Category: Pendidikan

  • Buku Tentang Pendidikan untuk Para Calon Guru

    Buku Tentang Pendidikan untuk Para Calon Guru

    Sedang mencari buku tentang pendidikan? Membahas tentang pendidikan, pasti tak akan lepas dari dua istilah penting yaitu guru dan murid/siswa. Bagi guru, mengajar merupakan transfer pengetahuan dan aktivitas tersebut harus dilakukan serta berlangsung secara menyenangkan.

    Agar semakin meningkatkan profesionalitas Anda sebagai guru, terdapat beberapa buku seputar pendidikan yang recommended. Buku ini bisa menjadi pilihan untuk menambah wawasan Anda, khususnya tentang bagaimana cara menghadapi siswa dengan karakter yang berbeda-beda.

    Daftar Buku Tentang Pendidikan yang Recommended

    Buku tentang pendidikan
    (Buku tentang pendidikan | Sumber gambar: Pixabay.com)

    Pendidikan adalah sarana untuk menambah wawasan serta membantu dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Berikut beberapa pilihan buku seputar pendidikan bagi guru maupun calon pendidik.

    1. Buku tentang Pendidikan Karakter

    Pendidikan Karakter di Era Milenial
    (Pendidikan Karakter di Era Milenial | Sumber gambar: Shopee.com)

    Rekomendasi buku yang pertama yaitu berjudul Pendidikan Karakter di Era Milenial. Ini merupakan buku yang memang disarankan karena memungkinkan Anda memahami bagaimana cara memberikan pendidikan karakter terhadap para siswa.

    Buku tersebut karya Adi Suprayitno serta Wahid Wahyuni. Di dalamnya terdapat 190 halaman yang memberikan beragam ulasan menarik. Membaca buku tersebut tak akan membuat Anda cepat bosan karena banyak informasi baru dan sangat bermanfaat di dalamnya.

    Buku tersebut menerangkan bagaimana memberikan pendidikan pada anak-anak milenial di jaman sekarang. Selama ini, kebanyakan anak-anak atau siswa tersebut memandang guru hanya sebagai seorang pendidik.

    Padahal guru juga bisa menjadi tempat bercerita para siswa. Interaksi guru juga tidak seharusnya terbatas hanya di jam-jam sekolah. Melalui buku ini, wawasan Anda akan terbuka bahwa peran guru memang sangat besar.

    Guru bisa menjadi seseorang yang dekat dengan para siswanya. Bukan hanya dekat untuk membahas pelajaran. Guru bisa menjadi tempat bercerita tentang kehidupan para siswa tersebut.

    2. Buku tentang Cara Membangun Kelas Aktif

    Membangun Kelas Aktif dan Inspiratif
    (Membangun Kelas Aktif dan Inspiratif | Sumber gambar: edeposit.perpusnas.go.id)

    Selanjutnya ada buku tentang pendidikan berjudul Membangun Kelas Aktif dan Inspiratif karya H. A Tabrani Rusyan, Asep Hermawati, S.Pd, M.Pd, serta Dr. Hj. Wiwin Winami, M. M.Pd. Sesuai namanya, melalui buku ini Anda akan belajar tentang bagaimana cara menciptakan suasana pembelajaran yang aktif.

    Buku tersebut mempunyai 262 halaman. Ketika membacanya, Anda seolah diingatkan kembali seperti apa peranan serta kompetensi guru di dalam pembelajaran. Tentunya guru bukan sekadar menjadi sosok yang menjelaskan di papan tulis lalu memberikan tugas.

    Seorang guru juga harus menjadi demonstrator. Selain itu, guru harus berperan sebagai fasilitator, mediator, pengelola kelas, maupun evaluator. Dengan membaca buku tersebut, banyak informasi baru tentang apa yang perlu Anda lakukan sehingga suasana kelas menjadi aktif dan menyenangkan.

    Banyak strategi untuk membangun kelas aktif yang terdapat dalam buku recommended ini. Setelah membacanya, Anda akan tahu kira-kira seperti apa peran penting guru. Kemudian, Anda juga paham terkait bagaimana cara menghadirkan suasana kelas yang menyenangkan dan nyaman sehingga para siswa aktif mengikuti pelajaran.

    3. Buku Seputar Inovasi Pembelajaran

    Inovasi Pembelajaran di Pendidikan Tinggi
    (Inovasi Pembelajaran di Pendidikan Tinggi | Sumber gambar: deepublishstore.com)

    Selanjutnya ada buku tentang pendidikan yang juga tak kalah menarik. Buku yang satu ini memiliki judul Inovasi Pembelajaran di Pendidikan Tinggi.  Buku tersebut terbit karena muncul kesadaran akan pentingnya inovasi pembelajaran.

    Inovasi tersebut menjadi sesuatu yang sangat penting dan seorang guru harus mempunyai serta menerapkannya. Dengan inovasi, pembelajaran yang berlangsung di kelas menjadi lebih hidup serta bermakna. 

    Selain itu, Anda juga sadar betapa pentingnya peran guru dalam menemukan, mencoba, menggali, maupun menerapkan berbagai metode dan pendekatan.

    Banyak strategi yang dijelaskan lewat buku tersebut. Dengan membaca dan memahaminya, Anda akan menjadi guru yang lebih profesional. Nantinya, Anda akan tahu bahwa penting bagi guru menghadirkan inovasi baru dalam pembelajaran.

    Buku yang recommended ini disusun author bernama Dr. H. Muhammad Zaenuddin, S.Si., M.Sc.. Memiliki tebal 228 halaman, tak heran jika banyak hal menarik tersaji di dalamnya. Membaca dan menerapkannya akan menjadikan Anda sebagai seorang guru yang benar-benar profesional.

    4. Buku tentang Pendidikan dan Pengenalan Diri Sendiri

    Landasan Pendidikan: Dasar Pengenalan Diri Sendiri Menuju Perubahan Hidup
    (Landasan Pendidikan: Dasar Pengenalan Diri Sendiri Menuju Perubahan Hidup | Sumber gambar: edeposit.perpusnas.go.id)

    Pendidikan merupakan kata yang kerap dipakai banyak orang. Akan tetapi, apakah mereka benar-benar paham dengan kata tersebut? Apa arti pendidikan yang sebenarnya?

    Faktanya, banyak orang yang belum memahami tentang pengertian dari pendidikan itu sendiri. Padahal mereka kerap menggunakan kata tersebut, baik dalam dialog maupun diskusi.

    Pendidikan bukan sekadar bagaimana anak bersekolah lalu menjadi pintar. Pendidikan lebih daripada itu, di mana anak-anak harus mengembangkan dirinya sehingga mampu mencapai cita-cita serta tujuan hidupnya pada masa mendatang yang penuh dengan tantangan. 

    Oleh karena itu, buku karya Amos Neoloka yang berjudul Landasan Pendidikan: Dasar Pengenalan Diri Sendiri Menuju Perubahan Hidup ini bisa menjadi referensi Anda. Dalam buku tersebut terdapat penjelasan secara detail tentang makna pendidikan yang sebenarnya serta bagaimana cara menerapkannya.

    Buku yang berjumlah 564 halaman tersebut memungkinkan pembaca memahami bagaimana cara menggali dan mengembangkan potensi anak. Dengan begitu, mereka lebih siap untuk menghadapi tantangan yang ada dan meraih cita-citanya.

    5. Buku Seputar Krisis Ilmu Pengetahuan

    Telaah Krisis Ilmu Pendidikan dalam Multiperspektif
    (Telaah Krisis Ilmu Pendidikan dalam Multiperspektif | Sumber gambar: id.carousell.com)

    Buku tentang pendidikan yang kelima merupakan karya Yusuf Tri Herlambang yang berjudul Telaah Krisis Ilmu Pendidikan dalam Multiperspektif. Buku ini mengedepankan faktor pedagogi di dalam pembahasannya.

    Pedagogi merupakan ilmu dasar sekaligus menjadi dasar di dalam menyelenggarakan pendidikan. Di dalam penerapannya, pedagogi menjadi sebuah landasan teoritis untuk membangun pilar kehidupan manusia. Dengan kata lain, pedagogi tersebut menjadi ilmu yang akan menghubungkan manusia serta berbagai aspek kehidupannya.

    Buku ini memberikan ulasan secara lengkap seputar pedagogi Indonesia. Setelah membacanya, Anda akan tahu betapa pentingnya menguasai pedagogi serta bagaimana cara mengaplikasikannya.

    6. Menjadi Guru Profesional

    Menjadi Guru Profesional
    (Menjadi Guru Profesional | Sumber gambar: Shopee.co.id)

    Selanjutnya ada buku tentang pendidikan karya Muhammad Anwar H.M berjudul Menjadi Guru Profesional. Lewat judulnya saja sudah jelas bahwa buku ini akan memberikan pembahasan secara detail tentang tips untuk meningkatkan profesionalisme Anda sebagai pendidik.

    Menjadi guru profesional memang butuh proses dan tak bisa Anda dapatkan secara instan. Keistimewaan buku tersebut yaitu menghadirkan banyak pembahasan secara terperinci seputar berbagai cara meningkatkan kompetensi guru. Dengan begitu, wawasan pendidik akan semakin baik sehingga bisa menerapkannya di kelas.

    7. Buku tentang Pendidikan untuk Menjadi Guru Profesional

    Menjadi Guru Profesional
    (Menjadi Guru Profesional | Sumber gambar: Tokopedia.com)

    Selanjutnya ada buku berjudul Strategi Belajar Mengajar untuk Menjadi Guru yang Profesional. Sebuah kewajiban bagi pendidik untuk selalu bersikap profesional di dalam melaksanakan tugas-tugasnya serta membangun suasana belajar berkualitas dan menyenangkan.

    Bagaimana guru memberikan pengajaran pada para peserta didik ditunjukkan lewat strategi belajar mengajarnya. Sangat penting menerapkan strategi pembelajaran ini sehingga proses belajar mengajar pun lebih terarah sehingga sesuai tujuan pembelajaran.

    Dari sana, penjelasan maupun informasi dari guru mampu tersampaikan secara baik. Buku karangan Rahmah Johar serta Latifah Harum ini bisa menjadi panduan Anda di dalam menyusun dan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat.

    Bukan itu saja, di dalam buku tersebut juga terdapat pembahasan seputar bagaimana melakukan remedial maupun pengayaan. Jadi, buku tersebut akan memudahkan Anda sebagai pendidik dalam mengelola kelas dengan cara menyenangkan dan sesuai tujuan pembelajaran.

    Mana Buku Tentang Pendidikan Favorit Anda?

    Itulah beberapa referensi mengenai buku tentang pendidikan. Buku-buku tersebut bisa menjadi pilihan tepat untuk menambah wawasan Anda sehingga menjadi seorang pendidik profesional yang mampu menciptakan suasana belajar menyenangkan dan bermakna.

  • Cara Menghormati Guru Agar Mendapatkan Ilmu yang Berkah

    Cara Menghormati Guru Agar Mendapatkan Ilmu yang Berkah

    Ada banyak cara menghormati guru dan sebagai murid Anda wajib memahaminya. Guru merupakan seseorang yang sangat berjasa dalam mengajarkan Anda hal-hal yang awalnya tidak Anda ketahui.

    Peran guru sangat besar bagi perkembangan anak didiknya. Karena saking besarnya peran guru, tak sedikit yang mengistilahkannya sebagai orang tua kedua selama Anda belajar di sekolah. Untuk itu, Anda wajib menghormati guru agar ilmu yang Anda peroleh bermanfaat dan berkah.

    Begini Cara Menghormati Guru

    Menghormati guru juga merupakan bentuk rasa terima kasih atas jasa-jasa yang sangat besar untuk Anda. Ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk bisa menunjukkan rasa hormat kepada guru. Berikut pembahasannya.

    1. Memberi Salam

    Guru menyalami murid
    (Guru menyalami murid | Sumber gambar: darunnajah.com)

    Salah satu cara hormat pada guru yaitu dengan mengucapkan salam, baik saat bertemu maupun berpisah. Ini merupakan cara yang sangat sederhana dan semua orang seharusnya bisa melakukannya.

    Anda bisa mengucapkan assalamu’alaikum, selamat siang, maupun selamat pagi. Bisa juga dengan hanya menyebut nama guru tersebut dengan cara yang sopan sambil tersenyum. Cara tersebut akan membuat guru merasa senang dan pastinya Anda akan mendapatkan pahala karena menyenangkan guru Anda.

    2. Mendoakan Kebaikan

    Murid berdoa
    (Murid berdoa | Sumber gambar: sumsel.kemenag.go.id)

    Menghormati guru bisa juga dengan selalu mendoakan kebaikan untuknya. Anda tentu tahu bahwa jika bukan karena pengajaran dan kesabarannya dalam mendidik, kemungkinan Anda tak akan jadi seperti sekarang. Jasanya pun sangat besar sehingga Anda perlu membalas kebaikan guru melalui doa-doa kebaikan yang Anda panjatkan.

    Kapan harus mendoakan guru sebenarnya tidak ada waktu yang pasti. Namun, akan lebih baik jika Anda mendoakannya setelah selesai beribadah. Doakan hal-hal baik seperti pengampunan, rahmat, diberi panjang umur, dan lain-lain.

    3. Mendengarkan Guru Saat Menjelaskan

    Murid memperhatikan guru menerangkan
    (Murid memperhatikan guru menerangkan | Sumber gambar: pexel.com)

    Cara menghormati guru serta menghargainya yaitu dengan mendengarkan secara seksama pada saat guru menjelaskan. Ini merupakan bentuk adab yang sangat jarang diperhatikan oleh murid-murid jaman sekarang.

    Ketika guru menerangkan materi pelajaran, sangat banyak siswa yang tidak memperhatikan. Bahkan ada yang sibuk mengobrol atau bergurau dengan temannya. Padahal sudah menjadi kewajiban bagi seorang murid untuk mendengarkan penjelasan guru.

