Category: Kesehatan

  • Kenali Ciri Asam Lambung Naik Tinggi dan Cara Mengatasinya

    Kenali Ciri Asam Lambung Naik Tinggi dan Cara Mengatasinya

    Asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan salah satu penyakit yang saat ini semakin marak terjadi. Kelelahan dan stres berlebih menjadi penyebab utama asam lambung menjadi tinggi. Jika ingin menjaga tubuh tetap sehat, Anda perlu mengenali ciri asam lambung naik. Yuk, simak di sini!

    Ciri Asam Lambung Naik

    Semua penyakit pasti memiliki ciri khusus yang membantu kita untuk mengidentifikasinya dengan mudah. Termasuk ciri asam lambung naik yang bisa Anda kenali. Berikut ini adalah beberapa cirinya agar Anda bisa mengidentifikasi dengan mudah:

    1. Panas di Ulu Hati

    Sumber: Pexels

    Ciri asam lambung naik pertama adalah terjadi rasa panas di sekitar ulu hati. Gejala ini seringkali dengan istilah heartburn. Rasa panas di ulu hati ini akan semakin terasa lebih parah ketika memposisikan tubuh Anda tertidur dengan posisi datar.

    Rasa panas ini diakibatkan karena asam lambung yang naik melewati lambung. Di mana organ yang terletak di atas lambung adalah hati. Cairan asam lambung memang memiliki pH yang sangat rendah dan terasa panas. Sebenarnya hal ini berguna untuk menghancurkan makanan apabila tubuh Anda tidak sakit.

    2. Mual dan Muntah

    Gejala kedua yang sering dirasakan adalah mual dan bahkan muntah, padahal tidak ada makanan yang masuk sama sekali ke dalam tubuh. Ciri asam lambung naik ini terjadi karena asam lambung yang berjalan ke atas, sehingga cairan asam lambung tersebut cenderung akan keluar melalui kerongkongan.

    Jika hal ini terjadi, Anda harus mengatur napas dan tetap tenang agar rasa mual tersebut perlahan menghilang. Hal tersebut umumnya kerap terjadi ketika kondisi lambung kosong dalam waktu yang cukup lama.

    3. Sering Bersendawa

    Sumber: emedihealth

    Ciri asam lambung naik selanjutnya adalah sering bersendawa. Bersendawa adalah peristiwa keluarnya gas dari dalam perut melalui mulut. Hal tersebut terjadi karena ada penumpukan gas berlebih dari dalam perut. Ketika asam lambung naik, maka kerongkongan akan lebih sering terbuka dari biasanya.

    Kerongkongan yang terbuka akan membuat gas atau angin dari luar dapat masuk ke dalam tubuh. Gas inilah yang harus tubuh keluarkan secara otomatis, karena tubuh tidak dapat menerima gas secara berlebihan.

    4. Terasa Asam dan Pahit di Tenggorokan

    Ciri asam lambung naik lainnya adalah membuat Anda kerap kali merasakan rasa asam dan pahit dari tenggorokan. Sebenarnya, yang Anda rasakan tersebut adalah asam lambung. Asam lambung cenderung terasa asam dan pahit secara bersamaan.

    Selain itu, sisa makanan yang belum tercerna sempurna akan ikut terbawa ke atas. Sehingga, Anda juga akan merasakan rasa panas di tenggorokan selain adanya rasa asam dan pahit.   

    Cara Mengatasi Penyakit Asam Lambung Naik 

    Sumber: Pexels

    Meskipun Anda sering mengalami ciri asam lambung naik, jangan khawatir. Sebab, penyakit satu ini memiliki obat. Selain memiliki obat, asam lambung juga dapat diatasi dengan kebiasaan baik yang bisa Anda lakukan. Berikut adalah beberapa langkah untuk mengatasi asam lambung naik:

    1. Minum Air Putih yang Cukup

    Jika mulai merasakan ciri asam lambung naik, maka cara menanggulangi yang pertama adalah minum air putih dengan cukup. Tubuh manusia terdiri dari 80% air. Jadi, agar metabolisme tubuh berjalan baik, Anda harus minum air putih yang cukup. Kisaran air putih yang harus Anda konsumsi adalah 2 hingga 3 liter per hari. 

    Minum air putih dapat menghilangkan rasa mual yang ada ketika asam lambung sedang naik. Air putih juga akan mendorong asam lambung kembali ke bawah tanpa mengiritasi, sebab air putih memiliki sifat netral. Selain itu, air putih juga dapat menetralkan kadar asam di dalam lambung. 

    2. Mengurangi Konsumsi Susu dan Santan

    Susu dan santan merupakan minuman dan makanan yang harus Anda hindari ketika sedang merasakan atau mengalami ciri asam lambung naik. Kedua bahan makanan ini bersifat mengiritasi dan akan menyebabkan kadar asam lambung semakin meningkat. Ini karena susu dan santan mengandung lemak yang cukup banyak.

    Ketika Anda minum susu atau santan saat asam lambung naik, maka gejala asam lambung akan terasa semakin parah. Misalnya seperti ulu hati yang panas, mual, hingga muntah. Sebaiknya Anda mengonsumsi susu dan santan kembali ketika lambung sudah terisi dan tenang. 

    3. Makan Sedikit demi Sedikit

    Salah satu tips untuk mengatasi ciri asam lambung naik adalah makan. Karena sejatinya, asam lambung terjadi karena terlambat makan. Namun, Anda tidak dapat makan langsung banyak seperti biasanya. Sebaiknya Anda makan sedikit demi sedikit dalam rentang waktu yang sering.

    Hal tersebut akan membantu agar lambung tidak bekerja terlalu keras, sehingga lambung tidak teriritasi. Anda juga harus makan secara perlahan dan mengunyah makanan Anda sampai lembut. Hal tersebut juga akan membantu meringankan kinerja dari lambung Anda. 

    4. Menghindari Kafein dan Alkohol

    Minuman dan makanan yang mengandung kafein dan alkohol merupakan dua jenis makanan yang wajib Anda hindari ketika sedang merasakan ciri asam lambung naik. Kafein sendiri dapat mengiritasi lapisan dinding lambung, sehingga Anda akan semakin merasakan rasa perih. 

    Sedangkan, minuman dan makanan beralkohol juga dapat membuat iritasi pada lambung karena alkohol bersifat panas dan keras. Jika lambung Anda sudah tidak terasa sakit dan lebih tenang, maka baru Anda bisa mengonsumsi kafein dan alkohol kembali. 

    5. Meninggikan Kepala saat Tidur

    Penyakit asam lambung sendiri disebabkan karena cairan asam lambung yang naik hingga melewati tenggorokan. Jika Anda memposisikan tidur Anda sejajar, maka cairan asam lambung akan dengan mudah sampai ke tenggorokan. Jadi, Anda akan lebih mudah mual dan merasakan sensasi panas di pangkal mulut. 

    Oleh karena itu, posisikan tidur Anda dengan keadaan kepala lebih tinggi ketika merasakan ciri asam lambung naik. Ini akan menghindari aliran asam lambung ke arah tenggorokan. Sangga dengan bantal atau naikkan kasur ketika tidur. Lakukan hal tersebut sampai keadaan lambung Anda membaik dan sudah tidak terasa perih.

    7. Mengonsumsi Jahe dan Rempah

    Jahe dan rempah-rempah merupakan bahan makanan yang mengandung banyak antioksidan dan komponen fenol lainnya. Antioksidan dan fenol ini merupakan senyawa yang bersifat antiinflamasi. Ketika lambung terasa perih atau muncul ciri asam lambung naik, maka hal itu menandakan adanya inflamasi dari dalam tubuh. 

    Senyawa ini akan membantu mengurangi inflamasi dari dalam tubuh. Selain jahe, rempah lain yang bisa Anda gunakan adalah kunyit, sereh, kencur dan lain sebagainya. Cukup Anda seduh dengan air panas tanpa gula dan minum secara rutin setiap hari.

    8. Siap Sedia Obat Maag

    Meskipun memiliki berbagai cara untuk menanggulangi ciri asam lambung naik, Anda tetap harus waspada dan memikirkan kemungkinan terburuk. Hal tersebut bisa Anda lakukan dengan selalu menyiapkan obat maag atau obat asam lambung. Ini akan menjadi upaya darurat jika sewaktu-waktu asam lambung Anda naik.

    Ada beberapa jenis obat asam lambung mulai dari yang tablet hingga yang sirup. Sesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi Anda ketika ingin meminum obat.

    Sudah Tahu Apa Saja Ciri Asam Lambung Naik?

    Sekian ulasan mengenai ciri asam lambung naik dan cara mengatasinya. Ingat! Jika merasakan ciri-cirinya, jangan terlalu panik. Anda juga dapat mengatasi penyakit asam lambung dengan menerapkan berbagai kebiasaan baik. Mulai dari minum air putih yang cukup, makan dengan teratur, dan lain sebagainya.

    Selain itu, Anda sebaiknya juga tidak langsung berbaring setelah makan. Menyiapkan permen karet juga bisa menjadi pilihan sehingga dapat Anda kunyah sewaktu-waktu. Sebab, permen karet akan merangsang laju dari air liur. Semoga bermanfaat!

  • 11 Manfaat Lilin Aroma Terapi bagi Ketenangan Mental

    11 Manfaat Lilin Aroma Terapi bagi Ketenangan Mental

    Stres adalah kondisi yang seringkali muncul dalam kehidupan setiap orang. Bahkan, kondisi tersebut bisa terjadi setiap hari. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak sekali orang mencari solusi untuk mengatasinya. Nah, salah satu manfaat lilin aroma terapi adalah untuk mengatasi stres.

    Menyalakan lilin dan menikmati aromanya bisa jadi salah satu solusi. Rasa stres yang tengah terjadi pun akan mereda otomatis dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, lilin aroma terapi juga memiliki banyak manfaat lain. Ingin tahu apa saja? Simak uraian berikut ini!

    11 Manfaat Lilin Aroma Terapi

    Lilin aroma terapi merupakan salah satu produk yang laris di pasar, baik pasar konvensional maupun online. Khasiat dari lilin tersebut tentu saja menjadi alasan kuat tingginya permintaan pasar. Salah satunya untuk mengatasi stres. Berikut adalah 11 manfaat dari lilin aroma terapi yang bisa Anda dapatkan, yaitu:

    1. Memperbaiki Suasana Hati

    Ketenangan adalah faktor utama dari kondisi mental diri setiap orang. Ketika suasana hari tenang, maka kondisi stress pun akan jauh. Mengatasi gejala stres seperti rasa khawatir bisa dengan menghirup aroma dari lilin tersebut.

    Aroma lilin akan menurunkan hormon kortisol dalam tubuh, sehingga suasana hati dan pikiran menjadi lebih tenang.

    Produksi hormon serotonin dan dopamin pun akan meningkat, sehingga mendukung suasana yang positif. Selain itu, energi dalam tubuhpun akan meningkat dengan suasana yang positif tersebut.

    2. Manfaat Lilin Aroma Terapi untuk Tenangkan Pikiran

    Pexels

    Selain suasana hati, suasana pikiran juga harus tenang. Agar bisa tercipta suasana positif yang mampu meringankan gejala stres. Lilin aroma terapi memiliki berbagai macam varian aroma seperti ekstrak bunga, ramuan herbal, dan masih banyak lagi.

    Berbagai macam aroma tersebut mampu menenangkan pikiran dan mengurangi jumlah hormon kortisol, seperti pada uraian sebelumnya. Hormon kortisol merupakan hormon yang terlibat aktif dalam merespon stress ketika terjadi hal yang memicu rasa stres.

    3. Meningkatkan Rasa Rileks

    Setiap orang sudah pasti mendambakan kondisi tubuh yang rileks. Biasanya tubuh akan terasa rileks ketika pikiran dan hati dalam keadaan tenang. Kondisi tersebut bisa didapat dari manfaat lilin aroma terapi. Aroma dari lilin tersebut bisa dengan mudah mengurangi rasa cemas, khawatir, hingga rasa takut akan suatu hal.

    Aroma lavender, kayu manis, lemongrass, dan berbagai varian kayu lain bisa Anda coba hirup dan rasakan dari lilin aroma terapi untuk mendapat sensasi tersebut. Lilin aroma terapi tentu saja mampu menjadi alat relaksasi seperti halnya yoga dan pijat.

