Category: Biologi

  • Pengertian Tulang Pipa: Jenis, Ciri, Fungsi, dan Struktur

    Pengertian Tulang Pipa: Jenis, Ciri, Fungsi, dan Struktur

    Tulang pipa yang juga dikenal sebagai tulang panjang adalah salah satu jenis tulang yang memiliki bentuk silindris dengan ujung yang lebih lebar daripada tengahnya. Ini merupakan komponen penting dalam sistem kerangka manusia dan berperan dalam memberikan kekuatan, dukungan, dan fleksibilitas pada tubuh. 

    Pengertian Tulang Pipa

    Ini adalah tulang panjang yang terdiri dari batang silinder dengan ujung yang lebih lebar. Bagian ini terdiri dari dua ujung yang disebut epifisis dan batang tengah yang disebut diafisis. 

    Selain itu, tulang ini umumnya terdiri dari jaringan tulang keras. Umumnya, dikenal sebagai tulang kompak di sekitar lapisan dalam yang lebih lunak yang disebut tulang spons. Struktur tersebutlah yang memberikan kekuatan dan fleksibilitas pada tulang ini.

    Ciri Tulang Pipa

    Terdapat beberapa ciri dari tulang panjang yang membuatnya berbeda dari jenis tulang lainnya. Berikut adalah beberapa di antaranya:

    • Berbentuk silindris panjang dan juga berongga. 
    • Ujungnya juga berbonggol.
    • Di dalamnya terdapat sumsum dan lemak.
    • Ada di bagian paha, kaki, lengan, dan ruas jari.

    Jenis dan Contoh Tulang Pipa

    Berikut beberapa jenis tulang panjang dan bagian tubuh di mana mereka dapat ditemukan:

    1. Tulang Lengan Atas (Humerus)

    Tulang humerus adalah jenis tulang yang terdapat di lengan atas. Ini merupakan tulang yang menghubungkan bahu dengan siku. Humerus memiliki bentuk yang kuat dan panjang, memungkinkan gerakan lengan yang beragam.

    2. Tulang Hasta (Ulna)

    Tulang hasta atau ulna tulang panjang yang terletak di lengan bawah. Ulna terletak di bawah lengan atau di bawah humerus. Tulang satu ini berfungsi untuk memberikan dukungan dan memungkinkan gerakan pergelangan tangan dan juga jari-jari.

    3. Tulang Pengumpil (Radius)

    Tulang pengumpil atau radius adalah jenis tulang pipa yang juga terletak di bagian bawah lengan. Letaknya sebenarnya sejajar dengan tulang hasta (ulna). Fungsinya juga sama seperti ulna, yaitu dapat mendukung pergerakan dari tangan dan jari-jari manusia.

    4. Tulang Betis (Fibula)

    Tulang betis atau fibula adalah jenis tulang panjang yang terletak di kaki bawah. Bagian ini berada di sisi belakang kaki. Tulang betis berperan penting dalam mendukung tulang kering dalam menopang berat tubuh. Terutama saat berjalan, berdiri, dan berlari.

    5. Tulang Kering (Tibia)

    Tulang kering atau tibia juga terletak di kaki bawah. Bagian ini menghubungkan lutut dan pergelangan kaki, serta berperan sebagai penopang untuk kaki. Ukurannya lebih besar dan tebal daripada tulang betis. Tulang kering akan menopang berat badan juga mendukung struktur tulang.

    6. Tulang Paha (Femur)

    Tulang paha atau femur adalah jenis tulang pipa yang terdapat di paha. Tulang ini merupakan tulang panjang terpanjang di tubuh manusia. Selain itu, tulang paha berperan dalam memberikan dukungan struktural dan memungkinkan gerakan pinggul dan lutut.

    7. Tulang Jari Bagian Tengah

    Tulang panjang yang terletak di jari kaki dan tangan bagian tengah adalah tulang panjang yang menghubungkan jari-jari tersebut dengan tulang metakarpal atau metatarsal. Mereka memberikan struktur dan kekuatan pada jari-jari dan memungkinkan gerakan yang presisi.

    8. Tulang Jari Bagian Atas

    Tulang-tulang panjang yang terletak di jari kaki dan tangan bagian atas adalah tulang panjang yang terletak di antara tulang metakarpal atau metatarsal dan falang-falang jari. Tulang-tulang ini memberikan dukungan dan kekuatan pada jari-jari, memungkinkan gerakan presisi dan fleksibilitas.

    Fungsi Tulang Pipa

    Berikut adalah fungsi dari tulang panjang:

    1. Dukungan Struktural

    Tulang ini memberikan dukungan struktural yang esensial bagi tubuh manusia. Mereka berperan dalam menopang berat tubuh, menjaga postur tubuh yang baik, dan memberikan kerangka yang kuat untuk organ-organ tubuh.

    2. Produksi Sel Darah

    Di dalam tulang pipa, terdapat sumsum tulang yang berperan penting dalam produksi sel darah. Sumsum tulang merah menghasilkan sel-sel darah merah, sel-sel darah putih, dan trombosit yang berfungsi dalam transportasi oksigen, perlindungan dari infeksi, dan pembekuan darah.

    3. Pergerakan dan Fleksibilitas

    Tulang ini juga memungkinkan gerakan dan fleksibilitas pada tubuh manusia. Bersama-sama dengan sendi dan otot, tulang panjang membentuk sistem muskuloskeletal yang memungkinkan manusia melakukan berbagai gerakan. Contohnya seperti berjalan, berlari, melompat, dan mengangkat benda.

    4. Penyimpanan Mineral

    Tulang ini juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan mineral dalam tubuh. Kalsium dan fosfor, dua mineral penting untuk kesehatan tulang disimpan di dalam tulang ini. Ketika tubuh membutuhkan mineral-mineral ini, tulang panjang melepaskannya ke dalam aliran darah.

    5. Sumber Lemak

    Selain sumsum tulang yang berperan dalam produksi sel darah, tulang pipa juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan lemak. Lemak yang disimpan di dalam tulang ini berperan sebagai sumber energi cadangan dan membantu menjaga keseimbangan energi dalam tubuh.

    Ini adalah salah satu cara tubuh kita mengatur cadangan energi yang dapat digunakan saat kondisi makanan terbatas.

    6. Rangsangan Pertumbuhan Tulang

    Tulang ini memiliki kemampuan untuk merangsang pertumbuhan tulang baru. Ini terjadi melalui periosteum, lapisan luar tulang yang mengandung sel-sel tulang. Jika terjadi cedera atau patah tulang, periosteum merespons dengan mempercepat produksi sel-sel tulang baru untuk memperbaiki dan memperkuat tulang yang rusak.

    7. Pengaturan Keseimbangan Asam-Basa

    Fungsi tulang ini yang kurang dikenal adalah pengaturan keseimbangan asam-basa dalam tubuh. Tulang ini berperan sebagai reservoir buffer yang membantu menjaga pH darah dalam kisaran normal. Ketika tubuh mengalami perubahan pH, tulang ini dapat melepaskan ion hidrogen dan bikarbonat untuk menjaga keseimbangan.

    Struktur Tulang Pipa

    Struktur tulang ini memiliki komponen-komponen yang penting dan fungsinya yang khas. Mari jelajahi lebih lanjut tentang struktur dan komponen inti dari jenis tulang ini:

    1. Diafisis

    Diafisis adalah bagian tengah atau batang utama tulang. Anda juga bisa menyebutnya sebagai rongga meduler atau rongga sumsum. Bagian ini memiliki struktur yang padat dan kuat karena terdiri dari lapisan tulang kompak yang melindungi sumsum tulang di dalamnya. 

    Bagian tengan tulang panjang diisi dengan sumsum tulang yang berperan dalam produksi sel darah. Sumsum tulang merah, yang terdapat di rongga sumsum saat lahir, bertanggung jawab untuk produksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

    Selain itu, rongga sumsum juga berperan sebagai tempat penyimpanan lemak dan mineral seperti kalsium dan fosfor. Kalsium dan fosfor adalah mineral penting untuk kesehatan tulang dan berfungsi dalam menjaga kepadatan tulang. Diafisis berperan dalam memberikan kekuatan dan stabilitas pada tulang.

    2. Garis Epifisis

    Garis epifisis merupakan garis pertumbuhan pada tulang pipa yang terletak di antara diafisis dan epifisis. Garis ini terlihat pada anak-anak dan remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan. Ini merupakan sisa yang memiliki tulang rawan hialin.

    Tulang hialin, juga dikenal sebagai tulang rawan artikular adalah lapisan rawan yang melapisi ujung tulang pada sendi. Tulang rawan ini berfungsi sebagai pelindung dan peredam kejut pada sendi. Ini memungkinkan gerakan yang halus dan lancar antara tulang-tulang yang bertemu di sendi.

    Tulang rawan artikular memiliki sifat yang elastis dan licin, memungkinkan permukaan sendi untuk meluncur dengan mudah saat gerakan terjadi. Ini membantu mengurangi gesekan dan tekanan pada sendi, melindungi tulang dari kerusakan dan mempertahankan kesehatan sendi.

    Fungsi dari struktur garis epifisis sendiri adalah untuk memungkinkan tulang tumbuh memanjang saat anak mengalami pertumbuhan. Setelah masa pertumbuhan selesai, garis epifisis ini akan menyatu dan tulang tidak akan tumbuh lagi.

    3. Lempeng Epifisis

    Pada bagian ini terdapat tulang baru yang berfungsi untuk menambah panjang tulang panjang. Area ini juga membutuhkan perhatian ekstra karena jika sudah patah, maka akan mempengaruhi perkembangan tulang. Apalagi jika terjadi pada anak-anak. 

    Secara umum, fungsi dari tulang ini adalah untuk menopang berat badan. Ini akan banyak dibebankan pada batang dari tulang panjang. Fungsi lainnya adalah sebagai penggerak tubuh. Ini akan berhubungan dengan ujung dari tulang panjang, serta sendi dan tulang lainnya.

    Sudah Paham Selengkapnya tentang Tulang Pipa?

    Tulang panjang adalah jenis tulang yang paling umum ditemukan dalam tubuh manusia. Struktur tulang ini terdiri dari beberapa bagian. Tentu saja, setiap komponen memiliki fungsinya sendiri dalam mendukung kekuatan, pertumbuhan, dan fungsi tulang. Semoga ulasan di atas bisa meningkatkan pemahaman Anda, ya!

  • Labirin Botani: Memahami Urutan Takson Tumbuhan

    Labirin Botani: Memahami Urutan Takson Tumbuhan

    Tumbuhan di dunia memiliki keanekaragam yang luar biasa, dari lumut hingga pohon tertinggi sekalipun. Bahkan, berdasarkan data online world flora, terdapat 1.422.002 tumbuhan dan 381.959 spesies tumbuhan yang baru diterima oleh sains. Itulah mengapa perlu adanya urutan  takson tumbuhan dalam pengklasifikasiannya.

    Kehidupan kita juga tidak dapat dipisahkan dari dunia tumbuhan. Keberadaan tumbuhan sangat diperlukan sebagai sumber makanan, energi, sandang, papan, minuman, obat-obatan, estetika rumah, bahkan sebagai penghasil oksigen yang merupakan bagian paling penting yang diperlukan manusia untuk bernapas.

    Urutan takson tidak hanya berlaku untuk tumbuhan saja, tetapi untuk semua makhluk hidup. Agar lebih jelas bagaimana takson pada tumbuhan, semua akan dibahas pada artikel ini.

    Apa Itu Taksonomi?

    Taksonomi dalam ilmu biologi, merupakan cabang ilmu yang mempelajari penggolongan atau sistematika makhluk hidup. Taksonomi tumbuhan merupakan upaya dalam memahami hubungan evolusi tumbuhan dalam bertahan hidup dan menyesuaikan diri dengan lingkungan.

    Tidak hanya sebagai penggolongan secara sederhana saja. Penggolongan juga dilakukan dalam identifikasi, pencirian, penamaan dan klasifikasi organisme berdasarkan karakteristik morfologi, anatomi dengan kesamaan dan perbedaan, dan yang tidak hanya berdasarkan bentuk “kasat mata” saja.

    Sejarah Perkembangan Urutan Takson Tumbuhan

    Memahami takson tumbuhan salah satu caranya adalah dengan mempelajari perkembangannya pada masa lampau. Sistem klasifikasi ini akan selalu terus berkembang, dan mengalami perubahan. 

    Awal mula sistem klasifikasi dilakukan berdasarkan beberapa klasifikasi seperti klasifikasi buatan atau berdasar karakter morfologi, klasifikasi alami atau karakter internal seperti anatomi, embriologi, fitokimia. habitus atau perawakan, dilanjutkan dengan sistem numerik atau diberi nomor, dan sistem kekerabatan filogenetik. 

