seorang profesor.
    • Suara piano yang dimainkan oleh Sarah mengalun indah, bagaikan aliran air yang menenangkan.
    • Keberanian dan ketekunan mereka adalah ibarat api yang tak pernah padam.
    • Saya suka musik klasik, sedangkan saudara saya lebih suka musik rock.

    3. Konjungsi Kontras atau Pertentangan

    Konjungsi penerang selanjutnya adalah konjungsi kontras atau pertentangan. Jenis konjungsi ini berguna dalam menunjukkan satu kalimat yang memiliki perbedaan atau pertentangan antara dua hal. 

    Kata penghubung yang termasuk sebagai konjungsi kontras, yakni “tetapi”, “namun”, “walaupun”, “akan tetapi”, “meskipun”, “sebaliknya”, “sedangkan”, dan “sementara itu”. Berikut ini adalah contoh kalimat yang menggunakan jenis konjungsi kontras:

    • Saya sangat lelah, namun saya harus tetap menyelesaikan tugasnya.
    • Dia sangat pintar, tetapi seringkali kurang percaya diri.
    • Saya berencana untuk membeli mobil baru. Tetapi sebaliknya, saya memutuskan untuk menghemat uang dan menggunakan transportasi umum.
    • Ibu sedang memasak makan malam. Sementara itu, ayah sedang membersihkan meja.

    4. Konjungsi Waktu

    Jenis konjungsi yang satu ini berguna untuk menyusun peristiwa atau ide dalam keterangan urutan waktu yang teratur. Kata penghubung yang termasuk ke dalam konjungsi urutan waktu adalah “kemudian”, “setelah itu”, “pada akhirnya”, “sebelumnya”, dan “ketika”. 

    Berikut ini adalah contoh kalimat yang menggunakan jenis konjungsi waktu:

    • Saya bangun pagi, kemudian mandi dan akhirnya pergi ke kantor.
    • Kakak akan menyelesaikan kuliahnya tahun ini. Setelah itu, kakak berencana untuk mencari pekerjaan.
    • Ketika Salma masih kecil, ia sering bermain di taman dekat rumah.
    • Sebelumnya, Kevin telah menyelesaikan proyek serupa dengan sukses.

    5. Konjungsi Aditif atau Tambahan

    Konjungsi aditif adalah kata penghubung yang digunakan untuk menambahkan informasi tambahan atau argumen. Sehingga, dapat menghubungkan dua frasa, kalimat, klausa, atau paragraf yang memiliki kedudukan sederajat atau setara.

    Jenis kata konjungsi aditif, yaitu “juga”, “selain itu”, “dan”, “serta”. Berikut ini adalah contoh kalimat yang menggunakan konjungsi aditif:

    • Dia pintar dan rajin belajar.
    • Ibu berencana memasak sayur sop serta ayam goreng hari ini.
    • Reni pergi ke supermarket untuk membeli buah-buahan dan juga sayur-mayur.
    • Ayah adalah seorang pembicara yang berpengalaman. Selain itu, ayah juga seorang penulis terkenal.

    6. Konjungsi Disjungtif atau Pilihan

    Konjungsi penerang berikutnya adalah konjungsi disjungtif atau konjungsi pilihan. Jenis konjungsi ini berguna dalam menyampaikan pilihan atau alternatif antara dua hal yang sederajat, namun berlawanan. 

    Kata penghubung yang termasuk sebagai konjungsi disjungtif, yakni “atau”, “ataupun”, dan “maupun”. Berikut ini adalah contoh kalimat yang menggunakan jenis konjungsi disjungtif:

    • Apakah Anda mau teh atau kopi?
    • Anda bisa memilih makan di restoran ataupun memesan makanan untuk dibawa pulang.
    • Sisca akan membeli ketoprak untuk adik maupun kakaknya.

    7. Konjungsi Final atau Tujuan

    Jenis konjungsi ini berguna untuk menyampaikan tujuan atau maksud dari suatu tindakan atau pernyataan. Kata penghubung yang termasuk ke dalam konjungsi final atau konjungsi tujuan adalah “agar”, “supaya”, “dengan maksud”, dan “untuk”. Berikut ini adalah contoh kalimat yang menggunakan jenis konjungsi final:

    • Saya rajin belajar dengan maksud agar bisa lulus ujian dengan baik.
    • Anggi berolahraga setiap hari untuk menjaga kesehatannya.
    • Ronaldo berlatih setiap hari supaya dapat menjadi pemain sepak bola yang handal.
    • Mereka mengadakan rapat dengan maksud untuk membahas rencana bisnis baru.

    8. Konjungsi Syarat

    Konjungsi syarat adalah jenis konjungsi penerang yang digunakan untuk menyampaikan syarat atau kondisi yang harus dipenuhi, agar suatu peristiwa atau tindakan dapat terjadi. 

    Kata penghubung ini membantu menghubungkan kalimat atau klausa yang menyatakan syarat dengan kalimat atau klausa yang menggambarkan konsekuensi atau hasil dari pemenuhan syarat tersebut.

    Jenis kata konjungsi syarat adalah “jika”, “apabila”, “kalau”, “asalkan”, “bila”, dan “apabila”. Berikut ini adalah contoh kalimat yang menggunakan konjungsi syarat:

    • Jika Anda belajar dengan sungguh-sungguh, Anda akan berhasil.
    • Apabila cuaca cerah, kita akan pergi ke pantai.
    • Kalau Rita datang lebih awal, mereka bisa berbincang sebentar.
    • Adik bisa ikut ke pesta, asalkan adik membawa hadiah.
    • Bila Anda membutuhkan bantuanku, beritahu saja.

    9. Konjungsi Tak Bersyarat

    Konjungsi penerang berikutnya adalah konjungsi tak bersyarat. Berkebalikan dengan konjungsi syarat, jenis konjungsi ini berguna dalam menghubungkan kalimat tanpa ada syarat atau kondisi yang disertakan.

    Kata penghubung yang termasuk sebagai konjungsi kontras, yakni “meskipun”, “biarpun”, dan “walaupun”. Berikut ini adalah contoh kalimat yang menggunakan jenis konjungsi tak bersyarat:

    • Nia tetap optimis, meskipun menghadapi banyak rintangan dalam hidupnya.
    • Walaupun lelah, Andra tetap melanjutkan perjalanan menuju puncak gunung.
    • Biarpun kurang tidur semalam, Pak Satrio tetap tampil energik di rapat pagi.

    10. Konjungsi Pelengkap

    Jenis konjungsi penerang terakhir yang juga harus kamu ketahui adalah konjungsi pelengkap. Konjungsi ini digunakan untuk melengkapi atau menyambungkan informasi tambahan dalam suatu kalimat. 

    Macam-macam kata konjungsi pelengkap adalah “yaitu”, “yakni”, “adalah”, dan “meliputi”. Berikut ini adalah contoh kalimat yang menggunakan jenis konjungsi pelengkap:

    • Beberapa negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand, bekerja sama dalam proyek ini.
    • Rumah Adit relatif jauh dari kantornya, yakni di Malang.
    • Pendidikan adalah kunci meraih kesuksesan di masa depan.

    Sudah Paham dengan Penggunaan Konjungsi Penerang yang Tepat?

    Itu dia penjelasan lengkap mengenai apa itu konjungsi penerang, jenis-jenis beserta contoh kalimat yang menggunakan kata hubung penerang. Semoga artikel ini bisa membuat kamu menjadi lebih paham akan peran penting kata penghubung dalam memperkaya makna teks dan membangun kekuatan komunikasi tertulis.

  • Pengertian Konjungsi Kausalitas dan Contoh Kata dalam Kalimat

    Pengertian Konjungsi Kausalitas dan Contoh Kata dalam Kalimat

    Konjungsi kausalitas berkaitan dengan hubungan sebab-akibat antara peristiwa atau fenomena yang saling mempengaruhi satu sama lain. Oleh sebab itulah, pemahaman tentang jenis konjungsi (kata penghubung) ini sangat penting sebelum kamu hendak membaca atau bahkan membuat suatu karya tulis. 

    Kamu mungkin juga tak asing dengan jenis kata penghubung ini, karena pernah mempelajarinya pada materi Bahasa Indonesia kelas VII SMP. Namun, jika kamu lupa-lupa ingat, mari pelajari lagi apa itu kata penghubung sebab-akibat dan contoh dari masing-masing jenisnya melalui artikel ini!

    Pengertian Konjungsi Kausalitas

    Menurut KBBI, konjungsi adalah kata penghubung yang menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa dalam sebuah kalimat. Sedangkan kausalitas adalah hubungan sebab-akibat antara dua peristiwa atau fenomena, di mana satu peristiwa atau fenomena menjadi penyebab terjadinya peristiwa atau fenomena lainnya.

    Jadi, konjungsi kausalitas mengacu pada penggunaan kata penghubung dalam kalimat untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat antara dua peristiwa atau fenomena. 

    Dalam arti lain, kata penghubung sebab-akibat merupakan hubungan sebab-akibat antara dua peristiwa atau fenomena, di mana satu peristiwa atau fenomena (sebab) mengakibatkan terjadinya peristiwa atau fenomena lainnya (akibat).

    Contoh kata penghubung sebab-akibat yang umum digunakan adalah “karena”, “sebab”, “karena itu”, “oleh karena itu”, “dikarenakan”, dan sejenisnya. 

    Konjungsi ini digunakan untuk menggambarkan alasan atau penyebab dari suatu peristiwa atau fenomena tertentu dan mengaitkannya dengan akibat yang muncul akibat dari penyebab tersebut.

    Jenis-Jenis Konjungsi Kausalitas dan Contohnya

    Melansir dari berbagai buku teks pelajaran Bahasa Indonesia, terdapat 5 jenis kata penghubung sebab-akibat yang digunakan. Berikut ini penjelasannya disertai contoh kalimatnya:

    1. Konjungsi Kausal Syarat

    Jenis konjungsi ini menghubungkan dua peristiwa atau fenomena di mana satu peristiwa atau kondisi menjadi syarat atau prasyarat bagi terjadinya peristiwa atau fenomena lainnya. Singkatnya, konjungsi kausal syarat menunjukkan bahwa suatu kejadian atau kondisi harus terpenuhi, agar akibat tertentu dapat terjadi. 

    Kalimat yang menggunakan konjungsi kausal syarat ditandai dengan penggunaan kata apabila, kalau, atau jika. Misalnya:

    • Jika kamu belajar dengan tekun, kamu akan meraih prestasi yang gemilang.
    • Apabila cuaca mendukung, kami akan pergi piknik ke pantai.
    • Hubungan cinta seseorang akan semakin kuat dan langgeng, bila kedua belah pihak berkomitmen untuk saling mendukung dan memahami satu sama lain.
    • Kalau kamu tidak membayar tagihan tepat waktu, listrikmu akan diputus.
    • Kamu akan kehilangan kesempatan untuk mengikuti ujian, jika kamu terlambat.
    • Apabila kamu berolahraga secara teratur, kesehatanmu akan membaik.
    • Kalau saja Retno mengabariku lebih awal, hal seperti ini mungkin bisa dicegah.
    • Kamu tidak akan diterima di universitas, jika kamu tidak mengisi formulir pendaftaran tersebut.
    • Dalam hidup ini kita harus bekerja keras dan memiliki tekad yang kuat, kalau ingin berhasil.
    • Buat apa aku mempertahankan hubungan ini, jika kamu ternyata tega mengkhianati cintaku?
    • Kalau hujannya nggak reda juga, kami menginap di sini sampai besok pagi aja, ya.
    • Jika kamu memenuhi persyaratan, kamu dapat mengajukan beasiswa ini.
    • Saya yakin penjualan perusahaan akan meningkat 10%, jika perusahaan mengimplementasikan strategi pemasaran yang out of the box dan efektif.
    • Jika ada yang tidak membawa kartu identitas, terpaksa kami tidak mengizinkannya untuk masuk ke ruangan ini. 

    2. Konjungsi Kausal Alasan

    Konjungsi kausal alasan digunakan untuk menghubungkan dua peristiwa atau fenomena, di mana satu peristiwa atau kondisi menjadi alasan atau justifikasi bagi terjadinya peristiwa atau fenomena lainnya. 

    Jenis konjungsi kausalitas ini menunjukkan hubungan penyebab-alasan antara dua hal yang saling terkait menggunakan kata ‘karena’. Contohnya:

    • Kami berkumpul bersama keluarga, karena ingin merayakan hari ulang tahun ibu.
    • Saya memutuskan untuk mengambil jurusan ini, karena saya memiliki minat yang besar dalam bidang tersebut.
    • Karena reputasinya baik di pasaran, banyak yang memilih produk brand ini di pasaran.
    • Azka mencoba menyelesaikan tugas rumahnya lebih awal, karena ia ingin memiliki waktu luang di akhir pekan.
    • Charlie memberikan hadiah itu, karena ingin membuat Teressa senang di hari spesialnya.
    • Karena dananya sudah terkumpul, tidak ada salahnya untuk melakukan renovasi rumah.
    • Kami melaporkan insiden ini kepada polisi, karena ingin pelakunya segera tertangkap.
    • Karena meeting kali ini sangat penting, diharapkan semua karyawan divisi pemasaran hadir tepat waktu.

    3. Konjungsi Kausal Simpulan

    Jenis konjungsi kausalitas ini digunakan untuk menghubungkan dua peristiwa atau fenomena, di mana satu peristiwa atau kondisi menjadi kesimpulan atau hasil dari peristiwa atau fenomena lainnya. Biasanya, konjungsi kausal simpulan ditandai dengan penggunaan kata ‘jadi’ atau ‘demikian’. Contohnya adalah:

    • Aku sangat lelah hari ini, jadi aku memutuskan untuk tidur lebih awal.
    • Pelanggan memberikan umpan balik positif, dengan demikian kami yakin bahwa produk ini disukai oleh banyak orang.
    • Jadi, dia terpilih sebagai juru bicara perusahaan berkat keterampilan komunikasinya yang jago.
    • Vanessa sangat berbakat dalam bidang seni, jadi dia memutuskan untuk mengejar karir di dunia kesenian.
    • Saya mempelajari materi ini dengan sungguh-sungguh, jadi saya merasa siap untuk menghadapi ujian besok.
    • Dengan demikian, kami memutuskan untuk membatalkan piknik setelah tahu perkiraan cuaca hari ini sangat buruk.
    • Harga laptop itu ternyata sangat mahal, jadi Gea lebih memilih laptop lain yang lebih murah.
    • Nilai kamu belum mencapai KKM, jadi kamu harus mengikuti remedial.
    • Fauzan dan Keke memang sudah dekat sejak lama, jadi tak heran hubungan mereka sangat harmonis dan langgeng.

    4. Konjungsi Kausal Akibat

    Ini adalah jenis konjungsi yang dipakai untuk menghubungkan dua peristiwa atau fenomena, di mana satu peristiwa atau kondisi menjadi akibat langsung dari peristiwa atau fenomena lain yang menyebabkannya. Jenis konjungsi ini sering menggunakan kata ‘akibatnya’, ‘sehingga’, ‘oleh karena itu’, atau ‘oleh sebab itu’. Berikut contohnya:

    • Hujan begitu deras semalam, akibatnya jalan-jalan menjadi banjir.
    • Husna baru saja mengalami kecelakaan dan kakinya patah, sehingga ia harus menggunakan tongkat kruk selama beberapa minggu.
    • Ayah pulang larut malam setiap hari, akibatnya dia jarang bisa menghabiskan waktu bersama keluarga.
    • Tim mereka berhasil menyelesaikan proyek dengan cepat. Oleh sebab itu, mereka mendapatkan insentif dari atasan.
    • Robert dan Winda tidak saling berkomunikasi satu sama lain selama beberapa minggu. Oleh karena itu, kini hubungan mereka merenggang.
    • Akibat kehilangan pekerjaan saat pandemi Covid-19, Toni memberanikan diri memulai bisnisnya sendiri.
    • Oliv terjebak macet yang lumayan parah di Jalan Sudirman, sehingga ia datang terlambat ke pertemuan.

    5. Konjungsi Kausal Untuk

    Jenis konjungsi ini mengindikasikan suatu sebab harus membentuk akibat. Untuk membuat hubungan tersebut, maka kata penghubung yang bisa kamu gunakan antara lain ‘untuk itu’, agar’, supaya’, atau ‘demi’. Berikut ini contohnya:

    • Perusahaan A membuka cabang baru, supaya dapat memperluas jangkauan bisnis mereka.
    • Yasmin rutin menabung dan berinvestasi selama bertahun-tahun demi bisa membeli mobil impiannya.
    • Riko giat mempelajari bahasa Jepang, agar studi lanjutannya di sana berjalan lancar.
    • Rudi dan kawan-kawannya rajin menyelenggarakan acara amal. Untuk itu, dana untuk panti asuhan X bisa terkumpul lebih cepat.
    • Sebaiknya kamu pasang pengingat di ponselmu, agar tidak lupa lagi dengan perayaan anniversary kita tahun ini.
    • Mama selalu sigap mematikan TV dan kipas saat tidak digunakan, agar bisa menghemat tagihan listrik.
    • Saya mengajukan izin libur ke pihak atasan, supaya bisa menghadiri upacara pemakaman kakak ipar saya.