    4. Meningkatkan Mood

    Mood yang bagus tentu saja sangat dibutuhkan dalam berbagai kondisi. Ketika mood sedang bagus, segala macam aktivitas akan berjalan dengan lebih baik dan lancar. 

    Berbeda ketika mood sedang jelek, banyak hal tidak akan berjalan dengan lancar karena mood jelek mampu membuyarkan fokus.

    Meningkatnya produksi hormon serotonin dan dopamin, seperti pada uraian di atas sangat efektif meningkatkan suasana hati. Suasana hati yang baik tentu saja memicu mood yang bagus. Aroma khas lilin aroma terapi sangat mungkin menghasilkan hal tersebut.

    5. Manfaat Lilin Aroma Terapi untuk Mengurangi Stres

    Pexels

    Sama halnya dengan yoga dan pijat, menghirup aroma dari lilin aroma terapi sangat ampuh merilekskan tubuh, meningkatkan kenyamanan, hingga menenangkan hati dan pikiran. Tidak heran jika lilin aroma terapi banyak digunakan sebagai alat untuk mengurangi rasa stres.

    Tak perlu lama, menghirup aroma yang dihasilkan dalam jangka waktu 1 menit saja sudah bisa mendapat hasilnya. Apalagi jika aroma yang dipilih berdasarkan varian aroma kesukaan Anda. Sudah pasti akan jauh meningkatkan rasa tenang dan mengurangi rasa stres yang Anda alami atau hanya sekedar gejalanya.

    6. Memperbaiki Konsentrasi dan Fokus

    Konsentrasi dan fokus adalah dua hal penting yang tak bisa terpisahkan dengan berbagai macam aktivitas sehari-hari. Kurangnya rasa konsentrasi dan fokus sangat mempengaruhi hasil dari pelaksanaan aktivitas. Untuk mengatasinya sangat bisa dilakukan dengan memanfaatkan lilin aroma terapi.

    Lilin aroma terapi bisa menjadi alternatif solusi dengan menyalakan lilin tersebut di ruang kerja, atau ruang belajar. Konsentrasi yang tadinya mulai ambyar akan teratasi dan mulai terbangun kembali, sekaligus dengan tingkat fokus pada suatu aktivitas tertentu.

    7. Mengatasi Mual

    Pernah merasa mual tiba-tiba? Merasa terganggu ketika rasa mual muncul di tengah aktivitas yang padat? Tenang, Anda bisa mengatasinya dengan manfaat lilin aroma terapi. Biasanya lilin aroma terapi yang mengandung banyak minyak esensial mampu membantu atasi rasa mual.

    Seperti varian lemon, jahe, kayu manis, lavender, dan peppermint. Aroma tersebut memiliki banyak kandungan minyak esensial yang baik untuk kesehatan mental dan tubuh. Tidak heran jika banyak orang mencari lilin aroma terapi dengan varian tersebut.

    8. Mengatasi Homesick dengan Manfaat Lilin Aroma Terapi

    Homesick adalah kondisi di mana seseorang merasa sangat merindukan kediaman di kampung halaman. Baik dari segi aktivitas hingga lingkungan yang mendukungnya. Kondisi ini bisa menjadi pemicu stres bagi orang yang sedang dalam perantauan.

    Konsentrasi dan fokus pada pekerjaan atau pelajaran selama masa studi akan menurun. Rasa cemas, khawatir, dan sedih akan memicu timbulnya stres. 

    Hal ini harus segera diatasi agar Anda bisa kembali beraktivitas dengan lancar. Menghirup lilin aroma terapi sangatlah ampuh sebagai alternatif mengatasinya.

    9. Meringankan Keluhan Kesehatan Tertentu

    Berdasarkan hasil studi dan riset yang pernah dilakukan oleh Medical News Today, terbukti sebanyak 34,7% responden mengaku aroma dari lilin aroma terapi mampu meringankan keluhan kesehatan. Keluhan tersebut di antaranya yaitu migrain, sakit kepala, hingga sesak napas.

    Meski manfaat lilin aroma terapi sangat ampuh untuk mengurangi keluhan-keluhan kesehatan tersebut, tetap saja tidak bisa dijadikan pengobatan utama. 

    Pemeriksaan rutin dan menyeluruh harus dilakukan untuk mengurangi risiko jangka panjang. Konsultasi dengan ahli memang jalan terbaik atasi berbagai masalah kesehatan.

    10. Manfaat Lilin Aroma Terapi untuk Mengoptimalkan Meditasi

    Pexels

    Meditasi menjadi salah satu cara yang banyak digunakan orang-orang untuk menenangkan pikiran dan hati. Dengan bermeditasi biasanya bisa memberikan banyak manfaat, seperti tubuh lebih sehat, penampilan awet muda, hingga pikiran yang tenang dalam menjalani banyak aktivitas.

    Agar sesi meditasi bisa berjalan dengan lancar dan optimal, bisa dengan menggunakan lilin aroma terapi. Aroma yang dihasilkan oleh lilin tersebut akan membantu mempercepat rasa tenang dan rileks. Anda pun bisa bermeditasi dengan lebih nyaman tanpa menghabiskan banyak waktu.

    Maklum saja, meditasi membutuhkan tingkat konsentrasi tinggi agar bisa mencapai tujuan yang diinginkan.

    11. Membuat Tidur lebih Nyenyak

    Kesulitan tidur merupakan hal yang banyak dialami oleh masyarakat Indonesia. Untuk mengatasinya banyak orang memilih meminum obat penenang atau obat tidur.

    Padahal itu, bukanlah solusi terbaik yang bisa dilakukan. Agar bisa menikmati tidur dengan nyenyak bisa dengan memulai pola hidup sehat.

    Selain itu, perlu berolahraga yang cukup, mengkonsumsi makanan dengan kombinasi yang sesuai, hingga melakukan meditasi atau menenangkan pikiran dan hati. 

    Jika Anda merasa sulit melakukannya, ada alternatif lain yang bisa dicoba. Misalnya, menghirup aroma dari lilin aroma terapi. Aroma dari lilin tersebut mengandung bahan-bahan herbal yang baik untuk kesehatan tubuh.

    Anda bisa menyalakan lilin tersebut sebelum beranjak tidur. Bisa juga dengan membiarkannya menyala selama Anda tidur. Dengan begitu, Anda akan merasakan suasana yang lebih tenang. Tidur pun akan jauh lebih nyenyak.

    Sudah Tahu Bukan Manfaat Lilin Aroma Terapi?

    Berdasarkan uraian mengenai manfaat dari lilin aroma terapi di atas, tentu bisa menjadi salah satu referensi yang tepat bagi Anda untuk atasi rasa stres bukan?

    Anda juga bisa mendapat banyak manfaat lain yang baik untuk kesehatan mental. Salah satunya dari segi ketenangan pikiran dan hati. Berbagai manfaat tersebut sangatlah menguntungkan untuk kehidupan. Sangat disayangkan jika Anda tidak mencoba menggunakannya. 

  • Ciri-Ciri Asam Lambung Tinggi yang Jarang Disadari, Simak di Sini!

    Ciri-Ciri Asam Lambung Tinggi yang Jarang Disadari, Simak di Sini!

    Seringkali sakit lambung, sepertinya meningkatnya asam lambung, dianggap remeh. Padahal, penyakit ini tidak hanya bisa mengganggu aktivitas sehari-hari tetapi juga membawa risiko yang fatal. Kenali ciri-ciri asam lambung tinggi agar Anda dapat mengatasi dan menghindari akibat yang lebih buruk. Simak pembahasannya di sini, ya!

    Sebenarnya, Apa sih Penyakit Asam Lambung Itu?

    Pada dasarnya, asam lambung adalah cairan yang terdapat di dalam lambung manusia. Cairan tersebut berfungsi untuk menghancurkan makanan sehingga nutrisi dalam makanan dapat tubuh serap dengan mudah ketika makanan melewati usus halus. 

    Tidak hanya itu, tetapi cairan lambung juga bertugas  menghancurkan makanan dengan cara kimiawi dan fisik, yaitu menggunakan cairan yang sangat asam dan gerakan peristaltik di dalam lambung.

    Normalnya, asa lambung bekerja tanpa henti meskipun tidak ada zat makanan di dalam lambung. Dalam keadaan perut kosong, atau tidak ada makanan untuk dicerna, cairan asam lambung akan bergerak naik hingga kerongkongan. Kondisi inilah yang dikenal sebagai asam lambung naik.

    Asam lambung yang naik dapat mengakibatkan luka gesekan pada dinding lambung sehingga rasa perih yang melilit timbul dan Anda rasakan di dalam perut. Di samping itu, kondisi naiknya asam lambung juga mengakibatkan gejala seperti mual, muntah, pusing, hingga rasa panas di ulu hati. 

    Ada berbagai faktor lain yang dapat memicu kenaikan asam lambung. Salah satunya adalah kondisi psikis yang kurang stabil. Contohnya adalah stres berkepanjangan yang menyebabkan kesehatan mental dan metabolisme tubuh terganggu. 

    Inilah 4 Ciri-Ciri Asam Lambung Tinggi yang Paling Ditemukan

    Sebenarnya, ada begitu banyak tanda yang menunjukkan asam lambung tinggi. Tetapi, empat kondisi berikut ini adalah yang paling umum dikeluhkan penderitanya. Pelajari dengan saksama supaya Anda lebih waspada.

    1. Serdawa Berlebihan

    Bersrndawa adalah peristiwa keluarnya gas dari dalam perut melalui mulut. Kondisi tersebut terjadi karena ada penumpukan gas berlebih dari dalam perut. Ketika asam lambung naik, maka kerongkongan akan lebih sering terbuka dari biasanya.

    Kerongkongan yang terbuka akan membuat gas atau angin dari luar dapat masuk ke dalam tubuh. Gas inilah yang harus tubuh keluarkan secara otomatis, karena tubuh tidak dapat menerima gas secara berlebihan.

    2. Ulu Hati Terasa Terbakar

    Pexels

    Gejala ini dapat Anda kenali dari sensasi rasa panas di area ulu hati. Salah satu dari ciri-ciri asam lambung tinggi ini seringkali disebut dengan istilah heartburn. Sensasi panas tersebut terjadi akibat naiknya cairan asam lambung hingga mendekati ulu hati. 

    Penyebabnya adalah kadar pH yang rendah pada cairan asam lambung. Cairan dengan pH rendah akan terasa sangat panas. Dalam kondisi lambung yang sehat dan normal, cairan asam dengan pH rendah ini berfungsi untuk menghancurkan makanan dalam perut. 

    Gejala heartburn ini akan makin terasa apabila Anda berbaring dengan posisi datar. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memosisikan badan setengah duduk jika hal ini terjadi.

    3. Mual dan Muntah

    Mual dan muntah merupakan gejala naiknya asam lambung yang kerap terjadi. Walaupun tidak ada makanan yang masuk ke dalam perut, penderita asam lambung akan tetap merasakan rasa mual dan muntah ini. 

    Pasalnya, cairan asam lambung akan cenderung bergerak naik ke atas, sehingga memicu rasa mual dan tidak jarang mengakibatkan muntah. Dalam kondisi perut kosong, umumnya penderita asam lambung tinggi akan memuntahkan cairan asam lambung yang rasanya sangat pahit dan berwarna kekuningan. 

    Jika ada rasa mual yang menandakan penyakit lambung, atur napas Anda dan segera pergi ke tempat yang tepat sebelum gejala pengikutnya, yaitu muntah, terjadi. 

    4. Rasa Pahit di Tenggorokan

    Ciri-ciri asam lambung tinggi yang terakhir adalah munculnya rasa asam dan pahit dari tenggorokan. Sebenarnya, yang Anda rasakan tersebut adalah asam lambung. Asam lambung cenderung terasa asam dan pahit secara bersamaan.

    Selain itu, sisa makanan yang belum tercerna sempurna akan ikut terbawa ke atas. bersama cairan asam lambung tersebut. Oleh sebab itu, Anda juga akan merasakan panas di tenggorakan yang menyertai rasa asam dan pahit tersebut.

    Jika hal ini terjadi, pastikan diri Anda tetap tenang sehingga dapat mengatur nafas dengan baik agar sisa makanan tersebut tidak akan sampai termuntahkan.

