Category: Kesenian

  • 10 Contoh Alat Musik Pentatonis Serta Fungsi & Cara Memainkannya

    10 Contoh Alat Musik Pentatonis Serta Fungsi & Cara Memainkannya

    Seberapa tahu kamu tentang alat musik? Mungkin bagi banyak orang awam, alat musik adalah sama saja dan memiliki cara tersendiri untuk membunyikannya. Namun, siapa sangka, alat ini memiliki beberapa jenis, dan salah satunya adalah pentatonis. Lantas, apa maksudnya dan seperti apa contoh alat musik pentatonis?

    Pengertian Alat Musik Pentatonis

    Sebelum mencari tahu apa contoh alat musik pentatonis, cari tahu dulu apa definisinya. Jika kamu sudah cukup lama berkecimpung atau memiliki ketertarikan besar terhadap dunia musik, mungkin sering mendengar istilah alat musik pentatonis. 

    Ada yang tahu artinya, namun ada juga yang hanya sekedar mendengar tanpa tahu maksudnya. Lantas, apakah alat musik pentatonis itu?

    Sebagai informasi, berdasarkan jumlah tangga nadanya, terdapat dua jenis alat musik. Keduanya adalah alat musik diatonis dan pentatonis. Alat musik diatonis sendiri memiliki tujuh tangga nada primer, sedangkan pentatonis hanya terdiri dari lima tangga nada primer.

    Karakteristik Alat Musik Pentatonis

    Jika itu tadi adalah definisi dari alat musik pentatonis, maka sekarang bagaimana karakteristik dari jenis alat musik tersebut? Umumnya, tangga nada pentatonis banyak terdapat di jenis musik rakyat atau tradisional. Jenisnya pun terbagi lagi menjadi dua, yaitu pelog dan slendro.

    Selain itu, alunan musik yang lembut dan syahdu menjadi karakteristik dari alat musik dengan tangga nada pentatonis pelog. Apa saja contoh lagu yang menggunakan tangga nada ini? Beberapa di antaranya adalah Ngusak Asing, Gundul-Gundul Pacul, Pitik Tukung, dan lain-lain.

    Berbeda dengan pelog, pentatonis slendro juga memiliki alunan musik yang lebih dinamis, kuat, dan ceria. Contoh lagu yang menggunakan alat musik pentatonis slendro adalah Lir-Ilir. Jika itu tadi adalah karakteristiknya, maka apakah kamu lebih penasaran untuk tahu apa contoh alat musik pentatonis?

    Jenis Tangga Nada Alat Musik Pentatonis

    Karena jenis pentatonis pelog dan slendro sudah disebutkan sebelumnya, maka berikut adalah informasi lebih lengkapnya. Pertama untuk pelog, tangga nada pentatonis jenis ini lebih sering ada di musik gamelan Jawa dan Bali. Selain itu, kelima tangga nada di pelog yaitu do, mi, fa, sol, dan si

    Kelimanya memiliki perbedaan jarak yang cukup besar. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan tangga nada pentatonis slendro yang memiliki jarak cukup kecil. Sebagai informasi, kelima nada di slendro antara lain do, re, mi, sol, dan la

    Bagaimana awalnya dulu tangga nada pentatonis ini berasal dan banyak penggunaannya? Sebagai informasi, tangga nada pentatonis awalnya lebih kental dan sering penggunaannya pada musik tradisional Jepang atau China. Kemudian Indonesia juga menjadi negara berikutnya, khususnya Pulau Jawa dan Bali. 

    Baca Juga : 10 Contoh Alat Musik Modern Populer di Indonesia & Cara Memainkannya

    10 Contoh Alat Musik Pentatonis 

    Beberapa nama alat musik di bawah ini mungkin ada yang familiar denganmu, namun mungkin juga ada yang terdengar asing. Lantas, apa sajakah mereka?

    1. Tifa

    Tifa
    Tifa | Sumber gambar: Kompas.com

    Apakah kamu sudah pernah dengar alat musik tifa? Contoh alat musik yang pertama ini berasal dari daerah Papua. Seperti yang terlihat pada gambar, tifa secara keseluruhan terbuat dari bahan kayu. Selain itu, cara memainkan alat musik ini juga terbilang umum, yaitu dipukul seperti gamelan.

    Selain bentuknya yang mirip seperti gamelan, ternyata suaranya juga tidak jauh berbeda. Namun faktor ukuran juga memengaruhi bagaimana suara tifa saat dipukul. Lebih lanjut, contoh alat musik pentatonis yang pertama ini memiliki fungsi untuk mengiringi tarian tradisional Papua atau upacara adat setempat.