    Sudah Paham Mengenai Materi Konjungsi Kausalitas?

    Demikianlah materi lengkap terkait konjungsi kausalitas yang perlu kamu pahami, mulai dari pengertian, jenis-jenis, hingga contohnya. Semoga dengan memahami penjelasan di atas bisa membantu kamu untuk berkomunikasi secara efektif atau bahkan menyusun karya tulis yang baik.

  • Wajib Tahu! Pengertian Konjungsi Temporal, Fungsi, hingga Contohnya

    Wajib Tahu! Pengertian Konjungsi Temporal, Fungsi, hingga Contohnya

    Konjungsi dapat diartikan sebagai kata hubung. Dalam Bahasa Indonesia, ada sekitar 5 jenis konjungsi. Salah satunya yaitu konjungsi temporal yang bisa kamu pelajari sekarang, mulai pengertian, fungsi, ciri, jenis, hingga contoh penggunaanya dalam sebuah kalimat. Yuk, baca sampai akhir supaya pengetahuanmu semakin luas!

    Pengertian Konjungsi Temporal

    Seperti yang sudah disinggung di awal, konjungsi adalah kata hubung. Sementara itu, temporal memiliki arti hal-hal yang berkaitan dengan waktu. Sehingga, jika disimpulkan, maka konjungsi temporal merupakan kata hubung yang berkenaan dengan waktu. 

    Konjungsi ini dapat menjadi penghubung waktu yang menjelaskan suatu peristiwa dari tahap awal sampai tahap akhir.

    Pengertian lain, misalnya konjungsi yang bisa juga disebut sebagai konjungsi waktu ini menjelaskan hubungan waktu antara dua peristiwa yang terjadi.

    Fungsi Konjungsi Temporal

    Berdasarkan penjelasan pengertiannya, dapat diketahui bahwa setidaknya konjungsi ini memiliki dua fungsi. 

    Pertama, berfungsi untuk menghubungkan kata atau kalimat yang memiliki hubungan waktu. Sehingga, dalam penggunaannya akan membuat setiap kalimat tersebut saling terhubung.

    Sedangkan, fungsi yang kedua yaitu untuk menyatakan waktu. Dengan demikian, pembaca tidak akan kebingungan membaca suatu kalimat dan paragraf. 

    Apabila tidak ada kata hubung, sulit untuk memahami sebuah tulisan, apalagi kalau terdapat dua peristiwa berbeda.

    8 Ciri-Ciri Konjungsi Temporal

    Berikut 8 ciri-ciri konjungsi waktu yang perlu kamu pahami dengan baik, yaitu:

    1. Menyatakan Urutan Waktu

    Ciri yang pertama adalah menyatakan urutan waktu. Pasalnya, konjungsi ini juga sering disebut sebagai konjungsi waktu. 

    Konjungsi waktu seperti “ketika”, “sebelum”, “setelah”, “saat”, dan “selagi” digunakan untuk menunjukkan urutan waktu antara dua peristiwa. 

    Contoh:

    • Ketika Sika tiba di rumah, telepon rumahnya berdering.
    • Dia pergi ke toko sebelum makan siang.
    • Setelah hujan berhenti, Toni pergi ke taman.

    2. Menunjukkan Durasi

    Selanjutnya, konjungsi ini memiliki ciri-ciri menunjukkan durasi. Konjungsi seperti “selama”, “sambil”, “sepanjang”, dan “dalam waktu” digunakan untuk menunjukkan jangka waktu atau durasi suatu kejadian.

    Contoh:

    • Kiki membaca buku selama tiga jam.
    • Ibu memasak sambil mendengarkan musik dangdut.
    • Siswa itu bekerja keras sepanjang malam.

    3. Mengisyaratkan Frekuensi

    Konjungsi waktu ini juga seringkali mengisyaratkan frekuensi atau tingkat keseringan suatu peristiwa yang terjadi. Beberapa konjungsi seperti “biasanya”, “seringkali”, “kadang-kadang”, dan “setiap kali” digunakan untuk menunjukkan frekuensi suatu kejadian.

    Contoh:

    • Saya biasanya minum kopi setiap pagi.
    • Dia seringkali mengunjungi neneknya di akhir pekan.
    • Kadang-kadang saya bermain game video setelah pulang kerja.

    4. Menerangkan Simultan

    Berikutnya, konjungsi ini juga memiliki ciri menerangkan simultan atau serentak. Maksudnya adalah menerangkan peristiwa atau kejadian yang berlangsung secara bersamaan. Misalnya, konjungsi seperti “ketika”, “saat”, dan “seiring”.

    Contoh:

    • Ketika Mika menulis surat, Saski membaca buku.
    • Nenek mengunjungi Paman saat dia sedang memasak.
    • Suara gemuruh guntur terdengar seiring dengan kilat yang menyambar langit.

    5. Penempatan Fleksibel

    Konjungsi temporal termasuk kata hubung yang penempatannya fleksibel. Artinya, konjungsi ini dapat ditempatkan dimana saja, baik di awal kalimat, tengah, maupun di akhir.

    Oleh karena itu, penempatannya sangat fleksibel, tergantung dari makna atau maksud dan tujuan kalimat yang ditulis.

    6. Sebagai Subjungtif

    Subjungtif dapat dimaknai sebagai suatu modus yang menyatakan kemungkinan objektif pada sebuah kalimat. Sehingga, dalam penggunaannya dapat membuat suatu kalimat memiliki makna lengkap. Selain itu, kalimat menjadi koheren serta mudah dipahami oleh para pembaca dengan baik.

    7. Bertindak Sebagai Tautan

    Kata hubung temporal juga dapat bertindak sebagai tautan. Maksudnya adalah mengaitkan atau menghubungkan antara klausa dengan kalimat induk. Oleh karenanya, penggunaannya tersebut dapat membantu pembaca untuk mengetahui hubungan antara klausa dengan kalimat induk dengan mudah.

    8. Penghubung Kalimat dengan Unsur Waktu

    Konjungsi ini hanya bisa digunakan pada kalimat yang memiliki unsur waktu. Kondisi tersebut menjadi ciri utama dari kata hubung temporal. Sehingga, kalimat yang tidak memiliki hubungan unsur waktu, tentu tidak bisa menggunakan kata hubung ini.

    Jenis-Jenis Konjungsi Temporal

    Berikut 2 jenis konjungsi waktu yang perlu kamu perhatikan, yaitu

    1. Konjungsi Temporal Sederajat

    Pertama, yaitu konjungsi waktu sederajat. Konjungsi ini dapat menjadi penghubung antara dua peristiwa atau kejadian yang terjadi di waktu yang sama atau memiliki urutan waktu sama.

    Kata hubung temporal sederajat ini dapat membantu dalam menggambarkan hubungan setara atau sebanding antara dua peristiwa pada kalimat atau paragraf. 

    Selain itu, kata hubung ini tidak bisa kamu letakkan pada akhrit maupun awal kalimat, harus di tengah. Pasalnya, apabila diletakkan di awal atau akhir kalimat, dapat membuat makna kalimat tersebut sulit dipahami oleh pembaca.

    Cara penulisannya dapat ditulis secara langsung maupun ditulis setelah membubuhkan tanda koma di tengah kalimat.

    Berikut ini beberapa contoh konjungsi temporal sederajat yang umum digunakan, yaitu:

    a. Konjungsi “dan”

    Konjungsi “dan” digunakan untuk menggabungkan dua peristiwa atau kejadian yang terjadi secara berurutan atau bersamaan.

    Contoh:

    • Saya pergi ke Malioboro dan awan tampak mendung.
    • Dia memasak makan malam dan saya membersihkan dapur.

    b. Konjungsi “serta”

    Konjungsi “serta” memiliki makna yang serupa dengan “dan”, juga digunakan untuk menghubungkan dua peristiwa yang terjadi secara bersamaan atau berurutan.

    Contoh:

    • Ia datang ke pesta dengan adiknya serta beberapa teman lainnya.
    • Kami bermain sepak bola serta menonton pertandingan di televisi.

    c. Konjungsi “lalu”

    Konjungsi “lalu” digunakan untuk mengindikasikan atau menerangkan urutan waktu antara dua peristiwa yang terjadi secara berurutan satu sama lain.

    Contoh:

    • Saya pergi ke toko buku, lalu ke kafe untuk minum kopi.
    • Dia menyelesaikan tugasnya, lalu dia bersantai sejenak.

    d. Konjungsi “kemudian”

    Konjungsi “kemudian” juga digunakan untuk menunjukkan urutan waktu antara dua peristiwa yang terjadi secara berurutan atau beruntun.

    Contoh:

    • Saya menyelesaikan presentasi, kemudian saya mengirimkannya melalui email.
    • Mereka menunggu di perpustakaan, kemudian mereka pergi ke konser bersama.

    Berdasarkan penjelasan di atas, disimpulkan bahwa kata hubung temporal sederajat ini dapat membantu dalam menyusun kalimat yang memiliki alur waktu jelas dan menyampaikan informasi dengan cara terstruktur. 

    Dengan demikian, memungkinkan pembaca atau pendengar untuk mengikuti urutan peristiwa dengan mudah. Selain itu, bisa membantu pembaca maupun pendengar untuk memahami hubungan yang sifatnya sejajar atau setara, antara peristiwa yang terjadi.

    2. Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

    Selanjutnya, konjungsi waktu tidak sederajat. Bisa dikatakan, jenis konjungsi ini adalah kebalikan dari jenis kata hubung temporal sederajat.

    Konjungsi jenis ini adalah kata hubung temporal yang digunakan untuk menghubungkan dua peristiwa atau kejadian yang terjadi pada waktu berbeda atau dalam urutan waktu yang tidak sejajar. 

    Dengan kata lain, kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan kalimat bertingkat atau tidak sederajat. Sehingga, dapat menunjukkan hubungan temporal yang tidak langsung atau tidak sejajar, antara dua peristiwa dalam kalimat atau paragraf.

    Berbeda dengan jenis temporal sederajat yang harus diletakkan di tengah, temporal tak sederajat lebih fleksibel. Sebab, bisa ditempatkan di awal, tengah, maupun akhir kalimat.

    Berikut ini adalah beberapa contoh kata hubung temporal tidak sederajat yang sering digunakan, yaitu:

    a. Konjungsi “Sebelum”

    Konjungsi “sebelum” digunakan untuk menunjukkan urutan waktu yang menyatakan satu peristiwa terjadi sebelum peristiwa lainnya.

    Contoh:

    • Saya mencuci piring sebelum tidur.
    • Dia melakukan latihan pemanasan sebelum berlari.
    • Sebelum berangkat sekolah, sebaiknya kunci pintu rumah.

    b. Konjungsi “Setelah”

    Konjungsi “setelah” digunakan sama seperti konjungsi “sebelum”, yaitu menunjukkan urutan waktu suatu peristiwa.

    Contoh:

    • Saya pergi ke supermarket, setelah pulang kerja.
    • Mereka makan malam bersama, setelah menonton film.
    • Setelah mencuci piring, Siska melipat baju.

    c. Konjungsi “Ketika”

    Konjungsi “ketika” digunakan untuk menunjukkan hubungan waktu yang tidak sejajar atau tidak setara antara dua peristiwa, tetapi terjadi secara bersamaan.

    Contoh:

    • Ketika hujan turun, saya membawa payung.
    • Dia berbicara dengan penuh percaya diri ketika memberikan presentasinya.
    • Ketika dia menangis, aku memeluknya.

    d. Konjungsi “Saat”

    Konjungsi “saat” digunakan untuk menunjukkan waktu tertentu di mana suatu peristiwa terjadi.

    Contoh:

    • Saya berolahraga saat pagi hari.
    • Keluargaku berkumpul saat perayaan ulang tahun nenek.
    • Ibu menangis saat aku gagal ujian.

    Pada dasarnya, kata hubung temporal tidak sederajat ini berfungsi untuk memperjelas hubungan antara peristiwa yang terjadi pada waktu yang berbeda. Sehingga, penggunaannya ditujukan untuk menghubungkan kalimat yang menunjukkan tingkatan berbeda.

    Selain contoh di atas, beberapa konjungsi yang termasuk kata hubung temporal tidak sederajat, yaitu bila, apabila, sementara, tatkala, demi, dan semenjak.

    85 Contoh Konjungsi Temporal

    Berikut ini 85 contoh kalimat yang menggunakan konjungsi waktu, yaitu:

    20 Contoh Konjungsi Temporal Sederajat

    1. Bella bangun pukul 7 pagi dan langsung mandi.

    2. Keanu pergi ke minimarket dan membeli beberapa mie instan.

    3. Andi makan siang di restoran cepat saji kemudian pergi ke bioskop.

    4. Beni menyelesaikan pekerjaan rumah, kemudian bermain game.

    5. Anak-anak berkumpul di taman dan bermain sepak bola bersama.

    6. Emma membaca buku sepanjang malam dan baru tidur pagi.

    7. Melani menyanyikan lagu pop dan menari di panggung.

    8. Kami pergi ke pantai dan berenang di laut.

    9. Saya menonton film di bioskop, kemudian makan malam di restoran.

    10. Mereka pergi berbelanja di pusat perbelanjaan dan membeli pakaian baru.

    11. Dia memasak makan malam dan saya membersihkan dapur.

    12. Saya pergi ke gym dan berolahraga selama satu jam.

    13. Kami bermain game video sambil minum kopi di kafe.

    14. Dia memanggil teman-temannya dan mengundang mereka ke pesta.

    15. Saya menulis surat dan dia membaca buku.

    16. Mereka pergi ke konser musik dan menikmati penampilan band favorit mereka.

    17. Dia pergi ke bioskop dan menonton film terbaru.

    18. Saya pergi ke toko buku untuk membeli novel baru serta majalah fashion.

    19. Dia datang ke pesta dengan membawa seorang teman serta sebotol anggur.

    20. Kami pergi ke pantai untuk berjemur serta berenang di laut.

    20 Contoh Konjungsi Temporal Sederajat

    21. Dia membeli roti serta susu di supermarket untuk sarapan pagi.

    22. Saya mengirim email penting serta mempersiapkan presentasi untuk rapat besok.

    23. Mereka bermain sepak bola serta basket di lapangan olahraga.

    24. Dia membeli bahan makanan serta bumbu dapur di pasar tradisional.

    25. Saya mencuci pakaian serta menyetrika baju untuk persiapan liburan.

    26. Kami melakukan perjalanan ke luar kota serta mengunjungi tempat wisata terkenal.

    27. Dia membawa kamera serta buku catatan untuk mengabadikan momen indah selama perjalanan.

    28. Saya membersihkan rumah, lalu pergi ke supermarket untuk belanja.

    29. Dia menyelesaikan pekerjaannya, lalu mengajak saya makan malam.

    30. Kami menonton film di bioskop, lalu pergi ke kafe untuk minum kopi.

    31. Saya mengerjakan tugas sekolah, lalu bermain game selama beberapa jam.

    32. Mereka pergi ke pantai, lalu berenang di laut.

    33. Dia menyanyikan lagu di panggung, lalu mendapatkan tepuk tangan meriah.

    34. Saya memasak makan malam, lalu makan bersama keluarga.

    35. Kami menghadiri acara pernikahan, lalu berfoto dengan pengantin.

    36. Dia pergi ke gym, lalu berlatih angkat beban.

    37. Saya menulis surat, lalu mengirimkannya melalui pos.

    38. Roni mengikuti ekstrakurikuler pencak silat pada sore nanti, setelahnya ia akan langsung tampil di pentas perpisahan sekolah.

    39. Peristiwa banjir yang menimpa kota Semarang belum membaik, padahal sebelumnya pemerintah telah mengupayakan penanggulangan dengan memanfaatkan pompa air.

