Category: Kuliah

  • Pengertian Bachelor Degree dan Bedanya dengan Sarjana di Indonesia

    Pengertian Bachelor Degree dan Bedanya dengan Sarjana di Indonesia

    Lulusan perguruan tinggi dari manapun pasti memiliki gelar akademis, tetapi istilahnya berbeda dengan gelar akademis untuk lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Gelar akademis untuk mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di perguruan tinggi luar negeri yakni bachelor degree.

    Sementara di Indonesia, setelah menyelesaikan pendidikan S1 selama empat tahun, mahasiswa akan mendapatkan gelar sarjana dengan predikat yang mencerminkan jurusannya. Lalu, bagaimana perbedaan di antara kedua istilah tersebut? Mari simak penjelasannya pada artikel berikut ini!

    Pengertian Bachelor Degree

    Bachelor degree adalah gelar akademik untuk individu saat telah menyelesaikan studi selama tiga hingga enam tahun di luar negeri. Gelar ini menjadi langkah awal sistem pendidikan tinggi dan memberi dasar pengetahuan dalam bidang studi tertentu.

    Hingga saat ini, masih banyak orang yang bingung antara gelar bachelor degree dengan sarjana. Padahal, perbedaan antara kedua gelar tersebut hanya terletak pada sebutannya saja. Sebab, dalam bahasa Indonesia, bachelor degree artinya sarjana.

    Namun, perlu Anda catat bahwa penulisan gelar akademik untuk sarjana di Indonesia dan di luar negeri bisa bervariasi. Seperti di Indonesia, gelar sarjana luar negeri juga mencakup berbagai bidang ilmu, seperti Bachelor of Arts untuk seni, Bachelor of Science untuk sains, dan Bachelor of Engineering untuk teknik.

    Biasanya, seorang mahasiswa membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam tahun untuk menyelesaikan gelar sarjana sepenuhnya. Perlu Anda pahami pula bahwa beberapa negara menggunakan istilah undergraduate degree yang setara dengan gelar sarjana strata 1 alias S1.

    Jika Anda merencanakan studi di Inggris, maka Anda mungkin akan akrab dengan istilah honours degree (Hons). Gelar sarjana ini merupakan gelar sarjana dengan muatan studi yang lebih besar dan standar kelulusan lebih tinggi.

    Perbedaan Bachelor Degree Umum dan Pujian (Honours)

    Mungkin sebagian dari Anda pernah melihat seseorang memiliki gelar Bachelor of Science (Hons). Nah, ketahuilah bahwa gelar sarjana dengan pujian memiliki berbagai makna berbeda, tergantung pada sistem pendidikan di negara tujuan berkuliah.

    Misalnya, di Inggris, untuk mendapatkan gelar Bachelor Degree with Hons, Anda harus menambah masa studi selama satu tahun untuk penelitian. Sedangkan di Kanada, Anda perlu mengikuti kursus tambahan dan proyek penelitian. Namun, terdapat beberapa perbedaan umum antara kedua jenis gelar ini.

    Untuk mendapat gelar Bachelor With Honours atau Sarjana dengan Pujian, mahasiswa harus menyelesaikan 360 SKS dengan rata-rata IPK 3,5. Kemudian, mereka harus mengikuti kurikulum yang lebih terfokus. Sebab, gelar tersebut hanya tersedia di beberapa negara.

    Sedangkan untuk mendapatkan gelar Bachelor Non-Honours atau Sarjana Biasa, mahasiswa harus menyelesaikan 180 SKS dengan rata-rata IPK 2,0. Selain itu, mahasiswa dengan gelar ini mungkin mengikuti kurikulum yang kurang terfokus lantaran digunakan di semua negara.

    Selain perbedaan di atas, memiliki gelar Sarjana dengan Pujian dapat memberikan Anda peluang kerja yang lebih baik. Namun, penting untuk Anda ketahui bahwa biaya kuliah untuk gelar Sarjana dengan Pujian biasanya lebih tinggi jika Anda bandingkan dengan gelar biasa.

    Jenis Bachelor Degree

    Gelar bachelor degree datang dalam berbagai jenis, yang mencerminkan beragam bidang studi dan spesialisasi. Berikut adalah beberapa jenisnya:

    1. Sarjana Seni (Bachelor of Arts)

    Sarjana Seni, atau Bachelor of Arts (BA), adalah salah satu gelar sarjana yang paling umum. Biasanya, gelar ini didapatkan oleh mahasiswa yang mengikuti program studi umum. Mayoritas penerima gelar ini telah menyelesaikan pendidikan dalam bidang komunikasi, pendidikan, bahasa Inggris, bahasa asing, filsafat, psikologi, dan sosiologi.