    Semakin berkembangnya zaman secara pesat, sistem pengklasifikasian ini akhirnya menggunakan sistem klasifikasi modern. Klasifikasi lain yang tidak ketinggalan yaitu sitopsonomi atau berdasarkan karakteristik kromosom, kemotaksonomi atau kesamaan dalam struktur kimia senyawa. 

    Taksonomi modern dimulai dari pertengahan tahun 1700-an ketika seorang ilmuwan botani berkebangsaan Swedia yaitu Carolus Linnaeus membuat metode baru dalam sistem klasifikasi tumbuhan terutama penamaan organisme hidup.

    Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan saat ini tidak bisa lepas dari kemajuan ilmu-ilmu lain dan yang telah ada sebelum-sebelumnya. Adanya kemajuan teknologi juga memberikan jalan yang luas untuk menggali dan menganalisis taksonomi hingga dapat dituangkan dalam klasifikasi modern.

    Sebelum adanya klasifikasi modern yang dicetuskan oleh Linnaeus, semua spesies dideskripsikan dengan nama panjang dan kompleks yang memberikan lebih banyak informasi. Linnaeus membuat susunan taksonomi menjadi dua bagian atau biasa disebut binomial nomenklatur.

    Sistem Klasifikasi Penamaan Tumbuhan 

    Dua bagian pada penamaan tumbuhan berdasarkan binomial nomenklatur oleh Linnaeus adalah penamaan pada bagian awal menggunakan tata nama genus dan kata belakang menunjukkan nama spesies. 

    Tata aturan yang telah dibuat oleh Linnaeus sebagai berikut:

    • Setiap makhluk hidup mempunyai nama yang terdiri dari dua kata latin
    • Kata pertama menunjukkan genus dan ditulis dengan huruf awal besar dan kata kedua menunjukkan spesies dengan huruf awalnya kecil
    • Penulisan nama ditulis dengan huruf miring atau diberi garis bawah.

    Inilah contoh penulisan dalam penamaan tumbuhan:

    • Padi (Oryza sativa)
    • Salak (Salacca edulis)
    • Mawar (Rosa hybrida)
    • Jagung (Zea mays)

    Tata penamaan oleh Linnaeus meskipun belum bisa dikatakan sempurna, tetapi tetap dipakai oleh ilmuwan hingga saat ini. Selama ada dunia tumbuhan, akan selalu ada yang dipelajari dari tumbuhan dan terus dievaluasi.

    Sistem klasifikasi dikumpulkan dari data yang sangat banyak dan memerlukan disiplin ilmu yang beragam. Taksonomi ini ilmu yang dinamis dan akan terus dipelajari , direvisi, dan diklasifikasikan ulang. 

    Urutan Takson Tumbuhan

    Berikut ini takson pada tumbuhan dari urutan terbesar hingga terkecil.

    1. Kerajaan (Kingdom)

    Secara historis, semua organisme yang diketahui dikelompokkan hanya menjadi dua Kingdom. Kingdom animalia dan kingdom plantae.

    Organisme yang memiliki pertumbuhan terbatas, bergerak, dan makan dikelompokkan ke dalam Kingdom Animalia. Sedangkan organisme yang memiliki pertumbuhan tidak terbatas, tidak bergerak, dan tidak makan, dikelompokkan ke dalam Kingdom Plantae.

    Kerajaan adalah tingkatan takson tertinggi dalam takson tumbuhan. Semua tumbuhan termasuk dalam kerajaan Plantae, yang mencakup organisme yang dapat melakukan fotosintesis dan memiliki selulosa sebagai komponen utama dinding sel mereka.

    2. Divisi (Division)

    Dalam setiap kerajaan, setiap organisme dikelompokkan menjadi beberapa Divisi atau jika pada Kingdom Animalia dengan tingkatan setara dikenal sebagai Filum. Divisi mewakili pengelompokan yang lebih kecil dari bentuk yang dikenal.

    Kingdom Plantae terdapat tiga divisi, yaitu Pteridophyta (tumbuhan paku), Spermatophyta (tumbuhan berbiji), dan Bryophyta (tumbuhan lumut).

    Pteriodophyta merupakan tumbuhan yang terdiri dari akar, batang, daun sejati, dan pembuluh angkut. Spermatophyta tumbuhan yang memiliki bakal biji didalamnya yang akan menjadi individu baru, dan bryophyta adalah tumbuhan yang biasanya berwarna hijau, dan ukuran yang kecil.

    3. Kelas (Class)

    Di bawah divisi, tumbuhan dikelompokkan menjadi berbagai kelas. Misalnya, dalam divisi Spermatophyta, terdapat beberapa kelas yang penting seperti kelas Monocotyledoneae (tumbuhan berkeping satu) dan kelas Dicotyledonae (tumbuhan berkeping dua). Kelas-kelas ini dibedakan berdasarkan jumlah daun lembaga embrio dalam biji mereka.

    Contoh lain pada Bryophyta seperti hepaticopsida (lumut hati), anthocerotopsida (lumut tanduk), dan bryopsida (lumut daun).

    4. Bangsa (Ordo)

    Urutan takson tumbuhan berikutnya dalam takson tumbuhan adalah Ordo. Ordo mencakup kelompok tumbuhan yang memiliki kesamaan karakteristik tertentu.

    Umumnya, pada tingkatan ini menggunakan akhiran -ales. Misalnya, dalam kelas Dicotyledoneae, terdapat beberapa ordo seperti ordo Rosales (termasuk mawar dan buah beri) dan ordo Fabales (termasuk polong-polongan).

    5. Famili (Family)

    Famili adalah kelompok tumbuhan yang lebih spesifik dalam takson tumbuhan. Mereka adalah kelompok tumbuhan yang memiliki kesamaan genetik dan karakteristik morfologi yang lebih mendalam. 

    Penggunaan akhiran -aceae sering digunakan pada tingkatan ini. Contoh famili dalam ordo Rosales adalah famili Rosaceae (termasuk mawar dan stroberi) dan dalam ordo Fabales adalah famili Fabaceae (termasuk polong-polongan).

    6. Marga (Genus)

    Genus adalah urutan takson tumbuhan di mana dikelompokkan berdasarkan kesamaan morfologi dan reproduksi mereka. Genus seringkali mencakup beberapa spesies yang memiliki karakteristik serupa. 

    Genus dapat dilihat dari kata depan dari bahasa lain tumbuhan tersebut. Misalnya, genus Rosa (mawar) memiliki banyak spesies seperti Rosa canina dan Rosa gallica.

    7. Spesies (Species)

    Takson spesies apabila melakukan perkawinan secara alami maka akan memperoleh keturunan yang baik dan subur. Spesies pada tumbuhan sangat beragam dan memiliki persamaan ciri-ciri paling banyak dibandingkan urutan takson lain.

    8. Varietas 

    Dari setiap tingkatan tumbuhan, varietas adalah tingkatan yang paling kecil. Varietas memiliki perbedaan ciri-ciri yang sangat khusus.

    Mengapa Taksonomi Penting?

    Pengklasifikasian berdasarkan takson sangat penting, karena dapat memudahkan dalam mengenal keanekaragaman tumbuhan, memudahkan dalam mempelajari, mengetahui keterkaitan antar tumbuhan.

    Bayangkan apabila tidak ada urutan takson tumbuhan maupun penamaan organisme.  Beribu-ribu bahkan jutaan tanaman di dunia akan banyak yang tidak dikenal.

    Indonesia sendiri memiliki beraneka ragam jenis flora. Tentunya dengan pengklasifikasian seperti inilah dapat membantu kita dalam mengenali dan mempelajarinya. Tentunya bangga akan sumber daya alam yang kita miliki.

    Sudah Paham mengenai Urutan Takson Tumbuhan?

    Dalam pengklasifikasian ini, tingkatan takson yang tinggi memiliki sifat yang umum. Sedangkan tingkatan yang semakin ke bawah akan terdapat ciri-ciri yang semakin khusus.

    Setelah penjelasan di atas, tentunya saat ini sudah memahami mengenai tingkatan takson tumbuhan. Ilmu ini sangat menarik karena semakin kita mempelajari, maka kita akan semakin memahami tentang alam di sekitar kita dan yang kita temui di kehidupan sehari-hari.

  • Kidal: Pengertian, Penyebab, Kelebihan & IQ-nya

    Kidal: Pengertian, Penyebab, Kelebihan & IQ-nya

    Pasti istilah kidal sudah sangat familiar bagi kebanyakan orang. Apakah Anda juga termasuk orang kidal? Istilah tersebut mengacu pada orang-orang yang lebih dominan memanfaatkan tangan kirinya daripada tangan kanan. Mereka memiliki banyak keistimewaan sekaligus fakta unik yang perlu Anda tahu. Berikut pembahasannya.

    Pengertian

    Kidal merupakan kondisi seseorang yang lebih aktif menggunakan tangan kirinya daripada tangan kanan. 

    Orang yang kidal juga disebut sebagai sinitralitas. Mereka yang termasuk kidal akan lebih dominan menggunakan tangan kirinya untuk berbagai aktivitas. Misalnya ketika memasak, menyisir rambut, dan lain-lain. Bagaimana dengan menulis? 

    Ternyata menulis bukan menjadi indikasi untuk menentukan seseorang sinitralitas atau tidak. Alasannya karena orang sinitralitas pun tidak sedikit yang memakai tangan kanan saat menulis, sedangkan pada aktivitas lainnya lebih sering menggunakan tangan kiri. Setidaknya 8 sampai 15% orang dewasa di dunia adalah kidal.

    Kemudian orang-orang sinitralitas juga didominasi kaum laki-laki dibanding perempuan. Selain itu, mereka juga lebih sering ditemukan pada golongan kembar identik maupun kelompok yang mengalami masalah neurologis.

    Misalnya penderita retardasi mental, epilepsi, down’s syndrome, serta autisme. Berdasarkan statistik, seseorang yang mempunyai saudara kembar kidal berpeluang sebesar 76% untuk kidal juga.

    Penyebab

    Seorang yang sinitralitas disebabkan beberapa faktor, di antaranya:

    1. Gen

    Kemungkinan faktor genetik memberikan pengaruh cukup besar sehingga seseorang akan tumbuh dan dominan menggunakan tangan kirinya. 

    Gen tunggal mungkin diturunkan orang tuanya pada anak sehingga berpengaruh terhadap tangan mana yang lebih disukainya. Ketika versi tertentu gen tersebut diwariskan, kemungkinan anak cenderung kidal. 

    Akan tetapi, hal tersebut juga tergantung penguatan serta pengaruh lingkungannya. Meskipun begitu, berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa gen lah yang kemungkinan besar membuat seseorang menjadi sinitralitas.

    2. Jenis Kelamin

    Jenis kelamin orang sinitralitas lebih didominasi para kaum laki-laki daripada perempuan. Hal tersebut terlihat lewat penelitian yang menunjukkan hormon testosteron laki-laki mempunyai pengaruh terhadap tangan mana yang lebih dominan digunakan.

    3. Perkembangan Janin

    Meskipun faktor gen dianggap dominan menentukan seseorang kidal atau tidak, namun ada beberapa peneliti yakin jika orang sinitralitas dipengaruhi lingkungan secara lebih dominan daripada gen. 

    Para peneliti tersebut yakin jika faktor lingkungan dalam rahim bisa berpengaruh ketika seseorang lebih suka menggunakan tangan kiri atau kanan di kemudian hari.

    4. Meniru

    Anak-anak yang belajar memilih dominan menggunakan tangan kiri karena mereka meniru orang yang mengasuhnya serta orang-orang di sekitarnya. Akan tetapi, hal tersebut belum sepenuhnya menjelaskan mengapa orang tua tidak kidal malah memiliki anak kidal, begitu pula sebaliknya.

    5. Kerusakan Otak

    Sebagian kecil peneliti membuat teori bahwa seluruh manusia ditakdirkan lahir tidak kidal. Akan tetapi, orang-orang yang mengalami kerusakan otak dapat terlihat dari perilakunya yaitu lebih dominan memakai tangan kirinya. Meskipun begitu, tidak ada bukti kuat yang mendukung teori tersebut.

    6. Penyesuaian

    Beberapa orang menjadi sinitralitas secara alami bukan karena faktor gen atau lingkungannya. Hal tersebut dilakukan orang tersebut karena menyesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya mengalami cedera di tangan kanan sehingga membuatnya harus lebih sering menggunakan tangan kiri.