    Meskipun Anda tak paham atau bahkan tak menyukai pelajaran tersebut, Anda tetap harus mendengarkannya. Ini merupakan bentuk adab pada guru dan bisa jadi karena hal tersebut, perlahan-lahan Anda malah mudah memahami penjelasan guru bahkan menjadi suka dengan mata pelajaran tersebut.

    Jadi, Anda harus mendengarkan penjelasan guru secara seksama. Jangan sibuk mengobrol atau bahkan malah tidur. Hargailah guru agar suatu saat Anda juga akan dihargai oleh orang lain.

    4. Mematuhi Perintah Guru

    Berikutnya yaitu mematuhi setiap perintah guru. Misalnya perintah untuk mempelajari materi dan mengerjakan soal. Bisa juga perintah agar Anda maju ke depan untuk presentasi atau menjawab pertanyaan yang sudah ada di papan.

    Memang terkadang agak menyebalkan saat guru tiba-tiba menyuruh Anda maju ke depan. Apalagi saat Anda belum paham bagaimana cara menjawab atau mengerjakan soal tersebut.

    Akan tetapi, alasan guru menyuruh Anda maju ke depan sebenarnya bukan semata-mata agar Anda mengerjakan soal. Ini merupakan salah satu bentuk cara untuk mengajarkan keberanian dan percaya diri pada Anda. Jadi, saat Anda diminta maju ke depan dan ternyata tak bisa mengerjakan soal, maka tidak apa-apa.

    Asalkan Anda sebelumnya sudah memperhatikan penjelasan guru dan berusaha mengerjakannya. Guru tak akan memarahi ketika Anda sudah berusaha semaksimal mungkin. Bahkan guru tersebut akan tetap mengapresiasi usaha Anda yang berani maju ke depan.

    5. Mengerjakan Tugas

    Murid mengerjakan tugas
    (Murid mengerjakan tugas | Sumber gambar: pexel.com)

    Hal sederhana selanjutnya yang juga menunjukkan bentuk penghormatan pada guru yaitu mengerjakan tugas. Tentu tugas di sekolah maupun di rumah menjadi salah satu kewajiban yang harus Anda laksanakan sebagai murid.

    Mengerjakan soal-soal tersebut bukan sekadar untuk menyelesaikan tanggung jawab. Hal ini juga menjadi cara untuk menunjukkan bahwa Anda menghormati guru Anda. Saat di sekolah dan guru meminta mengumpulkan tugas dan semua siswa mengumpulkannya, maka guru tersebut sudah pasti senang.

    6. Memperhatikan dan Mengikuti Nasihatnya

    Memperhatikan guru
    (Memperhatikan guru | Sumber gambar: Pixabay.com)

    Cara menghormati guru yang juga dapat Anda lakukan adalah dengan memperhatikan serta mengikuti nasihatnya. Guru bukan hanya orang yang mengajarkan Anda materi pelajaran. Akan tetapi, guru juga menjadi sosok yang akan memberikan arahan maupun nasihat untuk kebaikan Anda.

    Jika guru memberikan masukan maupun nasihat, Anda harus memperhatikan secara seksama. Ketika apa yang disampaikan guru tersebut memang merupakan kebaikan bagi Anda, maka sudah seharusnya Anda mematuhi nasihat tersebut.

    7. Belajar dengan Tekun

    Murid belajar
    (Murid belajar | Sumber gambar: pexel.com)

    Keinginan terbesar seorang guru yaitu melihat anak didiknya menjadi orang yang sukses. Untuk mewujudkan keinginan guru, yang harus Anda lakukan yaitu belajar dengan tekun.

    Belajar memahami setiap penjelasan guru dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Belajar bukan hanya ketika mendekati ujian, melainkan biasakan untuk belajar setiap hari. Dengan begitu, peluang Anda untuk menjadi orang sukses akan terbuka lebar.

    8. Meminta Doa pada Guru

    Selain mendoakan guru, Anda juga harus meminta doa pada guru Anda. Seperti penjelasan sebelumnya, guru merupakan orang tua kedua. Sebagaimana meminta doa pada orang tua di rumah, Anda juga harus meminta doa pada guru yang sudah berjasa mendidik Anda sebagai muridnya.

    Mintalah doa padanya, terutama doa untuk kemudahan Anda dalam menerima setiap materi pelajaran dari guru. Doa dan ridho guru tersebut bisa menjadi salah satu sebab Anda menjadi seseorang yang mudah memahami sesuatu.

    9. Tidak Menyela atau Memotong Pembicaraan Guru

    Saat guru sedang menjelaskan materi pelajaran maupun mengobrol dengan Anda, bukan sekadar Anda harus memperhatikannya secara seksama. Di sini, Anda juga tidak boleh memotong atau menyela pembicaraan guru.

    Ketika guru berbicara, Anda wajib mendengarkannya. Lalu bagaimana jika ada yang ingin Anda sampaikan? Tunggu sampai guru selesai berbicara atau ketika guru Anda bertanya apakah Anda ingin menyampaikan sesuatu atau tidak.

    Selain itu, dalam menyampaikan pun juga harus dengan bahasa yang sopan. Jangan pernah berbicara pada guru dengan nada tinggi karena ini akan menyakiti hatinya dan malah ilmu yang Anda dapatkan tidak berkah.

    10. Tidak Membandingkan Antar Guru

    Tidak membandingkan guru satu dengan yang lain juga merupakan cara menghormati guru yang harus Anda lakukan. Terkadang ada siswa yang membandingkan guru, baik dari tampilan fisik, cara mengajar, maupun cara memperlakukan siswa-siswanya.

    Setiap guru pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ini merupakan sesuatu hal yang wajar dan terjadi pada setiap guru. Meskipun begitu, Anda jangan pernah membandingkannya.

    Anda harus memaklumi kelebihan dan kekurangan tersebut. Anda harus tetap menghormati guru dan jangan pernah membicarakan keburukannya dengan siswa atau teman Anda.

    Baca Juga : Pengertian AKM: Tujuan, Komponen dan Bedanya dengan UN

    Sudah Paham Cara Menghormati Guru?

    Sekian penjelasan tentang bagaimana cara untuk menghormati guru. Dengan melakukan hal tersebut, Anda juga berharap mendapatkan ridho dari guru sehingga ilmu-ilmu yang diajarkan bermanfaat dan berkah.

  • Contoh Kewajiban di Lingkungan Masyarakat, Sekolah, dan Rumah

    Contoh Kewajiban di Lingkungan Masyarakat, Sekolah, dan Rumah

    Setiap manusia pasti memiliki kewajiban. Contoh kewajiban misalnya, menghormati orang tua. Hal itu sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari kita. Kewajiban ini selalu didahulukan sebelum kamu menuntut adanya hak. 

    Kewajiban yang telah ditunaikan dan dilaksanakan penuh dengan rasa tanggung jawab akan membuahkan hasil yang memuaskan. Artikel ini akan membahas pengertian kewajiban, jenis, hingga contohnya.

    Apa Itu Kewajiban?

    Kewajiban merupakan perbuatan yang wajib kamu lakukan, baik itu perbuatan hukum maupun perbuatan yang berhubungan dengan agama. Hal ini adalah bentuk dari tanggung jawab kamu terhadap kehidupan.

    Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kewajiban adalah segala sesuatu yang wajib atau harus dilakukan secara benar dan tepat agar kamu mendapatkan hak.

    Jenis-Jenis Kewajiban

    Jenis-Jenis Kewajiban
    Jenis-Jenis Kewajiban | Sumber gambar: Bobo.id

    Menurut George Nathaniel Curzon, 5 jenis kewajiban. Berikut penjelasan mengenai 5 kewajiban tersebut, yaitu:

    1. Kewajiban  yang Mutlak

    Kewajiban mutlak merupakan kewajiban yang kamu lakukan untuk dirimu sendiri, sehingga tidak mengandung hak orang lain. 

    Hanya ada hakMu yang terpenuhi atas usahamu. Contoh kewajiban ini berupa kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kewajiban ini wajib kamu lakukan sendiri tanpa bantuan orang lain.

    2. Kewajiban Publik

    Kewajiban Pokok
    Kewajiban Pokok | Sumber gambar: BAMS

    Selanjutnya, ada kewajiban publik yaitu kewajiban yang berkaitan dengan kehidupan bernegara. Setiap individu yang tinggal di suatu negara wajib melaksanakan peraturan di negara tersebut.

    Peraturan itu  bersifat mengikat, sehingga kamu tidak dapat mengelak untuk tidak melakukannya. Contohnya, kamu wajib menaati peraturan lalu lintas. 

    3. Kewajiban Positif dan Negatif 

    Kewajiban ini dapat kamu lakukan atau tidak. Sesuai dengan hati nuranimu. Kewajiban positif merupakan tugas yang terdapat komitmen sebelumnya. Sedangkan, kewajiban negatif adalah tugas yang tidak bermaksud untuk melakukan komitmen. 

    Misalnya, perusahaan mencabut hakmu sebagai pekerja. Kemudian kamu melapor terhadap pihak berwajib, itu masuk ke dalam kewajiban positif. Namun, kalau kamu tidak bertindak apa-apa, tindakan tersebut tergolong kewajiban negatif.

    4. Kewajiban Umum dan Khusus

    Kewajiban umum bersifat menyeluruh (universal). Sedangkan, kewajiban khusus lebih ke dalam golongan tertentu. 

    Contoh kewajiban umum misalnya, suatu negara dengan peraturan perundang-undangan yang harus masyarakat taati, baik yang tinggal di negara itu maupun yang hendak ingin menetap.

    Sedangkan, kewajiban khusus contohnya partai politik. Peraturan yang mereka buat dan kegiatan yang telah terjadwal wajib dilaksanakan seluruh anggota partai karena telah tertulis dalam perjanjian. 

    5. Kewajiban Pokok

    Kewajiban pokok adalah kewajiban yang berkaitan dengan hukum yang muncul tanpa atau ada pelanggaran hukum sebelumnya. Misalnya UUD 1945, Pancasila, Peraturan adat istiadat, dan lain-lain.

    Contoh yang tanpa ada pelanggaran yaitu wajib pajak setiap setahun sekali dan tidak melanggar hukum negara. Sedangkan yang melanggar hukum contohnya, yaitu membayar ganti rugi atas perbuatan yang telah kamu lakukan.

    Contoh Kewajiban Berdasarkan UUD 1945

    UUD 1945
    UUD 1945 | Sumber gambar: Bobo.id-Grid.id

    Jika ditelaah lebih jauh lagi, sebenarnya contoh kewajiban Kamu sebagai masyarakat telah diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 27 sampai dengan pasal 34, berikut penjelasannya.

    1. Menaati Hukum dan Pemerintah (Pasal 27 ayat 1)

    Terdapat makna dalam pasal 27 ayat 1 yaitu tiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dalam hukum (equality before the law). Setiap orang yang melakukan kesalahan wajib diadili sesuai hukum. 

    Oleh karena itu, semua orang wajib menaati hukum yang ada baik masyarakat biasa atau penegak hukum.

    2. Ikut Serta Membela Negara Indonesia  (Pasal 27 ayat 3) 

    Upaya bela negara ini wajib dilakukan oleh setiap warga negara. Tetapi tidak harus melakukan kegiatan militer. Sebagai seorang pelajar, kamu dapat melakukannya melalui kegiatan belajar, mengikuti upacara bendera, dan menjaga kerukunan antar teman. 

    3. Saling menghormati HAM Orang Lain (Pasal 28J Ayat 1)

    Menghormati sesama manusia hukumnya wajib apalagi di Indonesia yang merupakan negara HAM. Sebab, berkaitan dengan hak orang lain. Apabila tidak dilaksanakan, tentu akan menimbulkan ketidakadilan antar masyarakat. 

    4. Tunduk pada batasan UUD 1945 (Pasal 28J Ayat 2)

    Setiap warga bebas menjalankan haknya. Pemerintah mengeluarkan Undang undang untuk mengatur batasan dalam berperilaku sebagaimana yang telah tercantum pada keseluruhan bagian dari UUD 1945. 

    Hal ini dilakukan supaya warga tidak melupakan nilai agama dan moral sosial serta menjaga ketertiban di masyarakat.  

    5. Wajib Ikut Pendidikan Minimal 12 Tahun Belajar (pasal 31 ayat 2)

    Pemerintah mencanangkan program 12 tahun belajar bagi seluruh warga Indonesia agar tingkat pendidikan di negara ini rata. Dengan meningkatkan kualitas pendidikan, kualitas dan daya saing SDM juga akan lebih meningkat. 

    Tidak hanya dalam undang-undang, Pancasila juga berisi beberapa kewajiban yang harus kamu lakukan. Setiap silanya mengandung beberapa makna, sehingga harus kamu amalkan setiap harinya.

    Baca Juga : 20 Contoh-Contoh Hak dan Kewajiban Siswa di Sekolah

    Contoh Kewajiban Berdasarkan Pancasila

    Pancasila dan Kewajiban
    Pancasila dan Kewajiban | Sumber gambar: Suara.com

    Dalam Pancasila, terdapat contoh kewajiban yang harus kamu penuhi sebagai berikut.

    • Sesuai sila pertama, kamu wajib memberikan kebebasan bagi orang lain untuk beribadah dan memeluk agama. 
    • Sila kedua, wajib menghormati  dan bersikap adil dengan sesama manusia.
    • Sila ketiga, wajib menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan.
    • Sila Keempat, wajib memberikan kebebasan berpendapat orang lain dan ikut serta dalam musyawarah.
    • Sila kelima, wajib memberikan orang lain kesempatan dalam kegiatan yang memakmurkan bangsa.