    2. Sarjana Sains (Bachelor of Science)

    Sarjana Sains, atau Bachelor of Science (BS atau BSc), adalah gelar bachelor degree yang juga umum. Biasanya, gelar ini diberikan ke mahasiswa yang mengikuti program studi khusus. Mayoritas penerima gelar ini telah menyelesaikan pendidikan dalam bidang biologi, bisnis, kimia, ilmu komputer, teknik, matematika, perawatan, dan fisika.

    3. Sarjana Seni Rupa (Bachelor of Fine Arts)

    Sarjana Seni Rupa, atau Bachelor of Fine Arts (BFA), adalah gelar sarjana yang berfokus pada seni. Biasanya, gelar ini diberikan kepada mahasiswa yang mengikuti program studi berkaitan dengan seni. Mayoritas penerima gelar adalah mahasiswa jurusan penulisan kreatif, film dan fotografi, musik, teater dan tari, serta seni visual.

    Perbedaan Gelar Bachelor Degree dan Gelar Sarjana di Indonesia

    Mungkin banyak dari Anda merasa bingung antara bachelor degree dan bagaimana perbedaannya dengan gelar sarjana di Indonesia. Nah, berikut ini kami berikan penjelasannya:

    1. Durasi Studi

    Salah satu perbedaan utama antara kedua jenis gelar sarjana ini adalah lamanya studi yang harus mahasiswa tempuh. Biasanya, gelar bachelor degree memerlukan waktu sekitar 3 hingga 4 tahun, tergantung pada program studi dan negara tempat studi.

    Sebaliknya, gelar sarjana di Indonesia biasanya memerlukan waktu studi selama 3 hingga 5 tahun, tergantung pada program dan universitasnya. Hal ini terjadi karena perbedaan dalam struktur kurikulum dan persyaratan pendidikan antara sistem pendidikan di luar negeri dan di Indonesia.

    2. Kurikulum dan Mata Kuliah

    Perbedaan lainnya terletak pada kurikulum dan mata kuliah. Gelar bachelor degree biasanya menawarkan kurikulum yang lebih luas dan fleksibel sehingga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menjelajahi berbagai bidang ilmu.

    Mahasiswa dapat memilih mata kuliah pilihan yang sesuai dengan minat mereka, selain mata kuliah inti. Sedangkan gelar sarjana di Indonesia memiliki kurikulum yang lebih terstruktur dan khusus. Selain itu, mata kuliahnya pun cenderung lebih fokus sesuai dengan program studinya.

    3. Pengakuan Internasional

    Salah satu keunggulan utama memperoleh gelar bachelor degree adalah pengakuan internasional yang lebih luas. Gelar ini mendapatkan pengakuan di berbagai negara di seluruh dunia sehingga bisa memberikan fleksibilitas pada lulusannya dalam mengejar karier global.

    Sementara gelar sarjana di Indonesia memiliki pengakuan internasional yang terbatas. Walaupun begitu, gelar sarjana di Indonesia tetap mendapatkan penghargaan di dalam negeri dan memberikan peluang karier di berbagai sektor.

    4. Kualitas Pendidikan

    Penting untuk mempertimbangkan mutu pendidikan ketika harus memilih antara gelar bachelor degree dan gelar sarjana di Indonesia. Banyak negara terkenal karena sistem pendidikan tingginya menawarkan gelar bachelor yang memiliki pengakuan global.

    Perguruan tinggi di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, serta beberapa negara Eropa dikenal akan reputasi unggul mereka dalam memberikan pendidikan berkualitas tinggi. Di sisi lain, beberapa universitas di Indonesia juga telah mencapai akreditasi yang baik dan menawarkan program sarjana berkualitas.

    5. Biaya Pendidikan

    Biaya pendidikan juga menjadi faktor yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat ini. Secara umum, gelar bachelor di luar negeri cenderung lebih mahal daripada gelar sarjana di Indonesia.

    Biaya kuliah, biaya hidup, dan biaya lainnya seperti asuransi kesehatan dan visa perlu mahasiswa perhitungkan secara teliti sebelum memulai studi. Sebaliknya, gelar sarjana di Indonesia umumnya lebih ekonomis dari segi biaya.

    6. Peluang Karier

    Ketika Anda harus memilih antara gelar bachelor degree dan gelar sarjana di Indonesia, Anda perlu mempertimbangkan prospek karier di masa depan. Gelar bachelor dari universitas ternama di luar negeri dapat membuka peluang karier yang menarik secara global.

    Sementara itu, gelar sarjana di Indonesia dapat membawa kesempatan kerja yang sesuai di dalam negeri. Terutama jika didukung dengan pengalaman kerja, magang, atau sertifikasi.

