Category: Biologi

  • Pengertian Hormon Endorfin dan Fungsinya bagi Tubuh Manusia

    Pengertian Hormon Endorfin dan Fungsinya bagi Tubuh Manusia

    Hormon adalah salah satu zat penting yang ada di dalam tubuh manusia. Salah satu jenis hormon yang memiliki manfaat cukup besar bagi kelangsungan hidup manusia adalah hormon endorfin. Pada artikel berikut, kita akan bersama-sama menguraikan segala informasi tentang hormon ini dan fungsi pentingnya.

    Pengertian Hormon Endorfin

    Pada dasarnya, hormon endorfin adalah zat kimia dalam tubuh yang memiliki peranan utama dalam menghilangkan rasa sakit. Namun, beberapa ahli juga meyakini bahwa hormon ini bertanggung jawab dalam menghilangkan stres dan ketegangan pada tubuh.

    Endorfin sebagian besar dihasilkan oleh kelenjar pituitari dan hipotalamus yang terdapat di dalam otak untuk kemudian dialirkan ke seluruh tubuh melalui sistem saraf. Itulah mengapa hormon ini seringkali dihubungkan dengan obat-obatan opioid yang bekerja sebagai pemicu perasaan euforia. 

    Pada dasarnya, endorfin merupakan neurotransmitter atau zat yang menghantarkan pesan dalam tubuh. Maka dari itu, hormon ini biasanya menempel pada reseptor dan terkandung dalam opioid.

    Proses kerjanya meliputi fungsi otak yang akan mengirim sinyal untuk melepaskan sejumlah endorfin. Selanjutnya, hormon tersebut akan mengikat reseptor opioid di sistem saraf dan menghalangi protein yang berperan sebagai sinyal rasa nyeri.

    Fungsi Hormon Endorfin

    Jumlah endorfin yang berada dalam taraf normal memiliki cukup banyak fungsi baik untuk tubuh. Berikut ini beberapa fungsi dari hormon ini untuk tubuh manusia.

    1. Membantu Mengurangi Gejala Depresi

    Seperti yang telah Anda ketahui, depresi merupakan gangguan kesehatan psikis yang cukup serius dan sering berujung pada kematian. Dalam hal ini, endorfin memiliki peranan yang penting untuk mengurangi gejala depresi. 

    Saat akan timbul depresi, biasanya otak akan memerintahkan kelenjar pituitari untuk menghasilkan endorfin, sehingga gejala depresi bisa terkontrol. Itulah mengapa sejatinya Anda harus benar-benar menghindari segala faktor penyebab depresi.

    2. Membantu Meredakan Stres dan Rasa Cemas

    Selain itu, endorfin juga berfungsi dalam mengatasi stres dan rasa cemas berlebih melalui pengontrolan tekanan darah. 

    Untuk itulah, ketika kadar hormon endorfin berkurang, maka biasanya Anda akan cenderung akan mudah marah dan tekanan darah meningkat. Sebaliknya, saat kadar hormon ini dalam jumlah yang cukup, biasanya Anda akan lebih rileks dan tekanan darah stabil. 

    3. Hormon Endorfin Meningkatkan Percaya Diri

    Fungsi selanjutnya adalah sebagai hormon yang bisa membuat Anda merasa gembira, percaya diri, dan optimis. Oleh sebab itu, jika Anda ingin lebih percaya diri, maka Anda bisa berupaya dengan meningkatkan kadar endorfin dalam tubuh.

    4.  Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Endorfin tidak hanya berperan dalam meredakan stres, tetapi juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara meningkatkan perasaan gembira. Sebab, saat Anda bahagia, biasanya sistem kekebalan tubuhnya juga akan meningkat. Sehingga, Anda dapat lebih tahan terhadap serangan penyakit. 

    5. Mengurangi Nyeri Saat Persalinan

    Saat persalinan, nyeri adalah hal yang pasti akan dirasakan oleh ibu hamil. Namun, jika Anda ingin rasa sakit itu berkurang, maka Anda perlu meningkatkan kadar endorfin dalam tubuh. 

    6. Hormon Endorfin Membantu Menurunkan Berat Badan

    Masalah berat badan bisa jadi merupakan masalah bagi banyak orang, terutama wanita. Bahkan, tidak jarang para wanita melakukan diet ekstrem hanya untuk mendapatkan berat badan ideal.

    Padahal, sebenarnya berat badan bisa Anda atur dengan meningkatkan kadar endorfin dalam tubuh. Hal ini memungkinkan karena endorfin bisa mengatur rasa lapar, sehingga Anda bisa menghindari kebiasaan makan yang berlebihan. 

    7. Membantu Proses Penyembuhan Luka

    Hormon endorfin juga memiliki peranan besar dalam mengurangi rasa sakit dan menyembuhkan luka akibat dari trauma, operasi, ataupun cedera. Biasanya, hormon ini akan secara alami diproduksi oleh tubuh ketika Anda terluka, sehingga proses penyembuhannya bisa lebih cepat. 

    Cara Meningkatkan Hormon Endorfin Secara Alami

    Walaupun diproduksi secara alami oleh tubuh, Anda juga bisa menambah jumlah endorfin dengan faktor eksternal. Adapun cara meningkatkan produksi hormon endorfin secara alami dalam tubuh yaitu:

    1. Olahraga Teratur

    Cara pertama untuk meningkatkan endorfin dalam tubuh adalah dengan olahraga yang teratur. Karena saat berolahraga, otak akan menghasilkan hormon tersebut untuk mengurangi sensasi sakit dan menciptakan suasana positif dalam tubuh.

    Cara ini akan lebih efektif lagi jika Anda berolahraga dengan sekelompok orang yang bisa memberikan energi positif. Jadi, luangkan waktu di setiap hari atau setiap minggu untuk berolahraga sesuai kemampuan Anda.

    2. Meditasi

    Tentu Anda akan banyak tahu bahwa meditasi bisa membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Hal ini karena pada saat melakukan meditasi, tubuh akan melepaskan endorfin. 

    Anda bisa lakukan meditasi sederhana dengan duduk diam atau berjalan sedikit sambil memikirkan hal positif dalam hidup. Rasakan juga segala perasaan positif dan negatif tersebut, nikmati hingga Anda merasa benar-benar tenang. 

    3. Menghirup Aromaterapi

    Menghirup aromaterapi juga bisa membantu menenangkan pikiran dan jiwa serta meningkatkan produksi hormon endorfin. Anda bisa gunakan minyak aromaterapi yang dikhususkan untuk meningkatkan kadan endorfin dalam tubuh, contohnya aroma jeruk, lavender, atau rosemary

    4. Menonton Film

    Cara selanjutnya yang juga dapat meningkatkan kadar endorfin adalah dengan menonton film. Pasalnya, pelepasan hormon ini bisa terjadi saat Anda merasakan emosi senang, sedih, marah, atau tertawa dari film yang Anda tonton tersebut. 

    Untuk itulah, seseorang yang habis menonton film biasanya akan memiliki aura yang lebih positif daripada sebelumnya. Pilihlah film yang memiliki alur tenang atau memiliki cerita yang bernuansa positif dan menyenangkan.

    5. Mendengarkan Musik

    Jika Anda menyukai musik, maka mendengarkan musik bisa menjadi jalan dan cara terbaik untuk meningkatkan kadar endorfin dalam tubuh. Menurut sebuah penelitian, mendengarkan musik ceria akan sangat membantu dalam meningkatkan suasana hati sekaligus membantu dalam melepaskan hormon endorfin dan dopamin.

    6. Berbuat Baik

    Kebanyakan orang akan merasa bahagia ketika melihat orang di sekitarnya juga dalam keadaan bahagia. Itulah sebabnya jika Anda ingin merasakan senang, maka membantu orang lain adalah jawabannya. 

    Timbulnya perasaan senang ini karena adanya peningkatan produksi endorfin dalam tubuh. Walaupun memang perasaan ini tidak berlangsung lama, namun cara ini terbukti bisa meningkatkan endorfin. 

    7. Mandi Air Hangat

    Air hangat juga bisa membantu memicu produksi endorfin dalam otak, lho. Sebab, mandi dengan air hangat dapat melancarkan aliran darah dan mendukung proses produksi endorfin dalam tubuh yang lebih banyak. 

    8. Bercengkrama dengan Sahabat

    Cara terakhir yang dapat memicu produksi endorfin dalam tubuh adalah dengan bercengkrama bersama sahabat. Apalagi jika Anda memiliki sahabat yang humoris, maka cara ini pasti akan efektif. 

    Banyak tertawa bisa membuat lebih bahagia, sehingga produksi hormon endorfin berjalan dengan lancar. Bahkan saat ini, proses tertawa menjadi salah satu terapi untuk mengatasi stres dan depresi pada seseorang. 

    Sudah Tahu Pentingnya Hormon Endorfin untuk Tubuh?

    Pada intinya, hormon endorfin sangatlah penting untuk tubuh, terutama untuk mengurangi gejala depresi dan stres. Oleh sebab itu, jika Anda ingin terhindar dari stres, maka sebaiknya lakukan berbagai aktivitas yang dapat meningkatkan endorfin. Seperti dengan olahraga yang teratur hingga mandi air hangat.

  • Hormon Tiroid: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, & Gangguannya

    Hormon Tiroid: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, & Gangguannya

    Hormon tiroid diproduksi oleh kelenjar tiroid yang bentuknya menyerupai kupu-kupu. Letak dari kelenjar ini ada pada tengah leher bagian depan. Peranan dari thyroid hormone ini sangatlah penting dalam tubuh. Karena itu, produksi tiroid yang terlalu sedikit maupun berlebihan akan sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh. 

    Apa Itu Hormon Tiroid?

    Hormon tiroid merupakan hormon yang diproduksi oleh thyroid gland. Kelenjar tiroid sendiri merupakan kelenjar yang memiliki bentuk seperti kupu-kupu dan terletak pada tengah leher bagian depan.

    Thyroid hormone ini memiliki peranan penting dalam proses metabolisme tubuh. Sebab, adanya hormon ini akan sangat berpengaruh pada setiap sel dan jaringan dalam tubuh. 

    Jenis Tiroid

    Thyroid hormone terbagi menjadi dua, yakni hormon tiroksin (T4) dan hormon triiodotironin (T3). Agar lebih memahami keduanya, simak penjelasan masing-masing pembagiannya berikut ini:

    1. Hormon Tiroksin (T4)

    Hormon tiroksin merupakan salah satu hormon yang diproduksi oleh tubuh. Jenis ini terbentuk ketika kelenjar tiroid mendapatkan asupan yodium. Ketika diproses ke dalam aliran darah, hormon tiroksin atau hormon T4 ini masih belum aktif. 

    Namun, ketika hormon tiroksin sudah masuk ke ginjal dan hati, maka akan diproses dan berubah menjadi aktif. Hormon ini disebut dengan hormon triiodotironin atau hormon T3.

    2. Hormon Triiodotironin (T3)

    Triiodothyronine hormone merupakan hormon yang dihasilkan oleh thyroid gland. Hormon yang juga dikenal dengan hormon T3 ini merupakan bentuk aktif dari thyroid hormone. Fungsi dari hormon T3 adalah untuk mengatur banyak hal penting yang ada dalam tubuh.

    Fungsi dari Hormon Tiroid

    Thyroid hormone merupakan salah satu hormon yang berperan dalam proses metabolisme tubuh. Selain itu, hormon ini juga memiliki fungsi lain, di antaranya adalah sebagai berikut:

    • Mengontrol pengolahan makanan dalam sistem pencernaan.
    • Mengatur irama dan detak jantung.
    • Mengatur tekanan darah.
    • Menaikkan dan menurunkan suhu tubuh.
    • Mengontrol tubuh dalam proses reproduksi sel.
    • Turut serta dalam membantu pertumbuhan anak.
    • Mengoptimalkan pertumbuhan otak pada anak.
    • Mengaktifkan sistem saraf. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya fokus dan refleksitas tubuh.

    Cara Kerja Hormon Tiroid

    Umumnya, produksi thyroid hormone yang berlebihan akan membuat proses yang berjalan di dalam tubuh menjadi lebih cepat. Sebaliknya, kekurangan hormon ini juga akan mempengaruhi kecepatan proses metabolisme dalam tubuh. Hal tersebut akan menyebabkan terganggunya fungsi dalam tubuh.