    40. Siang ini murid kelas 7 belajar Matematika, kemudian belajar Bahasa Inggris di rumah Dina.

    20 Contoh Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

    41. Ketika hujan turun, mereka mencari tempat berteduh.

    42. Saya akan pergi ke bioskop, ketika film favorit saya tayang.

    43. Ketika dia datang, saya akan memberikan hadiah ulang tahunnya.

    44. Ketika musim panas tiba, kita bisa pergi berenang di pantai.

    45. Ibu merasa bahagia, ketika mendengar berita baik itu.

    46. Ketika kamu belajar dengan tekun, hasilnya akan memuaskan.

    47. Ketika kamu mengirimkan email, pastikan mengisi subjek dengan jelas.

    48. Saya biasanya minum kopi, ketika saya perlu tetap terjaga semalam.

    49. Ketika kamu berbicara, pastikan suaramu terdengar jelas.

    50. Kakek sering berjalan-jalan di taman, ketika cuaca sedang cerah.

    51. Ketika kamu membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk meminta tolong.

    52. Iskan merasa lapar, ketika mencium aroma makanan enak.

    53. Ketika kamu sedang berkendara, pastikan mematuhi aturan lalu lintas.

    54. Saya suka mendengarkan musik, ketika sedang bekerja.

    55. Ketika hari libur tiba, kami biasanya berkumpul bersama keluarga.

    56. Saya telah belajar Bahasa Inggris sejak tahun 2010.

    57. Dia menjadi anggota klub sepak bola sejak usia 8 tahun.

    58. Kami sudah tinggal di kota ini sejak kami menikah.

    59. Saya telah mengikuti kursus online sejak bulan lalu.

    60. Dia berhenti merokok sejak setahun yang lalu.

    25 Contoh Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

    61. Ibu akan pergi berbelanja, sementara ayah menyiapkan makan malam.

    62. Dia membaca buku, sementara menunggu giliran antrian di tempat praktik dokter.

    63. Kami bermain game video, sementara menunggu pesawat datang.

    64. Ikbal akan mengirim email, sementara kamu mencetak dokumen tersebut.

    65. Dia membersihkan dapur, sementara ibu mencuci piring.

    66. Kami bermain sepak bola, sementara menunggu hujan reda.

    67. Aku akan mengisi formulir pendaftaran, sementara kamu mengambil foto paspor.

    68. Dia mengganti baterai remot, sementara kita menunggu acara dimulai.

    69. Kami akan menonton film, sementara menunggu makanan tiba di meja.

    70. Saya akan membaca buku, sementara kamu menyelesaikan panggilan telepon.

    71. Apabila hujan turun, jangan lupa membawa payung.

    72. Saya akan segera memberikan informasi lebih lanjut, apabila ada perubahan jadwal.

    73. Apabila kamu merasa lapar, silakan ambil camilan dari meja.

    74. Tolong beritahu saya, apabila kamu tidak bisa datang ke pertemuan ini.

    75. Saya akan mengirimkan email konfirmasi, apabila pemesanan telah diproses.

    76. Apabila ada pertanyaan, jangan ragu untuk menghubungi layanan pelanggan kami.

    77. Saya akan mengirimkan laporan keuangan bulanan, apabila telah selesai disusun.

    78. Apabila kamu ingin mengikuti acara tersebut, pastikan mendaftar terlebih dahulu.

    79. Tolong matikan telepon seluler, apabila sedang berada di dalam teater.

    80. Saya akan memberikan informasi lebih lanjut, apabila ada kesempatan untuk pelatihan tersebut.

    81. Apabila hari mulai gelap, lampu di jalan itu mulai dinyalakan.

    82. Lala terbangun dari tidurnya, saat mendengar suara ibu memanggil namanya.

    83. Saat hujan turun, anak-anak akan berkumpul di depan jendela sambil menatap rintik air yang turun.

    84. Rumah itu sudah kosong sejak lima bulan yang lalu.

    85. Sejak kemarin, kota itu diguyur hujan yang cukup lebat.

    Sudah Paham Apa Itu Konjungsi Temporal?

    Itulah penjelasan mengenai pengertian, fungsi, ciri-ciri, jenis, serta contoh kalimat dengan konjungsi temporal. Setelah membaca informasi yang lengkap ini, kamu tidak akan bingung lagi dalam menggunakan kata hubung temporal untuk berbagai keperluan, baik lisan maupun tulisan.

  • 7 Ciri Ciri Pantun: Pengertian, Jenis dan Contohnya

    7 Ciri Ciri Pantun: Pengertian, Jenis dan Contohnya

    Ciri ciri pantun yang paling umum adalah bersajak a-b-a-b. Ciri inilah yang membedakan pantun dengan jenis karya sastra lainnya, seperti puisi. Agar lebih paham, simak pembahasan lengkap mengenai pantun berikut ini!

    Pengertian Pantun

    Pantun adalah salah satu jenis karya sastra yang memiliki aturan baku, sehingga pembuatannya harus merujuk pada peraturan tersebut.

    Di awal kemunculannya, pantun adalah jenis sastra lisan yang digunakan oleh masyarakat zaman dulu. Pengucapannya dilakukan secara langsung, tanpa pikir panjang.

    Namun, seiring berjalannya waktu, pantun sudah menjadi salah satu karya sastra tertulis dan dikenal oleh banyak orang dan dijadikan sebagai salah satu materi wajib dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

    Orang pertama yang berhasil membukukan sastra lisan atau pantun adalah Haji Ibrahim Datuk Kaya Muda Riau. Beliau adalah sastrawan yang hidup di zaman kepemimpinan Raja Ali Haji.

    Kumpulan pantun yang dibukukan tersebut diberi nama “Perhimpunan Pantun-Pantun Melayu”. Seperti namanya, pantun ini menggunakan bahasa Melayu yang merupakan bahasa daerah suku Melayu di Riau.

    Pantun juga dikenal sebagai puisi lama. Selain di Riau, daerah-daerah lain di Indonesia juga memiliki pantun, salah satunya pantun Betawi yang merupakan pantun asli suku Betawi di Jakarta.

    Istilah pantun berasal dari beberapa daerah. Misalnya, daerah Jawa Kuno atau dalam bahasa Kawi istilah pantun berasal dari kata “tun” yang artinya tuntun atau mengatur. Sedangkan istilah pantun yang berasal dari bahasa Minang memiliki arti penuntun.

    Sedangkan menurut R.O. Winsted, seorang pengkaji Budaya Melayu, mengungkapkan bahwa pantun bukan hanya sekadar kata-kata yang mempunyai irama atau rima saja, tapi lebih dari itu.

    Pantun bisa diartikan sebagai rangkaian kata-kata yang indah dan menggambarkan kehangatan, seperti kasih sayang, cinta, dan rindu.

    Ciri Ciri Pantun

    Setiap jenis karya sastra memiliki karakteristik atau ciri-ciri yang menjadi pembeda. Begitu juga dengan pantun yang memiliki ciri-ciri khusus dan tidak ditemui di jenis karya sastra lainnya. Berikut ciri ciri pantun yang perlu diketahui:

    1. Terdiri Dari Empat Baris

    Ciri pertama adalah memiliki empat baris. Semua jenis pantun hanya terdiri dari empat baris, jadi tidak heran jika dalam penulisannya tidak lebih dan tidak kurang dari empat baris.

    Meski termasuk dalam jenis puisi lama, panjang baris pantun tidak sama seperti puisi pada umumnya. Inilah yang membedakan pantun dengan puisi, meski keduanya masuk dalam kategori karya sastra kuno yang sama.

    2. Baris Pertama dan Kedua Berisi Sampiran

    Ciri ciri pantun kedua terletak pada baris pertama dan kedua. Jadi, empat baris dalam pantun terbagi menjadi dua kategori, yaitu sampiran dan isi.

    Nah, bagian yang termasuk dalam kategori sampiran adalah baris pertama dan baris kedua pada pantun. Sampiran ini berfungsi untuk membentuk suatu rima. Meski begitu, isi sampiran biasanya tidak memiliki hubungan atau berkaitan dengan isi pantun.

    Intinya, pembuatan sampiran ini harus bisa menciptakan rima atau sajak. Meski tidak memiliki hubungan dengan isi pantun, sampiran harus memiliki akhiran yang sama dengan isi pantun nantinya.

    3. Baris Ketiga dan Keempat Berisi Isi

    Sedangkan pada baris ketiga dan keempat berisi isi atau pesan yang akan disampaikan dari pantun tersebut.

    Isi pantun harus menyesuaikan tema pantun yang dipilih. Jika tema pantun tentang agama, maka isi pantun harus berkaitan dengan agama. Jika tema pantun tentang nasihat, maka isi pantun juga harus mengandung nasihat.

    Isi pantun ini harus berakhiran sama dengan sampiran. Tujuannya agar menciptakan rima atau irama seperti aturan baku dalam pembuatan pantun. Jika tidak memiliki akhiran yang sama, maka karya sastra tersebut tidak masuk dalam kategori jenis pantun.

    4. Bersajak A-B-A-B

    Ciri ciri pantun yang paling spesifik adalah bersajak a-b-a-b. Sajak atau irama ini akan membuat pantun semakin menarik.

    Sajak di dalam pantun juga dikenal dengan persamaan bunyi, baik di bagian awal, tengah, atau akhir kata. Sajak di dalam pantun pada baris pertama dan ketiga harus memiliki sajak atau akhiran yang sama. Begitu juga pada baris kedua dan keempat.

    Persamaan sajak inilah yang akan menghasilkan irama. Meski begitu, penempatan sajak harus mengikuti aturan baku yang berlaku, yaitu a-b-a-b. Berikut contohnya:

    Untuk apa membeli kura-kura

    Lebih baik membeli rakit

    Patah hati tak terkira

    Melihat orang tua terbaring sakit

    Berdasarkan contoh pantun di atas, dapat dilihat bahwa baris pertama dan ketiga memiliki akhiran yang sama, yaitu “ra”. Sedangkan baris kedua dan keempat memiliki akhiran “it”.

    Kalimat sampiran, yaitu baris pertama dan kedua pada contoh di atas tidak memiliki hubungan dengan isi pantun, yaitu baris ketiga dan keempat.

    Jadi, kalimat pada sampiran tidak harus ada hubungan dengan isi, tapi harus memiliki irama atau akhiran yang sama.

    5. Terdiri Atas 8-12 Suku Kata

    Berikutnya, pantun terdiri atas 8-12 suku kata. Setiap baris pada pantun harus dibuat sesingkat mungkin. Meski harus singkat, isi dari pantun harus padat.

    Ciri ciri pantun satu ini sebenarnya juga berlaku untuk puisi. Ini dikarenakan keduanya berada dalam kategori yang sama, yaitu puisi kuno.

    6. Digunakan untuk Berbagai Keperluan

    Pantun memiliki banyak jenis, inilah yang membuat pantun bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

    Selain itu, di beberapa daerah juga menggunakan pantun sebagai pelengkap acara pernikahan. Tradisi ini kemudian menjadi ciri khas dari pantun sebagai karya sastra kuno Indonesia.

    7. Pantun Tidak Menyertakan Nama

    Ciri pantun terakhir adalah pantun tidak menyertakan nama, alias anonim. Ini dikarenakan orang-orang zaman dahulu menyebarluaskan pantun melalui mulut ke mulut.

    Oleh karena itu, pantun-pantun yang populer dan muncul saat ini terkadang tidak ada nama pemilik karya atau pembuatnya.

    Jenis-Jenis Pantun dan Contohnya

    Pantun terbagi atas beberapa jenis, yaitu pantun nasehat, pantun jenaka, pantun pantun teka-teki, pantun agama, pantun peribahasa, pantun kiasan, dan pantun percintaan. Berikut penjelasan yang dilengkapi contohnya:

    1. Pantun Nasehat

    Jenis pertama ada pantun nasehat yang bertujuan untuk menyampaikan didikan atau pesan moral. Ciri ciri pantun nasehat biasanya memiliki pesan yang bijak dan mengajak seseorang untuk berbuat baik.

    Seperti namanya, isi dari pantun nasehat harus bisa mengajak dan membuat seseorang tergerak untuk melakukan sesuatu yang dimaksud. Misalnya, tekun belajar, rajin menabung, tidak sombong, berbakti kepada kedua orang tua, dan lainnya.

    Contoh:

    Ada anak bermain senar

    Senarnya dipetik musik pun mengalun

    Jika ingin menjadi orang pintar

    Belajarlah dengan tekun

    Contoh pantun nasehat di atas berisi tentang anjuran untuk belajar tekun, agar lebih pintar. Target dari pantun ini ditujukan kepada anak-anak bersekolah.

    2. Pantun Jenaka

    Jenis kedua ada pantun jenaka, yaitu pantun yang ditujukan untuk entertainment atau hiburan. Pantun jenaka juga bisa dijadikan sebagai sindiran dalam perkumpulan untuk membangkitkan suasana yang penuh keakraban.

    Khusus untuk sindiran, hanya ditujukan kepada orang-orang terdekat untuk mencairkan suasana dalam perkumpulan. Berikut contoh pantun jenaka yang bisa dijadikan sebagai referensi:

    Anak kura-kura mirip buaya

    Cari makan di kandang burung merpati

    Dilihat dari jauh cantik mirip Luna Maya

    Dari dekat kok mirip Mpok Ati

    3. Pantun Teka-Teki

    Pantun teka-teki merupakan pantun yang berisikan tentang tebak-tebakan pertanyaan. Salah satu dari ciri ciri pantun teka-teki adalah berisi kalimat pertanyaan pada baris keempat atau baris akhir dari pantun.

    Menariknya, membalas atau memberikan jawaban untuk pertanyaan pada pantun teka-teki juga harus berpantun. Berikut contoh pantun teka-teki yang bisa dijadikan sebagai referensi:

    Bianglala berputar-putar

    Duduk manis jangan banyak gaya

    Jika kamu merasa pintar

    Hewan apa yang sangat kaya?

    4. Pantun Cinta

    Jenis selanjutnya ada pantun cinta. Sama seperti puisi, pantun juga bisa digunakan untuk mengungkapkan rasa sayang, rindu, dan cinta kepada seseorang. Romantisme pantun dan puisi tentu berbeda. Perbedaannya terletak pada susunan kata pada pantun yang lebih singkat daripada puisi.

    Di antara jenis pantun lainnya, pantun cinta tidak begitu populer. Kebanyakan orang-orang lebih senang mengungkapkan perasaannya lewat puisi, karena tidak dibatasi jumlah barisnya.

    Meski begitu, ada beberapa orang yang masih menggunakan jenis pantun cinta untuk mengungkapkan rasa sayang atau rindu kepada orang tersayang. Berikut contoh dari pantun cinta yang bisa dijadikan sebagai referensi:

    Bertemu singa di dalam hutan

    Ambil ranting pohon pakai pisau belati

    Walau kisah kita banyak rintangan

    Akan ku jaga kau dengan sepenuh hati

    5. Pantun Agama

    Jenis kelima ada pantun agama. Seperti namanya, jenis pantun satu ini berisi tentang moral dan pendidikan seputar agama, atau lebih tepatnya tentang hubungan manusia dengan Tuhan. Ini contoh pantunnya:

    Jika ada jarum patah

    Jangan disimpan dalam busa

    Jika hati sudah terasa lemah

    Ingatlah Tuhan yang Maha Kuasa

    6. Pantun Peribahasa

    Jenis pantun satu ini memiliki peribahasa di dalam isinya. Kalimat peribahasa yang digunakan juga harus memiliki susunan yang tetap. Ini merupakan ciri ciri pantun peribahasa yang membedakannya dengan jenis pantun lainnya. Berikut contohnya:

    Berakit-rakit ke hulu

    Berenang-renang ke tepian

    Bersakit-sakit dahulu

    Bersenang-senang kemudian

    7. Pantun Kiasan

    Terakhir ada jenis pantun kiasan. Jenis satu ini berisikan kalimat atau bahasa kiasan dan biasanya disampaikan secara tersirat. Berikut contoh dari pantun kiasan:

    Berburu ke padang datar

    Mendapatkan rusa belang kaki

    Berguru kepalang ajar

    Bagaikan bunga kembang yang tak jadi

    Sudah Tahu Ciri Ciri Pantun?

    Jadi, ciri-ciri pantun yaitu terdiri dari 4 baris, terdapat sampiran pada baris 1 dan 2, bagian isi di baris 3 dan 4, bersajak a-b-a-b, serta terdiri atas 8-12 suku kata. Kemudian, pantun bisa dipakai untuk beragam keperluan dan tidak ada nama penciptanya.

  • Wajib Tahu! Tokoh-tokoh Pahlawan Nasional dari Aceh-Papua

    Wajib Tahu! Tokoh-tokoh Pahlawan Nasional dari Aceh-Papua

    Indonesia pernah dijajah oleh Belanda dan Jepang selama bertahun-tahun. Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia resmi memproklamirkan kemerdekaannya. Kemenangan ini tidak lepas dari peran pahlawan dan seluruh rakyat Indonesia. Kamu pun perlu mengetahui siapa saja tokoh sejarah tersebut.

    Mengenang jasa para pahlawan yang sudah memberikan jiwa dan raganya merupakan karakter bangsa yang besar dan berbudi pekerti. Indonesia bisa merdeka bukan karena hanya satu golongan, melainkan semua rakyat yang kompak bersatu padu melawan penjajah. 

    Untuk memperluas wawasan sejarah Indonesia, kamu bisa mengikuti artikel ini karena akan membahas tentang pahlawan nusantara dari Aceh hingga Papua.

    Nama-Nama Tokoh Sejarah Nusantara

    Di bawah ini merupakan sejumlah nama pahlawan nasional dari seluruh wilayah nusantara, baik yang terkenal maupun yang jarang diketahui.

    1. Cut Nyak Dien

    Pahlawan wanita yang berasal dari Tanah Rencong yaitu Cut Nyak Dien. Beliau merupakan keturunan bangsawan dari Kerajaan Aceh yang lahir pada tahun 1848. Pada masanya, ayah Cut Nyak Dien memiliki jabatan yang setara dengan kepala pemerintahan tingkat kabupaten yang disebut dengan Uleebalang.

    Cut Nyak Dien menikah dengan Teuku Umar yang notabene juga seorang pahlawan nasional. Beliau berdua kompak melawan penjajah agar pergi dari nusantara. Cut Nyak Dien dan Teuku Umar melakukan perjuangannya selama 20 tahun secara gerilya. 