    Bagaimana Cara Mengatasi Asam Lambung Tinggi?

    Anda dapat melakukan beberapa langkah pencegahan dan penanganan terhadap naiknya asam lambung dalam ulasan berikut ini. 

    1. Makan Makanan Non-Iritasi 

    Penyakit asam lambung terjadi karena lambung yang kosong dan tidak terisi makanan. Keadaan tersebut menyebabkan cairan asam lambung yang seharusnya bekerja mencerna makanan naik ke atas karena tidak ada bahan makanan yang diolah. Oleh karena itu, salah satu cara mengatasinya adalah mengisi lambung dengan makanan.

    Namun, ketika asam lambung sudah naik, Anda tidak dapat mengonsumsi sembarang makanan dan minuman. Hindari makanan dan minuman yang justru akan menyebabkan iritasi seperti makanan pedas, gorengan, santan, susu, buah asam, kopi dan sebagainya. 

    Konsumsilah makanan yang dapat menetralkan asam lambung. Contohnya adalah pisang, oatmeal, puding, atau yoghurt.

    2. Banyak Konsumsi Air Putih

    Pexels

    Tanda  dan ciri-ciri asam lambung tinggi juga dapat ditanggulangi dengan mengonsumsi air putih yang cukup. Air putih merupakan cairan yang bersifat netral, tidak terlalu asam, tidak mengiritasi dan tidak terlalu berat. 

    Karakteristik tersebut cocok untuk meredakan gejala asam lambung yang cenderung terasa panas dan terbakar.  Air putih dapat mendorong cairan asam lambung kembali ke bawah dengan perlahan dan meredakan gejalanya dengan baik. 

    Selain itu, ketika  Anda minum air putih, cairan tersebut akan mengisi lambung yang awalnya kosong. Hasilnya, asam lambung tidak akan mengiritasi dinding lambung yang dapat menyebabkan rasa perih ketika asam lambung naik.

    3. Tidur dengan Posisi Setengah Duduk

    Beristirahat dan berbaring merupakan salah satu cara yang membantu meredakan naiknya asam labung. Namun, ternyata posisi berbaring yang salah justru akan memperparah gejala atau ciri-ciri asam lambung tinggi yang sudah muncul. 

    Ketika Anda berbaring dengan posisi datar, maka cairan asam lambung akan dengan mudah bergerak naik ke atas. Tentunya keadaan tersebut akan memperarah rasa mual dan panas di tenggorokan. 

    Tetapi, tidur dalam posisi setengah duduk dapat membantu menghambat naiknya cairan asam lambung menuju kerongkongan. Jadi, posisi tidur ini lebih baik untuk Anda ketika mengalami naiknya asam lambung. 

    4. Makan Sedikit Tetapi Sering

    Kenaikan asam lambung juga dapat terpicu ketika Anda telat makan. Oleh sebab itu, perhatikan pola makan Anda. Daripada makan dalam porsi banyak sekaligus dan lalu membiarkan lambung kosong dalam jangka waktu lama, makan dengan porsi sedikit tetapi dengan frekuensi yang sering merupakah pilihan yang dianjurkan. 

    Pola makan tersebut membantu meringankan kerja lambung sehingga mencegah terjadinya iritasi di lambung.  Di samping memperhatikan porsi dan frekuensinya, proses makan secara perlahan dan mengunyah makanan sampai lembut juga mempermudah kerja lambung dalam mengolah makanan. 

    Perlukah Konsultasi ke Dokter Jika Memiliki Ciri-Ciri Asam Lambung Tinggi ?

    Jika Anda merasakan gejala asam lambung tinggi seperti yang dijabarkan pada ulasan di atas, lakukan kiat untuk mengatasi gejala tersebut terlebih dahulu seperti mengonsumsi obat, banyak minum air putih dan banyak istirahat. Hindari konsumsi makanan yang dapat menyebabkan reaksi inflamasi maupun iritasi pada lambung.

    Tetapi, apabila gejala tersebut tidak kunjung reda, sebaiknya Anda segera mengkonsultasikan kondisi Anda ke dokter yang lebih ahli. Tetap jaga kesehatan sebaik mungkin ya, salam sehat selalu!

  • 8 Manfaat Kopi untuk Tubuh, Bisa Cegah Depresi hingga Kanker

    8 Manfaat Kopi untuk Tubuh, Bisa Cegah Depresi hingga Kanker

    Kopi sebagai minuman yang sangat populer di seluruh dunia terkenal memiliki rasa dan aroma yang nikmat. Namun, di samping itu, kopi juga memiliki sejumlah manfaat yang mengejutkan untuk kesehatan tubuh dan pikiran. 

    Meskipun beberapa orang mungkin khawatir terkait efek kafein pada kopi, penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengkonsumsi kopi dalam jumlah cukup dapat memberikan sejumlah dampak positif pada kesehatan tubuh. Lantas, apa saja manfaat kopi yang bisa Anda rasakan? Baca artikel ini sampai habis, ya!

    8 Manfaat Kopi

    Meskipun seseorang mungkin tidak mengkonsumsi kopi murni alias kopi yang dicampur bahan lain, manfaat kopi tetaplah melimpah. Bagi Anda yang penasaran, langsung saja simak penjelasan di bawah ini:

    1. Meningkatkan Daya Ingat

    Apakah Anda sering lupa atau kesulitan mengingat sesuatu dalam jangka panjang? Jika demikian, itu artinya Anda bisa coba minum kopi dalam takaran yang sesuai setiap harinya. Sebab, kandungan kafein dalam kopi mampu mengoptimalkan kinerja otak sehingga memudahkan Anda untuk mengingat sesuatu.

    Itulah mengapa banyak karyawan kantor atau pekerja lainnya sering menyediakan kopi di sampingnya. Selain mampu meningkatkan daya ingat, kopi juga bisa membantu otak untuk fokus dan tetap terjaga dari rasa kantuk.

    2. Menjaga Fungsi Otak

    Masih berkaitan dengan otak, banyak penelitian yang telah mengkaji bahwa manfaat kopi hitam adalah mencegah penurunan fungsi otak. Selain itu, juga dapat meningkatkan kewaspadaan dan suasana hati serta membantu konsentrasi, lho.

    Bahkan, kopi juga dipercaya mampu menurunkan risiko datangnya penyakit Alzheimer hingga demensia di mana keduanya berkaitan dengan penurunan daya ingat dan keterampilan kognitif.

    Selama Anda mengonsumsi kopi setidaknya tiga hingga lima cangkir per hari, ratusan senyawa bioaktif di dalamnya akan membantu menjaga fungsi otak untuk senantiasa sehat. Namun, pastikan Anda juga menerapkan kebiasaan sehat lainnya yang dapat meningkatkan kesehatan otak secara optimal.

    3. Mencegah Munculnya Risiko Penyakit Diabetes Tipe 2

    Freepik

    Manfaat kopi selanjutnya adalah mampu mencegah munculnya risiko diabetes tipe 2 yang membuat sekujur tubuh menjadi sakit dan lemas, sehingga dapat mengganggu kinerja organ tubuh. Kandungan kafein yang cukup tinggi di dalam kopi akan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. 

    Artinya, tubuh akan mudah memberikan sinyal bahwa kandungan insulin dalam tubuh telah terpenuhi setiap harinya. Selain itu, mengkonsumsi kopi secara rutin dan tidak berlebihan juga akan membuat Anda enggan mengkonsumsi makanan manis dalam jumlah banyak.

    Namun, bila Anda sudah menderita diabetes, maka kafein dalam kopi dapat berisiko meningkatkan atau menurunkan tingkat gula darah. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum minum kopi jika Anda menderita diabetes tipe 2.

    4. Manfaat Kopi dalam Mencegah Depresi

    Depresi menjadi faktor terbesar seseorang tidak menjalani hidupnya dengan bahagia, bahkan cenderung awur-awuran dan seenaknya sendiri. Hal ini karena orang-orang yang depresi tidak lagi mampu melihat segala sesuatu dari sisi terangnya, semuanya tampak gelap dan tak berguna.

    Supaya risiko depresi tidak hadir dalam hidup, Anda bisa mencegahnya dengan rutin meminum kopi sebanyak empat cangkir setiap hari. Dalam jurnal penelitian Nutrients, disebutkan bahwa orang-orang yang meminum kopi empat cangkir per hari memiliki risiko yang sangat rendah terhadap penyakit depresi.

    5. Membantu Menurunkan Berat Badan

    Kafein dalam kopi menjadi salah satu kandungan bioaktif yang memiliki sejuta manfaat, termasuk membantu menurunkan berat badan. Saat meminum kopi, kandungan kafein di dalamnya akan mempercepat proses pembakaran lemak dan sistem metabolisme tubuh.

    Bahkan, lemak yang seharusnya hanya dibakar sekian persen akan naik apabila diimbangi dengan aktivitas yang padat. Intinya, program diet yang Anda jalankan akan semakin efektif apabila Anda imbangi dengan minum kopi.

    6. Manfaat Kopi dalam Menjaga Kesehatan Hati

    Freepik

    Hati menjadi salah satu organ vital yang amat penting bagi manusia. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan langkah-langkah yang tepat untuk selalu menjaga kesehatannya. Salah satunya adalah dengan meminum kopi setiap harinya.

    Berdasarkan hasil penelitian World Journal of Hepatology, kandungan kafein, asam klorogenat, polifenol, dan sejumlah kecil mineral mampu menjaga eksistensi organ hati tetap bekerja sesuai fungsinya. Bahkan, dengan rutin mengkonsumsi kopi hitam dapat mencegah risiko kematian akibat gangguan hati.

    7. Mencegah Risiko Penyakit Parkinson

    Pernahkah Anda mendengar penyakit Parkinson? Penyakit yang kerap menyerang  remaja sampai orang dewasa ini merupakan gangguan sistem saraf yang mengakibatkan kemampuan tubuh dalam mengendalikan gerakan dan keseimbangan menjadi terganggu.

    Manfaat kafein dalam kopi mampu mencegah risiko munculnya penyakit Parkinson. Sebab, tubuh akan senantiasa fokus dan otak mampu menyalurkan berbagai instruksi ke seluruh organ tubuh dengan baik.

    8. Manfaat Kopi dalam Mengurangi Risiko Kanker

    Sejatinya setiap orang memiliki sel kanker dalam tubuhnya. Akan tetapi, hal yang penting untuk Anda lakukan adalah jangan sampai sel kanker tersebut aktif dan berubah menjadi penyakit yang mengancam kehidupan Anda. 

    Salah sara mudah dan praktis untuk mencegah berkembangnya kanker dalam tubuh adalah dengan rutin mengkonsumsi kopi hitam. Hal ini telah terbukti dalam jurnal American Cancer Society yang menjelaskan bahwa kandungan antioksidan dalam kopi mampu membunuh perkembangan sel-sel kanker, seperti:

    • Kanker prostat.
    • Kanker hati.
    • Beberapa jenis kanker pada mulut dan tenggorokan.
    • Kanker endometrium.

    Tips Aman Minum Kopi

    Freepik

    Berbagai manfaat kopi di atas tidak akan Anda dapatkan dengan baik apabila Anda masih belum tahu bagaimana tips aman dalam meminumnya. Terlebih bagi Anda yang memiliki gangguan asam lambung, Anda pasti ingin mendapatkan manfaatnya tanpa harus merasakan sakit. Adapun beberapa tipsnya adalah:

    1. Kurangi Perisa Tambahan

    Selain karena kafein, penderita lambung menjadi sensitif terhadap kopi karena mereka justu meminum kopi yang dicampur dengan susu atau krim pemanis. Padahal, tambahan tersebut justru membuat perut menjadi lebih kembung karena pemanis butuh waktu yang lebih lama untuk tercerna dengan baik.

    Oleh karena itu, bagi Anda yang memiliki masalah lambung atau sensitivitas terhadap kembung, lebih baik konsumsi kopi tanpa tambahan susu atau pemanis. Sehingga, Anda juga dapat mengurangi potensi iritasi lambung dan meminimalkan risiko gangguan pencernaan

    2. Pilih Kopi dengan Kadar Asam Rendah

    Tidak hanya punya efek pahit, kopi juga mengandung sejumlah senyawa asam. Sehingga, apabila kandungan tersebut terlalu dominan, maka dapat memicu masalah di lambung. Itulah mengapa sebelum membeli kopi, Anda perlu cek kadar asamnya atau konsumsi kopi yang diproses secara alamiah, seperti kopi luwak.