    Jadi, agar tubuh bekerja secara optimal, thyroid hormone memerlukan stimulus dari kelenjar hipofisis. Kelenjar yang berada di dalam otak akan memproduksi, menyimpan, dan melepaskan thyroid stimulating hormone (TSH). Jumlah dari TSH menjadi salah satu penanda tinggi rendahnya thyroid hormone dalam tubuh. 

    Gangguan Hormon Tiroid

    Masalah kesehatan mengenai thyroid hormone pada umumnya terbagi menjadi dua. Pertama, kondisi ketika kelebihan hormon dan kekurangan hormon. Berikut penjelasan lengkap dari masing-masing gangguan tersebut:

    1. Kelebihan Hormon 

    Salah satu kondisi yang bisa mempengaruhi thyroid hormone adalah hipertiroidisme. Kondisi ini terjadi ketika thyroid gland terlalu aktif dalam memproduksi hormon yang menyebabkan kadarnya menjadi terlalu tinggi. 

    Hal tersebut menyebabkan metabolisme tubuh berlangsung lebih cepat, sehingga menimbulkan beberapa gejala dalam tubuh. Berikut adalah gejala-gejala yang akan terjadi:

    • Penurunan berat badan.
    • Tremor.
    • Kerontokan rambut.
    • Gugup.
    • Sulit berkonsentrasi.
    • Tubuh mengeluarkan keringat yang berlebihan.
    • Sensitif terhadap suhu panas.
    • Susah tidur.
    • Mudah lelah.
    • Detak jantung lebih cepat.

    2. Kekurangan Hormon

    Kekurangan hormon tiroid atau yang dikenal dengan hipotiroidisme ini terjadi ketika thyroid gland tidak bisa memproduksi hormon dalam jumlah yang cukup. Nah, hal ini tentunya akan memicu munculnya beberapa gejala sebagai berikut:

    • Melambatnya metabolisme dalam tubuh. 
    • Kenaikan berat badan yang lebih cepat.
    • Mudah lelah.
    • Gangguan ingatan.
    • Susah buang air besar.
    • Sensitif terhadap udara dingin.
    • Melambatnya detak jantung.
    • Kulit menjadi kering.
    • Suara serak.
    • Rambut mudah patah.

    Gangguan tiroid ini cukup beragam. Pada wanita, kelebihan atau kekurangan thyroid hormone bahkan bisa mempengaruhi siklus menstruasinya. Jadi, jika Anda mengalami kelebihan atau kekurangan thyroid hormone sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya. Maka, segera periksakan kondisi Anda ke dokter. 

    Diagnosis Penyakit Tiroid

    Sebelum memberikan diagnosa, dokter akan melakukan anamnesis terlebih dahulu. Ini bertujuan untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Setelah itu, dokter akan memeriksa fisik pasien untuk memastikan penyebab tiroid. Dokter juga akan meminta pasien untuk menjalani sejumlah tes penunjang, seperti:

    1. Tes Darah

    Tes darah dilakukan untuk mengetahui fungsi dari kelenjar tiroid. Caranya adalah dengan mengukur kadar dari hormon tiroid. Tes ini juga bisa mengetahui apakah pasien mengalami hipotiroidisme atau hipertiroidisme.

    2. Biopsi

    Biopsi bertujuan untuk mengambil sampel jaringan tiroid. Hal tersebut dilakukan untuk kebutuhan pemeriksaan di laboratorium. Biasanya, prosedur ini akan dijalani pasien yang memang sebelumnya sudah diidentifikasi menderita penyakit kanker tiroid.

    3. Pemindaian

    Perlu Anda ketahui, bahwa tes pemindaian yang dilakukan dokter ini menggunakan alat USG tiroid atau nuklir tiroid. Tujuan dari pemindaian ini sendiri adalah untuk mengetahui ukuran dan jenis benjolan yang ada dalam tubuh pasien penderitanya. 

    Cara Mengobati Gangguan Hormon Tiroid

    Perlu Anda ingat, bahwa gangguan dari hormon ini tidak boleh dianggap sepele, terlebih jika hal ini terjadi pada wanita. Sebab, kondisi ini bisa mempengaruhi siklus menstruasi yang pada akhirnya bisa mengganggu kesuburan seorang wanita.

    Pengobatan untuk thyroid cancer ini sendiri sering melibatkan beberapa cara. Mulai dari operasi pengangkatan kelenjar, yodium radioaktif, terapi radiasi, obat anti kanker, hingga penekanan hormon.

    Salah satu cara untuk mengatasi hipotiroidisme adalah melakukan terapi pengganti thyroid hormon. Fungsi dari pengobatan ini adalah memberikan oral hormon sintetis buatan sebagai pengganti hormon yang hilang.

    Namun, pengobatan ini harus dilakukan seumur hidup. Meski begitu, efek samping yang ditimbulkan pun jarang terjadi. Sayangnya, jika Anda terlalu banyak penggunaan thyroid hormone, maka Anda bisa mengalami beberapa hal. Mulai dari pusing, jantung berdebar, hingga susah tidur. 

    Sementara untuk hipertiroidisme bisa diatasi dengan menggunakan obat. Mulai dari yodium radioaktif, obat anti tiroid, atau operasi. Yodium radioaktif bisa digunakan untuk menghancurkan bagian dari thyroid gland dengan tingkat yang rendah. Hal tersebut dipilih untuk meminimalisir kerusakan tubuh secara keseluruhan. 

    Perlu Anda ketahui, bahwa yodium merupakan kontraindikasi untuk wanita hamil. Sebab, yodium bisa merusak perkembangan thyroid hormone pada janin. Selain itu, penderita juga bisa menggunakan obat anti tiroid. Tujuannya adalah agar hipertiroid bisa dikontrol dalam jangka waktu 6 minggu hingga 3 bulan ke depan.

    Tips Menjaga Hormon Tiroid

    Setelah Anda mengetahui gangguan thyroid hormone dan cara mengobatinya, maka Anda juga perlu mengetahui bagaimana tips menjaga hormon ini dalam tubuh agar tetap stabil. Berikut beberapa tipsnya:

    • Konsumsi makanan bernutrisi, seperti sayuran, buah-buahan, dan protein rendah lemak.
    • Kurangi makanan yang mengandung lemak jahat dan karbohidrat sederhana. 
    • Kurangi konsumsi makanan cepat saji, dan makanan olahan.
    • Hindari konsumsi jeroan.
    • Konsumsi garam beryodium secukupnya.
    • Jaga konsumsi gula, hingga kafein dalam batas yang sudah ditentukan. Sebaiknya, konsumsi gila tidak lebih dari 5 sendok teh per hari, dan kopi maksimal 2 cangkir per hari. 
    • Olahraga secara rutin.

    Ketahui Gejalanya dan Cegah Tiroid Sejak Dini!

    Apabila Anda merasakan gejala yang menyerupai penyakit terkait dengan hormon tiroid ini, maka jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Tujuannya adalah agar Anda segera mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat. 

    Dengan mengetahui gejalanya, maka Anda bisa mencegah penyakit tiroid sejak dini. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga dan menjaga pola makan yang sehat, ya!

  • Hormon Progesteron: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Gangguannya

    Hormon Progesteron: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Gangguannya

    Seorang perempuan yang telah memasuki fase puber pasti akan mendapatkan tamu bulanan alias menstruasi. Namun, beberapa perempuan mungkin akan mengalami telat menstruasi pada bulan-bulan tertentu. Kondisi tersebut pada dasarnya dipengaruhi oleh salah satu hormon “kewanitaan”, yakni hormon progesteron.

    Selain itu, hormon ini juga memiliki peran penting untuk mendukung proses kehamilan dan persalinan para kaum hawa. Lantas, seperti apa cara kerja hormon kewanitaan tersebut? Apakah hormon tersebut bisa mempengaruhi fungsi tubuh lain pada wanita? Temukan jawaban selengkapnya pada penjelasan artikel di bawah ini.

    Pengertian Hormon Progesteron

    Hormon progesteron adalah hormon yang berasal dari korpus luteum, plasenta, dan korteks adrenal di mana mendorong kemunculan stadium sekreasi pada selaput lendir uterus. Sederhananya, hormon ini paling mempengaruhi pengaturan siklus menstruasi.

    Hormon kewanitaan ini juga memiliki tanggung jawab untuk perkembangan payudara dan mempersiapkan tubuh ketika hendak menyusui. Bahkan, hormon tersebut juga mengatur produksi hormon lainnya, misalnya saja estrogen.

    Fungsi Hormon Progesteron

    Berbicara tentang hormon progesteron, selama ini Anda pasti hanya sekedar mendengar istilahnya atau mengetahuinya saja tanpa paham lebih mendetail tentang fungsinya. Oleh sebab itu berikut adalah beberapa fungsinya yang perlu Anda ketahui:

    1. Berpengaruh Pada Siklus Menstruasi dan Pembuahan

    Dalam keberlangsungan menstruasi, wanita didukung dengan adanya hormon progesterone. Ketika perempuan mendapatkan tamu bulanannya, hormon ini akan berperan dalam proses pelepasan sel telur dari folikel ovarium dan mempersiapkan tubuh wanita apabila terjadi pembuahan.

    Kemudian, progesteron akan menebalkan dinding rahim agar rahim lebih mudah dan siap menerima sel telur yang telah dibuahi oleh sel sperma. Pada waktu yang bersamaan, hormon akan memberikan sinyal atau isyarat pada tubuh agar tidak mengalami ovulasi.

    Namun apabila tidak terjadi pembuahan, korpus luetum akan mengalami kerusakan dan kadar hormon akan menurun. Hal inilah yang membuat wanita mengalami haid atau siklus menstruasi. Peristiwa tersebut juga terjadi di setiap bulannya.

    2. Meminimalkan Adanya Kelahiran Bayi Prematur

    Kelahiran bayi prematur masih banyak terjadi di berbagai belahan dunia. Umumnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan bayi terlahir tidak sesuai dengan waktunya. Mulai dari pola hidup ibu yang kurang sehat, gangguan kehamilan, infeksi atau kelainan pada organ reproduksi, komplikasi penyakit tertentu, dan lain sebagainya.

    Maka dari itu, selama kehamilan berlangsung, biasanya hormon progesteron akan membantu mencegah rahim mengalami kontraksi dini yang memicu kelahiran prematur. Cara hormon mencegahnya adalah dengan mengirim sinyal molekuler yang melibatkan reseptor tipe A dan B.

    Dalam istilah medis, reseptor ini disebut sebagai PGR-A dan PGR-B. Setidaknya ibu hamil sangat disarankan untuk mementingkan kesehatannya demi buah hati. Meski sudah ada hormon yang membantu menjaga kondisi tubuh selama kehamilan, namun semua itu kembali pada pola hidup masing-masing.

    3. Menjadi Pendukung Masa Pubertas

    Fungsi hormon progesteron berikutnya ialah menjadi pendukung masa pubertas wanita. Tugas ini biasanya didukung juga dengan hormon estrogen. Hasil kerjasama di antara kedua hormon tersebut akan memberikan dampak secara fisik pada wanita.

    Misalnya, tumbuhnya bulu di beberapa area tubuh wanita, meningkatnya produksi minyak pada kulit yang menyebabkan kemunculan jerawat, memperbesar ukuran payudara, dan lain sebagainya.

    4. Menjadi Alat Kontrasepsi

    Progesteron juga bisa menjadi alat kontrasepsi alami untuk wanita. Sebab, ketika wanita mengkonsumsi obat oral yang memiliki kandungan progestin, biasanya akan memunculkan efek berupa tertundanya proses ovulasi. 

    5. Mendukung Perkembangan Payudara Pada Wanita

    Saat wanita memasuki fase pubertas, beberapa fungsi dan bentuk fisiknya akan berubah. Misalnya saja pada ukuran payudara yang akan tampak membesar. Pemicu perkembangan payudara ini adalah hormon progesteron. Hormon ini akan merangsang pertumbuhan jaringan payudara sehingga membuatnya semakin besar.