    2. Calung

    Calung
    Calung | Sumber gambar: Dictio Community

    Sudah pernahkah kamu mendengar nama alat musik calung? Meski memiliki kemiripan nama, namun calung berbeda dengan angklung. Setelah dari Papua, kini kita mengenal calung yang merupakan instrumen musik asli dan khas Suku Sunda, Jawa Barat.

    Jika kamu lihat dari tampilannya, alat musik ini terbuat dari bambu, umumnya bambu awi wulung. Ada pun cara memainkannya adalah dengan dipukul, hanya saja menggunakan alat tersendiri. Selain itu, calung banyak berperan untuk mengiringi upacara adat atau acara hiburan rakyat.

    3. Gambang Kromong

    Gambang Kromong
    Gambang Kromong | Sumber gambar: TribunnewsWiki

    Contoh alat musik pentatonis yang berikutnya adalah gambang kromong. Beda dari yang lain, gambang kromong adalah sejenis orkes yang memiliki sentuhan alat musik China, seperti adanya elemen kongahyan, tehyan, maupun sukong. 

    Selain itu, alat musik ini memiliki jati diri asli Suku Betawi. Awalnya, sebelum ke abad 20, gambang kromong banyak mengiringi pertunjukkan menyanyi di China. 

    4. Silu

    Silu
    Silu | Sumber gambar: Sejarah Populer

    Berikutnya adalah Silu. Seberapa sering kamu mendengar nama alat musik yang satu ini? Alat musik Silu berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Awalnya, alat musik ini memiliki peran untuk mengiringi acara penyambutan tamu-tamu penting.

    Namun seiring berjalannya waktu, kemunculan silu banyak kamu lihat di acara hiburan rakyat juga. Selain itu, semakin berjalannya waktu, penggunaan alat musik silu juga mulai beragam. Salah satunya adalah adanya kombinasi dalam permainannya yang diiringi oleh gamelan.

    Tidak lupa, cara memainkan alat musik ini juga sangat mudah, yaitu dengan cara meniupnya, namun harus dengan lurus ke depan. Sayangnya, semakin ke sini, tidak banyak orang yang memiliki alat musik silu dan mungkin hanya para tetua saja.

    5. Gamelan Degung

    Gamelan Degung
    Gamelan Degung | Sumber gambar: 1001 Indonesia

    Seperti apakah contoh alat musik pentatonis yang bernama gamelan degung? Gamelan degung memiliki nama yang lebih umum yaitu gamelan Sunda. Ini merupakan seperangkat alat musik yang terdiri dari bonang, jengglong, suling degung, kecapi, dan lain-lain.

    Selain itu, seperangkat alat musik ini juga banyak kamu temui di acara khusus seperti hajatan besar atau upacara adat. Karakteristik dari sekelompok alat musik ini biasanya lebih ke irama yang mendayu-dayu.

    6. Genggong

    Genggong
    Genggong | Sumber gambar: Bobo.ID

    Jika kamu berasal dari Bali, mungkin akan familiar dengan alat musik yang satu ini. Namanya adalah genggong. Alat musik yang berasal dari Pulau Dewata ini berbentuk persegi panjang dengan irisan pada bagian tengahnya. Di salah satu ujung alat musik, terkait sebuah tali dengan tongkat kecil untuk menghasilkan suara.

    Lantas bagaimana cara memainkannya? Caranya adalah dengan meletakkannya di antara mulut, namun jangan sampai meniupnya. Lalu, tarik tali dan ulur ke arah depan sehingga ia akan bergetar dan keluar bunyi. Terakhir, penggunaan alat musik ini paling sering di upacara adat atau panggung hiburan rakyat.

    7. Sasando

    Sasando
    Sasando | Sumber gambar: Kemenparekraf

    Contoh alat musik pentatonis yang berikutnya ini mungkin cukup umum untuk kamu, yaitu sasando. Beda dari enam alat musik yang sebelumnya, sasando merupakan alat musik yang memiliki cara bermain dipetik. 

    Alat musik ini berasal dari Pulau Rote. Ia memiliki dawai panjang yang mengalunkan petikan nada syahdu dan lembut sehingga membuat siapa pun yang mendengarnya terbawa suasana.

    8. Sarone

    Sarone
    Sarone | Sumber gambar: Media Edukatif

    Kembali lagi dengan alat musik tiup, berikutnya adalah sarone. Dengan bentuk yang mirip seperti klarinet, sarone terbuat dari bahan bambu dan daun kelapa. Selain itu, yang membuat sarone unik juga dari lidah tunggal yang terbuat dari bahan bambu tipis dan merekat kuat pada permukaannya.