    3. Pilih Kopi dengan Kadar Kafein Rendah

    Manfaat kopi bagi penderita asam lambung tetaplah melimpah. Sehingga, untuk menghindari rasa tidak nyaman saat mengonsumsinya, Anda perlu memperhatikan kadar kafein yang terkandung dalam kopi. Berdasarkan instruksi Food and Drug Adminitration, batas aman kadar kafein yang bisa dikonsumi adalah 400 mg per hari.

    4. Gunakan Metode Penyeduhan Berbeda

    Pernah mendengar istilah cold brew? Metode ini adalah teknik menyeduh kopi hitam dengan air dingin selama 12 hingga 24 jam. Melalui teknik penyeduhan ini, kadar asam dalam kopi akan menjadi lebih rendah dan komponen cafestol akan berkurang. 

    Jangan Lewatkan Manfaat Kopi Ini!

    Bagi Anda yang memiliki penyakit lambung tidak perlu lagi merasa khawatir tidak bisa mendapatkan manfaat kopi yang begitu melimpah. Selama meminumnya dengan cara yang aman, maka tetap bisa mendapatkan manfaatnya.

    Namun tetap pastikan mengonsumsinya dalam batas wajar karena segala sesuatu yang berlibahan tidak akan berdampak positif. Sebab apabila mengonsumsi kopi terlalu banyak setiap harinya, misalnya 8-10 gelas setiap hari, bisa saja memicu penyakit seperti darah tinggi, insomnia, gangguan pencernaan bahkan kecemasan.

  • Epidemi: Pengertian, Ciri-ciri, serta Cara Pencegahannya

    Epidemi: Pengertian, Ciri-ciri, serta Cara Pencegahannya

    Epidemi merupakan salah satu jenis status penyakit di wilayah tertentu. Mungkin beberapa orang masih belum tahu bahwa epidemic, pandemic, endemic, dan wabah itu mirip, namun berbeda. Dua status yang paling sulit untuk Anda lihat perbedaannya adalah pandemic dan endemic.

    Namun, Anda akan memahami perbedaannya setelah membaca ulasan berikut ini secara lengkap. Pada dasarnya, perbedaannya terletak pada cakupan wilayah dan karakteristik penyakit.

    Apa Itu Epidemic?

    Epidemic atau epidemi adalah sebuah penyakit (menular) yang menjangkit banyak masyarakat di suatu wilayah tertentu. Penyakit ini dikatakan sebagai epidemic apabila telah mengakibatkan munculnya banyak korban.

    Salah satu faktor lain suatu penyakit bisa masuk kategori epidemic adalah persebarannya yang cepat dan tiba-tiba. Salah satu contoh epidemic adalah flu burung dan penyakit Ebola.

    Covid-19 pada saat masih tersebar di wilayah Wuhan saja, bisa Anda sebut sebagai epidemic. Namun, ketika sudah menyebar ke wilayah yang lebih luas, dalam hal ini seluruh dunia, maka penyakit tersebut akan masuk ke dalam kategori pandemi.

    Lalu, apa perbedaan lain dari pandemi, epidemic, endemi, dan wabah? Penjelasannya bisa Anda ketahui dalam ulasan selanjutnya.

    Perbedaan Epidemi, Pandemi, Endemi, dan Wabah

    coe

    Ini adalah perbedaan dari keempat status tersebut:

    1. Epidemi

    Seperti penjelasan sebelumnya, epidemic merupakan penyakit menular dengan penyebaran cepat dan tiba-tiba yang terjadi pada wilayah tertentu.

    Penyebaran epidemic kebanyakan tidak bisa dikendalikan. Sebab, tenaga kesehatan serta pihak lain yang bertanggung jawab belum siap menghadapi permasalahan yang terjadi dengan tiba-tiba.

    2. Pandemi

    Pada dasarnya, karakteristik penyakit dalam pandemic sama dengan penyakit ketika epidemic. Perbedaannya adalah cakupan pandemic yang lebih luas. Epidemi yang meluas ke seluruh negara atau benua statusnya akan berubah menjadi pandemic.

    3. Endemi

    Sedangkan endemic adalah penyakit yang akan terus muncul pada wilayah tertentu saja. Penyakit endemic sulit hilang sepenuhnya dari suatu wilayah, tapi kita bisa melakukan pengendalian.

    Salah satu contohnya adalah Demam Berdarah Dengue yang terjadi di Indonesia. DBD akan terus ada selama nyamuk yang menjadi penyebabnya masih ada. Untuk itu, salah satu pengendalian yang bisa kita lakukan adalah membasmi nyamuk tersebut.

    4. Wabah

    Wabah merupakan sebuah penyakit yang muncul secara tiba-tiba yang menjangkit penduduk dengan jumlah lebih besar daripada biasanya. Jangka waktu terjadinya wabah bisa panjang ataupun singkat tergantung pada ketahanan penduduk dan pengendaliannya.

    Biasanya, wabah adalah penyakit yang terjadi di wilayah tertentu saja. Namun, tidak semuanya bisa masuk dalam kategori wabah.

    Sebuah penyakit bisa masuk dalam kategori wabah apabila kasusnya muncul setelah lama tidak ada, muncul kasus baru yang sebelumnya belum pernah terjadi, dan pertama kali menjangkit penduduk dalam sejarah.

    Ciri-ciri Epidemic

    pixabay

    Dari ulasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa ciri-ciri epidemi adalah sebagai berikut:

    • Penyakit menular
    • Terjadi secara tiba-tiba
    • Cepat menyebar
    • Cakupan wilayah hanya sebatas wilayah kecil, seperti satu kota

    Cara Pencegahan

    Epidemic hanyalah sebuah status dari sebuah penyakit, bukan satu jenis penyakit tertentu. Oleh karena itu, ada berbagai macam penyakit yang bisa masuk ke dalam kategori epidemic.

    Setiap penyakit memiliki cara pencegahannya masing-masing. Cara mencegah epidemic bisa Anda lakukan dengan memahami karakteristik penyakit yang berpotensi menjadi epidemic.

    Namun, karena kejadian ini biasanya tiba-tiba, mungkin persiapan paling matang pun bisa jadi tak berguna. Untuk itu, tetap lakukan kebiasaan gaya hidup sehat supaya memiliki ketahanan tubuh yang baik.

    Daya tahan tubuh yang baik akan menjaga Anda dari penyakit, sekalipun datangnya tiba-tiba. Ketika epidemi datang secara tiba-tiba, tubuh Anda sudah memiliki persiapan dari kebiasaan yang Anda pupuk setiap hari, seperti makan dengan gizi seimbang dan rajin olahraga.

    Jika Anda terpaksa harus mengalami epidemic, jangan panik. Anda hanya perlu mengikuti arahan dari tenaga kesehatan yang lebih paham.

    Misalnya seperti saat Covid-19 baru terjadi di Wuhan, penduduk disarankan untuk tidak melakukan terlalu banyak interaksi dengan penduduk lain untuk menghindari penularan. Perintah seperti ini sebaiknya Anda ikuti demi pengendalian epidemic yang maksimal.

    Contoh Epidemi

    pixabay

    Berikut ini adalah 2 contoh epidemic yang pernah terjadi untuk memberikan Anda gambaran:

    1. Flu Burung di Indonesia Tahun 2003

    Flu burung di Indonesia pertama kali muncul saat terjadi kematian hewan ternak secara massal di Jawa Timur dan Jawa Barat pada tahun 2003. Pada tanggal 3 Februari 2004, penyakit ini statusnya menjadi epidemic.

    Selanjutnya infeksi flu burung dari virus H5N1 terus menyebar ke wilayah lain seperti Banten, DIY, Kalimantan, serta Bali. Akibat dari flu burung ini adalah kematian sebanyak 16 juta unggas di Indonesia.

    Kondisi ini membuat masyarakat was-was dalam konsumsi unggas sebagai lauk sehari-hari. Kerugian materi akibat pemusnahan unggas terjadi di mana-mana. Hingga pada akhirnya, di tahun 2016, beberapa wilayah di Indonesia dinyatakan bebas flu burung oleh pemerintah.

    Tak hanya menyerang hewan unggas, ternyata flu burung juga menyerang manusia. Beberapa kasus statusnya unik karena penderita tidak memiliki riwayat kontak dengan hewan unggas. Namun, kasus flu burung pada manusia hanya terjadi dalam jumlah yang sedikit.

    2. Ebola di Kongo Tahun 2019

    Ebola menjadi epidemi karena ia menular dan menyebabkan kematian di beberapa wilayah di Afrika.  Akibat dari Ebola sangat fatal apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat. Sebab, penyakit ini bisa menyebabkan kematian.

    Penularan penyakit Ebola diduga berasal dari kelelawar dan menular pada manusia melalui kontak dekat dengan cairan dan darahnya. Sedangkan penularan antar manusia bisa terjadi karena adanya luka atau selaput lendir yang lain.

    Ada banyak jenis virus Ebola, antara lain Bundibugyo, Zaire, Sudan, Reston , Taï Forest, dan Bombali. Namun, jenis virus yang paling mematikan adalah Zaire.

    Ciri-ciri atau gejala penyakit Ebola mirip dengan demam berdarah, yaitu sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, diare, hingga muntah. Pencegahan yang bisa Anda lakukan apabila berada di wilayah dengan banyak penderita Ebola adalah menghindari kontak langsung dengan mereka.

    Terutama kontak yang berhubungan dengan selaput lendir, sebaiknya hindari. Petugas yang melakukan penanganan terhadap pasien, harus mengenakan APD (Alat Pelindung Diri) supaya tidak ikut tertular.

    Epidemi Ebola sebenarnya belum pernah ditemukan di Indonesia, Namun, Anda tetap harus memiliki kewaspadaan terhadap penularan penyakit ini. Salah satu penularan yang sangat mungkin terjadi adalah adanya perjalanan internasional oleh pasien Ebola.

    Selain itu, kesadaran untuk melakukan pencegahan faktor risiko juga penting untuk Anda lakukan. Salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan dan menjalankan gaya hidup sehat.

    Anda juga sebaiknya melakukan vaksinasi supaya tubuh lebih kebal terhadap virus Ebola. Tujuan dari kesadaran dalam melakukan tindakan pencegahan ini adalah mengurangi rasa cemas masyarakat.

    Meski kolaborasi dari berbagai pihak yang bertanggung jawab penting, kesadaran dari diri sendiri juga perlu Anda tingkatkan. Pemerintah tetap memiliki peran penting sebagai komando utama dalam tindakan pencegahan.

    Sudah Tahu tentang Epidemi?

    Ternyata, ada banyak jenis status penyakit yang selama ini belum kita ketahui. Mungkin, banyak orang hanya menyebut semua jenis penyakit dengan ‘epidemi’ atau ‘wabah’. Padahal, setiap penyakit memiliki karakteristik yang berbeda. Pengetahuan umum seperti ini penting supaya kita tahu apa perbedaan dari masing-masing status.

    Harapannya, setelah Anda mengetahui dan memahami, Anda bisa menyebarkan informasi yang benar. Ini juga bisa menjadi salah satu upaya untuk menghindari penyebaran hoaks. Jika terpaksa mendapat informasi hoaks, biarlah informasi tersebut berhenti di Anda dan perbaiki dengan informasi yang benar.

  • Waspadai 5 Efek Samping Bahaya Boba untuk Kesehatan Tubuh

    Waspadai 5 Efek Samping Bahaya Boba untuk Kesehatan Tubuh

    Boba atau bubble tea telah menjadi minuman populer di seluruh dunia. Dengan kombinasi susu, teh, gula, dan gelembung permen, minuman ini memiliki daya tarik yang kuat bagi banyak orang, terutama generasi muda. Namun, di balik sensasi rasa yang menggugah selera, minuman boba memiliki banyak bahaya tersembunyi.

    Oleh sebab itu, pengetahuan dan edukasi terkait efek sampingnya ke masyarakat luas menjadi sangat penting. Anda dan kita semua perlu melakukan promosi kesehatan terkait bahaya boba agar sama-sama bisa belajar dan menjadi bijak dalam mengonsumsi boba. 