    Contoh Nama Gelar Bachelor Degree dan Sarjana

    Berikut ini beberapa contoh gelar bachelor degree di luar negeri serta sarjana di Indonesia:

    1. Contoh Nama Gelar Bachelor Degree

    • B.A (Bachelor of Arts).
    • B.Sc. atau B.S. (Bachelor of Science).
    • B.B.A. (Bachelor of Business Administration).
    • B.Eng. (Bachelor of Engineering).
    • B.F.A. (Bachelor of Fine Arts).
    • B.C.S. atau B.S. in Computer Science (Bachelor of Computer Science).
    • B.N. atau B.S. in Nursing (Bachelor of Nursing).
    • B.Mus. atau B.A. in Music (Bachelor of Music).
    • B.Ed. (Bachelor of Education).
    • B.S.W. (Bachelor of Social Work).

    2. Contoh Nama Gelar Sarjana

    • S.Si. (Sarjana Sains).
    • S.T. (Sarjana Teknik).
    • S.Kom. (Sarjana Ilmu Komputer).
    • S.Sn. (Sarjana Seni).
    • S.E. (Sarjana Ilmu Ekonomi).
    • S.H. (Sarjana Hukum).
    • S.Ked. (Sarjana Kedokteran).
    • S.Pd. (Sarjana Pendidikan).
    • S.Psi. (Sarjana Psikologi).
    • S.IP. (Sarjana Ilmu Politik).

    Sudah Tahu Perbedaan Gelar Bachelor Degree dan Sarjana?

    Secara keseluruhan, harapannya artikel ini dapat memperjelas perbedaan antara bachelor degree dan gelar sarjana dengan lebih baik. Meskipun istilah-istilahnya berbeda, esensinya sama yakni keduanya adalah bentuk gelar pendidikan tinggi yang dapat membuka peluang berbagai peluang karier. 

    Saat Anda membuat keputusan, pertimbangkan faktor-faktor seperti durasi studi, kurikulum, pengakuan internasional, tingkat mutu pendidikan, dan biaya. Selain itu, paling penting adalah pilihlah program yang sesuai dengan minat dan tujuan karier Anda.

  • Studi Pustaka: Pengertian, Jenis, Metode, Fungsi dan Tekniknya

    Studi Pustaka: Pengertian, Jenis, Metode, Fungsi dan Tekniknya

    Saat menulis buku atau melakukan penelitian, sudah wajib hukumnya Anda melakukan studi pustaka terlebih dahulu. Studi pustaka adalah sebuah langkah penting yang bertujuan agar penulis mampu mempertanggungjawabkan konten yang ia tulis. Tahukah Anda, studi pustaka memiliki definisi yang lebih dalam.

    Pada artikel yang Anda baca ini, akan dijelaskan pengertian mendalam mengenai studi kepustakaan, jenis, metode, sumber, serta cara melakukannya yang benar. Simak selengkapnya dalam bacaan berikut ya!

    Apa Itu Studi Pustaka?

    Bagi Anda yang sedang membuat karya ilmiah, tentu kata studi pustaka ini menjadi kata yang familiar. Studi pustaka adalah kegiatan guna menghimpun informasi relevan mengenai topik yang menjadi objek penelitian atau topik cerita. Dari definisi tersebut, studi kepustakaan tidak hanya akan dibutuhkan untuk karya ilmiah saja.

    Saat mencoba menceritakan pengalaman tokoh yang ada dalam cerita novel, Anda juga wajib melakukan studi pustaka. Misalnya, apabila tokoh dalam novel Anda memiliki profesi sebagai ahli teknik elektronika. Tentu Anda harus memiliki banyak referensi agar tulisan Anda menjadi kaya, bukan?

    Pengertian Studi Pustaka Berdasarkan Para Ahli

    Selain dari pengertian yang telah dijabarkan diatas, terdapat sejumlah pengertian studi pustaka dari para ahli. Para ahli tersebut adalah Nasir, Sarwono, Sukardi, dan Sugiyono. Berikut adalah pengertian studi pustaka dari para ahli.

    1. Nasir

    Pengertian pertama dari studi pustaka tercetus dari Nasir. Beliau menyatakan bahwa studi pustaka adalah teknik pengumpulan data, dengan cara menelaah sumber buku, catatan, literatur, dan juga sejumlah laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang sedang penulis hadapi.

    Sedangkan proses studi kepustakaan tersebut Nasir anggap sebagai aktivitas pengumpulan data. Nantinya, data ini akan berguna bagi penulis agar dapat mereka tambahkan ke dalam tulisannya. Dengan demikian, apa yang penulis tuliskan tidak sekadar karangan, namun terdapat data yang mampu dipertanggungjawabkan.

    2. Sarwono

    Pendapat kedua dikemukakan oleh Sarwono. Beliau beranggapan bahwa studi pustaka adalah kegiatan mempelajari beragam buku referensi dan juga hasil penelitian sebelumnya yang sejenis. Dengan demikian, penulis akan mendapatkan landasan teori yang tepat untuk masalah ia teliti.