    Kemudian, umumnya wanita yang mengalami menstruasi juga akan merasakan nyeri pada payudaranya. Meski begitu, kondisi tersebut wajar terjadi karena progesteron memberi sedikit rangsangan, sehingga menciptakan rasa yang kurang nyaman. 

    6. Menjaga Kehamilan 

    Fungsi hormon kewanitaan selanjutnya adalah menjaga kehamilan pada wanita. Progesteron memiliki pekerjaan penting melalui pemberian rangsangan ke beberapa bagian tubuh, sehingga menyediakan pembuluh darah pada daerah endometrium. Jaringan pembuluh tersebut berfungsi untuk menyalurkan makanan kepada janin.

    Tak hanya berasal dari tubuh saja, namun progesteron juga bisa muncul dari plasenta bayi yang menempel pada dinding rahim. Sebab, hormon ini juga memiliki peran untuk mendukung korpus luteum.

    7. Meningkatkan Gairah Seksual

    Wanita bisa mendapatkan peningkatan gairah seksual lantaran dipicu oleh hormon progesteron dan estrogen yang bekerjasama untuk merangsang tubuh wanita. Maka dari itu, ketika hendak bercinta, setiap pasangan disarankan melakukan foreplay untuk memberikan rangsangan terhadap tubuh masing-masing. 

    Cara Kerja Hormon Progesteron

    Dari sekian banyak jenis hormon yang diproduksi oleh tubuh manusia, hormon progesterone menjadi salah satu hormon yang memiliki peran penting dalam mendukung masa subur wanita. Pada dasarnya, hormon ini akan bekerja ekstra ketika wanita mengalami siklus menstruasi dan kehamilan.

    Hormon yang diproduksi oleh korpus luteum akan bekerja dari dalam rahim untuk memberikan sentuhan dan rangsangan pada proses menstruasi. Adapun yang membuat wanita menstruasi ialah tidak didapatinya sel telur pembuahan oleh sel sperma. 

    Hal tersebut akan membuat bagian korpus luetum mengalami kerusakan, sehingga produksi progesterone menurun. Kemudian karena kadarnya menurun, sel telur akan meluruh dan keluar berupa menstruasi di setiap bulannya. 

    Kemudian, pasca menstruasi, hormon progesteron akan kembali diproduksi untuk meningkatkan ketebalan lapisan rahim dan menjaga kondisi sel telur hingga siap dibuahi. Hormon juga akan bekerja ketika wanita dalam kondisi hamil.

    Setelah mendapatkan pembuahan dari sel sperma, produksi progesteron akan semakin meningkat. Sebab, hormon ini juga akan bekerja untuk menjaga kekuatan otot rahim supaya tetap rileks dan mendapatkan nutrisi yang lebih baik.

    Gangguan Hormon Progesteron Beserta Gejalanya

    Gangguan hormon progesterone seringkali terjadi pada wanita. Entah sadar atau tidak, mungkin saja Anda pun pernah mengalaminya. Umumnya, gangguan yang terjadi ialah kadar hormon yang lebih rendah daripada standartnya. 

    Apabila kondisi ini terjadi, maka siklus mentruasi pada wanita akan menurun. Maksudnya, tidak normal bahkan kemungkinan terburuknya ialah kesulitan untuk hamil. 

    Alasannya adalah karena hormon tidak memicu kondisi yang tepat dalam mendukung pertumbuhan sel telur yang ada di rahim. Adapun gejala-gejala yang mungkin terjadi ketika kadar progesterone dalam tubuh relatif rendah adalah sebagai berikut:

    • Mengalami pendarahan atau muncul bercak darah dan sakit perut selama masa kehamilan.
    • Pendarahan yang tidak normal pada uterus.
    • Menstruasi terjadi secara tidak teratur atau sering terlewat dari tanggalnya.
    • Sering mengalami keguguran.

    Apabila tadi ketika kondisi kadar hormon progesteron rendah, lantas bagaimana jika kadarnya terlalu tinggi? Perlu Anda ingat bahwa hal apapun yang kurang dan kelebihan dalam tubuh manusia akan memberikan dampak yang kurang baik, begitupun dengan hormon. 

    Apabila kadar progesteron terlalu tinggi, maka akan memberikan efek berupa berat badan meningkat secara drastis. Selain itu, juga menyebabkan masalah pada kandungan empedu dan menurunkan gairah untuk melakukan hubungan intim.

    Cara Meningkatkan Hormon Progesteron

    Apabila kita cermati bersama, hormon kewanitaan ini mempunyai peran yang sangat penting untuk kesehatan tubuh wanita. Maka dari itu, Anda perlu menjaganya dengan baik agar terhidar dari gangguan ataupun dampak buruk pada tubuh. Adapun cara meningkatkan hormon ialah sebagai berikut:

    • Menjaga kualitas tidur agar tidak kekurangan jam istirahat.
    • Tidak olahraga secara berlebihan.
    • Menjaga berat badan agar tetap normal.

    Pentingnya Hormon Progesteron untuk Tubuh Manusia

    Selesai membaca penjelasan di atas, Anda seharusnya sudah tahu bahwa keberadaan hormon progesteron sangat mempengaruhi tubuh manusia, terutama wanita. Tanpa hormon ini, wanita tidak akan mengalami proses menstruasi dan kehamilan. 

  • Hormon Testosteron: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, & Gangguannya

    Hormon Testosteron: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, & Gangguannya

    Walaupun secara umum hormon testosteron berhubungan dengan gairah seksual dan vitalitas pria, namun sebenarnya fungsinya lebih dari itu. Dari cara kerjanya, banyak fungsi lain untuk kesehatan yang bisa Anda temukan dari hormon satu ini. Tak heran jika mencegah gangguan dan menjaga kualitasnya akan sangat baik untuk kesehatan.

    Apa itu Hormon Testosteron?

    Pada dasarnya, dalam tubuh manusia ada sebuah hormon yang termasuk kelompok “androgen” dan sering disebut hormon utama perangsang perkembangan karakteristik pria. Namun, secara ilmiah hormon ini sebenarnya ada juga pada susunan hormonal wanita yang dihasilkan oleh gonad (organ seksual) manusia.

    Pada pria sendiri, testis menjadi produsen utama hormon testosteron yang membutuhkan berbagai nutrisi, terutama kolesterol untuk pembentukannya. Sedangkan untuk wanita, hormon ini juga diproduksi secara alami dalam tubuh dan diproduksi di ovarium, walaupun dengan kapasitas yang lebih kecil.

    Umumnya, hormon ini mulai tumbuh pesat secara signifikan ketika manusia memasuki masa puber dan nantinya akan menurun setelah memasuki usia 30 tahun. Hormon ini juga termasuk kelompok steroid, karena membantu pembentukan otot, mengatur kesuburan, distribusi lemak, hingga produksi sel darah merah.

    Fungsi Hormon Testosteron

    Hormon ini diproduksi tubuh bukan tanpa alasan, karena sejatinya ada banyak fungsi yang baik untuk tubuh maupun kesehatan pria dan wanita. Berikut penjelasannya:

    1. Perkembangan dan Fungsi Organ Reproduksi

    Fungsi utama dari hormon satu ini adalah untuk memicu perkembangan organ reproduksi, terutama pada pria. Ketika janin seorang pria berkembang dalam kandungan, testosteron membantu dalam pembentukan testis dan memastikan bahwa organ reproduksi pria berkembang dengan baik setelah lahir. 

    Nantinya, setelah masuk masa pubertas, testosteron terus mempengaruhi produksi sperma dalam testis dan mendukung fungsi normal dari organ-organ reproduksi lainnya. Contohnya seperti epididimis, vesikula seminalis, prostat, dan penis.

    2. Perkembangan Karakteristik Seksual Sekunder

    Hormon ini juga memiliki peran penting dalam memunculkan karakteristik seksual sekunder pada pria. Khususnya untuk memacu pertumbuhan rambut di wajah, tubuh, ketiak, hingga di area kemaluan untuk pria dan wanita. 

    Selain itu, hormon testosteron juga mempengaruhi perubahan suara pada pria dewasa dengan mengubah struktur tulang rawan laring yang membuat suara lebih dalam dan berat. Hormon ini juga membantu dalam pertumbuhan massa otot, meningkatkan sintesis protein dalam otot, dan meminimalkan pemecahan protein.

    3. Merangsang Pertumbuhan dan Perubahan Libido (Gairah Seksual)

    Fungsi lain dan paling banyak orang kenali adalah peranan hormon ini dalam mengatur libido atau gairah seksual pada pria maupun wanita. Hormon ini bertanggung jawab dalam peningkatan hasrat seksual dan mempengaruhi respons seksual yang terkait.

    4. Metabolisme Lemak dan Massa Tubuh

    Dalam pengaturan metabolisme lemak dalam tubuh, hormon ini juga akan membantu mengurangi jumlah atau membantu proses pembakaran lemak tubuh. Serta mendorong pembentukan massa otot lebih efisien. Selain itu, testosteron juga akan mempengaruhi penggunaan glukosa dalam pengaruh kadar gula darah dan metabolisme karbohidrat.

    5. Pengaruh pada Kesehatan dan Massa Tulang 

    Hormon testosteron juga berperan dalam menjaga kesehatan tulang pada pria maupun wanita. Dengan mengatur proses pembentukan tulang baru dan penghancuran tulang lama, hormon akan membantu meningkatkan kepadatan mineral tulang dan mengurangi risiko osteoporosis.

    6. Pengaruh pada Mentalitas dan Pengendalian Stress

    Hormon ini juga dapat mempengaruhi fungsi kognitif dan pengaruh pada mood serta mentalitas pria. Sehingga, dalam pengendalian stress, hormon ini juga cukup berperan. Hal tersebut menunjukkan tingkat testosteron memiliki peranan untuk mentalitas dan pengendalian stres.

    7. Produksi Sel Darah Merah

    Pengaruh hormon ini juga cukup berpengaruh pada produksi sel darah merah dalam tubuh dengan merangsang sumsum tulang yang bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Jadi, hormon ini penting dalam menjaga keseimbangan jumlah sel darah merah dalam tubuh.

    Cara Kerja Hormon Testosteron

    Menurut beberapa studi, hormon ini bekerja dengan mengikat reseptor androgen di dalam sel target. Setelah testosteron terikat pada reseptor, kompleks hormon-reseptor akan bergerak ke dalam inti sel, di mana akan terjadi interaksi dengan DNA dan mempengaruhi ekspresi gen tertentu. Berikut uraiannya:

    1. Produksi

    Secara teori, hormon ini diproduksi oleh sel-sel Leydig di dalam testis pada pria dan ovarium pada wanita. Produksi hormon ini terkendali oleh kompleks mekanisme yang melibatkan hipotalamus (bagian otak pengatur hormon) dan kelenjar pituitari dalam otak. 

    Hipotalamus nantinya akan mengeluarkan hormon yang disebut hormon luteinizing (hormon pelepas) dan merangsang kelenjar pituitari untuk menghasilkan LH yang merangsang Leydig memproduksi testosteron. Setelah diproduksi, testosteron akan terikat pada protein pengikat hormon seks dan albumin dalam darah. 

    Hanya testosteron tidak terikat (free testosterone) yang akan masuk ke sel target (ovariu) dan memiliki efek biologis saat proses reproduksi.

    2. Berinteraksi dengan Reseptor

    Testosteron yang tidak terikat memasuki sel target, hormon ini juga akan berinteraksi dengan reseptor androgen yang terletak di dalam sitoplasma atau inti sel. Setelah terikat pada reseptor, kompleks hormon-reseptor ini berpindah ke inti sel.

    Nantinya, hormon-reseptor akan berinteraksi dengan DNA dan mempengaruhi ekspresi gen. Kemudian, hormon tersebut akan merangsang transkripsi gen tertentu yang menghasilkan produksi protein yang dibutuhkan untuk berbagai respons biologis. Termasuk fungsi-fungsi yang dijelaskan sebelumnya.