    Ada cara tertentu yang harus kamu ketahui sebelum memainkan alat musik ini. Untuk menghasilkan suara yang jernih dan bagus, sarone harus melalui proses pengasapan terlebih dahulu menggunakan kemenyan. Karena usianya juga sudah lama, alat musik ini juga banyak orang mainkan di acara penting atau acara adat.

    9. Kolintang

    Kolintang
    Kolintang | Sumber gambar: Detik.com

    Apakah kamu sudah pernah mendengar alat musik kolintang? Alat musik yang satu ini berasal dari daerah Minahasa, Sumatera Utara. Bagaimana cara memainkan alat musik yang satu ini? Gampang saja, kamu bisa membunyikan alat ini dengan cara memukul, sama seperti beberapa alat musik sebelumnya.

    Di mana kamu biasanya bisa menemui alat musik ini? Alat musik kolintang banyak dimanfaatkan penduduk setempat untuk meramaikan acara penyambutan tamu, upacara penting, hingga hajatan.

    10. Angklung

    Angklung
    Angklung | Sumber gambar: KASKUS.co.id

    Contoh alat musik pentatonis ini pasti sudah sangat terkenal di kalangan banyak orang. Siapa yang tidak mengenal angklung? Alat musik yang sudah mendunia ini berasal dari Jawa Barat, dan kini sudah ada banyak sekali orang yang bisa memainkannya. Alasan utama adalah karena angklung unik dan sangat khas.

    Karakteristik utama dari alat musik angklung adalah datang dari bambunya. Bambu ini nantinya akan memengaruhi bagaimana bunyi dari sebuah angklung. Jika bambu dipukul atau digoyang-goyangkan, ia akan mengeluarkan suara, dan akan lebih menarik lagi jika terdapat banyak angklung dimainkan secara bersamaan.

    Lantas, apakah benar jika angklung sudah mendunia? Jawabannya adalah benar. Tidak hanya menjadi aset lokal, angklung telah mendapat pengakuan dari UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity dalam jajaran Warisan Budaya Dunia.

    Baca Juga : 15 Contoh Alat Musik Perkusi Sederhana dan Cara Memainkannya

    Sudah Tahu Contoh Alat Musik Pentatonis?

    Itu tadi adalah sepuluh contoh alat musik pentatonis. Beberapa keberadaannya mungkin ada yang sudah jarang kamu temui, namun juga ada beberapa yang berada dalam tahap pelestarian cukup baik. Sebagai warga negara Indonesia, meski tentu tidak semua kita bisa memainkannya, paling tidak turut menjaga keberadaannya.

  • Apa itu Grafiti? Pengertian, Jenis, Seni & Contohnya

    Apa itu Grafiti? Pengertian, Jenis, Seni & Contohnya

    Seberapa sering kamu mendengar istilah grafiti? Jika kamu adalah orang yang berkecimpung atau kerap bersinggungan dengan dunia seni, tentu sudah tidak asing lagi. Keberadaan grafiti adalah salah satu bentuk kebebasan seni. Sayangnya, grafiti masih kerap menimbulkan kontra di masyarakat. Lantas, apa itu grafiti?

    Apa Itu Grafiti?

    Meski hampir memiliki nama sama, namun grafiti beda dengan gravitasi maupun gratifikasi. Ketiganya adalah tiga kata dalam tiga konteks yang sangat berbeda. Seperti yang sudah tertulis sebelumnya, istilah grafiti akan menjadi sangat familiar apabila kamu cukup dekat dengan dunia seni dan sejenisnya.

    Ketika sedang di jalan, apakah kamu sering melihat tulisan maupun gambar-gambar besar di tembok? Jika iya, maka kamu tahu apa itu grafiti. grafiti adalah seni tulisan atau lukisan dari cat yang menggunakan media tembok. Lantas, bukankah tindakan seperti itu tidak baik dan bahkan cenderung seperti vandalisme?

    Apa Itu Graffiti dan Perbedaannya dengan Vandalisme?

    Berkesinambungan dengan poin sebelumnya, setiap kali membicarakan grafiti, pasti akan sering terdengar istilah lain seperti vandalisme. Inilah yang membuat grafiti terkadang memiliki konotasi buruk. Padahal, grafiti dan vandalisme sendiri merupakan dua hal berbeda pada dasarnya.

    grafiti bisa tergolong ke dalam tindakan vandalisme apabila pelaksanaannya ilegal atau tanpa izin. Selain itu, istilah vandalisme lebih mengarah kepada aksi corat-coret tanpa tujuan dan maksud yang jelas. Jika grafiti, selain ia memiliki izin atau legal, juga memiliki tujuan jelas contohnya untuk menyampaikan pesan atau kritik.