    Singkatnya, Sarwono mendapati bahwa studi kepustakaan merupakan aktivitas membaca berbagai buku atau referensi. Aktivitas ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai pembahasan berkenaan pada suatu tema atau topik. Topik yang penulis dapatkan akan disesuaikan dengan topik yang penulis tuliskan.

    3. J. Supranto

    Selanjutnya, studi pustaka juga dapat Anda artikan kegiatan mencari informasi riset atau data dengan membaca jurnal ilmiah, bahan publikasi, atau buku referensi yang tersedia di perpustakaan umum. Pengertian ini tercetus dari J Supranto.

    4. Sugiyono

    Terakhir, Anda dapat mendefinisikan studi kepustakaan sebagai kajian teoritis, literatur ilmiah, serta referensi yang berkaitan erat dengan nilai, norma, serta budaya yang berkembang pada situasi sosial tertentu.

    Sehingga, dari pengertian studi pustaka yang berasal dari kacamata para ahli diatas, Anda dapat menarik kesimpulan. Bahwa studi pustaka adalah proses penelusuran sejumlah referensi, yang umumnya berupa tulisan, seperti jurnal, buku, artikel, dan lain-lain, yang nantinya dapat penulis jadikan rujukan untuk tulisannya.

    Sebab, keberadaan referensi mampu membantu penulis mengembangkan tulisannya. Adanya referensi tidak hanya dapat membuat tulisan terlihat nyata, melainkan juga dapat membuat tulisan jauh lebih berkualitas, alias berbobot.

    Proses Studi Pustaka

    Proses studi pustaka kadang cukup rumit dan membutuhkan ketelitian ekstra. Berikut adalah prosesnya agar dapat membantu proses penulisan Anda menjadi lebih mudah.

    1. Mendapatkan Topik

    Umumnya, seorang penulis atau peneliti yang sungguh-sungguh dalam melakukan apa yang menjadi pekerjaannya, mereka akan rajin membaca buku di waktu luang mereka. Tanpa Anda sadari, proses membaca buku ini mampu membantu penulis untuk mendapatkan topik menarik untuk dibahas di karya tulisnya.

    Sedangkan bagi peneliti, proses studi pustaka adalah sebuah langkah yang mampu membantunya menemukan sebuah masalah. Masalah ini nantinya dapat digunakan sebagai topik penelitian menarik untuk dicari pemecahannya dengan pendekatan ilmiah.

    2. Menemukan Informasi Relevan

    Berikutnya, proses berikutnya dari adalah pencarian informasi yang relevan. Contohnya, penulis jadi bisa mengangkat topik mengenai gangguan mental, atau keterkaitan budaya sekolah dengan hasil kinerja guru pada tulisannya.

    Agar penulis dapat menghasilkan tulisan berkualitas mengenai gangguan mental, penulis harus bisa mendapatkan berbagai sumber tentang gangguan mental. Sama halnya ketika penulis ingin mengangkat budaya sekolah dengan hasil kinerja guru. Dengan banyaknya sumber, penulis dapat membuat tulisannya kredibel.

    3. Mengkaji Teori Relevan

    Proses ketiga dari studi pustaka adalah pengkajian teori relevan. Teori wajib relevan dengan topik atau masalah yang ingin penulis bahas pada karya tulisnya. Begitu juga dengan penelitian, peneliti wajib memasukkan sejumlah teori yang berkaitan erat dengan penelitian yang ia angkat.

    4. Menemukan Landasan Teori

    Pada penulisan karya tulis ilmiah, tentu selalu ada bab landasan teori pada bab pertama. Nah, pada bab tersebut, penulis harus mencantumkan beberapa sumber literatur yang ia baca dan kaji. Harapannya, dengan mencantumkan sumber-sumber tersebut, bahan dasar dapat penulis bahas secara mendalam di bagian isi.

    5. Memperdalam Pengetahuan serta Pemahaman

    Proses terakhir studi pustaka adalah penulis atau peneliti wajib memperdalam pemahaman mengenai topik yang mereka pilih. Dengan demikian, di masa mendatang penulis dapat menemukan topik yang jauh lebih menarik untuk mereka jadikan karya tulis. 

    Sehingga, dari penjelasan metode studi pustaka diatas, Anda dapat menyimpulkan pula bahwa studi kepustakaan berfungsi untuk menambahkan teori studi dalam kepenulisan. Jadi, tulisan akan semakin kaya, dan mampu memberikan manfaat bagi pembaca.