    Kelebihan Orang Kidal

    Seseorang yang cenderung lebih banyak menggunakan tangan kiri daripada tangan kanan memiliki beberapa kelebihan, yaitu:

    1. Memiliki Jiwa Seni Tinggi

    Dibandingkan kemampuan berbahasa, seorang sinitralitas cenderung memiliki jiwa seni cukup tinggi. Umumnya mereka merupakan pribadi yang sangat romantis. Akan tetapi, cara orang-orang tersebut menuangkan keromantisannya yaitu melalui karya seni.

    Selain itu, orang sinitralitas juga lebih dominan menggunakan otak kanannya. Otak kanan digunakan dalam proses berpikir kreatif, visual, dan intuitif. Adapun nama seniman yang terkenal yaitu Michelangelo dan Leonardo Da Vinci dan mereka semua kidal.

    2. Mempunyai Daya Kreativitas Tinggi

    Dikarenakan lebih sering memakai otak kanannya, orang sinitralitas memiliki daya kreativitas tinggi, khususnya saat menciptakan sesuatu. 

    Berdasarkan American Journal of Psychology, orang kidal mempunyai pemikiran berbeda dari orang lain. Mereka cenderung punya banyak ide di otaknya. Bahkan mereka memiliki banyak ide untuk membahagiakan pasangannya sehingga menjadikan hubungannya pun lebih berwarna.

    3. Lebih Cerdas

    Kelebihan selanjutnya yaitu orang yang dominan tangan kiri mempunyai IQ lebih tinggi dari mereka yang dominan menggunakan tangan kanan. Ketika seseorang dominan menggunakan tangan kanan, itu artinya otak kiri dominan digunakan daripada otak kanan.

    Akan tetapi, orang sinitralitas cenderung memakai otak kiri dan kanan secara seimbang. Hal tersebut yang membuatnya lebih cerdas di dalam mempelajari sesuatu.

    4. Multitasking

    Bukan sekadar cerdas, mereka yang dominan tangan kiri juga dapat mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu bersamaan alias multitasking. Orang-orang tersebut lebih bisa menangani beragam masalah dengan cepat.

    Orang sinitralitas juga cenderung lebih tenang serta tidak terkesan buru-buru saat bekerja. Terdapat penelitian dari Illinois Research Consortium pada 2018 yang menunjukkan bahwa orang kidal dapat menyelesaikan dua pekerjaan secara lebih baik.

    Ini karena dalam menyelesaikan permasalahan, orang yang dominan tangan kanan akan membaginya menjadi beberapa bagian. Selanjutnya melakukan analisis terhadap masalah tersebut satu per satu. Namun pada orang kidal akan melihat semua masalah secara menyeluruh lalu mencocokkan pola untuk menyelesaikannya.

    5. Ingatannya Sangat Tajam

    Seperti yang dijelaskan, kemampuan orang sinitralitas dapat menggunakan otak kiri dan kanannya dengan seimbang. Hal tersebut berefek pada ingatannya yang tajam. Orang-orang yang dominan menggunakan tangan kiri tersebut cenderung lebih bisa mengingat peristiwa serta tanggal secara lebih baik.

    6. Menjadi Seorang Pemimpin yang Baik

    Tidak sedikit pemimpin dunia yang ketika ditelusuri ternyata cenderung memakai tangan kiri daripada tangan kanan. Ini menunjukkan bahwa kemampuan leadership mereka cenderung lebih baik. Contohnya George W. Bush, Barack Obama, Gerald Fold, dan Bill Clinton.

    Mereka adalah nama-nama pemimpin kidal. Hal tersebut didukung kemampuannya yang kreatif, penuh inovasi, serta mampu menyelesaikan masalah dengan baik.

    7. Jago di Bidang Olahraga

    Orang-orang yang lebih dominan menggunakan tangan kiri juga lebih jago di bidang olahraga. Misalnya bisbol, renang, tinju, anggar, dan tentunya sepak bola. Selain itu, sekitar 40% atlet tenis juga orang-orang sinitralitas.

    Mengapa demikian? Hal tersebut karena refleks tangan kiri serta kanan berbeda. Kondisi tersebut lebih menguntungkan untuk para pemain kidal.

    8. Punya Kontrol Diri Lebih Baik

    Sosok sinitralitas cenderung mempunyai self-control lebih baik dalam memenuhi keinginannya. Berdasarkan penelitian, orang yang dominan tangan kiri tidak mengalami kesulitan saat mengendalikan kedua tangannya. Kemampuan tersebut sangat membantunya dalam mengendalikan keinginannya.

    Berapa IQ Orang Kidal?

    Sebelumnya sudah ada penjelasan bahwa orang sinitralitas cenderung memiliki kecerdasan yang lebih tinggi. Ini terlihat dari IQ mereka yang berada di atas 140. Sementara IQ pada orang normal berada di angka 100.

    Fakta Seputar Kidal

    Beberapa fakta uniknya antara lain:

    • Orang sinitralitas punya perayaan khusus yaitu Left-Handed Day atau Hari Kidal Internasional yang jatuh pada setiap 13 Agustus. Perayaan tersebut bahkan sudah ada sejak 1992.
    • Kidal juga kerap dihubungkan dengan hal-hal negatif karena menurut legenda, lucifer serta penyihir dominan bertangan kiri.
    • Orang-orang sinitralitas juga dianggap berumur lebih pendek meskipun tidak ada penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.
    • Mereka juga termasuk orang-orang yang lebih kreatif serta artistik.
    • Dianggap lebih romantis dan menuangkannya dalam bentuk seni.
    • Mereka juga lebih jago dalam olahraga tertentu. Sebut saja petinju Manny Pacquiao dan petenis terkenal yaitu Rafael Nadal.
    • Lebih berisiko mengalami gangguan belajar, misalnya disleksia.
    • Mereka cenderung lebih mudah mengalami masalah mental yang ditandai psikosis (kondisi mental yang disebabkan oleh halusinasi dan delusi).

    Kesimpulan

    Sekian informasi seputar pengertian kidal/sinitralitas, penyebab, beberapa kelebihannya. Berdasarkan penjelasan tersebut, orang-orang sinitralitas memang memiliki banyak keistimewaan yang membuatnya lebih unggul dari kebanyakan orang. Semoga informasi ini bermanfaat.

  • Apa Itu Mitosis? Pengertian, Ciri, Serta Tahapannya

    Apa Itu Mitosis? Pengertian, Ciri, Serta Tahapannya

    Hampir setiap anak pasti memiliki ciri, sifat, atau wajah yang mirip dengan orang tuanya, entah itu ibu maupun ayahnya. Namun, tak sedikit pula yang mirip dengan nenek atau kakeknya. Kenapa bisa? Nah, ini semua berhubungan dengan istilah mitosis.

    Manusia memiliki triliunan sel yang tidak terlihat, salah satunya adalah sel pemberi kemiripan antar keluarga atau hubungan darah. Sel ini nantinya akan mengalami pembelahan menjadi beberapa bagian dan setiap bagian mempunyai peran masing-masing. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

    Pengertian Mitosis

    Mitosis merupakan peristiwa membelahnya sel sehingga menghasilkan dua sel anak dengan jumlah kromosom yang sama seperti sel utamanya. Kedua anakan sel tersebut akan membawa karakter genetik dari sel induk. Hampir semua makhluk hidup mengalami proses ini, kecuali bakteri dan virus.

    Singkatnya, mitosis juga bisa berarti suatu proses pembelahan nukleus menjadi dua anakan sel yang mengandung nukleus anak. Pembelahan sel biasanya terjadi pada jenis eukariotik, sementara prokariotik tidak mampu melakukannya karena tidak mempunyai inti sel, membran inti sel, dan mitokondria.

    Untuk proses pembelahan sel pada hewan akan terjadi pada semua sel yang ada di dalam tubuhnya, kecuali sel kelamin atau gamet. Sedangkan pada tumbuhan, pembelahan terjadi di jaringan meristem.

    Ciri-Ciri Mitosis

    Pembelahan sel ini memiliki ciri-ciri khusus, yakni:

    • Sifat sel anak akan menurun dari dan seperti sel induk.
    • Jumlah sel anak yang berasal dari proses pembelahan adalah dua anak sel.
    • Mitosis memiliki tujuan memperbanyak sel pertumbuhan dan memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan.
    • Proses pembelahan hanya terjadi satu kali.
    • Pembelahan hanya terjadi pada sel tubuh (somatik), seperti jaringan embrional yang termasuk lingkaran kambium, ujung batang, dan ujung akar.
    • Jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom pada orang tua yakni 2n (diploid).
    • Pembelahan melewati tahapan berupa interfase, profase, metaphase, anafase, dan telofase. Secara umum, semua tahapan tersebut akan kembali ke tahap semula untuk membentuk siklus sel.

    Tahapan Mitosis

    Freepik

    Mitosis memiliki lima tahapan yang akan kita bahas pada penjelasan berikut ini:

    1. Interfase

    Interfase adalah fase paling awal atau pendahuluan dalam tahapan mitosis. Dalam fase ini, sel akan mengalami persiapan pembelahan dan penimbunan energi oleh sel untuk kemudian melakukan pembelahan. Ketimbang tahapan lain, interfase membutuhkan waktu yang paling lama.

    Inti sel (nukleus) dan anak inti sel dalam tahan interfase akan tampak dengan jelas. Akan tetapi, kromosom pada sel malah tidak terlihat dengan sempurna. Hal ini karena kromosom masih dalam bentuk kromatin.

    Kromatin merupakan benang-benang halus yang terdiri dari berbagai molekul seperti protein, RNA, dan DNA. Sementara itu, di bagian luar inti sel terdapat suatu organ yang dinamakan kromosom. Fungsinya ialah mempertahankan jumlah kromosom antara sel induk dengan sel anak.

    Mitosis interfase terbagi kembali menjadi 3 tahapan, yaitu fase G1, fase S, dan fase G2. Berikut ini penjelasannya:

    1. Fase G1

    Fase G1 merupakan fase ketika sel akan mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Tahapan ini mempunyai ciri-ciri berkembangnya sitoplasma, organel sel, dan sintesis bahan-bahan yang akan digunakan pada tahapan interfase berikutnya.

    Fase G1 akan membuat beberapa sel mengalami pertumbuhan. Tidak secara keseluruhan, melainkan hanya beberapa bagian saja, seperti pembentukan DNA, pembentukan benang spindel, penambahan ukuran nukleus, penambahan sitoplasma, serta pembentukan protein dan enzim.

    Proses ini membutuhkan waktu sekitar 12 sampai 24 jam lamanya dan menjadi tahapan awal yang paling lama.  

    2. Fase S

    Setelah fase G1, tahapan berikutnya adalah fase S. Dalam tahapan ini akan terjadi proses duplikasi atau replikasi DNA sebagai materi genetik yang nantinya akan diberikan atau diturunkan pada sel anak. Sedangkan replikasi DNA dan protein histon disebut benang kromatin.

    3. Fase G2

    Tahapan terakhir adalah fase G2 yang menjadi tempat di mana proses replikasi DNA telah selesai. Fase G2 akan memberikan dampak peningkatan pada sintesis protein karena sudah menjadi tahap akhir persiapan sel untuk melakukan pembelahan.

    Fase G2 membutuhkan waktu berkisar antara 3 sampai 4 jam. Kromatin yang ada di fase siklus sel di antaranya adalah kromosom pada metafase, DNA, kromatin, kromatin pada interfase, dan kromatin padat. Pada akhir interfase, satu sel akan memiliki satu nukleus dengan dua anak inti.

    2. Profase

    Setelah tahapan pertama selesai, pembelahan mitosis masuk ke fase profase. Pada proses awalnya, sentrosom akan mengalami replikasi yang dapat menghasilkan dua sentrosom. Setiap sentrosom akan bergerak menuju kutub inti sel dengan arah yang berlawanan.

    Pada saat yang bersamaan, mikrotubulus akan muncul di antara dua sentrosom. Mikrotubulus adalah serat protein dengan bentuk memanjang mulai dari sentriol ke berbagai arah. Semakin lama mikrotubulus akan membentuk gulungan benang.

    Orang-orang biasa menyebutnya sebagai benang spindel. Selain itu, proses ini juga akan membuat benang kromatin menebal dan membentuk kromosom. Nah, kromosom yang terbentuk kemudian akan memiliki dua kromatid indentik yang saling terikat dengan sentrometer.

    Sentrometer merupakan kepala kromosom. Pada setiap sentrometer akan memiliki dua kinetokor yang merupakan formasi protein. Nantinya, formasi tersebut akan menjadi tempat benang-benang spindel melekat. 

    Dalam tahapan akhir mitosis profase, membran inti dan nukleus akan mulai menghilang atau lenyap dan sentrosom akan tiba di kutubnya masing-masing. Lantas, bagaimana dengan benang-benang spindel? 