    Contoh Kewajiban Berdasarkan Lingkungan

    Berikut ini adalah contoh kewajiban di lingkungan masyarakat, sekolah, dan rumah yang harus kamu perhatikan dengan baik, yaitu:

    1. Lingkungan Masyarakat

    Inilah 5 contoh kewajibanmu di lingkungan masyarakat, antara lain yaitu: 

    • Menaati adat kebiasan dan peraturan di sekitarmu.
    • Menghormati antar warga.
    • Menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban lingkungan.
    • Mengikuti kegiatan gotong royong kampung dan kegiatan lainnya.
    • Membayar iuran pokok di lingkungan sekitarmu.

    2. Lingkungan Sekolah

    Kewajiban di Sekolah
    Kewajiban di Sekolah | Sumber gambar: Mikirbae.com

    Bagi kamu yang masih duduk di bangku sekolah, wajib mengamalkan 6 hal berikut ini yaitu:

    • Menaati peraturan sekolah.
    • Menghormati guru dan sesama teman.
    • Ikut serta menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah.
    • Mengikuti kegiatan belajar mengajar tepat waktu.
    • Membayar uang kas secara rutin.
    • Ada juga gerakan 3S yaitu salam, senyum, dan sapa yang mulai diterapkan di beberapa lingkungan sekolah.

    3. Lingkungan Keluarga

    Kewajiban Keluarga
    Kewajiban Keluarga | Sumber gambar: Hukumonline

    Ada beberapa kewajiban yang harus kamu lakukan saat berada di lingkungan keluarga sebagai berikut, yaitu:

    • Saling membantu sesama keluarga.
    • Saling memberi kasih sayang dan perhatian.
    • Bekerja sama yang baik antar keluarga.
    • Mentaati perintah orang tua.
    • Mematuhi peraturan yang ada di rumah.

    Siap Terapkan Berbagai Contoh Kewajiban di Atas?

    Sekarang kamu sudah mengetahui berbagai contoh kewajiban di lingkungan masyarakat, sekolah, rumah, hingga kewajiban yang tertuang dalam Pancasila. Menuntut hak memang tidak ada yang salah. Namun, alangkah lebih baiknya kamu menunaikan kewajiban terlebih dahulu agar tidak merugikan orang lain.

  • 20 Contoh-Contoh Hak dan Kewajiban Siswa di Sekolah

    20 Contoh-Contoh Hak dan Kewajiban Siswa di Sekolah

    Seorang siswa memiliki kewajiban sekaligus hak tertentu ketika berada di lingkungan sekolah. Dua hal tersebut berjalan beriringan dan selalu terikat satu sama lain. Lalu, apa saja contoh-contoh hak dan kewajiban siswa di sekolah? Gulirkan layar kamu ke bawah untuk mempelajari lebih lanjut!

    10 Contoh Hak Siswa di Sekolah

    Sekolah tidak cuma tentang belajar saja, sebagai siswa kamu punya berbagai hak yang perlu dipenuhi untuk kebutuhan perkembangan kamu secara intelektual. Sepuluh contoh hak siswa di sekolah berikut ini adalah gambaran yang umum. 

    1. Menggunakan Seluruh Fasilitas Sekolah

    Fasilitas Sekolah
    Fasilitas Sekolah | Sumber gambar: Unsplash

    Siswa dapat menggunakan seluruh fasilitas yang ada di sekolah untuk mendukung kegiatan belajar. Fasilitasnya antara lain laboratorium, perpustakaan, tempat beribadah, sarana olahraga, toilet, kantin, serta ruang kelas yang nyaman.

    Meski berhak sepenuhnya untuk memanfaatkan fasilitas, siswa tetap harus menggunakannya dengan penuh tanggung jawab. Artinya, jangan sampai merusak fasilitas dengan sengaja. 

    2. Mendapatkan Pengajaran dan Pembelajaran dari Guru

    Siswa Belajar bersama Guru
    Siswa Belajar bersama Guru | Sumber gambar: Unsplash

    Mendapatkan pengajaran dan pembelajaran dari guru atau pengajar merupakan sebuah hak utama para siswa karena belajar merupakan aktivitas utama siswa di sekolah. Siswa berhak mendapatkan materi pelajaran dengan sejelas mungkin.

    Tenaga pengajar juga bertanggung jawab untuk membimbing siswa yang terkendala selama proses belajar. Harapannya adalah semua siswa mendapatkan pengajaran serta pendidikan yang sama rata.

    3. Bertanya Jika Ada yang Belum Dipahami

    Siswa Bertanya pada Guru
    Siswa Bertanya pada Guru | Sumber gambar: Unsplash

    Setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda dalam belajar. Jika belum paham dengan pelajaran, siswa berhak untuk mengajukan pertanyaan kepada pengajar atau guru yang mendampinginya. Murid dapat menyampaikan pertanyaan tersebut ketika berada di dalam kelas maupun di luar jam pelajaran, tentunya dengan etika dan adab.

    Sementara itu, guru atau tenaga pendidik memiliki tanggung jawab untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh murid tersebut. 

    4. Memperoleh Perlakukan yang Adil

    Siswa dengan Perbedaan Warna Kulit
    Siswa dengan Perbedaan Warna Kulit | Sumber gambar: Unsplash

    Seluruh siswa memiliki hak untuk mendapatkan perlakukan yang sama, tanpa memandang status sosial atau latar belakangnya. Pihak sekolah, guru, dan staf lainnya di sekolah tidak boleh mendiskriminasi maupun memberikan perlakukan istimewa pada siswa tertentu. Sesama siswa juga perlu memahami hak ini terhadap satu sama lain. 

    Oleh karena itu, kondisi tersebut juga merupakan contoh-contoh hak dan kewajiban siswa di sekolah, dan bukan hanya hak semata. 

    5. Mendapatkan Perlindungan dan Keamanan

    Murid Belajar di Dalam Kelas
    Murid Belajar di Dalam Kelas | Sumber gambar: Unsplash

    Orang tua tidak lagi bisa mengawasi anak sepenuhnya ketika sudah berada di sekolah. Di lingkungan ini, anak-anak lebih banyak berinteraksi dengan teman-teman dan gurunya. 

    Oleh karena itu, sekolah wajib menjamin keamanan serta melindungi siswa. Anak mendapatkan hak untuk terlindung dari tindak penindasan, perundungan atau bullying, serta risiko pelecehan seksual.

    6. Mengikuti Kegiatan Lain sesuai Minat dan Bakat

    Seorang Siswa Sedang Membatik
    Seorang Siswa Sedang Membatik | Sumber gambar: Unsplash

    Murid perlu mengembangkan minat serta bakatnya sehingga mereka berhak untuk memilih kegiatan lain di luar jam pembelajaran. Untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut, pihak sekolah umumnya menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler di bidang olahraga, kesenian, maupun bidang pendidikan seperti sains.

    Selain itu, siswa yang ingin mengembangkan minat di bidang organisasi juga dapat mengikuti kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). 

    7. Mendapatkan Izin saat Tidak Dapat Hadir di Sekolah

    Seorang Anak Sakit Demam
    Seorang Anak Sakit Demam | Sumber gambar: Pexels

    Dalam kondisi tertentu, misalnya sakit, berduka, menghadiri acara keluarga, atau mengikuti kegiatan penting lain di luar sekolah, siswa memiliki hak untuk tidak hadir ke sekolah. Namun, siswa wajib menyampaikan surat izin yang ditujukan kepada pihak sekolah.

    Surat izin tersebut umumnya dibuat oleh orang tua siswa dan ditandatangani juga oleh orang tua, atau berupa surat keterangan dari dokter. 

    8. Memperoleh Bimbingan dan Konseling

    Guru Membimbing Murid yang Kesulitan
    Guru Membimbing Murid yang Kesulitan | Sumber gambar: Unsplash

    Biasanya, sekolah memiliki guru Bimbingan dan Konseling (BK). Namun, banyak yang menyalah artikan perannya, yaitu menegur anak-anak yang nakal. Padahal, kehadiran guru BK justru adalah untuk memenuhi hak siswa agar mendapatkan bimbingan serta konseling terkait kendala dalam belajar maupun bersosialisasi di lingkungan sekolah.

    9. Menyampaikan Pendapat

    Murid Menyampaikan Pendapat di Dalam Kelas
    Murid Menyampaikan Pendapat di Dalam Kelas | Sumber gambar: Unsplash

    Menyampaikan pendapat merupakan hak setiap orang, sesuai dengan amanat yang terlampir dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 E Ayat 3. Siswa di sekolah pun memiliki hak yang sama. 

    Sebaliknya, dalam menyampaikan pendapat, siswa atau pelajar harus memperhatikan aspek dan norma agar tetap sopan dan tidak arogan. 

    Proses ini termasuk bagian contoh-contoh hak dan kewajiban siswa di sekolah, di mana siswa berhak menyampaikan pendapat, tetapi berkewajiban menjaga adab dan etika di saat yang sama. 

    10. Memperoleh Penghargaan ketika Meraih Prestasi

    Sekelompok Siswa Mendapatkan Piala
    Sekelompok Siswa Mendapatkan Piala | Sumber gambar: Golek Ilmu

    Ketika seorang siswa berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik, maka dia berhak untuk mendapatkan penghargaan dari pihak sekolah. Selain sebagai apresiasi, penghargaan ini juga dapat memotivasi siswa lain untuk mengembangkan potensi mereka masing-masing. 

    10 Contoh Kewajiban Siswa di Sekolah

    Selain mendapatkan sederet hak, siswa juga memiliki beberapa kewajiban. Tidak sedikit contoh hak yang disinggung sebelumnya menuntut kewajiban dari siswa.  Silakan simak beberapa kewajiban di bawah ini yang melengkapi pembahasan contoh-contoh hak dan kewajiban siswa di sekolah dalam artikel ini!

    1. Menaati Seluruh Tata Tertib

    Siswa Mengikuti Upacara
    Siswa Mengikuti Upacara | Sumber gambar: SMKN 3 Sampit

    Aturan dan kebijakan yang berlaku di setiap sekolah tentu akan berbeda-beda. Meskipun begitu, kewajiban seorang siswa tetap sama, yaitu menaati seluruh tata tertib atau aturan yang berlaku di sekolah.

    Walaupun terkesan mengikat, mewajibkan siswa menaati seluruh aturan akan mengajarkan mereka untuk disiplin. Tata tertib ini tidak hanya berlaku untuk siswa, tetapi juga bagi seluruh warga sekolah, termasuk guru dan seluruh jajaran staf sekolah. 

    2. Datang ke Sekolah Tepat Waktu

    Siswa Berjalan Masuk ke Dalam Kelas
    Siswa Berjalan Masuk ke Dalam Kelas | Sumber gambar: Pexels

    Kebanyakan sekolah di Indonesia memulai jam pelajaran pertama pada pukul 07.00. Oleh karena itu, umumnya siswa pun harus datang ke sekolah sebelum pukul 07.00 agar tidak terlambat mengikuti pelajaran. 

    Siswa wajib datang tepat waktu dan akan menerima konsekuensi apabila terlambat. Aturan ini mengajarkan murid di sekolah untuk selalu tertib dalam time management (pengelolaan waktu). 

    3. Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah

    Siswa Membersihkan Kelas
    Siswa Membersihkan Kelas | Sumber gambar: Kanwil Kemenag Sumatera Selatan

    Di setiap kelas yang terdapat di sekolah umumnya memiliki jadwal piket kebersihan. Pembuatan jadwal tersebut adalah wujud dari kewajiban siswa untuk menjaga kebersihan di lingkungan sekolah sehingga siswa juga merasa lebih nyaman saat belajar.

    Piket siswa tetap ada meskipun sekolah memiliki petugas kebersihan khusus. Jadwal piket ini mengajarkan siswa mengenai tanggung jawab terhadap lingkungan terdekatnya.

    4. Turut Merawat Gedung dan Fasilitas Sekolah Lainnya

    Koridor Sekolah
    Koridor Sekolah | Sumber gambar: Unsplash

    Kewajiban siswa di sekolah yang berikutnya yaitu turut menjaga dan merawat gedung sekolah berikut seluruh fasilitas yang ada di dalamnya. Jadi, siswa tidak hanya berhak atas fasilitas tersebut, menjaga dan tidak merusaknya juga menjadi sebuah kewajiban.

    Dengan adanya kewajiban ini, pihak sekolah berharap bahwa seluruh fasilitas dapat berfungsi secara maksimal, sekaligus menjadi timbal balik hak siswa untuk memakai fasilitas sekolah. Murid atau siswa juga yang akan merasakan dampak positifnya. 

    Ini juga merupakan contoh-contoh hak dan kewajiban siswa di sekolah yang saling melengkapi satu sama lain. 

    5. Mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar

    Siswa Belajar di Dalam Kelas
    Siswa Belajar di Dalam Kelas | Sumber gambar: Unsplash

    Seluruh siswa memiliki kewajiban untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar sejak jam pertama hingga jam pelajaran yang terakhir. Tidak hanya mengikuti, murid juga harus terlibat secara aktif di dalam pembelajaran. Terlebih lagi, kurikulum yang berlaku saat ini lebih banyak mengajak murid untuk proaktif.

    Jika ada evaluasi (ujian atau ulangan), siswa pun wajib untuk mengikutinya. Bagi siswa yang berhalangan hadir sehingga tidak bisa mengikuti ulangan atau ujian, wajib untuk ikut susulan.

    6. Mengerjakan Tugas dan Mengumpulkannya Tepat Waktu

    Siswa Mengerjakan Tugas
    Siswa Mengerjakan Tugas | Sumber gambar: Unsplash

    Tidak hanya mengikuti pelajaran serta ujian, murid pun memiliki tanggung jawab lainnya, yaitu mengerjakan seluruh tugas yang telah diberikan oleh guru. Siswa pun wajib mengumpulkan tugas tersebut sesuai tenggat waktu. Biasanya, guru dan murid sama-sama menyepakati batas akhir pengumpulan tugas tersebut.