    Kepopuleran Boba di Indonesia

    Hingga saat ini, masih ada banyak pebisnis yang memanfaatkan kepopuleran boba untuk berlomba-lomba membuat olahan minuman dengan boba aneka rasa. Oleh sebab itu, minuman boba sangat mudah sekali untuk Anda temukan di pasaran. 

    Selain itu, seiring waktu peminat minuman ini menjadi sangat banyak dan berasal dari berbagai kalangan usia. Banyak dari mereka sangat menyukai boba dan mengonsumsinya secara terus menerus, bahkan ada yang hampir setiap hari.

    Padahal, di balik rasa hingga warnanya yang menarik, ternyata jenis jajanan kekinian satu ini memiliki beberapa faktor risiko jika Anda mengonsumsinya secara tidak bijak. Bahaya boba mungkin saja muncul dan terjadi pada orang dengan intensitas konsumsi yang tinggi.

    Dampak Bahaya Boba Bagi Kesehatan Tubuh

    Supaya tidak semakin penasaran akan bahaya di balik kelezatan boba, berikut ini adalah beberapa gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat konsumsi boba secara berlebihan:

    1. Obesitas

    Freepik

    Salah satu dari efek samping bahaya boba yang sering muncul adalah obesitas. Kenaikan berat badan dapat semakin mudah terjadi bila tubuh mengkonsumsi banyak kalori. 

    Sesuai dengan bahan pembuat boba yaitu dari tepung tapioka yang secara umum akan tersaji bersama sirup gula dan bahkan creamer. Bahan-bahan tersebutlah yang dapat menyumbang banyak kalori pada tubuh. 

    Secara teori, kebutuhan rata-rata kalori harian pada wanita dewasa hanya sekitar 1.600 hingga 2.400 kalori, sedangkan pada pria dewasa sekitar 2.200 hingga 3.200 kalori. Namun, dalam 1 gelas boba 500 ml mengandung hingga 500 kalori. 

    Terlalu banyak mengkonsumsi produk makanan manis dapat meningkatkan rasa lapar yang terjadi secara terus menerus. Sebab, zat manis kebanyakan mengandung gula sederhana yang dapat meningkatkan rasa lapar. Oleh sebab itu, seseorang akan rentang mengalami obesitas.

    Asupan gula berlebih juga dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk memproses lemak dan kolesterol. Akibatnya, semua proses metabolisme bahkan ekskresi dapat terganggu. Itulah mengapa obesitas menjadi faktor awal bermulanya berbagai macam penyakit.

    2. Gangguan Saluran Pencernaan

    Freepik

    Terlalu banyak mengkonsumsi boba dapat memicu bahaya lain seperti terganggunya saluran pencernaan, khususnya sembelit. Sebab, boba memiliki kandungan nutrisi yang rendah dan cenderung tidak berserat. 

    Saat Anda terlalu sering mengkonsumsi boba, tubuh Anda tidak mendapatkan asupan serat yang cukup karena perut sudah terisi dengan boba, sehingga keinginan untuk makan menjadi berkurang. Untuk itu, faktor resiko sembelit jadi semakin meningkat.

    3. Gangguan Kesehatan Gigi

    Freepik

    Gangguan kesehatan lain yang banyak terjadi akibat terlalu banyak mengkonsumsi boba adalah gangguan pada gigi. Minuman boba yang biasanya memiliki rasa manis dan tersaji dalam keadaan dingin, bila Anda mengonsumsinya secara berlebihan, maka dapat mengakibatkan kerusakan gigi. 

    Kondisi tersebut dapat muncul karena gula dalam boba akan menjadi asam sebab adanya bakteri dalam mulut. Lama-kelamaan, gigi dapat berlubang akibat semakin menipisnya enamel gigi. 

    4. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

    Freepik

    Risiko bahaya bagi jantung yang timbul akibat konsumsi minuman boba dapat muncul secara tidak langsung. Ini bermula dengan peningkatan berat badan yang kemudian berdampak pada peningkatan tekanan darah dan kolesterol. 

    Ketika semua faktor ini terkumpul dalam tubuh, maka risiko terkena penyakit jantung akan meningkat. Biasanya bermula dari peningkatan kadar gula dalam darah yang kemudian tubuh simpan sebagai kalori ekstra dalam bentuk trigliserida.

    Selain penambahan trigliserida, pola konsumsi makan makanan yang tinggi gula juga dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) atau lemak jahat semakin naik. LDL dapat merusak pembuluh darah jantung melalui penyumbatan arteri dengan membentuk plak.

    Risiko lain dari bahaya boba terkait jantung adalah dapat menyebabkan peradangan di seluruh tubuh. Mengonsumsi makanan tinggi gula bisa menyebabkan peradangan kronis hingga membuat jantung dan pembuluh darah menegang.

    5. Meningkatkan Risiko Penyakit Diabetes Melitus

    Freepik

    Diabetes melitus merupakan penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga Anda yang mana tidak hanya mengenai kelompok usia tua, tetapi juga menyerang anak-anak dan remaja. Penyakit ini sering disebut silent killer karena banyak penderita tidak menyadari kondisinya hingga akhirnya muncul komplikasi serius. 

    Selain karena faktor genetik, diabetes melitus juga dapat muncul akibat pola makan yang tidak baik, salah satunya adalah minuman boba yang sangat populer khususnya di kalangan remaja.

    Tepung tapioka berguna sebagai bahan dasar untuk membuat boba. Proses pembuatannya melibatkan perebusan hingga menghasilkan bola-bola kenyal. Untuk menghidangkan boba, biasanya bola-bola ini dikombinasikan dengan sirup pemanis dan berbagai bahan tambahan seperti jeli.

    Oleh sebab itu, minuman boba termasuk dalam kelompok jajanan tinggi gula. Kondisi ini terpicu oleh proses awal pengolahan, yakni perebusan tepung yang mengakibatkan pemutusan rantai gula. Hasilnya, gula akan terurai menjadi gula-gula sederhana, sehingga dapat lebih cepat meningkatkan kadar gula darah.

    Kebiasaan mengonsumsi minuman boba secara berlebihan dapat memunculkan risiko bahaya boba. Kebiasaan ini akan sangat mempengaruhi gula darah dalam tubuh. Apabila Anda mengonsumsinya secara terus-menerus, maka akan menyebabkan kemungkinan mengidap penyakit diabetes melitus. 

    Parahnya, jika tubuh tidak lagi mampu menghasilkan insulin secara alami, maka tubuh memerlukan suplai insulin dari luar. Langkah ini dilakukan melalui penyuntikan insulin, bahkan seringkali memerlukan suntikan harian agar kadar gula darah tetap terkendali.

    Tips Terhindar dari Risiko Bahaya Boba

    Setelah mengetahui bahaya boba terhadap kesehatan tubuh, alangkah bijaknya untuk mempertimbangkan dengan cermat sebelum mengonsumsinya. Penting untuk Anda ingat bahwa dengan mengonsumsi secara bijak dan sesuai porsinya, Anda masih bisa menikmati minuman boba tanpa khawatir membahayakan kesehatan.

    Konsumsi boba sebaiknya tidak menjadi kebiasaan sehari-hari. Ketika Anda merasa perlu menikmati minuman boba, pertimbangkan untuk mengurangi penggunaan gula atau memilih varian less sugar (jika tersedia). 

    Selain itu, pertimbangkan untuk mengurangi atau bahkan menghindari tambahan gula seperti jeli dalam minuman Anda. Tentu saja langkah ini dapat membantu mengurangi asupan gula dalam tubuh Anda.

    Kemudian, saat mengonsumsi minuman manis yang mengandung boba, Anda harus tetap menjaga keseimbangan dengan meningkatkan asupan air putih. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko dehidrasi karena seringkali orang cenderung lupa atau malas minum air putih ketika menikmati minuman boba yang manis. 

    Menerapkan pola hidup sehat juga tak kalah penting. Misalnya dengan membiasakan tubuh untuk mengonsumsi makanan sehat seperti buah, sayur dan produk makanan organik lainnya. 

    Mendisiplinkan diri untuk rutin berolahraga juga dapat mengurangi dari faktor risiko  bahaya boba. Rutin berolahraga dapat menghindarkan tubuh Anda dari kemungkinan obesitas yang menjadi awal mula berbagai macam penyakit.

    Yuk, Hindari dan Cegah Risiko Bahaya Boba dari Sekarang!

    Setelah mengetahui dampak dari bahaya boba yang bahkan dapat berisiko menyebabkan penyakit kronis hingga mengganggu kesehatan organ vital, harapannya artikel ini bisa menjadi sebuah reminder. 

    Meski setiap orang pasti memiliki minuman favorit, semua itu tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan, tak terkecuali minuman boba. Tidak peduli seberapa besar rasa suka Anda dengan jajanan satu ini, Anda harus ingat akan dampak yang dapat timbul dari bahaya boba. 

    Alangkah lebih baik jika Anda dapat memberikan jeda waktu tertentu saat ingin kembali minum boba. Tujuannya adalah agar tubuh memiliki jeda waktu untuk mencernanya secara maksimal sehingga fungsi organ tubuh akan tetap berjalan dengan baik. 

  • Manfaat Jamu Tradisional yang Sudah Teruji Klinis untuk Kesehatan

    Manfaat Jamu Tradisional yang Sudah Teruji Klinis untuk Kesehatan

    Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan gaya hidup sehat semakin menjadi fokus bagi banyak orang. Salah satu cara yang telah teruji selama berabad-abad adalah dengan mengkonsumsi jamu, minuman herbal tradisional yang memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. 

    Jamu tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia, tetapi juga merupakan sumber khasiat alam yang dapat meningkatkan kualitas hidup secara holistik. Jika Anda penasaran dengan manfaat-manfaat jamu, baca artikel ini sampai selesai, ya!

    Apa Itu Jamu?

    Istilah jamu muncul pertama kali pada abad ke-16 Masehi, yang mana mengambil kata dari bahasa Jawa djampi dan oesodo yang berarti obat, doa, dan formula magis. Secara definisi, jamu adalah campuran rempah, akar-akaran, dedaunan, dan bahan alami lainnya.

    Penggunaan obat tradisional sejenis jamu telah ada sejak berdirinya Kerajaan Mataram (1.300 tahun silam). Fakta tersebut terbukti dari adanya salah satu relief Candi Borobudur yang menggambarkan kebiasaan masyarakat Indonesia zaman dahulu meracik hingga meminum jamu. 

    Dengan demikian, jamu menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional di Indonesia yang mana bahan-bahannya telah terpilih berdasarkan pengetahuan turun-temurun dan pengalaman selama berabad-abad.

    Akan tetapi, perlu Anda ketahui bahwa jamu memiliki konsep yang lebih luas daripada sekadar minuman herbal. Jamu juga mencakup pengetahuan tentang penggunaan tanaman obat-obatan, tata cara pengolahan, dan kombinasi bahan untuk mendapatkan manfaat kesehatan tertentu.

    Manfaat Jamu Berdasarkan Jenis Bahan Dasar

    Berdasarkan penelitian ilmiah, jamu menawarkan banyak khasiat dan manfaat yang berbeda-beda berdasarkan jenis jamunya. Berikut ini adalah jenis-jenis jamu dan manfaatnya:

    1. Kunyit

    Freepik

    Sejak dulu, kunyit telah masyarakat Indonesia manfaatkan dalam pengobatan tradisional. Tanaman yang memiliki warna kuning atau oranye ini punya kemampuan yang cukup baik untuk mengatasi beragam jenis penyakit.

    Kurkumin, kandungan yang memiliki efek mengatasi penyakit, hadir dalam kunyit. Oleh karena itu, manfaat kunyit meliputi meredakan gangguan pencernaan, osteoartritis, nyeri menstruasi, masalah eksim, serta pencegahan risiko penyakit serius seperti jantung dan kanker.

    2. Kencur

    Walaupun rasanya tidak digemari banyak orang, jamu berbahan dasar kencur memiliki beragam manfaat untuk kesehatan tubuh. Tanaman herbal ini efektif meredakan peradangan, mengatasi infeksi, meningkatkan kesuburan pria, dan bahkan memiliki potensi dalam pengobatan beberapa jenis kanker.