    Gangguan Hormon Testosteron

    Gangguan hormon ini dapat terjadi pada pria maupun wanita, serta dapat menyebabkan berbagai gejala dan masalah kesehatan. Beberapa gangguan testosteron yang umum meliputi:

    1. Hipogonadisme (Kekurangan Hormon)

    Gangguan pertama yang bisa Anda alami adalah hipogonadisme. Ini merupakan kondisi kekurangan testosteron dalam tubuh. Hal tersebut dapat terjadi karena gangguan pada organ reproduksi (testis atau ovarium) atau gangguan pada kelenjar hipotalamus maupun kelenjar pituitari yang mengontrol produksi testosteron. 

    Gejala penyakit ini meliputi rendahnya gairah seksual, kelelahan, penurunan massa otot, peningkatan lemak tubuh, depresi, dan terjadi masalah ereksi. Sedangkan pada wanita, gejala bisa mempengaruhi gangguan menstruasi, penurunan gairah seksual, kelelahan, dan gejala menopause dini.

    2. Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)

    Masalah berikutnya adalah PCOS yang sering terjadi pada wanita karena adanya peningkatan produksi insulin yang memicu hormon testosteron berlebih dalam tubuh. PCOS umumnya akan mengganggu siklus menstruasi, kista ovarium lebih banyak, perubahan pigmen kulit, dan gejala kadar hormon meningkat lainnya.

    3. Kanker Testis

    Penyakit ini termasuk penyakit ganas, berupa kanker pada testis yang pastinya dapat mengganggu produksi testosteron secara langsung. Risiko terbesar adalah harus mengalami pengangkatan testis hingga terpaparnya radiasi yang akan menurunkan produksi testosteron. 

    Gejala meliputi penurunan gairah seksual, kelelahan, penurunan massa otot, dan depresi. Akan muncul juga nyeri pada testis, penimbunan cairan skrotum, kram perut, dan berbagai gejala lainnya.

    4. Sindrom Kallmann

    Gangguan hormon testosteron berikutnya adalah Sindrom Kallmann yang merupakan kelainan genetik pada perkembangan hipotalamus dan kelenjar pituitari. Hal tersebut dapat berdampak pada produksi testosteron yang menurun. 

    Pasien pengidap sindrom Kallmann dapat mengalami pubertas yang tertunda atau tidak lengkap, infertilitas, rendahnya gairah seksual, kebotakan dini, penurunan massa otot. Dalam beberapa kasus, pasien juga dapat mengalami kriptorkismus, yakni gangguan testis tidak turun ke skrotum atau tidak punya buah zakar.

    5. Hipertiroidisme dan Hipotiroidisme

    Terakhir ada gangguan tiroid, seperti hipertiroidisme (kelenjar tiroid berlebih) dan hipotiroidisme (kekurangan kelenjar tiroid). Ini akan mempengaruhi produksi dan metabolisme hormon seks termasuk testosteron. Hal tersebut juga dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti penurunan gairah seksual, kelelahan, dan perubahan mood.

    Sudah Lebih Mengenal Apa itu Hormon Testosteron?

    Nah, itulah beberapa penjelasan terkait pengertian, fungsi, cara kerja hingga gangguan yang bisa terjadi pada testosteron. Intinya, stigma testosteron hanya ada pada pria terbantah, karena testosteron juga ada pada wanita. Karena memiliki fungsi untuk kesehatan, Anda harus menjaga kualitas produksi hormon agar seimbang!

  • Hormon Estrogen: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

    Hormon Estrogen: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

    Dalam sistem reproduksi, tentu manusia memiliki hormon yang bekerja. Hormon pada pria maupun wanita sendiri berbeda. Jika pada pria bernama testosteron, maka pada wanita bernama estrogen. Hormon tersebut berperan penting dalam reproduksi dan seksualitas wanita. Yuk, pelajari lebih dalam tentang hormon estrogen!

    Apa Itu Hormon Estrogen? 

    Ini merupakan hormon yang berperan dalam perkembangan dan pertumbuhan seksualitas wanita serta proses reproduksinya. Hormon ini tidak hanya diproduksi oleh wanita saja, melainkan pria juga. Namun, pada pria kadarnya jauh lebih rendah. 

    Hormon ini berperan penting dalam proses berlangsungnya kehidupan manusia. Mulai dari tahapan pubertas, menstruasi, kehamilan, hingga terjadinya menopause pada usia yang sudah mulai lanjut. Jika Anda seorang wanita, maka mengenali tentang hormon ini akan membuat Anda lebih paham tentang perubahan dalam tubuh. 

    Fungsi Hormon Estrogen 

    Setelah mengetahui pengertian dari hormon wanita ini, maka Anda juga perlu memahami apa saja fungsinya sebagai berikut: 

    1. Memperkuat Tulang dan Gigi 

    Fungsi yang pertama adalah memperkuat tulang dan gigi sehingga mencegah terjadinya pengeroposan. Cara kerjanya, yaitu vitamin D dan kalsium saling bekerja sama hingga membentuk tulang dan gigi menjadi lebih kuat sampai usia 30 tahun. 

    Ketika kadar hormon tersebut sudah turun atau menopause, maka tubuh bisa mengalami pengeroposan dan keretakan tulang. Hal itulah yang menyebabkan wanita menopause yang sudah lanjut usia mulai kehilangan 20 persen massa tulangnya. 

    2. Memulai Siklus Menstruasi 

    Fungsi hormon estrogen selanjutnya, yaitu berperan dalam siklus menstruasi saat masa pubertas wanita. Hormon ini berperan penting dalam pertumbuhan rambut kemaluan, rambut ketiak, dan payudara. 

    Ketika wanita menginjak usia subur, yaitu pada rentang usia 15-49 tahun, maka biasanya akan memproduksi lebih banyak estrogen. Terutama menjelang masa menstruasi. Dalam masa ini, terjadi penebalan lapisan rahim kemudian membuat sel telur menjadi lebih matang dan siap untuk pembuahan. 

    Proses pembuahan yang tidak terjadi akan membuat sel telur atau ovum keluar dan terjadilah menstruasi. Setelah itu, kadar estrogen akan menurun ke angka normal. 

    3. Menjaga Vagina dan Saluran Kemih 

    Tidak hanya berfungsi sebagai penguat tulang, hormon pada wanita ini juga berperan penting untuk menjaga kesehatan saluran kemih dan vagina. Adanya estrogen, membuat vagina menjadi tebal, tidak mudah kering, dan dapat meningkatkan gairah seksual. 

    Namun sebaliknya, jika kadar hormon tersebut rendah, maka wanita akan memiliki vagina yang kering dan menyebabkan rasa nyeri saat berhubungan seksual. 

    Selain kesehatan vagina, saluran kemih juga menjadi salah satu saluran yang akan terganggu jika kadar estrogen menurun. Ini karena lapisan uretra dari saluran kemih ke luar tubuh yang membawa urine akan mengalami penipisan. Jika hal ini sering terjadi, maka akan memicu terjadinya Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang berbahaya. 

    4. Menjaga Kehamilan 

    Selama fase kehamilan, hormon wanita ini akan lebih meningkat dari sebelumnya. Fungsinya, yaitu untuk menjaga kesehatan ibu dan janin seperti berikut: 

    • Menjaga rahim agar tetap kuat.
    • Meningkatkan perkembangan organ pada janin.
    • Menyebarkan nutrisi untuk janin.
    • Memicu terjadinya gejala kehamilan seperti mual dan payudara bengkak.

    Setelah masuk pada fase melahirkan dan menyusui, hormon akan kembali pada kadar normal. Kadar estrogen wanita harus seimbang tidak boleh lebih maupun kurang, karena bisa menyebabkan beberapa masalah. Misalnya seperti rendahnya gairah seksual, osteoporosis, dan obesitas. 

    5. Menurunkan Resiko Penyakit Kanker 

    Fungsi hormon estrogen yang berkadar tinggi juga bermanfaat untuk menurunkan berbagai risiko kanker. Misalnya seperti kanker usus besar dan rektum atau kolorektal, kanker payudara, dan kanker ovarium. 

    Wanita yang menjalani terapi dan bertujuan untuk meningkatkan kadar estrogen akan mengalami penurunan risiko terjadinya kanker usus besar. Namun, kegiatan terapi hormon masih menimbulkan berbagai kontroversi dengan persentase pengaruh terhadap kanker sebagai berikut: 

    • Kanker usus besar menurun sebanyak 37 persen.
    • Kanker payudara meningkat sebanyak 26 persen.
    • Tidak ada pengaruh dalam pencegahan kanker endometrium.

    Oleh sebab itu, jika Anda berminat menjalani terapi ini, lakukan konsultasi kepada dokter terlebih dahulu supaya mendapatkan penanganan yang tepat. 

    6. Menjaga Kesehatan Jantung 

    Estrogen berperan penting dalam organ maupun jaringan pada wanita, salah satunya pembuluh darah dan jantung. Berikut manfaat estrogen untuk jantung wanita: 

    • Meningkatkan kadar kolesterol yang baik dan menurunkan kolesterol jahat.
    • Membentuk gumpalan darah yang bisa membuat aliran darah menjadi lebih meningkat.
    • Mempengaruhi terjadinya sistem kardiovaskular.
    • Melindungi jantung dari berbagai penyakit jantung.
    • Menyerap radikal bebas dalam tubuh.

    Adanya hormon ini memungkinkan wanita mengalami penyakit jantung dalam waktu 10 tahun lebih lambat dari pria. Namun, saat wanita sudah berusia lebih dari 65 tahun atau usia menopause, maka risiko terkena penyakit jantung sama saja dengan pria. Karena kadar estrogen sudah menurun. 

    Ketika estrogen menurun, maka kadar kolesterol jahat akan meningkat dan kadar kolesterol baik berkurang. Hal tersebut menjadi penyebab penumpukan lemak dan kolesterol pada pembuluh darah arteri, sehingga menyebabkan penyakit atau berbagai gangguan jantung. 

    Cara Kerja Hormon Estrogen 

    Estrogen memiliki peran yang sangat penting dalam seksualitas dan reproduksi wanita. Lalu, bagaimana cara kerjanya? 

    Organ wanita yang bernama ovarium dan berfungsi sebagai alat yang memproduksi sel telur merupakan sumber terbentuknya estrogen pada wanita. Selain itu, terdapat kelenjar adrenal pada bagian atas ginjal yang juga memiliki peran dalam pembentukan hormon ini. 

    Pada dasarnya, tubuh akan memproduksi tiga tipe hormon estrogen, antara lain: 

    • Estradiol yang akan terbentuk setelah wanita melahirkan.
    • Estriol terbentuk selama wanita menjalani masa kehamilan.
    • Estrone terbentuk saat wanita sudah masuk masa menopause.

    Setiap wanita akan mengalami penurunan dan peningkatan kadar estrogen dalam masa pertumbuhannya. Peningkatan hormon ini akan terjadi saat wanita menjelang masa menstruasi dan selama fase kehamilan. Kemudian akan menurun kembali setelah menstruasi dan melahirkan. 

    Cara Meningkatkan Hormon Estrogen 

    Pentingnya hormon ini bagi tubuh manusia terutama wanita, tentu membuat Anda ingin mempertahankan kadarnya agar tetap normal dan seimbang, bukan? Nah, berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh: 

    • Perbanyak konsumsi buah kering, seperti kurma, buah plum, aprikot, dan buah lain yang memiliki kandungan fitoestrogen tinggi.
    • Memperbanyak konsumsi makanan berjenis kacang, seperti kacang kedelai. Karena kacang merupakan jenis makanan yang bisa Anda jadikan sebagai sumber fitoestrogen pengikat reseptor estrogen. Selain itu, kacang kedelai juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya kanker payudara. 
    • Perbanyak konsumsi biji wijen yang bermanfaat untuk mempengaruhi kadar estrogen setelah wanita mengalami masa menopause. Selain estrogen, mengonsumsinya secara rutin akan membantu wanita meningkatkan kolesterol baik dalam darah. 
    • Melakukan terapi hormon. Ini berfungsi untuk menambah kadar estrogen, mengurangi gejala menopause, dan mencegah terjadinya penyakit osteoporosis. 
    • Konsumsi vitamin B yang bermanfaat untuk mencegah kanker payudara. Serta vitamin D sebagai suplemen makanan yang bisa meningkatkan kadar estrogen dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
    • Mengonsumsi asupan probiotik yang merupakan bakteri alami untuk mengisi saluran pencernaan dan membantu tubuh memproduksi estrogen, mengurangi tingkat kecemasan, dan meningkatkan imunitas tubuh. Contoh asupan probiotik adalah miso sup, yoghurt, kubis, tempe, dan lain sebagainya. 
    • Menjaga berat badan agar tetap ideal, sehingga hormon juga akan seimbang. 