    Jenis Studi Pustaka

    Setelah mengetahui proses studi pustaka, kini saatnya Anda mengenal berbagai jenis dari studi kepustakaan. Karena jenisnya lebih dari satu, maka peneliti dapat memilih salah satu atau beberapa dari jenis tersebut untuk menentukan referensi apa saja yang akan digunakan.

    1. Kajian Gagasan Tokoh

    Jenis pertama dari studi pustaka adalah kajian gagasan dari tokoh penting. Gagasan dari tokoh penting ini mampu berubah menjadi topik menarik pada tulisan atau penelitian yang Anda kerjakan. Misalnya, penulis yang menulis topik mengenai pendidikan dapat merangkum buah pikiran dari Ki Hajar Dewantara.

    Nantinya, dengan menggunakan jenis studi kepustakaan ini, penulis bisa mencari referensi berbentuk tulisan yang memiliki topik hasil pemikiran Ki Hajar Dewantara. Referensi bisa penulis dapatkan dari buku biografi, atau buku yang merangkum karya dari Ki Hajar Dewantara.

    Apabila tokoh terkait tidak memiliki hasil karya literatur, penulis dapat mencari sumber hasil wawancara yang kredibel. Contoh hasil wawancara dengan pihak keluarga, atau beberapa orang yang pernah bekerjasama dengan tokoh tersebut.

    2. Analisis Referensi Teks

    Analisis referensi teks merupakan jenis kedua dari studi pustaka. Maksud dari analisis ini adalah penulis wajib membaca berbagai buku teks sebagai referensi atau rujukan. Buku teks dalam konteks ini menunjuk pada buku pelajaran SD, SMP, SMA, dan juga perguruan tinggi.

    Harapannya, adanya referensi dari buku pelajaran dapat membantu penulis mendapatkan beragam data yang mampu mendukung topik tulisan.

    3. Sumber Sejarah

    Jenis terakhir adalah kajian sejarah. Kajian sejarah sendiri merupakan proses mengkaji sejarah dari topik pilihan. Penulis dapat mencoba membaca banyak buku, literatur, dan artikel yang menjelaskan sejarah atau asal muasal dari sebuah topik.

    Selain dari sumber tertulis, penulis atau peneliti juga bisa mengumpulkan referensi dari dokumenter dalam bentuk video. Barang peninggalan sejarah juga bisa menjadi referensi bagus. Apalagi segala jenis unsur sejarah yang berkaitan dengan topik bisa menjadi data yang valid.

    Teknik Pengumpulan Data Dalam Studi Pustaka

    Selain pengertian, metode, dan juga jenis, Anda juga perlu mengetahui bahwa studi pustaka memiliki teknik pengumpulan data tersendiri. Tiga teknik dasar pada studi pustaka adalah editing, organizing, serta finding. Masing-masing teknik akan Anda ketahui pengertiannya berikut ini.

    1. Editing

    Teknik pertama disebut editing. Editing wajib penulis lakukan, sebab teknik ini merupakan proses verifikasi data yang telah penulis dapatkan. Jadi, data yang penulis dapatkan wajib lengkap, jelas, dan selaras secara makna.

    2. Organizing

    Kemudian, teknik kedua disebut organizing. Teknik ini merupakan langkah untuk menata data yang penulis peroleh dengan kerangka yang telah penulis buat sebelumnya.

    3. Finding

    Lalu, teknik terakhir adalah finding. Finding merupakan langkah melakukan analisis lanjutan pada hasil penataan data menggunakan kaidah, teori, dan metode yang telah penulis tentukan. Dari analisis tersebut, harapannya penulis akan segera mendapatkan hasil jawaban dari rumusan masalah.

    Siap Membuat Karya Tulis dengan Studi Pustaka?

    Setelah memahami seluk beluk dari studi pustaka, apakah sekarang Anda siap menulis karya yang memiliki kredibilitas tinggi? Jangan lupa untuk selalu mencoba mencari sumber berkualitas untuk Anda sertakan pada karya tulis Anda, supaya dapat bermanfaat bagi pembaca, ya!

  • 15 Jurusan Kuliah untuk Anak IPA yang Bergaji Besar, Prospek Kerja Lengkap!

    15 Jurusan Kuliah untuk Anak IPA yang Bergaji Besar, Prospek Kerja Lengkap!

    Kira-kira, apa saja jurusan kuliah untuk anak IPA? Pertanyaan tersebut sangat tepat untuk kamu yang sedang duduk di bangku SMA dan ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Ada 15 jurusan kuliah untuk anak IPA yang memiliki prospek kerja menjanjikan, lho. Penasaran? Baca artikel ini sampai habis, ya!