    Beliau memiliki peran yang sangat besar dalam menggerakkannya suaminya hingga menjadi seorang pahlawan. Malangnya, pada tahun 1899 Teuku Umar meninggal akibat ditembak oleh Belanda.

    Hal ini tidak membuat Cut Nyak Diet takut dan menyerah karena beliau terus melakukan upaya perlawanan. Fisiknya yang mulai lemah, membuat pahlawan dari Tanah Rencong ini ditangkap oleh penjajah. Penjajah mengasingkan beliau ke tanah Jawa hingga wafat.

    2. Sisingamaraja XII

    Tokoh yang namanya juga lumayan sering disebut dalam sejarah Indonesia yaitu Sisingamangaraja XII. Beliau merupakan raja asal Sumatera Utara yang memiliki peran besar dalam memimpin masyarakat Batak untuk melawan penjajah.

    Menurut sumber sejarah, Belanda masuk ke tahan Sumatera Utara bertepatan ketika Sisingamaraja dinobatkan sebagai raja ke-12. Tujuan Belanda memasuki kawasan Bakkara yaitu untuk memonopoli perdagangan. Hal ini tentu membuat Sisingamaraja XII tidak tinggal diam.

    Beliau melakukan perang dan perlawanan yang terjadi selama puluhan tahun. Sayangnya, perjuangan Sisingamaraja XII harus terhenti ketika peluru dari senapan Belanda bersarang di badannya. Peristiwa penembakan tersebut terjadi di Dairi dan Batak pun jatuh ke tangan Belanda.

    3. Tuanku Imam Bonjol

    Kamu tentu tidak asing dengan nama pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol, kan? Sebab, gambarnya diabadikan di uang nasional pecahan Rp5.000,00. Pahlawan asal Sumatera ini mempunyai nama asli Muhammad Shahab. Selain itu, berliau juga memiliki nama lain, yaitu Peto Syarif dan Malim Basa. 

    Tuanku Imam Bonjol merupakan seorang pemimpin perang yang terkenal dengan sebutan Perang Padri. Perang Padri ini berlangsung selama 35 tahun, yaitu mulai dari 1803-1838. Selama berjuang membebaskan Indonesia dari kemerdekaan, beliau ditangkap oleh Belanda kemudian diasingkan.

    4. Mohammad Hatta

    Tokoh proklamator yang sekaligus pendamping dari presiden RI pertama, yaitu Mohammad Hatta, merupakan pahlawan nasional yang berasal dari Sumatera Barat. Pahlawan yang lebih dikenal dengan nama Bung Hatta ini namanya juga sering dijadikan untuk nama-nama jalan serta bandara Internasional. 

    Jasa beliau untuk bangsa Indonesia sangatlah besar karena juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Hal ini lantaran beliau mempunyai latar belakang ilmu ekonomi dan merupakan ekonom handal.

    Wakil presiden RI pertama ini juga memiliki ketertarikan yang sangat tinggi dalam membaca. Beliau selalu membawa buku-buku bacaan, bahkan ketika dalam pengasingan sekalipun.

    5. Raja Ali Haji

    Pahlawan asal Sumatera yang juga mendapatkan gelar Bapak Bahasa Indonesia adalah Raja Ali Haji atau RAH. Beliau resmi menyandang gelar pahlawan pada 10 November 2004. Beliau juga merupakan keturunan ningrat dan bekerjasama dengan Belanda. Tujuannya adalah agar bangsa Indonesia mendapatkan pendidikan.

    Adapun karya beliau yang sangat terkenal yaitu Gurindam 12. Melalui karyanya tersebut, beliau mengajarkan kebaikan dan nilai-nilai moral yang bisa diterapkan untuk sesama manusia dan juga kepada tuhannya.

    6. Pangeran Antasari

    Jika kamu pernah membaca sejarah perang Banjar, tentu familiar dengan Pangeran Antasari. Beliau lahir di Kayu Tangi yang berada di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Beliau merupakan seorang sultan yang memiliki nama kecil Gusti Inu Kertapati. 

    Pangeran Antasari melanjutkan perjuangan Sultan Hidayatullah dalam menyerang Belanda. Pada tanggal 25 April 1859, Pangeran Antasari memimpin Perang Banjar dengan membawa 300 pasukan. Penyerangan tersebut dilakukan di tambang batu bara di Pengaron yang dikuasai Belanda. 

    Beliau meninggal pada usia 75 tahun karena penyakit cacar dan paru-paru. Putranya yang bernama Muhammad Sema melanjutkan perjuangan beliau dalam mengusir penjajah dari tanah Banjar.

    7. Sultan Hidayatullah II

    Tokoh lainnya yang berperan besar dalam Perang Banjar adalah Sultan Hidayatullah. Beliau lahir di Martapura pada tahun 1822. Sejak tahun 1859 hingga 1862, beliau menjadi seorang pemimpin kesultanan Banjar. 

    Beliau mempunyai sifat anti-imperialisme, sehingga sering melakukan upaya pengusiran terhadap para penjajah. Hal inilah yang mendorong beliau untuk memimpin Perang Banjar. Belanda berhasil menangkap Sultan Hidayatullah beserta keluarganya dalam perang tersebut dan mengasingkan beliau ke Cianjur.

    Cianjur merupakan saksi bisu Sultan Hidayatullah menghabiskan sisa hidupnya. Beliau wafat pada tahun 1904 di Cianjur, Jawa Barat.

    8. Brigjen Hasan Basri

    Kalimantan Selatan juga mempunyai pemimpin militer yang sangat berjasa terhadap kemerdekaan Indonesia, yaitu Brigjen Hasan Basri. Beliau lahir pada 17 Juni 1923 di Kandangan, Hulu Sungai Selatan. Brigjen Hasan Basri dikenal sebagai Bapak Gerilya Kalimantan.

    Selain itu, beliau juga mendirikan Batalyon ALRI Divisi IV yang berada di Kalimantan Selatan. Beliau banyak menuntut ilmu di sekolah Islam di Jawa Timur. Bahkan, setelah Indonesia merdeka, beliau tinggal di Surabaya karena sangat aktif mengikuti organisasi pemuda Kalimantan. 

    Hasil dari bergabung dengan organisasi pemuda Kalimantan, beliau berhasil menyusup dan pulang ke kembali ke Kalimantan Selatan. Beliau akan menyerang Belanda dengan menjadi seorang pemimpin Laskar Syaifullah.

    9. Raden Ajeng Kartini

    Tokoh dalam sejarah Indonesia berikutnya adalah Raden Ajeng Kartini atau RA Kartini. Berkat beliau, wanita kini mempunyai kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki. RA Kartini merupakan pahlawan nasional wanita yang lahir di Jepara dan wafat di Rembang, Jawa Tengah. 

    Ibu Kartini mampu menghadirkan emansipasi karena beliau gemar belajar dan mendapatkan inspirasi dari wanita-wanita Eropa. Beliau pun sering menulis dan mengirimkan tulisan tersebut ke De Hollandsche Lelie yang merupakan majalah wanita Belanda.

    Keinginan RA Kartini untuk memajukan wanita Indonesia pun mendapatkan dukungan dari suaminya, yaitu KRM Adipati Ario Singgih Djojoadiningrat yang merupakan Bupati Rembang. Beliau memberikan RA Kartini izin untuk mendirikan sekolah wanita. 

    Adapun karya RA Kartini yang kemudian diterbitkan setelah beliau meninggal yaitu “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”.  Hal ini menyiratkan bahwa wanita Indonesia mulai mendapatkan pencerahan dengan diperbolehkannya mendapatkan pendidikan yang sama dengan laki-laki.

    10. Ki Hajar Dewantara

    Pahlawan yang juga memberikan dampak cukup besar terhadap pendidikan di Indonesia adalah Ki Hajar Dewantara. Beliau lahir pada tahun 1922 di Pakualaman, Jawa Tengah dan mempunyai nama kecil Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. 

    Ki Hajar Dewantara berkeinginan supaya warga pribumi juga mempunyai kesempatan yang sama dengan bangsawan Belanda dalam menuntut ilmu. Alhasil, beliau mendirikan Perguruan Taman Siswa. 

    Sebagai tokoh pelopor pendidikan untuk kaum pribumi, beliau pun mendapatkan kesempatan untuk menjadi menteri pendidikan yang pertama pada masa kepemimpinan Presiden Ir. Soekarno. 

    Ki Hajar Dewantara juga meninggalkan slogan yang terus melekat dan digunakan di kementerian pendidikan, yaitu Tut Wuri Handayani.

    11. Jenderal Soedirman

    Jawa Tengah juga mempunyai pahlawan nasional bergelar jenderal, yaitu Jenderal Soedirman. Keberhasilannya dalam memimpin perang di Ambarawa membuat beliau mendapatkan gelar Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia. Pertempuran Ambarawa tersebut berhasil memukul mundur Sekutu.

    Semangatnya dalam memerangi penjajah di tanah Jawa sangat tinggi. Bahkan, beliau tetap melakukan perang gerilya meskipun dalam kondisi sakit. Salah satu putra terbaik bangsa ini pun gugur dalam usia yang masih muda, yaitu 34 tahun.

    Beliau wafat pada tahun 1950, tepat pada tanggal 29 Januari. Taman makam pahlawan nasional Kusuma Negara yang berada di Yogyakarta menjadi peristirahatan terakhir sang jenderal. 

    12. Siti Hartina

    Ibu Tien Soeharto atau istri dari presiden RI kedua juga masuk ke dalam jajaran tokoh pahlawan nasional. Beliau mempunyai nama asli Siti Hartina dan lahir di Surakarta, Jawa Tengah. 

    Gelar pahlawan tersebut didapatkan setelah beliau wafat pada tahun 1996. Peran Bu Tien Soeharto dalam kemerdekaan RI yaitu membantu dapur umum dan Palang Merah. Sebagai ibu negara, Bu Tien Soeharto juga memegang peran penting dalam karir mantan Presiden Soeharto.

    Beliau juga merupakan penggerak kongres wanita dan mendukung larangan poligami. Dukungan ini pun diwujudkan dengan dibentuknya perpu Nomor. 10 Tahun 1983. Isi perpu tersebut secara tegas melarang anggota PNS melakukan poligami.

    13. Untung Surapati

    Bali juga mempunyai banyak pahlawanan nasional, salah satunya adalah Untung Surapati. Beliau adalah rakyat jelata yang mempunyai nama asli Surawiroaji. Beliau kemudian pindah ke Pasuruan, Jawa Timur, dan berhasil mendapatkan jabatan, yaitu penguasa Pasuruan.

    Pahlawan kelahiran Bali tahun 1660 ini kerap terlibat dalam pertempuran memerangi VOC. Untung Surapati berhasil membunuh Kapten Track dan 74 orang VOC pada tahun 1686. 

    Untung Surapati meninggal dalam pertempuran yang terjadi pada 17 Oktober 1706. Pertempuran tersebut berlangsung di Bangil yang merupakan serangan gabungan dari Mataram dan VOC.

    14. I Gusti Ngurah Rai

    Pertempuran melawan Belanda juga pernah terjadi di Bali yang dikenal dengan Perang Puputan Margarana pada tahun 1946. Makna puputan adalah perang hingga tetes darah penghabisan. Perang tersebut dipimpin oleh pahlawan asal Bali, I Gusti Ngurah Rai. 

    Beliau lahir pada tanggal 30 Januari 1917 di Carangsari, Bali. Dalam perang Puputan Margarana tersebut, I Gusti Ngurah Rai dan 95 pasukannya gugur. Pada saat itu, beliau berusia 29 tahun.

    Berkat jasanya yang besar tersebut, nama beliau diabadikan menjadi sebuah nama bandar udara nasional di Bali, yakni Bandara I Gusti Ngurah Rai.

    15. Sultan Hasanuddin

    Tokoh sejarah lainnya yang juga berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan RI adalah Sultan Hasanuddin yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Beliau yang mendapatkan julukan “ayam jantan dari timur” ini lahir pada tanggal 12 Januari 1631.

    Sebagai putra kedua dari Kerajaan Gowa, beliau juga memiliki semangat yang gigih dan darah pahlawan yang mendidih. Kerajaan Gowa diserang oleh pasukan VOC yang dibantu oleh Kerajaan Bone pada tahun 1660. Meskipun pada akhirnya perang tersebut berakhir dengan perdamaian, namun Sultan Hasanuddin merasa dirugikan.

    Hal tersebut kemudian mendorong Sultan Hasanuddin untuk menghancurkan dua kapal milik Belanda. Belanda pun tidak tinggal diam karena kemudian mendesak Sultan Hasanuddin dengan mengirimkan Cornelis Speelman. Akibat dari desakan tersebut, muncullah Perjanjian Bongaya.

    Sultan Hasanuddin wafat pada usia yang tergolong masih muda, yakni 39 tahun. Hal ini pun menjadi mengakhiri perjuangannya dalam mempertahankan Kerajaan Gowa dari penjajah Belanda.

    16. Pierre Tendean

    Pierre Tendean merupakan pahlawan nasional yang memiliki keturunan darah Perancis. Beliau berasal dari Sulawesi dan termasuk ke dalam pahlawan revolusi. Pada masa itu, Pierre Tendean menjabat sebagai ajudan dari Jenderal besar TNI Abdul Haris Nasution. 

    Bersama dengan enam jenderal lainnya, beliau gugur pada peristiwa sejarah G30S PKI. Pierre Tendean pun resmi mendapatkan gelar sebagai pahlawan revolusi pada 5 Oktober 1965. 

    17. Robert Wolter Monginsidi

    Pahlawan asal Sulawesi Utara yang aktif melakukan upaya pemberontakan terhadap Belanda adalah Robert Wolter Monginsidi. Beliau lahir pada tanggal 14 Februari 1925 dan wafat di usia yang sangat muda, yaitu pada tahun 1949.

    Sebelum mendirikan LAPRIS atau Laskar Pemberontakan Rakyat Indonesia Sulawesi, beliau juga berpartisipasi dalam melawan tentara NICA yang berada di Makassar. Meskipun beberapa kali berhasil lolos dari tangkapan Belanda, namun pada akhirnya, beliau tertangkap dan mendapatkan hukuman mati.

    18. Karel Satsuit Tubun

    Karet Satsuit Tubun merupakan seorang polisi yang masuk ke dalam daftar pahlawan revolusi. Asal beliau yaitu dari Maluku dan lahir pada tanggal 14 Oktober 1928. KS Tubun adalah korban dari peristiwa G30S PKI.

    Pada saat peristiwa tersebut, beliau berjaga di rumah Dr. Leiman. Para anggota PKI tiba-tiba menyerang rumah Dr. Leiman dan menyekap para pengawal. Beliau kemudian segera bangun dari tidurnya ketika mendengarkan kegaduhan. Sontak, pasukan PKI langsung menghujani beliau dengan peluru.

    19. Frans Kaisiepo

    Putra bangsa dari Papua juga turut andil dalam mengupayakan kemerdekaan Indonesia. Frans Kaisiepo adalah pahlawan berdarah Papua yang mulai dikenal masyarakat luas setelah gambarnya digunakan pada pecahan uang Rp10.000,00. 

    Beliau merupakan orang yang menggagas supaya nama Papua diganti menjadi Irian pada konferensi Malino tahun 1946. Tak hanya menjadi orang pertama yang mengusulkan penggantian nama Papua, beliau juga menjadi orang pertama yang mengibarkan sang Dwi Warna di Tanah Papua.

    Pada tahun 1964-1973, beliau menjabat sebagai Gubernur Papua. Untuk mengenang jasanya terhadap bangsa Indonesia, maka nama Frans Kaisiepo juga diabadikan menjadi nama bandara di Biak.

    20. Marthen Indey

    Pahlawan Papua yang lainnya yang berjasa dalam mempertahankan Irian Barat agar tetap menjadi bagian dari kesatuan Indonesia adalah Marthen Indey. Meskipun mempunyai latar belakang sebagai tentara Belanda di Papua, namun beliau sepenuhnya mendukung Indonesia. 

    Hal ini beliau buktikan dengan melakukan pemberontakan pada Desember 1945 melawan Belanda. Akibat dari pemberontakan tersebut, Belanda menawan Marthen Indey selama 3 tahun di hulu Digul.

    Perjuangannya dalam mempertahankan wilayah Irian Barat untuk tanah air membuatnya diberikan kesempatan untuk menjadi anggota MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara).

    Sudah Tahu Siapa Saja Tokoh Pahlawan dari Nusantara?

    Itulah 20 daftar nama tokoh pahlawan yang berasal dari Aceh hingga Papua. Beliau semua mempunyai tujuan dan semangat juang yang sama yaitu mengusir para penjajah yang ingin menguasai bumi Indonesia. 

    Tak hanya berasal dari kalangan rakyat jelatah, bahkan beliau-beliau juga berasal dari golongan bangsawan atau kesultanan kerajaan.

    Beliau-beliau tersebut layak menyandang gelar pahlawan karena memang memberikan seluruh tumpah darah untuk bangsanya. Sebagai generasi bangsa, kita pun wajib untuk mengetahui nama-nama pahlawan tersebut dan terus mengenang jasanya.