    Benang-benang tersebut akan terbentang mulai dari satu kutub ke satu kutub lainnya. Adapun peranan dari benang spindel ialan menarik kromosom ke bagian tengah inti sel untuk dibawa ke tahapan berikutnya, yakni metafase. 

    Kromosom yang sudah menjadi dua akan memadat dan membran inti yang mulai rusak akan menjadi bagian-bagian kecil atau disebut fragmen.

    3. Metafase

    Tahapan ketiga dari mitosis adalah metafase. Dalam proses ini, nukleus dan membran inti sel tidak akan terlihat. Dua kinetokor pada sentromer akan terhubung ke sentrosom melalui benang-benang spindel, sehingga pasangan kromatid mulai bergerak ke bagian tengah.

    Kromosom akan memposisikan ke bagian tengah inti sel untuk memproduksi jumlah kromosom yang nantinya bisa teramati dengan jelas.

    4. Anafase

    Tahapan anafase akan membuat kromatid menandai fase ini. Berawal dari bagian sentromer yang akan membentuk kromosom baru. Masing-masing dari kromosom akan ditarik menggunakan benang-benang spindel untuk menuju ke kutub yang berbeda arah.

    Antara jumlah kromosom yang menuju kutub satu akan sama dengan jumlah kromosom yang menuju ke kutub lainnya. Selama tahap akhir anafase, kromosom akan sampai ke masing-masing kutubnya dan mulailah terjadi sitokinesis.

    Sitokinesis merupakan proses pemisahan beberapa sel seperti organel, sitoplasma, dan membran seluler. Pembelahan akan mulai dari bagian pinggir sel, kemudian bergerak ke bagian tengah dan menghasilkan dua sel yang disebut sebagai sel anak.

    5. Telofase

    Tahap terakhir pembelahan mitosis adalah telofase. Pada tahap ini, kromosom akan tiba ke daerah kutubnya masing-masing. Benang spindel akan mulai lenyap dan membran inti sel akan terletak di antara dua kelompok kromosom.

    Pada tahap telofase, kromosom akan mulai menipis dan bentuknya berubah seperti benang-benang kromatin kembali. Kemudian, membran inti akan mulai bergabung kembali dan terbentuk dua anak sel yang memiliki sifat diploid.

    Proses mitosis yang paling akhir ini akan langsung menghasilkan dua anak sel yang berasal dari satu sel induk atau asal. Berhubung semua sel yang ada di dalam tubuh mengalami fase pembuahan, maka setiap sel tersebut akan mempunyai macam-macam sel dengan jumlah kromosom yang sama.

    Tak hanya itu, gen pun juga akan menurun dari sel induk. Untuk kecepatan pembelahan sel tentu tidaklah sama. Mungkin saja perkembangan embrio dengan pembelahan sel hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja. Namun, semua itu tergantung dari jenis sel apa yang mengalami pembelahan.

    Mitosis Menjadi Proses Kenapa Anak Begitu Mirip dengan Keluarganya

    Melalui penjelasan tentang mitosis di atas, terlihat bahwa proses pembelahan tersebut menjadi titik awal sel membentuk genetika dari anak. Oleh karena itu, anak-anak biasanya akan memiliki kemiripan dengan keluarganya. Hal ini tak hanya berlaku pada manusia, melainkan juga hewan.

  • Apa Itu Siklus Lisogenik? Konsep, Tahapan, dan Informasi Lainnya

    Apa Itu Siklus Lisogenik? Konsep, Tahapan, dan Informasi Lainnya

    Siklus lisogenik kerap dikenal sebagai cara berkembang biak dari mikroorganisme utamanya virus. Sebenarnya masih terdapat siklus lain yang bisa dilalui oleh virus untuk memperbanyak diri saat berada di tubuh inangnya. Namun, terdapat beberapa virus yang secara spesifik melakukan perkembangbiakan dengan siklus ini.

    Lalu, apa itu siklus lisogenik? Bagaimana tahapan dari siklus tersebut? Adakah keunggulan dari daur hidup virus yang satu ini? Apa sajakah contoh virus yang menggunakan siklus ini sebagai daur hidupnya? Simak dan cari tahu melalui artikel ini.

    Konsep Siklus Lisogenik

    Daur hidup virus dengan siklus ini ditemukan pada tahun 1950 oleh Andre Lwoff. Siklus ini memiliki konsep yakni penyisipan diri virus pada sel inang tanpa menghancurkannya. Ketika terjadi pembelahan sel pada inang maka virus tersebut juga ikut membelah diri dan berkembang pada inang yang baru.

    Sejatinya pada daur hidup virus ini terdapat peran dari integrase asam nukleat yang ada pada virus dalam genom sel inang. Dengan begitu tercipta profag tanpa harus menghancurkan sel inang dan mengalami daur hidup secara terus menerus.

    Tahapan Siklus Lisogenik pada Virus

    Secara garis besar, berikut tahapan pada daur hidup virus secara lisogenik:

    1. Tahap Adsorpsi dan Penetrasi

    Tahapan awal dari daur hidup virus ini adalah adanya proses penempelan virus pada bagian permukaan sel inang menggunakan reseptor protein yang bersifat spesifik. Pada tahap ini juga terjadi penghancuran membran sel menggunakan enzim lisozim.

    Selanjutnya, virus secara otomatis akan berpenetrasi atau masuk melalui proses penyuntikan materi genetik pada asam nukleat menuju ke dalam sel.

    2. Tahap Penggabungan

    Tahap siklus lisogenik selanjutnya adalah penggabungan DNA bakteri dan virus setelah virus masuk dalam sel bakteri. DNA akan membentuk untaian dengan bentuk kalung tanpa ujung hingga nantinya bagian pangkal akan terputus. 

    Lalu, ketika terjadi pemutusan DNA bakteri terjadi penyisipan DNA virus yang mengakibatkan terbentuknya DNA bakteri secara utuh dan telah tersisipi oleh DNA virus.

    3. Tahap Pembelahan

    Apabila DNA virus telah tergabung dalam DNA inang, dalam hal ini adalah bakteri, maka DNA virus tidak bisa lagi melakukan pergerakan secara bebas atau dinamakan sebagai profag. 

    Namun, ketika DNA bakteri atau inang melakukan pembelahan atau melakukan replikasi, maka secara otomatis DNA virus pun mengalami pembelahan.

    Dengan begitu, saat terdapat 2 sel inang atau bakteri, maka kedua sel tersebut telah mengandung DNA dari virus atau profag. Oleh karena itu, nantinya jumlah profag akan sama dengan jumlah sel inangnya.

    4. Tahap Sintesis

    Tahapan siklus lisogenik berikutnya adalah proses sintesis. Pada tahap ini, virus atau profag sewaktu-waktu akan aktif dan memiliki kemampuan untuk memisahkan diri dengan DNA sel inang atau bahkan membunuh DNA inang atau bakteri.

    Kemudian, DNA virus atau profag akan melakukan sintesis protein dengan mengganti mekanisme kerja dari DNA sel inang atau bakteri. DNA virus akan melakukan sintesis tersebut hingga terbentuk kapsid yang berperan untuk virus baru serta replikasi DNA.

    5. Tahap Perakitan

    Pada tahap ini, dibentuk selubung virus yang berasal dari hasil kapsid virus melalui proses perakitan. Kemudian, DNA hasil replikasi akan mengisi hasil perakitan kapsid hingga tercipta virus baru. Tahapan ini juga seringkali disebut sebagai tahap pematangan.

    6. Tahap Lisis

    Pada tahap ini, diartikan sebagai proses pemecahan dinding bakteri atau sel inang sehingga virus dapat keluar secara bebas. Dengan begitu, virus-virus tersebut bisa melakukan penyerangan terhadap sel bakteri atau sel inang lain.

    Pada proses lisis atau pemecahan ini sama halnya dengan proses pelepasan virus dari sel inang. Namun terdapat pula pendapat yang menyatakan bahwa pelepasan virus baru ini dapat dilakukan melalui tunas.

    Proses pelepasan ini terjadi karena adanya tunas sel inang. Virus yang melakukan pelepasan menggunakan cara ini biasa disebut dengan virus sitopatik seperti virus influenza. Dalam tahap ini, sel inang tetap hidup setelah virus baru melepaskan diri.

    Perbedaan Siklus Lisogenik dengan Litik

    Secara umum, siklus litik dan lisogenik memiliki tahapan yang sama. Namun, terdapat beberapa hal yang membedakan kedua daur hidup virus tersebut, di antaranya :

    1. Pada daur hidup secara lisogenik terdapat proses integrasi DNA virus pada DNA sel inang sedangkan pada daur hidup litik tidak terdapat integrasi DNA.
    2. Pada daur hidup lisogenik tidak terdapat proses hidrolisis namun pada daur hidup litik terdapat proses hidrolisis.
    3. Pada tahap lisogenik terdapat profag sedangkan pada litik tidak terdapat profag. Selain itu, siklus litik terjadi proses daur hidup yang independen sedangkan pada siklus lisogenik terjadi bersamaan dengan DNA sel inang.
    4. Waktu kerja dari daur hidup lisogenik terjadi lebih lama dibandingkan siklus litik.

    Keunggulan dan Kekurangan Siklus Lisogenik

    Pada prinsipnya, virus akan mati saat tidak melakukan kontak dengan sel inang. Oleh karena itu, sepanjang virus tidak berhubungan dengan sel inang baik itu bakteri atau organisme lainnya maka virus tersebut mati.

    Pada siklus lisogenik virus dapat melakukan replikasi melalui sel inang tanpa harus merusak sel inang tersebut. Hal ini memungkinkan sel inang berada dalam keadaan utuh baik itu organ dan jaringannya.

    Namun, kerugian dari siklus hidup lisogenik adalah virus tetap berada dalam sel inang dan tetap hidup hingga mampu mereplikasi diri secara terus-menerus. Apabila sel inang dari virus itu adalah manusia, hewan, atau tumbuhan maka hal ini dapat menyebabkan penyakit secara berkepanjangan akibat infeksi virus.

    Sedangkan pada siklus litik, virus dapat melakukan proses replikasi dalam waktu yang singkat dan mampu memisahkan diri dengan sel inang untuk mencari target inang yang baru. Tentunya melalui cara ini virus dapat melakukan penyebaran dalam waktu yang cepat pada sel inang.

    Contoh Virus dengan Siklus Lisogenik

    Dalam melakukan replikasi, tidak semua virus memiliki daur hidup secara lisogenik. Untuk itu, contoh virus yang melakukan tahapan siklus ini adalah bakteriofag lambda yang memiliki bentuk hampir sama dengan bakteriofag T4. Namun, pada bakteriofag lambda terdapat serabut ekor yang lebih pendek daripada bakteriofag T4.

    Selain bakteriofag lambda, terdapat pula virus yang memiliki daur hidup dengan siklus ini yaitu virus HIV yang merupakan virus penyebab AIDS atau Acquired Immunodeficiency Syndrom

    Adanya penginfeksian virus ini dalam tubuh yang terjadi secara terus menerus dan sukar dikendalikan juga berhubungan dengan daur hidupnya.

    Siklus hidup yang memungkinkan virus berada dalam tubuh sel inang dalam waktu yang lama menjadikan infeksi terjadi secara berkepanjangan. Maka dari itu, diperlukan tindakan khusus baik itu sebagai tindakan pencegahan atau pengobatan secara intensif untuk membunuh dan menghentikan pertumbuhan virus dalam sel inang.

    Sudahkah Anda Memahami Siklus Lisogenik pada Virus?

    Dari uraian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa siklus lisogenik merupakan daur hidup virus yang melibatkan proses integrasi DNA virus menuju ke DNA sel inang. 

    Pada proses daur hidup virus ini juga tidak mengakibatkan kerusakan pada sel inang sehingga bagian organ dan jaringan pun kemungkinan berada dalam kondisi yang masih utuh.

    Dalam hal ini, virus akan tetap hidup ketika berada di dalam sel inang. Namun, saat berada di luar sel inang maka virus akan mati. 

    Sel inang yang dijadikan sebagai tempat hidup virus pun beraneka ragam mulai dari bakteri, hewan, tumbuhan, hingga manusia. Oleh karena itu, untuk menghindari adanya pertumbuhan virus diperlukan pengetahuan dan pencegahan yang tepat mulai dari sekarang.

  • Fungsi Lambung pada Manusia dan Beragam Gangguan Lambung

    Fungsi Lambung pada Manusia dan Beragam Gangguan Lambung

    Lambung merupakan salah satu organ tubuh yang keberadaannya penting sekali bagi kesehatan manusia. Kebanyakan orang menganggap jika lambung itu hanya untuk menampung makanan saja. Padahal, ada beragam fungsi lambung pada manusia yang bukan sekadar menampung makanan.