    Inilah 15 Jurusan Kuliah untuk Anak IPA yang Menjanjikan

    Berikut ini adalah rekomendasi program studi perguruan tinggi yang bisa dijadikan pertimbangan untuk anak jurusan IPA mulai dari bidang sains, teknik, hingga kedokteran:  

    1. Matematika 

    Contoh Soal Matematika
    Contoh Soal Matematika – Sumber: Unsplash.com

    Apakah kamu gemar dalam berhitung dan lebih senang menggunakan logika? Mungkin, jurusan matematika bisa menjadi pilihan yang tepat di perguruan tinggi. Memang sebagian besar orang menganggap matematika sangat menakutkan. Namun, jurusan matematika sebenarnya memiliki cakupan bidang yang cukup luas dan menyenangkan.

    Tidak hanya menjadi seorang guru atau dosen, prospek kerja mahasiswa lulusan matematika begitu luas dan menjanjikan untuk jenjang karir yang bagus. Kamu bisa menjadi seorang ahli atau konsultan keuangan, aktuaris, analisis pemasaran, pengolahan data, ahli statistik, bahkan programmer.

    Gaji yang ditawarkan jika lulus dari jurusan ini cukup menggiurkan. Sebagai contoh, jika kamu bekerja sebagai senior data analyst, kamu bisa mendapatkan gaji lebih dari Rp30.000.000,00 per bulan.

    2. Statistika

    Selain matematika, kamu bisa memilih jurusan statistika. Perlu ketelitian khusus untuk menguasai mata kuliah dalam jurusan statistika yang terkenal sulit. Hal inilah yang membuat peminat jurusan ini tidak seramai dengan jurusan saintek lainnya. Meskipun begitu, lulusan jurusan ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan. 

    Tentunya, ada banyak pilihan dan peluang karir untuk lulusan statistika. Contohnya, kamu bisa bekerja sebagai pengolah data di perusahaan ternama atau di lembaga pemerintahan. Kamu juga bisa bekerja sebagai ahli statistik dengan potensi gaji berkisar Rp60 juta hingga Rp84 juta per tahun sesuai dengan pengalaman.

    3. Biologi

    Jurusan Biologi
    Jurusan Biologi – Sumber: Unsplash.com

    Biologi bisa menjadi jurusan kuliah untuk anak IPA selanjutnya. Jurusan ini memang tergolong lebih mudah dibandingkan dengan rumpun IPA lainnya seperti fisika dan kimia. Beberapa mata kuliah jurusan biologi yang akan kamu pelajari seperti struktur hewan, tumbuhan, mikrobiologi, biokimia, fisiologi mikroba, genetika, dan lain-lain.

    Lalu, bagaimana prospek kerja lulusan biologi? Banyak sekali jenjang karir untuk lulusan biologi yang pastinya dengan gaji yang lumayan besar. 

    Lulusan biologi bisa bekerja sebagai teknisi laboratorium, ahli biologi, analisis laboratorium, biochemist, perawat hewan, atau bahkan menjadi genetic counsellor. Adapun gaji yang ditawarkan mulai dari Rp2 juta hingga Rp8 juta, tergantung pada kemampuan, jabatan, serta wilayah tempat kamu bekerja. 

    4. Teknik Kimia 

    Ada banyak alasan mengapa kamu harus memilih jurusan teknik kimia. Salah satunya yaitu peluang kerja yang menjanjikan karena dibutuhkan di banyak industri. Jurusan teknik kimia berkaitan dengan pengembangan penelitian terkait molekul, sintesis, dan reaksi kimia. Ruang lingkupnya masih berhubungan dengan ilmu matematika. 

    Sementara itu, ada banyak sektor pekerjaan bagi lulusan teknik kimia. Beberapa diantaranya seperti ahli kimia, ahli kesehatan dan keselamatan lingkungan, food scientist, teknisi laboratorium, staff Research and Development, hingga sektor pertambangan dan perminyakan.

    Potensi gaji yang didapatkan cukup besar, mulai dari Rp84 juta hingga mencapai Rp1.1 miliar per tahun. Jadi, apakah kamu tertarik dengan jurusan ini?

    5. Teknik Informatika

    Jurusan teknik lainnya yang memiliki banyak peminat sekaligus menjadi jurusan dengan peluang kerja yang sangat besar yaitu teknik informatika. Bagaimana tidak, program studi teknik informatika sangat dibutuhkan di tengah pesatnya kemajuan teknologi saat ini. 

    Adapun pekerjaan yang paling menjanjikan bagi lulusan teknik informatika yaitu full stack developer, front-end developer, back-end developer, dan pengembang aplikasi mobile lainnya. Banyak perusahaan yang membutuhkan pengembang aplikasi dengan tawaran gaji yang cukup besar. 

    Selain itu, lulusan teknik informatika dapat bekerja sebagai web designer, data scientist, cyber security analyst, SEO specialist, database administrator, UX researcher, dan masih banyak lagi. Kisaran gaji rata-rata yang bisa diperoleh dapat mencapai Rp1.7 miliar per tahun.