    3. Jahe

    Freepik

    Jahe merupakan salah satu tanaman herbal yang populer karena memiliki aroma khas yang menarik, sehingga mampu memikat siapa pun yang menciumnya. Biasanya, wanita hamil akan memanfaatkan aroma jahe untuk mengurangi rasa mual.

    Selain itu, jahe juga sering diolah dan dikonsumsi dalam bentuk minuman. Minuman jahe hangat memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk meredakan nyeri menstruasi, mengurangi radang sendi, meredakan perut kembung, dan lain-lain.

    4. Temulawak

    Jamu berbahan dasar temulawak seringkali sulit orang temukan daripada jenis jamu dengan bahan dasar lainnya. Sebab, jamu temulawak memiliki manfaat sebagai antibakteri, antiinflamasi, serta antioksidan. 

    Oleh karenanya, banyak orang yang percaya bahwa mengonsumsi jamu temulawak dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuhnya. Selain itu, temulawak juga sering berguna untuk anak-anak yang sulit makan agar nafsu makannya meningkat. 

    Temulawak juga memiliki manfaat lain seperti mengatasi masalah lambung, hati, nyeri kandung empedu, dan berbagai masalah lainnya.

    5. Kunyit Asam

    Shutterstock

    Tahukah Anda bahwa kunyit juga bisa Anda campur dengan bahan lain untuk menghasilkan jamu berkhasiat, lho. Salah satu jamu yang paling populer adalah campuran kunyit dan asam. 

    Perpaduan kunyit dengan asam memiliki sifat sebagai penawar racun. Ini mengakibatkan racun dapat keluar melalui keringat dan urine. Tambahan manfaatnya meliputi meredakan pegal-pegal dan kelelahan dari kerja berat.

    6. Beras Kencur

    Berbeda dengan kunyit, kencur yang dicampur dengan beras dapat menghasilkan jamu yang bermanfaat. Jamu beras kencur memiliki berbagai manfaat, termasuk meredakan mual, perut kembung, dan nyeri tubuh. Selain itu, jamu ini juga memiliki khasiat dalam meningkatkan nafsu makan.

    7. Cabe Puyang

    iStockPhoto

    Seperti namanya, jamu ini memiliki bahan utama berupa cabe jamu dan puyang atau lempuyang. Jamu cabe puyang sering disebut sebagai jamu pegal linu, karena manfaat utamanya adalah meredakan pegal akibat kelelahan. Tak hanya itu, jamu cabe puyang juga efektif untuk meredakan kesemutan dan nyeri pinggang. 

    8. Pahitan

    Umumnya, jamu pahitan memiliki bahan utama daun sambiloto. Bahkan, beberapa orang juga memasukkan brotowali. Karena dengan begitu, khasiat utamanya akan semakin terasa, seperti meredakan pegal, meningkatkan nafsu makan, menghilangkan gatal, menangkal alergi, serta pencegahan diabetes.

    Rasanya yang pahit membuat jamu pahitan banyak disukai kalangan orang tua. Walau begitu, anak-anak muda juga bisa mengkonsumsinya untuk menghilangkan jerawat atau bruntusan di wajah.

    9. Kunci Sirih

    Freepik

    Jamu kunci sirih terbuat dari dua bahan pokok, yaitu tanaman rimpang kunci dan daun sirih. Kadang-kadang, penjual jamu juga mencampurkan berbagai empon-empon dan asam untuk menambah kesegaran citarasa.

    Jamu kunci sirih memiliki manfaat untuk mengobati keputihan, merapatkan bagian kewanitaan, memperkuat gigi, dan menghilangkan bau badan. Jamu satu ini memang paling cocok untuk para wanita.

    10. Kudu Laos

    Kudu atau mengkudu adalah tanaman herbal yang tumbuh melimpah di Indonesia. Mengkudu diolah bersama laos atau lengkuas untuk menciptakan jamu kudu laos.

    Dengan mengkudu yang segar, jamu kudu laos bermanfaat dalam mencegah kanker, diabetes, meningkatkan kekebalan tubuh, dan memberikan efek hangat pada tubuh. Sementara laos bermanfaat untuk meredakan demam, merawat kulit, mencegah kanker, dan meningkatkan kesuburan pria. 

    11. Uyup-Uyup

    Selain terkenal dengan nama uyup-uyup, jamu ini juga sering disebut jamu gepyokan. Ibu yang sedang menyusui sangat cocok mengonsumsinya karena manfaat utama jamu uyup-uyup adalah meningkatkan produksi ASI.

    Bukan hanya itu, jamu uyup-uyup juga bermanfaat dalam menghilangkan bau badan dan mengatasi perut kembung. Jamu uyup-uyup memiliki berbagai bahan dasar, seperti kunyit, kencur, luntas, jahe, kunci, laos, lempuyang, temulawak, simbukan, pegagan, dan temugiring.

    12. Sinom

    Freepik

    Jenis jamu terakhir yang biasa masyarakat Indonesia konsumsi adalah sinom. Sekilas, jamu sinom mirip dengan kunyit asam, namun bahan utama untuk membuat jamu ini adalah sinom atau daun asam yang masih muda.

    Selain menggunakan daun asam, sinom juga terbuat dari beberapa bahan tambahan lain seperti temulawak, kayu manis, kapulaga, gula merah, gula pasir, dan pala. Manfaat jamu sinom adalah meningkatkan nafsu makan, mengatasi masalah keputihan wanita, dan mengatasi peradangan lambung atau maag.

    Beberapa orang juga percaya dengan mengonsumsi jamu sinom, nyeri haid bisa mereda, meremajakan kulit, dan membuat kulit lebih cerah. Manfaat tersebut berasal dari kandungan antiinflamasi dan antioksidan di dalam bahan-bahannya. 

    Tertarik untuk Merasakan Manfaat Jamu?

    Pada dasarnya, setiap jenis jamu memiliki manfaatnya masing-masing. Oleh karena itu, konsumsilah jamu sesuai kebutuhan dan manfaat yang ingin Anda dapatkan. 

    Misalnya, Anda ingin mengatasi mual atau perut kembung, maka jamu beras kencur adalah pilihannya. Lalu, jika Anda ingin mengatasi pegal-pegal karena lelah bekerja, maka pilih jamu cabe puyang. 

    Lebih dari itu, tujuan utama jamu adalah untuk menjaga kesehatan, mengatasi gangguan kesehatan ringan, dan mempromosikan kesejahteraan secara alami. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!

  • Manfaat Berjemur bagi Kesehatan Tubuh di Pagi Hari dan Tipsnya

    Manfaat Berjemur bagi Kesehatan Tubuh di Pagi Hari dan Tipsnya

    Sinar matahari pagi baik bagi kesehatan tubuh dan salah satu cara untuk menikmati  manfaatnya adalah dengan berjemur. Bahkan, sejak Covid-19 merajalela aktivitas ini akhirnya menjadi kebiasaan masyarakat. Sebab manfaat berjemur disinyalir dapat membunuh virus pada tubuh. 

    Tidak hanya itu, berjemur juga dapat meningkatkan imunitas tubuh agar terhindar dari segala jenis penyakit. Artikel ini akan mengulas mengenai manfaat dan beberapa tipsnya. Yuk, simak ulasan berikut ini!

    12 Manfaat Berjemur Bagi Kesehatan Tubuh di Pagi Hari

    Berikut ini beberapa manfaat berjemur bagi kesehatan tubuh di pagi hari:

    1. Meningkatkan Kesehatan Kulit

    unsplash

    Teriknya sinar matahari pagi mampu mengubah energi menjadi Pro-Vitamin D dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan kesehatan kulit. Kadar jumlah Pro-Vitamin D yang cukup sendiri memiliki banyak sekali manfaat, seperti:

    • Melembabkan dan menenangkan kulit yang meradang.
    • Menjadi tabir surya alami bagi kulit.
    • Mencegah glikosilasi kolagen atau penuaan dini akibat rusaknya protein kolagen dalam tubuh akibat gula darah yang terlalu tinggi.

    2. Meningkatkan Kualitas Tidur

    Pexels

    Apakah Anda sering insomnia atau kesulitan tidur? Maka, salah satu solusinya adalah dengan  berjemur. Karena salah satu manfaat berjemur di pagi hari selama 10-15 menit adalah membantu Anda tidur nyenyak. Jika terpapar teriknya matahari langsung mengenai mata, maka saraf akan memberikan sinyal pada kelenjar pineal.

    Kelenjar pineal sendiri berada di otak dan memiliki peran untuk memproduksi melatonin. Hormon melatonin akan merangsang tubuh menjadi lesu dan mengantuk. Itulah hormon yang membantu Anda supaya tertidur pada waktu yang tepat. Jadi, cobalah berjemur pada pagi hari agar dapat meningkatkan kualitas tidur.

    3. Meningkatkan Imunitas Tubuh

    pexels

    Sinar matahari pagi dapat meredakan sistem imun yang terlalu aktif. Dengan berjemur, Anda dapat terhindar dari penyakit autoimun, seperti psoriasis yang merupakan peradangan pada kulit. Selain itu, meningkatnya sel darah putih dapat membantu tubuh berperan melawan penyakit, sehingga tubuh terhindar dari infeksi.

    4. Meningkatkan Suasana Hati

    Pixabay

    Tahukah Anda? Berjemur ternyata dapat meningkatkan suasana hati atau mood. Bagaimana bisa? Pasalnya, terik matahari pagi dapat memunculkan hormon serotonin, dopamin, dan beta endorfin yang membantu Anda memunculkan rasa bahagia. Hal tersebut akhirnya dapat mengurangi efek stres. 

    Tidak hanya itu, dalam tubuh juga terdapat hormon melatonin yang membuat tubuh tampak lesu. Oleh sebab itu, berjemur di bawah sinar matahari dapat menekan produksi hormon melatonin tersebut.

    5. Memperkuat Kesehatan Tulang

    pixabay

    Manfaat berjemur lainnya adalah memperkuat tulang. Matahari pagi memiliki sumber vitamin D yang berperan penting untuk penyerapan kalsium dan merangsang  fosfor. Keduanya mampu memperkuat kesehatan tulang. 

    Selain itu, jenis vitamin yang akan larut dalam lemak, yaitu vitamin D juga berperan untuk kepadatan tulang. Vitamin tersebut terbentuk dari proses pembuatan vitamin D.

    Dengan berjemur pada pagi hari, maka Anda dapat mencegah terjadinya pengeroposan pada tulang. Menurut World Health Organization, berjemur akan mencegah 40% permasalahan osteoporosis atau tulang rapuh usia lanjut. Jadi, sering-seringlah berjemur, ya.

    6. Meningkatkan Kinerja Otak

    pixabay

    Berjemur juga dapat meningkatkan kinerja otak untuk memproduksi hormon serotonin. Hormon tersebut berperan untuk meningkatkan mood agar lebih nyaman, rileks, dan fokus. 

    Sinar ultraviolet matahari pagi juga mampu memicu untuk menajamkan memori dan kemampuan otak bekerja. Ini sinak matahari akan meningkatkan pertumbuhan sel saraf hipokampus.

    7. Membantu Meningkatkan Pertumbuhan Anak

    Pixabay

    Berjemur di pagi hari juga dapat membantu meningkatkan pertumbuhan anak, terutama pada bayi. Sebab, paparan sinar matahari memiliki kandungan yang baik bagi kulit. Selain itu, sinar matahari juga akan mempengaruhi tinggi bayi nantinya saat mereka tumbuh. 

    Inilah alasan mengapa orang tua sering menjemur bayi di setiap pagi. Jika Anda juga memiliki buah hati, maka coba praktikkan hal ini. Tak perlu waktu lama untuk menjemur bayi, cukup sekitar 10-15 menit saja sebelum pukul 10 pagi. 

    8. Mengurangi Gejala Alzheimer

    unsplash

    Alzheimer merupakan salah satu penyakit penurunan daya ingat pada otak, kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku. Penyakit ini seringkali terjadi pada orang yang sudah berusia lanjut. 

    Namun, Anda tidak perlu khawatir berlebihan. Karena salah satu manfaat berjemur akan mengurangi gejala penyakit ini. Sebab, berjemur dapat membantu meningkatkan kinerja otak dan menjaga ingatan tetap kuat. Sinar matahari juga dapat menjaga mental penderita dan mengurangi gejala depresi.