    Macam-Macam Fungsi Lambung pada Manusia

    Setiap organ tubuh yang terdapat pada manusia mempunyai fungsi dan kegunaannya masing-masing. Lambung juga punya banyak fungsi yang lebih banyak diajarkan dalam buku pelajaran biologi. Di bawah ini, Anda akan menemukan beragam fungsi organ pencernaan tersebut.

    1. Menyimpan dan Mengolah Makanan

    Inilah fungsi lambung pada manusia yang pertama, juga yang paling banyak orang ketahui. Lambung mempunyai ruangan yang cukup yang mampu menampung beragam makanan. 

    Apabila ada makanan sedang bergerak menuju lambung, makanan itu akan melewati kerongkongan terlebih dulu. Kerongkongan akan melakukan gerak peristaltik untuk meneruskan makanan hingga sampai lambung. Begitu sampai di lambung, organ tubuh itu akan mempersiapkan proses pencernaan.

    Proses pencernaan ini akan tertunda apabila tubuh kita sedang istirahat, atau jika ada zat makanan lain yang sedang tubuh kita olah. Makanan itu akan lambung simpan selama beberapa waktu hingga zat makanan yang sebelumnya sudah berlanjut ke usus halus.

    2. Mengeluarkan Zat Enzim Pencernaan

    Pengolahan zat makanan yang terjadi dalam lambung manusia terjadi melalui fase gastrik yang melibatkan zat enzim. Ada beberapa jenis enzim yang berperan penting dalam proses pengolahan dan pencernaan makanan. Contoh enzim itu ialah amilase, protease, lipase, dan maltase.

    Enzim amilase bertugas mencerna karbohidrat dari makanan, sementara enzim lipase memecah lemak untuk menghasilkan zat gula gliserol dan asam lemak. Kemudian enzim protease memproduksi zat asam amino setelah memecah lemak, dan maltase menghasilkan zat gula glukosa.

    Masih ada banyak lagi enzim lainnya yang ikut membantu proses mencerna makanan dalam lambung kita. Hanya saja, pemecahan nutrisi dari makanan yang tersimpan di lambung tidak sampai melumatkan seluruh makanan tersebut.

    3. Menyerap Nutrisi dari Makanan

    Begitu makanan sudah terolah oleh enzim di dalam lambung, fungsi lambung pada manusia yang ketiga adalah menyerap nutrisi yang sudah diolah. Penyerapan zat makanan olahan tersebut melibatkan beberapa organ pencernaan lainnya yang ikuti bekerja bersama organ lambung.

    Dalam organ ini, nutrisi yang paling banyak terserap dari makanan adalah vitamin dan protein yang telah dipecah oleh enzim-enzim pencernaan. Tentu saja masih ada nutrisi yang tubuh kita perlukan, maka zat makanan tersebut disalurkan ke usus halus untuk mendapat penyerapan lanjutan.

    4. Membuang Zat Berbahaya dari Makanan

    Terkadang, makanan yang masuk ke lambung kita bisa saja mengandung zat-zat berbahaya yang tidak boleh sampai tercerna oleh tubuh. Oleh karena itu, lambung juga memiliki tugas membuang zat berbahaya seperti partikel radikal bebas yang menyelinap masuk bersama makanan.

    Sekarang, lambung akan bekerja sama dengan organ liver dan pankreas untuk melenyapkan zat berbahaya yang masuk ke lambung. Pankreas menghasilkan enzim pencernaan untuk melumatkan makanan, yang selanjutnya mendapat penyaringan oleh liver supaya bebas dari zat berbahaya.

    5. Membawa Makanan ke Usus Halus

    Fungsi lambung pada manusia yang terakhir ialah membawa atau meneruskan zat makanan yang terolah di lambung ke usus halus. Penyebabnya ialah ada beberapa jenis nutrisi yang tidak bisa dicerna oleh lambung, tetapi dapat menerima penyerapan lebih lanjut di usus halus.

    Fase pencernaan ini bernama fase intestinal, karena inilah waktunya usus halus mulai bekerja untuk mengolah zat makanan. Begitu makanan sudah masuk ke usus halus, lambung bisa mulai beristirahat atau melanjutkan proses pencernaan pada zat makanan yang berikutnya.

    Beragam Gangguan Fungsi Lambung pada Manusia

    Apakah Anda percaya bahwa lambung sebetulnya lebih rentan mengalami sakit atau gangguan daripada organ-organ tubuh kita yang lain? Maka dari itu, bacalah bagian ini supaya Anda tahu dan lebih waspada terhadap beragam jenis gangguan pada organ lambung kita.

    1. Tukak Lambung

    Mari kita mulai dari penyakit yang bisa menyerang fungsi lambung pada manusia bernama tukak lambung. Masyarakat kita mengenali penyakit ini dengan nama maag, dan sering menimbulkan rasa nyeri yang amat sangat. Hal ini disebabkan oleh adanya infeksi bakteri pada dinding lambung.

    Gejala yang umum penderita tukak lambung alami di antaranya ialah sesak napas, perut kembung padahal tidak masuk angin, dan ingin muntah. Penderita sakit maag itu juga akan merasa lemas, perut yang terasa keras, serta keluarnya keringat dingin seakan-akan mau pingsan.

    Supaya Anda terhindar dari tukak lambung, rajin-rajinlah mencuci tangan sebelum makan. Perbanyak konsumsi sayur dan buah, serta hindari minuman yang mengandung alkohol dan juga minuman bersoda. Selain itu, berhenti merokok apabila Anda punya kebiasaan buruk ini.

    2. Gastritis

    Banyak penyakit yang bisa menyerang lambung kita dan menyebabkan timbulnya rasa panas di perut. Namun, apabila rasa panas dari perih di lambung sampai mengganggu ulu hati, itu tandanya Anda kena gastritis. Penyakit ini boleh jadi lebih berat daripada maag biasa.

    Penyebab timbulnya sakit gastritis di antaranya ialah kanker usus, infeksi bakteri di lambung, konsumsi alkohol, hingga penyalahgunaan obat medis. Dampak yang akan penderita rasakan misalnya seperti mual dan tak nafsu makan, banyak cegukan, ulu hati terasa perih, hingga muntah darah.

    Karena makanan yang pedas-pedas dan berlemak ialah penyebab utama gastritis, sebisa mungkin Anda hindari makanan tersebut. Tidak hanya itu, Anda pun sebaiknya rajin mencuci tangan sebelum makan dan tidak mengonsumsi obat-obatan secara berlebihan.

    3. Obesitas

    Ini bisa jadi merupakan gangguan fungsi lambung pada manusia yang paling banyak menjangkiti umat manusia. Menurut organisasi WHO, sekarang ada lebih dari 2 miliar orang yang menderita obesitas. Di negara kita saja, perkiraan jumlah penderitanya ialah satu dari tiga orang menurut Kemenkes.

    Pola makan yang tak teratur, serta kebiasaan mengonsumsi junk food, ialah penyebab nomor satu dari penyakit obesitas. Bukan cuma itu, tetapi juga malas melakukan olahraga, penyalahgunaan obat-obatan tertentu, dan genetik warisan dari orang tua.

    Jika Anda merasa bahwa berat badan Anda naik secara tidak wajar, Anda sebaiknya segera melakukan diet dan pola hidup sehat sesegera mungkin. Itu karena obesitas dapat menimbulkan macam-macam bahaya, misalnya sesak napas, tekanan darah tinggi, diabetes, dan serangan jantung.

    4. Hernia Hiatus

    Pernahkah Anda mendengar sakit yang namanya hernia? Ada jenis penyakit ini yang tergolong sering menjangkiti lambung manusia, yaitu hernia hiatus. Pada penyakit ini, lambung akan menjadi bengkak dan mendesak diafragma di atasnya, sehingga dada serasa terdesak dan sempit.

    Hernia hiatus dapat menimbulkan sejumlah gejala bagi lambung Anda, seperti rasa panas di dada, kesulitan menelan makanan, dan tenggorokan yang terasa pahit. Adapun gejala lainnya adalah sesak napas, bersendawa yang terlalu sering, dan juga pendarahan pada lambung dan tenggorokan.

    Apabila Anda berusia di atas 50 tahun dan merupakan seorang perokok berat, Anda memiliki risiko terkena hernia hiatus yang tinggi. Risiko ini lebih tinggi lagi bagi Anda yang juga mengalami obesitas dan punya kebiasaan batuk atau bersin yang terlalu keras.

    5. Dispepsia

    Di nomor lima, gangguan yang dapat mempengaruhi fungsi lambung pada manusia ialah dispepsia. Penyakit ini sebetulnya berupa kumpulan sindrom atau gangguan yang terjadi terus-menerus dalam waktu yang sama. Jika Anda merasa susah makan, bisa jadi Anda mengalami dispepsia.

    Bukan hanya susah makan saja yang menjadi tanda sindrom dispepsia. Perut yang seakan cepat kenyang setelah makan sedikit, serta rasa perih seakan terbakar pada lambung ialah tanda-tanda lainnya. Selain itu, ada juga gejala seperti kentut yang terus-terusan dan rasa nyeri pada pankreas.

    Sindrom dispepsia dapat Anda cegah dengan melakukan sejumlah pola hidup sehat. Misalnya adalah menjaga pola makan sehari-hari, olahraga yang rutin, dan menghindari junk food. Ada pula cara pencegahan dispepsia berupa menghindari langsung tidur setelah makan.

    Sudah Tahu Fungsi Lambung pada Manusia dan Gangguannya?

    Itulah pembahasan mengenai kegunaan organ lambung untuk manusia dan beberapa penyakit yang dapat menyerang organ pencernaan tersebut. Apabila Anda ialah orang yang doyan makan, hati-hatilah dengan hobi dan asupan gizi Anda supaya lambung tidak terkena penyakit.

  • Apa Itu Membran Sel? Pengertian, Fungsi, dan Komponennya

    Apa Itu Membran Sel? Pengertian, Fungsi, dan Komponennya

    Salah satu penyusun dari sel adalah membran sel. Membran ini sangat penting karena berperan penting sebagai pelindung sel. 

    Tidak hanya itu, ada banyak fungsi lainnya dari membran ini untuk setiap makhluk hidup, termasuk manusia. Pada artikel ini akan diuraikan pengertian, fungsi, serta komponen dari membran sel.

    Pengertian Membran Sel

    Membran sel merupakan struktur berbentuk selaput tipis yang membungkus sel pada tubuh makhluk hidup. Bagian ini juga sering disebut sebagai penyekat sel karena memisahkan bagian dalam sel dengan lingkungannya. 

    Membran sel bersifat semipermeabel dengan struktur yang dinamis dan fluida. Tidak hanya itu, selaput penyekat tersebut juga sangat tipis sehingga hanya bisa dilihat menggunakan bantuan alat khusus, seperti mikroskop elektron. 

    Fungsi Membran Sel

    Adapun beberapa fungsi dari membran ini dalam tubuh manusia antara lain:

    1. Mencegah Bakteri dan Virus

    Fungsi pertama dari membran sel adalah mencegah bakteri dan virus menyerang sel. Hal ini memungkinkan karena selaput tersebut memisahkan bagian luar dan bagian dalam sel. 

    Bakteri yang ada pada bagian luar sel bisa dicegah untuk masuk ke dalam bagian dalam sel oleh adanya selaput penyekat sel. Sebab, bagian sel ini bisa menyeleksi komponen apa saja yang boleh masuk ke dalam sel. 

    2. Menjaga Berlangsungnya Reaksi Kimia

    Sel mengalami proses reaksi kimia yang bermanfaat untuk kehidupan makhluk hidup. Nah, membran sel bisa menjaga proses reaksi kimia tersebut agar bisa berjalan dengan lancar. 

    Namun tidak hanya menjaga, biasanya reaksi kimia yang ada juga akan terjadi pada bagian penyekat sel. Reaksi kimia tersebut tentu saja sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. 

    Di mana jika salah satu reaksi kimia terganggu, maka akan timbul kelainan dalam tubuh manusia. Untuk itulah bagian membran ini sangat penting untuk tubuh. 

    3. Memberi Sinyal

    Membran sel juga berperan dalam memberikan sinyal atau komunikasi antar sel. Pasalnya, penyekat ini memiliki kandungan protein yang bisa mengikat molekul untuk kemudian bisa disampaikan ke dalam sel. 

    Ketika satu molekul yang dijadikan target pada membran diikat oleh reseptor. Maka membran akan melakukan penghantaran sinyal ke bagian dalam sel mengenai molekul tersebut. 

    Untuk selanjutnya sel akan melakukan tindakan tertentu sebagai bentuk respon dari sinyal yang sel berikan. Contonya pada saat memproduksi beberapa protein tertentu.