    7. Menghormati Guru dan Staf Lainnya

    Siswa Menyapa Guru
    Siswa Menyapa Guru | Sumber gambar: Pexels

    Kewajiban seorang siswa atau murid yang selanjutnya adalah menghormati seluruh jajaran guru dan staf. Bentuk penghormatannya antara lain bersikap sopan serta menyapa ketika bertemu. 

    Tidak lupa untuk menghargai guru sekaligus staf yang telah banyak membantu siswa dalam kegiatan belajar serta urusan lainnya di sekolah.

    8. Menghargai Sesama Teman

    Dua Siswa Berolahraga di Lapangan
    Dua Siswa Berolahraga di Lapangan | Sumber gambar: Unsplash

    Selain menghormati guru dan staf, setiap murid juga wajib untuk menghargai sesama teman. Di sekolah, siswa akan bertemu dengan siswa lainnya yang berbeda latar belakang, suku, maupun agama. Oleh karena itu, saling menghargai dan menghormati juga termasuk contoh-contoh hak dan kewajiban siswa di sekolah.

    Salah satu tanda bahwa siswa di sekolah sudah menjalankan kewajiban yang satu ini dengan baik adalah tidak ada tindakan diskriminasi maupun bullying. Saling menghargai merupakan kunci untuk membangun kehidupan yang rukun dan harmonis di sekolah.

    9. Membayar Biaya Administrasi (Jika Ada)

    Uang Dolar
    Uang Dolar | Sumber gambar: Unsplash

    Kewajiban ini tidak berlaku di setiap sekolah. Pasalnya, sekolah negeri umumnya gratis dan bebas biaya. Akan tetapi, siswa yang bersekolah di institusi pendidikan swasta memiliki kewajiban untuk membayarkan biaya administrasi serta uang gedung.

    Namun, kewajiban membayar administrasi pun menjadi tanggung jawab kedua orang tua siswa tersebut karena pada umumnya, pelajar belum memiliki penghasilan sendiri. 

    10. Menjaga Nama Baik Sekolah

    Upacara Pelepasan Siswa SD
    Upacara Pelepasan Siswa SD | Sumber gambar: Radartasik.id

    Sama halnya dengan merawat fasilitas, menjaga nama baik sekolah juga termasuk kewajiban seluruh warga sekolah, termasuk murid atau siswa. Kewajiban ini berlaku di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

    Caranya adalah berperilaku baik di mana pun berada. Pasalnya, perilaku yang buruk dapat merusak nama baik sekolah jika tersebar ke khalayak luas seiring dengan masifnya peredaran informasi melalui kanal-kanal media sosial. 

    Baca Juga : Contoh Kewajiban di Lingkungan Masyarakat, Sekolah, dan Rumah

    Apa Pentingnya Memahami Contoh-Contoh Hak dan Kewajiban Siswa di Sekolah?

    Memahami contoh-contoh hak dan kewajiban siswa di sekolah punya peranan vital untuk melatih seorang pelajar dalam bertanggung jawab atas dirinya, serta mengajarkan bahwa beriringan dengan hak, ada sederet kewajiban yang perlu mereka penuhi. 

    Dengan begitu, siswa atau pelajar akan terlatih dan terbiasa untuk mengikuti aturan ketika nantinya terjun langsung di masyarakat.

  • Ketahui Serba Serbi Strategi Pembelajaran yang Efektif

    Ketahui Serba Serbi Strategi Pembelajaran yang Efektif

    Dalam proses belajar-mengajar, seorang guru perlu memahami strategi pembelajaran yang efektif agar materi dapat tersampaikan dengan baik sehingga peserta didik dapat memahaminya dengan mudah. Strategi tersebut juga akan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. 

    Cari tahu tentang serba-serbinya secara lengkap dalam pembahasan berikut ini, yuk!

    Pengertian Strategi Pembelajaran yang Efektif

    Sederhananya, strategi pembelajaran merupakan rencana dalam menyampaikan pelajaran yang digunakan oleh guru agar dapat mencapai tujuan sebuah. Tujuan tersebut yaitu peserta didik menguasai materi dan dapat menerapkannya, baik dalam mengerjakan latihan soal atau mempraktikkan teori secara nyata.

    Pencapaian tujuan kegiatan pembelajaran biasanya dilakukan untuk setiap kompetensi dasar atau KD. Dengan demikian, seorang guru akan menggunakan strategi yang berbeda pada setiap kompetensi dasar. Tentunya, strategi tersebut harus berkaitan dengan materi pelajaran.

    Guna menemukan strategi pembelajaran yang tepat, seorang guru harus mampu mengenali karakteristik peserta didik, lingkungan sekitar, dan kondisi sekolah. 

    Menerapkan strategi pembelajaran yang tepat tidak hanya memudahkan untuk mencapai tujuan tetapi juga membuat interaksi belajar mengajar lebih menyenangkan.

    Baca Juga : Perbedaan STM dan SMK serta Konsep Pembelajarannya

    3 Tujuan Utama Strategi  Pembelajaran

    Mari kupas tentang 3 tujuan utama strategi pembelajaran yang efektif berikut ini. 

    1. Memberikan Isi Pembelajaran

    Isi atau materi pembelajaran merupakan salah satu bagian dari komponen strategi pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar akan berjalan dengan mulus atau minim kendala jika guru menyiapkan materi dengan baik. Proses menyiapkan materi tidak hanya berasal dari buku tetap juga bisa materi tambahan dari buku sekolah.

    Selain itu, guru juga dapat menyiapkan media pembelajaran yang relevan dengan bahasan yang akan disampaikan. Jika pengajar memiliki persiapan dan kesiapan yang sangat baik, maka peserta didik pun akan lebih mudah paham dengan informasi yang dijelaskan oleh guru.

    Dukungan media pembelajaran dan alat peraga juga memberikan pengaruh signifikan karena dapat merangsang kemampuan berpikir aktif para peserta didik.

    2. Tercapainya Tujuan Pembelajaran

    Adapun tujuan strategi pembelajaran yang efektif berikutnya adalah tercapainya tujuan pembelajaran. Dalam kegiatan belajar mengajar seorang guru bertanggung jawab dan memastikan bahwa peserta didik dapat memahami dengan baik setiap kompetensi dasar yang diajarkan.

    Keberhasilan peserta didik dalam memahami materi pelajaran merupakan indikasi keberhasilan guru dalam mengajar atau menggunakan strategi pembelajaran. Sebaliknya, jika persentase murid yang gagal memahami materi lebih banyak, maka guru harus melakukan evaluasi supaya menemukan strategi pembelajaran.

    Tercapainya tujuan pembelajaran pada setiap kompetensi dasar yang disajikan, akan memudahkan para peserta didik untuk lebih mudah lagi mempelajari kompetensi dasar berikutnya.

    3. Capaian Hasil Belajar yang Lebih Baik

    Tujuan ketiga dari penerapan strategi pembelajaran yaitu peserta didik mampu mendapatkan capaian hasil belajar yang lebih baik. Untuk mengetahui capaian hasil belajar ini bisa dilihat melalui indikator penilaian.

    Apabila nilai belajar menunjukan peningkatan, maka arti strategi pembelajaran tersebut telah mencapai tujuan. Selain itu, tanda keberhasilan dalam mencapai pembelajaran yaitu peserta didik juga mampu menjelaskan materi berdasarkan pemikirannya sendiri.

    Jenis-Jenis Strategi Pembelajaran yang Efektif

    Supaya dapat menggunakan mencapai tujuan belajar mengajar, Anda bisa menggunakan jenis strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi peserta didik dan lingkungan sekolah. Silakan kenali jenis-jenisnya sebagai berikut.

    1. Kontekstual

    Strategi pembelajaran kontekstual
    Strategi pembelajaran kontekstual | Sumber gambar: Tipsbelajarmatematika.com

    Jika Anda ingin meningkatkan keaktifan peserta didik dalam belajar, maka bisa menerapkan strategi contextual teaching and learning (CTL). Sebab, strategi pembelajaran kontekstual menitikberatkan pada peserta didik dengan materi belajar terhadap permasalahan atau peristiwa dalam kehidupan nyata.

    Alhasil, peserta didik dapat menerapkan materi yang mereka pelajari di sekolah dengan kehidupan sehari-hari.

    2. Kooperatif

    Strategi pembelajaran kooperatif
    Strategi pembelajaran kooperatif | Sumber gambar: Kajianpustaka.com

    Untuk menumbuhkan rasa kerjasama dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah, Anda bisa memilih strategi pembelajaran kooperatif. Penerapan strategi kooperatif yaitu dengan membentuk kelompok yang terdiri mulai dari 5-6 orang. 

    Apabila ada kelompok yang belum memahami materi yang dipelajari, maka kelompok lain yang sudah paham akan membantu menjelaskannya. Peserta didik akan melakukan pemecahan masalah sendiri sebelum langsung menanyakannya kepada guru yang mengajar.

    Dengan demikian, strategi kooperatif juga dapat menumbuhkan kekompakan dan jiwa sosial pada peserta didik.

    3. Inkuiri

    Strategi pembelajaran Inkuiri
    Strategi pembelajaran Inkuiri | Sumber gambar: Pexels.com

    Jenis strategi pembelajaran yang efektif lainnya yang bisa Anda terapkan untuk peserta didik yaitu inkuiri. Strategi ini memberikan kesempatan agar peserta didik mampu mandiri dalam kegiatan belajar. Dengan demikian, strategi inkuiri juga dapat mendorong peserta didik untuk lebih aktif.

    Selain itu, output dari strategi pembelajaran ini juga akan membuat peserta didik mampu mengembangkan cara berpikir logis, kritis, dan sistematis. Poin utama strategi inkuiri adalah peserta didik tidak hanya didorong agar dapat menguasai materi yang disajikan namun juga mengembangkan potensi diri mereka.

    4. Afektif

    Strategi pembelajaran afektif
    Strategi pembelajaran afektif | Sumber gambar: Pexels.com

    Tak hanya sekedar menyampaikan materi saja, seorang guru juga harus mampu membekali siswa dengan pendidikan karakter yang baik. 

    Anda bisa memanfaatkan strategi afektif untuk menumbuhkan rasa menghargai pendapat orang lain, bertanggung jawab, jujur, disiplin, kerjasama, mengendalikan diri dengan baik, dan komitmen.

    Untuk menerapkan strategi ini, Anda perlu menyiapkan materi yang akan menghadapkan para peserta didik pada situasi yang problematis. Kenalkan peserta didik dengan nilai-nilai yang baik sehingga mereka pun akan berusaha menemukan nilai-nilai yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

    5. Ekspositori

    Strategi pembelajaran ekspositori
    Strategi pembelajaran ekspositori | Sumber gambar: Pexels.com

    Strategi pembelajaran yang efektif lainnya yang juga bisa Anda terapkan yaitu ekspositori. Fokus utama dari strategi ini yaitu peran dominan dari seorang guru, mulai dari menyiapkan materi ajar hingga penyampaian materi tersebut.

    Dengan kata lainnya, peserta didik akan lebih menerima dan mengikuti semua arahan guru selama kegiatan belajar mengajar. Guru harus menyiapkan banyak sumber rujukan bahan ajar supaya peserta didik mendapatkan wawasan yang lengkap. 

    Selain itu, guru juga harus mampu menyampaikan materi dengan baik dan mudah dipahami.

    Pasalnya, jika guru kurang siap dalam mengajar, maka kurang dapat menjelaskan materi dengan baik. Konsekuensinya adalah timbulnya kebingungan di antara peserta didik. 

    Untuk melancarkan penerapan strategi ekspositori ini, pengajar bisa mengolaborasikan dengan media pembelajaran seperti video, gambar, grafik, peta, dan alat peraga lainnya.

    5 Langkah Menentukan Strategi Pembelajaran yang Efektif

    Setelah mengetahui jenis strategi pembelajaran, Anda pun dapat mengetahui kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Silakan gunakan pedoman di bawah ini supaya bisa menerapkan strategi yang tepat.

    1. Tujuan Pembelajaran

    Sebagai seorang guru atau pengajar, tentu Anda yang lebih paham tentang tujuan apa yang ingin dicapai dari setiap pembelajaran. Oleh sebab itu, tentukan terlebih dahulu capaian tujuan pembelajar setiap kompetensi dasar.

    Langkah ini akan membantu Anda lebih mudah dalam menentukan strategi yang tepat. Misalkan, tujuan pembelajaran dapat mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berpikir logis dan sistematis, maka sangat cocok menggunakan strategi inkuiri.

    2. Pengetahuan Awal Siswa

    Guna menentukan strategi pembelajaran yang tepat sasaran, guru juga harus memahami tingkat kemampuan peserta didik. Kemampuan pemahaman ini diambil berdasarkan rata-rata dari semua peserta didik.

    Apabila kemampuan rata-rata peserta didik masih belum memenuhi indikator pencapaian, maka Anda bisa menggunakan strategi ekspositori. Alhasil, Anda bisa memberikan banyak penjelasan hingga peserta didik mendapatkan pemahaman yang baik.

    3. Pokok Bahasan

    Langkah menentukan strategi pembelajaran yang efektif berikutnya adalah menentukan pokok bahasa. Umumnya, pokok bahasan dalam pembelajaran akan mencakup aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif.

    4. Alokasi Waktu dan Sarana

    Saat menentukan strategi pembelajaran, Anda juga harus memerhatikan alokasi waktu dan sarana. Pasalnya, setiap strategi memerlukan durasi yang berbeda. Selain itu, pastikan Anda juga menggunakan sarana sesuai dengan strategi yang Anda pilih.