  • Referensi: Definisi, Jenis, Sumber, dan Contohnya

    Referensi: Definisi, Jenis, Sumber, dan Contohnya

    Dalam membuat sebuah karya, penulisan referensi menjadi suatu hal yang sangat penting. Sebab, keberadaannya akan menjadi penguat bahwa hasil karya tersebut benar adanya dan kredibel. Karena itu, memahami tentang apa itu referensi adalah kewajiban agar Anda tidak salah menempatkannya.

    Sebagus apapun sebuah tulisan, jika tidak Anda sertai dengan referensi, maka pembaca akan sulit untuk mempercayai kebenarannya. Maka dari itu, sebelum Anda menulis artikel atau karya ilmiah pahami dulu penjelasannya lewat artikel berikut ini!

    Apa itu Referensi?

    Kata referensi berasal dari Bahasa Inggris, yakni “refer to” yang memiliki makna merujuk pada atau mengacu pada sesuatu pernyataan dari orang lain. Melalui sumber tersebut, seorang penulis bisa menunjukkan bahwa karyanya kredibel. Karena ada penguat berupa sumber yang sah.

    Singkatnya, referensi adalah sebuah rujukan terhadap konsep atau gagasan yang menggambarkan informasi untuk mendukung konteks hipotesis. Sumber ini bisa berupa dokumen fisik maupun elektronik. Rujukan ini akan memperkuat argumen dari berbagai sudut pandang sehingga menjadi satu kesimpulan yang valid.

    Dalam dunia akademis pengenalan terkait apa itu referensi sudah dilakukan sejak awal. Adapun tujuannya adalah untuk mempermudah mahasiswa atau siswa yang akan menyusun tugas ataupun skripsi agar bisa menemukan sumber yang bisa kredibel.

    Jenis-Jenis Referensi

    Setelah membahas pengertian dari apa itu referensi, ternyata sumber untuk karya tulis itu ada beberapa jenisnya. Selain itu, setiap jenisnya juga memiliki fungsi yang berbeda. Lantas, apa sajakah jenis-jenis rujukan tersebut? Berikut adalah penjelasan lengkapnya:

    1. Kutipan

    Kutipan adalah rujukan atau sumber yang umumnya penulis tuangkan ke dalam hasil karyan dengan cara menyalin pendapat atau ucapan ahli. Sumbernya bisa dari dari artikel, jurnal, buku, atau karya tulis lainnya. Fungsinya adalah untuk memperkuat asumi yang sedang penulis bangun dalam hasil karya tulisnya.

    Ada dua macam kutipan yang bisa Anda cantumkan dalam karya tulis, yakni kutipan langsung dan tidak langsung. Pada kutipan langsung, Anda bisa menyalinnya sama persis dengan apa yang tertulis pada sumber dengan tanda kutip. Serta tertulis lebih menjorok ke dalam alinea paragraf utama dan menggunakan font italic.

    Sementara kutipan tidak langsung harus Anda tulis dengan cara parafrase atau memberikan sedikit perubahan dari sumber utama. Jenis ini harus menggunakan bahasa penulis sendiri. 

    Lebih tepatnya jenis kutipan tidak langsung akan berupa ringkasan dan menyatu dengan paragraf tulisan. Anda bisa menggunakan ide pokok sumber sebagai bahan utama untuk mempermudah tulisan.

    2. Bibliografi

    Apa itu jenis referensi bibliografi? Daripada jenis rujukan yang sebelumnya, bibliografi mungkin terdengar cukup asing, mengingat tidak semua penulis menggunakannya. Rujukan ini merupakan daftar buku yang menjadi sumber untuk hasil karya terkait suatu subjek ilmu tertentu.

    Fungsinya untuk menjelaskan tentang keterangan umum dari sumber referensi dalam penulisan karya ilmiah. Selain itu, bibliografi juga memiliki peran sebagai pelengkap dari footnote atau catatan kaki. Ada 2 cara penulisannya, yakni APA (American Psychological Association) dan CMOS (Chicago Manual of Style).

    3. Catatan Kaki (Footnote)

    Footnote atau catatan kaki adalah keterangan yang umumnya penulis cantumkan di margin bawah halaman buku. Fungsinya adalah untuk memudahkan para pembaca dalam menemukan keterangan penjelasan dari kalimat yang tertulis atau paragraf. 

    Selain itu, catatan kaki juga mampu menunjukkan kualitas dari karya ilmiah. Jadi, dapat dikatakan jika karya ilmiah resmi akan selalu menggunakan footnote untuk menjadi penilaian terhadap penggunaan sumber data. 

    Penulisan catatan kaki sendiri memiliki aturan tersendiri. Rujukan ini harus terpisah dari naskah halaman yang sama. Isinya meliputi keterangan dari kutipan utama dan menggunakan format khusus.

    Sumber-Sumber Referensi

    Dalam praktiknya ada beberapa penulis yang masih bingung dengan sumber rujukan. Mengingat data-data yang dapat Anda ambil dan olah menjadi karya sangat banyak, tak ayal apabila ada keraguan ketika ingin mengambil sumber. Namun, jangan khawatir. Berikut ini adalah beberapa sumber yang dapat menjadi acuan:

    1. Majalah dan Surat Kabar

    Apa itu referensi berdasarkan sumbernya? Meski sebenarnya ilmu ini adalah basic alias dasar, namun banyak penulis masih tampak bimbang jika ingin memakai sumber. 

    Jenis sumber pertama yang bisa Anda gunakan dapat berasal dari majalah atau surat kabar. Meski informasi yang tertuang dalam keduanya tampak informal, namun Anda bisa memakainya sebagai acuan.

    Hal tersebut karena dalam surat kabar dan majalah tertera informasi yang memuat berbagai fakta dengan sifat aktual. Semua informasi tersebut ditulis berdasarkan hasil wawancara secara langsung dari para jurnalis. Itulah yang membuat data-datanya bisa ANda manfaatkan untuk memperkuat hasil karya ilmiah.

    2. Internet

    Pencarian rujukan sekarang ini sangatlah mudah. Anda tidak perlu melakukan investigasi langsung untuk mendapatkan informasi mengenai suatu hal yang akan tercantum dalam sebuah karya tulis. Karena Anda bisa memanfaatkan internet untuk mencari informasi sebanyak mungkin sesuai dengan kebutuhan.

    Bahkan menurut sumbernya, referensi dari internet bisa menjadi rujukan yang cepat dan akurat. Apalagi jika mengingat ada berbagai jenis data dan fakta yang terungkap setiap harinya. Namun, agar informasi yang Anda dapatkan itu tetap akurat, cobalah untuk mencari website atau situs-situs yang memiliki integritas dan resmi.

    3. Jurnal

    Apa itu jurnal referensi? Jurnal adalah artikel yang memiliki tema khusus berupa bidang keilmuan dan dibahas secara detail. Artikel ini bisa berbentuk offline maupun online

    Bukan suatu rahasia lagi apabila penulis banyak menggunakan jurnal sebagai rujukannya. Karena di dalam jurnal setiap informasi akan tertulis dengan cukup spesifik. Bahkan, jurnal umumnya orang-orang yang menulis jurnal merupakan seorang profesional dan berkompetensi tinggi pada bidang yang ditelitinya tersebut. 

    Dapat Anda katakan bahwa, jurnal memiliki tingkat kredibilitas tinggi. Karena akan melalui beberapa tahapan sebelum terbit atau publish. Anda juga bisa mendapatkan jurnal dari internet atau perpustakaan.

    4. Buku

    Rujukan bisa menggunakan sumber buku? Tentu saja bisa, bahkan buku bisa menjadi sumber rujukan terbaik untuk menciptakan suatu karya. Anda dapat menemukan berbagai jenis informasi di dalamnya. Baik berupa tulisan, grafik, data, maupun gambar. Adapun buku yang sering menjadi referensi adalah sastra.

    Contoh Referensi

    Rasanya kurang lengkap jika Anda hanya mengetahui pengetahuan dasar tentang apa itu referensi. Agar saat menulis nanti Anda bisa langsung memasukkan rujukannya, berikut adalah contoh penulisan rujukan yang dapat Anda pahami:

    • Arief, Irfan. “Memulihkan Depresi, Mencegah Bunuh Diri”. http://www.pjnh.go.id,id, diakses pada 17 Maret 2023”.
    • Hernowo, Mengingat Makna, (Bandung:Mizan:2002), hlm.109-130.

    Anda Sudah Memahami Apa Itu Referensi?

    Itulah penjelasan mengenai pengertian, contoh, jenis, dan sumber referensi yang bisa Anda baca dan pahami. Melalui informasi ini, Anda bisa lebih mengenal tentang rujukan atau sumber untuk sebuah karya tulis. Jadi, jika nanti Anda menciptakan karya, hasilnya akan lebih maksimal.

  • 10 Cerpen Bahasa Jawa (Cerkak) Lengkap dengan Artinya

    10 Cerpen Bahasa Jawa (Cerkak) Lengkap dengan Artinya

    Cerpen bahasa Jawa atau cerkak adalah salah satu karya fiksi yang di dalamnya menceritakan konflik para tokoh-tokohnya dan disertai penyelesaian. Simak 10 contoh cerkak beserta artinya hanya di sini.!

    10 Cerpen Bahasa Jawa (Cerkak) Lengkap dengan Artinya

    Berikut 10 cerpen bahasa Jawa beserta artinya, yaitu:

    1. Cerkak Sombong Iku Ora Apik

    Ana bocah jenenge Tiara, iku murid kelas 6 SD sing pinter lan apikan. Ing sekolah akeh kanca sing seneng karo dheweke amarga sikape. Ana maneh cah wadon jenenge Melani, lawane Tiara. Dheweke pinter nanging sombong banget.

    Sawijining dina, guru ngumumake yen rong minggu ana lomba maca pidato. Tiara lan Melani jelas melu. Saben dino tansah latihan maca pidato supaya bisa lolos seleksi. Tekan dino seleksi, lorone wenehi pidato banjur pengumuman lulus.

    Nalika dina sayembara teka, Melani terus bangga, nyatakake yen dheweke mesthi bakal menang. Amarga sadurunge dheweke uga menang kelas 5 ing lomba pidato. Beda karo Tiara, dheweke ora leren ndedonga lan latihan, nyoba ngapalke teks pidato maneh. Melani ditelpon dhisik, juara kelas 5 saiki ndadak lali karo teks pidato sing wis diapalake.

    Sawise kuwi Tiara maju lan tampil apik banget. Kabeh juri padha gumun, kalebu Bu Yati, sing wektu iku teka ndherekake lomba. Pengumuman teka, Tiara menang juara 1 dene Melani kudu nahan tangis amarga ora menang babar pisan.

    Artinya:

    Ada seorang gadis bernama Tiara, dia adalah siswa kelas 6 yang cerdas dan baik hati. Di sekolah banyak temannya yang menyukainya karena sikapnya. Ada lagi gadis bernama Melani, lawan Tiara. Dia pintar tapi sangat sombong.

    Suatu hari, guru mengumumkan bahwa akan ada lomba membaca pidato dalam dua minggu. Tiara dan Melani jelas terlibat. Setiap hari, selalu berlatih membaca pidato agar lolos seleksi. Hingga hari seleksi, keduanya tampil impresif dan kemudian lolos.

    Ketika hari kompetisi tiba, Melani tetap bangga dengan menyatakan bahwa dia pasti menang. Karena sebelumnya ia juga juara 5 dalam lomba pidato. Berbeda dengan Tiara, ia tidak berhenti berdoa dan berlatih, berusaha menghafal kembali teks pidato tersebut. Melani dipanggil duluan, juara 5 tiba-tiba lupa teks pidato yang sudah dihafalnya.

    Setelah itu, Tiara maju dan tampil sangat baik. Semua juri terkagum-kagum, termasuk Bu Yati yang saat itu datang menonton lomba. Tibalah pengumuman, Tiara meraih juara 1, sedangkan Melani harus menahan air matanya karena tidak menang sama sekali.

    2. Cerkak Pandemi Covid 19

    Setahun kepungkur negoro iki keno wabah pandemi covid-19. Berita kasebut akeh disiarake ing TV lan surat kabar. Aku lan warga sekitar eruh kabar kasebut lan mulai ngenekne rapat sore iku. Ing awal-awal wabah kasebut, Pak RT duwe rencana becik supoyo wabah kasebut iso cepet ilang soko negorone awake dewe. Poro warga di dawuhi dipangeing metu tekan omah.

    Kabeh dalanan mlebu deso sementara bakale di tutup, sekolah di preikne lan kabeh kerjoan di liburno. Warga sekitar kang melu rapat deso kasebut padha setuju karo usulane pak RT. Pak RT sanjang, “Wabah iki duduk wabah biasa, awak e dewe kudu podo waspodo, ojo metu ko omah disek tanpo alesan sing penting”. Rencana iku bakal diterapne minggu ngarep. Warga podo sepakat.

    Artinya:

    Setahun yang lalu, negara ini dilanda pandemi covid-19. Berita itu disebarkan secara luas di TV dan surat kabar. Aku dan orang-orang di sekitar mendengar berita itu dan mulai menghadiri pertemuan malam itu. Di awal wabah, Pak RT punya rencana bagus agar wabah bisa cepat hilang dari negaranya. Warga disuruh keluar dan pulang ke rumah masing-masing.

    Semua jalan menuju desa akan ditutup sementara, sekolah akan ditutup dan semua bisnis akan ditutup. Warga sekitar yang mengikuti musyawarah desa setuju dengan usulan Pak RT. Pak RT berkata, “Wabah ini tidak seperti wabah biasa, harus hati-hati, jangan keluar rumah tanpa alasan penting”. Rencana Pak RT tersebut akan dilaksanakan minggu depan. Warga pun setuju.

    3. Cerpen Bahasa Jawa Tepang Taun

    Aku tepang taun 11 tahun minggu wingi. Ibu nduweni rencana gawe syukuran ing omah lan ngundang konco-koncoku. Aku bungah banget mergo ulang tahunku dirayakno.

    Sakdurunge dino kang tak enteni, aku diajak ibuk lan bapak tumbas klambi anyar gawe acara kasebut. Ben katon apik, ruang tamu omahku dihias nganggo balon lan pita. Ora ketinggalan ibukku juga pesen roti ulang tahun bentuk minion ngepasi karo sing tak senengi. 

    Sedulurku mbantu ibu masak gawe acara. Konco-koncoku podo teko lan gowo hadiah, enek sing menehi kado buku, pensil, tas, lepak lan sepatu. Acara kasebut berjalan dengan meriah, momen iku ora bakal iso tak lalekke.

    Artinya:

    Ulang tahunku yang ke 11 minggu lalu, ibuku memiliki rencana untuk mengadakan pesta ulang tahun di rumah dan mengundang semua temanku. Aku sangat senang karena ulang tahunku dirayakan.

    Sebelum hari itu, aku diajak oleh ibu dan ayah membeli baju baru untuk acara tersebut. Supaya terlihat bagus, ruang tamu di rumahku dihias menggunakan balon dan pita. Tak ketinggalan, ibu juga memesan kue ulang tahun berbentuk minion yang kusukai.

    Saudaraku membantu ibu memasak untuk acara tersebut. Di belakang ada keranjang kado. Teman-temanku memberikan hadiah berupa buku, pensil, tas, dan sepatu. Acara berlangsung sangat meriah, momen yang tidak akan pernah terlupakan.

    4. Preian Sekolah 

    Ora kroso Minggu ngarep wis preian sekolah. Aku lan keluargaku nggadahi rencana bakal liburan menyang griyane kakung ing Gunung Kidul. Amergo, desane asri lan kaline bening.

    Menawi perjalanan, ayah crita pengalaman pas deweke cilik ing desa. Sakjane, aku wes duwe kepingin dolan ing kali utawa sawah ing desane kakung.

    Ora krasa cerita ngalor-ngidul, wayah jam 12 awan jebul ameh tekan omah kakungku. Kakungku wis siap ngenteni ning ngarep omah karo wayahe sing seneng banget gara-gara meh ketekanan aku.

    Aku kan salah sijine putu sing diakung. Selama nek omahe kakungku, aku diajak dolan menyang kali, sawah, lan kebone. Aku seneng senajan saged liburan sekolah ing desane kakung.

    Arti cerpen bahasa Jawa Preian Sekolah:

    Tak terasa Minggu depan adalah masa libur sekolah. Aku dan keluarga berencana untuk mengunjungi rumah kakek di Gunung Sari. Desanya indah, sungainya jernih, dan ladangnya hijau.

    Selama perjalanan, aku diceritakan pengalaman ayah ketika dia masih kecil di desa itu. Aku sudah punya rencana untuk mengunjungi sungai atau sawah.

    Setelah berbincang lama, tepat jam 12 siang, aku pun tiba di rumah kakek. Kakekku sudah siap menunggu di depan rumah dengan sangat bahagia.

    Aku kan salah satu cucunya. Ketika berada di rumah beliau, aku diajak mengunjungi sungai, sawah, dan kebun. Aku suka menghabiskan liburan sekolah di desa kakek.

    5. Loman Njaba Lan Njero

    Ing sawijining dina sing cerah, ana bocah wadon loro sing jenenge Dian lan Lisa lagi ngerjakake tugas sekolah ing omahe Dian. Kalorone nindakake tugas sekolah kanthi serius lan swasana katon sepi.