    4. Melindungi Sel

    Fungsi utama dari membran sel adalah melindungi sel. Perlindungan yang ada tidak hanya berkaitan dengan perlindungan dari bakteri dan virus seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya, tetapi juga dari segala ancaman fisik yang mungkin terjadi. 

    Baik itu berupa masuknya zat lain yang tidak berguna ataupun adanya benturan dari luar sel. Selaput ini bisa membantu menjaga keutuhan dari sel, sehingga unsur-unsur yang ada di dalam sel tersebut tidak terganggu. Baik itu berupa pengurangan atau pencampuran dengan zat asing.

    5. Menyelubungi Sel

    Bagian penyekat ini juga berperan dalam menyelubungi sel. Maksudnya, seluruh dari bagian membran sel akan menyelubungi sel tanpa terputus sama sekali. Nah, karena fungsinya yang menyelubungi sel inilah yang juga membuatnya berfungsi untuk melindungi sel seperti yang kami jelaskan sebelumnya. 

    Keberadaan dari penyekat sel bisa membatasi nukleus dengan seluruh ruang di bagian sitoplasma. Sehingga, bagian ini juga berperan sebagai penghalang yang tangguh dengan sitoplasma. 

    Bahkan saking tangguh dan kuatnya, tidak ada zat asing yang bisa masuk ke dalam sel. Selain itu, membran ini juga mengandung sistem enzim yang ada di dalamnya. Adapun enzim ini biasanya disebut dengan adenilsiklase. Enzim ini berada hampir di seluruh jaringan mamalia, namun tidak bisa Anda temukan di sel darah merah.  

    6. Interaksi Antarsel

    Membran sel berperan dalam interaksi antara sel. Penyekat sel ini bisa menjadi pengawas terhadap interaksi antar sel pada setiap organisme yang memiliki banyak sel.

    Interaksi yang dimaksud di sini yaitu segala bentuk aktivitas satu sel dengan sel lainnya yang saling bekerja sama untuk membentuk sistem tertentu yang bermanfaat untuk tubuh manusia. Misalnya, sel sensori yang akan saling terhubung dengan sel saraf ketika merespon sebuah rangsangan tertentu. 

    Dalam hal ini, membran sel yang akan membantu dalam membuat antar sel saling mengenal dan bertukar informasi terkait dengan suatu respon tertentu. Tanpa adanya bagian ini, interaksi antar sel mungkin tidak akan berjalan dengan baik dan berpengaruh pada fungsi tubuh dari makhluk hidup yang tidak berjalan normal. 

    7. Mengatur Pertumbuhan Sel

    Adanya bagian ini dalam tubuh manusia juga memiliki peranan dalam mengatur pertumbuhan dan perkembangan sel. Adapun caranya yaitu dengan menyeimbangkan bagian dalam dan bagian luar sel.   

    Tanpa adanya proses penyeimbangan karena membran sel, maka proses pertumbuhan sel tersebut tidak akan berjalan normal. Untuk itulah penyekat sel sangat penting untuk tubuh makhluk hidup. 

    Komponen Penyusun Membran Sel

    Umumnya, terdapat beberapa komponen penyusun penyekat sel pada makhluk hidup, di antaranya adalah:

    1. Lipid Membran

    Komponen penyusun pertama dari penyekat sel yaitu lipid atau lapisan lemak. Lapisan lemak atau lipid pada bagian ini tersusun atas fosfolipid, glikolipid, dan kolesterol. 

    Fosfolipid merupakan lemak atau lipid yang mengandung gliserol dengan fosfat dalam bentuk asam dan nitrogen. Lalu, glikolipid merupakan lipid yang mengandung gula. Sedangkan kolesterol adalah golongan dari sterol yang terdapat cukup banyak pada bagian ini.

    2. Protein Membran

    Membran sel juga mengandung protein yang tersusun atas protein integral dan perifer. Maksud dari protein integral adalah protein yang menghalangi lapisan lipid dua lapis. 

    Sedangkan protein jenis perifer adalah protein yang mengandung banyak asam amino dengan rantai sampingnya yang hidrofilik dan permukaan yang bersifat polar lipid dua lapis. Sifatnya tersebut menyebabkan adanya interaksi membran dengan lingkungan air. Adapun maksud dari hidrofilik yaitu zat yang suka air.

    3. Karbohidrat Membran

    Komponen penyusun lainnya dari membran sel adalah karbohidrat membran. Adapun karbohidrat ini tersusun dari dua bagian penting, yaitu monosakarida atau oligosakarida pendek. 

    Monosakarida sendiri merupakan senyawa karbohidrat dalam bentuk sederhana. Sedangkan oligosakarida adalah gabungan dari beberapa monosakarida yang juga bisa kita sebut sebagai karbohidrat kompleks. 

    Adapun monosakarida bisa berupa glukosa, fruktosa dan galaktosa, sedangkan oligosakarida berupa disakarida, trisakarida. dan tetrasakarida.

    Sistem Kerja Membran Sel

    Sistem kerja dari penyekat sel ini bisa terbagi menjadi dua, yaitu transpor aktif dan pasif. Berikut ini penjelasan lengkap dari masing-masing transpor aktif dan pasif supaya Anda bisa membedakannya.

    1. Transpor Aktif

    Transpor aktif merupakan bentuk pergerakan senyawa dari daerah dengan konsentrasi rendah ke daerah yang konsentrasinya lebih tinggi dan menembus membran inti. Proses transpor ini membutuhkan energi berupa adenosina trifosfat (ATP).

    Proses dari transpor ini mencakup proses perubahan carrier X menjadi Xo menggunakan sistem energi. Zat ini kemudian bergerak menuju ke bagian yang lebih dalam karena ada perubahan lingkungan yang membuat proses ini berjalan lebih mudah.

    Selain itu, transpor aktif juga bisa terjadi karena adanya perubahan kimia, seperti peristiwa fosforilasi. Adapun saat fase ini, akan terjadi pengubahan kembali menjadi struktur awal ketika melepaskan senyawa tertentu ke dalam sel.

    2. Transpor Pasif

    Pada transpor pasif, pergerakan suatu zat terjadi lebih sederhana daripada transpor aktif. Namun, biasanya transpor pasif bisa terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi di dalam dan di luar sel. Adapun proses-proses yang menunjukkan adanya transpor pasif pada membran sel adalah osmosis dan difusi. 

    Osmosis merupakan proses masuk dan keluarnya air melalui membran yang memiliki sifat selektif permeabel. Pada tahap ini, air akan bergerak dari larutan yang memiliki konsentrasi rendah ke larutan yang memiliki konsentrasi tinggi. 

    Berbeda halnya dengan difusi yang mana pada tahap ini akan terjadi perpindahan substansi tertentu dari konsentrasi tinggi ke rendah. Selain itu, pada tahap ini juga tidak membutuhkan energi. 

    Sudah Tahu Apa Itu Membran Sel?

    Setelah mengetahui pengertian, fungsi dan komponen dari membran sel, dapat kita simpulkan bahwa membran tersebut sangat penting untuk tubuh. Jadi, mulai dari sekarang, sebaiknya kita menjaga tubuh kita dengan baik agar tidak terjadinya kerusakan pada membran ini. Semoga bermanfaat!

  • Fungsi Lidah, Bagian-bagiannya, dan Gangguan yang Bisa Terjadi

    Fungsi Lidah, Bagian-bagiannya, dan Gangguan yang Bisa Terjadi

    Lidah merupakan sekumpulan otot yang membentuk daging tanpa tulang dengan pergerakan yang luas. Organ tubuh yang satu ini terdapat pada manusia dan hewan serta menjadi indera pengecap. Tidak hanya itu, terdapat pula fungsi lidah lain yang berperan penting bagi kehidupan makhluk hidup.

    Apa sajakah fungsi itu? Apa saja bagian-bagian dari lidah? Apakah ada gangguan yang mungkin saja terjadi pada salah satu panca indera ini? Yuk pelajari lebih lanjut di bawah ini!

    Fungsi Lidah

    Terdapat beberapa fungsi yang dimiliki oleh indera pengecap, antara lain: 

    1. Sebagai Indera Perasa

    Permukaan lidah memiliki bintik-bintik kasar yang merupakan papilae dan terdiri dari kuncup perasa atau taste buds dalam jumlah ribuan. Kuncup perasa ini merupakan sel saraf yang terhubung ke otak dan menunjukkan fungsi lidah dalam kondisi baik.

    Setiap kuncup rasa itu memiliki sekitar 10 hingga 15 sel sensorik yang berhubungan langsung dengan serabut saraf. Fungsi dari serabut tersebut adalah mengirimkan sinyal pada otak terkait dengan rasa, suhu, hingga tekstur makanan yang terjadi saat Anda mulai mengunyah makanan.

    Bahkan, pada lidah terdapat bagian-bagian tertentu yang peka terhadap suatu rasa. Misalnya, rasa pahit mudah terdeteksi pada lidah bagian pangkal, rasa manis pada di bagian ujung, rasa asin pada sisi kanan dan kiri lidah dekat dengan bagian ujung, sedangkan rasa asam di sisi kanan dan kiri lidah dekat dengan bagian pangkal lidah.

    2. Mendeteksi Benda Asing

    Lidah tidak hanya dapat mendeteksi rasa dari setiap makanan yang masuk ke dalam mulut. Organ dalam tubuh ini juga memiliki kepekaan yang tinggi terhadap sentuhan mulai dari bagian ujung hingga pangkal.

    Apabila terdapat benda asing yang tidak sengaja masuk ke dalam mulut, secara otomatis lidah dapat mendeteksi hal itu. Hingga akhirnya Anda bisa merasakan rasa yang tidak nyaman dan mengeluarkan benda asing tersebut. 

    Selain itu, lidah juga dapat bergerak dengan leluasa untuk membersihkan rongga mulut utamanya pada sela-sela gigi atau gusi dari sisa makanan.

    3. Untuk Menghisap

    Fungsi lidah lainnya adalah untuk menghisap, utamanya bagi bayi. Ketika berada di usia bayi, maka akan lebih mudah untuk melakukan penghisapan saat menyusu. Oleh karena itu, organ inilah yang memiliki peranan penting untuk menghisap dengan menekan saluran susu yang berada di bagian bawah areola sehingga payudara dapat mengeluarkan susu.

    4. Untuk Mengunyah dan Menelan

    Lidah juga memiliki fungsi untuk mengunyah dan menelan makanan. Dengan bentuknya yang berupa daging dan tanpa tulang, lidah dapat bergerak lebih leluasa untuk menjangkau hampir seluruh rongga mulut.

    Maka dari itu, saat mengunyah lidah akan memudahkan perpindahan makanan di rongga mulut. Setelah itu saat proses menelan, lidah juga membantu makanan yang sudah halus untuk terdorong dalam rongga tenggorokan. 

    5. Pelindung dari Kuman

    Tidak hanya sebagai indera pengecap, lidah juga memiliki fungsi dalam menjaga kesehatan rongga mulut. Hal ini terjadi karena adanya lingual tonsil yang merupakan jaringan dengan mekanisme kerja melawan kuman yang dapat menyebabkan gangguan pada rongga mulut.

    6. Sebagai Alat Komunikasi

    Fungsi lidah lainnya adalah untuk berkomunikasi atau berbicara. Dalam menjalankan fungsi ini, lidah bekerjasama dengan bibir dan gigi dalam mengeluarkan suara. 

    Dengan pergerakannya yang luas, lidah memiliki peranan penting dalam pengucapan huruf-huruf yang memiliki penekanan tinggi seperti huruf T, D, L, dan R.

    7. Sebagai Daerah Penyerapan Obat

    Berikutnya, lidah juga berfungsi sebagai tempat penyerapan obat. Umumnya, obat-obat yang bekerja dengan penyerapan di lidah merupakan obat jantung yang nantinya akan lebih mudah terserap ke daerah sirkulasi yaitu pembuluh darah menuju ke jantung dalam waktu kurang lebih 1 menit.

    8. Menstimulasi Reflek Muntah

    Fungsi lidah yang lainnya adalah menstimulasi reflek muntah yang seringkali terjadi. Refleks muntah ini biasanya terjadi saat mengonsumsi makanan yang dirasa tidak sedap, basi, atau yang lain.

    Namun, muntah juga dapat terjadi saat seseorang mengalami penyakit tertentu. Ketika Anda merasa mual tetapi tidak bisa muntah. Biasanya cukup dengan merasakan rasa tidak nyaman tersebut kemudian keinginan muntah akan timbul.