    5. Jumlah Peserta Didik dan Biaya

    Jumlah peserta didik juga sangat memengaruhi penentuan strategi pembelajaran. Sebab, beberapa jenis strategi pembelajaran tidak cocok diterapkan untuk kelas kecil. Misalnya, Anda ingin menerapkan strategi kooperatif, maka strategi ini lebih cocok untuk kelas besar sehingga menciptakan banyak kelompok.

    Selain itu, pertimbangkan pula biaya yang dikeluarkan. Anda bisa menganggarkan biaya yang ekonomis tetapi penerapan strategi tersebut efektif.

    Sudah Menemukan Strategi Pembelajaran yang Efektif untuk Kelas Anda?

    Penerapan strategi pembelajaran harus berkesesuaian dengan kondisi siswa dan lingkungan sekolah agar efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran.

    Selain itu, dengan menggunakan strategi pembelajaran yang berbeda pada setiap kompetensi dasar, dapat mengembangkan potensi peserta didik. Output dari keberhasilan penerapan strategi pembelajaran yang efektif antara lain adalah nilai belajar meningkat, peserta didik mampu mengembangkan nilai-nilai positif dan cara berpikir yang lebih baik.

  • Konsep Pendidikan Inklusif: Pengertian dan Karakteristiknya

    Konsep Pendidikan Inklusif: Pengertian dan Karakteristiknya

    Penerapan konsep pendidikan inklusif di lingkungan sekolah menjadi jalan untuk menciptakan sistem pendidikan yang dapat merangkul perbedaan di lingkungan sekolah. 

    Partisipasi seluruh pihak di lingkungan pendidikan dalam aplikasi konsep tersebut dapat mewujudkan terciptanya kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak bagi seluruh pelajar. Jika Anda belum familiar dengan pendidikan inklusi, mari menyimak penjabaran lengkapnya dengan membaca artikel berikut.

    Pengertian Konsep Pendidikan Inklusif

    Inklusif merupakan istilah serapan dari bahasa Inggris, yaitu ‘inclusion’. Kata tersebut bermakna mengikutsertakan, mengajak, atau masuk. Sedangkan pengertian umum inklusif dalam dunia pendidikan yaitu ajakan untuk merangkul dan memahami perbedaan di lingkungan sekitar.

    Konsep inklusif ini muncul lantaran Indonesia adalah negara multikultural sehingga terdapat begitu banyak perbedaan. Aplikasi konsep inklusif dalam dunia pendidikan, maka harapannya siapa pun bisa mendapatkan akses dan hak pendidikan yang sama meskipun mempunyai latar belakang suku dan agama yang berbeda.

    Selain itu, sekolah yang inklusif juga memberikan hak pendidikan yang sama terhadap peserta didik dengan kebutuhan khusus. Dengan begitu, peserta didik berkebutuhan khusus tersebut dalam berinteraksi dengan peserta didik normal lainnya.

    Konsep pendidikan ini akan membuat peserta didik berkebutuhan khusus merasa diterima dengan baik. Di sisi lain, peserta didik normal dapat mengasah kepekaan mereka terhadap sesama dan menghapuskan batasan dalam pergaulan, baik dalam lingkup sekolah maupun lingkungan luar sekolah.

    Apa saja Karakteristik Konsep Pendidikan Inklusif?

    Sekolah yang menerapkan pendekatan inklusif dalam proses belajar-mengajar memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan sekolah yang tidak mengaplikasikan metode tersebut. Anda dapat meninjaunya dari empat aspek yang dijelaskan di bawah ini. 

    1. Pembelajaran dengan Pendekatan Hangat dan Ramah

    Metode pendidikan yang hangat dan ramah merupakan komponen utama dalam sekolah yang menerapkan konsep inklusif. Pasalnya, peserta didik berkebutuhan khusus akan berada di satu kelas yang sama dengan peserta didik normal. 

    Dengan aplikasi metode yang hangat dan ramah artinya pendidik hadir dengan pendekatan yang hangat dan ramah terhadap seluruh pelajar sebagai upaya mendorong kelancaran kegiatan belajar mengajar.

    Pembelajaran yang ramah juga memudahkan peserta didik berkebutuhan khusus untuk berinteraksi dengan guru dan peserta didik lainnya. 

    2. Kurikulum yang Fleksibel

    Konsep pendidikan inklusif menggunakan kurikulum yang sifatnya lebih fleksibel sehingga berbeda dengan sekolah pada umumnya. Singkatnya, kurikulum akan menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Para peserta didik berkebutuhan khusus pun akan mendapatkan perhatian penuh dalam kegiatan pembelajaran.

    Kurikulum yang fleksibel ini juga memungkinkan peserta didik berkebutuhan khusus untuk dapat mengembangkan potensi dan keterampilan mereka, sama halnya dengan peserta didik normal lainnya. 

    Alhasil, semua peserta didik akan mendapatkan layanan pendidikan terbaik yang bermanfaat untuk masa depan mereka.

    3. Pendekatan Pembelajaran yang Fleksibel

    Tak hanya menggunakan kurikulum yang fleksibel saja,  tetapi pendidikan  inklusif juga akan menggunakan pendekatan pembelajaran yang bersifat fleksibel pula. Pendekatan pembelajaran ini disusun berdasarkan masalah dan kebutuhan peserta didik. 

    Maka, pendidik atau guru akan lebih mudah menyampaikan materi dan mengakomodasi kebutuhan seluruh peserta didik. Tujuannya adalah agar semua peserta didik pun bisa mendapatkan capaian hasil belajar yang baik.

    4. Sistem Evaluasi Fleksibel

    Karakteristik berikutnya dari pendidikan inklusif yaitu sistem evaluasi yang fleksibel. Fleksibilitas dalam sistem evaluasi belajar ini dapat memelihara keseimbangan antara peserta didik normal dengan peserta didik berkebutuhan khusus. 

    Dengan sebab itu, sekolah dapat mengurangi kesenjangan pada capaian hasil belajar mereka.

    Baca Juga : Metode Pembelajaran Secara Inklusi yang Cocok untuk ABK

    Ini 5 Manfaat Konsep Pendidikan Inklusif!

    Penerapan pendidikan inklusif mempunyai manfaat yang luas, selain mendorong kelancaran proses belajar-mengajar. Manfaat tersebut tentunya berlaku tidak hanya bagi pelajar, tetapi bahkan bagi seluruh lapisan masyarakat, seperti yang dibahas di bawah ini. 

    1. Peserta Didik

    Manfaat pendidikan inklusif bagi peserta didik
    Manfaat pendidikan inklusif bagi peserta didik | Sumber gambar: Freepik.com

    Pada dasarnya, aplikasi metode pembelajaran inklusif memang bertujuan memberikan manfaat yang maksimal bagi peserta didik, di antaranya adalah sebagai berikut. 

    • Meningkatkan persaudaraan, kemampuan interaksi, bermain bersama, dan persahabatan.
    • Para peserta didik belajar toleransi dan menerima perbedaan.
    • Menumbuhkan kesadaran bahwa setiap individu mempunyai keunikan tersendiri.
    • Peserta didik dapat merangkul perbedaan dalam pergaulan dan saling menghargai.
    • Meningkatkan rasa percaya diri peserta didik berkebutuhan khusus karena lingkungan menerima dengan baik keberadaan mereka.
    • Peserta didik berkebutuhan khusus mendapatkan kesempatan belajar yang sama dengan peserta didik normal.
    • Mengembangkan kemampuan peserta didik sehingga lebih kreatif, kooperatif, dan berakal.
    • Menghapuskan pemberian cap negatif atau labelling pada orang lain.

    2. Guru

    Manfaat pendidikan inklusif bagi guru
    Manfaat pendidikan inklusif bagi guru | Sumber gambar: Freepik.com

    Pendidikan inklusif juga memberikan manfaat baik bagi para guru yang mengajar, yakni sebagai berikut.

    • Guru bisa mendapatkan pemahaman lebih luas terhadap perkembangan peserta didik. Selain itu, keterampilan guru sekolah inklusif juga akan berkembang secara profesional.
    • Dapat menjalin komunikasi efektif dengan peserta didik sehingga penyampaian materi akan lebih mudah dipahami.
    • Sekolah inklusif dapat mendorong guru untuk terus belajar melalui perbedaan di dalam lingkungan sekolah, baik di dalam maupun di luar kelas. 
    • Hubungan guru dengan orang tua murid juga lebih erat.
    • Kredibilitas dan profesionalitas guru sekolah inklusif pun akan meningkat.
    • Konsep pendidikan inklusif juga dapat memacu guru agar terus kreatif dalam menyiapkan dan mengembangkan materi pembelajaran.

    3. Orang Tua dan Keluarga

    Manfaat pendidikan inklusi bagi keluarga
    Manfaat pendidikan inklusi bagi keluarga | Sumber gambar: Freepik.com
    • Orang tua mengetahui sistem belajar yang diterapkan di sekolah sehingga dapat membantu memantau perkembangan anak.
    • Kepercayaan orang tua terhadap sekolah dan guru lebih baik.
    • Orang tua akan lebih mudah bekerja sama dengan guru karena proses pendidikan yang lebih fleksibel dan akses komunikasi yang lebih terbuka antara kedua belah pihak tersebut. 
    • Keluarga dapat menyaksikan anak-anaknya berinteraksi dengan baik, terutama keluarga yang mempunyai anak berkebutuhan khusus. Selain itu, orang tua juga dapat menyaksikan kemampuan anak-anak mereka berinteraksi dengan segala perbedaan.

    4. Masyarakat

    Manfaat pendidikan inklusif bagi masyarakat
    Manfaat pendidikan inklusif bagi masyarakat | Sumber gambar: Freepik.com

    Konsep pendidikan inklusif juga memberikan manfaat positif dalam kehidupan bermasyarakat. Silakan simak manfaatnya berikut ini.

    • Masyarakat lebih terbuka dengan adanya perbedaan yang mencakup suku, agama, dan bahkan warga berkebutuhan khusus.
    • Masyarakat juga dapat belajar dan dapat bermitra dengan semua kalangan tanpa memandang perbedaan.
    • Peluang dan kemungkinan untuk meningkatkan keahlian dan kreatifitas lebih terbuka lebar untuk siapapun.
    • Anak-anak berkebutuhan khusus akan lebih siap dalam mendapatkan hak-hak serta melaksanakan tanggung jawabnya dalam kehidupan bermasyarakat.
    • Keberadaan komunitas inklusif dalam masyarakat memudahkan proses integrasi, dukungan, dan penerimaan terhadap semua orang. 

    5. Pemerintah

    Manfaat pendidikan inklusif bagi pemerintah
    Manfaat pendidikan inklusif bagi pemerintah | Sumber gambar: Feepik.com

    Pendidikan inklusif juga memberikan manfaat bagi pemerintah, yakni sebagai berikut.

    • Akses pendidikan yang sama, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus menjadi salah satu tanggung jawab pemerintah. Penerapan konsep yang inklusif dalam pendidikan memudahkan pemerataan akses tersebut. 
    • Pendidikan dengan metode inklusif dapat membantu kelancaran penyelenggaraan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun yang berlandaskan demokrasi, tanpa diskriminasi, dan berkeadilan.

    Mengapa  Konsep Pendidikan Inklusi Penting untuk Diterapkan?

    Konsep pendidikan inklusi umumnya lebih menekankan pada proses menyadari, merangkul serta memfasilitasi keberagaman dalam lingkungan kelas dan sekolah.

    Pendidikan inklusif juga memberikan kesempatan pada anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan pendidikan yang sama dengan anak normal dalam lingkungan nyaman dan kondusif.

    Nilai-nilai dalam proses pendidikan inklusif menjadi bekal bagi pelajar, pendidik dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya untuk menjalani kehidupan bermasyarakat dengan lebih simpatik dan bertanggung jawab.

  • Pengertian AKM: Tujuan, Komponen dan Bedanya dengan UN

    Pengertian AKM: Tujuan, Komponen dan Bedanya dengan UN

    Apa itu pengertian AKM? Saat ini sudah ada jenis penilaian baru untuk mengetahui kompetensi peserta didik. Penilaian tersebut yaitu Asesmen Kompetensi Minimum yang mulai berlaku sejak 2021. Meskipun sudah dilakukan sekitar 2 tahun, namun masih banyak yang belum paham tentang AKM, dan apa yang diukur oleh ujian tersebut.

    Pengertian AKM atau Asesmen Kompetensi Minimum

    Pengertian AKM
    (Pengertian AKM | Sumber gambar: Pixabay.com)

    AKM atau Asesmen Kompetensi Minimum sebenarnya merupakan suatu bentuk Asesmen Nasional (AN). Di dalam AN tersebut terdapat survei lingkungan belajar, survei karakter, serta AKM. Untuk AKM sendiri merupakan cara yang dilakukan pendidik untuk mengetahui hasil belajar para siswa atau anak didiknya.

    Hasil belajar meliputi seperti apa proses belajarnya, kemajuan siswa di dalam berpikir, serta upaya perbaikan dari hasil belajar sebelumnya alias remedial. Banyak yang berpendapat bahwa AKM merupakan pengganti dari UN atau Ujian Nasional.

    Asesmen Kompetensi Minimum mempunyai peran yang sama seperti UN yaitu mengevaluasi prestasi serta hasil belajar para siswa secara individual. Akan tetapi, sebenarnya apa yang tersaji di dalam AKM lebih daripada itu.

    Para siswa bukan sekadar mengerjakan atau menjawab soal sesuai mata pelajaran. Pada Asesmen Kompetensi Minimum, para siswa akan disajikan permasalahan berdasarkan konteks yang beragam. Di sinilah para siswa tersebut harus bisa menyelesaikan permasalahan berdasarkan kemampuan numerik beserta literasinya.