    6. Teknik Sipil

    Bagi kamu yang suka menggambar, mungkin jurusan teknik sipil bisa menjadi pilihanmu. Jurusan ini berkaitan erat dengan pembangunan infrastruktur dan perancangan bangunan hingga perhitungan efisiensi sebuah bangunan. Pastinya kamu juga harus memiliki dasar matematika dan fisika yang kuat. 

    Sementara itu, jurusan teknik sipil memiliki prospek kerja yang terbilang variatif dengan gaji yang tinggi. Lulusan teknik sipil banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan ternama untuk memperkuat divisi pengembangan dan rekayasa bangunan. 

    Gaji yang bisa kamu dapatkan dari karir ini sekitar Rp3.000.000,00 hingga di atas Rp10.000.000,00 per bulan. 

    7. Teknik Mesin

    Teknik Mesin
    Teknik Mesin – Sumber: Unsplash.com

    Ingin memiliki prospek karir yang cemerlang sebagai konsultan mekanik atau teknisi struktural? Kamu bisa masuk ke jurusan teknik mesin. Jurusan ini tidak melulu soal mesin, mobil, atau kegiatan perbengkelan lainnya. Jurusan teknik mesin juga mempelajari banyak hal terkait perancangan, teknik produksi, dan lain sebagainya. 

    Adapun peluang kerja untuk lulusan teknik mesin sangatlah bervariasi, hampir semua industri otomotif, pertambangan, manufaktur, hingga konstruksi. Gaji yang ditawarkan bagi lulusan teknik mesin bisa dibilang cukup menggiurkan. Rata-rata gaji per bulan untuk fresh graduate minimal Rp4 juta, tergantung dengan proyek yang dikerjakan. 

    8. Teknik Elektro 

    Bagi kamu yang gemar mempelajari bidang kelistrikan, kamu bisa mengasah keahlianmu lebih lanjut dengan memilih jurusan teknik elektro. Mahasiswa teknik elektro akan mempelajari seputar listrik dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. 

    Seperti jurusan teknik lainnya, lulusan teknik elektro sangat dibutuhkan hampir di seluruh industri untuk menangani seputar persoalan kelistrikan. Mulai dari industri telekomunikasi, manufaktur, otomotif, transportasi, minyak dan gas, hingga pelayanan dan jasa membutuhkan keahlian lulusan teknik elektro. 

    Rata-rata gaji awal untuk fresh graduate teknik elektro berada pada kisaran Rp5.000.000,00. Besaran gaji ini akan bergantung pada perusahaan, pengalaman, dan bidang pekerjaan. 

    9. Teknik Industri 

    Jurusan teknik industri merupakan rekomendasi jurusan lainnya untuk anak IPA dengan jenjang karir yang bagus. Mahasiswa teknik industri akan mempelajari banyak hal mengenai sistem manajemen sebuah industri. Nantinya, lulusan teknik industri akan bertanggung jawab atas pengelolaan sistem produksi pabrik dan sebagainya. 

    Tentunya prospek kerja untuk lulusan teknik industri tidak hanya seputar bidang industri saja, melainkan bisa bervariasi di bidang lain dengan gaji yang kompetitif. Contohnya, lulusan teknik industri dapat bekerja sebagai sistem informasi, marketing, penjamin mutu, hingga konsultan manajemen. 

    Sementara itu, mayoritas lulusan teknik industri mendapatkan gaji sekitar Rp10 juta per bulan bahkan lebih. Besaran gaji ini akan berbeda-beda tergantung pada jenis pekerjaan, tempat bekerja, dan tentunya pengalaman juga berpengaruh terhadap besar kecilnya gaji. 

    10. Arsitektur

    Apakah kamu memiliki cita-cita sebagai seorang arsitek? Ini saatnya untuk mewujudkan impianmu menjadi arsitek yang handal dengan kuliah di jurusan arsitektur. Gaji untuk seorang arsitek terbilang cukup besar, mulai dari Rp4 juta per bulan untuk pemula dan sekitar Rp50 juta per bulan untuk arsitek kelas manajer. 

    Ketika kamu memilih masuk ke jurusan arsitektur, kamu harus siap untuk mempelajari seputar ilmu perancangan, konstruksi bangunan, dan pembangunan. Banyak keahlian yang bisa kamu pelajari untuk menjadi seorang arsitek yang profesional dengan potensi gaji yang besar. 

    Program studi arsitektur juga berkaitan erat dengan teknik sipil. Singkatnya, arsitektur yang akan merancang konstruksi pembangunan dengan mempertimbangkan aspek estetika hingga lingkungan. Sementara itu, teknik sipil yang nantinya akan merealisasikan proses pembangunan tersebut. 