    Pahami Bagian-bagian Lidah

    Beberapa bagian lidah yang perlu Anda pahami adalah sebagai berikut:

    1. Bagian Ujung dan Tepi Lidah

    Bagian ujung lidah tentunya berada di posisi paling depan sedangkan bagian tepi yaitu lidah bagian kanan dan kiri. Bagian ujung lidah juga masih dapat digerakkan menuju ke arah kanan, kiri, depan, atau bagian dalam dengan menggulung lidah.

    2. Bagian Punggung Lidah

    Pada bagian permukaan punggung lidah terdapat bintik-bintik yang memberikan tekstur kasar pada indera pengecap ini. Permukaan lidah yang kasar tersebut merupakan papilae dengan taste buds atau kuncup perasa dalam jumlah ribuan.

    Bagian tersebut berupa saraf yang terhubung pada otak dan berfungsi dalam mendeteksi rasa dari makanan atau minuman yang masuk ke dalam rongga mulut. 

    Selain itu, pada bagian ini juga biasanya terdapat daerah seperti kerak berwarna putih yang memang masih normal namun seringkali terjadi pada orang tua.

    3. Bagian Pangkal Lidah

    Bagian terakhir pada lidah adalah pangkal yang menempel secara langsung dengan rongga mulut. Bagian ini memiliki pergerakan yang terbatas karena berada dalam posisi paling belakang yang artinya bersinggungan langsung dengan rongga mulut.

    Beberapa Gangguan yang Bisa Terjadi pada Lidah

    Beberapa gangguan penyakit yang dapat terjadi pada rongga mulut utamanya pada bagian lidah, antara lain:

    1. Kanker Mulut

    Untuk bisa menikmati fungsi lidah, Anda perlu menjaga kesehatan indera pengecap ini sehingga terhindar dari berbagai jenis gangguan penyakit. Salah satu gangguan yang bisa terjadi pada lidah adalah kanker mulut yang ditandai dengan adanya benjolan pada lidah yang semakin membesar seiring bertambahnya waktu.

    2. Sindrom Lidah Perih

    Selain kanker, pada lidah juga bisa saja terjadi sindrom lidah perih. Sindrom ini umumnya ditandai dengan rasa seperti disiram air mendidih atau panas yang umumnya disebabkan oleh saraf ringan.

    Biasanya gangguan ini dialami oleh wanita yang telah memasuki masa menopause dan tidak berbahaya secara signifikan.

    3. Kandidiasis

    Gangguan pada lidah ini terjadi karena jamur Candida albicans yang tumbuh pada permukaan lidah. Penyakit ini memiliki risiko tinggi terhadap bayi, anak kecil, dan orang lanjut usia. Biasanya penyakit ini juga terjadi pada seseorang dengan daya imunitas lemah atau menjalani pengobatan dengan golongan kortikosteroid.

    4. Leukoplakia

    Leukoplakia merupakan salah satu akibat dari konsumsi rokok atau alkohol secara berlebihan. Gangguan pada rongga mulut ini terutama di bagian lidah, dinding pipi bagian dalam, dan gusi ditandai dengan adanya bercak putih. Namun, bercak tersebut dapat hilang atau sembuh sendiri tanpa adanya pengobatan tertentu.

    Meskipun demikian, leukoplakia tidak boleh disepelekan. Karena gangguan ini memiliki potensi untuk menyebabkan kanker lidah. 

    Oleh karena itu, ketika mengalami gangguan ini maka Anda bisa menunggunya 2 minggu terlebih dahulu karena tanda leukoplakia bisa hilang tanpa pengobatan. Jika lebih dari 2 minggu bercak putih masih belum hilang maka Anda bisa memeriksakannya dengan segera.

    5. Lichen Planus

    Lichen planus adalah keadaan imunologis yang dapat berpengaruh terhadap permukaan mukosa atau kulit seperti lidah dan rongga mulut. Jenis penyakit ditandai dengan adanya lidah yang berwarna putih, pola renda yang dapat memberikan pengaruh terhadap mukosa lidah, serta terjadinya erosi lidah.

    6. Glositis Atrofi

    Gangguan selanjutnya yang bisa saja terjadi pada fungsi lidah adalah glositis atrofi l. Penyakit ini disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, vitamin B12, dan asam folat.

    7. Cedera Lidah

    Cedera lidah dapat terjadi saat Anda tidak sengaja menggigit lidah ketika mengunyah. Lidah juga bisa mengalami cedera saat terjadinya penjepitan lidah dengan gigi saat terjatuh atau hal lain.

    Sudahkah Anda Menjaga Kesehatan Lidah?

    Pada uraian di atas telah dijelaskan mengenai fungsi lidah, bagian-bagiannya, dan beberapa jenis gangguan yang bisa terjadi pada indera tersebut. Lalu, sudahkah Anda menjaga kesehatan lidah karena peranan organ yang satu ini penting bagi kehidupan? Oleh karena itu, untuk menghindari gangguan pada bagian tersebut, yuk jaga kesehatan lidah mulai dari sekarang!

  • Struktur Kloroplas: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

    Struktur Kloroplas: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

    Semua makhluk hidup tersusun atas organel sel dengan fungsi tertentu untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya, begitupun dengan tumbuhan. Tumbuhan mempunyai banyak organel sel yang membantu untuk menyelesaikan siklus hidupnya. Salah satunya adalah struktur kloroplas yang berperan untuk fotosintesis.

    Kloroplas pada tumbuhan mampu menyerap energi matahari untuk membantu proses fotosintesis pada tumbuhan. Namun, apakah Anda sudah tahu apa saja bagian-bagian dari kloroplas beserta fungsinya? Berikut ini penjelasan yang lebih lengkap!

    Pengertian Kloroplas

    Kloroplas merupakan salah satu organel yang dimiliki oleh tumbuhan yang berkontribusi dalam distribusi metabolisme pada sel. Kloroplas terdiri dari banyak bagian dengan fungsi yang berbeda. Namun, sebelum memahami bagaimana struktur kloroplas, Anda perlu tahu asal usul kloroplas terlebih dahulu. 

    Kloroplas adalah bagian dalam dari plastida berwarna atau kromoplas. Bagian ini mengandung DNA dan RNA dengan pigmen penyusun berwarna hijau, yaitu klorofil. Lebih lanjut, kloroplas mempunyai ciri-ciri antara lain mengandung zat pigmen klorofil, berwarna hijau, mempunyai tiga lapis membran, dan berbentuk bulat atau lonjong.  

    Ukuran kloroplas mempunyai diameter sekitar lima sampai tujuh mikrometer. Sedangkan tebalnya sekitar satu sampai dua mikrometer. Letak kloroplas biasanya paling banyak ada di jaringan mesofil daun. Organel sel yang satu ini hanya ada di tumbuhan yang bersifat autotrof atau mampu membuat makanan sendiri.

    Fungsi Kloroplas

    Kloroplas mempunyai fungsi utama sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis pada tumbuhan. Lebih lanjut, Anda bisa menyimak bagaimana fungsi kloroplas bagi tumbuhan berikut ini:

    1. Fotosintesis

    Fotosintesis adalah proses yang terjadi pada tumbuhan dan menghasilkan glukosa dan air. Tumbuhan memerlukan beberapa hal seperti karbon dioksida, air, dan sinar matahari untuk melangsungkan fotosintesis. Proses ini dapat terjadi melewati dua proses panjang yang disebut reaksi terang dan reaksi gelap. Berikut penjelasannya:

    • Reaksi Terang

    Reaksi pertama dalam fotosintesis adalah reaksi terang yang terjadi di grana. Seperti namanya, reaksi ini membutuhkan cahaya matahari untuk membantu prosesnya. 

    Pada reaksi inilah terjadi proses yang menghasilkan ATP dan NADPH. Ada pula produk sampingan dari fotosintesis dalam reaksi terang ini yaitu oksigen.

    • Reaksi Gelap

    Setelah reaksi terang berlangsung, fotosintesis melanjutkan prosesnya dalam reaksi gelap. Reaksi gelap ini berlangsung di stroma dan tidak membutuhkan cahaya matahari. Ada reaksi siklik yang mampu mengubah karbon dioksida dan energi ATP dan NADPH menjadi gula.

    2. Sintesis Protein

    Protein termasuk penyusun kloroplas sehingga keberadaan kloroplas ini mempunyai peran dalam sintesis protein. Proses ini menyusun protein yang menjadi komponen penting untuk tubuh tumbuhan seperti membentuk enzim, hormon, dan membran sel, termasuk kloroplas itu sendiri.

    Struktur Kloroplas

    Ada beberapa komponen penting seperti karbohidrat, lipid, protein, klorofil, karotenoid, DNA, dan RNA yang terdapat di dalam kloroplas. Ada pula bagian-bagian dari kloroplas seperti ruang antar membran, membran dalam, membran luar, stroma, tilakoid, dan grana. Berikut ini penjelasan selengkapnya:

    1. Ruang Antar Membran 

    Kloroplas mempunyai dua unit membran, di mana setiap unit terdiri dari tiga lapisan. Di antara setiap lapisan ini terdapat ruang antar membran yang berfungsi untuk memisahkan membran luar dan dalam. Ruang antar membran ini juga menjadi tempat terjadinya reaksi seluler seperti siklus krebs, oksidasi asam amino, dan asam lemak.

    2. Membran Dalam

    Bagian kedua, yaitu membran dalam kloroplas. Membran dalam merupakan membran utama yang memiliki fungsi sebagai pembatas antara stroma dan sitosol. Permukaan membran dalam mempunyai lipatan yang lebih banyak daripada membran luar.

    3. Membran Luar

    Selain membran dalam, struktur kloroplas selanjutnya adalah membran luar. Bagian ini berperan untuk mengatur keluar masuknya material padat maupun cair pada membran kloroplas. 

    Bagian membran luar mampu mentransfer molekul yang lebih kecil tanpa selektivitas, sangat permeabel, dan dapat menutupi ruang intramembran antara membran luar dan dalam.

    4. Stroma

    Stroma merupakan cairan yang ada di bagian luar tilakoid. Cairan ini berfungsi sebagai pengisi ruang di dalam kloroplas, terutama mengelilingi tilakoid dan grana. Apabila tilakoid berperan dalam reaksi terang, maka stroma ini berfungsi sebagai tempat terjadinya reaksi gelap. 

    Selain itu, stroma juga mampu menyimpan hasil fotosintesis berupa pati. Stroma mengandung amilum, DNA, ribosom, dan beberapa enzim yang berperan untuk reaksi gelap atau siklus Calvin.

    5. Tilakoid

    Struktur selanjutnya adalah tilakoid. Tilakoid ini merupakan sistem membran yang terdiri dari kantung pipih. Fungsi dari tilakoid adalah sebagai pusat terjadinya reaksi terang dan bertugas untuk menangkap cahaya matahari saat proses fotosintesis. Tilakoid mampu menangkap sinar matahari lantaran mengandung klorofil.

    Struktur tilakoid berbentuk kecil, datar, dan bulat seperti bantal yang bisa Anda lihat di bagian kloroplas tumbuhan. Tilakoid juga terdiri atas beberapa protein yang bersifat transmembran dan tidak berpasangan. Nama lain dari tilakoid adalah lamela yang mengacu pada bagian yang saling berhubungan dari tilakoid di bagian grana.

    6. Grana

    Grana struktur kloroplas berupa tumpukan yang terbentuk dari penggabungan 2 sampai 100 tilakoid menjadi satu bagian. Bagian ini terhubung satu sama lain oleh stroma trombus. Grana umumnya lebih banyak ditemukan pada tumbuhan kompleks daripada tumbuhan sederhana.

    Perlu Anda ketahui, grana dalam kloroplas akan bekerja sama menjadi satu kesatuan dan terhubung satu sama lain di bagian bawah stroma tilakoid atau tumpukan tilakoid. Hubungan setiap butir ke stroma tilakoid ini memungkankan grana untuk berperan sebagai satu unit selama proses fotosintesis.

    7. Ribosom

    Ribosom merupakan tempat mensintesis protein di dalam sel tumbuhan. Setiap ribosom tersusun dari dua subunit RNA protein, yaitu subunit besar dan kecil. Sementara RNA bisa Anda temukan di antara bagian sub unit yang saling tumpang tindih.

    Fungsi dari sub unit kecil pada ribosom adalah membaca pesan dari mRNA pada asam amino. Sedangkan fungsi dari sub unit besar adalah membentuk ikatan peptida. Jadi, setiap subunit yang terdapat di dalam ribosom mempunyai peran atau fungsi yang berbeda.

    8. Plasmid DNA

    Plasmid DNA adalah molekul DNA yang berukuran kecil dan terdapat di dalam sel tumbuhan. Molekul ini secara fisik terpisah dari DNA kromosom dan mampu melakukan replikasi secara independen. Dalam hal ini, plasmid DNA berperan penting dalam meregenerasi kloroplas dan membantu proses pembelahan sel pada kloroplas.