    Di dalam Asesmen Kompetensi Minimum memang lebih berfokus terhadap 2 aspek yaitu literasi dan numerasi. Untuk kompetensi literasi, kemampuan membaca, menulis, maupun mengolah informasi dan pengetahuan oleh para siswa bisa diterapkan di dalam kehidupannya.

    Kemudian untuk kompetensi numerik yaitu bagaimana para siswa memiliki kemampuan untuk menggunakan prosedur, konsep, fakta, serta alat matematika sebagai dasar di dalam penyusunan beragam kompleksitas masalah siswa di kehidupannya. Selain itu, ada juga yang menganggap bahwa AKM merupakan penyederhanaan dari UN.

    Itulah yang membuat materi yang menjadi ujian para siswa hanya terbatas pada tiga saja. Ketiga materi tersebut yaitu matematika (numerasi), bahasa (literasi), serta penguatan pendidikan karakter.

    Tujuan AKM

    Setelah memahami pengertian AKM, pembahasan berikutnya yaitu apa tujuan dari Asesmen Kompetensi Minimum tersebut. Sebagai proses penilaian, AKM mempunyai tujuan yang tentunya untuk memajukan pendidikan Indonesia. Berikut beberapa tujuan Asesmen Kompetensi Minimum:

    • Asesmen Kompetensi Minimum membantu guru dalam memperoleh informasi seputar capaian berdasarkan proses pembelajaran siswa.
    • Asesmen Kompetensi Minimum juga memberikan informasi pada guru agar bisa memperbaiki kualitas belajar.
    • Laporan Asesmen Kompetensi Minimum bisa menjadi patokan guru di dalam memberikan informasi seputar tingkat kompetensi siswa.
    • Laporan Asesmen Kompetensi Minimum bisa menjadi patokan guru di dalam penyusunan strategi pembelajaran secara lebih efektif.

    Komponen AKM

    Pengertian AKM
    (Pengertian AKM | Sumber gambar: Pixabay.com)

    Selain pengertian AKM, informasi lain yang juga harus Anda pahami adalah komponen dari Asesmen Kompetensi Minimum tersebut. Tidak mungkin Anda bisa membuat soal AKM tanpa memahami apa saja komponen yang harus ada di dalamnya. Setidaknya terdapat dua komponen penting untuk mengukur kemampuan siswa, di antaranya:

    1. Komponen Literasi

    Komponen ini berperan untuk mengukur kemampuan literasi siswa. Di dalam komponen tersebut terdapat dua jenis teks, yakni teks fiksi dan informasi.

    Teks informasi adalah teks yang bertujuan memberikan data, fakta, maupun informasi. Dengan begitu, wawasan serta pengetahuan siswa akan berkembang. Lalu, teks fiksi adalah teks yang tujuannya memberikan pengalaman hiburan, refleksi untuk pembacanya, serta memberikan kenikmatan dalam bercerita.

    Berdasarkan komponen literasi tersebut, siswa bisa menemukan informasi. Selain itu, mereka juga bisa menjelaskan serta mengintegrasikannya. Pada akhirnya, para siswa juga bisa melakukan evaluasi serta refleksi.

    2. Komponen Numerasi

    Komponen numerasi mempunyai empat kelompok yaitu bilangan yang termasuk atribut ukuran, representasi, serta operasi beragam jenis bilangan seperti bilangan bulat, penjumlahan, desimal, dan pecahan. 

    Kemudian ada pengukuran serta geometri yang mencakup pengenalan terhadap bangun datar, memahami konsep volume dan luas permukaan hingga satuan-satuan baku.

    Kelompok selanjutnya adalah data serta ketidakpastian. Di dalam kelompok ini terdapat interpretasi, pemahaman, penyajian data, serta peluang. Lalu ada kelompok terakhir yaitu aljabar. Di dalamnya termasuk perbandingan, persamaan dan pertidaksamaan, hubungan, serta fungsi pola bilangan.

    Baca Juga : Sandi Rumput dalam Pramuka: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

    Perbedaan UN dan AKM

    Asesmen Kompetensi Minimum vs Ujian Nasional
    (Asesmen Kompetensi Minimum vs Ujian Nasional | Sumber gambar: ict.smkn1bawang.sch.id)

    Sekilas memang Asesmen Kompetensi Minimum tak jauh berbeda dengan Ujian Nasional. Bahkan tak sedikit yang menganggap keduanya sama namun memiliki istilah berbeda. Untuk mengetahui perbedaannya, berikut pembahasan selengkapnya.

    1. Metode Asesmen

    Perbedaan pertama UN dengan AKM yaitu terdapat pada metode asesmen alias metode penilaiannya. Khusus Ujian Nasional, metode asesmennya memakai fixed test alias satu set soal yang berlaku untuk seluruh peserta. Sementara pada AKM, soal yang diujikan akan menyesuaikan kemampuan siswa.

    2. Peserta Tes

    Lalu perbedaan berikutnya terdapat pada siapa yang menjadi peserta untuk melaksanakan ujian tersebut. Pastinya Anda sudah tahu bahwa para siswa yang menjadi peserta Ujian Nasional yaitu mereka yang sudah berada di kelas 6 SD, 9 SMP, dan 12 SMA/SMK.

    Bagaimana untuk peserta Asesmen Kompetensi Minimum? Mereka yang mengikuti tes AKM yaitu para siswa kelas 5 SD, 8 SMP, serta 11 SMA. Uniknya lagi, peserta tesnya acak sehingga nanti tak semua siswa tersebut akan menjadi peserta untuk melaksanakan ujian AKM.

    3. Hal yang Diukur

    Pada Ujian Nasional, apa yang menjadi ukuran tes tersebut sangat jelas. Ukurannya yaitu capaian di dalam kompetensi kurikulum dengan berdasarkan penguasaan materi di mata pelajaran yang diujikan.

    Hal tersebut berbeda dengan apa yang diukur di dalam Asesmen Kompetensi Minimum. AKM mengukur kompetensi siswa di dalam pemahamannya terkait soal literasi dan numerasi. Selain itu, soal-soal AKM juga mengikut karakter siswa dan mengetahui seperti apa gambaran lingkungan belajarnya.

    Bentuk Soal Asesmen Kompetensi Minimum

    Ilustrasi Asesmen Kompetensi Minimum
    (Ilustrasi Asesmen Kompetensi Minimum | Sumber gambar: sman1aruta.sch.id)

    Sementera itu, untuk bentuk soal Asesmen Kompetensi Minimum berupa pilihan ganda. Selain itu, para siswa juga akan mendapatkan soal berbentuk menjodohkan, pilihan ganda kompleks, isian singkat, serta uraian.

    • Pilihan ganda, soal ini mempunyai pokok soal serta beberapa pilihan jawaban di mana ada satu jawaban benar. Para siswa hanya diperbolehkan memilih satu jawaban di antara beberapa pilihan jawaban yang ada.
    • Pilihan ganda kompleks, soal ini mempunyai pokok soal serta beberapa pernyataan. Untuk pernyataan tersebut diikuti kolom pilihan jawaban Tidak atau Iya, Benar atau Salah. Bisa juga jawabannya lebih dari 2. Para siswa bisa memberikan jawaban dengan cara mencentang kolom yang tersedia dan jawabannya bisa lebih dari 1.
    • Pada soal jawaban menjodohkan, untuk bentuk soalnya memiliki dua lajur yaitu lajur kanan untuk jawaban serta lajur kiri untuk pokok soal. Siswa harus menghubungkan soal dengan jawaban paling tepat.
    • Sementara itu soal isian singkat berbentuk soal yang tersusun dari kalimat berita. Para siswa bisa memberikan jawaban, baik dengan menyebutkan nama, berbentuk bilangan, simbol, kata, maupun jawaban lainnya
    • Lalu pada soal esai atau uraian, para siswa akan memberikan jawabannya di dalam kalimat-kalimat untuk bisa menjelaskan jawabannya

    Lalu berapa jumlah soal yang harus siswa kerjakan pada Asesmen Kompetensi Minimum? Soal AKM tersebut berjumlah 36 untuk numerasi dan literasi. Soal juga terbagi dalam 3 stage serta waktu pengerjaannya selama 90 menit.

    Apa Materi Pelajaran yang Diujikan di AKM?

    Di dalam Asesmen Kompetensi Minimum, tak ada mata pelajaran khusus yang diujikan. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya soal-soal AKM lebih pada multi disiplin ilmu.

    Artinya, di dalam satu soal Asesmen Kompetensi Minimum tersebut dapat memuat materi beberapa mata pelajaran yang berkaitan. Bukan hanya itu, soal-soal Asesmen Kompetensi Minimum juga berbentuk HOTS atau Higher Order Thinking Skill.

    Jadi, dengan kata lain, soal-soal yang disajikan akan berfokus terhadap kemampuan siswa di dalam melakukan analisis, evaluasi, serta menentukan jawaban yang benar. Soal-soal tersebut juga akan membantu dalam meningkatkan penalaran para siswa.

    Penilaian Soal Asesmen Kompetensi Minimum

    Setelah mempelajari segala hal mulai pengertian AKM sampai bentuk soalnya, lalu bagaimana penilaian dari soal-soal AKM tersebut? Untuk penelitiannya mencakup 3 hal, yaitu:

    • Kecakapan di dalam berpikir secara logis dan sistematis
    • Kemampuan untuk bernalar dengan menggunakan konsep serta pengetahuan yang sudah dipelajari
    • Keterampilan di dalam memilih serta mengolah informasi yang diperoleh siswa

    Apakah Ujian AKM Menggunakan Komputer?

    webcam
    (webcam | Sumber gambar: wave.video)

    Dalam mengerjakan soal Asesmen Kompetensi Minimum, siswa memerlukan komputer/laptop. Namun, ada hal baru di dalam mengerjakan soal AKM tersebut yaitu siswa harus memakai webcam

    Jadi, aktivitas para siswa akan terpantau secara langsung dari server atau Pusat Data. Hal tersebut juga bertujuan untuk mengukur behaviour atau perilaku siswa selama mengerjakan tes.

    Sudah Paham tentang Pengertian AKM?

    Sekian informasi seputar Asesmen Kompetensi Minimum. Jadi, AKM merupakan ujian pengganti UN namun dengan konsep soal serta tujuan yang berbeda. Dalam mengerjakannya harus melalui komputer/laptop dan kabar terbaru juga harus memakai atau mengaktifkan webcam. Semoga informasi ini bermanfaat.

  • Silabus: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Pedoman Pembuatannya

    Silabus: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Pedoman Pembuatannya

    Silabus merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang wajib setiap guru miliki sebagai sarana untuk memudahkan proses pembelajaran sehingga tujuan dari adanya kegiatan belajar mengajar bisa tercapai dengan baik. Lalu, apa itu silabus, manfaat, dan bagaimana pedoman pembuatannya? Simak penjelasan berikut ini!

    Apa itu Silabus?

    Silabus merupakan istilah dari bahasa Latin “syllabus” yang artinya tulisan, daftar, ikhtisar, isi buku, atau ringkasan. Secara istilah, silabus adalah gambaran standar kompetensi yang di dalamnya memuat komponen-komponen rancangan pembelajaran pada mata pelajaran tertentu.

    Komponen tersebut meliputi parameter kompetensi yang hendak dicapai dalam bentuk penilaian, seperti kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, alokasi waktu, penilaian, dan sumber belajar.

    Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa silabus adalah seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar. 

    Penjabaran dari rancangan silabus itu kemudian dikembangkan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan sistem rancangan yang lebih singkat.

    RPP ini berguna untuk mengarahkan peserta didik dalam upaya mencapai standar kompetensi. Jadi, silabus termasuk rancangan program pembelajaran yang nantinya akan menjadi acuan dalam pembuatan RPP guna mencapai kompetensi dasar.

    Tujuan Pembuatan Silabus

    Pembuatan silabus bagi tenaga pendidik dan guru, tentu mempunyai beberapa tujuan yang berdampak positif terhadap berjalannya proses belajar mengajar. Beberapa tujuan pembuatan perangkat tersebut antara lain:

    1. Menjadi Acuan dalam Menyusun Rencana Pembelajaran

    Pembuatan atau penyusunan silabus bertujuan untuk membantu dalam membuat acuan rencana pembelajaran. Mulai dari rencana pembelajaran tentang materi pelajaran, pengembangan penilaian hasil belajar, maupun pengelolaan kegiatan pembelajaran.

    Dengan adanya rencana pembelajaran, maka dapat mempermudah, memperlancar, dan meningkatkan hasil proses pembelajaran serta guru juga dapat menyusun berbagai rencana pembelajaran yang sistematis dan berdaya guna secara profesional.

    2. Menjadi Acuan dalam Penyusunan Buku untuk Peserta Didik

    Desain Buku Pegangan Peserta Didik
    Desain Buku Pegangan Peserta Didik I Sumber gambar: freepik.com

    Dalam proses belajar mengajar, tentunya peserta didik membutuhkan buku pegangan sebagai pendamping mereka dalam belajar. Adanya buku pegangan untuk peserta didik bertujuan agar proses belajar mereka lebih maksimal dan mendapatkan hasil belajar sesuai dengan harapan.

    Mengenai pembuatan buku pegangan peserta didik, adanya silabus berguna untuk membantu mempermudah penulis buku dalam menyusun isi buku. Penyusunan tersebut harus sesuai dengan kompetensi yang relevan dengan kurikulum atau sesuai dengan tingkat satuan pendidikan yang berlaku di dinas pendidikan.

    3. Menjadi Aktualisasi Kurikulum

    Tujuan berikutnya adalah membantu memaksimalkan implementasi kurikulum dan secara operasional menjadi sarana untuk mengaktualisasikannya pada tingkat satuan pendidikan. Aktualisasi inilah yang nantinya dapat memudahkan guru untuk menciptakan pembelajaran dengan suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik.