    Sudah Mengerti tentang Hormon Estrogen beserta Fungsinya? 

    Setelah membaca artikel ini, tentu Anda sekarang lebih mengerti betapa pentingnya peran hormon estrogen untuk wanita. Mulai dari menjaga kesehatan tubuh sampai menunjang pertumbuhan dan perkembangan sistem reproduksi dan seksualitas. Oleh sebab itu, jagalah agar hormon Anda tetap seimbang, tidak kurang dan tidak lebih.

  • Urutan Sistem Peredaran Darah Besar pada Manusia serta Penjelasannya

    Urutan Sistem Peredaran Darah Besar pada Manusia serta Penjelasannya

    Sebagai sirkulasi yang berfungsi untuk menggerakkan darah dalam tubuh, tentu saja sistem peredaraan darah sangatlah penting. Oleh sebab itu, ketahuilah urutan sistem peredaran darah besar manusia yang benar. Dengan demikian, Anda bisa menambah wawasan terkait sistem peredaran darah. Yuk, simak!

    Urutan Sistem Peredaran Darah Besar Manusia

    Sistem peredaran darah memiliki banyak fungsi penting untuk tubuh manusia, mulai dari membentuk metabolisme, menyebarkan oksigen, hingga memberikan nutrisi. Sistem peredaran darah besar disebut juga sistematik, berikut ini beberapa komponen di dalamnya:

    1. Bilik Kiri

    Bilik kiri jantung adalah sistem yang berfungsi untuk memompa darah bersih menuju tubuh. Bagian ini terletak di bawah serambi kiri dengan katup mitral sebagai pemisahnya. Bilik kiri menjadi salah satu bagian jantung yang memiliki volume ketebalan paling menjanjikan. 

    Ketika tekanan darah manusia meningkat, maka akan membuat otot bilik kiri menjadi membesar dan mengeras. Ini disebabkan adanya beban kerja bilik kiri yang terus bertambah saat memompa darah. Jika aktivitas ini terjadi berkelanjutan, maka akan mengakibatkan fungsi dari jantung mengalami gangguan.

    2. Aorta

    Aorta didefinisikan sebagai arteri besar yang akan membawah darah dengan kandungan oksigen dari jantung pada tubuh manusia. Aorta memiliki struktur yang dimulai dari katup, bagian ini akan memisahkan aorta dengan ventrikel kiri jantung. Ventrikel kiri merupakan bagian terakhir yang dilewati darah menuju jantung.

    Pada bagian atas katup aorta, ada dua cabang yang bernama koroner utama kanan dan kiri. Setiap cabang akan bertugas untuk mengangkut darah untuk menuju ke otot jantung. Proses seperti ini, dimulai dari katup aorta, lalu aorta bergerak menuju ke atas dan akan meluas ke bagian tulang rusuk kedua.

    Bagian tersebut dijuluki sebagai ascending aorta. Setelah itu, aorta melengkung ke bagian bawah dan kiri. Sehingga bagian tersebut disebut lengkung aorta. Kemudian aorta akan berjalan ke bagian bawah tubuh sampai bagian terakhir, yakni aorta desendens.

    Aorta memiliki fungsi yang sangat penting bagi kesehatan manusia, hal ini karena aorta menjadi pembuluh darah utama. Aorta akan memasok darah dengan kandungan oksigen ke tubuh manusia. Karena setiap jaringan dan organ tubuh manusia pastinya membutuhkan darah beroksigen, sehingga fungsinya akan hidup.

    Dengan demikian, setiap aorta mengalami masalah kesehatan. Misalnya seperti anomali struktural, pecah, penyumbatan, dan lain sebagainya. Masalah-masalah tersebut akan berdampak besar untuk membahayakan seluruh organ tubuh. Gangguan aorta dapat disebabkan oleh penyakit, seperti darah tinggi dan kolesterol.

    Oleh sebab itu, sebaiknya selalu melakukan cara-cara terpercaya untuk menjaga kesehatan aorta. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan yang menyehatkan, berusaha menurunkan tekanan pada darah tinggi, berhenti merokok, dan lain sebagainya.

    3. Arteri

    Arteri atau pembuluh nadi adalah salah satu urutan sistem peredaran darah besar pada manusia. Komponen ini berfungsi untuk mengalirkan darah dari jantung ke tubuh. Arteri memiliki berbagai cabang yang bertugas untuk menyalurkan nutrisi, hormon, dan oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh.

    Pembuluh darah arteri menjadi bagian dari tubuh dengan otot dan bentuk yang hampir mirip seperti tabung kecil. Sehingga membuat arteri memiliki sifat yang elastis. Arteri memiliki tugas utama sebagai sistem yang mengalirkan darah oksigen dari jantung ke semua organ tubuh.

    Adapun berbagai lapisan utama dari pembuluh darah yang dibagi menjadi tiga lapisan, yakni tunica adventitia, tunica intima, dan tunica media. Semua kandungan yang dialirkan arteri adalah kebutuhan tubuh untuk mengoptimalkan kinerjanya.

    Secara umum, kesehatan pembuluh darah arteri ini dapat dijaga dengan adanya pola hidup sehat yang diterapkan oleh manusia. Adapun contoh pola hidup sehat, misalnya seperti tidak berlebihan dalam mengonsumsi lemak trans dan garam, rutin melakukan olahraga, tidak merokok, dan lain sebagainya.

    4. Tubuh

    Organ tubuh manusia memiliki peran penting dalam sistem peredaran darah, yakni bertugas untuk memompa darah ke seluruh organ tubuh. Jantung akan memompa darah, lalu mengalirkannya melalui pembuluh darah. Pembuluh darah terbagi menjadi tiga jenis, yakni arteri, vena, dan kapiler.

    Nantinya arteri akan mengangkut darah yang berasal dari jantung untuk menuju ke semua bagian tubuh. Sementara itu, vena memiliki fungsi untuk melakukan pengembalian darah ke jantung. 

    Ada juga kapiler sebagai pembuluh darah paling kecil dibandingkan lainnya. Kapiler berfungsi untuk menghubungkan arteri dan vena, menjadi tempat pertukaran oksigen maupun nutrisi.

    Ketika proses peredaran darah berlangsung, maka darah akan membawa berbagai kandungan. Mulai dari hormon, sel darah putih, dan banyak zat lainnya. Zat dalam proses tersebut berfungsi menjaga kesehatan tubuh, menjaga keseimbangan cairan, mengatur suhu tubuh, dan lain sebagainya.

    Selain itu, ada juga berbagai organ tubuh manusia yang memiliki peran penting dalam sistem peredaran darah, salah satunya adalah jantung. Proses penting dalam peredaran darah memiliki dampak besar terhadap tubuh manusia, sehingga manusia dapat memastikan tubuhnya menerima oksigen dan nutrisi yang sesuai.

    5. Vena

    Manusia memiliki sistem peredaran darah yang terdiri dari jantung, darah, pembuluh darah, dan limfatik. Jantung membutuhkan pembuluh darah untuk dapat menyalurkan darah ke tubuh secara optimal. Salah satunya adalah dengan menggunakan pembuluh darah vena yang berfungsi mengalirkan darah ke jantung.

    Menjadi salah satu pembuluh darah tubuh manusia, membuat vena memiliki sebutan pembuluh balik. Vena memiliki berbagai cabang yang berbentuk ukuran lebih kecil, yakni venula.

    Vena disebut sebagai pembuluh darah dengan letak paling dekat dari permukaan tubuh. Dengan demikian, vena dapat terlihat dari permukaan kulit. Meskipun hanya berupa garis cabang yang memiliki warna kebiruan. Terlihat dari luar, pembuluh darah ini ternyata memiliki dinding yang tipis tanpa adanya sifat elastis.

    Sehingga membuat denyut dari vena tidak terasa. Adapun dua jenis dari pembuluh vena, yakni vena tubuh dan vena paru-paru. Fungsi dari vena tubuh akan membawa darah tinggi karbon dioksida dari tubuh kembali menuju ke jantung. Proses ini akan dilakukan di serambi kanan.

    Sementara itu, vena paru-paru atau pulmonalis memiliki fungsi untuk membawa darah yang kandungan oksigennya tinggi dari paru-paru ke jantung. Berdasarkan tugasnya, pembuluh darah vena akan dilengkapi dengan katup berpasangan. Jadi, vena dapat menjaga tekanan darah agar tetap normal.

    6. Serambi Kanan

    Serambi kanan adalah urutan sistem peredaran darah besar yang terakhir. Bagian ini memiliki letak di atas kanan organ jantung. Pada bagian ini, darah kotor dari vena akan diterima dengan baik. Selain itu, serambi kanan juga akan memompa balik darah tersebut ke bilik kanan. 

    Seperti yang diketahui bahwa darah kotor adalah jenis darah dengan kandungan oksigen yang lebih sedikit. Sebagai contoh, misalnya seperti janin yang umumnya memiliki lubang di serambi kanan. Ini karena menjadi alat untuk transfusi darah yang memiliki oksigen dari ibu masuk ke serambi kiri janinnya.

    Dengan demikian, sirkulasi darah janin akan terjaga. Apalagi janin memiliki paru-paru yang belum mampu bekerja dengan optimal. Ketika bayi lahir, maka paru-paru akan mengembangkan dan bekerja secara baik. Selain itu, lubang pada serambi kanan akan tertutup secara otomatis dan membuat batasan.

    Sudah Tahu Bagaimana Sistem Peredaran Darah Besar?

    Melalui urutan sistem peredaran darah besar di atas, maka Anda dapat mengetahui apa saja peredaran darah di dalam tubuhnya. Sehingga sekarang Anda dapat menjaga organ dan sistem tubuh agar tetap bekerja secara optimal!

  • Mehamami Pengertian RNA, Struktur, dan Fungsinya dalam Tubuh

    Mehamami Pengertian RNA, Struktur, dan Fungsinya dalam Tubuh

    Salah satu penyusun sel yang memiliki fungsi penting dalam tubuh makhluk hidup adalah RNA (Ribonucleic Acid atau asam ribonukleat). Secara singkat, asam ribonukleat berperan besar sebagai pembawa informasi genetik makhluk hidup. 

    Untuk mengetahui informasi selengkapnya mengenai Ribonucleic Acid, mulai dari pengertian, struktur, hingga fungsi utamanya, baca artikel ini sampai habis, ya!

    Pengertian RNA

    Istilah RNA merupakan singkatan dari Ribonucleic Acid yang dalam bahasa Indonesia artinya asam ribonukleat. Secara teori, RNA adalah struktur molekul polimer yang memiliki peran dalam mengkode hingga mengekspresikan gen dalam sel. 

    Asam ribonukleat mengandung senyawa basa adenin, guanin, sitosin, dan urasil yang mana sangat penting dalam penentuan sifat makhluk hidup. Gugusan asam ini terbentuk sebagai rantai nukleotida atau seringkali juga dalam bentuk rantai tunggal yang melipat ke dirinya sendiri. 

    Organisme seluler, seperti virus, sering menggunakan materi genetik asam ribonukleat untuk mengkodekan dan menyampaikan informasi genetik mereka lalu mengarahkannya kepada sintesis protein tertentu.

    Ciri-ciri RNA

    Pada dasanya, terdapat beberapa ciri utama dari RNA yang bisa membedakannya dengan penyusun sel lainnya. Di antaranya adalah:

    • Terletak di bagian sitoplasma, khususnya dalam ribosom.
    • Memiliki bentuk rantai tunggal.
    • Memiliki kandungan atau kadar materi genetik yang tidak tetap.
    • Berfungsi penting sebagai sintesis protein.
    • Mengandung senyawa basa nitrogen yang terdiri dari purin dan pirimidin. Purin terdiri atas Adenin (A) dan Guanin (G), sedangkan pirimidin terdiri atas Sitosin (S) dan urasil (U).
    • Menggunakan ribosa sebagai komponen gulanya di mana ribosa terdiri atas lima karbon, satu gugus hidroksil (-OH), dan satu oksigen.