    Bahkan biasanya di beberapa kota, ada sekelompok pihak, seperti pemerintah, yang menyediakan ruang khusus untuk grafiti. Tidak sedikit juga yang mengadakan lomba grafiti dengan tema dan tujuan tertentu. Lantas dari sini, kamu bisa menyimpulkan pengertian apa itu grafiti dan mengapa ia berbeda dengan vandalisme.

    Jenis Graffiti Berdasarkan Tujuannya

    Meski terkadang kamu hanya melihat grafiti sebagai coretan atau gambar yang sekedar memenuhi tembok di pinggir jalan, namun ternyata ada makna di balik apa itu grafiti. Berikut adalah jenis-jenis grafiti yang terbagi berdasarkan tujuan pembuatannya. Apa sajakah mereka?

    1. Graffiti Ekspresi Diri

    Apa itu grafiti ekspresi diri? Seorang pembuat grafiti umumnya membuat seni grafiti bukan tanpa tujuan. Meski itu bersifat kecil atau sederhana, pasti akan tetap ada pesan atau makna di dalamnya. Jenis grafiti yang pertama ini adalah seni yang digunakan sebagai sarana untuk mengekspresikan diri.

    Ekspresi diri seperti apa yang biasanya ada dalam grafiti? Bisa sangat bermacam dan bergantung pada si seniman. Seperti misalnya, di Afghanistan terdapat seorang seniman grafiti perempuan. Dalam grafiti buatannya, ia menyiratkan pesan tentang stigma masyarakat yang mengutamakan dominasi laki-laki di atas perempuan.

    2. Graffiti Kritik dan Pesan

    Jika suaramu tidak didengar, maka biarkan gambarmu bercerita. Kurang lebih seperti itulah jenis grafiti yang berikutnya berdasarkan jenisnya. Selain berguna untuk menyampaikan ekspresi diri, grafiti juga bisa berperan sebagai sarana untuk menyampaikan kritik atau pesan, khususnya terhadap pemerintah.

    Di jaman sekarang ini, banyak orang yang sadar tentang kebebasan seni sebagai sarana untuk berekspresi. Selain untuk ekspresi pribadi, maka tentu ada juga ekspresi yang mewakili banyak kelompok atau masyarakat. Maka, sepertinya pertanyaan apa itu grafiti kini mulai terjawab, lengkap dengan peran positifnya.

    Sayangnya di satu sisi, masih ada banyak pihak yang menganggap jenis grafiti seperti ini cenderung frontal dan menjadi sarana untuk melawan otoritas pemerintah. Hanya saja, masih ada juga kelompok yang merasa suaranya ikut tersampaikan. Maka, kamu berada di tim mana?

    3. Graffiti Iklan

    Jika grafiti memiliki banyak pesan yang terkandung di dalamnya, maka pengiklan juga memiliki banyak cara untuk memasarkan jualannya. grafiti kini juga memiliki tujuan untuk komersil. Ada banyak perusahaan yang sudah menggunakan jasa ini untuk meningkatkan kesadaran lebih banyak orang terhadap sebuah produk.

    Beberapa perusahaan yang tercatat pernah mengiklankan produk mereka melalui media grafiti contohnya adalah McDonalds, Toyota, MTV, dan Coca Cola. grafiti membuat orang melihat sisi lain dari sebuah produk atau perusahaan yang selama ini mungkin tidak disadari oleh banyak orang.

    Maka dari itu, ini adalah sebuah cara unik untuk memancing rasa penasaran lebih banyak orang terhadap iklan di sebuah grafiti. Jadi, jika kamu adalah seorang pelaku usaha atau bisnis, akankah menggunakan jasa seniman grafiti untuk coba mempromosikan produk?

    Seni Grafiti Berdasarkan Gayanya

    Jika kamu tadi sudah mengetahui apa itu grafiti berdasarkan jenis dan tujuannya, maka sekarang saatnya untuk tahu grafiti dari sudut pandang seni, khususnya style atau gayanya. Dari semua jenis grafiti, apa saja gaya yang ada di dalamnya?

    1. Throw-up Graffiti

    throw-up graffiti
    throw-up graffiti | Sumber gambar: graffitibible.com

    Grafiti dengan gaya throw-up adalah yang paling umum dan sederhana. Karena itulah, biasanya para pemula yang lebih banyak menggunakan grafiti gaya ini. Ada pun gaya throw-up ini sangat khas oleh bentuk garis huruf lengkung atau menggelembung yang dicat menonjol keluar dari dalam.