    Banjur kancane Dian sing jenenge Tyas teka ing ngarep omahe. Nanging Dian dhewe kayane ora nggatekake anane Tyas.

    “Dian, ana Tyas neng ngarep omah ngenteni kowe, cepet-cepet ketemu, sayange wis ngenteni awake dhewe”. Kandhane Lisa sing lagi nggarap PR ing omahe Dian.

    “Tyas kerep ngomong ala marang wong liya. Nyatane, dheweke kerep ngomong ala babagan kanca-kancane dhewe ing mburi. Oalah, akeh banget sing kudu diterangake.” Jawabe Dian setengah sinis.

    “Dheweke beda banget karo kowe Lis, kowe cengeng, ngomong terus terang yen ngomong karo aku, nanging paling ora kowe duwe ati sing tulus Lis, ora mung kanca apik ing njaba nanging bosok ing batin. Nek nggolek kanca, aku ora butuh penampilan njabane wong liyo, Lis.” Dian nerangake karo Lisa kanthi dawa.

    Artinya:

    Pada hari yang cerah, Dian dan Lisa sedang mengerjakan PR di rumahnya Dian. Keduanya mengerjakan tugas sekolah dengan serius dan suasana tampak sepi.

    Kemudian, teman Dian yang bernama Tyas datang di depan rumahnya. Namun, Dian sendiri sepertinya tidak menyadari keberadaan Tyas.

    “Dian, Tyas sudah menunggumu di depan rumah, cepatlah temui dia, sayangnya dia sudah menunggumu.” Ucap Lisa yang sedang mengerjakan PR di rumah Dian.

    “Tyas sering mengatakan hal-hal buruk kepada orang lain. Bahkan, mereka sering berbicara buruk tentang teman mereka sendiri di belakang mereka. Pokoknya banyak yang harus dijelaskan.” Jawab Dian setengah sinis.

    “Dia berbeda denganmu. Kamu cengeng dan berbicara terus terang serta memiliki hati yang tulus, kamu bukan sekedar teman yang hanya baik di luar, tetapi busuk di dalam. Kalau aku mencari teman, aku tidak butuh penampilan luar seperti orang asing, Lis.” Dian menjelaskan panjang lebar kepada Lisa.

    6. Cerkak Tulung Kanca-Kanca

    Esuk mau udan deres. Ani bingung arep mangkat sekolah. Nalika ndeleng udan, HPne Ani muni saka kamare Ani, mula Ani mlebu kamar banjur mangsuli telpon.

    Jebule sing ngubungi Ani kuwi Lia, kancane. Ing HP Lia kandha yen Ani arep jemput, amarga Lia ngerti yen Ani bingung arep sekolah.

    Ora let suwe Lia tekan omahe Ani karo bapake numpak mobil. Ani kesusu pamit marang wong tuwane banjur metu nemoni Lia.

    Sawise tekan sekolah, sing kanca mejane mlebu kelas. Wektu istirahat, wong loro mau menyang kantin kanggo ngilangi rasa luwe. Nalika arep mbayar, Lia lali ora nggawa dompete. Dadi Ani konco apik sing mbayar.

    Artinya:

    Hujan turun dengan deras pagi itu. Ani bingung mau pergi ke sekolah. Sambil melihat hujan, handphone Ani berbunyi dari kamar Ani, maka Ani masuk ke kamar dan menjawab telepon tersebut.

    Ternyata Lia, temannya, menghubungi Ani. Lia mengatakan di telepon kalau Ani akan menjemputnya. Sebab, Lia mengetahui Ani sedang kebingungan untuk berangkat sekolah.

    Tak lama kemudian, Lia tiba di rumah Ani bersama ayahnya dengan mobil. Ani bergegas pamit pada orang tuanya, lalu keluar menemui Lia.

    Setelah sampai di sekolah, mereka pergi ke kelas. Saat istirahat, mereka berdua pergi ke kantin untuk memuaskan rasa lapar mereka. Saat akan membayar, Lia lupa membawa dompetnya. Jadi, Ani sebagai teman baik yang membayarnya.

    7. Cerpen Bahasa Jawa Bocah Cules

    Minggu iku dina prei sing ditunggu-tunggu wong-wong sing lagi turu, males-malesan nglakoni kegiatan. Banu milih santai lan turu ing omah, lan sing luwih elek yaiku Banu mesthi ngrasa kurang karo preian.

    “Banu tangi wis awan, kowe telat”. takon ibune.

    “Mbak Banu esih kesel, Banu nglewati sedina ya”. Banu welas marang ibune.

    Weruh kelakuane Banu, ibune nesu, mula ibune ngajak Banu niliki bocah-bocah sing kurang berkembang ing panti asuhan.

    “Saiki coba bukak mripatmu, arep sekolah kaya kowe, nanging ora ana wong tuwa sing mbayar kanggo sekolah.” Ibune nerangake, dheweke isih ana ing mobil.

    Kanthi kedadeyan kuwi Banu tangi turu lan kepingin mlebu sekolah senajan wis telat. Nalika budhal sekolah, Banu weruh bocah lumpuh sing nganggo seragam sekolah sing padha karo dheweke, Banu kandha ing awake dhewe, aku matur nuwun amarga aku isih duwe fisik sing sampurna kanggo bisa sinau.

    Artinya:

    Hari Minggu adalah hari libur yang dinanti-nanti, karena waktunya orang untuk tidur-tiduran dan malas beraktifitas. Banu memilih bersantai dan tidur di rumah, dan parahnya Banu selalu merasa hari liburnya tidak cukup.

    “Banu bangun, sudah siang, nanti telat”, kata ibunya.

    “Bu Banu masih lelah, Banu ingin melewatkan satu hari.” Banu meminta belas kasih pada ibunya.

    Melihat kelakuan Banu, ibunya marah, sehingga dia mengajak Banu mengunjungi anak-anak kurang beruntung di panti asuhan.

    “Sekarang coba buka matamu, mereka ingin sekolah sepertimu, tapi tidak ada orang tua yang membiayai sekolah.” Ibunya menjelaskan, dia masih di dalam mobil.

    Dengan kejadian itu, Banu bangun dan ingin berangkat ke sekolah meski sudah telat. Saat berangkat sekolah, Banu melihat seorang anak laki-laki lumpuh memakai seragam sekolah yang sama dengannya, Banu berkata dalam hati, aku bersyukur masih memiliki tubuh yang sempurna untuk bisa belajar.

    8. Cerkak Kanca Becik

    Menawi balik sekolah aku lan kanca-kanca duwe rencana arep nymbangi Andi amarga deweke wes ora mlebu sekolah seminggu. Jare Andi meriang tipes, terus aku nduwe ide urunan gawe nukokno roti dan lan buah-buahan.

    Lah kok ndilalah pas neng tengah ndalan ban sepedaku kena paku. Koncoku liyane budal sek mergo ora ngerti. Mbarang di delok, tibak e pedahku kenek paku lan bane gembos ora iso ditumpaki.

    Akhire Dodo ngancani aku nuntun sepeda golek tukang tambal ban. Amergo posisi pas kui tibak e ora ono tukang tambal ban, aku duwe rencana nitipke sepedaku ing omahe salah siji warga cedak kunu. 

    Terus aku di bonceng Dodo nyusul koncoku sing wes podo budal disek menyang omae Andi. Aku matur suwun banget karo Dodo, mergo Dodo salah sijine sahabatku kang becik atine. Dodo gelem mbantu koncone pas lagi kesusahan. Sawise kedadean kuwi aku maleh akeh sinau tentang artine kekancan.

    Arti cerpen bahasa Jawa Kanca Becik

    Sepulang sekolah, aku dan teman-teman berencana mengunjungi Inda yang sudah seminggu tidak sekolah. Katanya, Andi sakit tipes, lalu aku punya ide untuk membawa roti dan buah-buahan yang disukai Inda.

    Tapi sayangnya di tengah jalan, ban sepedaku tidak sengaja terbentur paku. Sedangkan teman-temanku yang lain pergi duluan karena tidak tahu. Ketika aku melihatnya, ternyata ban sepadaku terkena paku.

    Akhirnya aku ditemani oleh Dodo untuk mencari tukang tambal ban. Ternyata tidak ada tukang tambal ban, karenanya aku menitipkannya di rumah warga.

    Lalu aku boncengan dengan Dodo dan mengikuti temanku yang hendak pergi ke rumah Andi. Aku sangat berterima kasih kepada Dodo, karena Dodo adalah salah satu sahabatku. Dodo bersedia membantu temannya ketika dalam kesulitan. Setelah kejadian itu, aku belajar banyak tentang arti persahabatan.

    9. Cerkak Mlebu Sekolah SMP

    Ora krasa aku mulai ndredeg mergo ngesuk wis arep mlebu SMP. Aku ditampa ing SMP sing tak pengini. Sakjane aku wis ora sabar ketemu kanca, guru, lan pengalaman anyar. Bapak lan ibu akeh ngewehi wejangan gen sekolah tenanan, pinter, lan mbahagiakne wong tua.

    Dinten Senin bapak nganter aku gawe seragam anyar menyang sekolah. Aku diterke ngasih ngarep gerbang sekolahan terus pamitan.

    Bapakku sanjang “Nek wes jam balik sekolah kabari ya, ngko tak susul”.

    “Inggih, Pak,” saurku.

    Banjur aku mlebu sekolah, ing lapangan wes akeh kanca pada baris. Iki dina pertama kegiatan MOS. Mulane kabeh siswa anyar bakal dikenalke karo lingkungan ing sekolahan. Acara MOS iku diwiwiti mbek upacara bendera lan wejangan saka bapak kepala sekolah.

    Artinya:

    Tak terasa hatiku mulai bergetar karena besok aku akan masuk SMP. Aku diterima di SMP yang kuinginkan.

    Aku tidak sabar untuk bertemu teman baru, guru baru, dan pengalaman baru. Ayah dan ibu banyak memberikan nasihat tentang bagaimana cara bersekolah, menjadi pintar, dan membahagiakan orang tua.

    Pada hari Senin, aku diantar ayah ke sekolah untuk membuat seragam baru. aku diantar sampai ke depan gerbang sekolah dan berpamitan.

    Ayahku berkata, “Kalau sudah waktunya pulang, kabari ya, nanti tak jemput”.

    “Ya, Pak,” kataku.

    Aku pergi ke sekolah, ada banyak teman di lapangan. Hari ini adalah aktivitas yang disebut “MOS”.

    Jadi, semua siswa baru akan dikenalkan dengan lingkungan sekolah. Acara MOS diawali dengan upacara bendera dan sambutan dari kepala sekolah.

    10. Cerkak Bapak Ngingah Pitik

    Bapakku nduwe usaha ngingu pitik sing terkenal ing desaku. 5 kandang pitik dideleh ning mburi omah. Saben kandang pitik ukurane 6 x 7 meter lan bisa dinggoni nganti 55 pitik.

    Aku saben esuk ngrewangi bapak makani pitik ben cepet lemu lan bisa payu larang. Pakan pitik sing dicepakake nggo makani macem-macem, mulai seko beras, jagung, nganti dedak. Ben entuk rego murah, pakan kudu dituku saking tengkulak kang wis dadi langganan. Menawi pitik ngetoke tigan, tigan-tigan kuwe mau dijupuki.

    Alhamdulilah keluargaku iso nggawe usaha dewe. Aku sakjane seneng banget sinau langsung karo bapak soal ngingu pitik. Aku duweni cita-cita yen suk gedhe bakal biso neruske usahane bapakku gen luweh gedhe.

    Artinya:

    Ayahku memiliki bisnis ayam yang terkenal di desa. Ada 5 kandang ayam ditempatkan di bagian belakang rumah. Setiap kandang ayam berukuran 6 x 7 meter yang cukup untuk 55 ekor ayam.

    Setiap pagi aku membantu ayah memberi makan ayam, agar cepat gemuk dan mahal saat dijual. Ayam-ayam tersebut diberi makanan yang bervariasi, mulai dari nasi, jagung, hingga bekatul. Agar mendapat harga murah, makanan dibeli dari penjual yang sudah lama menjadi langganan ayah. Bila ayam menetaskan anaknya, maka akan diternakkan kembali. 

    Alhamdulillah, keluarga aku bisa memulai bisnis sendiri. Aku sangat senang bisa belajar beternak ayam langsung dengan ayahku. Aku memiliki mimpi bahwa ketika aku besar nanti, dapat melanjutkan pekerjaannya.

    Ingin Coba Buat Cerpen Bahasa Jawa Sendiri?

    Itulah contoh 10 cerpen bahasa Jawa lengkap beserta artinya. Setelah membacanya, kamu tertarik untuk membuatnya sendiri?

  • Kumpulan Puisi Berantai 5 Orang Paling Lucu, Gokil, Bikin Ketawa!

    Kumpulan Puisi Berantai 5 Orang Paling Lucu, Gokil, Bikin Ketawa!

    Puisi berantai 5 orang adalah gabungan beberapa puisi yang dibacakan secara bersamaan dalam satu waktu oleh 5 orang. Penampilan puisi yang satu ini juga dilakukan layaknya seperti percakapan. Sehingga, terdengar seperti obrolan antar tokoh, ketika isi puisi sedang dibacakan. 

    Biasanya, masing-masing pembaca puisi akan mewakili satu tokoh yang menjadi topik puisi yang ia bacakan. Contohnya orang pertama membacakan puisi bertema petani dan yang lain sebagai peternak. Sehingga, jika isinya dibacakan akan tidak sinkron, tapi pembaca puisi lain bisa menyambung puisi yang dibacakan oleh yang lain.

    Jika kamu masih merasa bingung serta ingin tahu contoh puisi berantai yang lucu dan gokil, simak ulasan berikut ini!

    Contoh Puisi Berantai 5 Orang yang Lucu dan Gokil

    Puisi berantai biasanya memiliki susunan isi, diksi, dan metafora yang kontradiktif. Oleh karena itu, puisi berantai biasanya terdengar begitu lucu dan menghibur. Berikut ini adalah contoh puisi berantai 5 orang yang lucu dan menghibur:

    1. Puisi Berantai 5 Orang Tentang “Satpam, Pujangga, Tukang Sampah, Penjaga Warung, dan Koki”

    Contoh puisi berantai 5 orang berikut ini diperankan oleh satpam, pujangga, tukang sampah, penjaga warung, dan koki. Begini isi puisinya:

    Satpam

    Kenapa ya, tiap hari ada saja maling yang tertangkap… 

    Maling ayamlah, maling motorlah, bahkan maling…

    Pujangga

    Pujaan hatiku… 

    Kau begitu cantik… 

    Wajahmu yang indah mengingatkanku seperti…

    Tukang Sampah

    Sampah-sampah yang kotor… 

    Setiap hari aku memungut dan membawanya ke tempat pembuangan… 

    Oh sampah yang kotor, karenamulah anak dan istriku bisa makan…

    Penjaga Warung 

    Cabai 10 kg… 

    Begitu pedas… 

    Huuu Haaahh… 

    Begitu nikmat sampai semua ibu-ibu di kompleks suka…

    Satpam

    Kepada maling-maling yang masih berkeliaran… 

    Aku tidak akan membiarkanmu 

    Ingatlah jika suatu saat kita bertemu, 

    Aku akan menghajarmu dengan…

    Tukang Sampah 

    Sampah yang bau… 

    Benar-benar bau sampai aku sudah terbiasa dengan baunya 

    Meskipun bau, 

    Setiap hari aku selalu mengaduk sampah bau itu di…

    Koki 

    Wajan yang besar… 

    Kompor sudah siap… 

    Tapi ada satu hal yang kurang 

    Aku lupa dimana menyimpan benda itu 

    Padahal aku tidak akan bisa membuat ikan goreng ini tanpa…

    Satpam 

    Pistol… 

    Sudah kusiapkan pistol dan peluru untuk menangkap kalian para maling 

    Jika aku tidak bisa menangkap kalian dengan pistol ini, 

    Maka aku akan menembak…

    Tukang Sampah 

    Tumpukan sampah yang bau itu… 

    Seolah sudah seperti bagian tubuhku

    Namun, aku tetap bangga dengan pekerjaan ini

    Meskipun begitu, sekarang aku…

    Koki 

    Telah menemukan sutilku… 

    Sutil kesayangan yang menemaniku memasak… 

    Kini aku sudah siap untuk memasukkan…

    Satpam 

    Pistol, dan pentungan yang besar… 

    Sudah kusiapkan untuk menangkap para maling

    Siap-siaplah kalian para maling… 

    Karena kalian akan berakhir malam ini

    2. Puisi Berantai 5 Orang Tentang “Koruptor, Pujangga, Sang Putri, Bocah Kecil, dan Pembunuh”

    Puisi berantai 5 orang selanjutnya diperankan oleh koruptor, pujangga, sang putri, bocah kecil, dan pembunuh, berikut isi puisinya:

    Koruptor 

    Akulah, 

    Si penjahat pecinta uang dan kemewahan duniawi

    Akulah orang yang menjanjikan kalian janji-janji manis…

    Pujangga 

    Palsu… 

    Cintamu padaku hanya palsu belaka

    Tak sengaja kulihat HP mu, 

    Ternyata kau selama ini berhubungan dengan pria brengsek 

    Yang selalu…

    Sang Putri 

    Menghormati dan mencintaiku… 

    Akulah putri raja Kerajaan Singoasri yang adil…

    Bocah Kecil 

    Bau pesing… 

    Aku menciumnya kala aku mengompol di celanaku

    Rasa kebelet pipis ini akhirnya membuat aku ingin…

    Pembunuh 

    Membunuh mereka semua… 

    5 tahun sudah aku menjalani kehidupan yang gelap dan kelam ini karena…

    Koruptor 

    Termakan janji manisku… 

    Janji yang kubuat untuk selalu peduli pada rakyat 

    Kini sudah kulupakan

    Aku sekarang lebih suka…

    Pujangga 

    Selingkuh… 

    Teganya kau selingkuh di belakangku… 

    Sungguh teganya kau wahai kekasih… 

    Sudah ku curahkan jiwa dan ragaku untukmu… 

    Tapi kau malah…

    Sang Putri 

    Mementingkan urusan rakyat miskin… 

    Ayahku adalah raja yang selalu peduli pada rakyatnya… 

    Dialah raja yang selalu memberikan rakyatnya…

    Bocah Kecil 

    Mainan… 

    Aku ingin punya mainan yang banyak,

    Sehingga aku bisa mengajak temanku untuk…

    Pembunuh 

    Memotong lidah wanita itu… 

    Wanita yang selalu menghinaku dan ayahku…

    Wanita yang selalu…

    Bocah Kecil 

    Meminta-minta mainan kepada ibuku… 

    Ibuku yang selalu marah saat aku merengek meminta mainan, 

    Sehingga membuatnya selalu…

    Pembunuh 

    Mencongkel bola matamu dan merobek mulutmu… 

    Tunggulah pembalasanku yang…

    Pujangga 

    Semakin mencintaimu… 

    Hari demi hari rasa cinta ini semakin tak terbendung, 

    Sehingga aku hanya bisa memandangmu sambil…

    Bocah Kecil 

    Bermain robot… 

    Aku selalu bermain robot dengan temanku

    Koleksi robotku yang begitu banyak akan aku jadikan…

    Sang Putri 

    Pendamping hidupku… 

    Suami yang bijaksana dan bisa menyayangiku seperti ayahku…

    3. Puisi Berantai 5 Orang Tentang “Kehidupan Para Istri”

    Puisi berantai 5 orang ini menceritakan tentang kisah para istri yang terdiri dari istri yang boros, cerewet, manja, solehah, dan durhaka. Berikut isi puisinya:

    Boros

    Mas… 

    Mau minta duit…

    Cerewet 

    Mas… 

    Kamu yang rapi dong…

    Manja 

    Mas… 

    Ambilin sendok di dapur

    Solehah 

    Mas… 

    Udah sholat belum…

    Durhaka 

    Mas… 

    Gak usah ngatur-ngatur hidup aku lagi deh…

    Boros 

    Suamiku… 

    Pria pekerja keras yang akan memenuhi semua keinginan dan…

    Cerewet 

    Omelanku… 

    Setiap hari suamiku selalu berpakaian rapi 

    Karena mendengar celotehanku dan….

    Manja 

    Sendok kesayanganku yang warna merah itu mas… 

    Sendok yang…

    Solehah

    Patuh dan nurut dengan suami adalah kewajiban istri… 

    Suamiku adalah imamku, belahan jiwaku, 

    Dan suamiku adalah…

    Durhaka 

    Beban hidupku… 

    Menikah denganmu adalah salah satu beban hidupku 

    Yang paling berat karena… 

    Sebenarnya aku tak sudi menikah denganmu… 

    Aku hanya terpaksa menuruti kemauan ayahku 

    Yang tak mau putrinya…

    Boros 

    Punya hidup yang selalu tercukupi… 

    Tapi, kenapa uang yang diberikan suamiku 

    Terasa selalu kurang… 

    Kebutuhan anak sekolah… 

    Harga sembako yang pada naik… 

    Listrik dan pulsa yang harus dibayar… 

    Kenapa uang yang diberikan suamiku ini terasa kurang, 

    Padahal aku selalu…

    Cerewet 

    Tampil mewah dan elegan… 

    Adalah tujuan omelanku kepada suamiku… 

    Aku ingin melihat suamiku punya rambut yang rapi, 

    Baju yang rapi, sepatu yang mengkilap, karena…

    Manja 

    Aku suka dimanjakan suamiku… 

    Aku suka diperhatikan dan disayangi seperti anak kecil… 

    Aku selalu ingin berbagi suka dan…

    Boros 

    Tagihan belanja bulanan… 

    Tagihan uang sekolah anak… 

    Cicilan, listrik, dan kebutuhan dapur lainnya 

    Selalu membuatku pusing… 

    Uang dari suami selalu terasa kurang, 

    Sementara hutang-hutang kami juga masih…

    Cerewet 

    Sedap dipandang… 

    Aku selalu ingin orang lain bisa memandang suamiku

    Sebagai orang yang rapi dan bersih…

    Seorang Manajer harusnya selalu memperhatikan 

    Kerapian dan kebersihan diri

    Sebagai istri, 

    Aku juga selalu mengingatkan suamiku 

    Untuk menjaga kesehatan, tidak begadang, 

    Dan tidak makan sembarangan… 

    Tapi, meskipun aku cerewet, 

    Suamiku tidak pernah…

    Manja 

    Ingin mendapatkan buah hati… 

    Suara tawa dan kelakar anak kecil 

    Akan semakin mewarnai kehidupan rumah tanggaku 

    Bersama suamiku.. 

    Kehadiran anak akan membuat masa-masa tua kita nanti semakin…

    Durhaka 

    Sakit hati… 

    Sakit yang kurasakan ini 

    Akan selalu kuingat setiap kali aku…

    Solehah

    Mendoakan keselamatan dan kesehatanmu… 

    Adalah kewajibanku sebagai istri 

    Istri yang patuh dan taat kepada suaminya… 

    Istri yang….

    Durhaka 

    Sakit hati……

    Aku yakin pasti kau akan sakit hati 

    Saat kau mengetahui bahwa aku telah….

    Solehah

    Mendoakanmu……

    Agar kau tetap berada pada jalan-Nya 

    Dan membimbingku untuk meraih……

    Durhaka 

    Perceraian……

    Yang selalu kutunggu, karena aku benci menjadi istrimu, 

    Aku ingin bebas dari aturanmu, 

    Sehingga aku bisa…..

    Boros 

    Menabung…..

    Boro-boro buat nabung, 

    Buat makan ajah kadang masih kurang

    Aku bingung, 

    Hasil suamiku yang kurang 

    Apa aku yang terlalu boros sih? 

    Ahhh udah lah lanjut!

    Cerewet 

    Menjadi istri memang harus cerewet 

    Itu tandanya peduli, 

    Peduli dengan suami, anak-anak, 

    Peduli dengan keadaan rumah dan lain sebagainya

    Peduli saya adalah untuk kebaikan keluarga

    Manja 

    Menjadi manja itu penting, 

    Berdandan secantik mungkin untuk suami, 

    Agar suami betah di rumah 

    Dan tidak tergoda oleh wanita lain 

    Insyaallah pernikahan menjadi langgeng

    Durhaka 

    Telah mengkhianati pernikahan itu sangatlah buruk,

    Menyia-nyiakan suami yang begitu setia 

    Hanya demi setetes cinta untuk pria yang salah

    Sungguh penyesalan paling dalam

    Solehah 

    Menjadi istri shalihah itu kewajiban,

    Agar cinta, pernikahan, dan kehidupan kita 

    Tidaklah sia-sia atau bahkan merugi

    Jadilah istri yang taat pada suami, 

    Rela dengan apa yang suami berikan

    Diamlah jika jika sedang marah 

    Lalu bujuklah dengan lemah lembut 

    Jangan balas dengan marah

    Jadikanlah keimanan kita di atas segalanya

    Durhaka 

    Sungguh sesal rasanya jadi istri tapi tidak patuh pada suami, 

    Istri yang selalu melawan suami, 

    Tak mau mengalah dan selalu membentaknya

    Sekarang, sungguh susah untuk temukan suami yang baik

    Maka jangan sia-siain suami kita

    4. Puisi Berantai 5 Orang Tentang “Kucing, Ayam, Buaya, Semut, dlll”

    Berikut adalah puisi berantai 5 orang tentang obrolan Kucing, Ayam Jago, Buaya, Semut, Kelinci, Kancil, Ular:

    Kucing 

    Akulah si imut dengan mata dan indra penciuman yang tajam, 

    Aku juga punya kelebihan dengan suaraku yang sangat merdu….

    Ayam Jago 

    Kongkoroyok…..

    Bangun-bangun, jangan pada molor terus, 

    Matahari udah nongol, ayok cari rezeki, 

    Jangan sampai rezeki kalian dipatok…

    Buaya 

    Buaya…..

    Aku Si Hewan hidup di dua alam, 

    Pemakan daging seperti memakan…..

    Semut 

    Semut…..

    Hewan sepertiku sering tak dianggap, 

    Selalu dihina bahkan diinjak-injak 

    Oleh makhluk yang tak punya prikehewanan 

    Atau prikemanusiaan itu

    Aku selalu mengalah dan sabar, 

    Tapi rasanya kesabaranku sudah habis, 

    Ingin rasanya aku balas dendam dengan cara…..

    Kelinci 

    Melompat….

    Kesana kemari hanya untuk mencuri makanan, 

    Tak peduli jika perbuatanku ini buruk 

    Yang terpenting aku bisa….

    Kancil 

    Menipu? 

    Kalian menuduh aku penipu? 

    Aku tidak menipu, tapi aku cerdik

    Hanya si bodoh saja yang bisa tertipu olehku

    Kalian saja yang terlalu percaya padaku

    Kalian tidak berpikir sebelum bertindak 

    Yang menyebabkan kalian….

    Ular 

    Mengeluarkan bisa atau racun….

    Itulah senjataku, 

    Senjata dari zaman nenek moyang sampai sekarang 

    Hanya si ular jantan yang bisa mengeluarkan suara menyeramkan seperti…

    Kucing 

    Suara meong…..

    Meong itulah suara andalanku disaat lapar

    Terkadang orang-orang tidak peka 

    Kalau aku sedang lapar 

    Atau mereka pura-pura atau tak ingin memberi

    Akhirnya aku terpaksa mencuri…..

    Ayam 

    Ayam…..

    Yang pagi-pagi sudah mencari makan 

    Daripada jadi manusia tapi pemalas 

    Yang kerjaannya cuma…..

    Buaya 

    Mangap…..

    Makan ular atau kancil, 

    Aku memakan dengan lahapnya menggunakan….

    Semut 

    Antena……

    Jarang-jarang hewan punya antena

    Antena yang berfungsi mengeluarkan bau 

    Dan agar tak terpisah dari teman-teman, 

    Karena golongan semut selalu….

    Kelinci 

    Makan wortel……

    Rasanya enak sekali, 

    Walaupun hasil mencuri

    Tapi tak apalah

    Aku kan hanya kelinci yang tak punya banyak akal, 

    Ya jadi maklumlah

    Kecuali kalau manusia itu baru tidak boleh mencuri 

    Karena mencuri itu….

    Kancil 

    Cerdas dan cerdik…..

    Itulah sifatku

    Meskipun aku kurus kering 

    Tapi aku bukanlah hewan bodoh

    Aku sering dijadikan bahan dongeng oleh para orang tua, 

    Tapi dengan peran antagonis. 

    Aku menerima itu, 

    Tapi aku tidak mau jika aku harus……

    Ular 

    Menggigit manusia……

    Yang menggangguku atau berada di wilayahku

    Sekali gigitan susah untuk disembuhkan, 

    Bahkan ada yang tidak tertolong, 

    Itu bukan salahku, tapi salah….

    Kucing 

    Ikan goreng……

    Sangat nikmat, apalagi yang masih hangat

    Tapi kalian para manusia hanya memberiku tulang dan kepala saja, 

    Hei manusia, semua itu tidak bisa membuatku kenyang

    Tapi aku cukup sadar diri, karena aku hanyalah seekor……

    Ayam Jago

    Ayam pitik…..

    Itulah sebutan untuk anak-anak ayamku, 

    Tapi aku tidak mengetahui siapa ibunya, 

    Karena saking banyaknya istriku

    Aku selalu bersyukur punya istri yang selalu…….

    Buaya 

    Bertaring tajam…….

    Aku mengunyah mangsaku, 

    Daging, kulit, bahkan kulit mangsaku akan kukoyak dalam mulutku

    Rasanya lezat sekali

    Walaupun termasuk hewan yang menyeramkan 

    Tapi aku hewan yang banyak…..

    Kelinci 

    Dosa……

    Itulah hadiah buat pencuri

    Buat apa punya akal tapi jika mencuri? 

    Mending buang saja akalnya daripada tidak dipake, 

    Benar tidak om Profesor Kancil?

    Kancil 

    Ya, itu benar….

    Waahh kamu pintar sekali kelinci

    Kamu belajar di mana dan sama siapa?

    Kelinci 

    Sama My Baby Semut……

    Kancil 

    Ha??

    Semut 

    Tidak boleh merendahkan Om Kancil! 

    Itu perbuatan tidak baik

    Buaya 

    Tuh dengerin tuh….!!!

    Ayam Jago

    Udah…..udah, kok pada sibut sih (?) 

    Yok…lanjut….

    Ular 

    Aku Si Ular berbisa yang selalu…..

    Kucing 

    Makan tempe…..

    Aku juga suka 

    Tapi aku juga hewan pemakan daging yang suka makan daging…..

    Buaya 

    Manusia……

    Aku pernah makan makhluk itu 

    Dan rasanya sangat nikmat dan menyenangkan 

    Sampai aku tak lapar selama…….

    Ayam Jago 

    Hidup rukun…..

    Dan bahagia bersama ayam-ayam yang lainnya

    Itulah kehidupan sebagai hewan yang……

    Semut 

    Bau tapi…..

    Kelinci 

    Lucu dan imut

    wkwkwkkwkwkwk

    5. Puisi Berantai 5 Orang Tentang “Petani, Pujangga, Peternak, Pedagang Kerupuk, dan Penyihir”

    Puisi berantai 5 orang antara Petani Millenial, Pujangga Kasihan, Peternak Gila, Penjual Kerupuk, Penyihir Penipu. Berikut isinya:

    Petani Millennial

    Aku bangga 

    Menjadi seorang Petani Milenial 

    Selain bisa kerja keras, namun juga kerja cerdas

    Hasil panen melimpah dan distribusi yang luas, 

    Dengan begini aku bisa…..

    Pujangga Kasihan

    Move dari mantan itu memang sulit, 

    Sulitnya kebangetan, 

    Aku sudah berusaha melupakannya, 

    Sudah kubuang foto dan pemberiannya, 

    Namun akhirnya aku tetap…..

    Peternak Gila

    Bau tahi….

    Resiko jadi peternak adalah 

    Halaman rumahnya bau tahi, 

    Karena ternak-ternak B.A.B. sembarangan, 

    Tapi ini salahku juga, karena aku tidak…..

    Penyihir Penipu 

    Ajaib…..

    Aku tidak percaya, 

    Mungkin itu hanya sulap bohongan

    Ya, aku telah menipu kalian yang bodoh dengan…..

    Penjual Kerupuk 

    Kerupuk bisa……

    Membuat kalian menjadi kenyang, 

    Tapi makannya bareng nasi dua piring

    Lebih hemat dan lebih….

    Peternak Gila

    Jorok…. 

    Kandang ayamku jorok

    Karena aku tidak membersihkannya

    Hmmm…

    Apa aku harus buat toilet umum khusus ayam aja ya?

    Oke…aku akan buat dari sekarang, 

    Biar ayamku pada….

    Pujangga Kasihan 

    Jatuh cinta….

    Susah menghilangkan nya, 

    Aku gagal move on

    Aduhhh pusing harus bagaimana lagi aku ini

    Akankah aku harus….

    Petani Millennial 

    Membajak sawah….. 

    Dengan cara cepat, yaitu menggunakan traktor

    Tidak menguras tenaga berlebih 

    Dan waktunya lebih….

    Penyihir Penipu 

    Menipu….

    Ku tipu orang-orang yang

    Mereka melihat topi ku ini kosong, 

    Namun dengan trik yang tak kebocoran pada siapapun

    Aku isi topiku dengan permen, dan ketika kututup topi itu dengan kain hitam

    Semua penonton terbelalak dan takjub

    Selain itu, banyak sulapku yang….

    Penjual Kerupuk

    Bergizi….

    Kerupuk punya gizi, yaitu menjadikan perut bagaikan….

    Pujangga Kasihan 

    Berbunga-bunga

    Saat melihatnya dan tersenyum sendiri 

    Meskipun sudah berpisah sejak 5 tahun yang lalu

    Aku menangis 

    Ketika ia memutuskan aku secara tiba-tiba, 

    Rasanya aku ingin….

    Peternak Gila 

    Berak sembarangan…..