    Struktur RNA

    Utamanya, gugusan Ribonucleic Acid pada makhluk hidup terdiri atas beberapa senyawa basa nitrogen yang terikat pada gula-fosfat, sehingga membentuk satu rantai tunggal berpilin bernama single heliks

    Adapun senyawa basa nitrogen yang terikat pada gula-fosfat RNA meliputi adrenalin, sitosin, guanin, dan urasil. Namun, adanya gugus hidroksil pada asam ribonukleat membuatnya tidak bisa tetap atau rentan terhadap basa, sehingga tidak bisa bertahan lama. 

    Sehingga, saat dibutuhkan, asam ribonukleat akan secara spontan tersintesis dari DNA untuk berbagai kebutuhan dan aktivitas penting dalam tubuh. 

    Fungsi RNA

    Berikut ini beberapa fungsi utama dari asam ribonukleat yang perlu Anda pahami:

    1. Menyimpan Informasi Genetik

    Fungsi pertama dari asam ribonukleat adalah untuk menyimpan informasi genetik. Keberadaan materi kecil ini sangat bermanfaat untuk organisme seluler, seperti virus, dalam memperbanyak diri. 

    Saat virus menyerang sel hidup, maka materi genetik inilah yang akan masuk ke dalam sitoplasma sel inang. Kemudian, akan ditranslasi oleh sel inangnya untuk bisa menghasilkan virus-virus baru. 

    2. Perantara Antara DNA dan Protein

    Fungsi RNA dalam proses ekspresi genetik adalah sebagai perantara antara DNA dan protein. Dalam peran ini, asam ribonukleat saat proses transkripsi akan terbentuk sebagai hasil salinan kode urutan pada basa nitrogen DNA. 

    Adapun kode urutan basa ini tersusun dalam bentuk triplet yang terdiri atas tiga urutan basa nitrogen bernama kodon. Setiap kodon akan terhubung dengan satu asam amino penyusun dari protein. 

    3. Sebagai Enzim

    Fungsi berikutnya dari asam ribonukleat adalah sebagai enzim untuk mengkatalisis formasi dari materi asam itu sendiri atau molekul lainnya. Lebih tepatnya, enzim yang berperan adalah RNA polimerase atau RNAP yang mana merupakan enzim untuk proses pembentukan asam ribonukleat.

    4. Sumber Fosfor

    Selain itu, asam ribonukleat juga berperan penting sebagai sumber fosfor untuk kebutuhan hidup  manusia. Hal ini memungkinkan karena asam ribonukleat mengandung gugus fosfat yang bermanfaat dalam memperkuat gigi dan tulang.

    5. Mengikat Asam Amino

    RNA juga berguna untuk mengikat asam amino yang terdapat pada sitoplasma. Namun sebelum bisa diikat, asam amino akan bereaksi dengan adenosin trifosfat (ATP) terlebih dahulu untuk menghasilkan energi yang cukup.

    Selanjutnya, materi genetik ini akan membawa asam amino yang telah terikat ke ribosom untuk selanjutnya melakukan perubahan informasi genetik. Adapun proses ini disebut dengan transisi yang mana perubahan tersebut dinyatakan dalam urutan basa dari asam ribonukleat duta ke urutan asam amino yang akan terbentuk.

    6. Sintesis Protein

    Fungsi terakhir dari asam ribunukleat, terutama dalam bentuk RNAr, adalah untuk mensintesis protein dengan menggunakan bahan asam amino yang berguna untuk menghasilkan polipeptida. 

    Jenis-jenis RNA

    RNA terdiri dari tiga jenis penyusun yang ada pada setiap tubuh makhluk hidup, yaitu rRNA, tRNA, dan mRNA. Berikut ini penjelasan lengkapnya:

    1. rRNA

    rRNA yang merupakan singkatan dari ribosom RNA adalah penyusun ribosom bersama dengan protein dalam sitoplasma sel. Jumlah rRNA adalah yang paling banyak jika Anda bandingkan dengan jenis lainnya, sekitar 65 sampai 70 persen dari massa ribosom.

    Fungsi dari rRNA yaitu untuk mengatur kegiatan sintesis protein dan menerjemahkan informasi yang dibawa oleh mRNA. Selain itu, rRNA dapat membentuk berbagai macam protein esensial saat berikatan dengan asam amino.  

    2. mRNA

    Jenis mRNA seringkali disebut sebagai pembawa pesan karena fungsi utamanya yang berperan dalam membawa pesan genetik menuju rRNA. Struktur dari mRNA (messenger RNA) relatif pendek dan tidak stabil, sehingga mudah rusak.  

    mRNA menyimpan kode genetik dalam bentuk triplet nukleotida yang nantinya akan berguna untuk proses sintesis protein. Oleh karena itu, jumlah mRNA dalam sel biasanya hanya sedikit, yaitu sekitar 5 persen dari total keseluruhan asam ribonukleat yang ada. 

    Molekul dari mRNA mengandung urutan coding tertentu untuk protein dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi. Melalui urutan coding, nantinya mRNA akan lebih mudah dalam mentransfer informasi genetik di antara sel atau di dalam sel.

    3. tRNA

    tRNA atau singkatan dari transfer RNA memiliki struktur yang paling kecil dan paling pendek daripada jenis mRNA maupun rRNA. Materi genetik ini terdiri atas 75 sampai 95 nukleotida yang stabil karena setiap molekulnya terikat oleh ikatan hidrogen.

    Selain itu, tRNA juga diperkirakan memiliki struktur umum berbentuk tersier atau struktur yang terbentuk dari analisis difraksi sinar-X di bagian bawah. 

    Lebih lanjut, analisis  urutan tRNA menunjukkan bahwa struktur sekundernya seperti daun semanggi yang terbentuk oleh daerah basis pairing antara bagian untai RNA dan bagian ini melipat ke dalam suatu struktur tiga dimensi.

    Fungsi tRNA yaitu untuk membaca asam amino yang tubuh butuhkan dengan cara menempelkan dirinya pada mRNA dan kemudian dikirimkan ke dalam ribosom. Tidak hanya itu, fungsi lain dari tRNA adalah untuk membawa sejumlah asam amino ke ribosom untuk disusun menjadi protein tertentu. 

    Sudah Paham Apa Itu RNA dan Fungsinya?

    Berdasarkan penjelasan di atas, Anda telah mengetahui bahwa RNA atau asam ribonukleat memiliki fungsi penting dalam tubuh makhluk hidup, terutama dalam menyampaikan informasi genetik untuk perkembangannya. 

    Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mulai menjaga kesehatan tubuh sehingga kerja dari materi genetik ini tidak terganggu. 

  • Mengenal Teori Evolusi: Prinsip, Tokoh, dan Penjelasannya

    Mengenal Teori Evolusi: Prinsip, Tokoh, dan Penjelasannya

    Teori evolusi merupakan bagian dari ilmu biologi yang mengemukakan bahwa berbagai jenis makhluk hidup di bumi berasal dari jenis lainnya yang sudah ada sebelumnya.  Misalnya, manusia mengalami evolusi dari bentuk sederhana menjadi bentuk yang lebih kompleks secara bertahap dalam jangka waktu yang lama. 

    Ada banyak pemikiran dari tokoh terkenal seperti Darwin dan Lamarck yang menjelaskan bagaimana makhluk hidup berkembang dan berevolusi dari masa ke masa. Lebih lanjut, Anda bisa memperluas pengetahuan tentang bagaimana makhluk hidup berevolusi menurut beberapa teori dalam ulasan di bawah ini.

    Pengertian Teori Evolusi

    Evolusi dalam ilmu biologi merupakan perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan sifat yang terjadi bisa disebabkan karena kombinasi antara tiga proses utama, yaitu variasi, reproduksi, dan seleksi.

    Gen makhluk hidup yang berevolusi akan membawa sifat-sifat dasar dan mewariskannya untuk keturunannya serta mengembangkan variasi sifat untuk suatu populasi. Ketika suatu organisme melakukan reproduksi, maka keturunannya akan memiliki sifat yang baru.

    Teori evolusi menyatakan bahwa semua jenis makhluk hidup berasal dari makhluk terendah. Hal tersebut sesuai dengan perkembangan zaman dan perubahan geologi astronomi yang berangsur pada makhluk hidup sampai saat ini. 

    Bahkan, manusia digolongkan sebagai hewan dalam pemikiran evolusi. Hewan mengalami perkembangan dan bentuk seperti makhluk terendah sehingga muncul pemikiran tersebut. Ada banyak tokoh yang berpendapat tentang teori ini, seperti Aristoteles, Plato, Lamarck, Darwin, Wallace, dan Weisman.

    Prinsip Evolusi

    Pada dasarnya, evolusi didukung oleh dua mekanisme utama antara lain seleksi alam dan hanyutan genetik. Kemiripan antar organisme sebenarnya menunjukkan bahwa semua spesies bisa berasal dari nenek moyang yang sama melalui proses divergen. Lebih lanjut, berikut ini prinsip evolusi yang bisa Anda pahami:

    1. Spesies baru bukan bentuk dari yang paling sempurna yang langsung hidup. Spesies baru berasal dari bentuk sederhana yang belum terspesialisasi.
    2. Evolusi bisa terjadi lebih cepat daripada yang lain sehingga bentuk baru muncul dan bentuk lama punah.
    3. Evolusi bisa berasal dari perubahan bentuk kompleks menjadi bentuk sederhana.
    4. Laju kecepatan proses evolusi tidak selalu sama di antara organisme yang mengalaminya.
    5. Proses evolusi hanya dapat terjadi pada sebuah populasi, bukan suatu individu. Evolusi ini terjadi melalui banyak proses mulai dari proses mutasi, reproduksi diferensial, maupun seleksi alam.

    Macam-Macam Teori Evolusi

    Berikut adalah beberapa macam dari teori ini yang perlu Anda ketahui:

    1. Evolusi Manusia Purba

    Pertama adalah tentang evolusi yang berasal dari seorang filsuf pra-socrates, Anaximandros yang membahas kemungkinan evolusi manusia berasal dari ikan. Namun, belum ada bukti ilmiah mengenai pendapat ini.

    Pemikiran tentang evolusi manusia kemudian berkembang dan muncul pemikiran jika manusia di bumi berasal dari primata yang telah punah. Primata yang sering berkaitan dengan teori ini adalah primata kera. Anda mungkin sudah tidak heran jika ada informasi yang menyatakan jika manusia berasal dari kera.

    DNA manusia dan primata diketahui mempunyai kemiripan hingga 97 persen. Inilah yang menjadi dasar mengapa hewan primata sering dikaitkan dengan manusia. Meski begitu, bukan berarti manusia benar-benar berasal dari kera. 

    Penelitian tentang kemiripan DNA manusia dan primata hanya mampu mendeteksi kemungkinan bahwa manusia dan primata memiliki nenek moyang yang sama. Bukan berarti manusia berasal dari kera.

    2. Teori Charles Darwin

    Teori evolusi yang tidak kalah populer sepanjang zaman evolusi manusia adalah teori menurut Charles Darwin. Charles Darwin mengemukakan bahwa semua makhluk hidup berasal dari nenek moyang yang sama dan berhubungan satu sama lain. 

    Proses mutasi genetik dari nenek moyang yang sama berakibat pada terjadinya proses evolusi yang panjang hingga muncul spesies baru. Teori ini tertuang dalam bukunya yang berjudul The Origin of Species. Darwin menggambarkan evolusi manusia seperti sebuah pohon, di mana akarnya adalah nenek moyang. 

    Sedangkan ranting dan daun merupakan spesies baru dari proses mutasi genetik. Proses mutasi genetik ini bisa terjadi karena seleksi alam dalam jangka waktu yang panjang. Kemudian Darwin membagi proses evolusi ini menjadi dua, yaitu mikroevolusi dan makroevolusi.

    Mikroevolusi menunjukkan perubahan yang terjadi pada spesies dengan cara yang sederhana. Seperti adanya perubahan warna dan ukuran pada populasi dari beberapa generasi. Sedangkan makroevolusi merupakan perubahan yang terjadi karena adanya seleksi alam yang bisa menciptakan spesies baru.