    9. Mencegah Diabetes

    pixabay

    Berjemur juga dapat membantu mencegah diabetes tipe 1, terutama pada anak-anak. Paparan sinar matahari memiliki kandungan vitamin D3 yang dapat menurunkan kadar gula darah dengan merangsang penyimpanan kadar gula darah dalam otot maupun hati.

    Tips Berjemur di Pagi Hari

    Setelah mengetahui berbagai manfaat berjemur, ada pula tips yang harus Anda perhatikan. Karena berjemur secara sembarangan justru akan membahayakan Anda. Berikut tips yang harus Anda persiapkan agar aman ketika berjemur di bawah teriknya matahari pagi:

    1. Memperhatikan Durasi dan Waktu yang Baik dan Aman Bagi Tubuh

    Sinar matahari memang baik bagi kesehatan tubuh, namun jangan terlalu lama terpapar teriknya katrena dapat menyebabkan peradangan pada kulit. Jadi, salah satu hal yang perlu Anda perhatikan durasi dan waktu yang baik untuk berjemur. 

    Berjemur yang paling baik dan aman adalah di pagi hari, namun Anda sebaiknya membatasi durasi. Kira-kira selama 10-15 menit agar mengurangi risiko kerusakan kulit akibat terpaparnya sinar UVB. Waktu berjemur yang ideal berdurasi minimal 10 menit dan maksimal 30 menit.

    Sedangkan waktu berjemur paling baik adalah sekitar pukul 9 sampai 10. Ingat! Berjemur di atas pukul 10 dapat berbahaya bagi kulit, karena paparan sinar ultraviolet tergolong besar dan bisa mengakibatkan kanker.

    2. Gunakan Tabir Surya pada Waktu Berjemur

    Tabir surya mengandung bahan yang dapat mengurangi penyerapan sinar UVB masuk ke tubuh. Pada saat berjemur jangan lupa menggunakan tabir surya seperti sunscreen atau body lotion agar terlindung dari paparan sinar matahari. 

    Setidaknya, gunakan tabir surya dengan kandungan sekurang-kurangnya SPF 24. Lebih baik gunakan di atas SPF 24. 

    Anda dapat menggunakan SPF sekitar 20-30 menit sebelum berjemur atau keluar rumah agar lotion bekerja lebih efektif. SPF sendiri akan melindungi kulit dengan kurun waktu yang tidak lama. Jadi, jangan lupa mengoleskan kembali saat berjemur.

    3. Lakukan Aktivitas Lain

    Manfaat berjemur memang sangat banyak, namun sebaiknya Anda hanya berdiam diri saja. Cobalah untuk melakukan aktivitas lain, seperti berolahraga agar manfaat yang Anda dapat lebih maksimal.

    4. Sediakan Air dan Istirahat Ketika Kulit Mulai Terasa Panas

    Pada saat berjemur, sediakan air mineral. Tujuannya untuk memperbanyak asupan air agar Anda terhindar dari dehidrasi. Selain itu, setelah mencapai batas durasi dan waktu berjemur, segeralah beristirahat. Apalagi jika terik matahari sudah menyengat dan kulit mulai terasa panas untuk menghindari risiko peradangan.

    Sudah Tahu Apa Saja Manfaat Berjemur?

    Itulah pemaparan tentang manfaat berjemur di pagi hari dan tipsnya. Sebenarnya, Anda juga bisa berjemur di sore hari, tepatnya mulai dari pukul 15.00. Namun, sinar matahari di pagi hari adalah yang paling bagus. 

    Sebagai tips lain, Anda juga bisa menggunakan baju terang saat berjemur agar penyerapannya lebih baik. Intinya, berjemur dan terpapar sinar matahari pagi memang baik bagi kesehatan. Namun, lakukan pada waktu dan durasi yang tepat agar terhindar dari peradangan, ya.

  • Bolehkah Ibu Hamil Kerokan? Begini Penjelasan Menurut Medis

    Bolehkah Ibu Hamil Kerokan? Begini Penjelasan Menurut Medis

    Tradisi kerokan memang telah melekat kuat pada praktik pengobatan alternatif dalam berbagai budaya tradisional di Indonesia. Nah, pertanyaannya, bolehkah ibu hamil melakukan praktik kerokan juga? Lalu, apa dampak tradisi ini pada kesehatan janin dalam kandungan ibu? Mari simak jawabannya dari segi medis di sini!

    Bolehkah Ibu Hamil Kerokan?

    Ibu yang sedang hamil tentunya sering mengalami keluhan seperti pegal-pegal, mual, sakit kepala, sakit di leher, bahkan perut kembung. Gejala-gejala ini tampak serupa dengan gejala masuk angin yang biasanya bisa diatasi dengan kerokan.

    Namun, ada satu pertanyaan yang sering muncul saat mencari cara untuk meredakan ketidaknyamanan dan gejala-gejala tersebut. Pertanyaan tersebut adalah, “bolehkah ibu hamil melakukan kerokan?”

    Sebenarnya, Anda harus tahu bahwa perubahan fisiologis dan hormonal akibat pertumbuhan janin yang semakin besar selama masa kehamilan \lah yang menimbulkan rasa tidak nyaman tersebut.

    Akibatnya, gejala-gejala tersebut sering dianggap sebagai masuk angin. Di mana pada akhirnya hal ini mendorong beberapa ibu hamil untuk mencoba melakukan kerokan sebagai upaya mengurangi rasa tidak nyaman.

    Walau begitu, belum ada penelitian klinis yang secara khusus mengamati dampak dari kerokan selama masa kehamilan. Namun, metode kerokan pada saat kehamilan pada dasarnya relatif aman.

    Meski demikian, penting untuk Anda ingat bahwa ibu hamil sebaiknya menghindari kerokan ketika memasuki trimester ketiga kehamilan. Selain itu, upayakan pula untuk tidak melakukan kerokan di bagian tubuh yang rentan, seperti daerah sekitar perut dan pinggang.

    Selain memahami tentang bolehkah wanita hamil kerokan, Anda juga perlu mengetahui bahwa praktik ini bisa menimbulkan potensi risiko dan dampak negatif. 

    Pasalnya, kerokan sendiri adalah suatu teknik pengobatan alternatif yang melibatkan penggoresan permukaan kulit dengan menggunakan alat khusus, seperti uang logam atau alat kerok tertentu. Tujuannya adalah untuk merangsang aliran darah dan mengurangi ketegangan otot. 

    Meskipun tradisi ini relatif aman dan diyakini manjur dalam beberapa budaya, sayangnya hanya ada sedikit bukti ilmiah yang mendukung klaim ini. Sehingga, memilih alternatif pengobatan lain untuk ibu hamil lebih dianjurkan.

    Potensi Risiko Kerokan Saat Hamil

    Meskipun aman, namun bukan berarti terapi kerokan bebas risiko untuk ibu hamil. Berikut ini adalah beberapa efek samping atau risiko yang perlu ibu hamil pertimbangkan sebelum melakukan kerokan:

    1. Rawan Mengalami Iritasi Kulit

    Bolehkah ibu hamil kerokan apabila memiliki masalah kulit? Perlu Anda ketahui bahwa salah satu risiko dari praktik ini adalah meningkatkan risiko iritasi kulit. Pasalnya, kulit ibu hamil cenderung lebih sensitif dan rentan terhadap iritasi karena perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan. 

    Sehingga besar kemungkinan bahwa tekanan selama kerokan dapat menyebabkan iritasi, peradangan, atau bahkan luka pada kulit. Tentu saja, hal ini berisiko memperburuk masalah kulit yang sudah ada, atau dapat meningkatkan risiko infeksi.

    2. Meningkatkan Risiko Infeksi

    Terapi kerokan melibatkan penggoresan permukaan kulit dengan menggunakan alat khusus yang berpotensi merusak lapisan pelindung kulit. Ketika kulit rusak karena kerokan, risiko infeksi saat hamil dapat meningkat. 

    Virus atau bakteri yang masuk melalui luka atau iritasi kulit dapat dengan lebih mudah menginfeksi tubuh dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Infeksi selama kehamilan bisa berisiko lebih tinggi karena dampaknya dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin.

    3. Peningkatan Aliran Darah

    Terapi kerokan bertujuan untuk meningkatkan aliran darah di bawah permukaan kulit karena pembuluh kapiler yang melebar. Namun, ibu hamil sudah mengalami peningkatan aliran darah karena kebutuhan janin yang berkembang. 

    Bahkan, terapi kerokan yang salah atau terlalu kuat bisa mempengaruhi keseimbangan aliran darah. Akibatnya, tekanan darah yang tidak stabil dapat berdampak negatif pada janin.

    4. Memicu Kontraksi Dini

    Bolehkah ibu hamil kerokan di usia kehamilan tua? Perlu Anda catat bahwa, praktik ini memang aman untuk usia awal kehamilan. Namun, upayakan menghindari kerokan pada trimester ketiga kehamilan. Sebab pada tahap ini, janin sudah tumbuh besar dan proses persalinan semakin mendekat. 

    Teknik kerokan pada area tertentu bisa merangsang reaksi tubuh yang mungkin berdampak pada kontraksi dini atau reaksi lain yang tidak Anda inginkan.

    5. Meningkatkan Risiko Kelahiran Prematur

    Kontraksi yang dipicu oleh kerokan juga dapat merangsang rahim dan menyebabkan persalinan lebih awal dari estimasi atau kelahiran prematur. Khususnya jika Anda melakukan kerokan secara intensif dan sering. Misalnya, setiap hari atau saat merasa mual.

    Ini dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, mengancam kesehatan janin, dan meningkatkan kemungkinan komplikasi saat melahirkan.

    6. Risiko Peningkatan Suhu Tubuh

    Kerokan dapat menyebabkan inflamasi atau peradangan pada permukaan kulit. Nah, peradangan yang terjadi juga dapat memicu reaksi kardiovaskuler dalam tubuh, yang bisa meningkatkan suhu tubuh secara keseluruhan. 

    Kondisi suhu tubuh yang meningkat dapat berisiko bagi ibu hamil dan janin, terutama jika tidak terkendali dengan baik.

    Alternatif Aman untuk Ibu Hamil Selain Kerokan

    Selama kehamilan, penting bagi ibu hamil untuk memilih alternatif pengobatan yang aman dan sesuai dengan kondisi tubuh. Berikut ini adalah beberapa alternatif aman yang dapat dipertimbangkan selain terapi kerokan:

    1. Pijatan Prenatal

    touchtohealspa

    Melalui penjelasan tentang bolehkah ibu hamil melakukan kerokan dari segi medis di atas, tentu Anda paham bahwa praktik ini memiliki potensi risiko. Karena itu, sebaiknya Anda memilih alternatif lain untuk meredakan rasa tidak nyaman selama kehamilan.

    Salah satunya adalah pijat prenatal yang memberikan banyak manfaat signifikan. Sebab pijatan ini bermanfaat untuk mengurangi ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi darah, dan meredakan ketidaknyamanan selama kehamilan.

    Perhatikan pula posisi pijat yang aman dan nyaman bagi ibu hamil. Umumnya, posisi pijat yang aman adalah menyamping atau setengah miring dengan bantal penopang di antara lutut dan kepala. Posisi ini dapat membantu mengurangi tekanan pada perut dan memastikan keamanan janin. 

    2. Yoga 

    babylist

    Yoga khusus untuk ibu hamil juga dapat memberikan manfaat fisik dan mental. Gerakan yang lembut dan peregangan dalam yoga prenatal dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan keseimbangan. Serta memperkuat otot yang dibutuhkan selama kehamilan dan persalinan, seperti otot inti dan panggul.

    Selain itu, latihan pernapasan dalam yoga membantu mengatasi rasa cemas dan stres yang sering terjadi selama masa kehamilan. Sehingga menciptakan suasana mental yang lebih tenang dan positif.

    Namun, pastikan untuk memilih kelas khusus dengan instruktur berpengalaman dalam mengajar yoga kepada ibu hamil.