    9. Plastoglobula

    Plastoglobula adalah senyawa kimia yang bisa Anda temukan dalam struktur kloroplas sel tumbuhan. Senyawa ini tersusun dari lipid yang berbentuk globul dan berperan dalam fase gelap.

    10. Pati

    Pati atau amilum merupakan bentuk dari karbohidrat kompleks yang tidak terlarut di dalam air. Karbohidrat ini berbentuk bubuk putih, tidak mempunyai rasa, dan tidak berbau. Bagian dari struktur yang satu ini juga merupakan produk hasil fotosintesis tumbuhan.

    Cara Kerja Kloroplas

    Cara kerja organel sel kloroplas bisa Anda ketahui melalui reaksi proses fotosintesis. Reaksi ini terjadi pada bagian membran internal yang tersusun menumpuk. Membran internal yang banyak ini bisa membuat fotosintesis menjadi lebih efisien.

    Fotosintesis juga mencakup proses asimilasi karbon. Karbon yang berasal dari CO2 akan diikat menjadi gula dan menjadi molekul untuk menyimpan energi. Reaksi kimia sederhana dalam proses fotosintesis adalah sebagai berikut:

    12H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + 6H2O

    Berdasarkan reaksi di atas, bisa disimpulkan bahwa tumbuhan memanfaatkan cahaya matahari, air, dan unsur hara penting yang menjadi bahan utama untuk proses fotosintesis. Sementara hasilnya berupa glukosa dan oksigen. Apabila kebutuhan nutrisi dan hara tersebut tidak terpenuhi maka prosesnya akan terganggu.

    Sudah Tau Bagaimana Struktur Kloroplas?

    Itulah struktur atau bagian-bagian kloroplas yang bisa Anda pelajari sesuai fungsinya masing-masing. Tumbuhan membutuhkan kloroplas ini untuk melangsungkan proses fotosintesis sehingga dapat memenuhi kebutuhan makanan dan energinya sendiri. Anda bisa memahami lebih lanjut pada bagian cara kerjanya seperti ulasan di atas.

  • Sistem Ekskresi Manusia: Pengertian, dan Gangguan Kesehatannya

    Sistem Ekskresi Manusia: Pengertian, dan Gangguan Kesehatannya

    Sistem ekskresi manusia berperan untuk mengeluarkan zat-zat sisa dari metabolisme. Zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh tersebut bisa dalam bentuk urin, karbon dioksida, keringat, urea, maupun senyawa lainnya yang mengandung racun. Jika tidak dibuang, maka zat-zat berbahaya tersebut menumpuk dalam tubuh sehingga menimbulkan masalah kesehatan.

    Mengenal Sistem Ekskresi Manusia

    Sistem ekskresi manusia terdiri dari beberapa organ, di antaranya:

    1. Ginjal

    Ginjal adalah organ ekskresi manusia yang bentuknya menyerupai kacang. Terdapat dua ginjal yang terletak di kiri dan kanan tulang belakang atau tepatnya di bawah limpa dan hati. Pada manusia dewasa, panjang ginjal sekitar 11 cm serta memiliki berat yang beragam. Berat dan besarnya ginjal tergantung umur dan jenis kelamin. 

    Fungsi ginjal adalah untuk membersihkan darah. Ginjal akan menerima darah dari arteri renalis kemudian darah keluar melalui vena renalis. Masing-masing ginjal terhubung ke ureter, sebuah tabung yang membawa urine keluar menuju kandung kemih.

    Sebagai organ ekskresi, ginjal menjalankan tiga tahapan yaitu penyaringan, penyerapan kembali, serta pengumpulan. Organ yang satu ini akan memfilter obat-obatan, zat sisa makanan, maupun racun dalam darah. 

    Ginjal juga berfungsi mengendalikan keseimbangan antara cairan dengan kadar elektrolit tubuh. Saat tubuh kelebihan mineral atau garam, maka ginjal akan membuangnya. Zat sisa yang telah terkumpul lalu diubah menjadi urine.

    Urine tersebut mengalir dari ginjal menuju kandung kemih melalui ureter. Pada akhirnya urine tersebut akan keluar ketika Anda BAK (Buang Air Kecil).

    2. Kulit

    Sistem ekskresi manusia yang kedua yaitu kulit. Kulit pada manusia mempunyai 2 sampai 4 juta kelenjar keringat yang semuanya tersebar pada seluruh bagian tubuh. Akan tetapi, yang paling banyak yaitu di kaki, telapak tangan, wajah, serta ketiak.

    Terdapat dua jenis kelenjar keringat, antara lain:

    • Kelenjar ekrin, kelenjar yang terhubung secara langsung pada permukaan kulit. Kelenjar tersebut juga menghasilkan keringat yang encer dan tidak berbau.
    • Kelenjar apokrin, kelenjar yang menghasilkan keringat dengan kandungan lemak. Kelenjar tersebut dapat Anda temukan pada folikel rambut, seperti kulit kepala dan ketiak.

    Sebenarnya, kelenjar keringat berfungsi mengendalikan suhu tubuh, melumasi kulit, dan rambut. Selain itu, kelenjar tersebut juga berperan penting untuk membuang racun dalam tubuh. 

    Beberapa jenis racun yang dibuat melalui kelenjar keringat yakni polychlorinated biphenyls, phthalate, zat logam, urea, bisphenol A, serta bikarbonat. Bukan hanya racun, kelenjar keringat pada kulit juga untuk membunuh serta membuang bakteri.

    3. Usus Besar

    Sebenarnya usus memiliki 2 bagian yaitu usus besar dan usus halus. Sebagian besar nutrisi serta kurang lebih 90% air di dalam makanan dan minuman yang Anda konsumsi akan terserap ke usus halus. 

    Kemudian tugas usus besar yaitu menyerap sisa makanan serta nutrisi yang tidak dapat dicerna usus halus. Setelah diserap, nanti sisa makanan serta minuman tersebut berubah menjadi feses yang akan Anda keluarkan saat BAB (Buang Air Besar).

    4. Hati

    Hati merupakan organ dalam sistem ekskresi manusia yang berukuran besar serta memiliki berat kurang lebih 1 kilogram. Organ tersebut berada di kanan atas rongga perut dan di bawah diafragma. Organ tersebut perannya juga sangat penting yaitu untuk mengolah racun atau yang dikenal aktivitas detoksifikasi.

    Zat beracun yang dibuang oleh hati adalah amonia. Ini merupakan zat sisa hasil penguraian protein. Ketika zat tersebut dibiarkan menumpuk di dalam tubuh, maka amonia bisa mengakibatkan beragam masalah kesehatan, bahkan berpotensi menimbulkan masalah pernapasan dan ginjal. 

    Kemudian ada zat lainnya yang diekskresi hati, yaitu:

    • Sel darah merah atau eritrosit yang telah rusak.
    • Zat beracun di dalam darah, seperti karena mengonsumsi obat-obatan atau alkohol.
    • Kelebihan bilirubin sehingga mengakibatkan penyakit kuning alias jaundice.

    5. Paru-paru

    Sistem ekskresi manusia berikutnya adalah paru-paru yang sekaligus menjadi salah satu organ pernapasan manusia. Di dalam proses pernapasan, organ tersebut menjadi tempat pertukaran oksigen dari udara menuju darah.

    Darah dengan kandungan oksigen akan disalurkan menuju semua jaringan serta organ tubuh lain sehingga tubuh dapat berfungsi dengan baik. Ketika sudah mendapatkan oksigen, maka setiap sel tubuh menghasilkan karbon dioksida yang merupakan zat sisa metabolisme.

    Karbon dioksida mengandung zat beracun yang dapat membahayakan kesehatan ketika menumpuk dalam darah. Maka dari itu, zat tersebut harus dibuang oleh tubuh. Karbon dioksida lalu dibawa oleh darah menuju kembali ke paru-paru serta dikeluarkan saat Anda bernapas.

    Selain untuk bernapas, bersin dan batuk juga termasuk mekanisme tubuh alami yang melibatkan paru-paru untuk mengeluarkan gas beracun, zat kimia, kuman, debu, virus, maupun benda asing di dalam sistem pernapasan.

    Gangguan Kesehatan pada Sistem Ekskresi Manusia

    Masing-masing organ yang merupakan sistem ekskresi manusia mempunyai perannya masing-masing dalam membuang hasil metabolisme tubuh. Setiap organ tersebut juga memiliki risiko penyakit tertentu, seperti: 

    1. Uremia

    Penyakit pertama yang berpotensi menyerang sistem ekskresi yaitu uremia. Penyakit ini terjadi ketika ginjal mengalami kerusakan yang mengakibatkan racun maupun limbah tubuh yang seharusnya dikeluarkan ginjal, ternyata berakhir pada aliran darah.

    Uremia menjadi penyakit yang serius. Jika penderitanya tidak segera memperoleh pengobatan, maka nyawanya bisa terancam. Bahkan uremia termasuk tanda tahap akhir dari seseorang yang mengalami penyakit ginjal kronis.

    2. Gagal Ginjal

    Gagal ginjal adalah penyakit yang terjadi ketika ginjal telah kehilangan fungsinya untuk memfilter limbah dari darah. Saat seseorang menderita gagal ginjal yang parah, maka penanganannya yaitu lewat cuci darah secara rutin maupun transplantasi ginjal.

    3. Batu Ginjal

    Penyakit ketiga yang juga menjadi gangguan pada sistem ekskresi manusia yaitu batu ginjal. Kondisi ini muncul sebagai akibat dari pemadatan garam dan mineral yang mengendap dalam ginjal. 

    Batu ginjal mengakibatkan rasa sakit yang amat parah saat kristal batu tersebut melalui saluran kemih. Meskipun memang tidak mengakibatkan kerusakan permanen, namun penyakit batu ginjal harus segera ditangani agar tidak bertambah parah.

    4. Radang Ginjal

    Penyakit ini terjadi ketika nefron mengalami masalah kesehatan. Radang ginjal merupakan kondisi yang dapat berpengaruh terhadap kinerja maupun fungsi ginjal. Untuk gejalanya cenderung berbeda-beda, tergantung dari penyebabnya.

    5. Diabetes Insipidus

    Pada tubuh manusia terdapat hormon ADH. Hormon tersebut berperan di dalam reabsorbsi atau penyerapan kembali cairan ginjal. Saat jumlah berkurang, volume urine yang dikeluarkan dapat meningkat sampai 30 kali lipat dan menyebabkan diabetes insipidus.

    6. Kutu Air

    Kutu air merupakan penyakit karena keringat di kulit yang tidak dapat dikeluarkan secara baik. Saat kulit terus-menerus dalam kondisi lembap, maka akan menjadi tempat jamur.

    Kutu air juga merupakan infeksi jamur yang mengakibatkan rasa gatal, seperti terbakar, serta kulit bersisik. Anda harus segera mengonsultasikan kondisi tersebut ke dokter agar segera mendapatkan pengobatan yang tepat.

    7. Jerawat

    Sebenarnya jerawat bukan karena keringat hasil pembuangan dari ekskresi. Akan tetapi, keringat yang menumpuk berpotensi menyebabkan munculnya bakteri sehingga timbul jerawat. Selain itu, kebiasaan sering mengelap keringat berpotensi juga mengakibatkan kulit iritasi dan memperparah jerawat.

    8. Asma

    Asma terjadi karena penyempitan pada paru-paru. Penyakit pada sistem ekskresi manusia ini akan mengakibatkan tubuh kesulitan untuk mengeluarkan karbon dioksida. Para penderita asma akan mengalami sulit dan sesak nafas. Akibatnya, keseimbangan metabolisme akan terganggu. 

    Mengonsumsi makanan sehat, berolahraga rutin, dan memenuhi kebutuhan cairan menjadi solusi untuk mengatasi asma.

    9. Gangguan Lainnya

    Selain kedelapan gangguan yang telah dijelaskan di atas, beberapa penyakit lainnya yang berpotensi menyerang sistem ekskresi yaitu:

    • PPOK atau Penyakit Paru Obstruktif Kronis,
    • Kanker paru-paru,
    • Pneumonia,
    • Uretritis,
    • Nefritis,
    • Biang keringat,
    • dan lain-lain.

    Sudah Paham tentang Sistem Ekskresi Manusia?

    Sekian pembahasan tentang sistem ekskresi manusia beserta gangguan kesehatannya. Kesimpulannya, sistem ekskresi perannya sangat penting bagi kesehatan Anda. Ketika sistem ekskresi bermasalah, memungkinkan zat berbahaya menumpuk dalam tubuh sehingga menimbulkan penyakit. 

    Maka dari itu, penting agar Anda melakukan aktivitas positif seperti berolahraga dan menjaga pola makan.