    Manfaat Silabus

    Pembuatan silabus pastinya tidak hanya memudahkan guru dalam mengajar, tapi juga memiliki manfaat dalam hal lainnya. Adapun beberapa manfaat pembuatan silabus antara lain:

    • Membantu dan memudahkan guru dalam merancang RPP dan menetapkan penilaian secara sistematis dalam pelaksanaan pembelajaran.
    • Memudahkan guru dalam melihat, mengamati, menganalisis, dan memprediksi berbagai program pembelajaran, sehingga dapat menjadi kerangka kerja yang terencana dan logis.
    • Menjadi sumber pokok dalam menyusun rencana pembelajaran yang terstandarisasi sesuai dengan kompetensi dasar.
    • Dapat bermanfaat untuk kegiatan belajar secara klasikal, individual, atau pembuatan kelompok kecil.
    • Memudahkan guru dalam memetakan indikator pencapaian belajar untuk peserta didik.

    Pedoman Pembuatan Silabus

    Ilustrasi Penyusunan Silabus
    Ilustrasi Penyusunan Silabus I Sumber: freepik.com

    Pembuatan silabus tentu tidak bisa sembarangan. Terdapat pedoman atau langkah-langkah yang harus diikuti, di antaranya:

    1. Mencantumkan Identitas

    Langkah pertama yaitu dengan mencantumkan identitas, seperti nama sekolah, kelas, mata pelajaran, semester gasal atau genap, serta kebutuhan alokasi waktu setiap pelajaran.

    2. Menganalisis Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)

    Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menelaah KI dan KD antara lain:

    ● Urutan KI dan KD harus berdasar pada suatu hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. Oleh karena itu, urutan KI dan KD ini tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada dengan Standar Isi.

    ● Memperhatikan hubungan antara Kompetensi Inti dengan Kompetensi Dasar dalam suatu mata pelajaran tertentu.

    3. Menentukan Materi Pokok Pelajaran

    Beberapa hal yang perlu guru perhatikan dalam menentukan materi pokok dalam suatu pencapaian kompetensi dasar, yaitu:

    • Potensi yang ada dalam diri peserta didik.
    • Hubungan antara materi pokok dengan karakteristik suatu daerah, tingkat perkembangan fisik, emosional, intelektual, sosial, dan spiritual dari peserta didik.
    • Mencari manfaat yang akan peserta didik peroleh dari materi pokok tersebut.
    • Struktur keilmuan tertentu.
    • Aktualitas, kedalaman, dan keluasan suatu materi pembelajaran.
    • Hubungan antara materi pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
    • Alokasi waktu pada setiap materi pembelajaran.

    4. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran

    Proses pengembangan kegiatan pembelajaran dalam silabus tentu harus memperhatikan beberapa hal, di antaranya:

    Ilustrasi Kegiatan Pembelajaran
    Ilustrasi Kegiatan Pembelajaran I Sumber: freepik.com
    • Penyusunan kegiatan pembelajaran berorientasi pada tujuan untuk membantu para guru agar dapat melaksanakan berbagai proses belajar mengajar secara profesional.

    ● Kegiatan pembelajaran harus berisi rangkaian kegiatan peserta didik yang tersusun secara berurutan agar dapat mencapai beragam kompetensi dasar.

    ● Urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep pada materi pembelajaran.

    ● Rumusan pernyataan pada suatu kegiatan pembelajaran harus mencerminkan berbagai pengelolaan pengalaman belajar peserta didik yang minimal mengandung dua unsur penciri, yaitu kegiatan peserta didik dan materinya.

    5. Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi Dasar

    Indikator merupakan penanda pencapaian suatu kompetensi dasar yang ditandai dengan adanya perubahan perilaku yang terukur, seperti sikap, pengetahuan, serta keterampilan.

    Pengembangan indikator harus sesuai dengan mata pelajaran, karakter peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah. Indikator ini berfungsi sebagai dasar dalam penyusunan berbagai alat penilaian.

    6. Menentukan Jenis Penilaian Pencapaian Kompetensi Dasar

    Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik harus berdasarkan pada penetapan indikator sebelumnya. 

    Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan tes dan non tes baik dalam bentuk tertulis dan lisan, pengukuran sikap, pengamatan kinerja, penggunaan portofolio, proyek dan produk, penilaian hasil karya berupa tugas, serta penilaian diri.

    Dalam merumuskan penilaian, harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:

    ● Penilaian yang berfokus untuk mengukur suatu pencapaian kompetensi.

    ● Penilaian dengan acuan kriteria, yakni penilaian berdasarkan apa yang bisa peserta didik lakukan setelah mengikuti berbagai proses pembelajaran dan tidak untuk menentukan posisi seseorang dalam kelompoknya.

    ● Perencanaan sistem penilaian, yaitu suatu sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam artian menganalisis semua indikator untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta mengetahui berbagai kesulitan peserta didik.

    ● Menganalisis hasil penilaian untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut tersebut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan, dan program remidi bagi peserta didik dengan pencapaian kompetensi di bawah kriteria ketuntasan.

    ● Sistem penilaian harus sesuai dengan pengalaman belajar yang telah peserta didik tempuh selama proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan, maka harus melakukan evaluasi pada proses observasinya, seperti teknik wawancara maupun hasil dari suatu observasi lapangan yang berupa informasi.

    7. Penentuan Alokasi Waktu

    Penentuan alokasi waktu pada suatu kompetensi ini berdasarkan pada jumlah minggu efektif serta kebutuhan alokasi waktu pada setiap mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, serta berbagai tingkat kepentingan kompetensi dasar.

    Alokasi waktu dalam silabus meliputi perkiraan waktu para peserta didik dalam menguasai berbagai kompetensi dasar dengan berbagai karakteristiknya.

    8. Penentuan Sumber Belajar

    Sumber belajar adalah rujukan, objek, dan bahan untuk kegiatan pembelajaran, baik berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan. Dasar penentuan sumber belajar adalah standar kompetensi dasar, materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran, serta indikator pencapaian kompetensi.

    Sudah Lebih Tahu tentang Apa Itu Silabus dan Cara Menyusunnya?

    Silabus merupakan perangkat pembelajaran yang wajib dipahami setiap guru untuk memudahkan proses pembelajaran sehingga tercapai tujuan dari adanya kegiatan belajar mengajar.Perangkat ini akan pedoman penting bagi guru agar dapat menjalankan kegiatan pembelajaran secara tepat, sehingga setiap guru harus memiliki kompetensi yang berkualitas dan mampu merancang silabus secara sistematis untuk memudahkan pencapaian kompetensi dasar bagi setiap peserta didik.

  • Tujuan Pembelajaran: Pengertian, Fungsi, hingga Cara Meraihnya

    Tujuan Pembelajaran: Pengertian, Fungsi, hingga Cara Meraihnya

    Tujuan pembelajaran merupakan sebuah istilah dalam pendidikan yang digunakan untuk menjelaskan hal-hal yang ingin dicapai, dimiliki, dan dikuasai oleh peserta didik dalam kegiatan belajar. Lalu seperti apa konsep dan cara meraihnya? Simak penjelasannya di bawah ini!

    Konsep dan Pengertian Tujuan Pembelajaran

    Tujuan pembelajaran atau TP merupakan deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus diperoleh peserta didik setelah mengikuti satu atau lebih kegiatan pembelajaran.

    Dalam menyusun TP, seorang guru harus mengamati dan mengukur peserta didik dengan memperhatikan eviden (bukti), sehingga peserta didik tersebut dapat dinyatakan mencapai suatu tujuan dalam kegiatan belajar.

    TP juga harus tersusun secara kronologis sesuai dengan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu, sehingga dapat menjadi prasyarat menuju Capaian Pembelajaran (CP).

    Adapun beberapa pengertian tujuan pembelajaran menurut para ahli adalah:

    1. Kemp dan David E. Kapel

    Menurut dua tokoh ini mengartikannya sebagai bentuk tulisan yang menyatakan secara spesifik hal-hal yang menggambarkan pengharapan perilaku atau penampilan dari hasil belajar peserta didik. 

    2. Oemar Hamalik

    Tujuan pembelajaran dalam pandangan Oemar adalah sebuah harapan yang mendeskripsikan tingkah laku oleh peserta didik setelah berlangsungnya proses pembelajaran.

    3. H. Daryanto

    Daryanto mendefinisikannya sebagai suatu tujuan yang mencerminkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, dan sikap yang harus peserta didik miliki sebagai akibat dari hasil proses pembelajaran yang dinyatakan dalam bentuk tingkah laku yang dapat terukur.

    4. B. Suryosubroto

    Suryosubroto menjelaskan bahwa tujuan pembelajaran adalah rumusan secara terperinci tentang hal-hal yang dikuasai oleh peserta didik setelah melalui proses kegiatan pembelajaran.

    5. Henry Ellington dan Fred Percival

    Kedua tokoh ini mendefinisikannya sebagai deklarasi yang jelas dengan memperlihatkan penampilan atau skill dari peserta didik yang bisa mereka raih dalam kegiatan pembelajaran.

    Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa TP adalah sebuah istilah dalam kurikulum pendidikan Indonesia untuk menggambarkan beberapa kompetensi yang harus dimiliki oleh peserta didik setelah melakukan kegiatan belajar mengajar, yaitu berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

    Komponen dalam Tujuan Pembelajaran

    Secara operasional, komponen yang tertulis dalam tujuan kegiatan belajar memuat dua aspek, yaitu kompetensi dan lingkup materi. 

    1. Kompetensi

    Kompetensi adalah kemampuan peserta didik yang dapat membuktikan bahwa dirinya sudah berhasil mencapai tujuan pembelajaran. Seorang guru dapat menggunakan pertanyaan panduan dalam menyusun kompetensi ini, seperti contoh berikut:

    • Secara konkret, peserta didik dapat membuktikan kemampuan apa yang ada dalam dirinya?
    • Tahap berpikir apa yang peserta didik perlu buktikan?

    2. Lingkup Materi

    Lingkup materi berhubungan dengan pemahaman peserta didik terhadap konsep dan konten utama pada akhir satu unit pembelajaran. Pertanyaan panduan untuk menyusun lingkup materi ini adalah:

    • Peserta didik harus mempelajari apa saja dari konsep besar yang ada dalam Capaian Pembelajaran?
    • Apakah kehidupan dan lingkungan peserta didik adalah salah satu sumber untuk mempelajari konten dalam Capaian Pembelajaran?

    3. Variasi

    Variasi ini berhubungan dengan keterampilan berpikir kreatif dan kritis yang peserta didik perlu kuasai agar dapat mencapai TP. Pertanyaan panduan bagi guru dalam menyusun komponen TP ini adalah:

    • Apakah peserta didik mampu menganalisis hubungan antara manusia dengan adanya perubahan di lingkungan sekitarnya?
    • Apa peserta didik mampu memprediksi faktor-faktor dari perubahan yang ada di lingkungan sekitarnya tersebut?

    Fungsi Tujuan Pembelajaran

    Kegiatan Pembelajaran
    Kegiatan Pembelajaran I Sumber gambar: freepik.com

    TP tidak hanya sebagai komponen yang melengkapi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) saja, namun ada beberapa fungsi penting yang ada di dalamnya, antara lain:

    1. Menentukan Arah atau Jalannya Kegiatan Pembelajaran

    Fungsi pertama adalah sebagai petunjuk guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Hal tersebut tentunya dapat mempermudah para guru dalam menganalisis bagaimana proses pembelajaran yang akan mereka lakukan, dengan menggunakan teknik atau metode apa, dan seperti apa hasilnya.

    2. Menjadi Bukti Akuntabilitas Kinerja Guru

    Peserta didik akan mendapat gambaran tentang kompetensi apa saja yang harus mereka capai. Dengan begitu, peserta didik dapat mengetahui seperti apa proses pembelajaran yang akan mereka lalui. Cara ini dapat meningkatkan akuntabilitas dan kredibilitas kinerja guru.

    3. Terciptanya Kegiatan Pembelajaran yang Menyenangkan

    Fungsi yang terakhir adalah mendorong komitmen guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan menyenangkan serta dapat mencapai tujuan dalam proses belajar mengajar dengan efektif dan efisien.

    Unsur-Unsur dalam Tujuan Pembelajaran

    Kegiatan Guru dan Peserta Didik di dalam Kelas
    Kegiatan Guru dan Peserta Didik di dalam Kelas I Sumber gambar: freepik.com

    Tujuan kegiatan belajar yang tercantum pada RPP harus memuat unsur ABCD, dengan penjelasan sebagai berikut:

    • A (Audience), peserta didik yang menjadi subjek dari TP.
    • B (Behavior), tingkah laku yang bisa mendeskripsikan kemampuan peserta didik setelah proses pembelajaran.
    • C (Condition), situasi atau kondisi peserta didik ketika di kelas, baik sebelum dan sesudah melakukan kegiatan pembelajaran.
    • D (Degree), membandingkan kondisi peserta didik antara sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran. Dapat dikatakan TP tercapai ketika terdapat perubahan lebih baik pada peserta didik setelah melakukan kegiatan belajar mengajar.

    Cara Menyusun Tujuan Pembelajaran

    Langkah-langkah dalam penyusunan TP dengan menerapkan unsur ABCD sebagaimana yang ada di atas adalah sebagai berikut: 

    • Menganalisis setiap dimensi pada profil pelajar pancasila yang sesuai dengan tujuan kegiatan belajar pada suatu fase. 
    • Kemudian melakukan analisis terhadap capaian pembelajaran yang memuat materi dan kompetensi, seperti pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
    • Selanjutnya menentukan materi utama atau konten inti dari suatu pembelajaran.
    • Lalu tentukan dan rumuskan TP yang memuat kompetensi, konten, serta kebermaknaan dalam pembelajaran.
    • Tahap akhir, tentukan jumlah jam pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan.