    3. Relaksasi dan Meditasi

    pexels

    Teknik relaksasi, meditasi, dan pernapasan dalam dapat membantu meredakan stres. Serta meningkatkan suasana hati, mengurangi ketegangan otot, meningkatkan kualitas tidur, dan mengurangi insomnia yang sering terjadi selama kehamilan. 

    Selain itu, relaksasi dan meditasi juga memiliki dampak positif pada kesehatan fisik. Misalnya, tekanan darah yang lebih terkontrol, peningkatan sirkulasi darah, membantu mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan. Serta mencegah risiko kelahiran prematur.

    Jadi, Bolehkah Ibu Hamil Kerokan  Menurut Medis?

    Pada dasarnya, dalam menjawab pertanyaan bolehkah ibu hamil melakukan kerokan, konsensus medis cenderung lebih berhati-hati terhadap penggunaan teknik ini selama masa kehamilan. 

    Meskipun aman, namun kondisi ibu dan janin harus menjadi prioritas utama. Sehingga alternatif yang lebih aman seperti pijatan ringan, peregangan lembut, atau yoga prenatal lebih diutamakan. 

    Selain itu, sebelum menjalani terapi apapun selama kehamilan, selalu konsultasikan dengan dokter Anda. Tujuannya untuk memastikan bahwa hal tersebut sesuai dengan kondisi kesehatan Anda dan janin dalam kandungan. Semoga bermanfaat!

  • Manfaat Kerokan untuk Masuk Angin dari Sisi Medis

    Manfaat Kerokan untuk Masuk Angin dari Sisi Medis

    Banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan metode kerokan untuk mengobati masuk angin, maupun pegal linu. Mereka percaya manfaat kerokan lebih ampuh untuk mengatasi kondisi-kondisi tersebut, daripada minum obat. Cari tahu penjelasannya dari sisi medis lewat pembahasan di sini, yuk!

    Sebenarnya Apa sih Kerokan Itu?

    Pengobatan ini kerap kali berhubungan dengan sebuah kondisi sakit dan rasa tidak nyaman serta dingin dalam tubuh yang masyarakat Indonesia sebut dengan istilah masuk angin. 

    Pasalnya, menurut pandangan umum orang Indonesia, kondisi tersebut terjadi  akibat terlalu banyak angin yang masuk sehingga menimbulkan rasa pegal, flu, hingga nyeri sendi.

    Kerokan merupakan pengobatan tradisional dengan teknik menggosokkan benda tumpul berupa koin, logam, bawang putih atau batu giok ke punggung. Kerokan biasanya menggunakan minyak kayu putih, balsam, atau lotion agar tidak luka atau lecet.

    Prinsip kerokan ini sudah ada sejak zaman dahulu kala. Peralatan dan penggunaan yang sangat mudah membuat metode pengobatan tradisional ini masih digandrungi oleh masyarakat Indonesia. 

    Kerokan dilakukan dengan menggurat alat kerok atau benda tumpul ke bagian punggung, maka akan timbul warna merah. Warna merah ini merupakan tanda bahwa ada angin yang keluar. Masyarakat percaya makin pekat kemerahannya, maka angin yang ada di dalam tubuh makin banyak.

    Bagaimana Manfaat Kerokan dari Sisi Medis?

    Kerokan dikenal dapat mengatasi masuk angin karena adanya gesekan antara koin atau logam ke tubuh. Gesekan tersebut mengakibatkan sensasi panas dan peningkatan suhu tubuh sehingga dapat melebarkan pembuluh darah.

    Warna kemerahan yang timbul akibat kerokan merupakan tanda pembuluh darah juga melebar, yang dapat meningkatkan aliran darah dalam tubuh. Jika aliran darah lancar, maka metabolisme dalam tubuh juga lancar. 

    Peristiwa tersebut termasuk salah satu bukti kerokan dapat bermanfaat dari sisi medis.

    Faktanya, belum banyak penelitian terkait manfaat kerokan dari sisi medis. Tetapi, ada sebuah penelitian yang membahas pengobatan ini. Penelitian tersebut berjudul “Analisis Aktivitas Kerokan (Coining) untuk Meredakan Pusing dan Masuk Angin” karya Dentha Additya, dkk., untuk Seminar Nasional & Call for Paper Hubisintek 2023.

    Di dalamnya, ada sebuah kutipan penjelasan dari dr. Leny, yang menunjukkan bahwa kerokan maka akan timbul warna merah yang disebut dengan peradangan perifer. 

    Radang tersebut dapat memberikan kompensasi pada tubuh sehingga membentuk antibodi untuk menangani peradangan. Antibodi itu akan mengedarkan ke bagian tubuh yang sakit sehingga akan timbul rasa nyaman dan segar.

    Kapan Waktu yang Tepat untuk Kerokan?

    Kerokan akan bermanfaat jika dilakukan dengan waktu dan kondisi yang pas. Berikut ini adalah pemaparan tentang kondisi yang perlu Anda perhatikan terkait kapan waktu, serta sebelum dan sesudah melakukan kerokan.  

    1. Jeda Waktu antar Kerokan dan Makan

    Jika Anda melakukan kerokan setelah makan, usahakan untuk di jeda selama kurang lebih 2 jam agar tidak mengalami mual atau muntah.

    2. Jangan Mandi setelah Kerokan

    Setelah kerokan usahakan untuk tidak langsung mandi, karena pori-pori masih terbuka. Jika air dingin masuk melalui pori-pori yang terbuka, maka tubuh akan terasa kaku bahkan kram otot.

    3. Awali dengan Pijatan

    Saat melakukan kerokan, usahakan dengan pijatan yang lembut. Hal itu dapat membantu meringankan gejala otot yang kaku. Jika ada gejala lain seperti nyeri dada hingga mual, sebaiknya langsung konsultasi ke dokter. Secara medis, kerokan masih aman jika dilakukan dalam batas wajar.

    10 Manfaat kerokan agar Tubuh Lebih Sehat

    Secara medis, tidak ada larangan untuk melakukan pengobatan dengan metode kerokan. Selain mengatasi masuk angin, berikut ini adalah pembahasan singkat keuntungan kerokan bagi manusia. Meskipun demikian, para ahli di bidang medis barat tidak menganjurkan melakukan kerokan secara terus-menerus.

    1. Meredakan Gejala Masuk Angin

    Freepik

    Bagi masyarakat Indonesia, masuk angin punya gejala yang beragam, seperti badan pegal, sakit kepala, meriang, tidak nafsu makan, demam, hingga sakit perut.

    Masuk angin sering terjadi karena kelelahan, kurang tidur, dan makan tidak teratur. Gejala tersebut menunjukkan kekebalan imun dalam tubuh sedang menurun.

    Beberapa penelitian mengungkapkan manfaat kerokan dapat meningkatkan imunitas tubuh. Fakta tersebut menyebabkan masyarakat Indonesia selalu mengutamakan metode kerokan untuk meredam gejala-gejala masuk angin tersebut.

    2. Meredam sakit kepala

    Pixabay

    Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang menggunakan metode kerokan dan bantuan pijatan lembut pada area leher hingga punggung atas ketika merasakan sakit kepala. Alasannya, mereka merasakan manfaat kerokan yang melunakkan saraf di titik-titik tersebut, sehingga rasa sakit di kepala dapat berkurang. 

    3. Meringankan Nyeri Otot

    Freepik

    Kerokan dapat mengatasi gangguan nyeri otot atau badan pegal. Guratan dari alat kerok menghasilkan tekanan pada sendi yang kaku. Tekanan tersebut membantu dalam memecahkan gumpalan darah yang mengakibatkan nyeri otot. Maka dari itu, kerokan diyakini dapat membantu mengendurkan otot yang tegang.

    4. Mengurangi Sakit Punggung pada Lansia

     Freepik

    Kerokan dapat meningkatkan fleksibilitas pada bagian punggung bawah. Pengobatan ini sangat membantu para lansia untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri. Oleh karena itu, manfaat kerokan untuk lansia dapat meningkatkan pergerakan yang bebas dan memberikan anti inflamasi bagi tubuh.

    5. Mengurangi Gelisah dan Stres

    Freepik

    Kerokan dapat memberikan reaksi netralisasi dan relaksasi pada tubuh. Seringkali, setelah menjalani kerokan, badan terasa segar dan nyaman. Kondisi tersebut membuat pikiran lebih rileks dan mengurangi stres berlebih.

    Saat logam mulai digosok, hormon endorfin pada tubuh bekerja dan menimbulkan rasa nyaman dan bahagia dari dalam tubuh. Pada dasarnya, pijatan lembut juga memberikan rangsangan positif untuk memberikan rasa tenang.

    6. Meredakan Flu dan Batuk

    Freepik

    Mengurangi flu dan batuk juga dianggap sebagai manfaat kerokan lainnya. Pijatan dan tekanan yang diberikan oleh alat kerok akan membantu melancarkan saluran pernapasan. Oleh karenanya, lendir yang dihasilkan oleh kelenjar mukosa di saluran pernapasan perlahan akan luruh.

     7. Detoks Tubuh

    Freepik

    Tekanan pada otot-otot akibat kerokan membantu tubuh melepaskan racun.  Proses ini merupakan bagian dari detoksifikasi sehingga racun dapat keluar dan memperkuat imun tubuh. Tentunya tetap harus menjaga pola makan dan olahraga yang teratur ya! 

    8. Mengatasi Sindrom Perimenopause

    Freepik

    Sindrom perimenopause merupakan perubahan pola haid yang terjadi dalam fase peralihan reproduksi ke fase usia tua pada perempuan. Biasanya, sindrom ini mencakup berbagai keluhan emosional dan fisik seperti kelelahan, insomnia serta kecemasan.  

    Walaupun tidak dapat mengatasi sindrom tersebut sepenuhnya, tetapi tidak sedikit yang merasakan manfaat kerokan dalam mengurangi gejala fisik yang timbul akibat sindrom ini. Contohnya untuk membantu melunakkan otot dan sendi tubuh yang terasa kaku. 

    9. Mengatasi Sindrom Tourette

    Freepik

    Sindrom Tourette merupakan gerakan yang berulang secara spontan. Sindrom tersebut umumnya dialami oleh anak laki-laki dan merupakan kelainan genetik. Penyebab utama sindrom ini belum diketahui. 

    Sindrom Tourette ini ada dua tipe, yaitu motor tics dan vocal tics. Motor tics melibatkan otot tertentu atau beberapa otot. Pada kondisi tersebut, kerokan diyakin dalam membantu mengurangi gerakan otot berulang tersebut. 

    10. Mengurangi Peradangan akibat Hepatitis B

    Freepik

    Hepatitis B merupakan peradangan pada hati yang dapat ditularkan lewat hubungan seksual maupun berbagi jarum suntik dengan penderita hepatitis B. 

    Meskipun sering tidak memperlihatkan gejala khusus, tetapi  penderitanya sering mengalami gejala yang mirip dengan masuk angin. Contohnya adalah demam, sakit kepala, mual muntah. Sakit kuning juga menjadi penanda terjadinya radang pada hati, atau hepatitis B.

    Dalam kasus ini, manfaat kerokan dipercaya membantu meredakan peradangan atau inflamasi yang tubuh rasakan, sehingga mungkin saja membantu dalam mengurangi rasa tidak nyaman akibat inflamasi yang tubuh rasakan. Tentunya, butuh konsultasi dan perawatan lebih lanjut dengan tenaga ahli atau dokter.

    Bagaimana Cara Kerokan yang Aman?

    Memang, kerokan merupakan pengobatan tradisional dengan alat dan tata cara yang mudah. Namun, agar tidak terjadi efek samping, Hindari kerokan jika Anda memiliki gejala seperti berikut:

    • Penderita penyakit diabetes, daya tahan tubuh menurun, tumor, dan gangguan pembekuan darah,
    • Ibu hamil ,
    • Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah, dan 
    • Seseorang yang baru melakukan operasi. 

    Secara umum, kerokan dapat meringankan gejala penyakit flu, demam, batuk, pegal linu dan masuk angin. Dengan peralatan sederhana, Anda dapat merasakan manfaat kerokan yang begitu nikmat. 

    Namun, sebaiknya kerokan dilakukan oleh orang yang sudah ahli di bidangnya. Apabila terjadi beberapa keluhan seperti demam, luka merah yang tidak kunjung hilang, mual, dan muntah segeralah konsultasi dengan dokter.