    3. Teori Lamarck

    Lamarck berpendapat bahwa organisme hidup mewakili sebuah kemajuan dengan manusia sebagai bentuk tertingginya. Pemikiran ini kemudian menjadi teori tentang perubahan kehidupan sejak awal abad ke-19. 

    Organisme yang mengalami evolusi selama bertahun-tahun ini berawal dari bentuk yang lebih rendah menuju bentuk yang lebih tinggi. Sementara puncaknya adalah manusia. Perbedaan antar individu bisa terjadi akibat kebiasaan yang dilakukan setiap individu. Sementara karakteristik organisme dapat diwariskan nantinya. 

    Gagasan pertama dari teori Lamarck adalah fenomena jerapah dengan leher yang panjang. Menurut Lamarck, jerapah zaman dahulu berleher pendek, karena keinginannya menggapai dedaunan di pucuk pohon menyebabkan leher jerapah memanjang. 

    Gagasan ini menunjukkan bahwa bagian tubuh yang sering digunakan akan terus berkembang, sedangkan bagian yang tidak digunakan akan tereduksi. Ada pula gagasan kedua yang menyatakan jika modifikasi suatu tubuh individu dapat diwariskan pada keturunan selanjutnya.

    Pada akhirnya, gagasan ini dikenal sebagai lamarckisme yang mungkin tidak sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan tentang evolusi. Meski begitu, teori Lamarck berkontribusi penting dalam tahapan evolusi biologis yang mendukung penelitian lebih lanjut.

    4. Teori Weismann

    Pada awal abad ke-20 muncul teori baru dari August Friedrich Leopold Weismann yang mempelajari ciri-ciri organisme berkembang dan berevolusi dalam berbagai organisme. Mayoritasnya adalah serangga dan hewan air. 

    Weismann mengusulkan teori kontinuitas plasma nutfah dan berpendapat jika hanya perubahan pada sel germinal yang dapat diwariskan dan bukan sel tubuh. Selain itu, Weismann juga mengusulkan mengenai teori seleksi germinal sebagai bentuk pengembangan dari prinsip evolusi melalui seleksi alam.

    Sebagaimana eksperimen yang dilakukan Weismann terhadap tikus. Weismann memotong bagian ekor tikus dan mengawinkannya satu sama lain dengan harapan tikus generasi baru memiliki ekor yang lebih pendek. Sayangnya, sampai percobaan generasi kelima pun ekor tikus tetap panjang seperti generasi sebelumnya.

    Berdasarkan eksperimen tersebut, Weismann membantah teori evolusi Lamarck dan  menyimpulkan bahwa informasi hanya bisa diwariskan melalui sel gamet dan bukan sel somatik.

    5. Teori Wallace

    Pada dasarnya, teori dari Wallace adalah bentuk pengembangan dari teori seleksi alam yang sebelumnya telah dikemukakan oleh Charles Darwin. Pemikiran Wallace berawal dari ditemukannya tentang perbedaan bentuk pada kelompok fauna yang sama di pulau yang berbeda. 

    Wallace kemudian menyimpulkan bahwa, makhluk hidup melewati proses seleksi alam yang panjang, sehingga muncul spesies baru dengan kemiripan sifat. Sebagaimana teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin.

    Sudah Paham Berbagai Macam Teori Evolusi?

    Demikian informasi mengenai bagaimana makhluk hidup berkembang dan berevolusi menurut beberapa teori dari tokoh terkemuka. Anda bisa menjadikan ulasan ini sebagai informasi untuk mengenal bagaimana manusia berevolusi dari masa ke masa. Meski demikian, tidak semua teori dapat terbukti secara ilmiah.

  • Hereditas pada Manusia: Pengertian dan Polanya

    Hereditas pada Manusia: Pengertian dan Polanya

    Pernahkah menyadari mengapa warna kulit, bentuk wajah, hingga rambut bisa mirip dengan orang tua kamu? Nah, fenomena itulah yang kita kenal dengan sebutan hereditas pada manusia. 

    Ya, hereditas merupakan suatu proses penurunan sifat dari induk kepada keturunannya melalui genetik. Seperti apa mekanismenya?  Simak penjelasan selengkapnya!

    Apa itu Hereditas?

    Setiap bayi yang terlahir di dunia ini sebelumnya pasti akan melewati tahapan pembuahan antara sperma pria dan sel telur wanita yang terjadi akibat aktivitas seksual sehingga wanita bisa mengandung dan melahirkan.

    Ketika sperma bertemu dengan ovum (sel telur), terjadi perpaduan gen yang pada gilirannya muncul menjadi karakteristik anak yang mirip dengan kedua orang tuanya. Dari sinilah hereditas dimulai.

    Hereditas merupakan pewarisan sifat dari suatu makhluk kepada keturunannya. Sifat-sifat menurun inilah kemudian dikendalikan oleh genetika yang kita kenal dengan istilah DNA yang terdapat dalam gen.

    Sederhananya, hereditas pada manusia mengacu pada pewarisan sifat dari orang tua kepada keturunannya. Meski begitu, terkadang anak-anak terlihat persis seperti salah satu orang tua mereka, atau bahkan sangat mirip dengan saudara kandungnya.

    Mengutip Parents, anak-anak berbagi 50 persen DNA mereka dengan masing-masing orang tua dan saudara mereka.

    Jadi, ada banyak kemungkinan variasi. Jika saudara kandung akhirnya mirip, campuran gen yang mereka warisi tentu saja serupa. Tetapi, setiap anak juga mungkin mendapatkan pewarisan yang berbeda pula.

    Misalnya, anak sulung mungkin memiliki bibir yang mirip dengan ayahnya, sedangkan anak bungsu mungkin mendapatkan bibir yang mirip dari ibunya.

    Hereditas Menurut Hukum Mendel

    Dalam sejarahnya, teori hereditas ini tercetus oleh ilmuwan bernama Gregor Johann Mendel pada 1865 silam. 

    Awalnya Mendel menguji dua kacang ercis yang mempunyai satu perbedaan sifat dengan melakukan persilangan. Dari percobaan itulah menghasilkan gagasan yang kita kenal dengan sebutan Hukum Mendel.

    Hukum Mendel ini terbagi menjadi dua, yakni Hukum Mendel I dan Hukum Mendel II yang akan dijelaskan secara lengkap sebagai berikut: 

    1. Hukum Mendel I

    Hukum Mendel I disebut juga sebagai Hukum Segregasi lantaran menyebutkan bahwa pembentukan gamet akan terjadi pemisahan sepasang gen (alel) secara bebas.

    Pola-pola hereditas dalam Hukum Mendel I berlaku untuk persilangan monohibrid, yang terjadi pada satu sifat yang berbeda. Apa itu monohibrid?

    Jadi, Mendel menyilangkan dua ercis galur mumi (homozigot) dengan karakteristik yang berbeda, yakni  tanaman ercis bunga ungu dan putih.

    Pada mulanya dia memotong serbuk sari dari ercis bunga ungu dan menyisakan putiknya. Sedangkan ercis bunga putih hanya menyisakan putiknya saja. Kemudian keduanya disilangkan dan menghasilkan  parental 1 (P1). 

    Alhasil, persilangan tersebut menghasilkan keturunan pertama atau filial 1 (F1) yang berwarna ungu semua sehingga disebut persilangan monohibrid karena hanya mempunyai satu sifat yag berbeda yaitu pada warnanya.

    2. Hukum Mendel II

    Hukum Mendel II adalah hukum asortasi yang menyatakan bahwa alel tidak akan memengaruhi gen yang lain. Pembuktian Hukum Mendell II dilakukan dengan mencoba menyilangkan dua ercis galur murni, satu ercis bulat berwarna kuning dan satunya lagi berbentuk kisut berwarna hijau.

    Karena terdapat dua sifat yang berbeda pada percobaan Mendel ini, yakni bentuk biji dan warna biji, maka disebut dengan persilangan dihibrid

    Seluruh keturunan F1 menghasilkan biji bulat berwarna kuning. Persilangan sesama F1 menghasilkan keturunan kedua (F2) bulat kuning, bulat hijau, kisut kuning, dan kisut hijau dengan perbandingan 9:3:3:1.

    Hukum Mendel II menyatakan bahwa pada pembentukan gamet, alel dari gen yang berbeda terpisah secara independen alias tidak bergantung satu dengan lainnya. 

    Pola Hereditas pada Manusia

    Kemiripan antara anak dan orang tuanya merupakan buah dari hereditas. Akan tetapi, terdapat juga beberapa faktor genetik yang mempengaruhi pola hereditas pada manusia. 

    1. Golongan Darah

    Golongan darah pada manusia bersifat turun temurun serta terbagi menjadi tiga jenis, yaitu A, B, dan O. Itu sebabnya golongan darah orang tua dan anak akan sama, entah itu dari ayah ataupun ibu. 

    Adapun sistem gen penentu golongan darah ABO adalah Ia, Ib, dan Io. Kemungkinan fenotip dan genotip pada pewarisan golongan darah ABO, adalah: 

    • Golongan Darah A = Ia Ia, Ia Io; 
    • Golongan Darah B = Ib Ib, Ib Io;
    • Golongan Darah AB = Ia Ib; dan 
    • Golongan Darah O = Io Io.

    2. Penyakit Keturunan

    Fenomena penyakit keturunan mungkin tidak asing lagi. Jadi, pola ini merupakan penyakit yang dimiliki oleh orang tua dan dapat menurun kepada anaknya. Hal tersebut terjadi lantaran adanya kelainan pada gen. 

    Umumnya ini dikendalikan oleh gen resesif dan hanya bisa muncul pada orang yang memiliki homozigot.

    Penyebab penyakit keturunan bisa terjadi karena dua faktor, yaitu melalui autosom maupun kromosom seks (genosom). Tanda-tandanya tidak menular, akan tetapi ini sukar untuk disembuhkan lantaran terdapat kelainan dalam substansi hereditas. 

    Adapun berikut macam-macam penyakit keturunan dalam pola hereditas pada manusia, yaitu:

    a. Albino

    Albino adalah kelainan genetika karena adanya pigmentasi pada kulit dan organ tubuh lainnya yang tidak normal, serta penglihatan yang sangat peka terhadap cahaya.

    Tubuh tidak mampu memproduksi enzim yang bertugas untuk merubah tirosin menjadi pigmen melanin, yang mana pigmen melanin ini dikendalikan oleh gen resesif. 

    Pada tubuh manusia normal, ada genotip AA serta dengan carrier Aa. Sementara kondisi semacam ini berbanding terbalik dengan orang yang menderita albino sehingga mereka terlahir dari pasangan yang keduanya adalah carrier.

    b. Fenilketonuria

    Fenilketonuria merupakan kelainan genetik lantaran badan tidak mampu melakukan metabolisme fenilalanin. Biasanya penderita fenilketonuria akan mengalami keterbelakangan mental. Secara fisik, mereka bermata biru, berambut putih, dan kulitnya mirip albino.

    c. Polidaktili

    Polidaktili adalah kelainan genetika yang ditandai banyaknya jari tangan maupun yang melebihi normal, misalnya berjumlah enam buah. Polidaktili dapat terjadi pada kedua jari atau salah satu saja. Polidaktili disebabkan oleh gen dominan P sehingga penderitanya mempunyai genotip PP atau Pp. 

    d. Thalassemia

    Thalassemia adalah kelainan genetika karena rendahnya pembentukan hemoglobin. Akibatnya, kemampuan eritrosit untuk mengikat oksigen rendah. 

    Penderitanya terbagi menjadi dua, yakni bergenotip ThTh (thalassemia mayor) dan Thth (thalassemia minor). Penderita mayor kondisinya lebih parah ketimbang yang minor karena bersifat letal (mati).

    e. Dentinogenesis Imperfecta

    Dentinogenesis imperfecta adalah salah satu kelainan pada gigi, yang mana gigi berwarna lebih putih seperti susu. Hal tersebut dapat terjadi karena gen Dt, sedangkan normalnya pada gigi yaitu gen resesif dt.

    f. Buta Warna

    Buta warna merupakan kelainan yang ditandai hilangnya kemampuan mata untuk membedakan warna-warna tertentu. Kelainan ini disebabkan oleh gen resesif yang terpaut pada kromosom-X dan muncul dalam keadaan homozigot.