    Selain itu, ada beberapa hal yang perlu guru perhatikan dalam merumuskan tujuan dalam kegiatan belajar peserta didik, antara lain:

    Analisis Kemampuan Peserta Didik
    Analisis Kemampuan Peserta Didik I Sumber gambar: freepik.com
    • Perumusan tujuan kegiatan belajar harus sesuai dengan indikator-indikator yang ada agar tujuan tersebut lebih terukur dan fokus pada hal-hal yang harus tercapai.
    • Memperhatikan urutan penulisan tujuan kegiatan belajar, agar sesuai dengan kemampuan dan kompetensi peserta didik yang harus tercapai.
    • Pada awal pembelajaran, guru harus melakukan analisis terkait dengan kemampuan dan hambatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Hal ini bertujuan agar guru dapat menemukan solusi yang baik untuk pembelajaran berikutnya.

    Cara Meraih Pencapaian Tujuan Pembelajaran yang Ideal

    Guru perlu menentukan beberapa kriteria untuk mengetahui apakah seorang peserta didik berhasil mencapai tujuan belajar atau indikator ketercapaian dalam proses kegiatan belajar mengajar.

    Ada tiga cara yang bisa guru pakai untuk menentukan kriteria peserta didik yang berhasil mencapai tujuan belajar tersebut, yaitu:

    • Memakai deskripsi kriteria: Guru menetapkan kriteria keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan dari kegiatan belajar.
    • Menetapkan rubrik: Membuat rubrik atau indikator penilaian atas pencapaian peserta didik, misalnya sangat baik, baik, cukup, kurang, sangat kurang. Selain itu, guru juga bisa menambahkan deskripsi yang menjelaskan performa peserta didik dalam setiap tahapannya.
    • Memakai interval nilai: Guru perlu menentukan interval nilai untuk menilai keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Misalnya, dalam skala atau interval 0–50% berarti peserta didik belum berhasil mencapai tujuan pembelajaran sehingga harus melakukan remedial. 

    Sudah Paham Mengenai Apa itu TP?

    Dengan membuat rumusan tujuan pembelajaran atau TP yang baik dalam RPP, maka setiap guru akan paham hal apa saja yang harus peserta didik capai dan bagaimana cara mencapainya. Dengan begitu, peserta didik juga dapat memahami hal-hal yang harus mereka penuhi selama pembelajaran berlangsung.

  • Sandi Rumput dalam Pramuka: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

    Sandi Rumput dalam Pramuka: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

    Apa itu sandi rumput dalam pramuka? Sandi merupakan sebuah alat komunikasi untuk menyampaikan pesan dari jarak jauh. Biasanya, sandi merupakan pesan rahasia yang Anda pelajari ketika mengikuti kegiatan pramuka.

    Sandi bahkan sudah ada sejak 3000 SM, tepatnya saat Bangsa Babilonia berhasil menemukan tulisan cuneiform. Sebuah tulisan yang dipakai untuk menulis berita rahasia. Banyak sandi yang nanti akan Anda pelajari dalam pramuka dan salah satunya yaitu sandi rumput.

    Pengertian Sandi Rumput dalam Pramuka

    Sandi rumput adalah alat komunikasi untuk saling bertukar pesan rahasia agar tak diketahui musuh. Dalam penerapannya, sandi tersebut dapat berupa huruf, angka, serta tanda baca dengan memakai prinsip kode morse dasar.

    Khusus sandi morse akan ditulis dengan titik-titik. Sementara penulisan sandi rumput memakai garis-garis menyerupai rumput berukuran besar dan kecil. Seseorang yang menjadi anggota pramuka sudah tentu harus memahami dan menguasai sandi rumput tersebut.

    Meskipun cukup mudah mengenalinya, namun sandi ini tak mudah dipakai begitu saja. Anda harus memiliki pemahaman yang baik tentang kode morse. Setelah itu, Anda baru bisa membaca pesan yang terkandung di dalam sandi rumput.

    Baca Juga : 10 Pengertian Interpretasi Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian Sandi Rumput Menurut Ahli

    Berikut beberapa definisi tentang sandi rumput yang dikemukakan para ahli:

    1. Astutiningrum dan Sherly

    Di dalam buku Buku Lengkap Pramuka Khusus Siaga & Penggalang, terdapat penjelasan bahwa sandi rumput merupakan sandi yang mempunyai kunci baca. Sandi tersebut juga mempunyai penulisan yang sama seperti sandi morse.

    Hanya saja nanti Anda mengganti sandi morse dengan kode seperti rumput. Untuk titik (.), Anda ganti dengan rumput pendek lalu strip atau garis panjang (-), Anda ganti dengan rumput panjang. Sementara itu, ketika ingin menyambung antar huruf hingga menjadi sebuah kata, Anda harus memakai garis sambung.

    2. Rumisih, M.Pd

    Dalam bukunya yang berjudul Buku Saku Pandu Bermutu, terdapat penjelasan bahwa sandi rumput merupakan salah satu bentuk pengaplikasian sekaligus turunan sandi morse. Sesuai namanya, sandi ini memiliki bentuk seperti rumput.

    Titik yang terdapat di sandi morse akan ditulis dengan bentuk rumput pendek. Sementara garis sandi morse penulisannya berupa rumput yang tinggi.

    3. Agus S. Dani dan Budi Anwari

    Selanjutnya ada penjelasan seputar pengertian sandi rumput menurut Agus S. Dani serta Budi Anwari. Di dalam bukunya Buku Panduan Pramuka Siaga, ia berpendapat bahwa sandi rumput dibuat dengan bentuk menyerupai rumput. Untuk rumput pendek menandakan titik serta rumput panjang menandakan garis.

    Sejarah Penerapan Sandi Rumput di Kehidupan Manusia

    Sejak dulu, sandi sudah menjadi salah satu cara untuk mengirimkan pesan rahasia pada orang-orang tertentu. Berikut sejarah penerapan sandi tersebut dalam kehidupan manusia.

    1. Media Komunikasi

    Dalam kondisi tertentu, Anda bisa berkomunikasi menggunakan kode atau isyarat tertentu. Tujuannya agar pesan yang Anda kirimkan tersebut tetap terjaga kerahasiaannya dan keamanannya.

    Tentunya sandi rumput dalam pramuka hanya bisa dipahami sesama anggota pramuka. Seseorang yang belum pernah mempelajari sandi ini pastinya akan sangat kesulitan jika harus membaca dan menguraikan isi dari kode tersebut.

    Bahkan di mata orang awam, bisa jadi sandi ini tak lebih dari coretan atau gambar rumput asal-asalan. Padahal untuk orang yang paham, sandi tersebut memiliki arti tertentu.

    2. Dipakai dalam Telegraf

    Sandi rumput sudah ada dan pengaplikasiannya saat sistem telegraf tengah berkembang. Artinya, Anda bisa menerapkan sandi tersebut di dalam telegraf. Dengan catatan, baik pengirim maupun penerima pesan harus sama-sama paham sandi tersebut.

    3. Mengaplikasikan dalam Pramuka

    Sebagai organisasi yang terkenal karena menerapkan berbagai jenis sandi, pramuka menjadi tempat yang cocok dalam melestarikan sandi rumput. Alasannya karena di dalam kegiatan pramuka, sandi rumput menjadi salah satu materi yang harus Anda pelajari dan pahami.

    Bahkan ada momen di mana sandi rumput menjadi permainan yang sangat seru. Permainan yang bukan sekadar untuk keseruan semata melainkan sebagai cara untuk mengasah otak dan meningkatkan daya ingat.

    Cara Membaca Sandi Rumput dalam Pramuka

    Setelah mengetahui penjelasan di atas, apakah Anda semakin tertarik untuk belajar cara membaca sandi rumput? Sebenarnya, penulisan sandi ini memakai kombinasi garis tinggi serta pendek yang kemudian disusun sehingga mirip rumput yang berjejer.

    Garis tinggi serta pendek tersebut adalah pengganti dari titik maupun strip di dalam kode morse. Artinya, setiap strip (-) pada kode morse merupakan “garis tinggi” pada sandi rumput. Lalu untuk setiap titik (.) adalah “garis pendek”.

    Dengan begitu, untuk dapat membacanya maka Anda perlu mengubahnya ke kode morse dulu. Setelah itu, Anda bisa membaca isi dari pesan atau sandi rumput tersebut. Ketika awal-awal belajar sandi ini, sudah tentu Anda harus menyiapkan catatan.

    Hal ini karena mungkin di awal Anda masih kesulitan untuk menghafal kode-kode tersebut. Akan tetapi, perlahan Anda mulai terbiasa sehingga Anda bisa mulai membaca sandi rumput tanpa harus melihat catatan.

    Berikut rumus kode morse yang harus Anda pelajari sebelum mulai menulis maupun membaca kode morse.

    kode morse
    (kode morse  | Sumber gambar: detik.com)

    Pastikan Anda menghafal semua rumus di atas. Ini karena ketika Anda sudah hafal kombinasi garis maupun stripnya, maka menulis sandi rumput menjadi hal yang mudah. Nanti Anda tinggal mengubah titik menjadi rumput pendek serta strip menjadi rumput panjang. Misalnya di sini Anda ingin menulis kata “PRAMUKA”.

    Kemudian Anda mulai menulis kata PRAMUKA tersebut dalam kode morse sehingga hasilnya “. – – . / . – . / .- / – – / – . – / . –”. Ingat, untuk garis miring di dalam kode morse ditulis “-” pada sandi rumput.

    Setelah itu, Anda harus mengubahnya ke sandi rumput. Untuk strip Anda ubah ke rumput panjang dan strip diubah ke rumput pendek. Kemudian hasilnya seperti gambar berikut.

    sandi rumput
    (sandi rumput  | Sumber gambar: gramedia.com)

    Contoh Penulisan Sandi Rumput

    Sementara itu, berikut beberapa contoh bagaimana penerapan sandi rumput dalam pramuka.

    1. Penulisan M dan Z

    Berikut adalah penulisan sandi rumput huruf M dan Z, antara lain:

    Sandi Rumput
    (Sandi Rumput | Sumber gambar: detik.com)

    2. Penulisan Kata Pramuka Indonesia

    Di bawah ini adalah penulisan sandi rumput dengan kata “PRAMUKA INDONESIA”, antara lain:

    Sandi Rumput
    (Sandi Rumput | Sumber gambar: detik.com)

    3. Penulisan Pak Kholil

    Berikut ini adalah penulisan sandi rumput dari kata “PAK KHOLIL”

    Sandi Rumput
    (Sandi Rumput | Sumber gambar: detik.com)

    Seperti penjelasan sebelumnya bahwa titik Anda tulis dengan huruf pendek. Kemudian untuk strip Anda tulis menggunakan rumput yang tinggi.

    Memang perlu waktu untuk memahaminya. Namun dengan terus belajar dan konsisten, Anda bisa memahami bagaimana cara menulis dan membaca sandi rumput.

    Fungsi Sandi Rumput dalam Pramuka

    Berikut beberapa fungsi sandi rumput, antara lain:

    1. Sarana Komunikasi

    Kode rahasia ini dapat menjadi sarana komunikasi di dalam menyampaikan pesan rahasia. Sebuah cara yang tepat untuk menyampaikan sesuatu ketika Anda tak bisa menggunakan gadget maupun terkendala sinyal telekomunikasi.

    Apalagi jika komunikasi yang Anda lakukan sifatnya rahasia. Tentu sandi ini menjadi solusi karena ketika Anda berkomunikasi dengan orang lain, informasi yang Anda sampaikan tetap terjaga kerahasiaannya.

    2. Penyampaian Pesan Rahasia

    Tak semua orang memahami bahwa sandi rumput juga dapat menyampaikan pesan rahasia. Melihat bentuknya yang khas, orang biasa mungkin hanya mengira bahwa itu merupakan coret-coretan atau gambar rumput pada umumnya.

    Akan tetapi, berbeda dengan orang yang memang memahami bahwa ini merupakan pesan rahasia. Jika Anda paham sandi rumput, Anda akan langsung membaca isi pesan tersebut dan memahami apa makna di dalamnya.

    3. Menguji Daya Ingat serta Kecerdasan

    Fungsi sandi rumput dalam pramuka juga bisa untuk menguji daya ingat maupun kecerdasan seseorang. Sebagai anggota pramuka, Anda tentunya akan banyak mempelajari dan menghafal berbagai sandi. Termasuk di antaranya sandi rumput.

    Secara tak langsung, menghafal sandi-sandi tersebut menjadi salah satu cara untuk menguji serta meningkatkan daya ingat Anda. Aktivitas yang kerap dilakukan seperti menulis maupun memecahkan sandi juga menjadi cara efektif untuk meningkatkan kemampuan otak Anda.

    4. Sarana Permainan

    Pramuka bukan sekadar menjadi sarana kepanduan yang di dalamnya mempelajari baris-baris. Pramuka juga bukan hanya tentang survival melainkan banyak hal seru yang Anda pelajari. Bahkan tak sedikit kegiatan pramuka dalam bentuk permainan yang sangat bermanfaat.

    Salah satunya menjadikan sandi rumput sebagai sarana permainan. Ini merupakan permainan yang seru sekaligus mengasah otak. Anda memerlukan pemahaman dan latihan agar bisa membaca sandi tersebut.

    Tentu ini menjadi permainan yang sangat berkesan. Apalagi jika sandi yang harus Anda pecahkan semakin sulit. Akan timbul rasa kepuasan tersendiri ketika berhasil memecahkannya.

    Tertarik Belajar Sandi Rumput dalam Pramuka?

    Sekian pembahasan seputar sandi rumput dalam pramuka. Kesimpulannya, ini merupakan sandi yang harus Anda pelajari ketika bergabung menjadi anggota pramuka. Sandi yang bisa Anda gunakan untuk menyampaikan pesan rahasia sehingga tak mudah dibaca orang lain.