    11. Kedokteran

    Ilustrasi Dokter
    Ilustrasi Dokter – Sumber: Unsplash.com

    Salah satu jurusan kuliah untuk anak IPA yang sudah jelas memiliki peluang karir yang cemerlang yaitu jurusan kedokteran. Tidak heran jika peminat jurusan kedokteran semakin meningkat. Hal ini juga sebanding dengan meningkatnya permintaan profesi dokter setiap tahun. 

    Selain itu, lulusan kedokteran bisa menjadi dokter umum, ahli gizi, maupun konsultan kesehatan. Besaran gaji yang diperoleh sekitar Rp 2-10 juta per bulan untuk dokter gigi dan dokter umum. Sedangkan dokter spesialis memperoleh sekitar Rp15 juta per bulannya.

    Baca Juga : Perbedaan Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan

    12. Farmasi

    Selain jurusan kedokteran, jurusan farmasi cocok untuk kamu yang ingin memiliki karir di bidang kesehatan. Banyak peluang kerja yang menanti lulusan farmasi seperti apoteker atau tenaga kefarmasian yang bertugas membantu pekerjaan apoteker untuk membuat formula dan mengidentifikasi obat.

    Lulusan farmasi dapat bekerja di rumah sakit, apotek, klinik, maupun lembaga pemerintahan seperti Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Adapun kisaran gaji yang diperoleh untuk lulusan farmasi bisa mencapai Rp7.000.000,00 per bulan. Besaran gaji ini tergantung dengan perusahaan dan bidang pekerjaan. 

    13. Kesehatan Masyarakat 

    Jurusan kesehatan masyarakat juga memiliki peluang karir yang menjanjikan. Jurusan ini adalah satu dari sekian banyaknya jurusan yang banyak dibutuhkan di banyak sektor. Kamu akan mempelajari banyak hal tentang standar keselamatan, pendidikan kesehatan, dan berbagai permasalahan kesehatan yang memengaruhi masyarakat. 

    Sementara itu, lulusan jurusan kesehatan masyarakat dapat bekerja di berbagai pelayanan kesehatan. Seperti di rumah sakit, dinas kesehatan, laboratorium, klinik, perusahaan swasta, hingga institusi pemerintahan. 

    Soal gaji tidak perlu ditanya lagi. Lulusan kesehatan masyarakat memiliki rata-rata gaji sekitar Rp30.000.000,00 hingga Rp120.000.000,00 per tahun, tergantung pada pilihan karir. 

    14. Ilmu Gizi 

    Peluang karir cemerlang menanti untuk lulusan jurusan ilmu gizi. Jika kamu senang mempelajari seputar gizi dan nutrisi, jurusan ilmu gizi adalah pilihan yang tepat. Jurusan ini banyak diminati oleh calon mahasiswa karena prospek kerjanya yang bagus. 

    Adapun lulusan ilmu gizi paling banyak bekerja sebagai konsultan gizi atau ahli gizi dengan gaji berkisar Rp4,5 juta hingga Rp8 juta. Gaji tersebut bervariasi sesuai dengan jenjang karir, pengalaman, dan tempat bekerja. 

    Prospek kerja lainnya juga cukup beragam, seperti bekerja di staf lembaga kesehatan masyarakat, industri makanan dan minuman, atau menjadi peneliti di bidang gizi.

    15. Desain Interior 

    Terakhir, ada jurusan desain interior yang bagus untuk jenjang karir di masa depan. Anak IPA juga bisa masuk jurusan desain senior terlebih yang menyukai seni. Jurusan desain interior tentunya sangat cocok bagi kamu yang ingin meningkatkan keahlian merancang desain interior. 

    Lulusan dari jurusan ini sebagian besar menjadi desainer untuk berbagai proyek-proyek tertentu. Kamu bisa bekerja pada perusahan properti, konstruksi, atau kontraktor. 

    Lalu, untuk gaji dari seorang desain interior pasti fantastis. Bagaimana tidak? Pekerjaan sebagai desain interior di Indonesia mendapatkan gaji berkisar Rp5 juta hingga Rp20 juta per bulan. Tentunya, pengalaman dan level desainer akan memengaruhi besaran gaji tersebut. 

    Baca Juga : 7 Tanda Merasa Salah Jurusan Kuliah dan Cara Mengatasinya

    Tentukan Jurusan Kuliahmu Sekarang Juga!

    Jadi, apakah kamu sudah menentukan jurusan favoritmu? Rekomendasi jurusan kuliah untuk anak IPA di atas memiliki berbagai disiplin ilmu yang masih berkaitan dengan IPA. Masing-masing jurusan memiliki prospek kerja yang bagus dan terjamin. Jangan lupa sesuaikan dengan minat dan bakatmu agar tidak salah mengambil jurusan.