    Dasar ayam gak tahu sopan santun, 

    Udah disediain toilet duduk 

    Malah masiha ajah B.A.B. sembarangan

    Lahhh terus toilet yang aku bikin itu buat apa dong

    Padahal aku membuatnya dengan sangat….

    Petani Millennial 

    Cepat dan murah….

    Cuma modal bensin lima puluh ribu, 

    Aku bisa membajak sawah-sawahku, 

    Daripada harus….

    Pujangga Kasihan 

    Mengulang waktu…..

    Kembali dan tak ingin cepat berlalu, 

    Mengulang semua hal yang sudah kita lewati,

    Kenangan indah dan semua perasaan kita

    Aku akan memperbaiki diri agar kau dapat….

    Peternak Gila 

    Susah dan payah….

    Aku membuatnya penuh perjuangan otak

    Toilet terlangka di dunia, yaitu kloset ayam

    Toilet yang menyerupai kloset manusia, 

    Namun ini lebih kecil dua kali lipat, 

    Terbuat dari kayu

    Namun, tak ku sediakan sabun

    Karena aku tidak tahu sabun apa yang cocok untuk ayam-ayamku

    Lagipula ayamku tidak pernah..

    Penjual Kerupuk 

    Makan kerupuk adalah keseharianku, 

    Daripada harus beli lauk, lebih baik menghemat 

    Agar aku bisa….

    Penyihir Penipu 

    Menipu….

    Aku Si Penyihir penipu

    Yang sukanya makan empedu, 

    Hidup di dunia yang penuh tipu-tipu, 

    Dan hidup dengan orang yang keteknya bau, 

    Namun aku tetap setia menunggu….

    Petani Millennial 

    Panen….

    Hasil panennya pun cepat dan melimpah, 

    Karena diberi pestisida terbaik yang harganya bikin darah naik, 

    Tapi tak apalah, yang penting aku….

    Pujangga Kasihan 

    Di putus cinta

    Andai kau tahu betapa sakitnya aku 

    Ketika kau mengatakan, 

    “Mulai hari ini kita hanya teman” 

    Sebuah kalimat yang menghancurkan separuh hatiku 

    Dan sampai saat ini aku tak bisa….

    Peternak Gila

    Cebok….

    Ayamku tak pernah cebok, 

    Maka aku sediakan ember yang berisi air, 

    Supaya setelah B.A.B. ayamku langsung ngebak, 

    Jadi bersih lah pantat ayamku

    Mungkin itu saja dariku

    Si Peternak ayam yang hanya ingin suatu hari ayamnya menjadi…..

    Penjual Kerupuk 

    Bos Kerupuk….

    Jika aku sudah punya modal besar, 

    Doakan aku ya teman-teman 

    Semoga aku jadi Bos

    Semua 

    Aamiin

    Petani Millennial 

    Doakan tukang tipu juga ya, 

    Supaya dapat hidayah

    Semua 

    Aamiin

    Pujangga Kasihan 

    Dan mungkin segitu saja kisah cintaku

    Doakan semoga aku cepat dapatkan pengganti yang lebih baik darinya

    Semua 

    Aamiin

    Jadi, Mana Puisi Berantai 5 Orang yang Paling Lucu?

    Beberapa contoh puisi berantai 5 orang tersebut merupakan contoh puisi berantai yang lucu dan kocak. Pembacaan yang dilakukan secara bersahut-sahutan membuat puisi berantai ini bisa membuat kamu tertawa saat mendengarkannya. Jadi, mana puisi berantai yang paling lucu menurutmu?

  • 10 Contoh Puisi Perjuangan Pahlawan, Sambut HUT Kemerdekaan

    10 Contoh Puisi Perjuangan Pahlawan, Sambut HUT Kemerdekaan

    Puisi adalah karya sastra dalam bahasa Indonesia yang terkenal dengan rima sebagai ciri khasnya. Karya sastra yang satu ini banyak menggunakan diksi-diksi yang indah dengan syair penuh makna. Makanya, tak heran jika pembaca atau pendengarnya bisa ikut terbawa perasaan. Hal ini juga berlaku pada tema puisi perjuangan.

    Kini ada banyak sekali syair-syair perjuangan yang memiliki beragam makna, baik itu hasil karya penyair terkenal, tokoh sejarah, hingga generasi muda. Nah, untuk kamu yang ingin penjelasan selengkapnya tentang puisi dan contohnya, cek di sini!

    Apa Itu Puisi?

    Puisi merupakan karya sastra yang berisi tanggapan dan juga pendapat dari penyair terhadap berbagai hal atau isi. Pemikiran penyair tersebut kemudian dituangkan ke dalam diksi yang indah dengan struktur batin dan fisik yang khas.

    Menurut KBBI, puisi adalah ragam sastra yang bahasanya berkaitan dengan irama, rima, mantra, serta penyusunan larik dan bait. Umumnya, puisi berisi tentang ungkapan penulis mengenai emosi, kesan, ataupun pengalaman tertentu.

    Adapun beberapa pengertian puisi yang dikemukakan oleh para ahli adalah sebagai berikut.

    • Menurut H.B Jassin, puisi merupakan karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan mempunyai gagasan atau pikiran serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu.
    • Menurut Sumardi, puisi merupakan karya sastra dengan penggunaan bahasa yang sudah dipadatkan, dipersingkat, dan juga diberi irama bunyi. Sehingga, memiliki kata-kata kiasan yang bermakna atau imajinatif.
    • Menurut James Reeves, puisi merupakan ungkapan bahasa yang mempunyai karya dan daya pikat.
    • Menurut Herman Waluyo, puisi merupakan karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan juga perasaan penyair secara imajinatif. Kemudian, disusun dengan memfokuskan kekuatan bahasa yang ada di dalam struktur fisik dan struktur batin.

    Jenis-Jenis Puisi

    Meski saat ini ada banyak sekali tema puisi yang bisa kamu temukan, seperti puisi perjuangan. Namun sebenarnya, karya sastra yang satu ini hanya terbagi ke dalam dua jenis, lho. Berikut adalah dua jenis puisi yang perlu kamu ketahui:

    1. Puisi Lama

    Puisi lama adalah jenis puisi yang diciptakan dengan dasar kepercayaan animisme. Sehingga, lebih sering dibacakan dalam acara ritual kebudayaan dan menggunakan kata-kata yang bisa memberikan efek bunyi magis. Adapun yang termasuk jenis puisi lama, antara lain talibun, pantun, syair, mantra, dan juga gurindam.

    2. Puisi Modern

    Puisi modern juga kerap disebut sebagai puisi bebas. Hal ini karena pada puisi modern tidak terikat oleh rima, jumlah baris, jumlah suku kata, dan lainnya. Setidaknya terdapat tiga jenis puisi modern yang kita kenal sekarang ini, antara lain:

    • Puisi naratif, yakni puisi yang digunakan untuk menyampaikan sebuah cerita, seperti romansa, epic, dan balada.
    • Puisi lirik, yakni puisi yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan penyair.
    • Puisi deskriptif, yakni puisi yang mengemukakan pendapat dan kesan penyair.

    Struktur dalam Puisi

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa struktur puisi terbagi ke dalam dua kelompok, yakni struktur batin dan struktur fisik. Berikut ini adalah penjelasan tentang kedua struktur yang ada dalam puisi:

    1. Struktur Batin

    Struktur batin terbagi ke dalam empat unsur pembentuk puisi, antara lain:

    a. Rasa

    Unsur rasa bisa diartikan sebagai sentuhan rasa yang asalnya dari penyair. Umumnya, penyair akan menuliskan sebuah puisi karena adanya latar belakang dan keresahan dari si penyair itu sendiri. Namun, ada juga yang menulis puisi berdasarkan permasalahan yang terjadi.

    b. Tema

    Dalam puisi, tema merupakan penentu dari hasil puisi yang dibuat oleh penyair. Makanya, terkadang terdapat beberapa penyair yang lebih suka menentukan tema terlebih dahulu sebelum menulisnya. Salah satu contoh tema yang sering muncul adalah tema puisi perjuangan.

    c. Amanat

    Amanat adalah pesan yang berisi tentang kehidupan yang diberikan oleh penyair kepada si pembaca. Amanat ini bisa dijelaskan secara langsung maupun melalui makna-makna tersirat.

    d. Nada

    Nada yang ada pada puisi bisa kamu artikan sebagai bunyi dari puisi yang dibuat penyair. Adapun nada yang digunakan bisa berupa nada tinggi, nada rendah, dan lainnya.

    2. Struktur Fisik

    Berikut ini adalah enam unsur yang termasuk ke dalam struktur fisik puisi:

    a. Gaya Bahasa

    Puisi yang sering kamu temukan biasanya terdiri dari berbagai macam gaya bahasa. Bahkan, terkadang dalam satu puisi, terdapat beberapa gaya bahasa sekaligus. Dengan adanya gaya bahasa ini, maka bisa memunculkan makna konotasi yang membuat pembaca jadi tersentuh perasaannya.

    b. Diksi

    Diksi adalah pemilihan kata yang tepat dalam sebuah puisi. Setiap rangkaian kata yang ada pada puisi memang tidak ditulis sembarangan, karena setiap baris akan memiliki maknanya sendiri. Susunan kata inilah yang kemudian dikenal sebagai diksi.

    c. Tipografi

    Sebuah puisi terdiri dari beberapa baris dalam satu baitnya. Pada bagian akhir terkadang penyair akan memberikan tanda baca yang berbeda-beda. Nah, tanda baca inilah yang akan menentukan suasana dalam puisi dan disebut sebagai tipografi.

    d. Rima

    Rima dalam sebuah puisi terletak pada bagian akhir baris puisi. Bagi seorang penyair, keberadaan rima akan membuat bunyi puisi menjadi lebih indah.

    e. Kata Konkret

    Kata konkret adalah jenis kata-kata di dalam puisi yang dapat mengarahkan ke imajinasi pembaca. Makanya, setelah membaca puisi, biasanya si pembaca akan memiliki imajinasi terhadap makna puisi tersebut.

    f. Imaji

    Pada saat membaca puisi, seseorang akan lebih tersentuh jika menghubungkannya dengan indera manusia. Secara umum, imaji adalah imajinasi yang melibatkan seluruh indera manusia. Biasanya imaji yang paling sering digunakan adalah imaji penglihatan, imaji suara, dan lain sebagainya.

    Contoh Puisi Perjuangan yang Penuh Makna

    Berikut ini adalah 10 contoh puisi perjuangan yang penuh makna dan bisa menjadi inspirasi bagi kamu:

    1. Karawang Bekasi Karya Chairil Anwar

    Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi

    Tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi

    Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami

    Terbayang kami maju dan mendegap hati?

    Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

    Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

    Kami mati muda, yang tinggal tulang diliputi debu

    Kenang, kenanglah kami

    Kami sudah coba apa yang kami bisa

    Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

    Kami cuma tulang-tulang berserakan

    Tapi adalah kepunyaanmu

    Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

    Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan, dan harapan

    Atau tidak untuk apa-apa

    Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata

    Kaulah sekarang yang berkata

    Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

    Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

    Kenang, kenanglah kami

    Teruskan, teruskan jiwa kami

    Menjaga Bung Karno

    Menjaga Bung Hatta

    Menjaga Bung Syahrir

    Kami sekarang mayat

    Berikan kami arti

    Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

    Kenang, kenanglah kami

    Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu

    Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi

    2. Doa Seorang Serdadu Sebelum Perang karya W.S. Rendra

    Tuhanku,

    WajahMu membayang di kota terbakar

    Dan firmanMu terguris di atas ribuan kuburan yang dangkal

    Anak menangis kehilangan bapa

    Tanah sepi kehilangan lelakinya

    Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini

    Tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia

    Apabila malam turun nanti

    Sempurnalah sudah warna dosa

    Dan mesiu kembali lagi bicara

    Waktu itu, Tuhanku

    Perkenankan aku membunuh

    Perkenankan aku menusukkan sangkurku

    Malam dan wajahku

    Adalah satu warna

    Dosa dan nafasku

    Adalah satu udara.

    Tak ada lagi pilihan

    Kecuali menyadari

    Biarpun bersama penyesalan

    Apa yang bisa diucapkan

    Oleh bibirku yang terjajah?

    Sementara kulihat kedua lenganMu yang capai

    Mendekap bumi yang mengkhianatiMu

    Tuhanku

    Erat-erat kugenggam senapanku

    Perkenankan aku membunuh

    Perkenankan aku menusukkan sangkurku

    3. Maju Tak Gentar Karya Gus Mus

    Maju tak gentar

    Membela yang mungkar

    Maju tak gentar

    Hak orang diserang

    Maju tak gentar

    Pasti kita menang!

    4. Atas Kemerdekaan Karya Sapardi Djoko Damono

    Kita berkata: jadilah

    Dan kemerdekaan pun jadilah bagai laut

    Di atasnya: langit dan badai tak henti-henti

    Di tepinya cakrawala

    Terjerat juga akhirnya

    Kita, kemudian adalah sibuk

    Mengusut rahasia angka-angka

    Sebelum Hari yang ketujuh tiba

    Sebelum kita ciptakan pula Firdaus

    Dari segenap mimpi kita

    Sementara seekor ular melilit pohon itu

    Inilah kemerdekaan itu, nikmatkanlah

    5. Dongeng Pahlawan Karya W.S Rendra

    Pahlawan telah berperang dengan panji-panji

    Berkuda terbang dan menangkan putri

    Pahlawan kita adalah lembu jantan

    Melindungi padang dan kaum perempuan

    Pahlawan melangkah dengan baju-baju sutra

    Malam tiba, angin tiba, ia pun tiba pula

    Adikku lanang, senyumlah bila bangun pagi-pagi

    Karna pahlawan telah berkunjung di tiap hati

    6. Puisi Perjuangan – Pahlawankah?

    Pahlawankah?

    Bila kekuasaan adalah tujuan

    Kedudukan adalah pamrih

    Dan kekayaan adalah cita-cita

    Pahlawankah?

    Bila kepentingan sendiri adalah hal utama

    Kepentingan rakyat adalah selingan

    Dan kepentingan keluarga sibuk diperhatikan

    Pahlawankah?

    Bila keikhlasan bukanlah landasan

    Tergantikan oleh ketamakan serta kesombongan

    Dan ambisi yang menuntut pemenuhan

    Bertanyalah pada nurani

    Pahlawankah?

    7. Merdeka yang Nyata

    Ratusan tahun sudah kami menghadapi penjajah

    Selama itu pula kami tetap tangguh dan gigih bertahan

    Segala rintangan dan tantangan tak gentar kami hadapi

    Demi berdiri tegaknya ibu pertiwi

    Kini kemerdekaan yang nyata sudah ada dalam genggaman

    Kami, berhasil mendapatkan merdeka yang nyata

    Merdeka yang telah lama kami impikan

    8. Setangguh Kartini

    Dahulu, wanita tampak tabu dengan dunia luar

    Kehidupan yang dibatasi dinding dapur

    Kebahagiaan terbatasi ego

    Meski suara selalu terdengar lembut

    Namun batin terdengar lantang menyerang

    Beruntungnya Kartiniku datang

    Dengan sekuat tenaga kau nyalakan harap dalam hidup seorang wanita

    Dengan penuh lantang kau suarakan hak-hak kami

    Dengan sepenuh hati kau perjuangkan masa depan kami, para wanita

    Usai kepergianmu kala itu

    Kini kami berjanji akan terus bertahan

    Hingga menjadi setangguh Kartini

    9. Nyanyian Angin di Makam Pahlawan

    Hari ini ku terduduk di sebuah makam

    Tampak sunyi dan penuh kedamaian

    Segala kenangan pahit dan penuh perjuangan kembali berputar

    Keabadian seolah hilang usai kegigihanmu mati termakan waktu

    Nyanyian angin pun menambah kesunyian ini

    Di antara banyaknya nisan-nisan penuh makna dan harapan

    Seolah dengan lantang kau berkata:

    ‘Takkan gentar ku raih kemerdekaan

    Meski tubuh ini harus kehilangan nyawanya sendiri’

    Kini, di antara nisan-nisan di makam pahlawan

    Perjuangan malah makin terlupa sejarah

    Kegigihanmu dulu seolah tak lagi bisa terjamah

    Hanya di kesunyian ini, perjuanganmu bisa kembali terkenang

    10. Api Membara dalam Kemerdekaan

    Pada hari itu, tepat 17 Agustus

    Bangsaku telah merdeka, terlepas dari segala jajahan

    Pahlawanku mulai turunkan senjata

    Perlahan-lahan hormati sang bendera pusaka

    Tampak api membara pada netra mereka

    Rasa bangga, suka cita, dan penuh kemenangan sungguh terasa

    Penderitaan ini akhirnya telah pergi

    Perlahan, keceriaan mulai muncul

    Suara tawa penuh bahagia akhirnya kembali terdengar

    Usai sudah segala penderitaan yang kupikir akan tiada akhir

    Tertarik untuk Menulis Puisi Perjuangan Versi Kamu Sendiri?

    Nah, itu dia ulasan lengkap tentang puisi hingga berbagai contoh puisi perjuangan yang bisa menjadi inspirasi. Jadi, apakah kamu juga tertarik untuk membuat puisi bertema perjuangan yang penuh makna?