    Biasanya, dalam grafiti bergaya ini, ada dua jenis warna yang digunakan, yaitu hitam dan putih, atau bisa juga hitam dan perak. Warna hitamnya sendiri tentu berguna untuk memberikan kesan menonjol atau kesan bayangan dari huruf yang memiliki warna kontras, putih, atau perak.

    2. Bubble Graffiti

    Bubble Graffiti
    Bubble Graffiti | Sumber gambar: Pinterest

    Kedua adalah grafiti bergaya bubble atau gelembung. Sebenarnya gaya yang satu ini hampir sama dengan yang sebelumnya. Hanya saja, biasanya di gaya bubble ini, bentuk lengkungan hurufnya lebih melengkung. Selain itu, kesan gelembung yang tercipta juga lebih menggelembung seolah-olah akan meledak.

    Gaya ini juga banyak kamu temukan pada seniman grafiti pemula. Selain itu, hal lain yang membedakan dengan gaya pertama adalah, gaya bubble memiliki lebih banyak variasi warna dan ketajamannya lebih berani daripada throw-up. Maka dari itu, versi ini bisa kamu bilang versi lebih terang dan colorful dari gaya throw-up.

    3. Computer Roc Style

    Gaya yang ketiga adalah computer roc style graffiti. Untuk mengetahui lebih dalam tentang apa itu grafiti, kamu harus mengetahui juga tentang gaya yang satu ini. Gaya computer roc style graffiti lebih menonjolkan gaya kaleidoskop sebagai identitas utamanya.

    Selain itu, gaya ini juga mengharuskan seorang seniman untuk membuat setiap tarikan garis atau sudut yang ia gambar memiliki fragmen berbeda. Tidak mudah memang untuk membuatnya. Makanya, jenis grafiti seperti ini mungkin juga tidak banyak kamu temui.

    4. Wild Style Graffiti

    Wild Style Graffiti
    Wild Style Graffiti | Sumber gambar: cooltourspain.com

    Sesuai namanya, jenis grafiti satu ini memiliki kesan yang lebih liar. Liar di sini adalah seperti kontur dan paduan warna yang sangat rumit sehingga tak sedikit orang yang susah untuk mengartikan gambar atau tulisannya. 

    Wild style graffiti bukanlah sebuah gaya seni grafiti yang biasanya, dalam artian hanyalah seniman dengan keahlian tinggilah yang bisa membuatnya. Seperti yang sudah tertulis, permainan kombinasi warna sangat penting di sini, berikut dengan kontur yang sesuai agar menciptakan hasil yang menawan.

    5. Tag Style

    Tag Style
    Tag Style | Sumber gambar: graffiti-empire.com

    Seni grafiti dengan tag style menjadi salah satu yang sering kamu lihat. Gaya jenis ini adalah salah satu gaya yang cukup terkenal di awal sejarah grafiti. Tag style merupakan cara seniman untuk menuliskan tanda namanya dengan menggunakan satu warna saja, umumnya hitam.

    grafiti jenis ini selain identik dengan warna hitamnya, juga identik dengan tarikan garis tegasnya. Namun sayangnya, kini grafiti jenis ini hanya ada sebagai tambahan untuk menunjukkan siapa identitas seniman. Maka tidak heran apabila kamu akan sering menemukannya di salah sudut tertentu dari sebuah gambar grafiti.

    6. Character Style

    Character Style
    Character Style | Sumber gambar: Pexels

    Agar memahami lebih banyak tentang apa itu grafiti, kamu harus tahu gaya yang terakhir ini. Grafiti dengan gaya karakter mungkin memiliki visual yang lebih menarik di kalangan awam karena menampilkan tokoh. Biasanya seseorang akan bebas berekspresi menentukan karakter apa yang akan ia gambar. 

    Selain itu, ketelitian dan kemiripan juga sangat perlu dalam grafiti gaya ini untuk memunculkan kesan realistiknya. Hanya saja di jaman sekarang, grafiti umumnya tidak hanya fokus pada satu objek yaitu gambar, namun juga bersama dengan seni tulisan.

    Baca Juga : Fungsi Seni bagi Kehidupan dan Berbagai Contohnya

    Sudah Tahu Apa Itu Grafiti?

    Setelah membaca apa itu grafiti, kini kamu tahu jika seni ini tidak selamanya pantas mendapat konotasi buruk. Semua kembali lagi kepada tujuannya dan bagaimana seniman menyampaikan tujuan tersebut. Maka dari sekarang, perlunya kesadaran lebih untuk mengapresiasi sebuah karya seni.