    Selain itu, kemungkinan fenotip dan genotip pewarisan kelainan ini terjadi oleh beberapa faktor, seperti:

    • Wanita normal  = XX, XXcb;
    • Wanita buta warna = XcbXcb;
    • Pria normal  = XY; dan
    • Pria buta warna = XcbY.

    8. Kebotakan

    Gen penyebab kebotakan dibatasi oleh jenis kelamin sehingga penyakit keturunan ini memungkinan lebih terjadi pada laki-laki.

    Kebotakan ditentukan oleh gen B dan b untuk orang yang berambut normal. Misal, jika ada genotip Bb pada laki-laki, maka dia mengalami kebotakan, namun tidak bagi perempuan. Sebab, perempuan menghasilkan hormon estrogen yang mampu menghalangi genotip Bb sehingga lebih terminimalisir mengalami kebotakan

    Sudah Paham Apa itu Hereditas Pada Manusia?

    Hereditas pada manusia sejatinya proses penurunan sifat dari induk kepada keturunannya melalui genetika.

    Adapun penurunan ini bukan tingkah laku dari induknya, melainkan cenderung pada struktur tubuh atau perwujudannya. Meski begitu, pada proses hereditas terdapat kuga pola-pola yang menyebabkan adanya kelainan, seperti golongan darah dan penyakit keturunan.

  • Mikroskop Cahaya: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Bagiannya

    Mikroskop Cahaya: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Bagiannya

    Salah satu jenis mikroskop yang paling banyak digunakan dalam penelitian adalah mikroskop cahaya. Mikroskop ini sering peneliti pilih karena fungsi dan cara kerjanya yang efisien dalam membantu proses penelitian. 

    Pada artikel berikut, kita akan bersama menguraikan pengertian, fungsi, cara kerja, hingga bagiannya secara lengkap. Sehingga, Anda bisa menggunakannya dengan lebih efektif.

    Pengertian Mikroskop Cahaya

    Mikroskop cahaya atau compound light microscope adalah jenis mikroskop yang menggunakan cahaya lampu sebagai pengganti cahaya matahari untuk mengamati sel-sel atau organisme kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. 

    Pada dasarnya, mikroskop ini menggunakan tiga jenis lensa untuk mendukung kinerjanya dalam mengamati objek tertentu. Ketiga lensa tersebut adalah lensa objektif, lensa okuler, dan lensa kondensor. 

    Lensa okuler merupakan lensa yang paling dekat dengan mata atau sebagai tempat mengintip. Kemudian lensa objektif adalah lensa yang paling dekat dengan objek yang akan Anda amati. Sedangkan lensa kondensor adalah bagian di bawah objek yang berguna untuk menerangi objek dan lensa lainnya pada mikroskop.

    Melalui pengaturan yang tepat dan dengan bantuan ketiga lensa tersebut, Anda bisa mendapatkan daya pisah yang maksimal. Biasanya, jenis mikroskop ini bermanfaat dalam mengamati berbagai objek awetan dan objek segar berukuran kecil, seperti bentuk jaringan. 

    Fungsi Mikroskop Cahaya

    Fungsi dari jenis mikroskop ini hampir sama dengan mikroskop lainnya, yaitu untuk melakukan perbesaran pada objek kecil. Sehingga, Anda bisa melihat detail dari objek, mulai dari jaringan hingga bentuk dari objek tersebut. 

    Biasanya, objek yang diamati dengan mikroskop ini berupa jaringan hewan, tanaman, protozoa, virus, bakteri, dan lain sebaganya. 

    Sejak penemuan mikroskop ini, objek kecil yang tidak bisa terlihat dengan mata telanjang bisa Anda lihat dengan lebih jelas. Bahkan, objek tersebut bisa Anda lihat hingga perbesaran beribu-ribu kali lipat. 

    Cara Kerja Mikroskop Cahaya

    Cara kerja dari mikroskop cahaya hampir sama dengan cara kerja pada mikroskop konvensional. Perbedaannya hanya pada cahaya dan tingkat keakuratan serta kejelasan dari objek yang sedang Anda amati. Adapun cara kerja lengkap dari mikroskop ini adalah sebagai berikut:

    1. Mikroskop Anda letakkan di atas meja kerja dengan aman, kemudian Anda nyalakan mikroskop dan cahaya lampu. Cahaya tersebut akan bersinar di bagian bawah mikroskop.
    2. Sinar dari cahaya lampu tersebut akan bergerak lurus ke atas menuju arah spesimen. Tingkat pencahayaan lampu bisa Anda sesuaikan hingga objek bisa terlihat dengan jelas. 
    3. Setelah cahaya lampu sudah mengarah ke spesimen secara tepat, biasanya spesimen tidak bisa terlihat dengan jelas secara langsung. Sehingga, Anda perlu menggerakkan meja preparat turun atau naik dengan memutar roda ibu jari di bagian sisi mikroskop. 
    4. Selain itu, posisikan juga spesimen hingga benar-benar berada pada posisi lurus dengan lensa objektif dalam mikroskop cahaya. Jika belum tepat, maka Anda bisa menyesuaikan posisi spesimen dengan memindahkannya secara manual. 
    5. Setelah spesimen berada pada posisi yang tepat, cahaya akan merambat dari kaca objek menuju spesimen. Lalu ke kaca penutup dan menuju ke lensa objektif. 
    6. Penyebaran dari sinar lampu akan terus berlanjut hingga spesimen tampak lebih besar saat Anda melihatnya dari lensa okuler. 
    7. Untuk mendapatkan objek yang lebih jelas, Anda bisa mengatur perbesaran dengan memutar roda pada lensa objektif atau dengan memutar roda pada sisi mikroskop. 

    Pada intinya, pahami ketujuh cara kerja atau fungsionalitas dari jenis mikroskop ini. Sehingga, Anda bisa bisa melihat detail dari objek atau spesimen yang Anda amati dengan jelas.

    Bagian-bagian Mikroskop Cahaya dan Penjelasannya

    Berikut ini beberapa bagian utama dari mikroskop cahaya beserta penjelasan fungsinya:

    1. Lensa Okuler

    Bagian pertama ini terletak paling dekat dengan mata Anda saat mengamati objek. Adapun jumlah dari lensa okuler dari setiap mikroskop itu beragam. Namun, umumnya terdapat dua lensa okuler pada mikroskop binokuler dan satu lensa okuler pada mikroskop monokuler. 

    Fungsi dari lensa okuler yaitu untuk membentuk bayangan sesungguhnya yang berasal dari bayangan hasil pencitraan lensa objektif. Selain itu, bagian ini juga berfungsi untuk memperbesar bayangan yang lensa objektif buat hingga sekitar 4 kali hingga 25 kali perbesaran. 

    Selain itu, bagian lensa okuler juga bisa berfungsi untuk melindungi mata Anda saat mengamati mikroskop. Tanpa adanya bagian ini, mungkin Anda akan kesulitan dalam mengamati suatu objek pada mikroskop. 

    2. Lensa Objektif

    Saat Anda menyalakan mikroskop cahaya untuk pertama kalinya, lensa objektif akan membentuk bayangan pertama. Bayangan tersebut akan menentukan struktur dan bentuk renik yang akan terlihat pada bayangan dan memiliki kemampuan dalam memperbesar bayangan objek, sehingga memiliki nilai Apertura. 

    Nilai Apertura merupakan suatu ukuran yang bisa menunjukkan daya pisah lensa objektif dengan daya pisah spesimennya. Melalui nilai Apertura, nantinya Anda bisa melihat bagaimana struktur renik dari dua benda yang terpisah. 

    Adapun jumlah dari lensa ini yaitu 3 sampai 4 lensa dengan perbesaran yang berbeda. Jumlah ini pun tergantung dari jenis mikroskop yang Anda gunakan. 

    3. Lensa Kondensor

    Kemudian, bagian lensa kondensor terletak di bagian bawah dari meja preparat, tepatnya di bagian atas lampu mikroskop. Adapun fungsi dari lensa ini adalah sebagai pendukung terciptanya pencahayaan yang baik kepada objek pengamatan

    Namun, pencahayaan tersebut bisa Anda dapatkan jika melakukan pengaturan yang tepat. Sebab, pengaturan yang asal-asalan bisa membuat objek atau spesimen tidak akan bisa terlihat maksimal. 

    4. Revolver

    Revolver adalah bagian mikroskop cahaya yang merupakan pembuat lensa di bagian atas lensa objektif. Bagian ini umumnya juga disebut sebagai penyangga dari lensa objektif karena posisinya tepat di atas lensa objektif. 

    Fungsi utama dari revolver adalah untuk mempermudah pengaturan nilai pengamatan yang akan Anda gunakan. Apalagi revolver terdiri dari skala tertentu yang bisa mempengaruhi objek terlihat. 

    5. Meja Preparat

    Secara spesifik, meja preparat terletak tepat di atas lensa kondensor, bahkan merupakan tempat melekatnya lensa kondensor. Fungsi utama dari meja preparat adalah untuk meletakkan objek yang akan Anda amati. 

    Meja preparat biasanya dilengkapi dengan penjepit atau capital. Fungsi utama dari kedua bagian tersebut adalah untuk menjaga kaca preparat agar tidak bergeser saat melakukan proses pengamatan. 

    6. Kaki Penyangga Mikroskop Cahaya

    Seperti namanya, bagian ini berfungsi sebagai penyangga dari mikroskop saat proses pengamatan. Kaki penyangga tentu saja terletak di bagian bawah dari mikroskop yang akan sangat membantu mempertahankan posisi mikroskop saat Anda meletakkan mikroskop di tempat yang tidak terlalu datar. 

    7. Diafragma

    Selanjutnya, bagian bernama diafragma terletak di bawah lensa kondensor dan merupakan bagian yang pertama kali mendapatkan cahaya dari lampu. 

    Sehingga, fungsi utama bagian ini adalah mengatur jumlah cahaya yang masuk dan yang akan mengenai lensa kondensor. Selain itu, diafragma juga berfungsi untuk memfokuskan cahaya agar bisa langsung menuju ke objek pengamatan. 

    8. Lengan Mikroskop

    Lengan mikroskop terletak di bagian sisi dari mikroskop yang berfungsi dalam mempermudah penggunaan mikroskop. Bagian dari mikroskop ini juga akan sangat membantu Anda dalam memindahkan mikroskop dari satu tempat ke tempat lainnya karena mikroskop cukup berat. 

    9. Skala Preparat

    Skala preparat merupakan bagian tambahan dari mikroskop cahaya yang terletak di atas meja preparat. Fungsi utama dari skala preparat adalah untuk memudahkan penempatan preparat, sehingga posisi preparat lebih tepat saat proses pengamatan. 

    10. Makrometer dan Mikrometer

    Bagian ini terletak di sisi mikroskop, tepatnya di sebelah kiri atau kanan pengamat. Makrometer biasanya terletak di bagian yang lebih atas dari mikroskop, sedangkan mikrometer terletak di bagian lebih bawah. 

    Fungsi dari dua bagian mikroskop ini adalah untuk memfokuskan lensa pada objek pengamatan, baik secara horizontal maupun vertikal.

    11. Tuas Pengatur Kecerahan

    Bagian dari mikroskop cahaya ini terhubung langsung dengan bola lampu di mikroskop, sehingga biasanya terletak di bagian bawah mikroskop. Adapun fungsi tuas pengatur adalah untuk mengatur tingkat kecerahan lampu saat Anda melakukan pengamatan.

    Sudah Paham Bagian Mikroskop Cahaya dan Cara Kerjanya?

    Dalam kesimpulannya, mikroskop cahaya sangat membantu dalam hal pengamatan objek kecil saat tidak ada cahaya matahari. Namun, jenis mikroskop ini membutuhkan listrik, sehingga Anda sebaiknya menggunakannya di laboratorium. 

    Walaupun begitu, mikroskop cahaya sangat kami rekomendasikan karena penggunaannya yang mudah dan kualitas objek yang dihasilkan juga sangat baik. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!